KAU TAK PERLU MENCINTAIKU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KAU TAK PERLU MENCINTAIKU"

Transkripsi

1 KAU TAK PERLU MENCINTAIKU Almino Situmorang Hanya ada satu pria yang mampu membuat hatinya bergetar. Tapi, hingga kini, entah mengapa, ia masih ragu menerima cintanya. Tolong beri tahu aku nomor teleponnya. Siapa saja, seseorang di dunia ini yang tak punya masalah. Kenalkan aku padanya. Akan kuberikan dia medali. Di kantor aku tak menemukannya. Layla yang cantik sedang bergumul dengan kanker payudara. Pak Bowo sedang setengah mati ketakutan akan diceraikan istrinya, karena penyakit selingkuhnya yang tidak kunjung sembuh. Ibu Jim yang sedang sekarat karena narkoba, hidup segan mati tak mau. Bortje dijauhi orang karena kabarnya mengidap AIDS. Malah, ia dicurigai AC/DC alias biseksual. Farrah bertengkar melulu dengan suaminya dan terancam perceraian. Jean yang punya suami kaya raya belum bisa punya anak. Bosku, Pak Rudy, tak bisa menghentikan hobinya berjudi.

2 Takeda San, sang bos Jepang yang punya banyak istri, senang menghamburhamburkan uangnya. Dan, itu selalu membuatnya mabuk. Karen sakit jiwa. Karen tidak sakit jiwa, sebenarnya. Tapi, semua orang setuju bahwa dia sedang bermasalah. Entah apa. Tapi, dia selalu mencari masalah denganku. Mungkin, akulah masalah baginya. Dan, dia memang potensial untuk menjadi masalah bagiku, walau aku merasa tak ada yang perlu dipermasalahkan. Entahlah, tapi akhir-akhir ini dia makin seperti orang sakit jiwa saat menghadapiku. Dia lebih senior, walaupun usiaku lebih tua. Dia cantik. Tetap cantik, walaupun tengah hamil. Hamilnya besar hingga dia yang dulunya model, tinggi dan langsing, kini bagaikan babon, king kong, gajah gemuk atau sebutlah raksasa. Dia lumayan cerdas dan pekerja yang bagus. Tapi, itu mulai berubah akhir-akhir ini. Dia selalu mencari gara-gara padaku. Sering marah-marah tanpa sebab yang jelas, dan bicara dengan pedas tentang soal-soal yang tak berhubungan dengan pekerjaan. Aku mencoba memaklumi, mungkin itu gejala penyakit ibu muda yang sedang hamil pertama. Kata orang, bisa jadi, kelak bila anaknya lahir akan mirip denganku. Jadi, kuabaikan keganjilan sikapnya itu. Tapi, makin lama makin menjadi. Banyak hal yang tidak masuk akal dan tidak edukatif serta tidak pantas diucapkan keluar dari mulutnya tanpa sebab yang jelas. Tapi, jelas-jelas ditujukan padaku. Tak ada angin, tak ada hujan. Kata-kata yang dilontarkannya tajam-tajam, sampai bisa untuk memotong semangka! Kamu sadar nggak, sebentar lagi kamu akan jadi satu-satunya perawan tua di kantor ini? Astaga! Seumur hidupku, baru pertama kalinya aku mendengar kata-kata itu. Perawan tua? Aku baru 28 tahun, kok. Sebentar lagi 29, sih. Baru dua delapan? Baru? Entah kenapa, aku tak suka mendengarnya. Aku merasa ada yang sakit di dalam hatiku. Kusadari, di satu sisi dia benar. Tinggal aku yang belum menikah. Layla sedang bertunangan. Padahal, setelah Jean, aku lebih tua dari semua wanita di kantor ini. Tapi, aku kan tak menghendaki hal itu. Itu terjadi di luar kuasaku, bukan? Tapi, aku menganggap dia ada benarnya. Rasanya, dia juga tak sengaja menyakiti perasaanku. Anggaplah itu bentuk perhatiannya padaku. Jadi, segera kulupakan. Atau, kalau dia memang sengaja, kumaafkan saja. Aku terlalu sibuk untuk marah.

3 Tapi, ketika aku memutuskan untuk diam, mulutnya malah makin beraksi. Sering sekali dia menyebut kedua kata itu: perawan dan tua. Yang lebih parah lagi, ia menyebutkan istilah baru lagi. Jangan-jangan kamu lesbian, Ra. Temen pria kamu kan banyak. Banyak pula yang mengejar-ngejar kamu. Tapi, kok, kamu cuek aja, sih? Saat itu aku ingin menamparnya. Tapi, untunglah, tidak jadi. Aku hanya yakin bahwa aku tidak seperti yang dia sebutkan. Kumaafkan. Anggap saja angin lalu. Begitulah hidup. Semua orang punya masalah, disadari atau tidak, diakui atau ditutupi. Sedangkan aku? Masalahku apa? Mungkin hanya satu. Taka. Itulah yang terbesar. Letak kesalahannya adalah aku telanjur mencintainya dan belum bisa pindah ke lain hati. Padahal, kisah itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Terus terang, aku mulai pusing. Mulai agak panik. Panik? Ya! Aku tak suka menghitung usiaku. Aku takut seperti Jean yang terlambat menikah dan sampai kini setengah mati mengusahakan punya anak. Aku takut seperti Farrah yang menyesal menikah dengan pria pilihannya sendiri. Padahal, dulu pria itu dianggapnya ideal sekali. Aku takut ini dan takut itu. Aku juga selalu pusing jika Mama dan Papa mulai berbicara soal keinginan mereka memiliki cucu. Hanya aku yang sedang ditunggunya untuk mengabulkan keinginan itu. Aku bingung dengan semua hubungan yang sudah dan sedang kucoba jalani. Ada Nathan, Yoel, Aba, Ferry, Ibem, dan yang lain. Tapi, rasanya, belum ada yang mampu merebut hatiku seperti Taka. Kehadiran mereka justru makin membuatku merindukan Taka. Bukannya aku tak membuka hati. Tapi, bersama dengan pria-pria yang baik itu malah membuatku merasa tidak nyaman, sehingga aku lebih memilih untuk menikmati kebebasanku dalam kesendirian. Apa dari Taka yang begitu istimewa? Tidak banyak. Dia hanyalah pria keturunan petani buah dari sebuah kampung pedalaman Tokyo, masih jauh dari Hachioji, kampus almamaternya. Jalan hidup kami berpapasan ketika aku mengikuti program pertukaran mahasiswa ke kampusnya, dan dia mendaftar sebagai salah seorang relawan bagi mahasiswa asing. Kebetulan, dia salah satu mahasiswa teladan. Tapi, bukan itu daya tarik utamanya, walaupun, aku sangat beruntung memiliki dia sebagai guru bahasa Jepang pribadi dan gratis!

4 Aku tidak berencana berjalan-jalan di negeri mantan penjajah itu. Mencari kekasih juga tidak. Bahkan, aku bertekad untuk tidak tertarik pada seorang pria pun keturunan penganut Shinto itu. Aku bahkan tiba di sana dengan berat hati. Berkali-kali kuyakinkan orang tuaku bahwa Tuhan akan menjagaku di negeri asing itu. Masa lalu keluarga kami membuat mereka berat melepas kepergianku, walau hanya satu tahun. Aku tidak peduli padanya sejak pertama melihat ia menjemputku di Bandara Narita itu. Instingku berkata bahwa dia adalah orang yang memiliki sesuatu yang istimewa dalam dirinya. Dan, meski hampir tiap hari dia menemaniku pergi, perlu berbulan-bulan untukku berjuang menyangkal pesona pria ini. Akhirnya, aku kalah. Terpanah Dewa Cupid. Tak berdaya mengelak. Aku tak tahu apakah itu yang namanya jatuh cinta. Serasa jatuh, tak berdaya. Semua mengalir begitu saja. Alami dan tanpa rekayasa. Aku tak tahu apakah itu yang dikhawatirkan oleh kedua orang tuaku. Ternyata, aku salah. Kami berdua salah. Sebab, sejauh apa pun kami berpisah, sejauh apa pun aku melarikan diri, biarpun samudra luas membatasi kami, aku terus membawa dia dalam hatiku. Aku belum bisa melepas segala kenangan tentangnya. Hebat sekali dia, pesonanya. Dulu, kukira pertemuan kami beberapa tahun lalu di Bandara Narita adalah pertemuan terakhir, sekaligus menjadi akhir dari satu babak perjalanan hidup yang mungkin paling manis. Kupikir, setelah menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta, aku akan segera menemukan orang lain dan melupakan pria bernama Taka. Dia juga mengharapkan hal serupa, yang ditegaskannya dalam sorot mata yang dalam, tapi teduh dan penuh kasih, jabatan tangan, serta rangkulan erat, ketika dia berbisik semoga aku selalu bahagia. Sebab, bila aku bahagia, dia juga akan bahagia. Selalu bahagia. Aku setuju dan selalu mengusahakannya. Selalu bahagia, kapan, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Tapi, tampaknya tak semudah itu. Selalu bahagia? Maaf, ada yang bisa menjelaskan definisinya? Sebab, selama ini selalu bahagia tak ada artinya. Selalu dan bahagia, tanpa dia? Maaf sekali lagi, sampai kini aku belum berhasil memenuhi harapannya itu. Kesepian. Itulah oleh-oleh yang masih tertinggal, yang kubawa pulang dari Negeri Sakura itu. Yang kian terasa mencekam, seiring debur ombak yang memantulkan kelap-kelip lampu dari Hard Rock Café, ditambah langit mengguntur, serta bunyi jangkrik-jangkrik nakal yang menyiuli turis-turis hampir telanjang, yang sedang melintas pulang.

5 Pulang. Aku juga harus pulang ke masa kini. Tak mungkin pulang ke masa lalu. Entah karena kesepian, tiba-tiba aku jadi sangat merindukan masa lalu itu. Merindukan Taka. Sangat. Teramat. Bagaimana weekend-nya? Ada kekasih baru atau masih berkumpul dengan teman-teman lesbi? Karen, dengan perutnya yang makin membesar, menaruh setumpuk berkas di mejaku, sambil mengucapkan kalimat yang tajam itu. Lesbi. Huff. Kalau setumpuk berkas itu mendarat di kepalanya, bisa nggak, ya, dia menahan keseimbangan tubuhnya? Tapi, jangan. Kasihan si janin. Aku menimbang-nimbang. Karen, tegur Jim yang sedang lewat, your mouth sounds like hell. I m not talking to you, sergah Karen. Kubuka segera berkas-berkas itu. Karen, ini berkas yang minggu lalu, kan? ujarku. Sudah beres, ada di meja Pak Rudy. Wajahnya menyemburat merah. Semuanya? Aku mengangguk. Menatap lurus matanya yang tajam. Bagaimanapun, dia lebih senior. Farrah mengedipkan mata padaku. Dia kan belum hamil, Ren. Jadi, masih gesit mengerjakan setumpuk kerjaan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Belum punya pacar pula, sambung Karen, yang sengaja membalikkan sindiran Farrah. Tapi, lain kali lapor ke saya dulu, dong, sudah selesai atau belum. Jadi, saya bisa memonitor. Jangan langsung ke Pak Rudy. Bisa-bisa kredibilitas saya dipertanyakan. Memang kamu siapa? Memangnya kamu punya kredibilitas? Cuma menang senioritas dan perut buncit saja! Aku memaki dalam hati. Untunglah, lampu merah kecil di ujung boks teleponku berkedip-kedip. Terdengar suara khas Layla.

6 Mbak Rara, line satu dari orang Jepang. Maaf, namanya kurang jelas. Kawa atau siapalah. Klik. Kuangkat. Moshi-moshi, Rara degozaimasu. (Halo, di sini Rara.) Ogawa desu. Hisashiburi ne, Rara chan. Genki? (Ini Ogawa. Lama tak bertemu, Rara, apa kabar?) Takaaa, seruku, membuat banyak kepala di ruangan ini menoleh. *** Kejutan, kejutan! Inilah yang disebutnya kejutan dalam -nya yang terakhir. Dia akan mengunjungiku minggu depan! Lihat, inilah salah satu kelebihan Taka. Seolah-olah, kami mempunyai kontak batin. Dia akan muncul ketika aku sedang memikirkannya, baik lewat atau telepon. Namun, kali ini dengan sosok nyata! Tapi, kenapa ada perasaan lain yang membuatku tak nyaman, selain perasaan gembira yang meluap dengan kabar kedatangan Taka? Kenapa sepertinya pertemuan ini tak akan seindah harapanku, padahal sudah kutunggu-tunggu sekian lama? Entahlah. Columbuslah gara-garanya. Teorinya tentang bumi yang bulat itu sungguh menakjubkan. Aku bagaikan berdiri di atas permukaan air dalam sebuah bola, yang separuhnya berisi air. Langit melengkung bagaikan busur setengah lingkaran yang melingkupiku. Bila dilihat sampai batas cakrawala, aku seolah sedang berdiri pada diameter bumi. Ketika itu Pantai Kuta sedang pasang. Pria itu sedang sibuk menghabiskan isi kamera sekali pakainya. Terakhir dia membidik ke arahku dan segera kuberikan ekspresi terjelek sepanjang hidupnya. Dia sangat senang hingga tertawa berkepanjangan. Foto itu pasti akan disimpannya, kelak untuk dilihat anak-cucunya. Lalu, dia duduk di pasir, di sebelahku. Menulis huruf-huruf kanji di pasir, walau ombak segera menghapusnya. Terakhir, dia menulis dengan huruf hiragana. Sugoi. Hebat. Dia sepertinya sangat kagum pada negeri ini. Sejurus di depan kami, melintas sepasang turis asing, yang diikuti seorang penjaja patung gajah kecil berwarna cokelat. Sejenak mereka bertiga berhenti. Turis wanita menggoreskan jempol kaki kanannya di atas pasir, menuliskan

7 sejumlah angka. Si penjaja menggeleng. Mereka meneruskan langkah. Si penjaja mengucapkan beberapa kata sambil tetap mengikuti mereka. Ketiganya berhenti lagi. Giliran si penjaja yang menggoreskan jari tangan di atas pasir. Kedua turis melihatnya, berpikir sejenak, lalu menggeleng, melambai pergi. Transaksi gagal. Lain kali, si penjaja mungkin sebaiknya membawa-bawa pasir di tangan untuk tempat menulis angka sebagai ganti kalkulator supaya mereka tak perlu meggoreskan jari kaki di pasir, pikirku. Lalu, kami sama-sama terdiam, menikmati suara ombak, angin, dan cakrawala. Lama. Apakah hanya aku yang merasakannya? Tapi, aku yakin kami tidak sedang menikmati itu semua sepenuhnya. Kami sedang memikirkan hal lain. Rara chan, desisnya. Aku sangat senang pada panggilan sayang itu. Tapi, aku jadi berdebar-debar. Mungkin, karena suasana Bali yang terlalu romantis untuk dinikmati berdua saja oleh orang yang mengaku hanya berteman atau bersahabat? Dan, di bawah langit yang remang-remang sisa-sisa sunset, seperti yang sudah kuduga dan kutakutkan, dia mencoba membuka kisah lalu itu. Dia bertanya apakah aku masih menyimpan perasaan itu untuknya. Aku tak bisa menjawab. Aneh. Padahal, mestinya tanpa bertanya pun dia pasti tahu, sebab aku tidak pernah bisa menutupi perasaan di depannya. Dia bertanya lagi, apakah aku ingin tahu isi hatinya. Aku takut mendengar jawabannya, walau aku sangat ingin. Jadi, aku hanya menggeleng. Dia bertanya apakah ada yang berubah. Kubilang tidak tahu. Dia bilang tidak ada. Mungkin dia benar. Bukan mungkin. Dia benar. Tidak ada yang berubah! Aku masih mencintainya, seperti dulu. Dia juga. Hanya dia. Dan, itulah masalahnya. Lihat sisi positifnya bila kuambil cuti. Aku takkan melihat Karen untuk sementara atau muka-muka bertopeng orang kantor yang seolah tanpa masalah, atau deadline laporan ke Takeda San. Aku menikmati tabunganku selama ini dengan berbelanja di sepanjang Orchard Road, makan di restoran lesehan yang romantis di atas sungai dalam Boat Quay, menikmati botanical garden, dan China Town (Niu Che Shui, aku dan Taka berlomba melafalkannya dengan fasih), juga mengunjungi Cantonese Opera House (Lai Chun Yuen, aksenku lebih pas daripada Taka, lho!).

8 Jangan salah, ini bukan semacam acara berpacaran atau berbulan madu. Bukan pula semacam proyek balas jasa setelah setahun dia menjadi guide pribadiku di Jepang. Kami tinggal dalam kamar terpisah di hotel yang sama. Selebihnya, kami hanya sebatas pegangan tangan, itu pun sesekali. Takut salah satu hilang atau nyasar di negeri orang. Di Clarke Quay, Taka sangat menikmati durian. Ketika kubilang rasa durian di Sumatra lebih enak, dia hampir tak percaya masih ada rasa durian yang lebih enak lagi. Kian lama ia kian ingin mengenal Indonesia. Dengan napasnya yang masih beraroma durian, dia menanyakan perasaanku. Senang. Singapura indah, ya. Tapi, Indonesia lebih indah. Bukan itu maksudku. Aku jadi teringat, pernah ditanyakan seperti ini ketika di Yokohama, hampir empat tahun yang lalu, sewaktu kami sedang menikmati indahnya pantai pelabuhan Yokohama yang romantis. Mercusuar yang menebarkan cahaya hijau ke segala arah, sepasang tiang penyangga biru berkilauan Yokohama Rainbow Bridge, lampu jalan, dan taman kota berkelap-kelip. Memesona sekali. Perasaanku? tanyaku waktu itu. Senang. Yokohama indah, ya. Ada juga tempat seperti ini di Jepang. Tapi, masih kalah, sih, dengan Bali. Baka. Bukan itu maksudku. Perasaanmu tentang aku, tentang kita berdua. Lalu, aku terdiam dengan tololnya. Baka. Saat itu aku baru mengetahui dan mengalami sendiri bagaimana cara pria Jepang mengungkapkan cinta. Yang kutahu, sebelumnya mereka takkan pernah mengungkapkannya dengan kata-kata, hanya melalui sikap atau tindakan abstrak. Huh! Rara chan no koto ga suki. (Saya suka Rara.) Suki. (Suka.) Bukan aishiteiru. (Bukan cinta.) Itu jarang sekali diucapkan, kecuali jika memang sangat mendalam. Atau, hanya diucapkan oleh orangorang yang tak menganut budaya Jepang tradisional. Aku jadi penasaran, apakah suatu waktu akan pernah mendengar kata itu dari mulut Taka. Aishiteiru. Perasaanku? kataku. Kamu kan tahu. Kamu masih percaya bahwa kita tak mungkin menikah?

9 Aku tak bisa menjawab. Kamu tidak ada keinginan lagi, walau sedikit, untuk menikah denganku? Oh, jangan tanya soal itu. Taka, jawaban apa yang kamu inginkan? Kita kan sudah pernah membicarakan ini. Dia terdiam sejenak, menatapku dalam. Kapan kamu akan menikah? Aku merasa hampa, tiba-tiba. Kuhindari matanya. Aku tak ingin dia mengucapkan apa-apa lagi. Tapi, masih saja dia tak bisa diam. Aku hanya memikirkanmu, memikirkan hubungan kita, masa depan kita. Ucapannya mantap. Hatiku yang akhir-akhir ini sudah terlalu sering luka bisabisa luluh karenanya. Dia mengambil sapu tangan untuk mengelap ujung mataku. Kau tahu, aku sering menangis karena terharu oleh sikapnya. Aku masih ingin ke Danau Toba, lho, katanya. Aku pernah mempromosikan kampung halamanku dan dia teracuni. Aku masih penasaran ingin melihat gigi palsu nenekmu. Rupanya, ia teringat ceritaku bahwa kalau gigi palsu nenek dicopot, pipinya akan terlihat kempot sekali. Aku mengangguk, menahan senyum. Agak bingung membayangkan dengan bahasa apa dia akan berkomunikasi dengan Oppung. Dia terlihat sedang mengernyit, mungkin memikirkan hal yang sama denganku. Tapi, minatnya sangat jelas terlihat di mukanya. Aku tahu mengapa dia sangat ingin pergi ke sana. Aku pernah bercerita tentang Batu Gantung, sebuah tempat di sekitar Danau Toba yang menjadi legenda. Tentang sepasang kekasih yang berjanji sehidup semati, tapi tidak direstui orang tua. Sang pria harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya, sedangkan sang wanita memegang teguh janji mereka, memilih bunuh diri dengan meloncat ke jurang. Akan tetapi, rambutnya yang panjang tersangkut di dahan pohon. Kabarnya, sampai kini masih ada patung yang menyerupai sosok wanita yang tersangkut itu, beserta anjingnya.

10 Legenda itu diabadikan ke dalam sebuah lagu. Ai anggo ahu da ito ndang tarbaen ahu lao ro Lao mangadopi pestami songon pandok ni suratmi Tu Batu Gantung do ahu lao di topi Tao Toba Lao mangaluhon sasude hinalungun ni roha Ido upa ni padanta i Ai manang ise hita nadua ose di janji Gantung ma ibana songon batu gantung i Ido angga upa ni padanta Di tingki hita rap padua-dua Tetapi saya tak bisa datang menghadiri pestamu seperti isi suratmu saya akan pergi ke Batu Gantung di tepi Danau Toba untuk mengungkapkan segala kepedihan hati seperti isi janji kita dulu bila seorang melanggar janji dia akan tergantung seperti Batu Gantung itulah isi ikrar kita dulu ketika kita masih berdua Hari terakhir di Singapura, dia kebingungan soal oleh-oleh. Untuk Mama dan Papa. Mereka suka oleh-oleh ini, nggak? Tiap kali dia bertanya, kujawab santai, Kayaknya, sih, enggak. Aku hanya bercanda. Tapi, mukanya serius. Aku heran melihat dia sudah membelikan sehelai selendang etnik dan dasi. Entah kapan dan di mana. Ketika aku menggeleng lagi untuk dasinya, dia mengerutkan dahi. Kalau begitu, kamu saja yang pilihkan. Taka, mereka nggak peduli oleh-olehmu. Aku tahu. Mereka hanya peduli satu hal, anaknya pulang dengan selamat. Bukan. Mereka bukan orang penganut oleh-oleh-isme, Taka. Oleh-oleh bukanlah yang utama, ujarku, menggantung. Tapi, lebih suka mentahnya, ha ha ha. Kupikir, aku telah berhasil mematahkan semangatnya.

11 Sebenarnya, aku tahu, kok. Aku cuma menguji kamu. Papa suka mengoleksi kacamata hitam, kan? Ha ha ha, dia membalas. Sepanjang toko di Singapura, dijelajahinya untuk mencari satu yang terbaik. Dengan sikapnya itu, aku jadi merasa dia lebih mencintai orang tuaku daripada aku sendiri. Untuk Nenek, apa, ya? Hah? Apa lagi itu? Untuk Nenek? Harus mencari lagi? Kakiku sudah terasa akan patah. Beli gambar tempel tato saja, ujarku, asal. Buat aksesori gigi palsunya. Dia menatapku seperti menatap anak kecil. Aku sudah kecapaian. Ya, sudah, beli surfing board saja, yang bisa berubah fungsi jadi papan setrikaan. Atau, bikini, atau perlengkapan diving. Lagi-lagi, aku hanya mengajaknya bercanda. Dasar cucu durhaka. Rambutku diacak-acaknya dengan gemas. Asalkan dia tak bertanya soal pernikahan, aku sangat senang berada di sampingnya. *** Aku tahu kencan kami saat ini tidak romantis sama sekali. Kubawa Taka melewati pasar tradisional yang becek, dengan menggunakan sandal jepit. Kucekoki perutnya dengan jajanan pasar yang takkan ada di negara asalnya. Ketoprak, siomai, otak-otak, batagor, es doger, rujak pedas, tahu tek, dan banyak lagi menu berbeda setiap harinya. Kuajak dia naik mobil ompreng reyot, becak yang lelet dan terjepit di keramaian lalu lintas, bajaj yang bising, kereta api ekonomi yang sesak, bau, kotor, dan penuh copet. Hoi, orang Batak! serunya, suatu kali. Berhentilah menyiksa turis asing ini. Ketika di Jepang dulu, saya dipaksa makan natto dan wasabi. Ingat? Tapi, berkat wasabi flu kamu sembuh. Rujak pedas juga bikin pilek kamu sembuh. Dia tak bisa mendebatku. Tapi, dia bisa bertahan. Di Jepang pun aku berjalan kaki dengannya. Menelusuri china town Yokohama yang banyak jajanan dan berjalan kaki sampai ke Yokohama Marine Tower. Padahal, pelabuhan itu jalannya menanjak. Cuaca saat itu panas dan membuat

12 kulit terbakar. Ditambah lagi, aku dipaksa makan sashimi dan sushi, berikut wasabi dan natto, yang semuanya membuatku mual. Tapi, akhirnya aku terbiasa. Juga ketika aku dipaksa naik King Coaster, wahana yang paling tinggi, meliukliuk, dan paling menyeramkan di Fujikyu Highland. Ketika baru naik wahana saja, aku sudah hampir menangis melihat ke bawah. Aku pun langsung berhadapan dengan Gunung Fuji. Rasanya mau mati. Berteriak pun tak bisa. Terus meluncur, berputar, dan tidak terasa berhenti. Ternyata, semuanya baikbaik saja. Aku masih hidup. Anggota badan masih utuh semua. Lega. Taka, yang tadinya ingin kubunuh begitu turun dari wahana, memelukku sambil tertawa lebar. Jadi, pengalaman bagus, kan? katanya, waktu itu. Jangan pulang dari Jepang kalau belum naik King Coaster. Menyesal seumur hidup. Ketika dia kuajak naik Halilintar dan Kora-kora di Dufan, dia hanya tersenyumsenyum geli. Cincai. Mainan anak-anak. Nggak ada apa-apanya dibanding Fujikyu, katanya. Aku jadi malu! Jakarta baru punya yang cincai begitu. Nggak ada yang lebih menantang lagi, nih, di Indonesia? Kucubit bahunya sampai dia mengaduh. Di Depok, sehabis berkeliling kampus, hujan turun. Kami berteduh sambil ngopi di sebuah warteg di Jalan Margonda, dengan baju yang sedikit basah. Dia terlihat lelah, tapi gembira. Dia menyukai Teater Kolam di Fakultas Sastra, yang kabarnya akan dirombak, dan juga danau UI, yang menurutku kotor dan tak terawat. Aku malu membandingkannya dengan Ike, kolam di kampus Soka, almamaternya. Sangat terawat, bersih, luas, dan ikannya gemuk-gemuk, tanpa seorang pun tega memancingnya. Dia bilang memang jauh berbeda, tapi dia tetap menyukai UI. Mungkin, karena aku sempat bercerita bahwa dulu setiap Minggu pagi aku senang membaca di tepi danau UI, sehabis lari pagi, sambil tidur-tiduran di tempat duduk yang terbuat dari semen. I like the way you wanted me every night for so long, baby And I like the way you needed me every time when things get rocky I was believing in you, was I mistaken Do you say, do you say what you mean I want our love to last forever I like the way you d hold me every night for so long, baby And I like the way you d say my name In the middle of the night while you were sleeping

13 I was believing in you, was I mistaken Do you mean, do you mean what you say I want our love to last forever When you say our love could last forever Sambil menikmati kopi hangat, aku termangu sejenak ketika lagu Vonda Shepard itu terdengar dari sebuah radio kecil yang gelombangnya agak terganggu. Taka masih kedinginan. Bajunya masih basah. Giginya agak gemeletuk ketika dia bicara. Rara chan. Aku menoleh. Aku takut dia sakit. Sudah terlalu lama dia kusiksa di Jakarta. Aku tahu ini agak egois. Tapi, maukah kamu mempertimbangkan kembali pertanyaanku tempo hari? tanyanya. Aku lega. Dia tidak kelihatan akan sakit. Wajahnya terlihat lebih segar. Yang mana? Perpanjangan cuti? Aku, sih, mau sekali. Cuma, si Karen bisa-bisa melahirkan bayi prematur di kantor saking gemes-nya padaku. Bukan itu, potongnya. Aku mendadak tersadar apa yang dimaksudnya. Masih maukah kamu menikah denganku? Tahukah dia bahwa minggu ini adalah minggu paling membahagiakan bagiku? Tiap malam aku bisa tidur nyenyak, bemimpi indah, dan melupakan semua masalah sejak kehadirannya. Demi Tuhan! Saat ini aku tak punya daya lagi untuk menolak lamarannya. Aku sudah letih. Letih dengan semua masalah. Letih menanti dan letih mendengarkan omongan Karen tentang bertambahnya usiaku dan harapan orang tuaku. Aku ingin semua ini berakhir segera. Aku teramat mencintai Taka untuk bisa menolak tawaran yang sangat istimewa. Sejujurnya, ini adalah impian terpendamku sejak lama. Aku mencintaimu, bukan sekadar menyayangimu. Aishiteiru. Aku terpana. Beberapa saat. Pada akhirnya aku mendengar kata itu.

14 Lalu, aku luluh. Bagaikan es di atas tungku panas. Kata-kata itu pun akhirnya keluar dari mulut si Nippon ini. Aishiteiru. Aku tak berdaya menolak. Aku akan coba bicarakan dengan Papa dan Mama dulu. Aku bahagia, tapi sekaligus tergetar. Berdebar-debar. Apakah ini nyata? Samar-samar masih terdengar lagu itu. You would run around and lead me on forever While I wait at home still thinking that we re together I wanted our love to last forever But I d rather you be mean than love and lie I d rather hear the truth and have to say goodbye I d rather take a blow at least then I would know But baby don t you break my heart slow Papa dan Mama menganggapku bercanda. Padahal, bagiku ini bagaikan proyek harakiri. Bunuh diri. Mereka pikir aku hanya asal bicara, seperti biasa. Ketika ekspresiku kupertegas, Mama kira aku hanya putus asa karena belum menemukan pasangan yang cocok. Oleh-olehnya, sih, lumayan, tapi kan bukan berarti dia boleh barter dengan anak Papa, kata Papa, dengan santai. Taka melamarku, Pa, Ma. Barulah mereka mengikuti ekspresiku yang sudah lebih serius. Suasana berubah jadi tegang. Jawabannya adalah hatimu sendiri. Dengarkan sanubarimu. Saya perlu jawaban Papa dan Mama. Benar? Sungguh? Aku mengangguk. Aku berharap mereka akan merestui. Mereka, toh, menyukai Taka. Mereka menatapku misterius. Aku berdebar-debar.

15 Tidak. Secepat dan sependek itukah jawabannya? Apa yang bisa kuharapkan? Sekali tidak, artinya tidak bagi orang tuaku. Tapi, mengapa? Tentu saja, bodoh! Banyak alasannya. Karena mereka mencintaiku dan tak mau kehilangan aku. Jepang jauh dan aku anak mereka satu-satunya, setelah kakak laki-lakiku menikah dengan si Blonde di Amerika, dan takkan kembali! Karena, mereka pikir aku tidak akan bahagia menikah dengan orang Jepang yang gila kerja dan akan menyia-nyiakan aku di negeri yang tak ramah itu. Karena, mereka berharap aku menikah dengan pria Batak, bukan dengan keturunan penjajah yang tidak mengerti adat dalihan na tolu (boru bere hula-hula), sejak mereka kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Atau, masih banyak karena lainnya? Lebih baik kamu menangis sebanyak-banyaknya sekarang, Boru, ujar Mama, dengan panggilan khas untuk anak perempuan Batak. Daripada kelak kamu meneteskan air mata penuh penyesalan jika sudah telanjur menikah dengannya. Papa tidak mengucapkan apa-apa. Tapi, dia pasti setuju dengan Mama. Percayalah, tak ada orang tua yang tak ingin anaknya bahagia. Mama terlalu banyak menikmati sinetron. Kalimatnya persis disontek dari sinetron dangdut. Tapi, kenapa? dalam kebebalan aku masih bertanya. Mama memelukku, mengusap mataku yang banjir oleh air mata. Kepercayaannya, Boru. Bagaimana kamu akan mempertaruhkan sepanjang hidupmu pada orang yang tak memiliki agama? Apa yang jadi sumber kekuatanmu dalam menghadapi hidup yang keras ini? Cinta? Cinta apa? Cinta anak muda yang mekar sesaat dan segera layu itu? Kepercayaan apa yang akan kamu teruskan pada keturunanmu jika menikah dengan orang yang tidak jelas keyakinannya?

16 Kamu perlu contoh nyata? Papa menimpali dengan nada tak sabar. Kakak laki-lakimu sendiri. Bagaimana hidupnya sekarang? Kamu mau mengikuti jejaknya? Itulah intinya. Aku mati skak. Palu telah dipukul. Sidang selesai. Kasus ditutup. Aku kalah. Taka pulang. Membawa pergi semua sel-sel kegembiraan dari tubuhku. *** Dia bahkan belum sempat menjenguk oppung kempot-ku. Belum sempat mengambil durian jatuh di belakang rumah Oppung di Pulau Samosir. Belum sempat melihat Batu Gantung dan makan naniura, masakan ikan mentah ala Batak yang serupa dengan sashimi. Dia bukannya pergi begitu saja. Dia bukannya tidak mencoba. Dia masih sempat menemui Papa dan Mama. Saya akan mempelajari agama Anda. Saya akan pindah. Saya sungguhsungguh! Apakah waktumu cukup untuk itu? Dengan lingkungan di Jepang yang pekerjaan sangat menguras waktumu? Bukankah itu hanya sekadar basa-basi? tangkis Papa. Seperti yang diceritakannya, tiap hari dia bangun pagi, menyelesaikan ketikan laporan semalam dan mempersiapkan presentasi rencana hari itu, lalu berangkat bekerja, pulang kantor malam, setelah lembur tanpa hitungan over time, mengetik laporan pekerjaan hari itu, dan tidur hanya tiga sampai lima jam sehari. Betapa hidupnya seperti mesin! Kelak kalian akan mengerti, jika kalian sudah punya anak, apalagi jika kalian memang benar-benar menyayangi anak itu. Kalian akan mengusahakan hidup yang terbaik baginya. Dengan prinsip yang kalian pegang, kalian takkan rela membiarkannya pergi dengan orang yang tidak memegang prinsip yang sudah jadi napas hidup kalian itu! khotbah Papa dengan lancar. Taka tak berani menambah luka hati keluarga kami. Jadi, dia pergi.

17 Aku doakan kamu selalu bahagia. Itulah ucapannya yang terakhir. Aku hanya diam. Sejak Taka pergi, hidupku mendadak berubah, dari tak berwarna menjadi kelabu. Suram dan murung. Seolah hari datang dan pergi tanpa arti. Sepertinya, aku akan segera mati. Sebab, tak ada lagi bedanya matahari di timur dan barat bagiku. Tak ada lagi daya tarik es krim Haagen-Dazs yang dulu sungguh kugilai seperti orang ngidam. Tak ada lagi nafsu makan yang timbul saat mendengar nama restoran Tempura. Klien ganteng yang konon mirip dengan Mel Gibson pun tak menarik perhatianku. Padahal, teman-teman sekantor langsung histeris begitu dia muncul. Atau, mungkin aku sudah mati, tanpa kusadari. Sebab, tak ada lagi yang begitu berarti buatku dalam hidup ini. Semuanya hanya rutinitas. Datar. Lingkaran hitam. Aku jadi sering menghabiskan waktu memandangi Jalan Sudirman dari kaca jendela kantor pada malam hari. Aku sering pergi ke kafe yang sepi untuk browsing internet atau membaca, dan baru pulang setelah diusir oleh pemiliknya. Suatu malam Takeda San mengajakku bicara empat mata. Saya suka kamu kerja keras. Kamu rajin dan pekerjaanmu makin excellent. Tapi, saya tidak suka satu hal, ujarnya, sambil menunjuk pipiku. Sudah lama tidak pernah melihat senyum di sini. Mereka tidak tahu. Tak ada yang tahu. Sebaiknya jangan. Tak perlu. Itu memalukan. Kisah feodal, percintaan yang dilarang orang tua membuat anaknya frustrasi. Huh, kampungan! Tapi, huh, biarin! Aku merasa, sebodo amat dengan dunia. Sebodo amat dengan Karen. Sebodo amat dengan siapa pun! Nggak punya pacar, sih. Jadi, bisa lembur terus, deh, sindir Karen. Rasanya, aku ingin menyumpal mulutnya. Ya, dong, mumpung belum hamil. Mengambil arsip saja sudah susah! Sebaiknya kan kerja keras selagi bisa, jawabku, sehalus mungkin. Segera aku angkat telepon yang berbunyi halus. Aku takut, dalam kondisi sekarang, yang bisa memancing emosiku, aku bisa membalas kalimat Karen dengan lebih pedas. Jadi, kuusahakan mencari jarak dengannya.

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun Bodoh Sekali Oleh: Ga Hyun Saya bernama Min Yoo, saya bersekolah di Sekolah Matahari. Saya mempunyai teman dekat bernama So Eun. Saya suka bermain dengan anak laki-laki. Saya tidak suka makan terlalu banyak.

Lebih terperinci

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Regrets and Revenge Apakah kamu masih pantas memintanya kembali setelah kamu menyuruhnya

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com - ephy - Catatan dan Novela dalamceritasaja.blogspot.com CATATAN DAN NOVELA Oleh: ephy Copyright 2013 by ephy Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Catatan Cinta Bintang dan Angkasa Sketsa Kasih Perempuan

Lebih terperinci

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo ONE Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh lo, bujuk Vista. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo kenapa, yang penting lo harus ikut ke party itu Ra balas Sherly.

Lebih terperinci

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

ne..cheonmaneyo jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk. "Ok pemotretan selesai..gomawo" Ujar Photographer pada DBSK yang sudah terlihat lelah karena seharian berpose dan dipotret untuk memenuhi gambar semua halaman di sebuah majalah remaja "ne..cheonmaneyo"

Lebih terperinci

Indonesian Continuers

Indonesian Continuers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript Familiarisation Text Bagaimana perayaan Natal? Cukup baik. Kami ke rumah kakek dan nenek.

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

ANTOLOGI. Kopi Tubruk

ANTOLOGI. Kopi Tubruk ANTOLOGI Kopi Tubruk UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA Lingkup Hak Cipta: Pasal 2. 1. Hak Cipta merupakan eksklusif bagi Pencipta dan Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12 Dahulu, di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja bernama Laku Leik. Ia adalah raja yang bengis dan kejam. Ia tidak segan-segan menganiaya, bahkan

Lebih terperinci

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot Chapter 1 Gadis Objek Snapshot Morimura Tamaki meniup debu yang menutupi kamera rangefinder favoritnya dengan blower hingga bersih, lalu dengan perlahan mengangkatnya tepat ke depan wajahnya. Kamera yang

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef Diterbitkan oleh merdekata merdekata@gmail.com Agustus, 2013 Desain & Tata Letak: @kreatifikaz 2 Ucapan terima kasih: Kepada-Mu, segala puji. Kepada

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

Fun 1 : Service Failure Is Not An Option

Fun 1 : Service Failure Is Not An Option DAFTAR ISI Ucapan Terima Kasih..3 Kata Pengantar.6 Fun 1 : Service Failure is not an Option 11 Fun 2 : Type of Customer..31 Fun 3 : Funtastic Service, The Principles..51 Fun 4 : How To Be Funtastic Service

Lebih terperinci

Sofi sudah cukup jengah dengan omongan ibunya. Hampir setiap hari ibu menanyakan calon suami. Jangankan calon suami, pacar aja belum punya. Hal ini yang membuat Sofi frustasi kalau ibunya telpon. Semoga

Lebih terperinci

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore)

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore) Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt!!! Seperti biasa alarm gue bunyi maksud bangunin gue dari mimpi gue barusan yang bertemakan pernikahan kuda Nill. Alarm sih bunyi tepat pukul 6 pagi. Tapi mohon maaf lahir

Lebih terperinci

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25.

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25. Lesson 10 for March 7, 2015 Pada bagian ini, kitab Amsal menolong kita untuk menemukan apa yang ditemukan di balik topeng. Yaitu, realitas di balik penampilan, apa yang mata kita tidak dapat lihat. Misteri

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang...

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang... SODIS BOTOL AJAIB Seru sekali lomba lari itu! Mereka berlari sekencang-kencangnya untuk memenangkan perlombaan. 4 5 Pada suatu pagi di hari Minggu, Ani dan Ayah berjalan-jalan. Sesampai di dekat lapangan,

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta D ANGEL: PRINCESS Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout Tuyul Pak Dodi AlIn 1 Galang The Scout Jam masih menunjukkan pukul satu dini hari. Galang dan teman temannya berjalan menyusuri jalan makadam di pinggir dusun yang tenang. Regu Pramuka Penggalang SMP itu

Lebih terperinci

106 intisari-online.com

106 intisari-online.com 106 intisari-online.com BISNIS Reinkarnasi BISNIS MAK COMBLANG DI ZAMAN DIGITAL Penulis: M. Habib Asyhad Fotografer: Bhisma Adinaya Selama orang masih membutuhkan cinta, selama itu juga bisnis mak comblang

Lebih terperinci

Keterampilan Penting bagi Konselor

Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel edisi 370 (10-3-2015) Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen e-konsel -- Keterampilan Penting bagi Konselor Edisi 370/Maret 2015 Salam

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA

YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA Oleh: Goresan Tinta Emas Copyright 2013 by Goresan Tinta Emas Penerbit Goresan Tinta Emas http://gte-esqbs.blogspot.com/ goresantintaemas1@gmail.com Desain Sampul: Elvira

Lebih terperinci

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Mudji Rapontur tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Oleh: Mudji Rapontur Copyright 2014 by Mudji Rapontur Penerbit Mapemdapustaka Desain Sampul: Edo dan

Lebih terperinci

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami APAKAH HYPNOSIS ITU? Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami 1 TINGKATAN SADAR (CONSCIOUS LEVEL) Contoh Aktivitas 1. Anda sedang bermain tenis 2. Anda melamun

Lebih terperinci

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un MUTIARA KHOTBAH #2 DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Lebih terperinci

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung.

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung. SKETSA MARNI DRAMA SATU BABAK Ditulis di Yogyakarta untuk Final FLS2N PARA PELAKU 1. KAK ROS Cintary Kartika (SMAN2 Bdg) 2. MARNI Tiara Putri T.W (SMAN 2 Bdg) 3. BU BROTO Tri Nuryani (SMAN 2 Bdg) Setting

Lebih terperinci

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd.

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. Lakon BILA MULA Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. LAMPU PADAM, REMANG-REMANG. MUSIK, BERNYANYI, MENARI, MERAUNG-RAUNG DI TELINGA YANG TERLUKA. SEIRING TARIAN YANG BERINGSUT. SUNGGUH ADANYA TIDAK MENGADA-ADA.

Lebih terperinci

MENOLONG ANAK MENGGENAPKAN RENCANA ALLAH DALAM HIDUPNYA

MENOLONG ANAK MENGGENAPKAN RENCANA ALLAH DALAM HIDUPNYA MENOLONG ANAK MENGGENAPKAN RENCANA ALLAH DALAM HIDUPNYA Sekarang saatnya kita bertanya bagaimana menjalankan peran sebagai orang dalam kehidupan anak? Sebab menolong anak untuk mengerti panggilan dan misi

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Menurut Probo Hindarto (2010), lesehan merupakan istilah untuk cara duduk diatas lantai, dimana akar budayanya berasal dari tata krama duduk di dunia timur. Lesehan merupakan

Lebih terperinci

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Hari Sabat. Hari Perhentian yang Kudus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Hari Sabat Hari Perhentian yang Kudus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150,

Lebih terperinci

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU Minggu 1 UNTUK KEPEMIMPINAN BARU PAKAI CARA BARU! Yosua 3:4, hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya,

Lebih terperinci

Simpul Terujung. sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam

Simpul Terujung. sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam Simpul Terujung Jam baru menunjukan pukul 11.00 WIB, aku mencoba membolak-balik berkas sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam kertas putih. Rencananya berkas

Lebih terperinci

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku Ayo Amati Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku 55 Beri tanda pada kotak. 1. Menyebutkan nama-nama anggota tubuh. 2.

Lebih terperinci

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum. USIA IDEAL PACARAN Kadang kita dengar anak seusia SMP aja sudah punya pacar..ya selain hanya ber cinta monyet mereka sering menggunakan fasilitas ortu. Pengendalian emosi usia remaja ini belum stabil juga

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Kerugian adalah hal yang pasti pernah dialami oleh trader manapun, bahkan sejago apapun pasti pernah merasakan kerugian satu-dua kali. Baik itu trader pemula maupun yang

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1

LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1 LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1 TIPS CARA BACA RASA FOTO Lihat subyek dan apa yang dilakukannya Lihat ekspresi wajah, gerak tubuh Coba rasakan suasana, kejadian Lihat pencahayaan cuaca pada

Lebih terperinci

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. *

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Makalah Ini Disampaikan Pada Acara Seminar : Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Ogan Ilir Pada Tanggal 9 Februari 2013 *Dosen Pada

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42 Konon pada zaman dahulu, di suatu tempat di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Andung Kuswara.

Lebih terperinci

Membangun Sosial Emosi Anak. di Usia 0 2 tahun SERI BACAAN ORANG TUA

Membangun Sosial Emosi Anak. di Usia 0 2 tahun SERI BACAAN ORANG TUA 13 SERI BACAAN ORANG TUA Membangun Sosial Emosi Anak di Usia 0 2 tahun Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau pertukaran katakata/gagasan dan perasaan, di antara dua orang atau lebih.

Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau pertukaran katakata/gagasan dan perasaan, di antara dua orang atau lebih. SERI BACAAN ORANG TUA MATERI PARENTING : (KOMUNIKASIDENGAN AUD) Komunikasi yang terjalin antara ibu dan ayah dengan anak sering kali tidak berjalan selaras. Padahal, ketidakselarasan komunikasi ini selanjutnya

Lebih terperinci

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Hak Cipta 2008 oleh Elsa Sakina Produk ini boleh Anda sebar-luaskan secara cuma-cuma alias gratis. Dilarang keras

Lebih terperinci

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Ebook ini di ciptakan untuk pria-pria yang ingin mengatasi ejakulasi dini tanpa menggunakan bantuan dari obat apapun. Ebook ini khusus pasutri

Lebih terperinci

NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13)

NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13) VERITAS 7/2 (Oktober 2006) 307-311 NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13) WAHYU PRAMUDYA Pernahkah anda mendengar tentang legenda Midas? Legenda ini

Lebih terperinci

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.2 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan hubungan baik 2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif

Lebih terperinci

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI.

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI. Lesson 8 for May 23, 2015 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) MENCARI MENYELAMATKAN Domba yang hilang Dirham yang hilang Anak yang hilang Kesempatan yang

Lebih terperinci

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015

TAHUN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 TAHN B - Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yusuf 28 Desember 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Kej. 15 :1-6; 21:1-3) Anak kandungmulah yang akan menjadi ahli warismu. Bacaan diambil dari Kitab Kejadian:

Lebih terperinci

Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU

Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU Perikop Matius 20:1-16 yang berbicara tentang kemurahan Allah, ada dalam suatu rangkaian yang sangat luas di dalam Alkitab. Sebelum

Lebih terperinci

Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN

Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN Tema Parenting : (Mengasah Kemampuan Berbahasa) SERI BACAAN ORANG TUA TANDA PERKEMBANGAN ANAK USIA 2 4 TAHUN Selama periode usia 2-4 tahun, anak menunjukkan perubahan di seluruh tanda perkembangannya.

Lebih terperinci

Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!

Bacalah dengan teliti, ini sangat penting! Bacalah dengan teliti, ini sangat penting! Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia

Lebih terperinci

newflash 134-141 SPACE TREE.indd 134 1/28/12 11:22 PM

newflash 134-141 SPACE TREE.indd 134 1/28/12 11:22 PM newflash 134 134-141 SPACE TREE.indd 134 1/28/12 11:22 PM No place beats home merupakan ucapan yang seringkali terdengar dari banyak orang yang menandakan bahwa tiada tempat lain (mau seunik apapun tempat

Lebih terperinci

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan)

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Created by http://www.tellmemore.cjb.net Page 1 of 9 Manual Book 1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Microsoft Windows 95 8

Lebih terperinci

CIPTA CINTA DAMAI CIPT

CIPTA CINTA DAMAI CIPT CIPTA CINTA DAMAI CIPT CINTA TERINDAH Oleh: Cipta Cinta Damai Copyright 2012 by Cipta Cinta Damai Penerbit Cipta Indieart Publishing blog: www.soulofcipta.blogspot.com e-mail: cipto.wardoyo@gmail.com Desain

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Anak yang hilang

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Anak yang hilang Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Anak yang hilang Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen dan Sarah S. Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Chee Kim adalah seorang anak yatim piatu. Meskipun ia baru berusia enam tahun, ia hidup sebagai gelandangan di kota Hong Kong. Ia tidak mempunyai keluarga. Pada suatu

Lebih terperinci

Ke Moko. as told by Hasan Sasra

Ke Moko. as told by Hasan Sasra Ke Moko as told by Hasan Sasra Ayo, anak-anak duduk yang baik ya, saya sekarang akan bercerita lagi. Cerita yang akan saya ceritakan ini ialah cerita tentang Ke Moko Ke Moko berasal dari desa Jangkah,

Lebih terperinci

Daud Sang Raja (Bagian 1)

Daud Sang Raja (Bagian 1) Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Daud Sang Raja (Bagian 1) Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

Yang Kecil Akan Menjadi Besar

Yang Kecil Akan Menjadi Besar Yang Kecil Akan Menjadi Besar Segala sesuatu yang besar berawal dari yang kecil. Ibarat pertumbuhan manusia, dari anak kecil hingga menjadi besar alias dewasa. Besar karena diberi makan, dari makan akan

Lebih terperinci

BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL

BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL Dasar-dasar Komunikasi (KPM 210) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia -IPB Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari bab ini, Anda

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

Selamat datang di prasekolah

Selamat datang di prasekolah Welcome to preschool A parents guide to starting preschool Selamat datang di prasekolah Pedoman orang tua untuk memulai prasekolah INDONESIAN Menghadiri prasekolah Daftar Periksa Perkara prasekolah mungkin

Lebih terperinci

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 -2 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012 Eksotisme KONSEP RESTO & GALLERY Penulis Qisthi Jihan Fotografer Ahkamul Hakim Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah

Lebih terperinci

ELFIRA NOVIA. IMPIAN sebelum KEMATIAN

ELFIRA NOVIA. IMPIAN sebelum KEMATIAN ELFIRA NOVIA IMPIAN sebelum KEMATIAN Penerbit Biru Senja Publisher 5 Impian Sebelum Kematian Oleh: Elfira Novia Copyright 2013 by BSpublisher Penerbit (BiruSenjaPublisher) (elfira_novia@ymail.com) Desain

Lebih terperinci

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!!

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Anda telah mendapatkan hak penuh untuk membagikan E book Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya

Lebih terperinci

Strategi Meraih Kemenangan Kekal. Dari Penerbit OUR DAILY BREAD

Strategi Meraih Kemenangan Kekal. Dari Penerbit OUR DAILY BREAD Strategi Meraih Kemenangan Kekal Dari Penerbit OUR DAILY BREAD mengalahkan godaan Kecanduan obat-obatan terlarang, alkohol, seks, atau judi telah merusak hidup banyak olahragawan. Terkadang kita heran

Lebih terperinci

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias

Lebih terperinci

penumpang krl commuter line tujuan Bogor.

penumpang krl commuter line tujuan Bogor. I Jalur dua akan segera masuk krl commuter line tujuan Bogor, harap diperhatikan jalur dua krl commuter line tujuan Bogor, krl commuter line tujuan Bogor berikutnya rangkaiannya sampai stasiun Tebet, krl

Lebih terperinci

Memberi Ruh Pada Berita (2-habis)

Memberi Ruh Pada Berita (2-habis) Memberi Ruh Pada Berita (2-habis) oleh Farid Gaban BOKS 1: JANGAN PUNYA BELAS KASIHAN Untuk menghindari berpanjang lebar, penulis harus mempersoalkan setiap bagian materi yang dipakai, sebelum dan sesudah

Lebih terperinci

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan?

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan? Lesson 6 for February 7, 2015 Sebagian besar editor teks moderen menggunakan sistem yang disebut WYSIWYG (What You See Is What You Get atau Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Dapatkan) Artinya, dokumen

Lebih terperinci

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES 1 62:1:1 Itu yang sudah ada dari permulaan, yang sudah kami dengar, yang sudah kami lihat dengan mata kami, yang sudah kami pandang, dan yang tangan kami sudah pegang dari

Lebih terperinci

Bertobatlah... Agar Aku Dapat Menyembuhkan Kamu

Bertobatlah... Agar Aku Dapat Menyembuhkan Kamu Bertobatlah... Agar Aku Dapat Menyembuhkan Kamu PENATUA NEIL L. ANDERSEN Dari Kuorum Dua Belas Rasul Undangan untuk bertobat jarang merupakan suara peringatan, tetapi sebuah ajakan penuh kasih untuk berbalik,

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Indonesian Background Speakers

Indonesian Background Speakers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Background Speakers (Section I Listening and Responding Part A and Part B) Transcript Familiarisation Text FE FE FE Hallooo... apa kabar? Lama nggak

Lebih terperinci

Bekerja dengan Prasangka Baik

Bekerja dengan Prasangka Baik Bekerja dengan Prasangka Baik Assalamualaikum wr wb. Rekan-rekan kerja yang saya banggakan, Perkenankan saya di hari pertama masuk kerja ini menyampaikan Taqobbalallahu minnaa waminkum shiyamanaa washiyamakum.

Lebih terperinci

MEMBANGUN RESTORAN KITA DARI AWAL DUKUNGAN SETIAP DIVISI UNTUK RESTORAN KITA

MEMBANGUN RESTORAN KITA DARI AWAL DUKUNGAN SETIAP DIVISI UNTUK RESTORAN KITA MEMBANGUN RESTORAN KITA DARI AWAL DUKUNGAN SETIAP DIVISI UNTUK RESTORAN KITA MARI KITA BUAT YANG BERBEDA KALI INI, BOLEH? Kita akan mempersembahkannya dalam dialog percakapan untuk menampilkan sudut pandang

Lebih terperinci

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1

Peta Ovi untuk ponsel. Edisi 1 Peta Ovi untuk ponsel Edisi 1 2 Daftar Isi Daftar Isi Ikhtisar peta 3 Posisi saya 4 Melihat lokasi dan peta 4 Tampilan peta 5 Mengubah tampilan peta 5 Men-download dan memperbarui peta 5 Menggunakan kompas

Lebih terperinci

Menikah Muda(H)? #CINCIN 1. Jika Anda menikah, Anda akan menyesal. Tetapi jika Anda tidak menikah, Anda akan lebih menyesal lagi.

Menikah Muda(H)? #CINCIN 1. Jika Anda menikah, Anda akan menyesal. Tetapi jika Anda tidak menikah, Anda akan lebih menyesal lagi. Menikah Muda(H)? #CINCIN 1 Jika Anda menikah, Anda akan menyesal. Tetapi jika Anda tidak menikah, Anda akan lebih menyesal lagi. Socrates 2 ~ MENIKAH ITU MUDAH Lensa Cinta Sudahkah Bertanggung Jawab? CINTA.

Lebih terperinci

Jika orang lain bisa sukses, pasti saya juga bisa mencapainya, ujar anak kedelapan yang kini menjadi mentor utama Entrepreneur University ini.

Jika orang lain bisa sukses, pasti saya juga bisa mencapainya, ujar anak kedelapan yang kini menjadi mentor utama Entrepreneur University ini. Sepuluh Tahun : Modal Rp500 Ribu Menjadi Rp 5 Miliar Bagian ke 1 Jika hari ini anda masih mendorong gerobak sendiri, berjualan kaki lima dipinggir jalan, terkena panas, dan kehujanan, jangan menyerah dan

Lebih terperinci

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus. CIPROFLOXACIN: suatu antibiotik bagi kontak dari penderita infeksi meningokokus Ciprofloxacin merupakan suatu antibiotik yang adakalanya diberikan kepada orang yang berada dalam kontak dekat dengan seseorang

Lebih terperinci

Yesus, Terang Dunia. Sebaliknya, Alkitab memakai terang sebagai lambang kehidupan, sukacita, kebenaran dan segala sesuatu yang baik.

Yesus, Terang Dunia. Sebaliknya, Alkitab memakai terang sebagai lambang kehidupan, sukacita, kebenaran dan segala sesuatu yang baik. Yesus, Terang Dunia Pernahkah saudara berjalan di tempat yang gelap dan menginginkan terang agar saudara dapat melihat? Saudara tidak tahu bahaya-bahaya yang mungkin ada di sebelah atau di depan saudara.

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Untuk Apa Sekolah? Guru Kancil Murid Botol 1

Untuk Apa Sekolah? Guru Kancil Murid Botol 1 1 Untuk Apa Sekolah? Selamat pagi anak-anak! suara Kancil menyapa beberapa botol kosong yang telah selesai ditata bak pelajar yang rapi di tempat duduknya. Nada suaranya berat dibuatbuat agar menimbulkan

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

Halaman ke 120-130 Beberapa menit kemudian, tepat pukul 09.00. Semua rolling door terbuka keatas. Tampak banyak customer sudah menunggu toko buka di

Halaman ke 120-130 Beberapa menit kemudian, tepat pukul 09.00. Semua rolling door terbuka keatas. Tampak banyak customer sudah menunggu toko buka di Halaman ke 120-130 Beberapa menit kemudian, tepat pukul 09.00. Semua rolling door terbuka keatas. Tampak banyak customer sudah menunggu toko buka di depannya. Begitupun di depan ruangan saya. Ketika toko

Lebih terperinci