PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH (PUTM) PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH (PUTM) PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA"

Transkripsi

1 HUKUM MASUK PARLEMEN STUDI KOMPARATIF ANTARA ABŪ MUḤAMMAD AL-MAQDISῙY DAN YŪSUF AL-QARḌAWῙY RISALAH Diajukan Kepada Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Kelulusan Oleh: Lina Normayanti NIM PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH (PUTM) PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

2 HUKUM MASUK PARLEMEN STUDI KOMPARATIF ANTARA ABŪ MUḤAMMAD AL-MAQDISῙY DAN YŪSUF AL-QARḌAWῙY RISALAH Diajukan Kepada Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Kelulusan Oleh: Lina Normayanti NIM PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH (PUTM) PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012 i

3 NOTA DINAS PEMBIMBING Yogyakarta, 15 Juli 2012 Kepada Yth. Mudir PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah) di Yogyakarta Assalamu alaikum wr. wb. Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan baik dari segi isi, bahasa, maupun teknik penulisan, dan setelah membaca risalah mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama : Lina Normayanti NIM : Judul Risalah : Hukum Masuk Parlemen Studi komparatif antara Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy Maka selaku Pembimbing, kami berpendapat bahwa risalah tersebut sudah layak diajukan untuk dimunaqosahkan. Wassalamu alaikum wb. wb. Pembimbing, Dra. Hj. Akif Khilmiyah, M. Ag. NBM ii

4 PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH PENDIDIKAN ULAMA TARJIH MUHAMMADIYAH Kampus I : Jln. Kaliurang Km. 23,3 Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta Telp/Fax. (0274) Kampus II : Tundan, Ngrame, Tamantirto Utara, Kasihan, Bantul, Yogyakarta Telp. (0274) PENGESAHAN NOMOR: IN/I/PUTM/PPM/2012 Risalah dengan judul: Hukum Masuk Parlemen Studi komparatif antara Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy Diajukan oleh: 1. Nama : Lina Normayanti 2. NIM : Telah dimunaqosahkan pada hari: sabtu, tanggal 23 Juni 2012 dan telah dinyatakan sah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan. PANITIA UJIAN MUNAQOSAH Ketua Sidang Sekretaris Sidang/Penguji I Dr. Muhammad Ichsan, Lc., MA NBM Ghoffar Ismail, S. Ag., M. Ag NBM Penguji II Drs. Waharjani, M.Ag. NBM Yogyakarta, 25 Sya ban 1433 H 15 Juli 2012 M Mudir Prof. Drs. H. Sa ad Abdul Wahid NBM iii

5 MOTTO { ا لا س لا م ي ع ل و و لا ي ع ل ى ع ل ي ه } أ خ ر ج ه ا ل دار ق ط ني Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya. {HR. Dzar Quthni} iv

6 HALAMAN PERSEMBAHAN Risalah ini penulis persembahkan kepada: Bapak, Ibu dan kakak tercinta yang telah mencurahkan segala kasih sayangnya, memberikan supportnya hingga penulis bisa menyelesaikan Risalah ini, Kedua pamong asrama PUTM Putri selama penulis berada di Asrama, Orang-orang yang telah banyak berjasa; dosen-dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Putri, Thalabah dan Thalibah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta v

7 بسم االله الرحمن الرحيم KATA PENGANTAR إ ن الح م د ل ل ه نح م د ه و ن س ت ع ين ه و ن س ت غ ف ر ه و ن ع وذ ب االله م ن ش ر ور أ ن ف س ن ا و م ن س ي ي ات أ ع م ال ن ا م ن ي ه د االله ف لا م ض ل ل ه و م ن ي ض ل ل ف لا ه اد ي ل ه, أ ش ه د أ ن لا إل ه إ لا االله و ح د ه لا ش ر يك ل ه و أ ش ه د أ ن مح مد ا ع ب د ه و ر س ول ه. Segala puji hanya bagi Allah swt, penguasa alam semesta, yang telah menurunkan petunjuk untuk manusia sehingga manusia dapat membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada utusan Allah swt, Nabi Muhammad saw, yang telah menghibahkan hidupnya di jalan Allah swt, dan juga kepada orang-orang yang senantiasa berjuang di jalan-nya hingga akhir zaman. Syukur alhamdulillah, akhirnya penulis dapat menyelesaikan risalah yang berjudul Hukum Masuk Parlemen Studi komparatif antara Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy, guna memenuhi salah satu syarat kelulusan di Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) PP Yogyakarta. Selesainya risalah ini tentunya tidak terlepas dari peran serta dari berbagai pihak yang memberikan bimbingan dan bantuan kepada penulis. Oleh karena itu dengan rasa hormat dan terima kasih penulis sampaikan kepada: vi

8 1. Bapak Prof. H. Drs. Sa ad Abdul Wahid, selaku Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah dan bapak Muhajir, Lc. MA selaku wakil Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah. 2. Ibu Dra. Hj. Akif Khilmiyah, M. Ag. Selaku pembimbing penulis dalam penulisan risalah ini. 3. Bapak Humaidi dan Ibu Duroh, yang telah banyak membimbing dan mengurus kami selama di asrama PUTM Putri. 4. Kedua orang tua dan kakak tercinta yang senantiasa mendo akan dan sebagai motivasi utama bagi kehidupan penulis. 5. Ibu Farida selaku TU yang telah banyak membimbing dan memberi kami ilmu dan Musyrifah PUTM Putri, ustadzah Fitria Sari yang telah membantu penulis dalam mengoreksi dan memperbaiki risalah ini. 6. Seluruh dosen dan staf karyawan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah yang senantiasa membimbing dan membantu selama penulis belajar. 7. Teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberi dukungan dan inspirasi pada penulis, serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Teriring do a semoga jasa-jasa dan kebaikan mereka mendapatkan imbalan yang lebih baik dari Allah swt. Amiin. Dengan segala keterbatasan ilmu dan pengalaman, penulis menyadari jika masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan risalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan risalah ini. vii

9 Yogyakarta, 25 Sya ban 1433 H 15 Juni 2012 M Penulis Lina Normayanti NIM viii

10 PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Transliterasi yang digunakan dalam risalah ini adalah transliterasi yang telah menjadi keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 158 tahun 1987, yang ringkasnya sebagai berikut: 1. Konsonan Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan أ alif - Tidak dilambangkan ب ba b be ت ta t te ث ṡa ṡ es (dengan titik di atas) ج Jim J Je ح ḥa ḥ ha (dengan titik di bawah) خ kha kh ka dan ha د dal d de ذ żal ż zet (dengan titik di atas) ر ra r Er ix

11 ز zai z zet س sin s es ش syin sy es dan ye ص ṣad ṣ es (dengan titik di bawah) ض ḍad ḍ de (dengan titik di bawah) ط ṭa ṭ te (dengan titik di bawah) ظ ẓa ẓ zet (dengan titik di bawah) ع ain... koma tebalik di atas غ gain g ge ف fa f ef ق qaf q ki ك kaf k ka ل lam l el م mim m em ن nun n en و wau w we ه ha h ha x

12 hamzah... apostrof ء ya y ye ي 2. Vokal a. Vokal Tunggal Tanda Nama Huruf Latin Nama fathah A a kasrah I i ḍammah U u b. Vokal Rangkap Tanda dan Huruf Nama Huruf Latin Nama.... ي fathah Ai a dan i.... و kasrah au a dan u Contoh: Ditulis Kataba ك ت ب xi

13 Ditulis fa ala ف ع ل Ditulis żukira ذ ك ر Ditulis yażhabu ي ذ ه ب Ditulis su ila س ي ل 3. Maddah Harakat dan huruf Nama Huruf dan tanda Nama....ا....ى fathah dan alif Ā a dan garis di atas atau ya... ى. Kasrah dan ya Ī i dan garis di bawah....و ḍammah dan wau Ū u dan garis di atas Contoh: Ditulis qāla ق ال Ditulis Ramā ر م ى xii

14 Ditulis Qīla ق ي ل Ditulis Yaqūlu ي ق و ل 4. Ta Marbutah Transliterasi untuk ta marbutah ada dua yaitu: 1. Ta marbutah hidup 2. Ta marbutah yang hidup atau mendapat harkat fathah, kasrah, dan dammah, transliterasinya adalah /t/ 3. Ta marbutah yang mati atau mendapat harkat sukun, transliterasinya adalah /h/ Jika pada kata yang terakhir dengan ta marbutah diikuti oleh kata yang menggunakan kata sandang al serta bacaan kedua kata itu terpisah, maka ta marbutah itu transliterasinya ha. Contoh: ditulis rauḍah al-aṭfāl ر و ض ة ا لا ط ف ال ditulis al-madīnah al-munawwarah ا لم د ي ن ة ا لم ن و ر ة ditulis ṭalḥah ط ل ح ة xiii

15 5. Syaddah (tasydid) Syaddah atau tasydid yang dalam system tulisan arab dilambangkan dengan sebuah tanda, tanda syaddah atau tanda tasydid, dalam transliterasi tersebut dilambangkan dengan huruf, yaitu huruf sama dengan huruf yang diberi tanda tasydid. Contoh: Ditulis Rabbanā ر ب ن ا Ditulis Nazzala ن زل Ditulis al-birru ا لبر Ditulis al-ḥajju ا لح ج ن عم Ditulis nu ima 6. Kata sandang Kata sandang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan huruf alif lam Namun dalam transliterasi ini kata sandang dibedakan atas kata sandang yang.(ال) diikuti oleh huruf syamsiyyah dan kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariyyah. xiv

16 1. Kata sandang yang diikuti oleh huruf syamsiyyah ditransliterasikan sesuai bunyinya, yaitu huruf /1/ diganti dengan huruf yang langsung mengikuti kata sandang itu. 2. Kata sandang yang diikuti oleh huruf qamariyyah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai pula dengan bunyinya. Baik diikuti oleh huruf syamsiyyah maupun huruf qamariyyah kata sandang ditulis terpisah dari kata yang mengikuti dan dihubungkan dengan tanda sandang. Contoh: Ditulis ar-rajulu ال رج ل Ditulis as-sayyidatu ال سي د ة شمس Ditulis asy-syamsu ال Ditulis al-qamaru ا لق م ر Ditulis al-badī u ا لب د ي ع Ditulis al-jalālu ا لج لا ل 7. Hamzah Dinyatakan di depan bahwa hamzah ditransliterasikan dengan apostrof. Namun hanya berlaku bagi hamzah yang terletak ditengah dan diakhir kata. Bila hamzah xv

17 itu terletak di awal kata, ia tidak dilambangkan, karena dalam tulisan Arab berupa alif. Contoh: الن وء Ditulis an-nau u Ditulis syai un ش ي ء Ditulis Inna إ ن أ م ر ت Ditulis Umirtu Ditulis Akala أ ك ل 8. Penulisan kata Pada dasarnya setiap kata, baik fi il, isim maupun harf, ditulis terpisah. Hanya kata-kata tertentu yang penulisannya dengan huruf Arab sudah lazim dirangkaikan dengan kata lain karena ada huruf atau harkat yang dihilangkan, maka dalam transliterasi ini penulisan kata tersebut dirangkaikan juga dengan kata yang lain yang mengikutinya. Contoh: ar- ditulis -Wa innallāha lahuwa khair و إ ن االله له و خ ي ر ال راز ق ين rāziqīna. xvi

18 -Wa innallāha lahuwa khairurrāziqīna. al-mīzāna. ditulis -Fa aufū al-kaila wa ف ا و ف و ا ال ك ي ل وال م ي ز ا ن -Fa auful-kaila wal-mīzān. ditulis Bismillāhi majrēhā wa mursāhā ب س م االله مج ر ها و م ر س ه ا و الله ع ل ى الن اس ح ج ال ب ي ت م ن اس ت ط اع إ ل ي ه س ب ي لا ditulis -Wa lillāhi alan-nāsi hijju al-baiti man-istaṭā a ilaihi sabīlā. -Wa lillāhi alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā a ilaihi sabīlā. 9. Huruf kapital Meskipun dalam sistem tulisan Arab huruf kapital dikenal, namun dalam transliterasi ini huruf tersebut dipergunakan huruf kapital seperti apa yang berlaku dalam EYD, di antaranya: Huruf kapital digunakan untuk menuliskan huruf awal nama diri dan permulaan kalimat. Bila nama diri itu didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf yang nama diri tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Contoh: xvii

19 ditulis Wa mā Muhammadun illā rasūlun و م ا مح م د إ لا ر س و ل إ ن أ ول ditulis ب ي ت وض ع ل لن ا س ل ل ذ ي ب ب ك ة Inna awwala baitin wuḍi a linnāsi م ب ار ك ا lallażi bi Bakkata mubārakan ditulis -Syahru Ramaḍāna al-lazī unzila fīh ر م ض ان ال ذ ي أ ن ز ل ف ي ه ال ق ر أ ن ش ه ر al-qur ānu -Syahru Ramaḍānal-lazī unzila fīhil- Qur ānu al- ditulis -Wa laqad ra āhu bi al-ufuq و ل قد ر ءا ه ب الا ف ق ال م ب ين mubīni -Wa laqad ra āhu bil-ufuqil-mubīni. ditulis Alḥamdulillāhi rabbi al- ālamīna ا لح م د ل ل ه ر ب ال ع ال م ين Alḥamdu lillāhi rabbil- ālamīna xviii

20 ABSTRAK Islam adalah agama yang lengkap dan mencakup semua aspek kehidupan. Allah swt tidak menjadikan urusan agama ini sebagai sebuah etika internal khusus untuk orang-orang suci yang hanya berada di dalam sebuah tempat ibadah dan terputus dengan dunia luar, bahkan ayat-ayat al-qur an al-karīm sangat banyak berbicara mengenai aturan hidup manusia dan syarī at yang harus ditegakkan. Dan mustahil untuk menegakkan ajaran Islam secara kāffah bila tidak menguasai dunia politik. Duduknya seorang Muslim di parlemen adalah sebuah upaya untuk meresmikan hukum Allah swt agar bisa diakui oleh masyarakat sebagai hukum positif. Misi seorang Muslim adalah bagaimana menjadikan ayat-ayat al-quran dan as-sunnah resmi diakui sebagai undang-undang negara. Bila belum bisa semua secara sekaligus, tentu harus satu persatu. Hal ini mengingat bahwa negara Indonesia ini secara resmi tidak mengakui hukum Islam secara total, kecuali hanya beberapa bagian kecil saja. Oleh karena itu pentingnya ada seorang Muslim atau jama ah Islam yang komitmen bergabung di dalamnya. Namun, dalam perjalanannya terdapat beberapa pendapat yang menginterpretasikan berbeda, ada yang mengharamkan dan ada yang pula yang membolehkan. Mengkaji pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen sangat menarik karena keduanya sama-sama mengalami pergolakan politik pada masanya. Oleh karena itu, penulis bermaksud menuliskan risalah mengenai hukum masuk parlemen untuk mengetahui hukumnya dan menggambarkan pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy agar dapat mengetahui pendapat keduanya dan juga mengetahui persamaan dan perbedaan pendapat di antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penulisan risalah ini adalah metode pustaka (library research). Sumber data terbagi menjadi sumber primer dan sekunder. Diantara sumber primer adalah buku-buku dan makalah karya Maqdisīy dan Qarḍawīy, sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku pendukung yang berkaitan dengan risalah ini. Jika data telah terkumpul, dilakukan analisis data dengan cara menghimpun lalu menganalisa data yang sudah ada (content analysis). Risalah ini berkesimpulan, Abū Muḥammad al-maqdisīy berpendapat bahwa hukum masuk parlemen ialah haram berdasarkan dalil-dalil yang qath īy, sedangkan Yūsuf al-qarḍawīy menggabungkan antara mengharamkan dan membolehkan masuk parlemen. Persamaan antara pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy ialah keduanya sama-sama berpendapat tidak membolehkan masuk parlemen, namun Qarḍawīy menggabungkan antara melarang dan membolehkan, dan Qarḍawīy membolehkannya dengan beberapa syarat. Dan tidak terdapat perbedaan di antara pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen, keduanya hanya berbeda dalam hal pergerakan, yang mana Qarḍawīy ikut terlibat dalam pergerakan Ikhwānul Muslimin sedangkan Maqdisīy dalam pergerakan Salafi Jihadīy yang lebih meruju pada menjahrkan dakwah para Nabi dan Rasul. xix

21 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i NOTA DINAS PEMBIMBING...ii PENGESAHAN RISALAH...iii MOTTO...iv HALAMAN PERSEMBAHAN...v KATA PENGANTAR...vi PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN...ix ABSTRAK...xix DAFTAR ISI...xx BAB I PENDAHULUAN...1 A. Latar Belakang Masalah...1 B. Rumusan Masalah...4 C. Tujuan dan Kegunaan Penulisan... 4 D. Tinjauan Pustaka...5 E. Metode Penulisan...6 F. Sistematika Pembahasan... 8 BAB II BIOGRAFI KEDUA ULAMA...9 A. Biografi Abū Muḥammad al-maqdisīy Latar belakang...9 xx

22 2. Riwayat pendidikan Kondisi sosial Karya tulis Maqdisīy B. Biografi Yūsuf Qarḍawīy Latar belakang Riwayat pendidikan Kondisi sosial Karya tulis Qarḍawīy BAB III PENDAPAT MAQDISῙY DAN QARḌAWῙY MENGENAI HUKUM MASUK PARLEMEN...15 A. Pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy B. Pendapat Yūsuf al-qardhawīy C. Perbandingan Pendapat antara Maqdisīy dan Qarḍawīy Persamaan Pendapat Perbedaan Pendapat Bagan Persamaan dan Perbedaan Pendapat Kedua Ulama...36 BAB IV PENUTUP...37 A. Kesimpulan...37 B. Saran...38 DAFTAR PUSTAKA...39 DAFTAR RIWAYAT HIDUP...40 xxi

23 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama yang lengkap dan mencakup semua aspek kehidupan. Allah swt tidak menjadikan urusan agama ini sebagai sebuah etika internal khusus untuk orang-orang suci yang hanya berada di dalam sebuah tempat ibadah dan terputus dengan dunia luar, bahkan ayat-ayat al-qur an al-karīm sangat banyak berbicara mengenai aturan hidup manusia dan syarī at yang harus ditegakkan. Dan mustahil untuk menegakkan ajaran Islam secara kāffah bila tidak menguasai dunia politik. 1 Karena hakikat Islam itu adalah memimpin peradaban manusia, baik bagi yang beriman kepada Allah swt maupun yang tidak. Sebagaimana firman Allah swt: ش ر ع ل ك م م ن ال دين م ا و صى ب ه ن وح ا و ال ذ ي أ و ح ي ن ا إ ل ي ك و م ا و صي ن ا ب ه إ ب ر اه يم و م وس ى و ع يس ى أ ن أ ق يم وا ال دين و لا ت ت ف رق وا ف ي ه... Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan- Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu, Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. 2 1 Harmen Hadi, Implementasi Hukum Islam pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten 50 kota Studi atas Peran Parlemen Nagari atau BPAN, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm Asy-Syūra (42) : 13. 1

24 2 Duduknya jama ah Islam atau seorang Muslim di parlemen adalah sebuah upaya untuk meresmikan hukum Allah swt agar bisa diakui oleh masyarakat sebagai hukum positif. Misi seorang Muslim adalah bagaimana menjadikan ayat-ayat al-qur an dan as-sunnah menjadi resmi diakui sebagai undang-undang negara. Bila belum bisa semua secara sekaligus, tentu harus satu persatu. Semua itu adalah sunnatullah dan ciri khas dakwah para nabi dan Rasul, serta contoh nyata perjuangan para salafush-shalih, yang tidak pernah meninggalkan perjuangan untuk menerapkan syarī at Islam hanya karena umatnya belum mau menerima langsung sepenuhnya. Hal ini mengingat bahwa negara Indonesia ini secara resmi tidak mengakui hukum Islam secara total, kecuali hanya beberapa bagian kecil saja. Jika kita masih mengakui eksistensi negara ini, maka kewajiban kita adalah memperjuangkan secara resmi dan penuh dengan legitimasi agar lebih banyak lagi hukum Islam yang bisa diakui dan berlaku di negara ini. Namun sebaliknya, bila kita beranggapan tidak boleh memperjuangkan tegaknya hukum Islam di dalam konstitusi negara, konsekuensinya kita pun tidak boleh mengakui keberadaan negara ini. 3 Sebuah sikap yang tidak konsekuen dengan realita yang ada. Sebab Rasulullah saw pun bisa melihat realitas bahwa di sekelilingnya ada banyak negara besar yang tidak menjalankan hukum Allah. Bahkan secara resmi 3 Z. A. Ahmad, Islam dan Parlementarisme, (Jakarta: Pustaka Aida, 1952) hlm. 66.

25 3 Rasulullah saw berkirim surat kepada para penguasa dunia lengkap dengan stempel resmi kenabian. Artinya, beliau saw mengakui keberadaan negara-negara kafir itu. Sementara, negara kita sebenarnya tidak seratus persen kafir, sebab mayoritas penduduknya muslim dan para pemegang tampuk kekuasaannya pun orang-orang Islam. Bahkan tidak semua hukum Islam ditolak, meski yang tertampung di dalam hukum positif negeri ini terlalu sedikit. 4 Kalau pun terdapat seorang muslim yang belum mampu berjuang menegakkan Islam lewat kesempatan masuk parlemen, minimal orang tersebut tidak boleh menghalangi niat orang lain yang sudah mempunyai kesempatan. Sebaliknya, orang tersebut justru harus mendo akan perjuangan seorang muslim yang ikut terlibat di dalamnya agar berhasil berdiplomasi untuk semakin banyak memasukkan syarī at Islam di negeri ini. Mengkaji pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen sangat menarik karena keduanya sama-sama mengalami pergolakan politik pada masanya. Karena itulah di dalam risalah ini penulis akan mendeskripsikan pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy dan menganalisa latar belakang pemikirannya dengan pendekatan sosio-politik. Kemudian mendeskripsikan secara analitik bagaimana pandangan Maqdisīy dan Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen. 4 Abdul Rahman, Kuota Keterwakilan Perempuan dalam Parlemen di Indonesia Perspektif Hukum Islam, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm. 16.

26 4 Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk mengangkat pembahasan mengenai hukum masuk parlemen yaitu karena ketidaktahuan umat tentang hakikat hukum tersebut, serta adanya perbedaan pendapat mengenai hukum masuk parlemen. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, terdapat beberapa hal yang menjadi pokok masalah dalam penulisan ini, antara lain: 1. Bagaimana pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al-qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen? 2. Apa persamaan dan perbedaan pendapat antara Maqdisīy dan Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen? C. Tujuan dan Kegunaan Penulisan 1. Tujuan penulisan Tujuan dalam penulisan ini adalah: a. Menggambarkan pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al- Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen. b. Menemukan persamaan dan perbedaan antara pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen. 2. Kegunaan Penulisan Manfaat yang dapat diambil dari penulisan ini adalah: a. Secara teoritis

27 5 Penulisan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi tentang penentuan sikap-sikap yang harus dimiliki oleh seorang Muslim mengenai masuk ke dalam parlemen. b. Secara Praktis Penulisan ini diharapkan dapat menjadi manfaat bagi seorang Muslim yang akan masuk parlemen, khususnya bagi orang Islam yang telah terlibat di dalamnya. D. Tinjauan Pustaka Pembahasan mengenai Parlemen telah banyak dibahas dan dikaji, di antara buku dan skripsi yang membahas tentang masuk parlemen, ialah: Buku yang berjudul Islam dan Parlementarisme yang ditulis oleh Z. A. Ahmad, dalam buku ini membahas tentang pentingnya prinsip-prinsip Islam diterapkan dalam pemerintahan non Islam. Dalam buku ini berkesimpulan bahwa hendaklah umat Islam mengejar ketinggalan yang sudah 1000 tahun lamanya. Mengenang Islam-glory semata-mata tidak akan ada gunanya jika kita sendiri yang hidup di dalam zaman yang serba modern ini tidak bersungguh-sungguh untuk mengobar-ngobarkan kembali pengajaran musyawarah yaitu memperjuangkan Ulil Amri dan menerapkan syari at Islam ke dalam Parlemen. 5 Skripsi yang ditulis oleh Harmen Hadi yang berjudul Implementasi Hukum Islam pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten 50 kota Studi atas Peran Parlemen 5 Z. A. Ahmad, Islam dan Parlementarisme, (Jakarta: Pustaka Aida, 1952) hlm. 112.

28 6 Nagari atau BPAN. Skripsi ini membicarakan tentang mencermati perkembangan penerapan hukum Islam dalam Parlemen. 6 Skripsi yang berjudul Kuota Keterwakilan Perempuan dalam Parlemen di Indonesia Perspektif Hukum Islam, dalam skripsi ini membahas tentang bolehnya masuk parlemen termasuk di dalamnya wanita. 7 Perbedaannya dengan risalah yang penulis susun, dalam skripsi yang telah disebutkan di atas hanya menjelaskan tentang bolehnya masuk parlemen saja tanpa menyebutkan pendapat ulama dan mengkomparasikannya, sedangkan tulisan ini mengungkapkan pendapat antara Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al- Qarḍawīy dan mengkomparasikan antara pendapat keduanya. E. Metode Penulisan 1. Jenis dan Sifat Penulisan Penulisan ini termasuk jenis penulisan pustaka (library research), yaitu penulisan yang menggunakan buku-buku sebagai sumber datanya. Sedangkan sifat penulisan ini adalah deskriptif studi perbandingan. 8 6 Harmen Hadi, Implementasi Hukum Islam pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten 50 kota Studi atas Peran Parlemen Nagari atau BPAN, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm Imam Abdul Rahman, Kuota Keterwakilan Perempuan dalam Parlemen di Indonesia Perspektif Hukum Islam, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm. 118.

29 7 2. Pengumpulan Data Karena kajian ini adalah kajian kepustakaan, maka sumber datanya adalah karya yang dihasilkan oleh Maqdisīy dan Qarḍawīy, atau disebut juga dengan data utama (primer). Adapun karya-karya dalam kategori tersebut adalah buku yang berjudul Millah Ibrāhim Dakwah Para Nabi dan Rasul 9 dan buku yang berjudul Min Fiqh ad-daulah fil Islam 10, sedangkan sumber bantuan atau tambahan (sekunder) adalah Buku yang berjudul Islam dan Parlementarisme 11 skripsi yang berjudul Implementasi Hukum Islam pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten 50 kota Studi atas Peran Parlemen Nagari atau BPAN 12 dan skripsi yang berjudul Kuota Keterwakilan Perempuan dalam Parlemen di Indonesia Perspektif Hukum Islam Analisis Data 8 Deskriptif studi komparatif merupakan bentuk penelitian deskriptif yang mengkomparatifkan antara dua atau lebih dari dua situasi, kejadian, kegiatan, program atau lainnya yang sejenis atau hampir sama. 9 Abū Muḥammad al-maqdisīy, Millah Ibrahim Dakwah Para Nabi dan Rasul, (Tangerang: Ar Rahmah Media, 2007) hlm Dr. Yūsuf al-qarḍawīy, Fiqh ad-daulah fil Islam, (Kairo: Dzar asy-syurūq) hlm A. Ahmad, Islam dan Parlementarisme, (Jakarta: Pustaka Aida, 1952) hlm Harmen Hadi, Implementasi Hukum Islam pada Era Otonomi Daerah di Kabupaten 50 kota Studi atas Peran Parlemen Nagari atau BPAN, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm Imam Abdul Rahman, Kuota Keterwakilan Perempuan dalam Parlemen di Indonesia Perspektif Hukum Islam, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga) hlm. 1.

30 8 Jika data telah terkumpul, dilakukan analisis data dengan cara menghimpun lalu menganalisa data yang sudah ada (content analysis) Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan sosiohistoris, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui latar belakang sosiokultural seorang ulama dan sosio-politik seorang ulama, karena pendapat seorang ulama merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya itu. 15 Metode sosio-historis dimaksudkan sebagai suatu metode pemahaman terhadap suatu kepercayaan, agama atau kejadian dengan melihatnya sebagai suatu kenyataan yang mempunyai kesatuan mutlak dengan waktu, tempat, kebudayaan, golongan dan lingkungan dimana kepercayaan, ajaran dan kejadian tersebut muncul. F. Sistematika Pembahasan Penulisan risalah ini disusun dengan menggunakan uraian yang sistematis untuk memudahkan pengkajian dan pemahaman terhadap persoalan yang ada. Adapun sistematika dalam penulisan risalah ini sebagai berikut: 14 Sukmadinata, Nana Syaodih, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Rosda, cetakan ke 2, Juli 2006) hlm Atho Muzdhar, Membaca Gelombang Ijtihad antara Tradisi dan Liberasi, (Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998) hal 105.

31 9 Bab I adalah pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah yang akan dianalisis, tujuan dan kegunaan penulisan, tinjauan pustaka, metode penulisan serta sistematika pembahasan untuk mengarahkan pembaca kepada substansi penulisan ini. Bab II berisi tentang biografi ulama, meliputi sketsa biografi, kondisi sosial, latar belakang keluarga dan pendidikan Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al- Qarḍawīy. Bab III berisi tentang pendapat Abū Muḥammad al-maqdisīy dan Yūsuf al- Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen. Dan Penulis menganalisis dan mengkomparasikan antara pendapat Maqdisīy dan Qarḍawīy mengenai hukum masuk parlemen. BAB IV merupakan penutup yang mencakup kesimpulan dan saran. Pada bagian akhir disertakan daftar pustaka.

32 BAB II BIOGRAFI KEDUA ULAMA A. Biografi Abū Muḥammad al-maqdisīy 1. Latar belakang Nama lengkap Abū Muḥammad al-maqdisīy adalah Abū Muḥammad Ashīm bin Muhammad bin Ṭahir al-barqawīy, masyhurnya Maqdisīy, nasabnya al Utaibīy, dari desa Barqa wilayah Nahlas di Yordania, Maqdisīy dilahirkan di desa tersebut tahun 1378 H Riwayat Pendidikan Maqdisīy meninggalkan daerahnya setelah tiga atau empat tahun bersama keluarganya menuju ke Kuwait, di sana Maqdisîy menetap dan menyelesaikan studi SMU-nya di sana, kemudian ia studi keilmuan di universitas Mosul di utara Irak atas dasar keinginan ayahnya. Dan di sana Maqdisîy berhubungan dengan banyak jama at dan harakat Islamiyyah yaitu pergerakan Salafi Jihadīy Kondisi Sosial Pada tahun 1994 M Maqdisīy ditangkap bersama sejumlah ikhwan muwahhidin yang telah diberi fatwa oleh Maqdisīy akan kebolehan melakukan 1 Abu, Biografi syeikh Abu Muḥammad Al Maqdisi, <http://okitoink.multiply.com/journal /item/47?& show_interstitial=1&u=%2fjournal%2fitem> diakses pada tanggal 15 Mei Ibid. 9

33 10 operasi (jihad) melawan penjajahan zionis di Palestina dengan bahan-bahan peledak. Maqdisīy melanjutkan dakwahnya di dalam penjara, dan menulis banyak risalah-risalahnya di sana. Dan di antara yang paling pertama ditulis di penjara adalah silsilah Yā Shāhibay as-sijn, Arbābun Mutafarriqūna Khairun am Allah al-wahīd al-qahhār dan dimuatlah di dalamnya materi-materi yang beraneka ragam seputar Tauhid, Millah Ibrāhim, Ibadah serta Syirik sehingga dakwah ini tersebar di kalangan orang-orang yang ditahan dengan karunia Allah. Maqdisīy mendekam beberapa tahun di penjara-penjara Yordania, kemudian dibebaskan setelah itu, walaupun Maqdisīy tetap terus dipersempit geraknya. Dan Maqdisīy melanjutkan tulisan-tulisan dan dakwahnya kemudian diciduk kembali setelah itu oleh pihak dinas intelijen Yordania berkali-kali dalam waktu-waktu yang terbatas setiap setelah kegiatan di negeri ini Karya tulis Maqdisīy Abū Muḥammad al-maqdisīy memiliki kurang lebih 154 karya, diantara karya-karyanya adalah: a. Millah Ibrāhim wa Dakwah al-anbiyā wa al-mursalīn b. Ar-Risālah ats-tsalātsiniyyah fī at-tahdzīr min Ghulluw fī at-takfīr c. Al-Qaul an-nafīs fī at-tahdzīr min Khādī ati Iblis d. Ad-Dimuqrāthiyyah Dīn 3 Ibid.

34 11 e. Kasyfu Syubuhāt al-mujādilin an Asākir asy-syirk f. Lā Tahzan Inna Allah Ma anā g. Masyrū asy-syarqīy al-ausath al-kabīr h. Al-Kawāsyif al-jaliyyah fī Kufri Daulah as-su udiyyah i. Imta un Nazhar fī Kasyf Syubuhat Murji ah al- Ashri j. Tabṣarul Uqula bi Talbisat Ahli Tajahhumi wal Irja. 4 B. Biografi Yūsuf Qarḍawīy 1. Latar belakang Di berbagai negara di dunia, nama Dr. Yūsuf Qarḍawīy sangat populer. Qarḍawīy dikenal sebagai ulama yang berani dan kritis. Pandangannya sangat luas dan tajam. Karena itu, banyak pihak yang merasa 'gerah' dengan berbagai pemikirannya yang seringkali dianggap menyudutkan pihak tertentu, termasuk pemerintah Mesir Riwayat Pendidikan Qarḍawīy menyelesaikan pendidikannya di Ma'hād Thantha dan Ma'hād Tsanawīy. Setelah itu, Qarḍawīy kemudian melanjutkan ke Universitas al-azhar, Fakultas Ushuluddin, dan lulus tahun Ibid. 5 Hidayatullah, Biografi Dr. Yusuf Qardhawi, <http://tokoh-muslim.blogspot.com/2009/01/dr-yusufqardhawi.html> diakses pada tanggal 15 Mei Ibid.

35 12 3. Kondisi Sosial Saat berusia 23 tahun, Qarḍawīy muda harus mendekam di penjara akibat keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwānul Muslimīn saat Presiden Mesir masih dijabat Raja Faruk tahun Setelah bebas dari penjara, Qarḍawīy kembali menyuarakan kebebasan. Karena khutbah-khutbahnya yang keras, dan mengecam ketidakadilan yang dilakukan rezim berkuasa, Qarḍawīy harus berurusan dengan pihak berwajib. Bahkan Qarḍawīy sempat dilarang untuk memberikan khutbah di sebuah Masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan opini umum tentang ketidakadilan rezim saat itu. Akibatnya, pada bulan april tahun 1956 Qarḍawīy kembali ditangkap saat terjadi Revolusi di Mesir. Setelah beberapa bulan, pada Oktober 1956, Qarḍawīy kembali mendekam di penjara militer selama dua tahun. Setelah berkali-kali mendekam dibalik jeruji besi, Qarḍawīy akhirnya meninggalkan Mesir tahun 1961 menuju Qatar. Di Qatar ini, Qarḍawīy lebih leluasa mengungkapkan pemikiran-pemikirannya Karya tulis Qarḍawīy a. Dalam bidang Fiqh dan Usul Fiqh Sebagai seorang ahli fiqh, Qarḍawīy telah menulis sedikitnya 14 buah buku, baik Fiqh maupun Ushūl Fiqh. Antara lain, al-halāl wa al-harām fī al-islam, al- 7 Ibid.

PEDOMAN TRANSLITERASI

PEDOMAN TRANSLITERASI PEDOMAN TRANSLITERASI Pedoman Transliterasi Arab Latin yang merupakan hasil keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomor: 158 Tahun 1987 dan Nomor: 0543b/U/1987.

Lebih terperinci

TRANSLITERASI ARAB LATIN.

TRANSLITERASI ARAB LATIN. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERNYATAAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii NOTA DINAS... iv MOTTO... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI. Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI... DAFTAR TRANSLITERASI... SURAT PERNYATAAN

Lebih terperinci

TRANSLITERASI. Dibawah in daftar huruf arab dan transliterasinya dangan huruf latin

TRANSLITERASI. Dibawah in daftar huruf arab dan transliterasinya dangan huruf latin TRANSLITERASI 1. Konsonan Dibawah in daftar huruf arab dan transliterasinya dangan huruf latin Huruf arab Nama Huruf latin Nama Alif tidak dilambangkan tidak dilambangkan Ba b be Ta t te Ṡa ṡ es (dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... MOTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TRANSLITERASI... DAFTAR ISI... DAFTAR TRANSLITERASI...

Lebih terperinci

METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF

METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Dalam Ilmu Ushuluddin

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... ABSTRAKSI... ABSTRACT... DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 158 Tahun1987 Nomor : 0543b/U/1987 TRANSLITERASI ARAB-LATIN Pendahuluan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI..

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN.... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING.... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. i ii iii iv v vi viii ix xii BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman BAB II STUDI TOKOH. A. Pengertian Studi Tokoh B. Profil Tokoh... 30

DAFTAR ISI. Halaman BAB II STUDI TOKOH. A. Pengertian Studi Tokoh B. Profil Tokoh... 30 DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv MOTTO... v PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TRANSLITERASI...

Lebih terperinci

HUKUM MENJUAL RERUNTUHAN BANGUNAN MASJID MENURUT PENDAPAT MAZHAB SYAFI I DAN MAZHAB HANBALI OLEH M. FIKRI TIRTA

HUKUM MENJUAL RERUNTUHAN BANGUNAN MASJID MENURUT PENDAPAT MAZHAB SYAFI I DAN MAZHAB HANBALI OLEH M. FIKRI TIRTA HUKUM MENJUAL RERUNTUHAN BANGUNAN MASJID MENURUT PENDAPAT MAZHAB SYAFI I DAN MAZHAB HANBALI SKRIPSI OLEH M. FIKRI TIRTA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016 M / 1437 H HUKUM MENJUAL RERUNTUHAN

Lebih terperinci

DI BULAN SUCI RAMADHAN

DI BULAN SUCI RAMADHAN AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN Disusun Oleh: Mohammad Iqbal Ghazali. MA Murajaah : Abu Ziyad ا عمال رمضانية Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 AMALAN-AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI..

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN.... PERSETUJUAN PEMBIMBING.... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. i ii iii iv v vi viii xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar

Lebih terperinci

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH TESIS Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam Oleh : MOH. RUBA I NIM

Lebih terperinci

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i SURAT PERNYATAAN... ii PERSEMBAHAN... iii NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv PENGESAHAN TESIS... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv ABSTRAK... v PERSEMBAHAN... vi MOTTO... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI (Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN 1 Kaliwungu Kudus Tahun Ajaran 2013/ 2014) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

lagi. Allah tidak akan mengampuni pelakunya dan Allah pasti akan

lagi. Allah tidak akan mengampuni pelakunya dan Allah pasti akan Bahaya syirik Ketika umat ditimpa berbagai macam krisis, baik krisis ekonomi, moral, akhlaq maupun aqidah, mulailah berbagai macam organisasi dakwah dan tokoh-tokoh para dai mencari solusi. Mereka berupaya

Lebih terperinci

PROSES PENYADARAN DARI ANAK NAKAL MENJADI ANAK SHALIH DI PANTI ASUHAN ISLAM IBADAH BUNDA YOGYAKARTA

PROSES PENYADARAN DARI ANAK NAKAL MENJADI ANAK SHALIH DI PANTI ASUHAN ISLAM IBADAH BUNDA YOGYAKARTA PROSES PENYADARAN DARI ANAK NAKAL MENJADI ANAK SHALIH DI PANTI ASUHAN ISLAM IBADAH BUNDA YOGYAKARTA SKRIPSI Oleh: Jemmy Ardian NPM: 20130720054 FAKULTAS AGAMA ISLAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Lebih terperinci

TRANSLITERASI ARAB-LATIN SESUAI KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA.

TRANSLITERASI ARAB-LATIN SESUAI KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA. vii TRANSLITERASI ARAB-LATIN SESUAI KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA A. Pendahuluan Nomor: 158 / 1987 Nomor: 0543 b/u/1987 TRANSLITERASI ARAB-LATIN

Lebih terperinci

[ Indonesia Indonesian

[ Indonesia Indonesian SUAMI TIDAK SHALAT : [ Indonesia Indonesian ] Penyusun : Misy'al al-utaibi Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430 : : : : 2009 1430 2 Suami Tidak Shalat Segala puji

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB II PERILAKU KONSUMEN PADA PERUSAHAAN JASA A. Pemasaran Pengertian Pemasaran... 23

DAFTAR ISI. BAB II PERILAKU KONSUMEN PADA PERUSAHAAN JASA A. Pemasaran Pengertian Pemasaran... 23 DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i SURAT PERNYATAAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv MOTTO... v PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

Luasnya Rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta ala

Luasnya Rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta ala Luasnya Rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta ala Zalim kepada diri sendiri, yaitu dengan mengerjakan maksiat besar maupun kecil, karena saat ia berbuat maksiat, sama saja hendak menganiaya dirinya

Lebih terperinci

BAB II : KAJIAN PUSTAKA

BAB II : KAJIAN PUSTAKA DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul... i Halaman Nota Persetujuan Pembimbing... ii Halaman Pengesahan... iii Halaman Pernyataan... iv Halaman Motto... v Halaman Persembahan... vi Kata Pengantar...viii Abstrak....

Lebih terperinci

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi.

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi. Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi. اقتباس المشاركة: 81532 من الموضوع: Allah Berkompetisi mencintai adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada

Lebih terperinci

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab MATAN Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab C MATAN AS-SITTATUL USHUL Z. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Termasuk perkara yang sangat menakjubkan dan tanda yang

Lebih terperinci

Mengenai Buku Ini

Mengenai Buku Ini Mengenai Buku Ini Judul Asli : Kayfiatu Da watu ila at-tauhid Penulis : Syaikh Ibnu Abdil Aziz Al-Syaikh Dieterjemahkan dari: How to Call to Tauhid, www.salafimanhaj.com, 2004 Alih Bahasa oleh : Ummu Abdullah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN... PERSEMBAHAN... NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TESIS... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN... PERSEMBAHAN... NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TESIS... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i PERNYATAAN... ii PERSEMBAHAN... iii NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv PENGESAHAN TESIS... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

PEMIKIRAN TASAWUF AL-GHAZALI MENURUT PERSEPSI TOKOH INTELEKTUAL KOTA BANJARMASIN (StudiPemikiranTokohIntelektual NU danmuhammadiyah)

PEMIKIRAN TASAWUF AL-GHAZALI MENURUT PERSEPSI TOKOH INTELEKTUAL KOTA BANJARMASIN (StudiPemikiranTokohIntelektual NU danmuhammadiyah) PEMIKIRAN TASAWUF AL-GHAZALI MENURUT PERSEPSI TOKOH INTELEKTUAL KOTA BANJARMASIN (StudiPemikiranTokohIntelektual NU danmuhammadiyah) TESIS OLEH SYAHYUNI NIM. 1522510493 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

Lebih terperinci

Oleh : Ahmad Abdillah NPM:

Oleh : Ahmad Abdillah NPM: PETUNJUK-PETUNJUK RASULULLAH SAW TERHADAP PENDIDIKAN PEMUDA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN MASA KINI (Kajian terhadap Kitab al-hady an-nabawiy fi Tarbiyah al-aula d fi Ḍaui al-kita b wa as-sunnah)

Lebih terperinci

CINTA KEPADA ALLAH SWT (Aqidah Islam) Bag. II MANFAAT MENCINTAI ALLAH & BAHAYA MENGINGKARINYA Dalam topik terdahulu telah dijelaskan bahwa Hukum Mencintai Allah SWT adalah WAJIB. Sehingga konsekuensinya

Lebih terperinci

PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN

PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN By OLEH NOVI NOOR FAJARIYANI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016M/1437 H PRAKTIK

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI... Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN...

Lebih terperinci

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116]

Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. [Q.S. 6 : 116] Untuk selamat dari siksa neraka, mungkin adalah suatu yang sangat mustahil bagi kita karena memang Mayoritas manusia memang tersesat.dalam Al-Qur an sendiri sudah menegaskan hal itu. Jika kamu mengikuti

Lebih terperinci

3 Wasiat Agung Rasulullah

3 Wasiat Agung Rasulullah 3 Wasiat Agung Rasulullah Dalam keseharian kita, tidak disangsikan lagi, kita adalah orang-orang yang senantiasa berbuat dosa menzalimi diri kita sendiri, melanggar perintah Allah atau meninggalkan kewajiban

Lebih terperinci

Post

Post اليهود والنصارى هم بنو ا سراي يل.. Yahudi dan Kristen adalah bani Israel (Ya qub) As بسم االله الرحمن الرحيم والصلاة والسلام على جدي محمد رسول االله وا له الا طهار وجميع ا نبياء االله وا لهم الا طهار لا

Lebih terperinci

Serial Akhlak Muslim : Amanah

Serial Akhlak Muslim : Amanah Serial Akhlak Muslim : Amanah (الا مانة ( Oleh : H. Ali Fikri Noor, Lc, MA. (Lulusan Program SI & S II, Fak. Ushuluddin, International Islamic University Islambad, Pakistan Dan Dosen Ma'had Aly An-Nu'aimy,

Lebih terperinci

BAB 2 ISLAM DAN SYARIAH ISLAM OLEH : SUNARYO,SE, C.MM. Islam dan Syariah Islam - Sunaryo, SE, C.MM

BAB 2 ISLAM DAN SYARIAH ISLAM OLEH : SUNARYO,SE, C.MM. Islam dan Syariah Islam - Sunaryo, SE, C.MM BAB 2 OLEH : ISLAM DAN SYARIAH ISLAM SUNARYO,SE, C.MM 1 Tujuan Pembelajaran Dapat menjelaskan Makna Islam Dapat Menjelaskan Dasar Dasar Ajaran Islam Dapat menjelaskan Hukum Islam Dapat menjelaskan Klassifikasi

Lebih terperinci

Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin

Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-nya, dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka

Lebih terperinci

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA

Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Oleh: Dr. H. Achmad Satori Ismail, MA Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa khalifah rasyidin ke V Umar bin Abdil Aziz dalam suatu shalat tahajjudnya membaca ayat 22-24 dari surat ashshoffat اح

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM AL-QUR AN

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM AL-QUR AN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM AL-QUR AN SKRIPSI Disusun Oleh : Fadhlur Rahman NPM: 20130720077 FAKULTAS AGAMA ISLAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2014 i PENDIDIKAN

Lebih terperinci

JABAT TANGAN ANTARA PRIA DAN WANITA

JABAT TANGAN ANTARA PRIA DAN WANITA TADZKIROH DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA NOMOR: 08/TK/K/DSP-PKS/II/1430 TENTANG JABAT TANGAN ANTARA PRIA DAN WANITA ( ) Memasuki era mihwar muassasi, interaksi dan komunikasi kader, anggota

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Sucikan Diri Benahi Hati

Sucikan Diri Benahi Hati Sucikan Diri Benahi Hati Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Surat Untuk Kaum Muslimin

Surat Untuk Kaum Muslimin Surat Untuk Kaum Muslimin Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Kewajiban berdakwah. Dalil Kewajiban Dakwah

Kewajiban berdakwah. Dalil Kewajiban Dakwah Kewajiban berdakwah Dalil Kewajiban Dakwah Sahabat, pada dasarnya setiap Muslim dan Muslimah diwajibkan untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain, baik Muslim maupun Non Muslim. Ketentuan semacam ini

Lebih terperinci

Menerima dan Mengamalkan Kebenaran

Menerima dan Mengamalkan Kebenaran Menerima dan Mengamalkan Kebenaran Khutbah Jumat ini memberikan nasihat bagi kita untuk senantiasa menerima kebenaran yang sampai kepada kita, serta berusaha mengamalkannya. Dan di antara jalan untuk memperoleh

Lebih terperinci

The Arrivals wakeupproject.com

The Arrivals wakeupproject.com Segala puji hanya milik Allah Subhaanahu Wa Ta aalaa. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah tercinta, Muhammad bin Abdullah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya yang setia.

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA 12 Pluralisme, Liberalisme, DAN Sekularisme Agama FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam

Lebih terperinci

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah Khutbah Jumat ini menjelaskan tentang perintah untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berasaha untuk menjauhi berbagai amalan yang tidak

Lebih terperinci

TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PEMBERIAN GANTI RUGI TERHADAP PEMILIK BARANG OLEH PENGUSAHA ANGKUTAN DI PT

TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PEMBERIAN GANTI RUGI TERHADAP PEMILIK BARANG OLEH PENGUSAHA ANGKUTAN DI PT TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PEMBERIAN GANTI RUGI TERHADAP PEMILIK BARANG OLEH PENGUSAHA ANGKUTAN DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) KANTOR POS SURABAYA 60000 SKRIPSI Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri

Lebih terperinci

PEMBIAYAAN HAJI DAN UMRAH MELALUI SISTEM MULTI LEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF PRINSIP-PRINSIP UMUM EKONOMI ISLAM

PEMBIAYAAN HAJI DAN UMRAH MELALUI SISTEM MULTI LEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF PRINSIP-PRINSIP UMUM EKONOMI ISLAM PEMBIAYAAN HAJI DAN UMRAH MELALUI SISTEM MULTI LEVEL MARKETING DALAM PERSPEKTIF PRINSIP-PRINSIP UMUM EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S.Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S.Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S.Labib, M.E.I. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Lebih terperinci

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu

Masyarakat Merdeka. Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah. Muhammad Ali al-hasyimi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Masyarakat Merdeka Buku Masyarakat Muslim Dalam Perspektif Al Quran dan Sunnah [ Indonesia Indonesian ] Muhammad Ali al-hasyimi Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Muhammad Thalib 2009-1430 ملسلم ملسلم

Lebih terperinci

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer

Create PDF with GO2PDF for free, if you wish to remove this line, click here to buy Virtual PDF Printer JAGALAH ALLAH NISCAYA ALLAH MENJAGAMU Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas ra ia mengatakan, Pada suatu hari ak pernah dibonceng dibelakang Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu beliau bersabda, Wahai anak

Lebih terperinci

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : [ ] E٤٨٤ J٤٧٧ W F : : MENGHORMATI ORANG LAIN "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami." Orang yang paling pantas dihormati dan dihargai

Lebih terperinci

Kisah Kaum 'Aad. Khutbah Pertama:

Kisah Kaum 'Aad. Khutbah Pertama: Kisah Kaum 'Aad Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM (studi kasus pada mahasiswi Fakultas Syari ah Jurusan Ekonomi Islam angkatan 2009 IAIN Walisongo Semarang) SKRIPSI

Lebih terperinci

Disebarluaskan melalui: Website: November, TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

Disebarluaskan melalui: Website:    November, TIDAK untuk tujuan KOMERSIL Judul : Kisah Nabi Ibrahim Sumber : Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir rahimahullah Disusun oleh : Ummu Abdillah al-buthoniyyah Disebarluaskan melalui: Website: e-mail: raudhatul.muhibbin@yahoo.co.id November,

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 285 آم ن الر س ول ب م ا ا ن ز ل ا ل ي ه م ن ر ب ه و ال م و م ن ون ك ل آم ن ب الل ه و م ل اي ك ت ه و ك ت ب ه و ر س ل ه ل ا ن ف ر ق ب ي ن ا ح د م ن ر س ل ه و ق ال وا

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gela Sarjana dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gela Sarjana dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi PERBEDAAN KECEMASAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI ORGANISASI DAN MAHASISWA YANG TIDAK MENGIKUTI ORGANISASI (Studi Kasus Organisasi Intra Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang) SKRIPSI

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEASLIAN. Yang bertanda tangan di bawah ini saya: : Novianti AsiyahNingrum Solikha. : Mekanisme Fundraising Dana Zakat, Infaq Dan

PERNYATAAN KEASLIAN. Yang bertanda tangan di bawah ini saya: : Novianti AsiyahNingrum Solikha. : Mekanisme Fundraising Dana Zakat, Infaq Dan PERNYATAAN KEASLIAN Yang bertanda tangan di bawah ini saya: Nama NIM Fakultas/Jurusan Judul Skripsi : Novianti AsiyahNingrum Solikha : C34210157 : Syariah/ Ekonomi Syari'ah : Mekanisme Fundraising Dana

Lebih terperinci

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب 7 Aliran yang menolak sunah/hadis rasul Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya di Jakarta pada Tanggal 16 Ramadhan 1403 H. bertepatan dengan tanggal 27 Juni 1983 M., setelah : Memperhatikan

Lebih terperinci

*** Tunaikanlah Amanah

*** Tunaikanlah Amanah Tunaikanlah Amanah Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan

Lebih terperinci

KONSEP RIBA SESI III ACHMAD ZAKY

KONSEP RIBA SESI III ACHMAD ZAKY KONSEP RIBA SESI III ACHMAD ZAKY Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan rizki-mu yang halal dari rizki-mu yang haram dan cukupkanlah diriku dengan keutamaan-mu dari selain-mu. (HR. At-Tirmidzi dalam Kitabud

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR GAMBAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... ABSTRAK INDONESIA... ABSTRAK ARAB...

DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR GAMBAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... ABSTRAK INDONESIA... ABSTRAK ARAB... DAFTAR ISI HALAM AN J UDUL...... i HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... ii HALAMAN PERSEMBAHAN... iii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv HALAMAN PENGESAHAN... v HALAMAN MOTTO....... vi HALAMAN KATA PENGANTAR......

Lebih terperinci

Bismillahirrahmanirrahim

Bismillahirrahmanirrahim Bismillahirrahmanirrahim Allah Ta ala berfirman (yang artinya), Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya (QS. Al Mu`minun : 1-2) Allah Ta ala juga

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan

Lebih terperinci

Mukadimah. Pengkajian

Mukadimah. Pengkajian Mukadimah Pembahasan tentang pengertian al-qur an (ta riful Qur an) mencakup tiga bagian pembahasan yaitu: definisi al-qur an, nama-nama al-qur an, dan fungsi atau kedudukan Al-Qur an Pemahaman kaum muslimin

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam Kewajiban cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wa salam, kenapa harus cinta Rasul shallallahu alaihi wa salam?, apa tanda-tanda cinta Rasul shallallahu

Lebih terperinci

Yang berhak disembah hanya Allah SWT semata, dan ibadah digunakan atas dua hal;

Yang berhak disembah hanya Allah SWT semata, dan ibadah digunakan atas dua hal; Makna dan Hakikat Ibadah Pengertian ibadah: Yang berhak disembah hanya Allah semata, dan ibadah digunakan atas dua hal; 1. Pertama: menyembah, yaitu merendahkan diri kepada Allah dengan melakukan segala

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 284 ل ل ه م ا ف ي الس م او ات و م ا ف ي ال ا ر ض و ا ن ت ب د وا م ا ف ي ا ن ف س ك م ا و ت خ ف وه ي ح اس ب ك م ب ه الل ه ف ي غ ف ر ل م ن ي ش اء و ي ع ذ ب م ن ي ش اء

Lebih terperinci

Berpaling Ketika Senang, Berputus Asa Ketika Susah

Berpaling Ketika Senang, Berputus Asa Ketika Susah Bab 1 Berpaling Ketika Senang, Berputus Asa Ketika Susah Allah Swt menggambarkan keadaan manusia dalam menghadapi realitas kehidupan bernama senang dan susah di dalam firman-nya berikut ini. Dan apabila

Lebih terperinci

KAYA TAPI ZUHUD. Oleh: Dr. Marzuki, M.Ag. (Dosen PKn dan Hukum FIS UNY)

KAYA TAPI ZUHUD. Oleh: Dr. Marzuki, M.Ag. (Dosen PKn dan Hukum FIS UNY) KAYA TAPI ZUHUD Oleh: Dr. Marzuki, M.Ag. (Dosen PKn dan Hukum FIS UNY) Kaya sering dipahami sebagai melimpahnya harta yang dimiliki seseorang. Orang kaya adalah orang yang memiliki harta yang berlimpah

Lebih terperinci

yuslimu-islaman. Bukti ketundukan kepada Allah SWT itu harus dinyatakan dengan syahadat sebagai sebuah pengakuan dalam diri secara sadar akan

yuslimu-islaman. Bukti ketundukan kepada Allah SWT itu harus dinyatakan dengan syahadat sebagai sebuah pengakuan dalam diri secara sadar akan HADITS KEDUA 4 Arti Hadits / : Dari Umar r.a. juga dia berkata : Ketika kami dudukduduk di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju

Lebih terperinci

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan Tauhid untuk Anak Tingkat 1 Oleh: Dr. Saleh As-Saleh Alih bahasa: Ummu Abdullah Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary Desain Sampul: Ummu Zaidaan Sumber: www.understand-islam.net Disebarluaskan melalui:

Lebih terperinci

TESIS. Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister (S.2) Manajemen Pendidikan Islam

TESIS. Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister (S.2) Manajemen Pendidikan Islam PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KYAI TERHADAP KEDISIPLINAN DAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA KAJEN KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI TAHUN 2016 TESIS Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah

Lebih terperinci

Dosa-Dosa Yahudi di Sepanjang Sejarah

Dosa-Dosa Yahudi di Sepanjang Sejarah Dosa-Dosa Yahudi di Sepanjang Sejarah Khutbah Pertama:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam Modul ke: 06Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akhlak Sosial Islam Dr. Achmad Jamil, M.Si Program Studi S1 Manajemen Akhlak Sosial Islami Terkait dengan hidup sosial bersama orang lain,

Lebih terperinci

10 Pembatal Keislaman

10 Pembatal Keislaman 10 Pembatal Keislaman نو قض لا سلا [ Indonesia Indonesian ] Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1432 نو قض لا سلا» باللغة

Lebih terperinci

PROPOSAL DONASI DAKWAH GEMOLONG KAJIAN UMUM TEMATIK YA ALLAH, TUNJUKILAH AKU JALAN YANG LURUS BERSAMA USTADZ ABU ISA

PROPOSAL DONASI DAKWAH GEMOLONG KAJIAN UMUM TEMATIK YA ALLAH, TUNJUKILAH AKU JALAN YANG LURUS BERSAMA USTADZ ABU ISA PROPOSAL DONASI DAKWAH GEMOLONG KAJIAN UMUM TEMATIK YA ALLAH, TUNJUKILAH AKU JALAN YANG LURUS BERSAMA USTADZ ABU ISA Forum Kajian Masyarakat (FKM) Gemolong Sekretariat: Masjid Al Akhlaq, Klentang, Gemolong,

Lebih terperinci

Diterjemahkan oleh : Abu Sa id Neno Triyono. KARYA : Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah

Diterjemahkan oleh : Abu Sa id Neno Triyono. KARYA : Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah Diterjemahkan oleh : Abu Sa id Neno Triyono KARYA : Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah Ketahuilah, bahwa pembatal keislaman itu ada 10.. : [ ] { } : } : [ ] {. Pertama : Menyekutukan Allah dalam

Lebih terperinci

Potensi Muslimah Muslimah Berpotensi

Potensi Muslimah Muslimah Berpotensi 31 Agustus 2005 Potensi Muslimah Muslimah Berpotensi Orang tua kita yang telah menyekolahkan anaknya mencapai tingkat pendidikan tinggi, dalam menanggapi putrinya yang lebih memilih aktif di rumah setelah

Lebih terperinci

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ)

PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) PERKAWINAN BEDA AGAMA PERSPEKTIF MAHMÛD SHALTÛT (Studi Analisis Kitab al-fatâwâ) SKRIPSI Oleh: MUHAMMAD MAKSUM NIM. 241 042 022 Pembimbing I LUTHFI HADI AMINUDDIN, M. Ag. Pembimbing II UDIN SAFALA, M.H.I

Lebih terperinci

KEWENANGAN HAKIM TATA USAHA NEGARA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 9 TAHUN 2004 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA MENURUT FIQH SIYASAH

KEWENANGAN HAKIM TATA USAHA NEGARA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 9 TAHUN 2004 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA MENURUT FIQH SIYASAH KEWENANGAN HAKIM TATA USAHA NEGARA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 9 TAHUN 2004 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA MENURUT FIQH SIYASAH SKRIPSI Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Lebih terperinci

ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA

ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA I. PENDAHULUAN ISTRI-ISTRI PENGHUNI SURGA Allah melebihkan kaum laki-laki dibanding para wanita dalam firman-nya : [ 34 : ] { Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah

Lebih terperinci

REVIEW. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK. Dr. Dede Abdul Fatah, M.Si. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi AKUNTANSI

REVIEW. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK. Dr. Dede Abdul Fatah, M.Si. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi AKUNTANSI REVIEW Modul ke: Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK Fakultas EKONOMI Dr. Dede Abdul Fatah, M.Si Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id Akhlak Sosial Islami Manusia sejak

Lebih terperinci

Disebarluaskan melalui: website: TIDAK untuk tujuan KOMERSIL

Disebarluaskan melalui: website:    TIDAK untuk tujuan KOMERSIL Judul : Cinta Rasul Penyusun : Ummu Abdillah al-buthoniyah Layout : MRM Graph Disebarluaskan melalui: website: e-mail: redaksi@raudhatulmuhibbin.org TIDAK untuk tujuan KOMERSIL Nabi Muhammad shallallahu

Lebih terperinci

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. al-kautsar:2)

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. al-kautsar:2) Ditulis oleh slam Center FATWA-FATWA PLHAN (18) Hukum Menyembelih untuk selain Allah Pertanyaan: Apakah hukum menyembelih untuk selain Allah? Jawaban: Sudah kami jelaskan dalam kesempatan lain bahwa tauhid

Lebih terperinci

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Rukun wakalah ada tiga: pertama, dua pihak yang berakad yaitu pihak yang mewakilkan (al-mu wakkil ) dan pihak yang mewakili ( alwakîl

Rukun wakalah ada tiga: pertama, dua pihak yang berakad yaitu pihak yang mewakilkan (al-mu wakkil ) dan pihak yang mewakili ( alwakîl Aktivitas seorang Muslim terikat dengan hukum syara. Tidak ada tindakan seorang Muslim yang bebas aturan. Nah, bagaimana hukum syara melihat partisipasi Muslim dalam memilih wakil rakyat? Sesungguhnya

Lebih terperinci

KUMPULAN FATWA. Hukum Membagi Agama Kepada Isi dan Kulit. Penyusun : Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali

KUMPULAN FATWA. Hukum Membagi Agama Kepada Isi dan Kulit. Penyusun : Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali KUMPULAN FATWA Hukum Membagi Agama Kepada Isi dan Kulit [ Indonesia Indonesian ] Penyusun : Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2009-1430

Lebih terperinci

ANALISIS MATERI DAN METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK MENANAMKAN AKHLAK ANAK DI KELOMPOK BERMAIN AISIYAH AR-ROSYID BALEHARJO WONOSARI GUNUNGKIDUL

ANALISIS MATERI DAN METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK MENANAMKAN AKHLAK ANAK DI KELOMPOK BERMAIN AISIYAH AR-ROSYID BALEHARJO WONOSARI GUNUNGKIDUL ANALISIS MATERI DAN METODE PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM UNTUK MENANAMKAN AKHLAK ANAK DI KELOMPOK BERMAIN AISIYAH AR-ROSYID BALEHARJO WONOSARI GUNUNGKIDUL SKRIPSI Oleh: WAHIDA ASRONI NPM: 20070720131 FAKULTAS

Lebih terperinci

AKHLAK SOSIAL ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER

AKHLAK SOSIAL ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER AKHLAK SOSIAL ISLAM Modul ke: Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK Fakultas ILMU KOMPUTER H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Program Studi SISTEM INFORMASI www.mercubuana.ac.id Akhlak

Lebih terperinci

Oleh: Rokhmat S Labib, MEI

Oleh: Rokhmat S Labib, MEI Oleh: Rokhmat S Labib, MEI Maha Suci Allah yang telah menurunkan al-furqan (Alquran) kepada hamba-nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (TQS al-furqan [25]: 1). Sehebat apa pun manusia,

Lebih terperinci

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP POLA KERJASAMA PEMBUATAN BATU BATA DI DESA GEMEKAN MOJOKERTO SKRIPSI

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP POLA KERJASAMA PEMBUATAN BATU BATA DI DESA GEMEKAN MOJOKERTO SKRIPSI ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP POLA KERJASAMA PEMBUATAN BATU BATA DI DESA GEMEKAN MOJOKERTO SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Lebih terperinci

Bertakwa Kepada Allah dalam Kehidupan Bertetangga

Bertakwa Kepada Allah dalam Kehidupan Bertetangga Bertakwa Kepada Allah dalam Kehidupan Bertetangga Khutbah Pertama:???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????...????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam Modul ke: Pendidikan Agama Islam Kesalehan Sosial Fakultas EKONOMI Dr. Saepudin S.Ag. M.Si. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id PENGERTIAN KESALEHAN SOSIAL Kesalehan sosial adalah suatu perilaku

Lebih terperinci