BAB 2 LANDASAN TEORI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB LANDASAN TEORI. Keluarga Berecaa.. Beberapa Kosep Tetag KB Keluarga Berecaa KB merupaka salah satu usaha utuk mecapa kesejahteraa dega jala memberka asehat perkawa, pegobata kemadula da pejaraga kelahra Depkes RI, 999. Keluarga Berecaa KB adalah tdaka yag membatu dvdu atau pasaga suam str utuk meghdar kelahra yag tdak dgka, medapatka kelahra yag memag dgka, megatur terval datara kelahra Hartato, 004. Keluarga Berecaa KB adalah proses yag dsadar oleh pasaga utuk memutuska jumlah da jarak aak serta waktu kelahra Strght, Tujua Keluarga Berecaa a. Megkatka kesejahteraa bu da aak serta mewujudka keluarga kecl yag bahaga da sejahtera melalu pegedala kelahra da pegedala pertumbuha peduduk Idoesa. b. Tercptaya peduduk yag berkualtas, sumber daya mausa yag bermutu da megkatka kesejahteraa keluarga. Uverstas Sumatera Utara

2 ..3 Sasara Program KB Sasara pelaksaaa Program KB ada dua yatu: a. Sasara lagsug Pasaga usa subur yag bertujua utuk meuruka tgkat kelahra dega cara pegguaa kotraseps secara berkelajuta. b. Sasara tdak lagsug Pelaksaa da Pegelola KB, dega cara meuruka tgkat kelahra melalu pedekata kebjaksaaa kepeduduka terpadu dalam ragka mecapa keluarga yag berkualtas da keluarga sejahtera Hadaya, Ruag lgkup Program KB Meurut Hadaya 00 ruag lgkup program KB,melput: a. Komukas formas da edukas. b. Koselg. c. Pelayaa fertltas. d. Peddka seks. e. Kosultas pra perkawa da kosultas perkawa. f. Kosultas geetk..5 Akseptor Keluarga Berecaa Akseptor KB adalah proses yag dsadar oleh pasaga utuk memutuska jumlah da jarak aak serta waktu kelahra Barbara R.Strght,004. Uverstas Sumatera Utara

3 ..6Jes - Jes Akseptor KB Jes-jes Akseptor KB adalah: a. Akseptor Aktf adalah akseptor yag ada pada saat megguaka salah satu cara/alat kotraseps utuk mejaragka kehamla atau megakhr kesubura. b. Akseptor Aktf Kembal adalah Pasaga Usa Subur PUS yag telah megguaka kotraseps selama 3 tga bula atau lebh yag tdak dselg suatu kehamla, da kembal megguaka cara alat kotraseps bak dega cara yag sama maupu bergat cara setelah berhet/strahat kurag lebh 3 tga bula berturut turut da buka karea haml. c. Akseptor KB Baru adalah akseptor yag baru pertama kal megguaka alat/ obat kotraseps atau Pasaga Usa Subur yag kembal megguaka alat kotraseps setelah melahrka atau abortus. d. Akseptor KB D adalah para bu yag meerma salah satu cara kotraseps dalam waktu mggu setelah melahrka atau abortus. e. Akseptor Lagsug adalah para str yag memaka salah satu cara kotraseps dalam waktu 40 har setelah melahrka atau abortus. f. Akseptor Dropout adalah akseptor yag meghetka pemakaa kotraseps lebh dar 3 bula BKKBN, Pegerta Pasaga Usa Subur Pasaga Usa Subur yatu pasaga suam str yag strya berumur 5-35 tahu atau pasaga suam str yag strya berumur kurag dar 5 tahu da sudah had atau str berumur lebh dar 50 tahu tetap mash had datag bula BKKBN, 0;6 Uverstas Sumatera Utara

4 ..8 Akseptor KB Meurut Sasaraya a. Fase meuda kehamla Masa meuda kehamla pertama sebakya dlakuka oleh pasaga yag strya belum mecapa usa 0 tahu. Karea usa d bawah 0 tahu adalah usa yag sebakya meuda utuk mempuya aak dega berbaga alasa. Krtera kotraseps yag dperluka yatu kotraseps dega pulhya kesubura yag tgg, artya kembalya kesubura dapat terjam 00%. Hal petg karea pada masa pasaga belum mempuya aak, serta efektftas yag tgg. Kotraseps yag cocok da yag dsaraka adalah pl KB, AKDR. b. Fase megatur/mejaragka kehamla Perode usa str atara 0-30 tahu merupaka perode usa palg bak utuk melahrka, dega jumlah aak orag da jarak atara kelahra adalah -4 tahu.krtera kotraseps yag perluka yatu efektftas tgg, reversbltas tgg karea pasaga mash megharapka puya aak lag. Kotraseps dapat dpaka 3-4 tahu sesua jarak kelahra yag drecaaka. c. Fase megakhr kesubura/tdak haml lag Sebakya keluarga setelah mempuya aak da umur str lebh dar 30 tahu tdak haml. Kods keluarga sepert dapat megguaka kotraseps yag mempuya efektftas tgg, karea jka terjad kegagala hal dapat meyebabka terjadya kehamla dega resko tgg bag bu da aak. D sampg tu jka pasaga akseptor tdak megharapka utuk mempuya aak lag, kotraseps yag cocok da dsaraka adalah metode kotap, AKDR, mpla, sutk KB da pl KB Pem, Pelayaa Keluarga Berecaa Dadag Julatoro 000, jejag tgkat pelayaa kesehata da jes pelayaa kotraseps dapat drc sebaga berkut. Uverstas Sumatera Utara

5 Pelayaa jejag pertama terjad pada tgkat rumah tagga, da berupa pelayaa kesehata oleh dvdu atau oleh keluargaya sedr.pelayaa jejag kedua berjala pada tgkat masyarakat, da berupa kegata swadaya masyarakat dalam meolog mereka sedr. Kegata swadaya tu dapat dkembagka oleh Posyadu, Kelompok Akseptor, PKK, Saka Bakt Husada, Pembatu Pemba KB Desa, Aggota RW/RT, da kelompok la. Pelayaa kesehata pada jejag ketga berupa fasltas kesehata professoal pada tgkat pertama atau dasar, yatu puskesmas, Puskesmas Pembatu, Puskesmas Kellg, Tm KB Kellg, praktek dokter swasta, da polklk swasta. Kemuda terdapat pelayaa kesehata jejag empat : fasltas pelayaa rujuka yag lebh tgg atau lajuta, berupa RS kelas B da A serta lembaga spesals swasta, laboratorum Lab kesehata daerah da Lab Klk Swasta...0 Aspek Keluarga Sejahtera BKKBN, 0 Peyeleggaraa Pembagua Keluarga Sejahtera, dapat dukur dega pegklasfkasa sebaga berkut : a. Keluarga Pra Sejahtera atu keluarga-keluarga yag belum dapat memeuh kebutuha dasarya basc eeds secara mmal, sepert kebutuha aka paga, Sadag, Papa, Kesehata da Peddka dasar bag aak usa sekolah. b. Keluarga Sejahtera Tahap I atu keluarga-keluarga yag baru dapat memeuh kebutuha dasarya secara mmal, tetap belum dapat memeuh keseluruha kebutuha sosal pskologsya soco psychologcal eeds,sepert kebutuha aka Agama/Ibadah,Kualtas Makaa,Pakaa,Papa,Peghasla, Peddka, Kesehata da Keluarga Berecaa.Berdasarka hasl Pedataa Keluarga da Pemutakhra Data Keluarga Pra Sejahtera da Keluarga Sejahtera I Tahu 0 d Kota Meda, terdapat sbayak KK Sejahtera I KS- I atau 9,37% dar jumlah KK keseluruha sebayak KK. Uverstas Sumatera Utara

6 c. Keluarga Sejahtera II atu keluarga-keluarga yag telah dapat memeuh seluruh kebutuha dasar da sosal pskologsya, aka tetap belum dapat memeuh keseluruha kebutuha perkembagaya developmetal eeds, sepert kebutuha utuk pegkata pegetahua Agama, Iteraks dega aggota keluarga da lgkugaya setaakses kebutuha memperoleh formas. Berdasarka hasl Pedapata Keluarga da Pemutakhra Data Keluarga tahu 0 d Kota Meda,terdapat sebayak KK Sejahtera II KS-II atau 4,8% dar jumlah KK keseluruha sebayak KK. d. Keluarga Sejahtera Tahap III atu keluarga-keluarga yag telah dapat memeuh seluruh kebutuha dasar da sosal pskologsya da kebutuha pegembagaya amu belum dapat memeuh kebutuha aktualsas dr, sepert memberka sumbaga kotrbus secara teratur kepada masyarakat dalam betuk materal da keuaga utuk kepetga sosal kemasyarakata, serta berpera secara aktf, sepert pegurus lembaga kemasyarakata atau yayasa-yayasa sosal, keagamaa, kesea, olaraga da peddka. Berdasarka hasl Pedataa Keluarga da Pemutakhra Data Keluarga tahu 0 d Kota Meda, terdapat sebayak KK Sejahtera IIIKS-III atau 3,5% dar jumlah KK keseluruha sebayak KK. e. Keluarga Sejahtera Tahap III Plus. atu keluarga-keluarga yag telah dapat memeuh seluruh kebutuha dasar, socal pskologsya, Pegembagaya serta aktualsas dr,terutama dalam memberkas sumbaga yag yata da barkelajuta bag masyarakat. Berdasarka hasl Pedapata Keluarga da Pemutakhra Data Keluarga tahu 0 d Kota Meda,terdapat sebayak KK Sejahtera III Plus KS-III + atau 5,4% dar jumlah KK keseluruha sebayak KK. Uverstas Sumatera Utara

7 . Aalss Regres Perubaha la suatu varabel tdak selalu terjad dega sedrya, amu perubaha la varabel tu dapat dsebabka oleh berubahya varabel la yag berhubuga dega varabel tersebut. Utuk megetahu pola perubaha la suatu varabel yag dsebabka oleh varabel la dperluka alat aalss yag memugkka utuk membuat perkraa predcto la varabel tersebut pada la tertetu varabel yag mempegaruhya. Tekk yag umum dguaka utuk megaalss hubuga atara dua atau lebh varabel adalah aalss regres. Aalss regres regresso aalss merupaka suatu tekk utuk membagu persamaa gars lurus da megguaka persamaa tersebut utuk membuat perkraa. Maso, 996. Model matemats dalam mejelaska hubuga atarvarabel dalam aalss regres megguaka persamaa regres. Persamaa regres regresso equasto adalah suatu persamaa matemats yag medefska hubuga atara dua varabel. Maso, 996. Persamaa regres yag dguaka utuk membuat taksra megea la varabel terkat depedet dsebut persamaa regres estmas. Persamaa regres estmas adalah suatu formula matemats yag meujukka hubuga keterkata atara satu atau beberapa varabel yag laya sudah dketahu kow varable dega satu varabel yag laya belum dketahu ukow varable. Regres pertama kal dperkealka pada tahu 877 oleh Sr Fracs Galto, pada peeltaya terhadap mausa. Peelta tersebut membadgka atara tgg aak lak-lak da tgg bada orag tuaya. Istlah regres pada mulaya bertujua utuk membuat perkraa la suatu varabel tgg bada aak terhadap suatu varabel yag la tgg oragtua. Pada perkembaga selajutya, aalsa regres dguaka sebaga alat utuk membuat perkraa la suatu varabel dega megguaka beberapa varabel la yag berhubuga dega varabel tersebut Algafar,000. Uverstas Sumatera Utara

8 .3 Regres Lear Sederhaa Secara umum regres lear terdr dar dua, yatu regres lear sederhaa yatu dega satu buah varabel bebas da satu buah varabel terkat; da regres lear bergada dega beberapa varabel bebas da satu buah varabel terkat.aalss regres lear merupaka metode statstk yag palg jamak dperguaka dalam peelta-peelta sosal, terutama peelta ekoom. Program komputer yag palg bayak dguaka adalah SPSS.Aalss regres lear sederhaa dperguaka utuk megetahu pegaruh atara satu buah varabel bebas terhadap satu buah varabel terkat. Regres ler sederhaa dguaka utuk memperkraka hubuga atara dua varabel d maa haya terdapat satu varabel/peubah bebas da satu peubah tak bebas Drapper & Smth, 99.Dalam betuk persamaa, model regres sederhaa adalah : = dmaa: = varabel terkat/tak bebas depedet = varabel bebas depedet 0= jarak ttk pagkal dega ttk potog gars regres pada sumbu tercept = kemrga slope gars regres = kesalaha error Parameter 0 da dduga dega megguaka gars regres. Betuk persamaa gars regres adalah sebaga berkut : = b 0 +b + e. dmaa : merupaka peduga ttk bag dar persamaa b 0 merupaka peduga ttk bag 0 b merupaka peduga ttk bag Uverstas Sumatera Utara

9 .3 Kemuda ddferesalka terhadap 0,.4 Hasl dferesal dsamaka dega ol Dega mesubstuskab 0, b utuk 0, da meyamaka haslya dega ol maka dperoleh persamaa Dar persamaa.6 dperoleh persamaa ormal Sehgga la b 0, b dperoleh dega rumus b = = = 0 = = = b = = = = = =.8 Uverstas Sumatera Utara

10 .4 Aalss Regres Ler Bergada Utuk memperkraka la varabel tak bebas, aka lebh bak apabla kta kut memperhtugka varabel-varabel bebas la yag kut mempegaruh la. dega demka dmlk hubuga atara satu varabel tdak bebas dega beberapa varabel la yag bebas,, da 3,..., k. Utuk tulah dguaka regres lear bergada. Dalam pembahasa megea regres sederhaa, smbol yag dguaka utuk varabel bebasya adalah. Dalam regres bergada, persamaa regresya memlk lebh dar satu varabel bebas maka perlu meambah tada blaga pada setap varabel tersebut, dalam hal,,..., k Sudjaa, 996. Model regres ler bergada atas,,..., k dbetuk dalam persamaa = b 0 + b + b b k k + ε.9 Koefse-koefse b 0, b, b,..., b k dtetuka dega megguaka metode kuadrat terkecl sepert halya meetuka koese b 0, b, utuk regres = b 0 +b + e oleh karea Rumus.9 berska k+ buah koefse, maka b 0, b, b,..., b k ddapat dega jala meyelesaka sstem persamaa yag terdr atas k+ buah persamaa. Dapat dbayagka bahwa utuk dperluka metode peyelesaa yag lebh bak da kareaya memerluka matematka yag lebh tgg pula, lebh-lebh kalau harga k yag meyataka varabel bebas, cukup besar. Oleh karea tu utuk meyelesaka persamaa regres ler bergada dega varabel bebas lebh dar dua varabel dapat dselesaka dega metode matrks. Uverstas Sumatera Utara

11 .5 Matrks.5. Pegerta da jes-jes matrks R.K. Sembrg, 996. Aalss Regres Suatu matrks alah suatu susua usur yag berbetuk perseg pajag. Usur dsusu dalam betuk bars da lajur kolom. Suatu matrks A dkataka berukura b l bla matrks tu megadug b bars da l lajur. Jes-jes matrks adalah sebaga berkut:. Matrks dagoal Matrks bujur sagkar yag semua eleme d luar eleme dagoal utama sama dega ol, da palg tdak satu eleme pada dagoal utamaya tdak sama dega ol. Cotoh : D=. Matrks dettas Matrks bujur sagkar yag eleme-eleme d luar dagoal utamaya sama dega ol, da semua eleme pada dagoal utama sama dega satu. Matrks dettas yag berorde basaya dber smbol I 3. Matrks segtga atas Matrks bujur sagkar yag eleme-eleme d bawah dagoal utama berla ol. Jad yag tdak sama dega ol adalah eleme-eleme pada segtga atasya da palg tdak satu eleme pada dagoal utama tdak sama dega ol. 4. Matrks segtga bawah Matrks bujur sagkar yag eleme-eleme d atas dagoal utama berla ol. Jad yag tdak sama dega ol adalah eleme-eleme pada segtga bawahya da palg tdak satu eleme pada dagoal utama tdak sama dega ol. 5. Matrks ol Matrks yag semua elemeya berla ol. Matrks basaya dber smbol O da betukya tdak selalu bujur sagkar. Uverstas Sumatera Utara

12 6. Matrks bars Matrks yag haya terdr dar satu bars. Matrks serg dsebut dega vektor bars. 7. Matrks kolom Matrks yag haya terdr dar satu kolom. Matrks serg dsebut dega vektor kolom. 8. Matrks smetrs Matrks bujur sagkar yag memlk a j = a j sehgga trasposeya sama dega matrks semula. Cotoh: suatu matrks C berukura m C=.5. Traspose suatu matrks Traspose suatu matrks C, lambag, alah matrks yag dperoleh dar C dega mempertukarka bars dega lajurya. Jad bla C = maka =.5.3 Pejumlaha Matrks Dua matrks yag berukura sama dapat djumlahka maupu dkuragka dega meambahka ataupu meguragka usur yag sesua. Uverstas Sumatera Utara

13 .5.4 Perkala Matrks Perkala dua matrks haya dapat dkerjaka bla keduaya memeuh sfat tertetu da perkala tu dkerjaka dega cara yag tertetu pula. Dua matrks bujur sagkar yag berukura sama selalu dapat dperkalka. Sedagka perkala AB haya memeuh art bla bayakya lajur A sama dega bayakya bars B. Jad bla A dyataka dega a j da usur B dyataka dega b jk maka usur C=AB adalah Perhatka bahwa pada umumya AB BA Bla A= da B= Maka AB = Dalam perkala, BA tdak dapat dlakuka tdak terdefes. aka tetap bla A da B setagkup da perkala AB terdefes maka AB=BA. Perkala suatu matrks dega matrks satua aka meghaslka matrks tu sedr..5.5 Ivers Suatu Matrks Msalka A suatu matrks bujur sagkar p p. Suatu matrks B ukura p p dsebut vers balka dar A bla dpeuh AB=BA =I. Lambag yag basa dguaka utuk vers A adalah A -, jad AA - =A - A =I. Tdak mudah meghtug vers suatu matrks kecual bla ukuraya kecl sepert, atau bla betukya amat sederhaa. Utuk matrks dega ukura yag lebh besar da betukya tdak sederhaa basaya perhtuga versya dkerjaka dega komputer. Uverstas Sumatera Utara

14 .5.6 Determa Determa adalah suatu skalar agka yag dperoleh dar suatu matrks bujur sagkar selalu operas khusus. Dsebut operas khusus karea dalam proses peurua determa dlakuka perkala-perkala. Determa dotaska dega tada. Salah satu cara dalam perhtuga determa, adalah dega cara sgkat. Cara sgkat yag lazm dkeal utuk meghtug determa dar matrks adalah dega megguaka metode sarrus. Caraya dega meempatka elemeeleme pada dua kolom pertama dsebelah kaa otas determa sebaga berkut: Bla A= Maka =.6 Perhtuga Parameter dega Megguaka Metode Matrks Ivers Matrks Gere, James M. Da Wllam Weaver,JR. 987 Peyelesaa subjek permasalaha dalam regres bergada dapat dtaga dega sstemats melalu proses peyelesaa dega atura matrks. Aalss regres bergada lebh dar dua varabel bebas lebh mudah dselesaka dega metode matrks. Dalam model persamaa regres dega kbuah varabel predktor yag devede da satu varabel depede, maka model persamaa statstkya dapat dtuls dega: = β 0 + β + β + β β k k + ε =,,,.0 Keteraga: =,,..., = Varabel terkat Uverstas Sumatera Utara

15 ε = Nla kesalaha,, 3,..., k = Varabel bebas β 0,β,β,β 3, β k = Parameter regres yag belum dketahu laya Persamaa umum model regres ler bergada populas dega jumlah varabel bebas sebayak kbuah = β 0 + β + β + β β k k + ε = β 0 + β + β + β β k k + ε 3 = β 0 + β 3 + β 3 + β β k k3 + ε = β 0 + β 0 + β + β β k k + ε Persamaa regres populas dyataka dega otas matrks aka mejad: = B [] + ε.. Apabla terdapat sejumlah pegamata da k varabel bebas maka utuk setap observas atau respode mempuya persamaaya sepert berkut: Ŷ =b 0 + b + b + b b k k + ε.3 Keteraga: =,,..., Ŷ = Varabel terkat ε = Nla kesalaha b 0,b,b,b 3, b k = Parameter regres yag belum dketahu laya,, 3,... k = Varabel bebas Persamaa umum model regres ler bergada utuk setap obsevas atau respode dega jumlah varabel bebas sebayak kbuah = b 0 + b + b b k k = b 0 + b + b b k k...4. = b 0 + b + b b k k Uverstas Sumatera Utara

16 Dalam hal Ŷ merupaka peduga ttk bag, dega megguaka matrks = b [] + e.5 = + dega e = - Ŷ.6 rumus.5 lah yag aka kta guaka utuk meghtug koefse-koefse b 0, b, b k.utuk tu, terhadap Rumus.5 kta kalka sebelah kr da kaa dega sehgga dperoleh =.7 da selajutya hasl dar sebelah kr kta kalka dega versya alah - sehgga dperoleh b = -.8 Ilah rumus utuk mecar koefse regres lear gada b 0,b,b,....b k dalam betuk matrks yag eleme-elemetya terdr atas data pegamata. Dalam betuk jumlah kuadrat da produk slag data pegamata j,elemeeleme matrks adalah sepert berkut.9 Uverstas Sumatera Utara

17 Sedagka merupaka vektor kolom dega eleme-eleme.0.7 Perhtuga Smpaga Baku dar Model Persamaa SUDJANA,00 Ukura smpaga yag palg bayak dguaka adalah smpaga baku atau devas stadar. Pagkat dua dar smpaga baku dsebut varas. Utuk sampel, smpaga baku dsmbolka dega s, sedagka utuk populas dsmbolka dega σ. Varas utuk sampel s da populas σ Pada umumya, la-la koefse regres β bervaras da varasya dar β dalam betuk vektor matrks adalah sebaga berkut:. Karea umumya σ tdak dketahu, maka σ dduga dega S e, sehgga perkraa varas β adalah. dega Uverstas Sumatera Utara

18 Keteraga: S e= Varas dar kesalaha peggaggu = Bayakya observas k= Bayak varabel bebas.8 Uj Keberarta Regres Uj keberarta regres dguaka utuk megetahu apakah sekelompok bebas secara bersamaa mempuya pegaruh terhadap varabel tdak bebas. Lagkahlagkah utuk peguja keberarta regres adalah sebaga berkut:. Kumpulka data dalam betuk tabel. Statstk uj adalah F =.3 dega, JK reg = a + a ak k = x = - x = - x k = k - k da y = - JK res = = = JK reg = Jumlah kuadrat regres JK res = Jumlah kuadrat resdu ssa 3. Krtera peguja Lagkah-lagkah yag dbutuhka dalam peguja hpotesa adalah sebaga berkut : a. H 0 : β = β = = β k = 0 H : Mmal satu parameter koefse yag tdak sama dega ol b. Plh taraf yata α yag dgka = Uverstas Sumatera Utara

19 c. Htug statstk F ht dega megguaka Persamaa.3 d. Keputusa : Tolak H 0 jka F ht >F tab; F tab = F αk,k- Terma H 0 jka F ht <F tab dmaa k = bayakya varabel bebas = bayakya data Jumlah Kuadrat-kuadrat JK dapat pula dyataka dalam betuk matrks adalah sebaga berkut: Sepert halya dalam meguj regres ler sederhaa, semua jumlah kuadrat JK utuk sumber varas tersebut dsajka dalam sebuah daftar, alah daftar Aava sehgga peguja keberarta regres mudah dlakuka da dpelajar. Tampla daftar Aava dapat dlhat dalam tabel. berkut: Tabel. Daftar Aava Sumber Varas Dk JK KT F Total N t Koefse b 0 Total Dkoreks TD - t - Regres Reg k b t t JK Reg/k Ssa S -k- JK TD- JK Reg JK S/-k- KT Reg/ KT S Tabel. memugkka utuk meguj hpotess ol. Statstk yag dguaka adalah statstk F = KT Reg/ KT S dalam kolom terakhr tabel datas, dega dk pemblag = k bayak varabel bebas dalam model da dk peyebut = k-. Jka statstk F lebh besar dar harga F yag kta peroleh dar tabel dstrbus F dega dk yag sesua da taraf yata yag dplh, kta tolak hpotess ol. Uverstas Sumatera Utara

20 .9 Aalss Korelas Aalss korelas adalah alat statstk yag dapat dguaka utuk megetahu derajat hubuga ler atara satu varabel dega varabel la. Uj korelas tdak membedaka jes varabel tdak ada varabel depede maupu varabel depede.koefse korelas merupaka la yag dguaka utuk megukur kekuata suatu hubuga atar varabel. Koefse korelas dapat drumuska sebaga berkut :.4 Utuk meghtug koefse korelas atara varabel tak bebas dega varabel bebas yatu :. Koefse korelas atara dega. Koefse korelas atara dega 3. Koefse korelas atara dega 3 4. Koefse korelas atara dega = = = = = = = = r = = = = = = = = y r = = = = = = = = y r = = = = = = = = y r = = = = = = = = y r Uverstas Sumatera Utara

21 Koefse korelas memlk la atara - hgga +. Sfat la koefse korelas adalah plus+ atau mus-. Hal meujukka arah korelas. Maka sfat korelas:. Korelas postf + berart jka varabel megalam keaka maka varabel juga aka megalam keaka,. Korelas egatve - berart jka varabel megalam keaka maka varabel aka megalam peurua Sfat korelas aka meetuka arah dar korelas. Keerata korelas dapat dkelompokka sebaga berkut:. 0,00-0,0 berart korelas memlk keerata sagat lemah. 0,-0,40 berart korelas memlk keerata lemah 3. 0,4-0,70 berart korelas memlk keerata kuat 4. 0,7-0,90 berart korelas memlk keerata sagat kuat 5. 0,9-0,99 berart korelas memlk keerata sagat kuat sekal 6. berart korelas sempura.0. Koefse Determas Uj koefse determas R dlakuka utuk megetahu ketetapa yag palg bak dar gars regres. Uj dlakuka dega melhat besarya la koefse determas R merupaka la besara o egatf. Besarya la koefse determas adalah atara ol sampa dega satu R 0. Koefse determas berla ol berart tdak ada hubuga atara varabel bebas dega varabel terkat, sebalkya la koefse determas satu berart suatu kecocoka sempura. Maka R aka dtulska dega rumus, yatu : R =.5 Uverstas Sumatera Utara

BAB 2. Tinjauan Teoritis

BAB 2. Tinjauan Teoritis BAB Tjaua Teorts.1 Regres Lear Sederhaa Regres lear adalah alat statstk yag dperguaka utuk megetahu pegaruh atara satu atau beberapa varabel terhadap satu buah varabel. Varabel yag mempegaruh serg dsebut

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton, BAB LANDASAN TEORI Pegerta Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto Meurut Galto, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga dar suatu varabel yag dsebut varabel tak bebas (depedet

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana merupakan bagian regresi yang mencakup hubungan linier BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa merupaka baga regres yag mecakup hubuga ler satu peubah acak tak bebas dega satu peubah bebas. Hubuga ler da dar satu populas dsebut gars regres

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi linier sederhana yang variabel bebasnya ( X ) berpangkat paling tinggi satu. BAB LANDASAN TEORI. Regres Ler Sederhaa Regres ler sederhaa yag varabel bebasya ( berpagkat palg tgg satu. Utuk regres ler sederhaa, regres ler haya melbatka dua varabel ( da. Persamaa regresya dapat dtulska

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai

BAB 2 LANDASAN TEORI. perkiraan (prediction). Dengan demikian, analisis regresi sering disebut sebagai BAB LANDASAN TEORI. Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres regressso aalyss merupaka suatu tekk utuk membagu persamaa da megguaka persamaa tersebut utuk membuat perkraa predcto. Dega demka, aalss regres

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1 Pegerta Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto Meurut Galto, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga dar suatu varabel yag dsebut tak bebas depedet varable,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling BAB LANDASAN TEORI Kosep Dasar Aalss Regres Aalss regres adalah suatu proses memperkraka secara sstemats tetag apa yag palg mugk terjad dmasa yag aka datag berdasarka formas yag sekarag dmlk agar memperkecl

Lebih terperinci

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM

PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM PERTEMUAN III PERSAMAAN REGRESI TUJUAN PRAKTIKUM 1 Megetahu perhtuga persamaa regres ler Meggambarka persamaa regres ler ke dalam dagram pecar TEORI PENUNJANG Persamaa Regres adalah persamaa matematka

Lebih terperinci

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI

BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI BAB 5. ANALISIS REGRESI DAN KORELASI Tujua utama aalss regres adalah mecar ada tdakya hubuga ler atara dua varabel: Varabel bebas (X), yatu varabel yag mempegaruh Varabel terkat (Y), yatu varabel yag dpegaruh

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel BAB LANDASAN TEORI.1 Pegerta Regres Regres dalam statstka adalah salah satu metode utuk meetuka tgkat pegaruh suatu varabel terhadap varabel yag la. Varabel yag pertama dsebut dega bermacam-macam stlah:

Lebih terperinci

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu

Di dunia ini kita tidak dapat hidup sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan orang lain. Hubungan itu pada umumnya dilakukan dengan maksud tertentu KORELASI 1 D dua kta tdak dapat hdup sedr, tetap memerluka hubuga dega orag la. Hubuga tu pada umumya dlakuka dega maksud tertetu sepert medapat kergaa pajak, memperoleh kredt, memjam uag, serta mta pertologa/batua

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Sampa saat, model Regres da model Aalss Varas telah dpadag sebaga dua hal ag tdak berkata. Meskpu merupaka pedekata ag umum dalam meeragka kedua cara pada taraf permulaa,

Lebih terperinci

Regresi Linier Sederhana Definisi Pengaruh

Regresi Linier Sederhana Definisi Pengaruh Regres Ler Sederhaa Dah Idra Baga Bostatstka da Kepeduduka Fakultas Kesehata Masyarakat Uverstas Arlagga Defs Pegaruh Jka terdapat varabel, msalka da yag data-dataya dplot sepert gambar dbawah 3 Defs Pegaruh

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan,

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, BAB II TINJAUAN TEORITIS.1 Kosep Dasar Statstka Statstk merupaka cara cara tertetu yag dguaka dalam megumpulka, meyusu atau megatur, meyajka, megaalsa da member terpretas terhadap sekumpula data, sehgga

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. regresi berkenaan dengan studi ketergantungan antara dua atau lebih variabel yaitu BAB TINJAUAN TEORITIS. Pegerta Aalsa Regres Istlah regres pertama kal dperkealka oleh Fracs Galto. Meurutya, aalss regres berkeaa dega stud ketergatuga atara dua atau lebh varabel yatu varabel yag meeragka

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan,

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Statistik merupakan cara cara tertentu yang digunakan dalam mengumpulkan, BAB TINJAUAN TEORITIS 1 Kosep Dasar Statstka Statstk merupaka cara cara tertetu yag dguaka dalam megumpulka, meyusu atau megatur, meyajka, megaalsa da member terpretas terhadap sekumpula data, sehgga kumpula

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI. Defes Aalss Korelas da Regres a Aalss Korelas adalah metode statstka yag dguaka utuk meetuka kuatya atau derajat huuga lear atara dua varael atau leh. Semak yata huuga ler gars lurus,

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas:

ANALISIS REGRESI. Model regresi linier sederhana merupakan sebuah model yang hanya terdiri dari satu peubah terikat dan satu peubah penjelas: ANALISIS REGRESI Pedahulua Aalss regres berkata dega stud megea ketergatuga satu peubah (peubah terkat) terhadap satu atau lebh peubah laya (peubah pejelas). Jka Y dumpamaka sebaga peubah terkat da X1,X,...,X

Lebih terperinci

* MEMBUAT DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI MENGGUNAKAN ATURAN STURGES

* MEMBUAT DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI MENGGUNAKAN ATURAN STURGES * PENYAJIAN DATA Secara umum, ada dua cara peyaja data, yatu : 1. Tabel atau daftar. Grafk atau dagram Macam-macam daftar yag dkeal : a. Daftar bars kolom b. Daftar kotges c. Daftar dstrbus frekues Sedagka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Tilamuta Kabupaten BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat da Waktu Peelta 3.. Tempat Tempat peelta dlaksaaka d SMP Neger 4 Tlamuta Kabupate Boalemo pada sswa kelas VIII. 3.. Waktu Peelta dlaksaaka dalam waktu 3 bula yatu dar

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Se, 19 Desember 016 100 met [ Boleh membuka buku Tdak boleh memaka komputer ] SOAL 1 [SO A-3, BOBOT NILAI 40%] Hasl pegukura sampel d beberapa sekolah da

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS

UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Tgg tekaa [m] UJIAN AKHIR SEMESTER STATISTIKA DAN PROBABILITAS Se, 11 Desember 017 100 met [ Boleh membuka buku Tdak boleh memaka komputer ] SOAL 1 [SO A-3, BOBOT NILAI 50%] Sebuah PDAM melakuka pegukura

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK

UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK MODUL 4 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK. Pedahulua Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu persoala, bak megea sampel atau pu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA.1 Pedahulua Sebelum membahas megea prosedur peguja hpotess, terlebh dahulu aka djelaska beberapa teor da metode yag meujag utuk mempermudah pembahasa. Adapu teor da metode tersebut

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri

III. METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri III. METODE PEELITIA A. Metodolog Peelta Metodolog peelta adalah cara yag dlakuka secara sstemats megkut atura-atura, recaaka oleh para peeltutuk memecahka permasalaha yag hdup da bergua bag masyarakat,

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal)

LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN 2 (Untuk Data Nominal) LANGKAH-LANGKAH UJI HIPOTESIS DENGAN (Utuk Data Nomal). Merumuska hpotess (termasuk rumusa hpotess statstk). Data hasl peelta duat dalam etuk tael slag (tael frekues oservas) 3. Meetuka krtera uj atau

Lebih terperinci

Regresi & Korelasi Linier Sederhana. Gagasan perhitungan ditetapkan oleh Sir Francis Galton ( )

Regresi & Korelasi Linier Sederhana. Gagasan perhitungan ditetapkan oleh Sir Francis Galton ( ) Regres & Korelas Ler Sederhaa 1. Pedahulua Gagasa perhtuga dtetapka oleh Sr Fracs Galto (18-1911) Persamaa regres :Persamaa matematk yag memugkka peramala la suatu peubah takbebas (depedet varable) dar

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan

PENDAHULUAN Metode numerik merupakan suatu teknik atau cara untuk menganalisa dan menyelesaikan masalah masalah di dalam bidang rekayasa teknik dan Aalsa Numerk Baha Matrkulas PENDAHULUAN Metode umerk merupaka suatu tekk atau cara utuk megaalsa da meyelesaka masalah masalah d dalam bdag rekayasa tekk da sa dega megguaka operas perhtuga matematk Masalah-masalah

Lebih terperinci

S2 MP Oleh ; N. Setyaningsih

S2 MP Oleh ; N. Setyaningsih S2 MP Oleh ; N. Setyagsh MATERI PERTEMUAN 1-3 (1)Pedahulua pera statstka dalam peelta ; (2)Peyaja data : dalam betuk (a) tabel da (b) dagram; (3) ukura tedes setaral da ukura peympaga (4)dstrbus ormal

Lebih terperinci

ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR)

ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR) ANALISIS KORELASI DAN REGRESI (LINEAR) Hubuga atara dua kejada dapat dyataka dega hubuga dua varabel Apabla dua varabel da mempuya hubuga, maka la varabel yag sudah dketahu dapat dperguaka utuk memperkraka/meaksr.

Lebih terperinci

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI

BAB 6 PRINSIP INKLUSI DAN EKSKLUSI BB 6 PRINSIP INKLUSI DN EKSKLUSI Pada baga aka ddskuska topk berkutya yatu eumeras yag damaka Prsp Iklus da Eksklus. Kosep dalam bab merupaka perluasa de dalam Dagram Ve beserta oepras rsa da gabuga, amu

Lebih terperinci

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN

11/10/2010 REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI TUJUAN // REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI. Model Regres Lear. Peaksr Kuadrat Terkecl 3. Predks Nla Respos 4. Iferes Utuk Parameter-parameter Regres 5. Kecocoka Model Regres 6. Korelas Utrwe Mukhayar MA

Lebih terperinci

Bab II Teori Pendukung

Bab II Teori Pendukung Bab II Teor Pedukug.. asar Statstka Utuk keperlua peaksra outstadg clams lablty, pegetahua dalam statstka mead hal yag petg. asar statstka yag dguaka dalam tess atara la :. strbus ormal Sebuah peubah acak

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran

TINJAUAN PUSTAKA Evaluasi Pengajaran TINJAUAN PUSTAKA Evaluas Pegajara Evaluas adalah suatu proses merecaaka, memperoleh da meyedaka formas yag sagat dperluka utuk membuat alteratf- alteratf keputusa. Dalam hubuga dega kegata pegajara evaluas

Lebih terperinci

XI. ANALISIS REGRESI KORELASI

XI. ANALISIS REGRESI KORELASI I ANALISIS REGRESI KORELASI Aalss regres mempelajar betuk hubuga atara satu atau lebh peubah bebas dega satu peubah tak bebas dalam peelta peubah bebas basaya peubah yag dtetuka oelh peelt secara bebas

Lebih terperinci

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data

Uji Statistika yangb digunakan dikaitan dengan jenis data Uj Statstka yagb dguaka dkata dega jes data Jes Data omal Ordal Iterval da Raso Uj Statstka Koefse Kotges Rak Spearma Kedall Tau Korelas Parsal Kedall Tau Koefse Kokordas Kedall W Pearso Korelas Gada Korelas

Lebih terperinci

Regresi & Korelasi Linier Sederhana

Regresi & Korelasi Linier Sederhana Regres & Korelas Ler Sederhaa. Pedahulua Gagasa perhtuga dtetapka oleh Sr Fracs Galto (8-9) Persamaa regres :Persamaa matematk ag memugkka peramala la suatu peubah takbebas (depedet varable) dar la peubah

Lebih terperinci

Pendahuluan. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel 4/6/2015. Oleh : Fauzan Amin

Pendahuluan. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel. Relasi Antar Variabel 4/6/2015. Oleh : Fauzan Amin 4/6/015 Oleh : Fauza Am Se, 06 Aprl 015 GDL 11 (07.30-10.50) Pedahulua Aalsa regres dguaka utuk mempelajar da megukur hubuga statstk ag terjad atara dua atau lebh varbel. Dalam regres sederhaa dkaj dua

Lebih terperinci

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS

SUM BER BELA JAR Menerap kan aturan konsep statistika dalam pemecah an masalah INDIKATOR MATERI TUGAS C. Pembelajara 3 1. Slabus N o STANDA R KOMPE TENSI KOMPE TENSI DASAR INDIKATOR MATERI TUGAS BUKTI BELAJAR KON TEN INDIKA TOR WAK TU SUM BER BELA JAR Meerap ka atura kosep statstka dalam pemecah a masalah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat

BAB 2 LANDASAN TEORI. Regresi dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan tingkat 0 BAB LANDASAN TEORI. Pegerta Regres Regres dalam statstka adalah salah satu metode utuk meetuka tgkat pegaruh suatu varael terhadap varael yag la. Varael yag pertama dseut dega ermacam-macam stlah: varael

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB PENDAHULUAN. Latar Belakag Dalam pemodela program ler, semua parameter yag dguaka dalam model dasumska dapat dketahu secara past. Parameter-parameter terdr dar koefse batasa ( ) a, la kuattas batasa

Lebih terperinci

NPV DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG

NPV DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG DAN IRR IR. ASEP TOTO KARTAMAN, MENG SEMESTER PENDEK SEMESTER TAHUN AKADEMIK 03-04 Prod Tekk Idustr Fakultas Tekk Uverstas Pasuda Badug 04 PERHITUNGAN KELAYAKAN INVESTASI. Net Preset Value () merupaka

Lebih terperinci

REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA

REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA 1. Pedahulua REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA Gagasa perhtuga dtetapka oleh Sr Fracs Galto (18-1911) Persamaa regres :Persamaa matematk ag memugkka peramala la suatu peubah takbebas (depedet varable)

Lebih terperinci

TEKNIK SAMPLING. Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas

TEKNIK SAMPLING. Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas TEKNIK SAMPLING Hazmra Yozza Izzat Rahm HG Jurusa Matematka FMIPA Uverstas Adalas Defs Suatu cotoh gerombol adalah suatu cotoh acak sederhaa dmaa setap ut pearka cotoh adalah kelompok atau gerombol dar

Lebih terperinci

BAB IV BATAS ATAS BAGI JARAK MINIMUM KODE SWA- DUAL GENAP

BAB IV BATAS ATAS BAGI JARAK MINIMUM KODE SWA- DUAL GENAP BAB IV BATAS ATAS BAGI JARAK MINIMUM KODE SWA- DUAL GENAP Msal dguaka kode ler C[, k, d] dega matrks pembagu G da matrks cek partas H. Sebuah blok formas x = x 1 x 2 x k, x = 0 atau 1, yag aka dkrm terlebh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan smash sebelum dan sesudah latihan power otot lengan adalah sebagai BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Deskrps Peelta Berdasarka hasl peelta, d peroleh data megea kemempua sswa melakuka smash sebelum da sesudah latha power otot lega adalah sebaga berkut : Tabel.

Lebih terperinci

BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL. Masalah regresi invers dengan bentuk linear dapat dijumpai dalam

BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL. Masalah regresi invers dengan bentuk linear dapat dijumpai dalam BAB III MENYELESAIKAN MASALAH REGRESI INVERS DENGAN METODE GRAYBILL 3. Pegerta Masalah regres vers dega betuk lear dapat djumpa dalam berbaga bdag kehdupa, dataraya dalam bdag ekoom, kesehata, fska, kma

Lebih terperinci

Analisis Korelasi dan Regresi

Analisis Korelasi dan Regresi Aalss Korelas da Regres Hazmra Yozza Izzat Rahm HG Jurusa Matematka FMIPA Uad LOGO www.themegaller.com LOGO Data varat Data dega dua varael Terhadap satu pegamata dlakuka pegukurapegamata terhadap varael

Lebih terperinci

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP)

UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) UKURAN GEJALA PUSAT (UGP) Pegerta: Rata-rata (average) alah suatu la yag mewakl suatu kelompok data. Nla dsebut juga ukura gejala pusat karea pada umumya mempuya kecederuga terletak d tegah-tegah da memusat

Lebih terperinci

NORM VEKTOR DAN NORM MATRIKS

NORM VEKTOR DAN NORM MATRIKS NORM VEKTOR DN NORM MTRIK umaag Muhtar Gozal UNIVERIT PENDIDIKN INDONEI. Pedahulua Jka kta membcaraka topk ruag vektor maka cotoh sederhaa yag dapat kta ambl adalah ruag Eucld R. D ruag kta medefska pajag

Lebih terperinci

REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA

REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA . Pedahulua REGRESI & KORELASI LINIER SEDERHANA Gagasa perhtuga dtetapka oleh Sr Fracs Galto (8-9) Persamaa regres :Persamaa matematk ag memugkka peramala la suatu peubah takbebas (depedet varable) dar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial. 1.2 Populasi dan Sampel BAB I PENDAHULUAN 1.1 Statstka Deskrptf da Statstka Iferesal Dewasa d berbaga bdag lmu da kehdupa utuk memaham/megetahu sesuatu dperluka dat Sebaga cotoh utuk megetahu berapa bayak rakyat Idoesa yag memerluka

Lebih terperinci

BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI

BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI BAB IX PENGGUNAAN STATISTIK DALAM SIMULASI 9.1. Dstrbus Kotu Dstrbus memlk sfat kotu dmaa data yag damat berjala secara kesambuga da tdak terputus. Maksudya adalah bahwa data yag damat tersebut tergatug

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 0 BAB LANDASAN TEORI. Pegerta Regres da Korelas.. Pegerta Regres Regres adalah suatu metode statstka yag ergua utuk memerksa atau memodelka huuga datara varael-varael. Varael-varael terseut dega megguaka

Lebih terperinci

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran Kurkulum 013/006 matematka K e l a s XI STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN Tujua Pembelajara Setelah mempelajar mater, kamu dharapka memlk kemampua berkut. 1. Dapat meetuka rata-rata data tuggal da data berkelompok..

Lebih terperinci

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan

III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 ekor sapi Pasundan III BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Baha da Alat Peelta 3.1.1. Baha Peelta Objek yag dguaka dalam peelta adalah 50 ekor sap Pasuda jata da beta dewasa dega umur -3 tahu da tdak butg utuk meghdar

Lebih terperinci

4/1/2013. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut. Dengan: n = banyak data

4/1/2013. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut. Dengan: n = banyak data //203 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK Kaa Evta Dew, S.Pd., M.S. Ukura gejala pusat Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu hal, bak tu dar sampel ataupu populas Ukura

Lebih terperinci

3/19/2012. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut

3/19/2012. Bila X 1, X 2, X 3,,X n adalah pengamatan dari sampel, maka rata-rata hitung dirumuskan sebagai berikut 3/9/202 UKURAN GEJALA PUSAT DAN UKURAN LETAK Kaa Evta Dew, S.Pd., M.S. Ukura gejala pusat Utuk medapatka gambara yag lebh jelas tetag sekumpula data megea sesuatu hal, bak tu dar sampel ataupu populas

Lebih terperinci

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi STATISTIKA A. Des Umum. Pegerta statstk Statstk adalah kumpula akta yag berbetuk agka da dsusu dalam datar atau tabel yag meggambarka suatu persoala. Cotoh: statstk kurs dolar Amerka, statstk pertumbuha

Lebih terperinci

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani

FMDAM (2) TOPSIS TOPSIS TOPSIS. Charitas Fibriani FMDAM (2) Chartas Fbra Techque for Order Preferece by Smlarty to Ideal Soluto () ddasarka pada kosep dmaa alteratf terplh yag terbak tdak haya memlk jarak terpedek dar solus deal postf, amu juga memlk

Lebih terperinci

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET

ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Prosdg Semar Nasoal Peelta, Peddka da Peerapa MIPA Fakultas MIPA, Uverstas Neger Yogyakarta, 6 Me 9 ANALISIS INDEKS DISTURBANCES STORM TIME DENGAN KOMPONEN H GEOMAGNET Sty Rachyay Pusat Pemafaata Sas Atarksa,

Lebih terperinci

2.2.3 Ukuran Dispersi

2.2.3 Ukuran Dispersi 3 Ukura Dspers Yag aka dbahas ds adalah smpaga baku da varas karea dua ukura dspers yag palg serg dguaka Hubuga atara smpaga baku dega varas adalah Varas = Kuadrat dar Smpaga baku otas yag umum dguaka

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA : PERSOALAN ESTIMASI DAN PENGUJIAN HIPOTESIS

ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA : PERSOALAN ESTIMASI DAN PENGUJIAN HIPOTESIS ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA : PERSOALAN ESTIMASI DAN PENGUJIAN HIPOTESIS = 1 + + + + k k + u PowerPot Sldes baa Rohmaa Educato Uverst of Idoesa 007 Laboratorum Ekoom & Koperas Publshg Jl. Dr. Setabud

Lebih terperinci

BAB III PERSAMAAN PANAS DIMENSI SATU

BAB III PERSAMAAN PANAS DIMENSI SATU BAB III PERSAMAAN PANAS DIMENSI SAU Pada baga sebelumya, kta telah membahas peerapa metoda Ruge-Kutta orde 4 utuk meyelesaka masalah la awal dar persamaa dferesal basa orde. Pada bab, kta aka melakuka

Lebih terperinci

REGRESI SEDERHANA Regresi

REGRESI SEDERHANA Regresi P a g e REGRESI SEDERHANA.. Regres Istlah regres dkemukaka utuk pertama kal oleh seorag atropolog da ahl meteorology Fracs Galto dalam artkelya Famly Lkeess Stature pada tahu 886. Ada juga sumber la yag

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama.

BAB 2 LANDASAN TEORI. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relative lama. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatve lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

Notasi Sigma. Fadjar Shadiq, M.App.Sc &

Notasi Sigma. Fadjar Shadiq, M.App.Sc & Notas Sgma Fadjar Shadq, M.App.Sc (fadjar_pg@yahoo.com & www.fadjarpg.wordpress.com Notas sgma memag jarag djumpa dalam kehdupa sehar-har, tetap otas tersebut aka bayak djumpa pada baga matematka yag la,

Lebih terperinci

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA

BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA BAB III UKURAN PEMUSATAN DATA A. Ukura Gejala Pusat Ukura pemusata adalah suatu ukura yag meujukka d maa suatu data memusat atau suatu kumpula pegamata memusat (megelompok). Ukura pemusata data adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Paleleh pada semester genap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Paleleh pada semester genap BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Lokas Da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d SMP Neger Paleleh pada semester geap tahu ajara 0/0. Peelta berlagsug selama 4 bula (Aprl, Me, Ju, Jul) mula dar persapa hgga pelaksaaa

Lebih terperinci

REGRESI LINIER SEDERHANA

REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Dsusu oleh : I MADE YULIARA Jurusa Fska Fakultas Matematka Da Ilmu Pegetahua Alam Uverstas Udayaa Tahu 016 Kata Pegatar Puj syukur saya ucapka ke hadapa Tuha Yag Maha Kuasa

Lebih terperinci

STATISTIK. Ukuran Gejala Pusat Ukuran Letak Ukuran Simpangan, Dispersi dan Variasi Momen, Kemiringan, dan Kurtosis

STATISTIK. Ukuran Gejala Pusat Ukuran Letak Ukuran Simpangan, Dispersi dan Variasi Momen, Kemiringan, dan Kurtosis STATISTIK Ukura Gejala Pusat Ukura Letak Ukura Smpaga, Dspers da Varas Mome, Kemrga, da Kurtoss Notas Varabel dyataka dega huruf besar Nla dar varabel dyataka dega huruf kecl basaya dtuls Tmes New Roma

Lebih terperinci

Jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas dan jelas menggunakan bolpoin. Total nilai 100. A. ISIAN SINGKAT (Poin 20) 2

Jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas dan jelas menggunakan bolpoin. Total nilai 100. A. ISIAN SINGKAT (Poin 20) 2 M 81 STTISTIK DSR SEMESTER II 11/1 KK STTISTIK, FMIP IT SOLUSI UJIN TENGH SEMESTER (UTS) Sabtu, 1 Me 1, Pukul 9. 1.4 WI (1 met) Kelas 1. Pegajar: Udjaa S. Pasarbu/Rr. Kura Novta Sar, Kelas. Pegajar: Utrwe

Lebih terperinci

Mean untuk Data Tunggal. Definisi. Jika suatu sampel berukuran n dengan anggota x1, x2, x3,, xn, maka mean sampel didefinisiskan : n Xi.

Mean untuk Data Tunggal. Definisi. Jika suatu sampel berukuran n dengan anggota x1, x2, x3,, xn, maka mean sampel didefinisiskan : n Xi. Mea utuk Data Tuggal Des. Jka suatu sampel berukura dega aggota x1, x, x3,, x, maka mea sampel ddesska : 1... N 1 Mea utuk Data Kelompok Des Mea dar data yag dkelompoka adalah : x x 1 1 1 dega : x = ttk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pengambilan sampel dari suatu populasi, diperlukan suatu BAB II LADASA TEORI Dalam pegambla sampel dar suatu populas, dperluka suatu tekk pegambla sampel yag tepat sesua dega keadaa populas tersebut. Sehgga sampel yag dperoleh adalah sampel yag dapat mewakl

Lebih terperinci

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST

WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Koferes Nasoal Tekk Spl 3 (KoNTekS 3) Jakarta, 6 7 Me 009 WAKTU PERGANTIAN ALAT BERAT JENIS WHEEL LOADER DENGAN METODE LEAST COST Maksum Taubrata Program Stud Tekk Spl, Uverstas Krste Maraatha Badug Jl.

Lebih terperinci

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI

8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI 8. MENGANALISIS HASIL EVALUASI Tujua : Mampu megaalsa tgkat kesukara hasl evaluas utuk megkatka hasl proses pembelajara Kegata megaals hasl evaluas merupaka upaya utuk memperbak programprogram pembelajara

Lebih terperinci

3 Departemen Statistika FMIPA IPB

3 Departemen Statistika FMIPA IPB Supleme Respos Pertemua ANALISIS DATA KATEGORIK (STK51) Departeme Statstka FMIPA IPB Pokok Bahasa Sub Pokok Bahasa Referes Waktu U potess Tga Cotoh atau Lebh U Kruskal-Walls (aalss ragam satu-arah berdasarka

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN 4 ANALISIS REGRESI KORELASI

PEMBELAJARAN 4 ANALISIS REGRESI KORELASI PEMBELAJARAN ANALISIS REGRESI KORELASI Kompetes Dasar Mahasswa memaham tetag aalss regres korelas, serta mampu megguakaya utuk megaalss data kuattatf Idkator pecapaa Mahasswa dapat: a Mejelaska, meghtug

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Peahulua Dalam bab aka membahas megea teor-teor tetag statstka oparametrk, korelas parsal tau Keall a korelas parsal meurut Ebuh GU a Oeka ICA.. Statstka Noparametrk Istlah oparametrk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Bab aka mejelaska megea ladasa teor yag dpaka oleh peuls dalam peelta. Bab dbag mejad beberapa baga, yag masg masg aka mejelaska Prcpal Compoet Aalyss (PCA), Egeface, Klusterg K-Meas,

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL. F.Hafiz Saragih SP, MSc

STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL. F.Hafiz Saragih SP, MSc STUDI KELAYAKAN: ASPEK FINANSIAL F.Hafz Saragh SP, MSc Pajak Baya bag perusahaa/ usahata, sehgga merupaka peguraga dar beeft Subsd FINANSIAL Peguraga baya bag perusahaa/ usahata, sehgga merupaka tambaha

Lebih terperinci

Pada saat upacara bendera, kita sering memperhatikan teman-teman kita.

Pada saat upacara bendera, kita sering memperhatikan teman-teman kita. Bab Ukura Data Pada saat upacara bedera, kta serg memperhatka tema-tema kta. Terkadag tapa sadar kta membadgka tgg redah sswa dalam upacara tersebut. Ada yag tggya 170 cm, 165 cm, 150 cm atau bahka 140

Lebih terperinci

BAB 5 BARISAN DAN DERET KOMPLEKS. Secara esensi, pembahasan tentang barisan dan deret komlpeks sama dengan barisan dan deret real.

BAB 5 BARISAN DAN DERET KOMPLEKS. Secara esensi, pembahasan tentang barisan dan deret komlpeks sama dengan barisan dan deret real. BAB 5 BARIAN DAN DERET KOMPLEK ecara eses, pembahasa tetag barsa da deret komlpeks sama dega barsa da deret real. 5. Barsa Barsa merupaka sebuah fugs dega doma berupa hmpua blaga asl N. ebuah barsa kompleks

Lebih terperinci

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI BAB STATISTIKA A RINGKASAN MATERI. Pegerta Data adalah kumpula keteraga-keteraga atau catata-catata megea suatu kejada, dapat berupa blaga, smbol, sat atau kategor. Masg-masg keteraga dar data dsebut datum.

Lebih terperinci

Penarikan Contoh Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

Penarikan Contoh Acak Sederhana (Simple Random Sampling) Pearka Cotoh Acak Sederhaa (Smple Radom Samplg) Defs Jka sebuah cotoh berukura dambl dar suatu populas sedemka rupa sehgga setap cotoh berukura ag mugk memlk peluag sama utuk terambl, maka prosedur tu

Lebih terperinci

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP

TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM. Sudarno Jurusan Matematika FMIPA UNDIP JURNAL MATEMATIKA DAN KOMPUTER Vol. 7. No. 1, 11-19, Aprl 004, ISSN : 1410-8518 TAKSIRAN UMUR SISTEM DENGAN UMUR KOMPONEN BERDISTRIBUSI SERAGAM Sudaro Jurusa Matematka FMIPA UNDIP Abstrak Sstem yag dbetuk

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama.

BAB 2 LANDASAN TEORITIS. yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. BAB 2 LANDASAN TEORITIS 2.1 Pegerta Peramala Peramala ( forecastg ) adalah kegata memperkraka atau mempredkska apa yag aka terjad pada masa yag aka datag dega waktu yag relatf lama. Sedagka ramala adalah

Lebih terperinci

ANALISIS REGRESI. . Berdasarkan sample acak, persamaan regresi populasi (1) akan ditaksir, ini dilakukan dengan jalan menaksir parameter-parameter 1

ANALISIS REGRESI. . Berdasarkan sample acak, persamaan regresi populasi (1) akan ditaksir, ini dilakukan dengan jalan menaksir parameter-parameter 1 ANALII REGREI. PENDAHULUAN Jka kta memlk data yag terdr atas dua atau lebh varabel, adalah sewajarya utuk suatu cara bagamaa varabel-varabel tersebut berhubuga. Hubuga yag dperoleh pada umumya dyataka

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang di anut dalam III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta merupaka strateg umum yag d aut dalam pegumpula data da aalss data yag dperluka, gua mejawab persoala yag dhadap. Meurut Arkuto (006 : 3) peelta

Lebih terperinci

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel Distribusi Frekuensi Tabel Dstrbus Frekues Tabel dstrbus frekues adalah susua data meurut kelas-kelas terval tertetu atau meurut kategor tertetu dalam sebuah daftar. Dar dstrbus frekues, dapat dperoleh keteraga atau gambara

Lebih terperinci

BAB III INTEGRAL RIEMANN-STIELTJES. satu pendekatan untuk membentuk proses titik. Berkaitan dengan masalah

BAB III INTEGRAL RIEMANN-STIELTJES. satu pendekatan untuk membentuk proses titik. Berkaitan dengan masalah BAB III INEGRAL RIEMANN-SIELJES. Pedahulua Pada Bab, telah dsggug bahwa ukura meghtug merupaka salah satu pedekata utuk membetuk proses ttk. Berkata dega masalah perhtuga, ada hal meark yag perlu amat,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. teori dan definisi mengenai variabel random, regresi linier, metode kuadrat

BAB II LANDASAN TEORI. teori dan definisi mengenai variabel random, regresi linier, metode kuadrat BAB II LANDASAN TEORI Sebaga pedukug dalam pembahasa selajutya, dperluka beberapa teor da defs megea varabel radom, regres ler, metode kuadrat terkecl, peguja asums aalss regres, outler, da regres robust.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian sangat diperlukan dalam sebuah penelitian untuk BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Peelta Metode peelta sagat dperluka dalam sebuah peelta utuk memaham suatu objek peelta da utuk medapatka sejumlah formas tetag masalah pokok yag aka dpecahka. Ada

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN MEOOLOGI PENELIIAN empat da Waktu Peelta Peelta dlaksaaka d P Bukt Raya Mudsa, Kabupate Sawah Luto/Sjujug, Props Sumatera Barat. Peelta dlakuka dua tahap selama 3 bula yatu bula Maret sampa dega bula Me

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. komparatif. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah pre test-post

III. METODE PENELITIAN. komparatif. Dalam penelitian ini, desain yang digunakan adalah pre test-post III. METODE PENELITIAN A. Metode Peelta Metode yag dguaka dalam peelta adalah metode eksperme komparatf. Dalam peelta, desa yag dguaka adalah pre test-post test desg (desa tes awal-tes akhr) sepert tabel

Lebih terperinci

INTERPOLASI. FTI-Universitas Yarsi

INTERPOLASI. FTI-Universitas Yarsi BAB VI INTERPOLASI FTI-Uverstas Yars Pedahulua Bla dketahu taulas ttk-ttk (y seaga erkut (yag dalam hal rumus ugs y ( tdak dketahu secara eksplst: Htug taksra la y utuk 3.8! FTI-Uverstas Yars Persoala

Lebih terperinci

ANALISIS ALGORITMA REKURSIF DAN NONREKURSIF

ANALISIS ALGORITMA REKURSIF DAN NONREKURSIF ANALISIS ALGORITMA REKURSIF DAN NONREKURSIF KELOMPOK A I GUSTI BAGUS HADI WIDHINUGRAHA (0860500) NI PUTU SINTYA DEWI (0860507) LUH GEDE PUTRI SUARDANI (0860508) I PUTU INDRA MAHENDRA PRIYADI (0860500)

Lebih terperinci

3. METODOLOGI PENELITIAN

3. METODOLOGI PENELITIAN 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu da Tempat Peelta dlakuka mula taggal 13 Me sampa dega 19 Agustus 007d perara Teluk Lasogko, Kabupate Buto, Sulawes Teggara. Lokas dplh dega pertmbaga bahwa perara merupaka

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI. Pegerta Regres Dalam kehdupa sehar-har, serg kta jumpa huuga atara satu varael terhadap satu atau leh varael. Seaga cotoh, esarya pedapata seseorag mempegaruh kosums, harga dar suatu

Lebih terperinci

Pemodelan Jumlah Kematian Ibu di Jawa Timur dengan Pendekatan Generalized Poisson Regression (GPR) dan Regresi Binomial Negatif

Pemodelan Jumlah Kematian Ibu di Jawa Timur dengan Pendekatan Generalized Poisson Regression (GPR) dan Regresi Binomial Negatif Pemodela Jumlah Kemata Ibu d Jawa mur dega Pedekata Geeralzed Posso Regresso (GPR) da Regres Bomal Negatf Retdasyah Rsky Agga Permaa, Mutah Salamah Jurusa Statstka, Fakultas MIPA, Isttut ekolog Sepuluh

Lebih terperinci