Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide"

Transkripsi

1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KERACUNAN PESTISIDA PADA TENAGA PENJUAL PESTISIDA DI KOTA BENGKULU Muaiim E), Juhaidi 2), dan Agus Widada'} t,2 m jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes KenienKes Bengkulu.11. Indra Girl No 3 Padang Ha.rapan Bengkulu Tefp (0736) fax , poltekkes_bengkuiulyahoo.com Website bengkulu.ac.id Abstrack Structuring irregular and poor behavior on the entrepreneur / hustler pesticides either directly or indirectly, can lead to the rick of toxicity to the salespeople and the surrounding environment, The purpose of this study to determine the risk, factors that have a relation to the rate of pesticide poisoning on the seller / entrepreneur / dealers (distributors), This study is a survey with a cross-sectional approach. Subjects were all salespeople pesticides in Bengkulu city b y 52 people (total sampling). Statistical analysis using Chi Square friltowed Logistic Regression with 5'P:SS significance level (p <0. (15). Based on the results of. the majority' (78.85%,1 were poisoned. and normal as many as (21.15%). (hi Square statistical test results show, there are several risk factors associated namely. knowledge (p = 0.000), attitude (p = , practice (p = 0.040), and the use of personal protective equipment (p = 0.001), whereas the test results Multifariate statistics using Logistic Regression, of hebarapa related factors turned out to he only 2 (two) were significantly associated, namely knowledge (p = to OR = ) and the use of personal protective equipment (p = to OR = 9.873). The results of'this study it can be concluded that the level of pesticide poisoning pesticide salespeople in Bengkulu city caused by the level of knowledge that is not good (bad) and the lack of complete discharging I pennggunaan personal protective equipment in the handling of pesticides. As a suggestion to reduce the r i sk of'poisoning the present and in the future expect the local government, department of'agriculture, and health authorities need to improve education, monitoring, and training on procedures tarpesiicide management is good and right for the seller / manager / employers pesticides. Key words : risk factor, the rate of poisoning, the sellerslenterpreneurldealer pesticide PENDAHULUAN Berkaitandengan dibebaskannya peredaran pestisida di Indonesia oleo Menteri Perdagangan dalam rangka deregulasi ekonomi dan sejalan dengan program intensifikasi dan ektensifikasi penggunaan pestisida khususnya pada sektor pertan ian tanaman pangan, pestisida mempunvai peranan penting. karena secara langsung maupun tidak langsung dapal digunakan untuk

2 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari Juni 2012 kependudukan; (2) faktor pelayanan kesehatan; (3) faktor perilaku: dan (4) faktor lingkungan. Hubungan Antara Masa Kerja dengan Berdasarkan lamanya masa kerja subyek penelitian, proporsi tertinggi yang mengalami keracunan pada masa kerja kurang atau sama dengan 5 tahun sehanyak 38 orang (61,50%), sedangkan masa kerja lebih 5 tahun sehanyak 14 orang (26,90%). Hasil uji stasistik Chi- Square dengan kemaknaan p<0,05 tidak ada hubungan yang bemakna antara masa kerja subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,460). Hasil ini sependapat dengan hasi I penelitian Dirjoatmojo (1991) dan Suwanti (1997) yang menyatakan lamanya masa kerja dalam penanganw pestisida, balk sebagai petani/penyemproupekerja/pengguna pestisida tidak berpengaruh terhadap tingkat keracunan. Walaupun tidak adanya hubungan, tetapi hams diwaspadai, karena penggunaan pestisida secara berulang. diprediksi akan mengalami sakit dengan uejala keracunan akut. hal ini sesuai dengan yang dikemukanan Siswanto (1991). bahwa pestisida golongan organofosfat dan karbam at merupakan jenis pestisida yang menyebabkan keracunan akut. Lehi!' lanjut dikatakan paparan pestisida oleh organofosfat dan karbam at akin mengalami penurunan aktivitas cholinesterase dalam plasma dapat berlangsung 1-3 minggu, sedangkan dalam eritrosit bisa sampai 12 minggu atau 3 bulan. Hu bu ngan Antara Pengetahu an dengan Hasil perh itungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keracunan. subyek penelitian yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang/rendah/tidak baik seban yak 32 orang (61,50%), yang mengalami keracunan ada 31 orang (59,60%), dan normal ada 1 orang (1,90%), sedangkan tingkat pengetahuan cukup/sedanwbaik sebanyak 20 orang (38,50%), yang keracunan ada 10 orang (19,20%), dan normal 10 orang (19,30%) Berdasarkan uji stasistik Chi Square dengan kemakn aan p<0,05 terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,001). Hasil ini sesuai dengan penelitian Sutarni (1992) yang menyatakan terdapat perbedaan berm Ana antara penyemprot herpengetahuan cukup tinggi dibanding dengan penyemprot yang kmengem huan rendah tentang bahaya pestisida. Azwar (1992) dan Notoatmojo (2007) menjelaskan, bahwa seseorang yang bemendidikan, berpengetahuan rendah cenderung akan bersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan memiliki tingkat sikap yang tinggi akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengawkan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorang, apabi la disertai dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. Hu bungan Antara Sikap dengan 2

3 Mitra Raflesia Vol. 4 No. I Januari deni 2012 Hasil perhitungan antara sikap dengan tinakat keracunan. responden y ang mempunyai sikap baik 21 orang yang mengalami keracunan sebanyak 13 orang (25,00%) dan yang normal 8 orang (15.40%) sedangkan yang sikap kurang/tidak baik sebanyak 31 orang (57,60 I ) yang mengalami keracunan 28 orang (53,80%) dan yang normal 3 orang (5,80%).Berdasarkan uji stasistik Chi-.Square dengan kern aknaan p<0,45 terdapat hubungan antara sikap suhyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=4,019). Hash 1 ini sesuai dengan dengan penelitian Sudargo (1997) sikap yang rendah cenderung menderita k?racunan dibanding dengan yang memiliki sikap sedang dan tinggi. SeIanjutnya Sarwono (1993) mengatakan perubahan sikap individu dimulai dengan tahap kepatuhan, identitikasi, kemudian menjadi internalisasi. Sesuai pendapat Walgito (1994), sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal (faktor fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal dapat berujud situasi yang dihadapi oleh individu, dan normanorma, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam nnasyarakat. Dari hasil sikap, pada subyek penelitian proporsi terbanyak pada kategori kurang/rendah, artinya tidak selalu mentaati aturan-aturan yang benar dari mulai mencampur sampai dengan pelaksanaan pewadahan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan yang ada memakan waktu akan lama dan rum it, dan yang mereka lakukan mengikuti perilaku mayoritas kelompoknya, mereka juga beranggapan bahwa yang d1lakukan itu merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dialaminva. Hubuogan Antara Praktik dengan Tingkat Kcracunan Hash i perhitungan antara praktik dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai sikap baik sebanyak 33 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 23 orang (44,25%) dan yang normal 10 orang (19,25%) sedangkan y ang mempunyai sikap kurarig/tidak baik (buruk) sebanyak 19 orang, yang mengalam i keracunan 18 orang (34,55%) dan yang normal 1 orang (1,95%). Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kernaknaan p<o,05 terdapat hubungan antara praktik subyek penelitian dengan tingkat keracunan tp = 0,04), hasil ini sesuai dengan penelitian Munir (1993) mengemukakan bahwa sub y ek penelitian yang memiliki praktik buruk dalam mengelola pestisida semakin besar risiko menderita keracunan pestisida dihanding dengan mereka yang memiliki praktik balk. Sesuai pendapat Notoatmojo (2007), suatu sikap helum secara otomatis terwujud dalam praktik, untuk menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung dan pendorong atau suatu kondisi yang memungk1nkan. Sedangkan 5met (1994), praktik menurut Theory of Reasoned Actionak lagi dipengaruhi oleh kehendak, kehendak dipengaruhi oleh sikap dan norma subyektif : norma subyektif dipengaruhi oleic keyakinan akan pendapat orang lain serta motivasi untuk mentaati pendapat tersebut.

4 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari Juni 2012 yang normal 9 orang. sedangkan pada tingkat pendidikan sarjana sebanyak 5 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 3 orang dan yang normal 2 orang. Untuk lebih jelasnya dapat di lhat pada gam bar 3. SO 0 38 A Keracunan n Norma I 0 SIT A TingkatPendid[kan Sa4ana Gambar 3. Distribusi Subyek Penelitian Menurut Tingkai Pendidikan Yang Mengalmi Keracunan Pada Penjual Pestisida di Kota Bengkulu Status G izi Status gizi subyek penelitian ditentukan dengan menggunakan Indek Masa Tuhuh (IMT). Hasil pengukuran tinggi badan dan herat badan. setelah dilakukan perhitungan diperoleh status gizi subyek penelitian yang no rmal sebanyak 32 orang (61,50%), pada gizi tidak normal sebanyak 20 orang (38,50%)..1ika dibandingkan antara status gizi dengan tingkat keracunan, maka pada gizi normal sebanyak 32 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 2i orang dan yang normal 11 orang, Sedangkan yang tidak normal sebanyak 20 orang (100%) mengalami keracunan. Untuk ]ebih jelasnya dapat dilihat pada gam bar is fl Keracunan n Normal njumiah E 5 Normal Status gizi 7 Normal Gambar 4. Distribusi Subyek Penelitian Menurut Status Gizi Yang Mengalaini Keracunan Pada Penjual Pestisida di Kota Bengkulti

5 I Mitra Raflesia Vol. 4 No. I Januiuri - Juni 2W2 Analisis Bivariat Tabel - I Hasil Tabuiasi Silang Antara Variabel Bebas denganvariabel l erikat (Keracunan) di Kota Benekulu Tahun 201 I Keracunan No Variahe1 Ya Tidak Total % P Jml J %.l ml 1 %r Ma kerja < 5 tahun 13 59, , >_ 5 tahun 10 19,20 3 7, ,911 F o t a I 41 78, , Iii. Pengetahuan Baik [ , ,50 0, 000 Tidak Baik 31 59,60 I o r a l 41 78, [00 3. Sikap Baik 17 25, , , 019 Tidak Balk , ,60 To tal 41 78, , I 4. Praktik Baik 23 44,25 i0 19, , Tidak Baik 18 34,55 1, ,50 I o1.ai II 21, Alai Yelindung Diri Lengkap (.5) 5 9, ,aO 12 23,10 0, 001 Kurank en a (< 5 ) T o t a , PEMBAHASAN Berdasarkan basil pemeriksaan cholinesterase darah dari 52 responden, yang mengalami keracunan sebanyak 41 orang (78,80%) dengan rincian keracunan ringan 22 orang, keracunan scdang 17 orang, dan kearunan berat 2 orang, sedangkan y ang normal sebanyak 11 orang (21,20%). Hasil ini mentinjukkan, bahwa tingkat keracunan pada tenaga kerja penjual pestisida di Kota Bengkulu Tahun 2011 termasuk relatif tinggi bila dihandingkan dengan kasus-kasus keracunan di daerah lain. Suwarni (1997) dan Toto Sudargo (1997) rnelakukan penelitian tentang tingkat keracunan pest isida terhadap tenaga kerja pertanian bawang merah dan cabe di Kabupaten Brebes. dan i 419 subyek penelitian, yang rnengalami keracunan sebanyak 106 (25,3%), dan normal sebanyak 313 orang (74,7%). Di Sukoharjo, dan 198 subyek penelitian. yang mengalam i keracunan sebanyak 94 orang (47,5%), dan sebanyak 104 orang (52,5%) normal (Nasrudd in, 2001). Sugiri (2001) melakukan penelitian tentang perilaku tenaga penjual pestisida dan tingkat keracunan dari 61 subyek penelitian, yang rrtengalami keracunan 8 orang (13,10%) sedangkan yang normal sebanyak 53 orang (86,90%) Selanjutnya Suwarni (1997), menyatakan tingkat keracunan pestisida bagi tenaga kerja yang berhubungan dengan pestisida sebagai reflesi dari status kesehatan yang kurang balk berhubungan dengan empat faktor, antara lain: (1) faktor 5

6 Mitra Ratlesia Vol. 4 No. 1 Januui Juni 2012 kependudukan; (2) faktor pelayanan kesehatan: (3) faktor perilaku; dan (4) faktor ngkungan. Hubungan Antara Masa Kerja dengan Berdasarkan lamanya masa kerja subyek penelitian, proporsi teftinggi yang mengalami keracunan pada masa kerja kurang atau sama dengan 5 tahun sebanyak 38 orang (61,50%), sedangkan masa kerja lebih 5 tahun sebanyak 14 orang (26,90%). Hasid uji stasistik Chi- Square dengan kentaknaan p<0,05 tidak ada hubungan yang bermakna antara masa kerja subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p = 0,460). Hasii ini sependapat dengan basil penelitian Dirjoatmojo (1991) dan Suwami (1997) yang menyatakan Eamanya masa kerja dalam penanganan pestisida, sebagai petan i/penyemprovpekerj &pengguna pestisida tidak berpengaruh terhadap tingkat keracunan. Walaupun tidak adanya habungan, tetapi harus diwaspadai, karenapenggunaan pestisida secara berulang, diprediksi akan mengalami sakit dengan gejala keracunan akut, hal ini sesuai dengan yang dikemukanan Siswanto (1991), bahwa pestisida golongan organofosfat dan karbamat merupaan jenis pestisida yang menyebabkan keracunan akut. Lebih lanjut dikatakan paparan pestisida oleh organofosfat dan karbamat akan mengalami penuninan aktivitas cholinesterase dalam plasma dapat berlangsung 1-3 minggu, sedangkan dalam eritrosit bisa sampai 12 minggu atau 3 bulan. Hubungan Antara Pengetahuan dengan Has il perh itungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai tingkat pengetahuan kurang/rendahltidak baik sebanyak 32 orang (61,50%), yang mengalami keracunan ada 31 orang (59,60%), dan normal ada 1 orang (1.90%), sedangkan tingkat pengetahuan cukup/sedanwbaik sebanyak 20 orang (38,50%). yang keracunan ada 10 orang (19,20%), dan normal 10 orang (19,30%) Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemaknaan p<0,05 terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p=0,001). Hasid ini sesuai dengan penelitian Sutami (1992) yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara penyemprot bemengetahuan cuk up tinggi di banding dengan penyemprot yang berpengetuhuan rendah tentang bahaya pestisida. Azwar (1992) dan Notoatrnojo (2007) menjelaskan, bahwa sesrang yang bemendidikan, nemengetahuan rendah cenderung akan bersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan memiliki tingkat sikap yang tinggi akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengatakan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorang, apabila dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. Hubungan Antara Sikap dengan 6

7 Miira Raflesia Vol. 4 No. 1.1anuari Juni 2012 Hasil perhitungan antara sikap dengan tingkat keracunan, responder yang mernpunyai sikap baikk 21 orang y ang mengalami keracunan sebanyak 13 orang (25,00%) dan yang normal 8 orang t 15,40%) sedangkan yang sikap kurang/tidak baik sebanyak 31 orang (57,60%) yang mengalami keracunan 28 orang (53,80%) dan yang normal 3 orang (5,80%).Berdasarkan uji stasistik Chi- Square dengan kemaknaan p<o,05 terdapat hubungan antara sikap subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p-0.019). 1-lasi l ini sesuai dengan dengan penelitian Sudargo (1997) sikap yang rendah cenderung menderita keracunan dibanding dengan yang memiliki sikap sedang dan tinggi. Selanjutnya Sarwono (1993) mengatakan perubahan sikap individu dimulai dengan tahap kepatuhan, identifikasi, kemudian menjadi internalisasi. Sesuai pendapat W algito (1994), sikap yang ada pada diri seseorang akan dipengaruhi oleh faktor internal (faktor fisiologis dan psikologis) dan faktor eksternal dapat herujud situasi yang dihadapi oleh individu, dan normanorma, hambatan-hambatan atau pendorong-pendorong yang ada dalam masyarakat. sari hasil sikap, pada subyek penelitian proporsi terbanyak pada kategori kuranglrendah, artinya tidak selalu mentaati aturan-aturan yang benar dari mulai mencarnpur sampai dengan pelaksanaan pewadahan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan yang ada memakan waktu akan lama dan rumit, dan yang mereka lakukan mengikuti perilaku mayoritas kelompoknya, mereka juga beranggapan bahwa yang dilakukan itu merupakan suatu hal yang wajar dan hiasa dialaminya. Hubungan Antara Praktik dengan Hasil perhitungan antara praktik dengan tingkat keracunan, subyek penelitian yang mempunyai sikap baik sebanyak 33 orang, yang mengalami keracunan sebanyak 23 orang (44,25%) dan yang normal 10 orang (19.25%) sedangkan yang mempunyai sikap kurang/tidak baik (buruk) sebanyak 19 orang, yang mengalami keracunan 18 orang (34,55%) dan yang normal I orang (1,95%). Berdasarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemaknaan p<0,05 terdapat hubungan antara praktik subyek penelitian dengan tingkat keracunan (p = 0,04), hasil ini sesuai dengan penelitian Munir (1993) mengemukakan bahwa subyek penelitian yang rnemiliki praktik buruk dalam mengelola pestisida semakin besar risiko menderita keracunan pestisida dibanding dengan mereka yang memiliki praktik baik. Sesuai pendapat Notoatmojo (2007), suatu sikap belum secara otomatis terwujud dalam praktik, untuk menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung dan pendorong atau suatu kondisi yang memungkinkan. Sedangkan Smet (1994), praktik men urut Theor y of ReasonedActionaklagi dipengaruhi oleh kehendak, kehendak dipengaruhi oleh sikap dan norma subyektif, norma subyektif dipengaruhi oleh keyakinan akan pendapat orang lain serta motivasi untuk mentaati pendapat tersebut. 7

8 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2012 Hasil observasi dari praktik subyek penelitian dalam menjual pestiida tidak lagi sesuai dengan anjuran yang telah ada, melainkan mereka berbuat apa adanya sesuai dengan yang biasa mereka lakukan (alami), prinsipnya menjual pestisida cepat laku endek kaw lebih baik laris pembeli dari pada mem entingkan kesehatannya). Hu bu ngan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Tingkat Keracunan Hasil perhitungan antara penggunaan alat pelindung diri dengan tingkat keracunan, pada subyek penelitian yang penggunakan alat pelindung diri kurang lengkap dari 40 orang, terdapat 36 orang (69,20%) keracunan, dan 4 orang (7,70%) normal. sedangkan yang memakai alat pelindung diri lengkap dari 12 rang, terdapat 5 orang (9,60%) keracunan dan 7 orang (13,50%) normal. Berdsarkan uji stasistik Chi-Square dengan kemakn (p<0,05) ada hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri dengan tingkat keracunan (p = 0,001). Depkes, RI (1996) mengatakan, bagi penjamah atau pengguna pestisida yang melakukan penyemprotan di luar gedung (lapangan) jenis perlengkapan alat pelindung diri yang digunakan minimal: (1) pelindung kepala (topi); (2) pelindung pernafasan (masker); (3) pelindung badan (baju lengan panjang dan celana panjang); (4) pelindung kaki (sepatu booaanvas); (5) pelindung tangan (sarung tngan): dan (6) pelindung mata (goggleikaca mata). Sumdmur (2009), mengatakan pestisida adalah Kahan kim is berbahaya (racun), maka cara kerja yang sesuai dengan K3 antara lain: (1) saat inencampur menggunakan sarung tangan karet. alat takar dan pengaduk khusus; (2) s cat menyemprot menggunakan topi. masker, celana panjang, baju lengan panjang, sarung tangan, kaca mata, Jan searah angin; (3) selesai mencampur dan menyemprot, bungkus bekas pestisida dikubur, air bekas cucian alat dibuang pada tempat yang tidak mencemari lingkungan, membersihkan badan (mandi) dan ganti pakaian sebel urn melakukan pekerjaan lain, serta cuci tangan sebelum makan. Menentun Fakior-fakter Risiko yang Berpengaruh Untuk mengetahui kekuatan hubungan faktor-faktor risiko dengan kejadi an keracunan pestisida pada responden, yaitu memasukkan variabel bekas terhadap variabel terikat kedalatn analisis logistic regresstion. Hasil uji logistic regresstion menunjukkan, bahwa, sikap dan praktik yang mulanya berhubungan (p<0,05) setelah uji logistic regresstion tidak ada hubungan. Selanjutnya faktor risiko lainnya yang mempunyai hubungan secara bermakna (p<0,05) dari yang paling kuat sampai lemah terhadap terjadinya keracunan adalah : I). Tingkat Pengetahuan = dengan OR = 25,896) Azwar (1992) dan Notoatmojo (2007) m enj e las kan bahwa seseorang yang berpendidi, bemengewhuan rendah cenderung akan hersikap rendah dalam penggunaan pestisida, tetapi belum tentu yang berpendidikan tinggi dan mcmiliki tingkat sikap yang tinggi 8

9 M itra Raflesia Vol. 4 No. I Ianuari Juni 2012 akan melakukan praktik yang baik. Sudargo (1997) mengatakan, terjadinya suatu keracunan pestisida pada seseorasig, apabila disfttai dengan pengetahuan yang kurang atau rendah tentang penggunaan pestisida akan lebih mudah terjadinya keracunan. 2). Pakaian pelindung atau alat pelindung diri (p = d,018 dengan DR= 9,873) Pemakaian atau penggunaan alat pelindung din i kurang dari lima macam jenis (kurang lengkap) selamapenanganan/melayani/meraci k pestisida mempunyai risiko tingkat keracunan pestisida bila dibanding dengan yang memakai alat pelindung!ebih dari lima macam jenis (lengkap); pengguna pestisida umuninya kurang/rendah. artinya tidak selalu mentaati aturan yang benar dari mulai pelayanan, mencampur sampai dengan peracikan, alasan mereka takut kalau mentaati peraturan y ang ads akan niemakan waktu lama, dan mereka mengikuti perilaku kondisi lingkungan sosial budaya yang ada dikelompok serta cenderung sesuai dengan apa yang dilakukan sehari-hari pada kclompoknva. mereka juga beranggapan hahwa keracunan pestisida merupakan suatu hal yang wajar dan biasa dialaminya. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN 1-lasi1 pemeriksaan cholinesterase darah pada 52 responden, sebagian besar mengalami tingkat keracunan dan sebagian kecil yang tidak keracunan (normal). Hasil uji statistik hifariat, faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan tingkat keracunan pestisida adalah pengetahuan, sikap. praktik, dan penggunaan alai pelindung diri_ Masa kerja tidak ada huhungan. 1-lash l uji statistik!nultifarial (logistik ganda) dari taktor-faktor risiko yang mempunyai hubungan paling kuat sampai yang lemah terhadap tingkat keracunan pestisida sebagai berikut: a) tingkat pengetahuan yang tidak haik mempunyai risiko kali keracunan pestisida dibandingkan dengan yg mempunyai pengetahuan baik; b) pengggunaan APD yg tidak lengkap mempunyai risiko 9,873 kali keracunan pestisida dibandingkan dengan yang menggunakan APD lengkap. SARAN Disarankan mengoptimalkan pelatihan, penyuluhan, dan bimbingan serta pemantauan dari lintas sektor dan lintas program dengan dukungan pemerintah daerah, karenta andalan utama untuk daerah Provinsi Bengkulu adalah pertanian; penjual pestisida dianjurkan menggunakan alat pelindung diri sewaktu melakukan penanganan pestisida untuk memperkecil risiko keracunan pestisida, dan dilakukan penelitian lebih lanjut, khusunya tentang pengaruh penggunaan pestisida terhadap lingkungan, hasi1 panen, dan pada pecan i sayuran yang sexing menggunakan pestisida KEPUSTAKAAN Azwar, S Sikap Manusia Teori dun Pengukurannya, Edisi 1. Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta Dirdjoatsnodjo, H.,1991. Keracunan Pestisida Organofosfat Pd Penyemprot Perkebunan 9

10 Mitra Raflesia Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2012 Sayur Sekitar Bandung, M KB XX II1, No. 3. Januari 1991; hal Dirjen PPM & PLP Depkes, R. I., I 996 Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dg pestisida, Sub.Dit. Pengamanan Pestisida Depkes, Jkt. Hadi, S., Seri Program Statistik Versi 2000, Univ. Gadjah Mada. Yogyakarta. Mukono. H.S., Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, University Airlangga Press. Surabaya. M un ir,f.,1993.h ub TA Pemaparan Pestisida Organofosfat Thdp Aktifitas Cholinesterase Darah Petani Pen vemprot Hama Sayuran di Desa Gondosulu, Kec Tawangmangu, Skripsi, tdk di pub 1 ikasikan. FKM- UNDIP. Sing. Notoatmodj o, S., Dasar-dasar Pendidikan dan Pelatihan, Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Jakarta., Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Emu Perilaku Kesehatan, PT. Andi Offset, Yogyakarta. Nasaruddin, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keraeunan Pestisida Pada Petani Hortikultura di Sukoharjo. Tesis, tidak diterbitkan. ProgramStudi Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Utama FETP-Program Paseasarjana Universitas Gadjah Mad a. Yogyakarta. Pun., Tiga Juta Orang di 10 Negara Keracunan Pestisida.Sinar Flarapan, Jkt. Siswanto, A., Pestisida, Bala i Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (I IIPERKES) dan Ergonomi, Surabaya. Suma'mur, P. K., Higene Perusahaan & Keselamatan Kerja, Sagung Seto, Jkt. Sub.Dit. Pengamanan Pestisida Depkes, R.1., 1996_ Pengelolaan Pencatatan dan Pelaporan Upaya Pengamanan Pestisida, Malah pd Konsulthsi Teknis Prog PLP di Puslitbang Gizi Bogor, JaBar Suwarn i, A., Petnaparan dan Pestisida Pada Tenaga Kerja Pert Bawang Merah dan Cabe Di Kabupaten Brebes-Jawa Tengah, Tesis, tidak diterbitkan. Program Studi Hiperkes-Ilmu Kesehatan Kerja Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Sudargo, T., dan Perilaku Petani dalam Menggunakan Pestisida di Kabupaten Brebes, Tesis, tidak diterbitkan. Prog Studi Ilmu Kes Masyarakat Program P a scasarj an a Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Sugiri., Perilaku Tenaga Penjual Pestisida dan Tingkat Keracunannnya di Kabupaten Temanggung Jawa 10

11 Mitra Ra lesia Vol. 4 No. l Januari J uni 2012 Tengah, Tesis, tidak Walgito,B.,1994.Psikologi Sos (Suatu diterbitkan. Prog Studi fimu Pengantar), Penerbit Andi Kes Masy Prog Pascasarjana Offset, Yogyakarta. Unix Gadjah Mada. Y ogyakarta. Ii

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013

FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013 FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG TAHUN 2013 Ignatia Goro *, Kriswiharsi Kun Saptorini **, dr. Lily Kresnowati **

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR Nur Alam Fajar * dan Misnaniarti ** ABSTRAK Penyakit menular seperti diare dan ISPA (Infeksi

Lebih terperinci

HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA

HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA HUBUNGAN SIKAP KERJA ANGKAT-ANGKUT DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KULI PANGGUL DI GUDANG BULOG SURAKARTA SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Andang Rafsanjani

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC DI KLINIK DINA BROMO UJUNG LINGKUNGAN XX MEDAN TAHUN 2013 Oleh: ARIHTA BR. SEMBIRING Dosen Poltekkes Kemenkes

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS TERHADAP PERILAKU ANC PUSKESMAS LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA The Relationship Of Knowledge And Attitude Of Pregnant

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 Zuraidah, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

FAKTOR RESIKO KEJADIAN KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) PADA BALITA (>2-5 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2012

FAKTOR RESIKO KEJADIAN KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) PADA BALITA (>2-5 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2012 FAKT RESIKO KEJADIAN KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) PADA BALITA (>2-5 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2012 Pembimbing I : Delmi Sulastri,Dr,dr,MS,SpGK Penulis : Ferawati

Lebih terperinci

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA Karya Tulis Ilmiah Disusun dan Diajukan untuk

Lebih terperinci

Jurnal Kesehatan Kartika 27

Jurnal Kesehatan Kartika 27 HUBUNGAN MOTIVASI KERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN KARTU IBU HAMIL DI PUSKESMAS UPTD KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2008 Oleh : Yulia Sari dan Rusnadiah STIKES A. Yani Cimahi

Lebih terperinci

Konfounding dan Interaksi. Departemen Biostatistika FKM UI, 2010

Konfounding dan Interaksi. Departemen Biostatistika FKM UI, 2010 Konfounding dan Interaksi Departemen Biostatistika FKM UI, 2010 CONFOUNDING Dari bahasa latin cunfundere (to mix together) Pengertian: Suatu distorsi (gangguan) dalam menaksir pengaruh paparan terhadap

Lebih terperinci

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1) KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU Trisna Anggreini 1) Abstract. The purpose of this research are acessing the correlation of attitudes

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN KONSEP DIRI PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH PROV. SULAWESI SELATAN Beatris F. Lintin 1. Dahrianis 2. H. Muh. Nur 3 1 Stikes Nani Hasanuddin

Lebih terperinci

CARA CARA PENGENDALIAN OPT DAN APLIKASI PHESTISIDA YANG AMAN BAGI KESEHATAN 1) SUHARNO 2) 1) Judul karya ilmiah di Website 2)

CARA CARA PENGENDALIAN OPT DAN APLIKASI PHESTISIDA YANG AMAN BAGI KESEHATAN 1) SUHARNO 2) 1) Judul karya ilmiah di Website 2) CARA CARA PENGENDALIAN OPT DAN APLIKASI PHESTISIDA YANG AMAN BAGI KESEHATAN 1) SUHARNO 2) 1) Judul karya ilmiah di Website 2) Lektor Kepala/Pembina TK.I. Dosen STPP Yogyakarta. I. PENDAHULUAN Penurunan

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI SKRIPSI ANALISIS FAKTOR TEKNIKAL DAN FAKTOR FUNDAMENTAL PENGARUHNYA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA TRADING FOREX OLEH HASTON BALMAYEN SILALAHI 110523043 PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMEN

Lebih terperinci

MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health Management)

MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health Management) MANAJEMEN KESEHATAN LINGKUNGAN (Environmental Health Management) Oleh: KRT. Adi Heru Husodo Minat Ilmu Kesehatan Lingkungan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM Yogyakarta PENGANTAR Pencemaran

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2014 1 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT PADA PELAYANAN BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN DEMAK Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk

Lebih terperinci

ANALISIS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA CV INDAH UTAMA 171

ANALISIS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA CV INDAH UTAMA 171 ANALISIS PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 PADA CV INDAH UTAMA 171 Suryanto Kanadi (Suryanto_Kanadi@yahoo.com) Lili Syafitri (Lili.Syafitri@rocketmail.com) Jurusan Akuntansi STIE MDP Abstrak Tujuan dari penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2010

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2010 HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KELURAHAN CAMBAI KOTA PRABUMULIH TAHUN 2010 Della Oktaviani*, Nur Alam Fajar*, Imelda G Purba* ABSTRAK Infeksi saluran

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum PERBEDAAN KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK Penelitian di Instalasi Rawat Jalan Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Kariadi LAPORAN AKHIR HASIL

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian yang berjudul Studi Deskriptif Mengenai Motif Prososial Nara Didik Sekolah Minggu Gereja Kristen Indonesia Berusia 9-12 Tahun di Bandung. bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo)

EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Perusahaan Kemasan Plastik di Sidoarjo) OLEH : SITI MUAROFAH 3203008308 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00-

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa Bulango

Lebih terperinci

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR

HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT PT. GRAHAINDO JAYA GENERAL CONTRACTOR HEALTH, SAFETY, ENVIRONMENT ( HSE ) DEPARTMENT STRUKTUR ORGANISASI HSE PROJECT MANAGER Ir. P Tanudjaja HSE OFFICER Suharso HSE SUPERVISOR Widianto HSE SUPERVISOR Deni Santoso HSE STAFF Jauhari J HSE STAFF

Lebih terperinci

DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010

DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010 DETERMINAN MOTIVASI BIDAN DALAM MEMATUHI SOP PERTOLONGAN PERSALINAN DI KABUPATEN BANYUASIN DAN KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2010 Ekowati Retnaningsih ABSTRAK Di provinsi Sumatera Selatan

Lebih terperinci

Selamat datang di prasekolah

Selamat datang di prasekolah Welcome to preschool A parents guide to starting preschool Selamat datang di prasekolah Pedoman orang tua untuk memulai prasekolah INDONESIAN Menghadiri prasekolah Daftar Periksa Perkara prasekolah mungkin

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, GAJI, DAN PROMOSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PATI TESIS Oleh: Mimpi Arde Aria NIM : 2008-01-020 PROGAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Modul Pelatihan PEDOMAN PERSONAL HYGIENE

Modul Pelatihan PEDOMAN PERSONAL HYGIENE TROPICAL PLANT CURRICULUM PROJECT Modul Pelatihan PEDOMAN PERSONAL HYGIENE Nyoman Semadi Antara Pusat Studi Ketahanan Pangan Universitas Udayana 2012 DISCLAIMER This publication is made possible by the

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga

LAPORAN HASIL. Oleh. Nama : I Gede Surata, SPd. MM NIP : 196510261991031001 Guru Praktik Jasa Boga LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA KELAS X JASA BOGA 2 SMK NEGERI 6 PALEMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL PENELITIAN. 5.1 Karakteristik sampel, faktor risiko tumbuh kejar. dijadikan sebagai sampel, terdiri atas 13 bayi KMK dan 13 bayi SMK.

BAB 5 HASIL PENELITIAN. 5.1 Karakteristik sampel, faktor risiko tumbuh kejar. dijadikan sebagai sampel, terdiri atas 13 bayi KMK dan 13 bayi SMK. BAB 5 HASIL PENELITIAN 5.1 Karakteristik samel, faktor risiko tumbuh kejar 5.1.1 Karakteristik samel Subyek enelitian sebanyak 26 BBLR yang memenuhi kriteria enelitan dijadikan sebagai samel, terdiri atas

Lebih terperinci

SURVEI RUMAH TANGGA SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA. Siti Novianti 1, Sri Maywati

SURVEI RUMAH TANGGA SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA. Siti Novianti 1, Sri Maywati SURVEI RUMAH TANGGA SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAWI KABUPATEN TASIKMALAYA Siti Novianti 1, Sri Maywati ABSTRAK Pemerintah telah menetapkan kebijakan nasional program promosi kesehatan untuk mendukung

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *,

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR

FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE IN EFFORT DERIVE MATERNAL MORTALITY WORKING WOMEN HEALTH REGION LHOONG DISTRICT OF ACEH BESAR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN BIDAN DESA DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU HAMIL DIWILAYAH KERJA LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2012 FACTORS-FACTORS WITH ROLE RELATED MIDWIFE VILLAGE

Lebih terperinci

PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI

PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi OLEH : DEEPRAJ

Lebih terperinci

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka)

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) JITEKGJ 2012. 9 (2) :46-50 dumal clan Teknologi terbitka.n di Jakarta Kedokteran Gigi FKG LIPDM (B) ABSTRAK RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) Pricillia Priska Sianita *StaiDepartemen

Lebih terperinci

KELELAHAN OTOT TANGAN PADA TENAGA KERJA ANGKUT DI GUDANG LOGISTIK SUB DIVRE BULOG KOTA MAKASSAR

KELELAHAN OTOT TANGAN PADA TENAGA KERJA ANGKUT DI GUDANG LOGISTIK SUB DIVRE BULOG KOTA MAKASSAR KELELAHAN OTOT TANGAN PADA TENAGA KERJA ANGKUT DI GUDANG LOGISTIK SUB DIVRE BULOG KOTA MAKASSAR Muscle Fatigue Hands Transport Warehouse Labor on Logistics Sub-Division Bulog in Makassar Raden Mas Bayu,

Lebih terperinci

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum

Kata Kunci: Posisi Dorsal Recumbent, Posisi litotomi, Keadaan Perineum KEADAAN PERINEUM LAMA KALA II DENGAN POSISI DORSAL RECUMBENT DAN LITOTOMI PADA IBU BERSALIN Titik Lestari, Sri Wahyuni, Ari Kurniarum Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan

Lebih terperinci

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA

ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA ABSTRAK PENGARUH ALKOHOL GOLONGAN B TERHADAP KETELITIAN DAN KEWASPADAAN PADA PRIA DEWASA Irvan Gedeon Firdaus, 2010. Pembimbing: dr. Pinandojo Djojosoewarno, AIF Latar belakang : Minum minuman beralkohol

Lebih terperinci

Asuhan Keperawatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Oleh : Retno Indarwati S.Kep.Ns

Asuhan Keperawatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Oleh : Retno Indarwati S.Kep.Ns Asuhan Keperawatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh : Retno Indarwati S.Kep.Ns Definisi K3 Filosofi : Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan : -Tenaga kerja baik jasmani maupun

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Yudi1, Yessi Nofrima2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: ynn_linc@yahoo.com1

Lebih terperinci

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati //Paradigma, Vol. 16 No.1, April 2012, hlm. 31-38 SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN. Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN Lia Amalia (e-mail: lia.amalia29@gmail.com) Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKK Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK: Dalam upaya penurunan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 2013 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA I. UMUM Pembangunan subsektor Hortikultura memberikan sumbangan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepatuhan Menurut Adiwimarta, Maulana, & Suratman (1999) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepatuhan didefinisikan sebagai kesetiaan, ketaatan atau loyalitas. Kepatuhan yang

Lebih terperinci

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015 KATA PENGANTAR Sektor pertanian merupakan sektor yang vital dalam perekonomian Jawa Tengah. Sebagian masyarakat Jawa Tengah memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Peningkatan kualitas dan kuantitas

Lebih terperinci

HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR

HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Bambang S. dan Retno A, Higiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR Hygiene and Sanitation of Refill

Lebih terperinci

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH: MIKAEL ANTHONY SUGAMA 3203009303 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS BISNIS

Lebih terperinci

Mengelola Risiko Sebagai Kunci Menjalankan Bisnis

Mengelola Risiko Sebagai Kunci Menjalankan Bisnis Mengelola Risiko Sebagai Kunci Menjalankan Bisnis Dr. David Sukardi Kodrat, MM., CPM Dekan Pascasarjana Universitas Ciputra Email: david.kodrat@ciputra.ac.id HP: 081 133 4092 Definisi Risiko REALISASI

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai pemenuhan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran. HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) DENGAN NILAI OSCE MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI Diajukan ke Fakultas Kedokteran

Lebih terperinci

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract

PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS. Mery Citra.S. Abstract PERUMUSAN PELATIHAN YANG EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Mery Citra.S Abstract Training is believed as one effective tool that can increase organization productivity. However, not all training

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) SKRIPSI Disusun Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Meraih

Lebih terperinci

DESI MAHFUDHAH 1. Intisari

DESI MAHFUDHAH 1. Intisari HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA REUKIH DAYAH KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR THE RELATIONSHIPBETWEENT KNOWLEDGE,

Lebih terperinci

OLEH : RUMITA ENA SARI

OLEH : RUMITA ENA SARI PENGARUH PERSEPSI MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS BROMO KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN TAHUN 2009 OLEH : RUMITA ENA SARI 041000010 FAKULTAS

Lebih terperinci

Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Kelelahan Kerja Melalui Subjective Self Rating Test

Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Kelelahan Kerja Melalui Subjective Self Rating Test Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Kelelahan Kerja Melalui Subjective Self Rating Test Titin Isna Oesman 1 dan Risma Adelina Simanjuntak 2 Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta ti_oesman@yahoo.com,risma_stak@yahoo.com

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG Jurnal Kesehatan Volume II No. 4 Tahun 2009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN OLEH IBU BERSALIN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROMBONG KELURAHAN BAROMBONG Asriani Staf Pengajar

Lebih terperinci

Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto

Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP STANDAR OPERASIOANAL PROSEDUR PERTOLONGAN PERSALINAN UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Ekowati Retnaningsi dan Nuryanto ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA The Influence of Legal Cost to Accounting Choices in Financial

Lebih terperinci

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCEE DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP LUAS PENGUNG GKAPAN SUKARELA PADAA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : STEVEN TANSIL TAN 3203009100

Lebih terperinci

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center)

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Drg. Usman Sumantri, M. Sc Ka. Pusdiklatnakes Badan PSDM Kesehatan, Kemenkes RI Disampaikan pada : Lokakarya

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TUMBUH KEMBANG BATITA DI POSYANDU DUSUN KRAPYAK KULON BANTUL

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TUMBUH KEMBANG BATITA DI POSYANDU DUSUN KRAPYAK KULON BANTUL KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TUMBUH KEMBANG BATITA DI POSYANDU DUSUN KRAPYAK KULON BANTUL Disusun untuk Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Kedokteran

Lebih terperinci

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH NURLAILA RAMADHAN 1 1 Tenaga Pengajar Pada STiKes Ubudiyah Banda Aceh Abtract

Lebih terperinci

PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH

PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH PENYESUAIAN DIRI di LINGKUNGAN SOSIAL OLEH REMAJA PUTUS SEKOLAH SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana (S1) pada program studi psikologi Disusun Oleh : Nama : Friska

Lebih terperinci

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar)

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) NASKAH PUBLIKASI untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Sri Rezki Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Ronauly V. N, 2011, Pembimbing 1: dr. Sijani Prahastuti, M.Kes Pembimbing 2 : Prof. DR. Susy Tjahjani, dr., M.Kes

ABSTRAK. Ronauly V. N, 2011, Pembimbing 1: dr. Sijani Prahastuti, M.Kes Pembimbing 2 : Prof. DR. Susy Tjahjani, dr., M.Kes ABSTRAK EFEK INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL LDL DAN PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL HDL DARAH TIKUS JANTAN GALUR WISTAR MODEL DISLIPIDEMIA Ronauly V. N, 2011,

Lebih terperinci

1,2,3 Dosen Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Denpasar

1,2,3 Dosen Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Denpasar HUBUNGAN FAKTOR PREDISPOSISI, PEMUNGKIN DAN PENGUAT DENGAN PRAKTEK CUCI TANGAN SERTA KEBERADAAN MIKROORGANISME PADA PENJAMAH MAKANAN DI PANTAI KEDONGANAN Cok. Dewi Widhya Hana Sundari 1, I Wayan Merta

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.04/MEN/1987

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.04/MEN/1987 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.04/MEN/1987 T E N T A N G PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA SERTA TATA CARA PENUNJUKAN AHLI KESELAMATAN KERJA MENTERI TENAGA

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012

Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT. oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Sosialisasi PENYUSUNAN SOP SAYURAN dan TANAMAN OBAT oleh: Tim Fakultas Pertanian UNPAD, Bandung, 14 Maret 2012 Issue : Kemampuan petani didalam menjamin mutu dan keamanan pangan segar yg dihasilkan relatif

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL. Naskah Publikasi. diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL. Naskah Publikasi. diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PEMILIHAN BAYI SEHAT DI RSI KALIMASADA BANTUL Naskah Publikasi diajukan oleh Tri Wahyu Ari Wijaya 07.11.1593 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUI SELAMA DUA TAHUN DENGAN BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGKETADA KECAMATAN TANGKETADA KABUPATEN KOLAKA

TEKNIK MENYUSUI SELAMA DUA TAHUN DENGAN BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGKETADA KECAMATAN TANGKETADA KABUPATEN KOLAKA TEKNIK MENYUSUI SELAMA DUA TAHUN DENGAN BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANGKETADA KECAMATAN TANGKETADA KABUPATEN KOLAKA The Proper Breastfeeding Techniques For Two Years in Tangketada Health Center Area

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan prima rumah. factor.adapun factor yang apling dominan adalah sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan prima rumah. factor.adapun factor yang apling dominan adalah sumber daya 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan, rujukan dan atau upaya penunjang,

Lebih terperinci

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Program Studi Instrumentasi dan Elektronika

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUH PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHTAHUN 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUH PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHTAHUN 2012 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUH PENGELOLAAN SAMPAH MEDIS DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEHTAHUN Aulia Andarnita Mahasiswa S Kesehatan Masyarakat U budiyah

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DOKTER DALAM MENULISKAN RESEP SESUAI FORMULARIUM DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DOKTER DALAM MENULISKAN RESEP SESUAI FORMULARIUM DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DOKTER DALAM MENULISKAN RESEP SESUAI FORMULARIUM DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Factors Affecting The Doctor s Compliance in Prescribing Appropriate Formulary

Lebih terperinci

Inge Handriani, M.MSI., M.Ak

Inge Handriani, M.MSI., M.Ak Modul ke: Metode Analisis Data Uji Beda Fakultas Ilmu Komputer Inge Handriani, M.MSI., M.Ak Program Studi Sistem Informasi Pendahuluan Data penelitian yang diperoleh akan diolah dalam bentuk melakukan

Lebih terperinci

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross BAB VI PEMBAHASAN Pembahasan adalah kesenjangan yang muncul setelah peneliti melakukan penelitian kemudian membandingkan antara teori dengan hasil penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tentang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Awal Persiapan awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah mematangkan konsep

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012.

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012. HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN MOTIVASI KUNJUNGAN ULANG DI POS KESEHATAN DESA KARANGKEPOH KARANGGEDE BOYOLALI TAHUN 2012 Oleh Etik Sulistyorini 1) dan Tutik Hartanti 2) 1) Dosen

Lebih terperinci

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF World Health Organization 2004 All rights reserved. Publications of the World Health

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS)

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) Dr. Widayat, SE. MM. Outline Apa analisis faktor? Syarat dan asumsi yang diperlukan? Bagaimana caranya? Aplikasi analisis faktor Factor Analysis Prosedur analisis yang

Lebih terperinci

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas RAMBASAN 400 SL merupakan herbisida sistemik purna tumbuh yang diformulasi dalam bentuk larutan yang mudah larut dalam air dan dapat ditranslokasikan

Lebih terperinci

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja

KESELAMATAN KERJA. Keselamatan & Kesehatan Kerja KESELAMATAN KERJA K3 Keselamatan & Kesehatan Kerja SEJARAH KESELAMATAN KERJA DUNIA - Revolusi Industri Serap Banyak Buruh - Kecelakaan Kerja = Resiko Kerja - Buruh Desak Work Compensation - Buruh Desak

Lebih terperinci

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN

OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN OVERVIEW KLB KERACUNAN PANGAN Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah

Lebih terperinci

HUBUNGAN DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA ASIH PALEMBANG

HUBUNGAN DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA ASIH PALEMBANG HUBUNGAN DIMENSI MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA ASIH PALEMBANG MANUSKRIF SKRIPSI OLEH RESTI DWIJAYATI NIM 10101001046

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN Yoni Fetri Suci (chi3nthaa@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id)

Lebih terperinci

KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN

KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN KAJIAN KEBISINGAN PADA PEMUKIMAN DEKAT BANDARA UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN Jusriadi 1, Nurlaela Rauf 2, Dahlang Tahir 3. Program Studi Fisika Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Lebih terperinci

KEJADIAN LUAR BIASA KERACUNAN MAKANAN (Studi Kasus di SD 3 Sangeh Kabupaten Badung)

KEJADIAN LUAR BIASA KERACUNAN MAKANAN (Studi Kasus di SD 3 Sangeh Kabupaten Badung) KEJADIAN LUAR BIASA KERACUNAN MAKANAN (Studi Kasus di SD 3 Sangeh Kabupaten Badung) I Made Suarjana 1, A.A. Gde Agung 2 Abstract. Diseases caused by food is one cause of death and illness in Indonesia.

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSIA PERTIWI MAKASSAR

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSIA PERTIWI MAKASSAR FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSIA PERTIWI MAKASSAR Factors Associated With Low Birth Weight Infants Incident At Pertiwi Maternity And Children Hospital

Lebih terperinci

Oleh: Ita Utamawati X7108697

Oleh: Ita Utamawati X7108697 PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PESAWAT SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI LENGKING 01 BULU SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Oleh: Ita Utamawati

Lebih terperinci