BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan faktor-faktor yang

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan faktor-faktor yang"

Transkripsi

1 BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 1. KERANGKA PENELITIAN Kerangka penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat yang meliputi faktor ketidakpatuhan sehubungan dengan penyakit, regimen terapi, dan interaksi pasien skizofrenia dengan profesional kesehatan terhadap pasien skizofrenia yang mengalami relaps di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka kerangka konsep penelitian dapat dilihat pada skema di bawah ini : Pasien Relaps Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat 1. Faktor Penyakit 2. Faktor Regimen Terapi 3. Faktor Interaksi Pasien dengan Profesional Kesehatan Keterangan : : Variabel yang diteliti : Variabel yang tidak diteliti : Berhubungan Skema 1. Kerangka penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps.

2 2. DEFINISI OPERASIONAL Tabel 1. Definisi Operasional variabel Penelitian Variabel Sub Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil Skala Faktor- Faktor Pasien skizofrenia yang Kuesioner 13-20= Tidak Ordinal faktor Penyakit mengalami kekambuhan akibat dengan 5 Patuh ketidak tidak patuh minum obat karena pertanyaan 5-12= Patuh Patuhan penyakit yang dideritanya tertutup minum Faktor Pasien skizofrenia yang tidak Kuesioner 21-32= Tidak obat Regimen patuh diakibatkan regimen dengan 8 Patuh Terapi terapi karena terapi multi obat, pertanyaan 8-20= Patuh frekuensi pemberian obat, tertutup durasi dan terapi yang lama, efek merugikan dari obat, gejala yang sudah tampak reda, harga obat, pemberian atau konsumsi obat, dan rasa obat yang dikonsumsi pasien Faktor Pasien skizofrenia yang tidak Kuesioner 18-28= Tidak Interaksi patuh minum obat karena mutu dengan 7 Patuh Pasien dengan interaksi yang tidak memadai pertanyaan 7-17= Patuh Profesional karena menunggu dokter, tertutup Kesehatan adanya sikap dan keterampilan komunikasi profesional

3 kesehatan, gagal mengerti pentingnya terapi, pengertian yang buruk pada insruksi, ketakutan pasien untuk bertanya, keterbatasan waktu konsultasi, dan ketersediaan informasi tercetak.

4 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 1. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. 2. POPULASI DAN SAMPEL 2.1. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah keluarga inti pada pasien penderita skizofrenia yang menjalani rawat jalan di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Dari data yang diperoleh dari rekam medik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan pada tahun 2010 jumlah pasien skizofrenia yang mengalami relaps dalam enam bulan yaitu orang Teknik Sampling Teknik sampling diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan secara purposive didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasakan sifat atau ciri tertentu (Notoatmodjo, 2010).

5 Adapun kriteria sampel pada penelitian ini, antara lain: a. Anggota keluarga yang merawat pasien skizofrenia yang mengalami kekambuhan selama setahun terakhir. b. Anggota keluarga tinggal serumah dengan pasien c. Anggota keluarga komunikatif dan koperatif d. Anggota keluarga bersedia menjadi responden 2.3. Jumlah Sampel Menurut Isaac dan Michael (dalam Sarwono, 2006) salah satu cara untuk menentukan jumlah sampel dengan menggunakan pendekatan statistik yang tingkat kesalahannya 1%, 5%, 10%, dimana semakin besar tingkat kesalahan yang ditoleransi maka semakin kecil jumlah sampel yang diambil. Sebaliknya semakin kecil tingkat kesalahan yang ditoleransi, maka semakin besar mendekati populasi sampel yang harus diambil. Penentuan jumlah sampel sangat tergantung kepada biaya yang tersedia, tenaga yang akan melaksanakan dan presesi yaitu ketepatan yang dikehendaki dimana semakin besar sampel kemungkinan akan lebih tepat menggambarkan populasinya tetapi ini juga sampai batas tertentu karena makin besar sampel kemungkinan membuat kesalahan pada saat pengukuran juga akan menjadi besar. Rumus yang digunakan untuk mencari besar sampel adalah: n = N N (d) 2 + 1

6 Dimana: n = jumlah sampel N= jumlah populasi d = tingkat kesalahan yang dipilih (10% = 0,1) n= N N (d) n = (0,1) n = ,11 n = 99 orang Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 orang. 3. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Tempat penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan dengan pertimbangan belum pernah dilakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Selain itu, di rumah sakit ini banyak pasien yang mengalami kekambuhan sebagai sampel yang memadai untuk dilakukan penelitian dan lokasinya mudah dijangkau oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu dari tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan.

7 4. PERTIMBANGAN ETIK Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan surat permohonan kepada Dekan Fakultas Keperawatan untuk mendapatkan izin persetujuan penelitian. Selain itu peneliti mengajukan surat permohonan tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan untuk pengambilan data awal dan pengambilan data selama proses penelitian. Penelitian ini memiliki beberapa hal yang berkaitan dengan permasalahan etik, yaitu memberikan penjelasan kepada calon responden peneliti tentang tujuan penelitian dan prosedur pelaksanaan penelitian. Apabila calon responden bersedia, maka responden dipersilahkan untuk menandatangani informed consent. Tetapi jika calon responden tidak bersedia, maka calon responden berhak untuk menolak dan mengundurkan diri selama proses pengumpulan data berlangsung. Penelitian ini tidak menimbulkan resiko bagi individu yang menjadi responden, baik resiko fisik maupun psikologis. Kerahasiaan catatan mengenai data responden (confidentially), dijaga dengan cara menuliskan inisial pada instrumen dan hanya menuliskan nomor kode yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan semua informasi yang diberikan. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian (Nursalam, 2008).

8 5. INSTRUMEN PENELITIAN Untuk memperoleh informasi dari responden, peneliti menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibuat peneliti dengan berpedoman kepada tinjauan pustaka dari konsep Siregar (2006) dan kerangka konsep. Kuesioner penelitian ini terdiri dari dua yaitu bagian pertama yang mengeksplorasi tentang data demografi dan bagian kedua yang mengeksplorasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps yang terdiri dari faktor penyakit, faktor regimen terapi dan faktor interaksi pasien dan profesional kesehatan Data Demografi Pada bagian ini meliputi nomor responden, nama responden, umur responden, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, status anggota keluarga yang sakit, dan pengeluaran dana untuk pasien setiap bulannya Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia Kuesioner terdiri dari 20 pernyataan yang akan mewakili untuk setiap faktor yaitu faktor penyakit, faktor regimen terapi, dan faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5 merupakan pernyataan untuk faktor penyakit, pernyataan nomor 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 merupakan pernyataan untuk faktor regimen terapi dan pernyataan nomor 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 merupakan pernyataan untuk faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan.

9 Penilaian menggunakan skala Likert dengan pilihan Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) (Hidayat, 2009). Bobot nilai yang diberikan untuk setiap pernyataan negatif dari 1 sampai 4, dimana jawaban Sangat Setuju (SS) bernilai 4, Setuju (S) bernilai 3, Tidak Setuju (TS) bernilai 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) bernilai 1. Berdasarkan rumus statistika menutut Hidayat (2009) dengan menghitung jumlah total skor adalah i = Rentang Banyak kelas Dimana i merupakan panjang kelas dengan rentang (nilai tertinggi dikurang dengan nilai terendah). Untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia maka nilai tertinggi yang diperoleh adalah 80 dan nilai terendah adalah 20, maka rentang kelas adalah 60 dengan 2 kategori banyak kelas, sehingga diperoleh panjang kelas sebesar 30. Data untuk faktor-faktor ketidakpatuhan minum obat dikategorikan sebagai berikut : adalah kategori tidak patuh dan adalah kategori patuh. Instrumen penelitian tentang faktor penyakit, terdiri dari 5 pertanyaan yang akan mengkaji ketidakpatuhan minum obat akibat faktor penyakit maka diperoleh nilai tertinggi adalah 20 dan nilai terendah adalah 5, maka rentang kelas adalah 15 dengan 2 kategori banyak kelas, sehingga diperoleh panjang kelas sebesar 7. Data untuk faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat dikategorikan sebagai berikut : adalah kategori tidak patuh dan 5-12 adalah kategori patuh.

10 Instrumen penelitian tentang faktor regimen terapi, terdiri dari 8 pertanyaan yang akan mengkaji ketidakpatuhan minum obat akibat faktor regimen terapi maka diperoleh nilai tertinggi adalah 32 dan nilai terendah adalah 8, maka rentang kelas adalah 24 dengan 2 kategori banyak kelas, sehingga diperoleh panjang kelas sebesar 12. Data untuk faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat dikategorikan sebagai berikut : adalah kategori tidak patuh dan 8-20 adalah kategori patuh. Instrumen penelitian tentang faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan, terdiri dari 7 pertanyaan yang akan mengkaji ketidakpatuhan minum obat akibat faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan, maka diperoleh nilai tertinggi adalah 28 dan nilai terendah adalah 7, maka rentang kelas adalah 21 dengan 2 kategori banyak kelas, sehingga diperoleh panjang kelas sebesar 10. Data untuk faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat dikategorikan sebagai berikut : adalah kategori tidak patuh dan 7-17 adalah kategori patuh. 6. UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS Instrumen penelitian dibuat oleh peneliti sehingga perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui seberapa besar derajat kemampuan alat ukur dalam mengukur secara konsisten sasaran yang akan diukur. Uji validitas kuesioner penelitian ini dilakukan dengan validitas isi. Validitas isi sebuah instrumen adalah validitas yang merujuk sejauh mana instrumen penelitian

11 tersebut memuat rumusan-rumusan sesuai dengan isi yang dikehendaki menurut tujuan tertentu (Setiadi, 2007) Validitas isi instrumen penelitian ini dilakukan hanya atas dasar pertimbangan peneliti dalam makna juga mengandung unsur subjektif tetapi mengacu pada isi yang dikendaki. Uji validitas pada penelitian ini dilakukan oleh dosen yang berkompeten dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Keperawatan Komunitas Fakultas Keperawatan USU. Berdasarkan uji validitas tersebut, kalimat pernyataan dalam kuesioner disusun kembali dengan bahasa yang lebih efektif dan dengan item-item pertanyaan yang akan mengukur sasaran yang ingin diukur sesuai dengan tinjauan pustaka dan kerangka konsep. Untuk mengetahui kepercayaan (reliabilitas) instrumen maka dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas adalah suatu kesamaan hasil apabila pengukuran dilaksanakan oleh orang yang berbeda ataupun waktu yang berbeda ataupun waktu yang berbeda (Setiadi, 2007). Uji reliabilitas instrumen ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan alat ukur. Alat ukur yang baik adalah alat ukur yang memberikan hasil yang relatif sama bila digunakan beberapa kali pada kelompok subjek yang sama (Azwar, 2003). Uji reliabilitas penelitian ini dilakukan terhadap responden yang memenuhi kriteria sampel penelitian. Kemudian jawaban dari responden diolah dengan bantuan komputer. Pada penelitian ini dilakukan uji reliabilitas pada 20 responden dan diperoleh reliabilitas dengan nilai cronbach s alpha 0,782. Bila dilakukan uji reliabilitas diperoleh nilai cronbach s alpha 0,70 maka instrumen dinyatakan reliabel (Polit & Hungler, 1999).

12 7. PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data dilakukan setelah mendapat rekomendasi izin pelaksanaan penelitian dari institusi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Setelah itu, peneliti mengajukan surat permohonan tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan untuk pengambilan data selama proses penelitian. Setelah mendapat persetujuan dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, peneliti kemudian mulai menyebarkan kuesioner kepada responden. Setelah menemukan responden, peneliti memberi penjelasan kepada calon responden tentang tujuan, manfaat, prosedur pelaksanaan penelitian, dan cara pengisian kuesioner. Peneliti meminta kesediaan calon responden untuk berpartisipasi, responden diminta untuk menandatangani lembar persetujuan menjadi responden. Jika calon responden menolak, maka peneliti tidak akan memaksa dan menghormati hak responden tersebut. Setelah kuesioner diisi, kuesioner tersebut dikumpulkan kembali dan diperiksa kelengkapannya. Apabila ada yang belum lengkap maka kuesioner tersebut dilengkapi pada saat itu juga. 8. ANALISA DATA Analisa data dilakukan melalui beberapa tahap yang terdiri dari editing untuk memeriksa kelengkapan dan data responden serta memastikan bahwa semua pertanyaan telah diisi. Selanjutnya diberi kode pada kuesioner untuk memudahkan peneliti dalam melakukan tabulasi data. Kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan tehnik komputerisasi yaitu dengan menggunakan entri data dan teknis analisis deskriptif.

13 Metode statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik univariat atau statistik deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan dan memaparkan suatu variabel yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia. Selanjutnya dari pengolahan data statistik deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase untuk mendeskripsikan data demografi dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan.

14 BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. HASIL PENELITIAN Bab ini akan menguraikan hasil penelitian dari pengumpulan data yang dilakukan pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Penyajian hasil analisa data dalam penelitian ini meliputi data demografi dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps, yaitu faktor penyakit, faktor regimen terapi, dan faktor interaksi pasien dengan professional kesehatan Data Demografi Dari tabel 5.1 menunjukkan bahwa sebanyak 41 orang (41,4%) berada pada kelompok dewasa madya umur tahun. Responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 60 orang (60,6%). Pekerjaan mayoritas keluarga adalah ibu rumah tangga sebanyak 43 orang (43,4%), tingkat pendidikan yang tertinggi adalah SLTA sebanyak 28 orang (28,3%). Pengeluaran keluarga terhadap biaya pengobatan pasien skizofrenia setiap bulannya berada pada interval Rp Rp adalah sebanyak 53 orang (53,5%). Lamanya sakit pasien skizofrenia mayoritas berada pada rentang 1 sampai 5 tahun adalah sebanyak 82 orang (82,8%).

15 Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan data demografi di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 (n= 99 orang) Data Demografi Frekuensi Persentase Umur tahun (dewasa awal) tahun (dewasa madya) tahun (dewasa lanjut) Rata-rata = 48 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pekerjaan Keluarga PNS ABRI Wiraswasta Petani Karyawan swasta Ibu Rumah Tangga Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah SD SLTP SLTA Akademi S1 Lain-lain Pengeluaran > Lamanya sakit 1-5 tahun > 5 tahun

16 1.2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Minum Obat Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat Gambaran hasil penelitian pada tabel 3 menunjukkan bahwa berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebanyak 75 orang yang tidak patuh (75,8%) dan sebanyak 24 orang yang patuh (24,2%) Tabel 3. Distribusi frekuensi responden berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 (n= 99 orang). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat Tidak Patuh Patuh Frekuensi Persentase Jumlah Faktor Penyakit Gambaran hasil penelitian pada tabel 4 menunjukkan bahwa berdasarkan faktor penyakit yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat ada sebanyak 81 orang yang tidak patuh (81,8%) dan sebanyak 18 orang yang patuh (18,2%)

17 Tabel 4. Distribusi frekuensi responden berdasarkan faktor penyakit di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 (n= 99 orang). Faktor Penyakit Frekuensi Persentase Tidak Patuh Patuh Jumlah Faktor Regimen Terapi Gambaran hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan bahwa berdasarkan faktor regimen terapi yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat ada sebanyak 73 orang yang tidak patuh (73,7%) dan sebanyak 26 orang yang patuh (26,3%) Tabel 5. Distribusi frekuensi responden berdasarkan faktor regimen terapi di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 (n= 99 orang) Faktor Regimen Terapi Frekuensi Persentase Tidak Patuh Patuh Jumlah

18 Faktor Interaksi Pasien dengan Profesional Kesehatan Gambaran hasil penelitian pada tabel 6 menunjukkan bahwa berdasarkan faktor interaksi pasien dengan professional kesehatan yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat ada sebanyak 58 orang yang tidak patuh (58,6%) dan sebanyak 41 orang yang patuh (41,4%) Tabel 6. Distribusi frekuensi responden berdasarkan faktor interaksi pasien dengan professional kesehatan di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan, pada tanggal 27 Juni sampai 17 September 2011 (n= 99 orang). Faktor Interaksi Pasien dengan Frekuensi Persentase Profesional Kesehatan Tidak Patuh Patuh Jumlah PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh maka peneliti mencoba menguraikan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan Data Demografi Responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah usia dewasa madya (41,4%) dan keluarga yang mendampingi pasien berobat lebih banyak wanita daripada laki-laki sebanyak 60 orang (60,6%). Pada proses tumbuh

19 kembang usia madya terdapat tahap penyesuaian perubahan pola keluarga yang biasanya lebih sulit pada wanita daripada laki-laki karena kehidupan wanita lebih berpusat pada rumah dan anggota keluarga. Penyesuaian ini sering dipersulit sejumlah faktor yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan keluarga. Contohnya, karena wanita sudah terbiasa memusatkan keinginan khusus pada masalah rumah tangga, perilakunya yang berorientasi pada keluarga jauh lebih matang daripada suaminya (Hurlock, 1999). Hasil penelitian expressed emotion dari Brown (1959 dalam Durand, 2007) mengatakan bahwa sampel pasien yang dipulangkan dari rumah sakit jiwa yang memiliki kontak terbatas dengan keluarganya menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding mereka yang menghabiskan waktu lebih lama bersama keluarganya karena tingginya sifat critism, bermusuhan, dan intrusive yang diekspresikan sehingga pasien cenderung kambuh kembali. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (43,4%) yang lebih banyak memiliki waktu untuk berkomunikasi dan bertemu di rumah dengan pasien. Data penelitian menunjukkan sebanyak 28 orang (28,3%) dengan tingkat pendidikan SLTA, sebanyak 22 orang (22,2%) dengan tingkat pendidikan SLTP, sebanyak 18 orang (18,2%) dengan tingkat pendidikan SD, sebanyak 15 orang (15,2%) dengan tingkat pendidikan D3, sebanyak 11 orang (11,1%) dengan tingkat pendidikan S1, dan sebanyak 5 orang (5,1%) dengan status tidak bersekolah. Hasil penelitian ini didukung oleh Erawatyningsih, dkk (2009), yang menjelaskan pengetahuan keluarga terkait dengan pendidikan akan mempengaruhi

20 ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia dalam membawa pasien mengontrol kesehatannya. Pengetahuan keluarga akan penyakit skizofrenia yang diderita oleh pasien dan kepercayaan tentang kemanjuran pengobatan akan mempengaruhi kemauan untuk memilih atau tidak memilih dalam menyelesaikan pengobatan. Menurut Siregar (2006) ketidakpatuhan berkaitan dengan tingkat pendapatan karena yang sering menjadi masalah umum adalah biaya menebus obat atau tidak menghendaki untuk mengambilnya karena harga obat yang relatif mahal dan biaya transportasi untuk menjangkau jauhnya jarak rumah sakit dengan rumah penderita. Kesulitan mendapatkan biaya untuk mengambil obat ke lokasi pelayanan kesehatan yang ada karena jarak yang jauh. Dari data yang diperoleh bahwa Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan melayani pasien di seluruh wilayah provinsi Sumatera Utara sehingga tidak sedikit pasien di luar kota Medan yang mengambil obatnya ke rumah sakit ini. Berdasarkan data pengeluaran biaya setiap bulannya untuk pengobatan pasien mayoritas memiliki pengeluaran sebanyak Rp Rp yaitu sebanyak 53 orang (53,5%). Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan pendapat Siregar (2006) dikarenakan pada saat penelitian lebih banyak responden menyatakan bahwa keluarga tidak kesulitan dalam hal biaya untuk pengeluaran biaya pengobatan pasien setiap bulannya. Pasien yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan banyak yang mendapat bantuan dari pemerintah berupa jaminan kesehatan seperti Jamkesmas, ASKES, dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang memenuhi kriteria penelitian dan bersedia menjadi responden.

21 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki lama sakit 1-5 tahun sebanyak 82 orang (82,8%) dan yang mempunyai lama sakit lebih dari 5 tahun sebanyak 17 orang (17,2%). Hasil ini sesuai dengan Durand (2007) bahwa prevalensi ketidakpatuhan menunjukkan bahwa sebagian besar penderita skizofrenia berhenti memakai obat dari waktu ke waktu. Menemukan bahwa selama kurun waktu 2 tahun, tiga di antara empat pasien yang diteliti menolak memakai obat antipsikotiknya selama paling tidak 1 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengobatan pasien skizofrenia membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan tingginya kekambuhan dalam kurun waktu lama sakit dibawah 5 tahun Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat Menurut Durand (2007) terlepas dari optimisme yang ditimbulkan oleh efektivitas antipsikotik, obat-obat tersebut hanya bekerja apabila dipakai dengan benar, dan banyak penderita skizofrenia yang tidak menggunakan obatnya secara rutin. Sejumlah faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pasien terhadap aturan pengobatan, termasuk hubungan professional kesehatan dengan pasien yang negatif, ongkos pengobatan, dan dukungan sosial yang buruk. Dari keseluruhan ketiga faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps didapati sebanyak 75 orang yang tidak patuh (75,8%) dan hanya sebanyak 24 orang yang patuh (24,2%). Hasil ini sesuai dengan pendapat Siregar (2006) bahwa pasien tidak taat pada pengobatan merupakan suatu masalah global. Beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat ketidaktaatan itu di atas 50%, bahkan dalam situasi yang mengancam

22 kehidupan. Penyebabnya berupa sikap yang tidak sesuai dan keterampilan komunikasi yang buruk dari pelaku kesehatan, ketakutan pasien untuk bertanya, waktu konsultasi yang terbatas, kurang akses informasi tercetak, minimnya penghasilan, dan kerumitan dan durasi pengobatan terutama untuk kasus penyakit yang kronis. Masalah dalam pengobatan skizofrenia adalah kebanyakan obat-obat antipsikotik kerja obatnya lambat, sehingga pasien tidak merasakan dengan segera efek positif antipsikotik. Malahan kadang-kadang pasien lebih dahulu merasakan efek samping sebelum efek obat terhadap penyakitnya sehingga pasien menghentikan pengobatan. Kekambuhan yang terjadi akan berpengaruh terhadap buruknya kondisi pasien. Beragamnya obat yang diresepkan juga memiliki peran penting dalam kepatuhan. Penanganan psikososial terhadap ketidakpatuhan pasien skizofrenia yaitu bagaimana nilai budaya keluarga terhadap tindakan pengobatan. Dewasa ini hanya sedikit yang percaya bahwa faktor-faktor psikologis semata dapat menyebabkan orang-orang mengalami skizofrenia atau bahwa pendekatan psikoteraupetik tradisional yang dapat menyembuhkan mereka. Kepercayaan tentang kemanjuran pengobatan akan mempengaruhi penderita mau atau tidak memilih untuk menyelesaikan pengobatannya. Selain itu kepercayaan kultural biasanya mendukung penggunaan penyembuhan tradisional (Erawatyningsih, dkk, 2009).

23 2.2.1 Faktor Penyakit Penelitian ini memperoleh gambaran dari faktor penyakit menunjukkan sebanyak 81 responden tidak patuh (81,2 %) dan sebanyak 18 orang yang patuh (18,2%). Dukungan emosional keluarga pada pasien skizofrenia berupa persepsi dalam melakukan perawatan di rumah, memberi kasih sayang, dan kenyamanan akan menurunkan tingkat stress dan depresi dalam hal faktor penyakit. Karena selama stress berlangsung pasien merasa sedih, cemas, dan tidak lagi termotivasi untuk menjalani pengobatannya. Dukungan emosional memberikan individu perasaan nyaman, merasa dicintai, bantuan dalam bentuk semangat, dan empati sehingga individu merasa dirinya merasa berharga. Pada saat keluarga memberi dukungan emosional keluarga mampu menilai perasaan pasien dari keyakinannya untuk sembuh, termotivasi untuk minum obat, dan berfikiran positif pada pengobatan yang dijalani untuk kesembuhan penyakitnya. Menurut Siregar (2006) sifat kesakitan pasien dalam beberapa keadaan, dapat berkontribusi pada ketidakpatuhan. Pada pasien dengan gangguan psikiatrik, kemampuan untuk bekerja sama, demikian juga sikap terhadap pengobatan mungkin dirusak oleh adanya kesakitan, dan individu-individu ini lebih mungkin tidak patuh daripada pasien lain. Berbagai studi dari pasien dengan kondisi seperti pasien skizofrenia telah menunjukkan suatu kejadian ketidakpatuhan yang tinggi. Pasien cenderung menjadi putus asa dengan program terapi yang lama dan tidak menghasilkan kesembuhan kondisi. Hasil penelitian Erawatyningsih, dkk (2009) menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara lama sakit terhadap ketidakpatuhan minum obat, semakin lama

24 keluhan yang diderita pasien maka akan semakin tidak patuh untuk datang berobat Faktor Regimen Terapi Dari data yang diperoleh didapat gambaran faktor regimen terapi menunjukkan sebanyak 73 orang yang tidak patuh (73,7%) dan sebanyak 26 orang yang patuh (26,3%). Menurut Siregar (2006) pengertian pasien dan kerja sama dengan regimen obat yang ditulis merupakan suatu persyaratan vital untuk terapi yang efektif. Keamanan dan keberhasilan terapi obat paling sering terjadi, apabila pasien benar-benar mengetahui tentang informasi obat dan penggunaannya. Situasi yang paling umum berkaitan dengan ketidakpatuhan pada terapi obat, mencakup kegagalan menebus resep, melalaikan dosis, kesalahan dosis, kesalahan dalam waktu pemberian/konsumsi obat, dan penghentian obat sebelum waktunya. Ketidakpatuhan penggunaan satu obat yang kurang mengakibatkan respon berlebihan terhadap zat lain yang diberikan bersamaan dan penggunaan obat yang berlebihan dari dosis yang ditetapkan juga akan menimbulkan risiko reaksi merugikan yang meningkat. Untuk mengontrol kepatuhan pasien dalam meminum obat sebaiknya petugas kesehatan mengajarkan pasien dan keluarga pasien untuk mengisi jadwal kegiatan minum obat dan membuat daftar obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien. Hal ini akan mengurangi terjadinya kelalaian dalam minum obat, kesalahan dosis dan waktu pemberian obat. Hal yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Windgassen (1992, dalam Durand, 2007) memperoleh data 50% dari 61 responden tidak patuh karena keluhan efek samping obat yang tidak menyenangkan, pasien berpendapat bahwa

25 efek yang bermanfaat yang seharusnya didapat dari obat antipsikotik justru menganggapnya tidak menjadi terapi untuk menangani penyakitnya, sehingga timbul penolakan dan ketidakpatuhan untuk melanjutkan minum obat Faktor Interaksi Pasien dengan Profesional Kesehatan Menurut Weiden (1991, dalam Durand 2007) sejumlah faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pasien terhadap aturan pengobatan, termasuk hubungan antara profesional kesehatan dengan pasien yang negatif, dan dukungan sosial yang buruk. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Erawatyningsih, dkk (2009) bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas tidak mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat. Hal ini disebabkan karena petugas kesehatan memberikan perhatian khusus dan informasi yang jelas sehingga mampu menjalin hubungan yang baik dengan setiap pasien yang datang mengontrol penyakitnya. Hal ini tidak sesuai dengan data yang diperoleh didapat gambaran faktor interaksi pasien dengan professional kesehatan sebanyak 58 orang yang tidak patuh (58,6%) dan sebanyak 41 orang yang patuh (41,4%). Perbedaan ini terjadi karena pada saat penelitian dilakukan banyak responden yang mengatakan ingin mendapat informasi yang lebih lengkap baik melalui informasi tercetak dalam bahasa yang sederhana, petugas kesehatan mempunyai tanggung jawab untuk melengkapi pasien dengan konseling yang cukup agar memaksimalkan pengertian mereka terhadap terapi obat.

26 Sebagai sasaran dari konseling obat pasien adalah untuk meningkatkan hasil terapi dengan mendorong penggunaan obatnya dengan tepat. Pelayanan edukasi/ konseling pasien membuat pasien benar-benar mengetahui informasi obatnya dan menunjukkan kepatuhan obat yang lebih besar, dan penggunaan yang akhirnya menimbulkan respon pengobatan yang lebih baik (Siregar, 2006).

27 BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini peneliti akan menguraikan hasil penelitian dalam bentuk kesimpulan dan memberi rekomendasi atau saran. 1. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan gambaran faktorfaktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps di Rumah Sakit Jiwa Provsu Medan. Dari ketiga faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pasien skizofrenia yang mengalami relaps diperoleh sebanyak 75 orang yang tidak patuh (75,8%) dan sebanyak 24 orang yang patuh (24,2%). Gambaran faktor penyakit menunjukkan sebanyak 81 responden tidak patuh (81,2 %) dan sebanyak 18 orang yang patuh (18,2%). Gambaran faktor regimen terapi menunjukkan sebanyak 73 orang yang tidak patuh (73,7%) dan sebanyak 26 orang yang patuh (26,3%). Gambaran faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan sebanyak 58 orang yang tidak patuh (58,6%) dan sebanyak 41 orang yang patuh (41,4%). 2. SARAN 2.1. Bagi penelitian selanjutnya Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data awal bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian dalam ruang lingkup yang sama dan terhadap

28 penyakit gangguan jiwa yang lain. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk mendapatkan data angka relaps untuk mengetahui jumlah kekambuhan pada pasien skizofrenia dan mencari faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat serta hubungan faktor tersebut terhadap ketidakpatuhan minum obat Bagi pendidikan keperawatan Hasil penelitian dapat digunakan pendidikan keperawatan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien agar patuh minum obat dan meningkatkan keterlibatan keluarga untuk intervensi dalam ketidakpatuhan minum obat. Kepada pendidikan keperawatan diharapkan mampu meningkatkan komunikasi bagi pasien dan keluarga pasien, memberi pengetahuan tentang faktor-faktor apa yang harus diketahui keluarga dalam ketidakpatuhan minum obat, dan memberikan asuhan keperawatan yang professional Bagi pelayanan kesehatan Perlunya memberikan informasi yang lengkap pada keluarga dan pasien penderita skizofrenia khususnya informasi dalam bentuk media cetak agar dapat secara optimal patuh dalam meminum obat Bagi keluarga Keluarga diharapkan mampu memberikan dukungan bagi pasien baik dalam dukungan berupa moril, materi, spiritual, dan dukungan sosial sehingga pasien termotivasi untuk lebih patuh dalam minum obat.

BAGIAN PSIKIATRI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA JL. Tali Air no. 21 Medan PERNYATAAN KESEDIAAN BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN

BAGIAN PSIKIATRI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA JL. Tali Air no. 21 Medan PERNYATAAN KESEDIAAN BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN Lampiran 1. BAGIAN PSIKIATRI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SUMATERA UTARA JL. Tali Air no. 21 Medan PERNYATAAN KESEDIAAN BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PENELITIAN. pada anggota keluarga yang mengalami halusinasi. Di dalam penelitian ini

BAB III KERANGKA PENELITIAN. pada anggota keluarga yang mengalami halusinasi. Di dalam penelitian ini 1. Kerangka Penelitian BAB III KERANGKA PENELITIAN Kerangka konseptual dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan dengan beban keluarga dalam mengikuti regimen terapeutik pada anggota

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL 3.1 Kerangka Konsep Peran keluarga car 1 Penyedia fasilitas belajar 2 Pendidik 3 Pembimbing Gaya Belajar 4 Model atau teladan hidup Kurang Cukup Baik Visual Auditorial Kinestetik

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP KONSEPTUAL. Dari uraian terdahulu telah dijelaskan mengenai faktor- faktor yang

BAB III KERANGKA KONSEP KONSEPTUAL. Dari uraian terdahulu telah dijelaskan mengenai faktor- faktor yang BAB III KERANGKA KONSEP KONSEPTUAL A. Kerangka Konsep Dari uraian terdahulu telah dijelaskan mengenai faktor- faktor yang mempengaruhi rendahnya minat ibu akseptor KB menggunakan kontrasepsi AKDR. Untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah rancangan penelitian korelasi (hubungan/ asosiasi) yang mengkaji hubungan antara dua variabel dengan menggunakan pendekatan cross-sectional.

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 3.1. Kerangka Konseptual Kerangka konsep penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya, atau antara variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian direncanakan akan dilaksanakan Tanggal 17 Mei-03 Juni

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian direncanakan akan dilaksanakan Tanggal 17 Mei-03 Juni 38 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tilote Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. 3.1.2 Waktu

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PENELITIAN. membentuk suatu teori yang menjelaskan keterkaitan antara variabel, baik variabel yang

BAB III KERANGKA PENELITIAN. membentuk suatu teori yang menjelaskan keterkaitan antara variabel, baik variabel yang BAB III KERANGKA PENELITIAN A. Kerangka Konsep Konsep adalah abstraksi dari suatu realita agar dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang menjelaskan keterkaitan antara variabel, baik variabel

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Kerangka penelitian ini menggambarkan korelasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan penderita kanker dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara variabel

Lebih terperinci

DUKUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA MENGIKUTI REGIMEN TERAPEUTIK ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI

DUKUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA MENGIKUTI REGIMEN TERAPEUTIK ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI DUKUNGAN DENGAN BEBAN KELUARGA MENGIKUTI REGIMEN TERAPEUTIK ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI Delia Ulpa*, Mahnum Lailan Nst.** *Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara **Dosen

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP. dan dependen (Nursalam, 2008, hal. 55). Variabel independen dalam penelitian ini

BAB III KERANGKA KONSEP. dan dependen (Nursalam, 2008, hal. 55). Variabel independen dalam penelitian ini BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Konsep adalah abtraksi dari suatu realita agar dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang menjelaskan keterkaitan antara dua variabel independen dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka konseptual pada penelitian ini menggambarkan bahwa variabel

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka konseptual pada penelitian ini menggambarkan bahwa variabel BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 3.1 Kerangka Konsep Kerangka konseptual dalam penelitian ini menjelaskan tentang variabel yang akan diamati atau diukur melalui penelitian, yaitu hubungan dukungan spiritualitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional yaitu suatu BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara korelatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. analitik Comparative Study dengan pendekatan cross sectional.

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. analitik Comparative Study dengan pendekatan cross sectional. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang dipilih adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif analitik Comparative Study dengan pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dimana akan menggali persepsi mengenai hemodialisis dengan tingkat kecemasan. Pendekatan yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN BAB IV PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN PENELITIAN A. Orientasi Kancah Penelitian Subyek yang diteliti pada penelitian ini adalah istri (wanita) pada pasangan suami istri yang terikat dalam perkawinan. Istri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode. adanya perlakuan dari peneliti (Nursalam, 2013).

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode. adanya perlakuan dari peneliti (Nursalam, 2013). BAB III METODE PENELITIAN A. DesainPenelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif pendekatan survey. B. Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi adalah wilayah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional yang merupakan

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL. kesehatan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL. kesehatan di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai. BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 2.1 Kerangka Konsep Kerangka konseptual penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien pengguna Jampersal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian 26 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN DAN RANCANGAN PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, yaitu penelitian yang menekankan pada pengukuran data variabel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku yang aneh. Penyakit ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD DR. M.M

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD DR. M.M BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Ruang Hemodialisa RSUD DR. M.M Dunda Limboto. 3.1.2. Waktu Penelitian Waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga pada ibu hamil dengan Hiperemesis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan studi analitik untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan dan variabel terikat yaitu praktik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini BAB III METODE PENELITIAN A. DesainPenelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara korelatif antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi karena menjelaskan hubungan korelatif antar variabel (Nursalam, 2008). Tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan. indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002).

BAB III METODA PENELITIAN. korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan. indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002). BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non Experimental karena tidak ada intervensi atau rekayasa dari peneliti. Desain yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Ditinjau dari tujuan yang akan dihadapi yaitu mengetahui hubungan. hubungan antara variabel (Nursalam, 2003)

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Ditinjau dari tujuan yang akan dihadapi yaitu mengetahui hubungan. hubungan antara variabel (Nursalam, 2003) BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian 1. Ditinjau dari tujuan yang akan dihadapi yaitu mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan motivasi pasien kusta dengan kepatuhan melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu penelitian yang berorientasi pada masa sekarang atau saat ini dan didesain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif non eksperimental bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif non eksperimental bersifat BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif non eksperimental bersifat correlational dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang menghubungkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif komparasi (Notoatmodjo, 2010). Melalui pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif komparasi (Notoatmodjo, 2010). Melalui pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif komparasi (Notoatmodjo, 2010). Melalui pendekatan rancangan survei

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksplanatory digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan atau fenomena sosial yang terjadi secara objektif,

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP

BAB III KERANGKA KONSEP BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Kerangka konseptual adalah kerangka hubungan antara variabel yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2003). Penelitian

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP. adalah tentang kanker payudara. Sebagai berikut :

BAB III KERANGKA KONSEP. adalah tentang kanker payudara. Sebagai berikut : BAB III KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep Kerangka konsep penelitian dijelaskan dalam bentuk bagan, di mana sebagai variabel independen adalah pengetahuan Ibu, dan sebagai variabel dependen adalah tentang

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 3.1 Kerangka Konseptual BAB 3 KERANGKA PENELITIAN Kerangka penelitian menggambarkan stres dan koping keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Keluarga yang merawat anggota keluarga yang sakit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode diskriptif korelasional dan dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian. Demak, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi study yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa adalah bagian dari kesehatan secara menyeluruh, bukan sekedar

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan jiwa adalah bagian dari kesehatan secara menyeluruh, bukan sekedar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan jiwa adalah bagian dari kesehatan secara menyeluruh, bukan sekedar terbebas dari gangguan jiwa, tetapi pemenuhan kebutuhan perasaan bahagia, sehat, serta

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN. adalah suatu penelitian yang bertujuan menyajikan secara teliti (accurately

III METODE PENELITIAN. adalah suatu penelitian yang bertujuan menyajikan secara teliti (accurately III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah

Lebih terperinci

KUISIONER SELF-EFFICACY

KUISIONER SELF-EFFICACY LAMPIRAN I DATA PENUNJANG DAN KUESIONER SELF-EFFICACY KUISIONER SELF-EFFICACY Nama : Usia : Jenis Kelamin : Pendidikan Terakhir : Lama Bekerja : Pada kuisioner ini terdapat 48 item yang berupa kalimat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep merupakan landasan berfikir dalam melakukan penelitian yang dikembangkan berdasarkan teori. 40 Variabel yang akan diteliti adalah faktor-faktor

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan pembelajaran dari beberapa buku-buku literatur yang membahas. merupakan formula baku bersumber dari pustaka.

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan pembelajaran dari beberapa buku-buku literatur yang membahas. merupakan formula baku bersumber dari pustaka. 1 BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang metodologi penelitian yang digunakan. Penulis melakukan pembelajaran dari beberapa buku-buku literatur yang membahas tentang jenis, rancangan, dan desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian jenis Deskriptif Corelasional

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian jenis Deskriptif Corelasional BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian jenis Deskriptif Corelasional yang meneliti tentang hubungan antara variabel dependen dan independen. Metode yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi yaitu untuk mencari arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 21 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang berorientasi pada masa sekarang atau saat ini dan didesain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis & Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi yaitu mendeskripsikan variabel independen dan dependen, kemudian melakukan analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. desain deskriptif korelatif, yaitu mencari hubungan antara variabel bebas

BAB III METODE PENELITIAN. desain deskriptif korelatif, yaitu mencari hubungan antara variabel bebas BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif, yaitu mencari hubungan antara variabel bebas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan

BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan 43 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. obyek dan subyek penelitian. Rancangan penelitian secara survei untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. obyek dan subyek penelitian. Rancangan penelitian secara survei untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang mendapatkan hasil gambaran secara menyeluruh tentang obyek dan subyek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi, karena bertujuan untuk mencari hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan bentuk rancangan yang digunakan dalam melakukan prosedur penelitian (Hidayat, 2007). Metode penelitian ini berdasarkan rumusan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL. independen (pengertian imuninisasi, tujuan imunisasi, manfaat imunisasi, jenis

BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL. independen (pengertian imuninisasi, tujuan imunisasi, manfaat imunisasi, jenis BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep Kerangka Konsep dalam penelitian ini ada 2 variabel, yaitu variabel independen (pengertian imuninisasi, tujuan imunisasi, manfaat imunisasi,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 17 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan praktik pemberian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian berbentuk discriptive correlation yaitu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional.kerangka penelitian ini menggambarkan hubungan. dukungan keluarga dengan kekambuhan klien skizofrenia dimana

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional.kerangka penelitian ini menggambarkan hubungan. dukungan keluarga dengan kekambuhan klien skizofrenia dimana BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif korelasional.kerangka penelitian ini menggambarkan hubungan dukungan keluarga dengan kekambuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan termasuk jenis penelitian non-eksperimental observasional bersifat diskriptif analitik (eksplanatori reseach),

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS, DAN DEFINISI OPERASIONAL. Pada bab ini diuraikan kerangka konsep penelitian, hipotesis penelitian, dan definisi

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS, DAN DEFINISI OPERASIONAL. Pada bab ini diuraikan kerangka konsep penelitian, hipotesis penelitian, dan definisi 59 BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS, DAN DEFINISI OPERASIONAL Pada bab ini diuraikan kerangka konsep penelitian, hipotesis penelitian, dan definisi operasional. Kerangka konsep merupakan justifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah diskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Ciri penelitian korelasional mengkaji hubungan antar variabel.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau mendeskripsikan tentang suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian dan metode pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi. Peneliti melakukan pengukuran variabel independent

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik.

BAB III METODA PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik. BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik. Peneliti akan melakukan pengukuran variabel independent dan dependent, kemudian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kota BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kota Gorontalo selama ± 2 bulan mulai Mei s.d Juni 2013. 1.2 Desain Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif eksploratif, yang didalamnya menggunakan analisis distribusi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan mendeskripsikan/memaparkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi

BAB III METODE PENELITIAN. bertujuan mendeskripsikan/memaparkan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian non eksperimen yaitu survey deskriptif.penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan mendeskripsikan/memaparkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian akan dilakukan di pondok pesantren Darut Taqwa

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian akan dilakukan di pondok pesantren Darut Taqwa BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Tempat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional,

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional, BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan urutan langkah dalam melakukan penelitian. Hal-hal yang termasuk dalam metode penelitian adalah desain penelitian yang digunakan, subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian non-eksperimental. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan rancangan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. observasi data variabel independen dan variabel dependen hanya satu kali

METODE PENELITIAN. observasi data variabel independen dan variabel dependen hanya satu kali BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, yaitu penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian studi deskriptif untuk mendeskripsikan atau memaparkan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Deskripsi peristiwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis

BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain pada penelitian ini adalah descriptive comparative

BAB III METODE PENELITIAN. Desain pada penelitian ini adalah descriptive comparative BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian noneksperimental. Desain pada penelitian ini adalah descriptive comparative dengan pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran perawat dalam pemenuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pendekatan survey yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini (Nursalam, 2008).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini (Nursalam, 2008). BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan (memaparkan) peristiwa-peristiwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif yaitu menggambarkan hubungan pelayanan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi rawat

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP. Tahap yang penting dalam satu penelitian adalah menyusun kerangka

BAB III KERANGKA KONSEP. Tahap yang penting dalam satu penelitian adalah menyusun kerangka BAB III KERANGKA KONSEP A. Konsep Penelitian Tahap yang penting dalam satu penelitian adalah menyusun kerangka konsep. Konsep adalah abstraksi dari suatu realitas agar dapat dikomunikasikan dan membentuk

Lebih terperinci

HUBUNGAN PROGRAM PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN LANSIA DI DAERAH BINAAN PUSKESMAS DARUSSALAM MEDAN

HUBUNGAN PROGRAM PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN LANSIA DI DAERAH BINAAN PUSKESMAS DARUSSALAM MEDAN LAPORAN PENELITIAN HUBUNGAN PROGRAM PELAYANAN POSYANDU LANSIA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN LANSIA DI DAERAH BINAAN PUSKESMAS DARUSSALAM MEDAN Wirdasari Hasibuan*, Ismayadi** ABSTRAK Program pelayanan posyandu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal dua variabel

BAB III METODE PENELITIAN. mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal dua variabel BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metoda Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi mengkaji hubungan antara variabel dengan melibatkan minimal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. adalah komorbiditas pada pasien hemodialisa. Kualitas hidup diukur setelah 2

BAB III METODE PENELITIAN. adalah komorbiditas pada pasien hemodialisa. Kualitas hidup diukur setelah 2 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif. Faktor resiko yang diteliti adalah komorbiditas pada pasien hemodialisa. Kualitas hidup diukur setelah 2

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA PENELITIAN

BAB III KERANGKA PENELITIAN BAB III KERANGKA PENELITIAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang sariawan (oral trush ) pada anak usia 0-3 tahun. Hal ini dapat dilihat dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan tanggal 21 Mei - 4 juni tahun 2013

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan tanggal 21 Mei - 4 juni tahun 2013 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di poliklinik penyakit dalam RSUD Prof.Dr. Aloei Saboe 3.1.2 Waktu penelitian Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menilai pengaruh doa dan dzikir al-ma tsurat terhadap skor depresi pasien

BAB III METODE PENELITIAN. menilai pengaruh doa dan dzikir al-ma tsurat terhadap skor depresi pasien BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini termasuk rancangan Quasy Experiment untuk menilai pengaruh doa dan dzikir al-ma tsurat terhadap skor depresi pasien diabetes melitus.

Lebih terperinci

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP STRES PADA PASIEN STROKE DI POLIKLINIK RSUD.

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP STRES PADA PASIEN STROKE DI POLIKLINIK RSUD. 59 Lampiran 1 FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP STRES PADA PASIEN STROKE DI POLIKLINIK RSUD. Dr. PIRNGADI MEDAN Oleh: Miftahus Sa adah Saya adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Efikasi diri penderita TB Gambar 3.1 Kerangka Konsep B. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Desain penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah Ruang Hemodialisa RSUD Dr. M.M. Dunda

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah Ruang Hemodialisa RSUD Dr. M.M. Dunda BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Ruang Hemodialisa RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto Kab.Gorontalo. 3.1.2. Waktu Penelitian Waktu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu penelitian yang menggunakan seluruh subjek dalam kelompok untuk diberi perlakuan. Dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi noneksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi noneksperimental BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi noneksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional study. Dalam arti kata luas,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu BAB III METODE PENELITIAN 3.1. TIPE PENELITIAN Desain dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif. 3.2. DESAIN PENELITIAN Desain yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi, karena

Lebih terperinci