Lely Etika Sari ( ) Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Lely Etika Sari ( ) Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi"

Transkripsi

1 STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI MASSA BANDUL TERHADAP POLA GERAK BANDUL DAN VOLTASE BANGKITAN GENERATOR PADA SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBAN LAUT SISTEM BANDUL KONIS Lely Etika Sari ( ) Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi

2 Tugas Akhir 1 2 BAB 1 PENDAHULUAN BAB 2 KAJIAN PUSTAKA 3 BAB 3 METODOLOGI 4 5 BAB 4 ANALISA DATA BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

3 BAB 1 PENDAHULUAN 5. Manfaat 4. Batasan Masalah 3. Tujuan 2. Rumusan Masalah 1. Latar Belakang

4 1. Latar Belakang 2/3 bagian wilayah Indonesia perairan Pengembangan PLTGL SB adalah Solusi Krisis Energi 2. Rumusan Masalah Bagaimana respon gerak bandul terhadap variasi massa bandul? 3. Tujuan Studi eksperimental dan menganalisa pengaruh variasi massa bandul terhadap pola gerak bandul dan voltase bangkitan generator pada Simulator PLTGL - SBK 4. Batasan Masalah 5. Manfaat Menyediakan data hubungan pengaruh massa bandul terhadap pola gerak bandul dan voltase bangkitan generator pada Simulator PLTGL - SBK Sebagai dasar pengembangan untuk penelitian selanjutnya mengenai PLTGL - SB Simulator dapat dikembangkan menjadi alat pemanen energi yang memiliki kapasitas besar Seluruh massa yang bergerak dianggap kaku Lengan bandul dianggap tidak bermassa sedangkan bola bandul merupakan partikel bermassa Gerakan yang membuat ponton miring terjadi akibat gelombang laut yang diasumsikan sinusoidal Profil gelombang laut hanya terjadi pada arah sumbu x dan y yang merupakan sumbu tetap dengan bidang x-y yang merupakan bidang permukaan air laut dengan frekuensi gelombang laut pada kedua arah sama. Gerak olakan ponton datar yang merupakan simulasi dari gelombang air laut dibuat tetap Gerakan gelombang laut disimulasikan dalam sebuah mekanisme

5 BAB 2 KAJIAN PUSTAKA Kajian Terdahulu Jika 20 % saja panjang pantai selatan (Jawa) dimanfaatkan untuk PLTGL, maka didapat daya sekitar 6,5 GW, ujar Zamrisyaf, peneliti dari PT PLN Litbang Ketenagalistrikan, 28 April Pada tahap awal, potensi maksimal dari PLTGL sekitar 125 kw, bahkan diupayakan mencapai 300 kw. Bandul yang digunakan bermassa 10 kg, panjang lengan bandul 2 m, periode gelombang laut rata-rata 3 s dengan ketinggian mencapai 1,5 m, daya yang dihasilkan 25,2 kw/set bandul.

6 Teori Gelombang Laut Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal. Dimana : a = amplitudo gelombang H = tinggi gelombang ϕ = frekuensi angular ζ = profil gelombang k = angka gelombang L = panjang gelombang c = celerity gelombang T = periode gelombang h = kedalaman laut

7 Getaran Adalah gerakan periodik dari sebuah benda atau sistem benda-benda yang berhubungan yang dipindahkan dari sebuah posisi kesetimbangan Getaran Bebas Sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent) dan tidak ada gaya luar yang bekerja Getaran Paksa Sistem berosilasi karena rangsangan gaya luar dan dipaksa untuk bergetar

8 Gerak Harmonik Gerak periodik merupakan suatu gerak gelombang berulang setelah selang waktu tertentu. Bentuk paling sederhana dari gerak periodik adalah gerak harmonik. Gerak Harmonik

9 Bandul Konis Merupakan bandul sederhana dengan pergerakan dari bandul konis melingkar horizontal. Bandul konis sederhana terdiri dari partikel bermassa m yang di gantungankan pada ujung tali sepanjang L dan besar sudut simpangnya adalah θ, sedangkan r adalah jari-jari lintasan bandul.

10 Induksi Elektromagnetik Penerapan dari konsep induksi elektromagnetik salah satunya adalah generator. Alat ini mengubah energi mekanik atau kinetik menjadi energi listrik. Prinsip kerja generator ada dua macam, yaitu: Kumparan berputar di dalam suatu medan magnet. Magnet berputar diantara beberapa kumparan. Jika kumparan diputar diantara kutub-kutub magnet sehingga memotong garis-garis medan magnet maka kumparan akan menerima fluks magnet yang besarnya berubah-ubah. Perubahan fluks magnet ini yang dapat menimbulkan ggl induksi.

11 BAB 3 METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir Secara Umum

12 Periode Amplitudo Variasi Pengujian Massa Bandul

13 Periode Diketahui : periode gelombang laut (T): 3 s,6 s, 9s agar mekanisme dapat menyerupai karakteristik dari gelombang laut maka pengaturan dilakukan pada putaran motor penggerak ponton, n = ω х 60 / 2π dimana : ω = 2π / T Sehingga diperoleh variasi putaran motor 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm. Amplitudo untuk mensimulasikan amplitudo gelombang laut dilakukan variasi terhadap jari-jari (radius) crank yang digunakan pada Simulator PLTGL SBK, yaitu sebesar 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Massa Bandul dalam pengujian digunakan 3 variasi massa bandul, yaitu : 200 gram, 300 gram, dan 400 gram

14 Perencanaan Simulator PLTGL - SBK Prinsip kerja simulator : menyalakan motor untuk memutar crank, putaran crank yang telah dipasang connecting rood dapat menggerakkan ponton, gerakan ponton ini menyebabkan bandul berputar, artinya juga memutar poros vertikal yang telah di couple dengan generator sehingga dapat menghasilkan voltase bangkitan

15 Bagian-Bagian Mekanisme Motor dan Reducer Generator Crank Bandul Connecting Rood dan Ponton Datar Poros Vertikal dan Lengan Bandul

16 Generator Merk Seri Jenis Putaran output : Canon : CN : Motor Listrik DC 12 Volt : 2400 rpm Bandul Massa bandul yang digunakan adalah 200 gram, 300 gram, dan 400 gram. Bandul berbentuk silinder pejal (r = 2,5 cm) dan terbuat dari besi dengan massa jenis (ρ) 7,9 gr/cm 3.

17 Poros Vertikal dan Lengan Bandul Poros vertikal diletakkan tepat di tengahtengah ponton. Material yang digunakan untuk poros vertikal dan lengan bandul pada Simulator PLTGL - SBK adalah aluminium. Lengan bandul memiliki sudut konis θ terhadap poros vertikal. Poros vertikal yang berupa silinder pejal memiliki panjang 30 cm dengan diameter 1,5 cm. Sedangkankan lengan bandul yang juga berupa poros (silinder pejal) memiliki panjang 21 cm dan diameter 0,8 cm.

18 Connecting Rood dan Ponton Datar Connecting rood digunakan untuk menghubungkan crank dengan ponton, terbuat dari aluminium dan berbentuk batang. Ponton berupa plat datar persegi (40 cm 40 cm) yang terbuat dari aluminium dan memiliki ketebalan 0,8 cm.

19 Crank Crank yang digunakan pada Simulator PLTGL - SBK berbentuk silinder pipih dengan jari-jari 7,5 cm dan tebal (tinggi silinder) 1 cm. Crank terbuat dari acrylic dan memiliki 3 titik (berupa lubang) peletakan connecting rood untuk setiap 2 cm, 4 cm, dan 6 cm jari-jari crank.

20 Motor dan Reducer Motor : Reducer : Merek Model Jenis Putaran output Torsi : Toshiba : DGM A : Motor Listrik DC 24 Volt, 0.85 Ampere : 4400 rpm : 25 kg.cm Merek : Toshiba Kode produk : Gearhead GC MBA Ratio : 1 : 200 Putaran output : 22 rpm Reducer Motor

21 Kabel Tachometer Power Supply Peralatan Pengujian Resistor Oscilloscope dan Flashdisk

22 Oscilloscope dan Flashdisk Digital Storage Oscilloscope dengan merk UNI-T UT2062C digunakan untuk merekam data tegangan yang dihasilkan oleh Simulator PLTGL - SBK. Data tersebut berupa grafik voltase bangkitan generator terhadap waktu. Flashdisk digunakan untuk menyimpan data hasil rekaman digital storage oscilloscope. Resistor Resistor 100 Ω dipasang secara seri diantara salah satu kabel generator dan salah satu kabel oscilloscope. Pemasangan resistor ini ditujukan untuk mempermudah didalam perhitungan daya generator.

23 Power Supply Power supply berfungsi sebagai pemberi daya listrik ke motor agar motor dapat berputar. Kabel Kabel berfungsi sebagai penghubung atau penghantar arus listrik dari power suplly kemotor. Tachometer Tachometer digunakan untuk mengukur putaran motor yang dibutuhkan dalam pengujian, yaitu 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm. Pengaturan putaran motor dilakukan dengan mengatur voltase atau daya yang diberikan oleh power suplly ke motor.

24 Skema Pengujian

25 Diagram Alir Pengambilan Data

26 BAB 4 ANALISA DATA Grafik Hasil Pengujian Simulator Ketika θ = 60, n = 20 rpm, r crank = 6 cm m = 200 g m = 300 g m = 400 g Ketika m = 400 gram, n = 20 rpm, r crank = 6 cm θ = 45 θ = 70

27 Dari grafik-grafik yang terekam oleh oscilloscope dapat diketahui pola gerak bandul akibat variasi yang dilakukan. Sumbu vertikal grafik mempresentasikan besarnya voltase bangkitan yang dapat dihasilkan oleh generator. Sedangkan sumbu horizontal mempresentasikan waktu tertentu yang digunakan oleh oscilloscope untuk. Pada grafik yang muncul di layar oscilloscope terdapat 8 kotak ke arah vertikal dimana setiap kotak mewakili besarnya voltase. Besar voltase untuk setiap kotak dapat dibaca pada Ch1 (Channel1) yang tertera pada layar oscilloscope dimana besarnya bergantung pada setting awal pada saat mengambil data. Sedangkan untuk arah horizontal terdapat 10 kotak dimana setiap kotak mewakili waktu tertentu. Besar waktu untuk setiap kotak dapat dibaca pada M yang tertera pada layar oscilloscope dimana besarnya bergantung pada setting awal pada saat mengambil data. Grafik yang diperoleh berupa grafik sinusoidal yang mempesentasikan pola gerak dari bandul. Dari grafik didapat bahwa ketika grafik hasil pengujian berada di atas sumbu horizontal, menandakan bandul berputar searah jarum jam/cw (clockwise). Sebaliknya, ketika grafik hasil pengujian berada di bawah sumbu horizontal, hal ini menandakan bahwa bandul berputar berlawanan arah jarum jam/ccw (counter clockwise). Perputaran bandul juga merupakan perputaran dari poros generator. Untuk menghasilkan energi bangkitan yang besar pada generator, tentunya putaran bandul yang diharapkan adalah putaran penuh atau putaran yang searah. Dari pengujian yang dilakukan, diperoleh nilai voltase bangkitan generator terbesar untuk sudut konis (θ) 60 dan panjang lengan bandul 21 cm, yaitu pada saat massa bandul 400 gram, jari-jari crank 6 cm, dan putaran motor 20 rpm dengan nilai voltase bangkitan sebesar 1.145,8 mvolt. Sedangkan berdasar hasil pengujian variasi sudut konis (θ) 30, 45, 60, 67, 70, 75, dan 90 diperoleh besar voltase bangkitan generator terbesar pada saat θ = 70 ketika panjang lengan bandul 21 cm dengan massa bandul 400 gram, jari-jari crank 6 cm, dan putaran motor 20 rpm.

28 Voltase Bangkitan Generator Hasil Pengujian Simulator θ = 60 Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Putaran Motor (rpm) Jari-Jari Jari-Jari Jari-Jari Crank 2 cm Crank 4 cm Crank 6 cm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Massa Bandul 200 gram m = 200 gram Jari-Jari Crank 2 cm Jari-Jari Crank 4 cm Jari-Jari Crank 6 cm Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik semakin meningkat. Semakin besar putaran motor yang diberikan, yaitu 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar jari-jari crank maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Putaran Motor (rpm)

29 Massa Bandul 300 gram Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Putaran Motor Jari-Jari Crank Jari-Jari Crank Jari-Jari Crank (rpm) 2 cm 4 cm 6 cm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) m = 300 gram Jari-Jari Crank 2 cm Jari-Jari Crank 4 cm Jari-Jari Crank 6 cm Dari Gambar dapat dilihat bahwa trend grafik semakin meningkat. Semakin besar putaran motor yang diberikan, yaitu 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar jari-jari crank maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Putaran Motor (rpm)

30 Massa Bandul 400 gram Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Putaran Motor Jari-Jari Crank Jari-Jari Crank Jari-Jari Crank (rpm) 2 cm 4 cm 6 cm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) m = 400 gram Jari-Jari Crank 2 cm Jari-Jari Crank 4 cm Jari-Jari Crank 6 cm Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik semakin meningkat. Semakin besar putaran motor yang diberikan, yaitu 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar jari-jari crank maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Putaran Motor (rpm) Dari ketiga gambar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar massa bandul, maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Hal ini dapat dilihat dari besar voltase bangkitan generator yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya massa bandul yang digunakan dalam pengujian.

31 Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Massa Bandul Putaran Motor 6 Putaran Motor Putaran Motor (gram) rpm 10 rpm 20 rpm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Jari-Jari Crank 2 cm Jari-Jari Crank 2 cm Putaran Motor 6 rpm Putaran Motor 10 rpm Putaran Motor 20 rpm Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik cenderung meningkat, walau ketika putaran motor 10 rpm dan 20 rpm untuk massa bandul 400 gram trend grafik menurun, namun perubahan angka yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan. Semakin besar massa bandul yang digunakan dalam pengujian, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar putaran motor yang diberikan maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Massa Bandul (gram)

32 Jari-Jari Crank 4 cm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Massa Bandul Putaran Motor 6 Putaran Motor Putaran Motor (gram) rpm 10 rpm 20 rpm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Massa Bandul (gram) Jari-Jari Crank 4 cm Putaran Motor 6 rpm Putaran Motor 10 rpm Putaran Motor 20 rpm Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik cenderung meningkat, walau ketika putaran motor 6 rpm untuk massa bandul 300 gram dan ketika putaran motor 20 rpm untuk massa bandul 400 gram trend grafik menurun, namun perubahan angka yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan. Semakin besar massa bandul yang digunakan dalam pengujian, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar putaran motor yang diberikan maka voltase bangkitan generator semakin besar pula.

33 Jari-Jari Crank 6 cm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Massa Bandul Putaran Motor 6 Putaran Motor Putaran Motor (gram) rpm 10 rpm 20 rpm Voltase Bangkitan GEnerator (mvolt) Massa Bandul (gram) Jari-Jari Crank 6 cm Putaran Motor 6 rpm Putaran Motor 10 rpm Putaran Motor 20 rpm Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik cenderung meningkat, walau ketika putaran motor 6 rpm dan 10 rpm untuk massa bandul 300 gram trend grafik menurun, namun perubahan angka yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan. Semakin besar massa bandul yang digunakan dalam pengujian, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar putaran motor yang diberikan maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Dari ketiga gambar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar jari-jari crank, maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Hal ini dapat dilihat dari besar voltase bangkitan generator yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jari-jari crank yang digunakan dalam pengujian.

34 Putaran Motor 6 rpm Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Jari-Jari Massa Bandul Massa Bandul Massa Bandul Crank (cm) 200 gram 200 gram 400 gram Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Putaran Motor 6 rpm Massa Bandul 200 gram Massa Bandul 300 gram Massa Bandul 400 gram Dari gambar meningkat. Semakin besar jari-jari crank yang digunakan, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar massa bandul yang digunakan maka voltase bangkitan generator cenderung semakin besar pula. Jari-Jari Crank (cm)

35 Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Jari-Jari Massa Bandul Massa Bandul Massa Bandul Crank (cm) 200 gram 200 gram 400 gram Putaran Motor 10 rpm Putaran Motor 10 rpm Massa Bandul 200 gram Massa Bandul 300 gram Massa Bandul 400 gram Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik cenderung meningkat, walau ketika massa bandul 400 gram untuk jari-jari crank 6 cm trend grafik menurun, namun perubahan angka yang ditunjukkan tidak terlalu signifikan. Semakin besar jari-jari crank yang digunakan dalam pengujian, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar massa bandul yang digunakan maka voltase bangkitan generator cenderung semakin besar pula. Jari-Jari Crank (cm)

36 Putaran Motor 20 rpm Voltase Bangkitan generator (mvolt) Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Jari-Jari Massa Bandul Massa Bandul Massa Bandul Crank (cm) 200 gram 200 gram 400 gram Putaran Motor 20 rpm Massa Bandul 200 gram Massa Bandul 300 gram Massa Bandul 400 gram Dari gambar meningkat. Semakin besar jari-jari crank yang digunakan, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini juga dapat dilihat bahwa semakin besar massa bandul yang digunakan maka voltase bangkitan generator cenderung semakin besar pula. Jari-Jari Crank (cm) Dari ketiga gambar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar putaran motor yang diberikan, maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Hal ini dapat dilihat dari besar voltase bangkitan generator yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya putaran motor yang digunakan dalam pengujian.

37 θ = 45 Voltase Bangkitan generator (mvolt) Massa Bandul (gram) Voltase Bangkitan Generator Rat-Rata (mvolt) Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik semakin meningkat. Semakin besar massa bandul yang digunakan, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini dapat dilihat bahwa semakin besar massa bandul yang digunakan untuk sudut konis (θ) 45, jari-jari crank 6 cm, dan putaran motor 20 rpm maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Massa Bandul (gram)

38 θ = 45 Voltase Bangkitan generator (mvolt) Massa Bandul (gram) 0 Voltase Bangkitan Generator Rat-Rata (mvolt) Massa Bandul (gram) Dari gambar dapat dilihat bahwa trend grafik semakin meningkat. Semakin besar massa bandul yang digunakan, yaitu 200 gram, 300 gram, dan 400 gram, maka semakin besar pula voltase bangkitan generator. Dari sini dapat dilihat bahwa semakin besar massa bandul yang digunakan untuk sudut konis (θ) 70, jari-jari crank 6 cm, dan putaran motor 20 rpm maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin besar massa bandul, semakin besar jari-jari crank, dan semakin besar putaran motor yang digunakan dalam pengujian maka voltase bangkitan generator pada Simulator PLTGL -SBK akan semakin besar pula. Penarikan simpulan ini terbatas untuk variasi yang telah digunakan dalam pengujian.

39 Daya Bangkitan Generator Hasil Perhitungan Massa Bandul (gram) Jari-Jari Crank (cm) Putaran Motor (rpm) Voltase Bangkitan Generator (mvolt) Arus, I (mampere) Daya Generator, P (mwatt) θ = Daya Bangkitan diperoleh melalului perhitungan sebagai berikut : Daya Bangkitan = V х I = V х (V/R)

40 θ = 45 Massa Bandul (gram) Massa Bandul (gram) Voltase Bangkitan Generator Rat-Rata (mvolt) Voltase Bangkitan Generator Rat-Rata (mvolt) Arus, I (mamper e) Arus, I (mamper e) Daya Bangkitan Generator, P (mwatt) θ = 70 Daya Bangkitan Generator, P (mwatt) Dari perumusan Daya = V I, terlihat bahwa besar daya bangkitan generator berbanding lurus dengan besarnya voltase bangkitan generator. Sehingga semakin besar voltase bangkitan generator maka daya bangkitan generator akan semakin besar pula. Penarikan simpulan ini terbatas untuk variasi yang telah digunakan dalam pengujian.

41 Analisa Gerak Bandul r1 x1 a x0

42 r0 a x0 cos θ0 = x0/a x0 = a cos θ0 = r0 θ0 cos θ0 x1 = r1 θ1 x1 = x0 jika : r1= 17,5 cm dan r0 = 6 cm maka : sin θ1 = r0 / r1 = 20,5 sehingga : θ1 = 20,05 r1 x1

43 θ1 / θ2 = 20,05 / 90 θ2 = 4,49 θ1 θ2 θ2 Analisa Bandul Akibat Gaya Berat Bandul l r2 θ3 r2 = l sin θ3 w cos θ1 w w sin θ1

44

45 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar massa bandul, maka voltase bangkitan generator semakin besar pula. Kesimpulan Pada Simulator PLTGL - SBK untuk massa bandul 400 gram, sudut konis bandul (θ) 60, dan jari-jari crank 2 cm dengan putaran motor penggerak ponton 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm beturut-turut\ menghasilkan voltase bangkitan sebesar 502,714 mvolt, 508,154 mvolt, dan 555,092 mvolt. Pada Simulator PLTGL - SBK untuk massa bandul 400 gram, sudut konis bandul (θ) 60, dan jari-jari crank 4 cm dengan putaran motor penggerak ponton 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm beturut-turut menghasilkan voltase bangkitan sebesar 723,454 mvolt, 930,948 mvolt, dan 968,980 mvolt. Pada Simulator PLTGL - SBK untuk massa bandul 400 gram, sudut konis bandul (θ) 60, dan jari-jari crank 6 cm dengan putaran motor penggerak ponton 6 rpm, 10 rpm, dan 20 rpm beturut-turut menghasilkan voltase bangkitan sebesar 853,274 mvolt, 923,572 mvolt, dan 1144,000 mvolt. Pada Simulator PLTGL - SBK untuk sudut konis bandul (θ) 45, jari-jari crank 6, dan putaran motor penggerak ponton 20 rpm dengan massa bandul 200 gram, 300 gram, dan 400 gram beturut-turut menghasilkan voltase bangkitan sebesar 1042 mvolt, 1120 mvolt, dan 1178 mvolt. Pada Simulator PLTGL - SBK untuk sudut konis bandul(θ) 70, jari-jari crank 6, dan putaran motor penggerak ponton 20 rpm dengan massa bandul 200 gram, 300 gram, dan 400 gram beturut-turut menghasilkan voltase bangkitan sebesar 1264 mvolt, 1335 mvolt, dan 1392 mvolt.

46 S a r a n Kondisi awal bandul saat pengujian perlu diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap pola gerak bandul. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat memodelkan mekanisme gerakan gelombang laut yang sesungguhnya agar diperoleh hasil yang lebih akurat. Pada penelitian selanjutnya diharapkan digunakan variasi massa bandul yang berbeda agar diperoleh hasil yang lebih teliti. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat diperoleh persamaan gerak bandul dari Simulator PLTGL - SBK.

47

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi. Oleh : Ni Made Wulan Permata Sari

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi. Oleh : Ni Made Wulan Permata Sari STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PANJANG LENGAN PENDULUM TERHADAP POLA GERAK BANDUL DAN VOLTASE BANGKITAN GENERATOR PADA SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL (PLTGL SB)

Lebih terperinci

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU LU ( )

Dosen Pembimbing : Ir. J. Lubi BAHAIROTUL LU LU ( ) STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI SUDUT KONIS TERHADAP POLA GERAK PENDULUM DAN VOLTASE BANGKITAN PADA SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL (PLTGL SB) KONIS Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet

ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII. Medan Magnet ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2015 KELAS XII gaya F. Jika panjang kawat diperpendek setengah kali semula dan kuat arus diperbesar dua kali semula, maka besar gaya yang dialami kawat adalah. Medan Magnet

Lebih terperinci

Muizzul Fadli Hidayat (1), Irfan Syarif Arief, ST.MT (2), dan Ir. Tony Bambang Musriyadi, PGD (3)

Muizzul Fadli Hidayat (1), Irfan Syarif Arief, ST.MT (2), dan Ir. Tony Bambang Musriyadi, PGD (3) ANALISA PENGARUHGERAKAN BANDUL DENGAN DUA PEMBERAT DAN SUDUT YANG BERBEDA TERHADAP PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT - SISTEM BANDULAN ( PLTGL-SB ) Muizzul Fadli Hidayat (1), Irfan Syarif Arief,

Lebih terperinci

PENDAHULUAN CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011)

PENDAHULUAN CYBER-TECHN. VOL 6 NO 1 (2011) RANCANG BANGUN DAN UJI KARAKTERISTIK SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT DENGAN SISTEM BANDUL-PONTON DATAR Agus Andy Setiawan *) ABSTRAK Indonesia memiliki potensi pengembangan sumber daya

Lebih terperinci

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dalam gerak translasi gaya dikaitkan dengan percepatan linier benda, dalam gerak rotasi besaran yang dikaitkan dengan percepatan

Lebih terperinci

Bahairotul Lu lu Jurusan Teknik Mesin, FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya 60111, Indonesia

Bahairotul Lu lu Jurusan Teknik Mesin, FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya 60111, Indonesia STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI SUDUT KONIS TERHADAP POLA GERAK PENDULUM DAN VOLTASE BANGKITAN PADA SIMULATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTEM BANDUL (PLTGL SB) KONIS Bahairotul Lu

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Antiremed Kelas 11 FISIKA Antiremed Kelas FISIKA Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARFIS0UAS Version : 205-02 halaman 0. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r= 5t 2 +, maka kecepatan rata -rata antara

Lebih terperinci

Uji Kompetensi Semester 1

Uji Kompetensi Semester 1 A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t

Lebih terperinci

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2 1. (25 poin) Dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H ditembakkan sebuah bola kecil bermassa m (Jari-jari R dapat dianggap jauh lebih kecil daripada H) dengan kecepatan awal horizontal v 0. Dua buah

Lebih terperinci

STUDI PENGARUH JUMLAH LILITAN DAN PANJANG KUMPARAN TERHADAP VOLTASE DAN ARUS BANGKITAN PADA MEKANISME PEMANEN ENERGI GETARAN

STUDI PENGARUH JUMLAH LILITAN DAN PANJANG KUMPARAN TERHADAP VOLTASE DAN ARUS BANGKITAN PADA MEKANISME PEMANEN ENERGI GETARAN Sidang Tugas Akhir Bidang Studi : Desain STUDI PENGARUH JUMLAH LILITAN DAN PANJANG KUMPARAN TERHADAP VOLTASE DAN ARUS BANGKITAN PADA MEKANISME PEMANEN ENERGI GETARAN Disusun oleh : DENNY SAPUTRA NRP. 2105

Lebih terperinci

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS

LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS Muatan Diskrit LATIHAN FISIKA DASAR 2012 LISTRIK STATIS 1. Ada empat buah muatan titik yaitu Q 1, Q 2, Q 3 dan Q 4. Jika Q 1 menarik Q 2, Q 1 menolak Q 3 dan Q 3 menarik Q 4 sedangkan Q 4 bermuatan negatif,

Lebih terperinci

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS

LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS Muatan Diskrit LATIHAN UAS 2012 LISTRIK STATIS 1. Dua buah bola bermuatan sama (2 C) diletakkan terpisah sejauh 2 cm. Gaya yang dialami oleh muatan 1 C yang diletakkan di tengah-tengah kedua muatan adalah...

Lebih terperinci

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik

PRINSIP KERJA MOTOR. Motor Listrik Nama : Gede Teguh Pradnyana Yoga NIM : 1504405031 No Absen/ Kelas : 15 / B MK : Teknik Tenaga Listrik PRINSIP KERJA MOTOR A. Pengertian Motor Listrik Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis

Lebih terperinci

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan . (5 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan dengan H). Kecepatan awal horizontal bola adalah v 0 dan

Lebih terperinci

Soal-Jawab Fisika Teori OSN 2013 Bandung, 4 September 2013

Soal-Jawab Fisika Teori OSN 2013 Bandung, 4 September 2013 Soal-Jawab Fisika Teori OSN 0 andung, 4 September 0. (7 poin) Dua manik-manik masing-masing bermassa m dan dianggap benda titik terletak di atas lingkaran kawat licin bermassa M dan berjari-jari. Kawat

Lebih terperinci

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121 SBMPTN 017 Fisika Soal SBMPTN 017 - Fisika - Kode Soal 11 Halaman 1 01. 5 Ketinggian (m) 0 15 10 5 0 0 1 3 5 6 Waktu (s) Sebuah batu dilempar ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Posisi batu setiap

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer

BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan 2.2 Motor 2.3 Reducer BAB II DASAR TEORI 2.1 Konsep Perencanaan Konsep perencanaan komponen yang diperhitungkan sebagai berikut: a. Motor b. Reducer c. Daya d. Puli e. Sabuk V 2.2 Motor Motor adalah komponen dalam sebuah kontruksi

Lebih terperinci

SANGAT RAHASIA. 30 o. DOKUMEN ASaFN 2. h = R

SANGAT RAHASIA. 30 o. DOKUMEN ASaFN 2. h = R DOKUMEN ASaFN. Sebuah uang logam diukur ketebalannya dengan menggunakan jangka sorong dan hasilnya terlihat seperti pada gambar dibawah. Ketebalan uang tersebut adalah... A. 0,0 cm B. 0, cm C. 0, cm D.

Lebih terperinci

Referensi : Hirose, A Introduction to Wave Phenomena. John Wiley and Sons

Referensi : Hirose, A Introduction to Wave Phenomena. John Wiley and Sons SILABUS : 1.Getaran a. Getaran pada sistem pegas b. Getaran teredam c. Energi dalam gerak harmonik sederhana 2.Gelombang a. Gelombang sinusoidal b. Kecepatan phase dan kecepatan grup c. Superposisi gelombang

Lebih terperinci

PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK

PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK PENGUJIAN PERFORMANCE MOTOR LISTRIK AC 3 FASA DENGAN DAYA 3 HP MENGGUNAKAN PEMBEBANAN GENERATOR LISTRIK Zainal Abidin, Tabah Priangkoso *, Darmanto Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sebagai Sumber angin telah dimanfaatkan oleh manusaia sejak dahulu, yaitu untuk transportasi, misalnya perahu layar, untuk industri dan pertanian, misalnya kincir angin untuk

Lebih terperinci

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor.

BAB II. 1. Motor arus searah penguatan terpisah, bila arus penguat medan rotor. dan medan stator diperoleh dari luar motor. BAB II MOTOR ARUS SEARAH II.1. Umum (8,9) Motor arus searah adalah suatu mesin yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dimana energi gerak tersebut berupa putaran dari motor. Ditinjau

Lebih terperinci

TUJUAN PERCOBAAN II. DASAR TEORI

TUJUAN PERCOBAAN II. DASAR TEORI I. TUJUAN PERCOBAAN 1. Menentukan momen inersia batang. 2. Mempelajari sifat sifat osilasi pada batang. 3. Mempelajari sistem osilasi. 4. Menentukan periode osilasi dengan panjang tali dan jarak antara

Lebih terperinci

Studi Pengaruh Diameter Kawat dan Susunan Kumparan Terhadap Voltase Bangkitan pada mekanisme Pemanen Energi Getaran

Studi Pengaruh Diameter Kawat dan Susunan Kumparan Terhadap Voltase Bangkitan pada mekanisme Pemanen Energi Getaran SidangTugas Akhir Bidang Studi : Desain Studi Pengaruh Diameter Kawat dan Susunan Kumparan Terhadap Voltase Bangkitan pada mekanisme Pemanen Energi Getaran Disusun oleh : Prisca Permatasari NRP. 2105 100

Lebih terperinci

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 1. Terhadap koordinat x horizontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen

Lebih terperinci

D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J

D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J 1. Bila sinar ultra ungu, sinar inframerah, dan sinar X berturut-turut ditandai dengan U, I, dan X, maka urutan yang menunjukkan paket (kuantum) energi makin besar ialah : A. U, I, X B. U, X, I C. I, X,

Lebih terperinci

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA DASAR PENGUKURAN MEKANIKA 1. Jelaskan pengertian beberapa istilah alat ukur berikut dan berikan contoh! a. Kemampuan bacaan b. Cacah terkecil 2. Jelaskan tentang proses kalibrasi alat ukur! 3. Tunjukkan

Lebih terperinci

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam)

Kumpulan Soal Fisika Dasar II. Universitas Pertamina ( , 2 jam) Kumpulan Soal Fisika Dasar II Universitas Pertamina (16-04-2017, 2 jam) Materi Hukum Biot-Savart Hukum Ampere GGL imbas Rangkaian AC 16-04-2017 Tutorial FiDas II [Agus Suroso] 2 Hukum Biot-Savart Hukum

Lebih terperinci

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m. Contoh Soal dan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. a) percepatan gerak turunnya benda m Tinjau katrol : Penekanan pada kasus dengan penggunaan persamaan Σ τ = Iα dan Σ F = ma, momen inersia (silinder

Lebih terperinci

SOAL DINAMIKA ROTASI

SOAL DINAMIKA ROTASI SOAL DINAMIKA ROTASI A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Sistem yang terdiri atas bola A, B, dan C yang posisinya seperti tampak pada gambar, mengalami gerak rotasi. Massa bola A, B,

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN:

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271 1 Studi Eksperimen Karakteristik Putaran Pendulum Pada Simulator Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Tiga Pendulum Andini Kusumastuti,

Lebih terperinci

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018-1. Hambatan listrik adalah salah satu jenis besaran turunan yang memiliki satuan Ohm. Satuan hambatan jika

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI DESAIN GENERATOR AXIAL KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN 8 BUAH MAGNET PERMANEN DENGAN DIMENSI 10 X 10 X 1 CM

NASKAH PUBLIKASI DESAIN GENERATOR AXIAL KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN 8 BUAH MAGNET PERMANEN DENGAN DIMENSI 10 X 10 X 1 CM NASKAH PUBLIKASI DESAIN GENERATOR AXIAL KECEPATAN RENDAH MENGGUNAKAN 8 BUAH MAGNET PERMANEN DENGAN DIMENSI 10 X 10 X 1 CM Disusun untuk Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-syarat untuk Mencapai

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR Diberikan Tanggal :. Dikumpulkan Tanggal : Nama : Kelas/No : / Medan Magnet - - MEDAN MAGNET - MEDAN MAGNET A. Medan Magnet 1. Medan Magnet oleh arus listrik

Lebih terperinci

SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini.

SNMPTN 2011 FISIKA. Kode Soal Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. SNMPTN 2011 FISIKA Kode Soal 999 Doc. Name: SNMPTN2011FIS999 Version: 2012-10 halaman 1 01. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. Percepatan ketika mobil bergerak semakin

Lebih terperinci

GERAK HARMONIK SEDERHANA

GERAK HARMONIK SEDERHANA GERAK HARMONIK SEDERHANA Gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak-balik benda melalui suatu titik kesetimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. Gerak harmonik

Lebih terperinci

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2

LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 Halaman 1 LEMBAR DISKUSI SISWA MATER : INDUKSI ELEKTROMAGNETIK IPA TERPADU KELAS 9 SEMESTER 2 SMP NEGERI 55 JAKARTA A. GGL INDUKSI Sebelumnya telah diketahui bahwa kelistrikan dapat menghasilkan kemagnetan.

Lebih terperinci

Induksi Elektromagnetik

Induksi Elektromagnetik Induksi Elektromagnetik GGL induksi Generator Dinamo Trafo Cara kerja Trafo Jenis-jenis Trafo Persamaan pada Trafo Efisiensi Trafo Kegunaan Trafo A. GGL induksi Hubungan Pergerakan garis medan magnetik

Lebih terperinci

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart

e. muatan listrik menghasilkan medan listrik dari... a. Faraday d. Lenz b. Maxwell e. Hertz c. Biot-Savart 1. Hipotesis tentang gejala kelistrikan dan ke-magnetan yang disusun Maxwell ialah... a. perubahan medan listrik akan menghasilkan medan magnet b. di sekitar muatan listrik terdapatat medan listrik c.

Lebih terperinci

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi

Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi Fisika Umum (MA-301) Topik hari ini: Getaran dan Gelombang Bunyi Getaran dan Gelombang Hukum Hooke F s = - k x F s adalah gaya pegas k adalah konstanta pegas Konstanta pegas adalah ukuran kekakuan dari

Lebih terperinci

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK

MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK MAKALAH INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Mata Kuliah Fisika II ME091204 Disusun oleh: Aldrin Dewabrata 4210100042 Rambo T Silaban 4210100081 Renaldi 4210100096 JURUSAN T. SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN

Lebih terperinci

SNMPTN 2011 Fisika KODE: 559

SNMPTN 2011 Fisika KODE: 559 SNMPTN 2011 Fisika KODE: 559 SOAL PEMBAHASAN 1. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan waktu berikut ini. 1. Jawaban: DDD Percepatan ketika mobil bergerak semakin cepat adalah. (A) 0,5

Lebih terperinci

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF)

Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF) FISIKA II Gerak Gaya Listrik (GGL) Electromotive Force (EMF) Jika suatu kawat penghantar digerakkan memotong arah suatu medan magnetic, maka akan timbul suatu gaya gerak listrik pada kawat penghantar tersebut.

Lebih terperinci

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu

Jika sebuah sistem berosilasi dengan simpangan maksimum (amplitudo) A, memiliki total energi sistem yang tetap yaitu A. TEORI SINGKAT A.1. TEORI SINGKAT OSILASI Osilasi adalah gerakan bolak balik di sekitar suatu titik kesetimbangan. Ada osilasi yang memenuhi hubungan sederhana dan dinamakan gerak harmonik sederhana.

Lebih terperinci

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA ANTIRMD KLAS 11 FISIKA Persiapan UAS 1 Fisika Doc. Name: AR11FIS01UAS Version : 016-08 halaman 1 01. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r = 5t + 1, maka kecepatan rata-rata antara t

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Simulasi putaran/mekanisme pisau pemotong tebu (n:500 rpm, v:0.5 m/s, k: 8)

METODE PENELITIAN. Simulasi putaran/mekanisme pisau pemotong tebu (n:500 rpm, v:0.5 m/s, k: 8) III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2011 di Laboratorium Lapangan Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Pelaksanaan penelitian terbagi

Lebih terperinci

Jika massa jenis benda yang tercelup tersebut kg/m³, maka massanya adalah... A. 237 gram B. 395 gram C. 632 gram D.

Jika massa jenis benda yang tercelup tersebut kg/m³, maka massanya adalah... A. 237 gram B. 395 gram C. 632 gram D. 1. Perhatikan gambar. Jika pengukuran dimulai pada saat kedua jarum menunjuk nol, maka hasil pengukuran waktu adalah. A. 38,40 menit B. 40,38 menit C. 38 menit 40 detik D. 40 menit 38 detik 2. Perhatikan

Lebih terperinci

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika

Prediksi 1 UN SMA IPA Fisika Prediksi UN SMA IPA Fisika Kode Soal Doc. Version : 0-06 halaman 0. Dari hasil pengukuran luas sebuah lempeng baja tipis, diperoleh, panjang = 5,65 cm dan lebar 0,5 cm. Berdasarkan pada angka penting maka

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) Pemodelan dan Analisa Energi Listrik Yang Dihasilkan Mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air (PLTG-AIR) Tipe Pelampung Silinder Dengan Cantilever Piezoelectric Sherly Octavia Saraswati dan Wiwiek

Lebih terperinci

RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK.

RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK. Arus Bolak-balik RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK. Dalam pembahasan yang terdahulu telah diketahui bahwa generator arus bolakbalik sebagai sumber tenaga listrik yang mempunyai GGL : E E sinω t Persamaan di atas

Lebih terperinci

Copyright all right reserved

Copyright  all right reserved Latihan Soal UN Paket C 2011 Program IP Mata Ujian : Fisika Jumlah Soal : 20 1. Pembacaan jangka sorong berikut ini (bukan dalam skala sesungguhnya) serta banyaknya angka penting adalah. 10 cm 11 () 10,22

Lebih terperinci

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O 1 1. Empat buah partikel dihubungkan dengan batang kaku yang ringan dan massanya dapat diabaikan seperti pada gambar berikut: Jika jarak antar partikel sama yaitu 40 cm, hitunglah momen inersia sistem

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi sistem yang dibuat. Gambar 3.1 menunjukkan blok diagram sistem secara keseluruhan. Anak Tangga I Anak Tangga II Anak

Lebih terperinci

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA

BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA BAB II MOTOR INDUKSI 3 FASA 2.1 Umum Motor listrik merupakan beban listrik yang paling banyak digunakan di dunia, motor induksi tiga fasa adalah suatu mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi

Lebih terperinci

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT PROVINSI Waktu: 180 menit Soal terdiri dari 30 nomor pilihan ganda, 10 nomor isian dan 2 soal essay A. PILIHAN GANDA Petunjuk: Pilih satu jawaban yang paling benar. 1. Grafik

Lebih terperinci

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik

V. Medan Magnet. Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik V. Medan Magnet Ditemukan sebuah kota di Asia Kecil (bernama Magnesia) lebih dahulu dari listrik Di tempat tersebut ada batu-batu yang saling tarik menarik. Magnet besar Bumi [sudah dari dahulu dimanfaatkan

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Perpindahan Panas Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3.2

Lebih terperinci

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Generator listrik Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 1

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 1 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2014) 1-6 1 Studi Eksperimen dan Analisa Energi Listrik yang Dihasilkan Mekanisme Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Dengan Metode Ponton dan Single Pendulum

Lebih terperinci

Mata Pelajaran : FISIKA

Mata Pelajaran : FISIKA Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/ Program : XII IPA Waktu : 90 menit Petunjuk Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar pada lembar jawaban yang tersedia (LJK)! 1. Hasil pengukuran tebal meja menggunakan

Lebih terperinci

Mekanika (interpretasi grafik GLB dan GLBB) 1. Diberikan grafik posisi sebuah mobil terhadap waktu yang melakukan gerak lurus sebagai berikut: X

Mekanika (interpretasi grafik GLB dan GLBB) 1. Diberikan grafik posisi sebuah mobil terhadap waktu yang melakukan gerak lurus sebagai berikut: X Pengukuran, Besaran dan Satuan: 1. Besi mempunyai massa jenis 7,86 kg/m 3. Tentukan volume sepotong besi yang massanya 3,93 g. A. 0,5 cm 3 B. 0,5 m 3 C. 2,0 cm 3 D. 2,0 m 3 (hubungan besaran pokok dan

Lebih terperinci

LATIHAN UJIAN NASIONAL

LATIHAN UJIAN NASIONAL LATIHAN UJIAN NASIONAL 1. Seorang siswa menghitung luas suatu lempengan logam kecil berbentuk persegi panjang. Siswa tersebut menggunakan mistar untuk mengukur panjang lempengan dan menggunakan jangka

Lebih terperinci

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 Umum Motor induksi merupakan motor arus bolak balik ( AC ) yang paling luas digunakan dan dapat dijumpai dalam setiap aplikasi industri maupun rumah tangga. Penamaannya

Lebih terperinci

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum

MAGNET. Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum MAGNET Benda yang dapat menarik besi disebut MAGNET. Macam-macam bentuk magnet, antara lain : magnet batang, magnet ladam, magnet jarum MAGNET Magnet dapat diperoleh dengan cara buatan. Jika baja di gosok

Lebih terperinci

STUDI EKPERIMENTAL PENGARUH BENTUK PELAMPUNG PADA MEKANISME PLTGL METODE PELAMPUNG TERHADAP ENERGI LISTRIK YANG DIHASILKAN

STUDI EKPERIMENTAL PENGARUH BENTUK PELAMPUNG PADA MEKANISME PLTGL METODE PELAMPUNG TERHADAP ENERGI LISTRIK YANG DIHASILKAN STUDI EKPERIMENTAL PENGARUH BENTUK PELAMPUNG PADA MEKANISME PLTGL METODE PELAMPUNG TERHADAP ENERGI LISTRIK YANG DIHASILKAN JEFRY ANANG CAHYADI 2112105046 DOSEN PEMBIMBING: DR. WIWIEK HENDROWATI, ST, MT

Lebih terperinci

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA 1 BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA 01. Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya terhadap benda sama dengan nol apabila arah gaya dengan perpindahan benda membentuk sudut sebesar. A. 0 B. 5 C. 60

Lebih terperinci

SASARAN PEMBELAJARAN

SASARAN PEMBELAJARAN OSILASI SASARAN PEMBELAJARAN Mahasiswa mengenal persamaan matematik osilasi harmonik sederhana. Mahasiswa mampu mencari besaranbesaran osilasi antara lain amplitudo, frekuensi, fasa awal. Syarat Kelulusan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem serta realisasi perangkat keras pada perancangan skripsi ini. 3.1. Gambaran Alat Alat yang akan direalisasikan adalah sebuah alat

Lebih terperinci

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi

1. Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi perubahan medan magnetik dapat menimbulkan perubahan arus listrik (Michael Faraday) Fluks magnetik adalah banyaknya garis-garis medan magnetik yang menembus permukaan bidang secara tegak lurus GGL induksi

Lebih terperinci

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang BAB II HARMONISA PADA GENERATOR II.1 Umum Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang digunakan untuk menkonversikan daya mekanis menjadi daya listrik arus bolak balik. Arus

Lebih terperinci

Universitas Medan Area

Universitas Medan Area BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori Generator listrik adalah suatu peralatan yang mengubah enersi mekanis menjadi enersi listrik. Konversi enersi berdasarkan prinsip pembangkitan tegangan induksi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar

BAB II DASAR TEORI. searah. Energi mekanik dipergunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar BAB II DASAR TEORI 2.1 Umum Generator arus searah mempunyai komponen dasar yang hampir sama dengan komponen mesin-mesin lainnya. Secara garis besar generator arus searah adalah alat konversi energi mekanis

Lebih terperinci

C21 FISIKA SMA/MA IPA. 1. Seorang siswa mengukur panjang dan lebar suatu plat logam menggunakan mistar dan jangka sorong sebagai berikut.

C21 FISIKA SMA/MA IPA. 1. Seorang siswa mengukur panjang dan lebar suatu plat logam menggunakan mistar dan jangka sorong sebagai berikut. 1 1. Seorang siswa mengukur panjang dan lebar suatu plat logam menggunakan mistar dan jangka sorong sebagai berikut. Panjang Lebar (menggunakan mistar) (menggunakan jangka sorong) Luas plat logam di atas

Lebih terperinci

A. 100 N B. 200 N C. 250 N D. 400 N E. 500 N

A. 100 N B. 200 N C. 250 N D. 400 N E. 500 N 1. Sebuah lempeng besi tipis, tebalnya diukur dengan menggunakan mikrometer skrup. Skala bacaan hasil pengukurannya ditunjukkan pada gambar berikut. Hasilnya adalah... A. 3,11 mm B. 3,15 mm C. 3,61 mm

Lebih terperinci

3. (4 poin) Seutas tali homogen (massa M, panjang 4L) diikat pada ujung sebuah pegas

3. (4 poin) Seutas tali homogen (massa M, panjang 4L) diikat pada ujung sebuah pegas Soal Multiple Choise 1.(4 poin) Sebuah benda yang bergerak pada bidang dua dimensi mendapat gaya konstan. Setelah detik pertama, kelajuan benda menjadi 1/3 dari kelajuan awal benda. Dan setelah detik selanjutnya

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV PENGUJIAN, ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Generator Pengujian ini dilakukan untuk dapat memastikan generator bekerja dengan semestinya. pengujian ini akan dilakukan pada keluaran yang dihasilakan

Lebih terperinci

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan

D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan 1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,

Lebih terperinci

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) 1. Gambar di samping ini menunjukkan hasil pengukuran tebal kertas karton dengan menggunakan mikrometer sekrup. Hasil pengukurannya adalah (A) 4,30 mm. (D) 4,18

Lebih terperinci

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003 Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003 UAN-03-01 Perhatikan tabel berikut ini! No. Besaran Satuan Dimensi 1 Momentum kg. ms 1 [M] [L] [T] 1 2 Gaya kg. ms 2 [M] [L] [T] 2 3 Daya kg. ms 3 [M] [L] [T] 3 Dari

Lebih terperinci

Osilasi Harmonis Sederhana: Beban Massa pada Pegas

Osilasi Harmonis Sederhana: Beban Massa pada Pegas OSILASI Osilasi Osilasi terjadi bila sebuah sistem diganggu dari posisi kesetimbangannya. Karakteristik gerak osilasi yang paling dikenal adalah gerak tersebut bersifat periodik, yaitu berulang-ulang.

Lebih terperinci

SIMAK UI Fisika

SIMAK UI Fisika SIMAK UI 2016 - Fisika Soal Halaman 1 01. Fluida masuk melalui pipa berdiameter 20 mm yang memiliki cabang dua pipa berdiameter 10 mm dan 15 mm. Pipa 15 mm memiliki cabang lagi dua pipa berdiameter 8 mm.

Lebih terperinci

FISIKA XI SMA 3

FISIKA XI SMA 3 FISIKA XI SMA 3 Magelang @iammovic Standar Kompetensi: Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar: Merumuskan hubungan antara konsep torsi,

Lebih terperinci

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika K13 evisi Antiremed Kelas 10 Fisika Persiapan PTS Semester Genap Doc. Name: K13A10FIS0PTS Version: 017-03 Halaman 1 01. Pada benda bermassa m, bekerja gaya F yang menimbulkan percepatan a. Jika gaya dijadikan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE-DOF

RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE-DOF RANCANG BANGUN MEKANISME PENGHASIL GERAK AYUN PENDULUM SINGLE-DOF Ainur Hariadi, Harus Laksana Guntur Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, ITS Surabaya Email : ainur.hariadi@yahoo.com ABSTRAK

Lebih terperinci

PELATIHAN OSN JAKARTA 2016 LISTRIK MAGNET (BAGIAN 1)

PELATIHAN OSN JAKARTA 2016 LISTRIK MAGNET (BAGIAN 1) PLATIHAN OSN JAKATA 2016 LISTIK MAGNT (AGIAN 1) 1. Partikel deuterium (1 proton, 1 neutron) dan partikel alpha (2 proton, 2 neutron) saling mendekat dari jarak yang sangat jauh dengan energi kinetik masing-masing

Lebih terperinci

Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 1

Modul Kuliah Dasar-Dasar Kelistrikan Teknik Industri 1 TOPIK 12 MESIN ARUS SEARAH Suatu mesin listrik (generator atau motor) akan berfungsi bila memiliki: (1) kumparan medan, untuk menghasilkan medan magnet; (2) kumparan jangkar, untuk mengimbaskan ggl pada

Lebih terperinci

menganalisis suatu gerak periodik tertentu

menganalisis suatu gerak periodik tertentu Gerak Harmonik Sederhana GETARAN Gerak harmonik sederhana Gerak periodik adalah gerak berulang/berosilasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap. Gerak harmonik sederhana (GHS) adalah gerak

Lebih terperinci

drimbajoe.wordpress.com

drimbajoe.wordpress.com 1. Suatu bidang berbentuk segi empat setelah diukur dengan menggunakan alat ukur yang berbeda, diperoleh panjang 5,45 cm, lebar 6,2 cm, maka luas pelat tersebut menurut aturan penulisan angka penting adalah...

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Angin Angin adalah gerakan udara yang terjadi di atas permukaan bumi. Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara, ketinggian dan temperatur. Semakin besar

Lebih terperinci

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA

BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 UMUM Faraday menemukan hukum induksi elektromagnetik pada tahun 1831 dan Maxwell memformulasikannya ke hukum listrik (persamaan Maxwell) sekitar tahun 1860. Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik dan pembuatan mekanik turbin. Sedangkan untuk pembuatan media putar untuk

Lebih terperinci

4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah...

4. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan konstan 72 km/jam. Jarak yang ditempuh selama selang waktu 20 sekon adalah... Kelas X 1. Tiga buah vektor yakni V1, V2, dan V3 seperti gambar di samping ini. Jika dua kotak mewakili satu satuan vektor, maka resultan dari tiga vektor di atas adalah. 2. Dua buah vektor A dan, B masing-masing

Lebih terperinci

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 FISIKA

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 FISIKA K Revisi Antiremed Kelas 0 FISIKA Getaran Harmonis - Soal Doc Name: RKAR0FIS00 Version : 06-0 halaman 0. Dalam getaran harmonik, percepatan getaran (A) selalu sebanding dengan simpangannya tidak bergantung

Lebih terperinci

FISIKA DASAR II & PRAKTIKUM

FISIKA DASAR II & PRAKTIKUM FISIKA DASAR II & PRAKTIKUM Kode MK: 15WP03102 ( 2 sks Teori + 1 sks praktikum) GGL Induksi dan Induktansi Dept. of Mechanical Enginering Faculty of Engineering Muhammadiyah University of Surabaya Ahmad

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) SMA Hari :... Tanggal :.../.../2008. Mulai :... Selesai :...

UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) SMA Hari :... Tanggal :.../.../2008. Mulai :... Selesai :... UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) SMA 2008 Mata Pelajaran : F I S I K A Hari :... Tanggal :.../.../2008 Mulai :... Selesai :... Lamanya Jumlah soal : 120 menit : 45 butir PETUNJUK UMUM: 1. Berdoalah sebelum mengerjakan

Lebih terperinci

drimbajoe.wordpress.com 1

drimbajoe.wordpress.com 1 1. Hasil pengukuran panjang dan lebar sebidang tanah berbentuk empat persegi panjang adalah 15,35 m dan 12,5 m. Luas tanah menurut aturan angka penting adalah... m 2 A. 191,875 B. 191,9 C. 191,88 D. 192

Lebih terperinci

Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a. Generator arus bolak-balik 1 fasa b. Generator arus bolak-balik 3 fasa

Generator arus bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a. Generator arus bolak-balik 1 fasa b. Generator arus bolak-balik 3 fasa BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembangkit Listrik 2 Pembangkit Listrik adalah bagian dari alat Industri yang dipakai untuk memproduksi dan membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga. Bagian

Lebih terperinci

BAB II MOTOR ARUS SEARAH

BAB II MOTOR ARUS SEARAH BAB II MOTOR ARUS SEARAH 2.1 Umum Motor arus searah (motor DC) adalah mesin yang mengubah energi listrik arus searah menjadi energi mekanis. Pada prinsip pengoperasiannya, motor arus searah sangat identik

Lebih terperinci

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana

Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana Pertemuan GEARAN HARMONIK Kelas XI IPA Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana Rasdiana Riang, (5B0809), Pendidikan Fisika PPS UNM Makassar 06 Beberapa parameter yang menentukan karaktersitik getaran: Amplitudo

Lebih terperinci