Hensi Margaretta, MBA.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hensi Margaretta, MBA."

Transkripsi

1 Hensi Margaretta, MBA. 1

2 Pokok Bahasan Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya 2

3 Tingkatan-tingkatan Manajemen Para karyawan yang bertanggung jawab dalam mengelola karyawan atas sumber daya yang lain akan bertindak selaku manajer, meskipun jabatan resmi mereka berbeda. Fungsi manajer akan berbeda-beda sesuai dengan masing-masing tingkatannya dalam perusahaan. 3

4 Manajemen Manajemen Puncak (Top Management) Melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan tujuan jangka panjang Presiden, direktur utama, direktur keuangan, wakil presiden Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management) Bertanggung jawab atas keputusan-keputusan jangka pendek perusahaan Manajer regional dan manajer pabrik Manajemen Supervisor (Tingkat Pertama/ First Line Management) Tingkatan-tingkatan Terlibat dengan karyawan yang melakukan proses produksi sehari-hari Berhubungan dengan masalah seperti absensi pekerja dan keluhan-keluhan pelanggan. Manajer akun dan manajer kantor 4

5 Tingkatan-tingkatan Manajemen Hubungan antara manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer supervisor: sehubungan dengan rencana baru sebuah peruahaan untuk memperluas produksi dan meningkatkan penjualannya. Manajer tingkat puncak dan menengah mengambil keputusan produksi, pemasaran, dan keuangan yang akan mencapai rencana baru tersebut. Manajer supervisor memberikan instruksi-instruksi yang spesifik kepada para karyawan baru yang direkrut untuk mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi. 5

6 Fungsi-fungsi Manajer 6

7 Perencanaan Persiapan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghadapi berbagai kondisi bisnis di masa mendatang. Langkah pertama dalam proses perencanaan adalah membuat pernyataan misi (mission statement). Penjabaran tujuan utama sebuah perusahaan. 7

8 Perencanaan Rencana Strategis: mengidentifikasikan fokus bisnis utama sebuah perusahaan untuk periode jangka panjang, mungkin selama tiga hingga lima tahun ke depan. Rencana strategis lebih terinci daripada pernyataan misi dan secara umum menguraikan bagaimana cara mencapai misi perusahaan. Meliputi tujuan dan strategi yang dapat digunakan untuk mewujudkan misi perusahaan. 8

9 Perencanaan Perencanaan Taktis: rencana-rencana skala kecil (di atas satu atau dua tahun) yang konsisten dengan rencana strategis (jangka panjang) perusahaan. Perencanaan taktis biasanya berfokus pada periode jangka pendek. 9

10 Perencanaan Perencanaan Operasional: menentukan metode yang akan digunakan dalam waktu dekat (misalnya tahun depan) untuk mencapai rencana-rencana taktis. Untuk meningkatkan penjualan, rencana operasional menyebutkan cara bagaimana perusahaan bisa meningkatkan penjualan. Tujuan perencanaan operasional tergantung pada tujuan jangka panjang perusahaan. Ketika perusahaan melakukan perencanaan operasional, mereka harus mengikuti kebijakan yang telah dibuat. Panduan mengenai bagaimana pekerjaan sebaiknya dilaksanakan. Kebanyakan kebijakan mengandung prosedur Langkah yang perlu dilakukan untuk mengimplementasikan kebijakan 10

11 Perencanaan Perencanaan Kontijensi: rencana-rencana alternatif yang dikembangkan untuk berbagai kemungkinan kondisi bisnis. Implementasi ini tergantung pada kondisi bisnis yang terjadi. 11

12 Pengorganisasian Meliputi organisasi karyawan dan sumber dayasumber daya lain berbagai cara yang konsisten dengan tujuan perusahaan. Fungsi pengorganisasian terjadi secara kontinu pada sepanjanga hidup perusahaan. Fungsi ini memiliki arti penting bagi perusahaan yang sering melakukan restrukturisasi atas operasinya. 12

13 Kepemimpinan Adalah proses memengaruhi kebiasaan-kebiasaan orang lain demi mencapai tujuan bersama. Proses ini meliputi komunikasi mengenai pekerjaan yang diberikan kepada karyawan dan kemungkinan metode-metode yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan penugasan-penugasan tersebut. Fungsi kepemimpinan tidak hanya berhubungan dengan instruksi-instruksi mengenai bagaimana menyelesaikan suatu pekerjaan, namun juga insentif untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut secara benar dan cepat. 13

14 Kepemimpinan Salah satu metode kepemimpinan adalah mendelegasikan wewenang dengan memberikan tanggung jawab dapat mendorong karyawa untuk lebih membanggakan pekerjaan dan meningkatkan harga diri mereka. Agar para manajer dapat menjadi pemimpinpemimpin yang efektif, mereka perlu memiliki inisiatif. Kemauan untuk mengambil tindakan 14

15 Gaya Kepemimpinan Autokrasi Gaya kepemimpinan dimana pemimpin tetap mempertahankan wewenang penuh dalam pengambilan keputusan. Karyawan tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit masukan. Bebas Kendali Gaya kepemimpinan dimana pemimpin mendelegasikan sebagian besar wewenangnya kepada para karyawan. Partisipatif Gaya kepemimpinan dimana para pemimpin menerima beberapa masukan karyawan namun biasanya menggunakan wewenang yang mereka milik untuk mengambil keputusan. 15

16 Pengendalian Fungsi pengendalian melibatkan pengawasan dan evaluasi pekerjaan. Fungsi pengendalian akan menilai apakah rencanarencana yang dibuat dalam fungsi perencanaan telah tercapai. Fungsin pengendalian memungkinkan dilakukannya evaluasi secara kontinu sehingga perusahaan dapat memastikan bahwa ia telah mengikuti arah yang diinginkan untuk mencapai rencana strategisnya. 16

17 Pengendalian Pengendalian oleh investor Tata kelola perusahaan melibatkan pengawasan atau tata kelola oleh manajemen perusahaan. Investor memastikan bahwa para manajer membuat keputusan yang efektif yang akan memaksimalkan kinerja dan nilai perusahaan. Investor memiliki pengaruh atas manajemen karena dapat menyampaikan keluhan kepada dewan direksi atau kepada para eksekutif jika manjer membuat keputusan buruk. 17

18 Pengendalian Pengendalian atas pelaporan Tujuan alin dari proses pengendalian adalah untuk memastikan pelaporan yang akurat dalam perusahaan. Pelaporan yang tidak akurat dapat menyesatkan investor yang mencoba untuk mengawasi manajeemn perusahaan dengan membuat manajemen lebih baik. Konsekuensinya, investor dapat terlalu tinggi menilai perusahaan dan akibatnya membayar terlalu banyak untuk sahamnya. 18

19 Integrasi Fungsi-fungsi Manajemen Dalam suatu bisnis kecil, pemilik sering dapat melakukan seluruh fungsi-fungsi manajemen. Perusahaan besar harus merustrukturisasi operasinya agar fungsi-fungsi manajemen dapat berjalan dengan baik. 19

20 Peranti Lunak untuk Meningkatkan Fungsi Perekrutan karyawan Menyeleksi lamaran Evaluasi karyawan Menilai dan mengevaluasi karyawan Manajemen umum Manajemen Membantu para manajer dalam aktivitas manajemen sehari-hari Peranti lunak kalender dan penjadwalan 20

21 Peranti Lunak untuk Meningkatkan Fungsi Negosiasi Penerapan gaya-gaya negosiassi yang berbeda ketuka berhadapan dengan jenis individu yang berlainan. Pengambilan keputusan Peranti luna dapat memaksa manajer untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan berbagai alternatif dalam pengambilan keputusan. Kreativitas Teknik-teknik brainstorming dan menerapkan sesi tanya jawab yang bisa memberikan inspirasi ide-ide baru. Manajemen 21

22 Keahlian Manajerial Keahlian Konseptual/Keahlian Analitis Kemampuan untuk memahami hubungan yang terapat di antara berbagai pekerjaan dalam perusahaan. Keahlian Interpersonal Keahlian yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan karyawan. Berkomunikasi dengan pelanggan Berkomunikasi dengan karyawan Keahlian Teknis Keahlian yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan harian tertentu 22

23 Keahlian Manajerial Keahlian Mengambil Keputusan Keahlian dalam menggunakan informasi yang ada untuk menentukan bagaimana sumberdayasumberdaya perusahaan sebaiknya dialokasikan. Apakah sebaiknya merekrut karyawan yang lebih banyak? Apakah sebaiknya membeli mesin yang lebih banyak? Apakah sebaiknya membangun sebuah fasilitas baru? Apakah sebaiknya operasi lini perakitan direvisi? Apakah sebaiknya memesan lebih banya persediaan? Apakah sebaiknya gaji disesuaikan? 23

24 Keahlian Manajerial Keahlian Mengambil Keputusan Langkah-langkah pengambilan keputusan Mengidentifikasikan berbagai kemungkinan keputusan Mengumpulkan informasi mengenai seluruh kemungkinan keputusan Memperkirakan biaya dan manfaat dari setiap kemungkinan keputusan Mengambil keputusan dan mengimplementasikannya Secara berkala mengevaluasi keputusan sebelumnya untuk memastikan perlu tidaknya dilakukan perubahan 24

25 Bagaimana Manajer Mengelola Waktu Manajer memiliki jumlah waktu yang terbatas untuk dihabiskan mengelola berbagai sumber daya yang mereka miliki. Mereka menggunakan manajemen waktu yang mengacu pada cara bagaimana manajer mengalokasikan waktu mereka ketika mengelola berbagai pekerjaan. 25

26 Panduan Mengelola Waktu Menyusun prioritas dengan tepat Menjadwalkan interval waktu yang panjang untuk pekerjaan-pekerjaan penting Meminimalisasi gangguan Membuat tujuan-tujuan jangka pendek Mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada karyawan 26

BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri

BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra 2009 KATA PENGANTAR Mata kuliah

Lebih terperinci

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia International Labour Organization Jakarta Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Kerjasama dan Usaha yang Sukses Pedoman pelatihan untuk manajer dan pekerja Modul EMPAT SC RE Kesinambungan Daya Saing dan

Lebih terperinci

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut:

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut: I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA

KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA Nomor : KEP-117/M-MBU/2002 TENTANG PENERAPAN PRAKTEK GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN) MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA, Menimbang

Lebih terperinci

Bidang Teknik BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA DAN ALAT PENGENDALI SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS

Bidang Teknik BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA DAN ALAT PENGENDALI SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS Majalah Ilmiah Unikom, Vol.6, hlm. 51-59 BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA Bidang Teknik BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA DAN ALAT PENGENDALI SISTEM MANAJEMEN STRATEGIS ISNIAR BUDIARTI

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN Yth. Pengurus Dana Pensiun di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN Sehubungan dengan amanat ketentuan Pasal 5 ayat (4), Pasal

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

TUGAS. Disusun oleh : BIMO P056131992.46E MB IPB E.46

TUGAS. Disusun oleh : BIMO P056131992.46E MB IPB E.46 TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMENN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN BARUNANET SEBAGAI SISTEM INFORMASI MANAJEMENN PT. BARUNA RAYA LOGISTICS Disusun oleh : BIMO ANDONOO P056131992.46E MB IPB E.46 PROGRAM

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

infopelni162@pelni.co.id

infopelni162@pelni.co.id PELNI Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pelayaran Nasional Indonesia TATA LAKSANA KERJA DIREKSI dan DEWAN KOMISARIS [Board Manual] PELNI i PERNYATAAN KOMITMEN BERSAMA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Perusahaan

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

Mengelola Kesetaraan di Tempat Kerja

Mengelola Kesetaraan di Tempat Kerja Asosiasi Pengusaha Indonesia International Labour Organization Panduan Praktis bagi Pengusaha untuk Mempromosikan dan Mencegah Diskriminasi di Tempat Kerja di Indonesia Buku Mengelola Kesetaraan di Tempat

Lebih terperinci

DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN

DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR-DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN Made by: Dwi Esti Andriani, M. Pd Dosen Prodi Manajemen Pendidikan Jurusan AP FIP UNY Tahun 2007 Semua Jenis Organisasi Laba-------------Nirlaba Semua Bidang Organisasional:

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

CARA PENDAFTARAN INFORMASI & PENDAFTARAN

CARA PENDAFTARAN INFORMASI & PENDAFTARAN Electronic Learning (elearning) adalah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer dan jaringan Internet. elearning memungkinkan peserta untuk belajar melalui komputer di tempat mereka

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan etika, memandu hubungan kerja di antara kita, dan hubungan bisnis dengan Pemangku Kepentingan. Edisi 2 10 Februari 2011 Daftar Isi 2 Sambutan Komisaris Utama 4 Sambutan

Lebih terperinci

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN LAMPIRAN VI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 00 TANGGAL JUNI 00 STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN PERNYATAAN NO. 0 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN DAFTAR ISI Paragraf PENDAHULUAN-------------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina Unitas, Vol. H. Secapramana 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43 MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina H. Secapramana Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Abstrak Strategi pemasaran

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM SEKOLAH

EVALUASI PROGRAM SEKOLAH KOMPETENSI EVALUASI PENDIDIKAN PENGAWAS SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH EVALUASI PROGRAM SEKOLAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 KATA PENGANTAR Peraturan Menteri

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE)

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) BAB I, PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik/Good Corporate Governance (GCG), tetap memperhatikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tugas Pokok dan Fungsi secara umum merupakan hal-hal yang harus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tugas Pokok dan Fungsi secara umum merupakan hal-hal yang harus BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Konsep Tugas Pokok dan Fungsi Tugas Pokok dan Fungsi secara umum merupakan hal-hal yang harus bahkan wajib dikerjakan oleh seorang anggota organisasi atau pegawai dalam suatu

Lebih terperinci

PANDUAN "Etika dalam Praktek"

PANDUAN Etika dalam Praktek PANDUAN "Etika dalam Praktek" PANDUAN "Etika dalam Praktek" KOMITMEN ETIKA YANG TINGGI 4 Praktek-Praktek Pelaksanaan Etika yang Menyatukan di semua Tingkat 6 BAGAIMANA MENGKOMUNIKASIKAN MASALAH ETIKA

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

Indonesia Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi

Indonesia Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi 1 Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi Manual untuk Peserta 2 Bagaimana Pemohon Bisa Memanfaatkan Hak atas Informasi Manual Peserta : Bagaimana Pemohon Bisa MemanfaatkanHak Atas Informasi

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT 2011 0 Daftar Isi Bab I. 2 PENDAHULUAN 2 Latar Belakang 2 Landasan Penyusunan Code of Conduct... 3 Visi dan Misi Perusahaan... 3 Tata Nilai Perusahaan... 3 Maksud,

Lebih terperinci

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1

Cara Kerja Kita. Praktik Usaha BT. Bulan Oktober 2013. Halaman 1 Cara Kerja Kita Praktik Usaha BT Bulan Oktober 2013 Halaman 1 Cara Kerja Kita: Praktik Usaha Kita Nilai-Nilai Kita: Cara Kerja Kita menjabarkan praktik usaha dan nilai-nilai kita perilaku yang kita harapkan

Lebih terperinci

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan

Lebih terperinci