Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download ""

Transkripsi

1

2

3 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka Jawa Tengah Province in Figures 2016 ISSN : No. Publikasi/Publication Number : Katalog/Catalog : Ukuran Buku/Book Size : 14,8 cm x 21 cm Jumlah Halaman/Number of Pages : xxx halaman /pages Naskah/Manuscript : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Division of Integration of Data Processing and Statistics Dissemination Gambar Kover oleh/cover Designed by : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Division of Integration of Data Processing and Statistics Dissemination Diterbitkan oleh / Published by : Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Dicetak oleh/printed by: CV. Pelita Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik Prohibited to announce, distribute, communicate, and/or copy part or all of this book for commercial purpose without permission from BPS-Statistics Indonesia

4 PETA WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH MAP OF JAWA TENGAH PROVINCE

5

6 KEPALA BPS PROVINSI JAWA TENGAH CHIEF STATISTICIAN OF JAWA TENGAH PROVINCE DR. MARGO YUWONO, S.SI, M.SI

7

8 KATA PENGANTAR Buku Jawa Tengah Dalam Angka 2016 merupakan publikasi rutin tahunan BPS Provinsi Jawa Tengah. Publikasi ini memuat informasi statistik tentang geografi, pemerintahan, kependudukan, ketenagakerjaan, pertanian, industri, pertambangan, energi, perdagangan, transportasi, komunikasi, keuangan, harga-harga, dan produk domestik regional bruto. Data tersebut pada umumnya disajikan secara series serta dilengkapi dengan beberapa grafik. Publikasi ini dapat terwujud berkat kerja sama dan partisipasi dari berbagai pihak, kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi, Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Semarang, Juli 2016 Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dr. Margo Yuwono, S.Si, M.Si Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 vii

9 P R E F A C E Jawa Tengah in Figures 2016 is an annual publication BPS-Statistics of Jawa Tengah Province. This publication provides information on the geographics, government, population, employment, agriculture, industry, mining, energy, trade, transportation, communication, finance, prices, and Gross Regional Domestic Product. Data generally are presented in a series and supplemented with several graphs. The release of the publication has been possible due to the assistance and contribution of various government institutions and private organizations. To all parties who have been involved in the completion of this publication, I would like to express my high appreciation and gratitude Hopefully, this publication could be advantageous for users and those who interested in statistical information. Semarang, July 2016 Chief of Statistician of Jawa Tengah Province Dr. Margo Yuwono, S.Si, M.Si viii Jawa Tengah Province in Figures 2016

10 DAFTAR ISI Contents Halaman Page Peta Provinsi Jawa Tengah Jawa Tengah Province Map iii Foto Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Pictures of BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Chief Preface.... v Kata Pengantar Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Chief Preface vii Daftar Isi Contents..... ix Daftar Tabel List of Tables xiii Penjelasan Umum Explanatory Notes xxix Daftar Singkatan List Of Abbreviations xxx Bab I. Bab II. Geografi dan Iklim Geography and Climate Geografi Geography Iklim Climate Pemerintahan Government Wilayah Administrasi Administration Area Dewan Perwakilan Rakyat Daerah The Regional House of Representative Pegawai Negeri Sipil Civil Servant Bab III. Kependudukan dan Ketenagakerjaan Population and Employment Kependudukan Population Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 ix

11 Employment Bab IV.. Bab V. Bab VI. S o s i a l Social Pendidikan Education Kesehatan Health Agama Religion Kriminalitas Crime Kemiskinan Poverty Sosial lainnya Others Social Pertanian Agriculture Tanaman Pangan Food Crops Hortikultura Horticulture Perkebunan Estate Crops Peternakan Livestock Perikanan Fishery Kehutanan Foresty Industri, Pertambangan, Energi dan Konstruksi Industry, Mining, Energy and Construction Industri Industry Pertambangan Mining Energi Energy Konstruksi Construction x Jawa Tengah Province in Figures 2016

12 Bab VII. Bab VIII. Bab IX. Bab X. Bab XI. Bab XII. Bab XIII. Perdagangan Trade Hotel dan Pariwisata Hotel and Tourism Hotel Hotel Pariwisata Tourism Transportasi dan Komunikasi Transportation and Communication Jalan Raya Highway Angkutan Darat Land Transportation Keuangan Daerah dan Harga Local Finance and Price Keuangan Daerah Regional Finance Harga-Harga Prices Investasi Investment Pengeluaran Penduduk dan Konsumsi Makanan Population Expenditure and Food Consumption Pendapatan Regional Regional Income Perbandingan Antara Provinsi Province Comparison Daftar Alamat Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Jawa Tengah List Address of BPS-Statistics of Regency/Muncipality in Jawa Tengah Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 1997 Tentang Statistik Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xi

13

14 DAFTAR TABEL List of Tables Tabel Tables Halaman Page 1. GEOGRAFI DAN IKLIM Geography and Climate Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Total Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Height Above Mean Sea Level (AMSL) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jarak dari Ibukota Kabupaten/Kota ke Ibukota Provinsi di Provinsi Jawa Tengah (km), 2015 Distance between Regency/Municipality Capital and Province Capital in Jawa Tengah Province (km), Suhu Udara Rata-Rata Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 (oc ) Average of Temperatures by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January - November 2015 (oc ) Kelembaban Udara Rata-Rata Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 (oc ) Relative Humidity by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January November 2015 (oc ) Banyaknya Hari Hujan Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari November 2015 (oc) Number of Raindays by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January November 2015 (oc) Banyaknya Curah Hujan Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari November 2015 (oc) Number of Rainfalls by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January November 2015 (oc) PEMERINTAHAN Government Jumlah Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Sub Districts and Villages by Regency/ Municipality in Jawa Tengah Province, Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xiii

15 2.2.1 Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menurut Partai Politik dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Political Parties and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut Jenis Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Level Education in Jawa Tengah Province, Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut kelompok Umur di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Ages Group in Jawa Tengah Province, Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa tengah, 2015 Number of Civil Servants by Regency/Municipality and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Dinas/Instansi Pemerintah dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa tengah, 2015 Number of Civil Servants by Institution/Office and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Civil Servants by Educational Attainment and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa tengah, 2015 Number of Civil Servants by Hierarcy and Sex in Jawa Tengah Province, Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Peserta Program PT. Taspen (Persero) Menurut Kabupaten/Kota, Pangkat/Golongan dan Jenis Kelamin di Jawa Tengah Tahun 31 Desember 2015 Number of Civil Servants as Participant of PT. Taspen (State Enterprise of Savings and Insurance for Government Employees) Program, Breakdown by Regency/Municipality, Group Level and Sex in Jawa Tengah, KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Population and Employment Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 2010, 2014, 2015 Population and Population Growth Rate by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province 2010, 2014, Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah 2015 Population and Sex Ratio by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, xiv Jawa Tengah Province in Figures 2016

16 3.1.3 Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Distribution and Density by Regency/Municipality in Jawa tengah Province, Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population by Age group and Sex in Jawa tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Regency/Municipality and Type of Activity During The Previous Week in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk berumur 15 tahun Keatas Menurut Jenis kegiatan Selama Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Type of Activity During The Previous Week and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Educational Attainment and Type of Activity During The Previous Week in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Kelompok Umur dan Jenis kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During The Previous Week by Aged Group and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During The Previous Week by Main Industry and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During The Previous Week by Total Working Hours and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jumlah Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During The Previous Week by Number of Working Hours on Main Industry and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During The Previous Week by Main Employment Status and Sex in Jawa Tengah Province, Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex in Jawa Tengah Province, Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xv

17 Kebutuhan Hidup Layak dan Upah Minimum Kabupaten/Kota Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun (Rupiah) Value of Worker Proper Life Requirement and Regency/Municipality Minimum Wage by Regency/Municipality in Jawa Tengah (Rupiahs) S O S I A L Social Persentase Penduduk Usia 7 24 Tahun menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur Sekolah, dan Partisipasi Sekolah di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Percentage of Population Aged 7 24 Years by Sex, Age Group, and School Participation in Jawa Tengah Province, Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Net Enrolment Rate and Gross Enrolment Rate by Educational Level in Jawa Tengah Province, Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Sekolah di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Elementary School 2014/2015 and Number of Pupils Graduates in Jawa Tengah 2013/ Jumlah Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Schools, Pupils, Teachers and School-Teacher Ratio of Madrasah Ibtidaiyah (MI) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Nasional di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Junior High School 2014/2015 and Number of Graduates in Jawa Tengah 2013/ Jumlah Sekolah, Murid, Guru dan Rasio-Murid Guru Madrasah Tsanawiyah (MTS) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Schools, Pupils, Teachers and School-Teacher Ratio of Madrasah Tsanawiyah (MTS) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Nasional di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Senior High School 2014/2015 and Number of Graduates in Jawa Tengah 2013/ Jumlah Sekolah, Murid, Guru dan Rasio-Murid Guru Madrasah Aliyah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Schools, Pupils, Teachers and School-Teacher Ratio of Senior High School by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Health Facilities by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, xvi Jawa Tengah Province in Figures 2016

18 4.2.2 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Health Personnel by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jumlah Dokter Spesialis, Dokter Umum, dan Dokter Gigi Menurut Sarana Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Specialist Doctor, Generalist Doctor, and Dentist by type of Health Facility in Jawa Tengah Province, Persentase Perempuan Pernah Kawin Berumur Tahun yang Melahirkan Anak Lahir Hidup (ALH) Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Proses Kelahiran di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Percentage of Ever Married Women Aged Years Who Gave Birth to Children Ever Born Regency/Municipality and Birth Attendant in Jawa Tengah Province, Persentase Balita yang Pernah Mendapat Imunisasi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Percentage of Children Under Five Years Who Had Immunization by Regency/Municipality and Type of Immunization in Jawa Tengah, Province, Jumlah Bayi Lahir, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), BBLR Dirujuk, dan Bergizi Buruk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Births, Babies with Low Birth Weights (LBW), Treated LBW, and Malnutrian Cases by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jumlah Ibu Hamil, Melakukan Kunjungan K1, Melakukan Kunjungan K4, Kurang Energi Kronis (KEK), dan Mendapat Tabel Zat Besi (Fe) di Provinsi Jawa Tengah, Number of Pregnant Women, Those with One Visit and Four Visit of Antenatal care, Chronic Energy Deficiency (CED), and Receiving Iron Supplement in Jawa Tengah Province, Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD, Diare, TB, dan Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Cases HIV/AIDS, Sexually Transmited Infection, Dengue Fever, Diarhea, Tuberculosis (TB) and Malaria by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jumlah Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Family Planning Clinics and Village Family Planning Service Units by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Klinik Keluarga Berencana (KKB) Menurut Kabupaten/Kota dan Pengelola di Jawa Tengah Tahun 2015 Family Planning Clinics by Regency/Municipality and Management in Jawa Tengah Jumlah Pasangan Usia Subur dan Peserta KB Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Eligible Couples and Family Planning Participants by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Peserta KB Baru Menurut Kabupaten/Kota dan Metode Kontrasepsi di Jawa Tengah Tahun 2015 New Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Contraception Method in Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xvii

19 4.3.1 Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population by Regency/Municipality and Religion in Jawa Tengah Province, Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Worship Facilities by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Jumlah Tindak Pidana Yang Dilaporkan Menurut Kepolisian Resort di Provinsi Jawa Tengah, Number of Reported Criminal Cases by District Police Office in Jawa Tengah Province, Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Menurut Kepolisian Resort di Provinsi Jawa Tengah, Percentage of Crime Clearance Rate by District Police Office in Jawa Tengah Province, Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Klasifikasi di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Household by Regency/Municipality and Household Clasification in Jawa Tengah Province, Garis Kemiskinan dan Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah, Poverty Line and Number of Poor People in Jawa Tengah Province, Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2012, 2013 dan 2014 Population Below The Poverty Line by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2012, 2013, and Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Human Development Index by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Panti Asuhan dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Orphanages and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Panti Wreda dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Eldery Nursing Home and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Panti Karya dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota dan di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Work Asylum and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Panti Khusus dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Special Asylum and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Karang Taruna Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of "Karang Taruna" by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Organisasi Sosial/Lembaga Swadaya Sosial Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Social Organization by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Peserta BPJS Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 10 Mei 2016 Number of Health Insurance Participant by Regency/Municipality in Jawa Tengah May 10 th xviii Jawa Tengah Province in Figures 2016

20 5. PERTANIAN Agriculture Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi Sawah dan Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Wetland and Dryland Paddy by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Jagung dan Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Maize and Soybean by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah dan Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Peanut and Mungbean by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Ubi Kayu dan Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Cassava and Sweet Potato by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Luas Panen dan Produksi Sayur Buah Semusim Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Fruit Vegetables by Regency/Municipality in Jawa Tengah Luas Panen dan Produksi Buah Sayur Tahunan (BST) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Annual Fruit Vegetable by Regency/Municipality in Jawa Tengah Luas Panen dan Produksi Tanaman Hias Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Ornamental Plants by Regency/Municipality in Jawa Tengah Luas Panen dan Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Biopharma Plant by Regency/Municipality in Jawa Tengah Luas Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Jawa Tengah (hektar), 2015 Planted Area of Estate Crops by Regency/Municipality and Kind of Crop in Jawa Tengah Province (hectare), Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Jawa Tengah (ton), 2015 Production of Estate Crops by Regency/Municipality and Kind of Crop in Jawa Tengah Province (tons), Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Jawa Tengah Province, Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xix

21 5.4.2 Populasi Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Unggas di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultry in Jawa Tengah Province, Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Jawa Tengah Province, Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultry in Jawa Tengah Province, Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Number of Fish Capture Households by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province, 2014 and Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah (ton), 2014 dan 2015 Production of Fish Capture by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province (ton), 2014 and Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Aquaculture Households by Regency/Municipality and Type of Aquaculture in Jawa Tengah Province, Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah (ton), 2015 Production of Fish Capture by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province (ton), Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kapal di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Jawa Tengah Province, Luas Kawasan Hutan dan Perairan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (hektar), 2015 Forest and Inland Water Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (hectare), Produksi Kayu Hutan Menurut Jenis Produksi di Provinsi Jawa Tengah (m3), Timber Production by Type of Product in Jawa Tengah Province (m3), Luas Daratan dan Luas Hutan di Tiap-Tiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Land and Forest Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah xx Jawa Tengah Province in Figures 2016

22 6. INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI DAN KONSTRUKSI Industry, Mining, Energy and Construction Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Klasifikasi Industri di Provinsi Jawa Tengah, 2014 Number of Establishments and Employees by Industrial Classification in Jawa Tengah Province, Jumlah Perusahaan, Tenaga Kerja, Investasi, dan Nilai Produksi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2014 Number of Establishment, Employees, Investment, and Production Value by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja, Upah Tenaga Kerja, Biaya Input, Nilai Output, Nilai Tambah Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2014 Number of Large and Medium Enterprise, Person Engaged, Employments Cost, Value of Output, by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja Serta Pengeluaran untuk Tenaga Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Number of Enterprise, Number of Person Engaged and Employment Costs by Industrial Code Jawa Tengah Biaya Input Industri Besar dan Sedang Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Input Costs by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Nilai Output Industri Besar dan Sedang Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value of Gross Output by Industry Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value Added by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Sendiri, Yang Dibeli dan Yang Dijual Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Electricity Produced, Purchased and Sold by Industrial Code in Jawa Tengah Banyaknya Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumas Industri Sedang dan Besar Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Quantity of Fuel and a Lubricants Used by Industrial Code in Jawa Tengah Nilai Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumnas Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value of Fuel and a Lubricants Used by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Banyaknya Penyalur Bahan Bakar Minyak Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Fuel Distributor by Regency/Municipality in Jawa Tengah Kebutuhan bahan Bakar Minyak yang Disalurkan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Bahan Bakar di Jawa Tengah Tahun 2015 (kilo liter) The Need of Fuel by Regency/Municipality by Kind of Fuel in Jawa Tengah 2015 (kilo litre)..213 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xxi

23 6.2.3 Kebutuhan Pelumnas Menurut Jenis Penggunaan di Jawa Tengah Tahun 2015 The Need of Lubricating Oil by Utilization in Jawa Tengah 2015 (kilo litre) Banyaknya Perusahaan Penyalur dan Jumlah Pemakaian Gas LPG Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Distributor Enterprise and Number of Use Gas by Regency/Municipality in Jawa Tengah Banyaknya Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN Tahun Number of Consumers PT. PLN (Persero) Distribution Jawa Tengah by PLN Unit Penjualan Tenaga Listrik Menurut Unit PLN di Jawa Tengah Tahun 2015 Selling of Electricity Power by Regency/Municipality by PLN Unit in Jawa Tengah Banyaknya Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Consumers PT.PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah Besarnya Daya Tersambung yang digunakan oleh Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (KVA) Number of Electricity Power by Consumers PT. PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (KVA) Besarnya Tenaga Listrik yang Terjual pada Pelanggan PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (MWh) Selling of Electricity Power by Consumers PT.PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (MWh) Nilai Tenaga Listrik yang Terjual oleh Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (Juta Rupiah) Selling of Electricity Power by Consumers PT.PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (Million Rupiah) Jumlah Pelanggan dan Air yang Disalurkan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Costumers and Distributed Clean Water by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Construction Cost Index (CCI) by Regency/Municipality in Jawa Tengah PERDAGANGAN Trade Volume dan Nilai Ekspor Menurut Jenis Komoditi di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Comodity in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and Volume dan Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Country of Destination in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and xxii Jawa Tengah Province in Figures 2016

24 7.3 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Muat di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Port of Loading in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and Volume dan Nilai Impor Menurut Jenis Komoditi di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Imports by Comodity in Jawa Tengah Province, 2014 and Volume dan Nilai Impor Menurut Negara Asal di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Import by Country of Origin in Jawa Tengah Province, 2014 and Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Bongkar di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Port of Unloading in Jawa Tengah Province, 2014 and Perkembangan Jenis Usaha Koperasi di Jawa Tengah Tahun 2011 Maret 2016 Trend of Cooperative Bussines in Jawa Tengah 2011 March Perkembangan Jenis Usaha Koperasi di Jawa Tengah Tahun 2011 Maret 2016 Trend of Cooperative Bussines in Jawa Tengah 2011 March HOTEL DAN PARIWISATA Hotel dan Tourism Jumlah Akomodasi Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Number of Hotel Accomodations by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2014 and Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Domestik di Provinsi Jawa Tengah (hari), 2015 Average Length of Stay of Foreign and Domestic Visitors in Jawa Tengah Province (day), Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel dan Akomodasi Lainnya Menurut Jenis Hotel di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Room Occupancy Rate of Hotels and Other Accommodations by Type of Accomodation in Jawa Tengah Province, Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Provinsi Jawa Tengah, Number of International and Domestic Visitors in Jawa Tengah Province, Jumlah Restoran/ Rumah Makan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Number of Restaurant by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Transportation and Communication Panjang Jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Juni 2014 (km) Length of Roads Under National, Province and Regency/Municipality by Regency/Municipality in Jawa Tengah June 2014 (km) Banyaknya Kendaraan Bermotor yang telah DIregistrasi pada Kepolisian Daerah Jawa Tengah Menurut Jenis Kendaraan di Jawa Tengah 2015 Number of Vehicles Registered at Regional Police Office by type of Vehicle in Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xxiii

25 9.2.2 Banyaknya Penumpang dan Kiriman Barang Melalui PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Tahun 2015 Number of Passangers and Goods by Railway Traffics of Semarang IV Operation Area in Semarang Municipality Pendapatan Penumpang dan Kiriman Barang Melalui PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Menurut Bulan di Kota Semarang Tahun 2015 (Ribu Rupiah) Total Income of Passangers and Goods by Railway Traffics of Semarang IV Operation Area by Month in Semarang Municipality 2015 (Thousand Rupiahs) KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Local Finance and Price Realisasi Pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menurut Jenis Pendapatan (ribu rupiah), Actual Revenues of Government of Jawa Tengah Province by Source of Revenues (thousand rupiahs), Realisasi Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menurut Jenis Belanja (ribu rupiah), Actual Expenditures of Government of Jawa Tengah Province by Kind of Expenditures (thousand rupiahs), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Jawa Tengah Province (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Semarang (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Semarang (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Surakarta (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Surakarta (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Purwokerto (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Purwokerto (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tegal (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Tegal (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kabupaten Cilacap (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Cilacap (2012=100), Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kabupaten Kudus (2012=100), 2015 Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group In Kudus (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Jawa Tengah Province (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Semarang (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Semarang (2012=100), xxiv Jawa Tengah Province in Figures 2016

26 Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Surakarta (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Surakarta (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Purwokerto (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Purwokerto (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tegal (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Tegal (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilacap (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Cilacap (2012=100), Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kabupaten Kudus (2012=100), 2015 Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Kudus (2012=100), Indeks yang Diterima Petani (IT), Indeks Yang Dibayar Petani (IB) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Tengah Januari - Desember 2015 (2012= 100) Index of Received by Farmers (IT), Indices of Paid by Farmers (IB) and Farmers' Terms of Trade (NTP) in Jawa Tengah January December 2015 (2012 = 100) Jumlah Ijin Prinsip/Rencana Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Planning of Domestic Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah Jumlah Ijin Prinsip/Rencana Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Planning of Foreign Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah Jumlah Ijin Usaha/Realisasi Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Realization of Domestic Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah Jumlah Ijin Usaha/Realisasi Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Realization of Foreign Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah Usaha PT. Pegadaian (Persero) Se Provinsi Jawa Tengah 2015 Februari 2016 Pawnshop District of Jawa Tengah 2015 February PENGELUARAN PENDUDUK DAN KONSUMSI MAKANAN Population Expenditure and Food Consumption Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Golongan Pengeluaran dan Kelompok Barang di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Average Expenditure Per Capita Per Month by Expenditure Class and Commodity Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xxv

27 Average Expenditure Per Capita Per Month by Food Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan Makanan di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Average Expenditure Per Capita Per Month by Non Food Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), PENDAPATAN REGIONAL Regional Income Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Distribusi Persentase Produk Domestic Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (persen), Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province, Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (percent), Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (2010=100), Implicit Price Index of Gross Regional Domestic Product by Industry in Jawa Tengah Province (2010=100), Laju Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah, Implicit Growth Rate of Gross Regional Domestic Product by Industry in Jawa Tengah Province, Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (persen), Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (percent), xxvi Jawa Tengah Province in Figures 2016

28 12.10 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (percent), Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2010=100), Implicit Price Index of Gross Regional Domestic Product by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (2010=100), Laju Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah, Implicit Growth Rate of Gross Regional Domestic Product by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province, Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Persentase Kontribusi Terhadap Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (persen), Contribution Percentage To Total Gross Regional Domestic Product of Entire Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (percent), Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstant 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (percent), PERBANDINGAN ANTARA PROVINSI Province Comparison Jumlah Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia (ribu jiwa), Population by Province in Indonesia (thousand persons), Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, (Miliar Rupiah) Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Province, (Billion Rupiahs) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi, (Miliar Rupiah) Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province, (Billion Rupiahs) Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi di Indonesia (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province in Indonesia (percent), Laju Inflasi 82 Kota di Indonesia (2012=100), Inflation Rate Based on 82 Municipalities in Indonesia in Indonesia (2012=100), Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xxvii

29 13.6 Indeks Harga Konsumen Menurut 82 kota di Indonesia (2012=100), Consumer Price Index by 82 Municipalities in Indonesia (2012=100), Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Indonesia (ribu), Number of Poor People by Province in Indonesia (thousand), Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi di Indonesia, Human Development Index by Province in Indonesia, Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi di Indonesia dan Komponen IPM, 2015 Human Development Index and its components by Province in Indonesia, xxviii Jawa Tengah Province in Figures 2016

30 PENJELASAN UMUM/EXPLANATORY NOTES Tanda-tanda, satuan-satuan, dan lain-lainnya yang digunakan dalam publikasi ini adalah sebagai berikut: Symbols, measurement units, and acronyms which are used in this publication, are as follows: 1. TANDA-TANDA/SYMBOLS Data tidak tersedia/data not available :... Tidak ada atau nol /Null or zero : Data dapat diabaikan/data negligible : 0 Tanda decimal/decimal point :, Data tidak dapat ditampilkan/not applicable : NA Angka perkiraan/estimated figures : e Angka sementara/preliminary figures : x Angka sangat sementara/very preliminary figures : Angka diperbaiki/revised figures : r 2. SATUAN/UNITS barel/barrel : 158,99 liter/litres = 1/6,2898 m 3 hektar (ha)/hectare (ha) : m 2 kilometer (km)/kilometres (km) : meter/meters (m) knot/knot : 1,8523 km/jam (km/hour) kuintal/quintal : 100 kg KWh : Watt hour MWh : KWh liter (untuk beras)/litre (for rice) : 0,80 kg ons/ounce : 28,31 gram/grams ton : kg Satuan lain: buah, dus, butir, helai/lembar, kaleng, batang, pulsa, ton kilometer (tonkm), jam, menit, persen (%). Other units: unit, pack, pieces, sheet, tin, pulse, ton-kilometres(ton-km), hour, minute, percent (%). Perbedaan angka di belakang koma disebabkan oleh pembulatan angka. The difference in decimal numbers is caused by rounding. xx Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016 xxix

31 DAFTAR SINGKATAN/ LIST OF ABBREVIATIONS SI = Stasiun Iklim SIMPK = Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus t.t = Tempat tidur BCG = Bacillus Calmette Guerin DPT = Difteri, Pertusis, Tetanus TT = Tetanus Toxoid IOT = Industri Obat Tradisional/Traditional Medicine Industry IKOT = Industri Kecil Obat Tradisional/Traditional Medicine Small Alkes = Alat kesehatan/ Health Kits PKRT = Perbekalan Kesehatan Rumah tangga/household Health Logistics Kompl = Komplemen/Complement IRTP = Industri Pangan Produksi Rumah Tangga/Foods Home Industry PBF = Pedagang Besar Farmasi/Pharmacy Whole-seller GFK = Gudang Farmasi Kab/Kota/Regency/Muncipality Pharmacy Warehouse RB = Rumah Bersalin/Delivery House Pustu = Puskesmas pembantu/auxiliary Public Health Center BP = Balai Pengobatan/Polyclinic TPS = Tempat Pembuangan Sementara / landfill Jamkesmas = Jaminan kesehatan masyarakat miskin/poor public health insurance PJKMU = Program Jaminan Kesehatan Masyarakat Umum SIUP = Surat Ijin Usaha Perdagangan/Trading Permission Letter TDP = Tanda Daftar Perusahaan/Company Registration Identity API = Angka Pengenal Importir/Importer's Identity Number xxx Jawa Tengah Province in Figures 2016

32 GEOGRAFI DAN IKLIM

33

34 GEOGRAFI DAN IKLIM PENJELASAN TEKNIS 1. Secara astronomis, Jawa Tengah terletak antara 5 40' dan 8 30' Lintang Selatan dan antara ' dan ' Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). TECHNICAL NOTES 4. Astronomically, Jawa Tengah is located stretches along the equator between 5 40 to 8 30 South Latitude and to East Longitude (including Karimunjawa Island). 2. Berdasarkan posisi geografisnya, Jawa Tengah memiliki batas-batas: Utara Laut Jawa; Selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Samudra Hindia; Barat Provinsi Jawa Barat; Timur Provinsi Jawa Timur. 3. Jawa Tengah terdiri dari 35 Kabupaten/Kota yaitu 29 Kabupaten dan 6 Kota. 5. In terms of geographic position, Jawa Tengah has boundaries as follows: North Java Sea; South D.I. Yogyakarta Province and Indian Ocean; West Jawa Barat Province; East Jawa Timur Province. 6. Jawa Tengah has 35 Regency/ Municipality, these include 29 Regency and 6 Municipality. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

35 GEOGRAPHY AND CLIMATE ULASAN DESCRIPTION Geografi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua provinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Timur. Letaknya antara 5 40' dan 8 30' Lintang Selatan dan antara ' dan ' Bujur Timur (termasuk Pulau Karimunjawa). Jarak terjauh dari Barat ke Timur adalah 263 km dan dari Utara ke Selatan 226 km (tidak termasuk Pulau Karimunjawa). is 226 kilometres (excepted Karimunjawa Island). Provinsi Jawa Tengah terbagi Jawa Tengah province is menjadi 29 kabupaten dan 6 kota. Luas wilayah Jawa Tengah tercatat sebesar Iklim Menurut Stasiun Klimatologi Klas I Semarang, suhu udara rata-rata di Jawa Tengah tahun 2015 berkisar antara 23 C sampai dengan 28 C. Tempat - tempat yang letaknya berdekatan dengan pantai mempunyai suhu udara rata-rata relatif tinggi. Untuk kelembaban udara rata-rata bervariasi, dari 69 persen sampai dengan 83 persen. Curah hujan tertinggi tercatat di stasiun meteorologi Banjarnegara yaitu sebesar mm dan hari hujan terbanyak 4 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Geography Jawa Tengah as one of Jawa island provinces is located between two big provinces namely Jawa Barat and Jawa Timur, stretches along the equator between 5 40 to 8 30 South Latitude and to East Longitude (including Karimunjawa Island). The longest distance from West to East is 263 kilometres and from North to South divided into 29 regencies and 6 cities, with the total area of 3,25 juta hektar atau sekitar 25,04 persen 3.25 million hectares or around dari luas Pulau Jawa (1,70 persen dari luas Indonesia) percent from the total area of Jawa island (1.70 percent from the total area of Indonesia). Climate According to the First Class Climatology Station in Semarang, the average temperatures of Jawa Tengah in 2015 between 23 C to 28 C. The places that is located near by the beach have a relative high average temperatures. Respectively, whereas the variation presented from the average of relative humidity between 69 percent until 83 percent. The highest number of rainfalls were 3,624 mm at Meteorology

36 GEOGRAFI DAN IKLIM tercatat di stasiun Banjarnegara 179 hari. Station Banjarnegara and the highest number of raindays were registred of 179 days at Banjarnegara Station. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

37 GEOGRAPHY AND CLIMATE 1.1 GEOGRAFI/GEOGRAPHY Tabel Table Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Total Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Regency Luas (km 2 ) Total Area (square.km) Persentase Percentage (2) (3) 1. Cilacap 2 138,51 6,57 2. Banyumas 1 327,59 4,08 3. Purbalingga 777,65 2,39 4. Banjarnegara 1 069,74 3,29 5. Kebumen 1 282,74 3,94 6. Purworejo 1 034,82 3,18 7. Wonosobo 984,68 3,03 8. Magelang 1 085,73 3,34 9. Boyolali 1 015,07 3, Klaten 655,56 2, Sukoharjo 466,66 1, Wonogiri 1 822,37 5, Karanganyar 772,20 2, Sragen 946,49 2, Grobogan 1 975,85 6, Blora 1 794,40 5, Rembang 1 014,10 3, Pati 1 491,20 4, Kudus 425,17 1, Jepara 1 004,16 3, Demak 897,43 2, Semarang 946,86 2, Temanggung 870,23 2, Kendal 1 002,27 3, Batang 788,95 2, Pekalongan 836,13 2, Pemalang 1 011,90 3, Tegal 879,70 2, Brebes 1 657,73 5,09 Kota/Municipality Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) 1. Magelang 18,12 0,06 2. Surakarta 44,03 0,14 3. Salatiga 52,96 0,16 4. Semarang 373,67 1,15 5. Pekalongan 44,96 0,14 6. Tegal 34,49 0,11 Jawa Tengah ,12 100,00 Sumber: Source: Kanwil Badan Pertanahan Nasioanal Provinsi Jawa Tengah National Landagency Council of Jawa Tengah Province 6 Jawa Tengah Province in Figures 2016

38 GEOGRAFI DAN IKLIM Tabel Table Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Height Above Mean Sea Level (AMSL) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Kabupaten/Regency Ibukota Kabupaten/Kota Capital of Regency/Municipality 1. Cilacap Cilacap 6,00 Mdpl 2. Banyumas Purwokerto Mdpl 3. Purbalingga Purbalingga 55 Mdpl 4. Banjarnegara Banjarnegara Mdpl 5. Kebumen Kebumen Mdpl 6. Purworejo Purworejo Mdpl 7. Wonosobo Wonosobo Mdpl 8. Magelang Mungkid 300,00 Mdpl 9. Boyolali Boyolali Mdpl 10. Klaten Klaten Mdpl 11. Sukoharjo Sukoharjo Mdpl 12. Wonogiri Wonogiri Mdpl 13. Karanganyar Karangayar 172,00 Mdpl 14. Sragen Sragen 109,00 Mdpl 15. Grobogan Purwodadi Mdpl 16. Blora Blora Mdpl 17. Rembang Rembang 1,00 Mdpl 18. Pati Pati Mdpl 19. Kudus Kudus 15,00 Mdpl 20. Jepara Jepara Mdpl 21. Demak Demak Mdpl 22. Semarang Ungaran Mdpl 23. Temanggung Temanggung Mdpl 24. Kendal Kendal Mdpl 25. Batang Batang 9,00 Mdpl 26. Pekalongan Kajen Mdpl 27. Pemalang Pemalang Mdpl 28. Tegal Slawi Mdpl 29. Brebes Brebes Mdpl Kota/Municipality (1) 1. Magelang Magelang 380,00 Mdpl 2. Surakarta Surakarta Mdpl 3. Salatiga Salatiga 750,00 Mdpl 4. Semarang Semarang 349,00 Mdpl 5. Pekalongan Pekalongan 6,00 Mdpl 6. Tegal Tegal 0-7 Mdpl (2) Tinggi/Height (meter) (3) Sumber: Source: Kanwil Badan Pertanahan Nasioanal Provinsi Jawa Tengah National Landagency Council of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

39 GEOGRAPHY AND CLIMATE Tabel Table Jarak dari Ibukota Kabupaten/Kota ke Ibukota Provinsi di Provinsi Jawa Tengah (km), 2015 Distance between Regency/Municipality Capital and Province Capital in Jawa Tengah Province (km), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Ibukota Kabupaten/Kota Capital of Regency/Municipality Jarak ke Ibukota Provinsi Distance to Province Capital (2) (3) 1. Cilacap Cilacap 251,00 2. Banyumas Purwokerto 225,00 3. Purbalingga Purbalingga 191,00 4. Banjarnegara Banjarnegara 149,00 5. Kebumen Kebumen 162,00 6. Purworejo Purworejo 222,00 7. Wonosobo Wonosobo 120,00 8. Magelang Mungkid 90,00 9. Boyolali Boyolali 70, Klaten Klaten 100, Sukoharjo Sukoharjo 113, Wonogiri Wonogiri 133, Karanganyar Karangayar 110, Sragen Sragen 120, Grobogan Purwodadi 60, Blora Blora 127, Rembang Rembang 110, Pati Pati 75, Kudus Kudus 60, Jepara Jepara Demak Demak 0, Semarang Ungaran 26, Temanggung Temanggung 80, Kendal Kendal 28, Batang Batang 84, Pekalongan Kajen 120, Pemalang Pemalang 140, Tegal Slawi 195, Brebes Brebes 174,00 Kota/Municipality 1. Magelang Magelang Surakarta Surakarta 102,00 3. Salatiga Salatiga 48,00 4. Semarang Semarang 0,00 5. Pekalongan Pekalongan 110,00 6. Tegal Tegal 165,00 Sumber: Kanwil Badan Pertanahan Nasioanal Provinsi Jawa Tengah Source: National Landagency Council of Jawa Tengah Province 8 Jawa Tengah Province in Figures 2016

40 GEOGRAFI DAN IKLIM 1.2 IKLIM/CLIMATE Tabel Table Suhu Udara Rata-Rata Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 ( o C ) Average of Temperatures by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January - November 2015 ( o C ) Stasiun/Station Suhu Udara Rata-Rata / Average of Temperatures (1) 01 Adisumarmo, Surakarta SI Babadan, Magelang - 03 SMPK. Bojongasri, Purwokerto - 04 SMPK. Borobudur, Magelang 26,5 05 Meteorologi, Cilacap 26,8 06 SMPK. Colo, Kudus 24,9 07 SI Curugsewu, Kendal - 08 Gamer, Batang 27,7 09 SMPK. Getas, Salatiga 25,9 10 Puslitbang FP. UNS, Jumantono, Karanganyar 27,4 * 11 SMPK. Karangkemiri, Purbalingga - 12 SMPK Ngambak Kapung, Grobogan - 13 SMPK. Rendole, Pati 27,4 14 SMPK. Selogiri, Wonogiri - 15 Klimatologi, Semarang 28,2 16 Sempor, Kebumen 26,8 17 Meteorologi, Tegal 27,7 18 SI Ungaran, Semarang 26,8 19 Wadaslintang, Wonosobo 26,8 20 Lab. Surakarta - 21 Lap. PHPTP. Kedu 24,4 22 Ngrajeg, Magelang - 23 Banjarnegara 23,9 Sumber: Stasiun Klimatologi Klas I, Semarang Source : Climatology Station of Semarang * = Januari - September (2) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

41 GEOGRAPHY AND CLIMATE Tabel Table Kelembaban Udara Rata-Rata Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 ( o C ) Relative Humidity by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January - November 2015 ( o C ) Stasiun/Station Kelembaban Udara Rata-Rata/ Relative Humidity (1) 01 Adisumarmo, Surakarta SI Babadan, Magelang - 03 SMPK. Bojongasri, Purwokerto - 04 SMPK. Borobudur, Magelang Meteorologi, Cilacap SMPK. Colo, Kudus SI Curugsewu, Kendal - 08 Gamer, Batang SMPK. Getas, Salatiga Puslitbang FP. UNS, Jumantono, Karanganyar 77 * 11 SMPK. Karangkemiri, Purbalingga - 12 SMPK Ngambak Kapung, Grobogan - 13 SMPK. Rendole, Pati SMPK. Selogiri, Wonogiri - 15 Klimatologi, Semarang Sempor, Kebumen Meteorologi, Tegal SI Ungaran, Semarang Wadaslintang, Wonosobo Lab. Surakarta - 21 Lap. PHPTP. Kedu Ngrajeg, Magelang - 23 Banjarnegara 83 Sumber: Stasiun Klimatologi Klas I, Semarang Source : Climatology Station of Semarang * = Januari - September (2) 10 Jawa Tengah Province in Figures 2016

42 GEOGRAFI DAN IKLIM Tabel Table Banyaknya Hari Hujan Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 ( o C ) Number of Raindays by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January - November 2015 ( o C ) Stasiun/Station Banyaknya Hari Hujan/ of Raindays Number (1) 01 Adisumarmo, Surakarta SI Babadan, Magelang - 03 SMPK. Bojongasri, Purwokerto - 04 SMPK. Borobudur, Magelang Meteorologi, Cilacap SMPK. Colo, Kudus SI Curugsewu, Kendal - 08 Gamer, Batang SMPK. Getas, Salatiga Puslitbang FP. UNS, Jumantono, Karanganyar 79 * 11 SMPK. Karangkemiri, Purbalingga - 12 SMPK Ngambak Kapung, Grobogan SMPK. Rendole, Pati SMPK. Selogiri, Wonogiri - 15 Klimatologi, Semarang Sempor, Kebumen Meteorologi, Tegal SI Ungaran, Semarang Wadaslintang, Wonosobo Lab. Surakarta Lap. PHPTP. Kedu Ngrajeg, Magelang - 23 Banjarnegara 179 Sumber: Stasiun Klimatologi Klas I, Semarang Source : Climatology Station of Semarang * = Januari - September (2) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

43 GEOGRAPHY AND CLIMATE Tabel Table Banyaknya Curah Hujan Menurut Stasiun di Provinsi Jawa Tengah, Januari - November 2015 ( o C ) Number of Rainfalls by Monitoring Station in Jawa Tengah Province, January - November 2015 ( o C ) Stasiun/Station Banyaknya Curah Hujan/ Number of Raindays (1) 01 Adisumarmo, Surakarta SI Babadan, Magelang - 03 SMPK. Bojongasri, Purwokerto - 04 SMPK. Borobudur, Magelang Meteorologi, Cilacap SMPK. Colo, Kudus SI Curugsewu, Kendal - 08 Gamer, Batang SMPK. Getas, Salatiga Puslitbang FP. UNS, Jumantono, Karanganyar 1552* 11 SMPK. Karangkemiri, Purbalingga - 12 SMPK Ngambak Kapung, Grobogan SMPK. Rendole, Pati SMPK. Selogiri, Wonogiri - 15 Klimatologi, Semarang Sempor, Kebumen Meteorologi, Tegal SI Ungaran, Semarang Wadaslintang, Wonosobo Lab. Surakarta Lap. PHPTP. Kedu Ngrajeg, Magelang - 23 Banjarnegara 3624 Sumber: Stasiun Klimatologi Klas I, Semarang Source : Climatology Station of Semarang * = Januari - September (2) 12 Jawa Tengah Province in Figures 2016

44

45

46 PEMERINTAHAN PENJELASAN TEKNIS 1. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dipilih melalui pemilihan umum (pemilu) dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. TECHNICAL NOTES 1. Regional House of Representatives (DPRD) members are elected through a general election and appointed for a five-years membership. 2. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Gubernur dan Wakil Gubernur dibantu oleh Perangkat Daerah yang meliputi Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, dan Lembaga Teknis Daerah. Secara umum perangkat daerah atau sering disebut dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertugas membantu penyusunan implementation of policies that become kebijakan, koordinasi, dan regional affairs. pelaksanaan kebijakan yang menjadi urusan daerah. 3. SKPD Provinsi Jawa Tengah terdiri dari Bakorwil I, Bakorwil II, Bakorwil III, Sekretariat BPBD, Sekretariat KPID, Sekretariat Bakorluh, Kantor Perwakilan, Bappeda, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Lingkungan Hidup, Badan Kesbangpol dan Linmas, Badan Penanaman Modal Daerah, Badan Arsip dan Perpustakaan, Badan Ketahanan Pangan, Badan Pendidikan dan Pelatihan, Bapermasdes, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Pemberdayaan Perempuan, 2. In the regional administration, the Governor and Deputy Governor assisted by the Region which includes the Regional Secretariat, the Parliament Secretariat, the Regional Office and the Regional Technical Institute. In general, the area is often called the Work Units (SKPD ) responsible to assist policy formulation, coordination and 3. SKPD of Jawa Tengah Province consist of Bakorwil I, Bakorwil II, Bakorwil III, BPBD Secretary, KPID Secretary, Bakorluh Secretary, Representative Office, Regional Development Planning Agency, Inspektorat, Regional Personnel Board, Environmental Agency, Badan Kesbangpol dan Linmas, Investment Board, Archive and Library Agency, Badan Ketahanan Pangan, Education and Training Agency, Bapermasdes, Researh and Development Agency, Women Empowerment and Child Protection and Familly Planning Service, Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

47 GOVERNMENT Perlindungan Anak dan KB, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Nakertrans dan Kependudukan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pemuda dan Olah Raga, inas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perhubungan dan Kominfo, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Keswan, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Kelautan dan Fishery and Maritime Service, Satuan Perikanan, Satuan Polisi Pamong Praja, RSUD Dr. Moewardi Surakarta, RSUD National Education Service, Public Health Service, Social Welfare Service, Manpower and Transmigration Service, Regional Culture and Tourism Service, Cooperatives Small and Medium Enterprise Service, Youth and Sports Affairs Service, Manufacturing and Trade Service, Regional Receipt and Asset Management Service, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Public Work Service, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Energy and Mineral Resources Service, Communication Telecommunication and informatics Service, Agriculture Service, Livestock Service, Forestry Service, Estate Service, Polisi Pamong Praja, RSUD (Regional Public Hospital) Dr. Moewardi Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Surakarta, RSUD(Regional Public Tugurejo Semarang, RSUD Kelet Hospital) Prof. Dr. Margono Soekarjo, Jepara, RSJD Dr. Amino Gondohutomo RSUD(Regional Public Hospital) Semarang, RSJD Surakarta, RSJD Dr. Rm. Soedjarwadi Klaten. Tugurejo Semarang, RSUD (Regional Public Hospital) Kelet Jepara, RSJD (Regional Mental Hospital) Dr. Amino Gondohutomo Semarang, RSJD(Regional Mental Hospital) Surakarta, RSJD Dr. Rm. Soedjarwadi Klaten. 16 Jawa Tengah Province in Figures 2016

48 PEMERINTAHAN ULASAN DESCRIPTION Wilayah Administrasi Provinsi Jawa Tengah, terbagi dalam 29 kabupaten dan 6 kota. Wilayah tersebut terdiri dari 573 kecamatan dan desa / kelurahan. Administration Area Jawa Tengah is divided into 29 regencies and 6 cities. It consists of 573 districs and 8,559 villages. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sebanyak 99 orang, partai politik dengan anggota terbanyak adalah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebanyak 27 orang. Menurut tingkat pendidikannya, anggota DPRD terbanyak pendidikan yang ditamatkan berturut-turut adalah tamat/tidak tamat SD (573 orang), SLTP (749 orang), SMU (4.762 orang), Diploma/Sarmud (2,366 orang) dan Sarjana (7.808 orang). Sedangkan jumlah PNS seluruhnya menurut Kantor BKD Provinsi Jawa Tengah berdasarkan golongan I, II, III dan IV pada tahun 2015, berturut-turut sebesar 2,63 persen, 24,34 persen, persen dan 11,70 persen. The Regional House of Representative Number of members of Jawa Tengah ProvincialHouse of Representative by 99 people, a political party with the most members are from the Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) as many as 27 people. According memiliki pendidikan S1 (54 orang). to the level of education, most legislators have S1 (54 people). Pegawai Negeri Sipil Pada tahun 2015 jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Civil Servants In 2015, the number of civil servants in Jawa Tengah Province is Provinsi Jawa Tengah sebanyak about 16,258 people. Based on level orang. Jumlah pegawai menurut education, there are 573 peop;e graduated from elementary school, 749 people junior high school, 4,762 people senior high school, 2,366 people from academy, while 7,808 people are graduated from university. The whole number of civils servants according to BKD (Regional Civil Servant Bureau) Jawa Tengah Province based on ranks (I, II, III and IV) were 2.63 percent, percent, percent and11.70 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

49 GOVERNMENT 2.1 WILAYAH ADMINISTRATIF/ADMINISTRATIVE AREA Tabel Table Jumlah Kecamatan dan Desa/Kelurahan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Sub Districts and Villages by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Kecamatan Subdistrict Desa Village Kelurahan Village (2) (3) (4) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source : Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Tengah Government Bureau of Jawa Tengah Province 18 Jawa Tengah Province in Figures 2016

50 PEMERINTAHAN 2.2 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH THE REGIONAL HOUSE OF REPRESENTATIVE Tabel Table Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menurut Partai Politik dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Political Parties and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Partai Politik / Political Parties (1) Laki-Laki Male Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Golongan Karya Partai Keadilan Sejahtera Partai Demokrat Partai Persatuan Pembangunan Partai Amanat Nasional Partai Nasdem Jawa Tengah Jenis Kelamin/Sex Sumber: Source : Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah Regional Representative Council of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

51 GOVERNMENT Tabel Table Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menurut Jenis Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Level of Education in Jawa Tengah Province, 2015 Jenis Pendidikan / Level of Education Partai Politik / Political Parties SLTA D1-D3 S1 S2 - S3 Jumlah (1) (2) (3) (4) 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Golongan Karya Partai Keadilan Sejahtera Partai Demokrat Partai Persatuan Pembangunan Partai Amanat Nasional Partai Nasdem Jawa Tengah Sumber: Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah Source : Regional Representative Council of Jawa Tengah Province 20 Jawa Tengah Province in Figures 2016

52 PEMERINTAHAN Tabel Table Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Menurut Kelompok Umur di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Members of The Regional House of Representatives by Ages Group in Jawa Tengah Province, 2015 Partai Politik / Political Parties Jumlah (2) (3) (4) 1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Golongan Karya Partai Keadilan Sejahtera Partai Demokrat Partai Persatuan Pembangunan Partai Amanat Nasional Partai Nasdem Jawa Tengah Sumber: Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah Source : Regional Representative Council of Jawa Tengah Province (1) Kelompok Umur / Ages Group Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

53 GOVERNMENT 2.3 PEGAWAI NEGERI SIPIL/CIVIL SERVANTS Tabel Table Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Civil Servants by Regency/Municipality and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Laki-Laki Male Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jenis Kelamin/Sex Sumber: Source: Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah Regional Personnel Board of Jawa Tengah Province 22 Jawa Tengah Province in Figures 2016

54 PEMERINTAHAN Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Dinas/Instansi Pemerintah dan Jenis Kelamin di Provinsi Tabel Jawa Tengah, Table Number of Civil Servants by Institution/Office and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Dinas/Instansi Pemerintahan Institution/Office (1) Jenis Kelamin/Sex Laki-Laki Perempuan Jumlah Male Female Total (2) (3) (4) 1. GUBERNUR JAWA TENGAH SEKRETARAT DAERAH SEKRETARIAT DPRD BAKORWIL I BAKORWIL II BAKORWIL III SEKRETARIAT BPBD SEKRETARIAT KPID SEKRETARIAT BAKORLUH KANTOR PERWAKILAN BAPPEDA INSPEKTORAT BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH BADAN LINGKUNGAN HIDUP BADAN KESBANGPOL & LINMAS BADAN PENANAMAN MODAL DAERHA BADAN ARSIP & PERPUSTAKAAN BADAN KETAHANAN PANGAN BADAN PENDIDIKAN & PELATIHAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYRAKAT & DESA BADAN PENELITIAN & PENGEMBANGAN BADAN PP, PERLINDUNGAN ANAK & KB DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN DINAS SOSIAL DINAS NAKERTRANS & KEPENDUDUKAN DINAS KEBUDAYAAN & PARIWISATA DINAS KOPERASI & UMKM DINAS PEMUDA & OLAH RAGA DINAS PERINDUSTRIAN & PERDAGANGAN DINAS PPAD DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DINAS BINA MARGA DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG DINAS ENERGI & SUMBER DAYA MINERAL DINAS PERHUBUNGAN, KOMINFO DINAS PERTANIAN TP & HORTIKULTURA DINAS PETERNAKAN & KESWAN DINAS KEHUTANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KELAUTAN & PERIKANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA RSUD DR. MOEWARDI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO RSUD TUGUREJO RSUD KELET RSJD DR. AMINO GONDHOHUTOMO RSJD SURAKARTA RSJD DR. RM. SOEDJARWADI Jawa Tengah Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah Source: Regional Personnel Board of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

55 GOVERNMENT Tabel Table Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Civil Servants by Educational Attainment and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Pendidikan Terakhir Educational Attainment (1) Sampai dengan SD Up to Primary School SLTP/Sederajat General/Vocational Junior High School SMA/Sederajat General/Vocational Senior High School Diploma I,II Diploma I,II Diploma III/Sarjana Muda III/Bachelor Tingkat Sarjana/Doktor/Ph.d University Graduates Jawa Tengah Diploma Laki-Laki Male Sumber Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah Source: Regional Personnel Board of Jawa Tengah Province Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) Jawa Tengah Province in Figures 2016

56 PEMERINTAHAN Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Golongan Kepangkatan dan Jenis Kelamin di Tabel Provinsi Jawa Tengah, Table Number of Civil Servants by Hierarcy and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 I/A (Juru Muda) Golongan Kepangkatan Hierarcy (1) I/B (Juru Muda Tingkat I) I/C (Juru) I/D (Juru Tingkat I) III/B (Penata Muda Tingkat I) III/C (Penata) Golongan I/Range I II/A (Pengatur Muda) II/B (Pengatur Muda Tingkat I) II/C (Pengatur) II/D (Pengatur Tingkat I) III/D (Penata Tingkat I) Golongan III/Range III IV/A (Pembina Muda) IV/B (Pembina Muda Tingkat I) IV/C (Pembina) Golongan II/Range II III/A (Penata Muda) IV/D (Pembina Tingkat I) IV/E (Pembina Utama) Golongan IV/Range IV Jawa Tengah Laki-Laki Male Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) Sumber: Source: Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah Regional Personnel Board of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

57 GOVERNMENT Tabel : Table Banyaknya Pegawai Negeri Sipil Peserta Program PT. Taspen (Persero) Menurut Kabupaten/Kota, Pangkat/Golongan dan Jenis Kelamin di Jawa Tengah Tahun 31 Desember 2015 Number of Civil Servants as Participant of PT. Taspen (State Enterprise of Savings and Insurance for Government Employees) Program, Breakdown by Regency/Municipality, Group Level and Sex in Jawa Tengah, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 01. Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. Purbalingga Kab. Banjarnegara Kab. Kebumen Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Klaten Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Karanganyar Kab. Sragen Kab. Grobogan Kab. Blora Kab. Rembang Kab. Pati Kab. Kudus Kab. Jepara Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Temanggung Kab. Kendal Kab. Batang Kab. Pekalongan Kab. Pemalang Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal Prov. Jawa Tengah Jawa Tengah Sumber : PT. TASPEN (Persero) Cabang Utama Semarang Source : PT. TASPEN (Persero) Semarang Regional Branch Office 26 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Laki- Laki Male Laki- Laki Male Golongan I 1 st Group Level Perempuan Total Jumlah Female Golongan II 2 nd Group Level Perempuan Female Jumlah Total

58 PEMERINTAHAN Tabel : Table Lanjutan/Continued Golongan III Golongan IV Jumlah Kabupaten/Kota 3 rd Group Level 4 th Group Level Total Regency/Municipality Laki- Perem- Jumlah Laki- Perem- Jumlah Laki- Perem- Jumlah Laki puan Total Laki puan Total Laki puan Total Male Female Male Female Male Female (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (5) (6) (7) 01. Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. Purbalingga Kab. Banjarnegara Kab. Kebumen Kab. Purworejo Kab. Wonosobo Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Klaten Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Karanganyar Kab. Sragen Kab. Grobogan Kab. Blora Kab. Rembang Kab. Pati Kab. Kudus Kab. Jepara Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Temanggung Kab. Kendal Kab. Batang Kab. Pekalongan Kab. Pemalang Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal Prov. Jawa Tengah Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

59

60 PEMERINTAHAN

61

62 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Sumber utama data kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus penduduk telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia merdeka, yaitu tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan Di dalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing kecuali anggota korps diplomatik negara sahabat beserta keluarganya. 3. Metode pengumpulan data dalam 3. The method of data collection in a sensus dilakukan dengan wawancara antara petugas sensus dengan responden dan juga melalui e-census. Pencatatan penduduk menggunakan konsep usual residence, yaitu konsep di mana penduduk biasa bertempat tinggal. Bagi penduduk yang bertempat tinggal tetap dicacah di mana mereka biasa tinggal, sedangkan untuk penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap dicacah di tempat di mana mereka ditemukan petugas sensus pada malam Hari Sensus. Termasuk 1. The main source of demographic data is population census, which is conducted every ten years. Population Census has been conducted six times since Indonesia s independence: 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, and The population census enumerates all residents who domicile in the entire territory of Indonesia including foreign citizens except the diplomatic corps members and their families. population census involves interviewing respondents and conducting e-census. Enumeration of the population uses the concept of usual residence, which is the concept of places where people usually live. De jure was applied to the permanent residents, while de facto was applied to nonpermanent residents. The permanent residents were enumerated in place where they normally live, the non-permanent residents were enumerated where they were found by the Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

63 POPULATION AND EMPLOYMENT penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap adalah tuna wisma, awak kapal berbendera Indonesia, penghuni perahu/rumah apung, masyarakat terpencil/terasing, dan pengungsi. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap dan sedang bepergian ke luar wilayah lebih dari enam bulan, tidak dicacah di tempat tinggalnya, tetapi dicacah di tempat tujuannya. Untuk tahun yang tidak dilaksanakan sensus penduduk, data kependudukan diperoleh dari hasil proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk merupakan suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada estimate based on the asumsi dari komponen-komponen perubahan penduduk, yaitu enumerators, on the night of Census Date. The non permanent residents include homeless people, ship crew, boat people, remote area community, and internally displaced persons. Those who had permanent residence and had been travelling away from their home for six months or more were not enumerated in their permanent place, but in the place where they were during the census. For the periods where the population census is not conducted, population projection is done to estimate population during those years. The population projection is an demographic components, such as birth, death, and migration. kelahiran, kematian, dan migrasi. Indonesia s population Proyeksi penduduk Indonesia projection used the menggunakan data Population Census as the base dasar penduduk hasil SP2010. population. 4. Penduduk Indonesia adalah 4. The population of Indonesia are all semua orang yang berdomisili di residents of the entire territory of wilayah teritorial Indonesia Indonesia who have stayed for six selama 6 bulan atau lebih dan months or longer, and those who atau mereka yang berdomisili intended to stay more than six kurang dari 6 bulan tetapi months even though their length of bertujuan menetap. stay is less than six months. 5. Laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan 5. The growth rate of population is the number that show percentage 32 Jawa Tengah Province in Figures 2016

64 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN persentase pertambahan penduduk dalam jangka waktu tertentu. of population growth within a specified period. 6. Kepadatan penduduk adalah rasio banyaknya penduduk per kilometer persegi. 6. Population density is ratio of population per square kilometer. 7. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk lakilaki untuk 100 penduduk perempuan. 8. Distribusi penduduk adalah pola 8. Population distribution is the persebaran penduduk di suatu wilayah, baik berdasarkan batasbatas pattern of population distribution in an area, either by geographic geografis maupun boundaries or by government berdasarkan batas-batas administrative boundaries. administrasi pemerintahan. 9. Komposisi penduduk adalah pola persebaran penduduk menurut karakteristiknya, contoh: penduduk menurut kelompok umur, penduduk menurut jenis kelamin 7. Sex ratio is the ratio of males population to females population in a given area and time, usually expressed as the number of males for every 100 females. 9. Population compotition is the pattern of population distribution by its characteristics, example: population by age group, population by sex 10. Penduduk usia kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. 10. Working age population is persons of 15 years and over. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

65 POPULATION AND EMPLOYMENT 11. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran. 11. Labor force or economically active are persons of 15 years and over, who in the previous week were working, temporarily absent from work but having jobs, and unemployment. 12. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan dan lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu dan jam kerja yang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan). 12. Working is economic activity conducted by a person and intended to earn income by doing work or helping to do work at least one hour continuously during the reference week (including unpaid family worker/s for any economic activity). usaha/kegiatan ekonomi). 13. Jumlah jam kerja seluruhnya 13. Total working hours is the adalah jumlah jam kerja yang total hours spent by an digunakan untuk bekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi employee to perform all jobs (excluding the time used for other activities which are not classified as work). 14. Lapangan usaha adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja di mana seseorang bekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam 1 digit. 14. Industry is field of a person s activity or establishment. The classification of industries follows the Indonesia Standard Industrial Classification (KBLI) in one digit. 15. Status pekerjaan adalah 15. Employment status is the 34 Jawa Tengah Province in Figures 2016

66 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN kedudukan seseorang dalam unit usaha/kegiatan dalam melakukan pekerjaan. status of a person at his place of work or establishment where he was employed. 16. Berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain adalah bekerja atau berusaha dengan menanggung risiko secara ekonomis, yaitu dengan tidak kembalinya ongkos produksi yang telah dikeluarkan dalam rangka usahanya tersebut, serta tidak menggunakan pekerja dibayar maupun pekerja tak dibayar, termasuk yang sifat pekerjaannya memerlukan teknologi atau keahlian khusus. 17. Berusaha dibantu buruh tidak 17. Employer assisted by tetap/buruh tidak dibayar adalah temporary workers/unpaid bekerja atau berusaha atas risiko worker is a person who works sendiri, dan menggunakan at his own risk and assisted by buruh/pekerja tak dibayar dan atau buruh/pekerja tidak tetap. temporary worker. worker/unpaid 18. Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah berusaha atas risiko sendiri dan mempekerjakan paling sedikit satu orang buruh/pekerja tetap yang dibayar. 16. Own-account worker is a person who works at his own risk without assisted by paid per mount worker or unpaid worker include technical job or skill job. 18. Employer assisted by permanent workers/paid workers is a person who does his business at her/his own risk at least one assisted by paid permanent worker. 19. Buruh/karyawan/pegawai adalah seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi/kantor/ perusahaan secara tetap dengan 19. Employee is a person who work permanently for other people or institution/office/ company and gains some Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

67 POPULATION AND EMPLOYMENT menerima upah/gaji baik berupa uang maupun barang. Buruh yang tidak mempunyai majikan tetap, tidak digolongkan sebagai buruh/karyawan, tetapi sebagai pekerja bebas. Seseorang dianggap memiliki majikan tetap jika memiliki 1 (satu) majikan (orang/rumah tangga) yang sama dalam sebulan terakhir, khusus pada sektor bangunan batasannya tiga bulan. Apabila majikannya instansi/lembaga, boleh lebih dari satu. 20. Pekerja bebas adalah seseorang yang bekerja pada orang nonpertanian atas dasar balas jasa dengan menerima upah atau imbalan baik berupa uang maupun barang, dan baik dengan sistem pembayaran harian maupun borongan money/cash or goods as wage/salary. Labor who have no permanent employer is not categorized as a laborer/ worker/employee but casual worker. A laborers in general is considered to have a permanent employer if he has the same employer during the past month, particularly for building construction sector is 3 months. If the employer is an institution, more than 1 (one) employer is allowed. 20. Casual employee is a person who does not work lain/majikan/institusi yang tidak permanently for other tetap (lebih dari 1 majikan dalam people/employer/ institution sebulan terakhir) di usaha (more than 1 employer during pertanian baik berupa usaha the last 1 month) in rumah tangga maupun bukan agricultural sector, either usaha rumah tangga, ataupun di home industry or not home industry, or in non-agricultural sector based on remuneration paid with money or goods, and based on daily or contact payment system. 21. Pekerja tak dibayar adalah seseorang yang bekerja membantu usaha untuk memperoleh penghasilan/keuntungan yang 21. Unpaid worker is a person who intended to work without pa,y either with money or good, in an establishment run by other members of the 36 Jawa Tengah Province in Figures 2016

68 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN dilakukan oleh salah seorang anggota rumah tangga atau bukan anggota rumah tangga tanpa mendapat upah/gaji baik berupa uang maupun barang. family, relative or neighbour. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

69 POPULATION AND EMPLOYMENT ULASAN DESCRIPTION Kependudukan Penduduk Provinsi Jawa Tengah berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2015 sebanyak ,14 ribu jiwa yang terdiri atas ,90 ribu jiwa penduduk laki-laki dan ,24 ribu jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2014, penduduk Jawa Tengah mengalami pertumbuhan sebesar 0,15 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2015 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 0,98. Kepadatan penduduk di Jawa Tengah tahun 2015 mencapai jiwa/km 2. Kepadatan Penduduk di 35 Population Jawa Tengah population based population projections for 2015 were 33, thousands people consisting of 16, male and 17, thousands female population people. This compares with a total Jawa Tengah Population in 2014, the Population growth are 0.15 percent. While the magnitude of the sex ratio in 2015 the male population towards the female population are Population density of Jawa Tengah in 2015 reached 1,038 people/km 2. Population density in 35 kabupaten/kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kota Surakarta dengan kepadatan sebesar jiwa/km 2 dan terendah regency/municipality are quite diverse with the highest population density in Surakarta Municipality with the number of density are 11,634 people/km 2 and di Kabupaten Blora sebesar 475 the lowest in Blora Regency with 475 jiwa/km 2. people/km 2. Ketenagakerjaan Berdasarkan hasil Sakernas, angkatan kerja di Jawa Tengah tahun 2015 mencapai 17,30 juta. Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk Jawa Tengah tercatat sebesar 67,86 persen. Sedangkan angka pengangguran terbuka di Jawa Tengah sebesar 4,99 Employment Based on the National Labour Force Survey, the number of labour forces in Jawa Tengah 2015 was recorded at million. Economically Active Participation Rate, which is proportion of labor force divided to the total of working age population, was recorded 38 Jawa Tengah Province in Figures 2016

70 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN persen. at percent. While the open unemployment at 4.99 percent. Jumlah penduduk yang bekerja The total number people who pada Agustus 2015 sebesar 16,44 juta orang. Sektor 1 (pertanian, kehutanan, working of Jawa Tengah in August 2015 was million people. The sector of perburuan dan perikanan) masih agriculture, forestry, hunting and merupakan sektor yang paling banyak fisheries was still the most worker menyerap tenaga kerja, dengan absorber sector that took 4.71 million menyerap 4,71 juta orang (28,66 workers up (28.66 percent) absorted, persen) pekerja, sementara sektor jasa while the community, social and kemasyarakatan paling sedikit personal services was the least worker menyerap tenaga kerja, yaitu hanya absorber one, which only 2.07 million menyerap 2,07 juta orang (12,62 workers or percent absorbed. persen) pekerja. Proporsi terbesar pekerja pada Agustus 2015 masih didominasi oleh buruh/karyawan/pegawai sebesar 34,72 persen atau 5,71 juta orang. Sementara proporsi terkecil pekerja adalah pekerja berusaha dibantu buruh tetap hanya sebesar 3,56 persen atau 0,58 juta orang. The largest proportion of workers in August 2015 was still dominated by regular employee as percent or 5.71 million people. While the smallest proportion is employer assisted by permanent worker/ paid worker, was only amounted to 3.56 percent or 0.58 million people. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

71 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2010, 2014, dan 2015 Population and Population Growth Rate by Regency/City in Jawa Tengah Province, 2010, 2014, and 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Jumlah Penduduk (ribu) Population (thousand) Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun Annual Population Growth Rate (%) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Cilacap 1 644, , ,73 0,60 0,11 2. Banyumas 1 557, , ,91 0,99 0,19 3. Purbalingga 850,73 889,17 898,38 1,10 0,21 4. Banjarnegara 870,53 896,04 901,83 0,71 0,13 5. Kebumen 1 161, , ,88 0,39 0,07 6. Purworejo 696,61 708,01 710,39 0,39 0,07 7. Wonosobo 756,18 773,39 777,12 0,55 0,10 8. Magelang 1 184, , ,50 1,02 0,19 9. Boyolali 932,31 957,91 963,69 0,66 0, Klaten 1 131, , ,80 0,47 0, Sukoharjo 825,78 856,86 864,21 0,91 0, Wonogiri 930,49 945,68 949,02 0,40 0, Karanganyar 814,80 848,33 856,20 1,00 0, Sragen 859,78 875,62 879,03 0,44 0, Grobogan 1 311, , ,43 0,61 0, Blora 831,23 848,39 852,11 0,50 0, Rembang 592,48 614,07 619,17 0,89 0, Pati 1 193, , ,89 0,66 0, Kudus 779,08 821,11 831,30 1,31 0, Jepara 1 099, , ,29 1,56 0, Demak 1 057, , ,91 1,11 0, Semarang 932,70 987, ,89 1,42 0, Temanggung 709,91 738,88 745,83 0,99 0, Kendal 901,99 934,63 942,28 0,88 0, Batang 708,09 736,50 743,09 0,97 0, Pekalongan 840,21 867,70 873,99 0,79 0, Pemalang 1 263, , ,58 0,39 0, Tegal 1 397, , ,89 0,39 0, Brebes 1 736, , ,38 0,51 0,09 Kota/Municipality 1. Magelang 118,42 120,44 120,79 0,40 0,06 2. Surakarta 500,21 510,11 512,23 0,48 0,08 3. Salatiga 170,69 181,30 183,82 1,49 0,28 4. Semarang 1 560, , ,11 1,75 0,33 5. Pekalongan 282,02 293,72 296,40 1,00 0,18 6 Tegal 240,01 244,98 246,12 0,50 0,09 Jawa Tengah , , ,14 0,81 0,15 Sumber: Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Source: Indonesia Population Projection Jawa Tengah Province in Figures 2016

72 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel Table Jumlah Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population and Sex Ratio by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Jenis Kelamin (ribu) Laki-Laki Male (thousand ) Perempuan Female Jumlah Total Sex Rasio Jenis Kelamin Sex Ratio (2) (3) (4) (5) 1. Cilacap 849,09 845, ,73 1,00 2. Banyumas 817,38 818, ,91 1,00 3. Purbalingga 443,92 454,46 898,38 0,98 4. Banjarnegara 451,80 450,03 901,83 1,00 5. Kebumen 590,09 594, ,88 0,99 6. Purworejo 350,39 360,00 710,39 0,97 7. Wonosobo 394,01 383,11 777,12 1,03 8. Magelang 624,97 620, ,50 1,01 9. Boyolali 474,52 489,17 963,69 0, Klaten 568,78 590, ,80 0, Sukoharjo 428,17 436,04 864,21 0, Wonogiri 461,31 487,71 949,02 0, Karanganyar 423,52 432,68 856,20 0, Sragen 430,72 448,31 879,03 0, Grobogan 668,51 682, ,43 0, Blora 419,38 432,73 852,11 0, Rembang 308,62 310,55 619,17 0, Pati 597,31 635, ,89 0, Kudus 409,31 421,99 831,30 0, Jepara 592,48 595, ,29 0, Demak 553,87 564, ,91 0, Semarang 491,82 509, ,89 0, Temanggung 373,80 372,02 745,83 1, Kendal 477,68 464,61 942,28 1, Batang 371,07 372,02 743,09 1, Pekalongan 434,18 439,81 873,99 0, Pemalang 637,92 650, ,58 0, Tegal 708,30 716, ,89 0, Brebes 895,21 886, ,38 1,01 Kota/Municipality 1. Magelang 59,51 61,28 120,79 0,97 2. Surakarta 249,11 263,11 512,23 0,95 3. Salatiga 89,93 93,89 183,82 0,96 4. Semarang 834,12 866, ,11 0,96 5. Pekalongan 148,22 148,18 296,40 1,00 6 Tegal 121,88 124,24 246,12 0,98 Jawa Tengah , , ,14 0,98 Sumber: Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Source: Indonesia Population Projection Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

73 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Distribusi dan Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Distribution and Density by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Persentase Penduduk Percentage of Total Population Kepadatan Penduduk per km 2 Population Density per sq.km (2) (3) 1. Cilacap 5, Banyumas 4, Purbalingga 2, Banjarnegara 2, Kebumen 3, Purworejo 2, Wonosobo 2, Magelang 3, Boyolali 2, Klaten 3, Sukoharjo 2, Wonogiri 2, Karanganyar 2, Sragen 2, Grobogan 4, Blora 2, Rembang 1, Pati 3, Kudus 2, Jepara 3, Demak 3, Semarang 2, Temanggung 2, Kendal 2, Batang 2, Pekalongan 2, Pemalang 3, Tegal 4, Brebes 5, Kota/Municipality 1. Magelang 0, Surakarta 1, Salatiga 0, Semarang 5, Pekalongan 0, Tegal 0, Jawa Tengah 100, Sumber: Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Source: Indonesia Population Projection Jawa Tengah Province in Figures 2016

74 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Tabel Provinsi Jawa Tengah, Table Population by Age Group and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Kelompok Umur Age Group (1) Jawa Tengah Jenis Kelamin/Sex Laki-Laki Perempuan Jumlah Male Female Total (2) (3) (4) Sumber: Proyeksi Penduduk Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Source: Indonesia Population Projection Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

75 POPULATION AND EMPLOYMENT 3.2 KETENAGAKERJAAN/EMPLOYMENT Tabel Table Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Regency/Municipality and Type of Activity During The Previous Week in Jawa Tengah Province, 2015 Angkatan Kerja/Economically Active Bekerja Working Pengangguran Terbuka Unemployment Jumlah Total Bukan Angkatan Kerja Economi-cally Inactive Jumlah Total (2) (3) (4) (5) (6) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota /Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus Source: August National Labor Force Survey Jawa Tengah Province in Figures 2016

76 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Type of Activity During The Previous Week and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Jenis Kelamin/Sex Kegiatan Utama Main Activity Bukan Angkatan Kerja Economically Inactive Sekolah/Attending School Mengurus Rumah Tangga/Housekeeping Lainnya/Others (1) Angkatan Kerja/Economically Active Bekerja/Working Pengangguran Terbuka/Unemployment Jumlah/Total Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Economically Active Participation Rate Laki-laki Male Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) ,38 53,89 67,86 Tingkat Pengangguran /Unemployment Rate 5,56 4,16 4,99 Sumber: Source: Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus August National Labor Force Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

77 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over by Educational Attainment and Type of Activity During The Previous Week in Jawa Tengah Province, 2015 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Educational Attainment Sekolah Menengah Pertama /Junior High School Sekolah Menengah Atas /Senior High School Sekolah Menengah Atas Kejuruan/ Vacational Senior High School Diploma I/II/III/Akademi I/II/III/Academy Universitas/University (1) Tidak/Belum Pernah Sekolah Schooling Tidak/Belum Tamat SD Yet Completed Primary School Sekolah Dasar/Primary School No Not Diploma Angkatan Kerja/Economically Active Bekerja Working Pengangguran Terbuka Unemployment Jumlah Total Bukan Angkatan Kerja Economically Inactive (2) (3) (4) (5) Sumber: Source: Jawa Tengah Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus August National Labor Force Survey Jawa Tengah Province in Figures 2016

78 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous Week by Age Group and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Jenis Kelamin/Sex Sumber: Source: Kelompok Umur Age Group (1) Jawa Tengah Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus August National Labor Force Survey Laki-laki Male Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

79 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous Week by Main Industry and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Lapangan Pekerjaan Utama 1 Main Industry 1 Laki-laki Male Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah Total Keterangan/Note : 1 (1) Jawa Tengah Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus Source: August National Labor Force Survey (2) (3) (4) Pertanian, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, Hunting, and Fisheries 2 Pertambangan dan Penggalian/Mining and Quarrying 3 Industri Pengolahan/Manufacturing Industry 4 Listrik, Gas, dan Air/Electricity, Gas, and Water 5 Bangunan/Construction 6 Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan, dan Hotel/Wholesale Trade, Retail Trade, Restaurants, and Hotels 7 Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi/Transportation, Warehousing, and Communication 8 Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan, Tanah, dan Jasa Perusahaan/Financial, Insurance, Real Estate, and Business Services 9 Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan/Community, Social, and Personal Services 48 Jawa Tengah Province in Figures 2016

80 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jumlah Jam Kerja Seluruhnya dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous Week by Total Working Hours and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Jenis Kelamin/Sex Jumlah Jam Kerja Seluruhnya (jam) Total Working Hours (hours) Keterangan/Note : (1) Jawa Tengah Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus Source: August National Labor Force Survey Laki-laki Male 1 Sementara tidak bekerja/temporarily out of work Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

81 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jumlah Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous Week by Number of Working Hours on Main Industry and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Jumlah Jam Kerja Pada Pekerjaan Utama (jam) Number of Working Hours on Main Industry (hours) Keterangan/Note : Sumber: Source: (1) Jawa Tengah Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus August National Labor Force Survey Laki-laki Male Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah (2) (3) (4) Sementara tidak bekerja/temporarily out of work Total 50 Jawa Tengah Province in Figures 2016

82 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel Table Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, Population Aged 15 Years and Over Who Worked During the Previous Week by Main Employment Status and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Status Pekerjaan Utama Employment Status Berusaha sendiri Own account worker Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tak dibayar Employer assisted by temporary worker/unpaid worker Buruh/Karyawan/Pegawai Regular employee Pekerja bebas Casual employee Pekerja keluarga/tak dibayar Family worker/unpaid worker (1) Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar Employer assisted by permanent worker/paid worker Main Laki-laki Male Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah Total (2) (3) (4) Sumber: Source: Jawa Tengah Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus August National Labor Force Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

83 POPULATION AND EMPLOYMENT Tabel Table Jumlah Pencari Kerja Terdaftar Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Registered Job Applicants by Educational Attainment and Sex in Jawa Tengah Province, 2015 Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Educational Attainment Diploma III III Diploma IV IV Strata I/ SI (1) Tidak/Belum Pernah Sekolah No Schooling Tidak/Belum Tamat SD Not Yet Completed Primary School Sekolah Dasar/Primary School Sekolah Menengah Pertama Junior High School Sekolah Menengah Atas Senior High School Sekolah Menengah Atas Kejuruan/Vacational Senior High Diploma I Diploma I Diploma II Strata II/ SII Diploma II Diploma Diploma Laki-laki Male Jenis Kelamin/Sex Perempuan Female Jumlah (2) (3) (4) Total Sumber: Source: Jawa Tengah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah Man Power Transmigration Service of Jawa Tengah Province 52 Jawa Tengah Province in Figures 2016

84 KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN Tabel : Table 1. Kebutuhan Hidup Layak dan Upah Minimum Kabupaten/Kota Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun (Rupiah) Value of Worker Proper Life Requirement and Regency/Municipality Minimum Wage by Regency/Municipality in Jawa Tengah (Rupiahs) Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Cilacap KHL (4) UMK KHL - Wilayah Kota , , , ,00 - Wilayah Timur , , , ,00 - Wilayah Barat , , , ,00 2. Banyumas , , , ,00 3. Purbalingga , , , ,00 4. Banjarnegara , , , ,00 5. Kebumen , , , ,00 6. Purworejo , , , ,00 7. Wonosobo , , , ,00 8. Magelang , , , ,00 9. Boyolali , , , , Klaten , , , , Sukoharjo , , , , Wonogiri , , , , Karanganyar , , , , Sragen , , , , Grobogan , , , , Blora , , , , Rembang , , , , Pati , , , , Kudus , , , , Jepara , , , , Demak , , , , Semarang , , , , Temanggung , , , , Kendal , , , , Batang , , , , Pekalongan , , , , Pemalang , , , , Tegal , , , , Brebes , , , ,00 Kota/Municipality 1. Magelang , , , ,00 2. Surakarta , , , ,00 3. Salatiga , , , ,00 4. Semarang , , , ,00 5. Pekalongan , , , ,00 6. Tegal , , , ,00 Rata -rata , , , ,11 Sumber : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah Source : Man Power and Transmigration Service of Jawa Tengah Province (5) (6) UMK (7) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

85

86 POPULATION AND EMPLOYMENT 46 Jawa Tengah Province in Figures 2016

87

88 SOSIAL PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Tidak/belum pernah sekolah adalah mereka yang tidak pernah atau belum pernah terdaftar dan tidak pernah atau belum pernah aktif mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal. Termasuk juga yang tamat/belum tamat taman kanak-kanak tetapi tidak melanjutkan ke sekolah dasar. 2. Masih bersekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan formal dan nonformal (Paket A, B, atau C), baik pendidikan mengikuti pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal dan nonformal (Paket A, B, atau C), tetapi pada saat pencacahan tidak lagi terdaftar dan tidak aktif mengikuti pendidikan. 1. Not/never attending school is someone who has never attended or never been registered in a formal education, such as primary, secondary, and tertiary education. Those who just completed kindergarten are considered as never attended school. 2. Attending school is someone who is currently attending primary, secondary, or tertiary education, including package A, dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap masih bersekolah. package B, or package C. College student who postpones his/her study is considered as attending school. 3. Tidak bersekolah lagi adalah mereka 3. Not attending school anymore is yang pernah terdaftar dan aktif someone who had enrolled and participated in formal and nonformal education in the past including package A, package B, or package C, but currently does not attend school. 4. Tamat sekolah adalah menyelesaikan pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang pendidikan di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan tanda tamat 4. Completed particular level of education is someone who has completed particular level of education in private or public school and accepting graduation certificate. Someone who has Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

89 SOCIAL belajar/ijazah. Seseorang yang belum mengikuti pelajaran pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti ujian akhir dan lulus dianggap tamat sekolah. never attended the highest grade but passed the final exam is considered as completed particular level of education. 5. Dapat membaca dan menulis artinya dapat membaca dan menulis katakata/kalimat sederhana dengan suatu aksara tertentu. 6. Jalur Pendidikan di Indonesia terdiri atas 1) pendidikan formal, 2) pendidikan nonformal, dan 3) pendidikan informal yang ketiganya atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. a. Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau 58 Jawa Tengah Province in Figures Able to read and write is the ability to read and write at least a simple sentence in any letter of alphabets. 6. The Education System in Indonesia consists of 1) a formal education, 2) non-formal education, and 3) informal dapat saling melengkapi dan education that all three can be memperkaya (Undang-Undang No. 20 complementary and enriching Tahun 2013 tentang Sistem (Law No. 20 Year 2013 about The Pendidikan Nasional). National Education System). 7. Jenjang Pendidikan Formal terdiri 7. The Formal Education Level consists of primary education, secondary education, and high education. The kind of education that taught consists of general education, vocational, academic, professional, religious, and specific education. a. The Primary Education consists of Elementary School and Islamic Elementary School or other equivalent forms and Junior

90 SOSIAL bentuk lain yang sederajat. b. Pendidikan Menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. c. Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, atau polytechnic, high school, universitas. institute, or university. 8. Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah proporsi anak sekolah pada usia jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. 9. Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APK mengindikasikan partisipasi sekolah penduduk sesuai jenjang pendidikannya. APK SD merupakan persentase jumlah penduduk yang High School and MTs, or other equivalent forms. b. The Secondary Education consists of the senior high school, MA, Vocational School, and Vocational Madrasah Aliyah, or other equivalent forms. c. The High Education consists of the education level after the secondary education that consists of diplomas, bachelor, master, specialist, and doctoral degrees that are held by the college. The colleges can be academy, 8. School Participation Rate is the proportion of school children at the age level of education in the age group that corresponds to the education level. 9. Gross Enrollment Rate is the proportion of the population who were in school at the level of education of the school-age population that is in accordance with the level of education. APK indicates enrollment in accordance population education levels. APK SD is the percentage of the population who are in Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

91 SOCIAL sedang sekolah di SD terhadap jumlah penduduk usia 7-12 tahun. Nilai APK bisa lebih dari 100 persen karena populasi murid yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu mencakup anak di luar batas usia sekolah pada jenjang pendidikan tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya pendaftaran siswa usia dini, pendaftaran siswa yang telat bersekolah, atau pengulangan kelas. 10. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah proporsi penduduk kelompok usia sekolah tertentu yang masih sesuai dengan usianya, atau melihat penduduk usia sekolah yang dapat bersekolah tepat waktu. Bila seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu, maka APM akan mencapai 100 persen. Sebagai gambaran APM SD/MI adalah proporsi jumlah murid SD/MI yang berusia 7-12 tahun terhadap jumlah seluruh penduduk usia 7-12 tahun. pada jenjang pendidikan. elementary school to the number of children aged 7-12 years. APK value could be more than 100 percent because of the school student population in a certain education level includes children beyond the age limit of the school education. This could be due to their early age student enrollment, enrollment of students late to school, or grade repetition. 10. Nett Enrollment Rate is the proportion of school age still attending school on a certain bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan kelompok usianya level of education in accordance with his age group to the total terhadap jumlah penduduk pada population in the age group of kelompok usia sekolah tersebut. APM the school. APM serves to berfungsi untuk menunjukkan demonstrate the participation of partisipasi pendidikan penduduk pada education of the population on a tingkat pendidikan tertentu yang certain level of education that is appropriate to their age, or see the school-age population to school on time. If the entire school-age children attend school on time, then the APM will reach 100 percent. As an illustration of the NER SD / MI is the proportion of the number of SD / MI students aged 7-12 over the total population aged 7-12 years. on education. 60 Jawa Tengah Province in Figures 2016

92 SOSIAL 11. Rumah Sakit adalah tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, yang melayani penderita yang sakit untuk berobat rawat jalan atau rawat inap. 11. Hospital is a place for health check, usually controlled/supervised by doctors/medical personnel to serve the ill patients to get outpatient or inpatient treatment services. 12. Rumah Sakit Bersalin adalah rumah sakit khusus untuk persalinan, dilengkapi pelayanan spesialis pemeriksaan kehamilan, persalinan, rawat inap dan rawat jalan ibu dan anak yang berada di bawah pengawasan dokter spesialis kandungan. 12. Maternity Hospital is a specialized hospital for childbirth, has specialist inspection service to pregnancy, childbirth, hospitalization and outpatient for mothers and children that is under the supervision of an obstetrician. 13. Rumah Bersalin adalah sarana 13. Maternity House is health care pelayanan kesehatan dengan izin facility with a license as a sebagai rumah bersalin, dilengkapi maternity house, equipped with pelayanan pemeriksaan kehamilan, prenatal care, childbirth and persalinan serta pemeriksaan ibu dan examination of mothers and anak yang berada di bawah children which is under the pengawasan bidan senior. supervision of a senior midwife. 14. Poliklinik adalah sarana kesehatan yang dipakai untuk pelayanan berobat jalan, biasanya berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis. 14. Polyclinic is a health facility in which to get outpatient services, usually under the control of doctor/medical personnel. 15. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/ kota yang mempunyai fungsi utama 15. Public Health Center is technical implementation unit of regency health department that have the primary function as a first-level Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

93 SOCIAL sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan tingkat pertama. Wilayah kerja puskesmas maksimal adalah satu kecamatan dan untuk dapat menjangkau wilayah kerjanya, puskesmas mempunyai jaringan pelayanan yang meliputi unit Puskesmas Pembantu (Pustu), unit Puskesmas Keliling (Puskel), dan unit bidan desa/komunitas (Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat). 16. Imunisasi adalah memasukkan kuman atau racun penyakit tertentu yang 17. Keluhan kesehatan adalah keadaan seseorang yang mengalami gangguan kesehatan atau kejiwaan, baik karena penyakit akut, penyakit kronis, kecelakaan, kriminal, atau hal lain. health care providers. The working area standard of public health center is one district and to reach their working areas, public health centers have a service network covering subsidiary of public health center, mobile public health center units, and midwife units (Regulation of the Minister of Health of Indonesia Number 75 Year 2014 about Public Health Center). 16. Immunization is putting enervated microbe of a certain sudah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh dengan cara disuntik atau diminum (diteteskan dalam mulut) disease into human body by injection or drinking (dropping into mouth) to make the body dengan maksud agar terjadi immune to that disease. kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut. 17. Health complaint is a condition where a person has health or mental problems because of acute illness, chronically illness, accident, crimes, or others. 18. Mengobati sendiri adalah upaya oleh anggota rumah tangga/keluarga dengan melakukan pengobatan sendiri tanpa datang ke tempat fasilitas kesehatan atau memanggil dokter/petugas kesehatan ke 62 Jawa Tengah Province in Figures Self treatment is an effort of household members/family to have a health treatment by themselves without visiting health facilities or a doctor/health personnel (for instance, by taking

94 SOSIAL rumahnya (misal minum obat modern, jamu, kerokan, kompres, kop, pijat) agar sembuh atau menjadi lebih ringan keluhan kesehatannya. modern medicine, herb medicine, chief with a coin, compress, cupping suction, massage) in order to recover from illness or reduce the health complaint. 19. Angka penemuan kasus tuberkulosis adalah jumlah kasus baru tuberkulosis (TB) dan kasus TB yang didiagnosis kambuh yang diobati dalam program penanggulangan TB nasional dan dilaporkan kepada WHO, dibagi dengan perkiraan WHO terhadap jumlah kasus insiden tuberkulosis pada tahun yang sama, dinyatakan sebagai persentase. percentage. 20. Kasus kumulatif AIDS adalah 20. Cummulative AIDS case is kumulatif kasus AIDS sampai dengan referensi waktu tertentu. cummulative AIDS cases with reference to a particular time. 21. BCG (Bacillus Calmette Guerin) merupakan vaksinasi untuk mencegah penyakit TBC, diberikan pada bayi baru lahir atau anak, dengan suntikan pada kulit pangkal lengan atas. Bekas suntikan kemudian akan membentuk tonjolan kecil jaringan parut pada kulit lengan atas. Suntikan BCG diberikan kepada anak sebanyak The case detection rate for all forms of tuberculosis is the number of new and replase tuberculosis cases diagnosed and treated in national tuberculosis control programmes and notified to WHO, divided by WHO s estimate of the number of incident tuberculosis cases for the same year, expressed as a 21. BCG (Bacillus Calmette Guerin) is a vaccine to prevent TBC disease, given to newborns or children, by injection at the base of the skin of the upper arm. Injection site will form little bumps of scar tissue in the skin of the upper arm. BCG injections given to children 1 times. kali. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

95 SOCIAL 22. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) merupakan vaksin untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus yang diberikan pada bayi berumur 3 bulan ke atas, dengan suntikan pada paha, diulang 1 bulan dan 2 bulan kemudian, sehingga suntikan imunisasi DPT lengkap pada balita berjumlah 3 kali (kadang-kadang selang waktu antar suntikan bisa lebih dari 1 bulan). 23. Jumlah tindak pidana menggambarkan jumlah kasus tindak pidana yang terjadi pada kurun waktu tertentu. 24. Persentase penyelesaian tindak pidana Persentase penyelesaian peristiwa tindak pidana menyatakan persentase penyelesaian tindak pidana oleh polisi. Suatu tindak pidana dinyatakan sebagai kasus yang selesai di tingkat kepolisian, apabila: 1. berkas perkaranya sudah siap untuk diserahkan atau telah diserahkan kepada kejaksaan; 2. dalam hal delik aduan, pengaduannya dicabut dalam 64 Jawa Tengah Province in Figures DPT (Diphtheria, Pertussis, Tetanus) is a vaccine to prevent the diphtheria, pertussis, and tetanus disease, given to infants aged 3 months and above, with a shot in the thigh, repeated one month and two months later, so that the complete DPT immunization shots at toddler totaling 3 times (sometimes the time interval between injections can be more than 1 month). 23. Crime total refers to the number of criminal cases occurring during a given period. 24. Crime clearance rate Crime clearence rate refers to percentage of crime clearance by police. A criminal case is categorized as a cleared case by police, if: 1. All documents are ready to submit or already submitted to justice court; 2. In the case of attense that warrants complaint, the complaint was withdraw within a given period state in the law;

96 SOSIAL tenggang waktu yang telah ditentukan menurut undangundang; 3. telah diselesaikan oleh kepolisian berdasarkan azas plichmatigheid (kewajiban berdasarkan kewenangan hukum); 4. kasus yang dimaksud tidak termasuk kompetensi kepolisian 5. tersangka meninggal dunia; 6. kasus kadaluwarsa. 25. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). 3. The case was cleared by police based on the principle of plichmatigheid (obligation on the basis of law outhority); 4. The case was not the responsibility of police office; 5. The suspect died; 6. The case was out of date. 25. To measure poverty, BPS- Statistics Indonesia has used the concept of basic needs approach. Therefore, poverty is viewed as ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi economic inability to fulfill food and non-food basic needs which untuk memenuhi kebutuhan dasar are measured by makanan dan bukan makanan yang consumption/expenditure. The diukur dari sisi pengeluaran. Metode method used is calculating yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri poverty line, which consists of two components that are Food Poverty Line (FPL) and Non-Food Poverty Line (NFPL). The poverty line was calculated separately for Penghitungan Garis Kemiskinan urban and rural areas. dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. 26. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. 26. A person whose expenditure per capita per month is below the poverty line is considered to be poor. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

97 SOCIAL 27. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan kkalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non- Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. 27. The Food Poverty Line refers to the daily minimum requirement of 2,100 kcal per capita per day. The Non-Food Poverty Line refers to the minimum requirement for household necessities for clothing, education, health, and other basic individual needs. 28. Ukuran Kemiskinan a. Head Count Index (HCI-P 0) adalah persentase penduduk miskin yang berada di bawah Garis Kemiskinan (GK). b. Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P 1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. c. Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P 2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Foster-Greer-Thorbecke (1984) 66 Jawa Tengah Province in Figures Poverty Measures a. Head Count Index (HCI-P 0 ) simply measures the percentage of the population that is counted as poor, often denoted by P 0. b. Poverty Gap Index-P 1 measures the extent to which individuals fall below the poverty line (the poverty gaps) as a proportion of the poverty line. Higher value of the index shows that the gap between average expenditure of the poor and the poverty line is wider. c. Poverty Severity Index-P 2 describes inequality among the poor. This is simply a weighted sum of poverty gaps (as a proportion of the poverty line), where the weights are the proportionate poverty gaps themselves. Hence, by squaring the poverty gap index, the measure implicitly puts more

98 SOSIAL merumuskan suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan sebagai berikut: weight on observations that fall well below the poverty line. Higher value of the index shows that inequality among the poor is higher. dimana: a=0, 1, 2 z=garis kemiskinan =Rata-rata pengeluaran perkapita sebulan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan (i=1,2,,q), < z q=banyaknya penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan n=jumlah penduduk Jika a=0, diperoleh Head Count Index (P0), jika a=1 diperoleh indeks kedalaman kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) dan jika a=2 disebut indeks keparahan Foster-Greer-Thorbecke (1984) developed poverty measures that may be written as: where: a=0, 1, 2 z=the poverty line y i =Average expenditure per capita per month of the poor (i=1,2,,q), y i < z q=the number of poor n=the total population if a=0 is obtained Head Count Index (P 0 ), if a=1 is obtained kemiskinan (Poverty Severity Poverty Gap Index-P 1, and if a=2 Index-P2). is obtained Poverty Severity Index-P Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, 29. The Human Development Index (HDI) explains how people can access development results in Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

99 SOCIAL kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar: Umur panjang dan hidup sehat; pengetahuan; dan standar hidup layak. obtaining income, health, education and so forth. HDI was introduced by United Nations Development Programme (UNDP) in 1990 and published periodically in the annual report of the Human Development Report. HDI was formed by three basic dimensions: a long and healthy life; knowledge; and a decent standard of living. 68 Jawa Tengah Province in Figures 2016

100 SOSIAL ULASAN Pendidikan Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari penduduk menurut kategori partisipasi sekolah. Berdasarkan partisipasi sekolah, penduduk dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu: tidak/belum pernah sekolah, masih bersekolah, dan tidak bersekolah lagi. Masih sekolah adalah mereka yang terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan baik di suatu jenjang pendidikan formal (pendidikan dasar yaitu SD/MI dan SMP/MTs, pendidikan menengah yaitu SMA/SMK/MA dan pendidikan tinggi yaitu PT) maupun non-formal education (Package A pendidikan non formal (Paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA) pada kelompok umur 7-12 tahun (kelompok usia SD/MI) sebesar 99,56 persen, kelompok umur tahun (kelompok usia SMP/MTs) sebesar 95,30 persen, kelompok umur tahun (kelompok usia SMA/MA) sebesar 67,66 persen, dan kelompok umur tahun (kelompok usia PT) sebesar 20,57 persen. Sehingga secara keseluruhan pada kelompok umur 7-24 tahun persentase penduduk yang masih sekolah sebesar 70,68 persen. Data menunjukkan, bahwa masih terdapat penduduk yang tidak/belum DESCRIPTION EDUCATION To find out how many people who take advantage of educational facilities can be seen from the population school participation. Based on school participation, population grouped in three categories, namely : not/never attending school, attending school, and not attending school anymore. Attending school are those listed and actively participates in education both in a formal education (primary education SD /MI and SMP/MTs, secondary education, namely SMA/SMK/ MA and higher education, University) and equivalent SD, Package B equivalent to junior high and high school equivalent yang berada di bawah pengawasan Package C) which is under the supervision Kemdikbud, Kemenag, Instansi Negeri lain maupun Instansi swasta. Di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, persentase penduduk yang masih sekolah Kemdikbud, Kemenag, Institutions other State and private institutions. In Jawa Tengah province in 2015, the percentage of people who attending school at the age group 7-12 years (the age group of SD/MI) amounted to percent, the age group years old (the age group of SMP/MTs) amounted to percent, the age group years old (the age group of SMA/MA) amounted to percent, and the age group of years (the age group PT) amounted to percent. So overall in the age group 7-24 years the percentage of people who attending school at percent. Data shows that there are still people who do Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

101 SOCIAL pernah bersekolah pada kelompok usia jenjang pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs). Sebanyak 0,35 persen penduduk usia 7-12 tahun yang tidak/belum pernah bersekolah dan 0,48 persen pada kelompok usia tahun yang tidak/belum pernah bersekolah. APM pada jenjang pendidikan SD/MI sebesar 96,57, sementara pada jenjang pendidikan SMP/MTs sebesar 78,66, APM pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA sebesar 58,27. Secara umum, APM akan selalu lebih rendah dari APK karena APK memperhitungkan jumlah penduduk di luar usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Secara umum, APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program sementara pada jenjang pendidikan SMP/MTs sebesar 91,40, APK pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA sebesar 82,15. Jumlah penduduk yang bersekolah (SD-SMA/SMK) pada periode tahun pelajaran 2014/2015 menurut data dari Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5,29 juta orang. Terjadi penurunan jumlah murid pada jenjang pendidikan SD sebesar 4,06 persen, sedangkan SMP mengalami penurunan sebesar 0,69 persen dan tingkat SMA/SMK 70 Jawa Tengah Province in Figures 2016 not/never attending school in the age group of basic education (SD/MI and SMP/MTs ). A total of 0.35 percent of the population aged 7-12 years who did not/never attending school and 0.48 percent in the age group years who did not/never attending school. NER at the primary education level/mi at 96.57, while the education SMP/MTs by 78.66, NER on education SMA/SMK/MA at In general, NER will always be lower than GER because GER considers population outside of school age in education is concerned. In general, GER is used to measure the success of the development program of pembangunan pendidikan yang education held in order to expand diselenggarakan dalam rangka memperluas opportunities for people to get an kesempatan bagi penduduk untuk education. GER in elementary education mengenyam pendidikan. APK pada jenjang SD/MI at , while the education pendidikan SD/MI sebesar 110,36, SMP/MTs by 91.40, GER on education SMA/SMK/MA at The population of the school during the school year 2014/2015 according to data National Education Office of Jawa Tengah Province as much as 5.29 million. Compared to the previous periode the number of pupils at elementary education level decreased by 4.06 percent, Junior high school decreased 0.69 percent and the senior high school increased 3.10 percent.

102 SOSIAL naik sebesar 3,10 persen dibanding tahun pelajaran sebelumnya. Penyediaan sarana fisik dan tenaga guru yang memadai sangat diperlukan dalam menunjang pendidikan. Tahun 2014/2015 jumlah guru SD turun sebesar 9,00 persen, SMP turun sebesar 2,68 persen, dan guru SMA/SMK turun sebesar 4,93 persen. Education needs sufficient facilities and teachers. In 2014/2015, the number of teacher in elementary school decreased 9.00 percent, the junior high school decreased 2.68 percent and the senior high school decreased 4.93 percent. Kesehatan Peningkatan status kesehatan dan gizi dalam suatu masyarakat sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas manusia dalam aspek lainnya, seperti pendidikan dan produktivitas tenaga kerja. Tercapainya productivity. Improvements in health and kualitas kesehatan dan gizi yang baik tidak hanya penting untuk generasi sekarang adanya dukungan pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2015, jumlah rumah sakit di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah sebanyak 276 buah dan rumah sakit bersalin 175 buah. Ditambah pula tersedianya Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terdapat hampir di seluruh kecamatan. Pada tahun 2015 terdapat sebanyak 875 buah Puskesmas di Jawa Tengah. Selain itu tersedia pula fasilitas kesehatan yang lain yaitu Posyandu Health Improvement in health and nutritional status of a society is important for promoting human capabilities in other areas such as education and employment nutritional status are not only important for the current generation but also for the tetapi juga bagi generasi berikutnya. Tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai sangat diperlukan dalam upaya peningkatan status kesehatan dan gizi coming generation. Health facilities are required in improving health and nutritional status. Beside the share of government, privates masyarakat. Hal ini akan terwujud bila subsidies have also supported health facilities. In 2015 the number of hospitals in whole regency/municipality were recorded at 276 units and maternity hospital recorded at 175 units. Public Health Center (PHC) also supported these facilities that are available in kecamatan area level. In 2015 it was amounted around to 875 units PHC in Jawa Tengah. In addition there are also other health care facilities that Maternal and child health center Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

103 SOCIAL buah, klinik/balai kesehatan 973 buah, dan Polindes buah. Jumlah dokter di Jawa Tengah sebanyak dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi. Menurut Dinas Kesehatan, diare merupakan penyakit yang banyak diderita penduduk Jawa Tengah, tahun 2015 yakni sekitar kasus diare, disusul penyakit TB sebanyak kasus, DBD kasus, IMS kasus, HIV/AIDS 1.467/1.296 kasus, dan malaria kasus. Jumlah pasangan usia subur (PUS) di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 sebanyak Dari PUS tersebut yang tercatat the eligible couple, there is sebagai peserta KB aktif sebanyak KB yang paling banyak digunakan sangat didambakan masyarakat. Hal ini terlihat dari tempat-tempat peribadatan yang ada di sekitar warga, seperti masjid, gereja Kristen, dan Gereja Katolik. Banyaknya tempat peribadatan di Jawa Tengah pada tahun 2015, terdiri atas Masjid, Mushola, Gereja Kristen, 728 Katholik, 159 Pura, 468 Vihara dan 45 Klentheng. units, clinic / health center 973 units, and Village Maternity 5,866 units. Number of doctor in Jawa Tengah are 2,728 specialist doctor, 4,257 generalist doctor, and 1,074 dentist. According to the Public Health Service in 2015, diarrhea was disease that had most cases in Jawa Tengah. It was around to 489,124 cases, Tuberculosis 39,638 cases, Dengue Fever 16,179 cases, Sexuality Transmited Infection 14,302 cases, HIV/AIDS 1,467/1,296 cases, and Malaria 2,190 cases. Number of eligible couple in Jawa Tengah Province in 2015 are Of registered as active familly planning participants. The most widely used yaitu suntik ( ) dan yang paling injectable ( 2,964,201 ) and the least was sedikit adalah MOP (47.950). MOP ( ). Agama Religion Kehidupan beragama yang harmonis People crave religious harmonic life. It seems from worship facilities built around people such as mosque, church, and courses. In 2015, it was recorded around to 40,205 mosque, 88,029 mushola, 2,655 christian church, 728 catholic church, 159 temple, 468 vihara, and 45 klenteng. 72 Jawa Tengah Province in Figures 2016

104 SOSIAL Kemiskinan Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Jawa Tengah pada Maret 2016 mencapai 4,507 juta orang (13,27 persen) naik sekitar 1,11 ribu orang jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2015 yang tercatat sebesar 4,506 juta orang (13,32 persen). Meskipun secara absolut meningkat namun secara persentase penduduk miskin turun yaitu sebesar 0,05 persen. Sosial Lainnya Jumlah panti asuhan di Provinsi Jawa Tengah mencapai 766 panti, 93,34 Jawa Tengah province reached 766 homes, persen di antaranya adalah panti asuhan swasta. Total jumlah anak yang diasuh dari hingga tanggal 10 Mei 2016 sebanyak yang terdiri atas peserta penerima bantuan iuran APBN sebanyak , penerima bantuan iuran APBD Sedangkan peserta non bantuan iuran terdiri atas pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, dan bukan pekerja. Poverty The number of poverty (the population under the poverty line) in Jawa Tengah in March 2016 reached million people (13.27 percent), increased of approximately 1.11 thousand people when compared with the poor in September 2015 which amounted to 4,506 million people (13.32 percent). Despite the increase in absolute terms but in percentage of poor people fell in the amount of 0.05 percent. Other Social The number of orphanages in percent of which are private orphanage. The total number of children panti asuhan pemerintah dan swasta taken care of public and private sebanyak anak. orphanages as many as children. Bidang kegiatan sosial lainnya Other fields of social activities is adalah jaminan kesehatan pegawai yang dikelola oleh BPJS. Banyaknya peserta BPJS an employee health insurance managed by BPJS. The number of participants BPJS up to the date of May 10, 2016 as many as 21,948,445 consisting of participant receiving tuition assistance as much as 15,152,727 state budget, the budget contribution 570,409 beneficiaries. While the non participants tuition assistance consists of 4,145,758 wage workers, 1,316,686 workers not wage earners, and 762,865 not workers. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

105 SOCIAL 4.1 PENDIDIKAN/EDUCATION Persentase Penduduk Usia 7 24 Tahun Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur Sekolah, dan Partisipasi Sekolah di Provinsi Jawa Tabel Tengah, 2015 Table Percentage of Population Aged 7-24 Years by Sex, Age Group, and School Participation in Jawa Tengah Province, 2015 Jenis Kelamin dan Kelompok Umur Sekolah Sex and School Age Group (1) Laki-Laki/Male Perempuan/Female Laki-laki+Perempuan/Male+Female Tidak/Belum Pernah Sekolah Not/Never Attending School 74 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Partisipasi Sekolah/School Participation Masih Sekolah Attending School Tidak Sekolah Lagi Not Attending School Anymore (2) (3) (4) 0,43 99,47 0,09 0,61 94,29 5,11 0,25 68,25 31,50 0,80 19,86 79,35 0,54 70,82 28,64 0,27 99,65 0,08 0,34 96,39 3,27 0,33 67,03 32,63 0,24 21,29 78,46 0,29 70,54 29,17 0,35 99,56 0,09 0,48 95,30 4,22 0,29 67,66 32,05 0,52 20,57 78, ,42 70,68 28,90 Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Kor, Maret 2015 Source: National Socio Economic Survey kor, March 2015

106 SOSIAL Tabel Table Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, Net Enrolment Rate and Gross Enrolment Rate by Educational Level in Jawa Tengah Province, 2015 Jenjang Pendidikan Educational Level APM Net Enrollment Rate APK Gross Enrollment Rate (1) SD/MI Elementary School SMP/MTs Junior High School SMA/SMK/MA Senior High School Sumber: Source: Survei Sosial Ekonomi Nasional Kor, Maret 2015 National Socio Economic Survey kor, March 2015 (2) (3) 96,57 110,36 78,66 91,40 58,27 82,15 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

107 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Dasar (SD) Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Sekolah di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Elementary School 2014/2015 and Number of Pupils Graduates in Jawa Tengah 2013/2014 G u r u Kabupaten/Kota Sekolah Murid Teacher Lulusan Regency/Municipality School Pupil Pegawai Bukan Peg. Jumlah Graduates Negeri Negeri Total Government Non Government (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Tengah Source : National Education Service of Jawa Tengah Province Keterangan/Note : 1) Lulusan Tahun 2013/ ) Tidak dijumlah karena tahun pelajaran 2014/2015 belum meluluskan 1) 76 Jawa Tengah Province in Figures 2016

108 SOSIAL Tabel Table Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Number of Schools, Pupils, Teachers, and School-Teacher Ratio of Madrasah Ibtidaiayah (MI) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah Schools Murid Pupils Guru Teachers Rasio Murid- Guru /Pupil- Teacher Ratio (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap ,68 2. Banyumas ,14 3. Purbalingga ,35 4. Banjarnegara ,95 5. Kebumen ,51 6. Purworejo ,59 7. Wonosobo ,05 8. Magelang ,45 9. Boyolali , Klaten , Sukoharjo , Wonogiri , Karanganyar , Sragen , Grobogan , Blora , Rembang , Pati , Kudus , Jepara , Demak , Semarang , Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan , Pemalang , Tegal , Brebes ,13 Kota/Municipality 1. Magelang ,25 2. Surakarta ,15 3. Salatiga ,08 4. Semarang ,09 5. Pekalongan ,40 6. Tegal ,70 Jawa Tengah ,29 Sumber: Source: Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Ministry of Religious Affairs Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

109 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Nasional di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Junior High School 2014/2015 and Number of Graduates in Jawa Tengah 2013/2014 Kabupaten/Kota Sekolah Murid G u r u Lulusan 1) Regency/Municipality School Pupil Teacher Graduates (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Tengah Source : National Education Service of Jawa Tengah Province Keterangan/Note : 1) Lulusan Tahun 2013/ ) Tidak dijumlah karena tahun pelajaran 2014/2015 belum meluluskan 78 Jawa Tengah Province in Figures 2016

110 SOSIAL Tabel Table Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Schools, Pupils, Teachers, and School-Teacher Ratio of Madrasah Tsanawiyah (MTs) by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sekolah Schools Murid Pupils Guru Teachers Rasio Murid- Guru/Pupil- Teacher Ratio (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap ,55 2. Banyumas ,72 3. Purbalingga ,08 4. Banjarnegara ,89 5. Kebumen ,36 6. Purworejo ,67 7. Wonosobo ,88 8. Magelang ,44 9. Boyolali , Klaten , Sukoharjo , Wonogiri , Karanganyar , Sragen , Grobogan , Blora , Rembang , Pati , Kudus , Jepara , Demak , Semarang , Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan , Pemalang , Tegal , Brebes ,14 Kota/Municipality 1. Magelang ,50 2. Surakarta ,68 3. Salatiga ,05 4. Semarang ,81 5. Pekalongan ,95 6. Tegal ,75 Jawa Tengah ,38 Sumber: Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Source: Ministry of Religious Affairs of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

111 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Sekolah, Murid dan Guru SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2014/2015 dan yang Lulus Ujian Nasional di Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 Number of Schools, Pupils and Teachers of Senior High School 2014/2015 and Number of Graduates in Jawa Tengah 2013/2014 Kabupaten/Kota Sekolah Murid G u r u Lulusan 1) Regency/Municipality School Pupil Teacher Graduates (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Tengah Source : National Education Service of Jawa Tengah Province Keterangan/Note : 1) Lulusan Tahun 2013/ ) Tidak dijumlah karena tahun pelajaran 2014/2015 belum meluluskan 80 Jawa Tengah Province in Figures 2016

112 SOSIAL Tabel Table Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Madrasah Aliyah Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Number of Schools, Pupils, Teachers, and School-Teacher Ratio of Senior High Schools by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Sekolah Schools Murid Pupils Guru Teachers Rasio Murid- Guru/Pupil- Teacher Ratio (2) (3) (4) (5) 1. Cilacap ,85 2. Banyumas ,96 3. Purbalingga ,42 4. Banjarnegara ,15 5. Kebumen ,47 6. Purworejo ,85 7. Wonosobo ,32 8. Magelang ,38 9. Boyolali , Klaten , Sukoharjo , Wonogiri , Karanganyar , Sragen , Grobogan , Blora , Rembang , Pati , Kudus , Jepara , Demak , Semarang , Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan , Pemalang , Tegal , Brebes ,15 Kota/Municipality 1. Magelang ,77 2. Surakarta ,13 3. Salatiga ,95 4. Semarang ,98 5. Pekalongan ,39 6. Tegal ,00 Sumber: Source: Jawa Tengah , Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Ministry of Religious Affairs Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

113 SOCIAL 4.2 KESEHATAN/HEALTH Tabel Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Table Number of Health Facilities by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Rumah Sakit Hospital Rumah Bersalin Maternity Hospital Puskesmas Public Health Center Posyandu Maternal & Child Health Center Klinik/Balai Kesehatan Clinic/Health Center Polindes Village Maternity (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Public Health Service of Jawa Tengah Province 82 Jawa Tengah Province in Figures 2016

114 SOSIAL Tabel Table Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Health Personnel by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Tenaga Medis Medical Personnel Tenaga Kesehatan/Health Personnel Tenaga Keperawatan Nursing Personnel Tenaga Kebidanan Midwifery Personnel Tenaga Kefarmasian Pharmacy Personnel Tenaga Kesehatan Lainnya Other Health (2) (3) (4) (5) (6) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: Jawa Tengah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Public Health Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

115 SOCIAL Tabel Table Jumlah Dokter Spesialis, Dokter Umum, dan Dokter Gigi Menurut Sarana Pelayanan Kesehatan di Provinsi Jawa Tengah, Number of Specialist Doctor, Generalist Doctor, and Dentist by Type of Health Facility in Jawa Tengah Province, 2015 Unit Kerja Work Unit Dokter Spesialis Spesialist Doctors Dokter Umum Generalist Doctors Dokter Gigi Dentist Diknakes/Diklat (1) Puskesmas/Public Health Center Rumah Sakit/Hospital DinKes Kabupaten/Kota Sarana Kesehatan Lain Sumber: Source: Jawa Tengah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Public Health Service of Jawa Tengah Province Jawa Tengah Province in Figures 2016

116 SOSIAL Tabel Table Persentase Perempuan Pernah Kawin Berumur Tahun Yang Melahirkan Anak Lahir Hidup (ALH) Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Proses Kelahiran di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Percentage of Ever Married Women Aged Years Who gave birth to Children Ever Born by Regency/Municipality and Birth Attendant in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Tenaga Kesehatan Health Personnel Non Tenaga Kesehatan Non-Health Personnel Jumlah Total Persentase Tenaga Kesehatan Percentage of Health Personnel (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap ,00 2. Banyumas ,30 3. Purbalingga ,34 4. Banjarnegara ,70 5. Kebumen ,68 6. Purworejo ,26 7. Wonosobo ,97 8. Magelang ,44 9. Boyolali , Klaten , Sukoharjo , Wonogiri , Karanganyar , Sragen , Grobogan , Blora , Rembang , Pati , Kudus , Jepara , Demak , Semarang , Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan , Pemalang , Tegal , Brebes ,17 Kota/Municipality 1. Magelang ,00 2. Surakarta ,00 3. Salatiga ,00 4. Semarang ,00 5. Pekalongan ,00 6. Tegal ,02 Jawa Tengah Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Kor, Maret 2015 Source: National Socio Economic Survey kor, March 2015 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

117 SOCIAL Tabel Table Persentase Balita Yang Pernah Mendapat Imunisasi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Imunisasi di Provinsi Jawa Tengah, Percentage of Children Under Five Years Who Had Immunization by Regency/Municipality and Type of Immunization in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency BCG BCG DPT DPT (2) (3) (4) (5) (6) 1. Cilacap 96,94 12,88 6,42 75,58 93,33 2. Banyumas 99,17 7,45 5,10 85,72 96,46 3. Purbalingga 99,26 13,71 5,59 77,72 93,75 4. Banjarnegara 96,36 14,71 2,93 77,68 93,35 5. Kebumen 98,22 7,62 2,30 86,97 96,11 6. Purworejo 97,90 5,96 6,34 81,24 90,81 7. Wonosobo 97,64 10,87 4,85 79,08 92,38 8. Magelang 98,65 7,12 6,76 77,04 85,46 9. Boyolali 96,98 8,67 6,34 78,59 89, Klaten 100,00 5,98 4,62 88,59 96, Sukoharjo 97,10 10,45 5,34 79,86 90, Wonogiri 98,73 8,89 4,51 82,14 97, Karanganyar 99,17 6,81 7,11 83,17 95, Sragen 98,22 7,61 6,02 82,63 95, Grobogan 98,92 7,39 2,93 88,60 96, Blora 96,51 14,85 4,91 71,42 89, Rembang 100,00 8,15 4,91 84,90 99, Pati 98,79 7,04 5,21 85,41 93, Kudus 96,90 7,16 9,15 77,24 83, Jepara 97,33 17,92 3,50 69,47 86, Demak 99,67 11,67 6,29 80,25 93, Semarang 98,75 11,48 7,52 77,74 94, Temanggung 100,00 10,04 3,88 83,80 94, Kendal 99,00 9,21 3,16 85,05 92, Batang 99,15 15,25 5,88 77,30 96, Pekalongan 98,61 9,24 9,70 77,33 91, Pemalang 97,22 15,72 8,26 68,53 86, Tegal 96,88 7,10 10,23 77,71 94, Brebes 98,43 13,64 13,40 69,08 90,36 Kota/Municipality Campak Measles 1. Magelang 99,19 16,10 5,36 77,77 97,36 2. Surakarta 97,90 5,66 6,19 85,43 91,31 3. Salatiga 96,67 4,77 1,38 92,17 95,38 4. Semarang 99,91 8,04 5,74 86,22 95,52 5. Pekalongan 96,91 11,48 7,48 69,11 82,00 6. Tegal 99,30 7,34 4,48 87,21 88,34 Jawa Tengah 98,31 10,17 6,19 79,60 92,70 86 Jawa Tengah Province in Figures 2016

118 SOSIAL Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1. Cilacap 4,89 6,81 12,43 72,81 14,65 10,54 69,86 2. Banyumas 3,30 4,72 10,91 80,13 12,81 5,31 77,83 3. Purbalingga 4,15 5,53 13,54 74,43 10,49 11,29 73,33 4. Banjarnegara 13,40 4,06 6,77 72,11 23,48 4,95 68,64 5. Kebumen 4,83 3,14 8,08 82,84 12,01 6,70 76,39 6. Purworejo 2,90 8,05 4,86 81,38 9,61 6,72 75,24 7. Wonosobo 4,50 3,12 5,47 82,90 9,20 3,91 80,38 8. Magelang 5,61 5,41 10,21 75,63 3,77 11,92 75,16 9. Boyolali 4,73 7,57 13,12 73,41 12,86 3,11 77, Klaten 2,33 2,40 16,29 78,62 8,47 14,79 76, Sukoharjo 6,16 3,61 13,28 74,07 13,43 6,35 74, Wonogiri 1,46 6,84 7,27 82,61 8,76 4,54 82, Karanganyar 6,29 1,44 8,74 82,70 11,22 8,10 76, Sragen 3,83 6,16 11,70 76,88 8,68 6,59 80, Grobogan 2,49 1,93 9,55 84,27 18,21 6,72 73, Blora 13,07 3,94 15,49 64,33 17,13 7,49 65, Rembang 7,06 3,18 8,53 81,23 19,31 5,49 73, Pati 5,26 3,13 10,68 80,29 7,76 2,61 83, Kudus 4,93 10,15 9,19 70,67 9,23 13,24 72, Jepara 10,24 7,89 13,06 66,04 12,84 7,24 71, Demak 4,69 5,64 13,94 73,78 13,53 11,02 72, Semarang 7,43 8,48 12,96 70,89 14,79 11,20 71, Temanggung 4,19 5,06 7,15 82,25 10,20 6,83 80, Kendal 5,86 3,30 6,59 82,48 12,00 8,31 76, Batang 8,58 2,95 14,83 73,45 12,87 9,12 76, Pekalongan 5,15 5,01 21,18 65,30 18,39 8,03 69, Pemalang 7,60 8,11 15,36 65,04 13,24 9,80 68, Tegal 3,03 10,84 15,36 68,55 12,85 12,05 69, Brebes 9,23 9,67 19,04 59,68 14,49 14,36 63,61 Kota/Municipality 1. Magelang 6,13 7,28 12,62 73,17 12,78 6,45 77,76 2. Surakarta 3,85 2,29 9,21 83,58 6,29 4,15 82,96 3. Salatiga 3,37 2,01 3,67 89,24 2,48 2,97 92,87 4. Semarang 2,41 2,95 9,17 84,34 7,32 6,08 84,14 5. Pekalongan 9,97 8,95 16,50 60,44 11,38 12,23 61,52 6. Tegal 6,53 2,46 11,88 77,84 9,50 3,22 85,88 Jawa Tengah Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional Kor, Maret 2015 Source: National Socio Economic Survey kor, March 2015 Polio Polio Hepatitis B Hepatitis B 5,63 5,53 11,89 74,89 12,32 8,36 74,31 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

119 SOCIAL Tabel Table Jumlah Bayi Lahir, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), BBLR Dirujuk, dan Bergizi Buruk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Births, Babies with Low Birth Weights (LBW), Treated LBW, and Malnutrion Cases by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Bayi Lahir Births BBLR/LBW Gizi Buruk Malnutrition (1) (2) (3) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Public Health Service of Jawa Tengah Province 88 Jawa Tengah Province in Figures 2016

120 SOSIAL Tabel Table Jumlah Ibu Hamil, Melakukan Kunjungan K1, Melakukan Kunjungan K4, Kurang Energi Kronis (KEK), dan Mendapat Tablet Zat Besi (Fe) di Provinsi Jawa Tengah, Number of Pregnant Women, Those with One Visit and four Visits of Antenatal Care, Chronic Energy Deficiency (CED), and Receiving Iron Supplement in Jawa Tengah Province, Tahun Years Jumlah Ibu Hamil Pregnant Women Melakukan Kunjungan K1 One Visit Melakukan Kunjungan K4 Four Visits Kurang Energi Kronis (KEK) Chronic Energy Deficiency (CED) Mendapat Zat Besi (Fe) Receiving Iron Supplement Sumber: Source: (1) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Public Health Service of Jawa Tengah Province (2) (3) (4) (5) (6) TAD Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

121 SOCIAL Tabel Table Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD, Diare, TB, dan Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Cases of HIV/AIDS, Sexually Transmited Infection, Dengue Fever, Diarhea, Tuberculosis (TB) and Malaria by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality HIV/AIDS HIV/AIDS IMS Sexually Transmit-ed Infection DBD Dengue Fever Diare Diarhea TB Tubercu-losis Malaria Malaria (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap 60/ Banyumas 61/ Purbalingga 9/ Banjarnegara 41/ Kebumen 61/ Purworejo 16/ Wonosobo 45/ Magelang 14/ Boyolali 59/ Klaten 44/ Sukoharjo 40/ Wonogiri 7/ Karanganyar 20/ Sragen 62/ Grobogan 65/ Blora 29/ Rembang 28/ Pati 47/ Kudus 31/ Jepara 82/ Demak 61/ Semarang 45/ Temanggung 32/ Kendal 38/ Batang 99/ Pekalongan 31/ Pemalang 72/ Tegal 52/ Brebes 37/ Kota/Municipality 1. Magelang 7/ Surakarta 29/ Salatiga 18/ Semarang 116/ Pekalongan 6/ Tegal 3/ Jawa Tengah 1467/ Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Source: Public Health Service of Jawa Tengah Province 90 Jawa Tengah Province in Figures 2016

122 SOSIAL Tabel Table Jumlah Klinik Keluarga Berencana (KKB) dan Pos Pelayanan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Family Planning Clinics and Village Family Planning Service Units By Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality KKB Family Planning Clinics PPKBD Village Family Palnning Service Units (1) (2) (3) Kabupaten/ Regency 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/ Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

123 SOCIAL Tabel Table Klinik Keluarga Berencana (KKB) Menurut Kabupaten/Kota dan Pengelola di Jawa Tengah, 2015 Family Planning Clinic by Regency/Municipality and Management in Jawa Tengah, 2015 Pemerintah Government Kabupaten/Kota Regency/Municipality Departemen Kesehatan Department of Health TNI Polri Army Forces Instansi Pemerintah Lainnya Other Goverments Swasta Private Jumlah Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/ Regency 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/ Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province 92 Jawa Tengah Province in Figures 2016

124 SOSIAL Tabel Table Jumlah Pasangan Usia Subur dan Peserta KB Aktif Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Number of Eligible Couples and Family Planning Participants by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Peserta KB Aktif IUD MOW MOP Kondom Condom Implan Implants Suntikan Injection Pil Pill Jumlah Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jumlah PUS Eligible Couples Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province Planning Participants Family Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

125 SOCIAL Tabel Table Peserta KB Baru Menurut Kabupaten/Kota dan Metode Kontrasepsi di Jawa Tengah, New Family Planning Acceptors by Regency/Municipality and Contraception Method in Jawa Tengah, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/ Regency Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Medis Operasi Pria (MOP) Medis Operasi Wanita (MOW) Susuk IUD Male Operation Female Operation Implant (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/ Municipality Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Long Time Contraception Method (LTCM) 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province 94 Jawa Tengah Province in Figures 2016

126 SOSIAL Tabel Table Lanjutan/ Continued Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Kabupaten/Kota Regency/Municipality Short Time Contraception Method (STCM) Suntik Pil Kondom Obat Vaginal Jumlah Injection Pil Condom Vaginal Tablet Total (1) (6) (7) (8) (9) (10) Kabupaten/ Regency 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/ Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

127 SOCIAL 4.3 AGAMA/RELIGION Tabel Table Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Population by Regency/Municipality and Religion in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Islam Islam Protestan Christian Katolik Catholic Hindu Hindu Budha Buddha Lainnya Other (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Ministry of Religious Affairs of Jawa Tengah Province 96 Jawa Tengah Province in Figures 2016

128 SOSIAL Tabel Table Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Worship Facilities by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Masjid Mosque Mushola Mushola Gereja Protestan Christian Church Gereja Katholik Catholic Church Pura Temple Vihara Vihara Klenteng Klenteng (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah Ministry of Religious Affairs of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

129 SOCIAL 4.4 KRIMINALITAS/CRIME Tabel Table Jumlah Tindak Pidana Yang Dilaporkan Menurut Kepolisian Resort di Provinsi Jawa Tengah, Number of Reported Criminal Cases by District Police Office in Jawa Tengah Province, Kepolisian Resort District Police Office (1) Kabupaten/Regency (2) (3) (4) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal JAWA TENGAH Sumber/Source : POLDA JAWA TENGAH Jawa Tengah Province in Figures 2016

130 SOSIAL Tabel Table Persentase Penyelesaian Tindak Pidana Menurut Kepolisian Resort di Provinsi Jawa Tengah, Percentage of Crime Clearance Rate by District Pollice Office in Jawa Tengah Province, Kepolisian Resort District Police Office (2) (3) (4) 1. Cilacap 78% 102% 107% 2. Banyumas 85% 82% 68% 3. Purbalingga 80% 72% 70% 4. Banjarnegara 69% 80% 61% 5. Kebumen 81% 94% 89% 6. Purworejo 70% 79% 77% 7. Wonosobo 73% 85% 81% 8. Magelang 60% 63% 83% 9. Boyolali 62% 59% 60% 10. Klaten 87% 91% 81% 11. Sukoharjo 79% 81% 75% 12. Wonogiri 73% 74% 80% 13. Karanganyar 74% 74% 56% 14. Sragen 77% 69% 58% 15. Grobogan 75% 73% 71% 16. Blora 86% 88% 90% 17. Rembang 73% 69% 72% 18. Pati 65% 68% 71% 19. Kudus 57% 64% 53% 20. Jepara 74% 60% 61% 21. Demak 66% 63% 61% 22. Semarang 56% 46% 39% 23. Temanggung 71% 70% 72% 24. Kendal 72% 60% 68% 25. Batang 94% 104% 98% 26. Pekalongan 65% 83% 61% 27. Pemalang 86% 92% 87% 28. Tegal 74% 77% 76% 29. Brebes 80% 65% 72% Kota/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1. Magelang 72% 71% 78% 2. Surakarta 63% 64% 59% 3. Salatiga 61% 50% 61% 4. Semarang 36% 37% 43% 5. Pekalongan 69% 58% 63% 6. Tegal 36% 59% 63% JAWA TENGAH Sumber/Source :POLDA JAWA TENGAH 63% 64% 64% Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

131 SOCIAL 4.5 KEMISKINAN/POVERTY Tabel Table Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pra Sejahtera Pre-prosperous Family (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/ Municipality (1) Kabupaten/ Regency Jumlah Keluarga Menurut Kabupaten/Kota dan Klasifikasi di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Households by Regency/Municipality and Household Clasification in Jawa Tengah Province, 201 I Keluarga Sejahtera Prosperous Family 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal II III III+ Jumlah Total Jawa Tengah Sumber : BKKBN Provinsi Jawa Tengah Source : National Family Planning Population Board of Jawa Tengah Province 100 Jawa Tengah Province in Figures 2016

132 SOSIAL Tabel Table Garis Kemiskinan dan Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah, Poverty Line and Number of Poor People in Jawa Tengah Province, Tahun Year (1) Maret 2010 Maret 2011 *) September 2011 *) Maret 2012 *) September 2012 *) Maret 2013 *) September 2013 *) Maret 2014 September 2014 Maret 2015 September 2015 Maret 2016 Garis Kemiskinan Poverty Line ( rupiah) Penduduk Miskin Number of Poor People Jumlah Total (ribu jiwa) Persentase Percentage (2) (3) (4) ,16 16, ,68 15, ,39 16, ,37 15, ,06 14, ,95 14, ,34 14, ,45 14, ,83 13, ,04 13, ,78 13, ,89 13,27 Sumber/Source: Survei Sosial Ekonomi Nasional/National Socio Economic Survey Keterangan: 1) Backcasting dengan penimbang hasil proyeksi SP2010 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

133 SOCIAL Tabel Table Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota 'di Jawa Tengah Tahun 2012, 2013 dan 2014 Population Below The Poverty Line by Regency/Municipality 'in Jawa Tengah 2012, 2013, and 2014 Garis Kemiskinan (Rp/Kap/bl) Jumlah Pddk Miskin (000 org) Persentase Pddk Miskin Kabupaten/Kota Regency/Municipality Poverty Line (Rp/Cap/Month) Number of Population Below of Poverty Line (Thousand) Percentage of Population Below of Poverty Line (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Kabupaten/Regency 1. Cilacap ,7 255,7 239,8 15,92 15,24 14,21 2. Banyumas ,8 296,8 283,5 19,44 18,44 17,45 3. Purbalingga ,9 181,1 176,0 21,19 20,53 19,75 4. Banjarnegara ,0 166,8 159,5 18,87 18,71 17,77 5. Kebumen ,8 251,1 242,3 22,40 21,32 20,50 6. Purworejo , ,1 16,32 15,44 14,41 7. Wonosobo ,4 170,1 165,8 22,50 22,08 21,42 8. Magelang , ,5 13,97 13,96 12,98 9. Boyolali ,5 126,5 118,6 13,88 13,27 12, Klaten ,3 179,5 168,2 16,71 15,6 14, Sukoharjo ,7 84,1 78,9 10,16 9,87 9, Wonogiri ,9 132,2 123,8 14,67 14,02 13, Karanganyar ,4 114,4 107,3 14,07 13,58 12, Sragen , ,3 16,72 15,93 14, Grobogan , ,5 16,14 14,87 13, Blora ,1 123,8 116,0 15,11 14,64 13, Rembang , ,0 21,88 20,97 19, Pati ,0 157,9 148,1 13,61 12,94 12, Kudus ,3 70,1 65,8 8,63 8,62 7, Jepara ,0 106,9 100,5 9,38 9,23 8, Demak ,6 172,5 162,0 16,73 15,72 14, Semarang ,6 83,2 79,8 9,40 8,51 8, Temanggung ,5 91,1 85,5 12,32 12,42 11, Kendal ,2 117,7 110,5 13,17 12,68 11, Batang ,8 87,5 82,1 12,40 11,96 11, Pekalongan ,6 116,5 109,3 13,86 13,51 12, Pemalang ,9 246,8 237,0 19,28 19,27 18, Tegal ,7 149,8 140,3 10,75 10,58 9, Brebes ,4 367,9 355,1 21,12 20,82 20,00 Kota/Municipality 1. Magelang ,3 11,8 11,0 10,31 9,8 9,14 2. Surakarta ,7 59,7 55,9 12,01 11,74 10,95 3. Salatiga ,6 11,5 10,8 7,11 6,4 5,93 4. Semarang ,3 86,7 84,7 5,13 5,25 5,04 5. Pekalongan ,3 24,1 23,6 9,47 8,26 8,02 6 Tegal ,4 21,6 20,9 10,04 8,84 8,54 Jawa Tengah , ,8 14,98 14,44 13,58 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS-Statistics Indonesia of Jawa Tengah Province 102 Jawa Tengah Province in Figures 2016

134 SOSIAL Tabel Table Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Human Development Index by Regency/Municipality in Jawa Tengah, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Angka Harapan Hidup (tahun) Rata-rata Lama Sekolah (tahun) Harapan Lama Sekolah (tahun) Pengeluaran ( 000 Rupiah ) IPM (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaetn/ Regency 01. Cilacap 73,00 6,58 12, ,00 67, Banyumas 73,12 7,31 12, ,00 69, Purbalingga 72,81 6,85 11, ,00 67, Banjarnegara 73,59 6,17 11, ,00 64, Kebumen 72,77 7,04 12, ,00 66, Purworejo 74,03 7,65 13, ,00 70, Wonosobo 71,02 6,11 11, ,00 65, Magelang 73,27 7,19 12, ,00 67, Boyolali 75,63 7,10 12, ,00 71, Klaten 76,55 8,16 12, ,00 73, Sukoharjo 77,46 8,50 13, ,00 74, Wonogiri 75,86 6,39 12, ,00 67, Karanganyar 77,11 8,48 13, ,00 74, Sragen 75,41 6,86 12, ,00 71, Grobogan 74,27 6,33 12, ,00 68, Blora 73,85 6,04 11, ,00 66, Rembang 74,22 6,92 12, ,00 68, Pati 75,63 6,71 11, ,00 68, Kudus 76,41 7,84 13, ,00 72, Jepara 75,65 7,31 12, ,00 70, Demak 75,21 7,45 12, ,00 69, Semarang 75,52 7,33 12, ,00 71, Temanggung 75,35 6,52 11, ,00 67, Kendal 74,15 6,64 12, ,00 69, Batang 74,42 6,41 11, ,00 65, Pekalongan 73,35 6,55 12, ,00 67, Pemalang 72,77 6,04 11, ,00 63, Tegal 70,90 6,30 12, ,00 65, Brebes 68,20 5,88 11, ,00 63,18 Kota/Municipality 1. Magelang 76,58 10,28 13, ,00 76,39 2. Surakarta 77,00 10,36 14, ,00 80,14 3. Salatiga 76,83 9,81 14, ,00 80,96 4. Semarang 77,20 10,20 14, ,00 80,23 5. Pekalongan 74,11 8,28 12, ,00 72,69 6. Tegal 74,12 8,27 12, ,00 72,96 Jawa Tengah 73,96 7,03 12, ,00 69,49 Sumber : BPS Source : BPS-Statistics Indonesia Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

135 SOCIAL 4.6 SOSIAL LAINNYA/ OTHERS SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Panti Asuhan dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Number of Orphanages and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jumlah Panti Asuhan Number of Orphanages/Fostor Homes Pemerintah Swasta Jumlah Government Private Total Jumlah Anak yang Diasuh Number of Children in Care Pemerintah Swasta Jumlah Government Private Total Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota /Municipality (1) (2) (3) 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province (4) (5) (6) (7) 104 Jawa Tengah Province in Figures 2016

136 SOSIAL Tabel : Table Banyaknya Panti Wreda dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Number of Eldery Nursing Home and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Jumlah Panti Wreda Jumlah Penghuni Number of Asylum Number of Inhabitants Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pemerintah Swasta Private Jumlah Total Pemerintah Swasta Private Jumlah Total Govern- Government ment (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa tengah Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

137 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Panti Karya dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Work Asylum and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Jumlah Panti Karya Jumlah Penghuni Number of Work Asylum Number of Inhabitants Kabupaten/Kota Peme- Swasta Jumlah Peme- Swasta Jumlah Regency/Municipality rintah Private Total rintah Private Total Govern- Government ment (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province 106 Jawa Tengah Province in Figures

138 SOSIAL Tabel : Table Banyaknya Panti Khusus dan Pengelola Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Number of Special Asylum and Manager by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Jumlah Panti Khusus Number of Special Asylum Jumlah Penghuni Number of Inhabitants Kabupaten/Kota Peme- Swasta Jumlah Peme- Swasta Jumlah Regency/Municipality rintah Private Total rintah Private Total Govern- Government ment (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

139 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Karang Taruna Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Number of "Karang Taruna" by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Tumbuh/ Berkem- Maju/Aktif Percontohan/ Jumlah Regency/Municipality Pasif bang/aktif Rekreatif Aktif Total Rekreatif Mandiri (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province Jawa Tengah Province in Figures 2016

140 SOSIAL Tabel : Table Banyaknya Organisasi Sosial/Lembaga Swadaya Sosial Masyarakat Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Number of Social Organization by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Tipe A Type A Sumber : Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Source : Social Welfare Service of Jawa Tengah Province Tipe B Type B (1) (2) (3) Kabupaten/Regency Tipe C Type C Tipe D Type D (4) (5) Tipe Embrio Embrio Type (6) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

141 SOCIAL Tabel : Table Banyaknya Peserta BPJS Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 10 Mei 2016 Number of Health Insurance Participant by Regency/Municipality in Jawa Tengah May 10th 2016 ` Peserta Penerima Bantuan Iuran Peserta Non Penerima Bantuan Iuran Kabupaten/Kota APBN APBD Pekerja Penerima Pekerja Bukan Bukan Jumlah Regency/Municipality coverage JKN Upah Penerima Upah Pekerja (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BPJS Kesehatan Divisi Regional VI, Jawa Tengah Source : BPJS Kesehatan Divisi Regional VI, Jawa Tengah 110 Jawa Tengah Province in Figures 2016

142

143

144 PERTANIAN PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Lahan sawah adalah lahan pertanian yang berpetak-petak dan dibatasi oleh pematang (galengan), saluran untuk menahan/ menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperoleh atau status lahan tersebut. Lahan yang dimaksud termasuk lahan yang terdaftar di Pajak Bumi Bangunan, Iuran Pembangunan Daerah, lahan bengkok, lahan serobotan, lahan rawa yang kering) yang ditanami tanaman semusim atau tahunan dan terpisah dengan halaman sekitar rumah serta penggunaannya tidak shifting berpindah pindah. 1. Wetland is agricultural land that separated by small dykes to resist water,where the main crop is usually wetland paddy without considering where it is got from or the status of the land. It includes the land that is registered at land income tax office, regional development contribution, 'bengkok' land, illegal ownership, swamps for rice cultivation, and annual crop land mark that has been used ditanami padi dan lahan bekas as rice field, which are both tanaman tahunan yang telah planted with paddy, secondary dijadikan sawah, baik yang crops or the other seasonal ditanami padi, palawija atau crops. tanaman semusim lainnya. 2. Tegal/Kebun adalah lahan 2. Dry field/garden is an dryland pertanian bukan sawah (lahan (unirrigated land) which is planted with seasonal or annual crops and separately from the yard around the house without 3. Ladang/Huma adalah lahan pertanian bukan sawah (lahan kering) yang biasanya ditanami tanaman semusim dan penggunaannya hanya semusim atau dua musim, kemudian akan 3. Unirrigated agricultural field /Shifting cultivation land is dryland (unirrigated land) that usually is cultivated for seasonal crops and utilized only for one or two seasons, then it will be Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

145 AGRICULTURE ditinggalkan bila sudah tidak subur lagi (berpindah-pindah). Kemungkinan lahan ini beberapa tahun kemudian akan dikerjakan kembali jika sudah subur. left when it is not fertile (shifting). Maybe, this land will be used again in a few years if it has been fertile. 4. Lahan yang sementara tidak diusahakan adalah lahan yang biasanya diusahakan tetapi untuk sementara (lebih dari 1 (satu) tahun tetapi kurang dari atau sama dengan 2 (dua) tahun) tidak diusahakan, termasuk lahan sawah yang tidak diusahakan selama lebih 4. Temporarily unused land is land that is regularly used but temporarily (more than a year but less or equal than twoyears) is unused, it includes wetland that is not cultivated more than two years. dari 2 (dua) tahun. 5. Data pokok tanaman pangan yang dikumpulkan adalah luas panen 5. The main food crops data collected consists of harvested dan produktivitas (hasil per area and productivity (yield per hektar). Produksi tanaman pangan merupakan hasil perkalian antara luas panen dengan produktivitas. hectare). Food crops production is generated by harvested area multiplied by productivity. The Pengumpulan data luas panen harvested area data is collected dilakukan setiap bulan dengan every month using sub district pendekatan area kecamatan di area approach in all sub district seluruh wilayah Indonesia. in Indonesia. The productivity Pengumpulan data produktivitas data collection is conducted by dilakukan melalui pengukuran a direct measurement in 2½m x langsung pada plot ubinan 2½m crop cutting plot. The berukuran 2½ m x 2½ m. productivity measurement is Pengumpulan data produktivitas conducted in every subround dilakukan setiap subround (empat (four monthly) at the time when bulanan) pada waktu panen petani. farmers are harvesting their crops. 114 Jawa Tengah Province in Figures 2016

146 PERTANIAN 6. Data produksi padi dan palawija yang disajikan adalah dalam kualitas: gabah kering giling (padi), pipilan kering (jagung), biji kering (kedelai dan kacang tanah), dan umbi basah (ubi kayu dan ubi jalar). 6. Production of paddy and secondary crops data are presented in the form of: dry unhusked rice (paddy), dry loose maize (maize), dry shells crops (soybeans and peanuts), and fresh roots (cassava and sweet potatoes). 7. Tanaman sayuran dan buahbuahan semusim Tanaman sayuran semusim adalah tanaman sumber vitamin, garam yang berupa buah, berumur kurang dari satu tahun, tidak berbentuk pohon/rumpun tetapi menjalar dan berbatang lunak. 7. Seasonal vegetable and fruit plants Seasonal vegetable plants are plants which are the sources of mineral dan lain-lain yang vitamin, mineral salt, etc, dikonsumsi dari bagian tanaman consumed from the part of the yang berupa daun, bunga, buah, plant in the form of leaf, dan umbinya, yang berumur flower, fruit, and root with the kurang dari satu tahun. Tanaman buah-buahan semusim age of less than one year. Seasonal fruit plants are plants adalah tanaman sumber vitamin, which are the sources of garam mineral, dan lain-lain yang vitamin, mineral salt, etc, dikonsumsi dari bagian tanaman consumed from the part of the plant in the form of fruits. These plants are creeps with the age of less than one year. 8. Tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan Tanaman buah-buahan tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral, dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa buah dan merupakan 8. Annual fruit and vegetable plants Annual fruit plants are plants which are the sources of vitamin, contained mineral salt, etc, consumed from the part of plant in the form of fruit and Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

147 AGRICULTURE tanaman tahunan. Tanaman sayuran tahunan adalah tanaman sumber vitamin, garam mineral, dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun dan atau buah yang berumur lebih dari satu tahun. more than one year of age. Annual vegetable plants are plants which are the sources of vitamin, contained mineral salt, etc, consumed from the part of the plant in the form of vegetable and more than one year of age. 9. Tanaman biofarmaka adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik, dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian 9. Medicinal plants are plants which are useful for medicine. It is consumed from part of the plant such as leaf, flower, fruit, tubber, and root. tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) ataupun akar. 10. Tanaman hias adalah tanaman yang mempunyai nilai keindahan baik bentuk, warna daun, tajuk 10. Ornamental plants are plants which have a beauty value, either in shape, colour of leaf or maupun bunganya, sering crown of flower, and they are digunakan untuk penghias often used as a yard decorator. pekarangan dan lain sebagainya. 11. Luas panen tanaman hortikultura 11. Harvested area of horticulture adalah luas tanaman sayuran, is area which vegetable, fruit, buah-buahan, biofarmaka, dan medicinal and ornamental tanaman hias yang diambil plant of crop harvested during hasilnya/dipanen pada periode the period of report. pelaporan. 12. Luas panen untuk tanaman sayuran adalah luas tanaman yang dipanen sekaligus/habis/dibongkar 12. Harvested area of vegetables is area of entirely plant harvested/demolished and 116 Jawa Tengah Province in Figures 2016

148 PERTANIAN dan luas tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/belum habis. Tanaman yang dipanen sekaligus/ habis/dibongkar adalah tanaman yang sehabis panen langsung dibongkar/dicabut, terdiri dari bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang, kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel, lobak, dan kacang merah. Tanaman yang dipanen berkalikali (lebih dari satu kali)/belum blewah. plant harvested several times/undemolished. Entirely plants harvested/ demolished are plants usually harvested once and demolished to be substituted by other plants, consisting of: shallots, garlic, leeks, potato, cabbage, cauli flower, mustard green, carrots, chinese radish, and red kidney beans. Plants harvested several times/ undemolished are plants habis adalah tanaman yang usually harvested more than pemanenannya lebih dari satu kali dan biasanya dibongkar apabila once and demolished in the case that the last harvest was panenan terakhir sudah tidak economically not profitable. memadai lagi, terdiri dari: kacang They consist of : yard long panjang, cabe besar, cabe rawit, beans, chili, small chili, jamur, tomat, terung, buncis, mushroom, tomatoes, egg ketimun, labu siam, kangkung, plant, frech beans, cucumber, bayam, melon, semangka, dan pumpkin/chajota, swamp cabbage, spinach, melon, watermelon, and blewah. 13. Produksi hortikultura adalah hasil menurut bentuk produk dari setiap tanaman sayuran, buah-buahan, biofarmaka dan tanaman hias yang diambil berdasarkan luas yang dipanen/tanaman yang menghasilkan pada bulan/triwulan laporan. 13. Horticulture production is the standard production quantity form of vegetable, fruit, medicinal and ornamental plant based on harvested area/the number of production plants reported monthly/quarterly. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

149 AGRICULTURE 14. Data perkebunan besar dikumpulkan oleh BPS setiap bulan secara lengkap (sensus bulanan) dengan sistem surat pos. Khusus untuk tanaman kelapa, cengkeh, dan kapok, datanya diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Data perkebunan rakyat juga diperoleh dari Direktorat Jenderal Perkebunan. 15. Penghitungan luas tanaman perkebunan besar adalah pada keadaan akhir tahun dan tidak (cengkeh), refined sugar (tebu dari perkebunan besar), gula mangkok (tebu dari perkebunan rakyat), ekivalen kopra (kopra), biji dan bunga (pala) serta minyak daun (sereh). 14. Data on estates are collected by the BPS every month on complete basis through a mailing system. Data on coconut, clove, and kapok, as well as on smallholder plantation, are acquired from the Directorate General of Estates. 15. Planted areas of estates refer to condition at the end of the year, and exclude areas less than 5 termasuk yang luasnya kurang dari hectares. 5 hektar. 16. Bentuk produksi perkebunan 16. Production of estates crops are adalah; karet kering (karet), daun kering (teh dan tembakau), biji kering (kopi dan coklat), kulit kering (kayu manis dan kina), serat follows: dry rubber (rubber); dry leaves (tea and tobacco); dry beans (cofee and cocoa); dry bark (cassiavera and cinchona); kering (rami), bunga kering dry fibre (rosella); dry flowers/buds (cloves); refined sugar (sugar cane from estate); cup sugar (sugar cane from smallholders); copra (copra); seeds and buds (nutmeg); and leaf oil (citronella). 17. Persediaan akhir tahun produksi perkebunan besar bukan merupakan cadangan penyangga (buffer stock). 17. The production availability of estates at the end of year is not the buffer stock. 118 Jawa Tengah Province in Figures 2016

150 PERTANIAN 18. Data Statistik Kehutanan sebagian besar merupakan data sekunder yang bersumber dari Kementerian Kehutanan. 18. Most of forestry statistics are secondary data obtained from the Ministry of Forestry. 19. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang berupa hutan, yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum mengenai status kawasan hutan, letak batas dan luas suatu wilayah tertentu yang Penunjukan Kawasan Hutan ini disusun berdasarkan hasil pemaduserasian antara Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dengan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK). 19. Forest Area is a specific territory of forest ecosystem determined and or decided by the government as a permanent forest. Such decision is important to maintain the size of forest area and to ensure its legitimation and boundary demarcation of permanent sudah ditunjuk menjadi kawasan forest. hutan tetap. 20. Kawasan hutan Indonesia 20. Indonesian forest area is ditetapkan oleh Menteri determined by the Minister of Kehutanan dalam bentuk Surat Forestry in the format of Keputusan Menteri Kehutanan Ministerial Decree on the tentang Penunjukan Kawasan Designation of Provincial Forest Hutan dan Perairan Provinsi. Area and Inland Water, Coastal and Marine Ecosystem. The designation of Forest Area is formulated based on integrated and harmonized of Provincial Spatial Planning (RTRWP) and Forest Land Use by Concensus (TGHK). 21. Penunjukan kawasan hutan mencakup pula kawasan perairan yang menjadi bagian dari Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan 21. The designation of forest area in some cases also cover inland water, coastal and marine ecosystem that may become Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

151 AGRICULTURE Pelestarian Alam (KPA). part of Sanctuary Reserve Area (KSA) and Nature Conservation Area (KPA). 22. Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. daya alam hayati dan ekosistemnya. 22. A Sanctuary Reserve Area is a specific terrestrial or aquatic area having specific criteria for preserving biodiversity plant and animal as well as ecosystem, which also serve as life support system. 23. Kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi 23. A Nature Conservation area is a specific terrestrial or aquatic area whose main function is to serve life support system and pokok perlindungan sistem preserve diversity of plant and penyangga kehidupan, animal species, as well as to pengawetan keanekaragaman jenis provide a sustainable utilization tumbuhan dan satwa, serta of living resources and their pemanfaatan secara lestari sumber ecosystems. 24. Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan dibagi ke dalam kelompok Hutan Konservasi, Hutan Lindung, dan Hutan Produksi. 24. In accordance to the Act on Forestry No. 41/1999, forest area is categorized as Conservation Forest, Protection Forest and Production Forest. 25. Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok 25. Conservation Forest is a forest area having specific characteristic established for 120 Jawa Tengah Province in Figures 2016

152 PERTANIAN pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. the purposes of conservation of animal and plant species as well as their ecosystem. 26. Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. 27. Hutan Produksi adalah kawasan Kawasan suaka alam berupa Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM); kawasan pelestarian alam berupa Taman Nasional (TN), Taman Hutan Raya (THR), dan Taman Wisata Alam (TWA); Taman Buru (TB). Taman Buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat 26. Protection Forest is a forest area designated to serve life support system, maintain hydrological system, prevent of flood, erotion control, seawater intrusion, and maintain soil fertility. 27. Production Forest is a forest hutan yang mempunyai fungsi area designated mainly to pokok memproduksi hasil hutan. promote sustainable forest Hutan produksi terdiri dari Hutan production. Production forest is Produksi Tetap (HP), Hutan classified as permanent Produksi Terbatas (HPT), dan production forest, limited Hutan Produksi yang dapat production forest, and dikonversi. 28. Hutan Konservasi terdiri dari: convertible production forest. 28. Conservation Forest is divided into: Sanctuary Reserve area consists of Strict Nature Reserve and Wildlife Sanctuary. Nature conservation area consists of National Park (TN), Grand Forest Park (THR), and Nature Recreation Park (TWA); Game Hunting Park (TB) Game Hunting Park is forest wisata berburu. area devoted for game hunting recreation. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

153 AGRICULTURE 29. Penetapan lahan kritis mengacu pada lahan yang telah sangat rusak karena kehilangan penutupan vegetasinya, sehingga kehilangan atau berkurang fungsinya sebagai penahan air, pengendali erosi, siklus hara, pengatur iklim mikro, dan retensi karbon. Berdasarkan kondisi vegetasinya, kondisi lahan dapat diklasifikasikan sebagai: sangat kritis, kritis, agak kritis, potensial kritis, dan kondisi normal. 29. Critical land refers to a piece of land severely damaged due to lost of its vegetation cover so that its functions as water retention, erosion control, nutrient cycling, micro climate regulator and carbon retention are completely depleted. Based upon its vegetation condition, the land could be classified as : very critical, critical, slight critical, potential critical, and normal condition. 30. Reboisasi atau rehabilitasi hutan 30. Reforestation or forest bertujuan untuk menghutankan rehabilitation is intended to kembali kawasan hutan yang kritis rehabilitate the critical land di wilayah daerah aliran sungai inside forest area or watershed (DAS) yang dilaksanakan bersama to improve their ecological and masyarakat secara partisipatif hydrological functions. The activities were conducted with active participation of local communities who live nearby the target area. 31. Pemanfaatan hasil hutan kayu 31. Commercial utilization of timber adalah segala bentuk usaha yang as forest product is activities to memanfaatkan dan mengusahakan utilize timber without hasil hutan kayu dengan tidak destructing the environment merusak lingkungan dan tidak and undermining the main mengurangi fungsi pokok hutan. functions of the forest area. Kegiatan ini hanya dapat Those activities could only be dilaksanakan pada areal hutan executed in forest area with yang memiliki potensi untuk high commercial timber value dilakukan kegiatan pemanfaatan with license. 122 Jawa Tengah Province in Figures 2016

154 PERTANIAN hasil hutan kayu dan dapat dilaksanakan setelah diperoleh izin usaha. 32. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada hutan alam adalah izin untuk memanfaatkan hutan produksi yang kegiatannya terdiri dari pemanenan atau penebangan, penanaman, pemeliharaan, pengamanan, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan kayu. IUPHHK dapat diberikan kepada swasta, dan BUMN/BUMD. 33. Produksi hasil hutan utama yang (HPH/IUPHHK), kegiatan ijin pemanfaatan kayu (IPK) dalam rangka pembukaan wilayah hutan, pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI), serta kegiatan hutan rakyat. 32. The license to commercially utilize timber in natural forest is license to utilize production forest for which the activities consist of harvesting or felling, planting, tending, protecting, processing, and marketing. The license could be granted to individuals, cooperatives, private companies, state-owned 34. Kayu Gergajian merupakan kayu hasil konversi kayu bulat dengan mengunakan mesin gergaji, mempunyai bentuk yang teratur dengan sisi-sisi sejajar dan sudut- perorangan, koperasi, badan usaha enterprises/local governmentowned enterprises. 33. The main product of dihasilkan dari hutan adalah kayu bulat. Produksi kayu bulat ini dihasilkan dari hutan alam melalui commercial forest operation is log. The log is harvested from various sources such as natural kegiatan perusahaan Hak forest granted to Pengusahaan Hutan concessionaires (IUPHHK/HPH), land clearing activities (IPK), industrial forest plantation (HTI) and community forest. 34. Sawn Timber Constitutes a sawmill product derived from logs as raw material. The product is characterized with regular forms having parallel Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

155 AGRICULTURE sudutnya siku dengan ketebalan tidak lebih dari 6 cm dan kadar air tidak lebih dari 18 persen. Kayu gergajian yang diolah langsung dari kayu bulat, wajib didukung dengan dokumen yang sah. 35. Kayu Lapis adalah panel kayu yang tersusun dari lapisan veneer dibagian luarnya, sedangkan dibagian intinya (core) bisa berupa veneer atau material lain, diikat dengan lem kemudian di-press (ditekan) sedemikian rupa sehingga jumlah pemotongan ternak merupakan hasil Survei Laporan Pemotongan Ternak. Pengumpulan data pemotongan ternak dilakukan secara lengkap setiap triwulan di seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) yang ada di Indonesia. Pada tahun 2013 jumlah Dokumen RPH/TPH hasil pencacahan yang diolah sebanyak Jawa Tengah Province in Figures 2016 sides at right angle to each other, thickness not more than 6 cm and moisture content not to exceed 18 percent. Sawn timber produced directly from logs must be certified by a legal document. 35. Plywood is wood panel consisting of layers pressed together in between veneers; the core may be veneer or some other material, bound together with glue and pressed tightly together to make a strong menjadi panel yang kuat. Termasuk dalam artian ini adalah kayu lapis yang dilapisi lagi dengan material panel. Included to this definition is plywood covered with other materials. lain. 36. Data populasi ternak bersumber 36. Data of domestic livestock dari Direktorat Jenderal population are obtain from the Peternakan dan Kesehatan Hewan Directorate General of Livestock Kementerian Pertanian, sedangkan and Animal Health Service, while data on the number of animals slaughtered are based on the quarterly survey conducted by BPS. This survey is a complete enumeration on all slaughterhouses and abattoirs in Indonesia. There are covered in 2013.

156 PERTANIAN 37. Data statistik perikanan merupakan data sekunder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan Direktorat Jenderal Budidaya. Statistik perikanan dibedakan atas data Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Perikanan Tangkap diklasifikasikan atas penangkapan ikan di laut dan penangkapan ikan di perairan umum. Perikanan Budidaya diklasifikasikan atas jenis budidaya yaitu budidaya laut, tambak, kolam, karamba, jaring air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual. 37. Fishery Statistics are secondary data obtained from the Directorate General of Capture Fisheries and Directorate General of Aquaculture. Fishery statistics are categorized into capture fisheries and aquaculture. Capture fisheries are further classified into marine capture fisheries and inland open water capture fisheries. Aquaculture are further classified into several types of culture: marine culture, apung, dan sawah. brackish water pond, fresh water pond, cage, floating net, and fish breeding in paddy fields. 38. Rumah Tangga Perikanan Tangkap 38. A capture fishery household is a adalah rumah tangga yang household conducting activities melakukan kegiatan penangkapan in catching fishes/other aquatic ikan/binatang air lainnya/tanaman animals/aquatic plants, for which the products are wholly or partly to be sold. 39. Rumah Tangga Perikanan Budidaya adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan budidaya ikan/binatang air lainnya/tanaman air dengan tujuan sebagian/seluruh hasilnya untuk dijual. 39. An aquaculture fishery household is a household conducting activities in culturing fishes/other aquatic animals/aquatic plants, for which the products are wholly or partly to be sold. different types of parameters. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

157 AGRICULTURE ULASAN DESCRIPTION Tanaman Pangan Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi penyangga pangan nasional, oleh karena itu produktivitas padi lebih diutamakan untuk terus dipacu. Pada tahun 2015, produktivitas padi sawah sebesar 60,99 Ku per hektar, dengan luas panen padi sawah 1,80 juta hektar dan jumlah produksi padi sawah 11,00 juta ton. Produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo adalah tertinggi di antara produktivitas padi di kabupaten/kota lain, yakni sebesar 75,26 kuintal per hektar. regency/municipality, which amounted Sedangkan produktivitas terendah tercatat di Kabupaten Pekalongan yaitu sebesar kuintal per hektar kacang hijau, 236,73 kuintal per hektar ubi kayu, 213,84 kuintal per hektar ubi jalar. Food Crops Jawa Tengah is one of the main food producers for national stock lead to promote paddy productivity. In 2015, the level of wetland paddy productivity is about Ku per hectare, with the harvested area 1.80 million hectare and production of wetland paddy million tons. Productivity of paddy in Sukoharjo is higher among the rice productivity in other to Ku per hectare. While the lowest productivity was recorded in the 43,12 kuintal per hektar. Pekalongan Regency in the amount of Kul per hectare. Produktivitas tanaman palawija The productivity of crops in 2015 tahun 2015 sebesar 59,18 kuintal per hektar jagung, 18,38 kuintal per hektar kedelai, 13,42 kuintal per hektar kacang tanah, 12,04 amounted to Ku per hectare of maize, Ku per hectare of soybean, Ku per hectare of peanuts, Ku per hectare of mungbeans, Ku per hectare of cassava, Ku per hectare of sweet potato. Hortikultura Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang memiliki potensi pertanian hortikultura. Pada tahun 2015 komoditas yang paling mendominasi produksi tanaman sayur buah semusim di Horticulture Jawa Tengah Province became one of the provinces that have the potential of horticulture. In 2015, the commodity most dominating seasonal fruit vegetable crop production in Jawa Tengah is onions (4.71 million quintals), 126 Jawa Tengah Province in Figures 2016

158 PERTANIAN Jawa Tengah adalah bawang merah (4,71 juta kuintal) diikuti dengan jamur (4,10 juta kuintal), kobis (3,91 juta kuintal), kentang (2,79 juta kuintal), cabe besar (1,68 juta kuintal), labu siam (1,62 juta kuintal), wortel (1,42 juta kuintal), dan bawang daun (1,21 juta kuintal). Pada tahun 2015 produksi terbesar komoditas bawang merah berada di Kabupaten Brebes (3,11 juta kuintal). Produksi terbesar komoditas jamur, berada di Kabupaten Semarang (0,97 juta kuintal). Produksi terbesar komoditas kobis, kentang, dan wortel berada di Kabupaten Banjarnegara dengan masing carrots are in Banjarnegara Regency masing sebesar 1,15 juta kuintal, 1,14 juta kuintal, dan 545,07 ribu kuintal. followed by fungi (4.10 million quintals), cabbage (3.91 million quintals), potatoes (2.79 million quintals), large chilli (1.68 million quintals), squash (1.62 million quintals), carrots (1.42 million quintals), and scallion (1.21 million quintals). In 2015, the largest commodity onions production is in Brebes Regency (3.11 million quintals). The production of commodities mushrooms, located in the Regency of Semarang (0.97 million quintals). The production of commodities cabbage, potatoes, and with each of 1.15 million quintal, 1.14 million quintals, and thousand Produksi terbesar komoditas cabe besar quintal. The production of commodities, berada di Kabupaten Temanggung chilli is in Temanggung Regency ( (256,77 ribu kuintal). Produksi terbesar thousand quintals). The production of komoditas labu siam dan bawang daun commodities squash and scallion are in berada di Kabupaten Wonosobo dengan Wonosobo Regency with each masing masing sebesar 1,31 juta kuintal dan 406,04 ribu kuintal. amounting to 1.31 million quintals and thousand quintal. Produksi buah sayur tahunan yang Production of annual fruit mendominasi Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 adalah pisang, kemudian diikuti vegetable that dominate Jawa Tengah Province in 2015 are bananas, followed salak, mangga, nenas, rambutan, nangka by snakefruit, mango, pineapple, dan pepaya. Produksi terbesar komoditas pisang dan manga berada di Kabupaten Rembang dengan masing masing sebesar 603,48 ribu kuintal dan 661,80 ribu kuintal. Produksi terbesar komoditas salak dan rambutan, jackfruit and papaya. The production of commodities bananas and mango were in Rembang Regency with each amounting to thousand quintal and thousand quintal. rambutan berada di Kabupaten The production of commodities Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

159 AGRICULTURE Banjarnegara yang masing masing sebesar 3,60 juta kuintal dan 149,42 ribu kuintal. Produksi terbesar komoditas nenas di Kabupaten Pemalang (2,00 juta kuintal). Produksi terbesar komoditas nangka berada di Kabupaten Purworejo (92, 23 ribu kuintal). Produksi terbesar komoditas pepaya di Kabupaten Boyolali (247,63 ribu kuintal). Produksi tanaman hias yang mendominasi Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 adalah krisan, sedap malam, mawar, melati, pakis dan anggrek. Pada tahun 2015 rose, jasmine, ferns and orchids. In 2015 produksi terbesar komoditas krisan berada di Kabupaten Semarang (97,77 juta tangkai). Kabupaten Batang (13,49 juta tangkai). Produksi terbesar komoditas anggrek di Kabupaten Wonogiri (1,60 juta tangkai). Produksi tanaman biofarmaka yang mendominasi Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 adalah komoditas jahe diikuti dengan kunyit, kapulaga, lengkuas, temulawak, kencur, temuireng, dan lempuyang. Produksi terbesar komoditas jahe berada di Kabupaten Semarang (8.16 juta kg). Produksi terbesar komoditas kunyit, lengkuas, 128 Jawa Tengah Province in Figures 2016 snakefruit and rambutan are in Banjarnegara Regency that each amounting to 3.60 million quintals and thousand quintal. The production of commodities pineapple in Pemalang Regency (2.00 million quintals). The production of commodities jackfruit is in Purworejo Regency (92, 23 thousand quintals). The production of commodities papaya in Boyolali ( thousand quintals). Production of ornamental plants that dominate Jawa Tengah Province in 2015 is the chrysanthemum, tuberose, the biggest production of commodities chrysanthemum located in the Regency Produksi terbesar komoditas sedap malam, mawar, dan pakis berada di Kabupaten of Semarang (97.77 million stalks). The production of commodities tuberose, Magelang yang masing-masing sebesar rose and fern were in Magelang juta tangkai, 23,23 juta tangkai, dan Regency, each of which amounted to 2,33 juta tangkai. Produksi terbesar million stalks, million stalks, komoditas melati berada di and 2.33 million stalks. The production of commodities jasmine is in Batang Regency (13.49 million stalks). The production of commodities orchids in Wonogiri Regency (1.60 million stalks). Production of biopharma plants that dominate Jawa Tengah Province in 2015 was followed by a commodity ginger turmeric, cardamom, galingale, temulawak, kencur, temuireng, and lempuyang. The production of commodities ginger located in the Regency of Semarang (8:16 million kg).

160 PERTANIAN temulawak, temuireng, lempuyang berada di Kabupaten Wonogiri yang masing-masing sebesar 16,65 juta kg, 4,01 juta kg, 3,22 juta kg, 2,04 juta kg, dan 1,75 juta kg. Produksi terbesar komoditas kapulaga berada di Kabupaten Magelang sebesar 4.86 juta kg. Produksi terbesar komoditas kencur berada di Kabupaten Boyolali (1,97 juta kg). Perkebunan Produksi tanaman perkebunan merupakan salah satu sumber devisa sektor source of foreign exchange agricultural pertanian. Perkebunan terdiri dari perkebunan besar dan perkebunan rakyat. hektar), kapok (38.425,87 hektar), kopi robusta (32.712,43 hektar), dan jambu mete (24.922,00 hektar). Sedangkan dilihat dari sisi produksi, tanaman kelapa kopyor ( ,00 ton), tebu ( ,45 ton), kelapa deres ( ,01 ton), kelapa dalam ( ,82 ton), dan gula merah (36.332,48 ton) mempunyai produksi yang cukup besar. The production of commodities turmeric, galingale, temulawak, temuireng, lempuyang is in Wonogiri Regency each of which amounted to million kg, 4.01 million kg, 3.22 million kg, 2.04 million kg, and 1.75 million kg. The production of commodities cardamom is in Magelang Regency (4.86 million kg). The production of commodities kencur located in Boyolali Regency (1.97 million kg). Estate Crops Plantation crop production is one sector. Plantations consist of big of plantations and plantations the people. Dilihat dari sisi luas, tanaman In terms of area, plantation perkebunan rakyat yang mempunyai area yang cukup luas pada tahun 2015 adalah crops, people who have a fairly wide area in 2015 is in the palm plants tanaman kelapa dalam ( ,43 hektar), (228, hectares), sugarcane tebu (60.444,03 hektar), tembakau Rajang (60, ha), tobacco Rajang (49.382,40 hektar), cengkeh (41.699,55 (49, ha), cloves (41, hectares), kapok (38, ha), coffee robusta (32, ha), and cashew nuts (24, ha). While from the production side, coconut kopyor (892, tonnes), sugar cane (250, tonnes), coconut deres (214, tonnes), coconut (176, tonnes) and brown sugar ( tonnes) has a huge production. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

161 AGRICULTURE Peternakan Jenis ternak yang diusahakan di Jawa Tengah, adalah ternak besar, yaitu sapi (potong/perah), kerbau dan kuda, sedangkan ternak kecil terdiri dari kambing, domba dan babi. Disamping itu juga diusahakan aneka ternak, termasuk unggas (ayam kampung, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik/itik manila). Populasi ternak besar pada tahun 2015 untuk sapi, kerbau dan kuda masingmasing tercatat sebanyak 1.777,25 ribu ekor, 64,19 ribu ekor dan 15,87 ribu ekor. Kabupaten Blora merupakan kabupaten Blora is a regency with the highest dengan jumlah ternak besar terbanyak di Jawa Tengah. Pada tahun 2015, populasi kambing, domba dan babi yang merupakan ternak kecil tercatat sebanyak 4.069,78 ribu ekor, 2.304,13 ribu ekor dan 122,65 ribu ekor. Populasi unggas yaitu ayam kampung 40,72 juta ekor, ayam petelur 21,87 juta ekor, ayam pedaging 126,10 juta ekor, itik/itik manila 4,98 juta ekor. Produksi daging ternak besar pada tahun 2015 untuk sapi, kerbau dan kuda masing-masing sebanyak 55,33 juta kg, 2,37 juta kg dan 7.713,00 kg. Sedangkan produksi daging ternak kecil pada tahun 2015 untuk kambing, domba dan babi masing-masing sebanyak 11,05 juta kg, 5,91 juta kg dan 1,38 juta kg. 130 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Livestock There are two kinds of cattle endeavored in Jawa Tengah, those are big and small cattle. The big cattle consist of dairy cattle, beef cattle, buffalo and horse, while, the small cattle includes goat, sheep and pig. Beside cattle, there are poultry (such as native chicken, layer, broiler, duck/muscovy duck). In 2015, the population of dairy cattle and beef cattle, buffaloes and horses are recorded 1, thousand, thousand and thousand. populated of big cattle in Jawa Tengah. The population of goats, sheeps and pigs in 2015 are recorded amount thousand heads, 2, thousand heads and thousand heads. Poultry population is native chicken million heads, layer million heads, broilers million head, duck / muscovy duck 4.98 million head Large livestock meat production in 2015 for cows, buffaloes and horses each of million kg, 2.37 million kg and 7, kg. Whereas small livestock meat production in 2015 for goats, sheep and pigs each of million kg, 5.91 million kg and 1.38 million kg.

162 PERTANIAN Produksi unggas yaitu ayam kampung 34,99 juta kg, ayam petelur 8,68 juta kg, ayam pedaging 158,67 juta kg, dan itik/itik manila 3,60 juta kg. Native chicken poultry production is million kg, 8.68 million kg of layer, million kg of broilers, and 3.60 million kg of duck /muscovy duck. Perikanan Jumlah rumah tangga perikanan Fishery Number of households of tangkap di Jawa Tengah tahun 2014 untuk perikanan laut sebanyak dan untuk perairan umum sebanyak Produksi perikanan tangkap untuk perikanan laut tahun 2014 dan 2015 masingmasing sebesar ton dan fisheries in Jawa Tengah in 2014 to as many as marine fisheries and inland waters as much as Capture fisheries production for marine fisheries in 2014 and 2015 each of ton and ton. ton. Jumlah rumah tangga perikanan budidaya pada tahun 2015 untuk budidaya laut sejumlah 137, tambak , kolam , keramba 587, jaring apung Total household aquaculture in 2015 for mariculture as much as 137, fishpond , pools , cages 587, net 1,543 and paddy fields 3,863. dan sawah Pada tahun 2015, produksi In 2015, fisheries production for perikanan tangkap untuk subsektor marine aquaculture sub-sector as much budidaya laut sebanyak ,79 ton, tambak sebanyak ,73 ton, kolam sebanyak ,57 ton, keramba 1.153,86 ton, jaring apung sebanyak ,75 ton dan untuk sawah sebanyak 4.936,03 ton. Ada 3 jenis perahu/kapal di Jawa Tengah tahun 2015, yaitu perahu tanpa motor, perahu motor tempel, dan kapal motor dengan jumlahnya masing-masing sebesar 45, , dan as tons, fishpond as much as 171, tons, pools as much as 175, tons, cages tons, net as much as tons and paddy field as much as 4,936, 03 tons. There are 3 types of boats / ships in Jawa Tengah in 2015, ie without a motor boat, outboard motor boats and motor boats with their each of amounts of 45, , and Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

163 AGRICULTURE Kehutanan Luas hutan yang tercatat pada Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah hampir 630 ribu hektar atau 19,55 persen dari total luas Jawa Tengah. Menurut fungsinya, hutan tersebut terbagi dalam hutan lindung (13,29 persen) dan hutan produksi (86,71 persen). Produksi kayu hutan menurut jenis produksi di Jawa Tengah dengan jenis kayu bulat dan kayu gergajian dari tahun masing-masing sebesar ,00 m3 dan ,00 m3, ,00 m3 dan ,00 m3, ,00 m3 dan , m3, 291, m3 and m3, ,00 m3 dan ,00 m3, ,00 m3 dan 7.480,00 m3. Pada tahun 2015 luas daratan di Jawa Tengah mencapai 3,25 juta hektar. Luas kawasan hutan negara mencapai 651,02 ribu hektar yang terbagi menjadi dua kawasan yaitu kawasan perhutani dengan luas 635,43 ribu hektar dan kawasan konservasi dengan luas 15,59 ribu hektar. Luas lahan rakyat sebesar 633,82 ribu Forestry The forest wich recorded by PT. Perhutani (Persero) Unit I Jawa Tengah is almost 630 thousand hectares or equivalent to percent of the Jawa Tengah area. According to its function, forest is classified into protected forest (13.29 percent), production forest (86.71 percent). Forest timber production by type of production in Jawa Tengah to the type of logs and sawn timber from the years amounting to 301, m3 and m3, 291, m3 and m3, 319, m3 and m3, 255, m3 and m3. In 2015, the land area in Jawa Tengah stood at 3.25 million hectares. Forest area countries reached thousand hectares, which is divided into two areas, namely forestry region with an area of thousand hectares and conservation areas with an area of thousand hectares. People land hektar. Total luas lahan 1,29 juta hektar. area of thousand hectares. The total land area of 1.29 million hectares. 132 Jawa Tengah Province in Figures 2016

164 PERTANIAN 5.1 TANAMAN PANGAN/FOOD CROPS Tabel Table Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Padi Sawah dan Padi Ladang Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Wetland and Dryland Paddy by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Padi Sawah/Wetland Paddy Padi Ladang/Dryland Paddy Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Panen Harvest-ed Area (ha) Produksi Production (Ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) Luas Panen Harvest-ed Area (ha) Produksi Production (Ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) (1) Kabupaten/Regency (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap , ,57 2. Banyumas , ,59 3. Purbalingga , ,63 4. Banjarnegara , ,37 5. Kebumen , ,21 6. Purworejo , ,83 7. Wonosobo , ,32 8. Magelang , Boyolali , , Klaten , , Sukoharjo , Wonogiri , , Karanganyar , , Sragen , , Grobogan , , Blora , , Rembang , , Pati , , Kudus , , Jepara , , Demak , , Semarang , , Temanggung , Kendal , , Batang , Pekalongan , , Pemalang , , Tegal , , Brebes , ,39 Kota/Municipality 1. Magelang , Surakarta , ,64 3. Salatiga , Semarang , ,39 5. Pekalongan , ,79 6. Tegal , Jawa Tengah , ,39 Sumber: Source: Luas panen dari dinas pertanian melalui laporan statistik pertanian tanaman pangan, padi. Produktivitas dari survei ubinan tanaman pangan Harvester area from Agriculture Departement through Statistic Report of Food Crops, paddy. Productivity from Crop Cutting Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

165 AGRICULTURE Tabel Table Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Jagung dan Kedelai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Harvested Area, Production, and Productivity of Maize and Soybean by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Luas Panen Harvested Area (ha) Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) Luas Panen Harvest-ed Area (ha) Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap , ,46 2. Banyumas , ,50 3. Purbalingga , ,65 4. Banjarnegara , ,79 5. Kebumen , ,76 6. Purworejo , ,71 7. Wonosobo , ,27 8. Magelang , Boyolali , , Klaten , , Sukoharjo , , Wonogiri , , Karanganyar , , Sragen , , Grobogan , , Blora , , Rembang , , Pati , , Kudus , , Jepara , , Demak , , Semarang , , Temanggung , , Kendal , , Batang , Pekalongan , , Pemalang , , Tegal , , Brebes , ,47 Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga , ,91 4. Semarang , Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jagung/Maize Kedelai/Soybean , ,38 Sumber: Source: Luas panen dari dinas pertanian melalui laporan statistik pertanian tanaman pangan, palawija. Produktivitas dari survei ubinan tanaman pangan Harvester area from Agriculture Departement through Statistic Report of Food Crops, secondary crops. Productivity from Crop Cutting Survey 134 Jawa Tengah Province in Figures 2016

166 PERTANIAN Tabel Table Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah dan Kacang Hijau Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Harvested Area, Production, and Productivity of Peanut and Mungbean by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Luas Panen Harvested Area (ha) Kacang tanah/peanuts Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) Luas Panen Harvest-ed Area (ha) kacang Hijau/Mungbean Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap , ,52 2. Banyumas , ,92 3. Purbalingga , ,65 4. Banjarnegara , Kebumen , ,05 6. Purworejo , ,84 7. Wonosobo , ,00 8. Magelang , Boyolali , Klaten , , Sukoharjo , , Wonogiri , , Karanganyar , , Sragen , , Grobogan , , Blora , , Rembang , , Pati , , Kudus , , Jepara , , Demak , , Semarang , Temanggung , Kendal , , Batang , , Pekalongan , , Pemalang , , Tegal , , Brebes , ,29 Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta , Salatiga Semarang , ,82 5. Pekalongan Tegal Jawa Tengah , ,04 Sumber: Source: Luas panen dari dinas pertanian melalui laporan statistik pertanian tanaman pangan, palawija. Produktivitas dari survei ubinan tanaman pangan Harvester area from Agriculture Departement through Statistic Report of Food Crops, secondary crops. Productivity from Crop Cutting Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

167 AGRICULTURE Tabel Table Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Ubi Kayu dan Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Harvested Area, Production, and Productivity of Cassava and Sweet Potato by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Luas Panen Harvested Area (ha) Ubi Kayu/Cassava Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) Luas Panen Harvested Area (ha) Ubi Jalar/Sweet Potato Produksi Production (ton) Produktivitas Productivity (Kwintal/ha) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap , ,76 2. Banyumas , ,25 3. Purbalingga , ,71 4. Banjarnegara , ,13 5. Kebumen , ,23 6. Purworejo , ,69 7. Wonosobo , ,45 8. Magelang , ,77 9. Boyolali , , Klaten , , Sukoharjo , Wonogiri , , Karanganyar , , Sragen , Grobogan , , Blora , , Rembang , , Pati , , Kudus , , Jepara , , Demak , , Semarang , , Temanggung , , Kendal , , Batang , , Pekalongan , , Pemalang , , Tegal , , Brebes , ,47 Kota/Municipality 1. Magelang , Surakarta , Salatiga , ,00 4. Semarang , ,21 5. Pekalongan Tegal Jawa Tengah , ,84 Sumber: Source: Luas panen dari dinas pertanian melalui laporan statistik pertanian tanaman pangan, palawija. Produktivitas dari survei ubinan tanaman pangan Harvester area from Agriculture Departement through Statistic Report of Food Crops, secondary crops. Productivity from Crop Cutting Survey 136 Jawa Tengah Province in Figures 2016

168 PERTANIAN 5.2 HORTIKULTURA/HORTICULTURE Tabel : Table Luas Panen dan Produksi Sayur Buah Semusim Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Fruit Vegetables by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kacang Merah Kacang Panjang Red Beans Yardlong Bean Cabbage Onions Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (ha) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Source : Agriculture Service of Jawa Tengah Province Kobis Bawang Merah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

169 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Blewah Cabe Rawit Tomat Semangka Cantaloupe Thai Pepper Tomato Watermelon Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (ha) (1) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

170 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Lobak Kangkung Kentang Labu Siam Radish Water Spinach Potato Squash Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (ha) -1 (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

171 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Bawang Putih Buncis Jamur Terung Garlic Bean Mushroom Eggplant Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (kg) Area (ku) (ha) (ha) (m 2 ) (ha) (1) (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) (33) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

172 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Sawi Paprika Kembang Kol Ketimun Mustard Paprica Cauliflower Cucumber Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (ha) (1) (34) (35) (36) (37) (38) (39) (40) (41) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

173 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Bawang Daun Bayam Cabe Besar Scallion Spinach Chili Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (1) (42) (43) (44) (45) (46) (47) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

174 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Wortel Stroberi Melon Carrots Strawberries Musk melon Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Kabupaten/Kota Panen Produc Panen Produc Panen Produc Regency/Municipality Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (ku) Area (ku) Area (ku) (ha) (ha) (ha) (1) (48) (49) (50) (51) (52) (53) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

175 AGRICULTURE Tabel : Table Luas Panen dan Produksi Buah Sayur Tahunan (BST) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Annual Fruit Vegetable by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Jeruk Siam/Keprok Alpukat Duku Jambu Biji Orange Avocado Lanson Domesticum Guava Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (tree) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Source : Agriculture Service of Jawa Tengah Province 144 Jawa Tengah Province in Figures 2016

176 PERTANIAN Tabel : Tabel Lanjutan/Contuinued Sirsak Rambutan Pepaya Melinjo Soursop Hairy Fruit Papaya Gnetum Gnemon Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (tree) (1) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

177 AGRICULTURE Tabel: Table Lanjutan/Contuinued Belimbing Jeruk Besar Nangka Sukun Star Fruit Grapefruit Jackfruit Breadfruit Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (tree) (1) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

178 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Kelengkeng Apel Mangga Anggur Longan Aple Mangoes Grape Tanaman Produksi TanamanProduksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (kg/m 2 ) (tree) (tree) (tree) (tree) (1) (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) (33) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

179 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Durian Jengkol Sawo Pisang Durian Dogfruit Sapodilla Banana Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (tree) (1) (34) (35) (36) (37) (38) (39) (40) (41) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

180 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Nenas Markisa/Konyal Jambu Air Pineapple Passion Fruits Rose Water Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (1) (42) (43) (44) (45) (46) (47) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

181 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Manggis Salak Petai Mangosteen Snakefruit Tanaman Produksi Tanaman Produksi Tanaman Produksi Kabupaten/Kota Hasil Produc Hasil Produc Hasil Produc Regency/Municipality (pohon) tion (pohon) tion (pohon) tion Harvest (ku) Harvest (ku) Harvest (ku) (tree) (tree) (tree) (1) (48) (49) (50) (51) (52) (53) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

182 PERTANIAN Tabel : Table Luas Panen dan Produksi Tanaman Hias Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Ornamental Plants by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Anggrek Orchid Luas Produksi Panen Produc Harvested tion Area (tangkai) Anthurium Bunga Luas Panen Harvested Area (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Source : Agriculture Service of Jawa Tengah Province Anyelir Carnation Produksi Luas Produksi Produc Panen Produc tion Harvested tion (tangkai) Area (tangkai) Luas Panen Harvested Area Dracaena Produksi Produc tion (batang) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

183 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Garbera Gladiol Heliconia Krisan Chrysanthemum Kabupaten/Kota Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Regency/Municipality Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (tangkai) Area (tangkai) Area (tangkai) Area (tangkai) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

184 PERTANIAN Tabel :5.2.3 Table Lanjutan/Contuinued Kabupaten/Kota Regency/Municipality Mawar Melati Palem Sedap Malam Rose Jasmine Palm Tuberose Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (tangkai) Area (kg) Area (pohon) Area (tangkai) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

185 AGRICULTURE Tabel: Table Lanjutan/Contuinued Aglonema Adenium Euphorbia Phylodendron Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (pohon) Area (pohon) Area (pohon) Area (pohon) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (26) (27) (28) (29) (30) (31) (32) (33) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

186 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Kabupaten/Kota Regency/Municipality Pakis Monstera Soka (Ixera) Cordyline Fern Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (pohon) Area (pohon) Area (pohon) Area (pohon) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (34) (35) (36) (37) (38) (39) (40) (41) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

187 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Diffenbachia Xansivera (pedang-pedangan) Anthurium Daun Caladium Kabupaten/Kota Regency/Municipality Luas Produksi Luas Produksi Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Area (pohon) Area (rumpun) Luas Panen Harvested Area Produksi Luas Produksi Produc Panen Produc tion Harvested tion (pohon) Area (pohon) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (42) (43) (44) (45) (46) (47) (48) (49) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

188 PERTANIAN Tabel : Table Luas Panen dan Produksi Tanaman Biofarmaka Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah 2015 Harvested Area and Production of Seasonal Biopharma Plants by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jahe Ginger Luas Produksi Panen Produc Harvested tion Area (kg) Luas Panen Harvested Area Dringo Produksi Produc tion (kg) Kapulaga Cardamom Luas Produksi Panen Produc Harvested tion Area (kg) Luas Panen Harvested Area Kejibeling Produksi Produc tion (kg) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Source : Agriculture Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

189 AGRICULTURE Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Kencur Kunyit Laos/Lengkuas Turmeric Galingale Kabupaten/Kota Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Regency/Municipality Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (kg) Area (kg) Area (kg) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (1) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

190 PERTANIAN Tabel : Table Lanjutan/Contuinued Lempuyang Mengkudu Sambiloto Temuireng Noni Kabupaten/Kota Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Regency/Municipality Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (kg) Area (kg) Area (kg) Area (kg) (m 2 ) (pohon/tree) (m 2 ) (m 2 ) (1) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

191 AGRICULTURE Tabel : Lanjutan/Contuinued Table Temukunci Temulawak Lidah Buaya Mahkota Dewa Aloe Vera Kabupaten/Kota Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Regency/Municipality Panen Produc Panen Produc Panen Produc Panen Produc Harvested tion Harvested tion Harvested tion Harvested tion Area (kg) Area (kg) Area (kg) Area (kg) (m 2 ) (m 2 ) (m 2 ) (pohon/tree) (1) (24) (25) (26) (27) (28) (29) (30) (31) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

192 PERTANIAN 5.3 PERKEBUNAN/ESTATE CROPS Tabel Table Luas Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Jawa Tengah (hektar), 2015 Planted Area of EstateCrops by Regency/Municipality dan Kind of Crop in Jawa Tengah Province (hectare), 2015 No Kabupaten / Kota Adas Akar Wangi Aren Asem Asem Regency/Municipality Jawa Manis (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap , Banyumas , Purbalingga Banjarnegara , Kebumen - - 9, Purworejo , Wonosobo , Magelang , Boyolali 71, ,74 10 Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus ,56 27,57-20 Jepara , Demak Semarang ,03 84,06-23 Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan - 15,50 290, Pemalang , Tegal , Brebes ,88 100,43 - Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 71,00 15, ,14 212,06 6,74 Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

193 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Casiavera Cabe jamu Cengkeh Glagah Jarak Kepyar Regency/Municipality Arjuna (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap 33, , Banyumas 15, , Purbalingga 17, ,25 902,91-4 Banjarnegara 42,85-686,71 103,40-5 Kebumen , Purworejo , Wonosobo 2,78-198, Magelang 77, , Boyolali 20, , Klaten - 5, , Sukoharjo , Wonogiri - 361, , Karanganyar , Sragen , Grobogan ,00 16 Blora Rembang , Pati , Kudus , Jepara , Demak Semarang 166,34 2, , Temanggung 41, , Kendal 3, , Batang , Pekalongan ,80 80,00-27 Pemalang 46, ,59 289,15-28 Tegal - 2, , Brebes , Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga - - 5, Semarang , Pekalongan Tegal Jawa Tengah 466,27 372, , ,46 15,00 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 162 Jawa Tengah Province in Figures 2016

194 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Jarak Pagar Jambu Janggelan Jenitri Kakao Mete (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap 113,30 30, ,70 2 Banyumas 35, ,65 3 Purbalingga ,26 4 Banjarnegara ,08 5 Kebumen 159,00 239,00-174,00 504,00 6 Purworejo 64,15 11, ,24 7 Wonosobo ,36 8 Magelang ,00 9 Boyolali 12,50 215, ,00 10 Klaten 491, Sukoharjo - 526, Wonogiri 491, , , ,00 13 Karanganyar - 126, ,77 14 Sragen , Grobogan 458,80 124, Blora 25,50 815, Rembang - 489, Pati - 35, ,63 19 Kudus 28,98 45, ,52 20 Jepara - 405, ,83 21 Demak Semarang 28,30 33, ,58 23 Temanggung ,80 24 Kendal - 1, ,06 25 Batang - 37, ,94 26 Pekalongan 3,50 62, ,50 27 Pemalang - 181, ,66 28 Tegal ,55 29 Brebes ,83 Kota/Municipality Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang - 29, Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 1 911, , ,00 174, ,96 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

195 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten/Regency Kapok Kapas Karet Kelapa Kelapa Dalam Deres (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap 21, , , ,50 2 Banyumas 12,03-891, , ,77 3 Purbalingga , , ,90 4 Banjarnegara 16,11-462, , ,41 5 Kebumen 156,00-692, , ,00 6 Purworejo 9,29-747, , ,27 7 Wonosobo 10,15-119, ,80 549,72 8 Magelang 6,00-24, ,00 451,00 9 Boyolali 115, ,26 75,00 10 Klaten 401, ,29 33,64 11 Sukoharjo 499, ,11-12 Wonogiri 1 081,00 79,55 40, ,00 145,00 13 Karanganyar 9,62-18, ,82-14 Sragen 999,00-63, ,00-15 Grobogan 375, ,24-16 Blora 476,65 5,00 21, ,52-17 Rembang 1 324, ,00-18 Pati , ,75-19 Kudus 1 391,84-16,95 949,90-20 Jepara ,45-27, ,74-21 Demak 209, ,09-22 Semarang 425,90-231, ,06 903,95 23 Temanggung 9, ,67-24 Kendal 1 324,59-384, ,92 3,40 25 Batang 672,10-319, ,24-26 Pekalongan 101,85-16, ,21-27 Pemalang 8,04 17, ,62 77,38 28 Tegal 582, ,29-29 Brebes , ,16 67,69 Kota/Municipality Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) 1 Magelang Surakarta ,05-3 Salatiga ,29-4 Semarang 10, ,40-5 Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province ,87 101, , , , Jawa Tengah Province in Figures 2016

196 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Kelapa Kelapa Kemiri Kemukus Kenanga Regency/Municipality Hibrida Kopyor (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap Banyumas Purbalingga - 16, Banjarnegara 17, ,21-5 Kebumen Purworejo ,53 30,00 7 Wonosobo - - 0,42 38,34 8 Magelang ,00 48,00 9 Boyolali ,00-99,00 10 Klaten 42, Sukoharjo - - 9, Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan ,10 16 Blora Rembang Pati , Kudus - 25,83 15, Jepara Demak 151, Semarang 61, ,40 1,76 23 Temanggung ,15-24 Kendal 12,50 81,16 12,80 23,00-25 Batang 356, Pekalongan 78, Pemalang - 37,79 3, Tegal 12,73-31, Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 733, ,30 102,68 341,63 239,86 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

197 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Kina Kopi Kopi Klembak Lada Regency/Municipality Arabika Robusta (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap ,05-84,35 2 Banyumas - 24,75 477,11-101,60 3 Purbalingga - 57, ,88-565,94 4 Banjarnegara 9,38 557, ,08-734,31 5 Kebumen ,00-16,50 6 Purworejo ,41-24,54 7 Wonosobo , ,14-48,94 8 Magelang - 577, ,00 8,00 19,00 9 Boyolali 13,90 354,66 361,23-23,80 10 Klaten - 333,93 105,87-28,31 11 Sukoharjo ,10 12 Wonogiri - 129,00 145,50-84,00 13 Karanganyar - 26,83 14,40-11,76 14 Sragen , Grobogan Blora Rembang , Pati , Kudus - 17,65 604,11-23,45 20 Jepara ,78-38,34 21 Demak Semarang - 246, ,51-9,15 23 Temanggung , ,55-15,91 24 Kendal - 139, ,41-25,04 25 Batang - 277,84 899,34-6,21 26 Pekalongan - 205,00 530,95-31,01 27 Pemalang - 393,84 401,96-17,62 28 Tegal - 94,73 51,25-14,10 29 Brebes - 0,50 983,63-3,75 Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga , Semarang , Pekalongan Tegal Jawa Tengah 23, , ,43 8, ,73 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 166 Jawa Tengah Province in Figures 2016

198 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Mendong Nipah Nilam Pala Panili Regency/Municipality (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap - 110,00 31,00 840,65 26,80 2 Banyumas ,10 236,28 7,39 3 Purbalingga Banjarnegara ,50 120,10 11,40 5 Kebumen ,00 110,00 11,00 6 Purworejo ,65 63,00 32,29 7 Wonosobo ,00 28,83 8 Magelang ,00 9 Boyolali ,50 42,25 1,00 10 Klaten - - 3,00-8,96 11 Sukoharjo Wonogiri ,00-14,00 13 Karanganyar ,84-14 Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus ,10-6,70 20 Jepara ,00-3,49 21 Demak Semarang - - 6,50-21,40 23 Temanggung ,20 24 Kendal - - 6,50-4,82 25 Batang ,75-3,25 26 Pekalongan ,00 32,20 28,63 27 Pemalang ,60 45,74-28 Tegal ,50 29 Brebes ,50 - Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah - 110, , ,56 243,66 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

199 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Pandan Pinang Sereh Siwalan Regency/Municipality Wangi (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1 Cilacap - 43,00 204,50-2 Banyumas - 13, Purbalingga - 8, Banjarnegara Kebumen 85, Purworejo Wonosobo Magelang 45, Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang ,00 18 Pati Kudus Jepara Demak ,10 22 Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang ,90-28 Tegal Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang - - 6,20 2,00 5 Pekalongan Tegal Jawa Tengah 130,00 64,66 261,60 481,10 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 168 Jawa Tengah Province in Figures 2016

200 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Teh Tebu Gula Tumbu/ Tembakau Regency/Municipality Gula Merah Asepan (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1 Cilacap - 4,20 9,00-2 Banyumas 45,19 78, Purbalingga 44,65 896,22 10,00-4 Banjarnegara 1 824,69 215, Kebumen - 154, Purworejo - 781, Wonosobo 69, Magelang 22,00 733,00 5,00-9 Boyolali 25,90 438,44-423,00 10 Klaten ,23 25,20 711,00 11 Sukoharjo - 903,89-159,00 12 Wonogiri , Karanganyar ,97-179,25 14 Sragen , Grobogan ,00 13,00-16 Blora ,05 253, ,40 17 Rembang , ,00-18 Pati , Kudus , ,55-20 Jepara ,39 184,00-21 Demak - 6,62 27,38-22 Semarang - 355,00 1,51-23 Temanggung 6,00 163, Kendal 150,50 367, Batang 1 273, , Pekalongan 668, , Pemalang 554, , Tegal 162, , Brebes 0, , Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang - 167, Pekalongan Tegal Jawa Tengah 4 848, , , ,65 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

201 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Tembakau Tembakau Tembakau Wijen Regency/Municipality Rajang Virginia Vorstenland (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1 Cilacap 70, Banyumas 16, Purbalingga Banjarnegara 164, Kebumen 616, Purworejo 434, Wonosobo 3 876, Magelang 6 613, Boyolali 3 754, ,50 10 Klaten 1 802,00-200,14-11 Sukoharjo ,00 12 Wonogiri 527, Karanganyar Sragen 97, Grobogan 1 772, Blora 65, Rembang 2 500, ,00 18 Pati 121, Kudus 3, Jepara Demak 2 330, Semarang 1 345, Temanggung , Kendal 3 647, Batang 98, Pekalongan 12, Pemalang 306, Tegal Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah ,40-200,14 72,50 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 170 Jawa Tengah Province in Figures 2016

202 PERTANIAN Tabel Table Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Jawa Tengah (ton), 2015 Production of EstateCrops by Regency/Municipality and Kind of Crop in Jawa Tengah Province (tons), 2015 No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Adas Akar Wangi Aren Asem Asem Jawa Manis (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap , Banyumas - - 4, Purbalingga Banjarnegara , Kebumen Purworejo , Wonosobo , Magelang , Boyolali 20, ,44 10 Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus ,38 12,85-20 Jepara - - 2, Demak Semarang ,95 38,50-23 Temanggung , Kendal , Batang , Pekalongan - 312,33 118, Pemalang , Tegal , Brebes ,35 8,39 - Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 20,38 312, ,76 59,74 0,44 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

203 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 172 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Casiavera Cabe jamu Cengkeh Glagah Jarak Arjuna Pagar (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap , Banyumas 8,85-273, Purbalingga ,10 698,70-4 Banjarnegara 7,57-55,26 33,35-5 Kebumen ,74-16,97 6 Purworejo ,31-5,59 7 Wonosobo 3,25-36, Magelang 13,00-109, Boyolali 10,73-413,35-4,60 10 Klaten - 2,07 46,38-20,42 11 Sukoharjo - 0, Wonogiri - 484,00 964,00-49,00 13 Karanganyar , Sragen , Grobogan ,64 16 Blora Rembang , Pati , Kudus ,18-5,90 20 Jepara , Demak Semarang 97,81 0,25 222,00-1,29 23 Temanggung 17,88-132, Kendal , Batang , Pekalongan ,11 252,00-27 Pemalang 85, , ,45-28 Tegal - 0,57 84, Brebes , Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga - - 0, Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 244,09 486, , ,50 139,41 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province

204 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Jambu Jarak Janggelan Jenitri Kakao Mete Kepyar (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap ,59 2 Banyumas ,48 3 Purbalingga ,80 4 Banjarnegara ,45 5 Kebumen 32, ,34 224,25 6 Purworejo 3, ,00 7 Wonosobo ,10 8 Magelang ,00 9 Boyolali 55, ,00 10 Klaten Sukoharjo 63, Wonogiri , ,00-270,00 13 Karanganyar 7, ,84 14 Sragen 288, Grobogan 13, Blora 331, Rembang 104, Pati 9, ,25 19 Kudus 6, ,94 20 Jepara 109, ,25 21 Demak Semarang 3, ,58 23 Temanggung ,15 24 Kendal 0, ,85 25 Batang 2, ,79 26 Pekalongan 22, ,21 27 Pemalang 68, ,40 28 Tegal ,99 29 Brebes ,45 Kota/Municipality Kabupaten / Kota 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang 1, Pekalongan Tegal Jawa Tengah , ,00 259, ,37 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

205 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kapok Kapas Karet Kelapa Kelapa Dalam Deres (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap , , ,59 2 Banyumas 0,57-114, , ,92 3 Purbalingga , , ,80 4 Banjarnegara 1,53-0, , ,65 5 Kebumen 24,95-2, , ,22 6 Purworejo 0,49-106, , ,17 7 Wonosobo 5,75-19, , ,10 8 Magelang , ,00 9 Boyolali 25, ,12 4,50 10 Klaten 38, ,47 82,86 11 Sukoharjo 70, ,98-12 Wonogiri 58,00 21, ,00 316,00 13 Karanganyar 0,58-2, ,45-14 Sragen 168, ,27-15 Grobogan 44, ,98-16 Blora 76,09 1,00 0,38 68,93-17 Rembang 289, ,81-18 Pati 4 390, ,63-19 Kudus 342, ,74-20 Jepara ,60-4, ,58-21 Demak 49, ,71-22 Semarang 54,92-2, , ,00 23 Temanggung 1, ,57-24 Kendal 251,39-44,55 765,50 0,45 25 Batang 298,43-164, ,00-26 Pekalongan 34,86-1, ,68-27 Pemalang 2,70 0, ,32 150,45 28 Tegal 237, ,05-29 Brebes ,30 309,03 728,30 Kota/Municipality Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency 1 Magelang Surakarta ,44-3 Salatiga ,78-4 Semarang 12, ,85-5 Pekalongan Tegal Jawa Tengah 6 481,56 22, , , ,01 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 174 Jawa Tengah Province in Figures 2016

206 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Kelapa Kelapa Kemiri Kemukus Kenanga Regency/Municipality Hibrida Kopyor (butir) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kabupaten/Regency 1 Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara 4, ,27-5 Kebumen Purworejo ,02 0,45 7 Wonosobo - - 1,00 103,00 8 Magelang ,00 47,00 9 Boyolali ,89 10 Klaten 43, Sukoharjo - - 0, Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan ,10 16 Blora Rembang Pati Kudus , Jepara Demak 69, Semarang 54, ,01 0,48 23 Temanggung ,61-24 Kendal 0,94-6,24 11,05-25 Batang 204, Pekalongan 40, Pemalang , Tegal 1, Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 419, ,00 23,30 217,96 122,92 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

207 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Kina Kopi Kopi Klembak Lada Arabika Robusta (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap ,69-9,64 2 Banyumas - 10,12 119,63-28,26 3 Purbalingga - 3,70 578,60-175,10 4 Banjarnegara 0,13 169,16 853,44-80,98 5 Kebumen ,44-6,41 6 Purworejo ,67-8,16 7 Wonosobo - 152,30 670,15-76,05 8 Magelang - 11, ,00 65,00 2,00 9 Boyolali 2,72 80,11 160,75-19,78 10 Klaten - 107,94 4,49-9,72 11 Sukoharjo ,24 12 Wonogiri - 37,70 31,00-30,90 13 Karanganyar - 1,23 2,17-0,84 14 Sragen - - 4, Grobogan Blora Rembang , Pati , Kudus - 9,28 344,46-9,83 20 Jepara ,91-8,83 21 Demak Semarang - 55, ,00-1,53 23 Temanggung , ,49-8,23 24 Kendal - 43, ,61-2,72 25 Batang - 120,86 640,28-1,06 26 Pekalongan - 46,41 363,02-4,65 27 Pemalang - 219,30 288,00-13,45 28 Tegal - 7,94 11,63-2,57 29 Brebes ,30-1,26 Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga - - 6, Semarang - - 9, Pekalongan Tegal Jawa Tengah 2, , ,39 65,00 502,21 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 176 Jawa Tengah Province in Figures 2016

208 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Mendong Nipah Nilam Pala Panili (2) (3) (4) (5) (6) 1 Cilacap ,20 6,93-2 Banyumas ,90 16,65 0,12 3 Purbalingga Banjarnegara ,73 5,79-5 Kebumen ,50 78,65 2,52 6 Purworejo ,72 0,38 19,95 7 Wonosobo ,25 9,55 8 Magelang Boyolali ,13 1,34-10 Klaten ,20-1,38 11 Sukoharjo Wonogiri ,00-1,30 13 Karanganyar ,02-14 Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus ,43-2,18 20 Jepara ,90-2,10 21 Demak Semarang - - 1,38-1,30 23 Temanggung ,69 24 Kendal ,40-1,03 25 Batang ,74-0,09 26 Pekalongan ,95 1,33 3,16 27 Pemalang ,45 0,40-28 Tegal Brebes ,15 - Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah ,63 121,89 54,37 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

209 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Pandan Pinang Sereh Siwalan Wangi (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap - - 0,39-2 Banyumas - 2, Purbalingga Banjarnegara Kebumen 1 372, Purworejo Wonosobo Magelang 9, Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang ,00 18 Pati Kudus Jepara Demak ,12 22 Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang ,50-28 Tegal Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah 1 381,29 2,65 411,89 964,12 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 178 Jawa Tengah Province in Figures 2016

210 PERTANIAN Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Teh Tebu Gula Tumbu/ Tembakau (Gula Kristal) Gula Merah Asepan (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap - 4,77 17,28-2 Banyumas 69,32 319, Purbalingga ,91 42,81-4 Banjarnegara 1 996, , Kebumen - 482, Purworejo , Wonosobo 86, Magelang 5, ,00 22,82-9 Boyolali 18, ,58-723,58 10 Klaten ,00 176, ,27 11 Sukoharjo ,71-257,50 12 Wonogiri , Karanganyar ,67-473,37 14 Sragen , Grobogan ,43 84,74-16 Blora , , ,59 17 Rembang , ,00-18 Pati , Kudus , ,00-20 Jepara ,80 169,64-21 Demak - 25,82 188,92-22 Semarang ,30 14,28-23 Temanggung 7,76 579, Kendal 64,50 234, Batang 1 933, , Pekalongan 1 077, , Pemalang 946, , Tegal 35, , Brebes 0, , Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang - 711, Pekalongan Tegal Jawa Tengah 6 241, , , ,31 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

211 AGRICULTURE Tabel Table Lanjutan/Continued No Kabupaten / Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Tembakau Tembakau Tembakau Wijen Rajang Virginia Vorstenland (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap 57, Banyumas 4, Purbalingga Banjarnegara 83, Kebumen 311, Purworejo 423, Wonosobo 2 784, Magelang 4 298, Boyolali 3 378, ,13 10 Klaten 2 191,36-340,07-11 Sukoharjo ,75 12 Wonogiri 303, Karanganyar Sragen 58, Grobogan Blora 67, Rembang 2 804, ,00 18 Pati 190, Kudus 2, Jepara Demak 1 828, Semarang 1 005, Temanggung , Kendal 4 242, Batang 63, Pekalongan 22, Pemalang 345, Tegal Brebes Kota/Municipality 1 Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah ,00-340,07 45,88 Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Angka Sementara) Source : Estate Service of Jawa Tengah Province 180 Jawa Tengah Province in Figures 2016

212 PERTANIAN 5.4 PETERNAKAN/LIVESTOCK Tabel Table Populasi Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah (ekor), 2015 Livestock Population by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Jawa Tengah Province (ekor), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sapi Perah Dairy Cattle Sapi Potong Beef Cattle Kerbau Buffalo Kuda Horse Kambing Goat Domba Sheep Babi Pig (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Livestock Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

213 AGRICULTURE Tabel Table Populasi Unggas Menurut Kabupaten/kota dan Jenis Unggas di Provinsi Jawa Tengah (Ekor), Poultry Population by Regency/Municipality and Kind of Poultry in Jawa Tengah Province (Ekor), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Ayam Kampung Native Chicken Ayam Petelur Layer Ayam Pedaging Broiler Itik/Itik Manila Duck/Muscovy Duck (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Source: Livestock Service of Jawa Tengah Province 182 Jawa Tengah Province in Figures 2016

214 PERTANIAN Tabel Table Produksi Daging Ternak Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah (kg), 2015 Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Livestock in Jawa Tengah Province (kg), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Sapi Cattle Kerbau Buffalo Kuda Horse Kambing Goat Domba Sheep Babi Pig (1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Source: Livestock Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

215 AGRICULTURE Tabel Table Produksi Daging Unggas Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Ternak di Provinsi Jawa Tengah (kg), Meat Production by Regency/Municipality and Kind of Poultry in Jawa Tengah Province (Kg), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Ayam Kampung Native Chicken Ayam Petelur Layer Ayam Pedaging Broiler Itik/Itik Manila Duck/Muscovy Duck (2) (3) (4) (5) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Livestock Service of Jawa Tengah Province 184 Jawa Tengah Province in Figures 2016

216 PERTANIAN 5.5 PERIKANAN/FISHERY Tabel Table Jumlah Rumah Tangga Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan Number of Fish Capture Households by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province, 2014 and 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Perikanan Laut Marine Fisheries Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Fishery and Maritime Service of Jawa Tengah Province Perairan Umum Inland Water Jumlah Total Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

217 AGRICULTURE Tabel Table Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah (ton), 2014 dan 2015 Production of Fish Capture by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province (ton), 2014 and 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Perikanan Laut Marine Fisheries Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Fishery and Maritime Service of Jawa Tengah Province Perairan Umum Inland Water Jumlah Total Jawa Tengah Province in Figures 2016

218 PERTANIAN Tabel Table Jumlah Rumah Tangga Perikanan Budidaya Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Budidaya di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Aquaculture Households by Regency/Municipality and Type of Aquaculture in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Budidaya Laut Marine Culture Tambak Brackish Water Pond Kolam Fresh Water Pond Keramba Cage Jaring Apung Floating Cage Net Sawah Paddy Field Jumlah Total (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Fishery and Maritime Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

219 AGRICULTURE Tabel Table Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Subsektor di Provinsi Jawa Tengah (ton), Production of Fish Capture by Regency/Municipality and Subsector in Jawa Tengah Province (ton), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Budidaya Laut Marine Culture Tambak Brackish Water Pond Kolam Fresh Water Pond Keramba Cage Jaring Apung Floating Cage Net Sawah Paddy field Jumlah (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 1. Cilacap , ,50 407, ,71 2. Banyumas , , ,18 3. Purbalingga , ,74 4. Banjarnegara , ,80 15, ,72 5. Kebumen ,61 789,62 0,27 8, ,74 6. Purworejo ,24 939, ,30 7. Wonosobo ,50 15, , ,25 8. Magelang , , ,11 9. Boyolali , , , Klaten ,87-188,02 5, , Sukoharjo , , , Wonogiri , , , Karanganyar ,18-8,59 1, , Sragen , , , Grobogan ,30-57, , Blora , , Rembang , , , Pati , , , , Kudus , , , Jepara , , , , Demak , , , Semarang ,38 730,84 486, , Temanggung ,51-4, , , Kendal , , , Batang , , , Pekalongan ,83 929, , Pemalang ,32 542, , Tegal - 469, , , , Brebes , , ,67 Kota/Municipality , Magelang , ,13 2. Surakarta , ,25 3. Salatiga , ,90 4. Semarang ,77 539, ,69 5. Pekalongan ,90 101, ,00 6. Tegal - 541,75 25, ,60 Sumber: Source: Jawa Tengah Total , , , , , , ,73 Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Fishery and Maritime Service of Jawa Tengah Province 188 Jawa Tengah Province in Figures 2016

220 PERTANIAN Tabel Table Jumlah Perahu/Kapal Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kapal di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Fishing Boats by Regency/Municipality and Type of Boat in Jawa Tengah Province, 2015 Perahu Tanpa Motor Nonpowered Boat Perahu Motor Tempel Outboard Motorboat Kapal Motor Inboard Motorboat (2) (3) (4) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Jawa Tengah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah Fishery and Maritime Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

221 AGRICULTURE 5.6 KEHUTANAN/FORESTRY Tabel Luas Kawasan Hutan dan Perairan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (hektar), Table Forest and Inland Water Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (hectare), 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Hutan Lindung Protection Forest Suaka Alam dan Pelestarian Alam Sanctuary Reserve and Nature Conservati-on Area Hutan Produksi Terbatas Limited Forest Tetap Permanent Production Dapat Dikonversi Convertible Jumlah Luas Hutan dan Perairan Total Forest and Water Area (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap 82, , , ,78 2. Banyumas 7 902, , , ,75 3. Purbalingga , ,22 594, ,91 4. Banjarnegara 2 370, ,60 327, ,42 5. Kebumen 3 982, ,34 825, ,73 6. Purworejo 0, , , ,67 7. Wonosobo 4 255, , , ,99 8. Magelang 1 472, , , ,40 9. Boyolali 0, , , , Klaten 52,30-201,71 388,89-642, Sukoharjo 304,15-70, , Wonogiri , , , , Karanganyar 7 080, , , Sragen 54,50-279, , , Grobogan 0, , , , Blora 0,00-131, , , Rembang 2 450, , , , Pati 1 118, , , , Kudus 1 288, , , , Jepara 2 707, , , , Demak 0,00-615, , , Semarang 1 899, , , , Temanggung 3 272, , , , Kendal 1 701, , , , Batang 3 135, , , , Pekalongan 1 679, , , , Pemalang 5 479, , , , Tegal 2 901, , , , Brebes 6 252, , , ,01 Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang , , ,79 5. Pekalongan Tegal Jawa Tengah , , , ,96 Sumber: Perum Perhutani Divisi regional I Jawa Tengah Source: Forestry Corporation of Jawa Tengah Province 190 Jawa Tengah Province in Figures 2016

222 PERTANIAN Tabel Table Produksi Kayu Hutan Menurut Jenis Produksi di Provinsi Jawa Tengah (m3), Timber Production by Type of Product in Jawa Tengah Province (m3), Tahun Year (1) Kayu Bulat Logs Kayu Gergajian Sawn Timber Kayu Lapis Plywood (2) (3) (4) , , , , , , , , , ,00 - Sumber: Source: Perum Perhutani Divisi regional I Jawa Tengah Forestry Corporation of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

223 AGRICULTURE Tabel: Table Luas Daratan dan Luas Hutan di Tiap-Tiap Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, 2015 Land and Forest Area by Regency/Municipality in Jawa Tengah, 2015 Kabupaten/Kota Regency/ Municipalty Luas Hutan Rakyat Total Luas Hutan Kawasan Perhutani Kawasan Konservasi Total Luas Kawasan HN (Ha) (Ha) HL, HP, HPT (Ha) (Ha) (Ha) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kabupaten/Regency 1. Cilacap , ,78 983, , , ,94 2. Banyumas , ,71 143, , , ,21 3. Purbalingga , , , , ,49 4. Banjarnegara , ,42 113, , , ,68 5. Kebumen , , , , ,36 6. Purworejo , , , , ,67 7. Wonosobo , ,99 40, , , ,16 8. Magelang , , , , , ,81 9. Boyolali , , , , , , Klaten ,00 642,9 859, , , , Sukoharjo ,00 374,45-374, , , Wonogiri , ,26 9, , , , Karanganyar , ,70 295, , , , Sragen , ,15 102, , , , Grobogan , , , , , Blora , ,21 55, , , , Rembang , ,15 62, , , , Pati , , , , , Kudus , , , , , Jepara , , , , , , Demak , , , , , Semarang , , , , , , Temanggung , , , , , Kendal , ,36 33, , , , Batang , ,35 90, , , , Pekalongan , , , , , Pemalang , ,21 55, , , , Tegal , ,60 8, , , , Brebes , ,01 53, , , ,42 Kota/Municipality 1. Magelang 1 812, , Surakarta 4 403, ,94 49,94 3. Salatiga 5 296, ,28 928,28 4. Semarang , , , , ,69 5. Pekalongan 4 496, ,97 91,97 6. Tegal ,28 16,28 Jawa Tengah Luas Daratan (Ha) Sumber/Source : - Statistik Perhutani, KSDA, BTN, Dinas Kehutanan Kabupaten Th.2015 Luas Kawasan Hutan Negara , , , , , , Jawa Tengah Province in Figures 2016

224 AGRICULTURE 90 Jawa Tengah Province in Figures 2016

225

226 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Pengumpulan data industri besar dan sedang dilakukan melalui Survei Industri Besar dan Sedang yang dilaksanakan setiap tahun secara lengkap (sensus) sejak tahun Survei Industri Besar dan Sedang mencakup semua perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih dengan menggunakan kuesioner II A. 2. Klasifikasi industri yang digunakan dalam survei ini berdasar kepada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). KBLI KBLI adalah klasifikasi lapangan usaha yang berdasar kepada International 3. Industri manufaktur adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Termasuk 1. Data collection of large and medium scale manufacturing is conducted through The Large and Medium Manufacturing Establishment Survey that has been done annually for all industries (census) since Large and Medium Manufacturing Establishment Survey covers all manufactures/industries with 20 workers or more by questionaire II A. 2. The industrial clasification adopted in this survey refers to the Klasifikasi Baku is classification of economic activities based on the International Standard Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) revisi 4 yang Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC rev 4) that has been telah disesuaikan dengan kondisi modified according to the local Indonesia. condition in Indonesia. 3. Manufacturing industry is defined as an economic activity processing basic goods mechanically, chemicals or manually into final or intermediate goods. It is also defined as processing of lower value goods into higher value goods as final or intermediate products. The activities also include services for manufacturing and assembling. dalam kegiatan ini adalah jasa industri dan pekerjaan perakitan. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

227 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION 4. Jasa industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sebagai balas jasa (upah maklon). 4. Services for manufacturing is defined as a manufac-turing activity which serving other manufacturing establishments. In this case, raw materials are supplied by others while the workers are paid as a compensation for processing raw materials. 5. Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai cost structure, and having a person or produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung banyaknya pekerja, yaitu: industri besar (100 orang pekerja atau lebih), industri sedang/menengah (20 99 orang pekerja), industri kecil (5 19 orang pekerja), dan industri mikro (1 4 orang pekerja). 5. A manufacturing establishment is defined as a production unit engaged in economic activity, producing goods or services, located in a building or in a certain location, keeping a business record concerning the production and more that are responsible to those activities. jawab atas usaha tersebut. 6. Industri manufaktur dikelompokkan ke 6. Manufacturing industries are dalam 4 golongan berdasarkan categorized into four groups, based on the number of employees: large scale manufacturing (100 employees or more), medium scale manufacturing (20 99 employees), small scale manufacturing (5 19 employees), and micro industry (1 4 employees). 7. Pelanggan adalah individu atau kelompok, baik rumah tangga, perusahaan atau institusi non profit yang membeli air bersih dari perusahaan air bersih. 7. Customers are individuals or groups, whether household, company or nonprofit institutions that buy water supply from water supply establishment. 196 Jawa Tengah Province in Figures 2016

228 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI 8. Air disalurkan adalah volume air bersih dari perusahaan air bersih. 8. Distributed water is the volume of water supply from water supply establishment. 9. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) digunakan sebagai proxy untuk mengukur tingkat kesulitan geografis suatu daerah, semakin sulit letak geografis suatu daerah maka semakin tinggi pula tingkat harga di daerah tersebut. 9. Construction Cost Index (CCI) is used as a proxy for measuring the level of difficulty of the geographical region, the more difficult the geographical location of a region, the higher the price level in the area. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

229 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION ULASAN DESCRIPTION Industri Pembangunan di sektor industri merupakan prioritas utama pembangunan ekonomi tanpa mengabaikan pembangunan di sektor lain. Sektor industri dibedakan menjadi industri besar dan sedang serta industri kecil dan rumahtangga. Definisi yang digunakan BPS, industri besar adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih, industri sedang adalah perusahaan dengan tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang, industri kecil dan rumahtangga, to 99 workers; a small scale industry adalah perusahaan dengan tenaga kerja 5 orang sampai dengan 19 orang, dan tercatat sebanyak unit perusahaan dengan 876,70 ribu orang tenaga kerja. Pada tahun yang sama, nilai output industri besar dan sedang mencapai 290,84 trilyun rupiah. Nilai tambah bruto (NTB) pada tahun 2014 sebesar 146,22 trilyun rupiah. Industry Industrial sector development is the main priority of economic development without neglecting the other sectors development. Industrial sector is broken down into large, medium, small scale and home indusrty. According to BPS-Statistics Indonesia definition, a large scale industry is a manufacturing which employed at least 100 workers; a medium scale industry is a manufacturing which employed 20 up is a manufacturing which employed 5 up to 19 workers, and a home industri rumahtangga adalah perusahaan dengan tenaga kerja 1 orang sampai industry is a manufacturing which employed less than 4 workers. dengan 4 orang. Perusahaan industri besar dan There are about 3,851 large sedang di Jawa Tengah pada tahun 2014 and medium scale industries that employed about thousand workers in In the same year, the output value of large and medium scale industries reach trillion rupiahs. The gross value added at market price trillion rupiahs in Petambangan Banyaknya penyalur bahan bakar minyak tahun 2015 berjumlah dengan rincian 671 penyalur premium, Minning Number of Fuel distributorin 2015 are 1,982 consist of 671 premium distributor, 668 solar 198 Jawa Tengah Province in Figures 2016

230 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI 668 penyalur solar, dan 643 penyalur pertamax. Kebutuhan bahan bakar terbanyak tahun 2015 adalah premium sebesar 3,03 juta kilo liter. distributor, and 643 pertamax distributor.the need of fuel in 2015 mostly in premium which amounted 3.03 million kilo litre. Energi Kebutuhan energi listrik akan terus meningkat sejalan dengan roda perekonomian daerah. Jumlah energi listrik yang terjual selama tahun 2015 sebesar MWh. Energi listrik tersebut sebagian besar dimanfaatkan oleh rumahtangga (48,05 persen), berikutnya untuk industri (33,82 persen), usaha (11,46 persen), selebihnya untuk Energy In compliance with the trend of regional economy, the needs of electricity has been increased annually. The electricity that has been sold 20,408,000 MWh in It is supplied most of electricity demand either for households (48.05 percent), industry (33.82 percent), business (11.46 percent) and offices, road kantor pemerintah, penerangan jalan dan lamps and social are left. sosial. Pada tahun 2015, air minum yang In 2015, the water supply disalurkan dari 35 PDAM kota/kabupaten di Jawa Tengah tercatat sebesar 310,42 distributed by 35 PDAM regency/ municipality in Jawa Tengah were juta meter kubik. Jumlah pelanggan million cubic meters. The PDAM sebanyak 1,32 juta pelanggan dengan nilai 1,03 trilyun rupiah. costumers of water amounted to 1.32 million costumers with the value of 1.03 trillion rupiahs. Konstruksi Pada tahun 2015, Indeks kemahalan Construction In 2015, construction Konstruksi (IKK) di Jawa Tengah sebesar expensiveness index (CCI ) in Jawa 95,99, mengalami peningkatan cukup Tengah at 95.99, has increased tajam dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 83,00. sharply compared to 2014 which amounted to Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

231 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION 6.1 INDUSTRI/INDUSTRY Tabel Table Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Menurut Klasifikasi Industri di Provinsi Jawa Tengah, 2014 Number of Establishments and Employees by Industrial Classification in Jawa Tengah Province, 2014 Klasifikasi Industri Industrial Classification (1) Perusahaan Tenaga Kerja Establishment Employee (2) (3) 10 Makanan/Food Minuman/Beverage Pengolahan Tembakau/Tobacco Products Tekstil/Textiles Pakaian Jadi/Wearing Apparels Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki/Leather and Related Products and Footwear 16 Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur), dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya/Wood and 17 Products Kertas dan of Barang Wood and dari Cork, Kertas/Paper except Furniture, and Paper Products 18 Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman/Printing and Reproduction of Recorded Media 19 Produk dari Batu Bara dan Pengilangan Minyak/Coke, Refined Petroleum Products 20 Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia/Chemicals and Chemical Products 21 Farmasi Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional/Pharmaceuticals, Medicinal Chemical and Botanical Products 22 Karet, Barang dari Karet dan Plastik/Rubber and Plastic Barang Products Galian Bukan Logam/Other Non-Metalic Mineral Products 24 Logam Dasar/Basic Metals Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya/Fabricated Metal Products, except Machinery and Equipment 26 Komputer, Barang Elektronik dan Optik/Computers, Electronic and Optical Products 27 Peralatan Listrik/Electrical Equipment Mesin dan Perlengkapan ytdl/machinery and Equipment n.e.c 29 Kendaraan Bermotor, Trailer dan Semi Trailer/Motor Vehicles, Trailers and Semi- Trailers 30 Alat angkutan Lainnya/Others Transport Equipment Furnitur/Furniture Pengolahan Lainnya/Others Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan/Repair and Installation of Machinery and Equipment Sumber: Source: Survei Perusahaan Manufaktur Tahunan Annual Manufacturing Establishment Survey 200 Jawa Tengah Province in Figures 2016

232 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel Table Jumlah Perusahaan, Tenaga Kerja, Investasi, dan Nilai Produksi Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2014 Number of Establishment, Employees, Investment, and Production Value by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2014 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Perusahaan Establishments Tenaga Kerja Employee Nilai Produksi (000 Rp) Production Value (2) (3) (5) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Sumber: Source: Jawa Tengah Survei Perusahaan Manufaktur Tahunan Annual Manufacturing Establishment Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

233 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja, Upah Tenaga Kerja, Biaya Input, Nilai Output, Nilai Tambah Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2014 Number of Large and Medium Enterprise, Person Engaged, Employments Cost, Value of Output, by Regency/Municipalityin Jawa Tengah 2014 Banyaknya Tenaga Kerja Upah Kabupaten/Kota Regency/Municipality Perusahaan Number of Workers (Orang/Man ) Payment (000 Rp/ Enterprise Thousand Rp ) (1) (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS - Statistics of Jawa Tengah 202 Jawa Tengah Province in Figures 2016

234 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Lanjutan/Continued Input Output Nilai Tambah Kabupaten/Kota Input Output Value Added Regency/Municipality (000 Rp/ (000 Rp/ (000 Rp/ Thousand Rp ) Thousand Rp ) Thousand Rp ) (1) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan ` Tegal Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

235 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Banyaknya Perusahaan Industri Besar dan Sedang, Tenaga Kerja Serta Pengeluaran untuk Tenaga Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Number of Enterprise, Number of Person Engaged and Employment Costs by Industrial Code Jawa Tengah 2014 Tenaga Kerja Pengeluaran Nomor Kode Banyaknya Workers Untuk Urut Industri Perusahaan Tenaga Tenaga Tenaga Kerja Serie Industrial Number of Kerja Kerja Jumlah (000 Rupiah) Number Code Enterprise Produksi Lainnya Total Employment Production Workers Others Cost (Thousand Rp.) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Jumlah/Total Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS - Statistics of Jawa Tengah 204 Jawa Tengah Province in Figures 2016

236 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Biaya Input Industri Besar dan Sedang Table Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Input Costs by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Nomor Urut Serie Number Biaya Input Input Cost Bahan Bahan Bakar Barang Lainnya Listrik Beli Sewa Gedung Baku Fuel (di luar Bahan Electricity Mesin dan Alat Jumlah Raw Baku/Penolong) Rent of Building Total Materials Others Machinery dan Materials Equipment (5) (6) (7) (8) (1) (2) (3) (4) Jawa Tengah Kode Industri Industrial Code Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah Keterangan/Note : 1) Bahan bakar dan Gas/Fuel and Gas Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

237 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Nilai Output Industri Besar dan Sedang Table Per Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value of Gross Output by Industry Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Nomor Urut Serie Number Jawa Tengah Kode Industri Industrial Code (1) (2) Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah Nilai Output Value of Gross Output Barang yang Tenaga Listrik yang Dijual Jasa Industri yang Diterima Selisih Nilai Stok Barang Penerimaan Lain dari Jasa Non Jumlah Dihasilkan Value of Goods Produced Value of Electricity Sold Dari Pihak Lain Value of Industrial Services Rendered Setengah Jadi Increase in Stock of Semi Finished Product Industri Receipt from Non Industrial Services Rendered Total (3) (4) (5) (6) (7) (8) Jawa Tengah Province in Figures 2016

238 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Nomor Urut Serie Number (1) Kode Industri Industrial Code (2) Nilai Biaya Nilai Tambah Output Input (Harga Pasar) Value of Input Value Added Gross Output Cost (At Market Prices) (3) (4) (5) Pajak Tak Langsung Indirect Taxes Jawa Tengah Nilai Tambah Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value Added by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah (6) Nilai Tambah (Biaya faktor Produksi) Value Added (At Factor Cost) (7) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

239 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Nomor Urut Serie Number (1) Tenaga Listrik yang Dibangkitkan Sendiri, Yang Dibeli dan Yang Dijual Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Electricity Produced, Purchased and Sold by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 Kode Industri Industrial Code (2) Produksi Sendiri Own Production (kwh) (3) Tenaga Listrik Electricity Power Yang Dibeli Yang Dijual Purchased Sold Banyaknya Nilai Banyaknya Nilai Quantity Value Quantity Value (kwh) (000 Rupiah) (kwh) (000 Rupiah) (4) (5) (6) (7) Jawa Tengah Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

240 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Banyaknya Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumas Industri Sedang dan Besar Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 Quantity of Fuel and a Lubricants Used by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 Nomor Urut Kode Industri Bensin (liter) Minyak (liter) Oil (litre) Pelumas (liter) Serie ndustria Gasoline Solar Myk. Tanah Batu Bara&Briket PGN&Non PGN LPG Lubricant Number Code (litre) Diesel Fuel Kerosene Coal Public Gas LPG (litre) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Jawa Tengah Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

241 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Nilai Pemakaian Bahan Bakar dan Pelumas Industri Besar dan Sedang Menurut Kode Industri di Jawa Tengah Tahun 2014 (Ribu Rupiah) Value of Fuel and a Lubricants Used by Industrial Code in Jawa Tengah 2014 (Thousand Rupiahs) Nomor Urut Serie Number Kode Industri Industrial Code Bensin Benzine Solar Fuel Minyak Oil Myk. Tanah Batu Bara&Briket PGN&Non PGN Kerosene Coal Public Gas (1) (2) (3) (4) (5) (6) Jawa Tengah Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Sumber : BPS - Statistics of Jawa Tengah (7) 210 Jawa Tengah Province in Figures 2016

242 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Lanjutan/Continued Nomor Urut Serie Number Kode Industri Industrial Code Minyak Oil LPG LPG Bahan Bakar Lainnya Other Fuel Pelumas Lubricant Oil Jumlah Total (1) (2) (8) (9) (10) (11) Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

243 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION 6.2 PERTAMBANGAN/MINING Tabel : Table Banyaknya Penyalur Bahan Bakar Minyak Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Fuel Distributor by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality Premium Minyak Tanah Kerosene Minyak Solar Solar Pertamax Avgas/ Avtur Jumlah Total (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber/Source : Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang 212 Jawa Tengah Province in Figures 2016

244 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Kebutuhan Bahan Bakar Minyak yang Disalurkan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Bahan Bakar di Jawa Tengah Tahun 2015 (kilo liter) The Need of Fuel by Regency/City by Kind of Fuel in Jawa Tengah 2015 (kilo litre) Kabupaten/Kota Regency/City (1) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality - 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber/Source : Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang Premium Minyak Minyak Tanah Solar Kerosene Solar (2) (3) (4) Pertamax Avgas/ Avtur (5) (6) Jumlah Total (7) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

245 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Kebutuhan Pelumas Menurut Jenis Penggunaan di Jawa Tengah Tahun 2015 (kilo liter) The Need of Lubricating Oil by Utilization in Jawa Tengah 2015 (kilo litre) Jenis Penggunaan Banyaknya Utilization (Kiloliter) (1) (2) 01. Otomotive Industri Jawa Tengah Sumber/Source : Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang 214 Jawa Tengah Province in Figures 2016

246 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Banyaknya Perusahaan Penyalur dan Jumlah Pemakaian Gas LPG Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Distributor Enterprise and Number of Use Gas by Regency/Municipality in Jawa Tengah 2015 Kabupaten/Kota Banyaknya Perusahaan Penyalur Number of Enterprise Jumlah Pemakaian (MTon) Number of Use (MTon) Regency/Municipality Bulk-Tabung Tabung 3 Kg Bulk-Tabung Tabung 3 Kg 6, 12, 50 Kg 6, 12, 50 Kg (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber/Source : Pertamina Unit Pemasaran IV Semarang Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

247 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION 6.3 ENERGI/ENERGY Tabel : Table Banyaknya Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN Tahun Number of Consumers PT. PLN (Persero) Distribution Jawa Tengah by PLN Unit Unit PLN PLN Unit (1) (2) (3) (4) (5) (6) 01. Semarang Surakarta Purwokerto Tegal Magelang Kudus Salatiga Klaten Pekalongan Cilacap Jawa Tengah Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah 216 Jawa Tengah Province in Figures 2016

248 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table (1) Unit PLN PLN Unit Penjualan Tenaga Listrik Menurut Unit PLN di Jawa Tengah Tahun 2015 Selling of Electricity Power by Regency/Municipality by PLN Unit in Jawa Tengah 2015 Pelanggan Daya Energi Customer Tersambung Jual (KVA) (MWh) (2) (3) (4) 01. Semarang Surakarta Purwokerto Tegal Magelang Kudus Salatiga Klaten Pekalongan Cilacap Jawa Tengah Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Source : PT. PLN (Persero), Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

249 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Banyaknya Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 Number of Consumers PT. PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 Unit PLN PLN Unit (1) (2) Rumah Tangga Household Kantor Pene- Industri Usaha Sosial Peme- rangan Industry Business Social rintah Jalan Government Road Office Lighting (3) (4) (5) (6) (7) Multiguna Multi function (8) Jumlah Total (9) 01. Semarang Surakarta Purwokerto Tegal Magelang Kudus Salatiga Klaten Pekalongan Cilacap Jawa Tengah Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Source : PT. PLN (Persero), Jawa Tengah 218 Jawa Tengah Province in Figures 2016

250 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Besarnya Daya Tersambung yang digunakan oleh Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (KVA) Number of Electricity Power by Consumers PT. PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (KVA) Unit PLN PLN Unit Kantor Pene- Peme- rangan rintah Jalan Governmen Office Road Lighting (6) (7) Rumah Tangga Household (1) (2) Industri Industry Usaha Business Sosial Social (3) (4) (5) Multiguna Multi function Jumlah Total (8) (9) 01. Semarang Surakarta Purwokerto Tegal Magelang Kudus Salatiga Klaten Pekalongan Cilacap Jumlah/Total Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Source : PT. PLN (Persero) Distribution Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

251 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Table Besarnya Tenaga Listrik yang Terjual pada Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (MWh) Selling of Electricity Power by Consumers PT. PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (MWh) Unit PLN PLN Unit (1) (2) Industri Industry (3) Usaha Sosial Business Social (4) (5) Rumah Tangga Household Kantor Pene- Peme- rangan Multiguna Lainnya Jumlah rintah Jalan Multi Others Total Govern Road function ment Office Lighting (6) (7) (8) (9) (10) 01. Semarang Surakarta Purwokerto Tegal Magelang Kudus Salatiga Klaten Pekalongan Cilacap Jawa Tengah Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Source : PT. PLN (Persero), Jawa Tengah 220 Jawa Tengah Province in Figures 2016

252 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel : Table Nilai Tenaga Listrik yang Terjual oleh Pelanggan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Menurut Unit PLN dan Kelompok Pelanggan di Jawa Tengah Tahun 2015 (Juta Rupiah) Selling of Electricity Power by Consumers PT. PLN (Persero) Jawa Tengah by PLN Unit and Consumers in Jawa Tengah 2015 (Million Rupiahs) Unit PLN PLN Unit Rumah Tangga Household Industri Industry Usaha Business Sosial Social (1) (2) (3) (4) (5) 01. Cabang Semarang Cabang Surakarta Cabang Purwokerto Cabang Tegal Cabang Magelang Cabang Kudus Cabang Salatiga Cabang Klaten Cabang Pekalongan Cabang Cilacap Jawa Tengah Sumber : PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah Source : PT. PLN (Persero), Jawa Tengah Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

253 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION Tabel : Tabel Lanjutan/Contunued Kantor Pene- Unit PLN Peme- rangan Multiguna Lain-lain Jumlah PLN Unit rintah Jalan Multifunction Others Total Government Office Road Lighting (1) (6) (7) (8) (9) (10) 01. Cabang Semarang Cabang Surakarta Cabang Purwokerto Cabang Tegal Cabang Magelang Cabang Kudus Cabang Salatiga Cabang Klaten Cabang Pekalongan Cabang Cilacap Jawa Tengah Jawa Tengah Province in Figures 2016

254 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Tabel Table Jumlah Pelanggan dan Air yang Disalurkan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Number of Costumers and Distributed Clean Water by Regency/ Municipality in Jawa Tengah Province, 2015 Kabupaten/Kota Regency/City (1) Kabupaten/Regency Pelanggan Customers Air Disalurkan Distributed Water (m 3 ) Nilai/Value (rupiah) (2) (3) (4) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Survei Perusahaan Air Bersih Water Supply Establishment Survey Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

255 INDUSTRY, MINING, ENERGY, AND CONSTRUCTION 6.4 KONSTRUKSI/CONSTRUCTION Tabel Table Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Construction Cost Index ( CCI ) by Regency/ Municipality in Jawa Tengah Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap 89,43 90,27 82,47 2. Banyumas 83,01 82,20 84,54 3. Purbalingga 78,36 78,16 94,51 4. Banjarnegara 80,17 83,35 98,07 5. Kebumen 81,96 84,78 88,08 6. Purworejo 86,20 84,83 82,92 7. Wonosobo 87,75 87,74 92,27 8. Magelang 79,49 81,00 79,51 9. Boyolali 88,51 87,05 87, Klaten 83,73 85,01 87, Sukoharjo 90,95 88,50 93, Wonogiri 84,65 83,83 87, Karanganyar 73,42 74,74 97, Sragen 93,17 92,62 98, Grobogan 89,62 91,76 93, Blora 85,35 88,87 92, Rembang 97,32 98,36 97, Pati 93,93 94,10 100,7 19. Kudus 89,00 88,62 93, Jepara 99,58 98,27 92, Demak 88,80 91,96 97, Semarang 90,00 91,74 91, Temanggung 87,26 88,18 88, Kendal 82,58 85,92 93, Batang 71,72 78,43 85, Pekalongan 87,32 90,02 85, Pemalang 86,19 89,99 92, Tegal 78,23 80,92 83, Brebes 89,91 91,17 88,83 Kota/Municipality 1. Magelang 90,04 88,37 84,94 2. Surakarta 89,73 87,05 95,32 3. Salatiga 92,08 91,41 91,35 4. Semarang 88,04 91,85 90,43 5. Pekalongan 85,46 85,79 89,33 6. Tegal 76,31 79,11 95,22 Jawa Tengah 85,38 83,00 95,99 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Source: BPS-Statistics of Jawa Tengah Province 224 Jawa Tengah Province in Figures 2016

256 INDUSTRI, PERTAMBANGAN, ENERGI, DAN KONSTRUKSI Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

257

258 PERDAGANGAN PENJELASAN TEKNIS 1. Sistem pencatatan Statistik Ekspor dan Impor adalah General Trade dengan wilayah pencatatan meliputi seluruh wilayah kepabeanan Indonesia. TECHNICAL NOTES 1. The recording of export and import statistics is based on General Trade System covering all Indonesian customs areas. 2. Pengesahan dokumen kepabeanan ekspor dan impor dilakukan oleh Bea dan Cukai berdasarkan Persetujuan Muat/Bongkar Barang. 3. Data ekspor berasal dari dokumen kepabeanan BC 3.0 atau yang disebut dokumen Pemberitahuan Ekspor Pabean Free Trade Zone (PPFTZ) dan dokumen kepabeanan BC 2.3 yang mencatat impor barang dari Luar 2. The legalization of customs export and import documents is conducted by the Customs and Excise Office. 3. The export data are compiled based on customs export documents BC 3.0 or known as Export Declarations Barang (PEB) yang diisi oleh eksportir. 4. Data impor berasal dari dokumen kepabeanan BC 2.0 atau yang disebut 4. (PEB), filled by exporters. The import data are compiled based on customs import documents BC 2.0 dokumen Pemberitahuan Impor or known as Import Declarations Form Barang (PIB), Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK), Pemberitahuan (PIB), Import Declarations Form for Special Commodity (PIBK), Customs Declaration Form for Free Trade Zone (PPFTZ), and customs import documents BC 2.3 which records Negeri ke Kawasan Berikat. import goods from foreign country to Bounded Zones Area. 5. Barang-barang yang dikirim ke luar negeri untuk diolah dicatat sebagai ekspor, sedangkan hasil olahan yang dikembalikan ke Indonesia dicatat sebagai impor. 5. Goods send abroad for processing purposes are recorded as export while its product sent to Indonesia are recorded as import. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

259 TRADE 6. Barang-barang luar negeri yang diolah di dalam negeri dicatat sebagai barang impor meskipun barang olahan tersebut akan kembali ke luar negeri. 6. Foreign goods processed in Indonesia are still recorded as imports although the products will be sent to abroad. 7. Barang-barang yang tidak dicakup dalam pencatatan: a. Pakaian dan barang-barang perhiasan penumpang. b. Barang-barang bawaan penumpang dari/ke luar negeri untuk dipakai sendiri, kecuali lemari es, pesawat televisi, dan sebagainya. c. Barang-barang untuk keperluan perwakilan kedutaan suatu d. Goods for expeditions, and shows negara. d. Barang-barang ekspedisi dan f. Pembungkus/peti kemas untuk diisi kembali. g. Uang dan surat-surat berharga. h. Barang-barang contoh 7. The following goods are not included in the statistics: a. Clothings and passengers jewelry. b. Luggage of passengers for own use, except refrigerators, television sets, etc. c. Goods imported/exported for the use of foreign representive countries/embassies. or exhibitions. e. Military goods directly imported ekshibisi atau pameran. e. Barang-barang untuk militer yang diimpor langsung oleh angkatan bersenjata f. g. h. by the Armed Forces. Packings/containers to be refilled. Bank notes and securities Sample goods 8. Sistem pengolahan dokumen impor/ekspor Indonesia adalah sistem Carry Over yaitu dokumen ditunggu selama satu bulan, setelah bulan berjalan, sedangkan dokumendokumen yang terlambat akan diolah pada bulan berikutnya. Dengan 8. The carry-over system is used in processing Indonesian export and import documents. Documents are processed one month after the current month, while those received later will be processed for the succeeding month. This means previous 228 Jawa Tengah Province in Figures 2016

260 PERDAGANGAN demikian dokumen bulan-bulan sebelumnya yang terlambat diterima dan masuk pada bulan berjalan, diperlakukan sebagai dokumen bulan pengolahan. documents received in the current month will be treated as processed documents. 9. Pelabuhan Muat adalah pelabuhan darimana barang diangkut ke luar negeri atau diekspor 9. Port of loading is port where the goods are transported out of the country or exported. 10. Negara tujuan adalah negara tujuan akhir yang diketahui untuk barang ekspor yang dikirim ke luar negeri 11. Jenis komoditi adalah barang ekspor yang dicatat sesuai kode Harmonized 10. Country of destination is country that System (HS) System (HS) code. is known to export goods sent abroad. 11. Type commodity is exported goods recorded based on Harmonized Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

261 TRADE ULASAN Volume ekspor Jawa Tengah tahun 2015 mencapai 3,14 juta ton dengan nilai FOB 5,37 milyar US $. Volume dan nilai ekspor ini menurun dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 3,28 juta ton dan 5,63 DESCRIPTION Jawa Tengah s export volume in 2015 reached 3.14 million tons with FOB value of US $ 5.37 billion. The volume and value of exports decreased compared to 2014 which amounted to 3.28 million tons and milyar US $. Penurunan volume ekspor sebesar 4,35 persen, sedangkan penurunan nilai FOB sebesar 4,60 persen. Volume ekspor menurut jenis Volume ekspor menurut negara 5.63 billion US $. The decline in export volume amounted to 4.35 percent, while decreasing the FOB value of 4.60 percent. The volume of exports by type of komoditas terbesar pada komoditas commodity in the commodity industry's industri kayu, gabus, dan jerami (1,02 juta ton), sedangkan nilai FOB terbesar pada komoditas benang dan industri tekstil (2.29 milyar US $). largest wood, cork and straw (1.02 million tons), while the FOB value of the largest commodity yarns and textile industries (2.29 billion US $). The volume of exports by country of tujuan terbesar ke Negara Tiongkok (584,68 ribu ton), sedangkan nilai FOB terbesar ke Negara United States (1,31 milyar US $). Volume impor Jawa Tengah destination China's largest country ( million tons), while the largest of the FOB value Country United States (1.31 billion US $). Jawa Tengah import volume in Jawa Tengah Province in Figures 2016

262 PERDAGANGAN tahun 2015 mencapai 16,50 juta ton meningkat 5,64 persen dibanding volume impor tahun 2014 yang sebesar 15,61 juta reached million tons, increased by 5.64 percent compared to the volume of imports in 2014 amounted to million ton. Meskipun volumenya meningkat, tons. Despite volume increases, but the namun nilai CIF tahun 2015 menurun 32,04 persen yaitu 10,74 milyar US $ pada tahun CIF value in 2015 declined percent were US $ billion in 2015 from US $ 2015 dari 15,80 milyar US $ pada tahun Volume dan nilai impor menurut jenis komoditas terbesar pada komoditas milyar US $ billion in The volume and value of imports by type of commodity, the largest commodity is BBM (12,08 juta ton) dengan nilai CIF fuel (12.08 million tons) with a CIF value at sebesar 5,46 milyar US $ billion US $. Volume dan nilai impor menurut The volume and value of imports by negara asal terbesar dari Negara Tiongkok country of origin of most of the State of (4,94 juta ton) dengan nilai CIF sebesar 2,16 China (4.94 million tons) with a CIF value of 2.16 billion US $. Koperasi sebagai 'soko guru' perekonomian Indonesia, fungsinya semakin diperhatikan dalam berperan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Usaha-usaha yang dilakukan oleh The function of cooperative, as the pillar of Indonesian economic had to be expanded for the purpose to increase welfare society. The fund aid by Regional Development of Jawa Tengah to Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

263 TRADE Pemerintah Daerah Jawa Tengah antara lain, melakukan pemberian bantuan modal kepada koperasi dan pengusaha kecil dalam bentuk pinjaman, pembinaan koperasi di daerah perdesaan/perkotaan, pembentukan Forum Koordinasi cooperative and small establishment consist of loan, cooperative creation of village/castle and the formation of "Forum Koordinasi Pembinaan Koperasi dan Pengusaha Kecil" are policies imposed to achieve that purpose. Pembinaan Koperasi dan Pengusaha Kecil (FKPPK). Sampai dengan Maret 2016 terdapat unit koperasi di usaha mengalami peningkatan, pada tahun 2015 sebesar 687,02 milyar rupiah. Until March 2016, number of cooperative in Jawa Tengah Province was units, Jawa Tengah dengan jumlah anggota with the total members of about seluruhnya sebanyak 7,87 juta orang million persons. In general, the Secara umum volume usaha tahun 2015 sebesar 47,69 trilyun rupiah mengalami kenaikan dibanding tahun 2014, sisa hasil business volume in 2015 amounted to trillion rupiahs increase compared to 2014, net income increased, in 2015 amounted to billion rupiahs. 232 Jawa Tengah Province in Figures 2016

264 PERDAGANGAN 7. PERDAGANGAN Tabel Table 7.1 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Jenis Komoditi di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Comodity in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and 2015 Jenis Komoditi (1) Comodity Volume Ekspor Export Volume (ton) Nilai FOB FOB Value ( Juta US $) (2) (3) (4) (5) 01. Peternakan/ Livestock , ,98 74,79 67, Pertanian dan Kehutanan/Agriculture and Forestry , ,99 276,87 223, Pertambangan dan penggalian/ Mining and Quarrying , ,21 12,89 14,62 Industri Makanan, Minuman dan Tembakau/ Food, 04. Beverages and Tobacco Industries , ,31 236,53 182, Benang dan Industri Tekstil/ Yarn and Textile Industries , , , ,29 Industri Kayu, Gabus dan Jerami/ Wood, Cork and 06. Straw Industries , , , , Industri Kertas/ Paper Industries , ,69 38,39 39,75 Kulit dan Industri Kulit/ Leather Product and Leather 08. Industries 1 348, ,35 23,96 30,66 Industri Kimia, Plastik dan Karet/ Chemical, Plastic, and 09. Rubber Products Industries , ,96 294,69 275, BBM/ Fuel Oil , ,16 336,48 113, Perlengkapan Pribadi/ Personal Equipment 2 085, ,85 30,72 36,65 Industri Mineral dan batuan/ Industrial Minerals and , ,37 64,44 51,80 Rocks 14. Industri Logam/ Iron Industries 8 777, ,16 27,61 28,07 Industri Mesin, Listrik dan Elektronik/ Industrial 15. Machinery, Electrical and Electronics , ,24 288,16 286, Kendaraan dan Spare-part/ Vehicles and Spareparts 246,21 450,47 1,23 0, Industri Lainnya/ Other Industries , ,29 747,75 730,40 98 Barang yang Masuk Dalam Ekspor Barang Tertentu :PEBT/ Goods Logged In the Export of Certain Goods 0,74 1,54 0,02 0,01 Jawa Tengah , , , ,70 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

265 TRADE Tabel Table 7.2 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Country of Destination in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and 2015 Negara Tujuan Country of Destination (1) Volume Ekspor Volume (ton) Export (2) (3) (4) (5) UNITED STATES , , , , TIONGKOK , ,29 627,31 575, JAPAN , ,10 518,43 517, GERMANY, FED. REP. OF , ,81 243,19 209, MALAYSIA , ,15 358,25 180, KOREA, REP OF , ,85 168,37 180, TURKEY , ,42 160,52 146, NETHERLANDS , ,44 143,23 142, SINGAPORE , ,35 153,63 139, AUSTRALIA , ,29 139,47 136, TAIWAN , ,14 158,73 134, UNITED KINGDOM , ,46 130,83 130, EGYPT , ,79 96,97 108, BELGIUM , ,17 115,74 106, BRAZIL , ,08 109,95 105, INDIA , ,67 64,59 97, ITALY , ,62 96,14 94,45 Lainnya Jawa Tengah , , , , , , , ,70 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) Nilai FOB FOB Value (Juta US $) 234 Jawa Tengah Province in Figures 2016

266 PERDAGANGAN Tabel Table 7.3 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Muat di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Volume and Value of Exports by Port of Loading in Jawa Tengah Loading Province, 2014 and 2015 Pelabuhan Muat Port of Loading (1) Volume Ekspor Export Volume (ton) (2) (3) (4) (5) 1 Tanjung Mas , , , ,88 2 Cilacap , ,16 394,64 126,92 3 Achmad Yani 954, ,68 5,05 3,70 4 Semarang_PTT 55,86 27,62 0,18 0,43 5 TPK Jebres dan Adi Sumarmo 171,28 201,80 1,51 0,77 Jawa Tengah , , , ,70 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) Nilai FOB FOB Value (Juta US $) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

267 TRADE Tabel Volume dan Nilai Impor Menurut Jenis Komoditi di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan Table Volume and Value of Imports by Comodity in Jawa Tengah Province, 2014 and 2015 Jenis Komodity (1) Comodity Volume Impor Import Volume (ton) Nilai CIF CIF Value (Juta US $) (2) (3) (4) (5) 01. Peternakan/ Livestock , ,79 232,10 166,04 Pertanian dan Kehutanan/Agriculture and 02. Forestry , ,59 522,19 499,63 Pertambangan dan penggalian/ Mining and 03. Quarrying , ,35 31,91 53,32 Industri Makanan, Minuman dan Tembakau/ 04. Food, Beverages and Tobacco Industries , ,89 348,41 442,24 Benang dan Industri Tekstil/ Yarn and Textile 05. Industries , , , ,26 Industri Kayu, Gabus dan Jerami/ Wood, Cork 06. and Straw Industries , ,12 50,51 47, Industri Kertas/ Paper Industries , ,05 118,80 132,30 Kulit dan Industri Kulit/ Leather Product and 08. Leather Industries 4 572, ,44 19,75 19,50 Industri Kimia, Plastik dan Karet/ Chemical, 09. Plastic, and Rubber Products Industries , ,42 621,34 602, BBM/ Fuel Oil , , , , Perlengkapan Pribadi/ Personal Equipment , ,99 16,59 15,32 Industri Mineral dan batuan/ Industrial 13. Minerals and Rocks , ,98 70,85 69, Industri Logam/ Iron Industries , ,85 363,39 272,96 Industri Mesin, Listrik dan Elektronik/ 15. Industrial Machinery, Electrical and , , , ,61 Kendaraan dan Spare-part/ Vehicles and 16. Spareparts , ,15 108,78 102, Industri Lainnya/ Other Industries , ,38 105,17 111,50 Barang yang Masuk Dalam Ekspor Barang 98 Tertentu :PEBT/ Goods Logged In the Export of 1,53 2,79 0,01 0,03 Certain Goods Jawa Tengah , , , ,86 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) 236 Jawa Tengah Province in Figures 2016

268 PERDAGANGAN Volume dan Nilai Impor Menurut Negara Asal di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan Tabel Table Volume and Value of Import by Country of Origin in Jawa Tengah Province, 2014 and 2015 Negara Tujuan Country of Destination (1) Volume Impor Import Volume (ton) (2) (3) (4) (5) TIONGKOK , , , , SAUDI ARABIA , , , , NIGERIA , , ,77 956, SINGAPORE , , ,31 892, MALAYSIA , ,52 528,22 516, KOREA, REP OF , ,60 507,19 432, UNITED STATES , ,05 440,15 424, AUSTRALIA , ,55 383,73 257, BRUNEI DARUSSALAM , ,83 272,09 37, HONGKONG , ,95 211,34 271, JAPAN , ,84 215,31 182, TAIWAN , ,53 190,24 232, THAILAND , ,09 157,06 168, GERMANY, FED. REP. OF , ,11 190,66 151,47 Negara Lainnya Jawa Tengah , , , , , , , ,86 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) Nilai CIF CIF Value (Juta US $) Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

269 TRADE Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Bongkar di Provinsi Jawa Tengah, 2014 Tabel dan Table Volume and Value of Imports by Port of Unloading in Jawa Tengah Province, 2014 and Cilacap Pelabuhan Bongkar Port of Unloading (1) 494. Tanjung Mas 496. Achmad Yani 497. Semarang_PTT 498. TPK Jebres & Adi Sumarmo Jawa Tengah Volume Impor Import Volume (ton) (2) (3) (4) (5) , , , , , , , ,18 444,58 689,04 6,96 11, , ,30 25,17 9,46 28,08 20,94 1,07 0, , , , ,86 Sumber: Diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai ( PEB dan PIB ) Source: Based on Customs Declaration Document from Directorate General of Customs and Excise ( Exports and Imports Declaration ) Nilai CIF CIF Value (Juta US $) 238 Jawa Tengah Province in Figures 2016

270 PERDAGANGAN Tabel Table : 7.7 Perkembangan Koperasi di Jawa Tengah Tahun Maret 2016 Trend of Cooperative in Jawa Tengah March 2016 Uraian Description (1) Satuan Maret 2016 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. Koperasi Unit Anggota Orang Tenaga Kerja Orang Asset Rp. Trilyun 18,61 26,31 33,50 41,45 49,12 55, Volume Usaha Rp. Trilyun 22,37 33,08 37,48 42,28 47,69 27, Sisa Hasil Usaha Rp. Milyar 378,71 497,07 563,91 629,74 687,02 357,42 Sumber : Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jateng Source : Cooperative, Small and Medium Enterprise Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

271 TRADE Tabel : 7.8 Table Perkembangan Jenis Usaha Koperasi di Jawa Tengah Tahun Maret 2016 Trend of Cooperative Bussines in Jawa Tengah March Jenis Usaha Bussines Kind (1) Koperasi Simpan Pinjam - Jumlah Koperasi - Jumlah Anggota - Asset - Modal Sendiri - Pinjaman Pengadaan Pangan - Jumlah Koperasi - Realisasi Produksi Susu - Jumlah Koperasi - Populasi ternak - Nilai Perikanan - Jumlah koperasi - Produksi - Nilai Waserda - Jumlah Waserda - Permodalan - Omzet/hari - Volume usaha - Tenaga kerja Sentral Kulakan Koperasi - Jumlah Sensuko - Permodalan - Omzet/hari - Volume usaha - Tenaga kerja Satuan Units (2) Sumber : Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jateng Source : Cooperative, Small and Medium Enterprise Service of Jawa Tengah Province Unit Orang Juta Rp Juta Rp Juta Rp Unit Juta Rp. 100,05 100,05 116,19 120,40 154,17 139,58 Unit Ekor Juta Rp Unit Ton Maret 2016 (3) (4) (5) (6) (7) Juta Rp. 907,67 341,19 350,90 342,85 303,66 84,35 Unit Juta Rp , , , , , ,05 Juta Rp. 175,10 192,61 190,00 157,50 175,10 176,55 Juta Rp Orang Unit Juta Rp Juta Rp. 195,50 215,05 138,23 175,10 197,53 195,32 Juta Rp , , , , , ,75 Orang (8) 240 Jawa Tengah Province in Figures 2016

272 PERDAGANGAN Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

273

274 HOTEL DAN PARIWISATA PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Wisatawan mancanegara (wisman) ialah setiap pengunjung yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya, didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari satu tahun (12 bulan). Definisi ini mencakup 2 (dua) kategori wisatawan mancanegara, yaitu : dengan alasan kesehatan. b. Excursionist ialah setiap pengunjung seperti definisi di 1. An International Visitor is any person visiting a country other than his usual place of residence for any reason other than for earning income in the country visited, and the length of stay is no more than one year (12 months).this definition covers two categories of foreign visitors, namely : atas yang tinggal kurang dari 24 visited country. jam di tempat yang dikunjungi (termasuk Cruise passengers ). Cruise Passengers ialah setiap pengunjung yang tiba di suatu negara di mana mereka tidak menginap di akomodasi yang tersedia di negara tersebut, a. Tourist is any visitor staying for at least 24 hours, but no more than one year, in the country visited, with the intention of visiting, and for any a. Wisatawan (turis) ialah setiap of these purposes: Pleasure, pengunjung seperti definisi di recreation and sports, Business, atas yang tinggal paling sedikit 24 visiting friends and relatives, jam, akan tetapi tidak lebih dari 1 missions, attending meetings, (satu) tahun di tempat yang conferences, visit for health reasons dikunjungi, dengan maksud and study. antara lain: berlibur, rekreasi, b. Excursionist is any visitor staying olah raga, bisnis, menghadiri less than 24 hours in the country pertemuan, studi, dan kunjungan visited including, Cruise Passengers, i.e. visitors arriving in a country without staying in any accommodation available in the Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

275 HOTEL AND TOURISM misalnya dengan kapal laut. 12. Rata-rata lama tinggal adalah ratarata waktu tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia untuk satu kali kunjungan. 18. Average length of stay is the average stay duration of foreign visitor in Indonesia for one trip. 13. Usaha penyediaan akomodasi adalah usaha yang menyediakan pelayanan penginapan yang dapat dilengkapi dengan pelayanan pariwisata lainnya. Usaha penyediaan akomodasi dapat berupa hotel, vila, pondok wisata, bumi perkemahan, persinggahan karavan, dan akomodasi lainnya yang terdiri dari hotel berbintang dan hotel non- bintang. 19. The business of providing accommodation is a business that provides specialty services that can be equipped with other tourism services. It includes hotel, villa, cottage, camping, caravan stop, and other accommodation that are used for tourism purposes. digunakan untuk tujuan pariwisata. 14. Hotel adalah penyediaan akomodasi 20. Hotel is a daily supply of secara harian berupa kamar-kamar di accommodation rooms within a dalam satu bangunan yang dapat building which can be equipped with dilengkapi dengan jasa pelayanan eating and drinking services, makan dan minum, kegiatan hiburan dan atau fasilitas lainnya. Hotel entertainment activities and/or other facilities. Hotel consists of a classified hotel and a non-classified hotel. 15. Hotel bintang adalah usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan, makan minum serta jasa lainnya bagi umum dengan menggunakan sebagian atau seluruh bangunan. Usaha ini dikelola secara komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan sebagai hotel bintang 21. A star hotel is the business of providing an accommodation, eating and drinking as well as other services for the public by using a building or a part of a building. It is managed commercially and meets specified requirements as a star hotel (including diamonds) set forth in the decree of 244 Jawa Tengah Province in Figures 2016

276 HOTEL DAN PARIWISATA (termasuk berlian) yang ditetapkan dalam surat keputusan instansi yang membinanya. Misalnya hotel bintang lima, hotel bintang empat dan seterusnya. fostering agency. For example, five star hotel, four star hotel, and so on. 16. Tingkat penghunian kamar hotel adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni terhadap banyaknya malam kamar yang tersedia. 17. Rata-rata lamanya tamu menginap adalah banyaknya malam tempat tidur yang terpakai (malam tamu) 22. Room occupancy rate is the number of room-nights occupied divided by the number of room-nights available, multiplied by 100 percent. 23. Average length of stay is the number of bed-nights used (guest night) divided by the number of guests dengan banyaknya tamu yang coming to spend the night at the menginap di hotel atau akomodasi accommodation. lainnya. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

277 HOTEL AND TOURISM ULASAN DESCRIPTION Hotel Hotel Pengembangan kepariwisataan saat ini makin penting, tidak saja dalam Tourism development recently become important, not only as a rangka meningkatkan penerimaan source to enhance foreign exchange devisa negara, akan tetapi juga dalam rangka memperluas kesempatan kerja earning but also to enlarge job opportunity and income distribution. dan pemerataan pendapatan. In 2015, number of hotel Pada tahun 2015, banyaknya usaha akomodasi hotel di Jawa Tengah sebanyak usaha dengan jumlah accomodation establishment in Jawa Tengah was 1,533 hotel accomodation establishment with 39,313 rooms and kamar sebanyak kamar dan 59,046 beds tempat tidur. Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang 1,94 hari, sedangkan tamu domestik 1,39 hari. Pada hotel non berbintang, rata-rata lama menginap lebih singkat yaitu 1,21 Average length of stay of foreign visitors in star hotel amounted to 1,94 days, while domestic visitors 1.39 days. In nonstar hotel, average length of stay of foreign visitors hari untuk tamu asing dan 1,15 hari amounted to 1,21 days and for untuk tamu domestik. Persentase tingkat penghunian kamar hotel berbintang sebesar 39,73 persen, sedangkan hotel nonbintang sebesar 30,37 persen. domestic visitors were 1.15 days. Room occupancy rate of hotels for star hotel amounted to percent, while nonstar hotel percent. Pariwisata Jumlah wisatawan mancanegara dan domestik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, jumlah wisatawan sebanyak 33,45 juta, terdiri atas 421,19 ribu wisatawan asing, dan 33,03 juta wisatawan domestik. Jumlah wisatawan ini meningkat 10,51 persen dibanding Tourism Number of international and domestic visitors from year to year has increased. In 2015, number of visitors as much as million people, consist of 421,19 thousand international visitor and million domestic visitors. The number of visitors increased percent from 246 Jawa Tengah Province in Figures 2016

278 HOTEL DAN PARIWISATA tahun 2014 yang sebesar 30,27 juta. Jumlah usaha restoran/ rumah makan pada tahun 2015 sebanyak atau meningkat 2,04 persen dibanding tahun 2014 yang sebanyak usaha. previous year that amounted to million. Number of restaurant in 2015 amounted to 2,752 or increased 2.04 percent from previous year that amounted to establisment. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

279 HOTEL AND TOURISM 8.1 HOTEL/ HOTEL Tabel Table Jumlah Akomodasi Hotel Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, 2014 dan 2015 Number of Hotel Accomodations by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, 2014 and 2015 Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) Kabupaten/Regency Hotel Hotels Kamar Rooms Tempat Tidur Beds (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-Statistics of Jawa Tengah Province 248 Jawa Tengah Province in Figures 2016

280 HOTEL DAN PARIWISATA Tabel Table Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing dan Tamu Domestik di Provinsi Jawa Tengah (hari), 2015 Average Length of Stay of Foreign and Domestic Visitors in Jawa Tengah Province (day), 2015 (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Jumlah/Total Tamu Asing Foreign Visitor Hotel Berbintang Stars Hotel Tamu Domestik Domestic Visitor Hotel Non Berbintang Nonstars Hotel Tamu Asing Foreign Visitor Tamu Domestik Domestic Visitor (2) (3) (2) (3) 1,94 1,37 1,15 1,15 1,87 1,37 1,07 1,15 2,10 1,37 1,11 1,16 1,97 1,49 1,23 1,14 1,92 1,38 1,21 1,14 1,95 1,38 1,29 1,16 1,76 1,30 1,21 1,15 1,66 1,34 1,23 1,15 1,79 1,43 1,41 1,16 2,15 1,46 1,18 1,15 2,37 1,46 1,19 1,13 2,73 1,35 1,17 1,12 1,94 1,39 1,21 1,15 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

281 HOTEL AND TOURISM Tabel Table Persentase Tingkat Penghunian Kamar Hotel dan Akomodasi Lainnya Menurut Jenis Hotel di Provinsi Jawa Tengah, 2015 Room Occupancy Rate of Hotels and Other Accommodations by Type of Accomodation in Jawa Tengah Province, 2015 Bulan Month Hotel Berbintang Star Hotel Hotel Nonbintang Nonstar Hotel (1) (2) (3) Januari/January 35,99 30,17 Februari/February 36,08 29,58 Maret/March 36,19 29,95 April/April 42,01 30,22 Mei/May 41,60 31,73 Juni/June 39,14 27,70 Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November 37,87 29,19 39,48 30,91 44,34 30,79 47,38 30,92 47,32 30,59 Desember/December Jumlah/Total 49,03 33,00 39,73 30,37 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-Statistics of Jawa Tengah Province 250 Jawa Tengah Province in Figures 2016

282 HOTEL DAN PARIWISATA 8.2 PARIWISATA/TOURISM Tabel Table Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Provinsi Jawa Tengah, Number of International and Domestic Visitors in Jawa Tengah Province, Tahun Year (1) Mancanegara International Wisatawan Visitors Domestic Domestic Jumlah Total (2) (3) (4) Sumber: Source: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Regional Culture and Tourism Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

283 HOTEL AND TOURISM Tabel Table Jumlah Restoran/Rumah Makan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Number of Restaurant by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province, Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) (2) (3) (4) (5) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Sumber: Source: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Regional Culture and Tourism Service of Jawa Tengah Province 252 Jawa Tengah Province in Figures 2016

284 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

285

286 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Kendaraan bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang ada pada kendaraan tersebut, biasanya digunakan untuk angkutan orang atau barang di atas jalan raya selain kendaraan yang berjalan di atas rel. Kendaraan bermotor yang dicatat adalah semua jenis kendaraan kecuali kendaraan bermotor TNI/Polri dan Korps Diplomatik. 2. Mobil penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi vehicles with no more than eight dengan tempat duduk untuk sebanyakbanyaknya delapan orang, tidak termasuk tempat duduk untuk pengemudi, baik dilengkapi atau tidak dilengkapi bagasi. 3. Mobil bis adalah setiap kendaraan 3. Buses are large passenger cars bermotor yang dilengkapi dengan tempat duduk untuk lebih dari delapan orang, tidak termasuk tempat duduk untuk pengemudi, baik dilengkapi atau hoot. tidak dilengkapi bagasi. 1. Motor vehicles are any kind of vehicles motorized by machine set up in those vehicles, they are usually used for transporting peoples or goods on roads except vehicles moving along a railway line. The data cover all kinds of motor vehicles except those belong to Indonesia Army Force Indonesian State Police and Diplomatic Corps. 2. Passenger cars are any motor seats, excluding seat for driver, it can be with or without hoot. having seats for more than eight passengers, excluding seat for driver, it can be with or without 4. Mobil barang adalah setiap kendaraan bermotor yang digunakan untuk angkutan barang, selain mobil penumpang, mobil bis dan kendaraan bermotor roda dua. 4. Trucks are any motor vehicles used to transport goods excluding passenger cars, buses, and motorcycles. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

287 TRANSPORTATION AND COMMUNICATION 5. Kereta api adalah kendaraan dengan tenaga gerak (listrik, diesel atau tenaga uap) yang berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lain, yang akan atau sedang bergerak di atas rel, terdiri dari kereta penumpang dan kereta barang. 5. Train is a coach or a number of coaches joined together, moving along a railway line. It can be passenger train or freight train. 6. Kantor Pos adalah tempat pemberi pelayanan komunikasi tertulis dan atau surat elektronik, layanan paket, layanan logistik, layanan transaksi keuangan, dan layanan keagenan pos untuk kepentingan umum. Rumah pos berfungsi sama seperti kantor pos dan kantor pos pembantu, bedanya rumah office and subsidiary of post office, pos biasanya terletak di daerah terpencil. dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya. 6. Post Office is a service provider facility of written communication and or electronic mail, parcel service, logistics services, financial transaction services, and postal services to the public. Postal house has the same function as the post the difference is that postal house is usually located in remote areas. 7. Telekomunikasi adalah setiap 7. Telecommunication includes every pemancaran, pengiriman dan atau delivering and or receiving penerimaan dari setiap informasi information of marking, signal, art sound and voice through strand of optic, radio or other electromagnetic 256 Jawa Tengah Province in Figures 2016

288 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI ULASAN DESCRIPTION Jalan Raya Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di seluruh wilayah Jawa Tengah pada tahun 2014 menurut Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah total road length of Jawa Tengah in mencapai 26,42 ribu kilometer. Panjang jalan tersebut terbagi menjadi jalan Angkutan Darat Banyaknya kendaraan bermotor yang terdaftar pada Kepolisian Daerah Jawa Tengah tercatat sebanyak 13,84 juta unit pada tahun 2014, jumlahnya naik 9,14 persen dibanding tahun sebelumnya. Kendaraan bermotor terbanyak adalah jenis Sepeda motor yang mencapai 12,15 juta unit. Banyaknya penumpang yang melalui PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang tahun 2015 sebanyak 4,48 juta Highway One of the important infrastructures supporting economic activities is the availability of roads. Improvement in all aspects of economic development requires more improvement in transportation, especially in road development. This development is intended to facilitate population mobility and distributive trde from one region to another region. According to The Public Work Service of Jawa Tengah Province, the 2014, was reached thousand kilometres. Of the total road length nasional sepanjang 1,39 ribu kilometer, consider 1.39 thousand kilometres was jalan Provinsi 2,57 ribu kilometer dan jalan national road, 2.57 thousand kilometres kabupaten/kota 22,46 ribu kilometer. was province road and regency/city road was thousand kilometres. Land Transportation Number of vehicles registered at Regional Police Office Jawa Tengah were recorded at million units in 2014, that is increasing9.14 percent from its previous year. Most vehicles in Jawa Tengah is motor cycle which reached million units. Number of passenger trains by Railway Traffics of Semarang IV Operation Area in Semarang Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

289 TRANSPORTATION AND COMMUNICATION orang. Jumlah penumpang terbanyak terjadi pada bulan Desember 2015 yaitu sebesar 445,03 ribu orang. Sedangkan kiriman barang sebesar 4.696,47 ton. Pengiriman terbanyak pada bulan Agustus yaitu sebesar 474,53 ton. Pendapatan PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang terbesar didapat dari angkutan penumpang sebesar 447,38 milyar rupiah (99,98 persen), sedangkan dari angkutan barang sebesar 92,07 juta rupiah (0,02 persen) Municipality to December 2015 reached 4.48 million passengers. Most number of passanger occurred December 2015 that reached thousand people. While the shipment os goods amounted to 4, tons. Most shipmentsin August which amounted to tons. Income from passenger trains in the same period reached the value of billion rupiahs (99.98 percent). While income from shipments of goods amounted to million rupiahs (0.02 percent). 258 Jawa Tengah Province in Figures 2016

290 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI 9.1 JALAN RAYA/HIGHWAY Tabel :9.1.1 Table Panjang Jalan Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota Menurut Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Juni 2014 (ribu km) Length of Roads Under National, Province and Regency/Municipality by Regency/Municipality in Jawa Tengah June 2014 (ribu km) Kabupaten/Kota Regency/Municipality Jalan Nasional National Road Jalan Provinsi Province Road Jalan Kabupaten/Kota Regency/Municipality Road (1) (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap Banyumas Purbalingga Banjarnegara Kebumen Purworejo Wonosobo Magelang Boyolali Klaten Sukoharjo Wonogiri Karanganyar Sragen Grobogan Blora Rembang Pati Kudus Jepara Demak Semarang Temanggung Kendal Batang Pekalongan Pemalang Tegal Brebes Kota/Municipality 1. Magelang Surakarta Salatiga Semarang Pekalongan Tegal Jawa Tengah Juni Sumber :Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Source : Public Work Service of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

291 TRANSPORTATION AND COMMUNICATION 9.2 ANGKUTAN DARAT/LAND TRANSPORTATION Tabel: Table: Banyaknya Kendaraan Bermotor yang Telah Diregistrasi pada Kepolisian Daerah Jawa Tengah Menurut Jenis Kendaraan di Jawa Tengah 2015 Number of Vehicles Registered at Regional Police Office by Type of Vehicle in Jawa Tengah 2015 KEPEMILIKAN KENDARAAN BERMOTOR NO JENIS RANMOR BKN UMUM / UMUM / CC / BDN JUMLAH PEMERTH PERORANGAN PERUSHN CD INTERNL I. MOBIL PENUMPANG 1. Sedan Station Wagon Minibus Jeep Lain-lain Sub Jumlah II. MOBIL BUS 1. Bus Microbus Bus Tingkat Lain-lain Sub Jumlah III. MOBIL BARANG 1. Pick Up Deliver Van Truck Tangki Double Cabin Lain-lain Sub Jumlah IV. SEPEDA MOTOR 1. Solo SPM kereta samping Scooter Trail Lain-lain Sub Jumlah V. KENDARAAN KHUSUS 1. Pemadam Kebakaran Ambulance Mobil Jenazah Fork Lift Lain-lain Sub Jumlah JUMLAH TOTAL Sumber/Source: DITLANTAS POLDA Semarang 260 Jawa Tengah Province in Figures 2016

292 TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI Tabel :9.2.2 Table Banyaknya Penumpang dan Kiriman Barang Melalui PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Tahun 2015 Number of Passangers and Goods by Railway Traffics of Semarang IV Operation Area in Semarang Municipality 2015 Tahun/Bulan Year/Month Penumpang (orang) Passangers (Person) (1) (2) Kiriman Hantaran dan Bagasi Door to door and Baggage (3) Barang (Ton) Goods Kiriman Biasa Ordinary Dispatch Jumlah Total 01. Januari ,42-458, Pebruari ,82-369, Maret ,44-326, April ,27-394, Mei ,01-396, Juni ,80-421, Juli ,99-291, Agustus ,53-474, September ,38-414,38 (4) (5) 10. Oktober ,24-448, Nopember ,91-398, Desember ,66-301,66 Jawa Tengah , ,47 Sumber : PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Source : Railway Traffics of Semarang IV Operation Area Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

293 TRANSPORTATION AND COMMUNICATION Tabel : Table Bulan Month (1) Pendapatan Penumpang dan Kiriman Barang Melalui PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Menurut Bulan di Kota Semarang Tahun 2015 (Ribu Rupiah) Total Income of Passangers and Goods by Railway Traffics of Semarang IV Operation Area by Month in Semarang City 2015 (Thousand Rupiahs) Barang Goods Penumpang Kiriman Kiriman Passangers Hantaran dan Bagasi Door to door Biasa Ordinary Dispatch Jumlah Total and Baggage (2) (3) (4) (5) 01. Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah/Total Sumber : PT. Kereta Api Daerah Operasi IV Semarang Source : Railway Traffics of Semarang IV Operation Area 262 Jawa Tengah Province in Figures 2016

294 TRANSPORTATION AND COMMUNICATION

295

296 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA PENJELASAN TEKNIS 1. Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah Provinsi adalah realisasi/perhitungan APBD Provinsi pada tiap tahun anggaran. TECHNICAL NOTES 1. Actual revenue and expenditure of Provincial Government is the realization/provincial budget calculations for every fiscal year. 2. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, guna keperluandaerah yang bersangkutan dalammembiayai kegiatannya. 3. Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada 3. Balanced Budget is the fund coming from the state budget that allocated to regions to fund their Daerah untukmendanai kebutuhan needs in the context of daerah dalamrangka pelaksanaan decentralization. desentralisasi. 4. Lain-lain Pendapatan yang Sah adalah pendapatan lainnya daripemerintah pusat dan atau dari instansipusat, serta dari daerah lainnya. 2. Original Local Government Revenue is revenue that withheld based on local regulations in accordance with the legislation, for the purposes of financing their activities. 4. Other Legal Revenue is other income that coming from the central government and or from the central agencies, as well as from other local government. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

297 LOCAL FINANCE AND PRICE ULASAN DESCRIPTION Keuangan Daerah Realisasi pendapatan asli daerah pada tahun anggaran 2015 terhimpun sebesar 10,70 trilyun rupiah naik 17,95 persen dibandingkan tahun anggaran Pajak daerah memberikan kontribusi paling tinggi yaitu sebesar 10,27 trilyun rupiah atau sebesar 87,77 persen dari total pendapatan asli daerah. Sejalan dengan realisasi pendapatan asli daerah, realisasi dana perimbangan tahun anggaran 2015 yaitu sebesar 2,69 trilyun rupiah atau naik 5,97 persen. Sementara itu realisasi belanja daerah untuk tahun anggaran 2015 Meanwhile, actual expenditures of sebesar 17,34 trilyun rupiah atau naik sebesar 14,93 persen dibanding realisasi ukur kestabilan perekonomian daerah. Bulan Desember 2015 di Jawa Tengah terjadi inflasi sebesar 0,99 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,84 lebih tinggi dibandingkan pada bulan November 2015 yang mengalami inflasi sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,65. Inflasi terjadi di semua kota SBH di Jawa Tengah. Laju inflasi tahun kalender Desember 2015 dan laju inflasi year on year Desember 2015 sebesar 2,73 persen 266 Jawa Tengah Province in Figures 2016 Regional Finance The realization of original local government revenue in budget year 2015 reaches trillion rupiahs, increased percent compared previous budget year. The highest realization of local government original is contributed by local taxes receipt around trillion rupiahs (87.77 percent). According to realization of local government original, balanced budget in budget year 2015 receipt 2.69 trillion rupiahs, increased 5.97 percent. government in budget year 2015 was about trillion rupiahs, increased belanja daerah tahun anggaran percent compared previous budget year. Harga-Harga Informasi inflasi merupakan tolok Prices The inflation information is a measure of the stability of regional economy. The Consumer Price Index (CPI) of Jawa Tengah in December 2015 was or inflated 0.99 percent from in November 2015 (0.23 percent). Inflation occurs in all SBH city in Jawa Tengah. The inflation rate in December 2015 calendar year and the inflation rate " year on year " in December 2015 of 2.73 percent is much lower than the inflation rate in December 2014 calendar year and the inflation rate " year on year " in

298 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA jauh lebih rendah dibandingkan laju inflasi tahun kalender Desember 2014 dan laju inflasi year on year Desember 2014 sebesar 8,22 persen. Inflasi disebabkan kenaikan harga ditunjukkan dengan terjadinya kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,58 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,75 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,25 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan Gambaran untuk melihat tingkat kesejahteraan petani, ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) dalam persentase, yaitu rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. NTP Jawa Tengah tahun 2015 menggunakan tahun dasar Angka di atas 100 berarti tingkat kesejahteraan petani mulai tahun tersebut lebih baik dibandingkan tingkat kesejahteraan petani pada tahun dasar Pada tahun 2015 NTP Jawa December 2014 amounted to 8.22 percent. Inflation caused by rising prices indicated by the increase in the index of foodstuff by 3.58 percent; food, beverages, and tobacco product by 0.75 percent; transport, communication and financial services by 0.33 percent; housing, water, electricity, gas and fuel by 0.25 percent; health group by 0,13 percent; education, recreation and sports by 0.04 percent, while clothing group index declined by 0.13 percent. olahraga sebesar 0,04 persen sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,13 persen. Komoditas yang memberikan Commodities that contributed sumbangan terbesar terjadinya inflasi most to inflation is red onion, red adalah bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit dan rokok kretek peppers, eggs, chili and filter cigarettes. filter. The level of farmer's welfare was presented by Farmer's Terms of Trade that was computed as the indices ratio of prices received and paid by farmers, then it was explained in percentage. In 2015, the figures of Farmer's Terms of Trade on Jawa Tengah at constant price Value has been more than 100, it means that the farmer's welfare stage was better than the figures at constant price The value farmer s term of trade in Jawa Tengah on January until Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

299 LOCAL FINANCE AND PRICE Tengah Bulan Januari sampai Desember mengalami fluktuasi. NTP tertinggi tahun 2015 terjadi pada bulan September dan Oktober sebesar 101,50, sedangkan NTP terendah pada bulan April sebesar 97,84. December on 2015 has been fluctuated. The highest NTP 2015 occurred in September and October amounted to , while the lowest NTP in April amounted to Investasi Perkembangan perekonomian daerah, tidak lepas dari peranan investasi yang ditanamkan di Jawa Tengah, dimana realisasi investasi pada tahun 2015 penanaman modal daerah dalam negeri (PMDN) sebanyak 65 proyek dengan total nilai investasi sebesar 13,89 triliun rupiah dengan perkiraan tenaga kerja yang diserap with the prediction of man power sebanyak orang. Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), sebanyak 143 proyek Investment The Regional economic development can not be taken apart from the investment in Jawa Tengah. Number of Domestic Capital Invesment Project which have obtain permanent aprooved in 2015 were 65 project with trillion rupiahs of total investment absorbted were 42,269 persons. Meanwhile, number of Foreign Capital dan diperkirakan mampu menyerap tenaga Investment Project were 143 project and kerja sebanyak 50,26 ribu orang dengan be able to absorb of about nilai investasi sebesar 95,24 triliun rupiah dan 435,44 ribu USD thousand persons, that value of investment at trillion rupiahs and thousand USD. 268 Jawa Tengah Province in Figures 2016

300 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA 10.1 KEUANGAN DAERAH Tabel Table Realisasi Pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menurut Jenis Pendapatan (ribu rupiah), Actual Revenues of Government of Jawa Tengah Province by Source of Revenues (thousand rupiahs), Jenis Pendapatan Source of Revenues (1) (2) (3) (4) (5) 1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) , , , ,00 Original Local Government Revenue 1.1 Pajak Daerah/Local Taxes , , , , Retribusi Daerah/Retributions , , , , Hasil Perusahaan Milik Daerah dan , , , ,00 Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan/ Income of Regional Gov. Corporate and Management of Separated Reg. Gov.Wealth 1.4 Lain-lain PAD yang Sah/Other Original Local , , , ,00 Gov. Revenue 2. Dana Perimbangan , , , ,00 Balanced Budget 2.1 Bagi Hasil Pajak/Tax Sharing , , , , Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya ,00 0, ,00 0,00 Alam/Non Tax/Natural Resources Sharing 2.3 Dana Alokasi Umum General , , , ,00 Allocation Funds 2.4 Dana Alokasi Khusus Special , , , ,00 Allocation Funds 3 Lain-lain Pendapatan yang Sah , , , ,00 Other Legal Revenue 3.1 Pendapatan Hibah/Grants , , , , Dana Darurat Emergency 0,00 0,00 0,00 0,00 Funds 3.3 Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan 0, , ,00 0,00 Pemerintah Daerah Lainnya tax sharing from province and other local governments 3.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Daerah/ , , , ,00 Outonomous Region and Balancing Funds 3.5 Bantuan Keuangan dari Provinsi atau ,00 0,00 0,00 0,00 Pemerintah Daerah Lainnya/financial assistance from province and other local government 3.6 Lainnya/Other Funds , , ,00 0,00 Jawa Tengah , , , ,00 Keterangan/Note: Sumber/Source : 1 Data APBD BPS Provinsi Jawa Tengah/BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

301 LOCAL FINANCE AND PRICE Tabel Table Realisasi Belanja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Menurut Jenis Belanja (ribu rupiah), Actual Expenditures of Government of Jawa Tengah Province by Kind of Expenditures (thousand rupiahs), Jenis Belanja Kind of Expenditures (1) (2) (3) (4) (5) 1. Belanja Tidak Langsung , , , ,00 Indirect Expenditure 1.1 Belanja Pegawai/Personnel , , , ,00 expenditure 1.2 Belanja Bunga/Retributions 0,00 0,00 0,00 0, Belanja Subsidi 0,00 0,00 0, ,00 Subsidies Expenditure 1.4 Belanja Hibah/Grant , , ,00 0, Belanja Bantuan Sosial , , , ,00 Social Expenditure 1.6 Belanja Bagi Hasil kepada , , , ,00 Provinsi/Kabupaten/Kota Sharing Fund Expenditure to Provincial/District/City and Village Government 1.7 Belanja Bantuan Keuangan kepada 0, ,00 0, ,00 Provinsi/ Kabupaten/ Kota dan Pemerintah Desa Financial Assistance Expenditure to Provincial/ District/City and Village Government 1.8 Belanja Tidak Terduga , , , ,00 Unpredicted Expenditure 2. Belanja Langsung , , , ,00 Direct Expenditure 2.1 Belanja Pegawai/Personnel 0, ,00 0, ,00 expenditure 2.2 Belanja Barang dan Jasa , , , ,00 Goods and Services Expenditure 2.3 Belanja Modal /Capital , , , ,00 expenditure Jawa Tengah , , , ,00 Keterangan/Note: Sumber/Source : 1 Data APBD BPS Provinsi Jawa Tengah/BPS-Statistics of Jawa Tengah Province 270 Jawa Tengah Province in Figures 2016

302 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA 10.2 HARGA/PRICE Tabel Table April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Jawa Tengah Province (2012=100), 2015 Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 128,05 117,95 116,78 106,93 125,68 118,29 116,80 107,27 125,22 118,60 116,95 107,39 123,48 119,30 117,07 107,55 125,58 119,77 117,20 107,85 127,88 120,39 117,48 108,24 131,00 120,70 117,46 108,62 132,11 121,07 117,88 108,59 129,99 121,50 117,91 109,05 129,35 121,74 117,89 109,03 129,81 122,19 118,05 109,03 134,46 123,11 118,35 108,88 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

303 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August Bulan Month Januari/January (1) Februari/February September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 108,91 110,95 120,97 118,19 109,03 111,14 118,36 117,45 109,32 111,26 119,36 117,65 109,46 111,34 121,55 117,85 109,72 111,37 121,85 118,45 110,13 111,40 122,20 119,18 110,23 111,74 124,71 120,27 110,41 113,96 123,05 120,61 110,70 115,22 122,88 120,42 111,03 115,44 122,82 120,38 111,44 115,56 122,96 120,65 111,58 115,61 123,36 121, Jawa Tengah Province in Figures 2016

304 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Semarang (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Semarang (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 128,03 118,48 117,32 105,22 125,36 118,82 117,28 105,41 125,31 119,07 117,45 105,61 123,84 119,48 117,58 105,75 126,29 119,84 117,73 106,00 128,58 120,51 118,06 106,38 131,58 120,80 118,07 106,86 133,84 120,95 118,41 106,80 131,20 121,66 118,36 107,17 130,10 121,79 118,23 107,10 130,61 122,23 118,38 106,90 135,31 123,37 118,70 106,74 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

305 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communicatio n, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 106,31 111,80 120,16 118,16 106,50 111,86 117,94 117,37 106,92 112,01 118,90 117,66 107,01 112,01 121,04 117,86 107,21 112,10 121,36 118,50 107,72 112,13 121,82 119,26 107,83 112,43 124,33 120,34 107,91 114,49 122,01 120,68 108,06 116,59 121,73 120,46 108,39 116,80 121,66 120,27 108,49 116,82 121,90 120,52 108,59 116,82 122,54 121,77 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 274 Jawa Tengah Province in Figures 2016

306 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Surakarta (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Surakarta (2012=100), 2015 Bulan Month Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing Desember/December 134,96 113,30 117,49 115,44 (1) (2) (3) (4) (5) Januari/January 128,73 110,28 115,77 112,73 Februari/February 125,54 110,40 115,71 113,01 Maret/March 125,26 110,65 115,57 113,20 April/April 124,80 111,07 115,63 113,29 Mei/May 126,59 111,33 115,64 113,42 Juni/June 128,89 111,87 115,78 113,76 Juli/July 132,24 111,94 115,96 113,59 Agustus/August 131,73 112,09 116,60 113,70 September/September 128,54 112,14 116,44 113,88 Oktober/October 129,18 112,33 116,96 114,07 November/November 129,66 112,84 117,26 115,40 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

307 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 113,73 107,95 120,56 116,61 113,27 108,16 117,25 115,55 113,32 108,23 118,24 115,69 113,55 108,45 120,52 116,10 113,81 108,45 120,70 116,53 113,90 108,45 120,98 117,15 113,97 108,45 124,06 118,27 114,24 111,23 123,02 118,50 114,73 111,71 122,83 117,97 115,06 111,75 122,81 118,28 115,39 111,93 122,83 118,66 115,69 112,00 123,14 119,83 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 276 Jawa Tengah Province in Figures 2016

308 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Purwokerto (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Purwokerto(2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 126,46 116,22 114,05 103,99 124,36 116,59 114,31 104,43 123,61 116,60 114,99 104,26 121,57 117,49 115,12 104,48 123,32 118,27 115,02 104,65 125,65 118,54 115,07 104,80 128,47 118,81 114,74 104,77 128,99 119,34 114,89 104,72 128,11 119,41 115,12 105,68 127,88 119,52 115,13 105,73 128,14 119,98 115,37 105,02 131,97 120,77 115,71 104,83 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

309 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 106,96 113,68 121,40 117,21 106,96 113,95 117,81 116,42 107,35 114,02 118,19 116,48 107,53 114,24 120,66 116,66 107,69 114,33 120,72 117,21 108,12 114,50 121,05 117,88 108,34 114,61 123,65 118,87 108,66 117,48 121,15 119,02 108,94 117,94 121,00 119,00 109,35 118,18 121,04 119,02 109,58 118,35 121,02 119,21 109,73 118,43 121,33 120, Jawa Tengah Province in Figures 2016

310 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Tegal (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Tegal (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 122,29 113,79 112,51 102,23 120,78 114,25 112,55 102,91 120,29 114,86 112,59 102,80 115,96 116,51 112,48 102,90 118,29 117,72 112,68 103,34 121,91 118,64 113,06 103,71 125,51 118,93 113,07 104,83 124,24 119,93 114,17 104,66 123,01 119,90 114,14 105,60 122,78 121,13 114,31 105,31 123,66 121,60 114,40 104,95 127,88 122,66 114,85 104,70 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

311 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 111,37 105,47 123,71 114,62 111,47 105,56 121,07 114,22 111,61 105,65 122,08 114,42 111,90 105,66 124,21 114,30 112,23 105,80 124,67 115,15 112,68 105,76 124,94 116,17 112,82 105,79 127,57 117,25 113,13 107,44 127,41 117,69 113,68 107,88 126,98 117,53 113,95 108,64 126,90 117,87 114,42 108,68 126,79 118,15 Desember/December Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 114,58 108,89 126,74 119, Jawa Tengah Province in Figures 2016

312 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kabupaten Cilacap (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Cilacap (2012=100), 2015 Bulan Month Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing Desember/December 127,54 132,38 123,72 109,79 (1) (2) (3) (4) (5) Januari/January 123,66 126,34 121,68 107,88 Februari/February 123,36 127,02 121,64 108,51 Maret/March 121,83 127,43 121,91 108,53 April/April 118,75 128,75 122,09 108,88 Mei/May 119,73 129,44 122,86 109,14 Juni/June 121,03 130,13 123,21 109,38 Juli/July 124,56 130,67 123,13 109,43 Agustus/August 124,93 131,38 123,32 109,64 September/September 124,74 131,34 123,60 109,74 Oktober/October 123,46 131,49 123,33 109,70 November/November 123,66 131,82 123,50 109,75 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

313 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 109,87 114,89 123,60 120,87 110,51 115,66 120,63 120,73 110,19 115,71 122,06 120,74 110,35 115,77 124,17 120,76 110,29 115,53 124,68 121,33 110,44 115,58 124,70 121,85 110,80 116,90 126,58 123,06 111,84 117,79 125,40 123,35 112,66 117,84 125,34 123,42 112,90 117,88 125,16 123,13 113,11 118,70 125,15 123,38 113,33 118,88 125,27 124,37 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 282 Jawa Tengah Province in Figures 2016

314 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Indeks Harga Konsumen per bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kabupaten Kudus (2012=100), Monthly Consumer Price Index by Expenditure Group in Kudus (2012=100), 2015 Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 137,83 129,16 117,97 111,86 136,23 129,42 118,29 112,69 134,01 130,16 118,44 112,75 131,85 131,69 118,75 113,00 133,58 132,08 118,62 114,01 135,57 132,47 118,87 114,97 138,32 133,31 118,60 115,80 139,28 134,44 118,91 115,60 138,88 135,15 119,42 116,56 138,22 135,40 119,01 116,66 138,34 135,89 118,84 116,08 143,10 136,64 119,03 115,60 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

315 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 113,63 111,23 121,46 123,71 114,15 111,65 119,24 123,23 114,81 111,86 120,63 123,21 114,81 112,03 122,87 123,47 115,84 111,81 123,10 124,03 116,40 111,83 123,35 124,73 116,14 112,85 125,04 125,83 115,66 116,00 125,09 126,58 115,78 116,29 125,77 126,93 116,15 116,55 125,74 126,79 118,93 116,55 125,99 127,05 Desember/December 118,93 116,55 125,87 128,23 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 284 Jawa Tengah Province in Figures 2016

316 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2012=100), Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Jawa Tengah Province (2012=100), 2015 Bulan Month Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing Desember/December 3,58 0,75 0,25-0,13 (1) (2) (3) (4) (5) Januari/January - 0,45 0,53 0,92 0,54 Februari/February - 1,84 0,28 0,01 0,33 Maret/March - 0,37 0,26 0,13 0,11 April/April - 1,39 0,60 0,10 0,15 Mei/May 1,70 0,39 0,11 0,28 Juni/June 1,83 0,51 0,23 0,36 Juli/July 2,43 0,26-0,01 0,35 Agustus/August 0,85 0,31 0,36-0,03 September/September - 1,61 0,36 0,02 0,42 Oktober/October - 0,49 0,20-0,01-0,02 November/November 0,36 0,37 0,13 0,00 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

317 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 0,93 0,11-4,19-0,35 0,11 0,17-2,15-0,62 0,27 0,11 0,84 0,16 0,12 0,07 1,84 0,17 0,24 0,03 0,24 0,51 0,37 0,03 0,29 0,61 0,09 0,31 2,06 0,92 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 0,16 1,99-1,33 0,29 0,27 1,10-0,14-0,15 0,30 0,19-0,05-0,04 0,37 0,10 0,11 0,23 0,13 0,04 0,33 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

318 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Semarang (2012=100), Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Semarang (2012=100), 2015 Bulan Month Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing Desember/December 3,60 0,93 0,27-0,15 (1) (2) (3) (4) (5) Januari/January - 0,82 0,36 0,99 0,42 Februari/February - 2,09 0,29-0,03 0,18 Maret/March - 0,04 0,21 0,14 0,19 April/April - 1,17 0,34 0,11 0,13 Mei/May 1,98 0,30 0,13 0,24 Juni/June 1,81 0,56 0,28 0,36 Juli/July 2,33 0,24 0,01 0,45 Agustus/August 1,72 0,12 0,29-0,06 September/September - 1,97 0,59-0,04 0,35 Oktober/October - 0,84 0,11-0,11-0,07 November/November 0,39 0,36 0,13-0,19 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

319 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 0,64 0,05-4,02-0,48 0,18 0,05-1,85-0,67 0,39 0,13 0,81 0,25 0,08 0,00 1,80 0,17 0,19 0,08 0,26 0,54 0,48 0,03 0,38 0,64 0,10 0,27 2,06 0,91 0,07 1,83-1,87 0,28 0,14 1,83-0,23-0,18 0,31 0,18-0,06-0,16 0,09 0,02 0,20 0,21 0,09 0,00 0,53 1, Jawa Tengah Province in Figures 2016

320 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Surakarta (2012=100), Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Surakarta (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) - 0,71 0,24 1,69 0,14-2,48 0,11-0,05 0,25-0,22 0,23-0,12 0,17-0,37 0,38 0,05 0,08 1,43 0,23 0,01 0,11 1,82 0,49 0,12 0,30 2,60 0,06 0,16-0,15-0,39 0,13 0,55 0,10-2,42 0,04-0,14 0,16 0,50 0,17 0,45 0,17 0,37 0,45 0,26 1,17 4,09 0,41 0,20 0,03 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

321 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 2,35 0,06-4,06-0,20-0,40 0,19-2,75-0,91 0,04 0,06 0,84 0,12 0,20 0,20 1,93 0,35 0,23 0,00 0,15 0,37 0,08 0,00 0,23 0,53 0,06 0,00 2,55 0,96 0,24 2,56-0,84 0,19 0,43 0,43-0,15-0,45 0,29 0,04-0,02 0,26 0,29 0,16 0,02 0,32 0,26 0,06 0,25 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

322 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Purwokerto (2012=100), Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Purwokerto (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) - 0,16 1,85 0,25 1,27-1,66 0,32 0,23 0,42-0,60 0,01 0,59-0,16-1,65 0,76 0,11 0,21 1,44 0,66-0,09 0,16 1,89 0,23 0,04 0,14 2,24 0,23-0,29-0,03 0,40 0,45 0,13-0,05-0,68 0,06 0,20 0,92-0,18 0,09 0,01 0,05 0,20 0,38 0,21-0,67 2,99 0,66 0,29-0,18 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

323 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 0,46 0,32-3,98-0,13 0,00 0,24-2,96-0,67 0,36 0,06 0,32 0,05 0,17 0,19 2,09 0,15 0,15 0,08 0,05 0,47 0,40 0,15 0,27 0,57 0,20 0,10 2,15 0,84 0,30 2,50-2,02 0,13 0,26 0,39-0,12-0,02 0,38 0,20 0,03 0,02 0,21 0,14-0,02 0,16 0,14 0,07 0,26 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

324 Bahan Makanan Foodstuff KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Tabel Pengeluaran di Kota Tegal(2012=100), Table Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Tegal (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) - 0,20 0,86 0,41 0,73-1,23 0,40 0,04 0,67-0,41 0,53 0,04-0,11-3,60 1,44-0,10 0,10 2,01 1,04 0,18 0,43 3,06 0,78 0,34 0,36 2,95 0,24 0,01 1,08-1,01 0,84 0,97-0,16-0,99-0,03-0,03 0,90-0,19 1,03 0,15-0,27 0,72 0,39 0,08-0,34 3,41 0,87 0,39-0,24 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

325 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 0,84 0,17-3,58-0,10 0,09 0,09-2,13-0,35 0,13 0,09 0,83 0,18 0,26 0,01 1,74-0,10 0,29 0,13 0,37 0,74 0,40-0,04 0,22 0,89 0,12 0,03 2,11 0,93 0,27 1,56-0,13 0,38 0,49 0,41-0,34-0,14 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 0,24 0,70-0,06 0,29 0,41 0,04-0,09 0,24 0,14 0,19-0,04 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

326 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel Table Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Pengeluaran di Kota Cilacap (2012=100), Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Cilacap (2012=100), 2015 Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 0,20 0,61 0,21 1,33-0,24 0,54-0,03 0,58-1,24 0,32 0,22 0,02-2,53 1,04 0,15 0,32 0,83 0,54 0,63 0,24 1,09 0,53 0,28 0,22 2,92 0,41-0,06 0,05 0,30 0,54 0,15 0,19-0,15-0,03 0,23 0,09-1,03 0,11-0,22-0,04 0,16 0,25 0,14 0,05 3,14 0,42 0,18 0,04 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

327 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 1,09 0,40-4,78-0,26 0,58 0,67-2,40-0,12-0,29 0,04 1,19 0,01 0,15 0,05 1,73 0,02-0,05-0,21 0,41 0,47 0,14 0,04 0,02 0,43 0,33 1,14 1,51 0,99 0,94 0,76-0,93 0,24 Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey 0,73 0,04-0,05 0,06 0,21 0,03-0,14-0,23 0,19 0,70-0,01 0,20 0,19 0,15 0,10 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

328 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Laju Inflasi Harga Konsumen per Bulan Menurut Kelompok Tabel Pengeluaran di Kabupaten Kudus (2012=100), Table Monthly Inflation Rate by Expenditure Group in Kudus (2012=100), 2015 Bulan Month (1) Januari/January Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Bahan Makanan Foodstuff Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau Prepared Food, Beverages, and Tobacco Product Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Housing, Water, Electricity, Gas, and Fuel Sandang Clothing (2) (3) (4) (5) 1,28 0,54 0,67 0,67-1,16 0,20 0,27 0,74-1,63 0,57 0,13 0,05-1,61 1,18 0,26 0,22 1,31 0,30-0,11 0,89 1,49 0,30 0,21 0,84 2,03 0,63-0,23 0,72 0,69 0,85 0,26-0,17-0,29 0,53 0,43 0,83-0,48 0,18-0,34 0,09 0,09 0,36-0,14-0,50 3,44 0,55 0,16-0,41 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

329 LOCAL FINANCE AND PRICE Lanjutan Tabel/Continued Tabel Februari/February Maret/March April/April Mei/May Juni/June Juli/July Bulan Month (1) Januari/January Agustus/August September/September Oktober/October November/November Desember/December Kesehatan Health Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga Education, Recreation, and Sports Sumber/Source : Survei Harga Konsumen/Consumer Price Survey Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan Transport, Communication, and Financial Services Umum General (6) (7) (8) (9) 0,00 0,09-5,76-0,36 0,46 0,38-1,83-0,39 0,58 0,19 1,17-0,02 0,00 0,15 1,86 0,21 0,90-0,20 0,19 0,45 0,48 0,02 0,20 0,56-0,22 0,91 1,37 0,88-0,41 2,79 0,04 0,60 0,10 0,25 0,54 0,28 0,32 0,22-0,02-0,11 2,39 0,00 0,20 0,21 0,00 0,00-0,10 0, Jawa Tengah Province in Figures 2016

330 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel : Table Indeks yang Diterima Petani (IT), Indeks Yang Dibayar Petani (IB) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Tengah Januari - Desember 2015 (2012= 100) Index of Received by Farmers (IT), Indices of Paid by Farmers (IB) and Farmers' Terms of Trade (NTP) in Jawa Tengah January - December 2015 (2012 = 100) Tahun / Bulan Year / Month Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli (1) 2015 Padi Horti Perkebunan & Palawija kultura Rakyat Peternakan Perikanan Indeks Paddy Holti Commercial Livestock Fishery Index & Second culture Crops Crops (2) (3) (4) (5) (6) (7) 156,75 147,69 169,62 156,70 157,29 156,06 152,20 141,30 164,12 150,99 153,07 151,01 151,72 142,15 165,39 151,50 152,97 151,02 150,85 143,17 166,78 151,68 153,12 150,83 150,00 143,76 168,12 151,53 153,05 150,51 151,35 144,88 169,30 151,79 153,00 151,59 153,87 146,81 169,74 153,25 154,01 153,65 158,28 150,60 171,82 158,46 159,96 157,98 Agustus 160,24 152,30 172,42 159,54 161,31 159,66 September 161,58 151,42 171,43 160,97 161,22 160,37 Oktober 163,89 153,23 172,72 163,89 161,07 162,44 November 163,27 151,34 170,82 163,60 162,38 161,66 Desember 163,80 151,37 172,77 163,19 162,30 162, ,77 122,33 125,25 122,05 125,38 122,62 Januari 127,09 121,02 122,63 123,14 124,91 123,89 Pebruari 124,70 120,26 122,02 122,36 125,84 122,66 Maret 121,51 123,15 123,78 121,54 125,59 122,37 April 117,50 123,59 126,44 120,91 124,89 121,42 Mei 119,36 123,22 128,70 122,00 124,72 122,57 Juni 120,46 122,75 127,94 122,33 126,30 122,82 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Indeks yang diterima Petani Index of Prices Received by Farmers Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

331 LOCAL FINANCE AND PRICE Tabel Table : Lanjutan/Continued Indeks yang dibayar Petani Indices of Prices Paid by Farmers Tahun / Bulan Year / Month Padi Horti Perkebunan & Palawija kultura Rakyat Peternakan Perikanan Indeks Paddy Holti Commercial Livestock Fishery Index & Second culture Crops Crops Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli (1) 2015 (8) (9) (10) (11) (12) (13) 156,75 147,69 169,62 156,70 157,29 147,27 152,20 141,30 164,12 150,99 153,07 141,86 151,72 142,15 165,39 151,50 152,97 142,88 150,85 143,17 166,78 151,68 153,12 144,20 150,00 143,76 168,12 151,53 153,05 143,94 151,35 144,88 169,30 151,79 153,00 144,05 153,87 146,81 169,74 153,25 154,01 145,09 158,28 150,60 171,82 158,46 159,96 149,58 Agustus 160,24 152,30 172,42 159,54 161,31 150,40 September 161,58 151,42 171,43 160,97 161,22 150,66 Oktober 163,89 153,23 172,72 163,89 161,07 151,29 November 163,27 151,34 170,82 163,60 162,38 151,47 Desember 163,80 151,37 172,77 163,19 162,30 151, ,39 123,90 123,18 117,75 121,86 122,63 Januari 124,55 123,16 122,45 117,65 121,30 122,03 Pebruari 124,61 123,15 122,50 117,50 121,13 122,01 Maret 125,98 124,46 123,63 117,98 122,54 123,10 April 125,48 123,94 123,23 117,67 121,95 122,66 Mei 125,56 124,00 123,31 117,76 121,95 122,74 Juni 126,17 124,67 123,98 117,96 122,31 123, Jawa Tengah Province in Figures 2016

332 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel : Lanjutan/Continued Table Tahun / Bulan Year / Month Januari Maret April Mei Juni Juli (1) 2015 Pebruari Nilai Tukar Petani Farmers Terms of Trade Padi Horti Perkebunan & Palawija kultura Rakyat Peternakan Perikanan Indeks Paddy Holti Commercial Livestock Fishery Index & Second culture Crops Crops (14) (15) (16) (17) (18) (19) 105,46 100,64 117,23 108,45 108,94 105,95 106,44 99,90 117,54 108,22 109,90 106,45 105,31 99,81 117,68 107,88 109,13 105,70 103,67 99,61 117,79 107,10 108,52 104,59 103,26 100,21 118,93 107,27 108,65 104,56 104,12 100,90 119,58 107,39 108,47 105,23 105,09 101,52 118,95 107,67 108,47 105,90 104,82 101,09 116,98 108,18 108,97 105,62 Agustus 105,52 101,61 116,72 108,44 109,36 106,15 September 106,24 100,87 115,82 109,09 109,13 106,44 Oktober 107,34 101,71 116,19 110,46 108,47 107,37 November 106,81 100,33 114,83 110,07 109,29 106,73 Desember 106,89 100,13 115,80 109,57 108,97 106, ,12 98,74 107,58 103,65 102,88 99,99 Januari 102,04 98,26 117,54 104,66 102,97 101,52 Pebruari 100,07 97,65 117,68 104,14 103,89 100,53 Maret 96,45 98,95 100,12 103,02 102,49 99,40 April 93,64 99,72 102,61 102,75 102,41 98,99 Mei 95,07 99,37 104,37 103,60 102,27 99,86 Juni 95,47 98,46 103,19 103,70 103,26 99,64 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

333 LOCAL FINANCE AND PRICE 10.3 INVESTASI (INVESTATION ) Tabel : Table Jumlah Ijin Prinsip/Rencana Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Planning of Domestic Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah 2015 Nilai Investasi Nilai Investasi Tenaga Kerja Indonesia Tenaga Kerja Asing Lapangan Usaha Proyek ( US$ ) (Rupiah) (Orang) (Orang) Industrial Origin Project Investment Value Investment Value Man Power Man Power ( US$ ) (Rupiahs) (Person) (Person) (1) (2) (3) (4) (5) (6) I. Sektor Primer Kehutanan II. Sektor Sekunder Ind. Karet, Barang dari Karet & Plastik 3. Ind. Kayu 4. Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 5. Ind. Kertas, Barang dari kertas & Percetakan 6. Ind. Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi 7. Ind. Kulit, Barang dari Kulit dan Sepatu 8. Ind. Lainnya 9. Ind. Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik 10. Ind. Makanan 11. Ind. Mineral Non Logam 12. Ind. Tekstil III. Sektor Tersier Jasa Lainnya 14. Konstruksi 15. Perdagangan dan Reparasi 16. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran 17. Transportasi, Gudang dan Komunikasi Jawa Tengah Sumber : Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jawa Tengah Source : Jawa Tengah Investment Board Jawa Tengah Province in Figures 2016

334 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel : Table Jumlah Ijin Prinsip/Rencana Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Planning of Foreign Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah 2015 I. Sektor Primer II. III. Nilai Investasi Nilai Investasi Tenaga Kerja Indonesia Tenaga Kerja Asing Proyek ( US$ ) (Rupiah) (Orang) (Orang) Project Investment Value Investment Value Man Power Man Power ( US$ ) (Rupiahs) (Person) (Person) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Kehutanan Sektor Sekunder 2. Ind. Karet, Barang dari Karet & Plastik 3. Ind. Kayu 8. Ind. Lainnya 9. Ind. Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik 12. Ind. Tekstil 13. Hotel dan Restoran 14. Ind. Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya Sektor Tersier Jasa Lainnya Konstruksi Perdagangan dan Reparasi Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran 19. Transportasi, Gudang dan Komunikasi 20. Ind. Kulit, Barang dari Kulit dan Sepatu 22. Listrik, Gas dan Air 23. Perikanan 24. Pertambangan Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 4. Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 5. Ind. Kertas, Barang dari kertas & Percetakan 6. Ind. Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi 7. Ind. Kulit, Barang dari Kulit dan Sepatu 10. Ind. Makanan 11. Ind. Mineral Non Logam 21. Industri Lainnya Jawa Tengah Sumber : Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jawa Tengah Source : Jawa Tengah Investment Board Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

335 LOCAL FINANCE AND PRICE Tabel : Table Jumlah Ijin Usaha/Realisasi Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Realization of Domestic Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah 2015 I. Sektor Primer II. III. Nilai Investasi Nilai Investasi Tenaga Kerja Indonesia Tenaga Kerja Asing Proyek ( US$ ) (Rupiah) (Orang) (Orang) Project Investment Value Investment Value Man Power Man Power ( US$ ) (Rupiahs) (Person) (Person) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Kehutanan Sektor Sekunder 2. Ind. Karet, Barang dari Karet & Plastik 3. Ind. Kayu 7. Ind. Kulit, Barang dari Kulit dan Sepatu 8. Ind. Lainnya 9. Ind. Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik 10. Ind. Makanan 12. Ind. Tekstil 14. Perikanan Sektor Tersier 15. Jasa Lainnya 16. Konstruksi 17. Perdagangan dan Reparasi 18. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran 19. Transportasi, Gudang dan Komunikasi Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 4. Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 5. Ind. Kertas, Barang dari kertas & Percetakan 6. Ind. Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi 11. Ind. Mineral Non Logam 13. Ind. Instrumen Kedokteran, Presisi, Optik dan Jam Jawa Tengah Sumber : Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jawa Tengah Source : Jawa Tengah Investment Board Jawa Tengah Province in Figures 2016

336 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA Tabel : Table Jumlah Ijin Usaha/Realisasi Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja Penanaman Modal Asing (PMA) Menurut Lapangan Usaha di Jawa Tengah Tahun 2015 Realization of Foreign Capital Invesment Project, Investment and Man Power by Industrial Origin in Jawa Tengah 2015 I. Sektor Primer II. III. Nilai Investasi Nilai Investasi Tenaga Kerja Indonesia Tenaga Kerja Asing Proyek ( US$ ) ( Rupiah) (Orang) (Orang) Project Investment Value Investment Value Man Power Man Power ( US$ ) ( Rupiahs) (Person) (Person) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Kehutanan Sektor Sekunder 7. Ind. Kulit, Barang dari Kulit dan Sepatu 8. Ind. Lainnya 9. Ind. Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik 10. Ind. Makanan 12. Ind. Tekstil 13. Jasa Lainnya Lapangan Usaha Industrial Origin (1) 2. Ind. Karet, Barang dari Karet & Plastik 3. Ind. Kayu 4. Ind. Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain 5. Ind. Kertas, Barang dari kertas & Percetakan 6. Ind. Kimia Dasar, Barang Kimia, & Farmasi 11. Ind. Mineral Non Logam 14. Perdagangan dan Reparasi Sektor Tersier 12. Jasa Lainnya 13. Konstruksi 14. Perdagangan dan Reparasi 15. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran 16. Transportasi, Gudang dan Komunikasi Jawa Tengah Sumber : Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jawa Tengah Source : Jawa Tengah Investment Board Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

337 LOCAL FINANCE AND PRICE Tabel : Table 2015 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 2016 Usaha PT. Pegadaian (Persero) Se Provinsi Jawa Tengah Februari 2016 Pawnshop District of Jawa Tengah February 2016 Pemberian Kredit Pelunasan Kredit Barang Uang Barang Uang Sewa Modal Tahun/Bulan Jaminan Pinjaman Jaminan Pinjaman Pelunasan Year/Month (Ribu (Juta (Ribu (Juta (Juta unit) Rupiah) unit) Rupiah) Rupiah) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Januari Pebruari Sumber : PT. Pegadaian (Persero) Jawa Tengah Source : Government Pawnshop of Jawa Tengah District 306 Jawa Tengah Province in Figures 2016

338 KEUANGAN DAERAH DAN HARGA

339

340 PENGELUARAN PENDUDUK DAN KONSUMSI MAKANAN PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Pengeluaran rata-rata per kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan baik yang berasal dari pembelian, pemberian maupun produksi sendiri dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga dalam rumah tangga tersebut. 2. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsi makanan dan bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang dan terbatas pada 1. Per capita Average Expenditure is the cost spent for all household members consumption during the month, whether from purchasing, giving or own production, divided by the number of household members in the household. 2. Household consumption is distinguished on the consumption of food and non food regardless of the origin of goods and limited to expenditures for household pengeluaran untuk kebutuhan rumah needs alone, excluding the consumption tangga saja, tidak termasuk / expenditure for business purposes or konsumsi/pengeluaran untuk given to other parties. keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain. 3. Pengeluaran untuk konsumsi 3. Spending on food consumption is makanan dihitung selama seminggu calculated over the past week, while the terakhir, sedangkan konsumsi bukan non-food consumption is calculated makanan dihitung sebulan dan month and last year. Neither the setahun terakhir. Baik konsumsi consumption of food and non-food makanan maupun bukan makanan subsequently converted into the average selanjutnya dikonversikan ke dalam monthly expenditure. Figures pengeluaran rata-rata sebulan. consumption/ average spending per Angka-angka konsumsi/ pengeluaran capita is presented is obtained from the rata-rata per kapita yang disajikan ini quotient of the sum of consumption diperoleh dari hasil bagi jumlah across households (both consume food or konsumsi seluruh rumah tangga (baik not) of the total population. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

341 POPULATION EXPENDITURE AND FOOD CONSUMPTION mengkonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk. 310 Jawa Tengah Province in Figures 2016

342 PENGELUARAN PENDUDUK DAN KONSUMSI MAKANAN ULASAN Besarnya pendapatan yang diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Namun data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam kegiatan Susenas data ini didekati melalui data pengeluaran rumah tangga. Pengeluaran rumah tangga yang terdiri dari pengeluaran makanan dan bukan makanan dapat menggambarkan bagaimana penduduk mengalokasikan kebutuhan rumah tangganya. Walaupun harga antar daerah berbeda, namun nilai pengeluaran rumah tangga masih dapat menunjukkan perbedaan rupiah, sedangkan untuk kebutuhan non makanan sebesar 52,48 persen atau sebesar rupiah. DESCRIPTION The income of household structure can show the public welfare. As the accurate data of income is got difficulty, in the National Socio Economic Survey (Susenas) we approach it through the household expenditure. The household expenditure, which we classify into food and non-food consumption expenditure, suggests how people to allocate their household needs. Although the interregional prices are different based on an economic side, the household expenditures can depict welfare tingkat kesejahteraan penduduk antar stages between regions. provinsi khususnya dilihat dari segi ekonomi. Rata-rata pengeluaran per kapita In 2015, the average expenditure per sebulan penduduk Jawa Tengah tahun 2015 tercatat sebesar rupiah per kapita per capita per month in Jawa Tengah was recorded at 695,856 rupiahs per capita per bulan. Tahun 2015, sebesar 47,52 persen month. In 2015, it was percent pengeluaran per kapita di digunakan untuk kebutuhan makanan atau sebesar (330,646 rupiahs) of the total expenditure used for food consumption, where the expenditure for non food were 52,48 percent ( rupiahs). Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

343 POPULATION EXPENDITURE AND FOOD CONSUMPTION 11. PENGELUARAN PENDUDUK DAN KONSUMSI MAKANAN Tabel Table 11.1 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Golongan Pengeluaran dan Kelompok Barang di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Average Expenditure Per Capita Per Month by Expenditure Class and Commodity Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), 2015 Golongan Pengeluaran Expenditure Class < (1) Kelompok Barang/Commodity Group Bukan Makanan Jumlah Makanan/Food Non Food Total (2) (3) (4) Jawa Tengah Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 312 Jawa Tengah Province in Figures 2016

344 PENGELUARAN PENDUDUK DAN KONSUMSI MAKANAN Tabel Table 11.2 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Makanan di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Average Expenditure Per Capita Per Month by Food Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), 2015 Kelompok Makanan Group (1) Food Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan/Average Expenditure Per Capita Per Month (2) Padi-padian/Cereals Umbi-umbian/Tubers Ikan/Fish Daging/Meat Telur dan susu/eggs and milk Sayur-sayuran/Vegetables Kacang-kacangan/Legumes Buah-buahan/Fruits Minyak dan lemak/oil and fats Bahan minuman/beverage stuffs Bumbu-bumbuan/Spices Konsumsi lainnya/miscellaneous food items Makanan dan minuman jadi Prepared food and beverages Tembakau dan sirih/tobacco and betel Jawa Tengah Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

345 POPULATION EXPENDITURE AND FOOD CONSUMPTION Tabel Table 11.3 Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Bukan Makanan di Provinsi Jawa Tengah (rupiah), 2015 Average Expenditure Per Capita Per Month by Non Food Group in Jawa Tengah Province (rupiahs), 2015 Kelompok Bukan Makanan Non Food Group (1) Pengeluaran Rata-rata Perkapita Sebulan/Average Expenditure Per Capita Per Month (2) Perumahan, bahan bakar, penerangan, air Housing and household facility Aneka barang dan jasa/goods and services Biaya pendidikan/education cost Biaya kesehatan/health cost Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala Clothing, footwear, and headgear Barang yang tahan lama/durable goods Pajak pemakaian dan premi asuransi Taxes and insurances Keperluan pesta dan upacara Parties and ceremonies Jawa Tengah Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Source: BPS-statistics of jawa Tengah Province Jawa Tengah Province in Figures 2016

346 POPULATION EXPENDITURE AND FOOD CONSUMPTION 276 Jawa Tengah Province in Figures 2016

347

348 PENDAPATAN REGIONAL PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Penghitungan statistik neraca nasional mengikuti buku petunjuk yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dikenal sebagai Sistem Neraca Nasional (SNN). SNN adalah rekomendasi internasional tentang bagaimana menyusun ukuran aktivitas ekonomi yang sesuai dengan standar neraca baku yang didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi. Rekomendasi yang dimaksud dinyatakan dalam sekumpulan konsep, definisi, klasifikasi, dan aturan neraca yang disepakati secara internasional dalam mengukur and accounting rules that comprise indikator tertentu seperti Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu PDB dilakukan seiring dengan mengadopsi rekomendasi PBB yang tertuang dalam Sistem Neraca Nasional 2008 (SNA 2008) SNA. 1. The method used to estimate national accounts statistics is based on the standard guidelines formed by United Nation known as System of National Accounts (SNA). SNA is the internationally agreed standard set of recommendations on how to compile measures of economic activity in accordance with strict accounting conventions based on economic principles. The recommendations are expressed in term of a set of concepts, definitions, classifications the internationally agreed standard for measuring indicators such as bentuk adaptasi pencatatan statistik Gross Domestic Product (GDP). One of nasional adalah melakukan perubahan the improvement in the national tahun dasar PDB Indonesia dari tahun statistical system is to rebase GDP 2000 ke Perubahan tahun dasar form base year 2000 to 2010 in order to capture current economic condition. It is in line with the United Nations (UN) recommendation on 2. Produk Domestik Bruto pada tingkat nasional serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu. Untuk menyusun PDB 2. The basic measure of the value added arising from economic activity is known as Gross Domestic Product at the national level and Gross Regional Domestic Product (GRDP) at the regional level (provinces/regencies/municipalities). Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

349 REGIONAL INCOME maupun PDRB digunakan 2 pendekatan, yaitu lapangan usaha dan pengeluaran. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (lapangan usaha) dan menurut komponen penggunaannya. PDB maupun PDRB dari sisi lapangan usaha merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi pengeluaran menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut. 3. PDB menurut lapangan usaha mengalami perubahan klasifikasi dari 9 changes from 9 sectors to 17 lapangan usaha menjadi 17 lapangan usaha. PDB menurut lapangan usaha Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Listrik dan Gas; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Real Estat; Jasa Perusahaan; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; Jasa 318 Jawa Tengah Province in Figures 2016 To compile these statistics, two approaches have been used, i.e. production approach and expenditure approach. The first approach is to measure value added produced by various kinds of economic activities, while the second approach is to measure final uses of the country s output. In other words, GDP/GRDP is the sum of total value added produced by all economic industries (activities) and the way of using it. 3. GDP by industry classification industries. GDP by industry is classified by types of economic dirinci menurut total nilai tambah dari activities such as Agriculture, seluruh sektor ekonomi yang mencakup lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, Forestry and Fishing; Mining and Quarrying; Manufacturing; Electricity dan Perikanan; Pertambangan dan and Gas; Water supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities; Construction; Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles; Transportation and Storage; Accommodation and Food Service Activities; Information and Communication; Financial and Insurance Activities; Real Estate Activities; Business Activities; Public Administration; Defence and Compulsory Social Security;

350 PENDAPATAN REGIONAL Pendidikan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan Jasa lainnya. Education; Human Health and Social Work Activities; and Other Services Activities. 4. PDB menurut pengeluaran mengalami perubahan klasifikasi dimana pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang sebelumnya termasuk bagian dari pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi komponen terpisah. Sehinga klasifikasi PDB menurut pengeluaran dirinci menjadi 7 komponen yaitu komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi LNPRT, pengeluaran konsumsi pemerintah, expenditure, gross fixed capital pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor barang dan konsumsi akhir rumah tangga atas barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok secara langsung. Pengeluaran rumah tangga di sini mencakup makanan dan minuman selain restoran; pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya; perumahan dan perlengkapan rumah tangga; kesehatan dan pendidikan; transportasi dan komunikasi; restoran dan hotel serta lainnya. 4. GDP by expenditure classification changes where consumption expenditure Non-profit Institutions Serving Households (NPISH) previously included as part of household consumption expenditure is taken out into separate component. So that, GDP by type of expenditures is classified into: household consumption expenditure, NPISH consumption expenditure, government consumption formation, changes in inventories, exports of goods and services, and jasa, dan impor barang dan jasa. imports of goods and services. 5. Pengeluaran konsumsi rumah tangga 5. Household consumption mencakup berbagai pengeluaran expenditures consist of expenditures incurred by households, which are used for both individual or collective needs. Household consumptions are classified into food and beverages other than restaurants; clothing, footwear, and related maintenance services; housing and household equipment; health and education; transport and communication; restaurants and hotels; and others. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

351 REGIONAL INCOME 6. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah terdiri dari Pengeluaran Konsumsi Individu dan Pengeluaran Konsumsi Kolektif. Barang dan jasa individu merupakan barang dan jasa privat, dimana ciri-ciri barang privat adalah a) Scarcity, yaitu ada kelangkaan/keterbatasan dalam jumlah; b) Excludable consumption, yaitu konsumsi suatu barang dapat dibatasi hanya pada mereka yang memenuhi persyaratan tertentu (biasanya harga); c) Rivalrous competition, yaitu konsumsi oleh satu konsumen akan mengurangi atau menghilangkan kesempatan pihak lain untuk melakukan hal serupa. Contoh barang dan jasa another party to do so. Examples of yang dihasilkan pemerintah dan tergolong sebagai barang dan jasa barang dan jasa kolektif ekuivalen dengan barang publik yang memiliki ciri a) Non rivalry, yaitu penggunaan satu konsumen terhadap suatu barang tidak mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut; b) Non excludable, yaitu apabila suatu barang publik tersedia, maka tidak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut atau dengan kata lain setiap orang memiliki akses ke 320 Jawa Tengah Province in Figures Government consumption expenditure consists of Individual Consumption Expenditure and Collective Consumption Expenditure. Individual goods and services are private goods and services, which the characteristics of private goods is a) Scarcity, that there is a scarcity/limited in number; b) Excludable consumption, the consumption of goods can be limited only to those who meet certain requirements (usually the price); c) Rivalrous competition, ie consumption by the consumer will reduce or eliminate the chance of goods and services produced by government and classified as goods individu adalah jasa pelayanan and services of individuals is the kesehatan pemerintah di rumah government health services in sakit/puskesmas dan jasa pendidikan di sekolah/universitas negeri. Sedangkan hospitals/health education centers services and in schools/universities. Collective goods and services equivalent to public goods characterized by a) Nonrivalry, namely the use of a consumer for an item does not reduce the chance of another consumer to also consume goods; b) Non-excludable, i.e. when a public good available, then nothing can hinder anyone to benefit from the goods or in other words everyone has access to the goods. Examples of goods and

352 PENDAPATAN REGIONAL barang tersebut. Contoh barang dan jasa yang dihasilkan pemerintah dan tergolong sebagai barang dan jasa kolektif adalah jasa pertahanan yang dilakukan TNI dan keamanan yang dilakukan kepolisian. services produced by government and classified as collective goods and services is carried military defense services and the police s security. 7. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencakup pengadaan, pembuatan, dan pembelian barang modal. Barang modal dimaksud adalah barang-barang yang digunakan untuk proses produksi, tahan lama atau yang mempunyai umur pemakaian lebih dari satu tahun seperti bangunan, mesinmesin dan alat angkutan. Termasuk pula di sini perbaikan besar (berat) yang improvement that are to extend the sifatnya memperpanjang umur atau mengubah bentuk atau kapasitas komponen yaitu Konstruksi; Mesin dan Peralatan; Kendaraan; Peralatan Lainnya; Cultivated Biological Resources 7. Gross Fixed Capital Formation (GFCF) includes procurement, manufacture, and the purchase of capital goods. Capital goods are goods which are used for the production process, durable or have a service life of more than one year such as buildings, machinery, and transportation equipment. Including here: huge life or changing the shape or the capacity of the capital goods. Capital barang modal tersebut. Pengeluaran barang modal untuk keperluan militer expenditures for military purposes are also covered as GFCF. GFCF juga dicakup sebagai PMTB. Klasifikasi component are classified into six komponen PMTB dibagi menjadi 6 sub sub-components: Construction; Machinery and Equipment; vehicle; Other equipment; Cultivated Biological Resources (CBR) and (CBR) dan Produk Kekayaan Intelektual. Intellectual Property Product. 8. Ekspor barang dan jasa merupakan transaksi perdagangan barang dan jasa dari penduduk (residen) ke bukan penduduk (nonresiden). Impor barang dan jasa adalah transaksi perdagangan dari bukan penduduk ke penduduk. Ekspor atau impor barang terjadi pada 8. Exports of goods and services consist of transactions of goods and services from residents to nonresidents. Imports of goods and services consist of transaction of goods and services from nonresidents to residents. Exports and Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

353 REGIONAL INCOME saat terjadi perubahan hak kepemilikan barang antara penduduk dengan bukan penduduk (dengan atau tanpa perpindahan fisik barang tersebut). Pada PDB dengan tahun dasar 2010, ekspor dan impor barang dirinci menjadi nonmigas dan migas. imports of goods occur when there are changes in ownership of goods between residents and non-residents (with or without physical movements of goods across frontiers). On the GDP at 2010 basic year, exports and imports of goods specified into non oil and gas and oil and gas. 9. Produk Domestik Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam 2 (dua) versi penilaian, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan, sedangkan harga konstan prices are shown by valuing all penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu, dalam publikasi ini digunakan harga tahun in this publication Laju pertumbuhan Produk Domestik 10. Growth rate of Gross Domestic Bruto diperoleh dari perhitungan PDB atas dasar harga konstan. dengan cara mengurangi nilai PDB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, dikalikan dengan 100 persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. 9. GDP and its aggregations are presented in two forms: at current market prices and at constant base year market prices. In presenting current market prices, all aggregates are valued at current market prices, while base year constant market aggregates at fixed base year prices. Year of 2010 is used as the base year Product is derived from GDP at Diperoleh constant market prices. It is obtained by subtracting the value of GDP year n with the value of GDP year n-1, divided by the value of GDP year n-1 then multiplied by 100 percent. The growth rate of GDP explains the income growth during the given period. 322 Jawa Tengah Province in Figures 2016

354 PENDAPATAN REGIONAL ULASAN Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2015 yang ditunjukkan oleh laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010, lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu 5,44 persen (2014 = 5,28 persen). Pertumbuhan riil sektoral tahun 2015 mengalami fluktuasi dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor jasa perusahaan sebesar 9,72 persen, namun peranannya terhadap PDRB hanya sebesar 0,34 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan paling rendah pada tahun 2015 adalah DESCRIPTION The economic growth in Jawa Tengah Province in 2015 that was presented by growth rate of GRDP at constant price 2010 showed a better perfomance than the previous year. It was 5.44 percent in 2015, ( 2014 = 5.28 percent In 2015, the real growth rate by sectoral showed fluktuative from the previous year. The sector of business services was the largest of growth which amounted 9.72 percent, however the contribution of GRDP only around 0.34 percent. Electricity, gas, and water supply sector was showed the lowest growth in sektor Pengadaan Listrik dan Gas, yaitu 2015, it s recorded percent. sebesar -3,34 persen. Sektor industri pengolahan masih The largest part of contribution memberikan sumbangan tertinggi on Jawa Tengah economy came from terhadap ekonomi Jawa Tengah yaitu manufacturing industry were sebesar 35,25 persen, dengan laju percent, with the 4.62 percent of growth pertumbuhan sebesar 4,62 persen. Sektor rate. In addition, the sector of pertanian, kehutanan dan perikanan yang Agriculture, Livestock, Forestry & Fishery juga merupakan sektor dominan as the main sector of economy, memberikan sumbangan bagi contributed of percent with the perekonomian Jawa Tengah sebesar 15,53 real growth of 5.60 percent for Jawa persen dengan pertumbuhan riil sebesar Tengah economies. 5,60 persen. Dari angka-angka indeks harga The increasing of prices from one implisit PDRB dapat diketahui kenaikan year to another year both agregatly or harga dari waktu ke waktu baik secara sectorally was presented from the implisit agregat maupun secara sektoral. Secara price index of Gross Regional Domestic agregat indeks implisit di Jawa Tengah Product. In 2015, the implisit index in tahun 2015 sebesar 125,72. Sedangkan Jawa Tengah according to agregat was Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

355 REGIONAL INCOME secara sektoral, pertumbuhan indeks implisit yang paling cepat atau di atas angka rata-rata indeks implisit Jawa Tengah pada tahun 2015 terjadi pada sektor jasa pendidikan 143,48 persen. Sektor lain yang perkembangan indeks implisitnya paling lamban adalah sektor informasi dan komunikasi yaitu sebesar 92,45 persen. PDRB menurut komponen pengeluaran, yang terbesar adalah untuk pengeluaran konsumsi rumahtangga. Menurut harga berlaku, tahun 2015 konsumsi rumahtangga mempunyai konstribusi 61,14 persen dari total PDRB Provinsi Jawa Tengah atau senilai ,41 milyar rupiah. Dibandingkan 619, billion rupiahs. Compared to tahun sebelumnya nilai tersebut naik 4,45 persen. Jika didasarkan harga konstan Konsumsi pemerintah yang dipakai untuk penyelenggaraan pemerintah pusat dan daerah serta pertahanan dan keamanan, tahun 2014 atas dasar harga berlaku sebesar ,45 milyar rupiah, naik menjadi ,34 milyar rupiah pada tahun Jika diukur berdasarkan harga konstan 2010, konsumsi pemerintah tahun 2015 naik 3,71 persen. Penggunaan lain yang cukup besar dari Produk Domestik Regional Bruto adalah untuk pembentukan modal tetap 324 Jawa Tengah Province in Figures While according to sectoral, education services as the fastest growth of sector that upper than average of implisit index on Jawa Tengah which amounted to percent. The sector of information and communication were the other sector had the slowly growth of implisit index which just to reached for percent. Gross Regional Domestic Product by type of expenditure, the largest is household consumption expenditure. Based on current price, at 2015 the household consumption expenditure were percent from the total of GRDP Jawa Tengah Province, or valueing about the previous year, it was increased to 4.45 percent. In addition, based on tahun 2010 nilainya mencapai ,88 constant price 2010, household milyar rupiah, naik sebesar 4,45 persen dari tahun consumption expenditure were reached at 485, billion rupiahs, increased 4.45 percent from The government consumption expenditure for arrangement of national and regional government with defence and safety at current price, 2014 were amounted around to 75, million rupiahs up to 86, billion rupiahs in 2015, whereas based on constant price 2010 was increased 3,71 percent. The other large expenditure of GRDP is Gross Fixed Capital Formation. According to current price in 2015 it was

356 PENDAPATAN REGIONAL bruto (PMTB). Menurut harga berlaku, tahun 2015 mencapai ,60 milyar rupiah, dan sebesar ,14 milyar rupiah atas dasar harga konstan PMTB atas dasar harga konstan 2010 naik 5,15 persen. reached 307, billion rupiahs and 231, billion rupiahs at constant price Gross Fixed Capital Formation at constant price increased 5.15 percent. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

357 REGIONAL INCOME Tabel Table 12.1 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities , , , , , , , , , , , ,67 744,86 768,19 800,28 814,90 551,25 567,12 601,32 632, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,52 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto , , , ,21 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 326 Jawa Tengah Province in Figures 2016

358 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 12.2 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and Defence, Compulsory, Social Security P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities , , , , , , , , , , , ,06 751,16 813,60 843,87 815,71 547,79 549,04 567,98 577, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,03 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto , , , ,02 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

359 REGIONAL INCOME Tabel Table 12.3 Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (persen), Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (percent), Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and Defence, Compulsory, Social Security 15,87 15,84 15,20 15,53 1,95 1,94 2,12 2,27 34,95 35,21 35,84 35,25 0,10 0,09 0,09 0,08 0,07 0,07 0,06 0,06 10,13 10,01 10,10 10,20 14,22 13,97 13,50 13,32 2,81 2,85 2,97 3,06 2,96 2,95 3,01 3,09 3,24 3,11 3,07 3,01 2,84 2,82 2,76 2,85 1,62 1,60 1,63 1,65 0,30 0,33 0,33 0,34 3,04 2,97 2,85 2,85 P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities 3,75 4,04 4,18 4,16 0,76 0,78 0,81 0,83 1,39 1,42 1,48 1,44 Produk Domestik Regional Bruto Regional Domestic Bruto Gross 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 328 Jawa Tengah Province in Figures 2016

360 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 12.4 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Industry in Jawa Tengah Province (percent), Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and Defence, Compulsory, Social Security 3,04 2,15-0,95 5,60 5,30 6,17 6,50 3,59 6,72 5,45 6,62 4,62 9,97 8,31 3,72-3,34-1,39 0,23 3,45 1,63 6,33 4,90 4,38 6,00 1,85 4,72 4,71 4,17 6,64 9,33 8,97 7,90 5,31 4,51 7,58 7,09 9,74 7,99 13,00 9,53 3,57 3,89 4,16 8,10 5,43 7,70 7,19 7,59 7,08 12,12 8,31 9,72 0,50 2,65 0,78 5,31 P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities 17,55 9,53 10,17 7,08 10,33 7,12 11,20 7,05 0,70 9,24 8,50 3,21 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 5,34 5,11 5,28 5,44 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

361 REGIONAL INCOME Tabel 12.5 Table Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah (2010=100), Implicit Price Index of Gross Regional Domestic Product by Industry in Jawa Tengah Province (2010=100), Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and Defence, Compulsory, Social Security 112,36 120,78 130,46 138,37 107,19 110,11 126,24 142,98 109,20 114,75 122,11 125,84 99,16 94,42 94,83 99,90 100,63 103,29 105,87 109,60 109,10 113,05 121,87 127,21 106,15 109,60 112,68 116,98 101,77 103,95 110,81 115,87 107,12 112,26 118,70 124,53 98,98 96,79 94,27 92,45 115,34 121,31 127,01 132,96 102,52 103,62 109,15 113,00 110,07 115,44 119,46 125,79 112,49 117,81 125,29 130,33 P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities 124,21 134,48 140,74 143,48 116,13 122,15 127,56 133,24 104,03 107,55 114,79 119,00 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 109,14 114,22 120,94 125,72 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 330 Jawa Tengah Province in Figures 2016

362 PENDAPATAN REGIONAL Tabel 12.6 Table Laju Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha di Provinsi Jawa Tengah, Implicit Growth Rate of Gross Regional Domestic Product by Industry in Jawa Tengah Province, Lapangan Usaha Industry (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishery B. Pertambangan dan Penggalian/ Mining and Quarrying C. Industri Pengolahan/ Manufacturing D. Pengadaan Listrik dan Gas/ Electricity and Gas E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/ Water Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities F. Konstruksi/ Construction G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/ Wholesale and Retail Trad; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles H. Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage I. Penyediaan Akomodasi dan Makan minum/ Accommodation and Food Services Activities J. Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication K. Jasa Keuangan dan Asuransi/ Financial and Insurance Activities L. Real Estat/ Real Estate Activities M,N. Jasa Perusahaan/ Business Activities O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib/ Public Administration and Defence, Compulsory, Social Security P. Jasa Pendidikan/ Education Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities R,S,T,U. Jasa Lainnya/ Other Services Activities Sumber: Source: Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 5,20 7,49 8,01 6,07 0,27 2,72 14,65 13,26 2,32 5,09 6,41 3,05-1,80-4,78 0,44 5,34-0,24 2,64 2,50 3,53 4,21 3,62 7,80 4,39 2,22 3,25 2,81 3,81 0,95 2,14 6,61 4,56 3,02 4,80 5,73 4,92-2,34-2,21-2,61-1,92 9,12 5,17 4,70 4,68 0,55 1,08 5,33 3,53 3,53 4,88 3,49 5,29 10,49 4,73 6,35 4,02 9,60 8,26 4,66 1,95 7,81 5,18 4,43 4,45 0,90 3,37 6,74 3,66 3,42 4,66 5,88 3,95 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

363 REGIONAL INCOME Tabel Table 12.7 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga /Household Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi LNPRT /NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah /Government Consumption Expenditure Pembentukan Modal Tetap Bruto /Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Net Export Between Region x 2015 xx (2) (3) (4) (5) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,01 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto , , , ,21 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 332 Jawa Tengah Province in Figures 2016

364 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table 12.8 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/Household Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi LNPRT/NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/Government Consumption Expenditure Pembentukan Modal Tetap Bruto/Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Net Export Between Region x 2015 xx (2) (3) (4) (5) , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,94 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto , , , ,02 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

365 REGIONAL INCOME Tabel Table 12.9 Distribusi Persentase Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (persen), Percentage Distribution of Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (percent), Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/Household Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi LNPRT/NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/Government Consumption Expenditure Pembentukan Modal Tetap Bruto/Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Export Between Region x 2015 xx (2) (3) (4) (5) 62,94 62,70 61,64 61,14 1,05 1,12 1,16 1,13 8,16 8,35 8,17 8,49 30,16 29,18 29,57 30,30 7,10 4,92 2,92 1,25 7,48 8,48 9,05 9,07 19,45 22,51 23,82 18,84 Net 2,55 7,77 11,32 7,45 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 334 Jawa Tengah Province in Figures 2016

366 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (percent), Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/Household Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi LNPRT/NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/Government Consumption Expenditure Pembentukan Modal Tetap Bruto/Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Export Between Region Net x 2015 xx (2) (3) (4) (5) 4,71 4,38 4,31 4,45 5,83 7,21 8,62-3,15 3,23 5,44 2,19 3,71 8,14 4,39 4,16 5,15 2,05-42,36-22,63-71,61 8,11 15,30 9,55 0,30 6,67 13,50-7,29-16,11 3,72 109,62-3,89 0,16 Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 5,34 5,11 5,28 5,44 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

367 REGIONAL INCOME Tabel Indeks Harga Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah (2010=100), Table Implicit Price Index of Gross Regional Domestic Product by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province (2010=100), Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/Household Consumption Pengeluaran Konsumsi LNPRT/NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/Government Consumption Expenditure Pembentukan Modal Tetap Bruto/Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Net Export Between Region Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 111,13 116,67 122,58 127,58 111,35 121,19 129,81 142,14 117,14 125,02 133,39 146,64 112,48 114,65 124,35 132,81 147,00 194,27 166,37 275,33 105,05 113,63 123,37 135,26 130,31 146,15 186,01 192,21 78,87 126,01 212,75 153,38 109,14 114,22 120,94 125,72 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 336 Jawa Tengah Province in Figures 2016

368 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Laju Implisit Produk Domestik Regional Bruto Menurut Pengeluaran di Provinsi Jawa Tengah, Table Implicit Growth Rate of Gross Regional Domestic Product by Type of Expenditure in Jawa Tengah Province, Jenis Pengeluaran Type of Expenditure (1) x 2015 xx (2) (3) (4) (5) Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga/Household Consumption Pengeluaran Konsumsi LNPRT/NPISH Consumption Expenditure Pengeluaran Konsumsi Pemerintah/Government Consumption Pembentukan Modal Tetap Bruto/Gross Fixed Capital Formation Perubahan Inventori Changes in Inventories Ekspor Luar Negeri/Foreign Export Dikurangi Impor Luar Negeri Less Foreign Import Net Ekspor Antar Daerah Net Export Between Region Produk Domestik Regional Bruto Gross Regional Domestic Bruto 5,50 4,99 5,06 4,09 7,62 8,83 7,11 9,50 7,90 6,73 6,70 9,94 6,06 1,93 8,46 6,80 57,96 32,16-14,36 65,49 1,48 8,17 8,57 9,64 8,57 12,16 27,27 3,33-57,79 59,76 68,84-27,91 3,42 4,66 5,88 3,95 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

369 REGIONAL INCOME Tabel Table Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) x (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap , , ,35 2. Banyumas , , ,37 3. Purbalingga , , ,68 4. Banjarnegara , , ,02 5. Kebumen , , ,66 6. Purworejo , , ,02 7. Wonosobo , , ,27 8. Magelang , , ,31 9. Boyolali , , , Klaten , , , Sukoharjo , , , Wonogiri , , , Karanganyar , , , Sragen , , , Grobogan , , , Blora , , , Rembang , , , Pati , , , Kudus , , , Jepara , , , Demak , , , Semarang , , , Temanggung , , , Kendal , , , Batang , , , Pekalongan , , , Pemalang , , , Tegal , , , Brebes , , ,78 Kota/Municipality 1. Magelang 4 887, , ,83 2. Surakarta , , ,67 3. Salatiga 7 295, , ,09 4. Semarang , , ,90 5. Pekalongan 5 741, , ,78 6. Tegal 8 371, , ,19 Jawa Tengah , , ,77 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 338 Jawa Tengah Province in Figures 2016

370 PENDAPATAN REGIONAL Tabel Table Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (miliar rupiah), Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (billion rupiahs), Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) x (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap , , ,74 2. Banyumas , , ,39 3. Purbalingga , , ,30 4. Banjarnegara , , ,44 5. Kebumen , , ,44 6. Purworejo 9 406, , ,99 7. Wonosobo 9 935, , ,94 8. Magelang , , ,81 9. Boyolali , , , Klaten , , , Sukoharjo , , , Wonogiri , , , Karanganyar , , , Sragen , , , Grobogan , , , Blora , , , Rembang 9 277, , , Pati , , , Kudus , , , Jepara , , , Demak , , , Semarang , , , Temanggung , , , Kendal , , , Batang , , , Pekalongan , , , Pemalang , , , Tegal , , , Brebes , , ,71 Kota/Municipality 1. Magelang 4 484, , ,38 2. Surakarta , , ,06 3. Salatiga 6 574, , ,58 4. Semarang , , ,39 5. Pekalongan 5 151, , ,28 6. Tegal 7 650, , ,08 Jawa Tengah , , ,52 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

371 REGIONAL INCOME Tabel Table Persentase Kontribusi Terhadap Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (persen), Contribution Percentage To Total Gross Regional Domestic Product of Entire Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (percent), Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) x (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap 10,34 10,54 10,13 2. Banyumas 3,80 3,79 3,77 3. Purbalingga 1,70 1,72 1,75 4. Banjarnegara 1,54 1,54 1,58 5. Kebumen 2,02 2,00 2,05 6. Purworejo 1,40 1,39 1,39 7. Wonosobo 1,45 1,46 1,46 8. Magelang 2,37 2,38 2,39 9. Boyolali 2,27 2,28 2, Klaten 2,85 2,83 2, Sukoharjo 2,70 2,67 2, Wonogiri 2,14 2,14 2, Karanganyar 2,78 2,77 2, Sragen 2,66 2,65 2, Grobogan 2,03 2,01 1, Blora 1,64 1,64 1, Rembang 1,38 1,39 1, Pati 3,12 3,13 3, Kudus 8,25 8,27 8, Jepara 2,19 2,18 2, Demak 1,90 1,88 1, Semarang 3,61 3,62 3, Temanggung 1,58 1,59 1, Kendal 3,07 3,04 3, Batang 1,56 1,56 1, Pekalongan 1,67 1,67 1, Pemalang 1,82 1,82 1, Tegal 2,51 2,52 2, Brebes 3,29 3,33 3,37 Kota/Municipality 1. Magelang 0,65 0,65 0,65 2. Surakarta 3,53 3,52 3,51 3. Salatiga 0,97 0,96 0,96 4. Semarang 13,32 13,18 13,28 5. Pekalongan 0,77 0,77 0,78 6. Tegal 1,12 1,10 1,10 Jawa Tengah 100,00 100,00 100,00 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province 340 Jawa Tengah Province in Figures 2016

372 PENDAPATAN REGIONAL Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstant 2010 Menurut Kabupaten/Kota di Tabel Provinsi Jawa Tengah (persen), Table Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Regency/Municipality in Jawa Tengah Province (percent), Kabupaten/Kota Regency/Municipality (1) x (2) (3) (4) Kabupaten/Regency 1. Cilacap 1,98 2,09 2,96 2. Banyumas 5,88 6,89 4,78 3. Purbalingga 5,79 5,61 5,73 4. Banjarnegara 5,23 5,26 5,07 5. Kebumen 4,88 4,65 5,80 6. Purworejo 4,59 5,11 4,63 7. Wonosobo 4,70 5,25 4,16 8. Magelang 4,88 6,30 4,87 9. Boyolali 5,33 5,83 5, Klaten 5,71 6,27 5, Sukoharjo 5,90 5,78 5, Wonogiri 5,94 4,79 5, Karanganyar 5,72 5,69 5, Sragen 6,12 6,71 5, Grobogan 5,08 4,55 4, Blora 4,90 5,36 4, Rembang 5,32 5,41 5, Pati 5,93 5,90 4, Kudus 4,11 4,53 4, Jepara 5,86 5,25 4, Demak 4,46 5,27 4, Semarang 6,03 6,87 6, Temanggung 4,27 6,14 5, Kendal 5,21 5,93 5, Batang 4,62 5,84 5, Pekalongan 4,81 5,99 4, Pemalang 5,32 5,53 5, Tegal 5,23 6,75 5, Brebes 4,58 5,97 5,32 Kota/Municipality 1. Magelang 5,37 6,04 4,88 2. Surakarta 5,58 6,17 5,24 3. Salatiga 5,53 6,27 4,80 4. Semarang 5,97 6,64 5,30 5. Pekalongan 5,61 5,91 5,48 6. Tegal 4,21 5,45 5,03 Jawa Tengah 4,93 5,42 4,81 Sumber: Source: BPS Provinsi Jawa Tengah BPS-statistics of jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

373

374 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

375

376 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI PENJELASAN TEKNIS TECHNICAL NOTES 1. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan 1. To measure poverty, BPS-Statistics Indonesia has used the concept of basic needs approach. Therefore, poverty is viewed as economic inability to fulfill food and non-food basic needs which are measured by consumption/expenditure. The method used is calculating poverty line, which consists of two components that are Food Poverty Line (FPL) and Non-Food Poverty Line (NFPL). The poverty line was calculated separately for urban and rural areas. (GKNM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. 2. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis 2. A person whose expenditure per capita per month is below the poverty line is considered to be poor. Kemiskinan. 3. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan kkalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar 3. The Food Poverty Line refers to the daily minimum requirement of 2,100 kcal per capita per day. The Non-Food Poverty Line refers to the minimum requirement for household necessities for clothing, education, health, and other basic individual needs. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

377 PROVINCE COMPARISON lainnya. 4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh UNDP pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar: Umur panjang dan hidup sehat; pengetahuan; dan standar hidup layak. 5. Produk Domestik Bruto pada tingkat 5. The basic measure of the value added nasional serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat suatu waktu tertentu. Untuk menyusun PDB maupun PDRB digunakan 2 pendekatan, yaitu lapangan usaha dan pengeluaran. Keduanya menyajikan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (lapangan usaha) dan menurut komponen penggunaannya. PDB maupun PDRB dari sisi lapangan usaha merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu 346 Jawa Tengah Province in Figures The Human Development Index (HDI) explains how people can access development results in obtaining income, health, education and so forth. HDI was introduced by United Nations Development Programme (UNDP) in 1990 and published periodically in the annual report of the Human Development Report. HDI was formed by three basic dimensions: a long and healthy life; knowledge; and a decent standard of living. arising from economic activity is known as Gross Domestic Product at regional (provinsi) menggambarkan the national level and Gross Regional kemampuan suatu wilayah untuk Domestic Product (GRDP) at the menciptakan nilai tambah pada regional level (provinces/regencies/municipalities). To compile these statistics, two approaches have been used, i.e. production approach and expenditure approach. The first approach is to measure value added produced by various kinds of economic activities, while the second approach is to measure final uses of the country s output. In other words, GDP/GRDP is the sum of total value added produced by all economic

378 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi pengeluaran menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut. industries (activities) and the way of using it. 6. Laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto diperoleh dari perhitungan PDB atas dasar harga konstan. Diperoleh dengan cara mengurangi nilai PDB pada tahun ke-n terhadap nilai pada tahun ke n-1 (tahun sebelumnya), dibagi dengan nilai pada tahun ke n-1, dikalikan dengan 100 persen. Laju pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. 6. Growth rate of Gross Domestic Product is derived from GDP at constant market prices. It is obtained by subtracting the value of GDP year n with the value of GDP year n-1, divided by the value of GDP year n-1 then multiplied by 100 percent. The growth rate of GDP explains the income growth during the given period. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

379 PROVINCE COMPARISON ULASAN DESCRIPTION Berdasarkan hasil Sensus Penduduk yang dilakukan setiap 10 tahun sekali, secara umum perkembangan jumlah penduduk mengalami peningkatan pada kurun waktu Secara regional, provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak pada tahun 2010 adalah Provinsi Jawa Barat yakni jiwa. Dan provinsi yang memiliki jumlah penduduk terendah adalah Provinsi Papua Barat yaitu jiwa. Sementara angka proyeksi menunjukan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 mencapai 255,46 juta jiwa. Kondisi perekonomian suatu wilayah dapat dilihat dari beberapa indikator, can be seen from several indicators such as diantaranya laju pertumbuhan PDRB, pendapatan per kapita, dan laju inflasi. Pertumbuhan PDRB sering digunakan According to the result of Population Census were held every 10 years. Generally all provinces has increases during Regionally, the province with biggest population is Jawa Barat (43,053,732 people). And the smallest population was in Papua Barat Province (760,422 people). Whereas 2015 projection figure shows population of Indonesia reached million people. The economic condition of a region GRDP growth rate of GRDP (a constant prices) is often used as an indicator of the prosperity of a region in 2014, economic sebagai indikator kemakmuran suatu daerah growth of Jawa Tengah Province reached yaitu laju pertumbuhan ekonomi (PDRB atas 5.28 percent. Meanwhile, nationally dasar harga konstan). Pada tahun 2014, economic growth reached 5,02 percent. Jawa Tengah mencatat pertumbuhan Viewed from inflation rate, from 82 regions ekonomi sebesar 5,28 persen. Sementara secara nasional ekonomi tumbuh 5,02 which were counted for Consumer Price Index (CPI) in Tuai noted as the persen. Jika dilihat laju inflasi, dari 82 kota highest place for 8.58 percent and yang diamati perhitungan Indeks Harga Meulaboh as the lowest 0.58 percent. Konsumen (IHK), pada tahun 2015 inflasi tertinggi tercatat di kota Tuai yaitu sebesar 8,58 persen dan terendah di kota Meulaboh yaitu 0,58 persen. Aspek lain yang digunakan untuk Another aspect that is used for perbandingan regional adalah tingkat regional comparison is the level of poverty kemiskinan dan pembangunan manusia, and human development, because these 348 Jawa Tengah Province in Figures 2016

380 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI karena kedua aspek ini sering digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pembangunan di berbagai sector. Ukuran kemiskinan yang digunakan adalah jumlah penduduk miskin yang diperoleh dari data Survei Sosial Ekonomi Masyarakat (Susenas). Pada September 2015, dibandingkan dengan provinsi lainnya, Provinsi DKI Jakarta memiliki persentase penduduk miskin terendah yaitu 3,61 persen. Sementara Provinsi Papua dengan persentase penduduk miskin terbanyak yakni 28,40 persen. Kemajuan pembangunan manusia diukur berdasarkan indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2014, provinsi dengan capaian tertinggi dalam hal pembangunan manusia the lowest (54.75). adalah DKI Jakarta (78,39). Sementara Provinsi Papua menempati urutan terendah (54,75). two aspects are often used as a measuring tool of the success of development in various sectors. The tools of poverty measure is the number of poor people who obtained the data from National Socio Economic Survey (Susenas). In September 2015, compared with other provinces, the province with lowest percentage of poor people is DKI Jakarta (3.61 percent). Whereas, the biggest one was in Papua Province (28.40 percent). The progress of human development measured by the Human Development Index (HDI). In 2014, the province with the highest achievements in human development is DKI Jakarta (78.39). Meanwhile, Papua Province ranked Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

381 PROVINCE COMPARISON 13. PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Tabel Jumlah Penduduk Menurut Provinsi di Indonesia (ribu jiwa), Table Population by Province in Indonesia (thousand persons), Provinsi/Province (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Aceh 4 619, , , , ,0 2 Sumatera Utara , , , , ,8 3 Sumatera Barat 4 933, , , , ,3 4 Riau 5 726, , , , ,4 5 Jambi 3 167, , , , ,1 6 Sumatera Selatan 7 598, , , , ,3 7 Bengkulu 1 753, , , , ,9 8 Lampung 7 735, , , , ,3 9 Kep. Bangka Belitung 1 258, , , , ,8 10 Kepulauan Riau 1 748, , , , ,0 Pulau Sumatera , , , , ,9 11 DKI Jakarta 9 752, , , , ,9 12 Jawa Barat , , , , ,6 13 Jawa Tengah , , , , ,2 14 DI Yogyakarta , , , , ,1 15 Jawa Timur 3 510, , , , ,2 16 Banten , , , , ,6 Pulau Jawa , , , , ,6 17 Bali 3 957, , , , ,8 18 Nusa Tenggara Barat 4 581, , , , ,6 19 Nusa Tenggara Timur 4 788, , , , ,1 Bali dan Kep. Nusa Tenggara , , , , ,5 20 Kalimantan Barat 4 488, , , , ,6 21 Kalimantan Tengah 2 275, , , , ,0 22 Kalimantan Selatan 3 714, , , , ,8 23 Kalimantan Timur 3 673, , , , ,6 24 Kalimantan Utara Pulau Kalimantan , , , , ,0 25 Sulawesi Utara 2 305, , , , ,1 26 Sulawesi Tengah 2 692, , , , ,7 27 Sulawesi Selatan 8 156, , , , ,3 28 Sulawesi Tenggara 2 294, , , , ,5 29 Gorontalo 1 062, , , , ,2 30 Sulawesi Barat 1 187, , , , ,2 Pulau Sulawesi , , , , ,0 31 Maluku 1 570, , , , ,5 32 Maluku Utara 1 067, , , , ,3 Kep. Maluku 2 637, , , , ,8 33 Papua Barat 786,0 807,0 828,3 849,8 871,5 34 Papua 2 915, , , , ,4 Pulau Papua 3 701, , , , ,9 Indonesia , , , , ,7 Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia Source : Indonesia Population Projection Jawa Tengah Province in Figures 2016

382 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Tabel Table Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Provinsi, (Miliar Rupiah) 13.2 Gross Regional Domestic Product at Current Market Prices by Province, (Billion Rupiahs) PROVINSI / PROVINCE (1) * 2015** (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS -Statistics of Jawa Tengah Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

383 PROVINCE COMPARISON Tabel Table Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi, (Miliar Rupiah) 13.3 Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province, (Billion Rupiahs) PROVINSI / PROVINCE * 2015** (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Source : BPS -Statistics of Jawa Tengah Province 352 Jawa Tengah Province in Figures 2016

384 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Tabel Table 13.4 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi di Indonesia (persen), Growth Rate of Gross Regional Domestic Product at 2010 Constant Market Prices by Province in Indonesia (percent), Provinsi/Province (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Aceh 3,28 3,85 2,61 1,55-0,72 2 Sumatera Utara 6,66 6,45 6,07 5,23 5,10 3 Sumatera Barat 6,34 6,31 6,08 5,86 5,41 4 Riau 5,57 3,76 2,48 2,70 0,22 5 Jambi 7,86 7,03 6,84 7,35 4,21 6 Sumatera Selatan 6,36 6,83 5,31 4,70 4,50 7 Bengkulu 6,85 6,83 6,07 5,48 5,14 8 Lampung 6,56 6,44 5,77 5,08 5,13 9 Kep. Bangka Belitung 6,90 5,50 5,20 4,67 4,08 10 Kepulauan Riau 6,96 7,63 7,21 6,62 6,02 11 DKI Jakarta 6,73 6,53 6,07 5,91 5,88 12 Jawa Barat 6,50 6,50 6,33 5,09 5,03 13 Jawa Tengah 5,30 5,34 5,11 5,28 5,44 14 DI Yogyakarta 5,21 5,37 5,47 5,16 4,94 15 Jawa Timur 6,44 6,64 6,08 5,86 5,44 16 Banten 7,03 6,83 6,67 5,47 5,37 17 Bali 6,66 6,96 6,69 6,73 6,04 18 Nusa Tenggara Barat - 3,91-1,54 5,16 5,06 21,24 19 Nusa Tenggara Timur 5,67 5,46 5,41 5,05 5,02 20 Kalimantan Barat ,05 5,03 4,81 21 Kalimantan Tengah 7,01 6,87 7,37 6,21 7,01 22 Kalimantan Selatan 6,97 5,97 5,33 4,85 3,84 23 Kalimantan Timur 6,47 5,48 2,76 2,17-0,85 24 Kalimantan Utara Sulawesi Utara 6,17 6,86 6,38 6,31 6,12 26 Sulawesi Tengah 9,82 9,53 9,59 5,07 15,56 27 Sulawesi Selatan 8,13 8,87 7,62 7,54 7,15 28 Sulawesi Tenggara 10,63 11,65 7,50 6,26 6,88 29 Gorontalo 7,71 7,91 7,67 7,27 6,23 30 Sulawesi Barat 10,73 9,25 6,93 8,88 7,37 31 Maluku 6,34 7,16 5,24 6,61 5,44 32 Maluku Utara 6,80 6,98 6,36 5,48 6,10 33 Papua Barat 3,64 3,63 7,36 5,44 4,10 34 Papua - 4,28 1,72 8,55 3,81 7,97 Indonesia 6,17 6,03 5,56 5,02 4,79 Sumber/Source : BPS Provinsi Jawa Tengah/BPS-Statistics of Jawa Tengah Province Keterangan/Note: 1) Data tahun 2011 dan 2012 masih tergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur Data 2011 and 2012 were included in Kalimantan Timur Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

385 PROVINCE COMPARISON Tabel Table 13.5 Laju Inflasi 82 Kota di Indonesia (2012=100), Inflation Rate Based on 82 Municipalities in Indonesia in Indonesia (2012=100), Provinsi/Province (1) (3) (4) (5) (6) 1 Meulaboh 0,39 8,27 8,20 0,58 2 Banda Aceh 0,06 6,39 7,83 1,27 3 Lhokseumawe 0,39 8,27 8,53 2,44 4 Sibolga 3,30 10,08 8,36 3,34 5 Pematang Siantar 4,73 12,02 7,94 3,36 6 Medan 3,79 10,09 8,24 3,32 7 Padangsidimpuan 3,54 7,82 7,38 1,66 8 Padang 4,16 10,87 11,90 0,85 9 Bukittinggi - - 9,24 2,79 10 Tembilahan ,06 2,06 11 Pekanbaru 3,35 8,83 8,53 2,71 12 Dumai 3,21 8,60 8,53 2,63 13 Bungo - - 8,99 1,29 14 Jambi 4,22 8,74 8,72 1,37 15 Palembang 2,72 7,04 8,38 3,05 16 Lubuklinggau - - 9,34 3,47 17 Bengkulu 4,61 9,94 10,85 3,25 18 Bandar lampung 4,30 7,56 8,36 4,65 19 Metro - - 6,50 2,67 20 Tanjung Pandan ,14 0,88 21 Pangkal Pinang 6,57 8,71 6,81 4,66 22 Batam 2,02 7,81 7,61 4,73 23 Tanjung Pinang 3,92 10,09 7,49 2,46 24 Jakarta 4,52 8,00 8,95 3,30 25 Bogor 4,06 8,55 6,83 2,70 26 Sukabumi 3,98 8,03 8,38 2,20 27 Bandung 4,02 7,97 7,76 3,93 28 Cirebon 3,36 7,86 7,08 1,56 29 Bekasi 3,46 9,46 7,68 2,22 30 Depok 4,11 10,97 7,49 1,87 31 Tasikmalaya 3,87 6,89 8,09 3,53 32 Cilacap - - 8,19 2,63 33 Purwokerto 4,73 8,50 7,09 2,52 34 Kudus - - 8,59 3,28 35 Surakarta 2,87 8,32 8,01 2,56 36 Semarang 4,85 8,19 8,53 2,56 37 Tegal 3,09 5,80 7,40 3,95 38 Yogyakarta 4,31 7,32 6,59 3,09 39 Jember 4,49 7,21 7,52 2,31 40 Banyuwangi - - 6,59 2,15 41 Sumenep 5,05 6,62 8,04 2,62 42 Kediri 4,63 8,05 7,49 1,71 43 Malang 4,60 7,92 8,14 3,32 44 Probolinggo 5,88 7,98 6,79 2,11 45 Madiun 5,51 7,52 7,40 2,75 46 Surabaya 4,39 7,52 7,90 3,43 47 Tangerang 4,44 10,02 10,03 4,28 48 Cilegon 3,91 7,98 9,93 3,94 49 Serang 4,41 9,16 11,27 4,67 50 Singaraja ,32 2,97 51 Denpasar 4,71 7,35 8,03 2,70 52 Mataram 4,10 9,27 7,18 3,25 53 Bima 3,61 10,42 7,37 4,11 54 Maumere 6,49 6,24 4,00 3,89 55 Kupang 5,10 8,84 8,32 5,07 56 Pontianak 6,62 9,48 9,38 6,17 57 Singkawang 4,21 6,15 9,66 4,00 58 Sampit 4,69 7,25 7,90 5,72 59 Palangkaraya 6,73 6,45 6,63 4,20 60 Tanjung - - 8,80 6,69 61 Banjarmasin 5,96 6,98 7,16 5,03 62 Balikpapan 6,41 8,56 7,43 6,26 63 Samarinda 4,81 10,37 6,74 4,24 64 Tarakan 5,99 10,35 11,91 3,42 65 Manado 6,04 8,12 9,67 5,56 66 Palu 5,87 7,57 8,85 4,17 67 Bulukumba - - 9,45 2,17 68 Watampone 3,65 6,86 8,22 0,97 69 Makassar 4,57 6,24 8,51 5,18 70 Pare-pare 3,49 6,31 9,38 1,58 71 Palopo 4,11 5,25 8,95 3,38 72 Kendari 5,25 5,92 7,40 1,64 73 Bau-Bau ,37 3,95 74 Gorontalo 5,31 5,84 6,14 4,30 75 Mamuju 3,28 5,91 7,88 5,07 76 Ambon 6,73 8,81 6,81 5,92 77 Tual ,48 8,58 78 Ternate 3,29 9,78 9,34 4,52 79 Manokwari 4,88 4,63 5,70 2,77 80 Sorong 5,12 7,93 6,83 6,17 81 Merauke ,31 5,76 82 Jayapura 4,52 8,27 7,98 2,79 INDONESIA 4,30 8,38 8,36 3, Jawa Tengah Province in Figures 2016

386 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Tabel Table 13.6 Indeks Harga Konsumen Menurut 82 kota di Indonesia (2012=100), Consumer Price Index by 82 Municipalities in Indonesia (2012=100), Provinsi/Province (1) (3) (4) (5) (6) 1 Meulaboh 0,39 8,27 8,20 0,58 2 Banda Aceh 0,06 6,39 7,83 1,27 3 Lhokseumawe 0,39 8,27 8,53 2,44 4 Sibolga 3,30 10,08 8,36 3,34 5 Pematang Siantar 4,73 12,02 7,94 3,36 6 Medan 3,79 10,09 8,24 3,32 7 Padangsidimpuan 3,54 7,82 7,38 1,66 8 Padang 4,16 10,87 11,90 0,85 9 Bukittinggi - - 9,24 2,79 10 Tembilahan ,06 2,06 11 Pekanbaru 3,35 8,83 8,53 2,71 12 Dumai 3,21 8,60 8,53 2,63 13 Bungo - - 8,99 1,29 14 Jambi 4,22 8,74 8,72 1,37 15 Palembang 2,72 7,04 8,38 3,05 16 Lubuklinggau - - 9,34 3,47 17 Bengkulu 4,61 9,94 10,85 3,25 18 Bandar lampung 4,30 7,56 8,36 4,65 19 Metro - - 6,50 2,67 20 Tanjung Pandan ,14 0,88 21 Pangkal Pinang 6,57 8,71 6,81 4,66 22 Batam 2,02 7,81 7,61 4,73 23 Tanjung Pinang 3,92 10,09 7,49 2,46 24 Jakarta 4,52 8,00 8,95 3,30 25 Bogor 4,06 8,55 6,83 2,70 26 Sukabumi 3,98 8,03 8,38 2,20 27 Bandung 4,02 7,97 7,76 3,93 28 Cirebon 3,36 7,86 7,08 1,56 29 Bekasi 3,46 9,46 7,68 2,22 30 Depok 4,11 10,97 7,49 1,87 31 Tasikmalaya 3,87 6,89 8,09 3,53 32 Cilacap - - 8,19 2,63 33 Purwokerto 4,73 8,50 7,09 2,52 34 Kudus - - 8,59 3,28 35 Surakarta 2,87 8,32 8,01 2,56 36 Semarang 4,85 8,19 8,53 2,56 37 Tegal 3,09 5,80 7,40 3,95 38 Yogyakarta 4,31 7,32 6,59 3,09 39 Jember 4,49 7,21 7,52 2,31 40 Banyuwangi - - 6,59 2,15 41 Sumenep 5,05 6,62 8,04 2,62 42 Kediri 4,63 8,05 7,49 1,71 43 Malang 4,60 7,92 8,14 3,32 44 Probolinggo 5,88 7,98 6,79 2,11 45 Madiun 5,51 7,52 7,40 2,75 46 Surabaya 4,39 7,52 7,90 3,43 47 Tangerang 4,44 10,02 10,03 4,28 48 Cilegon 3,91 7,98 9,93 3,94 49 Serang 4,41 9,16 11,27 4,67 50 Singaraja ,32 2,97 51 Denpasar 4,71 7,35 8,03 2,70 52 Mataram 4,10 9,27 7,18 3,25 53 Bima 3,61 10,42 7,37 4,11 54 Maumere 6,49 6,24 4,00 3,89 55 Kupang 5,10 8,84 8,32 5,07 56 Pontianak 6,62 9,48 9,38 6,17 57 Singkawang 4,21 6,15 9,66 4,00 58 Sampit 4,69 7,25 7,90 5,72 59 Palangkaraya 6,73 6,45 6,63 4,20 60 Tanjung - - 8,80 6,69 61 Banjarmasin 5,96 6,98 7,16 5,03 62 Balikpapan 6,41 8,56 7,43 6,26 63 Samarinda 4,81 10,37 6,74 4,24 64 Tarakan 5,99 10,35 11,91 3,42 65 Manado 6,04 8,12 9,67 5,56 66 Palu 5,87 7,57 8,85 4,17 67 Bulukumba - - 9,45 2,17 68 Watampone 3,65 6,86 8,22 0,97 69 Makassar 4,57 6,24 8,51 5,18 70 Pare-pare 3,49 6,31 9,38 1,58 71 Palopo 4,11 5,25 8,95 3,38 72 Kendari 5,25 5,92 7,40 1,64 73 Bau-Bau ,37 3,95 74 Gorontalo 5,31 5,84 6,14 4,30 75 Mamuju 3,28 5,91 7,88 5,07 76 Ambon 6,73 8,81 6,81 5,92 77 Tual ,48 8,58 78 Ternate 3,29 9,78 9,34 4,52 79 Manokwari 4,88 4,63 5,70 2,77 80 Sorong 5,12 7,93 6,83 6,17 81 Merauke ,31 5,76 82 Jayapura 4,52 8,27 7,98 2,79 INDONESIA 4,30 8,38 8,36 3,35 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

387 PROVINCE COMPARISON Tabel Table Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi di Indonesia (ribu), Number of Poor People by Province in Indonesia (thousand), Provinsi/Province 2011 *) 2012 *) 2013 *) Maret September Maret September Maret September Maret September Maret September (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1 Aceh 899,19 904,47 912,92 880,52 842,42 856,89 881,26 837,42 851,59 859,41 2 Sumatera Utara 1 492, , , , , , , , , ,14 3 Sumatera Barat 444,44 444,77 407,95 401,52 411,12 384,08 379,20 354,74 379,61 349,53 4 Riau 481,81 470,77 479,83 476,46 462,67 511,47 499,89 498,28 531,39 562,92 5 Jambi 272,77 251,36 270,43 268,47 264,00 277,74 263,80 281,75 300,71 311,56 6 Sumatera Selatan 1 077, , , , , , , , , ,53 7 Bengkulu 305,33 305,57 314,35 313,73 331,36 323,45 320,95 316,50 334,07 322,83 8 Lampung 1 307, , , , , , , , , ,68 9 Kep. Bangka Belitung 71,99 65,26 70,75 69,44 68,14 69,41 71,64 67,23 74,09 66,62 10 Kepulauan Riau 128,34 119,76 127,41 124,22 119,31 119,08 127,80 124,17 122,40 114,83 11 DKI Jakarta 364,23 355,97 363,28 366,31 352,96 371,70 393,98 412,79 398,92 368,67 12 Jawa Barat 4 661, , , , , , , , , ,65 13 Jawa Tengah 5 137, , , , , , , , , ,78 14 DI Yogyakarta 562,70 568,05 568,35 565,73 553,07 541,95 544,87 532,59 550,23 485,56 15 Jawa Timur 5 388, , , , , , , , , ,97 16 Banten 687,69 689,22 651,45 642,88 652,36 677,51 622,84 649,19 702,40 690,67 17 Bali 165,76 182,10 166,93 158,95 159,89 182,77 185,20 195,95 196,71 218,79 18 Nusa Tenggara Barat 900,57 904,54 862,52 840,11 843,66 815,50 820,82 816,62 823,89 802,29 19 Nusa Tenggara Timur 1 012,02 984, ,80 998,45 987, ,88 994,68 991, , ,53 20 Kalimantan Barat 384,39 382,27 371,22 365,07 380,71 407,34 401,51 381,92 383,70 405,51 21 Kalimantan Tengah 148,23 151,99 150,75 145,08 140,60 149,38 146,32 148,83 147,70 148,13 22 Kalimantan Selatan 195,52 199,57 190,69 190,60 183,07 184,30 182,88 189,50 198,44 189,16 23 Kalimantan Timur 247,09 245,30 250,47 242,30 233,12 248,69 253,60 252,68 212,89 209,99 24 Kalimantan Utara 39,69 40,93 25 Sulawesi Utara 195,62 195,64 190,21 178,68 185,52 201,09 208,23 197,56 208,54 217,15 26 Sulawesi Tengah 424,39 433,66 420,05 410,98 406,97 400,41 392,65 387,06 421,63 406,34 27 Sulawesi Selatan 836,56 840,29 831,48 812,27 793,67 863,23 864,30 806,35 797,72 864,51 28 Sulawesi Tenggara 332,18 336,96 319,71 307,87 305,83 330,84 342,26 314,09 321,88 345,02 29 Gorontalo 198,42 192,24 186,44 186,76 191,44 198,47 194,17 195,10 206,84 206,51 30 Sulawesi Barat 164,14 162,75 159,51 158,22 151,11 151,69 153,89 154,69 160,48 153,21 31 Maluku 359,50 354,20 346,77 333,60 315,99 315,21 316,11 307,02 328,41 327,78 32 Maluku Utara 97,43 107,31 91,91 88,36 83,20 85,58 82,64 84,79 79,90 72,65 33 Papua Barat 249,23 225,75 226,09 219,61 219,52 226,24 229,43 225,46 225,36 225,54 34 Papua 927,64 915,31 920,52 916,36 939,56 960,56 924,41 864,11 859,15 898,21 Indonesia , , , , , , , , , ,57 Sumber/Source: Survei Sosial Ekonomi Nasional/National Socio Economic Survey Keterangan: 1) Backcasting dengan penimbang hasil proyeksi SP Jawa Tengah Province in Figures 2016

388 PERBANDINGAN ANTAR PROVINSI Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi di Indonesia, Tabel Table Human Development Index by Province in Indonesia, Provinsi/Province (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Aceh 67,45 67,81 68,30 68, Sumatera Utara 67,34 67,74 68,36 68, Sumatera Barat 67,81 68,36 68,91 69, Riau 68,90 69,15 69,91 70, Jambi 66,14 66,94 67,76 68, Sumatera Selatan 65,12 65,79 66,16 66, Bengkulu 65,96 66,61 67,50 68, Lampung 64,20 64,87 65,73 66, Kep. Bangka 66,59 67,21 67,92 68, Kepulauan Riau 71,61 72,36 73,02 73, DKI Jakarta 76,98 77,53 78,08 78, Jawa Barat 66,67 67,32 68,25 68, Jawa Tengah 66,64 67,21 68,02 68, DI Yogyakarta 75,93 76,15 76,44 76, Jawa Timur 66,06 66,74 67,55 68, Banten 68,22 68,92 69,47 69, Bali 70,87 71,62 72,09 72, Nusa Tenggara 62,14 62,98 63,76 64, Nusa Tenggara 60,24 60,81 61,68 62, Kalimantan Barat 62,35 63,41 64,30 64, Kalimantan Tengah 66,38 66,66 67,41 67, Kalimantan Selatan 65,89 66,68 67,17 67, Kalimantan Timur 72,02 72,62 73,21 73, Kalimantan Utara 1 0,00 0,00 67,99 68, Sulawesi Utara 68,31 69,04 69,49 69, Sulawesi Tengah 64,27 65,00 65,79 66, Sulawesi Selatan 66,65 67,26 67,92 68, Sulawesi Tenggara 66,52 67,07 67,55 68, Gorontalo 63,48 64,16 64,70 65, Sulawesi Barat 60,63 61,01 61,53 62, Maluku 64,75 65,43 66,09 66, Maluku Utara 63,19 63,93 64,78 65, Papua Barat 59,90 60,30 60,91 61, Papua 55,01 55,55 56,25 56, Indonesia 67,09 67,70 68,31 68, Sumber/Source: Survei Sosial Ekonomi Nasional/National Socio Economic Survey Keterangan/Note: 1) Data tahun 2011 dan 2012 tergabung dengan Provinsi Kalimantan Timur Data 2011 and 2012 were included in Kalimantan Timur Province Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

389 PROVINCE COMPARISON Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi di Indonesia dan Komponen IPM, Tabel Table Human Development Index and its components by Province in Indonesia, 2015 Provinsi/Province Angka Harapan Hidup Saat Lahir/ Life Expectancy (Tahun/year ) Harapan Lama Sekolah/ Expected Years of Schooling (Tahun/year ) Rata-rata Lama Sekolah/ Mean Years of Schooling (Tahun/ year) Pengeluaran per Kapita Disesuaikan/ Purchasing Power Parity (Ribu Rupiah/Orang/Ta hun) Indeks Pembangunan Manusia/ Human Development Index (1) (2) (3) (6) (5) (4) 1 Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Kep. Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta , Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua Indonesia Sumber: Diolah dari Hasil Sensus, Survei, dan Berbagai Sumber Lainnya Source: Based on Census, Surveys, and Other Sources 358 Jawa Tengah Province in Figures 2016

390 Daftar Alamat Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Jawa Tengah List Address of BPS-Statistics of Regency/City in Jawa Tengah Nomor Number Nama Kantor Office Alamat/Telepon Address/Telephone (1) (2) (3) BPS Kab. Cilacap BPS Kab. Banyumas BPS Kab. Purbalingga BPS Kab. Banjarnegara BPS Kab. Kebumen BPS Kab. Purworejo BPS Kab. Wonosobo BPS Kab. Magelang BPS Kab. Boyolali BPS Kab. Klaten BPS Kab. Sukoharjo BPS Kab. Wonogiri BPS Kab. Karanganyar BPS Kab. Sragen BPS Kab. Grobogan BPS Kab. Blora BPS Kab. Rembang BPS Kab. Pati BPS Kab. Kudus BPS Kab. Jepara BPS Kab. Demak BPS Kab. Semarang BPS Kab. Temanggung BPS Kab. Kendal BPS Kab. Batang BPS Kab. Pekalongan BPS Kab. Pemalang BPS Kab. Tegal BPS Kab. Brebes BPS Kota Magelang BPS Kota Surakarta BPS Kota Salatiga BPS Kota Semarang BPS Kota Pekalongan BPS Kota Tegal BPS Provinsi Jawa Tengah Jl. Dr. Soetomo no 16A Cilacap Fax. (0282) Jl. Warga Bhakti No. 5, Purwokerto Telp. (0281) Fax. (0281) Jl. Letjen S. Parman No. 48, Purbalingga Telp. (0281) Jl. Selamanik No. 33, Banjarnegara Telp. (0286) Jl. Arungbinang No. 17 A, Kebumen Telp. (0287) Jl Banyuurip, Purworejo Jl. Bambang Sugeng Km 2,2 Wonosobo Telp. (0286) Fax. (0286) Jl. Letnan Tukiyat No. 4, Kota Mungkid Telp. (0293) Fax. (0293) Jl Raya Boyolali - Solo Km2 Jl. Merapi No. 6, Gayamprit, Klaten Selatan Telp. (0272) Fax (0272) Jl. Slamet Riyadi No. 49, Sukoharjo Telp. (0271) Jl. Ki Mangun Sarkoro, Kaloran, Giripurwo Wonogiri Jl. Majapahit No. 11 B Perkantoran Cangakan Telp (0271) Fax. (0271) Jl Letjen Suprapto No 48 Sragen Telp (0271) Jl. Jend. Sudirman No. 6, Purwodadi Telp. (0292) Jl. Rajawali No. 12, Blora Telp. (0296) Fax. (024) Jl. Blora Km. 1, Rembang Telp. (0295) Jl Raya Pati - Kudus Km 3 Jl. Mejobo Komplek Perkantoran, Kudus Telp. (0291) Jl. Ratu Kalinyamat Komplek Perkantoran, Jepara Telp. (0291) Fax. (0291) Jl. Sultan Hadi Wijaya No. 23, Demak Telp. (0291) Jl. Garuda No. 7, Ungaran Telp. (024) Jl Suwandi Suwardi Jl. Pramuka Komplek Perkantoran, Kendal Telp. (0294) Fax. (0294) Jl. Pemuda No. 90, Batang Telp. (0285) Jl. Wirata No. 17, Wiradesa, Pekalongan Telp. (0285) Jl. Tentara Pelajar No. 16, Pemalang Telp. (0284) Jl. Ade Irma Suryani No. 1, Slawi Telp. (0283) Jl. Letjend MT Haryono No. 74, Brebes Telp. (0283) Jl. Gatot Subroto No. 54 D, Magelang Telp. (0293) Fax. (0293) Jl. Dr. P. Lumban Tobing No. 6,Surakarta Telp. (0271) Fax. (0271) Jl. Menur Komplek Perkantoran,Salatiga Telp. (0298) Jl. Pemuda No. 148, Semarang Telp. (024) Fax. (024) Jl. Pembangunan No. 4, Pekalongan Telp. (0285) Jl. Nakulo No. 36 A,Tegal Telp. (0283) Fax. (0283) Jl. Jl.Pahlawan No. 6 Telp , , Fax Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

391 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa statistik penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan di segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila, untuk memajukan kesejahteraan rakyat dalam rangka mencapai cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945; b. bahwa dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk mengatur penyelenggaraan statistik nasional terpadu dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien; c. bahwa Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik pada saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,b dan c di atas, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Statistik yang baru; Mengingat : Pasal ayat (1) dan Pasal 20 (1) Undang-undang Dasar Jawa Tengah Province in Figures 2016

392 Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG STATISTIK BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. Statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antar unsur dalam penyelenggaraan statistik. 2. Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi. 3. Sistem Statistik Nasional adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. 4. Kegiatan statistik adalah tindakan yang meliputi upaya penyediaan dan penyebarluasan data, upaya pengembangan ilmu statistik, dan upaya yang mengarah pada berkembangnya Sistem Statistik Nasional. 5. Statistik Dasar adalah tindakan yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik bagi pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Badan. 6. Statistik sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi yang bersangkutan. 7. Statistik khusus adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dunia usaha, pendidikan, sosial budaya, dan kepentingan lain dalam kehidupan masyarakat, yang penyelenggaraannya dilakukan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya. Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

393 8. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu 9. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karakterisitik suatu populasi pada saat tertentu. 10. Kompilasi produk administrasi adalah cara pengumpulan. Pengolahan, penyajaian, dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada pemerintah dan atau masyarakat. 11. Badan adalah Badan Pusat Statistik. 12. Populasi adalah keseluruhan unit yang menjadi obyek kegiatan statistik baik yang berupa instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, benda maupun obyek lainnya. 13. Sampel adalah sebagian unit populasi yang menjadi obyek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. 14. Sinopsis adalah suatu ikhtisar penyelenggaraan statistik. 15. Penyelenggara kegiatan statistik adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya. 16. Petugas statistik adalah orang yang diberi tugas oleh penyelenggara kegiatan statistik untuk melaksanakan pengumpulan data, baik melalui wawancara, pengukuran, maupun cara lain terhadap obyek kegiatan statistik. 17. Responden adalah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, orang, dan atau unsur masyarakat lainnya yang ditentukan sebagai obyek kegiatan statistik. 362 Jawa Tengah Province in Figures 2016

394 BAB II ASAS, ARAH, DAN TUJUAN Pasal 2 Selain berlandaskan asas-asas pembangunan nasional, Undang-undang ini juga berasaskan : a) Keterpaduan; b) Keakuratan; dan c) Kemutakhiran Pasal 3 Kegiatan statistik diarahkan untuk : a) Mendukung pembangunan nasional; b) Mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien; c) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik; dan d) Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Pasal 4 Kegiatan statistik bertujuan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan nasional. BAB III JENIS STATISTIK DAN CARA PENGUMPULAN DATA Bagian Pertama Jenis Statistik Pasal 5 Berdasarkan tujuan pemanfaatannya, jenis statistik terdiri atas : a) Statistik dasar; Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

395 b) Statistik sektoral; dan c) Statistik khusus. Pasal 6 a) Statistik dasar dan statistik sektoral terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. b) Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan statistik khusus dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. Bagian Kedua Cara Pengumpulan Data Pasal 7 Statistik diselenggarakan melalui pengumpulan data yang dilakukan dengan cara : a. Sensus b. Survai c. Kompilasi produk administrasi; dan d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Pasal 8 (1). Sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a diselenggarakan sekurangkurangnya sekali dalam 10 (sepuluh) tahun oleh Badan, yang meliputi : a. Sensus penduduk; b. Sensus pertanian; dan c. Sensus ekonomi 364 Jawa Tengah Province in Figures 2016

396 (2). Penetapan tahun penyelenggaraan dan perubahan jenis sensus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. Pasal 9 1) Survai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b diselenggarakan secara berkala dan sewaktu-waktu untuk memperoleh data yang rinci. 2) Survai antar sensus dilakukan pada pertengahan 2 (dua) sensus sejenis untuk menjembatani 2 (dua) sensus tersebut. Pasal 10 1) Kompilasi produk administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai dokumen produk administrasi. 2) Hasil kompilasi produk administrasi milik instansi pemerintah terbuka pemanfaatannya untuk umum, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. 3) Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mengetahui dan memanfaatkan hasil kompilasi produk administrasi milik lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya dengan tetap memperhatikan hak seseorang atau lembaga yang dilindungi undang-undang. BAB IV PENYELENGGARAAN STATISTIK Bagian pertama Statistik Dasar Pasal 11 1) Statistik dasar diselenggarakan oleh Badan 2) Dalam menyelenggarakan statistik dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Badan memperoleh data dengan cara : a. Sensus b. Survai Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

397 c. Kompilasi Produk administrasi; dan d. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian Kedua Statistik Sektoral Pasal 12 1) Statistik sektoral diselenggarakan oleh instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya, secara mandiri atau bersama dengan Badan 2) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, instansi pemerintah memperoleh data dengan cara : a. Survai b. Kompilasi produk administrasi; dan c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3) Statistik sektoral harus diselenggarakan bersama dengan Badan apabila statistik tersebut hanya dapat diperoleh dengan cara sensus dan dengan jangkauan populasi berskala nasional 4) Hasil statistik sektoral yang diselenggarakan sendiri oleh instansi pemerintah wajib diserahkan kepada Badan Bagian Ketiga Statistik Khusus Pasal 13 1) Statistik khusus diselenggarakan oleh masyarakat baik lembaga, organisasi, perorangan maupun unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. 2) Dalam menyelenggarakan statistik khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), masyarakat memperoleh data dengan cara : a. Survai b. Kompilasi produk administrasi; dan 366 Jawa Tengah Province in Figures 2016

398 c. Cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 14 1) Dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) wajib memberitahukan sinopsis kegiatan statistik yang telah selesai diselenggarakannya kepada Badan. 2) Sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. Judul b. Wilayah kegiatan statistik c. Obyek populasi d. Jumlah Reponden e. Waktu pelaksanaan f. Metode statistik g. Nama dan alamat penyelenggara; dan h. Abstrak 3) Penyampaian pemberitahuan sinopsis dapat dilakukan melalui pos, jaringan komunikasi data, atau cara penyampaian lainnya yang dianggap mudah bagi penyelenggara kegiatan statistik. 4) Kewajiban memberitahukan sinopsis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak berlaku bagi statistik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan intern. BAB V PENGUMUMAN DAN PENYEBARLUASAN Pasal 15 1) Badan berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya. 2) Pengumuman hasil statistik dimuat dalam Berita Resmi Statistik. Pasal 16 Badan menyebarluaskan hasil statistik yang diselenggarakannya Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

399 BAB VI KOORDINASI DAN KERJASAMA Pasal 17 1) Koordinasi dan kerjasama penyelenggaraan statistik dilakukan oleh Badan dengan instansi pemerintah dan masyarakat, di tingkat pusat dan daerah. 2) Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional, Badan bekerja sama dengan instansi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran ukuran. 3) Koordinasi dan kerjasama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan atas dasar kemitraan dan dengan tetap mengantisipasi serta menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4) Ketentuan mengenai tata cara dan lingkup koordinasi dan kerja sama penyelenggara statistik antara Badan, instansi pemerintah, dan masyarakat diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 18 1) Kerjasama penyelenggaraan statistik dapat juga dilakukan oleh Badan, instansi pemerintah dan atau masyarakat dengan lembaga internasional, negara asing, atau lembaga swasta asing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2) Kerjasama penyelenggaraan statistik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didasarkan pada prinsip bahwa penyelenggara utama adalah Badan, instansi pemerintah, atau masyarakat Indonesia. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Bagian Pertama Penyelenggara Kegiatan Statistik Pasal 19 Penyelenggara kegiatan statistik berhak memperoleh keterangan dari responden mengenai karakteristik setiap unit populasi yang menjadi objek. 368 Jawa Tengah Province in Figures 2016

400 Pasal 20 Penyelenggara kegiatan statistik wajib memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mengetahui dan memperoleh manfaat dari statistik yang tersedia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 21 Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. Bagian Kedua Petugas Statistik Pasal 22 Setiap petugas statistik Badan berhak memasuki wilayah kerja yang telah ditentukan untuk memperoleh keterangan yang diperlukan. Pasal 23 Setiap petugas statistik wajib menyampaikan hasil pelaksanaan statistik sebagaimana adanya. Pasal 24 Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik. Pasal 25 Setiap petugas statistik harus memperlihatkan surat tugas dan atau tanda pengenal, serta wajib memperhatikan nilai-nilai agama, adat istiadat setempat, tata krama, dan ketertiban umum. Bagian Ketiga Responden Pasal 26 Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

401 1) Setiap orang berhak menolak untuk dijadikan responden, kecuali dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan. 2) Setiap responden berhak menolak petugas statistik yang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25. Pasal 27 Setiap responden wajib memberikan keterangan yang diperlukan dalam penyelenggaraan statistik dasar oleh Badan BAB VIII KELEMBAGAAN Pasal 28 1) Pemerintah membentuk Badan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. 2) Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. 3) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja Badan, sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Keputusan Presiden. Pasal 29 1) Pemerintah membentuk Forum Masyarakat Statistik yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan di bidang statistik kepada Badan 2) Forum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersifat non struktural dan independen, yang anggotanya terdiri atas unsur pemerintah, pakart, praktisi, dan tokoh masyarakat. Pasal Jawa Tengah Province in Figures 2016

402 1) Instansi pemerintah dapat membentuk satuan organisasi di lingkungannya untuk melaksanakan statistik sektoral. 2) Ketentuan mengenai tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur oleh instansi yang bersangkutan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3) Dalam menyelenggarakan statistik sektoral, satuan organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mengadakan koordinasi dengan Badan untuk menerapkan penggunaan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan dalam rangka pengembangan Sistem Statistik Nasional. BAB IX PEMBINAAN Pasal 31 Badan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat, agar lebih meningkatkan kontribusi dan apresiasi masyarakat terhadap statistik, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan mendukung pembangunan nasional. Pasal 32 Dalam rangka pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31, Badan melakukan upaya-upaya sebagai berikut : a. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan statistik; b. Mengembangkan statistik sebagai ilmu; c. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung penyelenggaraan statistik; d. Mewujudkan kondisi yang mendukung terbentuknya pembakuan dan pengembangan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran dalam kerangka semangat kerjasama dengan para penyelenggara kegiatan statistik lainnya; e. Mengembangkan sistem informasi statistik; f. Meningkatkan penyebarluasan informasi statistik; g. Meningkatkan kemampuan penggunaan dan pemanfaatan hasil statistik untuk mendukung pembangunan nasional; dan Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

403 h. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Pasal 33 Pelaksanaan pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 Setiap orang yang tanpa hak menyelenggarakan sensus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp ,00 (lima puluh juta rupiah). Pasal 35 Setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama (1) tahun atau denda paling banyak Rp ,00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 36 1) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp ,00 (dua puluh lima juta rupiah). 2) Penyelenggara kegiatan statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp (seratus juta rupiah). Pasal Jawa Tengah Province in Figures 2016

404 Petugas statistik yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp ,00 (lima belas juta rupiah) Pasal 38 Responden yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp ,00 (dua puluh lima juta rupiah). Pasal 39 Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa alasan yang sah mencegah, menghalanghalangi, atau menggagalkan jalannya penyelenggaraan statistik yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan statistik dasar dan atau sektoral, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp ,00 (seratus juta rupiah). Pasal 40 1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 36 ayat (2), Pasal 37, Pasal 38, dan Pasal 39 adalah kejahatan. 2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 41 Semua peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 tentang Statistik dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan Undang-undang ini. BAB XII KETENTUAN PENUTUP Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

405 Pasal 42 Pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini, maka Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik dinyatakan tidak berlaku Pasal 43 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Ttd SOEHARTO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 19 Mei 1997 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA Ttd MOERDIONO LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR Jawa Tengah Province in Figures 2016

406 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KEBINET RI Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan Salinan sesuai dengan salinan aslinya BIRO PUSAT STATISTIK Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi ttd ttd Lambock V.Nahattands Pietojo, MSA Salinan sesuai salinan aslinya KEPALA KANTOR STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH M A H M U D I, MSc Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

407 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK UMUM Undang-undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sudah tidak sesuai lagi dan tidak dapat menampung berbagai perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan nasional. Kondisi kehidupan bangsa dan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat kedua Undang-undang tersebut diundangkan sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang. Selama lebih dari tiga puluh tahun ini telah terjadi perubahan mendasar yang mempengaruhi penyelenggaraan statistik. Pertama, meningkatnya kesejahteraan masyarakat sebagai hasil dari pembangunan nasional menyebabkan data statistik yang dibutuhkan masyarakat semakin beragam. Kedua, ragam data yang pada awal tahun enam puluhan cukup dikumpulkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS), sekarang memerlukan keterlibatan penyelenggara kegiatan statistik lainnya di luar Badan. Ketiga, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak terhadap perkembangan kegiatan statistik. Keempat, adanya perubahan lingkungan strategis, seperti era globalisasi yang antara lain ditandai oleh keterbukaan, meningkatnya persaingan, pesatnya arus informasi statistik, dan semakin besarnya peranan informasi statistik baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Keempat perubahan tersebut mengakibatkan penyelenggaraan statistik memerlukan pengaturan yang lebih memadai untuk dapat menjamin terhindarnya duplikasi, kemudahan akses oleh pengguna data, kepastian hukum bagi penyelenggara kegiatan statistik, dan perlindungan kepada responden. Prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam penyelenggaraan statistik adalah asas-asas pembangunan nasional yang meliputi asas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, asas manfaat, asas Demokrasi Pancasila, asas adil dan merata, asas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan, asas 376 Jawa Tengah Province in Figures 2016

408 hukum, asas kemandirian, asas kejuangan, serta asas ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pelaksanaannya, Undang-undang ini juga berasaskan keterpaduan, keakuratan, dan kemutakhiran agar dapat menyediakan data statistik yang andal dan terpercaya. Pengertian statistik dalam Undang-undang ini adalah luas, baik statistik sebagai data atau informasi, maupun sebagai ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data. Ketiga pengertian tentang statistik tersebut menjadi landasan penyelenggaraan statistik dalam mendukung pembangunan nasional. Undang-undang ini menetapkan jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya serta mengatur lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statistik. Berdasarkan tujuan pemanfaatannya, jenis statistik terdiri atas statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus. Pengaturan lingkup tugas dan fungsi para penyelenggara kegiatan statistik bertujuan untuk : pertama, menjamin kepastian hukum bagi para penyelenggara kegiatan statistik baik pemerintah maupun masyarakat; kedua, menjamin kepentingan masyarakat pengguna statistik atas nilai informasi yang diperolehnya; ketiga, mengupayakan koordinasi dan kerjasama agar kegiatan statistik yang dilakukan oleh berbagai pihak berjalan secara efektif dan efisien, tidak terjadi duplikasi, serta saling mengisi dan saling memperkuat; dan keempat, mengantisipasi perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak pada penyelenggaraan statistik. Badan sebagai instansi pemerintah yang mandiri berwenang mengumumkan hasil statistik yang diselenggarakannya secara teratur dan transparan melalui Berita Resmi Statistik. Kesahihan seluruh hasil statistik yang diumumkan tersebut sepenuhnya menjadi tanggungm jawab Badan. Koordinasi dan kerjasama yang diatur dalam Undang-undang ini menjadi sangat penting untuk dapat dikembangkan antara Badan dengan instansi pemerintah, lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya, serta kerjasama dengan lembaga asing yang bergerak dalam kegiatan statistik. Makin beranekaragamnya informasi statistik yang berkambang seiring dengan kebutuhan dan kemajuan kehidupan bangsa serta ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembakuan konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran perlu memperoleh perhatian secara seksama. Hak dan kewajiban penyelenggara kegiatan statistik, petugas statistik, responden, dan pengguna data statistik diatur secara seimbang. Sejalan dengan hal tersebut, sanksi Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

409 terhadap pelanggaran norma dalam penyelenggaraan statistik ditetapkan dengan maksud memberikan perlindungan bagi pihak yang dirugikan. Badan mempunyai perwakilan wilayah di Daerah yang merupakan instansi vertikal. Satuan organisasi di lingkungan instansi pemerintah yang melaksanakan statistik sektoral harus mengadakan koordinasi dengan Badan dalam menerapkan keseragaman konsep, definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukuran yang telah dibakukan. Untuk mengoptimalkan penyelenggaraan statistik, Badan memperoleh saran dan pertimbangan dari Forum Statistik yang keanggotaannya terdiri atas unsur pemerintah, pakar, praktisi, dan tokoh masyarakat. Badan melakukan pembinaan terhadap penyelenggara kegiatan statistik dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional, mengembangkan Sistem Statistik Nasional, dan meningkatkan kesadaran masyarakat baik sebagai responden maupun pengguna data statistik akan arti dan kegunaan statistik. Dalam pelaksanaannya, badan bekerjasama dengan instansi pemerintah dan unsur masyarakat. Materi yang merupakan muatan baru dalam Undang-undang tentang Statistik ini, antara lain : 1. Jenis statistik berdasarkan tujuan pemanfaatannya terdiri atas statistik dasar, yang sepenuhnya diselenggarakan oleh Badan, statistik sektoral yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah secara mandiri atau bersama dengan Badan, serta statistik khusus yang diselenggarakan oleh lembaga, organisasi, perorangan, dan atau unsur masyarakat lainnya secara mandiri atau bersama dengan Badan. 2. Hasil statistik yang diselenggarakan oleh Badan diumumkan dalam Berita Resmi Statistik secara teratur dan transparan agar masyarakat dengan mudah mengetahui dan atau mendapatkan data yang diperlukan. 3. Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien. 4. Dibentuknya Forum Masyarakat Statistik sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat statistik, yang bertugas memberikan saran dan pertimbangan kepada Badan. Ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-undang ini perlu dimasyarakatkan secara intensif. 378 Jawa Tengah Province in Figures 2016

410 Undang-undang ini hanya mengatur hal-hal yang pokok, oleh karena itu ketentuan lebih lanjut akan diatur dalam peraturan pelaksanaannya. PASAL DEMI PASAL Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka

411 380 Jawa Tengah Province in Figures 2016