Analisis dan Perhitungan Tingkat Produktivitas Parsial dengan Metode Cobb-Douglas ( Studi Kasus pada PDAM Kabupaten Kebumen )

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Analisis dan Perhitungan Tingkat Produktivitas Parsial dengan Metode Cobb-Douglas ( Studi Kasus pada PDAM Kabupaten Kebumen )"

Transkripsi

1 Analisis dan Perhitungan Tingkat Produktivitas Parsial dengan Metode Cobb-Douglas ( Studi Kasus pada PDAM Kabupaten Kebumen ) R. Abdul Djalal 1, Susilo Aji Nugroho 1,) Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km 14.4 Sleman, DIY ABSTRAK Produktivitas merupakan tolak ukur dari suatu perusahaan, dengan melakukan efisiensi perusahaan akan mencapai tingkat produktivitas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya indeks elstisitas setiap input produksi yang digunakan oleh perusahaandan seberapa besar pengaruh atau kontribusi input produksi terhadap output dalam hal ini adalah pendapatan. Sebagai dasar dari perhitungan dan analisi pada penelitian ini menggunakan metode Cobb-Douglas untuk mengetahui besarnya elastisitas dari input produksi dan regresi linier berganda untuk mengetahui korelasi antar masing-masing input produksi yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukan besarnya elastisitas input produksi yang dicapai Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Kebumen pada periode tahun 004 elastisitas input tenaga kerja (β1)=0,087, input material (β)=0,1968, input energi (β3)=0,7097, input mesin (β4)=0,650, input tanah (β5)=0,5813, input sistem informasi (β6)=0,77 dan input manajerial (β7)=0,6480, dimana pada tahun 004 variabel input produksi material dan energi berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Periode tahun 005 besarnya elastisitas input tenaga kerja (β1)=0,1305, input material (β)=0,658, input energi (β3)=0,968, input mesin (β4)=0,5096, input tanah (β5)=1,1818, input sistem informasi (β6)=0,7941 dan input manajerial (β7)=0,6759, dimana pada tahun 005 variabel input produksi material berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Pada periode tahun 006 elastisitas setiap input produksi tenaga kerja (β1)=0,3159, input material (β)=0.5553, input energi (β3)=0,6761, input mesin (β4)=1,1900, input tanah (β5)=1,4599, input sistem informasi (β6)=0,454 dan input manajerial (β7)=1,0719, dengan korelasi positif kuat pada input produksi tenaga kerja, material, energi dengan pendapatan dan berkorelasi negatife kuat pada sistem informasi dengan pendapatan. Pada periode tahun 007 input tenaga kerja (β1)=0,3049, input material (β)=0,943, input energi (β3)=0,6063, input mesin (β4)=0,301, input tanah (β5)=0,7690, input sistem informasi (β6)=0,359 dan input manajerial (β7)=0,4109 dimana pada tahun 007 variabel input produksi material berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan. Kata kunci: Cobb-Douglas, produktivitas, PDAM, manajemen, sumber daya, regresi ABSTRACT Productivity is one of the essential key performance indicators of a firm that continuously improved by increasing its efficiency. This research objective is to find the elasticity index of every inputs used by the firm, and to investigate how strong it s influenced the output. Cobb-Douglas method is used to find the input elasticity and double linier regression is employed to investigate the correlation of its input. produksi dan regresi linier berganda untuk mengetahui korelasi antar masing-masing input produksi yang digunakan. In 004, the input elasticity of worker (β1) is 0,087, material (β)=0,1968, energy (β3)=0,7097, engine (β4)=0,650, land (β5)=0,5813, information system (β6)=0,77 and management (β7)=0,6480.material and energy shows significant positive correlation to income.in 005, (β1)=0,1305, (β)=0,658, (β3)=0,968, (β4)=0,5096, (β5)=1,1818, (β6)=0,7941 and (β7)=0,6759.material shows significant positive correlation to income. In 006, (β1)=0,3159, input material (β)=0.5553, (β3)=0,6761, (β4)=1,1900, (β5)=1,4599, (β6)=0,454 and (β7)=1,0719.the worker, material and energy show significant positive correlation to income, while information system shows significant negative correlation to income. In 007, (β1)=0,3049, (β)=0,943, (β3)=0,6063, (β4)=0,301, (β5)=0,7690, (β6)=0,359 and (β7)=0,4109. Material significant positive correlation to income. Keywords: Cobb-Douglas, productivity, PDAM, management, resource, regression. 5

2 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Latar Belakang Pendahuluan Dalam menghadapi persaingan yang semakin kuat di era globalisasi ini, maka keunggulan suatu perusahaan dalam bisnis moderen tidak hanya diukur dari mutu produk saja, tetapi juga dari keseluruhan sistem kerja perusahaan serta keuntungan yang diperoleh perusahaan. Yang menjadi tolak ukur kemajuan perusahaan adalah penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien. ( Sri Kartini, 006).Sampai saat ini masih banyak perusahaan yang belum menyadari bahwa dalam melakukan penilaian kinerja perusahaannya tidak hanya diukur dari hasil atau output yang dicapai tetapi juga menggunakan sumberdaya yang efisien dalam menghasilkan barang atau jasa dengan cara yang efektif. Oleh karena itu perusahaan sangat berkepentingan dengan analisis produktivitas untuk mengetahui produktivitas perusahaan dari waktu ke waktu. Produktivitas merupakan suatu petunjuk arah dalam usaha pengembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Masalah produktivitas dapat didefinisakan sebagai deviasi atau penyimpangan yang terjadi antara produktivitas aktual (hasil ukuran) dan sasaran yang direncanakan atau diharapkan (sasaran produktivitas tertentu). (Vincent Gaspersz, 1998).Keberhasilan pengelolaan perusahaa tercermin pada pengukuran produktivitas yang dicapai. Pengukuran produktivitas akan membantu kita dalam memahami situasi yang telah terjadi berkenaan dengan pertumbuhan perusahaan dan sebagai petunjuk arah pengembangan perusahaan dimasa yang akan datang.perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan air minum kepada masyarakat di suatu wilayah tertentu. Salah satu upaya dalam memberikan jaminan untuk mencapai berbagai tuntutan dari konsumen adalah melalui peningkatan produktivitas. Terdapat berbagai macam metode pengukuran tingkat produktivitas yang memiliki fungsi berbeda-beda. Bahkan pada tiap perusahaan yang biasanya diperlukan modifikasi metode yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.penelitian ini akan membahas tentang analisis perhitungan tingkat produktivitas untuk produksi dengan beberapa input. Dengan hasil pengukuran tersebut maka dapat melakukan analisis terhadap tingkat produktivitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya elastisitas (besarnya perubahan) input produksi terhadap tingkat produktivitas total produksi dan mengetahui variabel input yang mempengaruhi atau berkontribusi pada output produksi. Konsep Produktivitas Produktivitas merupakan suatu petunjuk arah dalam usaha pengembangan perusahaan dimasa yang akan datang. Masalah produktivitas dapat didefinisakan sebagai deviasi atau penyimpangan yang terjadi antara produktivitas aktual (hasil ukuran) dan sasaran yang direncanakan atau diharapkan (sasaran produktivitas tertentu).(vincent Gaspersz, 1998). (Mali, 1978) Menyatakan bahwa produktivitas tidak sama dengan produksi, tetapi produksi, performasi kualitas, hasil-hasil, merupakan komponen dari usaha produktivitas. Dengan itu, produktivitas merupakan suatu kombinasi dari efektivitas dan efisien, sehingga produktivitas dapat diukur berdasarkan pengukuran berikut : outputyangdihasilkan Pr oduktivitas inputyangdigunakan efektivitas efisiensi. (1) Produktivitas sering dianggap sebagai suatu pengertian yang sama artinya dengan produksi. Akan tetapi, jelas bahwa produktivitas bukan produksi.pengertian produksi adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan hasil keluaran dan umunya dinyatakan sebagai volume produksi dan dalam satuan unit.sedangkan produktivitas adalah suatu tingkat perbandingan antara besarnya keluaran dengan besarnya masukannya.elastisitas adalah derajat kepekaan kuantitas yang diminta (atau ditawarkan) terhadap salah satu faktor yang mempengaruhi fungsi permintaan (atau penawaran).elastisitas pendapatan adalah presentase perubahan kuantitas barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan konsumen. Nilai kritis elastisitas adalah satu, dimana koefisien elastisitas tergantung pada apakah koefisien tersebut lebih besar, sama dengan atau lebih kecil dari satu. 6

3 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Tabel 1 Elastisitas (Q = pendatan, I = Input) Elastisitas Keterangan Implikasi > 1 elastis % perubahan Q > % perubahan I = 1 unitary elastis % perubahan Q = % perubahan I < 1 inelastis % perubahan Q < % perubahan I Unsur Produktivitas 1. Efisiensi, merupakan ukuran yang menunjukan bagaimana baiknya sumber-sumber daya yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan output. Efisiensi merupakan karakteristik proses yang mengukur performansi aktual dari sumber daya relatif terhadap standar yang dipakai.. Efektivitas, merupakan karakteristik lain dari proses yang mengukur derajat pencapaian output dari sistem produksi. Efektivitas diukur berdasarkan rasio output aktual terhadap output yang direncanakan. 3. Kualitas, merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Tipe dasar produktivitas, berdasarkan pendekatan angka indeks ada tiga, yaitu : 1. Produktivitas parsial, yang sering disebut sebagai prouktivitas faktor tunggal, merupakan rasio dari keluaran terhadap hanya satu input.. Produktivitas total faktor merupakan rasio dari output bersih terhadap beberapa inputan yang digunakannya. 3. Produktivitas total merupakan rasio dari total output terhadap input total yang digunakannya. Pengukuran Produktivitas Menjadi hal penting bagi perusahaan agar perusahaan dapat mengetahui pada tingkat berapa perusahaan sedang beroperasi, agar dapat membandingkan dengan produktivitas standar yang telah ditetapkan manajemen. Selain itu, agar perusahaan dapat meningkat daya saing dari produksi yang telah dihasilkan di pasar global yang sangat kompetitif (Putti,1986) Terdapat manfaat pengukuran produktivitas dalam suatu perusahaan, antara lain : 1. Perusahaan dapat menilai efisiensi konversi sumberdaya, agar dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi.. Perencanaan sumber-sumber daya akan menjadi efektif dan efisien melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. 3. Tujuan ekonomis dan non-ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut produktivitas. 4. Perencanaan target tingkat produktivitas di masa mendatang dapat dimodifikasi berdasarkan informasi pengukuran tingkat produktivitas sekarang (pada periode perhitungan). 5. Strategi peningkatan produktivitas perusahaan dapat ditetapkan berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas yang ada diantara tingkat produktivitas yang direncanakan. Dalam hal ini pengukuran produktivitas akan memberikan informasi dalam mengidentifikasi masalah atau perubahan yang ada. 6. Pengukuran produktivitas akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengevaluasi perkembangan dan efektivitas dari perbaikan terus-menerus yang dilakukan dalam perusahaan. 7. Pengukuran tingkat produktivitas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetisi berupa upaya-upaya peningkatan produktivitas terus-menerus (Continuous productivity improvement). 8. Aktivitas perundingan bisnis (kegiatan tawar-menawar) secara kolektif dapat diselesaikan secara rasional, apabila telah tersedia ukuran-ukuran produktivitas. 7

4 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Pengukuran Produktivtas berdasarkan Pendekatan Fungsi Produksi Cobb-Douglas. Input dalam sistem produksi dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu input tetap dan input variabel. Dimana input tetap adalah suatu input bagi sistem produksi yang tingkat penggunaan input tidak tergantung pada jumlah output yang akan diproduksi. Sangat perlu dipertimbangkan bahwa input tetap hanya dipertimbangkan untuk periode jangka pendek (short run period), sedangkan untuk periode jangka panjang (long run period) semua input bagi sistem produksi dipertimbangkan sebagai input variabel. Input variabel adalah suatu input bagi sistem produksi yang tingkat penggunaan input itu tergantung pada jumlah output yang akan diproduksi.input yang digunakan dalam penelitian ini adalah Input Tenaga Kerja, Material, Energi, Mesin, Tanah, Sistem Informasi dan Manajerial. Dari inputan tersebut nantinya akan diketahui pengaruhnya terhadap produksi (pendapatan) yang diperoleh perusahaan. Bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas bersifat sederhana dan mudah dalam penerapannya, dimana mampu menggambarkan keadaan skala hasil, apakah nantinya produkstivitas itu sedang meningkat, tetap atau manurun. Koefisien fungsi produksi Cobb-Douglas secara langsung menggambarkan elastisitas produksi dari setiap input yang dipergunakan dan dipertimbangkan untuk dikaji dalam fungsi produksi itu.kerangka kerja dari model pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan fungsi Cobb-Douglas secara konseptual dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1Kerangka Kerja : Pengukuran Produktivitas Total Menggunakan Fungsi Pendekatan Cobb-Douglas Dengan rumus matematis (1) dapat dihitung masing-masing produktivitas tiap inputan yang digunakan (produktivitas parsial). Hal ini dilakukan perhitungan dalam periode bulanan, dengan periode dasar tahun 004. Selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan Pendekatan Fungsi Produksi Cobb-Douglas.Model pengukuran produktivitas berdasarkan Pendekatan Fungsi produksi Cobb-Douglas memiliki bentuk umum sebagai berikut : Dimana : Q I Q x I = Output = Input... () = indeks efisiensi penggunaan input terhadap output. = elastisitas produksi dari input Penelitian ini menggunakan beberapa input sebagai perhitungan, yaitu tenaga kerja, material, energi, mesin, tanah, sistem informasi dan manajerial. Dimana satuan variabelbiaya yang digunakan akan dikonversi sama kedalam satuan uang (rupiah).dari inputan yang ada dapat dirumuskan dalam perhitungan, sebagai berikut : Q x 1 L x M x 3 E x 4 T Dimana : Q = Output L = Input Tenaga Kerja M = Input Material E = Input Energi x U 5 x 6 S x 7 J... (3) 8

5 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp T U S J = Tanah = Mesin = Sistem Informasi = Manajerial = indeks efisiensi penggunaan input terhadap output (indeks produktivitas total) = elastisitas produksi dari input Tenaga kerja = elastisitas produksi dari input Material = elastisitas produksi dari input Energi = elastisitas Mesin = elastisitas Tanah = elastisitas Sistem Informasi = elastisitas Manajerial Dari konsep perhitungan yang menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, data produksi (Q) dan penggunaan inputan tenaga kerja (L), material (M), energi (E), mesin (U), tanah (T), sistem informasi (S) dan manajerial (J) akan ditransformasikan kedalam logarithm natural (ln) yang berbilangan dasar e =,7188. Ln Q= n... (4) ln Q/ lnl = n ln L/ lnm= ln M / n lne= ln E / n lnt= ln T / n lnu= ln U / n lnu= ln S / n lnu= ln J / n... (5)... (6)... (7)... (8)... (9)... (10)... (11) Untuk mencari elastisitas masing-masing input menggunakan rumus matematis sebagai berikut : n ln Qln L ln Q ln L 1... (1) n ln L ln L n ln Qln M ln Q n ln M ln M n ln Q n ln E ln E ln Q ln E ln M ln E n ln Qln T ln Q ln T n ln T ln T n ln Qln U ln Q n ln U ln U... (13)... (14)... (15) ln U... (16) 6 n 7 ln Q n ln S ln S ln Q ln S n ln Qln J ln Q n ln J ln J ln S... (17) ln J... (18) ln Q ln I... (19) 9

6 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp ln anti ln e... (0) Jadi performansi produkstivitas total atau indeks efisiensi dilihat dari dan rasio dari dua periode akan menunjukan seberapa besar perubahan yang terjadi dari periode yang tersebut. Elastisitas dari masing-masing input yang digunakan dapat dilihat dari besarnya nilai,,,, dan , 6 7 dan rasio dari dua periode menjadi tolak ukur dari besarnya efisiensi dan perubahan produktivitas apakah tetap, naik atau bahkan turun. Objek Penelitian Metode Penelitian Objek penelitian yang digunakan adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Kebumen; Jalan Arumbinang No.1, Kebumen, Jawa Tengah. Dimana PDAM bergerak dalam bidang pelayanan air minum bagi masyarakat di wilayah kabupaten Kebuman. Sebagai bahan penelitian yang akan digunakan adalah data tahunan : pendapata sebagai output yang dihasilakan perusahaan, dan biaya tenaga kerja, biaya material, biaya mesin, biaya energi, biaya tanah, biaya sistem informasi dan biaya manajerial sebagai input produksi. Sumber Data 1. Data Primer, adalah data yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya yaitu perusahaan melalui pencatatan secara langsung pada waktu proses produksi atau bisnis perusahaan dan juga dari data-data lampau (history) yang dimiliki perusahaan.data primer meliputi: a. Data umum perusahaan b. Data yang dibutuhkan untuk penelitian. Data Sekunder, Adalah data-data yang berasal dari sumber lain, misalnya dari buku-buku perpustaaan, majalah-majalah yang memberikan informasi mengenai industri dan bisnis serta literatur pendukung lainnya, yang dalam hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan dan menggali teori-teori yang sekiranya akan mendukung terhadap penelitian untuk memecahkan masalah. Data yang diperlukan dalam pengukuran, sebagai berikut : 1. Data jumlah produksi atau output (pendapaatan) yang dihasilkan oleh perusahaan.. Data jumlah biaya material berproduksi. 3. Data jumlah biaya tenaga kerja. 4. Data jumlah biaya energi. 5. Data jumlah biaya mesin. 6. Data jumlah biaya sistem informasi. 7. Data jumlah biaya tanah. 8. Data jumlah biaya manajerial. Kerangka Pemecahan Masalah Langkah-langkah penyelesaian masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Studi pendahuluan, pada tahap ini dilakukan studi pustaka, observasi awal yang berupa pengenalan pada departemen berwenang yang ada di PDAM Kabupaten Kebumen.. Rumusan masalah, setelah melakukan studi pendahuluan permasalah yang akan diteliti adalah mencari berapa besar indeks efisiensi atau performansi produktivitas total yang dicapai perusahaan dan berapa besar elastisitas (pengaruh perubahan) input produksi terhadap tingkat produktivitas produksi yang dilakukan oleh Perusahaan. 3. Pengumpulan data, data yang dikumpulakan dalam penelitian adalah: data jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan, data jumlah biaya material berproduksi, data jumlah biaya tenaga kerja, data 30

7 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp jumlah biaya energi, data jumlah biaya mesin, data jumlah biaya tanah, data jumlah biaya sistem informasi dan data biaya manajerial dalam periode penelitian ( tahun ). 4. Menghitung indeks produktivitas parsial,mengolah data yang di peroleh dari perusahaan untuk mengetahui produktivitas parsial perusahaan dengan rasio output dengan masing-masing input. Dalam perhitungan produktivitas parsial dalam periode bulanan. 5. Menghitung produktivitas total dengan fungsi produksi Cobb-Douglas, dari hasil produkutivitas parsial dilakukan analisis dengan fungsi produksi cobb-douglas untuk mengetahui produsktivitas total atau indeks efisiensi perusahaan dan elstisitas dari setiap input produksi yang digunakan. 6. Pembahasan, melalui hasil pengolahan data dapat dilihat apakah produktivitas perusahaan mengalami kenikan, penurunan atau tetap pada setiap periodenya. Selanjutnya dapat ditentukan faktor penyebab terjadinya perubahan produktivitas perusahaan. 7. Kesimpulan dan Saran, setelah dilakukan analisis, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitia ini. Sehingga dapat pula dijadikan saran yang mungki diterapkan diperusahaan. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya indeks efisiensi dan produktivitas total yang dimiliki perusahaan PDAM Kabupaten Kebumen. Selain itu, penelitian yang dilakukan untuk mengetahui besarnya elastisitas (pengaruh perubahan) input terhadap tingkat produktivitas total pada perusahaan. Dengan mengetahui besarnya efisiensi dan produktivitas total dan besarnya elastisitas setiap input maka diperlukan suatu langkah atau tindakan yang bisa dilaksanakan perusahaan untuk memperbaiki indeks efisiensi dan produktivitas totalnya dengan menggunakan elastisitas setiap input yang ada. Dari hasil pengolahan data pada bab IV, berdasarkan metode Pendekatan Fungsi Produksi Cobb-Douglaspada periode tahun 004 produktivitas total yang dimiliki perusahaan sebesar 3,4 dan pada periode berikutnya (tahun 005) produktivitas total yang dicapai perusahaan sebesar 4,919, hal ini berarti indeks efisiensi produksi yang dicapai PDAM Kabupaten Kebumen pada tahun 005 apabila dibandingkan dengan indeks efisiensi produksi pada tahun 004 adalah sebesar : 4,919/3,4 = 1,51. Kemudian pada tahun 006 produktivitas total yang dicapai oleh perusahaan sebesar 5,5145 hal ini berarti indeks efisiensi produksi dari PDAM Kabupaten Kebumen pada tahun 006 apabila dibandingkan dengan indeks efisiensi produksi pada tahun 005 adalah sebesar : 5,5145/4,919 = 1,1, sedangkan pencapaian produktivitas total pada periode tahun 007 sebesar 3,6164 yang artinya indeks efisiensi produksi dari perusahaan pada tahun 007 apabila dibandingkan dengan indeks efisiensi produksi pada tahun 006 adalah sebesar : 3,6164/5,5145 = 0,66. Indeks efisiensi yang dicapai oleh PDAM Kabupaten Kebumen dari periode 005 sampai dengan 007 sebesar : 1,51, 1,1 dan 0,66, dimana hal ini menunjukkan indeks efisiensi yang dicapai perusahaan mengalami perubahan yang cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya, hal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi perusahaan dalam mengelola sumber daya yang ada. Dalam hal ini adalah pengelolaan terhadap penggunaan setiap input yang digunakan dalam berproduksi. Besarnya elastisitas setiap input dalam tiap periode sebagai berikut : Periode tahun 004 (β1)=0,087, (β)=0,1968, (β3)=0,7097, (β4)=0,650,(β5)=0,5813, (β6)=0,77, (β7)=0,6480, dimana hal ini berarti perubahan setiap nilai elastisitas input akan mempengaruhi tambahan output sebesar masing-masing nilai elastisitas input-nya. Periode ini (tahun 004) digunakan sebagai periode dasar sebagai pembanding dengan periode berikutnya.periode tahun 005 (β1)=0,1305, (β)=0,658, (β3)=0,968, (β4)=0,5096, (β5)=1,1818, (β6)=0,7941 dan (β7)=0,6759, dimana hal ini berarti setiap penambahan output sebesar 1% dipengaruhi oleh perubahan input sebesar masing-asing nilai elastisitasnya, yaitu input tenaga kerja = 13,05%, input material = 65,8%, input energi = 96,8%, input mesin = 50,96%, input tanah = 118,18%, input sistem informasi = 79,41% dan input manajerial = 67,59%. 31

8 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Periode tahun 006 (β1)=0,3159 (β)=0.5553, (β3)=0,6761 (β4)=1,1900, (β5)=1,4599, (β6)=0,454 dan (β7)=1,0719,dimana hal ini berarti setiap penambahan output sebesar 1% dipengaruhi oleh perubahan input sebesar masing-masing nilai elastisitasnya, yaitu input tenaga kerja = 31,59%, input material = 55,53%, input energi = 67,61%, input mesin = 119%, input tanah = 145,99%, input sistem informasi = 4,54% dan input manajerial = 107,19%. Periode tahun 007 (β1)=0,3049, (β)=0,943, (β3)=0,6063 (β4)=0,301, (β5)=0,7690, (β6)=0,359 dan (β7)=0,4109dimanahal ini berarti setiap penambahan output sebesar 1% dipengaruhi oleh perubahan input sebesar masing-asing nilai elastisitasnya, yaitu input tenaga kerja = 30,49%, input material = 94,3%, input energi = 60,63%, input mesin = 3,01%, input tanah = 76,9%, input sistem informasi = 35,9% dan input manajerial = 41,09%. Tabel Indeks-ideks Produktivitas dari PDAM Kabupaten Kebumen Selama Empat Periode Jenis Input Periode Dasar Produktivitas Periode Dasar Angka Indeks Perubahan Indeks (%) Variabel = (3/) 8= (4/) 9= (6/) 10= (7-6) 11= (8-6) 1= (9-6) Tenaga Kerja 0,087 0,1305 0,3159 0,3049 1,00 0,65 1,513 1,46-3,75% +51,3% +64% Material ,658 0,5553 0,943 1,00 3,344,81 4, ,4% +18,1% +378,8% Energi 0,7097 0,968 0,6761 0,6063 1,00 1,357 0,963 0, ,7% -3,7% -14,6% Mesin 0,65 0,5096 1,19 0,301 1,00 0,815 1,904 0,368-18,5% +9,4% -63,% Tanah 0,581 1,1818 1,4599 0,769 1,00,033,511 1,3 +103,3% +151,1% +3,% Sistem Informasi 0,77 0,7941 0,454 0,359 1,00,911 0,899 1, ,1% -10,1% +9,4% Manajerial 0,648 0,6759 1,0719 0,4109 1,00 1,043 1,654 0,634 +4,3% +65,4% -36,6% Produktivitas Total 3,4 4,919 5,5145 3,6164 1,00 1,515 1,701 1, ,5% +70,1% +11,5% Dari tabel, dapat diketahui bahwa pada periode tahun 005 terjadi peningkatan input produktivitas material (+34,4), energi (+35,7%), tanah (+103,3%), sistem informasi (+191,1%), dan manajerial (+4,3%). Namun terjadi penurunan input produktivitas tenaga kerja (-3,75%) dan produktivitas Mesin (-18,5%). Meskipun demikian produktivitas total perusahaan mengalami perubahan sebesar (+51,5%). Berdasarkan kenyataan ini seyogyanya manajemen perusahaan PDAM Kabupaten Kebumen lebih memfokuskan perhatian kepada penggunaan input tenaga kerja dan mesin, sehingga berbagai tindakan dapat diambil agar pada periode berikutnya dapat meningkatkan produktivitas dari input tenaga kerja dan mesin. Periode tahun 006 terjadi peningkatan input produktivitas tenaga kerja (+51,3%), material (+18,1%), tanah (+151,1%), mesin (+9,4%), dan manajerial (+65,4%). Namun terjadi penurunan input produktivitas energi (- 3,7%) dan produktivitas sistem informasi (-10,1%). Meskipun demikian produktivitas total perusahaan mengalami perubahan sebesar (+70,1%). Berdasarkan kenyataan ini perusahaan PDAM Kabupaten Kebumen untuk lebih memfokuskan perhatian kepada penggunaan input energi dan sistem informasi, sehingga berbagai tindakan dapat diambil agar pada periode berikutnya dapat meningkatkan produktivitas dari input energi dan sistem informasi. Untuk periode tahun 007 terjadi peningkatan input produktivitas tenaga kerja (+64%), material (+378,8%), tanah (+3,%), sistem informasi (+9,4%). Namun terjadi penurunan input produktivitas mesin (-63,%), energi (-14,6%) dan produktivitas manajerial (-36,6%). Meskipun demikian produktivitas total perusahaan mengalami perubahan sebesar (+11,5%). Dengan adanya penurunan produktivitas pada penggunaan input mesin, energi dan manajerial maka, PDAM Kabupaten Kebumen harus lebih memfokuskan perhatian terhadap penggunaan input mesin, energi dan manajerial agar pada periode berikutnya dapat meningkatkan kembali produktivitas dari input mesin, energi dan manajerial. 3

9 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Kesimpulan Kesimpulan dan Saran Dari hasil pengolahan data dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab IV dan bab V maka dapat disimpulakan sebagai berikut : 1. Periode 004 sebagai periode dasar penelitian, total koefisien elastisitas produksi perusahaan sebesar 3,4 dengan nilai elastisitas masing-masing input sebesar : (β1)=0,087, (β)=0,1968, (β3)=0,7097, (β4)=0,650,(β5)=0,5813, (β6)=0,77, (β7)=0,6480. Dengan analisis regresi, korelasi positif kuat antara pendapatan dengan input tenaga kerja, material dan energi dengan nilai masing-masing 0,785, 0,989, 0,931. Input yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pendapatan pada tahaun 004 adalah input material dan energi.. Periode 005 total elastisitas produksi perusahaan sebesar 4,919 dengan elastisitas masing-masing input sebesar (β1)=0,1305, (β)=0,658, (β3)=0,968, (β4)=0,5096, (β5)=1,1818, (β6)=0,7941 dan (β7)=0,6759. Dengan analisis regresi, korelasi positif kuat antara pendapatan dengan input tenaga kerja, material dan energi dengan nilai masing-masing 0,819, 0,979, 0,968. Input yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pendapatan pada tahaun 005 adalah input material. 3. Pada periode tahun 006 total elastisitas produksi perusahaan sebesar 5,5145, dengan elastisitas masingmasing input sebesar (β1)=0,3159 (β)=0.5553, (β3)=0,6761 (β4)=1,1900, (β5)=1,4599, (β6)=0,454 dan (β7)=1,0719. Dengan analisis regresi, korelasi positif kuat antara pendapatan dengan input tenaga kerja, material dan energi dengan nilai masing-masing 0,785, 0,989, 0,931 dan korelasi negatif kuat antara pendapatan dengan sistem informasi. 4. Pada periode tahun 007 total elastisitas produksi perusahaan sebesar 3,6164, dengan elastisitas input pada periode ini sebesar : 007 (β1)=0,3049, (β)=0,943, (β3)=0,6063 (β4)=0,301, (β5)=0,7690, (β6)=0,359 dan (β7)=0,4109. Dengan analisis regresi, korelasi positif kuat antara pendapatan dengan input tenaga kerja, material dan energi dengan nilai masing-masing 0,546, 0,986, 0,65. Input yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pendapatan pada tahaun 007 adalah input material. Saran Dari hasil pengolahan data dan analisis, untuk periode tahun 008 perusahaan harus memperhatikan dan memprioritaskan pengelolaan terhadap input material dan energi agal lebih efisien dan lebih meningkatkan produktivitas input produksi.input material, penggunaan bahan baku utama dan pendukung dalam berproduksi haruslah lebih efisien tanpa harus mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan. Dengan membuat sistem persediaan yang lebih baik dan akurat akan sangat membantu dalam pengelolaan bahan baku yang ada. Pemilihan supplier pengadaan bahan baku pendukung agar lebih selektif dengan kriteria yang di inginkan perusahaan. Input energi, listrik merupakan energi utama yang digunakan oleh perusahaan. Penggunaan energi listrik pada perusahaan bisa dikelompokan pada penggunaan energi untuk oprasional dan penggunaan energi untuk produksi.untuk efisiensi energi dalam hal oprasional perusahaan dapat melaksanakan penghematan energi dengan memberikan peringatan secara tertulis kepada karyawan yang menggunakan energi selain untuk kepentingan perusahaan. Perusahaan bisa lebih memprioritaskan pada penggunaan jam lembur agar lebih selektif, jam lembur digunakan ketika kondisi-kondisi yang sangat penting, misalkan ketika permintaan meningkat atau musim-musim kemarau karena sumber air tidak banyak. 33

10 Vol. IX, No. 1, Januari 010 pp Daftar Pustaka Anwar, H. (007). Pemakaian danpenerapan ISO/IEC 1705:005, Jakarta :PT. Gramedia Pustaka Utama Assauri, S. (000). Manajemen Produksi dan Operasi, edisi IV, Jakarta : Lembaga Penelit Kakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Eskartrimurti(006). Pengantar Ilmu Ekonomi, Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Isalam Indonesia. Gaspersz, V. (1998). Manajemen Produktivitas Total, Jakarta : Vincent Foundation dan PT. Gramedia Pustaka Utama. Mali (1978). Dalam : Fitridiana, Rahmawati (004). : Pengukuran dan Analisis Produktivitas Total dan Parsial Perusahaan dengan metode David J. Shumanth, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologo Industri, Universitas Islam Indonesia Sri, K. (006). Dalam : Analisis Produktivitas Dengan Menggunakan American Productivity Center Model, jtptums-gdl-s1-007-srikartini UMS Digital Library GDL 4_0.htm 34

ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA

ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA Yuliastuti Ramadhani Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND,

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan

ABSTRAK ABSTRACT. Pendahuluan Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa dengan Pendekatan Metode Servqual (Studi Kasus pada Pusat Pelatihan Bahasa dan Budaya CILACS UII, Yogyakarta) Hendy Ahmad Febrian 1,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan serta

Lebih terperinci

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ABSTRAKSI Salah satu konsep

Lebih terperinci

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa

Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Pembuatan Sistem Informasi Produksi Untuk Meningkatkan Kualitas Sistem Manufaktur dan Jasa Leo Willyanto Santoso Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto

Lebih terperinci

PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN

PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN PENYUSUNAN ANALISIS STANDAR BELANJA MELALUI PENDEKATAN REGRESI SEDERHANA DALAM MENYUSUN ANGGARAN Memen Suwandi Jurusan Akuntansi, UIN Alauddin, Jl. ST. Alauddin No. 36, Samata-Gowa msuwandi19@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori dan Fungsi Produksi Produksi sering diartikan sebagai penciptaan guna, yaitu kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi dalam hal ini mencakup

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT MOTIVASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN PERTANIAN (Kasus : Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) Martumbur Ivan *), Luhut Sihombing **), Jufri **)

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Sebelum dan Sesudah Krisis: Sebuah Analisis Ekonometrika

Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Sebelum dan Sesudah Krisis: Sebuah Analisis Ekonometrika 46 Jurnal Manajemen & Kewirausahaan Vol. 4, No. 1, Maret 2002: 46-55 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Sebelum dan Sesudah Krisis: Sebuah Analisis Ekonometrika Lily

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori dan Fungsi Produksi Produksi sering diartikan sebagai penciptaan guna, yaitu kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.produksi dalam hal ini mencakup

Lebih terperinci

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh

Lebih terperinci

BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun

BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun BAB III DIAGRAM SEBAB AKKIBAT (ISHIKAWA DIAGRAM) Diagram sebab akibat dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada tahun 1943 sehingga sering disebut diagram Ishikawa. Diagram sebab akibat menggambarkan garis

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Produksi Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, manusia memerlukan barang dan jasa. Suatu kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa disebut produksi. Produksi

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102

ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 ANALISIS DIMENSI E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN TOKO ONLINE OLEH: CELIA FAUSTINE NOVELIA 3103010102 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS BISNIS UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2014 ANALISIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengelola dan melaksanakan manajemen perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Yudi1, Yessi Nofrima2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: ynn_linc@yahoo.com1

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari

BAB 6 PEMBAHASAN. 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari 69 BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Pengembangan Model Penilaian Kinerja berdasarkan DP3 ditinjau dari Sudut Metode Penjumlahan Variabel dengan Pendekatan Linier Berganda Berdasarkan tabel.4 di atas, diketahui bahwa

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Jurnal Ilmiah AgrIBA No2 Edisi September Tahun 2014 ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Oleh : Siska Alfiati Dosen PNSD dpk STIPER Sriwigama Palembang

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan

PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA. Oleh: Nugraha Setiawan PENENTUAN UKURAN SAMPEL MEMAKAI RUMUS SLOVIN DAN TABEL KREJCIE-MORGAN: TELAAH KONSEP DAN APLIKASINYA Oleh: Nugraha Setiawan FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN November 007 Penentuan Ukuran Sampel

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

Jl. Kaliurang Km 14.4 Sleman, DIY 55184 1,2)Email: teknik.industri@uii.ac.id ABSTRAK

Jl. Kaliurang Km 14.4 Sleman, DIY 55184 1,2)Email: teknik.industri@uii.ac.id ABSTRAK Penerapan Metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk Mengatasi Masalah Six-Big Losess dalam Mencapai Efisiensi Proses Produksi (Studi Kasus pada PT. Itokoh Ceperindo) Aldila Samudro Mukti 1, Hudaya

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH A. Pendahuluan Kebijakan anggaran mendasarkan pada pendekatan kinerja dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran kinerja adalah

Lebih terperinci

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. HARMONI MITRA UTAMA DI SURABAYA Oleh : FELICIA DWI R.F ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari motivasi kerja,

Lebih terperinci

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Definisi Pengukuran Adalah pengukuran nilai properti dari suatu obyek. Obyek merupakan suatu entitas yang akan diteliti, dapat berupa perusahaan,

Lebih terperinci

Sistem Manajemen Energi (SME) Energy Management System (EnMS)

Sistem Manajemen Energi (SME) Energy Management System (EnMS) Sistem Manajemen Energi (SME) Energy Management System (EnMS) HOTEL BENCHMARKING TOOLS AND STRATEGIC ENERGY MANAGEMENT PILOT PROGRAM USAID ICED-Jakarta, 26 November 2013 Outline Presentasi: 1. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

ANALISIS UNDERPR OLEH: YESIKA 3203009241 FAKULTAS BISNIS

ANALISIS UNDERPR OLEH: YESIKA 3203009241 FAKULTAS BISNIS ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNDERPR RICING PADA SAAT PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANAA PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2003-2011 OLEH: YESIKA CANDRA YANI KOSASIH 3203009241

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap perusahaan tentu dibangun dengan dasar keyakinan bahwa perusahaan ini dapat maju berkembang dan bersaing di antara perusahaanperusahaan lainnya. Sejak awal berdirinya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan industri,

BAB I PENDAHULUAN. Suatu perusahaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan industri, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Suatu perusahaan, baik perusahaan dagang maupun perusahaan industri, didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya dan disertai dengan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG

PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAK-PETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG PERBANDINGAN ANALISIS VARIANSI DENGAN ANALISIS KOVARIANSI DALAM RANCANGAN PETAKPETAK TERBAGI PADA RANCANGAN ACAK KELOMPOK DENGAN DATA HILANG Sri Wahyuningsih R 1, Anisa 2, Raupong ABSTRAK Analisis variansi

Lebih terperinci

Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs)

Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs) 45 Aplikasi System Dynamic pada Model Perhitungan Indikator Millennium Development Goals (MDGs) A Mufti Kepala Bagian Data & Informasi Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN Laksmi Sito Dwi Irvianti 1 ABSTRACT Regarding the importance of employee s work motivation and how it affects the productivity and the performance of

Lebih terperinci

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA Abstract Karnawan Joko Setyono Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang The objectives of this research are to calibrate

Lebih terperinci

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING INDONESIA STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING INDONESIA Oleh Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak Disampaikan pada Seminar Segmen Integrasi ECOSOC Jakarta, 24-25 Februari 2015 PRODUKTIVITAN TENAGA KERJA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kegiatan ekonomi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas investasi. Berbagai kegiatan investasi di seluruh dunia yang dilaksanakan dalam skala internasional,

Lebih terperinci

PENGANTAR OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK. toto_sukisno@uny.ac.id

PENGANTAR OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK. toto_sukisno@uny.ac.id PENGANTAR OPERASI SISTEM TENAGA LISTRIK Operasi adalah pelaksanaan rencana yang telah dikembangkan Tenaga Listrik adalah suatu bentuk energi sekunder yang dibangkitkan, ditransmisikan dan didistribusikan

Lebih terperinci

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03 PENGARUH ORIENTASI PEMBELIAN, KEPERCAYAAN, DAN PENGALAMAN PEMBELIAN ONLINE TERHADAP NIAT BELI ONLINE Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjanaa Ekonomi (S1) Pada Program Studi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Memori atau daya ingat merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia karena merupakan kekuatan jiwa manusia untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan-kesan,

Lebih terperinci

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia)

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) Seiring dengan semakin ketatnya dunia usaha, maka perusahaan dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI

BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI BAB I PENGANTAR MATEMATIKA EKONOMI 1.1 Matematika Ekonomi Aktivitas ekonomi merupakan bagian dari kehidupan manusia ribuan tahun yang lalu. Kata economics berasal dari kata Yunani klasik yang artinya household

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PERBAIKAN KOMPUTER (Studi Kasus: CV Computer Plus Palembang) Oleh: Syaprina, Leon Andretti Abdillah, & Nyimas Sopiah Mahasiswa & Dosen Universitas Bina Darma, Palembang Abstracts:

Lebih terperinci

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN Oleh Hormaingat Damanik, SE., MM & Asima Kristina Fakultas Ekonomi Universitas Darma Agung Abstract Fix assets

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sistem informasi diseluruh dunia telah membuat hidup manusia semakin lebih mudah. Terutama sejak diciptakannya internet, komunikasi menjadi semakin tidak

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI, EFISIENSI DAN KEUNTUNGAN PADA INDUSTRI TEMPE DAN KRIPEK TEMPE KEDELE Di Daerah Sanan, Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kodya Malang Jawa Timur

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM

PERANCANGAN ALAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM PERANCANGAN ALAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENGURANGI DAMPAK LINGKUNGAN DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAH PEMOTONGAN AYAM Moses Laksono Singgih dan Mera Kariana Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian aktiva tetap berwujud 2. Menerangkan penentuan harga

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK DAERAH SERTA KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH Devy Octaviana S Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri komponen otomotif di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri otomotif. Industri penunjang komponen otomotif juga ikut berkembang salah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCEE DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP LUAS PENGUNG GKAPAN SUKARELA PADAA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : STEVEN TANSIL TAN 3203009100

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah

BAB I PENDAHULUAN. dipergunakan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan bersama. 1 Diantara anugrah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah khalifah di muka bumi, Islam memandang bahwa bumi dan segala isinya merupakan amanah Allah kepada sang khalifah agar dipergunakan sebaik-baiknya

Lebih terperinci

Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual

Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual 56 Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual Christina Whidya Utami Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce

BAB 1 PENDAHULUAN. di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang E-commerce merupakan salah satu contoh pemakaian teknologi informasi di bidang bisnis yang terjadi pada jaman sekarang. Pengertian e-commerce sendiri adalah sebuah

Lebih terperinci

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA

PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA PENGARUH TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP KEBIJAKAN PENENTUAN LABA DALAM LAPORAN KEUANGAN: PENGUJIAN LITIGATION HYPOTHESIS PERUSAHAAN INDONESIA The Influence of Legal Cost to Accounting Choices in Financial

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA Suryanto 1 e-mail : Suryanto1865@yahoo.com Diterima :20 Juli 2010 /Disetujui : 12 Agustus 2010 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG HIBAH DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi

Lebih terperinci

Analisis Korelasi dan Regresi Sederhana

Analisis Korelasi dan Regresi Sederhana Analisis Korelasi dan Regresi Sederhana Pada minggu ini akan dipelajari : Menghitung Korelasi Melakukan Analisis Regresi Sederhana Pemeriksaan Asumsi dalam Analisis Regresi Untuk melakukan kegiatan pada

Lebih terperinci

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012

Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Pengaruh UMP, Ekspor, dan Kurs Dollar Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia Periode 2007-2012 Frederica (fredericakwang@gmail.com) Ratna Juwita (ratna@stie-mdp.ac.id) Jurusan Manajemen STIE MDP

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memegang peran penting dalam upaya meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor

BAB I PENDAHULUAN. memegang peran penting dalam upaya meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG MASALAH Peranan seorang supervisor sangat diperlukan pada perusahaan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Supervisor merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com 1 APLIKASI ANALISIS REGRESI KOMPONEN UTAMA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT DIABETES MELLITUS (Studi Kasus di Puskesmas Tempeh Kab. Lumajang) Universitas Negeri Malang E-mail: livia.mat09@gmail.com

Lebih terperinci

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi Mata Kuliah :: Riset Operasi Kode MK : TKS 4019 Pengampu : Achfas Zacoeb Sesi IX : RISET OPERASI e-mail : zacoeb@ub.ac.id www.zacoeb.lecture.ub.ac.id Hp. 081233978339 Perkembangan Riset Operasi Dimulai

Lebih terperinci

A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa

A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa A. Pendahuluan Sistem Informasi Geografis/GIS (Geographic Information System) merupakan bentuk cara penyajian informasi terkait dengan objek berupa wilayah dalam bentuk informasi spatial (keruangan). GIS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

Lebih terperinci

KAJIAN KEBIJAKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ATAS PENYERAHAN JASA KEPELABUHANAN TERTENTU KEPADA PERUSAHAAN ANGKUTAN LAUT YANG MELAKUKAN KEGIATAN ANGKUTAN LAUT LUAR NEGERI Angkutan Laut Luar Negeri memiliki

Lebih terperinci

PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni

PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni PENGENDALIAN VARIABEL PENGGANGGU / CONFOUNDING DENGAN ANALISIS KOVARIANS Oleh : Atik Mawarni Pendahuluan Dalam seluruh langkah penelitian, seorang peneliti perlu menjaga sebaik-baiknya agar hubungan yang

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN Yoni Fetri Suci (chi3nthaa@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id)

Lebih terperinci

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI Disusun Oleh: NANDANG FAHMI JALALUDIN MALIK NIM. J2E 009

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Tujuan Praktikum: Membantu mahasiswa memahami materi Pegambilan keputusan dari suatu kasus dengan menggunakan kaidah dan persamaan I. Pendahuluan Di dalam analisa ekonomi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan

BAB I PENDAHULUAN. suatu upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah sakit adalah salah satu organisasi sektor publik yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa kesehatan yang mempunyai tugas melaksanakan suatu upaya kesehatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015 Uji Hipotesis Atina Ahdika, S.Si, M.Si Universitas Islam Indonesia 015 Definisi Hipotesis Suatu pernyataan tentang besarnya nilai parameter populasi yang akan diuji. Pernyataan tersebut masih lemah kebenarannya

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

Model Pertumbuhan Neoklasik : Penerapannya untuk pertumbuhan regional di Indonesia

Model Pertumbuhan Neoklasik : Penerapannya untuk pertumbuhan regional di Indonesia Model Pertumbuhan Neoklasik : Penerapannya untuk pertumbuhan regional di Indonesia Makalah Ekonomi Regional Dosen : Dr. Prasetyo Supono, MA., MBA. Disusun Oleh : Agus Sugiyono No. Mahasiswa : 01/961/PS

Lebih terperinci

DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK ANAK

DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK ANAK DESAIN BENTUK FISIK KERETA DORONG SESUAI ANTROPOMETRI ANAK-ANAK UNTUK PENJUAL COBEK Abstrak ANAK Delta Pralian - NPM : 30402264 Program Studi Teknik Industri, Universitas Gunadarma E-mail : dpralian@yahoo.com

Lebih terperinci

ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia

ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia Daftar Isi ~ i ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia Daftar Isi ~ iii MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Oleh : Herman Sofyandi Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta Ó 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi

Lebih terperinci

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Uji Korelasi Wahyu Setyawan Wahyu.gtx1@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Lisensi Dokumen: m Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

B A B I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan

B A B I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan B A B I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang. Penggunaan komputer sebagai salah satu alat bantu dalam menyediakan informasi yang cepat dan efisien sudah bukan merupakan hal yang langka pada era teknologi informasi

Lebih terperinci