PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN LARAVEL FRAMEWORK (Studi Kasus : SMP SMARATUNGGA AMPEL)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN LARAVEL FRAMEWORK (Studi Kasus : SMP SMARATUNGGA AMPEL)"

Transkripsi

1 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN LARAVEL FRAMEWORK (Studi Kasus : SMP SMARATUNGGA AMPEL) Artikel Ilmiah Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi Untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Komputer Peneliti: Resha Amanda ( ) Dr. Dharmaputra T. Palekahelu, M.Pd PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA JANUARI

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN LARAVEL FRAMEWORK (Studi Kasus : SMP SMARATUNGGA AMPEL) 1) Resha Amanda, 2) Dharmaputra T. Palekahelu, M.Pd Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia 1) 2) Abstract In the era of globalization nowadays, the development of science and information technology keep advancing very quickly. This phenomenon results changing of all aspects in life, one of them is education. The utilization of technology in education world is conducted in order to improve the efficiency and effectiveness of the learning process. This research aims to help teacher makes the learning strategy. The result of this research indicates that SMP SMARATUNGGA AMPEL in student score processing is still using manual system, It can be seen from the fulfillment reporting and student score processing. With the new information system offered are expected to help teachers in monitoring student academic abilities, making it easy for users to make the management of teaching. Web applications are implemented using the laravel framework which is also the best PHP framework in Keywords : Laravel Framework, Media, Processing, Strategy Abstrak Pada era glabolisasi seperti sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi maju dengan sangat pesat. Fenomena ini mengakibatkan adanya perubahan dalam segala aspek bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan. Pemanfaatan teknologi di dalam dunia pendidikan dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membantu guru membuat strategi pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP SMARATUNGGA AMPEL dalam pengolahan nilai siswa masih menggunakan sistem manual, hal ini dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan laporan dan pengolahan nilai siswa. Dengan adanya sistem informasi baru yang ditawarkan diharapkan dapat membantu guru dalam memantau kemampuan akademik siswa, memudahkan pengguna dalam membuat pengelolaan pengajaran. Web Aplikasi Di implementasikan menggunakan framework laravel yang juga merupakan framework PHP terbaik tahun Kata Kunci : Framework Laravel, Media, Pengolahan, Strategi 1) Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. 2) Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga 8

9 1. Pendahuluan Setiap siswa dapat dipastikan memiliki perilaku dan karakteristik yang cenderung berbeda. Dalam pembelajaran, kondisi ini penting untuk diperhatikan guru karena dengan mengidentifikasi kondisi awal siswa saat akan mengikuti pembelajaran dapat memberikan informasi penting untuk guru dalam pemilihan strategi pengelolaan, yang berkaitan dengan bagaimana menata pengajaran, khususnya komponen-komponen strategi pengajaran yang efektif dan sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa sehingga pembelajaran akan lebih bermakna. Salah satunya kemampuan akademik merupakan kemampuan dan kemahiran seseorang dalam bidang akademik. Bidang akademik ini meliputi segala ilmu pengetahuan yang ada di dalam pendidikan formal, dalam kalimat mudahnya adalah berbagai subjek mata pelajaran yang ada pada pendidikan formal. Kemampuan akademis ini mengarah pada kemampuan IQ (intelligence Quotient) yang dimiliki masing-masing orang. Tingkat keberhasilan siswa didukung oleh kemampuan guru dalam penyampaian materi pelajaran. Kreatifitas guru sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran, agar dapat dipahami oleh siswa yang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya dari guru untuk mengenali kondisi siswa di kelas, agar tercapainya tujuan pendidikan. Setiap jenis media memiliki karakteristik masing-masing dan menampilkan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses belajar peserta didik. Agar peran sumber dan media belajar tersebut menunjukkan pada suatu jenis media tertentu, maka pada media-media belajar itu perlu diklasifikasikan menurut suatu metode tertentu sesuai dengan sifat dan fungsinya terhadap pembelajaran. Pengelompokkan itu penting untuk memudahkan para pendidik dalam memahami sifat siswa dan dalam menentukan media yang cocok untuk pembelajaran atau topik pembelajaran tertentu. SMP SMARATUNGGA AMPEL merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta yang menyelenggarakan pendidikan tingkat sekolah menengah pertama di bawah naungan Yayasan Smaratungga Boyolali. Namun dalam layanan akademik di sekolah tersebut masih banyak yang dilakukan secara manual. Salah satu diantaranya adalah sistem pengolahan nilai rapor siswa. Nilai rapor sampai saat ini masih dipercaya sebagai salah satu tolak ukur kemampuan siswa menempuh pendidikan di sekolah. Pengecekan nilai raport untuk setiap siswa selama ini masih dilakukan secara manual Wali kelas pada saat berakhirnya ulangan umum semester akan mempunyai pekerjaan yang sangat berat, salah satunya adalah mengolah nilai siswa dimana nilai yang didapat dari guru mata pelajaran. Upaya ini menghabiskan waktu yang cukup banyak oleh karena jumlah siswa yang cukup banyak. Dalam proses ini guru merasa kesulitan, harus di akui bahwa masingmasing orang memiliki karakter sendiri, yang tidak dapat disamakan dengan orang lain, hukum ini juga berlaku pada siswa. Guru harus menemukan sedikit persamaannya untuk menunjang proses pembelajaran, perumusan strategi pendekatan yang diterapkan dan lain sebagainya. Pemilihan metode kurang 9

10 relevan dengan tujuan pelajaran dan materi pelajaran, guru kurang terampil dalam mengorganisasikan materi pelajaran, guru kurang mempertimbangkan urutan tingkat kesukaran dari materi pelajaran yang diberikan. Dengan adanya permasalahan tersebut maka Peneliti ingin merancang Sistem Informasi Pengolahan Nilai Siswa yang mempermudah guru untuk mengetahui karakteristik siswa, maka kita akan mengetahui berbagai karakteristik media sebagai bahan acuan dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa dengan menggunakan media supaya kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dengan menggunakan Teknologi IT. Berdasarkan uraian tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang sebuah Sistem Informasi Nilai Siswa berbasis Web dengan menggunakan framework laravel. Sistem informasi yang dibuat ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan penerapan framework laravel. Laravel telah menggunakan konsep MVC (Model View Controller) sehingga dalam perancangan dan pembuatan aplikasi lebih terstruktur. Sistem informasi pengolahan nilai diterapkan hanya di SMP SMARATUNGA AMPEL. 2. Kajian Pustaka Karakteristik siswa yang berhubungan dengan keperluan pengembang sistem instruksional. Minat siswa pada umumnya, misalnya pada olahraga, karena sebagian besar siswa adalah penggemar olahraga, dapat dijadikan bahan dalam memberikan contoh dalam rangka penjelasan materi pelajaran. Keterampilan Siswa yang ada dalam kelas acap kali sangat heterogen. Sebagian siswa sudah banyak yang tahu, sebagian lagi belum tahu sama sekali tentang materi yang diajarkan di kelas. Bila pengajar mengikuti kelompok siswa yang pertama, kelompok yang kedua merasa ketinggalan kereta, yaitu tidak dapat menangkap pelajaran yang di berikan. Sebaliknya, bila pengajar mengikuti kelompok yang kedua, yaitu mulai dari bawah, kelompok pertama akan merasa tidak belajar apa apa dan bosan. Untuk mengatasi hal ini, ada dua pendekatan yang dapat di pilih. Pertama, siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran dan kedua, sebaliknya, materi pelajaran disesuaikan dengan siswa. M. Atwi Suparman (2005) menjelaskan pendekatan pertama, siswa menyesuaikan dengan materi pelajaran, dapat dilakukan sebagai berikut : 1) Seleksi Penerimaan Siswa, Setelah memenuhi syarat pendaftaran siswa mengikuti tes masuk dalam pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan program pendidikan yang akan diambilnya. 2) Tes dan Pengelompokan Siswa, Setelah melalui seleksi seperti dijelaskan dalam butir 1, masih ada kemungkinan pengajar menghadapi masalah heterogennya siswa yang mengambil mata pelajaran tertentu, Karena itu, perlu dilakukan tes sebelum mengikuti pelajaran untuk mengelompokan siswa yang boleh mengikuti mata pelajaran tersebut. Selanjutnya, atas dasar hasil tes setiap kelompok tersebut mengikuti tingkat pelajaran tertentu. Tes dan Pengelompokan ini biasa dilakukan oleh lembaga-lembaga pengelola kursus bahasa inggris. 10

11 3) Lulus Mata Pelajaran Prasyarat, Alternatif lain untuk butir kedua di atas adalah mengharuskan siswa lulus mata pelajaran yang mempunyai prasyarat. Dalam suatu program pendidikan seperti di Sekolah Menengah Pertama terdapat sebagian kecil mata pelajaran yang seperti itu. Pendekatan kedua, materi pelajaran di sesuaikan dengan siswa. Pendekatan ini hamper tidak memerlukan seleksi penerimaan siswa. Pada dasarnya, siapa saja boleh masuk dan mengikuti pelajaran tersebut. Siswa yang masih belum tahu sama sekali dapat mempelajari materi pelajaran tersebut dari bawah karena materi pelajaran memang disediakan dari tingkat itu. Siswa yang sudah banyak tahu dapat mulai dari tengah atau di atasnya. Bahan pelajaran itu didesain untuk dapat menampung siswa dalam tingkat kemampuan awal mana pun. Selanjutnya, siswa dapat maju menurut kecepatan masing-masing, karena bahan tersebut di desain untuk hal tersebut. Kedua pendekatan di atas bila dilakukan secara ekstrem, tidak ada yang sesuai untuk mengatasi masalah heterogennya siswa dalam sistem pendidikan biasa, Karena itu, marilah kita lihat pendekatan ketiga yang mengkombinasikan kedua pendekatan di atas. Pendekatan ketiga ini mempunyai ciri sebagai berikut: 1) Menyeleksi penerimaan siswa atas dasar latar belakang pendidikan atau ijazah. Seleksi ini biasanya lebih bersifat administrative. 2) Melaksanakan tes untuk mengetahui kemampuan dan karakteristik awal siswa. Tetapi untuk dijadikan dasar penyusunan bahan pelajaran. 3) Menyusun bahan instruksional yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik awal siswa. 4) Menggunakan sistem instruksional yang memungkinkan siswa maju menurut kecepatan dan kemampuan masing-masing. 5) Memberikan supervisi kepada siswa secara individual. Dari uraian di atas di peroleh gamabaran bahwa karakteristik awal siswa penting, karena mempunyai implikasi terhadap penyusunan bahan ajar dan sistem intruksional. Dengan melaksanakan kegiatan tersebut, masalah heterogennya siswa dalam kelas dapat diatasi, setidak-tidaknya banyak dikurangi. Perkembangan hasil-hasil teknologi dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang peranan utama, sehingga dalam setting proses belajar mengajar siswa dituntut beraktivitas secara penuh, bahkan secara individual mempelajari bahan ajar. Dengan demikian kalau dalam istilah mengajar (pengajaran) atau teaching menempatkan guru sebagai pemeran utama memberikan informasi, maka dalam instruction (pembelajaran) guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, memanage berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa (Wina Sanjaya, 2008: 79). Pada penelitian sebelumnya yang berjudul Pemanfaatan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) Sebagai Media dan Sumber Pembelajaran oleh Guru membahas tentang pemanfaatan TIK sebagai media dan sumber pembelajaran oleh guru biologi di MAN se-jakarta Selatan dapat disimpulkan bahwa literasi TIK guru biologi berdasarkan persepsi guru sudah mencapai 11

12 kategori baik dan hasil tes kompotensi dasar TIK terkait literasi TIK pun menunjukkan bahwa kompetensi TIK guru biologi sudah masuk kategori baik hingga sangat baik. Hal tersebut mendukung pemanfaatan TIK sebagai media sehingga sudah terkategori cukup dan sebagai sumber pembelajaran mencapai kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat dikatakan hubungan antara literasi TIK guru biologi dengan pemanfaatannya baik sebagai media maupun sumber pembelajaran sangat erat. Literasi TIK guru biologi yang baik akan berpotensi terhadap pemanfaatan TIK yang baik pula[1]. Penelitian lainnya Perancangan Media belajar Interaktif berbasis Web Menggunakan Metode Promethee Penelitian ini membahas tentang Media pembelajaran interaktif berbasis web yang didukung dengan basis data, merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode belajar yang efektif. Media pembelajaran interaktif dikembangkan menggunakan Flash sehingga memiliki tampilan dan animasi yang lebih interaktif. Dukungan basis data dalam media belajar ini akan memudahkan sistem dalam mengelola dan menyimpan data. Media pembelajaran interaktif berbasis web ini terdiri dari: materi pembelajaran, audio dan evaluasi pembelajaran. Siswa harus menuntaskan evaluasi pembelajaran bab materi sebelumnya dengan batas nilai tertentu agar dapat melanjutkan ke materi berikutnya. Proses perhitungan evaluasi menggunakan metode PROMETHEE, salah satu dari sistem pendukung keputusan yang menyelesaikan masalah multikriteria. Dengan PROMETHEE, pengguna dapat membuat skala tersendiri dan memungkinkan pengguna untuk langsung menggunakan data masalah dalam sebuah tabel multikriteria sehingga perhitungannya cepat dan sederhana. Multimedia pembelajaran interaktif. Sistem evaluasi yang terdapat pada multimedia ini mampu menjadi salah satu cara untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa [2]. Pada penelitian yang mengenai Pengembangan alat Evaluasi Pembelajaran Berbasis Information and Communication Technologies (ICT) Pada Materi Mengelola Dokumen Transaksi membahas tentang pengembangan alat evaluasi pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT) pada materi mengelola dokumen transaksi di kelas X Akuntansi, yaitu: Pengembangan ini menghasilkan produk berupa alat evaluasi pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT) pada materi mengelola dokumen transaksi di kelas X Akuntansi Pengembangan ini dikembangkan menggunakan model 4-D yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran), namun pengembangan ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop) saja karena keterbatasan waktu dan biaya. Kelayakan alat evaluasi pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT) pada materi mengelola dokumen transaksi di kelas X Akuntansi ini ditinjau dari kelayakan isi/materi, konstruksi, dan bahasa adalah sangat layak digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran. Respon siswa terhadap alat evaluasi pembelajaran berbasis Information and Communication Technologies (ICT) pada materi mengelola dokumen transaksi di kelas X Akuntansi adalah positif dengan kriteria sangat layak [3]. 12

13 Mengacu pada penelitian terdahulu, maka akan dilakukan penelitian yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Nilai Siswa Berbasis Web Menggunakan Laravel Framework di SMP Smaratungga Ampel. Perbedaan antara penelitian sebelumnya yang menjadi referensi penulis dengan penelitian ini adalah penulis membuat aplikasi web Sistem Informasi Pengelolahan Nilai Siswa menggunakan program PHP, MySQL dan memanfaatkan Framework terbaru yaitu Framework Laravel yang mana Framework ini memudahkan developer dalam mendesain sebuah web. Ada beberapa Fitur baru yang ada pada Framework ini seperti kode program yang lebih singkat dan simple, dan juga terdapat fitur migrations dan schema builder yang merupakan sebuah fasilitas di laravel digunakan untuk mempermudah kita ketika ada perubahan dalam database. Schema digunakan untuk membuat sebuah skema database. Dengan menggunakan migrations dan schema builder kita untuk membuat database tidak perlu repot repot membuka phpmyadmin, sqlyog, ataupun aplikasi untuk membuat database. Laravel merupakan Framework PHP yang menekankan pada kesederhanaan dan fleksibilitas pada desainnya. Sama seperti framework lainnya, Laravel dibangun dengan basis MVC (Model-View-Controller). Laravel dilengkapi command line tool yang bernama Artisan yang bisa digunakan untuk packaging bundle dan instalasi bundle. Menurut survey yang dilakukan oleh Sitepoint.com pada Desember 2013 dalam popularitas framework PHP, Laravel menduduki urutan teratas. Sehingga menjadikan Laravel sebagai Framework PHP terbaik untuk tahun Saat ini Laravel merupakan framework dengan versi PHP yang up-to-date, karena Laravel mengisyaratkan PHP versi 5.3 keatas [5]. Menurut survey yang dilakukan oleh sitepoint.com pada tahun 2015 bahwa framework PHP yang terbaik dan terpopular untuk tahun 2015 adalah Laravel. 3. Metode Penelitian Tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 4, setiap tahapan memiliki bagian bagian penting seperti tujuan, metode, alat, bahan dan output yang dihasilkan dari tiap tahapan penelitian. Tujuan Metode/alat/bahan Ouput Tahap 1 : Identifikasi masalah dan Pengumpulan data. : Wawancara, Observasi :Data Nilai, Data Siswa Tujuan Metode/alat/bahan Ouput Tahap 2 : Desain Perancangan Sistem : UML, Rational Rose : Diagram UML, User interface 13

14 Tahap 3 Tujuan Metode/alat/bahan Ouput : Pengkodean Rancang Sistem : PHP,MySQL, Laravel Framework : Sistem Informasi Pengelolaan Nilai Siswa Tujuan Metode/alat/bahan Ouput Tahap 4 : Pengujian Sistem : Kuisioner dan Sistem : Hasil Pengujian sistem Gambar 1 Metode penelitian Tahap pertama yang dilakukan adalah identifikasi masalah dan pengumpulan data. Pada tahap ini metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi yang di lakukan di SMP SMARATUNGGA AMPEL. Dari hasil wawancara didapatkan berupa data sekunder. Data yang dihasilkan adalah data siswa dan data nilai siswa. Pada tahap kedua Membuat Desain Perancangan Sistem. Perancangan sistem dibutuhkan untuk membantu proses pengembangan dan dokumentasi perangkat lunak sistem. perancangan sistem menggunakan Unified Modelling Language (UML). UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks teks pendukung. UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan, jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodolgi berorientasi objek [4]. Output pada tahap ini adalah Diagram UML dan User Interface. Tahapan tahapan dalam pengembangan perangkat lunak sering disebut dengan SDLC atau Software Development Life Cycle. Model SDLC yang digunakan dalam penelitian ini adalah waterfall. Metode Waterfall merupakan proses pengembangan rekayasa perangkat lunak, dimana proses pengembangannya seperti pada Gambar 5 berikut: 14

15 Gambar 2 Model waterfall Langkah-langkah dari metode waterfall adalah : 1. Definisi kebutuhan. Pada tahap ini penulis melakukan survei, wawancara dan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk penelitian di SMP SMARATUNGGA AMPEL. 2. Desain sistem dan software. Pada tahap ini merupakan proses desain sistem dan perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum diterjemahkan ke kode-kode program(coding). Proses ini berfokus pada struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface dan detail (algoritma) prosedural. 3. Implementasi dan testing unit. Pada tahap ini penulis mulai membuat sistem dengan bahasa pemrograman PHP, menggunakan DataBase phpmyadmin dan framework laravel. kemudian dilakukan pengujian untuk mencari kesalahan pemrogramannya. Hasilnya akan dievaluasi kembali. jika masih belum sempurna, maka dikembalikan ke tahap sebelumnya. 4. Integrasi dan testing sistem. Pada tahap ini dilakukan jika tahapan-tahapan sebelumnya sudah diperbaiki, maka dilanjutkan integrasi dan pengujian sistem. Pada tahapan ini sistem akan dievaluasi. 5. Operasi dan Maintenance, merupakan tahap penerapan dan pemeliharaan program dimana sistem yang sudah selesai dan diuji di SMP SMARATUNGGA AMPEL. Dalam melakukan penerapan program ini perlu diberikan pelatihan kepada pengguna sistem. Pemeliharaan sistem yang telah dibangun harus dijaga dan dirawat serta harus dilakukan evaluasi untuk mencari kelemahan-kelemahan yang ada. Jika dikemudian hari sistem tersebut masih perlu penyempurnaan, maka hasil evaluasi terakhir ini, akan menjadi analisa data kebutuhan yang baru untuk pengembangan ke depannya. 15

16 Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu (1) metode pencatatan dokumen, (2) metode kuesioner. Metode pencatatan dokumen merupakan cara memperoleh data dengan jalan mengumpulkan segala macam dokumen dan melakukan pencatatan secara sistematis (Agung, 2014:106). Dokumen yang dikumpulkan adalah tentang rancangan sistem. Pada penelitian ini pencatatan dokumen dilakukan dengan membuat laporan tentang tahap-tahap yang telah dilakukan dalam mengembangkan Sistem informasi pengolahan nilai. Pada penelitian ini, metode pencatatan dokumen menggunakan instrumen pengumpulan data berupa agenda kerja. Hasil dari agenda kerja adalah laporan pengembangan sistem. Laporan perkembangan sistem, digunakan untuk mengumpulkan data tentang rancangan Sistem informasi pengolahan nilai mulai dari fase investigasi awal/analisis kebutuhan hingga fase desain yang menghasilkan flowchart yang digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan sistem ini. Metode kuesioner merupakan cara memperoleh atau mengumpulkan data dengan mengirimkan suatu daftar pertanyaan/pernyataan-pernyataan kepada responden/subjek penelitian (Agung, 2014:99). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Instrumen yang digunakan antara lain instrumen untuk mengumpulkan data hasil review dari guru bidang studi atau mata pelajaran, ahli desain, guru uji coba perorangan. Dalam penelitian pengembangan ini digunakan dua teknik analisis data, yaitu (1) teknik analisis deskriptif kuantitatif, (2) teknik analisis deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui angket dalam bentuk skor. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan dengan mengelompokkan informasi dari data kualitatif yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada angket. Hasil analisis ini kemudian digunakan untuk merevisi sistem yang dikembangkan. UML yang dibangun pada sistem ini terdiri dari Use Case Diagram, Class Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram. Use case diagram merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan sistem yang akan dibuat. 16

17 Admin Halaman Admin Mengelola Data Guru <<include>> <<include>> Pegawai TU Mengelola Data Siswa <<include>> <<include>> Login Guru Mengelola Mata Pelajaran <<include>> Menilai Siswa Gambar 3 Usecase Diagram Pada gambar 3 terlihat bahwa terdapat 3 aktor yang berperan dalam sistem yaitu admin, pegawai tata usaha, guru. Admin dapat kelola data guru, kelola data siswa, kelola data mata pelajaran. Pegawai Tata Usaha dapat mengelolah data guru, kelola data siswa, kelola data mata pelajaran tetapi tidak bisa mengelola nilai siswa karena hal tersebut menjadi kewenangan guru mata pelajaran. Kemudian Guru mata pelajaran dapat mengelola hasil belajar siswa seperti nilai siswa. Dengan adanya sistem ini di harapkan seorang guru mendapat kemudahan untuk mengetahui karakteristik siswa dalam mengelola pembelajaran. Salah satunya kemampuan akademik siswa. Dalam merancang suatu sistem maka salah satu yang harus diperhatikan adalah database atau sistem basis data. Dalam penelitian ini, desain database dapat di lihat pada gambar 4. Gambar 4 Desain Database 17

18 Gambar 5 Class Diagram Class Diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain lain [5]. Activity Diagram menggambarkan berbagai alur aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, admin tentu harus mengolah semua data data yang di masukkan kedalam sistem web tersebut, sehingga disini admin login terlebih dahulu. Setelah login admin memilih menu untuk mengolah data sesuai pilihan admin yang ada pada sistem. Ketika sudah mengolah data admin selesai dan logout. Proses digambarkan pada activity diagram Gambar 6 dibawah. ADMIN SISTEM LOGIN Cek Identitas Verifikasi Login Halaman Menu Admin Proses Mengelola Data Nilai Mengelola Data Siswa Mengelola Data Mata Pelajaran Menunggu Proses Logout Gambar 6 Activity Diagram 18

19 Browser (Web-Admin) Browser (Web-User) Web-Server (Hosting) Database (phpmyadmin) Gambar 6 Deployment Diagram Gambar 6 menggambarkan deployment diagram pada web aplikasi sistem informasi nilai siswa. Pada deployment diagram terdapat browser untuk menggunakan web aplikasi yang telah di hosting di web server. Selama user terhubung internet, dimana saja dan kapan saja aplikasi yang dibuat dapat diakses dan digunakan. Web aplikasi di bangun menggunakan bahasa PHP dan framework laravel. 4. Hasil dan Pembahasan Perancangan sistem pengolahan yang dikembangkan telah dilakukan dengan metode pencatatan dokumen. Pencatatan dokumen dilakukan dengan mencatat tahaptahap yang telah dilakukan sesuai dengan prosedur pengembangan. Berdasarkan pencatatan dokumen yang telah dilakukan, menghasilkan laporan pengembangan sistem. Laporan pengembangan sistem dirancang sesuai dengan tahap pada model pengembangan waterfall. Dalam laporan pengembangan sistem, terdapat bagian yang menjelaskan perancangan sistem informasi nilai siswa yaitu berupa flowchart. Flowchart digunakan sebagai pedoman dalam memvisualisasikan alur kerjanya sistem informasi nilai siswa mulai dari awal hingga akhir. Dengan melakukan tahap pembuatan flowchart akan memudahkan perancangan sistem. Produk multimedia interaktif telah melewati tahap evaluasi menurut beberapa ahli yaitu (1) Dari segi User Interface aplikasi dapat dipahami dengan baik oleh pengguna yaitu 86.67%, (2) segi Konten, terdiri dari isi informasi, data profile dari tiap siswa yang terdapat dalam sistem sudah baik dan sudah jelas yaitu 90%,(3) segi Fungsional sistem, terdiri dari manfaat dari aplikasi ini mempercepat dan mengefisiensikan waktu dalam melakukan proses pengolahan, perhitungan nilai, meringankan kerja serta mengurangi human error yaitu 86.67%, Setelah sistem tersebut direvisi sesuai saran dan masukan dari para ahli, maka sistem tersebut dapat diuji cobakan. Uji coba yang dilakukan yaitu uji coba kelompok kecil. Pada uji coba kelompok kecil, subjek coba dalam penelitian ini Sepuluh Guru SMP SMARATUNGGA. Dua Pegawai Tata Usaha. yang nantinya sebagai pengguna sistem untuk mengetahui pendapat tentang aplikasi Perancangan Sistem Informasi Nilai Siswa Berbasis Web. Kuisioner ini memiliki tujuh pertanyaan dalam skala Likert dengan lima skala yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Dari data yang diperoleh, persentase tingkat pencapaian sistem informasi pengolahan nilai siswa pada saat uji coba kelompok kecil memperoleh skor sebesar sebesar 91,21% dengan kualifikasi sangat baik. Selanjutnya sistem yang telah 19

20 direvisi berdasarkan masukan dari ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba kelompok kecil. Pembahasan dalam penelitian ini, membahas tentang Sistem informasi pengolahan nilai siswa membantu guru dalam mengetahui berbagai karakteristik siswa sebagai bahan acuan dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa dengan menggunakan sistem ini supaya kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif. berdasarkan hasil-hasil perancangan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian di SMP SMARATUNGGA AMPEL. Adapun pertanyaan ilmiah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah perancangan sistem informasi pengolahan nilai siswa dengan model waterfall di SMP SMARATUNGGA AMPEL tahun pelajaran 2016/2017? (2) Bagaimana efektivitas Sistem informasi pengolahan nilai siswa yang dikembangkan dengan model waterfall dalam mengetahui berbagai karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran di SMP SMARATUNGGA AMPEL tahun pelajaran 2016/2017?. Pembahasan pertama, perancangan sistem ini menggunakan model waterfall. Model waterfall ini diawali dengan melakukan analisis kebutuhan dengan cara melakukan wawancara. Berdasarkan wawancara dengan guru di SMP SMARATUNGGA, ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi sebelum proses pembelajaran berlangsung yaitu tidak ada alat bantu untuk mengetahui karakteristik siswa dalam proses pembelajaran karena masalah heterogennya siswa sehingga guru terlihat kurang kreatif. Hal itu disebabkan karena guru merasa direpotkan untuk mengatur strategi pembelajaran kurang variatif sehingga pembelajaran terlihat kurang menarik. Dari permasalahan diatas menunjukkan bahwa memang cocok untuk dikembangkannya sistem informasi pengolahan nilai siswa. Kemudian dilakukan perancangan desain sistem dengan langkah memilih dan menetapkan software/perangkat lunak yang digunakan yaitu dengan laravel framework karena sistem informasi berupa web maka dapat digunakan dimana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet dan untuk memvisualisasikan alur kerja sistem mulai awal hingga akhir. Selanjutnya dilakukan tahap implementasi dimana merupakan proses yang dilakukan untuk mewujudkan desain menjadi kenyataan dan akan menghasilkan sistem yang sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain dan menghasilkan sistem yang seharusnya, maksudnya adalah mengembangkan sistem informasi pengolahan nilai siswa yang sesuai dengan Flowchart yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Tahap selanjutnya yaitu pengujian, untuk memastikan bahwa semua bagian dari sistem yang dihasilkan/dikembangkan sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Pada tahap akhir yaitu pemeliharaan sistem. sistem yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Berdasarkan hasil evaluasi ahli isi melalui instrumen berupa angket, kualitas sistem dari aspek ahli isi mendapat skor persentase tingkat pencapaian 84,61% dan berada berada pada kualifikasi baik. namun perlu ditambahkan/diperluas lagi. Sehingga perlu direvisi sedikit. Berdasarkan hasil evaluasi ahli desain pembelajaran melalui instrumen berupa angket, kualitas sistem dilihat dari aspek desain pembelajaran mendapat persentase tingkat pencapaian 81,33 % dan berada pada kualifikasi baik. Perolehan kualitas sistem dengan kategori baik dikarenakan kejelasan sasaran pengguna, kemudian sistem memungkinkan interaksi antar pengajar dan sistem dapat menunjang pembelajaran mandiri karena memliki petunjuk belajar dan petunjuk penggunaan yang jelas serta dilengkapi dilengkapi 20

21 dengan pemberian evaluasi dan umpan balik yang dapat menarik minat dan motivasi siswa untuk belajar. 5. Simpulan Berdasarkan analisis dan perancangan sistem informasi nilai siswa berbasis web Menggunakan Laravel Framework di SMP Smaratungga Ampel maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi sebelum proses pembelajaran berlangsung yaitu tidak ada alat bantu untuk mengetahui karakteristik siswa dalam proses pembelajaran karena masalah heterogennya siswa sehingga guru terlihat kurang kreatif. Dari permasalahan tersebut menunjukan bahwa memang cocok untuk dikembangkannya sistem informasi pengolahan nilai siswa karena sistem berupa web maka dapat digunakan dimana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet. Kemudian dilakukan perancangan web menggunakan laravel framework mempermudah dalam implementasi website dan merupakan proses yang dilakukan untuk mewujudkan desain menjadi kenyataan dan akan menghasilkan produk sesuai dengan desain. Hasil validasi perancangan sistem yang telah dilakukan dengan metode kuesioner. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kualitas sistem di SMP SMARATUNGGA AMPEL, diketahuai tingkat pencapaian sistem ditinjau dari aspek (1) aspek desain sistem berada pada kualifikasi baik, (2) isi mata pelajaran berada pada kualifikasi baik, (3) media pembelajaran berada pada kualifikasi baik, (4) uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik. Dengan demikian sistem dapat membantu guru dalam pemilihan strategi pengelolaan pengajaran untuk mengetahui karakteristik siswa dalam proses pembelajaran karena masalah heterogennya siswa dapat teratasi. 6. Saran Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP SMARATUNGGA AMPEL tentang sistem informasi nilai siswa dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Untuk mengoptimalkan penggunaan sistem yang ada, lebih baik jika para guru diadakan pelatihan yang berkaitan dengan pembelajaran dengan teknologi informatika. 2) Untuk dapat mengoperasikan komputer secara maksimal dibutuhkan sumber daya manusia terutama guru yang bisa menggunakan komputer, sehingga sistem yang dirancang dapat dimanfaatkan secara optimal. 3) Isi website saat ini masih bersifat sedeharna, Program ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal., sehingga bisa menampilkan informasi-informasi terbaru dari sekolah. 21

22 Daftar Pustaka [1] Rusi Restiyani, Nengsih Juanengsih, Yanti Herlanti Profil pemanfaatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) sebagai media dan sumber pembelajaran oleh guru biologi di MAN se-jakarta Selatan. [2] Pratomo Adi Perancangan Media Belajar Interaktif Berbasis Web Menggunakan Metode Promethee. Banjarmasin: Politeknik Negeri Banjarmasin. [3] Elok Erny Rahayu, Agung Listiyadi Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Berbasis Information And Communication Technologies (ICT) Pada Materi Mengelola Dokumen Transaksi. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. [4] Hidayatullah Ahmad, Dony Ariyus Analisa dan Perancangan Toko Online Geraihanna Berbasis SEO Menggunakan Laravel. Yogyakarta: STMIK AMIKOM. [5] Rosa & M.Shalahuddin, 2013, Rekayasa Perangkat Lunak. Bandung: INFORMATIKA. 22