PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN PELAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPEDA MOTOR HONDA BEAT DI PURWOREJO

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN PELAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPEDA MOTOR HONDA BEAT DI PURWOREJO"

Transkripsi

1 PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN PELAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPEDA MOTOR HONDA BEAT DI PURWOREJO SKRIPSI Disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Oleh Ndindit Sulistyo NIM PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO 2015 i

2 ii

3 iii

4 PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama mahasiswa : Ndindit Sulistyo NIM : Program Studi : Manajemen Fakultas : Ekonomi dengan ini saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benarbenar hasil karya sendiri, bukan plagiat karya orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip dan dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Apabila terbukti/dapat dibuktikan bahwa skripsi ini adalah hasil plagiat, saya bersedia bertanggung jawab secara hukum yang diperkarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo. Purworejo, 02 September 2015 yang membuat pernyataan, Ndindit Sulistyo iv

5 MOTTO Mereka tertawa karena melihat aku berbeda, Dan, aku tertawa karena melihat mereka sama. -Kurt Cobain- Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. -Thomas Alva Edison- Kebahagiaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali saat kita jatuh. -Confusius- Kesempatan anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan anda pada diri sendiri -Robiert Collier- v

6 PERSEMBAHAN Penyelesaian Skripsi Ini Ananda Haturkan Kepada Bapak Usman dan Ibu Pariyem Yang Tak Henti-hentinya Memberikan Kasih Sayang Kepada Ananda "Wahai Tuhanku, Kasihilah Mereka Keduanya, Sebagaimana Mereka Berdua Telah Mendidik Aku Waktu Kecil". (QS. Al Israa : 24) Terima kasih untuk kakak, adik dan keponakan yang saya cintai, yang telah mendukung dan memberi semangat. Sahabat terbaikku, Boz Penyok, Gendut, Lek Ncus, Jon, Gempal, Yuan, Cumplung, Walid, Wida, Suwito, Bekik, Deny Cendol, Daus Byonic, Bibeh, Widi, Itta, Riska, dan Eno terima kasih atas motivasi, masukan, dan bantuan selama ini. Semoga persahabatan kita tidak akan pernah terputus. Teman-teman Manajemen yang sudah wisuda maupun yang belum wisuda, yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Tetap semangat...!!! Kampusku ~ Universitas Muhammadiyah Purworejo ~ vi

7 PRAKATA Assalaammu alaikum, wr., wb. Dalam menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat di Purworejo ini, penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Drs. H. Supriyono, M.Pd., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2. Intan Puspitasari, S.E., M.Sc., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo, sekaligus sebagai Dosen Penguji Skripsi. 3. Endah Pri Ariningsih, S.E., M.Sc., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Purworejo, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Akademik, dan selaku Dosen Pembimbing I. 4. Wijayanti, S.E., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing II. 5. Semua Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo. 6. Staf Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo. 7. Teman-teman Program Studi Manajemen khususnya angkatan Seluruh responden yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuisioner yang telah penulis bagikan. Purworejo, 02 September 2015 Penyusun, Ndindit Sulistyo vii

8 ABSTRAK Ndindit Sulistyo. Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, dan Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purworejo Ketatnya persaingan dalam bisnis membuat perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen baru. Persaingan bisnis otomotif di Indonesia yang sedang berkembang ditandai dengan produk-produk baru yang ditawarkan oleh perusahaan. Salah satunya perusahaan sepeda motor Honda Beat dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan konsumen agar tetap survive. Konsumen sebelum membeli sebuah produk terlebih dahulu mencari informasi baik melalui iklan atau referensi dari orang lain kemudian membandingkan produk satu dengan produk lain sampai akhirnya pada keputusan membeli produk itu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat di Purworejo. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua konsumen produk sepeda motor Honda Beat di Purworejo, dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah diujicoba dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. Variabel yang paling besar mempengaruhi keputusan pembelian adalah pelayanan purna jual. Kata kunci: Kualitas Produk, Citra Merek, Pelayanan Purna Jual terhadap, dan Keputusan Pembelian. viii

9 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii PENGESAHAN... iii PERNYATAAN... iv MOTTO... v PERSEMBAHAN... vi PRAKATA... vii ABSTRAK... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR LAMPIRAN... xiii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Identifikasi Masalah... 8 C. Batasan Masalah... 9 D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian F. Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN TEORI, TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN RUMUSAN HIPOTESIS A. Kajian Teori B. Tinjauan Pustaka C. Kerangka Pemikiran D. Pengembangan Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian B. Tempat dan Waktu Penelitian C. Populasi dan Sampel D. Variabel Penelitian E. Definisi Operasional Variabel F. Jenis dan Sumber Data G. Pengujian Instrumen Penelitian H. Teknik Analisis Data BAB IV PENYAJIAN HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data B. Analisis Hasil dan Pembahasan ix

10 BAB V PENUTUP A. Simpulan B. Implikasi Penelitian C. Keterbatasan Penelitian DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x

11 DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin...42 Tabel 2. Profil Responden Berdasarkan Usia...42 Tabel 3. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan...43 Tabel 4. Profil Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan...44 Tabel 5. Hasil Uji Validitas...45 Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas...46 Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Berganda...47 xi

12 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.1. Tahap-Tahap Proses Keputusan Pembelian Gambar 1.2. Kerangka Pemikiran xii

13 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3. Lampiran 4. Lampiran 5. Lampiran 6. Lampiran 7. Lampiran 8. Kuesioner Penelitian Sebaran Data Uji Coba Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Sebaran Data Penelitian Hasil Uji Analisis Linier Berganda Surat Penetapan Pembimbing Skripsi Kartu Bimbingan Skripsi Surat Perpanjangan Bimbingan Skripsi xiii

14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan bisnis otomotif saat ini sudah mengalami kemajuan khususnya alat transportasi roda dua. Ketatnya persaingan dalam bisnis membuat perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen baru. Pada dasarnya dengan semakin banyaknya pesaing maka semakin banyak pula pilihan bagi pelanggan untuk dapat memilih produk yang sesuai dengan apa yang menjadi harapannya. Dalam era perkembangan zaman yang semakin cepat dan batas yang semakin tipis membuat manusia menuntut untuk diperhatikan lebih customized (Cespedes, 1995). Terlebih lagi dalam hal pemenuhan terhadap kebutuhan, konsumen sekarang ini cenderung lebih individualis dan menuntut sesuatu hal yang lebih bersifat pribadi. Untuk memenuhi kebutuhan akan sebuah produk, perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan konsumen agar tetap survive. Hal ini dihadapi oleh setiap perusahaan yang mencari laba dan tidak terkecuali industri sepeda motor. Saat ini, perkembangan jumlah penduduk yang cukup pesat serta beragamnya aktivitas kerja setiap orang memungkinkan segala aktivitas tersebut harus dilakukan secara cepat. Agar orang dapat melakukan pekerjaan secara cepat, dibutuhkan sarana pendukung, seperti sarana transportasi. Transportasi merupakan alat yang berguna untuk memindahkan 1

15 2 barang atau orang dalam kuantitas tertentu, ke suatu tempat tertentu, dalam jangka waktu tertentu (Tjiptono, 1997:204). Pemahaman perusahaan berawal dari produk, perusahaan harus mampu mengenal apa yang menjadi kebutuhan dan harapan konsumen saat ini maupun yang akan datang. Konsumen sebagai individu dalam mendapatkan atau membeli barang telah melalui proses-proses atau tahapan-tahapan terlebih dahulu seperti mendapat informasi baik melalui iklan atau referensi dari orang lain kemudian membandingkan produk satu dengan produk lain sampai akhirnya pada keputusan membeli produk itu. Menurut Kotler dan Amstrong (2008:226) keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen benarbenar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Pengambilan keputusan oleh konsumen dalam membeli suatu barang maupun jasa tentunya berbeda, bergantung pada jenis keputusan pembelian yang diinginkannya. Pada dasarnya konsumen memiliki perilaku pembelian yang cukup rumit dengan adanya berbagai perbedaan yang terdapat pada produk dengan jenis yang sama, tetapi merek dan spesifikasi produk yang umumnya berbeda. Dalam melakukan keputusan pembelian, tentunya dibutuhkan keyakinan dan rasa percaya diri yang kuat dari pelanggan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa ada konsumen yang mempunyai keterlibatan tinggi dalam pembelian suatu produk atau jasa, dan ada juga konsumen yang

16 3 mempunyai keterlibatan yang rendah atas pembelian suatu produk atau jasa (Sutisna, 2003:11). Kemajuan teknologi dan informasi yang semakin berkembang membuat perusahaan-perusahaan berusaha meningkatkan kualitas produknya menjadi lebih baik. Semua ini dilakukan agar perusahaan lebih kompetitif dari perusahaan lainnya. Pada saat ini perusahaan harus lebih fleksibel dijaman yang selalu berubah, ini akan menjadi suatu dorongan bagi perusahaan untuk selalu meningkatkan produk yang dihasilkannya baik dari segi kualitas maupun ragam produknya. Kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2006:51). Definisi lain kualitas produk adalah kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan pelanggan (Cannon, dkk 2008:286). Konsumen tentunya tidak akan membeli produk yang tidak bisa memenuhi harapan. Produk yang mempunyai kualitas baik akan berdampak positif terhadap keinginan mempergunakan produk secara berkelanjutan. Sehingga kualitas produk menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang dipercaya mampu untuk melakukan keputusan pembelian. Tuntutan permintaan akan sebuah produk yang semakin berkualitas membuat perusahaan yang bergerak diberbagai bidang usaha dapat meningkatkan kualitas produk dan mempertahankan citra merek yang mereka miliki. Merek mempunyai sifat yang khas dan sifat khas inilah yang membedakan produk yang satu berbeda dengan produk yang lainnya, walaupun

17 4 sejenis. Citra merek adalah kesan yang diperoleh sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman seseorang tentang sesuatu (Alma, 2004:375). Salah satunya melalui persaingan merek untuk menunjukkan kepada konsumen maupun calon konsumen bahwa merek yang dimilikinya lebih baik dari merek pesaing. Citra merek akan melahirkan kepercayaan dan citra positif bagi produk dan perusahaan. Disinilah kita melihat sejauh mana merek dapat memengaruhi penilaian konsumen dengan citra merek dari produk tersebut. Produk yang memiliki citra merek yang baik cenderung akan lebih mudah diterima oleh konsumen. Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dipegang oleh konsumen, seperti yang dicerminkan dalam asosiasi yang tertanam dalam ingatan konsumen (Kotler dan Keller, 2009:403). Dalam perkembangannya konsumen yang membeli tidak hanya sekedar membeli produk untuk mendapatkan manfaat dari produk itu sendiri, tetapi pada umumnya, mereka mengharapkan agar semua barang atau jasa yang dibeli diikuti dengan pemberian layanan purna jual yang baik (Barata, 2003:45). Pelayanan purna jual diberikan dengan harapan untuk dapat mempertahankan pelanggan yang kemungkinan dapat melakukan pembelian ulang jika merasa terpuaskan oleh produk beserta pelayanan yang diberikan. Selain itu, pelayanan purna jual merupakan tanggung jawab penjual atas kualitas barang yang dijualnya dan dapat diberikan dalam bentuk konsultasi lanjutan atau garansi berupa penggantian barang (suku cadang) yang rusak, pemeliharaan dan penyediaan suku cadang. Pelayanan yang diberikan dalam bentuk pemberian garansi, penggantian barang-barang rusak, pemeliharaan dan penyediaan suku

18 5 cadang (Barata, 2003:290). Pelayanan purna jual bertujuan untuk memberikan pelayanan dengan standar dan kualitas yang baik untuk meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Sehingga dengan dukungan layanan purna jual yang diberikan perusahaan akan mendorong konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Persaingan bisnis otomotif di Indonesia yang sedang berkembang ditandai dengan produk-produk baru yang ditawarkan oleh perusahaan. Sehingga konsumen harus pandai dalam pemilihan produk yang akan digunakan. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan sepeda motor roda dua sebagai transportasi dibanding kendaraan pribadi roda empat. Menurut data Asosiasi Industri Motor Indonesia (AISI) pada tahun 2013, Honda mendominasi penjualan dengan rekor unit, atau menguasai 60,49 % market share penjualan sepeda motor. Di posisi kedua ada Yamaha dengan total penjualan unit atau berkontribusi 32,12 %. Sedang Suzuki dan Kawasaki tetap berada di posisi ketiga dan keempat. Total penjualan keduanya adalah unit dan unit, berikutnya ada TVS dengan posisi kelima yang menjual unit. Untuk mencapai market share di pasar motor matic, pada tahun 2006, PT. Astra Honda Motor meluncurkan produk matic yaitu Honda Beat. Penjualan Honda Beat ditahun 2011 sampai 2012 masih dikuasi Honda Beat Karburator, sedangkan penjualan Honda Beat PGM-FI masih dibawah Vario Techno 125 PGM-FI. Namun, ditahun 2013 Honda Beat PGM-FI mampu melampaui target penjualan sebesar unit Honda Beat. Dari daftar

19 6 penjualan sepeda motor terlaris di tahun 2013, motor matic menguasai penjualan sepeda motor di Indonesia. Penjualan jenis skutik mendominasi sampai 59,33 % dari total pasar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 51,60 %. Bebek justru menurun 29,95 % (dari 40,35 %), sedangkan sport naik menjadi 10,72 % (dari 8,05 %). Dalam penjualan skutik, Honda Beat PGM-FI berhasil menjadi yang terlaris dengan catatan penjualan mencapai unit. Terlaris kedua masih Honda Vario Techno 125 PGM-FI yang tercatat unit (http://rpmsuper.com/2013/12/25/daftar-motor-terlaris-di-indonesia/). Meskipun Honda Beat PGM-FI menempati posisi pertama penjualan motor terlaris dalam pencapaian penjualan produknya. Persaingan yang dihadapi Honda Beat PGM-FI dalam bisnis otomotif dengan merek lain menjadi pertimbangan perusahaan Astra Honda Motor (AHM) untuk meningkatkan kualitas produknya. Kualitas produk sepeda motor Honda Beat sudah diketahui sebagian besar masyarakat, bahwa sepeda motor ini memiliki kualitas mesin yang baik dan nyaman dikendarai. Karena sepeda motor Honda Beat diproduksi oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) yang terkenal dengan produk sepeda motor yang nyaman dikendarai. Perkembangan teknologi dan inovasi sepeda motor Honda Beat dengan teknologi PGM-FI dan ABS yang saat ini sudah mulai diterapkan pada kendaraan roda dua. Dengan mengandalkan slogannya Motor Matic Gaul dan Irit Honda Beat mempunyai desain dan body yang lebih ramping serta disertai sistem brake lock berfungsi sebagai rem tangan, side stand switch yang fungsinya agar mesin tidak dapat dinyalakan saat standar samping dalam posisi turun, dan kapasitas mesin lebih

20 7 ringan membuat sepeda motor ini lebih irit bahan bakar. Kualitas desain merupakan fungsi spesifikasi produk, sedangkan kualitas kesesuaian adalah suatu ukuran seberapa jauh suatu produk mampu memenuhi persyaratan atau spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan (Tjiptono, 2006:59). Konsumen tentunya akan membeli produk yang mempunyai kualitas baik, seperti handal, memiliki karakteristik yang berbeda, serta memiliki spesifikasi yang sesuai keinginan konsumen akan membuat konsumen merasa puas dan tertarik, maka tinggi keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Citra merek sepeda motor Honda sudah dikenal baik di masyarakat, dengan pengembangan teknologi dan inovasi produk yang bervariasi dapat memberikan beberapa keunggulan bagi suatu perusahaan untuk bersaing. Implikasi dari hal tersebut menjadikan merek suatu produk menciptakan citra dari produk itu sendiri dibenak pikiran konsumen dan menjadikan motivasi dasar bagi konsumen dalam memilih suatu produk (Aaker dalam Vranesevic, 2003). Citra merek yang semakin baik dibenak konsumen membuat sepeda motor Honda Beat selalu memberikan inovasi baru terhadap produknya. Konsumen akan lebih memilih produk dengan citra merek yang sudah dikenal baik dimasyarakat. Karena sepeda motor Honda Beat yang sudah dikenal baik maka memberikan dampak positif terhadap citra merek sepeda motor Honda Beat. Citra merek yang positif akan menarik konsumen terhadap keputusan pembelian. Pemberian pelayanan purna jual yang diberikan oleh PT. Astra Honda Motor (AHM) terhadap produk sepeda motor Honda Beat, karena semakin

21 8 banyak konsumen pengguna sepeda motor Honda. Menurut Tjiptono (2008:136) terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpastian yaitu dengan penyediaan pelayanan purna jual dengan pemberian garansi untuk mengurangi persepsi konsumen terhadap risiko pembelian, jasa reparasi, dan penyediaan suku cadang pengganti. Untuk layanan purna jual, Honda dikenal mempunyai pelayanan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bengkel AHASS yaitu bengkel resmi yang dimiliki oleh Honda. Selain bengkel resminya, Honda juga dikenal dengan suku cadang yang mudah didapat. Sehingga dengan dukungan pelayanan purna jual yang diberikan akan mendorong konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul: Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, dan Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah, maka dapat diketahui permasalahan-permasalahan yaitu: 1. Ketatnya persaingan dalam bisnis otomotif sepeda motor jenis skuter matik dengan merek lain, membuat perusahaan harus bersaing ketat dengan merek lain untuk mempertahankan keberadaannya.

22 9 2. Tuntutan kualitas produk yang semakin baik membuat perusahaan harus meningkatkan kualitas produknya. 3. Dengan teknologi dan inovasi akan mememberikan dampak positif bagi Citra merek perusahaan di masyarakat, sehingga perusahaan harus meningkatkan pelayanan purna jual yang dimiliki. 4. Keputusan pembelian konsumen terhadap Honda Beat dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah kualitas produk, citra merek dan pelayanan purna jual yang dimiliki perusahaan. C. Batasan Masalah Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian ini lebih fokus dan spesifik pada variabel-variabel penelitian. Maka batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Penelitian dibatasi pada masalah pengaruh kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. 2. Konsumen sepeda motor Honda Beat di Purworejo. 3. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah; a. Variabel bebas yaitu Kualitas Produk (X 1 ), Citra Merek (X 2 ), dan Pelayanan Purna Jual (X 3 ). b. Variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian (Y).

23 10 D. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang disampaikan dalam latar belakang penelitian diatas, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apakah Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian? 2. Apakah Citra Merek berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian? 3. Apakah Pelayanan Purna Jual berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. Menganalisis pengaruh variabel Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. 2. Menganalisis pengaruh variabel Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. 3. Menganalisis pengaruh variabel Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat dijadikan salah satu sarana untuk memperluas wawasan dan sebagai bahan pembanding terhadap penelitian-penelitian lain

24 11 yang sejenis, serta dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya. Penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan mengenai Kualitas Produk, Citra Merek, dan Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian. Penelitian ini merupakan sarana untuk mengaplikasikan teoriteori yang didapat selama masa perkuliahan khususnya bidang ilmu manajemen pemasaran. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk produsen sepeda motor Honda Beat dalam mengevaluasi citra produk melalui kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual.

25 BAB II KAJIAN TEORI, TINJAUAN PUSTAKA, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS A. Kajian Teori 1. Keputusan Pembelian a. Definisi Keputusan Pembelian Keputusan pembelian adalah tahap evaluasi konsumen membentuk preferensi antarmerek dalam kumpulan pilihan. Konsumen juga dapat membentuk niat untuk membeli merek yang paling disukai (Kotler dan Keller, 2009:188). Definisi lain keputusan pembelian adalah keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli (Kotler dan Amstrong, 2008:181). Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan: merek (merek A), penyalur (penyalur 2), kuantitas (satu komputer), waktu (akhir minggu), dan metode pembayaran (kartu kredit). Konsumen dalam melakukan pembelian biasanya sering mengambil jalan pintas dengan menggunakan aturan pilihan yang sederhana, aturan sederhana atau jalan pintas dalam proses keputusan. Konsumen akan memutuskan produk yang akan dibeli berdasarkan persepsi mereka terhadap produk tersebut yang berkaitan dengan kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam penelitian ini keputusan pembelian didefinisikan sebagai suatu proses dimana konsumen mengenali kebutuhannya, mencari informasi mengenai produk yang sesuai dan 12

26 13 mengambil keputusan tentang produk mana yang akan dibeli dan digunakan. b. Jenis-Jenis Perilaku Keputusan Pembelian Perilaku keputusan pembelian sangat berbeda untuk masing-masing produk. Keputusan yang lebih komplek biasanya melibatkan peserta pembelian dan pertimbangan pembeli yang lebih banyak. Menurut Kotler dan Amstrong (2008:177) Perilaku keputusan pembelian terbagi menjadi empat jenis, yaitu: 1) Perilaku Pembelian Komplek Konsumen melakukan perilaku pembelian komplek ketika mereka sangat terlibat dalam pembelian dan merasa ada perbedaan yang jelas antara merekmerek yang ada. Konsumen mungkin sangat terlibat ketika produk itu mahal, jarang dibeli, dan sangat memperlihatkan eskpresi diri. Umumnya konsumen harus mempelajari banyak hal tentang kategori produk. Pada tahap ini, pembeli akan melewati proses pembelajaran, mula-mula mengembangkan keyakinan tentang produk, lalu sikap, dan kemudian membuat pilihan pembelian yang dipikirkan masak-masak. Pemasar produk yang memerlukan keterlibatan tinggi harus memahami pengumpulan informasi dan perilaku evaluasi yang dilakukan konsumen dengan keterlibatan tinggi. Para pemasar perlu membantu konsumen untuk mempelajari atribut produk dan kepentingan relatif atribut tersebut. Konsumen harus membedakan fitur mereknya, mungkin dengan menggambarkan kelebihan merek lewat media cetak dengan teks yang panjang.

27 14 Konsumen harus memotivasi wiraniaga dan orang yang memberi penjelasan kepada pembeli untuk mempengaruhi pilihan merek akhir. 2) Perilaku Pembelian Pengurangan Disonansi (ketidak nyamanan) Perilaku pembelian pengurangan disonansi terjadi ketika konsumen sangat terlibat dalam pembelian yang mahal, jarang dilakukan, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan merek. Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami ketidaknyamanan pasca pembelian ketika mereka mengetahui kerugian tertentu dari merek yang dibeli atau mendengar hal-hal menyenangkan tentang merek yang tidak dibeli. Untuk menghadapi disonansi semacam itu, komunikasi pasca penjualan yang dilakukan pemasar harus memberikan bukti dan dukungan untuk membantu konsumen merasa nyaman dengan pilihan merek mereka. 3) Perilaku Pembelian Kebiasaan Perilaku pembelian kebiasaan terjadi ketika dalam keadaan keterlibatan konsumen yang rendah dan sedikit perbedaan merek. Konsumen hanya mempunyai sedikit keterlibatan dalam kategori produk ini, mereka hanya pergi ke toko dan mengambil satu merek. Jika mereka terus mengambil merek yang sama, hal ini lebih merupakan kebiasaan dari pada loyalitas yang kuat terhadap sebuah merek. Konsumen seperti ini memiliki keterlibatan rendah dengan sebagian besar produk murah yang sering dibeli. Konsumen tidak secara ekstensif mencari informasi tentang merek, mengevaluasi karakteristik merek, dan mempertimbangkan keputusan tentang merek yang akan dibeli. Sebagai gantinya, konsumen menerima

28 15 informasi secara pasif ketika merek menonton televisi atau membaca majalah. Pengulangan iklan menciptakan kebiasaan makna suatu merek dan bukan keyakinan merek. Konsumen tidak membentuk sikap yang kuat terhadap sebuah merek, mereka memilih merek karena terbiasa dengan merek tersebut, konsumen mungkin tidak mengevaluasi pilihan bahkan setelah melakukan pembelian. Oleh karena itu, proses pembelian melibatkan keyakinan merek yang dibentuk oleh pembelajaran pasif, diikuti oleh perilaku pembelian, yang mungkin diikuti oleh evaluasi atau mungkin tidak. 4) Perilaku Pembelian Mencari Keragaman Perilaku pembelian mencari keragaman dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen rendah, tetapi anggapan perbedaan merek yang jelas. Dalam kasus ini, konsumen sering melakukan banyak pertukaran merek. Pemimpin pasar akan mencoba mendorong perilaku pembeli kebiasaan dengan mendominasi ruang rak, membuat rak tetap penuh, dan menjalankan iklan untuk mengingatkan konsumen sesering mungkin. Perusaahan penantang akan mendorong pencarian keragaman dengan menawarkan harga yang lebih murah, kesepakatan kupon khusus, sampel gratis, dan iklan yang menampilkan alasan untuk mencoba sesuatu yang baru. c. Proses Keputusan Pembelian Proses psikologis dasar memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen benar-benar membuat keputusan pembelian. Dalam membeli suatu produk, seorang konsumen biasanya melalui 5 (lima) tahap proses keputusan pembelian. Walaupun hal ini tidak selalu terjadi dan

29 16 konsumen biasa melewati beberapa tahap urutanya. Menurut Kotler dan Keller (2009:184) ada lima tahap dalam proses keputusan pembelian yaitu: Pengenalan Pencarian Evaluasi Keputusan Perilaku Masalah Informasi Alternatif Pembelian Pascapembelian 1) Pengenalan Masalah Gambar. 1 Tahap-Tahap Proses Keputusan Pembelian Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau eksternal. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkanya. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Pemasar perlu mengidentifikasikan keadaan yang memicu kebutuhan tertentu. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasikan rangsangan yang paling sering membangkitkan minat terhadap suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat mengembangkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen. 2) Pencarian Informasi Seseorang yang tergerak oleh stimulus akan berusaha mencari lebih banyak informasi yang terlibat dalam pencarian informasi yang terlibat dalam pencarian kebutuhan. Pencarian informasi merupakan tahap proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian

30 17 atau mungkin pula mencari informasi secara aktif. Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber. Sumber informasi utama dibagi menjadi empat kelompok, yaitu : a) Pribadi : Keluarga, teman, tetangga, rekan. b) Komersial : Iklan, situs Web, wiraniaga, penyalur, kemasan, tampilan. c) Publik : Media massa, organisasi pemeringkat konsumen. d) Eksperimental : Penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk. Setiap sumber informasi melaksanakan fungsi yang berbeda dalam mempengaruhi keputusan pembelian. 3) Evaluasi Alternatif Evaluasi alternatif merupakan tahap proses keputusan pembeli dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan. Cara konsumen memulai usaha mengevaluasi alternatif pembelian tergantung pada konsumen individual dan situasi pembelian tertentu. Dalam beberapa kasus, konsumen menggunakan kalkulasi yang cermat dan pikiran yang logis dalam memilih merek produk yang dibutuhkannya. 4) Keputusan Pembelian Keputusan pembelian untuk membeli disini merupakan proses dalam pembelian yang nyata. Jadi, setelah tahap-tahap dimuka dilakukan, maka konsumen mungkin juga membentuk suatu maksud pembeli cenderung membeli merek yang disukainya. Namun, ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan keputusan pembelian, yaitu sikap orang lain dan faktor-faktor

31 18 lain yang ikut menentukan keputusan pembelian, yaitu sikap orang lain dan faktor-faktor situsional yang tidak terduga. Bila konsumen menentukan keputusan untuk membeli, konsumen akan menjumpai keputusan yang harus diambil menyangkut jenis produk, merek, penjual, kuantitas, waktu pelayanan, dan cara pembayarannya. 5) Perilaku Pascapembelian Tugas pemasar tidak berakhir saat produk dibeli, melainkan berlanjut hingga periode pasca pembelian. Setelah pembelian produk terjadi, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Kepuasan atau tidak kepuasan pembeli terhadap produk akan mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Konsumen yang merasa puas akan memperlihatkan peluang membeli yang lebih tinggi dalam kesempatan berikutnya. Konsumen yang merasa puas akan cenderung mengatakan sesuatu itu yang serba baik tentang produk yang bersangkutan kepada orang lain. Apabila konsumen yang melakukan pembelian tidak puas ada dua kemungkinan yang akan dilakukan konsumen, pertama, dengan meninggalkan atau konsumen tidak mau melakukan pembelian ulang, kedua ia akan mencari informasi tambahan mengenai produk yang telah dibelinya untuk menguatkan pendiriannya mengapa ia memilih produk itu sehingga ketidakpuasan tersebut dapat dikurangi.

32 19 2. Produk Menurut Kotler dan Keller (2009:4) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide. Menurut Lamb, Hair, dan McDaniel (2001:414) produk adalah segala sesuatu, baik menguntungkan maupun tidak, yang diperoleh seseorang melalui pertukaran. Menurut Stanton (1991:168) A product is a set of tangible and intangible attributes, including packaging, color, price, quality, and brand, plus the services and reputation of the seller. Dapat diartikan bahwa produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud, termasuk kemasan, warna, harga, kualitas, dan merek, ditambah pelayanan dan nama baik penjual. Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat diketahui bahwa produk adalah segala sesuatu baik berwujud maupun yang tidak berwujud, baik menguntungkan maupun tidak, yang diperoleh melalui pertukaran untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan konsumen. Konsumen membeli produk tidak hanya barang fisik, tetapi juga yang tidak berwujud seperti kemasan, warna, harga, kualitas, dan merek, ditambah pelayanan dan nama baik penjual. Umumnya, konsumen membeli barang berdasarkan manfaat yang diperolehnya. Oleh karena itu, diharapkan perusahaan mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.

33 20 3. Kualitas Produk Kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2006:51). Definisi lain kualitas produk adalah derajat yang dicapai oleh karakteristik yang berkaitan dalam memenuhi persyaratan (Lupiyoadi dan Hamdani, 2006:175). Kualitas produk merupakan salah satu bagian penting dan perlu mendapatkan perhatian yang serius bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan atas produk ke dalam spesifikasi produk yang dihasilkan. Kualitas produk adalah kemampuan produk untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan pelanggan (Cannon, dkk 2008:286). Kualitas sering dianggap sebagai ukuran relatif kebaikan suatu produk atau jasa yang terdiri atas kualitas desain dan kualitas kesesuaian. Kualitas desain merupakan fungsi spesifikasi produk, sedangkan kualitas kesesuaian adalah suatu ukuran seberapa jauh suatu produk mampu memenuhi persyaratan atau spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan (Tjiptono, 2006:59). Kualitas harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pihak penyedia jasa, melainkan berdasarkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Pelangganlah yang menentukan berkualitas atau tidaknya suatu produk atau jasa. Dengan demikian baik tidaknya kualitas tergantung pada kemampuan

34 21 penyedia produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten (Tjiptono, 2006:59). Menurut Tjiptono (1997: 25), dimensi Kualitas Produk meliputi : a. Kinerja (performance), yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti (core product) yang dibeli, b. Keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap, c. Keandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai, d. Daya tahan (durability), berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. e. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya. f. Estetika (asthethic), yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Perusahaan harus berusaha keras memberikan tingkatan kualitas kesesuaian yang tinggi, dalam hal tingkatan kualitas kesesuaian yang secara konsisten memberikan kualitas yang dibayar dan diharapkan oleh konsumen. Menurut Kotler dan Amstrong (2008:224) Dampak lansung dari performa produk, yang berhubungan dengan nilai (value) dan kepuasan konsumen. Kualitas produk merupakan hal yang penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan apabila menginginkan produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar. Kualitas produk adalah bagaimana

35 22 produk itu memiliki nilai yang dapat memuaskan konsumen baik secara fisik maupun secara psikologis yang menunjuk pada atribut atau sifat-sifat yang terdapat dalam suatu barang atau hasil. 4. Citra Merek Citra terbentuk dari bagaimana perusahaan melaksanakan kegiatan operasionalnya yang mempunyai landasan utama pada segi layanan. Konsumen yang membeli sesuatu bukan hanya sekedar membutuhkan barang itu, tetapi ada sesuatu yang lain yang diharapkannya. Sesuatu yang lain itu sesuai dengan citra yang terbentuk dalam dirinya. Citra terhadap produk berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu produk. Konsumen dengan citra positif terhadap suatu produk, lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian. Persoalan yang dihadapi adalah bagaimana mempengaruhi citra positif konsumen terhadap suatu produk. Kunci untuk mempengaruhi citra produk konsumen adalah dengan memposisikan produk (product positioning). Pemasar mencoba memposisikan produknya untuk memenuhi kebutuhan segmen sasaran agar konsumen mempunyai kesan yang positif terhadap suatu merek. Citra yang baik berarti masyarakat (khususnya konsumen) mempunyai kesan yang positif terhadap suatu merek, sedangkan citra yang kurang baik berarti masyarakat mempunyai kesan yang negatif (Sutisna, 2003:331).

36 23 Merek menjadi tanda pengenal bagi penjual atau pembuat suatu produk atau jasa. American Marketing Association yang dikutip dari Kotler dan Keller (2009:258) mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan mereka dari para pesaing. Menurut Kotler (2007:220) merek adalah suatu simbol rumit yang dapat menyampaikan hingga enam tingkat pengertian sebagai berikut : a. Atribut : suatu merek dapat mengingatkan pada atribut-atribut tertentu. b. Manfaat : atribut-atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. c. Nilai : suatu merek juga mengatakan sesuatu tentang nilai produsennya. d. Budaya : suatu merek mungkin juga melambangkan budaya tertentu. e. Kepribadian : suatu merek dapat mencerminkan kepribadian tertentu. f. Pemakai : suatu merek menyiratkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan suatu produk. Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dipegang oleh konsumen, seperti yang dicerminkan dalam asosiasi yang tertanam dalam ingatan konsumen (Kotler dan Keller, 2009:403). Citra merek merupakan kumpulan asosiasi merek yang membentuk suatu persepsi tertentu terhadap merek tersebut. Sedangkan asosiasi merek adalah segala sesuatu yang terjalin di dalam ingatan sebuah merek. Jadi citra merek yang positif diciptakan oleh suatu asosiasi merek yang kuat, unik dan baik.

37 24 Citra merek adalah kepercayaan yang dibentuk oleh konsumen seperti yang direfleksikan dalam hubungan yang terbentuk dalam ingatan konsumen (Keller, 2008:51). Definisi lain citra merek adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti (Kotler dan Keller, 2009:260). Menurut Low dan Lamb (2004:4) indikator dari citra merek antara lain : a. Friendly/unfriendly : kemudahan dikenali oleh konsumen b. Modern/outdated : memiliki model yang up to date/tidak ketinggalan jaman c. Useful/not : dapat digunakan dengan baik/bermanfaat d. Popular/unpopular : akrab dibenak kosumen e. Gentle/harsh : mempunyai tekstur produk halus/tidak kasar f. Artificial/natural : keaslian komponen pendukung atau bentuk. Citra merek merupakan syarat dari merek yang kuat dan relatif konsisten dalam jangka waktu panjang. Sehingga tidak mudah untuk membentuk citra merek yang kuat, citra merek sekali terbentuk akan sulit untuk mengubahnya. Citra merek yang dibentuk harus jelas dan memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan pesaingnya. Citra merek memiliki tiga komponen pendukung yaitu: citra pembuat (corporate imege), citra pemakai (user image) dan citra produk (product image) itu sendiri. Citra merek melahirkan kepercayaan dan citra positif

38 25 bagi produk dan perusahaan. Produk akan lebih mudah diterima oleh konsumen apabila terbukti atau mampu menunjukkan kinerja sesuai dengan komitmen perusahaan (Reid dan Levy, 2008). Melalui citra merek yang kuat, maka pelanggan akan memiliki asumsi positif tehadap merek dari produk yang ditawarkan oleh konsumen sehingga konsumen tidak akan ragu untuk membeli produk yang akan ditawarkan perusahaan. 5. Pelayanan Purna Jual Sudarsono dan Edilius (1994) mendefinisikan pelayanan purna jual atau after sale service sebagai jasa pelayanan yang meliputi perbaikan, penyediaan suku cadang, dan lain-lain yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen setelah produknya dibeli untuk jangka waktu tertentu. Pemberian pelayanan purna jual biasanya dilakukan sebagai suatu bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh penjual atas barang yang telah mereka jual. Pelayanan ini diberikan dalam bentuk pemberian garansi, penggantian barang-barang rusak, pemeliharaan dan penyediaan suku cadang (Barata, 2003:290). Menurut Tjiptono (2008:136) terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpastian yaitu dengan penyediaan pelayanan purna jual dengan pemberian garansi untuk mengurangi persepsi konsumen terhadap risiko pembelian, jasa reparasi, dan penyediaan suku cadang pengganti. Sebuah perusahaan harus menentukan bagaimana menawarkan jasa setelah

39 26 penjualan, misalnya; jasa pemeliharaan dan perbaikan. Pelayanan purna jual diberikan setelah penyerahan produk kepada pelanggan atas pembeliannya, yang berlaku selama pelanggan ada ikatan layanan atau hubungan dalam berbagai kegiatan layanan. Sehingga perusahaan ingin memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan agar terjalin hubungan yang baik antara perusahaan dengan pelanggan. Untuk memahami masing-masing konsumen, maka pemberian pelayanan purna jual yang diberikan perusahaan yaitu : a. Garansi Garansi adalah jaminan kualitas atau umur pemakaian yang diharapkan atas produk yang dijual dan seringkali disertai janji pengembalian uang, reparasi, atau pengerjaan ulang. b. Jasa reparasi Jasa reparasi adalah kualitas dari pelayanan dan servis yang tersedia untuk pembelian dari produk yang bersangkutan. c. Suku cadang Suku cadang adalah sebagai alat-alat (peralatan teknik) yang merupakan bagian dari mesin. Klasifikasi dari suku cadang berdasarkan pengunaannya yaitu; suku cadang habis pakai, suku cadang pengganti, suku cadang jaminan. Pada dasarnya penjualan atas dasar kedekatan dengan pelanggan dapat menciptakan loyalitas pelanggan atas produk tersebut. Selain itu pemasar juga dapat memperoleh pelanggan baru dari pelayanan yang mereka lakukan. Pada dasarnya penjualan atas dasar kedekatan dengan pelanggan dapat

40 27 menciptakan loyalitas pelangggan atas produk tersebut. Selain itu pemasar juga dapat memperoleh pelanggan baru dari pelayanan yang mereka lakukan. Menurut Levit yang dikutip oleh Tjiptono (2008:7) semakin canggih teknologi suatu produk generik misalnya mobil, mesin, fotocopy, komputer maka penjualnnya akan tergantung pada kualitas dan penyediaan pelayanan pelanggan yang menyertainya seperti ruang pelayanan, fasilitas pengantaran, perbaikan dan pemeliharaan, bantuan aplikasi, pelatihan operator, konsultasi instalasi dan pemberian garansi. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pelayanan purna jual adalah suatu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen setelah pembelian untuk mengurangi ketidakpuasan dengan jalan memberikan garansi, jasa reparasi dan penyediaan suku cadang. B. Tinjauan Pustaka 1. Gumilang, dkk (2011) melakukan penelitian mengenai citra merek, kualitas produk, dan pelayanan purna jual. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Variabel bebas yang digunakan adalah Citra Merek, Kualitas Produk dan Pelayanan Purna Jual. Variabel terikatnya adalah Keputusan Pembelian Honda Supra X 125. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa Citra Merek, Kualitas Produk dan Pelayanan Purna Jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Variabel kualitas produk memiliki pengaruh yang paling dominan.

41 28 2. Natalia (2010) melakukan penelitian terhadap produk kursi recliner merek Lazboy di Jakarta. Alat analisis yang digunakan adalah adalah regresi linier berganda. Variabel bebas yang digunakan adalah Brand Image, Kualitas Produk dan Pelayanan Purna Jual. Variabel terikatnya adalah Keputusan Pembelian produk kursi recliner merek Lazboy. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Citra merek, Kualitas Produk dan Pelayanan Purna Jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian dan Pelayanan Purna Jual memiliki pengaruh yang paling dominan. C. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran teoritis adalah model konseptual yang disesuaikan atau dibentuk sesuai dengan kebutuhan penelitian (Simamora, 2004:36). Kerangka teoritis yang baik adalah yang menjelaskan secara terperinci pemikiran mengenai hubungan antara konsep yang diduga ada dalam penelitian.

42 29 Kerangka pemikiran teoritis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Kualitas Produk (X 1 ) H 1 (+) Citra Merek (X 2 ) H 2 (+) Keputusan Pembelian (Y) Pelayanan Purna Jual (X 3 ) H 3 (+) Gambar. 2 Kerangka Pemikiran Keterangan : : Menunjukkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial (terpisah). D. Pengembangan Hipotesis Hipotesis adalah alternatif dugaan jawaban yang dibuat oleh peneliti bagi problematika yang diajukan dalam penelitiannya (Arikunto, 2009:55). Berdasarkan teori dan kajian pustaka yang dikemukakan diatas, maka peneliti merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sebagai berikut : 1. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2006:51). Kualitas dari setiap produk yang dihasilkan

43 30 merupakan salah satu unsur yang harus mendapat perhatian yang sungguhsungguh dari perusahaan, bila perusahaan ingin memenangkan suatu persaingan. Kualitas produk merupakan bentuk penilaian atas produk yang akan dibeli, apakah sudah memenuhi apa yang diharapkan konsumen. Jika perusahaan ingin berkembang, apa lagi harus meraih keuntungan, mereka tidak lagi punya pilihan selain mengadopsi konsep kualitas. Tuntutan terhadap kualitas suatu produk sudah menjadi suatu keharusan yang harus dipenuhi oleh perusahaan, kalau tidak menginginkan konsumen yang telah dimilikinya beralih kepada produk-produk pesaing lainnya yang dianggap memiliki kualitas produk yang lebih baik. Dengan demikian baik tidaknya kualitas tergantung pada kemampuan penyedia produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggannya secara konsisten (Tjiptono, 2006:59). Hal ini dapat dibuktikan oleh penelitan sebelumnya yang meneliti hubungan antara kualitas produk dengan keputusan pembelian. Hasil penelitian Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) menyatakan bahwa kualitas produk mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut : H1 : Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian 2. Pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Citra merek adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti (Kotler dan Keller, 2009:260). Produk yang telah memiliki citra

44 31 merek yang baik dapat mendorong perusahaan mendapatkan konsumen baru serta dapat mempertahankan konsumen yang telah ada. Suatu citra merek yang kuat dapat memberikan beberapa keunggulan utama bagi suatu perusahaan salah satunya akan menciptakan suatu keunggulan bersaing. Produk yang memiliki citra merek yang baik cenderung akan lebih mudah diterima oleh konsumen, sehingga konsumen akan membeli suatu produk yang mempunyai citra merek yang kuat dibanding produk merek lain yang citra mereknya tidak kuat. Citra yang kuat dapat dilihat dari keyakinan terhadap suatu produk, gambaran/simbol yang ditampilkan dan kesan yang dirasakan terhadap suatu produk. Citra merek adalah kepercayaan yang dibentuk oleh konsumen seperti yang direfleksikan dalam hubungan yang terbentuk dalam ingatan konsumen (Keller, 2008:51). Citra merek melahirkan kepercayaan dan citra positif bagi produk dan perusahaan. Semakin baik citra suatu merek, semakin tinggi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Kaitan antara citra merek dengan keputusan pembelian sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yaitu Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010). Pada penelitian Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut : H2 : Citra Merek berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. 3. Pengaruh Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Sudarsono dan Edilius (1994) mendefinisikan pelayanan purna jual atau after sale service sebagai jasa pelayanan yang meliputi perbaikan, penyediaan

45 32 suku cadang, dan lain-lain yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen setelah produknya dibeli untuk jangka waktu tertentu. Pemberian pelayanan purna jual biasanya dilakukan sebagai suatu bentuk tanggung jawab yang diberikan oleh penjual atas barang yang telah mereka jual. Menurut Tjiptono (2008:136) terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpastian yaitu dengan penyediaan pelayanan purna jual dengan pemberian garansi untuk mengurangi persepsi konsumen terhadap risiko pembelian, jasa reparasi, dan penyediaan suku cadang pengganti. Dalam perkembangannya konsumen yang membeli tidak hanya sekedar membeli produk untuk mendapatkan manfaat dari produk itu sendiri, tetapi pada umumnya, mereka mengharapkan agar semua barang atau jasa yang dibeli diikuti dengan pemberian layanan purna jual yang baik (Barata, 2003:45). Pelayanan purna jual memiliki peran yang tidak dapat dikecilkan. Pelayanan purna jual merupakan wujud hubungan antara perusahaan dengan konsumenya. Bagi konsumen akhir pelayanan purna jual sering kali menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan pembelian suatu produk. Kaitan antara pelayanan purna jual dengan keputusan pembelian sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yaitu Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010). Pada penelitian Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) pelayanan purna jual berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut : H3 : Pelayanan Purna Jual berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian.

46 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dapat dikategorikan dalam penelitian kuantitatif karena data yang diperoleh berupa angka yang berasal dari kuesioner, sedangkan pendekatan penelitian termasuk pada survei. Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar ataupun kecil tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tertentu, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-hubungan antara variabel sosiologi maupun psikologis (Sugiyono, 2010:7). B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian mengenai Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, dan Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat. Waktu penelitian ini dilaksanakan di Purworejo selama 10 bulan dimulai pada bulan Desember 2014 dengan obyek penelitian adalah konsumen sepeda motor Honda Beat di Purworejo. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya 33

47 34 (Sugiyono, 2010:61). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli dan memakai sepeda motor Honda Beat di Purworejo. 2. Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2010:62). Menurut Roscoe dalam Sugiyono (2005:102) bahwa banyaknya sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500 orang. Pada penelitian ini peneliti menggunakan sampel sebesar 100 yang didasarkan atas pertimbangan bahwa 100 responden telah mewakili konsumen atau pelanggan yang membeli dan memakai produk sepeda motor Honda Beat. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu dengan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010:68). Beberapa pertimbangan tersebut diantaranya: a. Responden yang membeli dan memakai produk sepeda motor Honda Beat dan berusia 18 tahun ke atas dianggap sudah mencukupi umur. b. Responden berdomisili di Purworejo. c. Bersedia menjadi responden penelitian. D. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2010:3) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Variabel yang digunakan pada penelitian ini diantaranya yaitu:

48 35 1. Variabel bebas terdiri dari kualitas produk (X 1 ), citra merek (X 2 ) dan pelayanan purna jual (X 3 ). 2. Variabel terikat berupa keputusan pembelian (Y). E. Definisi Operasional Variabel Agar penelitian ini lebih jelas maka variabel-variabel operasional perlu didefinisikan terlebih dahulu. Menurut Sugiyono (2009:38), variabel di dalam penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti, yang mempunyai variasi antara satu dan lainnya dalam kelompok tersebut. Terdapat dua variabel di dalam penelitian ini, yaitu: 1. Variabel Bebas (independen) yang terdiri dari: a. Kualitas Produk ( X 1 ) Kualitas produk adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2006:51). Variabel kualitas produk diukur melalui indikator sebagai berikut, Tjiptono (1997: 25): 1) Kinerja produk 2) Keistimewaan produk 3) Keandalan produk 4) Daya tahan 5) Keindahan tampilan produk

49 36 b. Citra Merek (X 2 ) Citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dipegang oleh konsumen, seperti yang dicerminkan dalam asosiasi yang tertanam dalam ingatan konsumen (Kotler dan Keller, 2009:403). Variabel citra merek diukur melalui indikator sebagai berikut, Low dan Lamb (2004:4): 1) Kemudahan dikenali konsumen 2) Memiliki model yang up to date/tidak ketinggalan jaman 3) Dapat digunakan dengan baik/bermanfaat 4) Akrab dibenak konsumen 5) Keaslian komponen pendukung/bentuk c. Pelayanan Purna Jual (X 3 ) Menurut Tjiptono (2008:136) terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpastian yaitu dengan penyediaan pelayanan purna jual dengan pemberian garansi untuk mengurangi persepsi konsumen terhadap risiko pembelian, jasa reparasi, dan penyediaan suku cadang pengganti. Variabel Pelayanan purna jual diukur melalui indikator sebagai berikut, Tjiptono (2008:136): 1) Pemberian garansi 2) Jasa reparasi 3) Penyediaan suku cadang

50 37 2. Variabel Terikat (dependen) Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu: Keputusan Pembelian (Y). Keputusan pembelian adalah tahap evaluasi konsumen membentuk preferensi antarmerek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai (Kotler dan Keller, 2009:188). Dalam penelitian ini keputusan pembelian didefinisikan sebagai suatu proses dimana konsumen mengenali kebutuhannya, mencari informasi mengenai produk yang sesuai dan mengambil keputusan tentang produk mana yang akan dibeli dan digunakan. Variabel keputusan pembelian diukur melalui indikator sebagai berikut, (Kotler dan Keller, 2009:184): a. Pengenalan masalah b. Pencarian informasi c. Evaluasi alternatif d. Keputusan pembelian e. Perilaku pascapembelian F. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama yaitu dari individu seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan

51 38 oleh peneliti (Umar, 2002:43). Data primer dalam penelitian di dapat dari kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. 2. Sumber Data Sumber data dari penelitian ini menggunakan sumber data dari responden yaitu konsumen yang membeli dan memakai produk sepeda motor Honda Beat yang memberikan jawaban atas kuesioner. 3. Teknik Pengukuran Data Pengukuran data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert. Skala Likert merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur fenomena sosial spesifik, seperti sikap, pendapat dan persepsi sosial seseorang atau sekelompok orang. Pada umumnya kategori skor yang digunakan pada Skala Likert, yaitu 1 sampai 5 dengan kriteria skor sebagai berikut: a. Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 b. Tidak Setuju ( TS ) = 2 c. Netral ( N ) = 3 d. Setuju ( S ) = 4 e. Sangat Setuju ( SS ) = 5 G. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatantingkatan kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Arikunto, 2013:211).

52 39 Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2009:137). Uji validitas ini dilakukan dengan menggunakan koefisien Korelasi Pearson (Korelasi Product Moment). Sebuah instrumen dikatakan valid jika koefisien korelasinya 0,3 dengan tingkat kepercayaan 95% (α : 5%), dan sebaliknya sebuah instrumen dikatakan tidak valid jika koefisien korelasinya < 0,3. Uji validitas dilakukan menggunakan alat bantu SPSS 17,0 for Windows. 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kehandalan suatu indikator. Reliabilitas adalah indek yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan Sugiyono (2009:276). Bila suatu alat ukur digunakan dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat ukur tersebut dikatakan reliabel. Dengan demikian, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat ukur dalam mengukur alat yang sama. Kriteria yang digunakan untuk melihat reliabel atau tidaknya item variabel yaitu dengan melihat besarnya nilai Cronbach Alpha yang dilakukan pengujian reliabilitas dengan menggunakan komputer program SPSS. Jika nilai α (Alpha Cronbach) 0,6 maka item variabel tersebut dinyatakan reliabel, dan jika nilai α (Alpha Cronbach) < 0,6 maka item variabel tersebut dinyatakan tidak reliabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan alat bantu SPSS 17,0 for Windows.

53 40 H. Teknik Analisis Data 1. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas, yaitu kualitas produk, citra merek dan pelayanan purna jual terhadap variabel terikat yaitu keputusan Pembelian. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan bantuan komputer melalui program SPSS 17,0 for Windows. Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut: Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 Dimana: Y a = Keputusan Pembelian = Konstanta = Koefisien Regresi = Kualitas Produk = Citra Merek = Pelayanan Purna Jual

54 41 2. Kriteria Penerimaan dan Penolakan Hipotesis Kriteria dalam penerimaan dan penolakan hipotesis adalah: a. Apabila p value < α (5%) maka hipotesis diterima, yang berarti ada pengaruh signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. b. Apabila p value > α (5%) maka hipotesis ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial.

55 BAB IV PENYAJIAN HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Deskripsi Profil Responden Profil responden pada penelitian ini terdiri dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta pendapatan atau penghasilan per bulan dan profil responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Pengumpulan data dilakukan selama 25 hari terhitung mulai dari tanggal Juli 2015 dengan cara membagikan kuesioner sebanyak 100 eksemplar secara langsung kepada konsumen yang membeli dan memakai sepeda motor Honda Beat di Purworejo. a. Profil responden berdasarkan jenis kelamin berikut ini. Profil responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Responden Persentase (%) Laki-laki Perempuan Jumlah Sumber: data primer diolah (2015) Berdasarkan profil jenis kelamin, menunjukkan bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki adalah sebanyak 47 orang (47%) dan perempuan sebanyak 53 orang (53%). 42

56 43 b. Profil responden berdasarkan usia ini. Profil responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 2. Profil Responden Berdasarkan Usia Usia Persentase Responden (tahun) (%) > Jumlah Sumber: data primer diolah (2015) Berdasarkan profil usia, menunjukkan bahwa responden yang paling sedikit adalah berumur antara tahun sebanyak 12 orang (12%), diikuti dengan responden berumur antara tahun sebanyak 36 orang (36%), untuk jumlah yang paling banyak berumur > 26 tahun sebanyak 52 orang (52%). c. Profil responden berdasarkan pekerjaan berikut ini. Profil responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel Tabel 3. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Responden Persentase (%) Pegawai Negeri Sipil Pegawai Swasta Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa Lain-lain 3 3 Jumlah Sumber: data primer diolah (2015)

57 44 Berdasarkan profil pekerjaan, menunjukkan bahwa responden yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil sebanyak 28 orang (28%), pegawai swasta sebanyak 16 orang (16%), wiraswasta sebanyak 32 orang (32%), pelajar/mahasiswa sebanyak 21 orang (21%), terakhir responden yang memiliki pekerjaan lain-lain yaitu sebanyak 3 orang (3%). d. Profil responden berdasarkan pendapatan per bulan Profil responden berdasarkan pendapatan per bulan dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4. Profil Responden Berdasarkan Pendapatan per Bulan Pendapatan Per Bulan (Rupiah) Responden Persentase (%) < hingga < hingga < Jumlah Sumber: data primer diolah (2015) Berdasarkan profil pendapatan per bulan, menunjukkan bahwa responden yang memiliki pendapatan < Rp ,- berjumlah 22 orang (22%), diikuti pendapatan sebesar Rp ,- hingga < Rp ,- berjumlah 45 orang (45%), pendapatan sebesar Rp ,- hingga < Rp berjumlah 21 orang (21%), dan pendapatan sebesar Rp ,- berjumlah 12 orang (12%).

58 45 2. Uji Instrumen Penelitian Sebelum pengambilan data penelitian, terlebih dahulu kuesioner diujicobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 30 eksemplar. a. Uji Validitas Hasil uji validitas kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Produk (X 1 ) Citra Merek (X 2 ) Pelayanan Purna Jual (X 3 ) Keputusan Pembelian (Y) Item Pertanyaan X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X3.1 X3.2 X3.3 Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y1.5 Sumber: data primer diolah (2015) r hitung per item pertanyaan 0,791 0,767 0,799 0,773 0,845 0,659 0,883 0,776 0,746 0,876 0,762 0,923 0,902 0,859 0,778 0,855 0,821 0,748 r min Keterangan 0,3 Valid 0,3 Valid 0,3 Valid 0,3 Valid Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana alat ukur dapat digunakan secara tepat terhadap gejala yang diukur. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa r hitung nilainya positif dan lebih dari 0,3, sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner terbukti valid, yang artinya indikator

59 46 dari variabel kualitas produk (X1), citra merek (X2), pelayanan purna jual (X3), dan keputusan pembelian (Y) dalam kuesioner tersebut sah sebagai alat ukur. b. Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Item Cronbach s Alpha if Item Deleted Cronbach s Alpha Nilai Reliabilitas Keterangan Kualitas Produk (X1) Citra Merek (X2) X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 0,822 0,827 0,813 0,836 0,796 0,852 0,778 0,818 0,827 0,794 0,849 0,6 Reliabel 0,848 0,6 Reliabel Pelayanan Purna Jual (X3) X3.1 X3.2 X3.3 0,882 0,632 0,728 0,829 0,6 Reliabel Keputusan Pembelian (Y) Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y1.5 0,817 0,842 0,819 0,848 0,855 0,865 0,6 Reliabel Sumber: data primer diolah (2015) Pengujian reliabilitas alat ukur bertujuan untuk memberikan hasil yang dapat diandalkan secara empiris dan dapat mengurangi tingkat kesalahan pada alat ukur. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel menghasilkan nilai Cronbach's Alpha > 0,6 dan Cronbach s Alpha

60 47 if Item Deleted > 0,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner terbukti reliabel, yang artinya indikator dari variabel kualitas produk (X1), citra merek (X2), pelayanan purna jual (X3), dan keputusan pembelian (Y) yang digunakan dalam kuesioner mampu menghasilkan jawaban yang konsisten bila dilakukan berulang kali sehingga dapat digunakan untuk pengambilan data penuh. B. Analisis Hasil dan Pembahasan 1. Analisis Regresi Linier Berganda Hasil uji regresi linier berganda dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 7. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel Kualitas Produk (X1) Standardized Coeficients Beta p value 0,267 0,000 Citra Merek (X2) 0,222 0,000 Pelayanan Purna 0,707 0,000 Jual (X3) Sumber: data primer diolah (2015) Keterangan Positif dan Signifikan Positif dan Signifikan Positif dan Signifikan Berdasarkan tabel 7, model persamaan regresi yang dapat dituliskan dari hasil uji regresi linier berganda adalah: Y =0,267X 1 + 0,222X 2 + 0,707X 3 Interpretasi: a. b 1 = 0,267, artinya kualitas produk (X1) berpengaruh positif pada keputusan pembelian (Y). Hasil ini menunjukkan jika semakin

61 48 baik kualitas produk (X1) sepeda motor Honda Beat maka konsumen akan meningkatkan keputusan pembelian (Y). b. b 2 = 0,222, artinya citra merek (X2) berpengaruh positif pada keputusan pembelian (Y). Hasil ini menunjukkan jika semakin baik citra merek (X2) sepeda motor Honda Beat maka konsumen akan meningkatkan keputusan pembelian (Y). c. b 3 = 0,707, artinya pelayanan purna jual (X3) berpengaruh positif pada keputusan pembelian (Y). Hasil ini menunjukkan jika semakin baik pelayanan purna jual (X3) sepeda motor Honda Beat maka konsumen akan meningkatkan keputusan pembelian (Y). 2. Uji Hipotesis Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis dilakukan berdasarkan signifikansi. Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi (p value) yaitu apabila p value < α (0,05) maka hipotesis diterima dan apabila p value > α (0,05) maka hipotesis ditolak. a. Uji Hipotesis 1 (H1) H1: Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian Hasil analisis regresi untuk pengujian H1 dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi 0,267 (bernilai positif) dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama H 1

62 49 diterima, yang berarti kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk sepeda motor Honda Beat yang baik maka dapat memberikan kesan positif bagi pemakainya. Konsumen sepeda motor Honda Beat merasa bahwa sepeda motor ini merupakan sepeda motor yang berkualitas dari segi keawetan mesin, irit bahan bakar, mempunyai desain produk yang nyaman dikendarai, dan mempunyai penampilan yang menarik. Kualitas merupakan hal yang sangat penting bagi suatu produk sepeda motor, karena ketika konsumen melakukan pembelian sepeda motor, kualitas produk memiliki pengaruh yang besar dalam mempengaruhi seorang konsumen untuk melakukan pembelian sepeda motor Honda Beat. Hasil analisis sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. b. Uji Hipotesis 2 (H2) H2: Pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Hasil analisis regresi untuk pengujian H2 dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi 0,222 (bernilai positif) dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis kedua H 2 diterima, yang berarti citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat.

63 50 Dengan demikian, citra merek sepeda motor Honda Beat yang baik dapat memberikan kesan positif dibenak konsumen. Hal ini dikarenakan sepeda motor Honda Beat mudah dikenali oleh konsumen, memiliki model yang tidak ketinggalan jaman, dapat digunakan sesuai kebutuhan, akrab dibenak konsumen dan mempunyai keaslian komponen pendukung. Konsumen memilih sepeda motor Honda Beat karena sepeda motor Honda Beat memiliki citra yang baik di mata masyarakat dengan produk dan jaminan mutu yang dihasilkan. Sebagai pengguna timbul rasa nyaman dan bangga dalam memiliki motor dengan merek Honda. Hasil analisis sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. c. Uji Hipotesis 3 (H3) H3: Pengaruh pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian Hasil analisis regresi untuk pengujian H3 dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi 0,707 (bernilai positif) dengan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga H 3 diterima, yang berarti pelayanan purna jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. Dengan demikian, semakin baik pelayanan purna jual yang diberikan sepeda motor Honda Beat memberikan kesan positif bagi konsumen. Hal ini dikarenakan sepeda motor Honda Beat ingin

64 51 memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen. Sepeda motor Honda Beat memberikan pelayanan purna jual seperti pemberian garansi mesin selama 3 tahun, pelayanan dan servis bengkel resmi Honda yang mudah ditemukan, dan suku cadang yang mudah didapatkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda Beat, konsumen akan mempertimbangkan pelayanan purna jual dari produk tersebut. Karena tanpa pemberian pelayanan purna jual yang baik dari segi pemberian garansi, jasa reparasi, dan penyediaan suku cadang, konsumen akan kesulitan dalam melakukan perawatan rutin dari sepeda motor tersebut yang akhirnya produk tersebut tidak akan bertahan lama. Hasil analisis sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010) menunjukkan pelayanan purna jual berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian.

65 BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat di Purworejo, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. 2. Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. 3. Pelayanan purna jual berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat. B. Implikasi penelitian 1. Implikasi teoritis Implikasi teoritis dari hasil penelitian ini adalah variabel kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini memperkuat hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gumilang, dkk (2011) dan Natalia (2010), yang menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual 52

66 53 berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian. 2. Implikasi Praktis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda Beat, oleh karena itu ketiga variabel tersebut perlu diperhatikan oleh perusahaan, karena dengan kualitas produk, citra merek, dan pelayanan purna jual yang dimiliki perusahaan, maka pembelian sepeda motor Honda Beat akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa nilai koefisien regresi pelayanan purna jual paling tinggi dalam mempengaruhi keputusan pembelian sehingga diharapkan produsen Honda dapat mempertahankan pelayanan purna jual yang sudah dikenal baik dimasyarakat akan mendorong keputusan pembelian sepeda motor Honda dapat terus meningkat. Selain itu, hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi citra merek paling rendah dalam mempengaruhi keputusan pembelian sehingga diharapkan perusahaan AHM perlu membuat iklan yang lebih kreatif dan inovatif, supaya citra merek sepeda motor Honda lebih mudah diingat dan dikenali sehingga diharapkan konsumen dapat memutuskan untuk membeli merek Honda.

67 DAFTAR PUSTAKA Alma, Buchari Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Revisi. Cetakan Kelima. CV. Alfabeta. Bandung. Arikunto, Suharsini Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Arikunto, Suharsini Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Bagaskara, Abraham, M Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian sepeda motor Honda Vario di Semarang. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Diponegoro, Semarang. Barata, Atep, A Dasar-dasar Pelayanan Prima. Cetakan Pertama Jakarta PT.Gramedia Cannon, Joseph P., William D., Perreault Jr., dan Jerome McCarthy Alih Bahasa : Diana Angelica dan Ria Cahyani. Pemasaran Dasar-Dasar : Pendekatan Manajerial Global. Buku 2. Edisi 16. Salemba Empat. Jakarta. Cespedes, Frank V Concurrent Marketing: Integrated Product, Sales, and Service, Boston : Harvard Business School Press. Gumilang, T. L., Hidayat, W., dan Suryoko, S Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk dan Pelayanan Purna Jual terhadap Keputusan Pembelian Honda Supra X 125 pada PT. Tunggul Sakti Sejahtera. Universitas Diponegoro. Jurnal Jurusan Administrasi Bisnis Vol. 2 No. 1. Honda Beat Di akses dari pada 22 Juni Keller, Kevin Lane Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Third Edition. USA: Pearson International Edition. Kotler, Philip Manajemen Pemasaran. Alih Bahasa: Bob Sabran. Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip. dan Armstrong, Gary Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 1. Edisi ke 12. Alih Bahasa: Bob Sabran. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane Manajemen Pemasaran. Jilid 1 dan 2 Edisi ke 13. Alih Bahasa: Bob Sabran. Jakarta : Erlangga. Lamb, Charles W., Joseph F. Hair., dan Carl McDaniel Pemasaran. Buku satu. Edisi Pertama. Alih Bahasa: David Octarevia. Jakarta: Salemba Empat.

68 Lupiyoadi., Rambat., dan Hamdani, A Manajemen Pemasaran Jasa. edisi pertama, cetakan pertama. Penerbit : Salemba Empat, Jakarta. Low, G. S dan Lamb, Ch. W The measurement and dimensionality of brand associations. The Journal of Product and Brand Management, Vol. 9 No. 6, Priyamitra, Rully Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi Kualitas, dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Toyota Avanza di Semarang. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Diponegoro, Semarang. Natalia, Floren Pengaruh Brand image, kualitas produk,dan pelayanan purna jual terhadap keputusan pembelian pada PT Chandra Jaya Sukses (produk kursi recliner merek LA-Z-BOY). Universitas Esa Unggul, Jurnal Jurusan Ekonomi Manajemen Vol. 2 No. 2. Simamora, B Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Stanton, William J.,Michael J. Etzel., dan Bruce J. Walker Fundamentals of Marketing. Edisi kesembilan. Sugiyono Metode Penelitian Administrasi. Dilengkapi dengan Metode, R & D. Edisi ke 17. Bandung: Alfabeta. Sugiyono Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sulistyawati, Praba Analisis Pengaruh Citra Merek, dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Laptop Merek Acer di Kota Semarang. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Diponegoro, Semarang. Sutisna Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Tjiptono, Fandy Strategi Pemasaran.Yogyakarta: Penerbit Andi. Tjiptono, Fandy Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Penerbit Andi. Tjiptono, Fandy Manajemen Jasa. Edisi Kedua. Yogyakarta: Penerbit Andi. Umar, Husien Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Vranesevic, Tihomir The Effect of the Brand on Perceived Quality of Food Products, British Food Journal, Vol.105, No.11. (http://rpmsuper.com/2013/12/25/daftar-motor-terlaris-di-indonesia/)

69 Kuesioner Penelitian

70 No.Responden: KUESIONER PENELITIAN Kepada Yth: Saudara/I Responden di Tempat Responden yang terhormat, Dalam rangka penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, saya mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Purworejo sedang melakukan penelitian dengan judul: Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, dan Pelayanan Purna Jual Terhadap Keputusan Pembelian Produk Sepeda Motor Honda Beat di Purworejo. Dengan segala kerendahan hati saya mengharapkan kesediaan Anda untuk mengisi kuesioner penelitian sesuai dengan pendapat Anda pribadi. Objektivitas jawaban Anda akan diperlakukan sesuai dengan standar profesionalitas dan etika penelitian. Oleh karena itu, kerahasiaan Anda akan terjaga. Atas bantuan dan kesediaan Anda meluangkan waktu, saya mengucapkan terimakasih. Hormat Saya Ndindit Sulistyo NIM

71 IDENTITAS RESPONDEN 1. Jenis kelamin : a. Laki-laki b.perempuan 2. Usia : a tahun b tahun c. > 26 tahun 3. Pekerjaan : a. Pegawai Negeri Sipil b. Pegawai Swasta c. Wiraswasta d. Pelajar/Mahasiswa e. Lain-lain. 4. Pendapatan per bulan : a. < Rp ,- b. Rp ,- < Rp ,- c. Rp ,- < Rp ,- d. Rp ,- PETUNJUK PENGISIAN 1. Tidak terdapat jawaban benar atau salah, 2. Mohon menjawab secara jujur untuk mewakili pendapat Anda pribadi, 3. Mohon menjawab semua pernyataan yang ada di dalam kuesioner ini, 4. Pilihan jawaban terdiri dari: SS : untuk jawaban Sangat Setuju S : untuk jawaban Setuju N : untuk jawaban Netral TS : untuk jawaban Tidak Setuju STS : untuk jawaban Sangat Tidak Setuju 5. Bila Anda ingin mengganti jawaban yang sudah dipilih, maka berilah tanda = pada jawaban sebelumnya dan berilah tanda atau X pada jawaban yang baru.

72 SELAMAT MENGERJAKAN Kualitas Produk (X1) SS S N TS STS 1. Konsumsi bahan bakar Sepeda motor Honda Beat lebih irit Sepeda motor Honda Beat mempunyai desain produk yang inovatif Sepeda motor Honda Beat jarang mengalami kerusakan yang parah, sehingga mempunyai umur ekonomis yang lama. 4. Daya tahan mesin sepeda motor Honda Beat lebih tangguh dari pada sepeda motor merek lain Model atau penampilan sepeda motor Honda Beat menarik dan mengesankan Citra Merek (X2) SS S N TS STS 1. Sepeda motor Honda Beat mudah dikenali oleh konsumen Sepeda motor Honda Beat memiliki model yang tidak ketinggalan jaman. 3. Sepeda motor Honda Beat dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan konsumen. 4. Sepeda motor Honda Beat akrab dibenak konsumen Sepeda motor Honda Beat mempunyai keaslian komponen pendukung Pelayanan Purna Jual (X3) SS S N TS STS 1. Sepeda motor Honda Beat memberikan garansi mesin selama 3 tahun Pelayanan dan servis bengkel resmi sepeda motor Honda Beat mudah ditemukan Suku cadang sepeda motor Honda Beat mudah didapatkan Keputusan Pembelian (Y) SS S N TS STS 1. Pembelian sepeda motor Honda Beat berdasarkan atas kebutuhan transportasi Mencari informasi untuk produk sepeda motor Honda Beat Memilih sepeda motor Honda Beat dibandingkan dengan sepeda motor lain Pembelian sepeda motor Honda Beat merupakan pilihan yang tepat Saya merasa puas telah membeli sepeda motor Honda Beat karena mempunyai desain yang menarik TERIMA KASIH

73 Sebaran Data Uji Coba

74 SEBARAN DATA UJICOBA No Kualitas Produk (X1) Citra Merek (X2) Pelayanan Purna Jual (X3) Keputusan Pembelian (Y)

75 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

76 Uji Validitas dan Reliabilitas Correlations Variabel Kualitas Produk (X1) Correlations X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1 X1.1 Pearson Correlation *.526 **.568 **.596 **.791 ** Sig. (2-tailed) N X1.2 Pearson Correlation.416 * **.432 *.634 **.767 ** Sig. (2-tailed) N X1.3 Pearson Correlation.526 **.596 ** **.649 **.799 ** Sig. (2-tailed) N X1.4 Pearson Correlation.568 **.432 *.471 ** **.773 ** Sig. (2-tailed) N X1.5 Pearson Correlation.596 **.634 **.649 **.520 ** ** Sig. (2-tailed) N X1 Pearson Correlation.791 **.767 **.799 **.773 **.845 ** 1 Sig. (2-tailed) N *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

77 Correlations Variabel Citra Merek (X2) Correlations X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2 X2.1 Pearson Correlation ** *.659 ** Sig. (2-tailed) N X2.2 Pearson Correlation.524 ** **.503 **.769 **.883 ** Sig. (2-tailed) N X2.3 Pearson Correlation ** **.537 **.776 ** Sig. (2-tailed) N X2.4 Pearson Correlation **.634 ** **.746 ** Sig. (2-tailed) N X2.5 Pearson Correlation.461 *.769 **.537 **.574 ** ** Sig. (2-tailed) N X2 Pearson Correlation.659 **.883 **.776 **.746 **.876 ** 1 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

78 Correlations Variabel Pelayanan Purna Jual (X3) Correlations X3.1 X3.2 X3.3 X3 X3.1 Pearson Correlation **.481 **.762 ** Sig. (2-tailed) N X3.2 Pearson Correlation.578 ** **.923 ** Sig. (2-tailed) N X3.3 Pearson Correlation.481 **.797 ** ** Sig. (2-tailed) N X3 Pearson Correlation.762 **.923 **.902 ** 1 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

79 Correlations Variabel Keputusan Pembelian (Y) Correlations Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4 Y1.5 Y Y1.1 Pearson Correlation **.618 **.674 **.621 **.859 ** Sig. (2-tailed) N Y1.2 Pearson Correlation.619 ** **.406 *.734 **.778 ** Sig. (2-tailed) N Y1.3 Pearson Correlation.618 **.515 ** **.460 *.855 ** Sig. (2-tailed) N Y1.4 Pearson Correlation.674 **.406 *.797 ** ** Sig. (2-tailed) N Y1.5 Pearson Correlation.621 **.734 **.460 * ** Sig. (2-tailed) N Y Pearson Correlation.859 **.778 **.855 **.821 **.748 ** 1 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

80 Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid Excluded a 0.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted X X X X X Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items

81 Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid Excluded a 0.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted X X X X X Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items

82 Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid Excluded a 0.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted X X X Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items

83 Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N % Cases Valid Excluded a 0.0 Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted Y Y Y Y Y Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items

84 Sebaran Data Penelitian

85 SEBARAN DATA PENELITIAN No Kualitas Produk (X1) Citra Merek (X2) Pelayanan Purna Jual (X3) Keputusan Pembelian (Y)

86

87 Hasil Uji Analisis Linier Berganda

88 Analisis Regresi Linier Berganda Regression Variables Entered/Removed Variables Model Variables Entered Removed Method 1 X3, X2, X1 a. Enter a. All requested variables entered. Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) X X X a. Dependent Variable: Y

89 Surat Penetapan Pembimbing Skripsi

90

91 Kartu Bimbingan Skripsi

92

93

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan industri otomotif di Indonesia sangat pesat, tingkat

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan industri otomotif di Indonesia sangat pesat, tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan industri otomotif di Indonesia sangat pesat, tingkat persaingannya saat ini cukup ketat. Setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan,

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produk 2.1.1. Pengertian Produk Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempercepat jarak tempuh adalah dengan menggunakan sepeda motor.

BAB I PENDAHULUAN. mempercepat jarak tempuh adalah dengan menggunakan sepeda motor. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada saat ini kebutuhan akan sarana transportasi sangatlah penting bagi masyarakat. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya pilihan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Transportasi merupakan elemen penting bagi masyarakat, terutama dalam beraktivitas sehari-hari, maka dari itu tidaklah heran bahwa volume penjualan kendaraan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konvensional menuju konsep pemasaran modern. Faktor faktor seperti

BAB I PENDAHULUAN. konvensional menuju konsep pemasaran modern. Faktor faktor seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemasaran saat ini terus berkembang dan berubah, dari konsep pemasaran konvensional menuju konsep pemasaran modern. Faktor faktor seperti meningkatnya jumlah pesaing,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini sangatlah ketat. Setiap perusahaan berusaha dan berlomba-lomba untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. ini sangatlah ketat. Setiap perusahaan berusaha dan berlomba-lomba untuk dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat persaingan dunia usaha dalam bidang otomotif di Indonesia pada era saat ini sangatlah ketat. Setiap perusahaan berusaha dan berlomba-lomba untuk dapat meningkatkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kompetitif dalam menghadapi munculnya pesaing-pesaing lainnya yang. tapi tetap memenuhi permintaan konsumen.

BAB 1 PENDAHULUAN. kompetitif dalam menghadapi munculnya pesaing-pesaing lainnya yang. tapi tetap memenuhi permintaan konsumen. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan industri di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cepat dan pesat. Keadaan tersebut menjadikan kondisi persaingan bisnis semakin ketat. Hal ini

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, perusahaan harus

BAB 1 PENDAHULUAN. pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, perusahaan harus BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia telah memasuki era globalisasi, dimana persaingan di dunia bisnis akan semakin ketat. Perkembangan teknologi dan reformasi ekonomi dilakukan negara-negara

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. transportasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang

I. PENDAHULUAN. transportasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat transportasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang sepeda

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan sarana pendukung, seperti transportasi. Transportasi adalah sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. dibutuhkan sarana pendukung, seperti transportasi. Transportasi adalah sebagai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Saat ini perkembangan jumlah penduduk yang cukup pesat serta beragamnya aktivitas kerja setiap orang memungkinkan segala aktivitas tersebut harus dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Salah satu tujuan kegiatan Pemasaran adalah membangun merek dikonsumen. Kekuatan merek terletak pada kemampuannya untuk memengaruhi perilaku pembelian.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang begitu ketat antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya,

BAB I PENDAHULUAN. yang begitu ketat antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, dunia telah diwarnai dengan persaingan yang begitu ketat antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya, terutama perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jenis kendaraan roda dua ini begitu diminati kerena dianggap mudah untuk

BAB I PENDAHULUAN. Jenis kendaraan roda dua ini begitu diminati kerena dianggap mudah untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, sepeda motor telah menjadi andalan utama transportasi masyarakat Indonesia. Bukan hanya kalangan menengah atas tetapi masyarakat biasa pun banyak yang sudah

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Kotler & Keller (2012 : 41) :

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Kotler & Keller (2012 : 41) : BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran mengandung arti luas karena membahas mengenai masalah yang terdapat dalam perusahaan dan hubungannya dengan perdagangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. persaingan di segala bidang. Dengan adanya persaingan ini menuntut setiap

BAB I PENDAHULUAN. persaingan di segala bidang. Dengan adanya persaingan ini menuntut setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Dengan adanya persaingan ini menuntut setiap perusahaan untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hasilnya (Kotler dan Armstrong, dalam Erdogmus et al, 2012:399). Nilai suatu

BAB I PENDAHULUAN. hasilnya (Kotler dan Armstrong, dalam Erdogmus et al, 2012:399). Nilai suatu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Merek memiliki peranan yang sangat penting di pasar saat ini sebagai sarana membangun ikatan yang kuat (loyalitas merek) dengan pengguna, memberikan profitabilitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. aktivitas masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan tak lepas dari

BAB 1 PENDAHULUAN. aktivitas masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan tak lepas dari BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dilihat dari bertambahnya jumlah penduduk dan semakin berkembangnya aktivitas masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan tak lepas dari kebutuhan dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era ini, industri sepeda motor menjadi salah satu jenis usaha yang sedang mengalami pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan penjualan pasar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Merek Didalam suatu produk yang dijual ke pasar oleh produsen terdapat nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. NIlai, Biaya dan Kepuasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. NIlai, Biaya dan Kepuasan 18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan adanya kegiatan pemasaran akan menimbulkan penawaran produk

Lebih terperinci

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only.

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software  For evaluation only. BAB I PENDAHULUAN 1.1.1. Latar Belakang Masalah Ketatnya persaingan di dunia usaha menuntut setiap perusahaan untuk terus menciptakan produk baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era globalisasi ini.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang tepat agar usahanya dapat bertahan dan memenangi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingkat persaingan dunia usaha di Indonesia sangat ketat, karena setiap perusahaan senantiasa berusaha untuk dapat meningkatkan pangsa pasar dan meraih konsumen

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran saat ini di anggap menjadi bagian terpenting dalam kegiatan yang di lakukan oleh sebuah perusahaan, hal ini di karenakan pemasaran merupakan cara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan dituntut untuk memiliki suatu keunikan tersendiri yang dapat memikat

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan dituntut untuk memiliki suatu keunikan tersendiri yang dapat memikat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan ekonomi dewasa ini mengarah pada persaingan ketat. Perusahaan dituntut untuk memiliki suatu keunikan tersendiri yang dapat memikat konsumen dalam mempertahankan

Lebih terperinci

Abstrak. Kata kunci : celebrity endorser, brand image, kualitas produk dan niat beli

Abstrak. Kata kunci : celebrity endorser, brand image, kualitas produk dan niat beli Judul : Pengaruh Celebrity Endorser, Brand Image Dan Kualitas Produk Terhadap Niat Beli Sepeda Motor Honda Vario 125 Di Kota Daenpasar Nama : Made Andi Kusuma NIM : 1115251142 Abstrak Persaingan bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ketat saat ini, khususnya untuk produk sepeda motor. Semakin banyaknnya

BAB I PENDAHULUAN. ketat saat ini, khususnya untuk produk sepeda motor. Semakin banyaknnya 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tingkat persaingan dalam dunia otomotif di Indonesia sangatlah ketat saat ini, khususnya untuk produk sepeda motor. Semakin banyaknnya minat masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu aset tak terwujud dalam suatu perusahaan adalah ekuitas yang diwakili

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu aset tak terwujud dalam suatu perusahaan adalah ekuitas yang diwakili BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Salah satu aset tak terwujud dalam suatu perusahaan adalah ekuitas yang diwakili oleh merek. Merek dan segala sesuatu yang diwakilinya merupakan aset yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan dunia otomotif. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang diikuti

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. cukup besar, dengan jumlah penduduk yang cukup besar tersebut Indonesia

I. PENDAHULUAN. cukup besar, dengan jumlah penduduk yang cukup besar tersebut Indonesia I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup besar, dengan jumlah penduduk yang cukup besar tersebut Indonesia menjadi daerah pemasaran produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. alat transportasi yang relatif terjangkau, praktis dan efisien.pasar sepeda motor di

BAB I PENDAHULUAN. alat transportasi yang relatif terjangkau, praktis dan efisien.pasar sepeda motor di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Saat ini kebutuhan masyarakat akan sepeda motor terus meningkat. Banyak masyarakat yang menjadikan sepeda motor sebagai kendaraan utama. Besarnya permintaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tenaga manusia, hewan, maupun mesin (Haryono:2009). Transportasi. sangat berperan dalam pembangunan secara menyeluruh.

BAB I PENDAHULUAN. tenaga manusia, hewan, maupun mesin (Haryono:2009). Transportasi. sangat berperan dalam pembangunan secara menyeluruh. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Transportasi atau pengangkutan adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkut, baik yang digerakan oleh tenaga manusia,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki masyarakat pada saat ini. Khususnya untuk industri sepeda motor

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki masyarakat pada saat ini. Khususnya untuk industri sepeda motor BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dan pertumbuhan industri otomotif saat ini berjalan begitu pesat, hal ini ditunjukan dengan terus bertambahnya kuantitas kendaraan yang dimiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembeda diantara pesaingnya karena perusahaan yang mengembangkan merek

BAB I PENDAHULUAN. pembeda diantara pesaingnya karena perusahaan yang mengembangkan merek 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan memasarkan produknya dengan mengunakan merek sebagai pembeda diantara pesaingnya karena perusahaan yang mengembangkan merek yang kuat akan terlindung

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu 1. Baros (2007) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh atribut produk terhadap terbentuknya citra merek (Brand Image) di PT. Radio Kidung Indah Selaras

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. besar terhadap industri otomotif, salah satu sektor industri yang saat ini

BAB I PENDAHULUAN. besar terhadap industri otomotif, salah satu sektor industri yang saat ini BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan pengaruh yang besar terhadap industri otomotif, salah satu sektor industri yang saat ini mengalami pertumbuhan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Merek merupakan asset tak berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan.

I. PENDAHULUAN. Merek merupakan asset tak berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Merek merupakan asset tak berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Merek perusahaan dapat membedakan produk barang atau jasa nya dengan produk lain

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN CITRA MEREK TEHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA VARIO DI YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN UKDW

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN CITRA MEREK TEHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA VARIO DI YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN UKDW PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN CITRA MEREK TEHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA VARIO DI YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang masalah Ketatnya persaingan dalam dunia usaha menuntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citra khusus bagi pemakainya, dengan

BAB I PENDAHULUAN. dikaitkan dengan merek yang mampu memberikan citra khusus bagi pemakainya, dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini persaingan perusahaan untuk memperebutkan konsumen tidak lagi terbatas pada atribut fungsional produk seperti kegunaan produk, melainkan sudah dikaitkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. strategi pemasaran yang efektif untuk menggaet konsumen baru dan

BAB I PENDAHULUAN. strategi pemasaran yang efektif untuk menggaet konsumen baru dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha bisnis dalam era globalisasi saat ini semakin pesat ditandai dengan tingkat persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi dan ketat. Kondisi semacam

Lebih terperinci

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu alat transportasi yang banyak di jumpai di sekitar kita adalah jenis sepeda motor. Selain geografis, faktor harga juga mempengaruhi perkembangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. setiap perusahaan. Untuk dapat mengahadapi tingkat persaingan yang ketat, untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. setiap perusahaan. Untuk dapat mengahadapi tingkat persaingan yang ketat, untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi era globalisasi dan lingkungan persaingan yang kompetitif, maka persaingan dalam dunia usaha merupakan titik perhatian bagi setiap perusahaan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Kegiatan pemasaran merupakan salah satu dari hal terpenting bagi perusahaan untuk membantu organisasi mencapai tujuan utamanya adalah mendapatkan laba atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin berkembang pesat ditambah dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih menuntut setiap perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Pemasaran Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2002) memberikan definisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berperilaku positif, seperti terjadinya kelekatan emosional terhadap produk dan

BAB I PENDAHULUAN. berperilaku positif, seperti terjadinya kelekatan emosional terhadap produk dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kepuasan atau kesenangan yang tinggi akan menyebabkan konsumen berperilaku positif, seperti terjadinya kelekatan emosional terhadap produk dan preferensi rasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semakin maju perkembangan teknologi, semakin marak pula

BAB I PENDAHULUAN. Semakin maju perkembangan teknologi, semakin marak pula BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin maju perkembangan teknologi, semakin marak pula keanekaragaman produk yang dihasilkan. Produk dengan jenis, kemasan, manfaat, rasa, dan tampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cara menunjukkan keunggulan-keunggulan yang dimilki produk tersebut. Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. cara menunjukkan keunggulan-keunggulan yang dimilki produk tersebut. Bisnis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis maka semakin banyak persaingan bisnis yang menggunakan strategi dan memasarkan produk dengan cara menunjukkan keunggulan-keunggulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. perusahaan salah satunya adalah dengan menciptakan brand. Brand suatu produk

BAB I PENDAHULUAN UKDW. perusahaan salah satunya adalah dengan menciptakan brand. Brand suatu produk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan ekonomi saat ini semakin banyak persaingan yang ketat khususnya antar perusahaan sejenis. Persaingan yang juga begitu ketat menuntut agar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pasar produk dari perusahaan Indonesia. Di sisi lain, keadaan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. pasar produk dari perusahaan Indonesia. Di sisi lain, keadaan tersebut BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai beberapa kebutuhan pokok, yaitu : sandang, pangan, dan papan, tapi sekarang di zaman yang telah berkembang jauh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda.

BAB I PENDAHULUAN. dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 : 37) memberikan definisi pemasaran

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS. penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 : 37) memberikan definisi pemasaran BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Pemasaran Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2007 :

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH STRATEGI POSITIONING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR MEREK HONDA

ANALISIS PENGARUH STRATEGI POSITIONING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR MEREK HONDA ANALISIS PENGARUH STRATEGI POSITIONING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN SEPEDA MOTOR MEREK HONDA ( Survei Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo ) Annisa Izzati annisa.izzaty03@gmail.com

Lebih terperinci

Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Nila Wijayanti

Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Nila Wijayanti Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen 1 Nila Wijayanti 1 Dosen Agribisnis Fakultas Fakultas Pertanian Dan Perikanan, Universitas Samawa ABSTRAK Kualitas dan harga produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di tengah perubahan perekonomian dunia yang semakin berkembang

BAB I PENDAHULUAN. Di tengah perubahan perekonomian dunia yang semakin berkembang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di tengah perubahan perekonomian dunia yang semakin berkembang dengan adanya globalisasi yang begitu cepat, mengakibatkan persaingan dunia bisnis semakin tajam,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Keputusan Pembelian Sebuah tindakan yang dilakukan konsumen untuk membeli suatu produk merupakan keputusan pembelian. Setiap produsen pasti menjalankan berbagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang menawarkan produk-produk yang sejenis baik melalui media

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang menawarkan produk-produk yang sejenis baik melalui media BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadapi perdagangan bebas saat ini yang sedang berkembang menimbulkan persaingan bisnis yang semakin ketat. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang menawarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. volume penjualan (Wahyuni, 2008). Usaha untuk dapat memenangkan. berkembang dan berubah-ubah (Kotler, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. volume penjualan (Wahyuni, 2008). Usaha untuk dapat memenangkan. berkembang dan berubah-ubah (Kotler, 2005). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan perusahaan semakin dituntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia bisnis, konsumen juga lebih rasional dan bersikap hati-hati dalam

BAB I PENDAHULUAN. dalam dunia bisnis, konsumen juga lebih rasional dan bersikap hati-hati dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era perekonomian modern dan era globalisasi, kegiatan pemasaran menjadi sangat penting karena disamping kondisi persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran Pemasaran adalah proses untuk merencanakan dan melaksanakan perancangan, penetapan harga, promosi, dan distribusi dari ide, barang, dan layanan untuk menimbulkan

Lebih terperinci

BAB I. Dilihat dari perkembangan dunia modern dan globalisasi saat ini. kebutuhan akan komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap

BAB I. Dilihat dari perkembangan dunia modern dan globalisasi saat ini. kebutuhan akan komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dilihat dari perkembangan dunia modern dan globalisasi saat ini kebutuhan akan komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap kalangan masyarakat. Kebutuhan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persepsi yang baru dari seseorang. Inovasi adalah produk atau jasa yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persepsi yang baru dari seseorang. Inovasi adalah produk atau jasa yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Inovasi Produk Menurut Kotler dan Keller (2009) inovasi adalah produk, jasa, ide, dan persepsi yang baru dari seseorang. Inovasi adalah produk atau jasa yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kualitasnya dengan melihat pentingnya sebuah brand image. Konsumen dalam

BAB I PENDAHULUAN. kualitasnya dengan melihat pentingnya sebuah brand image. Konsumen dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam dunia global ini dimana persaingan menjadi suatu rutinitas menuntut perusahaan sebagai produsen produk dituntut untuk meningkatkan kualitasnya dengan melihat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Industri sepeda motor merupakan industry yang sedang tumbuh pesat di

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Industri sepeda motor merupakan industry yang sedang tumbuh pesat di PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri sepeda motor merupakan industry yang sedang tumbuh pesat di Indonesia belakangan ini. biasanya minat masyarakat Indonesia untuk memiliki kendaraan roda dua dipengaruhi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Citra Merek 2.1.1 Pengertian Citra Merek Citra merek dapat didefinisikan sebagai suatu persepsi yang muncul di benak konsumen ketika mengingat suatu merek dari produk tertentu.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan pada industri otomotif mengalami peningkatan yang cukup

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan pada industri otomotif mengalami peningkatan yang cukup BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan pada industri otomotif mengalami peningkatan yang cukup besar, hal tersebut ditunjukan dengan terus bertambahnya volume masyarakat yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. 1.1 Pengertian Keputusan Pembelian

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. 1.1 Pengertian Keputusan Pembelian BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Keputusan Pembelian 1.1 Pengertian Keputusan Pembelian Menurut Kotler dan Armstrong (2012), perilaku pembelian konsumen mengacu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Industri otomotif nasional di era modern sekarang ini mengalami

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Industri otomotif nasional di era modern sekarang ini mengalami BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri otomotif nasional di era modern sekarang ini mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan karena setiap tahun jumlahnya bertambah dan berdampak semakin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia perdagangan saat ini yang semakin ketat. Apalagi di era

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia perdagangan saat ini yang semakin ketat. Apalagi di era BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia perdagangan saat ini yang semakin ketat. Apalagi di era globalisasi saat ini dapat memicu timbulnya perdagangan bebas yang membuat dunia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pada zaman sekarang ini perkembangan industri sepeda motor di Indonesia sangat pesat. Merek yang digunakan oleh perusahaan dapat menjadi sarana bagi perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perbaikan pada beberapa komponen pada sebuah kendaraan. perawatan dan perbaikan salah satu elemen kendaraan misal bengkel Dinamo.

BAB 1 PENDAHULUAN. perbaikan pada beberapa komponen pada sebuah kendaraan. perawatan dan perbaikan salah satu elemen kendaraan misal bengkel Dinamo. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini produk yang berupa jasa telah menjadi bagian yang cukup dominan pengaruhnya didalam perekonomian disamping produk dalam artian fisik. Dimana persaingan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam memproduksi barang yang dibutuhkan, karena selain memasarkan

BAB I PENDAHULUAN. dalam memproduksi barang yang dibutuhkan, karena selain memasarkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peran pemasaran dalam dunia usaha dewasa ini semakin penting karena persaingan antar perusahaan yang kini semakin ketat. Banyaknya pesaing yang muncul menuntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menerapkan strategi, agar produk mereka diterima di pasar. Perkembangan dan

BAB I PENDAHULUAN. menerapkan strategi, agar produk mereka diterima di pasar. Perkembangan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2015 tentang industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS A. KAJIAN PUSTAKA 1. Manajemen Pemasaran Definisi manajemen pemasaran menurut Kotler dan Amastrong (2005:18) adalah Manajemen Pemasaran adalah analisis,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan industri otomotif khususnya sepeda motor di Indonesia saat ini begitu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan industri otomotif khususnya sepeda motor di Indonesia saat ini begitu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan industri otomotif khususnya sepeda motor di Indonesia saat ini begitu tinggi seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan sepeda motor yang

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA CV. SURYA SAKTI MOTOR BOJONEGORO SKRIPSI

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA CV. SURYA SAKTI MOTOR BOJONEGORO SKRIPSI PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN SEPEDA MOTOR YAMAHA PADA CV. SURYA SAKTI MOTOR BOJONEGORO SKRIPSI Diajukan Oleh : DELINDA RAHMAWATI 0912010013/FE/EM FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. disegala bidang kehidupan termasuk ekonomi, teknologi, komunikasi, dan

BAB I PENDAHULUAN. disegala bidang kehidupan termasuk ekonomi, teknologi, komunikasi, dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis yang ditandai dengan era globalisasi menyebabkan situasi persaingan sulit diprediksi. Situasi ini membuat perusahaan harus tanggap dalam menghadapi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan pelaku bisnis untuk menciptakan atau menarik konsumen pada suatu

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan pelaku bisnis untuk menciptakan atau menarik konsumen pada suatu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam era industri bisnis yang sangat berkembang ini, banyak pelaku bisnis yang semakin gencar melakukan penawaran akan produk yang menjadi keunggulannya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. otomotif atau kendaraan bermotor. Industri otomotif sangat berkembang pesat,

BAB I PENDAHULUAN. otomotif atau kendaraan bermotor. Industri otomotif sangat berkembang pesat, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era modern saat sekarang ini, perkembangan dunia usaha diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang, khususnya pada industri otomotif atau

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Tinjauan Pustaka 2.1 Pemasaran Menurut Philip Kotler (2000), pemasaran adalah proses perencanaan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk diperhatikan lebih customized (Cespedes, 1995). Terlebih lagi dalam hal

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk diperhatikan lebih customized (Cespedes, 1995). Terlebih lagi dalam hal BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dewasa ini menyebabkan perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat. Dalam era perkembangan zaman yang semakin

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. LANDASAN TEORI 2.1.1. CITRA MEREK 2.1.1.1. Pengertian Menurut Norman A. Hart dan John Staplenton dalam kamus Marketing (1995 : 23,24,104), definisi dari Citra (Image) adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kosumen. Mulai dari produk makanan, minuman, barang elektronik, barang

BAB I PENDAHULUAN. kosumen. Mulai dari produk makanan, minuman, barang elektronik, barang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan jaman, semakin banyak produsen yang menawarkan berbagai jenis barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan kosumen. Mulai dari produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian serta industri di Indonesia, semakin mengarah pada

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perekonomian serta industri di Indonesia, semakin mengarah pada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian serta industri di Indonesia, semakin mengarah pada persaingan, hal tersebut juga terjadi pada industri otomotif sepeda motor, (Tempo.co, 6

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan dari tahun. tahun lalu pertumbuhan sepeda motor bahkan semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN. banyak perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan dari tahun. tahun lalu pertumbuhan sepeda motor bahkan semakin meningkat. 10 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan jaman yang makin maju seperti sekarang ini membuat banyak perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan dari tahun sebelumnya, dan apa yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar

BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas pasar produk dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bisa menarik konsumen, menawarkan produk yang berkualitas dan. memperhatikan merek sertai juga harga yang ekonomis.

BAB I PENDAHULUAN. bisa menarik konsumen, menawarkan produk yang berkualitas dan. memperhatikan merek sertai juga harga yang ekonomis. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi saat ini sepeda motor sangat penting sebagai alat transportasi darat, diciptakan untuk mendukung kegiatan manusia agar dapat berlangsung secara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang penting bagi negara,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang penting bagi negara, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang penting bagi negara, karena pertumbuhan ekonomi merupakan indikator perkembangan aktivitas perekonomian suatu negara.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia industri yang semakin pesat dan bersifat global

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dunia industri yang semakin pesat dan bersifat global BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan dunia industri yang semakin pesat dan bersifat global menyebabkan terjadinya persaingan yang semakin kompleks. Oleh karena itu setiap perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan dan selera konsumen mutlak diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. Inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan dan selera konsumen mutlak diperlukan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era persaingan yang sangat ketat pada saat ini, setiap manusia dituntut untuk dapat menerapkan efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan setiap aktifitasnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sejenis dan merupakan suatu proses psikologis.

BAB I PENDAHULUAN. yang sejenis dan merupakan suatu proses psikologis. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin maju dan dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat pada masa ini juga berdampak pada perkembangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis. Pasar menjadi semakin luas dan peluang yang ada semakin besar, namun

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis. Pasar menjadi semakin luas dan peluang yang ada semakin besar, namun BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi membawa dampak yang besar bagi perkembangan dunia bisnis. Pasar menjadi semakin luas dan peluang yang ada semakin besar, namun sebaliknya persaingan menjadi

Lebih terperinci

A. Penelitian Terdahulu

A. Penelitian Terdahulu BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Siregar (2008) judul skripsi Analisis Persepsi Kualitas Produk Simpati Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi. Tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kondisi persaingan yang semakin ketat saat ini membuat perusahaan harus dapat memaksimalkan penggunaan sumber daya mereka dengan efektif dan efisien, salah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kemajuan dan perkembangan antar daerah secara merata. merupakan alat transportasi yang praktis dan lincah apabila digunakan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. kemajuan dan perkembangan antar daerah secara merata. merupakan alat transportasi yang praktis dan lincah apabila digunakan untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin maju seperti sekarang ini membuat banyak sekali perubahan yang terjadi secara signifikan dari tahun ke tahun berikutnya sebagai akibat

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengertian Pemasaran Kata pasar berasal dari kata pasar yang artinya adalah sebagai tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan tukar menukar

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam rangka memperoleh suatu pedoman guna lebih memperdalam

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam rangka memperoleh suatu pedoman guna lebih memperdalam BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Yang Melandasi Permasalahan Dalam rangka memperoleh suatu pedoman guna lebih memperdalam masalah, maka perlu dikemukakan suatu landasan teori yang bersifat ilmiah. Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kecil maupaun yang sudah mapan. Bahkan bagi sebagian pebisnis, pemasaran

BAB I PENDAHULUAN. kecil maupaun yang sudah mapan. Bahkan bagi sebagian pebisnis, pemasaran BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan kunci penting dalam kesuksesan bisnis baik bisnis kecil maupaun yang sudah mapan. Bahkan bagi sebagian pebisnis, pemasaran produk atau jasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan pembangunan. Sedangkan manfaatnya, diklasifikasikan menjadi empat bagian,

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan pembangunan. Sedangkan manfaatnya, diklasifikasikan menjadi empat bagian, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini, transportasi sudah menjadi kebutuhan umum bagi masyarakat, menurut Utomo (2002), transportasi adalah perpindahan barang dan manusia dari tempat asal

Lebih terperinci