WALIKOTAMATARAM PROVINSINUSATENGGARABARAT PERATURANDAERAHKOTAMATARAM NOMOR 9 TAHUN 2014

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "WALIKOTAMATARAM PROVINSINUSATENGGARABARAT PERATURANDAERAHKOTAMATARAM NOMOR 9 TAHUN 2014"

Transkripsi

1 J.,. WALIKOTAMATARAM PROVINSINUSATENGGARABARAT PERATURANDAERAHKOTAMATARAM NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHANATASPERATURANDAERAHNOMOR11 TAHUN2013 TENTANG ANGGARANPENDAPATANDANBELANJADAERAH TAHUNANGGARAN2014 DENGANRAHMATTUHANYANGMAHAESA WALIKOTAMATARAM, Menimbang: a. bahwa sehubungan dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, yang menyebabkan pergeseran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja serta keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya yang harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan maka perlu dilakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang atas Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran Mengingat 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Mataram (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3531); 3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

2 7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 10. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 11. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47, Tambahan Lebaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

3 Tahun 2010 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5155); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 18. Peraturan Pemerintahan Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4614); 20. Peraturan Pemerintahan Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 21. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Mataram Tahun 2009 Nomor 1 Seri E); 22. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 ten tang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107; 23. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/.Jasa Pemerintah sebagaiman telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/.Jasa Pemerintah; 24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014; 25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

4 Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MATARAM dan WALIKOTA MATARAM Menetapkan MEMUTUSKAN : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN Pasal1 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014 semula berjumlah ,00 bertambah/berkurang sejumlah ,18 sehingga menjadi ,18 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pendapatan a. Semula ,00 b. Bertambahf (berkurang) ,67 Jumlah Pendapatan setelah ,67 2. Belanja a. Semula ,00 b. Bertambahf (berkurang) ,18 Jumlah Belanja setelah ,18 Surplusf(Defisit) setelah ( ,51) 3. Pembiayaan a. Penerimaan 1. Semula Bertambahf(berkurang) ,51 Jumlah Penerimaan setelah ,51 b. Pengeluaran 1. Semula Bertambahf(berkurang) Jumlah Pengeluaran setelah Jumlah Pembiayaan Netto setelah ,51 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran setelah Pasal2 (1) Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari : a. Pendapatan AsHDaerah 1. Semula Bertambahf(berkurang) ,00 Jumlah Pendapatan AsHDaerah setelah ,00

5 b. Dana Perimbangan 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Dana Perimbangan setelah c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah setelah 1. Semula , , ,67 (2) Pendapatan AsHDaerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf a terdiri dari jenis pendapatan : a. Pajak Daerah 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Pajak Daerah setelah b. Retribusi Daerah 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Retribusi Daerah setelah c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah , , , (3) Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan : a. Dana Bagi HasH 1. Semula ,00 2. Bertambah/{berkurang) ,00 Jumlah Dana Bagi Hasil setelah b. Dana Alokasi Umum 1. Semula Bertambah/{berkurang) Jumlah Dana Alokasi Umum setelah ,

6 c. Dana Alokasi Khusus 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah (4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan : a. Hibah 1. Semula Bertambah/(berkurang) Jumlah Pendapatan Hibah setelah b. Dana Darurat 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Dana Darurat setelah c. Dana Bagi Hasil Pajak 1. Semula Bertambah/(berkurang) ,67 Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah ,67 d. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 1. Semula Bertambah/(berkurang) ( ) Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus setelah e. Bantuan Keuangan dari Propinsi atau dari Pemerintah Daerah Lainnya 1. Semula Bertambah/(berkurang) Jumlah Bantuan Keuangan dari Propinsi atau dari Pemerintah Daerah Lainnya setelah f. Pendapatan Lainnya 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Pendapatan Lainnya setelah 0.00 Pasal3 (1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari : a. Belanja Tidak Langsung 1. Semula ,00 2. Bertambah/(berkurang) ( ,56) Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah ,44

7 b. Belanja Langsung 1. Semula ,00 2. Bertambah/(berkurang) ,74 Jumlah Belanja Langsung setelah ,74 (2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja: a. Belanja Pegawai 1. Semula ,00 2. Bertambah/(berkurang) ,44 Jumlah Belanja Pegawai setelah ,44 b. Belanja Bunga 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Belanja Bunga setelah c. Belanja Subsidi 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Belanja Subsidi setelah d. Belanja Hibah 1. Semula Bertambah/(berkurang) ( ) Jumlah Belanja Hibah setelah e. Belanja Bantuan Sosial 1. Semula Bertambah/(berkurang) ( ) Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah f. Belanja Bagi Hasil 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Belanja Bagi Hasil setelah g. Belanja Bantuan Keuangan 1. Semula 2. Bertambah/(berkurang) Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah h. Belanja Tidak Terduga 1. Semula Bertambah/(berkurang) Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah

8 (3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufb terdiri dari jenis belanja : a. Belanja Pegawai 1. Semula Bertambahf(berkurang) Jumlah Belanja Pegawai setelah b. Belanja Barang dan Jasa 1. Semula ,10 2. Bertambahf(berkurang) ,27 Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah ,37 c. Belanja Modal 1. Semula ,90 2. Bertambahf(berkurang) ,47 Jumlah Belanja Modal setelah ,37 Pasal4 (1) Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari : a. Penerimaan 1. Semula Bertambahf(berkurang) Jumlah Penerimaan setelah b. Pengeluaran 1. Semula Bertambahf [berkurang] Jumlah Pengeluaran setelah (2) Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufa terdiri darijenis pembiayaan: a. SILPATahun Anggaran sebelumnya 1. Semula Bertambahf(berkurang) ,51 Jumlah SILPATahun Anggaran ,51 sebelumnya setelah b. Pencairan Dana Cadangan 1. Semula 2. Bertambahf(berkurang) Jumlah Pencairan Dana Cadangan setelah c. Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 1. Semula 2. Bertambahf(berkurang) Jumlah Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah

9 d. Penerimaan Pinjaman Daerah 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Penerimaan Pinjaman Daerah setelah e. Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman setelah f. Penerimaan Piutang Daerah 1. Semula 2. Bertambah/Iberkurang) Jumlah Penerimaan Piutang Daerah setelah (3) Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hurufb terdiri dari jenis pembiayaan : a. Pembentukan Dana Cadangan 1. Semula 2. Bertambah/Iberkurang] Jumlah Pembentukan Dana Cadangan setelah b. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 1. Semula Bertambah/{berkurang) Jumlah Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah setelah c. Pembayaran Pokok Utang 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah d. Pemberian Pinjaman Daerah 1. Semula 2. Bertambah/{berkurang) Jumlah Pemberian Pinjaman Daerah setelah Uraian lebih lanjut Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran-lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari : 1. Lampiran I 2. Lampiran II 3. Lampiran III Pasal5 Ringkasan APBD; Ringkasan APBD menurut Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD; Urusan Rincian APBDmenu rut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;

10 4. Lampiran IV Rekapitulasi Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program dan Kegiatan; 5. Lampiran V 6. Lampiran VI 7. Lampiran VII Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara; Daftar Jumlah Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan; Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah; 8. Lampiran VIII Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini; 9. Lampiran IX Daftar pinjaman daerah dan obligasi daerah. Pasa16 Walikota menetapkan Peraturan tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan. Peraturan Pasa17 Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Mataram. Ditetapkan di Mataram pada tanggal, 16 Agustus 2014 Diundangkan pada tanggal, di Mataram BERITADAERAHKOTAMATARAMTAHUN2014 NOMOR :

11

12