SKRIPSI STUDI TRANSAKSI JUAL BELI ROKOK DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) KENDARI OLEH: MARLIN STB: B1A

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SKRIPSI STUDI TRANSAKSI JUAL BELI ROKOK DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) KENDARI OLEH: MARLIN STB: B1A"

Transkripsi

1 SKRIPSI STUDI TRANSAKSI JUAL BELI ROKOK DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) KENDARI OLEH: MARLIN STB: B1A JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2017

2 STUDI TRANSAKSI JUAL BELI ROKOK DALAM PANDANGAN MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO (UHO) KENDARI SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Halu Oleo sebagai Syarat untuk Memenuhi Gelar Sarjana OLEH : MARLIN STB. B1A JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2017 ii

3

4

5

6 UCAPAN TERIMA KASIH ب س م ٱ ٱل رح م ن ٱل رح یم Assalamu Alaikum Wr. Wb Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah karena berkat taufik dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul Studi Transaksi Jual Beli Rokok dalam Persepsi Hukum Islam (Studi Kasus: Pendapat Betbagai Kalangan Masyarakat Pada Daerah Sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari ). Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada program studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Halu Oleo Kendari. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan suatu karya ilmiah tidaklah mudah, oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan dalam penyusunan skripsi ini terdapat kekurangan. Karena itu dengan segala keikhlasan, kerendahan hati serta tangan terbuka, memberikan saran, koreksi maupun kritik yang sifatnya membangun, sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan selanjutnya. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada orang tua saya Munasir dan Wa Pole yang telah memberi bantuan baik moril maupun materi, membesarkan, mengasuh, mendidik dan selalu mendoakan serta memberikan kasih sayang yang tidak pernah putus sampai saat ini. penyusunan dan penyelesaian skripsi ini banyak pihak pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuan sangat berarti bagi penulis. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada : vi

7 1. Bapak Dr. Muhammad Zamrun Firihu,S.Si.,M.Sc selaku rektor Univerasitas Halu Oleo 2. Ibu Dr. Hj. Rostin, SE., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo Kendari. 3. Dr. La Ode Suriadi, SE., M.Si selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unuversitas Halu Oleo Kendari. 4. Dr. Supriady Rusli, SE.,M.Si selaku pembimbing pertama dan Ibu Dr. Ernawati, SE.,M.Si selaku pembimbing kedua yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan arahan serta bimbingan kepada penulis sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan. 5. Dr. Ambo Wonua Nusantara, SE., M.Si, Dr. Baheri, SE., MS dan Prof. Dr. H. Hasan Aedy, SE.,MS sebagai tim penguji yang telah memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini. 6. Seluruh Dosen Pengajar dan Staf Pegawai Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. 7. Buat Saudara kandungku, Marjun, Marzuking, Agus salim, Samsir, Aris dan Adik Umarku tersayang, yang telah mendoakan dan banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Buat Kakanda Hamrin La Hulu yang selalu menemani, membantu, mendokan memberikan motivasi dan support yang tidak ada henti-hentinya kepada saya sehingga dapat menyelasaikan skripsi ini. 9. Buat sahabat-sahabatku konsentrasi Ekonomi Syariah: Nursia, Auliahrianto, Hasrawati Wua, Samsul Baharim, La Sunu, Miranti Moniru, Neneng, Ertin, Rosnia, Andi reski, Deti, Suci, Fitriyani Andini Putri, Leli Maulia Azizah, Andi Emma Septiyani, Mega Wati, Hartini, Ika, Suniati, Muliyani, Waode Fatma wati, Desri, dan Ulzana, Terimakasih selalu ada baik dalam suka maupun duka, selalu memberikan semangat yang positif, saling berbagi dan selalu saling support satu sama lain selama dalam perkuliahan ini. Penulis ucapkan banyak terimakasih untuk kebersamaanya selama ini vii

8 10. Teman-teman seperjuangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Buat seluruh teman-teman seperjuanganku angkatan 2012: Riska Andriani, Al Razak, Mirnawati Husein, arbal, widi, Ririn Mardin, Gaby Priska Ciceliya, Cici Ayu Astuti, Zalsa Dila Anjni, Wa Ode Erni Septiyani, Ni Komang Wiwik Indrayani, Cony Veby Tarore, Stefany Ramadhani, Wa Ode Enceng, Andriyani, Metri, La Ode Jusman, serta rekan-rekan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih atas kebersamaanya selama ini. 11. Buat teman-teman Asrama Wakuru 1 dan 2, tak lupa saya ucapkan banyak terimaksih kepada : Kakanda Naim S.H, bang Mulis S.H, Ulfa Wati S,Pd, Widianti Intan S.Pd, endang, susiana, ernawati, Nurwiati, Salim, kakanda Wijoyo,S.Pd, Bang Udin, S.Pt, Bpk Nafsir SKM, La Hanusa, S.Pd, La Sadia,S.Pd, Joni, A.Md, Ruslan,SE, Abdul Gani, S.ip, Sunarni, kakak Aspopy naari, Haris Wua, S.Pd, Dkk lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Terimaksi atas dukungan dan saran-saran positif yang telah diberikan kepada penulis, sehinnga skrisi ini dapat diselesaikan. 12. Buat foto copy ajah dkk yang selalu membantu dalam penyelesaian urusan perkuliahan terimkasih banyak 13. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung terimakasih atas semuanya. Akhirnya pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya atas segala kebaikan dan jasa-jasa yang telah penulis terima. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Amin. Kendari, Juli 2017 Penulis viii

9 ABSTRAK MARLIN, 2017 : Studi Transaksi Jual Beli Rokok Dalam Pandangan Masyarakat Di Sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Skripsi SI. Program Studi Ekonomi Pembangunan, Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Halu Oleo. Dibimbing oleh : 1) Supriady Rusli 2) Ernawati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang hukum mengkonsumsi komoditas rokok serta rukun dan syarat sah jual beli rokok dalam perspektif Islam. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu Dengan menggunakan data primer berupa wawancara langsung kepada pengguna dan Non-pengguna rokok, penjual, dosen serta pemuka agama selaku informan dalam penelitian. Skripsi ini menunjukkan bahwa, pandangan masyarakat di sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) kendari Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu adalah berbeda-bedal. Jika merujuk pada dalil QS. Al-baqarah:195 dan Annisa: 29, maka rokok adalah haram meskipun memenuhi rukun jual beli, namun mengabaikan syarat sah jual menurut islam serta menimbang mudharatnya yang lebih besar dari pada manfaatnya. variabel komoditas haram dan transaksi yang tidak sah memiliki dalil yang kuat, sementara variabel yang lain dapat dipatahkan dalam perspektif islam melalui Al-quran dan hadits. Kata kunci: Transaksi, Rokok, Sah, Bathil, Makruh, Haram ix

10 xi ABSTRACT MARLIN, 2017: Study Of Cigarette Sale and Purchase Transactions In The View of People Around Campus University Halu Oleo (UHO) Kendari. Thesis SE conomic Development Study Program, Department of Economics, Faculty of Eco nomics and Business, University of Halu Oleo. guided by: 1) Supriady Rusli 2) Ernawati. This study aims to find out how the public perception of the law consumes cigarette commodities as well as the harmonious and legal conditions of buying and selling cigarettes in the perspective of Islam. The method of analysis used is descriptive analysis that is by using primary data in the form of direct interviews to users and non-users of cigarettes, sellers, lecturers and religious leaders as informants in research.s The results of this study indicate that, the view of the community around the campus of Halu Oleo University (UHO) in Lalolara Sub -district, Kambu District is different. If it refers to the argument of QS. Al-baqarah: 195 and Annisa: 29, then cigarettes are haram despite fulfillment of the salesperson, but ignore the legal terms of selling according to Islam and weigh the greater mudharatnya than the benefits. Illegitimate commodity variables and unauthorized transactions have strong propositions, while other variables can be broken in Islamic perspectives through Al-Quran and hadith. Keywords: Transaction, Cigarette, legitimate, Bathil, Makruh, Haram x

11 xii DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN SAMPUL DALAM... ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii HALAMAN PENETAPAN PENGUJI SKRIPSI... iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN..... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAK... ix ABSTACT... x DAFTAR ISI... xi DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian... 3 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Tembakau Definisi Rokok Dampak yang ditimbulkan dari Olahan Tembakau(Rokok) Teori Konsumsi Komoditas Syariah Teori Produksi Komoditas Syariah Rokok dalam Tinjauan Hukum Islam Pola Perilaku Merokok Rukun dan Syarat Sah Transaksi Jual Beli dalam Islam Kajian Empiris Kerangka Pemikiran BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Rancangan Penelitian xi

12 xiii 3.3. Informan Kunci Jenis dan Sumber Data Jenis Data Sumber Data Analisis Data Variabel Definisi Operasional BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Deskripsi Informan karateristik Responden Berdasarkan Umur Karateristik Informan Berdasarkan Jenis Pekerjaan Karateristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Hasil Penelitian Persepsi Masyarakat Tentang Hukum Mengonsumsi Komoditas Rokok Persepsi Masyarakat Tentang Hukum/ Rukun Dan Syarat Sah Jual Beli Rokok Pembahasan Hukum Mengkonsumsi Komoditas Rokok Rukun Dan Syarat Sah Jual Beli Rokok BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi xii

13 xiv DAFTAR TABEL Hal 3.1. Tabel Analisis Data Tabel Jumlah Informan Berdasarkan Umur Tabel Jumlah Informan Berdasarkan Jenis Pekerjaan Tabel Jumlah Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel Tabulasi Silang informan Hasil Penelitian Studi Transaksi Jual beli rokok Dalam Perspektif Islam Distribusi informan berdasarkan status perokok, latar belakang keluarga dan Fatwa MUI Distribusi informan berdasarkan berdasarkan keinginan berhenti merokok Distribusi informan berdasarkan komoditas dan sah tidaknya jual beli xiii

14 xv DAFTAR GAMBAR 2.1. Gambar Skema Transaksi Jual Beli Rokok Dalam Perspektif Islam xiv

15 xvi DAFTAR LAMPIRAN 1. Lampiran 1 : Panduan Wawancara Lampiran 3 : Dokumentasi Lampiran 2 : Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Keharaman Merokok xv

16 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rokok memang sudah menjadi kebutuhan, bahkan terkadang mengalahkan makanan bagi pecandunya. Oleh karena itu industri rokok juga sudah menjadi gantungan banyak orang dalam hal ini. Sebagian besar orang Indonesia sudah sering mendengar atau membaca peringatan dari pemerintah yang berbunyi: Merokok dapat mengakibatkan serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Namun, tetap banyak orang yang seakan-akan tidak memperdulikan peringatan tersebut. Bukan hanya dengan peringatan, namun bukti nyata akan banyaknya orang yang meninggal karena benda ini. (Husaini, 2006). Gencarnya iklan-iklan rokok yang mengidentikan dengan kejantanan, kesegaran, dan keperkasaan menjadi motivasi terbesar untuk mengkonsumsi rokok. Bagi pria, semakin muda usia mereka menghisap rokok, maka semakin tumbuh rasa bangga, dan bagi wanita merokok adalah bagian dari life style modern. Namun, siapa yang bisa melarang seseorang untuk tidak merokok? Siapapun bisa merokok sepuas-puasnya, karena di pasaran banyak orang menjual rokok. Orang bisa secara bebas mengkonsumsi, semuanya terpulang pada prinsip hidupnya, maukah memahami ajakan hidup sehat tanpa roko atau merokok sudah menjadi bagian dari hidupnya (Khoirudin, 2007) dalam supardi (2008). Realitanya rokok adalah salah satu aset negara yang cukup besar bagi bangsa Indonesia, tidak terhitung berapa banyak sumbangan financial yang masuk 1

17 2 ke kas negara dari bisnis ini. Jadi, selain berbahaya bagi kesehatan, rokok juga menjadi alternatif untuk kesejahtraan masyarakat. Sebagai contoh: membuka lapangan pekerjaan yang besar dan tingkat kesejahteraan petani dapat tercukupi dengan pertanian tembakau. Dan yang nenjadi pertanyaan terbesarnya adalah Bagaimanakah kelanjutan hidup bangsa Indonesia apabila generasi penerusnya hancur hanya karena sebungkus rokok? (Supardi, 2008). Rokok selain memiliki bahaya tetapi juga mempunyai manfaat bagi kesejahteraan rakyat. Lalu bagaimana hukum islam menyikapi hal tersebut? Sampai saat ini belum ditentukan hukum yang jelas dan tegas tentang merokok. Disamping itu dalam Al-Qur an dan Al-Hadits tidak ada satupun ketentuan yang mengatur secara detail tentang merokok. Oleh karena itu, masalah ini dalam islam termaksud bidang ilmu ijtihadiyyah artinya untuk menentukan hukum halal dan haram masih diperlukan akal pikiran para ulama ahli fiqih melalui ijtihadnya ( Rahmat, 1999) dalam (Supardi, 2008). Pada prinsipnya mu amalah adalah mubah, artinya sepanjang tidak ada dalil yang melarangnya maka sesuatu itu adalah boleh. Melihat tabiat tersebut, tabiat menggunakan tembakau dalam bentuk merokok boleh dijadikan sebagai satu contoh perkara samar dimana tidak ditemui nas yang khas menetapkan hukumya, dengan demikian penulis merasa tertarik akan satu hal untuk dijadikan judul penelitian yaitu Studi Transaksi Jual Beli Rokok Dalam Pandangan Masyarakat Di Sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

18 3 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana persepsi masyarakat tentang komoditas rokok? 2. Bagaimana persepsi masyarakat tentang sah tidaknya transaksi jual- beli rokok? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang komoditas rokok 2. Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang sah tidaknya transaksi jual beli rokok. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat teoritis dan manfat prktis dari penelitian ini Bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ilmu syariah, yaitu memberikan pemahaman yang kokoh bagi pemikiranumum masyarakat tentang hukum islam sebagai upaya untuk menetapkan hukum terhadap masalah-masalah kontemporer yang dihadapi umat islam, khususnya hal komoditas rokok dan transaksi jual belinya. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Untuk mempermudah penulisan proposal penelitian ini serta terarah dan berjalan dengan baik, maka perlu membuat suatu batasan permasalahan. Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah lebih mefokuskan pada penerapan prinsip syariah dalam transaksi jual beli rokok dengan kaitannya hukum

19 4 mengkonsumsi komoditas rokok, pola produksi, serta rukun dan syarat sah jual beli rokok dalam prespektif islam.

20 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Tembakau Tembakau adalah hasil bumi yang diperoleh dari daun tanaman yang juga dinamai sama. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum dan Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga dipakai dalam tingkat sangat terbatas. Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termaksud komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan, produk ini di konsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau hiburan, yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Dengan kandungan Metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat (http://kids.britannica.com/compotons/article /tabaco). Tanaman tembakau merupakan salah satu komoditas andalan nasional dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, sumber pendapatan bagi petani dan sumber devisa bagi negara disamping mendorong berkembangnya agribisnis tembakau dan agroindustri. Tembakau setelah mengalami proses pengolahan lebih lanjut melalui industri untuk diproduksi menjadi sebuah produk seperti halnya rokok dengan berbagai jenis dan varian, dimana bahan utamanya adalah tembakau (Abdullah dan Soedarmanto,1982). 5

21 Definisi rokok Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus, dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan lain (Heryani, 2014). Rokok merupakan gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking), yang dibungkus (daun nipan atau kertas). Rokok merupakan silinder berukuran panjang antara mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Pada produk rokok, ada yang difilter ada juga yang tanpa filter. Filter pada rokok tersebut terbuat dari bahan busa serabut yang berfungsi menyaring asap pada rokok itu sendiri. Rokok dikemas dalam bungkusan berbentuk kotak kecil agar mudah dikantongi sehingga mudah dibawah kemana-mana. Dalam kemasan rokok dilengkapi dengan himbauan tentang bahaya merokok bagi kesehatan tubuh (KBBI, Dampak Yang Di Timbulkan Dari Olahan Tembakau (Rokok) a. Dampak Sosial Merokok di tempat umum telah sejak lama hanya dilakukan oleh pria. Di dalam penelitian mengatakan bahwa satu dari tiga pria dewasa mengkonsumsi rokok. Kebiasaan merokok di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Rokok tidak hanya dikonsumsi oleh konsumen pria usia dewasa saja tetapi juga anak-anak, remaja, dan juga wanita. Bisa dibayangkan jika

22 7 anak-anak dan remaja yang masih sekolah dan merupakan pelajar calon penerus bangsa mereka sudah diracuni dengan bahaya nikotin yang terkandung dalam rokok, merupakan calon penerus bangsa generasi-generasi tidak sehat. Kecanduan yang dialami para perokok, yang membuatnya susah untuk lepas dari rokok disebabkan adanya nikotin dalam tembakau. b. Dampak Demografi Tembakau hampir seluruhnya dijadikan rokok, dan pemanfaatan tembakau hampir seratus persen berupa rokok. Pada tahun 2000, merokok dilakukan oleh setidaknya 1.22 miliar orang dan sebagian besar merupakan laki-laki. Orang miskin memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk merokok, demikian pula masyarakat di negara miskin dan berkembang jika dibandingkan dengan masyarakat di negara maju. Hingga tahun 2004, WHO melaporkan jumlah kematian sebesar 5.4 juta jiwa akibat rokok. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah perokok di Indonesia adalah terbesar ke tiga di dunia dan kematian akibat kebiasaan merokok mencapai 400 ribu orang per tahun. Menurut The ASEAN Tobacco Control ATLAS, Indonesia merupakan Negara dengan konsumsi rokok tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 melaporkan, 64,2% anak sekolah yang disurvey terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Sebanyak 37,3% pelajar merokok, dan 3 diantara 10 pelajar pertama kali merokok sebelum berumur 10 tahun (30,9%). Tingginya populasi dan konsumsi rokok, menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 konsumen tembakau/rokok di dunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar

23 8 batang per tahun Separuh lebih (57%) rumah tangga di Indonesia mempunyai sedikitnya satu perokok, dan hampir semua perokok (91,8%) merokok di rumah. Seseorang mempunyai risiko kanker paru bukan perokok yang menikah dengan perokok sebesar 20 sampai 30%, dan mempunyai risiko terkena penyakit jantung. c. Dampak Kesehatan Asap rokok/tembakau mengandung lebih dari senyawa kimia, 43 diantaranya bersifat karsinogen. Tidak ada kadar paparan minimal dalam asap rokok /tembakau yang aman. Berdasarkan WHO, tembakau merupakan penyebab terbesar kematian oleh penyakit-yang-dapat-dicegah. Bahaya penggunaan tembakau mencakup penyakit yang terkait dengan jantung dan paru-paru seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema,dan kanker (terutama kanker paru -paru, kanker laring, dan kanker pankreas). Penyakit gangguan reproduksi dan kehamilan juga dapat diakibatkan dari pengunaatembakau. Perokok pasif meski tidak merokok dapat mengalami kan ker paru-paru. Penyaki penyakit tersebut merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah tengah masyarakat (KBBI,http://kbb i.web.id/rokok). 2.2 Teori Konsumsi Komoditas Prespektif Syariah Secara umum konsumsi didefinisikan sebagai penggunaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam ekonomi islam konsumsi juga memiliki pengertian yang hampir sama, tapi ada perbedaan yang melingkupinya.

24 9 Perbedaan yang mendasar adalah tujuan pencapaian dari konsumsi dan cara pencapaiannya yang harus memenuhi Kaidah Syariah Islam (Adiwarman,2011). Tujuan utama konsumsi bagi seorang muslim adalah sebagai sarana penolong untuk beribadah kepada Allah. Sesungguhnya konsumsi selalu didasari niat untuk meningkatkan stamina dalam ketaatan pengabdian kepada Allah, sehingga menjadikan konsumsi juga bernilai ibadah. Sebab hal-hal yang mubah bisa menjadi ibadah jika disertai niat pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah, dalam hal ini dimaksudkan untuk menambah potensi mengabdi kepada-nya. Dalam ekonomi Islam, konsumsi dinilai sebagai sarana wajib yang tidak bisa diabaikan oleh seorang muslim untuk merealisasikan tujuan dalam penciptaan manusia, yaitu mengabdi sepenuhnya hanya kepada Allah untuk mencapai falah (Adiwarman, 2007). Falah adalah kehidupan yang mulia dan sejahtera di dunia dan akhirat. Falah dapat terwujud apabila kebutuhan-kebutuhan hidup manusia terpenuhi secara seimbang. Tercukupinya kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak yang disebut mashlahah. Mashlahah adalah segela bentuk keadaan, baik material maupun non material yang mampu meningkatkan kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia Kandungan mashlahah terdiri atas manfaat dan berkah. Dalam konsumsi, seorang konsumen akan mempertimbangkan manfaat dan berkah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsinya. Konsumen akan merasakan adanya manfaat dalam konsumsi ketika kebutuhannya terpenuhi. Berkah akan diperoleh ketika ia mengkonsumsi barang dan jasa yang dihalalkan oleh syariat islam (Adiwarman, 2007).

25 10 Menurut Imam Al-Ghazali mengatakan ada lima kebutuhan dasar yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan kesejahteraan masyarakat tergantung pada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan, yaitu: a. kehidupan atau jiwa (al nafs), b. properti atau harta (al-mal), c. keyakinan (al-idin), d. intelektual (al-aql), e. keluarga atau keturunan (al-nasl) Menurut Yusuf Qardhawi, ada beberapa norma dasar yang menjadi landasan dalam berperilaku konsumsi seorang muslim antara lain sebagai berikut: 1. Membelanjakan harta dalam kebaikan dan menjauhi sifat kikir. Harta diberikan Allah Subhanahu Wa Ta ala kepada manusia bukan untuk disimpan, ditimbun atau sekedar dihitung-hitung. Akan tetapi digunakan untuk kemaslahatan manusia sendiri serta sarana beribadah kepada Allah. Konsekuensinya, penimbunan harta dilarang keras oleh Islam dan memanfaatkannya adalah diwajibkan. 2. Tidak melakukan kemubadziran. Seorang muslim senantiasa membelanjakan hartanya untuk kebutuhankebutuhan yang bermanfaat dan tidak berlebihan (boros/ israf). Sebagaimana seorang muslim tidak boleh memperoleh harta haram, ia juga tidak akan membelanjakannya untuk hal yang haram. Beberapa sikap yang harus diperhatikan adalah: (a) Menjauhi berhutang Setiap muslim diperintahkan untuk menyeimbangkan pendapatan dengan pengeluarannya. Jadi berhutang sangat tidak

26 11 dianjurkan, kecuali untuk keadaan yang sangat terpaksa atau dharurat. (b) Menjaga asset yang mapan dan pokok. Tidak sepatutnya seorang muslim memperbanyak belanjanya dengan cara menjual asset-aset yang mapan dan pokok, misalnya tempat tinggal. Nabi mengingatkan, jika terpaksa menjual asset maka hasilnya hendaknya digunakan untuk membeli asset lain agar berkahnya tetap terjaga. 3. Tidak hidup mewah dan boros. Kemewahan dan pemborosan yaitu menenggelamkan diri dalam kenikmatan. Hal ini sangat ditentang oleh ajaran Islam. Sikap ini selain akan merusak pribadi-pribadi manusia juga akan merusak tatanan masyarakat. Kemewahan dan pemborosan akan menenggelamkan manusia dalam kesibukan memenuhi nafsu birahi dan kepuasan perut sehingga seringkali melupakan norma dan etika agama karenanya menjauhkan diri dari Allah. Kemegahan akan merusak masyarakat karena biasanya terdapat golongan minoritas kaya yang menindas mayoritas miskin. Sebagaimana firman Allah dalam al-qur an surat al-a raaf:31 Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Q.S al-a raaf:31). 2.3 Teori Produksi Komoditas perspektif Syariah Kata produksi merupakan kata serapan dari production yang secara linguistic mengandung arti penghasilan. Menurut Richard G. Lips produksi

27 12 didefinisikan sebagai tindakan dalam membuat komoditi barang-barang maupun (انتج ( intaj jasa. Dalam literature ekonomi Islam padanan produksi adalah dari akar kata nataja (نتج) (rustam, 2003). Secara umum produksi adalah penciptaan guna (utility) yang berarti kemampuan suatu barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan manusiawi tertentu. Definisi tersebut terlampau luas untuk mempunyai banyak isi spesifik, tetapi dilain pihak, hal tersebut menunjukkan dengan tegas bahwa produksi mencakup semua aktifitas-aktifitas dan bukan hanya pembuatan bahan-bahan materiil. Sebagian literatur ekonomi mencatat, bahwa produksi sebagai suatu aktivitas untuk meninggikan nilai dari guna barang-barang dan jasa-jasa. Sedangkan secara leksikal, produksi adalah hal menghasilkan barang-barang pembuatan, penghasilan apa yang dihasilkan. Ekonomi Islam terdapat keyakinan adanya Allah Subhanahu Wa Ta ala sehingga peran dan kepemilikan dalam ekonomi dipegang oleh Allah, maka konsep produksi di dalam ekonomi Islam tidak semata-mata bermotif memaksimalisasi keuntungan dunia tetapi lebih penting untuk mencapai maksimalisasi keuntungan akhirat. Tujuan dari produksi dilihat dalam kajian dan ruang lingkup islam yaitu memberikan mashlahah yang maksimum bagi konsumen. Walau demikian, memperoleh laba tidaklah dilarang selama berada dalam biangkai tujuan dan hukum islam. Dalam konsep mashlahah dirumuskan dengan keuntungan ditambah dengan berkah. Keuntungan bagi seorang produsen adalah laba (profit),

28 13 yang diperoleh setelah dikurang dari faktor-faktor produksi. Sedangkan untuk keberkahannya itu sendiri berwujud segala hal yang memberikan kebaikan dan manfaat bagi produsen sendiri dan manusia secara keseluruhan. Keberkahan juga dapat dicapai jika produsen menerapkan prinsip dan nilai-nilai islam dalam kegiatan produksinya. Berkah merupakan komponen penting dalam mashlahah,oleh karennya bagaimanapun dan seperti apapun pengklasifikasiannya, berkah harus dimasukan dalam input produksi sebab berkah mempunyai andil(share) nyata dalam membentuk output (Zainudin, 2009). Sedangkan menurut Nejatullah sebagaimana di kutip kahf ada lima tujuan produksi dalam islam yaitu: 1. Memenuhi kebutuhan pribadi secara wajar Tujuan ini tidak dimaksudkan untuk menumbuhkan sikap self interest karena yang menjadi konsep dasarnya adalah pemenuhan kebutuhan secara wajar, tidak berlebihan tetapi tidak kurang. Terdapat dua implikasi pada kebutuhani ini.pertama, produsen hanya menghasilkan barang dan jasa yang menjadi kebutuhan bukan keinginan dari konsumen. Kedua, kuantitas produksi tidak akan berlebihan, tetapi hanya sebatas kebutuhan yang wajar. Pemenuhan keperluan secara wajar juga tidak berarti produksi hanya untuk mencukupi diri sendiri, lebih baik jika produksi melebihi keperluan pribadi, sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang lain. 2. Memenuhi kebutuhan masyarakat Tujuan ini berarti bahwa produsen harus proaktif dalam menyediakan komoditi-komoditi yang menjadi kebutuhan masyarakat, dan terus menerus

29 14 berupayaa memberikan produk terbaik, sehingga terjadi peningkatan dalam kuantitas dan kualitas barang yang dihasilkan. 3. Keperluan masa depan Berorientasi ke masa depan berarti produsen harus terus menerus berupaya meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan melalui serangkaian proses riset dan pengembangan dan berkreasi untuk menciptakan barang-barang baru yang lebih menarik dan diminati masyarakat. 4. Keperluan generasi yang akan datang Islam menganjurkan umatnya untuk memperhatikan keperlan generasi yang akan datang. Produksi dilakukan tidak boleh mengganggu keberlanjutan hidup generasi yang akan datang, pemanfaatan input di masa sekarang tidak boleh menyebabkan generasi yang akan datang kesulitan dalam mengakses sumber tersebut, produksi yang dilakukan saat ini memiliki kaitan yang erat dengan kemampuan produksi di masa depan. Jadi, ada semacam inter and intra generation equity (keseimbangan antara generasi sekarang dan generasi yang akan datang). 5. Keperluan sosial dan infak di jalan Allah Ini merupakan insentif utama bagi produsen untuk menghasilkan tingkat output yang lebih tinngi, yaitu memenuhui tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Walaupun keperluan pribadi, masyarakat, keperluan generasi sekarang dan generasi yang akan datang telah terpenuhi, produsen tidak harus bermalas-maasan dan berhenti berinovasi. Tetapi sebaliknya, produsen harus

30 15 memproduksi lebih banyak lagi supaya dapat diberikan kepada masyarakat dalam bentuk zakat, sedekah, infak, dan lain sebagainya. Ada beberapa ayat dalam Al-Qur an hyang menjelaskan tentang teori produksi antara lain: Q.S An-Nahl : و ی ج ع ل ون ل م ا لا ی ع ل م ون ن ص یب ا م ما ر ز ق ن اھ م ت ا ل ت س ا ل ن ع ما ك ن ت م ت ف ت ر ون (٥٦) و ی ج ع ل ون ال ب ن ات س ب ح ان ھ و ل ھ م م ا ی ش ت ھ و ن (٥٧) و إ ذ ا ب شر أ ح د ھ م ب الا ن ث ى ظ ل و ج ھ ھ م س و د ا و ھ و ك ظ یم (٥٨ ( ی ت و ار ى م ن ال ق و م م ن س وء م ا ب شر ب ھ أ ی م س ك ھ ع ل ى ھ ون أ م ی د سھ ف ي ال تر اب أ لا س اء م ا ی ح ك م ون (٥٩ ( ل ل ذ ین لا ی ؤ م ن ون ب الا خ ر ة م ث ل ال سو ء و ال م ث ل الا ع ل ى و ھ و ال ع ز یز ال ح ك یم (٦٠ ( و ل و ی ؤ اخ ذ الله ال ناس ب ظ ل م ھ م م ا ت ر ك ع ل ی ھ ا م ن د ا بة و ل ك ن ی ؤ خر ھ م إ ل ى أ ج ل م س م ى ف ا ذ ا ج اء أ ج ل ھ م لا ی س ت ا خ ر ون س اع ة و لا ی س ت ق د م ون (٦١) و ی ج ع ل ون م ا ی ك ر ھ ون و ت ص ف أ ل س ن ت ھ م ال ك ذ ب أ ن ل ھ م ال ح س ن ى لا ج ر م أ ن ل ھ م ال نار و أ نھ م م ف ر ط ون (٦٢ Artinya: Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang -orang yang mendengarkan (pelajaran).(65) Dan Sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (66) Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.(67) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah : "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam -macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.(69) {Q.S An-Nahl : 65 69}.

31 16 Q.S An-Nahl : و الله ج ع ل ل ك م م ن ب ی وت ك م س ك ن ا و ج ع ل ل ك م م ن ج ل ود الا ن ع ام ب ی وت ا ت س ت خ ف ون ھ ا ی و م ظ ع ن ك م و ی و م إ ق ام ت ك م و م ن أ ص و اف ھ ا و أ و ب ار ھ ا و أ ش ع ار ھ ا أ ث اث ا و م ت اع ا إ ل ى ح ین و الله ج ع ل ل ك م م ما خ ل ق ظ لالا و ج ع ل ل ك م م ن ال ج ب ال أ ك ن ان ا و ج ع ل ل ك م س ر اب یل ت ق یك م ال ح ر و س ر اب یل ت ق یك م ب ا س ك م ك ذ ل ك ی ت م ن ع م ت ھ ع ل ی ك م ل ع ل ك م ت س ل م ون Artinya: Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah -kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu)(80) Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempattempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-nya)(81) {Q.S An-Nahl : 80 81} Q.S Hud : 37 م غ ر ق ون إ ن ھ م ظ ل م وا ال ذ ین ف ي ت خ اط ب ن ي و لا و و ح ی ن ا ب ا ع ی ن ن ا ال ف ل ك و اص ن ع Artinya : Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan aku tentang orang-orang yang zalim itu; Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. {Q.S Huud: 37} Prinsip prinsip ekonomi islam antara lain: 1. Produksi ditempuh dengan cara yang halal Islam dengan tegas mengklasifikasikan barang-barang (silah) atau komoditas ke dalam dua kategori. Pertama, barang-barang yang disebut Al- Qur an T{ayyibat yaitu barang-barang yang secara hukum haram dikonsumsi dan diproduksi. Kedua, Khabais yaitu barang-barang yang secara hokum haram dikonsumsi dan diproduksi seperti penegasan Al-Qur an dalam Surat Al-a raf ayat 157: ال خ ب اي ث ع ل ی ھ م م و ی ح ر ال ط یب ات ل ھ م و ی ح ل

32 17 Artinya: Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Q.S Al-a raf ayat 157). 2. Keadilan dalam produksi Untuk melakukan kegiatan produksi yang mengarah kepada kezaliman, seperti riba yang dapat menghilangkan keadilan ekonomi Islam. Modarat atau kerusakan yang diakibatkan kerja ekonomi ribawi dapat merusak dan merugikan ekonomi pribadi, rumah tangga, dan perusahaan. 3. produksi yang ramah lingkungan Cara mencegah kerusakan di muka bumi ini adalah dengan membatasi polusi, dan memelihara keserasian agar ketersediaan sumberdaya alam tetap terjaga. Memelihara hubungan yang harmonis dengan alam sekeliling adalah satu keharusan bagi setiap individu. Tidak dibenarkan merusak lingkungan hidup, karena manusia juga membutuhkan air sungai yang bening dan udara yang bersih. 4. Orientasi dan target produksi Target yang dicapai untuk mencapai swadaya di bidang komoditi ataupun swadaya jasa yang selanjutnya menciptakan kehidupan yang layak yang dianjurkan Islam bagi manusia. Utuk itu dalam produksi mempunyai tujuan utama yang akan dicapai, yaitu: (a) target swasembada individu dan (b) target swasembada masyarakat dan umat. 5. Produksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Produksi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat serta mencapai kemakmuran. Kebutuhan yang harus dipenuhi harus berdasarkan prioritas yang ditetapkan agama, terpeliharanya nyawa, akal, dan keturunan atau kehormatan, serta untuk kemakmuran material.

33 18 Begitu banyak perbedaan pendapat dalam kajian faktor produksi Islam, hal-hal yang erat kaitannya dengan pendukung faktor-faktor produksi maka salah satu pendapat yng menimpulkan tentang faktor produksi dalam islam yaitu pendapat dari Akhmad minhaji, menyatakan faktor-faktor produksi dalam islam terdir atas enam, yaitu: a. Tanah Seperti Firman Allahyang dijelaskan dalam Al-Quran dalam Surah Ar- Ra d ayat 14 Artinya: Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. dan berhala- berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, Padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya dan doa (ibadat) orang- orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka Pengertian tanah disini mengandung arti yang luas termasuk semua sumber yang dapat diperoleh dari udara, laut, gunung, dan sebagainya. Sampai dengan keadaan geografis, angin, dan iklim terkandung dalam (cakupan) tanah. Al-Qur an menggunakan benda-benda yang bersifat keduniaan yang diciptakan bagi faedah mereka. Pada hakikatnya seluruh alam ini berperan memberikan faedahnya kepada manusia, jadi mereka boleh menggunakan sumber yang tersembunyi dan berpotensi untuk memuaskan kehendak yang tidak terbatas. b. Tenaga kerja Tenaga kerja atau modal manusia dibeli dan dijual seperti faktor- faktor produksi dan barang lainnya. Kualitas dan kuantitas produksi sangat ditentukan oleh tenaga kerja. Oleh karena itu tenaga kerja merupakan sumber kekayaan yang

34 19 sangat penting di antara sumber-sumber ekonomi yang lain: pertanian, perindustrian, dan perdagangan (Rustam, 2003). c. Modal Barang-barang modal seperti pabrik-pabrik dan mesin-mesin tidak diproduksi untuk langsung dinikmati oleh konsumen, tapi lebih pada untuk menghasilkan barang-barang konsumen atau barang-barang modal lainnya pada biaya yang lebih rendah dengan demikian meningkatkan efisiensi. Barang-barang modal adalah buatan manusia, bukan suatu pemberian alam seperti faktor produksi lainnya (tanah dan tenaga kerja). d. Organisasi Organisasi adalah upaya mulai sejak timbulnya ide usaha dan barang apa yang ingin diproduksi, berapa dan kuwalitasnya bagaimana dalam angan-angan menejer, kemudian ide tersebut dipikirnya dan dicarikan apa saja keperluan yang termasuk dalam faktor-faktor produksi sebelumnya (Muhammad, 2004). e. Teknologi Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia. penempatan teknologi sebagai faktor produksi dapat menciptakan kemaslahatan (maslahah mursalah) sesuai dengan Maqasid Syari'ah karena terciptanya efisiensi dalam kegiatan produksi.

35 20 f. Material Pandangan Islam terhadap masalah penggunaan bahan baku untuk proses produksi bertitik tolak dari kehalalan bahan baku tersebut. walau itu untuk digunakan memproses suatu produk yang dibolehkan syari'at. 2.4 Rokok dalam Tinjauan Hukum Islam Rokok adalah gulungan tembakau (kira -kira sebesar kelingking), yang dibungkus (daun nipan atau kertas). Rokok merupakan silinder berukuran panjang antara mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Pada produk rokok, ada yang difilter ada juga yang tanpa filter. Filter pada rokok tersebut terbuat dari bahan busa serabut yang berfungsi menyaring asap pada rokok itu sendiri. Rokok dikemas dalam bungkusan berbentuk kotak kecil agar mudah dikantongi sehingga mudah dibawah kemana-mana. Dalam kemasan rokok dilengkapi dengan himbauan tentang bahaya merokok bagi kesehatan tubuh (KBBI, Merokok memang tidak akan terlepas dari hal buruk. Dalam hal ini dengan merokok maka ia akan semakin dekat dengan penyakit yang timbul karena merokok. Berbahaya bagi kesehatan bukan hanya untuk diri si perokok tetapi juga untuk mereka yang berada disekitarnya. Penyakit tidak hanya terdengar dari ungkapan para tim medis atau pihak kesehatan, tetapi pada kemasan rokok tersebut pun telah dicantumkan tentang apa dan bagaimana efek dan bahaya rokokitu sendiri. Namun, tidak akan merubah satu hal apaun bagi si perokok.

36 21 Asap rokok yang dihirup oleh seorang perokok mengandung komponen gas partikel. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyaawa nitrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol dan kadmium. Mudharat Rokok merupakan faktor resiko untuk sekurang-kurangnya 25 jenis penyakit, diantaranya adalah : 1. Kangker kandungan kemih 2. Kangker ginjal 3. Kanker faring dan laring (kanker tenggorokan) 4. Kangker mulutkangker kerongkongan 5. Kangker pangkreas 6. Kangker perut 7. Beberapa jenis leukimia 8. Kanker hudung dan sinus 9. Kangker serviks 10. Kangker usus 11. Kangker ovarium 12. Kangker payudara 13. Gangguan kehamilan dan janin. Banyak hal yang terkandung dalam sebatang rokok. Kandungan berupa bahan kimia dalam hal ini kandungan-kandungan racun yang membahayakan

37 22 tubuh dan kesehatan manusia. Diantara kandungan-kandungan tersebut antara lain: Menurut muhibah (2011) racun rokok yang paling utama adalah : 1. Nikotin, dapat meningkatkan adrenalin yang membuat jantung berdebar lebih cepat dan bekerja lebih keras, frekuensi jantung meningkat dan kontraksi jantung meningkat sehingga menimbulkan tekanan darah meningkat (tawbariah et al., 2014). 2. Tar, merupakan Hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, mengandung bahan-bahan karsinogen (Mardjun, 2012). 3. Karbon monoksida rokok (CO), merupakan gas berbahaya yang terkandung dalam asap rokok. CO menggantikan 15% oksigen yand seharusnya dibawah oleh sel-sel darah merah. CO juga dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, menyebabkan pembulu darah tersumbat. 4. Timah Hitam (Pb), merupakan partikel asap rokok timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang asap rokok sebanyak 0,5 mikrogram. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 mikrogram. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk kedalam tubuh antara 20 mikrogram per hari. Bisa dibayangkan bila perikok berat menghisap rata-rata 2 bungkus per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk kedalam tubuh (sitepoe, 1997). 5. Amoniak, merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari Nitrogen dan Hidrogen. Zat ini tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada amoniak sehingga jika masuk sedikitpun kedalam peredaran darah akan mengakibatkan seseorang pingsan atau koma.

38 Pola Perilaku Merokok Menurut Tomkinds (1991) ada 4 tipe perilaku merokok sebagai berikut: a. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh persaan positif. Dengan merokok, seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Ditambahkan, ada 3 sub tipe ini yakni (1) merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan. (2) Merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan, dan (3) kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok. b. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif. Misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak. c. Perilaku merokok yang adiktif. Mereka yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang diisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia menginginkannya. d. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama sekali merupakan suatu perilaku yang sudah bersifat otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari ia menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis. Tampat merokok juga mencerminkan pola perilaku merokok. Berdasarkan

39 24 tempat-tempat dimana seseorang menghisap rokok, maka dapat digolongkan atas: 1) Merokok di tempat-tempat umum/ruang publik: a) Kelompok Homogen (sama -sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya mereka masih menghargai orang lain karena itu, mereka menempatkan diri di Smooking area. b) Kelompok yang heterogen (merokok diten gah orang-orang lain yang tidak merokok seperti anak kecil, orang jompo, orang sakit dan lain-lain). 2) Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi: a) Kantor atau di kamar tidur pribadi. Perokok yang memilih tempat-tempat seperti ini sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang kurang menjaga kebersihan diri, penuh dengan rasa gelisah yang mencekam. b) Toilet. Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi (Sitepoe, 2000). Kini rokok pun hangat menjadi perbincangan ketika forum ijtima ulama menetapkan dua hukum dasar pada rokok, yaitu haram dan makruh. Secara etimologi haram berarti sesuatu yang dilarang mengerjakannya. Adapun secara terminologi, para ulama ushul fiqh mengemukakan dua rumusan definisi haram yaitu dari segi batasan serta esensinya. Haram dirumuskan sebagai sesuatu yang dituntut syari untuk ditinggalkan melalui tuntutan secara pasti dan mengikat. Dari segi bentuk dan sifatnya, haram dirumuskan sebagai suatu perbuatan yang pelakunya dicela. Secara harfiah makruh berasal dari kata kariha, berarti sesuatu yang tidak disenangi, dibenci atau sesuatu yang dijauhi. Secara istilah makruh adalah sesuatu yang dituntut syari kepada

40 25 mukallaf meningggalkannya dalam bentuk tuntutan yang tidak pasti. Orang yang meninggalkan perbuatan makruh mendapat pujian dan pahala. a. Fatwa MUI Fatwa haram merokok yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam ijma Ulama Komisi Fatwa se-indonesia III, yang berlangsung di Padang Panjang Sumatera Barat pada tanggal Januari 2009, telah memunculkan reaksi yang beragam dari masyarakat. Disatu sisi ada yang setuju, namun disisi lain banyak juga yang menolak. Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Ya qub menjelaskan, fatwa ulama sebetulnya memutuskan merokok hukumnya dilarang,, yakni antara haram dan makruh. tetapi dikhususkan haram hukumnya merokok untuk ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum dan pengurus MUI. Rokok dianggap banyak memberi mudaharat bagi masyarakat, hal itu pun tentunya telah tertulis pada kemasan rokok itu sendiri MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Keharaman rokok itu disimpulkan oleh ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya. Tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah Subhanahu Wa Ta ala (kabar madura Fatwa MUI ). b. Al-Qur an dan Hadits Berbicara mengenai hukum merokok maka akan banyak pendapat yang bermunculan. Bahkan diantara para ulama sendiripun mengalami perbedaan pendapat. Pada dasarnya terdapat nash bersifat umum yang menjadi patokan

41 26 hukum merokok, yakni larangan melakukan segala sesuatu yang dapat membawa kerusakan, kemudaratan atau kemafsadatan sebagaimana termaktub di dalam Al-Qur an dan As-Sunnah sebagai berikut: Al-Qur an : و لا ت ل ق وا ب ا ی د یك م إ ل ى الت ھ ل ك Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Baqarah: 195) As-Sunnah : Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata ; Rasulullah SAW. bersabda: Tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri sendiri), dan tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri orang lain). (HR. Ibnu Majah, No.2331). (Sumber:https://konsultasisyariah.com/13753-hukum-rokok-dalamislam.html). Telah diketahui rokok itu dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain serta menyia-nyiakan harta, Sabda Nabi: Sesungguhnya Allah itu membenci tiga perkara untuk kalian, (yakni) berita yang tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya. ( HR: Bukhari dan Muslim) Bahwa merokok termasuk membuang harta, sabda Nabi: ''Setiap (dosa) umatku dimaafkan (akan diampunkan) kecuali orang yang te rang-terangan berbuat dosa. ( HR: Bukhari) Artinya setiap umat Islam itu akan memperoleh pengampunan kecuali orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, sebagaimana para perokok yang merokok tanpa rasa malu-malu, bahkan mengajak orang lain untuk berbuat kemungkaran seperti mereka.

42 27 Sabda Nabi: Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia mengganggu tetangganya. ( HR: Bukhari) Bau tidak sedap karena merokok sangat mengganggu istri, anak dan tetangga terutama malaikat dan orang-orang yang shalat di masjid. Sabda Nabi: Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bisa bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya mengenai empat perkara, (yakni) tentang kemana ia habiskan umurnya; untuk apa ia gunakan ilmunya; dari mana ia memperoleh harta dan kemana ia belanjakan; untuk apa ia pergunakan tubuhnya. ( HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah Shahihan). Seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya. Sabda Nabi: Barang yang dalam jumlah besarnya dapat memabukkan, maka statusnya tetap haram meski dalam jumlah sedikit. (HR. Ahmad dan lain-lain, shahih) Asap rokok dalam jumlah banyak dapat memabukkan, terutama untuk orang yang tidak terbiasa merokok; atau pada saat perokok menghisap asap dalam jumlah yang banyak maka orang tersebut akan sedikit mabuk. Hal ini telah ditegaskan oleh seorang dokter dari Jerman dan seorang perokok yang pernah mencoba, sebagaimana penjelasan di atas. Sabda Nabi: Barangsiapa makan bawang merah atau bawang putih maka hendaklah menjauhi kami, masjid kami dan hendaklah ia berdiam saja di rumahnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

43 28 Firman Allah: Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Baqarah ayat 195). Berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 195 menjelaskan bahwa manusia tidak dibenarkan untuk membinasakan diri sendiri, karena diketahui setiap batang rokok yang dihisap akan mengeluarkan 4000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan membawa kepada kematian. Bukan hanya itu, kandungan nikotin didalam rokok dikenal sebagai najis dadah heroin, amfetamin dan kokain menyebabkan kecanduan pada si perokok dan merupakan puncak dari penyakit jantung ( Departemen Agama RI). c. Kaidah Fiqh 1. K.H Arwani Faishal ( Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa il PBNU ) Pertama; sebagian besar ulama terdahulu berpandangan, bahwa merokok itu mubah atau makruh. Mereka pada masa itu lebih bertendensi pada bukti, bahwa merokok tidak membawa mudarat, atau membawa mudarat tetapi relatif kecil. Barangkali dalam gambaran kita sekarang, bahwa kemudaratan merokok dapat pula dinyatakan tidak lebih besar dari kemudaratan durian yang jelas berkadar kolesterol tinggi. Betapa tidak, sepuluh tahun lebih seseorang merokok dalam setiap hari merokok belum tentu menderita penyakit akibat merokok. Sedangkan selama tiga bulan saja seseorang dalam setiap hari makan durian, kemungkinan besar dia akan terjangkit penyakit berat.

44 29 Kedua; berbeda dengan pandangan sebagian besar ulama terdahulu, pandangan sebagian ulama sekarang yang cenderung mengharamkan merokok karena lebih bertendensi pada informasi (bukan bukti) mengenai hasil penelitian medis yang sangat detail dalam menemukan sekecil apa pun kemudaratan yang kemudian terkesan menjadi lebih besar. Apabila karakter penelitian medis semacam ini kurang dicermati, kemudaratan merokok akan cenderung dipahami jauh lebih besar dari apa yang sebenarnya. Selanjutnya, kemudaratan yang sebenarnya kecil dan terkesan jauh lebih besar itu (hanya dalam bayangan) dijadikan dasar untuk menetapkan hukum haram. Padahal, kemudaratan yang relatif kecil itu seharusnya dijadikan dasar untuk menetapkan hukum makruh. Hal seperti ini kemungkinan dapat terjadi khususnya dalam membahas dan menetapkan hukum merokok. Tidakkah banyak pula makanan dan minuman yang dinyatakan halal, ternyata secara medis dipandang tidak steril untuk dikonsumsi. Mungkinkah setiap makanan dan minuman yang dinyatakan tidak steril itu kemudian dihukumi haram, ataukah harus dicermati seberapa besar kemudaratannya, kemudian ditentukan mubah, makruh ataukah haram hukumnya. Ketiga; hukum merokok itu bisa jadi bersifat relatif dan seimbang dengan apa yang diakibatkannya mengingat hukum itu berporos pada illah yang mendasarinya. Dengan demikian, pada satu sisi dapat dipahami bahwa merokok itu haram bagi orang tertentu yang dimungkinkan dapat terkena mudaratnya. Akan tetapi merokok itu mubah atau makruh bagi orang tertentu yang tidak terkena mudaratnya atau terkena mudaratnya tetapi kadarnya kecil.

45 30 Keempat; kalaulah merokok itu membawa mudarat relatif kecil dengan hukum makruh, kemudian di balik kemudaratan itu terdapat kemaslahatan yang lebih besar, maka hukum makruh itu dapat berubah menjadi mubah. Adapun bentuk kemaslahatan itu seperti membangkitkan semangat berpikir dan bekerja sebagaimana biasa dirasakan oleh para perokok. Hal ini selama tidak berlebihan yang dapat membawa mudarat cukup besar. Apa pun yang dikonsumsi secara berlebihan dan jika membawa mudarat cukup besar, maka haram hukumnya. Berbeda dengan benda yang secara jelas memabukkan, hukumnya tetap haram meskipun terdapat manfaat apa pun bentuknya karena kemudaratannya tentu lebih besar dari manfaatnya (Muhamad, 2009). 2. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Al-Qur an dan As-Sunnah serta i tibar (logika) yang benar. Dalil dari Al-Qur an adalah firmannya. Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan [Al-Baqarah:195]. Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.

46 31 Adapun dalil dari i tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya. Alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya, anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka. d. Dalil Haram Merokok menurut Ulama Jumhur Melihat damapak negatif dari rokok, sangat membahayakan bagi kesehatan juga unsur pemubadziran harta, maka mayoritas ulama mengharamkan merokok. Apabila melihat sejarah, bahwa rokok belum dikenal saat toko utama mazhab hidup sehingga tidak dapat ditemukan penjelasan tentang hukumnya. Namun demikian, sikap dan pendirian mazhab dapat dijumpai dari ulama pelanjut mazhab-mashab fiqh besar itu, pendapat-pendapat itu dapat dianggap sebagai mewakili pandapat mazhabnya Mazhab Hanafi Menurut mazhab Hanafi merokok hukumnya haram. Menurut sebagian ulama Hanafiyyah, segala sesuatu pada dasarnya diharamkan, kecuali ada dalil yang menjelaskan kebolehannya. Alasannya keharaman merokok mencakup empat hal yaitu:

47 32 a. Rokok terbukti dapat membahayakan kesehatan sebagaimana telah dibuktikan oleh para pakar medis b. Rorok termaksud jenis barang yang memabukan dan dapat melemahkan tubuh, walaupun kadarnya kecil di;arang mengkonsumsinya. c. Bau yang ditimbulkanya tidak sedap dan dapat menyebabkan sakit bagi orang lain yang tidak merokok. d. Merokok dianggap sebagai suatu tindakan pemborosan, tidak berfaedah, bahkan justru mendatangkan resiko, sikap demikian dilarang oleh agama (Moh. Kurdi, 2008) Mazhab Hanbali Menurut sebagaian ulama dari kalangan Mazhab Hanbali merokok dalam kondisi tertentu hukumnya makruh, namun dalam kondisi tertentu dapat menjadi haram. Diantaranya dikemukakan oleh Syaikh Abdulllah bin Muhamad dan Abdul Wahab. Menurut mereka, tembakau yang berbau tidak sedap makruh memakai yang menurut pakar kedokteran dapat membahayakan kesehatan. Jika pemakainya berlebihan akan memabukan bagi sipeminumnya, mengkonsumsi sesuatu yang membahayakan kesehatan apalagi jika hingga memabukan maka hukumnya haram Mazhab Syafi iyyah Sebagian ulama Syafi iyyah berpendapat merokok hukumnya haram, yang mengatakan demikian antara lain adalah Abdurrahman al-gazzi, Ibrahm bin Jamm an dan muridnya Abu Bakar al-ahdal, al-qullyubi, al-buhaerimi, dan lain-lain. Alasan mereka merokok dapat melemahkan tubuh dan pikiran,

48 33 walaupun si peminumnya tidak sampai mabuk. Hadis Nabi melarang pemakai benda yang memabukan atau melemahkan badan, maka merokok hukumnya haram Mazhab Maliki Dalam mazhab ini, hukum merokok tidak dijelaskan secara kongkrit, tetapi dapat dilihat dari sikapnya yang mengitkannya dengan hukum atau batasan hukum yang lain. Syaik Khalid bin Ahmad, seorang toko pengikut mazhab Maliki berpendapat, tidak dibolehkan bermakmum kepada penghisap rokok, juga kepada orang yang memperjual belikannya atau barang-barang lain yang memabukan. Pernyataan ini menunjukan bahawa merokok termaksuk perbuatan yang tercela, sehingga orang yang menghisapnya atau yang terlibat langsung atau tidak, tidak boleh menjadi imam shalat (Moh.Kurdi, 2008). 2.6 Rukun dan Syarat Sah Transaksi Jual Beli dalam Islam Jual beli dikatakan sah, apabila memenuhi rukun dan syarat-syarat yang ditentukan. Rukun dan Persyaratan itu untuk menghindari timbulnya perselisihan antara penjual dan pembeli akibat adanya kecurangan dalam jual beli. Bentuk kecurangan dalam jual beli misalnya dengan mengurangi timbangan, mencampur barang yang berkualitas baik dengan barang yang berkualitas lebih rendah kemudian dijual dengan harga barang yang berkualitas baik (Qoumul, 2011). Rasulullah Muhammad Salaullahi Alaihi Wasallam melarang jual beli yang mengandung unsur tipuan. Oleh karena itu seorang pedagang dituntut untuk berlaku jujur dalam menjual dagangannya. Adapun rukun dan syarat sah jual beli adalah sebagai berikut:

49 34 a. Penjual dan pembeli, syarat sahnya: 1. Jual beli dilakukan oleh orang yang berakal agar tidak tertipu dalam jual beli. Allah SWT Berfirman dalam surah An-Nisaa ayat 5: و لا ت و ت و اال سف ھ اء ا م و ال ك م ال ت ى ج ع ل الله ل ك م ق ی م ا Artinya : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,( harta mereka yang berada di dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupanmu. (Q.S.an-Nisaa ). 2. Jual beli dilakukan atas kemauan sendiri (tidak dipaksa). Dalam Surah An-Nisaa ayat 29, Allah Berfirman : ی ا أ یھ ا ال ذ ین آم ن وا لا ت ا ك ل وا أ م و ال ك م ب ی ن ك م ب ال ب اط ل إ لا أ ن ت ك ون ت ج ار ة ع ن ت ر اض م ن ك م و لا ت ق ت ل وا أ ن ف س ك م إ ن الله ك ان ب ك م ر ح یم ا Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu. (Q.S. an-nisaa :29). 3. Barang yang diperjual belikan memiliki manfaat (tidak mubadzir) 4. Penjual dan pembeli sudah baligh atau dewas, akan tetapi anak-anak yang elum dibolehkan melakukan jual beli untuk barang-barang yang bernilai kecil, misalnya buku dan koran b. Alat tukar berupa uang dan barang yang diperjual belikan, syarat sahnya: 1. Keadaan barang suci atau dapat disucikan 2. Barang dijual memiliki manfaat 3. Barang yang dijual adalah milik penjual atau milik orang lain yang dipercayakan kepadanya untuk dijual. Rasulullah Salaullah Alaihi Wasalam bersabda:

50 35 لا ب ی ع ا لا ف ی م ا ت م ل ك داود اب و رواه Artinya: tidak sah jual beli kecuali pada barang yang dimiliki. (H.R. Abu Daud dari Amr bin Syu aib) 4. Barang yang diterima dapat diserah terimakan sehingga tidak terjadi penipuan dalam jual beli. 5. Barang yang dijual dapat diketahui dengan jelas baik ukuran, bentuk, sifat dan bentuknya oleh penjual dan pembeli. c. Ijab dan Kabul, dimana ijab adalah pernyataan penjual barang sedangkan kabul adalah perkataan pembeli barang. Oleh kkarena itu, ijab kabul merupakan kesepakatan penjual dan pembeli atas dasar suka sama suka. Syarat sahnya: 1. Kabul harus sesui dengan ijab 2. Ada kesepakatan antara ijab dengan kabul pada barang yang ditentukan mengenai ukuran dan harganya 3. Akad tidak dikaitkan dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan akad, 4. Akad tidak bole h berselang lama karena hal itu masih berupa janji (Qoumul, 2011). 2.7 Kajian Empiris Penelitian sebelumnya yang membahas tentang jual beli rokok adalah skripsi (1) Yunalisa dengan judul Persepsi pengurus MUI Kota Banjarmasin Tentang Jual Beli Rokok Hasil penelitian ini terbagi atas tiga macam persepsi yakni jual belinya sah, tidak sah, dan tergantung dampak yang ditimbulkan rokok. persepsi dipengaruhi oleh tendensi pribadi yakni kebiasaan dan ketidak biasaan

51 36 menghisap rokok di kalangan mereka. Arah penelitian ini kepada Pengurus MUI disebabkan karena salah satu fungsi MUI adalah sebagai pemberi fatwa. Penelitian yang dilakukan oleh (2) Mahyuni 2011, dengan judul Persepsi Mahasiswa Jurusan Muamalah Ekonomi Islam Fakultas Syari ah Dan Ilmu Hukum UIN SUSKA Riau Terhadap Transaksi Jual Beli Rokok Pasca Fatma MUI Yang Mengharamkan Rokok Ditinjau Dari Hukum Islam. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa Ijtima ulama komisi fatwa MUI se-indonesia III sepakat adanya perbedaan pandangan mengenai hukum merokok, yaitu antara makruh dan haram. Peserta ijtima Ulama Komisi Fatwa se-indonesia III sepakat bahwa rokok hukumnya haram jika dilakukan Ditempat umum, Oleh anak-anak, dan Oleh wanita hamil. Selain itu, Persepsi mahasiswa Fakulats Syariah dan Ilmu Hukum jurusan Muamalah dan Ekonomi Islam terhadap transaksi jual beli rokok adalah (makruh). Ini dapat dilihat dari hasil angket mahasiswa yang berjumlah 35 jawaban yang menyatakan bahwa hukum transaksi jual beli rokok itu adalah makruh.sedangkan, Menurut tinjauan hukum Islam transaksi jual beli rokok maupun kegiatan mengkonsumsi rokok dilarang oleh agama karena menimbang mudharatnya yang besar yang dapat merugikan setiap individu yang mengkonsumsinya dan orang yang berada dilingkungan si perokok. Maksudnya perokok aktif yang juga terkena dampak nya. (3) Menurut Supardi (2008), dalam penelitiannya yang berjudul Merokok dan Transaksi Jual Beli Rokok dalam Presepsi Islam hasil penelitiannya mengatakan bahwa hukum merokok ditinjau dari tujuan syar i merupakan perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan konsep Maqasid al Syari ah

52 37 yaitu perlindungan akal, jiwa dan harta. Merokok tidak saja memberikan madharat bagi pelakunya., tetapi juga orang lain yang ada disekitarnya. Dengan demikian, segala sesuatunya dilihat dari perspektif kesejahteraan manusia, apa yang dirugikan dihilangkan dan apa yang bermanfaat dikonformasikan. Selanjutnya Merokok tidak dapat meberikan manfaat apapun bagi pelakunya, sehingga membelanjakan harta untuk rokok termaksud dalam kategori pemborosan (tabzir) yang sangat dicela oleh islam. Bila rokok hukumnya haram, maka haram pula membuatnya, membelinya, menyimpannya dan harga penjualannya pun haram. Menjual rokok merupakan perbuatan maksiat, sedangkan rezeki dari Allah Subhanahu Wa Ta ala. Tidak dapat diperoleh dengan cara maksiat.

53 Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan alur penelitian yang dipakai oleh seorang peneliti. Pada kerangka pemikiran ini berisi gambaran mengenai penelitian yang akan dilakukan. Transaksi jual beli produksi komoditas yang dilakukan sesuai dengan rukun dan syarat sah jual beli maka mengkonsumsi komoditas tersebut akan halal. Transaksi jual beli komoditas yang tidak memenuhi salah satu syarat dari rukun sahnya jual beli maka transaksi tersebut adalah bathil. produksi komoditas Pada penelitian transaksi jual beli dalam perspektif islam dengan menggunakan alat penelitian deskriptif. Berikut merupakan gambaran yang menunjukkan alur dari kerangka pemikiran dalam penelitian ini. Transaksi jual beli rokok Perspektif islam Komoditas Halal Haram Rukun & syarat sah jual beli Makruh Sah Batil Deskriptif REKOMENDASI Gambar 2.1. Skema Transaksi Jual Beli Rokok dalam Pandangan Masayarakat di sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari

54 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di sekitar lingkungan kampus Uiversitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Dengan alasan disana sebagian besar penghuninya adalah mahasiswa. Penetapan lokasi atau tempat penelitian ini dengan pertimbangan pendapat para pengguna rokok kaitannya dengan hukum islam. Waktu penelitian ini direncanakan dimulai dari bulan November sampai selasai Racancangan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan wawanacara dan memberi kuisioner yang mana terkait dengan variabel-variabel jual beli rokok dalam perspektif islam dan yang akan dianalisis anatara lain: komoditas halal, komoditas haram, komoditas makruh dan transaksi jual beli yang sah dan batil. Pada setiap variabel tersebut, akan dianalisis sesuai dengan indikator masing-masing variabel. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menyajikan gambaran secara umum mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pokok masalah menjelaskan atau mendeskripsikan variabel-variabel dalam penelitian ini. 3.3 Informan Kunci Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah sekitar lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari atau yang bermukim 39

55 40 di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu yang berusia baligh tanpa memandang jenis Kelamin, baik perokok pasif maupun perokok aktif. Informan kunci penelitian ini ditentukan secara snowball sampling. Teknik snowball sampling adalah teknik pengambilan s ampel sumber data, yang pada awalnya sedikit, lama-lama menadi besar. Hal ini dilakukan karena dari sumber jumlah data yang sedikit beum mampu memberikan data yang memuaskan,maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data. Penambilan data dalam penelitian ini yait dari kelompok-kelompok masyarakat yaitu: mahasiswa, dosen, pemuka agama, serta masyarakat dengan berbagai profesi. Berdasarkan teknik ini maka diperoleh 8 informan kunci yaitu : 3 bmahasiswa, 1 Dosen, 1 pemuka agama, 1 wiraswasta, 1 penjual, dan 1 ibu rumah tangga Jenis dan Sumber Data Jenis Data Jenis data yang akan digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden di lapangan, yakni masyarakat (penjual/pembeli rokok), mahasiswa, tokoh agama yang berada disekitar kampus, remaja pengguna rokok, dan masyarakat dengan berbagai provesi dan Data sekunder yang diperoleh dari Al-Qur an dan Hadits, pendapat para ulama, bukubuku, serta artikel-artikel yang ada hubungannya dengan penelitian ini Sumber Data Sumber pengumpulan data primer dari penelitian ini adadalah penulis menggunakan metode:

56 41 a. Wawancara, dengan memberikan daftar berupa kuisioner yang diajukan kepada beberapa Narasumber yaitu tokoh Agama, masyarakat, mahasiswa, dan para pengguna serta penjual rokok pada daerah sekitar lokasi dimana penelitian ini akan dilaksanakan. b. Pengamatan lapangan (Observasi), dengan melihat secara langsung keadaan dilapangan tentang proses jual beli rokok ini berlangsung. Data secara kualitatif deskriptif mengenai masalah tentang penelitian ini yang dapat diperoleh melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara pada pihak yang terkait. 3.5 Analisis Data Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis mengambil langkah menganalisis data dengan menggunakan alat analisis deskriptif dengan kajian variabel komoditas, sah tidaknya transaksi jual beli, dengan indikator perspektif yang di kaji dalam tabel:

57 Tabel Analisi Data Variabel Indikator Penjelasan / persepsi Rokok tidak dilarang bila Halal mengkonsumsi dan memproduksinya, dzatnya juga suci. Rokok diarang oleh Agama dan apabila Komoditas dilanggar ada sanksi yang dijanjikan Haram serta mendapat dosa bila melakukan, Makruh mengkonsumsi, serta memproduksinya. Memproduksi dan mengkonsumsi rokok tidak mendapat dosa dan bila ditinggalakan mendapat pahala. Transaksi Sah Batil Transaksi jual beli rokok dilakukan telah memenuhi rukun dan syarat jual beli. Transaksi jual beli rokok mengabaikan syarat dan rukun dalam jual beli. 3.6 Variabel Dan Definisi Operasional Definisi operasional dari penelitian ini adalah: a. Komoditas haram adalah barang-barang yang diharamkan dzatnya untuk dikonsumsi, diproduksi, dan diperdagangkan menurut nash yang terdapat di dalam al-quran dan al-hadits. b. Komoditas halal adalah komoditas atau barang yang di produksi dan di konsumsi atas dasar dzat serta keberadaannya membwa manfaat bagi orang banyak serta ada faedah yang dihasilkan. c. Komoditas makruh adalah komoditas atau barang yang di produksi atau dikonsumsi yang mana dzat dari barang tersebut dibalik manfaatnya juga

58 43 terdapat mudharat yang merugikan. Dengan kata lain sebuah barang yang tidak pasti (tidak jazm) untuk meninggalkan perbuatan tertentu (larangan mengkonsumsi dan memproduksi yang sifatnya tidak pasti), apabila dikerjakan tidak apa-apa, namun bila ditinggalkan akan mendapatkan pahala dan dipuji. d. Transaksi jual beli yang sah yaitu akad yang memenuhi ketentuan syarat dan rukun jual beli. e. Transaksi jual beli yang batil yaitu Akad yang tidak sah (ghairu shahih), akad yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukun dalam jual beli, dan akad yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukun tersebut termasuk akad yang batil (batal) dan fasid (rusak). Batil (batal) dan fasid (rusak) memilki makna yang sama misalnya di dalamnya terdapat unsur maisir (taruhan), gharar (penipuan), dan riba (kelebihan yang tidak syar i antara nilai barang yang diberikan dan yang diterima).

59 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kecamatan Kambu terbentuk atas peraturan Daerah Kota kendari Nomor 23 Tahun 2006 yang ditetapkan pada Tanggal 12 Desember 2006 dengan status Kecamatan Daerah tingkat III. Luas wilyah daratan Kecamatan Kambu 21,17 km². Wilayah Kecamatan Kambu secara astronomis terletak disebelah selatan garis katulistiwa berada diantara 3º º 4 45 LS dan 122º º33 42 BT. Letak wilayah kecamatan Kambu, sebelah utara berbatasan dengan Teluk Kendari, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Baruga, ebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Poasia dan sebelah Barat berbatasan dengan sungai Wanggu (BPS Kota Kendari, 2016). Wilayah Kecamatan Kambu dengan ibu kotanya di Kelurahan Padaleu terdiri dari empat kelurahan yaitu Kelurahan Kambu, Kelurahan Padaleu, Kelurahan Lalolara. Dari ke empat kelurahan yang ada di Kecamatan Kambu, kelurahan Lalolara merupakan kelurahan yang paling banyak jumlah penduduknya jiwa, paling padat penduduknya penduduk per km², serta merupakan pusat persebaran penduduk yaitu 44,09 persen, salah satu alasannya karena lokasi perguruan tinggi ada pada Kelurahan Lalolara yaitu Universitas Halu Oleo (UHO) maka masyarakat yang mendiami mayoritas Mahasiswa (BPS Kota Kendari, 2016). 44

60 Deskripsi Informan Pengambilan data dari penelitian ini yaitu wawancara dengan para pengguna maupun yang Non-pengguna rokok pada masyarakat di daerah sekitar kampus Universitas Halu Oleo (UHO) kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari. Sehingga peneliti bisa mengetahui secara langsung bagaiman pemahan masyarakat tentang taransaksi jual beli rokok dalam hukum islam. Dimana informan pada wawancara penelitian ini adalah secara langsung dilakukan kepada masyarakat yang dipilih sebagai perwakilan dari masyarakat pengguna maupun Non-pengguna rokok dimana wawancara dengan menyerahkan kuisioner pertanyaan terkait dengan data yang diperlukan. Berikut adalah deskripsi responden hasil wawancara dengan masyarakat baik yang pengguna maupun non-pengguna rokok pada daerah sekitar kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu kota Kendari: karateristik Informan Berdasarkan Umur Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 8 orang informan diperoleh gambaran tentang karateristik informan berdasarkan umur terlihat pada Tabel 4.1 Tabel 4.1 Jumlah Informan Berdasarkan umur, 2016 No Umur Jumlah (Orang) Persentase (%) 1. < > Total 8 100,00 Sumber: Data primer (diolah)

61 46 Tabel 4.1 menunjukan bahwa berdasarkan umur informan, dari 8 orang yang diambil sebagai informan adalah 4 oarang yang terdiri dari 1 orang perokok pasif, 3 0rang perokok aktif berumur tahun atau sekitar 50%, serta 4 orang yang terdiri dari 1 orang sebagai perokok aktif, 3 orang perokok pasif yang berumur juga berkisar 50% Karateristik Informan Berdasarkan Jenis Pekerjaan Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 8 informan diperoleh gambaran tentang karateristik informan berdasarkan jenis pekerjaan yang terlihat pada Tabel 4.2, berikut ini: Tabel 4.2 Jumlah Informan Berdasarkan Jenis Pekerjaan, 2016 No Pekerjaan Jumlah Presentase (%) Informan 1 Mahasiswa 3 37,5 2 Wiraswasta 1 12,5 3 Penjual 1 12,5 4 Pemuka agama 1 12,5 5 Dosen 1 12,5 6 Ibu rumah tangga 1 12,5 Total 8 100% Sumber: Data primer (diolah) Tabel 4.2 menunjukan bahwa informan terbanyak adalah mhasiswa yaitu berjumlah 3 orang dan seorang wiraswasta yang juga perokok aktif, dan seorang penjual, pemuka agama, dosen, juga seorang ibu rumah tangga yang merupakan informan perokok pasif atau sekitar 37,5 % yang rata-rata pengguna rokok.

62 Karateristik Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 8 orang informan diperoleh gambaran tentang karateristik responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir yang terlihat pada Tabel 4.3 berikut ini: Tabel 4.3 Jumlah Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir,2016 No. Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%) 1 SD SMP 1 12,5 3 SMA 4 50,0 4 Sarjana 3 37,5 Total 8 100,00 Sumber: Data primer (diolah) Tabel 4.3 menunjukan informan berdasarkan pada tingkat pendidikan terakhir, dimana berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa pendidikan terakhir informan paling banyak atau mayoritas adalah SMA dan berstatus Mahasiswa. 4.3 Hasil Penelitian Persepsi masyarakat tentang transaksi jual beli rokok pada daerah sekitar kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu Kota Kendari yang mana pengetahuan mereka tentang transaksi jual beli rokok dalam persepsi hukum islam dapat di ukur melalui: halal, haram, makruh, transaksi yang sah atau tidak sah/bathil Persepsi Masyarakat Tentang Hukum Mengonsumsi Komoditas Rokok Makruh Makruh adalah suatu hal yang mana bila seseorang meninggalkan perkara atau hal itu hukumnya adalah lebih baik dan akan mendapat pahala, dan bila seseorang mengerjakan suatu hal yang dihukumi makruh maka dia tidak mendapat

63 48 dosa atau tidak ada konsekwensinya. Tapi ingat bahwa hal yang bersifat makruh lebih baik ditinggalkan karena Allah tidak menyukai hal yang makruh. Contohnya kecilnya adalah makan dan juga minum sambil berdiri dan lain sebagainya. Hal ini serupa dengan apa yang diungkapkan oleh informan penelitian tentang hukum mengkonsumsi rokok yang menganggap makruh kegiatan mengkonsumsi komoditas rokok. Hasil wawancaranya adalah sebagai berikut: Menurut salah seorang informan HD melalui wawancara yang mengatakan bahwa: Menurut saya (perokok aktif), hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah makruh. Karena komoditas rokok itu tidak ada larangan untuk mengkonsumsinya, dan bagi yang mengkonsumsinya juga tidak ada konsekwensi/ sanksi yang berlaku. saya juga merasa tidak nyaman jika merokok ditempat umum, sementara ada sebagian orang yang merasa terganggu dengan aktivitas saya, makanya saya berusaha untuk tidak egois jika berada ditempat umum. Tapi Saya tidak setuju jika komoditas rokok diharamkan, karena tidak ada dalil yang menegaskan bahwa rokok itu haram (Wawancara, 15 Desember 2016) Hal serupa juga sama dengan yang diungkapkan oleh beberapa informan SD, MK, dan SF (perokok aktif) melalui wawancara pada waktu yang berbeda yang mengatakan bahwa: Menurut saya (SD,SF, dan MK) hukum mengkonsumsi rokok itu adalah makruh, karena kegiatan mengkonsumsi rokok itu merupakan hal yang dilakukan membeli barang yang tidak bermanfaat bagi sebagian oarang yang tidak merokok, tetapi ada kesenangan tersendiri untuk kami perokok. Ini juga mungkin dikatakan mengurangi pahala karena membelanjakan uang untuk barang yang merugikan badan sendiri dan kesehatan orang lain (SF). Dibilang halal tidak ada label halalnya, jadi saya katakan makruh. Saya tidak setuju jika rokok diharamkan, karena tidak ada dalam Al-quran yang melarang untuk mengkonsumsi rokok. Saya terbiasa merokok ditempat bekumpul dengan teman-teman yang juga menggunakan rokok karena biasanya mahasiswa bertukar pikiran tidak lengkap bila tidak ada rokok, sebagian orang bilang dengan merokok pikiran jadi terbuka, bagi sebagian orang lagi dengan merokok maka akan kuat bekerja (Wawancara, 29 November 2016, dan 11 januari 2017 )

64 49 Hasil wawancara beberapa informan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa bagi mereka yang mengkonsumsi rokok mengatakan hukum mengkonsumsi rokok itu adalah makruh, serta tidak setuju jika dikatakan haram karena tidak ada dalil Al-Quran dan Sunnah yang menegaskan bahwa merokok itu diharamkan. Pendapat lain juga diungkapkan oleh informan seorang ibu rumah tangga AN yang megatakan bahwa: menurut saya hukum orang merokok adalah makruh, karena pahala rezekinya menjadi berkurang karena dibelanjakan untuk rokok yang tidak ada manfaatnya untuk orang lain. Tapi produk rokok juga ada manfaatnya untuk negara misalnya pajak, dan tenaga kerja di perusahaan rokok. Saya sangat terganggu bila ada yang merokok didekatku, apalagi saya sebagai ibu hamil bila saya menghirup asap rokok maka pernapasan saya terganggu sampe susah bernafas (Wawancara,27 November 2016 ). Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang informan SR selaku penjual rokok melalui wawancara yang mengatakan bahwa: menurut saya hukum orang merokok adalah makruh, karena bila orang meninggalkan rokok khususnya mereka yang sudah menjadi pecandu mendapat pahala, dan jika mereka tetap menlakukannya maka pahala uangnya berkurang karena membeli yang sia-sia hanya asap, bau dan penyakit yang didapat. Tapi ada juga yang merokok (seperti suami saya) maka lebih semangat bekerja, tapikalau tidak merokok malas-malasan (Wawancara, 30 November 2016). Hasil wawancara kedua informan diatas maka dapat ditarik kesimpulan hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah selain mengurangi pahala rezekinya karena membelanjakan barang yang tidak bermanfaat, juga ada manfaat yang tersimpan dari produk rokok misalnya pajak yang di rampung oleh negara melalui pajak rokok, dan memberikan harapan hidup bagi kariawannya. Namun dalam islam mengkaji lebih detail mengenai cara mengelolah dan memperoleh rezeki.

65 Haram Haram adalah segala sesuatu yang di larang oleh syariat untuk dikonsumsi, dan apabila tetap dikonsumsi akan mendapatkan dosa kecuali dalam keadaan terpaksa, serta banyak sekali madhratnya dari pada hikmanya, sebagai contoh mengkonsumsi darah yang mengalir ini di haramkan karena itu kotor dan dihindari oleh manusia yang sehat, disampaing itu ada dugaan bahwa darah tersebut dapat menimbulkan bahaya sebagaimana halnya bangkai yang merugikan diri sendiri (Djakfar, 2009). Sebagaimana yang diungkapkan oleh responden LH,selaku pemuka agama (perokok pasif) sebagai berikut: Menurut saya, hukum orang yang mengkonsumsi rokok adalah haram. karena apa yang kita konsumsi haruslah yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. komoditas yang merusak itu ya misalnya produk rokok, maka menurut saya merokok itu hukumnya haram karena menzolimi diri sendiri, orang lain, hartanya dibelanjakan untuk hal yang sia-sia. Dalam Al-Quran dan hadits juga banyak dalil yang berisi larangan untuk menzalimi diri dan orang lain.pemahaman saya tentang mengkonsumsi rokok adalah yang menjual dan yang membeli hukumnya tetap sama yaitu haram makanya harus diberi peringatan tentang komoditas rokok baik bahaya untuk kesehatan juga dalam kajian Islami, sayang hartanya jika dihambur-hamburkan untuk membeli rokok ( Wawancara, 29 November 2016) Hal serupa juga sama yang diungkapkan oleh informan HR, Dosen yaitu sebagai berikut: menurut saya hukum orang merokok itu dengan tegas saya katakan bahwa hukumnya haram. Karena membelanjakan harta untuk membeli rokok itu tidak ada manfaatnya. Malah menjadi dosa karena menzalimi diri sendiri secara perlahan juga merusak tubuh mereka yang berada disekitar perokok. Tidak ada manfaat sama sekali, mungkin kalau boleh disarankan sebaiknya dihilangkan saja barang itu (Wawancara, 30 November 2016). Berdasarkan hasil wawancara 2 informan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum mengkonsumsi rokok adalah haram karena komoditas

66 51 yang tidak berguna atau bermanfaat untuk semua orang terlebih lagi bagi si pemakai. Dalam Islam juga banyak dalil yang diturunkan untuk bagaimana kita tidak menzolimi diri kita dan diri orang lain Persepsi Masyarakat Tentang Hukum/ Rukun Dan Syarat Sah Jual Beli Rokok Transaksi Jual Beli Yang Sah Informan SD mengatakan bahwa: menurut saya transaksi jual beli rokok hukumnya adalah sah. Karena transaksi jual beli rokok itu sudah memenuhi syarat dan rukun jual beli. Transaksi jual beli yang sah adalah transaksi dimana pedagang dan pembeli saling menguntungkan. (Wawancara, 29 November 2016). Sama halnya dengan apa yang diungkapkan oleh informan HD beliau mengatakan bahwa: menurut saya transaksi jual beli rokok itu sah karena proses tawar menawar yang disepakati antara penjual rokok dan pembeli rokok dimana dalam transaksi itu ada produk/barang yang ditukarkan sesui peraturan yang berlaku juga ada uang sebagai alat untk membeli. (Wawancara, 15 Desember 2016). Hasil wawancara kedua informan diatas maka dapat disimpulakan bahwa transaksi jual beli rokok itu adalah sah. Transaksi jual beli yang Sah yaitu taransaksi dimana terdapat penjual dan pembeli, ada alat penukar dan barang yang ditukarkan, serta kesepakatan penjual dan pembeli dimana antara keduanya saling menguntungkan. Hal serupa juga diungkapkan oleh dua orang responden dalam wawancara kepada SF dan MK yang mengatakan bahwa: Transaksi jual beli rokok itu menurut saya adalah sah. Karena jual beli rokok itu sesuatu kegiatan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan seperti adanya alat tukar/ uang dan barang dalam hal ini rokok yang diperjual belikan. (Wawancara, 29 November 2016 dan 11 Januari 2017 ).

67 52 Hasil wawancara kedua informan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam transaksi jual beli rokok itu adalah sah. Dikatakan sah karena dalam jual beli rokok juga sama dengan transaksi jual beli pada umumnya. Terdapat unsur tawar menawar kedua belah pihak, ada barang(rokok), ada alat tukar (uang) sebelum akhirnya mendapati kesepakatan antara keduanya Transaksi Jual Beli Yang Tidak Sah /Bathil Jual beli yang bathil adalah jual beli yang tidak memenuhi rukun dan tidak diperkenankan oleh syara. Sedangkan jual beli fasid menurut para Ulama adalah jual beli yang secara prinsip tidak bertentangan dengan syara namun terdapat sifat-sifat tertentu yang menghalangi keabsahannya. Hal ini hampir sama dengan apa yang diungkapkan oleh informan LH, AN, SR dan HN, melalui wawancara pada waktu yang berbeda sebagai berikut: menurut saya transaksi jual beli rokok itu adalah bathil. Karena transaksi jual beli rokok yang menjual dan yang membeli rokok hukumnya sama yaitu haram. Tetapi salah satu alasan saya (penjual) masih menjual rok ok adalah untuk memaksimisasi laba (himpitan ekonomi). Transaksi yang terjadi antara kedua belah pihak penjual dan pembeli tetapi ada yang kelur dari syarat sah dalam transaksi karena penjual dan pembeli sama-sama tahu bahwa rokok ini merusak diri sendiri dan orang lain. (Wawawncara, 29 dan 30 November 2016). Hasil wawancara informan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa transaksi jual beli rokok itu dianggap tidak sah/ bathil karena memperjual belikan barang yang sudah jelas membawa mudharat bagi diri sendiri dan orang lain. Meski demikian pernyataan dari salah seorang informan sangat tidak konsisten karna meski mengatakan transaksi jual beli rokok adalah bathil namun masih menjual produk tersebut.

68 53 Tabel 4.4 Ringkasan Hasil Penelitian Studi Transaksi Jual Beli Rokok Dalam Perspektif Hukum Islam, 2016 I N F O R M A N Status pekerjaan 1. Pemuka Agama Status perokok Perokok pasif 2. Dosen Perokok pasif 3. Penjual Perokok pasif 4. ibu rumah tangga Perokok pasif Latar Belakang Keluarga ada yang merokok Ada yang merokok ada yang merokok Ada yang merokok Fatwa MUI haram merokok Setuju Setuju Setuju Sutuju Efek rokok Persepsi komoditas rokok Persepsi transaksi jual beli rokok Merusak kesehatan - Merugikan Berbahaya Berbahaya Halal makruh Haram Sah Bathil Makruh Makruh Haram Haram Bathil Bathil Bathil Bathil Latar belakang perokok Keinginan berhenti berhenti merokok Mahasiswa Perokok aktif 6. Wiraswasta Perokok aktif Ada yang merokok Ada yang merokok Tidak setuju Tidak setuju Merugikan Merugikan - - Makruh Makruh - - sah sah - - Coba-coba Faktor lingkungan Ya Ya 7. Mahasiswa perokok aktif 8. Mahasiswa Perokok aktif ada yang merokok Ada yang merokok Tidak setuju Tidak setuju Merusak badan - Merusak badan - Makruh Makruh - - Sah sah - - Faktor lingkungan Faktor lingkungan Ya Ya (sumber: hasil penelitian)

69 54 Tabel 4.4 menunjukan hasil penelitian dengan variabel halal, makruh, haram, transaksi jual beli yang sah dan transaksi jual beli yang tidak sah/ bathil dalam hukum Islam menurut persepsi masyarakat, Dimana dari tabel diatas terlihat bahwa dari lima variabel yang peneliti gunakan, terdapat satu variabel yang tidak satupun persepsi menyatakan setuju dengan variabel tersebut dalam hal ini adalah veriabel halal. Hasil penelitian ini sebagian besar mengatakan bahwa persepsi hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah makruh yaitu berjumah 6 orang informan dan hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki persepsi bahwa komoditas rokok adalah haram dengan jumlah informan 2 orang. Namun demikian, dari jumlah informan yaitu 6 orang yang mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah makruh 2 informan diantaranya mengatakan bahwa transaksi jual beli rokok itu tidak sah/ bathil, dengan alasan orang yang melakukan transaksi jual beli rokok tidak memenuhi salah satu rukun syarat sah jual beli diantaranya kedua belah pihak(penjual dan pembeli) sama-sama mengetahui bahaya yang dikandung dari barang yang diperjual belikan. Pernyataan dari salah seorang informan dalam penelitian ini sangat tidak konsisten karna meski mengatakan transaksi jual beli rokok adalah bathil namun masih menjual produk tersebut dengan alasam memaksimisasi laba, dan 4 informan diantaranya mengatakan bahwa transaksi jual beli rokok itu hukumnya sah. Hal ini dikarenakan perbedaan pendapat masing-masing kalangan serta memiliki dalil dan alasan yang mendukung persepsi mereka. Selain itu ada 2 orang informan yang mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah haram serta jual belinya pun dianggap

70 55 bathil karena diperkuat dengan dalil yang mengatakan bahwa sesuatu yang dihukumi haram, maka haram pula upah dari jual beli barang tersebut. Hal ini membuktikan bahwa persepsi masyarakat pada daerah sekitar lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berbeda-beda. Persepsi terbanyak mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah makruh berjumlah 6 orang informan, dan dianggap haram oleh 2 informan serta rukun syarat sah jual beli rokok dianggap sah oleh 4 orang informan dan dianggap tidak sah/bathil oleh 4 orang informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat dalam hal ini wiraswasta dan mahasiswa adalah yang paling banyak mengkonsumsi komoditas rokok. 4 dari 8 orang yang menjadi informan penelitian adalah perokok. Dan faktor yang mempengaruhi mereka menjadi perokok adalah satu diantaranya karena rasa penasaran dengan mulai mencoba-coba komoditas rokok ini, sedangkan tiga lainanya adalah karena faktor lingkungan yang ada disekitar tempat tinggal dan komunitasnya. Dari kebiasaan yang sulit untuk dihentikan akibat kecanduan itu, mereka pun memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Tabel 4.4 dapat diuraikan kembali melalui tabel-tabel berikut ini: Tabel 4.5 Distribusi informan berdasarkan status perokok, latarbelakang keluarga dan Fatwa MUI, 2016 No Status perokok 1 Perokok pasif 2 Perokok aktif (%) Latarbelakang (%) Fatwa MUI (%) 50% Ada yang merokok 50% Ada yang merokok 50% Setuju rokok haram 50% Tidak setuju rokok haram 50% 50% Total 100% 100% 100% (Sumber: hasil penelitian)

71 56 Tabel 4.5 hasil penelitin terlihat bahwa perokok aktiv dan pasiv presentasenya adalah sama yaitu 50%, dan 100% rata-rata memiliki latar belakang keluarga ada yang merokok. Terdapat 50% informan yang setuju bahwa MUI mengharamkan rokok dan 50% mengatakan tidak setuju dengan alasan tidak ada dalil yang mengatakan secara tegas bahwa rokok adalah haram. Tabel 4.6 Distribusi Informan berdasakan Keinginan Berhenti Merokok, 2016 No Kategori Berbahaya(%) Tidak Ya(%) Tidak (%) berbahaya(%) 1 Efek 100% 0% - - rokok 2 Keinginan % 0% berhenti merekok Total 100% 0% 100% 0% (sumber: hasil penelitian) Tabel 4.6 hasil penelitian terlihat bahwa 100% informan mengatakan bahwa rokok memiliki efek berbahaya dan 0% mengatakan tidak berbahaya. Meski demikian, namun bukan berarti informan perokok aktiv tidak memiliki keinginan berhenti merokok. Hal ini terlihat dari hasil penelitian bahwa 100% berkeinginan berhenti merokok dan 0% untuk tetap merokok dengan alasan sadar akan bahaya rokok. Tabel 4.7 Distribusi Informan Berdasrakan Komoditas Dan Sah Tidaknya Jual Beli No Hukum Komoditas rokok Transaksi jual beli rokok Halal Makruh haram Sah Bathil 1 0% 75% 25% 50% 50% 100% 100% (sumber: hasil penelitian) Tabel 4.7 hasil penelitian terlihat bahwa persepsi informan tentang hukum komoditas rokok terdapat 0% mengatakan halal, mayoritas mengatakan makruh

72 57 dengan presentase 75% dengan alasan tidak ada dalil yang mengharamkan komoditas ini. 25% mengatakan haram karena rokok tidak bermanfaat sebaliknya lebih besar mudharat yang ditimbulkan. 4.4 Pembahasan 5. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, dapat dilihat bahwa persepsi masyarakat tentang hukum mengkonsumsi dan transaksi jual beli rokok memiliki persepsi yang berbeda-beda. Variabel dari hukum mengkonsumsi rokok dan transaksi jual beli rokok adalah makruh, haram, transaksi jual belinya sah dan tidak sah/ bathil Hukum Mengkonsumsi Komoditas Rokok 7. Berdasarkan hasil penelitian yang telah yang peneliti telah paparkan sebelumnya terlihat bahwa keseluruhan masyarakat memiliki persepsi yang berbeda-beda. Walau demikian, tidak ada satu pun masyarakat mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi rokok adalah halal, melainkan lebih mengarah pada hukum makruh dan haram hukumnya mengkonsumsi komoditas rokok. Terlihat bahwa pada daerah sekitar lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Kota Kendari menunjukan bahwa informan SD,SF, dan MK menganggap bahwa hukum mengkonsumsi rokok itu adalah makruh, karena kegiatan mengkonsumsi hal yang tidak bermanfaat dan mengurangi pahala, namun tidak ada dalil yang mengatakan bahwa rokok adalah haram. Hal ini sejalan dengan (Yusuf Muhamad, 2009) Salah satu ulama yang mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi rokok adalah makruh adalah Syekh Yasin Al-Fadani atas dasar/pegangan seperti dalil:

73 58 ھ و ال ذ ي خ ل ق ل ك م م ا ف ي الا ر ض ج م یع ا ث م اس ت و ى إ ل ى ال سم اء ف س واھ ن.8 س ب ع س م او ات و ھ و ب ك ل ش ي ء ع ل ی م Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu. (QS. Al Baqarah: 29) Ayat diatas menjelaskan bahwa hukum atas sesuatu itu adalah halal kecuali ada nash yang dengan tegas mengharakannya. Allah SWT dan Rasull-Nya tidak pernah menegaskan bahwa tembakau atau rokok itu haram. 13. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa hukum mengkonsumsi rokok adalah haram. Seperti yang diungkapkan oleh informan LH hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah haram karena merusak kesehatan badan serta menzolimi diri sendiri dan orang lain. ia menganggap bahwa yang kita konsumsi haruslah yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. komoditas yang merusak itu ya misalnya produk rokok, hukumnya haram karena menzolimi diri sendiri, orang lain, serta hartanya dibelanjakan untuk hal yang siasia. Hal ini di perkuat dengan dalil Al-Quran dan As-sunnah: Al-Qur an : و لا ت ل ق وا ب ا ی د یك م إ ل ى الت ھ ل ك 14. Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Baqarah: 195) 15. As-Sunnah : 16. Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata ; Rasulullah SAW. bersabda: Tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri sendiri), dan tidak boleh berbuat kemudaratan (pada diri orang lain). (HR. Ibnu Majah, No.2331)

74 59 Berdasarkan ayat diatas menjelaskan bahwa tidaklah benar orang-orang yang berbuat dzolim pada diri mereka sendiri maupun orang lain. Termaksud dalam hal ini mengkonsumsi komoditas rokok yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain disekitaranya. Meskipun ayat diatas tidak menyebutkan/menegaskan secara langsung tentang produk rokok. 17. Para dokter dan ahli medis telah sepakat akan bahayanya rokok bagi kesehatan manusia. Telah digelar berbagai seminar kedokteran yang berskala internasional, para dokter mengambil kesimpulan bahwa rokok telah menyebabkan berbagai macam penyakit yang berbahaya. Pada kemasan rokok pula tertera himbauan MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN keharaman merokok itu dapat disimpulkan bahwa setiap batang rokok mengandung lebih dari 4000 jenis racun berbahaya. Sementara tubuh manusia adalah amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta ala yang harus kita jaga. 18. Pro-kontra mengenai merokok setelah muncul tuntutan beberapa kelompok masyarakat yang meminta kejelasan hukum merokok. Masyarakat merasa bingung karena ada yang mengaharamkan, ada yang meminta pelarangan tebatas, dan ada yang meminta pada status makruh. Hukum merokok tidak disebutkan secara jelas dan tegas dalam Al-quran dan hadits Nabi. Oleh karena itu, fuqaha mencari mencari solusinya meluli ijtihad. hukum merokok disimpulkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Padang Panjang Sumatra Barat pada tanggal Januari 2009.

75 60 Ijma Ulama Komisi Fatwa MUI se-indonesia III sepakat adanya perbedaan pandanagan mengenai hukum merokok, yaitu antara makruh dan haram (khilaf ma baiyna al-makruh wa al-haram). Peserta Ijma Ulama Komisi Fatwa MUI se-indonesia III Sepakat bahwa merokok hukumnya haram jika dilakukan di tempat umum, oleh anak-anak, dan wanita hamil. Namun Dasar penetapan hukum diatas lebih mengarah pada keharaman yaitu : Firman Allah SWT QS Al-A raf ayat 157: يا مرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخباي ث Nabi itu menyuruh mereka kepada yang makruf, melarang mereka dari yang munkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan melarang bagi mereka segala yang buruk. Hadits Nabi Salaullahi Alaihi Wasallam: Tidak boleh membuat mudlarat kepada diri sendiri dan tidak boleh membuat mudlarat kepada orang lain. Kaidah Fiqhiyyah: Bahaya harus ditolak semaksimal mungkin Yang menimbulkan mudlarat harus dihilangkan /dihindarkan. Penetapan hukum itu tergantung ada atau tidak adanya Illat Penjelasan delegasi Ulama Mesir, Yordania, Yaman, dan Syria bahwa hukum merokok di negara-negara tersebut adalah haram. Dan Hasil Rapat Koordinasi MUI tentang Masalah Merokok yang diselenggarakan pada 10 September 2008 di Jakarta, yang menyepakati bahwa merokok menimbulkan madlarrat di samping ada manfaatnya. Dasar alasan atau pegangan dalil-dalil diatas cukup kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar alasan mencari nafkah dari pabrik rokok

76 61 dan lain sebagainya, lebih dari itu rokok menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta ala berfirman, ب ا ی د یك م إ ل ى الت ھ ل ك ة و لا ت ل ق وا Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. Al Baqarah: 195). Allah berfirman tentang makanan penduduk neraka: Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut tidak menyebabkan gemuk dan tidak pula bisa menghilangkan rasa lapar. (QS. A l-ghasiyah : 6-7). Berdasarkan ayat diatas, maka demikian pula dengan rokok, tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan penduduk neraka. Dengan demikian persepsi masyarakat perlu diluruskan dalam menanggapi hukum yang pas mengenai suatu produk salah satunya adalah rokok. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mahyuni 2011, dengan judul Persepsi Mahasiswa Jurusan Muamalah Ekonomi Islam Fakultas Syari ah Dan Ilmu Hukum UIN SUSKA Riau Terhadap Transaksi Jual Beli Rokok Pasca Fatma MUI Yang Mengharamkan Rokok Ditinjau Dari Hukum Islam. Bahwa Ijtima ulama komisi fatwa MUI se-indonesia III sepakat adanya perbedaan pandangan mengenai hukum merokok, yaitu antara makruh dan haram. Bahwa rokok hukumnya haram jika dilakukan Ditempat umum, Oleh anak-anak, dan Oleh wanita hamil. Persepsi Islam terhadap transaksi jual beli rokok adalah (makruh). sedangkan, Menurut tinjauan hukum Islam transaksi jual

77 62 beli rokok maupun kegiatan mengkonsumsi rokok dilarang oleh agama karena menimbang mudharatnya yang besar yang dapat merugikan setiap individu Rukun dan Syarat sah Jual Beli Rokok Transaksi jual beli dikatakan sah jika Rukun dan syarat sah jual beli terpenuhi. Yang terdiri dari Ada Penjual dan pembeli, Jual beli dilakukan oleh orang yang berakal agar tidak tertipu dalam jual beli. Dan alat jual beli / uang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai rukun dan syarat sah jual beli rokok. Menurut SD transaksi jual beli rokok adalah sah karena memenuhi rukun dan syarat jual beli dimana penjual dan pembeli saling menguntungkan. Sedangkan menurut LH, AN, SR, dan NH transaksi jual beli rokok itu adalah bathil karena antara kedua belah pihak samasama mengetahui tentang bahaya rokok. Hal ini sesui dengan Firman Allah SWT dalam surah An-Nisaa ayat 5: و لا ت ؤ ت وا ال سف ھ اء أ م و ال ك م ال ت ي ج ع ل الله ل ك م ق ی ام ا و ار ز ق وھ م ف یھ ا و اك س وھ م و ق ول وا ل ھ م ق و لا م ع ر وف ا Artinya : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya,( harta mereka yang berada di dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupanmu. (Q.S.an-Nisaa ). Pada ayat diatas jelas dikatakan bahwa, syarat sah jual beli terdiri dari adanya penjual dan pembeli yang berakal. Dalam transaksi jual beli rokok, juga terdapat penjual dan pembeli yang sama-sama berakal. Sama-sama tahu, bahwa rokok itu dapat membahayakan kesehatan diri dan orang lain.

78 63 Jual beli dilakukan atas kemauan sendiri (tidak dipaksa). Dalam Surah An-Nisaa ayat 29, Allah Berfirman : ی ا أ یھ ا ال ذ ین آم ن وا لا ت ا ك ل وا أ م و ال ك م ب ی ن ك م ب ال ب اط ل إ لا أ ن ت ك ون ت ج ار ة ع ن ت ر اض م ن ك م و لا ت ق ت ل وا أ ن ف س ك م إ ن الله ك ان ب ك م ر ح یم ا Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu. (Q.S. an-nisaa :29). Seperti halnya rokok, jual beli yang terjadi itu karena dasar suka sama suka atau sama-sama membutuhkan dan menguntugkan. Barang yang diperjual belikan memiliki manfaat (tidak mubadzir). Namun bertolak belakang dengan rokok, dimana banyak dalil yang menyatakan bahwa membelanjakan harta untuk membeli rokok adalah pemborosan. Alat tukar berupa uang dan barang yang diperjual belikan, syarat sahnya: Barang yang dijual adalah milik penjual atau milik orang lain yang dipercayakan kepadanya untuk dijual. Sesuai hadits Rasulullah SAW bersabda: لا ب ی ع ا لا ف ی م ا ت م ل ك داود اب و رواه Artinya: tidak sah jual beli kecuali pada barang yang dimiliki. (H.R. Abu Daud dari Amr bin Syu aib) Ayat diatas menjelaskan bahwa Rokok yang diperjual belikan dapat diserah terimakan sehingga tidak terjadi penipuan dalam jual beli. Barang yang dijual dapat diketahui dengan jelas baik ukuran, bentuk, sifat dan bentuknya oleh penjual dan pembeli. Ijab dan Kabul, dimana ijab adalah pernyataan penjual barang sedangkan kabul adalah perkataan pembeli barang. Oleh karena itu, transaksi jual beli rokok

79 64 kesepakatan penjual dan pembeli rokok atas dasar suka sama suka. (Qoumul, 2011). Hukum transaksi jual beli pada umumnya, jual beli rokok hukumnya adalah sah. Tetapi Sebagian informan menganggap bahwa transaksi jual beli rokok adalah bathil. Karena penjual dan pembeli sama-sama tahu bahwa rokok merusak diri sendiri dan orang lain. Sahnya transaksi jual beli ini karena dilihat dari sudut pandang bahwa transaksi ini telah memenuhi rukun dan syarat sah jual beli. Namun, ditimbang dari mudharatnya yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, maka hal ini sama dengan yang diungkapkan oleh Nasih Ulwan dalam Tarbiyyatul Aulad, beliau mengatakan: Sudah menjadi kesepakatan para ulama ahli fikih dan imam mujtahid, bahwa setiap bahaya yang dapat menjerumuskan ke dalam kehancuran, wajib dijauhi dan haram dikerjakan. Pernyataan diatas, sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, bahwa Rasulullah Salaullahi Alaihi Wasallam bersabda: Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan (oranglain). dan Firman Allah: Artinya: Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Baqarah ayat 195).

80 65 Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya. Karena di dalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah hadits: لا ض ر ر و لا ض ر ا ر Artinya: Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan Demikian juga rokok diharamkan karena termasuk sesuatu yang buruk (khabaits), dalil-dalil diatas memperkuat bahwa transaksi jual beli rokok itu adalah bathil/ tidak sah karena menimbang mudharatya yang lebih besar dan dilarang membelanjakan harta untuk hal yang membahayakan diri sendiri. Telah dikeluarkan juga sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan harta. Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan. Berdasarkan umumnya firman Allah ta ala: ی ا أ ی ھ ا ال ذ ی ن آم ن وا أ ن ف ق وا م ن ط ی ب ات م ا ك س ب ت م و م ما أ خ ر ج ن ا ل ك م م ن ا لا ر ض و لا ت ی مم وا ال خ ب ی ث م ن ھ ت ن ف ق و ن و ل س ت م ب ا خ ذ ی ھ إ لا أ ن ت غ م ض وا ف ی ھ 4 5 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya (QS. Al-Baqarah: 267) 6

81 66 Rasulullah Salaullahi Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik (al-hadits) Merokok termasuk membuang harta, Seorang perokok membelanjakan hartanya untuk membeli rokok yang haram. Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya. Dengan demikian, meskipun transaksi jual beli rokok adalah sah karena memenuhi syarat dalam jual beli, namun hukum mengkonsumsi komoditas rokok adalah haram karena mudharat yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Supardi, 2008), mengatakan bahwa hukum merokok ditinjau dari tujuan syar i merupakan perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan konsep Maqa sid al Syari ah yaitu perlindungan akal, jiwa dan harta. Merokok tidak saja memberikan madharat bagi pelakunya., tetapi juga orang lain yang ada disekitarnya. Dengan demikian, segala sesuatunya dilihat dari perspektif kesejahteraan manusia, apa yang dirugikan dihilangkan dan apa yang bermanfaat dikonformasikan. Selanjutnya Merokok tidak dapat meberikan manfaat apapun bagi pelakunya, sehingga membelanjakan harta untuk rokok termaksud dalam kategori pemborosan (tabzir) yang sangat dicela oleh islam. Bila rokok hukumnya haram, maka haram pula membuatnya, membelinya, menyimpannya dan harga penjualannya pun haram. Menjual rokok merupakan perbuatan maksiat, sedangkan rezeki dari Allah Subhanahu Wa ta ala. Tidak dapat diperoleh dengan cara maksiat.

82 BAB 5 PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Studi transaksi jual beli rokok dalam pandangan hukum islam tentang Persepsi masyarakat dilingkungan sekitar Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kota Kendari mengatakan pandangan yang berbeda-beda menyikapi hukum mengkonsumsi rokok. Sementara merujuk pada dalil Q.S Al-Baqarah: 195 Allah melarang hamba-nya menzolimi diri sendiri dan Allah memerintahkan memebelanjakan harta dijalan Allah serta berbuat baik karna Allah menyukai hamba-nya yang berbuat baik. Merokok adalah jelas kegiatan menzolimi diri sendiri dan orang lain serta membelnjakan harta untuk hal yang tidak bermanfaat melainkan mudharat yang ditimbulkan. Jadi, merokok adalah haram, maka haram membuatnya, membelinya, menyimpannya, dan upah penjualannya pun haram. 2. Persepsi masyarakat tentang transaksi jual beli rokok juga berbeda, ada yang mengatakan sah dan ada yang mengatakan bathil. Sedangkan Persepsi yang mengatakan transaksi jual beli rokok adalah bathil namun masih melakukan transaksi (tidak konsisten) berargumen alasannya semata memaksimisasi laba bahwa hanya komoditas rokok yang paling diminati di sekitar tempat usaha. Sementara merujuk pada Q.S Annisa: 29, Firman 67

83 68 Allah kepada hamba-nya yang beriman bahwa Allah melarang memakan harta sesama hamba-nya dengan jalan yang bathil (tidak benar) kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka. Transaksi jual beli rokok adalah kegiatan yang mengabaikan syarat sah jual beli karena penjual dan pembeli sama-sama mengetahui mudharat barang yang diperjual belikan. Membelanjakan harta untuk membeli rokok termaksud pemborosan (tabzir) yang sangat dicela oleh islam. Maka transaksi jual beli rokok adalah bathil karena rezeki dari Allah tidak boleh diperoleh dan dibelanjakan untuk jalan maksiat. 5.2 SARAN 1. MUI mengkaji tentang fatwa rokok agar tidak membuat kesimpangsiuran persepsi masyarakat. 2. Untuk pemerintah sebaiknya mensosialisasikan tentang bahaya rokok yang dapat mempengaruhi kesehatan serta merusak badan. 3. Bagi para akademisi diharapkan penelitian ini bisa dilanjutkan oleh peneliti selanjutnya dengan objek dan sudut pandang yang berbeda sehingga dapat memperkaya wawasan dalam kajian ekonomi islam.

84 DAFTAR PUSTAKA Abdullah & Soedarmanto Budidaya Tembakau. Jakarta: CV. Yasaguna Admin, Bahaya Meroko. [21 Mei 2013] Anonim Tentang Tembakau dan Cengkeh. Gudang Garam. cengkeh. 19 September ntang_tembakau_dan cengkeh_ Departeman Agama RI Al-Qur an dan Terjemahannya. Semarang : PT. Karya Toha Putri. Djakfar Muhammad Hukum Bisnis. UIN Malang Press: 194 Fadal, K. Moh Kaidah-Kaidah Fiqh. Jakarta: CV Artha Rivera, 2008 Heryani, R Kumpulan Undang Undang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Khusus Kesehatan. Jakarta : CV. Trans Info Media HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami dan Kitab Silsilah Shahihan diakses tanggal 110ktober2009 diakses selasa 13 September, 2016 pukul 06: Huda, Qomarul Fiqih Muamalah, Yogyakarta: Teras. Husaini, Aiman Tobat Merokok dan cara Empatik Berhenti Merokok. Depok: Pustaka Iman. Kabar Madura. Kabar Fatwa MUI. ura/2008/19/10 Karim, A. Adiwarman Ekonomi Mikro Islam. Yogyakarta : rajawali press 69

85 70 KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Khoirudin Ajakan Hidup Tanpa Rokok. Kedaulatan rakyat. Bandung: Pinus Book Publisher Komalasari dan Helmi Faktor- Faktor Penyebab Merokok pada Remaja. Jurnal Psikologi Universitas Gajah Mada. Komaruddin Manajemen Produksi. Bandung: Alumni. Lubis Ibrahim Ekonomi Islam Suatu Pengantar. Jakarta: Kalam Mulia. Mahyuni Persepsi Mahasiswa Jurusan Muamalah dan Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN SUSKA Riau Terhadap Transaksi Jual Beli Rokok Paska fatwa MUI Yang Mengharamkan Rokok Ditinjau dari Hukum Islam. Skripsi Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim. Riau. Mardjun, Y Perbandingan kkeadaan Tulang Alveolar antara Perokok dan Bukan Perokok. Skripsi: Universitas Hasanuddin. Makassar. Muhammad Ekonomi Mikro dalam Perspektif Islam. Yogyakarta : BPFE MuhibjuzaaaaWah, F.A.B Tingkat Pengetahuan Pelajar Sekolah Menengah Sains Hulu Selanggor Mengenai Efek Rokok terhadap Kesehatn. (KTI). Universitas Sumatra Utara. Medan. Mutadin, Z Kemandirian sebagai Kebutuhan Psikologi pada Remaja dan Rokok. Nasution, Mustofa Edwin Pengenalan Esklusif Ekonomi Islam. Jakarta :kencana Nasroen Haroen Fiqh Mu amalah. Cetakan Ke-1 hal Gaya Media Pratama: Jakarta. Poetra, I Sejarah Perkembangan Rokok Kretek di Indonesia.19 september Rustam Efendi Produksi dalam Islam. Yogyakarta: Megistra Insani press Santika, E Mengintip Kisah dibalik Tembakau. Nasionalis Rakyat Merdeka News Online. 19 september Sitopoe, Mangku Kekhusuan Rokok Indonesia. Jakarta : PT. Grasindo.

86 71 Suhendi, Husen Fiqh Muamala. Jakarta :PT. Grafindo Persada. Shofie, Yusuf Kapita Selekta Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. Citra Aditya Bakti: Bandung. WHO Konsumsi Tembakau dan Prevalensi Merokok di Indonesia.. Yunus, Muhammad Kitab Rokok: Nikmat dan Mudhorot yang Menghalalkan atau yang Mengharakam.Yogyakarta:Kutub.1 Zainudin, Muhammad Konsep Produksi Dalam Ekonomi Islam. blogspot.com/2009/05/konsep-produksi dalam-ekonomi-islam.html.

87

88 72 PANDUAN WAWANCARA Persepsi Masyarakat Pada Daerah Sekitar Kampus Universitas Halu Oleo Kendari Tentang Hukum Transaksi Jual Beli Rokok Dalam Perspektif Hukum Islam Identitas Informan : 1. Nama : 2. Umur : tahun 3. Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan 4. Pendidikan Terakhir : SD SMP SMA Diploma Sarjana 5. pekerjaan : Waktu Penelitian : Hari/Tanggal... Pertanyaan-Pertanyaan: 1. Apakah anda merokok? a. Iya b.tidak 2. Sejak usia berapa anda merokok? Jawab: 3. Pada lingkungan keluarga bapak/ibu/saudara/saudari apakah ada atau mungkin orang tua anda merokok? a. Ya b. Tidak 4. Apa yang melatar belakangi anda jadi perokok? a. karena coba-coba b. faktor lingkungan 5. Apakah anda mempunyai keinginan untuk berhenti merokok? a. Ya b.tidak 6. Apakah anda tahu bahwa MUI dan ulama Jumhur telah mengeluarkan fatwa tentang keharaman rokok? a. Tahu b.tidak tahu 7. Menurut anda apa hukum rukun dan syarat jual beli rokok? a. sah b. Bathil (tidak dibolehkan dalam islam/ haram) 8. Menurut anda apa hukum mengkonsumsi komoditas rokok (merokok)? a. Halal b. haram c. makruh 9. dimana biasa anda merokok? a. Tempat umum b. Tempat khusus c. Tidak tentu 10. Bagaimana pandangan merokok menurut pemahaman bapak/ ibu? Jawab: 11. Bagaimana pandangan bapa/ ibu tentang transaksi jual beli rokok menurut pemahaman anda? Jawab:

89 DOKUMENTASI 73

90 74

91 75

Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan.

Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan. ADAB ISLAMI : ADAB SEBELUM MAKAN Manusia tidak mungkin hidup tanpa makan. Dengan makan manusia dapat menjaga kesinambungan hidupnya, memelihara kesehatan, dan menjaga kekuatannya. Baik manusia tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berpedoman penuh pada Al-Qur an dan As-Sunnah. Hukum-hukum yang melandasi

BAB I PENDAHULUAN. berpedoman penuh pada Al-Qur an dan As-Sunnah. Hukum-hukum yang melandasi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekonomi Islam atau Ekonomi berbasis Syariah adalah sebuah sistem ekonomi yang memiliki tujuan utama untuk kesejahteraan umat. Sistem ekonomi syariah berpedoman penuh

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. maka sampailah pada kesimpulan sebagai berikut : 1. Adapun manfaat dari segi medis adalah merokok mengurangi resiko

BAB V PENUTUP. maka sampailah pada kesimpulan sebagai berikut : 1. Adapun manfaat dari segi medis adalah merokok mengurangi resiko BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari uraian yang telah dikemukakan penulis pada bab-bab sebelumnya, maka sampailah pada kesimpulan sebagai berikut : 1. Adapun manfaat dari segi medis adalah merokok mengurangi

Lebih terperinci

KLONING FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000. Tentang KLONING

KLONING FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000. Tentang KLONING 15 FATWA MUSYAWARAH NASIONAL VI MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR: 3/MUNAS VI/MUI/2000 Tentang Musyawarah Nasional VI Majelis Ulama Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-27 Rabi ul Akhir 1421 H./25-29

Lebih terperinci

KRITERIA MASLAHAT. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 6/MUNAS VII/MUI/10/2005 Tentang KRITERIA MASLAHAT

KRITERIA MASLAHAT. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 6/MUNAS VII/MUI/10/2005 Tentang KRITERIA MASLAHAT 40 KRITERIA MASLAHAT FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 6/MUNAS VII/MUI/10/2005 Tentang KRITERIA MASLAHAT Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426

Lebih terperinci

BAB IV JUAL BELI SEPATU SOLID DI KECAMATAN SEDATI SIDOARJO DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH

BAB IV JUAL BELI SEPATU SOLID DI KECAMATAN SEDATI SIDOARJO DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH 90 BAB IV JUAL BELI SEPATU SOLID DI KECAMATAN SEDATI SIDOARJO DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH A. Tinjauan Tentang Jual Beli Sepatu Solid di Kecamatan Sedati Sidoarjo Dengan mengikuti empat mazhab fiqh

Lebih terperinci

A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan Mahar Dalam Pernikahan Gadis dan. 1. Analisis prosesi tradisi standarisasi penetapan mahar

A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan Mahar Dalam Pernikahan Gadis dan. 1. Analisis prosesi tradisi standarisasi penetapan mahar 49 BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI STANDARISASI PENETAPAN MAHAR DALAM PERNIKAHAN GADIS DAN JANDA DI DESA GUA-GUA KECAMATAN RAAS KABUPATEN SUMENEP A. Analisis Tradisi Standarisasi Penetapan

Lebih terperinci

Al Qur an dan Ilmu Kimia

Al Qur an dan Ilmu Kimia Al Qur an dan Ilmu Kimia Al-Qur an dan Ilmu Kimia Al-Qur an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al- Qur an bukan buku ilmiah. Akan tetapi, kitab ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah dalam

Lebih terperinci

ISLAM IS THE BEST CHOICE

ISLAM IS THE BEST CHOICE KULIAH FAJAR MASJID AL-BAKRI TAMAN RASUNA KUNINGAN - JAKARTA SELATAN ISLAM IS THE BEST CHOICE Disusun oleh : Agus N Rasyad Sabtu, 16 Maret 2013 INTRODUCTION BEBERAPA CIRI KETETAPAN HATI, BAHWA ISLAM PILIHAN

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 286

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 286 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 286 ل ا ي ك ل ف الل ه ن ف س ا ا ل ا و س ع ه ا ل ه ا م ا ك س ب ت و ع ل ي ه ا م ا اك ت س ب ت ر ب ن ا ل ا ت و اخ ذ ن ا ا ن ن س ين ا ا و ا خ ط ا ن ا ر ب ن ا و ل ا ت ح

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI)

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI) 24 Penggunaan Dana Zakat Untuk Istitsmar (Inventasi) FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI) Majelis Ulama Indonesia, setelah MENIMBANG

Lebih terperinci

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ISMUBA DI SMA MUHAMMADIYAH KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ISMUBA DI SMA MUHAMMADIYAH KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ISMUBA DI SMA MUHAMMADIYAH KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar

Lebih terperinci

"Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah"

Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah Sifat Wara' ك ن و ر ع ا ت ك ن ا ع ب د الن اس "Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah" Sesungguhnya orang yang mengenal Rabb-nya dan menempatkan-nya sebagaimana mestinya,

Lebih terperinci

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M Qawaid Fiqhiyyah ن ي ة ال م ر ء أ ب ل غ م ن ع م ل ه Niat Lebih Utama Daripada Amalan Publication : 1436 H_2015 M Sumber: Majalah as-sunnah, Ed. 01 Thn.XVIII_1435H/2014M, Rubrik Qawaid Fiqhiyyah Download

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR:

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR: AL-QURAN KOMPETENSI DASAR Menganalisis kedudukan dan fungsi al-quran dalam agama Islam Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang melekat pada al-quran INDIKATOR: Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman :

BAB I PENDAHULUAN. jawabanya dihadapan-nya, sebagaimana Allah SWT berfirman : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah anugrah dan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan dipelihara oleh orang tua, karena kelak akan di minta pertanggung jawabanya dihadapan-nya,

Lebih terperinci

PENEMPELAN PHOTO PADA MUSHAF AL-QUR AN (KEMULIAAN AL-QUR AN)

PENEMPELAN PHOTO PADA MUSHAF AL-QUR AN (KEMULIAAN AL-QUR AN) 36 PENEMPELAN PHOTO PADA MUSHAF AL-QUR AN (KEMULIAAN AL-QUR AN) FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 5 Tahun 2005 Tentang PENEMPELAN PHOTO PADA MUSHAF AL-QUR AN (KEMULIAAN AL-QUR AN) Majelis Ulama Indonesia,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENDAPAT TOKOH NU SIDOARJO TENTANG MEMPRODUKSI RAMBUT PALSU

BAB IV ANALISIS PENDAPAT TOKOH NU SIDOARJO TENTANG MEMPRODUKSI RAMBUT PALSU BAB IV ANALISIS PENDAPAT TOKOH NU SIDOARJO TENTANG MEMPRODUKSI RAMBUT PALSU A. Analisis Pendapat Tokoh NU Sidoarjo Tentang Memproduksi Rambut Palsu Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya maka

Lebih terperinci

Pengasih dan Pembenci, keduanya hukumnya haram. Pertanyaan: Apakah hukumnya menyatukan pasangan suami istri dengan sihir?

Pengasih dan Pembenci, keduanya hukumnya haram. Pertanyaan: Apakah hukumnya menyatukan pasangan suami istri dengan sihir? Pengasih dan Pembenci, keduanya hukumnya haram Pertanyaan Apakah hukumnya menyatukan pasangan suami istri dengan sihir? Jawaban ni hukumnya haram dan tidak boleh. ni dinamakan athaf (pengasih, pelet),

Lebih terperinci

MENTASHARUFKAN DANA ZAKAT UNTUK KEGIATAN PRODUKTIF DAN KEMASLAHATAN UMUM

MENTASHARUFKAN DANA ZAKAT UNTUK KEGIATAN PRODUKTIF DAN KEMASLAHATAN UMUM 15 MENTASHARUFKAN DANA ZAKAT UNTUK KEGIATAN PRODUKTIF DAN KEMASLAHATAN UMUM Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya pada tanggal 8 Rabi ul Akhir 1402 H, bertepatan dengan tanggal 2 Februari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Diantara larangan Allah yang tertulis di Al-Qur an adalah tentang larangan

BAB I PENDAHULUAN. Diantara larangan Allah yang tertulis di Al-Qur an adalah tentang larangan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia hidup di dunia mempunyai tujuan yang sangat mulia, yaitu menyembah Allah semata dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun. Manusia juga diberi pedoman

Lebih terperinci

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam سلسلة توجيهات ا رشادية Disusun Oleh: Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1429 2008 سلسلة توجيهات إرشادية باللغة الا ندونيسية

Lebih terperinci

Hadits-hadits Shohih Tentang

Hadits-hadits Shohih Tentang Hadits-hadits Shohih Tentang KEUTAMAAN PERNIAGAAN DAN PENGUSAHA MUSLIM حفظو هللا Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc Publication : 1436 H_2015 M Hadits-hadits Shohih Tentang Keutamaan Perniagaan dan

Lebih terperinci

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR حفظه هللا Ustadz Abu Ismail Muslim al-atsari Publication 1436 H/ 2015 M MENZHALIMI RAKYAT TERMASUK DOSA BESAR Sumber: Majalah As-Sunnah, No.08 Thn.XVIII_1436H/2014M

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR: SYARIAH - IBADAH KOMPETENSI DASAR: Menganalisis kedudukan dan fungsi Syariah dan Rukun Islam Menganalisis fungsi masing-masing unsur dari Rukun Islam bagi kehidupan umat Islam INDIKATOR: Mendeskripsikan

Lebih terperinci

PENGERTIAN TENTANG PUASA

PENGERTIAN TENTANG PUASA PENGERTIAN TENTANG PUASA Saumu (puasa), menurut bahasa Arab adalah menahan dari segala sesuatu, seperti menahan makan, minum, nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebagainya. Menurut istilah

Lebih terperinci

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA Jama ah Jum at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi, mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah, tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang

Lebih terperinci

dan kepada kaum perempuan (sesama) mereka (QS an-nur [24]: 31).

dan kepada kaum perempuan (sesama) mereka (QS an-nur [24]: 31). Aurat? Sapa hayo yang... Nah, sobat UKKImuslimah, kita Aurat bagi wanita di hadapan lelaki asing, yang bukan mahramnya, adalah seluruh badannya. Ini diambil dari nash al-quran yang menyatakan: و لا ی ب

Lebih terperinci

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya) SIFAT WUDHU NABI Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka Hendaknya ia berniat di dalam hatinya, kemudian membaca Basmalah, sebab Rasulullah bersabda: ال و ض و ء ل م ن ل ي ذ ك ر اس م الل ه ع ل ي ه "Tidak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN A. Analisis dari Aspek Akadnya Sebagaimana yang telah penulis jelaskan

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 285 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 285 آم ن الر س ول ب م ا ا ن ز ل ا ل ي ه م ن ر ب ه و ال م و م ن ون ك ل آم ن ب الل ه و م ل اي ك ت ه و ك ت ب ه و ر س ل ه ل ا ن ف ر ق ب ي ن ا ح د م ن ر س ل ه و ق ال وا

Lebih terperinci

Mengabulkan DO A Hamba-Nya

Mengabulkan DO A Hamba-Nya Janji ALLAH عز وجل untuk Mengabulkan DO A Hamba-Nya Tafsir Surat al-baqarah/2 ayat 186 رحمو هللا Imam Ibnu Katsir asy-syafi i Publication: 1435 H_2014 M Janji Allah Untuk Mengabulkan Do'a Hamba-Nya Tafsir

Lebih terperinci

UNTUK KALANGAN SENDIRI

UNTUK KALANGAN SENDIRI SHALAT GERHANA A. Pengertian Shalat gerhana dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah khusuf (الخسوف) dan jugakusuf (الكسوف) sekaligus. Secara bahasa, kedua istilah itu sebenarnya punya makna yang

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS. 1. Pendapat ulama yang Melarang Keluar Rumah dan Berhias Bagi Wanita Karier.

BAB V ANALISIS. 1. Pendapat ulama yang Melarang Keluar Rumah dan Berhias Bagi Wanita Karier. BAB V ANALISIS Seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa terdapat perbedaan pendapat di membolehkan keluar rumah dan berhias bagi wanita karier dan ada yang melarang keluar rumah dan berhias

Lebih terperinci

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di PETUNJUK RASULULLAH

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di  PETUNJUK RASULULLAH PETUNJUK RASULULLAH Bagi YANG BERHUTANG حفظه االله Ustadz Nur Kholis bin Kurdian Publication: 1434 H_2013 M PETUNJUK RASULULLAH صلى االله عليه وسلم BAGI YANG BERHUTANG حفظه االله Ustadz Nur Kholis bin

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK Praktik sewa menyewa pohon yang terjadi di Desa Mayong merupakan suatu perjanjian yang sudah lama dilakukan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Qur an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantara malaikat Jibril sebagai pedoman

Lebih terperinci

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

HADITS TENTANG RASUL ALLAH HADITS TENTANG RASUL ALLAH 1. KEWAJIBAN BERIMAN KEPADA RASULALLAH ح دث ني ي ون س ب ن ع ب د الا ع ل ى أ خ ب ر اب ن و ه ب ق ال : و أ خ ب ر ني ع م ر و أ ن أ اب ي ون س ح دث ه ع ن أ بي ه ر ي ر ة ع ن ر س ول

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan tidak dapat diukur dengan uang ataupun harta kekayaan yang lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan tidak dapat diukur dengan uang ataupun harta kekayaan yang lainnya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan sebuah anugerah Allah yang tak ternilai bagi manusia. Dengan kesehatan manusia dapat beraktivitas maupun bekerja secara optimal. Kesehatan tidak

Lebih terperinci

PENYERANGAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA TERHADAP IRAK

PENYERANGAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA TERHADAP IRAK 31 PENYERANGAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA TERHADAP IRAK FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2003 Tentang PENYERANGAN AMERIKA SERIKAT DAN SEKUTUNYA TERHADAP IRAK Majelis Ulama Indonesia, setelah

Lebih terperinci

HALAMAN PERSEMBAHAN. karya tulis ini untuk: Bapak Ibuku yang telah menumbuhkembangkanku. Para Guruku yang telah ikhlas mendidikku

HALAMAN PERSEMBAHAN. karya tulis ini untuk: Bapak Ibuku yang telah menumbuhkembangkanku. Para Guruku yang telah ikhlas mendidikku MOTTO مي ين ر س وال م ن ھ م ي ت ل و ع ل ي ھ م ء اي ات ه و ي ز كيھ م ھ و ال ذ ي ب ع ث ف ي األ و ي ع ل م ھ م ال ك ت اب و ال ح ك م ة و إ ن ك ان وا م ن ق ب ل ل ف ي ض ال ل م ب ين Dia-lah yang mengutus kepada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan pada dasarnya merupakan perilaku makhluk ciptaan. TuhanYang Maha Esa yang tidak hanya terbatas pada diri seorang manusia

BAB I PENDAHULUAN. Pernikahan pada dasarnya merupakan perilaku makhluk ciptaan. TuhanYang Maha Esa yang tidak hanya terbatas pada diri seorang manusia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pernikahan pada dasarnya merupakan perilaku makhluk ciptaan TuhanYang Maha Esa yang tidak hanya terbatas pada diri seorang manusia melainkan seluruh makhluk ciptaan-nya

Lebih terperinci

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN

BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN Disusun Oleh : MOHD ABI RAFDI 21040111130028 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012 BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Rokok adalah silinder dari kertas berukuran

Lebih terperinci

ZAKAT PENGHASILAN. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN

ZAKAT PENGHASILAN. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN 23 ZAKAT PENGHASILAN Majelis Ulama Indonesia, setelah FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN MENIMBANG : a. bahwa kedudukan hukum zakat penghasilan, baik penghasilan

Lebih terperinci

MAJELIS LINGKUNGAN HIDUP PWM JATENG ASPEK RELIGIUS DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

MAJELIS LINGKUNGAN HIDUP PWM JATENG ASPEK RELIGIUS DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MAJELIS LINGKUNGAN HIDUP PWM JATENG ASPEK RELIGIUS DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Budiyono Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) PWM Jawa Tengah Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang ULTIMATE PROBLEM

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PEMBOROSAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN SIX SIGMA DENGAN MENGIMPLEMENTASI KONSEP LEAN MANUFACTURING TUGAS AKHIR

IDENTIFIKASI PEMBOROSAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN SIX SIGMA DENGAN MENGIMPLEMENTASI KONSEP LEAN MANUFACTURING TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI PEMBOROSAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN SIX SIGMA DENGAN MENGIMPLEMENTASI KONSEP LEAN MANUFACTURING (Studi Kasus di PT. CHIA JIANN INDONESIA FURNITURE) TUGAS AKHIR Diajukan

Lebih terperinci

Kepada Siapa Puasa Diwajibkan?

Kepada Siapa Puasa Diwajibkan? Kepada Siapa Puasa Diwajibkan? Kamis, 27 Oktober 2005 17:17:15 WIB Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-khalafi Para ulama telah sepakat bahwa puasa wajib atas seorang mus-lim yang berakal, baligh, sehat,

Lebih terperinci

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah Hukum Onani ح م الاستمناء (لعادة الرس ة) ] ندونييس Indonesian [ Indonesia Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko

Lebih terperinci

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب 7 Aliran yang menolak sunah/hadis rasul Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya di Jakarta pada Tanggal 16 Ramadhan 1403 H. bertepatan dengan tanggal 27 Juni 1983 M., setelah : Memperhatikan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT MELALUI LAYANAN M-ZAKAT DI PKPU (POS KEADILAN PEDULI UMAT) SURABAYA

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT MELALUI LAYANAN M-ZAKAT DI PKPU (POS KEADILAN PEDULI UMAT) SURABAYA BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT MELALUI LAYANAN M-ZAKAT DI PKPU (POS KEADILAN PEDULI UMAT) SURABAYA A. Analisis Dari Segi Penerimaan Zakat Zakat melalui sms (short message service)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TERHADAP JUAL BELI IKAN BANDENG DENGAN PEMBERIAN JATUH TEMPO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB IV ANALISIS TERHADAP JUAL BELI IKAN BANDENG DENGAN PEMBERIAN JATUH TEMPO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM BAB IV ANALISIS TERHADAP JUAL BELI IKAN BANDENG DENGAN PEMBERIAN JATUH TEMPO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM A. Analisis terhadap aplikasi jual beli ikan bandeng dengan pemberian jatuh tempo. Jual beli ikan

Lebih terperinci

PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI

PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI خفظ اهلل Oleh: Ustadz Abu Aniisah Syahrul Fatwa bin Lukman Publication: 1434 H_2013 M PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI خفظ اهلل Oleh: Ustadz Abu Aniisah Syahrul

Lebih terperinci

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. al-kautsar:2)

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. al-kautsar:2) Ditulis oleh slam Center FATWA-FATWA PLHAN (18) Hukum Menyembelih untuk selain Allah Pertanyaan: Apakah hukum menyembelih untuk selain Allah? Jawaban: Sudah kami jelaskan dalam kesempatan lain bahwa tauhid

Lebih terperinci

Akal Yang Menerima Al-Qur an, dan Akal adalah Hakim Yang Adil

Akal Yang Menerima Al-Qur an, dan Akal adalah Hakim Yang Adil Jawaban yang Tegas Dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Merahmati Imam Mahdi Nasser Mohammad Al-Yamani Akal Yang Menerima Al-Qur an, dan Akal adalah Hakim Yang Adil Tidakkah kalian tahu bahwa akal adalah

Lebih terperinci

ة س ى اهو اهر خ اهر خ ى

ة س ى اهو اهر خ اهر خ ى ة س ى اهو اهر خ اهر خ ى إ ن اه د د ه و د د ه س ت ػ ه س ت غ ف ر ه ػ ذ ة اهو ي ش ر ه ر أ ف س ا ه ي س ئ ات أ غ اه ا ي د اهو ف ال ي ض ن ه ه ي ض و ن ف ال اد ي ه. ه أ ش د أ ن ال إ ه إ ال اهو ه خ د ال ش ر م ه

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERSEPSI NASABAH RENTENIR TENTANG QARD} PADA PRAKTIK RENTENIR DI DESA BANDARAN KECAMATAN BANGKALAN

BAB IV ANALISIS PERSEPSI NASABAH RENTENIR TENTANG QARD} PADA PRAKTIK RENTENIR DI DESA BANDARAN KECAMATAN BANGKALAN BAB IV ANALISIS PERSEPSI NASABAH RENTENIR TENTANG QARD} PADA PRAKTIK RENTENIR DI DESA BANDARAN KECAMATAN BANGKALAN A. Analisis Persepsi Nasabah Rentenir Tentang Qard} Masalah ekonomi yang terjadi dimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah SWT telah menciptakan segala sesuatunya di dunia ini dengan berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah diciptakan-nya

Lebih terperinci

Konsisten dalam kebaikan

Konsisten dalam kebaikan Konsisten dalam kebaikan Disusun Oleh: Mahmud Muhammad al-khazandar Penerjemah : Team Indonesia Murajaah : Eko Haryanto Abu Ziyad المداومة على فعل المعروف محمود محمد الخزندار Maktab Dakwah Dan Bimbingan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD JASA PENGETIKAN SKRIPSI DENGAN SISTEM PAKET DI RENTAL BIECOMP

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD JASA PENGETIKAN SKRIPSI DENGAN SISTEM PAKET DI RENTAL BIECOMP BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD JASA PENGETIKAN SKRIPSI DENGAN SISTEM PAKET DI RENTAL BIECOMP A. Deskripsi akad jasa pengetikan skripsi dengan sistem paket di Rental Biecomp Jemurwonosari Surabaya

Lebih terperinci

BAB IV. A. Analisis Terhadap Dasar Hukum yang Dijadikan Pedoman Oleh Hakim. dalam putusan No.150/pdt.G/2008/PA.Sda

BAB IV. A. Analisis Terhadap Dasar Hukum yang Dijadikan Pedoman Oleh Hakim. dalam putusan No.150/pdt.G/2008/PA.Sda BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SIDOARJO TENTANG PERMOHONAN IZIN POLIGAMI (PEMBUKTIAN KEKURANGMAMPUAN ISTERI MELAYANI SUAMI) A. Analisis Terhadap Dasar Hukum yang Dijadikan

Lebih terperinci

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an 10-06-2017 15 Ramadhan Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an Al-Bukhari 4632, 4633, 4637, 4638, 4639 Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PINJAM MEMINJAM UANG DENGAN BERAS DI DESA SAMBONG GEDE MERAK URAK TUBAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PINJAM MEMINJAM UANG DENGAN BERAS DI DESA SAMBONG GEDE MERAK URAK TUBAN BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PINJAM MEMINJAM UANG DENGAN BERAS DI DESA SAMBONG GEDE MERAK URAK TUBAN 1. Analisis Terhadap Diskripsi Pinjam Meminjam Uang Dengan Beras di Desa Sambong Gede

Lebih terperinci

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284

Tafsir Depag RI : QS Al Baqarah 284 Tafsir Depag RI : QS 002 - Al Baqarah 284 ل ل ه م ا ف ي الس م او ات و م ا ف ي ال ا ر ض و ا ن ت ب د وا م ا ف ي ا ن ف س ك م ا و ت خ ف وه ي ح اس ب ك م ب ه الل ه ف ي غ ف ر ل م ن ي ش اء و ي ع ذ ب م ن ي ش اء

Lebih terperinci

KAIDAH FIQH. Yang Ikut Itu Hukumnya Sekedar Mengikuti. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. Publication: 1437 H_2016 M

KAIDAH FIQH. Yang Ikut Itu Hukumnya Sekedar Mengikuti. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. Publication: 1437 H_2016 M KAIDAH FIQH الت اب ع ت ب ع Yang Ikut Itu Hukumnya Sekedar Mengikuti حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf Publication: 1437 H_2016 M Yang Ikut Itu Hukumnya Sekedar Mengikuti حفظو هللا

Lebih terperinci

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan 30-05-2017 Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan Tema: Fiqh Tarawih Al-Bukhari 1869-1873 Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Donasi Pusat Kajian Hadis Salurkan sedekah jariyah Anda untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN SISTEM LOSS / PROFIT SHARING PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DI KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA BERSAMA

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN SISTEM LOSS / PROFIT SHARING PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DI KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA BERSAMA BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN SISTEM LOSS / PROFIT SHARING PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DI KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA BERSAMA A. Kedudukan Koperasi Dalam Perspektif Hukum Islam Dalam garis besarnya,

Lebih terperinci

(الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat

(الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat (الإندونيسية بالغة) Wara' Sifat ك ن و ر ع ا ت ك ن ا ع ب د الن اس "Jadilah orang yang wara' niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah" Sesungguhnya orang yang mengenal Rabb-nya dan menempatkan-nya

Lebih terperinci

Jawaban yang Tegas Dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Merahmati

Jawaban yang Tegas Dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Merahmati Jawaban yang Tegas Dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Merahmati Imam Mahdi Nasser Mohammad Al-Yamani -Akal Yang Menerima Al Qur an, dan Akal adalah page 1 / 27 Hakim Yang Adil Tidakkah kalian tahu bahwa

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya BAB IV ANALISIS A. Analisis Terhadap Modernisasi Mahar Nikah di KUA Jambangan Surabaya Mahar merupakan kewajiban oleh suami terhadap istri yang harus diberikan baik dalam atau setelah dilakukan akad nikah.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HARGA PADA PASAR OLIGOPOLI

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HARGA PADA PASAR OLIGOPOLI BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PENETAPAN HARGA PADA PASAR OLIGOPOLI A. Analisis terhadap Mekanisme Transaksi Penetapan Harga pada Pasar Oligopoli oleh Produsen Allah memberikan kesempurnaan kepada

Lebih terperinci

ADAB DAN DOA SAFAR YANG SHAHIH

ADAB DAN DOA SAFAR YANG SHAHIH ADAB DAN DOA SAFAR YANG SHAHIH Bagi orang yang ingin melakukan safar hendaknya belajar mengumpulkan bekal yang bermanfaat, salah satunya yaitu belajar tentang adab dan doa ketika hendak dan ketika safar

Lebih terperinci

KAIDAH FIQH. Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Jual Beli Itu Berdasarkan Suka Sama Suka

KAIDAH FIQH. Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Jual Beli Itu Berdasarkan Suka Sama Suka KAIDAH FIQH إ ن م ا ال ب ي ع ع ن ت ر اض Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq Abu Yusuf Publication 1437 H_2016 M Kaidah Fiqh Jual Beli Itu Berdasarkan Suka Sama

Lebih terperinci

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI SHALAT KEPADA SISWA SMAN DI KOTA BANJARMASIN

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI SHALAT KEPADA SISWA SMAN DI KOTA BANJARMASIN PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI SHALAT KEPADA SISWA SMAN DI KOTA BANJARMASIN TESIS Oleh: FADLIYANUR NIM. 1202520950 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ANTASARI PASCASARJANA

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA 12 Pluralisme, Liberalisme, DAN Sekularisme Agama FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam

Lebih terperinci

PENETAPAN PRODUK HALAL

PENETAPAN PRODUK HALAL 19 PENETAPAN PRODUK HALAL Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, dalam rapat Komisi bersama LP.POM MUI, pada hari Rabu dan Sabtu, tanggal 17 & 20 Ramadhan 1421 H/ 13 & 16 Desember 2000 M., setelah: Menimbang

Lebih terperinci

KAIDAH FIQH. Perubahan Sebab Kepemilikan Seperti Perubahan Sebuah Benda. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

KAIDAH FIQH. Perubahan Sebab Kepemilikan Seperti Perubahan Sebuah Benda. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf KAIDAH FIQH ت ب د ل س ب ب ال م ل ك ك ت ب د ل ال ع ي Perubahan Sebab Kepemilikan Seperti Perubahan Sebuah Benda حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf Publication: 1437 H_2016 M Perubahan

Lebih terperinci

PERAYAAN NATAL BERSAMA

PERAYAAN NATAL BERSAMA BIDANG SOSIAL DAN BUDAYA 5 PERAYAAN NATAL BERSAMA Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah : Memperhatikan : Menimbang : 1. Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalahartikan oleh sebagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tambahan (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, 2009). Masalah utama. yang menjadi semakin tinggi tiap tahunnya.

BAB I PENDAHULUAN. tambahan (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, 2009). Masalah utama. yang menjadi semakin tinggi tiap tahunnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Merokok merupakan suatu masalah di dalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan bahkan kematian (Kementrian

Lebih terperinci

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh: AL-HADIS KOMPETENSI DASAR: Menganalisis kedudukan dan fungsi al-hadis dalam agama Islam. Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang berkaitan dengan al-hadis INDIKATOR: Mendeskripsikan kedudukan dan

Lebih terperinci

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA DOA dan DZIKIR SEPUTAR PUASA Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA Sumber: Sebagian Besar Dikutip dari Hisnul Muslim, Lengkapnya lihat ebook Versi CHM e-book ini didownload

Lebih terperinci

BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM DAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEMBULATAN HARGA

BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM DAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEMBULATAN HARGA BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM DAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEMBULATAN HARGA A. Analisis Pembulatan Harga jual pada transaksi jual beli BBM (Bahan Bakar

Lebih terperinci

IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia

IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindera, intuisi, firasat atau yang

Lebih terperinci

Bolehkah melaksanakan perkawinan seorang perempuan dengan seorang laki laki yang bapak keduanya saudara sekandung, yaitu seayah dan seibu?

Bolehkah melaksanakan perkawinan seorang perempuan dengan seorang laki laki yang bapak keduanya saudara sekandung, yaitu seayah dan seibu? "kemal pasa", k_pasa03@yahoo.com Pertanyaan : Bolehkah melaksanakan perkawinan seorang perempuan dengan seorang laki laki yang bapak keduanya saudara sekandung, yaitu seayah dan seibu? Jawaban : Tidak

Lebih terperinci

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif Publication : 1436 H, 2015 M Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Oleh : Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abd. Lathif

Lebih terperinci

ISLAM DIN AL-FITRI. INDIKATOR: 1. Mendeskripsikan Islam sebagai agama yang fitri

ISLAM DIN AL-FITRI. INDIKATOR: 1. Mendeskripsikan Islam sebagai agama yang fitri KOMPETENSI DASAR: 1. Menganalisis agama Islam sebagai agama yang fitri 2. Mengidentifikasi ciri-ciri yang menjadi karakterstik agama Islam sebagai agama yang fitri INDIKATOR: 1. Mendeskripsikan Islam sebagai

Lebih terperinci

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi.

Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi. Berkompetisi mencintai Allah adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada Nabi. اقتباس المشاركة: 81532 من الموضوع: Allah Berkompetisi mencintai adalah terbuka untuk semua dan tidak terbatas kepada

Lebih terperinci

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR: AL-RA YU/IJTIHAD KOMPETENSI DASAR: Menganalisis kedudukan dan fungsi al-ra yu atau Ijtihad dalam agama Islam. Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang berkaitan dengan al-ra yu/ijtihad INDIKATOR: Mendeskripsikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kualitas akhlak seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi iman dalam

BAB I PENDAHULUAN. Kualitas akhlak seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi iman dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kualitas akhlak seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi iman dalam kehidupan masyarakat. Ahli psikologi pada umumnya sependapat bahwa dasar pembentukan akhlak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN UPAH DENGAN KULIT HEWAN KURBAN DI DESA JREBENG KIDUL KECAMATAN WONOASIH KABUPATEN PROBOLINGGO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN UPAH DENGAN KULIT HEWAN KURBAN DI DESA JREBENG KIDUL KECAMATAN WONOASIH KABUPATEN PROBOLINGGO BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN UPAH DENGAN KULIT HEWAN KURBAN DI DESA JREBENG KIDUL KECAMATAN WONOASIH KABUPATEN PROBOLINGGO Setelah memberikan gambaran tentang praktik pengupahan kulit

Lebih terperinci

ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT. Nur Rochmah K.

ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT. Nur Rochmah K. ANAK KITA MASA DEPAN DUNIA DAN AKHIRAT Nur Rochmah K. Anak dalam Islam Apabila manusia telah mati, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. A. Proses Akad yang Terjadi Dalam Praktik Penukaran Uang Baru Menjelang Hari Raya Idul Fitri

BAB IV ANALISIS DATA. A. Proses Akad yang Terjadi Dalam Praktik Penukaran Uang Baru Menjelang Hari Raya Idul Fitri BAB IV ANALISIS DATA A. Proses Akad yang Terjadi Dalam Praktik Penukaran Uang Baru Menjelang Hari Raya Idul Fitri Pertukaran merupakan bagian aktifitas terpenting dalam masyarakat dan merupakan alat komunikasi

Lebih terperinci

Kaidah Fiqh PADA DASARNYA IBADAH ITU TERLARANG, SEDANGKAN ADAT ITU DIBOLEHKAN. Publication: 1434 H_2013 M

Kaidah Fiqh PADA DASARNYA IBADAH ITU TERLARANG, SEDANGKAN ADAT ITU DIBOLEHKAN. Publication: 1434 H_2013 M Kaidah Fiqh ان ح ظ س ان ع ب اد اث ف األ ص م ان إ ب اح ت انع اد اث ف ان أ ص م و PADA DASARNYA IBADAH ITU TERLARANG, SEDANGKAN ADAT ITU DIBOLEHKAN Publication: 1434 H_2013 M KAIDAH FIQH: Pada Dasarnya Ibadah

Lebih terperinci

Jangan Mengikuti HAWA NAFSU. Publication : 1437 H_2016 M. Jangan Mengikuti Hawa Nafsu

Jangan Mengikuti HAWA NAFSU. Publication : 1437 H_2016 M. Jangan Mengikuti Hawa Nafsu Jangan Mengikuti HAWA NAFSU حفظو هللا Ustadz Abu Isma'il Muslim al-atsari Publication : 1437 H_2016 M Jangan Mengikuti Hawa Nafsu حفظو هللا Ustadz Abu Isma'il Muslim al-atsari Sumber Majalah As-Sunnah

Lebih terperinci

PENDIDIKAN ANAK LAKI-LAKI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

PENDIDIKAN ANAK LAKI-LAKI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM PENDIDIKAN ANAK LAKI-LAKI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mencapai Derajat Sarjana S-1 Oleh : ARIF HIDAYANTO 0806010018 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA

Lebih terperinci

ج اء ك م ر س ول ن ا ي ب ي ن ل ك م ك ث ير ا م ما ك ن ت م ت خ ف و ن م ن ال ك ت اب و ي ع ف و ع ن ك ث ير ق د ج اء ك م م ن الل ه ن ور و ك ت اب

ج اء ك م ر س ول ن ا ي ب ي ن ل ك م ك ث ير ا م ما ك ن ت م ت خ ف و ن م ن ال ك ت اب و ي ع ف و ع ن ك ث ير ق د ج اء ك م م ن الل ه ن ور و ك ت اب KARAKTERISTIK ETIKA ISLAM 1. Al Qur an dan Sunnah Sebagai Sumber Moral Sebagai sumber moral atau pedoman hidup dalam Islam yang menjelaskan kriteria baik buruknya sesuatu perbuatan adalah Al Qur an dan

Lebih terperinci

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA Penanya: Ferry al-firdaus, Dayeuhmanggung Rt. 01 / RW 05 Kec. Cilawu Garut Pertanyaan: Mohon penjelasan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DENGAN SISTEM KELOMPOK DI BMT KUBE SEJAHTERA KRIAN SIDOARJO

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DENGAN SISTEM KELOMPOK DI BMT KUBE SEJAHTERA KRIAN SIDOARJO BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD PEMBIAYAAN MUDHARABAH DENGAN SISTEM KELOMPOK DI BMT KUBE SEJAHTERA KRIAN SIDOARJO A. Analisis Terhadap Akad Pembiayaan Mudharabah Dengan Sistem Kelompok di BMT

Lebih terperinci

MEMBATALKAN PUASA. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA Yang membatalkan puasa ada enam perkara : 1. Makan dan minum Firman Allah SWT :

MEMBATALKAN PUASA. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA Yang membatalkan puasa ada enam perkara : 1. Makan dan minum Firman Allah SWT : MEMBATALKAN PUASA HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA Yang membatalkan puasa ada enam perkara : 1. Makan dan minum ل م ط اخل ي ب ت ي وا حىت ارش وا و و ي ض الا ج ر ف د م ن ال س و ط الا ي م ن اخل Makan minumlah

Lebih terperinci

Mengadu Domba Sesama Muslim. E-Artikel dari UstadzAris.com

Mengadu Domba Sesama Muslim. E-Artikel dari UstadzAris.com Mengadu Domba Sesama Muslim Pengertian Namimah Secara etimologi, dalam bahasa Arab, namimah bermakna suara pelan atau gerakan. Secara istilah pada dasarnya namimah adalah menceritakan perkataan seseorang

Lebih terperinci