BAB III TINJAUAN DATA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III TINJAUAN DATA"

Transkripsi

1 BAB III TINJAUAN DATA Dalam bab ini berisi tentang pemaparan lokasi yaitu Kabupaten Pemalang dan pemaparan mengenai kondisi eksisting Stasiun Pemalang serta evaluasi terhadap Stasiun Pemalang sebagai objek perencanaan dan perancangan untuk dikembangkan. A. KABUPATEN PEMALANG 1. Data Fisik a. Letak Geografi Kabupaten Pemalang terletak diantara : - Bujur Timur (BT) : " 30" " 30" - Lintang Selatan (LS): 80 52" 30" " 11" Gambar 3. 1 Peta Kabupaten Pemalang Sumber : BPS Kab. Pemalang, 2014 Dengan batas-batas sebagai berikut : - Sebelah Utara : Laut Jawa - Sebelah Selatan : commit Kabupaten to user Purbalingga DEA KARINA PUTRI I

2 - Sebelah Barat : Kabupaten Tegal - Sebelah Timur : Kabupaten Pekalongan b. Luas Daerah Luas wilayah Kabupaten Pemalang adalah 1.115,30 Km 2 yang terdiridari: - Luas lahan sawah : 383,51 Km 2 a. Luas lahan bukan sawah : 731,79 Km 2 Gambar 3. 2 Prosentase Penggunaan Lahan Tanah di Kabupaten Pemalang Tahun 2013 Sumber : BPS Kab. Pemalang, 2015 c. Topografi (Keadaan Daerah) Berdasarkan topografinya, Kabupaten Pemalang terdiri dari : 1) Daerah dataran pantai Yaitu daerah dengan ketinggian antara 1-5 meter di atas permukaan air laut. Daerah ini meliputi 18 desa dan 1 kelurahan terletak di bagian utara wilayah Kabupaten Pemalang. 2) Daerah dataran rendah Yaitu daerah dengan ketinggian antara 6-15 meter di atas permukaan air laut. Daerah ini meliputi 98 desa dan 5 kelurahan terletak di bagian utara wilayah Kabupaten Pemalang. DEA KARINA PUTRI I

3 3) Daerah dataran tinggi Yaitu daerah dengan ketinggian antara meter di atas permukaan air laut. Daerah ini meliputi 35 desa, terletak di bagian tengah dan selatan wilayah Kabupaten Pemalang. 4) Daerah pegunungan Terbagi menjadi dua yaitu : a) Daerah dengan ketinggian antara meter di atas permukaan air laut. Daerah ini meliputi 55 desa, terletak di bagian selatanwilayah Kabupaten Pemalang. b) Daerah dengan ketinggian 925 meter di atas permukaan air laut, terletak di bagian selatan meliputi 10 desa yang berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga. d. Keadaan Tanah Jenis tanah di Kabupaten Pemalang adalah sebagai berikut : 1) Tanah Alluvial : terutama terdapat di dataran rendah yaitu di wilayah Kecamatan Petarukan, Pemalang, Ampelgading, Bodeh, Comal dan Ulujami. 2) Tanah Regosil : terdiri dari batu-batuan pasir dan intermedier di daerah bukit sampai gunung yaitu di kecamatan Pemalang, Randudongkal, Belik, Watukumpul, dan Bantarbolang. 3) Tanah Lestasol : terdiri dari batu bekuan pasir dan intermedier di daerah daerah bukit sampai gunung yaitu di Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Moga, Pulosari, Randudongkal dan Belik. 2. Data Non-fisik a. Klimatologi Curah hujan suatu wilayah pastinya akan mempengaruhi kondisi sirkulasi air sehingga nantinya berpengaruh terhadap kelembaban suatu wilayah. Kondisi lahan juga berpengaruh pada curah hujan suatu wilayah yaitu pada tingkat kelembaban tanah dan tingkat erosi tanah. Kabupaten Pemalang memiliki temperature commit to yang user berkisar antara 30 C baik itu di DEA KARINA PUTRI I

4 antara siang dan malam, maupun antara kemarau dan penghujan. Selama tahun 2014 di kabupaten Pemalang, untuk bulan dengan hari hujan tertinggi adalah bulan Januari (23 hari) dan paling sedikit adalah bulan September (0 hari). Gambar 3. 3 Rata Rata Hari Hujan Tiap Bulan di Kabupaten Pemalang Tahun 2014 Sumber : BPS Kab. Pemalang, 2015 Gambar 3. 4 Rata Rata Curah Hujan Tiap Bulan di Kabupaten Pemalang Tahun 2014 Sumber : BPS Kab. Pemalang, 2015 DEA KARINA PUTRI I

5 B. STASIUN KERETA API PEMALANG 1. Sekilas tentang Stasiun Pemalang Stasiun Pemalang merupakan stasiun kereta api yang berada di Jalan Veteran, Pekunden, Kabupaten Pemalang. Stasiun Pemalang yang memiliki singkatan stasiun PML ini berada di bawah kendali Daerah Operasi IV Semarang. Jalan Pantura Terminal Pemalang Stasiun Pemalang Alun-alun Pemalang Kawasan Kota Pemalang Gambar 3. 5 Letak Stasiun Kereta Api Pemalang Sumber : Google Maps 2016 DEA KARINA PUTRI I

6 Stasiun Pemalang ini berada dekat dengan fasilitas-fasilitas umum Pemalang seperti kawasan Kota Pemalang, Rumah Sakit Prima Medika, Pasar Kota Pemalang dan Terminal Pemalang. Jarak stasiun Pemalang dengan kawasan Kota Pemalang ± 500 m, dengan RS Prima Medika ± 850 m, dengan pasar kota Pemalang ± 600 m, sedangkan jarak antara stasiun Pemalang dengan terminal Pemalang ± 1,5 km. Terminal Pemalang RS Prima Medika Stasiun Pemalang Pasar Kota Pemalang Gambar 3. 6 Lokasi Stasiun Pemalang dan Hubungannya dengan Fasilitas Umum di sekitarnya Sumber : Google Earth dan Dokumentasi Oleh Dea Karina Putri Tahun 2016 Keterangan : Jalan Lingkungan Jalan Utama Kota DEA KARINA PUTRI I

7 2. Stasiun Pemalang sebagai Bangunan Cagar Budaya Stasiun Pemalang merupakan salah satu bangunan cagar budaya Indonesia yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dimana bangunan bersejarah harus dilestarikan kehadirannya baik secara fisik ataupun non-fisik berdasarkan keputusan nomor PM/01/EAB.2013 yang dikeluarkan oleh Unit Station, Maintenance, Preservation & Architecture PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Gambar 3. 7 Papan Informasi tentang Stasiun Pemalang sebagai Bangunan Cagar Budaya Sumber : Dokumentasi Oleh Dea Karina Putri Tahun Data Penumpang dan Kereta Api di Stasiun Pemalang a. Data Jumlah Penumpang di Stasiun KA Pemalang Penumpang di Stasiun Kereta Api Pemalang mengalami kenaikan jumlah setiap tahunnya yaitu pada tahun 2011 sampai tahun Rata-rata kenaikan jumlah penumpang di Stasiun Kereta Api Pemalang yaitu sebesar ± 50 % dengan tingkat peningkatan paling tinggi pada tahun 2013 yaitu sebesar ± 83 %. Tabel 3. 1 Jumlah Penumpang di Stasiun Pemalang Tahun Tahun Jumlah Penumpang Kereta Api Sumber : BPS, Pemalang dalam Angka DEA KARINA PUTRI I

8 Gambar 3. 8 Grafik Program dan Realisasi Volume dan Pendapatan Penumpang di Stasiun Pemalang Sumber : Dokumentasi Oleh Dea Karina Putri Tahun 2016 Keterangan : Kiri = Volume Penumpang Kanan = Pendapatan : Program : Realisasi Pada grafik di atas diketahui bahwa volume penumpang lebih banyak daripada program prediksi, sedangkan pada grafik pendapatan diketahui jumlahnya lebih rendah daripada program prediksi. Hal ini dikarenakan mulai bulan Juli 2015, PT. KAI melayani pembelian tiket di luar stasiun seperti agen-agen, indomart, alfamart, dan lain sebagainya, sehingga pendapatan stasiun sudah terbagi-bagi di agen-agen tersebut. DEA KARINA PUTRI I

9 Tabel 3. 2 Jumlah Penumpang di Stasun Pemalang Tahun 2014 Macam Kereta Api Bulan Argo Argo Argo Menoreh Menoreh Tawang Kaligung Bangun Kamandaka Sembrani Gumarang * Anggrek Sindoro Muria I II Jaya Mas karta * * Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Sumber : BPS, Pemalang dalam Angka *) Kereta Api yang berhenti di Stasiun Pemalang tahun 2014 DEA KARINA PUTRI I

10 b. Data Kereta Api yang Keluar & Masuk di Stasiun KA Pemalang Tabel 3. 3 Macam Kereta Api yang Berhenti di Stasiun Pemalang tahun 2014 Rute Perjalanan Macam Kereta (Stasiun Keberangkatan Stasiun Api Tujuan) Kelas Kereta Api Argo Anggrek Gambir Surabaya Eksekutif Argo Sindoro Gambir Semarang Poncol Eksekutif Argo Muria Gambir Semarang Tawang Eksekutif Menoreh Pasar Senen Semarang Tawang Ekonomi Sembrani Gambir Surabaya Pasar Turi Eksekutif Tawang Jaya Pasar Senen Semarang Poncol Ekonomi Kaligung Mas Tegal Semarang Poncol Ekonomi Bangunkarta Pasar Senen Jombang Eksekutif Gumarang Pasar Senen Surabaya Ekonomi, Bisnis & Eksekutif Kamandaka Purwokerto Semarang Tawang Ekonomi Sumber : BPS, Pemalang dalam Angka 2015 & Berdasarkan data dari PT. KAI (Persero) pada situs online resmi penjualan tiket kereta api, pada tahun 2016 tidak semua kereta eksekutif yang terdapat pada Tabel masih mengangkut penumpang dari Stasiun Pemalang. Kereta eksekutif yang masih mengangkut penumpang di Stasiun Pemalang pada tahun 2016 yaitu kereta Bangunkarta dengan tujuan Jombang dan kereta Gumarang dengan tujuan Jakarta dan Surabaya. 4. Prediksi Penumpang dan Kereta di Stasiun Pemalang untuk 20 tahun yang akan datang 1) Prediksi Jumlah Penumpang Dalam pengklasifikasian kelas stasiun digunakan beberapa kriteria yang menjadi tolak ukur, salah satunya adalah jumlah penumpang. Kriteria jumlah penumpang untuk klasifikasi kelas stasiun adalah sebagai berikut 14 : a) Kelas Besar, jumlah penumpang > orang per hari b) Kelas Sedang, jumlah penumpang orang per hari 14 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM. 33 tahun 2011 tentang Jenis, Kelas dan Kegiatan di Stasiun Kereta Api DEA KARINA PUTRI I

11 c) Kelas Kecil, jumlah penumpang < orang per hari Perhitungan prediksi jumlah penumpang dihitung berdasarkan jumlah penumpang tahun terakhir dari data yang ada yaitu tahun 2014 dan data rata-rata kenaikan jumlah penumpang per tahunnya selama 4 tahun terakhir dari data yang ada, dengan menggunakan rumus Future Value (FV) yaitu, FV = B (1 + asumsi kenaikan) n FV = Future Value (Nilai pada Masa Mendatang) B = Nilai Sekarang n = Jangka Waktu Untuk prediksi jumlah penumpang di Stasiun Pemalang pada jangka waktu 20 tahun yang akan datang, berdasarkan data rata- rata kenaikan penumpang sebesar 50 % per tahunnya selama empat tahun maka digunakan asumsi kenaikan jumlah penumpang sebesar 20 % dengan angka sekarang yaitu orang (jumlah penumpang di Stasiun Pemalang tahun 2014). Maka, B = orang Asumsi kenaikan = 20 % = 0,2 n = 20 tahun FV = B (1 + asumsi kenaikan) n = (1 + 0,2) 20 = (1,5) 20 = ± orang / tahun = ± orang / hari Berdasarkan perhitungan prediksi tersebut, Stasiun Pemalang dalam 20 tahun yang akan datang masih termasuk dalam kelas sedang namun menjadi stasiun kelas sedang yang sesuai dengan ketentuan standar stasiun kereta api menurut PT. Kereta Api Indonesia (Persero). DEA KARINA PUTRI I

12 5. Evaluasi Stasiun Kereta Api Pemalang Stasiun KA Pemalang memiliki tanah seluas ± 0,77 Ha termasuk area untuk peron, namun eksisting stasiun KA Pemalang memiliki luas bangunan ± 350 m 2 di atas tanah seluas ± m 2 (termasuk area peron). Stasiun Kereta Api Pemalang merupakan stasiun kelas sedang yang melayani jasa angkutan kereta api ekonomi, bisnis dan eksekutif. Gambar 3. 9 Luas Keseluruhan Lahan dan Kondisi Eksisting Stasiun Pemalang Sumber : Google Earth, 2016 Keterangan : : Luas tanah keseluruhan Stasiun Pemalang : Bangunan eksisiting Stasiun Pemalang : Peron eksisting Stasiun Pemalang a. Zonasi Stasiun Kereta Api Pemalang 1) Zona Pelayanan Stasiun Kereta Api Pembagian zona pelayanan stasiun ini dimaksudkan agar pengaturan orang di stasiun lebih mudah dan lebih teratur karena akan berdampak langsung terhadap kenyamanan penumpang. Zona pelayanan stasiun dibagi menjadi tiga yaitu : a) Zona Umum (Zona I) Zona umum merupakan tempat dimana calon penumpang, pengantar dan orang commit umum to mendapatkan user pelayanan sebelum masuk DEA KARINA PUTRI I

13 ke dalam zona calon penumpang bertiket yaitu zona calon penumpang dan umum sebelum diperiksa tiketnya atau sebelum masuk peron. Pada Stasiun Pemalang, yang termasuk dalam zona umum adalah hall, area parkir, halaman stasiun dan ruang tunggu umum karena terletak menyatu dengan hall sehingga masih dapat diakses oleh orang umum. Zona I Gambar Zona Umum pada Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI (Persero) Daerah Operasi IV Semarang b) Zona Calon Penumpang Bertiket (Zona II) Zona II merupakan tempat yang disediakan bagi calon penumpang bertiket yang menunggu datangnya kereta. Zona II berupa ruang tunggu bagi penumpang setelah melewati tempat pemeriksaan tiket untuk menunggu kedatangan kereta api. DEA KARINA PUTRI I

14 Zona II Gambar Zona Calon Penumpang Bertiket di Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI (Persero) Daerah Operasi IV Semarang Ruang tunggu yang disediakan oleh Stasiun Pemalang yaitu ruang tunggu untuk penumpang umum (kereta kelas ekonomi, bisnis dan juga bahkan eksekutif) dan ruang tunggu khusus untuk penumpang kereta kelas eksekutif. Area untuk zona II berhubungan langsung dengan peron yaitu area siap memasuki kereta api. c) Zona Penumpang Bertiket (Zona III) Zona penumpang bertiket atau zona III merupakan area steril yang khusus disediakan bagi penumpang bertiket yang telah siap untuk memasuki kereta api. Zona III ini berhubungan langsung (berhadapan) dengan zona calon penumpang bertiket, sehingga memudahkan penumpang untuk mengetahui kedatangan kereta api dan bersiap untuk memasuki kereta. Pada Stasiun Pemalang zona III ini berupa peron dengan jenis peron sedang, sedangkan jenis peron yang direkomendasikan untuk standarisasi stasiun adalah peron tinggi. DEA KARINA PUTRI I

15 Zona III 2) Zona Privat Gambar Zona Penumpang Bertiket pada Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI (Persero) Daerah Operasi IV Semarang Zona privat merupakan ruang-ruang perkantoran yang menunjang kegiatan di stasiun kereta dimana tidak semua orang dapat mengaksesnya. Ruang-ruang privat yang berfungsi untuk ruang perkantoran pada Stasiun Pemalang yaitu ruang kepala stasiun, ruang PPKA, ruang kantor umum, ruang loket tiket, ruang keuangan dan ruang polsuska, Zona Privat Gambar Zona Privat pada Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI (Persero) Daerah Operasi IV Semarang DEA KARINA PUTRI I

16 3) Zona Servis Zona servis merupakan area pada bangunan berupa ruang-ruang penunjang yang merupakan penunjang untuk keberlangsungan kegiatan-kegiatan pokok. Zona servis hendaknya diletakkan berdekatan, mudah dijangkau dan terlihat dari zona publik. Pada Stasiun Pemalang yang termasuk ke dalam zona servis yaitu kamar madi/wc dan mushola. Zona Servis Gambar Zona Servis pada Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI (Persero) Daerah Operasi IV Semarang b. Macam-macam Ruang Stasiun Pemalang 1) Bangunan Stasiun KA Pemalang a) Denah Bangunan Stasiun Pemalang Gambar Denah Bangunan Stasiun KA Pemalang Sumber : Dokumen PT. commit KAI (Persero) to user Daerah Operasi IV Semarang DEA KARINA PUTRI I

17 Ruang Peralatan Ruang Tunggu Umum Ruang Kantor Toilet Kantor PBD Hall Ruang PPKA Mushola Kios / Outlet Ruang Eksekutif Ruang Polsuska Loket Tiket Ruang Kepala Stasiun Ruang Tunggu Penumpang KA Tabel 3. 4 Besaran Ruang-ruang yang ada di Stasiun Pemalang Jenis Ruang Besaran Ruang Dimensi Ruang Peralatan 11,75 m 2 4,7 m x 2,5 m Kantor Penguasa Perbendaharaan (PBD) 25 m 2 5 m x 5 m Kios / Outlet 15 m 2 5 m x 3 m Ruang Tunggu Umum 40 m 2 8 m x 5 m Hall 25 m 2 5 m x 5 m Loket Tiket 25 m 2 5 m x 5 m Ruang Eksekutif 25 m 2 5 m x 5 m Ruang Kepala Stasiun 20 m 2 5 m x 4 m Ruang Kantor 31,5 m 2 7 m x 4,5 m Ruang Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) 20 m 2 5 m x 4 m Ruang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) 9 m 2 3 m x 3 m Ruang Tunggu Penumpang KA 52,5 m 2 35 m x 1,5 m Ruang UPT Kereta Api 25 m 2 5 m x 5 m Mushola 25 m 2 5 m x 5 m Toilet (Pria & Wanita) 25 m 2 5 m x 5 m Sumber : Gambar Denah Bangunan Stasiun Pemalang (Dokumen PT. KAI) Ruang Peralatan Ruang peralatan memiliki fungsi untuk menyimpan alat-alat yang digunakan untuk menyimpan alat-alat keperluan stasiun seperti alat kebersihan dan sebagainya. Pada Stasiun Pemalang, ruang peralatan juga digunakan oleh petugas kebersihan sebagai ruangan untuk menyiapkan pekerjaannya setiap hari. Kantor Penguasa Perbendaharaan (PBD) Kantor PBD pada Stasiun Pemalang memiliki fungsi sebagai ruang bagi petugas keuangan dalam melaksanakan tugasnya untuk mengatur administrasi dan mengelola perbendaharaan stasiun. DEA KARINA PUTRI I

18 Kios / Outlet Gambar Tampak Luar Ruang Kantor PBD Sebelum difungsikan sebagai kios Roti O, ruangan ini digunakan sebagai loket untuk kegiatan perbendaharaan. Keberadaan toko atau restoran pada sebuah fasilitas publik seperti stasiun ini sangat dibutuhkan terutama bagi orang-orang yang sedang atau akan menempuh perjalanan panjang tanpa persiapan apapun. Namun, pada Stasiun Pemalang ini, fasilitas penunjang (toko/restoran) yang disediakan masih minim dan belum menunjukkan ciri khas Pemalang yang dapat dijadikan sebagai bentuk souvenir. Ruang Tunggu Umum Gambar Kios Roti O' di Stasiun Pemalang Ruang tunggu umum di Stasiun Pemalang digunakan bagi pengunjung umum stasiun, baik yang memiliki tiket kereta api ataupun pengunjung umum. Gambar Ruang Tunggu Umum di Stasiun Pemalang DEA KARINA PUTRI I

19 Pada jam-jam padat seperti pada saat mendekati keberangkatan kereta pai, ruang tunggu tersebut tidak dapat mencukupi, sehingga terdapat beberapa orang yang berdiri pada saat menunggu. Hall Hall pada Stasiun Pemalang berhubungan langsung tanpa sekat dengan ruang tunggu umum, sehingga pada saat jam-jam ramai dapat mengganggu sirkulasi di dalam bangunan stasiun. Kegiatan pada hall ini mengalami Cross sehingga menimbulkan crowded pada ruangan, kegiatan tersebut yaitu antrian loket, antrian penumpang yang mencetak tiket pada mesin pencetak dan orang umum ataupun calon penumpang yang berdiri. Loket Tiket Gambar Hall dan Pintu Masuk di Stasiun Pemalang Loket tiket digunakan untuk pembelian dan pembatalan tiket kereta api di Stasiun Pemalang karena tidak tersedianya ruang Customer Service sehingga pelayanan ticketing terpusat di satu titik. Gambar Pelayanan Ticketing di Stasiun Pemalang Ruang Tunggu Penumpang KA Ruang tunggu penumpang di Stasiun Pemalang disediakan bagi penumpang bertiket commit yang akan to user naik kereta api. Pada ruang tunggu DEA KARINA PUTRI I

20 penumpang Stasiun Pemalang terdapat area khusus untuk para penumpang yang ingin merokok, karena area umum untuk ruang tunggu penumpang merupakan area bebas rokok. Gambar Ruang Tunggu Penumpang di Stasiun Pemalang Ruang Kepala Stasiun Ruang yang digunakan oleh seorang Kepala Stasiun Pemalang dalam melaksanakan tugasnya. Pada ruang kepala stasiun, terdapat satu meja kerja dan kursi serta sofa untuk menerima tamu. Selain itu juga terdapat lemari arsip dan beberapa papan informasi yang berisi tentang informasi jumlah penumpang dan jumlah pendapatan Stasiun Pemalang. Gambar Ruang Kepala Stasiun Pemalang Ruang Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Ruangan ini digunakan bagi petugas stasiun untuk mengatur perjalanan kereta api, di dalamnya terdapat beberapa mesin untuk mengatur perjalanan kereta api. Gambar Ruang Petugas PPKA Stasiun Pemalang DEA KARINA PUTRI I

21 Ruang UPT Kereta Api Ruang yang disediakan bagi Kru KA yang berdinas untuk menggunakan fasilitas tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Mushola Gambar Ruang UPT Kereta Api Stasiun Pemalang Stasiun Pemalang sudah dilengkapi dengan fasilitas mushola bagi pengunjung yang ingin menjalankan ibadah sholat. Pada mushola ini telah disediakan tempat wudu dan juga mukena. Toilet (Pria & Wanita) Gambar Mushola di Stasiun Pemalang Toilet yang berada di Stasiun Pemalang tersedia masing-masing bagi pria dan wanita. Pada toilet pria terdiri dari 2 WC, 2 Urinoar dan 1 wastafel, sedangkan pada toilet wanita terdiri dari 2 WC dan 2 wastafel. Gambar Toilet di Stasiun Pemalang Sumber : commit Dokumentasi to oleh user Dea Karina Putri Tahun 2016 DEA KARINA PUTRI I

22 Toilet yang disediakan di Stasiun Pemalang ini belum memenuhi standar minimum jumlah toilet untuk stasiun kelas sedang, yaitu untuk toilet pria dan wanita masing-masing minimal 5 kamar dan untuk toilet bagi penyandang cacat minimal 1 kamar masingmasing, serta jumlah urinoar minimal 4 buah. b) Tampak Bangunan Stasiun Pemalang Tampak bangunan Stasiun Pemalang menggunakan gaya kolonial yang bisa dilihat pada jendela, pintu dan lubang ventilasinya. Namun, atap bangunannya menggunakan atap jawa seperti limasan. Sedangkan warna eksterior maupun interior bangunan didominasi oleh warna putih dengan tambahan aksen warna abu-abu pada bagian kanopinya. Gambar Tampak Depan (Fasad) Stasiun Pemalang c) Kebutuhan Ruang Berdasarkan data dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) 15, Stasiun Kereta Api Pemalang termasuk stasiun kelas sedang. Namun, apabila dilihat dari kondisi eksisting Stasiun Pemalang sekarang berdasarkan kriteria-kriteria pengklasifikasian kelas stasiun, banyak aspek yang belum dipenuhi untuk Stasiun Pemalang disebut sebagai stasiun kereta api kelas sedang, salah satunya adalah aspek kesediaan fasilitas pokok dan fasilitas penunjang yang harus ada di stasiun DEA KARINA PUTRI I

23 Tabel 3. 5 Perbandingan Standar Minimun Stasiun dengan Eksisting Stasiun Pemalang Standar untuk Stasiun Kelas Sedang Luasan Eksisting Stasiun Macam Ruang Luasan (m 2 ) Pemalang (m 2 ) Fasilitas Pokok Ruang Kepala Stasiun (KS) Ruang Wakil KS 15 Belum ada Ruang PPKA Ruang Keuangan Ruang Serbaguna 50 Belum ada Ruang Peralatan 12 11,75 Ruang UPT Kru KA - 25 Ruang Istirahat Kru KA 25 31,5 Ruang Petugas Keamanan 12 9 Ruang Petugas Kebersihan 9 Satu ruangan dengan ruang peralatan Ruang Hall Ruang Loket Ruang Pelayanan Informasi 12 Satu ruangan dengan ruang loket Ruang Tunggu Eksekutif Ruang Tunggu Umum ,5 Ruang Layanan Kesehatan 15 Belum ada Ruang Toilet Umum Ruang Mushola Ruang Ibu Menyusui 10 Belum ada Fasilitas Penunjang Parkir Kendaraan Mobil = 100 Motor = 150 Mobil = maksimal 5-7 mobil Motor = ± motor Restoran Ada Belum ada Kios Ada 1 Kios (Roti O ) ATM Center Ada Belum ada Penitipan & Pengantar Barang Ada Ada tapi bukan fasilitas dari stasiun Sumber : Unit Station Maintenance, Preservation and Architecture PT. KAI (Persero), Buku Pedoman Standardisasi Stasiun Tahun 2011 dan Data Lapangan Stasiun Pemalang 2) Peron Pada Stasiun Pemalang terdapat empat jalur kereta api dengan tiga peron, dimana peron yang commit disediakan to user merupakan peron jenis sedang. DEA KARINA PUTRI I

24 Lebar peron yang terdapat pada Stasiun Pemalang yaitu ± 120 cm dengan panjang ± 50 m. PERON Gambar Denah Peron Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI DAOP IV Semarang Gambar Tampak Peron Stasiun Pemalang Sumber : Dokumentasi Oleh Dea Karina Putri Tahun ) Parkir Kendaraan Perumahan Penduduk Jalan OUT Parkir Parkir Mobil Parkir Motor Karyawan IN Gambar Denah Parkir Kendaraan Stasiun Pemalang Sumber : Dokumen PT. KAI DAOP IV Semarang Parkir kendaraan di Stasiun Pemalang dibagi menjadi tiga area, yaitu parkir kendaraan roda dua atau motor bagi pengunjung, parkir kendaraan roda dua atau motor bagi karyawan atau staf Stasiun DEA KARINA PUTRI I

25 Kereta Api Pemalang dan juga parkir mobil. Pada Stasiun Pemalang ini belum tersedia fasilitas drop-off sehingga semua kendaraan yang mengantar calon penumpang akan menurunkan penumpangnya di badan jalan. a) Parkir motor di Stasiun Pemalang memiliki luas ± 92,5 m 2 dan belum memiliki marka pembatas pada standar tempat parkir motor. Gambar Tempat Parkir Motor Umum di Stasiun Pemalang b) Parkir mobil di Stasiun Pemalang belum terdapat tempat khusus parkir mobil melainkan menggunakan badan jalan yang hanya seluas ± 35 m 2. Selain itu, area ini juga dimanfaatkan oleh para tukang becak untuk memarkirkan becaknya. Gambar Area Parkir Mobil di Stasiun Pemalang c) Parkir motor karyawan berada dekat pintu keluar dengan luas ± 45 m 2. Gambar Parkir Khusus Karyawan Stasiun Pemalang Sumber : commit Dokumentasi to oleh user Dea Karina Putri Tahun 2016 DEA KARINA PUTRI I

26 c. Sirkulasi pada Stasiun Kereta Api Pemalang Memasuki Stasiun Pemalang, sirkulasi pengunjung dihubungkan dengan area hall yang berada di antara loket tiket dan ruang tunggu umum, kemudian menuju ruang tunggu khusus penumpang setelah melalui tempat pemeriksaan tiket.. Sirkulasi pengunjung yang datang yaitu : Parkir Loket Tiket Pulang Datang Masuk Stasiun Membeli Mesin Cetak Ruang Pemeriksaan Tiket Ruang Tunggu Mencetak Tiket yang dibeli dari agen di luar Stasiun Masuk Kereta Peron Skema 3. 1 Sirkulasi Pengunjung yang Datang ke Stasiun Pemalang Sumber : Analisa oleh Dea Karina Putri Tahun 2016 Sirkulasi pengunjung yang turun dari kereta api yaitu : Turun dari Kereta Pintu Keluar Pulang Masuk ke Stasiun Membeli tiket untuk perjalanan selanjutnya Skema 3. 2 Sirkulasi Pengunjung yang Turun sari Kereta Api Sumber : Analisa oleh Dea Karina Putri Tahun 2016 d. Karakter Bangunan Stasiun Kereta Api Pemalang Bangunan Stasiun Pemalang memiliki karakter bangunan yang sangat kolonial sebagai ciri khas bangunan cagar budaya (heritage), sama halnya dengan bangunan stasiun di Indonesia pada umumnya. Hal tersebut ditunjukkan oleh tampilan eksterior maupun interiornya, yaitu dari bentuk jendela dan pintu yang melengkung, merupakan ciri khas dari gaya kolonial. Selain itu, pada interiornya juga dapat dilihat dindingnya menggunakan pasangan satu batu bata. DEA KARINA PUTRI I

27 Sedangkan untuk warna bangunan, Stasiun Pemalang berwarna putih dengan kombinasi abu-abu baik pada bagian eksterior maupun interiornya. Warna putih dan kombinasi abu-abu merupakan standar untuk warna bangunan cagar budaya. Gambar Tampilan Bangunan Stasiun Pemalang (Eksterior dan Interior) e. Kesimpulan Evaluasi terhadap Stasiun Kereta Api Pemalang Dari hasil evaluasi terhadap Stasiun Pemalang, didapatkan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1) Penataan zonasi pada Stasiun Pemalang khususnya untuk zona II kurang memperhatikan sirkulasi yang terjadi sehingga terkesan semrawut terutama pada jam-jam keberangkatan kereta api. 2) Ruang-ruang yang telah tersedia di Stasiun Pemalang belum memenuhi dan melengkapi standar minimum stasiun kelas sedang. 3) Sirkulasi untuk area loket tiket, ruang tunggu serta mesin pencetak tiket dan mesin ATM yang terdapat pada area hall mengalami Cross sehingga menyebabkan crowded apabila sedang dalam waktu-waktu keberangkatan kereta api. 4) Fasilitas penunjang seperti toko / restoran yang disediakan belum mencukupi yang disebabkan oleh keterbatasan ruang. 5) Belum terdapat area parkir khusus untuk kendaraan roda dua sehingga masih memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir yang dapat mengganggu sirkulasi jalan raya. DEA KARINA PUTRI I

PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG

PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG TUGAS AKHIR Diajukan sebagai Syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Universitas Sebelas

Lebih terperinci

BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG

BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG BAB IV PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG A. PEMAHAMAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG DI KABUPATEN PEMALANG Pengembangan Stasiun Pemalang merupakan suatu proses atau

Lebih terperinci

Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang BAB I PENDAHULUAN. commit to user

Pengembangan Stasiun Kereta Api Pemalang di Kabupaten Pemalang BAB I PENDAHULUAN. commit to user BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini, akan dibahas mengenai, pengertian dan esensi judul, latar belakang munculnya gagasan atau ide dan judul, tujuan dan sasaran perencanaan dan perancangan, permasalahan

Lebih terperinci

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Pelaku Kegiatan Pengguna bangunan terminal adalah mereka yang secara langsung melakukan ativitas di dalam terminal

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT

BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT BAB III TINJAUAN KAWASAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN, JAKARTA PUSAT 3.1. Tinjauan Umum Kota Administrasi Jakarta Pusat 3.1.1. Kondisi Administrasi Potensi Jakarta Pusat secara administratif terdiri

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG

BAB V ANALISA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG BAB V ANALISA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PEMALANG Dalam bab analisa ini akan dibahas tentang analisa kegiatan pada Stasiun Pemalang, tata ruang berdasarkan kebutuhan ruang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 2.2 Kategori Stasiun Utomo (2013), stasiun dapat dikategorikan menurut fungsi, ukuran, bentuk dan letaknya.

BAB II LANDASAN TEORI. 2.2 Kategori Stasiun Utomo (2013), stasiun dapat dikategorikan menurut fungsi, ukuran, bentuk dan letaknya. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Stasiun Kereta Api Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 6, Stasiun Kereta Api adalah tempat pemberangkatan dan pemberhentian

Lebih terperinci

6.1 Program Dasar Perencanaan

6.1 Program Dasar Perencanaan BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TIDAR DI KOTA MAGELANG 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Kelompok Ruang Luar ruangan (m 2 ) A. Kelompok Ruang Luar 1 - Area Penurunan Penumpang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Moda transportasi kereta api hingga kini masih menjadi primadona

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Moda transportasi kereta api hingga kini masih menjadi primadona BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Moda transportasi kereta api hingga kini masih menjadi primadona masyarakat untuk bepergian ke sejumlah daerah di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya animo

Lebih terperinci

Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016

Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016 BAB IV PEMECAHAN PERSOALAN DAN DESKRIPSI HASIL PERANCANGAN 4.1 Kajian Konsep dan Fungsi Bangunan yang diajukan Skema 4.1 skema kajian konsep dan fungsi yang diajukan Sumber : penulis, 2016 49 4.2 Re-defining

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Dalam perancangan desain Transportasi Antarmoda ini saya menggunakan konsep dimana bangunan ini memfokuskan pada kemudahan bagi penderita cacat. Bangunan

Lebih terperinci

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN TERMINAL TERBOYO 6.1 Program Dasar Perencanaan 6.1.1 Program Tabel 6.1 Program Redesain Terminal Terboyo KELOMPOK RUANG LUASAN Zona Parkir Bus AKDP-AKAP

Lebih terperinci

SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN

SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN Oleh : Puti Laras Kinanti Hadita, Indriastjario,Agung Dwiyanto Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN OBJEK

BAB II TINJAUAN OBJEK 18 BAB II TINJAUAN OBJEK 2.1. Tinjauan Umum Stasiun Kereta Api Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 dan 43 Tahun 2011, perkeretaapian terdiri dari sarana dan prasarana, sumber daya manusia, norma,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dipaparkan mengenai tinjauan-tinjauan teori yang berkaitan dengan judul perencanaan dan perancangan yang dipilih, yaitu tinjauan tentang perkeretaapian secara

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. OBSERVASI 1. Stasiun Gambir Jakarta Pusat Merupakan Stasiun yang terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia dan terletak di Gambir, Jakarta Pusat. Dibangun pada dasawarsa

Lebih terperinci

REDESAIN TERMINAL BUS INDUK MADURESO TIPE B DI KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKSPRESI STRUKTUR

REDESAIN TERMINAL BUS INDUK MADURESO TIPE B DI KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKSPRESI STRUKTUR REDESAIN TERMINAL BUS INDUK MADURESO TIPE B DI KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN PENEKANAN DESAIN EKSPRESI STRUKTUR Oleh : Khoirunnisa D. Ayu, Septana Bagus Pribadi, Sukawi Sistem transportasi menjadi bagian

Lebih terperinci

BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB VI PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 6.1 Program Perencanaan Di lihat dari kenyataan yang sudah ada beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Terminal Kabupaten Tegal Slawi sekarang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Gambar Data Pengguna Transportasi (Sumber : BPS Jawa Barat, 2014)

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Gambar Data Pengguna Transportasi (Sumber : BPS Jawa Barat, 2014) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Stasiun tidak hanya tempat pemberhentian kereta dan tempat para penumpang naikturun kereta api, tapi juga tempat menunggu kereta api yang akan datang. Jenis

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA

BAB III ANALISIS. Gambar 15. Peta lokasi stasiun Gedebage. Sumber : BAPPEDA BAB III ANALISIS 3.1 Analisis tapak Stasiun Gedebage terletak di Bandung Timur, di daerah pengembangan pusat primer baru Gedebage. Lahan ini terletak diantara terminal bis antar kota (terminal terpadu),

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik 2.1.1. Data Fisik Lokasi Luas Lahan Kategori Proyek Pemilik RTH Sifat Proyek KLB KDB RTH Ketinggian Maks Fasilitas : Jl. Stasiun Lama No. 1 Kelurahan

Lebih terperinci

REDESAIN TERMINAL PEMALANG

REDESAIN TERMINAL PEMALANG LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REDESAIN TERMINAL PEMALANG Disusun oleh: Umar Faruq 21020112130097 Dosen Pembimbing Utama: Ir. B. Adji Murtomo, MSA Dosen Pembimbing Kedua: Arnis

Lebih terperinci

Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA

Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL ANTARMODA 5.1 Program Dasar Perencanaan 5.1.1 Program a. Kelompok Kegiatan Utama Terminal Antarmoda Tabel 5.1 Program Kegiatan Utama Fasilitas Utama Terminal

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN LOKASI

BAB III TINJAUAN LOKASI 18 BAB III TINJAUAN LOKASI 3.1. Tinjauan Umum Lokasi Kota Tegal Terletak diantara 109 08-109 10 Bujur Timur dan 6 50-6 53 Lintang selatan, dengan wilayah seluas 39,68 Km² atau kurang lebih 3.968 Hektar.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Gambaran Umum Daerah Studi 3.1.1. Letak Geografis Secara geografis wilayah Kota Kupang terletak diantara 10 36 14-10 39 58 LS dan 123 32 23-123 37 01 BT. Suhu rata-rata di

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA STASIUN PASAR TURI SURABAYA

EVALUASI KINERJA STASIUN PASAR TURI SURABAYA JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1,. 1, (014) 1-4 1 EVALUASI KINERJA STASIUN PASAR TURI SURABAYA Maulya W Sulistiyani, Ir.Hera Widyastuti, M.T.Ph.D Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

Lebih terperinci

KARAKTER SPASIAL BANGUNAN STASIUN KERETA API SOLO JEBRES

KARAKTER SPASIAL BANGUNAN STASIUN KERETA API SOLO JEBRES KARAKTER SPASIAL BANGUNAN STASIUN KERETA API SOLO JEBRES Agustina Putri Ceria, Antariksa, Noviani Suryasari Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan Mayjen Haryono 167, Malang 65145

Lebih terperinci

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS TRANSPORTASI INTERMODA BSD

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS TRANSPORTASI INTERMODA BSD BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN FASILITAS TRANSPORTASI INTERMODA BSD BSD INTERMODAL TRANSPORT FACILITY 3.1 Program Dasar Perencanaan Program Dasar Perencanaan mengenai Fasilitas Transportasi

Lebih terperinci

TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto

TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto TERMINAL BUS TIPE B KABUPATEN MAGELANG Oleh : Fathoni Lutfi Marheinis, Abdul Malik, Bharoto Terminal merupakan suatu sarana fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat berkaitan dengan transportasi darat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini begitu pesat. Banyak perangkatperangkat yang dibuat maupun dikembangkan sesuai bidangnya masing-masing. Perangkat tersebut digunakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN Rencana ruang terbuka hijau kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. a. ruang terbuka hijau privat dikembangkan seluas 10 % (sepuluh persen)

LAMPIRAN Rencana ruang terbuka hijau kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. a. ruang terbuka hijau privat dikembangkan seluas 10 % (sepuluh persen) LAMPIRAN Rencana ruang terbuka hijau kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 huruf c direncanakan dengan luas kurang lebih 11.211 (sebelas ribu dua ratus sebelas) hektar meliputi : a. ruang terbuka hijau

Lebih terperinci

Kecamatan Bekasi Timur Kecamatan Jatisampurna. Kecamatan Bekasi Barat Kecamatan Pondokgede. Kecamatan Bekasi Selatan Kecamatan Bantargebang

Kecamatan Bekasi Timur Kecamatan Jatisampurna. Kecamatan Bekasi Barat Kecamatan Pondokgede. Kecamatan Bekasi Selatan Kecamatan Bantargebang REDESAIN STASIUN EKASI 01 Tinjauan Lokasi Kota ekasi terletak di kawasan Megapolitan Jabodetabek dan merupakan kota terbesar ke 4 di Indonesia dengan luas wilayah 210.49 km2 yang dibagi ke dalam 12 Kecamatan,

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum. Risna Rismiana Sari

Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum. Risna Rismiana Sari Evaluasi Kinerja Stasiun Kereta Api Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Risna Rismiana Sari Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Bandung, Bandung 40012 E-mail : risnars@polban.ac.id ABSTRAK Stasiun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan faktor penting didalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Tersedianya transportasi, jarak yang tadinya jauh dan membutuhkan waktu yang lama

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan sosial politik, sehingga transportasi menjadi urat nadi

Lebih terperinci

TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK. Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi

TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK. Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi TERMINAL BUS TYPE A DI KABUPATEN DEMAK Oleh : Diah Galuh Chandrasasi, Satrio Nugroho, Agung Budi Sistem transportasi merupakan kegiatan profesional yang tidak dibatasi oleh batas geografi, kegiatan lalu

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 47 BAB V KONSEP PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1. Program Dasar Perencanaan Program dasar perencanaan terdiri atas kelompok ruang, program ruang, dan tapak terpilih. Kelompok ruang merupakan kegiatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 TUGAS AKHIR PERENCANAAN FLY OVER PERLINTASAN JALAN RAYA DAN JALAN REL DI BENDAN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1 TUGAS AKHIR PERENCANAAN FLY OVER PERLINTASAN JALAN RAYA DAN JALAN REL DI BENDAN PEKALONGAN PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 TINJAUAN UMUM Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan aktifitas akan menyebabkan terjadinya kebutuhan ruang yang semakin bertambah. Hal ini sering menyebabkan terjadinya

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4. 1 Ide awal (conceptual idea) Ide awal dari perancangan stasiun ini muncul dari prinsip-prinsip perancangan yang pada umumnya diterapkan pada desain bangunan-bangunan transportasi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Re-Desain Stasiun Besar Lempuyangan Dengan Penekanan Konsep pada Sirkulasi, Tata ruang dan Pengaturan Fasilitas Komersial,

BAB I PENDAHULUAN. Re-Desain Stasiun Besar Lempuyangan Dengan Penekanan Konsep pada Sirkulasi, Tata ruang dan Pengaturan Fasilitas Komersial, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Judul Re-Desain Stasiun Besar Lempuyangan Dengan Penekanan Konsep pada Sirkulasi, Tata ruang dan Pengaturan Fasilitas Komersial, pengertian Judul : Re-Desain Redesain berasal

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. BAB V Kesimpulan dan Saran 126

BAB V KESIMPULAN. BAB V Kesimpulan dan Saran 126 BAB V KESIMPULAN 5.1 KESIMPULAN Manusia memiliki sifat alami untuk selalu bergerak. Pergerakan yang dilakukan dapat bersifat fisik (berpindah tempat) maupun non fisik (perilaku). Bergerak secara fisik

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik Stasiun Senen 3.1.1. Data Fisik Stasiun Senen Stasiun Pasar Senen atau disebut juga dengan stasiun senen terletak di kecamatan senen pusat, berada

Lebih terperinci

BAB V KONSEP DAN RANCANGAN RUANG PUBLIK (RUANG TERBUKA)

BAB V KONSEP DAN RANCANGAN RUANG PUBLIK (RUANG TERBUKA) BAB V KONSEP DAN RANCANGAN RUANG PUBLIK (RUANG TERBUKA) 5.1 Sirkulasi Kendaraan Pribadi Pembuatan akses baru menuju jalan yang selama ini belum berfungsi secara optimal, bertujuan untuk mengurangi kepadatan

Lebih terperinci

BAB V HASIL RANCANGAN

BAB V HASIL RANCANGAN BAB V HASIL RANCANGAN 5.1 Perancangan Denah 5.1.1. Perancangan Denah Lantai Satu Berdasarkan konsep pola-pola ruangan, perancangan denah ini merupakan pengembangan hubungan ruang yang telah dirancang.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terminal dibangun sebagai salah satu prasarana yang. sangat penting dalam sistem transportasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Terminal dibangun sebagai salah satu prasarana yang. sangat penting dalam sistem transportasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Terminal Terminal dibangun sebagai salah satu prasarana yang sangat penting dalam sistem transportasi. Morlok (1991) menjelaskan terminal dapat dilihat sebagai alat untuk proses

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Stasiun Pasar Turi Surabaya

Evaluasi Kinerja Stasiun Pasar Turi Surabaya Evaluasi Kinerja Stasiun Pasar Turi Surabaya Dosen Pembimbing Ir. Hera Widyastuti, MT., Ph.D Maulya W. Sulistiyani 31.11.106.037 PROGRAM SARJANA LINTAS ( S-1 ) LINTAS JALUR JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN BAB 5 KONSEP PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN 5.1. Ide Awal Ide awal dari stasiun ini adalah Intermoda-Commercial Bridge. Konsep tersebut digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa

Lebih terperinci

BAB IV PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Program Perencanaan Berdasarkan beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Kabupaten

BAB IV PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Program Perencanaan Berdasarkan beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Kabupaten BAB IV PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4.. Program Perencanaan Berdasarkan beberapa permasalahan yang ada pada terminal bus Kabupaten Wonosobo sekarang ini, maka dibutuhkan suatu rencana pengembangan

Lebih terperinci

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR 5.1. Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur 5.1.1. Pelaku dan Kebutuhan Ruang Dengan mengacu pada identifikasi pelaku, kegiatan, dan alur kegiatannya,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA. Gambar 20 Fungsi bangunan sekitar lahan

BAB III ANALISA. Gambar 20 Fungsi bangunan sekitar lahan BAB III ANALISA 3.1 Analisa Tapak 3.1.1 Batas Tapak Gambar 20 Fungsi bangunan sekitar lahan Batas-batas tapak antara lain sebelah barat merupakan JL.Jend.Sudirman dengan kondisi berupa perbedaan level

Lebih terperinci

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 1.1. Konsep Dasar Perencanaan Konsep perencanaan revitalisasi pasar merupakan kesimpulan dari analisis perencanaan revitalisasi pasar. Konsep perencanaan Revitalisasi

Lebih terperinci

BAB IV KONDISI UMUM. Gambar Peta Dasar TPU Tanah Kusir (Sumber: Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, 2011) Perumahan Warga

BAB IV KONDISI UMUM. Gambar Peta Dasar TPU Tanah Kusir (Sumber: Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, 2011) Perumahan Warga 19 BAB IV KONDISI UMUM 4.1. Letak, Batas, dan Luas Tapak TPU Tanah Kusir merupakan pemakaman umum yang dikelola oleh Suku Dinas Pemakaman Jakarta Selatan di bawah Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Lebih terperinci

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan BAB 6 HASIL RANCANGAN 6.1 Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan 6.1.1 Bentuk Tata Massa Konsep perancangan pada redesain kawasan wisata Gua Lowo pada uraian bab sebelumnya didasarkan pada sebuah

Lebih terperinci

Kajian. Hasil Inventarisasi LP2B. Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa tengah

Kajian. Hasil Inventarisasi LP2B. Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa tengah Kajian Hasil Inventarisasi LP2B Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa tengah Sub Direktorat Basis Data Lahan Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian 2014

Lebih terperinci

TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA

TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA TERMINAL ANTARMODA MONOREL BUSWAY DI JAKARATA Oleh : Johansyah, Abdul Malik, Bharoto Jakarta merupakan pusat pemerintahan Indonesia, dan juga merupakan pusat bisnis dan perdagangan, hal ini merupakan salah

Lebih terperinci

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU Program perencanaan dan perancangan Terminal Tipe B di Kawasan Stasiun Depok Baru merupakan hasil analisa dari pendekatan-pendekatan

Lebih terperinci

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema.

BAB IV: KONSEP Konsep Bangunan Terhadap Tema. BAB IV: KONSEP 4.1. Konsep Bangunan Terhadap Tema Kawasan Manggarai, menurut rencana pemprov DKI Jakarta akan dijadikan sebagai kawasan perekonomian terpadu dengan berbagai kelengkapan fasilitas. Fasilitas

Lebih terperinci

S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6

S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6 BAB IV ANALISA PERANCANGAN 4. Analisa Tapak Luas Tapak : ± 7.840 m² KDB : 60 % ( 60 % x 7.840 m² = 4.704 m² ) KLB :.5 (.5 x 7.840 m² =.760 m² ) GSB : 5 meter Peruntukan : Fasilitas Transportasi 4.. Analisa

Lebih terperinci

KEADAAN UMUM WILAYAH. ke selatan dengan batas paling utara adalah Gunung Merapi.

KEADAAN UMUM WILAYAH. ke selatan dengan batas paling utara adalah Gunung Merapi. IV. KEADAAN UMUM WILAYAH Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, secara makro Kabupaten Sleman terdiri dari daerah dataran rendah yang subur pada bagian selatan,

Lebih terperinci

STASIUN INTERCHANGE MASS RAPID TRANSIT BLOK M DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI JAKARTA

STASIUN INTERCHANGE MASS RAPID TRANSIT BLOK M DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI JAKARTA KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN STASIUN INTERCHANGE MASS RAPID TRANSIT BLOK M DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI JAKARTA Tugas Akhir Diajukan sebagai syarat untuk mencapai Gelar Sarjana teknik

Lebih terperinci

dimungkinkan terletak diantara pertemuan perencanaan suatu terminal jalur arteri primer Jl. Bekas

dimungkinkan terletak diantara pertemuan perencanaan suatu terminal jalur arteri primer Jl. Bekas 2.1 STUDI KASUS TERMINAL PULO GADUNG Dalam studi kasus Terminal Pulogadung ini, mengacu pada standar perencanaan dan perancangan dari studi literatur dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kereta api saat ini merupakan salah satu moda transportasi pilihan utama sebagian masyarakat di Indonesia untuk bepergian. Dengan sistem yang dibangun saat ini oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan perusahaan pemerintah yang menyelenggarakan jasa transportasi darat dalam bidang perkeretaapian di Indonesia. Layanan

Lebih terperinci

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur PENGEMBANGAN TRANSPORTATION HUB PADA AREA TERMINAL DEPOK DAN STASIUN DEPOK BARU SEBAGAI EMBRIO TOD Disusun Oleh : Andhika Pradana 21020114120039

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi adalah perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin.

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Lokasi Objek Penelitian Lokasi penelitian berlokasi si Kota Semarang. Secara geografis Kota Semarang terletak berada antara 109⁰35-110⁰50 Bujur Timur 6⁰50-7⁰10

Lebih terperinci

BAB IV STUDI BANDING

BAB IV STUDI BANDING BAB IV STUDI BANDING Studi banding dilakukan pada Pengadilan Negeri dengan kelas yang sama dengan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, yakni Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus. Pemilihan studi banding yakni

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR 143 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. Terminal Tidar Magelang

TUGAS AKHIR 143 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. Terminal Tidar Magelang TUGAS AKHIR 143 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Terminal Tidar Magelang Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Arsitektur Oleh : Fajri Akzamuli

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI TERMINAL. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224

PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI TERMINAL. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI TERMINAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 PENDAHULUAN TERMINAL kelancaran mobilitas keterpaduan intra dan

Lebih terperinci

Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung

Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung BAB V LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TERMINAL BANDAR UDARA TUNGGUL WULUNG CILACAP 5.1. Dasar Studi Besaran Studi besaran ruang lebih terinci dan dianalisa berdasarkan standar dan asumsi.

Lebih terperinci

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1. Pengorganisasian Ruang Organisasi ruang dalam dengan ruang luar (publik) adalah sebagai berikut : 1. Ruang Publik/Non-Steril Ruang yang berfungsi menampung

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Untuk menjawab tujuan dari penelitian tugas akhir ini. berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh di lapangan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Untuk menjawab tujuan dari penelitian tugas akhir ini. berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh di lapangan BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Untuk menjawab tujuan dari penelitian tugas akhir ini berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh di lapangan dan pembahasan yang sudah dilakukan, kesimpulan

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik 3.1.1. Data Fisik Dalam perencanaan dan perancangan RSUD Jakarta Selatan harus memperhatikan beberapa macam kondisi fisik wilayah secara spesifik

Lebih terperinci

LAMPIRAN I.1 Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Sumber: Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan

LAMPIRAN I.1 Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Sumber: Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan LAMPIRAN 82 LAMPIRAN I.1 Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Sumber: Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan 2. Susunan Ubin Pemandu pada Belokan 1. Prinsip

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN KHUSUS Kawasan Outbound Training di Kabupaten Kulon Progo 3.1 TINJAUAN KONDISI UMUM KABUPATEN KULON PROGO

BAB III TINJAUAN KHUSUS Kawasan Outbound Training di Kabupaten Kulon Progo 3.1 TINJAUAN KONDISI UMUM KABUPATEN KULON PROGO BAB III TINJAUAN KHUSUS Kawasan Outbound Training di Kabupaten Kulon Progo Kawasan outbound training di Kabupaten Kulon Progo merupakan kawasan pusat di alam terbuka yang bertujuan untuk mewadahi kegiatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia sedang memasuki era globalisasi, dimana pada era ini tidak lagi memandang batas-batas kawasan, dan diharapkan semua sektor pembangunan dapat bersaing dengan

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan 1. Harapan/kebutuhan utama konsumen dalam menggunakan jasa kereta api Setelah melakukan penelitian, diperoleh bahwa kebutuhan konsumen dapat dikelompokkan ke

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kawasan stasiun kereta api Bandung bagian Selatan yang terletak di pusat kota berfungsi sebagai pendukung dan penghubung fasilitasfasilitas di sekitarnya, seperti perkantoran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Judul 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Deskripsi Judul Rest Area (Tempat Isirahat) : Berdasarkan Standar Geometri Jalan Bebas Hambatan untuk Jalan Tol No. 007/BM/2009, suatu tempat dan fasilitas yang disediakan bagi

Lebih terperinci

BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ)

BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ) FOCUS GROUP DISCUSSION REVIEW KINERJA PRASARANA TERMINAL PENUMPANG DI JABODETABEK DALAM RANGKA ANGKUTAN LEBARAN TAHUN 2016/1437 H BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK (BPTJ) Badan Pengelola Transportasi

Lebih terperinci

Tugas Akhir 127/49 Redesain Pengadilan Negeri Semarang Kelas IA Khusus BAB IV STUDI BANDING LOKASI

Tugas Akhir 127/49 Redesain Pengadilan Negeri Semarang Kelas IA Khusus BAB IV STUDI BANDING LOKASI BAB IV STUDI BANDING Studi banding dilakukan pada Pengadilan Negeri dengan kelas yang sama dengan Pengadilan Negeri Semarang, yakni Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus. Pemilihan studi banding yakni pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan pendidikan. menunjang kelancaran pergerakan manusia, pemerintah berkewajiban

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan pendidikan. menunjang kelancaran pergerakan manusia, pemerintah berkewajiban BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan kondisi ekonomi, sosial dan pertumbuhan pendidikan menyebabkan meningkatnya tuntutan manusia terhadap sarana transportasi. Untuk menunjang kelancaran pergerakan

Lebih terperinci

UKDW PENDAHULUAN BAB 1 1 UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA BAB 1 PENDAHULUAN

UKDW PENDAHULUAN BAB 1 1 UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN Terminal adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan memuat dan menurunkan orang dan atau barang serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum yang merupakan salah

Lebih terperinci

TERMINAL BUS TYPE A KABUPATEN PATI

TERMINAL BUS TYPE A KABUPATEN PATI TERMINAL BUS TYPE A KABUPATEN PATI Oleh : Tri Widayanto, Dhanoe Iswanto, Resza Riskiyanto Terminal bus merupakan sarana wadah yang penting untuk transportasi umum jalur darat. Sebuah terminal harus dapat

Lebih terperinci

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena BAB VI HASIL RANCANGAN 6.1 Desain Kawasan 6.1.1 Rancangan Obyek Dalam Tapak Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena kesesuian dengan fungsi dan kriteria obyek perancangan

Lebih terperinci

PENGUMUMAN Nomor : 004/PAN/SE2016/06/2017

PENGUMUMAN Nomor : 004/PAN/SE2016/06/2017 BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PEMALANG PENGUMUMAN mor : 004/PAN/SE2016/06/2017 Berdasarkan hasil wawancara Seleksi Calon Pe SE2016 Lanjutan BPS Kabupaten Pemalang dari tanggal 19 s.d. 22 Juni 2017 dan

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V.1 Konsep Perencanaan dan Perancangan Topik dan Tema Proyek wisma atlet ini menggunakan pendekatan behavior/perilaku sebagai dasar perencanaan dan perancangan.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERANCANGAN. 4.1 Analisis Obyek Rancangan Terhadap Kondisi Eksisting

BAB IV ANALISIS PERANCANGAN. 4.1 Analisis Obyek Rancangan Terhadap Kondisi Eksisting BAB IV ANALISIS PERANCANGAN 4.1 Analisis Obyek Rancangan Terhadap Kondisi Eksisting Terdapat beberapa hal yang benar-benar harus diperhatikan dalam analisis obyek perancangan terhadap kondisi eksisting

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik dan Non Fisik 3.1.1. Data Fisik Lokasi Luas Lahan Kategori Proyek Pemilik : Jl. Stasiun Lama No. 1 Kelurahan Senen, Jakarta Pusat : ± 48.000/ 4,8 Ha : Fasilitas

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU

BAB IV TINJAUAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU BAB IV TINJAUAN TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU Bab ini berisi tinjauan terminal Tipe B di kawasan Stasiun Depok Baru yang dibahas melalui tinjauan tapak terminal, data umum angkutan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi dan perkembangan transportasi mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling ketergantungan. Perbaikan dalam transportasi pada umumnya akan dapat

Lebih terperinci

BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB 4 PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 4.1. PENDEKATAN ASPEK FUNGSIONAL 4.1.1. Studi Pelaku Kegiatan Galeri Batik berskala Kawasan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kota Pekalongan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Rancangan Tata Letak Jalur Stasiun Lahat

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Rancangan Tata Letak Jalur Stasiun Lahat BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Rancangan Tata Letak Jalur Stasiun Lahat 1. Kondisi Eksisting Stasiun Lahat Stasiun Lahat merupakan stasiun yang berada di Jl. Mayor Ruslan, Kelurahan Pasar Baru,

Lebih terperinci

BAB III: DATA DAN ANALISA

BAB III: DATA DAN ANALISA BAB III: DATA DAN ANALISA 3.1. Data Fisik Dan Non Fisik 3.1.1. Data Fisik/ Kondisi Tapak Area Stasiun Manggarai Menurut PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran tanah, data fisik adalah keterangan mengenai

Lebih terperinci

PASAR TRADISIONAL DENGAN KONSEP MODERN DI KABUPATEN PEMALANG

PASAR TRADISIONAL DENGAN KONSEP MODERN DI KABUPATEN PEMALANG TUGAS AKHIR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PASAR TRADISIONAL DENGAN KONSEP MODERN DI KABUPATEN PEMALANG Diajukan sebagai Pelengkap dan Syarat guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Universitas

Lebih terperinci

BAGIAN HASIL RANCANGAN Narasi dan Ilustrasi Skematik

BAGIAN HASIL RANCANGAN Narasi dan Ilustrasi Skematik a. Rancangan Skematik Kawasan Tapak Konsep awal kawasan tapak adalah memfokuskan kegiatan yang berhubungan dengan penelitian pada satu area, yaitu area yang paling dekat dengan bukit karst (area warna

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Rumusan konsep ini merupakan dasar yang digunakan sebagai acuan pada desain studio akhir. Konsep ini disusun dari hasil analisis penulis dari tinjauan pustaka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang jasa. Pelayanan yang

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang jasa. Pelayanan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pelayanan merupakan salah satu faktor penting bagi suatu organisasi atau perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak dalam bidang jasa. Pelayanan yang baik akan menghasilkan

Lebih terperinci

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik, BAB VI HASIL RANCANGAN Perancangan Museum Anak-Anak di Kota Malang ini merupakan suatu wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik, serta film untuk anak-anak. Selain sebagai

Lebih terperinci