IDX Newsletter. Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten. Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5]

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IDX Newsletter. Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten. Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5]"

Transkripsi

1 INDEKS ISSI, Cerminkan Pergerakan Saham Syariah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat ini menghitung pergerakan 307 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham mana saja yang memenuhi prinsip syariah? [Lot.2] headline Strategi BEI Meningkatkan Jumlah Emiten Wajah Para Komisaris Baru BEI Lima figur berpengalaman terpilih menjadi Komisaris BEI periode Sesuai latar belakang masing-masing, anggota Dewan Komisaris terpilih sesungguhnya sudah memberi banyak sumbangan bagi pasar modal Indonesia. [Lot.3] Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten Merujuk Ketentuan VI Peraturan Nomor I-A, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berwenang melakukan perpindahan papan emiten setiap bulan Mei. [Lot.4] Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5] Link Net Go Public Untuk Kembangkan Layanan [Lot. 6] Meningkatnya Kepercayaan Pasca Pilpres [Lot. 6] Kerja sama Penggunaan Lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF [Lot. 7] Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target 509 emiten sampai dengan akhir Target ini tampaknya tidak sulit dicapai. Untuk meyakinkan para calon emiten, BEI menggunakan sejumlah strategi pendekatan berbeda, tidak sekedar menawarkan kesempatan mengakses dana publik. Minat investor global berinvestasi di emerging market, terutama Indonesia dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan. Sejalan dengan itu, partisipasi pemodal lokal pun mengalami peningkatan positif. Otoritas bursa, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI, berupaya merespons tren positif ini dengan mendorong kehadiran lebih banyak emiten baru. Komitmen mendorong kehadiran emiten baru ini juga sebagai respons untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia menyongsong era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun Jumlah emiten di BEI yang sampai minggu ke-2 Juli 2014 adalah 501 emiten memang masih lebih kecil dibanding jumlah emiten di bursa saham Malaysia maupun Singapura. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad meminta Self-Regulatory Organization (SRO) untuk lebih giat mendorong kehadiran emiten baru. Kita punya perusahaan sangat banyak, dorong mereka untuk masuk ke pasar modal, imbau Muliaman. Direktur Utama BEI Ito Warsito me ngatakan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan jumlah emiten ter catat dengan kehadiran makin banyak emiten baru. Dengan demikian, bisa menampung aliran modal investor asing. Itu cara kami menyerap capital inflow investor asing, terang Ito Warsito. Sambil mendorong peningkatan jumlah emiten baru, menurut Ito, pihaknya juga memperhitungkan sisi kualitas. Pada 2013, BEI berhasil mencatatkan 31 emiten baru dari target 30 emiten. Tahun ini, dipatok target 30 emiten baru. Sampai dengan pertengahan Juli 2014, telah listing 18 emiten baru. Secara bertahap, sampai dengan tahun 2017, BEI menargetkan setidaknya bisa menghadirkan 35 emiten baru setiap tahunnya. Sedangkan tahun 2015 nanti, BEI menargetkan emiten yang resmi tercatat di BEI akan mencapai 544 emiten. Untuk mengoptimalkan pencapai an target menambah emiten baru, model pendekatan yang digunakan mulai diubah. Ito Warsito mengatakan, individual approach pada para founders atau pemilik perusahaan kini jadi prioritas karena dianggap lebih efektif. Mobilisasi calon emiten dengan pendekatan untuk mengakses dana murah kerap kurang efektif. Banyak perusahaan potensial yang sesungguhnya punya banyak uang. Karena sudah punya banyak uang, akses permodalan ke bank pun bukan masalah bagi kelompok-kelompok usaha seperti ini, ujar Ito Warsito. Alasan yang sama sekaligus mematah kan BEI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan jumlah emiten tercatat dengan kehadiran makin banyak emiten baru. Dengan demikian, bisa menampung aliran modal investor asing. urgensi bagi perusahaan untuk meng akses dana murah melalui pasar modal. Karena itu pendekatan bukan de ngan alasan perlu uang untuk IPO, karena mereka juga bingung uang hasil IPO mau diapakan, ujar Ito Warsito. BEI kini lebih menekankan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan perusahaan dengan prinsip good corporate governance (GCG). Sebab, pemilik perusahaan umumnya ingin mewariskan perusahaan yang sehat kepada anak cucu. Salah satu cara yang ideal adalah de ngan go public. Ketika menjadi perusahaan publik, ada tuntutan pengelolaan secara profesional dan transparan sesuai standar GCG. Perusahaan berpeluang bertahan dalam jangka panjang karena diawasi otoritas, para investor, dan juga publik, tutur Ito Warsito. Peluang untuk mewariskan perusahaan dalam jangka panjang mendapat penekanan, karena hal itu juga menjadi cita-cita para pendiri perusahaan. Dengan menjadi perusahaan yang bertahan dalam rentang usia akan bisa terealisasi jika menjadi perusahaan tercatat dan dikelola dengan standar GCG. OJK pun mendukung penuh upaya BEI dengan ikut terlibat dalam berbagai kesempatan dialog dengan berbagai asosiasi perusahaan seperti Kadin, Hipmi, Perbanas, Asbanda, dan sejumlah asosiasi lainnya. Anggota Dewan Komisioner OJK Merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida mengatakan, salah satu keuntungan menjadi perusahaan publik adalah peluang melakukan ekspansi usaha dengan menambah modal. Setelah menjadi perusahaan terbuka, kredibilitas perusahaan akan semakin meningkat, sehingga peluang meningkatkan skala usaha makin terbuka. Tata kelola perusahaan akan semakin baik, sehingga bisa setara dengan perusahaan publik dari negara-negara tetangga, ujar Nurhaida.e

2 - Pojok Redaksi: 2 investor corner Tahun ini pasar modal Indonesia mencatat sejumlah kemajuan penting. Walau saat ini tengah berlangsung fluktuatif, setidaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif. Bertepatan dengan momen Pemilihan Pre siden diharapkan membawa angin baru di dunia pa sar modal Indonesia. Selain itu Dewan Komisaris BEI yang baru telah terpilih pada RUPS tanggal 25 Juni 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Sudah tentu pencapaian itu tidak datang tiba-tiba. Ada sejumlah langkah perbaikan dan pembenahan yang terencana sehingga bursa Indonesia bisa terus melangkah maju. Sejumlah langkah pembenahan strategis seperti strategi BEI dalam menambah emiten baru, mekanisme baru perpindahan papan pencatatan emiten, sampai upaya mendorong likuiditas transaksi dengan kehadiran lebih banyak produk di pasar. Strategi BEI dalam menambah emiten baru menjadi tema utama dalam laporan IDX Newsletter edisi ini. Anda juga berkesempatan mendapatkan sejumlah informasi penting pada rubrik IDX Update, maupun rubrik Edukasi tentang kerja sama penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF. IDX Newsletter Selamat membaca Redaksi PeneRbit: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Penanggung jawab: Ito Warsito Koordinator: Irmawati Amran tim editor: Hani Ahadiyani, Ibnu Anshary, Awan Wahyu K. Alamat Redaksi & Sirkulasi: Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.6, Jl Jend. Sudirman Kav , Jakarta Telp , Fax ISSI, Cerminkan Pergerakan Saham Syariah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat ini menghitung pergerakan 307 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham mana saja yang memenuhi prinsip syariah? Untuk mendukung perkembangan pasar modal syariah, sejak tiga tahun lalu, persisnya 12 Mei 2011, BEI menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menghitung pergerakan saham-saham yang masuk kategori saham syariah. Konsti tuen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Konstituen ISSI di-review setiap 6 bulan sekali (Mei dan November), dan dipu blika sikan pada awal bulan berikutnya. Per 3 Juni 2014 ada 307 saham yang masuk dalam perhitungan ISSI dengan kapitali sasi pasar senilai Rp2,91 triliun. Saham-saham dalam ISSI menguasai 58,26% dari seluruh nilai kapitalisasi pasar saham yang tercatat di BEI. Apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES, maka ISSI akan menyesuaikan konstituen indeks ini. Metode perhitungan indeks ISSI menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar. Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan ISSI adalah awal penerbitan DES yaitu Desember DES yang menjadi underlying perhitungan ISSI dievaluasi secara berkala oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) de ngan pertimbangan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). DES terbaru diumumkan pada 23 Mei 2014 lalu oleh OJK. Ada 322 saham syariah dari 501 saham yang tecatat di BEI per 11 Juli Menurut Sarjito, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Mo dal I OJK, saham yang masuk dalam DES terbaru ini beragam dari sektor perda gang an dan jasa, properti, serta industri dasar dan kimia. Sektor perdagangan dan jasa sebesar 25,73%, sedangkan sektor pro perti, real estate, dan konstruksi bangunan sebesar 15,22%, kemudian diikuti dengan industri dasar dan kimia sebesar 14,29%. Dibandingkan periode enam bulan sebelumnya, ada 28 saham baru yang masuk DES, di antaranya Wika Beton, Cipaganti, Eka Sari Lorena Transport, Indika Energi, MNC Land, dan Nippon Indosari Corpindo. Sementara saham yang keluar dari DES ada 34 saham, di antaranya PT Bakrieland Development Tbk, PT Metro Realty Tbk, PT Tri Banyan Tirta Tbk, dan PT Zebra Nusantara Tbk. Penentuan saham yang keluar dari kriteria DES berdasarkan beberapa ca tatan, seperti adanya aktivitas yang mengandung unsur perjudian, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung judi, transaksi suap, dan produksi barang haram yang mengandung babi. Selain itu ada ber bagai pertimbangan seperti utang berbasis bu nga berdasarkan total aset mencapai lebih dari 45%. Sedangkan pendapatan non-halal dibanding total pendapatan harus kurang dari 10% Dibanding tahun sebelumnya, jumlah saham yang masuk DES I 2014 menurun. Pada DES II 2013 ada 328 saham yang dikategorikan sebagai efek syariah. Sedangkan pada DES I 2014 ada 322 saham syariah. Penetapan DES Periodik I 2014 ditetapkan dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: Kep-24/D.04/2014 tentang Daftar Efek Syariah (DES) pada Selasa, 20 Mei Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada review berkala yang dilakukan OJK atas Daftar Efek Syariah yang telah ditetapkan sebelumnya. Sarjito memaparkan, sumber data yang digunakan sebagai bahan pene la ahan dalam penyusunan DES berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2013 dan telah diterima oleh OJK, serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten atau perusahaan publik. Secara periodik OJK akan me-review DES berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Setiap enam bulan sekali OJK akan mengeluarkan DES, yaitu pada bulan Mei dan November. Review atas DES juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau, apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah. DES menjadi panduan investasi bagi penggunanya seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek syariah, serta panduan bagi penyedia indeks syariah, seperti BEI yang menerbitkan Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).e DES yang diterbitkan OJK dapat dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu: [1] DES Periodik DES Periodik merupakan DES yang diterbitkan secara berkala yaitu pada akhir Mei dan November setiap tahunnya. DES Periodik pertama kali diterbitkan Bapepam-LK pada tahun [2] DES Insidentil DES Insidentil merupakan DES yang diterbitkan tidak secara berkala. DES Insidentil diterbitkan antara lain disebabkan adanya: l Penetapan saham yang memenuhi kriteria efek syariah bersamaan dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran emiten yang melakukan penawaran umum perdana atau Pernyataan Pendaftaran perusahaan publik. l Penetapan saham emiten dan atau perusahaan publik yang memenuhi kriteria efek syariah berdasarkan laporan keuangan berkala yang disampaikan kepada OJK setelah Surat Keputusan DES secara periodik ditetapkan. Efek yang dapat dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh OJK meliputi: 1. Surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia; 2. Efek yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar; 3. Sukuk yang diterbitkan oleh emiten termasuk obligasi syariah yang telah diterbitkan oleh emiten sebelum ditetapkannya Peraturan Bapepam dan LK Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah; 4. Saham reksa dana syariah; 5. Unit penyertaan kontrak investasi kolektif reksa dana syariah; 6. Efek beragun aset syariah; 7. Efek berupa saham, termasuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) syariah dan waran syariah, yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah, sepanjang emiten atau perusahaan publik tersebut: a. Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b Peraturan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A.13; b. Memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut: i. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus); ii. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapat an usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus); 8. Efek syariah yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal yang diterbitkan oleh lembaga internasional dimana Pemerintah Indonesia menjadi salah satu anggotanya; dan 9. Efek syariah lainnya.

3 3 IDX Newsletter IDX Update Wajah Para Komisaris Baru BEI Lima figur berpengalaman terpilih menjadi Komisaris BEI periode Sesuai latar belakang masing-masing, anggota Dewan Komisaris terpilih sesungguhnya sudah memberi banyak sumbangan bagi pasar modal Indonesia. P ara pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni lalu. Satu dari tiga agenda RUPST yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta itu adalah pengangkatan Anggota Dewan Komisaris BEI masa bakti Seiring dengan pengangkatan komisaris baru, berakhir pula pengabdian Dewan Komisaris masa bakti Adapun anggota Dewan Komisaris yang telah mengakhiri pengabdian tahun ini adalah I Nyoman Tjager (Komisaris Utama), Chaeruddin Berlian, Felix Oentoeng Soebagjo, Johnny Darmawan, dan Suwantara Gotama. Dewan Komisaris yang baru terpilih adalah: Komisaris Utama : Robinson Simbolon Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris : Hendra H. Kustarjo : Dwi Soetjipto : Lydia Trivelly Azhar : Hari Purwantono Anggota Dewan Komisaris terpilih mewakili berbagai unsur terkait di pasar modal, baik otoritas pasar modal, perusahaan efek, akuntan, maupun emiten. Posisi Komisaris Utama dipercayakan kepada Robinson Simbolon, yang baru saja pensiun awal tahun ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum pensiun, Robinson Simbolon menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK. Jebolan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini lama berkarier di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama Badan Pengawas Pasar Modal. Jabatan terakhirnya di Bapepam adalah Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum antara tahun 1999 sampai Sebelum di Biro Hukum, ayah dua anak ini sempat menjabat sebagai Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam. Selain di lingkungan Kementerian Keuangan dan OJK, Robinson pun pernah menduduki jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Salah satunya menjadi anggota Dewan Komisaris PT Permodalan Nasional Madani. Dari kalangan perusahaan efek Anggota Bursa (AB) yang juga pemegang saham, terpilih Hendra Hasan Kustarjo dan Lydia Trivelly Azhar. Selain wakil AB, Hendra juga bisa dikatakan wakil emiten, karena saat ini ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Global Securities Tbk. Sebelum dipercaya menjadi Komisaris BEI, sarjana akuntansi lulusan Universitas Trisakti ini menjadi anggota Komite Disiplin Anggota BEI yang dijabat sejak Mei Hendra Kustarjo juga aktif di lingkungan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan pernah menjabat beberapa posisi kepengurusan. Sejak 2013 sampai sekarang, mantan akuntan senior pada KAP Hadi Sutanto ini tercatat se bagai Anggota Departemen Penjaminan Emisi Efek APEI. Pada tahun , Hendra Kustarjo pernah tercatat sebagai anggota Komite Pengembangan Usaha BEI. Sementara itu, Lydia Trivelly Azhar yang juga terpilih sebagai anggota Komisaris BEI, saat ini merupakan Direktur PT Buana Capital, yang dijabat sejak Jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga tercatat aktif pada ber bagai bidang strategis di lingkungan pasar mo dal. Lydia Trivelly sejauh ini aktif menyumbangkan tenaga dengan menjadi anggota sejumlah komite di lingkungan BEI, seperti Komite Anggaran, Komite Disiplin Anggota, serta Komite Perdagangan. Lydia Trivelly juga tercatat aktif di berbagai organisasi di lingkungan pasar modal. Ia pernah tercatat sebagai salah satu ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) antara Sejak 2009 sampai saat ini, Lydia tercatat sebagai penasihat Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek serta wakil dari APEI untuk Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal. Lima wajah baru di jajaran komisaris baru BEI tentu saja bukan orang baru di lingkungan pasar MO DAl. Mereka telah melewati waktu yang sangat panjang untuk memberi kontribusi bagi kemajuan pasar MO DAl dan bursa efek, dengan cara berbeda. Sementara di lingkungan Asosiasi Profesi Pasar Modal, Lydia tercatat sebagai penasihat. Presiden Direktur PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, ikut terpilih menjadi anggota komisaris BEI. Beliau adalah jebolan Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Program Doktor di Universitas Indonesia. Sebagai CEO perusahaan publik, Dwi Soetjip to dikenal punya nama harum, dan dianugerahi sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Satya Lencana Pemba ngunan dari Pemerintah RI. Selain sibuk sebagai profesional, mantan Direktur Utama PT Semen Padang ini juga aktif di berbagai organisasi dan rajin menulis artikel dan buku. Sejak 2007 sampai sekarang, Dwi tercatat sebagai Ketua Bidang untuk KONI Jawa Timur. Pria yang suka bermain gitar di sela kesibukannya ini juga dikenal sebagai pesilat tangguh. Ia juga mengabdikan diri sebagai Ketua Keluarga Silat Indonesia Perisai Diri, Pengda Jatim. Nama akuntan senior, Hari Purwantono tercatat dalam jajaran Komisaris BEI untuk masa bakti Pria kelahiran 30 September 1958 di Kediri, Jawa Timur ini punya pengalaman sangat panjang di bidang audit sejak lulus dari Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya pada Waktu 31 tahun telah dihabiskan untuk ikut aktif dalam kegiatan audit untuk perusahaan swasta maupun BUMN, pada berbagai sektor usaha. Termasuk kegiatan audit untuk mengantar perusahaan-perusahaan tersebut dalam proses go public. Mengawali karier sebagai staf pada KAP Drs. Utomo, Mulia & Co, kariernya melesat cepat. Pada Juli 1994, Hari Purwantono resmi tercatat sebagai Partner pada KAP Drs. Prasetio, Utomo & Co. Pada akhir 2002, Hari menjadi Partner untuk KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja. Selanjutnya pada Juli 2009, ia resmi menjadi Managing Partner KAP Purwantono, Sarwoko & Sandjaja. Sejak Juli 2012 sampai saat ini, ia diangkat menjadi Country Managing Partner Ernst & Young, Indonesia. Lima wajah baru di jajaran komisaris baru BEI tentu saja bukan orang baru di lingkungan pasar mo dal. Mereka telah melewati waktu yang sangat panjang untuk memberi kontribusi bagi kemajuan pasar mo dal dan bursa efek, dengan cara berbeda. Sumbangan tenaga, waktu, dan pikiran mereka dibutuhkan BEI untuk kemajuan pasar modal Indonesia ke depan. Selamat bertugas, Dewan Komisaris baru BEI masa bakti e

4 4 Q&A Apa yang dimaksud dengan Dividen? Dividen yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham (emiten) atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal harus memegang saham tersebut hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode di mana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Umumnya Dividen merupakan salah satu daya tarik bagi pemegang saham dengan orientasi jangka panjang seperti misalnya pemodal institusi atau dana pensiun dan lain-lain. IDX corner Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten What s Coming Sekolah Pasar Modal di Kantor Perwakilan Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang IV, di Bandung Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang V, September 2014 di Bandung Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang V, 8-9 di Batam Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang VI, September 2014 di Batam Sekolah Pasar Modal Level 2 Gelombang 1, 27 Juni 2014 di Batam Sekolah Pasar Modal di BEI Jakarta Sekolah Pasar Modal Level 1, 13 Sekolah Pasar Modal Level 1, 20 Sekolah Pasar Modal Level 1, 27 Sekolah Pasar Modal Level 1, 3 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 10 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 17 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 24 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 14 Sekolah Pasar Modal Level 2, 21 Sekolah Pasar Modal Level 2, 28 Sekolah Pasar Modal Level 2, 4 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 11 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 18 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 25 September 2014 Sekolah Pasar Modal Syariah di BEI Jakarta Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 dan 2, 30 Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 dan 2, 13 September 2014 Lain Lain Literasi Jasa Keuangan kepada masyarakat umum, September 2014, di Banjarmasin Investor Summit and Capital Market Expo 2014, 20-21, di Surabaya Investor Summit and Capital Market Expo 2014, September 2014, di Jakarta Selamat Idul Fitri 1435 H Dapatkan souvenir menarik dari BEI bagi pembaca yang berpartisipasi dengan mengirimkan pertanyaan dan dimuat dalam rubrik Q&A. Kirimkan pertanyaan ke dengan subjek IDX Newsletter Sebanyak 19 emiten lolos seleksi pindah papan pencatatan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama bursa per Juni Merujuk Ketentuan VI Peraturan Nomor I-A, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berwenang melakukan perpindahan papan emiten setiap bulan Mei. Sebagaimana diketahui, penca tatan saham emiten di BEI dikelompokan pada dua kelompok, yaitu kelompok saham Papan Utama dan lainnya kelompok Papan Pengembang an. Tentu saja ada perbedaan antara dua kelompok saham tersebut. Papan Utama ditujukan untuk Perusahaan Tercatat yang berskala besar, khususnya dalam hal nilai Aktiva Berwujud Bersih (Net Tangible Assets) yang sekurang-kurangnya Rp100 miliar. Sementara Papan Pengembangan ditujukan untuk mencatatkan perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum membukukan keuntungan. Selain faktor size, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi emiten untuk masuk ke Papan Utama. Di antaranya memiliki jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (minority shareholders) sekurang-kurangnya 100 juta saham atau 35% dari Modal Disetor (mana yang lebih kecil). Kemudian, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama paling kurang selama 36 bulan terakhir. Lalu laporan keuangan auditan memperoleh pendapat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama dua tahun buku terakhir. Tidak kalah penting harus memiliki jumlah pemegang saham paling sedikit pemegang saham yang memiliki rekening efek di Anggota Bursa. Tapi kembali lagi, meski belum memenuhi syarat tersebut, bukan berarti emiten yang tercatat di Papan Pengembangan berkinerja buruk dan tidak berprospek, tentu saja mereka memiliki keunggulan ma singmasing dan suatu saat bisa memenuhi kriteria tadi. Kemudian yang menjadi pertanyaan, kapan dan bagaimana seleksi emitenemiten Papan Pengembangan untuk bisa masuk ke Papan Utama? Ini menarik karena terkait dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00001/BEI/ mengenai Perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang terbit pada 20 Januari 2014 lalu. Sebelum diterbitkannya Surat Kepu tusan tersebut, emiten pada Papan Pengembangan yang hendak masuk ke papan utama harus mengajukan diri ke BEI. Lalu proses perpindahan papan dilakukan pada bulan Mei dan Oktober setiap tahun. Dengan keluarnya aturan baru, BEI memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi Perusahaan Tercatat Papan Pengembangan untuk pindah ke Papan Utama, dan kemudian mencatatkannya di Papan Utama apabila memenuhi syarat tercatat di Papan Utama. Proses perpindahan dilakukan hanya pada bulan Mei setiap tahun. Saat ini BEI yang berhak menetapkan emiten itu layak pindah papan atau tidak. Karena banyak juga emiten yang tidak mau pindah. Maunya di bawah saja (Papan Pengembangan), tutur Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen. Bursa berharap perubahan aturan main itu akan memotivasi emiten untuk meningkatkan jumlah saham beredar di pasar, sehingga pada akhirnya membuat likuiditas perdagangan meningkat. Proses seleksi perdana sesuai ketentuan terbaru tersebut telah dilaksanakan dengan baik oleh BEI. Pada tanggal 28 Mei lalu, BEI mengumumkan sebanyak 19 saham dinyatakan naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama yang berlaku per Juni Adapun namanama emiten yang naik kelas itu adalahpt Polychem Indonesia Tbk (ADMG), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), PT Duta Anggada Realty Tbk (DART). Selanjutnya PT Intiland Development Tbk (DIDL), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), PT Martina Berto Tbk (MBTO), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA). Kemudian selain emiten yang pindah papan, terdapat empat emiten baru yang masuk ke Papan Utama. Mereka merupakan emiten-emiten yang baru listing sepanjang tahun Ya, selain dari emiten eksisting di Papan Pengembangan, para emiten baru listing juga dimungkinkan tercatat di Papan Utama bursa, apabila memang memenuhi semua ketentuan untuk tercatat di Papan Utama. Keempat emiten tersebut adalah PT Link Net Tbk (LINK), PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK), PT Inter media Capital Tbk (MDIA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Berdasarkan data hingga tanggal 11 Juli 2014, penghuni Papan Utama pencatatan BEI tercatat sebanyak 257 emiten, sementara sebanyak 244 emiten lainnya masuk dalam kelompok emiten Papan Pengembangan.e

5 5 IDX Newsletter company investor visit corner Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel Ada banyak cara memperkenalkan produk-produk investasi kepada masyarakat, sekaligus mengubah kebiasaan saving minded menjadi investment minded. Salah satunya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan produk surat utang yang khusus dibuat untuk investor individu atau investor ritel. Sebelum pemerintah menerbitkan ORI, yang bisa membeli obligasi pemerintah hanya pemodal institusi atau pemodal besar karena nilai nominal dan pembelian minimumnya besar. Dengan menerbitkan ORI, pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk bisa berinvestasi pada produk yang relatif aman. Sesuai karakteristiknya, surat utang yang diterbitkan pemerintah dikategorikan sebagai zero risk atau bebas risiko, karena negara menjadi penjaminnya. Setelah sukses menerbitkan bebera pa seri ORI, Pemerintah Republik Indo nesia tengah menerbitkan surat utang baru yang dikenal de ngan nama Saving Bonds Ritel (SBR). Meski sama-sama berjenis surat utang negara, SBR punya karakteristik yang berbeda dengan ORI. ORI termasuk seri surat utang negara yang bisa diperdagangkan sehingga selain memperoleh keuntungan dari kupon bunga, investor juga memiliki potensi capital gain. Nilai minimum investasi ORI sebesar Rp5 juta, sedangkan nilai maksimal Rp3 miliar. Kupon ORI bersifat tetap. Sedangkan SBR tidak dapat diperdagangkan sehingga tidak ada potensi capital gain. Kupon SBR bersifat mengambang, de ngan nilai pembelian minimal Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar. Ting kat kupon SBR pertama yang diterbitkan pemerintah untuk tiga bulan pertama, antara tanggal 30 Mei 2014 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2014, sebesar 8,75% per tahun. Angka itu berasal dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penerbitan sebesar 7,50% ditambah 1,25%. Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo. Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah 1,25%. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon. Sedangkan Tingkat Kupon Minimal (floor) sebesar 8,75% per tahun. Berinvestasi pada instrumen ini relatif aman, meski tidak lepas dari risiko. Alasannya, kupon dan pokok SBR dijamin oleh Undang-Undang. Kupon SBR juga lebih tinggi dari tingkat bunga penjaminan LPS dan rata-rata tingkat bunga deposito Setelah berhasil mengembangkan Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah menawarkan produk baru untuk investor ritel yaitu Saving Bonds Ritel (SBR). Perbedaannya adalah ORI dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, sedangkan SBR harus ditahan sampai masa jatuh tempo. Gambar ilustrasi dalam proses bank BUMN. Risiko ORI dan SBR dari sisi risiko gagal bayar sama-sama dianggap zero karena diterbitkan pemerintah. Sementara dari sisi risiko pasar, SBR tidak terpengaruh risiko pasar, namun tingkat kupon mengikuti tingkat bunga pasar. Namun, karena tidak diperdagangkan di pasar sekunder seperti halnya ORI, maka SBR tidak likuid karena tidak dapat diperdagangkan. Bagi masyarakat umum yang ingin berinvestasi pada produk baru ini, bisa mendatangi agen penjual resmi yang ditunjuk pemerintah, mengi si formulir pemesanan, dan menyerahkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nama pada rekening surat berharga dan rekening dana harus sama dengan nama pembeli. Investor yang membeli SBR akan mendapatkan bukti atau tan da terima pembelian. Dengan karakteristik seperti itu, nilai pokok investasi SBR tidak pernah berkurang dan imbal hasil akan selalu positif. Jika suku bunga naik maka imbal hasil saving bond akan ikut naik, dan jika suku bunga turun, imbal hasilnya minimum akan sama dengan kupon pertama. Sampai de ngan 20, instrumen ini masih bisa dibeli melalui 21 agen penjual SBR yang telah diberi mandat oleh pemerintah. Para agen itu meliputi 18 bank yaitu; Citibank, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank UOB Indonesia, Bank Standard Chartered, dan Bank HSBC.e statistik Indonesia Stock Exchange Activity, Tahun Juni 2014 Year Month US$ Rate* Total Trading Average Daily Trading Trading Volume Value (Rp) Freq. Volume Value (Rp) Freq. Days Composite Index Market Capitalization (Rp) Listed Companies # Listed Shares , ,531,333, ,774,764,247,160 4,592, ,892, ,701,942,457 19, ,620,957,668, ,186,306,672, , ,381,308,444 97,522,823,598,837 3,621, ,176, ,434,242,272 14, ,258,731,152, ,240,510, , ,207,351, ,762,778,011,333 3,092, ,805, ,909,298,005 12, ,422,776,631, ,544,513, , ,030,810, ,437,613,790,430 2,953, ,069, ,337,247,068 12, ,365,963,209, ,359,787, , ,768,340, ,006,931,714,305 3,723,950 1,708,582,325 1,024,925,027,860 15, , ,949,067,275, ,447,198, , ,868,034, ,006,258,740,277 4,011,916 1,653,777,920 1,670,807,649,137 16, , ,252,702,092, ,985,123, , ,935,587, ,708,122,935,828 4,810,901 1,805,518,955 1,841,769,103,041 19, , ,249,074,451,469, ,488,804, ,419 1,039,542,483,055 1,050,154,301,200,650 11,861,058 4,225,782,451 4,268,919,923,580 48, , ,988,326,205,492, ,128,173,554, , ,845,846,423 1,064,527,514,727,510 13,417,139 3,282,691,027 4,435,531,311,365 55, , ,076,490,532,456, ,374,411,626, ,433 1,467,659,184, ,134,759,218,231 20,976,596 6,089,872,136 4,046,202,320,408 87, , ,019,375,130,081, ,465,654,987, ,978 1,330,865,192,681 1,176,237,419,584,780 25,918,560 5,432,102,827 4,800,969,059, , , ,247,096,779,976, ,894,828,442, ,068 1,203,549,994,441 1,223,440,506,946,820 28,023,050 4,872,672,042 4,953,200,432, , , ,537,294,213,564, ,198,133,269, ,670 1,053,762,087,909 1,116,113,252,327,560 29,941,043 4,283,585,723 4,537,045,741, , , ,126,994,933,800, ,438,408,332, ,270 1,342,657,273,695 1,522,122,357,663,490 37,499,462 5,502,693,745 6,238,206,383, , , ,219,020,240,968, ,827,794,866,851 Jan 9,698 97,906,551, ,780,278,852,537 3,046,097 4,662,216,724 4,989,537,088, , , ,272,791,601,008, ,462,655,676,329 Feb 9, ,953,728, ,773,902,708,605 3,358,256 6,847,686,421 5,988,695,135, , , ,638,860,739,420, ,487,702,309,778 Mar 9, ,112,461, ,499,473,897,944 3,314,572 7,426,971,640 7,973,656,520, , , ,812,789,606,043, ,491,781,187,188 Apr 9, ,263,395, ,295,353,809,615 3,249,839 5,830,154,339 6,286,152,445, , , ,896,823,401,633, ,512,839,774,523 May 9, ,960,487, ,777,733,429,885 3,798,850 6,180,022,146 8,262,624,246, , , ,950,472,993,963, ,521,847,779,169 Jun 9, ,400,054, ,281,375,851,783 3,641,908 6,284,213,370 8,541,125,044, , , ,739,604,940,889, ,581,984,922,831 Jul 10,278 95,011,444, ,096,466,513,717 3,096,918 4,130,932,353 5,178,107,239, , , ,582,269,496,490, ,683,358,921,427 Aug 10,924 91,423,341, ,605,505,020,059 2,746,351 5,377,843,638 6,212,088,530, , , ,130,122,375,622, ,776,170,816,344 Sep 11, ,009,146, ,774,457,356,900 3,650,850 5,381,387,942 6,560,688,445, , , ,251,368,070,568, ,794,577,700,328 Oct 11, ,551,980, ,164,758,863,757 2,917,672 4,788,189,554 5,293,559,945, , , ,435,075,349,086, ,792,510,526,503 Nov 11,977 89,003,411,798 97,941,654,412,688 2,564,428 4,450,170,590 4,897,082,720, , , ,199,722,637,160, ,812,172,096,424 Dec 12,270 94,061,271,027 92,131,396,946,001 2,113,721 4,950,593,212 4,849,020,891, , , ,219,020,240,968, ,827,794,866, , ,970,931, ,881,621,885,905 24,894,036 4,865,301,944 5,990,601,864, , , ,840,505,727,284, ,925,455,442,845 Jan 12,226 78,077,572,433 96,885,586,320,570 3,702,057 3,903,878,622 4,844,279,316, , , ,382,396,368,798, ,857,352,421,455 Feb 11,634 89,697,253, ,516,921,128,874 4,300,779 4,484,862,679 5,625,846,056, , , ,576,075,508,429, ,864,749,408,988 Mar 11, ,970,883, ,669,023,333,121 4,788,591 5,798,544,150 7,383,451,166, , , ,717,501,942,271, ,865,729,194,680 Apr 11, ,672,570, ,940,156,653,111 4,682,013 5,433,628,502 6,897,007,832, , , ,798,563,681,281, ,884,175,967,470 May 11,611 90,306,277, ,281,190,441,015 3,665,171 5,017,015,422 6,237,843,913, , , ,855,601,106,473, ,918,849,510,933 Jun 11,969 96,246,374, ,588,744,009,214 3,755,425 4,583,160,698 5,028,035,429, , , ,840,505,727,284, ,925,455,442,845

6 6 PT Link Net Tbk company Visit Go Public Untuk Kembangkan Layanan Setelah resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Link Net berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan demi memberikan nilai dan manfaat kepada para pemegang saham. Satu lagi perusahaan pendatang baru yang meramaikan lantai bursa, perusahaan dengan produk utama jasa layanan internet broadband bernama PT Link Net Tbk berhasil mencatatkan sebagian sahamnya di lantai perdagangan BEI pada tanggal 2 Juni 2014 lalu. Saham perseroan dengan kode perdagangan LINK ini merupakan perusahaan ke-12 yang mencatatkan sahamnya di bursa semenjak awal tahun Kehadiran LINK, sekaligus menambah jumlah total emiten yang tercatat di BEI menjadi 495 perusahaan. Selain memberi layanan internet broadband, melalui kerja sama dengan PT First Media Television (FMTV), perseroan juga menawarkan layanan TV kabel berlangganan dan komunikasi data. Pada acara peresmian pencatatan saham perseroan tersebut, Direktur PT Link Net Tbk Dicky Setiadi Moechtar mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan akan selalu mengedepankan kepentingan para investor yang sudah memercayai perseroan dan akan siap melaksanakan komitmen untuk memberikan layanan TV kabel berlangganan, jasa internet broadband, dan komunikasi data yang terbaik di Indonesia. Sementara itu, manajemen bursa berharap kehadiran LINK akan semakin menyemarakkan perdagangan di bursa. Kami berharap LINK menjadi koleksi para investor bursa serta menambah kapitalisasi di pasar, ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, dalam sambu t an nya pada acara peresmian pencatatan saham LINK di Gedung BEI Jakarta. Berdasarkan data perseroan, sebelum IPO pada Desember 2013 lalu, saham PT Link Net tercatat dimiliki oleh PT First Media Tbk sebanyak 66,06%, sementara sisanya sebesar 33,94% merupakan milik Asia Link Dewa Pte Ltd. Kemudian dengan dilakukannya IPO tersebut, perseroan melepas sebanyak atau setara 10% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh milik induk usa hanya, PT First Media Tbk (KBLV). Dengan kata lain, saham yang dilepas ke publik merupakan milik KBLV, sehingga setelah IPO saham KBLV pun terdilusi menjadi 56,06%. Dalam proses IPO tersebut, perseroan dibantu oleh PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) sekaligus standby buyer. Proses book building IPO itu dilakukan pada tanggal 22 Mei 2014 hingga tanggal 23 Mei 2014, kemudian listing pada tanggal 2 Juni Saham perdana LINK tersebut dijual seharga Rp1.600 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Semenjak digagasnya rencana IPO itu, manajemen LINK optimistis bahwa perseroan berpotensi memperoleh tambahan pendapatan dengan dilakukannya ekspansi usaha. Dengan asumsi masih tingginya demand internet. Manajemen menargetkan perolehan pendapatan sekitar Rp2 triliun hingga akhir tahun Demikian juga dengan perolehan laba, seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, Link Net memprediksikan laba dapat tumbuh cukup signifikan dibandingkan laba hingga akhir tahun Seiring untuk pencapaian target pertambahan jumlah pelanggan jasa internet dan televisi berbayarnya, Link Net berencana menambah jaringan internet ke rumah-rumah yang tersebar di Jabotabek dan juga penambahan set top box atau decoder. Selain itu pada tahun 2014 ini Link Net akan memulai ekspansi ke Bandung dan Surabaya. Guna mencapai target pendapatan dan laba tersebut, manajemen perseroan juga telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp1 triliun. Adapun dana belanja modal tersebut akan diperoleh sebagian besar dari dana kas internal perseroan. e Meningkatnya Kepercayaan Pasca Pilpres MARKET UPdATE A da yang berbeda jika mencermati data perdagangan BEI selama periode satu bulan, antara 18 Juni 18 Juli Perbedaan mencolok terlihat antara likuiditas perdagangan sebelum pemilihan presiden dengan setelah pilpres. Data transaksi BEI antara 18 Juni sampai 4 Juli 2014 pasar bergerak datar cenderung naik, memperlihatkan pasar menunggu. Hari-hari perdagangan didominasi transaksi net selling oleh investor asing, walaupun pada beberapa hari tertentu ada posisi net buying untuk investor asing. Aktivitas pasar yang cenderung stagnan ini tergambar cukup jelas pada frekuen si, volume, dan nilai transakasi harian BEI. Antara tanggal 18 Juni sampai 8 Juli, perdagangan BEI rata-rata digerakkan tidak lebih dari kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tidak pernah melampaui 5 juta lembar saham, dengan rata-rata nilai transaksi bergerak labil pada kisaran Rp4,5 triliun sampai Rp5,6 triliun. Akibatnya, dalam kurun waktu tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak labil pada kisaran sampai Optimisme pelaku pasar yang muncul menjelang dan setelah pemilihan presiden terbukti cukup kuat menggerakkan pasar. Frekuensi transaksi cenderung bertahan di atas kisaran kali transaksi, dengan volume transaksi berkisar 5 juta sampai 9 juta lembar saham. Nilai transaksi harian bergerak pada rentang yang cukup lebar antara Rp5 triliun hingga Rp15 triliun, Setelah pemilihan presiden, pasar saham kembali bergairah, yang diiringi dengan peningkatan nilai transaksi pemodal asing. Meningkatnya kepercayaan investor diharapkan terus menyokong peningkatan likuiditas transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI). seperti terjadi pada 10 Juli, atau satu hari setelah pilpres. Pelaku pasar tampaknya menantikan momentum pilpres untuk mengambil keputusan investasi. Termasuk di kalangan investor asing, yang tidak lagi berada pada posisi net selling, sejak 7 Juli sampai 18 Juli Nilai beli harian investor asing bahkan cenderung meningkat dalam rentang waktu tersebut, dengan posisi beli bersih investor asing terbesar terjadi pada 10 Juli 2014 yang mencapai Rp4,19 triliun. Dengan demikian, dalam rentang satu bulan, investor asing membukukan transaksi beli bersih atau net buying sebesar Rp14,03 triliun. Alhasil, total nilai transaksi selama periode satu bulan mencapai Rp136,55 triliun. Porsi transaksi investor lokal tercatat Rp80,62 triliun atau setara 59,04%. Sedang kan porsi transaksi pemodal a sing mencapai Rp55,92 triliun, atau setara 40,96%. Seiring dengan peningkatan likuiditas transaksi, IHSG pun kembali menembus level sejak 8 Juli 2014, dan mencapai level tertinggi dalam rentang sebulan yakni 5.113,93 pada 16 Juli Jika dibandingkan dengan level IHSG terendah dalam kurun waktu sebulan, yakni 4.838,98 yang dibukukan pada 25 Juni 2014 maka kenaik an IHSG mencapai 274,95 poin. Meningkatnya transaksi investor a sing yang cukup menonjol pasca pilpres disinyalir karena investor global masih melihat prospek berinvestasi di Indonesia. Terlepas dari hasil pemilu, para pemodal tampaknya lebih peduli pada penyelenggaraan pesta demokrasi yang berjalan kondusif. Momentum positif ini memang masih diuji dengan berbagai isu global, seperti kebijakan tapering off oleh Bank Sentral Amerika. Meski demikian, investor sudah mengantisipasi isu ini, karena sudah diketahui kebijakan ini pasti diambil Amerika. Dari sisi fundamental ekonomi, isu defisit masih akan mengiringi aktivitas pasar saham, sebab imbasnya akan terasa pada pergerakan kurs nilai tukar rupiah. Meski IHSG masih berpotensi melemah tipis sebagai respons atas berbagai isu yang berkembang, ada optimisme pasar saham akan tetap bergairah.e *) Data per 18 Juli 2014

7 7 IDX Newsletter EDUCATION Kerja sama Penggunaan Lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF PT Indo Premier Investment Management (IPIM) dan Ya yas an Keanekaragaman Hayati (KE HATI) telah menandata ngani perjanjian penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI pada tanggal 16 Juni BEI pada waktu yang bersamaan juga telah menandatangani dan menyerahkan surat persetujuan penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI kepada IPIM sebagai pengguna indeks. Indeks SRI- KEHATI rencananya akan digunakan sebagai indeks acuan (benchmark) untuk produk Premier ETF SRI-KEHATI, yang rencananya juga akan dicatatkan pada tahun ini. Kerja sama ini merupakan kerja sama penggunaan lisensi indeks kedua pada tahun 2014 untuk produk ETF. Sebelumnya, pada tanggal 29 Januari 2014, BEI telah melakukan kerja sama serupa dengan IPIM dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk penggunaan Indeks SMinfra18. Kerja sama ini melibatkan BEI, pemilik indeks, dan pengguna indeks. Sama seperti Indeks SMinfra18, Indeks SRI- KEHATI bukan milik BEI, melainkan milik KEHATI. Dalam kerja sama ini, BEI memberikan surat persetujuan penggunaan indeks (SRI-KEHATI) kepada pengguna indeks (IPIM). Sedangkan IPIM dan KEHATI selaku pemilik indeks menandatangani perjanjian lisensi penggunaan indeks SRI-KEHATI. Adapun kedua bentuk kerja sama ini didasari oleh adanya Perjanjian Kerja Sama antara BEI dengan KEHATI yang telah berlaku sejak tahun 2009 dan telah diadendum pada tahun SRI-KEHATI merupakan indeks BEI yang diluncurkan pada 8 Juni 2009 dan terdiri dari 25 saham yang konstituennya dipilih dari sektor-sektor yang termasuk dalam kategori Sustainable and Responsible Investment (SRI). Pembentukan Indeks SRI-KEHATI ini salah satunya bertujuan untuk mendorong usaha berkelanjutan bagi para emiten di Bursa Efek Indonesia. Mekanisme pemilihan emiten untuk masuk Indeks SRI-KEHATI dilakukan melalui dua tahap.tahap pertama adalah penapisan awal seleksi negatif dan aspek keuangan, kemudian pada tahap kedua adalah dengan aspek fundamental. Pada tahap pertama, penapisan awal dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan yang dinilai memenuhi prasyarat penilaian, sebagai berikut: 1. Seleksi Negatif Tahapan awal seleksi dilakukan kepada perusahaan yang tidak melakukan aktivitasnya dalam hal pestisida, tenaga nuklir, senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian, dan genetically modified organism (GMO). 2. Aspek Keuangan Perusahaan memiliki Kapitali sa si Pasar (market capitalization) di atas Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan teraudit tahun terakhir. Perusahaan memiliki aset di atas Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan teraudit tahun terakhir. Perusahaan memiliki free float ratio di atas 10% berdasarkan saham aktif di bursa dengan kepemilikan publik. Perusahaan memiliki price earning ratio (PER) yang positif dalam 6 (enam) bulan terakhir. Pada tahap kedua setelah perusahaan lolos penapisan awal, maka akan dinilai kinerjanya pada aspek fundamental yang meliputi beberapa bidang, di antaranya: 1. Tata Kelola Perusahaan 2. Lingkungan 3. Keterlibatan Masyarakat 4. Perilaku Bisnis 5. Sumber Daya Manusia 6. Hak Asasi Manusia Sejak diluncurkan pada Juni 2009, Indeks SRI-KEHATI telah menghasilkan return sebesar 141,22%, hampir menyamai kinerja IHSG pada periode yang sama sebesar 141,46%. Namun, jika dihitung sejak Januari 2014, Indeks SRI- KEHATI menghasilkan return sebesar 11,3%, melampaui kinerja IHSG sebesar 10,75%. Ini menunjukkan bahwa SRI- KEHATI memiliki peluang yang besar sebagai sarana investasi. ETF merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Para investor berkesempatan memperoleh keuntungan dari selisih harga ETF yang diperdagangkan. Produk ini dirancang untuk menarik minat investor ritel karena dengan dana yang terjangkau, investor sudah dapat melakukan diversifikasi investasi. Hingga saat ini berarti sudah terdapat 6 ETF yang tercatat di BEI, yaitu Premier ETF LQ45 (R-LQ45X), ABF Indonesia Bond Index Fund (R- ABFII), Premier ETF IDX30 (XIIT), Premier ETF Syariah JII (XIJI), Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC), dan Premier ETF SMinfra18 (XISI). Dengan instrumen ETF yang menggunakan Indeks SRI-KEHATI, diharapkan investor dapat menghasilkan return maksimal dari investasi yang berkelanjutan (sustainable) dan bertanggungjawab (responsible).e Komposisi Emiten Indeks SRI-KEHATI periode Mei-Oktober AALI Astra Agro Lestari Tbk. 2 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk. 3 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk. 4 ASII Astra International Tbk. 5 BBCA Bank Central Asia Tbk. 6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 8 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk. 9 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 10 EXCL XL Axiata Tbk. 11 GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 12 GJTL Gajah Tunggal Tbk. 13 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 14 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk. 15 KLBF Kalbe Farma Tbk. 16 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk. 17 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 18 PJAA Pembangunan Jaya Ancol Tbk. 19 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. 20 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. 21 TINS Timah (Persero) Tbk. 22 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 23 UNTR United Tractors Tbk. 24 UNVR Unilever Indonesia Tbk. 25 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk. Perkembangan IHSG dan Indeks SRI-KEHATI 20.00% SRI-KEHATI IHSG 15.00% 10.00% 5.00% 0.00% -5.00% % % Jul 09 Sep 09 Nov 09 Jan 10 Mar 10 May 10 Jul 10 Sep 10 Nov 10 Jan 11 Mar 11 May 11 Jul 11 Sep 11 Nov 11 Jan 12 Mar 12 May 12 Jul 12 Sep 12 Nov 12 Jan 13 Mar 13 May 13 Jul 13 Sep 13 Nov 13 Jan 14 Mar 14 May 14

8 8 kilas kilas Peresmian Galeri Investasi BEI - Universitas Airlangga. Pada 21 Mei 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Re-Launching Galeri Investasi BEI di Universitas Airlangga Surabaya yang merupakan kerja sama antara Universitas Airlangga, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas. RUPST BEI Menyetujui Susunan Dewan Komisaris Masa Bakti BEI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Salah satu agenda RUPST yaitu Pengangkatan dan Penetapan Honorarium bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan Masa Bakti serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya dipimpin oleh Direktur Utama BEI Ito Warsito. TalkShow: Peran Pasar Modal Sebagai Sumber Pembiayaan Inovasi dan Peremajaan Bisnis. Pada 22 Mei 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Surabaya mengadakan acara Talk Show Peran Pasar Modal Sebagai Sumber Pembiayaan Inovasi dan Peremajaan Bisnis di Universitas Surabaya. Pencatatan Perdana Saham PT Link Net Tbk (LINK). Pada tanggal 2 Juni 2014, saham PT Link Net Tbk dicatatkan pada Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-12 di tahun 2014 dengan kode LINK. Peresmian Galeri Investasi BEI - Universitas Ahmad Dahlan. Pada 13 Juni 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi BEI di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang merupakan kerja sama antara Universitas Ahmad Dahlan, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Sucorinvest Central Gani. Penandatanganan Perjanjian Lisensi Untuk Penggunaan Indeks SRI KEHATI. Pada tanggal 16 Juni 2014 telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian lisensi untuk penggunaan Indeks SRI KEHATI antara PT Indo Premier Investment Management dengan Yayasan KEHATI di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Talkshow dan Diskusi Interaktif, Tapping the Diaspora: Potential Investment Inflow for Indonesia s Capital MarkeT. Pada tanggal 20 Juni 2014, Bursa Efek Indonesia bersama Indonesian Diaspora Business Council melaksanakan Talkshow dan Diskusi Interaktif dengan judul Tapping the Diaspora: Potential Investment Inflow for Indonesia s Capital Market di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pencatatan Perdana Saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT). Pada tanggal 27 Juni 2014, saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-13 di tahun 2014 dengan kode CINT. Pencatatan Perdana Saham PT Magna Finance Tbk (MGNA). Pada tanggal 7 Juli 2014, saham PT Magna Finance Tbk (MGNA) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-14 di tahun 2014 dengan kode MGNA. Pencatatan Perdana Saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII). Pada tanggal 8 Juli 2014, saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-15 di tahun 2014 dengan kode BPII. Pencatatan Perdana Saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Pada tanggal 10 Juli 2014, saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-16 di tahun 2014 dengan kode MBAP. Pencatatan Perdana Saham PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) dan PT Bank Dinar Indonesia Tbk. Pada tanggal 11 Juli 2014, saham PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) dan PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) dicatatkan pada Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-17 dan ke-18 di tahun 2014 dengan kode TARA dan DNAR.

I. PENDAHULUAN. seiring dengan pemerataan pendapatan dan pemerataan hasil pembangunan.

I. PENDAHULUAN. seiring dengan pemerataan pendapatan dan pemerataan hasil pembangunan. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi dalam pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan pemerataan pendapatan dan pemerataan hasil pembangunan. Pembangunan suatu negara digambarkan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar modal yaitu Bursa Efek Jakarta ( Jakarta Stock Exchange ) dan Bursa Efek Surabaya (Surabaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Intesitas transaksi setiap sekuritas di pasar modal berbeda - beda. Sebagian sekuritas memiliki frekuensi yang sangat tinggi dan aktif diperdagangkan

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Capital konvensional Sun Life mencapai 752% (unaudited ), jauh melebihi rasio minimum yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 12 dengan total aset perusahaan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 8 BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 2.1. Indeks Saham Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Portofolio Optimal Menggunakan Model Indeks Tunggal Dalam portofolio yang dibentuk, kita membentuk kombinasi yang optimal dari beberapa asset (sekuritas) sehingga

Lebih terperinci

Cara mencatatkan perusahaan di BEI (go public)

Cara mencatatkan perusahaan di BEI (go public) Cara mencatatkan perusahaan di BEI (go public) Efek yang dapat dicatatkan di BEI (go public) dapat berupa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Saham Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (Exchange Traded Fund/ETF)

Lebih terperinci

Pokok Bahasan 10/1/2011. Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder. Lecture Note:

Pokok Bahasan 10/1/2011. Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder. Lecture Note: Pokok Bahasan Lecture Note: Pengertian Pasar Modal Pasar Perdana Pasar Sekunder Instrumen Pasar Modal Saham Obligasi Reksadana Sekuritas Derivatif: Right issue, waran, opsi 1 2 Definisi Pasar Modal Pasar

Lebih terperinci

BAB II PASAR MODAL SYARIAH DAN PROSES SCREENING DES

BAB II PASAR MODAL SYARIAH DAN PROSES SCREENING DES 20 BAB II PASAR MODAL SYARIAH DAN PROSES SCREENING DES A. Pasar Modal Syariah 1. Pengertian Pasar Modal Syariah Definisi pasar modal sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM)

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Sun Life Financial adalah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan berbagai macam produk dan layanan asuransi

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan DANA INVESTASI UNIT LINK PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA AGGRESSIVE MULTI PLUS TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Capital konvensional Sun Life mencapai 758% (unaudited), jauh melebihi rasio minimum

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Sun Life berdiri sejak 1995, menyusul kesuksesan Sun Life Financial di Amerika Utara, Hong Kong, dan Filipina. Pada 31 Maret 2014, rasio Risk Based

Lebih terperinci

Bab 3 PENAWARAN UMUM DI PASAR PERDANA

Bab 3 PENAWARAN UMUM DI PASAR PERDANA Bab 3 PENAWARAN UMUM DI PASAR PERDANA 3.1. Pengertian Penawaran Umum Penawaran Umum (public offering) merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal dengan

Lebih terperinci

PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL ANALISIS PORTOFOLIO DAN INVESTASI ANDRI HELMI M, SE., MM.

PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL ANALISIS PORTOFOLIO DAN INVESTASI ANDRI HELMI M, SE., MM. PENGERTIAN DAN INSTRUMEN PASAR MODAL ANALISIS PORTOFOLIO DAN INVESTASI ANDRI HELMI M, SE., MM. PENGERTIAN PASAR MODAL Bursa efek merupakan arti fisik dari pasar modal. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta

Lebih terperinci

Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai

Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Banking Accounting 2015-12-11 Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai Arumsarri, Yoshe STIE

Lebih terperinci

BAB 2 INDEKS KOMPAS 100. cerminan pergerakan harga saham. Indeks-indeks tersebut adalah (Idx, 2014) : 1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

BAB 2 INDEKS KOMPAS 100. cerminan pergerakan harga saham. Indeks-indeks tersebut adalah (Idx, 2014) : 1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BAB 2 INDEKS KOMPAS 100 2.1 Sejarah Bursa Indeks Kompas 100 Saat ini BEI memiliki 11 jenis indeks harga saham, yang secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik. Indeks merupakan

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu II, Februari 2014 STATISTIK PASAR MODAL 10 14 Februari 2014 Minggu II, Februari 2014 Grafik Nilai Emisi Efek s.d. 14 Februari 2014 obligasi 37.50% saham 62.50% Grafik Perkembangan IHSG 2 Januari

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. terhadap harga saham dan return saham. Pengumuman dividen juga merupakan. (Miller dan Rock, 1985 dalam Kusuma, 2004: 102).

I. PENDAHULUAN. terhadap harga saham dan return saham. Pengumuman dividen juga merupakan. (Miller dan Rock, 1985 dalam Kusuma, 2004: 102). I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengumuman dividen mempunyai arti bagi investor, oleh karena itu berpengaruh terhadap harga saham dan return saham. Pengumuman dividen juga merupakan dasar bagi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang

I. PENDAHULUAN. Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan suatu cara untuk meningkatkan kesejahteraan di masa datang yang berguna untuk mengantisipasi adanya inflasi yang terjadi setiap tahunnya. Investasi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. ikut serta dalam pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikannya

I. PENDAHULUAN. ikut serta dalam pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikannya I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berinvestasi, salah satunya dengan ikut serta dalam pasar modal. Pasar modal merupakan pasar tempat diperjualbelikannya

Lebih terperinci

INVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH

INVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH INVESTASI DI PASAR MODAL SYARIAH Mengapa Perlu Berinvestasi? PASAR MODAL Pasar Modal adalah mekanisme transaksi jual beli efek antara penjual dan pembeli (individu, korporasi, pemerintah) Pasar perdana

Lebih terperinci

HUT PASAR MODAL INDONESIA KE-32

HUT PASAR MODAL INDONESIA KE-32 PRESS RELEASE HUT PASAR MODAL INDONESIA KE-32 Jakarta, 12 Agustus 2009. Tanggal 10 Agustus 2009 lalu, Pasar Modal Indonesia genap berusia 32 tahun sejak diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. PT

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Capital konvensional Sun Life mencapai 752% (unaudited ), jauh melebihi rasio minimum yang ditetapkan oleh pemerintah yakni 12 dengan total aset perusahaan

Lebih terperinci

PRESS RELEASE Akhir Tahun 2007

PRESS RELEASE Akhir Tahun 2007 PRESS RELEASE Akhir Tahun 27 Sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di Pasar Modal Indonesia yang menjadi tempat penyimpanan aset milik pelaku pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian negara. Melalui pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu IV, April 2014 STATISTIK PASAR MODAL 21-25 April 2014 Minggu IV, April 2014 Grafik Nilai Emisi Efek s.d. 25 April 2014 obligasi 37.53% saham 62.47% Grafik Perkembangan IHSG 2 Januari 2013 s.d. 25

Lebih terperinci

Berita Pers Implementasi Single Investor Identity Menuju Transparansi Pasar Modal Indonesia

Berita Pers Implementasi Single Investor Identity Menuju Transparansi Pasar Modal Indonesia Berita Pers Implementasi Single Identity Menuju Transparansi Pasar Modal Indonesia Jakarta, 10 Agustus 2011 - Sebagai salah satu Self Regulatory Organization (SRO) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu II, April 2014 STATISTIK PASAR MODAL 7-11 April 2014 Minggu II, April 2014 Grafik Nilai Emisi Efek s.d. 11 April 2014 obligasi 37.53% saham 62.47% Grafik Perkembangan IHSG 2 Januari 2013 s.d. 11

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maliki Malang. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maliki Malang. Penelitian ini 38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Periode Pengamatan Lokasi penelitian dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maliki Malang. Penelitian ini meneliti

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Sun Life Financial adalah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan berbagai macam produk dan layanan asuransi

Lebih terperinci

Berita Pers Kartu AKSes sebagai Identitas Tunggal Investor di Pasar Modal Indonesia

Berita Pers Kartu AKSes sebagai Identitas Tunggal Investor di Pasar Modal Indonesia Berita Pers Kartu AKSes sebagai Identitas Tunggal di Pasar Modal Indonesia Jakarta, 30 Desember 2010 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai salah satu Self Regulatory Organization di pasar modal Indonesia

Lebih terperinci

Berita Pers Single Investor Identity dan Pemisahan Rekening Dana Investor, akses menuju transparansi pasar modal Indonesia

Berita Pers Single Investor Identity dan Pemisahan Rekening Dana Investor, akses menuju transparansi pasar modal Indonesia Berita Pers Single Identity dan Pemisahan Rekening Dana, akses menuju transparansi pasar modal Indonesia Jakarta, 30 Desember 2011 Sebagai salah satu Self Regulatory Organization (SRO), PT Kustodian Sentral

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Blue chip Istilah ini sebenarnya berasal dari istilah di kasino, di mana blue chip mengacu pada counter yang memiliki nilai paling besar. saham blue chip

Lebih terperinci

Proses Bank Syariah Go Publik

Proses Bank Syariah Go Publik Proses Bank Syariah Go Publik Go Publik adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN. Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.

BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN. Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 2.1. Bursa Efek Indonesia (BEI) Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman

Lebih terperinci

USD FIXED INCOME FUND

USD FIXED INCOME FUND Oct-13 Nov-13 LAPORAN USD FIXED INCOME FUND keahlian dalam mengidentifikasi kondisi ekonomi dan pergerakan investasi untuk menghasilkan hasil investasi yang kompetitif melalui berbagai macam instrumen

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Bulanan

Laporan Kinerja Bulanan CONSERVATIVE TENTANG PT SUN LIFE FINANCIAL INDONESIA Sun Life Financial adalah perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan berbagai macam produk dan layanan asuransi

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu IV, Mei STATISTIK PASAR MODAL 20 24 Mei Minggu IV, Mei Perkembangan Indeks Bursa Negara-Negara ASEAN Minggu IV, Mei Minggu IV, Mei RINGKASAN STATISTIK PASAR MODAL INDONESIA 2006 2007 2008 2009 2010

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kemajuan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari tingkat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kemajuan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari tingkat aktivitas pasar modalnya. Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan

Lebih terperinci

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20

2017, No Indonesia Nomor 3608); 2. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 20 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.36, 2017 KEUANGAN OJK. Investasi Kolektif. Multi Aset. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6024) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan nilai investasi. Investasi pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan nilai investasi. Investasi pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi merupakan suatu kegiatan menempatkan dana pada satu aset atau lebih selama jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh pendapatan atau peningkatan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2014 TENTANG PENERBITAN REKSA DANA SYARIAH

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2014 TENTANG PENERBITAN REKSA DANA SYARIAH OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2014 TENTANG PENERBITAN REKSA DANA SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

Lebih terperinci

STIE DEWANTARA Pasar Modal

STIE DEWANTARA Pasar Modal Pasar Modal Manajemen Lembaga Keuangan, Sesi 3 Pengertian Dalam arti sempit Pasar Modal = Bursa efek, yaitu tempat terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan secara langsung

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-208/BL/2012 TENTANG KRITERIA DAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... iii Daftar Gambar... iv Daftar Lampiran... v

DAFTAR ISI. Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... iii Daftar Gambar... iv Daftar Lampiran... v i DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... iii Daftar Gambar... iv Daftar Lampiran... v I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 8 1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian...

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Analisa penilaian kinerja saham Jakarta Islamic Index dalam penelitian ini,

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Analisa penilaian kinerja saham Jakarta Islamic Index dalam penelitian ini, BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN Analisa penilaian kinerja saham Jakarta Islamic Index dalam penelitian ini, diukur dengan menggunakan rasio Sharpe yaitu diukur dengan cara membandingkan antara premi risiko

Lebih terperinci

Statistik Pasar Modal

Statistik Pasar Modal Daftar Isi Statistik Pasar Modal Halaman Daftar Isi... 1 Analisis Mingguan Perkembangan Pasar Modal... 2 Emisi Nilai Emisi Saham dan Obligasi... 3 Tabel 1. Emisi Saham... 4 Initial Public Offering (IPO)

Lebih terperinci

Seri ORI004. Direktorat Surat Berharga Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia

Seri ORI004. Direktorat Surat Berharga Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia Seri ORI004 Direktorat Surat Berharga Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia Struktur ORI004 Penerbit : Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia Masa Penawaran

Lebih terperinci

SERI EDUKASI BEGINNER PART 1

SERI EDUKASI BEGINNER PART 1 SERI EDUKASI BEGINNER PART 1 Website : www.pans.co.id Online trading : www.post.co.id Customer care : 021-2977 3655 CONTENT A. Investasi Saham... 3 B. Lembaga Penunjang Pasar Modal... 5 C. Pasar Perdana

Lebih terperinci

Pasar Modal EKO 3 A. PENDAHULUAN B. PRODUK PASAR MODAL PASAR MODAL. materi78.co.nr

Pasar Modal EKO 3 A. PENDAHULUAN B. PRODUK PASAR MODAL PASAR MODAL. materi78.co.nr Pasar Modal A. PENDAHULUAN Pasar modal (capital market) atau bursa efek adalah pasar tempat bertemunya permintaan dan penawaran dana-dana jangka panjang dalam bentuk jual-beli surat berharga. B. PRODUK

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PORTOFOLIO EFEK UNTUK KEPENTINGAN NASABAH SECARA INDIVIDUAL DENGAN

Lebih terperinci

Berita Pers Berbagai Pengembangan Layanan Jasa KSEI: Mewujudkan Pasar Modal yang Kredibel

Berita Pers Berbagai Pengembangan Layanan Jasa KSEI: Mewujudkan Pasar Modal yang Kredibel Berita Pers Berbagai Pengembangan Layanan Jasa KSEI: Mewujudkan Pasar Modal yang Kredibel Jakarta, 15 Agustus 2013 - Hari ini, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama para Self Regulatory Organization

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. negara berkembang yang memiliki tingkat. Indonesia mendorong majunya pertumbuhan pasar modal di Indonesia.

BAB 1 PENDAHULUAN. negara berkembang yang memiliki tingkat. Indonesia mendorong majunya pertumbuhan pasar modal di Indonesia. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang sangat baik. Tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadikan

Lebih terperinci

USD FIXED INCOME FUND

USD FIXED INCOME FUND LAPORAN USD FIXED INCOME FUND Untuk memperoleh kinerja investasi yang menarik melalui investasi yang strategis dan selektif pada instrument pendapatan tetap bermata uang dollar AS dengan toleransi risiko

Lebih terperinci

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008 Daftar Isi Halaman Laporan Auditor Independen 1 Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) Laporan Aset dan Kewajiban Laporan Operasi Laporan

Lebih terperinci

PT PHILLIP SECURITIES INDONESIA

PT PHILLIP SECURITIES INDONESIA MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI006 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 9,35% per tahun Jatuh Tempo 15 Agustus 2012 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA

Lebih terperinci

PRUlink Newsletter. Sekilas Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia. Kuartal II Beberapa Catatan Ekonomi Penting selama Kuartal II 2008

PRUlink Newsletter. Sekilas Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia. Kuartal II Beberapa Catatan Ekonomi Penting selama Kuartal II 2008 PRUlink Newsletter Kuartal II 2008 Sekilas Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia Informasi dan analisis yang tertera merupakan hasil pemikiran internal perusahaan Beberapa Catatan Ekonomi Penting selama Kuartal

Lebih terperinci

menyebabkan harga saham tinggi (Dharmastuti, 2004:17-18). sebagaimana yang diharapkan oleh pemegang saham.

menyebabkan harga saham tinggi (Dharmastuti, 2004:17-18). sebagaimana yang diharapkan oleh pemegang saham. Untuk mengetahui laba yang diperoleh perusahaan dengan menghitung Laba Per Lembar saham (Earning Per Share)/EPS. EPS merupakan perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan (laba bersih) dan jumlah saham

Lebih terperinci

- 1 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 35 /POJK.04/2017 TENTANG KRITERIA DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH

- 1 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 35 /POJK.04/2017 TENTANG KRITERIA DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 35 /POJK.04/2017 TENTANG KRITERIA DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN

Lebih terperinci

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM Saham Sebagai Pilihan Investasi Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di dalam pasar modal. Saham merupakan bukti kepemilikan atau penyertaan

Lebih terperinci

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG KRITERIA DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pa

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG KRITERIA DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pa No.137, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Efek. Syariah. Kriteria. Penerbitan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6083) PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

Lebih terperinci

USD FIXED INCOME FUND

USD FIXED INCOME FUND Feb-14 Mar-14 LAPORAN USD FIXED INCOME FUND keahlian dalam mengidentifikasi kondisi ekonomi dan pergerakan investasi untuk menghasilkan hasil investasi yang kompetitif melalui berbagai macam instrumen

Lebih terperinci

F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012

F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012 F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012 1. Apakah yang dimaksud dengan Surat Utang Negara? Yaitu surat berharga yang berupa surat pengakuan hutang dari pemerintah dalam mata uang Rupiah maupun Valuta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun dengan tujuan mengembangkan perusahaannya. Perusahaan-perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. maupun dengan tujuan mengembangkan perusahaannya. Perusahaan-perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketersediaan dana yang cukup bagi industri memegang peranan yang penting dalam kelangsungan hidup perusahaan karena dana merupakan motor penggerak industri

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dewasa ini pasar modal sebagai salah satu pilihan dalam melakukan invetasi telah banyak

I. PENDAHULUAN. Dewasa ini pasar modal sebagai salah satu pilihan dalam melakukan invetasi telah banyak I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini pasar modal sebagai salah satu pilihan dalam melakukan invetasi telah banyak dikenal luas oleh masyarakat. Investasi dalam saham melalui pasar modal merupakan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada

Lebih terperinci

PASAR MODAL INDONESIA

PASAR MODAL INDONESIA PASAR MODAL INDONESIA 1.1. PERKEMBANGAN PASAR MODAL INDONESIA Pasar Modal pada hakekatnya adalah pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal, di mana ada pedagang,

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu I, Januari 2014 STATISTIK PASAR MODAL 2 3 Januari 2013 Minggu I, Januari 2014 6,000.00 Grafik Perkembangan IHSG 2 Januari 2013 s.d. 3 Januari 2014 5,000.00 4,000.00 3,000.00 J F M A M J J A S O

Lebih terperinci

PT Trimegah Securities Tbk ( Perseroan )

PT Trimegah Securities Tbk ( Perseroan ) K E T E R B U K A A N I N F O R M A S I Dalam Rangka Memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2013 Sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk Melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan (Buy

Lebih terperinci

Pasar Modal SMAK BPK Penabur, Cirebon 30 April 2015

Pasar Modal SMAK BPK Penabur, Cirebon 30 April 2015 Pasar Modal SMAK BPK Penabur, Cirebon 30 April 2015 Pasar Modal Pasar Modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. 2 Fungsi Pasar

Lebih terperinci

STATISTIK PASAR MODAL

STATISTIK PASAR MODAL Minggu III, Januari 2014 STATISTIK PASAR MODAL 13 17 Januari 2014 Minggu III, Januari 2014 6,000.00 Grafik Perkembangan IHSG 2 Januari 2013 s.d. 17 Januari 2014 5,000.00 4,000.00 3,000.00 J F M A M J J

Lebih terperinci

Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari

Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari Kosep Dasar: Saham Arum H. Primandari Investasi Investasi Investasi: pada hakikatnya merupakan kegiatan menempatkan sejumlah dana yang dimiliki saat ini dengan harapan akan memperoleh keuntungan di masa

Lebih terperinci

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

UU No. 8/1995 : Pasar Modal UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perusahaan pada umumnya didirikan untuk mencari keuntungan agar tetap

I. PENDAHULUAN. Perusahaan pada umumnya didirikan untuk mencari keuntungan agar tetap I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan pada umumnya didirikan untuk mencari keuntungan agar tetap berkembang dan dapat mensejahterakan para pemegang sahamnya. Fungsi manajemen keuangan menjadi pemegang

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. dengan yang digunakan untuk menghitung IHSG yaitu berdasarkan indeks yang

BAB IV PEMBAHASAN. dengan yang digunakan untuk menghitung IHSG yaitu berdasarkan indeks yang BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian JII (Jakarta Islamic Indeks) pertama kali diluncurkan oleh BEI (pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta) bekerjasama dengan PT Danareksa Investment

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENETAPAN DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PENETAPAN DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2017 TENTANG PENETAPAN DAN PENERBITAN DAFTAR EFEK SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Reksa Dana Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27). Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun

Lebih terperinci

SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA

SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA Manajemen Investasi SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA INVESTMENT MANAGEMENT Session 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times Chapter Introduction Capital Market ----Lab--- Investment

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 37/POJK.04/2014 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF PENYERTAAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dengan cara melakukan penawaran saham kepada masyarakat di bursa

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dengan cara melakukan penawaran saham kepada masyarakat di bursa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan dalam rangka mengembangkan usahanya membutuhkan tambahan modal yang tidak sedikit. Kebutuhan tambahan modal dapat diperoleh dengan cara hutang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang membeli obligasi disebut pemegang obligasi (bondholder) yang akan menerima

BAB I PENDAHULUAN. yang membeli obligasi disebut pemegang obligasi (bondholder) yang akan menerima BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia investasi semakin marak. Banyaknya masyarakat yang tertarik dan masuk ke bursa untuk melakukan investasi menambah semakin berkembangnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan

BAB I PENDAHULUAN. satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan dana pada satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang

Lebih terperinci

Proses Go Publik Go Public (Penawaran Umum) adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan di-go

Proses Go Publik Go Public (Penawaran Umum) adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan di-go Proses Go Publik Go Public (Penawaran Umum) adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang akan di-go public) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat

Lebih terperinci

IV. PEMBAHASAN. pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan

IV. PEMBAHASAN. pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan IV. PEMBAHASAN 4. 1. Gambaran Umum Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih melalui berbagai kriteria pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar modal merupakan wadah bagi pemilik modal (investor) untuk melakukan investasi dan salah satu alternatif untuk melakukan pembiayaan. Pasar modal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman modern seperti saat ini, perkembangan suatu negara bisa juga

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman modern seperti saat ini, perkembangan suatu negara bisa juga BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Di zaman modern seperti saat ini, perkembangan suatu negara bisa juga diamati melalui kinerja pasar modalnya, hampir semua negara di dunia memiliki pasar modal, baik

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan No.133, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Reksa Dana. Perseroan. Pengelolaan. Pedoman. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6080) PERATURAN

Lebih terperinci

LAPORAN April 2016KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN April 2016KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Jakarta Islamic Index (JII) pertama kali diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2000 yang merupakan bentuk kerjasama antara

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. akibat inflasi di masa depan. Dari semua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. akibat inflasi di masa depan. Dari semua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tujuan utama seseorang melakukan investasi adalah adanya kebutuhan yang direncanakan di masa depan yang ingin dipenuhi dari hasil investasi. Investasi juga

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-181/BL/2009 TENTANG PENERBITAN

Lebih terperinci

XXI. Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10. PPA Univ. Trisakti

XXI. Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10. PPA Univ. Trisakti PPA Univ. Trisakti XXI Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10 Tugas Mata Kuliah : Manajemen Keuangan dan Pasar Modal Dosen Pengajar : Ibu Susi Muchtar Mahasiswa

Lebih terperinci

SKRIPSI. KOMPARASI KINERJA PERUSAHAAN YANG BERBASIS SYARIAH DENGAN PERUSAHAAN YANG BERBASIS NON-SYARIAH (Studi Empiris BEI)

SKRIPSI. KOMPARASI KINERJA PERUSAHAAN YANG BERBASIS SYARIAH DENGAN PERUSAHAAN YANG BERBASIS NON-SYARIAH (Studi Empiris BEI) SKRIPSI KOMPARASI KINERJA PERUSAHAAN YANG BERBASIS SYARIAH DENGAN PERUSAHAAN YANG BERBASIS NON-SYARIAH (Studi Empiris BEI) Diajukan Untuk Memenuhi Sebahagian Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PENGANTAR. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di Lantai Bursa. Salam, PT Bursa Efek Indonesia. Panduan Go Public I

PENGANTAR. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di Lantai Bursa. Salam, PT Bursa Efek Indonesia. Panduan Go Public I PANDUAN GO PUBLIC DAFTAR ISI Pengantar I Struktur Pasar Modal Indonesia II Go Public 1 I. Manfaat dan Konsekuensi Go Public 1 II. Proses Untuk Menjadi Perusahaan Publik 5 III. Klasifikasi Papan Pencatatan

Lebih terperinci

Kursus Trading Saham

Kursus Trading Saham Kursus Trading Saham Pengetahuan untuk kemakmuran bersama Selayang pandang Saham adalah alat investasi keuangan terbesar di negeri ini. Setiap hari, rata-rata transaksi bisa mencapai Rp 5 triliun atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI), karena perusahaan yang akan diambil merupakan perusahaan yang telah go public

Lebih terperinci

Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera

Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera Investasi Untuk Pembangunan Bangsa Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera KEMENTERIAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG DIREKTORAT PEMBIAYAAN SYARIAH Gedung A.A. Maramis II Lantai

Lebih terperinci

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM? Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Jakarta

BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM? Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Jakarta BAGAIMANA MENJADI INVESTOR SAHAM? Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Jakarta Saham Sebagai Pilihan Investasi (1) Saham merupakan salah satu surat berharga yang diperjualbelikan di pasar modal Saham

Lebih terperinci