PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM"

Transkripsi

1 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Rosiana, K.Y. Margiati, Siti Halidjah PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak Abstrak: Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Metode Inkuiri Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak dengan menggunakan Metode Inkuiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus dengan hasil akhir penelitian yang diperoleh yaitu aktivitas fisik 84%, aktivitas mental 76%, aktivitas emosional 88,75% sedangkan persentase peningkatan atau selisih dari base line ke siklus 2 ialah aktivitas fisik 56%, aktivitas mental 52%, dan aktivitas emosional 57,5%. Dari data yang telah diperoleh dapat disimpulkan terjadi peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Kata Kunci : peningkatan aktivitas belajar, inkuiri, IPA Abstract: Improved Student Learning Activity Using Inquiry Methods In Learning of Natural Sciences. This research aims to enhance students' learning activities in the teaching of Natural Sciences in Private Elementary School fourth grade son Porcupine District of the Cape Light Pole using the method of inquiry. The method used in this research is descriptive method. The study was conducted over 2 cycles with the results obtained by the end of the study 84% of physical activity, mental activity 76%, 88.75% emotional activity while the percentage increase or difference from baseline to cycle 2 is 56% physical activity, mental activity 52%, and emotional activity of 57.5%. From the data that has been obtained it can be concluded that a significant increase in each cycle. Key words: increase in activity learning, inquiry, IPA

2 Pendidikan merupakan sarana terpenting bagi perbaikan kehidupan bangsa dimasa yang akan datang. Pendidikan memegang peran penting dalam menciptakan karateristik yang berbudi luhur sesuai dengan Pancasila. Pendidikan formal merupakan salah satu hak yang harus diterima oleh semua anak di dunia. Oleh karena itu, saat ini pemerintah berusaha untuk selalu memperbaiki sistem, kurikulum dan proses pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan formal. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran (corret), serta menggunakan prosedur yang benar (true) dan dijelaskan dengan penalaran yang sahid (valid) sehingga dihasilkan kesimpulan yang betul. Maka Ilmu Pengetahun Alam perlu diberikan pada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan perguruan tinggi untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan dapat menjadi wahana peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas proses belajar mengajar harus diarahkan kepada peningkatan kemampuan guru melibatkan siswa ke dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian guru diharapkan berbuat sedemikian rupa, satu diantaranya dapat menentukan suatu Metode dan metode pengajaran yang paling sesuai dalam setiap pembelajaran IPA dengan pembelajaran yang menarik, agar dapat memberi motivasi kepada siswa dalam mempersiapkan diri belajar secara utuh, terlatih, berfikir kritis, kreatif dan tumbuhnya keinginan untuk mengamati dengan cerrmat, mau bertanya dan berdiskusi. Namun kenyataannya di SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak kelas IV dalam kegiatan pembelajaran IPA aktivitas siswa masih kurang. Pembelajaran cenderung lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses aktivitas siswa, Hal ini tampak pada saat aktivitas kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru cenderung kurang melibatkan siswa di dalam pembelajaran. Interaksi yang terjadi hanya satu arah sehingga bersifat monoton, Guru banyak menggunakan metode konvensional atau ceramah. Oleh karena itu siswa tidak serius, bersikap pasif dan kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran IPA di kelas, Sehingga pembelajaran yang dialami siswa kurang berhasil. Dari observasi awal di kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten landak dari jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Berdasarkan observasi awal, diketahui aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran IPA yaitu rata-rata persentase aktivitas fisik siswa sebesar 28%, rata-rata persentase aktivitas mental siswa sebesar 24% dan rata-rata persentase aktivitas emosional sebesar 31,25%. Untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut dan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa diperlukan tindakan yang mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode Inkuiri dalam pembelajaran IPA agar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa baik berupa aktivitas fisik, mental maupun emosional.

3 Berdasarkan permasalahan yang tertera pada rumusan masalah diatas, maka tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi yang akurat tentang penggunaan Metode Inkuiri sehingga mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan alam di kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung kabupaten Landak. Supaya penelititan ini lebih bermakna dan sesuai dengan apa yang diharapkan maka tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas fisik siswa pada materi wujud benda dan sifatnya dengan menggunakan Metode Inkuiri pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. (2) Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas mental siswa pada materi wujud benda dan sifatnya dengan menggunakan Metode Inkuiri. pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. (3) Untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas emosional siswa pada materi wujud benda dan sifatnya dengan menggunakan Metode Inkuiri. pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. Menurut Noor, (2008:18) aktivitas adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Menurut Gagne (dalam Ngalim 1990:83) menyatakan bahwa belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi tersebut. Selanjutnya menurut Hamalik, (2005 :28) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja. Aktivitas belajar menurut Oemar Hamalik (2005 :35), Merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran akan tercipta situasi belajar aktif, seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya (dalam Oemar Hamalik, 2010 :37) menyatakan, belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Paul B. Diedrich (dalam Sardiman:2010:110) membuat suatu daftar yang berisi 177 macam kegiatan siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut: (1) Visual activities, yang termasuk didalamnya misalnya, membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan pekerjaan orang lain. (2) Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran,

4 mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, dan interupsi. (3) Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, dan pidato. (4) Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, angket, dan menyalin. (5) Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, dan diagram. (6) Motor activities, yang termasuk didalamnya antara lain: melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun dan beternak. (7) Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, dan mengambil keputusan. (8) Emotional activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, maupun gugup. Untuk mengetahui pencapaian aktivitas siswa, maka diperlukan indikator kinerja aktivitas belajar. Indikator aktivitas belajar itu dapat dilihat dari pendapat Noor, (2008 :21) yang menyatakan bahwa indikator aktivitas siswa dapat dilihat dari mayoritas siswa beraktivitas dalam pembelajaran, aktivitas pembelajaran didominasi oleh kegiatan siswa, mayoritas siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru. Satu di antara metode pembelajaran yang menuntut keterlibatan siswa dalam pembelajaran adalah metode inkuiri. Inkuiri yang dalam bahasa Inggris Inquiry, berarti pertanyaan atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Jadi, manfaat metode inkuiri akan membina dan mengembangkan sikap ingin tahu lebih jauh (Curriousity), mengungkap aspek pengetahuan (kognitif) maupun sikap (afektif), serta mengembangkan kemampuan sosial siswa sehingga siswa akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan menguasai konsep-konsep IPA. Menurut Sri Anitah, dkk (2009:5.32) kelebihan dan kekurangan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut : (1) Kelebihan (mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mempelajari bahan pelajaran yang aktual dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, jika dilakukan secara berkelompok dapat mengembangkan kemampuan sosial siswa, mengoptimalkan kemampuan siswa). (2) Kekurangan (waktu yang digunakan relatif lama, bahan pelajaran tidak bersifat logis dan sistematis, memerlukan bimbingan dari guru) Sedangkan menurut Sudjana (dalam Trianto, 2007:142) menyatakan ada lima tahapan yang ditempuh dalam melaksanakan pembelajaran inkuiri, yaitu : (1) Merumuskan masalah untuk dipecahkan oleh siswa. (2) Menetapkan jawaban sementara atau lebih dikenal dengan istilah hipotesis. (3) Mencari informasi, data, dan fakta yang diperlukan untuk menjawab hipotesis atau permasalahan. (4) Menarik kesimpulan jawaban atau generalisasi. (5) Mengaplikasikan kesimpulan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bila dilihat dari segi istilah kata yang digunakan yaitu ilmu artinya suatu pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh. Selanjutnya kata pengetahuan alam maksudnya adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Definisi pembelajaran IPA jika dilihat dari pengertian pembelajaran yang telah diungkapkan di atas dan bila dikolaborasikan dengan pengertian IPA, maka

5 dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk mencapai kompetensi yang diinginkan dengan melakukan proses kegiatan IPA. Menurut Amalia Sapriati ( 2008: 2.6) bahwa, Pembelajaran IPA di SD menekankan pemberian pengalaman belajar melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pada prinsipnya pembelajaran di sekolah dasar memiliki tujuan, khususnya pada pembelajaran IPA. Tujuan itu membantu siswa untuk memahami dan mengenal alam sekitar dan berorientasi pada siswa, peran guru sebagai fasilitator memiliki tujuan agar siswa peka terhadap lingkungan alam sekitar, memperkaya pengalaman belajarnya, menumbuhkan rasa percaya diri siswa, dan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran IPA siswa dapat memperoleh pandangan yang luas untuk memecahkan masalah yang timbul dari penerapan ilmu pengetahuan dengan melakukan kegiatan seperti: eksperimen dan observasi, mengumpulkan data, menguji konsep serta membuat kesimpulan, menyusunnya menjadi laporan yang sistematis untuk mudah dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehariharinya Ikut serta dalam memelihara, menjaga dan melestrarikan lingkungan alam. Menghargai alam sekitar dan segala keteraturannya sebagi salah satu ciptaan Tuhan. Metode inkuiri dalam pembelajaran IPA akan membimbing siswa untuk melibatkan diri secara lebih aktif sehingga dapat mengurangi peran guru yang dominan, menyebabkan timbulnya tanggung jawab pada diri siswa terhadap hipotesis yang telah dirumuskan dan melibatkan diri lebih banyak dalam menganalisis materi dan konsep-konsep IPA, sehingga pengetahuan, keterampilan, dan kecermatan dalam menguji hipotesis dan menganalisis data dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, pembelajaran dengan metode inkuiri dapat meningkatkan aktivitas siswa. METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Menurut Nawawi (2007:67) bahwa metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang sedang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Susilo (2010:16) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran. Penelitian yang dilakukan peneliti ini bersifat kolaboratif. Penelitian kolaboratif adalah suatu penelitian yang ditunjukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran orang secara individual maupun kelompok, berguna untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan.

6 Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak semester 1 tahun ajaran 2012/2013 pada materi wujud benda dan sifatnya dengan pelaksanaan kegiatan di dalam kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak yang berjumlah 20 orang siswa, guru sebagai peneliti, dan teman sejawat sebagai kolaborator. Aspek yang ingin ditingkatkan pada penelitian ini adalah aktivitas belajar, maka diperlukan indikator untuk mengukur keberhasilan aspek yang ditingkatkan tersebut pada landasan teori sudah di jelaskan bahwa secara umum aktivitas belajar terbagi menjadi 3 jenis, yaitu aktivitas fisik, mental dan emosional. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik observasi langsung, yakni cara pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan maka alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Lembar observasi adalah pencatatan data yang dilakukan oleh peneliti terhadap jenis gejala yang akan diamati. Susilo (2010:19) menyatakan ada empat langkah utama dalam penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase aktivitas belajar siswa baik aktivitas fisik, mental, maupun emosional. Dari data tersebut kemudian ditarik kesimpulan apakah tindakan yang dilaksanakan berhasil atau tidak. Untuk mencari pensentase tersebut maka digunakan rumus persentase menurut Sudijono (2008:43) sebagai berikut: P = f N x 100% Untuk menentukan rata-rata nilai/skor digunakan rumus menurut Sudijono (2008:81) sebagai berikut: Mx = x N HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Deskripsi hasil Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Metode Inkuiri pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Kabupaten Landak diuraikan dalam tahapan siklus-siklus pembelajaran yang telah dirancang oleh peneliti dengan subyek penelitian siswa kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang yang berjumlah 20 orang dengan 2 siklus penelitian. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai guru kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang dalam menerapkan Metode Inkuiri.

7 Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus yaitu tanggal, 5 September 2012 dan 12 September Setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan dengan materi menyesuaikan pada kondisi pembelajaran. Data yang diperoleh dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah data tentang aktivitas belajar siswa yang terdiri dari aspek siswa yang aktif secara fisik (mengaktifkan panca indera yang dimiliki), siswa yang aktif secara mental (adanya keterlibatan intelektual), dan siswa yang aktif secara emosional (adanya keterlibatan kejiwaan dan perasaan untuk aktif dalam proses pembelajaran). Semua aspek tersebut terdapat dalam indikator kinerja aktivitas belajar yang diperoleh dari observasi awal, siklus I, dan siklus II. Data-data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan perhitungan persentase. Sebelum melakukan siklus I, peneliti terlebih dahulu menentukan waktu pengamatan awal. Pada hari senin, 27 Agustus 2012 dilakukan pengamatan awal untuk memperoleh base line guna mempermudah melihat hasil penelitian yang tertuju pada peningkatan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dari pengamatan awal tersebut diperoleh data bahwa rata-rata persentase aktivitas fisik siswa adalah 28%, rata-rata persentase aktivitas mental siswa adalah 24% sedangkan rata-rata persentase aktivitas emosional siswa adalah 31,25%. Setelah mengadakan pengamatan awal kemudian dilaksanakan penelitian siklus 1. Siklus I, (1) Perencanaan: (a) Melakukan pertemuan bersama teman kolaborator, (b) Memilih materi pelajaran serta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (c) Menyiapkan materi dan bahan diskusi, (d) Menyiapkan media pembelajaran yang digunakan, (e) Menyiapkan media pembelajaran yang digunakan. (2) Pelaksanaan: Pelaksanaan dan penerapan tindakan dengan menggunakan Metode Inkuiri. pada Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang kabupaten Landak dilaksanakan pada hari Rabu 5 September 2012 selama 70 menit yaitu jam pelajaran 1 dan 2 pada pukul WIB, kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi yaitu mengingat pembelajaran yang sebelumnya dilanjutkan dengan pemberian informasi tentang tujuan pembelajaran. (3) Observasi: Pengamatan terhadap aktivitas siswa dilaksanakan oleh teman sejawat Nelli S.Pd sekaligus sebagai teman kolaborator menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti dengan hasil: (a) Pada indikator aktivitas fisik, terbagi menjadi 5 indikator kinerja, yaitu siswa melakukan pengamatan, siswa mencatat, Siswa mendengar penjelasan guru, Siswa memperhatikan penjelasan guru dan siswa Siswa mengkomunikasikan. Hasil penelitian yang telah diperoleh sudah tercapai, yaitu dari rata-rata persentase base line dari 28% meningkat menjadi 59% pada siklus I. (b) Pada indikator aktivitas mental, terbagi menjadi 5 indikator kinerja, yaitu Siswa menganalisa, Siswa memecahkan masalah, Siswa mengingatkan, Siswa menanggapi, dan Siswa mengambil keputusan. Hasil penelitian yang telah diperoleh tercapai, yaitu dari base line 24% menjadi 54% pada siklus I. (c) Pada Indikator aktivitas emosional, terbagi menjadi 4 indikator kinerja, yaitu siswa berani bertanya, siswa antusias terhadap pelajaran, siswa menghargai pendapat teman, dan siswa gembira dalam mengikuti pelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh telah

8 tercapai, yaitu dari base line 31,25% menjadi 60% pada siklus I. (4) Refleksi: Refleksi dilakukan setelah melakukan tindakan pada siklus I. Dari data yang telah diperoleh selama observasi siklus I Rabu, 5 September 2012 saat pembelajaran telah berakhir pada pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak, diadakan kesepakatan antara peneliti, teman kolaborator sekaligus observer untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang telah dilakukan pada siklus I. Siklus II, (1) Perencanaan: Melakukan pertemuan bersama teman kolaborator, (2) Pelaksanaan: Pelaksanaan dan penerapan tindakan dengan menggunakan Metode Inkuiri. pada Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang kabupaten Landak dilaksanakan pada hari Rabu, 12 September 2012 selama 70 menit yaitu jam pelajaran 1 dan 2 pada pukul WIB. (3) Observasi: Pengamatan terhadap aktivitas siswa dan langkahlangkah pembelajaran dilaksanakan oleh Nelli S.Pd dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti dengan hasil; (a) Pada indikator aktivitas fisik, terbagi menjadi 5 indikator kinerja, yaitu siswa melakukan pengamatan, siswa mencatat, Siswa mendengar penjelasan guru, Siswa memperhatikan penjelasan guru dan siswa mengkomunikasikan. Hasil penelitian yang telah diperoleh meningkat, yaitu dari rata-rata persentase siklus 1 dari 59% meningkat menjadi 84% pada siklus 2. (b) Pada indikator aktivitas mental, terbagi menjadi 5 indikator kinerja, yaitu Siswa menganalisa, Siswa memecahkan masalah, Siswa mengingatkan, Siswa menanggapi, dan Siswa mengambil keputusan. Hasil penelitian yang telah diperoleh meningkat, yaitu dari rata-rata persentase siklus 1 dari 54% meningkat menjadi 76% pada siklus 2. (c) Pada Indikator aktivitas emosional, terbagi menjadi 4 indikator kinerja, yaitu siswa berani bertanya, siswa antusias terhadap pelajaran, siswa menghargai pendapat teman, dan siswa gembira dalam mengikuti pelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh telah tercapai, yaitu dari siklus I 31,25% menjadi 60% pada siklus II. (4) Refleksi: refleksi dilakukan setelah melakukan tindakan pada siklus 2. Dari data yang telah diperoleh selama observasi siklus 2 Rabu, 12 September 2012 saat pembelajaran telah berakhir pada pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak, diadakan kesepakatan antara peneliti, teman kolaborator sekaligus observer untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari tindakan yang telah dilakukan pada siklus I. (5) Tindak lanjut: Setelah melakukan siklus ke-2 ternyata terjadi peningkatan yang signifikan, walaupun peningkatannya tidak keseluruhan (100%) tetapi sudah dianggap sampai titik jenuh, yaitu tidak terjadi peningkatan lagi. Sehingga penelitian dilakukan hanya sampai pada siklus ke-2. Pembahasan Setelah melakukan 2 siklus penelitian pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV dengan menggunakan Metode Inkuiri yang dilakukan oleh peneliti diperoleh rekapitulasi aktivitas belajar siswa kelas IV adalah (1) Aktivitas fisik dijabarkan menjadi 5 indikator kinerja berupa siswa melakukan pengamatan, siswa mencatat, Siswa mendengar penjelasan guru, Siswa memperhatikan penjelasan guru dan siswa mengkomunikasikan..

9 Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terdapat peningkatan yang besar dari base line terhadap siklus yang telah dilaksanakan, yaitu 28% pada base line menjadi 59% pada siklus I dengan selisih sebesar 31%, kemudian dari siklus 1 59% menjadi 84% ke siklus 2 dengan selisih sebesar 25%. adapun selisih keseluruhan dari base line ke siklus 2 ialah 56%. Dengan demikian kenaikan aktivitas mental dapat dikatagorikan sangat meningkat. (2) Aktivitas mental dijabarkan menjadi 5 indikator kinerja berupa Siswa menganalisa, Siswa memecahkan masalah, Siswa mengingatkan, Siswa menanggapi, dan Siswa mengambil keputusan. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terdapat peningkatan yang besar dari base line terhadap siklus yang telah dilaksanakan, yaitu 24% pada base line menjadi 54% pada siklus I dengan selisih sebesar 30%, kemudian dari siklus 1 54% menjadi 76% ke siklus 2 dengan selisih sebesar 22%. Adapun selisih keseluruhan dari base line ke siklus 2 ialah 52%. Dengan demikian kenaikan aktivitas mental dapat dikatagorikan Sangat Meningkat. (3) Aktivitas emosional dijabarkan menjadi 4 indikator kinerja berupa siswa berani bertanya, siswa antusias terhadap pelajaran, siswa menghargai pendapat teman, dan siswa gembira dalam mengikuti pelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terdapat peningkatan yang besar dari base line terhadap siklus yang telah dilaksanakan, yaitu 31,25% pada base line menjadi 60% pada siklus I dengan selisih sebesar 28,75%, kemudian dari siklus 60% menjadi 88,75% ke siklus 2 dengan selisih sebesar 28,75%. adapun selisih keseluruhan dari base line ke siklus 2 ialah 57,5%. Dengan demikian kenaikan aktivitas mental dapat dikatagorikan Sangat Meningkat. Berdasarkan uraian di atas, secara keseluruhan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak, dengan menerapkan Metode Inkuiri dapat dikatakan berhasil. Dengan kata lain Metode Inkuiri Cocok diterapkan pada mata pelajaran IPA di Kelas IV SD Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak karena terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui penelitian Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Metode Inkuiri pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Penggunaan Pendekatan Inkuiri mampu meningkatkan aktivitas fisik siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. Terbukti terjadi peningkatan, dari rata-rata persentase untuk aktivitas fisik siswa pada baseline yaitu sebesar 28%, pada siklus 1 sebesar 59% terdapat selisih sebesar 31%, dan dari siklus I 59% ke siklus II sebesar 59% terdapat selisih 25%. (2)Penggunaan Pendekatan Inkuiri mampu meningkatkan aktivitas mental siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. Terbukti terjadi peningkatan, dari rata-rata persentase untuk

10 aktivitas mental siswa pada baseline yaitu sebesar 24%, pada siklus 1 sebesar 54% terdapat selisih sebesar 30%, dan dari siklus I 54% ke siklus II sebesar 76% terdapat selisih 22%. (3) Penggunaan Pendekatan Inkuiri mampu meningkatkan aktivitas emosional siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV Sekolah Dasar Swasta Anak Terang Tiang Tanjung Kabupaten Landak. Terbukti terjadi peningkatan, dari rata-rata persentase untuk aktivitas emosional siswa pada baseline yaitu sebesar 31,25%, pada siklus 1 sebesar 60% terdapat selisih sebesar 28,75%, dan dari siklus I 60% ke siklus II sebesar 88,75% terdapat selisih 28,75%. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dalam penelitian ini dapat disarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Proses pembelajaran yang dirancang guru harus dapat melibatkan siswa secara aktif, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan emosional. (2) Rendahnya aktivitas siswa dapat berdampak terhadap hasil belajar siswa. Sehingga guru tidak selalu menyalahkan siswa yang tidak aktif atau malas-malasan ketika proses pembelajaran berlangsung tetapi guru harus menilai kinerjanya sendiri terlebih dahulu. (3) Aktivitas belajar siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Oleh karena itu, hendaknya guru dapat mengaktifkan siswa dengan menggunakan metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam terutama pembelajaran dengan Pendekatan Inkuiri agar pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran. DAFTAR RUJUKAN Noor Latifah. (2008). Hakekat Aktivitas Siswa. (Online). (Noor Latifah. diakses 11 Agustus 2012). Noor Latifah. (2008). Hakekat Aktivitas Siswa. (Online). (Noor Latifah. diakses 11 Agustus 2012). Oemar Hamalik. (2010). Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Sardiman. (2010). Intraksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Anitah, Sri dkk; (2009). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Trianto. (2007). Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Amalia Sapriati. (2008). Pembelajaran IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Hadari Nawawi. (2007). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yoyakarta : Gadjah Mada University Press Susilo. (2010). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Pustaka. Sudijono, Anas. (2008). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rasa Grafindo Persada.

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN OLEH ANASTASIA NORHAYATI NIM F 34212095 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING DI SEKOLAH DASAR PONTIANAK UTARA

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING DI SEKOLAH DASAR PONTIANAK UTARA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING TIPE BAMBOO DANCING DI SEKOLAH DASAR PONTIANAK UTARA ARTIKEL PENELITIAN Oleh SATINI NIM F33209079 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATANIAGA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATANIAGA Prosiding Seminar Nasional 9 Mei 2015 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATANIAGA Finisica Dwijayati Patrikha Universitas Negeri Surabaya

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MENGGUNAKAN VALUE CLARIFICATION TEHNIQUE DI SD

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MENGGUNAKAN VALUE CLARIFICATION TEHNIQUE DI SD PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN MENGGUNAKAN VALUE CLARIFICATION TEHNIQUE DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH EKA MARYAM NIM F 34212162 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

e-issn Vol. 5, No. 2 (2016) p-issn

e-issn Vol. 5, No. 2 (2016) p-issn UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA CD PEMBELAJARAN DISERTAI PEMBERIAN TUGAS PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANJAR MARGO SUMBOGO B. M. SMP Negeri 1 Banjar Margo

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfatun Rohmah 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Kepodang 67A Panjer Kebumen

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH PELAJARAN IPS ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH PELAJARAN IPS ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK MAKE A MATCH PELAJARAN IPS ARTIKEL PENELITIAN OLEH : MARIANA NINENG NIM F 34211557 PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN KETERAMPILAN PROSES PADA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH PANJAITAN F

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN KETERAMPILAN PROSES PADA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH PANJAITAN F PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN KETERAMPILAN PROSES PADA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH PANJAITAN F 34210524 PROGRAM PENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS V ARTIKEL PENELITIAN OLEH :

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS V ARTIKEL PENELITIAN OLEH : PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS V ARTIKEL PENELITIAN OLEH : ALMAN NIM F34211484 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan. dapat menunjang hasil belajar (Sadirman, 1994: 99).

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan. dapat menunjang hasil belajar (Sadirman, 1994: 99). BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aktivitas Belajar Keberhasilan siswa dalam belajar bergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat,

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TALKING STICK KELAS IV SD NEGERI

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TALKING STICK KELAS IV SD NEGERI PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TALKING STICK KELAS IV SD NEGERI Sulastri, Maridjo A.H., Christanto Syam PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SEKOLAH DASAR Horasma Sinamo, Siti Halidjah, K.Y. Margiati Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UNTAN,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum, semua aktivitas yang melibatkan psiko-fisik yang menghasilkan 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Secara umum, semua aktivitas

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL IHSAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL IHSAN PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EVERYONE IS TEACHER HERE MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL IHSAN ARTIKEL PENELITIAN Oleh SRI WAHYU NIM F33209067 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

jadikan sebagai indikator aktivitas belajar siswa adalah:

jadikan sebagai indikator aktivitas belajar siswa adalah: II. TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Aktivitas Belajar Aktivitas belajar merupakan proses interaksi kegiatan jasmani dan rohani, dibantu oleh faktor-faktor lain untuk mencapai tujuan belajar yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bertanya, mengajukan pendapat, dan menimbulkan diskusi dengan guru.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bertanya, mengajukan pendapat, dan menimbulkan diskusi dengan guru. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Aktivitas Belajar Slameto (2001 : 36) berpendapat bahwa penerimaan pelajaran jika dengan aktivitas siswa sendiri kesan itu tidak akan berlalu begitu saja, tetapi difikirkan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. belajar. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. belajar. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aktivitas Belajar Aktivitas belajar adalah tindakan atau perbuatan yang dilakukan dalam belajar. Pada prinsipnya belajar adalah berbuat, tidak ada belajar jika tidak ada

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SUNGAI KUNYIT

PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SUNGAI KUNYIT PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SUNGAI KUNYIT ARTIKEL PENELITIAN Oleh Nama : ZUBAIDAH NIM : F34211444 PROGRAM

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Sebagai suatu disiplin ilmu, matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang memiliki kegunaan besar dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, konsepkonsep dalam

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR Haslinda, Sri Utami, Kartono Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan Email : spd_haslinda@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT Rosmiati 1, Yusrizal 2, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah

BAB II KAJIAN TEORI. usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoritis 1. Keaktifan Belajar Sebelum penulis membahas tentang keaktifan belajar, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan pengertian belajar. Belajar adalah suatu proses

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN. Oleh

PENGGUNAAN METODE INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN. Oleh PENGGUNAAN METODE INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD ARTIKEL PENELITIAN Oleh BARTOLONIUS NIM. F34211093 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. mampu merangsang peserta didik untuk menggali potensi diri yang sebenarnya

II. TINJAUAN PUSTAKA. mampu merangsang peserta didik untuk menggali potensi diri yang sebenarnya II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pendekatan Keterampilan Proses Sains Keberhasilan proses pembelajaran sangat bergantung pada peran seorang guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Proses pembelajaran

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN Lalfakhiroh, Atmadji, Implementasi Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

Ratih Rahmawati Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Ratih Rahmawati Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW GUNA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS 2 SMA NEGERI 3 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Ratih Rahmawati Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan sasarannya. Sutikno (2005: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif

II. TINJAUAN PUSTAKA. dan sasarannya. Sutikno (2005: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian teori 1. Efektivitas Pembelajaran Efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Sutikno (2005: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK ARTIKEL PENELITIAN OLEH NETTY ZULFITHRATANI NIM : F

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK ARTIKEL PENELITIAN OLEH NETTY ZULFITHRATANI NIM : F PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK ARTIKEL PENELITIAN OLEH NETTY ZULFITHRATANI NIM : F34211049 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INQUIRY KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INQUIRY KELAS IV SEKOLAH DASAR PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INQUIRY KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH P A U L I N A NIM: F 34210259 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ulfatun Rohmah 1, Suhartono 2, Ngatman 3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jalan Kepodang 67A Panjer Kebumen

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS MURID DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS II SD ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS MURID DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS II SD ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS MURID DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS II SD ARTIKEL PENELITIAN Oleh J A M A W I N NIM: F34211105 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LISTENING TEAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LISTENING TEAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE LISTENING TEAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG Widia Ningsih 1, Niniwati 1, Fazri Zuzano 1 1 Jurusan Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SD

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SD 1 PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SD Rusdiana, Hery Kresnadi, K. Y. Margiati Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar FKIP Untan,

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA SISWA Lina Wahyuningrum, Pujayanto, Dewanto Harjunowibowo 1) Karangtalun Rt 04 RW

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Belajar Banyak pendapat yang menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman. Pengalaman yang dimaksud adalah sepertì dalam teori

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS I SD 3 SIANTAN

PENERAPAN PENDEKATAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS I SD 3 SIANTAN PENERAPAN PENDEKATAN TEMATIK DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS I SD 3 SIANTAN Siti Esah, Sugiyono, Suryani PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak Email: sitiesahpgsd@yahoo.com

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III Bainen, Syamsiati, Suryani PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak Email : ibu.bainen@yahoo.com Abstrak:

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA SECARA AKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS IV ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA SECARA AKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS IV ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA SECARA AKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS IV ARTIKEL PENELITIAN OLEH : ERNI NIM. F34211754 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE DEMONSTRASI KELAS IV SDN 01 MHU KETAPANG ARTIKEL PENELITIAN. Oleh ROSIDAH NIM.

AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE DEMONSTRASI KELAS IV SDN 01 MHU KETAPANG ARTIKEL PENELITIAN. Oleh ROSIDAH NIM. AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI METODE DEMONSTRASI KELAS IV SDN 01 MHU KETAPANG ARTIKEL PENELITIAN Oleh ROSIDAH NIM. F34210107 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PKn DENGAN METODE DISKUSI DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PKn DENGAN METODE DISKUSI DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH D PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PKn DENGAN METODE DISKUSI DI KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH Lailiyatul, Kartono, Sri Utami Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan Email : lailiyatul@yahoo.co.id

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6 ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1, No. 2, Mei - Agustus 2015 STKIP PGRI Banjarmasin UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum menurut Gagne dan Briggs (2009:3) yang disebut konstruktivisme

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Secara umum menurut Gagne dan Briggs (2009:3) yang disebut konstruktivisme BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Teori Belajar 1. Teori Belajar a. Teori Belajar Konstruktivisme Secara umum menurut Gagne dan Briggs (2009:3) yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. juga mengalami sehingga akan menyebabkan proses perubahan tingkah laku pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. juga mengalami sehingga akan menyebabkan proses perubahan tingkah laku pada II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya. Belajar bukan hanya sekedar mengetahui, tetapi

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn MELALUI STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA SISWA KELAS V SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn MELALUI STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA SISWA KELAS V SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn MELALUI STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA SISWA KELAS V SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Desi Susanti 1, Pebriyenni 2, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN CTL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA

PENERAPAN PENDEKATAN CTL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA PENERAPAN PENDEKATAN CTL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA Ema, Siti Halidjah, Syamsiati Program Studi PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2001: 37) belajar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2001: 37) belajar 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Belajar Belajar merupakan proses perkembangan yang dialami seseorang menuju ke arah yang lebih baik. Menurut Hamalik (2001: 37) belajar merupakan proses perubahan tingkah

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF DI KELAS IV SD

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF DI KELAS IV SD PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF DI KELAS IV SD Irawan Hermanto, Maridjo Abdul Hasjmy, Rosnita Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan,

Lebih terperinci

BAB.II. KAJIAN PUSTAKA. seseorang, sehinga menyebabkan munculnya perubahan prilaku (Wina Sanjaya,

BAB.II. KAJIAN PUSTAKA. seseorang, sehinga menyebabkan munculnya perubahan prilaku (Wina Sanjaya, BAB.II. KAJIAN PUSTAKA A. Konsep belajar Belajar dianggap sebagai proses perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan. Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehinga

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER KELAS III SD ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER KELAS III SD ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN IPS MENGGUNAKAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER KELAS III SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH DAENG LITISIA NIM F32112027 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran dimana para siswa bekerja

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran dimana para siswa bekerja II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka 1. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH SUNARTIYAH NIM F34211632 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL RANGKA MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL RANGKA MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL RANGKA MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN Oleh MAULIDDA NIM F212060 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aktivitas artinya kegiatan/keaktifan. Kegiatan dapat berupa kegiatan fisik maupun psikis yang saling berhubungan. Sedangkan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Banyak orang belum mengetahui apa itu leaflet dan apa perbedaannya dengan

TINJAUAN PUSTAKA. Banyak orang belum mengetahui apa itu leaflet dan apa perbedaannya dengan 12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Leaflet Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan/dijahit. Agar terlihat menarik biasanya leaflet didesain secara cermat dilengkapi

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFC DI SDN 07 SUNGAI AUR PASAMAN BARAT ABSTRACT

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS IV PADA TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFC DI SDN 07 SUNGAI AUR PASAMAN BARAT ABSTRACT PENINGKATAN AKTIVITAS BELAAR SISWA KELAS IV PADA TEMA INDAHNYA NEGERIKU MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFC DI SDN 07 SUNGAI AUR PASAMAN BARAT Efa Susanti 1, Nurharmi 1, Hendrizal 1 Program Studi Pendidikan Guru

Lebih terperinci

Singgih Bayu Pamungkas Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Singgih Bayu Pamungkas Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI DENGAN TIPE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X IPS 3 SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN. Oleh :

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN. Oleh : PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN Oleh : RENIE ANGGREINI NIM F34212058 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN BENDA ASLI PADA SISWA TUNARUNGU KELAS I ARTKEL PENELITIAN.

PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN BENDA ASLI PADA SISWA TUNARUNGU KELAS I ARTKEL PENELITIAN. PENINGKATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN BENDA ASLI PADA SISWA TUNARUNGU KELAS I ARTKEL PENELITIAN Oleh NURKIYAT F 34210577 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN METODE DEMONSTARASI ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: MARIA MANIAMAS NIM.

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN METODE DEMONSTARASI ARTIKEL PENELITIAN. Oleh: MARIA MANIAMAS NIM. PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN METODE DEMONSTARASI ARTIKEL PENELITIAN Oleh: MARIA MANIAMAS NIM. F34211112 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

(produk, proses dan sikap ilmiah). Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu,

(produk, proses dan sikap ilmiah). Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.2 Pengertian Pembelajaran IPA Pembelajaran atau pengajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian secara implisit dalam pengajaran terdapat

Lebih terperinci

Marsina, Rosnita Maridjo A. Hajsmy, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Untan

Marsina, Rosnita Maridjo A. Hajsmy, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Untan PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SEKOLAH DASAR Marsina, Rosnita Maridjo A. Hajsmy, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Untan e-mail

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG.

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG. PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG Dian Arima Gusti 1, Iing Rika Yanti 2, Silvi Trisna 2 1 Mahasiswa Program Studi

Lebih terperinci

Muhammad Abdul Kadir Jaelani, Syifa ul Gummah, Samsun Hidayat. Pendidikan Fisika ABSTRAK

Muhammad Abdul Kadir Jaelani, Syifa ul Gummah, Samsun Hidayat. Pendidikan Fisika ABSTRAK UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA DAN AKTIVITAS SISWA MELALUI KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN PADA SISWAKELAS VIII SMPN 1 PRAYA TAHUN PELAJARA 2013/2014 Muhammad Abdul Kadir Jaelani, Syifa

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR Yulita Ernawati, Hj. Syamsiati, Hery Kresnadi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan, Pontianak Email:

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN MEDIA KONKRIT DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN MEDIA KONKRIT DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN MEDIA KONKRIT DI SEKOLAH DASAR Fatimah, Sri Utami, Kartono Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan Email : fatimah6441@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 08 PADANG PIO ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 08 PADANG PIO ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 08 PADANG PIO ARTIKEL PENELITIAN Oleh SUMBERTO NIM. F342 11 122 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH :

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH : PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD ARTIKEL PENELITIAN OLEH : SALAWATI NIM F34211608 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh SISKA DAMAYANTI NIM F

ARTIKEL PENELITIAN. Oleh SISKA DAMAYANTI NIM F PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR NEGERI 13 NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG ARTIKEL PENELITIAN Oleh SISKA DAMAYANTI

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN D PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN Nombari, Rosnita, Maridjo A. Hasjmy, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP UNTAN, Pontianak Email: nombari90@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Model Inkuiri Inkuiri merupakan model pembelajaran yang membimbing siswa untuk memperoleh dan mendapatkan informasi serta mencari jawaban atau memecahkan masalah terhadap

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA

PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA Nur Kholillah, Siti Halidjah, Hery Kresnadi Program Studi PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak Email: nurkholillah_brega13@yahoo.com

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR M PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR Usun Usin, Syamsiati, Hery Kresnadi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan,

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DI SEKOLAH DASAR Oleh: Venny Eka Putri vennyekaputri882@yahoo.co.id Abstrak Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP ARTIKEL PENELITIAN Oleh : ULLY FAKHRUNI NIM : F15111023 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA

Lebih terperinci

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan

Hannaning dkk : Penerapan pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan 1 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SUB POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK SISWA KELAS VIII-7 SMP NEGERI 1 KREMBUNG SIDOARJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE TANDUR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 12 PADANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENERAPAN METODE TANDUR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 12 PADANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012 PENERAPAN METODE TANDUR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 12 PADANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Eka Fermantika 1), Mukhni 2), Suherman 3) 1) FMIPA UNP, email: Eka_Fermantika@ymail.com 2,3)

Lebih terperinci

PUBLIKASI ILMIAH. Oleh: LULUK RIF ATIN A54F100033

PUBLIKASI ILMIAH. Oleh: LULUK RIF ATIN A54F100033 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA DALAM MENGIDENTIFIKASI SUMBER ENERGI DAN KEGUNAANNYA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 2 RAWOH KECAMATAN KARANGRAYUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI SD Lusiana Asona, Hery Kresnadi, K. Y. Margiati Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar FKIP

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU

PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU PENERAPAN STRATEGI THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 9 PEKANBARU Hanifli hanafli.sman9@gmail.com SMAN 9 Pekanbaru ABSTRACT This research is motivated by

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Aktivitas Belajar Siswa Menurut Sardiman (2011), pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang merlin_dylan@yahoo.co.id Abstract The purpose of this research is to improve science learning

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS II

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS II PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS II ARTIKEL OLEH: ANASTASIA NIM: F 34210652 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN DASAR FAKULTAS

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 71 PONTIANAK BARAT

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 71 PONTIANAK BARAT 1 PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS IV SDN 71 PONTIANAK BARAT Farida, K. Y. Margiati, Siti Halidjah PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak Abstrak : Peningkatan

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS I ARTIKEL PENELITIAN OLEH :

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS I ARTIKEL PENELITIAN OLEH : PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS I ARTIKEL PENELITIAN OLEH : DAHLIANA NIM F34211747 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH

Lebih terperinci

KAJIAN PUSTAKA. makna tersebut dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri atau bersama orang

KAJIAN PUSTAKA. makna tersebut dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri atau bersama orang II. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar dan Pembelajaran Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan

Lebih terperinci

I. TINJAUAN PUSTAKA. tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara

I. TINJAUAN PUSTAKA. tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara I. TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar Menurut Gegne dalam Suprijono (2009 : 2), belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari

II. TINJAUAN PUSTAKA. TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model pembelajaran TTW TTW merupakan model pembelajaran kooperatif dimana perencanaan dari tindakan yang cermat mengenai kegiatan pemebelajaran yaitu lewat kegiatan berifikir

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembelajaran Biologi Biologi berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu. Jadi biologi adalah cabang ilmu pengetahuan

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SD

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SD PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SD ARTIKEL PENELITIAN Oleh : SYAIFUL ANWAR NIM F34212080 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SEKOLAH DASAR PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MAINIS NIM F 34211555 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SDN 27 SAGO PESISIR SELATAN Marya Dalva 1, Gusmaweti 2, Ashabul Khairi 3. 1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL ILMIAH OLEH

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL ILMIAH OLEH PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK DI SEKOLAH DASAR ARTIKEL ILMIAH OLEH SADARUDIN NIM F34211607 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN

Lebih terperinci

Sumarni Elda SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar

Sumarni Elda SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PERTANYAAN YANG DITANAM UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VI.C SD NEGERI 024 TARAI BANGUN KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Alat Peraga Alat peraga merupakan alat bantu atau penunjang yang digunakan oleh guru untuk menunjang proses belajar mengajar. Pada siswa SD alat peraga sangat dibutuhkan,

Lebih terperinci

ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah

ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SD Retno Megawati 1, Suripto 2, Kartika Chrysti Suryandari 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SDN 07 TUIK BATANG KAPAS Dahlia Ningsih 1, Gusmaweti 1, Zulfa Amrina 1. 1) Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH WANKAT

PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH WANKAT PENERAPAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH WANKAT DAN OREOVOCZ DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTsN BALAI SELASA Nora Wulandari 1, Khairudin 1, Niniwati 1 1 Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER PADA PESERTA DIDIK KELAS VI ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER PADA PESERTA DIDIK KELAS VI ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER PADA PESERTA DIDIK KELAS VI ARTIKEL PENELITIAN Oleh DESI PUJI LESTARI NIM F34210463 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengacu pada

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengacu pada II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengacu pada strategi pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dituntut bekerjasama dalam kelompok-kelompok

Lebih terperinci