irgsc DPO irgsc Data Perdagangan Orang Oktober 2014

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "irgsc DPO irgsc Data Perdagangan Orang Oktober 2014"

Transkripsi

1 DPO irgsc irgsc Data Perdagangan Orang Eufemisme dalam praktek perdagangan orang tergambar jelas dengan hanya menyebut skandal perdagangan orang sebagai praktek pengiriman tki illegal. Setidaknya ada tiga hal yang dihilangkan dengan penghalusan bahasa di media massa: (1) pelaku perdagangan orang, (2) modus perdagangan orang, dan (3) relasi antara Perekrut Lapangan dan PPTKIS. DPO IRGSC Bulan berupaya menjelaskan ini. Secara umum, jumlah buruh migran dari NTT bukan yang terbanyak di Indonesia, tetapi angka trafficking dari NTT menurut data Bareskrim Polri tertinggi di Indonesia. Sejak Februari, kasus perdagangan orang telah menjadi titik api protes gerakan masyarakat sipil di NTT. Dua orang warga asal Kabupaten Timor Tengah Selatan meninggal dalam perbudakan dalam industri sarang burung walet di Medan, Sumatra Utara. Perbudakan di sini bukan dalam arti kiasan (as if), tetapi seperti yang sesungguhnya terjadi (as it is). Sayangnya para pejabat Polda di NTT tidak tergerak mengusut lebih lanjut, hingga munculnya Rudy Soik sebagai whistleblower. Itu pun kini dikriminalkan, tanpa mengusut lebih lanjut. DPO (Data Perdagangan Orang) IRGSC merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan. DPO adalah publikasi regular yang berisikan ringkasan berita di tiga media harian utama di NTT yakni Pos Kupang (PK), Timor Express (TE) dan Victory News (VN) sebagai referensi utama, yang memuat persoalan seputar migrasi tenaga kerja, khususnya yang terkait dengan perdagangan orang (human trafficking) baik di lingkup domestik maupun internasional. Selain tiga media di atas, DPO IRGSC juga menggunakan berita on line lain sebagai alat verifikasi. Satu dekade pasca kasus Nirmala Bonat terbukti penanganan buruh migran tidak semakin baik, sebaliknya semakin diterlantarkan di kampung halaman sendiri, oleh berbagai institusi pemerintah, maupun para pelaku dari sektor privat (PPTKIS maupun para PL (Petugas/Perekrut Lapangan)) Penerbitan DPO IRGSCadalah bagian dari pengembangan NTT Studies oleh IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change).Peneliti: Arif Rahman, Juwita Boboy, Randy Banunaek, Ragil Supriyanto Samid, Gregorius Aviero, Rosna Bernadetha, Yadi Diaz, John Petrus Talan, Joseph Robert, Indra Yohanes KilingKoordinator: D.Elcid Li. Riset ini merupakan bagian dari riset aksi yang dilakukan IRGSC dalam Ampera (Aliansi Menolak Perdagangan Orang) yang melibatkan berbagai elemen seperti: JPIT (Jaringan Perempuan Indonesia Timur), PIAR (Pusat Informasi Advokasi Rakyat), Rumah Perempuan, JRUK (Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan) maupun secara individual.

2 Daftar Isi Daftar Singkatan... 5 Ringkasan Umum... 7 Apa Kabar Rudy Soik?... 8 Analisa isi suratkabar Daftar Perusahaan yang Perlu Diawasi atau Dihukum/Diberikan Pinalti Proses Pemulangan (No.16) Daftar Lembaga Publik yang Perlu Diawasi Ringkasan Berita Media Cetak Selasa, TKW masih Tertahan di Rumah Aman (VN, hal.11) Rabu, Helena Diminta Stop Urus TKW (VN, hal.7) Kamis, Kemensos Soroti Masalah TKI NTT (VN, hal.9) Jumat, Kasus Trafficking Harus Jadi Perhatian (VN, hal.8) Jumat, Trafficking Harus Jadi Perhatian (PK, hal.3) Sabtu, Keluarga BS Sulit Ketemu Kapolda (VN, hal.7) Sabtu, Selesaikan Kasus BS secara Arif (VN, hal.7)... 24

3 Sabtu, KP3 Laut Amankan 21 TKI Ilegal asal Alor (VN, hal.10) Senin, TKW Pakpahan Pindah Tempat Tinggal (VN, hal.7) Senin, TKI Digelandang ke Polres Sikka (PK, hal.11) Selasa, Remitansi TKI Tembus Rp 60 Triliun, (TE, hal.3) Kamis, TKW Tujuan Malaysia Ditahan Polisi (PK, hal.2) Bentuk Pansus Trafficking(VN, hal.2) Kamis, Helena Minta Saksi Sebut BS (VN, hal.7) Selasa, TKI NTT Paling Banyak Ilegal (TE, hal.3) Jumat, TKW Korban Penyekapan Tiba di Kupang (VN, hal.10) Polda Amankan 5 Calon TKW Ilegal (TE, hal.9 & 10) Sabtu, Teropong Problem TKI (Editorial, VN, hal.1) Dewan Tuntut Moratorium TKI (VN, hal.1) Sabtu, Pemprov Proses Pemulangan TKW (VN, hal.10)... 32

4 BNP2TKI Minta Gubernur NTT Lebih Berani (TE, hal.1 & 7) Sabtu, Bermasalah, Hanya CTKW Dari NTT (TE, hal.9 & 10) Jumat, Jaksa Tuntut Rebeca 10 Tahun (PK, hal.3) Lagi, Polda Amankan CTKW Illegal (TE, hal.12) Senin, Buruh Migran Tanpa Dokumen (PK, hal.10) Selasa, Dewan Dukung Kapolda Bongkar Mafia Trafficking(VN, hal.9) Rabu, Polsek Sabu Timur Amankan TKW Asal Sumba (VN, hal.13) Rabu, Servasius: Kami Palsukan Identitas (PK, hal.13) Kamis, Pengirim TKW Akan Dikaji (VN, hal.10) Rabu, Dibekuk, Perekrut TKI Anak di Bawah Umur (PK, hal.7)... 36

5 Daftar Singkatan AKBP AKAD BAP BLK-LN BNP2TKI Bimtek Brigjenpol Brigpol DPRD JPU Kejari Kapolda Kapolres KP3 Komnas HAM Mabes Polri : Ajun Komisaris Besar Polisi : Antar Kerja Antar Daerah : Berita Acara Pemeriksaan : Balai Latihan Kerja Luar Negeri : Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia : Bimbingan Teknis : Brigadir Jendral polisi : Brigadir polisi : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah : Jaksa Penuntut Umum : Kejaksaan Negeri : Kepala Kepolisian Daerah : Kepala Kepolisian Resor : Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan : Komisi nasional Hak Asasi Manusia : Markas besar Polisi Republik Indonesia

6 Mapolda Menteri PP dan PA Nakertrans Pemkot Pemprov PJTKI PPTKIS Pencaker Pansus Polresta Satgas Sertijab Tatib TKI TKP TKW TKSK : Markas Kepolisan Daerah : MenteriPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Ketenagakerjaan dan Transmigrasi : Pemerintah Kota : Pemerintah Provinsi : Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia : Perusahaan Panyalur Tenaga Kerja Indonesia Swasta : Pencari tenaga kerja : Panitia Khusus : Kepolisian Resor Kupang Kota : Satuan Tugas : Serah Terima Jabatan : Tata Tertib : Tenaga Kerja Indonesia : Tempat Kejadian Perkara : Tenaga Kerja Wanita : Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan

7 Ringkasan Umum DPO IRGSC Edisi memuat 30 berita terkait perdagangan orang. Berbeda dengan bulan September yang banyak memuat liputan terkait Brigpol Rudy Soik, berita bulan banyak menceritakan upaya penekanan jumlah perdagangan orang di NTT dari berbagai macam elemen pemerintah maupun masyarakat seperti Dinas Sosial Provinsi NTT, aparat kepolisian, Dinas Nakertrans Provinsi NTT, Kementerian Sosial RI, Setda Kota Kupang (Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Pemkot Kupang, BNP2TKI, DPRD NTT, Pemprov NTT, Kejari Kupang, Keuskupan Larantuka, Yayasan Tifa, AusAID dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Perubahan pemberitaan ini terbilang sangat signifikan, karena praktis nama Brigpol Rudy Soik hanya disebutkan sekali di bulan (No.17). Sisi negatif dari pergeseran tema pemberitaan ini adalah masyarakat NTT tidak lagi memperoleh perkembangan terbaru mengenai kasus laporan Rudy Soik. Sekurangnya dua belas ribu orang yang mendukung perjuangan Rudy Soik (melalui petisi online) berpotensi kehilangan momentum dalam mengekspresikan dukungannya ketika kehilangan akses pada berita terkait. Entah disengaja atau tidak, lenyapnya kabar tentang usaha Briptu Rudy Soik dalam memerangi perdagangan orang di NTT meninggalkan tanda tanya besar terhadap komitmen pemberantasan perdagangan orang oleh semua pihak terkait. Di sisi lain, upaya pemberantasan perdagangan orang di NTT tetap hidup dan menjadi sorotan oleh berbagai macam kalangan. Kemensos RI misalnya, memberi sinyal bahwa permasalahan TKI di NTT sudah mencapai kondisi kronis, sehingga langkah penanganan menjadi urgensi bersama. 120 CTKW bermasalah dari 278 CTKW yang digerebek dan ditampung di Rumah Aman, Bambu Apus, Jakarta misalnya, semua berasal dari NTT (No. 22). Angka kekerasan tenaga kerja luar negeri sudah mencapai 4381 kasus yang menimpa TKI. Dari angka tersebut, NTT memiliki angka yang cukup signifikan. Hal itu harus mendapat perhatian serius pemerintah Indonesia dan daerah-daerah yang menyuplai tenaga kerja di luar negeri. La Ode Taufik Nuryadin, Kepala Sub Direktorat Komunitas Adat Terpencil, Kementerian Sosial RI. No. 3

8 Memang tidak dapat dipungkiri bahwa industri tenaga kerja memiliki keuntungannya sendiri. Keuntungan yang salah satunya berupa remitansi ini membuat usaha terkait pengiriman tenaga kerja di luar negeri sangat rawan untuk dimasuki mafia-mafia pengeruk keuntungan yang tidak sungkan dalam melanggar aturan. Pemberitaan TE (No. 11, No. 15) menyebutkan bahwa sampai dengan bulan Agustus, jumlah remitansi yang terkirim ke Indonesia sudah menembus angka Rp. 60 triliun. Jumlah yang sangat besar ditambah dengan banyaknya pihak terkait yang mengurus legalitas ketenagakerjaan di Indonesia, mengundang terbentuknya jaringan kriminal untuk memperoleh keuntungan pribadi dari arus pengiriman TKI. Apa Kabar Rudy Soik? Setelah dominan menghiasi media massa pada bulan Juli, Agustus dan September, whistleblower dari Polda NTT Brigpol Rudy Soik seolah lenyap dari pemberitaan pada bulan. Setelah melaporkan atasannya, Kombespol Mochammad Slamet yang menghentikan penyelidikan kasus perdagangan orang tanpa alasan yang patut sesuai aturan, Brigpol Rudy Soik mendapatan sorotan dari banyak pihak pemerhati perdagangan orang. Berita terakhir mengenai tindak lanjut laporan tersebut adalah testimoni dari Inspektur Pengawas Polda (Irwasda) NTT Kombes John Efri pada 13 September (Berita No. 25 di DPO IRGSC edisi September ). Kombes John Efri mengungkapkan bahwa pelaporan Brigpol Rudy Soik sementara ditangani Tim Khusus Inspektorat Polda NTT. Setelah itu media massa tidak lagi mendapatkan informasi terbaru terkait penyidikan yang dilakukan Tim Khusus Inspektorat Polda NTT tersebut. Meskipun begitu publik bisa memastikan bahwa Brigpol Rudy Soik masih baik-baik saja dan tetap bertugas sebagaimana mestinya. Dilaporkan bahwabrigpol Rudy Soik tengah aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota Satgas Trafficking himpunan Polda NTT (No.17, No. 24). Bersama anggota satgas lainnya, dia berhasil mengamankan sebanyak tiga orang CTKW yang tidak memenuhi persyaratan sebagai TKW legal (No. 24).

9 Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana keberlanjutan pemrosesan hukum dari pelaporan Brigpol Rudy Soik? Bagaimana sikap pemerhati kasus perdagangan orang terhadap perkembangan kasus Rudy Soik tersebut? Bagaimana keberlanjutan posisi media terhadap kasus-kasus perdagangan orang? Dua pertanyaan pertama menjadi susah dijawab karena minimnya liputan terkait perkembangan kasus Rudy Soik. Sedangkan posisi media sendiri yang cukup menentukan arah opini dan antusiasme pemerhati perdagangan orang masih cenderung sama dengan analisis media pada DPO IRGSC edisi September. Bulan, terhitung VN memberitakan sebanyak 17 berita, PK sebanyak 7 berita dan TE sebanyak 6 berita. Dingin nya pemberitaan mengenai tindak lanjut kasus Rudy Soik mencerminkan situasi kemampuan investigasi dan penentuan prioritas pemberitaan di ketiga media massa terbesar di NTT ini. Porsi Pemberitaan Perdagangan Orang 6 Victory News Pos Kupang 7 17 Timor Express

10 Analisa isi suratkabar Eufemisme terkait kasus trafficking umumnya dilakukan para pekerja media, pihak kepolisian, maupun pegawai instansi pemerintah terkait dengan menyebut kasus human trafficking atau perdagangan orang sekedar sebagai kasus TKI illegal semata. Dalam posisi ini istilah TKI illegal disederhanakan menjadi lengkap atau tidaknya dokumen, sedangkan substansi trafficking itu sendiri seolah ditiadakan melalui sebutan ini. Celakanya istilah ini lah yang direproduksi jurnalis tanpa investigasi lebih lanjut. Akibatnya dalam tataran tertentu perdagangan orang terus disembunyikan. Ada tiga hal utama hal yang dihilangkan/disembunyikan dengan hanya sekedar menyebut TKI illegal: Pelaku Perdagangan Orang (Trafficker): para pelaku menjadi tidak tampak atau ada. Sebab umumnya jika hanya menyebutkan ketiadaan dokumen sebagai patokan, dengan sendiri cenderung menghilangan keberadaan pelaku perdagangan orang. Sebab perkara dokumen lebih banyak dianggap sebagai tanggungjawab para pencari kerja. Di tingkat ini ketiadaan dokumen hanya dianggap sebagai perkara administrasi semata. Tidak heran kalau dokumen aspal (asli tapi palsu) menjadi komoditas dagang yang lain. Para penegak hukum cenderung memilih buta atau tidak mau repot jika berhadapan dengan dokumen aspal, asalkan ada dokumen, soal cara memperoleh cenderung diabaikan. Bahkan keberadaan dokumen aspal ini, menjadi alibi para pemegang otoritas untuk meloloskan praktek perdagangan orang. Modus trafficking: kejahatan yang dilakukan oleh perekrut lapangan nyaris tidak dibeberkan. Mulai dari penipuan, ketiadaan kontrak kerja, maupun ikatan kerja yang menindas para pencari kerja. Padahal seharusnya para tenaga kerja sudah dikategorikan sebagai korban trafficking, sejak mereka dibawa ke kantor cabang PPTKIS maupun ada di tempat penampungan para PL. Sebab aslinya sebutan TKI illegal dalam kacamata penegakan hukum (law enforcement) menyembunyikan praktek barbar perdagangan orang. Dimulai dari penipuan, janji kerja yang tidak sesuai dengan kenyataan, rekrutmen anak, hingga mekanisme gaji yang tidak transparan. Mekanisme gaji yang tidak transparan ini belum menjadi fokus investigasi para jurnalis. Hubungan antara PPTKIS-perekrut lapangan: dengan menghilangkan jejak perekrut lapangan sebagai pelaku trafficker, PPTKIS tidak bertanggungjawab atas kerja para Perekrut Lapangan (PL). Seolah-olah PPTKIS tidak tahu tentang praktek

11 penipuan yang dilakukan oleh para PL. Padahal aslinya PPTKIS lebih banyak tutup mata terhadap praktek perdagangan orang yang dilakukan para PL. Eufemisme penyebutan aksi perdagangan orang hanya sekedar menjadi TKI illegal, merupakan skandal lintas institusi, di dalam bungkus TKI ilegal aksi kejahatan menjadi semakin tidak kelihatan. Dari berbagai berita Bulan ini, telah dilakukan analisis untuk mengidentifikasi sejumlah tema atau kategori. Ringkasan berita sebagai data dikodekan satu per satu, dibandingkan satu sama lain, dan digabungkan per kategori bila memiliki kemiripan tema ataupun kandungan informasi. Melalui proses ini muncul 3 kategori yaitu Atensi, Koordinasi, Aksi. ATENSI KOORDINASI AKSI Peraga 1. Model Penanganan Trafficking Di NTT. Catatan: Garis putus-putus mempunyai arti masih bersifat spekulatif dan memerlukan penelusuran data lanjutan.

12 ATENSI (Berita No. 3, 4, 5, 7, 13, 15, 18, 21, 25, 29). Atensi di atas dimaksudkan sebagai perhatian terhadap masalah trafficking di NTT. Di bulan, perhatian yang diberikan umumnya berupa catatan keprihatinan tentang data, himbauan, ataupun keluhan terhadap penanganan korban trafficking. KOORDINASI (Berita No. 1, 26). Dengan koordinasi dimaksudkan segala bentuk tindakan yang melibatkan instansi publik maupun swasta dalam penanganan trafficking. Di bulan, koordinasi ini dilakukan dalam hal pengamanan dan pemulangan kembali para korban trafficking. Instansi yang terlibat dalam koordinasi adalah Dinas Sosial Provinsi NTT, Dinas Nakertrans, dan PPTKIS (Berita 1), dan antara DPRD NTT dan Polda NTT (Berita 26). Lamanya koordinasi pemulangan para TKW sebagaimana dimuat dalam berita 1, menandakan bahwa ada faktor-faktor tertentu yang memengaruhi keefektifan koordinasi. Koordinasi yang tidak efektif umumnya dibaca sebagai ketidakseriusan pemerintah dalam menangani masalah trafficking. AKSI (Berita No.6, 8, 9, 10, 12, 16, 17, 20, 22, 23, 24, 27, 30). Dengan aksi dimaksudkan segala bentuk penanganan langsung di lapangan, baik berupa penggagalan pengiriman, pengamanan, pemindahan, penghukuman pelaku, dan pemulangan para korban trafficking atau TKI ilegal. Di bulan tercatat 8 kasus pengamanan dan pemulangan korban perdagangan orang. Hal yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan oknum pemerintah dalam perdagangan orang, dengan terkuaknya keterlibatan petugas Dinas Sosial Provinsi NTT bersama 45 TKW tak berdokumen resmi di Sabu Timur. Hal ini, sedihnya, mengindikasikan wajah ganda pemerintah daerah yang di satu sisi berupaya untuk memberantas praktek perdagangan orang, namun di pihak lain ikut melanggengkannya. Pemerintah juga membantu memulangkan korban perdagangan orang (Berita 13, 15, 21), dan pemulangan 120 korban yang disekap di Tangerang (Berita No. 16, 20, 22). Dokumen resmi yang tak lengkap atau bermasalah kembali menjadi alasan pengamanan para TKI oleh pihak kepolisian, sebagaimana yang terjadi pada 27 TKI di Sikka, dan 5 orang TKW yang ditampung di rumah penampungan PT Dharma Karya Raharja di Perumnas, Kupang. Sementara itu, sejumlah fraksi di DPRD NTT mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pemberantasan Trafficking, dan menuntut diberlakukannya moratorium TKI asal NTT. BNP2TKI juga menuntut pemerintah NTT lewat Gubernur NTT untuk lebih serius menangani masalah perdagangan orang dan TKI ilegal. Di minggu ini juga diangkat berita tentang penggerebekan rumah penampungan TKI milik PT. KSP di Ciputat, Tangerang. Dari

13 278 orang TKW, 120 di antaranya bermasalah dan semuanya berasal dari NTT. 120 orang TKW tersebut kemudian dipulangkan ke NTT dan ditampung sementara di rumah aman Dinas Sosial Provinsi NTT. Distribusi atensi mulai dari Gubernur hingga instansi-instansi yang menangani masalah perdagangan orang juga memerlukan penelaahan yang lebih teliti. Atensi yang kuat, sebagaimana diimplikasikan oleh data, akan tercermin dalam koordinasi yang cepat dan tepat sasaran, hal yang mana menjadi keluhan para anggota DPRD terhadap bentuk penanganan masalah korban perdagangan orang, contohnya dalam kasus pemulangan 25 TKW yang diangkut dari PT. Total Data Persada. Lambatnya koordinasi ini dapat dikategorikan sebagai faktor-faktor yang melemahkan atau membelokkan (deflecting factors) upaya penanganan kasus perdagangan orang. Deflecting factors ini juga ada pada tingkat aksi, misalnya perlawanan dari pihak yang diamankan (Baca berita 1: Pengacara PT. Total Data Persada menilai. ), ketidakjujuran korban pada saat diamankan, (Baca berita 17: Sebelumnya Anita mencoba mengelabui ), dan keterlibatan pemerintah dalam mengirim TKI ilegal (Baca berita 27: Tiga orang pendamping dari Dinas Sosial Provinsi NTT). Secara umum koordinasi lintas institusi dimungkinkan jika pengertian perdagangan orang dipahami bersama-sama, sehingga tidak mudah dikelabui oleh siapa pun yang mencoba menutupi praktek perdagangan orang.

14 Daftar Perusahaan yang Perlu Diawasi atau Dihukum/Diberikan Pinalti Berdasarkan pemberitaan pada bulan, berikut ini daftar perusahaan yang perlu mendapatkan pengawasan lebih: 1. PT. Total Data Persada (No. 1) a. Profil Perusahaan: i. PT Total Data Persada didirikan dengan KEP.791/MEN/2006 ii. Alamat: Jl. Raya Jati Kramat No.8 Jati Makmur Bekasi iii. Direktur utama: Robert SMK Silitonga b. Pelanggaran: i. Menampung TKW ilegal c. Korban: 25 orang TKW d. Situasi: 25 TKW yang diamankan dari PT. Total Data Persada masih tertahan di rumah aman Dinsos Prov. NTT. Dinas Nakertrans NTT yang berjanji akan memulangkan ke-25 TKW tersebut belum juga memenuhi janjinya. Pengacara PT. Total Data Persada sendiri menilai pencidukan terhadap TKW tersebut tidak berdasar hukum dan masuk kategori penculikan. e. Wilayah Hukum: Polda NTT f. Pengacara di NTT: Henhany Nggebu g. Cakupan Operasi Internasional: Eropa (Finlandia, Italy, Kazakhstan, Netherlands), Afrika (Algeria, Angola, Cameroon, Congo, Nigeria), Timur Tengah (Bahrain, Jordania, Qatar, Saudi Arabia, dan UAE), Asia (Brunei, China, Hongkong, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Taiwan, dan Vietnam) h. Cakupan Operasi Nasional: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Batam, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dll. 2. PT. Paulisa Harapan Mandiri/ Helena Pakpahan (No. 2, No. 7, No.9, No. 14) a. Mantan karyawan PT. Ordo Harapan Mulia yang diberhentikan 1 b. Menjabat sebagai direktris PT. Paulisa Harapan Mandiri 2 1 [Diakses tanggal 12 Desember ] 2 [Diakses tanggal 12 Desember ]

15 c. Memiliki rumah di RT 04/ RW 02 kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang. d. Tidak memiliki ijin perekrutan [No.2] e. Pelanggaran: Tidak mengantongi izin salah satu perusahaan jasa tenaga kerja untuk menjalankan aktivitas rekrutmen tenaga kerja. Diminta untuk berhenti menjalankan aktivitas merekrut oleh Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang. f. Situasi: Rumah kontrakan yang dihuni Helena dan sejumlah TKW sempat diserang oleh warga kelurahan Lasiana. Pasca penyerangan, sebanyak 19 orang TKW diungsikan ke rumah milik PT. Paulisa Harapan Mandiri di Jalan Damai, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Maulafa. g. Asal: Kab. Belu, Sumba, Rote dan TTU. h. Wilayah hukum: Polda NTT i. Catatan (1) : Kasus penyerangan rumah Helena Pakpahan ini perlu di-investigasi lebih lanjut apakah ini terkait usaha tenaga kerja atau lainnya. Salah satu hal yang tidak diberitakan suratkabar adalah Helena Pakpahan sebagai direktris PT.Paulisa Harapan Mandiri seharusnya juga bertanggungjawab terhadap pengiriman dua orang perempuan yang diperbudak di industri sarang burung walet di Medan. Rabeka Ledoh sudah dihukum dan disidangkan, tetapi Helena hingga saat ini tergolong untouchable untuk Polda NTT. Kenapa? j. Catatan (2): PT.Paulisa Harapan Mandiri harusnya sudah di-blacklist sejak lama, dan para kaki tangannya di NTT dilarang merekrut, karena terbukti bahwa kasus 2 orang perempuan yang dipekerjakan di industri sarang burung walet milik Mohar di Medan, bukan satu-satunya pembiaran yang dilakukan PT.Paulisa. Mereka tidak memeriksa keberadaan karyawan, yang diperbudak. k. Contoh kasus kedua mencuat pada Afri Emilena ( ), pekerja domestik yang direkrut oleh PT.Paulisa. 3 Ia direkrut dan dipasok kepada A Sim dan Andi Sahat, di Jl. Jalan Polonia Gang Ternak No 69, Kel. Polonia, Medan Polonia. Menurut para tetangga ini kali kesekian Andi Sahat melakukan aksi kriminal, dan rumahnya nyaris dibakar. Selama dua tahun ia tidak digaji, tetapi menurut majikannya, duit gaji sudah dibayar kepada PT.Paulisa. Di sisi ini praktek ini sama persis yang dilakukan Mohar kepada dua pekerjanya yang direkrut dari PT.Paulisa. Sekian dugaan mungkin dikembangkan mengapa sekian lama PTKIS perekrut menahan gaji yang merupakan hak pekerja? Apakah untuk dibungakan? Modus semacam ini lolos dari pengawasan polisi maupun Nakertrans terhadap PPTKIS. 3 (Diakses 12 Desember ]

16 3. PT Minamas Plantation 4 a) Merupakan anak perusahaan (subsidiari)/ representatif di Indonesia dari Sime Darby Plantation, salah satu divisi yang menangani bidang pertanian dan agri-bisnis dari Sime Darby Group. b) Didirikan tahun 2001 dengan kepala cabang di Jakarta. c) Alamat di Jakarta: 1) Lantai 36, The Plaza, Jalan M.H. Thamrin No.28-30, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350, Indonesia 5, 2) Jl. Jend Sudirman Kav Plaza Central Lt 4-5 Jakarta d) Bergerak di bisnis kelapa sawit di berbagai daerah antara lain: Aceh, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi. e) Sime Darby Plantation beralamat di Main Block, Level 3, Plantation Tower No.2, Jalan PJU 1A/7 Ara Damansara47301 Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. f) Perekrut di NTT: Sabilus Kolimu g) Pelanggaran: Pelaku perdagangan orang, dengan merekrut dan memberangkatkan TKI yang tanpa status hukum yang jelas. h) Modus: Sebagai karyawan PT Mina Mas, Salibus diberi tugas untuk merekrut pekerja di NTT. Diduga tidak memahami peraturan mengenai TKI, Salibus mematuhi tindakan polisi untuk mengamankan TKI ilegal tersebut. i) Korban: 21 orang TKI asal Kab. Alor j) Tujuan: PT. Mina Mas k) Rute pengiriman: Pelabuhan laut, Alor (dugaan) Kupang Kalimantan l) Wilayah hukum: Polda NTT 4. Yakob Tuaty (No. 8) a. Pelaku: Yakob Tuaty b. Modus: Sebagai wartawan dari Tabloid Koran Pemberantasan Korupsi, Yakob dicurigai menghalangi polisi dan meminta agar polisi mau meloloskan sebanyak 21 TKI ilegal asal Kab. Alor. Bahkan Yakob meminta nomor rekening pribadi kepada polisi agar ditransferkan sejumlah uang asal meloloskan TKI tersebut. Ketika dikonfirmasi VN, Yakob membantah anggapan tersebut. c. Korban: 21 orang TKI ilegal asal Kab. Alor d. Tujuan: PT. Mina Mas, perkebunan kelapa sawit. 4 [Diakses 12 Desember ] 5 https://www.google.com/?gws_rd=ssl#q=pt+minamas+gemilang+jakarta+ [Diakses 12 Desember ]

17 e. Rute pengiriman: Pelabuhan laut, Alor (dugaan) Kupang Kalimantan f. Wilayah hukum: Polda NTT 5. Jumentri Malau dan Vitalis S. Lada (No. 10) a. Pelaku: Jumentri Malau dan Vitalis S. Lada b. Pelanggaran: Merekrut dan akan memberangkatkan 27 orang CTKI di Kab. Sikka c. Modus: 27 orang CTKI diamankan kepolisian Polres Sikka karena tidak memiliki dokumen resmi. d. Tujuan: Kalimantan e. Asal: Kecamatan Mego dan Magepanda, Kab. Sikka. f. Rute pemberangkatan: Pelabuhan Laut, KM Bukit Siguntang, Maumere Kalimantan. g. Wilayah hukum: Polda NTT 6. PT. Dharma Karya Raharja (No. 12, No.17) a. Profil Perusahaan: i. Berdasarkan data BNP2TKI, perusahaan ini didirikan tahun 2006, berdasarkan SK Menteri KEP.564/MEN/2006. Alamatnya adalah Jl. Rawa Bola No. 42 Kepala Dua Ciracas Jaktim. ii. Direktur Utama: Mayjen TNI (Purn) Tjokorda Putera Swastika iii. merupakan usaha milik yayasan PEPABRI dengan dukungan dari GANECA Corporation merupakan perusahaan dengan kegiatan penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. iv. Beralamat di Komp. Cibubur Indah II, Jl. Rawa Bola No. 42, Kelapa Dua Wetan, Ciracas - Jakarta Timur b. Perekrut di NTT: Novi c. Alamat di NTT: Perumnas, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. d. Pelanggaran: Merekrut lima CTKW ilegal untuk menjadi pembantu rumah tangga, salah seorang CTKW bernama Anita Memet Seran masih di bawah umur. e. Modus: Merekrut dengan janji akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia dengan gaji 700 ringgit per bulan. Salah seorang korban, Misma Dina Siki mengaku bahwa orangtuanya telah setuju dan dia belum mendapatkan pelatihan keterampilan dari PT. Dharma Karya Raharja. CTKW diamankan oleh satgas trafficking beranggotakan Brigpol Rudy Soik. f. Asal: Kab. Kupang, Kab. TTS dan Kab. Belu. g. Wilayah hukum: Polda NTT

18 7. PT. Karya Semesta Perkasa (No. 13, No. 16, No. 20, No. 22) a. Profil Perusahaan: i. Berdasarkan data BNP2TKI, perusahaan ini didirikan tahun 2009 berdasarkan SK Menteri KEP.150/MEN/iV/2009 pada 30 April Alamatnya adalah Jl. Poncol Raya RT 004 RW 002 Kel. Cireundeu, Kec. Ciputat Timur Tangerang Selatan ii. Direktur Utama: Fatkul Muin b. Pelanggaran: Merekrut CTKW ilegal. c. Korban: Sebanyak 120 orang CTKW asal NTT d. Modus: Ditampung di Balai Latihan Kerja Luar Negeri milik perusahaan, sebanyak 278 CTKW diamankan dan 120 CTKW ditemukan ilegal. Kebetulan semua yang ilegal berasal dari NTT. e. Wilayah Hukum: Poltabes Jakarta 8. Rebeca Oematan Ledoh (No. 23) a. Pelaku: Rebeca Oematan b. Korban: Marni Baun dan 24 orang TKI ilegal lain. Marni Baun dan Rista Botha akhirnya meninggal di Medan. c. Rute perdagangan orang: Kupang Jakarta Medan d. Situasi: Dituntut pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp. 300 juta oleh JPU Kejari Kupang. e. Wilayah hukum: Polda NTT 9. PT. Maya Lestari (No. 24) a. Sebuah perusahaan perekrut tenaga kerja yang beralamat di JL Tengku Amir Hamzah, Havetia, Medan Havetia, Komplek Ruko Griya Riatur No. 124 A 20124, Indonesia, Telp: b. Alamat di NTT: Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. c. Terjerat kasus pengiriman tenaga kerja dibawah umur dari penggerebekan yang dilakukan oleh Satgas Trafficking Polda NTT. d. Pelanggaran: menampung tiga orang CTKW di tempat penampungan darurat di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Tiga orang CTKW tersebut masih di bawah umur, tidak memiliki pendidikan yang memadai dan keahlian khusus.

19 e. Korban: Tiga orang CTKW berasal dari Kab. Rote Ndao dan Kab. Belu f. Wilayah hukum: Polda NTT 10. Tiga Pendamping Dinas Sosial Provinsi (No. 27) a. Pada saat dibawa ke Polsek Sabu Timur dari atas KM Awu, ada tiga orang staf Dinasi Sosial Provinsi yang ada bersama mereka dan tidak memiliki surat tugas. b. Rute Pemberangkatan: Sumba Sabu? c. Korban: 45 orang CTKW d. Pelanggaran: Pendamping tidak memiliki surat tugas dan CTKW tidak memiliki surat jalan. e. Wilayah hukum: Polda NTT 11. John Liem (No. 30) a. Korban: tiga orang canaker ilegal asal Kab. Belu dan Kab. Malaka b. Pelanggaran: canaker masih di bawah umur. c. Modus: JL ditangkap di Denpasar, Bali oleh Tim Polda NTT setelah mendapatkan informasi bahwa aparat Polda Bali mengamankan tiga CTKW asal NTT. d. Wilayah hukum: Polda Bali dan Polda NTT Tindak Lanjut Proses Pemulangan (No.16) 6 Ratusan CTKI ditampung PT.Karya Semesta Perkasa (Tangerang, Jawa Barat) (Ada 302 orang) 4 September Ditampung di Rumah Aman, Bambu Apus 4 September 120 Orang Dipulangkan ke Kupangdengan KM Umsini 16? 6 Lihat DPO IRGSC Edisi September, Bagian PPTKIS bermasalah No.7. PT.KSP ini sudah dicabut izin-nya, tetapi anehnya tetap beroperasi. Hal ini menjadi pertanyaan untuk Menakertrans. Apa sebenarnya pinalti untuk PPTKIS yang bermasalah?

20 Daftar Lembaga Publik yang Perlu Diawasi Berdasarkan berita bulan, beberapa lembaga yang perlu diawasi dalam kasus perdagangan orang antara lain: 1) Dinas Nakertrans Provinsi NTT i) Dinas Nakertrans Provinsi NTT terkesan membela dan melindungi PJTKI bermasalah. Kadis Nakertrans NTT sudah berjanji memulangkan 25 TKW yang diamankan dari PT. Total Data Persada namun belum menepati sampai tanggal 6. Kinerja dan integritas Dinas Nakertrans NTT dipertanyakan dalam hal ini. Kegagalan dalam merespon bisa berdampak pada kredibilitas institusi. 2) Polda NTT i) Untuk kali kesekian Polda NTT melakukan tebang pilih PPTKIS yang jelas-jelas bermasalah hingga kini dibiarkan. PT.Paulisa melalui Helena Pakpahan merupakan salah satu yang mendapatkan keistimewaan itu. 3) PPTKIS i) Relasi kerja antara PPTKIS dan pekerja yang direkrut perlu diinvestigasi. Sebab dalam salah satu kasus yang ditemukan di atas PPTKIS menerima gaji dari para pekerja, tetapi tidak memberikan kepada pekerja. Jadi jika ada undang-undang untuk melindungi pekerja domestic di Indonesia, maka DPR perlu fokus pada dua pelaku: terhadap majikan, dan terhadap PPTKIS yang telah menjadi lintah untuk para pekerja. Mengapa gaji dua tahun ditahan? 4) Pengelola Pelabuhan Laut Tenau i) Sebagai gerbang utama lalu-lintas laut di NTT, Pelabuhan Tenau sangat padat akan lalu-lintas perdagangan orang. Langkah pencegahan melalui perbaikan sistem sampai pengetatan pengawasan bisa menjadi salah satu sarana penekanan angka perdagangan orang di NTT. 5) Pemprov NTT i) Lambatnya penanganan pemulangan 119 korban perdagangan orang yang ditampung oleh Rumah Aman Dinas Sosial NTT menjadi pekerjaan rumah terhadap Pemprov NTT. Komitmen yang lemah dari pemerintah provinsi bisa mempengaruhi kinerja institusi lain dalam memberantas perdagangan orang di NTT. Setelah kritik dilayangkan Pemprov merespon dengan memproses pemulangan TKW tersebut. 6) Kantor Imigrasi Kelas I Kupang i) Maraknya paspor palsu yang diterbitkan kantor ini menjadi salah satu pemicu kasus perdagangan orang. Kantor Imigrasi harus mengevaluasi kembali kinerja sistem serta SDM-nya.

PERDAGANGAN ORANG (TRAFFICKING) TERUTAMA PEREMPUAN & ANAK DI KALIMANTAN BARAT

PERDAGANGAN ORANG (TRAFFICKING) TERUTAMA PEREMPUAN & ANAK DI KALIMANTAN BARAT PERDAGANGAN ORANG (TRAFFICKING) TERUTAMA PEREMPUAN & ANAK DI KALIMANTAN BARAT BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, ANAK, MASYARAKAT DAN KELUARGA BERENCANA PROVINSI KALIMANTAN BARAT JL. SULTAN ABDURRACHMAN NO.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa perdagangan orang

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

irgsc DPO irgsc Data Perdagangan Orang Juli 2014

irgsc DPO irgsc Data Perdagangan Orang Juli 2014 DPO irgsc irgsc Data Perdagangan Orang Juli Apa beda antara korban trafficking dan salah prosedur pengiriman tenaga kerja? Pertanyaan ini bisa menjadi titik masuk pembeda dalam menginvestigasi kasus perdagangan

Lebih terperinci

Jambi. DKI Jakarta. 1. Pusat Krisis Terpadu RSCM a. Alamat: IGD RSCM Lt. 2 Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat Telp: 021 316 2261

Jambi. DKI Jakarta. 1. Pusat Krisis Terpadu RSCM a. Alamat: IGD RSCM Lt. 2 Jl. Diponegoro No. 71, Jakarta Pusat Telp: 021 316 2261 Jambi 1. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdaysaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jl. Slamet Riyadi No. 21, Broni Kota Jambi Telp. 0741 62203 / 60400 pelayanan fisik informasi rujukan konsultasi berbagai permasalahan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KOMISI XI PILIH AGUS JOKO PRAMONO SEBAGAI ANGGOTA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN metrotvnews.com Komisi XI DPR i akhirnya memilih Agus Joko Pramono sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ii Pengganti

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO. Jl. Lanto Dg Pasewang No. 34 Telp. (0411) 21022 Kode Pos 92311 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO. Jl. Lanto Dg Pasewang No. 34 Telp. (0411) 21022 Kode Pos 92311 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO Jl. Lanto Dg Pasewang No. 34 Telp. (0411) 21022 Kode Pos 92311 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR : 03 TAHUN 2011 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN

Lebih terperinci

ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN

ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN B U K U S A K U B A G I ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERDAGANGAN ORANG DI INDONESIA Penyusun Desainer : Tim ACILS dan ICMC : Marlyne S Sihombing Dicetak oleh : MAGENTA FINE PRINTING Dikembangkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia MIGRANT WORKERS ACCESS TO JUSTICE SERIES Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia RINGKASAN EKSEKUTIF Bassina Farbenblum l Eleanor Taylor-Nicholson l Sarah Paoletti Akses

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KETUA

Lebih terperinci

KRIMINALISASI. PSHK, LeIP, LBH Jakarta, Kemitraan, KontraS, Mappi, YLBHI,KPA, LBH Masy,Walhi

KRIMINALISASI. PSHK, LeIP, LBH Jakarta, Kemitraan, KontraS, Mappi, YLBHI,KPA, LBH Masy,Walhi KRIMINALISASI PSHK, LeIP, LBH Jakarta, Kemitraan, KontraS, Mappi, YLBHI,KPA, LBH Masy,Walhi TENTANG KRIMINALISASI Pengantar Istilah kriminalisasi kembali mencuat sejak dua komisioner KPK, Bambang Widjojanto

Lebih terperinci

Daftar Isi. Motto...III. Kata Pengantar...3

Daftar Isi. Motto...III. Kata Pengantar...3 Daftar Isi Motto...III Kata Pengantar...3 Bagian I Peluang dan Proses untuk bekerja ke luar negeri Bab 1 Pertimbangan Sebelum Menjadi TKI...7 1.1 Siapa saja yang terkait dalam penempatan TKI ke luar negeri?...10

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

CATATAN AKHIR TAHUN 2013 LBH APIK NTT

CATATAN AKHIR TAHUN 2013 LBH APIK NTT CATATAN AKHIR TAHUN 2013 LBH APIK NTT PENDAHULUAN A. Gambaran Catatan Akhir Tahun 2013 LBH APIK NTT LBH APIK NTT Sebagai lembaga yang concern terhadap masalah perempuan dan anak senantiasa memperjuangkan

Lebih terperinci

Kejati Desak Tahan Hj. Intan Kesuma Mantan Sekwan Bengkalis. Oleh : Didi Ronaldo Kamis, 23 April 2015 00:55

Kejati Desak Tahan Hj. Intan Kesuma Mantan Sekwan Bengkalis. Oleh : Didi Ronaldo Kamis, 23 April 2015 00:55 KOPI, Bengkalis - Zaman kini korupsi tidak mengenal gender/jenis kelamin (red. Pria atau wanita). walaupun oknum wanita yang melakukan korupsi bergelar Hajah ini bukti Hj. Intan Kesuma tersandung kasus

Lebih terperinci

Tidak mau kalah, seorang warga lain pun menimpali, "Setahu saya, Pak Dahlan Iskan itu justru lebih sering pakai fasilitas pribadi".

Tidak mau kalah, seorang warga lain pun menimpali, Setahu saya, Pak Dahlan Iskan itu justru lebih sering pakai fasilitas pribadi. http://antarajatim.com/lihat/berita/158500/kasus-korupsi-dahlan-iskan-di-mata-rakyat Kasus Korupsi Dahlan Iskan di Mata Rakyat Senin, 8 Juni 2015 16:30 WIB Oleh Edy M Yakub Kasus Korupsi Dahlan Iskan di

Lebih terperinci

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Oleh : Drs. M. Amin, SH., MH Telah diterbitkan di Waspada tgl 20 Desember 2010 Dengan terpilihnya Trio Penegak Hukum Indonesia, yakni Bustro Muqaddas (58), sebagai Ketua

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH BENGKULU BIDANG PROFESI DAN PENGAMANAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) BID PROPAM POLDA BENGKULU TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN BERKALA Bengkulu, September 2014

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang : a. bahwa kekayaan daerah adalah

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P P A T K AMLNEWS. Clipping Service. Anti Money Laundering 19 Juli 2011. Indeks

P P A T K AMLNEWS. Clipping Service. Anti Money Laundering 19 Juli 2011. Indeks P P A T K AMLNEWS Clipping Service Anti Money Laundering 19 Juli 2011 Indeks 1. Proyek Wisma Atlet Alex Noerdin segera diperiksa 2. Korupsi Kepala Dinas PU Bengkulu dihukum 3,5 tahun 3. Dugaan Suap Wisma

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I

-3- MEMUTUSKAN: Pasal I -2-3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (L embaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4252); 4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF DALAM PELAKSANAAN PENEMPATAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut:

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut: Apakah Anda Datang Ke Amerika untuk Bekerja Sementara atau Belajar? Kami percaya bahwa Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Tetapi, apabila Anda mendapatkan masalah, Anda memiliki hak dan Anda

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

Clipping Service. Anti Money Laundering 8 Juni 2011. Indeks

Clipping Service. Anti Money Laundering 8 Juni 2011. Indeks Clipping Service Anti Money Laundering 8 Juni 2011 Indeks 1. Dua Terduga jaringan Teroris Ditangkap Densus 88 2. KPK Masih Tak Temukan Tindak Pidana Century KPK tidak yakin bila penyimpangan yang terjadi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.14/MEN/X/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.14/MEN/X/2010 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.14/MEN/X/2010 TENTANG PELAKSANAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BERITA NEGARA. No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.649,2014 KEMENKUMHAM. Paspor Biasa. Surat Perjalanan. Laksana Paspor PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PASPOR

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

Governance Brief. Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging

Governance Brief. Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Forests and Governance Programme Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging Bambang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, PERBAIKAN DR SETUM 13 AGUSTUS 2010 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG KOORDINASI, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIKAN BAGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BAB 10 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN ATAS HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BAB 10 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN ATAS HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA BAB 10 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN ATAS HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA BAB 10 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN ATAS HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA A. KONDISI UMUM Penghormatan, pengakuan, dan

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGENAAN SANKSI ADMINISTRATIF BAGI TENAGA KESEHATAN, PENYELENGGARA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN, PENYELENGGARA SATUAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS JAKARTA JAMBI TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL 2 KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS MISI MENEMBUS BATAS WILAYAH MENEMBUS BATAS AGAMA MENEMBUS BATAS ETNIS/SUKU MENEMBUS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam

Lebih terperinci

UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN

UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN Oleh : Slamet Luwihono U ERGULIRNYA arus reformasi di Indonesia telah menghadirkan harapan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN

Lebih terperinci

1.4. Modul Mengenai Pengaturan Pemberantasan Pencucian Uang Di Indonesia

1.4. Modul Mengenai Pengaturan Pemberantasan Pencucian Uang Di Indonesia Modul E-Learning 1 PENGENALAN ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENDANAAN TERORISME Bagian Keempat. Pengaturan Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang di Indonesia Tujuan Modul bagian keempat yaitu Pengaturan

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

Pimpinan, Anggota Dewan, dan hadirin yang kami hormati,

Pimpinan, Anggota Dewan, dan hadirin yang kami hormati, -------------------------------- LAPORAN KOMISI III DPR RI TERHADAP HASIL PEMBAHASAN DAN PERSETUJUAN MENGENAI PENGANGKATAN KAPOLRI (UJI KELAYAKAN CALON KAPOLRI) PADA RAPAT PARIPURNA DPR-RI Kamis, 16 April

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG Draft Final 10-12-2009 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PENGAWASAN EKSTERNAL PENERIMAAN CALON ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG BANTUAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa negara menjamin hak konstitusional setiap orang

Lebih terperinci

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN,

Lebih terperinci

SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA.

SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA. SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA. AKTIVITAS: Dewan Penasehat PSA -HAM Undana; BP KontraS Nusa Tenggara; Dewan PakarLPA NTT; Tim Advokasi Warga Binaan Lapas-Rutan Se-NTT; Mitra Kerja Biro

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

(BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

(BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN) RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SEKRETARIS JENDERAL DEWAN PERWAKILAN DAERAH, SEKRETARIS JENDERAL MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT DAN SEKRETARIS JENDERAL MAHKAMAH

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

"Bencana di NTT dan Komitmen Forum Parlemen NTT" *) IPI SELI SENG

Bencana di NTT dan Komitmen Forum Parlemen NTT *) IPI SELI SENG "Bencana di NTT dan Komitmen Forum Parlemen NTT" *) IPI SELI SENG Syukurlah, akhirnya fakta bencana di NTT mendapat perhatian serius dari para pengambil kebijakan. Sabtu (27/10) dalam kesempatan sosialisasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG TIPIRING

STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG TIPIRING 1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KEPULAUAN BANGKA BELITUNG RESOR PANGKALPINANG STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG TIPIRING I. PENDAHULUAN 1. UMUM a. Polri sebagai aparat negara yang bertugas

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

amnesti internasional

amnesti internasional [Embargo: 11 Maret 2004] Umum amnesti internasional Indonesia Direktur-direktur Amnesti Internasional seluruh Asia Pacific mendesak partai-partai politik untuk menjadikan HAM sebagai prioritas Maret 2004

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG IZIN PEMAKAIAN RUMAH MILIK ATAU DIKUASAI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Oleh : Supriyadi W. Eddyono ICJR Pada prinsipnya, segala bentuk tindakan atau upaya paksa yang mencabut atau membatasi kebebasan merupakan tindakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan

Lebih terperinci

Ingat Transportasi, Ingat Jasa Raharja

Ingat Transportasi, Ingat Jasa Raharja Ingat Transportasi, Ingat Jasa Raharja EFENDI AKIL HU PEKANBARU MX Siapa yang tak terharu, pada saat terjadi kemalangan tiba-tiba datang orang yang memberikan bantuan. Meski masih menangis, tapi setidaknya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci