KYAI KHASAN BESARI : BIOGRAFI DAN PERANANYA BAGI PONDOK PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI PONOROGO ( M) SKRIPSI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KYAI KHASAN BESARI : BIOGRAFI DAN PERANANYA BAGI PONDOK PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI PONOROGO ( M) SKRIPSI"

Transkripsi

1 KYAI KHASAN BESARI : BIOGRAFI DAN PERANANYA BAGI PONDOK PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI PONOROGO ( M) SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora Oleh : Muhammad Sam ani JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN HUMANIORA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA 2017

2 ii

3 iii

4 iv

5 MOTTO Kebahagiaan, Kesempurnaan, dan Keselamatan adalah cita-cita dan tujuan hidup. Meskipun berat dan terjal jalan yang harus diusahakan dengan penuh kesadaran. Senang, gembira rasa hati, hidup sepanjang masa dialam keabadian yang abadi. Serat Wedho Rogo (R. Ng. Ronggowarsito) v

6 PERSEMBAHAN Karya tulis ini kami persembahkan untuk keluarga besar Bani Bonari dan Bani Boyaman serta, Keluarga Besar IAIN Salatiga, sebagai syarat tugas akhir perkuliahan di IAIN Salatiga serta sebagai salah satu sumbangan pengetahuan bagi para mahasiswa. vi

7 ABSTRAK Penelitian ini berusaha membahas tentang biografi Kyai Ageng Khasan Besari tahun M. Penelitian ini juga berusaha mengangkat tentang pengaruh Kyai Khasan Besari dan peranannya bagi masyarakat Tegalsari dan terhadap Keraton Surakarta Adiningrat. Dalam penelitian ini juga akan dipaparkan bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Gebang Tinatar dan kondisinya sebelum dan sesudah Kyai Khasan Besari. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dan menggunakan empat tahapan metode sejarah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan metode tersebut penulis mengambil sebuah Kesimpulan bahwa (1) Kyai Khasan Besari adalah putra dari Kyai Muhammad Ilyas Besari dan merupakan Pengageng yang membawa Pondok Pesantren Gebang Tinatar kepada puncak kejayaan. (2) Kyai Khasan Besari berperan aktif dalam mengasuh pondok dan memberikan pendidikan terhadap masyarakat Tegalsari. (3) Kyai Khasan Besari selain berpengaruh kepada masyarakat Tegalsari juga mempunyai pengaruh terhadap Kasunanan Surakarta Adiningrat dan berhasil menikahi Putri Pakubuwono III yaitu Bra. Murtosiyah. Keyword : Kyai Khasan Besari, Pondok Pesantren Gebang Tinatar, Ponorogo, Sejarah. vii

8 ABSTRACT This research tries to discuss about Kyai Ageng Khasan Besari biography from M. This research also try to raise about the influence of Kyai Khasan Besari and its role for Tegalsari community and to Surakarta Adiningrat Palace. In this research will also explain how the history of Pondok Pesantren Gebang Tinatar and its condition before and after Kyai Khasan Besari. This study is analytical descriptive and uses four stages of historical method of heuristics, verification, interpretation and historiography. Based on the method the author took a Conclusion that (1) Kyai Khasan Besari is the son of Kyai Muhammad Ilyas Besari and is Pengageng who brought Pondok Pesantren Gebang Tinatar to the top of glory. (2) Kyai Khasan Besari plays an active role in raising cottages and providing education to Tegalsari people. (3) Kyai Khasan Besari in addition to the influence to the public Tegalsari also have influence on Surakarta Adiningrat Sunanate and managed to marry Princess Pakubuwono III is Bra. Murtosiyah. Keyword: Kyai Khasan Besari, Pondok Pesantren Gebang Tinatar, Ponorogo, History. viii

9 PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN Transliterasi kata-kata Arab yang dipakai dalam penyusunan Skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987. A. Konsonan Tunggal Huruf Arab ا Nama Huruf Latin Nama Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan ة ba b be ت ta t te ث sa s es (dengan titik di atas) ج jim j je ح h ha (dengan titik di bawah) خ kha kh ka dan ha د dal d de ذ żal z zet (dengan titik di atas) ز ra r er ش zai z zet س sin s es ش syin sy es dan ye ص s ad s es (dengan titik di bawah) ض d ad d de (dengan titik di bawah) ط t te (dengan titik di bawah) ظ z zet (dengan titik di bawah) ix

10 ain ع koma terbalik gain غ g ge fa ف f ef qaf ق q qi kaf ك k ka lam ل l el mim و m em nun n en waw و w w ha h ha hamzah ء ' apostrof ya ي Y ye B. Konsonan Rangkap Karena Syaddah ditulis Rangkap يتعددة عد ة ditulis ditulis Muta'addidah iddah C. Ta marbutah di Akhir Kata ditulis h حك ة عهة كساية األونيبء شكبة انفطس ditulis ditulis ditulis ditulis 'illah Karāmah al-auliyā' Zakāh al- D. Vokal Pendek fathah ditulis A فعم ditulis fa'ala x

11 kasrah ditulis i ذكس ditulis żukira ditulis u يرهت ditulis yażhabu E. Vokal Panjang جاىلية تنسي Kasrah + ya mati كرين فروض Ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis ditulis A jāhiliyyah ā tansā i karim ū F. Vokal Rangkap بينكن قول ditulis ditulis ditulis ditulis Ai bainakum au qaul G. Vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata dipisahkan dengan Apostrof اا تى ditulis a antum xi

12 اعد ت نئ شكستى ditulis ditulis u iddat la in syakartum H. Kata Sandang Alif + Lam Diikuti huruf Qamariyyah maupun Syamsiyyah ditulis dengan menggunakan huruf "al". انقسا ditulis al-qur ān انقيبس انس بء انش س ditulis ditulis ditulis al-qiyās al-samā al-syam I. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat ذوى انفسوض اهم انس ة Ditulis menurut penulisannya. ditulis ditulis żawi al- ahl al-sunnah xii

13 KATA PENGANTAR بسم اهلل الرحمن الرحيم اللهم صل على سيدنا محم د Alhamdulillahi robbil alamin penulis ucapkan sebagai rasa syukur kehadirat Alloh SWT atas segala ni mat dan rahmat-nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan tiada suatu halangan apapun. Sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita nantikan syafaatnya di hari kiamat nanti. Sekripsi ini berjudul: KYAI KHASAN BESARI : BIOGRAFI, PERAN, DAN PENGARUHNYA BAGI PONDOK PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI PONOROGO ( M) Penulisan penelitian ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis menyelesaikan penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang setinggitingginya kepada: 1. Bapak Dr. Rahmat Hariadi, M. Pd. Selaku Rektor IAIN Salatiga. 2. Bapak Dr. Benni Ridwan, M. Hum. Selaku Dekan Fakultas Usuluddin Adab dan Humaniora IAIN Salatiga. xiii

14 3. Bapak Haryo Aji Nugroho, S. Sos., MA. Selaku Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam IAIN Salatiga. Serta yang telah membimbing penulis untuk menyelesaikan Skripsi ini. 4. Bapak Adif Fahrizal, MA. selaku pendengar setia segala keluh kesah penulis selama menyusun skripsi ini dan membantu memberikan banyak masukan yang sangat berguna bagi penulis. 5. Bapak dan ibu Dosen serta karyawan IAIN Salatiga yang telah memberikan ilmu, semangat, dan inspirasinya kepada penutis. 6. Seluruh Keluarga Besar Bani Bonari dan Bani Boyaman yang memberikan bantuan do a untuk kesuksesan skripsi ini. 7. Kepada Adinda Siti Fitriatul Laila yang selalu memberikan semangat dan doanya untuk penyelesaian skripsi ini. 8. Untuk segenap teman-teman Sejarah Peradaban Islam yang memberikan do a dan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. 9. Dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu semoga semua amal bantuan dalam bentuk apapun mendapat balasan yang sebaik-baiknya di sisi Alloh SWT. Kami menyadari penelitian ini masih jauh dari sempurna, make penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dan semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca umumnya. Salatiga, 27 Juni 2017 Penusun Muhammad Sam ani xiv

15 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN..i HALAMAN NOTA DINAS..ii HALAMAN PENGESAHAN.. iii HALAMAN MOTTO iv HALAMAN PERSEMBAHAN v ABSTRAK... vi PEDOMAN TRANSLITERASI... x KATA PENGANTAR. xii DAFTAR ISI.... xiv DAFTAR LAMPIRAN.. xvi BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Batasan dan Rumusan Masalah.. 5 C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 5 D. Kajian Pustaka... 5 E. Kerangka Teori... 7 F. Metode Penelitian... 9 G. Sistematika Penulisan BAB II : BIOGRAFI KHASAN BESARI A. Riwayat Hidup Khasan Besari B. Jenjang Pendidikan Khasan Besari. 23 C. Pemikiran Khasan Besari BAB III: PERAN KHASAN BESARI A. Bidang Sosial. 31 B. Bidang Keagamaan 34 C. Bidang Politik 37 BAB IV : KONDISI PONDOK PESANTREN GEBANG TINATAR SEBELUM DAN SESUDAH KHASAN BESARI A. Masuknya Islam di Ponorogo. 41 B. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Gebang Tinatar.. 45 xv

16 C. Sejarah Pondok Pesantren Gebang Tinatar Sebelum Kyai Khasan Besari.. 48 D. Perkembangan Pondok Pesantren Gebang Tinatar Sesudah Khasan Besari BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan 58 B. Saran DAFTAR PUSAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP xvi

17 DAFTAR LAMPIRAN NO Lampiran Foto 1 LAMPIRAN 1 Makam Batoro Katong Setono Jenangan Ponorogo 2 LAMPIRAN 2 3 LAMPIRAN 3 Makam Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Jetis Ponorogo Makam Kyai Ageng Khasan Besari Tegalsari Jetis Ponorogo 4 LAMPIRAN 4 Ndalem Agung Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo 5 LAMPIRAN 5 Tempat Tidur Kyai Khasan Besari Tegalsari Jetis Ponorogo 6 LAMPIRAN 6 Masjid Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo 7 LAMPIRAN 7 Makam Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo 8 LAMPIRAN 8 Lukisan Kyai Ageng Muhammad Besari 9 LAMPIRAN 9 Serat Babad Surakarta 10 LAMPIRAN 10 Serat Ronggowarsito xvii

18 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah mencatat bahwa kepustakaan santri sudah dikenal sejak zaman ke XVI. Kitab-kitab berbahasa arab serta terjemahannya yang menjadi dasar dari kitab kuning telah ada pada masa itu. Hal ini terbukti dari naskah-naskah paling awal yang masih ada hingga sekarang yang dibawa ke Eropa sekitar tahun Karya-karya tersebut beredar ketika islam mempunyai kekuatan yang sangat besar di Pulau Jawa. 1 Dari kepustakaan dan karya-karya yang di bawa ke Eropa itu, banyak yang berpendapat bahwa peradaban santri pada saat itu sangat dominan, mengingat pada proses selanjutnya kepustakaan santri akan sangat mempengaruhi kepustakaan kepustakaan di Keraton. Yang berarti sebuah legitimasi sebuah kekuasaan pada saat itu, harus berasal dari penguasa keagamaan yang dalam hal ini berarti Kyai ataupun Pesantren 2. Menurut R. Strohtman yang dikutip oleh Enjang Muhaemin 3, disamping merupakan sistem agama, yaitu sistem politik, sebagai contoh Nabi Muhammad SAW disamping Rasul juga menjadi seorang pemimpin sebuah 1 Abdullah,taufik. & Lapian A.B Indonesia Dalam Arus Sejarah Dan Kedatangan Peradaban Islam. (Jakarta : PT. Ichtiar Baru van hoeve), hal Ibid. hal Enjang Muhaemin, Potret Ulama dalam Bingkai Politik, Pelita, No. 6373, Th. XXI (Jum at, 15 Juli), hlm. 4. 1

19 negara. Dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwa ulama, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka telah memerankan peran ganda tersebut. Peran ini setidaknya dilakukan para ulama hingga dekade 80-an dengan adanya depolitisasi dan deideologisasi rezim Orde Baru. Selain itu, berdirinya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) turut mereduksi makna dan peran ulama dalam konteks keagamaan di Indonesia. Karena itu, jika dewasa ini disebut istilah ulama dikalangan Sunni, maka yang muncul dalam benak kita adalah sosok seorang ahli fikih yang pemahamannya sudah terlepas dari persoalan-persoalan sosial, politik, dan ekonomi 4. Dalam kontek ini yang dinamakan Ulama yaitu seorang kyai, Pada zaman dahulu orang jika mau belajar mengucap syahadat dan dapat belajar tentang agama islam harus pergi ke pengajian-pengajian dan rumah para guru atau kyai. 5 Kyai berkedudukan sebagai tokoh sentral dalam tata kehidupan masyarakat dan pesantren, sekaligus sebagai pemimpin pesantren. Sebagai tokoh sentral, maka nilai kepesantrenannya banyak tergantung pada kepribadian Kyai sebagai suri teladan dan sekaligus pemegang kebijaksanaan mutlak dalam tata nilai pesantren. Dalam hal ini peran kyai sangat besar sekali dalam bidang penanganan iman, bimbingan amaliyah, penyebaran dan pewarisan ilmu, pembinaan akhlak, pendidikan beramal, dan memimpin serta menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh santri dan 4 Afif Muhammad Ulama dan Umara, Pikiran Rakyat, No. 138, Th. XXXII (Kamis, 14 Agustus), hlm Zamakhsyari Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Para Kyai. Jakarta;LP3ES.hal.18 2

20 masyarakat. 6 Dan dalam hal pemikiran kyai lebih banyak berupa terbentuknya pola berpikir, sikap, jiwa, serta orientasi tertentu untuk memimpin sesuai dengan latar belakang kepribadian kyai. Dari uraian diatas Nampak nya peneliti merasa tertari untuk meneliti tentang sosok Kyai yang termasyhur dan memiliki peranan sentral dan mampu membuat perubahan-perubahan bagi sosial kemasyarakatan di lingkunganya. Sehingga dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah sosok Kyai Khasan Besari dari Pondok Pesantren Gebang Tinatar di Tegalsari Jetis Ponorogo. Salah satu sebab peneliti tertarik untuk meneliti Kyai Khasan Besari karena peneliti sendiri merupakan salah seorang dari putra daerah tersebut secara tidak langsung peneliti merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah lokal yang berkaitan dengan sosok kharismatik Kyai Khasan Besari tersebut. Kuntowijoyo mengatakan bahwa salah satu alasan pemilihan topik karena kedekatan Emosional yang artinya peneliti berasal dari daerah yang sama dengan tempat atau tokoh yang akan diteliti dalam rangka berbakti pada tempat kelahiran. 7 Selain itu, menurut Ir. Soekarno dalam pidatonya pada HUT RI 17 Agustus 1966 mengatakan bahwa bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan salah satu cara untuk menghargai jasa pahlawan adalah dengan mengetahui kesejarahan dan sepak 6 M Habib Chirzin, Pondok Pesantren : Sebagai Bentuk Masyarakat Belajar. Yogyakarta:Majlis Luhur Persatuan Taman Siswa. Hal Kuntowijoyo Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. Hal. 70 3

21 terjangnya. Imam Ghozali, juga mengatakan Man arofa Nafsahu Faqod arofa Robbahu dan menurut pemahaman peneliti, yang dimaksud arofa nafsahu bukan hanya sebatas mengetahui dirinya, akan tetapi juga mengetahui kesejarahannya serta mengetahui sejarah leluhurnya, karena dengan mengetahui itu semua, maka manusia akan menghargai dan menghormati diri sendiri sebagai manusia dan sebagai makhluk yang paling sempurna 8. Selain itu, menurut peneliti dengan mengetahui sejarah para leluhur, merupakan sebuah batu loncatan sekaligus cermin masa lalu di mana kesejarahan yang jelek jangan sampai terulang di masa sekarang maupun mendatang, dan yang baik harapanya bisa mengulangnya di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Alasan berikutnya yang membuat Peneliti tertarik melakukan penelitian terhadap Kyai Khasan Besari ini yaitu adanya hubungan erat dengan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dan salah seorang istri Kyai Khasan Besari merupakan Putri dari Pakubuwono III. Hubungan itulah yang ingin peneliti ungkap lebih mendalam, dengan menggunakan metode ilmiah dan kajian sejarah, sehingga dapat menjadi suatu pengetahuan yang baru dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. 8 Afandi. Safuan, Ihya Ulumuddin Imam Al Gozali (terj.).(solo: sendang ilmu).hal

22 B. Batasan dan Rumusan Masalah Untuk membatasi penelitian ini kami membatasinya pada Biografi, peranan, serta kondisi sebelum dan sesudah kepemimpinan Kyai Khasan Besari pada tahun M. untuk rumusan Masalah sebagai Berikut : 1. Bagaimana biografi Khasan Besari? 2. Bagaimana peran Khasan Besari? 3. Bagaimana kondisi pondok pesantren sebelum dan sesudah kepemimpinan Khasan Besari? C. Tujuan penelitian dan kegunaan penelitian Adapun tujuan dan kegunaan dari penelitian ini yaitu : 1. Untuk mengetahui biografi Khasan Besari. 2. Untuk mengungkap peran Khasan Besari. 3. Untuk mengetahui kondisi pondok pesantren sebelum dan sesudah kepemimpinan Khasan Besari. D. Kajian Pustaka Dalam tinjauan pustaka ini kami akan menghadirkan beberapa pustaka yang telah lebih dahulu pernah ditulis oleh seseorang dalam beberapa tulisannya, yang pertama yaitu buku H.J de Graaf, dalam bukunya Kemelut di Kartasura Abad XVI, yang diterjemahkan oleh Temprint Jakarta, buku ini menjelaskan tentang keadaan keraton saat Geger Pecinan dan 5

23 pelarian Pakubuwono II ke Tegalsari yang tidak lain adalah ke Pondok Pesantren Gebang Tinatar. Dalam buku Babad Solo karangan RM Sajid, juga melakukan hal yang sama hanya sedikit menyinggung tentang Tegalsari. Dalam buku karya Harucokro, Khalifah Rosululloh di Jawa yang diterbitkan Radya Pustaka Surakarta juga hanya memberikan gambaran pelarian Pakubuwono II ke Tegalsari secara singkat. Dalam buku Raden Ngabehi Ronggowarsito karangan Any Andjar yang diterbitkan Aneka Ilmu Semarang pada tahun 1980, juga menjelaskan sedikit tentang belajarnya Raden Mas Bagus Burhan ke Pondok Pesantren Gebang Tinatar, tetapi juga tidak khusus membahas tentang sejarahnya. Yosodipuro I, Babad Geger Pecinan, radya pustaka ( ) 9. Menjelaskan tentang Proses Runtuhnya Keraton Kartasura dan Pelarian Pakubuwono II dan Berguru Kepada Kyai Khasan Besari. Pustaka berikutnya dari Skripsi saudara As ari dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang Pemikiran Kh. Badri Mashduqi. Skripsi ini menjelaskan tentang pemikiran dan juga biografi Kh. Badri Masduqi. Namun pemikiran dalam bidang politik yang dimaksud yaitu dalam kehidupan partai di Indonesia. Skripsi dari Tri Sundari berjudul Peran Politik Kyai Di Pedesaan (Studi Kasus Di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas), merupakan Mahasiswi dari UNNES Semarang. Skripsinya juga mengulas tentang bagaimana peran-peran kyai dalam masyarakat. Berikutnya juga Skripsi dari UIN Sunan Kalijaga milik Alina Nihaya 9 Yosodipuro I, Babad Geger Pecinan, Radya Pustaka ( ). 6

24 Marzuqoh tentang (Peran Sosial Kiai Kampung Di Desa Salamrejo Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung) hampir keseluruhan skripsi itu sama, membahas tentang peranan Kyai. Sedangkan penelitian ini lebih menekankan kepada peran dalam kehidupan pondok pesantren dan keraton Surakarta di Daerah Ponorogo. E. Kerangka Teoritis Sebelum tahun 1960-an pusat-pusat pendidikan pesantren di Jawa dan Madura lebih dikenal dengan nama pondok. Menurut Zamakhsyari Dhofier 10, istilah pondok berasal dari pengertian asrama-asrama para santri, pondok atau tempat tinggal yang terbuat dari bambo berasal dari kata bahasa Arab fundug yang berarti hotel atau asrama. Perkataan pesantren berasal dari kata santri, yang dengan awalan pe di depan dan akhiran an, berarti tempat tinggal para santri. Profesor Johns berpendapat, bahwa istilah santri dari bahasa Tamil, yang berarti guru ngaji 11, sedangkan C.C Berg berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari shastri yang dalam bahasa India berarti orang-orang yang tahu buku-buku suci agama suci, atau seorang sarjana ahli kitab suci agama Hindu Zamakhsyari Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Para Kyai. hal Ibid. hal C.C Berg Indonesia dalam H.A.R.Gibb (ed), Wither Islam? A Survey of modern movement in the moslem world, London, hal 257 7

25 Dalam pesantren tidak bisa terlepas dari elemen-elemen khusus yaitu Pondok, masjid, santri dan kyai. Pondok atau asrama bagi para santri, merupakan ciri khas tradisi pesantren yang membedakannya dengan sistem pendidikan tradisional di masjid-masjid yang berkembang di kebanyakan wilayah Islam di negara negara lain. Bahkan sistem asrama ini pula yang membedakan pesantren dengan sistem pendidikan surau di daerah Minangkabau. 13 Masjid harus ada dikarenakan dalam tradisi Islam, masjid merupakan tempat ibadah umat Islam dan wajib adanya di dalam pesantren, karena seorang muslim tidak terlepas dari peribadahan yang harus dilakukan oleh umat muslim. Yang paling pokok dalam peranan pesantren yaitu tentang pemimpin di masyarakat atau pemimpin sebenarnya. Dan kyai mempunyai peranan itu. Seorang kyai memiliki kewibawaan politik serta peranan politik yang dibutuhkan masyarakat, mungkin bisa bersifat patrimonial, rasional, maupun kharismatik. Karena pemimpin seperti itulah akan membawa kemakmuran bukan malah menimbulkan malapetaka 14. Dalam perkembangan metodologi sejarah, peneliti harus mampu menganalisis pristiwa yang akan diteliti dengan berbagai cabang ilmu. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan konsep-konsep tentang peran pesantren dan juga Kyai dalam masyarakat yang dipandang relevan 13 Zamakhsyari Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Para Kyai. hal Amrulloh Achmad Dakwah Islam dan Perubahan Sosial, Yogyakarta : Prima Duta. Hal

26 untuk membantu mengungkap sejarah tentang peran Kyai Khasan Besari dan biografinya. Dalam tulisan ini, peneliti akan mencoba menghadirkan beberapa temuan baru yang akan di interpretasikan setelah memandang dari beberapa sisi seperti, dari segi sejarah, politik dan juga pendekatan budaya. Sedangkan untuk mengetahui Kondisi Pondok Pesantren Gebang Tinatar dari masa ke masa peneliti akan menggunakan teorinya A. Mujib Dan Subhan M. dalam bukunya Intelektualisme Pesantren 15 dan juga disana menjelaskan peranan Para Kyai. Peneliti sengaja menggunakan buku tentang pesantren ini, mengingat Kyai dan Pesantren itu bagaikan Dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Untuk selanjutnya peneliti akan menganalisisnya dengan teori politik Kyai yang digunakan Zamakhsari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren. F. Metode Penelitian Metode penelitian secara terminologi terdiri dari dua kata metode dan penelitian. Kata metode pada awalnya berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau jalan menuju, sedangkan penelitian yaitu suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis guna untuk memperoleh suatu informasi untuk tujuan tertentu. Metode penelitian menurut Sugiyono 16 adalah cara-cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid, dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan 15 Mujib A. M Subhan Intelektualisme Pesantren, (Jakarta: Diva Pustaka) 16 Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, R&D (Bandung: alfabeta)hal. 6 9

27 dibuktikan menjadi suatu pengetahuan tertentu sehingga dalam gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah. Menurut Gilbert J. Garragan, S.J. 17, metode penelitian sejarah yaitu seperangkat asa dan aturan yang sistematik yang di desain guna membantu secara efektif untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah, menilainya secara kritis, dan menyajikan sintesis hasil-hasil yang dicapainya, yang pada umumnya dalam bentuk tertulis. Metode penelitian itu terdiri dari empat tahap utama yang pertama, yaitu : pengumpulan data (Heuristik), kritik sumber (Verifikasi), analisa (Interpretasi), dan penulisan (Historiografi). 1. Pengumpulan Data Tahap pertama adalah heuristik atau pengumpulan sumber. Menurut Carrard, Heruristik adalah sebuah kegiatan mencari sumbersumber atau mendapatkan data-data, atau materi sejarah, atau evidensi sejarah. 18 Sumber sejarah dapat berupa bukti yang ditinggalkan manusia yang menunjukkan segala aktifitasnya di masa lampau, baik berupa peninggalan-peninggalan maupun catatan-catatan. Sumber ini dapat ditemukan di perpustakaan-perpustakan, dari internet, dan untuk arsip dapat diperoleh di kantor-kantor atau instansi-instansi tertentu. Dalam 17 Gilbert J. Garragan, S.J A Guide to Historical Method. (New York.Fordham Univercity Press). Hal Philippe carrard, Poetics The New History. Frenchhistorical Discourse From Braudel To Chartier, (London : the johns Hopkins university Press, Baltimore). Hal

28 penelitian ini, peneliti menggunakan sumber yang berupa buku-buku dan internet. Menurut Lucey 19, sebuah sumber sejarah dapat berupa suatu produk dari kegiatan-kegiatan manusia yang memuat informasi tentang kehidupan manusia, meskipun produk ini awalnya tidak dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada generasi kemudian, serta dapat juga sumber itu direncanakan untuk memberikan informasi kepada generasi selanjutnya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk mendapatkan data-data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun kajian ini yakni: a) Penelitian Kepustakaan Yang dimaksud penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian, baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Dalam kajian kepustakaan ini, peneliti akan mengadakan penelitian kepustakaan untuk mendapatkan informasiinformasi serta data-data yang berkaitan dengan peristiwa sejarah tersebut. Melalui penelitian kepustakaan ini, sumber-sumber buku dapat dijadikan sebagai referensi dalam Penelitian ini. sumber 19 William Lucey, History : Method And Interpretation, Garland Publishing,Inc, (new York and London:). Hal

29 perpustakaan yang akan dikaji adalah perpustakaan Daerah Ponorogo, Perpustakaan Radya Pustaka Surakarta, Perpustakaan Mangkunegaran Surakarta (Rekso Pustoko), Perpustakaan Keraton Surakarta (Sasono Pustoko). b) Penelitian Lapangan Penelitian lapangan adalah suatu penelitian yang dilakukan peneliti dengan secara langsung ke lapangan untuk meneliti serta mencari data-data dan informasi yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, agar dapat dibahas berdasarkan informasi atau bukti data-data yang ditemukan. Ada dua teknik yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data-data dan informasi penelitian lapangan, yaitu: - Pengamatan (observasi) Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan peneliti untuk mengamati secara langsung jejak-jejak sejarah yang ditinggalkan oleh Kyai Khasan Besari. - Tradisi lisan / Wawancara Wawancara adalah suatu teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data dengan mencermati penuturan-penuturan informasi yang sifatnya turun-temurun dan dapat memberikan keterangan terhadap masalah yang akan diteliti untuk 12

30 membantu mengungkap bukti-bukti sejarah untuk di kemudian dijadikan fakta-fakta dalam rangka penyusunan penelitian ini, misalnya dengan mengadakan wawancara langsung dengan orang-orang yang mengetahui tentang hal-hal yang berkenaan sejarah Kyai Khasan Besari. 2. Kritik sumber / Verifikasi Penulisan sejarah dikenal dua macam sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah kesaksian dari seseorang dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan panca indra yang lain atau dengan alat mekanis. Sumber skunder adalah merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi mata, yakni dari orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. Kritik sumber merupakan verifikasi sumber yaitu pengujian kebenaran atau ketetapan dari sumber sejarah. Kritik sumber ada dua yaitu kritik ekstern untuk menguji otentitas suatu sumber dan kritik intern untuk menguji kredibilitas sumber. Di dalam penelitian ini kritik sumber digunakan untuk menguji otentitas sumber-sumber dan sejauh mana tingkst kredibilitas sumbersumber yang berkaitan tentang Kyai Khasan Besari dan juga Pondok Pesantren Gebang Tinatar di Ponorogo Jawa Timur. 13

31 - Kritik eksternal Menurut Helius Sjamsuddin 20 kritik eksternal ialah cara melakukan verifikasi atau pengujian terhadap aspek-aspek luar dari sumber sejarah. Apakah fakta peninggalan atau dokumen itu merupakan yang sebenarnya, bukan palsu. Berbagai tes dapat dipergunakan untuk menguji keaslian tersebut, misalnya untuk menetapkan umum dokumen melibatkan tanda tangan, tulisan tangan, kertas, cat, bentuk huruf, penggunaan bahasa, dan lain-lain. Sejauh ini, yang peneliti gunakan untuk kritik eksternal ini meliputi kualitas suatu sumber dan bentuk serta kondisi suatu sumber secara kasat mata. Dan ada beberapa sumber yang peneliti kritik dengan mencocokkan dengan data-data arkeologis yang ada. - Kritik Internal Setelah memperoleh suatu dokumen diuji melalui kritik eksternal, berikutnya dilakukan kritik internal. Menurut Daliman, kritik internal adalah uji kebenaran informasi suatu dokumen 21. Walaupun dokumen itu asli, tetapi apakah mengukapkan gambaran yang benar, Bagaimana mengenai penulis dan penciptanya, apakah ia jujur, adil dan benar-benar memahami faktanya, dan banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul seperti di atas. Sejarawan harus benarbenar yakin bahwa datanya otentik dan akurat, jika datanya otentik 20 Helius Sjamsuddin Metodologi Sejarah, (Yogyakarta : ombak ). Hal A. Daliman Metode Penelitian Sejarah, (Yogyakarta : ombak).. Hal

32 dan akurat, maka sejarawan bisa memandang data tersebut sebagai bukti sejarah yang sangat berharga untuk ditelaah secara serius. Untuk kritik internal suatu dokumen ini, peneliti mengujinya dengan mempertimbangkan aspek isi dari semua sumber yang diperoleh dari lapangan tentang Kyai Khasan Besari dan Pondok Pesantren Gebang Tinatar. 3. Interpretasi Tahap ketiga adalah interpretasi atau penafsiran sejarah. Menurut Daliman, interpretasi adalah menafsirkan atau memberi makna terhadap fakta-fakta ataupun bukti-bukti sejarah untuk kemudian dilanjutkan ke proses historiografi 22. Dalam tahap ini dilakukan analisis berdasarkan data-data yang diperoleh, yang akhirnya dihasilkan suatu sintesis dari seluruh hasil penulisan yang utuh, atau disebut dengan historiografi. Setelah penulis mengkomunikasikan hasil penelitiannya, maka disebut tulisan atau karya sejarah. Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut sehingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagai fakta yang ada, kemudian perlu disusun agar mempunyai bentuk dan struktur. Fakta yang ada ditafsirkan, sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, selanjutnya untuk menghindari suatu penafsiran yang semenamena akibat pemikiran yang sempit. Bagi sejarawan akademis, 22 Ibid. Hal

33 interpretasi yang bersifat deskriptif saja belum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunakan dan berusaha menganalisis peristiwa tersebut. Agar menjadi sebuah penelitian yang menarik, peneliti harus menyajikannya dengan penelitian berbasis deskriptif analitis. Setelah peneliti mendapatkan sumber dan melakukan kritik, semua sumber yang dianggap relevan dengan penelitian tentang Kyai Khasan Besari ini, peneliti melakukan interpretasi dengan kaidah-kaidah yang sesuai dengan prosedur. Sebagai contoh setelah memperoleh babad ronggowarsito peneliti melakukan kritik baik internal maupun eksternal setelah itu melakukan penafsiran dengan berdasarkan prosedur yang berlaku. 4. Historiografi Setelah melakukan proses interpretasi dan analisis, proses kerja mencapai tahap akhir yaitu historiografi atau penulisan sejarah. Proses penulisan dilakukan agar fakta-fakta yang sebelumnya terlepas satu sama lain dapat disatukan, sehingga menjadi satu perpaduan yang logis dan sistematis dalam bentuk narasi kronologis. Menulis sejarah merupakan suatu kegiatan intelektual dan ini suatu cara yang utama untuk memahami sejarah Paul Veyne, Writing History Essay on Epistemology, terj. Bhs. Prancis,mina moorerinvolucri, Middletown,connect,( Wesleyan Univercity Press). Hal

34 Historiografi adalah proses penyusunan fakta-fakta sejarah dengan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Setelah melakukan penafsiran terhadap data-data yang ada, sejarawan harus sadar bahwa tulisan itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan dirinya, tetapi juga untuk dibaca orang lain. Oleh karena itu. perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya. Sejarawan harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan. Proses terakhir yang peneliti lakukan yaitu menuliskan dari semua fakta-fakta tentang Khasan Besari dan menyusunnya supaya menjadi suatu karya ilmiah yang runtut dan mudah dipahami. G. Sistematika Penulisan Sistematika ini disusun sebagai penjabaran dari daftar isi atau outline. Dalam Bab I, peneliti akan menceritakan dan menguraikan tentang Latar Belakang Masalah, Batasan dan Rumusan Masalah, Kajian Pustaka, Kerangka Teori, Metode Penelitian, dan Sistematika Penulisan. Itu semua merupakan proposal yang berisi gambaran dan penjabaran secara singkat tentang penelitian yang akan peneliti lakukan. Dalam BAB II kami akan menjelaskan bagaimana Biografi Kyai Khasan Besari, yang meliputi Riwayat Hidup Jenjang Pendidikan, dan juga Pemikiran-pemikirannya. 17

35 Dalam Bab III kami akan memaparkan Tentang Peranan Kyai Khasan Besari dalam Bidang Politik, Bidang Keagamaan, dan Bidang Sosial. Pada Bab IV berisi tentang Kondisi Sebelum dan Sesudah Kyai Khasan Besari. Yang meliputi sekilas Sejarah Pondok Pesantren Gebang Tinatar, Kondisi Sebelum Kyai Khasan Besari, dan Juga Perkembangan Setelah Kyai Khasan Besari. Pada Bab V berisi penutup yang memuat Kesimpulan dan Saran. 18

36 BAB II BIOGRAFI KHASAN BESARI D. Riwayat Hidup Khasan Besari Kyai Khasan Besari adalah seorang tokoh ulama terkemuka di abad ke 19 M. beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Gebang Tinatar Kabupaten Ponorogo. Kyai Khasan Besari merupakan Putra dari Kyai Muhammad Ilyas Besari yang merupakan putra dari Kyai Ageng Muhammad Besari. Kyai Ageng Muhammad Besari bersama Nyai Ageng Mantup mempunyai sembilan orang putra yaitu Ny. Ag. Abdurrahman Tegalsari, Kyai Ag. Jakub, Kyai Ismangil, Ny. Buchori, Kyai Ageng Haji Iskhaq, Kyai Muhammad Iskhaq, Kyai Kholifah, Kyai Muhammad Ilyas, (yang nanti akan berputrakan Kyai Khasan Besari), Ny. Banjarsari, dan Kh. Zaenal Abidin yang menjadi Sutan/ Raja di Slangor Malaysia. 24 Kyai Khasan Besari Lahir pada tahun 1729 M. beliau merupakan putra kedua dari Kyai Muhammad Ilyas dari istri pertamanya. Khasan Besari memiliki nama lengkap Kanjeng Kyai Bagus Khasan Besari. Khasan Besari hidup dan dibesarkan di lingkungan pondok pesantren, sehingga membuatnya menjadi pribadi yang alim, sosok penyabar, pandai, juga seorang ahli tirakat 25. Khasan Besari Juga seorang yang gagah punya wajah yang menarik dan postur tubuh yang tegap, sehingga putri dari Pakubuwono III yaitu Bra. Murtosyah tertarik dan meminta ayahandanya untuk melamarkan untuknya. Pernikahan itu ketika Khasan Besari berumur 36 tahun. Karena permintaan putri yang disayanginya, akhirnya pada tahun 1765 M Khasan Besari dan Bra. Murtosyah menikah dan dikaruniai 6 orang 24 Poernomo Sejarah Kyai Ageng Muhammad Besari. Hal Haris, Daryono Dari Majaopahit Menuju Pondok Pesantren. Hal

37 putra. R.M. Martopoero, R.A. Saribanon, R.A. Martorejo, R.M. Cokronegoro, R.M. Bawadi, R.A. Andawiyah. 26 Dalam tradisi masyarakat Jawa ulama atau kyai mempunyai posisi yang sangat tinggi dalam strata sosial masyarakat. Karena dalam masa pemerintahan kolonial para pemimpin kekuasaan seperti sultan dan raja lebih menaruh perhatiannya dalam politik, dan urusan agama diserahkan kepada para kyai. Sedangkan, urusan agama ini bukan hanya soal hukum saja tapi juga termasuk yang mengatur masalahmasalah sosial, sehingga kebanyakan kyai memiliki pengaruh yang sangat luas dipemerintahan dan masyarakat. 27 Begitu Juga Kyai Khasan Besari sangat besar pengaruhnya pada masyarakat khususnya Tegalsari umumnya masyarakat Ponorogo dan Kasunanan Surakarta. Sampai saat ini pun namanya juga masih sangat dikenal akrab khususnya di masyarakat Ponorogo. Makamnya sampai kini masih sering dikunjungi peziarah baik dari daerah Ponorogo sendiri maupun dari luar Ponorogo. Sejak usia muda, Khasan Besari adalah trah langsung Kyai maksudnya, Khasan Besari adalah putra Kyai Ilyas dan Kyai Ilyas adalah Putra dari Kyai Ageng Muhammad Besari, berarti Khasan Besari merupakan cucu dari pendiri pondok pesantren Gebang Tinatar yaitu Kyai Ageng Muhammad Besari. Tegalsari merupakan daerah yang sangat subur dan makmur, aman, sentosa, sehingga menjadi kiblat oleh desa-desa sekitarnya, rakyatnya rukun dan ta dzim kepada Khasan Besari Poernomo Sejarah Kyai Ageng Muhammad Besari.hal Zamakhsari Tradisi Pesantren. hal Poernomo Sejarah Kyai Ageng Muhammad Besari. hal

38 Sebagai pemuka agama secara tradisional berasal dari keluarga yang berpengaruh, Ulama dan Kyai merupakan faktor pemersatu dalam tatanan sosial pedesaan 29. Hirokosi Hiroko mengatakan: Bahkan dewasa inipun, para penduduk desa mengatakan bahwa desa-desa tanpa ulama mungkin runtuh sendiri. Karena kesulitan untuk mempersatukan komunitas-komunitas yang berbeda. Beberapa ulama menerima tawaran keluarga-keluarga kaya untuk pindah ke desa-desa mereka guna mengembangkan dan mempraktikkan ilmu agamanya disana 30. Nampaknya alasan inilah yang menyebabkan Sunan Pakubuwono IV dari Surakarta saat itu menetapkan Khasan Besari menjadi lurah yang mengatur tampu kepemimpinan di desa Tegalsari. 31 Khasan Besari memiliki 9 istri dan mempunyai 16 Putra, di antaranya: Dari istri pertama yaitu Putri Kyai Ageng Tuban, yaitu: a) Kyai Ag. Ilham Tegalsari b) Ny. Ag. Sarabi Dari Istri Ke dua yaitu Putri Tumenggung Raden Bei Prawiropuro Ngelorok, yaitu: a) R. Bei Imam Besari b) R. Bei Nada Besari Dari Istri ke tiga yaitu Nyai Mas Ayu Pacitan Putri Demang, yaitu: a) Ny. Ag. Khasanpuro Gontor Mlarak 29 Manfred. Ziemek. Pesantren dalam perubahan sosial. (P3M;Jakarta)1986. Hal Hiroko. Horikosi A Tradisional Leader in a time of change.hal Haris, Daryono Dari Majaopahit Menuju Pondok Pesantren. Hal

39 Dari istri ke empat yaitu Nyai Rasinah Tegalsari, yaitu: a. Kyai Ag. Tirto Besari Ngrukem Dari istri ke lima yaitu RA. Murthosiyah/Cokrowinotonegoro Putri Sunan Paku Buwono III, yaitu: a. R. Martopuro b. R. Ayu Kasan Rifangi c. R. Ayu Martoredjo d. RM. Adipati Cokronegoro e. RM. Bawadi f. R. ayu Andawiyah (Salamah) Dari istri ke enam Nyai Ageng Ajeng Demang mempunyai putra : a. Kyai Kasan Kholifah b. Kyai Wongsodipuro c. Kyai Mertosari Dari istri ke tujuh dan delapan yaitu jandanya Tumenggung Jogo Karyo dan Putri dari Yogyakarta tidak mempunyai putra. Dan dari istri kesembilan Yang berasl dari Nganjuk berputrakan. a. Kyai Ageng Khasan Punijo. 32 Keseluruh putra Kyai Khasan Besarimenjadi orang-orang berpengaruh didaerahnya masing-masing dan khusus kepada Raden Mas Cokronegoro 32 Purnomo Sejarah Kyai Ageng Muhammad Besari. hal.8 22

40 merupakan Bupati Ponorogo tahun M. Dan Ia pernah mendapat gelar Gouvernement Goud SterOrde Van Orange Nasau Koninklyke Nederlandche Leger dari Kraton Payung Emas Belanda 33. Dimasa tuanya Kyai Khasan Besari ditunggui oleh putra-putrinya dan di tangan beliaulah Pondok Pesantren Gebang Tinatar mencapai puncak kejayaannya dan mempunyai santri mencapai orang, dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Khasan Besari menutup usianya pada tahun 1867 M dalam usia 138 tahun. E. Jenjang Pendidikan Khasan Besari Salah satu komponen terpenting dalam dunia pesantren adalah Kyai, kyai mempunyai peranan penting dalam dunia pesantren maupun masyarakat karena seorang kyai adalah public figurebagi golongan tersebut, hampir semua perkataannya dianggap sebagai sabda yang harus ditaati dan dipercaya sepenuh hati. Kyai adalah seorang pemimpin pondok dan seorang muslim yang alim, berpendidikan maju, yang mampu membaca, menafsirkan, serta mengajarkan Al- Qur an dan juga memberikan ulasan-ulasan terpenting dari bahasa arab. 34 Untuk menjadi seorang Kyai, seorang pemula harus maju melangkah melalui berbagai tingkatan. Pertama-tama biasanya merupakan kerabat dekat dari seorang kyai. Setelah merampungkan studinya di berbagai pesantren, kyai yang lebih tua melatihnya untuk membangun pesantrennya sendiri. 35 Hal ini sama dengan Kyai Khasan Besari pada awalnya Khasan Besari sebagai pengganti ayahnya yaitu Kyai 33 Purwowijoyo Babad Ponorogo Jilid IV,dinas pariwisata dan seni budaya;ponorogo. Hal Binder, I Islamic Tradition And Politics The Kyaji And The Alim.Comperative Studies In Society And History. January. Hal Zamakhsari Tradisi Pesantren. Hal

41 Khasan Ilyas, karena dianggap oleh Pakubuwono IV Kyai Khasan Ilyas hanya menyuruh santri-santrinya memperkaya Sang Kyai, dan para santri tidak mendapatkan pendidikan tentang Agama Islam. Akhirnya Kyai Khasan Ilyas dipecat oleh Pakubuwono IV dan digantikan oleh Kyai Khasan Besari. 36 Dalam serat Ronggowarsito diceritakan ketika Ronggowarsito bersama Ki Tanujoyo datang ke Tegalsari dan menyampaikan surat dari Kakeknya yaitu Mas Bagus Banjar atau sering disebut Raden Yosodipuro I. memang ketika Kanjeng Sinuwun Pakubuwono II lari ke Ponorogo, tak lama setelah itu ada beberapa orang ingin mengabdikan dirinya kepada Raja, dan menyusul ke Pondok Pesantren Gebang Tinatar.namun yang diterima hanya Raden Yosodipuro I, yaitu kakek dari R. Ng. Ronggowarsito. Dari situ penulis mengambil kesimpulan bahwa Kyai Khasan Besari dulu juga belajar Ilmu dari Kakeknya yaitu tentang agama, maupun tentang sastra dan juga kejawen. Sebagai seorang Putra Kyai, Khasan Besari rupanya menyadari bahwa secara tidak langsung mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan tradisi keluarga Kyai, yang berarti harus mempersiapkan diri melanjutkan estafet kepemimpinan. Sebagai seorang yang terlahir dari Keluarga Santri 37, Khasan Besari telah terbiasa dengan kehidupan Pesantren yang serba sederhana bahkan bisa dibilang kurang. Tradisi yang lain dari sebuah pesantren yaitu tentang pendidikan sufisme. Dengan melakukan praktik-praktik ibadah seperti sholat-sholat sunah, dzikir, wirid dan rotib 38. Juga dengan cara tirakat, puasa-puasa sunah dan lain-lain. Pendidikan yang seperti itu nampaknya sangat memberikan kesan mendalam 36 Fokkens,F De Priesterschool te Tegalsari, Batavia s Hage: Bruining. Hal Santri adalah seseorang yang belajar kepada seorang kyai, menurut Noer Kholis Majid berasal dari kata Cantrik yang berarti seorang yang selalu mengikuti guru dengan maksud belajar. - Norcholis. M. Bilik-bilik Pesantren, Paradigma : Jakarta Bruinessen M Kitab Kuning,Pesantren dan Tarekat.Mizan ; Bandung. hal

42 bagi Khasan Besari. Dikemudian hari pendidikan tersebut akan ditularkan kepada santri-santrinya salah satunya R. Ng. Ronggowarsito. Selain belajar di pondok, proses selanjutnya seorang santri adalah menjadi pengurus pondok dalam Buku Pesantren Dalam Perubahan Sosial Dr. Manfred Ziemek 39. Dalam suatu Proses pendidikan Simultan yang hampir organis, siswa pesantren tingkat Lanjutan setelah beberapa tahun pendidikan dasar terus mengambil alih tugas mengajar santri yang lebih muda. Tahap karir yang khas dari Pesantren yaitu mengambil alih tugas administrasi sebagai Lurah Pondok. Menjadi ustadz Kyai Muda (dalam masyarakat lebih dikenal sebagai Gus), Badal Kyai, dan Seterusnya. Dalam tradisi orang-orang pesantren, naik haji merupakan hal penting dari sebuah pendidikan, selain sebagai syariat islam naik haji juga sebagai legalitas seorang santri untuk menyempurnakan ilmunya. Selain menunaikan ibadah, pergi ke mekkah juga dimanfaatkan oleh para ulama -ulama jawa untuk belajar tentang berbagai ilmu agama, karena mekkah dianggap sebagai pusat peradaban intelektualisme islam. Pendidikan Kyai Khasan Besari lebih banyak dipelajari dari kakeknya dan para guru di pesantrennya. Dari guru-gurunya Khasan Besari banyak belajar tentang ilmu Fiqih, alat, tafsir, hadist, dan juga sastra. Sebagai seorang guru dari R. Ng. Ronggowarsito, tentunya Khasan Besari dalam bidang sastra mempunyai pengetahuan yang sangat mumpuni. Khususnya dalam sastra 39 Manfred, Z Pesantren Dalam Perubahan Sosial

43 Jawa. Mengingat R. Ng. Ronggowarsito adalah Pujangga Keraton Surakarta Hadiningrat yang sangat terkenal. F. Pemikiran Kyai Khasan Besari Dari serat Ronggowarsito karangan tim ronggowarsito tahun 1935 diceritakan bahwa: sareng sampun dumugi ing Ponorogo, Mas Ngabehi Ronggowarsito lajeng sowan kanjeng Kyahi Imam Besari, ngaturaken seratipun ingkang Romo Raden Tumenggung Sastronagoro, sasampunipun serat dipun tampi, lajeng sami dipun paringi pasugoto sawontenipun yang artinya setelah sampai di Ponorogo, mas Ngabehi Ronggowarsito menghadap dan memberikan surat dari ayahandanya Raden Tumenggung Sastronegoro, setelah surat diterima, lalu diberikan sambutan seadanya. Berdasarkan kalimat diatas penulis mengambil sebuah pendapat bahwa titik pertama yang ditekankan Khasan Besari yaitu tentang bagaimana menjamu tamu. Ketika seorang tamu berkunjung ke Pondok Pesantren Gebang Tinatar, tamu tersebut disambut dengan jamuan seadanya. Hal tersebut masih terjaga sampai saat ini, umumnya di tengah masyarakat Ponorogo khususnya yang tinggal di Desa Tegalsari Ponorogo. Pemikiran tentang menjamu tamu ini, sesuai dengan hadist Rosululloh SAW. هن يؤهن باهلل واليوم اآلخر فليكرم ضيفو )رواه البخارى والوسلن( 26

44 Dan Barang Siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir hendaknya memuliakan Tamunya. (H.R. Bukhori dan Muslim) 40 Tidak dapat dipungkiri bahwa Khasan Besari selain juga sebagai seorang yang ahli dalam mengajarkan Al-qur an juga seorang ahli dalam Hadist di masanya. Sehingga tingkah laku yang diajarkan oleh Khasan Besari terhadap santri-santrinya selalu disandarkan dengan Al-Qur an dan As-sunah. Pemikiran selanjutnya yaitu setiap santri baru maka dikenalkanlah kepada semua santri-santrinya yang lama. Berikut adalah cuplikan dari Serat Ronggowarsito yang menceritakan tentang serat tersebut. adat ingkang sampun kalampahan saben kanjeng kyahi Imam Busyari anampeni murid enggal sedoyo muridipun lami sami dipun kelempaaken, perlu ditepangaken dhateng murid enggal ingkang nembe dateng wau sarto dipun semerepaken akrapaning babasan, dados tanduking babasanipun poro murid dhateng kancanipun, naming kantun anglampahi dhateng dawuhipun kanjeng kyahi Imam Busyari kemawon sarto lajeng sami keparingan nedha sasarengan wonten ngarsanipun kanjeng kyahi, sabibaring nedha lajeng sami kedawuhan maos kitab utawi qur an miturut punopo kesagedanipun piyambak-piyambak. Dari data di atas dapat diketahui bahwa, Kyai Khasan Besari menanamkan suatu kebersamaan yang luar biasa dengan cara mengenalkan Santri baru kepada santri lama, dengan dilanjutkan makan bersama yang disaksikan langsung oleh Kyai Khasan Besari. Selain sebagai pengenalan, 40 Aminah A.D. Hadist Arba in Nawawiyah(Bandung: PT. ALMA ARIF) HAL.39 27

45 makan bersama ini juga akan membuat santri mudah akrab satu dengan yang lain baik yang lama, maupun santri baru. Bahkan tradisi ini masih sering digunakan di pondok-pondok pesantren di masa dewasa ini, maupun di Tegalsari sendiri. Acara makan bersama ini biasanya dilakukan saat bulan Robi ul Awwal yaitu dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW. Ketika ada acara-acara untuk memperingati hari besar Islam yang lain. Namun sedikit berbeda, jika dahulu dilakukan oleh para santri, namun saat ini dilakukan oleh para penduduk, karena pondok yang dulu pernah berjaya di tahun 1800 an itu kini tinggal namanya saja. Yang tertinggal hanya bangunan Masjid yang masih kokoh berdiri batu bancik, dalem agung, dan beberapa situs lain. Serta sekarang ada yayasan MTs dan MA Ronggowarsito yang didirikan sekitar awal tahun 1990 an. Pemikiran yang lain yaitu Kyai Khasan Besari menerapkan Hukum Islam di Desa Tegalsari, sehingga pada akhirnya hal ini membuat iri Desadesa di sekitar Tegalsari dan banyak yang menirunya. Hal inilah yang membuat Sunan dari Surakarta menganggap bahwa ini adalah sebuah penyelewengan dan akhirnya Khasan Besari ditangkap dan dibawa ke Surakarta. Selanjutnya, setelah sampai di Surakarta Kyai Khasan Besari ditempatkan di Masjid Agung Surakarta. Setelah beberapa saat, para santri Khasan Besari banyak berdatangan untuk menengok Kyainya, sesampainya di Surakarta para santri diajak untuk mengadakan Sholawatan, dengan suara 28

46 Indahnya Khasan Besari mampu memikat Putri Mustosiyah yang merupakan Putri dari Pakubuwono IV, dan terjadi pernikahan antara Khasan Besari dan Putri Murtosiyah yang menurunkan beberapa putra salah satunya Raden Cokronegoro yang menjadi Bupati Ponorogo, dan nanti menurunkan R. H.O.S. Cokroaminoto Purwowijoyo. Babad Ponorogo Jilid IV (Ponorogo : Dinas Pariwisata dan Seni Budaya, 1985) hal

47 BAB III PERAN KYAI KHASAN BESARI A. Bidang Sosial Para Kyai khususnya di daerah Jawa merupakan sektor kepemimpinan Islam yang dianggap paling dominan dan selama berabad-abad telah memainkan peranan yang menentukan dalam proses perkembangan sosial, kultur, dan politik. Berkat pengaruhnya yang besar sekali di masyarakat, seorang Kyai mampu membawa masyarakatnya kemana ia kehendaki dengan demikian seorang Kyai mampu mengendalikan keadaan sosial masyarakat yang penuh dengan perkembangan dan perubahan itu. Seperti yang dikatakan oleh Horikosi 42, bahwa Kyai berperan kreatif dalam perubahan sosial. Bukan karena sang Kyai meredam akibat perubahan yang terjadi melainkan justru karena mempelopori perubahan sosial dengan cara sendiri. Kyai yang terkenal dengan memimpin yang tradisional ini ternyata mampu mengendalikan masyarakat akibat dari perubahan yang terjadi dengan memberikan solusi yang tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah ajaran Islam. Ilmu-ilmu agama Islam digunakan secara kreatif untuk melakukan antisipasi terhadap kebutuhan akan perubahan, di samping sebagai alat penentu mana bagian yang esensi dari kehidupan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dan harus dipertahankan. 42 Hiroko. Horikosyi A. Traditional Leader in a Time of Change : The Kijaji and Ulamah in West Java. Hal

48 Peranan Kyai dalam masyarakat seperti uraian diatas merupakan suatu hal pokok yang sangat mempengaruhi penyebaran Islam di daerah tersebut. Yang di maksud sosial di sini yaitu pergaulan serta hubungan manusia dan kelompok manusia, terutama kehidupan dalam masyarakat yang teratur. Istilah islam yang mengandung demikian ialah muamalat. 43 Bahkan dewasa ini pun, para penduduk desa mengatakan bahwa desadesa tanpa ulama mungkin runtuh sendiri. Karena kesulitan untuk mempersatukan komunitas-komunitas yang berbeda. Beberapa ulama menerima tawaran keluarga-keluarga kaya untuk pindah ke desa-desa mereka guna mengembangkan dan mempraktikkan ilmu agamanya disana. 44 Berarti yang menjadi titik berat di sini yaitu peranan Kyai Khasan Besari dalam bidang sosial, yang berkaitan dengan hubungan Kyai dan masyarakat serta hubungan kyai dengan lingkungan kehidupannya, unit terkecil dari sebuah masyarakat yaitu keluarga. Masyarakat sesungguhnya terdiri atas keluarga-keluarga. Peranan keluarga dalam masyarakat sangat besar karena bagaimana kondisi keluarga pada saat itu maka begitu pulalah kondisi masyarakat pada saat itu. Hampir senada dengan Arifin Noor yang mengatakan bahwa masyarakat merupakan kumpulan dari penduduk, sedangkan penduduk merupakan sekumpulan manusia yang duduk dan menempati pada wilayah tertentu. Masyarakat mengendalikan kondisi sosial di lingkungannya Sidi Ghazalba. Islam Dan Perubahan Sosio Budaya. Jakarta:alhusna hal Horikosyi A. Traditional Leader in a Time of Change. Hal Arifin Noor. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Pustaka Setia. Hal

49 Semasa kehidupan Kyai Khasan Besari beliau sangat memperhatikan hubungan sosialnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan catatan yang ditulis F. Fokken yang menceritakan bagaimana santri itu banyak yang berasal dari penduduk desa baik dari desa Tegalsari maupun Desa-desa di sekitaran Tegalsari. Di Tegalsari merupakan Desa yang tertata rapi karena rumah-rumah penduduk telah tertata dan para penduduk memagari rumahnya dengan dinding-dinding dari batu bata dan batu 46. Dari ceritanya peneliti menganalisa bahwa peranan Kyai Khasan Besari dalam masyarakat sangat besar. Karena dengan nyantrinya para penduduk ke Gebang Tinatar, maka sikap para penduduk mulai dari kesopanan, tingkah laku, dan sistem keilmuannya pastilah akan dibimbing oleh kyainya, yang dalam hal ini adalah Kyai Khasan Besari. Hal tersebut dapat pula dilihat dari keterangan dari serat Ronggowarsito: sareng sampun dumugi ing Ponorogo, Mas Ngabehi Ronggowarsito lajeng sowan kanjeng Kyahi Imam Besari, ngaturaken seratipun ingkang Romo Raden Tumenggung Sastronagoro, sasampunipun serat dipun tampi, lajeng sami dipun paringi pasugoto sawontenipun 47 yang artinya setelah sampai di Ponorogo, mas Ngabehi Ronggowarsito menghadap dan memberikan surat dari ayahandanya Raden Tumenggung Sastronegoro. Setelah surat diterima, lalu diberikan sambutan seadanya. Dari 46 Fokken De Priesterscool Te Tegalsari. Hal Serat R. Ng. Ronggowarsito koleksi Museom Rekso Pustoko Mangkunegaran Surakarta. 32

50 uraian di atas kita dapat mengetahui tentang kesopanan yang diterapkan dan diajarkan oleh Khasan Besari yaitu tentang bagaimana memuliakan tamunya. B. Bidang Keagamaan Dalam bidang keagamaan sudah barang tentu pondok pesantren menjadi sentra ilmu agama Islam baik dimasa lalu maupun dimasa sekarang, karena pondok pesantren merupakan sebuah lembaga untuk memperdalam ilmu keagamaan. Dalam dunia Islam peranan seorang kyai terhadap masyarakat dalam bidang keagamaan ini lebih dikenal dengan nama dakwah Islam. Kegiatan dakwah Islam ini merupakan proses yang dilakukan oleh seorang kyai dan masyarakat. Antara masyarakat dan kyai harus ada hubungan timbal balik yang seimbang mengingat suatu proses interaksi sosial dilakukan oleh dua orang atau lebih dan terjadi kesinambungan serta hubungan timbal balik. 48 Dari interaksi sosial itu, maka akan didapatkan sebuah analisa bahwa interaksi dalam masyarakat akan menimbulkan sebuah aksi baru atau bahkan pengetahuan baru. Dalam hal ini sebagai sumber ilmu biasanya seorang kyai seringkali dipahami sebagai seorang yang selalu memahami keagungan dari kekuasaan Tuhan sehingga tidak jarang mereka dianggap memiliki kedudukan yang tak terjangkau dimata masyarakat umum. Dari hal itu dapat diketahui bahwa tugas Kyai tidak hanya mengajar di pesantren tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama di masyarakat. Hal ini selaras dengan pendapat Abdur 48 Amrulloh Dakwah Islam dan Perubahan sosial. Hal

51 Rahman Wahid Kyai pengasuh utama pesantren tidak hanya menjadi bapak dalam pesantren, tetapi bapak dalam masyarakat lingkungannya. 49 Dari penjabaran di atas ini sesuai apa yang dilakukan oleh para Pengageng Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Ponorogo khususnya Kyai Khasan Besari, beliau selain menjadi pengasuh atau lebih dikenal dengan Pengageng Pondok akan tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang dituakan di Desa Tegalsari dan sekitarnya. Hal ini dijelaskan oleh Purnomo, 50 bahwa Kyai Khasan Besari menerapkan hukum Islam di Tegalsari yang membuat desa tersebut menjadi aman dan tentram, sehingga membuat iri desa-desa sekitarnya dan akhirnya membuat hukum yang sama dan diterapkan di desadesa mereka. Ketika para sesepuh Desa-Desa sekitar Tegalsari menemui kesulitan dalam menentukan hokum baik hokum islam maupun hokum adat mereka berbondong-bondong ke Tegalsari dan mengadukan permasalahannya kepada Kyai Khasan Besari. Salah satu peninggalan yang sampai saat ini masih di lakukan di Tegalsari yaitu pembacaan sholawat Zamzanen. Sholawat ini merupakan sholawat yang dibaca ketika Kyai Khasan Besari berada di Keraton Surakarta dan dengan merdunya suara dari Kyai Khasan Besari mampu menarik hati dari Bra.Murtosiyah yang kemudian dinikahi dan di boyong ke Tegalsari. 51 Namun sayang, sholawat ini merupakan ijazah qouli yang artinya sebuah sholawat yang boleh dihafalkan tapi tidak boleh ditulis. Sehingga, sampai saat ini tidak ada teks tertulis tentang sholawat Zamzanen ini. 49 Zamakhsari.Dlofir Tradisi Pesantren. Hal Poernomo Sejarah Kyai Ageng Mohammad Besari. Hal Haris. D Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren. Hal

52 Menurut bapak Iman Widodo, salah satu pemerhati Sejarah di Ponorogo, sholawat zamzanen ini merupakan cikal bakal sholawat yang selalu dibacakan saat Grebeg Maulud di Keraton Surakarta Adiningrat. Mengingat bahwa berdirinya Kasunanan Surakarta merupakan bantuan dari Pondok Pesantren Gebang Tinatar dan bahkan salah satu pusaka kerajaan juga berasal dari Ponorogo yaitu Keris Kyai Slamet dan juga Kebo Bule yang sekarang disebut Kebo Kyai Slamet. 52 Pemikiran Kyai Khasan Besari lebih banyak dipengaruhi oleh madhab Syafi iyah, karena dalam lingkungan Pondok Tegalsari lebih dominan mempelajari kitab-kitab dari madzhab Syafi iyah. Dan pembelajaran ini secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran tingkah dan pola hidup lingkungan pesantren. Begitu juga termasuk Kyai Khasan Besari. Sempat dituturkan oleh salah satu juru kunci makam tegalsari Mbah Sujak 53, bahwa pembelajaran di Pesantren Tegalsari meliputi kitab-kitab Fiqih dan Hadist yang bermadzhab Syafi iyyah. C. Bidang Politik Berwibawa tidaknya sebuah pondok pesantren tergantung pada sosok kyainya, hal ini merupakan sebuah asumsi yang umum di kalangan pesantren. Semakin berpengaruhnya sosok kyai dalam masyarakat maka semakin besar 52 Wawancara dengan Bapak Iman Widodo (Budayawan dan Pemerhati Sejarah Ponorogo), Klaten.03 Oktober WIB dan 25 November WIB 53 Wawancara dengan Mbah Sujak pada 7 November Di kediaman Mbah Sujak. 35

53 pula pesantren tersebut. Sebagai salah satu contohnya Pondok Modern Gontor. Sebagai salah satu masyarakat Ponorogo yang kebetulan bertempat tinggal tidak jauh dari Pondok Modern Gontor, penulis sering mengamati tentang peranan dan kiprah Kyai dari Pondok Modern Gontor. Nampaknya, pimpinan Pondok Modern Gontor sangat berperan aktif dalam dunia pendidikan di Indonesia bahkan di dunia. Bahkan sering pimpinan Pondok Modern Gontor melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menjalin hubungan dengan pihak asing seperti Al-azhar dan Universitas-universitas lainnya. Tak bisa dipungkiri jika peran kyai sangatlah penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu pesantren karena dengan peranan para kyai dalam bidang politiknya seolah mampu membius masyarakat dan memaksa masyarakat untuk tunduk kepada sang kyai. Tak jarang masyarakat menganggap sosok kyai merupakan sosok suci yang setiap perkataannya merupakan petuah yang jika di langgar akan menimbulkan suatu petaka. 54 Yang paling mudah melihat peranan politik para kyai ini dapat dilihat dari bagaimana memimpin pesantrennya. Karena banyak dari kyai menganggap bahwa pesantren miliknya maupun pesantren yang mereka pimpin merupakan sebuah kerajaan kecil yang pusat penentuan hukumnya harus berasal dan bersumber darinya. Dan tidak ada seorangpun yang boleh dan mampu menghalangi semua keinginannya. Dan siapapun yang berkunjung atau berada di lingkungan pesantrennya harus mengikuti semua kebijakannya. 54 Zamakhsari. D Tradisi Pesantren. Hal

54 Dan sering pada masa lampau seorang pemimpin pesantren juga sebagai pemimpin daerahnya. Misalnya: desa, kademangan, maupun kadipaten 55. Di Tegalsari pun juga berlaku demikian Kyai Khasan Besari selain sebagai pengageng Pondok Pesantren Gebang Tinatar juga sebagai Lurah di Desa Tegalsari. Dan dari data yang terdapat di Ndalem Agung Tegalsari, Kyai Khasan Besari menerapkan hukum yang sesuai dengan hukum Islam. Sebuah keberhasilan Kyai Khasan Besari menerapkan hukum Islam di Desa Tegalsari membuat Desa Tegalsari menjadi kiblat desa-desa di sekitar Tegalsari. Sampai akhirnya kabar tentang pengaruh Kyai Khasan Besari terdengar oleh telinga penguasa di Kasunan Surakarta. Merasa khawatir dengan kabar tersebut Kyai Khasan Besari ditangkap dan dibawa ke Surakarta. 56 Setelah beberapa saat di Surakarta nampaknya Kyai Khasan Besari dapat menarik hati salah satu putri dari Pakubuwono IV dengan indah suaranya. Dan akhirnya dinikahkanlah Kyai Khasan Besari dengan RA. Murtosiah pada tahun 1939 M. Dengan menikahnya Kyai Khasan Besari dengan RA. Murtosiah maka hukuman yang di jalani Kyai Khasan Besari telah usai. Hal ini, 57 sering dilakukan oleh para kyai untuk mendapatkan sebuah legitimasi kekuasaan dengan menikahi para putri dari sebuah pusat kekuasaan, seperti putri lurah, demang, kepala daerah tersebut bahkan juga seorang raja. 55 Ibid. Hal Purnomo, Sejarah Kyai Ageng Muhammad Besari. Hal Haris D Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren. Hal

55 Dengan menikahnya Kyai Khasan Besari dengan Putri Pakubuwono IV. Maka pengaruh serta perkembangan Pondok Pesantren Gebang Tinatar semakin terkenal banyak masyarakat dan para punggawa kerajaan yang memondokkan putranya ke Tegalsari. Sebagai contoh yaitu R. Ng. Ronggowarsito merupakan salah satu putra dari pujangga Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang menuntut Ilmu di Pondok Pesantren Gebang Tinatar. Dan terbukti dapat mengubah sosok Raden Bagus Burhan (nama kecil Ronggowarsito) yang bandel dan suka beradu ayam menjadi seorang pemuda yang tangguh dan pandai, baik dalam ilmu agama maupun ilmu sastra. 58 Salah satu karangannya yang disandarkan pada Kyai Khasan Besari yaitu Kitab Musarror yang menukil dari Serat Jongko Joyoboyo. 58 Babad Ronggowarsito. Arsip Rekso Pustoko Mangkunegaran. 38

56 BAB IV KONDISI SEBELUM DAN SESUDAH KHASAN BESARI A. Sejarah Masuknya Islam di Ponorogo Islam mulai masuk ke Indonesia dan mempengaruhi pola kehidupan masyarakat Jawa pada masa pertumbuhan dan perluasan Kerajaan Majapahit. Yang paling menonjol yaitu hubungan antara orang-orang Majapahit dengan para pedagang dari dataran Asia Kecil (India) dalam bidang perdagangan sangat kuat sehingga pengaruh islampun juga dapat menyebar luas dengan sangat pesat. Bisa diartikan bahwa semakin kuat kerajaan Majapahit maka semakin luas pula Islam masuk dan berkembang 59. Asal mula nama ponorogo berasal dari dua kata yaitu Pramono dan Rogo. Pramono yang berarti tahu dan Rogo artinya badan, jadi Ponorogo adalah orang-orang yang tahu akan kerahasiaan dalam dirinya 60. Dari filosofi nama inilah nampaknya sangat mempengaruhi terhadap kehidupan masyarakat Ponorogo. Menurut pengamatan penulis masyarakat Ponorogo pada umumnya lebih senang belajar olah kebatinan dalam rangka untuk memperoleh sebuah tujuan dan melakukan tapa brata untuk mengetahui rahasia-rahasia dalam dirinya. Kesejarahan Ponorogo dimulai hilangnya kewibawaan Kerajaan Majapahit sebagai penguasa Pulau Jawa dan sekitarnya. Yaitu pada masa pemerintahan Prabu Brawijaya V. Sang Prabu yang memperistri Putri dari 59 Zamakhsari.D Tradisi Pesantren.hal Purwowijoyo,1985. Babad Ponorogo Jilid I. hal

57 Campa mendapat kritikan dari berbagai kalangan karena telah memperistri seorang muslim, yang notabenenya merupakan hal yang tabu pada masa pemerintahan saat itu. Sehingga banyak kerajaan-kerajaan kecil bawahan Majapahit yang memisahkan diri. 61 Salah satunya adalah kademangan Kutu yang sekarang berada di desa Kutu Ponorogo Selatan. Disana ada seorang Demang yang merupakan salah satu Pujangga Majapahit yang sangat tangguh ia bernama Ki Demang Suryangalam. Pada saat itu ia merasa sakit hati karena pendapat-pendapat dan nasehat-nasehat yang dia ungkapkan sudah tidak didengar lagi oleh sang Prabu. 62 Setelah itu ki demang Suryangalam ini tak mau lagi tunduk kepada Kerajaan, karena ia menganggap Majapahit sekarang hanya di kendalikan oleh seorang perempuan. Prabu Brawijaya V sudah beberapa kali memanggil Ki Demang akan tetapi ia tak mau menghadap. Akhirnya Prabu menyadari bahwa Ki Demang Suryangalam ini mulai membelot, dan tak mau lagi mengkiblatkan diri kepada Majapahit. 63 Saat Demak Bintoro berdiri, maka Raden Patah mengutus Joko Piturun atau sering disebut Bathoro Katong untuk menyelidiki dan menyebarkan Islam di Tanah Wengker. Wengker yang berasal dari kata Wewengkon Angker yang artinya tempat yang angker. Piturun adalah putra dari Prabu Brawijaya V dari Putri Bagelen, tepatnya berarti adik dari Raden Patah, Pada saat Joko 61 Wawancara dengan Iman Widodo pemerhati sejarah Ponorogo 10 Maret Iman Widodo, 10 Maret Purwowijoyo Babad Ponorogo Jilid I. Hal

58 Piturun atau Raden Katong bisa memasukkan Islam di Ponorogo Raden Katong mendirikan Kadipaten yang diberi nama Ponorogo. Selanjutnya keturunan Raden Katong yang mengganti menjadi Adipati di Ponorogo sebelum tahun 1800 an yang akhirnya nanti pemilihan Bupati Ponorogo diambil alih oleh Belanda 64. Menurut Penulis, penugasan Batoro Katong ke Ponorogo juga merupakan taktik dari Raden Patah untuk mengamankan posisinya sebagai Penguasa di Demak Bintoro. Mengingat, bahwa Raden Batoro Katong adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Majapahit yang diharapkan oleh Prabu Brawijaya V untuk menggantikannya di Majapahit. Hal ini, dapat dilihat dari ungkapan Purwowijoyo dalam Babad Ponorogo yang menyatakan bahwa Batoro Katong adalah putra mahkota dari Prabu Brawijaya V. 65 Berdirinya Kabupaten Ponorogo bisa dilihat dari gambar yang terpahat pada gapura III masuk makam Bathoro Katong atau lebih dikenal dengan Condro Sengkolomemet, dari gapura itu terdapat gambar : 1. Orang sedang duduk bersila (Bersemedi) 2. Gambar Pohon Beringin 3. Burung mirip Burung Garuda 4. Gajah 64 Ibid. Hal Purwowijoyo Babad Ponorogo Jilid I. Hal

59 Dari gambar-gambar diatas bisa diartikan menunjukkan angka tahun yaitu 1408 tahun Saka, jika dibuat angka masehi berarti ditambah 78. Dan hasilnya adalah 1486 M. Itulah berdirinya Kabupaten Ponorogo 66. Setelah Islam mampu berkuasa di suatu daerah dan membangun sebuah Institusi Pemerintahan maka perkembangan islam akan semakin cepat dan mudah. Menurut Haris Daryono 67 : Pola atau model pengembangan Agama Islam di Nusantara ini melalui tiga strategi : 1. Melalui pendirian Kesultanan, contoh Kesultanan Demak Bintoro. 2. Melalui syiar pengembaraan (mengembara), sebagaimana yang dilakukan oleh para Aulia atau Wali. Pengembang islam yang tidak punya tahta kerajaan atau kesultanan. Tidak memiliki atau mewariskan bangunan pondok pesantren. 3. Melalui Pondok Pesantren yaitu tempat atau wahana belajar atau kompleks diklat pembelajaran agama Islam. Dari ketiga pola di atas Islam mampu masuk dan berkembang dengan pesat di Nusantara ini khususnya daerah Jawa. Khusus untuk pesantren merupakan pola yang menarik dan terstruktur mengenai pendidikannya. 66 Ibid. Hal Haris daryono.2006.dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren.hal

60 B. Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Secara geografis Tegalsari berada di sebelah ujung utara wilayah kecamatan jetis dengan batas-batas wilayah : Utara : Desa Jabung dan Desa Gandu Kec. Mlarak Selatan : Desa Jetis dan Wonoketro kec. Jetis Barat : Desa Wnoketro Kec. Jetis Timur : Desa Mojorejo dan Karanggebang kec. Jetis. Adapun luas desa tegalsari adalah 203 Ha dengan perincian 360 Ha sebagai lahan pemukiman umum, 140 Ha untuk sawah irigasi dan 11,46 Ha untuk ladang / tegalan. Sedangkan sisanya dipergunakan untuk bangunan seperti sekolahan, perkantoran, pasar, jalan dan pemakaman. Ketinggian tanah dari permukaan air laut 105 m, curah hujan 500 mm/th dan suhu udara ratarata : 23 C 68. Dalam serat-serat maupun Babad yang menerangkan tentang runtuhnya Kasunanan Kartasura dan Berdirinya Kasunanan Surakarta Adiningrat diceritakan bahwa setelah Geger Pecinan pada tahun 1740 yang didalangi oleh Raden Mas Garendi menyerbu keraton Kartasura dan berhasil menjarah dan menghancurkan Keraton Kartasura. Bukti penghancuran ini dapat dilihat dari Tembok Benteng Srimanganti 69 yang merupakan tembok dalam keraton di sebelah utara. Peninggalan ini berada di dekat kampus IAIN Benteng Srimanganti adalah sebuah benteng yang mengitari kompleks kedaton, sedang diluar benteng Srimanganti ada sebuah benteng lagi yang dinamakan Benteng Baluarti. 43

61 Kartasura. Tepatnya di desa Krapyak, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Akibat dari penyerbuan tersebut, terpaksa Susuhunan Pakubuwono II harus mengungsi ke Ponorogo dan tinggal beberapa saat di Pondok Pesantren Gebang Tinatar, disamping sebagai pelarian Pakubuwono juga memperdalam Ilmu agama dan juga Ilmu kanuragannya 70.Cerita ini dapat ditemui dalam Babad Giyanti, Babad Pakepung, Babad Tanah Jawi, Maupun Babad Kartasura. Dari catatan diatas peneliti dapat mengambil sebuah analisa ketika pada tahun 1742 seorang pembesar dari Kartasura telah menetap disana. Maka dari itu Pondok Pesantren Gebang Tinatar dapat dipastikan berdiri sebelum tahun Karena mustahil sebuah pondok pesantren akan muncul tiba-tiba tanpa ada proses pendiriannya. Menurut buku Sejarah Kyai Ageng Mohammad Besari, Pondok Pesantren Gebang Tinatar Berdiri pada tahun 1700 M 71. Pada awal berdirinya sebuah pesantren biasanya dimulai dari adanya seseorang yang dianggap mempunyai pengetahuan lebih tentang agama Islam, lalu warga sekitar berbondong-bondong mendatanginya dan belajar kepadanya tentang agama Islam. Biasanya orang yang dianggap mempunyai pengetahuan 70 Yasadipuro.Babad Giyanti. (TERJ).Surakarta: N.V. Boedi Oetama M. 71 Poernomo Babad Kyai Ageng Muhammad Besari.hal

62 lebih ini disebut Kyai. Kyai merupakan elemen paling esensial dari suatu pesantren. Pertumbuhan suatu pesantren terletak pada kemampuan kyai nya 72. Untuk para santri yang dari jauh biasanya membuat tempat tinggal non permanen disekitar rumah kyai maupun masjid tempat para santri belajar. Begitu juga dengan Pondok Pesantren Gebang Tinatar, sebagai pondok pertama di Indonesia Gebang Tinatar Juga mempunyai pola yang sama dengan pola di atas. Hal ini pernah diungkapkan oleh Martin Van Bruinessen. Pesantren Tegalsari, pesantren tertua yang masih berfungsi sampai beberapa tahun lalu. Tegalsari waktu itu memiliki sistem yang paling baik. Artinya sebuah pondok pesantren yang memiliki Masjid, Rumah Kyai, dan juga sistem pendidikan yang jelas 73. Kyai Ageng Muhammad Besari adalah Pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Gebang Tinatar yang pertama. Kyai Ageng Muhammad Besari merupakan putra dari kiyai Ageng Abu Amil Anom Besari putra dari kiyai Ageng Abdul Mursad putra dari Demang II Ngadi Luwih putra dari Demang I Ngadi Luwih putra dari Demang Irawan Kediri yang merupakan putra dari Bra. Retno Manik yang merupakan putri dari putri Prabu Brawijaya IV Majapahit. Kyai Ageng Muhammad Besari meninggal pada tahun 1747 M. setelah wafatnya Kyai Ag. Muhammad Besari maka kepemimpinan Putranya 72 Zamakhsari. D Tradisi Pesantren.hal Bruinessen.MV Kitab Kuning.hal

63 dilanjutkan oleh putra kyai Ag. Muh.Besari yaitu Kyai Khasan Ilyas yang memimpin dari M 74. C. Pondok Pesantren Gebang Tinatar Sebelum Kyai Khasan Besari Telah diketahui sebelumnya bahwa menurut kyai Purnomo salah satu keturunan dari Kyai Ageng Muhammad Besari. Bahwa berdirinya Pondok Pesantren Gebang Tinatar sekitar tahun 1700 M. dalam suatu pristiwa pendirian suatu Institusi di masa lalu seringkali tidak ada sebuah pendokumentasian secara tertulis maupun tercatat. Memang pada zaman dahulu pesantren merupakan suatu kekuasaan kecil dalam masyarakat dan mempunyai kedudukan tersendiri dalam hati masyarakat. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Zamakhsari Dlofir dalam bukunya Tradisi Pesantren. 75 Kebanyakan Kyai di Jawa beranggapan bahwa suatu pesantren dapat di ibaratkan suatu kerajaan kecil dimana Kyai merupakan sumber mutlak, dari kekuasaan dan kewenangan (power and authority) dalam kehidupan dan lingkungan pesantren. Dari sistem di atas dapat mempengaruhi sampai sistem pergantian pemimpin pondok pesantrenpun juga berdasarkan garis keturunan keturunan (Nasab). Para kyai-kyai selalu memberikan perhatian khusus terhadap putraputranya untuk di kemudian hari diharapkan dapat menggantikannya di 74 Haris.D Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren.Hal Zamakhsari. D Tradisi Pesantren. Hal

64 kemudian hari. 76 Di pondok pesantren Gebang Tinatarpun juga berlaku sistem yang sama. Setelah Kyai Muhammad Besari meninggal maka putranya yang bernama Kyai Khasan Ilyas lah yang menggantikannya sebagai Pemimpin pondok. Dalam kepemimpinannya hanya tinggal meneruskan apa yang telah dirintis oleh ayahandanya. Kyai Khasan Ilyas yang menjadi pengasuh pondok pesantren dan lurah perdikan tegalsari pada tahun Berdasarkan data yang ada, Kyai Ageng Ilyas dianggap kurang cakap dalam mengatasi pondok pesantren tegalsari. Selain itu, masa kepemimpinannya juga tidak panjang hanya sekitar sebelas tahun ia menjadi pengageng dan lurah Tegalsari. Kasan Ilyas hanya sibuk dengan pekerjaannya dan melakukan pembangunan terhadap masjid dan pondok, tetapi melalaikan pendidikan agama para santri dan anak-anaknya. Tepatnya pada hari rabu legi tanggal 27 Dzulqo dah tahun 1170 hijriyah/ 1750 Masehi 77. Kyai khasan iliyas memiliki tiga istri dengan sebelas putra dan putrid, di antaranya: a. Dari Istri Pertama Mempunyai Lima Orang Anak 1. Kyai Khasan Yahya 2. Kyai Bagus Khasan Besari 3. Kyai Shoheb 4. Nyai Askiram 76 Ibid. hal Seti Pramoedyo Silsilah Kyai Ageng Muhammad Besari.(Madiun:Yayasan Kyai Ageng Muhammad Besari) 47

65 5. Nyai Zaenal Arif b. Dari istri kedua memiliki lima orang anak 1. Kyai Mangat 2. Kyai Shihab Budin 3. Nyai Mukhibak 4. Nyai Khatinul Khasan Tangkeb 5. Kyai Sastroatmojo c. Dari istri ketiga mempunyai seorang putri 1. Nyai Imam Sebaweh 78 Setelah meninggalnya Kyai Khasan Ilyas maka putra yang paling berhak menggantinya adalah putra tertua dari istri pertama yaitu Kyai Kasan Yahya. Sama halnya dengan Kyai Kasan Ilyas, Kyai Kasan Yahya juga tidak memberikan hal yang membuat Pondok Tegalsari maju walaupun memimpin pada 40 tahun memimpin Pondok. Catatan F. Fokken dalam bukunya De Priesterschool Te Tegalsari 79, menjelaskan tentang kepemimpinan dua kyai tersebut. Dan kyai Kasan Ilyaslah yang banyak melakukan pembangunan terhadap masjid dan pondok sehingga lupa mempersiapkan anaknya untuk menjadi penggantinya kelak. Fokken juga menjelaskan bahwa selama kepemimpinan Kyai Kasan Ilyas 78 Poernomo Babad Kyai Ageng Muhammad Besari.Hal Fokkens,F De Priesterschool te Tegalsari, Batavia s Hage: Bruining.Hal

66 Tegalsari diambang kemunduran. Karena pendidikan para santri tidak mendapat pendidikan agama lagi, dan hanya disibukkan memotong padi, menanam kedelai dan memperkaya kyainya. Sehingga pristiwa itu diketahui oleh Penguasa dari Soloyaitu Pakubuwono IV dan akhirnya turun surat pemecatan terhadap Kyai Kasan Yahya. Untuk kemudian kekuasaan diserahkan kepada adiknya yaitu Kyai Ageng Khasan Besari. Lebih mendalam pemecatan ini karena pada sebelum tahun 1963 Pengageng Pondok juga menjabat sebagai Lurah Tegalsari. Kyai Khasan Yahya sendiri mempunyai dua Istri dan 13 Putra dan Putri. Dari Istri pertama memilik 9 orang anak, yaitu: 1. Kyai Modjo Tegalsari 2. Kyai Setrodiwidjo 3. Nyai Imam Tabri 4. Kyai Kasan Rifangi 5. Kyai Ngabdulloh 6. Kyai Abdul Rohman 7. Kyai Kasan Redjo 8. Kyai Aspari 9. Kyai Askandar Dan dari Istri keduanya mempunyai 4 orang anak : 1. Kyai Kunakijat 49

67 2. Nyai Makijo 3. Nyai Saidin 4. Nyai Tirto Muhammad. Ada sebuah data arkeologis berupa tulisan (data epigrafi) berwujud dua baris kalimat dengan huruf arab pegon dan berbahasa jawa karma. Pernah dibaca Drs. Kuntoro Wiryomartono dan dibantu oleh Drs. Humam seorang dosen fakultas Ilmu Budaya dari UGM Yogyakarta. Yang menunjukkan angka 1188 H atau 1774 M. Sementara kalimat kedua berisi Ingkang Yasa Kyai Ageng. Yang itu dinisbatkan kepada Kyai Kasan Ilyas mengingat pada saat itu masa kepemimpinan Kyai Kasan Ilyas. D. Perkembangan Pondok Pesantren Gebang Tinatar Sesudah Khasan Besari Setelah meninggalnya Kyai Khasan Besari nampaknya Pondok Pesantren Tegalsari kehilangan karismanya. Meskipun pondok masih tetap berdiri tetapi lambat namun pasti pondok ini mulai berkurang santrinya sedikit demi sedikit. Tercatat dalam buku De Priesterschool te Tegalsari 80 bahwa setelah kyai Khasan Besari meninggal maka penggantinya tidak ada yang menyamainya dalam ilmu tentang keislaman maupun dalam ilmu tentang kanuragan. 80 F. Fokken De Priesterschool te Tegalsari, hal

68 Fenomena tentang seorang kyai yang dipandang mempunyai ilmu tinggi baik dalam ilmu nyata maupun ilmu kanuragan ini dibenarkan oleh Martin Van Bruinessen dalam bukunya Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat, Martin mengatakan bahwa : Kharisma Kyai didasarkan kepada kemampuan spiritual dan kemampuan memberi berkah karena hubungannya dengan alam ghoib. Kuburannya pun dapat dipercayai memberikan berkah Bahkan senada dengan Martin, Zamakhsari Dlofir pun juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa kharisma seorang kyai tidak terlepas dari pengetahuannya tentang hal yang tidak nyata atau gaib. Dengan pengetahuaanya yang serba bisa menjawab semua tantangan ini maka Kyai akan dianggap telah memenuhi syarat sebagai wakil dari Tuhan untuk menentukan sebuah hokum. Selain itu Dhofir juga memaparkan bahwa ketakdziman masyarakat terutama pedesaan kepada kyai nya merupakan ketakdziman mutlaq, artinya ketakdziman ini bukan hanya kepada sosok sang kyai saja melainkan juga kepada para keluarga dan kerabat-kerabat yang masih mempunyai hubungan dengan kyai. 81 Mungkin hal diataslah yang dirasakan para pengganti dari kyai Khasan Besari, suatu kenikmatan yang diberikan kepada keluarga dan para kerabat Kyai Khasan Besari membuat mereka lalai dan terbuai dalam keterlenaan. Sehingga, untuk melanjutkan sebuah pendidikan dan melakukan tirakat dengan jalan puasa dan lain sebagainya merasa tiak tertarik. Karena 81 Zamakhsari.D Tradisi Pesantren. hal

69 menganggap tanpa harus dengan begitu para kerabat kyai akan mendapat kehormatan yang cukup dari berbagai lapisan masyarakat. Ada beberapa orang kyai yang menggantikan Kyai Khasan Besari setelah meninggal, yang dicatat Fokken dan diceritakan ada dua orang yang menarik yaitu Kyai Khasan Rifangi yang merupakan putra dari Kasan Besari dari Istri ke V dan Kyai Kasan cholifah yang merupakan putra dari Kasan Besari dari Istri ke VI. Sedikit penjelasan dari Fokken tentang pemberian tanah kepada Kyai Khasan Rifangi di desa Karanggebang tepatnya disebelah timur Desa Tegalsari.Dan juga pemberian tanah Pohlimo yang masuk desa Karanggebang namun posisinya sedikit jauh yaitu di sebelah tenggara Desa Tegalsari kira-kira 7-10 KM dari Desa Tegalsari 82. Pondok Pesantren Gebang Tinatar surut dan akhirnya mengalami keruntuhan diperkirakan sekitar tahun Perkiraan ini dibuktikan dengan penghapusan tanah perdikan berdasarkan PP NO. 13 Tahun 1946 yang berisi tentang : Pasal 1 Yang dianggap sebagai desa perdikan, ialah semua desa-desa yang dalam tata negara Belanda dinamakan "Vrije Desa" (Gouv.Besl.no. 25, tanggal ; Bijbl.No. 7847). Pasal 2 82 F. Fokken De Priesterschool te Tegalsari. Hal

70 Menteri Dalam Negeri menyelenggarakan usaha penghapusan desa-desa perdikan, dengan mengingat kepada keadaan masing-masing daerah dan mengingat kepentingan mereka yang langsung bersangkutan. Dengan terbitnya UU tersebut maka istilah Pengageng Tegalsari menjadi dihapuskan tercatat Desa Tegalsari menjadi sebuah tanah perdikan dari tahun 1742 sampai 1946 sekitar 204 tahun. Menurut Haris Daryono Pondok Pesantren Gebang Tinatar runtuh tahun 1963 M. 83 Berikut adalah para Pengageng Tegalsari menurut Drs. Haris Daryono, S.H., M.M. : 1. Kyai Ageng Mochammad Besari ( M ) 2. Kyai Kasan Ilyas ( M ) 3. Kyai Kasan Yahya ( M ) 4. Kyai Ageng Bagus Khasan Besari ( M) 5. Kyai Kasan Anom I ( M ) 6. Kyai Kasan Cholifah ( M) 7. Kyai Kasan Anom II ( M) 8. Kyai Kasan Anom III ( M) 9. Kyai Kasan Ismangil ( M) 10. Kyai Iksan Halim ( M) 11. Kyai Ahmad Amin Adi Kusumo ( M) 12. Kyai Al-Yunani ( M) 83 Haris.D Dari Majapahit Menuju Pondok Pesantren.hal

71 Walaupun telah runtuh namun keharuman nama Tegalsari Ponorogo masih bisa dirasakan sampai penelitian ini disusun. Walaupun kini pondok sudah tidak berdiri lagi, Masjid dan Dalem Agung Kyai Kasan Besari masih berdiri kokoh. Dan beberapa situs makam dan peninggalan masih terawat. Dan kini Tegalsari menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kab. Ponorogo Jawa Timur. Dan setiap malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Romadhon, Tegalsari selalu ramai dikunjungi ribuan peziarah dan ribuan jamaah.guna berziarah ke makam tegalsari dan melakukan sholat sunnah untuk mencari berkah malam lailatul qodar. 54

72 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Kyai Khasan Besari dilahirkan di Tegalsari pada tahun 1729 M. Merupakan putra kedua dari Kyai Khasan Ilyas dengan istri pertamanya. Ketika muda Kyai Khasan Besari bernama Bujang Lancur. Diusianya ke 36 tahun Kyai Khasan Besari menikah dengan Putri dari Pakubuwono III yaitu Bra.Murtosiyah. Kyai Khasan Besari ahli dalam bidang keagamaan dan sastra, hal ini, dapat dilihat dari karangan-karangan R. Ng. Ronggowarsito yang merupakan bimbingan dari Kyai Khasan Besari.Kyai Khasan Besari mendapat pendidikan dari kakeknya yaitu Kyai Ageng Muhammad Besari. Kyai Khasan Besari merupakan penganut Madzhab Syafi iyah. Peninggalan budaya dari Kyai Khasan Besari, yaitu: 1. Adab sopan santun yang diajarkan Kyai Khasan Besari kepada para santri dan masyarakat Tegalsari yaitu bagaimana menyambut dan menerima tamu. 2. Budaya menyapa, ramah sopan santun kepada orang yang lebih tua. 3. Memberikan hidangan kepada tamu yang datang dari jauh. 55

73 Peninggalan tradisi keagamaan dari kyai Khasan Besari yaitu: 1. Sholat sunah berjamaah di malam ganjil sepuluh terakhir bulan romadhon. 2. Sholawat maulud. 3. Selamatan di masjid setelah sholat ied, baik idul fitri maupun iedul adha. Sejarah Pondok Pesantren Gebang Tinatar sendiri, berdiri pada tahun 1700 M. Dengan pendiri Kyai Ageng Muhammad Besari. Kyai Ageng Muhammad Besari merupakan murid dari Kyai Donopuro Setono yang diberi hadiah tanah perdikan di timur sungai setono sekarang sungai Tegalsari dan mendirikan pesantren disana yang diberi nama Pondok Pesantren Gebang Tinatar. Pakubuwono II menjadi murid dari Kyai Ageng Muhammad Besari dan memberikan tanah perdikan karena berhasil menyelamatkan Pakubuwono dari serbuan pasukan cina saat Geger Pecinan. Setelah wafat Kyai Ageng Muhammad Besari digantikan oleh Kyai Khasan Ilyas dan seterusnya digantikan oleh Kyai Khasan Yahya dan setelah tahun 1797 Kyai Khasan Yahya turun dan digantikan oleh Kyai Ageng Khasan Besari. Kyai Ageng Khasan Besari menjadi Pengageng Pondok Pesantren Gebang tinatar selama kurang lebih 70 tahun. Kyai Khasan Besari wafat pada tahun 1867 Masehi dan meninggalkan 7 istri dan 16 orang putra. Pondok Pesantren Gebang Tinatar Benar-benar runtuh sebagai pondok yang mandiri dan bebas pajak pada tahun 1963 dengan peraturan pemerintah nomor 13 tahun 1946 tentang penghapusan tanah perdikan.dengan penghapusannya Tegalsari menjadi tanah perdikan maka 56

74 kekuasaan Tegalsari dan Pondok Pesantren Gebang Tinatar juga pelan-pelan menghilang dari peradaban. B. SARAN Setelah Penulis melakukan survey di lapangan, akhirnya Penulis banyak menemui kesulitan-kesulitan yang dikarenakan kurangnya perhatian terhadap peninggalan-peninggalan Sejarah dari Kyai Ageng Hasan Besari.Sebagai saran untuk yayasan dan juga keluarga Ndalem Agung, untuk lebih memperhatikan kesejarahan-kesejarahan tentang para leluhurnya.karena menurut Imam Ghazali Man arofa nafsahu faqod arofa Rabbahu, yang berarti Barang siapa yang mengetahui tentang dirinya serta tentang sejarah Leluhurnya atau lebih dikenal dengan Nasabnya, maka dia akan khusyu dalam beribadah sampai dengan tingkatan tertinggi, yaitu mengetahui Tuhannya. Untuk membuka jalan Penulis sedikit menyinggung tentang beberapa penelitian tentang Kyai Ageng Hasan Besari yaitu tentang Kyai Doropuro, tentang peran serta Kyai Noer Shodiq serta tentang Kyai Mu min. 57

75 DAFTAR PUSTAKA Amrulloh. Achmad, Dakwah Islam dan Perubahan Sosial, Yogyakarta: Prima Duta Hal A.Daliman. Metode Penelitian Sejarah,Yogyakarta: Ombak Hal. 73, 81. Afandi. Safuan, Ihya Ulumuddin Imam Al Gozali (terj.), Solo: sendang ilmu.hal Babad R. Ng. Ronggowarsito,Team Ronggowarsitan, Berg, C.C. Indonesia dalam H.A.R.Gibb (ed), Wither Islam? A Survey of modern movement in the moslem world, London, 1932, hal 257 Carrard Philippe, Poetics The New History. Frenchhistorical discourse from braudel to chartier, Baltimore and London: the johns Hopkins university Press, 1992, Hal Fokkens,F.,De Priesterschool te Tegalsari, Batavia s Hage: Bruining, Gilbert J. Garragan, S.J, A Guide to Historical Method, New York:Fordham Univercity Press, 1957 Hal 33. Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana Hal. 70 Lucey, William, history, method and interpretation, New York and London: garland publishing,inc, 1984, Hal Mujib A. M Subhan, Intelektualisme Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka.2004 M. Dawam. Rahardjo,. Pergulatan Dunia Pesantren. Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, 1985, Hal M Habib Chirzin, Pondok Pesantren : Sebagai Bentuk Masyarakat Belajar. Yogyakarta:Majlis Luhur Persatuan Taman Siswa. Hal. 94. Sartono. Kartodirdjo, The Peasant s Revolt in Banten in 1888, Singapore Institute of Southeast Asian Studies: Oxford University Prees,

76 Sjamsuddin, Helius, Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Ombak, 2012, Hal. 104 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, R&D Bandung: alfabeta, 2009, hal. 6 Veyne, Paul, Writing History, Essay on Epistemology, terj. Bhs. Prancis,mina moore-rinvolucri, Middletown,connect, Wesleyan Univercity Press, 1984, Hal Yosodipuro I, Babad Geger Pecinan, radya pustaka ( ). Yosodipuro I,Babad Surakarta, radya pustaka ( ). Zamakhsyari, Tradisi pesantren studi tentang pandangan hidup para kyai, Jakarta: LP3ES, 1982, hal.18,45. Sumber Media Lain Enjang Muhaemin, Potret Ulama dalam Bingkai Politik, Pelita, No. 6373, Th. XXI (Jum at, 15 Juli 1994), hlm. 4. Dr. H. Afif Muhammad, MA., Ulama dan Umara, Pikiran Rakyat, No. 138, Th. XXXII (Kamis, 14 Agustus 1997), hlm. 13. Wawancara. Bapak Iman Widodo (Budayawan dan Pemerhati Sejarah Ponorogo), Klaten. 03 Oktober WIB dan 25 November WIB Mbah Sujak (Juru Kunci Makam Tegalsari), Tegalsari Jetis Ponorogo. 07 November WIB. Agus Setyo Wacono (Keturunan Kyai Khasan Ilyas). Tegalsari Jetis Ponorogo. 08 November WIB. 59

77 Skripsi Skripsi dari As ari dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tentang Pemikiran Kh. Badri Mashduqi. Skripsi dari Tri Sundari berjudul Peran Politik Kyai Di Pedesaan (Studi Kasus Di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas), merupakan Mahasiswi dari UNS Semarang. Skripsi dari UIN Sunan Kalijaga milik Alina Nihaya Marzuqoh tentang (Peran Sosial Kiai Kampung Di Desa Salamrejo Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung). 60

78 Lampiran-lampiran Lampiran 1 Makam Batoro Katong Setono Jenangan Ponorogo

79 Lampiran 2 Makam Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Jetis Ponorogo

80 Lampiran 3 Makam Kyai Ageng Khasan Besari Tegalsari Jetis Ponorogo

81 Lampiran 4 Ndalem Agung Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo

82 Lampiran 5 Tempat Tidur Kyai Khasan Besari Tegalsari Jetis Ponorogo

83 Lampiran 6 Masjid Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo

84 Lampiran 7 Makam Tegalsari Tegalsari Jetis Ponorogo

85 Lampiran 8 Lukisan Kyai Ageng Muhammad Besari

86 Lampiran 9 Serat Babad Surakarta

BAB II : KAJIAN PUSTAKA

BAB II : KAJIAN PUSTAKA DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul... i Halaman Nota Persetujuan Pembimbing... ii Halaman Pengesahan... iii Halaman Pernyataan... iv Halaman Motto... v Halaman Persembahan... vi Kata Pengantar...viii Abstrak....

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Pedoman Translitrasi... Abstraks...

DAFTAR ISI. Pedoman Translitrasi... Abstraks... x DAFTAR ISI Halaman Sampul... i Halaman Judul.. ii Halaman Pernyataan Keaslian.. iii Halaman Persembahan. iv Halaman Persetujuan Pembimbing... v Halaman Pengesahan... vi Halaman Motto... vii Halaman Kata

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman BAB II STUDI TOKOH. A. Pengertian Studi Tokoh B. Profil Tokoh... 30

DAFTAR ISI. Halaman BAB II STUDI TOKOH. A. Pengertian Studi Tokoh B. Profil Tokoh... 30 DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv MOTTO... v PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TRANSLITERASI...

Lebih terperinci

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i SURAT PERNYATAAN... ii PERSEMBAHAN... iii NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv PENGESAHAN TESIS... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL.... ii PERSEMBAHAN... iii HALAMAN MOTTO... iv LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI... v LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR...

Lebih terperinci

TESIS. Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister (S.2) Manajemen Pendidikan Islam

TESIS. Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Magister (S.2) Manajemen Pendidikan Islam PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KYAI TERHADAP KEDISIPLINAN DAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA KAJEN KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI TAHUN 2016 TESIS Disusun Dalam Rangka Memenuhi Salah

Lebih terperinci

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. PENGESAHAN...iii. PERSEMBAHAN... iv. MOTTO... v. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI...

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. PENGESAHAN...iii. PERSEMBAHAN... iv. MOTTO... v. ABSTRAK... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENGESAHAN...iii PERSEMBAHAN... iv MOTTO... v ABSTRAK... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TRANSLITERASI... xii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... MOTTO... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GRAFIK... xiv

DAFTAR ISI PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... MOTTO... ABSTRAK... DAFTAR ISI... DAFTAR GRAFIK... xiv DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... MOTTO... ABSTRAK... i ii iii iv v vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PERNYATAAN KEASLIAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv ABSTRAK... v PERSEMBAHAN... vi MOTTO... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI... Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI Halaman PERSETUJUAN... i SURAT PERNYATAAN... PENGESAHAN... ABSTRAKSI... PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... xviii DAFTAR LAMPIRAN...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... i. PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR TRANSLITERASI... x

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... i. PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR TRANSLITERASI... x DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... i PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENGESAHAN... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR TRANSLITERASI... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...

Lebih terperinci

PENYELESAIAN HUKUM KASUS RUMAH TANGGA SUAMI YANG MAFQUD DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT

PENYELESAIAN HUKUM KASUS RUMAH TANGGA SUAMI YANG MAFQUD DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT PENYELESAIAN HUKUM KASUS RUMAH TANGGA SUAMI YANG MAFQUD DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT Oleh: Muhammad Fujiannor NIM. 0801118899 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016 M / 1437 H i PENYELESAIAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR GAMBAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... ABSTRAK INDONESIA... ABSTRAK ARAB...

DAFTAR ISI HALAMAN DAFTAR GAMBAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... ABSTRAK INDONESIA... ABSTRAK ARAB... DAFTAR ISI HALAM AN J UDUL...... i HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... ii HALAMAN PERSEMBAHAN... iii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv HALAMAN PENGESAHAN... v HALAMAN MOTTO....... vi HALAMAN KATA PENGANTAR......

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TRANSLITERASI...

DAFTAR ISI... SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TRANSLITERASI... DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... i PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENGESAHAN... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TRANSLITERASI... x BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI..

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN.... MOTTO.. PERSETUJUAN PEMBIMBING.... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. i ii iii iv v vi viii ix xii BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB II PERILAKU KONSUMEN PADA PERUSAHAAN JASA A. Pemasaran Pengertian Pemasaran... 23

DAFTAR ISI. BAB II PERILAKU KONSUMEN PADA PERUSAHAAN JASA A. Pemasaran Pengertian Pemasaran... 23 DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i SURAT PERNYATAAN... ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENGESAHAN... iv MOTTO... v PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN... PERSEMBAHAN... NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TESIS... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... PERNYATAAN... PERSEMBAHAN... NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TESIS... MOTTO... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i PERNYATAAN... ii PERSEMBAHAN... iii NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv PENGESAHAN TESIS... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MENURUT AHMAD HASSAN DALAM PERSPEKTIF POLITIK ISLAM INDONESIA

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MENURUT AHMAD HASSAN DALAM PERSPEKTIF POLITIK ISLAM INDONESIA PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MENURUT AHMAD HASSAN DALAM PERSPEKTIF POLITIK ISLAM INDONESIA SKRIPSI Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Untuk Memenuhi Salah Satu Persayaratan Dalam Menyelesaikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI..

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. DAFTAR ISI SAMPUL DALAM PERNYATAAN KEASLIAN.... PERSETUJUAN PEMBIMBING.... PENGESAHAN.. ABSTRAK.. KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI.. DAFTAR TRANSLITRASI.. i ii iii iv v vi viii xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar

Lebih terperinci

STRATEGI DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA (DESKRIPTIF ANALISIS)

STRATEGI DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA (DESKRIPTIF ANALISIS) STRATEGI DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA (DESKRIPTIF ANALISIS) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Strata Satu pada Program Studi Penyiaran dan

Lebih terperinci

Abstrak. Kata kunci: Kurs Rupiah, BI Rate, JII, LQ45.

Abstrak. Kata kunci: Kurs Rupiah, BI Rate, JII, LQ45. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kurs rupiah dan BI rate terhadap indeks JII dan indeks LQ45. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh yang

Lebih terperinci

PEDOMAN TRANSLITERASI. Penulisan Transliterasi Arab-latin dalam penyusunan Tesis ini

PEDOMAN TRANSLITERASI. Penulisan Transliterasi Arab-latin dalam penyusunan Tesis ini PEDOMAN TRANSLITERASI Penulisan Transliterasi Arab-latin dalam penyusunan Tesis ini menggunakan pedoman transliterasi dari Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

Lebih terperinci

MINAT PEDAGANG DI DESA CEMPAKA MULIA BARAT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNTUK MEMBELI MESIN EDC(ELECTRONIC DATA CAPTURE)

MINAT PEDAGANG DI DESA CEMPAKA MULIA BARAT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNTUK MEMBELI MESIN EDC(ELECTRONIC DATA CAPTURE) MINAT PEDAGANG DI DESA CEMPAKA MULIA BARAT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNTUK MEMBELI MESIN EDC(ELECTRONIC DATA CAPTURE) SKRIPSI OLEH SOLIHIN HANAVI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERNYATAAN... REKOMENDASI PEMBIMBING... NOTA DINAS... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... KATA PENGANTAR... ABSTRAKSI... ABSTRACT... DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ṢALAT FARḌU PESERTA DIDIK KELAS X SMK ISLAM PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI

PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ṢALAT FARḌU PESERTA DIDIK KELAS X SMK ISLAM PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ṢALAT FARḌU PESERTA DIDIK KELAS X SMK ISLAM PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF

METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF METODE REHABILITASI NON-MEDIS DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA DALAM PANDANGAN TASAWUF SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Dalam Ilmu Ushuluddin

Lebih terperinci

KONSEP MANUSIA MENURUT PLATO

KONSEP MANUSIA MENURUT PLATO KONSEP MANUSIA MENURUT PLATO (Relevansinya Dengan Ajaran Islam) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Starata Satu (S-1) Dalam Ilmu Ushuluddin Jurusan Aqidah dan

Lebih terperinci

HUBUNGAN BIMBINGAN KEAGAMAAN DAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI (STUDI PADA ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN KOTA BANJARMASIN)

HUBUNGAN BIMBINGAN KEAGAMAAN DAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI (STUDI PADA ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN KOTA BANJARMASIN) HUBUNGAN BIMBINGAN KEAGAMAAN DAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI (STUDI PADA ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN KOTA BANJARMASIN) TESIS Oleh: Ihda Rifqya NIM : 1202520963 INSTITUT AGAMA ISLAM

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Judul... Halaman Pernyataan... Halaman Persembahan... Halaman Persetujuan Pembimbing... Halaman Pengesahan... Halaman Motto...

DAFTAR ISI. Halaman Judul... Halaman Pernyataan... Halaman Persembahan... Halaman Persetujuan Pembimbing... Halaman Pengesahan... Halaman Motto... ix DAFTAR ISI Halaman Judul... i Halaman Pernyataan... ii Halaman Persembahan... iii Halaman Persetujuan Pembimbing.... iv Halaman Pengesahan..... v Halaman Motto.... vi Halaman Kata Pengantar.... vii

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... HALAMAN NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... HALAMAN MOTTO... HALAMAN KATA PENGANTAR... HALAMAN DAFTAR

Lebih terperinci

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Transliterasi adalah pengalihan tulisan dari satu bahasa ke dalam tulisan bahasa lain. Dalam skripsi ini transliterasi yang dimaksud adalah pengalihan tulisan bahasa Arab

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

SKRIPSI. Disusun untuk Memenuhi Tugas dan Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STUDI DESKRIPTIF TENTANG KONEKSITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA PESERTA DIDIK KELAS V SEMESTER GASAL DI MI MIFTAHUS SIBYAN TUGUREJO SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Lebih terperinci

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH TESIS Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam Oleh : MOH. RUBA I NIM

Lebih terperinci

ABSTRAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikan anak usia 0-10 tahun dalam

ABSTRAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikan anak usia 0-10 tahun dalam ABSTRAK Dwi Lis Setianingrum, NIM : 112468, Stain Kudus, Tarbiyah, Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan judul Pola Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Syaikh Jamal Abdurrahman dalam Terjemahan Kitab Athfaalul

Lebih terperinci

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN AKHLAK DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN AKHLAK DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA i UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN AKHLAK DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan kepada Program Studi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.... HALAMAN PERNYATAAN... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN... MOTTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK...... الملخص i ii iii iv v vi vii viii ABSTRCT... ix PEDOMAN TRANSLITERASI...

Lebih terperinci

STRATEGI BANK BRISYARIAH CABANG BANJARMASIN DALAM MEMPEROLEH NASABAH PRODUK TABUNGAN HAJI

STRATEGI BANK BRISYARIAH CABANG BANJARMASIN DALAM MEMPEROLEH NASABAH PRODUK TABUNGAN HAJI STRATEGI BANK BRISYARIAH CABANG BANJARMASIN DALAM MEMPEROLEH NASABAH PRODUK TABUNGAN HAJI SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PERSEPSI KARYAWAN PT. BANK BNI SYARIAH DAN PT. BANK BRI SYARIAH TERHADAP MUTU MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN

PERSEPSI KARYAWAN PT. BANK BNI SYARIAH DAN PT. BANK BRI SYARIAH TERHADAP MUTU MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN PERSEPSI KARYAWAN PT. BANK BNI SYARIAH DAN PT. BANK BRI SYARIAH TERHADAP MUTU MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH IAIN ANTASARI BANJARMASIN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEASLIAN. Yang bertanda tangan di bawah ini saya: : Novianti AsiyahNingrum Solikha. : Mekanisme Fundraising Dana Zakat, Infaq Dan

PERNYATAAN KEASLIAN. Yang bertanda tangan di bawah ini saya: : Novianti AsiyahNingrum Solikha. : Mekanisme Fundraising Dana Zakat, Infaq Dan PERNYATAAN KEASLIAN Yang bertanda tangan di bawah ini saya: Nama NIM Fakultas/Jurusan Judul Skripsi : Novianti AsiyahNingrum Solikha : C34210157 : Syariah/ Ekonomi Syari'ah : Mekanisme Fundraising Dana

Lebih terperinci

PERSEPSI ANGGOTA JEMAAH TABLIG BANJARMASIN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH

PERSEPSI ANGGOTA JEMAAH TABLIG BANJARMASIN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH PERSEPSI ANGGOTA JEMAAH TABLIG BANJARMASIN TERHADAP PERBANKAN SYARIAH OLEH: RINDY HELMIANSYAH NIM: 1001160272 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN

PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN PRAKTIK DISTRIBUSI ZAKAT UNIT PENGUMPUL ZAKAT (UPZ) KORPORASI DAN INSTANSI PEMERINTAH DI KOTA BANJARMASIN By OLEH NOVI NOOR FAJARIYANI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016M/1437 H PRAKTIK

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... i. PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI... ii. PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... iii. PANDUAN TRANSLITERASI... iv. ABSTRAK...

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... i. PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI... ii. PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... iii. PANDUAN TRANSLITERASI... iv. ABSTRAK... DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI... ii PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... iii PANDUAN TRANSLITERASI... iv ABSTRAK... vi MOTTO... vii PERSEMBAHAN... viii KATA PENGANTAR... x DAFTAR

Lebih terperinci

Daftar Tabel... Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia... Latar Belakang Masalah... Batasan Masalah Penelitian...

Daftar Tabel... Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia... Latar Belakang Masalah... Batasan Masalah Penelitian... DAFTAR ISI hal Halaman Judul i Halaman Persertujuan Pembimbing... ii Halaman Pengesahan... iii Halaman Pernyataan Keaslian iv Halaman Motto... v Halaman Persembahan vi Halaman Kata Pengantar vii Abstrak

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2015 M/1436 H

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2015 M/1436 H PENGARUH PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX TAHUN 2013 OLEH NAZARUDDIN IKHWAN

Lebih terperinci

ANALISIS KRITIS KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT PROF. DR. ZAKIAH DARADJAT DALAM BUKU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH SKRIPSI

ANALISIS KRITIS KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT PROF. DR. ZAKIAH DARADJAT DALAM BUKU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH SKRIPSI ANALISIS KRITIS KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT PROF. DR. ZAKIAH DARADJAT DALAM BUKU PENDIDIKAN ISLAM DALAM KELUARGA DAN SEKOLAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... SURAT PERNYATAAN KEASLIAN... PERSETUJUAN PEMBIMBNG... PENGESAHAN... MOTO... PERSEMBAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR TRANSLITERASI... DAFTAR ISI... DAFTAR TRANSLITERASI...

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI. Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... PERSETUJUAN PEMBIMBING... PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI... MOTTO... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... PERSEMBAHAN... DAFTAR ISI... DAFTAR TRANSLITERASI... SURAT PERNYATAAN

Lebih terperinci

ANALISIS AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI AREA BANJARMASIN

ANALISIS AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI AREA BANJARMASIN ANALISIS AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI AREA BANJARMASIN TESIS Oleh Samsuri Arsyad, S.E.I NIM. 1402541271 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI PASCASARJANA BANJARMASIN 2016 M /

Lebih terperinci

ARAB-LATIN. A. KONSONAN TUNGGAL Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan. Bâ' B - ت. Tâ' T - ث. Jim J - ح. Khâ Kh - د. Dâl D - ذ. Râ' R - ز.

ARAB-LATIN. A. KONSONAN TUNGGAL Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan. Bâ' B - ت. Tâ' T - ث. Jim J - ح. Khâ Kh - د. Dâl D - ذ. Râ' R - ز. ARAB-LATIN TRANSLITERASI ARAB-LATIN Berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 0543 b/u/1978 tertanggal 22 Januari 1988 A. KONSONAN TUNGGAL Huruf Arab Nama Huruf Latin

Lebih terperinci

STRATEGI PENGELOLAAN USAHA FOTOKOPI CAHAYA DI BANJARMASIN SKRIPSI OLEH NURUL AIDA

STRATEGI PENGELOLAAN USAHA FOTOKOPI CAHAYA DI BANJARMASIN SKRIPSI OLEH NURUL AIDA STRATEGI PENGELOLAAN USAHA FOTOKOPI CAHAYA DI BANJARMASIN SKRIPSI OLEH NURUL AIDA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2017 M/1438 H i STRATEGI PENGELOLAAN USAHA FOTOKOPI CAHAYA DI BANJARMASIN

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SHALAT (Sebuah Telaah QS. Al- Ankabut Ayat 45 )

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SHALAT (Sebuah Telaah QS. Al- Ankabut Ayat 45 ) NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SHALAT (Sebuah Telaah QS. Al- Ankabut Ayat 45 ) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam Oleh:

Lebih terperinci

ETOS KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR AN SURAT AT- TAUBAH AYAT 105

ETOS KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR AN SURAT AT- TAUBAH AYAT 105 ETOS KERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR AN SURAT AT- TAUBAH AYAT 105 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBERIAN HUKUMAN (TA ZIR) TERHADAP AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-RIZQI BABAKAN LEBAKSIU TEGAL

PENGARUH PEMBERIAN HUKUMAN (TA ZIR) TERHADAP AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-RIZQI BABAKAN LEBAKSIU TEGAL PENGARUH PEMBERIAN HUKUMAN (TA ZIR) TERHADAP AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-RIZQI BABAKAN LEBAKSIU TEGAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PEMBINAAN AKHLAK DI PANTI ASUHAN YATIM PUTERI AISYIYAH CABANG KOTTA BARAT MANAHAN BANJARSARI SURAKARTA TAHUN

PELAKSANAAN PEMBINAAN AKHLAK DI PANTI ASUHAN YATIM PUTERI AISYIYAH CABANG KOTTA BARAT MANAHAN BANJARSARI SURAKARTA TAHUN PELAKSANAAN PEMBINAAN AKHLAK DI PANTI ASUHAN YATIM PUTERI AISYIYAH CABANG KOTTA BARAT MANAHAN BANJARSARI SURAKARTA TAHUN 2015-2016 SKRIPSI Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas

Lebih terperinci

PENGESAHAN. Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang pada tanggal : Semarang, 22 januari 2016.

PENGESAHAN. Telah dimunaqasyahkan oleh Dewan Penguji Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang pada tanggal : Semarang, 22 januari 2016. ii PENGESAHAN Nama : Siti Maghfiroh NIM : 126051873 Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah Judul :Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Gambar Pada Materi Memelihara Lingkungan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN POSTER SESSION

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN POSTER SESSION PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN POSTER SESSION PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR DAN BANGUN RUANG SEMESTER

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE TEAMS

IMPLEMENTASI METODE TEAMS IMPLEMENTASI METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VIII (STUDI KASUS DI SMP ISLAM AT THOYYIBAH PAGERUYUNG KENDAL TAHUN PELAJARAN 2015/2016) SKRIPSI Diajukan Untuk

Lebih terperinci

NUSYUZ DALAM PANDANGAN ZAMAKHSARI DALAM KITAB AL- KASYSYAF DAN AMINA WADUD DALAM QUR AN AND WOMEN (Study Komparatif)

NUSYUZ DALAM PANDANGAN ZAMAKHSARI DALAM KITAB AL- KASYSYAF DAN AMINA WADUD DALAM QUR AN AND WOMEN (Study Komparatif) NUSYUZ DALAM PANDANGAN ZAMAKHSARI DALAM KITAB AL- KASYSYAF DAN AMINA WADUD DALAM QUR AN AND WOMEN (Study Komparatif) Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Dalam Ilmu Ushuluddin

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP POLA PIKIR MAHASISWA IAIN ANTASARI BANJARMASIN TENTANG PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP POLA PIKIR MAHASISWA IAIN ANTASARI BANJARMASIN TENTANG PERBANKAN SYARIAH PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP POLA PIKIR MAHASISWA IAIN ANTASARI BANJARMASIN FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM TENTANG PERBANKAN SYARIAH OLEH M.MIFTAH FARID INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA MENGENAI VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN KENDAL

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA MENGENAI VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN KENDAL HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA MENGENAI VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI MAN KENDAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PERSEPSI NASABAH PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) KANTOR CABANG SYARIAH BANJARMASIN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PERSEPSI NASABAH PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) KANTOR CABANG SYARIAH BANJARMASIN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PERSEPSI NASABAH PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) KANTOR CABANG SYARIAH BANJARMASIN SKRIPSI Oleh: MUHAMMAD ARIEF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2017

Lebih terperinci

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN. Alif - - Jim J Je ح. Dal D De Żal Ż Zet dengan titik di atas. Sin S Es. Syin Sy Es dan ye

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN. Alif - - Jim J Je ح. Dal D De Żal Ż Zet dengan titik di atas. Sin S Es. Syin Sy Es dan ye PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN Transliterasi adalah mengalihaksarakan suatu tulisan ke dalam aksara lain. Misalnya, dari aksara Arab ke aksara Latin. Berikut ini adalah Surat keputusan Bersama Menteri

Lebih terperinci

MAKNA TRADISI SEDEKAH BUMI DAN LAUT

MAKNA TRADISI SEDEKAH BUMI DAN LAUT MAKNA TRADISI SEDEKAH BUMI DAN LAUT (Studi Kasus di Desa Betahwalang Kecamatan Bonang Kabupaten Demak) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Starata Satu (S-1)

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN DRILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR AN HADITS MATERI QOLQOLAH KELAS VIII SEMESTER I

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN DRILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR AN HADITS MATERI QOLQOLAH KELAS VIII SEMESTER I PENGARUH PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DAN DRILL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN AL-QUR AN HADITS MATERI QOLQOLAH KELAS VIII SEMESTER I MTs AL - ASROR PATEMON GUNUNGPATI SEMARANG TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

TRANSLITERASI ARAB LATIN.

TRANSLITERASI ARAB LATIN. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERNYATAAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii NOTA DINAS... iv MOTTO... v HALAMAN PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL...

Lebih terperinci

UPAYA SOSIALISASI PERBANKAN SYARIAH DI KOTA BANJARBARU

UPAYA SOSIALISASI PERBANKAN SYARIAH DI KOTA BANJARBARU UPAYA SOSIALISASI PERBANKAN SYARIAH DI KOTA BANJARBARU SKRIPSI OLEH MUHAMMAD FAJAR PRAKASA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 6102 M/0341 H i UPAYA SOSIALISASI PERBANKAN SYARIAH DI KOTA BANJARBARU

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA BAB THAHARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRS CHECK

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA BAB THAHARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRS CHECK UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA BAB THAHARAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRS CHECK PADA BIDANG STUDI FIQIH KELAS VII MTs AR-ROSYIDIN PANCURANMAS, KECAMATAN SECANG, KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Dalam Ilmu Hukum Islam.

SKRIPSI. Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Dalam Ilmu Hukum Islam. PELAKSANAAN KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK (Studi Kasus Pada Keluarga yang Memiliki Banyak Anak di Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Syariah

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Islam

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Islam PENGARUH TINGKAT RISIKO PEMBIAYAAN MUSYARAKAH TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS BMT BERINGHARJO (PERIODE 2010-2014) The Influence to the Level of Musharaka Financing Risk towards BMT Beringharjo Level of

Lebih terperinci

S K R I P S I. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syariah Jurusan Siyasah Jinayah SURABAYA

S K R I P S I. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Fakultas Syariah Jurusan Siyasah Jinayah SURABAYA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SURABAYA NO 33/PID.B/2008/PN.SBYTENTANG PENCABULAN DALAM PERSPEKTIF UU NO 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN HUKUM PIDANA ISLAM S K R I P S I Diajukan kepada Institut

Lebih terperinci

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR SANTRI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENGHAFAL AL-QUR AN SANTRI PONDOK PESANTREN AL-AZIZ LASEM REMBANG

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR SANTRI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENGHAFAL AL-QUR AN SANTRI PONDOK PESANTREN AL-AZIZ LASEM REMBANG PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR SANTRI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENGHAFAL AL-QUR AN SANTRI PONDOK PESANTREN AL-AZIZ LASEM REMBANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

ANALISIS TERHADAP PENYALURAN DANA ZAKAT GURU DAN PEGAWAI OLEH LZIS ASSALAAM SURAKARTA (Studi Kasus di LZIS Assalaam Surakarta)

ANALISIS TERHADAP PENYALURAN DANA ZAKAT GURU DAN PEGAWAI OLEH LZIS ASSALAAM SURAKARTA (Studi Kasus di LZIS Assalaam Surakarta) ANALISIS TERHADAP PENYALURAN DANA ZAKAT GURU DAN PEGAWAI OLEH LZIS ASSALAAM SURAKARTA (Studi Kasus di LZIS Assalaam Surakarta) SKRIPSI Diajukan kepada Program Studi Syari ah Muamalah Fakultas Agama Islam

Lebih terperinci

MODEL PELAKSANAAN TA ZIR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH SUBURAN BARAT MRANGGEN DEMAK

MODEL PELAKSANAAN TA ZIR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH SUBURAN BARAT MRANGGEN DEMAK MODEL PELAKSANAAN TA ZIR PADA SANTRI PONDOK PESANTREN FUTUHIYYAH SUBURAN BARAT MRANGGEN DEMAK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana S1 dalam Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

KONSEP MENUTUP AURAT DALAM AL-QUR AN SURAT AL-NŪR AYAT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

KONSEP MENUTUP AURAT DALAM AL-QUR AN SURAT AL-NŪR AYAT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONSEP MENUTUP AURAT DALAM AL-QUR AN SURAT AL-NŪR AYAT 30-31 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS. secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS. secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS Yang bertada tangan dibawah ini : Nama Mahasiswa : Tuti Awaliyah NIM : 20130710113 Program Studi : Komunikasi Penyiaran Islam Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PROBLEMATIKANYA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL (Studi Pelaksanaan Program PAI Pada Paket C PKBM Indonesia Pusaka Ngaliyan Semarang) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE EDUTAINMENT

PENERAPAN METODE EDUTAINMENT PENERAPAN METODE EDUTAINMENT BAGI PENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK POKOK MATERI AKHLAK TERPUJI KELAS VIII MTS AR- RAHMAN LAMBANGAN KULON BULU REMBANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

IJTIHAD DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBARUAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM (Studi atas Pemikiran Syāh Walî Allāh Ad-Dihlawî 1114 H/ 1703 M 1176 H/ 1762 M)

IJTIHAD DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBARUAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM (Studi atas Pemikiran Syāh Walî Allāh Ad-Dihlawî 1114 H/ 1703 M 1176 H/ 1762 M) IJTIHAD DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBARUAN PEMIKIRAN HUKUM ISLAM (Studi atas Pemikiran Syāh Walî Allāh Ad-Dihlawî 1114 H/ 1703 M 1176 H/ 1762 M) TESIS Diajukan Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

PERAN ORGANISASI DAKWAH MUHAMMADIYAH DALAM MENGHADAPI MISI KRISTEN (Studi Kasus di Desa Banjar Asri, Kalibawang, Kulon Progo)

PERAN ORGANISASI DAKWAH MUHAMMADIYAH DALAM MENGHADAPI MISI KRISTEN (Studi Kasus di Desa Banjar Asri, Kalibawang, Kulon Progo) PERAN ORGANISASI DAKWAH MUHAMMADIYAH DALAM MENGHADAPI MISI KRISTEN (Studi Kasus di Desa Banjar Asri, Kalibawang, Kulon Progo) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Sosial

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK MEMAHAMI KEPERWIRAAN NABI MUHAMMAD SAW. DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK MEMAHAMI KEPERWIRAAN NABI MUHAMMAD SAW. DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK MEMAHAMI KEPERWIRAAN NABI MUHAMMAD SAW. DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DAN TEAM QUIZ PADA KELAS V DI MI RIYADLOTUTH THOLIBIN PANUNGGALAN

Lebih terperinci

PENGARUH PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP KESADARAN RELIGIUS SISWA DI MTs. DARUN NAJAH NGEMPLAK KIDUL MARGOYOSO PATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PENGARUH PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP KESADARAN RELIGIUS SISWA DI MTs. DARUN NAJAH NGEMPLAK KIDUL MARGOYOSO PATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 PENGARUH PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP KESADARAN RELIGIUS SISWA DI MTs. DARUN NAJAH NGEMPLAK KIDUL MARGOYOSO PATI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN TAHUN 2017 M/1438 H

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN TAHUN 2017 M/1438 H KINERJA PEGAWAI MARKETING YANG TIDAK BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN PERBANKAN SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PANGSA PASAR DI BANK KALIMANTAN SELATAN (KAL-SEL) SYARIAH KANTOR CABANG BANJARMASIN SKRIPSI OLEH MUH.

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR AN DENGAN METODE QIRO ATI (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN 1 MONTONGSARI WELERI KENDAL TAHUN AJARAN 2016/2017) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

MANAJEMEN PELAKSANAAN KURIKULUM PAI DI SEKOLAH DASAR ISLAM INTEGRAL LUQMAN AL-HAKIM KUDUS. Tesis

MANAJEMEN PELAKSANAAN KURIKULUM PAI DI SEKOLAH DASAR ISLAM INTEGRAL LUQMAN AL-HAKIM KUDUS. Tesis MANAJEMEN PELAKSANAAN KURIKULUM PAI DI SEKOLAH DASAR ISLAM INTEGRAL LUQMAN AL-HAKIM KUDUS Tesis Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam Oleh : MUKODAS NIM : 065112094 PROGRAM

Lebih terperinci

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP OPERASIONALISASI DANAREKSA REPO SAHAM (DARSA) DI PT. DANAREKSA SURABAYA SKRIPSI IZZA RISDIANA NIM : C

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP OPERASIONALISASI DANAREKSA REPO SAHAM (DARSA) DI PT. DANAREKSA SURABAYA SKRIPSI IZZA RISDIANA NIM : C TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP OPERASIONALISASI DANAREKSA REPO SAHAM (DARSA) DI PT. DANAREKSA SURABAYA SKRIPSI Oleh : IZZA RISDIANA NIM : C04302034 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS SYARIAH

Lebih terperinci

HADIS TENTANG MELIHAT PEREMPUAN SEBELUM DILAMAR. (Dalam Kitab al-ja>mi al-s{ah}i>h} al-tirmidhi> Nomer Indeks 1087) SKRIPSI. Oleh:

HADIS TENTANG MELIHAT PEREMPUAN SEBELUM DILAMAR. (Dalam Kitab al-ja>mi al-s{ah}i>h} al-tirmidhi> Nomer Indeks 1087) SKRIPSI. Oleh: HADIS TENTANG MELIHAT PEREMPUAN SEBELUM DILAMAR (Dalam Kitab al-ja>mi al-s{ah}i>h} al-tirmidhi> Nomer Indeks 1087) SKRIPSI Oleh: HOMSILATUL JANNAH NIM: E03209049 JURUSAN TAFSIR HADIS FAKULTAS USHULUDDIN

Lebih terperinci

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Transliterasi adalah pengalihan tulisan dari satu bahasa ke dalam tulisan bahasa lain. Dalam skripsi ini transliterasi yang dimaksud adalah pengalihan tulisan bahasa Arab

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN ORANG TUA ASPEK KEAGAMAAN DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA AL- QUR AN SISWA KELAS X SMA WALISONGO SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014

HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN ORANG TUA ASPEK KEAGAMAAN DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA AL- QUR AN SISWA KELAS X SMA WALISONGO SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014 HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN ORANG TUA ASPEK KEAGAMAAN DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA AL- QUR AN SISWA KELAS X SMA WALISONGO SEMARANG TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK PADA MATERI MEMBIASAKAN AKHLAK TERPUJI MELALUI METODE SOSIODRAMA PADA SISWA KELAS V DI MI AN NUR DEYANGAN KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Ratna Sari NIM: G NIRM: 10/X/02.2.1/T/4364 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SKRIPSI. Oleh: Ratna Sari NIM: G NIRM: 10/X/02.2.1/T/4364 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA NILAI NILAI PENDIDIKAN YANG TERDAPAT DALAM KISAH-KISAH BINATANG (TELAAH QS. AN-NAML AYAT 17-19) SKRIPSI Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) Fakultas Agama Islam Universitas

Lebih terperinci

PENDIDIKAN AQIDAH TERHADAP ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR AN SURAT AL-BAQARAH 133

PENDIDIKAN AQIDAH TERHADAP ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR AN SURAT AL-BAQARAH 133 PENDIDIKAN AQIDAH TERHADAP ANAK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR AN SURAT AL-BAQARAH 133 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu dalam Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM ILMU SYARIAH KONSENTRASI HUKUM KELUARGA ISLAM

PROGRAM ILMU SYARIAH KONSENTRASI HUKUM KELUARGA ISLAM HUKUM KEWARISAN MENURUT IMAM SYAFI'I DAN HAZAIRIN (Studi Perbandingan Dalam Kasus Ahli Waris Pengganti Dan Relevansinya Dengan KHI) TESIS Diajukan Kepada Program Pascasarjana Universitas Negeri Islam Negeri

Lebih terperinci

SEJARAH PENDAPAT FILOSOF TENTANG JIWA (Studi Pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina, Sigmund Freud)

SEJARAH PENDAPAT FILOSOF TENTANG JIWA (Studi Pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina, Sigmund Freud) SEJARAH PENDAPAT FILOSOF TENTANG JIWA (Studi Pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina, Sigmund Freud) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) dalam Sejarah

Lebih terperinci

MINAT NASABAH BANK BNI SYARIAH CABANG BANJARMASIN MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN WISATA LUAR NEGERI SKRIPSI OLEH DIMAS RISKY DWI PUTRA

MINAT NASABAH BANK BNI SYARIAH CABANG BANJARMASIN MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN WISATA LUAR NEGERI SKRIPSI OLEH DIMAS RISKY DWI PUTRA MINAT NASABAH BANK BNI SYARIAH CABANG BANJARMASIN MENGGUNAKAN PRODUK PEMBIAYAAN WISATA LUAR NEGERI SKRIPSI OLEH DIMAS RISKY DWI PUTRA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2017 i MINAT NASABAH

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI ANTARA AKHLAK ANAK NON TKI DAN TKI DI MTs NU 06 SUNAN ABINAWA PEGANDON KENDAL

STUDI KOMPARASI ANTARA AKHLAK ANAK NON TKI DAN TKI DI MTs NU 06 SUNAN ABINAWA PEGANDON KENDAL STUDI KOMPARASI ANTARA AKHLAK ANAK NON TKI DAN TKI DI MTs NU 06 SUNAN ABINAWA PEGANDON KENDAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam dalam Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

ANALISIS PENYEBAB SISTEM PEMBAYARAN TUNAI MENDOMINASI SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI (Studi Kasus Giant Ekspres, Indomaret dan Alfamart)

ANALISIS PENYEBAB SISTEM PEMBAYARAN TUNAI MENDOMINASI SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI (Studi Kasus Giant Ekspres, Indomaret dan Alfamart) ANALISIS PENYEBAB SISTEM PEMBAYARAN TUNAI MENDOMINASI SISTEM PEMBAYARAN NON TUNAI (Studi Kasus Giant Ekspres, Indomaret dan Alfamart) OLEH FATMANIAWATI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI FAKULTAS SYARIAH

Lebih terperinci

HALAMAN PERSEMBAHAN. karya tulis ini untuk: Bapak Ibuku yang telah menumbuhkembangkanku. Para Guruku yang telah ikhlas mendidikku

HALAMAN PERSEMBAHAN. karya tulis ini untuk: Bapak Ibuku yang telah menumbuhkembangkanku. Para Guruku yang telah ikhlas mendidikku MOTTO مي ين ر س وال م ن ھ م ي ت ل و ع ل ي ھ م ء اي ات ه و ي ز كيھ م ھ و ال ذ ي ب ع ث ف ي األ و ي ع ل م ھ م ال ك ت اب و ال ح ك م ة و إ ن ك ان وا م ن ق ب ل ل ف ي ض ال ل م ب ين Dia-lah yang mengutus kepada

Lebih terperinci

PENERAPAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING

PENERAPAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING PENERAPAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI BENDA DAN SIFATNYA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS II MI AN NUR PEDURUNGAN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Lebih terperinci

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) dalam Ilmu Tarbiyah. Disusun oleh : SUSI SUSANTI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata Satu (S1) dalam Ilmu Tarbiyah. Disusun oleh : SUSI SUSANTI STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI METODE YANBU A DI TPQ AL-INHADL SAYUNG DEMAK DENGAN METODE QIRO ATI DI TPQ AL-BURHAN MRANGGEN DEMAK DALAM PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 SKRIPSI

Lebih terperinci

UPAYA FRONT OFFICE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA NASABAH BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH KANTOR CABANG BANJARMASIN

UPAYA FRONT OFFICE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA NASABAH BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH KANTOR CABANG BANJARMASIN UPAYA FRONT OFFICE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA NASABAH BANK RAKYAT INDONESIA SYARIAH KANTOR CABANG BANJARMASIN SKRIPSI OLEH NANI AULIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016 M/ 1437

Lebih terperinci