RENDAHNYA MINAT BACA SISWA MASA KINI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENDAHNYA MINAT BACA SISWA MASA KINI"

Transkripsi

1 MAKALAH BAHASA INDONESIA RENDAHNYA MINAT BACA SISWA MASA KINI Oleh : Ita Sulistia Ningsih Nurlita Amril Zain MADRASAH ALIYAH AL-ISHLAH BUNGAH GRESIK Tahun Pelajaran 2014/2015 i

2 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan limpahan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Rendahnya Minat Baca Siswa Masa Kini. Makalah ini disusun agar pembaca khususnya siswa-siswi dapat memahami pentingnya memiliki kebiasaan membaca, mengingat minat baca siswa-siswi kini semakin menurun. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yaitu Bapak Amil Hakim, S. Pd. yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini, oleh karena itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Akhir kata penulis sampaikan terima kasih. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Bungah, 07 April 2015 Penulis ii

3 Daftar Isi JUDUL...i KATA PENGANTAR...ii DAFTAR ISI...iii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan...2 BAB II PEMBAHASAN Peranan Membaca Peranan Membaca Terhadap Prestasi Akademik Siswa Peranan Membaca Terhadap Kesehatan Tubuh dan Otak Penyebab Siswa Malas Membaca Langkah-Langkah Mengatasi Malas Membaca...5 BAB III PENUTUP Simpulan Saran...7 DAFTAR PUSTAKA...8 iii

4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Membaca merupakan sesuatu yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun bangsa. Semakin banyak membaca semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan. Semakin banyak informasi yang kita dapatkan semakin luaslah pengetahuan kita tentang dunia. Namun sangat disayangkan di zaman modern yang dipenuhi kemudahan untuk mendapatkan informasi ini malah jarang ditemukan remaja yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman dengan jalan-jalan dan bermain game. Rendahnya minat membaca siswa tanpa disadari akan menimbulkan dampak-dampak yang serius di masa depan. Siswa akan ketinggalan informasi-informasi penting yang dapat memengaruhi nilai hasil belajar mereka. Pada akhirnya semangat belajar siswa akan terus menurun bahkan tidak ada lagi keinginan belajar pada diri mereka. Hal ini seharusnya mendapat perhatian yang serius mengingat hanya dengan membacalah suatu bangsa dapat menentukan masa depannya. Suatu bangsa dengan generasi-generasinya yang senang membaca dan memiliki semangat belajar tinggi tentu akan dengan mudah mencapai puncak peradaban dunia. Dengan alasan inilah siswa perlu untuk memiliki kebiasaan membaca yang konsisten agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesat sehingga dapat mewujudkan cita-cita bangsanya. 1

5 1.2 Rumusan Masalah Mengapa membaca menjadi hal yang sangat penting bagi siswa? Apa penyebab siswa malas membaca? Bagaimana meningkatkan minat membaca pada siswa? 1.3 Tujuan Untuk mengetahui alasan mengapa membaca menjadi hal yang sangat penting bagi siswa Untuk mengetahui penyebab siswa malas membaca Untuk mengetahui cara-cara bagaimana meningkatkan minat baca pada siswa. 2

6 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Peranan Membaca Dibalik suatu anjuran pastilah tersimpan suatu manfaat. Begitu pula dengan membaca. Memiliki kebiasaan membaca sangatlah dianjurkan karena membaca menyimpan manfaat-manfaat penting yang akan mendorong siswa mencapai target nilai yang ditetapkan Peranan membaca terhadap prestasi akademik siswa Membaca adalah pondasi dasar pada keterampilan akademik, karena itu membaca menjadi prioritas utama dalam pendidikan dasar. Dengan membaca siswa akan lebih mudah mencerna dan memperoleh informasi, memahami pesan dan makna dari suatu bacaan, memiliki pengetahuan yang lebih luas, serta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah secara lebih optimal. Membaca telah mendapat porsi khusus dalam kegiatan belajar. Siswa yang kesulitan membaca tidaklah sedikit dan ini akan berdampak pada sulitnya memahami materi pelajaran sehingga tidak mampu mencapai prestasi belajar yang diharapkan. Sebaliknya siswa yang gemar membaca tidak akan kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Begitu besarnya peran membaca dalam belajar menyebabkan guru di sekolah dalam jenjang apapun sering memberi penilaian berdasarkan kemampuan membaca yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, kegiatan membaca bagi siswa pada dasarnya tidak dapat dipandang dengan sebelah mata. Membaca menjadi faktor penting dalam memahami setiap perkembangan yang terjadi dalam kehidupan, selain sebagai tolak ukur keberhasilan belajar. Kebiasaan membaca yang baik merupakan kunci keberhasilan semua pelajaran di sekolah. Dengan kebiasaan membaca yang baik, maka aspek keterampilan berbahasa yang lain juga akan menjadi lebih mudah dilakukan, baik dalam bentuk menulis, berbicara maupun menyimak. Namun perlu diingat bahwa membaca bukanlah sekedar aktivitas melihat huruf tetapi merupakan usaha individu yang peka terhadap kebutuhan informasi dan perkembangan ilmu. 3

7 2.1.2 Peranan membaca terhadap kesehatan tubuh dan otak Keuntungan membaca tidak hanya dapat dirasakan dari semakin bertambahnya wawasan-wawasan baru dan meningkatnya prestasi belajar, tetapi membaca juga memiliki keuntungan dilihat dari segi kesehatan, seperti : Mencegah rabun mata karena membaca melatih dan mengaktifkan otototot mata Menurunkan tingkat stress pada pikiran, berdasarkan sebuah penelitian di Universitas Sussex pada tahun Mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi yang tinggi Organ otak tetap aktif dan tajam, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Robert S. Wilson, Ph. D Meningkatkan daya ingat dan menangkal insomnia. Oleh karena itu, menanamkan kebiasaan membaca sejak dini sangatlah penting terlebih bagi seorang siswa yang menuntut informasi lebih banyak demi kelancaran pendidikannya. 2.2 Penyebab Siswa Malas Membaca Mengapa orang-orang Indonesia malas membaca buku? Padahal jika dicermati penerbitan buku, koran, maupun majalah sangat meningkat. Ada beberapa penyebab siswa malas membaca yang menjadikan siswa tidak memiliki pengetahuan yang luas sehingga tidak dapat bersaing dengan masyarakat negeri lain, seperti : 2.2.1Kurangnya kemauan untuk mendapatkan informasi Banyaknya jenis hiburan, permainan (game) dan tayangan televisi yang mengalihkan perhatian siswa untuk membaca buku Banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu dan anggapan bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan Budaya baca yang memang belum pernah diwariskan dari nenek moyang kita Sarana untuk memperoleh bacaan, seperti perpustakaan dan taman baca masih minim serta orang tua dan guru yang kurang memotivasi. 4

8 2.3 Langkah-Langkah Mengatasi Malas Membaca Malas membaca bukanlah suatu masalah baru bagi para pelajar. Solusi yang diterapkan untuk mengatasi hal tersebut seringkali tak memberi manfaat yang besar untuk kehidupan siswa. Akhirnya siswa tidak mengalami perkembangan apapun. Keinginan menjadi sukses haruslah diiringi dengan sikap disiplin yang tinggi, dimana tidak ada sedikitpun sifat malas dalam diri siswa. Penelitian menunjukkan perbandingan antara siswa yang malas membaca dengan siswa yang rajin membaca dalam suatu kelas adalah 7:1 atau bahkan 8:1 dimana siswa yang malas membacalah yang mendominasi kelas tersebut. Hal ini seharusnya menjadi salah satu poin penting yang patut diperhatikan mengingat dampaknya yang besar bagi kelangsungan suatu bangsa. Baik siswa maupun orang tua perlu melakukan upaya dengan sepenuh hati agar mendapat hasil maksimal. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab malas tersebut. Langkah selanjutnya untuk mengatasi rasa malas membaca dapat dilakukan dengan hal-hal berikut : 2.3.1Tujuan Tertulis Mengapa tujuan? Tujuan memberi pengaruh yang sangat besar kepada diri seseorang saat ingin mencapai sesuatu. Tujuan yang kuat tidak akan membuat seorang siswa merasa lelah membaca. Ketika siswa memiliki satu tujuan yang jelas dan spesifik maka secara tidak sadar pikiran akan memfokuskan energinya untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi sebelum membaca khususnya membaca buku pelajaran buatlah tujuan yang jelas dan tertulis. Untuk membuat tujuan, dapat dilakukan dengan membuat tujuan setiap bab mata pelajaran yang akan dipelajari di kelas. Tulislah apa yang Anda ingin ketahui dan untuk apa Anda ingin mengetahui isi dari bab yang akan dipelajari. Selain itu, Anda juga harus menetapkan berapa nilai yang ingin anda dapatkan untuk setiap mata pelajaran diakhir semester. 5

9 2.3.2 Posisi Posisi sangat mempengaruhi dalam meningkatkan mood membaca. Bila siswa belajar/membaca buku dengan tidur-tiduran maka lambat laun pasti akan tertidur. Bila Anda membaca sambil tiduran maka secara psikologis, tubuh akan mengartikan bahwa Anda tidak serius. Tubuh akan merespon bahwa buku atau pelajaran yang sedang dipelajari tidak terlalu penting. Kembali ke sifat pikiran bawah sadar, pikiran akan mengartikan bahwa membaca adalah kegiatan membosankan. Jadi membacalah dengan menggunakan meja belajar dan pencahayaan yang cukup atau dengan mencari tempat yang nyaman seperti taman agar konsentrasi dan mood tetap terjaga Dorongan semangat dan motivasi Sebaiknya orang tua memotivasi anaknya untuk lebih giat membaca, memberi pengertian bahwa membaca sangatlah penting, dan memfasilitasi kebutuhan membacanya dengan membuatkan perpustakaan di rumah. Perpustakaan tidak perlu mewah, tetapi rapi dan bersihpun sudah cukup. Hal ini akan mendorong siswa senang membaca jika keadaan ruangannya nyaman. 6

10 BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan Dari hasil pembahasan tentang rendahnya minat baca siswa masa kini maka dapat diambil kesimpulan : 3.1.1Minat baca siswa Indonesia di masa kini tergolong rendah karena banyak siswa yang tidak tahu alasan dibalik pentingnya membaca Membaca memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa, kesehatan otak dan tubuh Rendahnya minat baca disebabkan oleh beberapa hal, baik dari segi fasilitas maupun kurangnya kemauan Untuk meningkatkan minat baca pada siswa dilakukan langkah-langkah yang dapat mendorong siswa agar senang membaca Baik siswa maupun orang tua harus sama-sama aktif dan berkemauan kuat dalam mengatasi rasa malas membaca sehingga mendapat hasil maksimal. 3.2 Saran Biasakanlah budaya membaca pada anak sejak dini, karena karakter anak akan tercipta pertama kali melalui keluarganya. Jika keluarga memiliki budaya membaca yang baik, maka anak pun akan memiliki kebiasaan membaca yang baik pula Bagi orang tua perbanyaklah koleksi buku anak, sehingga anak akan memiliki wawasan yang luas karena memiliki referensi yang banyak Perbaikan dan peningkatan mutu perpustakaan di sekolah perlu dilakukan mengingat masih banyak siswa yang kesulitan dalam proses belajar karena minimnya buku di perpustakaan. 7

11 Daftar Pustaka Nugroho, Sigit Mengapa Anak Sekarang Malas Membaca. Dalam m.kompasiana.com. 09 April. Sembiring, Ronald Rahasia Mengatasi Malas Membaca. Dalam 11 April. Wedaran Mengapa Membaca Itu Penting. Dalam : 07 April Penyebab Rendahnya Minat Baca. 11 April. 8

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Membaca sebagai salah satu keterampilan berbahasa menduduki posisi dan peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan manusia. Siswa mampu membaca bukan

Lebih terperinci

Sedikit Membaca Kalam Tak Pernah Membaca Alam

Sedikit Membaca Kalam Tak Pernah Membaca Alam Sedikit Membaca Kalam Tak Pernah Membaca Alam Zaidah Rifah Uswatun SMA N 1 Muntilan Masalah, bencana, dan musibah terus saja terjadi. Semua itu dikarenakan faktor alam dan ulah manusia yang tidak bertanggung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendasar bagi perkembangan bangsa suatu negara. Melalui. pada negara dengan potensi dan bakat yang dimiliki.

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat mendasar bagi perkembangan bangsa suatu negara. Melalui. pada negara dengan potensi dan bakat yang dimiliki. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin berkembangnya suatu zaman maka semakin menuntut baiknya suatu pendidikan. Pendidikan memegang peranan penting dalam mewujudkan pembangunan suatu bangsa.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Risca Olistiani, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Risca Olistiani, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki empat keterampilan berbahasa. Dua keterampilan berbahasa reseptif yaitu membaca dan menyimak, dan dua keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pendidikan yang di berikan anak sejak dini merupakan dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh yaitu ditandai dengan karakter budi pekerti luhur pandai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus. dikembangkan sejak dini agar dapat berkembang secara optimal.

BAB I PENDAHULUAN. Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus. dikembangkan sejak dini agar dapat berkembang secara optimal. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang harus dikembangkan sejak dini agar dapat berkembang secara optimal. Anak memiliki karakteristik yang khas dan tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah IPS merupakan suatu bidang kajian tentang masalah-masalah sosial dimana siswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai dalam kehidupan

Lebih terperinci

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Meskipun Children s Television Act of 1990 telah membatasi program televisi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Meskipun Children s Television Act of 1990 telah membatasi program televisi BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Waktu Menonton Televisi Meskipun Children s Television Act of 1990 telah membatasi program televisi untuk anak 10.5 menit/jam dalam satu minggu dan 12 menit/jam pada akhir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan, idealnya harus mampu

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan, idealnya harus mampu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan, idealnya harus mampu memberikan pengetahuan dasar dan sejumlah keterampilan khusus serta pelatihan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dari bahan tertulis. Dengan membaca kita akan mengetahui banyak hal

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dari bahan tertulis. Dengan membaca kita akan mengetahui banyak hal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Membaca merupakan suatu kegiatan untuk mendapat informasi yang diperlukan dari bahan tertulis. Dengan membaca kita akan mengetahui banyak hal dan dapat memberikan

Lebih terperinci

PROGRAM KEGIATAN SEKOLAHKU SEHAT. SD Unggulan Muhammadiyah Kretek. Mriyan Donotirto Kretek Bantul 55772

PROGRAM KEGIATAN SEKOLAHKU SEHAT. SD Unggulan Muhammadiyah Kretek. Mriyan Donotirto Kretek Bantul 55772 PROGRAM KEGIATAN SEKOLAHKU SEHAT SD Unggulan Muhammadiyah Kretek Mriyan Donotirto Kretek Bantul 55772 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang telah melimpahkan taufik dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah, melalui bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah, melalui bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha yang dilakukan keluarga, masyarakat, pemerintah, melalui bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah sepanjang hayat hanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar belajar. Gemar belajar ditandai dengan timbulnya rasa ingin tahu untuk mencoba

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dengan minat baca paling rendah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil survey yang dilakukan pihak-pihak yang berkompeten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. metransfer informasi ke seluruh tubuh. Berawal dari proses berpikir tersebut

BAB I PENDAHULUAN. metransfer informasi ke seluruh tubuh. Berawal dari proses berpikir tersebut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berpikir merupakan aktivitas yang selalu dilakukan otak untuk metransfer informasi ke seluruh tubuh. Berawal dari proses berpikir tersebut manusia dapat melakukan kegiatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan membaca maka pengetahuan bertambah. Sudah pasti, orang yang rajin membaca adalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan membaca maka pengetahuan bertambah. Sudah pasti, orang yang rajin membaca adalah BAB I PENDAHULUAN Belajar tidak mengenal usia dan waktu. Tidak ada istilah berhenti untuk menggali ilmu. Walau ajal menjemput, tak kenal kata menyerah untuk belajar. Salah satunya adalah membaca, dengan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA No. Pernyataan SS S N TS STS 1 2 Saya tidak mendaftar sidang skripsi pada periode ini karena merasa belum siap. Saya tersinggung

Lebih terperinci

[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document

[Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document [Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of the contents of the document. Type the abstract of the document here. The abstract is typically a short summary of

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat memudahkan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat memudahkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat memudahkan manusia untuk memperoleh suatu informasi dengan cepat. Perkembangan tersebut secara tidak langsung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang diwujudkan dalam bentuk perubahan tingkah laku

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu

BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya

Lebih terperinci

SUKARSO A JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SUKARSO A JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA ANAK DIDIK KELAS I SDN JRAHI 02 KECAMATAN GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring berkembangnya zaman, sekolah merupakan alternatif terbaik

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring berkembangnya zaman, sekolah merupakan alternatif terbaik 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring berkembangnya zaman, sekolah merupakan alternatif terbaik untuk bisa bersaing di era yang sangat maju ini. Hal ini sangat penting karena dengan sekolah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai subjek serta objek pembangunan. Pembangunan nasional berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. sebagai subjek serta objek pembangunan. Pembangunan nasional berkaitan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia, karena dengan adanya pendidikan akan dibentuk manusia yang berkualitas. Bagi bangsa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern sekarang

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern sekarang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern sekarang berkembang dengan sangat pesat. Masyarakat Indonesia dituntut untuk mengikuti perkembangan tersebut, khususnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada siswanya. Kerapkali guru tidak menyadari bahwa jebakan rutinitas seperti duduk, diam,

BAB I PENDAHULUAN. pada siswanya. Kerapkali guru tidak menyadari bahwa jebakan rutinitas seperti duduk, diam, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perilaku siswa tentu tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan pembelajaran di sekolah, karena itu seorang guru harus peduli terhadap apa yang dialami serta perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana untuk mempersiapkan masyarakat untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana untuk mempersiapkan masyarakat untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana untuk mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi perkembangan dunia. Masyarakat dituntut untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan

Lebih terperinci

LAMPIRAN I. Kuisioner

LAMPIRAN I. Kuisioner Kepada Yth, Responden di Tempat LAMPIRAN I Kuisioner Saya Juliana selaku Mahasiswa Psikologi Universitas Esa Unggul, dalam rangka penyelesaian tugas akhir dengan mengambil tema penelitian mengenai Pengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan anak di rumah tak lepas dari pengawasan orang tua.

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan anak di rumah tak lepas dari pengawasan orang tua. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluarga mempunyai peranan dan tanggungjawab utama atas perawatan dan perlindungan anak sejak dini hingga remaja. Orang tua mempunyai tanggungjawab mengenalkan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia

TINJAUAN PUSTAKA. seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Gaya Belajar Gaya Belajar adalah cara atau pendekatan yang berbeda yang dilakukan oleh seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia pendidikan, istilah gaya

Lebih terperinci

MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK

MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK Artikel MENANAMKAN NILAI MORAL DAN KEAGAMAAN PADA ANAK Oleh : Drs. Mardiya Banyaknya anak yang cenderung nakal, tidak sopan, suka berkata kasar, tidak disiplin, tidak mau bekerjasama dengan teman, malas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. usia anak-anak hingga dewasa. Bercerita juga dapat dipahami sebagai suatu tuturan

BAB I PENDAHULUAN. usia anak-anak hingga dewasa. Bercerita juga dapat dipahami sebagai suatu tuturan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bercerita merupakan salah satu kebiasaan masyarakat sejak dahulu sampai dengan sekarang. Pada umumnya manusia senang melakukan kegiatan bercerita dari usia anak-anak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonogi ini, pendidikan merupakan hal yang penting dalam upaya membentuk kualitas sumber daya manusia agar memiliki karakter

Lebih terperinci

Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Perpustakaan

Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Perpustakaan Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Perpustakaan Dosen Pengampu: : Nanik Arkiyah, M.IP Disusun oleh: Galih Puryani PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dasar yang akan mendasari proses pendidikan di jenjang berikutnya. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dasar yang akan mendasari proses pendidikan di jenjang berikutnya. Pendidikan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan dasar dinilai sangat penting karena tingkatan ini memberikan proses pendidikan dasar yang akan mendasari proses pendidikan di jenjang berikutnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan anak sebanyak-banyaknya. Di masa peka ini, kecepatan. pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari

BAB I PENDAHULUAN. kecerdasan anak sebanyak-banyaknya. Di masa peka ini, kecepatan. pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan satu bentuk pendidikan formal pada pendidikan anak usia dini. Taman Kanak-kanak yang disingkat TK adalah salah satu bentuk satuan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas

I. PENDAHULUAN. semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin maju serta peradaban manusia yang semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas belajar siswa sesuai

Lebih terperinci

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT LITERASI MEDIA DAN PEMBEKALAN AL ISLAM BERBAGI, BERKREASI DAN EDUKASI DI BULAN SUCI Team Pelaksana : Krisna Mulawarman, S.Sos., M.Sn Wulan Widyasari, S.Sos., MA Ayu

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. pembelajaran dikarenakan materi matematika sifatnya tidak nyata atau. abstrak yang sulit dibayangkan di dunia nyata.

PENDAHULUAN. pembelajaran dikarenakan materi matematika sifatnya tidak nyata atau. abstrak yang sulit dibayangkan di dunia nyata. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembelajaran matematika sering didapatkan bahwa siswa masih sukar menerima dan mempelajari matematika bahkan banyak yang mengeluh bahwa pelajaran matematika membosankan,

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN

LAMPIRAN 1 KUESIONER KEMANDIRIAN LAMPIRAN KUESIONER KEMANDIRIAN Di bawah ini terdapat beberapa pernyataan dengan berbagai kemungkinan jawaban. Saudara diminta untuk memilih salah satu dari pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah merupakan sarana menuntut ilmu yang disediakan baik oleh pemerintah maupun swasta. Tentunya setiap sekolah itu diharapkan menjadi yang terbaik dan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman saat ini telah ditandai adanya proses Globalisasi. kemudian berkembang menjadi teknologi dan informasi.

I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman saat ini telah ditandai adanya proses Globalisasi. kemudian berkembang menjadi teknologi dan informasi. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan zaman saat ini telah ditandai adanya proses Globalisasi. Proses globalisasi lahir dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kemudian berkembang menjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar untuk kehidupan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar untuk kehidupan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar untuk kehidupan yang manusiawi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini tidak saja terjadi tanpa

Lebih terperinci

HUBUNGAN PHOBIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PEUREULAK BARAT

HUBUNGAN PHOBIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PEUREULAK BARAT HUBUNGAN PHOBIA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PEUREULAK BARAT SKRIPSI DISUSUN OLEH KHAIRUNNISA Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa Fakultas/Jurusan:

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Bagaimana langkah-langkah Implementasi metode diskusi dalam. pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas IV di SDN 01 Ngepoh

BAB IV HASIL PENELITIAN. 1. Bagaimana langkah-langkah Implementasi metode diskusi dalam. pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas IV di SDN 01 Ngepoh 103 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Bagaimana langkah-langkah Implementasi metode diskusi dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas IV di SDN 01 Ngepoh Tanggunggunung Tulungagung Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Generasi masa depan suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas anak-anak saat ini.

BAB I PENDAHULUAN. Generasi masa depan suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas anak-anak saat ini. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Generasi masa depan suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas anak-anak saat ini. Setiap orang tua atau pendidik harus mengetahui bagaimana cara memperlakukan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan SD adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan SD adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan SD adalah bagian dari sistem pendidikan nasional yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ). Sumber daya manusia

Lebih terperinci

Peran Perpustakaan Sekolah dalam Usaha Menumbuhkan Minat Baca Pada Siswa

Peran Perpustakaan Sekolah dalam Usaha Menumbuhkan Minat Baca Pada Siswa Peran Perpustakaan Sekolah dalam Usaha Menumbuhkan Minat Baca Pada Siswa Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Pengelolaan Perpustakaan Pendidikan Dosen Pengampu : Nanik Arkiyah, M.IP Disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pandangan sosiolinguistik menyebutkan bahwa bahasa lahir di dalam masyarakat. Melalui media bahasa, sebuah kebiasaan lisan terbentuk secara turun temurun di dalam masyarakat,

Lebih terperinci

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 54 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 55 No. Jurusan Semester Pekerjaan : : : : PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Skala ini terdiri dari 2, skala yang pertama berjumlah 30 item dan skala yang kedua berjumlah 42 item.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kepedulian terhadap perkembangan bangsa dan negaranya (Izhar,1998).

BAB 1 PENDAHULUAN. kepedulian terhadap perkembangan bangsa dan negaranya (Izhar,1998). 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mendidik anak sejak kecil merupakan pembangunan pondasi untuk masa depan. Jika pondasi lemah maka akan susah berharap bangunannya berdiri kokoh dan kuat. Anak-anak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP FASILITAS PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 AMPELGADING

BAB IV ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP FASILITAS PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 AMPELGADING BAB IV ANALISIS RESPON SISWA TERHADAP FASILITAS PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP MUHAMMADIYAH 7 AMPELGADING A. Analisis Fasilitas Perpustakaan Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Ampelgading, Kabupaten Pemalang Setelah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan Metode Shatred Reading Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak

BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan Metode Shatred Reading Dalam Pembelajaran Membaca Teks Cerita Anak BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah Tunas harapan bangsa. Mereka ibarat bunga yang tengah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah Tunas harapan bangsa. Mereka ibarat bunga yang tengah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah Tunas harapan bangsa. Mereka ibarat bunga yang tengah berkembang ditengah pesatnya kemajuan zaman. Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dapat diperhitungkan di tingkat global. reproduksi informasi yang diberikan oleh guru. Sedangkan cara belajar anak usia

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dapat diperhitungkan di tingkat global. reproduksi informasi yang diberikan oleh guru. Sedangkan cara belajar anak usia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang berkesinambungan dari tidak mungkin diulang kembali. Apa yang terjadi pada masa yang akan datang tergantung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang bermutu tinggi serta unggul dalam segala bidang yang

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang bermutu tinggi serta unggul dalam segala bidang yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dan penting bagi perkembangan suatu bangsa dan merupakan salah satu faktor penentu maju tidaknya suatu bangsa. Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perilaku maupun sikap yang diinginkan. Pendidikan dapat

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan perilaku maupun sikap yang diinginkan. Pendidikan dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan secara sengaja, teratur dan terprogram dengan tujuan untuk mengubah dan mengembangkan perilaku maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia yang telah dimulai sejak dilahirkan hingga ke liang lahat. Oleh sebab itu, setiap manusia wajib untuk belajar baik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekolah dasar. Kedua kemampuan ini akan menjadi tonggak atau landasan bagi

BAB I PENDAHULUAN. sekolah dasar. Kedua kemampuan ini akan menjadi tonggak atau landasan bagi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemampuan membaca dan menulis permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki ketika mereka mulai memasuki jenjang pendidikan di sekolah dasar. Kedua kemampuan

Lebih terperinci

memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa banyak perubahan di seluruh aspek kehidupan manusia. Pada masa sekarang ini sangat dibutuhkan masyarakat

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP A. Simpulan

BAB V PENUTUP A. Simpulan BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan hasil pengumpulan data, pengelolaan data, dan analisis terkait pembahasan tentang Implementasi Teknik School Review di MAN 01 Jepara Tahun Pelajaran 2017/2018 dan

Lebih terperinci

A. Latar Belakang Masalah

A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, yang sering kita ketahui dengan era globalisasi memudahkan segala hal dilakukan dengan kecanggihan teknologi. Hal itu tidak hanya terbatas

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dalam rangka pembahasan skripsi yang berjudul: Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III, Mapel Fikih Materi Puasa Ramadhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat berperan penting dalam kehidupan, dalam masa modern ini telah banyak tehnologi-tehnologi yang berkembang pesat, dan manusia mulai menciptakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang telah ditetapkan. di masa mendatang, maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan

BAB I PENDAHULUAN. dan mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang telah ditetapkan. di masa mendatang, maka harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kata kunci dan menduduki posisi sentral dalam pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia untuk penghidupan yang lebih baik untuk memajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mutu pendidikan nasional dan menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan

BAB I PENDAHULUAN. mutu pendidikan nasional dan menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional dan menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menengah. Seorang siswa mempunyai tugas utama yaitu belajar. Belajar

BAB I PENDAHULUAN. menengah. Seorang siswa mempunyai tugas utama yaitu belajar. Belajar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Siswa adalah peserta didik yang duduk di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Seorang siswa mempunyai tugas utama yaitu belajar. Belajar merupakan proses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya manusia dan masyarakat berkualitas yang memiliki kecerdasan

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya manusia dan masyarakat berkualitas yang memiliki kecerdasan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan modal utama dalam pembangunan bangsa Indonesia untuk dapat bertahan di era globalisasi. Peningkatan kualitas sumber

Lebih terperinci

BAB I. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses. karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak.

BAB I. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pada masa ini proses. karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan fundamental bagi kehidupan anak selanjutnya. Anak usia dini berada

Lebih terperinci

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Sempoa merupakan suatu warisan kebudayaan dari Tiongkok dan merupakan penemuan terbesar dalam sejarah dunia. Namun, pada zaman modern ini kepraktisan menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki oleh siswa Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi,

BAB I PENDAHULUAN. dimiliki oleh siswa Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, yang sedang mempersiapkan standar kompetensi

Lebih terperinci

LAMPIRAN. PDF created with FinePrint pdffactory Pro trial version

LAMPIRAN. PDF created with FinePrint pdffactory Pro trial version LAMPIRAN KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk mencapai gelar sarjana di Fakultas Psikologi UKM Bandung, salah satu persyaratan tugas yang harus dipenuhi adalah melakukan penelitian. Sehubungan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DATA. analisis induktif. Analisis induktif yaitu mendeskripsikan fakta-fakta yang

BAB V ANALISIS DATA. analisis induktif. Analisis induktif yaitu mendeskripsikan fakta-fakta yang BAB V ANALISIS DATA Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi, dan observasi yang dipaparkan pada bab IV, maka langkah berikutnya adalah menganalisis data berdasarkan teori. Teknik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Perkembangan ini tidak terlepas dari peranan dunia pendidikan, karena melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan baru yang siap diisi oleh para tenaga kerja yang berpotensi untuk maju. adanya sumber daya manusia yang berkualitas.

BAB I PENDAHULUAN. pekerjaan baru yang siap diisi oleh para tenaga kerja yang berpotensi untuk maju. adanya sumber daya manusia yang berkualitas. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia kerja yang semakin pesat pada era globalisasi, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kemampuan yang dapat bersaing dipasar

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH PENERAPAN PENDIDIKAN EMOSI SEJAK DINI PADA ANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER

KARYA TULIS ILMIAH PENERAPAN PENDIDIKAN EMOSI SEJAK DINI PADA ANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER KARYA TULIS ILMIAH PENERAPAN PENDIDIKAN EMOSI SEJAK DINI PADA ANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER MATA KULIAH BAHASA INDONESIA DOSEN PENGAMPU : ALFU NIKMAH,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. penelitian, manfaat penelitian, dan diakhiri dengan ruang lingkup penelitian.

I. PENDAHULUAN. penelitian, manfaat penelitian, dan diakhiri dengan ruang lingkup penelitian. I. PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang di peruntukkan bagi anak nol sampai enam tahun. Hal tersebut. merupakan upaya strategis untuk menyiapkan generasi bangsa yang

BAB I PENDAHULUAN. yang di peruntukkan bagi anak nol sampai enam tahun. Hal tersebut. merupakan upaya strategis untuk menyiapkan generasi bangsa yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu satuan pendidikan yang di peruntukkan bagi anak nol sampai enam tahun. Hal tersebut merupakan upaya strategis

Lebih terperinci

METODE PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH MELALUI MEDIA GAMBAR DI SDN 28 PAKKITA KABUPATEN SINJAI

METODE PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH MELALUI MEDIA GAMBAR DI SDN 28 PAKKITA KABUPATEN SINJAI METODE PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH MELALUI MEDIA GAMBAR DI SDN 28 PAKKITA KABUPATEN SINJAI SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat ujian Guna memperoleh gelar Sarjana Sastra Pada Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kaling berpenghasilan dari hasil membuat batu bata dan karyawan. anak jadi rendah sehingga prestasi juga rendah pula.

BAB I PENDAHULUAN. Kaling berpenghasilan dari hasil membuat batu bata dan karyawan. anak jadi rendah sehingga prestasi juga rendah pula. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sekolah Dasar Negeri 02 Kaling merupakan salah satu sekolah Dasar di Kecamatan Tasikmadu yang terletak paling barat bagian utara. Kebanyakan masyarakat yang ada di

Lebih terperinci

PELATIHAN KIAT menjadi pembelajar BAHASA INGGRIS yang lebih berhasil BAGI SISWA SMAN JARO KABUPATEN TABALONG

PELATIHAN KIAT menjadi pembelajar BAHASA INGGRIS yang lebih berhasil BAGI SISWA SMAN JARO KABUPATEN TABALONG LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN KIAT menjadi pembelajar BAHASA INGGRIS yang lebih berhasil BAGI SISWA SMAN JARO KABUPATEN TABALONG OLEH : Yudi Amin, Norhendriady, Rahmah Fitriah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan generasi muda yang belajar dan menuntut ilmu

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan generasi muda yang belajar dan menuntut ilmu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahasiswa merupakan generasi muda yang belajar dan menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mahasiswa harus mempunyai intelektual dan sebagai calon pimpinan maka perlu mengembangkan

Lebih terperinci

METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI*

METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI* METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI* Hartono Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNY e-mail: hartono-fbs@uny.ac.id Pemilihan metode pengenalan bahasa untuk anak usia dini perlu memperhatikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan anak usia dini merupakan program pendidikan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan anak usia dini merupakan program pendidikan yang A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan program pendidikan yang dicanangkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti yang tercantum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan perasaan yang jernih maka akan tercipta komunikasi yang jelas dan

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan perasaan yang jernih maka akan tercipta komunikasi yang jelas dan BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Dalam perkembangan pendidikan dewasa ini baik di negara maju mau pun di Negara yang sedang berkembang, minat membaca sangat memegang peranan penting. Keberhasilan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat memberikan pengaruh yang kuat pada berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha untuk merubah suatu bangsa ke arah yang lebih

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha untuk merubah suatu bangsa ke arah yang lebih BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha untuk merubah suatu bangsa ke arah yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang memperoleh pandangan yang luas sehingga dapat meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. matematika juga dapat diketahui dengan diberikannya mata pelajaran

BAB I PENDAHULUAN. matematika juga dapat diketahui dengan diberikannya mata pelajaran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang mempunyai peran penting dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jam pelajaran matematika di sekolah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menuntut masyarakat untuk terus dan gemar mencari informasi agar tidak

BAB I PENDAHULUAN. menuntut masyarakat untuk terus dan gemar mencari informasi agar tidak 17 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada kehidupan sehari-hari semua orang membutuhkan informasi, baik secara lisan maupun tulisan. Informasi sangatlah penting karena tanpa informasi manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 2013, hlm Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Rasail Media Group, Semarang, 2008, hlm.

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 2013, hlm Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM, Rasail Media Group, Semarang, 2008, hlm. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ungkapan bahwa banyaknya pelajar yang tidak berpikir sering kita. yang diajarkan oleh guru mereka (Hassoubah, 2004:9).

BAB I PENDAHULUAN. Ungkapan bahwa banyaknya pelajar yang tidak berpikir sering kita. yang diajarkan oleh guru mereka (Hassoubah, 2004:9). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ungkapan bahwa banyaknya pelajar yang tidak berpikir sering kita dengar. Padahal kita tahu bahwa sekolah itu merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian siswa,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1

BAB 1 PENDAHULUAN. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia pada modern ini berhubungan erat dengan teknologi, salah satunya untuk kebutuhan komunikasi dan informasi. Perkembangan pesat dari media ini membawa perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2000, hlm

BAB I PENDAHULUAN. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2000, hlm BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sebab tanpa pendidikan manusia tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan. Hal ini karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Buku harian adalah sebuah buku catatan unik yang merupakan potret

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Buku harian adalah sebuah buku catatan unik yang merupakan potret BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Buku harian adalah sebuah buku catatan unik yang merupakan potret peristiwa kehidupan penulisnya. Jelas atau tidaknya potret kehidupan dalam buku harian tergantung pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) pada saat ini adalah masih rendahnya kualitas karakter bangsa pada peserta didik.hal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan karakter bangsa itu sendiri. Jadi, dari cara berbahasa, baik itu

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan karakter bangsa itu sendiri. Jadi, dari cara berbahasa, baik itu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan intelektual, sosial, serta emosional. Bahasa juga merupakan cerminan identitas suatu bangsa yang menunjukkan

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN NASKAH PUBLIKASI

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN NASKAH PUBLIKASI PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus Kelas VII di SMP Negeri 3 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan elemen penting bagi pembangunan bangsa. Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003, merupakan usaha sadar dan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan elemen penting bagi pembangunan bangsa. Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003, merupakan usaha sadar dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan elemen penting bagi pembangunan bangsa. Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003, merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengambangkan

Lebih terperinci

ESSAY PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MEMINIMALKAN KORUPSI DI MULAI DARI HAL KECIL

ESSAY PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MEMINIMALKAN KORUPSI DI MULAI DARI HAL KECIL ESSAY PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MEMINIMALKAN KORUPSI DI MULAI DARI HAL KECIL DISUSUN OLEH : DINDA NUR ARDILLA (071211531063) ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci