Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Transkripsi

1 Direktori Putusan Maia PUTUSAN Nomor 137K/TUN/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA MAHKAMAH AGUNG Memeriksa perkara tata usaha negara dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara: I. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, berkedudukan di Kompleks Lippo Cikarang Jalan Daha Blok B4 Kabupaten Bekasi, Selanjutnya memberi kuasa kepada: 1. Daryoto, S.H., pekerjaan Kepala Seksi Sengketa, Konflik dan Perkara Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi; 2. Sri Haria Maniati, S.H,M.H., pekerjaan Kepala Sub Seksi Perkara Pertanahan Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi; 3. Dindin Saripudin, S.H., pekerjaan Kepala Sub Seksi Sengketa dan Konflik Pertanahan Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi; Ketiganya Kewarganegaraan Indonesia, beralamat pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Jalan Daha Blok B4 Lippo Cikarang, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 1404/SK/XII/2015, Tanggal 22 Desember 2015; II. Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Kepala Desa Setia Mekar, berkedudukan di Jalan Setia Mekar Nomor 1 Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selanjutnya memberi kuasa kepada: 1. H. Alex Satudy, S.H.,M.M.; 2. Maman Suhardiman A.,S.H.; 3. Ignatia Titi Rahayu TM, S.H.; 4. Hanapi, S.H.; 5. Henky Napoleon, Sm.Hk.; Kesemuanya Kewarganegaraan Indonesia, beralamat di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi; berdasarkan surat kuasa khusus Nomor 181.1/05/Jan/2016, aia tanggal 8 Januari 2016; Pemohon Kasasi I, II dahulu sebagai Pembanding I, II/Tergugat, Tergugat II Intervensi; Halaman 1 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 1

2 Direktori Putusan Maia melawan: 1. DR. H. Muhammad Hasyim, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kampung Rawa Aren RT. 001 RW. 017, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pekerjaan Wiraswasta; 2. H. Mendon Syamsudin, Spd., Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kampung Rawa Aren RT. 001 RW. 017, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pekerjaan PNS/Guru; 3. Hj. Aisah, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kampung Rawa Aren RT. 001 RW. 017, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga; 4. H. M. Ma ruf, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kampung Rawa Aren RT. 002 RW. 022, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Pekerjaan Wiraswasta; 5. Hj. Rohibah, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kampung Rawa Aren RT. 002 RW. 022, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga; Selanjutnya memberi kuasa kepada: 1. Zainal Abidin, S.H., 2. Esti Rahayu, S.H., Keduanya kewarganegaraan Indonesia, beralamat di Jalan Sultan Hasanudin No. 241 B, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Pekerjaan Advokat, berdasarkan surat kuasa tanggal 8 Desember 2015; Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Terbanding/Para Penggugat; Mahkamah Agung tersebut; Membaca surat-surat yang bersangkutan; Menimbang, bahwa dari surat-surat yang bersangkutan ternyata bahwa sekarang Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Terbanding / Para Penggugat telah menggugat sekarang Pemohon Kasasi I, II dahulu sebagai Pembanding I/ Tergugat, Pembanding II/Tergugat II Intervensi di muka persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada pokoknya atas aia sebagai berikut: dalil-dalil Bahwa Para Penggugat dengan gugatannya tertanggal 14 Desember 2015 telah mengajukan gugatan terhadap Tergugat, surat gugatan dibuat dan Halaman 2 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 2

3 Direktori Putusan Maia ditandatangani oleh : Zainal Abidin, S.H., dan Esti Rahayu, S.H., keduanya kewarganegaraan Indonesia, Pekerjaan Advokat, beralamat di Jalan Sultan Hasanudin No. 241 B, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi., sebagaimana Surat Kuasa Khusus tanggal 08 Desember 2015; selanjutnya diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada tanggal 14 Desember 2015 dibawah register perkara Nomor: 173/G/2015/PTUN-BDG dan telah diperbaiki pada tanggal 28 Desember 2015, mengemukakan alasan-alasan gugatan yang pada pokoknya sebagai berikut: Objek Gugatan : Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengketa adalah : Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M2 atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; Dasar Gugatan sebagai berikut : 1. Bahwa objek sengketa berupa Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar diterbitkan oleh Tergugat pada tanggal 23 September 2014, baru diketahui Penggugat pada bulan Nopember 2015, Penggugat mengetahui ketika pembuktian dengan surat dalam Perkara Perdata No. 233/Pdt.G/2015/PN. Bks, antara Ahli-waris Ibih Bin Sirih sebagai Penggugat, melawan Pemerintah RI Cq. Kementrian Dalam Negeri RI Cq. Pemerintah Propinsi Jawa Barat Cq. Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Camat Tambun Selatan Cq. Kepala Desa Setia Mekar sebagai Tergugat, sehingga dengan demikian ketika didaftarkannya Gugatan ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada tanggal 14 Desember 2015 masih dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari sebagaimana ditentukan Pasal 55 Undang Undang No. 5 tahun 1986 tentang Pengadilan Tata Usaha Negara; 2. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat tersebut diatas, telah memenuhi ketentuan Pasal 1 ayat (8) Undang-undang No. 51 tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, yakni Tergugat adalah Badan atau Pejabat yang melaksanakan Urusan Pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; 3. Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa yang dikeluarkan oleh Tergugat tersebut diatas, adalah Keputusan Tata Usaha Negara yang aia memenuhi syarat-syarat sebagai mana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (9) Undang-undang No. 51 tahun 2009, yaitu : Halaman 3 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 3

4 Direktori Putusan Maia 3.1. Konkret : Objek yang diatur dalam Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa adalah tertentu dan atau dapat ditentukan yaitu berupa Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar diterbikan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, luas 2375 M2 atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; 3.2. Individual : Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa ditujukan dan berlaku khusus kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; 3.3. Final : Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa yang dikeluarkan Tergugat tersebut diatas, sudah definitif, tidak lagi memerlukan persetujuan dari Instansi/Pejabat Tata Usaha Negara lainnya, karena Keputusan Tata Usaha Negara objek sengketa telah berlaku definitif dan telah menimbulkan akibat hukum baru berupa terbitnya Hak pakai No. 25/Setia Mekar ; 4. Bahwa hingga sengketa ini diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, Tergugat tidak pernah melakukan pencabutan atau pembatalan terhadap Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, yang diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M2, padahal tanah tersebut milik Para Penggugat ; 5. Bahwa berdasaarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Para Penggugat mengajukan Gugatan terhadap Tergugat yang telah menerbitkan Sertipikat Hak pakai No. 25/Setia Mekar, diatas tanah milik Para Penggugat yang mengakibatkan kepentingan Para Penggugat dirugikan berdasarkan Pasal 53 ayat (1) Undang-undang No. 9 tahun 2004, yang kaidah hukumnya berbunyi : Orang atau Badan Hukum Perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara dapat mengajukan Gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang, yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti-rugi dan/atau rehabilitasi ; Alasan Gugatan : aia 6. Bahwa bersadarkan Surat Pernyataan Waris, yang dikuatkan oleh saksisaksi, Ketua RT. 01, Ketua RW. 17, serta dibenarkan oleh Kepala Desa Setia Mekar, dan dicatat pada Register Kecamatan Tambun Selatan, tertanggal 01 Desember 2010, Para Penggugat adalah Ahli-waris almarhum Halaman 4 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 4

5 Direktori Putusan Maia Ibih Bin Sirih yang telah meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 1974, sedangkan isteri almarhum IBIH BIN SIRIH telah meninggal dunia lebih dahulu, yakni pada tanggal 5 April 1972 ; 7. Bahwa almarhum Ibih Bin Sirih (selaku Pewaris), mempunyai sebidang tanah hak milik seluas lebih kurang 3000 M2, terletak setempat dikenal dengan Kampung Bulu RT. 004/RW. 10, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Persil 74, Girik C No. 617, dengan batas-batas : 7.1. Sebelah Utara berbatasan dengan tanah milik SRI RAHAYU ; 7.2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Jalan Lingkungan ; 7.3. Sebelah Timur berbatasan dengan tanah milik JUMA ; 7.4. Sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Raya Setia Mekar ; Tanah tersebut, dikuasai oleh Pemerintah Desa Setia Mekar, dan telah diterbitkan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar oleh Tergugat ; 8. Bahwa selain itu sebagai Warga Negara Indonesia yang baik Para Penggugat sebagai Pemilik tanah, selalu melaksanakan kewajiban membayar Pajak atas tanah tersebut sampai tahun 2014, dengan NOP SPPT No , sedangkan untuk tahun 2015, Para Penggugat mengalami kesulitan untuk membayar pajak atas tanah tersebut; 9. Bahwa pada tahun 1976, tanah tersebut pada butir 5 secara lisan dipinjam pakai sementara oleh Pemerintah Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, untuk didirikannya Kantor Desa Setia Mekar, yang pada saat itu belum mempunyai lahan dan Kantor sendiri, karena Desa Setia Mekar merupakan Desa baru hasil pemekaran dari Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi. Sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Desa saat itu dijabat oleh H. RINDON ; 10. Bahwa Desa Setia Mekar sebagai Desa yang baru kesulitan mencari lahan/tanah/tempat untuk Kantor, Penggugat yang bernama DR. H.M. Hasyim saat itu kebetulan sebagai Juru tulis di Desa Setia Mekar, dimintakan bantuannya mencari tampat sementara untuk Kantor Desa Setia Mekar sebelum ada Kepala Desa definitif, pertimbangan Penggugat (DR. H.M. Hasyim) waktu itu dari pada susah-susah cari tempat/tanah untuk Kantor Desa, maka untuk sementara tidak apa-apa Kantor Desa Setia Mekar didirikan diatas tanah milik Para Penggugat, jadi kondisi kantornya aia pun masih darurat belum permanen ; 11. Bahwa pada tahun 1979, diadakan Pemilihan Kepala Desa Setia Mekar, Penggugat (DR. H.M. Hasyim ) ikut mencalonkan diri sebagai Kepala desa Halaman 5 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 5

6 Direktori Putusan Maia tersebut, dan ternyata Penggugat terpilih sebagai Kepala desa Setia Mekar definitif, sedangkan yang menjadi Juru Tulisnya adalah saudara H. ALI SOBARI ; 12. Bahwa setelah Penggugat (DR. H.M. Hasyim ) menjadi Kepala Desa Setia Mekar, dibantu Juru Tulis H. ALI SOBARI dan Perangkat desa lainnya, secara swadaya membangun Kantor Desa Setia Mekar diatas tanah milik almarhum Ibih Bin Sirih, yang sebelumnya tanah tersebut dipakai sebagai Kandang Kerbau dan Kebun Jambu Mede ; 13. Bahwa Bupati Kabupaten Bekasi yang saat itu di Jabat oleh H. ABDUL FATAH berjanji akan membeli tanah tersebut, akan tetapi sampai Jabatan Penggugat (DR. H.M. Hasyim ) sebagai Kepala Desa berakhir tahun 1987, Janji Bupati tidak pernah terlaksana, dengan alasan PEMDA Kabupaten Bekasi belum punya dana atau anggaran untuk itu ; 14. Bahwa Para Penggugat telah mengirimkan surat tertanggal 25 Nopember 2010, perihal pemindahan Kantor Desa Setia Mekar, kepada Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Bekasi, dengan tembusan : A). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi ; B). Camat Tambun Selatan, C). Kepala Desa Setia Mekar ; 15. Bahwa Surat Para Penggugat yang pertama tertanggal 25 Nopember 2010 tersebut tidak ditanggapi, maka Penggugat mengirimkan surat susulan yang kedua tertanggal 10 April 2011, dengan tembusan, ke Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bekasi ; 16. Bahwa Kepala Desa Setia Mekar sekarang ini, ketika menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, pernah memfasilitasi pertemuan Ahli-waris Ibih Bin Sirih dengan PEMDA Kabupaten Bekasi, saat itu Bupatinya bernama Sa dudin, pertemuan di DPRD, ternyata jawaban dari Bupati menyatakan, bahwa PEMDA Kabupaten Bekasi tidak mempunyai uang untuk memberikan ganti-rugi atas tanah tersebut ; 17. Bahwa sejak saat tanah tersebut dipakai oleh Pemerintah Desa Setia Mekar, sebagai tempat penyelenggaraan Pemerintahan Desa Setia Mekar, dan tempat pelayanan masyarakat, tidak pernah memberikan ganti-rugi, atau kompensasi dalam bentuk apapun kepada Para Penggugat ; 18. Oleh karena permintaan Para Penggugat untuk meminta kembali tanah miliknya kepada PEMDA Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia aia Mekar, mengalami kebuntuan, maka pada tanggal 06 Mei 2015 Para Penggugat telah mendaftarkan Gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi, dengan nomor perkara : No. 223/Pdt.G/2015/PN. Bks, sebagai Tergugatnya Halaman 6 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 6

7 Direktori Putusan Maia adalah: Pemerintah Republia Cq. Kementrian Dalam Negeri RI Cq. Pemerintah Proinsi Jawa Barat Cq. Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Camat Tambun Selatan Cq. Kepala Desa Setia Mekar; 19. Bahwa dari perkara Perdata No. 223/Pdt.G/2015/PN. Bks, saat pembuktian surat pada bulan Nopember 2015, Kepala Desa Setia Mekar menunjukan Sertipikat Hak pakai No. 25/Setia Mekar, bahwa tanah tersebut sudah mempunyai Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, dari sinilah Penggugat mengetahui bahwa tanah Para Penggugat telah disertipikatkan ; 20. Bahwa Keputusan Tergugat yang telah menerbitkan Sertipikat Hak pakai No. 25/setia Mekar tersebut sangat merugikan Para Penggugat, karena Para Penggugat selaku pemilik yang sah belum pernah menjual, atau menghibahkan, atau mewakafkan, atau melepaskan hak atas tanah itu kepada siapapun, dalam bentuk apapun juga ; 21. Bahwa tindakan Tergugat yang telah menerbitkan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, atas tanah milik Para Penggugat, adalah merupakan tindakan yang bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, yaitu Undang Undang Pokok Agraria No. 5 tahun 1960, tentang Pokok Pokok Agraria, Peraturan Menteri Agraria No. 9 tahun 1999, dan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta melanggar azas-azas umum Pemerintahan yang baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-undang No. 9 tahun 2004, sehingga berakibat menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat ; 22. Bahwa Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang dilanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) huruf (a) adalah : Undang Undang No. 5 tahun 1960 Pasal 19 ayat (2) huruf C, Pembuktian surat-surat tanda bukti hak, yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat ; Undang Undang No. 5 tahun 1960 pasal 20 ayat (1) : Hak milik adalah hak turun temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengingat ketentuan dalam Pasal 6 ; Pasal 107 Peraturan Menteri Negara Agraria No 9 tahun 1999, yang menyatakan: Cacat hukum administratif sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) adalah : aia a. Kesalahan prosedur ; b. Kesalahan penerapan peraturan perundang-undangan ; c. Kesalah Subjek hak ; Halaman 7 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 7

8 Direktori Putusan Maia d. Kesalahan Jenis hak ; e. Kesalahan perhitungan luas ; f. Terdapat tumpang tindih hak atas tanah ; g. Data yuridis atau data fisik tidak benar, atau h. Kesalahan lainnya yang bersifat hukum administratif ; 23. Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, jelas dan nyata Tergugat telah melanggar ketentuan ketentuan dimaksud, karena telah menerbitkan sertipikat hak pakai No. 25/Setia Mekar tanggal 23 September 2014, padahal Para Penggugat sebagai pemilik tanah yang sah, dan hak Para Penggugat atas tanah tersebut belum pernah dicabut atau dinyatakan hapus ; 24. Bahwa selain bertentangan dengan ketentuan pasal 53 ayat ( 2 ) huruf a, tindakan Tergugat yang telah menerbitkan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar adalah bertentangan dengan azas-azas umum Pemerintahan yang baik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 ayat ( 2 ) huruf b Undang- Undang No. 9 tahun 2004, antara lain : Azas Kepastian Hukum ( Principle Of Legal Certainty ) : Menurut azas ini maka hasil Keputusan Pejabat Tata Usaha Negara harus mencerminkan suatu kehendak hukum yang objektif bukan kehendak penguasa atau Pejabat yang relatif.; Bahwa Surat Keputusan Tergugat dibuat tanggal 22 September 2014 ; Bahwa Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar terbit tanggal 23 September 2014, jadi selisih satu hari dengan Surat Keputusan ; Bahwa Surat ukur dibuat tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014 Luas 2375 M2, sertipikat hak pakai No. 25/Setia Mekar terbit pada tanggal yang sama ; Dengan demikian, satu hari setelah Surat Keputusan tersebut terbit, maka Sertipikat Hak pakai No. 25/Setia Mekar ke-esokan harinya terbit, hal ini sangat tidak wajar, selain itu Surat Ukur baru dibuat tanggal 23 September 2014, dan pada tanggal itu juga Sertipikat Hak pakai No. 25/Seti Mekar terbit, hal ini juga menjadi tanda tanya apakah memang secepat itu untuk terbitnya sebuah sertipikat hak pakai ; aia Bahwa sesuai dengan Ketentuan Pasal 23 ayat (2) PP No. 24 tahun 1997, Jika tanah tersebut merupakan atau berasal dari tanah hak milik, harus ada akta PPAT yang memuat pemberian hak tersebut Halaman 8 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 8

9 Direktori Putusan Maia oleh pemegang hak milik kepada Penerima hak yang bersangkutan i.c. Pemda Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar, sedangkan dalam kasus in-casu Pemilik tanah tersebut belum pernah menjual tanah itu; 25. Bahwa berdasarkan butir sampai dengan maka jelas telah terjadi pelanggaran terhadap azas kepastian hukum oleh Tergugat ; 26. Bahwa berdasarkan alasan alasan yuridis tersebut diatas, maka telah terbukti Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan oleh Tergugat yang sekarang menjadi objek sengketa telah bertentangan dengan ketentuan pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang Undang No. 9 tahun 2004, sehingga sudah sepatutnya Keputusan Tata Usaha Negara yang menjadi objek sengkata itu dinyatakan batal atau tidak sah menurut hukum ; Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung agar memberikan putusan sebagai berikut: 1). Mengabulkan Gugatan Para Penggugat seluruhnya ; 2). Menyatakan batal atau tidak sah Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M2 atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; 3). Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M2 atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; 4). Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ; Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil sebagai berikut: I. DALAM EKSEPSI; 1. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil gugatan Penggugat kecuali hal-hal yang diakui secara tegas oleh Tergugat; 2. Gugatan Penggugat Kabur (Obscuur Libel); Bahwa apa yang didalilkan oleh Penggugat dalam gugatannya sangat kabur dan tidak relevan karena batas-batas kepemilikan atas tanah tersebut sesuai dalam sertipikat, Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, sebagai aia berikut : Utara Timur : Jalan Gang; : Rumah Dinas dan Mila; Halaman 9 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 9

10 Direktori Putusan Maia Selatan Barat : Jalan Desa; : Jalan Raya Setia Mekar; Sedangkan dalam gugatan Penggugat Alm. IBIH Bin SIRIH memiliki tanah berdasarkan girik C No. 617 Persil 74 dengan batas-batas: Utara Timur Selatan Barat : Sri Rahayu; : Juma; : Jalan Lingkungan; : Jalan Raya Setia Mekar; Bahwa gugatan tersebut sangat kabur karena data fisik yang tercantum dalam Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar tersebut diatas aia batasbatasnya tidak sesuai dengan gugatan Penggugat. Dengan demikian sangat jelas bahwa gugatan Penggugat sangat kabur; Berdasarkan segala sesuatu yang diuraikan diatas, dengan ini Tergugat mohon kepada yang Terhormat Majelis Hakim menerima Eksepsi Tergugat dengan menyatakan menolak gugatan Penggugat seluruhnya atau setidaktidaknya gugatan peggugat dinyatakan tidak dapat diterima.; Bahwa terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung telah mengambil putusan, yaitu Putusan Nomor 173/G/2015/PTUN.BDG Tanggal 2 Mei 2016 yang amarnya sebagai berikut: I. Dalam Eksepsi; M E N G A D I L I - Menyatakan Eksepsi Tergugat tidak diterima. II. Dalam Pokok Sengketa; 1. Mengabulkan Gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya.; 2. Menyatakan batal Surat Keputusan Tergugat berupa Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M² atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar.; 3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diterbitkan tanggal 23 September 2014, Surat Ukur tanggal 23 September 2014 No. 279/Setia Mekar/2014, Luas 2375 M² atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq. Pemerintahan Desa Setia Mekar ; 4. Menghukum Tergugat dan Tergugat II Intervensi untuk membayar biaya perkara sebesar Rp ,- (Lima Juta Tujuh Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).; Halaman 10 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 10

11 Direktori Putusan Maia Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Tergugat dan Tergugat II Intervensi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dengan Putusan Nomor 208/B/2016/PT.TUN.JKT, Tanggal 27 September 2016; Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Tergugat, Tergugat II Intervensi / Pembanding I, II pada Tanggal 2 November 2016, kemudian terhadapnya oleh Tergugat, Tergugat II Intervensi / Pembanding I, II diajukan permohonan kasasi secara lisan pada Tanggal 10 November 2016 dari Tergugat dan 16 November 2016 dari Tergugat II Intervensi, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 173/G/2015/PTUN-BDG Jo. Nomor 208/B/2016/PT.TUN.JKT yang dibuat oleh Panitera Panitera Pengadilan tata Usaha Negara Bandung. Permohonan tersebut diikuti dengan Memori Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara tersebut pada tanggal 24 November 2014 dari Tergugat dan 29 November 2016 dari Tergugat II Intervensi; Bahwa setelah itu, oleh Termohon Kasasi yang pada Tanggal 29 November 2016 dari Tergugat dan 5 Desember 2016 dari Tergugat II Intervensi telah diberitahu tentang Memori Kasasi dari Pemohon Kasasi, diajukan Jawaban Memori Kasasi (Kontra Memori Kasasi) yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada Tanggal 20 Desember 2016 dari Tergugat dan 21 Desember 2016 dari Tergugat II Intervensi ; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, maka secara formal dapat diterima; ALASAN KASASI Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi I dan II dalam Memori Kasasi pada pokoknya sebagai berikut: I. Memori Kasasi Pemohon Kasasi I 1. Bahwa sebelum Pemohon Kasasi/Pembanding/Tergugat menyampaikan keberatan-keberatan atas putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, Pemohon Kasasi akan menyampaikan fakta-fakta aia antara lain : a. Bahwa Penggugat mendalilkan selaku ahli waris IBIH Bin SIRIH yang meninggal dunia tanggal dan mempunyai sebidang tanah Halaman 11 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 11

12 Direktori Putusan Maia Hak Milik seluas ± 3000 m2 Girik C No. 617 Persil 74 yang terletak di Kp. Bulu RT. 04 RW. 10 Ds. Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. b. Bahwa mengenai dalil gugatan Penggugat dalam surat gugatannya disangkal dan ditolak oleh Tergugat, oleh karena bukti Letter C saja tidak cukup mengakui mempunyai atas bidang tanah, karena Letter C bukan merupakan bukti kepemilikan. c. Bahwa istilah girik / petuk D / kikitir (Letter C) dan istilah yang sejenisnya yang pernah berlaku pada dasarnya hanyalah berfungsi sebagai surat keterangan dan pembanyaran pajak bukan berfungsi sebagai tanda bukti kepemilikan tanah, hal ini sesuai dengan surat edaran Menteri Keuangan Republia No. SE.18/Pj.7/1989. tanggal 2 Maret 1989 perihal status girik / petuk D / kikitir (Letter C) sebagai salinan kohir pajak bumi, yang menyatakan dalam yurisprudensi: Putusan Mahkamah Agung RI No.34.K/Sip/1960 tanggal 10 Pebruari 1960; Petuk Pajak Bumi (girik) adalah bukan merupakan suatu bukti mutlak bahwa tanah adalah milik orang yang namanya tercantum dalam petuk pajak bumi tersebut, akan tetapi petuk itu hanya merupakan tanda siapakah yang harus membayar pajak. Putusan Mahkamah Agung RI No. 624.K/Sip/1970 tanggal 24 Maret 1971 menyatakan Catatan dalam Letter C tidak merupakan bukti mutlak tentang hak milik, maka tentang hal itu masih diperlukan bukti-bukti lain lagi. Putusan Mahkamah Agung RI No. 84/K/TUN/2008 tanggal 20 Agustus 2008 menyatakan Bahwa kikitir adalah bukti pembayaran pajak bukan alat bukti hak kepemilikan atas tanah. Putusan Mahkamah Agung RI No.565.K/Sip/1971 tanggal 8 Maret 1972 Jo PT.Bandung No.400/1969/Perd PTB Tanggal 13 Januari 1971 Jo. PN pandeglang No.4/1968/Perd.Pdg tanggal 02 September 1968 menyatakan: Surat kikitir hanyalah tanda pembayaran pajak dan tidak membuktikan bahwa nama orang yang tercantum didalamnya adalah pemilik tanah. aia 2. Bahwa Sertipikat Hak Pakai No. 25 Desa Setia Mekar diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Halaman 12 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 12

13 Direktori Putusan Maia Bekasi No. 33/HP/BPN.32.16/2014 tanggal yang asal riwayat tanahnya sebagai berikut : a. berasal dari tanah Negara yang belum terdaftar dengan sesuatu hak yang telah dikuasai oleh Pemerintah Desa Setia Mekar sejak tahun 1978 b. berdasarkan Surat Keputusan Bupati No /Kep.247-BPMPD/2013 tanggal Tentang Penataan Tanah Kas Desa (TKD) dan Tanah Tata Kota Desa di Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2013 c. Surat Keterangan Riwayat Tanah dari Kepala Desa Setia Mekar yang diketahui oleh Camat Tambun Selatan No. 143/011/Setia Mekar tanggal Bahwa sebagaimana ketentuan Pasal 1905 KUHPerdata menegaskan Keterangan seorang saksi saja tanpa suatu alat bukti lain dimuka pengadilan tidak boleh dipercaya; Bahwa ketentuan Undang-Undang Nomor: 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 5 dan Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 1986, Pasal 4, pasal 62 ayat (1) huruf a Jo. Undang-Undang Nomor: 9 Tahun 2004 serta Surat Ketua Muda Maia Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara tanggal Nomor: 224/Td.TUN/X/1993 perihal Juklak yang dirumuskan dalam Pelatihan Ketrampilan Hakim Peradilan Tata Usaha Negara Tahap II Tahun 1993 yang ditujukan kepada Para Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan Para Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara di Seluruh Indonesia, pada angka V butir 1 menegaskan: Bahwa yang menjadi wewenang Peradilan Tata Usaha Negara hanya mengenai Sertipikat Tanahnya, apakah prosedur penerbitannya sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sedangkan mengenai soal kepemilikan adalah wewenang dari Peradilan Umum; Dengan demikian dikarenakan pertimbangan hukum putusan telah melampaui batas wewenang peradilan/absolut kompetensi adalah kewenangan dari Peradilan Umum (Perdata), maka sepatutnya gugatan Penggugat patut untuk dinyatakan tidak diterima (niet onvankelijk verklaard) dan putusan a quo patut untuk dibatalkan sebagaimana aia ketentuan Undang-Undang Nomor : 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 5 dan Undang- Halaman 13 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 13

14 Direktori Putusan Maia Undang Nomor : 5 Tahun 1986, Pasal 4, pasal 62 ayat (1) huruf a Jo. Undang-Undang Nomor : 9 Tahun 2004 tersebut. 4. Bahwa apabila Majelis Hakim dalam pertimbangannya berpedoman kepada ketentuan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan, kenapa Majelis Hakim tidak mempertimbangkan dari aspek penguasaan fisik atas tanah obyek sengketa a quo, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan, karena terbukti yang menguasai fisik atas tanah sengketa a quo adalah pihak Tergugat Intervensi II. 5. Bahwa penerbitan sertipikat tersebut secara administrasi dan yuridis telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku dan tidak ada suatu perbuatan hukum yang dilanggar oleh Tergugat sehingga merugikan orang lain serta tidak melanggar azas-azas umum pemerintahan yang baik (AAUPB) yang sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik. Bahwa berdasarkan Undang-undang pokok agraria bukti kepemilikan yang sah adalah sertipikat merupakan alat bukti yang paling kuat dan merupakan tanda bukti hak atas tanah sebagai pemilik tanah tersebut, sertipikat mempunyai keunggulan apabila dibandingkan dengan alat bukti lain, hal ini ditegaskan dalam pasal 32 ayat (1) peraturan pemerintah no.24/1997 tentang pendaftaran tanah yang menyatakan bahwa; Sertipikat merupakan surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat mengenai data pisik dan data yuridis yang termuat didalamnya, sepanjang data pisik dan data yuridis tersebut sesuai dengan data yang ada dalam surat ukur dan buku tanah hak yang bersangkutan. 6. Bahwa penerbitan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi Cq Pemerintah Desa Setia Mekar aia merupakan tanda bukti hak kepemilikan yang mempunyai jaminan kepastian hukum sudah tepat dan benar karena sudah sesuai dengan prosedur dan tata laksana pendaftaran tanah, sebagaimana diatur dalam Halaman 14 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 14

15 Direktori Putusan Maia Undang-undang No. 5 tahun 1960 Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1996, Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 9 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 dan Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala BPN No. 3 Tahun II. Memori Kasasi Pemohon Kasasi II 1. Bahwa terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No.208/B/2016/PT.TUN.JKT tanggal 27 September 2016 telah diajukan Pernyataan Permohonan Kasasi yang dicatat di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada tanggal 16 November 2016, sebagaimana tercatat dari risalah Akta Pernyataan Kasasi No. 173/G/2015/PTUN-BDG Jo No. 208/B/2016/PT.TUN.JKT. 2. Bahwa Memori Kasasi ini diajukan pada tanggal 29 November 2016 dan oleh karena itu, permohonan kasasi maupun memori kasasi ini telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan tata cara yang ditentukan serta memenuhi syarat-syarat menurut undang-undang, maka permohonan pemeriksaan kasasi ini beralasan untuk dapat diterima. Adapun amar Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No. 208/B/2016/PT.TUN.JKT tanggal 27 September 2016, yang dimohon kasasi adalah sebagai berikut : MENGADILI - Menerima Permohonan Banding dari Tergugat/Pembanding I dan Tergugat II Intervensi/Pembanding II - Menguatkan Putusan Tata Usaha Negara Bandung No. 173/G/2015/PTUN-BDG tanggal 02 Mei 2016, yang dimohonkan banding. - Menghukum Tergugat/Pembanding I dan Tergugat II Intervensi/Pembanding II untuk membayar biaya perkara dalam dua tingkatan peradilan yang dalam pemeriksaan banding ditetapkan sebesar Rp ,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah). 3. Bahwa Pemohon Kasasi II Intervensi, sangat keberatan dan menolak Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No.208/B/2016/PT.TUN.JKT tanggal 27 September 2016 jo. Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung NO. 173/G/2015/PTUN-BDG tanggal 02 Mei 2016, karena menurut hemat Pemohon Kasasi II aia Intervensi Putusan Judex Factie telah salah dalam menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku atau menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya. Halaman 15 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 15

16 Direktori Putusan Maia 4. Bahwa petimbangan hukum Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No.208/B/2016/PT.TUN.JKT tanggal 27 September 2016, sebagai pengadilan ulang, tidak melakukan pemeriksaan kembali secara keseluruhan atas perkara aquo yang telah diputus oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama dan tidak mempertimbangkan kembali fakta-fakta hukum yang sesungguhnya yang terungkap di persidangan serta tidak menyinggung dan mempertimbangkan sama sekali keberatan-keberatan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi II Intervensi /semula Pembanding II/Tergugat II Intervensi, yang mana Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta hanya mengambil alih alasan dan pertimbangan hukum hakim tingkat pertama Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dalam perkara aquo, sebagaimana pertimbangan hukumnya Pengadilan tingkat pertama halaman 59 dan 60 alinea ke 2 (mohon diperiksa). Oleh karena itu pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung sebagaimana terurai di atas, merupakan pertimbangan hukum yang sumir dan atau tidak memberikan pertimbangan hukum yang cukup, sehingga menghasilkan putusan yang tidak berdasarkan kepada penerapan hukum yang sebenarnya/melanggar peraturan perundang-undangan. Bahwa dalam perkara a quo, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta adalah pengadilan tingkat banding yang seharusnya dan berkewajiban untuk pemeriksaan ulang secara keseluruhan setiap keberatan yang diajukan oleh Pemohon kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/Tergugat II Intervensi dalam memori bandingnya. 5. Bahwa Pemohon Kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/ Tergugat II Intervensi berpendapat judex factie telah salah atau melanggar hukum yang berlaku dalam memutus perkara aquo, yang akan Pemohon Kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/Tergugat II Intervensi pada alasanalasan keberatan-keberatan Pemohon Kasasi II Intervensi/semula pembanding II/Tergugat II Intervensi dalam mengajukan memori kasasi terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta No.208/B/2016/PT.TUN.JKT tanggal 27 September 2016 JO Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung NO. 173/G/2015/PTUN-BDG aia tanggal 02 Mei Bahwa judex factie menerapkan hukum secara sempit (strict law) yang tidak berdasarkan fakta-fakta dipersidangan berakibat putusan tidak Halaman 16 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 16

17 Direktori Putusan Maia seksama (insufficent judgment) dimana pertimbangan hukum yang diambil oleh Majelis Hakim Tata Usaha Negara Bandung dikuatkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta telah mempertimbangan yang tidak sesui dengan fakta hukumnya secara yuridis, serta bukti-bukti yang dikupas secara riil di dalam batasanbatasan alat bukti dalam hukum pembuktikan yang benar-benar tepat, akurat, dan teliti. 7. Bahwa judex factie tidak mendudukan penyelesaian perkara pada proporsi hukum yang sebenarnya atau bertentangan dengan prinsipprinsip hukum yang berlaku, berdasarkan hal-hal sebagai berikut : a. Bahwa judex factie Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung telah memberikan pertimbangan hukumnya pada halaman 46 alinea 3 dan 4 dalam Putusan Perkara No. 173/G/2016/PTUN-BDG tanggal 02 Mei 2016, yang pada pokoknya menyatakan bahwa : Menimbang, bahwa secara prosedural pada intinya dalil Tergugat merasa penerbitan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar atas tanah milik Para Penggugat adalah sesuai dengan prosedur yang diatur oleh Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Menteri Agraria No.09 tahun 1999, dan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang No. 9 tahun Menimbang, bahwa tehadap dalil Tergugat tersebut Para Penggugat pada intinya merasa secara prosedur substansi penerbitan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar, diatas tanah milik Para Penggugat, adalah merupakan tindakan yang bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Peraturan Menteri Agraria No.09 tahun 1999, dan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang No. 9 tahun 2004, sehingga aia berakibat menimbulkan kerugian bagi Para Penggugat. Bahwa pertimbangan-pertimbangan hukum tersebut di atas diambil alih dan dijadikan dasar dalam pertimbangan hukum dalam putusan Halaman 17 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 17

18 Direktori Putusan Maia Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dalam memutus perkara banding, sehingga putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung No. 173/G/2016/PTUN-BDG tanggal 02 Mei 2016 dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. Bahwa Pertimbangan-Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung, yang diambil alih sebagai Pertimbangan Hukum Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sebagaimana terurai diatas merupakan suatu kekeliruan hukum yang nyata, karena judex factie pada Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung telah salah dalam penerapan hukumnya, yang tidak sesuai dengan prinsip hukum dalam asas asas pemerintahan yang baik (AAUPB). Bahwa Pemohon Kasasi II Intervensi/semulaPembanding II/Tergugat II Intervensi dalam mengajukan permohonan Sertipikat Hak Pakai No. 25/Setia Mekar telah sesuai dengan prosedur, begitu juga dengan Pembanding/semula Tergugat dalam menerbitkan obyek sengketa aquo telah sesuai dengan prosedur baik dalam hal pengolahan data fisik maupun data yuridis yang diajukan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan tidak bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. b. Bahwa Pemohon kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/Tergugat II Intervensi menolak dengan tegas atas pertimbangan Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung pada halaman 52 alinea 2, halaman 53 alinea 1, dan halaman 55 alinea 2, dan halaman 56 yang menyatakan: Menimbang bahwa Terbitnya obyek sengketa aquo secara kronologis didasarkan oleh adanya Keputusan Bupati Bekasi Nomor 143.1/Kep.247- BPMPD/2013 tentang Penataan Tanah Kas Desa (TKD) dan Tanah Tata Kota Desa di Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2013 (bukti T-12) dimana atas adanya surat tersebut Kepala Desa Setia Mekar (Tergugat II Intervensi) memohon kepada Tergugat untuk diterbitkan Haka Pakai (butkti T-1) yang melandasi terbitnya obyek sengketa a quo bukti T-13 adapun Majelis Hakim mencermati yang menjadi dasar terbitnya obyek sengketa a quo sesuai dengan Keputusan Hak Pakai bukti T-1 adalah aia Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (KBPN) No.9 tahun 1999 Bagian Kelima Pemberian Hak Pakai Paragraf 1 syarat-syarat Permohonan Hak Pakai Pasal 49, Pasal 50, dan Pasal 51 Halaman 18 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 18

19 Direktori Putusan Maia angka (3) yang bunyinya Dalam hal pemohon instansi pemerintah namun bukti perolehan tanahnya tidak dapat diketemukan, dilengkapi dengan surat pernyataan yang menyebutkan bahwa secara fisik tanahnya dikuasai, tanah tersebut sudah tercatat dalam daftar inventaris dan tidak ada permasalah atau sengketa dengan pihak lain (bukti T-5, T- 11). Menimbang bahwa terhadap fakta hukum diatas Majelis Hakim mencermati pada bukti T-4 H. Suryadi, SH yang merupakan Kepala Desa Setia Mekar sebagai pemohon hak pakai dimana pada bukti T-5 berupa surat pernyataan permohonan pada point satu (1) Bahwa kami mengajukan permohonan Hak Pakai atas tanah seluas M 2 yang terletak di Desa Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang telah dikuasai sejak tahun 1983 berasal dari tanah... (asal tanah sesuai dengan bukti T-5 dikosongkan/tidak diisi) dimana setelah dicocokan dalam pemeriksaan setempat Jumat tanggal 11 Maret 2016 adalah sama dengan alas hak Para Penggugat sesuai dengan bukti P-1, P-2 berupa Pernyataan waris dan kematian, P-3 berupa girik C No. 617 atas nama Ibih Bin Sirih, P-12 berupa bukti letter C No. 617 tercatat atas nama Ibih Bin Sirih, yang mana telah dibuktikan pula oleh Para Penggugat mengenai PBBnya (bukti P-4 s/d P-8b). menimbang bahwa selain itu Tergugat mendalilkan bahwa letter C, girik petuk dan sejenisnya adalah bukan bukti kepemilikan tanah sehingga tidak bisa dijadikan patokan terhadap hal tersebut apabila dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1997 Pasal 24 ayat 1 menyatakan untuk keperluan pendaftaran hak-hak atas tanah dibuktikan dengan alat bukti salah satunya bukti tertulis seperti petuk pajak bumi, girik, pipil, kekitir, surat keterngan riwayat tanah yang pernah dibuat oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (bukti P-3, P-12, dan P-15) terdapat ketidak sesuaian antara dalil Tergugat dan Peraturan yang mendasarinya sehingga Majelis Hakim berpendapat bahwa dikarenakan Buku Letter C itu berisi tentang data-data yang menyangkut tanahnya berupa asal tanah, kelas tanah, luas tanah, pemilik tanah dan semua itu bentuknya berupa tulisan yang dipergunakan sebagai dasar untuk membayar pajak tanah kepada negara apabila sudah ada peralihan aia terhadap obyek tanah tersebut biasanya akan dicatat dalam kolom sebab dan tanggal perobahan. Jadi jelas di dalam praktek keberadaan letter c/petuk/girik adalah sebagai salah satu alat bukti untuk memperoleh dan Halaman 19 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 19

20 Direktori Putusan Maia untuk pendaftaran atas tanah sehingga apabila dikaitkan dengan fakta hukum alas hak Para Penggugat bukti P-3 berupa girik c No. 617 atas nama Ibih bin Sirih, P-12 berupa bukti letter c No. 617 tercatat atas nama Ibih bin Sirih dan bukti P-15 berupa surat keterangan riwayat tanah yang pernah dibuat oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajk Bumi dan Bangunan dimana pada bukti P-3 dan P-12 dalam kolom sebab dan tanggal perubahan tidak tercantum adanya peralihan maka, tanah obyek sengketa a quo yang dimintakan Tergugat II intervensi dikaitkan asal tanah yang dimohon sesuai bukti T-5 berupa surat pernyataan yang tidak diisi/dikosongkan data darimana tanah tersebut berasal dikaitkan bukti T- 9 berupa keterangan riwayat tanah yang dibuat Tergugat II Intervensi sebagai pemohon adalah didasarkan atas data yuridis yang tidak benar dikarenakan seharusnya Kepala Desa Setia Mekar (Tergugat II Intervensi) setidak-tidaknya sebagai pemohon adalah sebagai pemegang buku letter c di desa dan tahu mengenai adanya data-data di desa tempatnya berada sehingga pasti mengetahui asal tanah kantor desa yang dimintakan hak pakainya sehingga kapasitas T II Intervensi sebagai pemohon Hak Pakai yang membuat surat pernyataan bukti T-5 setelah mengajukan permohonan sebagaimana T-4 adalah didasarkan atas data yuridis tidak benar. Bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung tentang hal tersebut diatas sangat keliru dan sumir karena tidak mempelajari dan meneliti semua bukti yang diajukan oleh Tergugat, Tergugat II Intervensi dan Penggugat. Bahwa setelah diteliti dan ditelaah terhadap bukti-bukti tersebut, Pemohon Kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/Tergugat II Intervensi telah mengajukan permohonan sertipikat hak pakai No. 25/Setia Mekar dan Pembanding/semula Tergugat dalam mengeluarkan obyek sengketa aquo telah sesuai prosedur dan tidak bertentangan dengan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Bahwa terhadap tanah dalam obyek sengketa aquo tersebut telah dikuasai oleh Pemohon Kasasi II Intervensi/semula Pembanding II/ Tergugat II Intervensi sejak lama dan selama dikuasai tidak pernah ada aia permasalahan atau gugatan dari pihak lain ataupun Penggugat, dan telah tercatat dalam daftar inventaris. Halaman 20 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 20

21 Direktori Putusan Maia Bahwa bukti atas bukti yang diajukan oleh Penggugat aia dalam pertimbangan hukum tersebut di atas tidak dapat dijadikan suatu bukti kepemilikan atas tanah atas obyek sertipikat aquo, buku Letter C desa No. 617 yang tidak dikuatkan oleh Keterangan Kepala Desa tidak dapat dijadikan dasar bukti kepemilikan, selain itu Letter C dan SPPT dan atau PBB merupakan bukti iuran pajak atas tanah bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah. Bahwa selain itu juga Surat Keterangan Riwayat Tanah yang diajukan oleh Penggugat dibuat oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan, yang bukan merupakan kewenangannya untuk mengeluarkan keterangan tersebut, karena apabila terjadi peralihan hak atas tanah tidak mengetahui, oleh karena itu untuk tanah-tanah adat belum bersertifikat hanyalah kepala desa yang dapat mengeluarkan Surat Keterangan Riwayat Tanah, karena setiap terjadi peralihan hak atas tanah yang belum bersertipikat selalu di catat dalam Buku Letter C desa, sehingga seharusnya bukti yang diajukan oleh Penggugat tidak dapat dijadikan petimbangan hukum oleh judex factie Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung. c. Bahwa judex factie Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung telah keliru penerapan hukum dalam pertimbangan hukumnya halaman 53 alinea 2 dan halaman 54 alinea 2, yang menyatakan ; Menimbang bahwa dari pertimbangan hukum diatas seyogyanya apabila ada suatu data yang tidak lengkap dalam pengajuan permohonan hak pakai biasa maka sesuai dengan ketentuan Pasal 54 ayat 4 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (KBPN) No. 9 tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Tergugat haruslah meminta Pemohon untuk melengkapi data asal tanah yang dimintakan tersebut namun dalam sengketa ini Majelis Hakim mencermati bahwa, terbitnya obyek sengketa a quo didasarkan atas bukti T-1 dimana disebutkan dasarnya adalah Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (KBPN) No. 9 tahun 1999 Bagian Kelima Pemberian Hak Pakai paragraf 1 Syarat-Syarat Permohonan Hak Pakai Pasal 51 angka (3) yang berbunyi Dalam hal pemohon instansi pemerintah namun bukti perolehan tanahnya tidak dapat diketemukan, dilengkapi dengan surat pernyataan yang menyebutkan bahwa secara fisik tanahnya dikuasai, tanah tersebut Halaman 21 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 21

22 Direktori Putusan Maia sudah tercatat dalam daftar inventaris dan tidak ada permasalahan atau sengketa dengan pihak lain. sehingga Tergugat tidak menggunakan ketentuan pasal 54 ayat 4 tersebut namun apabila dikaitkan dengan keterangan saksi Ali Sobari MN yang menyatakan pada tahun 2010 H Hasyim pernah meminta kembali tanah yang dipinjam pakaikan selama ini dengan menghadap ke Bupati, dan Ketua DPRD bersama-sama dengan H. Suryadi (Tergugat II Intervensi) yang setelah dimusyawarahkan diperintahkan untuk membuat surat resmi kepada Pemerintah Daerah dan atau membuat gugatan di Pengadilan dimana persoalan terhadap obyek sengketa a quo ini sudah ketahui dari tahun 2010 yang penyelesaiannya tidak dapat dilakukan dengan jalan musyawarah sesuai bukti P-9a, P-9b, dan P-10 dan dikaitkan pula dengan bukti T-5 berupa surat pernyataan pemohon yang menyatakan antara lain bahwa tidak mengetahui asal tanah dan penguasaannya tidak tumpang tindih dan tidak ada keberatan dari pihak manapun Majelis Hakim berpendapat bahwa antara Para Penggugat dan Pemerintah Daerah sejak tahun 2010 telah terjadi pembicaraan mengenai penyelesaian obyek sengketa a quo yang dalam hal ini Kepala Desa Setia Mekar sesuai dengan keterangan saksi Para penggugat Sdr Ali telah mengetahuinya dari tahun 2010 namun tidak ada penyelesaian lebih lanjut yang kemudian pada tanggal 20 Agustus 2014 atas permohonan H. Suryadi SH (Tergugat II Intervensi) selaku Kepala Desa Setia Mekar ( Vide bukti T-1) terbit obyek sengketa a quo. Menimbang bahwa dari uraian bukti-bukti dan fakta hukum diatas dihubungkan dengan segala sesuatu yang terjadi dalam persidangan maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa Pemohon (Tergugat II Intervensi) yang merupakan Kepala Desa Setia Mekar dalam mengajukan permohonan hak pakai telah mengetahui adanya permasalah ini dan begitu pula Tergugat pada saat menerbitkan surat keputusan obyek sengketa a quo yang didasarkan pada bukti T-1 bertindak tidak cermat karena tidak memperhartikan keadaan tanah dan kepentingan orang lain yang berada diatasnya padahal Tergugat secara prosedural sesuai dengan bukti T-2, T-3 dan T-7 telah melakukan risalah pemeriksaan dan penelitian tanah yang dibuat berita acaranya sampai aia dengan membuat peta bidang tanah dan hasil ploting tanah dan pemetaannya dimana seharusnya Tergugat mengetahui mengenai keberadaan bukti P-3 berupa girik c No. 617 atas nama Ibih bin Sirih, P- Halaman 22 dari 26 halaman Putusan Nomor 137K/TUN/2017 h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 22