BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes akhir siklus. Seluruh instrumen yang digunakan, baik lembar observasi maupun soal tes telah divalidasi oleh 3 validator, yakni Bp. Dwi Maryono, S. Si, M. Kom, selaku dosen Pendidikan Matematika FKIP UNS, dan Dra. Tri Unggul S, M.Pd serta Yahya Irine, S.Pd. selaku guru mata pelajaran matematika kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. 1. Lembar Observasi Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi sikap positif siswa terhadap matematika dan lembar observasi proses pembelajaran dengan menggunakan metode TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan. Lembar observasi sikap positif digunakan untuk mengamati sikap positif terhadap matematika selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan lembar observasi proses pembelajaran digunakan untuk mengamati proses pembelajaran menggunakan TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini setelah divalidasi oleh 3 validator, diperoleh kesimpulan bahwa lembar observasi telah valid dan dapat digunakan untuk mengukur sikap positif siswa terhadap matematika dan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan. Hasil validasi lembar observasi proses pembelajaran dan sikap positif siswa terhadap matematika selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran15 dan Lampiran Soal Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Akhir Siklus Instrumen selanjutnya adalah soal tes akhir siklus. Pada penelitian ini dilakukan tiga tes yaitu tes pra siklus, tes siklus I, dan tes siklus II. Soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berbentuk uraian, dimana setiap tes terdiri dari tiga soal. Sebelum soal tes akhir siklus digunakan terlebih dahulu commit dilakukan to user validasi terhadap kisi-kisi soal tes 48

2 digilib.uns.ac.id 49 akhir siklus. Hasil validasi soal tes akhir siklus dapat dilihat pada Lampiran 24, Lampiran 30 dan Lampiran 35. B. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014 yang beralamat di Jl. Prof. WZ. Yohanes 54 Surakarta. Jumlah siswa kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta 32 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan dengan wali kelas Tri Keksi Handayani, S.Pd C. Deskripsi Permasalahan di Kelas Untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam kelas dilakukan kegiatan observasi awal. Kegiatan ini dilakukan peneliti pada proses pembelajaran sebelum penerapan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu yang berisi soal pemecahan masalah yang dikemas menarik biasa disebut kartu permasalahan. Hasil dari kegiatan ini digunakan sebagai bahan refleksi dalam membantu guru memperbaiki proses pembelajaran. Dari kegiatan observasi yang telah peneliti lakukan pada tanggal 7 Februari 2014 di SMP Negeri 14 Surakarta dapat diketahui bahwa kondisi awal kelas guru sudah menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam proses pembelajarannya. Meskipun guru sudah menggunakan model pembelajaran kooperatif dalam proses pembelajaran, tetapi masih saja ada siswa yang belum berpartisipasi untuk ikut serta dalam kegiatan pemecahan masalah. Selain itu masih terlihat siswa kurang memperhatikan saat guru menjelaskan, siswa tidak mengajukan pertanyaan apabila belum mengerti dengan materi, siswa kurang berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja Kelompok, dan siswa kurang berusaha mencapai tujuan pembelajaran. Dari proses pembelajaran tersebut terlihat bahwa siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran sehingga dapat dikatakan sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika masih cukup rendah. Hal ini memberikan dampak pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Sebagian besar dari mereka hanya mampu menghafalkan rumus dan langkah-langkah pengerjaan yang telah diberikan guru

3 digilib.uns.ac.id 50 sehingga siswa-siswa belum terbiasa untuk menyelesaikan masalah secara mandiri. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada tanggal 7 Februari dan 10 April 2014 di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014 diperoleh data hasil observasi awal sebagai berikut: 1. Persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika hanya mencapai 32,6 % yang termasuk dalam kategori rendah. 2. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi luas dan keliling segitiga yang mencapai skor 7 untuk setiap soal hanya 37,5%. Sedangkan yang mencapai skor < 7 untuk setiap soal sebesar 62,5% Dari kegiatan observasi tersebut dapat diketahui bahwa kondisi awal kelas sebelum ada perlakuan yaitu guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pra tindakan, peneliti memperoleh beberapa kelemahan dari proses pembelajaran konvensional sebagai berikut: 1. Siswa masih tidak mau bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi. 2. Pada saat siswa diminta mengerjakan soal, beberapa siswa cenderung hanya melihat dan menunggu jawaban temannya yang dianggap baik atau menunggu guru membahas soal itu kemudian menyalin. 3. Siswa cenderung kesulitan untuk mengerjakan soal yang jenisnya berbeda dari contoh yang sudah diberikan guru. Sehubungan dengan hal di atas, maka peneliti mempunyai beberapa alasan untuk mencari solusi agar dalam pembelajaran matematika dapat berlangsung dengan aktif dan menyenangkan sehingga kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dapat optimal. Berdasarkan hasil observasi pra siklus tersebut dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang aktif, efektif dan menyenangkan.

4 digilib.uns.ac.id 51 Salah satu strategi pembelajaran aktif, efektif dan menyenangkan serta dapat meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. D. Deskripsi Hasil Pra Siklus Untuk mengetahui kondisi awal sikap positif siswa terhadap matematika sebelum tindakan, diadakan observasi awal yang dilaksanakan pada tanggal 7 Februari Observasi awal dilakukan dalam satu kali pertemuan selama 2 x 40 menit oleh 5 observer. Selanjutnya untuk hasil observasi awal sikap positif siswa terhadap matematika selengkapnya dapat dilihat di Lampiran 38. Adapun ringkasannya seperti pada Tabel 4.1. Tabel 4.1. Skor Capaian Sikap Positif Siswa Pada Pra Siklus No. Kegiatan yang diamati Persentase 1. Siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru 43,75% selama proses pembelajaran matematika. 2. Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan 12,5% kesempatan untuk bertanya. 3. Siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. 40,625% 4. Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja 34,375% Kelompok dan kartu permasalahan. 5. Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain 21,875% mempresentasikan hasil diskusi. 6. Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal. 15,625% 7. Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi. 59,375% Rata-Rata 32,6%

5 digilib.uns.ac.id 52 Tabel 4.1 menunjukkan skor capaian sikap positif siswa terhadap matematika berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi yang diisi oleh observer dalam proses pembelajaran sebelum diterapkan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Dari Tabel 4.1 terlihat persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika hanya mencapai 32,6%. Berdasarkan tabel kualifikasi hasil observasi sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika. Sedangkan untuk tes kemampuan pemecahan masalah, sebelum masuk ke siklus I dan siklus II, peneliti memberikan tes pra siklus kepada siswa kelas VII B untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum penerapan metode TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan. Tes yang dilakukan pada tanggal 10 April 2014 dan materi yang digunakan adalah Luas dan keliling bangun segitiga. Sebelum digunakan, soal tes awal telah diuji validitas isinya oleh tiga validator yaitu Dwi Maryono, S. Si, M. Kom, Dra. Tri Unggul S, M.Pd dan Yahya Irine, S.Pd. Adapun hasil validasi tes awal tertera pada Lampiran 24. Hasil dari tes pra siklus secara lengkap tercantum pada Lampiran 40. Berdasarkan hasil tes pra siklus tersebut diperoleh persentase hasil capaian skor kemampuan pemecahan masalah siswa sebelum penerapan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan seperti pada Tabel 4.2. Tabel 4.2. Skor Capaian Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sebelum Penerapan metode TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Untuk Setiap Soal Jumlah Siswa Persentase (%) ,5 < ,5 Jumlah Dari Tabel 4.2. terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum diterapkan metode Thinking Aloud Pair Problem

6 digilib.uns.ac.id 53 Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan yang mencapai skor 7 untuk setiap soal hanya 37,5%. Sedangkan yang mencapai skor < 7 untuk setiap soal sebesar 62,5%. Ini menunjukkan bahwa kemampuan pemacahan masalah matematika siswa masih rendah. Oleh karena itu peneliti ingin meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Berdasarkan hasil tes pra siklus dan hasil observasi prasiklus, diperoleh data bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika hanya mencapai 32,6 % yang termasuk dalam kategori rendah dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada tes pra siklus yang mencapai skor 7 untuk setiap soal hanya 37,5%. Sehungga perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Perbaikan tersebut dilakukan melalui metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Metode pembelajaran tersebut akan diterapkan pada materi bangun segiempat. E. Deskripsi Hasil Tindakan Tiap Siklus Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 April 2014 sampai 24 April 2014 di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan PTK yang telah dilaksanakan. Tabel 4.3. Jadwal Pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas Siklus Hari, Tanggal Pukul Materi Senin, 14 April Luas dan keliling bangun Persegi panjang I Selasa, 15 April Luas dan keliling bangun Persegi Kamis, 17 April Tes Akhir Siklus I II Senin, 21 April Luas dan keliling bangun jajargenjang Selasa, 22 April Luas dan keliling bangun belah ketupat Kamis, 24 April Tes Akhir Siklus II

7 digilib.uns.ac.id 54 Proses penelitian dengan menggunakan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan terdiri dari 2 siklus. Pada masing-masing siklus terdiri dari 4 tindakan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berikut adalah paparan hasil penelitian untuk masing-masing siklus. 1. Siklus I Pelaksanaan siklus I didasarkan pada refleksi dari hasil pra siklus, siswa yang memiliki sikap positif siswa terhadap matematika hanya sebesar 32,6% dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mencapai skor 7 untuk setiap soal hanya 37,5%. Oleh karena itu, peneliti melakukan tindakan untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika, yaitu dengan menerapkan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Berikut adalah langkah-langkah tindakan pada siklus I. a. Perencanaan Tindakan I Berdasarkan kondisi awal (pra tindakan) yang telah diketahui, yaitu rendahnya sikap positif siswa terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa maka peneliti menyusun perencanaan tindakan untuk mengatasi permasalahan pada kegiatan pra tindakan yang meliputi: 1) Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya materi yang dipelajari agar siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran. 2) Guru mengkonstruksi LKK yang memungkinkan siswa menemukan konsep dengan cara berdiskusi, membiasakan siswa berpikir secara mandiri sehingga diharapkan siswa akan terbiasa mengungkapkan idenya sendiri dalam menyelesaikan masalah tanpa bergantung pada guru. 3) Guru menggunakan metode TAPPS berbantuan kartu permasalahan yang dimulai dengan siswa berdiskusi untuk memecahkan pemasalahan yang terdapat pada kartu masalah. Siswa yang duduk di sebelah kanan berperan sebagai PS1 (problem solver 1), sedangkan siswa yang duduk di sebelah kiri berperan sebagai L1 commit (listener to 1). user PS1 memecahankan masalah yang

8 digilib.uns.ac.id 55 terdapat pada kartu masalah pertama dan L1 mengamati proses penyelesaian masalah, bertanya jika ada hal yang kurang dipahami atau memberikan arahan penuntun jika PS 1 merasa kesulitan. Selanjutnya Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua. 4) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Hal ini agar siswa terbiasa untuk mengungkapkan idenya secara lisan 5) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berpendapat, dan menjawab pertanyaan. Berdasarkan perencanaan tindakan di atas, maka peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan dan beberapa instumen penelitian untuk siklus I sebagai berikut: 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan, direncanakan terdiri dari dua pertemuan pembelajaran. Pada pertemuan pertama akan dipelajari tentang materi luas dan keliling persegi panjang dan pada pertemuan kedua akan dipelajari tentang materi luas dan keliling persegi. Masing-masing pertemuan terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan rincian sebagai berikut: a) Pada kegiatan awal, guru menyampaikan tujuan pembelajaran, mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya dan memberikan motivasi kepada siswa. b) Pada kegiatan inti, siswa berdiskusi kelompok untuk menyelesaikan LKK untuk menemukan rumus keliling dan luas bangun persegi panjang dan persegi. Pada kegiatan inti, siswa juga akan diminta untuk berdiskusi memecahkan masalah yang terdapat pada kartu permasalahan dan selanjutnya mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

9 digilib.uns.ac.id 56 c) Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran hari itu kemudian guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dan langkah terakhir pada kegiatan penutup adalah guru menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Secara lengkap rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada Lampiran 2. 2) Menyusun LKK yang memungkinkan siswa menemukan konsep sendiri, membiasakan siswa berpikir secara mandiri sehingga diharapkan siswa akan terbiasa mengungkapkan idenya sendiri baik tertulis maupun lisan dalam menyelesaikan masalah tanpa bergantung pada guru maupun teman yang dianggap baik. 3) Menyusun lembar observasi yang akan digunakan selama pengamatan. Lembar observasi tersebut ada dua yaitu, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar observasi sikap positif siswa. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran sebelum digunakan diuji validitasnya terlebih dahulu oleh tiga validator yaitu Dwi Maryono, S. Si, M. Kom, Dra. Tri Unggul S, M.Pd dan Yahya Irine, S.Pd. Adapun hasil validasi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran tersebut seperti pada Lampiran 15. Sedangkan lembar sikap positif siswa yang digunakan pada siklus I sama seperti lembar observasi sikap positif siswa yang digunakan pada pra siklus (Lampiran 17) sehingga tidak perlu divalidasi lagi. 4) Menyusun tes akhir siklus yang akan digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada Kompetensi Dasar 6.3 yaitu menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Sebelum tes tersebut digunakan, terlebih dahulu diuji validitas isinya oleh tiga orang validator. Hal ini dimaksudkan agar soal yang digunakan mengukur apa yang seharusnya diukur, untuk melihat keterbacaan soal, dan penulisan soal. Adapun hasil validasi soal tes akhir siklus I seperti Lampiran 30.

10 digilib.uns.ac.id 57 b. Pelaksanaan Tindakan I Siklus I pelaksana tindakan yaitu Dra. Tri Unggul S, M.Pd yang memberikan tindakan. Pelaksanaan tindakan I terdiri dari dua pertemuan pembelajaran dan satu pertemuan untuk tes akhir siklus. Materi yang dibahas pada siklus I sesuai dengan Kompetensi Dasar 6.3 yaitu Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Pertemuan dilaksanakan dua kali selama 4 x 40 menit sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut adalah tabel tentang jadwal pelaksanaan pembelajaran matematika selama kegiatan penelitian pada siklus I di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. Pertemuan ke - Tabel 4.4. Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran pada Siklus I Ruang kelas 1 VII B 2 VII B 3 VII B Hari/ tanggal Pukul Materi Senin, 14 April 2014 Selasa, 15 April 2014 Kamis, 17 April Luas dan keliling bangun Persegi panjang Luas dan keliling bangun Persegi Tes Akhir Siklus I Urutan pelaksanaan tindakan tersebut mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yakni sebagai berikut: 1) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 14 April 2014 di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. Proses pembelajaran berlangsung selama 2 x 40 menit, dimulai pukul WIB sampai pukul WIB dengan materi pokok persegi panjang. Guru memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan siswa yang tidak masuk. Kemudian guru mengingatkan siswa untuk memakai tanda pengenalnya yaitu topi tanda pengenal mereka. Selanjutnya guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan

11 digilib.uns.ac.id 58 dipelajari yaitu tentang Luas dan keliling persegi panjang dan menjelaskan secara detail alur pembelajaran dengan metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Setelah semua siswa memahami alur pembelajaran yang akan dilakukan, guru menjelaskan bahwa hari ini akan dilakukan diskusi kelompok tanpa penjelasan materi terlebih dahulu kemudian guru mengingatkan kembali kepada siswa mengenai sifat-sifat persegi panjang yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan menanyakan Kalian masih ingat, apa sajakah sifat-sifat persegi panjang? Bagaimana sifat sisisisi yang berhadapan pada persegi panjang? Bagaimana keempat sudutnya? dan Bagaimana dengan diagonalnya? Sebelum memulai diskusi, guru menyuruh siswa untuk membentuk kelompok dimana masing-masing kelompok terdiri dari empat siswa. Dibantu peneliti, guru membagikan Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang bertujuan untuk menemukan/ menentukan rumus keliling dan luas persegi panjang. Guru meminta siswa membaca LKK dan memikirkan solusinya. Semua siswa pada masing masing kelompok mempelajari LKK dengan seksama kemudian menentukan jawaban dari pertanyaan pada LKK dengan bimbingan guru dan peneliti. Setelah semua selesai menuliskan hasil diskusinya, guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Ketika pembahasan berlangsung siswa diarahkan untuk membenarkan jawaban yang salah dan menandai kesalahan tersebut. Setelah LKK dibahas bersama-sama, guru mengecek kelompok mana yang berhasil mengerjakan LKK dengan benar secara keseluruhan dan kelompok mana yang belum berhasil. Kemudian guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang luas dan keliling persegi panjang dari hasil pembahasan LKK. Setelah penyampaian materi selesai, Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan) untuk menyelesaikan commit to masalah user yang berkaitan dengan rumus

12 digilib.uns.ac.id 59 luas dan keliling yang baru saja di pahami. Guru menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS Kali ini. Siswa dalam kelompok mendapatkan 2 kartu permasalahan yang berisi soal tentang persegi panjang dan masingmasing siswa dapat mempelajari masalah dalam waktu 5 menit. Siswa yang duduk di sebelah kanan berperan sebagai PS1 (problem solver 1), sedangkan siswa yang duduk di sebelah kiri berperan sebagai L1 (listener 1). PS1 memecahankan masalah yang terdapat pada kartu masalah pertama dan L1 mengamati proses penyelesaian masalah, bertanya jika ada hal yang kurang dipahami atau memberikan arahan penuntun jika PS 1 merasa kesulitan. Selanjutnya Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua. Setelah semua siswa dirasa sudah selesai. Guru meminta dua siswa membahas hasil diskusinya di depan kelas dan menjelaskan ide pemecahan masalahnya. Setelah pembahasan selesai guru memberikan penguatan serta mengevaluasi apabila terdapat kesalahan dilanjutkan pemberian penghargaan untuk PS dan L terbaik. Sebelum mengakhiri pembelajaran, siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini. Di akhir pembelajaran, guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dan menginformasikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya yaitu luas dan keliling persegi serta meminta siswa untuk mempelajari terlebih dahulu materi tersebut di rumah. Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 15 April 2014 selama 2 x 40 menit di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. Proses pembelajaran berlangsung selama 2 x 40 menit, dimulai pukul WIB sampai pukul WIB dengan materi pokok persegi panjang. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Selanjutnya guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada hari ini yaitu Luas dan keliling persegi dan menginformasikan kepada commit siswa to bahwa user pembelajarannya masih sama

13 digilib.uns.ac.id 60 dengan pertemuan yang lalu yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Sebelum memulai diskusi, guru bersama siswa membahas pekerjaan rumah (PR) yang dianggap sulit bagi siswa. Kemudian guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang sifat-sifat persegi dan mengulas secara singkat pertemuan kemarin. Seperti pertemuan sebelumnya guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi untuk mengerjakan LKK. Guru membagikan LKK yang bertujuan untuk menemukan/ menentukan rumus keliling dan luas persegi. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa menjelaskan bahwa, diskusikan dengan teman sekelompok untuk mengisi titik-titik pada LKK tersebut dengan teliti sehingga kalian dapat menentukan rumus dari luas dan keliling persegi. Setelah semua selesai menuliskan hasil diskusinya, guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Kemudian guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang luas dan keliling persegi dari hasil pembahasan LKK. Pada saat penyampaian materi, guu rjuga terkadang masih bertanya pada siswa tentang rumus luas dan keliling persegi yang didapat dari diskusi tadi. Guru menanyakan pada siswa Hayoo.masih ingat tidak apa tadi rumus luas persegi? Kalau rumus keliling persegi apa ya? Setelah penyampaian materi selesai, guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan). Guru menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS kali ini sama dengan aturan pada pertemuan kemarin. Guru mengarahkan siswa dan siswa sudah cekatan dalam melakukan diskusi dengan kartu permasalahan ini. Dengan sigap siswa yang duduk di sebelah kanan yang berperan sebagai PS1 (problem solver 1) menjelaskan cara memecahankan masalah yang terdapat pada kartu masalah pertama sedangkan siswa yang duduk di sebelah kiri berperan sebagai L1 (listener 1) mengamati proses

14 digilib.uns.ac.id 61 penyelesaian masalah yang dijelaskan teman diskusinya tersebut. Selanjutnya siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah yang kedua. Setelah semua siswa dirasa sudah selesai. Guru meminta dua siswa membahas hasil diskusinya di depan kelas dan menjelaskan ide pemecahan masalahnya. Setelah pembahasan selesai guru memberikan penguatan serta mengevaluasi apabila terdapat kesalahan dilanjutkan pemberian penghargaan untuk PS dan L terbaik. Sebelum mengakhiri pembelajaran, siswa dengan bimbingan guru menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini. Di akhir pembelajaran, guru memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa dan menginformasikan siswa untuk belajar tentang materi persegi panjang dan persegi karena pada pertemuan berikutnya akan dilakukan tes (tes siklus 1). Kemudian guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. 3) Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan tes akhir siklus I pada hari Kamis 17 April 2014 dengan waktu 40 menit. Tes dimulai pada pukul WIB sampai pukul WIB. Materi tes akhir siklus adalah keseluruhan materi yang telah dipelajari pada siklus I yaitu tentang Luas dan keliling bangun perseg dan I dan persegi panjang. Tes akhir siklus I terdiri dari 3 soal uraian. Tes akhir siklus I ini merupakan tes tertulis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus I. c. Observasi dan Evaluasi Tindakan I Pada proses pembelajaran yang berlangsung dilakukan observasi terhadap sikap positif siswa terhadap matematika dan keterlaksanaan pembelajaran oleh 5 observer. Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung menggunakan lembar observasi yang diisi oleh observer untuk mengamati sikap positif siswa terhadap matematika dan proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan.

15 digilib.uns.ac.id 62 Dari hasil pengamatan selama siklus I yang dilakukan oleh lima observer tersebut dan berdasarkan catatan lapangan yang dibuat peneliti, diperoleh hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan sebagai berikut: 1) Observasi Proses Pembelajaran a. Kegiatan Awal Pada kegiatan awal guru memberikan apersepsi yaitu mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Dalam hal ini guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait dengan materi yang lalu. Pada pertemuan pertama, ketika guru memberikan pertanyaan tidak ada siswa yang mau mengacungkan jari untuk menjawab, mereka hanya bergumam sendiri sehingga guru perlu menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan. Pada pertemuan kedua, kemauan siswa untuk merespon pertanyaan dari guru lebih merata, tetapi sering kali siswa merespon pertanyaan guru secara serempak dan ketika diminta salah satu siswa untuk menjawab terdiam semua sehingga guru sering memberi motivasi kepada siswa agar mengacungkan tangannya jika ingin menjawab dan berani menjawab secara mandiri. Pada pertemuan berikutnya, beberapa siswa mulai mengacungkan tangannya dan berani untuk menjawab pertanyaan dari guru secara mandiri. Selain memberikan apersepsi, pada awal pembelajaran guru juga memberikan motivasi kepada siswa terkait pentangnya materi yang akan dipelajari dalam memecahkan masalah pada kehidupan sehari-hari. b. Kegiatan Inti Pada tahap kegiatan inti sebelum guru menjelaskan materi terlebih dahulu diadakan diskusi kelompok untuk membahas LKK yang bertujuan menemukan commit rumus to user luas dan kelilingi persegi panjang.

16 digilib.uns.ac.id 63 Guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa (dalam hal ini dua meja). Dibantu peneliti, guru membagikan LKK pada masing-masing kelompok. Dilanjutkan dengan penjelasan aturan mengerjakan LKK. membimbing jalannya diskusi dengan mendekati setiap kelompok dan melihat proses mengerjakan dan hasil mengerjakan LKK. Guru dan peneliti juga memberi penjelasan kepada kelompok yang masih belum benar dan bingung dalam mengerjakan LKK. Setelah diskusi selesai, guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Ketika pembahasan berlangsung siswa diarahkan untuk membenarkan jawaban yang salah dan menandai kesalahan tersebut. Guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang dari hasil pembahasan LKK. Setelah penyampaian materi selesai, Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan). Guru menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS berbantuan kartu masalah. Siswa dalam kelompok mendapatkan 2 kartu permasalahan dan masingmasing siswa dapat mempelajari masalah. Guru menyuruh siswa untuk membagi peran sebagai problem solver dan listener. Guru juga menjelaskan kembali masing-masing peran tersebut kepada siswa. Saat siswa berdiskusi dengan pasangan mereka, guru berkeliling kelas untuk memantau jalannya diskusi dan membantu siswa untuk menjalankan perannya. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi jawaban dari kelompok yang maju. Kelompok yang berhasil menjawab benar mendapatkan reward berupa tepuk tangan dan skor yang diberikan guru. c. Penutup Pada akhir pembelajaran Guru membimbing siswa untuk mengingat kembali materi commit yang to baru user saja dipelajari. Guru memberikan

17 digilib.uns.ac.id 64 tugas individu untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Selain itu guru juga menginformasikan materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya. 2) Hasil Observasi Sikap Positif Siswa terhadap Matematikia pada Siklus I Pada penelitian ini, sebanyak 5 observer yang bertugas untuk mengamati sikap positif siswa selama proses pembelajaran. Sikap positif siswa dalam penelitian ini meliputi: a) Memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika b) Mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya c) Mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya d) Berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja Kelompok dan kartu permasalahan e) Mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi f) Bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal g) Berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi Selain observasi keterlaksanaan pembelajaran, peneliti dibantu oleh para observer juga melakukan observasi terhadap sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada setiap pertemuan. Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan siswa berdasarkan indikator sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada lembar observasi. Dari analisis hasil observasi sikap positif siswa yang didasarkan pada lembar observasi sikap positif siswa pada pertemuan 1 dan 2 (Lampiran 43), diperoleh persentase rata-rata

18 digilib.uns.ac.id 65 sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika untuk siklus I seperti tertera pada Tabel 4.5. Tabel 4.5. Skor Capaian Sikap Positif Siswa pada Siklus I No. Kegiatan yang diamati Rata-rata Siklus I 1. Siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru 85,94% selama proses pembelajaran matematika. 2. Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan 31,25% kesempatan untuk bertanya. 3. Siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. 75% 4. Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja 76,56% Kelompok dan kartu permasalahan. 5. Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain 34,375% mempresentasikan hasil diskusi. 6. Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal. 45,31% 7. Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi. 79,69% Rata-rata 61,16% Berdasarkan Tabel 4.5 diperoleh hasil bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada siklus I adalah 61,16%. Berdasarkan tabel kualifikasi hasil observasi, sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematikapada siklus I termasuk dalam kategori sedang. Persentase dari sikap positif siswa terhadap matematika berasarkan observasi kelima observer setelah tindakan I belum mencapai target yang ingin dicapai yaitu persentase rata-rata sikap positif siswa berada dalam kategori tinggi.

19 digilib.uns.ac.id 66 3) Hasil Tes Akhir Siklus I Hasil tes akhir siklus I dalam persentase hasil capaian skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penggunaan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan pada materi Luas dan keliling persegi dan persegi panjang pada siklus I seperti pada Tabel 4.6. (Daftar nilai dapat dilihat pada lampiran 45) Tabel 4.6. Skor Capaian Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Siklus I Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Jumlah Siswa Persentase (%) Untuk Setiap Soal ,5 < ,5 Jumlah Berdasarkan hasil tes siklus I yang terlihat pada Tabel 4.6. diketahui bahwa persentase siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah matematika < 7 untuk setiap soal pada pra siklus mencapai 62,5%, setelah diterapkan tindakan siklus I mengalami penurunan sebesar 25% menjadi 37,5%. Siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal sebelum adanya tindakan siklus I adalah 37,5% setelah adanya tindakan persentase siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal meningkat 25% menjadi 62,5%. d. Analisis dan Refleksi Tindakan I Berdasarkan data pada Tabel 4.5. dapat dilihat bahwa persentase sikap positif siswa terhadap matematika mengalami kenaikan untuk masing-masing kategori selama siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan yaitu pembelajaran menggunakan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan sikap positif siswa mengalami peningkatan dibandingkan sebelum adanya tindakan. Persentase sikap positif siswa terhadap matematika mengalami peningkatan

20 digilib.uns.ac.id 67 dibandingkan dengan pra siklus yaitu dari 32,6% menjadi 61,16%. Berikut dapat dilihat perbandingan persentase untuk setiap indikator sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika. 1) Siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika Berdasarkan observasi pada indikator siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 27 siswa atau 84,375% melakukan indikator dan 5 siswa atau 15,625% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 28 siswa atau 87,5% melakukan indikator dan 4 siswa atau 12,5% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika pada siklus I adalah 85,94% dan telah mencapai kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa Memperhatikan dan Menyimak Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.1. Diagram Indikator Siswa memperhatikan dan menyimak commit pada to user Siklus I

21 digilib.uns.ac.id 68 2) Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Berdasarkan observasi pada indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya di depan kelas. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 8 siswa atau 25% melakukan indikator dan 24 siswa atau 75% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 12 siswa atau 37,5% melakukan indikator dan 20 siswa atau 62,5% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya pada siklus I adalah 31,25% dan masih termasuk kategori rendah. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya masih lebih rendah dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar % Siswa Mengajukan Pertanyaan terhadap Materi yang Belum Dimengerti 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.2. Diagram indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti pada siklus I

22 digilib.uns.ac.id 69 3) Siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. Berdasarkan observasi pada indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 22 siswa atau 68,75% melakukan indikator dan 10 siswa atau 31,25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 26 siswa atau 81,25% melakukan indikator dan 6 siswa atau 18,75% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada siklus I adalah 75% dan sudah tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase untuk siswa yang melakukan indikator mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada pertemuan pertama dan kedua lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator tersebut pada siklus I seperti disajikan pada Gambar % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa Mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.3. Diagram Indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada Siklus I

23 digilib.uns.ac.id 70 4) Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan. Berdasarkan observasi pada indikator siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan.. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 24 siswa atau 75% melakukan indikator dan 8 siswa atau 25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 25 siswa atau 78,125% melakukan indikator dan 7 siswa atau 21,875% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase ratarata sikap positif siswa untuk indikator berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan. pada siklus I adalah 76, 56% dan telah mencapai kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan lebih tinggi.dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar 4.4. berikut: % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan LKK dan kartu permasalahan. Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.4. Diagram Indikator Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan LKK dan kartu permasalahan pada Siklus I

24 digilib.uns.ac.id 71 5) Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi Berdasarkan observasi pada indikator siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi.. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 8 siswa atau 25% melakukan indikator dan 24 siswa atau 75% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 14 siswa atau 43,75% melakukan indikator dan 18 siswa atau 56,25% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi.pada siklus I adalah 34,375% dan masih tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi lebih rendah dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar 4.5. Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.5. Diagram Indikator Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada Siklus I

25 digilib.uns.ac.id 72 6) Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal Berdasarkan observasi pada indikator siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 14 siswa atau 43,75% melakukan indikator dan 18 siswa atau 56,25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 15 siswa atau 46,875% melakukan indikator dan 17 siswa atau 53,125% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal pada siklus I adalah 45,31% dan masih tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan diskusi dengan guru dan para observer, hal ini disebabkan siswa masih malu-malu dan kurang percaya diri untuk berbicara di depan kelas. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal lebih rendah dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar 4.6. berikut: 60.00% 50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.6. Diagram Indikator Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal Siklus I

26 digilib.uns.ac.id 73 7) Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi. Berdasarkan observasi pada indikator berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 24 siswa atau 75% melakukan indikator dan 8 siswa atau 25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 27 siswa atau 84,375% melakukan indikator dan 5 siswa atau 15,625% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.pada siklus I adalah 79,69% dan sudah tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar % Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi % 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.7. Diagram Indikator Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi Siklus I Untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari tes akhir siklus I yang dilakukan (Tabel 4.6), terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi luas dan keliling bangun persegi panjang dan persegi commit lebih tinggi to user dari pada kemampuan pemecahan

27 digilib.uns.ac.id 74 masalah matematika siswa sebelum penerapan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan. Untuk siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal sebanyak 62,5%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa meskipun belum mencapai indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu setidaknya 70% dari jumlah total siswa mencapai skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal. Meskipun pada siklus I sikap positif siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan pra siklus namun masih belum mencapai indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti. Oleh karena itu, peneliti masih perlu melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dengan penerapan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan untuk bisa mencapai indikator kerja yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil diskusi dengan guru matematika kelas VII B mengenai pelaksanaan siklus I dan juga catatan lapangan peneliti, dapat diketahui ada beberapa hambatan yang terjadi dalam pembelajaran, antara lain: 1) Pembagian kelompok kurang maksimal, pembagian kelompok diskusi dilakukan saat pembelajaran berlangsung, sehingga banyak waktu yang terbuang karena kegaduhan yang terjadi saat siswa berkelompok. (Kegiatan Awal) 2) Guru kurang jelas saat menjelaskan isi dari LKK, masih banyak siswa yang bingung dalam mengerjakan LKK. (Fase 1: Guru bersama siswa membahas materi) 3) Guru kurang jelas saat menjelaskan pembagian tugas sebagai Problem Solver dan Listener sehingga siswa masih bingung dalam mengerjakan masalah pada kartu permasalahan. (Fase 2: Guru mengkoordinasikan siswa kedalam kelompok untuk memecahkan masalah pada kartu permasalahan)

28 digilib.uns.ac.id 75 4) Pada saat diskusi pemecahan masalah pertama berlangsung masih banyak waktu yang tersita karena guru kurang tegas dalam memberi batasan waktu kepada siswa pada saat mengerjakan kartu permasalahan. (Fase 3: Siswa memecahkan masalah pertama) 5) Guru kurang menguasai kelas saat diskusi kelompok berlangsung, suasana kelas gaduh karena siswa mengerjakan kartu permasalahan dengan gaduh, jalan-jalan bertanya ke guru dan kelompok lain. (Fase 4: Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua) 6) Kurang aktifnya siswa saat presentasi kelompok, tidak adanya reaksi dari kelompok lain untuk menanggapi presentasi teman mereka di depan kelas. (Fase 5: Pembahasan hasil pekerjaan bersama-sama) 7) Pada saat penarikan kesimpulan, masih banyak siswa yang lebih asyik berbicara dan bahkan ada yang hanya diam, siswa tidak menanyakan hal yang belum dimengerti.( Penutup) 8) Masih belom diadakan kuis yang dapat menjadi refleksi ketercapaian belajar siswa. Beberapa kekurangan yang terdapat pada tindakan siklus I ini diperbaiki dalam tindakan selanjutnya yaitu siklus II. Beberapa dasar perbaikan yang dilakukan untuk pelaksanaan tindakan siklus II antara lain: 1) Pembagian kelompok diskusi disiapkan terlebih dahulu, sehingga saat pelaksanaan pembelajaran siswa sudah berkumpul dengan kelompoknya masing-masing dan guru lebih tegas dalam memberi instruksi siswa saat berkelompok. 2) Guru lebih jelas dalam mendemonstrasikan isi dari LKK dan alur pengerjaan LKK. 3) Guru menjelaskan pembagian tugas sebagai problem solver dan listener dengan memberikan contoh sehingga siswa tidak bingung dalam mengerjakan masalah pada kartu permasalahan. 4) Guru harus lebih sering mengingatkan siswa agar bergerak lebih cepat dalam mengerjakan, tidak membuang-buang waktu, dan mengingatkan sisa waktu dalam mengerjakan.

29 digilib.uns.ac.id 76 5) Guru harus lebih memperhatikan siswa yang asyik berbicara dengan teman, memberikan pengertian, penjelasan kepada mereka pentingnya berdiskusi, bekerjasama dengan teman dalam kelompoknya 6) Guru perlu memberikan motivasi kepada siswa agar aktif dalam tanya jawab diskusi, mengungkapkan pendapat mereka. Guru juga seharusnya menyuruh siswa meninggalkan aktivitasnya, fokus saat temannya presentasi hasil diskusi. Atau saat pembahasan hasil presentasi, guru dapat menunjuk kelompok yang belum maju presentasi hasil diskusi kelompok untuk memberikan tanggapannya atas jawaban siswa. 7) Seharusnya di awal pembelajaran guru sudah menginformasikan akan ada reward bagi siswa yang aktif dalam diskusi, tanya jawab dan penarikan kesimpulan diskusi, agar siswa mau aktif di kelas. Dan saat penarikan kesimpulan guru dapat menunjuk siswa jika tidak ada siswa yang memperhatikan dalam penarikan kesimpulan. 8) Diadakan kuis pada akhir pembelajaran agar guru dapat mengetahui ketercapaian belajar siswa. a. Perencanaan Tindakan II 2. Siklus II Berdasarkan hasil refleksi siklus I, maka perencanaan tindakan untuk siklus II mengalami sedikit perubahan seperti Tabel 4.7. Tabel 4.7. Hasil Refleksi Siklus I untuk Perbaikan Siklus II No. Kelemahan Pada Siklus I Tindakan Pada Siklus II 1. Pembagian kelompok kurang Pembagian kelompok diskusi maksimal, pembagian kelompok disiapkan terlebih dahulu, diskusi dilakukan saat pembelajaran sehingga saat pelaksanaan berlangsung, sehingga banyak pembelajaran siswa sudah waktu yang terbuang karena berkumpul dengan kegaduhan yang terjadi saat siswa kelompoknya masing-masing berkelompok. (Kegiatan Awal) dan guru lebih tegas dalam memberi instruksi siswa saat berkelompok. 2. Guru kurang jelas saat commit menjelaskan to user Guru lebih jelas dalam

30 digilib.uns.ac.id 77 isi dari LKK, masih banyak siswa yang bingung dalam mengerjakan LKK. (Fase 1: Guru bersama siswa membahas materi) 3. Guru kurang jelas saat menjelaskan pembagian tugas sebagai Problem Solver dan Listener sehingga siswa masih bingung dalam mengerjakan masalah pada kartu permasalahan. (Fase 2: Guru mengkoordinasikan siswa kedalam kelompok untuk memecahkan masalah pada kartu permasalahan) 4. Pada saat diskusi pemecahan masalah pertama berlangsung masih banyak waktu yang tersita karena guru kurang tegas dalam memberi batasan waktu kepada siswa pada saat mengerjakan kartu permasalahan. (Fase 3: Siswa memecahkan masalah pertama) 5. Guru kurang menguasai kelas saat diskusi kelompok berlangsung, suasana kelas gaduh karena siswa mengerjakan kartu permasalahan dengan gaduh, jalan-jalan bertanya ke guru dan kelompok lain. (Fase 4: Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua 6. Kurang aktifnya siswa saat presentasi kelompok, tidak adanya reaksi dari kelompok lain untuk menanggapi presentasi teman mereka di depan kelas. (Fase 5: Pembahasan hasil pekerjaan bersama-sama) mendemonstrasikan isi dari LKK dan alur pengerjaan LKK. Guru menjelaskan pembagian tugas sebagai problem solver dan listener dengan memberikan contoh sehingga siswa tidak bingung dalam mengerjakan masalah pada kartu permasalahan. Guru harus lebih sering mengingatkan siswa agar bergerak lebih cepat dalam mengerjakan, tidak membuangbuang waktu, dan mengingatkan sisa waktu dalam mengerjakan. Guru harus lebih memperhatikan siswa yang asyik berbicara dengan teman, memberikan pengertian, penjelasan kepada mereka pentingnya berdiskusi, bekerjasama dengan teman dalam kelompoknya Guru perlu memberikan motivasi kepada siswa agar aktif dalam tanya jawab diskusi, mengungkapkan pendapat mereka. Guru juga seharusnya menyuruh siswa meninggalkan aktivitasnya, fokus saat temannya presentasi hasil diskusi. Atau saat pembahasan hasil presentasi, guru dapat menunjuk kelompok yang

31 digilib.uns.ac.id Pada saat penarikan kesimpulan, masih banyak siswa yang lebih asyik berbicara dan bahkan ada yang hanya diam, siswa tidak menanyakan hal yang belum dimengerti.( Penutup). 8. Masih belom diadakan kuis yang dapat menjadi refleksi ketercapaian belajar siswa. belum maju presentasi hasil diskusi kelompok untuk memberikan tanggapannya atas jawaban siswa. Seharusnya di awal pembelajaran guru sudah menginformasikan akan ada reward bagi siswa yang aktif dalam diskusi, tanya jawab dan penarikan kesimpulan diskusi, agar siswa mau aktif di kelas. Dan saat penarikan kesimpulan guru dapat menunjuk siswa jika tidak ada siswa yang memperhatikan dalam penarikan kesimpulan. Diadakan kuis pada akhir pembelajaran agar guru dapat mengetahui ketercapaian belajar siswa. Pada siklus II, proses pembelajaran direncanakan berlangsung selama dua pertemuan pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk melaksanakan tes siklus II. Berdasarkan refleksi siklus I, peneliti menyusun RPP yang sesuai dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan dengan perbaikan-perbaikan yang telah dituliskan pada Tabel 4.6. Adapun RPP untuk pertemuan 1 dan 2 seperti pada Lampiran 5. Peneliti juga memperbaiki LKK agar siswa lebih mudah memahaminya, selanjutnya peneliti menyusun kuis individu dan tes akhir siklus II (Lampiran 48,10, 32). Untuk soal tes akhir siklus II, sebelum digunakan untuk meneliti kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terlebih dahulu diuji validitasnya dengan membandingkan hasil validasi dari tiga validator yaitu Dwi Maryono, S. Si, M. Kom, Dra. Tri Unggul S, M.Pd dan Yahya Irine, S.Pd. Adapun hasil validasi tes akhir siklus II seperti Lampiran 35.

32 digilib.uns.ac.id 79 b. Pelaksanaan Tindakan II Pada siklus II, pelaksana tindakan sama seperti siklus I yaitu Dra. Tri Unggul S, M.Pd yang memberikan tindakan. Siklus II terdiri dari dua pertemuan pembelajaran dan satu pertemuan untuk tes akhir siklus yaitu Senin 21 April 2014, Selasa 22 April 2014, dan Jumat 24 April Materi yang dibahas pada siklus II sesuai dengan Kompetensi Dasar 6.3 yaitu Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Pertemuan dilaksanakan dua kali selama 4 x 40 menit sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut adalah tabel tentang jadwal pelaksanaan pembelajaran matematika selama kegiatan penelitian pada siklus II di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. Pertemuan ke - Tabel 4.8 Jadwal Pelaksanaan Pembelajaran pada Siklus II Ruang kelas 1 VII B 2 VII B 3 VII B Hari/ tanggal Pukul Materi Senin, 21 April 2014 Selasa, 22 April 2014 Kamis, 24 April Luas dan keliling bangun jajargenjang Luas dan keliling bangun belahketupat Tes Akhir Siklus I Urutan pelaksanaan tindakan tersebut mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yakni sebagai berikut: 1) Pertemuan Pertama Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 21 April 2014 di kelas VII B SMP Negeri 14 Surakarta. Proses pembelajaran berlangsung selama 2 x 40 menit, dimulai pukul WIB sampai dengan pukul WIB dengan materi luas dan keliling jajargenjang. Setelah semua siswa siap mengikuti pelajaran matematika, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Seluruh siswa kelas VII B ternyata commit hadir to user semua. Sebelum memulai proses

33 digilib.uns.ac.id 80 pembelajaran guru mengingatkan siswa untuk memakai tanda pengenalnya yaitu topi tanda pengenal. Selanjutnya guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari hari itu yaitu luas dan keliling jajargenjang dan memberitahukan bahwa cara belajarnya masih sama dengan pertemuan yang lalu yaitu dengan menggunakan metode TAPPS berbantuan kartu masalah. Selain itu guru juga memberitahukan kepada siswa agar aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Sebelum menjelaskan materi jajargenjang guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang sifat-sifat jajargenjang dengan memberikan pertanyaan yaitu: Coba siapa yang masih ingat, apa sajakah sifat-sifat jajargenjang? Bagaimana sifat sisi-sisi yang berhadapan pada jajargenjang? Bagaimana keempat sudutnya?. Kali ini sudah mengalami peningkatan karena banyak siswa yang sudah berani menjawab dengan keras. Meskipun belum semua jawaban yang diberikan siswa benar, tetapi dengan mereka menjawab mereka sudah mulai berani mengeluarkan pendapatnya. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya materi yang akan dipelajari dengan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan ilustrasi contoh mencari keliling atau luas dari sepetak tanah yang berbentuk jajargenjang Setelah dirasa siswa sudah mengingat kembali tentang sifat-sifat jajargenjang bu Unggul memulai kegiatan diskusi. guru menyuruh siswa berkumpul deengan anggota kelompoknya untuk berdiskusi. Tanpa butuh waktu lama siswa sudah dapat bergabung dengan temannya karena mereka sudah mulai terbiasa dengan proses diskusi dalam kelompok. Dibantu peneliti, guru membagikan LKK pada masing-masing kelompok. Guru menjelaskan aturan mengerjakan LKK tersebut. (lampiran 6) Setelah mengerti dengan aturan mengerjakannya, siswa langsung mengerjakan LKK tersebut. commit Mereka to user terlihat semangat dan aktif dalam

34 digilib.uns.ac.id 81 berdiskusi mengerjakam Lembar Kerja Kelompok. Beberapa siswa bertanya kepada guru dan peneliti tentang hal-hal yang belum jelas dalam mengerjakan LKK. Guru membimbing jalannya diskusi dengan mendekati setiap kelompok dan melihat proses mengerjakan dan hasil mengerjakan LKK. Guru menyuruh siswa untuk menghentikan diskusi dan mengerjakan LKK ketika waktu sudah habis. Lalu guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Pembahasan berlangsung dengan lancar karena siswa sudah mulai aktif dalam mengutarakan ide yang mereka miliki. Untuk kelompok yang tebaik akan di beri penghargaan. Guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang luas dan keliling jajargenjang dari hasil pembahasan LKK. Setelah penyampaian materi selesai, Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan). Bu Unggul menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS Kali ini. Siswa dalam kelompok mendapatkan 2 kartu permasalahan yang berisi soal tentang jajargenjang dan masing-masing siswa dapat mempelajari masalah dalam waktu 5 menit. Siswa yang duduk di sebelah kanan berperan sebagai PS1 (problem solver 1), sedangkan siswa yang duduk di sebelah kiri berperan sebagai L1 (listener 1). PS1 memecahankan masalah yang terdapat pada kartu masalah pertama dan L1 mengamati proses penyelesaian masalah, bertanya jika ada hal yang kurang dipahami atau memberikan arahan penuntun jika PS 1 merasa kesulitan. Selanjutnya Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua. Setelah semua siswa dirasa sudah selesai. Tanpa disuruh untuk maju kedepan mengutarakan ide mereka, beberapa siswa sudah mengangkat tangan tanda mereka bersedia maju kedepan. Setelah selesai presentasi dari dua perwakilan siswa, bu Unggul menawarkan kepada siswa-siswa di kelompok lain siapa yang ingin bertanya atau punya pendapat yang berbeda dengan kelompok Raema. Siswa pun sudah mulai aktif dalam bertanya dan memberikan tanggapan.

35 digilib.uns.ac.id 82 Setelah pembahasan selesai guru memberikan penguatan serta mengevaluasi apabila terdapat kesalahan dilanjutkan pemberian penghargaan untuk PS dan L terbaik. Di akhir pembelajaran Siswa dengan bimbingan Bu Unggul menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini. Selanjutnya guru memberikan kuis individu kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Waktu untuk mengerjakan kuis adalah 8 menit. Setelah 8 menit semua siswa diminta untuk mengumpulkan lembar jawabnya. Sebelum menutup pelajaran, guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa dan menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu peluang suatu kejadian. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 22 April 2014 selama 2 x 40 menit, dimulai pukul WIB sampai dengan pukul WIB dengan materi luas dan keliling belah ketupat. Setelah semua siswa siap mengikuti pelajaran matematika, guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan siswa yang tidak hadir. Seluruh siswa kelas VII B ternyata hadir semua. Sebelum memulai proses pembelajaran guru mengingatkan siswa untuk memakai tanda pengenalnya yaitu topi tanda pengenal. Selanjutnya guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari hari itu yaitu luas dan keliling belahketupat dan memberitahukan bahwa cara belajarnya masih sama dengan pertemuan yang lalu yaitu dengan menggunakan metode TAPPS berbantuan kartu masalah. Selain itu guru juga memberitahukan kepada siswa agar aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Sebelum menjelaskan materi belah ketupat guru mengingatkan kembali kepada siswa tentang sifat-sifat belah ketupat. Tanpa ditunjuk siswa langsung menjawab dengan keras dan serempak. Meskipun belum

36 digilib.uns.ac.id 83 semua jawaban yang diberikan siswa benar, tetapi dengan mereka menjawab mereka sudah mulai berani mengeluarkan pendapatnya. Guru memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya materi yang akan dipelajari dengan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan ilustrasi contoh mencari keliling atau luas benda yang berbentuk belahketupat. Setelah dirasa siswa sudah mengingat kembali tentang sifat-sifat belahketupat, guru memulai kegiatan diskusi. guru menyuruh siswa berkumpul deengan anggota kelompoknya untuk berdiskusi. Tanpa butuh waktu lama siswa sudah dapat bergabung dengan temannya karena mereka sudah mulai terbiasa dengan proses diskusi dalam kelompok. Dibantu peneliti, guru membagikan LKK pada masingmasing kelompok. Guru menjelaskan aturan mengerjakan LKK tersebut. (lampiran 7) Setelah mengerti dengan aturan mengerjakannya, siswa langsung mengerjakan LKK tersebut. Mereka terlihat semangat dan aktif dalam berdiskusi mengerjakam Lembar Kerja Kelompok. Beberapa siswa bertanya kepada guru dan peneliti tentang hal-hal yang belum jelas dalam mengerjakan LKK. Guru membimbing jalannya diskusi dengan mendekati setiap kelompok dan melihat proses mengerjakan dan hasil mengerjakan LKK. Guru menyuruh siswa untuk menghentikan diskusi dan mengerjakan LKK ketika waktu sudah habis. Lalu guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Pembahasan berlangsung dengan lancar karena siswa sudah mulai aktif dalam mengutarakan ide yang mereka miliki. Untuk kelompok yang tebaik akan di beri penghargaan. Guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang luas dan keliling belahketupat dari hasil pembahasan LKK. Setelah penyampaian materi selesai, Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan). Bu Unggul menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS Kali ini. Siswa dalam kelompok mendapatkan 2 kartu permasalahan yang berisi masalah tentang belahketupat dan masing-masing siswa dapat mempelajari masalah

37 digilib.uns.ac.id 84 dalam waktu 5 menit. Siswa yang duduk di sebelah kanan berperan sebagai PS1 (problem solver 1), sedangkan siswa yang duduk di sebelah kiri berperan sebagai L1 (listener 1). PS1 memecahankan masalah yang terdapat pada kartu masalah pertama dan L1 mengamati proses penyelesaian masalah, bertanya jika ada hal yang kurang dipahami atau memberikan arahan penuntun jika PS 1 merasa kesulitan. Selanjutnya Siswa bertukar tugas dan memecahkan masalah kedua. Setelah semua siswa dirasa sudah selesai. Tanpa disuruh untuk maju kedepan mengutarakan ide mereka, beberapa siswa sudah mengangkat tangan tanda mereka bersedia maju kedepan. Setelah selesai presentasi dari dua perwakilan siswa, bu Unggul menawarkan kepada siswa-siswa di kelompok lain siapa yang ingin bertanya atau punya pendapat yang berbeda dengan kelompok Raema. Siswa pun sudah mulai aktif dalam bertanya dan memberikan tanggapan. Setelah pembahasan selesai guru memberikan penguatan serta mengevaluasi apabila terdapat kesalahan dilanjutkan pemberian penghargaan untuk PS dan L terbaik. Di akhir pembelajaran Siswa dengan bimbingan Bu Unggul menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari ini. Selanjutnya guru memberikan kuis individu kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa. Waktu untuk mengerjakan kuis adalah 8 menit. Setelah 8 menit semua siswa diminta untuk mengumpulkan lembar jawabnya. Sebelum pelajaran ditutup, guru menginformasikan kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan tes siklus II dengan materi luas dan keliling jajargenjang dan belah ketupat. Guru meminta siswa agar belajar di rumah dan mempersiapkannya dengan baik. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. 3) Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan tes akhir siklus II pada hari Kamis 24 April 2014 dengan waktu 40 menit. Tes dimulai pada pukul WIB sampai pukul commit to WIB. user Materi tes akhir siklus adalah

38 digilib.uns.ac.id 85 keseluruhan materi yang telah dipelajari pada siklus II yaitu tentang Luas dan keliling bangun jajargenjang dan belah ketupat. Tes akhir siklus II terdiri dari 3 soal uraian. Tes akhir siklus II ini merupakan tes tertulis yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siklus II. c. Observasi dan Evaluasi Tindakan II Dari hasil pengamatan selama siklus II yang dilakukan oleh lima observer (Ellisa, Iin, Awal, Ita, Iqliima) yang dituliskan dalam lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan catatan lapangan yang dibuat peneliti, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Observasi Proses Pembelajaran a. Kegiatan Awal Pada kegiatan awal guru memberikan apersepsi yaitu mengingatkan kembali kepada siswa tentang materi yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Dalam hal ini guru memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait dengan materi yang lalu. Pada pertemuan pertama guru mengingatkan kepada siswa tentang sifat-sifat bangun jajargenjang dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Ketika guru bertanya, siswa menjawab dengan mangacungkan tangannya. Begitu pula ketika diminta maju ke depan, siswa langsung mengacungkan tangannya. Pada pertemuan pertama siswa aktif merespon pertanyaan guru. Pada pertemuan kedua, siswa juga aktif merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru sehingga guru tidak lagi menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaannya. Pada siklus II ini, guru memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif. Karena banyak yang mengacungkan tangannya maka guru harus memilih beberapa siswa untuk menjawab dan guru tidak langsung menilai itu jawaban benar atau sala, tetapi guru melempar kepada siswa yang lain sehingga kesempatan siswa menjadi commit merata. to user

39 digilib.uns.ac.id 86 Kegiatan selanjutnya adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan petunjuk tentang alur kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Selain itu guru juga memberikan motivasi kepada siswa terkait pentingnya materi yang akan dipelajari dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari agar siswa merasa bahwa materi yang dipelajarinya bermanfaat. Ketika guru menjelaskan, semua siswa memperhatikan dengan seksama. b. Kegiatan Inti Pada tahap kegiatan inti sebelum guru menjelaskan materi terlebih dahulu diadakan diskusi kelompok untuk membahas LKK yang bertujuan menemukan rumus luas dan kelilingi persegi panjang. Guru mengarahkan siswa untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa (dalam hal ini dua meja). Dibantu peneliti, guru membagikan LKK pada masing-masing kelompok. Dilanjutkan dengan penjelasan aturan mengerjakan LKK. membimbing jalannya diskusi dengan mendekati setiap kelompok dan melihat proses mengerjakan dan hasil mengerjakan LKK. Guru dan peneliti juga memberi penjelasan kepada kelompok yang masih belum benar dan bingung dalam mengerjakan LKK. Setelah diskusi selesai, guru bersama siswa membahas LKK tersebut. Ketika pembahasan berlangsung siswa diarahkan untuk membenarkan jawaban yang salah dan menandai kesalahan tersebut. Guru melanjutkan pembelajaran dengan menyampaikan materi tentang dari hasil pembahasan LKK. Setelah penyampaian materi selesai, Guru mengkoordinasikan siswa ke dalam kelompok heterogen masing-masing terdiri dari 2 orang (berpasangan). Guru menjelaskan aturan main diskusi dengan TAPPS berbantuan kartu masalah. Siswa dalam kelompok mendapatkan 2 kartu permasalahan dan masingmasing siswa dapat mempelajari masalah. Guru menyuruh siswa untuk membagi peran sebagai problem solver dan listener. Guru juga menjelaskan kembali masing-masing peran tersebut kepada siswa. Saat

40 digilib.uns.ac.id 87 siswa berdiskusi dengan pasangan mereka, guru berkeliling kelas untuk memantau jalannya diskusi dan membantu siswa untuk menjalankan perannya. Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dan memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi jawaban dari kelompok yang maju. Kelompok yang berhasil menjawab benar mendapatkan reward berupa tepuk tangan dan skor yang diberikan guru. c. Penutup Pada akhir pembelajaran Guru membimbing siswa untuk mengingat kembali materi yang baru saja dipelajari. Guru memberikan tugas individu untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Selain itu guru juga menginformasikan materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya. d. Kuis Individu Setelah guru bersama siswa menarik kesimpulan tentang pembelajaran pada hari itu, kemudian dilanjutkan dengan memberika kuis individu kepada siswa. Siswa diminta untuk duduk kembali di tempatnya masing-masing dan diminta mengerjakan kuis secara individu. Semua siswa mengerjakan dengan antusias dan siswa secara mandiri, tidak lagi melihat jawaban temannya. Dengan kuis, guru dapat melihat sejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru. Hasil dari kuis individu pada pertemuan pertama dan kedua, terlihat bahwa siswa sudah mampu mengolah informasi yang diberikan secara tepat, sehingga siswa hanya perlu memeriksa komputasinya saja.

41 digilib.uns.ac.id 88 2) Hasil Observasi Sikap Positif Siswa Terhadap Matematika pada Siklus II Setelah diterapkannya metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan dalam kegiatan pembelajaran dengan beberapa tindakan perbaikan dari siklus I, maka peneliti ingin mengetahui ada tidaknya peningkatan sikap positif siswa dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Untuk itu peneliti melakukan observasi dan tes akhir siklus II. Observasi yang yang dilakukan oleh peneliti dan empat rekannya bertujuan untuk mengamati sikap positif siswa. Dari analisis hasil observasi sikap positif siswa yang didasarkan pada observasi sikap positif siswa pada pertemuan 1 dan 2 (Lampiran 50), diperoleh persentase ratarata sikap positif siswa untuk siklus II seperti pada Tabel 4.9. Tabel 4.9. Skor Capaian Hasil Sikap Positif Siswa pada Siklus II No Kegiatan yang diamati Rata-rata 1. Siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama 93,75% proses pembelajaran matematika. 2. Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan 53,125% untuk bertanya. 3. Siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. 84,375% 4. Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada Lembar Kerja Kelompok dan 84,375% kartu permasalahan. 5. Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan 68,75% hasil diskusi. 6. Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal. 64,1% 7. Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi. 93,75% Rata-Rata 77,45%

42 digilib.uns.ac.id 89 Berdasarkan Tabel 4.9 diperoleh hasil bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada siklus II adalah 77,45%. Berdasarkan tabel kualifikasi hasil observasi, sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada siklus II termasuk dalam kategori tinggi. 3) Hasil Tes Akhir Siklus II Hasil tes akhir siklus II dalam persentase hasil capaian skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah penggunaan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dengan bantuan kartu permasalahan pada materi luas dan keliling bangun jajargenjang dan belah ketupat pada siklus II seperti pada Tabel (Daftar skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dapat dilihat pada lampiran 51). Tabel Skor Capaian Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Siklus II Skor Kemampuan Pemecahan Masalah Jumlah Siswa Persentase (%) Untuk Setiap Soal ,125 < ,875 Jumlah Berdasarkan hasil tes siklus II yang terlihat pada Tabel diketahui bahwa persentase siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah matematika < 7 untuk setiap soal hanya 21,875%. Siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan < 7 untuk setiap soal setelah adanya tindakan siklus II mengalami penurunan sebesar 15,625% menjadi 21,875%. Persentase siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal sebelum adanya tindakan pada siklus II (siklus I) sebesar 62,5% setelah adanya tindakan persentase siswa yang memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal meningkat 15,625% menjadi 78,125%.

43 digilib.uns.ac.id 90 d. Analisis dan Refleksi Tindakan II Berdasarkan data pada Tabel 4.9. dapat dilihat bahwa persentase sikap positif siswa mengalami kenaikan untuk masing-masing kategori selama siklus II. Setelah dilakukan tindakan II yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran TAPPS dengan bantuan kartu permasalahan dengan perbaikan dari tindakan I, persentase sikap positif siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I yaitu dari 61,16% menjadi 77,45%. Berikut dapat dilihat perbandingan persentase untuk setiap indikator sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika. 1) Siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika Berdasarkan observasi pada indikator siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 30 siswa atau 93,75% melakukan indikator dan 2 siswa atau 6,25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 30 siswa atau 93,75% melakukan indikator dan 2 siswa atau 6,25% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa memperhatikan saat guru menjelaskan dan siswa menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematik pada siklus II adalah 93,75% dan telah mencapai kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator siswa memperhatikan dan menyimak apa yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran matematika lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus II seperti pada Gambar 4.8.

44 digilib.uns.ac.id % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa Memperhatikan dan Menyimak Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.8. Diagram Indikator Siswa memperhatikan dan menyimak pada Siklus II 2) Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Berdasarkan observasi pada indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya di depan kelas. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 15 siswa atau 46,875% melakukan indikator dan 17 siswa atau 53,125% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 19 siswa atau 59,375% melakukan indikator dan 13 siswa atau 40,625% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya pada siklus II adalah 53,125% dan masih kategori sedang. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama untuk siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya lebih rendah dari pada siswa yang tidak melakukan indikator sedangkan pertemuan kedua untuk siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus II seperti disajikan pada Gambar 4.9.

45 digilib.uns.ac.id % 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar 4.9. Diagram Indikator Siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti pada Siklus II 3) Siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. Berdasarkan observasi pada indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 25 siswa atau 78,125% melakukan indikator dan 7 siswa atau 21,875% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 29 siswa atau 90,625% melakukan indikator dan 3 siswa atau 9,375% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada siklus I adalah 84,375% dan sudah tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase untuk siswa yang melakukan indikator mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada pertemuan pertama lebih tinggi dari pada siswa yang melakukan indikator siswa mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dimengerti ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya pada siklus II seperti disajikan pada Gambar 4.10.

46 digilib.uns.ac.id % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Siswa siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar Diagram Indikator siswa mengerjakan Lembar Kerja Kelompok dengan tuntas dan selesai pada waktunya pada Siklus II 4) Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan. Berdasarkan observasi pada indikator siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 28 siswa atau 87,5% melakukan indikator dan 4 siswa atau 12,5% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 26 siswa atau 81,25% melakukan indikator dan 6 siswa atau 18,75% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan. pada siklus I adalah 84, 375% dan telah mencapai kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan masalah yang ada pada LKK dan kartu permasalahan.lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus II seperti disajikan pada Gambar 4.11.

47 digilib.uns.ac.id % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Gambar Diagram Indikator Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan LKK dan kartu permasalahan pada Siklus II 5) Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi Berdasarkan observasi pada indikator siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi.. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 19 siswa atau 59,375% melakukan indikator dan 13 siswa atau 40,625% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 25 siswa atau 78,125% melakukan indikator dan 7 siswa atau 21,875% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi.pada siklus II adalah 68,75% dan sudah tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada saat kelompok lain mempresentasikan hasil diskusi.lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus II seperti disajikan pada Gambar Siswa berpartisipasi aktif dalam diskusi menyelesaikan LKK dan kartu permasalahan. Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan

48 digilib.uns.ac.id % Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar Diagram Indikator Siswa mencatat dan menyampaikan masalah secara jelas dan ringkas pada Siklus II 6) Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal Berdasarkan observasi pada indikator siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 19 siswa atau 59,375% melakukan indikator dan 13 siswa atau 40,625% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 22 siswa atau 68,75% melakukan indikator dan 10 siswa atau 31,25% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal pada siklus II adalah 64,1% dan masih tergolong dalam kategori sedang. Berdasarkan diskusi dengan guru dan para observer, hal ini disebabkan siswa masih malu-malu dan kurang percaya diri untuk berbicara di depan kelas. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus I seperti disajikan pada Gambar 4.13.

49 digilib.uns.ac.id % Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar Diagram Indikator Siswa bersedia maju kedepan kelas untuk menyampaikan materi atau pembahasan soal pada Siklus II 7) Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi. Berdasarkan observasi pada indikator berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.. Diperoleh data pada pertemuan pertama sebanyak 30 siswa atau 93,75% melakukan indikator dan 2 siswa atau 6,25% belum melakukan indikator. Sedangkan pada pertemuan kedua sebanyak 30 siswa atau 93,75% melakukan indikator dan 2 siswa atau 6,25% belum melakukan indikator. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa untuk indikator berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.pada siklus II adalah 93,75% dan sudah tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui perbandingan persentase pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua untuk siswa yang melakukan indikator siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi.lebih tinggi dari pada siswa yang tidak melakukan indikator pada siklus II seperti disajikan pada Gambar 4.14.

50 digilib.uns.ac.id 97 Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi % 80.00% 60.00% 40.00% 20.00% 0.00% Pertemuan 1 Pertemuan 2 Jumlah Siswa yang melakukan Jumlah Siswa yang tidak melakukan Gambar Diagram Indikator Siswa berpartisipasi aktif dalam menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi pada Siklus II Dari hasil akhir siklus II, didapatkan hasil bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika untuk siklus II adalah 77,45%. Dari hasil akhir siklus II, didapatkan hasil bahwa persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika lebih tinggi apabila dibandingkan dengan siklus I. Persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada siklus II meningkat 16,29% dari persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika pada siklus I. Dalam hal ini kategori sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu persentase rata-rata sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika mencapai kategori tinggi. Berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII B pada siklus II, terlihat bahwa 78,125% siswa sudah memperoleh skor kemampuan pemecahan masalah 7 untuk setiap soal. Dalam hal ini kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu setidaknya 70% dari jumlah total siswa mencapai skor kemampuan pemecahan masalah lebih dari atau sama dengan 7 untuk setiap soal. Karena pada siklus II sikap positif terhadap matematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sudah mencapai indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti. commit Sesuai to user dengan indikator bahwa persentase

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Kegiatan pratindakan dilakukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran, aktivitas belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Pra siklus Pada tahap pra siklus ini yang dilakukan oleh peneliti berupa pendokumentasian daftar nama, daftar nilai peserta didik, dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I A. Tahap Perencanaan Setelah diperoleh informasi pada waktu observasi, maka peneliti melakukan diskusi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan Kegiatan observasi awal dilaksanakan pada hari Senin, 22 Oktober 2012 di kelas VII G SMP Negeri 3 Purworejo untuk mengetahui permasalahan yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pratindakan Kegiatan observasi awal dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Agustus 2013 untuk mengetahui kondisi sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. penelitian dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas XI IPS 3 di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Sebagaimana diuraikan pada bab III, tindakan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 1 Krobokan Kecamatan Juwangi Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subyek Penelitian Penelitian dilakukan di kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Candiroto semester II tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 25 siswa.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Siklus I Siklus I dilaksanakan 3 kali pertemuan untuk proses pembelajaranyaitu tanggal 16, 17 dan 18 Oktober 2012 dan satu kali pertemuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum SDN Mangunsari 06 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SDN Mangunsari 06 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014. Alamat

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts. Tarbiyatul Islamiyah (Taris) Lengkong yang letaknya di Desa Lengkong, Batangan, Pati, Jawa Tengah. M.Ts. ini berstatus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. belajar materi cerpen yakni dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerpen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Data hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan penilaian. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran Bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Paparan Data a. Pra Tindakan Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengadakan observasi awal di MI Al-Hidayah 02 Betak Kalidawir

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian SMP Negeri 3 Pakem berlokasi di Dusun Pojok, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi cukup

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas II SD Kutowinangun 08. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas melalui model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan pada mata pelajaran matematika materi pecahan ini

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Saptosari,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Saptosari, BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Saptosari, yang terletak di jalan Wonosari-Panggang Km.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Negeri Tlahap cenderung bersifat konvensional ceramah yang berpusat pada guru. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Observasi awal yang dilakukan di kelas IIIA SD Negeri Tlahap, peneliti berhasil menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di dalam proses

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Gambaran yang dijadikan pangkal menentukan permasalahan upaya peningkatan hasil belajar IPA di kelas V SD menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Awal Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan PTK, guru mengajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau hanya ceramah. Guru cenderung mentransfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Peneliti melaksanakan penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan sebelumnya. Setiap siklusnya dilaksanakan dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini terdiri atas pelaksanaan siklus 1 dan pelaksanaan siklus 2. Pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 meliputi perencanaan,

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II. Berikut ini akan diuraikan tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. PTK. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan peneliti sebagai observer dan berkolaborasi dengan guru sebagai pengajar dalam penelitian. Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyubiru 01 di Dusun Kampung Rapet, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Lebih terperinci

Standar Kompetensi : Memahami konsep segiempat dan segitiga dan menggunakannya. dalam pemecahan masalah

Standar Kompetensi : Memahami konsep segiempat dan segitiga dan menggunakannya. dalam pemecahan masalah 100 RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN (RPP) RPP-3 Kelas Eksperimen Mata Pelajaran : Matematika Materi Pokok : Keliling dan luas daerah daerah segiempat Sub Materi Pokok : Luas daerah daerah jajar genjang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Pringsewu.

III. METODE PENELITIAN. yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Pringsewu. III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini diadakan di SMPN 1 Gadingrejo yang terletak di Jl. Raya Gadingrejo yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Pringsewu.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tahap Identifikasi Masalah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Budhi Karya Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Sebelum melakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini di awali dari orientasi lapangan untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran matematika yang terdapat di kelas 2.B

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Deskripsi Data Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dalam hal ini adalah menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Subjek penelitian mewakili kelompok individu (siswa), kepada siapa tindakan dalam penelitian akan diterapkan. Subjek dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Berdasarkan tes uji kompetensi matematika pada pokok bahasan pecahan ternyata hasilnya kurang memuaskan. Begitu

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan ini mengenai deskripsi pra siklus, deskripsi siklus 1, dan deskripsi siklus 2. Deskripsi siklus 1 tentang perencanaan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Kondisi awal hasil observasi penelitian diketahui bahwa hasil belajar matematika siswa kelas enam SD Negeri Simpar masih rendah. Hal tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dipaparkan hasil Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Peningkatan Pemahaman Materi Perjuangan Melawan Penjajah Jepang Melalui Metode Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tentang penerapan metode Bamboo Dancing pada mata pelajaran Bahasa Arab materi al- Unwa>n untuk meningkatkan keterampilan berbicara

Lebih terperinci

7,0 dengan ketuntasan klasikal 85%. Persentase siswa yang mencapai kategori terampil pada setiap aspek. psikomotor meningkat setiap siklus.

7,0 dengan ketuntasan klasikal 85%. Persentase siswa yang mencapai kategori terampil pada setiap aspek. psikomotor meningkat setiap siklus. 59 b. Hasil Belajar 1) Ranah kognitif Indikator keberhasilan tindakan ditinjau dari hasil tes, jika rata-rata siswa 7,0 dengan ketuntasan klasikal 85%. 2) Ranah Afektif Nilai aspek afektif dikatakan berhasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk satu

Lebih terperinci

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV. Hasil Tindakan Dan Pembahasan. A. Deskripsi Prasiklus

BAB IV. Hasil Tindakan Dan Pembahasan. A. Deskripsi Prasiklus digilib.uns.ac.id Berdasarkan BAB IV Hasil Tindakan Dan Pembahasan A. Deskripsi Prasiklus hasil observasi awal dan wawancara dengan guru mata pelajaran sejarah kelas XI SMA N 5 Surakarta, peneliti mendapatkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 72 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Pesawat Sederhana Melalui Strategi Take and Give Pada Siswa Kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan yang memaparkan uraian masing-masing siklus, mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR 1 Afta Rahmat Zayn, 2 Sunyoto, dan 3 Tri Murti Universitas Negeri Malang E-mail: rahmatzayn@ymail.com

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Sukorejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jumlah siswa di kelas 5 sebanyak 19 terdiri dari

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Strategi Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Felder (1994: 5) menjelaskan bahwa dalam strategi TAPPS siswa mengerjakan

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Strategi Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Felder (1994: 5) menjelaskan bahwa dalam strategi TAPPS siswa mengerjakan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Strategi Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Felder (1994: 5) menjelaskan bahwa dalam strategi TAPPS siswa mengerjakan permasalahan yang mereka jumpai secara

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Bagian ini, akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, deskripsi siklus II. Deskripsi pra siklus membahas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dilakukan dalam praktek pembelajaran di kelas V SDN Kebowan 02 Kecamatan Suruh dengan jumlah 21 siswa yang terdiri dari 10 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil A. Paparan Data Pra Tindakan Observasi awal dilakukan pada hari Senin, 18 Januari 2010. Tindakan tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan wakil kepala sekolah

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN Deskripsi mengenai hasil penelitian merupakan jawaban atas rumusan masalah yang diungkapkan pada Bab I akan disajikan dalam Bab IV ini. Sebelum hasil penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran dan Subyek Penelitian Sekolah Dasar Negeri Suruh 02 berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Subyek dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK dipilih karena mempunyai beberapa keistimewaan yaitu mudah dilakukan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Setting Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ngambakrejo 03 kelas V semester II Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan dengan jumlah siswa 24 orang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam Mata Pelajaran PKn Organisasi Pemerintahan Pusat 1. Hasil Penelitian Siklus I Siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang diperoleh adalah berupa data observasi berupa pengamatan pengelolaan pembelajaran dengan menggunakan Model Problem Based Learning dan pengamatan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Peneliti melakukan observasi sebelum melaksanakan penelitian. Observasi bertujuan untuk mengetahui kondisi awal siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian Peneliti mengadakan beberapa persiapan yang diperlukan sebelum pelaksanaan penelitian. Adapun persiapan yang peneliti lakukan sebelum penelitian

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan uraian pembahasan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Penerapan model pembelajaran kooperatif

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Wonoyoso, yaitu sebuah Sekolah Dasar di desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Paparan Data Pra Tindakan Pada tanggal 14 November 2016, peneliti berkunjung ke MI Sunan Ampel Bono Boyolangu Tulungagung. Peneliti

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Padaan 02 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Semester II Tahun 2013/2014. Subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Proses Pelaksanaan Peneltian a. Tahap Persiapan Penelitian Sebelum peneliti melakukan penelitian, terlebih dahulu peneliti menyiapkan instrumen

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Siklus I Deskripsi siklus 1 menjelaskan tentang tahap rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, dan refleksi.

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E untuk meningkatkan respon positif siswa terhadap materi prisma dan limas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Miri, dengan subyek penerima tindakan kelas adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara III. METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMP Dirgantara Bandarlampung kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2010-2011 dengan jumlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan, 1 lab BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kenaran 2 Prambanan yang terletak di Jl. Watubalik, Sumberharjo, Prambanan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SD Kanisius Gendongan dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang terdiri dari 32 siswa 17 siswa laki-laki dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bab ini akan menguraikan tiga sub judul yaitu deskripsi prasiklus, deskripsi siklus I, dan deskripsi siklus II. Deskripsi Prasiklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab IV ini menjelaskan tentang hasil penelitian, hasil penelitian terdapat kondisi awal, siklus I dan siklus II, selanjutnya ada hasil analisis data dan pembahasan

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan siswa pada prasiklus

Gambar 4.1 Diagram Persentase ketuntasan siswa pada prasiklus BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Prasiklus Proses pembelajaran sebelum dilakukan tindakan, guru hanya mengajar dengan ceramah. Guru cenderung mentransfer ilmu pada siswa, sehingga guru lebih aktif

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Pelaksanaan Tindakan 1.1.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan disajikan uraian hasil penelitian. Hasil penelitian ini merupakan jawaban atas rumusan masalah yang terdapat pada bab I. Sebelum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan 69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Siklus I Kelas X ATPH dan X ATU Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri I Tulang Bawang Tengah Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat,

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA Dhian Arista Istikomah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta E-mail: dhian.arista@gmail.com

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIIIB SMP Pelita Bangsa yang terletak di Jalan Pangeran Emir M. Noer no. 33 Palapa, Tanjung Karang, Bandar Lampung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Refleksi Awal Proses Pengembangan Perangkat Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Refleksi Awal Proses Pengembangan Perangkat Penelitian 60 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Refleksi Awal Proses Pengembangan Perangkat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas VA SD Negeri 1 Kota Bengkulu. Subyek dalam penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas I SDN Tingkir Lor 1 Salatiga. Sebelum dilaksanakannya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. 67 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Refleksi Awal Penelitian ini dilaksanakan di kelas IVA SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IVA SD Negeri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pelaksanaan Siklus 1 Dalam Siklus 1 terdapat 3 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: a. Perencanaan (Planning) Pada siklus

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 4.1.1. Pra siklus Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas V SD 4 Bulungkulon Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus tahun ajaran 2013/2014

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Reason &

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Reason & 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research).

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil belajar Siswa Pra Siklus 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pra Siklus Berdasarkan hasil observasi hasil belajar siswa di kelas 4 SD N 3 Gedong dengan jumlah siswa 28 anak pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan

BAB IV HASIL PENELITIAN. dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Pembelajaran Penelitian yang menggunakan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang meliputi empat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas 4 SD Negeri Ujung-Ujung 03 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang pada semester II tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN 26 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat SDN Jirak SDN Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong terletak di desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong,

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.

BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. 16 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Ma arif NU 1 Jatilawang tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 42 siswa, terdiri

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Hasil Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda sebagai post test. Sebelum digunakan untuk mengukur hasil belajar instrumen

Lebih terperinci

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA-KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN PERCOBAAN SEDERHANA BERBASIS BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2 MUARA BATU Juwairiah 1) 1 Prodi Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan melalui praktik pembelajaran di kelas 6 SD Negeri 2 Getas Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Pelaksanaan Tindakan Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan

Lebih terperinci