Menuju Keuangan Berkelanjutan. Laporan Keberlanjutan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Menuju Keuangan Berkelanjutan. Laporan Keberlanjutan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk"

Transkripsi

1 Menuju Keuangan Berkelanjutan Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

2 Laporan Keberlanjutan

3 PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk atau lebih dikenal dengan BNI telah terpilih menjadi salah satu First Movers on Sustainable Banking (First Movers), sebagai bentuk komitmen leadership BNI untuk mulai melaksanakan konsep keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Terpilihnya BNI oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai First Movers menjadikan Perusahaan mulai menerapkan strategi sustainable banking yang saat ini dipersiapkan melalui rencana aksi keuangan berkelanjutan (RAKB). BNI mulai mengarah pada portofolio pembiayaan ramah lingkungan yang mendukung Sustainable Development Goals (SGDs). Di samping itu, BNI juga mendukung proyek renewable energy melalui pembelian Reksadana Insight Renewable Energy Fund pada Maret. Pada saat yang sama, BNI juga terus mengembangkan teknologi melalui konsep perbankan digital, salah satunya dengan mengeluarkan produk UnikQu. Keberadaan bank yang semakin mengarah pada konsep digital juga diperkuat dengan Agen46 yang mulai merambah hingga ke seluruh pelosok Indonesia. 1

4 Daftar Isi Ringkasan Kinerja Keberlanjutan 4 Tentang Laporan Pengantar Laporan Penentuan Isi dan Kualitas Laporan Topik Materialitas Batasan Dampak Topik Material dan Pendekatan Manajemen Sambutan Direktur Utama Profil Perusahaan Visi, Misi, dan Tata Nilai Sekilas BNI Strategi Keberlanjutan BNI Strategi dan Pilar Keberlanjutan BNI Penerapan Pilar Keberlanjutan BNI Konsep Program Keberlanjutan BNI Kebijakan dan Prosedur Keuangan Keberlanjutan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan Good Corporate Governance Pelatihan Tata Kelola terkait Keberlanjutan Pendekatan Pemangku Kepentingan Sinergi Kemitraan Untuk Keberlanjutan Komite Sustainable Finance (SF) Anti Fraud (Korupsi) Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Membangun Budaya Keuangan Berkelanjutan Produk dan Portofolio Kredit Portofolio Kredit Berkualitas Portofolio Kredit terkait Pembangunan Nasional Portofolio Kredit Usaha Rakyat (KUR) Portofolio Kredit Berwawasan Lingkungan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Tanggung Jawab pada Nasabah Digitalisasi Banking Menuju Keuangan Berkelanjutan Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Lingkungan Bekerja yang Ramah, Layak, dan Aman Komposisi Pegawai Pelatihan dan Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat Pengelolaan Emisi, Energi, dan Air Pernyataan Verifikasi Independen Referensi POJK dan Indeks GRI Standar Glosarium Lembar Umpan Balik Menuju Keuangan Berkelanjutan

5 PENCAPAIAN KINERJA Kenaikan Pendapatan 12% Kenaikan Laba Bersih 20,1% Jumlah Agen orang Kenaikan Penyaluran KUR 33,5% Green Financing Korporasi terhadap Total Kredit 18,31% Pegawai Mengikuti Pelatihan ESG dan TAL 50 orang Total Penghematan Kertas ton Menuju Keuangan Berkelanjutan 3

6 Ringkasan Kinerja Keberlanjutan ASPEK EKONOMI Keberadaan Pasar Jumlah Kantor Bank Dalam Negeri (outlet) Jumlah Akun termasuk Kartu Kredit / Consumer Funding & Lending (juta rupiah) 33,5 22,3 18,5 Kantor cabang luar negeri, sub branch Osaka, dan kantor perwakilan Yangon Jumlah Pinjaman (triliun rupiah) Jumlah Pendapatan (triliun rupiah) 66,6 59,3 49,1 Laba Tahun Berjalan (triliun rupiah) 13,77 11,41 9,14 Dividen (triliun rupiah) 3,9 2,3 2,7 Pelibatan Pihak Lokal yang Berkaitan dengan Keuangan Berkelanjutan Penyaluran Program Kemitraan (miliar rupiah) 71,08 24,98 23,76 Penyaluran Dana Bina Lingkungan (miliar rupiah) 107,76 62,75 77,04 4 Menuju Keuangan Berkelanjutan

7 ASPEK LINGKUNGAN Penggunaan Energi Listrik (KWH) Air (m 3 ) Program Penghijauan Jumlah Hutan/ Taman Kota BNI (unit) n/a Biaya Penanaman Pohon (miliar rupiah) 31,23 31,06 n/a Penghematan energi dari Program Earth Hour (MWh) 7.387,67 Luas Hutan/ Taman Kota BNI (ribu m2) 6.058,13 811,4 Pengurangan Penggunaan Kertas (ton) n/a 771,2 n/a Jumlah Total Pohon Ditanam (juta) 8,15 n/a 8,14 n/a Menuju Keuangan Berkelanjutan 5

8 Ringkasan Kinerja Keberlanjutan ASPEK SOSIAL Penyaluran KUR sejak 2007 (miliar rupiah) Jumlah pengusaha Mikro,Kecil, dan TKI Penerima KUR (orang) Jumlah Kampoeng BNI Persentase Pegawai Terlatih (%) 98,98 N/A , Total Penyaluran KUR per Tahun (miliar rupiah) Skor Employee Engagement Survey (%) ,22 Jumlah Remittance n/a Total penyaluran KUR dibandingkan dengan target (%) 81, Durasi Pelatihan Pegawai (juta jam) 1,7 n/a 1,7 1,8 6 Menuju Keuangan Berkelanjutan

9 Menuju Keuangan Berkelanjutan 7

10 Laporan Keberlanjutan

11 Tentang Laporan 9

12 Tentang Laporan Pengantar Laporan [102-50, , ] Laporan Keberlanjutan ini berisi kinerja keberlanjutan periode 1 Januari hingga 31 Desember. Laporan ini diterbitkan setiap tahun dan merupakan kesinambungan dari Laporan Keberlanjutan yang telah diterbitkan pada tanggal 13 Maret. Laporan disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/ di bawah payung Keuangan Berkelanjutan. Selain itu, laporan juga dilengkapi dengan standar laporan keberlanjutan atau Sustainability Reporting Standard (SRS) dan Financial Services Sector Supplement yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI). Laporan ini telah disusun dengan menggunakan acuan GRI Standard: Opsi Core. Rujukan pada dukungan pencapaian pembangunan berkelanjutan (SDGs) juga disampaikan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. [102-54] Dalam laporan ini tidak terdapat pernyataan kembali (restatement) atas data yang signifikan yang telah disampaikan dalam laporan sebelumnya. Laporan Keberlanjutan ini telah diverifikasi melalui proses penjaminan (assurance) oleh pihak independen yaitu Social Responsibility Asia (SR Asia). Proses penjaminan dilaksanakan di Kantor Pusat BNI pada tanggal 22 dan 23 Januari 2018 melalui pengambilan sampel bukti dokumentasi dan konfirmasi. Seluruh proses dilakukan di Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan (KMP) di bawah Sekretaris Perusahaan. Pemilihan penjamin eksternal sesuai kebijakan Perusahaan dan telah dipastikan tidak ada benturan kepentingan dengan pihak manapun.[102-48, ] Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, memberikan saran dan pertanyaan atas Laporan ini, silahkan menghubungi: [102-53] Kiryanto Pemimpin Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan BNI Gedung BNI, Lt. 24 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1 Jakarta Telepon: (62-21) , Fax: (62-21) , Penentuan Isi dan Kualitas Laporan [102-46] Proses penentuan isi laporan, termasuk dalam hal materialitas dan batasan topiknya, mengacu pada prinsip keterlibatan pemangku kepentingan, konteks berkelanjutan, materialitas, dan kelengkapan. Kualitas pelaporan memperhatikan prinsip keseimbangan, komparabilitas, akurasi, ketepatan waktu, kejelasan, dan keandalan. Tahapan Penetapan Isi Laporan: 1. Identifikasi Topik keberlanjutan (sustainability context) yang relevan diidentifikasi berdasarkan karakteristik industri perbankan, terutama terkait dengan konsep keuangan berkelanjutan, serta pengaruhnya terhadap pemangku kepentingan. 2. Prioritasi topik Melalui survei sejak tanggal 11 hingga 14 Desember, BNI menentukan prioritas 10 Menuju Keuangan Berkelanjutan

13 topik keberlanjutan yang material dengan skala 1 hingga 4. Kuesioner survei pemangku kepentingan dibagikan kepada nasabah, pekerja, akademik dan pemerintah. Selain survei, dilakukan pula eksplorasi isu untuk identifikasi kebutuhan informasi para pemangku kepentingan. [102-43] 3. Validasi Seluruh topik material divalidasi dan disetujui oleh Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan untuk menjadi prioritas informasi yang akan disampaikan dalam laporan ini. 4. Tinjauan Kajian ulang atas laporan tahun sebelumnya dilakukan dengan memperhatikan masukan dari pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal (stakeholder inclusiveness). Masukan yang diterima adalah melalui ajang Sustainability Reporting Award (SRA) dan diskusi dengan sustainability reporting expert, sustainable finance advisor, serta akademisi. Langkah 1 IDENTIFIKASI Langkah 2 PRIORITAS Langkah 3 VALIDASI Konteks Keberlanjutan Materialitas Kelengkapan Pelibatan Pemangku Kepentingan Langkah 4 REVIEW Konteks Keberlanjutan Pelibatan Pemangku Kepentingan Dalam laporan ini tidak ada perubahan dasar periode laporan dan ruang lingkup. Namun demikian terdapat perubahan pada topik material. Pada laporan, terdapat 15 topik material dan pada laporan ini disajikan 8 topik. Perubahan topik material dikarenakan adanya proses prioritas dan melalui survei pemangku kepentingan. [102-49] Menuju Keuangan Berkelanjutan 11

14 Tentang Laporan Topik Materialitas BNI menetapkan empat informasi material berada pada kategori sangat tinggi, yaitu: Kinerja Ekonomi, Ketenagakerjaan, Portofolio Produk, serta Pelatihan dan Pendidikan. Informasi lainnya pada kategori tinggi, yaitu: Pengaruh Ekonomi Tidak Langsung, Privasi Nasabah, Anti Korupsi dan Fraud, serta Audit Penilaian risiko, yang termasuk di dalamnya adalah penilaian pelaksanaan kebijakan lingkungan dan sosial. Matriks Prioritas Topik Material y Penting Bagi Pemangku Kepentingan F E G H C D A B Keterangan : A. Kinerja Ekonomi B. Ketenagakerjaan C. Portofolio Produk D. Pelatihan dan Pendidikan E. Pengaruh Ekonomi Tidak Langsung F. Privasi Nasabah G. Anti Korupsi dan Fraud H. Audit Penilaian risiko Penting Bagi Perusahaan x Topik material disajikan dengan memperhatikan dampak pengaruhnya terhadap pemangku kepentingan, baik di dalam maupun di luar Perusahaan. Informasi yang disampaikan dalam topik material berasal dari kantor pusat BNI, kecuali kinerja ekonomi dan ketenagakerjaan yang berasal dari seluruh BNI, termasuk anak perusahaan di dalam maupun luar negeri. 12 Menuju Keuangan Berkelanjutan

15 Batasan Dampak Topik Material dan Pendekatan Manajemen [102-46, , 103-1, 103-2, 103-3] Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Luar Perusahaan Kinerja Ekonomi Investor/Pemegang Saham, Pegawai, Serikat Pekerja Pendekatan Manajemen Nasabah, Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan, Pemasok, Organisasi Masyarakat/NGO, Media Kinerja ekonomi penting bagi perusahaan sesuai dengan karakteristik perusahaan yang bergerak di layanan jasa keuangan. Selain itu, kinerja ekonomi juga menjadi landasan utama dalam mengambil berbagai keputusan penting dan strategis di seluruh aspek perusahaan. Untuk memantau kinerja ekonomi, maka dilakukan audit oleh internal dan eksternal berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan International Financial Reporting Standard (IFRS). Hasil kinerja dilaporkan secara berkala kepada Direktur Keuangan dan hasil konsolidasi laporan keuangan disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan laporan tahunan. Hingga tahun, kami berhasil meningkatkan pertumbuhan laba bersih hingga 20,1% dibandingkan target pertumbuhan laba sektor perbankan sebesar 16,5%, sehingga ROE meningkat menjadi 15,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kami juga meningkatkan pertumbuhan pinjaman sebesar 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Menuju Keuangan Berkelanjutan 13

16 Tentang Laporan Topik Material Dalam Perusahaan Dampak Pada Pemangku Kepentingan Luar Perusahaan Investor/Pemegang Saham, Pegawai, Serikat Pekerja Nasabah, Pemasok Ketenagakerjaan Pendekatan Manajemen Tenaga kerja merupakan aset perusahaan yang menjalankan seluruh kegiatan serta memberikan layanan kepada nasabah dan seluruh mitra Perusahaan. Di samping tenaga kerja internal, yaitu pegawai, serikat pekerja merupakan bagian dari ketenagakerjaan BNI. Dengan demikian, topik ini penting disampaikan dalam laporan. Kinerja ketenagakerjaan dijalankan oleh Divisi Manajemen Modal Manusia yang memantau kinerja ini sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan Undang-Undang Tenaga Kerja Republik Indonesia. Indikator pencapaian kinerja diukur melalui earning per employee, yang pada tahun meningkat sebesar 17,27% dibandingkan tahun sebelumnya. Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Investor/Pemegang Saham Luar Perusahaan Nasabah, Pemerintah, Organisasi Bisnis Portofolio Produk Pendekatan Manajemen BNI memberikan layanan produk dan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Produk dan jasa BNI dikembangkan oleh produk owner (PDM, TBS, EBK, BSK, CAU, INT, TRS, DLK) dan dipantau Direktur bidang masing-masing terkait produk baru tersebut. Produk ini dievaluasi oleh Komite Produk sebelum dituangkan ke dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), RBB tersebut diajukan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan produk baru. Pemasaran produk baru dilaksanakan oleh Unit Penjualan di kantor pusat, kantor wilayah dan kantor cabang dan dipantau Direktur bidang pemilik produk. Pemantauan dan evaluasi produk baru yang telah dipasarkan dilaksanakan oleh produk owner. [FS15] Perkembangan portofolio produk penting disampaikan dalam laporan ini seiring dengan perubahan layanan menuju perbankan berbasis digital. Demikian pula, pembiayaan yang berkelanjutan mulai dikembangkan melalui pemberian kredit berisiko rendah, sesuai dengan konsep keuangan berkelanjutan. Hingga tahun, kami telah menyalurkan 18,31% kredit green financing korporasi dibandingkan total kredit (tidak termasuk konsumen). BNI akan segera menetapkan kebijakan terkait aspek lingkungan dan sosial dalam pengembangan produk berkelanjutan. Saat ini, BNI telah memiliki Pedoman Perusahaan Perkreditan Business Banking Segmen Korporasi/Menengah dan Kecil. Buku I untuk analisa risiko kredit nasabah sebagai acuan pelaksanaan keuangan berkelanjutan. [FS1] 14 Menuju Keuangan Berkelanjutan

17 Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Pegawai, Serikat Pekerja Luar Perusahaan Organisasi Masyarakat/NGO Pelatihan dan Pendidikan Pendekatan Manajemen Kompetensi pegawai BNI ditingkatkan secara berkala melalui pelatihan dan dikoordinasi oleh BNV di bawah pengawasan Senior Executive Vice President Human Capital. Kompetensi pegawai merupakan modal intelektual yang penting bagi keberadaan perseroan, sehingga menjadi salah satu topik yang material dalam laporan ini. Di samping itu, kegiatan pelatihan dan pendidikan juga penting diberikan kepada semua mitra BNI, termasuk masyarakat. Pada tahun, kami berhasil meningkatkan jumlah peserta pelatihan sebanyak orang dibandingkan tahun sebanyak orang. Standar kegiatan pelaksanaan pelatihan dan pendidikan secara internal diatur dalam Standard Operating Procedure BNI, sedangkan pelatihan dan pendidikan untuk para mitra dilakukan sesuai dengan kebutuhan, terutama pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. BNI akan segera menetapkan kebijakan pengembangan kompetensi pegawai yang mencakup topik risiko sosial dan lingkungan. Saat ini, BNI telah melaksanakan pembelajaran terkait sustainable awareness yaitu BNI Sustainable Banking bagi seluruh pegawai, yang mencakup sustainable development, sustainable business, sustainable finance, sustainable banking serta potensi bisnis berkelanjutan. Pembelajaran ini melalui metode mobile learning center yang dapat diunduh lewat android playstore. [FS4] Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Luar Perusahaan Pegawai Nasabah Privasi Nasabah Pendekatan Manajemen Privasi nasabah penting bagi BNI karena terkait dengan kepercayaan nasabah. Kepercayaan nasabah dalam dunia perbankan menjadi kunci utama BNI dalam beroperasi. Sebagai bentuk komitmen kami terhadap kerahasiaan data nasabah, pada tahun kami memiliki Pedoman Perusahaan Pengelolaan Data Nasabah yang mengacu pada POJK No.1/POJK.7/2013. Nasabah merupakan salah satu pemangku kepentingan utama bagi perbankan. BNI menjaga privasi nasabah sesuai dengan ketentuan PP Penyelesaian Pengaduan Nasabah No. IN/212/BCC/001 tanggal 26 Maret. Data nasabah disimpan dalam database yang hanya dapat diakses oleh pegawai berwenang. Penyalahgunaan data nasabah akan terancam hukum pidana dan semua pelanggaran ini diproses di Satuan Pengawasan Internal yang dipantau langsung oleh Direktur Utama. Menuju Keuangan Berkelanjutan 15

18 Tentang Laporan Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Luar Perusahaan Pengaruh Ekonomi Tidak Langsung Pegawai Pendekatan Manajemen Nasabah, Organisasi Masyarakat/NGO, Pemerintah, Pemasok Bagi BNI, sebagai BUMN maupun Perusahaan Perbankan, kinerja perusahaan diharapkan dapat memberi dampak positif secara tidak langsung bagi ekonomi masyarakat. Untuk itu, BNI melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan dipantau oleh Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan, serta Program Bina Lingkungan dipantau oleh Direktur Utama. Pada tahun, realisasi dana bina lingkungan sebesar Rp107,759 miliar dibandingkan target sebesar Rp95 miliar. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dilakukan berdasarkan ketentuan Perusahaan nomor: (i) PP Bina Lingkungan, No. IN/340/KMP/001; 17 Juli, (ii) PP CSR, No. IN/339/KMP/001; 17 Juli, (iii) PP Pengembangan Komunitas, No: IN/341/KMP/001; 17 Juli. Pada tahun, BNI belum memiliki kebijakan intervensi Direksi atau Dewan Komisaris terhadap debitur yang dianggap memberikan dampak negatif dan positif terhadap lingkungan dan sosial. Dalam proses rating debitur, jika ada info terkait permasalahan lingkungan dan buruh, maka rating debitur akan langsung dinilai dan diturunkan 1 grade tanpa menunggu periode review rating. Penurunan grade dapat berdampak pada kebijakan dan prosedur lainnya kepada debitur. [FS12] Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Luar Perusahaan Anti Korupsi dan Fraud Investor/Pemegang Saham, Pegawai, Serikat Pekerja Pendekatan Manajemen Nasabah, Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan, Media Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BNI memegang prinsip bisnis yang beretika termasuk anti korupsi atau anti fraud. Semua tindak korupsi atau fraud diproses sesuai dengan hukum. Untuk meningkatkan kewaspadaan terkait korupsi dan fraud, BNI memiliki Peraturan Perusahaan nomor IN/138/KPN/001, tanggal 5 Maret, sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Kejadian korupsi atau fraud akan merusak reputasi perbankan, oleh sebab itu BNI tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku tindak korupsi atau fraud. Divisi Kepatuhan akan memantau setiap kejadian tindak pelanggaran dan melaporkannya kepada Direktur Kepatuhan dan Risiko Perusahaan untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum atau non litigasi. BNI selalu berusaha menurunkan jumlah kejadian fraud setiap tahunnya. Realisasi penurunan kejadian fraud pada tahun sebanyak 13 kasus dibandingkan tahun. 16 Menuju Keuangan Berkelanjutan

19 Dampak Pada Pemangku Kepentingan Dalam Perusahaan Investor/Pemegang Saham, Pegawai Luar Perusahaan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan Audit Penilaian Risiko [FS9] Pendekatan Manajemen BNI mempunyai kewajiban untuk melakukan audit penilaian risiko yang hasilnya dilaporkan secara berkala oleh Satuan Pengawasan Internal kepada Direktur Utama untuk diteruskan kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Audit penilaian risiko dilakukan setiap tahun, meliputi semua risiko bisnis, termasuk risiko sosial dan lingkungan. Standar pelaksanaan audit mengacu pada Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank. Pada tahun, BNI belum melakukan audit tematik terkait lingkungan dan sosial secara khusus, namun BNI telah melakukan audit kepada debitur lingkungan sebagai satu kesatuan terhadap unit sentra yang disampling. Khusus untuk debitur sektor minyak dan gas telah dilakukan audit pada segmen korporasi di tahun. Menuju Keuangan Berkelanjutan 17

20 Sambutan Direktur Utama Pemangku kepentingan yang terhormat, Puji syukur atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, karena selama 72 tahun BNI terus meningkatkan eksistensinya dalam melayani negeri dan menjadi kebanggaan bangsa. Di tahun, eksistensi ini kami perkuat dengan mulai merespon tantangan dan isu global di dunia perbankan, yaitu digitalisasi dan lingkungan hidup. Untuk itu, BNI mulai melangkah dan menetapkan komitmen untuk menjalankan bisnis berdasarkan prinsip keuangan berkelanjutan. Menghadapi Tantangan [102-14] Tahun merupakan kelanjutan langkah kami sebagai first mover untuk mulai menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan. Rencana aksi ini akan berisi penyesuaian organisasi, pengembangan produk dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk mulai menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan. Dalam melangkah, BNI siap menghadapi tantangan melalui penerapan berbagai perubahan. Perubahan yang paling dirasakan adalah implementasi teknologi digital dari berbagai aspek perbankan, terutama pada produk dan layanan. Situasi ini ditunjang dengan mulai masuknya generasi milenial yang dekat dengan dunia teknologi. Penerapan teknologi juga sejalan dengan isu global terkait kerusakan alam. Bank, dengan posisi sebagai lembaga keuangan, memegang peran yang sangat penting untuk mendukung kelestarian lingkungan melalui dana yang disalurkannya. 18 Menuju Keuangan Berkelanjutan

21 Pemahaman atas kinerja lingkungan ini juga harus diiringi dengan kinerja sosial, termasuk penguatan sumber daya manusia, sehingga mampu mendukung kinerja ekonomi. Pemahaman inilah yang memerlukan waktu dan sosialisasi secara bertahap, yang menjadi tantangan BNI di tahun-tahun ke depan. Menghadapi tantangan ini, perlahan kami mempersiapkan diri. BNI telah menerapkan kebijakan untuk mengatur pola hidup yang ramah lingkungan bagi seluruh insan BNI, serta pedoman perusahaan untuk mengatur prosedur pelaksanaan keuangan berkelanjutan di lingkungan BNI. Kami juga terus berusaha meminimalkan risiko perusahaan dengan menerapkan empat pilar manajemen risiko atas penerapan keuangan berkelanjutan. Kinerja Ekonomi dan Komitmen Membangun Indonesia Sepanjang tahun, BNI mencatat adanya laba bersih konsolidasian sebesar Rp13,62 triliun, meningkat dibandingkan tahun, yaitu Rp11,34 triliun. Selain itu, pendapatan kami juga mengalami kenaikan menjadi Rp66,6 triliun atau sebesar 12,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Melalui hasil dari kinerja ekonomi, kami juga memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa melalui dukungan pembiayaan yang sejalan dengan tujuan pokok prioritas pembangunan nasional. Kami berusaha menjangkau masyarakat yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) melalui Agen46. Menuju Keuangan Berkelanjutan 19

22 Sambutan Direktur Utama Dukungan pada pembangunan Indonesia dilakukan melalui pembiayaan infrastruktur negara sebesar Rp miliar dan pembiayaan pada sektor hijau yang direalisasikan sebesar Rp miliar. Terkait kinerja sosial kemasyarakatan, kami melaksanakan kegiatan Kemitraan dan Bina Lingkungan sesuai dengan program pemerintah. Pada tahun, kami menyalurkan dana Program Kemitraan sejumlah Rp71,08 miliar dan dana Bina Lingkungan sejumlah Rp107,759 miliar. Selain itu, kami juga telah menyalurkan KUR sebesar Rp9.745 miliar atau sejumlah 81,1% dari target kami sepanjang tahun. Inklusi Keuangan serta Inovasi Produk Berbasis Teknologi dan Ramah Lingkungan Untuk meningkatkan kinerja program inklusi keuangan, kami meningkatkan layanan melalui keberadaan Agen46. Hingga akhir tahun, sebanyak Agen46 atau 137% dari target agen telah tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah transaksi mencapai 35,29 juta transaksi. Angka tersebut meningkat dari yang semula hanya 7,04 juta transaksi di tahun. Selain itu, pengembangan produk keuangan berkelanjutan kami lakukan melalui transformasi digital dengan meluncurkan UnikQu. Pada tahun pertama peluncurannya, UnikQu telah meraih 68,2 ribu akun dan 45,1 ribu transaksi. Dengan dikembangkannya produk digital, kami dapat meningkatkan efisiensi nasabah dalam melakukan transaksi perbankan di mana saja, sekaligus memberikan dampak tidak langsung terhadap penghematan kertas. Selanjutnya, BNI akan terus melakukan identifikasi penyaluran pembiayaan pada sektor-sektor ramah lingkungan dan mendorong semua debitur untuk mulai menjalankan praktik bisnis yang beretika dengan memperhatikan setiap dampak kegiatan pada manusia dan alam. 20 Menuju Keuangan Berkelanjutan

23 Melestarikan lingkungan BNI mencoba menjawab tantangan akan sikap mewujudkan perilaku peduli lingkungan. Komitmen ini, di antaranya kami wujudkan melalui pembangunan green building dan penghematan kertas, yaitu e-pp dan e-billing. Kami membangun green building di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dengan target sertifikasi platinum dan Tower BNI di Pejompongan yang masih dalam proses mendapatkan sertifikasi dari Green Building Council Indonesia (GBCI). BNI juga berhasil melakukan penghematan biaya cetak dokumen e-pp sejumlah Rp2.073 miliar dan biaya kertas e-billing hingga Rp3,5 miliar setiap tahunnya. Selain kegiatan internal, kami mewujudkan kontribusi terkait pelestarian lingkungan melalui kegiatan eksternal dengan bekerja sama dengan mitra. Salah satu kegiatan ini adalah pelestarian orang utan dan reboisasi hutan sebagai habitat orang utan. Dari segi pembiayaan, kami juga telah menanamkan investasi pada proyek pembangunan energi terbarukan. Apresiasi Semua pencapaian kinerja keberlanjutan BNI selama tahun tidak luput dari kerja keras seluruh insan BNI dan pemangku kepentingan. Atas nama seluruh jajaran BNI, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pemangku kepentingan kami, terutama bagi nasabah dan insan BNI. Kedepannya, pencapaian tahun ini menjadi landasan bagi BNI untuk melangkah maju dalam menghadapi perubahan yang sangat dinamis dalam menerapkan perbankan yang berkelanjutan. Jakarta, Februari 2018 Achmad Baiquni Direktur Utama Membangun Sumberdaya Berkelanjutan Kami menyadari pentingnya membangun kompetensi sumber daya untuk menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan secara optimal. Menghadapi tantangan perubahan pola pikir, kami terus melakukan pembelajaran terkait sustainable awareness melalui mobile learning BNI Sustainable Banking. Selama tahun, 683 pegawai BNI telah mendapatkan pelatihan tersebut. Kami juga mengikutsertakan pegawai melalui pelatihan eksternal lain, seperti pelatihan inisiatif keuangan berkelanjutan, yaitu Integrasi Economic, Social, and Governance (Integrasi ESG) dan Teknik Analisis Lingkungan (TAL). Menuju Keuangan Berkelanjutan 21

24 Laporan Keberlanjutan

25 Profil Perusahaan 23

26 Profil Perusahaan Visi, Misi, dan Tata Nilai [102-16] Visi Menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja. Misi 1. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama 2. Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor 3. Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi 4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas 5. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik bagi industri Tata Nilai Prinsip 46 merupakan tata nilai budaya kerja BNI dan sebagai tonggak perilaku teladan yang berlaku bagi seluruh Insan BNI dari jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Pemimpin hingga jajaran pegawai terendah dalam struktur organisasi, termasuk pegawai rekanan. Prinsip 46 merupakan akronim dari 4 Nilai Utama dan 6 Perilaku Utama. 24 Menuju Keuangan Berkelanjutan

27 Prinsip 46 4 Nilai Budaya Kerja BNI 6 Perilaku Utama Insan BNI 1. Profesionalisme 2. Integritas 3. Orientasi Pelanggan 4. Perbaikan Tiada Henti 1. Meningkatkan Kompetensi dan Memberikan Hasil Terbaik 2. Jujur, Tulus, dan Ikhlas 3. Disiplin, Konsisten, dan Bertanggung Jawab 4. Memberikan Layanan Terbaik Melalui Kemitraan yang Strategis 5. Senantiasa Melakukan Penyempurnaan 6. Kreatif dan Inovatif Kode Etik BNI memiliki kode etik sebagai pedoman etika yang menjadi prinsip dasar yang memandu hubungan di antara semua Insan BNI dalam berbisnis. 14 Kode Etik BNI 1. Bertindak profesional 2. Menjadi panutan dan saling mengingatkan 3. Menjaga hubungan baik antar Insan BNI 4. Menjaga kerahasiaan 5. Menjaga keamanan kerja 6. Berkomitmen terhadap lingkungan 7. Melakukan pencatatan data dan penyusunan laporan 8. Mencegah benturan kepentingan 9. Larangan memberi, menerima hadiah atau cinderamata 10. Bertindak sebagai narasumber 11. Larangan menjadi anggota dan donatur parpol 12. Larangan mengungkapkan informasi yang tidak benar 13. Menggunakan dan menjaga aset BNI 14. Larangan menyalahgunakan Corporate Identity Menuju Keuangan Berkelanjutan 25

28 BNI memiliki kode etik sebagai pedoman etika yang menjadi prinsip dasar untuk memandu hubungan di antara semua Insan BNI dalam berbisnis.

29 27

30 Sekilas BNI Nama [102-1] PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Alamat Kantor Pusat [102-3] Gedung BNI Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1 Jakarta Telepon: (62-21) I-Telex: BNI DLN IA Fax: (62-21) Website: PO Box 1946 Jakarta Mampang Lokasi Operasi [102-4] Beroperasi di 8 Negara Indonesia Singapura Hong Kong Jepang London Amerika Korea Selatan Myanmar Kepemilikan Saham dan Bentuk Perusahaan [102-5] Badan Usaha Milik Negara, Perseroan Terbatas Deksripsi Merk, Produk, dan Jasa [102-2, 102-7] Sektor perbankan dengan produk simpanan, pinjaman, kartu kredit dan e-banking. Selama tahun, tidak ada produk dan jasa BNI yang ditarik kembali dari pasar. Pasar Terlayani [102-6] Domestik dan Internasional (New York, London, Hong Kong, Singapura, Tokyo, Osaka dan Seoul). Sektor dan jenis nasabah terlayani: Korporasi, BUMN, Pengusaha mikro, kecil, dan menengah. Informasi detail mengenai produk, jasa dan sektor yang dilayani dapat ditemukan pada Laporan Tahunan BNI. Hingga akhir tahun, BNI menambah jaringan sebanyak 31 Kantor Cabang Pembantu, 83 Kantor Kas, 23 Payment Point, 26 BNI Layanan Gerak dan 2 Money Changer, serta tidak ada outlet yang ditutup. Selain itu, tidak ada perubahan struktur kepemilikan saham maupun struktur rantai pasokan. [102-10] 60% Negara Republik Indonesia 40% Masyarakat 28 Menuju Keuangan Berkelanjutan

31 Skala Organisasi [102-7] Skala Organisasi (triliun rupiah) Total Aset Gaji dan Tunjangan Pegawai Pembayaran Kepada Pemerintah ( pajak ) 709,33 9,3 3,4 603,03 508,59 8,8 7,4 2,9 2,3 Pendapatan Total Kapitalisasi (miliar rupiah) Jumlah Pegawai (orang) Jumlah ATM (unit) 66,6 59,3 49,1 184, ,033 92, Inisiatif Eskternal dan Sertifikasi [102-12] ISO 9001 Keterangan Masa Berlaku Dari 2008 Quality Management System on Trade Processing Center 30 September September 2018 SAI Global Certification Services 2008 Quality Management System on Card Business Division 27 Juni Juni 2018 Lloyd s 2008 Quality Management System on IT Operation Services 26 September - 26 September 2019 SGS 2008 Quality Management System on IT Security Management 26 September - 26 September 2019 SGS Preparation and Verification Process on Published Financial Statements 10 Oktober - 10 Oktober 2019 SGS United Kingdom Ltd BNI Corporate University Quality Management System on Inhouse Learning & e-learning/digital Learning 21 September - 20 September 2019 Societe Generale de Surveillance (SGS S.A.) Geneva Keanggotaan Perusahaan Dalam Asosiasi Industri [102-13] Asosiasi Peran Lingkup IBCSD Founder Nasional UNEP-FI Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Perhimpunan Bank Nasional Himpunan Bank Milik Negara Anggota Anggota Direksi menjabat sebagai Ketua Anggota Anggota Internasional Nasional Nasional Nasional Nasional Menuju Keuangan Berkelanjutan 29

32 Laporan Keberlanjutan

33 Strategi Keberlanjutan BNI 31

34 Strategi Keberlanjutan BNI Strategi dan Pilar Keberlanjutan BNI Pengelolaan keberlanjutan bagi BNI adalah memberikan nilai kepada pemangku kepentingan dan menjadikannya sebagai keunggulan bersaing. Untuk mencapai nilai keberlanjutan ini, BNI menerapkan sustainability compass secara konsisten sejak tahun 2009 dengan mengelola empat stream utama. Empat Stream Utama Pencapaian Keberlanjutan Nature BNI menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Economy BNI meningkatkan kinerja bisnis secara berkelanjutan. Society BNI mendukung program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta turut menggerakkan sektor riil melalui pembangunan ekonomi dan fungsi intermediary perbankan. Well Being Menyejahterakan insan BNI dan melakukan internalisasi budaya peduli lingkungan. Sebagai sebuah institusi perbankan, tantangan dan risiko utama adalah pengelolaan keuangan yang sehat dengan sumber daya yang kuat. Nasabah menjadi pemangku kepentingan utama kami dan untuk mencapai target menjadi salah satu bank yang menuju sustainable finance, maka BNI menjalankan Empat Strategi dan Lima Pilar Keberlanjutan. 1 Pelaksanaan risk management yang terpadu dengan mengacu kepada Basel III 2 Mengakomodasi whistleblower bagi kepentingan perusahaan 3 Senior Leader aktif berkomunikasi dengan workforce dan menjadi role model 4 Strategi Keberlanjutan 4 Aktif memperbaharui ketentuan, peraturan, serta melaksanakannya secara disiplin dan tersistem. 32 Menuju Keuangan Berkelanjutan

35 BNI Untuk Lingkungan Hidup BNI Untuk Masyarakat BNI Untuk Indonesia 5 Pilar Keberlanjutan BNI BNI Untuk Nasabah BNI Untuk Pegawai Penerapan Pilar Keberlanjutan BNI BNI menciptakan nilai (creating value) bagi kelima pemangku kepentingan utama melalui pelaksanaan pilar keberlanjutan, baik secara internal dan eksternal: BNI untuk Indonesia Merupakan kegiatan BNI untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, melalui pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi mitra BNI. BNI untuk Nasabah BNI menerapkan konsep responsible investment. Kami sadar sepenuhnya bahwa investasi dari nasabah harus kami kelola dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu, BNI menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan tetap memperhatikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan melalui penerapan tata kelola yang baik. BNI untuk Pegawai Merupakan komitmen BNI untuk menyediakan tempat kerja yang membanggakan dan mampu mendorong semua pegawai untuk meningkatkan kinerja dan potensi yang dimilikinya. BNI untuk Masyarakat Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka sesuai dengan Misi Perusahaan, BNI menjalankan peran tanggung jawab sosial (CSR) yang mampu memberdayakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup mereka. BNI untuk Lingkungan Hidup Kami menerapkan program BNI Go Green untuk ikut serta melestarikan lingkungan hidup dan menciptakan gerakan cinta lingkungan. Menuju Keuangan Berkelanjutan 33

36 Strategi Keberlanjutan BNI Konsep Program Keberlanjutan BNI BNI mengembangkan sebuah Matriks Konsep Program Keberlanjutan sejak 2014 dan hingga saat ini masih terus dijalankan. Matriks ini memiliki empat kuadran dengan dua sumbu, yaitu bisnis - non bisnis dan internal - eksternal. Sustainability Programs Green Lending Economic Development Internal External Community Development Sponsorship Role Modeling Capacity Building Networking Corporate Sustainability Green Attitude Cross Selling Green Funding Product Development Improvement of SOP Non Business Business Kuadran Non Bisnis - Eksternal BNI mendukung kegiatan yang melibatkan masyarakat, serta aktivitas peduli lingkungan, mengalokasikan dana CSR untuk sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan, infrastruktur, lingkungan dan bencana alam, serta pendampingan dan penyaluran pinjaman lunak untuk pemberdayaan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan/PKBL. Pengembangan ekonomi masyarakat dilakukan melalui konsep engagement and empowerment. Saat ini terdapat 21 Kampoeng BNI yang berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sumber daya setempat. 34 Menuju Keuangan Berkelanjutan

37 Kuadran Non Bisnis Internal BNI membentuk green champion dari berbagai divisi di Kantor Pusat yang ke depan akan diperluas ke seluruh pegawai BNI. Melalui green champion, BNI meningkatkan kapasitas, mendorong perilaku pegawai yang ramah lingkungan, seperti hemat kertas, hemat energi dan air, pemilahan sampah, program Bike to Work, green attitude, pelatihan Integrasi ESG, dan pelatihan Teknik Analisis Lingkungan (TAL). Kuadran Bisnis Eksternal BNI mendukung investasi ramah lingkungan melalui pembiayaan hijau (green financing), seperti proyek geothermal, mini hidro, pengolahan sampah dan kelapa sawit ramah lingkungan (green lending), meningkatkan kerja sama internasional melalui pendanaan two step loan untuk proyek ramah lingkungan (green funding), serta memberikan layanan perbankan pada organisasi/instansi/lsm yang bergerak/berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat (cross-selling). Kuadran Bisnis Internal BNI menyempurnakan prosedur untuk mendukung dan memberikan edukasi kepada debitur agar lebih peduli terhadap lingkungan dan sosial. BNI juga melakukan pengembangan produk yang ecofriendly sekaligus business friendly. Produk yang sudah ada: paperless product (melakukan struk cetak transaksi ATM hanya berdasarkan permintaan), e-banking dan e-billing untuk tagihan kartu kredit, menggunakan kertas bolak-balik (reused paper), green mortgage. Menuju Keuangan Berkelanjutan 35

38 Strategi Keberlanjutan BNI Produk baru: UnikQu [102-11] Produk UnikQu diluncurkan setelah melalui uji coba berdasarkan teknologi smartphone berbasis ios dan Android. Produk yang merupakan dompet elektronik ini dilengkapi dengan fitur pembayaran online yang dapat digunakan oleh nasabah maupun bukan nasabah BNI. Dalam memperkenalkan produk UnikQu, BNI memberikan informasi pentingnya menjaga keberadaan smartphone sebagai alat pembayaran agar tidak digunakan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. 36 Menuju Keuangan Berkelanjutan

39 BNI mengembangkan Matriks Konsep Program Berkelanjutan dengan memperhatikan aspek bisnis dan non bisnis serta pengaruhnya terhadap internal dan eksternal BNI. Menuju Keuangan Berkelanjutan 37

40 Laporan Keberlanjutan

41 Kebijakan dan Prosedur Keuangan Berkelanjutan 39

42 Kebijakan dan Prosedur Keuangan Berkelanjutan Sebagai Perusahaan yang mendukung keuangan berkelanjutan, BNI memperhatikan delapan Prinsip Keuangan Berkelanjutan yang ditentukan POJK. 8 PRINSIP KEUANGAN BERKELANJUTAN 1. Prinsip investasi bertanggung jawab 2. Prinsip strategi dan praktik bisnis berkelanjutan 3. Prinsip pengelolaan risiko sosial dan lingkungan hidup 4. Prinsip tata kelola 5. Prinsip komunikasi yang informatif 6. Prinsip inklusif 7. Prinsip pengembangan sektor unggulan prioritas 8. Prinsip koordinasi dan kolaborasi penyusunan laporan Kebijakan dan Prosedur [FS2,FS3] BNI memiliki Pedoman Perusahaan Pola Hidup Ramah Lingkungan yang diperuntukkan bagi seluruh insan BNI. Dasar hukum pembentukan pedoman perusahaan ini ialah UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, pedoman ini dibuat berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK). Pola hidup ramah lingkungan di BNI secara umum terbagi menjadi 4 kategori utama, yaitu: Efisiensi Sumber Daya Alam (Resource Efficiency) Yakni perilaku yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya secara hemat (efisien) dan bertanggung jawab. Pencegahan dari Pencemaran Lingkungan Yakni mencakup pola pikir dan perilaku yang mengutamakan keberlanjutan lingkungan hidup. Perilaku Non-Karbon Merujuk kepada kebiasaan untuk mencegah pemborosan emisi karbon di atmosfer yang bertujuan untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim. Perilaku Pertemanan Ramah Lingkungan (Environment-friendly Collegial Relationship) Merujuk kepada orientasi aktivitas pertemanan di lingkungan kerja yang mendukung upaya keberlanjutan lingkungan. 40 Menuju Keuangan Berkelanjutan

43 Prosedur pelaksanaan keuangan berkelanjutan dilakukan oleh BNI dengan mengacu kepada Pedoman Perusahaan Perkreditan Business Banking Segmen Korporasi Buku I untuk analisa risiko kredit nasabah. Analisis kredit ini merupakan penilaian yang ditujukan untuk debitur dengan melihat faktor kepedulian mereka terhadap kualitas lingkungan hidup dan dampaknya terhadap kelangsungan usaha atau kemampuan first way out debitur. Kepedulian terhadap lingkungan hidup tersebut memperhatikan dampak dari proses produksi/operasional atau produk/jasa yang dihasilkan perusahaan, di antaranya adalah persyaratan AMDAL (jika relevan), produk/jasa perusahaan bersifat eco-friendly, serta kegiatan meminimalkan dampak negatif produksi terhadap lingkungan hidup. Penyesuaian (down grading) dilakukan apabila ketidakpedulian terhadap faktor lingkungan hidup berdampak pada kelangsungan usaha, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Asessment terhadap potensi maupun risiko dari debitur/calon debitur, termasuk aspek mengenai Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) dilakukan secara umum adalah identifikasi dan mendapatkan peluang bisnis (Unit Bisnis), identifikasi risiko dan mitigasinya (Unit Risiko) dan penilaian kepatuhan (Unit Kepatuhan). Alur proses asessment tergambar sebagai berikut: Unit Bisnis Unit Risiko Unit Kepatuhan Komite Kredit Menganalisis risiko dan potensi debitur /calon debitur. Skala Bisnis: Corporate LMC1 LMC2 BIN Debitur: Medium & Small BMN BSL Wilayah (SKM & SKC) Cabang Secara umum berperan dalam penetapan: CRR (Customer Risk Rating), IRR (Industry Risk Rating), dan LEL (Loan Exposure Limit). BNR CMR Melakukan CRR (Credit Compliance Review) untuk memastikan proses kredit sudah melalui semua tahapan secara terdokumentasi. Dalam CRR terdapat persyaratan bagi calon debitur perkebunan kelapa sawit yaitu minimal terdaftar dalam ISPO untuk perkebunan yang telah berproduksi. Divisi yang Bertanggung Jawab KPN KPN Menganalisis risiko dan potensi debitur /calon debitur. Komite Credit Corporate Komite Credit Medium & Small Unit Administrasi Kredit Melakukan dokumentasi administrasi kredit Administrasi Kredit Wilayah Administrasi Kredit Cabang CRR (Customer Risk Rating) merupakan model rating debitur yang telah mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui AMDAL dan PROPER untuk menilai kelayakan permohonan kredit debitur. IRR (Industry Risk Rating) merupakan rating sektor industri untuk menetapkan risk appetite terhadap sektor industri debitur. LEL (Loan Exposure Limit), yaitu batasan optimal ekspansi kredit pada setiap sektor industri dengan memperhitungkan potensi bisnis dan risiko di masing-masing sektor. Sebagai Third Line of Defense, Satuan Pengawas Internal (SPI) (melalui kontrol internal) di cabang/sentra bertugas untuk melakukan audit terhadap kepatuhan semua proses kredit nasabah. ADK Menuju Keuangan Berkelanjutan 41

44 Kebijakan dan Prosedur Keuangan Berkelanjutan Selama tahun, kami mengalami kendala terkait pembentukan rencana kerja penerapan keuangan berkelanjutan, misalnya belum adanya unit khusus yang mengelola keuangan berkelanjutan kendala dalam capacity building insan BNI terkait keuangan berkelanjutan, serta peraturan internal BNI yang mendukung penerapan keuangan berkelanjutan belum tersosialisasi secara merata. Untuk menghadapi kendala tersebut, BNI membentuk tim Task Force serta mulai merencanakan capacity building melalui pelatihan secara internal terkait SF yang akan dilaksanakan di tahun mendatang. Manajemen Risiko [102-11] BNI memiliki manajemen risiko sebagai pendekatan kehati-hatian atau precautionary approach untuk meminimalkan risiko perusahaan dan menjalankan prinsip keuangan berkelanjutan. Empat pilar penerapan manajemen risiko merupakan prosedur dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko atas penerapan keuangan berkelanjutan. 4 Pilar Manajemen Risiko Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen Risiko. Sistem Pengendalian Internal Evaluasi manajemen risiko dilakukan melalui pemilihan sampel berdasarkan risk based atas debitur pada sektor industri, perkebunan, dan konstruksi dengan ruang lingkup audit yang tertuang dalam Program Audit Perkreditan. Program ini termasuk: Persyaratan legalitas usaha debitur untuk memiliki ijin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Persyaratan perolehan kinerja pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk kendaraan angkutan limbah harus memiliki: - Izin pengoperasian alat pengolahan limbah B3 dengan metoda elektrokoagulasi - Izin pengoperasian alat pengolahan limbah B3 - Izin pemanfaatan limbah B3 - Audit lingkungan hidup kegiatan pengangkutan, pengumpulan, penyimpanan sementara, pemanfaatan dan pengolahan limbah B3 Debitur usaha industri furnitur dengan skala ekspor harus memiliki ecolabelling dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu. Debitur usaha industri air minum dalam kemasan (AMDK) harus memiliki SIPA (Surat Ijin Pengambilan Air Tanah). 42 Menuju Keuangan Berkelanjutan

45 Selain program audit perkreditan, pengawasan juga dilakukan oleh setiap unit Business Banking. Unit ini membuat watchlist dan rating setiap bulan dan hasilnya disampaikan kepada Unit BNR dan CMR setiap 3 bulan. Namun demikian, BNI telah melakukan audit kepada debitur lingkungan sebagai satu kesatuan terhadap unit sentra yang disampling. Khusus untuk debitur sektor minyak dan gas telah dilakukan audit pada segmen korporasi di tahun. BNI menetapkan empat pilar penerapan manajemen risiko berupa prosedur dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko atas penerapan keuangan berkelanjutan. Menuju Keuangan Berkelanjutan 43

46 Laporan Keberlanjutan

47 Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan 45

48 Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan Good Corporate Governance Struktur Organisasi Tata Kelola [102-18] RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Elect & Dismisses Direksi Check & Komisaris... Satuan Pengawasan Internal... Review Internal Audit Reports Corporate Secretary Unit GCG Divisi Kepatuhan Review Compliance Reports Divisi Manajemen Risiko Bank Divisi Tata Kelola Kebijakan Report to Sekretaris Dewan Komisaris Komite Audit Komite Pemantau Risiko Independent Auditor Review Risk Management Reports Komite Nominasi & Remunerasi Komite Kredit Komite Manajemen Risiko Terintegrasi Komite Manajemen Risiko & Kapital Komite Produk Sub Komite Manajemen Risiko (RMC) Sub Komite Asset & Liability (ALCO) Sub Komite Anti Fraud Komite Manajemen Kinerja Komite Tata Kelola Terintegrasi Komite Manajemen Teknologi Komite Kebijakan Prosedur Perkreditan Komite Human Capital Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dilakukan oleh BNI dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.03/ tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 13/SEOJK.03/ tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Peraturan OJK No. 21/POJK.04/ tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, 46 Menuju Keuangan Berkelanjutan

49 Surat Edaran OJK No. 32/POJK.04/ tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER - 01 /MBU/2011 mengenai Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Goverance) dan perubahannya yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-09/MBU/2012 tanggal 6 Juli Dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, BNI memiliki struktur tata kelola bank yang mencakup Komisaris, Direksi, Komite dan satuan kerja pada bank. Adapun yang termasuk infrastruktur tata kelola bank antara lain adalah kebijakan dan prosedur bank, sistem informasi manajemen serta tugas pokok dan fungsi masing-masing struktur organisasi. Pelatihan Tata Kelola Terkait Keberlanjutan Untuk menjalankan prinsip keuangan berkelanjutan, diperlukan kompetensi yang memadai. Pada saat ini, Direksi dan Dewan Komisaris belum memiliki tugas khusus terkait keuangan berkelanjutan. Oleh karena itu, Direksi dan Dewan Komisaris belum mengikuti pelatihan terkait keuangan berkelanjutan. Namun demikian, selama tahun, terdapat 28 pegawai yang mengikuti perkembangan keuangan berkelanjutan melalui Pelatihan Integrasi ESG yang diadakan OJK dan didukung WWF-Indonesia sebagai mitra OJK untuk First Movers. Selain itu, 20 pegawai telah mengikuti Training Analisis Lingkungan (TAL) yang diadakan OJK terkait pengenalan internal terhadap inisiatif keuangan berkelanjutan. Pelatihan lain yang diikuti oleh pegawai BNI ialah ESG (Indonesia WISE) terkait pemahaman risiko lingkungan yang diikuti oleh 30 orang. Pelatihan Penerapan Tata Kelola Perusahaan (GCG) Tahun Jenis Pelatihan Anti Pencucian Uang & Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) Budaya Kerja Good Corporate Governance Risk Culture Sertifikasi Manajemen Risiko Total Total Peserta Menuju Keuangan Berkelanjutan 47

50 Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan Pendekatan Pemangku Kepentingan BNI melibatkan pemangku kepentingan dalam setiap proses pengambilan keputusan dan penentuan strategi, termasuk dalam mempersiapkan rencana menuju bank yang berkelanjutan (sustainable banking). Pemetaan pemangku kepentingan ini dilakukan melalui identifikasi dan penilaian dengan mempertimbangkan prinsip dependency, responsibility, tension, influence, diverse, perspectives dan proximity. Pelibatan Pemangku Kepentingan [102-40; ; ; ] Pemangku Kepentingan dan Pendekatan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Pemangku Kepentingan Basis Identifikasi Topik Pembahasan Pendekatan dan Respon BNI Frekuensi Pendekatan Nasabah Hubungan Ekonomi Keamanan transaksi perbankan Kredit Usaha Kecil & Menengah Fasilitas perbankan & kemudahan akses Informasi produk & layanan perbankan yang jelas & transparan Layanan Call Center Survei Kepuasan Pelanggan Website & frontline information Gathering Agen46 Setiap saat Dua tahun sekali Setiap saat Minimal setahun sekali Investor/ Pemegang Saham Hubungan ekonomi, kepemilikan & legal Kinerja keuangan & non keuangan Investasi untuk perusahaan ramah lingkungan Pelaporan Kinerja Menyelenggarakan RUPS Setiap kuartal Pegawai Legal & pemangku kepentingan yang membantu pencapaian tujuan perusahaan Hak-hak pegawai Kesetaraan kesempatan Pengembangan karir Pengalaman bekerja yang berharga & menyenangkan Media Internal (Portal), hotline telepon dan surel Survei Kepuasan pegawai Setiap saat Setahun sekali Serikat Kerja Legal Hak-hak pegawai Remunerasi & tunjangan Pembahasan Perjanjian Kerja Bersama Dua tahun sekali 48 Menuju Keuangan Berkelanjutan

51 Pemangku Kepentingan dan Pendekatan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Pemangku Kepentingan Basis Identifikasi Topik Pembahasan Pendekatan dan Respon BNI Frekuensi Pendekatan Pemerintah & Otoritas Jasa Keuangan Legal & kepentingan LJK Kepatuhan pada peraturan & perundangan Analisa risiko lingkungan & sosial dalam pemberian kredit Anti Bribery and Corruption (ABC) and Anti-Money Laundering (AML) and Anti Terrorism Green banking Inclusive banking Keuangan berkelanjutan Pelaporan Minimal setahun pelaksanaan sekali kepatuhan & notifikasi pada Bank Indonesia Basel II Accord-Basel Committee Pelaporan kepatuhan aspek syariah pada Dewan Syariah Nasional Pembentukan Agen46, penyediaan ATM disabilitas Penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RKAB) dan Laporan Keberlanjutan Pemasok Hubungan ekonomi & legal Hubungan yang Seminar & saling menguntungkan dengan pemasok sosialisasi kebijakan Proses pengadaan barang maupun jasa yang adil & transparan Saat diperlukan Organisasi Bisnis Legal & kepentingan industri Kinerja keuangan Investasi untuk perusahaan ramah lingkungan Kinerja non-keuangan Kegiatan operasional Arah perkembangan bisnis Pertemuan & kegiatan nasional maupun regional Konferensi Internasional Empat tahun sekali Menuju Keuangan Berkelanjutan 49

52 Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan Pemangku Kepentingan dan Pendekatan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Pemangku Kepentingan Basis Identifikasi Topik Pembahasan Pendekatan dan Respon BNI Frekuensi Pendekatan Organisasi Masyarakat/NGO Relasi sosial, lisensi sosial & tanggung jawab sosial serta kedekatan dengan perusahaan Dampak & kinerja lingkungan Program CSR yang dilaksanakan & direncanakan Kesempatan untuk berkolaborasi dalam program CSR Informasi kegiatan perusahaaan Kerja sama strategis dalam kepedulian sosial BNI Pelaporan program kemitraan bina lingkungan Minimal setahun sekali Media Relasi sosial, lisensi sosial Kinerja keuangan & non keuangan Dampak & kinerja lingkungan Program CSR yang dilaksanakan & direncanakan Kesempatan untuk berkolaborasi dalam program CSR Siaran pers Saat diperlukan Sinergi Kemitraan Untuk Keberlanjutan [FS5] BNI melakukan kemitraan strategis sejalan dengan tujuan ke-17 pembangunan berkelanjutan di antaranya: BNI menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang menjadi signatory United Nations Environment Programme Finance Initiative (UNEP-FI) sejak tahun 2005 hingga saat ini. BNI menjalin kemitraan bersama: - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka konsep dan inisiasi Smart Village dengan BUMDes yang dikelola BNI. - Kementerian Desa untuk workshop task force BUMDes dan pelatihan BUMDes di 50 kota selama tahun. 50 Menuju Keuangan Berkelanjutan

53 - Kementerian Pertanian untuk penerbitan Kartu Tani di Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Lampung, serta Kabupaten Garut dan Solok. - Kementerian Sosial untuk penyaluran pembiayaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). BNI dan WWF-Indonesia menandatangani kerja sama pembangunan fasilitas pemantauan burung (birdwatching). Penandatangan dilakukan di Nimbokrang, Jayapura pada tahun. Sejak tahun hingga saat ini, BNI menjadi partner dialog WWF-Indonesia dalam pendampingan first mover on sustainable banking. Saat ini BNI bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) untuk pengelolaan dana hibah proyek E-PASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation - Peningkatan Sistem Kawasan Konservasi di Sulawesi untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati) dari tahun sampai Komite Sustainable Finance (SF) BNI merupakan salah satu peserta Pilot Project Indonesia First Movers on Sustainable Banking yang diinisiasi oleh OJK pada tahun. Setelah berakhirnya Pilot Project Indonesia First Movers on Sustainable Banking di tahun, BNI telah menetapkan fungsi Keuangan Berkelanjutan di Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan pada Oktober. Untuk melanjutkan fungsi Keuangan Berkelanjutan (Pilot Project First Movers), BNI membentuk Tim Task Force dari lintas divisi, di antaranya Divisi Komunikasi Perusahaan dan Kesekretariatan, Divisi Korporasi dan Multinasional, serta Divisi Risiko Kredit Menengah dan Usaha Kecil. Output utama dari pembentukan Tim Task Force ini ialah dokumen Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) sebagaimana Peraturan OJK No. 51/POJK.03/ tanggal 18 Juli tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. Pemberian pembiayaan pada sektor ramah lingkungan (green financing) sejalan dengan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainable finance/sf). Untuk menjalankan semua prinsip keuangan berkelanjutan, BNI mempersiapkan Komite Keuangan Berkelanjutan. Komite Keuangan Berkelanjutan ini akan berfungsi untuk penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan terkait Keuangan Berkelanjutan. [102-18] Menuju Keuangan Berkelanjutan 51

54 Tata Kelola dan Pemangku Kepentingan Langkah pertama dalam mewujudkan SF adalah meneruskan pengembangan produk yang dimulai dengan inisiasi berbagai produk berbasis teknologi dan ramah lingkungan. Sejalan dengan strategi perusahaan untuk fokus pada perbankan digital, maka pada tahun diperkenalkan produk UnikQu. Langkah kedua adalah melakukan pengembangan kapasitas melalui berbagai macam pelatihan, baik dalam kelas, misalnya pelatihan TAL dan ESG, maupun pelatihan secara online menggunakan aplikasi. Saat ini BNI masih melakukan perencanaan terkait penyesuaian organisasi untuk mempertajam fungsi SF dan membuat peta jalan selaras dengan prinsip SF. Ketiga, fokus rencana aksi ini akan terus ditingkatkan pada tahun Anti Fraud (Korupsi) [205-1; 205-3] Sebagai bagian implementasi tata kelola perusahaan yang baik, BNI telah melakukan penandatanganan komitmen pengendalian gratifikasi antara Direktur Utama BNI dan Ketua KPK pada tanggal 17 Oktober. Komitmen Pengendalian Gratifikasi ini merupakan salah satu tahapan pengendalian gratifikasi. Selain itu, telah dilakukan workshop pengendalian gratifikasi yang didampingi oleh Tim Gratifikasi KPK pada tanggal 16-17Februari. Selanjutnya, konsultasi dan sosialisasi terkait gratifikasi dilakukan oleh Unit Pengendalian Gratifikasi di Divisi Kepatuhan. Pada tahun, kasus dominan yang diterima ialah pencurian uang (26 kasus) dan gratifikasi (8 kasus) yang terjadi di unit operasional. Semua kasus ini sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan sesuai dengan hukum dan Peraturan Perusahaan. Selama tahun, tidak ada mitra yang diputus kontraknya akibat kasus korupsi. Sebagai upaya untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan Good Corporate Governance di BNI, Divisi Kepatuhan terus berupaya mewujudkan prinsip no fraud for our bank melalui penerapan strategi anti fraud. Strategi anti fraud diterapkan melalui empat pilar sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011 perihal Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum, yakni: pencegahan, deteksi, investigasi, pelaporan, dan sanksi. Jumlah Kejadian Fraud *Di atas Rp 100 juta 52 Menuju Keuangan Berkelanjutan

55 Implementasi perangkat anti fraud di BNI, didukung dengan penyelenggaraan program pembelajaran, in-class maupun e-learning. Pilar Strategi Anti Fraud Inisiasi/Program/Perangkat/Tools Jumlah Peserta Pencegahan Deteksi Investigasi Evaluasi Fraud E-Learning Anti Fraud Awareness E-Learning Anti Pencucian Uang (APU) E-Learning Budaya Kerja E-Learning Good Corporate Governance E-Learning Risk Culture Legal Knowledege for Banker Legal Aspect in Funding & Services Credit Risk Awareness Pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah emisi tahun Refreshing Auditor Risiko Operasional BARA Risk Forum: Refocusing on Cerdit Risk Mgt & Model ERM Pengumpulan dan Verifikasi Data Credit Risk Review Operation Policy & Procedure - APU PPT Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Untuk mencegah dipergunakannya bank sebagai sarana tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, maka bank menerapkan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) secara memadai. Hingga tahun, tidak terdapat isu pencucian uang dan pencegahan pendanaan teroris yang signifikan terhadap BNI. Menuju Keuangan Berkelanjutan 53

56 Laporan Keberlanjutan

57 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia 55

58 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Membangun Budaya Keuangan Berkelanjutan [FS13, FS16] Salah satu budaya perusahaan yang terus disosialisasikan adalah program inklusi keuangan yang pada dasarnya adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Hal ini, sesuai misi BNI dalam meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas, maka peran aktif setiap pegawai diperlukan untuk menjamin keberhasilan program inklusi keuangan. Program inklusi keuangan dilakukan menggunakan layanan Agen46. Agen46 merupakan salah satu bentuk komitmen BNI dalam mendukung program literasi keuangan dan juga memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat pedesaan dan perkotaan. Selain itu, komitmen BNI terhadap budaya keberlanjutan juga tercermin dari pengembangan produk digital dan pembangunan gedung berkonsep green building. Perubahan pola pikir dan perilaku yang mengarah pada teknologi digital mulai mengakar pada setiap insan BNI melalui program Digital Ninja. Program tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan digital mindset, memperkuat engagement atas produk digital BNI dan menumbuhkan budaya inovasi teknologi bagi segenap insan BNI. Hingga akhir, terdapat 498 Digital Ninja dan ditargetkan pada 2018 sudah mencapai 591 orang dari total jumlah pegawai. Demikian pula pembangunan Menara BNI di Pejompongan diharapkan dapat menjadi role model sebagai gedung yang menggunakan konsep green building. Ini adalah salah satu langkah untuk membudayakan dan memberikan kesempatan adaptasi pada perilaku yang ramah lingkungan. 56 Menuju Keuangan Berkelanjutan

59 Produk dan Portofolio Kredit Selain produk dan layanan kepada nasabah umum, BNI juga membuka akses bagi nasabah tertentu dengan memberikan kemudahan melalui produk inklusi keuangan. Program inklusi keuangan sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk memperkenalkan dan memberikan edukasi pengelolaan keuangan, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah yang sulit dijangkau. Produk Inklusi Keuangan BNI Produk Deskripsi Jumlah (miliar rupiah) Rekening (unit) Tabungan BNI Pandai Tabungan perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan oleh BNI yang memiliki karakteristik basic saving account (BSA) dan dapat dibuka melalui Kantor Cabang BNI maupun melalui Agen46 241, TabunganKu Tabungan perorangan yang diterbitkan 2.570, bersama-sama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung BNI Simpanan Pelajar (SimPel) Tabungan siswa yang diterbitkan secara nasional oleh bank-bank di Indonesia, dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini 62, Bantuan sosial dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Program Indonesia Pintar (PIP) PIP melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah ,3 (SMK) 1.241,8 (SMA) 94,6 (Madrasah) (SMK) (SMA) (Madrasah) Menuju Keuangan Berkelanjutan 57

60 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Produk Deskripsi Jumlah (miliar rupiah) Rekening (unit) Program Keluarga Harapan (PKH) Bantuan Eks Timor Timur Tabungan Program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) Pemberian dana kompensasi kepada penduduk eks Timor Timur 320, , Tabungan Simpanan Keluarga Sejahtera (TSKS) Pemberian insentif kepada tenaga kerja sosial tingkat kecamatan 13, Honor Pendamping Family Support Pemberian insentif kepada pendamping program family support 0, Family Support Program perlindungan sosial untuk warga 1, lanjut usia yang masih mampu melakukan kegiatan produktif Pendamping KUBE DESA (Kelompok Usaha Bersama) Pendamping KUBE KOTA (Kelompok Usaha Bersama) Pemberian insentif kepada Pendamping KUBE Pedesaan Pemberian insentif kepada pendamping KUBE Perkotaan 2, ,4 501 Pesisir Penyaluran bantuan sosial kepada kelompok masyarakat pulau-pulau kecil dan pesisir antar negara yang terdiri dari rehabilitasi sosial, rumah tidak layak huni (RS-RTLH) dan sarana lingkungan 26, Tabungan Sosial Anak Penyaluran Bantuan Sosial untuk Anak terlantar dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) 21,3 (anak) 2,7 (LKSA) (anak) 924 (LKSA) 58 Menuju Keuangan Berkelanjutan

61 Produk Deskripsi Jumlah (miliar rupiah) Rekening (unit) Tabungan BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) 128, Pinjaman FLPP Dukungan Fasilitas Likuidasi Pembiayaan Perubahan (FLPP) kepada MBR (Masyarakat Berpenghasilan rendah) yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. 190, Produk Pendukung Inklusi Keuangan Produk Kartu Bansos JAL Deskripsi Infrastruktur Pendukung Kartu Bansos merupakan salah satu produk kartu Debit BNI yang digunakan untuk penyaluran program pemerintah (Bansos). Kartu Telah Aktivasi Kartu Tani BSL Kartu Tani merupakan salah satu produk kartu debit yang diperuntukan bagi segmen petani Indonesia. Selain berfungsi sebagai kartu debit, juga berfungsi sebagai media penerimaan subsidi maupun bansos dari pemerintah Kartu Indonesia Pintar Kartu Jaring BSL Kartu Multiguna Banten Kartu debit yang dapat digunakan sebagai penanda untuk menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KKS untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar. Kartu jaring merupakan salah satu kartu debit yang digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan target sasaran masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan/atau nelayan. Kartu Multiguna Banten merupakan salah satu kartu debit yang digunakan untuk menyalurkan bantuan sosial dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Banten yang disebut dengan Program Jamsosratu Menuju Keuangan Berkelanjutan 59

62 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Portofolio Kredit Berkualitas [FS6] Portofolio pemberian kredit kepada nasabah dapat disampaikan berdasarkan sektor dan kategori, namun BNI belum dapat menyajikan data persentase kredit berkualitas berdasarkan wilayah. Kinerja pembiayaan ini dijalankan oleh Divisi ERM di bawah pengawasan Direktur Kepatuhan dan Risiko. Divisi ERM melakukan evaluasi untuk menilai portofolio berdasarkan target atau investasi yang ditetapkan pada Pedoman Perusahaan Perkreditan Business Banking Segmen Korporasi Buku I untuk analisis risiko kredit nasabah. Portofolio Kredit Berdasarkan Sektor (miliar rupiah) Perindustrian persentase: 3,5% Pertanian persentase: 8,8% Pengangkutan, Pergudangan, dan Komunikasi persentase: -1,2% Listrik, Gas, dan Air persentase: -7,9% Jasa Pelayanan Sosial persentase: 96% Lainnya Perdagangan, Restoran, & Hotel persentase: 79,1% Jasa Dunia Usaha Konstruksi persentase: 89,4% Pertambangan persentase: 15,3% persentase: 22,6% persentase: -23,9% Total persentase: 12% Menuju Keuangan Berkelanjutan

63 Pemberian kredit segmen korporasi memegang peranan penting bagi bisnis BNI, sesuai dengan fokus pembiayaan Perusahaan. Pemberian kredit produktif pada tahun sebesar 31,4% melebihi target yang dicanangkan yaitu Rp miliar. Portofolio Kredit Berdasarkan Kategori* (miliar rupiah) Kecil persentase: 17,94% 17,72% 18,20% Korporasi persentase: 59,74% 60,84% 59,67% Menengah Total persentase: 22,32% 21,44% 22,13% persentase: 100% 100% 59,67% *kredit produktif Menuju Keuangan Berkelanjutan 61

64 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Portofolio Kredit terkait Pembangunan Nasional [FS6, FS7, FS8] Untuk mendukung peningkatan ekonomi negara yang berwawasan sosial, BNI salah satunya memberikan pembiayaan untuk pembangunan infrastuktur. Pencatatan portofolio pendanaan pada infrastuktur meningkat sebesar 15,32% dibandingkan dengan tahun, yaitu Rp miliar. Portofolio Pembiayaan Pembangunan Sektor Ekonomi (miliar rupiah) Jalan Tol dan Konstruksi persentase: 30% 27% 17% Transportasi persentase: 17% 19% 19% Minyak dan Gas Bumi persentase: 13% 14% 18% Ketenagalistrikan persentase: 29% 30% 29% Telekomunikasi persentase: 11% 11% 17% Total Proyek Pemerintah persentase: 100% 100% 100% Portofolio Kredit Usaha Rakyat (KUR) [FS6, FS7] Sejak tahun 2007 (peluncuran awal program KUR) BNI telah menyalurkan KUR kepada debitur dengan maksimal kredit Rp miliar. Hingga akhir, BNI telah menyalurkan KUR kepada debitur dengan maksimal kredit Rp9.745,33 miliar. Pemberian KUR ini mencapai 81,21% dari target yang ditetapkan pemerintah tahun sebesar Rp miliar. 62 Menuju Keuangan Berkelanjutan

65 Target pemberian KUR di tahun tidak tercapai karena adanya permintaan dari Pemerintah untuk menyalurkan pada sektor produksi, sementara selama ini BNI banyak menyalurkan KUR pada sektor perdagangan. Namun demikian, BNI mendapat apresiasi dari Pemerintah karena penyalurkan KUR pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan dinilai lebih produktif dibandingkan dengan sektor lainnya. Di sisi lain, tantangan dalam menyalurkan KUR pada sektor produktif adalah karakter bisnis yang memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perdagangan sehingga perputaran arus kas seringkali menjadi kendala. Jumlah Penyaluran KUR Tahun Jenis KUR Deb Maks (miliar rupiah) Target (miliar rupiah) Pencapaian Mikro , ,98% Ritel , ,35% TKI* , ,02% Total , ,21% *Tenaga Kerja Indonesia Ada dua jenis KUR berwawasan sosial yang disalurkan BNI, yaitu KUR Tani dan KUR Peremajaan Kelapa Sawit. Penyaluran KUR Tani Total Debitur Kredit Maks* Jumlah Kartu Wilayah Penyaluran Provinsi Jawa Timur , Garut, Jawa Barat , Mesuji, Lampung *Juta Rupiah Penyaluran KUR Peremajaan Sawit Rakyat Total Debitur Kredit Maks* Skema Kredit Wilayah Penyaluran ,4 KUR dan BWU 88 Gabungan kelompok tani di Sumatera Selatan *Miliar Rupiah Menuju Keuangan Berkelanjutan 63

66 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Portofolio Kredit Berwawasan Sosial dan Lingkungan [FS6, FS8] Sejak tahun 2007, BNI telah aktif dalam memberikan pembiayaan pada sektor ramah lingkungan, misalnya melalui kredit korporat ke pembangunan pembangkit listrik, air, geothermal dan mini hidro, serta perusahaan kelapa sawit bersertifikasi RSPO dan ISPO. Selama tahun, BNI telah menyalurkan pembiayaan hijau segmen korporasi sebesar Rp miliar atau 30,66% dari total kredit korporasi, naik dari tahun yang sebesar Rp miliar atau 12,39% dari total kredit korporasi dan 7,54% dari total kredit BNI (tidak termasuk konsumer). Portofolio Kredit Pembiayaan Hijau Portfolio Kredit Maksimum* Green Financing Korporasi Kredit Korporasi Total Kredit BNI (tidak termasuk kredit konsumer) Rasio Persentase Green Financing Korporasi/Korporasi 30,66% 12,39% Green Financing Korporasi/Total Kredit 18,31% 7,54% *Miliar Rupiah Kebijakan (Pendekatan) BNI terhadap Sektor Kelapa Sawit Berkelanjutan BNI mendorong debitur korporasi yang bergerak di industri kelapa sawit untuk menerapkan praktik pengelolaan kebun sawit ramah lingkungan melalui sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) maupun Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan BNI terhadap komitmen Indonesia dalam mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan, serta pencegahan risiko finansial yang juga akan berdampak pada aspek sosial dan lingkungan debitur. Persyaratan wajib bagi debitur yang akan mengajukan kredit di BNI yaitu minimal sudah didaftarkan pada proses sertifikasi RSPO atau ISPO. Persyaratan ini diberlakukan bagi seluruh debitur korporasi kelapa sawit BNI. Jenis-jenis produk yang diberikan pada debitur korporasi kelapa sawit BNI meliputi Kredit Investasi (KI), KI Kebun/KUR untuk Plasma, Payroll, Taplus, BNI Flexi, BNI Griya, dan LC/SKBDN. Selain pemberian kredit tersebut, BNI juga membantu memberikan pinjaman untuk peremajaan perkebunan sawit rakyat dengan konsep sustainable palm oil. Pada tahun, jumlah perusahaan kelapa sawit yang sudah memiliki sertifikat RSPO dan/atau ISPO berjumlah 6 debitur dan 4 masih dalam proses sertifikasi. Jumlah ini meningkat pada tahun, menjadi 13 debitur yang sudah bersertifikasi dan 23 yang masih dalam proses. Tahun, BNI juga melakukan penghitungan terhadap debitur industri kelapa sawit dari sektor swasta. 64 Menuju Keuangan Berkelanjutan

67 Status Sertifikasi ISPO & RSPO Jumlah Perusahaan ** Maks Pinjaman* Jumlah Perusahaan Maks Pinjaman* Jumlah Perusahaan Maks Pinjaman* Tersertifikasi Dalam Proses N/A N/A **Tahun termasuk pembiayaan terhadap sektor swasta *Miliar Rupiah Selain pembiayaan hijau dari sektor kelapa sawit dan pembangkit listrik energi terbarukan, BNI juga melakukan pembiayaan pada sektor hijau lain seperti geothermal power plant di Patuha, Jawa Barat dan gas power plant di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dengan maksimal kredit sebesar Rp1.864,48 miliar, pengelolaan green building Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp700 miliar, dan pengolahan ampas bijih baja sebesar Rp326 miliar. BNI belum dapat menyajikan persentase debitur kredit lingkungan dan sosial dibandingkan total debitur yang didanai. (FS10, FS11) Di samping memberikan kredit secara langsung, BNI juga mendukung pembangunan proyek renewable energy melalui kerja sama dengan debitur dan lembaga pembiayaan lainnya sebagai agen jaminan dan agen penampungan. Kerja sama ini, misalnya dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro di Sangir, Sulawesi Selatan. Selain itu, BNI memberikan kredit sindikasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air di Poso dan Malea. Dukungan pada proyek pengembangan energi terbarukan juga disampaikan oleh BNI melalui pembelian reksadana yaitu Reksadana Insight Renewable Energy Fund pada bulan Maret. Dalam hal ini, BNI berkedudukan sebagai investor. Pembiayaan Pada Proyek Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Jenis Projek Lokasi Maks Pemberian Kredit* Pembangkit Listrik Tenaga Air - PLTA Poso II Kapasitas 3x65 MW Poso, Sulawesi Selatan 920,76 Pembangkit Listrik Tenaga Air - PLTA Malea Kapasitas 2x45 MW dan kapasitas 4x3,6 MV Tana Toraja, Sulawesi Selatan 1.380,03 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro - PLTMH Tanjung Tirta Kapasitas 2x4 MW Lebak, Banten 169 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro - PLTMH Lebak Tundun Kapasitas 2x4 MW Banjarnegara, Jawa Tengah 199 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro - PLTMH Cianten Kapasitas 19,2 M Bogor, Jawa Barat 350 *Miliar Rupiah Menuju Keuangan Berkelanjutan 65

68 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Kinerja ekonomi disampaikan dalam laporan keuangan yang bersifat konsolidasi untuk seluruh unit kerja BNI, termasuk unit kerja luar negeri (UKLN), serta anak perusahaan. Pada tahun, anak perusahaan yaitu BNI Syariah telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan, dan kedepannya akan diikuti oleh anak-anak perusahaan lain sebagai bentuk pengembangan menuju ekonomi berkelanjutan. Laporan Keberlanjutan ini hanya mencakup aspek keberlanjutan dari keseluruhan BNI secara individu. Namun, laporan data keuangan tidak dapat disajikan berdasarkan wilayah maupun daerah pemasaran karena bersifat konsolidasi. [102-45] Nama Anak Perusahaan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi Nama Domisili Tahun Berdiri PT BNI Syariah PT BNI Multifinance PT BNI Securities PT BNI Life Insurance BNI Remittance Jakarta 2010 Jakarta Jakarta Jakarta Hongkong Pertumbuhan Nilai Ekonomi Didapat dan Distribusikan [201-1] Uraian Nilai Ekonomi Dihasilkan* Pendapatan 66,6 Biaya Operasi Biaya Pegawai (gaji dan tunjangan) Dividen Pajak pada Pemerintah Investasi Komunitas Total Total Distribusi Nilai Ekonomi* 40,1 9,3 4,0 3,4 56,8 Nilai Ekonomi Ditahan* 59,3 49,1 36,3 30,3 8,8 7,4 2,3 2,7 2,9 2,3 0,1 0,1 0,1 50,3 42,8 9,8 9,0 6,3 Keterangan: Sumber Laporan Laba Rugi Konsolidasi yang telah diaudit. *Triliun Rupiah Rantai Pasokan yang Berkelanjutan [102-9] BNI memiliki Divisi Pengelolaan Asset dan Pengadaan (PFA) yang khusus menangani mitra pemasok. BNI memiliki kebijakan seleksi dan peningkatan kemampuan pemasok atau vendor yang dituangkan dalam bentuk PP Pengadaan No. IN/512/PGV/003 tanggal 10 November. Kinerja ekonomi BNI selama tahun meningkat dan menjadikan Perusahaan sebagai bank terbesar ketiga di Indonesia dalam jumlah aset. Hingga akhir, BNI memiliki beberapa kelompok jenis pemasok, misalnya konsultan IT, penyedia barang-barang kebutuhan kantor, kontraktor desain dan pembangunan, penyedia sarana transportasi, dan jasa keamanan. 66 Menuju Keuangan Berkelanjutan

69 Selain itu, terdapat beberapa universitas yang juga memberikan layanan konsultasi kepada BNI. Pendanaan Kemitraan Keberadaan BNI terus diupayakan untuk mendukung terjalinnya dan berkembangnya rantai pasokan yang berkelanjutan. Kami memberikan pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar perkembangan usaha mereka berjalan dengan baik sebagai mata rantai untuk perkembangan usaha lainnya. Sebagian besar UMKM ini bergerak di bidang ketahanan pangan, industri kecil dan sektor infrastruktur, serta kemaritiman. Dukungan terus kami berikan, salah satunya melalui program Supply Chain Financing (SCF) yang berbasis web, atau BNI FSCM (BNI Financial Supply Chain Management) dengan solusi supplier financing, distributor financing, dan receivable financing. Pencapaian dukungan Perusahaan pada kinerja BNI FSCM sebesar Rp11,33 miliar. Jumlah ini meningkat 6% dari sebelumnya, yaitu Rp10,68 miliar. Target pencapaian ini kami tingkatkan menjadi 10% di tahun Target dan Pencapaian BNI FSCM Tanggung Jawab pada Nasabah Keamanan Produk [102-11] Secara persentase, 100% produk dan fitur yang diluncurkan oleh BNI sudah dievaluasi keamanannya setelah melewati post implementation review (PIR) yang dilakukan oleh Divisi Kepatuhan, Divisi Manajemen Resiko Bank dan Divisi Teknologi. Jika hasil PIR sudah memenuhi sisi operasional, teknologi dan risiko, maka deskripsi produk disampaikan kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memperoleh persetujuan sebelum diluncurkan ke masyarakat. Survei Kepuasan Pelanggan BNI telah memiliki kebijakan mutu mengenai kepuasan pelanggan melalui pelayanan contact center yang unggul, yang tertuang dalam Kebijakan Mutu BNI Contact Center. Sejak tahun 2011 hingga tahun, BNI juga telah melaksanakan lima kali survei kepuasan pelanggan (customer satisfaction survey/css), yaitu pada 2011, 2012, 2013 dan mulai tahun survei dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Hasil CSS tahun menunjukkan angka 4,05 yang berarti sangat baik. Points 4,50 4,00 3,50 Tingkat Kepuasan Pelanggan BNI BNI FSCM Slip (item) Pendapatan* Nominal* 3, , , , *Miliar Rupiah Target BNI Mandiri BCA 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 4,11 4,22 4,15 4,05 3,93 4,07 4,04 4,02 4,04 4,04 BRI 4,04 Proyeksi 4,05 4,07 Menuju Keuangan Berkelanjutan 67

70 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Kerahasiaan Data Nasabah [418-1] BNI menjamin kerahasiaan data nasabah. Terkait dengan jaminan atas perlindungan nasabah, BNI mengacu kepada POJK No.1/POJK.03/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan dan POJK No. 1/POJK.7/2013 tanggal 13 Juli 2013 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah. Adapun Prinsip Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan (nasabah) di BNI tertuang dalam ketentuan sebagai berikut: IN/135/DMA/002, tanggal , Tentang Pengelolaan Data Nasabah. IN/199/EBK/001, tanggal , Tentang Perlindungan Data Nasabah. IN/0/EBK/001, tanggal , Tentang Perlindungan Kerahasiaan Data Nasabah. IN/784/PDM/001, tanggal , Tentang Formulir Pembukaan Rekening. Data Komplain Nasabah Berdasarkan Media Media Complaint Banking Credit Card Banking Credit Card Banking Credit Card Media Massa Media Elektronik Media Sosial Surat/Fax Telepon/Cabang Lain-lain Total Penyelesaian Keluhan Jenis Keluhan Banking Credit Card Total Total Dalam Progres % Selesai % Total Dalam Progres % Selesai % , , , , , , , , , , , ,66 68 Menuju Keuangan Berkelanjutan

71 Prosedur Pelaporan dan Penyelesaian Keluhan Komitmen BNI Call untuk meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah diwujudkan melalui standarisasi kualitas pada seluruh layanan dengan memperoleh Sertifikasi ISO 9001: pada akhir tahun. Pada tahun BNI Contact Center melakukan pengembangan layanan Help Desk dengan penambahan layanan inquiry remittance & trade transactions, serta merchant care. Melalui peningkatan ini, BNI Contact Center memberikan layanan terpadu bagi seluruh pemangku kepentingan. Di samping itu, diluncurkan pula layanan BNI Chat untuk memberikan pengalaman baru, serta menambah alternatif layanan BNI Call BNI Contact Center turut berperan sebagai strategic asset unit, dengan memberikan berbagai masukan kepada unit bisnis dalam peningkatan produk, fitur dan layanan yang unggul kepada nasabah. Selain itu BNI Contact Center senantiasa melakukan evaluasi proses dan efektivitas penyelesaian pengaduan nasabah melalui kerjasama sinergis antar divisi; memberikan umpan balik kepada business/product owner terkait pengaduan nasabah; melakukan pemantauan Service Level Agreement (SLA) penyelesaian pengaduan; penyempurnaan aplikasi penanganan pengaduan nasabah Online Request Management serta penyesuaian ketentuan internal jika terdapat perubahan perundang-undangan, sehingga dalam lima tahun terakhir tren tingkat penyelesaian keluhan nasabah terus meningkat. Keluhan nasabah yang terkait dengan frontliners, baik yang masuk melalui BNI Contact Center maupun saluran lainnya seperti sosial media BNI, akan diteruskan ke Divisi SQU untuk selanjutnya dilakukan tindakan recovery. Tahapan tindakan recovery tersebut dengan menghubungi nasabah untuk re-konfirmasi dan first recovery, kemudian menghubungi outlet/unit yang mendapat keluhan agar segera melakukan recovery. Sejalan dengan proses tersebut, Divisi SQU melakukan pengelolaan history complain untuk dijadikan lesson learn dalam bentuk portal di BNI Forum, yang diberi nama L2HC (Lesson Learn Handling Complain). Sesuai Surat Edaran OJK (SE OJK) Nomor 2/SEOJK.07/2014 tanggal 14 Februari 2014, BNI akan memberikan informasi penyelesaian atas pengaduan nasabah melalui sarana telepon, , surat ataupun pesan singkat (sms). Apabila nasabah merasa solusi penyelesaian yang diberikan oleh BNI tidak memenuhi harapannya, maka nasabah dapat melanjutkan proses pengaduan melalui layanan mediasi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, ataupun Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa. Menuju Keuangan Berkelanjutan 69

72 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia Digitalisasi Banking Menuju Keuangan Berkelanjutan Perkembangan digital banking menjadi salah satu strategi bagi seluruh perbankan untuk tetap bertahan di era teknologi yang semakin meningkat tajam. Demikian pula di BNI, konsep digital banking ini terus berkembang. Hingga akhir Desember, BNI memiliki Digital Branch sebanyak delapan outlet di Jakarta, dan masing-masing satu outlet di Jogyakarta, Surabaya, Medan, Bali, dan Bandung. Kinerja dan Pertumbuhan Digital Banking Bentuk Produk Satuan Pertumbuhan Mobile Banking Nasabah (ribu) % Transaksi (juta) 32,3 10,5 207% Nominal (triliun rupiah) 49,8 13,6 265% SMS Banking Nasabah (juta) 8,49 6,58 24% Transaksi (juta) 389,2 307,6 27% Nominal (triliun rupiah) 39,9 35,9 12% Internet Banking Nasabah (juta) 1,78 1,53 16% Transaksi (juta) 25,3 26,1-3% Nominal (triliun rupiah) 94,05 94,7-1% EDC Transaksi (juta) 33,9 29,3 16% Nominal (triliun rupiah) 46,7 40,2 16% ATM Transaksi (juta) % Nominal (triliun rupiah) % Tapcash Kartu (ribu) 2, % Transaksi (juta) 23,1 9,0 155% Nominal (triliun rupiah) 362,4 75,5 380% UnikQu* Nasabah (ribu) 68,2 N/A N/A Transaksi (ribu) 45,1 N/A N/A Nominal (miliar) 1,8 N/A N/A E-Commerce Transaksi (juta) 21,5 11,1 93% Nominal (triliun rupiah) 17,6 11,0 58% *Produk diluncurkan pada tahun 70 Menuju Keuangan Berkelanjutan

73 Digital banking juga merambah ke program inklusi keuangan. Melalui Agen46, BNI membuka akses perbankan bagi seluruh masyarakat di Indonesia, terutama di daerah pelosok yang sebelumnya tidak terjangkau. Melalui Agen46, masyarakat ini dapat melakukan kegiatan perbankan tanpa harus datang ke kantor bank. Hingga tahun, sebanyak Agen 46 tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah Agen46 tersebut tumbuh sebesar 125% dibandingkan tahun. Untuk menjadi Agen46, nasabah dapat langsung datang ke cabang, melakukan pendaftaran online, atau berdasarkan rekomendasi dari Assistant Branchless Banking (ABB). Kinerja Agen46 Keterangan Persentase Jumlah Agen orang orang 125% Transaksi 35,29 juta 7,04 juta rupiah 388,57% Nominal Transaksi 11,23 triliun rupiah 1,18 triliun rupiah 447,15% Dana Pihak Ketiga (DPK) Operasional 592 miliar rupiah 227 miliar rupiah 113,1% Rekening BNI Pandai 4,84 juta rekening 1,20 juta rekening 302,1% DPK BNI Pandai 561,90 miliar rupiah 117 miliar rupiah 337,1% Inovasi produk lainnya yang diluncurkan selama tahun berkaitan dengan keuangan berkelanjutan dan selaras dengan program kerja Pemerintah ialah produk asuransi mikro BNI Life Pandai Plus. Produk Asuransi Mikro BNI Life Pandai Plus merupakan produk asuransi jiwa berjangka yang dipasarkan melalui Agen46, sejalan dengan konsep ekonomi kerakyatan. Menuju Keuangan Berkelanjutan 71

74 Mendukung Pembangunan Berkelanjutan untuk Indonesia ATM Disabilitas dan ATM Merah Putih [FS14] Dok : Hendra Agus Setyawan BNI memiliki satu mesin ATM untuk penyandang disabilitas yang terletak di Fatmawati, khususnya pengguna kursi roda. ATM khusus penyandang disabilitas ini memiliki spesifikasi yaitu jalan akses menuju galeri ATM dapat dilalui kursi roda, pintu masuk ATM otomatis, lantai di bawah mesin ATM menggunakan lantai besi sehingga tidak licin saat dilalui kursi roda, serta mesin ATM yang lebih rendah dibandingkan ATM pada umumnya. Selain itu, BNI juga memiliki mesin ATM Disabilitas yang ditempatkan mulai dari rumah sakit, pusat perbelanjaan, maupun bandar udara. Fitur yang dikembangkan adalah inquiry dan penarikan dengan menu fast cash. Penyediaan ATM Khusus ini merupakan salah satu bagian dari upaya BNI untuk mendukung keberadaan para penyandang disabilitas. Hingga akhir tahun, belum ada perhitungan jumlah pengguna ATM disabilitas karena mesin tersebut dapat digunakan oleh nasabah umum juga. Dalam rangka meningkatkan layanan terhadap masyarakat, khususnya nasabah Bank Himbara, yaitu BNI, BRI, BTN dan Mandiri, serta untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan ATM, maka telah dilakukan sinergi ATM bank-bank Himbara. Sebagai wujud dari sinergi tersebut, telah diimplementasikan ATM Link. Hingga akhir Desember, sudah ada unit ATM BNI yang telah menjadi ATM Link dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan adanya ATM Link ini, maka nasabah Bank Himbara dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan lebih efisien. Namun, BNI belum dapat mengidentifikasi dampak negatif serta mitigasi pencegahan dampak tersebut terhadap implementasi ATM Link pada bank-bank HIMBARA. 72 Menuju Keuangan Berkelanjutan

75 Melalui Agen46, BNI membuka akses perbankan bagi seluruh masyarakat di Indonesia, terutama di daerah pelosok yang sebelumnya tidak terjangkau. Menuju Keuangan Berkelanjutan 73

76 Laporan Keberlanjutan

77 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita 75

78 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Sejalan dengan Human Capital Architecture (HC Architecture) yang telah ditetapkan oleh BNI pada tahun, pegawai dan perusahaan merupakan dua sisi yang saling terkait dan direkatkan oleh Employee Value Proposition (EVP). EVP merupakan nilai-nilai ideal perusahaan yang dijanjikan dan diyakini bersama oleh perusahaan dan pegawai sehingga mampu menumbuhkan komitmen untuk mewujudkannya. Perusahaan berjanji untuk menghargai pegawai sesuai dengan kontribusi dan kinerjanya, sementara pegawai berkomitmen untuk memberikan kinerja terbaiknya untuk perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan oleh BNI melalui peningkatan engagement pada sejumlah aspek berdasarkan HC Architecture. Pegawai dan perusahaan merupakan dua sisi yang saling memiliki keterkaitan antara satu dan lainnya. BNI memberikan kesempatan, sarana, dan prasarana untuk pegawai dalam mengaktualisasikan potensi diri, sedangkan pegawai berperan aktif dalam meningkatkan kinerja dan kompetensinya. Lingkungan Bekerja yang Ramah, Layak dan Aman Kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di BNI menjamin bahwa seluruh pegawai akan diperlakukan dengan setara tanpa mempertimbangkan gender. Perempuan merupakan mayoritas dari komposisi seluruh pegawai sebesar 52% dari total keseluruhan pegawai. BNI secara khusus meluncurkan kebijakan dan program yang secara khusus ditujukan kepada pegawai perempuan. Program tersebut antara lain adalah Women s Day yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kualitas kesehatan perempuan dengan memberikan seminar, pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin HPV. Selain itu, bagi para ibu juga disediakan daycare untuk menitipkan anak di waktu kerja dan ruang laktasi bagi ibu menyusui. BNI juga berkomitmen untuk mematuhi ketentuan ketenagakerjaan di Indonesia dengan tidak melibatkan tenaga kerja paksa dan tenaga kerja anak. Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah aturan mengenai disabilitas, di antaranya UU No. 4 tahun 1997 mengenai kewajiban mempekerjakan kaum disabilitas dan PP No. 43 tahun 1998 tentang usaha meningkatkan kesejahteraan bagi kaum disabilitas. BNI mematuhi aturan tersebut dengan membuka kesempatan kerja bagi kaum disabilitas. Hingga tahun, telah terdapat 22 pegawai disabilitas atau sebesar 76% dari target 29 pegawai. Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman BNI sangat memperhatikan lingkungan bekerja yang layak dan aman bagi seluruh karyawan. Hal tersebut terwujud melalui konstruksi gedung tahan gempa dan sistem alarm serta alat pemadam kebakaran terstandar. Fasilitas tersebut telah melalui audit keselamatan gedung. Secara bertahap, Perusahaan berusaha mengubah dan menyesuaikan lingkungan kerja agar menjadi lebih ergonomis dan nyaman bagi pegawai. 76 Menuju Keuangan Berkelanjutan

79 Perubahan ini, antara lain dengan disediakannya Gym Center untuk menjaga kebugaran dengan peralatan lengkap dan kelas olahraga yang variatif di Kantor Pusat BNI, Jakarta. Sesuai dengan tren konsep penataan ruang kerja, kini penataan ruang kerja di BNI mulai mengarah pada konsep open working space. Konsep ini menekankan pada ruang kerja yang terbuka, yang memudahkan kolaborasi antar pegawai. Dok. Suwandi Gani Kebebasan Berserikat [102-41] BNI senantiasa berkomitmen untuk mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis dengan Serikat Pekerja sebagai perwakilan dari pegawai. Komitmen ini diwujudkan dengan melibatkan Serikat Pekerja dalam proses penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia melalui kegiatan co-creation. Selain itu, ada pula kegiatan forum kemitraan sebagai sarana bagi pegawai untuk menyampaikan aspirasi kepada perusahaan. Selama tahun, telah dilakukan 18 kali pertemuan forum kemitraan hingga akhir tahun. Semua pegawai BNI merupakan anggota serikat pekerja (100%) yang semua ketentuannya terdapat dalam PKB. Remunerasi Pegawai BNI berkomitmen untuk memberikan remunerasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal benefit, perusahaan berupaya untuk memberikan benefit sesuai dengan kebutuhan pegawai dan tidak lagi bersifat one fit for all. Hal ini antara lain diwujudkan melalui program flexben atau flexible benefit. Hasil Survei Kepuasan Pegawai Perusahaan menyelenggarakan survei kepuasan pegawai untuk mendapatkan umpan balik dan mengetahui kondisi lingkungan kerja yang mereka rasakan. Berdasarkan employee engagement survey yang dilakukan pada tahun, tingkat engagement pegawai sebesar 51,36%, sedangkan pada tahun tingkat engagement pegawai adalah sebesar 55,22%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aon Hewitt, proses transformasi yang dilakukan oleh perusahaan akan mengurangi tingkat engagement pegawai rata-rata sebesar 9%. Dengan demikian, perubahan persentase yang terjadi selama tahun dinilai relatif stabil dibandingkan dengan hasil penelitian tersebut. Selain itu, tingkat engagement BNI juga masih terjaga di atas rata-rata perusahaan global yaitu sebesar 40%. Menuju Keuangan Berkelanjutan 77

80 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Komposisi Pegawai [102-8] Komposisi pegawai menjadi pertimbangan tersendiri bagi BNI untuk memetakan kekuatan human capital seiring perkembangan waktu dan perubahan tren. Data ini didapatkan dari database divisi HCT (Human Capital) per tanggal 31 Desember. Hingga tahun, BNI tidak memiliki kegiatan organisasi dalam jumlah signifikan yang dilakukan oleh pekerja yang bukan karyawan atau pekerja musiman. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan dan Gender Per 31 Desember Jabatan Pria Wanita Total Pria Wanita Total Pria Wanita Total VP AVP MGR AMGR ASST PGD Total Jumlah Pegawai Berdasarkan Gender Per 31 Desember Wanita Pria Total Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan Per 31 Desember Jenjang Pendidikan Pria Wanita Total Pria Wanita Total Pria Wanita Total S S2 S1 D3/Akademi SD - SMA Total Menuju Keuangan Berkelanjutan

81 Jumlah Pegawai Berdasarkan Usia Per 31 Desember Rentang Usia Pria Wanita Total Pria Wanita Total Pria Wanita Total > 50 Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Total Jumlah Pegawai Berdasarkan Generasi Per 31 Desember Generasi Pria Wanita Total Pria Wanita Total Pria Wanita Total Baby Boomer Gen X Gen Y Total Jumlah Pegawai Berdasarkan Wilayah Per 31 Desember Wilayah Pria Wanita Total Kantor Pusat Kantor Wilayah Kantor Cabang Luar Negeri Grand Total Keterangan: data jumlah karyawan berdasarkan wilayah mencakup karyawan tetap dan karyawan kontrak. Menuju Keuangan Berkelanjutan 79

82 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Jumlah Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian Per 31 Desember Status Kepegawaian Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Tetap Kontrak Total Perputaran Pegawai [401-1] Selama tahun, terdapat 874 pegawai baru. Terkait dengan turnover karyawan, terdapat 970 karyawan turnover atau sekitar 3,42% dari keseluruhan jumlah pegawai BNI. Jumlah Pegawai Baru Berdasarkan Penempatan Kerja Lokasi Penempatan Pria Wanita Total Kantor Pusat Kantor Wilayah Usia Pria Wanita Total < 30 Tahun Tahun > 50 Tahun Total Turnover Pegawai Berdasarkan Penempatan Kerja Lokasi Penempatan Pria Wanita Total Kantor Pusat Kantor Wilayah Usia Pria Wanita Total < 30 Tahun Tahun > 50 Tahun Total Persentase Turnover Pegawai 1,24% 2,31% 3,55% 80 Menuju Keuangan Berkelanjutan

83 Pelatihan dan Pendidikan [404-1] BNI mendukung pembelajaran terkait sustainable awareness yaitu BNI Sustainable Banking. Pembelajaran dilakukan melalui media mobile learning yang dapat diunduh melalui android playstore. Pembelajaran dalam aplikasi BNI Sustainable Banking tersebut, meliputi sustainable development, sustainable business, sustainable finance, sustainable banking, serta potensi bisnis berkelanjutan yang sesuai dengan prinsip keuangan berkelanjutan untuk sektor perbankan. Selama tahun, pembelajaran ini telah diakses oleh orang dan 683 diantaranya adalah pegawai BNI. Secara umum, terdapat pegawai atau 98,2% dari total keseluruhan pegawai BNI yang mengikuti pelatihan di tahun dalam berbagai topik. Total jam pelatihan sebanyak dengan rata-rata jam pelatihan per-pegawai adalah 62 jam/tahun. Realisasi Biaya Pendidikan dan Pelatihan (Juta Rupiah) , ,11 Peningkatan Sebesar 62% Pelatihan Berdasarkan Level Pegawai Tahun PGD Level Jumlah Pegawai Dilatih Berdasarkan Gender Pria Wanita Pria Wanita Jumlah Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Gender Rata-rata Jam Pelatihan Pegawai Berdasarkan Gender Pria Wanita ASST AMGR MGR AVP VP SVP, EVP & SEVP Total ,12 Keterangan : PGD : Pegawai Dasar MGR : Manager SVP : Senior Vice President ASST : Assistant AVP : Assistant Vice President EVP : Executive Vice President AMGR : Assistant Manager VP : Vice President SEVP : Senior Executive Vice President Menuju Keuangan Berkelanjutan 81

84 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Partisipasi Pembelajaran Berdasarkan Akademi Akademi Kursus Kelas Peserta Kursus Kelas Peserta Banking Operation Academy Corporate Core Function Academy Credit & Business Academy Governance, Risk, & Compliance Management Leadership Academy Marketing, Sales, & Service Academy Transactional Banking Academy Treasury & Global Banking Academy New Entry Academy Professional Certificate Strategic Initiative Total BNI telah menetapkan target keikutsertaan karyawan dalam pelatihan tahun 2018 untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas internal terkait keuangan berkelanjutan. Pelatihan tersebut diantaranya Teknik Analisis Lingkungan, ESG, Integrasi LST, dan Sustainable Finance. Target dari masing-masing dari pelatihan tersebut akan diikuti minimal oleh 2 orang karyawan. 82 Menuju Keuangan Berkelanjutan

85 Pemberdayaan Masyarakat Selama tahun, BNI membantu pembangunan infrastruktur masyarakat. Bantuan ini bersifat in-kind atau pro-bono. Dengan adanya infrastruktur ini, maka diharapkan akses untuk berkegiatan ekonomi akan terbuka, demikian pula tingkat kesehatan yang membaik sehingga dampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dapat berdampak negatif apabila masyarakat tidak dapat memanfaatkan dengan baik dan menjaga keberadaanya. Demikian pula, apabila ada kelompok masyarakat yang belum menerima bantuan, maka dapat timbul kecemburuan sosial. Untuk mengatasi dampak negatif ini, maka BNI melakukan initial review sebelum memberikan bantuan. Bantuan Pembangunan Infrastruktur [203-1] Uraian Sifat Bantuan Wilayah Nominal* Dampak Bantuan Jembatan Balepunah, Sangiang, Lebak Bantuan Jembatan Air Simpang di Bengkulu Utara Bantuan pagar pengaman Jembatan Kali Betik di Jakarta Utara Pembangunan MCK & Jembatan Ciburang di Cianjur Pembangunan Jembatan Desa Meranti di Purworejo Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Sukorejo, Trenggalek Bantuan Jembatan PAUH Sangik di Payakumbuh Pro-bono Banten Pro-bono Bengkulu Pro-bono DKI Jakarta Pro-bono Jawa Barat Pro-bono Jawa Tengah Pro-bono Jawa Timur Pro-bono Sumatera Barat Memberikan dampak positif terhadap aktivitas bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kemasyarakatan Memberikan dampak positif terhadap aktivitas bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kemasyarakatan Memberikan dampak positif yaitu keamanan bagi masyarakat yang melintas di sekitar jembatan tersebut Memberikan dampak positif terkait lingkungan & kesehatan Memberikan dampak positif terhadap aktivitas bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kemasyarakatan Memberikan dampak positif terhadap aktivitas bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kemasyarakatan Memberikan dampak positif terhadap aktivitas bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan kemasyarakatan Jumlah *Ribuan Rupiah Menuju Keuangan Berkelanjutan 83

86 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Dari semua kegiatan pemberdayaan masyarakat, terdapat program-program unggulan yang disampaikan secara ringkas dalam laporan ini. Kampoeng BNI Kampoeng BNI diinisiasi pada tahun 2007 dan merupakan salah satu bentuk implementasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Pembentukan Kampoeng BNI bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan dan perbaikan lingkungan hidup di suatu daerah. Konsep Kampoeng BNI mengacu kepada community development dengan menampilkan produk unggulan atau ciri khas di suatu daerah. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat Kampoeng BNI dilakukan melalui mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dengan mengangkat kearifan lokal. Sebanyak 31 Kampoeng BNI tersebar di seluruh Indonesia. Pemberdayaan ekonomi fokus pada pengembangan industri kreatif, ketahanan pangan dan kelautan perikanan. Terdapat 10 Kampoeng BNI yang tidak aktif lagi karena terkendala berbagai faktor ekonomi, salah satunya adalah sulitnya pemasaran produk dan lokasi Kampoeng BNI yang jauh dari kantor cabang terdekat. Keberadaan sepuluh Kampoeng ini akan dievaluasi untuk diupayakan diperbaiki sehingga dapat berlanjut. 84 Menuju Keuangan Berkelanjutan

87 Rumah Edukasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) BNI berperan aktif sebagai agen pembangunan setiap program dan kebijakan yang dicanangkan oleh Pemerintah, salah satunya adalah pemberdayaan TKI. Pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas bagi TKI dan keluarganya di Rumah Edukasi TKI. Rumah Edukasi TKI berbentuk bangunan fisik yang menyediakan fasilitas perpustakaan (pojok buku), pendidikan bahasa asing (pojok bahasa), komputer dan internet (pojok klik), pelatihan wirausaha (pojok wirausaha) dan sarana diskusi (pojok silaturahmi). Hingga akhir tahun, BNI melalui Divisi Internasional, telah mendirikan 2 Rumah Edukasi TKI di Indramayu dan Lombok Timur. Pengelolaan Rumah Edukasi dilakukan BNI melalui kerjasama kemitraan dengan lembaga pendidikan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Layanan perbankan di pedesaan dilakukan oleh BNI bekerjasama dengan BUMDes. Hingga akhir Desember, melalui BUMDes, BNI hadir memberikan layanan perbankan di desa seluruh Indonesia. Untuk menjangkau wilayah terluar Indonesia, pada tanggal Agustus, BNI meresmikan 10 BUMDes di Pulau Sebatik yang merupakan pulau terluar di Kalimantan Utara. Selain itu, percepatan pemberdayaan BUMDes terus dilakukan melalui pelatihan yang diperuntukkan bagi BUMDes dan pendampingan BUMDes. Di tahun 2018, pendampingan akan ditargetkan untuk mencapai BUMDes. Menuju Keuangan Berkelanjutan 85

88 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Rumah Kreatif BNI - Geopark Nasional Rinjani Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tengah melakukan serangkaian program penyusunan potensi geowisata di sejumlah geopark Indonesia. Diawali dengan memfasilitasi pemerintah daerah dan masyarakat lokal dalam menyusun geowisata Ciletuh dan Rinjani, BNI hadir untuk memberikan dukungan melalui Rumah Kreatif BNI. Melalui Rumah Kreatif BNI Geopark Rinjani, BNI membantu memberikan pelatihan dan pendampingan pengembangan produk pariwisata di jalur geowisata dan membantu pembuatan situs web komersial produk pariwisata. Diharapkan, Geopark Nasional Rinjani ini dapat menjadi contoh pariwisata yang berkelanjutan. Mitigasi Kebakaran Hutan Gambut Pada tahun 1995 Pemerintah Indonesia membuka areal hutan rawa gambut (HRG) seluas 1 juta hektar di wilayah Kalimantan Tengah, yang dikenal dengan nama Proyek Lahan Gambut (PLG). Namun seiring perjalanan waktu, hutan ini sering mengalami musibah kebakaran. Guna meningkatkan mitigasi risiko kebakaran ini, BNI membantu penguatan kelembagaan Tim Serbu Api melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan konservasi Hutan Gambut. Selain bantuan terkait konservasi, BNI juga mendukung kegiatan pelatihan masyarakat berupa edukasi pembibitan tanaman keras (kayu dan buah), serta tanaman langka. Hingga akhir tahun, sudah ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang mengikuti pelatihan ini. 86 Menuju Keuangan Berkelanjutan

89 Agen Bansos Program Kemitraan lainnya adalah sebagai agent development yang membantu Pemerintah melalui agen bantuan sosial (Bansos). Program ini meliputi: Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Asistensi Sosial Lanjut Usia Telantar (ASLUT) dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB). Kinerja Agen Bansos Keterangan PKH BPNT ASLUT Jumlah Kelompok Penerima Manfaat (orang) Jumlah Kota/Kabupaten Jumlah Cabang Penyalur ASPDB Realisasi Dana Realisasi dana Bina Lingkungan hingga akhir Desember mencapai Rp107,76 miliar. Jumlah ini naik sebesar 71,73% dibandingkan dengan dana tahun sebelumnya. Realisasi Dana Bina Lingkungan per Desember Keterangan Total Realisasi* Bencana Alam 2.493,26 Pendidikan dan/atau Pelatihan ,95 Peningkatan Kesehatan 6.411,43 Pengembangan Prasarana dan/atau Sarana Umum ,08 Sarana Ibadah ,27 Pelestarian Alam 2.647,75 Pengentasan Kemiskinan Total , ,40 *Jutaan Rupiah Hingga tahun, BNI belum menghitung biaya operasional untuk pengelolaan lingkungan hidup secara khusus. Biaya tersebut masuk ke dalam service charge building management oleh pihak ketiga. Menuju Keuangan Berkelanjutan 87

90 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Realisasi Dana Program Kemitraan per Desember Rp23,76 miliar Rp24,98 miliar Rp71,08 miliar Hingga akhir tahun, penyaluran kredit di Program Kemitraan mencapai Rp 71,08 miliar, dengan kategori 'baik', dan tingkat kolektabilitas atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,78%. Di tahun 2018, target penyaluran mencapai Rp100 miliar yang akan dilakukan bekerjasama dengan pihak lain. Pengelolaan Emisi, Energi dan Air Kebutuhan energi terbesar BNI adalah listrik yang dipenuhi dari pasokan PT PLN (Persero), Tbk, sebagai energi tidak langsung dalam menunjang kegiatan operasional perbankan. Secara khusus, Perusahaan juga mengoperasikan genset berbahan bakar solar untuk menunjang implementasi (near) zero downtime dalam memberikan informasi berbasis teknologi, bila terjadi pemadaman listrik. Selain listrik, BNI menggunakan air untuk menunjang kegiatan perbankan, antara lain untuk kebutuhan air minum, kebersihan, sanitasi dan wudhu. Sesuai dengan lokasi perusahaan yang menempati area perkantoran, maka sebagian besar air yang dikonsumsi bersumber dari air tanah. Pada tahun, penggunaan air sumur meningkat bersamaan dengan bertambahnya unit kerja BNI. Penghematan air, secara khusus belum dihitung, namun himbauan untuk memakai air dengan hemat selalu didengungkan. Air bekas pakai disalurkan melalui pembuangan air yang sudah tersedia, sesuai dengan sistem pengelolaan manajemen gedung. Hingga tahun, tidak ada pengaduan terkait lingkungan hidup yang diterima oleh BNI. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan energi langsung, kami memanfaatkan Pertamax untuk menjalankan kendaraan operasional. Kebijakan memakai Pertamax merupakan upaya nyata BNI dalam memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan. Secara berkala, Perusahaan juga melakukan pemeliharaan dan perbaikan alat transportasi kendaraan operasional untuk mengoptimalkan kinerja mesin agar makin efisien dalam memakai energi dan mengeluarkan emisi yang memenuhi standar baku mutu. 88 Menuju Keuangan Berkelanjutan

91 Selama tahun, BNI belum menghitung jumlah emisi dan pengurangan emisi, limbah, dan effluent yang dihasilkan dari kegiatan kami. Pada lokasi operasional BNI juga tidak terdapat tumpahan karena insiden tumpahan tidak relevan dengan karakteristik bisnis kami. Selama tahun, tercatat seluruh kendaraan operasional telah dinyatakan lulus uji kelayakan dan memenuhi persyaratan layak jalan. Selain itu, BNI juga membatasi waktu pakai kendaraan operasional selama 3 tahun untuk memastikan efisiensi penggunaan energi dan terpenuhinya standar gas buang emisi. Konsumsi Energi dan Air Sumber Energi Peruntukan Konsumsi Energi di Dalam Perusahaan (Kantor Pusat) Listrik (kwh) Operasional Gedung Air PDAM (m 3 ) Operasional Gedung Air Sumur (m 3 ) Operasional Gedung Konsumsi Energi di Luar Perusahaan (IDR) Pertamax Transportasi Hingga tahun, BNI belum memiliki target penghematan konsumsi air dan listrik. Meskipun demikian, BNI mempunyai kebijakan penghematan air dan energi untuk diterapkan di seluruh unit kerja di Indonesia, yaitu, antara lain : Pelaksanaan Earth Hour di seluruh unit kerja luar negeri dan dalam negeri. Untuk tahun, kegiatan ini mampu menghemat kwh. Penghematan energi melalui penggantian lampu konvensional dengan lampu jenis LED yang memiliki watt lebih kecil namun memiliki lifetime yang lebih panjang dan menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi. Membatasi perjalanan bisnis dan menggantikannya dengan komunikasi langsung jarak jauh (teleconference). Mematikan lampu di luar jam kerja. Melakukan sosialisasi perilaku hijau atau green attitude. Menuju Keuangan Berkelanjutan 89

92 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Sertifikasi Green Building Perhatian BNI terhadap keberlanjutan lingkungan telah diwujudkan nyata dalam bentuk bangunan hijau atau biasa disebut dengan green building. Hingga saat ini ada dua bangunan milik BNI yang sedang dalam proses sertifikasi oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai green building. Bangunan tersebut yaitu Gedung BNI BSD dengan sertifikasi platinum dan Tower BNI Pejompongan yang saat ini sedang dalam proses pembangunan dengan sertifikasi gold. Untuk mendukung upaya mewujudkan bangunan hijau, BNI juga telah mengikutsertakan beberapa pegawai dalam sertifikasi ahli bangunan hijau yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI), baik untuk Greenship Associate (GA) maupun Greenship Profesional (GP). Saat ini tercatat 12 pegawai BNI dari PFA dan JAL telah mendapatkan sertifikasi Greenship Profesional dan 2 pegawai sedang mengikuti proses sertifikasi Greenship Profesional. Paperless Document Management melalui E-Office Hingga tahun, BNI belum menghitung penggunaan material ramah lingkungan seperti kertas daur ulang. Namun, BNI memiliki strategi ramah lingkungan untuk mengurangi kebutuhan penggunaan kertas, yaitu dengan mengadopsi konsep paperless office melalui aplikasi persuratan, absensi, BNI e-pp, dan e-billing. Konsep ini meminimalisir penggunaan kertas dengan cara mengonversikan penggunaan dokumen cetak dan persuratan ke dalam bentuk digital. Saat ini, aplikasi persuratan telah digunakan oleh segenap Divisi/Satuan/Unit dan wilayah di BNI, mulai dari Direksi hingga ke pegawai. Jumlah dokumen yang beredar sejak tahun melalui aplikasi persuratan sudah lebih dari nomor dokumen dan disposisi. 90 Menuju Keuangan Berkelanjutan

93 Jumlah Dokumen Beredar Melalui Aplikasi Tipe Dokumen Memo Nota Intern Surat 9 1 Surat Eksternal Total Dokumen Total Disposisi Di sisi lain, penghematan kertas dalam transaksi nasabah juga ditingkatkan melalui e-billing. Hingga, e-billing berhasil menghemat kertas sebanyak amplop billing 2 in 1 atau sebesar Rp3,5 miliar. Demikian pula dengan pengembangan aplikasi absensi elektronik untuk menggantikan dokumen cetak di antaranya pengajuan cuti, izin, keterlambatan dan laporan kehadiran karyawan juga bisa membantu mengurangi kebutuhan penggunaan kertas di BNI. Pada tahun, administrasi absensi dilakukan lebih dari 100 ribu kali. Apabila masing-masing dokumen persuratan beserta disposisi terdiri dari 2 lembar kertas, maka telah dilakukan penghematan lebih dari 1,2 juta lembar kertas. Selain itu, penghematan dari aplikasi absensi dapat mencapai lebih dari 100 ribu lembar kertas. Jika diasumsikan harga 1 rim kertas yaitu Rp50.000, maka nominal penghematan dari dokumen yang tidak dicetak dapat mencapai Rp Dalam rangka menghemat biaya cetak dan pengiriman dokumen, serta mempercepat proses updating dalam perusahaan, BNI mengembangkan BNI e-pp. Teknologi ini menyusun sistematika kebijakan, panduan penyusunan dan pemutakhiran SOP yang disajikan secara online dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasional perbankan. Pada tahun, BNI mengasumsikan penghematan hingga Rp2.073,6 miliar. Menuju Keuangan Berkelanjutan 91

94 Membangun Sumber Daya Manusia dan Alam Kita Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah Pada tahun, program inklusi keuangan BNI dijalankan dengan model bisnis yang menyinergikan literasi keuangan di dalam tata kelola bisnis kemitraan. Salah satunya adalah sinergi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan produk BNI Pandai, BNI Simpanan Pelajar, dan layanan teknologi Agen46. Sinergi ini diimplementasikan dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkungan dalam rantai pasokan BNI. Pada tahun, program inklusi keuangan BNI dijalankan dengan model bisnis yang menyinergikan literasi keuangan di dalam tata kelola bisnis kemitraan. Salah satunya adalah sinergi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan produk BNI Pandai, BNI Simpanan Pelajar, dan layanan teknologi Agen46. Sinergi ini diimplementasikan dalam rangka meningkatkan kepedulian lingkungan dalam rantai pasokan BNI. Melalui Program Ayo Menabung Dengan Sampah BNI menyediakan sistem administrasi bank sampah yang terkoneksi dengan sistem perbankan Agen 46. Sehingga pencatatan transaksi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini tercatat dalam sistem perbankan BNI dan dapat dilakukan secara real time. Sistem ini menggantikan pencatatan manual yang lebih rentan terhadap kesalahan manusia. Warga yang mengumpulkan sampah dapat membawa sampah ke Bank Sampah yang sudah menjadi Agen46, untuk kemudian ditimbang dan selanjutnya dikonversi menjadi nilai rupiah. Nilai rupiah ini kemudian langsung disetor ke rekening masing-masing nasabah yang menggunakan produk BNI Pandai & BNI Simpanan Pelajar. Dari hasil pilot project yang dilakukan di DKI Jakarta dan beberapa daerah lain, sudah dilakukan perekrutan 116 Bank Sampah untuk menjadi Agen46 dan masyarakat telah menjadi nasabah BNI. 92 Menuju Keuangan Berkelanjutan

95 Pelestarian Orang Utan dan Penanaman Pohon BNI mendukung pelestarian satwa yang dilindungi, di antaranya adalah orang utan. Sebagai kelanjutan dari pelepasliaran 3 orang utan yang dilakukan pada tahun, maka dilakukan penanaman hutan kembali (reboisasi) seluas 5 hektar di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, Indonesia. BNI bekerja sama dengan Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival) untuk pelestarian orang utan dan habitatnya yaitu dengan mengadopsi fitur adopsi orang utan dan penanaman pohon. Total bantuan untuk pelestarian keanekaragaman hayati ini mencapai Rp2,55 miliar sepanjang tahun. Hingga tahun, tidak ada wilayah operasional BNI yang terletak dekat atau di wilayah konservasi. Menuju Keuangan Berkelanjutan 93

96 Independent Assurance Statement The Sustainability Report of PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Number : 001/ /II/2018/SR-Asia/Indonesia Type :1 Level : Moderate PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, or the Reporting Organization, engaged Social Responsibility Asia ( SR Asia ) to assure and provide an Independent Assurance Statement on its Sustainability Report ( the Report ). The Reporting Organization is an Indonesia state-owned enterprise and listed company operating in financial services industry sector. The Report only presents sustainability performance data and information that has been developed in respect to; (a) Sustainability Reporting Standards of the Global Reporting Initiative ( the GRI Standards ) and its Financial Services Sector Supplement ( FSSS ); and (b) Regulation of Indonesia Financial Services Authority No.51/POJK.03/ on the Implementation of Sustainable Finance for the Financial Services Organizations and the Listed and Public Companies ( POJK 51 ). SR Asia s responsibility, as agreed with the management1, is to provide an independent assurance on the Report content and generate recommendations as described in the scope of assurance. The content and presentation of the Report is the sole responsibility of the management. Our responsibility in performing assurance work is to the management only and in accordance with the terms of reference. We do not therefore accept or assume any responsibility for any other purpose or to any other person or organization. Any dependence that third party has placed on the Report is entirely on its own risk. The assurance report should not be taken as a basis for interpreting the Reporting Organization s overall performance or sustainability except for the areas covered in the scope of assignment. Scope of Assurance Service and Limitation The scope of assurance service covers only the relevant aspects to the Reporting Organization, including: 1. Data and information related to the Report for the reporting period of 1st of January up to 31st of December. 2. Sustainability specific data and information related to the eight material topics that have been identified by the management; which are economic performance, employment, product portfolio, training and education, indirect economic performance, customer privacy, anti corruption and fraud, and risk evaluation audit. 3. Evaluation on publicly disclosed information, system and process of the Reporting Organization has in place to ensure adherence to the principles. 4. Assurance on the disclosures based on type 1 and moderate level of assurance procedure; where the risks of information and conclusions of the Report being error is reduced, but not reduced to very low, but not zero. 1 The management refers to the management of the Reporting Organization 94 Menuju Keuangan Berkelanjutan

97 Exclusion The assurance scope excludes: 1. Topics, data and information of the Report other than those mentioned under the defining materiality section and discussion on defining Report content. 2. Data and information outside the reporting period and/or in the public domain not covered in the reporting period. 3. The management s statements and claims describing expression of opinion, belief, expectation, advertisement, and future planning. 4. Financial performance data and information from the Reporting Organization s documents other than those mentioned in the Report. 5. Stakeholders engagement, which may be involved in developing the Report. Methodology Initially, the Assurance Team carried out preliminary assessment on the Report document, which was submitted by the management. As part of independent assurance, SR Asia engaged with its official partner in Indonesia to carry out broadly the following activities: 1. Visit the head office of the Reporting Organization to discuss the Report content with the management; to review the data, information and disclosures as specified that there is no misrepresentation; to identify supporting documents or evidences; to test sample of data and information; and to assess the system and procedure for data collection and gathering as well as the preparation of the Report. 2. Evaluation of the presentation of data and information against the standards, principles, and indicators of AA1000AS (2008) and AA1000APS (2008) AccountAbility, GRI Standards and its FSSS, and POJK Interview an Agen 46 ; a small-scale businessman that operates a branchless bank of the Reporting Organization. Adherence to AA1000APS (2008) and GRI Standards Inclusivity In overall, the Report has sufficiently presented various approaches of stakeholder engagement. The management, to some extent, is also committed to be accountable to the internal and external stakeholders for the impact from the operations and to engage the stakeholders in strategic decision-making process. The Report has also stated its sustainability strategy consisting of four dimensions; nature, economy, society, and well-being. Different functions of the Reporting Organization are also engaged in managing the material topics and stakeholders at certain levels. Materiality The Assurance Team has assessed that adherence to materiality principle is acceptable; where eight topics are considered material by the management. They are economic performance, employment, product portfolio, training and education, indirect economic performance, customer privacy, anti corruption and fraud, and risk evaluation audit. The Reporting Organization also considers FSSS disclosures and POJK 51 requirements are material in the Report. At different level, the Report provides adequate data and information about sustainability performance of material topics. Menuju Keuangan Berkelanjutan 95

98 Responsiveness Engagement of the Reporting Organization in the First Mover initiative has demonstrated its responsiveness to address current issues in financial services industry sector, such as financial inclusion, green banking, and sustainable finance. Those topics are well presented to some point in the Report. The management also implements certain policies and procedures to respond grievances and disputes, especially with customers as a significant stakeholder group to the management. In connection with SDGs 2, the Reporting Organization indicates its contributions to SDGs through different initiatives and community development programs. In Accordance with Core Option The Report follows the core option of GRI Standards where minimum one disclosure of each material topic is presented and discussed in the Report. The disclosures of management approach for each material topic in general are also relatively sufficient. When relevant, FSSS disclosures and POJK 51 requirements are addressed and appropriately presented. GRI Standards Principles In developing the Report content, to some extent, the management has applied the Principles for Defining Report Content (stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, and completeness) and the Principles for Defining Report Quality (balance, comparability, accuracy, timeliness, clarity, and reliability). During the visit, supporting documents were adequately presented as the evidence. The Report identifies data and information that cannot be supported by evidence or cannot be presented due to the management discretion or the system and data administration issue, as required by GRI Standards or POJK 51. Recommendation On the basis of our assurance methodology and procedure, it is our opinion that the Reporting Organization needs to improve the following: 1. Use the AA1000 Stakeholder Engagement Standard () as a guideline for stakeholder engagement, and to develop and publish annual stakeholder management report. It should also become an evidence and basis to identify materiality topics in developing a sustainability report. 2. Identification of material topics should be started in the beginning of reporting period and concluded at the end of period, based on stakeholders engagement and feedbacks. 3. Discuss more on financial inclusion, green banking, and sustainable finance in sustainability reporting; where discussions should include also the management approach, target and performance. 4. Develop a reliable data and information management system for social and environmental performance measurement, by utilizing the information and communication technology. The system must be integrated across functions and should consider methodology of data measurement and presentation in adherence to the standards and principles. 5. As POJK 51 will be a mandatory to the Reporting Organization in 2019, the management is expected to response by presenting more data and information on sustainable finance in the Report, including the action plan for sustainable finance as the basis to develop sustainability report content. 6. Perform SDGs mapping and state the management s commitments when referring to particular goals. 2 SDGs; Sustainable Development Goals are the 17 common goals, launched by the United Nations in. Visit the following: 96 Menuju Keuangan Berkelanjutan

99 Statement of Competency, Independency and Impartiality SR Asia is a networking organization among reputable organizations in Asian countries and promoting sustainable development through various activities, such as policy studies and advocacy, CSR studies and reporting, capacity building, researches, and various other services in sustainable development and sustainability. The Assurance Team was consisted of a number of sustainability experts focusing in ISO 26000, sustainability accounting standards of SASB, and the principles and standards of AA1000 AccountAbility, GRI Standards, and International Integrated Reporting (IR) Framework. The experts also have experiences in writing and reviewing sustainability reports and integrated reports of organizations from various industries. SR Asia has ensured no member of the Assurance Team has any relationships with the Reporting Organization that could be perceived to affect the ability to provide an independent and impartial statement. SR Asia confirms that sufficient mechanism and professional codes of practices are designed and in place to ensure independency and free from bias and conflict of interest. The assurance provider, Jakarta, 28th of February Birendra Raturi International Director, SR Asia Social Responsibility Asia (SR Asia) 4F-CS-25, Ansal Plaza, Vaishali Ghaziabad (NCR Region Delhi), Uttar Pradesh , INDIA Landline / Mobile: ; / Website: Menuju Keuangan Berkelanjutan 97

ATAS RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA

ATAS RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN, EMITEN, DAN PERUSAHAAN PUBLIK BATANG TUBUH RANCANGAN PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

II. ISI LAPORAN KEBERLANJUTAN Uraian isi Laporan Keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada romawi I angka 2 memuat rincian sebagai berikut: A. La

II. ISI LAPORAN KEBERLANJUTAN Uraian isi Laporan Keberlanjutan sebagaimana dimaksud pada romawi I angka 2 memuat rincian sebagai berikut: A. La - 20 - LAMPIRAN II PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 51 /POJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN, EMITEN, DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. UMUM 1. Laporan Keberlanjutan

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Yth. Direksi Emiten atau Perusahaan Publik di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.04/20.. TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Sehubungan dengan Peraturan

Lebih terperinci

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK Yth. Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik di tempat SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.04/2016 TENTANG BENTUK DAN ISI LAPORAN TAHUNAN EMITEN ATAU PERUSAHAAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO Seiring dengan pertumbuhan bisnis, Direksi secara berkala telah melakukan penyempurnaan atas kebijakan, infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia secara periodik dengan

Lebih terperinci

PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN

PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN P T Darma Henwa Tbk PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN PT Darma Henwa Tbk DAFTAR ISI Kata Pengantar 3 BAB I PENGANTAR. 4 1. Mengenal Good Corporate Governance (GCG) 4 2.

Lebih terperinci

-1- LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA PEDAGANG EFEK

-1- LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA PEDAGANG EFEK -1- LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 55 /SEOJK.04/2017 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA

Lebih terperinci

12Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

12Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Modul ke: Fakultas 12Pasca Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan Cecep Winata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masalah yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya masalah yang

BAB I PENDAHULUAN. masalah yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya masalah yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu isu menarik yang sedang menjadi perhatian dunia adalah masalah yang berkaitan dengan lingkungan, khususnya masalah yang berkaitan dengan etika dan tanggungjawab

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI 1.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan

Lebih terperinci

Nama Jabatan Periode Jabatan. Ilham Ikhsan Anggota (Pihak Independen) Tjen Lestari Anggota (Pihak Independen)

Nama Jabatan Periode Jabatan. Ilham Ikhsan Anggota (Pihak Independen) Tjen Lestari Anggota (Pihak Independen) KOMITE KOMITE DEWAN KOMISARIS Komite di bawah Dewan Komisaris Perseroan terdiri atas : 1. Komite Audit 2. Komite Pemantau Risiko 3. Komite Remunerasi dan Nominasi 4. Komite Tata Kelola Terintegrasi KOMITE

Lebih terperinci

Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan/atau Perantara Pedagang Efek SALINAN

Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan/atau Perantara Pedagang Efek SALINAN - Yth. Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan/atau Perantara Pedagang Efek di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 55 /SEOJK.04/2017

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20... TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA MANAJER INVESTASI

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN /SEOJK.04/20... TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA MANAJER INVESTASI Yth. Direksi Manajer Investasi di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.04/20... TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA MANAJER INVESTASI Dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal... Peraturan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.07/2016

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.07/2016 OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.07/2016 TENTANG PENINGKATAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN UNTUK KONSUMEN DAN/ATAU

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Daftar isi 1

DAFTAR ISI. Daftar isi 1 DAFTAR ISI Daftar isi 1 Pelaksanaan Good Corporate Governance PT. BPR DASSA 2 TAHUN 2017 Transparansi Penerapan Tata Kelola (Good Corporate Governance).... 3 A Pengungkapan Penerapan Tata Kelola... 3 1

Lebih terperinci

- 3 - PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Cukup jelas.

- 3 - PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Cukup jelas. PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 76 /POJK.07/2016 TENTANG PENINGKATAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN BAGI KONSUMEN DAN/ATAU MASYARAKAT I. UMUM Saat ini pengetahuan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Daftar isi Pelaksanaan Good Corporate Governance PD BPR Garut 2

DAFTAR ISI. Daftar isi Pelaksanaan Good Corporate Governance PD BPR Garut 2 DAFTAR ISI Daftar isi... 1 Pelaksanaan Good Corporate Governance PD BPR Garut 2 A. Transparansi Pelaksanaan Good Corporate Governance PD BPR Garut 2 1 Pelaksanaan Good Corporate Governance berdasarkan

Lebih terperinci

Penabulu Meeting. Environment. Society. Economy. Jakarta, 03 July Forward Progression on Sustainability. Misi dan Visi BNI

Penabulu Meeting. Environment. Society. Economy. Jakarta, 03 July Forward Progression on Sustainability. Misi dan Visi BNI BNI CSR/PKBL: Section The Opportunity for NGO s Funding Penabulu Meeting Jakarta, 03 July 202 Oleh: Leonard T. Panjaitan (Manager Corporate BNI) E mail: leonardpanjaitan@gmail.com, leonard.tiopan@bni.co.id

Lebih terperinci

2017, No mengikat untuk seluruh lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud da

2017, No mengikat untuk seluruh lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud da No.169, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Lembaga Jasa Keuangan. Emiten. Perusahaan Publik. Keuangan Berkelanjutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

DAFTAR ISI... İ PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PT. BPR BPR DANA KARUNIA SEJAHTERA TAHUN

DAFTAR ISI... İ PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PT. BPR BPR DANA KARUNIA SEJAHTERA TAHUN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... İ PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PT. BPR BPR DANA KARUNIA SEJAHTERA TAHUN 2016... 1 A. TRANSPARANSI PELAKSANAAN GCG (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)... 2 1. Pelaksaan Tugas dan

Lebih terperinci

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA PEDAGANG EFEK

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA PEDAGANG EFEK LAMPIRAN I SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.. /SEOJK.04/20... TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN EFEK YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SEBAGAI PENJAMIN EMISI EFEK DAN PERANTARA PEDAGANG

Lebih terperinci

NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA

NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA Yth. Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Terbuka di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA Sehubungan dengan Peraturan

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.../20...

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.../20... OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK..../20... TENTANG SITUS WEB EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari masyarakat sebagai lingkungan eksternal, ada hubungan timbale balik

BAB I PENDAHULUAN. dari masyarakat sebagai lingkungan eksternal, ada hubungan timbale balik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberadaan serta keberlanjutan suatu perusahaan tidak bisa dipisahkan dari masyarakat sebagai lingkungan eksternal, ada hubungan timbale balik antara perusahaan

Lebih terperinci

Self Assessment GCG. Hasil Penilaian Sendiri Pelaksanaan GCG

Self Assessment GCG. Hasil Penilaian Sendiri Pelaksanaan GCG Self Assessment GCG Sebagai bentuk komitmen dalam memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 dan SE

Lebih terperinci

Prinsip-Prinsip Perilaku Korporasi

Prinsip-Prinsip Perilaku Korporasi Ditetapkan September 2005 Direvisi April 2012 Direvisi Oktober 2017 Prinsip-Prinsip Perilaku Korporasi Epson akan memenuhi tanggung jawab sosialnya dengan melaksanakan prinsip prinsip sebagaimana di bawah

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA

LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 32 /SEOJK.04/2015 TENTANG PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA 2 PRINSIP DAN REKOMENDASI TATA KELOLA A. Hubungan Perusahaan Terbuka Dengan Pemegang

Lebih terperinci

KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK.

KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK. KODE ETIK PT DUTA INTIDAYA, TBK. PENDAHULUAN Tata kelola perusahaan yang baik merupakan suatu persyaratan dalam pengembangan global dari kegiatan usaha perusahaan dan peningkatan citra perusahaan. PT Duta

Lebih terperinci

LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM

LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM LAMPIRAN III SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13 /SEOJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM - 1 - KERTAS KERJA PENILAIAN SENDIRI (SELF-ASSESSMENT) PENERAPAN TATA KELOLA Tujuan

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Dewan Komisaris

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Dewan Komisaris PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Dewan Komisaris 1 BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Definisi 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi BAB I: PENDAHULUAN Pasal 1 D e f i n i s i 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi maupun

Lebih terperinci

PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam )

PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) PIAGAM DIREKSI PT UNILEVER INDONESIA Tbk ( Piagam ) DAFTAR ISI I. DASAR HUKUM II. TUGAS, TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG III. ATURAN BISNIS IV. JAM KERJA V. RAPAT VI. LAPORAN DAN TANGGUNG JAWAB VII. KEBERLAKUAN

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK PT SURYA CITRA MEDIA Tbk

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK PT SURYA CITRA MEDIA Tbk PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK PT SURYA CITRA MEDIA Tbk Perseroan meyakini bahwa pembentukan dan penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahan Yang Baik ( Pedoman GCG ) secara konsisten dan berkesinambungan

Lebih terperinci

Pedoman Direksi. PT Astra International Tbk

Pedoman Direksi. PT Astra International Tbk PT Astra International Tbk Desember 2015 PEDOMAN DIREKSI 1. Pengantar Sebagai perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia, PT Astra International Tbk ( Perseroan atau Astra ) memiliki

Lebih terperinci

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero)

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) Jakarta, 17 Januari 2017 DAFTAR ISI Halaman A. PENDAHULUAN... 1 I. Latar Belakang... 1 II. Maksud dan Tujuan Charter Satuan Pengawasan

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, - 1 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 51 /POJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN, EMITEN, DAN PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

LAPORAN PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

LAPORAN PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) LAMPIRAN IV SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 15/15/DPNP TANGGAL 29 APRIL 2013 PERIHAL PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BAGI BANK UMUM LAPORAN PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD

Lebih terperinci

PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BANK SYARIAH BUKOPIN SEMESTER I TAHUN 2014

PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BANK SYARIAH BUKOPIN SEMESTER I TAHUN 2014 PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE BANK SYARIAH BUKOPIN SEMESTER I TAHUN 2014 PERINGKAT DEFINISI PERINGKAT INDIVIDUAL Peringkat Komposit 2 Penerapan good corporate governance di PT Bank Syariah Bukopin

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama dan tertua di Indonesia. Goodyear Indonesia menjadi salah satu

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama dan tertua di Indonesia. Goodyear Indonesia menjadi salah satu BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1. Sejarah Singkat Perusahaan Goodyear didirikan sejak tahun 1935 sebagai anak perusahaan The Goodyear Tire & Rubber Company, Goodyear Indonesia menjadi perusahaan ban

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Profil Perusahaan PT. TELKOM CDC PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., yang selanjutnya disebut TELKOM atau Perseroan, merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom)

Lebih terperinci

BAB 3 OBJEK PENELITIAN

BAB 3 OBJEK PENELITIAN 27 BAB 3 OBJEK PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dengan sistem penyelenggaraan yang semakin maju, program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja dan pengusaha

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat perusahaan Di dirikan 1968 Di dirikan 1960 Di dirikan 1968 Di dirikan 1970 Di dirikan 1998 Di dirikan 1998 Sumber : dari Bank Mandiri Gambar 2.1 Sejarah

Lebih terperinci

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK 2016 PT ELNUSA TBK PIAGAM AUDIT INTERNAL (Internal Audit Charter) Internal Audit 2016 Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN Halaman A. Pengertian 1 B. Visi,Misi, dan Strategi 1 C. Maksud dan Tujuan 3 Bab II ORGANISASI

Lebih terperinci

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Dewan Komisaris

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Dewan Komisaris PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Dewan Komisaris BAB I: PENDAHULUAN Pasal 1 D e f i n i s i 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. intermediary institution yakni badan usaha yang melakukan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. intermediary institution yakni badan usaha yang melakukan kegiatan BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan lembaga intermediasi keuangan atau financial intermediary institution yakni badan usaha yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk. Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3.

DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk. Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. DAFTAR ISI PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PT INDOFARMA (Persero) Tbk Halaman BAB I PENDAHULUAN: 1 1. Latar Belakang 2. Tujuan 3. Ruang Lingkup 1 2 2 BAB II KERANGKA UMUM PENYAJIAN 3 BAB III MATERI

Lebih terperinci

BAB II. PROFIL PERUSAHAAN PT. BTPN Tbk Medan. dalam suatu perkumpulan pegawai pensiunan militer pada tahun 1958 di

BAB II. PROFIL PERUSAHAAN PT. BTPN Tbk Medan. dalam suatu perkumpulan pegawai pensiunan militer pada tahun 1958 di BAB II PROFIL PERUSAHAAN PT. BTPN Tbk Medan A. Sejarah Perusahaan Bank Tabungan Pensiunan Nasional terlahir dari pemikiran 7 (tujuh) orang dalam suatu perkumpulan pegawai pensiunan militer pada tahun 1958

Lebih terperinci

Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN

Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN Yth. Direksi Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek di tempat SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /SEOJK.04/20.. TENTANG LAPORAN PENERAPAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 15 /SEOJK.05/2016 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN - 1 - PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) ATAS

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA 1 DAFTAR ISI I. DEFINISI...3 II. VISI DAN MISI...4 III. TUJUAN PENYUSUNAN PIAGAM KOMITE AUDIT...4 IV. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB...4 V.

Lebih terperinci

Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR

Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Tata Kelola BPR Profil BPR Nama BPR Alamat BPR Posisi Laporan Modal Inti BPR Total Aset BPR Bobot Faktor BPR PT BPR KEPRI BINTAN JL. D.I. Panjaitan KM. IX No.

Lebih terperinci

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Analisa dan Pembahasan Manajemen 8,60% sudah sesuai dengan ketentuan BI mengenai GWM Valuta Asing. dalam batas yang diperkenankan ketentuan BI maksimal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan usaha. panjang di industri perbankan di Indonesia. Bank BTN telah berdiri

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan usaha. panjang di industri perbankan di Indonesia. Bank BTN telah berdiri BAB I PENDAHULUAN 1.1 Bentuk, Bidang, dan Perkembangan usaha 1.1.1 Bentuk Usaha PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau yang lebih dikenal dengan nama Bank BTN memiliki sejarah yang sangat panjang

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.53, 2016 KEUANGAN OJK. Bank. Manajemen Risiko. Penerapan. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5861). PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 2 - PEDOMAN STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 55 /POJK.03/2016 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 55 /POJK.03/2016 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 55 /POJK.03/2016 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Milik Negara (BUMN). Seluruh atau sebagian besar modal BUMN dimiliki oleh

BAB I PENDAHULUAN. Milik Negara (BUMN). Seluruh atau sebagian besar modal BUMN dimiliki oleh 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang State-owned Enterprises (SOE) di Indonesia disebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Seluruh atau sebagian besar modal BUMN dimiliki oleh negara melalui penyertaan

Lebih terperinci

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang No.349, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN. OJK. Tata Kelola. Terintegrasi. Konglomerasi. Penerapan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5627) PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. I. Landasan Hukum Landasan pembentukan Internal Audit berdasarkan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember

Lebih terperinci

KOMITE AUDIT CHARTER PT INDOFARMA (PERSERO) TBK

KOMITE AUDIT CHARTER PT INDOFARMA (PERSERO) TBK KOMITE AUDIT CHARTER PT INDOFARMA (PERSERO) TBK TAHUN 2017 tit a INDOFARMA PENGESAHAN CHARTER KOMITE AUDIT PT INDOFARMA (Persero) Tbk Pada hari ini, Jakarta tanggal 15 Juni 2017, Charter Komite Audit PT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar

BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia karena dapat berfungsi sebagai intermediary institution yaitu

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN GRUP SUMITOMO MITSUI BANKING CORPORATION 2016

LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN GRUP SUMITOMO MITSUI BANKING CORPORATION 2016 LAPORAN TAHUNAN PELAKSANAAN TATA KELOLA TERINTEGRASI KONGLOMERASI KEUANGAN GRUP SUMITOMO MITSUI BANKING CORPORATION 2016 PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk. PT Bank

Lebih terperinci

Laporan Direktur Utama

Laporan Direktur Utama Laporan Utama Utama 16 Laporan Tahunan Danamon 2007 Kami berhasil meraih kinerja yang sangat memuaskan di berbagai bidang... Pemegang Saham yang Terhormat, Dengan bangga saya laporkan bahwa dalam segala

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. corporate governance ini diharapkan ada regulasi serta aturan mengenai

BAB I PENDAHULUAN. corporate governance ini diharapkan ada regulasi serta aturan mengenai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Corporate governance saat ini merupakan kebutuhan vital bagi seluruh pelaku bisnis dan menjadi tuntutan bagi masyarakat dengan adanya corporate governance ini diharapkan

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar nasional yang diperkuat

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. berkembang menjadi salah satu perusahaan terbesar nasional yang diperkuat BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1. Sejarah Singkat Perusahaan Astra pertama kali didirikan sebagai perusahaan perdagangan di sebuah ruang kecil di Jakarta pada tahun 1957. Di usia yang ke-55 tahun, Astra

Lebih terperinci

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4 /SEOJK.05/2018

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4 /SEOJK.05/2018 LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4 /SEOJK.05/08 TENTANG LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN MODAL VENTURA - - Penilaian Sendiri (Self Assessment) atas

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 76 /POJK.07/2016 TENTANG PENINGKATAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN BAGI KONSUMEN DAN/ATAU

Lebih terperinci

Piagam Unit Audit Internal ( Internal Audit Charter ) PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk

Piagam Unit Audit Internal ( Internal Audit Charter ) PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk Piagam Unit Audit Internal ( Internal Audit Charter ) PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk Pendahuluan Piagam Audit Internal ( Internal Audit Charter ) adalah dokumen formal yang berisi pengakuan keberadaan

Lebih terperinci

-2- persyaratan agar divestasi yang dilakukan atas inisiatif sendiri tidak dimanfaatkan Bank untuk melakukan kegiatan investment banking. Dalam rangka

-2- persyaratan agar divestasi yang dilakukan atas inisiatif sendiri tidak dimanfaatkan Bank untuk melakukan kegiatan investment banking. Dalam rangka TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I KEUANGAN OJK. Penyertaan Modal. Prinsip Kehatihatian. Pencabutan. (Penjelasan atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 142) PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.272, 2015 KEUANGAN OJK. Bank Perkreditan Rakyat. Manajemen Risiko. Penerapan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5761). PERATURAN

Lebih terperinci

PERMINTAAN TANGGAPAN ATAS RANCANGAN SURAT EDARAN OJK

PERMINTAAN TANGGAPAN ATAS RANCANGAN SURAT EDARAN OJK PERMINTAAN TANGGAPAN ATAS RANCANGAN SURAT EDARAN OJK Sehubungan dengan rencana penerbitan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) tentang: a. Komite Yang Dibentuk Dewan Komisaris Perusahaan Asuransi

Lebih terperinci

Kinerja BNI Semester I Kredit Tumbuh Double Digit & Laba Bersih Meningkat 46,7%

Kinerja BNI Semester I Kredit Tumbuh Double Digit & Laba Bersih Meningkat 46,7% Kinerja BNI Semester I - 2017 Kredit Tumbuh Double Digit & Laba Bersih Meningkat 46,7% Jakarta, 12 Juli 2017 --- Pada paruh I tahun 2017, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatatkan

Lebih terperinci

Kebijakan Manajemen Risiko

Kebijakan Manajemen Risiko Kebijakan Manajemen Risiko PT Indo Tambangraya Megah, Tbk. (ITM), berkomitmen untuk membangun sistem dan proses manajemen risiko perusahaan secara menyeluruh untuk memastikan tujuan strategis dan tanggung

Lebih terperinci

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/SEOJK.03/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/SEOJK.03/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 10/SEOJK.03/2014 TENTANG PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH - 2 - KERTAS KERJA PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT)

Lebih terperinci

PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PENILAIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PERINGKAT DEFINISI PERINGKAT INDIVIDUAL Peringkat Komposit 2 Penerapan Good Corporate Governance di PT Bank Syariah Bukopin secara umum adalah Baik, sebagaimana tercermin

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT. CS L3 Rincian Administratif dari Kebijakan. Piagam Komite Audit CS L3. RAHASIA Hal 1/11

PIAGAM KOMITE AUDIT. CS L3 Rincian Administratif dari Kebijakan. Piagam Komite Audit CS L3. RAHASIA Hal 1/11 PIAGAM KOMITE AUDIT Rincian Administratif dari Kebijakan Nama Kebijakan Piagam Komite Audit Pemilik Kebijakan Fungsi Corporate Secretary Penyimpan Kebijakan - Fungsi Corporate Secretary - Enterprise Policy

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 4/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I

PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I PIAGAM KOMITE AUDIT DAN RISIKO USAHA (BUSINESS RISK AND AUDIT COMMITTEES CHARTER) PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. BAGIAN I 1.1. Pengertian Komite Audit dan Risiko Usaha adalah komite yang dibentuk oleh dan

Lebih terperinci

KEWRAUSAHAAN, ETIKA PROFESI dan HUKUM BISNIS

KEWRAUSAHAAN, ETIKA PROFESI dan HUKUM BISNIS KEWRAUSAHAAN, ETIKA PROFESI dan HUKUM BISNIS Modul ke: Fakultas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Magisster Akuntasi www.mercubuana.ac.id The System and Structure of GCG Dosen Pengampu : Mochammad

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal PIAGAM AUDIT INTERNAL PT LIPPO KARAWACI TBK I. LANDASAN HUKUM Landasan pembentukan Internal Audit berdasarkan kepada Peraturan Nomor IX.I.7, Lampiran Keputusan

Lebih terperinci

PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS

PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS JAKARTA 2017 PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PELAKSANA SEKRETARIAT TETAP BAPERTARUM-PNS

Lebih terperinci

PT Chubb General Insurance Indonesia. Laporan Tahunan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

PT Chubb General Insurance Indonesia. Laporan Tahunan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik PT Chubb General Insurance Indonesia Laporan Tahunan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Tahun 2016 Page 1 of 6 KATA PENGANTAR Laporan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik PT Chubb General Insurance

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan;

I. PENDAHULUAN. 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan; I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. didirikan berdasarkan akta pendirian Perusahaan sebagaimana diumumkan dalam Berita negara RI No. 95 tanggal 27 Nopember 1992, tambahan Nomor

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN TATA KERJA DEWAN KOMISARIS

PEDOMAN DAN TATA KERJA DEWAN KOMISARIS Pedoman dan Tata Kerja Dewan Komisaris PEDOMAN DAN TATA KERJA Hal 1/11 RINCIAN PEDOMAN DAN TATA KERJA DAFTAR ISI 1.0 Statement of Policy..... 3 2.0 Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris.......... 3

Lebih terperinci

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Direksi

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Direksi PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Direksi BAB I PENDAHULUAN Pasal 1 Definisi 1. Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS ) berarti Organ Perusahaan yang memiliki wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi maupun

Lebih terperinci

PT Wintermar Offshore Marine Tbk

PT Wintermar Offshore Marine Tbk PT Wintermar Offshore Marine Tbk ( Perusahaan ) Piagam Audit Internal I. Pembukaan Sebagaimana yang telah diatur oleh peraturan, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.04/2015 yang ditetapkan

Lebih terperinci

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB III PROFIL PERUSAHAAN BAB III PROFIL PERUSAHAAN 3.1 Sejarah PT.Bank Bukopin tbk PT. Bank Bukopin, tbk yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi

Lebih terperinci

KOMITE KOMITE DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT

KOMITE KOMITE DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT KOMITE KOMITE DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT 1. Tugas Pokok Komite Audit BCA dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dengan tujuan membantu Dewan Komisaris dalam rangka mendukung efektivitas

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, - 1 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 51 /POJK.03/2017 TENTANG PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN BAGI LEMBAGA JASA KEUANGAN, EMITEN, DAN PERUSAHAAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi.

1. Sampul muka, samping, dan belakang 2. Setiap halaman. 2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh direksi. I. Umum KRITERIA 1. Dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, dianjurkan menyajikan juga dalam Bahasa Inggris. 2. Dicetak pada kertas yang berwarna terang agar mudah dibaca dan jelas PENJELASAN 3. Mencantumkan

Lebih terperinci

BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA

BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA LAPORAN PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TAHUN 2008 BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA Jl. Mayjend Sutoyo Nomor 95 Kendari Telp. 0401 321526 Fax. 0401 321568 1 a. Pengungkapan Pelaksanaan Good

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO

BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO BAB II DESKRIPSI PT BANK INDEX SELINDO 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Bank Index adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) didirikan di Jakarta pada tanggal 30 Juli 1992, dan mulai resmi beroperasi dalam

Lebih terperinci

TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN

TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN DI SEKTOR JASA KEUANGAN f Yth. Direksi/Pengurus Pelaku Usaha Jasa Keuangan, baik yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional maupun secara syariah, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 30 /SEOJK.07/2017

Lebih terperinci

PIAGAM KOMITE AUDIT. CS L3 Rincian Administratif dari Kebijakan. Piagam Komite Audit CS L3

PIAGAM KOMITE AUDIT. CS L3 Rincian Administratif dari Kebijakan. Piagam Komite Audit CS L3 PIAGAM KOMITE AUDIT Rincian Administratif dari Kebijakan Pemilik Kebijakan Penyimpan Kebijakan Fungsi Corporate Secretary - Fungsi Corporate Secretary - Enterprise Policy & Portfolio Management Division

Lebih terperinci

9

9 BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan ARTAJASA didirikan PT Aplikanusa Lintasarta (LINTASARTA) yang merupakan induk perusahaan telah menjadi mitra industri perbankan di Indonesia. Setelah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Fungsi utama bank adalah perantara keuangan yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat. Karena fungsi utamanya sebagai

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 19 /PBI/2009 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 19 /PBI/2009 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 11/ 19 /PBI/2009 TENTANG SERTIFIKASI MANAJEMEN RISIKO BAGI PENGURUS DAN PEJABAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 75 /POJK.03/2016 TENTANG STANDAR PENYELENGGARAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT DAN BANK PEMBIAYAAN

Lebih terperinci