BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Transkripsi

1 BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Oleh : Budi Rudianto Jurusan Matematika Fakultas MIPA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG

2 SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam Semester : Genap/Ganjil Kompetensi : Menjadi ilmuan dan profesional yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia dan memiliki etos kerja, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan. TEMU MATERI SUB BAHASAN I Pendahuluan A. Pengertian B. Landasan dan Kedudukan C. Tujuan dan Kompetensi D. Metode dan Materi Kuliah II III Ketuhanan dan Alam Semesta Agama dan Agama Islam A. Kecenderungan manusia untuk bertuhan B. Konsep ketuhanan C. Tuhan sebagai Wajibul Wujud D. Keesaan Tuhan E. Konsep Alam Semesta 1) A. Pengertian Agama dan AgamaIslam B. Pokok2 ajaran Agama Islam 2) C. Fungsi Agama Islam D. Pendekatan Studi Islam E. Islam Rahmatan Lil Alamin F. Alasan Masuk Islam 3)

3 IV Sumber Ajaran Agama Islam A. Al Quran B. Hadis/Sunah C. Ijtihad V Hakekat Manusia Menurut Islam A. Konsep Manusia B. Eksistensi dan Martabat Manusia 5) C. Tugas dan Fungsi Manusia 6) VI Hukum dan Syariah A. Pengertian Hukum dan Hukum Islam B. Fungsi dan Tujuan C. Prinsip Syariah D. Karekteristik E. Ruang Lingkup VII Pernikahan dan Pembentukan Keluarga Sakinah A. Pengertian B. Mencari Jodoh, Meminang C. Tujuan & Fungsi D. Hukum & Dasar pernikahan E. Rukun & Syarat F. Al Muharramat G. Thalaq H. Kasus-kasus Pernikahan : ta liq thalaq, perkawinan campuran, nikah hamil, perjanjian pernikahan,, kawin kontrak dan nikah siri.

4 VIII UTS I. Pokok2 Pembentukan keluarga Sakinah IX Akhlak A. Pengertian B. Etika, Moral dan Akhlak C. Pembagian Akhlak D. Ruang Lingkup E. Kedudukan Akhlak F. Pembinaan Akhlak dalam kehidupan seharihari X XI Akhlak dalam berbisnis HAM dan demokrasi dalam Islam A. Pengertian dan prinsip dasar ekonomi Islam B. Akhlak dalam produksi, sirkulasi, konsumsi dan distribusi C. Jual beli, gadai, asuransi, bank, koperasi dan undian menurut islam A. Pengertian HAM dan demokrasi B. HAM menurut Islam dan Barat 8) C. Demokrasi menurut Islam dan Barat 9) D. Musyawarah dalam Islam XII Islam,iptek, dan Seni A. Pengertian B. Islam dan Ilmu Pengetahuan C. Iptek dalam narasi Al Quran dan Hadis D. Perkembangan iptek di dunia islam E. Islam dan iptek kontemporer F. Islam dan Seni

5 XIII Kerukunan Umat Beragama A. Pengertian, tujuan, latar belakang dan pola pembinaan B. Tipologi keagamaan masyarakat 4) C. Ketentuan-ketentuan dan pelaksanaan kerukunan umat beragama 10) D. Pokok-Pokok ajaran Islam tentang KUB XIV Sistem Politik Islam A. Pengertian B. Prinsip dasar C. Kepemimpinan dalam Islam D. Kontribusi umat Islam dalam perpolitikan nasional E. Masyarakat madani XV Taqwa A. Pengertian dan kedudukan B. Ciri-ciri orang bertaqwa C. Ruang Lingkup XVI UAS Tambahan A. Materi Perkuliahan 1. Termasuk astronomi dan Isra Mi raj 2. Aqidah, Syariah, dan Akhlak

6 3. Alasan mengapa masuk islam 4. Tipologi Keagamaan Masyarakat (ekslusivisme, inklusivisme, pluralisme, eklektivisme, universalisme) 5. Siapakah manusia, persamaan dan kelebihan manusia dari makhluk lain 6. Tujuan penciptaan manusia, fungsi dan peran yang diberikan Allah kepada manusia 7. Pengertian : Hukum Islam, Syariah, Syara, Fiqh, Qanun 8 Persamaan HAM menurut Barat, Islam dan Pancasila /UUD Demokrasi menurut barat, Islam dan Pancasila / UUD Peraturan bersama Menag dan Mendagri No.9 Tahun 2006 tgl. 21 Maret 2006 tentang pendirian tempat ibadah - SKB Menag, Mendagri dan kejaksanaan Agung tentang Ahmadiyah B. Metode Perkuliahan menggunakan metode pendekatan filologi, phenomenologi, semantik, histerografi, hermaunitik, deskriptif. C. Tugas, UTS, UAS Pembuatan tugas, UTS, UAS dilaksanakan dengan diskusi, pembuatan resume perkuliahan, makalah dan presentasi

7 MODUL I PENDAHULUAN A. Pengertian Pendidikan Agama Islam adalah usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan ajaran Islam, bersikap inklusif, rasional dan filosofis dalam rangka menghormati orang lain dalam hubungan kerukunan dan kerjasama antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional (UU No. 2 Tahun 1989). B. Landasan dan kedudukan 1. Landasan - Landasan filosofis berupa butir-butir yang terdapat dalam Pancasila dan kandungan yang termaktub dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Landasan yuridis adalah Undang-undang Dasar 1945 terutama pasal 29 ketetapan yang dihasilkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. - Landasan historis berupa politik pendidikan nasional yang bertujuan menciptakan insane akademis yang beriman dan bertakwa terhadaptuhan Yang Maha Esa.

8 2. Kedudukan a. Sebagai komponen MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) b. Wajib diambil oleh setiap mahasiswa Program Sarjana

9 C. Tujuan & Kompetensi yang diharapkan 1) Tujuan Berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung, jawab (UU SPN No. 20 Tahun 2003 pasal 3) 2) Kompetensi yang diharapkan Membuahkan sikap mental cerdas, penuh tanggung jawab dengan perilaku: 1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT 2. Berbudi luhur, berpikir logis 3. Bersikap rasional, dinamis 4. Berpandangan luas, partisipasi antar umat beragama 5. Aktif memanfaatkan iptek dan seni untuk kepentingan nasional D. Metode dan materi 1. Metode a. Ilmiah (filologi, phemomenologi, semantik, misterografi, hermeunitik dan deskriptif. ) b. Teologis, c. Aktisisme Ketiganya diberikan secara holistik.

10 2. Materi kuliah 1. Pendahuluan : Pengertian, landasan dan kedudukan, tujuan dan kompetensi, metode dan materi. 2. Ketuhanan dan alam semesta : Kecenderungan manusia untuk bertuhan, konsep ketuhanan, konsep ketuhanan dalam Islam, konsep alam semesta. 3. Agama dan agama Islam : Pengertian agama dan agama Islam, klasifikasi agama, pokok-pokok ajaran agama Islam, peran agama dalam kehidupan sehari-hari 4. Sumber ajaran agama Islam : Al-Qur an, Al Sunnah dan Ijtihad. 5. Hakikat manusia menurut Islam : Konsep manusia, (siapakah manusia, persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain), eksistensi dan martabat manusia (tujuan penciptaan manusia, fungsi dan peranan yang diberikan Allah kepada manusia), tanggung jawab manusia sebagai hamba dan khalifah Allah (tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah, dan sebagai khalifah Allah).

11 6. Hukum dan Syariah : Pengertian hukum dan hukum Islam, fungsi dan tujuan, prinsip syariah, karakteristik, dan ruang lingkup. 7. Pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah : Pengertian, tujuan dan fungsi, mencari jodoh dan meminang, hukum dan dasar pernikahan, rukun dan syarat, al muharramat, thalaq, kasus-kasus pernikahan (ta liq thalaq, perkawinan campuran, nikah hamil, perjanjian pernikahan, kawin kontrak), dan pokok-pokok pembentukan keluarga sakinah. 8. Akhlak : Pengertian, etika, moral dan akhlak, pembagian akhlak, ruang lingkup, kedudukan akhlak, pembinaan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. 9. Akhlak dalam berbisnis : Pengertian dan prinsip dasr ekonomi Islam, akhlak dalam produksi, sirkulasi, konsumsi dn distribusi, jual beli, gadai, asuransi, bank, koperasi, dan undian menurut Islam 10. HAM dan demokrasi dalam Islam : Pengertian HAM dan demokrasi, HAM menurut Islam dan Barat, Demokrasi menurut Islam dan Barat, Musyawarah dalam Islam 11. Islam, iptek dan seni : Pengertian, Islam dan Ilmu pengetahuan, iptek dalam narasi Al Quran dan Hadis, perkembangan iptek di dunia Islam, Islam dan iptek kontemporer, Islam dan seni.

12 12. Kerukunan umat beragama : Pengertian, tujuan, latar belakang, landasan dan pola pembinaan, kondisi keberagamaan di Indonesia, ktentuan-ketentuan dan pelaksanaan kerukunan umat beragama, pokok-pokok ajaran Islam tentang KUB 13. Sistem politik Islam : Pengertian, prinsip dasar, sistim politik Islam, kepemimpinan dalam Islam, kontribusi umat Islam dalam perpolitikan Nasional 14. Taqwa : Pengertian dan kedudukan, ciri-ciri orang bertakwa, ruang lingkup

13 MODUL II KETUHANAN DAN ALAM SEMESTA A. Kecenderungan Manusia Untuk Bertuhan Fitrah Masalah Tauhid atau ketuhanan dianggap sebagai masalah fitrah, sehingga tidak perlu lagi dicari dalilnya, karena ia merupakan bagian dari fitrah (ciptaan) manusia. 1. Surat Rum 30 : 30 : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama sebagai fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia atasnya. Tidak ada perubahan pada ciptaan (fitrah) Allah. 2. Surat Al-Araf 7 : 172 : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi anak-anak Adam keturunan mereka dan mengambil kesaksian dari mereka atas diri mereka sendiri, Bukankah Aku ini Tuhan kalian? Seraya mereka menjawab, Benar (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi. (Hal ini Kami lakukan), agar di hari kiamat nanti kalian tidak mengatakan, Sesungguhnya kami lengah atas ini (wujud Allah). 3. Lihat pula QS. Al-An am 6 : 74-79; tentang kisah Nabi Ibrahim tentang pengembaraan rasionalnya dalam mencari Tuhan. B. Konsep Tuhan Tuhan disebut "ilahun", artinya penggerak, motivator, yang dipatuhi dan ditaati. Kata Tuhan juga merujuk kepada suatu Zat Abadi dan Supernatural, biasanya dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. (45:23) ب ع د ا لل أ ف ل ت ذ ك ر ون. ( الجاثية

14 Ditinjau dari sudut Perbandingan Agama Tuhan ialah sesuatu, apa atau siapa yang dipentingkan sedemikian rupa oleh manusia, sehingga ia membiarkan dirinya dikuasai (didominir) oleh yang dipentingkannya itu. ات خ ذ إل ه ه ا لل م ن أ ف ر أ ي ت ه و اه و أ ض ل ه عل م ع ل ى ع ل ى و خ ت م س م عه و ق ل به و ج ع ل ع ل ى ب ص ره غش او ة ف م ن ي ه ديه من ب ع د ا لل أ ف ل ت ذ ك ر ون. )الجاثية: 23( Allah Islam. (QS. Al-Ikhlas 112). Lihat pula 99 Asma Allah. Yehowa atau Yahwe salah satu istilah yang dipakai Alkitab. Istilah ini berasal dari istilah ber-bahasa Ibrani YHVH. Sang Hyang Tri Tunggal Mahasuci yang artinya adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Konsep ini dipakai sejak Konsili Nicea pada tahun 325 M. Konsep Tuhan Menurut Pemikiran Barat: 1. Tuhan Dinamisme Manusia sejak zaman primitif sudah mengenal dan mengakui adanya kekuatan gaib yang mempengaruhi hidup manusia. Yang dimaksud berpengaruh di sini adalah sebuah benda. Benda tersebut bisa berpengaruh negatif positif. Namun kekuatan benda tersebut juga di sebut bermacam-macam, ada namanya mana, tuah, Syakti. Semua kekuatan tersebut tidak dapat di cerna oleh panca indera manusia, namun ia dapat di rasakan pengaruhnya.

15 2. Tuhan Animisme Setiap benda dianggap mempunyai roh. Roh bagi masyarakt primitif bisa bersifat aktif meski benda tersebut kelihatan mati. Oleh karena itu, roh dianggap sesuatu yang hidup (rasa senang dan kebutuhan-kebutuhan). Karena roh mempunyai kebutuhan, masyarakat primitif menyediakan sesajian sebagai salah satu wujud memenuhi kebutuhan roh, jika tidak, manusia bisa terkena dampak negatif dari roh tersebut. 3. Tuhan Politeisme Bagi Tuhan politeisme, eksistensi Tuhan Dinamisme dan Animisme belum dapat memberikan konsep ketuhanan yang sebenarnya karena masih bersifat sanjungan dan pujaan saja. Baginya, dari sekian banyak roh-roh ada beberapa saja yang dianggap unggul, punya karakter dan punya pengaruh terhadap hidup manusia. Di antara roh yang unggul tersebut disebut sebagai dewa-dewa yang bertanggungjawab terhadap cahaya, air, angin dan sebagainya. 4. Tuhan Henoteisme Henoteise mengaku satu Tuhan untuk satu bangsa. Bangsa lain mempunyai Tuhan sendiri. Tuhan mereka disebut Tuhan nasional. Paham ini seperti agama Yahudi yang mengakui Yahweh sebagai Tuhan nasional mereka.

16 5. Tuhan Monoteisme Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme di tinjau dari segi filsafat ketuhanan terbagi menjadi 3: a. Deisme ( Tuhan bersifat transenden: setelah pencipataan alam, Tuhan tidak terlibat lagi dengan hasil ciptaannya). b. Panteisme ( Tuhan bersifat imanen: Tuhan menampakkan diri dalam berbagai fenomena alam). c. Teisme ( Tuhan pada prinsip bersifat transenden, mengatasi semesta kenyataan, tetapi Tuhan juga selalu terlibat dengan alam semesta). C. Tuhan Sebagai Wajibul Wujud Segala yang ada, yang dapat dicapai dan diterima akal menurut falsafah dibagi tiga macam, yaitu: 1. Mumkinul Wujud adalah segala sesuatu yang bermula dari tidak ada kemudian menjadi ada, jika ada penyebab (pencipta menghendaki adanya). Sesudah itu dapat kembali tidak ada, jika penyebab yang mendukung adanya tidak berfungsi (pencipta tidak menghendaki adanya). Kemudian ada terus jika penyebab yang mendukungnya berfungsi (pencipta menghendaki adanya). Bermula dari tidak ada kemudian ada dan kembali tidak ada seperti nyawa manusia, dan ada terus seperti ruh manusia.

17 2. Mustahil Wujud adalah segala sesuatu yang tidak mungkin wujud, yang tidak mungkin terjadi menurut akal, seperti gajah bertelur, dll. Mustahil Wujud itu sejak dari dulu tidak ada sekarang tidak ada dan seterusnya tidak ada. Andai kata sesuatu yang mustahil terjadi, ada wujudnya, maka bukan mustahil wujud lagi namanya tetapi mumkinul wujud. Oleh karena itu akal mewajibkan bahwa yang menciptakan alam semesta ini tentu wujud yang di luar mumkinul wujud dan mustahil wujud. 3. Wajibul Wujud, yaitu wujud yang wajib ada dengan sendirinya. Wajibul wujud adalah wujud yang tidak bermula dari tidak ada. Dari dahulu ada sekarang ada, seterusnya ada. Dia adalah sumber dari segala sumber, pencipta alam semesta dengan segala isinya. Karena akal menolak hukum daur (hukum berputar-putar). Karena sifat Allah yang pertama adalah wujud, wajibul wujud (wujud yang wajib ada dengan sendirinya). Kedua, adalah Qidam atau terdahulu, karena ia ada den sendirinya. Sifat ketiga, Baqa, artinya mutlak kekal, karena ia tidak bermula dari tidak ada, dahulu ada, sekarang ada dan seterusnya ada, sedangkan ruh manusia relative kekal, karena bermula dari tidak ada, sekarang ada dan seterusnya ada. Keempat sifat-nya adalah Esa. Bukti wujud Allah pada alam dan diri manusia adalah: 1. Wujud alam semesta 2. Susunan 3. Aturan

18 4. Pergerakan 5. Adanya nilai moral pada manusia (adanya kebaikan dan keburukan) 6. Tawa dan tangis manusia 7. Tantangan D. Keesaan Tuhan Menurut ajaran monoteisme adalah Tuhan Tunggal, Tuhan Maha Esa, Pencipta Alam Semesta. Tentang Tuhan, dalam Islam dikenal dengan konsep Tauhid yang tentunya sudah melekat dalam hati umat Islam Keesaan Tuhan berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan Esa-Nya Tuhan: 1. Tuhan (Allah) itu Esa Wujud-Nya 2. Tuhan (Allah) itu Esa Zat-Nya 3. Tuhan (Allah) itu Esa Sifat-Nya 4. Tuhan (Allah) itu Esa Perbuatan-Nya E. Konsep Alam Semesta 1. Alam ini adalah makhluq = diciptakan Allah (QS. al-baqarah 2: 117). 2. Alam ini akan rusak dan berakhir (QS. al-qoshosh 28 : 88). 3. Alam ini rill, nyata, konkrit, bukan maya (QS. al-an'am 6 : 73; QS. Shod 38 : 27). 4. Alam ini teratur (QS. al-mulk 67 : 3 dan 4).

19 5. Alam terikat dengan hukum-hukum tertentu yang pasti (QS. al-furqon 25: 2; QS. ar-ro'du 13: 8; QS. ar-rahman 55: 5). 6. Alam ini dapat dipikirkan dan dipelajari (QS. al-jasiyah 45: 13). 7. Seluruh alam ini patuh kepada ketentuan Tuhan (QS. Ali-'Imran 3: 83; QS. an-nahl 16: 49 dan 50; QS. al-isra 17:44). Penciptaan alam bertujuan : Membuktikan kebesaran Allah (QS. Ali-Imran 3: 190). Disiapkan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia (QS. Luqman 31: 20). Ujian untuk manusia (QS. Hud 11: 7; QS. al-mulk 67: 2). Alam ini berpasang-pasangan (QS. adz-dzariyat 51: 49). Buah-buahan (QS. ar-ro'du 13: 3). Ternak dan manusia (QS. asy-syura 42: 11). Yang tidak diketahui (QS. Yasin 36: 36). Proses kejadian alam : Berkembang dari satu dzat seperti gas (QS. Fushshilat 41: 9-12). Dipisah-pisahkan menjadi benda-benda langit, galaksi, planet dan lain-lain (QS. al-anbiya 21: 30; QS. adz-dzariyat 51: 7). Perkembangannya melalui 6 masa (QS. Fushshilat 41: 9 dan 10).

20 MODUL III AGAMA DAN AGAMA ISLAM A. Pengertian Agama dan Agama Islam 1. Pengertian Agama Secara etimologis kata agama berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tradisi. Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin dan berasal dari kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Dalam bahasa Arab agama disebut ad-din, berarti ketaatan, paksaan, penghambaan, kekuasaan, balasan, adat, perhitungan amal, dll. Sinonim kata din dalam bahasa arab ialah milah. Bedanya, milah lebih memberikan titik berat pada ketetapan, aturan, hukum, tata tertib, atau doktrin dari din itu.

21 Secara epistimologi agama adalah risalah yang disampaikan Tuhan kepada Nabi sebagai petunjuk bagi manusia dan hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata cara hidup yang nyata serta mengatur hubungan dengan dan tanggungjawab kepada Allah, kepada masyarakat serta alam sekitarnya. Ruang lingkup ajaran agama mengandung unsur: Keyakinan; Peribadatan; dan Sistem nilai. Tujuan agama adalah membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik, kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan membebaskan manusia dari kehidupan sesat. Fungsi agama bagi manusia: a. Dapat mendidik jiwa manusia menjadi tenteram, sabar, tawakkal dan sebagainya. b. Dapat mendidik manusia berani menegakkan kebenaran dan takut untuk melakukan kesalahan. c. Dapat memberi sugesti kepada manusia agar dalam jiwa mereka tumbuh sifatsifat utama seperti rendah hati, sopan santun, hormat-menghormati dan sebagainya.

22 Jenis-Jenis Agama a. Dari segi penyebaran Agama Universal, merupakan agama-agama yang "besar" dan mempunyai minat untuk menyebarkan ajaran untuk keseluruhan umat Manusia. Sasaran agama jenis ini adalah kesemua manusia tanpa mengira kaum dan bangsa. Contohnya: Agama Islam, Kristian dan Buddha. Agama Folk, merupakan agama yang kecil dan tidak mempunyai sifat dakwah seperti agama universal. Amalannya hanya terhad kepada etnik tertentu. Contohnya: Agama Rakyat China/Taoisme. b. Dari segi sumber rujukan Agama Wahyu atau Samawi atau Langit, yaitu agama yang diturunkan dari Tuhan melalui seorang Rasul. Contohnya: agama Islam, Nasrani, dan Yahudi. Agama Budaya atau Ardhi atau Bumi, yaitu agama yang berasal dari ajaran seorang manusia dan merujuk kepada pelbagai sumber seperti pembuktian, tradisi, falsafah dan sebagainya. Contohnya: agama Budha, dan Hindu. Perbedaan agama wahyu dengan agama budaya terletak pada aspek: waktu penyampaian kepad manusia, disampaikan melalui Rasul, kitab suci, sifat kemutlakan kebenarannya, konsep ketuhanannya, sifat universalitas keberlakuannya.

23 c. Dari segi tanggapan ketuhanan Agama Monoteisme, merupakan agama yang menganggap Tuhan hanya satu, yakni mendukung konsep ketauhidan Tuhan. Contohnya, agama Islam. Agama Politeisme, merupakan agama yang menganggap bahwa Tuhan wujud secara berbilangan, yakni ada banyak Tuhan atau Tuhan boleh berpecah kepada banyak bentuk. Contohnya, agama Hindu, Agama Rakyat China. Berdasarkan cara beragamanya : Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah).

24 2. Pengertian Agama Islam Pengertian Islam, berasal dari kata salama-salamun berarti keselamatan, sallama-taslim berarti penyerahan, salima-silmun berarti perdamaian, saluma-sulamun berarti tangga. Menurut istilah, agama Islam adalah agama wahyu, yaitu agama yang berasal dari Allah swt diwahyukan kepada manusia yang dipilih-nya (Rasul). Kemudian wahyu-wahyu itu diwujudkan menjadi kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat manusia agar mereka berbahagia dunia dan akhirat. Turunnya Agama Islam. Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 M, Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah SWT yang disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril a.s. Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah SWT adalah surat Al-Alaq 96: 1-5. Tujuan Agama Islam. Allah swt menurunkan agama Islam sebagai rahmat kepada semesta alam (QS. Al-Anbiya 21: 107), karena tujuan agama Islam adalah agar umat manusia memperoleh rida Allah, bahagia dunia-akhirat.

25 D. Pendekatan Studi Islam 1. metode filologi. Merupakan aktivitas mengamati atau meneliti terhadap teks yang terdapat pada kitab kitab suci dalam memahami terhadap kebenaran yang di berikan oleh teks atau suatu peristiwa dan mempelajarinya serta mencari rumpun dari bahasa teks ( Az- Zumar 39 : 52 ). 2. metode phenomenologi. Ialah meneliti dan memahami sesuatu dari berbagai gejala yang diberikan dengan tidak mempermasalahkan darimana datangnya gejala itu, misalnya adanya pengulangan terhadap gejala yang di berikan antara ummat sebelumnya dan ummat sesudahnya,.3.pendekatan metode semantik. Ialah meneliti dalam bentuk makna yang di berikan oleh teks maupun peristiwa yang berupa simbol simbol yang di berikan sebagai cabang linguistik dalam logika, sebagai contoh dalam pendekatan semantik dari perkataan mengetahui dan tidak mengetahui. ( Az-Zumar 39 : 9 )

26 4.Pendekatan histerografi, Adalah meneliti suatu permasalahan melalui sejarah ummat maupun Individu yang di jelaskan pada ayat ayat Qur-an, misalnya keingkaran kaum a d pada ayat-ayat Allah dan pada rasul Allah. ( Hud 11 : 59 ) 5.Pendekatan hermeunitik Ialah suatu bentuk pendekatan untuk memberikan suatu jawaban pada suatu permasalahan dan kemudian menghubungkan dengan permasalahan yang lainnya dari keseluruhan masalah yang berkaitan. Tindakan pengamat atau penulis dalam pendekatan hermeuninitik dapat mengambil bentuk bentuk : a.to express (To say) ; pengamat atau penulis bertindak sebagai pengungkap. b.to explain ; pengamat atau penulis betindak sebagai penjelas. c.to translate ; pengamat atau penulis bertindak sebagai sebagai penterjemah dari suatu masalah. 6.Pendekatan yang bersifat deskriftif, yaitu pendekatan dimana pengamat atau penulis mendekati Permasalahan bertindak sebagai penutur, penganalisa, dan pengkelassifikasian melalui studi komperatif (perbandingan).

27 B. Pokok-pokok Ajaran Agama Islam: a. Aqidah, yatu kepercayaan terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, Rasul- Nya, hari akhir, dan qadha dan qadar Allah. b. Syari ah, yaitu segala bentuk peribadatan baik ibadah khusus, seperti thaharah, shalat, zakat, puasa dan haji, maupun ibadah umum (mu amalah), seperti hukum publik dan hukum perdata. c. Akhlak, sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran terlebih dahulu. C. Fungsi Agama Islam: a. Menyempurnakan agama yang terdahulu b. Agama fitrah. Fitrah artinya sifat asal, bakat, pembawaan dari asal muasal kejadian manusia dan suci bersih dari dosa c. Pendorong kemajuan. Agama Islam menghendaki dan memerintahkan setiap muslim untuk menjadi sebaik-baik manusia, dan unggul dalam segala bidang (Ali Imran 3: 110) d. Memberikan pedoman hidup bagi manusia. Agama Islam merupakan sumber sistem nilai yang harus dijadikan pedoman hidup oleh manusia.

28 E. Islam rahmatan lil alamin Kata rahmatan lil alamin berarti mengasihi segala ciptaan dari Allah yang berada di langit dan di bumi selain Allah, untuk di kasihi sebagaimana menga sihi Allah, baik sahabat ataupun musuh Allah ; dan mengapa Islam di katakan rahmatan lil alamin, maka terhadap pembahasan pada masalah yang demikian perlu di perhatikan, rekomendasi firman Allah tentang masalah penciptaannya seperti yang di ungkapkan dalam wahyu Nya : 1) Realitas keseimbangan bagi kehidu pan alam semesta sebagaimana telah di ciptakan oleh Allah dalam sunnah yang merupakan ketetapan hukum bagi alam semesta ( Al-Mulk 67:3 ) 2) Manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ( Al-Infitar 82:7) 3) Allah telah mengkons truksikan realita lembaga taubatan nasuha sebagai pamungkasnya ( Al-Quran Surat 14 Ibrahim : 14 )

29 F.` Alasan mengapa Masuk Islam Untuk memberikan jawaban alasan mengapa masuk islam? Dapat dijawab melalui : a. Kebenaran mutlak dan ungkpan kebenaran relatif dan termasuk dalam masalah seperti ungkapan judul di maksud, maka terhadap ungkapan ini dapat diamati melalui tuturan wahyu (Al-Quran Surat 16 An-Nahl Ayat 89) Kebenaran mutlak ini merupakan kebenaran yang mesti di imani bagi setiap muslim dan konsekuensi bagi yang menafsirkan adalah kekufuran terhadap Allah. b. Kebenaran relatif Ialah kebenaran yang di teorikan atau didalilkan oleh manusia dianggap benar selama belum ada fakta dan data baru yang merevisinya. Contoh pendapat para alim ulama dan cendekiawan. c. Kebenaran konsistensi, yaitu sebagai bentuk dari konsistensi beriman kepada Allah. Otomatis harus membenarkan segala yang datang dari Allah. d. Kebenaran pragmatisme Ialah kebenaran berdasarkan kemanfaatan bagi teori atau dalil yang diberikan. Ketiga teori ini tidak di dapati satupun dari ketiganya yang bertentangan dengan kebenaran mutlak. ( Al An-Nam 6:125). (Az-zumar 39:22 dan ( Al-Isra 54 : 105 )

30 2. Kedudukan Al-Qur an: Al-Qur an sebagai sumber utama dan pertama dari seluruh ajaran Isam, berturutturut Al-Sunnah dan Ijtihad. MODUL IV SUMBER AJARAN ISLAM A. AL-QUR'AN 1. Pengertian al-qur an Al-Qur an berasal dari kata qara a, berarti mengumpulkan dan menghimpun, juga berarti qur anah, artinya bacaan. (QS. Al-Qiyamah 75 : 17-18) Al-Qur an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw. Secara lafaz, makna dan gaya bahasa, yang termaktub dalam mushaf yang dinukil secara mutawatir, yang bagi pembacaannya merupakan ibadah. 1. Nama-nama Al-Qur an: Al-Kitab = Tulisan yang Lengkap (QS. Al-Baqarah2:2), Al-Furqan = Memisahkan yang Haq dari yang Bathil (QS. Al-Furqon25:1), Al-Mau idhah = Nasihat (QS. Yunus 10:57), Asy-Syifa = Obat (QS. Yunus 10:57), Al-Huda = Yang Memimpin (QS. Al-Jin 72:13), Al-Hikmah = Kebijaksanaan (QS. Al-Isra 17:39), Adz-Dzikru = Peringatan (QS. Al-Hijr 15:9).

31 3. Fungsi Al-Qur an: a. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW (QS. Al-Isra 17: 88) b. Pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia (QS. An-Nisa 4: 105) c. Pemisah yang hak dengan yang batil (QS. Asy-Syura 42: 24) d. Peringatan bagi manusia (QS. Al-Furqon 25: 1) e. Sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya ( QS. Al-Maidah 5: 48) 4. Isi kandungan al-qur an: a. Keimanan dan keyakinan b. Tuntunan ibadah dan hukum c. Berisi daya tarik dan ancaman d. Berisi tata aturan yang diperlukan manusia dalam hubungannya dengan Allah, manusia, hewan, dan alam sekitar demi kebahagiaan dunia dan akhirat e. Berisi riwayat-riwayat orang terdahulu baik yang taat maupun yang mengingkari. 5. Kodifikasi Al-Qur an: Wahyu turun kepada Nabi, Nabi langsung memerintahkan para sahabat penulis wahyu untuk menuliskannya secara hati-hati. Begitu mereka tulis, kemudian mereka hafalkan sekaligus mereka amalkan Pada awal pemerintahan khalifah yang pertama dari Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Shiddiq, Qur an telah dikumpulkan dalam mushhaf tersendiri

32 Pada zaman khalifah yang ketiga, Utsman bin Affan, Qur an telah sempat diperbanyak Dalam perkembangan selanjutnya, tumbuh pula usaha-usaha untuk menyempurnakan cara-cara penulisan dan penyeragaman bacaan, dalam rangka menghindari adanya kesalahan-kesalahan bacaan maupun tulisan. 6. Pembagian Isi Al-Qur an: Al-Qur an terdiri dari 114 surat; 91 surat turun di Makkah dan 23 surat turun di Madinah. Ada pula yang berpendapat, 86 turun di Makkah, dan 28 di Madinah Surat/ayat yang turun sebelum Nabi Hijrah dinamakan surat Makkiyyah, pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia Surat/ayat yang turun etelah Nabi Hijrah ke Madinah disebut surat Madaniyyah, pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya ( syari ah ). Atas inisiatif para ulama maka kemudian Al-Qur an dibagi-bagi menjadi 30 juz. Dalam tiap juz dibagi-bagi kepada setengah juz, seperempat juz, maqra dan lain-lain.

33 B. Al-HADIS/SUNNAH 1. Pengertian al-hadis dan as-sunnah Secara bahasa hadis berarti baru, dekat, dan informasi. Sedangkan as-sunnah berarti cara, jalan, undang-undang, kebiasaan dan tradisi. Secara istilah hadis berarti segala perbuatan (af al), perkataan (aqwal), dan keizinan Nabi Muhammad saw (taqrir). 2. Fungsi al-hadis terhadap al-qur an: a. Bayan Tafsir, yaitu menerangkan ayat-ayat yang sangat umum, mujmal dan musytarak. Seperti hadits : Shallu kama ro-aitumuni ushalli. (Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat) adalah merupakan tafsiran daripada ayat Al-Qur an yang umum, yaitu : Aqimush- shalah, (Kerjakan shalat) b. Bayan Taqrir, yaitu as-sunnah berfungsi untuk memperkokoh dan memperkuat pernyataan al-qur an. Seperti hadits yang berbunyi : Shoumu liru yatihiwafthiru liru yatihi (Berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya) adalah memperkokoh ayat Al-Qur an dalam surat Al-Baqarah 2: 185.

34 c. Bayan Taudhih, yaitu menerangkan maksud dan tujuan sesuatu ayat al-qur an, seperti pernyataan Nabi : Allah tidak mewajibkan zakat melainkan supaya menjadi baik harta-hartamu yang sudah dizakati, adalah taudhih (penjelasan) terhadap ayat Al-Qur an dalam surat at-taubah 9: Perbedaan Antara Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai Sumber Hukum a. Al-Qur an nilai kebenarannya adalah qath I (absolut), sedangkan al-hadits adalah zhanni (kecuali hadits mutawatir) b. Seluruh ayat al-qur an mesti dijadikan sebagai pedoman hidup. Tetapi tidak semua hadits mesti kita jadikan sebagai pedoman hidup c. Al-Qur an sudah pasti otentik lafazh dan maknanya sedangkan hadits tidak d. Apabila Al-Qur an berbicara tentang masalah-masalah aqidah atau hal-hal yang ghaib, maka setiap muslim wajib mengimaninya. 4. Kodifikasi Hadis Pada zaman Umar bin Abdul Azis, khalifah ke-8 dari dinasti Bani Umayyah ( H) timbul inisiatif secara resmi untuk menulis dan membukukan hadits Kodifikasi Hadits dilatar belakangi oleh adanya usaha-usaha untuk membuat dan menyebarluaskan hadits-hadits palsu dikalangan ummat Islam, baik yang dibuat oleh ummat Islam sendiri karena maksud-maksud tertentu, maupun oleh orang-orang luar yang sengaja untuk menghancurkan Islam dari dalam.

35 5. Macam-Macam Hadis a. Dilihat dari segi jumlah orang yang menyampaikan: Hadits mutawatir, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh banyak orang kepada banyak orang dan seterusnya sehingga tercatat dengan banyak sanad. Dan mustahil orang yang banyak itu sepakat untuk berdusta Hadits masyhur, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih hingga tercatat dengan sanad sekurang-kurangnya tiga orang Hadits aziz, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh dua orang sanad hingga tercatat dengan dua sanad Hadits gharib, yaitu hadits yang diriwayatkan seorang sanad hingga tercatat satu sanad. b. Dilihat dari segi kualitasnya: Hadits Shahih. Yaitu sunnah/hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (baik), kuat hafalannya, sempurna ketelitiannya, sanadnya bersambung sampai kepada Rasul, tidak mempunyai cacat, dan tidak bertentangan dengan dalil periwayatan yang lebih kuat (Al Qur an) Hadits Hasan. Yaitu sunnah/hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil (baik), sanadnya bersambung sampai kepada Rasul, tidak mempunyai cacat, dan tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat (Al Qur an), tapi kekuatan hafalan atau ketelitian perawinya kurang baik.

36 Hadits Dha if. Yaitu sunnah/hadits lemah karena perawinya tidak adil, terputus sanadnya, punya cacat, bertentangan dengan dalil atau periwayatan yang lebih kuat, atau cacat lainnya Hadits Maudhu. Yaitu sunnah/hadits yang dibuat oleh seseorang (karangan sendiri) kemudian dikatakan sebagai perkataan atau perbuatan Rasulullah saw. c. Dilihat dari segi diterima atau ditolaknya: Hadis Maqbul, ialah hadis yang diterima dan dapat dijadikan hujjah/sumber hukum Hadis Mardud, ialah hadis yang ditolak dan tidak boleh dijadikan sumber hukum. d. Dilihat dari siapa yang berperan dalam berbuat atau bersabda: Hadis Marfu, ialah hadis yang disandarkan kepada Nabi saw Hadis Mauquf, ialah hadis yang disandarkan kepada sahabat Hadis Maqthu, ialah hadis yang disandarkan kepada tabi in. 6. Kitab-kitab hadis yang dinilai terbaik: Ash-Shahih Bukhari; Ash-Shahih Muslim; Ash-Sunan Abu-Dawud; As-Sunan Nasai ; As-Sunan Tirmidzi; As-Sunan Ibnu Majah ; dan Al-Musnad Imam Ahmad.

37 C. IJTIHAD 1. Pengertian Ijtihad Secara bahasa ijtihad berarti pencurahan segenap kemampuan untuk mendapatkan sesuatu. Menurut istilah ialah mengerahkan segala potensi akal pikiran dan kemampuan semaksimal mungkin untuk menetapkan hukum-hukum syari ah. Dasar keharusan berijtihad ialah QS. A-Nisa 4: Kedudukan Ijtihad a. Pada dasarnya yang ditetapkan oleh ijtihad tidak dapat melahirkan keputusan yang mutlak absolut. Sebab ijtihad merupakan aktifitas akal pikiran manusia yang relatif b. Sesuatu keputusan yang ditetapkan oleh ijtihad, mungkin berlaku bagi seseorang tapi tidak berlaku bagi orang lain c. Ijtihad tidak berlaku dalam urusan penambahan ibadah mahdhah. Sebab urusan ibadah mahdhah hanya diatur oleh Allah dan Rasulullah d. Keputusan ijtihad tidak boleh bertentangan dengan al-qur an dan as-sunnah e. Dalam proses berijtihad hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor motifasi, akibat, kemaslahatan umum, kemanfaatan bersama dan nilai-nilai yang menjadi ciri dan jiwa daripada ajaran Islam.

38 3. Bentuk-Bentuk Ijtihad Ijma = konsensus = ijtihad kolektif. Yaitu persepakatan ulama-ulama Islam dalam menentukan sesuatu masalah ijtihadiyah Qiyas = reasoning by analogy. Yaitu menetapkan sesuatu hukum terhadap sesuatu hal yang belum diterangkan oleh al-qur an dan as-sunnah, dengan dianalogikan kepada hukum sesuatu yang sudah diterangkan hukumnya oleh al-qur an/as-sunnah, karena ada sebab yang sama Istihsan = preference. Yaitu menetapkan sesuatu hukum terhadap sesuatu persoalan ijtihadiyah atas dasar prinsip-prinsip umum ajaran Islam seperti keadilan, kasih sayang dan lain-lain. Mashalihul Mursalah = utility, yaitu menetapkan hukum terhadap sesuatu persoalan ijtihadiyah atas pertimbangan kegunaan dan kemanfaatan yang sesuai dengan tujuan syari at. Saddudz Dzari'ah, yaitu menetapkan hukum atas dasar kehilangan kerusakan/kemadorotan bagi seseorang atau segolongan orang. Istishab, yaitu menetapkan hukum atas hukum yang telah berlaku sampai ada hukum yang merubahnya. 'Urf, yaitu menetapkan suatu hukum yang telah menjadi kebiasaan masyarakat.

39 MODUL V HAKEKAT MANUSIA MENURUT ISLAM A. Konsep Manusia Teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo valens (manusia berkeinginan) Teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mechanicus (manusia mesin) Teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir) Teori humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens (manusia bermain). Manusia tidak berbeda dengan binatang dalam kaitan dengan fungsi tubuh dan fisiologisnya. Dalam diri manusia terdapat sesuatu yang tidak ternilai harganya, sebagai anugerah Tuhan yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu akal. Ada dua komponen esensial yang membentuk hakikat manusia yang membedakannya dari binatang, yaitu potensi mengembangkan iman dan ilmu. Manusia Menurut Al-Qur an Al Qur an tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang (animal) selama manusia mempergunakan akalnya dan karunia Tuhan lainnya. (QS. Al- A raf 7: 179)

40 Manusia dalam al-qur an disebut; a. Al-Insan: Potensi untuk berkembang, tumbuh secara fisik dan mental menghasilkan kreatifitas dan keseniaan (al-insan 76: 1). b. Al-Basyar: Jasad, tubuh, jasmani dan biologis (al-hijr 15: 28). c. Bani Adam: Kemanusiaan, tidak tergoda syaitan, keluarga bersaudara (al-isra 17: 70). d. An-Nas: Sebagai makhluk sosial (an-nas 114: 1). e. Al-Ins, Abdun: Pengabdi Allah, hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-nya (Az-Zariyat 51: 56, Saba 34: 9). f. Khalifah: Pemelihara alam dan bertanggung jawab kepada Allah (Al-Baqarah 2: 30). Aspek manusia terdiri dari: 1. Aspek material (jasmaniah); -Manusia berasal dari: tanah kasar (turab): Ali Imran3: 59, Al-Kahfi 18: 37; menjadi sari pati (sulalah): Al-Mukminun 23: 12; atau dari tanah liat (tin) Al-A raf7: 12, Al- An am 6: 2; lalu menjadi air mani (nuthfah) Al-Mukminun 23: 13, lalu menjadi segumpal darah ( alaqah), lalu menjadi daging (mudghah), lalu menjadi tulang ( idhamah), lalu tulang itu dibungkus daging (janin) Al-Mukminun 23: 14, kemudian Allah meniupkan roh (manusia).

41 2. Aspek immaterial (rohani) Roh, berupa daya manusia mengenal dirinya, mengenal tuhannya, dan ibadah lainnya Nafs, berupa panas alami pada pembuluh nadi, otot syaraf, tanda kehidupan. Segi-segi positif manusia: 1. Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi. (Al Baqarah 2: 30) 2. Manusia mempunyai kapasitas intelegensia yang paling tinggi. (Al-Baqarah 2: 31-33) 3. Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan. (Al-A raf 7: 172) 4. Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan martabat. (Al-Isra 17: 70) 5. Manusia memiliki kesadaran moral. (Asy-Syams 91: 7-8) 6. Tuhan menciptakan manusia agar mereka menyembah-nya; dan tunduk patuh kepada-nya menjadi tanggungjawab utama mereka. (Adz-Dzariyat 51: 56) Segi-segi negatif manusia: 1.Bersifat tergesa-gesa (Al-Isra 17: 11) 2.Sering membantah (Al-Kahfi 18: 54) 3.Ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhan (Al-Adiyat 100: 6) 4.Keluh kesah, gelisah dan kikir (Al-Ma arij 70: 19) 5.Amat zalim dan bodoh (Al-Ahzab 33: 72) 6.Putus asa bila ada kesalahan (Al-Ma arij 70: 20)

42 Dimensi-dimensi Manusia a. Secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, membutuhkan makan, minum, istirahat dan menikah, supaya ia dapat hidup, tumbuh dan berkembang. b. Manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dan mengindari kerugian. c. Manusia mempunyai perhatian terhadap keindahan. d. Manusia memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan. e. Manusia mempunyai kemampuan dan kekuatan yang berlipat ganda, karena ia dikaruniai akal, pikiran, dan kehendak bebas. f. Manusia mampu mengenal dirinya sendiri. B. Eksistensi dan Martabat Manusia Tujuan Penciptaan Manusia Manusia diciptakan oleh Allah di dunia ini tidak lain supaya mereka menyembah Allah dan bersetatus pengabdi Allah. (QS. Az-Zariyat 51: 56) Fungsi dan Peranan Penciptaan Manusia Manusia adalah khalifah Tuhan di muka bumi. (QS. Al-Baqarah 2: 30) Khalifah adalah wakil Tuhan di atas muka bumi ini dengan tuntunan al-qur an berfungsi sebagai penterjemah sifat-sifat Tuhan ke dalam kenyataan kehidupan dan penghidupan manusia sehari-hari dalam batas-batas kemanusiaan yang diridhoi Allah.

43 Tugas atau fungsi manusia sebagai khalifah Allah: Mewujudkan kemakmuran: Dia (Allah) telah menciptakan kamu (manusia) dari tanah dan meminta kamu untuk memakmurkannya. (QS. Hud 11: 61) Mewujudkan kebahagiaan: Allah hendak membimbing orang yang mengikuti keridhaan-nya dengan al-qur an itu kejalan kebahagiaan. (QS. Al-Maidah 5: 16) 3. Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah Sebagai khalifah senantiasa haruslah bekerja, mengambil dan memanfaatkan kekayaan alan ini sebaik-baiknya dalam bentuk yang positif yang berpedoman kepada ajaran-ajaran yang terdapat dalam al-qur an dan al-hadits. Menurut Prof. Abbas Mahmud al-aqqad mendefinisikan: manusia adalah makhluk yang bertanggung jawab, yang diciptakan dengan sifat-sifat ketuhanan.

44 MODUL VI HUKUM DAN SYARIAH A. Pengertian hukum dan hukum Islam 1. Pengertian hukum Hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma dan snksi Ciri-ciri hukum : a. Adanya perintah dan atau larangan b. Perintah dan atau larangan tersebut harus dipatuhi dan ditaati oleh semua orang. 2. Pengertian hukum islam a. Hukum Islam merupakan koleksi daya upaya tuqaha dalam menerapkan syariah islam sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan pengertian ini mendekati kepada makna fiqih. b. Apabila kata hukum dikaitkan dengan islam, maka hukum islam bermakna seperangkat peraturan yang berdasarkan wahyu Allah dan sunnah rasul tentang tingkah laku manusia yang diakui dan diyakini berlaku dan mengikat untuk semua umat yang beragama islam. c. Hukum islam adalah hukum yang ditetapkan Allah di dalam Al Quran, dijelaskan oleh nabi dalam hadis serta dikembangkan oleh ulama dalam ijtihad. Dalam susunan ajaran pokok islam hukum islam disebut dengan syariah. Syariah adalah undang-undang atau aturan yang diturunkan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah dan manusia dengan sesama manusia dan alam semesta

45 . Syariah dibagi menjadi dua, yaitu ibadah (ibadah mahdhoh) dan muamalah (ibadah ghairu mahdhoh) Syariah secara bahasa berasal dari kata syara a berarti menjelaskan atau menyatakan sesuatu, atau asy syar u berarti suatu tempat yang dapat menghubungkan sesuatu yang lain. Secara istilah syariah berarti aturan atau undang-undang yang diturunkan Allah unutk mengatur hubungan manusia dengan Allah,hubungan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Hukum yang dihasilkan dari pendalaman Al Quran dan hadis oleh para ulama tersebut disebut fiqh. Fiqh Fiqh adalah pengembangan dari syariah. Fiqh dapat berubah-ubah, tidak mutlak dan bersifat lokal. Perbedaan syariah dengan fiqh adalah : 1. Syariah terdapat dalam Al Quran dan Al Hadits, sedang fiqh terdapat dalam buku-buku fiqh mazhab. 2. Syariah bersifat fundamental dan universal, sedang fiqh bersifat instrumental, dan ruang lingkupnya terbatas. 3. Syariah bersifat abadi, fiqh dapat berubah, atau diubah 4. Syariah hanya satu, fiqh banyak sesuai mazhabnya. 5. Syareiah menunjukkan kesatuan Islam, Fiqh menunjukkan keanegaragaman.

46 Hukum syara merujuk pada satuan norma atau kaidah. Himpunan norma atau hukum syara ini membentuk fiqh. Norma atau hukum syara yang membentuk fiqh ini meliputi baik norma taklifi seperti wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram, maupun norma wadh I seperti sebab,syarat dan mani ( penghalang). Qanum(hukum positif), menggambarkan dari syariah yang telah diintegrasikan oleh pemerintah menjadi hukum Negara. Misalnya undang-undang Nomer I Tahun 1974 tentang perkawinan, Undang-undang Nomer 41 tahun 2004 tentnag wakaf dan sebagainya. Selain itu qanun juga merujuk kepada berbagai peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah di negeri muslim dalam rnagka mengisi kekosongan dan melengkapi syariah. Tujuan hukum islam adalah untuk memberikan kemaslahatan bagi manusia dan mencegah kemadharatan, mengarahkan kepada kebenaran, unutk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. B. Fungsi dan Tujuan 1. Menegakkan kemaslahatan dan menolak kemafsadatan. 2. Menyeimbangkan kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat. 3. Menegakkan nilai-nilai kemasyarakatan C. Prinsip Syariah 1. Dilandasi iman ikhlas 2. Membentuk kesejahteraan manusia 3. Ketentuan pelaksanaannya diserahkan kepada manusia

47 C. Karakteristik Syariah 1. Bersifat rabbaniyah dan diniyyah Mencerminkan kesucian syariah, dan rasa cinta dan penghargaan terhadapnya. 2. Menghormati dan mentaati hukummijtihad dan peraturan negara. 3. Membentuk akhlak dan moral Syariah memelihara hubungan masyarakat, menjaga nilai-nilai luhur masyarakat, dan manjujung tinggi nilai-nilai akhlak. 4. Bersifat realistis Syariah diturunkan Allah sesuai kejadian yang dialami manusia, menetapkan qishah bagi pembunuh secara sengaja, dan prinsip keadilan lainnya. Penerapan hukum secara bertahap dan berproses Misalnya mengenai haramnya hamr. D. Ruang Lingkup Syariah terdiri atas ibadah mahdhoh dan ibadah ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah terdiri atas: Syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah ghairu mahdhah terdiri atas hubungan manusia dengan manusia lain, dengan dirinya sendiri dan dengan alam sekitar. Ibadah ghairu mahdhah seperti: perkawinan, perwalian, warisan, wasiat, hibah, tijarah, perburuhan, koperasi, sewa menyewa, pinjam meminjam, pemerintahan, hubungan antar bangsa, dan hubungan antar golongan.

48 F. Keleluasaan Muamalah Dalam melaksanakan muamalah manusia diberi keleluasaan sesuai kondisi dan situasi manusia, tetapi harus bersandar kepada Al Quran dan As Sunnah. Apabila tidak ada dalam Al-Quran dan As-Sunanah maka dapat menggunakan ijtihad. Ijtihad mengahasilkan : 1. Sistem kekeluargaan 2. Sistem ekonomi 3. Sistem sosial 4. Sistem ilmu pengetahuan dan teknologi G. Pokok-pokok Ajaran Islam a. Aqidah (Rukun Iman) terdiri dari Iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul, iman kepada hari kiamat, iman kepada Qadla dan Qadar. b. Syariah, terdiri dari: 1) Ibadah khusus (Mahdhah) atau rukun Islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, haji. 2) Ibadah umum (Muamalah), yaitu hubungan antar sesama manusia, hubungan antar manusia dengan kehidupannya, hubungan antar manusia dengan alam sekitar / alam semesta.

49 c. Akhlak Akhlak kepada Allah, akhlak kepada makhluk, akhlak kepada diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan masyarakat luas, akhlak terhadap alam sekitar ( ekosistem )

50 A. Perkawinan MODUL VII PERKAWINAN DAN PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH 1. Pengertian Perkawinan adalah suatu akad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara laki-laki dengan perempuan, dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup berkeluarga, yang diliputi ketenteraman, kasih sayang dengan cara yang diridhoi Allah SWT. 2. Dalil An Nisa 4: 1, Yasin 36:36, Adz Dzariyat 51: 49, Hadis Nabi. B. Mencari jodoh, meminang Mencari calon isteri Islam menganjurkan memiliki isteri yang sholihah, yaitu: mematuhi ketentuan agama, jujur, bersikap luhur, memperhatikan hak suami dan memelihara anak dengan baik. Memilih wanita karena empat hal: kecantikannya, keturunannya, hartanya dan agamanya. Pilihlah yang beragama, supaya selamat dirinya. Wanita sholihah adalah wanita yang cantik, patuh, baik dan amanah. Perhatikan juga kufunya: umur, kedudukan sosial, dan pendidikan.

51 Memilih calon suami Syarat calon suami: berakhlak mulia, baik keturunan, tidak zalim, tidak fasik, bukan ahli bid ah, bukan pemabuk, tidak jahat, dan sedikit berbuat C. Tujuan Untuk memenuhi hajat naluri manusia, sesuai petunjuk agama dalam rangka mewujudkan keluarga harmonis, sejahtera, bahagia lahir batin, berdasar cinta kasih, dan kasih sayang. Selain itu, juga bertujuan untuk: a. Kelangsungan keturunan b. Memenuhi hajat naluri untuk mendapatkan kasih sayang, ketenteraman hidup. c. Memenuhi perintah agama d. Menimbulkan rasa tanggung jawab, hak dan kewajiban. e. Membangun keluarga bahagia, masyarakat muslim damai.

52 D. Hukum perkawinan 1. Hukum a. Hukum asal: mubah, asalkan sudah memenuhi syarat b. Wajib: bagi yang telah mampu, telah ingin nikah, khawatir berzina c. Haram: melaksanakan perkawinan unutk menyakiti isteri. d. Sunnah: telah mampu lahir batin, tetapi tidak akan berbuat zina e. Makruh: bagi yang belum mampu. 2. Dasar nikah Dasar pernikahan menurut Islam adalah satu isteri (monogami), lebih dari satu isteri adalah alternatif dengan syarat berat sekali (kemampuan lahir batin: Surat An Nisa 4: 3). E Rukun dan syarat 1. Rukun Pernikahan a. Wali calon mempelai wanita b. Calon mempelai laki-laki dan wanita c. Dua orang saksi d. Mahar e. Akad nikah f. Di satu tempat (satu ruangan)

53 2. Syarat Pernikahan - Calon mempelai pria, syaratnya: 9 - Calon mempelai wanita, syaratnya: 5 3. Wali Dari segi keturunan: (1) Ayah kandung (7) Anak laki-laki saudara seayah (2) Kakak laki-laki (8) Paman dari pihak Bapak (3) Saudara laki-laki kandun (9) Anak laki-laki paman (4) Saudara laki-laki seayah (5) Saudara laki-laki seibu (6) Anak laki-laki saudara laki-laki sekandung Dari segi haknya: (1) Wali mujbir (2) (2) Wali hakim 4. Saksi Syarat saksi: a. Dua orang laki-laki atau satu orang laki-laki b. ditambah dua orang wanita c. Muslim d. Baligh e. Beraka f. Mendengar dan mengerti maksud nikah

54 Ucapan (sighat) nikah, atau ijab qabul nikah Ijab atau perkataan dari wali: Hai...1) Saya nikahkan kamu dengan anak saya bernama...2) dengan maskawin...3) kontan/hutang...4). Langsung dijawab (qabul) oleh calon pengantin laki-laki: Saya terima nikahnya...2) anak Bapak, dengan maskawin...3) kontan/hutang.4). Keterangan: 1. Sebut nama pengantin laki-laki 2. Sebut nama pengantin wanita 3. Sebut nama dan ukuran maskawainnya. Misal: emas seberat 5 gram 4. Sebut kontan apabila maskawinnya ada dan dibayar kontan, dan sebut hutang apabila maskawinnya dihutang F. Al muharramat (Wanita yang haram dinikahi) a. Karena hubungan darah (5 orang) b. Karena hubungan sepersusuan c. Karena hubungan semenda (4 orang) d. Karena li an (suami menuduh isterinya berzina) G. Thalaq 1. Pengertian Thalaq adalah melepaskan ikatan perkawinan, atau bubarnya ubungan perkawinan ( Sayid Sabik,8,1980:7) Thlaaq adalah menghilangkan ikatan perkawinan atau mengurangi pelepasan ikatannya dengan mempergunakan kata tertentu (Zakiah Darajat II,1995:172)

55 2. Hukum dan macam-macam thalaq 2. Hukum Hukum thalaq terlarang, kecuali karena alasan benar. Hadis : Allah melaknat tiap-tiap orang yang suka merasai dan bercerai ( kawin cerai) 3. Macam-macam thalaq a. Dari segi waktu dijatuhkan 1. Thalaq Sunni : thalaq yang dijatuhkan sesuai tuntutan 2. Thalaq Bid I : thalaq yang tidak memenuhi syarat thalaq sunni 3. Thalaq La Sunni La Bid i. Thalaq yang tidak masuk thalak sunni atau bid I b. Dari segi tega tidaknya ucapan thalaq : 1) Thalaq sharih, thalaq dengan kata-kata yang jelas dan tegas 2) Thalaq kinayah, thalaq dengan kata-kata sindiran atau samaran. H. Kasus-kasus pernikahan 1. Ta lik thalak (janji setelah nikah) Ta lik thalak adalah janji suami kepada isterinya untuk bertanggung jawab terhadap isterinya. Tujuannya untuk melindungi isteri kalausuami melanggar. Bila dilanggar, isteri dapat mengadukan ke Pengadilan Agama, bila pengaduannya diterima dan dibenarkan dengan membayar iwadh yang dikuasakan kepada Pengadilan Agama, jatuh thalak satu.

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam Modul ke: Sumber Ajaran Islam Fakultas PSIKOLOGI Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Dian Febrianingsih, M.S.I Pengantar Ajaran Islam adalah pengembangan agama Islam. Agama

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Islam Bab : 2 Manusia dan Ketuhanan

Pendidikan Agama Islam Bab : 2 Manusia dan Ketuhanan Modul ke: 03 Pendidikan Agama Islam Bab : 2 Manusia dan Ketuhanan Fakultas Teknik Elektro Alimudin, S.Pd.I, M.Si Program Studi Pendidikan Agama Islam www.mercubuana.ac.id MANUSIA DAN KETUHANAN Manusia

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C Lampiran 3 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET C 01. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam Modul ke: 02Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pokok Bahasan : SUMBER AJARAN ISLAM Dr. Achmad Jamil, M.Si Program Studi S1 Manajemen AL QUR AN. Secara etimologi Alquran berasal dari kata

Lebih terperinci

2. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB A)

2. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB A) 2. Mata Pelajaran Pendidikan Agama untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunanetra (SMALB A) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu

Lebih terperinci

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Siswa : Kelas : MODUL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM LEMBAR KERJA SISWA DISUSUN OLEH DEDI NOVIYANTO, S.Pd.I NIP. 19771124 200501 1 005 PEMERINTAH KOTA MALANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 MALANG

Lebih terperinci

Di antaranya pemahaman tersebut adalah:

Di antaranya pemahaman tersebut adalah: MENYOAL PEMAHAMAN ATAS KONSEP RAHMATAN LI AL- ÂLAMÎN Kata Rahmatan li al- Âlamîn memang ada dalam al-quran. Namun permasalahan akan muncul ketika orang-orang menafsirkan makna Rahmatan li al- Âlamîn secara

Lebih terperinci

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA Jama ah Jum at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi, mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang

Lebih terperinci

SUMBER AJARAN ISLAM. Erni Kurnianingsih ( ) Nanang Budi Nugroho ( ) Nia Kurniawati ( ) Tarmizi ( )

SUMBER AJARAN ISLAM. Erni Kurnianingsih ( ) Nanang Budi Nugroho ( ) Nia Kurniawati ( ) Tarmizi ( ) SUMBER AJARAN ISLAM Erni Kurnianingsih (10301241001) Nanang Budi Nugroho (10301241012) Nia Kurniawati (10301241026) Tarmizi (10301249002) Dasar penggunaan sumber agama islam di dasarkan ayat al-qur an

Lebih terperinci

Hakikat Manusia Menurut Islam

Hakikat Manusia Menurut Islam Hakikat Manusia Menurut Islam Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWt yang memiliki peranan penting dalam kehidupan di muka bumi. Manusia juga dipandang sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya

Lebih terperinci

RESUME. MATA KULIAH STUDI ISLAM BAB I s.d. BAB VI. oleh: Muhammad Zidny Naf an ( / TI 1C)

RESUME. MATA KULIAH STUDI ISLAM BAB I s.d. BAB VI. oleh: Muhammad Zidny Naf an ( / TI 1C) RESUME MATA KULIAH STUDI ISLAM BAB I s.d. BAB VI oleh: Muhammad Zidny Naf an (107091002928 / TI 1C) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS dan TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

Lebih terperinci

Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah

Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah 1. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. adalah rukun iman ke a. Pertama b. Kedua c. Ketiga d. Keempat e. Kelima 2. Meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. menurunkan kitab-nya

Lebih terperinci

MANUSIA DAN ALAM SEMESTA. Drs. Moehadi, M.Pd.

MANUSIA DAN ALAM SEMESTA. Drs. Moehadi, M.Pd. MANUSIA DAN ALAM SEMESTA Drs. Moehadi, M.Pd. MANUSIA Istilah manusia dalam al-quran menggunakan tiga kata, yaitu 1. Kata yang terdiri dari alif, nun, dan sin seperti insan, ins, nas atau unas (QS.al- Insan:1.

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Soal 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang keikhlasan dalam beribadah.

Lebih terperinci

Khatamul Anbiya (Penutup Para Nabi)

Khatamul Anbiya (Penutup Para Nabi) Muhammad SAW adalah seorang nabi terakhir yang diutus ke bumi oleh Allah SWT. Sebagai seorang nabi dan rasul, nabi Muhamad SAW membawakan sebuah risalah kebenaran yaitu sebuah agama tauhid yang mengesakan

Lebih terperinci

"Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah"

Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah Sifat Wara' ك ن و ر ع ا ت ك ن ا ع ب د الن اس "Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah" Sesungguhnya orang yang mengenal Rabb-nya dan menempatkan-nya sebagaimana mestinya,

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR: SYARIAH - MUNAKAHAT KOMPETENSI DASAR: Menganalisis ajaran Islam tentang perkawinan Menganalisis unsur-unsur yang berkaitan dengan ajaran perkawinan dalam agama Islam INDIKATOR: Mendeskripsikan ajaran Islam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan diabadikan dalam Islam untuk selama-lamanya. Pernikahan secara terminologi adalah sebagaimana yang dikemukakan

BAB I PENDAHULUAN. dan diabadikan dalam Islam untuk selama-lamanya. Pernikahan secara terminologi adalah sebagaimana yang dikemukakan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Allah SWT telah menciptakan makhluk hidup berpasang-pasangan seperti laki-laki dan perempuan, tapi manusia tidak samadengan makhluk lain nya, yang selalu bebas

Lebih terperinci

Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang. disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar

Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang. disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar dijadikan sebagai

Lebih terperinci

Al-Hadits Tuntunan Nabi Mengenai Islam. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag.

Al-Hadits Tuntunan Nabi Mengenai Islam. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag. Al-Hadits Tuntunan Nabi Mengenai Islam Presented By : Saepul Anwar, M.Ag. Pengertian Hadits Sunnah : Segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah SAW baik berupa perkataan, perbuatan,taqrir (peretujuan),

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK) KOMPETENSI INTI DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK) MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sumber Ajaran Islam

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sumber Ajaran Islam Modul ke: 03Fakultas Didin EKONOMI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sumber Ajaran Islam Hikmah P, SE, MM Program Studi MANAJEMEN Kesempurnaan Dalam Beragama Apa itu Islam? Rukun Islam Apa itu Iman? Rukun Iman Apa

Lebih terperinci

SUMBER AJARAN ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER

SUMBER AJARAN ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER Modul ke: SUMBER AJARAN ISLAM Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK Fakultas ILMU KOMPUTER H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Program Studi SISTEM INFORMASI www.mercubuana.ac.id Umat Islam

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 284 ل ل ه م ا ف ي الس م او ات و م ا ف ي ال ا ر ض و ا ن ت ب د وا م ا ف ي ا ن ف س ك م ا و ت خ ف وه ي ح اس ب ك م ب ه الل ه ف ي غ ف ر ل م ن ي ش اء و ي ع ذ ب م ن ي ش اء

Lebih terperinci

Urgensi Berakhlaq Islami Dalam Bisnis

Urgensi Berakhlaq Islami Dalam Bisnis AKHLAQ BISNIS ISLAMI تا ا ق ا Rikza Maulan Lc M.Ag Urgensi Berakhlaq Islami Dalam Bisnis (1) Barometer Kataqwaan Seseorang: Allah SWT berfirman (QS. 2 : 188) ن - 2 # 5 وا 2 6 + س 3% "! ا ا ال ا # & م %

Lebih terperinci

MENGENAL PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA Oleh: Marzuki

MENGENAL PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA Oleh: Marzuki MENGENAL PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA Oleh: Marzuki Perkawinan atau pernikahan merupakan institusi yang istimewa dalam Islam. Di samping merupakan bagian dari syariah Islam, perkawinan memiliki hikmah

Lebih terperinci

Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam

Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam Istilah addin al-islam Tercantum dalam Al-Qur an Surat al-maaidah (5) ayat 3, mengatur hubungan manusia dengan Allah (Tuhan), yang bersifat vertikal, hubungan manusia

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) TAHUN PELAJARAN

KISI-KISI UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) TAHUN PELAJARAN KISI-KISI UJIAN AKHIR MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL (UAMBN) TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Jenis Madrasah : Madrasah Aliyah Bentuk Tes : Pilhan Ganda Program : Non Keagamaan Jumlah soal : 50 butir Mata Pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV NASAB DAN PERWALIAN ANAK HASIL HUBUNGAN SEKSUAL SEDARAH (INCEST) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB IV NASAB DAN PERWALIAN ANAK HASIL HUBUNGAN SEKSUAL SEDARAH (INCEST) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM BAB IV NASAB DAN PERWALIAN ANAK HASIL HUBUNGAN SEKSUAL SEDARAH (INCEST) DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM A. Nasab Anak Hasil Hubungan Seksual Sedarah Dalam Perspektif Hukum Islam Pada bab dua telah banyak

Lebih terperinci

31. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMP/MTs

31. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMP/MTs 31. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMP/MTs KELAS: VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara keseluruhan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK Lampiran 3 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK 1. Mata Pelajaran Pendidikan Agama untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Agama

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BARANG SERVIS DI TOKO CAHAYA ELECTRO PASAR GEDONGAN WARU SIDOARJO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BARANG SERVIS DI TOKO CAHAYA ELECTRO PASAR GEDONGAN WARU SIDOARJO BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BARANG SERVIS DI TOKO CAHAYA ELECTRO PASAR GEDONGAN WARU SIDOARJO A. Analisis Praktik Jual Beli Barang Servis Di Toko Cahaya Electro Pasar Gedongan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya BAB IV ANALISIS A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya Mahar merupakan kewajiban oleh suami terhadap istri yang harus diberikan baik dalam atau setelah dilakukan akad nikah.

Lebih terperinci

(الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat

(الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat (الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat ك ن و ر ع ا ت ك ن ا ع ب د الن اس "Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah" Sesungguhnya orang yang mengenal Rabb-nya dan menempatkan-nya

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pembahasan perwalian nikah dalam pandangan Abu Hanifah dan Asy-

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pembahasan perwalian nikah dalam pandangan Abu Hanifah dan Asy- BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Pembahasan perwalian nikah dalam pandangan Abu Hanifah dan Asy- Syafi i telah diuraikan dalam bab-bab yang lalu. Dari uraian tersebut telah jelas mengungkapkan

Lebih terperinci

5 Oktober 2011 AAEI ITB K-07

5 Oktober 2011 AAEI ITB K-07 1 2 ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH... 3 Gina Maulia (10510064) Dewi Ratna Sari (10510028) KELOMPOK 3 Nilam Wahyu Nur Sarwendah (10510051) Widya Tania Artha (10510026) Kartika Trianita (10510007)

Lebih terperinci

PEDOMAN HIDUP ISLAMI (PHI) WARGA MUHAMMADIYAH. Drs. H. Gunarto Muchsin

PEDOMAN HIDUP ISLAMI (PHI) WARGA MUHAMMADIYAH. Drs. H. Gunarto Muchsin PEDOMAN HIDUP ISLAMI (PHI) WARGA MUHAMMADIYAH Drs. H. Gunarto Muchsin Islam Tentang Kehidupan Hakekat Islam Agama untuk berserah diri semata-mata kepada Allah (Qs. An Nisa (4): 125) Agama semua nabi (Qs.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN A. Analisis dari Aspek Akadnya Sebagaimana yang telah penulis jelaskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan pada dasarnya. tidak hanya menyampaikan dan memberi hafalan. Pendidikan yang ideal

BAB I PENDAHULUAN. yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan pada dasarnya. tidak hanya menyampaikan dan memberi hafalan. Pendidikan yang ideal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bagi kehidupan manusia saat ini, pendidikan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan pada dasarnya membimbing, mendidik, dan mengarahkan ke

Lebih terperinci

Hadits-hadits Shohih Tentang

Hadits-hadits Shohih Tentang Hadits-hadits Shohih Tentang KEUTAMAAN PERNIAGAAN DAN PENGUSAHA MUSLIM حفظو هللا Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc Publication : 1436 H_2015 M Hadits-hadits Shohih Tentang Keutamaan Perniagaan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman :

BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah anugrah dan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara oleh orang tua, karena kelak akan di minta pertanggung jawabanya dihadapan-nya,

Lebih terperinci

KLONING FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000. Tentang KLONING

KLONING FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000. Tentang KLONING 15 FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 Rabi ul Akhir 1421 H./25-29

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 285 آم ن الر س ول ب م ا ا ن ز ل ا ل ي ه م ن ر ب ه و ال م و م ن ون ك ل آم ن ب الل ه و م ل اي ك ت ه و ك ت ب ه و ر س ل ه ل ا ن ف ر ق ب ي ن ا ح د م ن ر س ل ه و ق ال وا

Lebih terperinci

ج اء ك م ر س ول ن ا ي ب ي ن ل ك م ك ث ير ا م ما ك ن ت م ت خ ف و ن م ن ال ك ت اب و ي ع ف و ع ن ك ث ير ق د ج اء ك م م ن الل ه ن ور و ك ت اب

ج اء ك م ر س ول ن ا ي ب ي ن ل ك م ك ث ير ا م ما ك ن ت م ت خ ف و ن م ن ال ك ت اب و ي ع ف و ع ن ك ث ير ق د ج اء ك م م ن الل ه ن ور و ك ت اب KARAKTERISTIK ETIKA ISLAM 1. Al Qur an dan Sunnah Sebagai Sumber Moral Sebagai sumber moral atau pedoman hidup dalam Islam yang menjelaskan kriteria baik buruknya sesuatu perbuatan adalah Al Qur an dan

Lebih terperinci

UTS Al-Islam dan Kemuhammadiyahan II Aqidah dan Ibadah

UTS Al-Islam dan Kemuhammadiyahan II Aqidah dan Ibadah UTS Al-Islam dan Kemuhammadiyahan II Aqidah dan Ibadah Alfin Rhomansyah K / 201410230311260 Tujuan dan Orientasi Hidup Menurut Islam Sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, manusia memiiki alasan mengapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, baik bagi perseorangan maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan yang sah, pergaulan laki-laki dan perempuan

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2014/2015 KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR

Lebih terperinci

Dr. Munawar Rahmat, M.Pd.

Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. MAKNA AGAMA ISLAM Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. NIP: 19580128.198612.1.001 PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 23 September

Lebih terperinci

A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan Mahar Dalam Pernikahan Gadis dan. 1. Analisis prosesi tradisi standarisasi penetapan mahar

A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan Mahar Dalam Pernikahan Gadis dan. 1. Analisis prosesi tradisi standarisasi penetapan mahar 49 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI STANDARISASI PENETAPAN MAHAR DALAM PERNIKAHAN GADIS DAN JANDA DI DESA GUA-GUA KECAMATAN RAAS KABUPATEN SUMENEP A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan

Lebih terperinci

TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI AH SEBAGAI HIKMAH AL-TASYRI TERHADAP HUKUM WALI DALAM PERNIKAHAN

TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI AH SEBAGAI HIKMAH AL-TASYRI TERHADAP HUKUM WALI DALAM PERNIKAHAN 1 TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI AH SEBAGAI HIKMAH AL-TASYRI TERHADAP HUKUM WALI DALAM PERNIKAHAN (Studi Komparatif Pandangan Imam Hanafi dan Imam Syafi i dalam Kajian Hermeneutika dan Lintas Perspektif) Pendahuluan

Lebih terperinci

MANUSIA DAN KETUHANAN

MANUSIA DAN KETUHANAN Modul ke: MANUSIA DAN KETUHANAN Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Fakultas TEHNIK MUHAMMAD ALVI FIRDAUSI, S.Si, MA Program Studi INFORMATIKA www.mercubuana.ac.id Kata Ilah berasal dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam

BAB I PENDAHULUAN. dapat menghadapi segala tantangan yang akan timbul, lebih-lebih dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan masalah fundamental dalam pembangunan bangsa dan merupakan bekal yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda agar kelak dapat menghadapi

Lebih terperinci

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya Khutbah Pertama:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Lebih terperinci

Perzinahan dan Hukumnya SEPUTAR MASALAH PERZINAHAN DAN AKIBAT HUKUMNYA

Perzinahan dan Hukumnya SEPUTAR MASALAH PERZINAHAN DAN AKIBAT HUKUMNYA Perzinahan dan Hukumnya SEPUTAR MASALAH PERZINAHAN DAN AKIBAT HUKUMNYA Pertanyaan Dari: Ny. Fiametta di Bengkulu (disidangkan pada Jum at 25 Zulhijjah 1428 H / 4 Januari 2008 M dan 9 Muharram 1429 H /

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Soal 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang keikhlasan dalam beribadah.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS URF TERHADAP PEMBERIAN RUMAH KEPADA ANAK PEREMPUAN YANG AKAN MENIKAH DI DESA AENG PANAS KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP

BAB IV ANALISIS URF TERHADAP PEMBERIAN RUMAH KEPADA ANAK PEREMPUAN YANG AKAN MENIKAH DI DESA AENG PANAS KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP BAB IV ANALISIS URF TERHADAP PEMBERIAN RUMAH KEPADA ANAK PEREMPUAN YANG AKAN MENIKAH DI DESA AENG PANAS KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Dalam melaksanakan pernikahan, manusia tidak terikat dan bebas

Lebih terperinci

IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia

IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindera, intuisi, firasat atau yang

Lebih terperinci

Etimologis: berasal dari jahada mengerahkan segenap kemampuan (satu akar kata dgn jihad)

Etimologis: berasal dari jahada mengerahkan segenap kemampuan (satu akar kata dgn jihad) PENGANTAR Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah Al- Quran dan Sunnah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak permasalahan baru yang dihadapi umat Islam, yang tidak terjadi pada masa Rasulullah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP LARANGAN NIKAH TUMBUK DESA DI DESA CENDIREJO KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP LARANGAN NIKAH TUMBUK DESA DI DESA CENDIREJO KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP LARANGAN NIKAH TUMBUK DESA DI DESA CENDIREJO KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR A. Analisis terhadap penyebab larangan nikah Tumbuk Desa di desa Candirejo Kecamatan

Lebih terperinci

MERAIH KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN MENELADANI RASULULLAH

MERAIH KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN MENELADANI RASULULLAH MERAIH KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN MENELADANI RASULULLAH OLEH : DR. HJ. ISNAWATI RAIS, MA RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA (RSIJ) CEMPAKA PUTIH FISIKA SELASA, DEPARTMENT 14 FEBRUARI 2012 State Islamic

Lebih terperinci

ONSEP KETUHANAN, MANUSIA & AGAMA

ONSEP KETUHANAN, MANUSIA & AGAMA K ONSEP KETUHANAN, MANUSIA & AGAMA 2.1 Konsep Ketuhanan Tuhan adalah eksistensi tertinggi yang dapat menjadi tempat bertumpu dan berlindung hamba (makhluk). 2.1.1 Melambangkan Tuhan Guna untuk memudahkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah SWT telah menciptakan segala sesuatunya di dunia ini dengan berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah diciptakan-nya

Lebih terperinci

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab MATAN Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab C MATAN AS-SITTATUL USHUL Z. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Termasuk perkara yang sangat menakjubkan dan tanda yang

Lebih terperinci

KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN

KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN A. Al-Qur an Sebagai Sumber Ajaran Islam Menurut istilah, Al-Qur an adalah firman Allah yang berupa mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, ditulis

Lebih terperinci

FATWA TARJIH MUHAMMADIYAH HUKUM NIKAH BEDA AGAMA

FATWA TARJIH MUHAMMADIYAH HUKUM NIKAH BEDA AGAMA FATWA TARJIH MUHAMMADIYAH HUKUM NIKAH BEDA AGAMA Pertanyaan Dari: Hamba Allah, di Jawa Tengah, nama dan alamat diketahui redaksi (Disidangkan pada hari Jum at, 20 Syakban 1432 H / 22 Juli 2011 M) Pertanyaan:

Lebih terperinci

H.M.A Tihami dan Sohari Sahrani, Fikih Munakahat Kajian Fikih Nikah Lengkap (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), h.6

H.M.A Tihami dan Sohari Sahrani, Fikih Munakahat Kajian Fikih Nikah Lengkap (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), h.6 BAB I PENDAHULUAN Dalam kehidupan, manusia tidak dapat hidup dengan mengandalkan dirinya sendiri. Setiap orang membutuhkan manusia lain untuk menjalani kehidupannya dalam semua hal, termasuk dalam pengembangbiakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seabagai penganut agama islam orang muslim mempunyai tendensi da landasan dalam menjalani kehidupan sehari - hari, baik yang berkaitan dengan ubudiyah munakahah, jinayah,

Lebih terperinci

TERMINOLOGIS KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN

TERMINOLOGIS KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN KONSEP AGAMA KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN TERMINOLOGIS UNSUR AGAMA SECARA UMUM PENGERTIAN ISLAM SECARA ETIMOLOGIS DAN TERMINOLOGIS PENGERTIAN AGAMA ISLAM KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN TERMINOLOGIS

Lebih terperinci

SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM HADIS - SUNNAH Etimologis: Hadis : perkataan atau berita. Sunnah : jalan yang dilalui atau tradisi yang dilakukan. Sunnah Nabi: jalan hidup Nabi. Terminologis Hadis:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rasulullah SAW juga telah memerintahkan agar orang-orang segera

BAB I PENDAHULUAN. Rasulullah SAW juga telah memerintahkan agar orang-orang segera 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hubungan perkawinan antara seorang laki-laki dan perempuan pada kenyataannya merupakan sudut penting bagi kebutuhan manusia. Bahkan perkawinan adalah hukum

Lebih terperinci

BAHAGIAN A (20 markah)

BAHAGIAN A (20 markah) 5226/1 BAHAGIAN A (20 markah) Kertas soalan ini mengandungi dua bahagian : Bahagian A dan Bahagian B. Jawab semua soalan Bahagian A dan Bahagian B 1. Allah s.w.t. berkuasa memberi sesuatu mengikut kehendaknya

Lebih terperinci

Al-Qur an: Sumber Ajaran Islam Pertama

Al-Qur an: Sumber Ajaran Islam Pertama Al-Qur an: Sumber Ajaran Islam Pertama Pengertian Al-Qur an: Berasal dari kata qara a artinya membaca. Oleh karena itu, qur an dapat diartikan bacaan. Disebut Al-Qur an karena ia harus menjadi bacaan umat

Lebih terperinci

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM I

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM I BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM I Konsep Kitab 1. Pengertian Kitab Secara bahasa, kitab adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ditulisi di dalamnya. Sedangkan

Lebih terperinci

DAFTAR TERJEMAH. No Hal Kutipan Bab Terjemah

DAFTAR TERJEMAH. No Hal Kutipan Bab Terjemah DAFTAR TERJEMAH No Hal Kutipan Bab Terjemah 1 1 Q.S. At I tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi Taubah ayat 122 semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan maupun

BAB I PENDAHULUAN. Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan maupun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan yang sah, pergaulan laki-laki dan perempuan terjadi secara terhormat

Lebih terperinci

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Kurikulum KTSP (2006) KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK Praktik sewa menyewa pohon yang terjadi di Desa Mayong merupakan suatu perjanjian yang sudah lama dilakukan dan

Lebih terperinci

Berpegang Teguh dengan Alquran dan Sunnah

Berpegang Teguh dengan Alquran dan Sunnah Berpegang Teguh dengan Alquran dan Sunnah Khutbah Pertama:??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????????????????????????

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SMA-SMK Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas X, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SMA-SMK Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas X, Semester 1 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SMA-SMK dan Kelas X, Semester 1 Al-Qur an 1. Memahami ayat-ayat Al-Qur an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi. 1.1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan. berkembang sesuai dengan kondisi dan konteks lingkungannya.

BAB I PENDAHULUAN. sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan. berkembang sesuai dengan kondisi dan konteks lingkungannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan lahir bersamaan dengan diciptakannya Nabi Adam As sebagai manusia pertama, sebagaimana al-qur an menyatakan Adam berdialog dengan Allah SWT. 1 Dialog

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR:

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR: AL-QURAN KOMPETENSI DASAR Menganalisis kedudukan dan fungsi al-quran dalam agama Islam Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang melekat pada al-quran INDIKATOR: Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan pendidikan sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perubahan akhlak pada anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan

Lebih terperinci

FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 81/DSN-MUI/III/2011 Tentang

FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 81/DSN-MUI/III/2011 Tentang Fatwa Pedoman Asuransi Syariah 1 FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 81/DSN-MUI/III/2011 Tentang PENGEMBALIAN KONTRIBUSI TABARRU BAGI PESERTA ASURANSI YANG BERHENTI SEBELUM MASA PERJANJIAN BERAKHIR ا ا رل

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. disisi Tuhan-Nya, dan untuk berpacu menjadi hamba-nya yang menang di

BAB 1 PENDAHULUAN. disisi Tuhan-Nya, dan untuk berpacu menjadi hamba-nya yang menang di BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ajaran agama Islam merupakan tuntunan yang sangat penting dan mendasar yang merupakan tujuan untuk mengatur setiap sikap dan tingkah laku manusia, terutama kaum muslimin,

Lebih terperinci

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan

Tauhid untuk Anak. Tingkat 1. Oleh: Dr. Saleh As-Saleh. Alih bahasa: Ummu Abdullah. Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary. Desain Sampul: Ummu Zaidaan Tauhid untuk Anak Tingkat 1 Oleh: Dr. Saleh As-Saleh Alih bahasa: Ummu Abdullah Muraja ah: Andy AbuThalib Al-Atsary Desain Sampul: Ummu Zaidaan Sumber: www.understand-islam.net Disebarluaskan melalui:

Lebih terperinci

LAMPIRAN TERJEMAHAN AYAT AL-QUR AN

LAMPIRAN TERJEMAHAN AYAT AL-QUR AN LAMPIRAN TERJEMAHAN AYAT AL-QUR AN Halaman 2 Halaman 4 : dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kalangan manusia, tetapi juga terjadi pada tumbuhan maupun hewan. Perkawinan

BAB I PENDAHULUAN. kalangan manusia, tetapi juga terjadi pada tumbuhan maupun hewan. Perkawinan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan adalah perilaku makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa agar kehidupan di alam dunia berkembang biak. Perkawinan bukan saja terjadi di kalangan manusia,

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam Modul ke: Pendidikan Agama Islam Kesalehan Sosial Fakultas EKONOMI Dr. Saepudin S.Ag. M.Si. Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id PENGERTIAN KESALEHAN SOSIAL Kesalehan sosial adalah suatu perilaku

Lebih terperinci

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2012/2013

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2012/2013 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN 2012/2013 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KEMAMPUAN YANG DIUJI INDIKATOR 1 Memahami ayat-ayat

Lebih terperinci

BAB I LATAR BELAKANG. kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya,

BAB I LATAR BELAKANG. kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya, BAB I LATAR BELAKANG A. Latar Belakang Pendidikan yaitu mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya, maupun terhadap ketajaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Artinya : Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Q.S.Adz-Dzariyat: 49).

BAB I PENDAHULUAN. Artinya : Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Q.S.Adz-Dzariyat: 49). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Quran dinyatakan bahwa hidup berpasang-pasangan, hidup berjodoh-jodohan adalah naluri segala makhluk Allah, termasuk manusia. 1 Dalam surat Adz-Dzariyat ayat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat dan petunjuk bagi kehidupan manusia. diwajibkan untuk mempelajari mendalami serta mengamalkannya.

BAB I PENDAHULUAN. Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat dan petunjuk bagi kehidupan manusia. diwajibkan untuk mempelajari mendalami serta mengamalkannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an adalah kitab suci yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat dan petunjuk bagi kehidupan manusia. Bagi ummat Islam Al-Qu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia akan lebih berpengetahuan luas dan menjadi lebih bijaksana dalam

Lebih terperinci

Oleh: Shahmuzir bin Nordzahir

Oleh: Shahmuzir bin Nordzahir Oleh: Shahmuzir bin Nordzahir www.muzir.wordpress.com shahmuzir@yahoo.com Diturunkan pada Lailatul-Qadr إ ن ا أ ن ز ل ن اه ف ي ل ي ل ة ال ق د ر Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam

Lebih terperinci

A. Pengertian Fiqih. A.1. Pengertian Fiqih Menurut Bahasa:

A. Pengertian Fiqih. A.1. Pengertian Fiqih Menurut Bahasa: A. Pengertian Fiqih A.1. Pengertian Fiqih Menurut Bahasa: Fiqih menurut bahasa berarti paham, seperti dalam firman Allah : Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan

Lebih terperinci

ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT. Nur Rochmah K.

ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT. Nur Rochmah K. ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT Nur Rochmah K. Anak dalam Islam Apabila manusia telah mati, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Persepsi Masyarakat Petani Desa Trembulrejo Tentang Zakat Pertanian Mencermati keterangan narasumber dari hasil wawancara dari 15 petani, banyak petani yang mengetahui

Lebih terperinci

HUKUM DAN HAM DALAM ISLAM

HUKUM DAN HAM DALAM ISLAM HUKUM DAN HAM DALAM ISLAM KELOMPOK 3B : Aria Trimadya 10510016 Hardany Triasmanto 10510020 Diar Luthfi Hawari 10510027 Shendy Arya 10510049 Achmad Noufal 10510058 Muhammad Reza 10510066 Peta Konsep ISLAM

Lebih terperinci

Lingkungan Mahasiswa

Lingkungan Mahasiswa Lingkungan Mahasiswa Pernikahan Apa Hubungannya ya Lingkungan Mahasiswa dengan Pernikahan????? Pernikahan Dini Pernikahan yang dilakukan oleh mereka yang masih muda, seperti mahasiswa atau mahasiswi yang

Lebih terperinci