STUDI MENGENAI KINERJA WEBSERVER BERBASIS LINUX MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LOAD BALANCING

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STUDI MENGENAI KINERJA WEBSERVER BERBASIS LINUX MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LOAD BALANCING"

Transkripsi

1 STUDI MENGENAI KINERJA WEBSERVER BERBASIS LINUX MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LOAD BALANCING Burhanudin 1, Yusep Rosmansyah 2 1 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, ABSTRAK, Kebutuhan informasi kondisi produksi yang cepat dan akurat bagi seorang eksekutif di industri beras sangat penting. Hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas beras yang dihasilkan maupun efisiensi modal dan waktu. Untuk mendapatkan kualitas beras yang aromatikanya baik sangat bergantung pada waktu penyimpanan yang tidak lebih dari 14 hari. Pada penelitian ini dilakukan proses perancangan dan implementasi Executive Information System (EIS) sebagai media monitoring proses produksi beras dimulai dari tahap pra panen hingga tahap pasca panen. PAS framework, metoda Critical Success Factors (CSFs) serta penentuan Key Performance Indicator (KPI) digunakan untuk menentukan kebutuhan informasi. Bentuk penampilan informasi yang berupa dashboard dirancang menggunakan Metodologi Eva. Hasil dari penelitian ini berupa prototipe aplikasi EIS berbasis web serta aplikasi mobile yang dapat mengakses data di server melalui koneksi HTTP. Informasi yang ditampilkan memuat kebutuhan informasi seorang eksekutif di bidang industri beras dalam proses monitoring pra panen dan pasca panen. Pengujian terhadap aplikasi menunjukkan bahwa dengan acuan tarif Rp.1/KB, biaya penggunaan minimal untuk mendapatkan informasi menggunakan browser sebesar dari Rp 79. Berdasarkan karakteristik yang dimilikinya, aplikasi ini layak disebut sebagai web dan mobile Executive Information System. Kata Kunci: Critical Success Factors, dashboard, Executive Information System, Metodologi Eva, PAS framework, I. PENDAHULUAN Dengan pertumbuhan internet yang semakin pesat, server internet harus menghadapi tuntutan yang lebih besar dari sebelumnya. Jumlah client yang harus dilayani oleh server meningkat secara drastis, beberapa situs bahkan telah menerima ratusan ribu koneksi dari client secara simultan. Dengan meningkatnya jumlah pengguna dan meningkatnya beban kerja, perusahaan seringkali khawatir dengan sistem yang mereka miliki dari waktu ke waktu. Selain itu, respon cepat dan ketersediaan 24x7 merupakan persyaratan utama untuk aplikasi bisnis penting, sebagai situs yang bersaing untuk menawarkan akses ke pengguna dengan layanan yang terbaik. Oleh karena itu, persyaratan hardware dan software sebagai solusi untuk mendukung sistem yang menyediakan layanan bersifat highly scalable dan highly available dapat diringkas sebagai berikut : Scalability, ketika beban yang ditawarkan ke layanan meningkat, sistem dapat di turunkan untuk memenuhi persyaratan. 24x7 availability, layanan secara keseluruhan harus tersedia 24x7, meskipun parsial transient kegagalan hardware dan software. Manageability, meskipun seluruh sistem mungkin secara fisik besar, harus mudah untuk mengelola. Cost-effectiveness, seluruh sistem harus ekonomis untuk membeli dan memperluas. Sebuah server tunggal biasanya tidak cukup untuk menangani beban yang meningkat drastis. Proses upgrade server sangat kompleks, dan single server adalah titik tunggal kegagalan (single point of failure). Semakin tinggi server di-upgrade, biaya yang dikeluarkan juga akan jauh lebih tinggi. Pada penelitian ini akan mempelajari mengenai desain sistem server load balancing yang memiliki beberapa keuntungan, termasuk fleksibilitas, skalabilitas, ketersediaan dan keamanan. II. KAJIAN LITERATUR Load balancing adalah suatu metode untuk mendistribusikan beban kepada beberapa host sehingga beban kerja menjadi lebih ringan. Ini bertujuan agar waktu rata-rata mengerjakan tugas menjadi singkat dan dapat menaikkan utilitas prosesor. Load balancing dapat diimplementasikan dengan hardware khusus, software maupun gabungan keduanya. Konfigurasi standar yang ada memberi gambaran bahwa satu mesin ditempatkan diantara client dan server, mesin ini disebut sebagai load balancer karena tugasnya adalah memberikan balancing pada request dari client ke server. Sebuah load balancer adalah perangkat jaringan yang dipasang diantara client dan server, bekerja sebagai saklar untuk request dari client. Load balancer mengimplementasikan beberapa metode penjadwalan yang akan menentukan ke arah server mana request dari client akan diteruskan.

2 III. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM LOAD BALANCING SERVER Sebelum melakukan perancangan, terlebih dahulu dilakukan analisis tentang arsitektur dan spesifikasi sistem load balancing yang mungkin untuk dibentuk. Berdasarkan kajian pustaka, sistem load balancing cluster yang bersifat high availability pada umumnya memiliki dua komponen penyusun utama yaitu: a. Load Balancer, sebagai sebuah server yang bertugas untuk meneruskan paket dari client kepada real server. Client dari jaringan luar akan menganggap cluster seolah sebagai server tunggal. b. Real Server, sebagai server yang melayani permintaan client, dalam hal ini sebagai web server yang memberikan layanan http. Gambar II.1 Sistem Load Balancing Cluster HAProxy adalah produk open source yang menyediakan solusi untuk menciptakan sistem load balancing dan failover dari aplikasi yang berbasis TCP dan HTTP. Perangkat lunak ini sangat cocok digunakan untuk website yang trafik hariannya tinggi sementara itu diperlukan keteguhan dan kekuatan dari pemrosesan pada layer 7. HAProxy dipasang pada server front-end. Front-end server umumnya adalah server yang memiliki miliki IP statis dan teregistrasi dengan DNS. Untuk load balancer yang high availability maka normalnya minimal terdapat 2 buah server front-end. Aplikasi server dapat dipasang bersama didalam front-end atau terpasang secara terpisah. Front-end berfungsi untuk menghubungkan user dengan aplikasi server yang tersedia. Skema sistem load balancer server menggunakan HAProxy dengan satu buah front-end dan beberapa aplikasi server yang terpisah dapat terlihat pada Gambar I.2. Client Real Server 1 (Web Server 1) Internet / Intranet LAN/WAN Real Server 2 (Web Server 2) LoadBalancer with HAProxy... Real Server N (Web Server N) Gambar II.2 Skema sistem Load Balancer dengan HAProxy LoadBalancer1 (Active) Real Server1 (Web Server1) Client Heartbeat Sistem Cluster Server Real Server2 (Web Server2) LoadBalancer2 (Standby) Gambar III.1 Sistem Cluster dengan 2 Load Balancer dan 2 Real Server Node yang ada dalam sistem, baik load balancer maupun real server semua menggunakan sistem operasi Linux SLES 10 (Suse Linux Enterprise Server) dan perangkat lunak lainnya yang terpasang bersifat opensource. Model sistem load balancing server yang dirancang pada penelitian ini terdiri dari 4 node dimana 2 buah node sebagai load balancer dan 2 buah node yang lain sebagai real server yang menyediakan aplikasi webserver. Konfigurasi yang dilakukan kan pada 4 buah node tersebut adalah seperti pada Gambar ar III.2. Dalam sistem load balancing server ini, load balancer bertindak sebagai pengatur dalam proses kerja yang dilakukan oleh sistem. Request yang masuk pada sistem akan didistribusikan kepada dua buah real server menggunakan algoritma penjadwalan round robin, sehingga beban yang ditanggung oleh masing-masing real server menjadi relatif lebih ringan. Untuk merancang suatu sistem yang high availability maka diimplementasikan dua buah load balancer dengan Hub

3 status active-standby dan dua buah real server dengan status keduanya aktif. Semua node dalam sistem cluster, baik itu load balancer dan real server dihubungkan oleh hub dan kedua real server isinya identik satu dengan yang lain dimana keduanya menyediakan layanan yang sama yaitu http. Selain itu kedua real server saling memonitor keadaan masing-masing dengan terpasangnya heartbeat untuk mengantisipasi jika real server yang satu mengalami gangguan maka secara otomatis real server yang lain akan menggantikan fungsinya. Client datang sekarang ditangani oleh RealServer 1. Proses pengambilalihan layanan ketika RealServer 1 digantikan oleh RealServer 2 dapat diketahui melalui logfile hearthbeat. Kelebihan dari penggunaan HAProxy sebagai aplikasi untuk load balancing salah satunya adalah adanya laporan statisik yang berupa halaman web yang dapat diaktifkan pada file konfigurasinya. Kondisi setiap real server yang ada dalam load balancing cluster dapat dilihat dalam laporan statistik tersebut. Berikut ini adalah analisis dari laporan statistik HAProxy mulai dari ketika kedua real server masih aktif sampai RealServer 1 mengalami kegagalan dan diambil alih tugasnya oleh RealServer 2. Virtual IP Server : LoadBalancer1 (Active) Hub LoadBalancer2 (Standby) Real Server1 (Web Server1) Heartbeat Real Server2 (Web Server2) Gambar III.2 Konfigurasi sistem Load Balancing Server yang digunakan Pada penelitian ini, sistem load balancing tidak menggunakan media penyimpanan data bersama, maka kedua real server memerlukan sinkronisasi data agar saat client mengirimkan atau mengubah suatu data, maka client tidak perlu melakukannya pada masing-masing real server. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu perangkat lunak yang dapat melakukan sinkronisasi pada kedua real server tersebut, baik itu sinkronisasi file maupun database. Untuk sinkronisasi file akan digunakan rsync yang akan dijalankan secara berkala oleh sistem. Dan untuk sinkronisasi database digunakan fasilitas replikasi yang ada pada MySQL. IV. ANALISIS HASIL IMPLEMENTASI SISTEM LOAD BALANCING SERVER Untuk menganalisa hasil implementasi dilakukan pengujian terhadap sistem yang meliputi pengujian fungsionalias dan pengujian performa sistem. Pengujian fungsi sistem dilakukan dengan mematikan salah satu real server dengan cara mencabut kabel UTP yang menghubungkannya ke jaringan. Heartbeat yang terpasang pada kedua real server tersebut akan memonitor kondisi masing-masing. Ketika RealServer 1 mengalami kegagalan, maka RealServer 2 akan mendeteksi kegagalan tersebut dan mengambil alih tugas yang sebelumnya dilakukan oleh RealServer 1. Sehingga semua request yang Gambar IV.1 Statistik HAProxy ketika kedua Real Server aktif Pada saat kedua real server masih aktif, request yang datang diteruskan secara merata pada keduanya berdasarkan algoritma penjadwalan round robin. Seperti terlihat pada gambar IV.1, jumlah Sessions, jumlah Bytes In dan Bytes Out dari total yang diterima oleh front-end terbagi merata pada real server linux-fwm3 dan linuxfwm4. Gambar IV.2 Statistik HAProxy ketika Real Server 1 mulai mati Sesaat setelah RealServer 1 (linux-fwm3) dimatikan, jumlah Sessions dan Bytes masih dilaporkan terbagi secara merata kepada kedua real server. Tetapi kondisi linuxfwm3 sudah dinyatakan down dan diberi tanda warna merah seperti diperlihatkan pada gambar IV.2. Jika sistem menerima lagi request dari client, maka load balancer akan meneruskan semua request tersebut kepada real server yang masih aktif yaitu linux-fwm4. Hal ini ditunjukkan pada jumlah Sessions dan jumlah Bytes yang dilaporkan dalam statistik gambar IV.3.

4 penurunan kecepatan dalam melayani request yang datang akibat terjadi overload pada server tersebut. Sedangkan pada sistem load balancing server secara keseluruhan memiliki waktu respon yang lebih singkat dibandingkan dengan single server, walaupun juga mengalami kenaikan waktu respon ketika request yang datang lebih dari Gambar IV.3 Statistik HAProxy ketika hanya Real Server 2 yang aktif Dengan tidak adanya media penyimpanan bersama (shared disk) pada sistem cluster yang dirancang, maka diperlukan adanya sinkronisasi data pada a real server yang menjadi tempat terpasangnya aplikasi web server. Untuk pengujian fungsi sinkronisasi data, dilakukan perubahan pada database dengan menambahkan table baru didalamnya. Selain itu juga dilakukan perubahan pada salah satu file yang ada dalam real server. Perubahan data yang terjadi pada salah satu real server, baik itu database maupun file, secara otomatis akan berubah juga pada real server yang lain. Dalam pengujian kinerja sistem, parameter yang diukur pada implementasi sistem load balancing server ini meliputi waktu respon dan throughput. Pengujian dilakukan dengan mengirimkan request secara simultan kepada server dengan kenaikan jumlah request bertahap sampai sistem mengalami beban puncak. Pengujian dilakukan pada single server dan kemudian pada sistem load balancing server. Untuk membangkitkan request secara simultan digunakan perangkat lunak httperf yang dipasang di sisi client. Tujuan pengukuran waktu respon yaitu untuk mengetahui kecepatan sistem dalam melayani setiap paket yang datang. Grafik perbandingan waktu respon antara penggunaan single server dengan sistem load balancing server ditunjukkan pada gambar IV.4. Gambar IV.4 Grafik perbandingan n waktu respon Dari grafik perbandingan tersebut dapat diketahui ketika single server menerima request yang datang secara simultan melebihi 6000 request, waktu respon single server mengalami kenaikan yang cukup drastis. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan single server mengalami Tujuan pengukuran throughput untuk mengetahui kemampuan sistem dalam memberikan layanan dengan benar terhadap request yang datang secara bersamaan. Grafik perbandingan nilai throughput pada penggunaan single server dan pada sistem load balancing server ditunjukkan pada gambar IV.5. Gambar IV.5 Grafik perbandingan throughput Berdasarkan grafik tersebut, terdapat perbedaan yang jelas antara sistem load balancing server dengan single server. Sistem load balancing memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan n single server. Semakin banyak request yang dapat dilayani ani maka nilai throughput akan meningkat. Dari grafik dapat diketahui bahwa dengan penggunaan single serverr kemampuan maksimal sistem hanya terbatas pada 5428 request per detik yaitu pada saat dibangkitkan request sebanyak 6000 pada saat tersebut memiliki nilai throughput 2692,7 KBps. Kemudian sistem mengalami saturasi karena sistem hanya mampu menerima request kurang lebih sebesar 5428 request per detik, sehingga pada saat dibangkitkan request lebih dari 6000 kemampuan sistem tidak akan melebihi batas maksimal. Hal ini yang menyebabkan nilai throughput tidak bertambah bah ketika request yang datang melebihi batas maksimal. Kenaikan secara linear terjadi pada sistem load balancing server ketika request yang datang kurang dari Kemampuan maksimal sistem terjadi pada saat menerima request sekitar 8000, dimana pada saat tersebut request yang muncul sebesar 7996 per detik. Kemudian ketika request yang datang lebih dari 8000, nilai throughput akan turun naik sehingga grafik tidak lagi linear, hal ini disebabkan sistem telah menempuh batas maksimal dari kemampuan yang dimiliki. Perbaikan nilai throughput oleh sistem load balancing server terhadap penggunaan naan single server yaitu ketika request yang datang lebih dari 5428 per detik, sistem masih

5 dapat menerima request yang lebih banyak sampai dengan 7996 request per detik. V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 1. Secara fungsional, sistem load balancing server telah berhasil diimplementasikan, sistem dapat melakukan penyeimbangan beban dan memiliki tingkat ketersedian yang tinggi, serta dibangun dari komputerkomputer yang memiliki spesifikasi biasa yang menggunakan sistem operasi Linux serta perangkat lunak yang bersifat opensource. 2. Sistem load balancing server yang dirancang memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan single server, yaitu : Kemampuan sistem load balancing server untuk melayani request jauh lebih besar, dimana mampu melayani request maksimal sebanyak 7996 per detik sedangkan pada penggunaan satu server hanya mampu melayani request maksimal 5428 per detik, sehingga throughput sistem cluster lebih bagus dibandingkan throughput single server. Waktu respon sistem load balancing server secara keseluruhan lebih baik, dimana waktu respon sistem load balancing lebih singkat dibandingkan waktu respon single server. Waktu respon pada sistem load balancing mulai naik ketika menerima lebih dari 8000 request. Sedangakan pada single server waktu respon mulai naik ketika request datang lebih dari [3] Brown, Chris. (2006) : SUSE Linux : A Complete Guide to Novell s Community Distribution, O Reilly Media, Inc. [4] Gropp, William., Lusk, Ewing., Sterling, Thomas. (2003) : Beowulf Cluster Computing with Linux, Second Edition, The MIT Press. [5] Kopparapu, Chandra. (2002) : Load Balancing Server, Firewalls, and Caches, John Wiley & Sons, Inc. [6] Kopper, Carl. (2005) : The Linux Enterprise Cluster : Build a High Availability Cluster with Commodity Hardware and Free Software, No Starch Press, Inc. [7] Marcus, Evan., Stern, Hal. (2003) : Blueprints for High Availability, Second Edition, Wiley Publishing, Inc. [8] McCabe, James D. (2007) : Network Analysis, Architecture, and Design, Morgan Kaufmann Publishers. [9] Novell, Inc. (2008) : Manual SUSE Linux Enterprise Server 10 SP2 : Heartbeat. [10] Robertson, Alan. (2008) : Linux-HA Release 2 Tutorial. [11] Romanovsky, Alexander B. (1993) : Fault Tolerance : Synchronization of Redundancy. ACM SIGOPS Operating Systems Review Vol.27, Issue 4, [12] Zhang, Wensong. (2000) : Linux Virtual Server for Scalable Network Services, Ottawa Linux Symposium. 5.2 Saran 1. Untuk mengetahui karakteristik kinerja sistem load balancing, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai sistem load balancing dengan penggunaan jumlah server yang lebih banyak. 2. Penelitian lebih lanjut pada sistem load balancing server dengan kedua load balancer dalam keadaan aktif sehingga bersifat load sharing. 3. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai algoritma penjadwalan yang digunakan dalam load balancing untuk mengoptimalkan kinerja sistem. 4. Pengaruh penggunaan media peyimpanan data bersama (shared storage) terhadap kinerja sistem perlu dilakukan penelitian. 5. Perlu adanya penelitian mengenai pengaruh penggunaan load balancer yang juga digunakan sebagai aplikasi server terhadap kinerja sistem. Dalam hal ini load balancer bukan hanya sebagai penyeimbang saja tetapi sebagai penyedia layanan. REFERENSI [1] Bastiaansen, Rob., van Vugt, Sander. (2006) : Novell Cluster Services for Linux and Netware, Novell Press. [2] Bourke, Tony. (2001) : Server Load Balancing, O Reilly & Associates, Inc.

6 STUDY OF LINUX-BASED WEBSERVER PERFORMANCE USING LOAD BALANCING TECHNOLOGYOGY Burhanudin 1, Yusep Rosmansyah 2 1 School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung, School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung, ABSTRAK--- Today telecommunications and internet are related to each other, where they have grown up rapidly and spread to everywhere, so everyone can connect to internet easily. Along with the increase numbers of users connected to internet, when a company that use a single server gets a lot of request from users, high possibility it can make the system overload and down so requests can not be served again. Load balancing technology that applied plied as a highsolutions that are effective and inexpensive to resolve this issue. In this study will build load balancing server system that consists of four nodes that enables the data processing can be distributed to performance servers system is one of the several computers and have a high level of availability. Test results indicate that the load balancing ng server system is better than the single server. This is shown by more number of requests that can be served by system than by a single server, so the value of throughput is greater and system response time becomes shorter. Keywords : Linux, Server, Node, Clustering, Load Balancing, High Availability. Cost-effectiveness, the whole system must be economical to afford and expand. A single server is usually not sufficient to handle this aggressively increasing load. The server upgrading process is complex, and the server r is a single point of failure. The higher end the server is upgraded to, the much higher cost we have to pay. At this research will be study about design of load balancing server system that has several advantages including flexibility, scalability, availability and security. II. LITERATURE STUDY Load balancing is a method to distribute the load to several hosts so that the workload lighter. This aims to be the average time tasks to be brief and can increase the processor utility. I. INTRODUCTION With the explosive growth of the Internet, Internet servers must cope with greater demands ds than ever. The potential number of clients that a server must support has dramatically increased; some hot sites have already received hundreds of thousands of simultaneous client connections. With the increasing number of users and the increasing workload, companies often worry about how their systems grow over time. Furthermore, rapid response and 24x7 availability are mandatory requirements for the mission-critical business applications, as sites compete for offering users the best access experience. Therefore, the requirements for hardware and software solution to support highly scalable and highly available services can be summarized as follows: Scalability, when the load offered to the service increases, system can be scaled to meet the requirement. 24x7 availability, the service as a whole must be available 24x7, despite of transient t partial hardware and software failures. Manageability, although the whole system may be physically large, it should be easy to manage. Figure II.1 Load Balancing Cluster System Load balancing can be implemented with special hardware, software or a combination of both. The standard configuration is illustrated that a machine is placed between the client and server, this machine is called the load Balancer for balancing his job is to give the client request to the server.

7 Load Balancer is a network device that is placed between the client and server, working as a switch for the client request. Load Balancer implement some scheduling method that will determine the direction where the server client request will be forwarded. HAProxy is an open source product that provides solutions to create a system load balancing and failover of a TCP-based applications and HTTP. This software is suitable for the website that high daily traffic while it is necessary firmness and strength of the 7-layer processing. HAProxy installed on front-end servers. Front-end servers are servers that generally have a static IP and is registered with DNS. Load Balancer for the high availability then there is normally a minimum of 2 pieces front-end servers. Application servers can be mounted together in the front-end or attached separately. Front-end functions to connect users with a server application available. Load Balancer server system scheme using HAProxy with one front-end and a separate server application that can be seen in Figure I.2. Figure III.1 Cluster System with two Load Balancer and two Real Server Existing nodes in the system, both load Balancer and all the real servers using the Linux operating system SLES 10 (Suse Linux Enterprise Server) and other software installed is opensource. Load balancing system model that designed in this study consisted of 4 nodes where 2 nodes as a load balancer and 2 other nodes as a real server that provides webserver application. Configuration of 4 nodes is as in Figure III.2 Figure II.2 HAProxy Load Balancer System Scheme III. LOAD BALANCING SERVER SYSTEM DESIGN AND IMPLEMENTATION Before doing the design, first performed an analysis of the architecture and load balancing system specifications that may be to set up. Based on literature review, system load balancing cluster is high availability in general has two main constituent parts are: a. Load Balancer, as a server in charge to continue the package from the client to the real server. Clients from outside the network will treat the cluster as a single server b. Real Server, a server that serves client requests, in this case as a web server that provides HTTP service. Figure III.2 Load Balancing Server System Configuration In this load balancing server system, load balancer acts as a regulator in the process of the work done by the system. Incoming request on the system will be distributed to two real servers using round robin scheduling algorithm, so the burden is borne by each real server to be relatively mild.

8 As a high-availability systems, will be implemented two load Balancer with active-standby status, and two real servers with the status of both active. All nodes in the cluster system, load balancers and real servers, are connected by the hub and the real server s content is identical one to another where they provide the same service that is HTTP. The two real servers monitor each other's condition with heartbeat to anticipate when one of the real servers is experiencing problems so the others will replace it automatically. In this study, load balancing system does not use shared data storage, data synchronization on both real servers is needed, so when the client sends or change the data, then the client does not need to do on each real server. Therefore, needed a software that can synchronize the two real server, be it a file or database synchronization. To synchronize the files used rsync that run periodically by the system and for the database synchronization use replication database facilities that existing in MySQL. IV. ANALYSIS OF LOAD BALANCING SERVER SYSTEM IMPLEMENTATION RESULTS The testing on the system to analyze the implementation results includes system functionality testing and system performance testing. System functions testing performed by turning off one of the real servers by pulling the UTP cable connection to the network. Heartbeat that installed on both real servers will monitor their condition. When RealServer 1 fails, then the RealServer 2 will detect the failure and take over the tasks previously done by RealServer 1. So that all requests are coming now handled by RealServer 1. Service acquisition process when RealServer 1 replaced by RealServer 2 can be known through hearthbeat logfile. The advantages of using HAProxy as applications for load balancing is a statistic report web pages that can be activated in the configuration file. Conditions of each real server load balancing within the cluster can be seen in the statistics report. The following is an analysis of statistical reports from HAProxy when bith real server is still active until a failure of RealServer 1 and taken over the task by RealServer 2. Figure IV.1 HAProxy statistics report when both RealServer still active When both real server still active, incoming requests are equally transmitted to both based on round robin scheduling algorithm. As shown in the figure IV.1, the number of Sessions, the number of Bytes Bytes In and Out of the total received by the front-end distributed equally on both real servers. Figure IV.2 HAProxy statistics report when RealServer 1 down After RealServer 1 (linux-fwm3) turned off, the number of Sessions and Bytes was still reportedly divided evenly between the two real servers. But linux-fwm3 condition has been declared down and marked in red as shown in the figure IV.2. Figure IV.3 HAProxy statistics report when only RealServer 2 that active If the system receives more requests from the client, then the load Balancer will forward all such requests to the active real server which is linux-fwm4. This is shown in the number of Sessions and the number of Bytes in the statistics reported on Figure IV.3. With no shared storage (shared disk) on the load balancer system design, it is necessary to synchronize the data on both real servers. To test the function of data synchronization, changes made to the database by adding a new table inside. It also made one change to the existing file in the real server. Changes in data occurred in one of the real servers, either the database or files, are automatically changed as well on another real server In the performance test systems, the parameters measured on the implementation of load balancing system includes a server response time and throughput. Testing is done by sending requests to the server simultaneously with a gradual increase in the number of requests to have the system peak load. Tests performed on a single server and then on the server load balancing systems. To generate simultaneous requests use httperf software that installed on the client. The purpose of measuring response time is to determine the speed of the system to serve each incoming package. Graphic comparison of the response time between single server and load balancing server system is shown in the Figure IV.4.

9 Figure IV.4 Graphic of Response Time Comparison From the comparison chart, it can be discovered when a single server accept incoming requests s exceeding 6000 simultaneous, the single server response se time increases quite dramatically. This shows that a single server speeds decline in serve incoming requests due to the overload on the server. Generally the server load balancing ng system has a response time shorter than a single server, while also experiencing an increase in response time when the requests are coming more from The purpose of throughput measurements is to determine the system's ability to properly serve the requests that are coming concurrently. Graphic of throughput comparison in the use of a single server and load balancing server system is shown in the Figure IV.5 Figure IV.5 Graphic of Throughputut Comparison Based on these graphs, there is a clear distinction between a server load balancing systems with a single server. Load balancing server provides better results than the single server. The more requests that can be served then the value will increase the throughput. From the graph can be seen that the single server maximum capacity is limited to 5428 requests per second with a throughput value is Kbps. The saturation of the system is happen because the system has only capable of receiving requests approximately 5428 requests per second, so when the requests raised more than 6000, system capacity will not exceed the maximum limit. This causes the value of the throughput does not increase when the requests are coming exceed the maximum limit. The increase occurred linearly on the server load balancing system when the request comes less than Maximum capability occurs curs when the system receives approximately 8000 requests, which at the time of the requests that come for 7996 per second. Then when the request came more than 8000, the throughput value will fluctuate so that the graph is no longer linear, it is because the system has come a maximum limit of capabilities. Improvement of throughput value by load balancing servers is when requests are coming more than 5428 per second, the system can still receive requests for more up to 7996 requests per second. V. CONCLUSIONS NS AND SUGGESTIONS 5.1 Conclusions 1. Functionally, the load balancing server system has been successfully implemented, the system can perform load balancing and has a high level of availability, and built from computers that have a common specification that uses Linux operating system and opensourcee softwares. 2. Load balancing server system have a better performance compared with the use of a single server : Load balancing server system able to serve much larger request, which could serve a maximum of 7996 requests per second, whereas the use of a single server can only serve a maximum of 5428 requests per second, so the throughput of the cluster system is better than single-server. Load balancing server system s response time, generally, much better than single server, where the response time of load balancing system is than a single server. Response time of load balancing system started up when receiving more than 8000 requests. While on a single server the response time starts to rise when the request came more than Suggestions 1. To determine the performance characteristics of load balancing system, there is need for further research on load balancing system with the use of more servers. 2. Further research on the load balancing server system with two load Balancer in the active state that is loadearch on scheduling algorithms sharing 3. Need for further research that are used in load balancing server to optimize the system performance. 4. Further research about the influence of using shared storage to the performance rmance of systems needs to be done. 5. Need for further research on the effects of the use of load Balancer thas also used as a server application to the system performance. In this case load balancer is

10 not only act as a balancer but also as a service provider. REFERENCES [1] Bastiaansen, Rob., van Vugt, Sander. (2006) : Novell Cluster Services for Linux and Netware, Novell Press. [2] Bourke, Tony. (2001) : Server Load Balancing, O Reilly & Associates, Inc. [3] Brown, Chris. (2006) : SUSE Linux : A Complete Guide to Novell s Community Distribution, O Reilly Media, Inc. [4] Gropp, William., Lusk, Ewing., Sterling, Thomas. (2003) : Beowulf Cluster Computing with Linux, Second Edition, The MIT Press. [5] Kopparapu, Chandra. (2002) : Load Balancing Server, Firewalls, and Caches, John Wiley & Sons, Inc. [6] Kopper, Carl. (2005) : The Linux Enterprise Cluster : Build a High Availability Cluster with Commodity Hardware and Free Software, No Starch Press, Inc. [7] Marcus, Evan., Stern, Hal. (2003) : Blueprints for High Availability, Second Edition, Wiley Publishing, Inc. [8] McCabe, James D. (2007) : Network Analysis, Architecture, and Design, Morgan Kaufmann Publishers. [9] Novell, Inc. (2008) : Manual SUSE Linux Enterprise Server 10 SP2 : Heartbeat. [10] Robertson, Alan. (2008) : Linux-HA Release 2 Tutorial. [11] Romanovsky, Alexander B. (1993) : Fault Tolerance : Synchronization of Redundancy. ACM SIGOPS Operating Systems Review Vol.27, Issue 4, [12] Zhang, Wensong. (2000) : Linux Virtual Server for Scalable Network Services, Ottawa Linux Symposium.

ABSTRAK. Kata Kunci : algoritma penjadwalan, linux virtual server, network address translation, network load balancing.

ABSTRAK. Kata Kunci : algoritma penjadwalan, linux virtual server, network address translation, network load balancing. ABSTRAK Perkembangan teknologi yang pesat terutama pada internet membuat semakin banyak pengguna yang terhubung ke internet. Semakin banyaknya pengguna yang terhubung ke internet menyebabkan kemungkinan

Lebih terperinci

Seminar Nasional Inovasi dalam Desain dan Teknologi - IDeaTech 2015 ISSN:

Seminar Nasional Inovasi dalam Desain dan Teknologi - IDeaTech 2015 ISSN: IMPLEMENTASI LOAD BALANCING DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA ROUND ROBIN PADA KASUS PENDAFTARAN SISWA BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LABSCHOOL UNESA SURABAYA Gaguk Triono Teknologi Informasi Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI HIGH AVAILABILITY SERVER DENGAN MENGGUNAKAN LOADBALANCE, FAILOVER, DAN REDUNDANSI DATABASE TUGAS AKHIR

IMPLEMENTASI HIGH AVAILABILITY SERVER DENGAN MENGGUNAKAN LOADBALANCE, FAILOVER, DAN REDUNDANSI DATABASE TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI HIGH AVAILABILITY SERVER DENGAN MENGGUNAKAN LOADBALANCE, FAILOVER, DAN REDUNDANSI DATABASE TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya Program Diploma III

Lebih terperinci

Proposal Tugas Akhir

Proposal Tugas Akhir KOMPARASI ALGORITMA PENJADWALAN ROUND-ROBIN & LEAST CONNECTION PADA WEB SERVER LOAD BALANCING LVS METODE DIRECT ROUTING, NAT DAN TUNNELING Proposal Tugas Akhir Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna

Lebih terperinci

Implementasi Sistem SCADA Redundant (Study kasus: Proses Pengendalian Plant Temperatur Air)

Implementasi Sistem SCADA Redundant (Study kasus: Proses Pengendalian Plant Temperatur Air) Implementasi Sistem SCADA Redundant (Study kasus: Proses Pengendalian Plant Temperatur Air) Disusun Oleh : Nama : Stefanie Hermawan Nrp : 0522041 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. drg.

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI WEB SERVER LOAD BALANCING PADA MESIN VIRTUAL MAKALAH PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

IMPLEMENTASI WEB SERVER LOAD BALANCING PADA MESIN VIRTUAL MAKALAH PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA IMPLEMENTASI WEB SERVER LOAD BALANCING PADA MESIN VIRTUAL MAKALAH PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Diajukan oleh : Handoko Yoga Hartomo Ir. Bana Handaga, M.T., Ph.D. PROGRAM

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Arduino, Switch, Access Point, LED, LCD, Buzzer, . i Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Arduino, Switch, Access Point, LED, LCD, Buzzer,  . i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dewasa ini komputer menjadi hal yang umum dalam dunia teknologi dan informasi. Komputer berkembang sangat pesat dan hampir seluruh aspek kehidupan manusia membutuhkan teknologi ini. Hal tersebut

Lebih terperinci

Rancang Bangun Penyimpanan pada Jaringan Menggunakan FreeNAS (Development of Network Storage Using FreeNAS)

Rancang Bangun Penyimpanan pada Jaringan Menggunakan FreeNAS (Development of Network Storage Using FreeNAS) Rancang Bangun Penyimpanan pada Jaringan Menggunakan FreeNAS (Development of Network Storage Using FreeNAS) Harjono 1, Agung Purwo Wicaksono 2 1 2 Teknik Informatika, F. Teknik, Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

disusun oleh: Arfritzal Reza Adhiasa

disusun oleh: Arfritzal Reza Adhiasa ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM MONITORING DAN MANAJEMEN PENYIMPANAN FILE MENGGUNAKAN WINDOWS SERVER 2008 R2 NASKAH PUBLIKASI disusun oleh: Arfritzal Reza 08.01.2441 Adhiasa 08.01.2467 Kepada JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : inventarisasi, client-server, linux red hat

ABSTRAK. Kata kunci : inventarisasi, client-server, linux red hat ABSTRAK Perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi biasanya memiliki banyak komputer yang terhubung dengan jaringan. Perangkat keras dari komputer komputer tersebut senantiasa diperiksa secara

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS TUGAS AKHIR Sebagai Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1

Lebih terperinci

VLAN Sebagai Solusi Infrastruktur Jaringan Yang Lebih Efisien

VLAN Sebagai Solusi Infrastruktur Jaringan Yang Lebih Efisien Perjanjian No: III/LPPM/2012-09/94-P VLAN Sebagai Solusi Infrastruktur Jaringan Yang Lebih Efisien Nama : Chandra Wijaya, S.T., M.T. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Model Antrian, Multiple Channel Query System, Waktu Pelayanan. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Model Antrian, Multiple Channel Query System, Waktu Pelayanan. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Kegiatan berbelanja merupakan aktivitas manusia guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padatnya rutinitas menjadikan setiap kegiatan harus terlaksana dengan efektif dan efisien. Untuk itu, perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia IT sudah sangat berkembang, dan internet sudah sangat maju sehingga dapat menciptakan sebuah teknologi dalam komputasi yang bernama Cloud Computing.

Lebih terperinci

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris

Sistem Informasi. Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Sistem Informasi Soal Dengan 2 Bahasa: Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris 1. Kita mengetahui bahwa perkembangan teknologi di zaman sekarang sangat pesat dan banyak hal yang berubah dalam kehidupan kita.

Lebih terperinci

Chapter 3 part 1. Internetworking (Switching and Bridging) Muhammad Al Makky

Chapter 3 part 1. Internetworking (Switching and Bridging) Muhammad Al Makky Chapter 3 part 1 Internetworking (Switching and Bridging) Muhammad Al Makky Pembahasan Chapter 3 Memahami fungsi dari switch dan bridge Mendiskusikan Internet Protocol (IP) untuk interkoneksi jaringan

Lebih terperinci

Pencarian Buku Perpustakaan. Melalui SMS Menggunakan Java

Pencarian Buku Perpustakaan. Melalui SMS Menggunakan Java Pencarian Buku Perpustakaan Melalui SMS Menggunakan Java Jemmy / 0222129 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jln.Prof.Drg.Suria Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia Email : j3m_my@yahoo.co.id ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Alat dan Bahan Perancangan sistem load balancing sekaligus failover cluster ini membutuhkan minimal 3 PC (Personal Computer) untuk dapat diimplementasikan.

Lebih terperinci

MODIFIKASI METODE BACKTRACKING UNTUK MEMBANTU MENCARI PENYELESAIAN PERMAINAN PEG SOLITAIRE

MODIFIKASI METODE BACKTRACKING UNTUK MEMBANTU MENCARI PENYELESAIAN PERMAINAN PEG SOLITAIRE MODIFIKASI METODE BACKTRACKING UNTUK MEMBANTU MENCARI PENYELESAIAN PERMAINAN PEG SOLITAIRE Susana Limanto dan Monica Widiasri Universitas Surabaya, Surabaya susana @ubaya.ad.id dan monica@ubaya.ac.id ABSTRACT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media server adalah sebuah komputer khusus atau server perangkat lunak mulai dari enterprice atau database yang menyediakan Video on Demand ( VOD ). Secara singkatnya

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Konfigurasi, FreeRADIUS, Modul, Web.

ABSTRAK. Kata Kunci: Konfigurasi, FreeRADIUS, Modul, Web. ABSTRAK Tujuan perancangan aplikasi manajemen FreeRADIUS server berbasis web ini adalah untuk memudahkan pengguna khususnya pengguna baru untuk melakukan konfigurasi aplikasi FreeRADIUS sebagai bentuk

Lebih terperinci

TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh

TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung. Oleh ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT DALAM MENDUKUNG LAYANAN TEKNOLOGI INFORMASI STUDI KASUS : PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT DAN BANTEN TESIS Karya tulis sebagai

Lebih terperinci

PERANCANGAN JARINGAN LAN DAN PROXY SERVER DENGAN CLEAR OS UNTUK MEMBATASI HAK AKSES MURID DI SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN JARINGAN LAN DAN PROXY SERVER DENGAN CLEAR OS UNTUK MEMBATASI HAK AKSES MURID DI SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN JARINGAN LAN DAN PROXY SERVER DENGAN CLEAR OS UNTUK MEMBATASI HAK AKSES MURID DI SMP NEGERI 14 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Amin Khalim 10.11.4171 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN

Lebih terperinci

Perancangan dan Implementasi WebServer Clustering dengan Skema Load Balance Menggunakan Linux Virtual Server Via NAT

Perancangan dan Implementasi WebServer Clustering dengan Skema Load Balance Menggunakan Linux Virtual Server Via NAT Jurnal Teknologi Informasi-Aiti, Vol. 5. No. 1, Februari 2008: 1-100 Perancangan dan Implementasi WebServer Clustering dengan Skema Load Balance Menggunakan Linux Virtual Server Via NAT Theddy R Maitimu

Lebih terperinci

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT This research study titled descriptive of self-efficacy beliefs to meet the minimum score on the TOEFL test as a condition of Economics student faculty scholar at the University of trial "X" Bandung.

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keyword: Algorithm, Depth First Search, Breadth First Search, backtracking, Maze, Rat Race, Web Peta. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT In a Rat Race game, there is only one way in and one way out. The objective of this game is to find the shortest way to reach the finish. We use a rat character in this game, so the rat must walk

Lebih terperinci

Kata kunci : citra, pendeteksian warna kulit, YCbCr, look up table

Kata kunci : citra, pendeteksian warna kulit, YCbCr, look up table Pendeteksian Warna Kulit berdasarkan Distribusi Warna YCbCr Elrica Pranata / 0422002 Email : cha_nyo2@yahoo.com Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Marantha Jalan Prof. Suria Sumantri

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 23 Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Pembangunan Sistem Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PPDIOO (prepare, plan, design, implement, operate, optimize). Metode ini adalah metode

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : SWOT BSC, Arah Strategi, KPI.

ABSTRAK. Kata Kunci : SWOT BSC, Arah Strategi, KPI. ABSTRAK Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah yang bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah guna membiayai pembangunan daerah. Kesuksesan

Lebih terperinci

Sistem terdistribusi. Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom

Sistem terdistribusi. Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom Sistem terdistribusi Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom 1. Apa sistem terdistrbusi itu? 2. Mengapa menggunakan itu? 3. Contoh Distributed Systems 4. Karakteristik Umum Apa yang di distribusikan Data Jika

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan, Linux Server, Pemrograman, Shell Script, Zenity. iii

ABSTRAK. Kata Kunci : Jaringan, Linux Server, Pemrograman, Shell Script, Zenity. iii ABSTRAK Konfigurasi jaringan Linux Ubuntu membutuhkan pengetahuan dasar tentang IP address dan lokasi file penyimpanan konfigurasi. Lokasi penyimpanan file konfigurasi tidak terdapat dalam satu folder,

Lebih terperinci

Data Structures. Class 4 Arrays. Pengampu : TATI ERLINA, M.I.T. Copyright 2006 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.

Data Structures. Class 4 Arrays. Pengampu : TATI ERLINA, M.I.T. Copyright 2006 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved. Data Structures Class 4 Arrays Pengampu : TATI ERLINA, M.I.T. McGraw-Hill Technology Education Copyright 2006 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved. DESKRIPSI Bayangkan jika kita memiliki

Lebih terperinci

2-Tier VS 3-Tier Client Server

2-Tier VS 3-Tier Client Server 2-Tier VS 3-Tier Client Server Abstraction Since published about 15 th years ago Client/ Server concepts has grown out from its origin concept. As we know when it published client/ server consists of two

Lebih terperinci

DESIGN AND IMPLEMENTATION OF GRID COMPUTING MANAGEMENT RESOURCE SYSTEM ON INFRASTRUCTURE AS A SERVICE (IAAS) USING NATIVE HYPERVISOR

DESIGN AND IMPLEMENTATION OF GRID COMPUTING MANAGEMENT RESOURCE SYSTEM ON INFRASTRUCTURE AS A SERVICE (IAAS) USING NATIVE HYPERVISOR PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MANAGEMENT RESOURCE DALAM SISTEM GRID COMPUTING PADA LAYANAN INFRASTRUCTURE AS A SERVICE (IAAS) MENGGUNAKAN NATIVE HYPERVISOR DESIGN AND IMPLEMENTATION OF GRID COMPUTING MANAGEMENT

Lebih terperinci

Saher System. English. indonesia. Road Safety 996

Saher System. English. indonesia. Road Safety 996 Saher System English 2 1 4 3 indonesia 6 5 Road Safety 996 What is the Saher System? Saher is a automated traffic control and management system that uses a network of digital cameras connected to the

Lebih terperinci

Abstract. Keywords: Artificial Neural Network

Abstract. Keywords: Artificial Neural Network Abstract Artificial Neural Network is one of the technologies which have developed because of Information Technology development itself. Nowadays, more and more large companies are implementing Artificial

Lebih terperinci

ABSTRAKSI. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAKSI. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAKSI File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu jaringan yang mendukung TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penghubung tersebut dapat berupa kabel atau nirkabel sehingga memungkinkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penghubung tersebut dapat berupa kabel atau nirkabel sehingga memungkinkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer merupakan sistem yang terdiri atas dua atau lebih komputer serta perangkat-perangkat lainnya yang saling terhubung. Media penghubung tersebut

Lebih terperinci

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM

Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan. Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Kebutuhan Teknik Informatika UNIKOM Rekayasa Kebutuhan 1. Kenapa butuh rekayasa kebutuhan? 2. Definisi kebutuhan dan rekayasa kebutuhan 3. Cara mendapatkan kebutuhan 4.

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI CLUSTERING DATABASE SERVER MENGGUNAKAN PGCLUSTER UNTUK OPTIMALISASI KINERJA SISTEM BASIS DATA

IMPLEMENTASI CLUSTERING DATABASE SERVER MENGGUNAKAN PGCLUSTER UNTUK OPTIMALISASI KINERJA SISTEM BASIS DATA JURNAL IMPLEMENTASI CLUSTERING DATABASE SERVER MENGGUNAKAN PGCLUSTER UNTUK OPTIMALISASI KINERJA SISTEM BASIS DATA Suryanto Abstract-In the business world besides a customer service, availability and needs

Lebih terperinci

PENERAPAN WEB PROXY GUNA MENDUKUNG SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

PENERAPAN WEB PROXY GUNA MENDUKUNG SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PENERAPAN WEB PROXY GUNA MENDUKUNG SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ponorogo fauzan.art@gmail.com, jamilahkaraman90@gmail.com

Lebih terperinci

Kata Kunci : PLC, Webserver, Website, monitoring, mengontrol, KWH.

Kata Kunci : PLC, Webserver, Website, monitoring, mengontrol, KWH. IMPLEMENTASI PLC SEBAGAI WEB SERVER PADA MONITORING DAN KONTROL PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK Disusun oleh : Saskia Kanisaa Puspanikan (1122052) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jalan Prof. Drg. Suria

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ECONOMICAL ORDER QUANTITY

PENERAPAN METODE ECONOMICAL ORDER QUANTITY PENERAPAN METODE ECONOMICAL ORDER QUANTITY (EOQ) UNTUK SISTEM STOK BARANG PERGUDANGAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) Tesis untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai

Lebih terperinci

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) Klasifikasi dan Manfaat (Redundant Array of Inexpensive Disks) Basuki Winoto, Agus Fatulloh Politeknik Negeri Batam Parkway, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia bas@polibatam.ac.id, agus@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

Pengembangan. Chapter Objectives. Chapter Objectives. Systems Approach to Problem Solving 11/23/2011

Pengembangan. Chapter Objectives. Chapter Objectives. Systems Approach to Problem Solving 11/23/2011 Chapter Objectives Pengembangan Solusi e- BISNIS 1 Use the systems development process outlined in this chapter, and the model of IS components from Chapter 1 as problem-solving frameworks to help you

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI SAP DENGAN METODE FIT/GAP ANALYSIS DAN CBA

STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI SAP DENGAN METODE FIT/GAP ANALYSIS DAN CBA STUDI KELAYAKAN IMPLEMENTASI SAP DENGAN METODE /GAP ANALYSIS DAN CBA Nurlina Computerized Accounting Department, School of Information Systems, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta

Lebih terperinci

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V

Melihat hasil penelitian seperti di atas maka ada beberapa saran yang diberikan untuk peningkatan komitmen organsiasi di PT Telkom Tbk Kantor Divre V RINGKASAN Karyawan dan perusahaan merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai tujuan. Untuk mengusahakan integrasi antara tujuan perusahaan dan tujuan karyawan, perlu diketahui

Lebih terperinci

Sistem terdistribusi multimedia Biasanya digunakan pada infrastruktur Internet Karakteristik Sumber data yang heterogen dan memerlukan sinkronisasi

Sistem terdistribusi multimedia Biasanya digunakan pada infrastruktur Internet Karakteristik Sumber data yang heterogen dan memerlukan sinkronisasi Contoh DS Internet = Interconnection Network Intranet Coorporation Mobile Computing Automated banking systems Tracking roaming cellular phones Global positioning systems Retail point-of-sale terminals

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: VoIP, VPN, delay, jitter, packet loss, mos

ABSTRAK. Kata Kunci: VoIP, VPN, delay, jitter, packet loss, mos ABSTRAK Perkembangan teknologi layanan multimedia telah berkembang saat ini, salah satunya adalah teknologi Voice Over Internet Protocol. Teknologi VoIP sangat menguntungkan, karena menggunakan jaringan

Lebih terperinci

Test plan. Program Studi : S1 Sistem Informasi

Test plan. Program Studi : S1 Sistem Informasi Test plan Program Studi : S1 Sistem Informasi INtroduction Purpose Rencana Uji dokumen test plan digunakan untuk mendukung tujuantujuan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi informasi proyek yang ada dan

Lebih terperinci

PENGELOLAAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT DENGAN MEMANFAATKAN KOMPUTER PENTIUM I DAN II. Oleh :

PENGELOLAAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT DENGAN MEMANFAATKAN KOMPUTER PENTIUM I DAN II. Oleh : PENGELOLAAN JARINGAN KOMPUTER MENGGUNAKAN LINUX TERMINAL SERVER PROJECT DENGAN MEMANFAATKAN KOMPUTER PENTIUM I DAN II SKRIPSI Oleh : DWI KARTIKA BANGUN 031401011 DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER S-1 FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... i. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH... ii. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA... iii. KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... i. PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH... ii. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA... iii. KATA PENGANTAR... ABSTRAK LANDesk Management Suite 8.6 terdiri dari beberapa tools yang dapat digunakan untuk membantu tugas seorang administrator jaringan untuk menangani jaringan komputer walau dengan system operasi yang

Lebih terperinci

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Program Studi Instrumentasi dan Elektronika

Lebih terperinci

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases )

7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) 7. Analisis Kebutuhan - 1 (System Actors & System Use Cases ) SIF15001 Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015 Desain slide ini dadaptasi dari University

Lebih terperinci

5. State. PTI15010 Pemrograman Web. Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015. Desain slide ini dadaptasi dari University of San Fransisco

5. State. PTI15010 Pemrograman Web. Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015. Desain slide ini dadaptasi dari University of San Fransisco 5. State PTI15010 Pemrograman Web Agi Putra Kharisma, S.T., M.T. Genap 2014/2015 Desain slide ini dadaptasi dari University of San Fransisco State? http://wmblanchardco.com/wp-content/uploads/2013/01/statemap3.jpg

Lebih terperinci

Manajemen Lingkup Proyek. Information Technology Project Management, Fourth Edition

Manajemen Lingkup Proyek. Information Technology Project Management, Fourth Edition Manajemen Lingkup Proyek Information Technology Project Management, Fourth Edition Manajemen Lingkup Proyek Lingkup mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat dalam menciptakan produk-produk dari proyek

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN DAN PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA PADA SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 02 KOTA BARU.

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN DAN PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA PADA SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 02 KOTA BARU. Jurnal Informatika, Vol. 12, No. 2, Desember 2012 Indera RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN DAN PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA PADA SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 02 KOTA BARU 1Indera 1

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI

APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA STASIUN RADIO SKRIPSI MUSLIM RAMLI 091402048 PROGRAM STUDI S1 TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Lebih terperinci

Parallel Database. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Parallel Database. by: Ahmad Syauqi Ahsan 13 Parallel Database by: Ahmad Syauqi Ahsan Latar Belakang 2 Parallel Database Management System adalah DBMS yang diimplementasikan pada parallel computer yang mana terdiri dari sejumlah node (prosesor

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Accounting Information System, finished product stock, Internal Control System, computer technology. vii

ABSTRACT. Keywords: Accounting Information System, finished product stock, Internal Control System, computer technology. vii ABSTRACT In this global economy era, we need a changing in our system, especially for Accounting Information System (AIS). Extending information using computer technology in a company could be more effective

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Robot Line Follower

ABSTRAK. Kata Kunci : Robot Line Follower ABSTRAK Robot diharapkan dapat memberikan kemajuan pada dunia industri. Fungsi utamanya adalah membantu kegiatan produksi menjadi efektif dan efisien. Manusia tidak dapat bekerja tanpa berhenti dalam 24

Lebih terperinci

LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT NASIONAL XXII 2014 PALEMBANG LEMBAR SOAL MODUL 2

LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT NASIONAL XXII 2014 PALEMBANG LEMBAR SOAL MODUL 2 LOMBA KOMPETENSI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT NASIONAL XXII 2014 PALEMBANG LEMBAR SOAL MODUL 2 BIDANG LOMBA IT NETWORK SYSTEM ADMINISTRATION KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JALAN JENDERAL

Lebih terperinci

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung)

UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN. (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) UPAYA PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN TELEPON DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Kasus : PT. TELKOM Kandatel Bandung) T 658.8 HER Reformasi sektor telekomunikasi di Indonesia yang mengarah dan

Lebih terperinci

Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang

Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang ISSN 2085-552 Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang 9 Monica Santika, Seng Hansun Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 CANGKRINGAN. Naskah Publikasi

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 CANGKRINGAN. Naskah Publikasi SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 CANGKRINGAN Naskah Publikasi Diajukan oleh Yessica Anindita Fitri Susanti 10.22.1250 kepada JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Proyeksi Permintaan, Optimasi, Integer Linear Programming.

ABSTRAK. Kata Kunci: Proyeksi Permintaan, Optimasi, Integer Linear Programming. ABSTRAK Saat ini terdapat banyak UMKM yang berkembang di Yogyakarta. Salah satunya adalah usaha Phia Deva yang memproduksi penganan phia dengan berbagai macam varian rasa. Phia Deva adalah industri kecil

Lebih terperinci

Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Vol. 4, No. 2, Tahun 2015 53 Jurnal Aksara Komputer Terapan Politeknik Caltex Riau Website : https://jurnal.pcr.ac.id/index.php/jakt/about/index Email : pustaka@pcr.ac.id Sistem Informasi Administrasi

Lebih terperinci

UML USE CASE DIAGRAM

UML USE CASE DIAGRAM UML USE CASE DIAGRAM "Get your team up to speed on these requirements so that you can all start designing the system." Happy Monday READING DOCUMENT REQUIREMENT The requirements are still a little fuzzy,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Info Tagihan Mahasiswa, Universitas Kristen Maranatha, Security Vulnerability, Security Patch, Web Service.

ABSTRAK. Kata Kunci: Info Tagihan Mahasiswa, Universitas Kristen Maranatha, Security Vulnerability, Security Patch, Web Service. ABSTRAK Info tagihan mahasiswa memiliki security vulnerability sehingga mahasiswa dapat melihat tagihan mahasiswa lain. Selain mahasiswa semua orang dapat membuka halaman info tagihan semua mahasiswa tanpa

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDWIDTH INTERNET DENGAN IPCOP

IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDWIDTH INTERNET DENGAN IPCOP IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRAFFIC DAN BANDWIDTH INTERNET DENGAN IPCOP Tengku Ahmad Riza, Yon Sigit Eryzebuan, dan Umar Ali Ahmad Fakultas Elektro dan Komunikasi Institut Teknologi Telkom, Bandung Program

Lebih terperinci

11/1/2009. Framework 1 : Linked System. Manajemen

11/1/2009. Framework 1 : Linked System. Manajemen Framework 1 : Linked System Sistem Informasi Manajemen 1 Framework 2 : Nested Sytem Manajemen Sistem Informasi Framework 3 : Internal System Manajemen Sistem Informasi Organisasi 2 Getting the right information

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI INTERNET SECURITY SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS

IMPLEMENTASI INTERNET SECURITY SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS IMPLEMENTASI INTERNET SECURITY SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN MIKROTIK ROUTER OS ( Studi Kasus : SMPN 2 Tasikmalaya ) Ryan Otista, Irfan Darmawan, Nur Widiyasono Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

Konsep Sistem Operasi (Sesi 2)

Konsep Sistem Operasi (Sesi 2) Konsep Sistem Operasi (Sesi 2) Oleh: Satrio Yudho Jakarta 2008 Tujuan Memahami karakteristik Sistem Operasi. Memahami Evolusi Sistem Operasi dan perubahan pada setiap generasi. Memahami Struktur Komputer

Lebih terperinci

Monitoring PC-Client Using Wide Area Network. Firman Effendi*) Mansur, S.Kom**) Linda Fatmawaty, S.ST**) Abstract

Monitoring PC-Client Using Wide Area Network. Firman Effendi*) Mansur, S.Kom**) Linda Fatmawaty, S.ST**) Abstract Monitoring PC-Client Using Wide Area Network by Firman Effendi*) Mansur, S.Kom**) Linda Fatmawaty, S.ST**) *)Mahasiswa Program Diploma III Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis **)Staff

Lebih terperinci

Bernadus Very Christioko Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Semarang. Abstract

Bernadus Very Christioko Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, Universitas Semarang. Abstract IMPLEMENTASI SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI Studi Kasus: Dokumen Teks Berbahasa Indonesia (IMPLEMENTATION OF INFORMATION RETRIEVAL SYSTEM Case Study: Text Document in Indonesian Language) Bernadus Very

Lebih terperinci

APLIKASI E-DOCUMENT PADA BURSA PENGETAHUAN KAWASAN TIMUR INDONESIA

APLIKASI E-DOCUMENT PADA BURSA PENGETAHUAN KAWASAN TIMUR INDONESIA APLIKASI E-DOCUMENT PADA BURSA PENGETAHUAN KAWASAN TIMUR INDONESIA Andreas Handojo, Yuliana Chandra, Agustinus Noertjahyana Universitas Kristen Petra handojo@petra.ac.id ABSTRACT Nowadays, people are more

Lebih terperinci

PEMANFAATAN WEB APPLICATION DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KERJA ADMINISTRASI (STUDI KASUS: PEMESANAN DAN PEMBUATAN SURAT KETERANGAN)

PEMANFAATAN WEB APPLICATION DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KERJA ADMINISTRASI (STUDI KASUS: PEMESANAN DAN PEMBUATAN SURAT KETERANGAN) PEMANFAATAN WEB APPLICATION DALAM PENINGKATAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KERJA ADMINISTRASI (STUDI KASUS: PEMESANAN DAN PEMBUATAN SURAT KETERANGAN) Reina Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: Method of recording and accrual-based accounting on a cash basis, revenues, expenses, accounts payable,and accounts receivable

ABSTRACT. Key words: Method of recording and accrual-based accounting on a cash basis, revenues, expenses, accounts payable,and accounts receivable ABSTRACT This study aims to determine the impact of the accrual basis method of recording and how companies can apply the accrual basis method of recording, so companies can find out the current income

Lebih terperinci

VISUALISASI MEKANISME LOAD BALANCING PADA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN PEMROGRAMAN JAVA

VISUALISASI MEKANISME LOAD BALANCING PADA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN PEMROGRAMAN JAVA VISUALISASI MEKANISME LOAD BALANCING PADA WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) DENGAN PEMROGRAMAN JAVA Afritha Amelia dan Bakti Viyata Sundawa Politeknik Negeri Medan (POLMED) amelia.afritha@yahoo.com dan

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: scheduling machines, CDS rule, makespan. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Keywords: scheduling machines, CDS rule, makespan. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT High-demanding market encountered by today's competitive markets demand the right scheduling procedures so that the production processes can be executed as well as possible. However, for companies

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI FRAGMENTASI HORIZONTAL BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA PENJUALAN HASIL PRODUKSI DI UNIT USAHA PG. CINTA MANIS

IMPLEMENTASI FRAGMENTASI HORIZONTAL BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA PENJUALAN HASIL PRODUKSI DI UNIT USAHA PG. CINTA MANIS IMPLEMENTASI FRAGMENTASI HORIZONTAL BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA PENJUALAN HASIL PRODUKSI DI UNIT USAHA PG. CINTA MANIS Robiantoro Mahasiswa Universitas Bina Darma Jln. A. Yani No 12 Palembang, Sumatera

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci: Fungsi Manajemen,Anggaran,Efektifitas Penjualan. vii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Dengan semakin meningkatnya jumlah produsen di bidang sektor industri makanan khususnya kue kering/snack, PT. Kelinci merasa bahwa semakin tahun persaingan semakin tahun semakin meningkat. Oleh

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Web, Asuhan Keperawatan, Metode Waterfall, Sistem Informasi Manajemen

ABSTRAK. Kata Kunci : Aplikasi Web, Asuhan Keperawatan, Metode Waterfall, Sistem Informasi Manajemen ABSTRAK Tenaga perawat mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang

Lebih terperinci

Produk Domestik Regional Bruto/ Gross Regional Domestic Product

Produk Domestik Regional Bruto/ Gross Regional Domestic Product Produk Domestik Regional Bruto/ Bangka Selatan Dalam Angka/ Bangka Selatan In Figures 2012 327 328 Bangka Selatan Dalam Angka/ Bangka Selatan In Figures 2012 10.1 Produk Domestik Regional Bruto Produk

Lebih terperinci

Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air)

Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air) Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air) R. Ira Yustina (0522027) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung 40164, Indonesia.

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ROUTING ENHANCED INTERIOR GATEWAY PROTOCOL DENGAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL KOMPETENSI JARINGAN KOMPUTER SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ROUTING ENHANCED INTERIOR GATEWAY PROTOCOL DENGAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL KOMPETENSI JARINGAN KOMPUTER SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ROUTING ENHANCED INTERIOR GATEWAY PROTOCOL DENGAN ROUTING INFORMATION PROTOCOL KOMPETENSI JARINGAN KOMPUTER SKRIPSI MADE ARI SUCAHYANA NIM. 0908605036 PROGRAM STUDI TEKNIK

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PAUD YAYASAN ULUL AZMI MARDIKA GUNUNG KIDUL NASKAH PUBLIKASI

SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PAUD YAYASAN ULUL AZMI MARDIKA GUNUNG KIDUL NASKAH PUBLIKASI SISTEM INFORMASI AKADEMIK PADA PAUD YAYASAN ULUL AZMI MARDIKA GUNUNG KIDUL NASKAH PUBLIKASI disusun oleh Martcellyne Rossadina 10.12.4354 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN JARINGAN KOMPUTER UNTUK MENGATUR BANDWIDTH BERBASIS LAN DAN WLAN PADA TB. JAYA KEJORA PANGKALANBARU BANGKA TENGAH

RANCANG BANGUN JARINGAN KOMPUTER UNTUK MENGATUR BANDWIDTH BERBASIS LAN DAN WLAN PADA TB. JAYA KEJORA PANGKALANBARU BANGKA TENGAH RANCANG BANGUN JARINGAN KOMPUTER UNTUK MENGATUR BANDWIDTH BERBASIS LAN DAN WLAN PADA TB. JAYA KEJORA PANGKALANBARU BANGKA TENGAH Hendri Teknik Informatika STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG Jl. Jend. Sudirman

Lebih terperinci

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Basis Data 2 Database Client / Server Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan Memahami bentuk-bentuk arsitektur aplikasi dalam database. Memahami konsep arsitektur: Single-Tier Two-Tier:

Lebih terperinci

ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DALAM PENYUSUNAN IT STRATEGIC PLAN DI FAKULTAS ILMU TERAPAN, UNIVERSITAS TELKOM

ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DALAM PENYUSUNAN IT STRATEGIC PLAN DI FAKULTAS ILMU TERAPAN, UNIVERSITAS TELKOM ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DALAM PENYUSUNAN IT STRATEGIC PLAN DI FAKULTAS ILMU TERAPAN, UNIVERSITAS TELKOM Bayu Rima Aditya 1, Reza Budiawan 2 1,2 Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

Perancangan Sarana Informasi Untuk Virtual Shop Berbasis Web Ade Putra Halomoan Siregar ( )

Perancangan Sarana Informasi Untuk Virtual Shop Berbasis Web Ade Putra Halomoan Siregar ( ) Perancangan Sarana Informasi Untuk Virtual Shop Berbasis Web Ade Putra Halomoan Siregar ( 0727027 ) Jurusan Sistem Komputer, Fakultas Teknik, Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri 65 Bandung 40164, Bandung ABSTRAK

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SEMINAR DAN TUGAS AKHIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO ABSTRACT

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SEMINAR DAN TUGAS AKHIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO ABSTRACT PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SEMINAR DAN TUGAS AKHIR JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO Rifki Kurniawan 1, Adian Fatchur Rochim 2, R. Rizal Isnanto 2 ABSTRACT In recent time, all information

Lebih terperinci

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING

6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING READ ONLINE AND DOWNLOAD EBOOK : 6 KERANJANG 7 LANGKAH API (INDONESIAN EDITION) BY LIM TUNG NING PDF Click button to download this ebook

Lebih terperinci

JSIKA Vol. 4, No. 2. September 2015 ISSN X

JSIKA Vol. 4, No. 2. September 2015 ISSN X RANCANG BANGUN DASHBOARD UNTUK VISUALISASI KINERJA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (STUDI KASUS INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA) Thony Hermawan 1) Tutut Wurijanto 2) Julianto Lemantara

Lebih terperinci

OPTIMALISASI CLUSTER SERVER LMS DAN IPTV DENGAN VARIASI ALGORITMA PENJADWALAN

OPTIMALISASI CLUSTER SERVER LMS DAN IPTV DENGAN VARIASI ALGORITMA PENJADWALAN OPTIMALISASI CLUSTER SERVER LMS DAN IPTV DENGAN VARIASI ALGORITMA PENJADWALAN Didik Aribowo 1), Achmad Affandi 2) 1) 2) Telekomunikasi Multimedia Teknik Elektro FTI ITS Sukolilo, Surabaya, 60111, Indonesia

Lebih terperinci

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI METODE DMZ (DEMILITARIZED ZONE) UNTUK KEAMANAN JARINGAN PADA LPSE KOTA PALEMBANG

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI METODE DMZ (DEMILITARIZED ZONE) UNTUK KEAMANAN JARINGAN PADA LPSE KOTA PALEMBANG ANALISIS DAN IMPLEMENTASI METODE DMZ (DEMILITARIZED ZONE) UNTUK KEAMANAN JARINGAN PADA LPSE KOTA PALEMBANG Muhammad Diah Maulidin 1, Muhamad Akbar, M.I.T. 2, Siti Sa uda, M.Kom. 3 1 Mahasiswa Informatika,

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key Words : analysis cost-volume-profit, break even point, profit target, operating leverage

ABSTRACT. Key Words : analysis cost-volume-profit, break even point, profit target, operating leverage ABSTRACT This study aims to show how the companies plan to profit using the method of cost - volume - profit ( cost - volume - profit ) in addition to profit planning, cost- benefit methods now volume

Lebih terperinci

ABSTRACT. Key words: financial ratios, financial distress, bankruptcy, Altman Z-Score model. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. Key words: financial ratios, financial distress, bankruptcy, Altman Z-Score model. Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT Continuity of life is determined by the success of the management company to manage the various activities of the company. Company is expected to change the threat environment that is turbulent

Lebih terperinci