SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Prasyarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.PdI)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Prasyarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.PdI)"

Transkripsi

1 KETEKUNAN IADAH MAHDHOH DAN KETEKUNAN ELAJAR (Studi Korelasi Siswa Kelas XI SMAN I Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Prasyarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.PdI) y: Di Susun Oleh : Ika Nur Idawati JURUSAN TARIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA 011

2

3

4

5 MOTTO erusahalah untuk duniamu sakan-akan kau hidup selamanya, berusahalah untuk akhiratmu seakan kau besok akan mati. PESEMAHAN Skripsi ini penulis persembahkan kepada: 1. Ayah bunda tercinta. Adik-adikku Afri dan Khanif penyemangatku. Siska yang selalu setia menemani, membantu, dan memberi semangat. Sahabat-sahabatku tersayang (Arun, anis, intan, kang wie) dan masih banyak lagi yang tidak bisa untuk penulis sebutkan satu persatu, terimakasih atas dorongan dan bantuan kalian semua. Teman-teman mahasiswa PAI angkatan 007 khususnya kelas C. Sahabat-sahabatku KKN posko Wonosuko (mz nazil, mz asror, mz tahfid, khasun, okta, dan ita

6 KATA PENGANTAR ismillahirrohmanirrohim Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang telah melimpahkan rahmad, taufiq serta hidayah-nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas dalam penulisan skripsi ini. Semoga sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada beliau Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan kerabatnya. Yang ada di hadapan pembaca adalah sebuah skripsi yang berjudul Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar (Studi korelasi pada siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011). Kemudian dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Dr. Imam Sutomo, M.Ag, Selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.. Dra. Siti Asdiqoh, M.Si, Selaku Ketua Program Studi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.. Dr. H. Muh. Saerozi, M.Ag, selaku pembimbing penulis dalam menyusun skripsi ini.. Drs. Hendro Saptanto, selaku kepala SMAN 1 Suruh yang telah memberikan ijin penelitian.

7

8 ASRAK Idawati, Ika Nur, 011. Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar Siswa. Skripsi Jurusan Tarbiyah Progdi Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. Skripsi Jurusan Tarbiyah, Program Studi PAI STAIN Salatiga. Pembimbing: Dr. H. Muh. Saerozi, M. Ag. Kata Kunci: Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah : 1. agaimana ketekunan ibadah mahdhoh siswa SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang.. agaimana ketekunan belajar siswa SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang. Adakah korelasi antara ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa SMAN 1 suruh kabupaten semarang. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang. Dan dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi dan metode angket. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketekunan ibadah mahdhoh siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang tergolong tinggi sebanyak % atau 1 orang. Ketekunan belajar siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang juga tergolong tinggi sebanyak 0% atau orang. Setelah dianalisis menggunakan product moment diperoleh nilai rxy sebesar 0,8 lebih besar dari r tabel 0,79. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang.

9 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... LEMAR ERLOGO... HALAMAN JUDUL... PERSETUJUAN PEMIMING... PENGESAHAN KELULUSAN... PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN... MOTTO DAN PERSEMAHAN... KATA PENGANTAR... ASTRAK... i ii iii iv v vi vii viii x DAFTAR ISI... DAFTAR TAEL... xi xiii A I PENDAHULUAN A. Latar elakang Masalah Rumusan Masalah... C. Tujuan Penelitian... D. Manfaat Penelitian... E. Hipotesis Penelitian... F. Definisi Operasional... G. Metode Penelitian... 8 H. Sistematika Penulisan Skripsi... 1

10 A II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Ibadah Aplikasi Ibadah Mahdhoh dalam Kehidupan Seharihari... 1 C. Ketekunan elajar... D. Hubungan antara Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar... 1 A III HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum SMA N 1 Suruh.... Laporan Data Penelitian... 9 A IV ANALISIS DATA A. Analisi Data Ketekunan Ibadah Mahdhoh.... Analisis Data Ketekunan elajar... 0 C. Analisis Data Korelasi antara Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar... A V PENUTUP A. Kesimpulan Saran... 0 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN-LAMPIRAN

11 DAFTAR TAEL TAEL.I ANGUNAN SMAN 1 SURUH... TAEL. PERLENGKAPAN ADMINISTRASI... TAEL. PERLENGKAPAN KM... 7 TAEL. KEADAAN GURU... 7 TAEL. KEADAAN MURID SMA 1 SURUH... 8 TAEL. DAFTAR SISWA YANG MENJADI RESPONDEN TAEL.7 REKAPITULASI JAWAAN ANGKET KETEKUNAN IADAH MAHDHOH... 1 TAEL.8 REKAITULASI JAWAAN ANGKET KETEKUNAN ELAJAR... TAEL.1 DAFTAR ANGKA DISTRIUSI FREKUENSI TENTANG KETEKUNAN IADAH MAHDHOH... TAEL. DISTRIUSI FREKUENSI JAWAAN TINGKAT KETEKU NANIADAH MAHDHOH... 8 TAEL. DISTRIUSI PROSENTASE JAWAAN KETEKUNAN IADAH MAHDHOH... 9 TAEL. DISTRIUSI FREKUENSI TENTANG KETEKUNAN ELAJAR... 0 TAEL. DISTRIUSI JAWAAN TINGKAT KETEKUNAN ELAJAR... TAEL. DISTRIUSI PROSENTASE JAWAAN KETEKUNAN ELAJAR... TAEL.7 PERSIAPAN MENCARI KORELASI

12 A I PENDAHULUAN A. Latar elakang Masalah Manusia hidup di dunia ini mempunyai tugas yang paling mulia dan asasi yaitu beribadah kepada Tuhan. Tugas bagi setiap manusia utamanya Muslim bahwa seluruh aspek kehidupannya merupakan ibadah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur an Surat Adz Dzariyat : Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-ku (Q.S. Adz Dzariyat: ) Ayat tersebut menggambarkan bahwa manusia diciptakan hanya dengan satu tujuan yaitu untuk mengabdi kepada Allah SWT. yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebenarnya Allah SWT tidak membutuhkan pengabian dari manusia sebagai makhluk-nya. Sebaliknya manusia dan jin serta seluruh ciptaan Allah SWT sangat membutuhkan-nya. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa beribadah adalah untuk kebaikan makhluk itu sendiri. Ibadah adalah menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. (KI Daring, 008). Ibadah yang dimaksud di dalam skripsi ini adalah ibadah-ibadah wajib yang langsung berhubungan dengan Allah, atau disebut ibadah mahdhoh. Ibadah mahdhoh mencakup jenis ibadah yang telah diatur oleh Allah SWT seperti: salat, puasa, dan zakat. Ibadah yang dilakukan secara ikhlas dan tertib merupakan sumber kekuatan bagi jiwa

13 seseorang untuk mengendalikan diri. Kepribadian (mental) yang unsurunsurnya terdiri dari antara lain keyakinan beragama akan dapat mengendalikan kelakukan, tindakan dan sikap dalam hidup. Mental yang sehat penuh dengan keyakinan beragama itulah yang menjadi polisi, pengawas dari segala tindakannya (Darajat, 197: 0). Salah satu tindakan yang terpantau oleh ketaatan beribadah yang dapat ditemukan dari sikap dan perilaku seorang pelajar adalah ketekunan dalam belajar. Sebagai contoh, kegiatan keagamaan di rumah ternyata mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemandirian belajar di sekolah. Siswa SMAN 1 Suruh yang menjadi inspirasi penulis untuk mengangkat judul ini, ia seorang yang tekun dalam menjalankan ibadah dan dalam pelaksanaan belajarnya ia juga sangat tekun. Secara teoretik, apabila anak telah memiliki ketekunan beribadah misalnya salat tepat waktu, maka seharusnya siswa akan memiliki ketekunan untuk kegiatan yang lainnya. Ketekunan yang tertanam dalam diri siswa untuk melaksanakan ibadah wajib tepat waktu secara terus-menerus akan menumbuhkan ketekunan siswa dalam melakukan kegiatan yang lainnya ( Darajat, 197: ). Siswa yang sudah tekun dalam melaksanakan ibadah akan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif didasarkan atas dasar karena Allah SWT. sebab Allah sudah melekat di hatinya, maka ia akan menjadi tekun dalam melaksanakan segala macam kegiatan dengan ikhlas, tertib, dan sungguhsungguh.

14 Seseorang yang tekun beribadah senantiasa dekat dengan Allah dan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif didasarkan semata-mata hanya karena Allah SWT. dengan rasa ikhlas, tertib, dan sungguh-sungguh. erangkat dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian korelasional untuk mengetahui apakah ada hubungan ketekunan beribadah mahdhoh yang dilakukan siswa dengan ketekunan belajarnya dengan judul Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar (Studi Korelasi pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011).. Rumusan Masalah Dalam penelitian ini ada beberapa pokok permasalahan yang menjadi suatu permasalahan yang menjadi suatu pembahasan antara lain: 1. agaimana variasi ketekunan ibadah mahdhoh siswa di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011?. agaimana variasi ketekunan belajar siswa di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011?. Adakah hubungan antara ketekunan ibada mahdhoh dan ketekunan belajar di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011?

15 C. Tujuan Penelitian Dengan merujuk pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai oleh peneliti adalah: 1. Untuk mengetahui variasi ketekunan ibadah mahdhoh siswa di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun Untuk mengetahui variasi ketekunan belajar siswa di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun Untuk mengetahui adakah korelasi antara ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011. D. Manfaat Penelitian Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Secara Teoritis a. Menambah hasanah pustaka, khususnya pada pembahasan ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar. b. Membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar.. Secara Praktis a. agi Peneliti: 1) Memberikan pengetahuan serta pemahaman yang komprehensif berkenaan dengan ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar.

16 ) ermanfa at guna menambah semangat penulis untuk lebih tekun dalam menjalankan ibadah mahdhoh. b. agi Lembaga: 1) agi seluruh civitas akademi STAIN Salatiga, supaya dapat menjadi bahan kajian dan renungan bahwa ada hubungan yang siginifikan antara ketekunan ibadah mahdhoh dengan ketekunan belajar. ) agi SMA Negeri 1 Suruh, untuk memberikan gambaran yang nyata tentang adanya hubungan yang signifikan antara ketekunan ibadah mahdhoh dengan ketekunan belajar, sehingga dapat membantu perumusan proses pembelajaran yang efektif didasarkan pada ketekunan ibadah mahdhoh. E. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 00 : ). Hipotesis dapat pula diartikan sebagai dugaan yang mungkin benar dan mungkin salah. Hipotesis akan ditolak jika salah dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkan (Hadi, 1981 : ). erdasarkan dua pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa hipotesis adalah dugaan atau kesimpulan yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian yang mungkin bisa benar dan mungkin bisa salah. Hipotesis ini akan diterima jika benar dan ditolak jika salah. Dalam penelitian ini, peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut : Ada korelasi positif

17 antara ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa kelas XI SMAN 1 Suruh tahun 011. F. Definisi Operasional 1. Ketekunan Ibadah Mahdhoh Ketekunan adalah kekerasan tekad dan kesungguhan hati (Poerwadarminta, 198: 11). Ibadah adalah menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan Allah SWT (KI Daring, 008). Ibadah yang dimaksud adalah ibadah-ibadah wajib yang berhubungan langsung dengan Allah, atau disebut ibadah mahdhoh. Ibadah mahdhoh mencakup jenis ibadah yang telah diatur oleh Allah SWT seperti, salat, puasa, dan zakat. Adapun indikator dari ketekunan beribadah mahdhoh adalah sebagai berikut: a. Frekuensi pelaksanaan salat, zakat, dan puasa 1) Frekuensi pelaksanaan salat terdapat dalam pertanyaan angket nomer : 1,,,, dan 1 ) Frekuensi pelaksanaan zakat terdapat dalam pertanyaan angket nomer : 7 dan 9 ) Frekuensi pelaksanaan puasa terdapat dalam pertanyaan angket nomer : 10, 1, dan 1 b. Ketepatan waktu pelaksanaan salat, zakat, dan puasa

18 1) Ketepatan waktu pelaksanaan salat terdapat dalam pertanyaan angket nomor : ) Ketepatan waktu pelaksanaan zakat terdapat dalam angket nomor : 8 ) Ketepatan waktu pelaksanaan puasa terdapat dalam angket nomor : 11 dan 1 c. Durasi pelaksanaan salat, zakat, dan puasa Durasi pelaksanaan salat terdapat dalam angket nomor :. Ketekunan elajar Ketekunan adalah ketekunan tekad dan kesungguhan hati (Poerwadarminta,198; 11) jadi yang penulis maksud mengenai kesungguhan hati dalam skripsi ini adalah intensitas kemauan serta kesungguhan siswa dalam mengikuti pendidikan belajar di sekolah ataupun di rumah. Adapun indikator dari variabel ketekunan belajar siswa adalah sebagai berikut: a. Ketepatan masuk kelas (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer:, dan ) b. Kelengkapan buku atau catatan (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer: 10, 11, 1, 1, dan 1) c. Memusatkan perhatian secara penuh saat proses belajar mengajar berlangsung (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer: 1,, dan ) d. Memiliki kemauan untuk bertanya (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer: 8)

19 e. Ketepatan mengerjakan tugas (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer: 9) f. Pengaturan waktu belajar (Terdapat dalam pertanyaan angket nomer:, 7, dan 1) G. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Rancangan Pendekatan yang digunakan adalah correlation research yaitu penelitian yang bermaksud melihat hubungan antara variabel/lebih (Hadeli, 00: ). Dalam penelitian ini variabel yang dimaksud adalah variabel ketekunan ibadah mahdhoh (variabel x) dan variabel ketekunan belajar (variabel y).. Lokasi & Waktu Penelitian Lokasi penelitian di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang. Waktu penelitian bulan Agustus-September Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 00 : 108). Sedangkan menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 010 : 80). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Suruh tahun 011 yang berjumlah 1 siswa.

20 Sampel menurut Suharsimi Arikunto ialah jika kita akan meneliti sebagian dari proses, maka disebut penelitian sampel. Sampel adalah sebagian populasi yang diteliti (Arikunto, 1998: 7). Untuk memperoleh sampel yang representatif, maka dibutuhkan teknik sampling simple random sampling yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Lebih lanjut menurut Suharsimi Arikunto (199: 1) jika seorang peneliti mempunyai beberapa ratus obyek populasi, maka mereka dapat menentukan besar sampel antara -0% atau lebih dari jumlah populasi. Untuk itu peneliti mengambil sampel sejumlah 0% dari keseluruhan populasi siswa kelas XI SMAN 1 Suruh, sehingga jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0 siswa.. Metode Pengumpulan Data Field Research/Studi Lapangan Dalam melakukan studi lapangan, peneliti menggunakan beberapa metode diantaranya : 1) Angket Menurut Hadeli (00: 7) Angket adalah salah satu teknik pengumpulan data yang berbentuk kumpulan pernyataan. Metode ini adalah pokok untuk meneliti data tentang ketekunan ibadah mahdhoh & ketekunan belajar siswa di SMAN 1 Suruh Kabupaten Semarang Tahun 011.

21 Dalam penelitian ini nanti angket yang akan disiapkan ada dua jenis yaitu angket tentang ketekunan ibadah mahdhoh dan angket untuk mengetahui ketekunan belajar. Jumlah soal untuk setiap angket adalah 1 soal dengan opsi jawaban yaitu A,, dan C. erturut-turut skor untuk tiap opsinya adalah,, dan 1. Kisikisi angketnya sendiri menggunakan kerangka kerja indikator ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar yang telah dikemukakan di poin sebelumnya. Kedua angket ini digunakan untuk menemukan data kuantitatif tentang bagaimana variasi ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa SMAN 1 Suruh kelas XI tahun 011. ) Dokumentasi Metode ini berasal dari kata dokumen yang artinya barangbarang tertulis seperti: buku-buku, majalah, dokumen, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. (Arikunto, 1998: 19) Metode ini peneliti gunakan untuk mendapatkan data tentang jumlah siswa, guru, karyawan, penulis memilih metode ini agar penyajian data dalam penelitian ini lebih konkrit.. Analisis Data Sesudah penulis memperoleh data, penulis melakukan rekap data kemudian analisis, dalam menganalisis data ini penulis menggunakan dua tahap yaitu: a. Analisis Pendahuluan

22 Dalam analisis setelah penulis memperoleh data kemudian penulis akan mengadakan perhitungan awal data yang terkumpul. Dalam hal ini penulis menggunakan perhitungan analisis persentase. Rumus yang penulis gunakan adalah sebagai berikut: x 100% Keterangan: P = Presentase F = Frekuensi N = Jumlah total responden b. Analisis Uji Hipotesis Analisa akhir ini penulis lakukan antara variabel x dan variabel y dengan menggunakan analisis statistik dengan rumus product moment. Variabel x ketekunan ibadah mahdhoh siswa, variabel y tentang ketekunan belajar siswa. Hasil dari hubungan ketekunan ibadah mahdhoh dan ketekunan belajar siswa atau penggabungan antara variabel x dan variabel y penulis menggunakn rumus product moment sebagai berikut: r xy = Keterangan: r xy : Koefisien korelasi antara x & y xy : Produk dari x & y

23 x : Variabel 1 y : Variabel N : Jumlah responden H. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam skripsi yang penulis susun terdiri dari (lima) bab yang rinciannya sebagai berikut: Dalam penulisan sistematika skripsi ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam penulisan skripsi, yang berjudul Ketekunan Ibadah Mahdhoh dan Ketekunan elajar siswa kelas XI SMAN 1 Suruh Kabupaten Semrang Tahun 011. Dapat di kemukakan sebagai berikut: ab I Pendahuluan : Dalam bab ini penulis akan menjelaskan tentang: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, kegunaan penelitian, definisi operasional, sistematika penulisan skripsi. ab II Landasan Teori : A. Aktivitas Ibadah, meliputi pembahasan mengenai: pengertian ibadah dan ibadah mahdhoh (salat fardhu lima waktu, zakat, puasa).. Ketekunan belajar siswa yang meliputi: pengertian ketekunan, pengertian belajar, jenis-jenis belajar, faktor yang mempengaruhi ketekunan belajar, & ciri-ciri belajar tekun. ab III Hasil Penelitian :

24 Pada bab ini penulis akan melaporkan hasil penelitian meliputi: gambaran umum lokasi penelitian, visi dan misi SMAN 1 Suruh, fasilitas dan sarana, keadaan guru dan murid, ekstrakurikuler, & aktifitas pembelajaran di sekolah. ab IV Analisis Data : Pada bab ini penulis akan menganalisa data untuk mengetahui hasil akhir penelitian ini. Adapun teknik yang dipakai dalam menganalisis data tersebut dengan menggunakan analisis statistik dengan perincian: analisis pendahuluan dan analisis uji hipotesis ab V Penutup yang meliputi kesimpulan dan saran. agian akhir skripsi ini terdiri dari daftar pustaka dan riwayat hidup penulis.

25 A II LANDASAN TEORI A. Pengertian Ibadah Ibadah menurut bahasa berarti menyembah. Menurut Ulama Tauhid, Tafsir, dan Hadits adalah Meng-Esakan Allah, menta dhimkan-nya dengan sepenuh-penuh ta dhim serta menghinakan diri dan menundukkan jiwa kepada-nya. Sedangkan menurut Ulama Akhlak, ibadah adalah mengerjakan segala taat badaniyah dan menyelenggarakan segala syari at (hukum). Sedang menurut Fuqoha mengartikan ibadah ialah segala ta at yang dikerjakan untuk mencapai keridlaan Allah dan mengharap pahala-nya di akhirat (Hasbi, 199: -). Para ulama membagi ibadah menjadi dua yaitu: 1. Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah yang tidak melibatkan kepentingan orang lain dalam pelaksanaannya.. Ibadah ghoiru mahdhoh adalah ibadah yang berhubungan dengan manusia atau dengan kata lain ibadah yang dalam pelaksanaanny melibatkan orang lain (Hasbi, 199: ). Ibadah menurut istilah yaitu penyembahan seorang hamba terhadap Tuhannya yang dilakukan dengan merendahkan diri serendah-rendahnya, dengan hati yang ikhlas menurut cara-cara yang ditentukan oleh agama (Abidin dan Suyono, 1998: 11). 1

26 erdasarkan pengertian diatas maka penulis menyimpulkan ibadah mahdhoh adalah kegiatan penghambaan seorang manusia kepada Allah, dan mengesakan-nya dengan sepenuh hati serta memasrahkan jiwa raganya kepada Allah sebagai bukti ada kekuatan iman dan ketaatan dalam rangka mengharapkan ridho-nya.. Aplikasi Ibadah Mahdhoh dalam Kehidupan Sehari-hari Sesungguhnya tidak samar lagi bagi orang yang berakal bahwa kedudukan ibadah dalam agama ini seperti kedudukan pondasi bagi sebuah bangunan, bahkan seperti kedudukan ruh yang tersembunyi bagi anggota tubuh. Ibadah mahdhoh yang dikategorikan sebagai syi ar aqidah, dapat menghiasi dan mewarnai kehidupan seseorang dihadapan Tuhannya sebagai bentuk rasa syukurnya. Inti ibadah dan yang terpenting dalam ibadah terletak pada salat. Ia merupakan salah satu fadhilah agama, rukun, syari at dan aturan akan kesempurnaan Islam. Salat merupakan rukun Islam yang ke- yang menjadi penguat rukun yang pertama, syahadat bahwa tiada yang berhak di ibadahi dengan benar selain Allah. Secara kejiwaan, amalan, dan semua aspek keislaman akan memiliki pengaruh dalam diri seseorang. Kehidupan seseorang haruslah berjalan sesuai syari at Allah, menghalalkan apa yang di halalkan dan mengharamkan apa yang di haramkan-nya. Ia harus tunduk dalam perilaku, perbuatan, dan semua sikapnya kepada syari at Allah, menjauhi dari keinginan jiwa dan dorongan

27 nafsunya agar terjadi keseimbangan bagi individu, kelompok laki-laki dan perempuan. Ibadah mahdhoh yang dipersepsikan sebagai ibadah yang tidak melibatkan kepentingan orang lain dalam pelaksanaanya mencakup segala yang di cintai oleh Allah dan di ridhoi-nya baik perkataan dan perbuatan lahir maupun batin. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah itu mengharuskan ketundukan mutlak kepada Allah baik terhadap perintah, larangan, masalah kepercayaan, perkataan maupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun bentuknya adalah: 1. Salat a. Pengertian Salat Salat secara bahasa berarti mendoakan kebaikan. Adapun secara syar i berarti sejumlah perkataan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbir dan iakhiri dengan mengucap salam. Salat merupakan ibadah yang paling urgen dalam Islam secara mutlak. ahkan ia merupakan induk dari berbagai ibadah. Karena, ibadah selain salat, seperti zakat, puasa dan haji terkadang kewajibannya gugur atas individu muslim dalam sebagian kondisi dikarenakan udzur atau sebab lainnya. Adapun salat, kewajibannya tidak pernah gugur dari seorang muslim yang sudah mukallaf (baligh dan berakal), kecuali jika hilang akal atau tidak sadar. Karena itulah orang yang meninggalkan salat disebut sebagai orang yang tidak berakal, sebelum

28 ia dikatakan sebagai orang yang menyelisihi syariat Allah (At-Thohir, 008: 9-10). b. Kedudukan Salat dalam Islam Salat mempunyai kedudukan yang besar diantara ibadah yang lain, bahkan kedudukan salat dalam Islam sangat besar sekali hingga tidak ada ibadah lain yang mampu nenandinginya. Salat adalah tiang agama. Agama tidak akan tegak melainkan dengannya. Ia merupakan ibadah yang paling awal untuk dikerjakan, karena salat adalah tuntutan keimanan, salat merupakan sebuah bentuk penghambaan kepada Allah semata, dan terlepas dari penghambaan kepada setan. Sekaligus berhukum kepadanya adalah merupakan tuntutan dua kalimat syahadat, bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, tiada sekutu baginya dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasulnya. Adapun Al Qur-an banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan kewajiban melaksanakan salat diantaranya: Artinya: Padahal mereka tidk disuruh kecuali supaya menyembah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan demikian itulah agama yang lurus (Q.S. Al-ayyinah: ) Salat merupakan tanda kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya dan rasa syukur terhadap keutamaan dan kebaikan-nya. Salat adalah pemisah antara kafir dan mu min, siapa yang menyia-

29 nyiakan salat maka ia akan lebih menyia-nyiakan amalan selain salat, dan sesungguhnya segala bentuk hubungan dengan Allah akan terputus. Dengan demikian setiap orang yang meremehkan dan menghina salat berarti ia telah meremehkan dan menghina Islam, Sesungguhnya kebahagiaan mereka dalam Islam tergantung pada kebahagiaan mereka dalam salat, dan kecintaan mereka pada salat, hati-hatilah kamu akan menghadap Allah dan tidak ada Islam dalam hatimu tergantung ukuran salat dalam hatimu. Salat adalah yang pertama dan yang terakhir dalam Islam diantara keagungan kedudukan salat ia paling banyak disebut dalam Al Qur-an, terkadang disebut dengan sendirian dan kadang beriringan dengan zakat, terkadang dengan kalimat sabar, adakalanya pula dengan ibadah dan kalimatkalimat lain. Diawali dan ditutup dengan amalan kebaikan. Salat merupakan penegak agama dan agama tidak akan menjadi lurus kecuali dengan salat yang ditegakkan. c. Anjuran untuk Salat erjama ah anyak sekali rahasia dan hikmah diperintahkan mengerjakan salat dengan berjama ah diantaranya, membiasakan atau mendidik orang-orang Islam berjiwa merdeka, berjiwa sama rata, sama rasa dan berjiwa persaudaraan atau memperkuat ukuwah Islamiyah dan mempererat tali persaudaraan sesama umat muslim. Kalau manusia

30 merasa sama dirinya dengan orang lain dalam menghadap Allah maka hilanglah rasa angkuh dan takabur dalam dirinya. Dengan adanya hikmah salat berjama ah yang luar biasa tersebut maka Allah menganjurkan manusia agar mengerjakan salat dengan berjama ah, selain itu Allah juga menjanjikan pahala yang berlipat bagi manusia yang mengerjakan salat dengan berjama ah. Maka sangatlah rugi orang-orang yang tidak ikut untuk salat berjama ah. d. Salat Sunah Rawatib Salat sunah rawatib ialah salat sunah yang mengikuti salat fardhu yang lima. Dikerjakan sebelum mengerjakan salat fardhu yang lima atau sesudahnya. Salat sunah rawatib ada yang muakkad dan tidak muakkad. Yang termasuk salat rawatib muakkad yaitu, dua rakaat sebelum salat dzuhur, dua rakaat sesudah salat dzuhur, dua rakaat sesudah salat maghrib, dan dua rakaat sesudah salat isya. Sedangkan salat rawatib yang tidak muakkad yaitu, empat rakaat sesudah dan sebelum salat dzuhur, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat sebelum maghrib (Rasjid, 00: 1).. Zakat Secara bahasa, zakat berarti tumbuh numuww dan bertambah ziyadah. Adapun menurut syara, berarti hak yang wajib dikeluarkan dari harta. Madzhab Maliki mendefinisikannya dengan, Mengeluarkan sebagian yang khusus dari harta yang khusus pula yang telah mencapai

31 nishab (batas kuantitas yang mewajibkan zakat) kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Dengan catatan, kepemilikan itu penuh dan mencapai hawl (setahun), bukan barang tambang dan bukan pertanian. Sedangkan menurut Madzhab Hanafi mendefinisikan zakat dengan, menjadikan sebagian harta yang khusus dari harta yang khusus sebagai milik orang yang khusus, yang ditentukan oleh syari at karena Allah swt (Wahbah, 199: 8). Dari definisi diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa zakat adalah mengeluarkan sebagian harta tertentu dan yang diwajibkan oleh Allah untuk diberikan kepada orang-orang yang telah di tentukan oleh Allah swt. Membayar zakat wajib bagi umat Islam karena zakat merupakan ungkapan syukur atas nikmat harta yang telah dititipkan kepada seseorang, selain itu zakat juga menjadikan pertolongan bagi orang-orang fakir dan orang-orang yang sangat memerlukan bantuan. Dan yang terpenting zakat menyucikan jiwa dari penyakit kikir dan bakhil, melatih orang mukmin untuk bersifat pemberi dan dermawan. Dengan demikian masyarakat akan terlindung dari kemiskinan. Waktu membayar zakat sebagaimana telah diketahui, waktu wajib zakat fitrah ialah sewaktu terbenam matahari pada malam hari raya. Sungguhpun begitu, tidak ada halangan apabila dibayar sebelumnya, asal dalam bulan puasa. erikut ini waktu dan hukum membayar zakat fitrah.

32 a. Waktu yang diperbolehkan, yaitu dari awal Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan. b. Waktu wajib, yaitu mulai terbenam matahari penghabisan Ramadhan. c. Waktu yang lebih baik (sunat), yaitu dibayar sesudah salat Shubuh sebelum pergi salat hari raya. d. Waktu makruh, yaitu membayar fitrah sesudah salat hari raya, tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya. e. Waktu haram lebih telat lagi, yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada hari raya (Rasjid, 00: 09).. Puasa Secara bahasa, puasa berarti menahan imsak dan mencegah kaff dari sesuatu. Adapun menurut syara, puasa berarti menahan diri dari halhal yang membatalkannya dengan niat yang dilakukan oleh orang pada siang hari, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari (Wahbah, 199: 8). erdasarkan definisi diatas penulis mengambil kesimpulan puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan menjaga nafsu, dari segala nafsu apapun, mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Jadi orang yang berpuasa senantiasa dalam keadaan ibadah pada siang dan malam harinya. Dikabulkan do anya ketika berpuasa pada siang harinya ia adalah orang yang berpuasa dan sabar. Sedangkan pada malam harinya ia adalah orang yang memberi makan dan bersyukur. Dengan demikian orang yang berarti bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah

33 dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal karena pada dasarnya puasa itu dilaksanakan untuk mengharapkan ridho dari Allah semata. a. Etika Puasa 1) Mengakhirkan sahur ) Menyegerakan berbuka ) erdoa ketika berbuka dan ketika sedang menjalankan puasa. ) ersiwak. Orang berpuasa disunnahkan untuk bersiwak ketika ia sedang berpuasa. ) erderma dan banyak membaca Al-Qur an. Karena keduanya disunnahkan di setiap waktu dan lebih sunnah lagi di bulan Ramadhan (Qasim dan Yasir, 00: 1). b. Anjuran Salat Tarawih Salat tarawih adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadhan. Allah menganjurkan untuk mengerjakan salat sunnah tarawih karena dalam salat tarawih terdapat beberapa fadhilah yang luar biasa. Fadhilah utama dari salat tarawih adalah ampunan terhadap dosa-dosa di masa lampau. entuk-bentuk ampunan tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal, walaupun sama-sama merupakan fadhilah salat tarawih. Ampunan tersebut bisa karena besarnya pahala, sehingga dosa-dosa dapat ditutupi dengan besarnya pahala, dan pahala salat malam pada bulan ramadhan dilipatgandakan. isa juga ampunan

HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI

HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI HUBUNGAN KETAATAN BERIBADAH DENGAN PERILAKU SOSIAL SISWA DI MTs SATU ATAP AL-MINA NGAWINAN JETIS BANDUNGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh FITRIA NURMANISA NIM 111

Lebih terperinci

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA HUBUNGAN ANTARA MINAT STUDI LANJUT KE PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (PTAIN) DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MAN 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Kewajiban dan Melengkapi

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MATERI SIFAT MUSTAHIL ALLAH MELALUI METODE TEKNIK MENGHAFAL PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 2 CANDIROTO TEMANGGUNG SKRIPSI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam M. THOWIL NIM : 11410088. Oleh:

SKRIPSI. Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam M. THOWIL NIM : 11410088. Oleh: UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI METODE TANYA JAWAB (PENELITIAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI GIRIMULYO KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG TAHUN AJARAN 2011 2012) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh SITI AMILATUL FADLILAH 11408151

SKRIPSI. Oleh SITI AMILATUL FADLILAH 11408151 PENGARUH KESIBUKAN KERJA ORANG TUA TERHADAP PRESTASI MATA PELAJARAN FIQIH PADA SISWA KELAS II MI KETAPANG KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh SITI AMILATUL FADLILAH

Lebih terperinci

PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI

PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI DiajukanuntukMemperolehGelar SarjanaPendidikan Islam

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI Oleh: RESSA ARSITA SARI NPM : A1G009038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSI SMP N 4 MOJOSONGO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSI SMP N 4 MOJOSONGO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSI SMP N 4 MOJOSONGO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 OLEH SASMIYAH NIM 11410113 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR

METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR METODE BIMBINGAN ISLAM BAGI LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DI RUMAH PERLINDUNGAN LANJUT USIA JELAMBAR Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan Islam. Oleh: Muhammad Ansori 11508045

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar. Sarjana Pendidikan Islam. Oleh: Muhammad Ansori 11508045 PENERAPAN MODEL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH MA ARIF KARANGASEM KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2012/2013

Lebih terperinci

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 1 STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 SKRIPSI OLEH: PUTRI ARUMINGTYAS NIM : K 2402529 Skripsi

Lebih terperinci

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR

SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR SKRIPSI PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN DORONGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI SMUN I SUTOJAYAN BLITAR Oleh ESTI MUFIDATUL CHUSNA 05130029 JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI

PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISTIK DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 1 MALANG SKRIPSI Oleh : DEWI IMROATUL AZIZAH 04120003 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN 1 SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 007/008 A. YULI SETIAWAN K 501016 PROGRAM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

SKRIPSI untuk. oleh SEMARANG

SKRIPSI untuk. oleh SEMARANG i HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS RUMAH HUNIAN PENDUDUK KELURAHAN MANGUNSARI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan oleh Apriani Yunita

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007 HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 006/007 Skripsi Oleh AGUS P. ANDI W. NIM. K5103003 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI

STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI STUDI KOMPARASI IMPLEMENTASI DUA MODEL RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI SEKOTA SALATIGA TAHUN 2012 SKRIPSI Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam OLEH

Lebih terperinci

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL

UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL UPAYA MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI DI MIM MACANMATI PANGGANG GUNUNGKIDUL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan

Lebih terperinci

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG KEDIRI SKRIPSI Oleh AYUK WAHDANFIARI ADIBAH NIM. 3223103015 JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI diajukan dalam rangka menyelesaikan

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS V MI

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS V MI EFEKTIITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI KELAS MI SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun oleh: Pembimbing KOMUNIKASI DAN ASI YOGYAKARTA 2013

SKRIPSI. Disusun oleh: Pembimbing KOMUNIKASI DAN ASI YOGYAKARTA 2013 HUBUNGAN ANTARA MENONTON PROGRAM ACARA MOCOPAT SYAFA AT BERSAMAA CAK NUN DI ADi TV DENGAN KEBERAGAMAAN PENGHUNI WISMA FADHILAA PAPRINGAN, DESA CATUR TUNGGAL, KEC. DEPOK, KAB. SLEMAN SKRIPSI Diajukan Kepada

Lebih terperinci

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh

UNAAN MULTIMEDIA DASAR PENDIDIKAN. Skripsi. gelar. oleh KEEFEKTIFAN PENGGU UNAAN MULTIMEDIA MICROSOFT POWERP POINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS MATERI PERKEMBANGANTEKNOLOGI TRANSPORTASI PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI PESAYANGAN 01 KABUPATEN TEGAL

Lebih terperinci

PERAN WAKIL KEPALA MADRASAH BIDANG KESISWAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KLATEN

PERAN WAKIL KEPALA MADRASAH BIDANG KESISWAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KLATEN PERAN WAKIL KEPALA MADRASAH BIDANG KESISWAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KLATEN SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL i PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM SMP N 15 YOGYAKARTA. A. Letak dan Keadaan Geografis SMP N 15 Yogyakarata

BAB II GAMBARAN UMUM SMP N 15 YOGYAKARTA. A. Letak dan Keadaan Geografis SMP N 15 Yogyakarata BAB II GAMBARAN UMUM SMP N 15 YOGYAKARTA A. Letak dan Keadaan Geografis SMP N 15 Yogyakarata Sekolah Menengah Pertama Negeri 15 Yogyakarta merupakan Sekolah Menengah Pertama Negeri yang terletak di kota

Lebih terperinci

Disusun Oleh MUH SHOLEH NIM : 13485293

Disusun Oleh MUH SHOLEH NIM : 13485293 PENGGUNAAN MEDIA ALAT PERAGA KONKRIT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III MIM KRANGGAN KECAMATAN POLANHARJO KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Nama NIM PGPAUD

SKRIPSI. Oleh: Nama NIM PGPAUD SKRIPSI UPAYA PENINGKATANN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADAA KELOMPOK A TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI JATIROKEH SONGGOM BREBES Di ajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci