Faktor Dampak Jurnal dan Pengindeksan (Journal Impact Factor and Indexing) Jonner Hasugian

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Faktor Dampak Jurnal dan Pengindeksan (Journal Impact Factor and Indexing) Jonner Hasugian"

Transkripsi

1 Faktor Dampak Jurnal dan Pengindeksan (Journal Impact Factor and Indexing) Jonner Hasugian 1. Pendahuluan Masalah publikasi ilmiah pada jurnal/majalah ilmiah menjadi perbincangan yang hangat dalam kehidupan akademik di Perguruan Tinggi di Indonesia terutama dalam kurun waktu sepuluh tahun terkahir ini. Akreditasi Program Studi maupun Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) menuntut publikasi artikel jurnal yang tinggi. Standar-7 Borang BAN PT meminta isian publikasi baik hasil penelitian terutama jumlah publikasi artikel pada jurnal. Setiap publikasi artikel pada jurnal internasional diberi bobot 4, publikasi pada jurnal terakreditasi Dikti diberi bobot 2 dan publikasi pada jurnal lokal diberi bobot 1, selanjutnya untuk mendapatkan skor pada item boring, maka jumlah publikasi dikali dengan bobot tersebut lalu dibagi dengan jumlah dosennya. Semakin banyak publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional, maka semakin tinggi peluang memperoleh skor 4. Pada borang Prodi S2 dan S3 serta Borang AIPT ditanya lagi, seberapa banyak dari artikel jurnal tersebut yang terindeks pada lembaga sitasi internasional. Pengalaman sebagai asesor BAN PT, pada umumnya program studi mengalami masalah dalam publikasi artikel pada jurnal, terutama pada jurnal internasional. Dirjen Dikti melalui Surat Edaran Nomor 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah memberlakukan ketentuan untuk setiap jenjang program pendidikan lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai berikut: (1) Untuk lulus program Sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah. (2) Untuk lulus program Magister harus telah menghasilkan makalah dan atau artikel jurnal yang terbit pada jurnal ilmiah nasional diutamakan yang terakreditasi Dikti. (3) Untuk lulus program Doktor harus telah menghasilkan artikel jurnal yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional. Dampak dari surat edaran di atas, maka banyak lulusan program doktor yang tidak diperbolehkan mengikuti ujian tertutup dan ujian terbuka (promosi) karena artikelnya belum diterima (accepted) untuk dipublikasikan pada salah satu judul jurnal internasional. Untuk program studi sarjana dan Magister, pada uumnya Universitas membangun repositori dan/atau e- dengan tujuan dapat mengakomodasi publikasi ilmiah dari setiap lulusan. Hal lain yang mengegerkan kalangan dosen adalah kebijakan atau ketentuan yang mengatur kepangkatan dosen. Terbitnya instruksi yang menyatakan bahwa untuk mencapai jabatan lektor kepala dan guru besar, seorang dosen harus menulis di jurnal nasional terakreditasi dan/atau internasional dan khusus mencapai jabatan guru 1

2 besar publikasi dosen harus pada jurnal internasional yang terindeks scopus dan berfaktor fampak (impact factor) (Permendikbud No. 92/2014). Ketentuan ini dipandang oleh sebahagian kolega dosen membakar karena naik pangkat dan jabatan semakin sulit, akan tetapi banyak pihak termasuk dosen yang meresponnya dengan positip karena memacu lebih kreatif. Kelihatannya, kecenderungan kenaikan pangkat/jabatan bagi dosen untuk jabatan lektor kepala dan guru besar dominan ditentukan pada unsur penelitian dan publikasi dibanding unsur pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Publikasi pada jurnal atau majalah ilmiah semakin didorong dan diharuskan terutama pada jurnal internasional. Keketaan persyaratan publikasi ini cenderung semakin berat. Semula untuk mencapai jabatan akademik guru besar, seorang dosen cukup menulis pada dua jurnal terkareditasi Dikti atau pada satu jurnal internasional. Sekarang, semakin diketatkan lagi bahwa untuk mencapai jabatan guru besar, seorang dosen harus menulis pada jurnal internasional terindeks oleh badan pencatat sitasi atau indexer terkemuka seperti Scopus, Web of Science, Copernicus dan berfaktor dampak tinggi. Bahkan ada bidang ilmu tertentu yang mempersyaratkan h-index (Hirsch- Index). Terbitnnya kebijakan pemerintah mengenai hal-hal sebagaimana diuraikan di atas dilatarbelakangi oleh kenyataan dan fakta bahwa jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan Indonesia secara total masih sangat rendah dibanding dengan sejumlah negara di Dunia, bahkan di Asia. Dalam konsideran Surat edaran Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 dinyatakan bahwa jumlah publikasi karya ilmiah dari Perguruan Tinggi di Indonesia, secara total masih jauh di bawah Malaysia. Semula banyak pihak yang meragukan hal ini, akan tetapi setelah melihat data yang akurat, bahwa banyak orang yang kemudian diam dan merenungkannya. Sajian data dalam tabel berikut akan memberikan informasi kepada kita tentang produksi publikasi Indonesia di Asia Tenggara, Asia bahkan dunia. 2

3 Data di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan publikasi ilmiah Indonesia pada jurnal terindeks Scopus sangat jauh di bawah Malaysia, Singapura dan Thailand. Pertumbuhan publikasi ilmiah Indonesia sedikit di atas Vietnam dan kelihatannya sangat sulit untuk menyamai atau melampaui Malaysia, Singapura dan Thailand dalam kurun waktu yang singkat. Data menunjukkan bahwa dampak dari Surat edaran Dirjen Dikti Nomor 152/E/T/2012 sangat efektif mendongkrak kenaikan publikasi Indonesia. Gambar di bawah ini menunjukkan pertumbuhan publikasi artikel jurnal Internasional di Indonesia sejak tahun 1996 sampai dengan tahun Terlihat bahwa sejak tahun 2012 terjadi peningkatan pertumbuhan yang signifikan. Pertumbuhan publikasi Indonesia dibanding dengan sejumlah Negara di Asia (33 Negara) berada pada peringkat 11 yaitu di bawah Pakistan dan di atas Banglades. Terdapat kecenderungan peningkatan publikasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir baik pada jumlah maupun sitasi. Berikut peringkat Indonesia dalam publikasi artikel jurnal internsional di Asia. 3

4 Data di atas menunjukkan bahwa ada judul artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus yang dipublikasikan oleh penulis/peneliti dari Indonesia sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2014 dimana judul dari artikel tersebut dapat disitir. Jumlah sistiran yang diterima (citations) adalah kali atau rata-rata 12,72 kali sitiran per dokumen (citations per document) dalam kurun waktu 19 tahun ( ) atau sekitar 0,67 kali per tahun. Jika kita bandingkan dengan Malaysia, ada hal yang menarik dimana Malaysia unggul dalam jumlah dokumen, akan tetapi Indonesia unggul dalam jumlah sitiran per dokumen 12, 72 berbanding 9,43. Selanjutnya bila kita perhatikan angka sitiran per dokumen (citations per document) untuk 4 besar negara di Asia, maka akan terlihat bahwa HongKong yang paling tinggi (16,67), kemudian Singapura (15,78), Jepang (13,79) dan Indonesia (12,72). Data ini menunjukkan bahwa artikel jurnal hasil karya penulis dari keempat negara yang paling sering disitir/dikutip oleh penulis dari berbagai negara di dunia menurut data sitiran versi Scopus. Data ini menggambarkan bahwa kualitas publikasi dan riset penulis dari keempat negara sangat baik. Jika dibandingkan dengan dunia, peringkat Indonesia akan terlihat semakin jauh dari negara-negara lainnya. Indonesia berada pada peringkat 57, berada di bawah negara Maroko dan di atas Lithuania. Sebelum tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat 66 dunia (tahun 2010), selanjutnya terjadi peningkatan yang berarti. Diharapkan pada tahun berikutnya peringkatnya akan semakin membaik, setara dengan negara-negara maju lainnya. Data dalam tabel berikut menunjukkan peringkat Indonesia dalam hal pubkikasi artikel pada jurnal internasional di tataran dunia (239 negara). 4

5 Jika dilihat data di atas bahwa artikel jurnal yang paling sering disitir (citations per document) adalah dari Switzerland (26,1), Netherland (24,56), Amerika Serikat 5

6 (23,36), Sweden (23,21) dan United Kingdom (21,03), lainnya di bawah 20. Akan tetapi bila dilihat h-index hanya ada 4 (empat) negara yang memperoleh angka di atas 800 yaitu United Stated (1.648), United Kingdom (1.015), Germany (887), dan Franc (811), lainnya di bawah 800. Data ini mengindikasikan kualitas publikasi dan riset di kelima negara tidak sangat bagus, bahkan sulit tertandingi oleh negara-negara dari Asia, termasuk Indonesia. Penulis/peneliti dari keempat negara sangat produktif, berpengaruh dan berkontribusi yang sangat tinggi kepada pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan. 2. Faktor Dampak Jurnal (Journal Impact Factor) Salah satu kajian dalam matakuliah Bibliometrika dan Informetrika yang diajakarkan pada setiap program studi ilmu perpustakaan dan informasi adalah faktor dampak jurnal ( impact factor). Studi ini pada umumnya mengkaji jurnal atau majalah ilmiah yang diterbitkan oleh program studi atau fakultas tertentu di sejumlah perguruan tingggi dan lembaga-lembaga riset (Scholarly and Research Journals). Kajian impact factor (IF) pertama sekali dilakukan oleh Eugene Garfield pada tahun Selanjutnya, Ia mendirikan Institute for Scientific Information pada tahun 1975 yang salah satu tugas pokok dari lembaga tersebut adalah mengamati pertumbuhan jurnal dan majalah ilmiah serta menganalisis faktor dampak dan pengaruhnya. Sehingga sejak tahun 1975, IF dari berbagai jurnal dihitung dan diterbitkan laporannya setiap tahunnya pada citation index reports. Perhitungan IF dilakukan dengan menganalisis sitiran yang dilihat pada bibliografi atau referensi setiap artikel jurnal. Ketika artikel sebuah jurnal A misalnya, disebut atau ditulis dalam bibliografi artikel yang dimuat dalam jurnal C, maka jurnal A disebut cited document atau jurnal yang disitir atau yang dikutip, sedangkan jurnal C disebut citing document atau jurnal yang menyitir atau yang mengutip. Semakin banyak sebuah jurnal disitir atau dikutip, maka semakin tinggi dampak dari jurnal tersebut demikian sebaliknya, dan jika ada jurnal yang tidak pernah disitir atau dikutip, maka IF-nya adalah nol. IF dari sebuah jurnal adalah ukuran yang mencerminkan jumlah rata-rata sitiran atau kutipan yang diterima oleh artikel yang dipbulikasi sebuah jurnal dalam kurun waktu atau periode tertentu dibagi dengan seluruh jumlah (total) artikel yang publikasi oleh jurnal tersebut dalam periode atau kurun waktu yang sama. Untuk IF, kurun waktu atau periode yang digunakan dalam penghitungan adalah 2 (dua) tahun. Untuk memudahkan pemahaman kita akan pengertian IF di atas, berikut diberikan contoh (Data bukan sebenarnya): 6

7 (1) American Journal of Ophthalmology. Jurnal ini terbit sejak tahun 1918 sampai sekarang. Terbit 4 Nomor (Issu) per tahun. Untuk tahun 2014, setiap Nomor menerbitkan 15 judul artikel. Sehingga total artikel yang diterbitkan (produksi) selama tahun 2014 adalah 60 judul artikel. Tahun 2015, terbit dengan pola yang sama. Sehingga jumlah seluruh (total) artikel yang dipublikasi oleh jurnal tersebut selama periode atau kurun waktu 2 (dua) tahun ( ) adalah 120 judul. Selama kurun waktu (dua tahun), artikel jurnal tersebut disitir atau menerima sitiran sebanyak 182 kali. (2) British Journal of Ophthalmology. Jurnal ini terbit sejak tahun 1945 sampai sekarang. Terbit 4 Nomor (Issu) per tahun. Untuk tahun 2014, setiap Nomor menerbitkan 20 judul artikel. Sehingga total artikel yang diterbitkan (produksi) selama tahun 2014 adalah 80 judul artikel. Tahun 2015, terbit dengan pola yang sama. Sehingga jumlah seluruh (total) artikel yang dipublikasi oleh jurnal tersebut selama periode atau kurun waktu 2 (dua) tahun ( ) adalah 160 judul. Selama kurun waktu (dua tahun), artikel jurnal itu disitir atau menerima sitiran sebanyak 180 kali. (3) JAMA Ophthalmology. Jurnal ini terbit sejak tahun 2013 sampai sekarang. Terbit 12 Nomor (Issu) per tahun. Untuk tahun 2014, setiap Nomor menerbitkan 15 judul artikel. Sehingga total artikel yang diterbitkan (produksi) selama tahun 2014 adalah 180 judul artikel. Tahun 2015, terbit dengan pola yang sama. Sehingga jumlah seluruh (total) artikel yang dipublikasi oleh jurnal tersebut selama periode atau kurun waktu 2 (dua) tahun ( ) adalah 360 judul. Selama kurun waktu (2 tahun), artikel jurnal itu disitir atau menerima sitiran sebanyak 280 kali. Pertanyaan: Berapakah IF dari ketiga jurnal tersebut?. Seandainya Pustakawan diminta Prgram Studi melanggan satu dari ketiga judul tersebut, jurnal yang mana yang akan di langgan?. (1) IF dari American Journal of Ophthalmology pada tahun adalah Jumlah sitiran yang diterima jurnal tersebut (selama dua tahun) adalah 182 dibagi dengan jumlah total artikel yang diproduksi selama 2 (dua) tahun adalah 120. IF = 182 : 120 = 1,52. (Artinya rata-rata artikel dalam jurnal tersebut disitir 1, 52 kali selama kurun waktu 2 tahun, periode (2) IF dari British Journal of Ophthalmology pada tahun adalah Jumlah sitiran yang diterima jurnal tersebut (selama dua tahun) adalah 180 dibagi dengan jumlah total artikel yang diproduksi selama 2 (dua) tahun adalah 160. IF = 180 : 160 = 1,13. (Artinya rata-rata artikel dalam jurnal tersebut disitir 1, 13 kali selama kurun waktu 2 tahun, periode

8 (3) IF dari JAMA Ophthalmology pada tahun adalah Jumlah sitiran yang diterima jurnal tersebut (selama dua tahun) adalah 280 dibagi dengan jumlah total artikel yang diproduksi selama 2 (dua) tahun adalah 360. IF = 280 : 360 = 0,78. (Artinya rata-rata artikel dalam jurnal tersebut disitir 0,78 kali selama kurun waktu 2 tahun, periode ). Dari contoh di atas terlihat bahwa American Journal of Ophthalmology memiliki IF yang paling tinggi yaitu 1,52, kemudian British Journal of Ophthalmology 1,13 dan JAMA Ophthalmology 0,78. Kalau Pustakawan ditugaskan melanggan salah satu dari ketiga jurnal tersebut, yang mana yang akan dilanggan?. Ada juga institusi yang meminta data IF tetapi untuk periode hanya 1 (satu) tahun. Perhitungannya sama dengan yang diuraikan di atas, hanya periode perhitungannya satu tahun tertentu. Hasil perhitungan dengan cara itu disebut Immediacy index atau indeks kesegaran yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa cepat artikel dalam sebuah jurnal memperoleh sitiran. Sekarang ini perhitungan IF dinilai oleh kalangan akademis tertentu tidak cukup, akan tetapi perlu dilihat h-index (baca indeks h) singkatan dari Hirsch- Index. H-index ini pertama sekali disarankan oleh Jorge E. Hirsch, seorang ahli fisika di Universitas California San Diego pada tahun 2005, sebagai indeks untuk mengukur kualitas fisikawan teoretis. Indeks-h (h-index) merupakan indeks yang mencoba mengukur baik produktivitas maupun dampak dari karya yang diterbitkan seorang ilmuwan atau peneliti. Indeks ini didasarkan pada jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh seorang ilmuwan/peneliti dan jumlah sitasi (kutipan) yang diterima dari publikasi lain. Indeks ini juga dapat diterapkan untuk menggambarkan produktivitas dan dampak dari sekelompok ilmuwan atau peneliti, baik dari program studi/departemen, atau dari sebuah perguruan tinggi/universitas atau dari sebuah negara. Dikti sekarang ini menjadikan h-index scopus sebagai salah satu syarat untuk mengusulkan proposal penelitian. Bagi peneliti yang mempunyai h-index scopus 2 dapat mengajukan lebih dari satu proposal penelitian sebagai ketua, dan jumlah proposal yang bisa diajukan proposional dengan nilai h-index scopus tersebut. 3. Pengindeksan (Indexing). Dalam pengertian yang sederhana indeks (index) adalah kata atau istilah (terms) yang menjadi representasi atau wakil dokumen pada sebuah file atau simpanan data. Fungsinya sebagai alat temu kembali informasi dari sebuah file atau simpanan data. Ketika suatu kata atau istilah diinput ke sebuah sistem, maka akan memunculkan 8

9 sejumlah dokumen yang diwakilinya. Proses pembuatan indeks disebut dengan pengindeksan (indexing). Proses pembuatan indeks dapat dilakukan oleh orang (human indexer) dan dapat juga dilakukan secara otomatis melalui mesin (machine indexer). Pada awalnya ada 4 jenis indeks yang umum digunakan dalam pembuatan indeks yaitu indeks pengarang (author index), indeks subjek (subject index), permuterm index dan indeks sitasi (citation index), akan tetapi sekarang ini yang paling banyak dihasilkan terutama dalam pengindeksan e- adalah indeks subjek dan indeks sitasi. Dalam perkembangan selanjutnya, muncul sejumlah lembaga sitasi yang mengindeks publikasi artikel dalam jurnal dan ada juga yang mengindeks proceeding seminar bahkan books chapter. Ada 3 (tiga) lembaga sistasi yang terkenal dewasa ini adalah Scopus, Web of Sicence, Copernicus, semula ada google scholer dan sebagainya. Tulisan ini tidak membahas seluruhnya dan uraian lebih dominan kepada Scopus, sedangkan uraian tentang web of science dan Copernicus hanya sekilas saja. Salah satu entitas yang paling dikenal oleh para peneliti dunia adalah Scopus. Scopus dimiliki oleh penerbit Elsevier, yaitu salah satu penerbit terkemuka dan utama di dunia. Scopus adalah sebuah pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu sampai saat ini. Fungsi utama Scopus adalah membuat indeks literatur ilmiah untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak, referensi, dll. Scopus merupakan database bibliografis yang berisikan abstrak dan sitasi untuk artikel jurnal akademik (ilmiah) dan juga berbagi literatur dari berbagai sumber web penting lainnya, yang melakukan peer-reviewed. Sebagai database yang terbesar di dunia saat ini, Scopus memiliki sumber dari berbagai publisher di seluruh dunia (tidak hanya Elsevier saja) dan mencakup juga jurnal-jurnal non English (abstrak dalam bahasa Inggris). Scopus sebagai salah lembaga sitasi yang paling besar sekarang ini dan paling banyak diperbincangkan di Indonesia, karena data sitasinya digunakan dalam berbagai kegiatan akademik termasuk menilai kepangkatan dosen untuk mencapai lektor kepala dan guru besar. Scopus mengcover lebih dari 22,000 judul dari lebih penerbit terkemuka, yang mecakup 20,000 judul jurnal yang memiliki reviewer ahli di bidangnya (peerreviewed) dalam berbagai bidang seperti sains, teknik, kedokteran, ilmu-ilmu sosial dan humanitis, termasuk ke database patent. Tidak semua jurnal ilmiah yang diindeks oleh Scopus. Jurnal yang diindeks oleh Scopus adalah yang telah memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Scopus. Persyaratan itu ada yang menyangkut persyaratan (lay out) atau fisik, redaksional Bahasa, terutama persyaratan peer-reviewed. Oleh karena itu, perlu kerja keras 9

10 pengelola jurnal agar dapat terindeks di Scopus. Pengalaman teman pengelola jurnal Al-Jami'ah yang sejak tahun 2014 terindeks di Scopus, menyatakan berdarahdarah mempersiapkannya selama hampir 3 (tiga) tahun untuk memenuhi persyaratan yang diminta. Berikut ini disampaikan data daftar judul jurnal terbitan Indonesia yang terindeks di Scopus seperti pada Tabel berikut. Tabel-4: Daftar Jurnal Terbitan Indonesia Terindeks Scopus per Mei 2016 Rank Title Type Issn 1 Acta medica Indonesiana 2 3 International Journal of Power Electronics and Drive Systems International Journal on Electrical Engineering and Informatics 4 Telkomnika 5 Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis 6 Biodiversitas 7 8 Journal of ICT Research and Applications International Journal of Electrical and Computer Engineering 9 Indonesian Journal of Chemistry 10 Kukila Gadjah Mada International Journal of Business International Journal of Technology Indonesian Journal of Applied Linguistics 14 Agrivita 15 Journal of Engineering and Technological Sciences 16 Biotropia Proceedings of the 26th Pacific Asia Conference on Language, Information and Computation, PACLIC 2012 Proceedings of the 21st International Conference on Computers in Education, ICCE 2013 Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Doctoral Student Consortia - Proceedings of the 21st International Conference on SJR; Impac factor H index Total Docs. (3years) Total Cites (3years) , , , , 0, , , 0, , , , , , , , , , , confere nce and procee ding - 0, confere nce and procee ding - 0, , confere nce and procee ding - 0,

11 21 Computers in Education, ICCE 2013 Work-in-Progress Poster (WIPP) Proceedings of the 21st International Conference on Computers in Education, ICCE Critical Care and Shock 23 Al-Jami'ah 24 Workshop Proceedings of the 21st International Conference on Computers in Education, ICCE 2013 confere nce and procee ding - 0, , X 0, confere nce and procee ding - 0, Data di atas menunjukkan bahwa ada 19 judul jurnal terbitan Indonesia dan 5 conference proceeding yang diindeks Scopus, sebelumnya sampai dengan tahun 2014 hanya ada 16 judul jurnal terbitan Indonesia yang terindeks Scopus. Ke-19 jurnal tersebut berasal dari 5 Perguruan Tinggi Negeri yang bernaung di Kemenristek Dikti (ITB, UGM, UI, Univ Brawijaya, UNDIP dan 1 (satu) dari Perguruan tinggi Swasta Prodi Teknik Elektro Fak.Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, serta 1 (satu) dari UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) dan selebihnya dari asosiasi profesi. Data menunjukkan bahwa IF dari ke 24 publikasi tersebut masih rendah belum ada yang mencapai 1 dan h-index nya pada umumnya di bawah 10 terkecuali jurnal Acta medica Indonesiana. Selain Scopus, ada Web of Science (yang sebelumnya dikenal sebagai Web of Knowledge) yang juga berperan sabagai lembaga sistasi. Web of Science adalah berbasis data ilmiah online yang juga melakukan pengindeksan terhdap sejumlah publikasi ilmiah dan perhitungan sitasinya termasuk IF. Database ini dikelola oleh Thomson Reuters. Pada umumnya publikasi yang banyak diindeks dalam database ini adalah penerbit yang merupakan kelompok Thomson. Database ini terkenal sangat kuat dalam Ilmu-ilmu sosial, seni, humaniora, terutama bidang hukum. Lembaga sitasi lainnya adalah Copernicus. Nama ini mengingat seorang ahli matematika dan astronomi yang merumuskan model dari alam semesta yang bernama Nicolaus Copernicus yang berasal dari Polandia. Indeks Copernicus (IC) adalah sebuah database online yang yang membeiri informasi mengenai publikasi ilmiah baik yang dihasilkan perorangan, lembaga/institusi maupun negara. IC didirikan di Polandia tahun IC menawarkan alternatif untuk dominasi bahasa Inggris pada sistem publikasi pengindeksan. Perusahaan atau lembaga ini dibiayai oleh Dana Pembangunan Daerah Eropa yaitu, "Electronic Publishing House of Scientific Journals system of Index Copernicus Ltd. Database ini memiliki beberapa alat penilaian yang dapat melacak dan melihat dampak publikasi karya ilmiah dalam jurnal dari berbagai ilmuwan baik sebagai individu, maupun yang berasal dari lembaga penelitian. Selain aspek produktivitas, IC juga menawarkan abstrak dan pengindeksan publikasi ilmiah. Indeks ini lebih dominan pada bidang science. 11

12 4. Penutup Apa yang dapat dilakukan berkaitan dengan Scopus? Scopus memberikan data agregat untuk menunjukkan tingkat pengaruh suatu jurnal ( impact) atau institusi (institutional impact) dalam dunia publikasi ilmiah berdasarkan hubungan sitasi dari dan ke artikel-artikel yang diterbitkan oleh sebuah jurnal atau dipublikasikan oleh peneliti-peneliti dari suatu institusi. Maka, pengguna Scopus dengan mudah mendapatkan informasi mengenai apa yang sudah dipublikasikan oleh penerbit-penerbit atau lembaga-lembaga riset dari seluruh dunia. Pustakawan dapat menunjukkan jurnal-jurnal terkemuka dan berimpact faktor tinggi yang relevan dengan kebutuhan Program Studi, Departemen atau unit kerja yang ada pada lembaga induk yang menaungi Perpustakaan. Bagi dosen, akan memperoleh informasi yang pasti kemana sebaiknya kita mempublikasikan karya ilmiahnya. Untuk dapat melakukan hal itu, sekarang ini telah tersedia tools yang dapat digunakan oleh pustakawan, dosen dan pengguna lainnya yaitu Scimago Journal & Country Rank dengan alamat Melalui web ini kita dapat mengetahui peringkat jurnal ( rankings) berdasarkan bidang ilmu dan kategorinya, baik menurut negara, regional maupun dunia. Biblografi: Cox, Linda and David Ellis (2015),"The impact factor: a case study of medical s", Library Review, Vol. 64 Iss 6/7 pp Jacsó, Péter (2009),"Five-year impact factor data in the Journal Citation Reports", Online Information Review, Vol. 33 Iss 3 pp Mu-Hsuan Huang and Wen-Yau Cathy Lin, (2012),"The influence of selfcitations on impactfactor and immediacy index", Online Information Review, Vol. 36 Iss 5 pp Reedijk, Jan and Henk F. Moed, (2008),"Is the impact of impact factors decreasing?", Journal of Documentation, Vol. 64 Iss 2 pp Rosenstreich, Daniela and Ben Wooliscroft, (2012),"Assessing international impact: the case of marketing", European Business Review, Vol. 24 Iss 1 pp

ISSU LOKAL PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA UNTUK ARTIKEL PADA JURNAL BEREPUTASI

ISSU LOKAL PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA UNTUK ARTIKEL PADA JURNAL BEREPUTASI ISSU LOKAL PENELITIAN PENDIDIKAN FISIKA UNTUK ARTIKEL PADA JURNAL BEREPUTASI Heru Kuswanto Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta email: herukus61@uny.ac.id; herukus61@gmail.com Abstract

Lebih terperinci

Workshop Penyelenggaraan Konferensi Terindex SCOPUS dan Pengelolaan Jurnal Internasional Terindex SCOPUS. Suwarno

Workshop Penyelenggaraan Konferensi Terindex SCOPUS dan Pengelolaan Jurnal Internasional Terindex SCOPUS. Suwarno Workshop Penyelenggaraan Konferensi Terindex SCOPUS dan Pengelolaan Jurnal Internasional Terindex SCOPUS Suwarno Universitas sebelas Maret Surakarta 3 Agustus 2015 Content Publikasi ilmiah internasional

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN 1 PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN Wayan Firdaus Mahmudy Fakultas Ilmu Komputer Workshop dan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen Senior Universitas Brawijaya Malang, 02 Februari 2016

Lebih terperinci

Studi Diagnostik Hambatan Riset pada Perguruan Tinggi di Indonesia (Studi Kasus di Empat Universitas) Tim Riset Mitra KSI

Studi Diagnostik Hambatan Riset pada Perguruan Tinggi di Indonesia (Studi Kasus di Empat Universitas) Tim Riset Mitra KSI Studi Diagnostik Hambatan Riset pada Perguruan Tinggi di Indonesia (Studi Kasus di Empat Universitas) Tim Riset Mitra KSI Struktur Presentasi Latar Belakang dan urgensi studi Tujuan Desain Studi Kinerja

Lebih terperinci

Jurnal Ilmiah Internasional untuk Kenaikan Jabatan LK dan GB

Jurnal Ilmiah Internasional untuk Kenaikan Jabatan LK dan GB Jurnal Ilmiah Internasional untuk Kenaikan Jabatan LK dan GB 3-08-2017 PP 65 tahun 2013: Statuta ITB Ayat (1) SA merupakan organ yang berfungsi menetapkan norma dan kebijakan akademik ITB serta mengawasi

Lebih terperinci

Pusat Afiliasi dan Kajian Riset Teknologi (PAKARTI) FAKULTAS TEKNIK, UMJ

Pusat Afiliasi dan Kajian Riset Teknologi (PAKARTI) FAKULTAS TEKNIK, UMJ Pusat Afiliasi dan Kajian Riset Teknologi (PAKARTI) FAKULTAS TEKNIK, UMJ Narasumber : Dr. Flora Elvistia, M.Si. flora_elvistia@yahoo.com Ir. Ari Widyati Purwantiasning, MATRP, IAI Moderator: Dr. Tri Yuni

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN 1 PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN Wayan Firdaus Mahmudy Fakultas Ilmu Komputer Workshop dan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen Muda Universitas Brawijaya Malang, 18 Agustus 2015 2

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN 1 PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN Wayan Firdaus Mahmudy Fakultas Ilmu Komputer Workshop dan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian Bagi Dosen Senior Universitas Brawijaya Malang, 24 Agustus 2015

Lebih terperinci

MEMILIH JOURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI. Yohandri, M.Si., Ph.D Physics Department

MEMILIH JOURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI. Yohandri, M.Si., Ph.D Physics Department MEMILIH JOURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI Yohandri, M.Si., Ph.D Physics Department : 1. Pendahuluan 2. Jurnal Bereputasi 3. Jurnal Predator 4. Etika Publikasi 1. Pendahuluan Kenapa Publikasi? By submitting

Lebih terperinci

Pengalaman Mengelola Tropical Wetland Journal (http://twj.unlam.ac.id) Udiansyah Forpimpas Wilayah Tengah

Pengalaman Mengelola Tropical Wetland Journal (http://twj.unlam.ac.id) Udiansyah Forpimpas Wilayah Tengah Pengalaman Mengelola Tropical Wetland Journal (http://twj.unlam.ac.id) Udiansyah Forpimpas Wilayah Tengah Kewajiban Publikasi 1. Mahasiswa Program Magister wajib menerbitkan makalah (karya ilmiah penelitian)

Lebih terperinci

Pengukuran Kinerja Peneliti Berbasis SINTA (Science and Technology Index)

Pengukuran Kinerja Peneliti Berbasis SINTA (Science and Technology Index) Pengukuran Kinerja Peneliti Berbasis SINTA (Science and Technology Index) http://sinta.ristekdikti.go.id Imam Much Ibnu Subroto, ST, M.Sc., Ph.D Sosialisasi Rencana Induk Riset nasional (RIRN) & Agenda

Lebih terperinci

Tips dan Trik Publikasi Ilmiah dan Pembuatan Meta Data Publikasi

Tips dan Trik Publikasi Ilmiah dan Pembuatan Meta Data Publikasi + Tips dan Trik Publikasi Ilmiah dan Pembuatan Meta Data Publikasi Prof. Dr. Ir. Siti Nurmaini Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya + Parameter Penting pada penulisan Artikel Ilmiah Profile Peneliti

Lebih terperinci

Publikasi Karya Ilmiah

Publikasi Karya Ilmiah Publikasi Karya Ilmiah Sosialisasi Peraturan Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat pada Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Kopertis Wilayah IV, 1 Desember 2014 Dr. Ir. T.M.A. Ari Samadhi Prodi Teknik

Lebih terperinci

PENGENALAN MESIN INDEKS NASIONAL (SINTA) Oleh: Aldi Haryadi, Kasubdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah

PENGENALAN MESIN INDEKS NASIONAL (SINTA) Oleh: Aldi Haryadi, Kasubdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah PENGENALAN MESIN INDEKS NASIONAL (SINTA) Oleh: Aldi Haryadi, Kasubdit Fasilitasi Publikasi Ilmiah DIREKTORAT PENGELOLAAN KEKAYAAN INTELEKTUAL KEMENRISTEKDIKTI SINTA TERBARU (7 JUNI 2017) LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

PERMENRISTEKDIKTI NO. 20 TAHUN 2017

PERMENRISTEKDIKTI NO. 20 TAHUN 2017 PERMENRISTEKDIKTI NO. 20 TAHUN 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor Komisi C Dewan Guru Besar IPB Pasal 4 Lektor Kepala harus menghasilkan: a. paling sedikit

Lebih terperinci

PANDUAN BANTUAN INTERNASIONALISASI JURNAL ILMIAH 2017

PANDUAN BANTUAN INTERNASIONALISASI JURNAL ILMIAH 2017 PANDUAN BANTUAN INTERNASIONALISASI JURNAL ILMIAH 2017 KANTOR PENGELOLAAN PRODUK RISET DAN INOVASI UNIVERSITAS INDONESIA 2017 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..... i DAFTAR ISI... ii DAFTAR LAMPIRAN...... iii

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH SERTA PROGRAM ARJUNA DAN SINTA

KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH SERTA PROGRAM ARJUNA DAN SINTA KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH SERTA PROGRAM ARJUNA DAN SINTA SUB DIREKTORAT FASILITASI JURNAL DIREKTORAT PENGELOLAAN KEKAYAAN INTELEKTUAL DITJEN PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMRISTEKDIKTI RI 1 OUTLINE

Lebih terperinci

APA DAN BAGAIMANA SEBUAH ARTIKEL/TULISAN BISA DISEBUT SEBAGAI KARYA ILMIAH (Tips Mengenali Penerbit-Karya Tulis Ilmiah Bermutu dan Bereputasi)

APA DAN BAGAIMANA SEBUAH ARTIKEL/TULISAN BISA DISEBUT SEBAGAI KARYA ILMIAH (Tips Mengenali Penerbit-Karya Tulis Ilmiah Bermutu dan Bereputasi) APA DAN BAGAIMANA SEBUAH ARTIKEL/TULISAN BISA DISEBUT SEBAGAI KARYA ILMIAH (Tips Mengenali Penerbit-Karya Tulis Ilmiah Bermutu dan Bereputasi) Dr. Gatot Ciptadi Fapet UB, Institut Biosains UB Ketua BPPM-Fapet

Lebih terperinci

FUNGSI DAN MANFAAT JURNAL INTERNASIONAL DALAM PENGEMBANGAN KARIR AKADEMIK

FUNGSI DAN MANFAAT JURNAL INTERNASIONAL DALAM PENGEMBANGAN KARIR AKADEMIK FUNGSI DAN MANFAAT JURNAL INTERNASIONAL DALAM PENGEMBANGAN KARIR AKADEMIK KOMANG GEDE WIRYAWAN CHIEF EDITOR MEDIA PETERNAKAN (JOURNAL OF ANIMAL SCIENCE AND TECHNOLOGY) SELAMAT KEPADA LPPM UNIVERSITAS UDAYANA

Lebih terperinci

BAB I. Universitas Sumatera Utara

BAB I. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jurnal merupakan salah satu jenis koleksi perpustakaan yang wajib ada, terutama pada perpustakaan perguruan tinggi. Dalam jurnal terdapat beberapa artikel hasil penelitian

Lebih terperinci

Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International,

Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International, Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International, Scopus & Thomson Reuters Yoris Adi Maretta Associate Editor DOAJ yorisadi@gmail.com WA 085 876 468 906 Pengkategorisasian Pengindex

Lebih terperinci

Pengenalan Mesin Indeks Internasional

Pengenalan Mesin Indeks Internasional Pengenalan Mesin Indeks Internasional Dr. Lukman PDII-LIPI Disampaikan dalam SEMINAR DAN WORKSHOP STRATEGI JITU PUBLIKASI KARYA ILMIAH TERINDEKS SCOPUS, THOMSON REUTERS, DOAJ, SINTA BAGI PUSTAKAWAN, DOSEN

Lebih terperinci

Kiat Menyusun Proposal Kerjasama Penerbitan Serial Conference. Dr. Ade Gafar Abdullah Universitas Pendidikan Indonesia

Kiat Menyusun Proposal Kerjasama Penerbitan Serial Conference. Dr. Ade Gafar Abdullah Universitas Pendidikan Indonesia Kiat Menyusun Proposal Kerjasama Penerbitan Serial Conference Dr. Ade Gafar Abdullah Universitas Pendidikan Indonesia ade_gaffar@upi.edu Mari kita internasionalkan proceedings kita Proceedings diterbitkan

Lebih terperinci

Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani 27 Mei 2015 Fikri Alatas

Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani 27 Mei 2015 Fikri Alatas Aula Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Achmad Yani 27 Mei 2015 Fikri Alatas Tujuan Sosialisasi tentang Peraturan Dikti tentang perhitungan angka kredit untuk karya ilmiah Membantu para dosen dan

Lebih terperinci

ANALISIS SITIRAN JURNAL KEDOKTERAN PERGURUAN TINGGI (Trisakti, Universitas Maranatha, UKI Atmajaya)

ANALISIS SITIRAN JURNAL KEDOKTERAN PERGURUAN TINGGI (Trisakti, Universitas Maranatha, UKI Atmajaya) ANALISIS SITIRAN JURNAL KEDOKTERAN PERGURUAN TINGGI (Trisakti, Universitas Maranatha, UKI Atmajaya) Anne Parlina, Sjaeful Afandi, Rima Octavia Abstrak Analisis sitiran adalah cabang dari bibliometrika

Lebih terperinci

Science publishing. Sufiet Erlita

Science publishing. Sufiet Erlita Science publishing Sufiet Erlita Sains dan penerbitan Menemukan jurnal terbaik untuk mempublikasikan hasil penelitian Mengukur dampak dari penelitian anda Open access publishing Kategori journal Dampak

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH, ARJUNA, DAN OJS. Disampaikan pada Sosialisasi OJS bagi Dosen di Lingkungan STKIP Bina Bangsa Getsempena

KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH, ARJUNA, DAN OJS. Disampaikan pada Sosialisasi OJS bagi Dosen di Lingkungan STKIP Bina Bangsa Getsempena KEBIJAKAN PUBLIKASI ILMIAH, ARJUNA, DAN OJS Disampaikan pada Sosialisasi OJS bagi Dosen di Lingkungan STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, 26 September 2017 1 OJS? Open Journal System (OJS) adalah

Lebih terperinci

untuk Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Jamari

untuk Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Jamari Workshop Klinik Manuskrip Pendampingan Penulisan Artikel untuk Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi Sharing Pengalaman Publikasi Jamari Disampaikan di LP2M Unnes, 9 Pebruari 2017 1 KENALAN DULU

Lebih terperinci

Panduan H-Index SCOPUS dan Google Schoolar

Panduan H-Index SCOPUS dan Google Schoolar Panduan H-Index SCOPUS dan Google Schoolar Oleh : I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom (resika@undiksha.ac.id) Sekretaris Puslit bidang Sains dan Teknologi LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Lebih terperinci

Pengembangan dan Arah Kebijakan Penelitian di Institut Teknologi Bandung (ITB)

Pengembangan dan Arah Kebijakan Penelitian di Institut Teknologi Bandung (ITB) Pengembangan dan Arah Kebijakan Penelitian di Institut Teknologi Bandung (ITB) Di presentasikan oleh Dr. Irwan Meilano mewakili Ketua LPPM-ITB : Prof.Dr.Eng. Khairurrijal, pada workshop Penyusunan Roadmap

Lebih terperinci

JABATAN AKADEMIK DOSEN dan ANGKA KREDITNYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA JULI 2017

JABATAN AKADEMIK DOSEN dan ANGKA KREDITNYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA JULI 2017 JABATAN AKADEMIK DOSEN dan ANGKA KREDITNYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA JULI 2017 1 DASAR 1. UU RI Nomor 14 Tahun 2005 2. UU RI Nomor 12 Tahun 2012 3. UU RI Nomor 5 Tahun 2014 4. PP RI Nomor 37 Tahun 2009 5.

Lebih terperinci

Arah & kebijakan. dosen. Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti. Kemristekdikti 2016

Arah & kebijakan. dosen. Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti. Kemristekdikti 2016 Karier Arah & kebijakan dosen Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti 2016 ISU TERKAIT KENAIKAN JABATAN AKADEMIK DOSEN 1. RENSTRA KEMRISTEKDIKTI 2015-2019 MEKANISME PENGUSULAN JABATAN

Lebih terperinci

Pendidikan Tinggi Dalam Persaingan Global

Pendidikan Tinggi Dalam Persaingan Global Pendidikan Tinggi Dalam Persaingan Global Kuliah #4 Manajemen dan Kepemimpinan Perguruan Tinggi MMPT Universitas Gadjah Mada Topik Bahasan 1. Tugas dosen: mengajar, meneliti, menulis, mengabdi pd masyarakat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keaslian penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. keaslian penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. BAB I PENDAHULUAN Bab I (satu) ini membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah penelitian, keaslian penelitian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Dewasa ini ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

SOSIALISASI BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI. Auditorium UMS, 4 Februari 2017

SOSIALISASI BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI. Auditorium UMS, 4 Februari 2017 SOSIALISASI BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI Auditorium UMS, 4 Februari 2017 TUJUAN 1. meningkatkan profesionalisme dosen dalam melaksanakan tugas, 2. meningkatkan

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2016

PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2016 PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2016 Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan

Lebih terperinci

PENGELOLAAN JURNAL ILMIAH

PENGELOLAAN JURNAL ILMIAH PENGELOLAAN JURNAL ILMIAH Mikrajuddin Abdullah Senin, 1 Desember 2014 Kopertis Wilayah IV Isi Presentasi 1) Aturan Baru tentang Kenaikan Pangkat/Jabatan Dosen (khusus berkaitan dengan jurnal ilmiah) 2)

Lebih terperinci

TATA CARA DAN PROSEDUR MEREVIEW JURNAL ILMIAH (KISI-KISI PEDOMAN 2013)

TATA CARA DAN PROSEDUR MEREVIEW JURNAL ILMIAH (KISI-KISI PEDOMAN 2013) TATA CARA DAN PROSEDUR MEREVIEW JURNAL ILMIAH (KISI-KISI PEDOMAN 2013) Kuswanto Editor in Chief of Agrivita Journal of Agricultural Science (AJAS) Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Makalah Disampaikan

Lebih terperinci

PENELITIAN KOMPETITIF UIN SUNAN KALIJAGA 2017 LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2017

PENELITIAN KOMPETITIF UIN SUNAN KALIJAGA 2017 LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2017 PENELITIAN KOMPETITIF UIN SUNAN KALIJAGA 2017 LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2017 PENELITIAN KOMPETITIF UIN SUNAN KALIJAGA 2017 A. PENDAHULUAN Lembaga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN LITERATUR. Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983, 43), yang

BAB II TINJAUAN LITERATUR. Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983, 43), yang BAB II TINJAUAN LITERATUR 2.1 Sitiran Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983, 43), yang dimaksud dengan sitiran adalah suatu catatan yang merujuk pada suatu karya yang dikutip atau

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan Mengapa Perlu Publikasi di Jurnal Internasional?

Bab I. Pendahuluan Mengapa Perlu Publikasi di Jurnal Internasional? Bab I Pendahuluan A scientist has the additional responsibility that comes with a being specialist: explaining science to the public, advising its usefulness and benefits, and warning of its dangers and

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuannya, mengembangkan diri dan pemenuhan kebutuhan dalam

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuannya, mengembangkan diri dan pemenuhan kebutuhan dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap manusia membutuhkan informasi untuk memperkaya ilmu pengetahuannya, mengembangkan diri dan pemenuhan kebutuhan dalam melaksanakan aktivitasnya, seperti dosen,

Lebih terperinci

BAGAIMANA MENILAI DAN MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL SEBAGAI TEMPAT PUBLIKASI ILMIAH?

BAGAIMANA MENILAI DAN MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL SEBAGAI TEMPAT PUBLIKASI ILMIAH? BAGAIMANA MENILAI DAN MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL SEBAGAI TEMPAT PUBLIKASI ILMIAH? Oleh: I. Istadi (Editor in Chief of Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis) Disampaikan pada: WORKSHOP

Lebih terperinci

Rancangan Kepmen Nomenklatur Program Studi dan Gelar Lulusan

Rancangan Kepmen Nomenklatur Program Studi dan Gelar Lulusan Rancangan Kepmen Nomenklatur Program Studi dan Gelar Lulusan Forum Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum Intan Ahmad Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan informetrik untuk menggambarkan perkembangan suatu ilmu pengetahuan berdasarkan analisis

Lebih terperinci

PERCEPATAN USULAN JABATAN FUNGSIONAL AKADEMIK DOSEN PADA KOPERTIS 13 ACEH

PERCEPATAN USULAN JABATAN FUNGSIONAL AKADEMIK DOSEN PADA KOPERTIS 13 ACEH PERCEPATAN USULAN JABATAN FUNGSIONAL AKADEMIK DOSEN PADA KOPERTIS 13 ACEH DR. DRH. SUGITO, M.SI TIM PENILAI JABATAN AKADEMIK DOSEN (TPJAD) KOPERTIS XIII ACEH DISAMPAIKAN PADA: KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS

Lebih terperinci

PENELUSURAN ARTIKEL ILMIAH, PENGGUNAAN REFERENCE MANAGER, MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL (BEREPUTASI) DAN MEMBUAT ID PUBLIKASI

PENELUSURAN ARTIKEL ILMIAH, PENGGUNAAN REFERENCE MANAGER, MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL (BEREPUTASI) DAN MEMBUAT ID PUBLIKASI PENELUSURAN ARTIKEL ILMIAH, PENGGUNAAN REFERENCE MANAGER, MEMILIH JURNAL INTERNASIONAL (BEREPUTASI) DAN MEMBUAT ID PUBLIKASI I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom http://orcid.org/0000-0001-5574-0784 Tim

Lebih terperinci

B. KRITERIA JURNAL UNTUK PUBLIKASI

B. KRITERIA JURNAL UNTUK PUBLIKASI PETUNJUK TEKNIS PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 20 TAHUN 2017 TENTANG TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR A. PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang

Lebih terperinci

Pengelolaan Jurnal Elektronik

Pengelolaan Jurnal Elektronik http://www.pdii.lipi.go.id/ Pengelolaan Jurnal Elektronik SOSIALISASI BUKU PEDOMAN PENAMPILAN MAJALAH ILMIAH (EDISI REVISI) DAN SOSIALISASI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) YANG TERKAIT DENGAN PENERBITAN

Lebih terperinci

Sesi 1: Pengenalan e- journal dan Cara Pemanfaatannya

Sesi 1: Pengenalan e- journal dan Cara Pemanfaatannya Sesi 1: Pengenalan e- journal dan Cara Pemanfaatannya Dipresentasikan pada kegiatan Sosialisasi pemanfaatan e-journal bagi 1 dosen PTS, Kopertis IV 27 & 28 September 2016 Topik bahasan 1) mengakses jurnal

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2014

PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2014 PANDUAN PROGRAM INSENTIF JURNAL TERINDEKS INTERNASIONAL TAHUN 2014 Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan salah satu Eselon I (satu) di Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI, PROSIDINGS TERINDEKS, DAN NASIONAL TERAKREDITASI

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI, PROSIDINGS TERINDEKS, DAN NASIONAL TERAKREDITASI @YndAgs03 PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI, PROSIDINGS TERINDEKS, DAN NASIONAL TERAKREDITASI LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS

Lebih terperinci

2.0 Jembatan Kemajuan LAUNCHING SINTA VERSI 2.0

2.0 Jembatan Kemajuan LAUNCHING SINTA VERSI 2.0 2.0 Jembatan Kemajuan LAUNCHING SINTA VERSI 2.0 Jakarta, 4 Agustus 2017 Perkembangan Publikasi Indonesia tahun 2010 sampai 2017 Trend Pertumbuhan 11865 Juli 9501 Sebaran per subyek 7999 6438 5123 2707

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI / PROSIDINGS TERINDEK / NASIONAL TERAKREDITASI TAHUN 2015

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI / PROSIDINGS TERINDEK / NASIONAL TERAKREDITASI TAHUN 2015 @YndAgs03 PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL INSENTIF ARTIKEL PADA JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI / PROSIDINGS TERINDEK / NASIONAL TERAKREDITASI TAHUN 2015 LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM,

Lebih terperinci

Tata Cara Pengajuan Akreditasi Secara Elektronik Melalui Aplikasi Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA)

Tata Cara Pengajuan Akreditasi Secara Elektronik Melalui Aplikasi Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) Tata Cara Pengajuan Akreditasi Secara Elektronik Melalui Aplikasi Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) Dr. Iman Rusmana Departemen Biologi, Fakultas MIPA IPB Syarat Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah:

Lebih terperinci

LEMBAR ASESMEN REWARD KARYA ILMIAH BUKU, DAN BAB BUKU/JURNAL INTERNASIONAL

LEMBAR ASESMEN REWARD KARYA ILMIAH BUKU, DAN BAB BUKU/JURNAL INTERNASIONAL LEMBAR ASESMEN REWARD KARYA ILMIAH BUKU, DAN BAB BUKU/JURNAL INTERNASIONAL A. IDENTITAS USULAN (*) A.1. Identitas pengusul (diisi oleh pengusul karya ilmiah) Nama Lengkap (tanpa gelar) : Prodi, Jurusan,

Lebih terperinci

KEPMENKOWASBANGPAN NO. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 )

KEPMENKOWASBANGPAN NO. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 ) KEPMENKOWASBANGPAN NO. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 ) 1 LANDASAN PERUBAHAN PERUBAHAN LANDASAN HUKUM (10 TAHUN TERAKHIR) UU NO. 20/2003 : SISDIKNAS UU NO.14/2005 : GURU DAN DOSEN UU NO. 12/2012 : DIKTI PERUBAHAN

Lebih terperinci

Oleh Dewa Ngurah Suprapta Lab. Biopestisida Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Oleh Dewa Ngurah Suprapta Lab. Biopestisida Fakultas Pertanian Universitas Udayana Oleh Dewa Ngurah Suprapta Lab. Biopestisida Fakultas Pertanian Universitas Udayana Disampaikan sebagai Keynote Speech dalam SENASTEK II tahun 2015 di Denpasar Visi Kemenristek 2015-2019 Terwujudnya pendidikan

Lebih terperinci

MEMAHAMI JURNAL ILMIAH BEREPUTASI

MEMAHAMI JURNAL ILMIAH BEREPUTASI MEMAHAMI JURNAL ILMIAH BEREPUTASI Oleh: Andi SUWIRTA Tim Pengembang Jurnal UPI E-mail: suciandi@upi.edu TUJUAN MENERBITKAN JURNAL (Permendiknas no 22/2011 tentang terbitan berkala ilmiah Pasal 3) Meregistrasi

Lebih terperinci

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017 PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017 DIREKTORAT RISET DAN INOVASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2017 PANDUAN USULAN BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL A. LATAR BELAKANG Peranan

Lebih terperinci

PEDOMAN PROGRAM INSENTIF PUBLIKASI UNIT RISET DAN PUBLIKASI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2017

PEDOMAN PROGRAM INSENTIF PUBLIKASI UNIT RISET DAN PUBLIKASI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2017 PEDOMAN PROGRAM INSENTIF PUBLIKASI UNIT RISET DAN PUBLIKASI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2017 A. PENDAHULUAN Kegiatan diseminasi publikasi ilmiah untuk dosen Fakultas Hukum Universitas

Lebih terperinci

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya. Nomor : 00441/UN9/KU/2017 Tanggal : 22 Mei 2017

Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya. Nomor : 00441/UN9/KU/2017 Tanggal : 22 Mei 2017 Lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Sriwijaya Nomor : 00441/UN9/KU/2017 Tanggal : 22 Mei 2017 BANTUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH BAGI DOSEN UNIVERSITAS SRIWIJAYA DAN REVIEWER KARYA ILMIAH DOSEN DARI

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL BANTUAN PUBLIKASI ARTIKEL PADA

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL BANTUAN PUBLIKASI ARTIKEL PADA @YndAgs03 PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL BANTUAN PUBLIKASI ARTIKEL PADA Jurnal Internasional Bereputasi, Prosidings Terindeks Scopus, Jurnal Nasional Terakreditasi, dan HKI Granted LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

Lebih terperinci

LAPORAN SEMINAR & WORKSHOP STRATEGI JITU PUBLIKASI KARYA ILMIAH TERINDEKS SCOPUS, THOMSON REUTERS, DOAJ, DAN SINTA BAGI PUSTAKAWAN, DOSEN DAN PENELITI

LAPORAN SEMINAR & WORKSHOP STRATEGI JITU PUBLIKASI KARYA ILMIAH TERINDEKS SCOPUS, THOMSON REUTERS, DOAJ, DAN SINTA BAGI PUSTAKAWAN, DOSEN DAN PENELITI LAPORAN SEMINAR & WORKSHOP STRATEGI JITU PUBLIKASI KARYA ILMIAH TERINDEKS SCOPUS, THOMSON REUTERS, DOAJ, DAN SINTA BAGI PUSTAKAWAN, DOSEN DAN PENELITI Penyelenggara : FPPTI DKI Jakarta Kamis, 18 MEI 2017

Lebih terperinci

Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2016

Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2016 Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2016 Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2016 A. Latar Belakang Kualitas

Lebih terperinci

KRITERIA KARYA ILMIAH DAN KARYA SENI MONUMENTAL/DESAIN MONUMENTAL

KRITERIA KARYA ILMIAH DAN KARYA SENI MONUMENTAL/DESAIN MONUMENTAL SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 20 TAHUN 2017 TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR KRITERIA KARYA ILMIAH DAN KARYA

Lebih terperinci

KENAIKAN PANGKAT/JABATAN FUNGSIONAL DOSEN

KENAIKAN PANGKAT/JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KENAIKAN PANGKAT/JABATAN FUNGSIONAL DOSEN 1 Hasil penelitian dan publikasi akan menghasilkan bahan pengajaran yang terbaharui terus menerus dan mutakhir. Di pihak lain hasil dharma penelitian akan dapat

Lebih terperinci

STRATEGI MENEMBUS ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL

STRATEGI MENEMBUS ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL STRATEGI MENEMBUS ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL Oleh : Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dosen S1/S2/S3 FH UNS Disampaikan dalam

Lebih terperinci

Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International,

Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International, Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International, Scopus & Thomson Reuters Yoris Adi Maretta Associate Editor DOAJ yorisadi@gmail.com WA 085 876 468 906 Pengkategorisasian Pengindex

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena ketidakmampuan memperoleh artikel yang layak diterbitkan.

BAB I PENDAHULUAN. karena ketidakmampuan memperoleh artikel yang layak diterbitkan. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Jurnal ilmiah merupakan sarana yang strategis dalam pengembangan kompetensi dosen dan peneliti di Indonesia. Publikasi ilmiah merupakan persyaratan utama untuk

Lebih terperinci

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PANDUAN INSENTIF PENULISAN BUKU, SEMINAR, DAN PUBLIKASI ILMIAH

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PANDUAN INSENTIF PENULISAN BUKU, SEMINAR, DAN PUBLIKASI ILMIAH UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PANDUAN INSENTIF PENULISAN BUKU, SEMINAR, DAN PUBLIKASI ILMIAH 2016 INSENTIF PENULISAN BUKU JENIS BUKU DAN KRITERIA Jenis buku yang mendapat insentif meliputi buku ajar,

Lebih terperinci

Outline. Mengapa menulis? Tipe naskah jurnal Elemen kunci Memilih jurnal Reject! 11/23/2015

Outline. Mengapa menulis? Tipe naskah jurnal Elemen kunci Memilih jurnal Reject! 11/23/2015 Strategi Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Munawar A Riyadi, PhD munawar@undip.ac.id Workshop Penulisan Naskah Artikel Jurnal UNISSULA, 24 November 2015 Outline Mengapa menulis? Tipe naskah

Lebih terperinci

DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TARUMANAGARA

DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TARUMANAGARA KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TARUMANAGARA NOMOR: -KD/TU/FE-UNTAR/II/2016 TENTANG PENGHARGAAN PUBLIKASI KEPADA STAF PENGAJAR FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TARUMANAGARA DEKAN FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL

PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL PUBLIKASI JURNAL INTERNASIONAL DI Oleh Dr. M. Sayuti, ST.,M.Sc Malikussaleh University, Aceh-Indonesia 1 Penerbit lain 2 Contoh Penerbit 3 Types of Academic Papers Referred Conference paper Conference

Lebih terperinci

Peran Prodi dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Publikasi Ilmiah Internasional. Oleh: Rizky Rosjanuardi

Peran Prodi dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Publikasi Ilmiah Internasional. Oleh: Rizky Rosjanuardi Peran Prodi dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Publikasi Ilmiah Internasional Oleh: Rizky Rosjanuardi 1. Pendahuluan Penentuan peringkat didasarkan pada empat kriteria/indikator sebagai berikut:

Lebih terperinci

Garis Panduan PENERBITAN. Institut Pengurusan Penyelidikan

Garis Panduan PENERBITAN. Institut Pengurusan Penyelidikan Garis Panduan PENERBITAN Institut Pengurusan Penyelidikan 4 Garis Panduan PENERBITAN 1. Pengenalan Garis Panduan Penerbitan ini diwujudkan bagi rujukan para penyelidik dalam usaha membantu dan menggalakkan

Lebih terperinci

Perbandingan Publikasi Internasional Indonesia di Scopus Periode 2010-April 2016

Perbandingan Publikasi Internasional Indonesia di Scopus Periode 2010-April 2016 Perbandingan Publikasi Internasional Indonesia di Scopus Periode 2010-April 2016 Perbandingan Publikasi Internasional Indonesia di Web of Science (Thomson) Saat ini Publikasi internasional peneliti

Lebih terperinci

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017 PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2017 DIREKTORAT RISET DAN INOVASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2017 PANDUAN USULAN BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL A. LATAR BELAKANG Peranan

Lebih terperinci

STANDAR MUTU DAN AKREDITASI JURNAL NASIONAL 2014

STANDAR MUTU DAN AKREDITASI JURNAL NASIONAL 2014 STANDAR MUTU DAN AKREDITASI JURNAL NASIONAL 2014 Kuswanto Editor in Chief of Agrivita Journal of Agricultural Science (AJAS) Fakultas Pertanian Univ. Brawijaya Makalah disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan

Lebih terperinci

PAPARAN JENJANG JABATAN FUNGSIONAL DOSEN. Park Royal Hotel, Juli 2017 Tim JFD Kopertis 3

PAPARAN JENJANG JABATAN FUNGSIONAL DOSEN. Park Royal Hotel, Juli 2017 Tim JFD Kopertis 3 PAPARAN JENJANG JABATAN FUNGSIONAL DOSEN Park Royal Hotel, Juli 2017 Tim JFD Kopertis 3 Dasar Hukum 1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan

Lebih terperinci

Workshop Teknik Menulis Artikel Ilmiah

Workshop Teknik Menulis Artikel Ilmiah PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL INTERNASIONAL BEREPUTASI Workshop Teknik Menulis Artikel Ilmiah Chairul Hudaya, Ph.D Electric Power and Energy Studies (EPES) Department of Electrical Engineering

Lebih terperinci

PANDUAN PRAKTIS MEMBUAT PROFIL

PANDUAN PRAKTIS MEMBUAT PROFIL PANDUAN PRAKTIS MEMBUAT PROFIL KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2014 i DAFTAR ISI 1. Pendahuluan...

Lebih terperinci

PERUBAHAN LANDASAN KONSEP

PERUBAHAN LANDASAN KONSEP KEPMENKOWASBANGPAN NO. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 ) 1 LANDASAN PERUBAHAN PERUBAHAN LANDASAN HUKUM (10 TAHUN TERAKHIR) UU NO. 20/2003 : SISDIKNAS UU NO.14/2005 : GURU DAN DOSEN UU NO. 12/2012 : DIKTI PERUBAHAN

Lebih terperinci

Publikasi Karya Ilmiah

Publikasi Karya Ilmiah Publikasi Karya Ilmiah Udjianna S. Pasaribu Ph. D Prodi Matematika FMIPA ITB Dr. T.M.A. Ari Samadhi Prodi Teknik Industri FTI ITB Outline Latar Belakang Tri Dharma Perguruan Tinggi Etika Publikasi Publikasi

Lebih terperinci

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Workshop Penelitian dan Sosialisasi Panduan Penyusunan Proposal Edisi X 2016, DRPM RISTEK DIKTI Produktivitas

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR : 3032 /D/SK/FTUI/IX/2016 TANGGAL : 22 September 2016 I.

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR : 3032 /D/SK/FTUI/IX/2016 TANGGAL : 22 September 2016 I. LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR : 3032 /D/SK/FTUI/IX/2016 TANGGAL : 22 September 2016 Pemberian Insentif Pembuatan dan Pengisian Data Penelitian pada Akun Researchgate

Lebih terperinci

PENELITIAN KOMPETITIF BOPTN UIN SUNAN KALIJAGA 2018

PENELITIAN KOMPETITIF BOPTN UIN SUNAN KALIJAGA 2018 PENELITIAN KOMPETITIF BOPTN UIN SUNAN KALIJAGA 2018 LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2018 PENELITIAN KOMPETITIF BOPTN UIN SUNAN KALIJAGA 2018 A. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis merupakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis merupakan digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menerangkan bahwa mata kuliah bahasa Indonesia adalah mata kuliah wajib

Lebih terperinci

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2016

PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2016 PANDUAN USULAN PROGRAM BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2016 DIREKTORAT RISET DAN INOVASI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2016 PANDUAN USULAN BANTUAN PUBLIKASI INTERNASIONAL A. LATAR BELAKANG Peranan

Lebih terperinci

Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional

Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2017 Panduan Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional Dalam Rangka Program WORLD CLASS UNIVERSITY IPB 2017 A. Latar Belakang Kualitas

Lebih terperinci

Informasi dan Panduan Kegiatan 2017 Pusat Penelitian dan Publikasi FEB Unair 1

Informasi dan Panduan Kegiatan 2017 Pusat Penelitian dan Publikasi FEB Unair 1 Informasi dan Panduan Kegiatan 2017 Pusat Penelitian dan Publikasi FEB Unair 1 I. AKTIVITAS UTAMA PUSAT PENELITIAN DAN PUBLIKASI 1. Hibah Penelitian Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Airlangga Tahun

Lebih terperinci

Internasionalisasi Jurnal

Internasionalisasi Jurnal Internasionalisasi Jurnal Kriteria umum jurnal internasional 1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina) 2. Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang

Lebih terperinci

INASTI 2016 Indonesia Science and Technology Index LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

INASTI 2016 Indonesia Science and Technology Index LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA INASTI 2016 Indonesia Science and Technology Index LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA InaSTI Indonesia Science & Technology Index Merupakan sistem terintegrasi dalam analisis indeks perkembangan sains

Lebih terperinci

Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (IKP2M) 2011/2012 Universitas Kristen Petra Surabaya

Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (IKP2M) 2011/2012 Universitas Kristen Petra Surabaya 1 Indeks Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (IKP2M) 2011/2012 Universitas Kristen Petra Surabaya Presentasi oleh: Dr. D. Hardjito 2 Pengisian IKP2M online bisa dilakukan melalui: http://sim.petra.ac.id

Lebih terperinci

oleh Harry H.B.Mailangkay Tim Penilai Jabatan Akademik Kopertis Wilayah III Jakarta Penataran tanggal 29 Juni dan 1 Juli 2010

oleh Harry H.B.Mailangkay Tim Penilai Jabatan Akademik Kopertis Wilayah III Jakarta Penataran tanggal 29 Juni dan 1 Juli 2010 oleh Harry H.B.Mailangkay Tim Penilai Jabatan Akademik Kopertis Wilayah III Jakarta Penataran tanggal 29 Juni dan 1 Juli 2010 1 PRINSIP PENILAIAN 1. ADIL : setiap usulan diperlakukan sama dan dinilai dengan

Lebih terperinci

Motivasi Menulis di Jurnal Internasional Dono Indarto, dr., M.Biotech.St., Ph.D, AIFM

Motivasi Menulis di Jurnal Internasional Dono Indarto, dr., M.Biotech.St., Ph.D, AIFM Motivasi Menulis di Jurnal Internasional Dono Indarto, dr., M.Biotech.St., Ph.D, AIFM Tridharma Perguruan Tinggi 1. Pendidikan dan Pengajaran 2. Penelitian 3. Pengabdian pada Masyarakat 1 Tabel 1. Jenis

Lebih terperinci

Diklat Teknis IOJS. Manajemen Jurnal

Diklat Teknis IOJS. Manajemen Jurnal Diklat Teknis IOJS Manajemen Jurnal Penulis: Slamet Riyanto, Hendro Subagyo, Budi Nugroho, Sjaeful Afandi, Ekawati Marlina, Al Hafiz Akbar Maulana, Ratih Keumala Sari, Rishadi OUTLINE Pengelolaan Jurnal

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM BANTUAN PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH PADA SEMINAR INTERNASIONAL DAN JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2013

PANDUAN PROGRAM BANTUAN PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH PADA SEMINAR INTERNASIONAL DAN JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2013 PANDUAN PROGRAM BANTUAN PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH PADA SEMINAR INTERNASIONAL DAN JURNAL ILMIAH INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2013 SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2013 PANDUAN PENYUSUNAN

Lebih terperinci