PROGRAM KERJA PENGADILAN TINGGI SURABAYA TAHUN 2012

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROGRAM KERJA PENGADILAN TINGGI SURABAYA TAHUN 2012"

Transkripsi

1 PROGRAM KERJA PENGADILAN TINGGI SURABAYA TAHUN 2012 Program Kerja Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun 2012 ini adalah merupakan Rencana Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pengadilan Tinggi Surabaya yang meliputi 4 (Empat) dimensi, yaitu : A. Pengadilan Tinggi Surabaya selaku Satuan Kerja (satker). B. Pengadilan Tinggi Surabaya selaku Voorpost Mahkamah Agung di daerah. C. Pengadilan Tinggi Surabaya selaku Unit Akutansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W). D. Pengadilan Tinggi Surabaya selaku Perwakilan Kekuasaan Kehakiman atau Lembaga Yudikatif di daerah. A. PROGRAM KERJA SATUAN KERJA (SATKER) Pengadilan Tinggi Surabaya sebagai Satuan Kerja (Satker), Pelaksana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Pengguna Barang Milik Negara (BMN). Pelaksanaan anggaran tahun 2012 tersebut adalah sebagaimana yang dialokasikan di dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2012 dengan Pagu sebesar : a. DIPA Badan Urusan Adminsitrasi (01) : Rp ,- b. DIPA Badan Peradilan Umum (03) : Rp ,- + Jumlah Pagu DIPA Th : Rp ,- 156-

2 A. 1. PROGRAM PENANGANAN PERKARA Pengadilan Tinggi Surabaya adalah pengadilan tingkat banding yang mempunyai tugas pokok dan fungsi menerima, memeriksa, dan memutus perkara yang diajukan banding. Pada tahun 2011 keadaan perkara yang diajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya adalah sebagai berikut : No. Perkara Sisa Tahun 2010 Masuk Tahun 2011 Jumlah Putus Tahun 2011 Sisa Tahun 2011 Persentase Putus 1 Pidana ,13 % 2 Pidana Khusus/Tipikor ,67 % 3 Perdata ,02 % Perkiraan tahun 2010, pertambahan perkara masuk untuk tahun 2011 mencapai 15 % ternyata perkara masuk tahun 2011 hanya bertambah sebesar 10 %, demikian pula perkara banding yang dapat diselesaikan tahun 2011 diperkirakan mencapai 90 %, ternyata hanya dapat diselesaikan sebesar 87,57 %, hal tersebut disebabkan oleh hal hal berikut : 1. Perkara yang masuk pada bulan Desember 2011 berjumlah ± 164 perkara dan baru selesai pada tahap register dan penetapan majelis. 2. Masih terdapat Majelis Hakim / Panitera Pengganti yang menangani perkara melebihi hari (sesuai SOP), walaupun tidak lebih dari 6 bulan (sesuai SEMA No. 6 Tahun 1992). Diperkirakan perkara banding yang masuk ke Pengadilan Tinggi Surabaya ada kenaikan sekitar 10%. Proses penanganan banding yang masuk Pengadilan Tinggi Surabaya untuk tahun 2012 dengan berpedoman pada alur jalannya perkara di Pengadilan Tinggi Surabaya dan Standard Operating Procedure (SOP), penanganan Banding Pengadilan Tinggi 157-

3 Surabaya diprogramkan tingkat penanganan dan penyelesaian perkara banding dapat mencapai 90%, antara lain sebagai berikut : No. Perkara Sisa Tahun 2011 Masuk Tahun 2012 Jumlah Putus Tahun 2012 Sisa Tahun 2012 Persentase Putus 1 Pidana % 2 Pidana Khusus/Tipikor % 3 Perdata % A. 2. PROGRAM KERJA SUB KEPANITERAAN PERDATA 1. Proses Penanganan dan penyelesaian Perkara Perdata Banding yang diterima Pengadilan Tinggi Surabaya sejak kelengkapan berkas Perkara Banding lengkap dan diregister dapat diselesaikan dalam tenggang waktu 60 hari sampai dengan 90 hari sudah dapat dikirim dan diterima kembali kepada dan oleh Pengadilan Negeri Pengaju, setidak-tidaknya tidak melampaui jangka waktu 6 bulan (SEMA No. 6 Tahun 1992) 2. Memacu meningkatkan kemampuan, kesadaran, tanggung jawab, dan etos kerja para Petugas Kepaniteraan Perdata dan para Panitera Pengganti dalam proses penanganan dan penyelesaian Perkara Perdata sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). 3. Memilah berkas berkas Perkara Perdata dan surat surat yang inaktif dan segera menyerahkannya ke Kepaniteraan Hukum untuk diarsipkan agar lemari-lemari atau tempat penyimpanan berkas-berkas Perkara Perdata dapat dimanfaatkan untuk berkasberkas baru yang masih aktif sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). 158-

4 4. Mempercepat penelitian kelengkapan atau syarat formal Perkara Perdata Banding, proses penyelesaian Perkara Perdata Banding, dan surat surat, penyelesaian minutasi secara tepat waktu dan akurat dan pengiriman kembali Berkas Perkara Banding ke Pengadlan Negeri Pengaju dan surat surat ke Pengadilan Negeri dan para pihak terkait sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). 5. Memperbanyak buku register perkara perdata, buku jurnal (KII- A.1), buku induk keuangan Perkara Perdata (KII-A.2), buku penerimaan hak-hak kepaniteraan (KII-A.3) sesuai kebutuhan 6. Mengadakan buku folio bergaris isi 500 lembar, isi 200 lembar, buku kwarto bergaris isi 100 lembar, buku ekspedisi 100 lembar, map putusan perdata dan ordner - ordner sesuai kebutuhan 7. Mengadakan ATK Perkara Perdata sesuai kebutuhan. 8. Mengelola biaya Perkara Banding sesuai dengan Perma No. 02 Tahun 2009 tentang biaya banding dan surat keputusan panitera Mahkamah Agung RI no. 15A/SK/PAN/IX/2009 tanggal 1 September 2009 tentang biaya perkara. 9. Membuat dan menyajikan laporan-laporan Perkara Perdata kepada kepaniteraan hukum dengan tepat waktu dan akurat 10. Menginventarisasi, menyusun dan meyimpan surat-surat, blanko blanko, penetapan - penetapan yang sifatnya rutinitas ke dalam flashdisk / cd-rw dan digandakan agar memudahkan/ mempercepat proses surat menyurat dan penetapan penetapan. 11. Mempersiapkan dan menyajikan data, informasi dan dokumentasi sedemikian rupa. 159-

5 A. 3. PROGRAM KERJA SUB KEPANITERAAN PIDANA 1. Proses penanganan dan penyelesaian perkara pidana banding yang diterima Pengadilan Tinggi Surabaya sejak kelengkapan berkas perkara lengkap dan sejak perkara pidana banding diregister, dapat diselesaikan dalam tenggang waktu hari sudah dapat dikirim dan diterima kepada dan oleh Pengadilan Negeri Pengaju setidak-tidaknya tidak melampaui waktu 6 bulan (SEMA No. 6 tahun 1992); 2. Memacu, meningkatkan kemampuan, kesadaran, tanggung jawab, dan etos kerja para petugas kepaniteraan pidana dan para panitera pengganti dalam proses penanganan dan penyelesaian perkara pidana sesuai dengan Standard Operating (SOP); Procedure 3. Memilah-milah berkas perkara dan surat-surat yang inaktif dan segera menyerahkannya ke kepaniteraan hukum untuk diarsipkan agar lemari-lemari atau tempat penyimpanan berkasberkas perkara pidana dapat dimanfaatkan untuk berkas-berkas baru yang masih aktif sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 4. Mempercepat penelitian kelengkapan atau syarat format perkara pidana banding, proses penyelesaian perkara pidana banding, dan surat-surat, penyelesaian minutasi secara tepat waktu dan akurat dan pengiriman kembali berkas perkara banding dan surat-surat ke Pengadilan Negeri dan para pihak terkai sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 5. Untuk menghindari ketidaktepatan Penahanan kapan berakhirnya, disamping ditulis di Papan Daftar nama-nama 160-

6 terkdakwa yang ditahan oleh Pengadilan Tinggi Surabaya juga data tersebut oleh Petugas Penahanan dimasukkan dalam data base Penahanan di dalam komputer dan di update setiap saat agar data terakhir dapat diketahui setiap saat; 6. Memperbanyak buku register pidana dan ordner-ordner, mencetak map-map putusan pidana dan ATK pidana sesuai kebutuhan dan Pagu Anggaran ATK Pidana yang tersedia di DIPA; 7. Membuat dan menyajikan laporan-laporan perkara pidana kepada kepaniteraan hukum dengan tepat waktu dan akurat sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 8. Menginventarisasi, menyusun dan menyimpan surat-surat, blanko-blanko, penetapan-penetapan yang sifatnya rutinitas kedalam flashdisk / CD-RW dan digandakan sebagai blangko surat agar memudahkan / mempercepat proses surat-menyurat dan membuat penetapan; 9. Mempersiapkan dan menyajikan data, informasi dan dokumentasi sedemikian rupa. A. 4. PROGRAM KERJA KEPANITERAAN PIDANA KHUSUS/ TIPIKOR 1. Proses penanganan dan penyelesaian perkara pidana Tipikor banding yang diterima Pengadilan Tinggi Surabaya sejak kelengkapan berkas perkara lengkap dan sejak perkara pidana banding diregister, dapat diselesaikan dalam tenggang waktu 60 hari sudah dapat dikirim dan diterima kepada dan oleh Pengadilan Negeri Pengaju. 2. Memacu, meningkatkan kemampuan, kesadaran, tanggung jawab, dan etos kerja para petugas kepaniteraan pidana Tipikor dan para 161-

7 panitera pengganti perkara Tipikor dalam proses penanganan dan penyelesaian perkara pidana sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 3. Memilah-milah berkas perkara dan surat-surat yang inaktif dan segera menyerahkannya ke kepaniteraan hukum untuk diarsipkan agar lemari-lemari atau tempat penyimpanan berkasberkas perkara pidana Tipikor dapat dimanfaatkan untuk berkasberkas baru yang masih aktif sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 4. Mempercepat penelitian kelengkapan atau syarat format perkara pidana Tipikor banding, proses penyelesaian perkara pidana banding, dan surat-surat, penyelesaian minutasi secara tepat waktu dan akurat dan pengiriman kembali berkas perkara banding dan surat-surat ke Pengadilan Negeri dan para pihak terkai sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 5. Untuk menghindari ketidaktepatan Penahanan kapan berakhirnya, disamping ditulis di Papan Daftar nama-nama terkdakwa yang ditahan oleh Pengadilan Tinggi Surabaya juga data tersebut oleh Petugas Penahanan dimasukkan dalam data base Penahanan di dalam komputer dan di update setiap saat agar data terakhir dapat diketahui setiap saat; 6. Memperbanyak buku register pidana khusus Tipikor dan ordnerordner, mencetak map-map putusan pidana Tipikor dan ATK pidana khusus Tipikor sesuai kebutuhan dan Pagu Anggaran ATK Pidana yang tersedia di DIPA; 7. Membuat dan menyajikan laporan-laporan perkara pidana khusus Tipikor kepada kepaniteraan hukum dengan tepat waktu dan akurat sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 162-

8 8. Menginventarisasi, menyusun dan menyimpan surat-surat, blanko-blanko, penetapan-penetapan yang sifatnya rutinitas kedalam flashdisk / CD-RW dan digandakan sebagai blangko surat agar memudahkan / mempercepat proses surat-menyurat dan membuat penetapan; 9. Mempersiapkan dan menyajikan data, informasi dan dokumentasi sedemikian rupa. A. 5. PROGRAM KERJA KEPANITERAAN HUKUM 1. Memproses dan menyelesaikan serta menyajikan laporan-laporan bulanan, laporan kegiatan hakim dan laporan tahunan perkaraperkara pidana/perdata banding Pengadilan Tinggi Surabaya dan mengirimkannya ke instansi terkait secara tepat waktu dan akurat sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 2. Menyusun dan menyajikan statistik Perkara Banding Pengadilan Tinggi Surabaya 3. Meneliti dan memilah arsip-arsip, laporan-laporan perkara dari daerah dimasukkan dalan bok atau ordner disusun dengan rapi sesuai tahun dan klasifikasinya di dalam rak yang telah disediakan dengan rapi dan tertib sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 4. Pengadministrasian yang baik terhadap surat - surat pengaduan/ laporan-laporan masyarakat atau surat-surat perintah klarifikasi/pemeriksaan baik dari Badan Pengawas maupun dari Komisi Yudisial (KY) dan instansi instansi terkait. 5. Mengirimkan dengan segera hasil-hasil/ rekomendasi - rekomendasi/ klarifikasi tim pemeriksa yang ditunjuk kepada instansi terkait. 163-

9 6. Meneliti : a. Laporan-laporan bulanan Perkara Perdata/pidana b. Laporan-laporan 4 bulanan Perkara Banding c. Laporan-laporan 6 bulanan kegiatan Hakim d. Laporan-laporan tahunan Perkara Perdata/pidana e. Laporan-laporan perkara tindak pidana khusus Dan melaporkannya secara akurat dan tepat waktu sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP); 7. Meneliti dan membuat klarifikasi penanganan Perkara Perdata/Pidana yang melebihi waktu 6 bulan tapi belum diputus oleh Pengadilan Negeri/ Pengadilan Tinggi. 8. Meningkatkan koordinasi intern dengan Panitera Muda Perdata dan Pidana tentang laporan-laporan penanganan perkara dan pengarsipan perkara-perkara Perdata dan pidana. 9. Menginventarisasi, menyusun, dan menyimpan format surat surat, blanko blanko, surat penetapan yang sifatnya rutinitas dan laporan-laporan ke dalam flashdisk atau CD-RW agar memudahkan proses pembuatan surat surat rutin yang sejenis dan laporan-laporan. 10. Melaksanakan SK Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya Nomor W14.U/458/KP.11.01/XI/2011 tentang Struktur, Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksanaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi pada Pengadilan Tinggi Surabaya. 11. Meningkatkan etos kerja dan kinerja Sub Kepaniteraan Hukum sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dan ketentuan yang berlaku. 164-

10 A. 6. PROGRAM KERJA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA (DIPA) Anggaran Belanja (DIPA) Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun 2012 adalah sebagai berikut : a. DIPA Badan Urusan Administrasi (01) - Belanja Pegawai (51) : Rp ,- - Belanja Barang (52) : Rp ,- - Belanja Modal (53) : Rp ,- + Jumlah Rp ,- b. DIPA Badan Peradilan Umum (03) - Belanja Barang (52) : Rp ,- Jumlah DIPA BUA (01) + Jumlah DIPA Badilum (03) = Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- Rencana Pembiayaan Anggaran Belanja (DIPA) Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun 2013 diharapkan ada kenaikan ± 10 % dengan rincian sebagai berikut : a. DIPA Badan Urusan Administrasi (01) - Belanja Pegawai (51) : Rp ,- - Belanja Barang (52) : Rp ,- - Belanja Modal (53) : Rp ,

11 Jumlah Rp ,- b. DIPA Badan Peradilan Umum (03) - Belanja Barang (52) : Rp ,- Jumlah DIPA BUA (01) + Jumlah DIPA Badilum (03) = Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- Anggaran Pendapatan Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun Anggaran 2011 adalah: PAJAK - Gaji dan Tunjangan (PPh 21) : Rp ,- - PPN : Rp ,- - PPh 22 : Rp ,- - PPh 23 : Rp ,- - PPh Pasal 4 (2) : Rp ,- Jumlah I Rp ,- PNBP - Biaya Redaksi Perkara : Rp ,- - Sewa Rumah Dinas : Rp ,- - Pengembalian Perskot Gaji : Rp ,- Jumlah II Rp ,- Jumlah I + Jumlah II = Rp ,- + Rp ,- 166-

12 = Rp ,- Perkiraan Anggaran Pendapatan Tahun Anggaran 2012 diharapkan dapat naik sekitar 10 % dengan uraian sebagai berikut: PAJAK - Gaji dan Tunjangan (PPh 21) : Rp ,- - PPN : Rp ,- - PPh 22 : Rp ,- - PPh 23 : Rp ,- - PPh Pasal 4 (2) : Rp ,- Jumlah I Rp ,- PNBP - Biaya Redaksi Perkara : Rp ,- - Sewa Rumah Dinas : Rp ,- - Pengembalian Perskot Gaji : Rp ,- Jumlah II Rp ,- Jumlah I + Jumlah II = Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- Realisasi Anggaran Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun Anggaran 2011 hanya dapat terserap 90,44% dengan rincian sebagai berikut : JENIS BELANJA PAGU REALISASI JUMLAH PROSENTASE DIPA BUA (01) Belanja Pegawai (51) ,28% 167-

13 Belanja Barang (52) ,13% Belanja Modal (53) ,52% J U M L A H ,34% DIPA BADILUM (03) Belanja Barang (52) ,52% T O T A L ,44% Perkiraan Realisasi Anggaran Pengadilan Tinggi Surabaya Tahun Anggaran 2012 diharapkan dapat terserap sekitar 95 % dengan rincian sebagai berikut : JENIS BELANJA DIPA BUA (01) PAGU JUMLAH REALISASI PROSENTASE Belanja Pegawai (51) ,73% Belanja Barang (52) ,07% Belanja Modal (53) ,74% J U M L A H ,57% DIPA BADILUM (03) ,08% Belanja Barang (52) T O T A L ,65% A. 7. PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA MAHKAMAH AGUNG Kegiatan Pembinaan Administrasi dan pengelolaan Keuangan Badan Urusan Aministrasi - Pembayaran Gaji dan tunjangan Dimintakan ke KPPN setiap bulan untuk dibayarkan kepada pegawai. 168-

14 - Penyelenggaraan Opersional dan Pemeliharaan Perkantoran a. - Pengadaan Obat-obatan untuk seluruh pegawai pengadaan akan dilaksanakan pada bulan Mei Pembayaran Honor Dokter dibayarkan setiap bulan. b. Pengadaan Pakaian Dinas/Kerja Pegawai sebanyak 1 (satu) stel untuk pengadaannya dilaksanakan pada bulan April 2012 c. Pengadaan Pakaian Kerja untuk Tenaga Cleaning Service, Satpam dan sopir sebanyak 1 Stel pengadaannya dilaksanakan pada bulan April 2012 d. Perawatan Gedung Kantor, kegiatan dilaksanakan tiap bulan untuk perawatan taman, dan Triwulan untuk Perawatan Gedung. e. Perawatan Rumah Negara sebanyak 3 (tiga) Unit Rumah Dinas kegiatan akan dilaksanakan pada bulan Maret f. Perawatan Kendaraan Dinas Roda -4 kegiatan dilaksanakan secara rutin tiap bulan sekali. g. Perawatan Kendaraan Dinas Roda -2 kegiatan dilaksanakan secara rutin tiap bulan sekali. h. Perawatan Sarana Gedung Kantor kegiatan dilaksanakan secara rutin tiap bulan sekali. i. Pembayaran langganan Daya dan Jasa yang terdiri dari Listrik, Telepon dan Air dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan tagihan rekening. j. Pengiriman Jasa Pos/Giro/sertifikasi dilaksanakan setiap hari dan unutk anggaran biaya dimintakan setiapa bulan. 169-

15 k. Kegiatan Operasional Perkantoran dan Pimpinan yang terdiri dari Pembelian ATK yang dilaksanakan tiap triwulan, keperluan perkantoran, honor satpam, cleaning service, sopir, operasional internet dan pembayaran honor pengelolah keuangan dilaksanakan setiap bulan. - Operasional Pengadilan Ad Hoc Tipikor a. Kegiatan Pelantikan/Pengambilan Sumpah Jabatan dilaksanakan jika ada Hakim Ad Hoc Tipikor baru. b. Kegiatan pengadaan Pakaian Dinas Hakim Ad Hoc Tipikor dan Sopir dilaksanakan bulan April 2012 c. Kegiatan Delegasi/jamuan Tamu dilaksanakan pada saat dibutuhkan d. Kegiatan Perawatan Inventaris Kantor dilaksanakan setap bulan e. Kegiatan Pengadaan Inventaris kantor berupa keperluan perkantoran sehari- hari dilaksanakan stiap bulan f. Kegiatan Perawatan Kendaraan Roda-4 dilaksanakan setiap bulan g. Kegiatan Perawatan Kendaraan Roda-2 dilaksanakan setiap bulan h. Kegiatan pengiriman Pos dilaksanakan stiap hari dan untuk permintaan Anggarannya dibayarkan setiap bulan. i. Kegiatan pembinaan /konsultasi/koordinasi dilakukan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan - Belanja Sewa Kegiatan Sewa Rumah Dinas Hakim Ad Hoc Tipikor dilaksanakan pada bulan Januari dalam 1 Tahun - Pembinaan dan Konsultasi 170-

16 a. Kegiatan pembinaan sertifikasi pengadaan barang/jasa akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011 dengan peserta 100 orang dari Pengadilan Umum, TUN dan Militer b. Kegiatan Penyusunan Program dan Anggaran akan dilaksanakan bulan Juni dan Agustus Pertemuan/delegasi/Jamuan Kegiatan Pertemuan seluruh pegawai tiap 3 (tiga) bulan sekali. Pembinaan dan Konsultasi a. Kegiatan Pengawasan akan dilaksanakan pada bulan September Oktober 2012 b. Kegiatan Pembinaan dilaksanakan secara berkala setiap bulan. Penyelenggaraan perpustakaan / kearsipan, perpustakaan dan Dokumentasi Kegiatan perpustakaan untuk pembelian bahan perpustakaan dilaksanakan bulan Meret dan Juni Rakerda untuk Peradilan Umum, TUN dan Militer Kegiatan Rakerda yang meliputi Peradilan Umum, TUN dan Militerakan dilaksanakan bulan Oktober 2012 Pembinaan dan Sosialisasi a. Pembinaan Sistem Akuntasi Instansi Kegiatan pembinaan Sistem Akuntasi Instansi dilaksanakan bulan Mei 2012 yang diikuti 72 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum di Jawa Timur b. Pembinaan Pengelolaan Administrasi Kepegawaian 171-

17 Kegiatan pembinaan Pengelolaan Administrasi Kepegawaian dilaksanakan bulan Juli 2012 yang diikuti 72 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum di Jawa Timur c. Pembinaan Pengelolaan Administrasi Perlengkapan Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Administrasi Perlengkapan dilaksanakan bulan Juli 2012 yang diikuti 72 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum di Jawa Timur d. Pembinaan Pengelolaan Administrasi Keuangan Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Administrasi Keuangan dilaksanakan bulan Mei 2012 yang diikuti 72 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum di Jawa Timur e. Sosialisasi Alih Fungsi/Penghapusan BMN Kegiatan Sosialisasi Alih Fungsi/Penghapusan BMN dilaksanakan bulan Juli 2012 yang diikuti 72 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum di Jawa Timur f. Pembinaan dan Sosialisasi Korwil Kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Korwil dilaksanakan bulan Juli dan bulan Oktober 2012 yang diikuti 158 orang peserta dari Lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, TUN dan Militer di Jawa Timur g. Pembinaan Monitoring Anggaran Kegiatan Pembinaan Monitoring Anggaran dilaksanakan bulan Mei,September dan Oktober 2012 h. Konsolidasi dan Asistensi SAKIP untuk Peradilan Umum, Militer dan TUN 172-

18 Kegiatan Konsolidasi dan Asistensi SAKIP yang diikuti peserta dari Peradilan Umum, TUN dan Militer akan dilaksanakan bulan Pebruari 2012 Output Laporan Pelaksanaan Anggaran - Penyusunan Anggaran Kegiatan untuk perjalanan dinas ke Jakarta dalam rangka Penyusunan Anggaran yang dilaksanakan bulan Agustus, Oktober dan Nopember 2012 Output Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintah Tingkat Korwil Pelaksanaan Anggaran Pembayaran honor kegiatan pengelolah Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) Tingkat Korwil dilaksanakan setiap bulan. A. 8. PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR MAHKAMAH AGUNG Kegiatan Pengadaan Sarana dan prasarana di Lingkungan Peradilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama Output Bangunan Gedung Kantor - Pembangunan Gedung Kantor Tipikor Kegiatan Pembangunan Gedung Tipikor dimulai dengan proses pelelangan perencanaan bulan Januari Sarana Lingkungan Kegiatan sarana lingkungan gedung tipikor dimulai dengan proses pelelangan perencanaan bulan Januari 2012 Output Kendaraan - Pengadaan Kendaraan Roda

19 Kegiatan Pengadaan Kendaraan Roda-2 yang terdiri dari pengadaan 3 (tiga) Unit Kendaraan Roda-2 dilaksanakan pada bulan Pebruari 2012 dengan proses pengadaan langsung. Output Alat Pengolah Data - Pengadaan Alat Pengolah Data Kegiatan Pengadaan Alat Pengolah Data yang terdiri dari pengadaan 2 (dua) Scanner Dokumen Arsip, 3 (tiga) UnitKomputer lengkap, 2 (dua) unit lapto, 5 (lima) Unit Printer, 1 (satu) unit Printer All in One, I (satu) Unit Server Mount Rack, 1 (satu) unit LED TV 42, 2 (dua) unit LED TV 32, 3 (tiga) unit handy talk, 1 (satu) unit PABX 16 lines, 4 (empat) unit CCTV IP Camera Dome, 2 (dua) Unit CCTV IP Motorized proses pelelangan akan dilaksanakan pada bulan Maret Output Peralatan Kantor/Inventaris - Pengadaan Peralatan Kantor (Inventaris Kantor) Kegiatan Pengadaan Peralatan Kantor yang terdiri dari pengadaan 4 (empat) Unit AC Split, 2 (Dua) unit Stand Mic (Berdiri), 4 (empat) Unit Stand Mic (Meja), 2 (Dua) unit Wireless Mic, 8 (delapan) unit Almari besi (Mobile File), 5 (lima) unit Almari Kaca Besi, 1 (satu) unit Pemotong Kertas, 1 (satu) unit Alat Penghitung uang, 9 (Sembilan) Unir Jam Dinding, 2 (dua) unit Stand salon, 1 (satu) Unit Sice akan dilaksanakan bulan pada bulan Maret 2012 A. 9. PROGRAM PENINGKATAN MANAJEMEN PERADILAN UMUM 174-

20 Kegiatan Peningkatan Manajemen Peradilan Umum Output Berkas Perkara Kasasi, PK dan Grasi pada Pengadilan Tingkat Pertama dan tingkat Banding yang diselesaikan tepat waktu - Operasional persidangan peradilan a. Operasional Peradilan Kegiatan operasional peradilan berupa pengadaan ATK perkara dilaksanakan setiap triwulan dan transport pengiriman berkas dilaksanakan setiap hari untuk biaya anggran dilaksanakan setiap bulan, Konsumsi untuk Pengaman sidang dilaksanakan pada saat ada kegiatan sidang yang memerlukan tenaga pengamanan. b. Bimbingan Teknis Hakim dan Sosialisasi PPH Kegiatan Bimbingan Teknis Hakim dan Sosialisasi PPH yang diikuti oleh 36 satker terdiri dari 2 peserta masing masing dari Pengadilan Tk. Pertama dan Banding yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012 c. Bimbingan Teknis Panitera Pengganti Kegiatan Bimbingan Teknis Panitera Pengganti yang diikuti oleh 36 satker terdiri dari 2 peserta masing - masing dari Pengadilan Tk. Pertama dan Banding yang akan dilaksanakan pada bulan Mei d. Bimbingan Teknis Juru Sita Kegiatan Bimbingan Juru Sita yang diikuti oleh 36 satker terdiri dari 2 peserta masing - masing dari Pengadilan Tk. Pertama dan Banding yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2012 A. 10. PROGRAM KERJA SUB BAGIAN UMUM 175-

21 1. Pengecatan gedung kantor Pengadilan Tinggi Surabaya 2. Melakukan perawatan/pembersihan AC sesuai kebutuhan. 3. Melakukan pembersihan (pengurasan) sumur setiap 6 (enam) bulan sekali. 4. Melaksanakan system pencatatan dan pelaporan persediaan secara lebih memadai antara lain dengan melakukan inventarisasi fisik (Stock Opname) dan rekonsiliasi antar bagian/ Satker. 5. Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan dan pengadministrasian persediaan. 6. Menginstruksikan para petugas dalam melaksanakan kompilasi data BMN / Persediaan untuk melakukan cross-check data apabila ditemukan data yang berindikasi tidak wajar. 7. Melaksanakan monitoring atas pelaksanaan inventaris dan revaluasi asset tetap pada seluruh Satker di Lingkungan Mahkamah Agung RI. 8. Melakukan inventaris atas asset tetap dengan kondisi rusak berat pada seluruh Satker di Lingkungan Mahkamah Agung RI untuk dilakukan penghapusan dan dilaporkan sebagai aktiva lain lain. 9. Melakukan inventarisasi atas seluruh pungutan dan/ atau kegiatan pengelolaan BMN untuk diselaraskan dengan PP Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah. 10. Melakukan sertifikasi atas BMN berupa tanah atas nama Pemerintah RI c.q. Mahkamah Agung RI sesuai dengan Peraturan Bersama Menteri Keuangan dan Kepala Badan Pertanahan 176-

22 Nasional Nomor 186/PMK.06/2009 dan Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pensertifikatan BMN berupa Tanah. 11. Melakukan penginputan data Berita Acara Hasil Penertiban BMN serta melaksanakan verifikasi dan rekonsiliasi data dengan Direktorat BMN I/II, Kanwil DJKN dan/ atau KPKNL setempat. 12. Melakukan koreksi dalam aplikasi SIMAK BMN dan apabila terjadi perbedaan harus dijelaskan dalam Berita Acara Rekonsiliasi Hasil Inventarisasi dan Penilaian (IP) dan dalam catatan atas Laporan BMN. 13. Melaksanakan Laporan Barang Persediaan berdasarkan Stock Opname setiap akhir periode pelaporan (setiap semester), sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi Persediaan. 14. Melakukan perbaikan atas saldo negatif (minus) baik pada asset tetap maupun asset lancar dan mengirimkan kembali Laporan BMN secara berjenjang dengan disertai Berita Acara Rekonsiliasi Data BMN. 15. Melaksanakan rekonsiliasi data secara berjenjang sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor PER- 7/KN/2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Rekonsiliasi Data Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan BMN dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. 16. Meningkatkan penertiban atas pengelolaan asset Mahkamah Agung RI dengan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) dan Kebijakan Akuntansi. 17. Meningkatkan kualitas SDM para operator SIMAK. 18. Melengkapi sarana dan prasarana operator. 177-

23 19. Meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaksana dan operator SIMAK. 20. Menghindari adanya pemutasian para operator dalam kurun waktu tertentu atau sebelum tedapat penggantinya dengan kapasitas yang sama. 21. Menginventarisasi, menyusun dan menyimpan format surat surat yang sifatnya rutinitas dan sejenis, serta laporan laporan (model laporan) ke dalam flash disk atau compact disk (CD) dan menggandakannya agar memudahkan proses pembuatan surat surat dan laporan laporan selanjutnya. 22. Menambah 2 (dua) orang Satpam, 1 (satu) orang Sopir sehingga jumlah Satpam menjadi 5 (lima) orang, Sopir 5 (lima) orang, Cleaning service 7 (tujuh) orang, Dokter 1 (satu) orang. Dengan banyaknya tugas Sub Bagian Umum, maka dalam melaksanakan tugas tersebut sesuai dengan Program Kerja Tahunan yang direncanakan sebagaimana tersebut di bawah ini: 1. Untuk setiap bulan : a. Mengerjakan administrasi persuratan. b. Mengerjakan administrasi berkas perkara banding untuk dikirim ke KPT/Pansek dan mendistribusikannya kepada Kepaniteraan Perdata dan Kepaniteraan Pidana. c. Mengerjakan administrasi Barang Persediaan dalam Aplikasi Persediaan. d. Menyusun Laporan SIMAK-BMN dan mengirimkan ke SAKPA. e. Menyusun laporan bulanan administrasi dan kegiatan. f. Rekonsiliasi internal dengan Sub Bagian Keuangan untuk SIMAK BMN dan SAKPA. g. Mempersiapkan tempat dan konsumsi untuk SKJ. 178-

24 h. Membuat jadwal petugas piket honorer dan jadwal petugas SATPAM. i. Mengkoordinir pelaksanaan tugas tenaga kebersihan. j. Pada Jumat terakhir melaksanakan kerja bhakti bersama untuk membersihkan ruangan khusus Sub Bagian Umum. 2. Untuk setiap tiga bulan : a. Menyusun perencanaan kebutuhan Barang Persediaan perlengkapan kantor. b. Mengadakan pembelian Barang Persediaan dan mendistribusikannya ke masing-masing Bagian sesuai kebutuhan untuk operasional pelaksanaan tugas sehari-hari perkantoran. c. Mengevaluasi pelaksanaan tugas tenaga kebersihan. d. Mengadakan pertemuan bersama staf untuk berdiskusi mengevaluasi kinerja Sub Bagian Umum. 3. Untuk setiap enam bulan : a. Membuat laporan SABMN untuk Satker Pengadilan Tinggi Surabaya. b. Membuat laporan Persediaan untuk Satker Pengadilan Tinggi Surabaya. c. Membuat laporan Stock Opname Fisik untuk Satker Pengadilan Tinggi Surabaya. d. Menerima pengiriman laporan SABMN dari Satker 4 Lingkungan Peradilan se-jawa Timur untuk di-input ke laporan tingkat wilayah (KORWIL) dan selanjutnya dikirim ke Mahkamah Agung RI. C.q. Biro Perencanaan sebagai laporan tingkat KORWIL Peradilan se-jawa Timur. e. Melaksanakan pengecekan Daftar Inventaris Ruangan (DIR). 179-

25 f. Melakukan rekonsiliasi Laporan SIMAK Tingkat Satker Pengadilan Tinggi Surabaya dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat. 4. Untuk setiap akhir tahun : a. Menyusun laporan SIMAK-BMN untuk Pengadilan Tinggi Surabaya. b. Menerima pengiriman laporan SABMN dari Satker 4 Lingkungan Peradilan se-jawa Timur untuk di-input ke laporan tingkat wilayah (KORWIL) dan mengirimkan ke Mahkamah Agung RI. C.q. Biro Perencanaan sebagai laporan tingkat KORWIL Peradilan se-jawa Timur. c. Menyusun Laporan Tahunan Peradilan Umum se-jawa Timur untuk dikirim ke Mahkamah Agung RI. d. Melaksanakan pengecekan Daftar Inventaris Ruangan (DIR). e. Melakukan rekonsiliasi Laporan SIMAK Tingkat Korwil Pengadilan Tinggi Surabaya dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat. 5. Untuk Semester I : a. Melanjutkan pensertifikatan 17 (tujuh belas) unit rumah dinas yang masih dalam proses pengurusannya di instansi terkait. 6. Untuk Semester II : a. Melanjutkan tugas Semester I apabila belum selesai dilaksanakan. b. Mempersiapkan data data laporan akhir tahun. c. Melakukan evaluasi atas hasil pelaksanaan tugas tugas Sub Bagian Umum sebagai data pelaksanaan tugas tahun berikutnya. 180-

BIDANG PENGAWASAN MELEKAT

BIDANG PENGAWASAN MELEKAT II. BIDANG PENGAWASAN MELEKAT 1. Ruang Lingkup Pengawasan a. Meliputi Penyelenggaraan, Pelaksanaan, dan Pengelolaan organisasi, administrasi dan Finansial Pengadilan; b. Sasaran Pengawasan : Aparat Pengadilan.

Lebih terperinci

10 menit. 20 menit. 5 hari. PENGELOLA ADMINISTRASI UMUM KEPEGAWAIAN : 7. Mengetik jadi job description yang telah disetujui pimpinan.

10 menit. 20 menit. 5 hari. PENGELOLA ADMINISTRASI UMUM KEPEGAWAIAN : 7. Mengetik jadi job description yang telah disetujui pimpinan. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN KEPEGAWAIAN URAIAN KEGIATAN WAKTU KETERANGAN PENANGANAN URUSAN JOB DESCRIPTION 1. Setiap akhir bulan Desember mempersiapkan draft-job description untuk tahun anggaran

Lebih terperinci

DESKRIPSI : PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR A. PENERIMAAN DAN PENGELOLAAN SURAT MASUK

DESKRIPSI : PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR A. PENERIMAAN DAN PENGELOLAAN SURAT MASUK DESKRIPSI : PROSEDUR PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR A. PENERIMAAN DAN PENGELOLAAN SURAT MASUK B. PENYELESAIAN SURAT MASUK C. PENGARSIPAN SURAT MASUK Setiap surat masuk diterima dan disortir untuk

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI WATES

PENGADILAN NEGERI WATES Disahkan oleh ua Pengadilan Negeri Wates SOP PENGELOLAAN SURAT MASUK 143/KMA/SK/VIII/2007 SMU / Diploma / S-1 semua Jurusan SOP PENGELOLAAN SURAT KELUAR Buku Agenda Surat Masuk, Amplop Paling lambat dalam

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO.

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO. STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO. Bahwa dalam workshop yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahkamah Agung RI Mega Mendung Bogor tanggal

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Ketua Pengadilan Negeri bertanggungjawab secara manajerial terhadap pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi umum di Pengadilan Negeri tersebut. Panitera / Sekretaris

Lebih terperinci

SOP PENGELOLAAN SURAT MASUK & SURAT KELUAR KEDINASAN

SOP PENGELOLAAN SURAT MASUK & SURAT KELUAR KEDINASAN mor SOP b) Sekretaris RI SOP PENGELOLAAN SURAT MASUK & SURAT KELUAR KEDINASAN Dasar Hukum : Kualifikasi : 1. PMA. 10 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja 2. Peraturan SEKMA. 002 Tahun 2012 tentang

Lebih terperinci

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i Standar Operating Procedures Administrasi Penanganan Perkara Perdata... 1 Standar Operating

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI JAMBI Jalan Jend. A. Yani No. 16 Telanaipura Kota Jambi J A M B I 2014 a tu E\*J_ PENGESAHAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN TINGKAT PERTAMA (PENGADTLAN

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU

LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU PENGADILAN TINGGI PEKANBARU Jl. Jenderal Sudirman No. 315 Pekanbaru Telp/ Fax No. 0761-21523 Email:admin@pt-pekanbaru.go.id

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara : Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Banda Aceh menerima

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi:

KATA PENGANTAR. Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi: KATA PENGANTAR Sehubungan dengan Visi Mahkamah agung Republik Indonesia menuju Peradsilan yang Agung dengan Misi: 1. Menjaga Kemandirian Badan peradilan 2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada

Lebih terperinci

- 496 - BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

- 496 - BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 496-21. Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Keuangan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 dan 069.03 STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN LAPORAN

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAGIAN UMUM A. SURAT MASUK 1 2 3 1. Surat Masuk yang bersifat tertutup 1 Hari (Rahasia dan pribadi) langsung disampaikan kepada yang bersangkutan sesuai tujuan surat.

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

SOP SUB. BAG. UMUM TATA PERSURATAN ( SURAT MASUK )

SOP SUB. BAG. UMUM TATA PERSURATAN ( SURAT MASUK ) mor SOP : 02.0 Tanggal Pembuatan : 7 Desember 204 Tanggal Revisi : 25 April 205 Jl. Majapahit. Biak Tanggal Efektif : 25 April 205 SOP SUB. BAG. UMUM TATA PERSURATAN ( SURAT MASUK ) Dasar Hukum : Kualifikasi

Lebih terperinci

Standar Operasional Prosedur (SOP)

Standar Operasional Prosedur (SOP) Standar Operasional Prosedur (SOP) BIRO PERLENGKAPAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA Jakarta, Desember 2011 KATA PENGANTAR Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan rangkaian

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-XIII.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-XIII.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-X.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net

MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net UNTUK KALANGAN SENDIRI DI LINGKUNGAN PENGADILAN TINGGI AGAMA KENDARI TAHUN 2011 Dalam rangka Penyusunan Rencana

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19 TAHUN 2OL4 TANGGAL : 17 JVLI 2OL4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGADMINISTRASIAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN NOMOR 0/SP/SETWAPRES/D-5/PERKEU/11/011 BAGIAN

Lebih terperinci

SOP PENERIMAAN SURAT MASUK KESEKRETARIATAN

SOP PENERIMAAN SURAT MASUK KESEKRETARIATAN SOP PENERIMAAN SURAT MASUK KESEKRETARIATAN No. Kegiatan Ketua/Wakil Sekretaris Wasek Kasubbag Output Waktu Keterangan 1. Menerima surat 2. Membuka surat (kecuali surat rahasia/pribadi) 3. 4. Mencatat asal,

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN TENAGA

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN Ketua Pengadilan Negeri bertanggungjawab secara manajerial terhadap pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi umum di Pengadilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM

BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM BAB I PENDAHULUAN A. KONDISI UMUM Kantor Pengadilan Tinggi Jakarta yang terletak di Jalan Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat diresmikan pada tanggal 26 Pebruari 1983 oleh Menteri Kehakiman RI.

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Barang Milik/Kekayaan Negara bertujuan untuk menyeragamkan tata cara

Lebih terperinci

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BIRO KEPEGAWAIAN & ORTALA K E M E N

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( URAIAN TUGAS ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA

DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( URAIAN TUGAS ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA : Drs. H Saerodji,SH : Ketua Pengadilan Agama Marisa Atasan Langsung : Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo Memimpin dan

Lebih terperinci

Panitera Sidang. Hakim Anggota. Kegiatan / Aktivitas. Keterangan. Kelengkapan Waktu. Ketua majelis. berkas perkara tersusun

Panitera Sidang. Hakim Anggota. Kegiatan / Aktivitas. Keterangan. Kelengkapan Waktu. Ketua majelis. berkas perkara tersusun W27.A/ 210 /OT.03/I/2014 Minutasi Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), Herzien Memahami

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SUB BIDANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG PENJUALAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH BERUPA KENDARAAN PERORANGAN DINAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012

KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012 KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012 INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI SALATIGA PENGADILAN NEGERI SALATIGA JL. VETERAN NO.4 TELP. DAN FAX. (0298)323119 S A L A T I G A SURAT KEPUTUSAN

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2013. Rencana Tingkat Ket Indikator Kinerja. Satuan Capaian (Target)

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2013. Rencana Tingkat Ket Indikator Kinerja. Satuan Capaian (Target) Meningkatnya pelayanan 1 Persentase pemenuhan kebutuhan SDM 85% Dukungan Manajemen dan 1. Penyelenggaraan Pengadaan Pegawai Inputs : adminitrasi kepegawaian Aparatur (CPNS, PTT dan Penugasan Khusus), Pelaksanaan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya Nomor : 503/2045/436.7.5/2013 Tanggal : 22 April 2013 A. PENDAHULUAN Sebagai organisasi layanan publik milik Pemerintah

Lebih terperinci

DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012

DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012 DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012 No Nama Satker Nama Paket/Pekerjaan BIRO UMUM Pelelangan/ seleksi Umum Pelelangan Sederhana/Terbatas Pengadaan Langsung Penunjukan langsung

Lebih terperinci

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG 1 IKU, PTK & RKT Pengadilan Tinggi Palembang PENGADILAN TINGGI PALEMBANG PENGADILAN TINGGI PALEMBANG JL.JENDERAL SUDIRMAN KM.3,5 TELP.(0711) 311666,

Lebih terperinci

1. Surat Masuk 2. Kartu Kendali 3. Alat tulis Pencatatan dan Pendataan:

1. Surat Masuk 2. Kartu Kendali 3. Alat tulis Pencatatan dan Pendataan: Pengadilan Agama Kudus Jalan Raya Kudus Pati Km 4 Kudus http://pa-kudus.go.id e-mail : infopakudus@yahoo.com Nomor SOP W11-A16/086//OT.01.3/I/2015 Tanggal Pembuatan 02 01 2015 Tanggal Revisi Tanggal Efektif

Lebih terperinci

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 18 /MenLHK-II/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PERTAHANAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA LAPORAN BARANG MILIK NEGARA SEMESTER I TAHUN ANGGARAN 2014 UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2014 (unaudited) BALAI BESAR PULP DAN KERTAS (019.07.0200.248056.000.KD) Jalan Raya Dayeuhkolot No. 132 Bandung

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM 60 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS/JABATAN (JOB DESCRIPTION) DAN PROFIL TUGAS/JABATAN (JOB PROFILE)

URAIAN TUGAS/JABATAN (JOB DESCRIPTION) DAN PROFIL TUGAS/JABATAN (JOB PROFILE) URAIAN TUGAS/JABATAN (JOB DESCRIPTION) DAN PROFIL TUGAS/JABATAN (JOB PROFILE) Nama Jabatan Analis Analisa kebijakan Melaksanakan fungsi analisis kebijakan dan fungsi penyusunan rancangan kebijakan. 1)

Lebih terperinci

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 LANGKAH-LANGKAH SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATUAN KERJA PK BLU SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATKER BLU APA YANG HARUS DILAKUKAN Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 Menyetorkan seluruh PNBP TA 2010

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE) PENYUSUNAN STANDAR BIAYA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNIT ESELON PROGRAM : : :

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE) PENYUSUNAN STANDAR BIAYA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNIT ESELON PROGRAM : : : KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE) PENYUSUNAN STANDAR BIAYA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA UNIT ESELON PROGRAM : : : Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Anggaran Pengelolaan Anggaran Negara HASIL

Lebih terperinci

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN TINGKAT PERTAMA SE-KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA 2010 HASIL

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar i. BAB I Pendahuluan 1. 1.1 Kondisi Umum... 1. 1.2 Potensi dan Permasalahan... 1 BAB II Visi, Misi dan Tujuan...

DAFTAR ISI. Kata Pengantar i. BAB I Pendahuluan 1. 1.1 Kondisi Umum... 1. 1.2 Potensi dan Permasalahan... 1 BAB II Visi, Misi dan Tujuan... PENGADILAN AGAMA KELAS IB SUKOHARJO RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO JL. RAJAWALI NO. 10 SUKOHARJO DAFTAR ISI Kata Pengantar i BAB I Pendahuluan 1 1.1 Kondisi Umum...

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL KEGIATAN

LAPORAN HASIL KEGIATAN LAPORAN HASIL KEGIATAN STUDI BANDING WARGA PERADILAN AGAMA JAWA BARAT KE PENGADILAN AGAMA TULUNGAGUNG DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA YOGYAKARTA TAHUN 2012 F O K U S Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Sistem

Lebih terperinci

INDIKATOR DAN TOLAK UKUR KINERJA BELANJA LANGSUNG

INDIKATOR DAN TOLAK UKUR KINERJA BELANJA LANGSUNG I. PROGRAM DAN KEGIATAN Program : Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Aset Daerah. Kegiatan : 1. Penyusunan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah 2. Peningkatan Manajemen Aset / Barang Daerah

Lebih terperinci

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR : 21 TAHUN 2008 T E N T A N G URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR BUPATI TANJUNG

Lebih terperinci

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA BAGIAN ANGGARAN 005.01 BADAN URUSAN ADMINISTRASI MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA opentbs1 LAPORAN BARANG MILIK NEGARA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN NEGERI BINJAI TAHUN_2014 BAGIAN ANGGARAN

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK INDIKATOR KINERJA PENJELASAN PENANGGUNG JAWAB. perkara yang harus.

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK INDIKATOR KINERJA PENJELASAN PENANGGUNG JAWAB. perkara yang harus. REVIU INDIKATOR KINERJA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK NO KINERJA 1. Meningkatnya 2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan a. Persentase sisa Perbandingan sisa

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Perbaikan Tgl. 28-02-2012 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT.01.03/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA BAGIAN ANGGARAN 5.5 BADAN PERADILAN MILITER DAN TATA USAHA NEGARA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA opentbs1 LAPORAN BARANG MILIK NEGARA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN MILITER UTAMA SEMESTER_I

Lebih terperinci

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA BAGIAN ANGGARAN 005.03 BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA opentbs1 LAPORAN BARANG MILIK NEGARA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN NEGERI STABAT SEMESTER_I TAHUN_2014 BAGIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KEMENTERIAN PARIWISATA DAN

Lebih terperinci

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 - 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN TAGIHAN PIHAK KETIGA PADA BAGIAN ANGGARAN 007.01 DAN BAGIAN

Lebih terperinci

Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :

Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi : Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi : a. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. Mengkoordinasikan

Lebih terperinci

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN JAKSA AGUNG MUDA PEMBINAAN KEJAKSAAN AGUNG RI --------------------------------------------------- (BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN UNIT KEARSIPAN PADA LEMBAGA NEGARA Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN MEDAN 2011 DAFTAR ISI BAB I PERDATA A. PERDATA UMUM... 1 B. PERDATA KHUSUS 1. PERMOHONAN PERNYATAAN PAILIT DAN PKPU...

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PERMEN-KP/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PERMEN-KP/2013 TENTANG PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15/PERMEN-KP/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN NOMOR : W 13-A7/1874/HK.00.5/SK/XI/2013 TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

Lebih terperinci

BATAS WAKTU JENIS & URAIAN KEGIATAN Jam KEPANITERAAN PERKARA. 1. PENELITIAN ADMINISTRASI : 1. Penelitian awal surat gugatan 10 menit Panmud Perkara

BATAS WAKTU JENIS & URAIAN KEGIATAN Jam KEPANITERAAN PERKARA. 1. PENELITIAN ADMINISTRASI : 1. Penelitian awal surat gugatan 10 menit Panmud Perkara A. Standar Operasional Prosedur (SOP) Standar Operasional Prosedur adalah suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja. Penyusunan SOP dilakukan

Lebih terperinci

INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR IM 8 TAHUN 2011 TENTANG TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN ( BPK ) ATAS LAPORAN KEUANGAN

INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR IM 8 TAHUN 2011 TENTANG TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN ( BPK ) ATAS LAPORAN KEUANGAN INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR IM 8 TAHUN 2011 TENTANG TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN ( BPK ) ATAS LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

90 2 18 10 90 6. Memeriksa laporan rekonsiliasi

90 2 18 10 90 6. Memeriksa laporan rekonsiliasi NO. JABATAN URAIAN KEGIATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SUB BAGIAN KEUANGAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MAKASSAR MAKSIMAL WAKTU UNTUK PENYELESAIAN PEKERJAAN VOLUME/BULAN 2 3 4 5. Memeriksa keabsahan setiap

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang : a. bahwa kekayaan daerah adalah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1451 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1451 - - 1451 - o. Standar Pelayanan Pengurusan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGURUSAN LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR 52/DJU/SK/HK.006/5/TAHUN 2014 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

Lebih terperinci

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA

LAPORAN BARANG MILIK NEGARA BAGIAN ANGGARAN 005.04 BADAN PERADILAN AGAMA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA opentbs1 LAPORAN BARANG MILIK NEGARA UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG PENGADILAN AGAMA WONOSARI SEMESTER_I TAHUN_2013

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Daftar Isi KATA PENGANTAR... 1 Lampiran A: SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

- 673 - STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

- 673 - STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 67-2. Standar Pelayanan Administrasi Pengangkatan dalam dan Pemberhentian dari Jabatan Fungsional STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DENGAN

Lebih terperinci

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI

SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI SOP 1 SUBAG. TENAGA ADMINISTRASI STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PERENCANAAN KEBUTUHAN FORMASI PEGAWAI ADMINISTRASI 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Perencanaan Kebutuhan Formasi Pegawai

Lebih terperinci

Penomoran dan Inventarisasi Aset

Penomoran dan Inventarisasi Aset Standard Operating Procedure (SOP) Penomoran dan Inventarisasi Nomor : 004/I1.B03.1/SOP/2014 Kantor Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi InstitutTeknologi Bandung 2014 Halaman : 1 dari 6 RIWAYAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA,

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA ( IKU ) TAHUN 2013

INDIKATOR KINERJA UTAMA ( IKU ) TAHUN 2013 INDIKATOR KINERJA UTAMA ( IKU ) TAHUN 01 PENGADILAN MILITER I-0 BALIKPAPAN Jl. Jenderal Sudirman No. 19 Balikpapan - Kaltim Telp / Fax. (0) 198 Email : pengadilanmiliterbalikpapan@yahoo.co.id PENGADILAN

Lebih terperinci