BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Transkripsi

1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep akuntansi. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode eksperimen semu (quasi eksperimen) karena data bersumber dari sebuah lingkungan yang telah ada intervensi dari peneliti (Imam Ghozali, 2008:17). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan pemahaman konsep akuntansi melalui penerapan metode pembelajaran problem based learning (PBL). Peserta didik yang dijadikan obyek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok kelas eksperimen dengan metode pembelajaran problem based learning (PBL) dan kelompok kontrol dengan pembelajaran menggunakan metode ceramah. B. Desain Penelitian dan Langkah-langkah Penelitian 1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Quacy Experimental Design dengan bentuk Pretest-postest Nonequivalen Control Group Design, dimana kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random (Sugiyono, 2012: 116). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua kelas kontrol sebagai pembanding terhadap kelas eksperimen. Kelas kontrol A sebagai pembanding untuk kelas eksperimen metode pembelajaran A, dan kelas kontrol B sebagai pembanding untuk kelas eksperimen metode pembelajaran B. pembelajaran di kelas kontrol menggunakan metode ceramah dan kelompok eksperimen yang menggunakan metode Problem Based Learning. Desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

2 47 Tabel 3.1 Desain Penelitian Nonequivalen pretest-postest Control Group Design Kelas Pretest Perlakuan Postest Eksperimen O1 X1 O2 Kontrol O3 O4 Keterangan : O1 = Pretest pada kelas eksperimen O2 = Postest pada kelas eksperimen O3 = Pretest pada kelas kontrol O4 = Postest pada kelas kontrol X1 = Treatment atau perlakuan dengan metode pembelajaran Problem Based Learning 2. Langkah-langkah Penelitian Menurut Agustan (2011:45) Tahap-tahap yang akan ditempuh dalam penelitian ini sesuai dengan metode eksperimen Nonequivalen Control Group Design diantaranya yaitu : 1) Menentukan populasi, 2) Menentukan Sampel, 3) Melaksanakan tes awal (pretest), 4) Memberikan perlakuan (treatment), 5) Melaksanakan tes akhir (posttest), 6) Menyusun data hasil pretest dan posttest, 7) Mengolah data, 8) Menganalisa data, 9) Menarik kesimpulan. Adapun dalam penelitian ini penulis menggambarkan langkah-langkah penelitiannya adalah sebagai berikut yang tertera dalam gambar 3.1

3 48 Pre YA A 1 Gain YA Post YA Group Eksperimen A 3 dibandingkan Pre YK_AA K_AA Gain YK_AA 5 dibandingkan Pemahaman Konsep (Y) Post YK_AA Pre YB B 2 Gain YB Group Eksperimen B Post YB Pre YK_BB 4 dibandingkan K_BB Gain YK_BB A Pre YA Post YA K AA Pre YK AA Post YK_BB Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian (Kusnendi: 2013) = Kelas Eksperimen Akuntansi = Pretest pada kelas eksperimen = posttest pada kelas ekperimen = Kelas Kontrol = Pretest pada kelas kontrol Post YK AA = posttest pada kelas kontrol B Pre YB Post YB K BB Pre YK BB Post YK BB = Kelas Eksperimen Administrasi Perkantoran = Pretest pada kelas eksperimen = posttest pada kelas ekperimen = Kelas Kontrol = Pretest pada kelas kontrol = posttest pada kelas kontrol

4 49 C. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah kelas X Program keahlian Akuntansi dan Program keahlian Administrasi Perkantoran salah satu SMK Negeri 1 yang berada di Kota Serang Banten tahun pelajaran Sampel tidak dipilih secara random, baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dibandingkan, kendati kelompok tersebut dipilih dan ditempatkan tanpa melalui random. Jumlah sampel dari populasi adalah 4 kelas, 2 kelas Program Keahlian Akuntansi dan 2 Kelas Program Keahlian Administrasi Perkantoran yang dari masing-masing Program keahlian terdapat satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, yaitu X Ak 2 sebagai kelas eksperimen, X Ak 3 sebagai kelas kontrol, X Ap 2 sebagai kelas eksperimen dan X Ap 3 sebagai kelas kontrol. Kelas ekperimen mendapat pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol tidak menggunakan metode pembelajaran PBL tetapi menggunakan metode pembelajaran yang biasa digunakan guru yang bersangkutan (metode ceramah). D. Variabel Penelitian Informasi yang akan diperoleh dari variabel penelitian akan lebih mudah disepakati apabila variabel yang diteliti dijelaskan terlebih dahulu sehingga pendapat dan pandangan pembaca sesuai dengan apa yang dimaksud dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (Independent Variabel) dan variabel terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Metode Problem Based Learning dan variabel terikatnya yaitu pemahaman konsep. Untuk memperjelas variabel penelitian ini maka definisi operasional penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Pemahaman Konsep

5 Definisi Konseptual Pemahaman konsep adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan peserta didik mampu memahami konsep, situasi, dan fakta yang diketahui, serta dapat menjelaskan dengan kata-kata sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya, tanpa mengubah artinya 1.2 Definisi Operasional Pemahaman merupakan kemampuan dalam menjelaskan sesuatu dengan kalimat sendiri, membuat contoh sendiri, dan bisa menginterpretasikan dengan kasus lain (Sudjana, 2009:24) sedangkan konsep adalah ragam kategori yang menunjukkan kesamaan gagasan, kejadian, dan benda (Kemp et al dalam Dewi SP, 2009:85). Berdasarkan teori diatas maka yang dimaksud pemahaman konsep dalam penelitian ini adalah kemampuan penguasaan sejumlah konsep akuntansi yang berkembang dan diikuti dengan kemampuan mengungkapkan kembali kedalam bentuk yang berbeda dan menghubungkannya secara kontekstual sehingga merumuskan sebuah kesimpulan. Indikator pemahaman konsep dijelaskan melalui tabel 3.2 berikut ini: Tabel 3.2 Operasional Pemahaman Konsep Variabel Dimensi Indikator Objek Indikator Pemahaman Konsep Translation (Terjemah) Interpretation (Penafsiran) Extraploration (Perluasan) Menjelaskan (explaining) Dokumen Transaksi Entri Jurnal Memposting ke Buku Besar Membukukan jurnal Penyesuaian Menyusun Laporan Keuangan Jenis-jenis dokumen transaksi Bentuk-bentuk dokumen transaksi Nama dan kode akun Jurnal umum Pengkodean akun Tata cara posting Dokumen jurnal penyesuaian Ayat-ayat penyesuaian Posting ayat-ayat penyesuaian

6 51 Neraca lajur 2. Problem Based Learning Problem Based Learning (PBL) dalam penelitian ini didefinisikan sebagai metode pembelajaran yang menjadikan permasalahan yang berkaitan dengan topik-topik dalam kurikulum sebagai titik tolak dalam proses pembelajaran secara mandiri dan kolaboratif. Tahapan yang dipakai dalam proses pembelajaran dalam penelitian ini, terdiri dari langkah-langkah yaitu : a) Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas, b) Merumuskan masalah, c) Menganalisis masalah, d) Menata gagasan anda dan secara sistematis menganalisis dengan dalam, e) Mengformulasikan tujuan pembelajaran, f) Mencari informasi tambahan dari sumber yang lain (di luar diskusi kelompok), g) Mensistensis (menggabungkan) dan menguji informasi baru, dan membuat laporan. E. Teknik Pengumpulan Data Validitas dan reliabilitas sebuah data dipengaruhi satu diantaranya oleh teknik pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket, pedoman wawancara, pengamatan, ujian atau tes, dokumentasi dan lain-lain. Pemilihan teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Data utama penelitian ini akan menggunakan alat tes untuk mengetahui pemahaman konsep sebagai hasil belajar untuk memperoleh data penelitian melalui sejumlah item pertanyaan materi-materi yang dipelajari peserta didik. Sesuai dengan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: 1. Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mengamati pelaksanaan dan perkembangan pembelajaran akuntansi yang dilakukan oleh para peserta didik. Pengamatan dilakukan sebelum siklus penelitian berlangsung.

7 52 2. Teknik Evaluasi/ Tes Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan tindakan. Tes yang digunakan adalah soal obyektif yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang kemampuan awal dan hasil pembelajaran dengan metode pembelajaran PBL pada kompetensi pengantar akuntansi yaitu pretest dan posttest. 3. Dokumentasi Dokumentasi merupakan upaya untuk memberikan gambaran bagaimana sebuah penelitian ini dapat dilakukan. Dokumentasi yang digunakan adalah dokumentasi non tes yaitu dokumentasi berupa gambar atau foto proses belajar mengajar saat penelitian dilaksanakan. F. Tahap-tahap Penelitian 1. Tahap persiapan Tahap persiapan dilakukan dengan melakukan pengamatan di SMK Negeri 1 Kota Serang dan berdiskusi dengan guru Akuntansi dan peserta didik kelas X untuk memperoleh kejelasan mengenai hasil belajar peserta didik khususnya pemahaman konsep akuntansi. Sebelum menentukan kelas yang akan di jadikan kelas eksperimen dan kontrol, maka peneliti sebagai observer memberi pengarahan kepada guru mata pelajaran tentang bagaimana proses pengajaran dengan menggunakan metode Problem Based Learning. Selanjutnya adalah menentukan kelas yang akan dikenakan tindakan atau perlakuan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap seluruh kelas. Setelah dilakukan penelitian di beberapa kelas maka diperoleh kelas X Ak 2 dan X Ap 2 sebagai kelas eksperimen yang dikenakan metode Problem Based Learning dan kelas X Ak 3 dan X Ap 3 sebagai kelas kontrol yang tidak dikenakan perlakuan (treatment). 2. Tahap Penyusunan Alat Tes Penelitian

8 53 Dalam penelitian ini menggunakan alat tes penelitian berupa tes pemahaman konsep akuntansi, bentuk tes adalah pilihan ganda berjumlah 20 soal. Instrument penelitian tersebut disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menentukan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdapat dalam silabus. 2. Membuat kisi-kisi instrument penelitian yang mencakup pokok bahasan, aspek soal, nomor soal dan jumlah item soal. 3. Menyusun soal (instrument) berdasarkan kisi-kisi. 4. Membuat skenario pembelajaran. 5. Mengonsultasikan instrument. 3. Tahap Akhir - Memberikan kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data. - Saran saran terhadap aspek-aspek penelitian yang kurang memadai. G. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini digunakan instrument pengumpulan data yaitu tes pemahaman konsep akuntansi. Tes ini dibuat dalam bentuk tes pilihan ganda dengan jumlah soal 20 butir soal. Setiap soal dibuat untuk menguji penguasaan peserta didik terhadap konsepkonsep yang tercakup dalam materi pengantar akuntansi. Tes ini dilakukan dua kali, yaitu pada saat pretes sebelum materi akuntansi diberikan dan kedua postes setelah materi pengantar akuntansi selesai dilaksanakan, yang bertujuan untuk mengukur pemahaman konsep peserta didik sebagai hasil penerapan metode Problem Based Learning. Karena siswa AK dan AP homogen, maka jenis soal yang di berikan pada dua program keahlian dilihat dari konstruk, bentuk, isi dan bahasa di buat sama karena kompetensi (Mata pelajaran), Materi, silabus dan RPP yang di buat untuk 2 program keahlian sama.

9 54 Dalam proses pengembangan instrument ditempuh beberapa prosedur sebagai berikut : a. Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahehan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid berarti mempunyai validitas yang tinggi dan sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. - Untuk menentukan validitas item digunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2006: 170) : r xy = Keterangan: r xy N X Y XY X 2 Y 2 = koefisien valisitas item = jumlah pengikut tes = skor item = skor total = hasil perkalian skor item dan skor total = hasil kuadrat dari skor item = hasil kuadrat dari skor total = hasil kuadrat dari total jumlah skor item = hasil kuadrat dari total jumlah skor total Interpretasi untuk besarnya koefisien korelasi (r xy ) adalah sebagai berikut : (Arikunto, 2010) Tabel 3.3 Kategori validitas Butir Soal Batasan Kategori r xy 20 Validitas sangat rendah 0,20 0,40 Validitas rendah

10 55 0,40 0,70 Validitas sedang 0,70 0,90 Validitas tinggi 0,90 1,00 Validitas sangat tinggi - Melakukan perhitungan uji t dengan rumus: - Mencari t tabel dengan t tabel = t α (dk= n-2) - Membuat kesimpulan, dengan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika t hitung > t tabel, butir soal valid, atau Jika t hitung t tabel, butir soal tidak valid Secara rinci, rekapitulasi uji validitas kemampuan pemecahan masalah menggunakan software ANATES V.4 disajikan pada tabel 3.4 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Butir Soal Pemahaman Konsep No. R Keterangan Soal 1 0,481 Valid 2 0,469 Valid 3 0,468 Valid 4 0,466 Valid 5 0,442 Valid 6 0,457 Valid 7 0,429 Valid 8 0,439 Valid 9 0,527 Valid 10 0,472 Valid 11 0,473 Valid 12 0,474 Valid 13 0,505 Valid 14 0,439 Valid 15 0,428 Valid 16 0,451 Valid

11 56 No. R Keterangan Soal 17 0,468 Valid 18 0,585 Valid 19 0,453 Valid 20 0,451 Valid Sumber : Hasil Penelitian 2014 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji validitas untuk soal pemahaman konsep terdapat 20 soal yang valid. Untuk 20 soal yang valid, maka soal tersebut digunakan untuk tes selanjutnya sebagai soal pretest maupun soal posttest dalam penelitian. b. Uji Reliabilitas Instrument Untuk menentukan reliabilitas angket digunakan rumus alpha seperti yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (1997) Keterangan: 2 σ i 2 σ t N dengan = jumlah varians skor total tiap-tiap angket = varians total = reliabilitas tes secara keseluruhan = banyak butir soal = jumlah varians skor tiap item = variansi skor total dan Keterangan: = jumlah kuadrat dari jawaban yang benar

12 57 N = jumlah jawaban benar = jumlah subjek = jumlah total dari skor Apabila r hitung > r tabel, maka butir soal dikatakan reliable. Dalam memberikan interpretasi terhadap koefisien reliable tes digunakan kriteria sebagai berikut: Tabel 3.5 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Nilai r 11 Interpretasi r 11 0, 20 Sangat rendah 0, 20 < r 11 0, 40 Rendah 0,40 <r 11 0, 60 Sedang 0, 60 < r 11 Tinggi 0, 80 < r 11 Sangat tinggi Perhitungan uji reliabilitas soal kemampuan pemecahan masalah ini menggunakan software ANATES V.4. Adapaun rekapitulasi hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 3.6 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Butir Soal Kemampuan Pemecahan Masalah Kemampuan t hitung Derajat Relliabilitas Kriteria Kemampuan Pemecahan Masalah 0.86 Sangat tinggi Reliable Sumber : Hasil Penelitian 2014 Hasil analisis menunjukkan bahwa soal pemahaman Konsep memenuhi kriteria untuk digunakan dalam penelitian yaitu reliabel dengan kategori sangat tinggi. c. Uji Tingkat Kesukaran Untuk menghitung tingkat kesukaran (TK) dari masing-masing butir soal tes dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Menghitung jawaban yang benar per item soal

13 58 b. Memasukkan ke dalam rumus (Suharsimi Arikunto, 2006:208) Keterangan : P : Indeks Kesukaran P = B : Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar J s : Jumlah seluruh siswa peserta tes Untuk mengklasifikasikan tingkat kesukaran soal, digunakan interpretasi tingkat kesukaran dikemukan oleh Suherman dan Kusumah (2003). Interpretasi tersebut disajikan dalam tabel berikut pada tabel 3.8 Tabel 3.7 Interpretasi Tingkat Kesukaran Harga TK Klarifikasi TK = 0,00 Soal terlalu sukar 0,00 < TK 0,30 Soal Sukar 0,30 < TK 0,70 Soal Sedang 0,70 < TK < 1,00 Soal Mudah TK = 1,00 Soal terlalu mudah Hasil rekapitulasi tingkat kesukaran soal pemahaman konsep dapat dilihat Kemampuan Pemahaman Konsep Tabel 3.8 Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Kemampuan Pemecahan Masalah Nomor Koefisien Interpretasi Soal Tingkat Kesukaran 1 0,41 Sedang 2 0,47 Sedang 3 0,55 Sedang 4 0,66 Sedang 5 0,36 Sedang 6 0,80 Mudah 7 0,13 Sukar 8 0,88 Sangat Mudah 9 0,50 Sedang 10 0,83 Mudah

14 59 Kemampuan Nomor Koefisien Interpretasi Soal Tingkat Kesukaran 11 0,25 Sukar 12 0,86 Sangat Mudah 13 0,88 Sangat Mudah 14 0,80 Mudah 15 0,61 Sedang 16 0,69 Sedang 17 0,72 Mudah 18 0,75 Mudah 19 0,83 Mudah 20 0,66 Sedang Sumber : Hasil Penelitian 2014 Data pada tabel 3.8 menunjukkaan bahwa tingkat kesukaran soal-soal tersebut termasuk kategori Mudah,sedang, dan soal-soal tersebut dapat digunakan dalam penelitian. d. Daya Pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu butir soal dalam membedakan siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dengan siswa yang mempunyai kemampuan rendah. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda soal disebut dengan Indeks Diskriminasi (D). Daya pembeda digunakan untuk menganalisis data hasil uji coba instrument penelitian dalam hal tingkat perbedaan setiap butir soal, dengan menggunakan rumus : DP= Keterangan: DP = Daya pembeda JBA = Jumlah jawaban benar untuk kelompok atas JBB = Jumlah jawaban benar untuk kelompok bawah N = Jumlah siswa kelompok atas atau kelompok bawah

15 60 Untuk mengklasifikasikan daya pembeda soal, digunakan interpretasi daya pembeda yang dikemukakan oleh Suherman dan Kusumah (1990). Interpretasi daya pembeda dari tes yang dilakukan itu disajikan dalam table : Tabel 3.9 Interpretasi Daya Pembeda Nilai DP Klasifikasi DP 0,00 Sangat Jelek 0,00 < DP 0,20 Jelek 0,20 DP 0,40 Cukup 0,40 < DP 0,70 Baik 0,70 < DP 1,00 Sangat Baik Hasil rekapitulasi daya pembeda soal pemahaman Konsep menggunakan software ANATES V.4 dapat dilihat pada tabel berikut: Kemampuan Pemecahan Masalah Tabel 3.10 Hasil Uji Daya Pembeda Soal Pemahaman Konsep Nomor Koefisien Interpretasi Soal Daya Pembeda 1 0,60 Baik 2 0,50 Baik 3 0,50 Baik 4 0,60 Baik 5 0,50 Baik 6 0,40 Cukup 7 0,40 Cukup 8 0,30 Cukup 9 0,60 Baik 10 0,40 Cukup 11 0,50 Baik 12 0,30 Cukup 13 0,30 Cukup 14 0,50 Baik 15 0,50 Baik 16 0,60 Baik 17 0,50 Baik 18 0,60 Baik 19 0,40 Cukup 20 0,60 Baik

16 61 Sumber : Hasil Penelitian 2014 Berdasarkan tabel di atas, daya pembeda soal pemahaman konsep memiliki interpretasi baik dan cukup, artinya soal-soal tersebut dapat digunakan untuk membedakan tingkat pemahaman konsep siswa kelompok atas dan kelompok bawah. H. Teknik Analisis Data Analisis data bertujuan untuk menjawab rumusan masalah penelitian yaitu untuk mengetahui pencapaian dan kualitas peningkatan pemahaman konsep peserta didik. Untuk mengetahui kualitas peningkat pemahaman konsep pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, analisis dilakukan terhadap gain ternormalisasi kedua kelompok. Tahap-tahap pengolahan data yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Memberikan skor jawaban siswa berdasarkan kunci jawaban dan pedoman penskoran yang telah disetujui. 2. Membuat tabel skor hasil pretest, posttest dan gain ternormalisasi siswa kelompok eksperimen dan kelompok Kontrol. Tabel 3.11 Untuk kategori nilai pretest dan posttest NO JML POINT Keterangan 1 9,00-10,00 Sangat Baik 2 8,50-8,99 Baik 3 8,00-8,49 Sedang 4 0,00-7,99 Kurang 3. Menghitung rataan skor tiap kelas. 4. Menghitung deviasi standar untuk mengetahui penyebaran kelompok dan menunjukkan tingkat variansi kelompok data. 5. Membandingkan skor pretest dan posttest untuk mencari peningkatan (gain) yang terjadi sesudah pembelajaran pada masing-masing kelompok.

17 62 selanjurnya menghitung nilai gain ternormalisasi (N-Gain) untuk melihat mutu peningkatan dengan rumus gain ternormalisasi, yaitu: Dengan kriteria indeks gain (Hake, 1999:1) seperti tabel berikut: Tabel 3.12 Kriteria Skor Gain Ternormalisasi Skor Gain Interpretasi g > 0,7 Tinggi 0,3 < g 0,7 Sedang g 0,3 Rendah 6. Menentukan pencapaian pemahaman konsep akuntansi dengan membandingkan rata-rata skor posttest dan simpangan baku antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 7. Menetapkan tingkat kesalahan atau tingkat signifikansi yaitu 5% (α = 0.05) dan melakukan uji hipotesis. Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yaitu uji normalitas dan homogenitas data terhadap skor prestes, skor posttest dan N-gain. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji homogenitas varians kelompok eksperimen dan kontrol bertujuan untuk mengetahui apakah varians kedua kelompok sama atau berbeda. Selanjutnya, uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov- Smirnov dengan rumusan hipotesisnya adalah: H 0 : Data berdistribusi normal H 1 : Data tidak berdistribusi normal Dengan ktiteria: tolak H 0 jika signifikansi < taraf signifikan (α = 0.05), dan sebaliknya terima H 0 jika signifikansi > taraf signifikansi (α = 0.05).

18 63 Adapun untuk uji homogenitas varians skor pretest dan postest kelompok eksperimen dan kontrol. Uji homogenitas varian data dengan Levene Test, didasarkan pada rumus statistik (Ruseffendi, 2005) yaitu: Keterangan: F = nilai hitung = varians terbesar = varians terkecil Pengujian homogenitas varians dilakukan dengan menggunakan software SPSS for windows versi 21. Kriteria pengujiannya adalah terima H 0 jika Sig > taraf signifikansi (α = 0.05) dan sebaliknya tolak H 0 jika Sig < taraf signifikansi (α = 0.05). Setelah uji asumsi selesai, kemudian dilanjutkan dengan uji perbedaan untuk menguji hipotesis penelitian. Untuk menguji tingkat signifikansi perbedaan rerata peningkatan pemahaman konsep akuntansi dilakukan dengan analisis secara statistik dengan menggunakan uji statistik parametric dengan α = 0.05 jika sebaran data berdistribusi normal dan homogeny, atau menggunakan uji statistik non parametrik jika sebaran data tidak berdistribusi normal. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 21. Kriteria pengujian jika sig > α maka terdapat pengaruh dari perlakuan atau terdapat perbedaan signifikan dari perlakuan. I. Uji Statistik Uji statistik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas dan Uji hipotesis dengan uji perbedaan dua rerata. Jika data yang dianalisis berdistribusi normal dan homogen, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan uji-t. Jika data yang dianalisis berdistribusi normal tetapi tidak homogen maka pengujian dilakukan dengan uji-t. Akan tetapi jika data yang dianalisis

19 64 tidak terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik non parametik yaitu uji Mann-Whitney atau uji Wilcoxon Matched Pairs. Berdasarkan hipotesis penelitian, maka hipotesis : 1. Pemahaman Konsep Program Keahlian Akuntansi Kelas eksperimen. 2. Pemahaman Konsep Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas Eksperimen. 3. Pemahaman Konsep Program Keahlian Akuntansi kelas eksperimen dan kontrol. 4. Pemahaman Konsep Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas eksperimen dan kontrol. Ke empat Hipotesis di atas Perhitungan uji Normalitas menggunakan SPSS versi 21 melalui teknik Kolmogorov-Smirnov dan hipotesis yang diuji berdasarkan taraf signifikansi α = 0,05. Ho : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal ( p-value > α) H 1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal (p-value < α) Dan Uji Homogenitas menggunakan uji SPSS versi 21 melalui teknik uji Levene Statistic dan hipotesis yang diuji berdasarkan taraf signifikansi α = 0,05. Berikut hipotesis yang akan diuji. Ho : Sampel berasal dari populasi yang homogen ( p-value > α) H 1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang homogen (p-value < α) Begitu juga untuk hipotesis yang ke lima yaitu Pemahaman Konsep Akuntansi Program Keahlian Akuntansi dan Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas Eksperimen perhitungannya tidak berbeda dengan perhitungan hipotesis yang pertama sampai ke empat.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X SMA N 1 Sukahaji Kabupaten Majalengka. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan setelah peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2011, hlm. 3) menyatakan bahwa metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran di SMP

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran di SMP 6 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 013-014 di SMP Negeri 1 Pagelaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2012, hlm. 6) Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat dikembangkan, dan dibuktikan, suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan eksperimen. Penelitian Eksperimen menurut Taniredja & Mustafiah (2011:52) mengutip Best (1977:76), merupakan suatu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan)

Lebih terperinci

Kelas Eksperimen : O X O... Kelas Kontrol : O O Sumber : (Sugiyono, 2012)

Kelas Eksperimen : O X O... Kelas Kontrol : O O Sumber : (Sugiyono, 2012) BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematis, serta mengetahui kemandirian belajar matematis siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan) merupakan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III DESAIN PENELITIAN BAB III DESAIN PENELITIAN 3.1 Metode penelitian Menurut Sugiyono (2012:3) menyatakan bahwa Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Lebih terperinci

: Perlakuan (Pembelajaran dengan model pembelajaran M-APOS),

: Perlakuan (Pembelajaran dengan model pembelajaran M-APOS), 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Dikarenakan subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi menerima keadaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest-

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest- BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen menggunakan design Pretest- Posttest Control Group Design, sehingga digunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Experimental dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design, dimana subyek penelitian tidak dikelompokkan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al-Kautsar Bandar

METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al-Kautsar Bandar III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al-Kautsar Bandar Lampung pada semester genap tahun pelajaran 013/014 yang terdiri dari delapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Karanganyar yang beralamat di Jl. R. W. Monginsidi Karanganyar. Alasan dipilihnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research).

BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research). BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental dibagi menjadi dua, yakni penelitian eksperimental

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian the matching only pretest-posttest control group design (Fraenkel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian penulis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN O X O

BAB III METODE PENELITIAN O X O BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian quasi eksperimen, dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Diagram desain penelitian adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam mencapi satu tujuan. Penetapan metode yang digunakan merupakan hal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam mencapi satu tujuan. Penetapan metode yang digunakan merupakan hal 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk penelitian dalam mencapi satu tujuan. Penetapan metode yang digunakan merupakan hal yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental 73 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan disain matching pretest-posttest control group design yaitu menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dengan menggunakan penelitian eksperimen diharapkan, setelah menganalisis hasilnya kita dapat melihat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuasi eksperimen. Menurut Sugiyono (2010: 77) desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk jenis quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan kualitatif-deskriptif untuk mengetahui proses berpikir siswa. Menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan

BAB III METODE PENELITIAN. penguasaan konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mendapatkan 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dan deskriptif. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui perbandingan peningkatan penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 2015/2016, dengan pokok bahasan Lingkaran. eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted

BAB III METODE PENELITIAN. 2015/2016, dengan pokok bahasan Lingkaran. eksperimen menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted BAB III METODE PENELITIAN A. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Blado, Batang Jawa Tengah. Penelitian difokuskan pada kelas VIII Semester genap tahun ajaran 2015/2016,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pringsewu yang terdiri dari enam kelas, yaitu VIII-1 sampai VIII-6 dengan ratarata

III. METODE PENELITIAN. Pringsewu yang terdiri dari enam kelas, yaitu VIII-1 sampai VIII-6 dengan ratarata III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pringsewu yang terdiri dari enam kelas, yaitu VIII-1 sampai VIII-6 dengan ratarata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen karena pengambilan sampel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan generik sains pada BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dan metode deskriptif. Metode quasi experiment digunakan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yaitu metode eksperimen semu (Quasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 21 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015 yang terdistribusi dalam 12 kelas, yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 27 Bandung. Adapun pertimbangan dan alasan dilakukan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yang terdiri dari dua kelompok penelitian yaitu kelas eksperimen (kelas perlakuan),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan analisis siswa kelas XI IIS SMA Negeri 6 Bandung pada mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini menganalisa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 41 BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendekatan pembelajaran MEAs terhadap peningkatan literasi matematis siswa. Berdasarkan pertimbangan bahwa kelas

Lebih terperinci

Kelas Eksperimen : O X O

Kelas Eksperimen : O X O 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimen. Penelitian kuasi eksperimen terdapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Metode BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen. Metode eksperimen dibedakan menjadi 4, yaitu Pre-Experimental Design, eksperimen

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Tamansiswa

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Tamansiswa 22 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Tamansiswa Telukbetung yang terdistribusi dalam lima kelas yaitu kelas VII A VII E. Pengambilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penilitian Dalam penelitian ini digunakan metode Pre eksperimental design. Menurut Suharsimi Arikunto (2013: 84), pre eksperimental design seringkali dipandang sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh, tetapi peneliti menerapkan desain

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III DESAIN PENELITIAN BAB III DESAIN PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model bahan ajar matematika berkarakter yang dikembangkan berdasarkan learning obstacle siswa dan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di MAN 1 Pringsewu Kabupaten Pringsewu. 3.2 Populasi Penelitian Populasi penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat, dan untuk meneliti pengaruh dari

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN. Bandung. Variabel bebas atau independent varabel dalam penelitian ini yaitu

BAB III DESAIN PENELITIAN. Bandung. Variabel bebas atau independent varabel dalam penelitian ini yaitu 50 BAB III DESAIN PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (Berpikir Berpasangan Berbagi) terhadap hasil belajar siswa pada Kompeteni

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi eksperimen) yaitu metode yang membandingkan pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaaan tertentu (Sugiyono, 2012:3). Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen pada umumnya dianggap sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif yaitu: penelitian eksperimen semu (Quasi experiment). Penelitian eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk. mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 1997:136).

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk. mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 1997:136). 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 1997:136). Penelitian ini dilakukan dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab 18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, sebab penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji dengan meneliti antar variabel. Varibel ini dapat diukur biasanya menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam setiap kegiatan pelaksanaan penelitian metode penelitian yang digunakan sesuai dengan permasalahan, tujuan penelitian, dan kerangka pemikiran yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen karena sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melihat hubungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan dua perlakuan. Kelompok siswa pertama mendapatkan pembelajaran dengan model kooperatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment atau eksperimen semu yaitu penelitian yang tidak mengalami pengacakan murni melainkan peneliti menerima

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau percobaan semu yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan mengkaji metode dan langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam melaksanakan penelitian. Fokus permasalahan yang akan dikaji pada bab ini adalah metode penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berbentuk kelomprok kontrol pretes-postes (pre-test post-test control group

BAB III METODE PENELITIAN. berbentuk kelomprok kontrol pretes-postes (pre-test post-test control group 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan disain penelitian berbentuk kelomprok kontrol pretes-postes (pre-test post-test control group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA yang berada di kota Bandung yaitu SMA Kartika XIX-2

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian menurut Sugiyono (2012: 3) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen. Definisi eksperimen menurut Nazir (2005 :63) adalah «observasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Tujuan penelitian ini menguji pendekatan Brain-Based Learning dan pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematis serta motivasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian berbentuk Pretest-Postest Control Group Design atau desain kelompok

Lebih terperinci

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang 28 BAB III Metodologi Penelitian 3.1. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pemahaman matematis siswa SMA IPS melalui pembelajaran dengan pendekatan Contextual

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang diberikan sebagai metode pembelajaran dimana siswa akan mengenal, mengidentifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif tipe eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Pretest- Postest,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Ketapang. penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Ketapang yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Ketapang. penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Ketapang yang 9 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri I Ketapang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri I Ketapang yang terdistribusi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis-jenis penelitian dapat dikelompokan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi, dan waktu. Dari segi metode penelitian dapat dibedakan menjadi:

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Terpilihnya metode kuasi eksperimen karena peneliti tidak memilih

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Ruseffendi (2005) penelitian eksperimen atau percobaan (experimental

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitan ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN 8 Kota Bandung pada tahun ajaran 2013/2014. Kemudian terpilih dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment (eksperimen semu) dan deskriptif. Metode eksperimen digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengetahui tujuan penelitian tercapai atau tidak, maka dipergunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengetahui tujuan penelitian tercapai atau tidak, maka dipergunakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk mengetahui tujuan penelitian tercapai atau tidak, maka dipergunakan suatu metode yang diharapkan mengungkapkan ketercapaian penelitian. Adapun metode

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian diartikan sebagai suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Pra-Eksperimental (Pre- Eksperimental Design). Karena perlakuan tidak menggunakan kelas control.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan Pendekatan dalam pembelajaran matematika.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, karena penelitian yang digunakan adalah hubungan sebab akibat yang didalamnya ada dua unsur yang dimanipulasikan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan suatu quasi eksperimen tentang penerapan model

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan suatu quasi eksperimen tentang penerapan model 34 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Eksperimen Penelitian ini merupakan suatu quasi eksperimen tentang penerapan model pembelajaran tematik yang dilakukan melalui desain eksperimen kelompok kontrol

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 37 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam penelitian yang dilakukan. Perencanaan tersebut meliputi metode penelitian, desain penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini diarahkan sebagai penelitian Quasi Eksperimen, karena peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang mungkin dapat mempengaruhi pemahaman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SDN Gegerkalong KPAD yang tepatnya terletak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SDN Gegerkalong KPAD yang tepatnya terletak BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN Gegerkalong KPAD yang tepatnya terletak di jalan Manunggal komplek KPAD, Bandung-Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam melakukan penelitian, hal ini diperukan oleh peneliti agar dapat menjelaskan maksud dari penelitian.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN A. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan sebab-akibat variabel bebas

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN O X O

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN O X O BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, sebab dalam penelitian ini diberikan suatu perl akuan untuk mengetahui hubunngan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Metode eksperimen semu digunakan untuk mengetahui pemahaman konsep dan kemampuan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bandarlampung yang terletak di Jl.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bandarlampung yang terletak di Jl. III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bandarlampung yang terletak di Jl. Amir Hamzah No. 58 Gotong Royong, Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true eksperimental atau metode penelitian murni sebab dalam penelitian ini dilakukan pengujian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Menurut Ruseffendi (Mahuda, 2012) Penelitian eksperimen merupakan suatu penelitian yang benar-benar untuk melihat hubungan sebab akibat. Maka dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi

BAB III METODE PENELITIAN. Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi BAB III METODE PENELITIAN Definisi Operasional Kemampuan komunikasi siswa yang diukur adalah kemampuan berkomunikasi tulisan dan kemampuan berkomunikasi lisan. Kemampuan berkomunikasi secara tulisan meliputi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16-19 November 2012 di SMA Negeri 2 Sumedang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karakter penguasaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bandung yang beralamat di daerah Jalan Ir. H. Juanda Nomor 93 Bandung dengan lokasi yang cukup

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan data demi tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yang bersangkutan. Oleh sebab itu, untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran CIRC terhadap peningkatan kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Pendekatan penelitian merupakan salah satu aspek penting dalam kelangsungan penelitian yang akan dilakukan. Hal ini karena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian Lokasi penelitian ini yaitu Sekolah Menengah kejuruan (SMK). Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Cimahi yang beralamat di Jl.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bandar Lampung yang terletak di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bandar Lampung yang terletak di III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Bandar Lampung yang terletak di Jl. Amir Hamzah No. 58 Gotong Royong, Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian

Lebih terperinci