III. METODE PENELITIAN. dicapai yaitu penelitian Deskriptif Verifikatif, dengan menggunakan metode pendekatan

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "III. METODE PENELITIAN. dicapai yaitu penelitian Deskriptif Verifikatif, dengan menggunakan metode pendekatan"

Transkripsi

1 III. METODE PENELITIAN A. Metode Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia yag sesuai dega tujua peelitia yag igi dicapai yaitu peelitia Deskriptif Verifikatif, dega megguaka metode pedekata Ex Post Facto da Survei. Berdasarka jeis data yag diaalisisya, peelitia ii tergolog dalam peelitia kuatitatif, yaitu peelitia yag dataya berbetuk agka, atau data kualitatif yag diagkaka (Sugiyoo, 005:3). Ex Post Facto merupaka suatu peelitia yag dilakuka utuk meeliti peristiwa yag telah terjadi da kemudia meruut ke belakag utuk megetahui faktor-faktor yag dapat meimbulka kejadia tersebut. (Sugiyoo, 005: 7). Sedagka peelitia survei meurut Kerliger (996) dalam Riduwa (006: 49), bahwa peelitia survei adalah peelitia yag dilakuka pada populasi besar maupu kecil, tetapi data yag dipelajari adalah data dari sampel yag diambil dari populasi tersebut, sehigga ditemuka kejadia-kejadia relatif, distribusi, da hubuga atar variabel sosiologis maupu psikologis. Populasi adalah wilayah geeralisasi yag terdiri atas subjek atau objek yag mempuyai kualitas da karakteristik tertetu yag diterapka oleh peeliti utuk dipelajari da kemudia ditarik kesimpulaya (Sugiyoo, 005: 7 ). Sedagka peelitia deskriptif verifikatif merupaka peelitia yag bertujua megetahui pegaruh atara dua variabel atau lebih. (Sugiyoo, 005: ). Berdasarka eksplatasiya, peelitia ii merupaka peelitia deskriptif verifikatif. Peelitia deskriptif adalah peelitia yag dilakuka utuk megetahui ilai variabel madiri, baik satu variabel atau lebih (idepede) tapa membuat perbadiga atau

2 meghubugka dega variabel yag lai (Sugioo.005:). Tekik pegambila sampel adalah propability samplig dega meguaka simple radom samplig. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas I semester gajil di SMA Negeri Natar Lampug Selata tahu pelajara 009/00 sebayak 4 kelas dega jumlah siswa 57 siswa. Tabel. Data Jumlah Siswa Kelas I Di SMA Negeri Natar Lampug Selata Tahu Pelajara 009/00 No Kelas Jumlah siswa yag mejadi populasi Kelas I IPS 40 siswa Kelas I IPS 39 siswa 3 Kelas I IPS 3 39 siswa 4 Kelas I IPS 4 39 siswa Jumlah 57 siswa Sumber: Tata Usaha SMA Negeri Natar Lampug Selata Tahu Pelajara 009/00. Berdasarka data di atas dapat diketahui bahwa dalam peelitia ii jumlah populasi yag aka diteliti sebayak 57 siswa dari seluruh populasi itu mempuyai kesempata yag sama utuk dipilih mejadi sampel. Tujua peelitia ii adalah utuk megetahui ketersediaa saraa belajar da kemampua megajar guru terhadap hasil belajar ekoomi siswa kelas I IPS semester gajil SMA Negeri Natar Lampug Selata Tahu Pelajara 009/00. Alat yag diguaka utuk megumpulka data adalah kuisioer (agket) da dokumetasi. Utuk meguji persyarata istrume yag berupa kuisioer atau agket, diguaka uji Validitas dega rumus korelasi Product Momet lalu uji t da uji Reliabilitas dega rumus Alpha. Selajutya utuk tekik aalisis data megguaka uji Normalitas dega rumus Chi Kuadrat da uji Homogeitas dega rumus Bartlett.

3 Utuk meguji hipotesis yag pertama da kedua diguaka Statistik t dega rumus Product Momet, sedagka utuk meguji hipotesis ketiga diguaka Statistik F dega rumus korelasi gada. B. Populasi da Sampel. Populasi subyek atau obyek yag mempuyai kualitas da karakteristik tertetu yag diterapka oleh peeliti da kemudia ditarik kesimpulaya. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas I IPS SMA Negeri Natar Lampug Selata Tahu Pelajara 009/00, yaitu berjumlah 57 siswa, yag terbagi dalam 4 kelas.. Sampel Meurut Sugiyoo (005:56) sampel adalah bagia dari jumlah da karakteristik yag dimiliki oleh populasi. Sedagka meurut Budi Koestoro da Basrowi (006:435) sampel adalah sebagia populasi yag dipilih dega tekik tertetu utuk mewakili populasi. Besarya sampel dalam peelitia ii ditetuka dega rumus T.amae sebagai berikut: N N. d Dimaa : = Jumlah sampel N = Jumlah populasi d = Presisi yag ditetapka (derajat kesalaha samplig) (Sugiyoo, 005:65)

4 Dega populasi 57 siswa da presisi yag ditetapka atau tigkat sigifikasi 0,05, maka besarya sampel pada peelitia ii adalah: dibulatka mejadi 3. 57(0,05) Utuk meetuka besarya sampel pada setiap kelas dilakuka dega rumus alokasi proporsioal radom samplig agar sampel yag diambil lebih proporsioal (Riduwa, 006: 66) hal ii dilakuka dega cara : = N N x Keteraga: = Sampel kelompok = Sampel kelompok N= Populasi kelompok,, da 3 N = Populasi = Total sampel Tabel 3. Peghituga Jumlah Sampel Utuk Masig-Masig Kelas Kelas Perhituga Pembulata Persetase (%) I = 8,7 9 5,6 I = 8 8 4,7 I = 8 8 4,7 I = 8 8 4,7 Jumlah 3 00 Berdasarka data di atas dapat diketahui bahwa dalam peelitia ii jumlah sampel yag aka diteliti sebayak 3 siswa dari seluruh populasi itu mempuyai kesempata yag sama utuk dipilih mejadi sampel.

5 C. Variabel Peelitia Variabel peelitia adalah suatu atribut atau sifat atau ilai dari orag, subyek atau kegiata yag mempuyai variasi tertetu yag ditetapka oleh peeliti utuk dipelajari da ditarik kesimpulaya. (Sugiyoo, 005: 3). Dalam peelitia ii terdapat dua jeis variabel, yaitu variabel bebas (idepede) da variabel terikat (depede). Variabel bebas adalah variabel yag mempegaruhi atau mejadi sebab perubahaya atau timbulya variabel terikat, sedagka variabel terikat adalah variabel yag dipegaruhi atau mejadi yag akibat, karea adaya variabel bebas (Sugiyoo, 005:33).. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yag mempegaruhi variabel lai. Dalam peelitia ii variabel bebasya adalah Ketersediaa Saraa Belajar () da Kemampua Megajar Guru ().. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yag dipegaruhi oleh variabel lai. Variabel terikat dalam peelitia ii adalah Hasil Belajar Ekoomi () yaitu hasil belajar siswa pada tes sumatif semester gajil Tahu Pelajara 009/00. D. Defiisi Operasioal Tabel 4. Defiisi operasioal Variabel Ketersediaa Saraa Balajar () Kosep Variabel Saraa belajar adalah segala kebutuha logistic tertetu yag dibutuhka dalam belajar seperti ruag belajar yag bebas dari gaggua, situasi da suhu udara yag baik da Idikator Sub Idikator Skala. Ruag belajar yag bebas dari gaggua. Suhu udara serta peeraga yag baik. Bebas dari gaggua. Jauh dari kebisiga. Sirkulasi udara yag baik. Peeraga yag baik Ordial (Skala Likert)

6 peeraga serta perlegkapa yag baik da cukup (Hasbullah Tabray, 999:48) 3. Perlegkapa belajar. Alat-alat belajar yag dimiliki. Kelegkapa sumber belajar siswa 3. Pemafaata saraa belajar Kemampua Megajar Guru () Hasil Belajar Ekoomi () Kemampua megajar guru diukur oleh taksoomi yaitu kemampua kogitif, kemampua afektif, Da kemampua psikomotorik (Tim Dose Malag) Hasil belajar adalah tigkat keberhasila belajar siswa yag diukur dari ilai ujia Kemampua Kogitif Kemampua Afektif Kemampua Psikomotorik Nilai ujia hasil semester -Ijazah sesuai dega bidagya -Tempat bertaya siswa saat dibutuhka -Memahami bidag ilmuya -Meguasai materi Materi sesuai RPP -Megajar tepat waktu -Peduli pada prestasi siswa -Memberi remedial -Megajar sesuai bidagya -Perhatia yag sama -Padai memaduka materi -Terampil membuat program -Peilaia traspara -Membuat media -Meguasai kelas Ordial (Skala Likert) Iterval E. Skala Pegukura Variabel Skala pegukura merupaka kesepakata yag diguaka sebagai acua utuk meetuka pajag pedekya iterval yag ada dalam alat ukur, sehigga alat ukur tersebut bila diguaka dalam pegukura meghasilka data kuatitatif. ( Sugiyoo, 005: 85). Dega skala pegukura ii, maka ilai variabel yag diukur dega istrume tertetu dapat diyataka dalam betuk agka, sehigga aka labih akurat, efisie, da komuikatif.

7 F. Tekik Pegumpula Data. Observasi Observasi dilakuka utuk megumpuka data keadaa sekolah, proses belajar megajar, ilai ujia akhir siswa, jumlah siswa, jumlah guru, serta feomea atau kejadia-kejadia pada subjek peelitia megeai objek peelitia.. Agket Agket adalah sejumlah pertayaa tertulis yag diguaka utuk memperoleh iformasi dari respode (Suharsimi Arikuto, 998:40). Tekik ii diguaka utuk megumpulka data tetag ketersediaa saraa belajar da kemampua megajar guru. 3. Dokumetasi Meurut Budi Koestoro & Basrowi (006:4) dokumetasi merupaka suatu cara pegumpula data yag meghasilka catata-catata petig yag berhubuga dega masalah yag diteliti, sehigga aka diperoleh data yag legkap, syah da buka berdasarka perkiraa. Tekik ii diguaka utuk medapatka data tetag ilai mata pelajara ekoomi/akutasi, jumlah siswa, jumlah teaga pegajar, da keadaa sekolah tempat peelitia. Dokumetasi yag diguaka dalam peelitia ii adalah jumlah siswa, jumlah guru, saraa balajar yag tersedia, da prestasi semester gajil pada siswa kelas I IPS SMA Negeri Natar Lampug Selata tahu pelajara 009/ Iterview (Wawacara) Iterview diguaka sebagai tekik pegambila data, apabila peeliti igi melakuka studi pedahulua utuk meetuka permasalaha yag harus diteliti, da juga apabila peeliti igi megetahui hal-hal dari respode yag lebih medalam da jumlah

8 respodeya sedikit/kecil (Sugiyoo, 004: 30) Tekik dokumetasi diguaka utuk medapatka data berupa ilai prestasi belajar ekoomi siswa, jumlah siswa da data-data lai yag berhubuga dega peelitia. 5. Studi Kepustakaa Studi kepustakaa dilakuka utuk memperoleh data atau iformasi yag bersifat teoritis, prisip da kosep yag bersumber dari buku, makalah atau literaturlaiya yag berkaita dega permasalaha yag aka diteliti. G. Uji Persyarata Istrume. Uji Validitas Agket Validitas adalah suatu ukura yag meujukka tigkat kevalida atau keshahiha suatu istrume. Utuk meguji tigkat validitas tes da agket diguaka rumus Korelasi Product Momet, yaitu: r hit Keteraga: rhit = koefisie korelasi atara Variabel da Variabel = Jumlah respode Kriteria pegujia, apabila r hitug > rtabel maka alat pegukura atau agket tersebut adalah valid da sebalikya jika r hitug < r tabel maka alat pegukura atau agket tersebut tidak valid. (Riduwa, 004: 09). Uji Reliabilitas Agket

9 Reliabilitas adalah alat utuk megukur sejauh maa alat ukur yag diguaka dapat dipercaya dalam peelitia ii. Utuk meguji reliabilitas megguaka rumus Alpha, yaitu: k r k keteraga: S S t i r k = Nilai reliabilitas istrume = Jumlah item S i = Jumlah varias skor tiap item St = Varias total (Riduwa, 005:5) Dega kreteria pegujia apabila rhit > rtab dega taraf sigifikasi 0,05, maka pegukura tersebut reliabel da sebalikya jika rhit < rtab maka pegukura tersebut tidak reliabel. jika alat istrume tersebut reliabel, maka dilihat kreteria peafsira megeai ideks korelasi (r) sebaai berikut: 0,800 sampai dega,00 = Sagat tiggi 0,600 sampai dega 0,799 = Tiggi 0,400 sampai dega 0,599 = Cukup 0,00 sampai dega 0,399 = Redah 0,000 sampai dega 0,99 = Sagat redah H. Tekik Aalisis Data

10 Sehubuga data dalam istrume peelitia ii masih berbetuk ordial, maka diguaka Methode Of Sucsessive Iterval (MSI) yaitu suatu metode yag diguaka utuk meaikka atau megubah tigkat pegukura dari data ordial mejadi data iterval. Dega lagkah-lagkah sebgai berikut: Lagkah Mecari skor terbesar da terkecil Lagkah Mecari ilai retaga (R) R = skor terbesar skor terkecil Lagkah 3 Mecari bayakya kelas (BK) BK = + 3,3 Log (Rumus Sturgess) Lagkah 4 Mecari ilai pajag kelas (i) I = R/BK Lagkah 5 Membuat tabulasi dega tabel peolog No. Kelas Iterval f Nilai Tegah (xi) xi o.xi o.xi Lagkah 6 Mecari rata-rata dega rumus f xi Lagkah 7 Mecari simpaga baku (Stadar Deviasi) dega rumus: S. f xi f xi Lagkah 8 Megubah data ordial mejadi data iterval dega rumus : Ti 50 0 (Riduwa, 004:87) xi s x

11 I. Uji Normalitas da Homogeitas. Uji Normalitas Uji ormalitas yag diguaka dalam peelitia ii adalah Chi Kuadrat dega lagkah-lagkah sebagai berikut:. Mecari skor terbesar da terkecil. Mecari ilai retaga (R) 3. Mecari bayakya kelas (BK) yaitu bega rumus Sturgess BK = + 3,3 log 4. Mecari pajag kelas ( i ) dega rumus: 5. Membuat tabulasi dega tabel peolog i R BK 6. Mecari rata-rata/mea ( _ ) yaitu dega rumus: 7. Mecari simpaga baku (S) yaitu dega rumus: _ fx i S fx i fx i 8. Membuat daftar frekuesi yag diharapka dega jala:.) Meetuka batas kelas, yaitu agka skor kiri kelas iterval pertama dikurag 0,5 da kemudia agka skor kaa kelas iterval ditambah 0,5.) Mecari ilai Z-score utuk batas kelas iterval dega rumus: Z bataskelas s _ 3.) Mecari luas 0 Z dari tabel kurve ormal dari 0 Z dega megguaka agka-agka batas kelas 4.) Mecari luas tiap kelas dega cara meguragka agka 0 Z.

12 kecuali agka yag berada pada baris palig tegah ditambah dega agka pada baris berikutya. 5.) Mecari frekuesi yag diharapka (fe) dega cara megalika luas tiap iterval dega jumlah respode () 9. Mecari Chi Kuadrat hitug (x hit ) dega rumus: k fo fe fe keteraga: fo = frekuesi sebearya fe = frekuesi harapa 0. Membadigka hit dega tabel dega membadigka hit dega ilai hit utuk = 0,05 da dk = k- Kreteria pegujia jika hit tabel maka distribusi data tidak ormal da jika hit tabel artiya data berdistribusi ormal. (Riduwa, 004: 79). Uji Homogeitas Uji Homogeitas diguaka utuk megetahui apakah data berasal dari populasi yag homoge atau tidak. utuk meguji homogeitas data diguaka Uji Barlett. Dega lagkah-lagkah sebagai berikut:. Meghitug varias gabuga dari semua sampeldega rumus: S i i S t

13 . Harga satua B, dega rumus: B logs i 3. Uji Barlett diguaka statistik Chi Kuadrat, dega rumus: I0 B i logs Dega kreteria pegujia jika hit < tabel maka variabel bersifat homoge, sedagka jika hit > tabel maka variabel tidak homoge. Didapat dari distribusi chi kuadrat dega peluag (- ) da dk =(k-). Dega taraf yata 0,05. (Sudjaa, 00: 6) J. Uji Keberartia da Keliiera. Uji Keberartia Uji keberartia da keliiera dilakuka utuk megetahui apakah pola regresi betukya liier atau tidak serta koefisie arahya berarti atau tidak. Utuk uji keberartia regresi liier multiple megguuaka statistik F dega rumus : F S reg S sis Keteraga : S reg = Varias regresi S sis = Varias sisa Dega dk pembilag da dk peyebut - dega = 0,05. Kriteria uji, apabila Fhitug > Ftabel maka Ho ditolak yag meyataka arah regresi berarti. Sebalikya apabila Fh < Ft maka Ho diterima yag meyataka koefisie arah regresi tidak berarti. Utuk mecari Fhitug diguaka tabel ANAVA berikut:

14 Tabel 5. Tabel Aalisis Varias Sumber Varias Koefisie Regresi (b/a) Sisa Keteraga : dk Jumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tegah (KT) JK (a) JK (a) JK (b/a) JK (s) S reg = JK b/a) S res = JK (s) - Fhitug S reg S sis JK (a) = ( ) / N JK b/a = b JK (S) = JK (T) JK (a) JK b/a JK (T) = S reg = Varia regresi S sis = Varia sisa = bayakya respode. (Riduwa, 004: 86). Uji Keliiera Uji Keliiera regresi liier multiple dega megguaka statistik F dega rumus : S TC S G F Keteraga :

15 S TC = Varia Tua Cocok S G = Varia Galat Dega dk (k-) dega dk peyebut (-k) dega = 0,05 tertetu. Kriteria uji, apabila Fh<Ft maka Ho ditolak yag meyataka liier da sebalikya jika Fh>Ft maka Ho diterima yag meyataka tidak liier. Utuk mecari F hitug diguaka tabel ANAVA sebagai berikut : Tabel Aalisis Varias Sumber Varia Tua Cocok dk Jumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tegah (KT) k- JK (TC) JK (TC) S TC = k - JK (G) S res = - Galat JK (G) = (T)- JK(a)-JKb/a Fhitug S TC S G Keteraga : JK (a) = ( ) / JK b/a = b N JK (T) = JK (a) JK b/a JK (T) = JK (G) = JK(TC) = JK(S) JK(G) S reg = Varia regresi S sis = Varia sisa

16 = bayakya respode (Riduwa, 004: 87) K. Pegujia Hipotesis Utuk megukur besarya pegaruh variabel bebas terhadap variabel terikat da juga utuk megukur tigkat sigifika atara da diguaka aalisis regresi.. Regresi Liier Sederhaa Utuk meguji hipotesis pertama da kedua yaitu pegaruh ketersediaa saraa belajar terhadap hasil belajar ekoomi da pegaruh kemampua megajar guru terhadap hasil belajar ekoomi diguaka statistik t dega model regresi liier sederhaa, yaitu : = a + b Keteraga : a b Keteraga: = Subyek dalam variabel yag diprediksikaa a = Nilai itercept (kostata) harga jika =0

17 b = Koefisie arah regresi peetu ramala (prediksi) yag meujukka ilai peigkata atau peurua variabel = Subyek pada variabel bebas yag mempuyai ilai tertetu Rumus utuk meguji hipotesis statistik megguaka statistik t, yaitu: t 0 b Sb Keteraga : to b = Nilai teoritis observasi = Koefisie arah regresi Sb = Stadar deviasi Kriteria pegujia hipotesis yaitu: Jika to > ttabel maka Ho ditolak da jika to ttabel maka Ho diterima. ttabel diperoleh dari daftar distribusi t dega peluag (- ) da dk = -. (Sudjaa, 00: 35). Regresi Liier Multiple Utuk hipotesis ketiga yaitu utuk megetahui pegaruh ketersediaa saraa belajar terhadap hasil belajar ekoomi da kemampua megajar guru terhadap hasil belajar ekoomi diguaka rumus model regresi liier multipel, yaitu : ^ a b b b b ^ = Nilai ramala utuk variabel a = kostata ( koefisoie a) bb = Koefisiearah regresi = Variabel bebas Kemudia dilajutka dega uji F utuk melihat ada tidakya pegaruh gada atara,, terhadap, dilajutka dega uji F.

18 F JK JK Re s Re g / k / k JKreg = b + b + b33...+b JK res = - JKReg Dega kreteria pegujia Ho ditolak jika Fhitug > Ftabel demikia juga sebalikya. Dega Ftabel utuk dk pembilag = k da dk peyebut ( -k-) da taraf sigifikasi 0,05%. (Sudjaa, 00:370).

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Way Tuba Tahun Ajaran

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Way Tuba Tahun Ajaran III. METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia ii dilaksaaka di SMA Negeri 1 Way Tuba Tahu Ajara 013-014 pada bula september tahu 013. B. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan. 9 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi Da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di MTs Muhammadiyah Natar Lampug Selata. Populasiya adalah seluruh siswa kelas VIII semester geap MTs Muhammadiyah Natar Tahu Pelajara

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode dalam Penelitian ini adalah penelitian ex post facto dan survey yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode dalam Penelitian ini adalah penelitian ex post facto dan survey yang 9 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode dalam Peelitia ii adalah peelitia ex post facto da survey yag megambil sampel dari satu populasi. Peelitia ex post facto merupaka peelitia dimaa variabel-variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Peelitia ii megguaka metode peelitia Korelasioal. Peelitia korelasioaal yaitu suatu metode yag meggambarka secara sistematis da obyektif tetag hubuga atara

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Badar Lampug tahu pelajara 2009/2010 sebayak 279 orag yag terdistribusi dalam tujuh

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Kotaagug Tahu Ajara 0-03 yag berjumlah 98 siswa yag tersebar dalam 3

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas I MIA SMA Negeri 5 Badar Lampug Tahu Pelajara 04-05 yag berjumlah 48 siswa. Siswa tersebut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional, yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode korelasioal, yaitu Peelitia korelasi bertujua utuk meemuka ada atau tidakya hubuga atara dua variabel atau

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai dega Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur 0 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia

Lebih terperinci

BAB III METODE PE ELITIA

BAB III METODE PE ELITIA BAB III METODE PE ELITIA A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode peelitia deskriptif dega peelitia jeis metode survey. Kerligger dalam Riduwa, (007:49) meyebutka bahwa, Peelitia

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang terdistribusi dalam enam kelas. Setiap kelas memiliki kemampuan matematika

III. METODE PENELITIAN. yang terdistribusi dalam enam kelas. Setiap kelas memiliki kemampuan matematika III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Badar Lampug semester geap tahu pelajara 011/01 sebayak 195 siswa yag terdistribusi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi, 7 III. METODE PENELITIAN 3.1 Idetifikasi Masalah Variabel yag diguaka dalam peelitia ii adalah variabel X da variabel Y. Variabel X merupaka variabel bebas adalah kepemimpia da motivasi, variabel Y merupaka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Racaga Peelitia 1. Pedekata Peelitia Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif karea data yag diguaka dalam peelitia ii berupa data agka sebagai alat meetuka suatu keteraga.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka dari bula Agustus-September 03.Peelitia ii dilakuka di kelas X SMA Muhammadiyah Pekabaru semester gajil tahu ajara 03/04. B. Subjek

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian BAB II METODOLOGI PEELITIA 2.1. Betuk Peelitia Betuk peelitia dapat megacu pada peelitia kuatitatif atau kualitatif. Keragka acua dalam peelitia ii adalah metode peelitia kuatitatif yag aka megguaka baik

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Aalisis Regresi Istilah regresi pertama kali diperkealka oleh seorag ahli yag berama Facis Galto pada tahu 1886. Meurut Galto, aalisis regresi berkeaa dega studi ketergatuga dari suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jeis da Sumber Data Jeis peelitia yag aka diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia Deskriptif. Dimaa jeis peelitia deskriptif adalah metode yag diguaka utuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Dalam melakuka peelitia, terlebih dahulu meetuka desai peelitia yag aka diguaka sehigga aka mempermudah proses peelitia tersebut. Desai peelitia yag diguaka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metodologi peelitia berasal dari kata metode yag artiya cara yag tepat utuk melakuka sesuatu, da logos yag artiya ilmu atau pegetahua. Jadi metodologi artiya cara melakuka sesuatu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 20 Bandar Lampung, dengan populasi 5 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMPN 0 Badar Lampug, dega populasi seluruh siswa kelas VII. Bayak kelas VII disekolah tersebut ada 7 kelas, da setiap kelas memiliki

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 1 Seputih Agug. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seputih Agug sebayak 248 siswa

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIA SMA Negeri 1 Kampar, 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas I MIA MA Negeri Kampar, pada bula April-Mei 05 semester geap Tahu Ajara 04/05 B. ubjek da Objek Peelitia ubjek dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilakukan bermaksud mengetahui Pengaruh Metode Discovery Learning 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii digologka ke dalam peelitia eksperime. Eksperime yag dilakuka bermaksud megetahui Pegaruh Metode Discovery Learig terhadap Kemampua Pemecaha

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Racaga da Jeis Peelitia Racaga peelitia ii adalah deskriptif dega pedekata cross sectioal yaitu racaga peelitia yag meggambarka masalah megeai tigkat pegetahua remaja tetag

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika, meurut Arikuto (998:73)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasi, yaitu suatu metode yag secara sistematis meggambarka tetag hubuga pola asuh orag tua dega kosep

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desai Peelitia Desai peelitia adalah suatu cetak biru (blue prit) dalam hal bagaimaa data dikumpulka, diukur, da diaalisis (Umar, 008:4). Pada peelitia kali ii aka megguaka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Peelitia ii bertujua utuk megetahui apakah terdapat perbedaa hasil belajar atara pegguaa model pembelajara Jigsaw dega pegguaa model pembelajara Picture ad Picture

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa 54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia deskriptif dega pedekata kuatitatif karea bertujua utuk megetahui kompetesi pedagogik mahasiswa setelah megikuti mata kuliah

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Peelitia ii bertujua utuk megetahui model pembelajara PBI (Problem Based Istructio) lebih efektif dari pembelajara kovesioal terhadap hasil belajar siswa

Lebih terperinci

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) Setiap peelitia selalu berkeaa dega sekelompok data. Yag dimaksud kelompok disii adalah: Satu orag mempuyai sekelompok data, atau sekelompok orag mempuyai satu

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu

III. METODOLOGI PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (1991 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu cara tertetu yag diguaka utuk meeliti suatu permasalaha sehigga medapatka hasil atau tujua yag diigika. Meurut Arikuto (99 :

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. ilmu pengetahuan. Sukardi (2008, 19 ) mengatakan bahwa metodologi

III METODE PENELITIAN. ilmu pengetahuan. Sukardi (2008, 19 ) mengatakan bahwa metodologi III METODE PENELITIAN A. Metodologi Peelitia Metode peelitia sagat diperluka utuk meetuka data da pegembaga suatu pegetahua da serta utuk meguji suatu kebeara ilmu pegetahua. Sukardi (008, 9 ) megataka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode peelitia diartika sebagai cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu. Cara ilmiah berarti kegiata peelitia itu didasarka pada ciri-ciri keilmua,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi da objek peelitia Lokasi peelitia dalam skripsi ii adalah area Kecamata Pademaga, alasa dalam pemiliha lokasi ii karea peulis bertempat tiggal di lokasi tersebut sehigga

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia adalah suatu cara ilmiah utuk medapatka data dega tujua tertetu. Peelitia yag megagkat judul Efektivitas Tekik Permaia Pioy Heyo dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode kuatitatif dega eksperime semu (quasi eksperimet desig). Peelitia ii melibatka dua kelas, yaitu satu

Lebih terperinci

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 8 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode ex post facto. Ada dua variabel dalam proses peelitia ii yaitu variabel bebas (variabel ) adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment 41 BAB III MTODOLOGI PNLITIAN 3.1. Desai da Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode quasi experimet dega desai peelitiaya megguaka The Radomize Pretest-Posttest Cotrol Group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Tujua yag igi dicapai dalam peelitia ii adalah:. Utuk megetahui perbedaa hasil belajar atara model pembelajara tutor sebaya dalam kelompok kecil dega model pembelajara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Berdasarkan permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai, maka jenis

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis / Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. Berdasarkan permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai, maka jenis BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis / Racaga Peelitia da Metode Pedekata Berdasarka permasalaha da tujua yag hedak dicapai, maka jeis peelitia ii adalah jeis peelitia kuatitatif yaitu studi korelasi (hubuga)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujua Peelitia Tujua yag igi dicapai dari peelitia ii tidak lepas dari permasalaha yag ada yaitu:. Utuk megetahui ketutasa hasil belajar peserta didik dega megguaka peta kosep

Lebih terperinci

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuda berjumlah 25

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuda berjumlah 25 18 III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Baha Peelitia 3.1.1 Objek Peelitia Terak yag diguaka dalam peelitia ii adalah kuda berjumlah 25 ekor terdiri dari 5 jata da 20 betia dega umur berkisar atara 10 15

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mencari jawaban, atau menggambarkan permasalahan yang akan dibahas. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. mencari jawaban, atau menggambarkan permasalahan yang akan dibahas. Metode 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka suatu pedekata yag diguaka utuk mecari jawaba, atau meggambarka permasalaha yag aka dibahas. Metode peelitia, dapat dikataka sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Peelitia Pada bab ii aka dijelaska megeai sub bab dari metodologi peelitia yag aka diguaka, data yag diperluka, metode pegumpula data, alat da aalisis data, keragka

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABARO ABSTRAK

HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABARO ABSTRAK HUBUNGAN MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII MTsN KUTABARO Ayu Safitri 1, Hasmuir 2, Thamri Kamaruddi 3 1 Email: safitria272@gmail.com 2 Pedidika Geografi,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Metodologi megadug maka yag lebih luas meyagkut prosedur da cara melakuka verifikasi data yag diperluka utuk memecahka atau mejawab masalah peelitia, termasuk

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian aplikatif karena peneliti ingin

BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian aplikatif karena peneliti ingin BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN A. Desai Peelitia Peelitia ii diarahka sebagai peelitia aplikatif karea peeliti igi megetahui peerapa suatu perlakua terhadap suatu variabel. Perlakua dalam peelitia

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 19 3 METODE PENELITIAN 3.1 Keragka Pemikira Secara rigkas, peelitia ii dilakuka dega tiga tahap aalisis. Aalisis pertama adalah megaalisis proses keputusa yag dilakuka kosume dega megguaka aalisis deskriptif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Objek peelitia merupaka sasara utuk medapatka suatu data. Jadi, objek peelitia yag peulis lakuka adalah Beba Operasioal susu da Profit Margi (margi laba usaha).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Data Respode Respode dalam peelitia ii adalah karyawa PT. Lucky Samudra Pratama di wilayah Jakarta Utara. Respode yag mejawab kuesioer sebayak orag. Kuesioer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA N 10 Pekanbaru, semester 3 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kelas X MA N 0 Pekabaru, semester tahu ajara 03/04. Waktu pegambila data dilaksaaka pada bula eptember 03. B. Objek da

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia yag dilakuka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasioal. Peelitia korelasioal pada peelitia ii bertujua utuk megetahui adaya hubuga atara bakat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kuantitatif, karena 7 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia deskriptif-kuatitatif, karea melalui peelitia ii dapat dideskripsika fakta-fakta yag berupa kemampua siswa kelas VIII SMP

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA

Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA 1 Makalah ANALISIS REGRESI DAN REGRESI GANDA Disusu oleh : 1. Rudii mulya ( 41610010035 ). Falle jatu awar try ( 41610010036 ) 3. Novia ( 41610010034 ) Tekik Idustri Uiversitas Mercu Buaa Jakarta 010 Rudii

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 III. METODE PENELITIAN A. Latar Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia yag megguaka total sampel yaitu seluruh siswa kelas VIII semester gajil SMP Sejahtera I Badar Lampug tahu pelajara 2010/2011 dega

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. data dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. data dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang 54 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia merupaka strategi umum yag diaut dalam pegumpula data da aalisis data yag diperluka, gua mejawab persoala yag dihadapi. Metode merupaka

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukit Kemuning Tahun Pelajaran 6 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 3 Bukit Kemuig Tahu Pelajara 0/0. Populasi peelitia ii adalah seluruh kelas VII yag terdiri dari 4 kelas yaitu VII-A,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Menurut Sukardi, (2003:17) Metodologi penelitian adalah cara yang 5 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Meurut Sukardi, (003:7) Metodologi peelitia adalah cara yag dilakuka secara sistematis megikuti atura-atura, direcaaka oleh para peeliti utuk memecahka permasalaha

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Dalam peelitia ii, pegambila da peroleha data dilakuka di UKM. Bakso Solo, Bakauhei, Lampug Selata. Utuk pegukura kualitas pelayaa, objek yag diteliti adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk pengampilan data dilakukan pada bulan Juli tahun 2013, tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk pengampilan data dilakukan pada bulan Juli tahun 2013, tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia dilaksaaka di SMAN Siak Hulu pada kelas I IPA semester gajil. Utuk pegampila data dilakuka pada bula Juli tahu 03, tahu ajara 03/04. B. Objek

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29)

III. METODELOGI PENELITIAN. Metodelogi adalah sekumpulan prosedur yang terdokumentasi. dalam penelitian. Soekidjo Notoatmodjo, (2002:29) III. METODELOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Metodelogi adalah sekumpula prosedur yag terdokumetasi medefiisika siklus pemecaha masalah atau pegembagaya da meetuka bagaimaa sistem aka dibagu metodelogi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disai Peelitia Tujua Jeis Peelitia Uit Aalisis Time Horiso T-1 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-2 Assosiatif survey Orgaisasi Logitudial T-3 Assosiatif survey Orgaisasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian ditentukan guna menjawab BAB III METODE PENELITIAN Metode peelitia merupaka suatu cara atau prosedur utuk megetahui da medapatka data dega tujua tertetu yag megguaka teori da kosep yag bersifat empiris, rasioal da sistematis.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif BAB III METODOLOGI PENELITIAN A Metode da Disai Peelitia Metode Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif dega metode deskriptif korelasioal karea peelitia berusaha meyelidiki hubuga atara beberapa variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis peelitia Peelitia ii merupaka jeis peelitia eksperime. Karea adaya pemberia perlakua pada sampel (siswa yag memiliki self efficacy redah da sagat redah) yaitu berupa layaa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah.

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN. Perumusan - Sasaran - Tujuan. Pengidentifikasian dan orientasi - Masalah. BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Perumusa - Sasara - Tujua Pegidetifikasia da orietasi - Masalah Studi Pustaka Racaga samplig Pegumpula Data Data Primer Data Sekuder

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tempat da Waktu Peelitia ii dilakuka di ligkuga Kampus Aggrek da Kampus Syahda Uiversitas Bia Nusatara Program Strata Satu Reguler. Da peelitia dilaksaaka pada semester

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran TSTS (Two Stay A III METODOLOGI PENELITIAN Peelitia ii adalah peelitia eksperime yag dilakuka terhadap dua kelas, yaitu kelas eksperime da kotrol. Dimaa kelas eksperime aka medapat perlakua dega megguaka model pembelajara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara mencari kebenaran dan asas-asas gejala

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara mencari kebenaran dan asas-asas gejala BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode peelitia adalah cara mecari kebeara da asas-asas gejala alam masyarakat atau kemausiaa berdasarka disipli ilmu yag bersagkuta. (Kamus Besar Bahasa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di tiga kator PT Djarum, yaitu di Kator HQ (Head Quarter) PT Djarum yag bertempat di Jala KS Tubu 2C/57 Jakarta Barat,

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

IIL. METODELOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Metode

IIL. METODELOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Metode 9 IIL. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah eksperime. Metode eksperime bertujua utuk megetahui adaya pegaruh akibat dari suatu perlakua atau treatmet. Meurut

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa Pengaruh Primary Ratio (PR) dan Quick Ratio

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa Pengaruh Primary Ratio (PR) dan Quick Ratio BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Obyek Peelitia Peelitia ii megaalisa Pegaruh Primary Ratio (PR) da Quick Ratio (QR) Dalam peelitia ii, yag mejadi obyek peelitia adalah PT. Bak Negara Idoesia Syariah.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujua Peelitia Berdasarka rumusa masalah yag ada, maka tujua peelitia ii ialah utuk medapatka pegetahua yag tepat utuk memperoleh data empiris da fakta-fakta yag tepat,

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. disengaja ditimbulkan oleh peneliti (Arikunto, 2006:3). Dengan cara ini peneliti sengaja

METODOLOGI PENELITIAN. disengaja ditimbulkan oleh peneliti (Arikunto, 2006:3). Dengan cara ini peneliti sengaja III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelitia Metode peelitia yag diguaka dalam peelitia ii adalah metode eksperime. Eksperime adalah cara utuk mecari hubuga sebab akibat atara dua faktor yag disegaja

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi da Subyek Populasi/Sampel Peelitia 1. Lokasi Peelitia Peelitia ii berada di Sekolah Meegah Kejurua Negeri 9 Badug yag beralamatka di Jala Soekaro Hatta KM 9 Badug.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi da Sampel Peelitia 1. Lokasi Lokasi peelitia adalah tempat melakuka kegiata peelitia gua memperoleh data yag dibutuhka.lokasi peelitia adalah SMK 2 Baleedah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2015) yang mengatakan bahwa metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2015) yang mengatakan bahwa metode penelitian BAB III METODE PENELITIAN Meetuka metode yag diguaka dalam sebuah peelitia merupaka hal yag petig, karea setiap permasalaha memerluka metode yag sesuai dega agar dapat diperoleh hasil peelitia yag valid

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi da Sampel Peelitia 1. Lokasi Lokasi peelitia adalah tempat melakuka kegiata gua memperoleh data yag berasal dari respode. Lokasi peelitia ii bertempat di SMK

Lebih terperinci

TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN SISWA KELAS VI SD X SURABAYA

TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN SISWA KELAS VI SD X SURABAYA TINGKAT PENGUASAAN OPERASI HITUNG PADA BILANGAN PECAHAN SISWA KELAS VI SD X SURABAYA Maria Prisca Adryai 1, Milla Kamilatuzzahroh 2 1 Program StudiStatistika, Fakultas MIPA UNIPA Surabaya [maria08prisca@gmail.com]

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Peelitia Meurut Sugiyoo (2010, hlm. 3) pegertia dari obyek peelitia adalah sasara ilmiah utuk medapatka data dega tujua da keguaa tertetu tetag sesuatu hal

Lebih terperinci

HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH ABSTRAK

HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH ABSTRAK HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH Amelia Zahara 1, M. Yusuf Haru 2, Abdul Wahab Abdi 3 1 Email: ameliazahara@widowslive.com

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Ngemplak.Sekolah ini beralamatkan di jalan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Ngemplak.Sekolah ini beralamatkan di jalan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMA Negeri 1 Ngemplak.Sekolah ii beralamatka di ala Embarkasi Hai Doohuda, kecamata Ngemplak, Kabupate Boyolali, Provisi Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pelajaran 2012/2013 selama 2 bulan yakni november-desember, dari kegiatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pelajaran 2012/2013 selama 2 bulan yakni november-desember, dari kegiatan 4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat da Waktu Peelitia 3.1.1 Tempat Peelitia Peelitia ii aka dilaksaaka di SMP Negeri 1 Tilog Kabila pada siswa kelas VIII tahu pelajara 01-013 3.1. Waktu Peelitia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah: BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Variabel da Defiisi Operasioal Variabel-variabel yag diguaka pada peelitia ii adalah: a. Teaga kerja, yaitu kotribusi terhadap aktivitas produksi yag diberika oleh para

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan suatu kegiatan pengumpulan, pengolahan,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan suatu kegiatan pengumpulan, pengolahan, BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode peelitia Peelitia merupaka suatu kegiata pegumpula, pegolaha, peyajia da aalisis data yag dilakuka secara sistematis da efisie utuk memecahka suatu masalah. Peelitia

Lebih terperinci

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP

STATISTICS. Hanung N. Prasetyo Week 11 TELKOM POLTECH/HANUNG NP STATISTICS Haug N. Prasetyo Week 11 PENDAHULUAN Regresi da korelasi diguaka utuk megetahui hubuga dua atau lebih kejadia (variabel) yag dapat diukur secara matematis. Ada dua hal yag diukur atau diaalisis,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat da Waktu Kegiata dilakuka di Divisi Tresuri Bak XYZ dari bula Jauari - April 2011. Pegambila data dilakuka di beberapa wilayah pemasara yaitu di wilayah Jakarta,

Lebih terperinci