BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN"

Transkripsi

1 1 BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Selain sebagai persekutuan orang-orang percaya, gereja dalam bentuknya adalah sebagai sebuah organisasi. Sebagaimana sebuah organisasi, maka gereja membutuhkan pemimpin. Bukan pemimpin yang bekerja dengan asal-asalan tetapi pemimpin yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya bagi kemajuan gereja tersebut. Oleh karena itu pola kepemimpinan gereja selalu menjadi suatu masalah yang penting 1. Mengapa dikatakan penting sebagai sebuah masalah? Karena pada kenyataannya, masih banyak gereja yang belum benar-benar memikirkan bentuk kepemimpinan yang tepat bagi gerejanya. Masih banyak pemimpin gereja yang menjalankan kepemimpinannya secara tradisional sebagai satu-satunya pengambil keputusan, sebagai satu-satunya orang yang berkuasa dalam sebuah gereja. Dan sebagai suatu masalah, maka perlu segera dicarikan solusi yang tepat dan memadai. Dalam penulisan skripsi ini, kepemimpinan yang dimaksud adalah kepemimpinan seorang pendeta sebagai salah satu unsur pemimpin gereja. Jikalau tadi dikatakan seorang pemimpin gereja biasanya merupakan satu-satunya orang yang berkuasa di gereja itu, namun di lain pihak bisa terjadi ekstrem sebaliknya. Pendeta dianggap sebagai pembantu rumah tangga yang harus mampu menjalankan seluruh tugas-tugas yang ada di gereja. Dalam sebuah gereja tertentu, ketika selama beberapa tahun ia tidak memiliki pendeta, jemaatnya dikenal sebagai jemaat yang pro aktif dan mandiri. Seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan baik meskipun tanpa campur tangan seorang pendeta (hanya ada pendeta konsulen). Tetapi anehnya, ketika ada seorang calon pendeta ditempatkan di sana, mendadak jemaat berubah 180 menjadi jemaat yang pasif. Hampir seluruh pekerjaan diserahkan pada si capen. Karena si capen tinggal di gereja, maka telepon gereja menjadi lebih sering berdering dan pekerjaan kantor tiba-tiba menumpuk, mulai dari menghubungi pembicara sampai mengecek perlengkapan ibadah. Nah, kalau sudah begini maka siapa yang harus disalahkan? Ataukah mungkin lebih baik bagi jemaat tersebut apabila 1 Malcolm Brownlee, Menuju Pola Kepemimpinan Baru Dalam Gereja-Gereja di Indonesia, Pidato pada perayaan Dies Natalis ke-18 STT Duta Wacana Yogyakarta, p. 1

2 2 selamanya tidak memiliki pendeta sehingga kemampuan mereka dapat terus dikembangkan? Pola kepemimpinan gerejawi berbeda dengan pola kepemimpinan dalam dunia usaha atau organisasi-organisasi lainnya, karena hakikat dan tujuannya pun berbeda. Kepemimpinan duniawi berbentuk hierarki dan selalu berorientasi pada kekuasaan. Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin besar kekuasaan yang dimilikinya. Dan biasanya, kekayaannya pun akan semakin meningkat seiring dengan kenaikan jabatan tersebut. Berbeda dengan pola yang semacam itu, kepemimpinan gereja adalah kepemimpinan yang berdasarkan Kristus; yang bercitra pada apa yang dilakukan Yesus selama hidupnya di dunia 2. Laurie Beth Jones mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan Yesus (dia menyebutnya dengan gaya manajemen) merupakan perpaduan dari gaya-gaya kepemimpinan yang telah ada sekarang ini. Pertama adalah gaya manajemen yang didasarkan pada penggunaan kekuatan yang otoritatif. Sedangkan yang kedua adalah yang didasarkan pada penggunaan kekuasaan yang kooperatif. Ia begitu yakin bahwa Yesus adalah pemimpin yang teragung. Yesus memiliki manajemen yang memadukan dan mengatasi yang terbaik dari kedua gaya kepemimpinan tersebut. Jones sangat mengagumi gaya kepemimpinan Yesus karena Ia berhasil melatih dua belas orang manusia biasa menjadi orang-orang yang dapat memberikan pengaruh begitu kuat pada dunia di waktu-waktu yang kemudian 3. Jones sebagai salah satu orang yang menulis buku tentang teladan kepemimpinan Yesus membuktikan bahwa sebenarnya kesadaran tentang pentingnya perubahan pola kepemimpinan, terutama dalam lingkup gereja, sudah mulai nampak bahkan jauh sebelum penulisan bukunya. Namun sayangnya kesadaran tersebut masih terbatas pada wacana saja sehingga belum banyak gereja yang mempraktekkannya. Mereka masih bertahan pada status quo dan enggan untuk mencoba sesuatu yang baru. Ketahanan pada status quo ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Kita tidak akan membahas faktor-faktor itu di sini, tetapi penulis hanya akan menyebutkan beberapa diantaranya. Pertama, masih banyak pemimpin gereja yang senang dihormati sebagai pemimpin tunggal dalam sebuah gereja. 2 Pdt. Sutan M. Hutagalung, Ph.D., Identitas Kepemimpinan Pelayan Gereja, (Jakarta : BPK Gunung Mulia), 1987, p. 3 3 Laurie Beth Jones, Yesus Chief Executive Officer, (Jakarta : Mitra Utama), 1997, p. xiii-xv

3 3 Kalau ia menjalankan pola kepemimpinan yang baru, tentu posisi itu akan tergeser dari dirinya. Kedua, jemaat sudah terlalu lama menggantungkan dirinya pada pemimpin gereja sehingga mereka tidak sadar bahwa sebenarnya secara tidak langsung mereka sedang dibodohi. Atau jika mereka sadar pun, mereka enggan untuk mengadakan transformasi karena mereka sudah merasa nyaman dengan situasi demikian. Dan masih banyak faktor lainnya. 2. PERMASALAHAN Dengan melihat kenyataan yang ada seperti terurai pada bagian pertama tadi, maka tugas kita adalah mencari bentuk kepemimpinan gereja yang tepat, yang dapat menjawab tantangan-tantangan gereja saat ini. Jika kita sudah menyadari bahwa satu-satunya figur pemimpin yang patut kita teladani adalah Yesus, maka kita harus mencari apa yang sebenarnya Yesus ajarkan bagi kita. Bambang Mulyatno dkk memberikan sebuah masukan bahwa ada tiga bentuk kepemimpinan yang meneladan pada dan merupakan kehendak Tuhan Yesus sendiri, yaitu: 1. Kepemimpinan pelayanan yaitu pemimpin yang memperlakukan orang-orang yang dipimpinnya bukan sebagai objek, apalagi sekedar alat untuk memuaskan kepentingan dirinya, melainkan sebagai subjek. Bentuk ini mengacu pada perkataan Yesus sendiri bahwa Ia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:45). 2. Kepemimpinan partisipatif yaitu pemimpin yang melibatkan warganya dalam proses kepemimpinan itu sendiri sehingga dapat menghasilkan pemimpinpemimpin besar. 3. Kepemimpinan reformis yaitu pemimpin yang bersedia dan mampu mengadakan pembaruan-pembaruan seiring dengan berkembangnya zaman 4. Di dalam Alkitab sendiri sebenarnya Yesus sangat jarang disebut sebagai pemimpin, tetapi telah banyak teolog dan kaum awam yang mengakui bahwa Ia adalah seorang Pemimpin yang Sejati. Beberapa ayat yang menunjukkan Yesus adalah pemimpin, misalnya : Dan 4 Bambang Mulyatno,dkk., Kepemimpinan Gereja Dalam Mengelola Keesaan Dan Konflik, Kepemimpinan dan Pembinaan Warga Gereja, (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan), 1998, p

4 4 engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil diantara mereka yang memerintah Yehuda, karena padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatku Israel (Matius 2:6); Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan (Ibrani 2:10); Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, (Ibrani 12:2) 5. Dalam skripsi ini, secara khusus kita akan melihat gaya kepemimpinan Yesus dalam Injil Markus. Markus sendiri tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa Yesus adalah seorang pemimpin; tidak ada kata-kata yang menunjuk pada hal tersebut. Markus menyebutkan Yesus sebagai Anak Allah yang memiliki tugas memberitakan Injil (Markus 1:1, 14). Lalu di mana letak kepemimpinan Yesus, jika Ia sendiri merupakan utusan (baca: bawahan/pelayan/hamba) yang berarti Ia juga mempunyai atasan? Dalam Injil Markus, kita akan menjumpai banyak peristiwa di mana Yesus sering kali diperhadapkan dengan masalah-masalah kemasyarakatan 6. Jika kita melihat Markus sebagai sebuah cerita, maka setiap peristiwa yang terjadi mempunyai arah, isi, suasana serta pemecahannya masing-masing 7. Yesus memiliki sikap-sikap dan tindakan-tindakan tertentu terhadap setiap permasalahan yang ada, namun hampir selalu mendapat tentangan dari orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama para pemimpin agama saat itu. Hal ini tentunya menimbulkan ketegangan antara Yesus dengan para pemimpin agama tersebut. Namun seperti kita ketahui bahwa Yesus pada akhirnya selalu dapat mengatasi permasalahan yang dihadapinya tersebut dengan baik. Melalui berbagai peristiwa yang terjadi, kita dapat mempelajari karakter Yesus sebagai seorang pemimpin dalam mengatasi berbagai permasalahan kemasyarakatan tersebut. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari Yesus dalam hal kepemimpinan. Sayangnya sering kali kita hanya melihatnya dari satu sudut pandang saja yaitu tentang karakter pemimpin yang melayani (Markus 9:35, 10:43-45). Banyak orang menekankan bahwa jika seseorang ingin menjadi pemimpin yang baik maka ia harus mau melayani orang-orang yang dipimpinnya; ia harus mau menjadi pelayan. Saat ayat ini ditafsirkan secara dangkal, maka 5 scn 2, p. 4 6 Masalah kemasyarakatan yang dimaksud kebanyakan berhubungan dengan hukum Taurat, mengingat betapa lekatnya agama Yahudi dengan kehidupan masyarakat Yahudi pada waktu itu. 7 David Rhoads, Donald Michie, Injil Markus Sebagai Cerita, (Jakarta : BPK Gunung Mulia), 2000, p

5 5 pemimpin akan benar-benar menjadi pelayan (baca: budak); pendeta akhirnya harus menjadi pelayan manusia bukannya pelayan Allah. Seperti contoh kasus yang diutarakan di depan, jemaat sebagai orang-orang yang dipimpin justru malah berani memerintah pemimpinnya untuk melakukan berbagai hal. Mengapa demikian? Ya karena pemahaman bahwa pemimpin adalah pelayan bagi semua. Ironis bukan? Pada akhirnya tugas kepemimpinan itu justru malah hilang dan berganti dengan tugas seorang pelayan. Untuk itulah kita harus benar-benar memahami pola apa yang harus diterapkan dalam kepemimpinan gereja. Salah satu caranya dengan belajar langsung dari teladan-teladan Yesus, Sang Pemimpin Sejati. 3. FOKUS PERMASALAHAN Dengan mempertimbangkan dasar pemikiran tersebut, maka penulis mengambil judul untuk skripsi ini adalah : Integritas Kepemimpinan Yesus Dalam Injil Markus Dan Implementasinya Dalam Kepemimpinan Pendeta Adapun fokus permasalahan yang ingin didapat dari judul tersebut adalah sebagai berikut : 1. Kita akan melihat kepemimpinan Yesus dalam Injil Markus. Markus merupakan Injil yang cukup unik. Meskipun isinya paling singkat di antara Injil yang lain tapi bukan berarti ia tidak berisi. Singkat tapi padat. Bahkan ada beberapa hal dan peristiwa yang tidak ditulis dalam Injil lain, tetapi tercantum dalam Markus. Usianya sebagai Injil yang tertua menambah keotoritasannya dalam mengisahkan tokoh panutan kita, Yesus Kristus. Keunikan lain dari Injil ini yaitu dari sejak awal (pasal 1) kita sudah dapat melihat kisah-kisah kepemimpinan Yesus melalui berbagai situasi yang dihadapinya; Injil ini tidak diawali dengan cerita tentang kelahirannya. 2. Tokoh yang akan diteladani di sini adalah Yesus. Ia dikenal dan diakui sebagai seorang pemimpin yang berhasil selama berabad-abad lamanya. Meskipun Ia harus

6 6 mengakhiri hidupnya di dunia dengan cara yang sangat tragis namun Ia telah meninggalkan banyak karya selama hidupnya itu. Oleh karena itu penulis ingin merumuskan kembali apa yang Yesus ajarkan sebagai kepemimpinan. Karakter dan sikap bagaimana yang harus kita pegang agar menjadi pemimpin yang disegani tapi bukan melalui keotoriteran. Namun juga supaya tidak menjadi pemimpin yang sekadar menjadi bulan-bulanan karena bersikap terlalu kooperatif. 3. Kepemimpinan yang baik dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan karena tidak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah bidang kerja. Namun di sini penulis tidak akan membahas kepemimpinan secara luas melainkan membatasi hanya pada kepemimpinan gerejawi. Pada bagian akhir skripsi ini akan dipaparkan kesimpulan dan saran-saran yang diharapkan dapat berguna bagi para pemimpin gerejawi. 4. Kata integritas dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti kebulatan, keutuhan, kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas berarti antara kata-kata dan perbuatannya ada kesesuaian. Dalam menghadapi situasi apapun, tindakan yang ia lakukan akan sesuai dengan kata-kata yang pernah diucapkannya atau diajarkannya sehingga ia tidak perlu bersikap mendua ataupun berpura-pura (munafik). Jadi di sini kita akan melihat keutuhan Yesus sebagai seorang pemimpin. 5. Dalam rangka memahami integritas kepemimpinan Yesus, maka akan ditafsirkan beberapa bagian dalam Injil Markus. Pemilihan perikop yang akan ditafsir adalah berdasarkan masalah kemasyarakatan yang dihadapi oleh Yesus yang dirasa cukup signifikan. Adapun bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut : (1) Markus 2 : Dalam perikop ini Yesus menghadapi masalah mengenai penerimaan orangorang berdosa, yang dianggap tidak layak untuk bergaul dengan kelompok masyarakat yang lain. Masalah ini cukup sensitif terutama bagi para ahli Taurat karena mereka menganggap orang-orang yang tidak menjalankan hukum Taurat dengan sempurna dianggap najis, berdosa dan harus dikucilkan dari masyarakat. Tetapi Yesus justru berpendapat lain melalui perkataannya, Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

7 7 (2) Markus 10 : Kali ini Yesus harus berhadapan dengan murid-muridnya yang memiliki pemahaman keliru mengenai kemesiasan Yesus. Para murid dan seperti masyarakat pada umumnya membayangkan kemesiasan secara duniawi yaitu soal meraih kedudukan dan kemuliaan. Namun Yesus dengan tegas mengajarkan bahwa barangsiapa ingin menjadi besar hendaklah ia menjadi pelayan dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. (3) Markus 11 : Pada bagian ini Yesus menghadapi masalah seputar Bait Allah. Masyarakat pada waktu itu menjadikan Bait Allah sebagai pusat perekonomian jauh melebihi dari fungsi utamanya sebagai pusat peribadahan. Oleh karena itu Yesus ingin mengembalikan sentralitas Bait Allah sebagai pusat ibadah kepada Allah. Yesus mengambil tindakan tegas dengan mengusir orang-orang yang berjual beli di sana dan mengatakan Bukankah RumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. 4. TUJUAN PENULISAN Dalam skripsi ini kita akan mempelajari gaya dan sikap kepemimpinan Yesus. Dengan melihat berbagai situasi yang dihadapi oleh Yesus maka kita dapat menemukan pola yang dipakai oleh Yesus. Dapat dikatakan bahwa Yesus selalu punya jalan keluar yang tepat dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapinya. Cara-cara yang dipakai oleh Yesus bukanlah cara yang licik, melainkan Ia selalu mencari celah untuk menyadarkan masyarakat dari kesalahpahaman akan berbagai masalah kemasyarakatan yang muncul saat itu. Sikap dan tindakan Yesus tersebut diarahkan untuk membawa suatu perbaikan. Dengan mempelajari kepemimpinan Yesus maka diharapkan para pemimpin gereja dapat menyadari kekeliruannya dan kemudian meneladani apa yang Yesus ajarkan ini. Kita mengharapkan bahwa gereja-gereja akan semakin berkembang dengan berubahnya pola kepemimpinan yang ada. Kemajuan gereja bukan semata-mata demi kemajuan secara organisatoris, tetapi supaya misi dan visi yang diemban gereja dapat tercapai. Gereja sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah di dunia memiliki visi dan misi dari Allah sendiri.

8 8 Namun gereja hidup di tengah-tengah masyarakat duniawi. Jika gereja tidak peka dan menyadari keberadaannya tersebut maka ia tidak akan berhasil menjalankan visi dan misi tersebut, gereja akan hanyut dalam arus dunia atau justru akan tenggelam karena tidak mampu mengikuti perubahan zaman. Pola kepemimpinan Yesus sebagai teladan bagi kepemimpinan gereja hendaknya dapat membawa gereja tetap eksis, tetap pada jalurnya dan tetap setia pada misi yang diembannya. 5. METODE PENULISAN Skripsi ini akan ditulis dengan memakai pendekatan hermeneutis murni yaitu dengan menggunakan metode penafsiran sosio historis. Metode ini menggunakan analisis sosial budaya dalam memahami suatu teks dalam Alkitab. Kita menyadari bahwa sebuah teks tidak mungkin lepas dari kondisi masyarakat yang berkembang saat itu. Menurut John G. Gager dalam artikelnya yang berjudul Shall We Marry Our Enemies, ada dua keuntungan yang didapat dari memanfaatkan ilmu-ilmu sosial dalam penafsiran Alkitab. Pertama, kita akan mampu memahami dan menghadirkan kembali pengalaman hidup masyarakat awal di balik teks Alkitab itu, dengan segala dimensinya secara penuh. Kedua, kita akan dapat menangkap kembali kesinambungan antara pengalaman religius masyarakat awal tersebut dengan pengalaman religius masyarakat secara lebih luas lagi termasuk pengalaman religius kita kini dan di sini 8. Dengan menggunakan metode sosio historis ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan penulisan skripsi ini yaitu melihat integritas kepemimpinan Yesus. Penulis dapat menggali kehidupan kepemimpinan baik di bidang politik maupun dalam keagamaan Yahudi yang terjadi di zaman Yesus sehingga dengan demikian dapat membandingkannya dengan sikap kepemimpinan yang ditunjukkan oleh Yesus. 8 Pdt. Yusak Tridarmanto, M.Th., Berteologi Secara Kontekstual Dan Penafsiran Alkitab, Teologi Operatif: Berteologi Dalam Konteks Kehidupan yang Pluralistik di Indonesia, (Jakarta : BPK Gunung Mulia), 2003, p. 32

9 9 6. SISTEMATIKA PENULISAN Adapun urut-urutan dalam seluruh rangkaian penulisan makalah akhir ini adalah : BAB I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan 2. Permasalahan 3. Fokus Permasalahan 4. Tujuan Penulisan 5. Metode Penulisan 6. Sistematika Penulisan BAB II. KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT PALESTINA PADA MASA YESUS KRISTUS DAN PEMBACA MARKUS 1. Kehidupan Sosial Masyarakat Palestina Pada Masa Yesus Kristus A. Situasi Kemasyarakatan (1) Kehidupan Politik (2) Kehidupan Keagamaan (3) Kehidupan Sosial - Ekonomi B. Relasi Antara Pemimpin Politik dan Pemimpin Keagamaan C. Penampilan Yesus Sebagai Seorang Tokoh Pemimpin 2. Kehidupan Sosial Masyarakat Pembaca Injil Markus A. Siapa Penulis Injil Markus? B. Siapa Pembaca Injil Markus? C. Kapan Injil Markus Ditulis? D. Bagaimana Kondisi Pembaca Injil Markus? BAB III. YESUS DAN BERBAGAI MASALAH KEMASYARAKATAN YANG DIHADAPINYA SEBUAH USAHA UNTUK MENEMUKAN POLA KEPEMIMPINAN YESUS 1. Markus 2 : Markus 10 : Markus 11 : BAB IV. PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Di dalam dogma Kristen dinyatakan bahwa hanya karena anugerah Allah di dalam Yesus Kristus, manusia dapat dibenarkan ataupun dibebaskan dari kuasa dan

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN Sejak manusia pertama (Adam) jatuh ke dalam dosa, seperti dikisahkan pada kitab Kejadian dari Alkitab Perjanjian Lama, maka pintu gerbang dunia terbuka

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penulis Markus mengawali tulisannya dengan kalimat inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah (Mrk 1:1). Kalimat ini memunculkan kesan bahwa

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Permasalahan.

UKDW BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Permasalahan. BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Permasalahan. Gereja dalam kehidupan kekristenan menjadi tempat dan sarana orang-orang percaya kepada Kristus, berkumpul dan saling mendorong antara orang yang satu

Lebih terperinci

Basuh Kaki. Mendapat Bagian dalam Tuhan HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Basuh Kaki. Mendapat Bagian dalam Tuhan HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Basuh Kaki Mendapat Bagian dalam Tuhan GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150,

Lebih terperinci

Pertanyaan Alkitab (24-26)

Pertanyaan Alkitab (24-26) Pertanyaan Alkitab (24-26) Bagaimanakah orang Kristen Bisa Menentukan Dia Tidak Jatuh Dari Iman/Berpaling Dari Tuhan? Menurut Alkitab seorang Kristen bisa jatuh dari kasih karunia, imannya bisa hilang.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kebebasan merupakan hal yang menarik bagi hampir semua orang. Di Indonesia, kebebasan merupakan bagian dari hak setiap individu, oleh karena itu setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam Perjanjian Baru terdapat empat Kitab Injil Yang menuliskan tentang kehidupan Yesus Kristus, keempat injil ini adalah Injil Matius, Markus, Lukas dan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP-K PERMATA BUNDA CIMANGGIS Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kelas/Semester : VIII / 1 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Standar Kompetensi : Memahami

Lebih terperinci

Siapakah Yesus Kristus? (3/6)

Siapakah Yesus Kristus? (3/6) Siapakah Yesus Kristus? (3/6) Nama Kursus : SIAPAKAH YESUS KRISTUS? Nama Pelajaran : Yesus adalah Allah Sejati dan Manusia Sejati Tanpa Dosa Kode Pelajaran : SYK-P03 Pelajaran 03 - YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

Lebih terperinci

Jika Allah hanya peduli pada kegiatan keagamaan,

Jika Allah hanya peduli pada kegiatan keagamaan, L. E. V. E. L O. N. E BAGIAN PERTAMA: HIDUP YANG MEMURIDKAN ORANG LAIN (DISCIPLE MAKER) 3: Hidup Sebagai Pembuat Murid Mengapa Anda ingin menjadikan seseorang murid? Apakah Anda menanyakan pertanyaan ini

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN. Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!.

UKDW BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN. Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN Berkatalah Petrus kepada Yesus: Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!. 1 Ucapan Petrus dalam suatu dialog dengan Yesus ini mungkin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Konsep tentang panggilan sudah ada sejak jaman Israel kuno seiring dengan pengenalan mereka tentang Allah. Misalnya panggilan Tuhan kepada Abraham (Kej 12:

Lebih terperinci

TATA GEREJA PEMBUKAAN

TATA GEREJA PEMBUKAAN TATA GEREJA PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya gereja adalah penyataan Tubuh Kristus di dunia, yang terbentuk dan hidup dari dan oleh Firman Tuhan, sebagai persekutuan orang-orang percaya dan dibaptiskan ke

Lebih terperinci

Mat. 16: Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Mat. 16: Ev. Bakti Anugrah, M.A. Mat. 16: 13-20 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Identitas Kristus yang sudah dinyatakan berulang-ulang dari pasal pertama sampai pasal kelima belas ternyata masih menimbulkan kebingungan dan perpecahan pendapat

Lebih terperinci

Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar

Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar Setiap Orang Bisa Menjadi Pengajar Beberapa berkat yang terbesar dalam hidup ini datang kepada orang Kristen yang mengajar. Ketika saudara melihat sukacita yang dialami seseorang karena menerima Yesus

Lebih terperinci

Surat-surat Am DR Wenas Kalangit

Surat-surat Am DR Wenas Kalangit Surat-surat Am DR Wenas Kalangit 22 Januari 2008 Jakarta 1 Surat-surat Ibrani dan Am Catatan Umum Delapan surat terakhir dalam PB disebut juga dengan nama: Surat-surat Am atau Umum. Disebut demikian karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 1999, hlm 30

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 1999, hlm 30 1 BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan A.1. Latar belakang permasalahan Harus diakui bahwa salah satu faktor penting di dalam kehidupan masyarakat termasuk kehidupan bergereja adalah masalah kepemimpinan.

Lebih terperinci

PROFESIONALISME GURU PAK DALAM PERSPEKTIF ALKITAB PERJANJIAN BARU. Yulia Citra

PROFESIONALISME GURU PAK DALAM PERSPEKTIF ALKITAB PERJANJIAN BARU. Yulia Citra PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAK II DAN CALL FOR PAPERS, Tema: Profesionalisme dan Revolusi Mental Pendidik Kristen. Ungaran, 5 Mei 2017. ISBN: 978-602-60350-4-2 PROFESIONALISME GURU PAK DALAM PERSPEKTIF

Lebih terperinci

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak

PELAYANAN ANAK. PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak PELAYANAN ANAK Sesi 1: Menjangkau Anak-anak PENDAHULUAN Allah tertarik pada anak-anak. Haruskah gereja berusaha untuk menjangkau anak-anak? Apakah Allah menyuruh kita bertanggung jawab terhadap anak-anak?

Lebih terperinci

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran

Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Setiap Orang Membutuhkan Pengajaran Pernahkah saudara melihat seekor induk burung yang mendesak anaknya keluar dari sarangnya? Induk burung itu memulai proses pengajaran yang akan berlangsung terus sampai

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL

PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL Lenda Dabora Sagala STT Simpson Ungaran Abstrak Menghadapi perubahan sosial, Pendidikan Agama Kristen berperan dengan meresponi perubahan

Lebih terperinci

UKDW. Bab I PENDAHULUAN

UKDW. Bab I PENDAHULUAN Bab I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah 1.1 Krisis Dalam Pelayanan Jemaat Dalam kehidupan dan pelayanan jemaat tak pernah luput dari krisis pelayanan. Krisis dapat berupa perasaan jenuh dan bosan dalam

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan

KISI-KISI PENULISAN SOAL. kemampuan KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis Sekolah : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kurikulum : 2006 Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah soal : 40 + 5 Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI KUNCI MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI BAGI MEREKA YANG MEMBUAT KEPUTUSAN Saudara yang terkasih, pada waktu Saudara menerima Yesus Kristus menjadi Juruselamat pribadi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Penginjilan merupakan salah satu dimensi yang esensial dari misi Kristen. Gereja bertanggungjawab untuk mewartakan injil ke seluruh dunia, untuk memberitakan

Lebih terperinci

BAB V REFLEKSI TEOLOGIS

BAB V REFLEKSI TEOLOGIS BAB V REFLEKSI TEOLOGIS Menurut Kejadian 1:27, 1 pada dasarnya laki-laki dan perempuan diciptakan dengan keunikan masing-masing. Baik laki-laki dan perempuan tidak hanya diberikan kewajiban saja, namun

Lebih terperinci

Penulis : Yohanes Tema : Yesus, Putra Allah. Tanggal Penulisan: M Latar Belakang

Penulis : Yohanes Tema : Yesus, Putra Allah. Tanggal Penulisan: M Latar Belakang SUPLEMEN MATERI KHOTBAH PELKAT 10 11 MARET 2017 Penulis : Yohanes Tema : Yesus, Putra Allah Tanggal Penulisan: 80-95 M Latar Belakang YOHANES 4 : 27 54 Injil Yohanes adalah unik di antara keempat Injil.

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

BAB V PENUTUP. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: BAB V PENUTUP Pada bagian ini penulisan akan dibagi menjadi dua bagian yaitu kesimpulan dan saran. 5.1.KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1. Gereja adalah persekutuan orang percaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN

BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN BAB I PENDAHULUAN A. PERMASALAHAN A.1. Latar Belakang Masalah Memberitakan Injil dalam wacana kekristenanan dipandang sebagai tugas dan tanggung jawab melanjutkan misi Kristus di tengah dunia. Pemahaman

Lebih terperinci

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. dalam keluarga dengan orang tua beda agama dapat dipahami lebih baik.

BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS. dalam keluarga dengan orang tua beda agama dapat dipahami lebih baik. BAB IV REFLEKSI TEOLOGIS Dalam bab IV ini akan dipaparkan suatu refleksi teologis tentang PAK dalam keluarga dengan orang tua beda agama. Refleksi teologis ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu PAK keluarga

Lebih terperinci

Siapakah Yesus Kristus? (4/6)

Siapakah Yesus Kristus? (4/6) Siapakah Yesus Kristus? (4/6) Nama Kursus : SIAPAKAH YESUS KRISTUS? Nama Pelajaran : Yesus adalah Juru Selamat dan Tuhan Kode Pelajaran : SYK-P04 Pelajaran 04 - YESUS ADALAH JURU SELAMAT DAN TUHAN DAFTAR

Lebih terperinci

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS

Gereja. Tubuh Kristus HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS HIDUP BARU BERSAMA KRISTUS Gereja Tubuh Kristus GEREJA YESUS SEJATI Pusat Indonesia Jl. Danau Asri Timur Blok C3 number 3C Sunter Danau Indah Jakarta 14350 Indonesia Telp. (021) 65304150, 65304151 Faks.

Lebih terperinci

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Situasi kritis merupakan situasi yang biasa dijumpai dalam kehidupan manusia. Meski tidak setiap saat dialami namun biasanya situasi ini sangat menentukan berhasil

Lebih terperinci

RENUNGAN KITAB 1Timotius Oleh: Pdt. Yabes Order

RENUNGAN KITAB 1Timotius Oleh: Pdt. Yabes Order RENUNGAN KITAB 1Timotius Oleh: Pdt. Yabes Order HARI 1 JEJAK-JEJAK PEMURIDAN DALAM SURAT 1-2 TIMOTIUS Pendahuluan Surat 1-2 Timotius dikenal sebagai bagian dari kategori Surat Penggembalaan. Latar belakang

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI

LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI LANGKAH-LANGKAH MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI KUNCI MENUJU PERTUMBUHAN ROHANI BAGI MEREKA YANG MEMBUAT KEPUTUSAN Saudara yang terkasih, pada waktu Saudara menerima

Lebih terperinci

Status Rohani Seorang Anak

Status Rohani Seorang Anak Status Rohani Seorang Anak PENDAHULUAN Kita yang melayani anak-anak di gereja atau di yayasan gerejawi perlu memiliki keyakinan tentang status rohani seorang anak di hadapan Tuhan, berdasarkan Firman Tuhan.

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbicara akan persoalan Perjamuan Kudus maka ada banyak sekali pemahaman antar jemaat, bahkan antar pendeta pun kadang memiliki dasar pemahaman berbeda walau serupa.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gereja Oikumenikal dan Evangelikal.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Gereja Oikumenikal dan Evangelikal. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1. Gereja Oikumenikal dan Evangelikal. Data statistik keagamaan Kristen Protestan tahun 1992, memperlihatkan bahwa ada sekitar 700 organisasi 1 Kristen

Lebih terperinci

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

Pekerja Dalam Gereja Tuhan Pekerja Dalam Gereja Tuhan Kim, seorang yang baru beberapa bulan menjadi Kristen, senang sekali dengan kebenaran-kebenaran indah yang ditemukannya ketika ia mempelajari Firman Tuhan. Ia membaca bagaimana

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Papua terkenal dengan pulau yang memiliki banyak suku, baik suku asli Papua maupun suku-suku yang datang dan hidup di Papua. Beberapa suku-suku asli Papua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada tanggal 21 Maret 2006, bertempat di Jakarta ditetapkanlah sebuah peraturan pemerintah yang baru, yang dikenal sebagai Peraturan Bersama dua Menteri (selanjutnya

Lebih terperinci

DOA. Prinsip: Doa dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan.

DOA. Prinsip: Doa dimulai dengan hubungan kita dengan Tuhan. DOA Pengantar Apakah Anda pernah kagum akan sesuatu yang dikatakan oleh seorang anak kecil? Mungkin caranya menerangkan bagaimana cara kerja sebuah mainan. Atau mungkin ia menceriterakan tentang suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Gereja adalah persekutuan umat Tuhan Allah yang baru. Ungkapan ini erat hubungannya dengan konsep tentang gereja adalah tubuh Kristus. Dalam konsep ini

Lebih terperinci

PENGINJILAN DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MASYARAKAT MAJEMUK YULIA CITRA, LENDA DABORA J.F. SAGALA STT SIMPSON

PENGINJILAN DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MASYARAKAT MAJEMUK YULIA CITRA, LENDA DABORA J.F. SAGALA STT SIMPSON PENGINJILAN DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MASYARAKAT MAJEMUK YULIA CITRA, LENDA DABORA J.F. SAGALA STT SIMPSON PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PENGINJILAN

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Dalam bagian ini, akan di buat kesimpulan dari pembahasan bab 1 sampai. dengan bab 4 serta saran-saran. 5.1.

BAB V PENUTUP. Dalam bagian ini, akan di buat kesimpulan dari pembahasan bab 1 sampai. dengan bab 4 serta saran-saran. 5.1. BAB V PENUTUP Dalam bagian ini, akan di buat kesimpulan dari pembahasan bab 1 sampai dengan bab 4 serta saran-saran. 5.1. Kesimpulan Teologi pluralisme agama memang simpatik karena ingin membangun teologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Dr. Harun, Iman Kristen (Jakarta: PT.BPK Gunung Mulia), 2001, hlm

BAB I PENDAHULUAN. 1 Dr. Harun, Iman Kristen (Jakarta: PT.BPK Gunung Mulia), 2001, hlm BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap manusia memerlukan orang lain untuk saling memberi dan menerima. Hal itu menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial sekaligus

Lebih terperinci

Pendidikan Agama Kristen Protestan

Pendidikan Agama Kristen Protestan Modul ke: 04Fakultas Psikologi Pendidikan Agama Kristen Protestan GEREJA SESUDAH ZAMAN PARA RASUL (2) Program Studi Psikologi Drs. Sugeng Baskoro,M.M. A. Latar Belakang Dalam kepercayaan Iman Kristen,

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI

PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI PENGARUH PEMBINAAN ROHANI TERHADAP KEAKTIFAN KAUM MUDA DALAM PELAYANAN DI GEREJA KRISTEN HOLISTIK JEMAAT SERENITY MAKASSAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat-syarat dalam Menyelesaikan Stratum

Lebih terperinci

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #1 oleh Chris McCann Selamat malam dan selamat datang di pembahasan Alkitab EBible Fellowship dalam Kitab Wahyu. Malam ini adalah pembahasan #1 tentang Wahyu, pasal

Lebih terperinci

BAB IV. Refleksi Teologis. sekolah adalah perbedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Dimana sudah sangat

BAB IV. Refleksi Teologis. sekolah adalah perbedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Dimana sudah sangat BAB IV Refleksi Teologis Salah satu perbedaan yang dihadapi baik didalam gereja, masyarakat, maupun didalam sekolah adalah perbedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Dimana sudah sangat tertanam

Lebih terperinci

Pelayanan Mengajar itu Penting

Pelayanan Mengajar itu Penting Pelayanan Mengajar itu Penting Dalam Pelajaran 1 kita belajar tentang pengajaran Kristen sebagai suatu pelayanan. Kita membicarakan perbedaan antara mengajar, berkhotbah, dan memberi kesaksian. Kita juga

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gereja hidup di tengah masyarakat. Gereja kita kenal sebagai persekutuan orangorang percaya kepada anugerah keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. Yesus Kristus

Lebih terperinci

Jemaat yang bagaimanakah yang ALLAH inginkan? Mengapa Jemaat adalah pusat perhatian ALLAH? Siapakah Kepala Gereja? Bagaimana strata anggota jemaat di

Jemaat yang bagaimanakah yang ALLAH inginkan? Mengapa Jemaat adalah pusat perhatian ALLAH? Siapakah Kepala Gereja? Bagaimana strata anggota jemaat di BAB 2 Jemaat yang bagaimanakah yang ALLAH inginkan? Mengapa Jemaat adalah pusat perhatian ALLAH? Siapakah Kepala Gereja? Bagaimana strata anggota jemaat di hadapan ALLAH? Alkitab menggunakan berbagai ungkapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Spiritualitas adalah istilah yang agak baru yang menandakan kerohanian atau hidup rohani. Spritualitas bisa juga berarti semangat kerohanian atau jiwa kerohanian.

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Jenjang Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik Kurikulum : 2006 Jumlah Kisi-Kisi : 60 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 NO KOMPETENSI DASAR

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar

BAB 1 PENDAHULUAN. Perjamuan kudus merupakan perintah Tuhan sendiri, seperti terdapat dalam Matius 26:26-29, Mar BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam pengajaran gereja sakramen disebut sebagai salah satu alat pemelihara keselamatan bagi umat Kristiani. Menurut gereja-gereja reformasi hanya ada dua sakramen,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita tentang seorang

BAB I PENDAHULUAN. cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita tentang seorang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Teks Membuka Kitab Suci Perjanjian Baru, kita akan berjumpa dengan empat karangan yang cukup panjang yang disebut Injil. Karangan-karangan yang panjang itu bercerita

Lebih terperinci

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA

C. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA - 165 - C. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SMPLB TUNANETRA KELAS VII Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan

Lebih terperinci

Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th.

Dasar Kebersatuan Umat Kristen. Efesus 2: Pdt. Andi Halim, S.Th. Dasar Kebersatuan Umat Kristen Efesus 2:11-22 Pdt. Andi Halim, S.Th. Bicara soal kebersatuan, bukan hanya umat Kristen yang bisa bersatu. Bangsa Indonesia pun bersatu. Ada semboyan Bhineka Tunggal Ika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Lihat sila pertama dalam Dasar Negara Indonesia: Pancasila

BAB I PENDAHULUAN. 1 Lihat sila pertama dalam Dasar Negara Indonesia: Pancasila BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Seringkali kita mendengar dan membaca bahwa negara kita yaitu negara Indonesia adalah negara yang beragama. Dikatakan demikian, karena pada umumnya setiap warga negara

Lebih terperinci

ANTROPOLOGI ALKITAB (Pelajaran 12) By Dr. Erastus Sabdono. Pemulihan Gambar Diri (Bagian 4)

ANTROPOLOGI ALKITAB (Pelajaran 12) By Dr. Erastus Sabdono. Pemulihan Gambar Diri (Bagian 4) ANTROPOLOGI ALKITAB (Pelajaran 12) By Dr. Erastus Sabdono Pemulihan Gambar Diri (Bagian 4) Proses keselamatan dalam Yesus Kristus pada dasarnya adalah proses menjadikan manusia unggul bagi Tuhan. Manusia

Lebih terperinci

Ragi orang Farisi & Saduki penyebab kebutaan dan ketimpangan pertumbuhan rohani kita

Ragi orang Farisi & Saduki penyebab kebutaan dan ketimpangan pertumbuhan rohani kita Ragi orang Farisi & Saduki penyebab kebutaan dan ketimpangan pertumbuhan rohani kita Setelah Yesus menyucikan bait Allah maka datanglah orang buta dan orang timpang kepada Yesus dalam bait Allah itu dan

Lebih terperinci

Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. Seri Kitab Wahyu Pasal 14, Pembahasan #5 oleh Chris McCann Selamat malam dan selamat datang di pembahasan Alkitab EBible Fellowship dalam Kitab Wahyu. Malam ini adalah pembahasan #5 tentang Wahyu, pasal

Lebih terperinci

Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A.

Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Ketekunan dalam Menghadapi Ujian & Pencobaan Yak.1:1-11 Ev. Bakti Anugrah, M.A. Yakobus yang menuliskan kitab ini adalah saudara Tuhan Yesus, bukan rasul Yakobus. Yakobus juga adalah saudara Yudas, penulis

Lebih terperinci

Pertemuan I Menyembuhkan Orang Busung Air (Lukas 14:1-6)

Pertemuan I Menyembuhkan Orang Busung Air (Lukas 14:1-6) Pertemuan I Menyembuhkan Orang Busung Air (Lukas 14:1-6) 13 Doa Pembuka Pemandu mengajak seluruh peserta berdoa memohon bimbingan Roh Kudus agar dapat memahami firman Allah yang hendak dibaca dan direnungkan.

Lebih terperinci

BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja

BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja BAB III Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja A. Amanat Agung dan Tuntutan Ketaatan terhadap Pertumbuhan Gereja Amanat Agung Yesus Kristus diterima sebagai tugas atau mandat misi yang disampaikan

Lebih terperinci

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J.

RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal Paul Suparno, S.J. 1 RELIGIUS SEBAGAI MISTIK DAN NABI DI TENGAH MASYARAKAT Rohani, Juni 2012, hal 25-28 Paul Suparno, S.J. Suster Mistika dikenal oleh orang sekitar sebagai seorang yang suci, orang yang dekat dengan Tuhan,

Lebih terperinci

BAB IV PEMAHAMAN TENTANG PERSEMBAHAN

BAB IV PEMAHAMAN TENTANG PERSEMBAHAN BAB IV PEMAHAMAN TENTANG PERSEMBAHAN Persembahan identik secara formal dengan memberikan sesuatu untuk Tuhan. Berkaitan dengan itu, maka dari penelitian dalam bab tiga, dapat disimpulkan bahwa, pemahaman

Lebih terperinci

KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN

KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN KARUNIA TUHAN UNTUK KESELAMATAN Pengantar Apakah Anda berpikir bahwa Tuhan tidak memedulikan Anda sebagai seorang perempuan? Bahwa Ia tidak tertarik pada masalah Anda, harapan Anda, dan mimpi Anda? Bahwa

Lebih terperinci

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Am. 7 : 12-15) Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-ku. Bacaan diambil dari Nubuat Amos

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Am. 7 : 12-15) Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-ku. Bacaan diambil dari Nubuat Amos TAHN B - Hari Minggu Biasa XV 12 Juli 2015 LTRG SABDA Bacaan pertama (Am. 7 : 12-15) Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-ku. Bacaan diambil dari Nubuat Amos Sekali peristiwa berkatalah Amazia, imam di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan arus globalisasi, maka muncul pula persoalan-persoalan baru yang harus dihadapi oleh sumber daya manusia yang ada di dalam Gereja. Oleh

Lebih terperinci

Hubungann Kita Dengan Orang Lain

Hubungann Kita Dengan Orang Lain Hubungann Dengan Orang Lain Kita Pada hari Senin pagi dalam ibadah pagi di Sekolah Alkitab ada bagian kesaksian. Seorang gadis bernama Olga berdiri untuk bersaksi. Sehari sebelumnya ia bersama seorang

Lebih terperinci

Penelaahan Tiap Kitab Secara Tersendiri

Penelaahan Tiap Kitab Secara Tersendiri Penelaahan Tiap Kitab Secara Tersendiri Mungkin kelihatannya lebih mudah untuk mengandalkan beberapa ayat Alkitab yang kita gemari untuk membimbing dan menguatkan kita secara rohani. Akan tetapi, kita

Lebih terperinci

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

Ada 4 poin kasih Allah yang terkandung di dalam ayat Yohanes 3:16, yaitu: 1. Kasih Allah yang besar dan ajaib

Ada 4 poin kasih Allah yang terkandung di dalam ayat Yohanes 3:16, yaitu: 1. Kasih Allah yang besar dan ajaib Bahan Pengajaran Sekolah Minggu GKPI Minggu Trinitatis, 22 Mei 2016 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 7 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus dan Saudara-saudaraNya Yesus pada Pesta Pondok Daun Mesiaskah Dia? Penjaga Bait Allah Disuruh Menangkap Yesus Aliran Air Hidup Pertentangan

Lebih terperinci

7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah

7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah 7:7 Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta. 7:8 Lalu

Lebih terperinci

BAB V. Penutup. GKJW Magetan untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kasih karena Yesus

BAB V. Penutup. GKJW Magetan untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kasih karena Yesus BAB V Penutup 5.1 Kesimpulan dan Refleksi Upacara slametan sebagai salah satu tradisi yang dilaksanakan jemaat GKJW Magetan untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kasih karena Yesus sebagai juruslamat

Lebih terperinci

DISIAPKAN MENJADI SAKSI

DISIAPKAN MENJADI SAKSI Tata Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus Ke Surga GKI Soka Salatiga Kamis, 25 Mei 2017 Pukul 08.30 WIB DISIAPKAN MENJADI SAKSI KETERANGAN: Ptgs. 1 : Seorang Bapak Ptgs. 2 : Seorang Ibu Ptgs. 3 : Seorang Pemuda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Hal-hal kecil yang ada di sekitar kita sering sekali terabaikan. Kita lebih terfokus pada hal-hal yang kita anggap lebih besar. Kita beranggapan demikian

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN Latar Belakang Masalah

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERMASALAHAN 1.1.1 Latar Belakang Masalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) adalah Gereja mandiri bagian dari Gereja Protestan Indonesia (GPI) sekaligus anggota Persekutuan Gereja-Gereja

Lebih terperinci

2

2 Pk. 17.00 WIB 2 3 4 5 6 7 8 9 PELAYANAN BAPTISAN KUDUS DEWASA, BAPTIS ANAK, PENGAKUAN PERCAYA (SIDI), PENERIMAAN ANGGOTA & PEMBARUAN PENGAKUAN PERCAYA PENGANTAR PF : Dalam kebaktian hari ini akan dilayankan

Lebih terperinci

I M A N Bagian ke-1. Bahkan, ketika Yesus menderita kesakitan di atas kayu salib, para pencemooh-nya masih terus menuntut tanda.

I M A N Bagian ke-1. Bahkan, ketika Yesus menderita kesakitan di atas kayu salib, para pencemooh-nya masih terus menuntut tanda. I M A N Bagian ke-1 Pengantar Tuhan telah memilih untuk menjadikan iman sebagai salah satu batu pondasi hubungan kita dengan Dia. Tetapi seberapa banyak kita benar-benar mengerti tentang iman? Dari manakah

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW

BAB I PENDAHULUAN UKDW BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Permasalahan Seksualitas merupakan pemberian dari Allah. Artinya bahwa Allah yang membuat manusia bersifat seksual. Masing-masing pribadi merupakan makhluk seksual

Lebih terperinci

MENGAMPUNI ORANG LAIN

MENGAMPUNI ORANG LAIN Level 2 Pelajaran 9 MENGAMPUNI ORANG LAIN Oleh Don Krow Hari ini kita akan membahas mengenai pengampunan yang di ambil dari Matius 18:21-22: Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus:"Tuhan, sampai

Lebih terperinci

MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS (2)

MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS (2) MARILAH KITA PELAJARI RENCANA KESELAMATAN MENURUT ALKITAB BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS (2) Kursi berkaki tiga bisa digunakan. Bayangkanlah kursi berkaki tiga dalam pikiran Anda. Lalu, bayangkanlah

Lebih terperinci

PERBUATAN BAIK SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR Lukas 19:1-10 Pilipus F. Mansnandifu

PERBUATAN BAIK SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR Lukas 19:1-10 Pilipus F. Mansnandifu PERBUATAN BAIK SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR Lukas 19:1-10 Pilipus F. Mansnandifu Tujuan: Jemaat memahami bahwa perbuatan baik kristiani adalah ungkapan syukur atas anugerah Allah bagi dirinya. Jemaat mengevaluasi

Lebih terperinci

UKDW. BAB I Pendahuluan

UKDW. BAB I Pendahuluan BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Permasalahan Hidup yang penuh berkelimpahan merupakan kerinduan, cita-cita, sekaligus pula harapan bagi banyak orang. Berkelimpahan seringkali diartikan atau setidaknya

Lebih terperinci

Pembaptisan Air. Pengenalan

Pembaptisan Air. Pengenalan Pembaptisan Air Pengenalan Penting sekali bagi kita membaca Alkitab dan mempelajari apa yang Tuhan katakan kepada umatnya. Saya percaya kita perlu meneliti Kitab Suci secara menyeluruh untuk mengetahui

Lebih terperinci

MTPJ 05 s/d 11 Oktober 2014

MTPJ 05 s/d 11 Oktober 2014 MTPJ 05 s/d 11 Oktober 2014 TEMA BULANAN: Keadilan Yang Gerejawi TEMA MINGGUAN: Mengusahakan Keadilan Mencerminkan Hidup Takut Tuhan 05 s/d 11 Oktober 2014 Bahan Alkitab : Mazmur 85:10-14; I Timotius 6:11-12

Lebih terperinci

Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa

Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa Bergabunglah dengan Saudara yang Lain Bila Berdoa III Berdoalah dengan Seorang Teman II Berdoalah dengan Keluarga Saudara III Berdoalah dengan Kelompok Doa II Berdoalah dengan Jemaat Pelajaran ini akan

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN

UKDW BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kepemimpinan merupakan hal yang penting berada dalam gereja. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan gereja sebagai organisasi. Dalam teori Jan Hendriks mengenai jemaat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PIMPINAN PUSAT GKPS Nomor: 99/SK-1-PP/2013 tentang TATA GEREJA dan PERATURAN RUMAH TANGGA GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS)

KEPUTUSAN PIMPINAN PUSAT GKPS Nomor: 99/SK-1-PP/2013 tentang TATA GEREJA dan PERATURAN RUMAH TANGGA GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS) TATA GEREJA GKPS 1 GEREJA KRISTEN PROTESTAN SIMALUNGUN (GKPS) Simalungun Protestant Christian Church Pimpinan Pusat : Pdt. Jaharianson Saragih, STh, MSc, PhD Sekretaris Jenderal : Pdt. El Imanson Sumbayak,

Lebih terperinci

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) 10. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi

Lebih terperinci

BAHAN SHARING KEMAH. Oktober VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL. Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama

BAHAN SHARING KEMAH. Oktober VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL. Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL VISI : Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama MISI : Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa didalam Kristus dan melayani

Lebih terperinci

Seri Kedewasaan Kristen (6/6)

Seri Kedewasaan Kristen (6/6) Seri Kedewasaan Kristen (6/6) Nama Kursus : ORANG KRISTEN YANG BERTANGGUNG JAWAB (OKB) Nama Pelajaran : Bertanggung Jawab dalam Hal Bersaksi dan Memuridkan Orang Lain Kode Pelajaran : OKB-T06 DAFTAR ISI

Lebih terperinci

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan

Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Rencana Allah untuk Gereja Tuhan Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaatku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18). Inilah janji yang indah! Ayat ini memberitahukan beberapa hal yang penting

Lebih terperinci

UKDW. BAB I Pendahuluan. A. Latar Belakang

UKDW. BAB I Pendahuluan. A. Latar Belakang BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Kehidupan umat beragama tidak bisa dipisahkan dari ibadah. Ibadah bukan hanya sebagai suatu ritus keagamaan tetapi juga merupakan wujud respon manusia sebagai ciptaan

Lebih terperinci