PELAKSANAAN OPERASI PENANGANAN SECARA MANUAL

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PELAKSANAAN OPERASI PENANGANAN SECARA MANUAL"

Transkripsi

1 KODE MODUL OPKR B Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF PELAKSANAAN OPERASI PENANGANAN SECARA MANUAL DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005 Modul OPKR B ii

2 KODE MODUL OPKR B Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF PELAKSANAAN OPERASI PENANGANAN SECARA MANUAL Tim Penyusun: 1. Ag. Bambang Utoyo, S.Pd 2. Mochamad Yulianto 3. Drs. Basuki, S.ST 4. Andin, S.Pd 5. Mohamad Rahino, S.Pd Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Drs. Suryana Iskandar 3. Drs. H. Rindowi, ST DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005 Modul OPKR B iii

3 KATA PENGANTAR Modul Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual adalah salah satu modul yang dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar siswa SMK Program Keahlian: Teknik Mekanik Otomotif, untuk mencapai salah satu jenis kompetensi yang harus dikuasainya. Di dalam modul ini siswa dapat belajar tentang Teknik penanganan secara manual yang benar dan prosedur pengangkatan serta pemindahan material/komponen/part sesuai standar tempat kerja. Selain itu dengan modul ini siswa dapat melatih keterampilan dengan melakukan pekerjaan penanganan secara manual serta pekerjaan pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part. Dari kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa seperti uraian tersebut, maka proses belajar dibagi dalam tahapan-tahapan seperti berikut : Kegiatan belajar 1, siswa mempelajari prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur penanganan bahan berbahaya. Sedangkan kegiatan belajar 2, siswa melakukan praktik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual, secara mekanis serta menangani material atau bahan berbahaya otomotif. Pada setiap akhir materi akan diberikan rangkuman yang berisi intisari dari materi, serta tugas-tugas yang terkait dengan materi. Selanjutnya disampaikan soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa serta kunci jawabannya. Untuk melatih ketrampilan disediakan lembar pekerjaan sebagai pedoman untuk praktik, juga lembar kemajuan siswa untuk mencatat pencapaian hasil belajar siswa. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat bagi yang memerlukan. Yogyakarta, Juli 2005 Penyusun Modul OPKR B iv

4 DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI ii PETA KEDUDUKAN MODUL. iv MEKANISME PEMELAJARAN...viii PERISTILAHAN/GLOSSARIUM. ix BAB I PENDAHULUAN A. DESKRIPSI. 1 B. PRASYARAT...2 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Petunjuk Bagi Siswa Petunjuk Bagi Guru...3 D. TUJUAN AKHIR...4 E. KOMPETENSI. 5 F. CEK KEMAMPUAN....7 BAB II PEMELAJARAN A. RENCANA BELAJAR SISWA 8 B. KEGIATAN BELAJAR..8 Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen/part...8 a. Tujuan Kegiatan Belajar..8 b. Uraian Materi.9 c. Rangkuman. 28 d. Tugas.. 31 e. Tes Formatif Modul OPKR B v

5 f. Kunci Jawaban Kegiatan Belajar 2: Pengangkatan,pemindahan material/komponen/part dan penataan area tempat kerja...35 a. Tujuan Kegiatan Belajar...35 b. Uraian Materi.. 35 c. Rangkuman. 35 d. Tugas..35 e. Tes Formatif 36 f. Kunci Jawaban 36 BAB III EVALUASI A. Kriteria dan Instrumen penilaian Kriteria penilaian pengetahuan Kriteria penilaian praktek.42 B. Test Praktek 44 BAB IV PENUTUP..46 DAFTAR PUSTAKA 47 Modul OPKR B vi

6 PETA KEDUDUKAN MODUL OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B Modul OPKR B vii

7 Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi Kode Kompetensi Judul Modul OPKR B Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen OPKR B Pemasangan sistem hidrolik Pemasangan sistem hidrolik OPKR B Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik OPKR B Pemeliharaan/servis dan per-baikan kompresor udara dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis dan per-baikan kompresor udara dan komponenkomponennya OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B Melaksanakan prosedur penge-lasan, pematrian, dan pemo-tongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penangan an secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponenkomponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Melaksanakan prosedur pengelas-an, pematrian, dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponenkomponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Modul OPKR B viii

8 Kode Kompetensi Judul Modul OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B OPKR B Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-komponennya Overhaul kopling dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-komponennya Overhaul kopling dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual OPKR B Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Pemeliharaan/servis transmisi otomatis OPKR B Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan OPKR B Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Pemeliharaan/servis poros roda penggerak OPKR B Perbaikan poros penggerak roda Perbaikan poros penggerak roda OPKR B Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya OPKR B Pemeliharaan/servis sistem rem Pemeliharaan/servis sistem rem OPKR B Perbaikan sistem rem Perbaikan sistem rem OPKR B Overhaul komponen sistem rem Overhaul komponen sistem rem OPKR B Pemeriksaan sistem kemudi Pemeriksaan sistem kemudi OPKR B Perbaikan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi OPKR B Pemeriksaan sistem suspensi Pemeriksaan sistem suspensi OPKR B Pemeliharaan/servis sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi OPKR B Balans roda/ban Balans roda/ban OPKR B Melepas, memasang dan me-nyetel roda Melepas, memasang dan menyetel roda OPKR B Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pembongkaran, perbaikan, dan pemasangan ban luar dan ban dalam Modul OPKR B ix

9 Kode Kompetensi Judul Modul OPKR B OPKR B Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkai-an/sistem kelistrikan Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Pengujian, pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan OPKR B Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem penerangan dan wiring OPKR B Pemasangan, pengujian, dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya OPKR B Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) OPKR B Perbaikan sistem Pengapian Perbaikan sistem Pengapian OPKR B Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) Modul dengan kode OPKR B tentang Pelaksanaan Operasi Penanganan Secara Manual ini bukan merupakan modul prasyarat, sebagaimana dapat dilihat pada peta kedudukan modul. Modul OPKR B x

10 MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjakan Cek Kemampuan Nilai 7 Y T Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar n Kerjakan Evaluasi T Nilai 7 Y Modul berikutnya/uji Kompetensi Modul OPKR B xi

11 PERISTILAHAN/GLOSARIUM Bisep : salah satu jenis otot pada lengan. Carlift : Pengangkat kendaraan. Dongkrak pantograf : dongkrak segi tiga/dongkrak harmonika. Dongkrak Troli : Dongkrak yang bisa digeser/dongkrak buaya. Engine : mesin, motor. Forklift : pembawa barang dengan lengan garpu. Grafitasi bumi : gaya tarik bumi terhadap benda. Guru pengampu : Guru pembimbing atau guru pengajar. Hook : Pengait/cantolan. Kompetensi : kemampuan eksensial pada bidang tertentu. OPKR : Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan. Part : bagian komponen. Seling : Tali terbuat dari baja. Takel : Alat penarik. Transmisi : persneling atau unit pemindah tenaga pada kendaraan. Tulang belikat : salah satu jenis tulang pada bahu. Modul OPKR B ii

12 PENDAHULUAN BAB I A. DESKRIPSI Modul Pelaksanaan operasi penanganan secara manual membahas tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual maupun mekanis dan penataan area tempat kerja. Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan pengetahuan dan keterampilan yang sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan kompetensi yang lain di bengkel-bengkel industri, khususnya bengkel perotomotifan. Apabila siswa menguasai kompetensi ini, akan memberikan kemudahan bagi siswa dalam melaksanakan kompetensi yang lain yang membutuhkan teknikteknik yang benar dan aman dalam pemindahan material/komponen ataupun part serta penyimpanannya. Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami prosedur pengangkatan material secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur pemindahan dan penyimpanan material/komponen/part yang aman, penanganan area tempat kerja. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan pengangkatan, pemindahan dan penyimpanan material yang terdapat di dunia industri perotomotifan. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 pemahaman tentang prosedur pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen ataupun part. Sedangkan kegiatan belajar 2: Melakukan pekerjaan pengangkatan dan pemindahan serta penyimpanan material/komponen atau part, sesuai prinsip penanganan area tempat kerja. Modul OPKR B iii

13 PRASYARAT Sebelum memulai modul ini, siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR B tentang Keselamatan dan kesehatan kerja, serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul. B. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. b. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. c. Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatanbelajar. d. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. 2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3) Sebelum melaksanakan praktik, siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). 4) Gunakan alat sesuai prosedur dan pemakaian yang benar. Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas, harus meminta ijin guru lebih dahulu. 5) Setelah selesai praktik, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. Siswa dinyatakan menguasai materi, bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban, serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. Modul OPKR B iv

14 f. Bila siswa sudah dinyatakan berhasil, siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya, untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. g. Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar, saat menemui kesulitan dalam menjawab soal-soal maupun pada waktu melaksanakan praktik, ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar, juga saat akan mengerjakan modul berikutnya. 2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. c. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. f. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan. g. Melaksanakan penilaian internal dan mencatat hasil kemajuan siswa. h. Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya. Modul OPKR B v

15 C. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. Memahami prosedur pengangkatan secara manual, prosedur pengangkatan secara mekanis, prosedur memuat dan menurunkan material, prosedur penyimpanan material/komponen/part secara aman. 2. Dapat melakukan pekerjaan pemindahan, pemuatan dan penurunan Material/komponen atau part secara manual maupun mekanis dan Penyimpanan secara aman. Modul OPKR B vi

16 D. KOMPETENSI SUB KOMPETENSI 1.Mengangkat dan memindahkan material / Komponen /part. KRITERIA KINERJA *Pekerjaan dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem yang lain. *Berat material ditentukan dengan benar dengan menggunakan teknik yang memadai. *Perlengkapan yang tepat dipilih sesuai kebutuhsn. *Material/part/ komponen yang akan diangkat LINGKUP MATERI POKOK PEMELAJARAN BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN *Teknik penanganan secara manual yang benar dan aman. *Teknik pemindahan dan pengangkatan material sesuai dengan standar tempat kerja. *Cermat dan hatihati dalam pelaksanaan pengangkatan dan pemindahan material/part/ Komponen. *Mematuhi undangundang keselamatan dan kesehatan kerja. *Teknik-teknik penanganan secara manual yang benar/ Prosedur pengangkatan dan pemindahan yang aman. *Persyaratan keamanan perlengkapan/material. *Persyaratan keamanan diri. *Melaksanakan pengangkatan dan pemindahan material/part/ Komponen. *Menerapkan undangundang keselamatan kerja. Modul OPKR B 5

17 SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA diperiksa dari kemungkinan bahaya yang timbul. *Teknik pengangkatan dilakukan di bawah standar kerja Indonesia. *Material/part/ komponen ditempatkan dengan aman pada perlengkapan pemindahan dan penempatan kembali dengan memastikan keselamatan petugas dan keamanan dari material/part/k omponen. LINGKUP MATERI POKOK PEMELAJARAN BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETRAMPILAN Modul OPKR B 6

18 E. CEK KEMAMPUAN Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar-benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing dapat menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini. 7

19 PEMELAJARAN BAB II A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis Kegiatan Tanggal Waktu 1.Teknik pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part serta cara penyimpanannya. 2. Melakukan pengangkatan dan pemindahan material/ part / komponen dan penyimpanannya. Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Teknik pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part dan penyimpanannya. a. Tujuan Kegiatan Belajar 1. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. 2. Siswa dapat memahami prosedur pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis. 3. Siswa dapat memahami prosedur penanganan area kerja, dan teknik penyimpanan material/komponen atau part secara aman. 8

20 b. Uraian Materi 1. Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual. Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara manual akan selalu melibatkan tenaga manusia. Dalam memindah material dari tempat yang satu ke tempat lain, seseorang akan mengeluarkan tenaga untuk mengangkat, membawa, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan sebagainya. Untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut secara aman, seseorang harus memahami kekuatan tangan, kaki, badan serta bagaimana cara mengambil posisi. Selain itu seseorang juga harus memahami pengetahuan tentang grafitasi bumi. a) Kekuatan badan/punggung saat mengangkat Gaya tarik bumi yang sering disebut dengan grafitasi, akan cenderung menarik semua benda ke bawah. Apabila seseorang akan mengangkat material yang berupa komponen, part atau benda yang lain, posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi. Hal tersebut dilakukan melalui tangan, punggung serta posisi kaki sebagai tumpuhan. Tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan. Gaya Otot Gambar 1. Kekuatan badan/punggung saat mengangkat 9

21 b) Kekuatan pada tangan pada saat mengangkat Sewaktu mengangkat beban, lengan tangan sebagai tuas mengandalkan kekuatan pada otot Bisep yang berkaitan dengan tulang hasta oleh ujung otot bisep yang disebut Tendon. Tenaga atau berat beban yang disangga akan disalurkan ke Tendon otot Bisep atas ke tulang belikat. Gambar 2. Pusat kekuatan tangan saat mengangkat c) Kekuatan otot punggung saat tangan mengangkat Pada saat tangan mengangkat beban, tenaga yang disangga oleh otot Bisep tangan akan disalurkan melalui tulang belikat ke otot punggung. Karena beban tersebut bekerja pada lengan yan cukup pendek, maka beban justru akan banyak disangga oleh otot punggung. Apabila beban terlalu berat, otot punggung dapat terkilir atau bahkan dapat merusakkan tulang belakang. Gambar 3. Tulang belakang sebagai penyangga beban badan. 10

22 d) Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan b) Upayakan kedua tangan dapat memegang kuat pada benda yang akan diangkat c) Hindarkan gerakan putar yang mendadak d) Upayakan konsentrasi beban berada pada kekuatan tumpuhan kaki e) Upayakan badan tetap lurus/tegap saat mengangkat f) Upayakan beban disekitar titik tengah badan g) Beban yang diangkat maksimal setengah berat badan. Beban Gambar 4. Pengangkatan secara manual 2. Pengangkatan dan pemindahan material/komponen/part secara mekanis Material/komponen/part dengan permukaan tidak rata dan berat yang tidak memungkinkan diangkat secara manual dapat diangkat ataupun dipindahkan dengan alat bantu. a) Prosedur pengangkatan secara mekanis Dalam pengangkatan material dengan alat bantu, tetap harus diperhatikan titik pusat keseimbangan material atau benda tersebut atau yang sering disebut dengan pusat grafitasi benda. Hal tersebut dimaksudkan agar didapat keseimbangan saat benda tersebut 11

23 diangkat dengan alat bantu pengangkatan. Material atau benda yang memiliki permukaan beraturan mudah ditemukan titik pusat keseimbangannya seperti: lingkaran, bujur sangkar, kotak dan sebagainya. Untuk material yang memiliki permukaan tidak beraturan memerlukan kecermatan dalam menentukan titik keseimbangannya, seperti: Engine, transmisi, unit kendaraan dan sebagainya. Khusus pada engine biasanya sudah disediakan tempat memasang tali atau seling sewaktu diperlukan pengangkatan. Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 5. Titik pusat keseimbangan lingkaran dan bujur sangkar Pusat grafitasi/keseimbangan Gambar 6. Titik pusat keseimbangan kotak 12

24 Gambar 7. Titik pusat keseimbangan engine b) Alat bantu pengangkatan. Material yang memiliki permukaan tidak beraturan dan berat yang berlebihan dimana tidak mungkin dapat diangkat secara manual dapat diangkat dengan peralatan bantu pengangkatan. Alat bantu pengangkatan yang digunakan pada bengkel perotomotifan antara lain: Pengungkit, forklift, tali/tambang, seling, hook, alat khusus pengangkat engine, kerek/kran, dongkrak, car lift dan sebagainya. 1) Pengungkit. Pengungkit adalah alat sederhana untuk memindahkan barang. Pengungkit dapat berupa kayu, bambu, besi atau bentuk lain yang dirancang secara khusus. Gambar 8. Pemindahan material dengan pengungkit 13

25 2) Forklift/garpu pembawa material Forklift dapat berupa forklift dorong atau forklift kendaraan. Alat ini digunakan untuk membawa atau memindahkan material dari tempat satu ke tempat yang lain. Gambar 9. Penggunaan forklift dorong 3) Tali/tambang, seling dan hook. Tali/tambang, seling dan hook digunakan untuk mengikat atau menahan material yang akan diangkat. Pemasangan tali/seling pada engine: a) Tali atau seling ditempatkan pada bagian bawah engine supaya tidak merusak engine saat diangkat. b) Upayakan tali/seling dapat menahan beban secara merata. c) Pusat pengangkatan sedekat mungkin dengan titik keseimbangan engine. d) Gunakan alat khusus bila ada. 14

26 Gambar 10. Pemasangan tali atau seling pada engine. Pemasangan seling dan hook Pada blok engine biasa dipasang pengait/hook untuk memasang tali atau seling sewaktu akan mengangkat engine guna perbaikan. Prosedur pemasangan hook: a) Bautkan hook pada sudut-sudut blok paling ujung secara silang agar didapat keseimbangan. b) Kaitkan pengait pada seling dengan hook secara tepat, sehingga kaitan antara seling dan hook benar-benar kuat. c) Pastikan bahwa kaitan benar - benar mati / kuat, baru melakukan pengangkatan engine. Seling Hook Gambar 11. Pemasangan seling dan hook 15

27 Gambar 12. Pemasangan alat khusus pengangkat engine 4) Kerek/kran dan Takel Kerek/kran dan Takel adalah alat untuk mengangkat material/part atau komponen. Pada bengkel otomotif alat ini biasa digunakan untuk mengangkat engine, transmisi sewaktu akan diperbaiki dan memasangkan kembali sewaktu perbaikan sudah selesai. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Kran ataupun Takel: a) Memeriksa sumber tenaga yang digunakan untuk mengoperasikan peralatan pengangkat. b) Takel pengangkat harus benar-benar terpasang baik pada tempatnya. c) Jika pekerjaan tidak dapat dilakukan sendiri, perlu dilakukan secara tim. d) Upayakan jangan ada orang lalu-lalang dibawah alat pengangkat. e) Upayakan material/komponen/part jangan sampai tergantung terlalu lama pada alat pengangkat. f) Upayakan perlahan-lahan dan berhati hati sewaktu menurunkan material/komponen/part. 16

28 Gambar 13. Kran lantai dan kerek/takel Gambar 14. Pengangkatan engine dengan kerek/takel Gambar 15. Pengangkatan engine dengan Kran lantai 17

29 5) Dongkrak Dongkrak adalah alat pengangkat yang banyak digunakan dalam perawatan atau perbaikan bagian-bagian kendaraan misalanya: sewaktu mengganti oli engine, perbaikan roda,sistem rem dan bagian-bagian yang lain yang memerlukan pengangkatan kendaraan. Macam-macam dongkrak yang digunakan antara lain: Dongkrak botol, dongkrak troli/buaya, dongkrak pantograf, dongkrak samping, dongkrak bumper dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dongkrak: a) Pastikan dongkrak benar-benar baik. b) Aktifkan rem parkir. c) Pasang ganjal pada bagian roda depan sebelah kiri bila akan mengangkat kendaraan dibagian belakang sebelah kanan atau sebaliknya. d) Pasang ganjal pada kedua roda belakang bila akan mengangkat kendaraan bagian depan dengan kedua roda terangkat atau sebaliknya. e) OFF kan kunci kontak. f) Jangan bekerja di bawah kendaraan saat kendaraan didongkrak. g) Turunkan kendaraan pelan-pelan bila pengangkatan sudah selesai. 18

30 Dongkrak botol dan penggunaannya. Dongkrak botol adalah dongkrak yan paling banyak digunakan pada kendaraan karena bentuk fisiknya yang relatif kecil dan mudah dibawa atau disimpan pada kendaraan. Gambar 16. Dongkrak botol Penggunaan dongkrak botol: a) Pasang sadel pada titik kendaraan yang akan diangkat secara tepat dan kuat, jangan sampai tergelincir. b) Tepatkan sadel dengan sekrup penyetel. c) Pastikan klep pengontrol dalam keadaan tertutup rapat. Bila klep belum rapat putarlah klep searah jarum jam. d) Gerakkan handel dengan tuas dongkrak secara hati-hati. e) Bila akan menurunkan, kendorkan klep berlawanan arah jarum jam secara pelan, agar kendaraan tidak turun dengan keras. 19

31 Gambar 17. Pemasangan dongkrak botol pada kendaraan. Dongkrak troli dan penggunaannya: Dongkrak troli/dongkrak buaya adalah dongkrak yang dapat digeser-geser. Dongkrak ini selain digunakan untuk mengangkat kendaraan juga dapat digunakan sebagai alat bantu memindah material/komponen/part. Dongkrak Troli/buaya terdiri dari: Handel: untuk menaikkan sadel/pengangkat pada pengangkatan beban berat. Pompa kaki: untuk menaikkan sadel pengangkat pada pengangkatan beban ringan. Klep pengontrol: untuk membocorkan tekanan saat menurunkan beban. Sadel dudukan: untuk titik dukung beban yang akan diangkat. Caster: untuk membelokkan dongkrak sewaktu menggeser beban/material. Roda: untum memperingan dongkrak saat ditarik/digeser. 20

32 Gambar 18. Dongkrak Troli/dongkrak buaya Gambar 19. Penggunaan dongkrak troli saat untuk mengangkat Gambar 20. Dongkrak troli saat untuk menggeser/membawa material/komponen/part 21

33 Dongkrak Pantograf dan penggunaannya: Dongkrak pantograf digunakan untuk mengangkat beban ringan dan mudah dibawa di dalam kendaraan. Gambar 21. Penggunaan dongkrak Pantograf Dongkrak samping dan dongkrak bumper Dongkrak samping dan dongkrak bumper digunakan untuk mengangkat kendaraan saat dilakukan perbaikan pada sistem rem, roda kendaraan yang hanya membutuhkan pengangkatan sebelah/pada sisi kendaraan. 22

34 Gambar 22. Penggunaan dongkrak samping Gambar 23. Penggunaan dongkrak bumper 6) Car lift Car lift adalah alat pengangkat khusus kendaraan. Mengangkat dengan car lift akan mempermudah mekanik dalam memperbaiki ataupun melakukan perawatan kendaraan terutama perbaikan di bawah kendaraan, karena mekanik dapat bergerak leluasa di bawah kendaraan. Jenis-jenis car lift: jenis penggerak mekanis, listrik dan hidrolis peneumatis. Hal-hal yang perlu diperhatikan sewaktu mengangkat kendaraan dengan car lift: a) Pelajari petunjuk operasi alat pengangkat yang ada di bengkel sesuai jenisnya. b) Pastikan dudukan pengangkat benar-benar kering atau bebas dari minyak. c) Pastikan kendaraan tidak mempunyai beban yang tidak setabil. d) Pastikan alat pengangkat dapat bekerja normal. Langkah pengangkatan: a) Tempatkan kendaraan tepat di tengah alat pengangkat. b) Aktifkan rem parkir. 23

35 c) Tutup pintu kendaraan secara kuat. d) Operasikan alat pengangkat pelan-pelan sampai sadel dudukan bersentuhan dengan titik angkat kendaraan. e) Pastikan kendaraan tidak akan tergelincir. f) Operasikan alat pengangkat sampai ketinggian yang diinginkan. Gambar 24. Penempatan kendaraan pada alat pengangkat Tempatkan telapak di bawah titik pengaman Gambar 25. Penepatan sadeldudukan pada titik pengangkatan kendaraan 24

36 Gambar 26. Pengangkatan kendaraan dengan Carlift Gambar 27. Pengangkatan dengan car lift 4 penopang Gambar 28. Pengangkatan kendaraan dengan Car lift hidrolis pneumatis. 25

37 3. Penanganan Area kerja dan penyimpanan material / komponen / part secara aman. Area kerja adalah wilayah atau tempat dimana suatu pekerjaan dilakukan. Tempat kerja yang digunakan untuk melakukan pekerjaan perotomotifan disebut bengkel otomotif. Bengkel otomotif sama seperti bengkel - bengkel yang lain memiliki resiko kecelakaan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeliharaan dan penataan agar resiko kecelakaan dapat ditekan menjadi sekecil mungkin. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan area kerja : a) Area kerja harus ditata rapi dan bersih. b) Memiliki jalan yang memadai untuk lalu-lintas material atau kendaraan, juga untuk menghadapi resiko kebakaran. c) Bebas dari cairan licin oli, greas dan lainnya, juga bersih dari kotoran yang berserakan. Gambar 29. Membersihkan oli dan cairan pada lantai 26

38 Gambar 30. Membersihkan kotoran pada lantai d) Simpan part-part bekas yang sudah tidak terpakai pada tempatnya. e) Bersihkan dan tempatkan kembali peralatan sehabis digunakan pada tempatnya. Gambar 31. Penyimpanan part-part bekas Gambar 32. Penempatan peralatan sesudah digunakan f) Tempatkan material sesuai jenis pada tempat yang aman dengan selalu memperhatikan keselamatan barang dan pekerja. 27

39 Gambar 33. Penyimpanan material/part/komponen. g) Pastikan peralatan ventilasi udara dan penerangan semua bekerja dengan baik terutama pada area penggunaan atau penyimpanan material yang mengandung zat kimia berbahaya seperti: Bahan bakar, thiner, cat, bahan-bahan pelarut. h) Gunakan saluran gas buang secara kolektif bila pada ruang/bengkel kerja digunakan untuk menghidupkan kendaraan. Dalam hal ini paling tidak jendela, pintu dapat dibuka dan mememnuhi syarat sebagai media ventilasi. i) Memberikan tanda-tanda tulisan yang jelass pada gudang penyimpanan serta tulisan pada wadah penyimpanan terutama untuk material yang berbahaya. c. Rangkuman 1. Pengangkatan dan pemindahan material / komponen / part secara manual banyak mengandalkan tenaga manusia dalam penanganannya. 2. Penanganan secara manual meliputi: mengangkat, menurunkan, membawa, menarik, mendorong, menahan dan sebagainya. 3. Grafitasi bumi adalah gaya tarik bumi yang akan menarik setiap benda ke arah bawah. 4. Beban yang diangkat oleh tangan ditopang oleh otot bisep, disalurkan ke tulang belikat oleh tandon dan diteruskan ke otot punggung atau tulang belakang. 5. Prinsip-prinsip pengangkatan secara manual: a) Upayakan beban sedekat mungkin dengan badan 28

PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA KODE MODUL OPKR-20-011B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF PERBAIKAN SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM

Lebih terperinci

PEMBONGKARAN, PERBAIKAN DAN PEMASANGAN BAN LUAR DAN BAN DALAM

PEMBONGKARAN, PERBAIKAN DAN PEMASANGAN BAN LUAR DAN BAN DALAM KODE MODUL OPKR-40-019B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF PEMBONGKARAN, PERBAIKAN DAN PEMASANGAN BAN LUAR DAN BAN DALAM BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

PEMBACAAN DAN PEMAHAMAN GAMBAR TEKNIK

PEMBACAAN DAN PEMAHAMAN GAMBAR TEKNIK OPKR-10-009B PEMBACAAN DAN PEMAHAMAN GAMBAR TEKNIK BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR (OPKR 10 010B)

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR (OPKR 10 010B) KODE MODUL OPKR 10 010B PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR (OPKR 10 010B) Bidang Keahlian Program Keahlian Jam Pemelajaran : Teknik Mesin : Teknik Mekanik Otomotif : 60 Jam DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR KODE MODUL OPKR-10-010C SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BODI OTOMOTIF PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN ALAT UKUR BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT

Lebih terperinci

PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu. TPL - Prod/Q.01

PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu. TPL - Prod/Q.01 PRINSIP KERJA MESIN PENGGERAK UTAMA KAPAL DAN MESIN BANTU Kompetensi : Mesin Penggerak Utama dan Bantu TPL - Prod/Q.01 BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIKMENJUR DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

Lebih terperinci

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN MENGOPERASIKAN DAN MENGAMATI MESIN/PROSES

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN MENGOPERASIKAN DAN MENGAMATI MESIN/PROSES SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN MENGOPERASIKAN DAN MENGAMATI MESIN/PROSES BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

Lebih terperinci

Penggunaan Alat Bantu dan Alat Ukur Sederhana

Penggunaan Alat Bantu dan Alat Ukur Sederhana KODE MODUL EL.002 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO Penggunaan Alat Bantu dan Alat Ukur Sederhana I. BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM

Lebih terperinci

MEMELIHARA DAN MEMPERBAIKI MESIN ARUS SEARAH ( DC )

MEMELIHARA DAN MEMPERBAIKI MESIN ARUS SEARAH ( DC ) KODE MODUL M.PTL.HAR.026.(1).A.02 Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK MEMELIHARA DAN MEMPERBAIKI MESIN ARUS

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No: PER.04/MEN/1985 TENTANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI MENTERI TENAGA KERJA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No: PER.04/MEN/1985 TENTANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI MENTERI TENAGA KERJA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No: PER.04/MEN/1985 TENTANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI MENTERI TENAGA KERJA PerMen 04-1985 Ttg Pesawat Tenaga dan Produksi Menimbang : a. bahwa kenyataan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No : PER.05/MEN/1985 T E N T A N G PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT MENTERI TENAGA KERJA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No : PER.05/MEN/1985 T E N T A N G PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT MENTERI TENAGA KERJA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA No : PER.05/MEN/1985 T E N T A N G PESAWAT ANGKAT DAN ANGKUT MENTERI TENAGA KERJA Menimbang: a. bahwa dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang

Lebih terperinci

MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA

MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA MENGGAMBAR TEKNIK DASAR MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA A.20.07 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

Perawatan Engine dan Unit Alat Berat

Perawatan Engine dan Unit Alat Berat Direktorat Pembinaan SMK 2013 i PENULIS: Direktorat Pembinaan SMK 2013 ii Kata Pengantar Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Di dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan

Lebih terperinci

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONNESIA 2013 PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONNESIA 2013 PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONNESIA 2013 PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK i PENULIS ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI DAFTAR ISI... ii BAB I... 1 KEAMANAN KESEHATAN KERJA... 1 1. Perilaku

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ALAT BERAT DI JALAN

PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ALAT BERAT DI JALAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.726/AJ.307/DRJD/2004 TANGGAL : 30 April 2004 PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN ANGKUTAN ALAT BERAT DI JALAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT

Lebih terperinci

TEKNIK JILID 2 SMK. Suparno

TEKNIK JILID 2 SMK. Suparno Suparno TEKNIK GAMBAR BANGUNAN JILID 2 SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Departemen

Lebih terperinci

COVER. Teknik Pengukuran Besaran Proses

COVER. Teknik Pengukuran Besaran Proses COVER PENULIS KATA PENGANTAR Era persaingan dimasa sekarang dan masa yang akan datang mensyaratkan bahwa bangsa yang unggul adalah yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul. Keunggulan SDM

Lebih terperinci

MENGENAL JENIS-JENIS KAPAL

MENGENAL JENIS-JENIS KAPAL KONSEP DASAR PERKAPALAN MENGENAL JENIS-JENIS KAPAL C.20.01 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

MELAKSANAKAN PERSIAPAN PEKERJAAN AWAL

MELAKSANAKAN PERSIAPAN PEKERJAAN AWAL M.PTL.KON. 001.(1).A. 01 MELAKSANAKAN PERSIAPAN PEKERJAAN AWAL BIDANG KEAHLIAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN PROGRAM KEAHLIAN: TEKNIK PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBUATAN ALAT PERAGA KIMIA SEDERHANA UNTUK SMA

PEDOMAN PEMBUATAN ALAT PERAGA KIMIA SEDERHANA UNTUK SMA PEDOMAN PEMBUATAN ALAT PERAGA KIMIA SEDERHANA UNTUK SMA DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2011 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Lalu Lintas dan Angkutan

Lebih terperinci

KODE MODUL JUDUL MODUL

KODE MODUL JUDUL MODUL DAFTAR JUDUL MODUL NO KODE MODUL JUDUL MODUL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 KYU.BGN.007 (3) A KYU.BGN.008 (3) A KYU.BGN.101 (1) A KYU.BGN.102 (1) A KYU.BGN.103 (2) A KYU.BGN.104

Lebih terperinci

Teknik Kerja Bengkel

Teknik Kerja Bengkel Penulis : ARIE ERIC RAWUNG Editor Materi : WELDAN KUSUF Editor Bahasa : Ilustrasi Sampul : Desain & Ilustrasi Buku : PPPPTK BOE MALANG Hak Cipta 2013, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan MILIK NEGARA TIDAK

Lebih terperinci

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal.

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal. Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi

Lebih terperinci

TS.001 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI

TS.001 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI KODE MODUL TS.00 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI Dasar Elektronika Analog dan Digital BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

1 KATA PENGANTAR Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan. Oleh : Khamim

SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan. Oleh : Khamim PENGARUH LATIHAN PASSING BAWAH MENGGUNAKAN TEMBOK SASARAN DENGAN MEMAKAI LINGKARAN DAN TALI TERHADAP KEMAMPUAN PASSING BAWAH PADA PERMAINAN BOLA VOLI KLUB IDOLA PLAJAN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2013 SKRIPSI

Lebih terperinci

CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN

CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN MODUL 16 KEWIRAUSAHAAN SMK CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN Penanggung Jawab : Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A Pengembang dan Penelaah Model : Dr. H. Ahman, M.Pd. Drs. Ikaputera Waspada, M.M Dra. Neti Budiwati,

Lebih terperinci

MEMILIH BENTUK USAHA DAN PERIJINAN

MEMILIH BENTUK USAHA DAN PERIJINAN MODUL 12 KEWIRAUSAHAAN SMK MEMILIH BENTUK USAHA DAN PERIJINAN Penanggung Jawab : Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A Pengembang dan Penelaah Model : Dr. H. Ahman, M.Pd. Drs. Ikaputera Waspada, M.M Dra. Neti

Lebih terperinci