Indahnya Masa Tua Berkat Dana Pensiun KELOMPOK KERJA LITERASI KEUANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Indahnya Masa Tua Berkat Dana Pensiun KELOMPOK KERJA LITERASI KEUANGAN"

Transkripsi

1 Indahnya Masa Tua Berkat Dana Pensiun KELOMPOK KERJA LITERASI KEUANGAN 1

2 Latar Belakang 1. Banyak orang yang masa produkefnya bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik namun setelah pensiun atau tua tergantung orang lain. 2. Hasil survei OJK menunjukkan bahwa Engkat pemahaman dan kepesertaan masyarakat Indonesia terhadap dana pensiun masih di bawah 5 % atau sangat rendah. 3. Dibandingkan negara tetangga, prosentase tabungan untuk masa tua terhadap penghasilan masyarakat Indonesia masih sangat rendah yang bisa dikatakan antara 2,5 8 % dibanding %. 4. Guna meningkatkan kesejahteraan perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat Indonesia sejak dini terhadap kesiapan mental dan perencanaan keuangan keluarga serta pemanfaat produk jasa keuangan 2

3 Pendahuluan 1. BPS: Tahun usia harapan hidup masyarakat Indonesia rata- rata 73,6 tahun. 2. Bila usia 20 tahun sudah bekerja dan 60 tahun pensiun, maka disebut masa produkef adalah 40 tahun. 3. Dan masa tua atau masa pensiun rata- rata adalah 13,6 tahun. 4. ArEnya: bekerja harus bisa mencukupi kebutuhan hidup masa produkef 40 tahun dan menabung untuk masa pensiun 13,6 tahun. Perlu menabung % dari penghasilan pada saat akef. 5. Karena inflasi, tabungan harus dikombinasikan investasi. 6. Untuk bisa disiplin menabung dan berinvestasi, diperlukan kesiapan mental terutama sikap, pengetahuan, ketrampilan. 3

4 Beberapa Penger9an Pensiun q q q q q BerhenE bekerja karena mencapai usia pensiun ( 46, 56, 58, 60, 65 tahun) BerhenE bekerja dari pekerjaan ruennya karena lelah atau sakit berkepanjangan (uzur). Masa merdeka atau kebebasan setelah bekerja, Enggal menikmae hidup Masa produkef telah habis, Enggal masa Edak produkef. (BerhenE bekerja dari suatu tempat lalu pindah bekerja atau gane pekerjaan) 4

5 Perjalanan Hidup Masa Sekolah Semua perlu biaya. Biaya orang tua/ bea siswa/santunan. Perlu hemat & menabung. Masa Produk9f Masa Tua/Pensiun Masa pensiun penghasilan menurun dra9s. Biaya hidup menurun karena anak sudah mandiri tetapi masih 9nggi. Penghasilan pasif (bukan karena bekerja) dari tabungan, investasi, dana pensiun. Tidak tahu kapan akan meninggal dunia. Meninggalpun perlu biaya. Sejahtera dan indah bila penghasilan pasif mencukupi kebutuhan dan keinginan. Usaha dan berpenghasilan sendiri. Menutupi biaya hidup dan resiko sendiri. Memenuhi kebutuhan & keinginan punya keluarga, kendaraan, rumah. Perlu hemat, menabung, investasi dan dana untuk masa tua ,6 86 Usia 5

6 Ilustrasi Berikut ini disampaikan dua ilustrasi. Ilustrasi yang pertama menggambarkan masa tua yang Edak bahagia Ilustrasi ke dua menggambarkan masa tua yang bahagia Para siswa diharapkan bisa membaca dan mendiskusikan kedua ilustrasi tersebut dan diminta menyampaikan pendapatnya terhadap kedua ilustrasi tersebut. 6

7 Ilustrasi 1 Ditemukan fakta sebagian kakek/nenek yang berusia di atas 60 tahun, badannya kurus kering, terkesan Edak terawat, seminggu sekali ke puskesmas, hampir Edak pernah rekreasi. Bila anak cucunya datang, mereka hanya mendengar keluhan dari sang kakek/nenek, sehingga anak cucunya kurang menaruh hormat. Anaknya Edak dapat membantu orang tuanya karena penghasilannya Edak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan orang tuanya. Ini adalah contoh fakta masa tua yang kurang sejahtera Mengharapkan bantuan kepada anaknya yang belum sejahtera Mencerminkan kurang persiapan mental 7

8 Ilustrasi 2 Ditemukan fakta sebagian orang tua yang berusia di atas 60 tahun, badannya sehat dan bugar. Paling Edak satu bulan sekali mereka berekreasi ke tempat yang menjadi kesenangannya sepere ke Pulau Samosir di Sumatera Utara, Pantai Kuta di Bali, Gili Terawangan di Nusa Tenggara Barat, Pantai Pasir PuEh di Makassar dan Raja Ampat di Papua. SeEap kali anak cucunya datang, dengan senang hae sang kakek/nenek bercerita tentang pengalamannya berpetualang sejak muda sampai pada masa pensiun. Masa pensiun juga digunakan untuk menyiapkan spiritual dengan melaksanakan umroh, wisata rohani, sehingga cucu- cucunya sangat hormat dan bangga terhadap kakek dan neneknya. Anaknya Edak perlu lagi membantu orang tuanya karena penghasilan orang tuanya masih mencukupi untuk menjaga kesehatannya dan kebutuhan hidup lainnya. Ini adalah contoh fakta masa tua yang sejahtera atau bahagia Masa tua hidup mandiri, bisa memberi inspirasi kepada anak- anak Mencerminkan kesiapan mental 8

9 Persiapan Masa Pensiun Keberhasilan yang berkesinambungan itu sangat ditentukan oleh kekuatan mental. Mental yang baik dan kuat akan membangkitkan cita- cita, mampu membuat dan melaksanakan rencana dengan baik sehingga cita- cita bisa diraihnya. Kondisi di masa pensiun atau masa tua yang bahagia sejahtera perlu dijadikan bagian dari cita- cita. Ada iselah tua bahagia mae masuk surga Apabila cita- cita sudah memoevasi, usaha- usaha untuk meraihnya akan semakin digiatkan dan mental yang baik akan menuntun cara- cara yang dibenarkan oleh aturan. 9

10 1. Sikap a. Selalu bersyukur Mental 1) Bersyukur membuat pikiran jernih, tenang dan lebih bisa menikmae apa yang sudah didapat. 2) Dengan kejernihan berfikir, ide- ide yang baik akan lebih mudah muncul, pekerjaan terasa lebih mudah dilaksanakan, rejeki akan lebih mudah datang. 3) Dengan pikiran yang bersih memungkinkan bisa belajar, bekerja, dan melayani sesama dengan baik, sehingga rezekinya akan bertambah sehingga bisa menabung. 4) Bersyukur akan menuntun hidup lebih sederhana, Edak boros, lebih memenengkan kebutuhan daripada keinginan sehingga akan lebih mudah menabung. 10

11 Mental 1. Sikap b. Mempunyai kebribadian yang baik agar mudah bergaul, dipercaya dan disenangi orang lain. d. Semangat Enggi, Edak mudah menyerah atau ulet. Semangat Enggi membangkitkan tenaga untuk berakevitas. e. Menyadari bahwa jabatan dan harta itu amanah atau 99pan, bukan milik dan bisa sewaktu- waktu hilang. Perlu didapat tetapi bukan segala- galanya. Jabatan dan harta itu untuk kemakmuran masyarakat banyak. f. Tidak menyalah- gunakan kepercayaan, kesempatan dan Edak bersikap arogan karena hal ini hanya bertahan sebentar dan kemudian membuat terperosok dalam kenistaan. g. Bisa mengajarkan kepada keluarganya untuk melakukan hal yang sama. 11

12 Mental 2. Pengetahuan a. Dengan pengetahuan, bisa berpikir posief dan tahu mana yang baik untuk dikerjakan dan mana yang kurang baik. b. Bisa tahu berbagai alternaef cara untuk memecahkan masalah dan menggapai peluang. c. Menambah pengetahuan: membaca, bersekolah, mengikue pelaehan, dan bersosialisasi dengan berbagai pihak serta mengamae terhadap apa yang dilakukan oleh orang- orang yang berhasil. 12

13 Mental 3. Ketrampilan a. Sesuai dengan kemampuan dan secara terus menerus ditumbuhkembangkan/dilaeh dan diprakekkan. b. Keterampilan ini bisa menghasilkan sesuatu yang lebih berharga, produkef, efekef dan efisien. 1) ProdukEf = lebih banyak yang dihasilkan 2) EfekEf = cepat berhasil 3) Efisien = hemat untuk berhasil c. Ketrampilan di bidang keuangan : 1) Keterampilan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih Enggi 2) Membagi peruntukan keuangan 3) Menabung dan investasi. 4) Kegagalan = pelajaran yang berharga bila segera bangkit lagi. 13

14 Mental 4. Jejaring atau Networking a. Satu lawan terasa berat, seribu teman terasa kurang. Ada musuh satu orangpun akan menghabiskan pikiran dan tenaga Teman akan membahagiakan hae, bertukar pikiran dan informasi. Teman baru memberi pengalaman baru sehingga terus pingin punya teman baru. Banyak teman membuat pekerjaan semakin ringan b. Jejaring / networking = perkawanan, perkenalan atau ikatan dengan orang- orang pribadi atau pihak- pihak tertentu yang bisa saling memberikan informasi atau bantuan. c. Mempunyai banyak teman atau kenalan akan banyak membantu dan mempercepat dalam mencapai cita- citanya. 14

15 Mental 4. Jejaring atau Networking d. Banyak teman arenya banyak informasi. Dengan menguasai informasi akan dapat menguasai dunia. Banyak teman, tugas akan terasa lebih ringan, peluang untuk dapat rezeki semakin besar. e. Kendala- kendala untuk berkenalan dengan orang- orang yang dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan harus dihilangkan. Kenalan yang baik jangan mudah terlupakan. f. Modal untuk bisa bergaul antara lain adalah kejujuran, toleransi bisa saling menerima (supel), dan bisa saling tolong- menolong, Edak egois. 15

16 Mental 4. Jejaring atau Networking g. Bergabung menjadi anggota komunitas atau organisasi yang melaksanakan kegiatan- kegiatan yang posief (misalnya: olahraga, kesenian, kepramukaan, ketrampilan, hobi, keahlian, social dsb.) bisa menjadi bekal di hari depan. h. Di bidang keuangan, berkenalan dan belajarlah dengan sarjana keuangan, pegawai bank, pegawai pegadaian, pegawai sekuritas, manajer investasi, bursa efek, asuransi, dana pensiun dan sebagainya. 16

17 Persiapan Masa Depan Bila masa pensiun adalah masa akhir, maka masa depan adalah masa- masa setelah sekarang hingga masa akhir. Makin dini belajar dan menata kehidupan, makin berhasil dalam mengarungi kehidupan ini. Belajar yang sungguh- sungguh, bekerja keras dan cerdas, kuatkan sikap mental Buat rencana keuangan serta laksanakan dengan baik. Apabila mempunyai karakter yang baik, pengetahuan dan keterampilan serta mempunyai kawan- kawan yang baik, maka dalam hidup tentunya Edak hanya merencanakan keberhasilan di saat sekolah, kuliah, berkarya, bekerja atau usaha, berumah tangga, tetapi juga berhasil merencanakan dan menjalani kehidupan di saat sudah tua dan Edak produkef lagi. 17

18 Ceritera Tentang Kehidupan Berikut ini disampaikan 5 ceritera tentang kehidupan. Para siswa diharapkan bisa membaca dengan seksama, digabung dengan pengalaman mengamae sekelilingnya, mendiskusikan, menyimpulkan dan kemudian mempresentasikan di kelas. Ceritera ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi siswa. 18

19 Ceritera 1 Keluarga Bapak Taufiq Bapak Taufiq sebelum pensiun adalah seorang yang membawahi beberapa bagian dan beberapa puluh orang. Beliau biasa memerintah anak buah dan mempunyai penghasilan yang jauh lebih besar dari anak buahnya. Karena statusnya sebagai kepala, maka lama- kelamaan gaya hidup bapak Taufiq dan keluarganya diwarnai dengan "gengsi" sehingga sifat konsumefnya lebih daripada anak buahnya dan keluarga bapak Taufiq ingin dihormae oleh keluarga anak buahnya. Setelah bapak Taufiq pensiun, tentunya bapak Taufiq Edak ke kantor sepere biasanya, Edak bertemu dengan banyak orang dan Edak bisa memerintah anak buahnya sepere sebelumnya. Apa yang terjadi dengan keluarga bapak Taufiq setelah pensiun? Saat ini bapak Taufiq hanya menerima uang pensiun bulanan yang besarnya hanya 20 persen dari gaji pada waktu sebelum pensiun. Bapak Taufiq kehilangan komunitas dan status sosial, karena biasa terima gaji Enggi dan Eba- Eba turun drases. Bapak Taufiq Edak sendiri, tapi seluruh keluarga merasakan. Keluarga belum siap menghadapi hal ini. Ada semacam tekanan baen pada bapak Taufiq. Hal ini disebut gejala Post- PowerSyndrome yang ar5nya seseorang yang hidup dalam bayang- bayang kebesaran masa lalunya dan seakan- akan Edak bisa menghadapi realita. Bapak Taufiq dan keluarganya kurang menyadari, bahwa beliau sudah mengalami penurunan fisik, tetapi masih perlu biaya hidup Enggi. Ternyata tabungannya kurang bisa diandalkan, sedangkan beliau Edak mempunyai bisnis. Mau bekerja lagi atau memulai bisnis ada rasa enggan atau gengsi. Akhirnya, keluarga bapak Taufiq menjalani kehidupan cukup berat. 19

20 Resume Ceritera 1 Keluarga Bapak Taufiq Ini adalah nyata yang dijumpai pada sebagian pensiunan pegawai. Sebelum pensiun: pimpinan yang biasa memerintah, bergaji besar, pingin dihormae, gaya hidup keluarga diwarnai gengsi dan konsumef Setelah pensiun: Edak ke kantor, Edak ketemu dan memerintah banyak orang, hanya terima uang 20 % dari gaji waktu masih belum pensiun. Tidak mempunyai bisnis. Keluarga merasa ikut pensiun, agak kaget karena belum siap. Terkena gejala Post- PowerSyndrome yang ar5nya seseorang yang hidup dalam bayang- bayang kebesaran masa lalunya dan seakan- akan Edak bisa menghadapi realita. Bapak Taufiq dan keluarganya kurang menyadari, bahwa beliau sudah mengalami penurunan fisik, tetapi masih perlu biaya hidup Enggi. Tabungannya Edak bisa diandalkan Kurang menyiapkan mental, Edak merencanakan dan melaksanakan keuangannya dengan baik. Tidak mengajarkan yang baik kepada keluarganya. 20

21 Ceritera 2 Keluarga Bapak Sigit Bapak Sigit sebelum pensiun adalah pegawai rendah dengan gaji Edak seberapa. Namun bapak Sigit dan keluarganya bersyukur dan berusaha hemat untuk memenuhi kebutuhannya sehari- hari. Bapak Sigit juga akef dalam bersosialisasi di lingkungan tempat Enggalnya dan keagamaan. Keluarga juga biasa menabung untuk mencukupi biaya sekolah anak- anak. Bapak Sigit dan istrinya juga biasa usaha atau membantu orang lain untuk tambahan penghasilan. Pada saat pensiun, keluarga bapak Sigit sangat bersyukur telah menyelesaikan pengabdian di kantornya dan merasa punya waktu lebih banyak untuk kegiatan yang lain. Usaha keluarga bapak Sigit sudah mulai besar dan bisa mencukupi kebutuhan sehari- hari, sehingga kondisi kehidupan keluarga makin ceria dan bahagia. Bapak Sigit mempunyai akevitas yang makin beragam. 21

22 Resume Ceritera 2 Keluarga Bapak Sigit Ini adalah nyata yang dijumpai pada sebagian pensiunan pegawai. Sebelum pensiun: pegawai rendah dengan gaji Edak seberapa, bersyukur, hemat, menabung. Bersosialisasi dan akef di kegiatan keagamaan. Biasa usaha dan membantu orang lain. Pensiun dianggap telah menyelesaikan pengabdian dan punya waktu lebih banyak untuk kegiatan yang lain. Setelah pensiun: bisnisnya mulai besar dan hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan. Keluarga tetap ceria dan makin banyak kegiatan. 22

23 Ceritera 3 Keluarga Bapak Chepi Bapak Chepi adalah pengusaha menengah yang dengan prinsip ekonomi kuat selalu memaksakan menabung Eap bulan. Tabungannya diatur dengan disiplin, ada tabungan jangka pendek untuk kebutuhan biaya hidup dan sekolah anak- anak, ada tabungan jangka menengah untuk membeli rumah dan kendaraan serta jaminan kesehatan, dan ada pula tabungan jangka panjang untuk bekal hidup di hari tua. Pada saat bisnisnya bangkrut, keluarga bapak Chepi masih bersyukur karena punya tabungan yang terjaga, dan kesedihannya Edak terlalu berlarut. Bapak Chepi masih didukung keluarga dan bank untuk bangkit lagi. 23

24 Resume Ceritera 3 Keluarga Bapak Chepi Ini adalah nyata yang dijumpai pada sebagian pengusaha atau profesional. Di bidang ekonomi mereka sudah biasa membuat perencanaan dan disiplin melaksanakannya. Mereka biasa menabung dan berinvestasi dalam berbagai instrument investasi. Bagi yang mempunyai perusahaan berbentuk perseroan terbatas, kekayaan di perusahaan terpisah dengan kekayaan yang lain sehingga bila perusahaannya bangkrut Edak akan mengganggu kekayaan pribadi di luar perusahaan. Pengusaha yang jujur mendapat dukungan dari perbankkan dan relasi lain, sehingga kalau ada masalah di perusahaannya akan banyak yang menolong. Keluarga pengusaha biasanya lebih siap mental dan memahami kondisi bisnis sehingga mereka selalu tolong mrnolong. 24

25 Ceritera 4 Keluarga Bapak Totok Bapak Totok adalah pegawai yang berpenghasilan menengah dan menjadi peserta Lembaga Dana Pensiun yang didirikan oleh kantornya. Namun karena bapak Totok ingin hidup mandiri bahagia di hari tua, maka ia mengajak keluarganya hidup sederhana dan terus menabung. Bapak Totok telah membuat rencana keuangan. Merasa kurang cukup dengan manjadi peserta lembaga dana pensiun dari kantornya, bapak Totok juga mendaiar sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang diselenggarakan oleh bank. Bapak Totok selain merines bisnis juga berinvestasi di reksadana dan membeli rumah kedua di lokasi yang cukup strategis sebagai tabungan dan investasi. Untuk perlindungan keluarga, bapak Totok juga membeli polis asuransi. Setelah bapak Totok pensiun, kebutuhan hidupnya sudah bisa tertutupi dengan uang pensiun yang dibayar oleh lembaga dana pensiun tempat ia menjadi peserta, serta dari hasil bisnis. Keluarga pak Totok bisa berwisata ke luar negeri dua tahun sekali bersama keluarga. 25

26 Resume Ceritera 4 Keluarga Bapak Totok Ini adalah ceritera nyata yang dijumpai pada sebagian pensiunan pegawai terutama swasta yang bersama keluarga sudah sadar terhadap kebutuhan masa tua. Sebelum pensiun: pegawai menengah, terdaiar menjadi peserta dana pensiun yang didirikan kantornya. Keluarganya berhemat dan rajin menabung, melaksanakan rencana keuangan dan juga mendaiar menjadi peserta dana pensiun yang merupakan layanan bank. MerinEs usaha, dan mengopemalkan tabungannya dengan cara berinvestasi di beberapa instrumen investasi. Juga membeli polis asuransi. Setelah pensiun : mempunyai banyak tabungan dan investasi yang hasilnya melebihi kebutuhan hidupnya. Bisa sering berekreasi bersama keluarga. Keluarga bapak Totok merupakan contok keluarga yang hemat- hemat dahulu senang- senang kemudian. 26

27 Ceritera 5 Keluarga di Negara Lain Pekerja di Malaysia, termasuk juga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia diwajibkan menjadi peserta dan menabung di Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP). KWSP adalah badan pengelola kumpulan uang iuran bagi pekerja yang didirikan dan dijamin oleh Pemerintah Malaysia. SeperE Asuransi Tenaga Kerja (ASTEK) bila di Idonesia. Pekerja harus membayar iuran sebesar 12 persen dari gajinya dan majikan atau perusahaannya wajib membayar iuran bagi pekerjanya sekitar 13 persen dari gaji pekerjanya. Dengan demikian pekerja mempunyai simpanan 25 persen dari gajinya. Uang tersebut diinvestasikan dan Pemerintah Malaysia menjamin uang tersebut tumbuh minimal 2,5 persen per tahun. Bila pekerja sudah berusia sekitar 40 tahun, ia boleh mengambil sebagian dananya untuk keperluan kesehatan atau membeli rumah, dan sisanya akan diambil bila berhene bekerja pada usia pensiun atau keluar dari Malaysia. Dengan demikian para pekerja di Malaysia termasuk keluarganya mempunyai jaminan untuk hari tua. (Sumber : Kunjungan Asosiasi Dana Pensiun ke KWSP tahun 2012) Di negara lain, misalnya di Amerika dan Australia, masyarakatnya sudah terbiasa menabung antara 20 persen hingga 60 persen dari gaji masa akef untuk bekal pensiun. Oleh karena itu mereka begitu pensiun mempunyai bekal untuk hidup dan bisa jalan- jalan ke luar negeri seeap tahun, baik itu pegawai Enggi maupun pegawai rendah. Kuncinya adalah biasa hemat dan disiplin menabung. 27

28 Resume Ceritera 5 Keluarga di Negara Lain Ini adalah ceritera nyata yang dijumpai di beberapa negara lain. Pemerintah Malaysia sadar akan kesiapan kesejahteraan penduduk dan pekerjanya dimasa depan dan masa tua sehingga pekerjanya wajib menabung dan berinvestasi. Majikan/pemberi kerja juga wajib membayar iuran untuk tabungan pekerjanya. Pekerja dan majikan Eap bulan membayar iuran 12%+13% = 25 % dari gaji pekerja. Termasuk tenaga kerja Indonesia. Uang disimpan di Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP), semacam JAMSOSTEK atau ASTEK. Bila usia mencapai di atas 40 tahun atau kepesertaannya lebih dari jangka waktu yang ditentukan, sebagian tabungan bisa untuk uang muka rumah, kesehatan, sekolah anak dan sebagainya. Sisanya diambil setelah pensiun, berhene bekerja atau keluar dari Malaysia. Di negara lain, ada sistem pensiun sepere pegawai negeri Indonesia. Ada yang pensiun merupakan tanggung jawab masing- masing individu. Dan penduduknya sejah awal sudah diajari tentang perencanaan keuangan sehingga mereka sudah biasa menabung antara % dari peghasilannya. Kita sering melihat orang- orang tua dari negara lain jalan- jalan di Indonesia. 28

29 Lembaga yang Menyelenggarakan Dana Pensiun 1. Sumber keuangan mandiri di masa tua bisa berasal dari tabungan, kekayaan barang, hasil investasi, santunan asuransi dan uang yang diterima dari lembaga dana pensiun. 2. Lembaga Dana Pensiun adalah Badan Hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. 3. Manfaat pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan kepada pesertanya setelah peserta tersebut pensiun. 4. Tujuan pendirian dana pensiun adalah meningkatkan moevasi pegawai/pekerja waktu masih akef bekerja dan memberi kesinambungan penghasilan di masa pensiun. 5. Kewajiban peserta (pegawai/pekerja) dan negara/majikan / pemberi kerja adalah membayar iuran bulanan. 29

30 Lembaga yang Menyelenggarakan Dana Pensiun 6. Lembaga Dana Pensiun: 1) Mengumpulkan dan mengelola iuran yang dibayar oleh pesertanya dan yang dibayar oleh negara/majikan/tempat bekerjanya 2) Mengembangkan atau menginvestasikan uang yang dikelolanya 3) Membayarkan manfaat pensiun sesuai hak masing- masing pesertanya. 7. Adanya kontribusi iuran yang bersumber dari negara/majikan / pemberi kerja inilah yang membedakan dana pensiun dengan tabungan, asuransi atau investasi pribadi lainnya. 8. Kesanggupan Negara/majikan/pemberi kerja dan karyawan/pekerja untuk membayar iuran dana pensiun rendah, hanya 3 8 % dari penghasilan sehingga manfaat pensiunnya juga akan kecil. 9. Hanya dari satu dana pensiun belum bisa mencukupi kebutuhan hidup di masa tua. Masih diperlukan menabung, berinvestasi dan menjadi peserta lebih dari satu lembaga dana pensiun. 30

31 Lembaga yang Menyelenggarakan Dana Pensiun 10. Masa iurnya adalah sejak menjadi peserta dana pensiun hingga akhir masa kerja. 11. Kumpulan iuran diinvestasikan melalui tabungan/deposito, Surat Utang Negara, obligasi, saham, reksa dana, property, anak perusahaan atau investasi lain yang diperbolehkan. 12. Bagi dana pensiun dengan program pensiun manfaat pase, manfaat pensiun yang akan diterima akan jauh lebih besar dari akumulasi iuran. Ini bisa demikian karena adanya hasil investasi dari dana pensiun dan jaminan dari pendirinya. 13. Bagi dana pensiun dengan program iuran pase, manfaat pensiun yang diterima akan tergantung dari hasil investasi terhadap akumulasi iuran. 31

32 Lembaga yang Menyelenggarakan Dana Pensiun 14. Untuk program pensiun manfaat pase, besar manfaat tergantung: Masa kerja atau masa iur (MK) Faktor penghargaan tahunan (F) Penghasilan dasar pensiun (PhDP) untuk menghitung besar iuran Manfaat Pensiun (MP) = MK x F x PhDP Di seeap dana pensiun MK, F, PhDP dan MP adalah berbeda- beda tergantung kepada kesanggupan pegawai/pekerja, negara/majikan/pemberi kerja. Pembayaran uang manfaat pensiun ada yang sekaligus ( sekali bayar dengan jumlah cukup besar ) dan ada yang dibayarkan secara seeap bulan hingga pesertanya meninggal dunia. Ada yang juga diteruskan hingga janda/duda meninggal dunia atau nikah lagi atau kepada anak hingga anak berusia 21 tahun tergantung pada aturan pada masing- masing lembaga dana pensiunnya. Silahkan tanyakan ke dana pensiun masing- masing untuk kejelasannya. 32

33 Lembaga yang Menyelenggarakan Dana Pensiun 15. Untuk program pensiun iuran pase: Masing- masing peserta mempunyai rekening sendiri dan ada laporan ruen dari dana pensiunnya. Aturan saat ini, bila nane nilai manfaat pensiunnya kurang dari Rp. 500 juta bisa diambil secara sekaligus. Namun bila di atas Rp. 500 juta harus dibelikan anuitas kepada asuransi jiwa unek dibayarkan secara bulanan oleh asuransi jiwa. Silahkan tanyakan ke dana pensiun masing- masing untuk kejelasannya. 16. Lembaga yang menyelenggarakan dana pensiun ada 5 macam yang masing- masing mempunyai kekhususan sendiri- sendiri. 17. SeEap orang bisa juga menjadi peserta dana pensiun yang wajib dan yang sukarela dengan cara mendaiar dan membayar iuran sendiri sehingga masa tuanya bisa menerima manfaat pensiun yang lebih banyak. 33

34 LEMBAGA Jenis Program Macam- macam Lembaga Dana Pensiun Lembaga Dana Pensiun untuk PNS dan TNI/Polri Badan Usaha Milik Negara di bidang Tabungan Hari Tua dan Dana Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PT Taspen) Badan Usaha Milik Negara di bidang Asuransi Sosial khusus bagi Prajurit TNI, Polri dan PNS Dep.Hankam (PT Asabri) Manfaat PasE (besar iuran dan manfaat Manfaat PasE (besar iuran dan manfaat pensiunnya pase sesuai rumus yang pensiunnya pase sesuai rumus yang dijanjikan dijanjikan di dalam peraturan. di dalam peraturan. Dasar Hukum UU No. 11 Tahun 1969 UU No. 11 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah no. 45 tahun 1971, No. 68 tahun 1991 Sifat Pendirian Wajib Wajib Sifat Kepesertaan Wajib bagi seluruh pegawai negeri sipil Wajib bagi Prajurit TNI, Polri dan PNS kecuali yang di Departemen Pertahanan dan Dep.Hankam Keamanan Penyelenggara PT Taspen PT Asabri Pendiri Negara Negara Penanggung Risiko Negara Negara Investasi Peserta Pegawai negeri sipil Prajurit TNI, Polri dan PNS Dep.Hankam Contoh PT Taspen PT Asabri 34

35 LEMBAGA Jenis Program Lembaga Dana Pensiun untuk Karyawan dan Pekerja Mandiri Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Manfaat PasE (besar iuran dan Iuran PasE (besar iurannya sudah Manfaat PasE atau Iuran PasE. manfaat pensiunnya pase dipasekan, besar manfaat sesuai rumus yang dijanjikan di pensiunnya tergantung hasil dalam peraturan) investasi yang Edak pase) Dasar Hukum UU No. 40 Tahun 2004 dan UU UU No. 11 Tahun 1992 UU No. 11 Tahun 1992 No. 24 Tahun 2011 Sifat Pendirian Wajib bagi semua pekerja Sukarela Sukarela mulai tanggal 15 Juli Sifat Kepesertaan Wajib Sukarela Sukarela Penyelenggara Badan Negara berupa BPJS Ketenagakerjaan D ana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Pendiri Negara Bank atau Asuransi Jiwa Pemberi Kerja Penanggung Risiko Negara Peserta Pendiri Investasi Peserta Seluruh karyawan Umum yang merupakan Karyawan dan pekerja mandiri Contoh Dana Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Macam- macam Lembaga DPLK Manulife, DPLK BNI, DPLK Bumiputera, DPLK Muamalat Dana Pensiun Dana Pensiun dari Pemberi Kerja Seluruh atau sebagian karyawan pendiri DPPK Telkom, PLN, Pertamina, Astra2,Mandiri, Univ. Muhamadiyah 35

36 Rangkuman 1. Kebahagiaan di masa tua perlu disiapkan sejak muda dengan mempunyai cita- cita, menyiapkan mental yang baik dengan sikap, pengetahuan dan ketrampilan serta membangun pertemanan. 2. Masa tua perlu biaya hidup yang Edak sedikit, maka dimasa muda harus membiasakan diri untuk berhemat, menabung dan berinvestasi. 3. Perlu menjadi peserta dana pensiun untuk memberi kesinambungan penghasilan pada saat kita Edak berkerja atau pensiun nane. 4. Perlu dicari informasi lembaga dana pensiun yang bisa menerima kita sebagai pesertanya. 5. Makin banyak menabung, berinvestasi dan menjadi peserta beberapa lembaga dana pensiun maka semakin banyak yang bisa diterima sehingga dimasa tua bisa mandiri dan sejahtera sehingga masa tua bisa dinikmae dengan semakin indah. 36

37 Kemungkinan Jawaban no. 1 Mengapa kehidupan masa tua bisa berubah bermacam- macam? Karena adanya perbedaan : 1. Kesiapan dan perubahan mental masing- masing orang 2. Peluang dan kesempatan yang diambil 3. Kondisi kesehatan mental dan fisik 4. Dukungan keluarga dan lingkungan 5. Rencana hidup dan keuangan dan pelaksanaannya 37

38 Kemungkinan Jawaban no. 2 Faktor apa yang saja yang memengaruhi perubahan tersebut? 1. Kemauan dan kemampuan merubah diri menjadi lebih baik dalam hal sikap, pengetahuan, ketrampilan dan pertemanan. 2. Kesungguhan dan keuletan dalam berusaha 3. Disiplin dalam menjaga kesehatan lahir dan baen 4. Kemampuan melihat dan memanfaatkan peluang 5. Memanfaatkan dukungan keluarga atau bisa lepas dari kondisi keluarga yang kurang baik. 6. Kemampuan mempengaruhi keluarga 7. Disiplin dalam mengatur keuangan 38

39 Kemungkinan Jawaban no. 3 Mengapa bekas kepala kantor/pejabat hidupnya bisa sengsara tapi bekas pegawai biasa bisa sejahtera di masa tua? 1. Kebanyakan pegawai biasa sudah lebih biasa/bisa mengatur keuangan dan hidup lebih sederhana. 2. Uang manfaat pensiun bekas pejabat akan jauh lebih kecil dari gaji pejabat (karena tunjangan jabatan Edak dihitung), sedangkan pegawai biasa akan menerima uang pensiun yang Edak terlalu kecil dibandingkan gaji waktu bekerja. Yang biasa gaya hidup Enggi akan lebih sulit menyesuaikan. 3. Bekas pejabat: biaya sudah biasa Enggi, penghasilan turun draes. 4. Pegawai biasa: biaya biasa rendah, penghasilan turun sedikit. 5. Pegawai biasa biasanya lebih bersosialisasi daripada pejabat. 39

40 Kemungkinan Jawaban no. 4 Mengapa ada atau banyak orang tua hidupnya kelihatannya bahagia dan bisa berwisata kesana kemari? 1. Karena sudah siap mental dan selalu mengembangkan mentalnya dengan baik. 2. Telah mempersiapkan dan melaksanakan rencana hidup dan keuangan untuk masa tua. 3. Bisa membina keluarganya dan kesehatann dengan baik. 4. Mempunyai cukup uang yang bisa bersumber dari tabungan, bisnis atau investasi, asuransi, dana pensiun, kekayaan lain ataupun dari anak- anak yang berhasil. 40

41 Kemungkinan Jawaban no. 5 Apa dan bagaimana kita mempersiapkan hari tua kita dan apa yang harus kita lakukan? 1. Persiapan mental yang baik dan terus mengembangkannya. a. Impian, Sikap b. Pengetahuan dan Ketrampilan c. Pertemanan, Edak malu dan segan bertanya 2. Belajar dan bekerja dengan semangat, giat, gunakan kecerdasan 3. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan disiplin segala hal 4. Manfaatkan seeap kesempatan yang baik dan cocok. 5. Biasakan bekerja bersama dan gotong royong 6. Siapkan dan lakukan untuk berhemat, menabung dan berinvestasi. 7. Menjadi peserta dana pensiun 8. Usahakan keluarga mendukung. 41

42 Terimakasih

Kata Pengantar. Kusumaningtuti S. Soetiono Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK

Kata Pengantar. Kusumaningtuti S. Soetiono Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK Kata Pengantar 1 Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-nya sehingga buku praktis Semua Orang Bisa Punya Pensiun dapat diselesaikan dengan baik. Hasil survei OJK tahun 2013 menunjukkan bahwa

Lebih terperinci

Financial Check List. Definisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Manfaat dan Fungsi Dana Pensiun. Kapan Dana Pensiun. Perlu Dilakukan?

Financial Check List. Definisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Manfaat dan Fungsi Dana Pensiun. Kapan Dana Pensiun. Perlu Dilakukan? Daftar Isi Financial Check List 1 01 Definisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan 3 02 Manfaat dan Fungsi Dana Pensiun 5 5 03 Kapan Dana Pensiun Perlu Dilakukan? 6 6 04 Kapan Dana Pensiun 8 PerluDibangun? Siapa

Lebih terperinci

Kesejahteraan Hari Tua Tingkat Penghasilan Pensiun dan Pendanaan Pesangon

Kesejahteraan Hari Tua Tingkat Penghasilan Pensiun dan Pendanaan Pesangon Kesejahteraan Hari Tua Tingkat Penghasilan Pensiun dan Pendanaan Pesangon Joko (bukan nama sebenarnya) baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke 55 dan pensiun dari perusahaan tempat dia mengabdikan

Lebih terperinci

Retirement Planning. Irni Rahmayani Johan, SP, MM. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB

Retirement Planning. Irni Rahmayani Johan, SP, MM. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB Retirement Planning Irni Rahmayani Johan, SP, MM Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB 1 Perencanaan Pensiun dalam perencanaan keuangan pribadi Dana Tujuan Keuangan Mempunyai

Lebih terperinci

Seri Literasi Keuangan Segmen Pensiunan

Seri Literasi Keuangan Segmen Pensiunan Seri Literasi Keuangan Segmen Pensiunan SAAT PENSIUN 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-nya sehingga buku praktis Hidup Sejahtera Saat Pensiun dapat diselesaikan dengan

Lebih terperinci

PERENCANAAN IBU RUMAH TANGGA BUKU SERI LITERASI KEUANGAN INDONESIA

PERENCANAAN IBU RUMAH TANGGA BUKU SERI LITERASI KEUANGAN INDONESIA PERENCANAAN K E U A N G A N IBU RUMAH TANGGA BUKU SERI LITERASI KEUANGAN INDONESIA PERENCANAAN K E U A N G A N IBU RUMAH TANGGA BUKU SERI LITERASI KEUANGAN INDONESIA Gedung Sumitro Djojohadikusumo Jalan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. yang bertujuan untuk mendapatkan dana pensiun. Menurut Undang-undang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. yang bertujuan untuk mendapatkan dana pensiun. Menurut Undang-undang BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tabungan dan Asuransi Pensiun Tabungan dan asuransi pensiun merupakan tabungan jangka panjang yang bertujuan untuk mendapatkan dana pensiun. Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam siklus kehidupan seseorang ada tiga tahapan kehidupan yang harus

BAB I PENDAHULUAN. Dalam siklus kehidupan seseorang ada tiga tahapan kehidupan yang harus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam siklus kehidupan seseorang ada tiga tahapan kehidupan yang harus dilalui. Tahap pertama adalah ketika ia berusia kanak-kanak, dimana segala kebutuhan hidupnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem pensiun di Indonesia dewasa ini semakin mendapat perhatian khusus, karena pembayaran pensiun di Indonesia dinilai cukup memberatkan beban negara dengan jumlah

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Prajurit Angkatan Bersenjata

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 67 TAHUN 1991 TENTANG ASURANSI SOSIAL ANGKATAN BERSENJATA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan

Lebih terperinci

VISI Menjadi Dana Pensiun Lembaga Keuangan paling progresif dan terpercaya

VISI Menjadi Dana Pensiun Lembaga Keuangan paling progresif dan terpercaya MANDIRI DPLK Dana Pensiun Lembaga Keuangan Mandiri DPLK dibentuk oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan telah mendapat pengesahan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-103/KM.10/2011 tentang

Lebih terperinci

PENSION & EXIT SYSTEM. Prodi Administrasi Bisnis

PENSION & EXIT SYSTEM. Prodi Administrasi Bisnis PENSION & EXIT SYSTEM Prodi Administrasi Bisnis Pemberhentian Pemberhentian Undang Undang Keinginan Perusahaan Keinginan Karyawan Kontrak kerja berakhir Kesehatan karyawan Meninggal dunia Perusahaan dilikuidasi/bangkrut

Lebih terperinci

BAB X ASURANSI SOSIAL PEGAWAI NEGERI DAN ABRI

BAB X ASURANSI SOSIAL PEGAWAI NEGERI DAN ABRI BAB X ASURANSI SOSIAL PEGAWAI NEGERI DAN ABRI Pegawai negeri maupun meliter Republik Indonesia telah lama mengikuti program jaminan sosial, bahkan untuk program pensiun sudah diadakan sejak zaman Hindia

Lebih terperinci

KONTEN TENTANG AIA LATAR BELAKANG STUDI RANGKUMAN. HASIL TEMUAN PENTING Kualitas hidup Keamanan finansial Pensiun Keluarga dan pendidikan

KONTEN TENTANG AIA LATAR BELAKANG STUDI RANGKUMAN. HASIL TEMUAN PENTING Kualitas hidup Keamanan finansial Pensiun Keluarga dan pendidikan Laporan Indonesia 2014 KONTEN TENTANG AIA LATAR BELAKANG STUDI RANGKUMAN HASIL TEMUAN PENTING Kualitas hidup Keamanan finansial Pensiun Keluarga dan pendidikan 4 6 8 10 12 16 18 20 LAPORAN INDONESIA TENTANG

Lebih terperinci

SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016

SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016 SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016 1 PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 SURVEI NASIONAL 2013 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan mengamanatkan Otoritas Jasa Keuangan untuk

Lebih terperinci

Transformasi BPJS 2. September 2011

Transformasi BPJS 2. September 2011 Transformasi BPJS 2 September 2011 1 Transformasi BPJS 2 (1) RUU BPJS disahkan menjadi UU Nov 2011 Ijin prakarsa pembuatan dan revisi PP terkait JHT dan JP Proses konsultasi publik terkait harmonisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses kehidupan manusia dimulai dari usia anak menuju usia remaja,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses kehidupan manusia dimulai dari usia anak menuju usia remaja, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses kehidupan manusia dimulai dari usia anak menuju usia remaja, dewasa dan menuju usia lanjut, sebuah perjalanan hidup yang tidak dapat ditawartawar lagi.

Lebih terperinci

Mengenal. Dana Pensiun

Mengenal. Dana Pensiun Mengenal Dana Pensiun Definisi dan Istilah Pensiun Program Pensiun: Program yang menjanjikan pembayaran sejumlah uang secara berkala setelah peserta berhenti bekerja karena mencapai usia pensiun Dana Pensiun:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pensiun atau Tunjangan Hari Tua merupakan dambaan setiap karyawan. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari siklus hidup manusia, yaitu siklus yang ditandai

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. bekerja keras dengan hasil yang diperoleh disebut dengan penghasilan atau karya

I. PENDAHULUAN. bekerja keras dengan hasil yang diperoleh disebut dengan penghasilan atau karya I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bekerja merupakan sifat kodrati manusia sebagai kewajiban dasar manusia untuk dapat melanjutkan hidupnya. Manusia dikatakan bermartabat apabila dia mampu bekerja keras

Lebih terperinci

Kuningan City, Jakarta, 22 Oktober Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Hari Tua

Kuningan City, Jakarta, 22 Oktober Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Hari Tua Kuningan City, Jakarta, 22 Oktober 2015 Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Hari Tua Daftar isi Ketentuan program jaminan pensiun Harmonisasi program wajib dan sukarela Penyesuaian 2

Lebih terperinci

PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI DANA PENSIUN BNI

PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI DANA PENSIUN BNI PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI DANA PENSIUN BNI I. MANFAAT DANA PENSIUN : 1. Bagi Karyawan Menjamin kesinambungan penghasilan pada saat sudah purna tugas bagi dirinya sendiri, bagi istri/suami dan anaknya.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Setiap orang mendambakan kehidupan yang layak, hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik memulai wirausaha atau menjadi pegawai sebuah perusahaan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. investasi dan hak asasi manusia, sehingga meningkatnya derajat kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. investasi dan hak asasi manusia, sehingga meningkatnya derajat kesehatan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan pembangunan suatu bangsa salah satunya dipengaruhi oleh status kesehatan masyarakat. Kesehatan bagi seseorang merupakan sebuah investasi dan hak asasi

Lebih terperinci

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net 1 2 Selamat Datang! Selamat datang di website saya dan terima kasih telah mendownload ebook 7 Rahasia Membangun Rencana Keuangan yang Tahan Krisis. Saya yakin, Anda pasti memiliki berbagai macam mimpi

Lebih terperinci

Kegagalan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluarannya diperburuk dengan kesalahan keuangan yang berulang

Kegagalan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluarannya diperburuk dengan kesalahan keuangan yang berulang Untuk didistribusikan pada 4 Februari 2016 Kegagalan masyarakat Indonesia dalam mengendalikan pengeluarannya diperburuk dengan kesalahan keuangan yang berulang Lebih dari separuh investor (53%) menghabiskan

Lebih terperinci

Menjadi Manajer Keuangan Keluarga

Menjadi Manajer Keuangan Keluarga Ringkasan: Wanita biasa menjadi manajer keuangan dalam keluarga. Suami menyerahkan seluruh gajinya pada kita, dan kitalah yang jungkir balik mengurusnya. Sebagai manajer yang baik, kita harus tahu berapa

Lebih terperinci

BAB II PERANAN DANA PENSIUN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA. A. Pengaturan Dana Pensiun didalam Undang-Undang Dana Pensiun

BAB II PERANAN DANA PENSIUN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA. A. Pengaturan Dana Pensiun didalam Undang-Undang Dana Pensiun BAB II PERANAN DANA PENSIUN DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA A. Pengaturan Dana Pensiun didalam Undang-Undang Dana Pensiun Nomor 11 Tahun 1992 Program dana pensiun di Indonesia dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hidup adalah salah satu tujuan pembangunan. Namun dampaknya mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. hidup adalah salah satu tujuan pembangunan. Namun dampaknya mempengaruhi BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Dunia begitu cepat menua, itu adalah pernyataan yang menghentak pada artikel harian Kompas tanggal 9 November 2012. Meningkatnya usia harapan hidup adalah salah satu

Lebih terperinci

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.05/2017 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN DENGAN

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan operasi PT ASABRI (Persero) dilandasi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 1971, yang menjelaskan bahwa ASABRI adalah suatu jaminan sosial bagi prajurit

Lebih terperinci

PROGRAM PESANGON, EB MAGAZINE PENTING DISIAPKAN SEJAK DINI BACA HAL 03 MENYIAPKAN PROGRAM PESANGON SIAPKAN PENSIUN SEJAK DINI KATA PENGANTAR

PROGRAM PESANGON, EB MAGAZINE PENTING DISIAPKAN SEJAK DINI BACA HAL 03 MENYIAPKAN PROGRAM PESANGON SIAPKAN PENSIUN SEJAK DINI KATA PENGANTAR EB MAGAZINE MEDIA INFORMASI DAN KOMUNIKASI EMPLOYEE BENEFITS MANULIFE INDONESIA EDISI FEBRUARI 2016 PROGRAM PESANGON, PENTING DISIAPKAN SEJAK DINI BACA HAL 03 KATA PENGANTAR MENYIAPKAN PROGRAM PESANGON

Lebih terperinci

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PERUSAHAAN DANA PENSIUN

SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PERUSAHAAN DANA PENSIUN RAHASIA REPUBLIK INDONESIA SURVEI LEMBAGA KEUANGAN PERUSAHAAN DANA PENSIUN 2011-2012 PERHATIAN 1. Daftar isian ini digunakan untuk mencatat Keterangan dan Laporan Keuangan Perusahaan Dana Pensiun Tahun

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.488, 2013 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Asuransi. ASABRI. Manfaat. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG BESAR MANFAAT ASURANSI ASABRI

Lebih terperinci

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH

MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH SESI 15: Dana Pensiun Syariah Achmad Zaky,MSA.,Ak.,SAS.,CMA.,CA Definisi Dana Pensiun Badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. (UU

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 102 TAHUN 2015 TENTANG ASURANSI SOSIAL PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA, ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, DAN PEGAWAI APARATUR SIPIL NEGARA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah dengan adanya jaminan sosial bagi pekerja atau pegawai tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. adalah dengan adanya jaminan sosial bagi pekerja atau pegawai tersebut. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada dasarnya, kesejahteraan pekerja atau pegawai terdiri dari dua hal, yaitu kesejahteraan ketika aktif bertugas dan kesejahteraan purna tugas. Salah satu

Lebih terperinci

SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016

SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016 SURVEI NASIONAL LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN 2016 1 PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 SURVEI NASIONAL 2013 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan mengamanatkan Otoritas Jasa Keuangan untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Penerapan strategi..., Iswardi, FE UI, 2008

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Penerapan strategi..., Iswardi, FE UI, 2008 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada penjelasan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun disebutkan bahwa dalam rangka upaya memelihara kesinambungan penghasilan pada hari tua, perlu

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. tidak semua orang siap menghadapi masa tuanya. Terdapat banyak faktor yang

I. PENDAHULUAN. tidak semua orang siap menghadapi masa tuanya. Terdapat banyak faktor yang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara alami setiap orang di muka bumi ini akan menjadi tua. Namun tidak semua orang siap menghadapi masa tuanya. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan mereka kurang

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. tergantung rata-rata kenaikan gaji dan tingkat pajak. Semakin kecil ratarata

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. tergantung rata-rata kenaikan gaji dan tingkat pajak. Semakin kecil ratarata BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Dari hasil perhitungan dan analisa penelitian ini dapat menyimpulkan 4 hal sebagai berikut: 1. Jumlah dana pensiun yang sudah diatur pemerintah bagi karyawan swasta

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT ASABRI (Persero) yang berlokasi di Jl. Mayjen Sutoyo No. 11, Jakarta. PT ASABRI (Persero) adalah Badan

Lebih terperinci

Jakarta, 22 Maret 2017 Direktorat Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan IKNB

Jakarta, 22 Maret 2017 Direktorat Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan IKNB SOSIALISASI PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5/POJK.05/2017 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN Jakarta, 22 Maret 2017 Direktorat Pengaturan, Penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

BAB I PENDAHULUAN. Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fungsi utama lembaga Dana Pensiun bagi karyawan atau pegawai adalah memberikan jaminan kesinambungan penghasilan bagi dirinya sendiri, bagi istri/suami dan anaknya

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I KEUANGAN. Gaji. Pensiun. Tunjangan. Bulan Ketiga Belas. Tahun Anggaran 2016. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 115) PENJELASAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, kini industri asuransi mulai dilirik oleh masyarakat. Kesadaran masyarakat

Lebih terperinci

Dana yang terkumpul menjadi milik bersama (ummat) >> tidak boleh diambil lagi kecuali sbg santunan.

Dana yang terkumpul menjadi milik bersama (ummat) >> tidak boleh diambil lagi kecuali sbg santunan. ASURANSI JAMINAN SOSIAL Pihak-pihak yang sepakat utk mengumpulkan uang - money (menbentuk dana - fund) yang akan digunakan untuk member santunan atas suatu kejadian yang membawa dampak buruk. Bersama-sama,

Lebih terperinci

SAMBUTAN KETUA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN Pada Gerakan Nasional Cinta (GeNTa) Pasar Modal Istora Senayan, Jakarta, 12 Npvember 2014

SAMBUTAN KETUA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN Pada Gerakan Nasional Cinta (GeNTa) Pasar Modal Istora Senayan, Jakarta, 12 Npvember 2014 SAMBUTAN KETUA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN Pada Gerakan Nasional Cinta (GeNTa) Pasar Modal Istora Senayan, Jakarta, 12 Npvember 2014 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Siang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap orang berhak atas

Lebih terperinci

Manulife Investor Sentiment Index Study Q Indonesia. Februari 2016

Manulife Investor Sentiment Index Study Q Indonesia. Februari 2016 Manulife Investor Sentiment Index Study Q4 2015 Indonesia Februari 2016 1 TENTANG MANULIFE INVESTOR SENTIMENT INDEX (MISI) Apakah Manulife Investor Sentiment Index (MISI)? Kelas aset utama Dana tunai/

Lebih terperinci

BAB II PT TASPEN (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA MEDAN

BAB II PT TASPEN (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA MEDAN 7 BAB II PT TASPEN (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA MEDAN A. Sejarah Singkat PT Taspen adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang asuransi yang meliputi, Tabungan Hari Tua (THT) dan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92/PMK.05/2013 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92/PMK.05/2013 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 92/PMK.05/2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PEMBERIAN GAJI/PENSIUN/TUNJANGAN BULAN KETIGA BELAS DALAM

Lebih terperinci

Sistem dan Beban Kesejahteraan Karyawan serta Pendanaannya

Sistem dan Beban Kesejahteraan Karyawan serta Pendanaannya YTKI, 10 Juli 2008 infocenter@dayamandiri.co.id http://www.dayamandiri.co.id Sistem dan Beban Kesejahteraan Karyawan serta Pendanaannya Diskusi Interaktif: Strategi Mengendalikan Risiko Keuangan DAYAMANDIRI

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Definisi Dana Pensiun Sesuai UU No. 11 tahun 1992, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun Dalam PP No. 77 Tahun

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem keluarga meliputi; perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga disepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui

Lebih terperinci

"Berusaha... bekerja dengan tanganmu. " Powerpoint Templates Page 1

Berusaha... bekerja dengan tanganmu.  Powerpoint Templates Page 1 "Berusaha... bekerja dengan tanganmu. " Page 1 Pada waktu penciptaan dunia, bekerja telah ditetapkan sebagai suatu berkat. Bekerja dimaksudkan untuk perkembangan, kuasa dan kebahagiaan. Perubahan keadaan

Lebih terperinci

TIPS MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS DARI KANG MASRUKHAN. Tahukah anda bahwa untuk membangun sebuah Rumah Tangga yang harmonis

TIPS MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS DARI KANG MASRUKHAN. Tahukah anda bahwa untuk membangun sebuah Rumah Tangga yang harmonis TIPS MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS DARI KANG MASRUKHAN Tahukah anda bahwa untuk membangun sebuah Rumah Tangga yang harmonis tidaklah sulit. Mudah saja, simple dan sangat sederhana. Sebagai seorang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI DAN PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN PEGAWAI

Lebih terperinci

BAB II PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA. D. Pengertian dan Dasar Hukum Jaminan Sosial

BAB II PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA. D. Pengertian dan Dasar Hukum Jaminan Sosial BAB II PENGELOLAAN JAMINAN SOSIAL DI INDONESIA D. Pengertian dan Dasar Hukum Jaminan Sosial Jaminan sosial adalah perlindungan yang diberikan oleh masyarakat bagi anggota-anggotanya untuk resiko-resiko

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.05/2014 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.05/2014 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 144/PMK.05/2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PEMBERIAN GAJI/PENSIUN/TUNJANGAN BULAN KETIGA BELAS DALAM

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding

Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding Senin, 27 Juni 2016 05:00 Oleh : Dahlan Iskan http://www.jawapos.com/read/2016/06/27/36436/setelah-istri-membawa-rezeki-scaffolding/ Jawa Pos Photo Dahlan Iskan

Lebih terperinci

SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015

SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015 SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015 Yang saya hormati, Para pembicara, Para hadirin sekalian, Bapak dan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI DAN PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN PENSIUN

Lebih terperinci

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2016 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2016 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR.../POJK.05/2016 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komitmen PT. Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komitmen PT. Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu komitmen PT. Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau lebih dikenal dengan PT.TASPEN (Persero) adalah Pengelolaan Dana Pensiun, termasuk Manajemen

Lebih terperinci

DANA PENSIUN Untuk Masa Tua Mandiri dan Sejahtera

DANA PENSIUN Untuk Masa Tua Mandiri dan Sejahtera DANA PENSIUN Untuk Masa Tua Mandiri dan Sejahtera Buku ini didedikasikan untuk pembelajaran dan manfaat bagi Mahasiswa guna mempersiapkan serta memberikan kontribusi terbaik bagi perkembangan Dana Pensiun

Lebih terperinci

Strategi Mensiasati HUTANG

Strategi Mensiasati HUTANG Strategi Mensiasati HUTANG Nah, jika anda seorang pengusaha atau masih awal dalam membuka usaha, tentunya anda pernah atau bahkan terlibat masalah hutang. Apakah dipergunakan untuk menambah modal usaha,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Mata uang

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Mata uang BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penerapan Akuntansi Dana Pensiun KWI 1. Deskriptif Kualitatif a. Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan Dana Pensiun KWI disusun dengan menggunakan prinsip dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

BAB I PENDAHULUAN. dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemerintahan daerah diselenggarakan sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintahan daerah mengatur dan mengurus

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN HARI TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Identifikasi Masalah Siswa

Identifikasi Masalah Siswa Identifikasi Masalah Siswa SERI : SMA / MA Disusun oleh : Andori, S.Pd.,Kons. JALAN JEND. GATOT SUBROTO PEMALANG 52319 2009 PETUNJUK PENGISIAN. Instrumen IMS ini bukanlah sebuah tes ataupun ujian, melainkan

Lebih terperinci

- 2 - meningkatkan pertumbuhan industri Dana Pensiun menjadi lebih baik.

- 2 - meningkatkan pertumbuhan industri Dana Pensiun menjadi lebih baik. PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.05/2017 TENTANG IURAN, MANFAAT PENSIUN, DAN MANFAAT LAIN YANG DISELENGGARAKAN OLEH DANA PENSIUN I. UMUM Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tidak mengherankan jika masih banyak pendapat yang beranggapan bahwa status

BAB I PENDAHULUAN. Tidak mengherankan jika masih banyak pendapat yang beranggapan bahwa status 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masyarakat Indonesia lebih banyak mengenal bahwa program pensiun hanya dapat dimiliki oleh seseorang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak mengherankan

Lebih terperinci

*15906 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 40 TAHUN 2004 (40/2004) TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

*15906 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 40 TAHUN 2004 (40/2004) TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Copyright (C) 2000 BPHN UU 40/2004, SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL *15906 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 40 TAHUN 2004 (40/2004) TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTAHANAN. Iuran Dana Pensiun. Pengembalian. Nilai Tunai.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTAHANAN. Iuran Dana Pensiun. Pengembalian. Nilai Tunai. No.387, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTAHANAN. Iuran Dana Pensiun. Pengembalian. Nilai Tunai. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBALIAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian Badan Usaha Milik Negara dalam Undang-Undang Nomor. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, adalah badan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian Badan Usaha Milik Negara dalam Undang-Undang Nomor. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, adalah badan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) a. Pengertian Badan Usaha Milik Negara Pengertian Badan Usaha Milik Negara dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator penting dalam pembangunan nasional. Dalam pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja memiliki peranan yang penting. Tenaga kerja

Lebih terperinci

PROGRAM DANA PENSIUN MANDIRI & BERAPA BESARNYA IURAN DANA PENSIUN ANDA? Temukan Jawabannya dalam Article ini! Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP

PROGRAM DANA PENSIUN MANDIRI & BERAPA BESARNYA IURAN DANA PENSIUN ANDA? Temukan Jawabannya dalam Article ini! Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP PROGRAM DANA PENSIUN MANDIRI & BERAPA BESARNYA IURAN DANA PENSIUN ANDA? Temukan Jawabannya dalam Article ini! Oleh Subur Harahap, SE, Ak, MM, CFP Financial Planner di SUHA Planner - Financial Consultant

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL 1 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL I. UMUM Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diamanatkan

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL I. UMUM Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diamanatkan

Lebih terperinci

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI KEUANGAN> Gaji. Pensiun. Tunjangan. Bulan Ketiga Belas. TA 2014. (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 152) PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

Cara Mendapatkan Investor untuk Berinvestasi

Cara Mendapatkan Investor untuk Berinvestasi Cara Mendapatkan Investor untuk Berinvestasi Modul ke: 07 Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM. Fakultas Desain & Seni Kreatif Program Studi Desain Produk www.mercubuana.ac.id Pengertian Investor Setiap usaha kecil

Lebih terperinci

Sistem Jaminan Sosial, Peluang dan Tantangan

Sistem Jaminan Sosial, Peluang dan Tantangan Sistem Jaminan Sosial, Peluang dan Tantangan KOMPAS/LUCKY PRANSISKA / Kompas Images Sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Pelabuhan

Lebih terperinci

Kewirausahaan dan Perencanaan Keuangan Boyke R. Purnomo

Kewirausahaan dan Perencanaan Keuangan Boyke R. Purnomo Kewirausahaan dan Perencanaan Keuangan Boyke R. Purnomo Disampaikan Pada Rangkaian Kegiatan Seminar Dalam Rangka DIES ke-57 FEB UGM, 10 September 2012 FASE KEHIDUPAN MANUSIA Rupiah, Produktivitas impian

Lebih terperinci

LAPORAN GELADI BPJS KESEHATAN CABANG BALIKPAPAN. Disusun oleh: Yehezkiel Dwisandi Sabana ( ) SI PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

LAPORAN GELADI BPJS KESEHATAN CABANG BALIKPAPAN. Disusun oleh: Yehezkiel Dwisandi Sabana ( ) SI PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI LAPORAN GELADI BPJS KESEHATAN CABANG BALIKPAPAN Disusun oleh: Yehezkiel Dwisandi Sabana (1106134209) SI-37-03 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2015 LEMBAR

Lebih terperinci

UU R.I. NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UU R.I. NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : UU R.I. NOMOR 3 TAHUN 1992 TENTANG JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA a. bahwa pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dilaksanakan

Lebih terperinci

Program Jaminan Pensiun Di Masa Datang dan Implikasinya bagi Pasar Kerja di Indonesia

Program Jaminan Pensiun Di Masa Datang dan Implikasinya bagi Pasar Kerja di Indonesia Program Jaminan Pensiun Di Masa Datang dan Implikasinya bagi Pasar Kerja di Indonesia Disampaikan Oleh : Drs. Wahyu Widodo, MM Direktur Pengupahan dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja DASAR IMPLEMENTASI JAMINAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap barang dan jasa, kesehatan, geografis, gender, dan kondisi lingkungan.

BAB I PENDAHULUAN. terhadap barang dan jasa, kesehatan, geografis, gender, dan kondisi lingkungan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan merupakan masalah global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, satu sama lain seperti: tingkat pendapatan, pendidikan, akses

Lebih terperinci

Pekerjaan. Bab 4. Peta Konsep. Kata Kunci. Jenis pekerjaan Barang Jasa Semangat kerja. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang. Pekerjaan.

Pekerjaan. Bab 4. Peta Konsep. Kata Kunci. Jenis pekerjaan Barang Jasa Semangat kerja. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang. Pekerjaan. Bab 4 Pekerjaan Peta Konsep Pekerjaan Pekerjaan yang Menghasilkan Barang Jenis-Jenis Pekerjaan Mencakup tentang Mencakup tentang Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa Semangat Kerja Terdiri atas Alasan Orang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK NOMOR : KP/085/DIR/R

KEPUTUSAN DIREKSI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK NOMOR : KP/085/DIR/R KEPUTUSAN DIREKSI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK NOMOR : KP/085/DIR/R PERATURAN DANA PENSIUN DARI DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK DIREKSI PT. BANK NEGARA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah hak asasi setiap individu, hal ini dinyatakan dalam organisasi

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah hak asasi setiap individu, hal ini dinyatakan dalam organisasi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kesehatan adalah hak asasi setiap individu, hal ini dinyatakan dalam organisasi kesehatan sedunia, dan secara nasional dalam amandemen UUD 1945 pada Pasal 28-

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAGIAN 1: MEMBANGUN MENTALITAS KAYA

BAGIAN 1: MEMBANGUN MENTALITAS KAYA BAGIAN 1: MEMBANGUN MENTALITAS KAYA Jadi Miliarder Lewat Kartu Kredit 1 BAB 1 Membangun Mentalitas Kaya Sebelum kita membahas bagaimana cara membangun kekayaan kita lewat kartu kredit, pertama-tama saya

Lebih terperinci

STIE DEWANTARA Manajemen Leasing, Dana Pensiun & Modal Ventura

STIE DEWANTARA Manajemen Leasing, Dana Pensiun & Modal Ventura Manajemen Leasing, Dana Pensiun & Modal Ventura Manajemen Lembaga Keuangan, Sesi 6 Pengertian Leasing Kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi

Lebih terperinci

BAB IV DISKUSI TEORITIK

BAB IV DISKUSI TEORITIK BAB IV DISKUSI TEORITIK Teori yang digunakan dalam analisa ini bermaksud untuk memahami apakah yang menjadi alasan para buruh petani garam luar Kecamatan Pakalmelakukan migrasi ke Kecamatan Pakal, Kota

Lebih terperinci

Pelajaran 04: MENGATASI KECANDUAN (Bagian 2) Memutuskan Mata Rantai 27 Juli 2013

Pelajaran 04: MENGATASI KECANDUAN (Bagian 2) Memutuskan Mata Rantai 27 Juli 2013 Pelajaran 04: MENGATASI KECANDUAN (Bagian 2) Memutuskan Mata Rantai 27 Juli 2013 Memutuskan mata rantai (Apa kira-kira hubungan ilustrasi berikut dengan ayat-ayat Alkitab di pelajaran hari Rabu?) Sepulangnya

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK

BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK BAB III PELAKSANAAN KULIAH KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang Pelaksanaan Kerja Praktek Selama melaksanaan kuliah kerja praktek di Bank Jabar Banten Tbk Cabang Banjar penulis ditempatkan pada divisi Pemasaran, dimana

Lebih terperinci