Lolita, et al., Analisis Kebutuhan Tempat Tidur Tiap Kelas di Unit Rawat Inap Rumah Sakit..

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Lolita, et al., Analisis Kebutuhan Tempat Tidur Tiap Kelas di Unit Rawat Inap Rumah Sakit.."

Transkripsi

1 Aalisis Kebutuha Tempat Tidur Tiap Kelas di Uit Rawat Iap Rum Sakit Djatiroto Kabupate Lumajag Aalysis of The Needs Each Bed Class I The Ipatiet Djatiroto Hospital I Lumajag Regecy Sella Lolita, Nuryadi, Dy Kusworii Bagia Admiistrasi da Kebijaka Kesehata, Fakultas Kesehata Masyarakat, Uiversitas Jember Jala Kalimata 3, Jember Abstract Hospital provides curative ad rehabilitative services by providig ipatiet uits. I maagemet of ipatiet uits, a aspect that eed to be cosidered is the maagemet of the bed. Oe of the method used for maagemet plaig a bed eeds is usig liear regressio forecastig method projected with Barber idicator Johso. Djatiroto Hospital does a policy of icreasig the umber of beds aually. This policy led that service efficiecy Djatiroto Hospital has decreased. This study aims to aalyze the eeds of ipatiet beds i Djatiroto Hospital at. This study uses a quatitative descriptive approach. Based o the research results obtaied that ipatiet services each hospital's Djatiroto class of is still ot efficiet. Based o the research, it showed that the average value of BOR i Djatiroto Hospital at reached 9.%. The average value of ALOS was 3, while the average value of TOI Djatiroto Hospital was 3,. The average value of BTO Djatiroto Hospital was. The results of predicted required umber of beds i is whle the umber of beds available. This idicates that supplies the umber of beds i the Djatiroto hospital more compared with the resulth of calculatio of the forecast, so that there was o eed of addig the umber of beds for the ext year util it reached the value of efficiet. Keywords: Aalysis of The Bed Needs, Graph Barber Johso Abstrak Rum Sakit meyediaka pelayaa kuratif da rehabilitatif yaitu dega meyediaka uit rawat iap. Pegelolaa uit rawat iap, sal satu aspek yag perlu diperhatika adal pegelolaa tempat tidur. Sal satu cara yag diguaka utuk pegelolaa perecaaa kebutuha tempat tidur yaitu megguaka metode peramala liear regresi yag diproyeksika dega idikator Barber Johso. Rum Sakit Djatiroto melakuka kebijaka peamba juml tempat tidur setiap tuya. Kebijaka ii meyebabka tigkat efisiesi pelayaa Rum Sakit Djatiroto pegalami peurua. Peelitia ii bertujua utuk megaalisis kebutuha tempat tidur di rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu. Peelitia ii megguaka pedekata deskriptif kuatitatif. Berdasarka hasil peelitia didapatka bwa pelayaa rawat iap tiap kelas di Rum Sakit Djatiroto tu masih belum efisie. Berdasarka hasil peelitia diketui ratarata ilai BOR Rum Sakit Djatiroto tu mecapai 9,%. Ratarata ilai ALOS sebesar 3, sedagka ratarata ilai TOI Rum Sakit Djatiroto sebesar 3,. Ratarata ilai BTO Rum Sakit Djatiroto sebesar. Hasil prediksi kebutuha juml tempat tidur tu yaitu sedagka juml tempat tidur yag tersedia. Hal ii meujukka bwa persediaa juml TT di Rum Sakit Djatiroto tu lebih bayak dibadigka dega hasil perhituga peramala. sehigga tidak perlu peamba juml tempat tidur utuk tu berikutya sampai tercapai ilai efisie. Kata kuci: Aalisis Kebutuha Tempat Tidur, Grafik Barber Johso Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

2 Pedulua Rum sakit merupaka istitusi pelayaa kesehata yag meyeleggaraka pelayaa kesehata peroraga secara paripura (promotif, prevetif, kuratif da rehabilitatif) yag meyediaka pelayaa rawat iap, rawat jala da gawat darurat yag berpera petig utuk meigkatka derajat kesehata masyarakat []. Sal satu upaya kuratif da rehabilitatif yag dilakuka oleh rum sakit yaitu dega meyediaka uit rawat iap. Uit rawat iap memiliki pera petig dalam pegelolaa rum sakit, dikareaka sebagia besar pedapata yag dihasilka oleh rum sakit berasal dari pelayaa yag diberika oleh uit rawat iap []. Hal ii dikareaka fugsi rum sakit sebagai istitusi pelayaa kesehata bayak ditetuka oleh pelayaa di uit rawat iap. Proses pegelolaa uit rawat iap, sal satu aspek yag perlu diperhatika adal pegelolaa tempat tidur pasie. Pegelolaa tempat tidur pasie membutuhka perhatia besar dari maajer rum sakit, seorag maajer rum sakit perlu megevaluasi efisiesi pegguaa tempat tidur utuk masigmasig kelas uit rawat iap. Hasil evaluasi ii dapat diguaka utuk melakuka relokasi tempat tidur supaya tidak over loaded maupu tidak per dipakai [3]. Grafik Barber Johso sebagai sal satu idikator efisiesi pegelolaa rum sakit, Disampig itu grafik Barber Johso merupaka sal satu persyarata peilaia oleh Tim Akreditasi Rum Sakit []. Grafik Barber Johso adal grafik yag meghubugka keempat parameter idikator yag bertemu dalam sebu titik yag terletak dalam daer efisiesi. Adapu keempat idikator tersebut yaitu BOR dega ilai ideal %, TOI berkisar 3hari da LOS sebesar 3 serta ilai ideal BTO miimal sebesar 3 kali []. Berdasarka hasil peelitia diketui ratarata ilai BOR Rum Sakit Djatiroto tu mecapai 9,%. Ratarata ilai ALOS sebesar 3, sedagka ratarata ilai TOI Rum Sakit Djatiroto sebesar 3,. Ratarata ilai BTO Rum Sakit Djatiroto sebesar. Hal ii meujukka bwa pelayaa di Rum Sakit Djatroto masih belum efisie []. Rum Sakit Djatiroto merupaka sal satu rum sakit yag hampir setiap tuya melakuka peamba tempat tidur di uit rawat iap. Pada tu 3 tempat tidur yag tersedia sebayak bed, tu total bed sebayak 3 bed, tu total bed sebayak bed. Kebijaka peamba bed yag dilakuka oleh Rum Sakit Djatiroto, dilakuka berdasarka ketersediaa aggara da faktor yag lai yaitu dikareaka pihak Rum Sakit igi meaikka status Rum Sakit yag berklasifikasi gologa kelas D mejadi kelas C []. Dimaa salsatu persyarata Rum Sakit kelas C juml tempat tidur miimal beds. Namu, kebijaka ii meyebabka tigkat efisiesi pemafaata tempat tidur di Rum Sakit Djatiroto megalami peurua. Oleh karea itu, perlu dilakuka perecaaa terkait relokasi tempat tidur dega melakuka peramala juml hari perawata pasie utuk tu berikutya yag diproyeksika ke parameter Grafik Barber Johso. Metode peramala yag diguaka yaitu Liear Regressio. Berdasarka latar belakag tersebut, peeliti megaggap perlu adaya perecaaa terkait kebutuha tempat tidur agar tercapai efisiesi dalam pemafaata tempat tidur di rawat iap Rum Sakit Djatiroto dega megguaka idikator Grafik Barber Johso. Peelitia ii bertujua utuk megetui prediksi kebutuha tempat tidur tiap kelas di uit rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu. Tijaua Pustaka Grafik Barber Johso merupaka grafik yag meghubugka empat idikator Johso diguaka utuk meggambarka tigkat efisiesi pelayaa Rum Sakit. Keempat idikator tersebut yaitu [] : a. BOR (Bed Occupacy Rate / percetage bed occupapcy) BOR merupaka agka yag meujukka presetase tigkat pegguaa tempat tidur pada satua waktu tertetu di Uit Rawat Iap. Stadar ilai ideal BOR %. Adapu rumus BOR : BOR = O A b. LOS ( Legth Of Stay) LOS merupaka ratarata lama dirawat pasie dalam kuru waktu tertetu. Nilai ideal utuk LOS adal ± 3 hari. Rumus Legth Of Stay : LOS = Ox T D c. TOI (Tur Over Iterval) TOI meujukka ratarata juml hari sebu tempat tidur tidak ditempati pasie. Nilai ideal TOI yaitu 3 hari. Rumus TOI : TOI = A OXt D d. BTO (Bed Tur Over) BTO merupaka rerata juml pasie yag megguaka setiap tempat tidur dalam periode tertetu. Nilai ideal BTO miimal 3 pasie dalam periode tu. Rumus BTO : BTO = D A Keteraga : O = Ratarata tempat tidur yag terisi, didapat dari Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

3 HP/t HP = hari perawata A = Ratarata tempat tidur siap pakai/tersedia D = pasie keluar (hidup + mati) dalam periode tertetu T = Waktu (hari/bula/tu) Tapa Aalisis Kebutuha Tempat Tidur Ada beberapa tapa yag harus dilakuka utuk melakuka aalisis kebutuha tempat tidur, diataraya yaitu [] : a. Megetui ilai variabel dari parameter Grafik Barber Johso b. Meghitug ilai parameter Grafik Barber Johso c. Meghitug peramala hari perawata berdasarka metode regresi liear (tre liear) yag dihitug dega rumus : Y = a + bx d. Meghitug prediksi juml kebutuha tempat tidur berdasarka stadard efisie idikator Barber Johso. Peramala Peramala (forecastig) adal sei atau ilmu utuk memperkiraka kejadia dimasa depa. Sal satu metode peramala yaitu regresi liear. Metode liear regressio didasarka pada keyataa bwa apa yag tel terjadi aka berulag kembali dega pola yag sama. Adapu rumusya yaitu [9] : Y = a + bx, dega : a = ƩY ƩXY dab = ƩX keteraga : Y = ilai tred (forecast) a = bilaga kosta b = slope/koefisie kecodoga garis tred X = kode tu Metode Peelitia Jeis peelitia ii adal peelitia deskriptif dega aalisis data kuatitatif yag bertujua utuk meggambarka pemafaata da kebutuha tempat tidur di istalasi rawat iap RS Djatiroto. Peelitia ii dilakuka di Rum Sakit Djatiroto Kabupate Lumajag. Uit aalisis yag dilakuka oleh peeliti adal istalasi rawat iap Rum Sakit Djatiroto Kabupate Lumajag. Iformasi didapatka dari kepala bagia rekam medis da kepala bagia Admiistrasi Keuaga da Umum (A.K.U). Adapu variabel yag diguaka dalam peelitia ii adal juml pasie keluar hidup da mati, juml hari perawata, kapasitas tempat tidur, BOR, LOS, TOI, BTO, efisiesi, Grafik Barber Johso da kebutuha tempat tidur. Tekik pegumpula data dilakuka dega dua cara yaitu observasi yag bertujua utuk megetui juml kapasitas tempat tidur tu da dokumetasi data sesus haria pasie rawat iap tu serta data target capaia efisiesi Rum Sakit Djatiroto. Alatalat yag diguaka dalam peelitia ii adal checklist, alat tulis, kamera smartphoe, da komputer. Peyajia data dari hasil observasi serta tela dokume disajika dalam betuk arasi agar mud dipami. Hasil peelitia ii kemudia diaalisis dega megguaka aalisis deskriptif. Hasil Peelitia Berdasarka hasil peelitia ratarata ilai BOR Rum Sakit Djatiroto tu mecapai 9,%. Adapu ratarata ilai BOR masigmasig kelas tu bervariasi yaitu kelas utama (VIP) sebesar,%, kelas I sebesar %, kelas II sebesar,3% da kelas III sebesar,%. Ratarata ilai LOS Rum Sakit Djatiroto tu yaitu 3. Diketui bwa ratarata ilai LOS tiap kelas selalu kosta. Ratarata ilai TOI Rum Sakit Djatiroto tu sebesar 3,. Capaia ratarata ilai TOI tiap kelas berbedabeda yaki kelas utama (VIP) sebesar,3; kelas I sebesar,; kelas II sebesar, da kelas III sebesar,9. BTO Rum Sakit Djatiroto tu mecapai ilai ratarata sebesar. Adapu ilai ratarata BTO tiap kelas bervariasi yaitu kelas utama (VIP) sebesar 3, kelas I sebesar, kelas II sebesar sedagka kelas III sebesar. Secara garis besar ilai BTO Rum Sakit Djatiroto megalami keaika dega ratarata presetase keaika mecapai 9,% tiap tuya. Efisiesi pelayaa rawat iap atar kelas di Rum Sakit Djatiroto tu berdasarka Grafik Barber Johso disajika dalam grafik berikut ii : Gambar. Grafik Barber Johso Kelas VIP Gambar. Grafik Barber Johso Kelas I Gambar 3. Grafik Barber Johso Kelas II Gambar. Grafik Barber Johso Kelas III Berdasarka Gambar,, 3 da diketui bwa titik pertemua keempat idikator berada di luar daer efisie. Hal ii meujukka bwa Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

4 pelayaa tiap kelas di rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu masih belum efisie. Prediksi Hari Perawata Tiap Kelas di Rawat Iap Rum Sakit Djatiroto Tu Sebelum megaalis kebutuha tempat tidur pada masigmasig kelas maka perlu diketui juml hari perawata (HP) utuk lima tu kedepa. Lagk utuk meghitug prediksi juml hari perawata dapat megguaka peramala regresio liear (least square) yag biasa dikeal dega istil aalisis tred adal sebagai berikut : a. Megetui juml HP tu terakhir da meetuka ilai Y da X b. Meetuka ilai a da b dimaa a = ƩY da b = Ʃx ƩX Y c. Meghitug persamaa Y = a + b X Keteraga : Y = ilai tred (forecast) / ilai yag aka diramalka a = bilaga kosta b = slope/koefisie kecodoga garis tred X = kode tu Tabel. Tabel Perhituga Prediksi Hari Perawata Rawat Iap Rum Sakit Djatiroto Tu Kel as VIP I Tu Y x xy x Pers a maa Predi ksi HP 9 9 9, Y = + 3, 9 3, 3 3 X 3, 3 3, Y = 9,. + 3, X 9, 9 3 3, Kel as II III Tu 9 9 Y x xy x Pers a maa Predi ksi HP Y = X Y =. + () X, 9, 9,, 93, 9, 3,, 3,, Berdasarka hasil perhituga prediksi hari perawata Rum Sakit Djatiroto tu disajika dalam Gambar. Gambar. Prediksi Hari Perawata Rum Sakit Djatiroto tu. Berdasarka Gambar.diketui bwa prediksi hari perawata setiap tuya megalami peigkata da diprediksika hari perawata rawat iap tertiggi terjadi di kelas II. Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

5 Prediksi Kebutuha Tempat Tidur Tiap Kelas di Rawat Iap Rum Sakit Djatiroto Tu Kebutuha tempat tidur (TT) tiap kelas dihitug dega megguaka stadar Barber Johso dega stadar efisie ideal BOR yaitu %. Bila BOR miimal yag aka dicapai adal % utuk kebutuha TT miimal yag dibutuhka dapat dihitug dega cara sebagai berikut: BOR = O A X % % = O A X % A = O X % Keteraga : O = Ratarata tempat tidur yag terisi, didapat dari HP/t A = Ratarata tempat tidur siap pakai/tersedia HP = hari perawata Tabel. Tabel Perhituga Prediksi Kebutuha Tempat Tidur Rawat Iap Rum Sakit Djatiroto Tu Kebutuha Tempat Tidur Kelas 9 VIP,9,3,,,3 I,9,, 9,, II,9,3, 3,93 33, III 3, 3, 3, 3,3 3,3 Berdasarka hasil perhituga didapatka prediksi kebutuha tempat tidur tu yag disajika dalam Gambar. Gambar. Diagram Prediksi Kebutuha Tempat Tidur Tu Berdasarka Gambar. diprediksika bwa juml tempat tidur dega yag tersedia di Rum Sakit Djatiroto lebih sedikit. Pembasa Capaia ilai BOR tiap kelas di uit rawat iap Rum Sakit Djatiroto masih dibaw ilai ideal BOR. Berdasarka hasil peelitia redya ilai BOR di Rum Sakit Djatiroto diidetifikasi terjadi karea kebijaka pembelia tempat tidur setiap tuya tapa adaya dasar perhituga kebutuha tempat tidur pada proses perecaaa. Semaki red ilai BOR maka semaki sedikit tempat tidur yag diguaka utuk merawat pasie dibadigka tempat tidur yag tel disediaka. pasie yag sedikit ii bisa meimbulka kesulita pedapata ekoomi bagi pihak Rum Sakit karea pedapata terbesar Rum Sakit diperoleh dari perawata pasie. Selai itu BOR yag red dapat meyebabka tiggiya biaya pemeliharaa saraa prasaraa yag dikeluarka oleh pihak Rum Sakit []. Capaia ilai LOS tiap kelas di uit rawat iap Rum Sakit Djatiroto sud mecapai ilai ideal. Adapu ilai TOI kelas utama (VIP) da kelas I melebihi batas ilai ideal, sedagka utuk uit rawat iap kelas II da kelas III Rum Sakit Djatiroto sud mecapai ilai ideal TOI berdasarka Barber Johso. Berdasarka hasil perhituga dapat disimpulka bwa ilai BTO tiap kelas di uit rawat iap Rum Sakit Djatiroto sagat tiggi jika dibadigka dega ilai ideal BTO. Semaki tiggi agka BTO berarti setiap tempat tidur yag tersedia diguaka semaki bayak pasie secara bergatia. Hal ii tetu merupaka kodisi yag megutugka bagi pihak Rum Sakit karea tempat tidur yag tel disediaka tidak kekosoga atau aktif meghasilka pemasuka []. Aalisis efisiesi pelayaa rawat iap tu di setiap kelas Rum Sakit Djatiroto mulai dari kelas utama (VIP), kelas I, kelas II maupu kelas III berdasarka grafik Barber Johso masih belum efisie, dikareaka titik pertemua keempat idikator Barber Johso berada diluar daer efisiesi. Efisiesi pelayaa juga sagat dipegaruhi oleh kualitas pelayaa. Kualitas pelayaa merupaka output dari iput da proses suatu sistem pelayaa kesehata. Peyebab kurag efisieya pelayaa rawat iap Rum Sakit Djatiroto dapat disebabka oleh beberapa faktor. Faktorfaktor yag mempegaruhi efisiesi pelayaa rawat iap rum sakit meliputi faktor iteral maupu faktor eksteral. Faktor iteral rum sakit yag meliputi faktor iput da faktor proses pelayaa. Faktor iput yag mempegaruhi meliputi saraa pelayaa, ligkuga pelayaa, orgaisasi, teaga medis, da petugas kesehata laiya. Faktor proses pelayaa meliputi pelayaa sesuai prosedur, sikap dokter dalam memberika pelayaa, sikap perawat dalam Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

6 memberika pelayaa da komuikasi pelayaa. Sedagka faktor eksteral rum sakit yaitu kodisi pasie. Faktor kodisi pasie meliputi demografi, epidemiologi, sosial ekoomi, maupu permitaa aka layaa kesehata []. Berdasarka hasil prediksi yag sud diketui dalam Gambar. Prediksi ii diguaka utuk meghitug aalisa kebutuha tempat tidur pada masigmasig kelas rawat iap Rum Sakit Djatiroto. Karea hari perawata merupaka sal satu variabel dari Grafik Barber Johso yag diguaka utuk meghitug idikator Barber Johso. Prediksi hari perawata tertiggi terjadi pada kelas II yaitu pada tu mecapai juml 93 hari. Sedagka prediksi hari perawata yag megalami peurua terjadi pada kelas III yaitu pada tu mecapai juml hari, tu mecapai juml 3 hari, tu mecapai hari, selajutya tu 9 mecapai juml 3 hari da pada tu kelas III hari perawataya mecapai hari. Berdasarka hasil prediksi juml hari perawata rawat iap di masigmasig kelas maka dapat diketui kebutuha tempat tidur utuk perawata rawat iap Rum Sakit Djatiroto dega megguaka pedekata iter yaitu pedekata megguaka hasil perkiraa juml hari perawata rawat iap tu. Pedekata kebutuha iter merupaka sebagai jawaba dari kebutuha yata tempat tidur rawat iap masigmasig bagsal Rum Sakit Djatiroto. Maka dalam memprediksika perecaaa kebutuha tempat tidur Rum Sakit Djatiroto pada tu juml tempat tidur yag dibutuhka secara umum mulai dari kelas Utama (VIP), kelas I, kelas II maupu kelas III berjuml tempat tidur, tu membutuhka tempat tidur, tu diprediksika kebutuha tempat tidur sebayak tempat tidur, pada tu 9 sebayak tempat tidur sedagka pada tu diprediksika juml tempat tidur yag dibutuhka sebayak 9 tempat tidur. Jika dibadigka juml tempat tidur yag tersedia Rum Sakit Djatiroto tu dega hasil peramala juml kebutuha tempat tidur tu terdapat perbedaa. tempat tidur rawat iap Rum Sakit Djatiroto tersedia sebayak tempat tidur dega relokasi per kelas yaki kelas utama (VIP) terdapat tempat tidur, kelas I terdapat tempat tidur, kelas II tersedia sebayak 3 tempat tidur da kelas III tersedia sebayak 3 tempat tidur. Berdasarka hasil perhituga peramala kebutuha tempat tidur tu, dibutuhka sebayak tempat tidur. Hal ii meujukka bwa persediaa juml tempat tidur di Rum Sakit Djatiroto tu lebih bayak dibadigka dega hasil perhituga peramala. Jika juml tempat tidur yag tersedia melebihi kebutuha, maka dikhawatirka aka terjadi over loaded ataupu tidak terpakai. Hal tersebut dapat megakibatka terjadi pemborosa biaya bila tigkat utilitas tempat tidur yag disediaka sagat red, apalagi tidak per diguaka. Selai itu, hal tersebut dapat mejadi acama terhadap efisiesi pelayaa medis karea ada biaya yag hilag tapa meghasilka sesuatu []. Oleh karea itu, pelayaa yag diberika oleh Rum Sakit harus berdasarka pada optimalisasi saraa yag ada, seperti rekolasi tempat tidur da peempata tempat tidur di setiap kelas harus diperhatika dega baik. Kebijaka peamba tempat tidur perlu didasari dega adaya peramala kebutuha tempat tidur berdasarka idikator Barber Johso di setiap kelas di Rum Sakit Djatiroto utuk periode berikutya. Jadi diharapka tempat tidur yag tersedia dapat dimafaatka secara optimal, sehigga efisiesi pelayaa di Rum Sakit Djatiroto dapat ditigkatka. Simpula da Sara Nilai BOR, ALOS, TOI da BTO Rum Sakit Djatiroto tu masih belum memeuhi stadard yag tel ditetuka. Ratarata ilai BOR tiap kelas selama kuru waktu lima tu sejak tu belum mecapai ilai ideal BOR. Ratarata ilai LOS tiap kelas masih statis dari tu yaitu 3 hari yag berarti sud sesuai dega stadard. Adapu ratarata ilai TOI tu masih fluktuatif, amu utuk kelas utama (VIP) da kelas I ilaiya melebihi ilai ideal TOI sedagka kelas II da kelas III sud sesuai dega stadard ideal. Ratarata ilai BTO tiap kelas bervariasi, tetapi masih melebihi ilai stadard ideal. Berdasarka grafik Barber Johso, pelayaa rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu masih belum efisie. Prediksi juml hari perawata tiap kelas rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu diperoleh dega megguaka metode regressio liear. Prediksi hari perawata tu kelas utama (VIP) yaitu hari, kelas I diprediksika.3 hari, kelas II diprediksika 3.3 hari da kelas III diprediksika 9. hari. Prediksi kebutuha juml tempat tidur tiap kelas di uit rawat iap Rum Sakit Djatiroto tu lebih sedikit dibadigka dega juml tempat tidur yag tersedia. Pihak Rum Sakit diharapka utuk tu berikutya tidak meamb juml tempat tidur sampai tercapai tigkat efisie. Peeliti selajutya disaraka megguaka beberapa metode peramala utuk medapatka hasil peramala yag sesuai dega keadaa Rum Sakit Djatiroto Kabupate Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

7 Lumajag. Daftar Pustaka [] Idoesia. Udagudag Nomor Tu 9 tetag Rum Sakit. Jakarta: Republik Idoesia; 9. [] Muijaya A.A.G. Maajeme Kesehata. Jakarta: Peerbit Buku Kedoktera EGC;. [3] Dharmawa Y. Sistem Iformasi Efisiesi Pegguaa Tempat Tidur Uit Rawat Iap dega Megguaka Idikator Grafik Barber Johso di Rum Sakit Pati Wilasa Citarum Semarag. Semarag: Uiversitas Dipoegoro Semarag;. [] Lestari T. Aalisis Efisiesi Pegguaa Tempat Tidur Di Uit Pelayaa Peyakit Dalam di Bagsal Cempaka I da Cempaka Berdasarka Grafik Barber Johso Di RSUD Kabupate Sukoharjo Tu. Karag Ayar: APIKES Mitra Husada;. [] Sudra IR. Statistika Rum Sakit. Yogyakarta: Gra Ilmu;. [] Djatiroto. Lapora Sesus Pasie. Lumajag: RS Djatiroto;. [] Djatiroto. Profil Rum Sakit Djatiroto. Lumajag: RS Djatiroto;. [] Chariswati A. Aalisa Kebutuha Tempat Tidur Pada Bagsal Kelas III RSD Kota Semarag Berdasarka Perhituga Idikator Barber Johso Tu 3. Semarag: Uiversitas Dia Nuswatoro Semarag; 3. [9] Heizer J da Barry R. Maajeme Operasi Buku Edisi 9. Jakarta: Salemba ; 9. [] Dwiato da Lestari T. Aalisis Efisiesi Pelayaa Rawat Iap Berdasarka Grafik Barber Johso Pada Bagsal Kelas III Di RSUD Pada Arag Boyolali Periode Triwula Tu. Karag Ayar: APIKES Mitra Husada;. [] Amri YM. Gambara Efisiesi Pelayaa Rawat Iap Berdasarka Teori Barber Johso Di Ruag Aggrek Rum Sakit Bakti Tim Pagkalpiag Triwula IIV Tu. Jakarta: FK UIN Syarif Hidayatull Jakarta;. [] Alimul A. Pegatar Kosep Dasar Keperawata. Jakarta: Salemba Medika;. Artikel Ilmi Hasil Peelitia Masiswa

FORECASTING (Peramalan)

FORECASTING (Peramalan) FORECASTING (Peramala) PENDAHULUAN Forecastig adalah ramala tetag apa yag aka terjadi dimasa yag aka datag. Forecast Demad atau peramala permitaa mejadi dasar yag sagat petig dalam perecaaa suatu keputusa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Analisis regresi menjadi salah satu bagian statistika yang paling banyak aplikasinya. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Aalisis regresi mejadi salah satu bagia statistika yag palig bayak aplikasiya. Aalisis regresi memberika keleluasaa kepada peeliti utuk meyusu model hubuga atau pegaruh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi Negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan,

BAB 1 PENDAHULUAN. Bagi Negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan, BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Bagi Negara yag mempuyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yag dikeliligi lauta, laut merupaka saraa trasportasi yag dimia, sehigga laut memiliki peraa yag petig bagi

Lebih terperinci

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA

PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA D. PENAKSIRAN BIAYA JANGKA PANJANG E. PERAMALAN BIAYA PENAKSIRAN DAN PERAMALAN BIAYA Ari Darmawa, Dr. S.AB, M.AB Email: aridarmawa_fia@ub.ac.id A. PENDAHULUAN B. PENAKSIRAN DAN PRAKIRAAN FUNGSI BIAYA C. PENAKSIRAN JANGKA PENDEK - Ekstrapolasi sederhaa - Aalisis

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia Daerah peelitia adalah Kota Bogor yag terletak di Provisi Jawa Barat. Pemiliha lokasi ii berdasarka pertimbaga atara lai: (1) tersediaya Tabel Iput-Output

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota

IV. METODE PENELITIAN. berdasarkan tujuan penelitian (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kota IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia ii dilaksaaka di Kota Bogor Pemiliha lokasi peelitia berdasarka tujua peelitia (purposive) dega pertimbaga bahwa Kota Bogor memiliki jumlah peduduk yag

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN

IV METODE PENELITIAN IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi da Waktu Peelitia Lokasi peelitia dilakuka di PT. Bak Bukopi, Tbk Cabag Karawag yag berlokasi pada Jala Ahmad Yai No.92 Kabupate Karawag, Jawa Barat da Kabupate Purwakarta

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang

IV. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di Kawasa Patai Ayer, Kabupate Serag Provisi Bate. Lokasi ii dipilih secara segaja atau purposive karea Patai Ayer merupaka salah

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da Waktu peelitia Peelitia dilakuka pada budidaya jamur tiram putih yag dimiliki oleh usaha Yayasa Paguyuba Ikhlas yag berada di Jl. Thamri No 1 Desa Cibeig, Kecamata Pamijaha,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Peelitia ii megguaka metode peelitia Korelasioal. Peelitia korelasioaal yaitu suatu metode yag meggambarka secara sistematis da obyektif tetag hubuga atara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di tiga kator PT Djarum, yaitu di Kator HQ (Head Quarter) PT Djarum yag bertempat di Jala KS Tubu 2C/57 Jakarta Barat,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain

III. METODE PENELITIAN. Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, BPS pusat, dan instansi lain III. METODE PENELITIAN 3.1 Jeis da Sumber Data Data yag diguaka pada peelitia ii merupaka data sekuder yag diperoleh dari Bada Pusat Statistik (BPS) Provisi NTB, Bada Perecaaa Pembagua Daerah (BAPPEDA)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Limba B terutama masyarakat 38 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia 3.1.1 Lokasi Peelitia BAB III METODE PENELITIAN Lokasi peelitia ii dilakuka di Puskesmas Limba B terutama masyarakat yag berada di keluraha limba B Kecamata Kota Selata

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3 Metode Pengumpulan Data IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi da waktu Peelitia ii dilakuka di PD Pacet Segar milik Alm Bapak H. Mastur Fuad yag beralamat di Jala Raya Ciherag o 48 Kecamata Cipaas, Kabupate Ciajur, Propisi Jawa Barat.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Jeis peelitia ii adalah peelitia pegembaga (research ad developmet), yaitu suatu proses peelitia utuk megembagka suatu produk. Produk yag dikembagka dalam peelitia

Lebih terperinci

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI

PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Halama Tulisa Jural (Judul da Abstraksi) Jural Paradigma Ekoomika Vol.1, No.5 April 2012 PENGARUH INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI JAMBI Oleh : Imelia.,SE.MSi Dose Jurusa Ilmu Ekoomi da Studi Pembagua,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian, terlebih dahulu menentukan desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Dalam melakuka peelitia, terlebih dahulu meetuka desai peelitia yag aka diguaka sehigga aka mempermudah proses peelitia tersebut. Desai peelitia yag diguaka

Lebih terperinci

Kata Kunci : Forecasting, Program Perhitungan, Simple Moving Averages, Weighted Moving Averages, Mean Absolute Deviation, Mean Square Error

Kata Kunci : Forecasting, Program Perhitungan, Simple Moving Averages, Weighted Moving Averages, Mean Absolute Deviation, Mean Square Error PREDIKSI PEMINATAN PROGRAM KEAHLIAN CALON SISWA BARU DENGAN METODE SIMPLE MOVING AVERAGES DAN WEIGHTED MOVING AVERAGES (Studi Kasus : SMK TEXMACO SEMARANG) Isa Raa Machilikha Putera Sistem Iformasi, Fakultas

Lebih terperinci

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik

= Keterkaitan langsung ke belakang sektor j = Unsur matriks koefisien teknik Aalisis Sektor Kuci Dimaa : KLBj aij = Keterkaita lagsug ke belakag sektor j = Usur matriks koefisie tekik (b). Keterkaita Ke Depa (Forward Ligkage) Forward ligkage meujukka peraa suatu sektor tertetu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tempat da Waktu Peelitia ii dilakuka di ligkuga Kampus Aggrek da Kampus Syahda Uiversitas Bia Nusatara Program Strata Satu Reguler. Da peelitia dilaksaaka pada semester

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kualitatif. Kerangka acuan dalam penelitian ini adalah metode penelitian BAB II METODOLOGI PEELITIA 2.1. Betuk Peelitia Betuk peelitia dapat megacu pada peelitia kuatitatif atau kualitatif. Keragka acua dalam peelitia ii adalah metode peelitia kuatitatif yag aka megguaka baik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yaitu PT. Sinar Gorontalo Berlian Motor, Jl. H. B Yassin no 28 5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Peelitia da Waktu Peelitia Sehubuga dega peelitia ii, lokasi yag dijadika tempat peelitia yaitu PT. Siar Gorotalo Berlia Motor, Jl. H. B Yassi o 8 Kota Gorotalo.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI.1 Aalisis Regresi Istilah regresi pertama kali diperkealka oleh seorag ahli yag berama Facis Galto pada tahu 1886. Meurut Galto, aalisis regresi berkeaa dega studi ketergatuga dari suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakag Maajeme risiko merupaka salah satu eleme petig dalam mejalaka bisis perusahaa karea semaki berkembagya duia perusahaa serta meigkatya kompleksitas aktivitas perusahaa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah: BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Variabel da Defiisi Operasioal Variabel-variabel yag diguaka pada peelitia ii adalah: a. Teaga kerja, yaitu kotribusi terhadap aktivitas produksi yag diberika oleh para

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pegumpula Data Dalam melakuka sebuah peelitia dibutuhka data yag diguaka sebagai acua da sumber peelitia. Disii peulis megguaka metode yag diguaka utuk melakuka pegumpula

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Disini penerapan kriteria optimasi yang digunakan untuk menganalisis

BAB 3 METODE PENELITIAN. Disini penerapan kriteria optimasi yang digunakan untuk menganalisis BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Peetapa Kriteria Optimasi Disii peerapa kriteria optimasi yag diguaka utuk megaalisis kebutuha pokok pada PT. Kusuma Kecaa Khatulistiwa yaitu : 1. Aalisis forecastig (peramala

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit

BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian yang penulis lakukan adalah Beban Operasional susu dan Profit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Objek peelitia merupaka sasara utuk medapatka suatu data. Jadi, objek peelitia yag peulis lakuka adalah Beba Operasioal susu da Profit Margi (margi laba usaha).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Racaga Peelitia 1. Pedekata Peelitia Peelitia ii megguaka pedekata kuatitatif karea data yag diguaka dalam peelitia ii berupa data agka sebagai alat meetuka suatu keteraga.

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan

METODOLOGI PENELITIAN. penggunaan metode penelitian. Oleh karena itu, metode yang akan digunakan 47 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Peelitia Keberhasila dalam suatu peelitia sagat ditetuka oleh ketepata pegguaa metode peelitia. Oleh karea itu, metode yag aka diguaka haruslah sesuai dega data

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN:

PROSIDING ISBN: S-6 Perlukah Cross Validatio dilakuka? Perbadiga atara Mea Square Predictio Error da Mea Square Error sebagai Peaksir Harapa Kuadrat Kekelirua Model Yusep Suparma (yusep.suparma@ upad.ac.id) Uiversitas

Lebih terperinci

Prosiding Manajemen ISSN:

Prosiding Manajemen ISSN: Prosidig Maajeme ISSN: 2460-7187 Aalisis Peramala Pejuala dega Megguaka Metode Sigle Movig Average, Weighted Movig Average da Expoetial Smoothig Sebagai Dasar Perecaaa Produksi Polo Shirt Pria (Studi Kasus

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia tidaka kelas yag dilaksaaka pada siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Sidomulyo Kabupate Lampug Selata semester geap tahu pelajara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi da Waktu Peelitia Kegiata peelitia ii dilaksaaka pada bula Mei 2011 bertempat di Dusu Nusa Bakti, Kecamata Serawai da Dusu Natai Buga, Kecamata Melawi yag merupaka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogik mahasiswa 54 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia deskriptif dega pedekata kuatitatif karea bertujua utuk megetahui kompetesi pedagogik mahasiswa setelah megikuti mata kuliah

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi da Waktu Peelitia Peelitia ii dilakuka di SMA Negeri Way Jepara Kabupate Lampug Timur pada bula Desember 0 sampai dega Mei 03. B. Populasi da Sampel Populasi dalam

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Seputih Agung. Populasi dalam 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di SMP Negeri 1 Seputih Agug. Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seputih Agug sebayak 248 siswa

Lebih terperinci

ANALISIS TABEL INPUT OUTPUT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN Erie Sadewo

ANALISIS TABEL INPUT OUTPUT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN Erie Sadewo ANALISIS TABEL INPUT OUTPUT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2010 Erie Sadewo Kodisi Makro Ekoomi Kepulaua Riau Pola perekoomia suatu wilayah secara umum dapat diyataka meurut sisi peyediaa (supply), permitaa

Lebih terperinci

SOAL PRAPEMBELAJARAN MODEL PENILAIAN FORMATIF BERBANTUAN WEB-BASED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA

SOAL PRAPEMBELAJARAN MODEL PENILAIAN FORMATIF BERBANTUAN WEB-BASED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA Lampira 1. Prapembelajara SOAL PRAPEMBELAJARAN MODEL PENILAIAN FORMATIF BERBANTUAN WEB-BASED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA Satua Pedidika : SMK Mata Pelajara : Fisika Kelas/ Semester

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar

METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Bandar III. METODE PENELITIAN A. Settig Peelitia Subyek dalam peelitia ii adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Wijaya Badar Lampug, semester gajil Tahu Pelajara 2009-2010, yag berjumlah 19 orag terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

Bab III Metoda Taguchi

Bab III Metoda Taguchi Bab III Metoda Taguchi 3.1 Pedahulua [2][3] Metoda Taguchi meitikberatka pada pecapaia suatu target tertetu da meguragi variasi suatu produk atau proses. Pecapaia tersebut dilakuka dega megguaka ilmu statistika.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi,

III. METODE PENELITIAN. Variabel X merupakan variabel bebas adalah kepemimpinan dan motivasi, 7 III. METODE PENELITIAN 3.1 Idetifikasi Masalah Variabel yag diguaka dalam peelitia ii adalah variabel X da variabel Y. Variabel X merupaka variabel bebas adalah kepemimpia da motivasi, variabel Y merupaka

Lebih terperinci

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual

Pendekatan Nilai Logaritma dan Inversnya Secara Manual Pedekata Nilai Logaritma da Iversya Secara Maual Moh. Affaf Program Studi Pedidika Matematika, STKIP PGRI BANGKALAN affafs.theorem@yahoo.com Abstrak Pada pegaplikasiaya, bayak peggua yag meggatugka masalah

Lebih terperinci

kesimpulan yang didapat.

kesimpulan yang didapat. Bab ii merupaka bab peutup yag merupaka hasil da kesimpula dari pembahasa serta sara peulis berdasarka kesimpula yag didapat. BAB LANDASAN TEORI. Kosep Dasar Peramala Peramala adalah kegiata utuk memperkiraka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 69 BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Dalam peelitia ii peeliti megguaka jeis Peelitia Tidaka Kelas (Classroom Actio Research) dega megguaka metode Diskriptif Kuatitatif. Peelitia Tidaka Kelas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI I PENDAHULUAN 1 Latar belakag Model pertumbuha Solow-Swa (the Solow-Swa growth model) atau disebut juga model eoklasik (the eo-classical model) pertama kali dikembagka pada tahu 195 oleh Robert Solow da

Lebih terperinci

PENGGGUNAAN ALGORITMA GAUSS-NEWTON UNTUK MENENTUKAN SIFAT-SIFAT PENAKSIR PARAMETER DAN

PENGGGUNAAN ALGORITMA GAUSS-NEWTON UNTUK MENENTUKAN SIFAT-SIFAT PENAKSIR PARAMETER DAN PENGGGUNAAN ALGORITMA GAUSS-NEWTON UNTUK MENENTUKAN SIFAT-SIFAT PENAKSIR PARAMETER DAN DALAM SUATU MODEL NON-LINIER Abstrak Nur ei 1 1, Jurusa Matematika FMIPA Uiversitas Tadulako Jl. Sukaro-Hatta Palu,

Lebih terperinci

MATERI 13 ANALISIS TEKNIKAL ANALISIS TEKNIKAL

MATERI 13 ANALISIS TEKNIKAL ANALISIS TEKNIKAL MATERI 13 ANALISIS TEKNIKAL ASUMSI-ASUMSI DASAR ANALISIS TEKNIKAL KEUNTUNGAN DAN KRITIK TERHADAP ANALISIS TEKNIKAL TEKNIK-TEKNIK DALAM ANALISIS TEKNIKAL - The Dow Theory - Chart Pola Pergeraka Harga Saham

Lebih terperinci

BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab ii aka memberika iformasi hal yag berkaita dega lagkah-lagkah sistematis yag aka diguaka dalam mejawab pertayaa peelitia.utuk itu diperluka beberapa hal sebagai

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORI BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 ISTILAH KEENDUDUKAN 2.1.1 eduduk eduduk ialah orag atatu idividu yag tiggal atau meetap pada suatu daerah tertetu dalam jagka waktu yag lama. 2.1.2 ertumbuha eduduk ertumbuha peduduk

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM PUSKESMAS MUARA AMAN TIM MUTU (AKREDITASI)

KERANGKA ACUAN PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM PUSKESMAS MUARA AMAN TIM MUTU (AKREDITASI) KERANGKA ACUAN PROGRAM KESELAMATAN/KEAMANAN LABORATORIUM PUSKESMAS MUARA AMAN TIM MUTU (AKREDITASI) DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEBONG PUSKESMAS MUARA AMAN Jala Lapaga Hatta No. 1 Keluraha Pasar Muara ama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakag Permasalaha Matematika merupaka Quee ad servat of sciece (ratu da pelaya ilmu pegetahua). Matematika dikataka sebagai ratu karea pada perkembagaya tidak tergatug pada

Lebih terperinci

TEORI PENAKSIRAN. Bab 8. A. Pendahuluan. Kompetensi Mampu menjelaskan dan menganalisis teori penaksiran

TEORI PENAKSIRAN. Bab 8. A. Pendahuluan. Kompetensi Mampu menjelaskan dan menganalisis teori penaksiran Bab 8 TEORI PENAKSIRAN Kompetesi Mampu mejelaska da megaalisis teori peaksira Idikator 1. Mejelaska da megaalisis data dega megguaka peaksira titik 2. Mejelaska da megaalisis data dega megguaka peaksira

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data yang diambil dari Survei Pendapat BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jeis da Sumber Data Jeis peelitia yag aka diguaka oleh peeliti adalah jeis peelitia Deskriptif. Dimaa jeis peelitia deskriptif adalah metode yag diguaka utuk memperoleh

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I 7 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi da Sampel Peelitia Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri I Kotaagug Tahu Ajara 0-03 yag berjumlah 98 siswa yag tersebar dalam 3

Lebih terperinci

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL

BAB VIII MASALAH ESTIMASI SATU DAN DUA SAMPEL BAB VIII MASAAH ESTIMASI SAT DAN DA SAMPE 8.1 Statistik iferesial Statistik iferesial suatu metode megambil kesimpula dari suatu populasi. Ada dua pedekata yag diguaka dalam statistik iferesial. Pertama,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 16 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Keragka Pemikira Peelitia Perkembaga zama yag meutut setiap idividu baik dari segi kemampua maupu peampila. Boss Parfum yag bergerak di bidag isi ulag miyak wagi didirika

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian

TINJAUAN PUSTAKA Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Pegertia Racaga peelitia kasus-kotrol di bidag epidemiologi didefiisika sebagai racaga epidemiologi yag mempelajari hubuga atara faktor peelitia dega peyakit, dega cara membadigka kelompok

Lebih terperinci

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo Pedahulua Pelayaa keperawata merupaka ujug tombak utama pelayaa kesehata di rumah sakit da merupaka cermi utama dari keberhasila pelayaa kesehata secara keseluruha. Pelayaa keperawata yag bermutu tiggi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 30 III. METODE PENELITIAN A. Metode Dasar Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia adalah metode deskriptif, yaitu peelitia yag didasarka pada pemecaha masalah-masalah aktual yag ada pada masa sekarag.

Lebih terperinci

BAB IV PEMECAHAN MASALAH

BAB IV PEMECAHAN MASALAH BAB IV PEMECAHAN MASALAH 4.1 Metodologi Pemecaha Masalah Dalam ragka peigkata keakurata rekomedasi yag aka diberika kepada ivestor, maka dicoba diguaka Movig Average Mometum Oscillator (MAMO). MAMO ii

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Langkah Langkah Dalam Pengolahan Data BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Metode Pegolaha Data Lagkah Lagkah Dalam Pegolaha Data Dalam melakuka pegolaha data yag diperoleh, maka diguaka alat batu statistik yag terdapat pada Statistical

Lebih terperinci

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO PETA KONSEP RETURN da RISIKO PORTOFOLIO RETURN PORTOFOLIO RISIKO PORTOFOLIO RISIKO TOTAL DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO DENGAN DUA AKTIVA PORTOFOLIO DENGAN BANYAK AKTIVA DEVERSIFIKASI DENGAN BANYAK AKTIVA DEVERSIFIKASI

Lebih terperinci

POSITRON, Vol. II, No. 2 (2012), Hal. 1-5 ISSN : Penentuan Energi Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Teori Gangguan

POSITRON, Vol. II, No. 2 (2012), Hal. 1-5 ISSN : Penentuan Energi Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Teori Gangguan POSITRON, Vol. II, No. (0), Hal. -5 ISSN : 30-4970 Peetua Eergi Osilator Kuatum Aharmoik Megguaka Teori Gaggua Iklas Saubary ), Yudha Arma ), Azrul Azwar ) )Program Studi Fisika Fakultas Matematika da

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desai Peelitia Meurut Kucoro (003:3): Peelitia ilmiah merupaka usaha utuk megugkapka feomea alami fisik secara sistematik, empirik da rasioal. Sistematik artiya proses yag

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011

III. METODE PENELITIAN. kelas VIII semester ganjil SMP Sejahtera I Bandar Lampung tahun pelajaran 2010/2011 III. METODE PENELITIAN A. Latar Peelitia Peelitia ii merupaka peelitia yag megguaka total sampel yaitu seluruh siswa kelas VIII semester gajil SMP Sejahtera I Badar Lampug tahu pelajara 2010/2011 dega

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA ANGGARAN DAN REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PERMERINTAH KOTA SAMARINDA

ANALISIS KINERJA ANGGARAN DAN REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PERMERINTAH KOTA SAMARINDA ANALISIS KINERJA ANGGARAN DAN REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PERMERINTAH KOTA SAMARINDA Rai Febri Ramadai. Elfreda Aploia Lau, Suyati Jurusa Akutasi, Fakultas Ekoomi Uiversitas 17 Agustus 1945

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.8 N0. 2 Juli 2008 ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDY KASUS PD.

Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.8 N0. 2 Juli 2008 ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDY KASUS PD. Jural Ilmiah Uiversitas Bataghari Jambi Vol.8 N0. 2 Juli 2008 ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDY KASUS PD. GUNUNG MAS JAMBI) PENDAHULUAN Perusahaa yag didirika pada umumya mempuyai tujua

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di kawasa huta magrove, yag berada pada muara sugai Opak di Dusu Baros, Kecamata Kretek, Kabupate Batul. Populasi dalam peelitia ii adalah

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian 19 3 METODE PENELITIAN 3.1 Keragka Pemikira Secara rigkas, peelitia ii dilakuka dega tiga tahap aalisis. Aalisis pertama adalah megaalisis proses keputusa yag dilakuka kosume dega megguaka aalisis deskriptif.

Lebih terperinci

Penggunaan Metode Deseasonalized untuk Meramalkan Jumlah Pengunjung Objek Wisata Danau Ranau, Sumatera Selatan

Penggunaan Metode Deseasonalized untuk Meramalkan Jumlah Pengunjung Objek Wisata Danau Ranau, Sumatera Selatan Jural Peelitia Sais Volume 16 Nomor 3 Oktober 013 Pegguaa Metode Deseasoalized utuk Meramalka Jumlah Pegujug Objek Wisata Daau Raau, Sumatera Selata Robiso Sitepu, Putra B.J. Bagu, da M. Haris Suryasah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Dalam hal ini peneliti akan BAB III METODE PENELITIAN A. Jeis Peelitia Berdasarka pertayaa peelitia yag peeliti ajuka maka jeis peelitia ii adalah peelitia diskriptif kuatitatif. Dalam hal ii peeliti aka mediskripsika kemampua relatig,

Lebih terperinci

Lampiran 1 Bukti Kas Masuk

Lampiran 1 Bukti Kas Masuk Lampira 1 Bukti Kas Masuk Lampira 2 Bukti Kas Keluar Lampira 3 Struktur Orgaisasi Lampira 3 Tabel Jawaba Respode Lampira 4 Tabel Hasil Pegujia Data dega SPSS N A1 N A2 N A3 N A4 N A5 N A6 N A7 Pearso TOTAL

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai

simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalankan, animasi akan muncul pada dijalankan, ProModel akan menyajikan hasil laporan statistik mengenai 37 Gambar 4-3. Layout Model Awal Sistem Pelayaa Kedai Jamoer F. Aalisis Model Awal Model awal yag telah disusu kemudia disimulasika dega waktu simulasi selama 4,5 jam. Selama simulasi dijalaka, aimasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Madiun, untuk mendapatkan gambaran kondisi tempat penelitian secara umum,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Madiun, untuk mendapatkan gambaran kondisi tempat penelitian secara umum, 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Peelitia Peelitia dilakuka di PT. INKA yag terletak di Jl. Yos Sudarso o 71 Madiu, utuk medapatka gambara kodisi tempat peelitia secara umum, termasuk kegiata-kegiata

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK PADA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG UNTUK SISWA KELAS V SD NEGERI 6I KOTA BENGKULU 1 Desi Kuriati, 2 Dewi Rahimah, 3 Rusdi 1,2,3 Prodi Pedidika Matematika JPMIPA FKIP Uiversitas

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dengan penelitian perpustakaan ini dapat dijadikan landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.. Jeis Peelitia Peelitia perpustakaa yaitu peelitia yag pada hakekatya data yag diperoleh dega peelitia perpustakaa ii dapat dijadika ladasa dasar da alat utama bagi pelaksaaa

Lebih terperinci

PERAMALAN KURSIDRTERHADAP USDMENGGUNAKAN DOUBLE MOVING AVERAGES DAN DOUBLEEXPONENTIAL SMOOTHING.

PERAMALAN KURSIDRTERHADAP USDMENGGUNAKAN DOUBLE MOVING AVERAGES DAN DOUBLEEXPONENTIAL SMOOTHING. PERAMALAN KURSIDRERHADAP USDMENGGUNAKAN DOUBLE MOVING AVERAGES DAN DOUBLEEXPONENIAL SMOOHING. Padrul Jaa 1), Rokhimi 2), Ismi Ratri Prihatiigsih 3) 1,2,3 PedidikaMatematika, Uiversitas PGRI Yogyakarta

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Barat yang terhitung

III. METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan di Provinsi Sumatera Barat yang terhitung 42 III. METODE PENELITIAN 3.. Lokasi da Waktu Peelitia Lokasi peelitia dilakuka di Provisi Sumatera Barat yag terhitug mulai miggu ketiga bula April 202 higga miggu pertama bula Mei 202. Provisi Sumatera

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Peelitia Pada bab ii aka dijelaska megeai sub bab dari metodologi peelitia yag aka diguaka, data yag diperluka, metode pegumpula data, alat da aalisis data, keragka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan

BAB 2 LANDASAN TEORI. Statistika merupakan salah satu cabang penegtahuan yang paling banyak mendapatkan BAB LANDASAN TEORI. Pegertia Regresi Statistika merupaka salah satu cabag peegtahua yag palig bayak medapatka perhatia da dipelajari oleh ilmua dari hamper semua bidag ilmu peegtahua, terutama para peeliti

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII (delapan) semester ganjil di 4 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah siswa kelas VIII (delapa) semester gajil di SMP Xaverius 4 Badar Lampug tahu ajara 0/0 yag berjumlah siswa terdiri dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi da objek peelitia Lokasi peelitia dalam skripsi ii adalah area Kecamata Pademaga, alasa dalam pemiliha lokasi ii karea peulis bertempat tiggal di lokasi tersebut sehigga

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang menggunakan Tabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder yang menggunakan Tabel 49 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jeis da Sumber Data Jeis data yag diguaka berupa data sekuder yag megguaka Tabel Iput Output Idoesia Tau 2005 dega klasifikasi 9 sektor. Data tersebut berasal dari

Lebih terperinci

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah

Bab 3 Kerangka Pemecahan Masalah Bab 3 Keragka Pemecaha Masalah 3.1. Metode Pemecaha Masalah Peelitia ii disajika dalam lagkah-lagkah seperti ag terdapat pada gambar dibawah ii. Peajia secara sistematis dibuat agar masalah ag dikaji dalam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. matematika secara numerik dan menggunakan alat bantu komputer, yaitu:

BAB II LANDASAN TEORI. matematika secara numerik dan menggunakan alat bantu komputer, yaitu: 4 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Model matematis da tahapa matematis Secara umum tahapa yag harus ditempuh dalam meyelesaika masalah matematika secara umerik da megguaka alat batu komputer, yaitu: 2.1.1 Tahap

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

ANALISIS KOMBINASI PRODUK DALAM PENCAPAIAN LABA MAKSIMUM. (Studi Kasus pada Perusahaan Konvesi di Pemalang) Hardiwinoto

ANALISIS KOMBINASI PRODUK DALAM PENCAPAIAN LABA MAKSIMUM. (Studi Kasus pada Perusahaan Konvesi di Pemalang) Hardiwinoto ANALISIS KOMBINASI PRODUK DALAM PENCAPAIAN LABA MAKSIMUM (Studi Kasus pada Perusahaa Kovesi di Pemalag) Hardiwioto Fakultas Ekoomi Uiversitas Muhammadiyah Semarag Abstrak Tujua riset adalah utuk megaalisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014.

BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru. semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu da Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka dari bula Agustus-September 03.Peelitia ii dilakuka di kelas X SMA Muhammadiyah Pekabaru semester gajil tahu ajara 03/04. B. Subjek

Lebih terperinci

ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjono S. Kabupaten Ponorogo)

ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjono S. Kabupaten Ponorogo) ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF LAYANAN RAWAT INAP (Studi Kasus Pada Rsud Dr. Harjoo S. Kabupate Poorogo) Bey Idrasurya Moch. Dzulkirom AR. Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Admiistrasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jeis Peelitia Peelitia ii termasuk peelitia pegembaga, yaitu pegembaga buku teks matematika. Model pegembaga yag diguaka adalah model 4-D (four D models) dari Thigaraja

Lebih terperinci

MATERI 10 ANALISIS EKONOMI

MATERI 10 ANALISIS EKONOMI MATERI 10 ANALISIS EKONOMI TOP-DOWN APPROACH KONDISI EKONOMI DAN PASAR MODAL VARIABEL EKONOMI MAKRO MERAMAL PERUBAHAN PASAR MODAL 10-1 TOP-DOWN APPROACH Dalam melakuka aalisis peilaia saham, ivestor bisa

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN 28 III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat da Waktu Peelitia Peelitia ii dilaksaaka di Giat, Botai Square, Bogor, Jawa Barat. Peelitia dilaksaaka pada bula Februari higga bula Maret tahu 2010. 3.2 Pegumpula Data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peelitia Metode yag diguaka dalam peelitia ii adalah peelitia korelasi, yaitu suatu metode yag secara sistematis meggambarka tetag hubuga pola asuh orag tua dega kosep

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika Wed 6/0/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato tatistika Deskriptif Iferesi Estimasi Uji Hipotesis Titik Retag Estimasi da Uji Hipotesis Dilakuka setelah peelitia dalam tahap pegambila suatu

Lebih terperinci

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) Setiap peelitia selalu berkeaa dega sekelompok data. Yag dimaksud kelompok disii adalah: Satu orag mempuyai sekelompok data, atau sekelompok orag mempuyai satu

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS 4.1. Pembahasa Atropometri merupaka salah satu metode yag dapat diguaka utuk meetuka ukura dimesi tubuh pada setiap mausia. Data atropometri yag didapat aka diguaka utuk

Lebih terperinci