IDX Newsletter. Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten. Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5]

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IDX Newsletter. Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten. Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5]"

Transkripsi

1 INDEKS ISSI, Cerminkan Pergerakan Saham Syariah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat ini menghitung pergerakan 307 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham mana saja yang memenuhi prinsip syariah? [Lot.2] headline Strategi BEI Meningkatkan Jumlah Emiten Wajah Para Komisaris Baru BEI Lima figur berpengalaman terpilih menjadi Komisaris BEI periode Sesuai latar belakang masing-masing, anggota Dewan Komisaris terpilih sesungguhnya sudah memberi banyak sumbangan bagi pasar modal Indonesia. [Lot.3] Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten Merujuk Ketentuan VI Peraturan Nomor I-A, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berwenang melakukan perpindahan papan emiten setiap bulan Mei. [Lot.4] Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel [Lot.5] Link Net Go Public Untuk Kembangkan Layanan [Lot. 6] Meningkatnya Kepercayaan Pasca Pilpres [Lot. 6] Kerja sama Penggunaan Lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF [Lot. 7] Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target 509 emiten sampai dengan akhir Target ini tampaknya tidak sulit dicapai. Untuk meyakinkan para calon emiten, BEI menggunakan sejumlah strategi pendekatan berbeda, tidak sekedar menawarkan kesempatan mengakses dana publik. Minat investor global berinvestasi di emerging market, terutama Indonesia dalam beberapa tahun terakhir meningkat signifikan. Sejalan dengan itu, partisipasi pemodal lokal pun mengalami peningkatan positif. Otoritas bursa, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI, berupaya merespons tren positif ini dengan mendorong kehadiran lebih banyak emiten baru. Komitmen mendorong kehadiran emiten baru ini juga sebagai respons untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia menyongsong era persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun Jumlah emiten di BEI yang sampai minggu ke-2 Juli 2014 adalah 501 emiten memang masih lebih kecil dibanding jumlah emiten di bursa saham Malaysia maupun Singapura. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad meminta Self-Regulatory Organization (SRO) untuk lebih giat mendorong kehadiran emiten baru. Kita punya perusahaan sangat banyak, dorong mereka untuk masuk ke pasar modal, imbau Muliaman. Direktur Utama BEI Ito Warsito me ngatakan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan jumlah emiten ter catat dengan kehadiran makin banyak emiten baru. Dengan demikian, bisa menampung aliran modal investor asing. Itu cara kami menyerap capital inflow investor asing, terang Ito Warsito. Sambil mendorong peningkatan jumlah emiten baru, menurut Ito, pihaknya juga memperhitungkan sisi kualitas. Pada 2013, BEI berhasil mencatatkan 31 emiten baru dari target 30 emiten. Tahun ini, dipatok target 30 emiten baru. Sampai dengan pertengahan Juli 2014, telah listing 18 emiten baru. Secara bertahap, sampai dengan tahun 2017, BEI menargetkan setidaknya bisa menghadirkan 35 emiten baru setiap tahunnya. Sedangkan tahun 2015 nanti, BEI menargetkan emiten yang resmi tercatat di BEI akan mencapai 544 emiten. Untuk mengoptimalkan pencapai an target menambah emiten baru, model pendekatan yang digunakan mulai diubah. Ito Warsito mengatakan, individual approach pada para founders atau pemilik perusahaan kini jadi prioritas karena dianggap lebih efektif. Mobilisasi calon emiten dengan pendekatan untuk mengakses dana murah kerap kurang efektif. Banyak perusahaan potensial yang sesungguhnya punya banyak uang. Karena sudah punya banyak uang, akses permodalan ke bank pun bukan masalah bagi kelompok-kelompok usaha seperti ini, ujar Ito Warsito. Alasan yang sama sekaligus mematah kan BEI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan jumlah emiten tercatat dengan kehadiran makin banyak emiten baru. Dengan demikian, bisa menampung aliran modal investor asing. urgensi bagi perusahaan untuk meng akses dana murah melalui pasar modal. Karena itu pendekatan bukan de ngan alasan perlu uang untuk IPO, karena mereka juga bingung uang hasil IPO mau diapakan, ujar Ito Warsito. BEI kini lebih menekankan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan perusahaan dengan prinsip good corporate governance (GCG). Sebab, pemilik perusahaan umumnya ingin mewariskan perusahaan yang sehat kepada anak cucu. Salah satu cara yang ideal adalah de ngan go public. Ketika menjadi perusahaan publik, ada tuntutan pengelolaan secara profesional dan transparan sesuai standar GCG. Perusahaan berpeluang bertahan dalam jangka panjang karena diawasi otoritas, para investor, dan juga publik, tutur Ito Warsito. Peluang untuk mewariskan perusahaan dalam jangka panjang mendapat penekanan, karena hal itu juga menjadi cita-cita para pendiri perusahaan. Dengan menjadi perusahaan yang bertahan dalam rentang usia akan bisa terealisasi jika menjadi perusahaan tercatat dan dikelola dengan standar GCG. OJK pun mendukung penuh upaya BEI dengan ikut terlibat dalam berbagai kesempatan dialog dengan berbagai asosiasi perusahaan seperti Kadin, Hipmi, Perbanas, Asbanda, dan sejumlah asosiasi lainnya. Anggota Dewan Komisioner OJK Merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida mengatakan, salah satu keuntungan menjadi perusahaan publik adalah peluang melakukan ekspansi usaha dengan menambah modal. Setelah menjadi perusahaan terbuka, kredibilitas perusahaan akan semakin meningkat, sehingga peluang meningkatkan skala usaha makin terbuka. Tata kelola perusahaan akan semakin baik, sehingga bisa setara dengan perusahaan publik dari negara-negara tetangga, ujar Nurhaida.e

2 - Pojok Redaksi: 2 investor corner Tahun ini pasar modal Indonesia mencatat sejumlah kemajuan penting. Walau saat ini tengah berlangsung fluktuatif, setidaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif. Bertepatan dengan momen Pemilihan Pre siden diharapkan membawa angin baru di dunia pa sar modal Indonesia. Selain itu Dewan Komisaris BEI yang baru telah terpilih pada RUPS tanggal 25 Juni 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Sudah tentu pencapaian itu tidak datang tiba-tiba. Ada sejumlah langkah perbaikan dan pembenahan yang terencana sehingga bursa Indonesia bisa terus melangkah maju. Sejumlah langkah pembenahan strategis seperti strategi BEI dalam menambah emiten baru, mekanisme baru perpindahan papan pencatatan emiten, sampai upaya mendorong likuiditas transaksi dengan kehadiran lebih banyak produk di pasar. Strategi BEI dalam menambah emiten baru menjadi tema utama dalam laporan IDX Newsletter edisi ini. Anda juga berkesempatan mendapatkan sejumlah informasi penting pada rubrik IDX Update, maupun rubrik Edukasi tentang kerja sama penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF. IDX Newsletter Selamat membaca Redaksi PeneRbit: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Penanggung jawab: Ito Warsito Koordinator: Irmawati Amran tim editor: Hani Ahadiyani, Ibnu Anshary, Awan Wahyu K. Alamat Redaksi & Sirkulasi: Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.6, Jl Jend. Sudirman Kav , Jakarta Telp , Fax ISSI, Cerminkan Pergerakan Saham Syariah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) saat ini menghitung pergerakan 307 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham mana saja yang memenuhi prinsip syariah? Untuk mendukung perkembangan pasar modal syariah, sejak tiga tahun lalu, persisnya 12 Mei 2011, BEI menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menghitung pergerakan saham-saham yang masuk kategori saham syariah. Konsti tuen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Konstituen ISSI di-review setiap 6 bulan sekali (Mei dan November), dan dipu blika sikan pada awal bulan berikutnya. Per 3 Juni 2014 ada 307 saham yang masuk dalam perhitungan ISSI dengan kapitali sasi pasar senilai Rp2,91 triliun. Saham-saham dalam ISSI menguasai 58,26% dari seluruh nilai kapitalisasi pasar saham yang tercatat di BEI. Apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES, maka ISSI akan menyesuaikan konstituen indeks ini. Metode perhitungan indeks ISSI menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar. Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan ISSI adalah awal penerbitan DES yaitu Desember DES yang menjadi underlying perhitungan ISSI dievaluasi secara berkala oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK) de ngan pertimbangan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). DES terbaru diumumkan pada 23 Mei 2014 lalu oleh OJK. Ada 322 saham syariah dari 501 saham yang tecatat di BEI per 11 Juli Menurut Sarjito, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Mo dal I OJK, saham yang masuk dalam DES terbaru ini beragam dari sektor perda gang an dan jasa, properti, serta industri dasar dan kimia. Sektor perdagangan dan jasa sebesar 25,73%, sedangkan sektor pro perti, real estate, dan konstruksi bangunan sebesar 15,22%, kemudian diikuti dengan industri dasar dan kimia sebesar 14,29%. Dibandingkan periode enam bulan sebelumnya, ada 28 saham baru yang masuk DES, di antaranya Wika Beton, Cipaganti, Eka Sari Lorena Transport, Indika Energi, MNC Land, dan Nippon Indosari Corpindo. Sementara saham yang keluar dari DES ada 34 saham, di antaranya PT Bakrieland Development Tbk, PT Metro Realty Tbk, PT Tri Banyan Tirta Tbk, dan PT Zebra Nusantara Tbk. Penentuan saham yang keluar dari kriteria DES berdasarkan beberapa ca tatan, seperti adanya aktivitas yang mengandung unsur perjudian, perdagangan yang dilarang, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang mengandung judi, transaksi suap, dan produksi barang haram yang mengandung babi. Selain itu ada ber bagai pertimbangan seperti utang berbasis bu nga berdasarkan total aset mencapai lebih dari 45%. Sedangkan pendapatan non-halal dibanding total pendapatan harus kurang dari 10% Dibanding tahun sebelumnya, jumlah saham yang masuk DES I 2014 menurun. Pada DES II 2013 ada 328 saham yang dikategorikan sebagai efek syariah. Sedangkan pada DES I 2014 ada 322 saham syariah. Penetapan DES Periodik I 2014 ditetapkan dalam Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: Kep-24/D.04/2014 tentang Daftar Efek Syariah (DES) pada Selasa, 20 Mei Penerbitan keputusan tersebut didasarkan pada review berkala yang dilakukan OJK atas Daftar Efek Syariah yang telah ditetapkan sebelumnya. Sarjito memaparkan, sumber data yang digunakan sebagai bahan pene la ahan dalam penyusunan DES berasal dari laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2013 dan telah diterima oleh OJK, serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten atau perusahaan publik. Secara periodik OJK akan me-review DES berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Setiap enam bulan sekali OJK akan mengeluarkan DES, yaitu pada bulan Mei dan November. Review atas DES juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau, apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah. DES menjadi panduan investasi bagi penggunanya seperti manajer investasi pengelola reksa dana syariah, asuransi syariah, dan investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek syariah, serta panduan bagi penyedia indeks syariah, seperti BEI yang menerbitkan Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).e DES yang diterbitkan OJK dapat dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu: [1] DES Periodik DES Periodik merupakan DES yang diterbitkan secara berkala yaitu pada akhir Mei dan November setiap tahunnya. DES Periodik pertama kali diterbitkan Bapepam-LK pada tahun [2] DES Insidentil DES Insidentil merupakan DES yang diterbitkan tidak secara berkala. DES Insidentil diterbitkan antara lain disebabkan adanya: l Penetapan saham yang memenuhi kriteria efek syariah bersamaan dengan efektifnya Pernyataan Pendaftaran emiten yang melakukan penawaran umum perdana atau Pernyataan Pendaftaran perusahaan publik. l Penetapan saham emiten dan atau perusahaan publik yang memenuhi kriteria efek syariah berdasarkan laporan keuangan berkala yang disampaikan kepada OJK setelah Surat Keputusan DES secara periodik ditetapkan. Efek yang dapat dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh OJK meliputi: 1. Surat berharga syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia; 2. Efek yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar; 3. Sukuk yang diterbitkan oleh emiten termasuk obligasi syariah yang telah diterbitkan oleh emiten sebelum ditetapkannya Peraturan Bapepam dan LK Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah; 4. Saham reksa dana syariah; 5. Unit penyertaan kontrak investasi kolektif reksa dana syariah; 6. Efek beragun aset syariah; 7. Efek berupa saham, termasuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) syariah dan waran syariah, yang diterbitkan oleh emiten atau perusahaan publik yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah, sepanjang emiten atau perusahaan publik tersebut: a. Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b Peraturan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A.13; b. Memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut: i. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus); ii. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapat an usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus); 8. Efek syariah yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal yang diterbitkan oleh lembaga internasional dimana Pemerintah Indonesia menjadi salah satu anggotanya; dan 9. Efek syariah lainnya.

3 3 IDX Newsletter IDX Update Wajah Para Komisaris Baru BEI Lima figur berpengalaman terpilih menjadi Komisaris BEI periode Sesuai latar belakang masing-masing, anggota Dewan Komisaris terpilih sesungguhnya sudah memberi banyak sumbangan bagi pasar modal Indonesia. P ara pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni lalu. Satu dari tiga agenda RUPST yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta itu adalah pengangkatan Anggota Dewan Komisaris BEI masa bakti Seiring dengan pengangkatan komisaris baru, berakhir pula pengabdian Dewan Komisaris masa bakti Adapun anggota Dewan Komisaris yang telah mengakhiri pengabdian tahun ini adalah I Nyoman Tjager (Komisaris Utama), Chaeruddin Berlian, Felix Oentoeng Soebagjo, Johnny Darmawan, dan Suwantara Gotama. Dewan Komisaris yang baru terpilih adalah: Komisaris Utama : Robinson Simbolon Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris : Hendra H. Kustarjo : Dwi Soetjipto : Lydia Trivelly Azhar : Hari Purwantono Anggota Dewan Komisaris terpilih mewakili berbagai unsur terkait di pasar modal, baik otoritas pasar modal, perusahaan efek, akuntan, maupun emiten. Posisi Komisaris Utama dipercayakan kepada Robinson Simbolon, yang baru saja pensiun awal tahun ini dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum pensiun, Robinson Simbolon menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK. Jebolan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini lama berkarier di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama Badan Pengawas Pasar Modal. Jabatan terakhirnya di Bapepam adalah Kepala Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum antara tahun 1999 sampai Sebelum di Biro Hukum, ayah dua anak ini sempat menjabat sebagai Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam. Selain di lingkungan Kementerian Keuangan dan OJK, Robinson pun pernah menduduki jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Salah satunya menjadi anggota Dewan Komisaris PT Permodalan Nasional Madani. Dari kalangan perusahaan efek Anggota Bursa (AB) yang juga pemegang saham, terpilih Hendra Hasan Kustarjo dan Lydia Trivelly Azhar. Selain wakil AB, Hendra juga bisa dikatakan wakil emiten, karena saat ini ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Panca Global Securities Tbk. Sebelum dipercaya menjadi Komisaris BEI, sarjana akuntansi lulusan Universitas Trisakti ini menjadi anggota Komite Disiplin Anggota BEI yang dijabat sejak Mei Hendra Kustarjo juga aktif di lingkungan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan pernah menjabat beberapa posisi kepengurusan. Sejak 2013 sampai sekarang, mantan akuntan senior pada KAP Hadi Sutanto ini tercatat se bagai Anggota Departemen Penjaminan Emisi Efek APEI. Pada tahun , Hendra Kustarjo pernah tercatat sebagai anggota Komite Pengembangan Usaha BEI. Sementara itu, Lydia Trivelly Azhar yang juga terpilih sebagai anggota Komisaris BEI, saat ini merupakan Direktur PT Buana Capital, yang dijabat sejak Jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga tercatat aktif pada ber bagai bidang strategis di lingkungan pasar mo dal. Lydia Trivelly sejauh ini aktif menyumbangkan tenaga dengan menjadi anggota sejumlah komite di lingkungan BEI, seperti Komite Anggaran, Komite Disiplin Anggota, serta Komite Perdagangan. Lydia Trivelly juga tercatat aktif di berbagai organisasi di lingkungan pasar modal. Ia pernah tercatat sebagai salah satu ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) antara Sejak 2009 sampai saat ini, Lydia tercatat sebagai penasihat Asosiasi Wakil Perantara Pedagang Efek serta wakil dari APEI untuk Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal. Lima wajah baru di jajaran komisaris baru BEI tentu saja bukan orang baru di lingkungan pasar MO DAl. Mereka telah melewati waktu yang sangat panjang untuk memberi kontribusi bagi kemajuan pasar MO DAl dan bursa efek, dengan cara berbeda. Sementara di lingkungan Asosiasi Profesi Pasar Modal, Lydia tercatat sebagai penasihat. Presiden Direktur PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, ikut terpilih menjadi anggota komisaris BEI. Beliau adalah jebolan Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Program Doktor di Universitas Indonesia. Sebagai CEO perusahaan publik, Dwi Soetjip to dikenal punya nama harum, dan dianugerahi sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Satya Lencana Pemba ngunan dari Pemerintah RI. Selain sibuk sebagai profesional, mantan Direktur Utama PT Semen Padang ini juga aktif di berbagai organisasi dan rajin menulis artikel dan buku. Sejak 2007 sampai sekarang, Dwi tercatat sebagai Ketua Bidang untuk KONI Jawa Timur. Pria yang suka bermain gitar di sela kesibukannya ini juga dikenal sebagai pesilat tangguh. Ia juga mengabdikan diri sebagai Ketua Keluarga Silat Indonesia Perisai Diri, Pengda Jatim. Nama akuntan senior, Hari Purwantono tercatat dalam jajaran Komisaris BEI untuk masa bakti Pria kelahiran 30 September 1958 di Kediri, Jawa Timur ini punya pengalaman sangat panjang di bidang audit sejak lulus dari Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga Surabaya pada Waktu 31 tahun telah dihabiskan untuk ikut aktif dalam kegiatan audit untuk perusahaan swasta maupun BUMN, pada berbagai sektor usaha. Termasuk kegiatan audit untuk mengantar perusahaan-perusahaan tersebut dalam proses go public. Mengawali karier sebagai staf pada KAP Drs. Utomo, Mulia & Co, kariernya melesat cepat. Pada Juli 1994, Hari Purwantono resmi tercatat sebagai Partner pada KAP Drs. Prasetio, Utomo & Co. Pada akhir 2002, Hari menjadi Partner untuk KAP Prasetio, Sarwoko & Sandjaja. Selanjutnya pada Juli 2009, ia resmi menjadi Managing Partner KAP Purwantono, Sarwoko & Sandjaja. Sejak Juli 2012 sampai saat ini, ia diangkat menjadi Country Managing Partner Ernst & Young, Indonesia. Lima wajah baru di jajaran komisaris baru BEI tentu saja bukan orang baru di lingkungan pasar mo dal. Mereka telah melewati waktu yang sangat panjang untuk memberi kontribusi bagi kemajuan pasar mo dal dan bursa efek, dengan cara berbeda. Sumbangan tenaga, waktu, dan pikiran mereka dibutuhkan BEI untuk kemajuan pasar modal Indonesia ke depan. Selamat bertugas, Dewan Komisaris baru BEI masa bakti e

4 4 Q&A Apa yang dimaksud dengan Dividen? Dividen yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham (emiten) atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal harus memegang saham tersebut hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode di mana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Umumnya Dividen merupakan salah satu daya tarik bagi pemegang saham dengan orientasi jangka panjang seperti misalnya pemodal institusi atau dana pensiun dan lain-lain. IDX corner Mekanisme Baru Perpindahan Papan Pencatatan Emiten What s Coming Sekolah Pasar Modal di Kantor Perwakilan Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang IV, di Bandung Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang V, September 2014 di Bandung Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang V, 8-9 di Batam Sekolah Pasar Modal Level 1 Gelombang VI, September 2014 di Batam Sekolah Pasar Modal Level 2 Gelombang 1, 27 Juni 2014 di Batam Sekolah Pasar Modal di BEI Jakarta Sekolah Pasar Modal Level 1, 13 Sekolah Pasar Modal Level 1, 20 Sekolah Pasar Modal Level 1, 27 Sekolah Pasar Modal Level 1, 3 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 10 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 17 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 1, 24 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 14 Sekolah Pasar Modal Level 2, 21 Sekolah Pasar Modal Level 2, 28 Sekolah Pasar Modal Level 2, 4 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 11 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 18 September 2014 Sekolah Pasar Modal Level 2, 25 September 2014 Sekolah Pasar Modal Syariah di BEI Jakarta Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 dan 2, 30 Sekolah Pasar Modal Syariah Level 1 dan 2, 13 September 2014 Lain Lain Literasi Jasa Keuangan kepada masyarakat umum, September 2014, di Banjarmasin Investor Summit and Capital Market Expo 2014, 20-21, di Surabaya Investor Summit and Capital Market Expo 2014, September 2014, di Jakarta Selamat Idul Fitri 1435 H Dapatkan souvenir menarik dari BEI bagi pembaca yang berpartisipasi dengan mengirimkan pertanyaan dan dimuat dalam rubrik Q&A. Kirimkan pertanyaan ke dengan subjek IDX Newsletter Sebanyak 19 emiten lolos seleksi pindah papan pencatatan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama bursa per Juni Merujuk Ketentuan VI Peraturan Nomor I-A, Bursa Efek Indonesia (BEI) kini berwenang melakukan perpindahan papan emiten setiap bulan Mei. Sebagaimana diketahui, penca tatan saham emiten di BEI dikelompokan pada dua kelompok, yaitu kelompok saham Papan Utama dan lainnya kelompok Papan Pengembang an. Tentu saja ada perbedaan antara dua kelompok saham tersebut. Papan Utama ditujukan untuk Perusahaan Tercatat yang berskala besar, khususnya dalam hal nilai Aktiva Berwujud Bersih (Net Tangible Assets) yang sekurang-kurangnya Rp100 miliar. Sementara Papan Pengembangan ditujukan untuk mencatatkan perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum membukukan keuntungan. Selain faktor size, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi emiten untuk masuk ke Papan Utama. Di antaranya memiliki jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (minority shareholders) sekurang-kurangnya 100 juta saham atau 35% dari Modal Disetor (mana yang lebih kecil). Kemudian, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama paling kurang selama 36 bulan terakhir. Lalu laporan keuangan auditan memperoleh pendapat wajar tanpa pengecualian (WTP) selama dua tahun buku terakhir. Tidak kalah penting harus memiliki jumlah pemegang saham paling sedikit pemegang saham yang memiliki rekening efek di Anggota Bursa. Tapi kembali lagi, meski belum memenuhi syarat tersebut, bukan berarti emiten yang tercatat di Papan Pengembangan berkinerja buruk dan tidak berprospek, tentu saja mereka memiliki keunggulan ma singmasing dan suatu saat bisa memenuhi kriteria tadi. Kemudian yang menjadi pertanyaan, kapan dan bagaimana seleksi emitenemiten Papan Pengembangan untuk bisa masuk ke Papan Utama? Ini menarik karena terkait dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00001/BEI/ mengenai Perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek bersifat Ekuitas selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang terbit pada 20 Januari 2014 lalu. Sebelum diterbitkannya Surat Kepu tusan tersebut, emiten pada Papan Pengembangan yang hendak masuk ke papan utama harus mengajukan diri ke BEI. Lalu proses perpindahan papan dilakukan pada bulan Mei dan Oktober setiap tahun. Dengan keluarnya aturan baru, BEI memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi Perusahaan Tercatat Papan Pengembangan untuk pindah ke Papan Utama, dan kemudian mencatatkannya di Papan Utama apabila memenuhi syarat tercatat di Papan Utama. Proses perpindahan dilakukan hanya pada bulan Mei setiap tahun. Saat ini BEI yang berhak menetapkan emiten itu layak pindah papan atau tidak. Karena banyak juga emiten yang tidak mau pindah. Maunya di bawah saja (Papan Pengembangan), tutur Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen. Bursa berharap perubahan aturan main itu akan memotivasi emiten untuk meningkatkan jumlah saham beredar di pasar, sehingga pada akhirnya membuat likuiditas perdagangan meningkat. Proses seleksi perdana sesuai ketentuan terbaru tersebut telah dilaksanakan dengan baik oleh BEI. Pada tanggal 28 Mei lalu, BEI mengumumkan sebanyak 19 saham dinyatakan naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama yang berlaku per Juni Adapun namanama emiten yang naik kelas itu adalahpt Polychem Indonesia Tbk (ADMG), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), PT Duta Anggada Realty Tbk (DART). Selanjutnya PT Intiland Development Tbk (DIDL), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), PT Martina Berto Tbk (MBTO), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Panorama Transportasi Tbk (WEHA). Kemudian selain emiten yang pindah papan, terdapat empat emiten baru yang masuk ke Papan Utama. Mereka merupakan emiten-emiten yang baru listing sepanjang tahun Ya, selain dari emiten eksisting di Papan Pengembangan, para emiten baru listing juga dimungkinkan tercatat di Papan Utama bursa, apabila memang memenuhi semua ketentuan untuk tercatat di Papan Utama. Keempat emiten tersebut adalah PT Link Net Tbk (LINK), PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK), PT Inter media Capital Tbk (MDIA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Berdasarkan data hingga tanggal 11 Juli 2014, penghuni Papan Utama pencatatan BEI tercatat sebanyak 257 emiten, sementara sebanyak 244 emiten lainnya masuk dalam kelompok emiten Papan Pengembangan.e

5 5 IDX Newsletter company investor visit corner Mengenal Instrumen Investasi Baru: Saving Bonds Ritel Ada banyak cara memperkenalkan produk-produk investasi kepada masyarakat, sekaligus mengubah kebiasaan saving minded menjadi investment minded. Salah satunya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan produk surat utang yang khusus dibuat untuk investor individu atau investor ritel. Sebelum pemerintah menerbitkan ORI, yang bisa membeli obligasi pemerintah hanya pemodal institusi atau pemodal besar karena nilai nominal dan pembelian minimumnya besar. Dengan menerbitkan ORI, pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk bisa berinvestasi pada produk yang relatif aman. Sesuai karakteristiknya, surat utang yang diterbitkan pemerintah dikategorikan sebagai zero risk atau bebas risiko, karena negara menjadi penjaminnya. Setelah sukses menerbitkan bebera pa seri ORI, Pemerintah Republik Indo nesia tengah menerbitkan surat utang baru yang dikenal de ngan nama Saving Bonds Ritel (SBR). Meski sama-sama berjenis surat utang negara, SBR punya karakteristik yang berbeda dengan ORI. ORI termasuk seri surat utang negara yang bisa diperdagangkan sehingga selain memperoleh keuntungan dari kupon bunga, investor juga memiliki potensi capital gain. Nilai minimum investasi ORI sebesar Rp5 juta, sedangkan nilai maksimal Rp3 miliar. Kupon ORI bersifat tetap. Sedangkan SBR tidak dapat diperdagangkan sehingga tidak ada potensi capital gain. Kupon SBR bersifat mengambang, de ngan nilai pembelian minimal Rp5 juta dan maksimal Rp5 miliar. Ting kat kupon SBR pertama yang diterbitkan pemerintah untuk tiga bulan pertama, antara tanggal 30 Mei 2014 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2014, sebesar 8,75% per tahun. Angka itu berasal dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penerbitan sebesar 7,50% ditambah 1,25%. Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo. Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah 1,25%. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon. Sedangkan Tingkat Kupon Minimal (floor) sebesar 8,75% per tahun. Berinvestasi pada instrumen ini relatif aman, meski tidak lepas dari risiko. Alasannya, kupon dan pokok SBR dijamin oleh Undang-Undang. Kupon SBR juga lebih tinggi dari tingkat bunga penjaminan LPS dan rata-rata tingkat bunga deposito Setelah berhasil mengembangkan Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah menawarkan produk baru untuk investor ritel yaitu Saving Bonds Ritel (SBR). Perbedaannya adalah ORI dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, sedangkan SBR harus ditahan sampai masa jatuh tempo. Gambar ilustrasi dalam proses bank BUMN. Risiko ORI dan SBR dari sisi risiko gagal bayar sama-sama dianggap zero karena diterbitkan pemerintah. Sementara dari sisi risiko pasar, SBR tidak terpengaruh risiko pasar, namun tingkat kupon mengikuti tingkat bunga pasar. Namun, karena tidak diperdagangkan di pasar sekunder seperti halnya ORI, maka SBR tidak likuid karena tidak dapat diperdagangkan. Bagi masyarakat umum yang ingin berinvestasi pada produk baru ini, bisa mendatangi agen penjual resmi yang ditunjuk pemerintah, mengi si formulir pemesanan, dan menyerahkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Nama pada rekening surat berharga dan rekening dana harus sama dengan nama pembeli. Investor yang membeli SBR akan mendapatkan bukti atau tan da terima pembelian. Dengan karakteristik seperti itu, nilai pokok investasi SBR tidak pernah berkurang dan imbal hasil akan selalu positif. Jika suku bunga naik maka imbal hasil saving bond akan ikut naik, dan jika suku bunga turun, imbal hasilnya minimum akan sama dengan kupon pertama. Sampai de ngan 20, instrumen ini masih bisa dibeli melalui 21 agen penjual SBR yang telah diberi mandat oleh pemerintah. Para agen itu meliputi 18 bank yaitu; Citibank, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank ANZ Indonesia, Bank Bukopin, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank Internasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank UOB Indonesia, Bank Standard Chartered, dan Bank HSBC.e statistik Indonesia Stock Exchange Activity, Tahun Juni 2014 Year Month US$ Rate* Total Trading Average Daily Trading Trading Volume Value (Rp) Freq. Volume Value (Rp) Freq. Days Composite Index Market Capitalization (Rp) Listed Companies # Listed Shares , ,531,333, ,774,764,247,160 4,592, ,892, ,701,942,457 19, ,620,957,668, ,186,306,672, , ,381,308,444 97,522,823,598,837 3,621, ,176, ,434,242,272 14, ,258,731,152, ,240,510, , ,207,351, ,762,778,011,333 3,092, ,805, ,909,298,005 12, ,422,776,631, ,544,513, , ,030,810, ,437,613,790,430 2,953, ,069, ,337,247,068 12, ,365,963,209, ,359,787, , ,768,340, ,006,931,714,305 3,723,950 1,708,582,325 1,024,925,027,860 15, , ,949,067,275, ,447,198, , ,868,034, ,006,258,740,277 4,011,916 1,653,777,920 1,670,807,649,137 16, , ,252,702,092, ,985,123, , ,935,587, ,708,122,935,828 4,810,901 1,805,518,955 1,841,769,103,041 19, , ,249,074,451,469, ,488,804, ,419 1,039,542,483,055 1,050,154,301,200,650 11,861,058 4,225,782,451 4,268,919,923,580 48, , ,988,326,205,492, ,128,173,554, , ,845,846,423 1,064,527,514,727,510 13,417,139 3,282,691,027 4,435,531,311,365 55, , ,076,490,532,456, ,374,411,626, ,433 1,467,659,184, ,134,759,218,231 20,976,596 6,089,872,136 4,046,202,320,408 87, , ,019,375,130,081, ,465,654,987, ,978 1,330,865,192,681 1,176,237,419,584,780 25,918,560 5,432,102,827 4,800,969,059, , , ,247,096,779,976, ,894,828,442, ,068 1,203,549,994,441 1,223,440,506,946,820 28,023,050 4,872,672,042 4,953,200,432, , , ,537,294,213,564, ,198,133,269, ,670 1,053,762,087,909 1,116,113,252,327,560 29,941,043 4,283,585,723 4,537,045,741, , , ,126,994,933,800, ,438,408,332, ,270 1,342,657,273,695 1,522,122,357,663,490 37,499,462 5,502,693,745 6,238,206,383, , , ,219,020,240,968, ,827,794,866,851 Jan 9,698 97,906,551, ,780,278,852,537 3,046,097 4,662,216,724 4,989,537,088, , , ,272,791,601,008, ,462,655,676,329 Feb 9, ,953,728, ,773,902,708,605 3,358,256 6,847,686,421 5,988,695,135, , , ,638,860,739,420, ,487,702,309,778 Mar 9, ,112,461, ,499,473,897,944 3,314,572 7,426,971,640 7,973,656,520, , , ,812,789,606,043, ,491,781,187,188 Apr 9, ,263,395, ,295,353,809,615 3,249,839 5,830,154,339 6,286,152,445, , , ,896,823,401,633, ,512,839,774,523 May 9, ,960,487, ,777,733,429,885 3,798,850 6,180,022,146 8,262,624,246, , , ,950,472,993,963, ,521,847,779,169 Jun 9, ,400,054, ,281,375,851,783 3,641,908 6,284,213,370 8,541,125,044, , , ,739,604,940,889, ,581,984,922,831 Jul 10,278 95,011,444, ,096,466,513,717 3,096,918 4,130,932,353 5,178,107,239, , , ,582,269,496,490, ,683,358,921,427 Aug 10,924 91,423,341, ,605,505,020,059 2,746,351 5,377,843,638 6,212,088,530, , , ,130,122,375,622, ,776,170,816,344 Sep 11, ,009,146, ,774,457,356,900 3,650,850 5,381,387,942 6,560,688,445, , , ,251,368,070,568, ,794,577,700,328 Oct 11, ,551,980, ,164,758,863,757 2,917,672 4,788,189,554 5,293,559,945, , , ,435,075,349,086, ,792,510,526,503 Nov 11,977 89,003,411,798 97,941,654,412,688 2,564,428 4,450,170,590 4,897,082,720, , , ,199,722,637,160, ,812,172,096,424 Dec 12,270 94,061,271,027 92,131,396,946,001 2,113,721 4,950,593,212 4,849,020,891, , , ,219,020,240,968, ,827,794,866, , ,970,931, ,881,621,885,905 24,894,036 4,865,301,944 5,990,601,864, , , ,840,505,727,284, ,925,455,442,845 Jan 12,226 78,077,572,433 96,885,586,320,570 3,702,057 3,903,878,622 4,844,279,316, , , ,382,396,368,798, ,857,352,421,455 Feb 11,634 89,697,253, ,516,921,128,874 4,300,779 4,484,862,679 5,625,846,056, , , ,576,075,508,429, ,864,749,408,988 Mar 11, ,970,883, ,669,023,333,121 4,788,591 5,798,544,150 7,383,451,166, , , ,717,501,942,271, ,865,729,194,680 Apr 11, ,672,570, ,940,156,653,111 4,682,013 5,433,628,502 6,897,007,832, , , ,798,563,681,281, ,884,175,967,470 May 11,611 90,306,277, ,281,190,441,015 3,665,171 5,017,015,422 6,237,843,913, , , ,855,601,106,473, ,918,849,510,933 Jun 11,969 96,246,374, ,588,744,009,214 3,755,425 4,583,160,698 5,028,035,429, , , ,840,505,727,284, ,925,455,442,845

6 6 PT Link Net Tbk company Visit Go Public Untuk Kembangkan Layanan Setelah resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Link Net berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan demi memberikan nilai dan manfaat kepada para pemegang saham. Satu lagi perusahaan pendatang baru yang meramaikan lantai bursa, perusahaan dengan produk utama jasa layanan internet broadband bernama PT Link Net Tbk berhasil mencatatkan sebagian sahamnya di lantai perdagangan BEI pada tanggal 2 Juni 2014 lalu. Saham perseroan dengan kode perdagangan LINK ini merupakan perusahaan ke-12 yang mencatatkan sahamnya di bursa semenjak awal tahun Kehadiran LINK, sekaligus menambah jumlah total emiten yang tercatat di BEI menjadi 495 perusahaan. Selain memberi layanan internet broadband, melalui kerja sama dengan PT First Media Television (FMTV), perseroan juga menawarkan layanan TV kabel berlangganan dan komunikasi data. Pada acara peresmian pencatatan saham perseroan tersebut, Direktur PT Link Net Tbk Dicky Setiadi Moechtar mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan akan selalu mengedepankan kepentingan para investor yang sudah memercayai perseroan dan akan siap melaksanakan komitmen untuk memberikan layanan TV kabel berlangganan, jasa internet broadband, dan komunikasi data yang terbaik di Indonesia. Sementara itu, manajemen bursa berharap kehadiran LINK akan semakin menyemarakkan perdagangan di bursa. Kami berharap LINK menjadi koleksi para investor bursa serta menambah kapitalisasi di pasar, ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen, dalam sambu t an nya pada acara peresmian pencatatan saham LINK di Gedung BEI Jakarta. Berdasarkan data perseroan, sebelum IPO pada Desember 2013 lalu, saham PT Link Net tercatat dimiliki oleh PT First Media Tbk sebanyak 66,06%, sementara sisanya sebesar 33,94% merupakan milik Asia Link Dewa Pte Ltd. Kemudian dengan dilakukannya IPO tersebut, perseroan melepas sebanyak atau setara 10% saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh milik induk usa hanya, PT First Media Tbk (KBLV). Dengan kata lain, saham yang dilepas ke publik merupakan milik KBLV, sehingga setelah IPO saham KBLV pun terdilusi menjadi 56,06%. Dalam proses IPO tersebut, perseroan dibantu oleh PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) sekaligus standby buyer. Proses book building IPO itu dilakukan pada tanggal 22 Mei 2014 hingga tanggal 23 Mei 2014, kemudian listing pada tanggal 2 Juni Saham perdana LINK tersebut dijual seharga Rp1.600 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Semenjak digagasnya rencana IPO itu, manajemen LINK optimistis bahwa perseroan berpotensi memperoleh tambahan pendapatan dengan dilakukannya ekspansi usaha. Dengan asumsi masih tingginya demand internet. Manajemen menargetkan perolehan pendapatan sekitar Rp2 triliun hingga akhir tahun Demikian juga dengan perolehan laba, seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, Link Net memprediksikan laba dapat tumbuh cukup signifikan dibandingkan laba hingga akhir tahun Seiring untuk pencapaian target pertambahan jumlah pelanggan jasa internet dan televisi berbayarnya, Link Net berencana menambah jaringan internet ke rumah-rumah yang tersebar di Jabotabek dan juga penambahan set top box atau decoder. Selain itu pada tahun 2014 ini Link Net akan memulai ekspansi ke Bandung dan Surabaya. Guna mencapai target pendapatan dan laba tersebut, manajemen perseroan juga telah menyiapkan dana belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp1 triliun. Adapun dana belanja modal tersebut akan diperoleh sebagian besar dari dana kas internal perseroan. e Meningkatnya Kepercayaan Pasca Pilpres MARKET UPdATE A da yang berbeda jika mencermati data perdagangan BEI selama periode satu bulan, antara 18 Juni 18 Juli Perbedaan mencolok terlihat antara likuiditas perdagangan sebelum pemilihan presiden dengan setelah pilpres. Data transaksi BEI antara 18 Juni sampai 4 Juli 2014 pasar bergerak datar cenderung naik, memperlihatkan pasar menunggu. Hari-hari perdagangan didominasi transaksi net selling oleh investor asing, walaupun pada beberapa hari tertentu ada posisi net buying untuk investor asing. Aktivitas pasar yang cenderung stagnan ini tergambar cukup jelas pada frekuen si, volume, dan nilai transakasi harian BEI. Antara tanggal 18 Juni sampai 8 Juli, perdagangan BEI rata-rata digerakkan tidak lebih dari kali transaksi. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian tidak pernah melampaui 5 juta lembar saham, dengan rata-rata nilai transaksi bergerak labil pada kisaran Rp4,5 triliun sampai Rp5,6 triliun. Akibatnya, dalam kurun waktu tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak labil pada kisaran sampai Optimisme pelaku pasar yang muncul menjelang dan setelah pemilihan presiden terbukti cukup kuat menggerakkan pasar. Frekuensi transaksi cenderung bertahan di atas kisaran kali transaksi, dengan volume transaksi berkisar 5 juta sampai 9 juta lembar saham. Nilai transaksi harian bergerak pada rentang yang cukup lebar antara Rp5 triliun hingga Rp15 triliun, Setelah pemilihan presiden, pasar saham kembali bergairah, yang diiringi dengan peningkatan nilai transaksi pemodal asing. Meningkatnya kepercayaan investor diharapkan terus menyokong peningkatan likuiditas transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI). seperti terjadi pada 10 Juli, atau satu hari setelah pilpres. Pelaku pasar tampaknya menantikan momentum pilpres untuk mengambil keputusan investasi. Termasuk di kalangan investor asing, yang tidak lagi berada pada posisi net selling, sejak 7 Juli sampai 18 Juli Nilai beli harian investor asing bahkan cenderung meningkat dalam rentang waktu tersebut, dengan posisi beli bersih investor asing terbesar terjadi pada 10 Juli 2014 yang mencapai Rp4,19 triliun. Dengan demikian, dalam rentang satu bulan, investor asing membukukan transaksi beli bersih atau net buying sebesar Rp14,03 triliun. Alhasil, total nilai transaksi selama periode satu bulan mencapai Rp136,55 triliun. Porsi transaksi investor lokal tercatat Rp80,62 triliun atau setara 59,04%. Sedang kan porsi transaksi pemodal a sing mencapai Rp55,92 triliun, atau setara 40,96%. Seiring dengan peningkatan likuiditas transaksi, IHSG pun kembali menembus level sejak 8 Juli 2014, dan mencapai level tertinggi dalam rentang sebulan yakni 5.113,93 pada 16 Juli Jika dibandingkan dengan level IHSG terendah dalam kurun waktu sebulan, yakni 4.838,98 yang dibukukan pada 25 Juni 2014 maka kenaik an IHSG mencapai 274,95 poin. Meningkatnya transaksi investor a sing yang cukup menonjol pasca pilpres disinyalir karena investor global masih melihat prospek berinvestasi di Indonesia. Terlepas dari hasil pemilu, para pemodal tampaknya lebih peduli pada penyelenggaraan pesta demokrasi yang berjalan kondusif. Momentum positif ini memang masih diuji dengan berbagai isu global, seperti kebijakan tapering off oleh Bank Sentral Amerika. Meski demikian, investor sudah mengantisipasi isu ini, karena sudah diketahui kebijakan ini pasti diambil Amerika. Dari sisi fundamental ekonomi, isu defisit masih akan mengiringi aktivitas pasar saham, sebab imbasnya akan terasa pada pergerakan kurs nilai tukar rupiah. Meski IHSG masih berpotensi melemah tipis sebagai respons atas berbagai isu yang berkembang, ada optimisme pasar saham akan tetap bergairah.e *) Data per 18 Juli 2014

7 7 IDX Newsletter EDUCATION Kerja sama Penggunaan Lisensi Indeks SRI-KEHATI sebagai Indeks Acuan ETF PT Indo Premier Investment Management (IPIM) dan Ya yas an Keanekaragaman Hayati (KE HATI) telah menandata ngani perjanjian penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI pada tanggal 16 Juni BEI pada waktu yang bersamaan juga telah menandatangani dan menyerahkan surat persetujuan penggunaan lisensi Indeks SRI-KEHATI kepada IPIM sebagai pengguna indeks. Indeks SRI- KEHATI rencananya akan digunakan sebagai indeks acuan (benchmark) untuk produk Premier ETF SRI-KEHATI, yang rencananya juga akan dicatatkan pada tahun ini. Kerja sama ini merupakan kerja sama penggunaan lisensi indeks kedua pada tahun 2014 untuk produk ETF. Sebelumnya, pada tanggal 29 Januari 2014, BEI telah melakukan kerja sama serupa dengan IPIM dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk penggunaan Indeks SMinfra18. Kerja sama ini melibatkan BEI, pemilik indeks, dan pengguna indeks. Sama seperti Indeks SMinfra18, Indeks SRI- KEHATI bukan milik BEI, melainkan milik KEHATI. Dalam kerja sama ini, BEI memberikan surat persetujuan penggunaan indeks (SRI-KEHATI) kepada pengguna indeks (IPIM). Sedangkan IPIM dan KEHATI selaku pemilik indeks menandatangani perjanjian lisensi penggunaan indeks SRI-KEHATI. Adapun kedua bentuk kerja sama ini didasari oleh adanya Perjanjian Kerja Sama antara BEI dengan KEHATI yang telah berlaku sejak tahun 2009 dan telah diadendum pada tahun SRI-KEHATI merupakan indeks BEI yang diluncurkan pada 8 Juni 2009 dan terdiri dari 25 saham yang konstituennya dipilih dari sektor-sektor yang termasuk dalam kategori Sustainable and Responsible Investment (SRI). Pembentukan Indeks SRI-KEHATI ini salah satunya bertujuan untuk mendorong usaha berkelanjutan bagi para emiten di Bursa Efek Indonesia. Mekanisme pemilihan emiten untuk masuk Indeks SRI-KEHATI dilakukan melalui dua tahap.tahap pertama adalah penapisan awal seleksi negatif dan aspek keuangan, kemudian pada tahap kedua adalah dengan aspek fundamental. Pada tahap pertama, penapisan awal dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan yang dinilai memenuhi prasyarat penilaian, sebagai berikut: 1. Seleksi Negatif Tahapan awal seleksi dilakukan kepada perusahaan yang tidak melakukan aktivitasnya dalam hal pestisida, tenaga nuklir, senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian, dan genetically modified organism (GMO). 2. Aspek Keuangan Perusahaan memiliki Kapitali sa si Pasar (market capitalization) di atas Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan teraudit tahun terakhir. Perusahaan memiliki aset di atas Rp1 triliun berdasarkan laporan keuangan teraudit tahun terakhir. Perusahaan memiliki free float ratio di atas 10% berdasarkan saham aktif di bursa dengan kepemilikan publik. Perusahaan memiliki price earning ratio (PER) yang positif dalam 6 (enam) bulan terakhir. Pada tahap kedua setelah perusahaan lolos penapisan awal, maka akan dinilai kinerjanya pada aspek fundamental yang meliputi beberapa bidang, di antaranya: 1. Tata Kelola Perusahaan 2. Lingkungan 3. Keterlibatan Masyarakat 4. Perilaku Bisnis 5. Sumber Daya Manusia 6. Hak Asasi Manusia Sejak diluncurkan pada Juni 2009, Indeks SRI-KEHATI telah menghasilkan return sebesar 141,22%, hampir menyamai kinerja IHSG pada periode yang sama sebesar 141,46%. Namun, jika dihitung sejak Januari 2014, Indeks SRI- KEHATI menghasilkan return sebesar 11,3%, melampaui kinerja IHSG sebesar 10,75%. Ini menunjukkan bahwa SRI- KEHATI memiliki peluang yang besar sebagai sarana investasi. ETF merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Para investor berkesempatan memperoleh keuntungan dari selisih harga ETF yang diperdagangkan. Produk ini dirancang untuk menarik minat investor ritel karena dengan dana yang terjangkau, investor sudah dapat melakukan diversifikasi investasi. Hingga saat ini berarti sudah terdapat 6 ETF yang tercatat di BEI, yaitu Premier ETF LQ45 (R-LQ45X), ABF Indonesia Bond Index Fund (R- ABFII), Premier ETF IDX30 (XIIT), Premier ETF Syariah JII (XIJI), Premier ETF Indonesia Consumer (XIIC), dan Premier ETF SMinfra18 (XISI). Dengan instrumen ETF yang menggunakan Indeks SRI-KEHATI, diharapkan investor dapat menghasilkan return maksimal dari investasi yang berkelanjutan (sustainable) dan bertanggungjawab (responsible).e Komposisi Emiten Indeks SRI-KEHATI periode Mei-Oktober AALI Astra Agro Lestari Tbk. 2 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk. 3 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk. 4 ASII Astra International Tbk. 5 BBCA Bank Central Asia Tbk. 6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 8 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk. 9 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk. 10 EXCL XL Axiata Tbk. 11 GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 12 GJTL Gajah Tunggal Tbk. 13 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk. 14 JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk. 15 KLBF Kalbe Farma Tbk. 16 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk. 17 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 18 PJAA Pembangunan Jaya Ancol Tbk. 19 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. 20 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. 21 TINS Timah (Persero) Tbk. 22 TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 23 UNTR United Tractors Tbk. 24 UNVR Unilever Indonesia Tbk. 25 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk. Perkembangan IHSG dan Indeks SRI-KEHATI 20.00% SRI-KEHATI IHSG 15.00% 10.00% 5.00% 0.00% -5.00% % % Jul 09 Sep 09 Nov 09 Jan 10 Mar 10 May 10 Jul 10 Sep 10 Nov 10 Jan 11 Mar 11 May 11 Jul 11 Sep 11 Nov 11 Jan 12 Mar 12 May 12 Jul 12 Sep 12 Nov 12 Jan 13 Mar 13 May 13 Jul 13 Sep 13 Nov 13 Jan 14 Mar 14 May 14

8 8 kilas kilas Peresmian Galeri Investasi BEI - Universitas Airlangga. Pada 21 Mei 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Re-Launching Galeri Investasi BEI di Universitas Airlangga Surabaya yang merupakan kerja sama antara Universitas Airlangga, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas. RUPST BEI Menyetujui Susunan Dewan Komisaris Masa Bakti BEI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2014 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Salah satu agenda RUPST yaitu Pengangkatan dan Penetapan Honorarium bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan Masa Bakti serta Pemberian Uang Jasa Pengabdian bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang Berakhir Masa Baktinya dipimpin oleh Direktur Utama BEI Ito Warsito. TalkShow: Peran Pasar Modal Sebagai Sumber Pembiayaan Inovasi dan Peremajaan Bisnis. Pada 22 Mei 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Surabaya mengadakan acara Talk Show Peran Pasar Modal Sebagai Sumber Pembiayaan Inovasi dan Peremajaan Bisnis di Universitas Surabaya. Pencatatan Perdana Saham PT Link Net Tbk (LINK). Pada tanggal 2 Juni 2014, saham PT Link Net Tbk dicatatkan pada Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-12 di tahun 2014 dengan kode LINK. Peresmian Galeri Investasi BEI - Universitas Ahmad Dahlan. Pada 13 Juni 2014, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi BEI di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang merupakan kerja sama antara Universitas Ahmad Dahlan, PT Bursa Efek Indonesia, dan PT Sucorinvest Central Gani. Penandatanganan Perjanjian Lisensi Untuk Penggunaan Indeks SRI KEHATI. Pada tanggal 16 Juni 2014 telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian lisensi untuk penggunaan Indeks SRI KEHATI antara PT Indo Premier Investment Management dengan Yayasan KEHATI di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Talkshow dan Diskusi Interaktif, Tapping the Diaspora: Potential Investment Inflow for Indonesia s Capital MarkeT. Pada tanggal 20 Juni 2014, Bursa Efek Indonesia bersama Indonesian Diaspora Business Council melaksanakan Talkshow dan Diskusi Interaktif dengan judul Tapping the Diaspora: Potential Investment Inflow for Indonesia s Capital Market di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Pencatatan Perdana Saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT). Pada tanggal 27 Juni 2014, saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-13 di tahun 2014 dengan kode CINT. Pencatatan Perdana Saham PT Magna Finance Tbk (MGNA). Pada tanggal 7 Juli 2014, saham PT Magna Finance Tbk (MGNA) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-14 di tahun 2014 dengan kode MGNA. Pencatatan Perdana Saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII). Pada tanggal 8 Juli 2014, saham PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-15 di tahun 2014 dengan kode BPII. Pencatatan Perdana Saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Pada tanggal 10 Juli 2014, saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) dicatatkan pada Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-16 di tahun 2014 dengan kode MBAP. Pencatatan Perdana Saham PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) dan PT Bank Dinar Indonesia Tbk. Pada tanggal 11 Juli 2014, saham PT Sitara Propertindo Tbk (TARA) dan PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) dicatatkan pada Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-17 dan ke-18 di tahun 2014 dengan kode TARA dan DNAR.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-208/BL/2012 TENTANG KRITERIA DAN

Lebih terperinci

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND Mega Link Aggressive Fund (MLAF) bertujuan memberikan imbal hasil jangka panjang kepada investor dalam bentuk total return (dari apresiasi harga efek maupun deviden) dengan investasi terutama pada saham-saham

Lebih terperinci

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 Indonesia cukup beruntung, karena menjadi negara yang masih dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif tahun 2009 sebesar 4,4 % di tengah krisis keuangan global

Lebih terperinci

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN November 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

ROADMAP SYARIAH 2015 2019 PASAR MODAL. Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan

ROADMAP SYARIAH 2015 2019 PASAR MODAL. Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan ROADMAP PASAR MODAL SYARIAH 2015 2019 Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan ROADMAP PASAR MODAL SYARIAH 2015 2019 Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-181/BL/2009 TENTANG PENERBITAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM Nomor : Kep-48/PM/1996 PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM 1. Penawaran Umum Penawaran Umum dapat merupakan Penawaran

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN I. UMUM Dana Pensiun merupakan badan hukum yang didirikan dengan tujuan untuk mengupayakan kesinambungan

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-A TENTANG PENCATATAN SAHAM DAN EFEK BERSIFAT EKUITAS SELAIN SAHAM YANG DITERBITKAN OLEH PERUSAHAAN TERCATAT

Lebih terperinci

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana B. Pasar Sekunder adalah pasar di mana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa diperjual-belikan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat

Lebih terperinci

LAPORAN May 2015KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN May 2015KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Menimbang SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 314/BL/2007 TENTANG

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. 1 Dalam

Lebih terperinci

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- /BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

Sosialisasi Perubahan Peraturan Bapepam LK Yang TerkaitDengan Reksa Dana Pasar Uang. Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) November 2012

Sosialisasi Perubahan Peraturan Bapepam LK Yang TerkaitDengan Reksa Dana Pasar Uang. Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) November 2012 Sosialisasi Perubahan Peraturan Bapepam LK Yang TerkaitDengan Reksa Dana Pasar Uang Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) November 2012 POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN IV.C.3 IV.C.3 : Pedoman Pengumuman

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta II. Pasar Keuangan 1. Pendahuluan Pasar keuangan bisa didefinisikan sebagai bertemunya pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus dana) dengan pihak yang kekurangan dana (defisit dana). Sehingga di pasar

Lebih terperinci

Pemegang Saham & Undangan

Pemegang Saham & Undangan RESUME HASIL PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK INSIDENTIL 20 FEBRUARI 2015 PT SEKAWAN INTPRATAMA TBK 1. PENYELENGGARAAN ACARA a. Persiapan Sehubungan dengan keterbukaan informasi yang disampaikan SIAP selanjutnya

Lebih terperinci

PENGGUNAAN SPN 3 BULAN SEBAGAI PENGGANTI SBI 3 BULAN DALAM APBN (Perspektif Bank Indonesia)

PENGGUNAAN SPN 3 BULAN SEBAGAI PENGGANTI SBI 3 BULAN DALAM APBN (Perspektif Bank Indonesia) 1. SBI 3 bulan PENGGUNAAN SPN 3 BULAN SEBAGAI PENGGANTI SBI 3 BULAN DALAM APBN (Perspektif Bank Indonesia) SBI 3 bulan digunakan oleh Bank Indonesia sebagai salah satu instrumen untuk melakukan operasi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN.

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. Ikhtisar: Interpretasi dalam Buletin Akuntansi Staf ini menyajikan pandangan staf mengenai kewajiban

Lebih terperinci

Full service integrated securities company

Full service integrated securities company PT Trimegah Securities Tbk Paparan Publik / Public Expose IDX - TRIM Bloomberg TRIM IJ 25 Juni 2009 The Sultan - Jakarta Agenda 1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Keuangan 4. Rencana Usaha

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-614/BL/2011 TENTANG TRANSAKSI

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto 37 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto (2010) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa

Lebih terperinci

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK 1. Q: Apa latar belakang diterbitkannya PBI

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-104/BL/2006 TENTANG PRODUK UNIT

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND Tanggal Efektif: 22 Oktober 2013 Tanggal Penawaran: 8 November 2013 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK

Lebih terperinci

Usulan Perubahan Anggaran Dasar PT Elnusa Tbk ( Elnusa ) untuk Disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32, 33, 34

Usulan Perubahan Anggaran Dasar PT Elnusa Tbk ( Elnusa ) untuk Disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32, 33, 34 Usulan Perubahan Anggaran Dasar PT Elnusa Tbk ( Elnusa ) untuk Disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.32, 33, 34 Pasal 1 ayat 1: Anggaran Dasar Saat Ini Usulan Perubahan Alasan Perubahan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

INVESTOR NEWS APRIL 2014

INVESTOR NEWS APRIL 2014 INVESTOR NEWS APRIL 2014 Pada bulan April 2014, BJTM menunjukkan performa yang bagus pada banyak aspek sehingga mampu membukukan kenaikan laba bersih sebelum pajak sebesar 24,84% YoY atau ekuivalen sebesar

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK)

PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK) PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK) Tanggal Efektif: 16 Oktober 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 30 Oktober 2012 BAPEPAM DAN LK TIDAK

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-715/BL/2012 TENTANG DANA PERLINDUNGAN

Lebih terperinci

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN IKHTISAR 2014 adalah tahun di mana Perseroan kembali mencapai rekor pertumbuhan dan proitabilitas. Perseroan mempertahankan posisinya sebagai Operator berskala terkemuka

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan dikatakan memiliki tujuan yang bermacam-macam. Ada yang mengatakan bahwa perusahaan berfokus pada pencapaian keuntungan atau laba maksimal atau laba yang

Lebih terperinci

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. www.bankmandiri.co.id 2 ANGGARAN DASAR Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 berdasarkan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG PENAWARAN UMUM SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA ( INDONESIAN DEPOSITARY RECEIPT ) KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan profit atau laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

Penawaran Umum Berkelanjutan Agung Podomoro Land I Tahap II Tahun 2014.

Penawaran Umum Berkelanjutan Agung Podomoro Land I Tahap II Tahun 2014. Kepada Yth. Bapak/Ibu : Nasabah PT. Phillip Securities Indonesia Pimpinan/Sales Kantor Cabang PT. Phillip Securities Indonesia Sales PT. Phillip Securities Indonesia di- Tempat ================================================================

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Bank Umum Syariah Dengan telah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tanggal

Lebih terperinci

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI Per (Tidak Diaudit) ASET 31 Desember 2010 ASET LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga Piutang Lainlain Pihak Ketiga Persediaan Bersih Biaya Dibayar di

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 dan Pasal

Lebih terperinci

Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis

Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis Malam Anugerah Kompetisi Sosialisasi Berita Pers Berita Pers KSEI beri Penghargaan kepada Perusahaan Efek dan Jurnalis Jakarta, 19 Januari 2011 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membuka tahun

Lebih terperinci

S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA

S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA No. 12/13/DPbS Jakarta, 30 April 2010 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Sistem Dealer Utama dan untuk lebih meningkatkan

Lebih terperinci

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 21 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 24 Oktober 2013 Masa Penawaran Umum : 18 dan 21 Oktober 2013 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Oktober

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA Tanggal Efektif : 04 Februari 2005 Tanggal Mulai Penawaran : 07 Februari 2005 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK

Lebih terperinci

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014

P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 P U B L I C E X P O S E PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL TBK HOTEL MULIA JAKARTA, 25 APRIL 2014 DAFTAR ISI 1 2 Sekilas Mengenai Sido Muncul Kinerja 2013 3 Hasil RUPS 4 Kinerja Triwulan I Tahun

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007.

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan. Alam Sutera Realty Tbk pada 19 September 2007. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan PT. Alam Sutera Realty Tbk adalah anak perusahaan dari grup Argo Manunggal yang bergerak di bidang property developer, didirikan oleh Harjanto Tirtohadiguno

Lebih terperinci

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2

RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 Lampiran 7 Surat Edaran OJK Nomor.. Tanggal RENCANA KORPORASI PERUSAHAAN ASURANSI UMUM / PERUSAHAAN REASURANSI / PERUSAHAAN ASURANSI JIWA 1 Tahun 2 PT. XYZ (alamat perusahaan) ¹ Tulis salah satu sesuai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign

BAB II URAIAN TEORI. Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign BAB II URAIAN TEORI A. Penelitian Terdahulu Anggraeni (2003) melakukan penelitian dengan judul The Foreign Exchange Exposure pada Bank-Bank yang Go Public di Bursa Efek Jakarta menunjukkan adanya foreign

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan?

Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Dalam Bahasa dan Mata Uang Apa Laporan Keuangan Disajikan? Oleh: Tarkosunaryo Paper ini bermaksud untuk menyajikan analisis penggunaan mata uang yang seharusnya digunakan oleh perusahaan dalam menyusun

Lebih terperinci

PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH by KarimSyah Law Firm Level 11, Sudirman Square Office Tower B Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA

Lebih terperinci

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM Oleh KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA Phone: +62 21 577-1177 (Hunting), Fax: +62

Lebih terperinci

Reksa Dana. Berwisata ke Dunia. Eko P. Pratomo. Editor : Agung Sarwana dan Eko B. Supriyanto

Reksa Dana. Berwisata ke Dunia. Eko P. Pratomo. Editor : Agung Sarwana dan Eko B. Supriyanto Halaman edukasi Reksa Dana ini didasarkan atas 2 bab pertama dari Buku Berwisata Ke Dunia Reksa Dana yang disusun oleh Eko P. Pratomo, dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Halaman ini terselenggara

Lebih terperinci

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS

FAKTOR PENILAIAN: PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS II. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARISIS Tujuan Untuk menilai: kecukupan jumlah, komposisi, integritas dan kompetensi anggota Dewan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-521/BL/2010 TENTANG TRANSAKSI

Lebih terperinci

JADWAL PENAWARAN UMUM

JADWAL PENAWARAN UMUM JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 31 Desember 2013 Tanggal Distribusi Saham : 15 Januari 2014 Masa Penawaran Umum : 3 Januari dan 6 9 Januari Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 15 Januari 2014

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 3/22/PBI/2001 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menciptakan disiplin pasar (market discipline) perlu diupayakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN: Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep- 26/PM/2003 Tanggal : 17 Juli 2003 - 1 -

LAMPIRAN: Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor : Kep- 26/PM/2003 Tanggal : 17 Juli 2003 - 1 - - 1 - PERATURAN NOMOR IX.D.1: HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU 1. Definisi: a. Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu adalah hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli

Lebih terperinci

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Laporan Keuangan Publikasi triwulanan Laporan Posisi Keuangan/Neraca PT BANK SINAR HARAPAN BALI JL MELATI NO 65 DENPASAR BALI 80233 Telp (0361) 227076 FAX (0361) 227783 per March 2014 dan 2013 (Dalam Jutaan

Lebih terperinci

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE

ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE 1 Press Statement UNTUK DISIARKAN SEGERA Kontak Media: Priska Rosalina +62 21 2356 8888 priska.rosalina@acegroup.com ACE LIFE DAN BANK CTBC LUNCURKAN EMPAT PRODUK BANCASSURANCE Jakarta, 19 Juni 2014 PT

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/POJK.05/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/POJK.05/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/POJK.05/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG PEDOMAN PEMERIKSAAN OLEH AKUNTAN ATAS PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK ATAU PEMBAGIAN SAHAM BONUS KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL,

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN. Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006

PEMBAHARUAN. Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006 PEMBAHARUAN Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing

Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Perbedaan pasar uang dan pasar modal yaitu: 1. Instrumen yang diperjualbelikan pasar modal yang diperjualbelikan adalah adalah surat-surat berharga jangka panjang seperti

Lebih terperinci

HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE)

HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE) HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (RIGHTS ISSUE) Oleh: KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jalan Jenderal Sudirman Kav.45-46 Jakarta 12930 E-mail: info@karimsyah.com HAK MEMESAN

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR Kep-565/BEJ/11-2003 TENTANG PERATURAN NOMOR II-A TENTANG PERDAGANGAN EFEK Menimbang a. bahwa dalam rangka pelaksanaan perdagangan Efek secara Remote Trading

Lebih terperinci

Sehubungan dengan kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang berakhir per 31 Desember 2012, dan mengacu pada :

Sehubungan dengan kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang berakhir per 31 Desember 2012, dan mengacu pada : Indonesia Stock Ex hange Bursa Efek Indonesia PENGUMUMAN Penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang Berakhir Per 31 Desember 2012 Peng-LK- OO{/ 'libei.pprj06-2013 Peng-LK- 00 ["24 IBEI.PPJ/06-2013 (Informasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG JARING PENGAMAN SISTEM KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159 Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS Tanggal Efektif: 16 Februari 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 28 Maret 2012 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK

Lebih terperinci

Menempatkan Privatisasi BUMN Secara Tepat 1

Menempatkan Privatisasi BUMN Secara Tepat 1 Menempatkan Privatisasi BUMN Secara Tepat 1 Oleh Sunarsip Sejak kasus PT. Krakatau Steel (KS) yang hendak diakuisisi Arcelor Mittal muncul, diskursus mengenai privatisasi BUMN kembali ramai. Diskursus

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA

PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA Tanggal Efektif: 29 April 2014 Tanggal Mulai Penawaran: 13 Juni 2014 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN

Lebih terperinci