BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV KONSEP PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Spiral Lamp Gambar. 2. Sebagai bahan buku Spiral Lamp 1. Tataran lingkungan Kocokan kue ini gunanya adalah untuk proses pembuatan kue dimana di gunakan untuk mengocok telur atau adonan kue. Kocokan kue ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat penulis menemukan sebuah kocokan kue penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah kocokan kue tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu kocokan kue ini menjadi suatu desain lampu gantung yang unik dan terlihat klasik. Penulis memutuskan sebuah kocokan telur tersebut menjadi sebuah lampu Di karnakan pada saat ini banyaknya tempat-tempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan kocokan telur ini 17

2 sangatlah menarik apabila di buat menjadi sebuah lampu gantung dimana kocokan telur memiliki bentuk yang spiral. 2. Tataran sistem Pasang lampu hias tersebut pada atap ruangan di karnakan kocokan kue ini di desain menjadi sebuah lampu gantung. Sambungkan pada kabel yang sudah disiapkan diatas yang sudah menyambung pada saklar listrik. lampu ini didesain Guna sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat klasik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat kocokan kue ini adalah lampu gantung dengan memilki display kayu yang berbentuk balok persegi panjang. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alat kocokan telur. Lampu hias yang penulis rancang dari kocokan kue butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 18

3 60cm 5cm 9cm 33cm 43cm 12cm Kabel isi cabang 2 Fitting lampu 17cm Lampu bohlam pijar 25 watt Kocokan kue Gambar.3. Sketsa Spiral Lamp Ket : Alat pembuatan lampu hias yang di gunakan adalah sebuah kocokan telur untuk pembuatan kue. Berbahan aluminium Papan kayu di gunakan sebagai display, di pilih media kayu karena agar terlihat lebih klasik dengan paduan warna hitam pada desain lampu spiral yang di rancang oleh penulis. Untuk menggantung alat kocokan tersebut menggunakan dengan kabel berukuran 2 x 0,07mm 2 300/500 v. Lampu yang di gunakan yaitu lampu berjenis bohlam pijar dengan penerangan cahaya 4 x 25 watt Untuk jarak antara sisi memang dibuat tidak sama dengan masing-masing memiliki jarak 12cm, agar antara kedua sisi 19

4 tidak saling terbentur satu sama lain. Di karnakan kocokan telur memiliki bentuk yang spiral maka kocokan telur ini akan mudah melilit satu sama lain. Panjang kabel antara sisi memang di buat berbeda agar lebih terlihat bervolume dan memberi kesan yang menarik. 4. Tataran Elemen a. Material - Alat Kocokan kue - kabel - Papan kayu - Paku - Fiting lampu - Steker - Pilox hitam - Pilox pernis b. Proses pembuatan Spiral Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan sebagai kocokan telur. kocokan telur tersebut sudah memilki bentuk yang spiral sehingga sangatlah menarik apabila di jadikan sebuah lampu hias. Gambar.4. Proses tahap awal pebuatan spiral lamp 20

5 Sumber: Lativah (2016) Pada Tahan Awal penulis perlu membuang gagangan pada kocokan tersebut untuk memasukan kabel berwarna hitam untuk menggantung spiral tersebut. dan menyambungkan kabel pada fiting tersebut. Gambar.5. Proses memasukan fitting pada kocokan telur Sumber: Lativah (2016) Setelah fiting tersabung dengan kabel lalu masukan fiting kedalam alat kocokan telur yang sudah terlepas dari gagangannya. Gambar.6. Proses pewarnaan spiral lamp Sumber: Lativah (2016) 21

6 Setelah pemasangan selesai sepiral yang berawal memilki warna dasar silver diberikan warna hitam agar terlihat lebih menarik dan memilki kesan yang klasik. Untuk diplay penulis menggunakan papan kayu yang sudah ditentukan ukurannya. dan Saat proses pembuatan display kayu adanya pengeboran pada kayu untuk memberi beberapa lubang guna untuk menghubungkan kabel dan kayu. Dalam pembuatan display di butuhkan juga beberapa paku untuk membentuk display menjadi balok persegi panjang untuk menutupi kabel yang mengubung ke atap ruangan. c. Warna Warna dasar dari kocokan telur adalah warna silver. Pada saat pembuatan desain lampu spiral lamp penulis memilih warna hitam untuk kocokan telur agar di serasikan dengan kabel dan fitting yang juga berwarna hitam. agar terliahat lebih klasik dengan di padu display dari kayu berwarna coklat muda dan lampu pijar yang pencahaannya berwarna kuning. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk coffeehouse biasanya para interior mendesain tempat coffeehouse dengan nuansa klasik dan casual. akan tetapi lampu ini juga bisa digunakan untuk ruangan dirumah cocok bagi rumah yang memilki mini bar yang juga bernuansa klasik. 22

7 B. Grater Lamp Gambar. 7. Sebagai bahan bahan baku Grater Lamp 1. Tataran lingkungan Parutan keju ini adalah termasuk untuk proses pembuatan kue dimana di gunakan untuk memarut keju. Parutan keju ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat penulis menemukan sebuah parutan keju penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah parutan keju tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu parutan keju ini menjadi suatu desain lampu gantung yang unik dan menarik. Penulis memutuskan sebuah parutan keju tersebut menjadi sebuah lampu Di karenakan pada saat ini banyaknya tempat-tempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan parutan keju ini sangatlah menarik apabila dibuat menjadi sebuah lampu gantung dengan bentuknya yang memiliki lubang-lubang kecil. Sehingga disaat parutan keju ini di beri lampu maka dari lubang-lubang tersebut akan mengeluarkan cahaya-cahaya kecil. 23

8 2. Tataran sistem Pasang lampu hias tersebut kepada atap ruangan di karenakan parutan keju ini di desain menjadi sebuah lampu gantung. Guna sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat lebih meraik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat parutan ini adalah lampu gantung dengan memilki display dari Loyang bolu kukus. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alatparutan keju. Lampu hias yang penulis rancang dari parutan kue butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 24

9 Loyang bolu kukus 5cm Ukuran kabel berbedabeda : - 27cm - 29 cm - 37 cm - 45 cm Pipa alumunium Fitting lampu 21 cm Bohlam pijar kecil 25 watt 6,5 cm 9cm Parutan keju Gambar. 8. Sketsa Grater Lamp Ket : Alat pembuatan lampu hias yang digunakan adalah sebuah parutan, di mana di gunakan untuk memarut keju. Berbahan aluminium /stenlis Display di gunakan adalah sebuat Loyang kue kukus Untuk menggantung alat parutan tersebut menggunakan dengan kabel berukuran 2 x 0,07mm 2 300/500 v. Lampu yang di gunakan yaitu lampu berjenis bohlam pijar kecil dengan penerangan cahaya 4 x 25 watt Panjang kabel memang di buat berbeda-beda agar lebih terlihat unik dan memberi kesan yang menarik 25

10 Terdapat pipa alumunium pada bagian tengah dimana fungsinya untuk menahan fitting lampu bergerak keatas dan memudahkan di saat pengguna ingin mengganti bohlam yang sudah mati. 4. Tataran Elemen a. Material - Parutan keju - kabel - Loyang bolu kukus - Pipa alumunium - Fiting lampu - Steker - Pilox putih dan hitam - Pilox pernis b. Proses pembuatan Grater Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan parutan keju, dimana parutan keju untuk media pembuatan lampu hias. parutan keju tersebut sudah memilki lubang-lubang kecil. sehingga sangatlah menarik apabila di jadikan sebuah lampu hias. 26

11 Gambar. 9. Proses tahap awal pembuatan Grater Lamp Sumber : Lativah (2016) Proses tahap awal pembuatan spiral lamp penulis memberi lubang pada gagang yag terdapat pada parutan untuk memasukan kabel kedalam lubang tersebut guna untuk menggantung parutan tersebut. setelah itu sambungkan kabel pada fiting. Gambar. 10. Proses pemasangan fitting pada kabel Grater Lamp Sumber : Lativah (2016) Setelah pemasangan fitting selesai pasang lampu pijar kecil dengan penerangan cahaya 25 watt yang sudah disediakan. 27

12 Gambar. 11. Proses pewarnaan Grater Lamp Sumber : Lativah (2016) Setelah pemasangan lampu selesai lanjut pemberian sedikit warna hitam. pada bagian kabel dan display lampu. c. Warna Warna dasar dari kocokan telur adalah warna silver. Pada saat pembuatan desain lampu grater lamp penulis memilih putih pada gagangan parutan dan warna hitam pada display, kabel dan pipa alumunium. Sedangkan warna pada parutan tetap berwarna dasar agar saat lampu menyala terliahat lebih menarik dengan pencahayaan lampu berwarna kuning. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk cafe yang Biasanya menawarkan berbagai makanan dan terutama sandwich. 28

13 C. Corner Lamp Gambar. 12.Sebagai bahab baku Corner Lamp 1. Tataran lingkungan Loyang bolu kukus ini juga termasuk untuk proses pembuatan kue di mana di gunakan sebagai Loyang bolu kukus. Loyang bolu kukus ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat penulis menemukan sebuah Loyang bolu kukus penulis menemukan suatu ide kreatif di mana sebuah Loyang bolu kukus tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu Loyang bolu kukus ini menjadi suatu desain lampu pojok/ meja yang unik dan menarik. Penulis memutuskan sebuah Loyang bolu kukus tersebut menjadi sebuah lampu Dikarenakan pada saat ini banyaknya tempattempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan Loyang bolu kukus ini sangatlah menarik apabila dibuat menjadi sebuah lampu pojok/ meja dengan bentuknya yang kecil Sehingga disaat Loyang bolu kukus ini di jadikan lampu meja hias akan terliahat menarik. 2. Tataran sistem Simpan lampu hias tersebut di atas meja dikarenakan Loyang bolu kukus ini di desain menjadi lampu yang diletakan di atas meja. 29

14 Sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat lebih meraik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat cetakan bolu kukus ini adalah lampu yang bisa diletakan dimeja yang bisa menghiasi ruangan. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alat cetakan kue bolu kukus. Lampu hias yang penulis rancang dari Loyang bolu kukus butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 30

15 14cm Loyang bolu kukus Lampu cabe 7cm 20cm Tali serat 38cm Pipa alumunium talenan Ranting kering Tempat tusukan gigi 6cm 15cm 10cm 3cm Tempat cangkir 29cm Gambar.13. Sketsa Corner Lamp Ket : Alat pembuatan lampu hias yang di gunakan adalah sebuah Loyang bolu kukus. Berbahan alumunium /stenlis. Lampu yang digunakan berjenis lampu pijar berjenis cabe dengan penerangan cahaya 3 x 5 watt. 31

16 Menggunakan pipa alumunium berukuran 0.3mm dan 0.5mm sebagai batang lampu. Untuk menghubungkan antara pipa alumunium berukuran 0.5mm dengan pipa alumunium yang memiliki bentuk sedikit cekung dan memiliki ukuran 0.3mm menggunakn tali serat. Agar terlihat menarik dan unik. Di padu dengan hiasan seperti ranting kering Menggunakan talenan sebagai display lampu agar lebih terkesan bahwa lampu ini memang dari sebuah alat-alat pembuatan kue. 4. Tataran Elemen a. Material - Loyang bolu kukus - Lampu bohlam cabe - kabel - Pipa alumunium - Fiting lampu - Steker - Tempat tusukan gigi - Serat tali - Talenan - Ranting kering b. Proses pembuatan Corner Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan pembuatan bolu kue kukus. 32

17 Gambar. 14.Proses tahap awal pembuatan Corner Lamp Sumber: Lativah (2016) Tahap pembuatan corner lamp ini menyiapkan bahan talenan yang akan ditempelkan pada corner lamp sebagai tatakan. Hanya diberi lubang pada bagian yang kana diletakan lampu guna untuk memasukan kabel yang kan menyambung pada corner lamp. Gambar. 15.Proses pembuatan untuk menyeibangakan Corner Lamp dengan tempat tusuk gigi 33

18 Sumber: Lativah (2016) Di gunakan tempat tusuk gigi untuk menyeimbangkan corner lamp. Diberi 3 lubang pada tusuk gigi sesuai carn lamp yang dibuat 3 cabang. Tusuk gigi ini yang menghubungkan anatara display dan corner lamp tersebut. Gambar. 16.Proses pembuatan Corner Lamp Sumber: Lativah (2016) Loyang bolu kukus dengan bentuk nya yang kecil material ini membutuh kan pipa alumunium sebagai batang lampu yang sudah disi kabel di dalamnya. Dibuat dengan tiga bentuk yang sama dan di satukan menggunakan serat tali. Lalu ketiganya di masukan kedalam tempat tusukan gigi agar bisa berdiri tegak. c. Warna Dalam pembuatan lampu hias corne lamp pada pipa yang di gunakan sebagai batang lampu menggunakan warna dasar alumunium yaitu silver. Dan cup Loyang kue bolu kukus hanya di 34

19 tempel kertas berwarna kuning dan memiliki corak bunga. Warna yang di gunakan pada pembuatan lampu ini tidak menggunakan cat warna, semuanya berasal dari warna dasar. Di Karenakan warna dasar sudah memilki warna yang menarik. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk ruangan rumah bisa diletakan diruang tengah atau kamar pribadi dengan memiliki tatakan yang sedikit lebar sehingga bisa diletakan beberapa hiasan pendukung seperti bingkai foto. terdapat pula lingkaran dimana guna untuk meletakan cangkir saat sedang minum teh atau kopi. D. Brass Lamp Gambar. 17. Sebagai bahan baku Brass lamp 1. Tataran lingkungan Loyang kue gulung ini juga termasuk untuk proses pembuatan kue dimana di gunakan sebagai Loyang kue gulung. Loyang kue gulung ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat 35

20 penulis menemukan sebuah Loyang kue gulung penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah Loyang bolu kukus tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu Loyang kue gulung ini menjadi suatu desain lampu gantung yang unik dan menarik. Penulis memutuskan sebuah Loyang kue gulung tersebut menjadi sebuah lampu Dikarnakan pada saat ini banyaknya tempattempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan Loyang kue gulung ini sangatlah menarik apabila dibuat menjadi sebuah lampu gantung dengan bentuknya yang cekung memanjang Sehingga disaat Loyang kue gulung ini di jadikan lampu gantung akan terliahat menarik. 2. Tataran sistem Pasang lampu hias tersebut kepada atap ruangan di karenakan Loyang kue gulung ini di desain menjadi sebuah lampu gantung. Guna sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat lebih meraik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat Loyang kue gulung ini adalah lampu yang bisa digantung diruangan. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alat Loyang kue gulung. Lampu hias yang penulis rancang dari Loyang kue gulung butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 36

21 47cm Kabel dililit dengan tali serat Tali transparant 47cm 29cm Loyang kue gulung 6cm 9cm 2cm 3cm 3cm 7cm Loyang bolu kukus dililit tali serat Lampu bohlam cabe 31cm Gambar. 18. Sketsa Brass Lamp Ket : Alat yang di gunakan pembuatan lampu hias adalah sebuah Loyang dimana biasanya digunakan untuk pembuatan kue gulung Berbahan alumunium /stenlis Untuk menggantung Loyang kue gulung tersebut menggunakan dengan kabel berukuran 2 x 0,07mm 2 300/500 v dengan dililit menggunakan serat tali. tali yang menggantung pada bagian satu nya menggunakan benang putih atau bisa juga tali berwarna transparant lampu ini dirancang memang 37

22 sengaja di buat terlihat seolah-olah hanya satu tali yang menggantung. Dalam pembuatan lampu dari pembuatan Loyang kue gulung ini penulis juga menambahkan Loyang kue bolu kukus kedalamnya sebagai tempat untuk fitting lampu dengan di lilit menggunakan serat kayu agar terlihat sepadan dengan kabel untuk menggantung yang di lilit juga menggunakn serat tali. Lampu yang digunakan berjenis lampu pijar berjenis cabe dengan penerangan cahaya 3 x 5 watt. 4. Tataran Elemen a. Material - Loyang kue gulung - Loyang bolu kukus - Lampu bohlam cabe - kabel - Fiting lampu - Steker - Serat tali - Tali transparent - Pilox putih - Pilox pernis b. Proses pembuatan Brass Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan pembuatan kue gulung, dimana Loyang kue gulung untuk media pembuatan lampu hias 38

23 Gambar. 19. Proses tahap awal pembuatan Brass Lamp Sumber: Lativah (2016) Tahap awal pembutan brass lamp memasang Loyang bolu kukus menjadi tiga sejajar dan diberikan sedikit jarak anatara sisi. Gambar. 20. Proses melilitkan Brass Lamp dengan serat tali Sumber: Lativah (2016) Setelah Loyang terpasang menjadi satu lalu lilit loyan bolu kukus dengan serat tali. Lilit pada semua Loyang bolu kukus. 39

24 Gambar. 21. Proses pemasangan Brass Lamp Sumber: Lativah (2016) Setelah melilitkan serat tali selesai kemudian pasang pada loyang yang biasanya digunakan sebagai kue gulung. Gambar. 22. Proses pemasangan lampu Brass Lamp Sumber: Lativah (2016) Tahap akhir pada pembuatan brass lamp ini memasukan lampu yang sudah disiapkan dan yang disesauikan dengan ukuran 40

25 yang sudh ditentukan yaitu menggunakan lamp pijar berukuran kecil. c. Warna Dalam pembuatan lampu brass camp ini tidak memakai banyak warna. Dimana warna yang di gunakan pada Loyang kue gulung ini hanya menggunakan warna putih dan d itambah dengan gulungan serat tali pada bagian kabel dan Loyang kue bolu kukus. Karena meski tidak memakai banyak warna dengan di padunya warna putih dan warna coklat pada serat tali tetap memberikan kesan yang klasik dan menarik. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk coffeehouse biasanya para interior mendesain tempat coffeehouse yang terkadang memilki penerangan yang tidak begitu terang. akan tetapi lampu ini juga bisa digunakan untuk ruangan rumah cocok bagi untuk lampu tidur. E. Cube Lamp Gambar.23. sebagai bahan baku cube lamp 41

26 1. Tataran lingkungan Cetakan kue ini gunanya adalah untuk proses pembuatan kue dimana di gunakan untuk membuat kue kering. Cetakan kue kering ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat penulis menemukan sebuah cetakan kue kering penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah cetakan kue kering tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu cetakan kue kering ini menjadi suatu desain lampu gantung yang unik dan terlihat menarik. Penulis memutuskan sebuah cetakan kue kering tersebut menjadi sebuah lampu Di karenakan pada saat ini banyaknya tempattempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan cetakan kue kering ini sangat lah menarik apabila di buat menjadi sebuah lampu gantung dengan bentuknya yang yang menyerupai bunga sakura. 2. Tataran sistem Pasang lampu hias tersebut kepada atap ruangan di karenakan cetakan kue kering ini di desain menjadi sebuah lampu gantung. Guna sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat lebih meraik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat cetakan kue kering ini adalah lampu yang bisa digantung diruangan. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alat cetakan kue kering. 42

27 Lampu hias yang penulis rancang dari cetakan kue kering butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 43cm kabel Cetakan kue kering Fitting lampu Bohlam 14cm 15cm 11cm Gambar. 24. Sketsa Cube Lamp Ket: Alat pembuatan lampu hias yang di gunakan adalah sebuah cetakan kue yang biasanya di gunakan pembuatan kue kering. Berbahan alumunium /stenlis Untuk menggantung alat cetakan kue kering ini tersebut menggunakan dengan kabel berukuran 2 x 0,07mm 2 300/500 v. 43

28 Sisi antara cetakan kue ini di ikat kencang menggunakan serat tali agar satu sama lain merekat lebih kencang dan juga bisa terlihat sedikit berkesan. Lampu yang di gunakan yaitu lampu berjenis bohlam pijar dengan penerangan cahaya 25 watt. 4. Tataran Elemen a. Material - Cetakan kue kering - Fitting lampu - Lampu bohlam pijar - kabel - Fiting lampu - Steker - Pilox - Pilox pernis b. Proses pembuatan Cube Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan pembuatan kue kering, dimana cetakan kue kering ini untuk media pembuatan lampu hias. Gambar. 25.Proses tahap awal pembuatan Cube Lamp 44

29 Sumber: Lativah (2016) cetakan kue kering bentuknya menyerupai sakura dan direkatkan menjadi satu dan di bentuk seperti kubus. Setelah pembentukan selesai agar lebih kuat sebaiknya di ikat dengan tali serat. Pada sekeliling nya. Lalu untuk menggantung material cetakan kue yang sudah jadi di gunakan kabel yang sudah di ukur panjangnya lalu di sambungkan pada fitting lampu. Gambar. 26.Proses pewarnaan Cube Lamp Sumber: Lativah (2016) Setelah cetakan sudah terbentuk seperti kubus dan rekatan satu sama sisi sudah kuat. Lalu cetakan tersebut disprotkan warna yang sudah dipilih. Semprotkan secara teliti dan merata. c. Warna Warna yang di gunakan dalam pembuatan lampu ini hanya menggunakan warna hitam pada bagian cube dan putih pada bagian kabel dan fitting lampu. Lampu ini sengaja di padu warna 45

30 hitam dan putih agar terlihat lebih menarik meski hanya menggunakan dua warna. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk coffeehouse biasanya para interior mendesain tempat coffeehouse dengan nuansa klasik dan casual. akan tetapi lampu ini juga bisa digunakan untuk ruangan dirumah cocok bagi rumah yang memilki mini bar yang juga bernuansa klasik. F. Rose Lamp Gambar. 27. Sebagai bahan baku Rose Lamp 1. Tataran lingkungan Loyang kue ini gunanya adalah untuk proses pembuatan kue dimana di gunakan untuk pembuatan kue cake/ bolu. Loyang ini biasanya bisa kita temukan di toko alat-alat pembuatan kue. Disaat penulis menemukan sebuah cetakan Loyang ini penulis menemukan suatu ide kreatif dimana sebuah Loyang tersebut bisa menjadi fungsi yang berbeda yang bisa mempunyai nilai tambah yang lebih. Dan pada akhirnya penulis memutuskan untuk membuat suatu Loyang ini menjadi suatu desain lampu gantung yang unik dan terlihat menarik. 46

31 Penulis memutuskan sebuah Loyang tersebut menjadi sebuah lampu Di karenakan pada saat ini banyaknya tempat-tempat yang membutuhkan desain lampu yang unik. dan Loyang ini sangatlah menarik apabila dibuat menjadi sebuah lampu gantung dengan bentuknya yang yang menyerupai seperi bunga rose. 2. Tataran sistem Pasang lampu hias tersebut kepada atap ruangan di karenakan Loyang ini di desain menjadi sebuah lampu gantung. Guna sebagai penerangan suatu ruangan dengan desain bentuk yang menarik dapat menghiasi suatu ruangan agar terlihat lebih meraik. 3. Tataran Produk Lampu yang akan di desain oleh penulis dengan menggunakan bahan alat cetakan kue kering ini adalah lampu yang bisa digantung diruangan. Seperti pada umumnya, lampu berfungsi sebagai alat penerangan suatu ruangan. Namun dalam kesempatan ini, penulis merancang sebuah lampu hias yang terbuat dari bahan alat Loyang kue. Lampu hias yang penulis rancang dari Loyang kue butuh gambar kerja. Berikut adalah gambar kerja ; 47

32 Kabel dililit dengan tali serat 43cm Loyang kue 10cm 10cm Terdapat lampu bohlam 25 watt didalamnya 22cm Gambar. 28.Sketsa Rose Lamp Ket: Alat pembuatan lampu hias yang di gunakan yang satu ini menggunakan loyang kue yang biasanya di gunakan untuk pembuatan kue bolu. Berbahan alumunium 48

33 Untuk menggantung Loyang kue gulung tersebut menggunakan dengan kabel berukuran 2 x 0,07mm 2 300/500 v dengan di lilit menggunakan serat tali. Agar terlihat lebih unik dan klasik. Lampu yang di gunakan yaitu lampu berjenis bohlam pijar dengan penerangan cahaya 25 watt. 4. Tataran Elemen a. Material - Loyang kue - kabel - Lampu bohlam pijar - Kabel - Serat tali - Fiting lampu - Steker - Pilox warna merah - Pilox pernis b. Proses pembuatan Cube Lamp Material yang di gunakan adalah sebuah bahan jadi yang biasa digunakan pembuatan kue bolu, dimana Loyang kue ini untuk media pembuatan lampu hias. 49

34 Gambar.29. Proses tahap awal pembuatan Rose Lamp Sumber: lativah (2016) Loyang kue bentuknya sudalah meraik dimana bentuk Loyang ini menyerupai bunga rose tinggal ditempelkan fitting pada Loyang. Untuk menggantung material cetakan kue yang sudah jadi digunakan kabel yang sudah diukur panjangnya Dan kemudian di sambungkan pada Loyang kue tersebut. Gambar.30. Proses pewarnaan pada Rose Lamp Sumber: lativah (2016) 50

35 Pada dasarnya Loyang ini memang sudah berwarna merah hanya sedikit diberi penambahan warna merah pada loyang tersebut guna untuk menutupi warna yang rusak pada Loyang tersebut. Gambar.31. Proses pembuatan Rose Lamp Sumber: lativah (2016) Setelah itu lilit kabel dengan tali serat sampai menutupi kabel tersebut agar alat untuk menggantu lampu rose lamp lebih terlihat menarik. c. Warna Warna yang di gunakan dalam pembuatan lampu ini menggunakan lampu merah sebagai lampu hias dan warna coklat pada tali serat yang melilit kabel. d. Target sasaran/ market Penulis membuat lampu ini lebih menargetkan untuk casual dinning biasanya para interior mendesain tempat casual dining ini menggunakan lampu yang unik dengan nuansa casual. 51

Lativah Halimatu Sadiah

Lativah Halimatu Sadiah TUGAS AKHIR Perancangan lampu hias dari bahan alat-alat pembuatan kue COOKIES OF THE LIGHT Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Delar Sarjana Strata Satu (S1) Oleh : Lativah Halimatu

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan Dengan Aspek Fungsi Produk Perancangan Fungsi Lampu hias dalam rumah Saat ini lampu bukan sekedar alat penerangan biasa, tapi juga bisa menambah

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas Dalam pemilihan material yang akan digunakan untuk membuat sebuah rak, perlu memperhatikan juga unsur kelestarian bagi lingkungan. Penggunaan kayu

Lebih terperinci

II. METODOLOGI. Metodologi. Fenomena. A. Kerangka Berfikir Studi

II. METODOLOGI. Metodologi. Fenomena. A. Kerangka Berfikir Studi II. METODOLOGI A. Kerangka Berfikir Studi Metodologi Mencari data mengenai produk lampu ruang belajar. Mencari studi pustaka yang bersumber dari buku ataupun internet. Melakukan studi banding dengan karya

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Sepanjang Januari 2015, tercatat 32 kasus pohon tumbang dan 14 pohon sempal di wilayah Jakarta. Beberapa jenis pohon yang tumbang adalah angsana,

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN Lampu merupakan sumber penerangan buatan untuk mendukung manusia beraktifitas melakukan aktifitas, khususnya

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II a. Orisinalitas METODE PERANCANGAN Banyak produk rak buku dengan berbagai macam bentuk yang sudah beredar dipasaran, namun dari banyaknya jenis rak yang sudah ada hanya sedikit sekali yang mengeksplorasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Apakah botol air mineral bekas dapat dijadikan lampu hias?

BAB I PENDAHULUAN. 1. Apakah botol air mineral bekas dapat dijadikan lampu hias? BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia menghasilkan banyak sampah dalam seharinya. Sampah tersebut menjadi polusi bagi rakyat Indonesia mulai dari sampah yang mudah hancur pada tanah dan ada juga

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di 22 III. METODELOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan 20 22 Maret 2013 di Laboratorium dan Perbengkelan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian,

Lebih terperinci

V. ULASAN KARYA PERANCANGAN A. Konsep Perancangan Dalam proses perancangan desain furniture dengan tujuan untuk pemberian nilai baru dengan menggunakan desain mainan tradisional yang sekarang sudah jarang

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN Batik merupakan warisan budaya dari Indonesia yang sudah disahkan oleh pihak UNESCO. Batik Yogyakarta atau Batik Jogja merupakan bagian dari budaya Jawa.

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Dalam melakukan pembelian produk konsumen tidak mengetahui produk edisi terbaru hold project, konsumen mengeluhkan untuk mencari produk edisi terbaru, dikarenakan

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. Ide Desain Perancangan Ide ini muncul dari teman penulis yang memang mempunyai suatu usaha dari produk lampu hias. Walaupun teman penulis usahanya lampu hias ruangan, akan tetapi

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Keterhubungan hasil rancangan dengan lingkungan yaitu penggunanaan bahan multipleks lapisan-lapisan kayu yang ditumpuk berlapis-lapis dan dipress

Lebih terperinci

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BAB IV TINJAUAN KHUSUS BAB IV TINJAUAN KHUSUS 4.1. Perencanaan Bahan 4.1.1. Perencanaan Lantai Lantai dasar difungsikan untuk area parkir mobil, area service, pantry, ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga, kamar mandi tamu.

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI A. ORISINALITAS. ( Gambar 1) (Sumber: gambar-tenda.blogspot.co)

BAB II METODOLOGI A. ORISINALITAS. ( Gambar 1) (Sumber: gambar-tenda.blogspot.co) BAB II METODOLOGI A. ORISINALITAS ( Gambar 1) (Sumber: gambar-tenda.blogspot.co) Berdasarkan gambar di atas penataan bazzar yang baik harus di sesuaikan dengan lokasi yang ada, dari segi jalan untuk pengunung,

Lebih terperinci

5. Memungkinkan mendapat efek nilai dekoratif yang lebih luas. 6. Mampu menahan paku dan sekrup lebih baik.

5. Memungkinkan mendapat efek nilai dekoratif yang lebih luas. 6. Mampu menahan paku dan sekrup lebih baik. BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 TATARAN LINGKUNGAN Pengunaan material plywood sebagai bahan utama pembuatan Rak display sepatu ini didasari dari kebanyakan furniture yang telah banyak beredar di masyarakat,

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN / KOMUNITAS Bahan kayu yang digunakan pada laci berhubungan dengan tataran lingkungan karena ramah lingkungan. Kayu yang digunakan merupakan kayu olahan

Lebih terperinci

sebagainya. Hal ini jangan terjadi sampai mengalami pengeluaran yang melebihkan anggaran yang nantinya akan menimbulkan kerugian. 32 BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 TATARAN LINGKUNGAN Pengunaan material

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Memanfaatkan limbah atau barang bekas dan dijadikan sebuah produk desain adalah cara inovatif guna menjaga lingkungan dan mengurangi volume barang bekas

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Desain furnitur yang berkualitas mengandung kompleksitas nilai, ketrampilan teknik, muatan filosofi maupun metodologi. Pertimbangan perencanaan desain lampu hias

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS 3.1 Perencanaan Alat Bab ini akan menjelaskan tentang pembuatan model sistem buka-tutup atap louvre otomatis, yaitu mengenai konstruksi atau rangka utama

Lebih terperinci

JOBSHEET PRAKTIKUM 2 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

JOBSHEET PRAKTIKUM 2 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK JOBSHEET PRAKTIKUM 2 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK I. Tujuan 1) Mahasiswa mampu dan terampil melakukan pemasangan instalasi. 2) Mahasiswa mampu dan terampil memasang instalasi menggunakan saklar

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN

IV. KONSEP PERANCANGAN IV. KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Furniture yang berlatar belakangkan limbah dari lingkungan sekitar yaitu ban mobil bekas, kain perca dan koran bekas ini, dapat memberikan inspirasi/ide

Lebih terperinci

Kurikulum Circuit. Minggu 4

Kurikulum Circuit. Minggu 4 Kurikulum Circuit Minggu 4 Pendahuluan (5 menit) Gunakan sesi ini untuk mengulang kembali materi yang dibawakan minggu sebelumnya yaitu cara membuat rangkaian dengan switch dan rangkaian paralel. Berikan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Hasil rancangan ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi para pengguna untuk meningkatkan kualitas tidur secara maksimal. Dari

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Meja tracing atau trace box sudah tidak asing lagi dikalangan pembuat komik dan animasi, pada umumnya meja tracing atau trace box digunakan untuk mempermudah seorang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai tempat serta waktu dilakukannya pembuatan, alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan alat uji, diagram alir pembuatan alat uji serta langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN Fungsi produk yang menjelaskan tentang data yang didapat dari berbagai sumber yang digunakan sebagai acuan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS 1. Komunitas Pengguna Kursi goyang berbahan kardus, dengan menggunakan material utamanya adalah kardus yang dipesan khusus agar kursi goyang ini

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Gambar 1. Meja Kopi Stainless (Sumber dari internet: http://desaininteriorrumah.info) Pada desain ini mengutamakan kesan minimalis dan modern dengan pengkombinasian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pemilihan Studi

I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pemilihan Studi I. PENDAHULUAN A. Latar belakang Pemilihan Studi Saat ini, keterbatasan lahan dan biaya menyebabkan masyaratkat Indonesia semakin sulit untuk menemukan dan membuat rumah dengan luasan yang cukup besar,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA REFERENSI KARYA Gambar 4.1 Referensi website Analisa mengenai website Cheese Cake Factory, website dengan bentuk Potrait memanjang kebawah sehingga semua icon/ produk bisa terlihat semua

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN MEJA KERJA PENJUAL KOPI, ES, TEH DAN ROKOK KELILING YANG MENGGUNAKAN SEPEDA

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN MEJA KERJA PENJUAL KOPI, ES, TEH DAN ROKOK KELILING YANG MENGGUNAKAN SEPEDA BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. Kelompok Data Berkaitan dengan Aspek Fungsi Produk Rancangan Table 01 : Fungsi meja kerja penjual kopi, es, teh dan rokok keliling yang menggunakan sepeda FUNGSI

Lebih terperinci

PERFECT 2012 NAMA LENGKAP JURUSAN FEB - UB NAMA KELOMPOK (NO. KEL) FORMAT PAPAN NAMA PRIBADI. 19cm. 26cm NO URUT DLM KELOMPO K 3,5. 3 cm.

PERFECT 2012 NAMA LENGKAP JURUSAN FEB - UB NAMA KELOMPOK (NO. KEL) FORMAT PAPAN NAMA PRIBADI. 19cm. 26cm NO URUT DLM KELOMPO K 3,5. 3 cm. FORMAT PAPAN NAMA PRIBADI 9 4 PERFECT 0 FEB - UB 4 7,5 FOTO 4 x 6 7,5 6,5,5,5 JURUSAN,5,5 NO URUT KELOMPO K,5 NAMA KELOMPOK (NO. KEL),5 Keterangan papan nama pribadi. Terbuat dari kardus yang berbentuk

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PANDUAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN IPA SD

DAFTAR ISI PANDUAN PEMBUATAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN IPA SD DAFTAR ISI 1. ALAT PERAGA KAPAL UAP DAN ROKET AIR... 1 2. ALAT PERAGA SISTEM PERNAFASAN ( KERJA PARU-PARU) DAN SISTEM PEREDARAN DARAH... 5 3. ALAT PERAGA PESAWAT SEDERHANA HIDROLIK DAN KATROL... 8 4. ALAT

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... v. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xiv. A. Latar Belakang Masalah...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. ABSTRAK... v. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR TABEL... xiii. DAFTAR GAMBAR... xiv. A. Latar Belakang Masalah... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i ABSTRAK... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv BAB I. PENDAHULUAN1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 3 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian...

Lebih terperinci

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (EXHAUST HOOD) DOMO

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (EXHAUST HOOD) DOMO SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (EXHAUST HOOD) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian

Lebih terperinci

MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PERTANIAN - UNAND MEMBUAT INOVASI BARU DALAM PERKEMBANG Senin, 16 Juli :36

MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PERTANIAN - UNAND MEMBUAT INOVASI BARU DALAM PERKEMBANG Senin, 16 Juli :36 Limau Manis (16/07/2018), Mahasiswa Unand Jurusan Teknik pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian - Universitas Andalas membuat irigasi cincin dalam ruangan dengan bantuan cahaya LED dan pembangkit listrik

Lebih terperinci

Putih Abu Hitam Coklat

Putih Abu Hitam Coklat KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM Tema yang saya terapkan pada tugas Perancangan Ruang Dalam ini adalah konsep Kontemporer. Karakteristik dari konsep kontemporer adalah konsep ruang yang terkesan terbuka

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kayu Kayu merupakan suatu bahan mentah yang didapatkan dari pengolahan pohon pohon yang terdapat di hutan. Kayu dapat menjadi bahan utama pembuatan mebel, bahkan dapat menjadi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Eksplorasi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplorasi dalam penciptaan karya seni kriya bertujuan untuk melahirkan ide dan konsep awal sekaligus menjadi data pendukung yang dapat memicu proses penciptaan.

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. kayu olahan berupa tripleks. Dengan menggunakan bahan baku yang sudah mengalami

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. kayu olahan berupa tripleks. Dengan menggunakan bahan baku yang sudah mengalami BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN/KOMUNITAS Meja kerja multifungsi ini memiliki hal penting yang terdapat pada perancangan adalah keterkaitannya dengan tataran lingkungan yang mengutamakan

Lebih terperinci

PANDUAN PEMBELIAN LAMPU DAPUR TERPADU

PANDUAN PEMBELIAN LAMPU DAPUR TERPADU PANDUAN PEMBELIAN LAMPU DAPUR TERPADU Pencahayaan yang baik dan fungsional Pencahayaan adalah hal yang paling penting di semua dapur, yang berfungsi untuk keselamatan dan memperindah tampilan. Lampu di

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PERAKITAN ALAT 3.1 Tujuan Perancangan Adapun tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk menghasilkan suatu model electrical trainer yang diharapkan dapat mempermudah dalam proses

Lebih terperinci

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I Pekerjaan : Pembangunan Gedung Perpustakaan SD Negeri 1 Gumanano Lokasi : Kecamatan Mawasangka Tahun Anggaran : 2016 NO JUMLAH (Rp.) 1 2 3 I PEKERJAAN PENDAHULUAN

Lebih terperinci

III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper).

III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper). III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper). Akan tetapi, pada dasarnya unsur kreativitas dan pengalaman

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN DESAIN SOUVENIR DAN AKSESORISDARI KULIT SALAK DI INDUSTRI KERAJINAN Q-SAL CRAFT

PENGEMBANGAN DESAIN SOUVENIR DAN AKSESORISDARI KULIT SALAK DI INDUSTRI KERAJINAN Q-SAL CRAFT PENGEMBANGAN DESAIN SOUVENIR DAN AKSESORISDARI KULIT SALAK DI INDUSTRI KERAJINAN Q-SAL CRAFT Oleh : Widyabakti Sabatari, M.Sn Staf Pengajar di Jurusan PTBB Prodi Teknik Busana FT UNY Materi yang disampaikan

Lebih terperinci

PANDUAN PEMBELIAN Pencahayaan di dapur

PANDUAN PEMBELIAN Pencahayaan di dapur PANDUAN PEMBELIAN Pencahayaan di dapur Pencahayaan yang baik dan merata di dapur Anda membuat memasak dan menyiapkan makanan menjadi lebih aman, mudah dan menyenangkan. Untuk menerangi kabinet dinding,

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN. ruangan yang bersifat modern simple untuk menghemat suatu ruangan.

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN. ruangan yang bersifat modern simple untuk menghemat suatu ruangan. BAB II METODOLOGI PERANCANGAN A. ORISINALITAS Metode perancangan ini mengacu kepada beberapa desain yang dikembangkan menjadi sebuah furniture yang berbeda dari sebuah desain dan material meja ruang tamu

Lebih terperinci

BAB III SURVEY LAPANGAN

BAB III SURVEY LAPANGAN BAB III SURVEY LAPANGAN 3.6 Perolehan Material Renda di Indonesia Renda yang banyak ditemukan di pasaran adalah jenis renda yang digunakan sebagai bahan dekorasi atau benda aplikasi. Biasanya renda digunakan

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Bagi pengrajin furniture tradisional, rel pada sebuah laci memiliki peran yang penting sebagai penghubung antara laci dengan benda furniture yang memiliki ruang

Lebih terperinci

JOBSHEET PRAKTIKUM 3 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

JOBSHEET PRAKTIKUM 3 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK JOBSHEET PRAKTIKUM 3 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK I. Tujuan 1. Mahasiswa terampil membuat perencanaan instalasi penerangan rumah tinggal. 2. Mahasiswa terampil melakukan pemasangan instalasi penerangan.

Lebih terperinci

BAB IV KAJIAN MOTIF BUNGA MAWAR PADA KELOM GEULIS SHENY TASIKMLAYA

BAB IV KAJIAN MOTIF BUNGA MAWAR PADA KELOM GEULIS SHENY TASIKMLAYA BAB IV KAJIAN MOTIF BUNGA MAWAR PADA KELOM GEULIS SHENY TASIKMLAYA IV. Kajian Estetika Feldman Kajian motif bunga mawar pada kelom geulis Sheny menggunakan teori Estetika Feldman, untuk mengkaji objek

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. Tataran Lingkungan/Komunitas 1. Lingkungan Fisik a. Penggunaan Tas Tas ini merupakan tas dalam kebutuhan sekunder, maksud dari tas dalam kebutuhan sekunder yakni tas ini merupakan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL

BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL Bab ini berisikan tentang proses pembuatan sistem perpipaan untuk penyiraman bunga kebun vertikal berdasarkan hasil perancangan

Lebih terperinci

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN

BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN BAB V ULASAN KARYA PERANCANGAN A. OBJEK REFRENSI Gambar 5.1 : objek refrensi Objek refensi pada meja ruang tamu dan bangku santai dan funiture multifungsi yang berguna untuk tempat hidangan para tamu,

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinalitas Lemari penyimpanan yang beredar di indonesia kini sudah banyak sekali, mulai dari lemari ukuran besar, lemari super mini, tempat tidur yang memiliki fungsi ganda

Lebih terperinci

PANDUAN PEMBELIAN Lampu Dapur Terpadu

PANDUAN PEMBELIAN Lampu Dapur Terpadu PANDUAN PEMBELIAN Lampu Dapur Terpadu Pencahayaan yang baik dan fungsional Pencahayaan adalah hal yang paling penting di semua dapur, yang berfungsi untuk keselamatan dan memperindah tampilan. Lampu yang

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. Orisinilitas Topeng betawi adalah kedok yang di pakai dalam tari topong tunggal yang biasanya digunakan sebagai penggambaran tentang kehidupan masyarakat betawi melalui watak

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pemilihan Studi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Pemilihan Studi A. Latar Belakang Pemilihan Studi I. PENDAHULUAN Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dan organisasi kepada konsumen. Produk dapat diwujudkan berdasarkan bentuk, ukuran dan jenisnya.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN digilib.uns.ac.id BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Skema Alur Kerja Pembuatan - Skema proses pembuatan alat pneumatik transfer station adalah alur kerja proses pembuatan alat pneumatik transfer station

Lebih terperinci

IV. KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN 1. Lingkungan Hidup a. Limbah Limbah merupakan buangan atau sisa yang dihasilkan dari suatu proses atau kegiatan dari industry maupun domestik ( rumah tangga

Lebih terperinci

Briefing Desain. Analisa. Sketsa Awasl. penyelesaian

Briefing Desain. Analisa. Sketsa Awasl. penyelesaian BAB II METODOLOGI A. STRATEGI DESAIN Briefing Desain Pengumpulan data Analisa Konsep Desain Proses digital Sketsa Awasl Proses Produksi penyelesaian Gambar 2.1: strategi desain Sumber : data pribadi KEBUTUHAN

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion

Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion Buku Petunjuk Pemakaian Pengeriting Rambut Berpelindung Ion NACC10 Untuk Penggunaan Rumah Tangga Mohon agar Buku Petunjuk Pemakaian ini dibaca dengan baik sebelum pemakaian, dan pakailah peralatan dengan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PEMILIHAN STUDI 1. Penjelasan Tema/ Ide/ Judul Perancangan Pada judul perancangan Desain Coffee Table & Lampu Gantung untuk Ruang Tamu dengan material daur ulang. Material

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Bab ini membahas mengenai perancangan alat yang meliputi, blok diagram, diagram pembuatan alat, Wiring rangkaian alat, dan juga tahapan pembatan alat. 3.1 Perancangan

Lebih terperinci

Kayu lapis Istilah dan definisi

Kayu lapis Istilah dan definisi Standar Nasional Indonesia Kayu lapis Istilah dan definisi (ISO 2074:2007, IDT) ICS 79.060.10 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Jenis kayu lapis...

Lebih terperinci

Resep Kue. Resep kue nastar

Resep Kue. Resep kue nastar Resep kue nastar Resep kue nastar memang paling banyak dicari dan dipraktekan pada hari raya idul fitri. Pada lebaran tahun 2012 ini admin masakanmama.com pun tidak ketinggalan untuk membuat kue nastar

Lebih terperinci

Kurikulum Circuit. Minggu 3

Kurikulum Circuit. Minggu 3 Kurikulum Circuit Minggu 3 Pendahuluan (10 menit) Pertama-tama Anda mengulang kembali materi yang dibawakan minggu sebelumnya yaitu tentang Penghantar dan Penghambat listrik. Berikan pertanyaan-pertanyaan

Lebih terperinci

Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET

Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET Pembuatan dan Penggunaan ALAT PERAGA SEDERHANA FISIKA SMP LISTRIK MAGNET Oleh : Drs. Sutrisno, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Tempat tidur anak pada umumnya hanya sebagai tempat beristirahat atau tidur, dan kadang digunakan sebagai tempat belajar atau bermain bagi anak-anak, meskipun

Lebih terperinci

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012 DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 202 Wilayah Jember NO. JENIS PEKERJAAN BAHAN UPAH JUMLAH BULAT 2 B. PEKERJAAN TANAH Analisa SNI Dinas PU. Cipta Karya

Lebih terperinci

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious

BAB IV SINTESA PEMBAHASAN. yang diusung dalam sebuah konsep desain Hotel Mulia adalah luxurious BAB IV SINTESA PEMBAHASAN 4.1 Gaya Dan Tema Perancangan Menentukan jenis tema merupakan langkah awal dalam membangun suatu ruangan. Untuk dapat memberikan rekomendasi kepada klien akan interior Hotel Mulia

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN Dalam sebuah proses desain, perancangan Meja Tulis Minimalis dan Kursi Taman Minimalis ini di buat dengan menggunakan beberapa metode yang mengacu kepada konsep perancangan. Suatu

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Syahfira Bakery and Cake (UKM roti Syahfira) berdiri pada tahun 2007. Usaha ini awalnya hanya memiliki satu cabang UKM yang terletak di jalan Ibrahim

Lebih terperinci

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN BAB II METODE PERANCANGAN A. ORISINALITAS Produk permainan sekoci handcar anak ini termasuk permainan tradisional, yang awalnya terinspirasi dari sebuah kendaraan tradisonal Handcar. Digunakan sekitar

Lebih terperinci

BAB V PAMERAN A. Desain Final 1. Foto Produk Gambar 5.1 Tas Model 1 Gambar 5.2 Tas Model 2 Gambar 5.3 Detail Interior Tas 76 2. Foto Produk dengan Model Gambar 5.4 Foto Model 1 Gambar 5.5 Foto Model 2

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No.: BAK/TBB/SBG313 Revisi: 00 Tgl: 1 Januari 2013 Hal. 1 dari 11 I. KOMPETENSI A. Menyiapkan bahan dan peralatan membuat garnish minuman B. Merencanakan garnish yang sesuai dengan jenis minuman C. Membuat

Lebih terperinci

KETERAMPILAN DASAR UNTUK ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)

KETERAMPILAN DASAR UNTUK ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) KETERAMPILAN DASAR UNTUK ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Makalah Disajikan Pada Pelatihan Mahasiswa KKN-PPM Tanggal 16-17 Oktober 2008 di Kampus UPI Bandung Disusun Oleh: Euis Heryati, dr NIP. 132314130

Lebih terperinci

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA

KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA LAMPIRAN 1 133 134 KISI-KISI PEDOMAN WAWANCARA Aspek Pertanyaan 1. Latar belakang 1. Bagaimanakah sejarah berdirinya LPIT BIAS? 2. Siapakah pendiri LPIT BIAS? 3. Apa tujuan didirikan LPIT BIAS? 4. Ada

Lebih terperinci

Kue atau yang disebut juga cake merupakan produk bakery yang banyak diminati masyarakat. Dalam membuat kue, ada tiga faktor yang sangat menentukan

Kue atau yang disebut juga cake merupakan produk bakery yang banyak diminati masyarakat. Dalam membuat kue, ada tiga faktor yang sangat menentukan Kue atau yang disebut juga cake merupakan produk bakery yang banyak diminati masyarakat. Dalam membuat kue, ada tiga faktor yang sangat menentukan baik tidaknya kualitas kue yang dihasilkan. Ketiga faktor

Lebih terperinci

MATERIAL / PERALATAN INSTALASI DOMESTIK & NON DOMESTIK

MATERIAL / PERALATAN INSTALASI DOMESTIK & NON DOMESTIK MATERIAL / PERALATAN INSTALASI DOMESTIK & NON DOMESTIK 117 Berdasarkan kondisinya : 1. Mentah, merupakan bahan dasar yang masih perlu diolah untuk dijadikan bahan setengah jadi atau bahan jadi (siap pakai).

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN Dalam proses perancangan desain gerobak kopi keliling renceng sepeda ini, digunakan metode yang merujuk pada konsep perancangan. Sebuah konsep dalam proses perancangan dirasa

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. karna beberapa faktor yang mendukung dalam pemakaian bahan plywood tersendiri yaitu :

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. karna beberapa faktor yang mendukung dalam pemakaian bahan plywood tersendiri yaitu : BAB IV KONSEP PERANCANGAN 1. Tataran Lingkungan Tanggung jawab karya pada lingkungan Penggunaan material plywood pada karya ini memang terdengar relatif murah dan berkualitas. Karena pada plywood sendiri

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN SOSIAL / KOMUNITAS Hasil rancangan ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang baru bagi masyarakat yang hobi memancing khususnya. memancing tengah menjadi

Lebih terperinci

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK PERANCANGAN 1. Furniture Fleksibel Fleksibilitas merupakan sifat kelenturan yang dapat menyesuaikan diri

Lebih terperinci

Wardaya College. Latihan Soal Angka Penting. Mudah

Wardaya College. Latihan Soal Angka Penting. Mudah Latihan Soal Angka Penting Mudah 1. Anto memiliki uang sebanyak 2.000.000 rupiah, jumlah angka penting dalam bilangan tersebut adalah... (a) 1 (b) 2 (c) 3 (d) 6 (e) 7 2. Panjang tali yang diukur oleh seorang

Lebih terperinci

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN. Nomor : 068.a/pokja_BJL/doc/sederhana/V/2013/ULP. Tanggal :17 Mei Untuk. Pengadaan Alat Peraga Pembelajaran IPA

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN. Nomor : 068.a/pokja_BJL/doc/sederhana/V/2013/ULP. Tanggal :17 Mei Untuk. Pengadaan Alat Peraga Pembelajaran IPA ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 068.a/pokja_BJL/doc/sederhana/V/203/ULP Tanggal :7 Mei 203 Untuk Pengadaan Alat Peraga Pembelajaran IPA POKJA PENGADAAN BARANG DAN JASA LAINNYA UNIT LAYANAN PENGADAAN

Lebih terperinci

WORKING PLAN SIMPLE WALL SHELF S001

WORKING PLAN SIMPLE WALL SHELF S001 A DESKRIPSI PRODUK Simple Wall Shelf berukuran jadi 1.200 x 200 x 50 mm. Ukuran panjang dan lebar bisa ditambah/dikurangi sesuai dengan rencana penempatan anda. Varian ukuran panjang adalah 1.000 1.400mm,

Lebih terperinci

MAKALAH LUBANG DAN GUNDUKAN TANAH OLEH : MARIA GABRIELA B. RENA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

MAKALAH LUBANG DAN GUNDUKAN TANAH OLEH : MARIA GABRIELA B. RENA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA MAKALAH LUBANG DAN GUNDUKAN TANAH OLEH NAMA : MARIA GABRIELA B. RENA NIM : 1101032003 SEMESTER : IV PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

WADAH HANTARAN. Abstrak

WADAH HANTARAN. Abstrak WADAH HANTARAN Oleh : Dra. Widarwati, M.Sn. WIDYAISWARA ============================================================ Abstrak Wadah Hantaran merupakan suatu tempat untuk meletakkan hasil jadi dari seni

Lebih terperinci

TEORI UMUM DAN KONSEP RUANG DALAM. A. Teori Perancangan Ruang Dalam.

TEORI UMUM DAN KONSEP RUANG DALAM. A. Teori Perancangan Ruang Dalam. A. Teori Perancangan Ruang Dalam. TEORI UMUM DAN KONSEP RUANG DALAM Perancangan ruang dalam atau yang lebih populer disebut dengan desain interior adalah suatu proses menata sebuah ruang dalam baik dari

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. kendaraan dan manusia akan direncanakan seperti pada gambar dibawah ini.

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. kendaraan dan manusia akan direncanakan seperti pada gambar dibawah ini. BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan Tapak 5.1.1 Pintu Masuk Kendaraan dan Manusia Dari analisa yang telah dibahas pada bab sebelumnya pintu masuk kendaraan dan manusia akan

Lebih terperinci

MODUL 8 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. (Kabel dan Sambungan) TINGKAT : XI PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K

MODUL 8 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA. (Kabel dan Sambungan) TINGKAT : XI PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K MODUL 8 SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Kabel dan Sambungan) TINGKAT : XI PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs. SOEBANDONO 8. Kabel dan Sambungan

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN A. TATARAN LINGKUNGAN Meskipun perempuan tinggal di tempat tinggal yang kecil mereka membutuhkan furniture untuk segala perlengkapannya khususnya perlengkapan kecantikan seperti

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PENATAAN DISPLAY INOVASI BUSANA ETNIK

BAB IV KONSEP PENATAAN DISPLAY INOVASI BUSANA ETNIK BAB IV KONSEP PENATAAN DISPLAY INOVASI BUSANA ETNIK A. Konsep Dasar Penataan Display Penataan berasal dari kata bahasa Inggris display yang artinya mempertunjukkan, memamerkan, atau memperagakan sesuatu

Lebih terperinci

III. METODE PENCIPTAAN

III. METODE PENCIPTAAN III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Kucing adalah hewan yang memiliki karakter yang unik dan menarik. Tingkah laku kucing yang ekspresif, dinamis, lincah, dan luwes menjadi daya

Lebih terperinci

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian ini dengan

Lebih terperinci

EKSTERIOR SIANG HARI

EKSTERIOR SIANG HARI 1. RUSTIC. Konsep rustic adalah konsep yang berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Desain interior rustic

Lebih terperinci