Aku butuh sedikit waktu untuk memulainya lagi. Untuk

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Aku butuh sedikit waktu untuk memulainya lagi. Untuk"

Transkripsi

1 Aku butuh sedikit waktu untuk memulainya lagi. Untuk berkisah denganmu lagi. Aku mulai sedikit demi sedikit kehilangan nafasku saat ini, semoga kau mengerti hingga aku tak perlu terlalu cepat atau terlalu emosional untuk berbicara denganmu saat ini. Jantungku lemas, kawan.. Denyutnya tak seritmis dulu lagi. Kau pasti tahu kan balon yang mulai mengempis? Seperti itulah paru-paruku saat ini.. Atau kau tahu jalanan aspal setelah hujan? Hitam dan terlihat sangat semu untuk memantulkan lampu kota, seperti itu mataku kini.. Aku dari sebuah perjalanan jauh, kawan.. Tempat yang aku sendiri tak tahu dimana utara atau selatannya. Bahkan kanankiripun sulit kubedakan. Aku tak tahu namaku, tak bisa bervisual hitam atau putih, tak mampu bandingkan mana siang atau malam.

2 Kau tahu dimana aku saat itu? Di -dunia antara-, dimana setan dan malaikat sedang tak melakukan tugasnya, dimana rembulan adalah matahari itu sendiri, dimana daun tergugur ke atas langit. Kau bingung? Aku pun begitu.. Dunia antara -kata mereka yang disana -, katanya dunia antara adalah ketika kita belum atau tidak memutuskan mana baik buruk, tapi bukan berarti kita dalam stagnansi. Dunia antara adalah dunia proses. Kau tahu keping uang logam yang akan dijatuhkan ke tanah? Apa yang terjadi sebelum ia memutuskan sisi mana yang di atas? Dia di udara.. Itulah saat-saat ia menjadi penghuni dunia antara. Proses. Akan-ke, mau-akan, mau-ke, itu semua disebut JEDA!! Semua butuh jeda, kawan.. Apa yang terjadi jika adatulisantanpajeda?. SUSAH. Padahal jeda di dunia antara juga susah.. Susah, karena aku melihat jeda itu sangat lama berproses. Seperti ketika aku diundang dalam perjamuan di dunia antara itu. Aku seperti dalam ruangan kosong yang sesak.. Riuh tapi redam.. Benderang tapi gulita.. Membingungkan!! Dualisme yang di-eka-kan dan seakan di rukun kan.

3 JEDA.. Melelahkan di dunia antara!! Aku butuh jeda, tapi jangan pernah bawa aku ke dunia antara (lagi), karena akhirnya aku jadi sangat sakit seperti sekarang ini.. Hanya bisa diam dan bercerita padamu dengan susah payah. Setelah kepulanganku kemarin dari imaji dunia antara, satu kesimpulanku : Jeda adalah penghubung.. Kau sudah membuktikannya bahwa jeda adalah penghubung (darimana)? Dari sejak awal kau membaca kalimat-kalimatku. Berjeda bukan? Dan jika jeda butuh waktu, sementara jeda adalah penghubung, lalu waktu hanyalah selubung yang membuat jeda menjadi nyambung.. Sejenak.. Diamlah.. Rasakan ketika kau tak bergerak sama sekali, rasakan jeda detak jantungmu perlahan berproses Miliyar. Rasakan ketika kau sedang tak berpartisipasi pada sandiwara bumi! Rasakan ketika semua orang bergerak cepat dan kau sedang menikmatinya.. Seperti melihat sebuah video yang kau percepat. Maka rasakan betapa kita telah banyak meninggalkan hal kecil di hidup kita. Yakni merasakan J.E.D.A, sementara yang kita tahu selama ini, hanya hasil saja.

4 Aku merasa sangat ringan saat ini, ketika aku mulai tak lagi merasakan tubuhku. Riiiiiiiiiiiiiinggggggaaaaaaaaaaaaan.. Sangat nyaman.. Ketika itu seseorang berkata padaku : SELAMAT DATANG DI DUNIA ANTARA!! Kau adalah makhluk yang bertanggung jawab atas jedamu sendiri, prosesmu sendiri, waktumu sendiri.. Mau ikut denganku? Merasakan jeda Bunaken Malam, 21 Desember S.L.A - Dalam sebuah suasana malam yang anggun, ketika gerimis tipis mencurah penuh kasih, dan tak ada angin yang terlalu tajam menghujam. Hingga mendung pun tak terlalu adidaya menukar cahaya rembulan menjadi sekam. Langit Suara dewasa terdengar memanggilku dari balik daun pintu kamar. Sedikit parau, tapi terdengar begitu lembut. Sekar Langit Andalusia. Ya, itu namaku. Sebuah nama penuh makna. Sekar yang bermakna bunga, Langit yang diidentikkan dengan -angkasa- yang katanya pemberi warna pada samudera, sedang Andalusia nama cantik dari Spanyol. Ayah memberi nama itu, agar kelak

5 aku tumbuh menjadi gadis yang penuh dengan semangat membara, menumbuhkan segenap komitmen dan bebunga harapan pada sekitar. Ada apa Ma? sahutku lembut menjawabnya. Makan dulu, sayang. Sudah terlalu larut.. tukasnya lalu entah kemana bayangnya hilang ditelan malam. Pelan kututup laptop yang sedari tadi menemani malamku dengan tulisan-tulisan ini. Kubangkitkan diri yang sedari tadi terduduk. Beranjak menuju sebuah meja makan anggun di tengah damainya suasana Bunaken malam. Berjalan sembari mengguman, Aku segera kembali, kawan.. Kita jejak lagi cerita kita. Kita tuntaskan rindu yang telah berguman di ujung bibir.

6 Tahun ajaran yang lalu, Mei 2013 di sekolah lamaku Langit senja masih nampak kelam. Bulir-bulir putih terlepas dari pesanggrahan langit. Gerimis rupanya tertahan tak kunjung berujung. Segerombolan awan hitam pekat, masih nampak menguasai langit. Gelapnya langit semakin mencekam hingga ambang cakrawala. Udara dingin menggigit tubuhku yang tak gemuk. Hening turut menusuki relung jiwa. Sementara waktu terus merayap dalam senyap. Deru gemersik dedaunan pohon mangga saling berbisik. Menemani kelamnya senja yang masih belia. Angin bertiup menebarkan aroma tanah basah. Suara tangisan langit kian tersedu. Sebutir demi sebutir dingin tertabur hingga permukaan terdalam. Lalu angin mulai berhembus gemetar, menerpa dedaunan yang lelap dalam

7 selimut gelapnya. Suasana senja ini, dunia seperti disihir menjadi kelam membisu. Sementara gerimis, sibuk memperagakan peran monolog dalam panggung sandiwara. Hanya suara gerimis. Semua diam. Hening. Beberapa anak manusia nampak mencapai titik kepenatan dalam penantian. Di guratan wajah mereka tergambar sketsa kebosanan, lalu mereka berlari terbiritbirit kesana kemari. Berulang kali untuk kesekian kalinya. Pun akhirnya buliran tangisan langit mulai berani mengungkapkan rasa. Entah apa yang ingin gerimis tunjukkan. Seperti memperlihatkan semangat yang membara. Atau mungkin sedang melampiaskan amarah yang menggebu. Argh! Mungkin kita tak tersadar. Bahwa buliran gerimis itu mulai bersatu untuk menata kekuatan. Menjadi air yang sanggup menenggelamkan apapun. Lalu membeku. Sementara beberapa anak manusia lainnya, nampak sayu memandangi tetesan air melewati jendela kelas. Sedang mereka yang baru sejangkah melangkah ataupun belum sama sekali, kini berdiri terpaku di bibir pintu kelas. Rona wajah mereka berselimutkan kemalasan, kekhawatiran, dan kejenuhan. Kebisuan nampak di antara mereka, diiringi keheningan senja yang kian terlarut.

8 Senja gerimis dihempas angin. Kuterduduk seorang diri di beranda masjid sekolah. Memeluk lutut ke dada. Meletakkan dagu di atas tempurung lutut. Sementara sunyi semakin mengiris relung hati. Senyapnya kian mendesau telinga. Tatkala gerimis tergantikan oleh tetesan hujan. Membasahi bumi dengan angkuhnya. Seketika seluruh ruas sudut dunia sejauh mata menangkap fokus pandangnya benar-benar kuyup. Pikirku terseret badai yang lalu, seiring kian pekat warna senja yang masih belia. Bukan kegelisahan yang menguasai naluri. Bukan kecemasan yang memporakporandakan isi hati. Bukan kekhawatiran yang meluluhlantahkan kuasa diri. Akan tetapi rasa kekecewaan kian melilit seluruh nurani. Kuhanya mampu terdiam. Kelu tuk berucap. Lelah bertutur kata. Pun akhirnya, hanya membuat diri terjerembab dalam jurang kekecewaan, lebih dalam lagi. Kuayunkan langkah untuk tak lagi menatap. Hanya saja, lagi-lagi rona abu-abu yang selalu terlintas dalam akal. Terekam jelas dalam memori ingatanku. Sebuah kisah yang sebentar lagi menjadi kenangan. Sebuah masa yang mungkin hanya akan menjadi bayang-bayang. Semua hadir di benakku menyibak kerinduan yang menjadi

9 hantu. Setiap sudut tempat ini penuh dengan kisah kita. Kini, tempat ini semakin cantik, bak kembang desa yang kian dewasa. Kian nyaman dipandang. Menyajikan lebih banyak jejak-jejak yang terpatri dalam hati tempat ini. Argh! Tak bisa kugambarkan lagi, mungkin tempat ini lebih mengerti tentang kisah kita. Kita yang senantiasa mencurahinya dengan senyum hangat bersama orang yang kita sapa. Jika kau akan meminangnya dengan hatimu, sesungguhnya ia telah meminangmu lebih terdahulu. Katanya kala itu. Dan kini, sesungguhnya telah kurasakan ikatan itu. Ikatan yang mengalir begitu saja, seperti tempat ini yang membagikan nadi sungainya ke seluruh sudut tanah. Kita akan semakin rindu padanya nanti, iya bukan? Ya.. aku pun demikian. Meski hampir setiap hari kita habiskan waktu di sini, mencumbui aroma tanah basahnya yang menerpa udara setelah hujan. Tak perlu kuceritakan bagaimana indahnya langit yang nampak dari tempat pijakanku ini. Menikmatinya dengan sangat mendalam dan penuh kelegaan, bahkan ketika langit menjadi kelabu. Tapi bukankah itu berarti perayaan besar bagi kita? Hujan! Aku ingat jejak kita yang

10 riang membelah genangannya. Dan tempat ini tertawa girang melihat tingkah jenaka kita. Ketika ia menyajikan rekahan matahari, ia selalu berharap kita sudah di sini. Tapi, nyatanya, yang seringkali ia dapati, belum juga merasakan jatuhnya bayangmu di wajahnya. Tahukah kita? Ternyata, setiap dari kita adalah napas baginya. Kita tak tahu? Terkadang itulah yang membuatnya terus bergerak hingga tak pernah lelah. Kita serapahi ia, ia tak membalasnya, tapi ketika kita bergurau dengannya ia akan membuat kita tertawa geli. Sahabat, kini aku mengerti mengapa tempat ini terasa sangat sempit. Karena ia sesak oleh makna dan kenangan yang kita cipta. Tempat ini. Ya, surau ini yang mengajarkan kita bahwa bahagia itu sebenarnya sangat sederhana.

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya. Lelah menanti.. Cinta untukmu tak pernah berbalas. Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya. Lucu memang, aku masih saja merindukanmu.. Walau kutau hatimu

Lebih terperinci

SYAIR KERINDUAN. Genre: Puisi-puisi cinta, sahabat, keluarga semuanya tentang CINTA dan CITA-CITA.

SYAIR KERINDUAN. Genre: Puisi-puisi cinta, sahabat, keluarga semuanya tentang CINTA dan CITA-CITA. Judul buku: SYAIR KERINDUAN Penulis: Gunawan Tambunsaribu Jlh. Hal: : 251 halaman Genre: Puisi-puisi cinta, sahabat, keluarga semuanya tentang CINTA dan CITA-CITA. Ada rasa SUKA. KEBENCIAN, SEDIH, BAHAGIA,

Lebih terperinci

Oleh: Yasser A. Amiruddin

Oleh: Yasser A. Amiruddin LAKADAUNG Oleh: Yasser A. Amiruddin Dari balik kaca mobil yang melintas Ku melihat hamparan padi yang menguning Memandang kenangan lepas Mengingat kampung halaman yang lama ditinggal, Lakadaung Lakadaung

Lebih terperinci

Satu Hari Bersama Ayah

Satu Hari Bersama Ayah Rafid A Shidqi Satu Hari Bersama Ayah Tapi aku akan mengatakannya... bahwa aku sangat menyayangimu... Ayah Penerbit Nulis Buku Satu Hari Bersama Ayah Rafid A Shidqi Copyright Rafid A Shidqi, 2012 All rights

Lebih terperinci

Aku Mencintai dan Dicintai Cinta

Aku Mencintai dan Dicintai Cinta Aku Mencintai dan Dicintai Cinta Indah Itu Mencintai... Aku melihatmu dengan bayangan. Berlarian bebas kala malam berawan. Kenapa terasa sedih sekali? Padahal cinta adalah nyata yang kau kirim dengan janji.

Lebih terperinci

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Sahabat Lama 19:52, Sebuah kafe di Jakarta Selatan, Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Mencintai orang lain? tanyaku lemah. Farel

Lebih terperinci

Rintik, rintik, Tiap tetesnya menyimpan kisah yang harus segera diceritakan. Sebelum semuanya kembali memuai ke awan.

Rintik, rintik, Tiap tetesnya menyimpan kisah yang harus segera diceritakan. Sebelum semuanya kembali memuai ke awan. rintik, titik temu Permulaan [7], Rindu [9], Selamat Datang [13], Tujuan [15], Berproses [18], Lebih Baik [21], Jauh [27], Kembali [30], Pulang [34], Menuju Rumah [38], satukan Harap [40], Patah [42],

Lebih terperinci

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang Prolog Seorang teman atau bahkan lebih dari sekedar teman, ya tepatnya adalah sahabat? Apa yang kalian tau tentang teman ataupun sahabat? Dua kata yang hampir serupa, namum mempunyai arti begitu berbeda

Lebih terperinci

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari, dia pun memberanikan diri untuk mengintip. Terlihat seorang bocah lelaki

Lebih terperinci

Senja, Sebuah Kisah Sebuah Cerita

Senja, Sebuah Kisah Sebuah Cerita 23 Senja, Sebuah Kisah Sebuah Cerita Oleh: Abu Bakar Sidiq Langit senja berselimut mendung tipis, tampak gerimis lembut berjatuhan membasahi suasana senja yang masih belia. Lalu lalang manusia menelusuri

Lebih terperinci

Ruang Rinduku. Part 1: 1

Ruang Rinduku. Part 1: 1 Ruang Rinduku saat mentari hilang terganti langit malam hingga pagi datang menyambut kembali kehidupan, maka saat itulah hati ini merindukan sosokmu, canda tawamu, dan senyumanmu. Part 1: 1 hai selamat

Lebih terperinci

Karena Kita Adalah Hujan

Karena Kita Adalah Hujan Perempuanku, dengarkanlah rintik hujan hari ini masih mengenang nama kita yang lalu. Memberi kita banyak cerita tentang harum mawar kesukaan kita. Seringkali kita lupa bagaimana cara mencandai hujan kesukaan

Lebih terperinci

Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira

Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira Mata Cinta Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira Tangan ini beralirkan anugerah kuasa-mu Sederhana bagi-mu Hanya kamilah merasa

Lebih terperinci

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini PENJAGAL ANGIN Tri Setyorini Awal yang ku lihat adalah abu putih yang berterbangan. Pikirku itu adalah salju yang menyejukkan. Namun ternyata bukan karena abu ini justru terasa panas dan membakar telapak

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN KUNCUP MAWAR Galuh Ajeng Puspita 09.11.3239 STMIK AMIKOM Yogyakarta 2011 JUDUL NASKAH Kuncup Mawar Neona Written By Galuh Ajeng P. Cp: Galuh Ajeng P. STMIK AMIKOM Yogyakart

Lebih terperinci

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan Bab 1 Wonderheart Di suatu titik di alam semesta ini, terdapat sebuah galaksi yang begitu mirip dengan galaksi Bimasakti. Di dalamnya terdapat sebuah planet yang juga memiliki kehidupan mirip seperti Bumi.

Lebih terperinci

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga:

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga: Prolog Fito, Untukmu puisi-puisi ini kutulis. Kepadamu, puisi-puisi ini kutujukan. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga: Untuk setiap berkat

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan. 1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket

Lebih terperinci

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada

Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada Petualangan Tomi di Negeri Glourius Oleh: Desi Ratih Mata Tomi terbelalak, ketika menyadari dia berada di tempat yang begitu asing baginya. Suasana gelap dan udara yang cukup dingin menyelimuti tempat

Lebih terperinci

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

KOPI DI CANGKIR PELANGI.. KOPI DI CANGKIR PELANGI.. Irama detik menuju menit yang semakin jelas terdengar, menandakan sunyi telah memonopoli malam. Malam memang selalu berdampingan dengan sunyi, dan kemudian memadu kasih untuk

Lebih terperinci

Mukadimah. Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman

Mukadimah. Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman Mukadimah Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman Mencoba merangkai kata Berpura-pura jadi pujangga Menyenangkan hati dari tangan dan tulisan Semoga semua berkenan

Lebih terperinci

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu PROLOG Yui mengerjapkan matanya yang berat dan menggerakan tubuhnya turun dari ranjangnya. Seluruh badannya terasa remuk, dan kepalanya terasa amat pening. Mungkin karena aku terlalu banyak minum semalam,

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

Penantian Terakhir. Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com

Penantian Terakhir. Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com Penantian Terakhir Susi Retno Juwita Penerbit Nulisbuku.com Penantian Terakhir Oleh: Susi Retno Juwita Copyright 2013 by Pena Si Juwita #3 Penyunting: Susi Retno Juwita Penata Letak: Susi Retno Juwita

Lebih terperinci

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu.

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu. Ketika kau baca tulisanku ini, kau akan tahu betapa dalamnya aku merindumu. Ribuan waktuku melayang-layang tak menentu. Meskipun mereka mencaci dan mengatakan aku bodoh, namun aku tak peduli. Mereka tidak

Lebih terperinci

PATI AGNI Antologi Kematian

PATI AGNI Antologi Kematian PATI AGNI Antologi Kematian Ita Nr. KATA PENGANTAR PATI AGNI Antologi Kematian Dalam Bahasa Sansekerta, Pati berarti mati, Agni berarti api. Pati Agni adalah mematikan api (kehidupan). Semua makhluk hidup

Lebih terperinci

Bagian: 1 Merindu Rindu

Bagian: 1 Merindu Rindu Bagian: 1 Merindu Rindu MENULISLAH WALAU SEBARIS PUISI Anakku! Menulislah walau sebaris puisi Jangan takut tidak dibaca Masih ada malaikat pembuka pustaka hati manusia Dunia tidak buta, pasti membacanya

Lebih terperinci

AKU AKAN MATI HARI INI

AKU AKAN MATI HARI INI AKU AKAN MATI HARI INI Cerpen Ardy Kresna Crenata AKU BELUM TAHU DENGAN CARA APA AKU AKAN MATI. Apakah mengiris nadi dengan pisau akan menyenangkan? Atau memukul-mukul tengkorak dengan batu akan jauh lebih

Lebih terperinci

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Noand Hegask Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali: Kisah-kisah pendek dan sajak rumpang Diterbitkan melalui: Nulisbuku.com Darah Biasanya keluar rumah Saat tengah malam Sambil menangis Hanya

Lebih terperinci

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Mesin mobil sudah mati beberapa menit yang lalu, tapi Zhara masih duduk diam dibelakang kemudi. Sibuk menenangkan debar jantungnya, berusaha untuk bisa

Lebih terperinci

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat Hujan turun lagi disiang hari ini. Bulan April yang aneh. Bukankah seharusnya ini sudah menjadi liburan musim panas yang menyenankan? Mengapa hujan lagi? Jakarta, metropolitan yang sungguh kontras dengan

Lebih terperinci

BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA

BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA Betapa indah dan bahagia duduk di pangkuan ayah tercinta dalam dimensi kemuliaan ini. Tinggal di kota sorgawi yang penuh dengan kemuliaan dan cahayanya sama seperti permata

Lebih terperinci

Kamu adalah alasan untuk setiap waktu yang berputar dari tempat ini.

Kamu adalah alasan untuk setiap waktu yang berputar dari tempat ini. Kamu adalah alasan untuk setiap waktu yang berputar dari tempat ini. Bab 1 Surat bakti Adinda, Untuk Volonyia Adere di kota seberang. Kamu lihat bunga kita, yang sama-sama kita tanam di depan rumah. Dia

Lebih terperinci

Testimoni. Ucapan Terima Kasih. Kata Penjemput. Daftar Isi. Ketika Akar Ketidakbahagiaan Ditemukan. Bahagia Begitu Menggoda

Testimoni. Ucapan Terima Kasih. Kata Penjemput. Daftar Isi. Ketika Akar Ketidakbahagiaan Ditemukan. Bahagia Begitu Menggoda Testimoni Ucapan Terima Kasih Kata Penjemput Daftar Isi Ketika Akar Ketidakbahagiaan Ditemukan Pilar Ketidakbahagiaan Tenggelam dalam Penyesalan Penjara Aturan Mengepung Jiwa Awal Setelah Akhir Pikiran

Lebih terperinci

Suratku. 1 Rosyid Ridho [Paulheme]

Suratku. 1 Rosyid Ridho [Paulheme] Suratku Aku memang tak pernah ingin mengirimnya. Hanya ingin menulisnya. Bahkan sepertinya bukan untukmu, tapi hanya untuk diriku sendiri. Atau mungkin karena aku memang tak sungguhsungguh ingin mengirimkannya.

Lebih terperinci

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut Hari ini, senja sempurna merekah melalui kanvas langit yang memesona. Senja yang sempurna, saat langit, hujan, angin, dan debu bersatu di bawah tudung matahari. Menikmati sisa-sisa hangat terakhir yang

Lebih terperinci

angkasa. Tidak ada lagi gugusan bintang dan senyuman rembulan. Langit tertutup awan kelam. Dan sesaat kemudian hujan turun dengan deras.

angkasa. Tidak ada lagi gugusan bintang dan senyuman rembulan. Langit tertutup awan kelam. Dan sesaat kemudian hujan turun dengan deras. PROLOG Perjalanan masih panjang. Senja perlahan bergulir. Remang membayangi permulaan malam. Segelintir gemintang membingkai cakrawala. Rembulan berpijar pucat pasi. Roda roda kehidupan malam mulai berputar.

Lebih terperinci

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1

ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 ROSE PAPPER AND BLOODY LILY Part 1 Sinar matahari siang ini begitu terik hingga sanggup menembus setiap celah kain berlapis yang menutupi kulit setiap orang yang menantangnya. Langkah Guri semakin cepat

Lebih terperinci

dalam kumpulan puisi: Reuni Kata pertemuan, perpisahan, & pertemuan kembali

dalam kumpulan puisi: Reuni Kata pertemuan, perpisahan, & pertemuan kembali Angga Adhitya Prasojo Desma Hariyanti Shinja Tsaqib Sumirah Sudiharjo dalam kumpulan puisi: Reuni Kata pertemuan, perpisahan, & pertemuan kembali Reuni Kata Kumpulan Puisi oleh: Angga Adhitya Prasojo Desma

Lebih terperinci

KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA

KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA Penerbit KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA Chairul Editor : Chairul Layouter : Tim Zukzez express Desain Cover : Chairul Brother s ISBN : 978-602-18594-2-1 Cetakan Pertama :

Lebih terperinci

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus SATU Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own - ROBERT A. HEINLEIN Kenapa Mama harus pergi? tanya seorang anak berusia sekitar delapan tahun. Mama harus

Lebih terperinci

BAB 1. *** Seoul International High School

BAB 1. *** Seoul International High School BAB 1 당신때문에 Ingin aku mengabaikanmu laksana angin bertiup dan berlalu. Mengusirmu yang bertahta selaksa raja. Membisikan pada hatiku bahwa kau hanyalah orang asing yang tersesat dalam hidupku. Namun, apa

Lebih terperinci

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer? tanyanya saat aku One - Deshi Angin yang semilir, bergerak dalam diam, malu-malu menelusup masuk melalui jendela kamar yang memang di biarkan terbuka oleh sang pemilik. Jam dinding yang bertengger indah di sisi sebelah

Lebih terperinci

Di Pantai Pasir Putih

Di Pantai Pasir Putih Di Pantai Pasir Putih Menjelang musim panas di pantai, ombak tiada lelah mengempas pesisir. Langit biru menghiasi cakrawala. Burung-burung camar berterbangan di atas air. Sedang angin laut yang berembus

Lebih terperinci

TATA IBADAH KELUARGA GABUNGAN GPIB Jemaat IMMANUEL di DEPOK Rabu, 2 Desember 2015 MENGHADAP TUHAN

TATA IBADAH KELUARGA GABUNGAN GPIB Jemaat IMMANUEL di DEPOK Rabu, 2 Desember 2015 MENGHADAP TUHAN UNGKAPAN SITUASI Hening pagi dan senyap malam menyapa relung jiwa yang dirundung rindu hangat siang dan teduh senja mengiring hati yang mencari-cari Lalu lembut senyum-mu bagai air yang menetes Meneduhkan

Lebih terperinci

Kierkegaard dan Sepotong Hati

Kierkegaard dan Sepotong Hati Kierkegaard dan Sepotong Hati Langit sudah memerah. Matahari yang anggun nyaris meninggalkan tahtanya. Meninggalkan aku dalam tanda tanya. Aku mempercepat langkah menaiki anak-anak tangga yang cukup curam.

Lebih terperinci

Sampul Simpul Senyum Senja - Cerpen - Horison Online. Ditulis oleh Aila Nadari Senin, 12 Maret :12 -

Sampul Simpul Senyum Senja - Cerpen - Horison Online. Ditulis oleh Aila Nadari Senin, 12 Maret :12 - Saat bintang gemintang berpendar memenuhi angkasa yang muram suara. Dan awan gemawan pamit seraya mengundurkan diri di batas malam yang memekat. Aku masih terkunci di sini, di gang buntu pada musim basah

Lebih terperinci

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan?

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan? Aku dan Kamu Delapan tahun silam, awal pertemuan kita Tingkahmu yang polos, tenang, dan ceria Meruntuhkan tembok pertahanan hati Mengetuk dan perlahan memasuki Nalar terlampau cuek tetapi rasa kian acuh

Lebih terperinci

Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang

Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang istimewa karena sekarang dia naik ke kelas dua di sebuah SMP

Lebih terperinci

Tubuh-tubuh tanpa bayangan

Tubuh-tubuh tanpa bayangan Tubuh-tubuh tanpa bayangan Ada sebuah planet bernama Arais. Planet Arais dihuni oleh suatu makhluk bernama Tubuh berjubah hitam. Mereka adalah makhluk yang sepanjang masa hanya berdiri di tempat yang sama.

Lebih terperinci

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com - ephy - Catatan dan Novela dalamceritasaja.blogspot.com CATATAN DAN NOVELA Oleh: ephy Copyright 2013 by ephy Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Catatan Cinta Bintang dan Angkasa Sketsa Kasih Perempuan

Lebih terperinci

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan menyerah pada apapun juga Walaupun berakhir dengan kematian.

Lebih terperinci

Kumpulan Prosa Vyna,

Kumpulan Prosa Vyna, Kumpulan Prosa Vyna, Pemilihan kata sederhana, mengalir dalam setiap tulisan, jujurnya hati perempuan yang jauh dari belahan jiwa, tentang ragu, kepastian yang terus ditunggu, hingga rasa rindu yang membuat

Lebih terperinci

My Love Just For You vol1

My Love Just For You vol1 My Love Just For You vol1 By Sita Yang Penerbit Lotus Publisher My Love Just For You Vol1 Oleh: Sita Yang Copyright 2013 by Sita Yang Penerbit Lotus Publisher lotuspublisher.blogspot.com E-mail: lotuspublisher88@gmail.com

Lebih terperinci

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida Di Semenanjung Tahun Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal Yuni Amida Berdampingan, tapi Tak Bergandengan Suatu hari nanti, aku akan melihat kembang api tahun baru, dengan orang yang kusayang.

Lebih terperinci

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat lebih jelas. Sebelum batang pohon terlihat seperti batang

Lebih terperinci

Kaki Langit. Bulan dan Matahari

Kaki Langit. Bulan dan Matahari Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Penerbit Kaerala Kaki Langit antara Bulan dan Matahari Oleh: Kaerala Copyright 2014 by Kaerala Penerbit Kaerala Desain Sampul: Kaerala Diterbitkan melalui:

Lebih terperinci

Tak Ada Malaikat di Jakarta

Tak Ada Malaikat di Jakarta Tak Ada Malaikat di Jakarta Sen Shaka Aku mencarimu di kota dimana lampu-lampu gemerlap membisu, orang-orang termangu sendiri dalam keriuhan lalu lalang. Mereka terdiam memegang telpon genggam, sibuk bercengkrama

Lebih terperinci

Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain.

Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain. Mencintai, adalah satu kata bermakna kompleks yang dapat mengubah seluruh hidup manusia. Mencintai adalah aku dan kamu. Dia dan orang lain. Mencintai seseorang adalah suatu rasa yang mana disaat kau mendengar

Lebih terperinci

RIDHO KURNIAWAN. Aku duduk dengan santai Menunggu apa yang kusukai Menikmati sesuatu yang menenangkan hati Pemberian Ilahi yang tak tertandingi

RIDHO KURNIAWAN. Aku duduk dengan santai Menunggu apa yang kusukai Menikmati sesuatu yang menenangkan hati Pemberian Ilahi yang tak tertandingi RIDHO KURNIAWAN Slide Kehidupan Aku duduk dengan santai Menunggu apa yang kusukai Menikmati sesuatu yang menenangkan hati Pemberian Ilahi yang tak tertandingi Film itu dimulai Slide demi slide disuguhi

Lebih terperinci

Lelaki Alhambra dan Perahu Kenangan

Lelaki Alhambra dan Perahu Kenangan Lelaki Alhambra dan Perahu Kenangan APAKAH kamu pernah bermimpi pernah menaiki perahu sekecil ini? Iya, Sayang. Aku merasa seperti mimpi. Iya, Sayang. Perahu ini benar-benar kecil dan indah. Benar. Aku

Lebih terperinci

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi ruang tunggu. Pandanganku meluas keluar. Menyapu setiap

Lebih terperinci

AKHIR PERJALANAN. ( Kisah Tentang Kehidupan ) Aghana V Idents. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

AKHIR PERJALANAN. ( Kisah Tentang Kehidupan ) Aghana V Idents. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com AKHIR PERJALANAN ( Kisah Tentang Kehidupan ) Aghana V Idents Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com AKHIR PERJALANAN Oleh: Aghana V Idents Copyright 2015 by Aghana V Idents Penerbit ( nulisbuku.com

Lebih terperinci

A. Rita. Penerbit. Karya Cinta

A. Rita. Penerbit. Karya Cinta A. Rita Penerbit Karya Cinta Kenangan Perjalanan Jauh Oleh: A. Rita Copyright 2014 by A. Rita Penerbit (Karya Cinta) (karyacinta-rita.blogspot.com) (arashirita@gmail.com) Desain Sampul: (A. Rita ) Diterbitkan

Lebih terperinci

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah 1 Pergi Tak Kembali Oleh: Firmansyah Lima tahun berlalu tanpa terasa. Tanpa terasa? Tidak juga, lima tahun itu juga Dam dan istrinya menunggu. Beruntung saat mereka mulai merencanakan banyak terapi hamil,

Lebih terperinci

Pagi kembali, senja menanti Si adik lahir, yang lain pergi Aku tak tahu mengapa ada yang pergi tak kembali Kata Ibu, yang pergi menjadi kenangan

Pagi kembali, senja menanti Si adik lahir, yang lain pergi Aku tak tahu mengapa ada yang pergi tak kembali Kata Ibu, yang pergi menjadi kenangan SAJAK USIA Hari berulang, tanggal kembali Tahun berubah, usia bertambah Aku tak tahu ke mana arah langkah Dalam angan-angan semuanya indah Pagi kembali, senja menanti Si adik lahir, yang lain pergi Aku

Lebih terperinci

WASIAT SEGELAS PASIR. Oleh: Agus Setiawan. Copyright 2013 by Agus Setiawan. Penerbit. Nulis Buku. Desain Sampul: Welly Huang. Diterbitkan melalui:

WASIAT SEGELAS PASIR. Oleh: Agus Setiawan. Copyright 2013 by Agus Setiawan. Penerbit. Nulis Buku. Desain Sampul: Welly Huang. Diterbitkan melalui: WASIAT SEGELAS PASIR Oleh: Agus Setiawan Copyright 2013 by Agus Setiawan Penerbit Nulis Buku Desain Sampul: Welly Huang Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Cerita ini adalah fiksi. Apabila ada kesamaaan

Lebih terperinci

Kisah Dari Negeri Anggrek

Kisah Dari Negeri Anggrek Kisah Dari Negeri Anggrek By Eryani Widyastuti SATU Pernahkah kalian mendengar kisah ini? Kisah dari Negeri Anggrek yang damai, indah, dan udaranya dipenuhi oleh bau harum-manis bebungaan anggrek. Negeri

Lebih terperinci

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto Musim Semi Merah Dyaz Afryanto 2 Dyaz Afryan *** Musim Semi Merah Oleh: Dyaz Afryanto Copyright 2015 by Dyaz Afryanto Penerbit Nulisbuku.com Desain Sampul : Alf Sukatmo ( @Be_Illustrated ) Diterbitkan

Lebih terperinci

Bab 5. Ringkasan. Dalam bab pertama yang berisi latar belakang penulisan skripsi ini, saya menjabarkan

Bab 5. Ringkasan. Dalam bab pertama yang berisi latar belakang penulisan skripsi ini, saya menjabarkan Bab 5 Ringkasan 5.1 Ringkasan Dalam bab pertama yang berisi latar belakang penulisan skripsi ini, saya menjabarkan tentang teori psikologi penyakit skizofrenia yang akan saya gunakan untuk membuat analisis

Lebih terperinci

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Mudji Rapontur tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Oleh: Mudji Rapontur Copyright 2014 by Mudji Rapontur Penerbit Mapemdapustaka Desain Sampul: Edo dan

Lebih terperinci

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas Juli Milik kita Hanya ada dua kali dalam satu tahun Kebahagiaan yang luar biasa bagi kita Kerinduan yang sekian lama terpendam, kini terbayar juga Cuti kenaikan tingkat, dari tingkat 2 menuju tingkat 3

Lebih terperinci

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus

Dan ia baru menyadari betapa salahnya dirinya. Disana, muncul dari sebelah kirinya, ia merasakan gerakan udara yang cepat. Angin yang berhembus SATU Kalau manusia didesain untuk memiliki lebih dari dua kaki oleh sang Pencipta, ia akan sangat bersyukur saat ini. Ia adalah seorang pria; kegelapan malam menutupi wujudnya. Kegelapan itu merupakan

Lebih terperinci

MORIENDO. Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa

MORIENDO. Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa 1 MORIENDO FADE IN: EXT. TEPI PANTAI - SIANG Terlihat uluran tangan yang melepaskan butiran-butiran yang begitu cemerlang bagaikan kristal ke angkasa CUT TO Butiran-butiran tersebut berubah menjadi dedaunan

Lebih terperinci

Hanya Lima. Penulis: Boy Candra, Dkk Copyright 2012 by Boy Candra. Desain Sampul: (Nuzula Fildzah) Editor: (Nuzula Fildzah)

Hanya Lima. Penulis: Boy Candra, Dkk Copyright 2012 by Boy Candra. Desain Sampul: (Nuzula Fildzah) Editor: (Nuzula Fildzah) Hanya Lima Penulis: Boy Candra, Dkk Copyright 2012 by Boy Candra Desain Sampul: (Nuzula Fildzah) Editor: (Nuzula Fildzah) Cetakan pertama, 2012 Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com undang-undang Republik

Lebih terperinci

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di Bait Pertama (Cintaku) Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di atas panggung yang terletak di tengah bangunan mal yang terbuka. Tommy sedang melakukan cek sound untuk penampilannya. Deru suara

Lebih terperinci

IVANA PAULINE HANDOJO -ie- JEJAK SAPUTANGAN. nulisbuku.com

IVANA PAULINE HANDOJO -ie- JEJAK SAPUTANGAN. nulisbuku.com IVANA PAULINE HANDOJO -ie- JEJAK SAPUTANGAN nulisbuku.com 1 SINOPSIS Puisi Khalil Gibran selalu menjadi fenomena tersendiri bagi Sandra, gadis mungil yang merantau ke Bali untuk menemukan jati dirinya.

Lebih terperinci

Larantuka. Mungkin sekembalinya pagi Kita akan bertemu pada tepian lautmu

Larantuka. Mungkin sekembalinya pagi Kita akan bertemu pada tepian lautmu Larantuka Aku menelusuri artimu dalam setiap tapak Sekelebat bayang tentang tanahmu mewarnai setiap jengkal misteri alam Gelora rindu megepung hasrat untuk tersirat kembali Sebuah bingkai kata yang selalu

Lebih terperinci

Satu hal lagi, mereka tahu apa yang terjadi pada keluarga pemilik rumah ini.

Satu hal lagi, mereka tahu apa yang terjadi pada keluarga pemilik rumah ini. Ada suara asing yang tak pernah kudengar sebelumnya. Suara-suara itu bagaikan rintik hujan disiang pada puncak kemarau. Realitanya adalah kesedihan yang ditarik secara tiba-tiba untuk menyelingi kebahagiaan.

Lebih terperinci

Kumpulan fenomena rasa tercurahkan oleh kata yang. berharap bermakna untuk pembaca sebagai inspirasi. dari sebuah persepsi.

Kumpulan fenomena rasa tercurahkan oleh kata yang. berharap bermakna untuk pembaca sebagai inspirasi. dari sebuah persepsi. Kumpulan fenomena rasa tercurahkan oleh kata yang berharap bermakna untuk pembaca sebagai inspirasi dari sebuah persepsi. 2010 Kita, Untuk Selamanya! Sekolah menengah atas adalah masa yang kita telah lalui

Lebih terperinci

[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu

[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu Secangkir Rindu Kalena sudah tahu kalau Fandro akan mencarinya. Bukan hanya karena dulu mereka sangat dekat, tapi karena Fandro sudah berjanji untuk menemui Kalena bila dia punya kesempatan datang ke Faschel

Lebih terperinci

BROADCASTING TV MIDTERMS

BROADCASTING TV MIDTERMS BROADCASTING TV MIDTERMS Naskah Film Pendek Judul AKU DAN BINTANG KECILKU Created by : RAHMAWATI FEIRA ANGGRAHENI (08.12.2859) SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010 AKU DAN BINTANG KECILKU Written

Lebih terperinci

1. TENTANG CINTA. Aku tak pernah mengerti pun memahami cinta. Kami tak pernah saling mengenal. Dan aku tak punya cerita tentangnya.

1. TENTANG CINTA. Aku tak pernah mengerti pun memahami cinta. Kami tak pernah saling mengenal. Dan aku tak punya cerita tentangnya. 1. TENTANG CINTA Aku tak pernah mengerti pun memahami cinta. Kami tak pernah saling mengenal. Dan aku tak punya cerita tentangnya. Tapi itu datang, ketika aku sedang bergegas dengan hidup dan segala rutinitasnya.

Lebih terperinci

Ulat Si Pencemburu Ulung

Ulat Si Pencemburu Ulung 0 Ulat Si Pencemburu Ulung Oleh: Kiki. A Di sebuah hutan tampak seekor kupu-kupu, ia terbang dengan sayap indahnya. Terdapat garis putih, hijau di sayap hitamnya. Ia hinggap di beberapa pohon yang daunnya

Lebih terperinci

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui salah satu blog yang sudah lama ia ikuti. Blog yang

Lebih terperinci

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA MINGKIAJA HANYA KAMU BAB 1 AMANDA Hanya dengan memandangi fhotomu membuat hatiku damai, tetapi hanya sebatas itu yang dapat aku lakukan. Saat ini dirimu menjadi milik lelaki lain, lelaki yang sebenarnya

Lebih terperinci

Last Child. Indahkah Perbedaan. Ku lihat dari matamu Yang gambarkan tanda tanya yang membisu Saat ku raih keputusanku melepas cintamu

Last Child. Indahkah Perbedaan. Ku lihat dari matamu Yang gambarkan tanda tanya yang membisu Saat ku raih keputusanku melepas cintamu Last Child. Indahkah Perbedaan Ku lihat dari matamu Yang gambarkan tanda tanya yang membisu Saat ku raih keputusanku melepas cintamu Tanyakanlah pada hatimu Haruskah kita mencoba bertahan di dalam cinta

Lebih terperinci

Marwan. Ditulis oleh Peter Purwanegara Rabu, 01 Juni :25

Marwan. Ditulis oleh Peter Purwanegara Rabu, 01 Juni :25 Ellen hanya berdiri termangu melihat tubuh Marwan yang kaku terbujur yang tiga perempat tubuhnya tertutup oleh kain putih. Hanya kelihatan kepalanya saja. Ellen hanya ingin melihat wajah Marwan terakhir

Lebih terperinci

Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar

Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar Oleh: Astari Ulfa Tanggal kelima belas bulan Juni. Purnama bersinar terang di langit. Bintang-bintang juga tampak kerlipnya, walaupun samar, kalah oleh cahaya rembulan. Malam ini penduduk Negeri Zaira

Lebih terperinci

Untuk ayah.. Kisah Sedih.

Untuk ayah.. Kisah Sedih. Untuk ayah.. s emua hal yang pernah ku ingat tentang ayah ku, adalah hal yang sangat biasa saja, tak sedikit pun ada kenangan yang bermakna yang teringat di dalam relung hatiku, semua hal yang ku ingat

Lebih terperinci

Desau angin musim gugur ini menampar-nampar keberadaanku disini Seperti wajahmu tersembul Dari sela pepohonan yang memerah menari bersama musim

Desau angin musim gugur ini menampar-nampar keberadaanku disini Seperti wajahmu tersembul Dari sela pepohonan yang memerah menari bersama musim Desau angin musim gugur ini menampar-nampar keberadaanku disini Seperti wajahmu tersembul Dari sela pepohonan yang memerah menari bersama musim Beberapa detik kurasa guguran daun itu menggemerisik seperti

Lebih terperinci

Tanpa awan dan angin, takkan pernah ada hujan. Tapi jika awan, angin dan hujan bersama, bukankah akan timbul badai besar?

Tanpa awan dan angin, takkan pernah ada hujan. Tapi jika awan, angin dan hujan bersama, bukankah akan timbul badai besar? Tanpa awan dan angin, takkan pernah ada hujan. Tapi jika awan, angin dan hujan bersama, bukankah akan timbul badai besar? Embun pagi yang dingin membasahi gaun hitamku. Aku tak tahu sejak kapan aku ada

Lebih terperinci

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis. A PROLOG lex memacu kudanya secepat yang dia bisa. Matanya bergerak cepat menyisir pemandangan di hadapannya. Dia kenal betul kawasan ini, kawasan terlarang. Tangannya berusaha menarik tali kekang kudanya

Lebih terperinci

Kabut Kotor. Kepiluan alam Terdengar ranting itu menjerit Menghantarkan khayalan umat Mendambakan semerbak angin Yang kini telah lenyap

Kabut Kotor. Kepiluan alam Terdengar ranting itu menjerit Menghantarkan khayalan umat Mendambakan semerbak angin Yang kini telah lenyap Lukisan Jiwa Manusia Kabut Kotor Kepiluan alam Terdengar ranting itu menjerit Menghantarkan khayalan umat Mendambakan semerbak angin Yang kini telah lenyap Jalan itu dipenuhi kabut-kabut kotor Dan udara

Lebih terperinci

Kumpulan Cerpen proyek menulis. Kasih tak sampai. Buku 6

Kumpulan Cerpen proyek menulis. Kasih tak sampai. Buku 6 Kumpulan Cerpen proyek menulis Kasih tak sampai Buku 6 Nulisbuku 2015 2 Daftar Isi Di Penghujung Senja Neni Damayanti Perempuan Pagi Nadia Karima Izzaty Reyla Naila Cahyo Prasetiyo Gadis Kecil Mama Ria

Lebih terperinci

Merenungi Makna di Balik Penetapan Waktu Shalat Thursday, 25 April :16

Merenungi Makna di Balik Penetapan Waktu Shalat Thursday, 25 April :16 Shalat adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya. (QS. An-Nisa: 103). Setiap waktu shalat adalah pembuka titik balik dan cermin bagi umat manusia untuk mengejawantahkan rasa syukur atas kenikmatan yang

Lebih terperinci

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply CHAPTER 1 There s nothing left to say but good bye Air Supply Wolverhampton, 29 Agustus 2006 -Sierra s pov- Happy birthday, Lee! ucapku girang setelah Lee meniup lilin di atas kue ulang tahunnya. Lee,

Lebih terperinci

Kapter dan Master. Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.!

Kapter dan Master. Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.! Kapter dan Master Ugh rasa dingin ini! Aku ingin cepat-cepat melihat matahari lagi.! Tiba-tiba saja tubuhku mulai menghangat. Apa? Apa Matahari mulai bersinar.! Aku perlahan-lahan mulai membuka mataku.

Lebih terperinci

Stupid Love. June 21 st, 2013

Stupid Love. June 21 st, 2013 Stupid Love June 21 st, 2013 Sepasang mata biru terangnya menatapku lekat. Aku menggigit bibir bawahku, menahan kalimat yang tidak ingin aku katakan. Tapi aku harus. Aku harus mengatakannya. Emosiku sudah

Lebih terperinci