ANALISIS BENTUK CAMPUR KODE DAN KATA SERAPAN PADA UNGKAPAN DI TAS PADA LAMAN GOOGLE NASKAH PUBLIKASI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS BENTUK CAMPUR KODE DAN KATA SERAPAN PADA UNGKAPAN DI TAS PADA LAMAN GOOGLE NASKAH PUBLIKASI"

Transkripsi

1 ANALISIS BENTUK CAMPUR KODE DAN KATA SERAPAN PADA UNGKAPAN DI TAS PADA LAMAN GOOGLE NASKAH PUBLIKASI Oleh: BETARIA ANDRIYANI A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2 2

3 ANALISIS BENTUK CAMPUR KODE DAN KATA SERAPAN PADA UNGKAPAN DI TAS PADA LAMAN GOOGLE BETARIA ANDRIYANI A ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan kata serapan pada ungkapan di tas pada laman google. Objek penelitian ini adalah bentuk campur kode dan kata serapan yang terdapat pada ungkapan di tas yang diambil pada laman google. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualtatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dipakai untuk mengambil data dari ungkapan di tas dalam laman google. Teknik pengumpulan data dengan mengkaji dokumen yaitu dengan menganalisis ungkapan yang mengandung campur kode dan kata serapan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan referensial dan metode agih bagi unsur langsung. Berdasarkan analisis penelitian dapat disimpulkan bentuk campur kode dan kata serapan pada ungkapan di tas yang diambi pada laman google berupa yang pertama, bentuk campur kode data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan jenis-jenis campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud campur kode terdiri dari tiga yaitu (1) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata, (2) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud frase, dan (3) Penyisipan unsur-unsur yang berwujud klausa. Kedua, bentuk kata serapan terdiri atas tiga cara yaitu melalui cara adopsi, adaptasi, dan kreasi. Kata kunci : bentuk campur kode, kata serapan, ungkapan. 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pertumbuhan dan perkembangan bahasa telah menempatkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa tersebut masuk dan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia. Hal ini berdampak pada penggunaan bahasa asing pada masyarakat Indonesia. Penggunaan bahasa asing akan menimbulkan pemekaran kosakata Indonesia, yang merupakan akibat dari kontak budaya dan kontak kebahasaan. Akibat kontak budaya dan kebahasaan tersebut muncul kata dari bahasa asing yang kemudian mengalami penyerapan yang disebut dengan kata serapan. 1

4 Campur kode adalah suatu keadaan berbahasa bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa dengan saling memasukkan unsur-unsur bahasa satu ke dalam bahasa yang lain, unsur-unsur yang menyisip tersebut tidak lagi mempunyai fungsi sendiri (Suwito dalam Rohmadi, 2010: 171). Campur kode terjadi tidak hanya pada kalangan masyarakat berpendidikan rendah tetapi juga pada masyarakat berpendidikan tinggi. Peristiwa campur kode inipun tidak hanya tejadi pada bahasa lisan tetapi banyak juga terjadi pada bahasa tulis. Peneliti memilih campur kode pada ungkapan di tas yang di ambil pada laman google karena banyak sekali bahasa yang mengandung campur kode yang masih belum diteliti oleh peneliti sebelumnya. Campur kode yang terjadi pada ungkapan di tas dapat dilihat dari salah satu data yang telah saya peroleh Muslim Creative. Dari salah satu bahasa yang mengandung campur kode tersebut maka peneliti mengkaji bahasa campur kode pada ungkapan di tas yang ada pada laman google. Berdasarkan uraian tersebut dikatakan bahwa campur kode tidak hanya terjadi pada bahasa lisan namun juga bahasa tulis dalam hal ini adalah campur kode yang terjadi dalam ungkapan di tas. Selain campur kode aspek lain yang diteliti adalah kata serapan yang terjadi pada ungkapan di tas yang ada pada laman google. Kata serapan adalah kata yang diambil atau dipungut dari bahasa lain, baik bahasa asing maupun bahasa daerah, baik mengalami adaptasi struktur, tulisan, dan lafal, maupun tidak dan sudah dikategorikan sebagai kosakata bahasa Indonesia (Al-Ma ruf, 2009: 56). Kata serapan dalam ungkapan di tas yang ada pada laman google juga masih kurang diminati oleh peneliti yang lain untuk dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu sebagai peneliti saya ingin mengkaji lebih lanjut tentang kata serapan dalam ungkapan di tas yang ada pada laman google. Kata serapan yang terdapat pada ungkapan di tas salah satunya I love islam. Setelah sepintas kami membaca dan menemukan kata serapan banyak terkandung di dalamnya, sayapun berinisiatif mengambil kata serapan untuk dijadikan rumusan masalah dalam penelitian ini. Apalagi setelah kami telusuri lebih lanjut belum ada peneliti 2

5 yang meneliti tentang kata serapan pada ungkapan di tas yang ada pada laman google yang akan saya teliti ini. laman adalah halaman muka atau beranda (Bahasa Melayu: laman, yakni "muka surat" atau "halaman muka") kata laman dalam bahasa Indonesia sendiri berarti "halaman depan" atau "halaman muka" yang bisa mengacu kepada halaman depan buku, surat, situs web, dan lain sebagainya (dalam blog Jasmadi). Ungkapan adalah bentuk bahasa yang merupakan gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur yang membentuknya, sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan menjadi kabur), dan ungkapan disebut idiom. Peneliti memilih ungkapan di tas sebagai objek penelitian, karena dalam ungkapan di tas itu sendiri banyak terdapat variasi bahasa campur kode maupun berbagai bentuk kata serapan yang digunakan untuk menarik minat para pembaca. Dengan adanya campur kode dan penggunaan kata serapan yang bervariasi, maka penelitian ini ditulis untuk meneliti bagian-bagian bahasa yang mengandung unsur campur kode dan kata serapan. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan campur kode dan kata serapan yang terjadi pada bahasa tulis ungkapan di tas dengan mengangkat Campur Kode dan kata serapan pada ungkapan di tas yang ada pada laman google. Rumusan Masalah Dalam penelitian ini ada dua rumusan masalah yang perlu dicari jawabannya. 1. Campur kode apa saja yang terdapat pada ungkapan di tas dalam laman google? 2. Bentuk kata serapan yang terdapat pada pada ungkapan di tas dalam laman google? 2. LANDASAN TEORI Tinjauan Pustaka Andoko (2011) meneliti Penggunaan Campur Kode dalam Bahasa Politik di Acara DEMOCRAZY. Penelitian ini membahas adalah berdaasarkan bentuknya ditemukan 6 campur kode yang digunakan dalam bahasa debat di acara DEMOCRAZY atau sekiitar 75% dari jumlah 3

6 keseluruhan data. Terdapat pula 3 campur kode metaphorical yang digunakan dalam bahasa debat di acara DEMOCRAZY atau sekitar 37,5% dari keseluruhan data. Penggunaan campur kode situasional lebih dominan dalam bahasa debat di acara DEMOCRAZY, hal itu disebabkan karena didalamnya partisipan terdiri dari orang-orang dengan beragam pendidikan tinggi, sehingga mereka pandai dalam mengatur gaya bahasa mereka untuk menunjukkan kemempuan mereka dalam debat. Di dalam campur kode dalam acara debat DEMOCRAZY berdasarkan faktor penggunaannya terdapat 5 campur kode need feeling motive atau sekitar 50% dan ada 5 campur kode presting filling motive atau sekitar 50%. Dalam label ini menunjukkan ketidak seimbangan dalam penggunaan campur kode karena dapat dilihat dari dominasi penggunaan campur kode berdasarkan faktor penggunaannya lebih banyak need feeling motive. Persamaan penelitian ini dengan Andoko (2011) adalah sama-sama membahas campur kode. Perbedaan pada objek yang dikaji, Andoko (2011) menggunakan campur kode yang digunakan dalam Bahasa Politik Di Acara DEMOCRAZY, sedangkan penelitian ini menggunakan campur kode pada ungkapan di tas. Riza Dwi Ariyanti (2010) meneliti Analisis Alih Kode dan Campur Kode Penggunaan Bahasa Indonesia pada Percakapan Bukan Empat Mata Bulan Juli Penelitian ini membahas a) wujud alih kode pemakaian bahasa Indonesia pada percakapan Bukan Empat Mata bulan Juli 2010 terdapat alih kode ekstern sebanyak dua data yang ditandai adanya peralihan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ke dalam bahasa Jawa. b) wujud campur kode dalam pemakaian bahasa Indonesia pada percakapan Bukan Empat Mata bulan Juli 2010 terdiri dari: Campur kode intern yang berasal dari bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. bentuk campur kode yang ditemukan berupa campur kode berwujud kata, frasa, perulangan kata, dan klausa berjumlah 15 data. Campur kode ekstern berasal dari bahasa asing yaitu bahasa Inggris, dan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini ditemukan campur kode ekstern meliputi campur kode 4

7 berwujud kata, frasa, dan klausa berjumlah 47 data. Persamaan penelitian ini dengan Riza Dwi Ariyanti (2010) adalah sama-sama membahas campur kode. Perbedaan pada objek yang dikaji, Riza Dwi Ariyanti (2010) menggunakan campur kode yang digunakan dalam percakapan di Bukan Empat Mata sedangkan penelitian ini menggunakan campur kode pada ungkapan di tas. Rizqi Fardianto Rahman (2008) meneliti Penyerapan Istilah Asing Register Kedokteran pada Rubrik Kesehatan Surat Kabar Republika Edisi Januari Maret Hasil penelitian ini adalah: 1) Bentuk register kedokteran yang diserap berdasarkan penyesuaian ejaan dan lafal pada rubrik kesehatan surat kabar Republika edisi Januari sampai dengan Maret 2008 terdapat dua bentuk, yaitu bentuk penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal serta bentuk penyerapan utuh atau penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal. Bentuk penyerapan dengan pengubahan yang berupa penyesuaian ejaan dan lafal terdiri dari tiga jenis bentuk penyerapan, yaitu penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal, penyerapan dengan penyesuaian lafal tanpa penyesuaian ejaan, dan penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal sekaligus. 2) Berdasarkan proses penyesuaian ejaannya, terdapat sejumlah istilah yang tidak sesuai dengan kaidah penyesuaian ejaan, yaitu: istilah pasien, multipatologis, eklamsia, imobilisasi, menopause, dan stroke. Persamaan penelitian ini dengan Rizqi Fardianto Rahman (2008) adalah sama-sama membahas kata serapan atau penyerapan bahasa asing. Perbedaan pada objek yang dikaji, Rizqi, Fardianto Rahman (2008) menggunakan kata serapan yang digunakan dalam percakapan di Bukan Empat Mata sedangkan penelitian ini menggunakan kata serapan pada ungkapan di tas. Kajian Teori Campur kode ialah penggunaan dua bahasa atau lebih atau ragam bahasa secara santai antara orang-orang yang kita kenal dengan akrab (Suwandi, 2008: 87). Dengan kata lain campur kode merupakan dua unsur bahasa yang saling mempunyai keterkaitan dalam penggunaannya. Dalam pendapat yang 5

8 telah diungkapkan oleh ahli di atas campur kode terjadi apabila bahasa digunakan mengandung unsur yang berbeda jenisnya tetapi masih mempunyai keterkaitan dalam fungsinya. Sebagai bahan acuan untuk mengkaji lebih jauh lagi tentang campur kode, pendapat di atas sangat berguna untuk mencari bahasa yang terindikasi bahasa yang mengandung campur kode. Dengan kata lain, campur kode dalam bahasa tulis terjadi apabila terdapat dua unsur bahasa yang sengaja digunakan secara berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain. (Al- Ma ruf, 2009: 56) kata serapan adalah kata yang diambil atau dipungut dari bahasa lain, baik bahasa asing maupun bahasa daerah, baik mengalami adaptasi struktur, tulisan, dan lafal, maupun tidak dan sudah dikategorikan sebagai kosakata bahasa Indonesia. Dengan pengertian itu peneliti dapat mencari jenis bahasa yang mengandung unsur kata serapan. 3. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang bersifat karakteristik, data yang dinyatakan dalam bentuk sebenarnya, senyatanya dengan tidak diubah ke dalam bentuk simbol atau bilangan, digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data. Adapaun objek atau Sasaran dalam penelitian ini adalah campur kode dan kata serapan dalam ungkapan di tas pada laman google. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode simak dan dokumentasi. Metode simak mkemiliki teknik lanjutan yang berupa teknik catat. Teknik catat disebut teknik dasar dalam metode simak karena pada hakikatnya penyimakan diwujudkan dengan pencatatan. Selain metode simak peneliti juga menggunakan metode dokumentasi. Dalam metode dokumentasi ini peneliti mengumpulkan ungkapan di tas setiap harinya pada bulan September sampai Oktober Teknik analisis data dilaksanakan sesudah data yang terjaring diklasifikasikan. Klasifikasi data dilakukan sesuai dengan pokok persoalan yang diteliti. Metode analisis bahasa yang digunakan ada dua yaitu metode padan dan metode agih. Metode agih digunakan karena bahasa yang digunakan sebagai penentu adalah dari bahasa yang bersangkutan itu sendiri. Metode 6

9 padan digunakan karena alat penentunya dari luar, terlepas dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. Metode padan adalah metode yang menggunakan alat penentu referen, organ wicara, dan seterusnya. 4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN a. Bentuk Campur Kode Campur kode adalah suatu keadaan berbahasa bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa yang satu ke dalam bahasa yang lain, unsur-unsur yang menyisip tersebut tidak lagi mempunyai fungsi sendiri. Pada penelitian ini, penelit mendapatkan beberapa bentuk campur kode yang terdapat pada ungkapan di tas. NO Bentuk Campur Kode Bentuk Kata Bentuk Frasa Bentuk Klausa 1. Bentuk Bahasa Indonesia-Inggris Seminar Technology, muslim girl, facial bisa jadi awal penularan HIV dan Hepatitis, Macan group, Seminar dan workshop, TK Islam plus Pondok indah healthcare group, Happy birthday Eyang. Islam is my lifestyle, Membuat Indonesia jadi hijau STOP! GLOBAL WARMING, I love Islam. nurul ikhlas, love Islam, Good muslim, muslim creative, Enjoy Jakarta, Smart sholeh mandiri aktif rajin kreatif 2. Bentuk Bahasa Diet tas kresek Jawa-Inggris 3. Bentuk Bahasa Dai kids generation Dai kids generation Arab-Inggris 4. Bentuk Bahasa Kalau Anda suka Jogger, Semboyan becak 7

10 Jawa-Indonesia berarti Anda waras, Surabaya telugewu njaluk slamet, 5. Bentuk Bahasa Arab-Indonesia Selamat Idul Fitri. Campur kode dalam analisis ini diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas kata, frasa, dan klausa. Pertama, kelas kata sendiri masih dibagi menjadi tiga, antara lain kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Kedua, kelas frasa dibagi menjadi dua, antara lain frasa nominal dan frasa verbal. Ketiga, kelas klausa. Hasil analisis bentuk campur kode dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1) Campur Kode Kata Benda Campur kode kata benda adalah percampuran pemakaian bahasa Indonesia ke bahasa Jawa yang berwujud kata benda. Kata benda adalah nama benda atau segala sesuatu yang dibendakan (Rohmadi, dkk, 2009: 158). Contoh: (1) Muslim girl Pada data (1) kata girl merupakan bentuk campur kode kata benda karna mengalami percampuran bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, kata girl berasal dari bahasa Inggris sedangkan arti dalam bahasa Indonesia yaitu wanita atau perempuan. 2) Campur Kode Kata Kerja Campur kode kata kerja adalah percampuran pemakaian bahasa Indonesia ke bahasa asing berwujud kata kerja. Kata kerja adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau laku (Rohmadi, dkk, 2009: 161). Contoh: 8

11 (2) Seminar dan workshop Pada data (2) merupakan bentuk campur kode berupa kata kerja yaitu workshop yang berasal dari bahasa asing yaitu dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia berarti lokakarya yaitu suatu acara pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya. 3) Campur Kode Kata Sifat Campur kode kata sifat adalah percampuran pemakaian bahasa Indonesia ke bahasa asing berwujud kata sifat. Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau keadaan suatu benda atau sesuatu yang dibendakan (Rohmadi, dkk, 2009: 171). Contoh: (3) Muslim creative Pada data (3) terdapat bentuk campur kode berupa kata sifat yaitu creative yang berasal dari bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia berarti kreatif yaitu dapat menciptakan sesuatu yang baru. 4) Campur Kode Frasa Nominal Campur kode frase nominal adalah percampuran pemakaian bahasa Indonesia ke bahasa asing berwujud frase nominal. Frase nominal adalah kelompok kata yang menyatakan nama benda atau yang dibendakan. Contoh: (4) Pondok Indah Healthcare Group 9

12 Pada data (4) terdapat campur kode yang berasal dari bahasa Inggris berupa frasa Healthcare Group dalam bahasa Indonesia berarti balai kesehatan yaitu suatu tempat untuk mengobati penyakit. 5) Campur Kode Frasa Verbal Campur kode frasa verbal adalah percampuran pemakaian bahasa Indonesia ke bahasa asing berwujud klausa verbal. Contoh: (5) Selamat Idul Fitri Data (5) terdapat campur kode dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia yang memiliki arti hari raya islam yaitu hari dimana umat islam merayakan kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan. 6) Campur Kode Klausa Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat. Contoh: (6) Semboyan becak Surabaya telungewu njaluk slamet Pada data (6) telungewu njaluk slamet berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah tiga ribu minta selamat yaitu suatu celotehan tukeng becak dari kota Surabaya. 10

13 b. Bentuk Kata Serapan Kata serapan sering digunakan dalam memperluas kosa kata dalam bahasa Indonesia. Pada penelitian ini, penelit mendapatkan beberapa bentuk kata serapan yang terdapat pada ungkapan di tas. NO Bentuk Kata Serapan Jumlah Deskripsi 1. Adopsi 26 Group, Technology, Good, Girl, Creative, Enjoy, Workshop, Laundry, Diet, Hepatitis, Smart, Plus, Waras, Telungewu njaluk slamet, Idul Fitri, Muslim, Dai, Stop, Zakat, Love, Villa, Aqiqah, Alhamdulillah, Princess, Program, Vote. 2. Adaptasi 7 Aktif, Energi, Diskon, Renovasi, Kompetensi, Fakultas, Produk. 3. Kreasi 17 Technology, Creative, Quick smart, Kresek, Think green, Bless collection, Say no to plastic bag!, Happy shopping, Plastic bag is dead, Full day scholl, Play group, Kids generation, STOP! GLOBAL WARMING, I love, Islam is my lifestyle, Healthcare group, Happy birtday. Kata serapan yaitu kata yang diambil atau dipungut dari bahasa lain, baik bahasa asing maupun bahasa daerah, baik mengalami adaptasi struktur, tulisan, dan lafal, maupun tidak dan sudah dikategorikan sebagai kosakata bahasa Indonesia. Kata serapan masuk ke bahasa Indonesia 11

14 melalui tiga cara yaitu adopsi, adaptasi, dan kreasi. Hasil analisis dalam penelitian ini, sebagai berikut: 1) Bentuk Kata Serapan Adopsi Adopsi adalah pemakai bahasa yang mengambil bentuk dan makna kata asing secara keseluruhan. Contoh: (1) Seminar Technology Kata technology pada data (1) merupakan kata serapan yang mengalami bentuk penyerapan adopsi yaitu pengambilan bentuk dan makna asing secara keseluruhan. Kata technology berasal dari bahasa Inggris sedangkan dalam bahasa Indonesia kata technology artinya teknologi atau ilmu teknik. Kata teknologi pada tataran bahasa Indonesia sudah diakui karna sudah mengalami penyesuaian dari bahasa Inggris yaitu kata technology. 2) Bentuk Kata Serapan Adaptasi Adaptasi adalah bahasa yang hanya mengambil makna asing, sedangkan ejaan atau cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Contoh: (2) Hemat enegri Kata energi pada data (2) merupakan kata serapan yang mengalami bentuk penyerapan adaptasi yaitu bahasa yang mengambil makna kata asing, sedangkan ejaan atau cara penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia. Kata tersebut mengalami perubahan ejaan dari bahasa asalnya yaitu energy dari bahasa Inggris. Pedoman pengadaptasiannya 12

15 adalah Pedoman Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Dengan demikian, kata energy sudah dianggap menjadi bentuk bahasa Indonesia dan tidak dianggap lagi sebagai unsur pinjaman atau pungutan, karena telah mengalami penyesuaian dari kata energy menjadi energi. 3) Bentuk Kata Serapan Kreasi Kreasi adalah pemakai bahasa yang hanya mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Contoh: (3) Think green Ungkapan think green pada data (3) merupakan kata serapan yang mengalami bentuk penyerapan kreasi yaitu bahasa yang mengambil konsep dasar yang ada dalam bahasa sumbernya, kemudian mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Meskipun sekilas mirip penerjemahan, namun cara terakhir ini memiliki perbedaan. Kata think green dalam bahasa Indonesia mempunyai arti. Pemadanan dalam bahasa Indonesia pikirkan hijau menjadi think green. Pembahasan Persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian dari Andoko (2011) penelitian ini membahas berdasarkan bentuknya ditemukan 6 campur kode yang digunakan dalam bahasa debat di acara DEMOCRAZY atau sekiitar 75% dari jumlah keseluruhan data. Di dalam campur kode dalam acara debat DEMOCRAZY berdasarkan faktor penggunaannya 13

16 terdapat 5 campur kode need feeling motive atau sekitar 50% dan ada 5 campur kode presting filling motive atau sekitar 50%. Persamaannya adalah sama-sama menganalisis bentuk campur kode dan perbedaannya yaitu pada penelitian pada objek yang dikaji, Andoko (2011) menggunakan campur kode yang digunakan dalam Bahasa Politik Di Acara DEMOCRAZY, sedangkan penelitian ini menggunakan campur kode pada ungkapan di tas. Persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian dari Riza Dwi Ariyanti (2010) penelitian ini membahas a) wujud alih kode pemakaian bahasa Indonesia pada percakapan Bukan Empat Mata bulan Juli 2010 terdapat alih kode ekstern sebanyak dua data yang ditandai adanya peralihan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ke dalam bahasa Jawa. b) wujud campur kode dalam pemakaian bahasa Indonesia pada percakapan Bukan Empat Mata bulan Juli 2010 terdiri dari: Campur kode intern yang berasal dari bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Bentuk campur kode yang ditemukan berupa campur kode berwujud kata, frasa, perulangan kata, dan klausa berjumlah 15 data. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas campur kode. Perbedaan pada objek yang dikaji, Riza Dwi Ariyanti (2010) menggunakan campur kode yang digunakan dalam percakapan di Bukan Empat Mata sedangkan penelitian ini menggunakan campur kode pada ungkapan di tas. Persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan Rizqi Fardianto Rahman (2008) hasil penelitian ini adalah: 1) Bentuk register kedokteran yang diserap berdasarkan penyesuaian ejaan dan lafal pada rubrik kesehatan surat kabar Republika edisi Januari sampai dengan Maret 2008 terdapat dua bentuk, yaitu bentuk penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal serta bentuk penyerapan utuh atau penyerapan tanpa penyesuaian ejaan dan lafal. Bentuk penyerapan dengan pengubahan yang berupa penyesuaian ejaan dan lafal terdiri dari tiga jenis bentuk penyerapan, yaitu penyerapan dengan penyesuaian ejaan tanpa penyesuaian lafal, penyerapan dengan penyesuaian lafal tanpa penyesuaian ejaan, dan penyerapan dengan penyesuaian ejaan dan lafal sekaligus. 2) Berdasarkan proses penyesuaian ejaannya, terdapat sejumlah istilah yang tidak sesuai dengan kaidah penyesuaian ejaan, yaitu: istilah pasien, multipatologis, eklamsia, 14

17 imobilisasi, menopause, dan stroke. Persamaan penelitian ini dengan Rizqi Fardianto Rahman (2008) adalah sama-sama membahas kata serapan atau penyerapan bahasa asing. Perbedaan pada objek yang dikaji, Rizqi, Fardianto Rahman (2008) menggunakan kata serapan yang digunakan dalam percakapan di Bukan Empat Mata sedangkan, penelitian ini menggunakan kata serapan pada ungkapan di tas. 7) PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian dengan judul Analisis Bentuk Campur Kode dan Kata Serapan pada Ungkapan di Tas pada Laman Google diperoleh sebagai berikut. 1. Campur kode yang ditemukan dalam ungkapan di tas pada laman google sebanyak 24 buah campur kode. Campur kode yang ditemukan di dalamnya antara lain. Campur kode antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, campur kode antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Jawa, dan yang terakhir campur kode antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Arab. Campur kode yang ditemukan campur kode kata 16, frasa 3, dan klausa Kata serapan yang ditemukan dalam ungkapan di tas pada laman google sebanyak 50 data. Kata serapan bentuk adopsi terdapat 26 data, kata serapan bentuk adaptasi terdapat 7 data, dan kata serapan bentuk kreasi terdapat 17 data. Saran Penelitian tentang campur kode sebagai strategi komunikasi masih sangatjarang dilakukan. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat mendorongpenelitian lain yang berkaitan dengan campur kode sehingga lebih mendalam. 15

18 DAFTAR PUSTAKA Al-Ma ruf, Ali Imron Stilistika Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books. Andoko Penggunaan Campur Kode dalam Bahasa Politik di Acara DEMOCRAZY. Skripsi.PBSID FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Ariyanti, Riza Dwi Analisis Alih Kode dan Campur Kode Penggunaan Bahasa Indonesia pada Percakapan Bukan Empat Mata Bulan Juli Skripsi.PBSID FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rizqi, Fardianto Rahman Penyerapan Istilah Asing Register Kedokteran pada Rubrik Kesehatan Surat Kabar Republika Edisi Januari Maret 2008.Skripsi Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Rohmadi, Muhammad dll Sosiolinguistik Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Pustaka Pelajar. Rohmadi, Muhammad, dkk Morfologi, Telaah Morfem dan Kata. Surakarta: Yuma Pustaka. Suwandi, Sarwiji Sosiolinguistik. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. 16

ANALISIS PEMAKAIAN KATA SERAPAN DAN ISTILAH ASING DALAM ARTIKEL OPINI HARIAN KOMPAS EDISI MEI-JUNI 2012

ANALISIS PEMAKAIAN KATA SERAPAN DAN ISTILAH ASING DALAM ARTIKEL OPINI HARIAN KOMPAS EDISI MEI-JUNI 2012 ANALISIS PEMAKAIAN KATA SERAPAN DAN ISTILAH ASING DALAM ARTIKEL OPINI HARIAN KOMPAS EDISI MEI-JUNI 2012 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-I Pendidikan

Lebih terperinci

PENYERAPAN ISTILAH ASING REGISTER KEDOKTERAN PADA RUBRIK KESEHATAN SURAT KABAR REPUBLIKA EDISI JANUARI MARET 2008 SKRIPSI

PENYERAPAN ISTILAH ASING REGISTER KEDOKTERAN PADA RUBRIK KESEHATAN SURAT KABAR REPUBLIKA EDISI JANUARI MARET 2008 SKRIPSI PENYERAPAN ISTILAH ASING REGISTER KEDOKTERAN PADA RUBRIK KESEHATAN SURAT KABAR REPUBLIKA EDISI JANUARI MARET 2008 SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

CAMPUR KODE DALAM BAHASA ANAK TK DHARMA WANITA VIII KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR. NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan

CAMPUR KODE DALAM BAHASA ANAK TK DHARMA WANITA VIII KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR. NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan CAMPUR KODE DALAM BAHASA ANAK TK DHARMA WANITA VIII KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa dan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KALIMAT MAHASISWA THAILAND YANG BELAJAR DI UMS (ASPEK EJAAN, KEMUBAZIRAN, KEPADUAN, DAN KELOGISAN)

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KALIMAT MAHASISWA THAILAND YANG BELAJAR DI UMS (ASPEK EJAAN, KEMUBAZIRAN, KEPADUAN, DAN KELOGISAN) ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KALIMAT MAHASISWA THAILAND YANG BELAJAR DI UMS (ASPEK EJAAN, KEMUBAZIRAN, KEPADUAN, DAN KELOGISAN) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagaian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif karena desain ini merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif karena desain ini merupakan penelitian yang berusaha menggambarkan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Desain ini memadukan antara desain deskrptif dengan desain kualitatif.

Lebih terperinci

PENGGUNAAN BAHASA KATA TIDAK BAKU DAN CAMPUR KODE DALAM NASKAH DRAMA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012. Naskah Publikasi Ilmiah

PENGGUNAAN BAHASA KATA TIDAK BAKU DAN CAMPUR KODE DALAM NASKAH DRAMA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012. Naskah Publikasi Ilmiah 1 PENGGUNAAN BAHASA KATA TIDAK BAKU DAN CAMPUR KODE DALAM NASKAH DRAMA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 Naskah Publikasi Ilmiah Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. alih kode dan campur kode di lingkungan sekolah khususnya di Sekolah

METODE PENELITIAN. alih kode dan campur kode di lingkungan sekolah khususnya di Sekolah 71 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini mengunakan desain deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan alih kode dan campur kode di lingkungan sekolah khususnya di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

KAJIAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI

KAJIAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI KAJIAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI NASKAH PUBLIKASI Diajukan Oleh: NILA ARUM SAPUTRI A. 310070122 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

ANALISIS CAMPUR KODE DAN GAYA BAHASA SARKASME PADA PEMENTASAN LUDRUK KIRUN CAMPURSARI GOBYOK. Jurnal Ilmiah. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

ANALISIS CAMPUR KODE DAN GAYA BAHASA SARKASME PADA PEMENTASAN LUDRUK KIRUN CAMPURSARI GOBYOK. Jurnal Ilmiah. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan ANALISIS CAMPUR KODE DAN GAYA BAHASA SARKASME PADA PEMENTASAN LUDRUK KIRUN CAMPURSARI GOBYOK Jurnal Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai DerajatSarjana S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Semarang merupakan pusat pemerintahan dan pusat ekonomi. Semarang telah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Semarang merupakan pusat pemerintahan dan pusat ekonomi. Semarang telah BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengantar Semarang merupakan pusat pemerintahan dan pusat ekonomi. Semarang telah menjadi suatu wilayah yang kompleks masyarakatnya. Keadaan ini terjadi karena sekarang semakin

Lebih terperinci

BAB 5 PENUTUP. Campur code..., Annisa Ramadhani, FIB UI, Universitas Indonesia

BAB 5 PENUTUP. Campur code..., Annisa Ramadhani, FIB UI, Universitas Indonesia BAB 5 PENUTUP 5.1 Simpulan Penelitian jenis proses campur kode menunjukkan hasil yang berbeda-beda antara bahasa yang satu dan bahasa yang lain karena subjek penelitian mereka pun berbeda-beda, baik dari

Lebih terperinci

BAB VII KESIMPULAN. penyerapan mengalami penyesuaian dengan sistem bahasa Indonesia sehingga

BAB VII KESIMPULAN. penyerapan mengalami penyesuaian dengan sistem bahasa Indonesia sehingga 320 BAB VII KESIMPULAN Kosakata bahasa Prancis yang masuk dan diserap ke dalam bahasa Indonesia secara difusi dikenal dan digunakan dari masa kolonial Eropa di Indonesia hingga saat ini. Kosakata bahasa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan

III. METODE PENELITIAN. memberikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. satu sama lain. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi sosial.

BAB I PENDAHULUAN. satu sama lain. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi sosial. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam komunikasi, hubungan antara bahasa dan masyarakat tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan wahana bagi masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain. Fungsi

Lebih terperinci

ANALISIS CAMPUR KODE OPERATOR TAKSI GELORA TAKSI DI SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS CAMPUR KODE OPERATOR TAKSI GELORA TAKSI DI SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI ANALISIS CAMPUR KODE OPERATOR TAKSI GELORA TAKSI DI SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh : WIDIA KUSUMA DEWI A 310 080 235 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (Kridalaksana, 2001: 21). Sebagai alat

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi, dan mengidentifikasi diri (Kridalaksana, 2001: 21). Sebagai alat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa (language) merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi

Lebih terperinci

Artikel Publikasi Ilmiah KATEGORI DAN WUJUD CAMPUR KODE PADA BAHASA IKLAN LOWONGAN KERJA KE LUAR NEGERI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Artikel Publikasi Ilmiah KATEGORI DAN WUJUD CAMPUR KODE PADA BAHASA IKLAN LOWONGAN KERJA KE LUAR NEGERI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Artikel Publikasi Ilmiah KATEGORI DAN WUJUD CAMPUR KODE PADA BAHASA IKLAN LOWONGAN KERJA KE LUAR NEGERI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Artikel Publikasi diajukan untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada

Lebih terperinci

ANALISIS WACANA PERSUASIF DALAM SPANDUK YANG TERDAPAT DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI

ANALISIS WACANA PERSUASIF DALAM SPANDUK YANG TERDAPAT DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI ANALISIS WACANA PERSUASIF DALAM SPANDUK YANG TERDAPAT DI WILAYAH KABUPATEN WONOGIRI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Masuknya istilah-istilah asing, terutama dari bahasa Inggris ke dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Masuknya istilah-istilah asing, terutama dari bahasa Inggris ke dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masuknya istilah-istilah asing, terutama dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia sudah tidak bisa ditahan lagi. Arus komunikasi kian global seiring berkembangnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia bermasyarakat. Bahasa berfungsi sebagai alat untuk berinteraksi atau alat

BAB I PENDAHULUAN. manusia bermasyarakat. Bahasa berfungsi sebagai alat untuk berinteraksi atau alat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat. Bahasa berfungsi sebagai alat untuk berinteraksi atau alat

Lebih terperinci

PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM CERITA PENDEK PADA SURAT KABAR JAWA POS EDISI JANUARI PEBRUARI 2012

PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM CERITA PENDEK PADA SURAT KABAR JAWA POS EDISI JANUARI PEBRUARI 2012 PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM CERITA PENDEK PADA SURAT KABAR JAWA POS EDISI JANUARI PEBRUARI 2012 NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana

Lebih terperinci

ANALISIS STRUKTUR FUNGSIONAL PADA PERIBAHASA INDONESIA: TINJAUAN SINTAKSIS

ANALISIS STRUKTUR FUNGSIONAL PADA PERIBAHASA INDONESIA: TINJAUAN SINTAKSIS ANALISIS STRUKTUR FUNGSIONAL PADA PERIBAHASA INDONESIA: TINJAUAN SINTAKSIS NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Lebih terperinci

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM TABLOID SOCCER EDISI DESEMBER Naskah Publikasi

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM TABLOID SOCCER EDISI DESEMBER Naskah Publikasi ANALISIS CAMPUR KODE DALAM TABLOID SOCCER EDISI DESEMBER 2012 Naskah Publikasi Untuk memenuhi Sebagai Persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Sibarani, (2004:62)

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Sibarani, (2004:62) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan bagian dari kebudayaan. Sibarani, (2004:62) mengemukakan bahwa sebagai suatu sistem komunikasi yang memungkinkan terjadinya interaksi manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan, yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan, yang 109 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut KBBI kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan, yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH 1 WELERI TAHUN AJARAN 2013/2014

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH 1 WELERI TAHUN AJARAN 2013/2014 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH 1 WELERI TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau

I. PENDAHULUAN. berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, digunakan baik sebagai bahasa pengantar sehari-hari ataupun bahasa pengantar di lingkungan formal seperti bahasa pengantar sekolah,

Lebih terperinci

: Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul

: Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul Judul Skripsi : Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul Nama : Eli Rahmat Tahun : 2013 Latar Belakang Menurut Keraf bahasa memiliki empat fungsi, yaitu (1) sebagai alat untuk mengekpresikan diri, (2)

Lebih terperinci

ANALISIS FUNGSI DAN NOSI PREFIKS PADA KARANGAN SISWA KELAS Vlll E SMP NEGERI 1 PLAOSAN, MAGETAN, JAWA TIMUR

ANALISIS FUNGSI DAN NOSI PREFIKS PADA KARANGAN SISWA KELAS Vlll E SMP NEGERI 1 PLAOSAN, MAGETAN, JAWA TIMUR ANALISIS FUNGSI DAN NOSI PREFIKS PADA KARANGAN SISWA KELAS Vlll E SMP NEGERI 1 PLAOSAN, MAGETAN, JAWA TIMUR NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan

Lebih terperinci

PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik

PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. istilah. Berikut diuraikan penjelasan yang berkaitan dengan pendahuluan.

BAB I PENDAHULUAN. istilah. Berikut diuraikan penjelasan yang berkaitan dengan pendahuluan. BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini diuraikan mengenai: (1) latar belakang, (2) fokus penelitian, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, dan (5) penegasan istilah. Berikut diuraikan penjelasan

Lebih terperinci

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE SERTA PENGGUNAANNYA DALAM RANAH SOSIOLINGUISTIK

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE SERTA PENGGUNAANNYA DALAM RANAH SOSIOLINGUISTIK ALIH KODE DAN CAMPUR KODE SERTA PENGGUNAANNYA DALAM RANAH SOSIOLINGUISTIK Sungkono Dekan FKIP Universitas Borneo Tarakan E-mail: sungkono_ubt@yahoo.com ABSTRAK: Manusia mengungkapkan maksud yang ingin

Lebih terperinci

INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM KARANGAN NARASI BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI

INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM KARANGAN NARASI BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM KARANGAN NARASI BERBAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Ada tiga hal penting penentu komunikasi, yaitu penutur, mitra tutur, dan bahasa sebagai sarana berkomunikasi.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Ada tiga hal penting penentu komunikasi, yaitu penutur, mitra tutur, dan bahasa sebagai sarana berkomunikasi. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat berperan penting dalam penggunaannya. Komunikasi itu sendiri adalah suatu kegiatan saling interaksi antar penutur dan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA MADING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA JURNAL ILMIAH

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA MADING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA JURNAL ILMIAH ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA MADING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA JURNAL ILMIAH Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Sebuah wacana memiliki dua unsur pendukung utama, yaitu unsur dalam (internal) dan unsur luar (eksternal). Unsur internal berkaitan dengan aspek formal kebahasaan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dua bahasa atau lebih (multilingual), yaitu bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa

BAB I PENDAHULUAN. dua bahasa atau lebih (multilingual), yaitu bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bangsa Indonesia pada umumnya memiliki keterampilan menggunakan dua bahasa atau lebih (multilingual), yaitu bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa nasional dan bahasa

Lebih terperinci

AMBIGUITAS FRASA NOMINA PADA JUDUL ARTIKEL SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS SEPTEMBER-OKTOBER 2013 NASKAH PUBLIKASI

AMBIGUITAS FRASA NOMINA PADA JUDUL ARTIKEL SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS SEPTEMBER-OKTOBER 2013 NASKAH PUBLIKASI AMBIGUITAS FRASA NOMINA PADA JUDUL ARTIKEL SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS SEPTEMBER-OKTOBER 2013 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa dan

Lebih terperinci

ANALISIS GEJALA KONTAMINASI, PENGGUNAAN BAHASA ASING DAN DAERAH DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-NOVEMBER 2009 SKRIPSI

ANALISIS GEJALA KONTAMINASI, PENGGUNAAN BAHASA ASING DAN DAERAH DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-NOVEMBER 2009 SKRIPSI ANALISIS GEJALA KONTAMINASI, PENGGUNAAN BAHASA ASING DAN DAERAH DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR SOLOPOS EDISI OKTOBER-NOVEMBER 2009 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Realisasi sebuah bahasa dinyatakan dengan ujaran-ujaran yang bermakna.

BAB 1 PENDAHULUAN. Realisasi sebuah bahasa dinyatakan dengan ujaran-ujaran yang bermakna. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Realisasi sebuah bahasa dinyatakan dengan ujaran-ujaran yang bermakna. Ujaran-ujaran tersebut dalam bahasa lisan diproses melalui komponen fonologi, komponen

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA

ANALISIS PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA ANALISIS PENGGUNAAN KATA ULANG BAHASA INDONESIA DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA DI SMA NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahasa sangatlah penting bagi masyakat penuturnya. Pemakaian bahasa menuntut

BAB I PENDAHULUAN. bahasa sangatlah penting bagi masyakat penuturnya. Pemakaian bahasa menuntut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi menunjukkan bahwa peranan bahasa sangatlah penting bagi masyakat penuturnya. Pemakaian bahasa menuntut penguasaan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DAN SUBORDINATIF PADA RUBRIK HUKUM DAN KRIMINAL DALAM SURAT KABAR SOLOPOS EDISI AGUSTUS-OKTOBER 2013

ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DAN SUBORDINATIF PADA RUBRIK HUKUM DAN KRIMINAL DALAM SURAT KABAR SOLOPOS EDISI AGUSTUS-OKTOBER 2013 ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGSI KOORDINATIF DAN SUBORDINATIF PADA RUBRIK HUKUM DAN KRIMINAL DALAM SURAT KABAR SOLOPOS EDISI AGUSTUS-OKTOBER NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia disampaikan melalui bahasa.

BAB I PENDAHULUAN. Pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia disampaikan melalui bahasa. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia disampaikan melalui bahasa. Chaer dan Leonie (2010:14 15) mengungkapkan bahwa dalam komunikasi, bahasa berfungsi sebagai

Lebih terperinci

PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik

PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik PEMAKAIAN BAHASA DALAM JUAL BELI HANDPHONE DAN AKSESORIS HANDPHONE DI SURAKARTA: Suatu Pendekatan Sosiolinguistik SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan guna Melengkapi Gelar Sarjana Sastra

Lebih terperinci

ANALISIS RAGAM BAHASA PADA PESAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TENGARAN JURNAL ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Guna mencapai derajat

ANALISIS RAGAM BAHASA PADA PESAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TENGARAN JURNAL ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Guna mencapai derajat ANALISIS RAGAM BAHASA PADA PESAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TENGARAN JURNAL ILMIAH Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah UTAMI

Lebih terperinci

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep merupakan abstraksi mengenai fenomena yang dirumuskan atas

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Konsep merupakan abstraksi mengenai fenomena yang dirumuskan atas BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep merupakan abstraksi mengenai fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian keadaan kelompok

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi dengan baik antarsesama. (Keraf, 1971:1), bahasa merupakan alat

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi dengan baik antarsesama. (Keraf, 1971:1), bahasa merupakan alat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peranan penting bagi manusia. Bahasa merupakan alat komunikasi dalam lisan maupun tulisan. Tanpa bahasa, seseorang tidak dapat berinteraksi dengan

Lebih terperinci

BAB 4 UNSUR-UNSUR BAHASA INGGRIS YANG MUNCUL DALAM CAMPUR KODE

BAB 4 UNSUR-UNSUR BAHASA INGGRIS YANG MUNCUL DALAM CAMPUR KODE BAB 4 UNSUR-UNSUR BAHASA INGGRIS YANG MUNCUL DALAM CAMPUR KODE 4.1 Pengantar Bagian ini akan membicarakan analisis unsur-unsur bahasa Inggris yang masuk ke dalam campur kode dan membahas hasilnya. Analisis

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Saat ini, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dikarenakan

PENDAHULUAN. Saat ini, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dikarenakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dikarenakan komunikasi dapat menyampaikan pesan antar umat manusia. Salah satu alat komunikasi adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan pendapat Keraf (2001:1)

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan pendapat Keraf (2001:1) 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan suatu alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan pendapat Keraf (2001:1) yang memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu

BAB I PENDAHULUAN. Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berinteraksi antara satu dengan yang lainnya, yang kemudian disebut dengan komunikasi. Bahasa merupakan alat komunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan sebagai sarana komunikasi. Adapun proses komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan sebagai sarana komunikasi. Adapun proses komunikasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang penelitian Manusia berinteraksi dengan sesamanya tidak dapat dipisahkan dari bahasa. Bahasa memegang peranan sebagai sarana komunikasi. Adapun proses komunikasi yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif dipilih sebagai upaya untuk menggambarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap masyarakat pemakai bahasa memiliki kesepakatan bersama mengenai

BAB I PENDAHULUAN. Setiap masyarakat pemakai bahasa memiliki kesepakatan bersama mengenai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap masyarakat pemakai bahasa memiliki kesepakatan bersama mengenai bahasa yang dituturkannya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu kesepakatan itu pun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bersifat produktif dan dinamis. Selain itu perkembangan bahasa juga dipengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. bersifat produktif dan dinamis. Selain itu perkembangan bahasa juga dipengaruhi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa selalu mengalami perkembangan dan perubahan dalam kurun waktu tertentu. Perkembangan dan perubahan bahasa terjadi karena bahasa yang bersifat produktif dan dinamis.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dan perkembangan bahasa telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa tersebut masuk dan mempengaruhi perkembangan

Lebih terperinci

OBJEK LINGUISTIK = BAHASA

OBJEK LINGUISTIK = BAHASA Nama : Laela Mumtahanah NIM : 1402408305 BAB III OBJEK LINGUISTIK = BAHASA Objek kajian linguistik yaitu bahasa 3. 1. Pengertian Bahasa Objek kajian linguistik secara langsung adalah parole karena parole

Lebih terperinci

KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR HARIAN PAGI POSMETRO PADANG. Oleh Fatmi Amsir ABSTRAK

KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR HARIAN PAGI POSMETRO PADANG. Oleh Fatmi Amsir ABSTRAK KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR HARIAN PAGI POSMETRO PADANG Oleh Fatmi Amsir ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ada di luar bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain (KBBI,

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. ada di luar bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain (KBBI, BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep merupakan gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan akal budi memahami hal-hal lain (KBBI,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari pembicaraan orang dan umumnya mengenai objek-objek dan kejadiankejadian.

BAB I PENDAHULUAN. dari pembicaraan orang dan umumnya mengenai objek-objek dan kejadiankejadian. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Bloom dan Lahey struktur bahasa adalah suatu sistem dimana unsur-unsur bahasa diatur dan dihubungkan satu dengan yang lain. Dalam menghubungkan unsur-unsur

Lebih terperinci

CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA JAWA PADA SIARAN RADIO JAMPI SAYAH DI RADIO SKB POP FM GOMBONG

CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA JAWA PADA SIARAN RADIO JAMPI SAYAH DI RADIO SKB POP FM GOMBONG CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA JAWA PADA SIARAN RADIO JAMPI SAYAH DI RADIO SKB POP FM GOMBONG Oleh : Siti Masitoh program studi pendidikan bahasa dan sastra jawa cungkringaja83@yahoo.com

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PEMAKAIAN PREPOSISI PADA KOLOM POS PEMBACA DI HARIAN SOLOPOS SKRIPSI

NASKAH PUBLIKASI PEMAKAIAN PREPOSISI PADA KOLOM POS PEMBACA DI HARIAN SOLOPOS SKRIPSI NASKAH PUBLIKASI PEMAKAIAN PREPOSISI PADA KOLOM POS PEMBACA DI HARIAN SOLOPOS SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

Lebih terperinci

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Konsep merupakan gambaran mental dari suatu objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami

Lebih terperinci

ANALISIS IDIOMATIK PADA ARTIKEL BERITA DI HARIAN SOLOPOS EDISI DESEMBER 2012 : KAJIAN SEMANTIK

ANALISIS IDIOMATIK PADA ARTIKEL BERITA DI HARIAN SOLOPOS EDISI DESEMBER 2012 : KAJIAN SEMANTIK ANALISIS IDIOMATIK PADA ARTIKEL BERITA DI HARIAN SOLOPOS EDISI DESEMBER 2012 : KAJIAN SEMANTIK NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa Sastra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daerah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Akibatnya, banyak masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. daerah yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Akibatnya, banyak masyarakat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia memiliki kedudukan sangat penting, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Di samping bahasa Indonesia, terdapat juga bahasa daerah

Lebih terperinci

Oleh : Dwi Prihatin NIM K BAB I PENDAHULUAN

Oleh : Dwi Prihatin NIM K BAB I PENDAHULUAN Kajian pemakaian bahasa dalam SMS (Short Message Service) mahasiswa program studi pendidikan bahasa, sastra indonesia dan daerah FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta (Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi manusia dalam berinteraksi di lingkungan sekitar. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Hal ini harus benar-benar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam BAB I, peneliti memaparkan hal-hal yang melatarbelakangi penelitian, uraian masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam BAB I, peneliti memaparkan hal-hal yang melatarbelakangi penelitian, uraian masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian ini. BAB I PENDAHULUAN Dalam BAB I, peneliti memaparkan hal-hal yang melatarbelakangi penelitian, uraian masalah, tujuan dan manfaat dari penelitian ini. A. Latar Belakang Bahasa Indonesia merupakan bahasa

Lebih terperinci

DESKRIPSI CAMPUR KODE DALAM MAJALAH OTO TREND EDISI BULAN MARET 2013

DESKRIPSI CAMPUR KODE DALAM MAJALAH OTO TREND EDISI BULAN MARET 2013 DESKRIPSI CAMPUR KODE DALAM MAJALAH OTO TREND EDISI BULAN MARET 2013 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagai persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan

Lebih terperinci

ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA RUBRIK FOKUS SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS EDISI OKTOBER 2011

ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA RUBRIK FOKUS SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS EDISI OKTOBER 2011 ANALISIS PENANDA HUBUNGAN KONJUNGSI SUBORDINATIF PADA RUBRIK FOKUS SURAT KABAR HARIAN SOLOPOS EDISI OKTOBER 2011 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia merupakan makhluk yang selalu melakukan. komunikasi, baik itu komunikasi dengan orang-orang yang ada di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia merupakan makhluk yang selalu melakukan. komunikasi, baik itu komunikasi dengan orang-orang yang ada di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk yang selalu melakukan komunikasi, baik itu komunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya maupun dengan penciptanya. Saat berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi sekaligus menjadi alat pemersatu bangsa. Sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi sekaligus menjadi alat pemersatu bangsa. Sebagai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi sekaligus menjadi alat pemersatu bangsa. Sebagai alat komunikasi, bahasa digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, pikiran,

Lebih terperinci

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA WACANA HUMOR EDISI NOVEMBER 2011 SKRIPSI

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA WACANA HUMOR EDISI NOVEMBER 2011 SKRIPSI ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA WACANA HUMOR LHA...DALAH! DALAM SURAT KABAR HARIAN JOGLOSEMAR EDISI NOVEMBER 2011 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi yang ampuh untuk mengadakan hubungan komunikasi dan melakukan kerja sama. Dalam kehidupan masyarakat, bahasa menjadi kebutuhan pokok

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekian banyak majalah remaja ternama di Indonesia, ada sebuah majalah yang

BAB I PENDAHULUAN. Sekian banyak majalah remaja ternama di Indonesia, ada sebuah majalah yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sekian banyak majalah remaja ternama di Indonesia, ada sebuah majalah yang cukup dikenal dan menjadi trend para anak remaja, khususnya remaja puteri. Majalah

Lebih terperinci

ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN MASYARAKAT DESA PANGKE KECAMATANMERAL BARAT KABUPATEN KARIMUN ARTIKEL E-JOURNAL

ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN MASYARAKAT DESA PANGKE KECAMATANMERAL BARAT KABUPATEN KARIMUN ARTIKEL E-JOURNAL ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA TUTURAN MASYARAKAT DESA PANGKE KECAMATANMERAL BARAT KABUPATEN KARIMUN ARTIKEL E-JOURNAL Oleh ASNANI NIM 100388201311 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan manusia dalam hidupnya sangatlah beragam. Baik itu

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan manusia dalam hidupnya sangatlah beragam. Baik itu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan manusia dalam hidupnya sangatlah beragam. Baik itu kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Salah satu kebutuhan primer manusia adalah kesehatan.

Lebih terperinci

INTERFERENSI BAHASA ASING PADA IKLAN LOWONGAN PEKERJAAN DI SURAT KABAR KOMPAS EDISI BULAN MEI 2010 SKRIPSI

INTERFERENSI BAHASA ASING PADA IKLAN LOWONGAN PEKERJAAN DI SURAT KABAR KOMPAS EDISI BULAN MEI 2010 SKRIPSI INTERFERENSI BAHASA ASING PADA IKLAN LOWONGAN PEKERJAAN DI SURAT KABAR KOMPAS EDISI BULAN MEI 2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagiaan Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S1 Pendidikan Bahasa Sastra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. akal dan pikiran yang sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaannya.

BAB I PENDAHULUAN. akal dan pikiran yang sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial, dikaruniai akal dan pikiran yang sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaannya. Manusia tidak bisa hidup

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena bahasa

I. PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena bahasa 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, karena bahasa digunakan manusia sebagai alat untuk berkomunikasi, bersosialisasi, dan beradaptasi. Melalui bahasa,

Lebih terperinci

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM SURAT KABAR BATAM POS RUBRIK OPINI EDISI 11 JANUARI-11 MARET 2013 ARTIKEL E-JOURNAL

ANALISIS CAMPUR KODE DALAM SURAT KABAR BATAM POS RUBRIK OPINI EDISI 11 JANUARI-11 MARET 2013 ARTIKEL E-JOURNAL ANALISIS CAMPUR KODE DALAM SURAT KABAR BATAM POS RUBRIK OPINI EDISI 11 JANUARI-11 MARET 2013 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh YULI WIDIASTUTI NINGSIH NIM 090388201361 JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Lebih terperinci

BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI

BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI BENTUK DAN POSISI TINDAK PERSUASIF DALAM WACANA SPANDUK DI LINGKUNGAN PEMERINTAHAN KOTA SURAKARTA: KAJIAN PRAGMATIK NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1

Lebih terperinci

Artikel Publikasi POLA FRASA NOMINA POSESIF DALAM CERITA PENDEK DI MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH TAHUN 2014

Artikel Publikasi POLA FRASA NOMINA POSESIF DALAM CERITA PENDEK DI MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH TAHUN 2014 Artikel Publikasi POLA FRASA NOMINA POSESIF DALAM CERITA PENDEK DI MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH TAHUN 2014 Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, tetapi sebagai

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, tetapi sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sosiolinguistik sebagai cabang linguistik memandang atau menempatkan kedudukan bahasa di dalam masyarakat, karena dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. sosiolinguistik. Penelitian kualitatif di sini menggunakan jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. sosiolinguistik. Penelitian kualitatif di sini menggunakan jenis penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Penelitian kualitatif di sini menggunakan jenis penelitian yang bersifat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Linguistik, semantik adalah bidang yang fokus mempelajari tentang makna baik yang berupa text

BAB I PENDAHULUAN. Linguistik, semantik adalah bidang yang fokus mempelajari tentang makna baik yang berupa text BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan seharihari. Ketika berbahasa ada bentuk nyata dari pikiran yang ingin disampaikan kepada mitra

Lebih terperinci

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL. oleh: Ni Made Yethi suneli

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL. oleh: Ni Made Yethi suneli ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL oleh: Ni Made Yethi suneli Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa

BAB 1 PENDAHULUAN. bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara sosialisasi, bahasa merupakan media verbal yang paling penting bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa adanya pemahaman tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif. Bahasa dan proses

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif. Bahasa dan proses BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif. Bahasa dan proses berbahasa adalah hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia. Dengan berbahasa, seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa bukanlah satu-satunya alat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa bukanlah satu-satunya alat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa bukanlah satu-satunya alat komunikasi. Manusia dapat menggunakan media yang lain untuk berkomunikasi. Namun, tampaknya bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pragmatik memiliki lima bidang kajian salah satunya deiksis. berarti penunjukan atau hal petunjuk dalam sebuah wacana atau tuturan.

BAB I PENDAHULUAN. Pragmatik memiliki lima bidang kajian salah satunya deiksis. berarti penunjukan atau hal petunjuk dalam sebuah wacana atau tuturan. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pragmatik ialah ilmu bahasa yang mempelajari makna berdasarkan situasi dan tempat tuturan dilakukan. Levinson (dalam Suwandi, 2008: 64) menyatakan pragmatik adalah

Lebih terperinci

CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang

CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang CAMPUR KODE TUTURAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR: Studi Kasus di Kelas VII SMP Negeri 20 Padang Oleh: Murliaty 1, Erizal Gani 2, Andria Catri Tamsin 3 Program Studi Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia itu pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Manusia tentunya

BAB I PENDAHULUAN. manusia itu pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Manusia tentunya 1 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Di dalam kehidupan, manusia dikodratkan sebagai makhluk sosial karena manusia itu pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Manusia tentunya membutuhkan bantuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Biau. Kabupaten Buol. Adapun penelitian sejenis yang pernah diteliti antara lain:

BAB II LANDASAN TEORI. Biau. Kabupaten Buol. Adapun penelitian sejenis yang pernah diteliti antara lain: BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian yang Relevan Sebelumnya Penelitian tentang alih kode dan campur kode, sudah banyak diteliti oleh para peneliti sebelumnya. Namun sejauh ini belum ada yang melakukan penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling memahami maksud atau keinginan seseorang.

BAB I PENDAHULUAN. untuk saling memahami maksud atau keinginan seseorang. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bahasa maupun pembelajaran bahasa merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan bahasa memiliki peranan yang sangat penting dan

Lebih terperinci

PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA

PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN HADZIQIYYAH KABUPATEN JEPARA Himawatul Azmi Nur dan Prembayun Miji Lestari Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, FBS, Universitas Negeri Semarang ABSTRAK Tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. atau kelompok individu terutama kelompok minoritas atau kelompok yang

BAB I PENDAHULUAN. atau kelompok individu terutama kelompok minoritas atau kelompok yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seseorang dapat bertutur dengan bahasa tertentu secara tiba-tiba dalam situasi penuturan baik bersifat formal maupun yang bersifat informal. Mengganti bahasa diartikan

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Diajukan Oleh:

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Diajukan Oleh: PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI ESTAFET WRITING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDIT LUQMAN AL HAKIM KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SRAGEN

Lebih terperinci