IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IV. HASIL DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 31 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan Sejarah Perusahaan Pegadaian adalah lembaga gadai pertama kali dikenal pada saat berkuasanya pemerintahan Penjajahan Belanda (VOC) yaitu pada abad XVII. VOC mendirikan pegadaian pertama kali di Batavia dengan nama Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem gadai, pada tanggal 20 Agustus 1746 melalui surat keputusan Gubernur Jendral Van Imhoff dengan modal sebesar 67,5 juta. Modal tersebut 2/3 berasal dari VOC dan sisanya milik swasta lainnya. Kemudian VOC bangkrut karena praktik korupsi, dan pada tahun 1800 VOC menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah Belanda. Pada masa ini pemerintah Belanda semakin mengakui dan mempertegas keberadaan Bank Van Leening. Namun ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Indonesia dari tangan Belanda pada tahun 1811 sampai dengan tahun 1816, Bank Van Leening milik pemerintah dibubarkan, sebagai gantinya pemerintah kolonial Inggris memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendirikan usaha pegadaian asalkan telah mendapatkan lisensi dari Pemerintah Daerah setempat (Liecientie Stelsel). Namun pada prakteknya metode tersebut berdampak buruk, pemegang lisensi menjalankan praktek rentenir atau lintah darat yang dirasakan kurang menguntungkan pemerintah Inggris. Oleh karena itu, metode Liecientie Stelsel diganti menjadi Patch Stelsel yaitu pendirian Pegadaian diberikan kepada umum yang mampu membayarkan pajak yang tinggi kepada pemerintah. Pada tahun 1816 Belanda berkuasa kembali di Indonesia, pada masa ini Patch Stelsel makin berkembang, namun berdasarkan penelitian pemerintah, ternyata di lapangan banyak ditemukan Patch Stelsel melakukan tindakan sewenang-wenang kepada para nasabahnya dengan seenaknya seperti menaikkan suku bunga, memiliki barang

2 32 jaminan yang kadaluarsa karena tidak melelangnya serta tidak membayar uang kelebihan kepada nasabah. Hal ini dinilai tidak menguntungkan bagi pemerintah Belanda. Pada tahun 1870 pemerintah Kolonial Belanda menghapus Patch Stelsel dan diganti lagi dengan metode Licientie Stelsel dengan maksud untuk mengurangi pelanggaran yang merugikan masyarakat dan pemerintah. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Selanjutnya pemerintah Hindia Belanda menerapkan apa yang disebut dengan Cultuur Stelsel, dimana kajian tentang Pegadaian adalah lembaga keuangan yang kegiatan usahanya ditangani sendiri oleh pemerintah agar dapat memberikan perlindungan dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Staatsblad (Stbl) No. 131 tanggal 12 Maret 1901 yang pada prinsipnya mengatur bahwa pendirian usaha Pegadaian merupakan monopoli pemerintah dan karena itu hanya bisa dijalankan oleh pemerintah. Berdasarkan undang-undang ini maka pemerintah mendirikan pilot project Pegadaian pertama pada tanggal 01 April 1901 yang didirikan di Sukabumi (Jawa Barat), yang selanjutnya pada setiap tanggal 01 April dijadikan sebagai hari ulang tahun Pegadaian. Dalam era pasca perang kemerdekaan, Pegadaian sudah beberapa kali berubah status. Pada tahun 1960 Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 19/1960 yaitu menetapkan bahwa semua perusahaan yang modalnya berasal dari pemerintah dijadikan sebagai Perusahaan Negara (PN). Tujuannya untuk menyederhanakan perusahaan-perusahaan negara yang bentuknya beraneka ragam hanya menjadi satu bentuk saja. Sejalan dengan hal itu, pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 178 tahun 1961 yang mengubah Perusahaan Jawatan Pegadaian menjadi Perusahaan Negara (PN) Pegadaian. Situasi kemanan dan politik yang belum stabil di Indonesia mengakibatkan terjadinya inflasi yang berimbas kepada permodalan Pegadaian. Kemudian pada tahun 1967 pemerintah mengeluarkan Inpres No. 12/1967 yang memerintahkan

3 33 semua Perusahaan Negara untuk mempersiapkan penyederhanaan suntikan modal kerja perusahaan yaitu diarahkan ke tiga bentuk yaitu : Perusahaan Jawatan, Peusahaan Umum, dan Perusahaan Persero. Dengan ketentuan tersebut berdasarkan PP No. 7/1969 berubah menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN). Dengan statusnya sebagai Perusahaan Jawatan Pegadaian menimbulkan persepsi yang negatif dari masyarakat dan dinilai lemah badan hukum, selanjutnya berdasarkan PP No. 10/1990 (yang diperbaharui PP No. 103/2000) tanggal 10 April 1990 status Perjan berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (Perum), dengan status ini, perusahaan akhirnya dapat dikelola seperti layaknya Perseroan Terbatas (PT), hanya saja modalnya tidak berbentuk saham melainkan penyertaan modal pemerintah (PMP). Kini usia Pegadaian telah lebih dari seratus tahun, manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, meskipun perusahaan membawa misi public service obligation, ternyata perusahaan masih mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam bentuk pajak dan bagi keuntungan pemerintah, disaat mayoritas lembaga keuangan lainnya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan Visi, Misi dan Sasaran Jangka Panjang Perusahaan Dalam tatanan bisnis yang berubah akibat lingkungan yang penuh ketidakpastian, Pegadaian bertekad untuk tetap tumbuh berkembang dan dipercaya sebagai tempat yang aman berinvestasi. Oleh karena itu paradigma pengelolaan perusahaan harus diubah dengan meninjau kembali dan mengubah visi perusahaan. Hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan kembali visi perusahaan adalah menentukan pilihan medan bisnis (industri) yang akan dimasuki. Berdasarkan perkembangan terakhir tampak bahwa Pegadaian mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan skim pembiayaan mikro berupa kredit gadai, kredit fiducia dan kredit mikro lainnya.

4 34 Pegadaian ke depan harus menjadi badan usaha yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif dengan tetap mempertahankan karakteristik bisnisnya, yaitu memberikan pinjaman secara cepat dan aman, sehingga Pegadaian harus tetap menjadi lembaga paling dipercaya oleh masyarakat yang membutuhkan solusi keuangan. Visi perusahaan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi : Perum Pegadaian mempunyai visi pada tahun 2013 akan menjadi champion dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai dan fiducia bagi masyarakat menengah kebawah. Dengan misi yang diterapakan yaitu : 1) Membantu program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah kebawah dengan memberikan solusi keuangan terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia. 2) Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten. 3) Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya. Dengan seiring perubahan status perusahaan dari Perjan menjadi Perum pernyataan misi perusahaan dirumuskan kembali dengan pertimbangan jangan sampai misi perusahaan itu justru membatasi ruang gerak perusahaan dan sasaran pasar tidak hanya masyarakat kecil dan golongan menengah saja, maka terciptalah misi perusahaan Perum Pegadaian yaitu ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah kebawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan melakukan usaha lain yang menguntungkan. Bertolak dari misi Pegadaian tersebut dapat dikatakan bahwa sebenarnya Pegadaian adalah sebuah lembaga dibidang keuangan yang mempunyai visi dan misi bagaimana masyarakat mendapat perlakuan dan kesempatan yang adil dalam perekonomian.

5 35 Upaya-upaya yang dilakukan oleh Perum Pegadaian untuk sasaran jangka panjang antara lain : 1) Meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dengan perencanaan dan pelaksanaan program pelanggan NOW (Nomor Wahid). Dalam program ini orientasi pelayanan ditujukan untuk memberikan kepuasan pelanggan. 2) Melaksanakan program undian berhadiah bagi para nasabah secara terpadu dalam lingkup nasional. 3) Menjalankan program pemberian jaminan asuransi jiwa bagi nasabah dan asuransi kerugian untuk barang jaminan nasabah. 4) Meng-update standar penaksiran logam emas secara kontinyu dengan memperhatikan perkembangan harga pasar. 5) Membuka sebanyak-banyaknya Unit Pelayanan Cabang (UPC) untuk lebih mendekatkan diri kepada pelanggan. 6) Program pemasaran dilakukan secara terpadu melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pemasangan iklan di surat kabar, media elektronik, pemasangan spanduk, pencetakan brosur, dan lain-lain. 7) Menciptakan berbagai produk baru dan mengembangkan produk yang sudah ada untuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terutama untuk para pengusaha UMKM Budaya Perusahaan Sejak tahun 1990-an, Pegadaian mulai menunjukkan identitas diri sesuai dengan kepribadian Pegadaian sendiri seperti jargon Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Jargon ini menunjukkan kepribadian Pegadaian sebagai suatu lembaga yang senantiasa memberikan solusi yang baik dan tepat untuk melindungi masyarakat. Secara rinci masing-masing unsur yang membentuk logo Pegadaian mengandung makna sebagai berikut : Gambar 5. Logo Perum Pegadaian

6 36 1. Pohon rindang berwarna hijau : Melindungi dan membantu masyarakat Senantiasa tumbuh dan berkembang Mencerminkan keteduhan Warna hijau merupakan warna agraris yang akrab dengan masyarakat kecil 2. Timbangan berwarna hitam : Keseimbangan dan keterbukaan dalam pelayanan Kejujuran 3. Tulisan Pegadaian dengan huruf miring : Sederhana, kepraktisan dan kemudahan Dinamis, terus bergerak maju Huruf balok melambangkan keteguhan dan kekokohan Slogan atau semboyan Pegadaian yang resmi ditetapkan direksi pada tanggal 10 April 1991 adalah : Mengatasi Masalah Tanpa Masalah. Slogan ini mencerminkan ciri utama pelayanan Pegadaian yaitu : mengatasi masalah keuangan atau kebutuhan dana dengan pelayanan dalam waktu yang relatif singkat dan tidak menuntut persyaratan-persyaratan administrasi yang menyulitkan. Hal ini dibuktikan berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia bahwa Pegadaian di mata konsumen : 1. Diakui sebagai alternatif pembiayaan, melindungi masyarakat dari kemungkinan kesusahan yang lebih berat atau jatuh ke cengkraman rentenir. 2. Segmen Pegadaian hampir 90 % masyarakat lapisan bawah yang tergolong ekonomi lemah. 3. Pegadaian diharapkan memberikan keseimbangan antara besarnya uang pinjaman dengan nilai harta yang dijaminkan konsumen. 4. Pegadaian diharapkan tidak meninggalkan masayarakat kecil misalnya mengubah lapangan usaha.

7 37 Perum Pegadaian mempunyai budaya perusahaan yang diaktualisasikan dalam bentuk simbol/maskot dan jargon si INTAN yang bermakna : Gambar 6. Maskot Perum Pegadaian Inovatif = 1. Berinisiatif, kreatif dan produktif 2. Berorientasi pada solusi Nilai Moral Tinggi = 3. Taat beribadah 4. Jujur dan berfikir positif Terampil = 5. Kompeten di bidangnya 6. Selalu mengembangkan diri Adi Layanan = 7. Peka dan cepat tanggap 8. Empatik, santun dan ramah Nuansa Citra = 9. Memiliki sense of belonging 10. Peduli nama baik perusahaan Makna yang terkandung dalam maskot SI INTAN adalah kepala berbentuk berlian yang memberikan makna bahwa Pegadaian mengenal batu intan sudah puluhan tahun, Intan tidak lebih dari sebuah bongkahan batu yang diciptakan alam dalam suatu proses beratus tahun lamanya. Kekerasannya menjadikan dia tidak dapat tergores dari benda lain. Tetapi dia juga dapat dibentuk menjadi batu yang sangat cemerlang (brilliant). Dengan kecemerlangan itulah kemudian dia disebut berlian. Karakteristik batu intan itu diharapkan terdapat juga pada setiap insan Pegadaian. Sikap tubuh dengan tangan terbuka dan tersenyum memberi makna sikap seorang pelayan yang selalu siap memberikan pelayanan

8 38 prima kepada siapa saja. Rompi warna hijau bermakna memberi keteduhan sebagai Insan Pegadaian Produk dan Layanan Sesuai dengan moto Perum Pegadaian yaitu Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Pegadaian memberikan produk dan layanan yang mudah, cepat dan aman. Produk dan layanan yang dijalankan oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran meliputi : 1. Bisnis Inti KCA (Kredit Cepat Aman) KCA atau Kredit Cepat Aman adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif dengan prosedur pelayanan yang mudah, cepat dan aman. Dalam rangka untuk bisa menjangkau berbagai strata sosial masyarakat, maka barang jaminan yang menjadi agunan juga dibuat selues mungkin, yakni perhiasan emas/ permata, kendaraan bermotor (sepeda motor), dan elektronik. 2. Bisnis Non Inti Selain KCA sebagai produk bisnis inti, Pegadaian Cabang Kemayoran juga mengembangkan sejumlah produk bisnis non inti diantaranya : KREASI, KRASIDA, Jasa Taksiran, Jasa Titipan, MULIA dan KUCICA yang merupakan inovasi fasilitas pelayanan kredit agar pengusaha mikro dapat mengakses modal dan terhindar dari rentenir Struktur Organisasi Setiap jabatan yang ada di Perum Pegadaian Cabang Kemayoran telah dibuatkan job description yang meliputi tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk masing-masing jabatan. Pembagian tugas dan wewenang dilakukan oleh pimpinan cabang dan berdasarkan penunjukkan dari Kantor Wilayah. Bidang kerja di Perum Pegadaian Cabang Kemayoran terdiri dari Pimpinan Cabang, Manager Usaha Lain, Penaksir, Pengelola UPC, Pemegang Gudang, Penyimpan,

9 39 Petugas Admministrasi Usaha Lain (PAUL) dan Pendukung Administrasi & Pembayaran (PAP). Struktur organisasi yang terdapat pada Perum Pegadaian Cabang Kemayoran dibentuk menjadi kantor cabang dan kantor Unit Pelayanan Cabang (UPC). Gambar struktur organisasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran dapat dilihat pada lampiran 1. Perum Pegadaian Cabang Kemayoran mempunyai 5 buah Unit Pelayanan Cabang (UPC) yang letaknya berada pada lingkungan pemukiman padat penduduk dan berada padat tempat-tempat keramaian. Dalam beberapa hal, kewenangan kantor cabang dibatasi oleh kewenangan kantor wilayah dan kantor pusat. Pendelegasian wewenang dari kantor pusat ke cabang dilakukan dengan menyebar surat edaran, atau melalui SMS blast kepada masing-masing cabang. 4.2 Analisis Lingkungan Internal Pemasaran Dalam pemasaran ini dibahas mengenai segmentasi, target, dan posisi pasar, serta bauran pemasaran 1. STP (Segmentation, Targeting, Positioning) a. Segmentasi Segmentasi adalah proses membagi pasar menjadi bagian yang lebih kecil yang memiliki karakteristik, keinginan, perilaku atau kebutuhan yang sama. Tujuannya antara lain : memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, memanfaatkan sumber daya lebih efisien, dan memahami situasi persaingan dengan lebih teliti. Segmentasi akan menentukan segmen mana yang dapat dilayani paling baik dan di mana perusahaan memiliki keunggulan kompetitif terbesar, sehingga akan memudahkan perusahaan agar fokus dalam merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Segmentasi di bagi dalam beberapa variabel yaitu :

10 40 a. Segmentasi berdasarkan geografis Perum Pegadaian Cabang Kemayoran berada pada kawasan padat penduduk. Lokasi penetapan unit pelayanan cabang berada di wilayah yang berdekatan dengan keramaian seperti pasar dan kawasan perumahan elite. b. Segmentasi berdasarkan demografis Profil demografis dari nasabah Perum Pegadaian Cabang Kemayoran terdiri dari dua profil, yaitu profesi dan penggunaan kredit. Profesi terdiri dari karyawan, pedagang, mahasiswa dan ibu rumah tangga. 60% nasabah Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah Ibu Rumah Tangga, dari segi penggunaan kredit, pinjaman tersebut digunakan untuk keperluan usaha/modal kerja, konsumsi, biaya pendidikan, biaya pengobatan, biaya hajatan, dan lain-lain. c. Segmentasi berdasarkan psikografis Perum Pegadaian Cabang Kemayoran meluncurkan 2 jenis produk yaitu produk gadai dan produk non gadai. Produk gadai terdiri dari KCA, KREASI, dan KRASIDA ditujukan bagi nasabah yang mengajukan pinjaman untuk kebutuhan produktif maupun konsumtif. Produk non gadai terdiri dari Jasa Taksiran, Jasa Titipan, Mulia dan Kucica ditujukan bagi nasabah yang mempunyai kepentingan untuk menggunakan produk sesuai dengan tujuan penggunaannya. d. Segmentasi berdasarkan perilaku Alasan nasabah memilih menggadai barang yang dimiliki daripada menjualnya karena barang tersebut mempunyai nilai investasi dan sewaktu-waktu dapat menggunakan serta memilikinya kembali.

11 41 b. Target Pasar (Targeting) Targeting merupakan penentuan pilihan pasar mana yang akan dituju. Disini pemasaran menentukan target pasar mana yang akan dibidik. Tidak semua segmen akan dibidik akan tetapi hanya segmen tertentu yang tepat dan sesuai yang akan dibidik. Target pasar Perum Pegadaian Cabang Kemayoran berasal dari pasar bawaan, yaitu orang-orang yang ada di sekeliling seorang nasabah atau orang-orang terdekat dengan nasabah tersebut, sehingga golongan nasabah tersebut lebih mudah untuk di dekati karena telah saling mengenal dan mempunyai ikatan emosional yang kuat, dan dari ikatan emosional tersebut melahirkan kepercayaan. Ada juga target pasar yang berasal dari pasar luar, yaitu para calon nasabah yang betul-betul baru mengenal Pegadaian, nasabah golongan ini dapatkan dari komunitas, instansi, data demografi, dan lain-lain. c. Posisi Pasar (Positioning) Posisi pasar menurut Kotler (2009) adalah tindakan merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi yang kompetitif atau terbedakan (diantara pesaing) di dalam benak pelanggan sasarannya. Hasil akhir dari penentuan posisi adalah keberhasilan penciptaan suatu usulan nilai yang terfokus pada pasar, suatu pernyataan sederhana yang jelas mengapa pasar sasaran harus membeli produk tersebut. Sesuai dengan slogan Pegadaian yaitu Mengatasi Masalah Tanpa Masalah, Perum Pegadaian Cabang Kemayoran memposisikan diri untuk selalu memberi kemudahan kepada nasabah dalam melakukan transaksi dalam melayani, memberikan kemudahan dalam proses administrasi, dan standar taksiran barang yang mengikuti harga pasaran.

12 42 2. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) a. Produk (Product) Kotler (2009), mendefinisikan produk sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat akan jasa layanan kredit, maka Perum Pegadaian Cabang Kemayoran menciptakan berbagai macam produk yang terbagi menjadi produk gadai dan non gadai. Adapun produk-produk ditawarkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran terdiri dari : Produk Gadai : 1. Kredit Cepat Aman (KCA) Kredit KCA adalah pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur pelayanan yang mudah, aman dan cepat. Mudah karena hanya dengan mengisi Form Permintaan Kredit dan melampirkan foto copy KTP serta barang yang akan dijaminkan, aman karena semua barang yang dijaminkan akan di asuransikan, cepat karena proses pencairan hanya dengan 15 menit nasabah akan membawa uang yang dibutuhkan. Dengan usaha ini, pemerintah ikut melindungi rakyat kecil yang tidak memiliki akses kedalam perbankan. Dengan demikian, kalangan tersebut terhindar dari praktek pemberian uang pinjaman yang tidak wajar. Produk ini merupakan produk utama yang di pasarkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, dengan sistem pemberian kredit jangka pendek dan pemberian pinjamannya dimulai Rp ,- sampai dengan Rp ,-. Jaminan berupa benda bergerak baik berupa perhiasan, emas dan berlian, elektronik, kendaraan, maupun alat rumah tangga lainnya. Jangka waktu peminjaman kredit maksimum 4 bulan atau 120

13 43 hari dan dapat diperpanjang dengan cara hanya membayar sewa modal dan biaya administrasi saja, dengan proses 15 menit langsung cair. 2. Kredit Angsuran Sistem Fidusia (KREASI) Untuk membantu mengembangkan Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) serta menyejahterakan masyarakat untuk membantu perkembangan usaha produktif, terutama bagi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah melalui pemberian berbagai fasilitas kredit yang cepat, mudah dan murah. Salah satu bentuk fasilitas pinjaman yang dapat diperoleh para pengusaha KUMK adalah kredit KREASI, dengan jaminan BPKB mobil dan motor. 3. Kredit Angsuran Sistem Gadai (KRASIDA) Pegadaian Krasida atau Kredit Angsuran Sistem Gadai merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha Mikro dan Kecil (dalam rangka pengembangan usaha) atas dasar gadai dengan pengembalian pinjaman dilakukan melalui mekanisme angsuran. Produk Non Gadai : 1. Jasa Taksiran Jasa Taksiran adalah suatu layanan kepada masyarakat yang peduli akan harga atau nilai harta benda miliknya. Dengan biaya yang relatif ringan, masyarakat dapat mengetahui dengan pasti tentang nilai atau kualitas suatu barang miliknya setelah lebih dulu diperiksa dan ditaksir oleh juru taksir berpengalaman. Kepastian nilai atau kualitas suatu barang, misalnya kualitas emas atau batu permata, dapat memberikan rasa aman dan rasa lebih pasti bahwa barang tersebut benar-benar mempunyai nilai investasi yang tinggi.

14 44 2. Jasa Titipan Dalam dunia perbankan, layanan ini dikenal sebagai safe deposit box. Harta dan surat berharga perlu di jaga keamanannya agar tidak sampai hilang, rusak atau di salah gunakan orang lain. Tetapi ternyata tidak selamanya barang dan surat berharga itu aman di tangan sendiri. Jangka waktu penitipan 2 minggu sampai dengan 1 tahun dan dapat diperpanjang. Obyek jasa titipan dapat berupa perhiasan emas dan permata, dokumen penting, seperti : BPKB, sertifikat tanah/bangunan, surat berharga lainnya, dan kendaraan bermotor. 3. MULIA Logam Mulia atau emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan nilai investasi yang nilainya stabil, likuid dan aman secara riil. Mulia adalah penjualan logam mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat dengan jangka waktu tertentu, dengan kesepakatan atau perjanjian yang dibuat bersama antara Pegadaian dengan nasabah atas sejumlah pembelian Logam Mulia disertai keuntungan dan biaya-biaya yang disepakati, dengan ukuran 5gr, 10gr, 25gr, 50gr, 100gr, 250gr, sampai dengan 1kg. Produk ini ditujukan untuk nasabah yang ingin memiliki emas batangan untuk investasi. 4. Kiriman Uang Cara Instan, Cepat dan Aman (KUCICA) KUCICA adalah bentuk layanan kepada masyarakat untuk pengiriman uang dari/ke dalam dan luar negeri yang bekerja sama dengan Western Union. Dengan persyaratan yang mudah, transaksi yang cepat dan tanpa harus membuka rekening uang dapat langsung dicairkan.

15 45 b. Harga (Price) Harga adalah aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran. Penetuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya produk dan jasa. Salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan (Kotler, 2009). Dalam menentukan harga yang harus diperhatikan diantaranya adalah kemampuan dan daya beli konsumen, perhitungan biaya yang diinvestasikan untuk memproduksi unit tertentu, perbandingan harga dengan pesaing dan kedudukan perusahaan dalam pasar. Tarif biaya adminsitrasi dan sewa modal pada produk KCA terdapat pada Tabel 9 dan Tabel 10. Tabel 9. Biaya Administrasi Gadai Baru hari 1% Ulang Gadai 1-30 hari 0.2% hari 0.4% hari 0.6% hari 0.8% Sumber : Perum Pegadaian (2011) Tabel 10. Tarif Sewa Modal Gol Uang Pinjaman (Rp) SM Taks Pembulatan UP (Rp) A % 95% B % 92% C % 92% D % 93% D % 93% Sumber : Perum Pegadaian (2011) Tarif sewa modal, biaya administrasi dan jangka waktu peminjaman untuk produk KREASI dan KRASIDA terdapat pada Tabel 11.

16 46 Tabel 11. Perbandingan Skim Kredit Uraian Jenis Kredit KREASI KRASIDA Tarif Bunga 1% 1% Biaya Adm 1% x UP 1% x UP Taksiran 70% HPS 95% Taksiran Jangka Waktu bulan bulan Sumber : Perum Pegadaian (2011) Tarif Jasa Taksiran : 1. Logam Emas : 1,25 % x berat barang x karatase/24x HPS emas. Biaya minimal Rp ,- dan maksimal sesuai rumus. 2. Logam Non Emas : Rp. 500,- x berat barang. Biaya minimal Rp ,- dan maksimal Rp ,- 3. Berlian : Dihitung berdasarkan jumlah total ukuran keseluruhan berlian (carat) dengan rician sebagai berikut : Ukuran 0.01 s/d 0.20 carat = Rp ,- Ukuran 0.20 s/d 0.50 carat = Rp ,- Ukuran 0.51 s/d 1.00 carat = Rp ,- Ukuran 1.01 s/d 1.50 carat = Rp ,- Ukuran di atas 50 carat = Rp ,- Batu mulia dikenakan tarif Rp ,- per butir batu m mulia. Tarif jasa taksiran dihitung sejak tanggal penitipan. Penjelasan tarif jasa titipan terdapat pada Tabel 12.

17 47 Tabel 12. Tarif Jasa Titipan Rubrik K1 Tarif Klasifikasi Barang (Rp) Logam Adi (perhiasan maupun lantakan) Keterangan Tarif per 100 gr/bln (berlaku kelipatanya, kurang dari 100 gr tetap dihitung/dianggap 100 gr) K2 Dokumen & surat berharga (Sertifikat Tarif per bulan tanah/bangunan, ijazah,bpkb, dll) Barang-barang berharga lainnya Tarif per unit per bulan K3 (benda-benda pusaka, keris, batu giok, dll) G1 Kendaraan roda dua (sepeda motor, Tarif per 10 hari scooter, dll) G2 Kendaraan roda empat Tarif per 10 hari Sumber : Perum Pegadaian (2011) Untuk tarif biaya administrasi pembiayaan MULIA nasabah dikenakan Rp ,- setiap kali transaksi, dengan uang muka minimal 30 % dari harga jual obyek pembiayaan dan biaya administrasi 0,24 % dari nilai obyek pembiayaan. Serta dikenakan margin yaitu selisih antara harga perolehan dengan harga penjualan obyek pembiayaan yang menjadi keuntungan perusahaan. Penetapan margin pembiayaan MULIA dibedakan berdasarkan jangka waktu pembiayaan, yaitu : - 3 % untuk jangka waktu 1 bulan - 3,5 % untuk jangka waktu 3 bulan - 6 % untuk jangka waktu 6 bulan - 12 % untuk jangka waktu 12 bulan - 18 % untuk jangka waktu 18 bulan - 24 % untuk jangka waktu 24 bulan - 36 % untuk jangka waktu 36 bulan c. Lokasi/Distribusi (Place) Distribusi mencakup penggudangan, saluran-saluran distribusi, cakupan distribusi, lokasi tempat, dan wilayah penjualan. Distribusi menjadi sangat penting ketika sebuah perusahaan berusaha

18 48 menerapkan strategi pengembangan pasar atau integrasi ke depan, David (2009). Lokasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran berada di Jl. Serdang Raya No. 8 Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada lokasi tersebut berdekatan dengan pusat keramaian yaitu PD Pasar Jaya Sumur Batu dan berdekatan dengan lingkungan padat penduduk serta banyak terdapat kios-kios tempat para penduduk sekitar berjualan. Lokasi unit-unit pelayanan (UPC) di Cabang Kemayoran pun berada di dekat keramaian karena prosedur untuk pendirian UPC/Cabang harus berada pada lokasi yang strategis seperti pasar tradisional, pusat pertokoan, pemukiman, mudah terjangkau dari berbagai arah dan dekat dengan pos-pos keamanan. Seluruh Unit Pelayanan Cabang (UPC) Kemayoran berada pada lokasi padat penduduk dan berdekatan dengan pasar tradisional. UPC-UPC tersebut terdiri dari : 1. UPC Cempaka Sari 2. UPC Cempaka Baru 3. UPC Bendungan Jago 4. UPC Kali Baru 5. UPC Bentengan Transaksi gadai maupun transaksi keuangan lainnya dapat dilakukan nasabah dengan langsung mendatangi ke kantor cabang ataupun mendatangi unit-unit pelayanan cabang yang terdekat dengan tempat tinggal para nasabah. d. Promosi (Promotion) Menurut Tjiptono (1997), promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran, yaitu berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingat pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Promosi merupakan proses mengkomunikasikan produk kepada pasar sasaran. Berbagai cara telah dilakukan oleh Perum

19 49 Pegadaian Cabang Kemayoran untuk mempromosikan produkproduknya, diantaranya dengan cara : 1. Refferal, yaitu satu orang mengajak seorang lainnya. Hal ini telah dilakukan dengan meminta nomor telepon kenalan, saudara atau teman dari salah satu nasabah yang kemudian dihubungi oleh pihak Pegadaian untuk menjelaskan produk-produk unggulan yang dimiliki. 2. Spanduk, dengan menuliskan penawaran-penawaran yang sensasional dengan menonjol huruf yang menonjol serta menampilkan nomor telepon yang dihubungi, seperti Gadai BPKB dengan bunga ringan hanya 1 %, spanduk tersebut dipasang pada lokasi yang strategis, seperti diletakkan dihalaman kantor dekat pintu masuk, pada pertigaan jalan, atau pada jalan yang biasanya macet. 3. Brosur, merupakan media yang sangat efektif sebagai alat bantu penjualan, serta efektif mengubah calon konsumen menjadi konsumen, dengan memberikan headline yang menarik dan memberikan keuntungan bagi pembacanya, sehingga brosur tersebut tidak mudah di buang, seperti memberikan tips untuk merawat perhiasan, dan mengemasnya dengan menarik. Penyebaran brosur seringkali dilakukan oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran dengan membidik sasaran sesuai target nasabah. 4. Papan penunjuk arah, dijadikan sebagai penunjuk arah dimana Unit Pelayanan Cabang atau Cabang Induk berada, yang dipasang di lokasi pertigaan atau perempatan jalan, serta pada lokasi jalan yang sering macet lalu lintasnya. Sampai saat ini Perum Pegadaian Cabang Kemayoran sebagian besar masih mengunggulkan promosi penjualannya dengan menggunakan brosur karena dianggap paling efektif dalam mengenalkan produk kepada nasabah, selain itu isi brosur menjelaskan satu per satu jenis produk yang dijalankan oleh

20 50 perusahaan. Penyebaran brosur dilakukan di kantor cabang maupun di setiap unit pelayanan cabang. e. Orang (People) Menurut Kasmir (2000), kepuasan pelanggan tergantung kepada kualitas yang terbaik, maka karyawan perlu dilatih agar menyadari pentingnya pekerjaan yang mereka jalankan. Pentingnya people dalam pemasaran berkaitan erat dengan internal marketing. Pemasaran internal adalah interaksi atau hubungan antar setiap karyawan dan departemen dalam suatu perusahaan, dengan tujuan untuk mendorong people agar dapat memberikan kinerja yang memuaskan kepada konsumennya. Seluruh karyawan Perum Pegadaian Cabang Kemayoran dan nasabah terlibat dalam produk-produk yang tersedia pada Perum Pegadaian Cabang Kemayoran. Karyawan senantiasa harus selalu memberika service excellant agar bisa meningkatkan loyalitas nasabah kepada Perum Pegadaian Cabang Kemayoran. Selain itu manajemen perusahaan harus selalu mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. f. Proses (Process) Sebelum menjadi nasabah Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, nasabah harus memenuhi ketentuan umum untuk melakukan transaksi gadai ataupun produk-produk lainnya, yaitu : a. Perorangan yang memiliki identitas diri dan melampirkan foto copy KTP/SIM yang masih berlaku b. Mengisi formulir aplikasi untuk masing-masing produk yang akan di ambil c. Membawa barang jaminan berupa barang bergerak bagi nasabah yang akan melakukan proses gadai

21 51 g. Layanan Pelanggan (Customer Service) Tugas dari seorang Customer Service adalah memberikan pelayanan kepada nasabah. Di Perum Pegadaian Cabang Kemayoran seorang penaksir dan kasir mempunyai tugas ganda sebagai Customer Service. Para petugas tersebut ditempatkan di bagian depan dan selalu tersedia brosur-brosur produk-produk Pegadaian di meja etalase. Standar performing untuk kasir dan penaksir pun sangat diperhatikan karena langsung berhubungan dengan nasabah, sehingga penampilan, kebersihan, kerapihan dan keramahan diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, ruang tunggu nasabah atau tempat duduk antrian yang nyaman dan dijaga kebersihannya sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan. Rencana kedepan Perum Pegadaian Cabang Kemayoran akan menambah Unit Pelayanan Cabang (UPC) sehingga memberikan kemudahan kepada nasabah untuk menjangkau Pegadaian terdekat, tanpa perlu antri terlalu lama Keuangan Kondisi keuangan sering kali dianggap sebagai ukuran tunggal terbaik dalam melihat posisi bersaing dan daya tarik keseluruhan bagi investor. Menentukan kekuatan dan kelemahan keuangan suatu organisasi sangat penting agar dapat merumuskan strategi secara efektif (David, 2009). Modal usaha yang dimiliki Perum Pegadaian Cabang Kemayoran berasal dari Kantor Wilayah IX Jakarta, apabila ada kekurangan atau kelebihan modal usaha maka pihak Perum Pegadaian Cabang Kemayoran harus meminta dan menyetorkan kekurangan dan kelebihan modal tersebut kepada Divisi keuangan kantor wilayah IX Jakarta. Sama halnya dengan unit- Unit Pelayanan Cabang Kemayoran dalam pengelolaan modal usahanya dilakukan berdasarkan permintaan dan penyetoran kepada kantor cabang.

22 52 Laba atau pendapatan usaha Perum Pegadaian Cabang Kemayoran berasal dari sewa modal dan administrasi pembayaran pada saat proses perpanjangan gadai ataupun proses gadai baru. Pada tahun 2010 pendapatan sewa modal dan administrasi mengalami penurunan dibandingan pada tahun 2009 yaitu sebesar 2,44 % untuk sewa modal dan 12,57 % untuk pendapatan yang berasal dari administrasi. Hal ini disebabkan adanya penurunan penyaluran kredit dari Rp. 82,95 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp. 74,70 miliar pada tahun Pendapatan sewa modal dan administrasi pada tahun 2009 merupakan laba terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbandingan pendapatan sewa modal dan administrasi dari tahun 2006 sampai dengan 2010 dijelaskan pada Tabel 13. Tabel 13. Perkembangan Pendapatan Sewa Modal dan Administrasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran Tahun Tahun Sewa Modal Administrasi Produksi/operasi Fungsi produksi/operasi mencakup semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang atau jasa. Kegiatan produksi dan operasi perusahaan paling tidak dapat dilihat dari keteguhan prinsip efisiensi, efektivitas dan produktivitas, Umar (2008). Perum Pegadaian Cabang Kemayoran mulai beroperasi pada pagi hari tepat pukul sampai dengan pukul untuk hari Senin sampai dengan Jumat, dan untuk hari Sabtu pelayanan dilakukan dimulai pukul sampai dengan pukul 13.00, sedangkan jam kerja karyawanya berakhir setengah jam setelah tutup pelayanan. Adapun proses pelayanan yang dilakukan di Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah memberikan pelayanan kepada nasabah baik yang akan memperpanjang, tambah, cicil, atau tebus pinjaman yang langsung di tangani oleh Pendukung Administrasi dan Pembayaran (kasir), dan untuk transaksi gadai baru langsung di lakukan oleh penaksir, dengan proses pencairan kredit baru dilakukan oleh kasir, sedangkan untuk proses yang berhubungan dengan

23 53 produk-produk usaha lain akan ditangani oleh Petugas Administrasi Usaha Lain (PAUL). Untuk penyimpanan dan pengambilan barang baik berupa emas/perhiasan atau pun barang-barang elektronik lainnya dilakukan oleh penyimpan dan pemegang gudang. Proses pelayanan di Unit Pelayanan Cabang hanya dilakukan oleh kasir dan penaksir, dimana kasir bertugas untuk menerima dan menyalurkan kredit kepada nasabah yang akan melakukan perpanjangan, tambah, cicil, atau tebus pinjaman ataupun kredit baru, dan untuk pengelolaan barang jaminan serta menaksir barang yang akan di gadai dilakukan oleh penaksir yang sekaligus bertanggung jawab sebagai pengelola Unit Pelayanan Cabang (UPC). Setelah melakukan transaksi nasabah akan mendapatkan Surat Bukti Kredit (SBK) berwarna hijau yang dijadikan sebagai bukti perjanjian yang mengikat antara nasabah dan Perum Pegadaian Cabang Kemayoran. Sedangkan untuk produk-produk seperti Kreasi, Krasida, dan Mulia diberikan buku berupa tanda bukti sebagai kartu angsuran Sumber Daya Manusia Manusia merupakan sumber daya terpenting bagi perusahaan. Oleh karena itu, manajer perlu berupaya agar terwujud perilaku positif di kalangan karyawan perusahaan. Berbagai faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah : langkah-langkah yang jelas mengenai manajemen SDM, keterampilan dan motivasi kerja, produktivitas dan sistem imbalan (Umar, 2008). Jumlah karyawan di Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah 15 orang yang terdiri dari Pegawai Tetap dan Pegawai Outsourcing, dengan rata-rata latar belakang pendidikan D3 dan S1, sedangkan lama bekerja paling lama 4 tahun. Untuk memperbaiki kualitas SDMnya, Perum Pegadaian Cabang Kemayoran selalu mengikutsertakan para pegawainya untuk mengikuti diklat ataupun refreshing yang bertujuan untuk mengembangkan karir dan menambah ilmu pengetahuan yang mendukung kemajuan karirnya, seperti :

24 54 - Diklat Service Excellent - Kursus Pimpinan Madya (Suspimdya) - Diklat Penaksir Muda dan Penaksir Madya - Diklat Pemeriksa Muda - Diklat Pengelola Cabang - Diklat Manajer Operasional - Diklat Keuangan - Refreshing Penaksir - Refreshing Analis Kredit - Dan seminar-seminar lain yang mendukung pelayanan Sistem Informasi Manajemen Tujuan sistem informasi manajemen adalah meningkatkan kinerja sebuah bisnis dengan cara meningkatkan kualitas keputusan manajerial. Menilai kekuatan dan kelemahan internal sebuah perusahaan dalam sistem informasi manajemen adalah dimensi penting dari suatu audit internal (David, 2009). Perum Pegadaian Cabang Kemayoran menggunakan internet sebagai media untuk pertukaran informasi antara cabang dengan kantor wilayah ataupun antar cabang, mengirimkan laporan kepada kantor wilayah dengan memanfaatkan , atau SMS blast. Internet juga digunakan untuk melakukan transaksi berupa Western Union dan untuk mengupdate harga pasaran emas dalam penentuan harga untuk produk MULIA. Namun perkembangan teknologi yang semakin canggih tidak sepenuhnya diikuti oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran. Proses transaksi secara online, atau pembayaran dengan menggunakan kartu debit. Hal ini mempersulit nasabah untuk melakukan transaksi.

25 Analisis Lingkungan Eksternal Analisis Lingkungan Mikro A. Pemasok Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan barang dan jasa, seperti perlataan, tenaga kerja, bahan baku, bahan bakar atau listrik. Perum Pegadaian melakukan kerja sama dengan PT. Trishakti Mustika Graphika dalam penyediaan Surat Bukti Kredit (SBK) yang dijadikan sebagai surat perjanjian antara nasabah dengan Perum Pegadaian dan bekerja sama dengan PT. Era Permata Sejahtera serta PT. Citra Insani Garda Sentosa sebagai rekanan penyedia jasa tenaga kerja Outsourcing dalam penyaluran tenaga PAP, PAUL, Security dan Office Boy. Perum Pegadaian Cabang Kemayoran tidak bekerja sama langsung dengan perusahaan tersebut, karena pengadaan peralatan dan perlengkapan kerja kantor serta tenaga kerja telah disediakan oleh Kantor Wilayah. Sedangkan untuk pembelian perlengkapan kantor seperti alat tulis, Perum Pegadaian Cabang Kemayoran biasanya membeli langsung di toko buku terdekat yang berada di sekitar wilayah Kemayoran. B. Perantara Pemasaran Perantara pemasaran merupakan pihak-pihak yang membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual serta mendistribusikan produk ke pembeli akhir, seperti perusahaan distribusi, biro jasa pemasaran dan perantara keuangan. Menurut staf Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, dalam melakukan pemasaran produk-produknya tidak menggunakan agen atau biro jasa pemasaran, melainkan dilakukan sendiri oleh para pegawainya sendiri yaitu oleh para penaksir, kasir ataupun petugas

26 56 administrasi usaha lain yang secara langsung menawarkan dan memeperkenalkan produk-produknya kepada nasabah. C. Pelanggan (Nasabah) Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. Nasabah/konsumen yang menjadi sasaran dari Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah masyarakat luas, khususnya penduduk di daerah sekitar Kemayoran, Cempaka Putih dan Sunter Jaya yang sangat membutuhkan pelayanan produk gadai dan non gadai lainnya. Mayoritas nabasah Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah nasabah UMKM, yang kesehariannya bekerja sebagai Pedagang baik yang mempunyai toko ataupun sekedar berjualan di depan rumah. D. Pesaing Pesaing adalah pihak yang menawarkan kepada pasar produk sejenis atau sama dengan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan atau produk substitusinya, di wilayah tertentu. Menurut staf Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, yang menjadi pesaing utama dari Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah Bank Danamon Simpan Pinjam serta Bank Rakyat Indonesia yang menawarkan kredit ringan untuk UMKM dan banyak pula terdapat lembaga-lembaga gadai swasta yang didirikan oleh perorangan. Lembaga-lembaga tersebut banyak menawarakan gadai dengan jaminan BPKB, maupun elektronik seperti laptop, handphone dan camera digital. Adanya lembaga-lembaga tersebut menjadi ancaman bagi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran Analisis Lingkungan Makro A. Lingkungan Demografis Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk, kepadatan penduduk, lokasi penduduk, usia penduduk, jenis kelamin dan pendidikan.

27 57 Lingkungan demografis merupakan lingkungan yang menyangkut dengan hal-hal kependudukan seperti jumlah penduduk, semakin padatnya jumlah penduduk, maka semakin tinggi pula tingkat konsumsi di daerah tersebut. Maka dengan tingginya tingkat konsumsi penduduk akan mempengaruhi tingkat penjualan produk, kemampuan daya beli produk akan di pengaruhi oleh tingkat penghasilan dari penduduk. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah penduduk di Kemayoran mencapai jiwa, yang terdiri dari jiwa berjenis kelamin laki-laki dan sisanya yaitu sebanyak jiwa berjenis kelamin perempuan, dengan sex ratio sebesar 103 dan penyebaran penduduk sebesar 23,9 % dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,98 %/tahun. Luas wilayah Kecamatan Kemayoran adalah 7,13 km². Secara administratif, Kecamatan Kemayoran terdiri dari 5 kelurahan dengan 77 Rukun Warga dan Rukun Tetangga. Dengan luas wilayah 7,13 km² tersebut, terdapat banyak sekali pemukiman warga, karena Kecamatan Kemayoran merupakan kawasan padat penduduk dan banyak terdapat usaha rumahan, misalnya : warung kelontong, warung nasi, toko kue, counter pulsa, dan lain-lain. Banyaknya lokasi perdagangan tersebut merupakan peluang bagi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran untuk menyaring nasabah, karena usaha-usaha rumahan membutuhkan modal kecil, sehingga pada saat mereka membutuhkan dana cepat, bisa langsung datang ke Pegadaian untuk menggadaikan barang yang dimilikinya. B. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. Keberhasilan Indonesia lepas dari jeratan krisis finansial global, menjadikan Indonesia sebagai satu dari dua negara Asia yang

28 58 mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tahun Hal ini membangkitkan optimisme di awal tahun Indikator makro ekonomi Indonesia selama tahun 2010 menunjukkan adanya perbaikan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil melaju pada tingkat 6,1 %, sedangkan tingkat inflasi berhasil ditahan pada level 6,33 %. Hal ini didukung oleh rendahnya tingkat suku bunga BI yang dipertahankan pada level 6,5 %. Rendahnya tingkat suku bunga acuan ini menyebabkan sektor kredit mengalami peningkatan tajam sehingga sukses memompa pertumbuhan ekonomi. Laju harga minyak dunia yang cukup kencang, hal ini membuat investor mulai memburu logam mulia. Orang-orang mulai membeli emas dan perak sebagai proteksi terhadap inflasi. Harga emas terus menanjak menembus rekor baru lagi seiring makin merosotnya dolar AS. Harga emas masih bertahan di level psikologis US$ per troy ounce. Kenaikan harga emas ini menjadi peluang bagi Perum Pegadaian dalam meningkatkan jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah, karena semakin tinggi harga emas maka semakin besar pula jumlah pinjaman yang di berikan kepada nasabah. C. Lingkungan Alam Merupakan kondisi alam pada suatu wilayah, termasuk sumber daya alam yang dibutuhkan seperti kebutuhan bahan baku, biaya energi, dan tingkat polusi. Wilayah Kemayoran adalah wilayah padat penduduk dengan banyaknya para pendatang yang mayoritas penduduknya tinggal pada rumah kontrakan atau kos-kosan. Meningkatnya jumlah penduduk di suatu daerah mengakitbatkan semakin tingginya kebutuhan akan bahan baku seperti kebutuhan akan pasokan bahan makanan, air, listrik, dan lain-lain. Pemenuhan kebutuhan bahan baku makanan tidak dapat secara langsung di dapatkan dari wilayah sekitar Kemayoran, karena di wilayah tersebut sudah tidak ada lahan untuk menggarap lahan

29 59 pertanian ataupun peternakan. Serta kebersihan lingkungan yang kurang terjaga ditandai dengan banyaknya genangan-genangan air di selokan dan sumber air tanah yang kotor, serta sampah yang banyak, oleh karena itu di sebagian wilayah Kemayoran ketika hujan tiba ada beberapa perumahan yang terkena banjir akibat kebersihan lingkungan yang tidak terjaga. Sanitasi lingkungan yang tidak terjaga tersebut mengakibatkan timbulnya penyakit dan kurangnya kebutuhan pasokan akan air bersih. Guna memenuhi kebutuhan akan bahan baku tersebut, masyarakat yang membutuhkan dana cepat serta memiliki barang yang akan dijadikan barang jaminan untuk di gadai, memilih Perum Pegadaian Cabang Kemayoran sebagai alternatif lembaga keuangan yang dapat memberikan jasa kredit. Hal ini dapat menjadi peluang bagi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran untuk menjaring nasabah dengan membantu menyalurkan kredit kepada masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya. D. Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru, menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Perkembangan teknologi dan telekomunikasi yang telah berkembang pesat dewasa ini membuat Perum Pegadaian Cabang Kemayoran harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut, pemanfaatan perkembangan teknologi tersebut telah diterapkan oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran dalam hal proses pemberitahuan kepada nasabah yang barang jaminanya telah jatuh tempo melalui fasilitas SMS Blast, telepon dan surat nasabah. Namun hingga saat ini Perum Pegadaian Cabang Kemayoran belum menggunakan transaksi secara online ataupun pembayaran melalui auto debet, karena belum adanya kerjasama dengan pihak bank hal ini dapat menjadi ancaman bagi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran karena fasilitas pembayaran yang kurang lengkap.

30 60 E. Lingkungan Politik/Hukum Lembaga yang mengawasi perusahaan seperti badan pemerintah, kelompok penekan yang mempengaruhi dan membatasi ruang gerak organisasi dan individu dalam masyarakat seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM). Saat ini persaingan bisnis jasa gadai bakal sengit. Dalam draf Rancangan Undang-Undang tentang Usaha Pergadaian tercantum ketentuan bahwa pemerintah akan membuka usaha gadai seluasluasnya. Perusahaan swasta, termasuk badan hukum asing, boleh masuk. Orang asing secara personal tidak boleh masuk. Yang boleh masuk hanya badan hukum asing. RUU Usaha Pergadaian tidak cuma melegalkan aktivitas gadai bagi swasta. Peraturan baru ini juga membuka ruang usaha baru, yakni penitipan barang dan jasa penilai. Dua sektor usaha ini sudah tercantum dalam draf RUU Usaha Pergadaian. Nantinya usaha gadai ini boleh memberikan jasa penilaian terhadap barang yang akan dijaminkan pada kegiatan jasa penitipan barang-barang berharga. Setelah diberlakukannya Undang-Undang bisnis gadai oleh pemerintah, Perum Pegadaian ke depan akan memagari diri dengan memperbanyak membuka Unit-unit Pelayanan Gadai di seluruh pelosok negeri ini dengan sistem jemput bola, dimana nasabah bisa melakukan transaksi gadai melalui Unit Pelayanan Cabang terdekat rumah tinggalnya. Upaya ini dilakukan agar nasabah tidak pindah kepada lembaga gadai yang menjadi pesaing Perum Pegadaian. Hal ini menjadi tantangan utama bagi Perum Pegadaian, sehingga untuk tetap mempertahankan nasabahnya Perum Pegadaian terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.

31 61 F. Lingkungan Sosial/Budaya Merupakan lembaga-lembaga atau kekuatan lain yang mempengaruhi nilai di masyarakat seperti persepsi, preferensi, dan perilaku masyarakat terhadap produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Masyarakat Indonesia sudah memiliki pengetahuan akan pentingnya berinvestasi, terutama investasi dalam bentuk emas/perhiasan. Emas selain memiliki nilai jual yang cukup tinggi juga bisa dijadikan sebagai aksesoris dalam penampilan, dan juga dianggap lebih menguntungkan apabila berinvestasi pada emas/perhiasan dibandingkan menyimpan uangnya pada rekening tabungan, karena harga emas yang cenderung terus meningkat dan mudah untuk mencairkannya dalam bentuk uang. Hal ini menjadi peluang bagi Perum Pegadaian untuk terus konsisten menjalankan usahanya, karena disaat masyarakat membutuhkan dana cepat mereka bisa langsung datang ke Pegadaian untuk menggadaikan emas/perhiasannya tanpa harus menjualnya dan sewaktu bisa menebusnya kembali Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor Evaluation (EFE) merupakan salah satu teknik perumusan strategi yang penting dan merupakan langkah pertama dari kerangka kerja perumusan yang disebut tahap input, yaitu meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap lingkungan internal Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, maka dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang dapat menjadi kekuatan dan kelemahan utama, kekuatan dan kelemahan tersebut akan sangat berpengaruh terhadap ketepatan strategi

32 62 pemasaran yang akan dihasilkan. Kekuatan yang dimiliki oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran adalah : 1. Pelayanan yang cepat dan aman. Standar dari pelayanan Perum Pegadaian adalah proses gadai dengan waktu 15 menit langsung cair, keterampilan dan keahlian para penaksir memudahkan dan mempercepat dalam penetapan uang pinjaman yang akan diberikan kepada nasabah dalam proses transaksi gadai. 2. Suku bunga UMKM yang rendah Penawaran suku bunga UMKM dari produk Kreasi dan Krasida dengan bunga hanya 1 % per bulan yang dikhususkan untuk tujuan penambahan modal kerja dinilai lebih rendah dibandingkan dengan produk yang sama yang ditawarkan oleh pesaing. 3. Mempunyai outlet yang tersebar Perum Pegadaian Cabang Kemayoran mempunyai 5 outlet Unit Pelayanan Cabang yang berdekatan dengan lingkungan penduduk dan pasar. 4. Sumber daya manusia yang berkualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki telah dilatih dan diberikan keahlian mengenai cara-cara menaksir barang-barang nasabah yang akan dijaminkan. Selain adanya kekuatan yang dimiliki dari faktor internalnya, Perum Pegadaian Cabang Kemayoran memiliki kelemahan yang berasal dari lingkungan eksternalnya, diantaranya : 1. Kualitas pelayanan yang cepat sesuai keinginan nasabah Hanya terdapat satu orang kasir yang dimiliki oleh Perum Pegadaian Cabang Kemayoran, sehingga terjadi penumpukan nasabah yang sebagian besar transaksi dilakukan antara nasabah dengan kasir. Nasabah menginginkan proses pelayanan dilakukan dengan cepat. 2. Suku bunga produk gadai lebih tinggi

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT Pegadaian (Persero) 2.1.1 Pendirian Perusahaan Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan Bank Van Leening, yaitu

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dengan harta gerak dengan jaminan sistem gadai sehingga bank ini pada

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dengan harta gerak dengan jaminan sistem gadai sehingga bank ini pada BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perum Pegadaian Sejarah Pegadaian di Indonesia berawal dari berdirinya Bank Van Leening di zaman VOC yang bertugas memberikan pinjaman uang tunai kepada masyarakat

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sistem gadai. Lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia tanggal 20 Agustus Pada

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sistem gadai. Lembaga ini pertama kali didirikan di Batavia tanggal 20 Agustus Pada BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Sejarah pegadaian dimulai pada saat pemerintahan penjajahan Belanda (VOC) mendirikan Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PT PEGADAIAN (Persero)

BAB II GAMBARAN UMUM PT PEGADAIAN (Persero) BAB II GAMBARAN UMUM PT PEGADAIAN (Persero) A. Sejarah Berdirinya PT Pegadaian (Persero) Berdasarkan hasil penelitian penulis, terutama melalui penelitian kepustakaan tentang sejarah PT. Pegadaian semenjak

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH KENDAL

BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH KENDAL BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH KENDAL A. Gambaran Umum Pegadaian Syariah Kendal 1. Sejarah Singkat Pegadaian merupakan lembaga pengkreditan dengan sistem gadai untuk pertama kalinya. Sejarah Pegadaian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan perekonomian dan dunia bisnis akan selalu diikuti oleh perkembangan kebutuhan akan kredit, dan pemberian fasilitas kredit yang selalu memerlukan jaminan,

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah dan Berdirinya Pegadaian Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga keuangan yang

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN : PERUM PEGADAIAN PUSAT. Alamat : Jalan Kramat Raya No. 162 Jakarta Pusat Fax : (021) ,

BAB III OBJEK PENELITIAN : PERUM PEGADAIAN PUSAT. Alamat : Jalan Kramat Raya No. 162 Jakarta Pusat Fax : (021) , BAB III OBJEK PENELITIAN III.1 Objek Penelitian Nama : PERUM PEGADAIAN PUSAT Slogan Perusahaan : Mengatasi Masalah Tanpa Masalah Alamat : Jalan Kramat Raya No. 162 Jakarta Pusat 10430 Telp : (021) 3155550

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PEGADAIAN(PERSERO) CABANG PERAWANG JALAN RAYA PERAWANG KM. 5. Belanda (VOC) yaitu pada sekitar abad ke-19.

BAB II GAMBARAN UMUM PT. PEGADAIAN(PERSERO) CABANG PERAWANG JALAN RAYA PERAWANG KM. 5. Belanda (VOC) yaitu pada sekitar abad ke-19. BAB II GAMBARAN UMUM PT. PEGADAIAN(PERSERO) CABANG PERAWANG JALAN RAYA PERAWANG KM. 5 A. Sejarah Pegadaian Pegadaian merupakan lembaga pengkreditan dengan sistem gadai, lembaga semacam ini pada awalnya

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah PT Pegadaian (Persero) Lembaga kredit dengan sisten gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat VOC berkuasa, adapun institusi yang menjalankan usaha

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah pendirian Sejarah PEGADAIAN dimulai pada abad XVIII ketika Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) suatu maskapai perdagangan dari

Lebih terperinci

Lampiran 1. Struktur Organisasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran

Lampiran 1. Struktur Organisasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran 84 85 Lampiran 1. Struktur Organisasi Perum Pegadaian Cabang Kemayoran Pemimpin Cabang Pengelola UPC Penaksir Penyimpan/Pemegang Gudang Manager Usaha Lain Analis Kredit Pemasar Collector Pendukung Adm

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mendirikan Bank Van Leening

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mendirikan Bank Van Leening BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat PT Pegadaian (Persero) PT Pegadaian ( Perusahaan atau Pegadaian ) berdiri pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia. Pada tanggal tersebut merupakan momentum tonggak

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODA PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODA PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODA PENELITIAN III.1 Objek Penelitian Nama Slogan Perusahaan Alamat : PERUM PEGADAIAN JATIWARINGIN : Mengatasi Masalah Tanpa Masalah : Jl. Jatiwaringin Pondok Gede Telp : (021) 84996542

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN 27 BAB III ANALISA MASALAH DAN PEMBAHASAN 3.1 Sejarah Singkat Perum Pegadaian. Sejarah pegadaian penuh warna. Berawal dari Bank Van Leening yang didirikan VOC pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia. Voc

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Strategis

II. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Strategis 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Manajemen Strategis Strategi menurut Hamel dan Prahalad dalam Umar (2008) didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan

Lebih terperinci

BAB II PROFIL INSTANSI. Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan

BAB II PROFIL INSTANSI. Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan BAB II PROFIL INSTANSI A. SEJARAH PT PEGADAIAN (PERSERO) Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Belanda (VOC) mendirikan Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan sistem

Lebih terperinci

BAB III DATA PERUSAHAAN. Sejarah Pegadaian penuh warna. Berasal dari Bank Van Leening yang didirikan

BAB III DATA PERUSAHAAN. Sejarah Pegadaian penuh warna. Berasal dari Bank Van Leening yang didirikan BAB III DATA PERUSAHAAN III.1. Sejarah perusahaan Sejarah Pegadaian penuh warna. Berasal dari Bank Van Leening yang didirikan VOC pada tanggal 20 Agustus 1976 di Batavia. VOC dibubarkan bersama dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kebutuhan yang mendesak atau kekurangan dana dalam memenuhi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kebutuhan yang mendesak atau kekurangan dana dalam memenuhi BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Kebutuhan yang mendesak atau kekurangan dana dalam memenuhi kebutuhan sehari - hari merupakan masalah yang sering terjadi pada kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PE ELITIA DA PEMBAHASA. Lembaga kredit dengan sistem gadai pertama kali hadir di bumi

BAB IV HASIL PE ELITIA DA PEMBAHASA. Lembaga kredit dengan sistem gadai pertama kali hadir di bumi BAB IV HASIL PE ELITIA DA PEMBAHASA 4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Sejarah Perusahaan 1. Pada Masa VOC (1746-1811) Lembaga kredit dengan sistem gadai pertama kali hadir di bumi nusantara pada saat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Gadai merupakan salah satu bentuk penjaminan dalam perjanjian pinjam meminjam. Dalam prakteknya penjaminan dalam bentuk gadai merupakan cara pinjam meminjam yang dianggap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Salemba, beralamatkan di Jl. Salemba Raya No. 2 Jakarta Pusat

BAB III METODE PENELITIAN. Salemba, beralamatkan di Jl. Salemba Raya No. 2 Jakarta Pusat 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilakukan dalam periode Januari 2014 - Juni 2014. Selama periode tersebut, penelitian dilakukan di PT. Pegadaian Cabang Salemba,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengembangan Sumber daya manusia dalam berbagai bidang usaha

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pengembangan Sumber daya manusia dalam berbagai bidang usaha 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan Sumber daya manusia dalam berbagai bidang usaha sangat diperlukan, maka setiap Perusahaan dituntut untuk menggerakkan serta menjadikan sumber

Lebih terperinci

BAB III PERUM PEGADAIAN. berdirinya, Pegadaian didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada. Beberapa tahap lahirnya Pegadaian sampai dengan sekarang

BAB III PERUM PEGADAIAN. berdirinya, Pegadaian didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada. Beberapa tahap lahirnya Pegadaian sampai dengan sekarang BAB III PERUM PEGADAIAN 1.1 Sejarah dan perkembangan Perum Pegadaian Pegadaian merupakan sebuah lembaga BUMN yang bergerak dibidang jasa perkreditan atas dasar hukum gadai. Menurut sejarah berdirinya,

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. Objek penelitian yang dilakukan penulis adalah kompetensi dalam penerapan

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. Objek penelitian yang dilakukan penulis adalah kompetensi dalam penerapan BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang dilakukan penulis adalah kompetensi dalam penerapan sistem pengendalian internal yang efektif pada layanan jasa Pegadaian Syariah, yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERENCANAAN DAN PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PEMBIAYAAN AR-RAHN USAHA MIKRO (ARRUM) PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA

BAB IV ANALISIS PERENCANAAN DAN PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PEMBIAYAAN AR-RAHN USAHA MIKRO (ARRUM) PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA BAB IV ANALISIS PERENCANAAN DAN PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN PEMBIAYAAN AR-RAHN USAHA MIKRO (ARRUM) PADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA A. Analisis Perencanaan Strategi Pemasaran Pembiayaan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 65 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Tinjauan Bauran Pemasaran Produk KCA (Kredit Cepat Dan Aman) yang dilakukan oleh PT. Pegadaian (Persero)

Lebih terperinci

Financial Check List. Definisi Pegadaian. Mengapa Masayrakat Perlu Menggunakan Jasa Pegadaian? Kapan Masyarakat. Menggunakan Jasa. Pegadaian?

Financial Check List. Definisi Pegadaian. Mengapa Masayrakat Perlu Menggunakan Jasa Pegadaian? Kapan Masyarakat. Menggunakan Jasa. Pegadaian? Daftar Isi Financial Check List 1 01 Definisi Pegadaian 3 02 Mengapa Masayrakat Perlu Menggunakan Jasa Pegadaian? 5 5 03 Kapan Masyarakat Menggunakan Jasa Pegadaian? 6 6 04 Siapa yang Menggunakan Jasa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Prosedur Dan Sistem Informasi Akuntansi. harus dilakukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Prosedur Dan Sistem Informasi Akuntansi. harus dilakukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Prosedur Dan Sistem Informasi Akuntansi 1. Pengertian Prosedur Menurut Susanto (2008:264), Prosedur adalah rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhannya. Perekonomian Indonesia yang terus berkembang

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhannya. Perekonomian Indonesia yang terus berkembang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini pemberian dana instan dengan proses yang cepat mempunyai peranan yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia guna memenuhi kebutuhannya. Perekonomian

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. kepustakaan tentang sejarah PT. Pegadaian (Persero), yaitu semenjak mulai

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. kepustakaan tentang sejarah PT. Pegadaian (Persero), yaitu semenjak mulai BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat PT. Pegadaian (Persero) Berdasarkan hasil penelitian penulis, terutama melalui penelitian kepustakaan tentang sejarah PT. Pegadaian (Persero), yaitu semenjak

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN. Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN. Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAN PEMBAHASAN A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Sejarah Perusahaan Perum Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan bukan bank di Indonesia yang mempunyai fokus usaha

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didirikan di Batavia tanggal 20 Agustus Pada saat Inggris

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. didirikan di Batavia tanggal 20 Agustus Pada saat Inggris BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. PT. Pegadaian Syariah 2.1 Sejarah Pegadaian Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintahan Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan Bank Van Leening yaitu lembaga keuangan

Lebih terperinci

PEGADAIAN ATA 2014/2015 M3/IT /NICKY/

PEGADAIAN ATA 2014/2015 M3/IT /NICKY/ PEGADAIAN keuangan yang seperti lintah darat dan pengijon yang dengan melambungkan tingkat suku bunga setinggi-tingginya. 1. PENGERTIAN PEGADAIAN Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian di negara berkembang seperti Indonesia, kredit memegang

BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian di negara berkembang seperti Indonesia, kredit memegang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perekonomian di negara berkembang seperti Indonesia, kredit memegang peranan penting. Dimana untuk kemajuan perekonomian, kita tidak bisa mengandalkan dalam

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PEMBERIAN KREDIT DAN INFORMASI KEPADA NASABAH DARI PERUM PEGADAIAN DI CPP BENGKULU. 4.1 Sistem Informasi aplikasi yang sedang bejalan

BAB IV ANALISIS PEMBERIAN KREDIT DAN INFORMASI KEPADA NASABAH DARI PERUM PEGADAIAN DI CPP BENGKULU. 4.1 Sistem Informasi aplikasi yang sedang bejalan BAB IV ANALISIS PEMBERIAN KREDIT DAN INFORMASI KEPADA NASABAH DARI PERUM PEGADAIAN DI CPP BENGKULU 4.1 Sistem Informasi aplikasi yang sedang bejalan Sistem aplikasi di gunakan menggunakan sistem aplikasi

Lebih terperinci

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN Page 127

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN Page 127 A. PENGERTIAN Pegadaian adalah suatu badan atau organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa peminjaman uang dengan menggadaikan suatu barang sebagai jaminannya. Nasabah yang ingin mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III LAPORAN PENELITIAN. A. Profil Pegadaian KC Syariah Raden Intan Lampung

BAB III LAPORAN PENELITIAN. A. Profil Pegadaian KC Syariah Raden Intan Lampung BAB III LAPORAN PENELITIAN A. Profil Pegadaian KC Syariah Raden Intan Lampung 1. Gambaran Umum Pegadaian KC Syariah Radin Intan merupakan salah satu kantor pegadaian yang beroperasi dengan sistem syariah,

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DATA STRATEGI PEMASARAN PRODUK GADAI (AR- RAHN) DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH DI PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA

BAB IV PEMBAHASAN DATA STRATEGI PEMASARAN PRODUK GADAI (AR- RAHN) DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH DI PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA BAB IV PEMBAHASAN DATA STRATEGI PEMASARAN PRODUK GADAI (AR- RAHN) DALAM MENINGKATKAN MINAT NASABAH DI PEGADAIAN SYARIAH CABANG BLAURAN SURABAYA A. Strategi Pemasaran Produk Gadai (Ar-rahn) dan Implementasinya

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH

BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH A. Sejarah Singkat Pegadaian dan Perkembangannya Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN LEENING yaitu lembaga

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK DAN HASIL PENELITIAN

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK DAN HASIL PENELITIAN 33 BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK DAN HASIL PENELITIAN 3.1. Gambaran Umum Pegadaian Syari ah Cabang Majapahit Semarang Pegadaian Syari ah adalah unit syari ah dari Perum Pegadaian. Pegadaian pada awalnya

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pegadaian berdiri pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia (sekarang

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Pegadaian berdiri pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia (sekarang BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan Pegadaian berdiri pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia (sekarang Jakarta).Pada tanggal tersebut merupakan momentum tonggak awal berdirinya lembaga

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PT. PEGADAIAN (PERSERO) KANWIL I MEDAN. A. Sejarah Ringkas Perusahaan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan

BAB II PROFIL PT. PEGADAIAN (PERSERO) KANWIL I MEDAN. A. Sejarah Ringkas Perusahaan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan BAB II PROFIL PT. PEGADAIAN (PERSERO) KANWIL I MEDAN A. Sejarah Ringkas Perusahaan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan Sejarah Pegadaian dimulai pada zaman era kolonial saat Pemerintah Belanda (VOC)

Lebih terperinci

BAB II KAJIA PUSTAKA DA KERA GKA PEMIKIRA

BAB II KAJIA PUSTAKA DA KERA GKA PEMIKIRA BAB II KAJIA PUSTAKA DA KERA GKA PEMIKIRA 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum Kredit 2.1.1.1. Pengertian Kredit Lembaga keuangan bank maupun bukan bank tidak pernah lepas dari masalah kredit. Bahkan,

Lebih terperinci

BAB III DATA HASIL TUGAS AKHIR

BAB III DATA HASIL TUGAS AKHIR BAB III DATA HASIL TUGAS AKHIR 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Berawal dari Bank Van Leening yang didirikan VOC pada tanggal 20 agustus 1746 di Batavia yang bertugas memberikan pinjaman uang tunai kepada

Lebih terperinci

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Pada awalnya pegadaian sempat menjadi salah satu perusahaan kebanggaan

BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Pada awalnya pegadaian sempat menjadi salah satu perusahaan kebanggaan 5 BAB II RUANG LINGKUP PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Perusahaan Pada awalnya pegadaian sempat menjadi salah satu perusahaan kebanggaan Indonesia. Peranannya dalam menbantu perekonomian masyarakat sempat

Lebih terperinci

PROSEDUR PEMBERIAN PINJAMAN KREDIT CEPAT AMAN (KCA) PADA KANTOR CABANG PERUM PEGADAIAN KELAS III BANGIL PASURUAN RANGKUMAN TUGAS AKHIR

PROSEDUR PEMBERIAN PINJAMAN KREDIT CEPAT AMAN (KCA) PADA KANTOR CABANG PERUM PEGADAIAN KELAS III BANGIL PASURUAN RANGKUMAN TUGAS AKHIR PROSEDUR PEMBERIAN PINJAMAN KREDIT CEPAT AMAN (KCA) PADA KANTOR CABANG PERUM PEGADAIAN KELAS III BANGIL PASURUAN RANGKUMAN TUGAS AKHIR Oleh : FEBRI NAWANG WULAN NIM : 2009410556 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

Lebih terperinci

Analisis Strategi Pemasaran Jasa Gadai pada PT. Pegadaian (Persero) CP. Mandala

Analisis Strategi Pemasaran Jasa Gadai pada PT. Pegadaian (Persero) CP. Mandala Universitas Sumatera Utara Repositori Institusi USU Departemen Akuntansi http://repositori.usu.ac.id Kertas Karya Diploma 2018 Analisis Strategi Pemasaran Jasa Gadai pada PT. Pegadaian (Persero) CP. Mandala

Lebih terperinci

BAB III PROFIL PEGADAIAN SYARIAH DI PEKALONGAN. A. Gambaran Umum Objek Penelitian (Pegadaian Syari ah Di

BAB III PROFIL PEGADAIAN SYARIAH DI PEKALONGAN. A. Gambaran Umum Objek Penelitian (Pegadaian Syari ah Di BAB III PROFIL PEGADAIAN SYARIAH DI PEKALONGAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian (Pegadaian Syari ah Di Pekalongan ) Pegadaian syari ah Pekalongan adalah suatu badan usaha milik pemerintah yang usaha intinya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang semakin canggih sangat berpengaruh bagi sebuah perusahaan. Persaingan

BAB 1 PENDAHULUAN. yang semakin canggih sangat berpengaruh bagi sebuah perusahaan. Persaingan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan era global saat ini semakin ketat, strategi bisnis dan teknologi yang semakin canggih sangat berpengaruh bagi sebuah perusahaan. Persaingan yang ketat antara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat kalangan bawah sampai dengan menengah yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat, upaya yang dilakukan pemerintah

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PERANAN PEGADAIAN DALAM IKUT MEMBERIKAN PENJAMINAN DAN MELINDUNGI HAK ASASI SOSIAL EKONOMI ANGGOTA MASYARAKAT (Study Kasus pada Nasabah Pegadaian Cabang Sragen) NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis 31 BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Perum Pegadaian Kanwil Bandung merupakan tempat dimana penulis melaksanakan kerja praktek dan penulis ditempatkan di Bagian Operasional.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. perekonomian negara. Upaya Pemerintah terhadap pengembangan UMKM

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. perekonomian negara. Upaya Pemerintah terhadap pengembangan UMKM BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekarang ini Pemerintah Indonesia sangat gencar untuk meningkatkan perekonomian melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dikarenakan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengambil alih pemerintah ( ) Bank Van Leening milik pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. mengambil alih pemerintah ( ) Bank Van Leening milik pemerintah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia pegadaian dimulai ketika pemerintahan (VOC) mendirikan Bank Van Leenig, lembaga keuangan yang memberikan kredit dengan system gadai, lembaga ini didirikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PT. PEGADAIAN. sejarah pegadaian di indonesia, berasal dari Bank Van Leening zaman VOC. 1 Pada

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PT. PEGADAIAN. sejarah pegadaian di indonesia, berasal dari Bank Van Leening zaman VOC. 1 Pada 21 BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PT. PEGADAIAN 2.1 Sejarah PT.Pegadaian Perusahaan jawatan pegadaian Negara, sebagai sebuah lembaga di dalam sejarah pegadaian di indonesia, berasal dari Bank Van Leening

Lebih terperinci

BAB III LAPORAN PENELITIAN. A. Gambaran Umum Perum Pegadaian Syari ah Cabang Bandar Lampung

BAB III LAPORAN PENELITIAN. A. Gambaran Umum Perum Pegadaian Syari ah Cabang Bandar Lampung BAB III LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Perum Pegadaian Syari ah Cabang Bandar Lampung Perkembangan lembaga pegadaian dimulai dari Eropa, yaitu Negaranegara Italia, Inggris, dan Belanda. Pengenalan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. A. Strategi Promosi Pada Produk SIM A (Simpanan Anak-Anak) di BMT. Dalam memasarkan produk-produknya BMT CKS Comal mengikuti

BAB IV PEMBAHASAN. A. Strategi Promosi Pada Produk SIM A (Simpanan Anak-Anak) di BMT. Dalam memasarkan produk-produknya BMT CKS Comal mengikuti BAB IV PEMBAHASAN A. Strategi Promosi Pada Produk SIM A (Simpanan Anak-Anak) di BMT Citra Keuangan Syariah Comal Dalam memasarkan produk-produknya BMT CKS Comal mengikuti teori-teori promosi yang ada.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pelembagaan Bisnis gadai pertama kali di Indonesia sejak Gubernur

BAB I PENDAHULUAN. Pelembagaan Bisnis gadai pertama kali di Indonesia sejak Gubernur BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pelembagaan Bisnis gadai pertama kali di Indonesia sejak Gubernur Jenderal VOC Van Imhoff mendirikan Bank Van Leening. Meskipun demikian, diyakini bahwa praktik gadai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Bank Pengertian bank menurut Hasibuan (2005:2) adalah badan usaha yang kekayaannya terutama dalam bentuk aset keuangan (financial assets) serta bermotifkan profit

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/ 26 /PBI/2011 TENTANG

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/ 26 /PBI/2011 TENTANG PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/ 26 /PBI/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 8/19/PBI/2006 TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN PEMBENTUKAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin tinggi. Inflasi sendiri merupakan kenaikan harga secara bersamaan atau

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin tinggi. Inflasi sendiri merupakan kenaikan harga secara bersamaan atau 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada tahun 2013 Indonesia mengalami krisis keuangan nasional yang sangat mengkhawatirkan, salah satu permasalahan perekonomian Indonesia adalah inflasi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 12 BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Tentang PT. Pegadaian (Persero) Cabang Syariah Soebrantas Terbitnya PP/10 tanggal 1 april 1990 dapat dikatakan menjadi tonnggak awal kebangkitan

Lebih terperinci

A. Sejarah Ringkas PT. Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan

A. Sejarah Ringkas PT. Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan BAB II PT. PEGADAIAN (PERSERO) KANWIL 1 MEDAN A. Sejarah Ringkas PT. Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil 1 Medan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian BRI Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai Lembaga Keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut

Lebih terperinci

BAB II KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis Pegadaian Syariah Cabang Kepandean

BAB II KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis Pegadaian Syariah Cabang Kepandean BAB II KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis Pegadaian Syariah Cabang Kepandean Pegadaian Syariah Cabang Kepandean bertempat di Sebelah Barat Pemerintahan Kota Serang Provinsi Banten, tepatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of

BAB I PENDAHULUAN. kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mekanisme kerja bank yang menjadi jembatan antara masyarakat yang kelebihan dana (surplus of fund) dengan masyarakat yang membutuhkan dana (lack of fund) menjadi pilar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin kompleks. Berkaitan dengan hal itu, perusahaan perlu melakukan. pengawasan pada setiap kegiatan operasionalnya

BAB I PENDAHULUAN. semakin kompleks. Berkaitan dengan hal itu, perusahaan perlu melakukan. pengawasan pada setiap kegiatan operasionalnya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya zaman tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi hal yang sangat penting, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan sekunder

Lebih terperinci

BAB III IMPLEMENTASI GADAI DI PT. BANK BNI SYARIAH CABANG DHARMAWANGSA SURABAYA. bank negara Indonesia merupakan bank pertama yang didirikan dan

BAB III IMPLEMENTASI GADAI DI PT. BANK BNI SYARIAH CABANG DHARMAWANGSA SURABAYA. bank negara Indonesia merupakan bank pertama yang didirikan dan BAB III IMPLEMENTASI GADAI DI PT. BANK BNI SYARIAH CABANG DHARMAWANGSA SURABAYA A. Latar Belakang Berdirinya BNI Syariah 1. Sejarah berdirinya BNI Syariah BNI (Bank Negara Indonesia) berdiri sejak tahun

Lebih terperinci

BAB IV. ANALISIS PEMASARAN PRODUK TABUNGAN ib MUAMALAT PRIMA DI BANK MUAMALAT INDONESIA KCP MOJOKERTO

BAB IV. ANALISIS PEMASARAN PRODUK TABUNGAN ib MUAMALAT PRIMA DI BANK MUAMALAT INDONESIA KCP MOJOKERTO BAB IV ANALISIS PEMASARAN PRODUK TABUNGAN ib MUAMALAT PRIMA DI BANK MUAMALAT INDONESIA KCP MOJOKERTO A. Analisis Pemasaran Produk Tabungan ib Muamalat Prima di Bank Muamalat Indonesia KCP Mojokerto Perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahann. Tumbuh dan berkembangnya perusahaan sangat tergantung

BAB I PENDAHULUAN. perusahann. Tumbuh dan berkembangnya perusahaan sangat tergantung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan atau badan usaha selalu membutuhkan tenaga kerja manusia, dalam hal ini adalah karyawan. Karyawan adalah orang yang digaji oleh perusahaan untuk melakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. PT. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang

BAB I PENDAHULUAN. PT. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam kegiatan pelayanan lalu lintas informasi, uang dan barang. Salah satu diferensiansi

Lebih terperinci

PERANAN BPR UNTUK MASYARAKAT

PERANAN BPR UNTUK MASYARAKAT PERANAN BPR UNTUK MASYARAKAT A. Sejarah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Perkreditan Rakyat atau BPR memiliki sejarah yang panjang didalam timeline industri perbankan di Indonesia. Awalnya BPR dibentuk

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1. Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Penulis melaksanankan kerja praktek di PT.Pegadaian(PERSERO) cpp kopo sayati di bagian Administrasi,penulis ditempatkan di bagian

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH CABANG HR. SOEBRANTAS PEKANBARU

BAB II GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH CABANG HR. SOEBRANTAS PEKANBARU BAB II GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH CABANG HR. SOEBRANTAS PEKANBARU A. Sejarah Pegadaian Pegadaian merupakan lembaga perkreditan dengan sistem gadai, lembaga semacam ini pada awalnya berkembang di Italia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan hubungan antar perusahaan dan pelanggan secara permanen. Untuk

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan hubungan antar perusahaan dan pelanggan secara permanen. Untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era perdagangan bebas dewasa ini, menuntut perusahaan untuk menemukan dan membangun sistem manajemen yang mampu secara profesional meretensi pelanggannya.

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mendirikan Bank Van Leening

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC mendirikan Bank Van Leening BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah Singkat PT Pegadaian (Persero) PT Pegadaian ( Perusahaan atau Pegadaian ) berdiri pada tanggal 20 Agustus 1746 di Batavia. Pada tanggal tersebut merupakan momentum tonggak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENULISAN. saat itu usaha pegadaian mengalami beberapa perubahan sejalan dengan

BAB III METODE PENULISAN. saat itu usaha pegadaian mengalami beberapa perubahan sejalan dengan 24 BAB III METODE PENULISAN 3.1. Sejarah Pegadaian Pegadaian merupakan lembaga pengkreditan dengan sistem gadai. Pada awalnya pegadaian dimulai saat VOC mendirikan bank van leening pada tahun 1746 sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Strategi Pemasaran yang diterapkan Bank Jateng Syariah Capem Magelang dalam Memasarkan Produk Bima Emas Strategi pemasaran adalah rencana yang menyeluruh terpadu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perkembangan Pembiayaan Oto ib Hasanah BNI Syariah Kantor Cabang Bekasi Perkembangan pembiayaan Oto ib Hasanah dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 mengalami perkembangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengertian developer, yaitu : Perusahaan Pembangunan Perumahan adalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengertian developer, yaitu : Perusahaan Pembangunan Perumahan adalah 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Umum Tentang Developer Istilah developer berasal dari bahasa asing yang menurut kamus bahasa inggris artinya adalah pembangun/pengembang. Sementara itu menurut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan beserta hasil-hasilnya, dan pertumbuhan stabilitas ekonomi nasional

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan beserta hasil-hasilnya, dan pertumbuhan stabilitas ekonomi nasional BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan yang sangat penting dalam perekonomian. Secara umum bank didefinisikan sebagai lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dana

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.6284 KEUANGAN OJK. Aset Produktif. BPR. Kualitas. Pembentukan Penyisihan. Pencabutan. (Penjelasan atas Lembaran Negara

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.6284 KEUANGAN OJK. Aset Produktif. BPR. Kualitas. Pembentukan Penyisihan. Pencabutan. (Penjelasan atas Lembaran Negara TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I No.6284 KEUANGAN OJK. Aset Produktif. BPR. Kualitas. Pembentukan Penyisihan. Pencabutan. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 258) PENJELASAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ageng Tirtayasa Banten terhadap Pelayanan SPP Online Bank BTN Cabang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ageng Tirtayasa Banten terhadap Pelayanan SPP Online Bank BTN Cabang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini dilakukan oleh: Nurmaya Sari (2009). Nurmaya Sari (2009) mengkaji Kepuasan Mahasiswa Universitas

Lebih terperinci

d. 1), 3), dan 5) b. 1), 2), dan 4)

d. 1), 3), dan 5) b. 1), 2), dan 4) Pilihlah salah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat, dengan memberi tanda silang pada lembar jawaban! 1. Fungsi perbankan adalah sebagai berikut: 1). Menghimpun dana masyarakat 2). Menyediakan jasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan era liberalisasi khususnya keterbukaan sektor finansial yang mulai berhembus ke indonesia tahun 1980an yang ditandai dengan dikeluarkannya

Lebih terperinci

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Konsep Pemasaran Menurut Parkinson (1991), pemasaran merupakan suatu cara berpikir baru tentang bagaimana perusahaan atau suatu organisasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Tentang Pelaksanaan Produk Pembiayaan Gadai Emas

BAB IV HASIL PENELITIAN. A. Gambaran Tentang Pelaksanaan Produk Pembiayaan Gadai Emas BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Tentang Pelaksanaan Produk Pembiayaan Gadai Emas Gadai emas Bank Nagari Syariah produk pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternative memperoleh

Lebih terperinci

2. Bagaimana Syarat yang diberikan Bank BRI Unit Willem Iskandar Cabang Medan Asia Pasar Rame untuk meningkatkan debitur KUR Mikro?

2. Bagaimana Syarat yang diberikan Bank BRI Unit Willem Iskandar Cabang Medan Asia Pasar Rame untuk meningkatkan debitur KUR Mikro? Daftar Pertayaan Wawancara Untuk Kepala Unit BRI Unit Bank BRI Unit Willem Iskandar Cabang Medan Asia Pasar Rame 1. Bagaimana strategi yang dilakukan oleh Bank BRI Unit Willem Iskandar Cabang Medan Asia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Teori UKM Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis syariah (perbankan dan non perbankan) memiliki prospek yang tinggi.

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis syariah (perbankan dan non perbankan) memiliki prospek yang tinggi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis syariah (perbankan dan non perbankan) memiliki prospek yang tinggi. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan bisnis syariah global yang terus meningkat. The Banker

Lebih terperinci

Yth. 1. Pelaku Usaha Pergadaian; dan 2. Direksi Perusahaan Pergadaian, di tempat.

Yth. 1. Pelaku Usaha Pergadaian; dan 2. Direksi Perusahaan Pergadaian, di tempat. Yth. 1. Pelaku Usaha Pergadaian; dan 2. Direksi Perusahaan Pergadaian, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /SEOJK.05/2019 TENTANG BENTUK, SUSUNAN, DAN TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN

Lebih terperinci

BAB II DESKRPISI PERUSAHAAN Pegadaian pada masa Zaman VOC ( ) Pada masa itu pegadaian dikenal dengan nama Bank Van Lenning, yang

BAB II DESKRPISI PERUSAHAAN Pegadaian pada masa Zaman VOC ( ) Pada masa itu pegadaian dikenal dengan nama Bank Van Lenning, yang 10 BAB II DESKRPISI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan 2.1.1 Pegadaian pada masa Zaman VOC (1746-1811) Pada masa itu pegadaian dikenal dengan nama Bank Van Lenning, yang merupakan perusahaan patungan antara

Lebih terperinci

Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Pegadaian

Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Pegadaian Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Pegadaian Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya serta sebagai bahan presentasi Disusun Oleh : 1. Yoganita Rahmadani 15803241009

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Object Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahan a. Sejarah Singkat Perum Pegadaian Sejarah Pegadaian dimulai pada saat Pemerintah Penjajahan Belanda (VOC) mendirikan BANK VAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pendapatan yang merata. Namun, dalam

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan pendapatan yang merata. Namun, dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menjalankan pembangunan ekonomi tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera dengan cara mencapai pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Pemasaran pada Warung Mikro Bank Syariah Mandiri Pekalongan. 1. Konsep-konsep Pemasaran Warung Mikro BSM Pekalongan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Pemasaran pada Warung Mikro Bank Syariah Mandiri Pekalongan. 1. Konsep-konsep Pemasaran Warung Mikro BSM Pekalongan BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Pemasaran pada Warung Mikro Bank Syariah Mandiri Pekalongan 1. Konsep-konsep Pemasaran Warung Mikro BSM Pekalongan Dalam kegiatan pemasaran terdapat beberapa konsep yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA SIMPANAN SUKARELA (SIRELA) DI BMT HARAPAN UMAT KCP SLEKO PATI

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA SIMPANAN SUKARELA (SIRELA) DI BMT HARAPAN UMAT KCP SLEKO PATI BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA SIMPANAN SUKARELA (SIRELA) DI BMT HARAPAN UMAT KCP SLEKO PATI A. Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Keunggulan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK SI SANTRI. (Simpanan Masyarakat Kota Santri)

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK SI SANTRI. (Simpanan Masyarakat Kota Santri) BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK SI SANTRI (Simpanan Masyarakat Kota Santri) A. Urgensi Strategi Pemasaran bagi BMT dalam Meningkatkan Produk Si Santri Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) merupakan suatu

Lebih terperinci