Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Autis Penulisan Ilmiah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Autis Penulisan Ilmiah"

Transkripsi

1 Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Autis Penulisan Ilmiah Nama : Gemi Arthati NPM : Pembimbing : Mimi Wahyuni. Jurusan Psikologi 2016

2 Latar Belakang Masalah Dalam DSM-IV TR autisme ditempatkan dibawah kategori gangguan perkembangan pervasif disebabkan oleh banyaknya segi perkembangan psikologis anak yang terganggu pada saat yang sama secara berat. Tantangan dan kesulitan yang dihadapi orangtua dan yang menjadi sumber stres dalam keluarga terutama ibu yang memiliki anak autis adalah perawatan, pendidikan, kecemasan perilaku anak yang akan berdampak pada keselamatan, kecemasan masa depan anak, masalah keuangan, stigma masyarakat, kurangnya dukungan sosial serta kelelahan fisik dan psikis yang dialami oleh orang tua (Lutz et al, 2012) Kesulitan-kesulitan dan tantangan tersebut dihadapi dan dialami dalam kesehariannya selama bertahun-tahun oleh ibu yang membesarkan anak autisme. Ketika perubahan dan tekanan hidup berlangsung begitu intens dan cepat, maka seseorang perlu mengembangkan kemampuan dirinya untuk mampu melewati itu semua secara efektif,mampu menjaga keseimbangan hidup yang optimal. Maka kebutuhan akan kemampuan untuk menjadi resilien sungguh menjadi semakin tinggi (Muniroh, 2010) Orangtua yang mempunyai anak autis selain membutuhkan kekuatan individu untuk penyesuaian dan pencarian solusi juga membutuhkan dukungan sosial.

3 Tujuan & Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada Ibu yang memiliki anak autis. Manfaat Peneitian Manfaat Teoritis bidang Psikologi Klinis Manfaat Praktis: Ibu yg mempunyai anak autis Masyarakat

4 Variabel Kriterium: Resiliensi Reivich dan Shatte (2002), resiliensi adalah kapasitas untuk berespon secara sehat dan produktif ketika berhadapan dengan kesengsaraan dan trauma, yang diperlukan untuk mengelola tekanan hidup sehari-hari Tujuh Kemampuan Resiliensi Menurut Reivich dan Shatte (2002): Regulasi Emosi Pengendalian Impuls Optimisme Empati Reaching Out Self Efficacy Analisa Penyebab Masalah

5 Variabel Prediktor: Dukungan sosial Dukungan sosial mengacu pada kenyamanan, kepedulian, harga diri atau bantuan yang tersedia untuk seseorang yang berasal dari orang lain atau kelompok Dimensi Dukungan Sosial menurut Sarafino (1994): Informational Support, dukungan berupa nasehat, saran, bimbingan Tangible or Instrumental support, dukungan ini berupa bantuan langsung Network Support dukungan berupa kesedian orang lain untuk menghabiskan waktu bersama, memberikan rasa kebersamaan dalam suatu kelompok yang memiliki minat dan kegiatan yang sama Esteem Support dukungan penghargaan Emotional Support, dukungan sosial berupa ungkapan empati, perhatian, kasih sayang dan kepedulian terhadap individu lain.

6 Keterkaitan Valiabe X & Y: Hasil Penelitian Sebelumnya Ibu yang terlibat langsung dalam proses pengasuhan dan perawatan anak autis dituntut untuk melakukan penyesuaian dan pencarian solusi dari keadaan- keadaan yang sulit. Dalam proses penyesuaian dan pencarian solusi diperlukan pemikiran positif dan kekuatan individu untuk bangkit diantaranya mampu mengatasi permasalahan sulit dengan sikap tenang dan tangguh, optimis, mampu mengelola emosi dengan baik, kreatif. Resiliensi dianggap sebagai kekuatan dasar yang menjadi fondasi dari semua karakter positif dalam membangun kekuatan emosional dan psikologikal seseorang. Dalam proses resiliensi seorang ibu yang merawat dan mengasuh anak autis membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Menurut data dari hasil penelitian Weiss et al (2014) kemampuan ibu yang mempunyai anak autis untuk bangkit dari situasi yang sulit dipengaruhi oleh dukungan yang didapat dari keluarga besar, teman, layanan kesehatan dan masalah keuangan penelitian Garcia-Dia et al (2013) terjadinya proses resiliensi dipengaruhi oleh faktor protektif berupa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal adalah keluarga, tetangga, kondisi keuangan. Banyaknya jaringan dan dukungan sosial akan meningkatkan proses resiliensi. Menurut data hasil penelitian Farrell et al (2014) banyaknya dukungan dan jaringan sosial yang dimiliki pasangan akan semakin meningkatkan proses resiliensi.

7 Hipotesis Ada Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak Autis

8 Skala Flow Resiliensi dan Dukungan Sosial Skala Resiliensi Skala resiliensi dari Mardiani (2012) Tujuh kemampuan resiliensi menurut Reivich dan Satte (2002). Daya diskriminasi aitem: 0,269 0,699 Reliabilitas: 0,911 Skala Dukungan Sosial Skala Dukungan Sosial darisepfitri (2011), berdasarkan dukungan sosial yang diterima individu (Sarafino, 1994) Daya diskriminasi aitem: 0,241 0,549 Reliabilitas: 0,739

9 Populasi & Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak autis dengan usia anak 3-20 tahun dengan latar belakang pendidikan ibu adalah SMP Sampel Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah 60 orang ibu yang memiliki anak autis yang berada di Rumah Autis Pusat Jatikramat Bekasi

10 Validitas, Daya Diskriminasi Aitem, & Reliabilitas Validitas Validitas Isi (Content Validity) Validitas Logis (Logical Validity) Validitas Tampang (Face Validity) Daya Diskriminasi Aitem Corrected Item Total Correlation Skala Resiliensi : 0,269 = 0,699 Skala Dukungan Sosial : 0,241 0,549 Reliabilitas Teknik Analisis Alpha Cronbach Skala Resiliensi: 0,911 Skala Dukungan Sosial : 0,739 Teknik analisa regresi sederhana IBM SPSS

Hubungan antara Flow Akademik dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Teacher College Universitas X

Hubungan antara Flow Akademik dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Teacher College Universitas X Hubungan antara Flow Akademik dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Teacher College Universitas X Penulisan Ilmiah Nama : Obaja L Raja NPM : 16513750 Pembimbing : Annisa Julianti, S.Psi., M.Si. Jurusan

Lebih terperinci

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Konflik Peran Ganda Pada Wanita Bekerja Yang Menyusui. Rizky Wijayanti

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Konflik Peran Ganda Pada Wanita Bekerja Yang Menyusui. Rizky Wijayanti Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Konflik Peran Ganda Pada Wanita Bekerja Yang Menyusui Rizky Wijayanti 18513012 BAB I Latar Belakang Masalah Tuntutan Kebutuhan Hidup Wanita Bekerja Wanita Bekerja

Lebih terperinci

Perbedaan Kecerdasan Emosi pada Mahasiswa Akselerasi dan Non Akselerasi Dwi Deasyana S

Perbedaan Kecerdasan Emosi pada Mahasiswa Akselerasi dan Non Akselerasi Dwi Deasyana S Perbedaan Kecerdasan Emosi pada Mahasiswa Akselerasi dan Non Akselerasi Dwi Deasyana S - 12513672 Pembimbing : Mimi Wahyuni Fakultas : Psikologi 2016 Bab I : Latar Belakang Masalah Program Pendidikan Kelas

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN STRES KERJA PADA SALES MARKETING PT ASURANSI JIWASRAYA : DILA DWISERA NPM :

HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN STRES KERJA PADA SALES MARKETING PT ASURANSI JIWASRAYA : DILA DWISERA NPM : HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN STRES KERJA PADA SALES MARKETING PT ASURANSI JIWASRAYA NAMA : DILA DWISERA NPM : 12513458 PEMBIMBING : MIMI WAHYUNI BAB I LATAR BELAKANG MASALAH ASURANSI SALES MARKETING

Lebih terperinci

Hubungan Antara Religiusitas Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Perantau

Hubungan Antara Religiusitas Dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Perantau Hubungan Antara Dengan Pada Mahasiswa Perantau NAMA : PANDU PRAMANA NPM : 15511494 PEMBIMBING : Dr. ANUGRIATY INDAH ASMARANY JAKARTA 2015 Latar Belakang Masalah Mahasiswa Perantau Hambatan Stres akademik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. sosial-emosional (Batubara, 2016). Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. sosial-emosional (Batubara, 2016). Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Masa remaja adalah masa peralihan dan kritis bagi perkembangan individu dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif

Lebih terperinci

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Pengambilan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Pengambilan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Pengambilan Keputusan Menggunakan Jasa Ojek Online Nama : Rosyidah Nur Syahidah NPM : 17513295 Dosen Pembimbing : Mimi Wahyuni, S.Psi, M.Si Universitas Gunadarma Bekasi

Lebih terperinci

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa Hubungan Kecerdasan Emosional dan Problematic Internet Use pada Mahasiswa Nama : Dyan Permatasari NPM : 12513744 Kelas : 3 PA 12 Pembimbing : Desi Susianti, S.Psi., M.Si. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi. merespon kondisi yang tidak menyenangkan, trauma, atau kesengsaraan dengan cara yang sehat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi. merespon kondisi yang tidak menyenangkan, trauma, atau kesengsaraan dengan cara yang sehat BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Resiliensi 1. Pengertian Resiliensi Reivich & Shatte (2002) mendefinisikan bahwa resiliensi adalah kapasitas manusia untuk merespon kondisi yang tidak menyenangkan, trauma, atau

Lebih terperinci

Pengaruh Prokrastinasi Terhadap Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa Yang Bekerja

Pengaruh Prokrastinasi Terhadap Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa Yang Bekerja Pengaruh Prokrastinasi Terhadap Kecurangan Akademik Pada Mahasiswa Yang Bekerja OLEH: Nama : Rurialita NPM : 18513134 Kelas : 3PA12 Dosen Pembimbing : Mimi Wahyuni BAB I. PENDAHULUAN Mahasiswa Yang Bekerja

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI Kontribusi Psychological Capital terhadap Organizational Citizenship Behavior pada Guru Sekolah Negeri Disusun Oleh : Nicholas Jahja - 16513410 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Resiliensi Seorang Wanita Dalam Menghentikan Perilaku Merokok dan Minum Alkohol HELEN YOHANA SIRAIT

Resiliensi Seorang Wanita Dalam Menghentikan Perilaku Merokok dan Minum Alkohol HELEN YOHANA SIRAIT Resiliensi Seorang Wanita Dalam Menghentikan Perilaku Merokok dan Minum Alkohol HELEN YOHANA SIRAIT 13512371 Latar belakang 1. Perilaku Merokok & Minum Alkohol : Lebih banyak terjadi pada kaum laki - laki

Lebih terperinci

Hubungan Financial Literacy dan Perilaku Konsumtif pada Pengguna Instagram

Hubungan Financial Literacy dan Perilaku Konsumtif pada Pengguna Instagram Hubungan Financial Literacy dan Perilaku Konsumtif pada Pengguna Instagram Nama : Dyah Ayu Septiyaningrum NPM : 12513737 Kelas : 3 PA 12 Dosen Pembimbing : Desi Susianti, S.Psi., M.Si BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

RESILIENSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI YANG TERLAMBAT MENYELESAIKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS X

RESILIENSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI YANG TERLAMBAT MENYELESAIKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS X RESILIENSI PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI YANG TERLAMBAT MENYELESAIKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS X Nama NPM : 13511208 Dosen Pembimbing : Hanum Inestya Putri : Dr. Hendro Prabowo, S.Psi. BAB I : PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel Hubungan Resiliensi dengan Stres Kerja Anggota. Gambar 3.1. Hubungan antar Variabel

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel Hubungan Resiliensi dengan Stres Kerja Anggota. Gambar 3.1. Hubungan antar Variabel BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah penelitian korelasilasional bentuk bivariate, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara variabel

Lebih terperinci

Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Jet Kune Do. Gesia Asyara 3Pa12

Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Jet Kune Do. Gesia Asyara 3Pa12 Hubungan Antara Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Jet Kune Do Gesia Asyara 3Pa12 Latar Belakang Masalah Jet Kune Do Atlet Reaksi yang muncul Kecemasan Dukungan Sosial

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Individu yang hidup pada era modern sekarang ini semakin. membutuhkan kemampuan resiliensi untuk menghadapi kondisi-kondisi

BAB I PENDAHULUAN. Individu yang hidup pada era modern sekarang ini semakin. membutuhkan kemampuan resiliensi untuk menghadapi kondisi-kondisi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Individu yang hidup pada era modern sekarang ini semakin membutuhkan kemampuan resiliensi untuk menghadapi kondisi-kondisi kehidupan abad 21 yang penuh dengan

Lebih terperinci

Penulisan Ilmiah Jurusan Psikologi 2016

Penulisan Ilmiah Jurusan Psikologi 2016 Hubungan antara Persepsi terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Komitmen Organisasi pada Pegawai Kementerian Dalam Negeri RI Penulisan Ilmiah Nama : Pradina Utami NPM : 16513879 Pembimbing : Desi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. itu secara fisik maupun secara psikologis, itu biasanya tidak hanya berasal

BAB I PENDAHULUAN. itu secara fisik maupun secara psikologis, itu biasanya tidak hanya berasal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini beragam sekali masalah yang dihadapi manusia, baik itu secara fisik maupun secara psikologis, itu biasanya tidak hanya berasal dari dalam dirinya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian adalah SMK Profita yang bertempat di Jl. Pajagalan No. 67 Astana Anyar Kota Bandung. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. merawat dan memelihara anak-anak yatim atau yatim piatu. Pengertian yatim

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. merawat dan memelihara anak-anak yatim atau yatim piatu. Pengertian yatim BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Panti Asuhan merupakan lembaga yang bergerak di bidang sosial untuk membantu anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. anaknya lahir dan tumbuh dengan baik, oleh karena itu diberikan perhatian, cinta,

BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. anaknya lahir dan tumbuh dengan baik, oleh karena itu diberikan perhatian, cinta, BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Masalah Anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan yang Maha Esa dan setiap orangtua diberikan amanah oleh Sang Pencipta untuk menjaga, merawat serta mendidik dengan penuh

Lebih terperinci

Kontribusi Dukungan Sosial dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Akselerasi

Kontribusi Dukungan Sosial dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Akselerasi Kontribusi Dukungan Sosial dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa Akselerasi Nama : Dian Istiqomah NPM : 12513368 Kelas : 3PA11 Dosen Pembimbing : Ira Norma Prabawati, S.Psi., M.Si BAB I A. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keluarga yang amat mendambakannya. Berbagai harapan hadir ketika anak mulai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keluarga yang amat mendambakannya. Berbagai harapan hadir ketika anak mulai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah anugerah yang diberikan kepada Allah SWT kepada seluruh keluarga yang amat mendambakannya. Berbagai harapan hadir ketika anak mulai ada dalam kandungan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menjadi titik pusat perhatian dalam suatu penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. menjadi titik pusat perhatian dalam suatu penelitian. 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Menurut Arikunto (2006) Variabel adalah objek penelitian yang menjadi titik pusat perhatian dalam suatu penelitian.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai dari usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada

Lebih terperinci

Hubungan Self Compassion dengan Kejenuhan Belajar pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Usulan Penelitian

Hubungan Self Compassion dengan Kejenuhan Belajar pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Usulan Penelitian Hubungan Self Compassion dengan Kejenuhan Belajar pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Usulan Penelitian Disusun Oleh : Nama : Putri Cyntia NPM : 17513002 Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ini adalah stres kerja. peneliti menggunakan kuesioner yang berisikan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ini adalah stres kerja. peneliti menggunakan kuesioner yang berisikan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskriptif Data Variabel X dan Y Dalam penelitian ini ada dua variabel yang menjadi objek penelitian yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. identitas dan eksistensi diri mulai dilalui. Proses ini membutuhkan kontrol yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. identitas dan eksistensi diri mulai dilalui. Proses ini membutuhkan kontrol yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Remaja adalah generasi penerus bangsa, oleh karena itu para remaja harus memiliki bekal yang baik dalam masa perkembangannya. Proses pencarian identitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tipe penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah pendekatan dalam penelitian atau biasa disebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkawinan pria dan wanita. Menurut data statistik yang didapat dari BKKBN,

BAB I PENDAHULUAN. perkawinan pria dan wanita. Menurut data statistik yang didapat dari BKKBN, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap orang pasti menginginkan memiliki keluarga yang bahagia. Menurut Sigmund Freud, pada dasarnya keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri se-kecamatan Rawamerta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri se-kecamatan Rawamerta BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri se-kecamatan Rawamerta dengan menyebar instrumen kepada 150 siswa miskin. Hasil penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tugas akhir atau yang sering disebut skripsi merupakan gerbang terakhir yang

BAB I PENDAHULUAN. Tugas akhir atau yang sering disebut skripsi merupakan gerbang terakhir yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tugas akhir atau yang sering disebut skripsi merupakan gerbang terakhir yang umumnya dilalui oleh setiap mahasiswa sebelum menjadi sarjana.saat mahasiswa telah menempuh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam yaitu: penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan pada

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan pada 18 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (2009), adalah metode berlandaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 BAB III METODE PENELITIAN.1. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rancangan korelasional dengan teknik survei untuk melihat hubungan variabel terikat dengan variabel tergantungnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. paling penting dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai upaya meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. paling penting dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai upaya meningkatkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Pendidikan merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia, aspek paling penting dalam pembangunan nasional, yaitu sebagai upaya meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bank BPRS Al-Salam Cinere- Depok

Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bank BPRS Al-Salam Cinere- Depok Hubungan Kualitas Kehidupan Kerja Dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bank BPRS Al-Salam Cinere- Depok Disusun Oleh : Nama : Ririn Septyaningsih NPM : 16511264 Pembimbing : Bayu Kurniawan S. Psi, M.Si Latar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Remaja 1. Pengertian Remaja Remaja berasal dari Bahasa latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara

Lebih terperinci

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian a. Surat Keterangan Penelitian b. Validasi Instrumen Penilitian oleh Ahli

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian a. Surat Keterangan Penelitian b. Validasi Instrumen Penilitian oleh Ahli 33 Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian a. Surat Keterangan Penelitian b. Validasi Instrumen Penilitian oleh Ahli 33 34 a. Surat Ijin Penelitian 34 35 b. Validasi Instrumen oleh Ahli 35 36 36 37 37 38 38 39

Lebih terperinci

Hubungan Dukungan Sosial dan Learning Burnout Pada Mahasiswa Kelas Karyawan di Universitas Gunadarma

Hubungan Dukungan Sosial dan Learning Burnout Pada Mahasiswa Kelas Karyawan di Universitas Gunadarma Hubungan Dukungan Sosial dan Learning Burnout Pada Mahasiswa Kelas Karyawan di Universitas Gunadarma Usulan Penelitian Disusun Oleh : Nama : Evania Olgasari NPM : 13513000 Dosen Pembimbing : Desi Susianti,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. (Sulistami, Yulia, & Tegawati, 2013). Dijelaskan pula bahwa narkotika

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. (Sulistami, Yulia, & Tegawati, 2013). Dijelaskan pula bahwa narkotika BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

1. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia 1 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada dasarnya autis merupakan gangguan perkembangan yang meluas (pervasive) di berbagai bidang (Mash & Wolfe, 2005). Dalam DSM IV-TR, gangguan ini dicirikan dengan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. tekanan internal maupun eksternal (Vesdiawati dalam Cindy Carissa,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. tekanan internal maupun eksternal (Vesdiawati dalam Cindy Carissa, BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Resiliensi 1. Pengertian Resiliensi Istilah resiliensi diformulasikan pertama kali oleh Block dengan nama ego resilience, yang diartikan sebagai kemampuan umum yang melibatkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Profil Lembaga Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang Gambaran Singkat Masing-Masing Lembaga

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Profil Lembaga Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang Gambaran Singkat Masing-Masing Lembaga 70 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Lembaga Sekolah Luar Biasa Putra Jaya Malang 4.1.1 Gambaran Singkat Masing-Masing Lembaga Berdasarkan kebijakan dari pemerintah dan ketua yayasan untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. coba-coba (bereksperimen) untuk mendapatkan rasa senang. Hal ini terjadi karena

BAB I PENDAHULUAN. coba-coba (bereksperimen) untuk mendapatkan rasa senang. Hal ini terjadi karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prevalensi penyalahguna narkoba saat ini sudah mencapai 3.256.000 jiwa dengan estimasi 1,5 % penduduk Indonesia adalah penyalahguna narkoba. Data yang diperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. keperibadiannya. Orang tua dan anak yang memiliki hubungan positif dan adaptif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. keperibadiannya. Orang tua dan anak yang memiliki hubungan positif dan adaptif BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Remaja merupakan fase yang penting bagi individu untuk pembentukan keperibadiannya. Orang tua dan anak yang memiliki hubungan positif dan adaptif akan membantu

Lebih terperinci

2016 PROSES PEMBENTUKAN RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME

2016 PROSES PEMBENTUKAN RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap orang tua pasti berharap memiliki anak yang dapat bertumbuh kembang normal sebagaimana anak-anak lainnya, baik dari segi fisik, kognitif, maupun emosional.

Lebih terperinci

Hubungan Kebutuhan Afiliasi dan Penggunaan Internet Kompulsif pada Mahasiswa yang Merantau Santoso HariMurti P

Hubungan Kebutuhan Afiliasi dan Penggunaan Internet Kompulsif pada Mahasiswa yang Merantau Santoso HariMurti P Hubungan Kebutuhan Afiliasi dan Penggunaan Internet Kompulsif pada Mahasiswa yang Merantau Santoso HariMurti P - 19513695 Pembimbing : Annisa Julianti S.Psi., M.Si Fakultas : Psikologi 2016 Bab I : Latar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. : Sense of Purpose dan Dukungan Sosial

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. : Sense of Purpose dan Dukungan Sosial BAB III METODE PENELITIAN Variabel Tergantung : Resiliensi A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian Variabel Bebas : Sense of Purpose dan Dukungan Sosial B. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menerima bahwa anaknya didiagnosa mengalami autisme.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menerima bahwa anaknya didiagnosa mengalami autisme. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap keluarga yang amat mendambakannya. Berbagai harapan hadir ketika anak mulai ada di dalam perut Ibu.

Lebih terperinci

PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP RESILIENSI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP RESILIENSI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP RESILIENSI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Nurul Khasanah Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta Jalan Arjuna Utara No.9, Tol Tomang Kebun Jeruk,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tipe Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tipe Penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan di uraikan tentang tipe penelitian, identifikasi variabel penelitian, defenisi operasional variabel penelitian, populasi dan teknik pengambilan sampel, metode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran di tingkat perguruan tinggi, baik di universitas, institut

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran di tingkat perguruan tinggi, baik di universitas, institut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mahasiswa merupakan orang yang sedang dalam proses pembelajaran di tingkat perguruan tinggi, baik di universitas, institut maupun akademi. Mahasiswa adalah generasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidup. Kita juga pernah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidup. Kita juga pernah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia pasti memiliki masalah dalam hidup. Kita juga pernah merasakan kesedihan, kekecewaan, kegagalan serta kondisi sulit lainnya. Hal ini sesuai dengan yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap orang selalu mengharapkan kehidupan yang bahagia. Salah satu bentuk kebahagiaan itu adalah memiliki anak yang sehat dan normal, baik secara fisik maupun mental.

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO

HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sofiachudairi, Imam Setyawan Fakultas Psikologi, Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu masa perubahan, usia bermasalah, saat dimana individu mencari identitas

BAB I PENDAHULUAN. suatu masa perubahan, usia bermasalah, saat dimana individu mencari identitas BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja diakui sebagai masa yang penting dalam rentang kehidupan, suatu masa perubahan, usia bermasalah, saat dimana individu mencari identitas dan ambang dewasa.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. pada diri seseorang terkadang membuat hilangnya semangat untuk berusaha, akan

BAB II KAJIAN TEORITIS. pada diri seseorang terkadang membuat hilangnya semangat untuk berusaha, akan BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Optimisme 2.1.1 Definisi Optimisme Optimisme merupakan bagaimana seseorang bereaksi terhadap kegagalan sosial dalam kehidupannya (Myers, 2008). Dalam keadaan yang memicu stress

Lebih terperinci

Tiara Permata Sari

Tiara Permata Sari HUBUNGAN RESILINSI DAN HAPPINESS PADA KARYAWAN PT X Tiara Permata Sari 17511104 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Psikologi Positif Ilmu psikologi yang bukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dianggap sebagai masa topan badai dan stres, karena remaja telah memiliki

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dianggap sebagai masa topan badai dan stres, karena remaja telah memiliki 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa transisi ke masa dewasa. Masa ini dianggap sebagai masa topan badai dan stres, karena remaja telah memiliki keinginan bebas untuk menentukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sosial, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup individu. Salah satu jenis

BAB I PENDAHULUAN. sosial, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup individu. Salah satu jenis BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menjalani kehidupan profesional di dunia modern yang serba cepat seperti saat ini merupakan sebuah tantangan hidup. Selain tuntutan untuk mampu bertahan dalam lingkungan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Variabel tergantung : intensi berwirausaha 2. Variabel bebas : modal psikologis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir hingga lansia. Ketika memasuki usia dewasa awal tugas perkembangan individu

Lebih terperinci

Pengaruh Dukungan Atasan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT.X. : Auliati Melia.P NPM : Dosen Pembimbing : Nurul Qomariyah S.Psi, M.

Pengaruh Dukungan Atasan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT.X. : Auliati Melia.P NPM : Dosen Pembimbing : Nurul Qomariyah S.Psi, M. Pengaruh Dukungan Atasan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT.X Nama : Auliati Melia.P NPM : 11513512 Dosen Pembimbing : Nurul Qomariyah S.Psi, M.Psi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. sebagai derajat elastisitas dalam sistem, kemampuan untuk rebound (memantul)

BAB II LANDASAN TEORI. sebagai derajat elastisitas dalam sistem, kemampuan untuk rebound (memantul) BAB II LANDASAN TEORI A. Resiliensi 1. Definisi Resiliensi Resilience is popularly understood as the degree of elasticity in a system, its ability to rebound or bounce back after experiencing some stress

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 15% dari seluruh kanker pada wanita. Di beberapa negara menjadi

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 15% dari seluruh kanker pada wanita. Di beberapa negara menjadi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker serviks menempati terbanyak kedua di seluruh dunia yang mencapai 15% dari seluruh kanker pada wanita. Di beberapa negara menjadi penyebab kanker terbanyak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik korelasional. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. PERNYATAAN i ABSTRAK. ii KATA PENGANTAR. iv UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI. viii

DAFTAR ISI. PERNYATAAN i ABSTRAK. ii KATA PENGANTAR. iv UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI. viii DAFTAR ISI Hal PERNYATAAN i ABSTRAK. ii KATA PENGANTAR. iv UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI. viii BAB I PENDAHULUAN. 1 A. Latar Belakang Masalah.. 1 B. Identifikasi dan Rumusan Masalah. 6 C. Tujuan

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL SUPPORT DENGAN OPTIMISME PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) SKRIPSI ERNI JULIANTI SIMANJUNTAK

HUBUNGAN ANTARA SOCIAL SUPPORT DENGAN OPTIMISME PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) SKRIPSI ERNI JULIANTI SIMANJUNTAK HUBUNGAN ANTARA SOCIAL SUPPORT DENGAN OPTIMISME PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi Oleh ERNI JULIANTI SIMANJUNTAK 071301087 FAKULTAS PSIKOLOGI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian sebab metode penelitian menyangkut cara yang benar dalam

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian sebab metode penelitian menyangkut cara yang benar dalam BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan salah satu elemen penting dalam suatu penelitian sebab metode penelitian menyangkut cara yang benar dalam pengumpulan data, analisis data, dan pengambilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Memiliki sebuah pernikahan yang bahagia dan harmonis merupakan impian setiap pasangan suami dan istri. Perlu juga disadari bahwa sebuah pernikahan tidak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, sebelumnya akan dilakukan pengidentifikasian variabel-variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, sebelumnya akan dilakukan pengidentifikasian variabel-variabel yang BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Untuk menguji hipotesis penelitian, sebelumnya akan dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap keluarga memiliki cara tersendiri untuk menghadapi berbagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap keluarga memiliki cara tersendiri untuk menghadapi berbagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap keluarga memiliki cara tersendiri untuk menghadapi berbagai situasi selama rentang kehidupannya, begitu pula pada keluarga yang memiliki anak dengan hidrosefalus.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 12 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Resiliensi 1. Definisi Resiliensi Istilah resiliensi berasal dari kata Latin `resilire' yang artinya melambung kembali. Awalnya istilah ini digunakan dalam konteks fisik atau

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Dukungan Sosial Orang Tua Definisi dukungan sosial mengacu pada kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau bantuan yang diberikan orang lain atau kelompok kepada individu (Sarafino,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 54 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nilai, beringkat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. yaitu dukungan sosial teman sebaya sebagai variabel bebas (X) dan kebahagiaan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. yaitu dukungan sosial teman sebaya sebagai variabel bebas (X) dan kebahagiaan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan metode korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara dua variabel, yaitu dukungan

Lebih terperinci

Hubungan Kesepian Dengan Keterbukaan Diri Pengguna Online Dating Pada Dewasa Awal yang Mencari Pasangan

Hubungan Kesepian Dengan Keterbukaan Diri Pengguna Online Dating Pada Dewasa Awal yang Mencari Pasangan Hubungan Kesepian Dengan Keterbukaan Diri Pengguna Online Dating Pada Dewasa Awal yang Mencari Pasangan Oleh : Nurliah Dosen Pembimbing : Dr. Mahargyantari Purwani Dewi, M.Si BAB 1 Tugas perkembangan:

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Resiliensi. 1. Definisi Resiliensi. Istilah resiliensi diperkenalkan oleh Redl (dalam Desmita, 2011)

BAB II KAJIAN TEORI. A. Resiliensi. 1. Definisi Resiliensi. Istilah resiliensi diperkenalkan oleh Redl (dalam Desmita, 2011) 16 BAB II KAJIAN TEORI A. Resiliensi 1. Definisi Resiliensi Istilah resiliensi diperkenalkan oleh Redl (dalam Desmita, 2011) dan digunakan untuk menggambarkan bagian positif dari perbedaan individual dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kota Bandung yang meliputi 30 kecamatan. Dasar pertimbangan memilih Kota Bandung sebagai

Lebih terperinci

(Bryman, 2006; Tashakkori& Teddlie, 2003)

(Bryman, 2006; Tashakkori& Teddlie, 2003) BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian yang telah dilakukan ini menggunakan metode campuran/ mixed methods. Mixed methods adalah metode yang difokuskan untuk mengkombinasikan dua

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Resiliensi 1. Definisi Resiliensi Menurut Smet (1994, dalam Desmita, 2009) istilah resiliensi pertama kali dikenalkan oleh Redl pada tahun 1969 dan digunakan untuk menggambarkan

Lebih terperinci

Menurut Benard (1991), resiliensi memiliki aspek-aspek sebagai berikut:

Menurut Benard (1991), resiliensi memiliki aspek-aspek sebagai berikut: Anak merupakan potensi tumbuh kembang dan pewaris masa depan suatu bangsa. Di seluruh belahan dunia, anak berperan penting terhadap pertumbuhan suatu negara karena apabila suatu negara memiliki anak-anak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi. Sedangkan Hildayani (2005) menyatakan resiliensi atau ketangguhan adalah suatu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi. Sedangkan Hildayani (2005) menyatakan resiliensi atau ketangguhan adalah suatu 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Resiliensi 1. Pengertian Resiliensi Reivich dan Shatte (2000) menyatakan bahwa resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan, beradaptasi terhadap sesuatu yang menekan, mampu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. tujuan penelitian itu. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. tujuan penelitian itu. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian ini merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat melaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan

Lebih terperinci

Modul ke: Psikometri. Validitas 1. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

Modul ke: Psikometri. Validitas 1. Fakultas PSIKOLOGI. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi. Modul ke: Psikometri Validitas 1 Fakultas PSIKOLOGI Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Syarat alat ukur yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah: Validitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. secara fisik maupun psikologis. Menurut BKKBN (2011 ), keluarga adalah unit

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. secara fisik maupun psikologis. Menurut BKKBN (2011 ), keluarga adalah unit BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluarga adalah tempat di mana anak berkembang dan bertumbuh, baik secara fisik maupun psikologis. Menurut BKKBN (2011 ), keluarga adalah unit terkecil dalam

Lebih terperinci

Hubungan antara Resiliensi dengan Psychological Well-Being pada Remaja yang mengalami Broken Home. Winda Anggraeni Pratiwi

Hubungan antara Resiliensi dengan Psychological Well-Being pada Remaja yang mengalami Broken Home. Winda Anggraeni Pratiwi Hubungan antara Resiliensi dengan Psychological Well-Being pada Remaja yang mengalami Broken Home Winda Anggraeni Pratiwi 17511415 BAB I: Pendahuluan A. Latar Belakang B. Tujuan C. Manfaat Menurut Gunarsa

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada populasi atau sampel yang diambil adalah

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada populasi atau sampel yang diambil adalah 38 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada populasi atau sampel yang diambil adalah seluruh subjek yang menjadi anggota populasi, oleh karena itu metode analisis yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab III ini akan membahas tentang variabel penelitian, definisi operasional, metodologi pengumpulan data, populasi dan sampel penelitian dan teknik analisa data, meliputi:

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN (ATTACHMENT) DAN INTIMACY PADA MAHASISWA YANG BERPACARAN. : Elfa Gustiara NPM : : dr. Matrissya Hermita, M.

HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN (ATTACHMENT) DAN INTIMACY PADA MAHASISWA YANG BERPACARAN. : Elfa Gustiara NPM : : dr. Matrissya Hermita, M. HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN (ATTACHMENT) DAN INTIMACY PADA MAHASISWA YANG BERPACARAN Nama : Elfa Gustiara NPM : 12509831 Pembimbing : dr. Matrissya Hermita, M.si LATAR BELAKANG MASALAH Saat berada dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menekankan analisis pada data-data numerikal (angka) yang diolah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menekankan analisis pada data-data numerikal (angka) yang diolah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang menekankan analisis pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan 68 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan 1. Orientasi Kancah Penelitian Proses pengambilan data penelitian ini dimulai pada hari Selasa, 5 April 2016 hingga 13 April

Lebih terperinci

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian

BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN. A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian BAB IV PELAKSANAAN DAN HASIL PENELITIAN A. Orientasi Kancah dan Persiapan Penelitian 1. Orientasi Kancah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri pada siswa SMA tahun pertama yang merantau

Lebih terperinci

Rizki Ramadhani. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Intisari

Rizki Ramadhani. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Intisari HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN COPING STRESS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI STIKES MUHAMMADIYAH SAMARINDA Rizki Ramadhani Fakultas Psikologi Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi pada Istri Korban KDRT. mengatasi, dan meningkatkan diri ataupun mengubah dirinya dari keterpurukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Resiliensi pada Istri Korban KDRT. mengatasi, dan meningkatkan diri ataupun mengubah dirinya dari keterpurukan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Resiliensi pada Istri Korban KDRT 1. Pengertian Resiliensi pada Istri Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menilai, mengatasi, dan meningkatkan diri ataupun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan dibahas metode yang digunakan dalam menjawab permasalahan serta menguji hipotesis penelitian. Pada bagian pertama akan dijelaskan mengenai pendekatan penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. 1. Variabel tergantung : Keberhargaan diri (self esteem) asuhan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian. 1. Variabel tergantung : Keberhargaan diri (self esteem) asuhan 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel-variabel Penelitian 1. Variabel tergantung : Keberhargaan diri (self esteem) 2. Variabel bebas : Dukungan sosial dari pengasuh panti asuhan B. Definisi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Psychological Well Being. menerima dirinya apa adanya, membentuk hubungan yang hangat dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Psychological Well Being. menerima dirinya apa adanya, membentuk hubungan yang hangat dengan 14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Psychological Well Being 1. Pengertian Psychological Well Being Psychological well-being adalah tingkat kemampuan individu dalam menerima dirinya apa adanya, membentuk hubungan

Lebih terperinci