Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide"

Transkripsi

1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA PADA TENAGA PENJUAL PESTISIDA DI KOTA BENGKULU Muaiim E), Juhaidi 2), dan Agus Widada'} t,2 m jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes KenienKes Bengkulu.11. Indra Girl No 3 Padang Ha.rapan Bengkulu Tefp (0736) fax , poltekkes_bengkuiulyahoo.com Website bengkulu.ac.id Abstrack Structuring irregular and poor behavior on the entrepreneur / hustler pesticides either directly or indirectly, can lead to the rick of toxicity to the salespeople and the surrounding environment, The purpose of this study to determine the risk, factors that have a relation to the rate of pesticide poisoning on the seller / entrepreneur / dealers (distributors), This study is a survey with a cross-sectional approach. Subjects were all salespeople pesticides in Bengkulu city b y 52 people (total sampling). Statistical analysis using Chi Square friltowed Logistic Regression with 5'P:SS significance level (p <0. (15). Based on the results of. the majority' (78.85%,1 were poisoned. and normal as many as (21.15%). (hi Square statistical test results show, there are several risk factors associated namely. knowledge (p = 0.000), attitude (p = , practice (p = 0.040), and the use of personal protective equipment (p = 0.001), whereas the test results Multifariate statistics using Logistic Regression, of hebarapa related factors turned out to he only 2 (two) were significantly associated, namely knowledge (p = to OR = ) and the use of personal protective equipment (p = to OR = 9.873). The results of'this study it can be concluded that the level of pesticide poisoning pesticide salespeople in Bengkulu city caused by the level of knowledge that is not good (bad) and the lack of complete discharging I pennggunaan personal protective equipment in the handling of pesticides. As a suggestion to reduce the r i sk of'poisoning the present and in the future expect the local government, department of'agriculture, and health authorities need to improve education, monitoring, and training on procedures tarpesiicide management is good and right for the seller / manager / employers pesticides. Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide PENDAHULUAN Berkaitandengan dibebaskannya peredaran pestisida di Indonesia oleo Menteri Perdagangan dalam rangka deregulasi ekonomi dan sejalan dengan program intensifikasi dan ektensifikasi penggunaan pestisida khususnya pada sektor pertan ian tanaman pangan, pestisida mempunvai peranan penting. karena secara langsung maupun tidak langsung dapal digunakan untuk

2 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari Juni 2012 kependudukan; (2) faktor pelayanan kesehatan; (3) faktor perilaku: dan (4) faktor lingkungan. Hubungan Antara Masa Kerja dengan Berdasarkan lamanya masa kerja subyek penelitian, proporsi tertinggi yang mengalami keracunan pada masa kerja kurang atau sama dengan 5 tahun sehanyak 38 orang (61,50%), sedangkan masa kerja lebih 5 tahun sehanyak 14 orang (26,90%). Hasil uji stasistik Chi- Square dengan kemaknaan p<0,05 tidak ada hubungan yang bemakna antara masa kerja subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,460). Hasil ini sependapat dengan hasi I penelitian Dirjoatmojo (1991) dan Suwanti (1997) yang menyatakan lamanya masa kerja dalam penanganw pestisida, balk sebagai petani/penyemproupekerja/pengguna pestisida tidak berpengaruh terhadap tingkat keracunan. Walaupun tidak adanya hubungan, tetapi hams diwaspadai, karena penggunaan pestisida secara berulang. diprediksi akan mengalami sakit dengan uejala keracunan akut. hal ini sesuai dengan yang dikemukanan Siswanto (1991). bahwa pestisida golongan organofosfat dan karbam at merupakan jenis pestisida yang menyebabkan keracunan akut. Lehi!' lanjut dikatakan paparan pestisida oleh organofosfat dan karbam at akin mengalami penurunan aktivitas cholinesterase dalam plasma dapat berlangsung 1-3 minggu, sedangkan dalam eritrosit bisa sampai 12 minggu atau 3 bulan. Hu bu ngan Antara Pengetahu an dengan Hasil perh itungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keracunan. subyek penelitian yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang/rendah/tidak baik seban yak 32 orang (61,50%), yang mengalami keracunan ada 31 orang (59,60%), dan normal ada 1 orang (1,90%), sedangkan tingkat pengetahuan cukup/sedanwbaik sebanyak 20 orang (38,50%), yang keracunan ada 10 orang (19,20%), dan normal 10 orang (19,30%) Berdasarkan uji stasistik Chi Square dengan kemakn aan p<0,05 terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,001). Hasil ini sesuai dengan penelitian Sutarni (1992) yang menyatakan terdapat perbedaan berm Ana antara penyemprot herpengetahuan cukup tinggi dibanding dengan penyemprot yang kmengem huan rendah tentang bahaya pestisida. Azwar (1992) dan Notoatmojo (2007) menjelaskan, bahwa seseorang yang bemendidikan, berpengetahuan rendah cenderung akan bersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan memiliki tingkat sikap yang tinggi akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengawkan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorang, apabi la disertai dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. Hu bungan Antara Sikap dengan 2

3 Mitra Raflesia Vol. 4 No. I Januari deni 2012 Hasil perhitungan antara sikap dengan tinakat keracunan. responden y ang mempunyai sikap baik 21 orang yang mengalami keracunan sebanyak 13 orang (25,00%) dan yang normal 8 orang (15.40%) sedangkan yang sikap kurang/tidak baik sebanyak 31 orang (57,60 I ) yang mengalami keracunan 28 orang (53,80%) dan yang normal 3 orang (5,80%).Berdasarkan uji stasistik Chi-.Square dengan kern aknaan p<0,45 terdapat hubungan antara sikap suhyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=4,019). Hash 1 ini sesuai dengan dengan penelitian Sudargo (1997) sikap yang rendah cenderung menderita k?racunan dibanding dengan yang memiliki sikap sedang dan tinggi. SeIanjutnya Sarwono (1993) mengatakan perubahan sikap individu dimulai dengan tahap kepatuhan, identitikasi, kemudian menjadi internalisasi. Sesuai pendapat Walgito (1994), sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal (faktor fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal dapat berujud situasi yang dihadapi oleh individu, dan normanorma, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam nnasyarakat. Dari hasil sikap, pada subyek penelitian proporsi terbanyak pada kategori kurang/rendah, artinya tidak selalu mentaati aturan-aturan yang benar dari mulai mencampur sampai dengan pelaksanaan pewadahan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan yang ada memakan waktu akan lama dan rum it, dan yang mereka lakukan mengikuti perilaku mayoritas kelompoknya, mereka juga beranggapan bahwa yang d1lakukan itu merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dialaminva. Hubuogan Antara Praktik dengan Tingkat Kcracunan Hash i perhitungan antara praktik dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai sikap baik sebanyak 33 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 23 orang (44,25%) dan yang normal 10 orang (19,25%) sedangkan y ang mempunyai sikap kurarig/tidak baik (buruk) sebanyak 19 orang, yang mengalam i keracunan 18 orang (34,55%) dan yang normal 1 orang (1,95%). Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kernaknaan p<o,05 terdapat hubungan antara praktik subyek penelitian dengan tingkat keracunan tp = 0,04), hasil ini sesuai dengan penelitian Munir (1993) mengemukakan bahwa sub y ek penelitian yang memiliki praktik buruk dalam mengelola pestisida semakin besar risiko menderita keracunan pestisida dihanding dengan mereka yang memiliki praktik balk. Sesuai pendapat Notoatmojo (2007), suatu sikap helum secara otomatis terwujud dalam praktik, untuk menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung dan pendorong atau suatu kondisi yang memungk1nkan. Sedangkan 5met (1994), praktik menurut Theory of Reasoned Actionak lagi dipengaruhi oleh kehendak, kehendak dipengaruhi oleh sikap dan norma subyektif : norma subyektif dipengaruhi oleic keyakinan akan pendapat orang lain serta motivasi untuk mentaati pendapat tersebut.

4 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari Juni 2012 yang normal 9 orang. sedangkan pada tingkat pendidikan sarjana sebanyak 5 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 3 orang dan yang normal 2 orang. Untuk lebih jelasnya dapat di lhat pada gam bar 3. SO 0 38 A Keracunan n Norma I 0 SIT A TingkatPendid[kan Sa4ana Gambar 3. Distribusi Subyek Penelitian Menurut Tingkai Pendidikan Yang Mengalmi Keracunan Pada Penjual Pestisida di Kota Bengkulu Status G izi Status gizi subyek penelitian ditentukan dengan menggunakan Indek Masa Tuhuh (IMT). Hasil pengukuran tinggi badan dan herat badan. setelah dilakukan perhitungan diperoleh status gizi subyek penelitian yang no rmal sebanyak 32 orang (61,50%), pada gizi tidak normal sebanyak 20 orang (38,50%)..1ika dibandingkan antara status gizi dengan tingkat keracunan, maka pada gizi normal sebanyak 32 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 2i orang dan yang normal 11 orang, Sedangkan yang tidak normal sebanyak 20 orang (100%) mengalami keracunan. Untuk ]ebih jelasnya dapat dilihat pada gam bar is fl Keracunan n Normal njumiah E 5 Normal Status gizi 7 Normal Gambar 4. Distribusi Subyek Penelitian Menurut Status Gizi Yang Mengalaini Keracunan Pada Penjual Pestisida di Kota Bengkulti

5 I Mitra Raflesia Vol. 4 No. I Januiuri - Juni 2W2 Analisis Bivariat Tabel - I Hasil Tabuiasi Silang Antara Variabel Bebas denganvariabel l erikat (Keracunan) di Kota Benekulu Tahun 201 I Keracunan No Variahe1 Ya Tidak Total % P Jml J %.l ml 1 %r Ma kerja < 5 tahun 13 59, , >_ 5 tahun 10 19,20 3 7, ,911 F o t a I 41 78, , Iii. Pengetahuan Baik [ , ,50 0, 000 Tidak Baik 31 59,60 I o r a l 41 78, [00 3. Sikap Baik 17 25, , , 019 Tidak Balk , ,60 To tal 41 78, , I 4. Praktik Baik 23 44,25 i0 19, , Tidak Baik 18 34,55 1, ,50 I o1.ai II 21, Alai Yelindung Diri Lengkap (.5) 5 9, ,aO 12 23,10 0, 001 Kurank en a (< 5 ) T o t a , PEMBAHASAN Berdasarkan basil pemeriksaan cholinesterase darah dari 52 responden, yang mengalami keracunan sebanyak 41 orang (78,80%) dengan rincian keracunan ringan 22 orang, keracunan scdang 17 orang, dan kearunan berat 2 orang, sedangkan y ang normal sebanyak 11 orang (21,20%). Hasil ini mentinjukkan, bahwa tingkat keracunan pada tenaga kerja penjual pestisida di Kota Bengkulu Tahun 2011 termasuk relatif tinggi bila dihandingkan dengan kasus-kasus keracunan di daerah lain. Suwarni (1997) dan Toto Sudargo (1997) rnelakukan penelitian tentang tingkat keracunan pest isida terhadap tenaga kerja pertanian bawang merah dan cabe di Kabupaten Brebes. dan i 419 subyek penelitian, yang rnengalami keracunan sebanyak 106 (25,3%), dan normal sebanyak 313 orang (74,7%). Di Sukoharjo, dan 198 subyek penelitian. yang mengalam i keracunan sebanyak 94 orang (47,5%), dan sebanyak 104 orang (52,5%) normal (Nasrudd in, 2001). Sugiri (2001) melakukan penelitian tentang perilaku tenaga penjual pestisida dan tingkat keracunan dari 61 subyek penelitian, yang rrtengalami keracunan 8 orang (13,10%) sedangkan yang normal sebanyak 53 orang (86,90%) Selanjutnya Suwarni (1997), menyatakan tingkat keracunan pestisida bagi tenaga kerja yang berhubungan dengan pestisida sebagai reflesi dari status kesehatan yang kurang balk berhubungan dengan empat faktor, antara lain: (1) faktor 5

6 Mitra Ratlesia Vol. 4 No. 1 Januui Juni 2012 kependudukan; (2) faktor pelayanan kesehatan: (3) faktor perilaku; dan (4) faktor ngkungan. Hubungan Antara Masa Kerja dengan Berdasarkan lamanya masa kerja subyek penelitian, proporsi teftinggi yang mengalami keracunan pada masa kerja kurang atau sama dengan 5 tahun sebanyak 38 orang (61,50%), sedangkan masa kerja lebih 5 tahun sebanyak 14 orang (26,90%). Hasid uji stasistik Chi- Square dengan kentaknaan p<0,05 tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p = 0,460). Hasii ini sependapat dengan basil penelitian Dirjoatmojo (1991) dan Suwami (1997) yang menyatakan Eamanya masa kerja dalam penanganan pestisida, sebagai petan i/penyemprovpekerj &pengguna pestisida tidak berpengaruh terhadap tingkat keracunan. Walaupun tidak adanya habungan, tetapi harus diwaspadai, karenapenggunaan pestisida secara berulang, diprediksi akan mengalami sakit dengan gejala keracunan akut, hal ini sesuai dengan yang dikemukanan Siswanto (1991), bahwa pestisida golongan organofosfat dan karbamat merupaan jenis pestisida yang menyebabkan keracunan akut. Lebih lanjut dikatakan paparan pestisida oleh organofosfat dan karbamat akan mengalami penuninan aktivitas cholinesterase dalam plasma dapat berlangsung 1-3 minggu, sedangkan dalam eritrosit bisa sampai 12 minggu atau 3 bulan. Hubungan Antara Pengetahuan dengan Has il perh itungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang/rendahltidak baik sebanyak 32 orang (61,50%), yang mengalami keracunan ada 31 orang (59,60%), dan normal ada 1 orang (1.90%), sedangkan tingkat pengetahuan cukup/sedanwbaik sebanyak 20 orang (38,50%). yang keracunan ada 10 orang (19,20%), dan normal 10 orang (19,30%) Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemaknaan p<0,05 terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,001). Hasid ini sesuai dengan penelitian Sutami (1992) yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara penyemprot bemengetahuan cuk up tinggi di banding dengan penyemprot yang berpengetuhuan rendah tentang bahaya pestisida. Azwar (1992) dan Notoatrnojo (2007) menjelaskan, bahwa sesrang yang bemendidikan, nemengetahuan rendah cenderung akan bersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan memiliki tingkat sikap yang tinggi akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengatakan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorang, apabila dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. Hubungan Antara Sikap dengan 6

7 Miira Raflesia Vol. 4 No. 1.1anuari Juni 2012 Hasil perhitungan antara sikap dengan tingkat keracunan, responder yang mernpunyai sikap baikk 21 orang y ang mengalami keracunan sebanyak 13 orang (25,00%) dan yang normal 8 orang t 15,40%) sedangkan yang sikap kurang/tidak baik sebanyak 31 orang (57,60%) yang mengalami keracunan 28 orang (53,80%) dan yang normal 3 orang (5,80%).Berdasarkan uji stasistik Chi- Square dengan kemaknaan p<o,05 terdapat hubungan antara sikap subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p-0.019). 1-lasi l ini sesuai dengan dengan penelitian Sudargo (1997) sikap yang rendah cenderung menderita keracunan dibanding dengan yang memiliki sikap sedang dan tinggi. Selanjutnya Sarwono (1993) mengatakan perubahan sikap individu dimulai dengan tahap kepatuhan, identifikasi, kemudian menjadi internalisasi. Sesuai pendapat W algito (1994), sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal (faktor fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal dapat herujud situasi yang dihadapi oleh individu, dan normanorma, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam masyarakat. sari hasil sikap, pada subyek penelitian proporsi terbanyak pada kategori kuranglrendah, artinya tidak selalu mentaati aturan-aturan yang benar dari mulai mencarnpur sampai dengan pelaksanaan pewadahan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan yang ada memakan waktu akan lama dan rumit, dan yang mereka lakukan mengikuti perilaku mayoritas kelompoknya, mereka juga beranggapan bahwa yang dilakukan itu merupakan suatu hal yang wajar dan hiasa dialaminya. Hubungan Antara Praktik dengan Hasil perhitungan antara praktik dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai sikap baik sebanyak 33 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 23 orang (44,25%) dan yang normal 10 orang (19.25%) sedangkan yang mempunyai sikap kurang/tidak baik (buruk) sebanyak 19 orang, yang mengalami keracunan 18 orang (34,55%) dan yang normal I orang (1,95%). Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemaknaan p<0,05 terdapat hubungan antara praktik subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p = 0,04), hasil ini sesuai dengan penelitian Munir (1993) mengemukakan bahwa subyek penelitian yang rnemiliki praktik buruk dalam mengelola pestisida semakin besar risiko menderita keracunan pestisida dibanding dengan mereka yang memiliki praktik baik. Sesuai pendapat Notoatmojo (2007), suatu sikap belum secara otomatis terwujud dalam praktik, untuk menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung dan pendorong atau suatu kondisi yang memungkinkan. Sedangkan Smet (1994), praktik men urut Theor y of ReasonedActionaklagi dipengaruhi oleh kehendak, kehendak dipengaruhi oleh sikap dan norma subyektif, norma subyektif dipengaruhi oleh keyakinan akan pendapat orang lain serta motivasi untuk mentaati pendapat tersebut. 7

8 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2012 Hasil observasi dari praktik subyek penelitian dalam menjual pestiida tidak lagi sesuai dengan anjuran yang telah ada, melainkan mereka berbuat apa adanya sesuai dengan yang biasa mereka lakukan (alami), prinsipnya menjual pestisida cepat laku endek kaw lebih baik laris pembeli dari pada mem entingkan kesehatannya). Hu bu ngan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Tingkat Keracunan Hasil perhitungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan tingkat keracunan, pada subyek penelitian yang penggunakan alat pelindung diri kurang lengkap dari 40 orang, terdapat 36 orang (69,20%) keracunan, dan 4 orang (7,70%) normal. sedangkan yang memakai alat pelindung diri lengkap dari 12 rang, terdapat 5 orang (9,60%) keracunan dan 7 orang (13,50%) normal. Berdsarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemakn (p<0,05) ada hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri dengan tingkat keracunan (p = 0,001). Depkes, RI (1996) mengatakan, bagi penjamah atau pengguna pestisida yang melakukan penyemprotan di luar gedung (lapangan) jenis perlengkapan alat pelindung diri yang digunakan minimal: (1) pelindung kepala (topi); (2) pelindung pernafasan (masker); (3) pelindung badan (baju lengan panjang dan celana panjang); (4) pelindung kaki (sepatu booaanvas); (5) pelindung tangan (sarung tngan): dan (6) pelindung mata (goggleikaca mata). Sumdmur (2009), mengatakan pestisida adalah Kahan kim is berbahaya (racun), maka cara kerja yang sesuai dengan K3 antara lain: (1) saat inencampur menggunakan sarung tangan karet. alat takar dan pengaduk khusus; (2) s cat menyemprot menggunakan topi. masker, celana panjang, baju lengan panjang, sarung tangan, kaca mata, Jan searah angin; (3) selesai mencampur dan menyemprot, bungkus bekas pestisida dikubur, air bekas cucian alat dibuang pada tempat yang tidak mencemari lingkungan, membersihkan badan (mandi) dan ganti pakaian sebel urn melakukan pekerjaan lain, serta cuci tangan sebelum makan. Menentun Fakior-fakter Risiko yang Berpengaruh Untuk mengetahui kekuatan hubungan faktor-faktor risiko dengan kejadi an keracunan pestisida pada responden, yaitu memasukkan variabel bekas terhadap variabel terikat kedalatn analisis logistic regresstion. Hasil uji logistic regresstion menunjukkan, bahwa, sikap dan praktik yang mulanya berhubungan (p<0,05) setelah uji logistic regresstion tidak ada hubungan. Selanjutnya faktor risiko lainnya yang mempunyai hubungan secara bermakna (p<0,05) dari yang paling kuat sampai lemah terhadap terjadinya keracunan adalah : I). Tingkat Pengetahuan = dengan OR = 25,896) Azwar (1992) dan Notoatmojo (2007) m enj e las kan bahwa seseorang yang berpendidi, bemengewhuan rendah cenderung akan hersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan mcmiliki tingkat sikap yang tinggi 8

9 M itra Raflesia Vol. 4 No. I Ianuari Juni 2012 akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengatakan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorasig, apabila disfttai dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. 2). Pakaian pelindung atau alat pelindung diri (p = d,018 dengan DR= 9,873) Pemakaian atau penggunaan alat pelindung din i kurang dari lima macam jenis (kurang lengkap) selamapenanganan/melayani/meraci k pestisida mempunyai risiko tingkat keracunan pestisida bila dibanding dengan yang memakai alat pelindung!ebih dari lima macam jenis (lengkap); pengguna pestisida umuninya kurang/rendah. artinya tidak selalu mentaati aturan yang benar dari mulai pelayanan, mencampur sampai dengan peracikan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan y ang ads akan niemakan waktu lama, dan mereka mengikuti perilaku kondisi lingkungan sosial budaya yang ada dikelompok serta cenderung sesuai dengan apa yang dilakukan sehari-hari pada kclompoknva. mereka juga beranggapan hahwa keracunan pestisida merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dialaminya. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN 1-lasi1 pemeriksaan cholinesterase darah pada 52 responden, sebagian besar mengalami tingkat keracunan dan sebagian kecil yang tidak keracunan (normal). Hasil uji statistik hifariat, faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan tingkat keracunan pestisida adalah pengetahuan, sikap. praktik, dan penggunaan alai pelindung diri_ Masa kerja tidak ada huhungan. 1-lash l uji statistik!nultifarial (logistik ganda) dari taktor-faktor risiko yang mempunyai hubungan paling kuat sampai yang lemah terhadap tingkat keracunan pestisida sebagai berikut: a) tingkat pengetahuan yang tidak haik mempunyai risiko kali keracunan pestisida dibandingkan dengan yg mempunyai pengetahuan baik; b) pengggunaan APD yg tidak lengkap mempunyai risiko 9,873 kali keracunan pestisida dibandingkan dengan yang menggunakan APD lengkap. SARAN Disarankan mengoptimalkan pelatihan, penyuluhan, dan bimbingan serta pemantauan dari lintas sektor dan lintas program dengan dukungan pemerintah daerah, karenta andalan utama untuk daerah Provinsi Bengkulu adalah pertanian; penjual pestisida dianjurkan menggunakan alat pelindung diri sewaktu melakukan penanganan pestisida untuk memperkecil risiko keracunan pestisida, dan dilakukan penelitian lebih lanjut, khusunya tentang pengaruh penggunaan pestisida terhadap lingkungan, hasi1 panen, dan pada pecan i sayuran yang sexing menggunakan pestisida KEPUSTAKAAN Azwar, S Sikap Manusia Teori dun Pengukurannya, Edisi 1. Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta Dirdjoatsnodjo, H.,1991. Keracunan Pestisida Organofosfat Pd Penyemprot Perkebunan 9

10 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2012 Sayur Sekitar Bandung, M KB XX II1, No. 3. Januari 1991; hal Dirjen PPM & PLP Depkes, R. I., I 996 Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dg pestisida, Sub.Dit. Pengamanan Pestisida Depkes, Jkt. Hadi, S., Seri Program Statistik Versi 2000, Univ. Gadjah Mada. Yogyakarta. Mukono. H.S., Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, University Airlangga Press. Surabaya. M un ir,f.,1993.h ub TA Pemaparan Pestisida Organofosfat Thdp Aktifitas Cholinesterase Darah Petani Pen vemprot Hama Sayuran di Desa Gondosulu, Kec Tawangmangu, Skripsi, tdk di pub 1 ikasikan. FKM- UNDIP. Sing. Notoatmodj o, S., Dasar-dasar Pendidikan dan Pelatihan, Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Jakarta., Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Emu Perilaku Kesehatan, PT. Andi Offset, Yogyakarta. Nasaruddin, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keraeunan Pestisida Pada Petani Hortikultura di Sukoharjo. Tesis, tidak diterbitkan. ProgramStudi Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Utama FETP-Program Paseasarjana Universitas Gadjah Mad a. Yogyakarta. Pun., Tiga Juta Orang di 10 Negara Keracunan Pestisida.Sinar Flarapan, Jkt. Siswanto, A., Pestisida, Bala i Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (I IIPERKES) dan Ergonomi, Surabaya. Suma'mur, P. K., Higene Perusahaan & Keselamatan Kerja, Sagung Seto, Jkt. Sub.Dit. Pengamanan Pestisida Depkes, R.1., 1996_ Pengelolaan Pencatatan dan Pelaporan Upaya Pengamanan Pestisida, Malah pd Konsulthsi Teknis Prog PLP di Puslitbang Gizi Bogor, JaBar Suwarn i, A., Petnaparan dan Pestisida Pada Tenaga Kerja Pert Bawang Merah dan Cabe Di Kabupaten Brebes-Jawa Tengah, Tesis, tidak diterbitkan. Program Studi Hiperkes-Ilmu Kesehatan Kerja Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Sudargo, T., dan Perilaku Petani dalam Menggunakan Pestisida di Kabupaten Brebes, Tesis, tidak diterbitkan. Prog Studi Ilmu Kes Masyarakat Program P a scasarj an a Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Sugiri., Perilaku Tenaga Penjual Pestisida dan Tingkat Keracunannnya di Kabupaten Temanggung Jawa 10

11 Mitra Ra lesia Vol. 4 No. l Januari J uni 2012 Tengah, Tesis, tidak Walgito,B.,1994.Psikologi Sos (Suatu diterbitkan. Prog Studi fimu Pengantar), Penerbit Andi Kes Masy Prog Pascasarjana Offset, Yogyakarta. Unix Gadjah Mada. Y ogyakarta. Ii

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. KataKunci: Pengetahuan, sikap, penggunaan APD, petani pengguna pestisida.

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. KataKunci: Pengetahuan, sikap, penggunaan APD, petani pengguna pestisida. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA KEMBANG SARI KECAMATAN DUMOGA TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Heidy Manggopa*, Paul A.T.

Lebih terperinci

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Higienitas Pasien Skabies di Puskesmas Panti Tahun 2014

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Higienitas Pasien Skabies di Puskesmas Panti Tahun 2014 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Higienitas Pasien Skabies di Puskesmas Panti Tahun 2014 (Factors Related to Hygiene of Scabies Patients in Panti Primary Health Care 2014) Ika Sriwinarti, Wiwien Sugih

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS CHOLINESTERASE DARAH PETUGAS PENYEMPROT PESTISIDA JENIS MALATHION DI KOTA MEDAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS CHOLINESTERASE DARAH PETUGAS PENYEMPROT PESTISIDA JENIS MALATHION DI KOTA MEDAN HASSIILL PPEENEELLIITTIIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS CHOLINESTERASE DARAH PETUGAS PENYEMPROT PESTISIDA JENIS MALATHION DI KOTA MEDAN Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

SUMMARY NURLAILA GAIB NIM :

SUMMARY NURLAILA GAIB NIM : SUMMARY HUBUNGAN MASA KERJA DAN LAMA PENYEMPROTAN TERHADAP KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI SAWAH (Studi Penelitian di Kelurahan Tumbihe Kecamatan Kabila) NURLAILA GAIB NIM : 811409149 Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertanian, termasuk perkebunan sebagai sumber penghasilan utama daerah.

BAB I PENDAHULUAN. pertanian, termasuk perkebunan sebagai sumber penghasilan utama daerah. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah salah satu Negara berkembang dan Negara Agraris yang sebagian penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Petani merupakan kelompok kerja

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE CADRE IN POSYANDU

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE CADRE IN POSYANDU Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER POSYANDU FACTORS RELATED TO THE PERFORMANCE CADRE IN POSYANDU Rita Afni Kebidanan STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Lebih terperinci

ARTIKEL. Irnawati Marsaulina,* Arlinda Sari Wahyuni**

ARTIKEL. Irnawati Marsaulina,* Arlinda Sari Wahyuni** ARTIKEL FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI HORTIKULTURA DIKECAMATAN JORLANG HATARAN KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2005 Irnawati Marsaulina,* Arlinda Sari Wahyuni** Abstrak

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA KEDUNGUTER KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA KEDUNGUTER KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG MERAH DI DESA KEDUNGUTER KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES Reni Mamang Isnawan 1. Mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan

Lebih terperinci

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K4) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2013.

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K4) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2013. BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN IBU HAMIL (K4) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CIMARAGAS KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2013 Bahtiar, Yusup Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan berkesinambungan terus diupayakan untuk mencapai tujuan nasional. Adapun

BAB I PENDAHULUAN. dan berkesinambungan terus diupayakan untuk mencapai tujuan nasional. Adapun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan di Indonesia secara berencana, komprehensif, terpadu, terarah dan berkesinambungan terus diupayakan untuk mencapai tujuan nasional. Adapun tujuan dari

Lebih terperinci

UNIVERSITAS UDAYANA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI II

UNIVERSITAS UDAYANA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI II UNIVERSITAS UDAYANA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI II NI PUTU ENIK ERNAWATI PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS

Lebih terperinci

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) TERHADAP PERILAKU PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) (Studi di Depo Lokomotif PT. Kereta Api (Persero) Daop IX Jember) SKRIPSI

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM Skripsi ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh

Lebih terperinci

PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN PADA KATERING RUMAH TANGGA DI LEUWIDAHU KOTA TASIKMALAYA. *Nunun Khoerun Nisa

PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN PADA KATERING RUMAH TANGGA DI LEUWIDAHU KOTA TASIKMALAYA. *Nunun Khoerun Nisa PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN PADA KATERING RUMAH TANGGA DI LEUWIDAHU KOTA TASIKMALAYA *Nunun Khoerun Nisa ABSTRAK Pada umumnya katering rumah tangga masih belum mementingkan higiene sanitasi

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA DI DESA TOLOMBUKAN KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA TAHUN 2015 Silvana Omega

Lebih terperinci

Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung

Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung The Relation Of Socially With Friends Againts Act Of Smoking Elementary School Students In District Panjang Bandar Lampung Firdaus, E.D., Larasati, TA., Zuraida, R., Sukohar, A. Medical Faculty of Lampung

Lebih terperinci

Keywords: Pecticides, Cholinesterase, Poisoning, Risk Factor

Keywords: Pecticides, Cholinesterase, Poisoning, Risk Factor ANALISIS FAKTOR FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI DI DESA JATI, KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH Putri Arida Ipmawati 1), Onny Setiani 2), Yusniar

Lebih terperinci

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PETANI PENYEMPROT PADA PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA SUGIHEN KECAMATAN DOLAT RAYAT TAHUN 2013

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PETANI PENYEMPROT PADA PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA SUGIHEN KECAMATAN DOLAT RAYAT TAHUN 2013 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PETANI PENYEMPROT PADA PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA SUGIHEN KECAMATAN DOLAT RAYAT TAHUN 203 Florentina Flisia SB, Lina Tarigan 2, Umi Salmah 3 Program Sarjana

Lebih terperinci

Oleh : Rani Angreani Walangitan

Oleh : Rani Angreani Walangitan Artikel Article : Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Tentang Pestisida Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Rurukan Satu Kecamatan Tomohon Timur

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB 4 METODE PENELITIAN BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi analitik observasional. Disebut analitik karena mejelaskan faktor-faktor risiko dan penyebab terjadinya outcome, dan observasional

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNAAN MASKER DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA MEBEL DI KELURAHAN HARAPAN JAYA, BANDAR LAMPUNG

HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNAAN MASKER DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA MEBEL DI KELURAHAN HARAPAN JAYA, BANDAR LAMPUNG HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNAAN MASKER DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA MEBEL DI KELURAHAN HARAPAN JAYA, BANDAR LAMPUNG Zamahsyari Sahli 1) Raisa Lia Pratiwi 1) 1) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES)

Lebih terperinci

Harto P. Simanjuntak 1, Heru Santosa 2, Maya Fitria 2. Abstract

Harto P. Simanjuntak 1, Heru Santosa 2, Maya Fitria 2. Abstract FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIPAHUTAR KECAMATAN SIPAHUTAR KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2012 Harto P. Simanjuntak 1, Heru Santosa 2,

Lebih terperinci

The Association between Social Functions and Quality of Life among Elderly in Denpasar

The Association between Social Functions and Quality of Life among Elderly in Denpasar Laporan hasil penelitian Hubungan antara Fungsi Sosial dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Kota Denpasar Nandini Parahita Supraba 1,2, N.P Widarini 2,3, L. Seri Ani 2,4 1 Akademi Kebidanan Bina Husada

Lebih terperinci

STUDI D IV KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN

STUDI D IV KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NGUDI WALUYO UNGARAN FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU WUS DALAM DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI DESA GENUK KECAMATAN UNGARAN BARAT TAHUN 2015 JURNAL SKRIPSI

Lebih terperinci

Keperpustakaan : 29 ( ) Kata Kunci : Cholinesterase, petani penjamah, pestisida

Keperpustakaan : 29 ( ) Kata Kunci : Cholinesterase, petani penjamah, pestisida FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR CHOLINESTERASE SEBAGAI INDIKATOR KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI PENJAMAH PESTISIDA DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2013 Doni Hermawan 1) Yuldan Faturahman dan Sri

Lebih terperinci

Unnes Journal of Public Health

Unnes Journal of Public Health UJPH 3 (1) (2014) Unnes Journal of Public Health http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN CHOLINESTERASE PADA PETANI BAWANG MERAH DI NGURENSITI PATI Agung Rosyid

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI UNIT KERJA PRODUKSI PENGECORAN LOGAM NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : Vondra Anggi Saputro J410 110 057

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH. Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

PUBLIKASI ILMIAH. Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI DAN LAMA PENYEMPROTAN DAN INTERVAL KONTAK PESTISIDA DENGAN AKTIVITAS CHOLINESTERASE PETANI DI DESA KEMBANGKUNING KECAMATAN CEPOGO PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat

Lebih terperinci

FUNGSI MANAJERIAL TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN ASKEP DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU. Zulkarnain

FUNGSI MANAJERIAL TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN ASKEP DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU. Zulkarnain FUNGSI MANAJERIAL TERHADAP PELAKSANAAN MANAJEMEN ASKEP DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU Zulkarnain STIKES Bhakti Husada Bengkulu Jl. Kinibalu 8 Kebun Tebeng Telp (0736) 23422 Email : stikesbh03@gmail.com

Lebih terperinci

HIGIENE SANITASI PANGAN

HIGIENE SANITASI PANGAN HIGIENE SANITASI PANGAN Oleh Mahmud Yunus, SKM.,M.Kes KA. SUBDIT HIGIENE SANITASI PANGAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN, DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN RI Disampaikan pada Workshop Peringatan Hari

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Kata Kunci : Pengetahuan,Pekerjaan,Pendidikan,Pemberian ASI Eksklusif

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Kata Kunci : Pengetahuan,Pekerjaan,Pendidikan,Pemberian ASI Eksklusif HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MODOINDING KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN Susdita R. Mailangkay*, Ardiansa A.T.

Lebih terperinci

Associated Factors With Contraceptive Type Selection In Bidan Praktek Swasta Midwife Norma Gunung Sugih Village

Associated Factors With Contraceptive Type Selection In Bidan Praktek Swasta Midwife Norma Gunung Sugih Village Associated Factors With Contraceptive Type Selection In Bidan Praktek Swasta Midwife Norma Gunung Sugih Village Arief AR, Dewiarti AN, Sibero HT Medical Faculty of Lampung University Abstract The rate

Lebih terperinci

PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA

PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA PAPARAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN KITA Penjelasan gambar Zat aktif + pencampur Pestisida Sebagian besar pestisida digunakan di pertanian,perkebunan tetapi bisa digunakan di rumah tangga Kegunaan : - Mencegah

Lebih terperinci

KAJIAN TERHADAP PENERAPAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS RUMPIN KABUPATEN BOGOR

KAJIAN TERHADAP PENERAPAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS RUMPIN KABUPATEN BOGOR KAJIAN TERHADAP PENERAPAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS RUMPIN Dewi Kurniati Hidayat Wijayanegara Farid Husin Program Studi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Alamat : Departemen Pendidikan

Lebih terperinci

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik

Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Hubungan Tingkat Pendidikan dan Status Ekonomi terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik 1 Nita Ayu Toraya, 2 Miranti Kania Dewi, 3 Yuli Susanti

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI PENGGUNA PESTISIDA 1 I Dewa Ayu Agung Inten Darmayanti, 2 Ketut Tirtayasa, 3 I Kadek Saputra 1Program

Lebih terperinci

HUBUNGAN ASUPAN GIZI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN KOMPUTER BORDIR DI KELURAHAN CILAMAJANG KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA

HUBUNGAN ASUPAN GIZI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN KOMPUTER BORDIR DI KELURAHAN CILAMAJANG KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA HUBUNGAN ASUPAN GIZI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA BAGIAN KOMPUTER BORDIR DI KELURAHAN CILAMAJANG KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA MOHAMMAD NOOR FAISAL 1) ANDIK SETIYONO 2) ANTO PURWANTO 3)

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO Fitri Wulandani Suikromo 1), Ardiansa Tucunan 1), Christian Tilaar

Lebih terperinci

Relationship Between Nurse Knowledge, Attitude, Workloads with Medical Record Completion at the Emergency Unit, Sanglah Hospital, Denpasar

Relationship Between Nurse Knowledge, Attitude, Workloads with Medical Record Completion at the Emergency Unit, Sanglah Hospital, Denpasar Laporan hasil penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Beban Kerja Perawat dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di IRNA IGD RSUP Sanglah Denpasar Putri Mastini 1,2, N.T. Suryadhi 2,3,

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI POSYANDU NUSA INDAH DESA JENAR KECAMATAN JENAR KABUPATEN SRAGEN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI POSYANDU NUSA INDAH DESA JENAR KECAMATAN JENAR KABUPATEN SRAGEN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN IBU BALITA DALAM KEGIATAN POSYANDU DI POSYANDU NUSA INDAH DESA JENAR KECAMATAN JENAR KABUPATEN SRAGEN Oleh MAHARDIKA CAHYANINGRUM NIM: 030113a050 PROGRAM

Lebih terperinci

MOTIVASI DAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

MOTIVASI DAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III MOTIVASI DAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III (Motivation and Obedience of Antenatal Care (ANC) Visit of 3rd Trimester Pregnant Mother) Ratna Sari Hardiani *, Agustin

Lebih terperinci

PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI WUSTHO (SMP) DI PESANTREN AL-FALAH BANJARBARU

PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI WUSTHO (SMP) DI PESANTREN AL-FALAH BANJARBARU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI WUSTHO (SMP) DI PESANTREN AL-FALAH BANJARBARU Norhalida Rahmi 1, Syamsul Arifin 2, Endang Pertiwiwati 3 1,3 Program Studi Ilmu Keperawatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rangka mewujudkan pertanian sebagai leading sector melalui suatu

BAB I PENDAHULUAN. rangka mewujudkan pertanian sebagai leading sector melalui suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Petani adalah sektor yang sangat penting di Indonesia dalam rangka mewujudkan pertanian sebagai leading sector melalui suatu proses yang berencana, sistematis, dengan

Lebih terperinci

1. Rinda Ika Maiharti 2. Kuspriyanto. S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya

1. Rinda Ika Maiharti 2. Kuspriyanto. S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya Hubungan Pengetahuan, Pendidikan dan Pendapatan dengan pada PUS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI PADA PUS DI KECAMATAN JENU DAN KECAMATAN JATIROGO

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. pestisida. Pengunaan agrokimia diperkenalkan secara besar-besaran untuk

BAB 1 : PENDAHULUAN. pestisida. Pengunaan agrokimia diperkenalkan secara besar-besaran untuk BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Petani merupakan kelompok tenaga kerja terbesar di Indonesia. Meski ada kecendrungan semakin menurun, angkatan kerja yang bekerja pada sektor pertanian masih berjumlah

Lebih terperinci

The Effect of House Environment on Pneumonia Incidence in Tambakrejo Health Center in Surabaya

The Effect of House Environment on Pneumonia Incidence in Tambakrejo Health Center in Surabaya PENGARUH KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBAKREJO KECAMATAN SIMOKERTO SURABAYA The Effect of House Environment on Pneumonia Incidence in

Lebih terperinci

UNIVERSITAS UDAYANA. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT SOCCA NARESTRI PRADIPTA

UNIVERSITAS UDAYANA. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT SOCCA NARESTRI PRADIPTA UNIVERSITAS UDAYANA AKTIVITAS ENZIM CHOLINESTERASE DAN MORBIDITAS PADA MASYARAKAT TERPAPAR DAN TIDAK TERPAPAR PESTISIDA DI DESA CANDI KUNING, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN TAHUN 2015 SOCCA NARESTRI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berarti bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia Indonesia dan

BAB I PENDAHULUAN. berarti bagi pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia Indonesia dan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum yang harus di wujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU, KABUPATEN TULUNGAGUNG

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU, KABUPATEN TULUNGAGUNG 102 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU, KABUPATEN TULUNGAGUNG FACTORS RELATED THE USED OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE)

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Keywords : Noise Intensity, Hearing Threshold Values, Ground Handling Labor

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Keywords : Noise Intensity, Hearing Threshold Values, Ground Handling Labor HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KEBISINGAN DI LINGKUNGAN KERJA DENGAN NILAI AMBANG DENGAR TENAGA KERJA GROUND HANDLING BANDAR UDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO. Jootje. M. L. Umboh *, Hengky. Loho *,

Lebih terperinci

Skripsi ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Ardiansah Eko Prasetyo J

Skripsi ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Ardiansah Eko Prasetyo J SKRIPSI HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN K3 DENGAN SIKAP TERHADAP PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA DI SENTRA INDUSTRI PANDE BESI DESA PADAS KECAMATAN KARANGANOM KABUPATEN KLATEN Skripsi ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) Kelompok Intervensi O1 X O2

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) Kelompok Intervensi O1 X O2 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Separate Sample Pretest-Postest (Notoatmodjo, 2005). Pretest Intervensi

Lebih terperinci

Anisia Mikaela Maubere ( ); Pembimbing Utama: Dr. dr. Felix Kasim, M.Kes ABSTRAK

Anisia Mikaela Maubere ( ); Pembimbing Utama: Dr. dr. Felix Kasim, M.Kes ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU YANG MEMILIKI BALITA USIA 12-59 BULAN TERHADAP KEJADIAN GIZI BURUK DI DESA GOLO WUA KECAMATAN WAE RI I KABUPATEN MANGGARAI TAHUN 2010 Anisia Mikaela Maubere

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SIKAP BIDAN DAN DUKUNGAN KADER TERHADAP PERILAKU BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN A IBU NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN

HUBUNGAN ANTARA SIKAP BIDAN DAN DUKUNGAN KADER TERHADAP PERILAKU BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN A IBU NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN HUBUNGAN ANTARA SIKAP BIDAN DAN DUKUNGAN KADER TERHADAP PERILAKU BIDAN DALAM PEMBERIAN VITAMIN A IBU NIFAS DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN KLATEN Intan Nugraheni Hasanah Dosen Poltekkes Surakarta Jurusan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013 FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013 Ignatia Goro *, Kriswiharsi Kun Saptorini **, dr. Lily Kresnowati **

Lebih terperinci

Keywords: Attitude of mother, diarrhea, participation mother in posyandu

Keywords: Attitude of mother, diarrhea, participation mother in posyandu Correlation of Attitudes and Participation Mother in Posyandu with The Occurance Diarrhea of Toddlers in Posyandu Natar Village Nusadewiarti A, Larasati TA, Istiqlallia Faculty of Medicine Lampung University

Lebih terperinci

The Relations of Knowledge and The Adherence to Use PPE in Medical Service Employees in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital.

The Relations of Knowledge and The Adherence to Use PPE in Medical Service Employees in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The Relations of Knowledge and The Adherence to Use PPE in Medical Service Employees in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada

Lebih terperinci

Ulfa Miftachur Rochmah. Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Ulfa Miftachur Rochmah. Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, PENDAPATAN DAN JUMLAH ANAK TERHADAP KEIKUTSERTAAN KELUARGA BERENCANA (KB) DI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Ulfa Miftachur Rochmah Mahasiswa S1 Pendidikan

Lebih terperinci

PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) PADA 7 KAWASAN YANG DIATUR DI KOTA BATAM

PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) PADA 7 KAWASAN YANG DIATUR DI KOTA BATAM UNIVERSITAS UDAYANA PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) PADA 7 KAWASAN YANG DIATUR DI KOTA BATAM PUTU SUMAHANDRIYANI PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

PERBANDINGAN STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN INDEXS ANTROPOMETRI BB/ U DAN BB/TB PADA POSYANDU DI WILAYAH BINAAN POLTEKKES SURAKARTA

PERBANDINGAN STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN INDEXS ANTROPOMETRI BB/ U DAN BB/TB PADA POSYANDU DI WILAYAH BINAAN POLTEKKES SURAKARTA PERBANDINGAN STATUS GIZI BALITA BERDASARKAN INDEXS ANTROPOMETRI BB/ U DAN BB/TB PADA POSYANDU DI WILAYAH BINAAN POLTEKKES SURAKARTA Siti Handayani ¹, Sri Yatmihatun ², Hartono ³ Kementerian Kesehatan Politeknik

Lebih terperinci

Kata Kunci: pengetahuan, pendapatan, minyak jelantah

Kata Kunci: pengetahuan, pendapatan, minyak jelantah HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA PENGGUNAAN MINYAK JELANTAH DAN PENDAPATAN DENGAN TIDAKAN PENGGUNAN MINYAK JELANTAH PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA POIGAR III KECAMATAN POIGAR KABUPATEN BOLAANG

Lebih terperinci

TINGKAT RISIKO PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN HIGIENE PETUGAS DI LABORATORIUM KLINIK RSUPN CIPTOMANGUNKUSUMO, JAKARTA*

TINGKAT RISIKO PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN HIGIENE PETUGAS DI LABORATORIUM KLINIK RSUPN CIPTOMANGUNKUSUMO, JAKARTA* Risiko Infeksi...(Dian, Athena) TINGKAT RISIKO PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN HIGIENE PETUGAS DI LABORATORIUM KLINIK RSUPN CIPTOMANGUNKUSUMO, JAKARTA* Level of Risk Used Material Safety and Hygiene

Lebih terperinci

Oleh: Roy Marchel Rooroh Dosen Pembimbing : Prof. dr. Jootje M. L Umboh, MS dr. Budi Ratag, MPH

Oleh: Roy Marchel Rooroh Dosen Pembimbing : Prof. dr. Jootje M. L Umboh, MS dr. Budi Ratag, MPH Artikel Article : Hubungan Antara Keluar Malam Dan Pengetahuan Tentang Malaria Pada Masyarakat Di Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2013 : The Relationship Between Night

Lebih terperinci

Sri Marisya Setiarni, Adi Heru Sutomo, Widodo Hariyono Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Sri Marisya Setiarni, Adi Heru Sutomo, Widodo Hariyono Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta KES MAS ISSN : 1978-0575 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN, STATUS EKONOMI DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA ORANG DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUAN-TUAN KABUPATEN KETAPANG

Lebih terperinci

ORIENTASI K3 UNTUK PEKERJA BARU

ORIENTASI K3 UNTUK PEKERJA BARU ORIENTASI K3 UNTUK PEKERJA BARU 1 a. Tujuan Pelatihan Keselamatan dan kesehatan di tempat kerja Kesadaran tentang keselamatan dan kesehatan di tempat kerja Pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan di

Lebih terperinci

Indrawati Bahar (Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang) ABSTRACT

Indrawati Bahar (Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang) ABSTRACT HUBUNGAN FAKTOR PERSEPSI MAHASISWA DALAM PENGELOLAAN RUANG RAWAT INAP TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DALAM PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN DI RSUP M. JAMIL PADANG Indrawati Bahar (Politeknik Kesehatan Kemenkes

Lebih terperinci

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal HUBUNGAN PENYAJIAN MAKANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANUNTALOKO PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG 1) Megawati 1) Bagian Gizi FKM Unismuh Palu ABSTRAK Pembangunan kesehatan

Lebih terperinci

LAMA PAJANAN ORGANOFOSFAT TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS ENZIM KOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI SAYURAN

LAMA PAJANAN ORGANOFOSFAT TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS ENZIM KOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI SAYURAN MAKARA, KESEHATAN, VOL. 14, NO. 2, DESEMBER 2010: 95-101 95 LAMA PAJANAN ORGANOFOSFAT TERHADAP PENURUNAN AKTIVITAS ENZIM KOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI SAYURAN Hana Nika Rustia 1*), Bambang Wispriyono

Lebih terperinci

Pengetahuan dan Sikap Pekerja dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Industri Informal Pengelasan di Desa Singajaya, Indramayu

Pengetahuan dan Sikap Pekerja dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Industri Informal Pengelasan di Desa Singajaya, Indramayu Pengetahuan dan Sikap Pekerja dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Industri Informal Pengelasan di Desa Singajaya, Indramayu Knowledge and Attitudes Workers in the use of Personal Protective Equipment

Lebih terperinci

Endah Retnani Wismaningsih Oktovina Rizky Indrasari Rully Andriani Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Endah Retnani Wismaningsih Oktovina Rizky Indrasari Rully Andriani Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri HUBUNGAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1-5 TAHUN (Studi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri) Endah Retnani

Lebih terperinci

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAROKAN KABUPATEN KEDIRI

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAROKAN KABUPATEN KEDIRI PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KEDUNGSARI KECAMATAN TAROKAN KABUPATEN KEDIRI M. Mudzakkir, S.Kep. Ns. M. Kep. Prodi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UNP Kediri

Lebih terperinci

Faktor Perilaku yang Berhubungan dengan Kontaminan Bakteri Staphylococcus aureus pada Makanan Siap Saji

Faktor Perilaku yang Berhubungan dengan Kontaminan Bakteri Staphylococcus aureus pada Makanan Siap Saji 168 Vol. 1, No. 2, Juli Desember 2009 Faktor Perilaku yang Berhubungan dengan Kontaminan Bakteri Staphylococcus aureus pada Makanan Siap Saji Behavior Factors Associated with Contamination of Staphylococcus

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BIDAN DI DESA DALAM PEMANFAATAN PARTOGRAF DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2013

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BIDAN DI DESA DALAM PEMANFAATAN PARTOGRAF DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2013 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN BIDAN DI DESA DALAM PEMANFAATAN PARTOGRAF DI KABUPATEN BANJAR TAHUN 2013 Erni Yuliastuti 1, Rafidah 2, Hapisah 3 ABSTRAK Partograf sebagai alat bantu dalam pemantauan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN An Nadaa, Vol 1 No.2, Desember 2014, hal 72-76 ISSN 2442-4986 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU BANJARMASIN The Associated

Lebih terperinci

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TENTANG KESELAMATAN LALU LINTAS TAHUN 2014

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TENTANG KESELAMATAN LALU LINTAS TAHUN 2014 PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG TENTANG KESELAMATAN LALU LINTAS TAHUN 2014 KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND PRACTICE OF FACULTY MEDICINE STUDENT

Lebih terperinci

Surahma Asti Mulasari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Surahma Asti Mulasari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta KES MAS ISSN : 1978-0575 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGOLAH SAMPAH DI DUSUN PADUKUHAN DESA SIDOKARTO KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Surahma

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata Pelaksanaan K3 F.45 TPB I 01 BUKU PENILAIAN

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata Pelaksanaan K3 F.45 TPB I 01 BUKU PENILAIAN MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata Pelaksanaan K3 BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode Penilaian oleh

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode yang sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Atik Purwandari, Freike Lumy, Feybe Polak Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado, Jl. R.W. Mongisidi Malalayang II Manado ABSTRAK Latar Belakang

Lebih terperinci

Happy R Pangaribuan 1, Juanita 2, Fauzi 2 ABSTRACT

Happy R Pangaribuan 1, Juanita 2, Fauzi 2 ABSTRACT PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI, PENDUKUNG, DAN PENDORONG TERHADAP PENCEGAHAN KECACATAN PASIEN PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RS KUSTA HUTASALEM KABUPATEN TOBASA TAHUN 2012 Happy R Pangaribuan 1, Juanita 2,

Lebih terperinci

ANALISYS THE FULFILLMENT PARTOGRAPH IN MONITORING PHASE I FOR DECREASE MORTALITY IN DELIVERING BABY SeptiRianawati 1, YuliTrisnawati 2 ABSTRACT

ANALISYS THE FULFILLMENT PARTOGRAPH IN MONITORING PHASE I FOR DECREASE MORTALITY IN DELIVERING BABY SeptiRianawati 1, YuliTrisnawati 2 ABSTRACT ANALISYS THE FULFILLMENT PARTOGRAPH IN MONITORING PHASE I FOR DECREASE MORTALITY IN DELIVERING BABY 2013 SeptiRianawati 1, YuliTrisnawati 2 ABSTRACT To support the health system to thelevel of social welfare

Lebih terperinci

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING

HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 1336 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Okky Kezia Kainde*, Nancy S.H Malonda*, Paul A.T Kawatu*

Lebih terperinci

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap,dukungan petugas kesehatan,asi eksklusif

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap,dukungan petugas kesehatan,asi eksklusif HUBUNGAN PENGETAHUAN,SIKAP DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN TINDAKAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENGKOL. Niamarsha Mokodompit*, Adisti A Rumayar*, Sulaemana Engkeng*.

Lebih terperinci

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal

Promotif, Vol.2 No.2 April 2013 Hal FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO 1) Fitriyah G. Mursad 1) Bagian

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR KARAKTERISTIK PETANI DAN METODE PENYEMPROTAN TERHADAP KADAR KOLINESTERASE

PENGARUH FAKTOR KARAKTERISTIK PETANI DAN METODE PENYEMPROTAN TERHADAP KADAR KOLINESTERASE PENGARUH FAKTOR KARAKTERISTIK PETANI DAN METODE PENYEMPROTAN TERHADAP KADAR KOLINESTERASE Yeviana Dwi Rahmawati, Tri Martiana Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KUNJUNGAN KE POSYANDU (Studi di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis Tahun 2013) Firmansyah, Eka Jurusan Kesehatan Masyarakat,

Lebih terperinci

MENERAPKAN PROSEDUR KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI TEMPAT KERJA

MENERAPKAN PROSEDUR KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI TEMPAT KERJA MENERAPKAN PROSEDUR KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI TEMPAT KERJA Oleh : Dr. Azwar Djauhari MSc Disampaikan pada : Kuliah Blok 22 Kesehatan Kerja Tahun Ajaran 2013 / 2014 Fakulyas Kedokteran dan

Lebih terperinci

GAMBARAN PELAKSANAAN UPAYA KESEHATAN KERJA DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO

GAMBARAN PELAKSANAAN UPAYA KESEHATAN KERJA DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO GAMBARAN PELAKSANAAN UPAYA KESEHATAN KERJA DI PUSKESMAS PANIKI BAWAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Warokka, B. M. Manuel*, Paul A. T. Kawatu*, Jootje M. L. Umboh* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TENTANG

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TENTANG PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PANGKALAN KARANGRAYUNG GROBOGAN NASKAH PUBLIKASI Oleh : EKO AGUS WIBOWO J210100030 FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2016 UNIVERSITAS

Lebih terperinci

STEVIA ISSN No Vol. III No. 01-Januari 2013

STEVIA ISSN No Vol. III No. 01-Januari 2013 Perilaku Petani Sayuran Dalam Mengakses Informasi Pasar Di Kecamatan Berastagi Kabupaten Tanah Karo Juliana Simbolon *) *) Dosen Fakultas Pertanian Universitas Quality ABSTRACT This study is a research

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGHALUSAN DAN PEMOTONGAN DI PT WAROENG BATOK INDUSTRY CILACAP

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGHALUSAN DAN PEMOTONGAN DI PT WAROENG BATOK INDUSTRY CILACAP FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENGHALUSAN DAN PEMOTONGAN DI PT WAROENG BATOK INDUSTRY CILACAP Ida Widyaningsih 1) Sri Maywati dan Yuldan Faturrahman 2) Mahasiswa

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Education Level, Income Level, Knowledge, Attitude, Household Waste Treatment. ABSTRAK

ABSTRACT. Keywords: Education Level, Income Level, Knowledge, Attitude, Household Waste Treatment. ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, TINGKAT PENDAPATAN, PENGETAHUAN, DAN SIKAP TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN TOSURAYA BARAT, KECAMATAN RATAHAN, KABUPATEN MINAHASA TENGGARA THE RELATIONSHIP

Lebih terperinci

Cedera Akibat Kerja pada Pekerja Industri di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta

Cedera Akibat Kerja pada Pekerja Industri di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Artikel Penelitian Cedera Akibat Kerja pada Pekerja Industri di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Woro Riyadina Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen

Lebih terperinci

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PAPARAN PESTISIDA PADA PEKERJA CHEMIS (PENYEMPROTAN)

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PAPARAN PESTISIDA PADA PEKERJA CHEMIS (PENYEMPROTAN) Journal Endurance 1(2) June 2016 (88-93) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PAPARAN PESTISIDA PADA PEKERJA CHEMIS (PENYEMPROTAN) Entianopa *, Edi Santoso Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Harapan Ibu

Lebih terperinci

KHALIMATUS SAKDIYAH NIM : S

KHALIMATUS SAKDIYAH NIM : S HUBUNGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (MASKER) DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN ASMA PADA PEKERJA INDUSTRI BATIK TRADISIONAL DI KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN Skripsi KHALIMATUS SAKDIYAH NIM : 08.0285.S

Lebih terperinci

2. Pesticide Type Depends on the pesticide type, Herbisida, Fungisida, or Insektisida (see Products attachment).

2. Pesticide Type Depends on the pesticide type, Herbisida, Fungisida, or Insektisida (see Products attachment). Front 1. Company Logo Please put the logo of danken using Levenim MT font or as below: Please make sure that danken can be easily seen and associated with the brand name, in order to build company awareness,

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR BANGUNAN GEDUNG EDISI 2011 JURU UKUR KUANTITAS BANGUNAN GEDUNG PENERAPAN KETENTUAN K3 DAN KETENTUAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN DI TEMPAT KERJA

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR USE OF CONTRACEPTION BY COUPLES OF CHILDBEARING AGE

PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR USE OF CONTRACEPTION BY COUPLES OF CHILDBEARING AGE PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR USE OF CONTRACEPTION BY COUPLES OF CHILDBEARING AGE Ika Wahyu Mayangsari 1, Retno Heru Setyorini 2, Cahyaning Setyo Hutomo 2 1 Mahasiswa Akademi Kebidanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Indonesia adalah salah satu negara berkembang dan negara agraris yang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Indonesia adalah salah satu negara berkembang dan negara agraris yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara berkembang dan negara agraris yang sebagian penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Petani merupakan kelompok kerja

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Mahdalena, Faridha BD (Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang) ABSTRACT The purpose of this research is: knowing

Lebih terperinci