SKRIPSI MARISSA RAHMAN KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SKRIPSI MARISSA RAHMAN KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC"

Transkripsi

1 SKRIPSI MARISSA RAHMAN KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC (Konsentrasi Parafin Cair sebagai Fase Minyak dalam Emulgel 5%, 7% dan 10%) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

2 Lembar Pengesahan KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC (Konsentrasi Parafin Cair sebagai Fase Minyak dalam Emulgel 5%, 7% dan 10%) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2012 Oleh: MARISSA RAHMAN NIM: Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II Dra. Esti Hendradi, Apt., M.Si., Ph.D NIP UMM. Dra. UswatunChasanah, M.Kes., Apt NIP UMM. ii

3 Lembar Pengujian KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC (Konsentrasi Parafin Cair sebagai Fase Minyak dalam Emulgel 5%, 7% dan 10%) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2012 Oleh: MARISSA RAHMAN NIM : Disetujui oleh : Pembimbing I Pembimbing II Dra. Esti Hendradi, Apt., M.Si., Ph.D NIP UMM. Dra. UswatunChasanah, M.Kes., Apt NIP UMM. Penguji III Penguji IV Drs. H. Achmad Inoni, Apt NIP UMM. Dian Ermawati, S.Farm., Apt NIP UMM. iii

4 KATA PENGANTAR Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah S.W.T, atas rahmat, hidayah dan karunianya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan sebaik baiknya. Dengan selesainya skripsi yang berjudul Karakterisasi Fisik, Aseptabilitas dan Pelepasan Kloramfeniramin Maleat dalam Emulgel HPMC (Konsentrasi Parafin Cair sebagai Fase Minyak dalam Emulgel 5%, 7% dan 10%) ini, perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada: 1. ALLAH SWT, tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, nikmat dan hidayahnya kepada umatnya, Rosulullah SAW, yang sudah menuntun kita menuju jalan yang lurus. 2. Dra. Esti Hendradi, Apt., M.Si., Ph.D,sebagai Pembimbing I dan Dra. Uswatun Chasanah, Apt.,M.Kes, sebagai Pembimbing II yang dengan tulus ikhlas dan penuh kesabaran, membimbing dan memberi dorongan moral maupun materi kepada saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 3. Drs. H. Achmad Inoni, Apt., dan Dian Ermawati, S.Farm, Apt., sebagai Tim Penguji yang memberikan saran, masukan, dan kritik yang membangun terhadap skripsi yang telah saya kerjakan. 4. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Tri Lestari Handayani, M.Kep., Sp.Mat., atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti program sarjana. 5. Ketua Program Studi Farmasi, Dra. Uswatun Chasanah, Apt.,M.Kes., yang senantiasa dengan sabar memberikan bimbingan, nasehat dan semangat kepada saya untuk lebih baik lagi dalam menimba ilmu. 6. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS., sebagai Kepala Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi dan Kimia Terpadu II, yang telah memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas laboratorium dalam menyelesaikan skripsi saya. 7. Siti Rofida, S.Si, Apt., sebagai Dosen Wali yang telah memberikan bimbingan dan nasehat selama mengikuti pendidikan di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. iv

5 8. Enggrid Juni Astuti, S.Farm., Apt., dan Arina Swastika Maulita M, S.Farm., Apt yang telah memberikan saran dan masukan kepada saya dalam mengerjakan skripsi ini. 9. Seluruh staf pengajar Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sarjana. 10. Para laboran Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi dan Laboratorium Kimia Terpadu II: Mas Ferdi, Mbak Susi, Mas Sigit dan Mas Fendi yang banyak membantu saya. 11. Kedua orang tuaku tercinta Syaiful Rahman dan Saniah, yang dengan penuh kasih sayang dan kesabaran selalu memberikan semangat, nasehat, dukungan moral dan materi, serta doa sehingga saya dapat menjalani studi saya dengan baik dan menyelesaikan skripsi ini. 12. Acus, Mya, Taya atas doa, semangat dan kasih sayangnya yang selalu saya rindukan. 13. Ophaku Mursal Irwandi yang selalu memberi semangat, doa, nasehat dan kasih sayangnya. 14. Teman-teman semisolida CTM (Anugerah Rizkiatul Awaliyah, Meilyda Frisa Kautsar, Riesha Permana Dewi) atas semangat, saran, masukan, hiburan, setia kawananya, bantuan dan kerjasamanya. 15. Teman-teman Farmasi 2008 yang sangat saya cintai terimakasih atas persahabatan yang telah kita bina selama 4 tahun ini, semoga bisa selalu seperti ini & lebih dekat lagi walau terpisah oleh jarak dan waktu. 16.Teman-teman Kavila 27C (Ifa, Gilang, Pipit, Agnes, Delis, Mbak Rin, Mbak Dini), terimakasih atas persahabatan selama 4 tahun di Malang. 17. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terimaksih atas bantuan, dukungan, semangat, dan doa yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. v

6 Akhir kata, semoga Allah S.W.T. membalas kebaikan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian bagi kita semua. Amin. Malang, 25 Juli 2012 Penyusun Marissa Rahman vi

7 RINGKASAN KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMINE MALEAT DALAM EMULGEL HPMC (Konsentrasi Parafin Cair sebagai Fase Minyak dalam Emulgel 5%, 7% dan 10%) Marissa Rahman Bentuk sediaan obat telah berkembang pesat di pasaran. Emulgel merupakan salah satu bentuk sediaan yang digunakan secara topikal. Klorfeniramin maleat (CTM) merupakan antihistamin golongan antagonis H1 yang banyak di pasarkan dalam bentuk oral untuk mengurangi gejala alergi. Penggunaan CTM secara oral dapat menyebabkan beberapa efek samping berupa sedasi, gangguan saluran cerna, stimulasi saraf pusat dan nyeri kepala (Martin, 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik, aseptabilitas dan pelepasan CTM dari sediaan emulgel HPMC dengan konsentrasi parafin cair (5%, 7% dan 10%). Penelitian ini dilakukan menggunakan metodologi penelitian eksperimental dengan membandingkan pengaruh konsentrasi parafin cair dalam emulgel CTM terhadap karakteristik fisik, aseptabilitas dan pelepasan CTM dari sediaan dengan gelling agent HPMC. Pada penelitian dibuat sediaan dengan 3 macam formula yaitu CTM 3 g,, HPMC 5,25 g, propilen glikol 22,5 g, tween 20 1,5 g, aquades bebas CO 2 ad 150 g. Parafin cair, pada F1 7,5 g, F2 10 g, dan F3 15 g dari masing-masing formula emulgel CTM. Evalusi sediaan meliputi karakteristik fisik sediaan (organoleptis, ph, viskositas, daya sebar), aseptabilitas, dan pelepasan obat dari sediaan. Tahap awal dilakukan pemeriksaan organoleptis, didapatkan bahwa sediaan sediaan emulgel CTM pada sediaan formula I, II dan III memiliki tekstur yang kental dan lembut. Pada pengamatan warna dan bau formula I, II dan III berwarna putih dan berbau parafin cair. Pada pemeriksaan ph rata-rata didapatkan formula I (4,98 ± 0,07), formula II (5,00 ± 0,01), dan formula III (5,01 ± 0,02). Kemudian diuji statistik dengan menggunakan One Way Anova diperoleh F hitung 0,253) < F tabel (5,1432). dengan derajat kepercayaan α = 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antar ketiga formula. Berdasarkan pemeriksaan viskositas didapatkan hasil rata-rata viskositas didapatkan formula I (300 ± 0,00), formula II (306,67 ± 4,71) dan formula III (290 ± 14,14). Kemudian diuji statistik dengan menggunakan One Way Anova diperoleh F hitung (1,900) < F tabel (5,1432) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar ketiga formula. Pada pengukuran daya sebar didapatkan hasil rata-rata daya sebar menunjukkan formula I (0,16 ± 0,05), formula II (0,13 ± 0,06) dan formula III (0,14 ± 0,00). Kemudian diuji statistik One Way Anova diperoleh F hitung (0,679) < F tabel (5,1432). dengan derajat kepercayaan α = 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antar ketiga formula. Dari hasil uji aseptabilitas yang dilakukan didapat bahwa formula I dan II mempunyai persentase kelembutan yang lebih tinggi dari formula III. Formula II mempunyai persentase sensasi dingin paling tinggi. Sensasi dingin disebabkan vii

8 oleh bentuk sediaan yang digunakan adalah emulgel yang mengandung cukup banyak air. Sedangkan formula III mempunyai persentase kemudahan dicuci paling tinggi. Dapat disimpulkan formula II mempunyai kriteria aseptabilitas yang paling besar dari formula I dan III. Pada uji pelepasan bahan obat dari sediaan emulgel CTM kemudian dihitung fluks harga slope persamaan garis linier yaitu plot antara jumlah kumulatif CTM persatuan luas membran (µg/cm 2 ) terhadap akar waktu (menit 1/2 ) pada masing-masing formula. Dari hasil pengamatan diperoleh formula I (284,10 ± 31,30), formula II (267,73 ± 18,50) dan formula III (268,32 ± 6,48). Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan One Way Anova diperoleh F hitung (0,379) < F tabel (5,1432) dengan derajat kepercayaan α = 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antar ketiga formula. Berdasarkan karakteristik fisik (ph, viskositas, daya sebar,), aseptabilitas dan pelepasan obat dari ketiga formula yang dibuat, formula dengan konsentrasi parafin cair 10% yaitu formula III merupakan formula yang terbaik karena memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas dan pelepasan obat yang baik yang tidak berbeda dengan hasil uji formula lain yang kemungkinan mempunyai proses penetrasi lebih baik dengan kadar parafin cair yang tinggi. viii

9 ABSTRACT PHYSICAL CHARACTERISTICS, ACCEPTABILITY AND RELEASE OF CHLORPHENIRAMINE MALEATE IN EMULGEL HPMC (Concentration of Paraffin liquidum 5%, 7% and 10%) The form of medicine has been progressing so fast recently. Emulgel is an example form of medicine which is used topically. Chlorpheniramine maleat is an H1 antihistamine which is trade in oral form to reduce allergic. The use of chlorpheniramine maleat orally can cause several side effect as in sedation, digestion disturbances, stimulation of CNS and headache. This research was conducted to determine the physical characteristics, acceptability and release of chlorpheniramine maleate in emulgel HPMC with various concentration of paraffin liquidum 5%, 7% and 10%. Evaluation included organoleptics, ph, viscosities, power of spread, acceptability, and drug release of the preparations. The results of organoleptic examination was found that preparations of formula I, II and III had soft texture, odor of parafin liquidum, and white. From the analysis One Way Anova found that there were no significant differences for the evaluation of ph, viscosities, power of spread, acceptability and drug release. From the three formula that have been made, formula with concentration of paraffin liquidum 10% that formula III was a formula that was chosen because it provided the physical characteristics, acceptability of good preparations and good release. Keywords : chlorpheniramine maleate, emulgel, HPMC, paraffin liquidum ix

10 ABSTRAK KARAKTERISASI FISIK, ASEPTABILITAS DAN PELEPASAN KLORFENIRAMIN MALEAT DALAM EMULGEL HPMC (Konsentrasi parafin cair sebagai fase minyak dalam emulhel 5%, 7% dan 10%) Bentuk sediaan telah berkembang dengan pesat. Emulgel merupakan contoh bentik sediaan topical. Klorfeniramin maleat merupakan antagonis H1 yang pada penggunaan oral digunakan untuk mengatasi alergi. Penggunaan secara oral dapat menimbulkan efek samping sedasi, gangguan pencernaan, stimulasi SSP dan nyeri kepala. Pada penelitian ini ingin diketahui bagaimana karekterisasi fisik, aseptabilitas dan pelepasan Klorfeniramin maleat dalam emulgel HPMC dengan konsentrasi pafarin berbeda yaitu 5%, 7% dan 10%. Evaluasi meliputi organoleptis, ph, viskositas, daya sebar, aseptabilitas dan pelepasan obat dari sediaan. Hasil uji organoleptis didapat bahwa formula I, II dan III bertekstur lembut, berbau parafin cair dan berwarna putih. Pada uji One Way Anova tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada uji ph, viskositas, daya sebar, aseptabilitas dan pelepasan obat. Pada hasil karakteristik fisik (ph, viskositas daya sebar), aseptabilitas dan pelepasan CTM dari ketiga formula yang dibuat, formula dengan konsentrasi parafin cair 10% yaitu formula III merupakan formula yang terpilih karena memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas sediaan yang baik dan pelepasan obat baik. Kata kunci : klorfeniramin maleat, emulgel, HPMC, parafin cair x

11 DAFTAR ISI Halaman JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR PENGUJIAN... iii KATA PENGANTAR... iv RINGKASAN... vii ABSTRACT... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvii BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA CTM Sifat Fisikokimia CTM Farmakologi CTM Emulgel Kulit Anatomi dan Fisiologi Kulit Fungsi Kulit Evaluasi Sediaan Setengah Padat Uji Karakteristik Fisik Sediaan Uji Pelepasan obat Uji Aseptabilitas Bahan-bahan Penyusun Formula Hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) xi

12 Propilen glikol Parafin cair Tween BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL BAB 4 METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Bahan bahan Alat alat Metode Kerja Identifikasi CTM Pemeriksaan Organoleptis CTM Penentuan Uji Kualitatif Pemeriksaan dengan Spektrofotometer Infra Merah (IR) Pembuatan Kurva Baku CTM Pembuatan Larutan Dapar Fosfat Pembuatan Larutan Baku Induk CTM Pembuatan Baku Kerja Penentuan λ maks CTM Pembuatan Kurva Baku Rancangan Formula Emulgel Rancangan Formula Cara Pembuatan Formula Emulgel Skema Pembuatan Emlgel CTM Uji Homogenitas Penentuan Tipe Emulgel Uji Karakteistik Fisik Sediaan Uji Organoleptis Uji ph Uji Viskositas Uji Daya Sebar Uji Pelepasan Obat dari Sediaan Uji Pelepasan CTM dari Basis Emulgel xii

13 Penentuan Jumlah Kumulatif CTM Penentuan Fluks Pelepasan (J) Uji Aseptabilitas Sediaan Analisa Data BAB 5 HASIL PENELITIAN Identifikasi CTM Hasil Pemeriksaan Organoleptis Hasil Penentuan Uji Kualitatif Hasil Pemeriksaan dengan Spektrofotometer Infra Merah Penentuan Kurva Baku CTM Hasil Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Hasil Penentuan Kurva Baku CTM Hasil Uji Homogenitas Hasil Penentuan Tipe Emulgel Hasil Uji Karakteristik Fisik Sediaan Hasil Pengamatan Organoleptiss Sediaan Hasil Pengukuran ph Sediaan Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan Hasil Pengukuran Daya Sebar Sediaan Uji Pelepasan Obat dari Sediaan Profil Pelepasan CTM Hasil Uji Pelepasan CTM Hasil Penentuan Fluks CTM Uji Aseptabilitas BAB 6 PEMBAHASAN BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xiii

14 DAFTAR TABEL Tabel Halaman IV.1. Rancangan formula sediaan emulgel CTM IV.2. Kriteria penilaian uji aseptabilitas V.1. Tabel V.1 Hasil pemeriksaan kualitatif CTM V.2. Nilai serapan CTM dengan berbagai kadar dalam larutan dapar fosfat ph 6,0±0,05 pada panjang gelombang maksimum 262 nm V.3 Hasil penentuan homogenitas sediaan emulgel CTM V.4 Hasil pengamatan organoleptis sediaan pengukuran daya sebar sediaan V.5 Hasil pengukuran ph sediaan V.6 Hasil pengukuran viskositas sediaan V.7 Hasil pengukuran daya sebar sediaan V.8 Hasil jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari sediaan emulgel CTM ± SD formula I, II dan III V.9. Hasil jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari sediaan emulgel CTM formula I replikasi 1, 2 dan V.10 Hasil jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari sediaan emulgel CTM formula II replikasi 1, 2 dan V.11 Hasil jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari sediaan emulgel CTM formula III replikasi 1, 2 dan V.12 Persamaan regresi linier hubungan antara akar waktu dengan jumlah kumulatif CTM yang terlepas dari sediaan emulgel V.13 Fluks CTM proses pelepasan CTM dari basis emulgel V.14 Perbandingan persentase parameter aseptabilitas xiv

15 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Rumus bangun CTM Anatomi kulit Proses difusi suatu zat dari kompartemen donor masuk ke dalam kompartemen reseptor Perbedaan konsentrasi zat dalam kompartemen donor (C 1 ) dan dalam kompartemen reseptor (C 2 ) yang dibatasi oleh suatu membran dengan tebal h Skema pelepasan obat dari suatu matriks untuk menggambarkan pelepasan obat dari basis yang diasumsikan sebagai matriks homogen Diagram kerangka konseptual Skema metode kerja Skema pembuatan emulgel CTM Apparatus 5-Paddle Over Disk Sel difusi Hasil pemeriksaan spektrofotometer infra merah CTM bahan penelitian Hasil pemeriksaan spektrofotometer infra merah CTM pustaka Spektrogram nilai serapan CTM dengan berbagai kadar larutan dapar fosfat ph 6,0 ± 0,05 pada panjang gelombang 262 nm Kurva hubungan antara kadar dan serapan CTM pada berbagai kadar dalam dapar fosfat ph 6,0±0,05 pada panjang gelombang 262 nm Penampakan mikroskop dari metode pewarnaan dengan larutan sudan III pada tipe emulgel M/A Sediaan emulgel CTM pada berbagai formula Histogram harga ph formula sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III. Data merupakan rata-rata dari 3 kali xv

16 replikasi ± SD Hisogram harga viskositas sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III. Data merupakan rata-rata dari 3 kali replikasi ± SD Histogram harga daya sebar sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III. Data merupakan rata-rata dari 3 kali replikasi ± SD Kurva hubungan antara akar waktu (menit 1/2 ) dengan rata-rata jumlah kumulatif CTM yang lepas persatuan luas membran (µg/cm 2 ) ± SD formula I, II dan III Kurva hubungan antara akar waktu (menit 1/2 ) dengan jumlah kumulatif CTM yang lepas persatuan luas membran (µg/cm 2 ) formula I replikasi 1, 2 dan Kurva hubungan antara akar waktu (menit 1/2 ) dengan jumlah kumulatif CTM yang lepas persatuan luas membran (µg/cm 2 ) formula II replikasi 1, 2 dan Kurva hubungan antara akar waktu (menit 1/2 ) dengan jumlah kumulatif CTM yang lepas persatuan luas membran (µg/cm 2 ) formula III replikasi 1, 2 dan Histogram nilai persentase kelembutan sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III Histogram nilai persentase sensasi dingin sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III Hisogram nilai persentase kemudahan dibersihkan sediaan emulgel CTM pada formula I, II dan III xvi

17 LAMPIRAN Lampiran Halaman 1 Daftar Riwayat Hidup Surat Pernyataan Sertifikat Analisis CTM Data Pengukuran Penyebaran Sediaan Emulgel CTM Form Informed Consent untuk Uji Aseptabilitas Prosedur Uji Aseptabilitas Hasil Pengukuran Jumlah Kumulatif CTM yang Terlepas dari Sediaan Emulgel CTM Hasil Pengamatan Aseptabilitas Sediaan Emulgel CTM Hasil Penentuan Homogenitas Sediaan Emulgel CTM Hasil Uji Statistik Viskositas Hasil Uji Statistik Prngukuran ph Hasil Uji statistic Pengukuran Daya Sebar Hasil Uji Statistik Fluks Pengukuran Jumlah Kumulatif CTM Tabel Distribusi r F Tabel xvii

18 DAFTAR PUSTAKA Agung, pras. Wordpress.com. Diakses tanggal 6 Januari Andronis, V., Mesiha, M.S., Design and Evaluation of Transdermal Chlorpheniramine Maleate Drug Delivery System. Pharmaceutica Acta Helvetiate, p Anief, M., Formulasi Obat Topikal dengan Dasar Penyakit Kulit. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press, hal 1-8. Ansel, H.C., Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, edisi ke-4. Jakarta. Universitas Indonesia Press, hal 493. Ceschel, G.C., Meffei, P., Gentile, M., Design and Evaluation of a New Transdermal Formulating Containing Chlorpheniramine Maleate. Informa Healthcare, p Depkes RI., Farmakope Indonesia IV, Departemen Kesehatan RI. Jakarta, hal 7, 211, Florey K., Analytical Profiles of Drugs Substance Volume 7. New Brunswick. Academic Press, p Gunadi, S.B., Uji Daya Antiinflamasi Krim Tipe A/M Ekstrak Etanolik Jahe 10% (Zingiber officinale Roscoe) yang Diberikan Topikal Terhadap Udem Kaki Tikus yang Diinduksikan Karagenin. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Gan., S.G., Farmakologi dan Terapi, edisi ke-5, Jakarta. Gaya Baru, hal 278. Inayah, Uji Karakteristik Fisik, Aseptabilitas dan Efektivitas perasan Jeruk Nipis (10%, 20% dan 30%) sebagai Antioksidan dalam Basis Gel CMC Na. Skripsi. Malang, UMM. Lachman, L., Lieberman, H.A., and Kanig, J.L., Teori dan Praktek Farmasi Industri II Terjemahan Siti Suyatmi, edisi ke-3. Jakarta, Universitas Indonesia Press, hal Madan, J., Singh, R., Formulation and Evaluation of Aloe Vera Topical Gels.International Journal of Pharmaceutical Sciences. P Martin, A.N., Swarbick, J., Cammarta, A., Farmasi Fisik: Dasar-Dasar Kimia Fisik dalam Ilmu Farmasetik, edisi ke-3, Jakarta. Universitas Indonesia Press, hal xviii

19 Martin, J., 2009, British National Formulary, 57 th edition. London : BMJ Group and PRS Publishing. Mills, T., Roberson, J.C., Matchett, C.C., Simon, M.S and Ollis, R.J., 2006, Instrumental Data for Drug Analysis, 3 th edition, vol.6. CRC Press, Prancis, p Rowe, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5 th Ed., American Pharmacists Association, Washington DC, p 346, 474, 580,624. Siswandono., Soekardjo, Bambang., 2000, Kimia Medisinal, edisi ke-2. Surabaya. Airlangga University Press, hal Society of Japanese Pharmac., 2002, Japanese Pharmacopeia Vol.XV. Japan. Society of Japanese Pharmac, p 498. Soegiartono, O., Masri, M., Sumarno., Pengaruh Surfaktan Nonionik yang Dicampurkan dalam Basis Salep Hidrofil (USP) terhadap Pelepasan Asam Salisilat Secara In Vitro. Fakultas Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada. Sweetman, Sean C Martindale, The Complate Drug Reference. 36 th edition. London: Pharmaceutical Press. Tas, C., Ozkan, Y., Savaser, A., Baykara, T., In Vitro and Ex Vivo Permeation Studies of Chlorpheniramine Maleate Gels Prepared by Carbomer Derivatives. PubMed. P United States Pharmacopoeia Convention, The United States Pharmacopoeia XXIV and The National Formulary XIX, The United States Pharmacopoiea Convention Inc, Philadelphia, p 432. Voigt, Rudolf., Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, edisi ke-5. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, hal Wahyuningsih, M.S., Pengaruh Variasi Formula Semi Solid natrium Diklofenak terhadap Absorpsi Perkutan dan Korelasinya secara In Vitro-In Vivo. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah mada. Wijaya, A.F., Penentuan Parameter Termodinamika Proses Pelepasan Klorfeniramin Maleat dari Basis Cold Cream. Skripsi, Universitas Airlangga, Surabaya. xix