EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DI KJKS BMT TUMANG CABANG CEPOGO TUGAS AKHIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DI KJKS BMT TUMANG CABANG CEPOGO TUGAS AKHIR"

Transkripsi

1 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DI KJKS BMT TUMANG CABANG CEPOGO TUGAS AKHIR Disusun Guna Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Perbankan Syariah Disusun oleh: ULFATU ROSYIDAH NIM PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH JURUSAN SYARIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA 2013

2 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DI KJKS BMT TUMANG CABANG CEPOGO TUGAS AKHIR Disusun Guna Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Perbankan Syariah Disusun oleh: ULFATU ROSYIDAH NIM PROGRAM STUDI DIII PERBANKAN SYARIAH JURUSAN SYARIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA 2013 ii

3

4

5 ABSTRAK Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pembiayaan musyarakah dan untuk mengetahui efektifitas sistem pengendalian intern pada pemberian pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo. Metode analisis yang digunakan bersifat kualitatif, yaitu metode analisis yang bersifat deskriptif dengan perbandingan antara teori dengan praktik yang dijalankan pada obyek penelitian. Penulis menggunakan empat unsur sistem pengendalian intern dalam eveluasi tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh dengan membandingkan antara teori dengan praktik yang terjadi pada KJKS BMT Tumang cabang Cepogo, menunjukkan bahwa sebagian penerapan unsur-unsur sistem pengendalian intern sudah sesuai dengan teori yang ada meski masih terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan yang terjadi yaitu masih adanya satu personil yang menjalankan lebih dari 1 (satu) fungsi, tidak digunakannya form dengan nomor urut tercetak dalam pelaksanaan operasionalnya, serta kurang efektifnya sistem panjaringan karyawan baru. Sehingga efektifitas kerja organisasi dalam pembiayaan kurang terjaga. Dari hasil analisis tersebut pemecahan masalah yang terjadi dapat dilakukan dengan membenahi penerapan unsur-unsur sistem pengendalian intern agar sistem kerja KJKS BMT Tumang cabang Cepogo lebih terstruktur dan efektif. Dalam rangka menghindari perangkapan fungsi dari 1 (satu) personil, perlu ditambahkan karyawan dalam operasionalnya, dan perlu adanya penggunaan form bernomor urut tercetak guna mempermudah proses pencatatan dan penyimpanan data nasabah. Serta perlu diperhatikan dalam proses merekrut karyawan baru, agar mendapatkan SDM yang benar-benar berkompeten di bidangnya. Kata Kunci: Pembiayaan musyarakah dan sistem pengendalian intern v

6 MOTTO : Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S. Alam Nasyrah: 6) If there is a will, there is a way (Albert Einstein) Hidup untuk menjadi berguna, bukan hanya menggunakan Kehormatan dan kepercayaan seseorang, tergantung kepada sikap tanggungjawabnya Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu : sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi (Al-Kahfi : 23).. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Al-Mujaadilah : 11) Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan. Agar kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu (Nuh : 19-20) vi

7 PERSEMBAHAN Dengan segenap jiwa raga, tanpa semuanya tidak akan ada daya. Maka Tugas Akhir ini penulis persembahkan kepada: Allah SWT Atas atas izin, rahmad, berkah, ridla, dan kehendak Mu, semua ini dapat berjalan dengan baik dan lancar Rasulullah Muhammad SAW Tauladan dan tuntunan umat manusia, menuju ridla Allah SWT Ayah Tercinta Perjuangan yang tiada henti untuk anakmu yang takkan pernah terlupakan sepanjang masa Ibu Tercinta Do amu yang selalu menaungiku dalam segala keadaan untuk mendapatkan yang terbaik, akan menjadi prasati yang takkan pernah pudar Saudara-saudaraku Apresiasi yang tak pernah terlupa, bersama sebagai sahabat dan kerabat Teman-teman dalam Perjalanan Hidup Thanks a lot of your apresiation for my trip Sahabat-sahabat DIII Perbankan Syariah 2010 Perjalanan bersama suka dan duka, kan menjadi kenangan dalam menggapai sukses di masa yang akan datang (Terimakasih atas semuanya) vii

8

9 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Puji syukur kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, serta inayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan Musyarakah Di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo dengan lancar guna memenuhi syaratsyarat kelengkapan dalam memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi DIII Perbakan Syariah Jurusan Syariah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Dalam perjalanan penyusunan penelitian ini, tentunya hambatan dan rintangan sering datang silih berganti. Pada saat itu hanya Allah SWT yang mampu menjaga motivasi dan semangat penulis untuk tetap melaju dalam menyelesaikan tugas ini. Kelancaran terselesaikannya tugas akhir ini juga berkat adanya dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih tak terhingga kepada : 1. Bapak Drs. Imam Sutomo, M.Ag. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. 2. Bapak Abdul Aziz NP, S.Ag., M.M., selaku Ketua Program Studi DIII Perbankan Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. ix

10 3. Bapak Taufikur Rahman, S.E.,M.Si., selaku dosen pembimbing, yang telah memberikan bimbingan, petunjuk dan arahan dalam penyusunan tugas akhir ini. 4. Keluarga besar KJKS BMT Tumang Cepogo yang telah mengizinkan melakukan penelitian dan pemberian data yang diperlukan. 5. Ayah dan Ibu tercinta yang telah memberikan segala kasih dan restu, dukugan yang berupa material dan spiritual yang tak ternilai harganya. 6. Saudara-saudara yang telah menemani dan memberikan dorongan serta semangat yang luar biasa. 7. Sahabat-sahabat DIII Perbankan Syariah 2010 yang telah memenuhi harihari penulis dengan penuh semangat. 8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang terlibat dalam pembuatan karya tulis ini Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tugas akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan pengetahuan dan manfaat bagi pihak yang membutuhkan. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Boyolali, 2 September 2013 Penulis x

11 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... HALAMAN PERSETUJUAN... HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAK... HALAMAN MOTTO... PERSEMBAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i iii iv v vi vii viii ix xi xiii xiv xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 5 C. Tujuan dan Kegunaan... 6 D. Metode Penelitian... 7 E. Batasan Masalah F. Penelitian Terdahulu G. Penegasan Istilah H. Sistematika Penulisan xi

12 BAB II LANDASAN TEORI A. Sistem Pengendalian Intern B. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) C. Pembiayaan D. Pembiayaan Musyarakah BAB III LAPORAN OBYEK A. Gambaran Umum B. Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo BAB IV ANALISIS A. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo B. Analisis Sistem Pengendalian Intern pada Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xii

13 DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3. 1 Susunan Pengurus dan Pengawas KJKS BMT Tumang xiii

14 DAFTAR GAMBAR Halaman 2. 1 Skema Pembiayaan Musyarakah Struktur Organisasi KJKS BMT Tumang Bagan Prosedur Permohonan Pembiayaan Bagan Prosedur Persetujuan Pembiayaan Bagan Prosedur Akad Pembiayaan Bagan Prosedur Realisasi Dana Pembiayaan Bagan Prosedur Pencatatan Akuntansi xiv

15 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 : Daftar Riwayat Hidup : Lembar Konsultasi : Surat Keterangan Pembimbing : Satuan Kredit Kerja : Formulir Permohonan Pembiayaan : Formulir Pendaftaran Anggota BMT Tumang : Formulir Pengajuan Pembiayaan : Surat Akad Parjanjian Pembiayaan : Slip dan Kuitansi Pembiayaan Lampiran 10 : Lembar Hasil Survei Lampiran 11 : Surat Pernyataan Menjaminkan Lampiran 12 : Surat Kuasa Menjual Lampiran 13 : Surat Tanda Terima dan Pengambilan Jaminan Lampiran 14 : Kartu Pembiayaan xv

16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu Negara adalah adanya dukungan dari sistem keuangan yang sehat dan stabil. Perkembangan perekonomian yang semakin kompleks tentunya membutuhkan ketersediaan dan peran serta lembaga keuangan. Kebijakan moneter dan perbankan merupakan bagian dari kebijakan ekonomi yang diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan. Oleh karena itu peranan perbankan dalam suatu negara sangat penting. Tidak ada suatu negarapun yang hidup tanpa memamfaatkan lembaga keuangan (Siamat, 1995: 47). Indonesia memiliki beragam bentuk lembaga keuangan. Lembaga tersebut dapat berupa lembaga keuangan bank dan non bank. Misalkan bank secara umum, asuransi, koperasi, dan sebagainya. Kini banyak bermunculan lembaga keuangan syariah seperti bank syariah dan kopersi syariah (BMT) di Indonesia yang beroperasi berdasarkan syariat Islam sejak dikemukakan fatwa tentang haramnya bunga bank. Lembaga Keuangan Syariah tidak menerapkan sistem bunga, melainkan dengan sistem bagi hasil. Di Indonesia, bank syariah pertama kali didirikan pada tahun 1992 adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI). Walaupun mengalami perkembagan yang cukup lambat bila dibandingkan dengan negara-negara muslim lainya, perbankan syariah di Indonesia akan terus berkembang. Pada periode

17 hanya ada satu Bank Syariah, kemudian pada tahun 2005 bartambah 20 Bank Syariah, yaitu 3 Bank Umum Syariah, dan 17 unit Bank Syariah. Selain itu jumlah Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) hingga tahun 2004 bertambah menjadi 88 buah. Dua fungsi utama bank syariah adalah mengumpulkan dana dan menyalurkan dana. Penyaluran dana yang dilakukan perbankan syariah adalah pemberian pembiayaan kepada debitur yang membutuhkan, baik untuk modal usaha maupun untuk konsumsi. Praktik pembiayaan yang sebenarnya dijalankan oleh lembaga keuangan Islami adalah pembiayaan dengan sistem bagi hasil atau syirkah dan pembiayaan berakad/sistem jual-beli atau bai (Muhammad, 2002: 259). Lahirnya undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan yang merupakan hasil revisi dari undang-undang nomor 7 tahun 1998, yang berbunyi pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan/kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang di biayai untuk mengembalikan uang setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil (undang-undang 10 tahun 1998 pasal 1 ayat 2). Hal tersebut merupakan kesungguhan pemerintah dalam memperdayakan sistem perbankan syariah di Indonesia. Masyarakat membutuhkan lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi dalam hal bisnis, tetapi juga sosial. Tentunya bukan lagi dalam bentuk bank syariah, karena pada umumnya lembaga keungan dalam bentuk bank lebih berorientasi dalam hal bisnis dan sulit menjangkau pemenuhan

18 3 kebutuhan pengusaha mikro/kecil. Salah satu lembaga keuangan syariah alternatifnya adalah Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). BMT merupakan lembaga keuangan syariah yang berupaya untuk tidak hanya berpihak pada perolehan keuntungan oleh pemilik modal saja. Tetapi juga mendistribusikan kekayaan secara adil dan merata. Lembaga keuangan syariah ini juga berfungsi untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan dana yang pada umumnya dalam menjalankan usaha mikro/kecil. Dalam pendirian maupun operasional BMT tidak hanya melibatkan golongan-golongan tertentu namun dari semua kalangan masyarakat tanpa ada batasan ekonomi, sosial maupun agama. Semua golongan masyarakat dapat berperan serta dalam pembangunan lembaga keuangan syariah yang dapat bermanfaat bagi semua kelompok masyarakat secara merata bahkan dari kelompok masyarakat serta pengusaha kecil sekalipun. Peran BMT dalam mengembangkan usaha mikro dan kecil di lingkungannya merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pembangunan nasional. Bank yang diharapkan mampu menjadi perantara keuangan ternyata hanya mampu bermain pada level menengah atas. Sementara lembaga keuangan non formal yang notabenenya mampu menjangkau pengusaha mikro, tidak mampu menjangkau kapitalisasi usaha kecil. Maka BMT diharapkan tidak terjebak pada dua kutub sistem ekonomi yang berlawanan tersebut (Ridwan, 2004: 73). Salah satu peran BMT dalam masyarakat yaitu sebagai lembaga yang menyalurkan dana kepada masyarakat yang membutuhkan atau sering disebut

19 4 dengan pembiayaan. Salah satu jenis pembiayaan yang ada dalam BMT adalah pembiayaan musyarakah. Pembiayaan musyarakah merupakan pembiayaan dengan pola investasi dimana kadua belah pihak memberikan kontribusi dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama (Antonio, 2001: 90). Pembiayaan musyarakah pada umumnya merupakan salah satu jenis pembiayaan yang banyak diminati oleh masyarakat. Maka dalam penyaluran pembiayaan musyarakah juga dibutuhkan sistem operasional yang baik agar tidak terjadi segala macam kesalahan ataupun penyelewengan. Sistem pengendalian intern, mungkin menjadi salah satu aspek penting dalam suatu perusahaan. Begitu pula dalam pembiayaan musyarakah pada BMT, sistem pengendalian intern sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kesalahan dan resiko pembiayaan yang tidak diharapkan. Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi, 2008: 163). BMT Tumang merupakan lembaga keuangan syariah yang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat baik dalam hal simpanan maupun pembiayaan. Perkembangan BMT Tumang cukup pesat yang mana sampai saat ini telah memilliki 6 kantor cabang yang tersebar di beberapa wilayah. Dalam hal pembiayaan, KJKS BMT Tumang cukup mempunyai potensi cukup tinggi. Terlebih lagi pembiayaan musyarakah yang merupakan salah

20 5 satu jenis pembiayaan paling diminati masayarakat. Maka dibutuhkan sistem pengendalian intern yang baik untuk mencegah terjadinya kesalahan dan kegagalan yang dapat merugikan pihak KJKS BMT Tumang yang berperan sebagai shahibul maal maupun pihak nasabah yang berperan sebagai mudharib. Berdasarkan latar belakang tersebut dan pentingnya sistem pengendalian intern dalam setiap kegiatan perusahaan, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul : Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan Musyarakah Di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo. B. Rumusan Masalah Menilik latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah terkait yang akan digunakan penulis sebagai bahan penelitian Tugas Akhir adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana prosedur Pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo? 2. Bagaimana Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo? 3. Apakah Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan musyarakah telah diterapkan secara efektif di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo?

21 6 C. Tujuan dan Kegunaan Berdasarkan rumusan masalah yang tersusun dan tersebut, maka dapat disebutkan mengenai tujuan penelitian ini, antara lain : 1. Untuk mengetahui prosedur Pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo. 2. Untuk mengetahui Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo. 3. Untuk mengetahui keefektifan Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo. Penulisan Tugas Akhir ini diharapkan juga dapat memberikan banyak manfaat, baik bagi KJKS BMT Tumang, bagi penulis, bagi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, maupun bagi pembaca. Adapun manfaat yang diharapkan yaitu : 1. Bagi KJKS BMT Tumang Dari hasil penelitian, diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi dalam sistem pengendalian intern yang telah diterapkan sebelumnya. 2. Bagi Pembaca a. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan yang lebih mendalam mengenai sistem pengendalian intern pada pembiayaan musyarakah. b. Sebagai salah satu bahan referensi, khususnya yang tertarik pada bidang keuangan syariah.

22 7 3. Bagi Penulis a. Untuk prasarat kelulusan diploma pada Program Studi DIII Perbankan Syariah di STAIN Salatiga. b. Memberikan pengetahuan dan informasi lebih luas untuk disesuaikan serta dipadukan dengan pengetahuan teori yang didapat di bangku kuliah. 4. Bagi STAIN Salatiga a. Memperkenalkan STAIN Salatiga kepada masyarakat luar khususnya Program Studi Perbankan Syariah. b. Sebagai tambahan referensi literatur serta informasi khususnya bagi mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Perbankan Syariah. D. Metode Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian intern pada pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo. 2. Jenis penelitian Jenis penelitian atau penulisan dalam tugas akhir ini menggunakan pendekatan kualitatif, karakteristik penelitian kualitatif yaitu penelitian yang hasil analisisnya berupa kata-kata yang dirancang secara deskriptif. Penjelasannya bukan berupa angka ataupun dengan penghitungan statistik, namun menggunakan paragraf-paragraf penjelas.

23 8 Menurut Daymon (2008: 7-9) karakteristik penelitian kualitatif yaitu: a. Kata, berfokus pada kata bukan angka. b. Keterlibatan peneliti, peneliti terlibat dekat dengan hal-hal yang diteliti. c. Sudut pandang partisipan, menyelidiki dan menyajikan berbagai perspektif subjektif para partisipan. d. Riset skala kecil, mengeksplorasi penelitian secara terperinci. e. Fokus yang holistik, tidak hanya terpaku pada satu atau dua variabel, tetapi lebih luas cakupannya. f. Fleksibel, tidak hanya meneliti topik, tetapi juga menyelidiki hal baru yang diungkapkan informan tentang pemahaman mereka. g. Proses, menangkap proses yang berlangsung dari waktu ke waktu. h. Latar alami, dilakukan di lingkungan alami tempat orang berada. i. Induktif ke deduktif, mendapatkan gagasan dari hasil mengumpulkan dan meneliti data. 3. Jenis data yang dibutuhkan Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data data primer yang menurut Supranto (2002: 20-21) yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi langsung melalui objeknya, dan data sekunder yang menurut Daymon (2008) yaitu data yang diperoleh dari dokumen, buku-buku dan arsip-arsip yang berkaitan dengan topik data yang akan diteliti.

24 9 Menurut Uma Sekaran (2006), data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Data primer dapat diperoleh dengan cara melakukan wawancara secara langsung dengan karyawan dan staff BMT Tumang cabang Cepogo untuk memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan. Data sekunder merupakan jenis data yang tidak bisa diabaikan begitu saja, dilihat dari sumber data, data sekunder dapat dibagi atas sumber buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi, dan dokumen resmi. 4. Metode pengumpulan data a. Metode Wawancara Sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari narasumber yang diwawancarai. Wawancara dilakukan penulis kepada pengelola bagian pembiayaan dan pihak lain yang terkait dengan pembiayaan musyarakah di BMT Tumang untuk menggali informasi mengenai pembiayaan musyarakah di BMT Tumang. b. Metode Observasi Peneliti terlibat secara langsung dengan objek penelitian. Di sini penulis ikut dalam proses pengumpulan kelengkapan data yang diperlukan. Observasi yang akan dilakukan yaitu mengamati kegiatan Lembaga Keuangan Syariah secara langsung pada saat melakukan praktik magang di BMT Tumang.

25 10 c. Metode Studi Pustaka Metode ini dilakukan dengan cara membaca buku referensi, buku panduan maupun literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang ada, sehingga akan membentu dalam proses penelitian. d. Analisa dokumen Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. E. Batasan Masalah Terkait dengan luasnya lingkup permasalahan dan waktu serta keterbatasan dalam penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pembiayaan musyarakah, maka untuk memudahkan analisa dalam tugas akhir ini penelitian dibatasi pada pelaksanaan prosedur pembiayaan musyarakah dan penerapan unsur sistem pengendalian intern dalam pembiayaan musyarakah sampai dengan tahap realisasi dana pembiayaan di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo. F. Penelitian Terdahulu Terkait dengan tugas akhir akan yang diteliti oleh penulis, ada beberapa telaah pustaka dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dibuat sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan maupun pembeda bagi penelitian ini. Penelitian mengenai pengendalian intern telah dilakukan oleh Azizah pada tahun 2005, dalam tugas akhirnya yang berjudul Internal control Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan pada USP Swamitra Mekar

26 11 Ungaran, yang mengemukakan bahwa internal control menunjukkan suatu perusahaan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang fatal dalam lembaga tersebut. Dalam perusahaan laporan dapat dilihat apakah mengalami laba atau rugi, perusahaan tersebut melihat apakah dalam laporan tersebut sudah benar atau belum. Kebenaran dapat dilihat dengan data yang dilaporkan dan telah diaudit minimal oleh internal control. Ini menunjukkan salah satu kegunaan internal control perusahaan. Penelitian mengenai penerapan pengendalian internal telah dilakukan oleh Renata Cynthiadevi pada tahun 2008 dalam skripsinya yang berjudul Analisis Efektifitas dan Efisiensi Pengendalian Intern Atas Sistem Penggajian PT. Gerbang Tata Gemilang, yang mengemukakan bahwa keterbatasan pengendalian intern suatu entitas, meliputi kesalahan dalam pertimbangan, gangguan, kolusi, pengabaian dalam manajemen, serta biaya lawan manfaat yang sebisa mungkin semua hal tersebut harus dihindari demi kelancaran penerapan pengendalian intern. Penelitian ini jelas berbeda dengan yang akan diteliti oleh penulis, selain perbedaan lokasi, juga topik masalah yang disoroti. Penelitian berikutnya mengenai sistem pengendalian intern juga telah dilakukan oleh Maulia Fitriasih pada tahun 2010, dalam skripsinya yang berjudul Penerapan Sistem Pengendalian Intern Atas Pembiayaan Konsumen Dalan Pemberian Kredit Kepemilikan Rumah (KPR ib) Pada KCP BRI Syariah Di Bangkalan, yang menerangakan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Intern pada pemberian kredit di KCP BRI Syariah di

27 12 Bangkalan dapat dibilang sudah efektif yaitu dilihat dari segi elemen Sistem Pengendalian Intern yang telah diterapkan baik. Skripsi tersebut mengacu pada sistem pengendalian intern pada Kredit Kepemilikan Rumah (KPR ib), sedangkan disini penulis lebih menekankan pada pengendalian intern dari pembiayaan yang menerapkan pola investasi. Penelitian mengenai sistem pengendalian intern yang telah dilakukan oleh Ruzanna Amanina pada tahun 2011, dalam skripsinya yang berjudul Evaluasi Terhadap Sistem Pengendalian Intern Pada Proses Pemberian Kredit Mikro (Studi Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Majapahit Semarang), menyatakan bahwa Pengujian kepatuhan dilakukan terhadap sistem pengendalian intern dengan menggunakan metode fixed sample size. Penentuan jumlah sampel yang dipilih menggunakan bantuan tabel angka random, menetapkan tingkat keandalan (reliability level) 95% dan batas ketepatan tertinggi yang diharapkan (Desired Upper Precission Limit/ DUPL) 5%. Hasil yang diperoleh dari pengujian kepatuhan ini adalah jumlah batas ketepatan yang dicapai (Achieved Upper Precission Limit / AUPL) sebesar 3%. Dari hasil tersebut, AUPL lebih kecil atau sama dengan DUPL, maka pengendalian intern yang ada dikatakan efektif. Skripsi ini menekankan pada metode fix sample size dalam analisis sistem pengendalian internnya. Penelitian lain mengenai sistem pengendalian intern juga dilakukan oleh Andrian Budi Prasetyo pada tahun 2011, dalam skripsinya yang berjudul Kualitas Prosedur Pengendalian Internal : Antecedents Dan Pengaruh Moderating Pada Keadilan Organisasional Dan Kecurangan Pegawai,

28 13 yang mengungkapkan bahwa bahwa pada model pertama mengungkapkan bahwa kualitas prosedur pengendalian internal memberikan pengaruh moderating terhadap hubungan antara persepsi keadilan organisasional dengan kecurangan pegawai. Kemudian pada model kedua menunjukkan bahwa tiga faktor organisasional yaitu: lingkungan etika perusahaan, aktivitas internal audit dan pelatihan manajemen risiko tidak berpengaruh terhadap kualitas prosedur pengendalian internal. Skripsi ini mengacu pada pembahasan mengenai prosedur pengendalian intern. Dalam Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (2012), dengan judul Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerapan Good Corporate Governance (Gcg) Pada Perbankan Di Kota Banda Aceh, mengemukakan bahwa dalam rangka peningkatan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance perusahaan perlu dilakukan peningkatan pengendalian intern. Hal tersebut didukung oleh temuan secara deskriptif oleh BPK-RI bahwa tingkat pengendalian intern relatif belum maksimal (RKAP PT. Bank BPD Aceh Tahun Buku 2007 Dan 2008 di Banda Aceh). Setelah dilakukan pengujian dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Pengendalian Intern berpengaruh terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada perbankan di Kota Banda Aceh. Penelitian berikutnya mengenai sistem pengendalian intern dilakukan oleh Lidia Purnamasari pada tahun 2012, dalam tugas akhirnya yang berjudul Sistem Pengendalian Intern Penggajian pada BMT ANDA Salatiga, yang

29 14 mengemukakan bahwa prosedur penggajian di BMT ANDA Salatiga sederhana dan dikatakan baik, serta mudah dipahami. Sistem pengendalian intern yang meliputi unsur-unsur pengendalian intern sudah baik, hanya saja perlu pembenahan dalam hal pegawai yang masih merangkap beberapa bagian tugas agar operasional lebih efisien. Berdasarkan telaah pustaka yang telah dipaparkan di atas, sejauh pengatahuan penulis penelitian tentang Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan Musyarakah Di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Perbedaan judul penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu dengan menganalisis Sistem pengendalian intern dalam pembiayaan musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo. G. Penegasan Istilah Berikut pengertian dari istilah-istilah yang terkait dengan penelitian ini, yaitu: 1. Clerical operation merupakan kegiatan yang terstruktur berdasrkan urutan tertentu, seperti menulis, mengamati, memahami, dan seterusnya sesuai dengan hal yang bersangkutan dengan materi sebelumnya. 2. Defisit unit yaitu pihak yang dikatakan kekurangan dana, dan membutuhkan dana untuk menjalankan suatu kegiatan usaha. 3. Mark-up yaitu keuntungan dari suatu usaha atau suatu kerjasama dalam hal bisnis, atau kegiatan ekonomi lainnya.

30 15 4. Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program. Memantau perubahan yang fokus pada proses dan keluaran. 5. Management Oversight adalah pengawasan yang dilakukan oleh manajemen kepada anggota menejemen yang menjalankan operasional perusahaan. 6. Surprised audit yaitu pemeriksaan mendadak yang dilakukan auditor kepada karyawan perusahaan yang dimaksud agar selalu bekerja dengan baik meski tanpa adanya pengawasan. H. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan merupakan uraian mengenai hal-hal yang akan dilaporkan bab demi bab, dari bab rencana laporan penelitian diperoleh gambaran yang berurutan dan saling terkait. Adapun rancangan sistematika penulisan laporan penelitian adalah sebagai berikut: Bab I (Pendahuluan), dijelaskan tentang hal-hal yang berkaitan dan berhubungan dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan, metodologi laporan tugas akhir, batasan masalah, penelitian terdahulu, penegasan istilah, serta sistematika penulisannya. Bab II (Landasan Teori), berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem pengendalian intern, Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) dan pembiayaan musyarakah. Bab III (Laporan Obyek), menjelaskan tentang gambaran umum dan sejarah berdirinya KJKS BMT Tumang, visi dan misi, struktur organisasi,

31 16 data deskriptif mengenai sistem pengendalian intern dan pembiayaan musyarakah, serta data deskriptif lain terkait dengan objek tersebut. Bab IV (Analisis), berisi tentang studi analisis hasil penelitian mengenai pembiayaan musyarakah pada KJKS BMT Tumang dan evaluasi sistem pengendalian intern pembiayaan musyarakah pada KJKS BMT Tumang. Bab V (Penutup), mengemukakan tentang kesimpulan dan saran.

32 BAB II LANDASAN TEORI A. Sistem Pengendalian Intern 1. Pengertian Sistem, Prosedur, dan Sistem Akuntansi Sistem mempunyai peranan besar terhadap keberhasilan suatu perusahaan. Dengan sistem yang baik maka kinerja perusahaan akan lebih teratur dan dapat dikoordinir sehingga dapat memperkecil kemungkinan adanya berbagai kesalahan ataupun penyelewengan dalam perusahaan. Suatu sistem diperlukan oleh sebuah perusahaan untuk membentuk jaringan kerja yang sistematis dan terorganisir. Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulangulang (Mulyadi, 2001: 5). Suatu sistem tersusun dan terdiri dari jaringan prosedur, sedangkan prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal. Kegiatan klerikal (clerical operation) ini meliputi menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih (mensortasi), memindahkan, dan membandingkan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mencatat informasi 17

33 18 akuntansi ke dalam buku jurnal, buku besar dan laporan keuangan yang dibutuhkan pihak yang berkepentingan. Baridwan (2005: 3), dalam buku yang berjudul Sistem Akuntansi, menjelaskan bahwa prosedur adalah suatu urutan pekerjaan kerani (clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi. Menurut Settler dalam Mulyadi (2001: 4), bahwa sistem akuntansi adalah formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data mengenai usaha suatu kegiatan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usahanya, dan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan seperti pemegang saham, kreditor, dan lembaga-lembaga pemerintah untuk menilai hasil. Dari definisi sistem akuntansi tersebut, unsur sistem akuntansi pokok adalah: a. Formulir; b. Jurnal; c. Buku Besar; d. Buku Pembantu; e. Laporan Keuangan

34 19 2. Pengertian Sistem Pengendalian Intern a. Menurut IAI yang dikutip Sukrisno Agus (2004: 79) : Pengendalian intern merupakan suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini : 1) Keandalan pelaporan keuangan 2) Efektivitas dan efisiensi operasi 3) Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. b. Menurut Jogiyanto (2000: 373) dari AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) yaitu : Pengendalian intern meliputi struktur suatu organisasi dan semua metode-metode yang terkoordinir serta ukuran-ukuran yang ditetapkan di dalam suatu perusahan untuk tujuan menjaga keamanan harta milik perusahaan, mmeriksa ketepatan dan kebenaran data akuntansi, meningkatkan efisiensi operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan-kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. c. Menurut Mulyadi (2001: 165) Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

35 20 Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa sistem pengendalian intern adalah suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan. Hasil dari Laporan Jurnal Akutansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala yang berjudul Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerapan Good Corporate Governance (Gcg) Pada Perbankan Di Kota Banda Aceh menyatakan bahwa terdapat 5 elemen sistem pengendalian intern yang diatur dabank Indonesia Lamp. SE No.5/22/DPNP Lima elemen utama yang satu sama lain saling berkaitan, yaitu Pengawasan oleh Manajemen dan Kultur Pengendalian (Management Oversight and Control Culture), Identifikasi dan Penilaian Risiko (Risk Recognition and Assessment), Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi (Control Activities and Segregation of Duties), Sistem Akuntansi, Informasi dan Komunikasi (Accountancy, Information and Communication), serta Kegiatan Pemantauan dan Tindakan Koreksi Penyimpangan/Kelemahan (Monitoring Activities and Correcting Deficiencies).

36 21 3. Tujuan Sistem Pengendalian Intern Terdapat beberapa tujuan dari pengendalian intern antara lain (Mulyadi, 2001: 163): a. Menjaga kekayaan organisasi Kekayaan milik perusahaan dapat dicuri atau disalah-gunakan jika kekayaan tersebut tidak dilindungi dengan dilaksanakannya pengendalian intern. b. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi Pengendalian intern ini dirancang untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi yang akan menghasilkan informasi keuangan yang teliti dan handal. c. Mendorong efisiensi Sistem pengendalian intern dalam suatu perusahaan bertujuan untuk menghindarkan pengulangan kerja yang tidak perlu dan pemborosan dalam seluruh aspek usaha serta mencegah penggunaan sumber daya secara tidak efisien. d. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Dengan adanya sistem pengendalian intern yang dilaksanakan dalam perusahaan akan memberikan jaminan yang memadai agar kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh manajemen dipatuhi oleh karyawan.

37 22 4. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern Untuk menciptakan sistem pengendalian intern yang baik dalam perusahaan maka ada empat unsur pokok yang harus dipenuhi antara lain (Mulyadi, 2001: 166): a. Struktur Organisasi yang Memisahkan Tanggung Jawab Fungsional secara Tegas Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Pembagian tanggung jawab fungsional dalam organisasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini: 1) Harus dipisahkan fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Fungsi penyimpanan adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk menyimpan aktiva perusahaan. Fungsi akuntansi adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat peristiwa keuangan perusahaan. 2) Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap transaksi.

38 23 b. Sistem Wewenang dan Prosedur Pencatatan yang Memberikan Perlindungan yang Cukup terhadap Kekayaan, Utang, Pendapatan, dan Biaya. Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. c. Praktik yang Sehat dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Setiap Unit Organisasi. Cara-cara yang umum dalam menciptakan praktik yang sehat adalah: 1) Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh yang berwenang. Karena formulir merupakan alat untuk memberikan otorisasi terlaksananya transaksi, maka pengendalian pemakaiannya dengan menggunakan nomor urut tercetak, akan dapat menetapkan pertanggungjawaban terlaksananya transaksi. 2) Pemeriksaan mendadak (surprised audit). Pemeriksaan mendadak dilaksanakan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada pihak yang akan diperiksa, dengan jadwal yang tidak teratur. Jika dalam suatu organisasi dilaksanakan pemeriksaan mendadak terhadap kegiatan-kegiatan pokoknya, hal ini akan mendorong karyawan melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

39 24 3) Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain. 4) Perputaran jabatan yang diadakan secara rutin akan dapat menjaga independensi pejabat dalam melaksanakan tugasnya, sehingga persekongkolan di antara mereka dapat dihindari. 5) Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak. Karyawan kunci perusahaan diwajibkan mengambil cuti yang menjadi haknya. Selama cuti, jabatan karyawan yang bersangkutan digantikan untuk sementara oleh pejabat lain, sehingga seandainya terjadi kecurangan dalam departemen yang bersangkutan, diharapkan dapat diungkap oleh pejabat yang menggantikan untuk sementara tersebut. 6) Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan catatannya untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan catatan akuntansinya. 7) Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek efektifitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain. Unit organisasi ini disebut satuan pengawas intern atau staf pemeriksa intern. Adanya satuan pengawas intern dalam perusahaan akan menjamin efektifitas unsur-unsur sistem pengendalian intern, sehingga kekayaan perusahaan akan

40 25 terjamin keamanannya dan data akuntansi akan terjamin keandalannya. d. Karyawan yang Mutunya sesuai dengan Tanggung Jawabnya. Bagaimanapun baiknya struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik yang sehat, semuanya sangat tergantung kepada manusia yang melaksanakannya. Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian yang lain dapat dikurangi sampai batas yang minimum, dan perusahaan tetap mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalkan. Untuk mencapai tujuan sistem pengendalian intern dalam kegiatan operasionalnya diperlukan karyawan yang jujur dan kompeten dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya serta dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien. Untuk mendapatkan karyawan seperti yang dijelaskan diatas dapat dilakukan dengan cara : 1) Seleksi calon karyawan berdasarkan persyaratan yang dituntut oleh pekerjaannya. Program yang baik dalam seleksi calon karyawan akan menjamin diperolehnya karyawan yang memiliki kompeten sesuai jabatan yang akan didudukinya. 2) Pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan, sesuai tuntutan perkembangan pekerjaannya.

41 26 5. Prisip-prinsip Sistem Pengendalian Intern Untuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi, suatu sistem harus memenuhi enam prinsip dasar pengendalian intern yang meliputi (Hartadi, 1999: 130) : a. Pemisahan fungsi Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. Adanya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan tugas. b. Prosedur pemberian wewenang Tujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang. c. Prosedur dokumentasi Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi. d. Prosedur dan catatan akuntansi Tujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatancatatan akuntansi yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu. e. Pengawasan fisik Berhubungan dengan penggunaan alat-alat mekanis dan elektronis dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi.

42 27 f. Pemeriksaan intern secara bebas Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali penerimaan kas. Ini bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data. B. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) 1. Sejarah Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Konsep BMT sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah saw yang dikenal dengan nama bait al-maal dan berfungsi sebagai pengelola dana amanah dan harta rampasan perang (ghanimah) pada masa awal islam, yang diberikan kepada yang berhak dengan pertimbangan kemaslahatan umat. Namun secara konkrit pelembagaan Baitul Maal baru dilakukan pada masa Umar Bin Khattab, ketika kebijakan pendistribusian dana yang terkumpul mengalami perubahan. Lembaga Baitul Maal itu berpusat di ibu kota Madinah dan memiliki cabang di profinsi-profinsi wilayah Islam. Di Indonesia sendiri, sejarah BMT dimulai tahun 1984 yang dikembangkan mahasiswa ITB di Masjid Salman yang mencoba menggulirkan lembaga pembiayaan berdasarkan syariah bagi usaha kecil. Kemudian BMT lebih di berdayakan oleh ICMI sebagai sebuah gerakan yang secara operasional ditindaklanjuti oleh Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK). Sedangkan BMT secara resmi sebagai lembaga keuangan syariah dimulai dengan disahkannya UU No. 7 Tahun 1992

43 28 tentang Perbankan yang mencantumkan kebebasan penentuan imbalan dan sistem keuangan bagi hasil. Juga dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1992 yang memberikan batasan tegas bahwa bank diperbolehkan melakukan kegiatan usaha dengan berdasarkan prinsip bagi hasil. Maka mulailah bermunculan perbankan yang menggunakan sistem syari ah, seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Munculnya BMT sebagai lembaga mikro keuangan Islam yang bergerak pada sektor riil masyarakat bawah dan menengah adalah sejalan dengan lahirnya Bank Muamalat Indonesia (BMI). Karena BMI sendiri secara operasional tidak dapat menyentuh masyarakat kecil ini, maka BMT menjadi salah satu lembaga mikro keuangan Islam yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. 2. Definisi Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Baitul Mal berasal dari bahasa Arab bait yang berarti rumah, dan almaal yang berarti harta. Jadi secara etimologis (ma na lughawi) Baitul Mal berarti rumah untuk mengumpulkan atau menyimpan harta (Dahlan, 1999). Adapun secara terminologis (ma na ishtilahi), sebagaimana uraian Abdul Qadim Zallum (1983) dalam kitabnya Al Amwaal Fi Daulah Al Khilafah, Baitul Mal adalah suatu lembaga atau pihak yang mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik berupa pendapatan maupun pengeluaran negara.

44 ( 29 y ΖÏã îöyz àm ysî= Á9$# àm ušé) t7ø9$#uρ $u Ρ 9$# Íο4θuŠysø9$# èπuζƒî tβθãζt6ø9$#uρ ãα$yϑø9$#... WξtΒr& îöyzuρ $\/#uθro y7în/u...harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan... (QS. Al-Kahfi : 46) Dengan demikian, Baitul Maal dengan makna seperti ini mempunyai pengertian sebagai sebuah lembaga atau pihak (al-jihat) yang menangani harta negara, baik pendapatan maupun pengeluaran. Namun demikian, Baitul Maal dapat juga diartikan secara fisik sebagai tempat untuk menyimpan dan mengelola segala macam harta yang menjadi pendapatan negara (Zallum: 1983). Pada saat ini BMT diartikan sebagai lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka mengangkat derajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin, ditumbuhkan atas prokarya dan modal awal dari tokoh-tokoh masyarakat setempat dengan berlandaskan pada system ekonomi yang salaam: keselamatan (berintikan keadilan), kedamaian dan kesejahteraan. 3. Tujuan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) BMT didirikan dengan tujuan meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan dan masyarakat pada umumnya. Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa BMT berorientasi pada upaya meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

45 30 Anggota harus diberdayakan (empowering) supaya dapat mandiri. Dengan sendirinya, tidak dapat dibenarkan jika para anggota dan masyarakat mennjadi sangat tergantung kepada BMT. Dengan menjadi anggota BMT, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup melalui peningkatan usahanya (Ridwan, 2004: 128). 4. Prinsip dan Produk Inti Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Baitul Maal wat Tamwil sebenarnya merupakan dua kelembagaan yang menjadi satu,yaitu lembaga Baitul Maal dan lembaga Baitut Tamwil yang masing-masing keduanya memiliki prinsip dan produk yang berbeda meskipun memiliki hubungan yang erat antara keduanya dalam menciptakan kondisi perekonomian yang merata dan dinamis (Yunus, 2009: 33). Secara ringkas P3UK (1994) menerangkan prinsip dan prduk inti Baitul Maal wat Tamwil sebagai berikut: a. Prinsip dan Produk Inti Baitul Maal Baitul Maal memiliki prinsip sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana kepada masyarakat yang berhak untuk menerimanya. Maka dapat diungkapkan mengenai produk inti dari Baitul Maal terdiri atas: 1) Produk Penghimpunan Dana Baitul Maal menerima dan mencari dana berupa zakat, infaq, dan shadaqah. Selain itu Baitul Maal juga menerima dana

46 31 berupa sumbangan, hibah ataupun wakaf serta dana-dana yang bersifat sosial. 2) Produk Penyaluran Dana Penyaluran dana-dana dari Baitul Maal harus bersifat spesifik, yang mana terbagi atas dana yang bersumber dari zakat dan dana di luar zakat. Sarana penyaluran dana zakat sudah ditetapkan dalam al-qur an, yaitu kepada 8 (delapan) ashnaf antara lain: faqir, miskin, amiliin, mu allaf, fisabilillah, ghorimin, hamba sahaya dan musyafir. Sedangkan dana di luar zakat dapat digunakan untuk pengembangan usaha orang-orang miskin, pembangunan lembaga pendidikan, masjid maupun biaya-biaya operasional kegiatan sosial lainnya (termasuk di dalamnya untuk kepentingan kafir dhimmi, yang rela dengan pemerintahan Islam). b. Prinsip dan Produk Inti Baitut Tamwil Ada 3 (tiga) prinsip yang dapat dilaksanakan oleh BMT dalam fungsinya sebagai Baitut Tamwil, yaitu: Prinsip bagi hasil, prinsip jual beli dengan mark-up, dan prinsip non profit. Maka dapat disebutkan produk inti dari BMT sebagai Baitut Tamwil adalah sebagai berikut: 1) Produk Penghimpunan Dana Produk penghimpunan dana dalam Baitut Tamwil berupa jenis simpanan yang dihimpun oleh BMT sebagai sumber dana yang

47 32 kelak akan disalurkan kepada usaha-usaha produktif. Jenis simpanan tersebut antara lain: al-wadiah, al-mudharabah, dan amanah. 2) Produk Penyaluran Dana Produk penyaluran dana Baitut Tamwil merupakan bentuk pola pembiayaan yang merupakan kegiatan BMT dengan harapan dapat memberikan penghasilan. Pola pembiayaan tersebut adalah: Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah, Pembiayaan Musyarakah, Pembiayaan Bai Bitsaman Ajil, dan Pembiayaan Qardhul Hasan. 5. Peraturan Hukum Terkait BMT BMT berasaskan Pancasila & Undang-undang Dasar 1945 serta berlandaskan syariat Islam, keimanan, keterpaduan (kaffah), kekeluargaan/koperasi, kebersamaan, kemandirian, dan profesionalisme. Secara hukum BMT berpayung pada koperasi tetapi sistem operasionalnya tidak jauh berbeda dengan bank syari ah sehingga produkproduk yang berkembang dalam BMT seperti apa yang ada di bank syari ah. Karena berbadan hukum koperasi, maka BMT harus tunduk pada Undang-undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian dan PP No. 9 tahun 1995 tentang pelaksanaan usaha simpan pinjam oleh koperasi. Juga dipertegas oleh KEP.MEN. No. 91 tahun 2004 tentang Koperasi Jasa

48 33 Keuangan Syariah (KJKS). Undang-undang tersebut sebagai payung berdirinya BMT (Lembaga Keuangan Mikro Syari ah). C. Pembiayaan 1. Definisi Pembiayaan Pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank, yaitu pemberian fasilitas penyediaan dana untuk memenuhi kebutuhan pihakpihak yang merupakan defisit unit. Menurut sifat penggunaannya, pembiayaan dapat dibagai menjadi: a. Pembiayaan produktif, yaitu pembiayaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam arti luas, yaitu untuk peningkatan usaha, baik usaha produksi, perdagangan, maupun investasi. Menurut keperluannya, pembiayaan produktif dapat dibagi menjadi (Antonio, 2001: 160): 1) Pembiayaan modal kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan: (1) peningkatan produksi, yaitu peningkatan kualitas atau mutu hasil produksi; dan (2) untuk keperluan perdagangan atau peningkatan utility of place dari suatu barang. 2) Pembiayaan investasi, yaitu untuk memenuhi kebutuhan barangbarang modal (capital goods) serta fasilitas-fasilitas yang erat kaitannya dengan itu b. Pembiayaan konsumtif, yaitu pembiayaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, yang akan habis diguna-kan untuk dipakai memenuhi kebutuhan.

49 34 2. Unsur Pembiayaan Dalam pembiayaan mengandung berbagai maksud, atau dengan kata lain dalam pembiayaan terkandung unsur unsur yang direkatkan menjadi satu. a. Kepercayaan Kepercayaan merupakan suatu keyakinan bahwa pembiayaan yang diberikan benar benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai jangka waktu yang sudah diberikan dengan penelitian terlebih dahulu secara mendalam tentang kondisi nasabah. b. Kesepakatan Kesepakatan antara si pemohon dengan pihak bank. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing - masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing masing yang kemudian dituangkan dalam akad pembiayaan dan ditandatangani kedua belah pihak. c. Jangka Waktu Setiap pembiayaan yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian pembiayaan yang telah disepakati. d. Resiko Akibat adanya tenggang waktu, maka pengembalian pembiayaan akan memungkinkan suatu risiko tidak tertagihnya atau macet pemberian suatu pembiayaan. Semakin panjang jangka waktu

50 35 pembiayaan maka semakin besar risikonya, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank, baik risiko disengaja, maupun risiko yang tidak disengaja. e. Balas Jasa Dalam Bank konvensional balas jasa dikenal dengan nama bunga. Disamping balas jasa dalam bentuk bunga bank juga membebankan kepada nasabah biaya administrasi yang juga merupakan keuntungan bank. Bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya dikenal dengan bagi hasil. 3. Tujuan Pembiayaan Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. 4. Fungsi Pembiayaan Keberadaan bank syariah yang menjalankan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bukan hanya untuk mencari keuntungan dan meramaikan bisnis perbankan di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman, diantaranya :

51 36 a. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur. b. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional c. karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional. d. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan. e. Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini pembiayaan untuk pembangunan usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkan tenaga kerja baru sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur. f. Meningkatkan jumlah barang dan jasa. g. Menghemat devisa Negara, terutama untuk produk-produk yang sebelumnya diimpor dan apabila sudah dapat produksi dalam negeri dengan fasilitas kredit yang jelas akan menghemat devisa negara (Antonio, 2001: 166). 5. Prinsip-Prinsip Pemberian Pembiayaan Prinsip 5C+IS merupakan prinsip yang paling umum diterapkan dalam pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah: 1. Character artinya sifat atau karakter nasabah pengambil jaminan. 2. Capacity artinya analisis terhadap kemampuan nasabah untuk menjalankan usaha dan mengembalikan pinjaman yang diambil.

52 37 3. Capital artinya seberapa besar modal yang diperlukan peminjam. 4. Collateral artinya jaminan yang telah dimiliki yang diberikan peminjam kepada pihak pemberi pinjaman. 5. Condition artinya keadaan usaha atau nasabah prospek atau tidak (Muhammad, 2002: 261). 6. Syari ah artinya penelitian dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang dilakukan benar-banar usaha yang tidak melanggar syariah. Prinsip-prinsip syariah yang menjadi landasan dalam bermuamalah meliputi: maisyir, gharar, riba, haram dan bathil. D. Pembiayaan Musyarakah 1. Pengertian Dibawah ini adalah beberapa pengertian musyarakah dari beberapa sumber yang digunakan sebagai acuan, yaitu: a. Musyarakah yaitu pembiayaan berdasarkan akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, di mana masingmasing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan (Antonio, 2001: 90). b. Musyarakah merupakan bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan nishbah yang disepakati sebelumnya,

53 4 38 sedangkan kerugian ditanggung oleh para pihak sebesar partisipasi modal yang disertakan dalam usaha (Susanto, 2008: ). 2. Landasan Syariah a. Al-Qur an... Ï]è= W9$# Îû â!%ÿ2uà ôμßγsù......maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu... (Q.S. An- Nisaa : 12) t Ï%!$# āωî) CÙ èt/ 4 n?tã öνåκýõ èt/ Éóö6u s9 Ï!$sÜn=èƒø:$# z ÏiΒ #ZÏVx. βî)uρ ÏM ysî= Á9$# (#θè=ïϑtãuρ (#θãζtβ#u...dan Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh... (Q.S. Shaad: 24) b. Al-Hadist Allah swt. berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yang bersyarikat selama salah satu pihak tidak mengkhianati pihak yang lain. Jika salah satu pihak telah berkhianat, Aku keluar dari mereka. (HR. Abu Daud, yang dishahihkan oleh al-hakim, dari Abu Hurairah). 3. Jenis Musyarakah Secara umum, musyarakah terbagi menjadi dua jenis, yaitu: a. Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga

54 39 akhir masa akad. Maksud dari musyarakah permanen adalah syirkah uqud yang terbagi menjadi empat jenis, yaitu: 1) Inan, yaitu usaha bersama (kongsi) dimana modal dan keahlian yang diberikan tidak sama 2) Mufawadhah, yaitu usaha bersama dimana modal dan keahlian yang diberikan sama jumlah dan kualitasnya 3) Abdan, yaitu usaha bersama dimana modal yang diberikan adalah keahlian/ tenaga 4) Wujuh, yaitu usaha bersama dimana modal yang diberikan adalah nama baik b. Musyarakah menurun (musyarakah mutanaqishah) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana entitas akan dialihkan secara bertahap kepada mitra sehingga bagian dana entitas akan menurun dan pada akhir masa akad mitra akan menjadi pemilik penuh usaha tersebut.

55 40 4. Skema Al Musyarakah Siklus Pembiayaan Musyarakah pada Bank Syariah/BMT Gambar 2.1.Skema Pembiayaan Musyarakah 5. Rukun dan Syarat Pembiayaan Musyarakah Dibawah ini adalah beberapa rukun dan syarat dalam pembiayaan musyarakah yang dimuat dalam fatwa DSN-MUI No. 8 tentang musyarakah: a. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad), b. Pihak-pihak yang berkontrak harus cakap hukum, c. Setiap mitra memiliki hak untuk mengatur aset musyarakah dalam proses bisnis normal. d. Obyek akad (modal, kerja, keuntungan dan kerugian) 1) Modal

56 41 i. Modal yang diberikan harus uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama. ii. Para pihak tidak boleh meminjam, meminjamkan, menyumbangkan atau menghadiahkan modal musyarakah kepada pihak lain, kecuali atas dasar kesepakatan. iii. Pada prinsipnya, dalam pembiayaan musyarakah tidak ada jaminan, namun untuk menghindari terjadinya penyimpangan, LKS dapat meminta jaminan. 2) Kerja i. Partisipasi para mitra dalam pekerjaan merupakan dasar pelaksanaan musyarakah; akan tetapi, kesamaan porsi kerja bukanlah merupakan syarat. Seorang mitra boleh melaksanakan kerja lebih banyak dari yang lainnya, dan dalam hal ini ia boleh menuntut bagian keuntungan tambahan bagi dirinya. ii. Setiap mitra melaksanakan kerja dalam musyarakah atas nama pribadi dan wakil dari mitranya. Kedudukan masingmasing dalam organisasi kerja harus dijelaskan dalam kontrak. 3) Keuntungan Keuntungan harus dikuantifikasi dengan jelas untuk menghindarkan perbedaan dan sengketa pada waktu alokasi keuntungan atau penghentian musyarakah.

57 42 4) Kerugian Kerugian harus dibagi di antara para mitra secara proporsional menurut saham masing-masing dalam modal. e. Biaya Operasional dan Persengketaan 1) Biaya operasional dibebankan pada modal bersama. 2) Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syari ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. 6. Mekanisme pembiayaan Musyarakah Pada sisi pembiayaan, akad musyarakah dapat diterapkan pada beberapa hal, diantaranya adalah: a. Musyarakah Permanen: Pembiayaan proyek dan Modal ventura b. Musyarakah Mutanaqisah: Pembiayaan real estate. 7. Resiko Pembiayaan Musyarakah Resiko yang terdapat dalam musyarakah, pada penerapan dalam pembiayaan, relatif tinggi, yaitu sebagai berikut (Antonio, 2001: 94): a. Side streaming, nasabah menggunakan dana itu bukan seperti yang disebut dalam kontrak, b. Lalai dan kesalahan yang disengaja, c. Penyembunyian keuntungan oleh nasabah, bila nasabahnya tidak jujur.

58 BAB III LAPORAN OBJEK A. Gambaran Umum 1. Sejarah dan Perkembangan KJKS BMT Tumang Sistem perekonomian dan tatanan kehidupan yang dikedepankan pada masa orde baru, ternyata tidak bisa memberikan jawaban akan harapan terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Sebagian besar dari mereka tinggal di perkotaan, sehingga putaran uang dan aktivitas perekonomian berpusat di kota. Sementara masyarakat desa, yang nota bene merupakan mayoritas dari penduduk negeri ini, tidak mendapat kesempatan dan perhatian yang proporsional, baik dari pemerintah maupun dari para praktisi dunia usaha, sehingga masyarakat desa hanya ditempatkan sebagai obyek pelengkap dari sistem pembangunan ekonomi nasional. Lembaga keuangan selama ini belum mampu diakses masyarakat secara luas. Disamping itu belum adanya komitmen dari lembaga perbankan untuk menciptakan usaha yang lebih adil untuk lebih mensejahterakan masyarakat. Bunga Bank yang menjadi dasar operasional perbankan (konvensional) juga masih menjadi perdebatan dikalangan umat Islam. Menyadari akan hal tersebut, timbul kesadaran untuk mencoba memikirkan bentuk alternatif sebagai wujud peran serta dalam 43

59 44 pembangunan masyarakat. Akhirnya disepakati untuk merintis berdirinya Baitul Maal wat-tamwil (BMT) di Tumang, Cepogo, Boyolali. Tahap pertama yang manjadi target program BMT adalah merekrut anggota masyarakat yang dianggap sukses secara ekonomi, untuk diajak bergabung menjadi anggota pendiri. Setiap anggota pendiri diwajibkan menyimpan Simpanan Pokok sebesar Rp ,00. Dengan modal awal dari anggota pendiri sebesar Rp ,00 BMT Tumang mulai beroperasi, yaitu pada tanggal 1 Oktober Sejak tanggal 10 bulan April tahun 1999 BMT berbadan hukum Koperasi Serba Usaha, yang kemudian lebih dikenal dengan nama KSU BMT Tumang. Agar lebih fokus terhadap bidang usaha yang dijalankan maka KSU BMT Tumang sejak tahun 2011 berubah menjadi KJKS BMT Tumang yang Anggaran Dasarnya oleh Dinas Koperasi dan UKM Prop Jawa Tengah dengan No. 242/BH/KDK.11.25/IV/1999 yang sebelumnya wilayah kerja hanya di Kabupaten Boyolali maka semenjak tahun 2011 telah berbadan hukum tingkat Propinsi yang menandakan wilayah kerja seluruh Propinsi Jawa Tengah dan berkantor pusat di Jalan Boyolali- Magelang Km. 10 dan sampai dengan saat ini sudah mempunyai 6 (enam) Kantor Cabang. KJKS BMT Tumang didirikan selain untuk memenuhi tuntutan masyarakat, namun mempunyai tujuan yang lebih besar, yaitu membantu masyarakat kecil menengah supaya mampu mandiri berani bersaing dengan kekuatan ekonomi yang lain tentunya dalam rangka meningkatkan

60 45 kesejahteraan anggotanya. Peranan KJKS BMT Tumang, membuktikan bahwa keberadaannya sudah eksis di mata masyarakat. Dengan anggota yang semakin bertambah serta wilayah kerja yang semakin luas menggambarkan akan perannya cukup besar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hal terpenting adalah kesungguhan semua komponen baik di jajaran Manajemen baik itu Pengurus, Pengawas, maupun Pengelola Anggota dengan komitmen yang tinggi untuk mengupayakan pengelolaan lembaga yang profesional, amanah dan adil. 2. Profil KJKS BMT Tumang Nama Lembaga : Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT TUMANG Tanggal Pendirian : 30 September 1998 oleh Kakandep Koperasi Kab. Boyolali Alamat Kantor Pusat : Jl. Boyolali-Magelang Km. 10, Cepogo, Boyolali Telp. (0276) Faks. (0276) Alamat Kantor Cabang : 1) Jl. Boyolali-Magelang Km. 10, Cepogo, Boyolali ) Jl. Pandanaran No. 299 Boyolali Telp. (0276) ) Jl. Raya Ampel No.8 Ampel, Boyolali Telp. (0276) ) Jl. Melati, Tumang, Cepogo, Boyolali, Telp ) Jl. Raya Kacangan, Andong, Boyolali Telp. (0271) ) Jl. Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo Telp. (0271) Kelengkapan Organisasi : 1) Aturan tertulis Organisasi : Anggaran Dasar 2) Nomor Badan Hukum : 242/BH/KDK.11.25/IV/1999

61 46 3) Nomor Pokok Wajib Pajak : ) Jangkauan pelayanan : Kab. Boyolali dan sekitarnya 5) Waktu Operasional (Jam Buka Kas) : Hari Senin Jumat, pukul WIB (Untuk Sabtu - Minggu Libur) 3. Visi dan Misi KJKS BMT Tumang a. Visi : Menjadi Lembaga Keuangan Syariah yang modern, mandiri untuk kesejahteraan masyarakat. b. Misi : 1) Mewujudkan Lembaga Keuangan Syariah sebagai media dakwah dalam penguatan ekonomi masyarakat dengan mengacu Fatwa Dewan Syariah Nasional. 2) Meningkatkan Rasio Kesehatan, Kualitas Aset, Kecukupan Modal dan Efisien. 3) Menumbuhkan Budaya Kerja dengan prinsip Jujur, Amanah, Adil dan Profesional. 4) Mewujudkan Lembaga Keuangan Syariah yang dapat menjadi tumpuan masyarakat dalam bidang simpanan dan pembiayaan, dengan mengutamakan aspek manfaat jangka panjang. 5) Berperan aktif sebagai Amil dalam pengelolaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf (ZISWAH).

62 47 4. Struktur Organisasi KJKS BMT Tumang Cepogo Organisasi adalah wadah atau wahana yang menjamin terciptanya aktivitas orang yang telah bersepakat dalam kerja sama guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menghindari terjadi tumpang tindih dalam pembagian tugas yang hanya menimbulkan tidak adanya kesatuan perintah, terutama dalam pendelegasian wewenang, maka diperlukan adanya stuktur organisasi yang baik dan jelas. Struktur organisasi adalah kerangka yang menggambarkan pola tetap dari hubungan di antara bidang-bidang kerja yang ada di dalam organisasi. Struktur organisasi ini harus disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, dan perkembangan dari organisasi tersebut. Dengan adanya struktur organisasi dapat diketahui sampai di mana wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki seseorang dalam menjalankan tugasnya. Berikut susunan pengelola KJKS BMT Tumang cabang Cepogo: a. Manajer Cabang Cepogo b. Costumer service c. Teller/kasir d. Marketing Finance e. Marketing Funding : : : : : Tri Mulyadi, A.Md Kelik Sudibyo Rani Endah W, S.Kom 1. Marlan 2. Fajar Novi Suryawan 3. Andi Dwi Purnomo 1. Woro Anggorowati, A.Md 2. Martha Eka Widiyastuti, A.Md 3. Endang Kusmawati 4. Jaswanto

63 48 Gambar 3.1. Struktur Organisasi KJKS BMT Tumang Sumber: KJKS BMT Tumang 2013

64 49 5. Job Description Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut : a. Rapat Anggota Merupakan lembaga tertinggi pada Koperasi dan akan mengadakan rapat setahun satu kali. Tugasnya antara lain : 1) Mengevaluasi kinerja Koperasi secara keseluruhan selama 1 (satu) tahun 2) Memberikan catatan hasil kinerja selama 1 (satu ) tahun kepada pemangku kepentingan Wewenangnya antara lain : 1) Mengesahan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran dan Pendapatan Koperasi untuk tahun buku berikutnya dan peninjauan Anggaran belanja untuk tahun buku yang berjalan. 2) Penetapan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) 3) Pemilihan dan pengangkatan anggota Pengurus (jika masa jabatannya telah habis). b. Pengurus Tugasnya antara lain : 1) Menyelenggarakan RAT 2) Menyusun/ merumuskan kebijakan umum untuk mendapat persetujuan Rapat Anggota

65 50 3) Menyelenggarakan Rapat Pengurus untuk : a) Evaluasi bulanan dan perkembangan kinerja BMT Tumang b) Menentukan dan membuat kebijakan strategi BMT Tumang 4) Menandatangani dokumen dan surat yang berhubungan dengan BMT Tumang Wewenangnya antara lain : 1) Bersama Pengurus yang lain mengangkat, memberi sanksi dan memberhentikan pengelola BMT Tumang 2) Menyetujui / menolak mengenai : (a) Pembiayaan yang nilainya diatas wewenang Manajer Utama (b) Kebijakan baru BMT Tumang dengan pertimbangan dari sekretaris dan bendahara (c) Kerjasama dengan pihak lain (investor dari luar) yang diusulkan Manajer 3) Mengesahkan laporan bulanan yang diajukan Manajer Utama c. Pengawas Manajemen Tugasnya antara lain : 1) Melakukan monitoring setiap saat dan audit internal minimal satu kali dalam satu tahun. 2) Memberikan pengarahan terhadap pengangkatan Pengelola, penyusunan anggaran dan rencana kerja. 3) Memberikan pengarahan terhadap permohonan pembiayaan yang tidak dapat diputuskan oleh Pengurus.

66 51 Wewenang: Mengawasi dan memeriksa laporan keuangan dan aspek manajemen lainnya. d. Pengawas Syariah Tugasnya antara lain : 1) Melakukan monitoring setiap saat dan audit internal minimal satu kali dalam satu tahun. 2) Memberikan masukan dan pengarahan terhadap pengangkatan Pengelola, penyusunan anggaran dan rencana kerja. 3) Memonitor kegiatan BMT dan memberikan arahan yang berkaitan dengan aspek syariah. Wewenangnya: Mengawasi dan memeriksa kegiatan BMT agar sesuai dengan kaidah syariah Islam. e. Manajer Utama Tugasnya antara lain: 1) Menjabarkan kebijaksanaan umum BMT yang telah disetujui Pengurus, dan untuk hal-hal prinsipil disetujui oleh Pengawas atau Rapat Anggota. 2) Menyusun dan mengusulkan rancangan anggaran BMT dan rencana kerja untuk tahun buku yang akan datang kepada Pengurus yang selanjutnya akan dibawa pada Rapat Anggota. 3) Menyusun dan meminta persetujuan Pengurus tentang pembukaan Rekening Bank dan penandatanganan Rekening simpanan BMT pada Bank secara bersama-sama.

67 52 4) Membuat laporan secara periodik kepada Pengurus 5) Menyampaikan laporan keuangan dan laporan tingkat kesehatan BMT secara periodik kepada Pengawas Manajemen. Wewenangnya antara lain : 1) Menyetujui pembiayaan sampai dengan jumlah Rp ,-, dan lebih dari jumlah tersebut harus dengan persetujuan Rapat Pengurus. 2) Mengajukan usulan produk baru pembiayaan dan tabungan. 3) Mengusulkan promosi, mutasi, demosi dan pemberhentian Pengelola. f. Internal Auditor Tugasnya antara lain: 1) Mengumpulan data atau informasi mengenai pencatatan, klasifikasi, penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Daftar Laba/Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal, CAR, serta laporan lain yang diperlukan 2) Memastikan bahwa semua kebijakan, rencana dan prosedur koperasi telah benar-benar ditaati. 3) Memastikan bahwa semua harta milik koperasi telah dipertanggung jawabkan dan dijaga dari semua kerugian. 4) Menerima pemberitahuan tentang adanya proses nota debet/nota kredit.

68 53 Wewenangnya antara lain : 1) Dapat menggunakan fungsi pengawasan sebagai alat kontrol mekanisme operasional. 2) Meminta data/informasi yang berkaitan dengan hal audit kepada manajemen koperasi. g. Manajer Operasional Tugasnya antara lain: 1) Terselenggaranya pelayanan yang memuaskan (service excellence) kepada mitra/anggota KJKS BMT Tumang 2) Terevealuasi dan terselesaikannya seluruh permasalahan yang ada dalam operasional KJKS BMT Tumang 3) Terbitnya laporan keuangan, laporan perkembangan pembiayaan dan laporan mengenai penghimpunan dana secara lengkap, akurat dan sah baik harian, bulanan maupun sesuai dengan periode yang dibutuhkan. Wewenangnya antara lain: 1) Mengeluarkan biaya operasional rutin dalam batas wewenang 2) Menyetujui pengeluaran kas untuk penarikan tabungan dalam batas weweanang 3) Melakukan kontrol terhadap kehadiran pengelola 4) Memeriksa seluruh laporan dalam bidang operasional

69 54 h. Manajer Marketing Tugasnya : 1) Pencapaian target marketing baik funding maupun lending. 2) Penyelenggaraan rapat marketing dan penyelesaian permasalahan ditingkat marketing. 3) Penilaian dan evaluasi kinerja bagian marketing Wewenang : 1) Memberikan usulan untuk pengembangan pasar. 2) Menentukan target funding dan lending bersama dengan Manajer Utama. i. Manajer Cabang Tugasnya antara lain : 1) Menjabarkan kebijaksanaan umum BMT yang telah disetujui Manajer Utama. 2) Menyusun dan mengusulkan rancangan anggaran BMT cabang dan rencana kerja untuk tahun buku yang akan datang kepada Manajer Utama. 3) Menyusun dan meminta persetujuan Manajer Utama tentang peraturan wewenang Komite Pembiayaan. 4) Mengajukan usul kepada Manajer Utama tentang jenis atau produk baru untuk disetujui penggunaannya. 5) Membuat laporan secara periodik kepada Manager Utama

70 55 Wewenangnya antara lain : 1) Menyetujui pembiayaan sampai dengan jumlah Rp ,-, dan lebih dari jumlah tersebut harus mendapatkan persetujuan Manajer Utama. 2) Mengajukan usulan produk baru pembiayaan dan tabungan. 3) Mengusulkan promosi, mutasi, demosi dan pemberhentian Pengelola BMT cabang. j. Marketing (Pemasar) Tugasnya antara lain : 1) Menjalankan tugas lapangan yaitu menawarkan produk BMT. 2) Mengatur rute kunjungan harian. 3) Melaporkan kendala-kendala yang dihadapi dilapangan kepada Manajer cabang. 4) Menyimpan dokumen terkait sesuai dengan standar baku. Wewenangnya antara lain : 1) Mengusulkan strategi pemasaran untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. 2) Melakukan negosiasi bagi hasil kepada anggota sesuai dengan kebijaksanaan pemasaran. k. Kasir/Teller Tugasnya antara lain : 1) Memberikan pelayanan kepada anggota baik penarikan maupun penyetoran (simpanan atau angsuran).

71 56 2) Menghitung keadaan keuangan atau transaksi setiap hari. 3) Mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai yang telah disetujui oleh Manajer Cabang. Wewenangnya antara lain : 1) Mengatur pola administrasi yang efektif. 2) Mengajukan pengeluaran kas kepada Manajer Cabang. l. Kepala Divisi Maal Tugasnya : 1) Menyiapkan konsep pengelolaan baitul maal secara tepat yang disesuaikan dengan kondisi ummat yang ada disetiap lingkungan dengan tetap mengacu pada kaidah baku syariah Islam, dan menjadikan sebagai bagian dari dakwah. 2) Menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan agar setiap transasksi tercatat dengan baik, rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. 3) Mengatur pemasukan dan pengeluaran dana Maal, serta membuat laporan secara teratur kepada Manajer Utama atau donatur bila diperlukan. Wewenangnya antara lain : 1) Menghubungi anggota masyarakat untuk dakwah. 2) Menetapkan pendistribusian Maal kepada yang berhak.

72 57 m. Kepala Bidang Personalia Tugasnya antara lain : 1) Melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hubungan eksternal KJKS atau Koperasi 2) Melakukan pengadministrasian dan pemeliharaan data karyawan, serta hal-hal yang menyangkut ketenagakerjaan, pendidikan, pelatihan, karir dan hubungan antar karyawan Wewenangnya antara lain: 1) Membuat kebijakan yang berkaitan dengan hal-hal umum 2) Melakukan pencairan dana untuk kebutuhan pengadaan inventaris kantor n. Staff Adm dan Keuangan Tugasnya antara lain : 1) Memberikan pelayanan kepada masing-masing cabang dalam hal kebutuhan rumah tangga. 2) Mengatur dalam pengeluaran kebutuhan di setiap cabang meliputi buku simpanan, slip setoran, slip angsuran, akad, warkat, dll. Wewenangnya antara lain : 1) Mengatur pola administrasi. 2) Mengajukan anggaran untuk kebutuhan Administrasi.

73 58 o. Staf Teknologi Informasi (TI) Tugasnya: 1) Memberikan pelayanan kepada masing-masing cabang dalam hal kebutuhan TI. 2) Menyelesaikan masalah yang timbul terkait dengan sarana dan prasarana TI baik di pusat maupun di cabang. Wewenangnya antara lain : 1) Mengajukan anggaran untuk kebutuhan TI 2) Mengusulkan pembenahan dan desain sistem TI apabila sudah tidak sesuai dengan kebutuhan. p. Staf Maal Tugasnya antara lain: 1) Mengupayakan penggalian dana dari masyarakat (aghnia ) dalam hal zakat, infaq dan shodaqoh 2) Mengatur pemasukan dan pengeluaran dana Maal 3) Mengupayakan pengembangan sumber dana Maal Wewenangnya antara lain : 1) Mengatur pola pendistribusian dana Maal 2) Mengajukan anggara kepada Manajer Utama untuk kebutuhan dana Maal

74 59 q. Customer Service (CS) Tugasnya antara lain: 1) Memberikan pelayanan paripurna kepada Anggota sesuai dengan tugas dan kewenangannya. 2) Memberikan informasi kepada anggota baik penarikan maupun penyetoran (simpanan atau angsuran). Wewenangnya antara lain : 1) Mengatur pola administrasi CS yang efektif. 2) Mengusulkan pola pelayanan yang efektif dan efisien kepada Manajer Cabang. Sesuai dengan penjelasan diatas, maka berikut disajikan susunan Pengurus dan Pengawas KJKS BMT Tumang tahun 2011/2013. TABEL 3. 1 SUSUNAN PENGURUS DAN PENGAWAS KJKS BMT TUMANG No N A M A ALAMAT PENDIDIKAN JABATAN 1 H. Munawir, Ama.Pd Cepogo D 3 Ketua 2 Dwi Rochmiathy, S.Pd Tumang S 2 Sekretaris 3 Rofiq Ridhoni, S.Kep Tumang S 1 Bendahara 4 Sugiyono, S.Ag Tumang D3 Anggota Pengurus 5 M. Wasil, SE, MM Solo S 2 Pengawas Manajemen 6 H. Ali Sya ni, BA Tumang Sarmud Pengawas Syari ah 7 H. MS Zuhri Tumang SPG Pengawas Syari ah 8 H. Munir Asrori Bandung S 1 Pengawas Syari ah 9 H. Soeryanto, SH Jakarta S 1 Pengawas Manajemen 10 Edi Darmasto, SE, Ak Surabaya S 1 Pengawas Manajemen 11 H. Sismanto, SE Bandung S 1 Pengawas Manajemen 12 M. Muchlas, SH, MH Jakarta S 2 Pengawas Manajemen 13 Aris Munandar, SE Jakarta S 1 Pengawas Manajemen Sumber: KJKS BMT Tumang Tahun 2013

75 60 6. Produk KJKS BMT Tumang a. Produk Pendanaan 1) Simpanan Mudharabah Al Muthlaqah Simpanan Mudharabah Al Muthlaqah adalah Simpanan berdasarkan kaidah syari ah mudharabah al-muthlaqah, dimana nasabah memberikan kepercayaan kepada BMT Tumang untuk memanfaatkan dana yang dapat digunakan dalam bentuk pembiayaan secara produktif, dapat memberikan manfaat pada anggota yang lain secara halal dan profesional. Laba dari pembiayaan dibagi antara anggota dengan BMT sesuai nisbah (bagi hasil) yang disepakati di awal. Simpanan ini dapat diambil sewaktu-waktu. 2) Simpanan Mudharabah Berjangka Simpanan Mudharabah Berjangka (DEPOSITO) adalah Simpanan berdasarkan kaidah syari ah mudharabah al-muthlaqah, dimana nasabah memberikan kepercayaan kepada BMT Tumang untuk memanfaatkan dana yang dapat digunakan dalam bentuk pembiayaan secara produktif, dapat memberikan manfaat pada anggota yang lain secara halal dan profesional. Laba dari pembiayaan dibagi antara anggota dengan BMT sesuai nisbah (bagi hasil) yang disepakati di awal.

76 61 3) Simpanan Mudharabah Masa Depan Si Muda MaPan adalah Produk Simpanan di BMT Tumang dengan prinsip akad mudharabah al-muthlaqah, yaitu perjanjian mudharabah yang tidak mensyaratkan perjanjian tertentu (investasi tidak terikat). Simpanan tersebut direncanakan khusus untuk kebutuhan anggota di waktu yang akan datang. Setoran minimal setiap bulan Rp ,-. b. Produk Pembiayaan 1) Investasi Transaksi pembiayaan investasi dapat dilakukan dalam 2 jenis transaksi, yakni Mudharabah dan Musyarakah. a) Mudharabah : Mudharabah adalah akad kerjasama usaha/ perniagaan antara pihak pemilik dana (sahibul maal) sebagai pihak yang menyediakan modal dana sebesar 100% dengan pihak pengelola modal (mudharib), untuk diusahakan dengan porsi keuntungan akan dibagi bersama (nisbah) sesuai dengan kesepakatan dimuka dari kedua belah pihak, sedangkan kerugian (jika ada) akan ditanggung pemilik modal, kecuali jika diketemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pihak pengelola dana (mudharib), seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalahgunaan dana.

77 62 b) Musyarakah : Pembiayaan musyarakah (syirkah), adalah suatu bentuk akad kerjasama perniagaan antara beberapa pemilik modal untuk menyertakan modalnya dalam suatu usaha, dimana masing-masing pihak mempunyai hak untuk ikut serta dalam pelaksanaan manajemen usaha tersebut. Keuntungan dibagi menurut proporsi penyertaan modal atau berdasarkan kesepakatan bersama. 2) Pembiayaan Jual-Beli Ada beberapa konsep jual beli yang diperbolehkan dalam islam, antara lain adalah murabahah, salam dan istishna. a) Murabahah Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal (harga perolehan) dengan tambahan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh kedubelah pihak (Penjual dan Pembeli). Karakteristiknya adalah penjual harus memberitahu berapa harga produk yang dibeli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya. Cara pembayaran dan jangka waktu disepakati bersama, dapat secara lump sum ataupun secara angsuran. Murabahah dengan pembayaran secara angsuran ini disebut dengan Bai Bitsaman Ajil.

78 63 b) Salam (Salaf) Salam (Salaf) adalah akad pembelian (jual-beli) yang dilakukan dengan cara, pembeli melakukan pemesanan pembelian terlebih dahulu atas barang yang dipesan/ diinginkan dan melakukan pembayaran dimuka atas barang tersebut, baik dengan cara pembayaran sekaligus ataupun dengan cara mencicil, yang keduanya harus diselesaikan pembayarannya (dilunasi) sebelum barang yang dipesan/ diinginkan diterima kemudian. (Penghantaran barang/ delivery dilakukan dengan cara ditangguhkan). c) Istishna : Istishna adalah akad bersama pembuat (produsen) untuk suatu pekerjaan tertentu dalam tanggungan, atau akad jual beli suatu barang yang akan dibuat terlebih dahulu oleh pembuat (produsen) yang juga sekaligus menyediakan kebutuhan bahan baku barangnya. Jika bahan baku disediakan oleh pemesan, akad ini menjadi akad Ujrah (Upah). 3) Pembiayaan Jasa-Sewa Selain pembiayaan investasi dan jual-beli, dari BMT Tumang juga menyediakan produk Pembiayaan Jasa atau Sewa yang terdiri dari Ijarah dan Qardh. Adapun penjelasan dari kedua produk tersebut adalah berikut ini:

79 64 a) Ijarah : Ijarah adalah pemilikan hak atas manfaat dari penggunaan sebuah aset sebagai ganti dari pembayaran. Pengertian Sewa (Ijarah) adalah sewa atas manfaat dari sebuah aset, sedangkan sewa-beli (Ijarah wa Iqtina) atau disebut juga ijarah muntahiya bi tamlik adalah sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan. b) Qardh Qardh adalah meminjamkan harta kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Dalam literatur Fiqh, Qardh dikatagorikan sebagai aqd tathawwu yaitu akad saling membantu dan bukan transaksi komersial. Dalam rangka mewujudkan tanggung-jawab sosial, Lembaga Keuangan Syariah dapat memberikan fasilitas yang disebut Al-Qardhul Hassan, yaitu penyediaan pinjaman dana kepada pihak yang layak untuk mendapatkannya. Secara Syariah peminjam hanya berkewajiban membayar kembali pokok pinjamannya, walaupun syariah membolehkan peminjam untuk untuk memberikan imbalan sesuai dengan keikhlasannya, tetapi Lembaga Keuangan pemberi qardh tidak diperkenankan untuk meminta imbalan apapun.

80 65 B. Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo Menurut data dari pihak KJKS BMT Tumang cabang Cepogo perihal pembiayaan musyarakah, sistem pembiayaan musyarakah dirasa mampu menyentuh kalangan masyarakat dalam membantu mengembangkan usaha kecil/menengah. Selain mudah untuk dipahami, pembiayaan dengan akad musyarakah juga lebih mudah untuk dikontrol dalam pembagian hasil usaha, karena kedua belah pihak ikut serta dalam menyertakan modal. Pembiayaan musyarakah (syirkah), adalah suatu bentuk akad kerjasama perniagaan antara beberapa pemilik modal untuk menyertakan modalnya dalam suatu usaha, dimana masing-masing pihak mempunyai hak untuk ikut serta dalam pelaksanaan manajemen usaha tersebut. Keuntungan dibagi menurut proporsi penyertaan modal atau berdasarkan kesepakatan bersama. Musyarakah dapat diartikan pula sebagai pencampuran dana untuk tujuan pembagian keuntungan. 1. Rukun Musyarakah : a. Pihak yang berakad (para mitra) b. Obyek yang diakadkan : Modal, Kegiatan Usaha/ Kerja dan Keuntungan. c. Sighat : Serah (ijab) dan Terima (qabul) 2. Syarat Musyarakah : a. Pihak Yang Berakad : 1) Para pihak (Mitra) yang melakukan akad musyarakah harus dalam kondisi cakap hukum, dan

81 66 2) Kompeten dalam memberikan atau diberikan kekuasaan perwakilan b. Obyek yang diakadkan : 1) Modal diberikan dalam bentuk uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama 2) Modal dapat pula berupa aset perdagangan, yakni antara lain barang-barang, properti, perlengkapan dan sebagainya termasuk pula aset tidak berwujud seperti hak paten dan lisensi. 3) Partisipasi para mitra dalam pekerjaan musyarakah adalah sebuah hukum dasar, dan tidak diperkenankan bagi salah satu dari mereka untuk mencantumkan ketidakikutsertaan mitra lainnya, namun demikian terhadap kesamaan kerja bukanlah syarat utama. Dibolehkan seorang mitra melaksanakan porsi pekerjaan yang lebih besar dan banyak dibandingkan dengan mitra lainnya, sehingga dalam hal ini mitra tersebut dapat mensyaratkan bagian keuntungan tambahan bagi dirinya. c. Sighat: 1) Berbentuk pengucapan yang menunjukkan tujuan. 2) Akad dianggap sah jika diucapkan secara verbal, atau dilakukan secara tertulis dan disaksikan.

82 67 3. Jenis-Jenis Musyarakah : a. Syirkah Kepemilikan (Amlak), syirkah yang terjadi karena warisan, wasiat atau faktor lainnya yang mengakibatkan pemilikan aset oleh dua orang atau lebih, serta berbagi dalam kepemilikan aset riil tersebut atas keuntungan yang dihasilkan daripadanya b. Syirkah Akad/ Kontrak (Uqud), syirkah yang terjadi karena kesepakatan dua orang mitra atau lebih yang bekerjasama dalam permodalan, kerja, dan atau keahlian serta berbagi keuntungan dan kerugian dari kemitraan tersebut. Kontrak ini memiliki berbagai jenis dan variasi, yakni : Al-Inan, A maal (Abdan), Wujuh. 4. Syarat Pengajuan Pembiayaan Berikut ini adalah syarat pengajuan pembiayaan di KJKS BMT TUMANG: 1) Menjadi anggota KJKS BMT TUMANG 2) Mempunyai usaha produktif 3) Mengisi formulir permohonan yang dilampiri : a) Fotocopy KTP Suami-Istri, Surat Nikah, dan Kartu Keluarga b) Fotocopy Surat Jaminan yang dapat berupa: i. BPKB yang disertai gesekan nomor rangka dan nomor mesin. ii. Sertifikat kepemilikan, SIDT (Surat Ijin Dasaran Tetap). iii. Apabila Jaminan adalah hak milik orang lain harus disertai surat kuasa dari pihak pemiliknya. c) Rekening Pembayaran Listrik/PDAM bulan terakhir

83 68 d) Membubuhkan tanda tangan calon anggota, suami/istri, serta ketua RT/Takmir Masjid setempat pada form pemngajuan pembiayaan. 4) Bersedia untuk disurvei dalam berbagai aspek 5) Mempunyai Agunan/ Jaminan (Sertifikat/ BPKB) 5. Ketentuan Besarnya Pembiayaan Besarnya pengajuan pembiayaan di BMT Tumang tentu bervariasi sesuai dengan kebutuhan anggota pembiayaan. Dari hasil wawancara penulis dengan pihak marketing finance pada BMT Tumang cabang Cepogo, diperoleh ketentuan terkait dengan pemberian keputusan pembiayaan sebagai berikut: a. Rp. 0 s.d. Rp , Keputusan diserahkan kepada manajer cabang BMT Tumang b. Rp s.d. Rp ,- Keputusan diserahkan kepada manajer utama BMT Tumang c. Di atas Rp ,- Keputusan diserahkan pada pengurus BMT Tumang.

84 BAB IV ANALISIS A. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo 1. Fungsi yang Terkait Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang Cabang Cepogo Fungsi yang terkait dalam sistem pengendalian intern pembiayaan musyarakah di BMT Tumang meliputi fungsi pelayanan pembiayaan, fungsi operasional, fungsi analisis, fungsi pemberian keputusan, fungsi administrasi, fungsi keuangan, dan fungsi akuntansi. a. Fungsi Pelayanan Pembiayaan Pelayanan pertama terhadap masyarakat yang diberikan oleh BMT Tumang dilakukan oleh customer service. Pelayanan yang dilakukan meliputi pemberian informasi mengenai produk BMT yang dibutuhkan oleh masyarakat, cara untuk menjadi nasabah ataupun anggota pembiayaan, serta informasi lain yang secara umum terkait dengan produk yang ditawarkan BMT kepada masyarakat. Pelayanan terhadap nasabah dikhususkan pada bagian customer service yang secara langsung berinteraksi dan memberikan pelayanan pertama kepada nasabah yang datang ke BMT Tumang. Fungsi pelayanan di BMT Tumang yang dilimpahkan kepada customer service bertujuan untuk mempermudah pembagian kerja masing- 69

85 70 masing bagian fungsi agar efektif dan tidak terjadi ketidak teraturan dalam melakukan tugas dari tiap-tiap bagian. b. Fungsi Operasional Fungsi operasional BMT Tumang dipegang oleh manajer cabang dan marketing finance dalam hal memeriksa kelengkapan dan mengolah data calon anggota pembiayaan. Bagian operasional menerima form pengajuan pembiayaan dari customer service, dan dibagi sesuai dengan wilayah operasionalnya. Pembagian sesuai wilayah operasional marketing finance dilakukan agar memudahkan dalam survei pembiayaan. Pembagian data anggota pembiayaan juga bertujuan untuk memudahkan otorisasi oleh marketing finance masing-masing dan juga pengarsipannya, karena tidak digunakan form bernomor urut tercetak dalam proses pengajuan pembiayaan. Fungsi operasional juga bertugas melakukan survei kepada calon anggota untuk mengetahui kondisi kepribadian serta usaha calon anggota yang digunakan sebagai bahan pertimbangan pemberian pembiayaan. c. Fungsi Analisis Kegiatan menganalisis menjadi tugas manajer cabang dan marketing finance dalam menganalisa laporan hasil survei untuk menentukan kelayakan calon anggota pembiayaan untuk dibiayai. Tugas menganalisa calon anggota pembiayaan sudah menjadi tugas dan tanggungjawab manajer cabang dan marketing finance. Selain

86 71 melakukan penelitian (survei) terhadap calon anggota pembiayaan, manajer cabang dan marketing finance juga menganalisis hasil penelitian (survei) yang dilakukan sebagai tindakan lanjutan dan bentuk tanggungjawab atas tugas yang telah dilimpahkan kepada pihak tersebut. d. Fungsi Pemberian Keputusan Memberikan keputusan dalam nominal pembiayaan, diserahkan kepada pihak yang berbeda-beda sesuai dengan besarnya jumlah pembiayaan. Keputusan pembiayaan <25jt diserahkan kepada manajer cabang, keputusan pembiayaan 25jt-150jt diserahkan kepada manajer utama KJKS BMT Tumang, dan keputusan pembiayaan >150jt drserahkan kepada pengurus KJKS BMT Tumang. Hal tersebut diadakan agar terjadi kesepakatan yang lebih baik dari setiap bagian perusahaan, dan tidak hanya melibatkan pihak-pihak tertentu saja yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pemberian keputusan. e. Fungsi Administrasi Fungsi administrasi BMT Tumang dihandle oleh kasir/teller yang bertugas melayani semua transaksi dalam pembiayaan, mulai dari mencairkan dana, menerima setoran, hingga pelunasan dan memasukkan datanya ke dalam software. Fungsi administrasi juga bertugas menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan transaksi pembiayaan seperti slip, kuitansi, dan lain-lain.

87 72 f. Fungsi Keuangan Teller/kasir juga bertugas memegang fungsi keuangan yaitu bertanggungjawab dalam mengurus segala transaksi administrasi dalam proses pembiayaan musyarakah kemudian menyajikannya dalam laporan keuangan. Sesuai dengan tugas utama kasir/teller yaitu merekap dan mencatat transaksi keuangan yang terjadi. g. Fungsi Akuntansi Fungsi akuntansi dipegang oleh staf administrasi dan keuangan kantor pusat yang bertanggungjawab mengolah laporan harian kas dan jurnal yang dilaporkan oleh kasir/teller kantor cabang dari hasil transaksi yang telah dilakukan, ke dalam buku besar. Fungsi ini diserahkan kepada staf administrasi dan keuangan kantor pusat guna merekap seluruh laporan keuangan yang berasal dari seluruh kantor cabang BMT Tumang, sehingga terbentuk satu laporan keuangan KJKS BMT Tumang secara keseluruhan. Pemisahan beberapa fungsi ini dapat menghindarkan setiap kegiatan dari kesalahan yang mungkin terjadi, dan dapat memudahkan manajemen dalam mengidentifikasi apabila terjadi penyelewengan maupun kesalahan. 2. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Pembiayaan Musyarakah di KJKS BMT Tumang cabang Cepogo BMT Tumang cabang Cepogo menggunakan jaringan prosedur pembiayaan yang terdiri dari prosedur permohonan pembiayaan, prosedur

88 73 persetujuan pembiayaan, prosedur akad pembiayaan, prosedur realisasi dana pembiayaan, dan prosedur pencatatan akuntansi. a. Prosedur Permohonan Pembiayaan Permohonan pembiayaan yang dihandle oleh customer service memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan diri sebagai calon anggota pembiayaan. Calon anggota pembiayaan mengisi form pengajuan pembiayaan yang diberikan oleh customer service dan menyerahkannya kembali dengan dilampiri syarat-syarat yang ditentukan oleh pihak BMT. Manajer cabang bertugas mengawasi dan menerima data calon anggota pembiayaan dari customer service untuk ditindak lebih lanjut.

89 74 Gambar 4.1. Bagan Prosedur Permohonan Pembiayaan Bagian Customer Service b. Prosedur Persetujuan Pembiayaan Manajer cabang dan marketing finance menyampaikan keputusan persetujuan pembiayaan yang telah diperoleh dari analisis hasil survei terhadap calon anggota pembiayaan. Proses survei yang

90 75 dilakukan menggunakan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) dan 1S (Syari ah). Pengambilan keputusan dilakukan oleh pihak yang berbeda-beda berdasarkan besarnya nominal pembiayaan yang diajukan, agar terhindar dari kesalahan pemberian keputusan. Semakin besar nominal pengajuan pembiayaan, maka semakin tinggi tingkatan pihak pemberi keputusan agar tercapai keputusan yang benar-benar meyakinkan untuk menghindari terjadinya kesalahan. Gambar 4.2. Bagan Prosedur Persetujuan Pembiayaan Bagian Marketing finance dan Manajer Cabang (Manajer Utama/Pengurus)

91 76 c. Prosedur Akad Pembiayaan Akad pembiayaan di BMT Tumang telah dilaksanakan oleh manajer cabang dan marketing finance kepada anggota pembiayaan dengan melibatkan 2 (dua) orang saksi dalam proses penanda tanganan akad. Sebelum penandatanganan berlangsung, terlebih dahulu dibacakan akad perjanjian. Setelah penandatanganan dilakukan penyerahan jaminan pembiayaan dari pihak anggota pembiayaan kepada pihak BMT Tumang dengan menyertakan Surat Tanda Terima dan Pengambilan Jaminan. Gambar 4.3. Bagan Prosedur Akad Pembiayaan Bagian Manajer Cabang dan Marketing finance

92 77 d. Prosedur Realisasi Dana Pembiayaan Setelah penandatanganan akad pembiayaan maka prosedur selanjutnya yaitu realisasi dana pembiayaan. Proses realisasi dana pembiayaan di BMT Tumang cabang Cepogo dilakukan oleh kasir/teller dengan membayarkan sejumlah dana pembiayaan kepada anggota pembiayaan. Transaksi tersebut juga dilengkapi dengan kuitansi dan slip pembiayaan sebagai bukti pembayaran, dan sebagai bukti transaksi yang digunakan untuk pencatatan. Gambar 4.4. Bagan Prosedur Realisasi Dana Pembiayaan Bagian Kasir/Teller

93 78 e. Prosedur Pencatatan Akuntansi Kasir/teller harus memastikan kecocokan antara catatan dengan aset yang ada sebelum menyampaikan laporan harian kas dan jurnal ke staf administrasi dan keuangan kantor pusat. Data transaksi pembiayaan yang telah dilakukan dengan bukti: form pengajuan pembiayaan, slip pembiayaan, kuitansi, dimasukkan ke software oleh kasir/teller dalam bentuk laporan harian kas dan jurnal transaksi. Laporan disampaikan oleh kasir/teller kepada staf administrasi dan keuangan kantor pusat BMT Tumang, secara otomatis melalui software, dan kemudian disajikan ke dalam buku besar. Penggunaan software dalam penyampaian laporan keuangan dianggap lebih efektif dan dapat meminimalisir resiko dari luar software. Gambar 4.5. Bagan Prosedur Pencatatan Akuntansi

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH PADA BNI SYARIAH SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 Dalam Ilmu

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perumahan dan pemukiman

Lebih terperinci

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445 ANALISIS PENGARUH DIMENSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI BIDANG JASA TELEKOMUNIKASI SELULER (Studi Kasus Konsumen Pengguna Simcard Indosat IM3 di Kotamadya Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA BADAN KEPEGAWAIAN KABUPATEN JEMBER LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

PELAKSANAAN PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA BADAN KEPEGAWAIAN KABUPATEN JEMBER LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA PELAKSANAAN PENGELOLAAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR PADA BADAN KEPEGAWAIAN KABUPATEN JEMBER LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA Oleh Firdatul Isfironi NIM 090803103001 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEKRETARIATAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PROMOSI DAN CITRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MASUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI

PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI PENGARUH PENDIDIKAN AKHLAQ TERHADAP PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL SISWA MTS NU SALATIGA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh : MUNAFIAH

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

Skripsi. Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S-1) dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH POKOK MATERI MAKANAN DAN MINUMAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KELAS VIIIA MTs ASY-SYARIFIYAH

Lebih terperinci

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA MTA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA

BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA A. Gambaran Umum Usaha Simpan Pinjam Kampoeng Ilmu Surabaya. 1. Sejarah Berdirinya Usaha Simpan

Lebih terperinci

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 1 JATISARI SAMBI BOYOLALI SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk menumbuhkembangkan perekonomian

Lebih terperinci

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM

PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM PENERAPAN BA I BITSAMAN AJIL PADA PRAKTEK JUAL BELI PAKAIAN JADI SECARA KREDIT DI KECAMATAN RUPAT KABUPATEN BENGKALIS DITINJAU DARI EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi dan Melengkapi Syarat-syarat

Lebih terperinci

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta) UPAYA MENINGKATKAN MINAT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE PADA POKOKK BAHASAN LINGKARAN (PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta)

Lebih terperinci

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

TIJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PERHIASAN EMAS

TIJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PERHIASAN EMAS TIJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PERHIASAN EMAS (Study Kasus Di Toko Emas Jawa Mas Kendal Ngawi) SKRIPSI Oleh: WAHYUDI CAHYONO NIM. 242 052 026 Pembimbing 1 Drs. H. M. MUHSIN Pembimbing 2 AGUNG EKO

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH PERLUNYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PASAR MODAL BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH by KarimSyah Law Firm Level 11, Sudirman Square Office Tower B Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA

Lebih terperinci

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN

UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN UPAYA MENGATASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN DELIKAN (DENGAR, LIHAT, KERJAKAN) PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI Universitas Galuh merupakan suatu organisasi profesional yang bergerak di dunia pendidikan. Di Indonesia status perguruan tinggi dikelompokan pada Perguruan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025 PENINGKATAN MINAT BACA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DI KELOMPOK B4 TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-AMIEN KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh :

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN KURANG BAYAR, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ( studi kasus pada PT. LIMANINDO KAWAN SEJATI SURABAYA )

ANALISIS PERHITUNGAN KURANG BAYAR, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ( studi kasus pada PT. LIMANINDO KAWAN SEJATI SURABAYA ) ANALISIS PERHITUNGAN KURANG BAYAR, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ( studi kasus pada PT. LIMANINDO KAWAN SEJATI SURABAYA ) SKRIPSI Oleh : FAIDAH AHMADAH NPM : 10.133.011 FAKULTAS

Lebih terperinci

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195

SKRIPSI. persyaratan. Disusun oleh: IRINA A 410 090 195 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING (PTK Pembelajaran Matematikaa Kelas VIIII F Semester Genap SMP

Lebih terperinci

Mengenal dan Menaksir Resiko

Mengenal dan Menaksir Resiko Mengenal dan Menaksir Resiko Reposisi Manajemen Keuangan dalam Menjawab Tuntutan Transparansi-Akuntabilitas Organisasi Nirlaba di Indonesia Lokakarya Keuangan bagi Para Pimpinan Mitra ICCO, Jakarta, 12

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149

SKRIPSI. Diajukan untuk. Oleh: AH A 310060149 ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI GURU BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 BANYUDONO BOYOLALI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Menyelesaikan

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD Hj. ISRIATI BAITURRAHMAN 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Dalam Prodi Kependidikan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG Instalasi Farmasi Rumah Sakit Myria Palembang merupakan Bagian Pelayanan Instalasi

Lebih terperinci

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko)

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 7/47/PBI/2005 TENTANG TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun

Lebih terperinci

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA

LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA PROSES ADMINISTRASI PENGGAJIAN PADA KANTOR BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM WILAYAH III JEMBER LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A. Md)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan pada berbagai badan usaha. Dari segi yuridis, badan hukum dapat terbagi menjadi tujuh

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR EVALUASI HALTE TRANS JOGJA TERHADAP POTENSI NAIK TURUN PENUMPANG

TUGAS AKHIR EVALUASI HALTE TRANS JOGJA TERHADAP POTENSI NAIK TURUN PENUMPANG TUGAS AKHIR EVALUASI HALTE TRANS JOGJA TERHADAP POTENSI NAIK TURUN PENUMPANG (Studi Kasus Jalur 3A dan 3B) Disusun guna melengkapi persyaratan untuk mencapai derajat kesarjanaan Strata-1 Pada Jurusan Teknik

Lebih terperinci

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG Draft Htl Maharani 9 September 2008 PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI, DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 19/Per/M.KUKM/XI/2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH SKRIPSI N a m a : Hikmawati N I M : 43111110164 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI

PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI PENGARUH INTENSITAS MENGIKUTI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR AN TERHADAP KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR AN SISWA DI MTs. IHYAUL ULUM WEDARIJAKSA PATI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT SA Seksi 312 RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Sumber: PSA No. 25 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI 1 PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH UNTUK PROYEK NORMALISASI KALI PUTIH DI DESA JUMOYO KABUPATEN MAGELANG SKRIPSI Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat guna Memperoleh gelar sarjana pada Fakultas

Lebih terperinci

BELAJAR MINAT 2013/2014 SKRIPSI. Disusun oleh : A510100230 FAKULTA

BELAJAR MINAT 2013/2014 SKRIPSI. Disusun oleh : A510100230 FAKULTA PENGARUH PEMBELAJARAN JOYFUL LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPA SD NEGERI TANGKIL 4 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Derajat

Lebih terperinci

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk

Surakarta) SKRIPSI. Diajukan Untuk ANALISIS PENGARUH DESAIN, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SAMSUNG (Studi Pada Mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. 1 Dalam

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan mengalami

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 13/14/PBI/2011 TENTANG PENILAIAN KUALITAS AKTIVA BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kelangsungan

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO) SKRIPSI Diajukan sebagai persyaratan memperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang

BAB I PENDAHULUAN. perumahan mengakibatkan persaingan, sehingga membangun rumah. memerlukan banyak dana. Padahal tidak semua orang mempunyai dana yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah merupakan salah satu kebutuhan paling pokok dalam kehidupan manusia. Rumah sebagai tempat berlindung dari segala cuaca sekaligus sebagai tempat tumbuh kembang

Lebih terperinci

S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Oleh:

S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan dalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Oleh: EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN INQUIRY DAN DISCOVERY BERBANTUAN ALAT PERAGA JARING- JARING BALOK DAN KUBUS TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV MI AL KHOIRIYYAH 2 SEMARANG SEMESTER GENAP TAHUN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1 Sistem Akuntansi Informasi merupakan suatu kebutuhan bagi suatu perusahaan, terutama informasi keuangan, sangat dibutuhkan oleh bermacam pihak yang berkepentingan. Informasi

Lebih terperinci

Lampiran 1 FLOWCHART PENERIMAAN BARANG DAGANGAN PADA PT X

Lampiran 1 FLOWCHART PENERIMAAN BARANG DAGANGAN PADA PT X Lampiran 1 FLOWCHART PENERIMAAN BARANG DAGANGAN PADA PT X Lampiran 2 FLOWCHART PENYIMPANAN BARANG DAGANGAN PADA PT X Lampiran 3 FLOWCHART PENGELUARAN BARANG DAGANGAN PADA PT X DAFTAR KUESIONER PERTANYAAN

Lebih terperinci

KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI

KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI KOHESI LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL LIRIK LAGU WALI DALAM ALBUM CARI JODOH SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A.

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat dan efisien,

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN HALAMAN JUDUL PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN (Studi Kasus Pengadaan Tanah di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati) Diajukan untuk melengkapi

Lebih terperinci

APLIKASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/ USP KOPERASI

APLIKASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/ USP KOPERASI APLIKASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/ USP KOPERASI TUJUAN PEMBELAJARAN 1. TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN Diharapkan peserta mengerti dan memahami

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dan bagi manusia pada umumnya tanpa harus meninggalkan. prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dan bagi manusia pada umumnya tanpa harus meninggalkan. prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam datang dengan membawa pemahaman tentang kehidupan yang membentuk pandangan hidup tertentu dan dalam bentuk garis hukum yang global. Karenanya guna menjawab

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam STUDI KOMPARASI PRESTASI BELAJAR PAI PADA ASPEK KOGNITIF ANTARA SISWA YANG IKUT ROHIS DENGAN SISWA YANG TIDAK IKUT ROHIS di SMA NEGERI 3 SEMARANG KELAS XI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PD. BPR BKK KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PD. BPR BKK KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PD. BPR BKK KARANGMALANG KABUPATEN SRAGEN ( Tahun 2010 2012 ) Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Syarat-syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan

Lebih terperinci

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL MANAJEMEN PEMBELAJARAN PAI DI TK ALAM AULIYA KENDAL SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) dalam Ilmu Tarbiyah Program Studi

Lebih terperinci

BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS. A. Pengertian dan Tujuan Akuntansi

BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS. A. Pengertian dan Tujuan Akuntansi BAB 1 AKUNTANSI DAN OPERASI BISNIS Peranan akuntansi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh semua pihak yang berkepentingan. Bahkan organisasi pemerintah

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu ( SI ) Dalam Ilmu Syari ah.

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu ( SI ) Dalam Ilmu Syari ah. TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK DISTRIBUSI BERAS BERSUBSIDI UNTUK MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH (RASKIN) SECARA MERATA (Studi Kasus Di Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal) SKRIPSI

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA)

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA) TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Hukum Pada Fakultas

Lebih terperinci

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT

RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Risiko Audit dan Materialitas dalam Pelaksanaan Audit Standar Prof SA Seksi 3 1 2 RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Sumber: PSA No. 25 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI

IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI IMPLEMENTASI PANCASILA PADA MASA ORDE BARU SKRIPSI Oleh Muh. Arif Candra Jaya NIM 070210302105 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini

Derajat Strata 1 pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik. Disusun Oleh : Neva Anggraini TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG STRUKTUR PORTAL GEDUNG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Memperoleh Derajat Strata

Lebih terperinci

ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SENTOSA DI SAMARINDA

ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SENTOSA DI SAMARINDA ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2015, 3 (1): 83-93 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2015 ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SENTOSA

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : YULIATI A520090017

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Oleh : YULIATI A520090017 UPAYA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN PAPAN FLANEL PADA ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS HARAPAN BANGSA JEMOWO MUSUK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI

SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI LAPORAN SKRIPSI SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA TOKO MEBEL TAMBAH REJEKI Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Sistem Informasi S-1 pada Fakultas Teknik

Lebih terperinci

SKRIPSI PENYERTAAN MODAL SEMENTARA OLEH BANK DALAM RESTRUKTURISASI KREDIT PADA PERUSAHAAN DEBITOR YANG BERBENTUK PERSEROAN TERBATAS

SKRIPSI PENYERTAAN MODAL SEMENTARA OLEH BANK DALAM RESTRUKTURISASI KREDIT PADA PERUSAHAAN DEBITOR YANG BERBENTUK PERSEROAN TERBATAS SKRIPSI PENYERTAAN MODAL SEMENTARA OLEH BANK DALAM RESTRUKTURISASI KREDIT PADA PERUSAHAAN DEBITOR YANG BERBENTUK PERSEROAN TERBATAS DEBT TO EQUITY SWAPED BY BANK IN RESTRUCTURIZE CREDIT ON A DEBITOR COMPANY

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dunia bisnis jasa saat ini salah satunya adalah perbankan syariah

BAB 1 PENDAHULUAN. Dunia bisnis jasa saat ini salah satunya adalah perbankan syariah 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia bisnis jasa saat ini salah satunya adalah perbankan syariah mengalami kemajuan dan perkembangan yang pesat. Maraknya perkembangan perbankan syariah

Lebih terperinci

AKUNTANN AKUNTANSI UNIVERSI. Surakarta) SKRIPSI. Disusun oleh: MURTININGSIH B 200 070 172

AKUNTANN AKUNTANSI UNIVERSI. Surakarta) SKRIPSI. Disusun oleh: MURTININGSIH B 200 070 172 PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP PROFESI AKUNTANN (Studi Kasus pada Universitas Muhammadiyah Surakarta) SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat-syarat guna memperoleh gelar

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN STATUS DAN JANGKA WAKTU MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama [ ] disingkat [ ], dalam bahasa Inggris disebut [ ] disingkat [ ], untuk selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut "Yayasan" berkedudukan di

Lebih terperinci

PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 PENGARUH LAYANAN INFORMASI BIDANG SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERMORAL SISWA KELAS VII F SMP 4 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Oleh LAILA NI MAH NIM 200731059 PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS

Lebih terperinci

PROSEDUR REALISASI PEMBIAYAAN BAI BITSAMAN AJIL (BBA) PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH (KSPS) BMT RAMA SALATIGA TAHUN 2009

PROSEDUR REALISASI PEMBIAYAAN BAI BITSAMAN AJIL (BBA) PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH (KSPS) BMT RAMA SALATIGA TAHUN 2009 PROSEDUR REALISASI PEMBIAYAAN BAI BITSAMAN AJIL (BBA) PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH (KSPS) BMT RAMA SALATIGA TAHUN 2009 TUGAS AKHIR Oleh: LATIFAH SUBEKTI NIM : 201 07 018 JURUSAH JURUSAN SYARI AH

Lebih terperinci

KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI

KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI KAJIAN YURIDIS TERHADAP GUGATAN GANTI RUGI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN MATERIIL DITINJAU DARI KUH PERDATA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi tugas Dalam menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. investasi jangka panjang bagi perusahaan. Mengingat bahwa tujuan dari pengadaan

BAB I PENDAHULUAN. investasi jangka panjang bagi perusahaan. Mengingat bahwa tujuan dari pengadaan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Aktiva tetap merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan, selain digunakan sebagai modal kerja, aktiva tetap biasanya juga digunakan sebagai alat investasi

Lebih terperinci

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA 2003-2006 ANGGARAN DASAR MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi

Lebih terperinci

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian,

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebab utama kemunculan dan keberadaan lembaga keuangan syari ah di Indonesia adalah untuk menghindarkan dan menghilangkan kekhawatiran umat Islam terhadap praktek keuangan

Lebih terperinci

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Bank Umum Syariah Dengan telah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tanggal

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya

PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya PENDAHULUAN Dengan adanya perkembangan di bidang ekonomi saat ini, penyedia modal sangat dibutuhkan. Adanya penyedia modal mendukung jalannya kegiatan perekomian. Dalam hal ini, salah satu bentuk usaha

Lebih terperinci

PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAJUAN PINJAMAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENCEGAH PINJAMAN MACET

PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAJUAN PINJAMAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENCEGAH PINJAMAN MACET PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAJUAN PINJAMAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENCEGAH PINJAMAN MACET )* Haris Bashori Fakultas Ekonomi universiatas Islam Lamongan ABSTRAKSI Kredit mempunyai

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA 1 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA SKRIPSI Program Studi Manajemen Nama : KAMJA NIM : 03103-114 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS

ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS 1 ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SURAT DINAS DI BALAI DESA BUTUH KRAJAN, KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan

Lebih terperinci