PERKAWINAN BEDA AGAMA BIMBINGAN BAGI ORANGTUA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERKAWINAN BEDA AGAMA BIMBINGAN BAGI ORANGTUA"

Transkripsi

1 PERKAWINAN BEDA AGAMA BIMBINGAN BAGI ORANGTUA Oleh Erna Sandy Komisi Keluarga, Keuskupan Denpasar PENGANTAR Orangtua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anak. Sebagai pelengkap, Sekolah mendidik dengan ilmu pengetahuan, Gereja mendidik ajaran iman dan moral, serta masyarakat mendidik dengan pengalaman hidup sosial. Tanggung-jawab orangtua baru dapat dikatakan selesai, atau setidaknya akan berkurang, ketika anak-anak sudah tumbuh menjadi dewasa dan sudah membentuk keluarga sendiri. Peran pendampingan orangtua dalam mengantar anak menuju perkawinannya merupakan hal penting dan bukan merupakan hal yang mudah. Kesalahan pendampingan bisa menyebabkan perkawinan menjadi neraka bagi anak, terutama jika terlalu banyak campurtangan orangtua dalam menentukan perkawinan itu sendiri. Salah satu faktor penting dalam pendampingan adalah pencegahan anak terjebak dalam perkawinan beda agama. Bagi orangtua yang memiliki toleransi tinggi, didasari oleh iman Katolik yang memberikan penghargaan terhadap iman orang lain, bukan hal yang sulit bagi mereka untuk mengatakan bahwa semua agama pada hakekatnya sama karena memang fakta mengatakan Bhineka Tunggal Ika adalah falsafah bangsa dan populasi Katolik memang rendah. Tetapi apakah itu berarti perkawinan beda agama bukan merupakan masalah yang krusial, yang tidak perlu dihindari? Marilah kita luangkan waktu untuk mengkaji lebih dalam mengenai perkawinan beda agama ini, dengan tujuan agar diperoleh pemahaman tentang berbagai konsekuensi sebagai dampak dari perkawinan beda agama itu sendiri, pemahaman tentang bagaimana pendampingan itu sebaiknya dilakukan, serta pemahaman tentang bagaimana menangani permasalahan jika perkawinan beda agama itu sudah tidak bisa lagi dihindari. Semoga pembahasan kita ini dapat menghasilkan banyak manfaat bagi kita selaku orangtua, sehingga kita dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Amin.

2 Pasangan itu memang berbeda Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan gambaran dan kehendak-nya, yaitu manusia yang diselimuti dengan pelbagai perbedaan satu sama lainnya, untuk kemudian saling berpasangan agar yang satu dengan lainnya bisa saling melengkapi dan saling menutupi kekurangan akibat dari perbedaan-perbedaan tersebut. Tidak ada satupun perkawinan yang tidak disertai perbedaan, karena dengan perkawinan itulah dua insan yang berbeda dipertemukan sebagai pasangan suami istri (pasutri). Dipersatukan oleh Allah tidak serta-merta berarti disamakan atau dijadikan sama/serupa, melainkan dipasangkan menjadi satu pasang. Untuk bisa menjadi sepasang, keduanya mesti berbeda, se umpama se pasang sepatu, ada yang kiri dan ada yang kanan, tidaklah bisa kedua-duanya kiri atau kedua-duanya kanan. Untuk bisa dikatakan sepatu, keduanya mesti ada secara berpasangan. Mari kita lihat perbedaan-perbedaan yang seringkali kita jumpai hampir di setiap pasutri: 1. Perbedaan Pribadi a. Sifat Perkawinan adalah heteroseksual, yakni antara laki-laki dan perempuan, bukan laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. b. Perbedaan karakter, watak, dan sifat-sifat seringkali menjadi pemicu perselisihan di dalam keluarga. Ini terjadi karena kurangnya pemahaman bahwa perbedaan tersebut justru memperkaya relasi dengan pasangan. Coba kita bayangkan apa yang terjadi jika keduanya sama-sama berwatak keras/ngotot atau keduanya sama-sama suka mengalah/lembek? c. Perbedaan Hobby dan selera seringkali juga tidak dilandasi pemahaman yang baik. Pertengkaran terjadi karena yang satu suka menonton film action sementara yang lainnya suka drama percintaan. Yang satu suka makanan pedas sementara pasangannya tidak berani pedas, dan seterusnya. 2. Perbedaan Latar Belakang a. Pendidikan Banyak orangtua menginginkan anaknya menikah dengan pasangan yang setara dalam pendidikannya, misalnya sama-sama sarjana tanpa disadari bahwa sarjana teknik tentu berbeda dengan sarjana sastra misalnya. Apa yang terjadi jika suami-istri memiliki profesi yang sama, misalnya samasama menjadi dokter? Apakah mereka akan lebih harmonis dibandingkan pasangan yang tidak se-profesi? b. Keluarga Lain lubuk lain ikannya. Adanya perbedaan latar belakang keluarga, jika memperoleh pemahaman yang memadai, justru bisa menjadi pemicu terwujudnya toleransi di antara relasi-relasi yang ada. Apakah yang terjadi jika orangtua dan mertua kita memiliki profesi yang sama, katakanlah sama-sama penjual bakso? c. Lingkungan Perbedaan juga terjadi akibat pengaruh lingkungan dimana ia dibesarkan. Apa yang terjadi jika ia dibesarkan di pedesaan sementara pasangannya dibesarkan di kota besar? Hal. 2/9

3 3. Perbedaan Suku, Bangsa, dan Budaya Ini merupakan perbedaan yang melibatkan orang lain dalam lingkup yang lebih luas lagi. Sebagai anggota dari suatu suku atau bangsa, banyak tradisi dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun 4. Perbedaan Agama Berbeda agama dengan pasangan hidup menimbulkan pel-bagai konsekuensi yang harus dipikul oleh kedua pasangan suami istri. Pada makalah ini, kita hanya akan membahas perbedaan agama ini saja, dengan asumsi bahwa perbedaan pribadi, latar belakang, dan suku/bangsa/budaya dapat ditelaah sendiri atau dibahas pada kesempatan lain. Konsekuensi Perkawinan Beda Agama Marilah kita lihat kembali konsekuensi-konsekuensi apa saja yang merupakan resiko bagi anak-anak kita jika mereka memutuskan untuk melangsungkan perkawinan beda agama, yaitu anak kita yang Katolik memilih pasangan hidupnya yang beragama non-katolik. Kawin Campur dibedakan atas dua pengertian, yaitu: Perkawinan Beda Agama dan Perkawinan Beda Gereja. Perkawinan Beda Agama (Disparitas Cultus) adalah perkawinan pasangan Katolik dengan pasangan yang beragama Non-Baptis (Islam, Hindu, Budha), sedangkan yang dimaksud dengan Perkawinan Beda Gereja (Mixta Religiosa) adalah perkawinan pasangan Katolik dengan Kristen yang Baptisnya diakui oleh Gereja. Dalam konteks bahasan pada makalah ini, keduanya tidak dibedakan dan disebut sebagai Perkawinan Beda Agama saja. Jika keadaannya sudah tidak memungkinkan lagi untuk dicegah, dimana kedua calon mempelai (dan pihak keluarga) bersikukuh mempertahankan agamanya masing-masing, maka perkawinan tetap dapat dilangsungkan dengan berbagai macam konsekuensi yang mesti dipikul oleh kedua mempelai dan pihak keluarganya masing-masing, yaitu konsekuensi yang berpeluang besar terjadinya kegagalan pencapaian keluarga yang bahagia. Apa saja resiko-resiko yang mesti dihadapi oleh pasangan perkawinan Beda Agama? 1. Perkawinan Sebagai Sakramen Melalui Sakramen Perkawinan, Allah mempersatukan dua manusia menjadi pasangan suami-istri, yaitu dengan menghadirkan Rahmat Allah bagi suami-istri dan anak-anaknya, sebagai wujud Kasih Allah kepada manusia, agar mereka saling menguduskan satu sama lain, saling membimbing, dan saling mewartakan keselamatan dengan kesaksian hidup yang penuh kasih 1. Meskipun dapat dilangsungkan dengan dispensasi dan dilaksanakan dengan tata cara pernikahan secara Katolik, perkawinan Beda Agama bukan sakramen, karena mempelai yang non-baptis belum menerima Sakramen Baptis sehingga ia belum bisa menerima sakramen manapun termasuk Sakramen Perkawinan 2. Perkawinan Beda Agama telah menghilangkan kesempatan kita untuk menerima Sakramen Perkawinan. 1 Religiositas Agama & Gereja Katolik, Jacobus Tarigan, Pr. Penerbit PT Grasindo, Tahun Surat untuk Suami Istri Katolik, AL. Purwa Hadiwardoyo, MSF. Penerbit Kanisius, Tahun Hal. 3/9

4 2. Perkawinan Monogamy yang Tak Terceraikan Perkawinan secara Katolik adalah perkawinan yang monogamy, artinya satu suami satu istri. Tak terceraikan karena suami-istri dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia 3. Betapa indahnya perkawinan secara Katolik ini: Tidak boleh punya istri lebih dari satu dan tidak boleh cerai. Perkawinan Beda Agama belum tentu menjamin kedua hal dasar ini. Wanita Katolik berpeluang untuk berbagi suami dengan wanita lain alias dimadu oleh suaminya yang non-katolik. Wanita Katolik juga berpeluang menjadi janda karena diceraikan oleh suaminya dan tidak punya kesempatan untuk kawin lagi sampai suaminya itu meninggal, sementara sang suami (bisa jadi) menikah lagi dengan wanita lain. Begitu pula Suami Katolik (bisa saja) mesti menghadapi gugatan cerai dari istrinya yang bukan Katolik. Jadi, perkawinan secara Katolik (dengan sakramen) adalah perkawinan yang ideal karena dapat menangkal monogamy dan perceraian. 3. Resiko dikucilkan dari Keluarga dan sangsi Adat Sebagian besar orangtua tidak menghendaki memiliki menantu yang berbeda agama. Reaksi yang berlebihan bisa terjadi, seperti: tidak lagi mau mengakui anaknya. Resiko minimal yang terjadi adalah anak menjadi orang asing di lingkungan mertuanya maupun di lingkungan keluarganya sendiri. Di beberapa kasus adat, Perkawinan Beda Agama berpengaruh terhadap hak dan sangsi adat, seperti hak waris, penghapusan garis keturunan, dsb. 4. Tak pernah bersatu dalam Iman Karena berbeda agama, suami dan istri menjalankan sendiri-sendiri kegiatan keagamaannya. Sebagai bentuk toleransi, ia bisa saja mendampingi pasangannya ketika melaksanakan kegiatan keagamaannya, dan itu artinya masing-masing mesti menyediakan waktu lebih untuk mengikuti kegiatan di 2 agama yang berbeda. Bagaimana jika kegiatan keagamaan keduanya berlangsung pada waktu yang bersamaan, siapa yang mengalah, ataukah jalan sendiri-sendiri? Perbedaan ajaran kedua agama tersebut juga akan menjadi perbedaan kedua pasangan suami-istri itu sendiri. Apakah keadaan seperti ini masih memungkinkan terwujudnya keluarga bahagia dalam pengertian yang sesungguhnya? 5. Masalah Pendidikan Iman bagi anak-anak Umumnya Si Ayah ingin agar anak-anaknya dididik berdasarkan agama yang dianutnya, tetapi Ibu yang memiliki relasi paling dekat dengan anak-anak akan menularkan sifat-sifat spiritualnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai akibatnya, Si Ibu akan dituduh telah mengajarkan agamanya secara diam-diam, tidak sesuai kesepakatan. Lebih celaka lagi kalau kedua orangtuanya sepakat untuk tidak mengajarkan agamanya masing-masing dan membiarkan anak-anak tumbuh sampai pada saatnya nanti keputusan diserahkan kepada anaknya masing-masing. Ini berarti anak-anak tidak mendapatkan pendidikan iman sama sekali 4. 3 Lihat lebih jauh Injil Markus 10: Disarikan dari kata pengantar Pendidikan Iman Anak dalam Keluarga Kawin Campur Beda Agama, BR. Agung Prihartana, MSF, Penerbit Kanisius, Hal. 4/9

5 Begitu juga halnya jika terjadi kedua orangtuanya saling berlomba-lomba mengajarkan agamanya masing-masing kepada anak-anak mereka, yang pada akhirnya membuat anak menjadi kebingungan, mana yang mesti ia dengarkan: Ayah atau Ibunya? Di beberapa kasus, anak juga bisa memanfaatkan situasi ini, dengan bermain condong kiri condong kanan. Selagi ingin ngerjain Ayahnya, ia berpura-pura lebih sreg kalau mengikuti agama Ibunya, dan tentunya ini akan membuat Ayahnya menjadi uring-uringan. Setidaknya, anak-anak akan dihadapkan pada pertanyaan: mengapa mesti mereka yang menanggung akibatnya padahal yang berbeda agama itu orangtuanya? 6. Ketika kematian memisahkan Pada saatnya nanti kedua pasangan meninggal dunia, bisa jadi mereka akan dikuburkan di tempat yang terpisah dan dengan tata cara pemakaman yang berbeda pula. Seringkali terjadi ketika salah satu pasangan suami-istri meninggal dunia, keluarga orangtua dan keluarga mertua saling ngotot dalam menentukan tata cara pemakaman yang digunakan, atau bahkan hal yang sebaliknya bisa terjadi, kedua keluarga sama-sama menolak untuk mengurusi pemakaman anaknya itu. 7. Dispensasi Perkawinan Beda Agama Menurut Kitab Hukum Kanonik (1983) Kan. 1086, Perkawinan Beda Agama adalah tidak sah, dan perlu mendapatkan dispensasi sebagaimana diatur pada Kan , dengan alasan yang wajar dan masuk akal. Pihak Katolik mesti menyatakan janjinya (Kan No. 1): Pihak Katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberikan janji yang jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga, agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja Katolik. Janji tersebut harus diberitahukan pada waktunya kepada pihak non-katolik mengenai janji-janji yang dilakukan pihak Katolik, sedemikian rupa sehingga pihak non-katolik menyadari benar-benar janji serta kewajiban pihak Katolik 6. Meskipun dispensasi perkawinan beda agama bisa diperoleh, namun untuk mendapatkannya tidaklah mudah terutama dikarenakan syarat pemberitahuan kepada pihak non-katolik yang seringkali sulit diterima oleh pihak non-katolik tersebut. 8. Pernikahan Ganda Sebagian pernikahan beda agama dilangsungkan dengan pernikahan ganda atau menikah dua kali, yang satu mengikuti tata cara Katolik, lalu dilangsungkan juga menggunakan tata cara sesuai agama dari pasangannya. Tujuannya agar mendapatkan pengesahan dari kedua agama. Sebagai konsekuensinya, timbul kerepotan dan biaya tambahan. Tetapi yang terpenting untuk diketahui bahwa cara seperti ini dilarang Berbenturan sebagai keseharian Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai perbedaan dilematis muncul ke permukaan, misalkan soal penempatan simbul-simbul keagamaan, bisa jadi pemasangan Salib Yesus akan dipandang sebagai penyembah berhala oleh pasangannya. Contoh lain misalnya, Suami terpaksa berpisah dengan anjing peliharaannya karena istri dan keluarganya menganggap dijilat anjing sebagai hal yang najis. Belum lagi kita berbicara soal pantangan dan berpuasa. 5 Silahkan lihat lebih lanjut pada Kitab Hukum Kanonik (1983), Konferensi Waligereja Indonesia, Juni Kawin Campur, Beda Agama dan Beda Gereja, Dr. Piet Go, O.Carm & Suharto SH, Penerbit Dioma, Lihat Kitab Hukum Kanonik Kan No. 3 tentang larangan perayaan keagamaan lain. Hal. 5/9

6 Mengingat begitu banyaknya konsekuensi yang ditimbulkan dari perkawinan beda agama ini, maka perkawinan seperti ini sebisanya dihindari. Salah satu jalan keluar yang favorit adalah dengan Pindah Agama, salah satu pasangan mengalah dan mengikuti agama yang dianut oleh pasangannya. Tidak jarang juga terjadi, pindah agama ini hanyalah formalitas saja karena yang bersangkutan tidak benar-benar mengganti imannya dengan iman yang baru, seperti yang dialami oleh Shelly, sejak menikah belasan tahun yang lalu ia meninggalkan Katolik untuk mengikuti agama yang dianut suaminya. Selama belasan tahun, dan masih harus mengalami puluhan tahun lagi, Shelly terus menerus dibayang-bayangi panggilan iman Katolik-nya. Bisa dibayangkan betapa rindunya ia mendambakan menyambut Komuni saat Misa. Ini terjadi karena Iman Katolik yang begitu melekat dihatinya, yang telah dibangun sejak kecil dan tidak begitu saja bisa hilang ketika pindah agama ia putuskan. Pendampingan Preventif sebagai upaya untuk mencegah Perkawinan Beda Agama Sebagai orangtua, marilah kita awali pemahaman pendampingan ini dengan menela ah lebih jauh tentang karakteristik orangtua pada umumnya, yang bisa kita pisahkan atas 2 karakter utama, yaitu: 1. Orangtua Otoriter Orangtua tipe ini tidak mampu melihat anak-anaknya tumbuh menjadi dewasa. Mereka selalu menganggap bahwa anaknya masih kecil, belum mengerti apa-apa, dan belum berpengalaman. Mereka khawatir, atau bahkan secara berlebihan, anak-anaknya tidak akan bisa mencapai kebahagiaan tanpa campur tangan dari orangtuanya sehingga seringkali mereka lupa bahwa orangtua hanya pendamping, bukan pelaku. Mereka meminta anaknya untuk duduk manis di bangku penumpang, Ayahnya berperan sebagai supir dan Ibunya sebagai kondektur, lalu Sang Ayah berkata: Mana ada sih orangtua yang membawa anaknya nyemplung ke dalam jurang? Percaya sajalah kepada Ayah. Umumnya orangtua akan menetapkan berbagai disiplin yang mesti dipatuhi oleh anakanaknya, dibarengi dengan berbagai sangsi jika anaknya melanggar atau menentang. Namun seringkali terjadi, orangtua sendiri tidak konsisten atau bahkan tidak bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya. Dampak negatif yang terjadi pada anak terhadap perlakuan seperti ini, antara lain: a. Terganggunya, atau bahkan terputusnya, komunikasi di antara anak dan orangtuanya. Anak cenderung akan mencari second-parent di luar rumah. b. Anak mengalami luka batin yang mendalam, merasa tidak berguna, menjadi pasif, hopeless, terserah apa maunya orangtua-lah. Tidak sedikit di antaranya menyimpan dendam yang mendalam kepada orangtuanya. c. Anak memiliki kepribadian ganda. Di rumah ia nampak sebagai anak yang taat dan penurut (biasanya orangtua senang dengan sikap anak seperti ini), tetapi di luar rumah, anak bagaikan srigala yang lepas dari kandangnya. 2. Orangtua acuh-tak-acuh Ini bisa terjadi karena kesibukan orangtua, kurangnya tanggung-jawab moral dan iman sebagai orangtua, atau karena ketidak-tahuan tentang pendampingan anak. Hal. 6/9

7 Perhatian orangtua biasanya terbatas terhadap hal-hal sepele, seperti: apakah anakku sudah makan, sudah mandi, atau apakah anakku sehat, dan sebagainya. Terhadap pendidikan dan pengetahuan anak, orangtua tipe ini akan mengatakan: Lho, itu kan tanggung-jawab sekolah! Saya sudah bayar mahal kepada sekolah lho. Terhadap pergaulan anak, mereka bahkan tidak tahu banyak siapa-siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Urusan pasangan hidup untuk Anak? Wah, Tuhan telah menyiapkan jodoh bagi anakku yang pada saatnya nanti akan dibawa kepadaku., katanya enteng-enteng saja. Umumnya anak yang dididik dengan cara seperti ini cukup memiliki kemandirian, namun dari sisi negatifnya, ia akan mewarisi karakter orangtuanya, yaitu cuek-bebek atau acuhtak-acuh, cenderung apatis, atau bisa jadi ia tidak mampu menjadi suami atau istri yang ideal bagi pasangan hidupnya. Dalam kaitannya dengan pendampingan anak guna menghindari perkawinan beda agama, kedua karakter orangtua di atas jangan sekali-sekali kita terapkan. Berikut ini akan dibahas kiat-kiat untuk memperlebar peluang mendapatkan pasangan hidup yang se-iman bagi anak-anak kita: 1. Pendidikan Iman Katolik Ini adalah kewajiban yang mutlak dilaksanakan se dini mungkin. Iman yang kuat adalah benteng yang kokoh dalam menghadapi dilema perkawinan beda agama. Sebagai orangtua tentunya kita telah memahami bagaimana mengajarkan iman Katolik kepada anak-anak kita. Daftar berikut ini bisa digunakan untuk memberi penyegaran tentang hal ini: Pembaptisan Katolik adalah mutlak bagi anak-anak kita, tetapi prosesi pembaptisan saja tidaklah cukup. Pembantisan bukan sekedar untuk mendapatkan surat baptis semata. Makna baptis seyogyanya senantiasa dijadikan bahan diskusi dan pembicaraan dari waktu ke waktu. Komuni Pertama adalah peristiwa besar bagi anak, karena pada waktu itu, untuk pertama kalinya anak menerima Kristus sebagai sahabatnya dan untuk seterusnya akan bersahabat dengan-nya. Pernahkah Anda memaksa anak Anda ke Gereja untuk Misa hari Minggu, atau memaksa anak Anda untuk pengakuan dosa menjelang Paskah dan Natal, atau memaksanya untuk menjadi mesdinar, paduan suara, atau aktif di kegiatan mudika? Jika anak-anak kita melakukan hal-hal di atas semata-mata untuk menyenangkan orangtua atau karena takut kepada orangtuanya, maka hampir dipastikan anak itu akan mengalami masalah dengan iman Katoliknya. Apakah Anda menanamkan fanatisme kepada anak-anak Anda, bahwa seolah-olah Katolik adalah yang paling benar, dan adalah hal yang tabu untuk mempelajari atau mengetahui agama atau kepercayaan lain? Pernahkah Anda sadari bahwa ada kalanya, di saat-saat tertentu, anak kita sedang menolak Yesus atau bahkan tidak mempercayai-nya, seperti yang dilakukan Petrus kepada Yesus? Bagaimana menyikapi hal ini? Pernahkah Anda sadari ketika anak kita merasa sebagai mahluk asing di antara teman-teman pergaulannya karena ia berbeda agama dengan mereka? 2. Komunikasi Orangtua-Anak Hal ini juga mutlak dibangun oleh para orangtua. Ada saatnya orangtua memang berperan sebagai orangtua, tetapi seringkali juga orangtua mesti berperan sebagai teman atau sahabat bagi anak-anaknya. Hal. 7/9

8 Kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh para orangtua adalah: berusaha sekuatnya agar kuantitas komunikasi dapat ditingkatkan setinggi-tingginya. Lalu apa hasilnya? Anakanak kita akan berkata kepada paman/bibi atau gurunya: Orangtuaku itu cerewet banget!. Yang terpenting adalah kualitas dari komunikasi itu, bukan kuantitas. Apakah anak Anda menyampaikan kepada Anda tentang perasaan yang dialaminya ketika pertama kali ia jatuh cinta (monyet) kepada lawan jenisnya? Beranikah anak Anda mengatakan tidak kepada Anda? Pernahkah ia melawan Anda? Apakah anak Anda memiliki kebebasan untuk menyampaikan apa saja yang ingin ia sampaikan kepada orangtuanya? Sudah cukupkah Anda memberikan ruang privacy bagi anak-anak Anda, yaitu terhadap hal-hal yang memang tidak diinginkan oleh anak untuk dikomunikasikan kepada orangtuanya? Apakah menurut Anda komunikasi dikatakan baik jika anak menyampaikan kepada orangtuanya segala hal tanpa ada yang tertinggal? Bagaimana seorang Ayah bersikap terhadap kasus dimana anak-anak lebih terbuka kepada Ibunya, atau sebaliknya, bagaimana sikap seorang Ibu ketika menyadari bahwa anak-anaknya lebih senang berkomunikasi dengan Ayahnya? 3. Pergaulan anak Banyak orangtua membatasi pergaulan anaknya di lingkungan Mudika saja, hindari pergaulan di luar itu. Jujur saja kami katakan: Itu salah besar! Bergaul dengan teman-teman non-katolik akan meluaskan wawasan anak tentang bagaimana hukum agama mereka sehingga bisa disimpulkan apakah ada peluang untuk perkawinan beda agama, dan kesimpulan ini dapat digunakan untuk memutuskan apakah relasi dengan teman itu hendak dilanjutkan dengan pacaran atau tidak. Banyak juga perkawinan se-iman terjadi justru karena pasangannya diperkenalkan oleh teman yang tidak se-iman. Orangtua wajib mengetahui siapa-siapa saja teman bergaul dari anak-anaknya, termasuk bagaiman latar belakang orangtuanya masing-masing, tanpa perlu menjadi polisi bagi anak-anaknya, atau tanya kiri tanya kanan bagaikan spionase. Informasi yang paling akurat dan terpercaya justru di dapat dari anak-anak kita sendiri. 4. Ketika anak menginjak remaja Tonggak penting yang menandai perubahan strategi dan tata cara pendampingan anak adalah ketika anak menginjak remaja, mengapa demikian? Pada masa ini, anak mengalami perubahan-perubahan besar baik secara biologis maupun kejiwaan. Dan masa ini sekaligus menjadi kunci keberhasilan menangkal perkawinan beda agama. Tindakan antisipasi orangtua seringkali dilakukan ketika anaknya minta kawin sama pasangan yang beda agama, yaitu ketika anak sudah menginjak dewasa dan sudah siap untuk hidup berkeluarga. Pada masa ini, anak mulai merasakan ketertarikan dengan lawan jenisnya, dibarengi dengan luapan-luapan emosi yang cenderung tidak stabil dan sering membuat pusing orangtuanya. Sikap pribadinya juga berubah, ia memiliki keinginan kuat untuk tampil memikat, berdandan dan berlama-lama berdiri di depan cermin, dan ia menginginkan banyak hal sampai membuat orang lain kerepotan memenuhi keinginannya. Yang terpenting dari semua itu, terkait dengan pokok bahasan kita, adalah perubahan yang menyangkut hubungan dan komunikasi dengan orangtuanya. Ia tidak lagi tertarik Hal. 8/9

9 untuk dekat-dekat dengan orangtuanya. Ia lebih mementingkan teman-temannya. Omongan teman-temannya lebih berpengaruh dibandingkan omongan orangtuanya. Ini adalah fenomena normal yang dialami oleh setiap anak yang menginjak remaja. Jika dalam kondisi seperti ini, kita sebagai orangtua lalu ngoceh kepada anak di setiap kesempatan bertemu anak, percayalah: Enggak bakalan didengerin! Diskusi dan Tanya-jawab Diskusikan apa apa saja yang telah dibahas dalam presentasi. Beri kesempatan kepada peserta rekoleksi untuk sharing dan memberikan tanggapan, atau untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Waktu diskusi: 30 menit. PENUTUP Semoga materi yang kami sajikan ini dapat membantu keluarga-keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan yang terkait dengan perbedaan agama di antara sesama anggota keluarga. Saran, kritik, atau pertanyaan, dapat disampaikan ke: Komisi Keluarga, Keuskupan Denpasar, atau langsung kepada: Romo Johanes Hadriyanto, Phone: Erna Kusuma, Phone: Sandy Kusuma, Phone: Hal. 9/9

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 TAHN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Kej. 15 :1-6; 21:1-3) Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu. Bacaan diambil dari Kitab Kejadian:

Lebih terperinci

Kebaikan Palsu (riya )

Kebaikan Palsu (riya ) Kiat-kiat melawan sifat riya Penderita penyakit parah ini (riya) biasanya tidak sadar bahwa ia tertekan karenanya, sehingga membuat segala perbuatan baiknya tidak bearti. Godaan iblis dan egonya sedemikian

Lebih terperinci

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 )

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar : Pernikahan dalam Islam ( Hukum, hikmah dan ketentuan Nikah) Kelas : XII (duabelas ) Program : IPA IPS I. Pilihlah

Lebih terperinci

Pekerja Dalam Gereja Mula-Mula

Pekerja Dalam Gereja Mula-Mula Pekerja Dalam Gereja Mula-Mula Pada waktu Kim mengetahui apa artinya menjadi anggota keluarga Allah, ia mulai mengerti apa yang termasuk dalam rencana Allah baginya. Sedang ia memikirkan hal-hal ini, keinginannya

Lebih terperinci

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum. USIA IDEAL PACARAN Kadang kita dengar anak seusia SMP aja sudah punya pacar..ya selain hanya ber cinta monyet mereka sering menggunakan fasilitas ortu. Pengendalian emosi usia remaja ini belum stabil juga

Lebih terperinci

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua:

LITURGI SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Tahun B Minggu Biasa XX - 23 Agustus 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Yos. 24 : 1 2a. 15-17. 18b) Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita. Bacaan diambil dari Kitab Yosua: Menjelang wafatnya,

Lebih terperinci

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Tujuan Pembangunan Karakter Anak : Membangun sikap dan watak seseorang sehingga mempunyai sebuah sikap yang dapat dinilai sebagai sikap yang baik menurut

Lebih terperinci

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah PESAN PRESIDENSI UTAMA SEPTEMBER 2011 Oleh Presiden Dieter F. Uchtdorf Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama Konferensi Umum Tidak Ada Berkat Biasa Seorang anggota Gereja yang ramah tengah bercakap-cakap

Lebih terperinci

Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya

Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya Pemahaman Progresif tentang Hak Perempuan atas Waris, Kepemilikan Tanah, dan Kepemilikan Harta Benda lainnya Beberapa Istilah Penting terkait dengan Hak Perempuan atas Waris dan Kepemilikan Tanah: Ahli

Lebih terperinci

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah.

dimengerti oleh penerima, dan secara nyata dapat dilaksanakan, sehingga tercipta interaksi dua arah. Sekalipun Anda memiliki produk unggulan, konsep layanan prima dan gagasan-gagasan kreatif, tetapi tidak Anda komunikasikan kepada orang lain, tidak ada gunanya. Sehebat apa pun ilmu dan jurus-jurus bisnis

Lebih terperinci

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN

BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN Bagian Satu 11 Kompendium Katekismus Gereja Katolik *************************************************************** BAGIAN SATU PENGAKUAN IMAN 12 Kompendium 14 Kompendium Lukisan ini menggambarkan tindakan

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan

BAB I PENDAHULUAN. Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Makna hidup (the meaning of life) adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan

Lebih terperinci

Membangun Rumah Tangga sesuai Tata-tertib Tuhan

Membangun Rumah Tangga sesuai Tata-tertib Tuhan Membangun Rumah Tangga sesuai Tata-tertib Tuhan Cara terbaik apa yang dapat kamu tunjukkan akan kasih Yesus Kristus dalam hidupmu? Tuhan telah memberikan kamu cara khusus menunjukkan kasih tersebut, cara

Lebih terperinci

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi*

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi* Oleh Ahmad Turmudzi* Sebelum masuk ke inti tulisan singkat ini, saya ingin mengulas terlebih dahulu arti remaja. Menurut akar katanya, remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau

Lebih terperinci

Keberanian Moral. Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah

Keberanian Moral. Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah Pesan Presidensi Utama, Maret 2010 Oleh Presiden Henry B. Eyring Penasihat Pertama dalam Presidensi Utama Keberanian Moral Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah untuk membuktikan kepada Allah bahwa

Lebih terperinci

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia Mukadimah Menimbang bahwa pengakuan atas martabat alamiah dan hak-hak yang sama dan mutlak dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan, keadilan

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

isi kita Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

isi kita Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. SUKACITA dari isi kita Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2 Kor. 9:7; Amsal 22:9 dan Sirakh 35:8) Cerialah dan bergembiralah senantiasa, karena Allah menghendaki untuk dilayani dengan

Lebih terperinci

Saran-saran dan Pertanyaan- pertanyaan buat Austra l i a

Saran-saran dan Pertanyaan- pertanyaan buat Austra l i a Saran-saran dan Pertanyaan- pertanyaan buat Austra l i a 1. Dengarkanlah, Para Sahabat terkasih, akan bisikan kasih dan kebenaran dalam hatimu. Percayalah akan suara dan kebenaran dalam hatimu, karena

Lebih terperinci

Memulai Rumah Tangga

Memulai Rumah Tangga Memulai Rumah Tangga Suatu definisi untuk kata "rumah" adalah "tempat tinggal sebuah keluarga". Tetapi pedoman Allah untuk rumah tangga yang ideal melebihi definisi yang sempit itu. Sebuah rumah tangga

Lebih terperinci

PENGANTAR KE DALAM DOKTRIN REFORMED: ANTHROPOLOGY "DOKTRIN TIDAK PENTING?" Pdt. Budi Asali, M.Div.

PENGANTAR KE DALAM DOKTRIN REFORMED: ANTHROPOLOGY DOKTRIN TIDAK PENTING? Pdt. Budi Asali, M.Div. PENGANTAR KE DALAM DOKTRIN REFORMED: ANTHROPOLOGY "DOKTRIN TIDAK PENTING?" Pdt. Budi Asali, M.Div. I. Tentang Doktrin Sebelum masuk di dalam pelajaran doktrin, saya akan memberikan sedikit pendahuluan.

Lebih terperinci

SURAT - EDARAN Nomor : 2 Tahun 1979

SURAT - EDARAN Nomor : 2 Tahun 1979 No : MA/Pemb./0294/1979 Jakarta, 7 April 1979. Lampiran : Hal : Pengangkatan anak. Kepada Yang Terhormat, 1. Saudara-saudara Ketua, Wakil Ketua, Hakim-hakim Pengadilan Tinggi. 2. Saudara-saudara Ketua,

Lebih terperinci

BAB I PENGORGANISASIAN BAGIAN PERTAMA GEREJA. Pasal 1 LOGO, MARS, DAN HYMNE

BAB I PENGORGANISASIAN BAGIAN PERTAMA GEREJA. Pasal 1 LOGO, MARS, DAN HYMNE BAB I PENGORGANISASIAN BAGIAN PERTAMA GEREJA Pasal 1 LOGO, MARS, DAN HYMNE (1) Logo GKJ adalah hasil keputusan Sidang Sinode XIX GKJ tahun 1989 di Manahan, Surakarta. (gambar dan makna Logo terlampir).

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Yun. 3 : 1-5. 10) Orang-orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat. Bacaan diambil dari Nubuat Yunus:

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Yun. 3 : 1-5. 10) Orang-orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat. Bacaan diambil dari Nubuat Yunus: TAHN B - Hari Minggu Biasa 25 Januari 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Yun. 3 : 1-5. 10) Orang-orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat. Bacaan diambil dari Nubuat Yunus: ntuk kedua kalinya

Lebih terperinci

KRISTUS TURUN DALAM KERAJAAN MAUT

KRISTUS TURUN DALAM KERAJAAN MAUT KRISTUS TURUN DALAM KERAJAAN MAUT Oleh: Ev. Wiwi Suwanto (1997) Penulis adalah Alumnus Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia Ungkapan "Kristus turun dalam kerajaan maut" tidak terdapat di dalam

Lebih terperinci

Lesson 1 for April 4, 2015

Lesson 1 for April 4, 2015 Lesson 1 for April 4, 2015 Tiga kitab Injil pertama dikenal sebagai Injil (terkait ) sinoptik. Semuanya banyak berisi cerita yang sama. Setiap Injil itu ditujukan kepada pendengar yang berbeda. Setiap

Lebih terperinci

Dalam-pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam-pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 17 Dalam-pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Berdoa untuk murid-muridnya Semua Orang yang Engkau Berikan Kepadaku Peliharalah.Mereka Supaya Mereka Menjadi Satu Berada Bersama-sama dengan

Lebih terperinci

Sejak tahun 2004, Keuskupan Agung Jakarta mengutus

Sejak tahun 2004, Keuskupan Agung Jakarta mengutus PESAN GEMBALA BAIK MEWARTAKAN KESELAMATAN: Sebuah Sharing Pengalaman Sejak tahun 2004, Keuskupan Agung Jakarta mengutus beberapa imamnya untuk melayani umat di pegunungan Mapiha, kampung Bomomani, wilayah

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

Bab Duapuluh-Tiga (Chapter Twenty-Three) Sakramen (The Sacraments)

Bab Duapuluh-Tiga (Chapter Twenty-Three) Sakramen (The Sacraments) Bab Duapuluh-Tiga (Chapter Twenty-Three) Sakramen (The Sacraments) Yesus memberikan kepada gereja hanya dua sakramen: baptisan air (lihat Matius 28:19) dan Perjamuan Tuhan (lihat 1 Korintus 11:23-26).

Lebih terperinci

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS Pelaporan Perkawinan dan Perceraian: Setiap Perkawinan harus dilaporkan dlm tempo 1 tahun Setiap Perceraian

Lebih terperinci

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Chee Kim adalah seorang anak yatim piatu. Meskipun ia baru berusia enam tahun, ia hidup sebagai gelandangan di kota Hong Kong. Ia tidak mempunyai keluarga. Pada suatu

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (1 Raj. 17 : 10-16) Janda itu membuat roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (1 Raj. 17 : 10-16) Janda itu membuat roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia. TAHN B - Hari Minggu Biasa XXX 8 November 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (1 Raj. 17 : 10-16) Janda itu membuat roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia. Bacaan diambil dari Kitab Pertama Raja-Raja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. a. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. a. Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN a. Latar Belakang Permasalahan Jean Paul Sartre seorang filsuf eksistensialis dari Perancis mengatakan bahwa manusia dilahirkan begitu saja ke dalam dunia ini, dan ia harus segera menanggung

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Mahasiswa yang menjalani kuliah di kampus ada yang merasa kurang

PENDAHULUAN. Mahasiswa yang menjalani kuliah di kampus ada yang merasa kurang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mahasiswa yang menjalani kuliah di kampus ada yang merasa kurang percaya diri (lack of confidence) ketika menghadapi permasalahan dan keadaan itu dapat menghambat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pola Asuh Orang Tua 2.1.1 Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock (1999) orang tua adalah orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas

Lebih terperinci

ALLAH MENGASIHI ANAK-ANAK-NYA

ALLAH MENGASIHI ANAK-ANAK-NYA ALLAH MENGASIHI ANAK-ANAK-NYA Pesan ini ditujukan bagi para Orang Suci Zaman Akhir yang memiliki masalah dengan ketertarikan dengan sesama jenis kelamin dan kadang-kadang merasa putus asa namun dengan

Lebih terperinci

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 Oleh Drs. H. Jojo Suharjo ( Wakil Ketua Pengadilan Agama

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGANGKATAN ANAK. A. Pengertian Anak Angkat dan Pengangkatan Anak

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGANGKATAN ANAK. A. Pengertian Anak Angkat dan Pengangkatan Anak BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PENGANGKATAN ANAK A. Pengertian Anak Angkat dan Pengangkatan Anak Dalam kamus umum bahasa Indonesia mengartikan anak angkat adalah anak orang lain yang diambil (dipelihara)

Lebih terperinci

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III) Mukadimah Menimbang, bahwa pengakuan atas martabat alamiah

Lebih terperinci

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Jika saudara tahu bahwa saudara adalah seorang penting maka ini sangat membesarkan hati. Hal itu menimbulkan perasaan senang dalam hati saudara dan juga menolong

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa III Apakah cara yang tepat itu? II Dengan sikap yang bagaimana? II Di mana? II Dengan sikap badan yang bagaimana? II Dengan pola apa? Pelajaran

Lebih terperinci

Keterampilan Penting bagi Konselor

Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel edisi 370 (10-3-2015) Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen e-konsel -- Keterampilan Penting bagi Konselor Edisi 370/Maret 2015 Salam

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI.

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI. Lesson 8 for May 23, 2015 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) MENCARI MENYELAMATKAN Domba yang hilang Dirham yang hilang Anak yang hilang Kesempatan yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1976 TENTANG CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1976 TENTANG CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 1976 TENTANG CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa ketentuan-ketentuan mengenai cuti Pegawai Negeri Sipil yang

Lebih terperinci

Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim?

Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim? Bagaimana Menjelaskan Konsep Trinitas Kepada Orang Muslim? Oleh: Georges Houssney Banyak orang yang rindu membagikan Injil pada orang Muslim, menghadapi masalah bagaimana menjelaskan konsep Trinitas kepada

Lebih terperinci

Tuhan Alkitab sama dengan Allah Alquran?

Tuhan Alkitab sama dengan Allah Alquran? Q & A Tuhan Alkitab sama dengan Allah Alquran? Banyak orang beranggapan bahwa Tuhan dalam Alkitab dan Tuhan dalam Al-quran adalah sama dan satu, hanya namanya atau sebutannya saja yang berbeda. Karena

Lebih terperinci

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Hari Sabat Hari Perhentian yang Kudus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150,

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar itu Penting

Pelayanan Mengajar itu Penting Pelayanan Mengajar itu Penting Dalam Pelajaran 1 kita belajar tentang pengajaran Kristen sebagai suatu pelayanan. Kita membicarakan perbedaan antara mengajar, berkhotbah, dan memberi kesaksian. Kita juga

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

Dampak yang Ditimbulkan Akibat Perkawinan Usia Dini

Dampak yang Ditimbulkan Akibat Perkawinan Usia Dini Dampak yang Ditimbulkan Akibat Perkawinan Usia Dini Rina Yulianti 1 Bagian Hukum Perdata, Fakultas Hukum, Universitas Trunojoyo - Madura Abstrak Perkawinan sebagai jalan untuk bisa mewujudkan suatu keluarga

Lebih terperinci

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA TAHN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITRGI SABDA Bacaan pertama (Bil. 11 : 25-29) Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi! Bacaan diambil dari

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading

Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading Hal-hal yang Perlu dipahami dalam Trading By admin. Filed in forex online, investasi, marketiva indonesia, trading indeks, trading komoditi, trading valas online Forex atau Foreign Exchange atau biasa

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA I. UMUM Warga negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok suatu negara. Status

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan

Lebih terperinci

Bentuk: UNDANG-UNDANG. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA)

Bentuk: UNDANG-UNDANG. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA) Bentuk: UNDANG-UNDANG Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 4 TAHUN 1961 (4/1961) Tanggal: 25 PEBRUARI 1961 (JAKARTA) Sumber: LN 1961/15; TLN NO. 2154 Tentang: PERUBAHAN ATAU PENAMBAHAN NAMA KELUARGA

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK)

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) MATA KULIAH DASAR-DASAR BK STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) Oleh : Sugiyatno, M.Pd sugiyatno@uny.ac.id PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Standar Kompetensi

Lebih terperinci

01141_299_PlanSalvBroch.qxd 5/2/13 2:03 PM Page 1 RENC R ANA ENC KE K SELAMA E T SELAMA AN T

01141_299_PlanSalvBroch.qxd 5/2/13 2:03 PM Page 1 RENC R ANA ENC KE K SELAMA E T SELAMA AN T RENCANA KESELAMATAN APAKAH RENCANA KESELAMATAN ITU? Rencana keselamatan* adalah rencana Allah bagi kebahagiaan anak-anak-nya. Rencana itu berpusat pada Kurban Tebusan Yesus Kristus. Jika Anda mau mengikuti

Lebih terperinci

INA MANA LALI AI. (Studi Jender Terhadap Ungkapan Makna Ina Mana Lali Ai yang. Menyebabkan Ketidakadilan Terhadap Perempuan Rote di Dengka Kec.

INA MANA LALI AI. (Studi Jender Terhadap Ungkapan Makna Ina Mana Lali Ai yang. Menyebabkan Ketidakadilan Terhadap Perempuan Rote di Dengka Kec. INA MANA LALI AI (Studi Jender Terhadap Ungkapan Makna Ina Mana Lali Ai yang Menyebabkan Ketidakadilan Terhadap Perempuan Rote di Dengka Kec. Rote Barat Laut Kab. Rote Ndao) TESIS Diajukan Kepada Program

Lebih terperinci

Tetangga dekat dari rumah masa kecil. Memberitakan Kebenaran dengan Kasih. pengantar

Tetangga dekat dari rumah masa kecil. Memberitakan Kebenaran dengan Kasih. pengantar pengantar Memberitakan Kebenaran dengan Kasih Tetangga dekat dari rumah masa kecil saya di Kolombo, Sri Lanka, terdiri atas sebuah keluarga penganut Budha, sebuah keluarga Hindu, sebuah keluarga Islam

Lebih terperinci

MENJADI GURU AGAMA KATOLIK YANG EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF DELAPAN HABITUS MENURUT STEPHEN R. COVEY Oleh: Lastiko Runtuwene

MENJADI GURU AGAMA KATOLIK YANG EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF DELAPAN HABITUS MENURUT STEPHEN R. COVEY Oleh: Lastiko Runtuwene MENJADI GURU AGAMA KATOLIK YANG EFEKTIF DALAM PERSPEKTIF DELAPAN HABITUS MENURUT STEPHEN R. COVEY Oleh: Lastiko Runtuwene PENDAHULUAN Dalam kehidupan di dunia ini setiap manusia mengharapkan dan berusaha

Lebih terperinci

SAUDARA TELAH MEMULAI KAN KEHIDUPAN BARU

SAUDARA TELAH MEMULAI KAN KEHIDUPAN BARU SAUDARA TELAH MEMULAI KAN KEHIDUPAN BARU Dalam Pelajaran Ini Saudara Akan Mempelajari Apakah Yang Telah Terjadi? Kehidupan Baru di dalam Kristus Kehidupan Yang Bagaimanakah? Apakah Yang Harus Saudara Perbuat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA

UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR: 10 TAHUN 1992 (10/1992) TENTANG PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA SEJAHTERA Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa

Lebih terperinci

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Oleh : Drs. M. Amin, SH., MH Telah diterbitkan di Waspada tgl 20 Desember 2010 Dengan terpilihnya Trio Penegak Hukum Indonesia, yakni Bustro Muqaddas (58), sebagai Ketua

Lebih terperinci

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR

TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR TEMAN WANITA BARU MASUK ISLAM, APAKAH PERLU DIBERITAHU TENTANG HARAMNYA TETAP HIDUP BERSAMA SUAMINYA YANG KAFIR أسلمت صديقتها حديثا فهل ربها بتحر م بقاي ها مع زوجها لاكفر ] إندوني - Indonesian [ Indonesia

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

106 intisari-online.com

106 intisari-online.com 106 intisari-online.com BISNIS Reinkarnasi BISNIS MAK COMBLANG DI ZAMAN DIGITAL Penulis: M. Habib Asyhad Fotografer: Bhisma Adinaya Selama orang masih membutuhkan cinta, selama itu juga bisnis mak comblang

Lebih terperinci

Kekerasan Seksual. Sebuah Pengenalan. Bentuk

Kekerasan Seksual. Sebuah Pengenalan. Bentuk Kekerasan Seksual Sebuah Pengenalan Bentuk 1 Desain oleh : Thoeng Sabrina Universitas Bina Nusantara untuk Komnas Perempuan 2 Komnas Perempuan mencatat, selama 12 tahun (2001-2012), sedikitnya ada 35 perempuan

Lebih terperinci

Bersukacitalah di dalam Tuhan. (St. Vinsensius a Paulo)

Bersukacitalah di dalam Tuhan. (St. Vinsensius a Paulo) Saya ingin mengatakan satu kata kepada Anda dan kata ini adalah sukacita. Dimanapun orang menjalankan hidup membiara, karena selalu ada sukacita! (Paus Fransiskus) Bersukacitalah di dalam Tuhan. Bersukacitalah

Lebih terperinci

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias

Lebih terperinci

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Kerugian adalah hal yang pasti pernah dialami oleh trader manapun, bahkan sejago apapun pasti pernah merasakan kerugian satu-dua kali. Baik itu trader pemula maupun yang

Lebih terperinci

PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III )

PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III ) PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III ) Tidak ada satu orang pun yang membangun rumah tangga harus hancur ditengah perjalanan, atau rumah

Lebih terperinci

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA

KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA. Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA Modul IV: MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SUAMI/ISTRI Topik 2: TERUS TERANG DAN BATASANNYA Dr. Agus Sofyan A. JUJUR: Jujur atau terusterang merupakan sifat yang sangat dianjurkan

Lebih terperinci

AKU ADALAH ORANG YANG BAIK

AKU ADALAH ORANG YANG BAIK AKU ADALAH ORANG YANG BAIK Aku tak pernah mengganggu orang lain. Aku jujur. Aku sayang dan memperhatikan keluargaku. Aku pasti masuk Surga setelah aku mati nanti. emang benar; ada banyak orang yang baik.

Lebih terperinci

Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord)

Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord) Bab Duapuluh-Lima (Chapter Twenty-Five) Didikan dari Tuhan (The Discipline of the Lord) Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap dirinya dari pihak orang-orang

Lebih terperinci

Batas Penanggalan Internasional Berubah: Hari Sabat Tidak Berubah?

Batas Penanggalan Internasional Berubah: Hari Sabat Tidak Berubah? Batas Penanggalan Internasional Berubah: Hari Sabat Tidak Berubah? Pada hari Kamis, tanggal 29 Desember, 2011, Samoa dan Tokelau berpindah maju ke wilayah Barat melewati Batas Penanggalan Internasional.

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender 1 Tujuan belajar 1. Memahami arti stereotip dan stereotip gender 2. Mengidentifikasi karakter utama stereotip gender 3. Mengakui stereotip gender dalam media

Lebih terperinci

KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA ORANG TUA DAN REMAJA MENGENAI TEMAN BERGAUL REMAJA. Dra. Muniroh A, M. Pd Afra Hafny Noer, S. Psi, M. Sc

KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA ORANG TUA DAN REMAJA MENGENAI TEMAN BERGAUL REMAJA. Dra. Muniroh A, M. Pd Afra Hafny Noer, S. Psi, M. Sc KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA ORANG TUA DAN REMAJA MENGENAI TEMAN BERGAUL REMAJA Dra. Muniroh A, M. Pd Afra Hafny Noer, S. Psi, M. Sc Remaja Remaja adalah masa transisi antara masa anak dan masa dewasa. Permasalahan

Lebih terperinci

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA. A. Kata-kata Bijak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) KATA-KATA BIJAK 2 TOKOH INDONESIA A. Kata-kata Bijak (Gus Dur) 1. "Betapa banyak hal-hal tragis/ menyedihkan terjadi karena kita tidak dapat membedakan antara mengetahui dan mengerti akan perjalanan hidup."

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. alam sekitar, dan pendidikan. Bekerja untuk mendapatkan nafkah hidupnya, menjaminkekalnyadanmenciptakankebahagiaan.

BAB 1 PENDAHULUAN. alam sekitar, dan pendidikan. Bekerja untuk mendapatkan nafkah hidupnya, menjaminkekalnyadanmenciptakankebahagiaan. BAB 1 PENDAHULUAN A. LatarBelakangMasalah Manusia lahir ke dunia dan tumbuh serta berkembang menjadi besar dan dewasa melalui perjalanan waktu, pengalaman pergaulan dengan sesama manusia dan alam sekitar,

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah

Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh: Janie Forest Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN. terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir

BAB III OBJEK PENELITIAN. terjadi keributan serta perselisihan yang menyebabkan pertengkaran dan berakhir BAB III OBJEK PENELITIAN 3.1 Awal Mula Keluarga Broken Home Broken home diartikan dengan kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera karena

Lebih terperinci