ANALISIS KADAR URANIUM DAN IMPURITAS DALAM PADUAN U-7MO-XTI DAN U-7MO-XZR

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS KADAR URANIUM DAN IMPURITAS DALAM PADUAN U-7MO-XTI DAN U-7MO-XZR"

Transkripsi

1 YOGY AKART A, 16 NOVEMBER 20 II ANALISIS KADAR URANIUM DAN IMPURITAS DALAM PADUAN U-7MO-XTI DAN U-7MO-XZR Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan Puspiptek GD 20, Serpong -Kota Tangerang Selatan, Banten A BSTRAK ANALISIS KADAR URANIUM DAN IMPURITAS DALAM PADUAN U-7Mo-xTi DAN U-7Mo-xZr. Telah dilakukan analisis kadar uranium dan impuritas dalam paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr hasil peleburan. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data hasil analisis kadar uranium dalam logam uranium dan paduan U-Mo-Zr dan U-Mo-Ti dan analisis unsur logam pengotor dalam logam U, Mo, Ti, Zr, paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr. Logam uranium dilebur dengan logam Mo, Ti dan logam uranium dengan logam Mo, Zr pad a suhu tertentu dengan komposisi paduan U-7Mo-lTi, U-7Mo-2Ti, U-7Mo-3Ti dan paduan U-7Mo-IZr, U-7Mo-IZr, U-7Mo-IZr. Setelah dilarutkan dengan pelarut campuran asam nitrat dan asam fluorida, larutan contoh dianalisis kadar uranium dan kadar impuritasnya. Analisis kadar uranium dengan metoda titrasi potensiometri dan kadar impuritas dengan metoda spektrofotometri serapan atom (SSA). Hasil analisis kadar uranium dalam paduan U-7Mo-lTi, U-7Mo-2Ti, U-7Mo-3Ti dan paduan U 7Mo-IZr, U-7Mo-IZr, U-7Mo-IZr berturut-turut : 9,04%; 92,37%; 91,80% dan 92,30%; 91,90%; 91,23%. Sedangkan hasil analisis kadar impuritas Cd, Fe, Co, Mn, Mg, Cu, Cr, Ni, AI, dan Si dalam logam U, Ti, Mo, Zr, paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xTi berada pada batas toleransi yang dapat diterima. Kadar uranium dalam paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr rata-rata sedikit lebih besar dari kadar uranium jika dihitung secara teoritis. Kadar impuritas dalam paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr memenuhi spesifikasi bahan bakar nuklir. Kata kunci: Analisis uranium, impuritas, paduan U-7Mo-x1i dan U-7Mo-xZr ABSTRACT ANALYSIS OF URANIUM AND IMPURITIES CONTENT IN U-7Mo-xTi AND U-7Mo-xZr ALLOY. Analysis of Uranium and impurities content in U-7Mo-xTi and U-7Mo-xZr alloy has been done. The objective of analysis is to obtain data of uranium and impurities content in U-7Mo-xTi and U-7Mo-xZr alloy. Uranium metal was melted with Mo, Ti metal and uranium metal was melted with Mo, Zr metal at a given temperature with a composition of U-7Mo-1Ti, U-7Mo-2Ti, U-7Mo-3Ti and U-7Mo-1Zr, U-7Mo-1Zr, U 7Mo-1Zr respectively. The alloy sample was dissolved in nitric acid andjlouric acid and analyzed for its uranium and impurities content. The uranium content was analyzed by potentiometric titration and the impurities content was analyzed by Atomic AbsO/ption Spectrometry (AAS). The result shows that the uranium content in U-7Mo-1Ti, U-7Mo-2Ti, U-7Mo-3Ti alloy and in U-7Mo-1Zr, U-7Mo-1Zr, U-7Mo-1Zr alloy is 93.04%; 92.37%; 91.80%, and 92.30%; 91.90%; 91.23% respectively. The result of impurities analysis, on the other hand, shows that the impurities content of Cd, Fe, Co, Mn, Mg, Cu, Cr, Ni, AI, and Si in U, Mo, Ti, Zr, U-7Mo-xTi and U-7Mo-xZr alloy is still in acceptable value range. The uranium content in U-7Mo-xTi and U-7Mo-xZr alloy is greater in value if compared to their theoritical calculated value. Based on the analysis result, the impurities content in U-7Mo-xTi and U-7Mo-xZr alloy appears to comply with the specification requirement of nuclearfitel. Keyword: uranium, impurities, U-7Mo-x1i, U-7Mo-xZr, alloy Sekolah Tillggi Teknologi Nuklir-BA TAN 532 Boybul dkk

2 1. PENDAHULUAN Bahan bakar dispersi untuk reaktor riset telah dikenal dan digunakan sebagai bahan bakar reaktor riset di dunia pad a awal tahun 1950an. Pad a waktu itu bahan bakar yang digunakan adalah UAlx/AI dengan uranium pengayaan tinggi (> 90 % U 235). Penggunaan uranium pengayaan tinggi sangat berpotensi disalahgunakan untuk persenjataan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut memieu kekhawatiran mengganggu perdamaian dunia. Berkaitan perihal tersebut maka pada tahun 1987, USA meneanangkan program Reduced Enrichment Research and Test Reactor (RERTR). Tujuan program tersebut adalah menghimbau agar seluruh reaktor riset di dunia mengalihkan penggunaan bahan bakamya dari uranium pengayaan tinggi ke uranium pengayaan rendah «20 % U m). (I) Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset (IPEBRR) PT. Batan Teknologi (persero) adalah merupakan instalasi produksi bahan bakar dispersi jenis Ualx/AI dan U30g/AI dengan uranium pengayaan rendah. Sejak tahun 1987 mulai diproduksi bahan bakar U30g/AI dengan densitas uranium 2,96 g U/em3 dan digunakan sebagai bahan bakar RSG-GAS Serpong. Unjuk kerja bahan bakar U30g/AI selama digunakan sebagai bahan bakar di reaktor sangat baik walaupun bahan bakar U30g/AI memiliki unjuk kerja irradiasi yang baik, mudah difabrikasi dan mudah olah ulang baik gagalan proses produksi maupun bahan bakar pasea irradiasi, namun densitas uranium maksimum yang dapat dieapai hanya 3,2 g U/em3. Densitas uranium tersebut masih jauh dari yang diharapkan berkaitan penggunaan uranium pengayaan rendah yaitu > 8 g U/em3.(2) Selaras dengan program RERTR tersebut, maka penelitian bahan bakar baru yang mempunyai densitas tinggi terns dilakukan diseluruh dunia yang berkeeimpung di bidang bahan bakar reaktor riset. Material yang berpeluang untuk bahan bakar adalah paduan uranium, diantaranya UAlx, UxSiy, dan U Mo. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN), sebagai lembaga litbang telah berhasil melakukan litbang bahan bakar U3Si2/AI dan telah ditingkatkan ke skala produksi. Bahan bakar U3Si2/AI dengan pengayaan ± 19,75 g U 235 dan densitas uranium 2,96 g U/em3 hasil litbang PTBN telah digunakan sebagai bahan bakar RSG-GAS sebagai pengganti bahan bakar U30g1AI. Mulai tahun 1996, bahan bakar berdensitas am at tinggi seperti U-Mo dan U-Zr-Nb telah dieoba oleh peneliti AS di Argonne national Laboratory (ANL) dalam skala laboratorium dan mereka juga bekerjasama dengan peneliti Korea (KAERI) untuk tujuan yang sarna. Rusia bekerjasama dengan ANL meneoba mengembangkan bahan bakar U02, sedangkan Peraneis mengembangkan Unitrida. Saat ini PTBN BAT AN juga mengarahkan perhatian ke bahan bakar reaktor riset berbasis paduan Umo seperti U-Mo-Zr dan U-Mo-Ti, sambil terns berupaya menguasai teknologi bahan bakar U3Si2/AI hingga densitas U 5,2 g/em3y) Penelitian dan pengembangan bahan bakar berbasis paduan UMo dengan uranium pengayaan <20%Um mernpakan program internasional dalam rangka pengembangan bahan bakar reaktor riset tipe dispersi U3Si2-AI. Bahan bakar U3Si2-AI telah banyak digunakan sebagai bahan bakar reaktor riset didunia dan menunjukkan stabilitas iradiasi yang sangat baik, namun densitas uranium maksimum yang dapat dieapai hanya 4,8gU/em3. Penggunaan paduan berbasis UMo sebagai bahan bakar dispersi UMo-AI, densitas uranium dapat ditingkatkan hingga >8gU/em3 sesuai yang diperlukan untuk penggunaan uranium pengayaan rendah dengan tanpa mengubah disain dimensi bahan bakar dan teras reaktor yang biasa menggunakan bahan bakar dengan uranium pengayaan tinggi. dilakukan dengan menambahkan unsur logam Zr kedalam paduan UMo hingga Dalam penggunaannya sebagai bahan bakar di dalam reaktor, bahan bakar UMo-AI memiliki stabilitas lebih rendah dibandingkan U3Si2 AI. Rendahnya stabilitas bahan bakar UMo-AI terutama disebabkan terjadinya swelling yang kemungkinan terjadi interaksi layer antara UMo dan matriks AI. Upaya untuk menurnnkan pembentukan swelling pada penelitian ini akanterbentuk paduan UMoZr. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh data hasil analisis kadar uranium dalam logam uranium dan paduan U-Mo-Zr dan U-Mo-Ti dan analisis unsur logam pengotor dalam logam U, Mo, Ti, Zr, paduan U-Mo-Ti dan paduan U-Mo-Zr. Analisis kadar uranium dengan metode titrasi potensiometri dan kadar impuritas dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA). Analisis dilakukan terhadap bahan baku pembuat paduan yaitu logam U, Mo, Ti, Zr, serta paduan U-Mo-Ti dan paduan U-Mo-Zr hasil peleburan dengan berbagai komposisi dari masing-masing bahan pemadu. 2. TEOR! Analisis kadar uranium di dalam larutan euplikan dilakukan seeara titrasi potensiometri metoda Davies-Gray. Cuplikan uranium dalam bentuk ion U02+ direduksi menjadi ion U4+ dengan penambahan ion FeH dalam jumlah berlebihan sebagai reduktor di dalam medium asam fosfat pekat. Kelebihan ion Fe2+ dioksidasi seeara selektif oleh asam nitrat dengan bantuan molybdenum sebagai katalisator tanpa mempengaruhi ion U4+. Selanjutnya ion U4+ dioksidasi dengan larutan standar K2Cr207 seeara akurat yang diikuti oleh pernbahan potensial larutan hingga melampaui titik Boybul dkk 533 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BA TAN

3 ekivalennya. Untuk mengetahui perubahan pada titik akhir titrasi dan sekaligus berfungsi sebagai katalisator, maka sebelum titrasi dilakukan ditambahkan vanadium. Dengan bantuan potensiometer-titraliser, perubahan potensial dapat SEMINAR NASIONAL diikuti secara elektronik hingga letak titik ekivalen secara akurat dapat dipastikan. Tahap-tahap reaksi yang terjadi adalah : UO/+ + 2 Fe H+ ~ UH + 2 Fe H20 NH2S03H Mo(VI), katalis 3 Fe2+ + N03' + 4 H+ ~ 3 Fe3+ + NO + 2 H20 NH2S03H Fe2+ + N03' + 2 H+ Fe3+ + N02 + H20 Selanjutnya, (IV), katalis Cr20? + 3 U H+ 2 Cr UO/+ + H20 (1) (2) (3) (4) Pada proses titrasi ini ion asing seperti AI, Cr, Na, Ca, NH/, F, CI04' dan sol' dalam jumlah kecil sehingga tidak berpengaruh. Ion Mo akan berpengaruh apabila berada bersama-sama dengan ion N03' dalam jumlah besar. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketelitian dan ketepatan analisis uranium adalah konsentrasi uranium, titran, reduktor dan kepekaan elektroda. (4,5,6) Analisis kadar unsur-unsur pengotor yang terkandung dalam logam U, Mo, Ti, Zr, paduan U Mo- Ti dan paduan U-Mo-Zr dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Sampel dilarutkan dengan asam, selanjutnya larutan sampel dianalisis dengan mengaspirasikan atau mengalirkan ke dalam nyala. Didalam nyala butiranbutiran kabut dari larutan sampel akan terurai menjadi atom-atom bebas dari unsur yang dianalisis. Adanya sinar dari lampu katoda cekung yang mempunyai panjang gelombang yang sarna dengan unsur yang danalisis, maka akan terjadi penyerapan sinar oleh atom-atom unsur tersebut yang mengakibatkan atom-atom tersebut tereksitasi. Banyaknya sinar yang diserap oleh atom-atom tersebut berbanding lurus dengan konsentasi unsur dalam larutan cuplikan sehingga kadar unsur dalam sampel dapat diketahui. 2. TAT A KERJA Bahan : Logam uranium, Mo, Ti, dan Zr, paduan U-Mo Zr dan U-Mo-Ti hasil peleburan, Asam nitrat pa, Asam fluorida, pa, Air bebas mineral, Kalium dikromat pa, Asam amidosulfonat pa, Asam sui fat, pa, Asam fospat pa, Vanadil sui fat pa, Ferro sui fat pa, Larutan standar AI, Si, Cu, Co, Cr, Cd, Ni, Mg, Mn, dan Fe Alat: Timbangan analitik, Alat-alat gelas untuk analisis, Tungku pemanas, Titroprosessor, Elektroda Pt kalomel, Hg/HgCI, Spektrofotometer serapan atom, Lampu katoda cekung, AI, Si, Cu, Cr, Cd, Ni, Mg, Mn, Fe dan Co. Cara kerja: a. Pembuatan larutan pereaksi untuk analisis kadar uranium 1. Larutan 1,5 M asam amidosul fonat Dengan cara menimbang 146 gram asam amidosulfonat dilarutkan dalam 1 Liter air bebas mineral. 2. Larutan 1,0 M Fero sui fat Dengan cara menimbang 280 gram FeS04.7H20 dilarutkan dalam larutan 1,8 M asam sui fat, yaitu 600 ml air bebas mineral ditambah 100 ml asam sui fat pekat 95-97%, lalu ditepatkan dengan air bebas mineral menjadi I Liter. 3. Larutan A Dengan cara menimbang 4 gram amomum heptamolibdat tetrahidrat dilarutkan dalam 400 ml air bebas mineral, ditambah 500 ml asam nitrat pekat, dan 100 ml asam amido sulfonat 1,5M. 4. Larutan 0,4 g/l vanadium dalam larutan 4,8 M asam sulfat Dengan cara menimbang 2150 ml air bebas mineral ditambah 125 ml asam sui fat pekat, ditambah 1 ampul titrisol 1 g/l Vanadium, kemudian ditepatkan hingga 2,5 Liter dengan air bebas mineral. 5. Larutan 0,027 N kalium bikromat Dengan cara menimbang 1,324 gram kalium bikromat dilarutkan dalam satu Liter air bebas mineral. Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN 534 Boybul dkk

4 b. Pembuatan larutan standar CRM uranium untuk analisis kadar uranium Ditimbang dengan teliti 0,1040 gram U30g standar lalu dilarutkan dengan 15 ml asam nitrat 6M sambil dipanaskan hingga larut sempurna, lalu didinginkan. Kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml dan ditepatkan hingga tanda garis dengan air bebas mineral. c. Persiapan larutan sampel untuk anlisis kadar uranium Ditimbang dengan teliti 0,1000 gram logam uranium, kemudian dilarutkan dengan 15 ml asam nitrat 6M sambi I dipanaskan hingga larut sempurna, kemudian didinginkan. Setelah dingin dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml dan tepatkan hingga tanda garis dengan air bebas mineral. d. Pembuatan larutan deret standar unsur unsur uotuk analisis dengan AAS Dibuat deret standar dari masing-masing unsur dengan konsentrasi berturut-turut sebagai berikut: Al = 20 ppm; 40 ppm; 100 ppm Si = 50 ppm; 100 ppm; 150 ppm Ni = 1.6 ppm; 3.2 ppm; 6.4 ppm Cd = 0.1 ppm; 0.2 ppm; 0.3 ppm Co = 1 ppm; 2 ppm; 4 ppm Mn = 1 ppm; 2 ppm; 4 ppm Mg = 0.1 ppm; 0.2 ppm; 0.3 ppm Fe = 1.6 ppm; 3.2 ppm; 6.4 ppm Cu = 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm Cr = 2 ppm; 4 ppm; 6 ppm ml dan tepatkan hingga tanda garis dengan air bebas mineral. Selanjutnya dianalisis kadar unsur pengotor dengan AAS. g. Pengukuran kadar uranium dalam larutan standar dan larutan sampel Ke dalam 7 buah gelas piala masing-masing diisi 1 ml larutan larutan standar, sedangkan 7 buah gelas piala yang lain diisi 1 ml larutan sam pel, selanjutnya masing-masing ditambah 10 ml air bebas mineral, 2 ml asam amido sulfonat, 16 ml asam fosfat pekat, dan 2 ml ferro sulfat, dipanaskan sampai suhu 40 C selama 1 menit sambil diaduk. Kemudian ditambah 4 ml larutan A, diaduk dengan pengaduk magnit selama tiga menit. Ditambah 40 ml larutan Vanadium 0,4 g/i, kemudian dititrasi dengan 0,027 N kalium bikromat sampai tercapai titik akhir titrasi menggunakan alat potensiometer. h. Pengukuran kadar unsur pengotor dalam larutan sampel Kedalam nyala AAS diaspirasikan larutan deret standar dari unsur-unsur yang dianalisis dalam larutan sampel maka akan didapatkan nilai absorbansi dari unsur-unsur yang dianalisis. Dari data tersebut kemudian dibuat kurva kalibrasi dari setiap unsur tersebut. Dengan memplotkan absorbansi dari larutan sampel kedalam kurva kalibrasi, maka konsentrasi unsur dalam larutan sampel dapat diketahui. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN e. Pembuatan larutan sampel untuk analisis kadar pengotor dalam logam U Ditimbang dengan teliti 1 gram logam U, kemudian dilarutkan dengan 15 ml asam nitrat 6M sambi I dipanaskan hingga larut sempurna, Setelah dingin dimasukkan ke dalam labu takar 25 ml dan tepatkan hingga tanda garis dengan air bebas mineral. Selanjutnya diekstraksi dengan 25 ml TBPlHeksan (7:3), fasa air dipisahkan dan diekstraksi sekali lagi dengan 25 ml TBP/Heksan (7:3), kemudian setelah fasa air dipisahkan dari fasa organik dianalisis kadar unsur pengotor U-7Mo-lTi U-7Mo-2Ti U-7Mo-3Ti U-7Mo-IZr U-7Mo-2Zr U-7Mo-3Zr dengan AAS. Logam uranium f. Pembuatan larutan sampel untuk analisis kadar pengotor dalam logam Mo, Ti, Zr, paduan U-Mo-Ti dan paduan U-Mo-Zr Ditimbang dengan teliti 1 gram logam Mo, Ti, Zr, paduan U-Mo-Ti dan paduan U-Mo-Zr., kemudian dilarutkan dengan 15 ml asam nitrat 6M dan 5 ml HF sambil dipanaskan hingga larut sempurna, pemanasan dilanjutkan sampai larutan hampir kering, kemudian ditambahkan lo ml asam nitrat 1M dipanaskan selam 15 menit, dinginkan. Setelah dingin dimasukkan ke dalam labu takar 25 Hasil analisis kadar uranium dalam logam uranium yang digunakan sebagai bahan baku dan ingot paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr hasil proses peleburan ditampilkan pada Tabel 1. Analisis dilakukan dengan menggunakan Titroprocessor Metrohm. Tabel 1. HasH analisis kadar uranium dalam logam uranium dan ingot paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr. Ingot/Paduan Kadar U, % Boybul dkk 535 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BA TAN

5 Data hasil analisis kadar uranium yang tercantum pada Tabel 1 terlihat bahwa kemurnian bahan baku logam uranium cukup tinggi yaitu 99,95 %. Kadar logam uranium ini juga bisa dilihat dari hasil analisis kadar unsur pengotor seperti pad a Tabel 2. Dari beberapa unsur logam pengotor yang dianalisis, yang terdeteksi hanya ada dua macam unsur pengotor yaitu logam Fe dan Mg dengan kadara masing-masing sebesar 8,25 ppm dan 2,49 ppm. Kadar kedua unsur tersebut masih lebih rendah dari batas maksimum yang ditetapkan dalam spesifikasi logam uraniumm. Kadar uranium dalam paduan U-Mo-Ti dan U Mo-Zr jika dilihat dari komposisi awal pembentukan paduan menunjukkan nilai yang sedikit lebih tinggi. SEMINAR NASIONAL YOGYAKARTA,16NOVEMBER2011 Hal ini kemungkinan disebabkan sebaran atau distribusi uranium dalam paduan tersebut kurang merata. Begitu juga hasil analisis impuritas dalam logam Mo, Zr, dan Ti menunjukkan bahwa kadar impuritas dalam bahan tersebut masih berada pada batas toleransi yang dapat diterima. Untuk logam Mo kadar impuritas AI cukup tinggi yaitu sebesar 475,23 ppm, hal ini memang demikian karena kemurnian logam Mo yang digunakan sebesar 99.5 %. Sedangkan kadar impuritas Si dalam logam Zr dan Ti masing masing sebesar ppm dan ppm, seperti tercantum pada Tabel 2. Analisis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). No Tabel 2. HasH analisis kadar unsur pengotor dalam logam uranium, Mo, Zr dan Ti Unsur Mg Mn Cd Cu Ni Co Cr Fe Al Sittd=<15, , ttd=<0, Logam ttd=<0,5 475, Mo ttd=<5, , logam TiWire stripe Zr U ppm Kadar unsur dalam sampel (ppm) Ket Namun demikian, walaupun kadar impuritas AI, dan Si cukup tinggi dalam bahan baku logam Mo, Ti, dan Zr, persentase penggunaan logam-iogam ini dalam paduan tidak terlalu besar sehingga setelah dicampur atau dilebur dengan logam uranium kadarnya didalam paduan menjadi kecil. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis paduan tersebut seperti tercantum pada Tabel 3 No Unsur Mg Mn Cd Cu Co Ni AI Cr Fe Si ttd=<0,5 ttd=<o,1 ttd=<15 ttd=<0, U-7Mo-3Zr Tabel U-7Mo-ITi U-7Mo-3Ti U-7Mo-2Zr U-7Mo-2Ti U-7Mo-l ppm Zr HasH Kadar analisisunsur unsur dalam pengotor sampeldalam paduan paduan (ppm) Ket U-Mo-Ti dan U-Mo-Zr Sekolah Til1ggi Tekl1ologi NlIklir-BA TAN 536 Boyblll dkk

6 Dari hasil analisis paduan U-Mo-Ti dan U-Mo Zr diketahui bahwa kadar impuritas dalam paduan tersebut memenuhi syarat atau spesifikasi untuk bahan bakar nuklir jika mengacu kepada spesifikasi bahan bakar nuklir U30g atau U3Si~ untuk reaktor riset GA. Siwabessy. (7) Tabel 4 berikut ditampilkan spesifikasi bahan bakar untuk reaktor riset GA. Siwabessy. Tabel 4. Spesifikasi kadar impuritas bahan bakar U30S atau U3Siz untuk reaktor Riset Unsur Maksimum, ppm Faktor Boron ekivalen AI B Ba Be Ca Co Cd Li Cu Mg Mn Zn Fe Ni Fe*+ Ni* 600,0 4,0 10,0 0,2 100,0 10,0 2,0 10,0 80,0 50,0 5,0 1000,0 *) *) 1000,0 0, , , , , , , , , , , , , , "1973 ANNUAL BOOK OF ASTM STANDARDS," Part 3.2 (Philadelphia: American Society for Testing and Materials, 1973), pp. 2-4, Method F. B. STEPHENS, R. G. GUTMACHER, K. ERNSTE, AND J. E. HARRAR, "Method for Accountability of Uranium Dioxide" Lawrence Livermore Laboratory, General Chemistry Division, U. S. Nuclear Regulatory Commission Office of Standards Development, 1975, pp "NUKEM GmbH" Description of the Numkem Quality Control of Fuel Element Fabrication, part 3, ROBERT L, ANDERSON, "Practical Statistics for Analytical Chemists" Van Nostrand Reinhold Company, New York, KESIMPULAN Kadar uranium dalam paduan U-7Mo-xTi dan U-7Mo-xZr rata-rata sedikit lebih besar dari kadar uranium jika dihitung secara teoritis yaitu berturutturut sebesar 93 %, 92 %, dan 91 %. Kadar impuritas dalam paduan U-7Mo-xTi dan U-7MoxZr memenuhi spesifikasi bahan bakar nuklir. 5. DAFT AR PUST AKA 1. DOMAGALA, R.F, et.al," The Status of Uranium-Silicon Alloy Fuel Development for the RER TR Program", Proceeding of the International Meeting on Development, Fabrication and Application of RERTR, Argonne, Illinois, November 12-14, SUPARDJO, dkk," Metode Penentuan Porositas Meet Pel at Elemen Bakar, Hasil Penelitian EBN", ISSN , Serpong SUPARDJO, dkk," Analisis Struktur dan Komposisi Fase Paduan U-7%Mo-x%Zr (x= 1,2,3 % be rat) Hasil Proses Peleburan ", Jurnal Teknologi Bahan Nuklir, ISSN , Vol. 6 No.2 Juni ANONIM, Instructions for Use 682 Titroprocessor Series 01, Metrohm Ltd. CH 9100 HERISAU, Switzerland,1990 Boybul dkk 537 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN