Jerry Marcellinus Logahan Universitas Bina Nusantara, Jl. K. H. Syahdan No. 9 Kemanggisan, No. Telp

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jerry Marcellinus Logahan Universitas Bina Nusantara, Jl. K. H. Syahdan No. 9 Kemanggisan, No. Telp"

Transkripsi

1 ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KANTOR KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT Muhammad Rizqi Pratama dan Irvan Hananto Permadi Universitas Bina Nusantara, Jl. K. H. Syahdan No. 9 Kemanggisan, No. Telp Jerry Marcellinus Logahan Universitas Bina Nusantara, Jl. K. H. Syahdan No. 9 Kemanggisan, No. Telp ABSTRACT The purpose of this study was to analysis the influence of Transformational Leadership Style and Job Satisfaction for Public Servants Performance at Kembangan Sub - District Office, either partially or simultaneously. In this study, type of study is associative and analytical methods used are simple regression and multiple linear regression. Techniques of data collection is done by distributing questionnaires to 37 respondents who are Civil Servants in Kembangan District Office. Data processed by the employee appraisal Transformational Leadership Style, Job Satisfaction and Employee Performance in the District Office Kembangan, West Jakarta. The results of this study indicate that the transformational leadership style and job satisfaction have a significant influence either partially or simultaneously on the Performance of Public Servants in Kembangan Sub-District Office. Keywords : Transformational Leadership Style, Job Satisfaction, Performance of Public Servants ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Kembangan, baik secara parsial maupun secara simultan. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif dan metode analisis yang digunakan adalah regresi sederhana dan regresi linier berganda. Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 37 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Kembangan. Data diolah berdasarkan penilaian pegawai terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai yang diterapkan oleh Camat Kembangan pada Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja memberikan pengaruh yang signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Kembangan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja, Kinerja Pegawai Negeri Sipil

2 PENDAHULUAN Latar Belakang Pengelolahan negara tidak terlepas dari pada peran aparatur pemerintah sebagai penggerak utama roda pemerintahan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai aparatur pemerintah dan abdi masyarakat adalah asset terpenting yang menjadi ujung tombak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab instansi pemerintah. Esensi tugas dan tanggung jawab instansi pemerintah adalah melaksanakan fungsi pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan kepada masyarakat sebagai penerima manfaatnya. Instansi pemerintah dituntut untuk dapat mewujudkan pelayanan yang excellent atau prima, dimana hal tersebut tidak akan tercapai apabila tidak didukung kinerja secara maksimal. Namun, dalam pandangan masyarakat maupun pemberitaan media massa pada umumnya, sejauh ini kinerja dari aparatur pemerintah yang ada belum mampu memenuhi harapan sebagain besar masyarakat. PNS umumnya digambarkan mempunyai tingkat profesionalisme yang rendah, kemampuan pelayanan yang tidak optimal, rendahnya tingkat reliability, assurance, empathy, dan responsiveness, tidak memiliki tingkat integritas sebagai pegawai pemerintah sehingga tidak memiliki daya ikat emosional dengan instansi dan tugas-tugasnya, tingginya penyalahgunaan wewenang (KKN), serta produktivitas dan disiplin yang rendah. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kinerja PNS dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam melayani masyarakat. Dari fenomena yang terjadi ini menimbulkan berbagai pandangan yang akhirnya memberikan predikat yang tidak menguntungkan terhadap PNS. Saat ini, untuk mengikis pandangan tersebut setiap instansi pemerintah berlomba-lomba melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi dan ketanggapan pelayanan publik. Pembenahan tersebut dimulai dari pemerintahan pusat kemudian diikuti oleh pemerintahan daerah, salah satunya adalah pembenahan pada tingkat pemerintahan kecamatan. Kecamatan adalah perangkat daerah yang berada dibawah Kota Administrasi/ Kabupaten Administrasi. Kecamatan Kembangan sebagai salah satu Kecamatan di wilayah kota Administrasi Jakarta Barat memiliki lokasi yang sangat strategis karena keberadaannya sebagai pusat pemerintahan Jakarta Barat, Kantor Walikota Jakarta Barat. Dengan karakteristik tersebut maka dituntut pelayanan yang prima sebagai sebuah cerminan pelayanan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat (Riyadi,2011). Kecamatan dalam pelaksanaan teknis kewilayahan mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh oleh Camat. Sedangkan Camat berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati atau Walikota melalui Sekretaris Daerah. Hal ini terlihat jelas pada Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2008 yang mengatur tentang Kecamatan. Melihat semakin besarnya peran Pemerintah Kecamatan secara otomatis menuntut para aparaturnya untuk dapat meningkatkan kinerjanya dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Dalam banyak kajian tentang sumber daya manusia dan keorganisasian yang menyoroti masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menyatakan bahwa beberapa faktor yang sangat umum dan hampir selalu dikaji dalam penilaian kinerja ini adalah faktor peran kepemimpinan dan tingkat kepuasan kerja yang dirasakan oleh pegawai. Sebab sebagai faktor yang mengarahkan organisasi dan juga pemberian contoh perilaku terhadap para pengikut (pegawai), peran kepemimpinan dan tingkat kepuasan kerja yang dirasakan pegawai sangat menentukan kemajuan dan kemunduran organisasi. Salah satu metode kepemimpinan yang paling tepat untuk diimplementasikan dalam melakukan pembenahan didalam instansi pemerintah adalah dengan menerapkan gaya kepemimpinan transformasional. Dengan gaya kepemimpinan transformasional dapat membuat para pengikut (pegawai) merasakan kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan penghormatan kepada pemimpin, dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari yang awalnya diharapkan dari mereka. Sehingga dengan menerapkan gaya kepemimpinan transformasional ini akan membawa perubahan signifikan yang membawa pengaruh pada kinerja pegawai. Faktor lain yang mampu mempengaruhi kinerja pegawai adalah tingkat kepuasan kerja pegawai itu sendiri terhadap pekerjaannya, yang meliputi: gaji, terhadap atasan, lingkungan kerja, hubungan dengan teman kerja, dan pekerjaan itu sendiri. Kepuasan kerja juga menjadi faktor pendorong perilaku pegawai dalam berkerja, karena kepuasan kerja sangat penting peranannya dalam menciptakan suatu kondisi kerja yang dinamis dan menyenangkan. Kepuasan kerja akan menimbulkan perasaan senang bagi aparatur pemerintah terhadap pekerjaan sehingga gairah dan semangat berkerja akan tumbuh dan akhirnya para aparatur akan menghasilkan kinerja yang lebih baik dan optimal. Setiap individu memiliki tingkat kepuasan

3 yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Semakin banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan aspek-aspek individu, maka ada kecenderungan semakin tinggi tingkat kepuasan kerjanya. Ketika pegawai puas terhadap pekerjaannya mereka akan mencoba untuk berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan kinerja yang baik, sedangkan sebaliknya karyawan yang tidak puas dapat pula mengurangi usaha untuk menyelesaikan pekerjaannya, termasuk dengan melakukan perilaku yang menyimpang, seperti penurunan tingkat disiplin dalam kerja dan menyelesaikan pekerjaan dengan tidak sungguh-sungguh. Dengan penerapan gaya kepemimpinan transformasional oleh setiap kepala instansi pemerintah, khususnya Camat dan terwujudnya tingkat kepuasaan kerja yang baik pada para aparatur pemerintah, diharapkan pembenahan yang dilakukan setiap instansi pemerintah dapat berjalan sesuai yang diinginkan, dimana kinerja setiap aparatur dapat meningkat dan tujuan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dapat tercapai dengan baik. Perumusan Masalah Mengacu pada judul penelitian dan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah. Rumusan masalah tersebut dapat diutarakan dalam beberapa pertanyaan, yaitu: 1. Apakah ada pengaruh secara signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada kantor Kecamatan Kembangan? 2. Apakah ada pengaruh secara signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada kantor Kecamatan Kembangan? 3. Apakah ada pengaruh secara signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada kantor Kecamatan Kembangan? Tujuan Penelitian Untuk lebih mengarahkan pada persoalan yang ada pada rumusan masalah, maka penulis perlu menetapkan tujuan yang jelas. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada kantor Kecamatan Kembangan. 2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada kantor Kecamatan Kembangan. 3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada kantor Kecamatan Kembangan. Kajian Pustaka Penelitian yang dilakukan oleh H.M Thamrin dengan judul Influence of Transformational Leadership and Organizational Commitment on Job Satisfaction and Employee Performance. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja memiliki pengaruh positif langsung pada kinerja individu. Untuk meningkatkan kinerja individu dapat diperoleh dengan memberikan perhatian dan stimulasi intelektual untuk individu dan dengan karismanya pemimpin akan dapat membuat perubahaan kearah yang lebih baik, contohnya dengan melakukan pelatihan, konseling, mempertahankan frekuensi interaksi bertujuan untuk mencapai akutalisasi diri. Kepuasan kerja dapat membantu dan memaksilkan profit perusahaan dalam jangka panjang. Pada penelitian yang dilakukan oleh Maulizar, Musnadi dan Yunus tentang Pengaruh Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah Mandiri Cabang Banda pada tahun 2012, ditemukan bahwa Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di perusahaan tersebut. Ini dapat kita lihat pada hasil perhitungan di dalam penilitian yang mereka lakukan. Gaya kepemimpinan transformasional memiliki empat karakter yang dimilikinya, dan kesemuanya itu memberikan pengaruh terhadap bawahannya. Karisma dari sang pemimpin, mampu memberikan atau menciptakan inspirasi bagi bawahannya, memiliki kemampuan untuk menstimulasi intelektual para bawahannya dalam memecahkan masalah serta pemberian perhatian terhadap bawahannya merupakan ciri khas dari kepemimpinan transformasional.

4 Menurut Bass dalam Robbins dan Judge (2007, p.387) kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang diindividualkan dan memiliki kharisma. Kepemimpinan transformasional memiliki empat dimensi diantaranya idealized influenced, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Marihot Tua (2007, p.290) mengemukakan bahwa kepuasan kerja menunjukkan hingga sejauh mana individu merasakan secara positif atau negatif berbagai macam faktor dari tugas dalam pekerjaannya. Kepuasan kerja didasari pada enam dimensi yaitu gaji, pekerjaan itu sendiri, atasan, rekan kerja, promosi dan lingkungan kerja. Menurut Rivai (2009, p.549) kinerja merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan atau organisasi. Berdasarkan Peraturan Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2009, Petunjuk pelaksanaan Gubernur Nomor 215 Tahun 2009 Tentang Tunjangan Kinerja Daerah. Pada Bab 4 Pasal 6, mengenai indikator Kinerja PNS terdiri atas BHU (Badan Hasil Utama) dan BPU (Badan Perilaku Utama). METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif dan metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Sumber data primer didapat dari hasil kuesioner, wawancara dan observasi dimana Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta barat adalah sebagai objek penelitian yang berjumlah 37 orang dan sumber data sekunder didapatkan dari hasil studi kepustakaan dan hasil laporan kerja tahun 2012 Kecamatan Kembangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PNS yang berdinas di Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Anggota yang dijadikan unit analisis dan selanjutnya diperlakukan sebagai responden. dalam penelitian ini adalah regresi sederhana dan regresi berganda, dengan berbagai tahap yaitu dengan Dalam penelitian ini pembagian waktu yang digunakan adalah Cross - sectional, yaitu sebuah studi yang dapat dilakukan dengan data yang hanya sekali dikumpulkan mungkin selama satu periode tertentu dalam jangka menjawab penelitian. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala likert, merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial, lalu variabel dalam penelitian ini. Metode analisis yang digunakan: 1. Uji validitas, untuk mengetahui tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan 2. Uji reliabilitas, untuk mengetahui tingkat keterpercayaan hasil suatu pengukuran 3. Uji normalitas, untuk mengetahui sebaran data berdistribusi normal atau bebas. 4. Korelasi pearson 5. Regresi sederhana didasari pada hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat 6. Regresi Berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independennya dimanipulasi (dinaik - turunkan nilainya). Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan alat bantuan komputer seperti MSI (Method Succesive Interval) untuk mentransformasi data ordinal dari hasil kuesioner menjadi data interval dan SPSS 19.0 (Statistical Product and Service Solution). HASIL DAN BAHASAN Uji Korelasi Analisis uji korelasi variabel gaya kepemimpinan transformasional (X 1 ), dan variabel kepuasan kerja (X 2 ) secara parsial terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil (Y). Pada Tabel 1 menyatakan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil, karena nilai Sig-nya sebesar 0,000 < 0,05. Kemudian variabel kepuasan kerja juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil, karena nilai Sig-nya juga

5 sebesar 0,000 < 0,05. Nilai Pearson Correlation dari variabel gaya kepemimpinan transformasional (X 1 ) dan variabel kepuasan kerja (X 2 ) memiliki hubungan yang searah terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil (Y) karena nilainya positif. Hubungan variabel gaya kepemimpinan transformasional terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil memiliki keeratan yang kuat karena nilai korelasinya 0,745 yang berada pada range yang berarti korelasinya bersifat kuat. Kemudian Hubungan variabel kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil memiliki keeratan yang cukup kuat karena nilai korelasinya 0,576 yang berada pada range yang berarti korelasinya bersifat cukup kuat. Tabel 1. Hasil Korelasi Gaya Kepemimpinan Transformasional (X 1 ) dan Kepuasan Kerja (X 2 ) Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Y) Correlations Kepemimpinan Transformasional Kepuasan Kerja Kinerja Kepemimpinan Transformasion al Pearson 1,357 *,745 ** Correlation Sig. (1-tailed),015,000 N Kepuasan Kerja Pearson Correlation,357 * 1,576 ** Sig. (1-tailed),015,000 N Kinerja Pearson Correlation,745 **,576 ** 1 Sig. (1-tailed),000,000 N *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

6 Berikut merupakan hasil ringkasan uji korelasi atau hubungan gaya kepemimpinan transformasional (X 1 ) dan kepuasan kerja (X 2 ) terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (Y) Gaya Kepemimpinan Transformasional (X 1 ) Kepuasan Kerja (X 2 ) KUAT DAN SEARAH CUKUP KUAT DAN SEARAH Kinerja Pegawai Negeri Sipil (X 1 ) Gambar 1 Hasil Korelasi Gaya Kepemimpinan Transformasional (X 1 ) dan kepuasan kerja (X 2 ) Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Y) Uji Regresi Hasil analisis uji regresi atau pengaruh baik secara parsial maupun secara simultan menyatakan bahwa : 1. Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil 2. Terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil 3. Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja secara simultan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Hubungan Variabel Ringkasan hasil penelitian uji regresi dapat dilihat pada Tabel 2, sebagai berikut: Tabel 2 Ringkasan Hasil Uji Regresi Korelasi Pengaruh Persamaan Regresi Uji Signifikan X 1 Y 0,745 (Kuat) 55,5% Y= -0, ,942X 1 Signifikan X 2 Y 0,576 (Cukup Kuat) 33,2% Y = 0, ,675X 2 Signifikan X 1,X 2 0,816 (Sangat Kuat) 66,5% Y = X 1 Signifikan Y X 2

7 Dari hasil analisis uji regresi atau pengaruh dapat dibentuk suatu model penelitian yang digambarkan dalam Gambar 2 berikut : Gambar 2. Model Penelitian SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dapa disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja memiliki pengaruh secara parsial maupun simultan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Dimana jika dilihat secara parsial, variabel gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh sebesar 55,5% terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil, kemudian untuk variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh sebesar 33,2% terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan jika dilihat secara simultan, yaitu variabel gaya kepemimpinan transformasional dan variabel kepuasan kerja secara bersamaan memberikan pengaruh yang sangat bersar, yaitu sebesar 66,5% terhadap variabel kinerja Pegawai Negeri Sipil, dimana sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini mengajukan beberapa saran yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Kembangan, yang diantaranya adalah pemimpin yang ada diharapkan dapat senantiasa menggunakan dan memanfaatkan fungsi simbol-simbol untuk memfokuskan atau mengarahkan usaha-usaha dari bawahannya agar sesuai dengan yang diharapkan. Pemimpin sangat perlu menjaga konsistensi dari kinerja pegawai dengan mengingatkan alasan-alasan yang kuat dengan menggunakan simbol-simbol untuk mendorong motivasi dan komitmen pegawai dalam bekerja, maka dengan penerapan simbol-simbol ini diharapkan dapat lebih mendorong komitmen serta motivasi para aparatur negara yang bekerja di Kantor Kecamatan Kembangan dalam melaksankan tugasnya sebagai abdi negara dan masyarakat yang menjunjung tinggi kepentingan masyarakat dan menghindari berbagai bentuk praktek KKN yang dapat merugikan instansi dan masyarakat. Kemudian faktor lingkungan juga perlu menjadi perhatian bersama, terutama faktor kebersihan dan penerangan ruangan. Kebersihan di ruangan dan kantor harus rutin dijaga kebersihannya, harus diterapkan budaya bahwa kebersihan kantor adalah tanggung jawab setiap pegawai yang bekerja di kantor Kecamatan Kembangan, paling tidak untuk kebersihan ruangan mereka masing-masing. Kemudian untuk penerangan ruangan kerja juga harus dilakukan pembenahan, intensitas pencahayaan harus diatur kembali mulai dari penempatan lampu, jenis lampu dan jenis rumah lampu yang dibutuhkan sehingga setiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang baik, khususnya rungan yang memiliki tingkat aktivitas tinggi, seperti ruangan kerja harus memiliki pencahayaan pada tingkat yang terang. Dengan kebersihan dan pencahayaan ruangan yang baik diharapkan kesehatan pegawai dapat terjaga, motivasi kerja pegawai dapat meningkat. Selain itu, Kantor Kecamatan Kembangan juga perlu melakukan analisis jabatan kembali, analisis ini penting untuk mengetahui kebutuhan pegawai disetiap bagian di Kantor Kecamatan

8 Kembangan, kebutuhan pegawai tentu tidak hanya berkaitan dengan kuantitas, akan tetapi juga akan kualitas SDM yang diperlukan. Hasil dari melakukan kembali analisis jabatan ini dapat direkomendasikan kepada BKD Jakarta Barat untuk melakukan pengadaan kembali CPNS dalam jumlah dan kualitas yang dibutuhkan untuk ditempatkan di Kecamatan Kembangan, Diharapkan dengan jumlah dan kualitas pegawai yang memadai, beban kerja pegawai menjadi berkurang sehingga keterlambatan dalam penyelesaian tugas juga tidak terjadi lagi, kinerja yang lebih baik dan pelayanan yang prima juga dapat terwujud. REFERENSI Achua, C. F., & Lussier, R. N. (2009). Effective Leadership ( ed.). Delmar Cengange Learning, Publishers. Aprilita, B. (2012). Dimensi dimensi gaya kepemimpinan bass dan avolio menurut persepsi karyawan dalam membangun gaya kepemimpinan yang efektif (studi pada bank bri cabang wates). Tesis S1 Dipublikasikan, Universitas Diponegoro, Semarang. Boateng, C. (2012). Leadership Styles and Effectiveness of Principals of Vocational Technical Institutions in Ghana. American Internasional Journal of Contemporary Research, Vol. 2, No. 3. Engko, C. (2008). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Individual Dengan Self Esteem dan Self Efficacy Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Universitas Pattimura, Vol. 10, No. 1. Greenberg, J. & Baron, R ( 2003 ). Behavior in Organizations ( understanding and managing the human side of work ). Eight edition, Prentice Hall Hariandja Marihot, T.E. dan Yopita, H. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan keempat). Jakarta: Grasindo Hariyanti. (2011). Kepemimpinan Transformasional : Pola Kekuasaan dan Perilaku. Surakarta:STIE - AUB Hasibuan, S. P. M. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan kesembilan). Jakarta: PT Bumi Aksara. Mangkunegara, A. A. P. (2006). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: Rafika Aditama. Martin, J. (2009). Human Resource Management ( ed.). New Delhi: Sage Publications Asia- Pacific Pte Ltd. Maulizar, Musnadi, & S., Yunus, M. (2012). Pengaruh Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah Mandiri Cabang Banda. Jurnal Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Volume 1, Tahun 1, No. 1. Mokaya, S. O., & Gitari, J. W. (2012). Effects of Workplace Recreation n Employee Performance The Case of Kenya Utalii College. International Journal of Humanities and Social Science, Vol. 2 No. 3. Riduwan & Kuncoro, E.A. (2008). Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur ( Path Analysis). Bandung: Alfabeta Rivai, V. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik (edisi kedua). Jakarta: Rajagrafindo Persada. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2007). Organizational Behaviour ( ed). New Jersey: Pearson International Edition Sadeghi, A., & Pihie, Z. A. L. (2012). Transformational Leadership and Its Predictive Effects on Leadership Effectiveness. International Journal of Business and Social Science, Vol. 3, No. 7. Sarjono,H. & Julianita,W. (2011) 1SPSS VS LISREL Sebuah Pengantar, Aplikasi untuk Riset. Jakarta : Jagakarsa Sekaran, U. (2007). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat Soekarso, dkk. (2010). Teori Kepemimpinan. Jakarta: Mitra Wacana Media. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta Tangkilisan, H. N. S. (2007). Manajemen Pubik (edisi kedua). Jakarta: PT Grasindo. Thamrin, H. M. (2012). The Influence of Transformasional Leadership and Organizational Commitment on Job Satisfaction and Employee Performance. International Journal of Innovation, Management and Technology, Vol. 3, No. 5,

9 Wibowo. (2009). Manajemen Kinerja (edisi kedua). Jakarta: Rajagrafindo Persada. Yukl, G. (2009). Kepemimpinan dalam Organisasi. Edisi Kelima. Jakarta: PT Indeks Yukl, G. (2013). Leadership in Organization ( ed.). Westford: Pearson, Publishers. RIWAYAT PENULIS Muhammad Rizqi Pratama lahir di kota Jakarta pada 29 April Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam fakultas School of business Management dengan peminatan Bisnis dan Organisasi pada tahun Irvan Hananto Permadi lahir di kota Bandung pada 26 April Penulis menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam fakultas School of business Management dengan peminatan Bisnis dan Organisasi pada tahun 2013.