STUDI TENTANG PENYAJIAN DATA ELEKTRONIK UNTUK PELAKU PASAR MODAL. Oleh: Tim Studi Tentang Penyajian Data Elektronik Untuk Pelaku Pasar Modal

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STUDI TENTANG PENYAJIAN DATA ELEKTRONIK UNTUK PELAKU PASAR MODAL. Oleh: Tim Studi Tentang Penyajian Data Elektronik Untuk Pelaku Pasar Modal"

Transkripsi

1 STUDI TENTANG PENYAJIAN DATA ELEKTRONIK UNTUK PELAKU PASAR MODAL Oleh: Tim Studi Tentang Penyajian Data Elektronik Untuk Pelaku Pasar Modal DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL PROYEK PENINGKATAN EFISIENSI PASAR MODAL TAHUN 2003

2

3 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, setelah bekerja selama kurang lebih 11 bulan secara intensive tim dapat menyelesaikan Studi tentang Penyajian Data Elektronik Untuk Pelaku Pasar Modal. Tugas pokok dari tim ini adalah melakukan riset/penelitian untuk mengetahui pendapat dan perspektif para pelaku pasar modal mengenai sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik, mengetahui pola penyampaian data elektronik kepada publik, terutama mengenai aspek userusability di internet, mengetahui prosedur sistem pelaporan dan penyajian data elektronik yang tepat guna bagi pasar modal Indonesia. Dengan demikian diharapkan dengan selesainya studi ini akan didapatkan suatu bentuk sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik yang mudah untuk diterapkan, mudah dalam mengakses, biaya relatif murah, serta data selalu update. Akhirnya, tim berharap hasil penelitian ini akan dapat bermanfaat bagi publik dalam menyediakan data secara elektronik secara lengkap dan akurat, yang pada akhirnya diharapkan akan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Pasar Modal Indonesia. Kritik dan saran yang bersifat konstruktif akan kami hargai sebagai masukan bagi kami dalam penyempurnaan hasil penelitian ini. Jakarta, Nopember 2003 Ketua Tim

4

5 EXECUTIVE SUMMARY Pasar Modal Indonesia diharapkan memiliki daya saing yang tinggi dalam era globalisasi seperti saat ini. Memasuki abad 21 awal dari milenium baru, yang ditandai dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga setiap otoritas dan pelaku Pasar Modal harus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Sejalan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi tersebut berdampak pula terhadap percepatan proses penyebaran informasi, khususnya di bidang keuangan dan industri pasar modal. Data/informasi yang aktual dan lengkap sangat dibutuhkan publik untuk menentukan kebijakannya secara cepat dan tepat. Bapepam selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi yang tersaji secara lengkap dan akurat. Dalam perkembangannya Bapepam belum memiliki sistem pelaporan dan penyajian informasi yang memadai dalam menyebarluaskan informasi mengenai Keterbukaan Informasi dan Laporan Keuangan. Selama ini Pihak pelapor masih memanfaatkan cara manual dalam melakukan pelaporan kepada Bapepam. Cara tersebut jelas belum memberikan hasil yang optimal. Beberapa kendala yang mungkin mengakibatkan hal tersebut adalah belum adanya landasan hukum yang jelas dan mengikat tentang format pelaporan yang terstandar, tata cara dan prosedur pelaporan yang seragam, serta keterbatasan sumber daya yang mendukung pelaporan tersebut.

6 Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut diatas adalah dengan melakukan studi tentang Penyajian Data Elektronik Untuk Pelaku Pasar Modal. Dengan pengembangan sistem tersebut akan didapat beberapa manfaat utama, yakni : peningkatan kemampuan dan kemudahan akses data secara tepat waktu (improved the timeliness and accessiblity of data), meningkatkan efisiensi biaya dan waktu (saves funds and time), meningkatkan kualitas data (improve data quality). Guna tercapainya manfaat tersebut ada beberapa Faktor Kunci Suksesnya Implementasi Sistem Pelaporan Elektronik : pengkajian kebutuhan aspek bisnis, dukungan manajemen dan pimpinan, membentuk satuan tugas, komite dan tim, membentuk struktur komunikasi internal yang solid, melibatkan pihak stakeholders pada awal proses perencanaan, mengelola (manage) efek perubahan, menentukan lingkup (scope) proyek secara jelas, merencanakan secara strategis hal yang berkaitan dengan aspek legal dan finasial. Diharapkan dari studi ini akan dicapai peningkatan keterbukaan informasi yang relevan bagi pasar modal serta meningkatnya peranan pasar modal bagi pembangunan nasional

7 DAFTAR ISI Hal Kata Pengantar Daftar Isi Executive Summary Bab I Pendahuluan 1 A. Latar Belakang 1 B. Maksud dan Tujuan 3 C. Metode Studi 3 D. Organisasi Studi 4 E. Waktu Studi 4 Bab II Tinjauan Pustaka 5 A. Pelaporan Elektronik (Electronic Reporting) 5 B. Manfaat Pelaporan Elektronik 6 C. Faktor Kunci Suksesnya Implementasi Sistem Pelaporan Elektronik 7 D. Komponen Sistem Pelaporan 11 Bab III Pelaporan Data Pasar Modal Secara Elektronik Di Beberapa Negara 16 A. Amerika Serikat (USA) 16 B. Malaysia 21 C. Singapura 24

8 Bab IV Pengembangan Sistem Pelaporan Data Secara Elektronik di Pasar Modal Indonesia 30 A. Penelitian Lapangan Profil Responden Hasil Kuisioner 32 B. Pembahasan Rancangan Pengembangan Sistem Pelaporan Elektronik di Pasar Modal Indonesia Tinjauan Landasan Hukum Rancangan Sistem Pelaporan Elektronik Yang Dapat Dikembangkan 37 Bab V Kesimpulan dan saran 42 A. Kesimpulan 42 B. Saran 43 Daftar Pustaka Lampiran

9 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam industri keuangan pada umumnya dan pasar modal pada khususnya, keberadaan dan kelengkapan informasi merupakan suatu hal yang sangat penting karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Investor dan calon investor akan memiliki kesempatan yang luas dan rasional dalam menentukan pilihan investasinya, jika tersedia informasi yang baik, lengkap, dan benar. Perkembangan yang pesat dalam pemanfaatan teknologi informasi juga telah merambah industri keuangan. Berbagai fitur berita dan informasi keuangan akan sangat mudah dijangkau oleh pengguna tanpa adanya hambatan batasan geografis. Hal ini disebabkan mulai meningkatnya peranan internet dalam menyebarkan dan menampilkan data dan informasi kepada publik. Selain relatif lebih mudah untuk diterapkan (applicable), internet juga memberikan kemudahan dalam hal akses (accessability), biaya yang relatif lebih murah, serta kecepatan untuk memperbarui berita dan informasi (updating). Sebagaimana juga disebutkan dalam Strategi Pengembangan Umum Cetak Biru Pasar Modal Indonesia , perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat juga telah mempengaruhi bidang keuangan dengan timbulnya beragam inovasi-inovasi baru yang pada akhirnya menimbulkan tingkat persaingan yang tajam. Mengantisipasi perkembangan tersebut, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah menetapkan suatu inisiatif untuk mengembangkan penguasaan teknologi informasi yang dapat menunjang perkembangan pasar modal Indonesia. Teknologi terpadu perlu dikembangkan antar lembaga di pasar modal sehingga akan memiliki efek kemajuan yang sama. Melalui pengembangan tersebut diharapkan prinsip-prinsip keterbukaan (disclosure) dan penerapan 1

10 good coroporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) dapat lebih diterapkan. Salah satu bentuk inisiatif Bapepam tersebut adalah mulai dipergunakannya sarana internet (website) dalam penyebaran informasi yang yang berkaitan dengan aktivitas pangawasan pasar modal oleh Bapepam. Beragam informasi telah disajikan, masyarakat umum dan investor dapat mengakses secara mudah dan gratis. Informasi yang disajikan diantaranya meliputi profil Bapepam, peraturan serta ketentuan pasar modal, kegiatan penegakan hukum, siaran pers, data dan statistik, serta pengumuman lainnya. Keseluruhan informasi tersebut dapat dilihat di website Bapepam dengan alamat URL Di samping hal tersebut, Bapepam sebenarnya masih memiliki peluang untuk meningkatkan pelayanannya kepada publik dan investor. Salah satunya adalah yang berhubungan dengan masalah penyajian keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bapepam oleh para pelaku pasar sebagaimana telah diwajibkan oleh peraturan yang berlaku. Peraturan dimaksud adalah Peraturan Nomor X.K.1 tentang Keterbukaan Informasi yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik dan Peraturan Nomor X.K.2 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. Dalam perkembangannya, Bapepam sampai saat ini belum memiliki sistem pelaporan dan penyajian informasi yang memadai dalam menyebarluaskan informasi mengenai Keterbukaan Informasi dan Laporan Keuangan dimaksud. Selama ini Pihak pelapor masih memanfaatkan cara manual dalam melakukan pelaporan kepada Bapepam. Cara tersebut jelas belum memberikan hasil yang optimal. Beberapa kendala yang mungkin mengakibatkan hal tersebut adalah belum adanya landasan hukum yang jelas dan mengikat tentang format pelaporan yang terstandar, tata cara dan prosedur pelaporan yang seragam, serta keterbatasan sumber daya yang mendukung pelaporan tersebut. Salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kemampuan Bapepam dalam menangani pelaporan tersebut 2

11 adalah pengembangan sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik (electronic reporting system). Merujuk pada perkembangan tersebut, maka sangat relevan untuk diadakan suatu studi yang memberikan suatu solusi yang tepat guna dalam upaya merealisasikan sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik pasar modal yang lengkap, mudah diakses, dan ter-update secara kontinyu. Sistem tersebut telah diterapkan oleh beberapa lembaga pengawas pasar modal negara lain dan ternyata efektif dalam meningkatkan prinsip disclosure. Diharapkan dari studi ini akan dicapai peningkatan keterbukaan informasi yang relevan bagi pasar modal serta meningkatnya peranan pasar modal bagi pembangunan nasional. B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan studi ini adalah sebagai berikut: Mengetahui pendapat dan perspektif para pelaku pasar modal mengenai sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik, Mengetahui pola penyampaian data elektronik kepada publik, terutama mengenai aspek user-usability di internet, Mengetahui prosedur sistem pelaporan dan penyajian data elektronik yang tepat guna bagi pasar modal Indonesia, C. Metode Studi Adapun metode studi yang dilakukan meliputi: Riset melalui internet Hal tersebut dilakukan dengan mengunjungi website lembaga pengawas pasar modal negara lain yang telah menerapkan sistem 3

12 pelaporan dan penyajian data secara elektronik. Negara yang dipilih adalah USA, Malaysia, dan Singapura. Hal ini dilakukan untuk mencari acuan dan prosedur yang paling tepat bagi penerapan sistem pelaporan di pasar modal Indonesia. Penyebaran Kuesioner Kuesioner dibagikan kepada Pihak-pihak yang terkait dengan pelaporan kepada Bapepam, seperti SRO, Perusahaan Efek, Emiten, serta Profesi Penunjang pasar modal lainnya. Tujuannya adalah untuk mengetahui persepsi dan keinginan para pelaku tentang sistem pelaporan dan penyajian data secara elektronik. D. Organisasi Studi Organisasi studi terdiri dari : 2 orang sebagai Pengarah 1 orang sebagai Ketua 9 orang sebagai Peneliti 4 orang sebagai Pembantu Peneliti 2 orang sebagai Staf Sekretariat E. Waktu Studi Studi dilakukan pada tahun anggaran 2003 dengan jangka waktu dari bulan Januari sampai dengan Desember

13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pelaporan Elektronik (Electronic Reporting) Banyak organisasi telah mengandalkan sistem pelaporan secara manual (paper-based) dalam mengumpulkan data dan informasi. Namun ketika kebutuhan untuk pengumpulan data meningkat secara tajam dan jenis laporan menjadi lebih kompleks, sistem pelaporan secara manual sudah menjadi tidak efektif lagi. Hal ini berkaitan dengan makin terbatasnya sumber daya yang digunakan untuk mengolah laporan tersebut dan kualitas data yang dihasilkan dari laporan tersebut. Proses pelaporan secara manual tidak hanya mahal, tapi juga berpeluang menciptakan kesalahan (error) dan membutuhkan waktu penelaahan yang lebih lama (time-consuming). Tiap data akan di-input ulang secara manual ke dalam komputer atau database sehingga akan mengakibatkan keterlambatan penyampaian informasi secara cepat kepada publik. Pengolahan dan penyajian data serta informasi yang akurat dan tepat waktu merupakan hal yang sangat penting bagi suatu lembaga pengawas. Lembaga tersebut sangat bergantung pada data tersebut untuk meningkatkan kinerja mereka, baik dalam melakukan evaluasi, pengawasan, maupun dalam menentukan suatu kebijakan. Untuk itulah keberadaan pelaporan secara elektronik dibutuhkan. Electronic reporting juga akan menyediakan kemampuan dan fleksibilitas bagi lembaga bersangkutan dalam mengumpulkan data yang diperlukan, menekan tingkat kesalahan yang diakibatkan input ulang data secara manual, dan secara signifikan dapat menekan waktu yang digunakan untuk proses dan penyajian data. 5

14 B. Manfaat Pelaporan Elektronik Dalam perkembangannya, sistem pelaporan elektronik akan memberikan manfaat utama sebagai berikut : 1. Peningkatan kemampuan dan kemudahan akses data secara tepat waktu (improved the timeliness and accessiblity of data) Manfaat utama dari suatu sistem pelaporan elektronik adalah kemampuannya untuk memindahkan data dan informasi yang diperlukan ke dalam database secara cepat dan akurat. Kemampuan ini akan memberikan keleluasaan bagi institusi yang bersangkutan dalam mengolah data terkini untuk mendukung fungsi-fungsinya. Melalui sistem pelaporan elektronik, data yang telah dikumpulkan akan dapat dengan mudah diakses oleh seluruh bagian institusi dan digunakan untuk kepentingan masing-masing seperti pengukuran kinerja, analisis tren, dan perencanaan. Selain itu sistem pelaporan elektronik juga akan mempermudah instistusi dalam menyebarkan informasi secara cepat, tepat, dan terkini tanpa mengenal batas geografis. 2. Meningkatkan efisiensi biaya dan waktu (saves funds and time) Sistem pelaporan elektronik mampu menekan penggunaan sumber daya dalam memproses dan menyimpan data dan informasi. Meskipun dimungkinkan nilai investasi awal sistem ini besar, namun dalam jangka panjang sistem ini justru mampu menekan biaya input data dan mengalokasikannya kepada bidang produktif lain yang lebih membutuhkan. Sistem pelaporan elektronik juga akan menekan waktu pengiriman laporan. 3. Meningkatkan kualitas data (improve data quality) Sistem pelaporan elektronik juga akan meningkatkan kualitas data jika disertai prosedur yang jelas dan terstruktur. Selain karena kecepatan, 6

15 sistem ini juga akan mampu menekan kesalahan, meningkatkan kontrol data, dan mampu memilah jenis informasi apa saja yang dibutuhkan institusi bersangkutan. C. Faktor Kunci Suksesnya Implementasi Sistem Pelaporan Elektronik Implementasi sistem pelaporan elektronik membutuhkan beberapa kajian yang mendalam atas beberapa faktor, baik itu yang berkaitan dengan kebijakan, teknikal, maupun masalah hukum. Ketiganya harus dikaji secara simultan untuk menghasilkan pondasi yang kokoh bagi sistem pelaporan elektronik tersebut. Faltor-faktor kunci yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan rencana pengembangan sistem pelaporan elektronik antara lain meliputi: 1. Pengkajian kebutuhan aspek bisnis Awal mula pengembangan suatu sistem pelaporan harus bermula dari pengkajian dan analisa yang seksama mengenai kebutuhan aspek bisnis dari sistem bersangkutan. Sistem pelaporan elektronik berpotensi mengubah secara signifikan cara suatu organisasi mengumpulkan, mengolah data, serta dapat menyederhanakan proses pelaporan. Pengkajian dan analisis yang kurang tepat pada aspek kebutuhan bisnis ini akan mengakibatkan terganggunya proses pengembangan selanjutnya, bahkan dapat menggagalkan implementasi sistem secara keseluruhan. Analisis kebutuhan tersebut tidak hanya berguna dalam penentuan elemen data dan informasi apa saja yang akan dicakup, tapi juga meliputi analisis pendekatan apakah yang paling efektif dalam pengumpulannya. Hasil dari kajian ini harus dapat menjawab pertanyaan : lingkup data dan informasi apa saja yang ingin didapat melalui sistem, siapa sajakah yang akan terlibat dalam sistem ini, bagaimana format pelaporannya, bagaimana cara pengiriman laporan elektronik tersebut (transport mechanism), dan tampilan programnya (user interface). 7

16 2. Dukungan manajemen dan pimpinan Sistem pelaporan elektronik membutuhkan komitmen dalam penggunaan sumber daya (terutama finansial) institusi bersangkutan, bahkan tidak tertutup kemungkinan mengakibatkan perubahan tata kerja. Untuk itu, dukungan penuh dari pihak manajemen dan pimpinan menjadi suatu yang penting. Jika dukungan tersebut tidak memadai, momentum implementasi sistem pelaporan elektronik akan kurang mendapat perhatian dari pihak-pihak yang terlibat. Sebagai tambahan, dukungan dari manajemen tingkatan menengah (middle management) yang akan bertindak sebagai pengawas (supervisor) juga sangat dibutuhkan karena pada level inilah sistem pelaporan sebenarnya akan banyak mempengaruhi tata kerja. Tanpa bantuan pengawasan supervisor, sistem pelaporan elektronik akan sulit mencapai kesuksesan, sebaik apapun konsep maupun perencanaannya. Salah satu cara untuk mendapatkan dukungan dari manajemen tingkatan menengah adalah dengan selalu memfokuskan pada cara bagaimana memepermudah pekerjaan mereka melalui sistem ini dan meningkatkan hasil kerja seperti yang mereka harapkan. Salah satu cara yang cukup efektif bagi manajemen dan pimpinan untuk membantu suksesnya implementasi sistem pelaporan elektronik adalah dengan mengumumkan secara resmi dukungan tersebut kepada seluruh pihak yang terkait. Dukungan tersebut dapat dimanifestasikan dalam bentuk Memorandum atau Pernyataan Kebijakan yang secara jelas mendukung implementasi sistem dan mengharapkan peran serta aktif seluruh pegawai untuk membantu implementasi sistem tersebut. Cara yang lain adalah dengan membentuk Tim Sponsor yang terdiri dari beberapa pejabat senior untuk membantu tim implementasi sistem pelaporan elektronik. Hal ini akan menjadi signal bagi seluruh pihak 8

17 terkait bahwa manajemen dan pimpinan sangat serius menginginkan implementasi sistem tersebut. 3. Membentuk satuan tugas, komite, dan tim Salah satu hal tersulit dalam implementasi sistem pelaporan elektronik adalah mendapatkan dukungan internal dan eksternal stakeholders dari institusi yang bersangkutan. Pembentukan satuan tugas (task force), komite,dan tim, akan efektif untuk meningkatkan konsensus keseluruhan pihak yang terkait dan dapat menjadi ajang berbagi informasi penting sehubungan dengan pengembangan sistem dimaksud. Pembentukan tersebut sekaligus dapat mengantisipasi kondisi yang tidak diharapkan akibat terjadinya perubahan organisasi yang mungkin mempengaruhi kelangsungan rencana tindak lanjut sistem tersebut. 4. Membentuk struktur komunikasi internal yang solid Komunikasi yang efektif merupakan salah satu hal yang vital dalam menunjang suksesnya implementasi sistem pelaporan elektronik karena sistem tersebut akan melingkupi aspek teknikal, legal, dan bisnis. Ketiga aspek tersebut harus mampu diselaraskan karena masing-masing aspek tersebut memiliki kebutuhan dan keterbatasan dan berpotensi mengakibatkan terjadinya benturan kepentingan satu sama lainnya. Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi internal adalah dengan mengadakan pertemuan rutin singkat yang membahas perkembangan implemetasi sistem secara singkat (briefing). Keseluruhan pihak internal yang terkait sebaiknya diundang perwakilannya untuk mengkonsolidasikan langkah-langkah yang diperlukan. 5. Melibatkan pihak stakeholders pada awal proses perencanaan Eksternal stakeholders, seperti lembaga pemerintah, industri, masyarakat atau publik, maupun pihak luar lainnya yang akan memanfaatkan sistem tersebut, sebaiknya diikutsertakan dari awal 9

18 dalam penyusunan sistem pelaporan elektronik. Karena jika mereka merasa dilibatkan dan pendapatnya diakomodasikan, mereka akan lebih kooperatif dan mendukung sistem tersebut. Beberapa cara dapat digunakan untuk meningkatkan peran serta stakeholders, seperti mengumumkan secara periodik perkembangan proyek, mengadakan pertemuan publik (public meeting), konferensi pers, atau mengadakan survei langsung ke stakeholders untuk mendapatkan masukan. 6. Mengelola (manage) efek perubahan Implementasi sistem pelaporan elektronik berpotensi untuk mengubah secara signifikan proses kerja suatu institusi dalam mengelola data dan informasinya. Sebagai akibatnya, perlu dilakukan manajemen perubahan (change management) untuk menekan efek negatif dari perubahan tersebut yang mungkin dapat diakibatkan adanya penolakan terhadap perubahan itu sendiri maupun karena adanya perubahan peranan dan tanggung jawab pegawai. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengantisipasi masalah ini diantaranya adalah dengan menggunakan metode Pendekatan (Persuade and Sell) dan Perintah (Mandate and Tell). Namun metode Pendekatan harus yang diutamakan walaupun lebih membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Metode Perintah dapat mulai dimanfaatkan kepada sebagian staff jika yang bersangkutan secara konsisten menolak perubahan tersebut. Kombinasi dari dua metode ini juga dapat digunakan secara efektif. Cara yang lainnya adalah dengan menggunakan pihak ketiga (third party) seperti konsultan untuk menangani proses perubahan yang ditimbulkan oleh sistem tersebut. Seringkali pendapat dan rekomendasi dari konsultan lebih efektif dan objektif dalam menangani masalah tersebut. 10

19 7. Menentukan lingkup (scope) proyek secara jelas Sering terjadi ruang lingkup proyek menjadi tidak jelas (scope creep) karena semakin berkembangnya tujuan yang ingin dicapai. Akibat langsung yang dapat timbul dari kejadian tersebut adalah berubahnya besaran anggaran dan jadwal pelaksanaan. Ketidakjelasan scope ini sering terjadi karena setelah pegawai yang terkait merasakan manfaat sistem pelaporan elektronik,mereka tertarik untuk menambahkan permintaan tambahan terhadap fungsionalitas sistem tanpa memperkirakan dampaknya terhadap biaya dan waktu yang diperlukan. Beberapa upaya yang dapat digunakan untuk mengontrol masalah ini adalah dengan memperjelas tujuan utama sistem pelaporan elektronik ini dan sesegera mungkin mengkomunikasikannya kepada seluruh pihak yang terkait sistem ini sehingga segala masukan dapat diperhatikan sedini mungkin. Selain itu juga dapat disusun suatu mekanisme permintaan resmi jika suatu pihak menginginkan adanya perubahan proses terhadap sistem bersangkutan. Upaya ketiga adalah menciptakan program lanjutan Fase II untuk mengakomodasi permintaan tambahan atau perubahan sistem. 8. Merencanakan secara strategis hal yang berkaitan dengan aspek legal dan finasial Setiap sistem pelaporan elektronik yang akan diimplementasikan selalu memerlukan kajian legal dan keamanan yang lengkap untuk memastikan kredibilitas data dan informasi yang akan dikelola. Disamping itu kesalahan dalam penganggaran akan mengakibatkan kesulitan pelaksanaan pengembangan sistem, dan pada akhirnya mengakibatkan mundurnya waktu implementasi dan timbulnya ketidakpuasan pihakpihak yang berpartisipasi dalam sistem pelaporan tersebut. Aspek lainnya yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah perkembangan teknologi dan perubahan peraturan yang harus cepat 11

20 disikapi untuk menghindari perubahan yang cukup signifikan pada sistem tersebut. D. Komponen Sistem Pelaporan Elektronik Sistem pelaporan elektronik terdiri dari empat komponen : tampilan (user interface), format, mekanisme pelaporan (transpor mechanism), serta mekanisme hukum dan keamanan (legal and security mechanism). Pemilihan setiap komponen yang akan digunakan harus didasarkan pada kebutuhan dan tujuan yang diinginkan. Untuk mengembangkan sistem pelaporan yang efektif institusi yang bersangkutan harus mengerti keberadaan tiap komponen tersebut serta hubungan dan pengaruh tiap komponen terhadap komponen lainnya. 1. Tampilan (user interface) Tampilan (user interface) merupakan komponen yang akan mentranslate data dari pengirimnya menjadi format khusus seperti yang diinginkan. Sebaliknya, interface juga dapat digunakan untuk mentranslate data dari format khusus menjadi informasi seperti yang diinginkan pengguna (receiver). Interface merupakan piranti lunak (software) yang berupa media untuk memasukan data (data entry). Pihak pemilik sistem pelaporan (instistusi) maupun pihak pelapor (sender) memerlukan suatu interface untuk memperlancar komunikasi mereka dalam pengiriman data. Terdapat empat jenis tampilan (user interface) yang biasa dimanfaatkan, meliputi: Web forms Web form merupakan suatu aplikasi internet yang menyediakan suatu pola yang telah ditentukan sebelumnya (template) yang digunakan oleh pengirim (sender) untuk meng-input data. 12

21 Web form sangat tepat untuk institusi yang relatif kecil dan tidak melakukan penyimpanan data secara tersentralisasi di database. Pemanfaatannya juga relatif lebih mudah dan dapat diakses melalui website institusi bersangkutan. Pelapor hanya memerlukan komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet dan piranti browser, seperti Internet Explorer atau Netscape. Terdapat beberapa hal yang patut diperhatikan jika akan menggunakan web form, seperti isu keterbatasan kapasitas koneksi internet (bandwidth) yang digunakan untuk pelaporan elektronik dan masalah keamanan. Hal ini mengingat internet adalah jaringan publik yang memungkinkan pihak yang tidak diinginkan memasukan data maupun merusak data yang yang telah ada. Aplikasi (program) khusus yang didistribusikan Aplikasi (program) khusus yang didistribusikan merupakan program komputer khusus yang dibuat sendiri oleh institusi yang bersangkutan (atau kontraktor) dan didistribusikan kepada pihak pelapor yang diwajibkan. Program tersebut dapat dibuat dalam bentuk form (smart form), disket, atau CD, serta disertai help screen. Aplikasi (program) khusus yang didistribusikan biasanya dibuat untuk laporan yang sifatnya telah ditentukan dan saat ini merupakan aplikasi yang sering dipakai untuk pelaporan elektronik. Aplikasi ini mampu mengelola data dari yang mulai sederhana sampai dengan pengumpulan data elektronik yang paling rumit sekalipun. Untuk program yang lebih rumit, aplikasi (program) khusus yang didistribusikan biasanya berbentuk application interface, lebih dari sekedar user interface. Program seperti ini harus di-install di komputer si pelapor agar dapat berhubungan dengan sistem bersangkutan, baik untuk mengirimkan data maupun untuk mencari (import) data. 13

22 Aplikasi yang dibuat sendiri oleh pengirim Pelapor dimungkinkan untuk membangun sendiri program pelaporannya yang kemudian menyesuaikannya dengan spesifikasi sistem pelaporan elektronik yang diwajibkan. Yang dipentingkan dalam aplikasi ini adalah kemampuan untuk memasukan data dan mem-format data sedemikian rupa sebagaimana diminta oleh pihak yang berwenang. Aplikasi program komersial Aplikasi program komersial merupakan paket program yang dibeli oleh pihak yang mewajibkan pelaporan elektronik secara keseluruhan dan kemudian digunakan bersama-sama dengan seluruh pihak yang berkewajiban melakukan pelaporan elektronik. Biasanya aplikasi ini dibangun oleh vendor. 2. Format Format dapat diartikan sebagai bagaimana caranya mendapatkan data pelaporan dan kemudian mengorganisasikannya sedemikian rupa, setelah terjadinya proses pengiriman data dari pihak yang melakukan pelaporan kepada pihak penerima pelaporan. Format digunakan untuk menjembatani proses pengiriman data. Sekali data telah terkirim, data tersebut akan langsung diproses dalam sistem database, yang umumnya dikenal dengan istilah proses konversi data. Pada dasarnya terdapat dua jenis format yang dapat digunakan dalam sistem pelaporan elektronik, yaitu: Format terstandar Format ini dibuat khusus oleh pihak yang mewajibkan pelaporan dan wajib digunakan oleh pihak pelapor. Format spesifik ini, atau biasa disebut transaction set, digunakan pelapor untuk membuat file data. 14

23 Format internet Format internet berbeda dengan format sebelumnya, karena struktur data yang akan dikirimkan akan langsung nampak pada layar browser. HTML (Hypertext Markup Language) dan XTML (Extensible Markup Language) merupakan bahasa internet yang paling sering digunakan untuk membuat format pelaporan lewat internet. 3. Mekanisme Pelaporan Mekanisme pelaporan berhubungan dengan bagaimana data dikirimkan oleh pihak pelapor. Tipe atau jenis mekanisme pelaporan secara signifikan akan mempengaruhi tingkat pengamanan yang diperlukan. Adapun beberapa mekanisme pelaporan adalah sebagai berikut: Value-Added Network (VAN) VAN merupakan layanan komersial yang disewa untuk menyediakan jasa transimisi data untuk suatu institusi tertentu. Mekanisme ini memberikan tingkat keamanan dan kepastian yang sangat tinggi, namun sebaliknya juga akan menimbulkan biaya yang cukup tinggi. Dedicated Lines (Dial-up Connection) Mekanisme pelaporan jenis ini biasanya digunakan untuk transmisi data dengan volume yang besar dan dengan frekuensi pengiriman yang cukup tinggi. Mekanisme ini biasanya terdiri dari satu line telepon khusus antar-pihak yang terhubung dengan sistem pelaporan. Jenis transmisi ini juga relatif lebih murah dan aman karena hanya pihak yang diijinkan saja yang bisa masuk dan memanfaatkan jaringan transmisi ini. Internet Internet menyediakan beragam pilihan dalam hal pengiriman data. Pengiriman tersebut dapat melalui , web service yang menyediakan form tertentu, maupun melalui FTP (file transfer protocol). 15

24 Internet menawarkan salah satu alternatif pelaporan yang mampu menekan biaya pelaporan. Namun sebaliknya internet masih memerlukan piranti tambahan untuk meningkatkan tingkat keamanan transmisi data. Disket atau media fisik lainnya Transmisi data melalui pengiriman disket atau media fisik lainnya akan sangat efektif untuk transaksi data yang besar tapi dengan frekuensi pengiriman yang rendah. 4. Mekanisme hukum dan keamanan Pengelola pelaporan elektronik harus meyakinkan bahwa kebutuhan aspek hukum berkesesuaian dengan aspek keamanannya. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah masih jarangnya kaidah hukum yang mendasari pelaksanaan sistem pelaporan elektronik. Untuk memastikan hal tersebut, pihak penyelenggara sistem pelaporan elektronik harus memperjelas kedudukan data elektronik dibandingkan dokumen konvensional (paper-based system) sebagai alat bukti di dalam masalah hukum. Selain itu masalah yang berkaitan dengan otentifikasi dan integritas laporan juga perlu mendapat perhatian bagi pihak penyelenggara. 16

25 BAB III PELAPORAN DATA PASAR MODAL SECARA ELEKTRONIK DI BEBERAPA NEGARA A. Amerika Serikat (USA) 1. Latar Belakang dan Tujuan US Securities and Exchange Commission (SEC) telah berhasil mengembangkan suatu sistem pelaporan dan penyebarluasan informasi secara elektronik bagi perusahaan-perusahaan yang telah listing di pasar modal USA. Sistem tersebut disebut Electronic Document, Gathering, Analysis, and Review (EDGAR) Filing System. Sistem tersebut dinilai sangat sukses karena tidak hanya diterima dengan baik oleh para perusahaan yang berkewajiban melapor, tapi juga sangat dibutuhkan oleh para investor yang menggunakan informasi tersebut. Pengembangan EDGAR merupakan respon atas permintaan para pelaku di industri pasar modal USA dan US Congress yang meminta dilakukannya penurunan biaya pelaporan kepada SEC. Sejak September 1984 dimulailah sutau proses yang mengevaluasi pendekatan terbaik yang akan menggantikan sistem pelaporan secara konvensional (paper) dengan sistem pelaporan secara elektronik. Namun pengembangan secara aktual dilakukan sejak Januari 1989 sejalan dengan telah disetujuinya kontrak dengan perusahaan BDM Internasional (dimana dikemudian hari diakuisisi oleh TRW Inc.) untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem pelaporan tersebut. Proses tahap ini diselesaikan pada bulan Mei 1996 dimana seluruh perusahaan yang telah listed mulai dikenakan pelaporan secara elektronik tersebut. 17

26 Pada tahun 1996, terjadi perkembangan yang signifikan terhadap EDGAR sehubungan dengan adanya kebutuhan terhadap prinsip penyebarluasan informasi secara cepat. SEC memutuskan untuk melakukan migrasi sistem ke sistem yang berbasis internet (internetbased). Perubahan segera dilakukan sejak Juli 1998 dan telah diselesaikan pada November Dan sistem tersebut juga telah dimanfaatkan oleh para pelapor secara elektronik via internet. 2. Penanggung Jawab Penanggung jawab terhadap manajemen EDGAR system adalah Office of Information Technology of the SEC. 3. Aspek Fungsional Kemampuan inti (core) dari sistem EDGAR adalah database (integrated textual database) yang terintegrasi dengan seluruh data yang diterima dari pelapor secara elektronik. Melalui database tersebut seluruh pihak dapat mencari data melalui sarana search-engine dengan mudah dan cepat. Sistem EDGAR terdiri dari 3 (tiga) komponen aplikasi: Filing: Receipt and Acceptance (Sistem Pelaporan) Komponen ini menghubungkan pihak pelapor (filers) kepada SEC yang tujuannya adalah untuk menyediakan jalur pengiriman data atau dokumen yang aman dan terkontrol. Pengiriman itu sendiri dapat dilakukan oleh pihak pelapor sendiri (filers) maupun pihak ketiga yang ditunjuk, seperti perusahaan yang menyediakan jasa pelaporan elektronik (financial data suppliers) dan perusahaan yang mencetak laporan keuangan dan prospektus (financial printers). 18

27 Internal SEC use: Analysis and Review Komponen ini merupakan sistem internal untuk memeriksa dan menganalisis dokumen yang diterima dari pelaporan maupun dokumen yang dikirim oleh staf SEC dari berbagai divisi, seperti Corporate Finance, dan Investment Management. Information dissemination Komponen ini menyebarluaskan informasi kepada publik, baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect). Secara langsung, investor dapat mengakses informasi database EDGAR tersebut via internet (SEC website). Secara tidak langsung, investor dapat mengakses database dari financial data suppliers yang memiliki dua keunggulan : data/informasi tersedia lebih cepat dan terintegrasi dengan data keuangan lainnya. Diagram dibawah menunjukan sistem arsitektur EDGAR : 19

28 4. Proses Bekerja Sistem EDGAR Filing perspective Saat ini tersedia 397 Form Pelaporan dari SEC dan rata-rata 1500 dokumen diterima sebagai pelaporan setiap harinya. Sistem EDGAR terbaru, EDGARLink, telah menyediakan seluruh template pelaporan (format pelaporan khusus yang sudah diprogram sedemikian rupa) yang dibangun dengan program XML (extended Markup Language). Untuk melakukan pelaporan, pihak pelapor (filers) melakukan download form pelaporan tersebut dari SEC website, kemudian diisi dan dilengkapi, divalidasi, ditandatangani secara elektronik (digitally sign) dan dikirim kembali secara elektronik kepada SEC. Untuk melakukan pengecekan status pengiriman pelapor dapat melihatnya melalui sistem website khusus (login dan password) di URL https://www.edgarfiling.sec.gov selain konfirmasi penerimaan via . Internal workflow perspective Sistem ini bertujuan untuk menyediakan suatu piranti untuk memeriksa, menganalisis, serta mengedarkan (workflow) berbagai dokumen secara internal. Information dissemination perspective Penyebarluasan informasi dilakukan melalui dua jalur (tracks): Professional dissemination track Pada jalur ini TRW (vendor) bertindak sebagai penjual data (data wholesaler) kepada vendor lain dan profesional data keuangan lainnnya. Pada jalur ini, data dan informasi dapat disebarkan segera setelah diterima melalui jaringan tertentu. 20

29 Public dissemination track Informasi disebarkan kepada publik dengan memberikan akses database secara gratis pada hari berikutnya (24 hours delay). Informasi tersebut dapat diakses pada EDGAR website. Website tersebut rata-rata menerima kunjungan sekitar hit per hari. 5. Aspek Bisnis Pengembangan EDGAR dilandaskan pada dua aspek penting : Sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada publik (Public Good). Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, asas kesamaan dalam hal akses, serta menjaga netralitas pemerintahan, maka EDGAR diputuskan menjadi tanggung-jawab dan bagian dari aktivitas SEC. Menerapkan prinsip efisiensi (Cost-effectiveness:low cost, operational flexibility) Untuk mencapai efisiensi biaya, sistem EDGAR juga dikerjakan dengan pihak swasta dimana SEC berperan sebagai Project Manager dan vendor seperti TRW Inc. berperan sebagai Technical Contractor. Bentuk kerjasama tersebut di-review secara periodik oleh Kongres (1995 dan 1998). Kerjasama dengan pihak luar tersebut meliputi dua hal, yaitu pertama, pengembangan sistem Receipt & Acceptance dan sistem Analysis & Review dibiayai oleh dana intern SEC, dan kedua, sistem Dissemination (Penyebaran Informasi) dibiayai penuh oleh vendor (TRW) yang juga diberi hak untuk menjual data/informasi dari pelaporan elektronik tertentu yang diijinkan. 21

30 6. Faktor Sukses Implementasi Pelaporan elektronik via EDGAR diwajibkan oleh SEC Namun dalam pelaksanaannya, kewajiban tersebut dipermudah dengan sistem yang handal, mudah, dan murah serta ditunjang dengan servis/jasa konsultasi yang memuaskan sehingga membuat pelapor senang untuk melaporkan via elektronik. Suksesnya integrasi sistem SEC berhasil memanfaatkan keunggulan sistem EDGAR karena sistem tersebut mampu mengintegrasikan sistem pelaporan dengan proses intern di SEC sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi kerja. Kerjasama dengan stakeholder Sistem EDGAR memiliki hubungan kepentingan dari beragam pihak : perusahaan publik, regulator (SEC), industri pasar modal, investor, dan kongres. Keberhasilan SEC dalam menerapkan sistem ini karena kemampuan SEC menyatukan kepentingan dan visi pihak-pihak tersebut untuk meningkatkan komitmen dalam hal pemanfaatannya. Fleksibilitas teknologi Dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet, EDGAR dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan kepentingan selain murah dan berdaya-guna tinggi. B. Malaysia 1. Latar Belakang dan Tujuan Di Malaysia, kewajiban laporan elektronik pasar modal bukan disediakan oleh lembaga pengawas pasar modal pemerintah, namun disediakan oleh Kuala Lumpur Stock Exchange melalui sistemnya yang disebut Kuala Lumpur Stock Exchange Listing Information Network (KLSE LINK) 22

31 yang merupakan suatu jaringan yang menghubungkan perusahaanperusahaan yang tercatat di bursa Malaysia, merchant banks dan external company secretaries yang bertujuan memberikan sarana bagi pengungkapan perusahaan dan pertukaran informasi. KLSE LINK dibentuk dengan tujuan untuk memfasilitasi pengungkapan perusahaan. Dengan adanya KLSE LINK, KLSE dapat: menyediakan infrastruktur bagi penyampaian informasi pasar modal dari perusahaan, bank maupun corporate secretary kepada KLSE; menyediakan informasi pasar modal yang tepat waktu; menyediakan kemudahan akses dan pengambilan informasi bagi pasar. Mengingat KLSE LINK mengharuskan informasi disampaikan, dikelola, dan diumumkan secara elektronis, akan tercipta suatu lingkungan di mana terdapat pengungkapan perusahaan yang canggih, di mana: Rentang waktu antara penyampaian ke KLSE dengan penyampaian ke publik dapat dikurangi secara signifikan; Laporan dapat diungkapkan secara lebih tepat waktu dan ke pengguna yg lebih luas; 2. Aspek Fungsional Aspek fungsional KLSE Link secara ringkas dapat dibedakan menjadi tiga bagian : Penyampaian Laporan Biasanya proses dimulai dengan penyiapan laporan. Hal ini dilakukan oleh pihak yang menyampaikan laporan, baik itu perusahaan tercatat, merchat bank atau external company secretary. 23

32 Bila laporan telah siap, pihak tersebut di atas perlu menghubungkan koneksi dengan KLSE LINK melalui internet. Bila koneksi telah jalan, maka hanya dengan satu klik, laporan akan langsung disampaikan ke KLSE. Verifikasi dan Penyebarluasan Laporan Setelah laporan diterima, bursa akan melakukan verifikasi atas laporan tersebut sebelum disampaikan ke publik. Laporan akan langsung disampaikan ke publik setelah lulus verifikasi. Akses publik terhadap laporan (melalui website KLSE) Semua laporan yang disampaikan ke KLSE akan disebar ke publik melalui website KLSE. 3. Aspek Bisnis KLSE LINK memberikan manfaat yang luas bagi berbagai kalangan pelaku pasar modal. Bagi penerbit laporan seperti perusahaan tercatat, 24

33 merchant banks dan external company secretary, penyampaian laporan menjadi lebih mudah dan cepat. Untuk pembaca laporan, seperti investor, perusahaan efek, analis pasar dan kalangan akademis, laporan tersebut dapat dengan mudah diperoleh dari mana pun dan kapan pun, secara tepat waktu. Karena KLSE LINK menggunakan internet sebagai media komunikasi, biaya bagi masing-masing pengguna dapat ditekan agar dapat terjangkau. Selain itu, akses terhadap laporan tidak dibatasi oleh letak geografis. Informasi yang tersedia di KLSE LINK meliputi semua jenis laporan maupun informasi perusahaan yang harus diungkapkan ke publik, antara lain: Semua jenis laporan dari perusahaan tercatat, seperti: laporan keuangan, perubahan pada struktur perusahaan maupun pemegang saham, pembelian kembali saham, Laporan tahunan; Dokumen seperti surat edaran ke pemegang saham, prospektus, dll. Ada dua aspek dalam KLSE LINK. Aspek pertama meliputi penyampaian, verifikasi, dan penyebarluasan laporan. Hal ini melibatkan adanya interaksi antara KLSE dengan perusahaan tercatat, merchant banks dan external compny secretary. Aspek kedua dari KLSE LINK adalah akses terhadap laporan tersebut melalui web site KLSE, yang melibatkan masyarakat umum. Secara ringkas, aspek bisnis yang berkaitan KLSE Link adalah sebagai berikut: Semua laporan disampaikan secara elektronis. 25

34 Laporan yang disampaikan telah pre-formatted, artinya telah standar bentuk pelaporannya, sehingga pengungkapan dapat menjadi konsisten. Semua laporan telah siap dan bebas tersedia di web site KLSE. Laporan yang dibuat tersedia secara tepat waktu. Kemampuan pencarian dan pengambilan laporan yang tersedia di web site KLSE dapat membantu analisis dan riset. C. Singapura 1. Latar Belakang MASNET adalah jaringan keuangan yang diselenggarakan oleh Monetary Authority of Singapore (MAS). Diluncurkan pada 1991 sesuai Governments IT2000 plan, MASNET menyediakan jaringan komunikasi tunggal untuk sektor keuangan di Singapura guna memperbaiki koloborasi dan koordinasi arus kerja. Saat ini, MASNET telah tumbuh menjadi pusat komunikasi, memudahkan pertukaran data antara 800 organisasi yang terdiri dari bank dan lembaga keuangan, Singapore Exchange (SGX), Agen Pemerintah, NETS, the Automated Clearing House, Listed Companies and wire providers. MASNET juga mendukung sistem pembayaran elektronik seperti Sistem Kliring Cek Elektronik dan kredit langsung atas pembagian dividen ke dalam rekening bank pemegang saham; workflow aplikasi seperti CurrencyNet dan Listed Companies Announcements; sistem pelaporan elektronik bagi perusahaan yang terdaftar di SGX, pelayanan informasi seperti SGS Market Prices dan GST Registered Businesses. 26

35 2. Penanggung Jawab Sistem pelaporan secara elektronik ini dikembangkan sendiri oleh MAS tanpa melakukan hubungan kerja sama denga pihak ketiga. MAS bertanggung jawab pula terhadap sistem tersebut. 3. Aspek Legal Perusahaan yang terdaftar di Singapore Exchange (SGX) - dibawah SGX Listing Manual (Rule 702) - diwajibkan untuk mengeluarkan semua pengumuman yang berhubungan dengan informasi material tentang perusahaan melalui MASNET. 4. Aspek Bisnis Perusahaan yang terdaftar di SGX diharuskan berlangganan MASNET dan ada biaya yang dibebankan pada pelanggan. Namun, Informasi yang sampaikan lewat MASNET dapat diperoleh untuk publik secara cuma-cuma. Biaya langganan bulanan sebesar $15 setiap pelanggan. $5 untuk masing-masing ID pemakai tambahan (kecuali di mana Pelanggan berlangganan bagi lebih dari satu (1) userid, userid yang ditugaskan pada petugas penghubung Pelanggan tidak akan menjadi pokok sampai ongkos abonemen bulanan). 5. Aspek Teknologi Diagram dibawah menunjukkan arsitektur dari sistem pelaporan secara on-line yang terdapat pada MASNET. 27

36 Financial Inst. I N T E R N MAS Browser E Firewall Web and Database T Application Server MAS Network Sistem pelaporan online yang ada pada MASNET berjalan dengan teknologi Java dengan komponen-komponen berikut: a. HTTP Server : melayani semua permintaan http (web) b. Web Application Server : memproses aplikasi Java untuk data collection, administration dan akses sekuriti. c. Database : menyimpan informasi administratif dan data yang dilaporkan dari institusi/perusahaan. 6. Proses Bekerja Sistem Sistem jalan di lingkungan Java. MASNET memakai Java servlet dan teknologi jsp di aplikasi koleksi datanya. Institusi/perusahaan login ke website MASNET untuk mengakses modul data entry melalui web. Masing-masing pengembalian digambarkan sebagai hyperlink pada web page dan diaktifkan dengan mengklik link tersebut. Link akan mengaktifkankan servlet yang akan memproses permintaan dan mengembalikan corresponding web page kepada institusi/perusahaan untuk data entry. Servlet dipergunakan sebagai processor pusat untuk mengurus semua permintaan masuk dan menjamin permintaan valid. Data yang diselamatkan akan diperbarui ke database dan disimpan dalam format XML. Jika ada kesalahan dalam laporan, laporan kesalahan online akan ditimbulkan untuk memberitahukan institusi/perusahaan. 28

37 Institusi/perusahaan bisa memilih upload dan submit data mereka dalam file XML. Untuk pengembalian yang mempunyai modul upload file, institusi/perusahaan diberi interface untuk memilih file lokal dan upload ke sistem melalui http. File yang diupload akan diproses dan divalidasi sebelum disimpan ke database. Serupa dengan modul data entry, error yang ditemui akan diperlihatkan melalui laporan kesalahan online (online error report). 7. Aspek Fungsionalitas Sebagian besar koleksi data dilakukan melalui online data entry. Untuk mengaksesnya, institusi/perusahaan harus login untuk memperoleh formulir yang relevan bagi mereka secara online. Ketika login, pelapor dapat mulai mencatat data online dan menyimpannya di database MAS sebagai format draft. Mereka dapat memanggil kembali laporan yang tak selesai untuk amandemen/perubahan. Ketika mereka sudah melengkapkan laporan, mereka bisa menyampaikan informasi online melalui button submit. Laporan yang disampaikan akan disahkan untuk menjamin semua data akurat. Jika penyerahan gagal karena kesalahan, akan ada laporan online yang dihasilkan untuk memberitahukan institusi/perusahaan. Institusi/perusahaan dapat mencetak laporan ini untuk meralat kesalahan. Untuk modul upload file, Institusi/perusahaan akan menghasilkan file data menurut format yang ditetapkan MAS. Untuk upload file, Institusi/perusahaan akan login ke sistem dan memilih file yang akan mereka submit. File yang diupload juga akan dicek sebelum diperbaharui ke MAS database. Ketika institusi/perusahaan sudah login untuk mengakses modul data entry, sistem secara otomatis akan membuat selembar dokumen data kosong di database. Dokumen akan menjadi status Draft. 29

38 Institusi/perusahaan dapat memperbarui dan menyimpan dokumen beberapa kali selama mereka menginginkan sebelum laporan disubmit. Semua update akan disimpan di database. Ketika laporan disubmit dengan berhasil, status dokumen akan berubah menjadi Submitted dan tak ada perubahan lebih lanjut dibolehkan. Jika institusi/perusahaan mau memperbaiki data setelah submission, akan perlu menghubungi MAS return administrator untuk memperbarui status dokumen ke draft. Untuk proses pencarian data, laporan disimpan dalam MAS database menurut siklus pelaporan, lembaga dan tipe bisnis. Tidak ada modul pencarian dokumen. Display rekord berdasarkan pada siklus pelaporan, lembaga dan tipe bisnis yang disediakan oleh pemakai. 30

39 BAB IV PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN DATA ELEKTRONIK DI PASAR MODAL INDONESIA A. Penelitian Lapangan Untuk penelitian ini, Tim menggunakan metode pengumpulan data dan informasi dengan telaah pustaka yang termasuk pula Peraturan dan Perundang-Undangan di bidang Pasar Modal yang terkait, literatur (teks book), praktek di negara lain serta menyebarkan kuesioner yang dilakukan dengan melalui surat yang ditujukan kepada SRO, Reksa Dana, Perusahaan Efek, Penasehat Investasi, Lembaga dan Profesi (Akuntan) Penunjang Pasar Modal dan Emiten / Perusahaan Publik. Selain itu, untuk memperoleh data dan informasi yang akurat serta meningkatkan kualitas penelitian ini dengan cara mengundang pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini sebagai nara sumber. Informasi yang diharapkan dapat diperoleh dari menyebarkan kuesioner dan mengundang pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini sebagai nara sumber antara lain adalah : Mengetahui sejauh mana tanggapan responden terhadap rencana penyampaian laporan secara elektronik Mengetahui sejauh mana tingkat kepentingan dan keperluan peraturan Bapepam yang terkait dengan pelaporan sehubungan penyampaian laporan secara elektronik. Mengetahui sejauh mana fitur (kriteria) sistem yang diharapkan dari responden. 31

40 1. Profil Responden Populasi dalam penelitian ini adalah SRO, Reksa Dana, Perusahaan Efek, Penasehat Investasi, Lembaga dan Profesi (Akuntan) Penunjang Pasar Modal dan Emiten/Perusahaan Publik dengan jumlah kuisioner yang telah disebarkan adalah 200 buah untuk semua responden tersebut di atas. Adapun pemilihan responden Emiten/Perusahaan Publik dipilih berdasarkan lokasi di sekitar JABOTABEK dan berdasarkan Emiten /Perusahaan Publik terbaik tahun 2003 versi majalah Investor edisi 76, tanggal 23 April - 6 Mei 2003, sedangkan untuk responden yang lain (kecuali SRO), berdasarkan tingkat keaktifan dalam melaksanakan kegiatannya di Pasar Modal. Kuesioner secara keseluruhan dapat dilihat pada Lampiran. Jumlah populasi yang digunakan dalam sample penelitian/survey ini adalah 200 buah terdiri dari : Self Regulatory Organizations (SRO) sebanyak 4, Reksa Dana sebanyak 15, Perusahaan Efek 35, Penasehat Investasi 3, Lembaga Penunjang Pasar Modal 30, Akuntan 13, Emiten /Perusahaan Publik 100. Data yang diperlukan untuk penelitian ini berasal dari jawaban dan tanggapan atas kuesioner yang telah didistribusikan dan dikembalikan oleh responden tersebut dari tanggal 14 Juli 2003 sampai dengan tanggal 15 Agustus Adapun jumlah kuesioner yang dikembalikan sebanyak 89 buah atau sebesar 44,5 % dari seluruh jumlah kuisioner yang telah didistribusikan, dengan rincian sebagai berikut : 32

41 No. Responden Distribusi Kuesioner Kembali Presentase 1. SRO % 2. RD (15) + PE (35) % 3. Penasihat Investasi ,7% 4. Kustodian + Wali Amanat % 5. BAE % 6. Akuntan ,08% 7. Emiten/PP % Tanpa identitas 2 Keterangan : Total ,5 % RD = Reksa Dana, PE = Perusahaan Efek, PP Perusahaan Publik, BAE = Biro Administrasi Efek, SRO = Self Regulatory Organizations 2. Hasil Kuesioner Dalam rangka memperoleh informasi yang diharapkan dari penyebaran kuesioner, Tim telah menyusun kuesioner yang terbagi dalam 4 (empat) bagian yaitu : Bagian I Bagian II Bagian III : Terdiri dari Pendahuluan (termasuk latar belakang, tujuan dan manfaat) dan sekaligus sebagai pengantar serta cara pengisian kuesioner ini, : Terdiri dari Pertanyaan Umum, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat urgensi, tingkat efektif dan efisiensi, pihak yang mengelola dan kendalakendala yang mungkin timbul. : Terdiri dari Pertanyaan Khusus, berkaitan dengan masing-masing pelaku pasar modal (responden) 33

42 terhadap tingkat kepentingan dan hambatan atas penyampaian laporan sesuai peraturan Bapepam yang ditetapkan pada masing-masing pelaku pasar modal. Bagian IV : Terdiri dari Pertanyaan yang berkaitan dengan fitur (kriteria) sistem yang diharapkan dari pelaku pasar modal. Dalam penilaian sehubungan dengan pertanyaan ini, penyusun membagi jawaban responden dalam 2 (dua) yaitu : angka 1 berarti responden menginginkan fitur, dan angka 0 berarti responden tidak menginginkan fitur (kriteria) sistem yang akan digunakan. Dari kuesioner yang terkumpul dapat kami uraikan sebagai berikut : a. Pertanyaan Umum Semua pelaku pasar modal (responden) sebanyak 89 responden menganggap penting atas penyajian data secara elektronik untuk pelaku pasar modal. Terdapat sebanyak 32 responden atau sebesar 36% dari total responden yang menginginkan kerja sama antara institusi Bapepam, Bursa dan LKP/LPP untuk mengadakan sistem penyampaian dan penyajian data elektronik oleh pelaku pasar modal, dan sebanyak 27 responden atau sebesar 30,4% yang menginginkan institusi LKP/LPP, dan sebanyak 13 responden atau sebesar 14,6% yang menginginkan institusi Bapepam. Hambatan yang mungkin timbul dalam penerapan sistem ini, sebagian besar responden dapat disimpulkan bahwa perlunya biaya instalasi awal yang tinggi, SDM yang memadai dan sistem pengamanan yang handal (perlu menggunakan firewall) serta infrastruktur keamanan lain yang mendukung. 34

43 Tanggapan responden tentang sistem pelaporan elektronik akan menghemat biaya adalah sebesar 51 responden atau sebesar 59,3% dari total responden, dan sebesar 20 responden atau sebesar 23,2% yang menyatakan tidak yakin atas sistem pelaporan elektronik tersebut. Berkaitan dengan ketepatan dan kecepatan serta penghematan waktu penyampaian dengan menggunakan sistem elektronik ini, responden sebagian besar yaitu 80 responden atau 92% dari seluruh responden menyatakan yakin bahwa dengan menggunakan sistem elektronik ini penyampaian laporan akan cepat, tepat dan menghemat waktu. Dengan berlakunya sistem penyampaian laporan dengan menggunakan sistem elektronik ini, apakah masih diperlukan juga penyampaian dokumen fisik (hard copy), sebanyak 41 responden atau sebesar 46,6% dari jumlah responden menyatakan tidak perlu lagi, sementara terdapat sebanyak 34 responden atau sebesar 38,6% dari jumlah responden menyatakan masih perlu, adapun beberapa responden lain berpendapat ragu-ragu tentang hal tersebut. Untuk mengetahui bahwa semua pelaku pasar modal yang menyampaikan laporannya wajib menggunakan sistem ini, hampir semua responden (78 reponden atau 88,6%) setuju, terdapat 5 responden menyatakan tidak setuju dan sebanyak 5 responden menyatakan ragu-ragu. Sehubungan dengan rencana adanya iuran rutin atas penggunaan sistem pelaporan tersebut, terdapat 38 responden atau sebesar 42,7% tidak setuju, sebanyak 26 responden atau sebesar 29,2% setuju dan yang lain menyatakan ragu-ragu. 35

44 b. Pertanyaan Khusus Dalam hal ini, penyusun telah mengidentifikasi peraturan Bapepam yang terkait dengan responden sebanyak 16 peraturan yang terdiri dari SRO terdiri 3 peraturan, Perusahaan Efek 3 peraturan, Penasehat Investasi 1 peraturan, Lembaga Penunjang Pasar Modal terdiri 3 peraturan, Profesi Penunjang Pasar Modal terdiri 1 peraturan, dan Emiten/PP terdiri 5 peraturan. Dari hasil kuesioner yang kami terima menunjukkan bahwa hampir semua pelaku pasar modal (responden) sebanyak 89 responden dan mengisi pertanyaan khusus masing-masing yang terkait dengan kewajiban pelaporan sebanyak 233 memilih penting atas penyajian data secara elektronik yang bertujuan agar data publik tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara elektronik, sementara terdapat 14 memilih hal tersebut tidak penting dan 2 memilih ragu-ragu. c. Fitur (kriteria) Sistem yang Diharapkan Pada bagian ini ditanyakan kemampuan apakah yang sebaiknya dimiliki oleh sistem penyampaian dan penyajian data secara elektronik. Hasil dari kuesioner dapat sebagaimana terdapat dalam tabel dibawah ini. 36

45 Responden Fitur Diminta Tdk diminta Peringkat (1) (0) 1 Akses via web (internet) Sistem keamanan/ security yang handal Fasilitas upload (attachment) Masih menerima pengiriman file (soft copy) Pengisian data / laporan melalui pengisian form Menyediakan templete pelaporan (download) Pelaporan satu pintu (one-point reporting) satu pengirim laporan dapat berlaku sebagai pengiriman kepada pihak lain yang memerlukannya Akses via jalur khusus (leased-line, VPN) Berlaku sebagai sistem pelaporan resmi Fasilitas download Fasilitas pencarian (search) Tersedia analisis hasil pelaporan Tersedia layanan customer (help-desk) Berdasarkan tanggapan responden atas fitur-fitur yang diinginkan tersebut, dalam mendukung sistem pelaporan elektronik sebagian besar (80) responden menginginkan sistem dapat diakses via web 37

46 (internet), sebesar 70 responden menginginkan sistem keamanan /security yang handal dan sebesar 71 responden menginginkan juga sistem yang dilengkapi dengan fasilitas upload (attachment). B. Pembahasan Rancangan Pengembangan Sistem Pelaporan Elektronik di Pasar Modal Indonesia 1. Tinjauan Landasan Hukum Dalam Pasal 86 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal (UUPM), ditegaskan bahwa Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyampaikan laporan baik secara berkala maupun laporan tentang peristiwa material. Selanjutnya, dalam Pasal 9 ayat (1) UUPM, ditegaskan bahwa Bursa Efek berkewajiban menetapkan peraturan yang salah satunya adalah mengenai pencatatan. Berdasarkan kewenangan menetapkan peraturan pencatatan tersebut, maka Bursa Efek dapat mewajibkan Emiten yang Efeknya tercatat di Bursa Efek untuk menyampaikan laporan kepada Bursa Efek. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, maka dalam kegiatan Pasar Modal, pihak yang berwenang mewajibkan Emiten dan Perusahaan Publik untuk menyampaikan laporan adalah Bapepam dan Bursa Efek. Namun dalam pelaksanaannya, sistem pelaporan elektronik tersebut perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Mengingat informasi dalam sistem pelaporan elektronik merupakan public good, sehingga perlu dipertimbangkan mengenai prinsip integrity of content, equality of access, dan neutrality of governance. Pelaksanaan dari sistem pelaporan elektronik ini harus pula mempertimbangkan cost-effectiveness, di mana dalam 38

47 pelaksanaannya dapat diterapkan dengan biaya yang rendah dan fleksibel. Dengan mempertimbangkan bahwa informasi dalam sistem pelaporan elektronik merupakan public good, maka penyelenggara sistem tersebut akan lebih tepat apabila merupakan bagian dari Bapepam atau Bursa Efek. Namun demikian, dalam hal Bapepam atau Bursa Efek tidak dapat menyelenggarakan sendiri sistem dimaksud, terutama apabila mempertimbangkan cost-effectiveness, maka dimungkinkan bagi Bapepam atau Bursa Efek untuk menunjuk pihak lain untuk melaksanakan sistem tersebut. Konstruksi hubungan hukum antara Bapepam dan Bursa Efek dengan Pihak lain yang akan melaksanakan Sistem Informasi Pelaporan Elektronik tersebut perlu tetap mempertimbangkan kedua hal tersebut di atas, di mana harus diatur secara tegas bahwa kewenangan pengaturan terhadap publik tetap berada pada Bapepam dan Bursa Efek, sedangkan posisi Pihak lain lebih pada pelaksanaan teknis dari sistem. Oleh karena itu, dalam perjanjian hendaknya diatur secara tegas hak dan kewajiban dari para pihak, antara lain ketentuan mengenai penyebaran, pemanfaatan, atau penyalahgunaan dokumen maupun informasi tersebut kepada pihak lain. 2. Rancangan Sistem Pelaporan Elektronik Yang Dapat Dikembangkan a. Tampilan (Interface) Untuk rancangan sistem pelaporan elektronik yang dapat dikembangkan di pasar modal Indonesia, salah satu alternatif bentuk tampilan yang dapat dipilih adalah tampilan yang berupa aplikasi (program) khusus yang didistribusikan (application interface). Aplikasi ini akan berupa program khusus yang dikembangkan sendiri (customized) dan didistribusikan kepada pihak pelapor yang diwajibkan. Program tersebut 39

48 akan didistribusikan dalam bentuk disket atau CD dan harus di-install di komputer si pelapor agar dapat berhubungan dengan sistem pelaporan elektronik bersangkutan, baik untuk mengirimkan data maupun untuk mencari (import) data. Adapun alasan pemanfaatan alternatif ini adalah: Aplikasi ini mampu mengelola data dari yang mulai sederhana sampai dengan pengumpulan data elektronik yang paling rumit sekalipun. Aplikasi ini dapat direka-ulang (customized) sedemikian rupa, sehingga mempermudah pelapor untuk melakukan pelaporan namun tetap sesuai dengan format standar yang diinginkan. Dapat dikolaborasikan dengan jaringan internet untuk sistem pelaporannya dan bahkan mampu membatasi pemanfaatan bandwidth yang terbatas. Selain itu, pemanfaatan jaringan internet juga dapat menekan biaya pengiriman. Dari segi keamanan, application interface juga dapat dikombinasikan dengan sistem keamanan tambahan seperti fasilitas ID dan password serta digital signature. Hal ini jelas akan meningkatkan faktor keamanan dalam pengiriman dan pengelolaan data dan informasi. b. Format dan materi pelaporan Pasal 1 angka 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Dokumen Perusahaan menegaskan bahwa dokumen perusahaan adalah data, catatan, dan atau keterangan yang dibuat dan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka pelaksanaan kegiatannya, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain maupun terekam dalam bentuk corak apapun yang dapat dilihat, dibaca, atau didengar. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka dimungkinkan bentuk lain dari suatu dokumen perusahaan selain dalam bentuk hard copy. 40

49 Selanjutnya, berkaitan dengan format pelaporan melalui sistem pelaporan elektronik, maka Bapepam dan Bursa perlu mengeluarkan suatu peraturan yang antara lain mengatur tentang : standardisasi format pelaporan yang selaras atau tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal yang berlaku, misalnya bagi laporan keuangan yang mengacu pada Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7, bentuk signature dari pihak yang menyampaikan laporan, liability dalam hal ada kesalahan pengiriman atau perubahan dari dokumen yang dikirimkan, kapan dokumen tersebut secara hukum telah diterima oleh Bapepam atau Bursa Efek. Hal lain yang perlu segera diputuskan adalah berkenaan dengan masalah, apakah sistem pelaporan elektronik ini menggantikan kewajiban menyampaikan hardcopy dari pelaporan yang ada sekarang ini atau sistem pelaporan elektronik ini merupakan bentuk tambahan disamping hardcopy. Mengenai materi yang tercakup dalam sistem pelaporan elektronik, dokumen-dokumen yang wajib disampaikan ke Bapepam dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu dokumen yang terbuka untuk umum dan dokumen yang tidak terbuka untuk umum. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu ditelaah apakah sistem pelaporan elektronik tersebut mencakup pula dokumen-dokumen baik yang sifatnya rahasia maupun dokumen yang tidak terbuka untuk umum. Dengan mempertimbangkan risiko adanya perubahan baik format maupun materi dalam sistem pelaporan elektronik, maka dalam hal dokumen tersebut tidak terbuka untuk umum, sistem harus menjamin bahwa dokumen tersebut tidak dapat diakses oleh pihak lain selain pihak Bapepam. 41

50 Berkaitan dengan penyebaran informasi, informasi yang disampaikan kepada Bapepam dan Bursa Efek melalui sistem pelaporan elektronik yang merupakan dokumen yang terbuka untuk umum, seyogyanya dapat diakses oleh publik baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, informasi sistem pelaporan elektronik harus dapat diakses oleh publik melalui website. Secara tidak langsung, publik dapat memperoleh informasi tersebut melalui data suppliers, di mana informasi yang diberikan oleh data supplier tersebut bukan lagi merupakan data mentah akan tetapi telah terintegrasi dengan financial data yang lainnya dan tentunya dengan persetujuan pengenaan biaya tertentu. c. Mekanisme pelaporan Untuk mekanisme pelaporan, sistem pelaporan elektronik pasar modal Indonesia sebaiknya memanfaatkan jaringan internet. Hal ini karena Internet menawarkan salah satu alternatif pelaporan yang mampu menekan biaya pelaporan. Namun yang harus diperhatikan adalah jaringan internet mutlak memerlukan piranti tambahan untuk meningkatkan tingkat keamanan transmisi data. d. Mekanisme hukum dan keamanan Pihak penyelenggara sistem pelaporan elektronik harus memperjelas kedudukan data elektronik dibandingkan dokumen konvensional (paperbased system) sebagai alat bukti di dalam masalah hukum. Melihat perkembangan yang saat ini, nampaknya keberadaan dokumen fisik masih diperlukan sebagai pendamping dokumen elektronik. Hal ini berhubungan dengan upaya untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengiriman laporan (cek data) maupun untuk kepentingan penelaahan hukum yang berkaitan dengan otentifikasi dan integritas bukti secara tertulis. 42

51 Secara ringkas, model atau rancangan sistem pelaporan elektronik pasar modal Indonesia yang dapat dikembangkan adalah sebagaimana digambarkan bagan di bawah ini: BAPEPAM e-reporting WorkFlow 43

Bakuan Audit Keamanan Informasi Kemenpora

Bakuan Audit Keamanan Informasi Kemenpora Bakuan Audit Keamanan Informasi Kemenpora Agustus 2012 Bakuan Audit Keamanan Informasi Kemenpora ISBN : 978-979- 1278-37-9 Ukuran Buku :15,7 cm x 24 cm Jumlah Halaman: 98 + xii Penanggung Jawab Dr. H.

Lebih terperinci

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia International Labour Organization Jakarta Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Kerjasama dan Usaha yang Sukses Pedoman pelatihan untuk manajer dan pekerja Modul EMPAT SC RE Kesinambungan Daya Saing dan

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) merupakan bagian dari pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) PT Sarana

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001.

Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001. Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia 2006 ini merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum GCG Indonesia tahun 2001. Komite Nasional Kebijakan Governance Gedung Bursa Efek Jakarta Tower I - Lt.

Lebih terperinci

BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri

BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA. Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Oleh : Tim Dosen Mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra 2009 KATA PENGANTAR Mata kuliah

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL Disusun Oleh: AGUNG PANDU DWIPRATAMA NIM: 106093003051 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional

Lebih terperinci

Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum

Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum BUKU PEDOMAN : Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum Buku I : Pengelolaan Sistem PJU Efisien Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya

Lebih terperinci

MENGELOLA USAHA PEMASARAN

MENGELOLA USAHA PEMASARAN MENGELOLA USAHA PEMASARAN 2 Kelas X Semester 2 Kontributor Naskah Penelaah : Drs. Yusran, M.M : Erna Soerjandari, S.E, M.M Drs. Ratiman, M.M KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH

Lebih terperinci

Panduan Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi bagi Penyelenggara Pelayanan Publik

Panduan Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi bagi Penyelenggara Pelayanan Publik 2 Panduan Penerapan Tata Kelola Keamanan Informasi bagi Penyelenggara Pelayanan Publik Disusun oleh: Tim Direktorat Keamanan Informasi Edisi: 2.0,September 2011 Direktorat Keamanan Informasi Kementerian

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE)

PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN (CODE OF CORPORATE GOVERNANCE) BAB I, PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik/Good Corporate Governance (GCG), tetap memperhatikan

Lebih terperinci

PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN ON EQUITY (ROE) PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM

PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN ON EQUITY (ROE) PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM PENGARUH LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN ON EQUITY (ROE) PERUSAHAAN TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM (Studi pada Perusahaan yang berada pada Index LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2009-2011 )

Lebih terperinci

Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi

Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi Reformasi Metode Pembayaran Penyedia Layanan dan Sistem Teknologi Informasi Mempertanyakan - Ayam atau Telur dulu dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional September 2013 Reformasi Metode Pembayaran Penyedia

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 24 TAHUN 2012 TENTANG SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 24 TAHUN 2012 TENTANG SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 24 TAHUN 2012 TENTANG SATU DATA PEMBANGUNAN JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung perencanaan

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Tinjauan umum kebijakan dan pengarahan etika, memandu hubungan kerja di antara kita, dan hubungan bisnis dengan Pemangku Kepentingan. Edisi 2 10 Februari 2011 Daftar Isi 2 Sambutan Komisaris Utama 4 Sambutan

Lebih terperinci

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN. http://www.garuda-indonesia.com. CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN CORPORATE SECRETARY PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk. Halaman ini sengaja dikosongkan Dalam KTKP ini yang dimaksud dengan : Terbitan : 2 Revisi 0 Daftar Istilah.. AMDAL

Lebih terperinci

KAJIAN ANALISIS SISTEM AKREDITASI PROGRAM STUDI. Dalam Rangka Reformasi Birokrasi Internal

KAJIAN ANALISIS SISTEM AKREDITASI PROGRAM STUDI. Dalam Rangka Reformasi Birokrasi Internal KAJIAN ANALISIS SISTEM AKREDITASI PROGRAM STUDI Dalam Rangka Reformasi Birokrasi Internal KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR GAMBAR... iii DAFTAR TABEL...iv BAB I...

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Tata Laku Bisnis cgg.com

Tata Laku Bisnis cgg.com Tata Laku Bisnis cgg.com Sepatah Kata dari CEO Letter from the CEO Rekan yang Terhormat: Nilai yang kuat merupakan landasan dari semua keputusan yang baik. Pernyataan ini memiliki nilai kebenaran dan

Lebih terperinci

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI

MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI MODUL MATERI UJIAN PERPINDAHAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS FARMASI DAN MAKANAN TERAMPIL KE AHLI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) BADAN POM RI MATA PELAJARAN : PEDOMAN CARA BERLABORATORIUM YANG BAIK BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

BAHAN AJAR MANAJEMEN ASET

BAHAN AJAR MANAJEMEN ASET BAHAN AJAR MANAJEMEN ASET PROGRAM DIPLOMA III KEUANGAN SPESIALISASI PENGURUSAN PIUTANG DAN LELANG NEGARA ACEP HADINATA SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TAHUN 2011 i P a g e KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil

Lebih terperinci

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut:

I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dari masing-masing pilar tersebut diuraikan sebagai berikut: I. PEDOMAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO SECARA UMUM Sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/25/PBI/2009

Lebih terperinci

infopelni162@pelni.co.id

infopelni162@pelni.co.id PELNI Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pelayaran Nasional Indonesia TATA LAKSANA KERJA DIREKSI dan DEWAN KOMISARIS [Board Manual] PELNI i PERNYATAAN KOMITMEN BERSAMA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Perusahaan

Lebih terperinci

PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION

PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION OFFICIAL TRANSLATION PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT DIWAKILI OLEH THE MILLENIUM CHALLENGE CORPORATION PERJANJIAN MILLENIUM CHALLENGE DAFTAR ISI Halaman Pasal

Lebih terperinci

Untuk memperoleh manfaat dari penerapan

Untuk memperoleh manfaat dari penerapan Penerapan tata kelola perusahaan (corporate government) dalam sebuah perusahaan sangat penting sebagai salah satu proses untuk menjaga kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang yang mengutamakan

Lebih terperinci

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN

SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN Yth. Pengurus Dana Pensiun di tempat. SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2 /SEOJK.05/2015 TENTANG PENILAIAN TINGKAT RISIKO DANA PENSIUN Sehubungan dengan amanat ketentuan Pasal 5 ayat (4), Pasal

Lebih terperinci