PENGARUH PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI FLUIDA STATIS

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI FLUIDA STATIS"

Transkripsi

1 PENGARUH PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI FLUIDA STATIS Pretti T. M. Ambarita 1, Sahyar, da Ridwa. A.Sai 1 Abstrak. Peelitia ii bertujua utuk meghasilka desai peragkat pembelajara RPP da LKS yag dega model pembelajara berbasis masalah da megaalisis apakah peragkat pembelajara RPP da LKS yag dikembagka dapat meigkatka hasil belajar siswa. Peelitia pegembaga ii dilakuka pada uji terbatas dega memakai satu kelas dega megguaka metode peelitia pegembaga Aalysis Desig Developmet Implemetatio ad Evaluatio (ADDIE). Metode ADDIE ii diguaka sebagai metode utuk medesai peragkat pembelajara RPP da LKS yag dega model pembelajara berbasis masalah. Tiga tahapa pegembaga peragkat pembelajara RPP da LKS seperti pada tim ahli, kelompok kecil, da uji lapaga. Peilaia tim ahli didasarka pada aspek format, isi, da bahasa. Pada kelompok kecil da uji lapaga berdasarka respo siswa. Khusus pada peilaia peragkat pembelajara RPP respo siswa berisi peilaia siswa terhadap kemampua guru megajar. Peilaia peragkat pembelajara LKS berdasarka aspek format, isi, da bahasa. Peilaia hasil belajar siswa berdasarka pretes da postes diaalisis dega uji -gai. Hasil pegembaga peragkat pembelajara RPP da LKS yag divalidasi oleh tim ahli pada aspek format, isi, da bahasa. Hasil pegembaga peragkat pembelajara RPP da LKS pada kelompok kecil da uji lapaga dega kategori baik. Terdapat peigkata hasil belajar siswa dari pertemua I higga ke pertemua III dari kategori redah ke sedag. Katakuci: Peragkat Pembelajara, Model Pembelajara Berbasis Masalah, Hasil Belajar THE INFLUENCE OF LEARNING INSTRUMENTS PROBLEM BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE PHYSICS LEARNING OUTCOMES IN STATIC FLUID Pretti T. M. Ambarita 1, Sahyar, da Ridwa. A.Sai 1 Abstract. The objective of this research were to produce a lesso plas ad worksheets learig istrumet desig that correspoded to problem based learig models ad aalyze whether it was ca improve studet learig outcomes. This research developmet was doe i classroom by usig developmet research methods of Aalysis Desig Developmet Implemetatio ad Evaluatio (ADDIE). ADDIE method was used as a method for desigig a lesso plas ad worksheets that correspoded to it. Three stages of developmet of 106

2 lesso plas ad worksheets such as a assessmet by a team of experts, small group, ad a field test. Assessmet by a team of experts based o theree aspects such as format, cotet, ad laguage. I small group ad field test based o a respose of studets sheet. The studet respose sheet cotais of teacher's ability to teach. Worksheet assessmet based o aspects of the format, cotet, ad laguage. Assessmet of studet learig outcomes based o pretest ad posttest were aalyzed by - gai. The results of developmet of lesso plas ad worksheets were validated by a team of experts o aspects of format, cotet, ad laguage. The result both of developmet of lesso plas ad worksheets i small group ad field test produced good categories. There was a icreased studet learig outcomes of first to third meetig with categories of low to moderate. Keywords: Learig Istrumets, Problem Based Learig Models, Learig outcomes PENDAHULUAN Kualitas pedidika serig dijadika sebagai barometer perkembaga suatu egara. Kemampua siswa dalam meyelesaika masalah matematika, sais, da membaca beserta aplikasiya dalam kehidupa sehari-hari dijadika sebagai gambara baik atau tidakya kualitas pedidika, khusus utuk siswa usia wajib belajar (SD sampai kelas 3 SMP). Saat ii terdapat dua asesme utama berskala iterasioal yag meilai kemampua matematika da sais siswa, yaitu PISA (Program for Iteratioal Studet Assessmet) da TIMSS (Tred i Iteratioal Mathematics ad Sciece Study). Pada tahu 2000, Idoesia meempati perigkat 38 dari 41 egara utuk mata pelajara sais. Tahu 2003, perigkat 38 dari 40 egara, perigkat 50 dari 57 egara utuk tahu 2006, perigkat 60 dari 65 egara pada tahu 2009, da pada tahu 2012, Idoesia perigkat 64 dari 65 egara utuk mata pelajara sais (Tim PISA Idoesia, 2011). Tampak jelas bahwa dari tahu ke tahu terjadi peurua perigkat Idoesia di ajag PISA dalam bidag sais. Skor rata-rata Idoesia pu tidak perah di atas skor rata-rata Iterasioal. Hal tersebut meadaka bahwa siswa Idoesia masih lemah dalam megguaka kemampua berpikir tigkat tiggi da kemampua pemecaha masalah. Selai megikuti PISA, Idoesia juga megikuti ajag TIMSS. Hampir sama dega hasil PISA, Idoesia hampir mejadi juru kuci di ajag TIMSS. Skor rata-rata Idoesia juga tidak perah di atas skor rata-rata Iterasioal baik utuk mata pelajara matematika maupu sais. Berdasarka hasil PISA da TIMSS tampaklah jelas bahwa kemampua sais da matematika siswa di Idoesia masih redah. Padahal sais da matematika merupaka modal dasar bagi siswa utuk meghadapi era globalisasi. Adaya kesejaga atara harapa da fakta di lapaga, tetuya aka meimbulka suatu masalah, yaitu ketidakmampua Idoesia utuk bersaig dega egara lai di duia khususya dalam bidag pedidika. Masalah tersebut diduga disebabka karea guru kurag tepat meetuka strategi da metode dalam meyeleggaraka kegiata belajar megajar, walaupu terdapat berbagai model-model ataupu strategi pembelajara yag lebih baik (Yasa, 2007). Observasi awal yag dilakuka oleh peeliti di SMAN 13 Meda meujukka ilai rata-rata semester I utuk mata pelajara fisika masih redah. Berdasarka hasil wawacara dega guru bidag studi fisika di sekolah tersebut ilai rata-rata fisika utuk semester I yaitu 75 dega Kriteria Ketutasa Miimal (KKM) di sekolah tersebut adalah 75, semetara ilai yag diperoleh siswa sudah ada ilai tambaha dari guru yaitu peilaia guru terhadap tugas pribadi/kelompok, kehadira siswa, da disipli siswa. Berdasarka aalisis yag dilakuka peeliti terhadap peragkat pembelajara yag diguaka SMAN 13 Meda, terdapat beberapa kekuraga yag perlu diperbaiki. Kelemaha pertama terdapat pada deskripsi kegiata pembelajara. Pada kegiata pedahulua, seharusya guru meyampaika mafaat materi yag dipelajari dalam kehidupa sehari-hari, ligkup da tekik peilaia yag aka diguaka. Aka tetapi pada RPP yag ada, guru tidak meyampaika ketiga hal tersebut. Kegiata yag dicatumka juga tidak terperici dega spesifik. Ricia kegiata yag ada juga belum dega sitaks model pembelajara yag diguaka, misalya pada RPP Fluida Statik pada pertemua pertama. RPP ii diracag megguaka model PBM yag memiliki lima lagkah, aka tetapi lagkah membimbig peyelidika idividu da kelompok, megembagka da meyajika hasil karya serta megaalisis da megevaluasi proses pemecaha masalah belum terlihat di ricia kegiata pembelajara. Artiya, peerapa model pembelajara yag dipilih belum dilakuka dega tepat. Kelemaha kedua adalah kurag berjalaya kegiata praktikum secara efektif da efesie selama 107

3 proses belajar megajar berlagsug yag terdapat pada lembar kerja siswa (LKS). Ketersediaa LKS ii sagat membatu siswa melakuka peyelidika atau pemecaha masalah di sampig juga pemeuha saraa da prasaraa yag medukug kegiata praktikum siswa seperti alat-alat praktikum yag diguaka oleh siswa. Pada bahasa ii ketika praktikum aka dilakuka siswa da guru harus melakuka persiapa terlebih dahulu baik dari alat-alat praktikum yag aka diguaka, pemijama alat dari laboratorium sampai pegembalia alat-alat tersebut. Sebab laboratorium pada sekolah tersebut belum secara efektif diguaka sebagai tempat melakuka praktikum. LKS dapat berupa padua utuk pegambaga aspek kogitif maupu pegembaga semua aspek pembelajara dalam betuk padua eksperime. Dega adaya LKS, diharapka pemahama siswa aka materi yag diajarka aka lebih maksimal. Kelemaha ketiga terkait dega soal yag diberika guru kepada siswa. Soal yag diberika tidak megukur semua tujua pembelajara yag ditetapka. Tujua pembelajara yag ditetapka di awal adalah mejelaska pegertia massa jeis, tekaa pada suatu kejadia, meyimpulka beda yag megalami prisip archimedes, meilai ketiggia suatu beda pada tekaa hidrostatik, meghitug besar gaya pada prisip hukum Pascal, da meyimpulka kejadia pada peristiwa yag berhubuga dega tekaa atmosfer. Soal yag diberika itu haya meghitug soal-soal yag ada pada buku teks yag diguaka di sekolah tersebut. Selai itu, soal tersebut tidak meutut siswa utuk berpikir memecahka masalah yag berhubuga erat atara kosep fisika megeai fluida statis terhadap permasalaha-permasalaha yag terjadi di ligkuga sekitar siswa. Semetara tututa abad-21 megigika siswa memiliki peigkata hasil belajar siswa di dalam pembelajaraya. Model Pembelajara Berbasis Masalah (Model PBM) merupaka salah satu pembelajara yag didukug oleh teori kostruktivis sehigga siswa dapat membetuk pegetahua sediri, meumbuhkembagka keterampila yag lebih tiggi da ikuiri, serta meigkatka kepercayaa diri sediri. Meurut teori kostruktivis, keterampila berpikir da memecahka masalah dapat dikembagka jika siswa melakuka sediri, meemuka, da memidahka kekompleks-a pegetahua yag ada. Pada model PBM guru berpera utuk meyajika masalah, megajuka pertayaa, da memfasilitasi peyelidika da dialog. Di sampig itu guru memberika dukuga da doroga yag dapat meigkatka pertumbuha ikuiri da kemampua itelektual siswa. Model pembelajara ii juga dapat meigkatka pertumbuha da perkembaga aktivitas belajar siswa baik secara idividual maupu secara kelompok. Memperhatika petigya peragkat pembelajara yag diguaka oleh guru da siswap pada pelajara fisika serta kelebiha dari model PBM maka pada peelitia ii dilakuka pegembaga peragkat pembelajara fisika berbasis masalah utuk meigkatka hasil belajar siswa. METODE Jeis peelitia ii adalah peelitia pegembaga (Research ad Developmet) yaitu pegembaga peragkat pembelajara RPP da LKS fisika utuk SMA kelas XI semester 2. Pegembaga peragkat pembelajara RPP da LKS yag dikembagka terdapat pada idikator da kegiata belajar megajar dega megguaka model PBM. Peelitia pegembaga ii megacu pada model pegembaga ADDIE. Peelitia kali ii megguaka peelitia terbatas dimaa ada tiga tahap yag aka dilakuka. Tahap pertama adalah tahap uji validasi oleh tim ahli, kedua adalah kelompok kecil, ketiga adalah tahap uji lapaga. Populasi dalam peeliti ii adalah seluruh siswa kelas XI semester 2 program IPA pada Tahu Ajara 2015/2016 di SMAN 13 Meda. Sampel yag ditetapka dalam peelitia ii adalah: satu kelas XI dari semua kelas XI program IPA yag ada di tempat peelitia. Data hasil pegembaga peragkat pembelajara fisika diperoleh dari istrume peelitia yag berupa lembar validasi peragkat pembelajara RPP da LKS yag divalidasi oleh tim ahli, lembar respo siswa yag berasal dari kelompok kecil da uji lapaga, da istrume tes utuk megukur peigkata hasil belajar siswa di setiap pertemua. Tekik aalisis data yag diguaka pada peelitia ii adalah aalisis deskriptif. Utuk melihat kevalida peragkat pembelajara RPP da LKS berdasarka ratarata skor dari masig peragkat pembelajara RPP da LKS yag telah divalidasi oleh tim ahli. Lembar respo siswa diaalis dega meghitug persetase bayak siswa yag memberika respo positif pada setiap kategori yag ditayaka dalam lembar respo siswa. Aalisis data hasil belajar siswa adalah meghitug semua skor hasil yag diperoleh oleh siswa pada tiap pertemua yag selajutya dihitug skor rata-rata pada hasil belajar pretes da hasil belajar postes dari pertemua pertama higga pertemua terakhir. Selajutya diguaka aalisis ideks gai meurut Meltzer utuk megetahui peigkata hasil belajar yag diperoleh siswa pada setiap pertemua. Bila ilai rata-rata postes lebih besar dari 7,0 da ilai ideks gaiya lebih dari 0,3 maka ilai rata-rata hasil postes lebih baik dari hasil pretes da terjadi peigkata hasil belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Peragkat pembelajara RPP da LKS yag diperoleh dari tim ahli bahwa perubaha yag telah 108

4 dilakuka dapat dilihat pada tiap aspek seperti format, isi, da bahasa. Selajutya perubaha peragkat pembelajara RPP yag dilakuka pada kelompok kecil da uji lapaga dilihat berdasarka kelima lagkah model PBM yag diisi melalui respo siswa. Sedagka perubaha peragkat pembelajara LKS pada kelompok kecil da uji lapaga diilai dari segi format, isi, da bahasa. Hasil perbadiga peragkat pembelajara RPP da LKS sebelum da sesudah dikembagka dapat dilihat pada Tabel 1 da Tabel 2. Tabel 1. Hasil perbadiga peragkat pembelajara RPP sebelum da sesudah dikembagka No. Aspek yag Diilai Hasil Perbadiga Peragkat Pembelajara RPP Sebelum dikembagk a Sesudah dikembagk a Format 1. Kejelasa Ada Ada pembagia 1 materi 2. Sistem Ada Ada peomora jelas 3. Pegatura ruag/tata letak 4. Jeis da ukura huruf 2. Isi 1. Kelegkapa kompoe RPP 2. Kebeara isi/materi 3. Dikelompokk a dalam bagia-bagia yag logis 4. Idikator da tujua pembelajara dega SK da KD 5. Pemiliha strategi, model, metode da saraa pembelajara Tidak legkap Kurag Tidak ada tujua pembelajara Masih secara umum yaitu haya model DI Legkap Semua bagia legkap da Pegguaa model, metode, strategi, da saraa pembelajara sudah tepat 3 dilakuka dega tepat sehigga memugkika siswa aktif belajar 6. Kegiata guru da kegiata siswa dirumuska secara jelas da operasioal sehigga mudah dilaksaaka oleh guru dalam proses pembelajara di kelas 7. Kea lagkahlagkah pembelajara dega model PBM. 8. Kea uruta materi 9. Kea alokasi waktu yag diguaka 10. Kea evaluasi dega tujua Bahasa 1. Kebeara tata bahasa 2. Kesederhaaa struktur kalimat 3. Kejelasa petujuk da araha 4. Sifat komuikatif bahasa yag diguaka Kurag Tidak ada Kurag sebab guru yag lebih bayak aktif sehigga membuat siswa mejadi aktif dalam pembelajara sehigga membuat siswa aktif Pada bagia hasil belajar siswa dapat disimpulka bahwa rerata skor hasil belajar pretes da postes siswa megalami peigkata. Besarya ilai peigkata hasil belajar ii selajutya aka diguaka pada 109

5 perhituga gai terormalisasi (-gai) yag diperoleh siswa selama pembelajara di setiap pertemua. Tabel 2. Hasil perbadiga peragkat pembelajara LKS sebelum da sesudah dikembagka No. 1 2 Aspek yag Diilai Format 1. Kejelasa pembagia materi 2. Memiliki daya tarik 3. Sistem peomora jelas 4. Pegatura ruag/tata letak 5. Jeis da ukura huruf 6. Kea format LKS dega model PBM Bahasa 1. Kebeara tata bahasa 2. Kea kalimat dega taraf berpikir da kemampua membaca serta usia siswa 3. Medorog miat utuk belajar 4. Kesederhaaa struktur kalimat 5. Kalimat soal tidak megadug arti gada 6. Kejelasa petujuk da araha Isi Hasil Perbadiga Peragkat Pembelajara LKS Sebelum dikembagk a Tidak jelas Kurag memiliki daya tarik Tidak Kurag terlalu jelas Sesudah dikembagk a Memiliki daya tarik 3 1. Kebeara isi/materi 2. Merupaka materi/tugas yag esesial 3. Kea dega model PBM 4. Kea tugas dega uruta materi 5. Peraaya utuk medorog siswa dalam meemuka kosep/prosed ur secara madiri 6. Kelayaka sebagai peragkat pembelajara esesial Tidak terlihat Masih perlu diperbaiki da dikembagk a lebih baik lagi Sudah esesial Sudah terlihat Sudah layak Berdasarka hasil rerata skor pretes da postes yag diperoleh siswa di setiap pertemua maka dapat kita hitug ideks gai siswa yag diperoleh. Peigkata hasil -gai siswa di setiap pertemua dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3 Hasil Aalisis Gai Terormalisasi Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar Siswa Hasil Aalisis Aali Rerata Skor Ket Uji - Ket sis Pretes Poste s gai Gai 1 60,4 66,8 Ada pei gkata 0,16 Red ah Gai 2 Gai 3 73,1 79,5 Ada pei gkata 84,1 89,1 Ada pei gkata 0,24 Red ah 0,30 Seda g Berdasarka pada Tabel 3 dapat disimpulka bahwa perhituga ideks - gai pada setiap pertemua diperoleh bahwa skor rata-rata hasil belajar pretes da postes siswa megalami peigkata dari hasil ideks - gaiya yag redah ke sedag. Hal ii dega 110

6 hasil peelitia sebelumya oleh Naag Budi Nugroho (2014), Dwi Mei Asri Wuladari (2012), Novi Prayekti (2013), Ike Suci Pariska, dkk (2012), Titi Mairisiska,dkk (2014), Suriyaa, dkk (2014), Muhammda Mustofa (2013), bahwa pegembaga peragkat pembelajara yag berupa RPP da LKS yag berbasis masalah dapat meigkatka hasil belajar siswa sebab peragkat pembelajara tersebut efektif diguaka oleh siswa selama pembelajara KESIMPULAN Berdasarka hasil peelitia data da uji statistik, serta pembahasa, maka peelitia ii dapat disimpulka sebagai berikut: 1.a. Desai peragkat pembelajara RPP yag dikembagka oleh peeliti, tim ahli, kelompok kecil, da uji lapaga seperti pada aspek format, bahasa, da isi. b. Desai peragkat pembelajara LKS yag dikembagka oleh peiliti,tim ahli, kelompok kecil, da uji lapaga seperti pada aspek format, bahasa, da isi. 2.Peragkat pembelajara RPP da LKS berbasis masalah yag dikembagka dapat meigkatka hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada pertemua I, II, III yaitu hasil belajar rata-rata pada pertemua pertama sebesar 0,16. Pada pertemua kedua sebesar 0,24 da pada pertemua ketiga 0,3. REFERENSI Budi N.N. (2014). Pegembaga RPP da LKS Berbasis Problem Based Learig Pada Materi Himpua Utuk Siswa SMP Kelas VII. Skripsi. Yogyakarta: UNY Mairisiska Titi, Sutriso, da Asrial. (2014). Pegembaga Peragkat Pembelajara Berbasis TPACK Pada Materi Sifat Koligatif Laruta Utuk Meigkatka Keterampila Berpikir Kritis Siswa. Edu sais, 3(1): Mei Dwi Asri Wuladari. (2012). Pegembaga Lembar Kerja Siswa Bercirik Pembelajara Berbasis Masalah Utuk Meigkatka Pemahama Fugsi Ekpoe Pada Siswa Kelas XI ATPH. Skripsi. Malag: Uiverisitas Negeri Malag, Mustofa, M. (2013). Pegembaga Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah Utuk Meigkatka Hasil Belajar Di SMP. Skripsi. Semarag: Uiversitas Negeri Semarag. Prayekti, N. (2013). Pegembaga Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah Utuk Siswa Kelas VIII SMP/MTS. Skripsi. Malag: Uiversitas Negeri Malag. Prawiradilaga, D.S. (2004). Prisip Desai Pembelajara, Uiversitas Negeri Jakarta Rahayu, P., Sriyoo. da Ngazizah. N. (2013). Pegembaga Worksheet Dega Pedekata Guided IquiryPada Pokok Bahasa Suhu Da Kalor Utuk Megoptimalka Domai Proses Sais Siswa Kelas X Sma N 11 Purworejo Tahu Pelajara 2012/2013. Program Study Pedidika Fisika:Uiversitas Muhammadiah Purworejo Rambe, Y. (2015). Pegembaga Peragkat Pembelajara Matematika Berorietasi Model Pembelajara Berbasis Masalah Utuk Meigkatka Kemampua Berpikir Kritis Da Kemadiria Belajar Siswa MAN 2 Meda. Tesis. Meda: PPs Uimed Suci Ike Pariska, Sri Eliati,da Syafriadi. (2012). Pegembaga Lember Kerja Siswa Matematika Berbasis Masalah. Jural Pedidika Matematika, 1(1):75-80 Suriyaa, Rif at, Zubaidah. (2014). Pegembaga Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah Utuk Meigkatka Hasil Belajar Di SMP. Jural Tidak Diterbitka. Malag: Uiversitas Negeri Malag. Tim PISA Idoesia Sciece Achievemet. Jakarta:Kemdikbud. Yasa Proses Belajar Megajar. Jakarta: Rieka Cipta 111