UKURAN PEMUSATAN UKURAN PENYEBARAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UKURAN PEMUSATAN UKURAN PENYEBARAN"

Transkripsi

1 UKURAN PEMUSATAN DATA TUNGGAL DATA KELOMPOK. MEAN / RATA-RATA. MODUS 3. MEDIAN 4. KUARTIL. MEAN / RATA-RATA. MODUS 3. MEDIAN 4. KUARTIL UKURAN PENYEBARAN JANGKAUAN HAMPARAN RAGAM / VARIANS SIMPANGAN BAKU SIMPANGAN KUARTIL SIMPANGAN RATA-RATA Hardiyatospd.wordpress.com --

2 STATISTIKA A. PENGERTIAN STATISTIKA Statistika adalah cabag ilmu matematika yag mempelajari metode pegumpula, pegolaha, peafsira da pearika kesimpula dari data yag berupa agka-agka. B. UKURAN PEMUSATAN / TENDENSI SENTRAL (MEASURES OF LOCATION). Data Tuggal a. Rataa Hitug (Mea) Adalah jumlah semua data dibagi dega bayakya data. b. Modus Adalah data yag serig mucul. Modus dapat ada ataupu tidak ada. Kalaupu ada dapat lebih dari satu. c. Media Adalah ilai tegah dari data yag telah disusu besarya. d. Kuartil Kuartil membagi data atas empat bagia yag sama besar. Q Q Q 3 Hardiyatospd.wordpress.com --

3 e. Desil Desil membagi data atas 0 bagia yag sama besar. D D D 3 D 4 D 9 ( ) i + Letak desil ke-i = 0 Peetuka ilai desil begatug pada ( ) i + 0, yaitu: f. Persetil Persetil membagi data atas 00 bagia yag sama besar.. Data Kelompok a. Rataa Hitug (Mea) P P P 3 P 4 P 99 Atau dega megguaka Rata-rata semetara: = ket : b. Modus c. Media Hardiyatospd.wordpress.com -3-

4 d. Kuartil Kuartil Bawah Kuartil Atas C. CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN. Data pejuala TV LCD setiap bula di toko SUMBER BERKAH pada tahu 009 adalah: 0, 3, 9,, 4,,, 9, 9,, 8, 0. Mea, modus, media, kuartil bawah da kuartil atasya adalah! Peyelesaia: Data setelah diurutka dari yag terkecil sampai yag terbesar adalah:, 3, 4, 8, 9, 9, 9, 0,,,, 0 Mea: = 08 = = 9 Modus: Data yag serig mucul adalah 9 Media: =, maka: karea bayakya data geap ( ) ( + ) ( ) Me = Q = + = ( ) = 9+ 9 = 9 Kuartil bawah: Q = = = ( ) ( ) = = 6 Kuartil atas: Q = = = ( ) ( ) = + = + = = 9 0. Diketahui Dari data pejuala TV LCD pada cotoh soal, tetuka desil kedua da desil ketujuh data tersebut. Peyelesaia: Desil kedua i( + ) ( 3) i = = =,6(pecaha) 0 0 Nilai D ditetuka melalui pedekata iterpolasi liear, yaitu: 3 ( ) ( ) D = + 0,6 - = 3+ 0,6 4-3 = 3,6 Hardiyatospd.wordpress.com -4-

5 Desil ketujuh i( + ) 7( 3) i = 7 = = 9, (pecaha) 0 0 D = + 0, - = 9+ 0, 0-9 = 9, ( ) ( ) 3. Diberika data Berat Bada siswa SMA KASIH SAYANG dalam tabel berikut Iterval Frekuesi Tetuka, mea, modus, media, kuartil bawah, da kuartil atas. Peyelesaia: Mea (metode codig) Iterval f i i u i fu i i å ( fu i i) (-4) = 0 + c= = 74,35 5 Modus d 6 d + d 6+ 4 Mo = Tb + c = 70,5 + 5 = 73,5 Media ( ) = 5 = 6 data ke-6 terletak pada iterval 7-75 ( å f ) Q Me = Tb + c = 70, = 7,7 f 8 Kuartil Bawah 4 4 ( ) Q = 5 = 3 data ke-3 terletak pada iterval ( å f ) Q Q = Tb + c = 65, = 67, 58 f Kurtil Atas ( ) Q = 5 = 39 data ke-39 terletak pada iterval ( å f ) Q Q3 = Tb + c = 75, = 75,86 f 4 Q3 Hardiyatospd.wordpress.com -5-

6 LATIHAN SOAL I. PILIHAN GANDA. Diberika data sebagai berikut: 9, 5, -4, 3, 7, 8, -, 0. Data tersebut mempuyai media sama dega (A) (B) (C) 4 (D) 6 (E) 8. Nilai matematika 0 siswa kelas XI-A adalah: 7, 8, 4, 9, 4, 7, 3, 7, 6, 5. Kuartil atas dari data tersebut adalah (A) 6 (B) 7 (C) 7 (D) 8 (E) 8 3. Nilai ulaga bab statistika, 8 siswa adalah: 5, 7, 8, 6, 9, 8, 6, 7. Rata-rata ilai siswa tersebut adalah (A) 4 (B) 5 (C) 6 (D) 7 (E) 8 4. Diketahui ilai siswa kelas XI- SMA ANGKASA adalah: 4, 6, 8, 6, 7, 8, 7, 9, 8, 7. Dari data tersebut, kuartil bawahya adalah (A) 6 (B) 6 (C) 7 (D) 7 (E) 8 5. Jika modus dari data:, 3, 3, 4, 5, 4,, 4,, 3 adalah 3, maka media dari data tersebut adalah (A) (B) 4 (C) 3 (D) 4 (E) 3 Hardiyatospd.wordpress.com -6-

7 6. Data, 3,, 6 telah disusu dari yag terkecil higga terbesar. Jika media da rata-rata hitug sama, maka modus data tersebut adalah (A) (B) 3 (C) 4 (D) 6 (E) Tidak memiliki modus 7. Nilai ujia mata pelajara MATEMATIKA disajika dalam tabel berikut: Nilai Frek Siswa diyataka lulus jika ilaiya lebih dari ( - ). Bayak siswa yag lulus adalah (A) 3 orag (B) orag (C) orag (D) 0 orag (E) 9 orag 8. Nilai ujia kemampua bahasa dari peserta seleksi pegawai di suatu istasi diperlihatka pada tabel berikut. Nilai ujia Frekuesi Seorag peserta seleksi diyataka lulus jika ilai ujiaya lebih tiggi dari ilai rata-rata ujia tersebut. Bayakya peserta yag tidak lulus adalah (A) 8 (B) 49 (C) 3 (D) (E) 9. Modus dari data dalam tabel berikut ii adalah (A) 7,5 (B) 7,75 (C) 73,5 (D) 73,75 (E) 74,5 Iterval Frekuesi Hardiyatospd.wordpress.com -7-

8 0. Tabel di bawah ii meujukka usia 0 orag aak di kota Metropolis. Dua tahu lalu. Jika pada tahu ii tiga orag yag berusia 7 tahu da seorag yag berusia 8 tahu pidah ke luar kota Metropolis, maka usia rata-rata 6 orag yag masih tiggal pada saat ii adalah Usia Frekuesi (A) 6 tahu (B) 6 tahu 3 (C) 7 tahu 4 (D) 8 tahu (E) 8 4 tahu. Media dari distribusi frekuesi Titik tegah Frekuesi Adalah (A) 45 (B) 45,5 (C) 45,75 (D) 49 (E) 49,5. Modus dari data dalam tabel berikut ii adalah: Iterval Frekuesi (A) 63,9 (B) 64, (C) 64,5 (D) 64,8 (E) 65, Hardiyatospd.wordpress.com -8-

9 3. Dari daftar distribusi frekuesi di bawah ii, diketahui ilai modusya adalah 63,5. Jika a adalah frekuesi tertiggi, ilai a adalah Nilai Frekuesi a (A) 4 (B) 5 (C) 6 (D) 7 (E) 8 4. Media dari data dalam tabel berikut adalah Iterval f (A) 3,0 (B),5 (C),0 (D),5 (E),0 5. Kuartil bawah dari tabel frekuesi di bawah ii adalah Nilai f (A) 66,9 (B) 66,6 (C) 66, (D) 66, (E) 66,0 Hardiyatospd.wordpress.com -9-

10 6. Diberika data dalam distribusi frekuesi berikut Umur (tahu) Bayak orag Kuartil atas data tersebut sama dega (A) 46,58 (B) 46,70 (C) 47,05 (D) 47,50 (E) 48,05 7. Rataa dari data statistik di bawah ii adalah Kelas Frekuesi (A) 0,33 (B) 0,43 (C) 0,44 (D),3 (E),5 8. f 8 4 Rataa hitug dari data pada histogram di atas adalah 4, maka ilai yag memeuhi adalah (A) 3 (B) 4 (C) 5 (D) 6 (E) 7,5 6,5,5 6,5,5 6,5 data Hardiyatospd.wordpress.com -0-

11 9. f skor,5 5,5 9,5 33,5 37,5 4,5 45,5 Media dari data pada histogram di atas adalah (A) 9,0 (B) 30,0 (C) 3,0 (D) 33,0 (E) 34,0 0. f ,5 7,5 85,5 Nilai modus dari data pada histogram di atas adalah 84,5. Nilai sama dega (A) (B) (C) 3 (D) 4 (E) 5 99,5 3,5 skor II. ESSAY.,, 3,..., adalah data yag telah tersusu dari data terkecil higgga terbesar, da memiliki ilai rataa 0 +, + 4, + 6,..., + 0. Tetuka: 0 da media Me. Jika ( ) ( ) ( 3 ) ( 0 ) a. Rataa baru (dalam 0 ) b. Media baru (dalam Me). Nilai ujia dari 60 siswa diberika dalam tabel berikut. Nilai Ujia Frekuesi Siswa diyataka lulus, jika ilai ujiaya miimal 0,5 lebih redah dari ilai rata-rata. Berapa bayakya siswa yag lulus ujia! 3. Dari hasil ujia 30 siswa diperoleh data sebagai berikut: Hardiyatospd.wordpress.com --

12 Nilai Ujia Frekuesi a b Siswa yag diyataka lulus, bilamaa ilai lebih dari 60. Jika bayakya siswa yag lulus adalah 6 orag. maka ab adalah! 4. Diagram di bawah ii meujukka hasil tes matematika suatu kelas. Nilai rata-rataya adalah f ilai Daftar distribusi frekuesi pada tabel di bawah ii merupaka hasil dari suatu tes. Nilai Frekuesi Jika 60% siswa diyataka lulus, ilai teredah yag diyataka lulus adalah! Hardiyatospd.wordpress.com --

13 STATISTIKA D. UKURAN PENYEBARAN / DISPERSI (MEASURES OF SPREAD). Jagkaua Adalah selisih atara data terbesar da data terkecil. Ket: = data teredah ; = data tertiggi. Jagkaua atar kuartil (Hampara) Adalah selisih atara kuartil atas dega kuartil bawah. 3. Simpaga kuartil (Jagkaua semi iterkuartil) Adalah simpaga atar kuartil. 4. Simpaga rata-rata Adalah simpaga terhadap ilai rata-rata. ; Utuk data kelompok 5. Simpaga baku (Stadar deviasi) ; Utuk data kelompok 6. Ragam / Varias ; Utuk data kelompok 7. Koefisie Keragama Hardiyatospd.wordpress.com -3-

14 E. APLIKASI. Rataa gabuga. Ukura statistik Semua Data Berubah Tetap + / - Mea, Modus, Kuartil Jagkaua, Simpaga kuartil / : Semua Berubah F. CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN. Diketahui data 6, 8, 6, 7, 8, 7, 9, 7, 7, 6, 7, 8, 6, 5, 8, 7. Tetuka a. Jagkaua b. Hampara c. Simpaga kuartil d. Simpaga rata-rata e. Simpaga baku f. Ragam g. Koefisie keragama Peyelesaia: Data setelah diurutka dari yag terkecil sampai terbesar adalah: 5, 6, 6, 6, 6, 7, 7, 7, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 8, 9 a. Jagkaua J = - = 9-5= 4 b. Hampara = 6 (data geap) Q = = = 4 ( 4 + 5) = ( 6+ 6) = ( ) ( ) Q = = = + = 8+ 8 = H = Q3- Q = 8-6= c. Simpaga kuartil Q3 - Q 8-6 Qd = = = d. Simpaga rata-rata = = = å - i= SR = = = = = 0, ( 5-7) + 4( 6-7 ) + 6( 7-7 ) + 4( 8-7 ) + ( 9-7 ) 6 Hardiyatospd.wordpress.com -4-

15 e. Simpaga baku å ( - ) ( - ) + ( - ) + ( - ) + ( - ) + ( - ) i= S = = = = = 6 6 f. Ragam å ( ) - i= S = = = g. Koefisie keragama S V = 00% = 00% = 4,9% 7. Diketahui ilai rata-rata dari 0 bilaga adalah 4,. Jika rata-rata bilaga pertama adalah,6 da rata-rata dari 6 bilaga berikutya adalah 8,, rata-rata dari bilaga terakhir adalah Peyelesaia: gab = (,6) + 6.(8, ) +. 5, + 09, + 4, = = (4, ) = 60, = 60, 4 + = 3,6 =,8 Jadi rata-rata dua bilaga terakhir adalah,8. 3. Utuk mempermudah aalisa data, maka semua ilai dikuragi 300. Nilai-ilai baru meghasilka jagkaua 8; rata-rata,7; simpaga kuartil 7,4; da modus. Data yag asli mempuyai rata-rata, modus, jagkaua da simpaga kuartil berturut-turut adalah! Peyelesaia: Pejumlaha da peguraga yag berubah adalah ukura pemusata (mea, media, modus), sedagka ukura peyebara tetap, jadi: baru = lama +/- (perubaha data),7 = lama -300 Mo baru = Mo lama +/- (perubaha data) = Mo lama -300 Maka, data asli rata-rata adalah 3,7 da modus 3 Data asli jagkaua tetap 8 da simpaga kuartil 7,4. Hardiyatospd.wordpress.com -5-

16 LATIHAN SOAL I. PILIHAN GANDA. Nilai ulaga statistika dari 5 siswa adalah 5,, 6, 6, 7, 8, 7, 8, 7, 9, 7, 8, 3, 6, 9. Rataa kuartil da rataa tiga kuartilya berturut-turut adalah (A) 7 da 6 (B) 7 da 7 (C) 7 da 8 (D) 8 da 6 (E) 8 da 7. Ragam (varias) dari data: 4, 5, 5, 5, 6, 6, 6, 6, 6, 7, 7, 7, 8 adalah (A) 5 6 (B) 7 6 (C) 6 (D) 4 3 (E) Simpaga baku data:, 3, 4, 5, 6, 6, 7, 8, 9, 0 adalah (A) 5 (B) 6 (C) 7 (D) (E) 3 4. Simpaga kuartil dari data: 7, 70, 68, 40, 45, 48, 5, 53, 53, 67, 6 adalah (A) 8 (B) 0 (C) 5 (D) 8 (E) 0 5. Diketahui = ; = 3,5 ; 3 = 5; 4 = 7; da 5 = 7,5. Jika deviasi rata-rata ilai diyataka dega rumus - i å dega i= deviasi rata-rata ilai di atas adalah (A) 0 (B) (C),8 (D),6 (E) 5 i = å, i= Hardiyatospd.wordpress.com -6-

17 6. Disajika data sebagai berikut: Nilai Frekuesi Jagkaua atar kuartil dari data di atas adalah (A) (B) (C) 4 (D) 5 (E) 6 7. Jika simpaga kuartil dari data,, 3,..., 0 adalah S, simpaga kuartil dari data +, +, + 4, + 8,... adalah ( ) ( ) ( ) ( ) 3 4 (A) S + 36 (B) S + 54 (C) S + 6 (D) S + 7 (E) S Nilai rata-rata dari 9 bilaga adalah 5 da ilai rata-rata bilaga yag lai adalah 0. Nilai rata-rata dari 0 bilaga tersebut adalah (A) 3 (B) 4 (C) (D) 4 (E) 9. Suatu keluarga mempuyai 5 orag aak. Aak termuda berumur tahu da yag tertua tahu. Tiga aak yag lai berturut-turut berumur ( +, ) ( + 4), da ( - 3) tahu. Jika ratarata hitug umur mereka 6 tahu, jumlah umur aak termuda da tertua adalah (A) 6 tahu (B) 5 tahu (C) 30 tahu (D) 3 tahu (E) 33 tahu Hardiyatospd.wordpress.com -7-

18 0. Nilai rata-rata ujia 40 orag siswa adalah 5,. Setelah seorag siswa megikuti ujia susula, ilai rata-rata mejadi 5,5. Nilai siswa yag megikuti ujai susula adalah (A) 5,5 (B) 6,0 (C) 7,0 (D) 7,5 (E) 7,50. Dari sekumpula bilaga: 0, 7, 8, 8, 6, 9 ilai simpaga baku sama dega (A) 5 (B) 5 (C) 5 (D) 3 5 (E) 6 5. Perhatika tabel distribusi frekuesi berikut ii. Iterval Frekuesi Besar jagkauaya adalah (A) 5 (B) 53 (C) 54 (D) 55 (E) Simpaga kuartil dari data pada tabel di bawah ii adalah f (A) 3 (B) 4 (C) 5 (D) 6 (E) Hardiyatospd.wordpress.com -8-

19 4. Kelas A, B, da C masig-masig terdiri dari 40, 35, da 40 siswa. Nilai rata-rata kelas A 5 lebih tiggi daripada rata-rata kelas B da ilai rata-rata kelas C lebih redah daripada kelas A. Jika ratarata gabuga ketiga kelas tersebut adalah 70, rata-rata kelas B adalah (A) 70,5 (B) 70,3 (C) 67,9 (D) 67,8 (E) 67, 5. Lima orag karyawa A, B, C, D, da E mempuyai pedapata sebagai berikut. Pedapata A sebesar pedapata E. Pedapata B lebih Rp dari pedapata A. Pedapata C lebih Rp dari pedapata A. Pedapata D kurag Rp dari pedapata E. Jika rata-rata pedapata kelima karyawa adalah Rp , pedapata karyawa D sebesar (A) Rp (B) Rp (C) Rp (D) Rp (E) Rp Dari 40 siswa ada 5 orag yag medapat ilai tidak kurag dari 64 tetapi tidak lebih dari 88. Jika ilai yag bisa diraih adalah bilaga bulat dari 0 sampai 00, ilai rata-rata yag tidak mugki dari ke-40 siswa tersebut adalah (A) 4 (B) 5 (C) 6 (D) 7 (E) 8 7. Pedapata rata-rata suatu perusahaa Rp per bula. Jika pedapata rata-rata karyawa pria Rp da karyawa waita Rp , maka perbadiga jumlah karyawa pria dega waita adalah (A) : 3 (B) 4 : 5 (C) : 5 (D) 3 : 4 (E) : Hardiyatospd.wordpress.com -9-

20 8. Dalam suatu kelas terdapat siswa. Nilai ratarata matematikaya 5 da jagkaua 4. Bila seorag siswa yag palig redah ilaiya da seorag siswa yag palig tiggi ilaiya tidak disertaka, maka ilai rata-rataya berubah mejadi 4,9. Nilai siswa yag palig redah adalah (A) 5 (B) 4 (C) 3 (D) (E) 9. Simpaga baku dari data 7, 4, 4,, 5, 6, 8, 5 adalah (A) (B) (C) (D) 4 (E) 4 0. Pada suatu tes simulasi yag diikuti oleh 50 siswa, diperoleh ilai rata-rata matematika adalah 0. Karea ilai rata-rata terlalu redah, semua ilai dikali, kemudia dikuragi 6. Jika ilai rata-rata yag baru sama dega dua kali simpaga baku yag baru, ilai simpaga baku yag lama adalah (A) (B) (C) 3 (D) 4 (E) 5 Hardiyatospd.wordpress.com -0-

21 II. ESSAY. Diketahui 3 buah data, yag memiliki rata-rata 5, media 5, da jagkaua 0. Nilai data terbesar da terkecil adalah.. Pada suatu ujia yag diikuti oleh 0 siswa (ilai sudah diurutka dari yag palig kecil higga terbesar) diperoleh rataa ujia adalah 6 dega media 5 da jagkaua 4. Jika 5 data pertama dikurag da sisaya ditambah, jumlah rataa, media, da jagkauaya adalah. 3. Empat kelompok siswa yag masig-masig terdiri dari 5, 8, 0, da 7 orag meyumbag korba becaa alam. Rata-rata sumbaga masig-masig kelompok adalah Rp , Rp..500, Rp..000, Rp Rata-rata sumbaga tiap siswa seluruh kelompok adalah. 4. Nilai rata-rata ulaga kelas A adalah A da rata-rata kelas B B. Setelah kedua kelas digabug, ilai rata-rataya adalah. Jika A: B = 0:9 da : B = 85:8, perbadiga bayakya siswa di kelas A da B adalah. 5. Suatu data dega rata-rata 6 da jagkaua 6. Jika setiap ilai dalam data dikalika p kemudia dikuragi q, didapat data baru dega rata-rata 0 da jagkaua 9. Nilai dari p+ q adalah. Hardiyatospd.wordpress.com --

22 STATISTIKA LATIHAN SOAL (REVIEW). Jika data, a, a, 3, 4, 6 memiliki rataa c da data, c, c, 4, 6,, mempuyai rataa a, maka ilai c adalah (A) (B),5 (C) (D),5 (E) 3. Data berikut adalah hasil ujia suatu kelas di SMA yag ilai rata-rataya adalah. Nilai Frekuesi Siswa diyataka lulus jika ilaiya lebih besar atau sama dega -, bayakya siswa yag lulus ujia ii adalah (A) 3 (B) 36 (C) 44 (D) 48 (E) Dari tabel hasil ujia matematika di bawah ii, jika ilai rata-rataya adalah 6, maka = Nilai Ujia Frekuesi (A) 0 (B) 5 (C) 0 (D) 5 (E) 0 4. Jika jagkaua dari data terurut: -, -, 3, 5-3, 4 + 3, 6 +. Adalah 8, maka mediaya adalah (A) 9 (B) 0,5 (C) (D) (E) 4,8 Hardiyatospd.wordpress.com --

23 5. Jika modus dari data, 3, 3, 4, 5, 4,, 4,, 3 adalah 3, maka media data tersebut adalah (A) (B) (C) 3 (D) 3 (E) 4 6. Rataa 4 bilaga bulat: 4; a ; b ; 5. Sama dega media data tersebut, yaitu 6. Jagkauaya sama dega (A) (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 7. Tiggi dari orag siswa dalam cm adalah Kuartil bawah dari data tersebut (A) 47,5 (B) 48 (C) 48,5 (D) 49 (E) 49,5 8. Simpaga kuartil dari data di bawah ii adalah Nilai Frekuesi (A) (B),5 (C),5 (D),5 (E) 3 9. Diketahui = 3,5; = 5, 0; 3 = 6, 0; 4 = 7,5; 5 = 8, 0. Jika simpaga rata-rata ilai tersebut diyataka dega rumus - i å dega i= maka simpaga rata-rata ilai di atas adalah (A) 0 (B) 0,9 (C),0 (D),4 (E) 6 i = å, i= Hardiyatospd.wordpress.com -3-

24 0. Hasil tes masuk pegawai suatu perusahaa disajika dalam tabel sebagai berikut Nilai Frekuesi Simpaga baku data tersebut adalah (A) (B) 3 (C) 5 6 (D) 5 7 (E) 5 0. Sekumpula data memiliki rata-rata 5 da jagkaua 6. Jika setiap ilai dari data dikuragi A kemudia hasilya dibagi B teryata meghasilka data baru dega rata-rata 7 da jagkaua 3, maka ilai A da B masig-masig adalah (A) da (B) da (C) da 3 (D) 3 da (E) 3 da. Jika 30 siswa kelas XIA, mempuyai ilai ratarata 6,5; 5 siswa kelas XIA, mempuyai ilai rata-rata 7, da 0 siswa kelas XIA 3, mempuyai ilai rata-rata 8, maka rata-rata ilai ke-75 siswa kelas XI tersebut adalah (A) (B) 5 (C) 7 5 (D) 7 0 (E) Empat kelompok siswa yag masig-masig terdiri dari 5, 8, 0 da 7 orag meyumbag korba becaa alam. Rata-rata sumbaga masig-masig kelompok adalah Rp , Rp..500, Rp..000, Rp Rata-rata sumbaga tiap siswa seluruh kelompok adalah (A) Rp..050 (B) Rp..55 (C) Rp..95 (D) Rp..05 (E) Rp..75 Hardiyatospd.wordpress.com -4-

25 4. Tes matematika diberika kepada tiga kelas siswa berjumlah 00 orag. Nilai rata-rata kelas pertama, kedua da ketiga adalah 7, 8, 7. Jika bayakya siswa kelas pertama 5 orag da kelas ketiga, 5 orag lebih bayak dari kelas kedua, maka ilai rata-rata seluruh kelas tersebut adalah (A) 7,40 (B) 7,45 (C) 7,50 (D) 7,55 (E) 7,60 5. Nilai rata-rata ujia matematika dari 39 orag siswa adalah 45. Jika ilai Upik, seorag siswa laiya, digabugka dega kelompok tersebut, maka ilai rata-rata ke-40 orag siswa mejadi 46. Ii berarti ilai ujia Upik adalah (A) 47 (B) 5 (C) 85 (D) 90 (E) 9 6. Nilai rata-rata pada tes matematika dari 0 siswa adalah 55 da jika digabug lagi dega 5 siswa laiya, ilai rata-rata mejadi 53. Nilai rata-rata dari 5 siswa tersebut adalah (A) 49 (B) 50 (C) 5 (D) 5 (E) Nilai rata-rata ulaga matematika dari suatu kelas adalah 6,9. Jika dua siswa baru yag ilaiya 4 da 6 digabugka, maka ilai rata-rata kelas tersebut mejadi 6,8. Bayakya siswa semula adalah (A) 36 (B) 38 (C) 40 (D) 4 (E) Berat rata-rata 0 siswa adalah 60 kg. Salah seorag diataraya digati oleh Adi, sehigga Hardiyatospd.wordpress.com -5-

26 berat rata-rataya mejadi 60,5 kg. Jika berat Adi 6 kg, maka berat siswa yag digati adalah (A) 53 (B) 54 (C) 55 (D) 56 (E) Nilai rata-rata tes matematika dari kelompok siswa da kelompok siswi di suatu kelas berturutturut adalah 5 da 7. Jika ilai rata-rata di kelas tersebut adalah 6,, maka perbadiga bayakya siswa da siswi adalah (A) : 3 (B) 3 : (C) 3 : 4 (D) 3 : 5 (E) 4 : 5 0. Diketahui data berat bada (dalam kg) dari sekelompok siswa. Rataa hitug data tersebut sama dega. Berat Frekuesi (A) 55 (B) 56 (C) 59 (D) 6 (E) 63. Nilai dari 00 siswa pada tabel distribusi frekuesi di bawah mempuyai modus sebesar Nilai Frekuesi (A) 56 (B) 56,5 (C) 58,5 (D) 60 (E) 60,5 Hardiyatospd.wordpress.com -6-

27 . Data di bawah adalah hasil dari suatu tes. Nilai Frekuesi Media dari data tersebut adalah (A) 56,5 (B) 57 (C) 57,5 (D) 58 (E) Data berikut adalah tiggi bada sekelompok siswa. Jika media data adalah 63,5 cm, maka ilai k = Tiggi (cm) Frekuesi k (A) 40 (B) 4 (C) 44 (D) 46 (E) Hasil ujia 0 siswa diperlihatka tabel berikut. Titik tegah Frekuesi Media dari distribusi frekuesi ii adalah (A),5 (B) (C),5 (D) 3,5 (E) 4 Hardiyatospd.wordpress.com -7-

28 5. Data pada tabel distribusi frekuesi di bawah mempuyai ilai simpaga kuartil sebesar Berat Frekuesi (A),5 (B) 9,5 (C) (D) 8,5 (E) Hardiyatospd.wordpress.com -8-

: XII (Dua Belas) Semua Program Studi. : Gisoesilo Abudi, S.Pd

: XII (Dua Belas) Semua Program Studi. : Gisoesilo Abudi, S.Pd R e f r e s h Program Diklat K e l a s M a t e r i Pegajar : M A T E M A T I K A : XII (Dua Belas) Semua Program Studi : S t a t i s t i k a : Gisoesilo Abudi, S.Pd Kajia Materi Peyampaia Data Diagram

Lebih terperinci

STATISTIKA SMA (Bag.1)

STATISTIKA SMA (Bag.1) SMA - STATISTIKA SMA (Bag. A. DATA TUNGGAL. Ukura Pemusata : Terdapat ilai statistika yag dapat dimiliki oleh sekumpula data yag diperoleh yaitu : a. Rata-rata Rata-rata jumlah seluruh data bayakya data

Lebih terperinci

[RUMUS CEPAT MATEMATIKA]

[RUMUS CEPAT MATEMATIKA] http://meetabied.wordpress.com SMAN Boe-Boe, Luwu Utara, Sul-Sel Kita meilai diri kita dega megukur dari apa yag kita rasa mampu utuk kerjaka, orag lai megukur kita dega megukur dari adap yag telah kita

Lebih terperinci

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnyakenaikan curah hujan terbesar terjadi pada bulan A. Oktober D. Januari B. November E. Februari C.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnyakenaikan curah hujan terbesar terjadi pada bulan A. Oktober D. Januari B. November E. Februari C. Page of. Diatara data berikut, yag merupaka data kualitatif adalah Tiggi hotel-hotel di Yogyakarta B. Bayakya mobil yag melewati jala Mawar C. Kecepata sepeda motor per jam D. Luas huta di Sumatra E. Meigkatya

Lebih terperinci

Statistika MAT 2 A. PENDAHULUAN NILAI MATEMATIKA B. PENYAJIAN DATA NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA STATISTIKA. materi78.co.nr

Statistika MAT 2 A. PENDAHULUAN NILAI MATEMATIKA B. PENYAJIAN DATA NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA STATISTIKA. materi78.co.nr materio.r Statistika A. PENDAHULUAN Statistika adalah ilmu yag mempelajari pegambila, peyajia, pegolaha, da peafsira data. Data terdiri dari dua jeis, yaitu data kualitatif (sifat) da data kuatitatif (agka).

Lebih terperinci

STATISTIKA MAT 2 NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA A. PENDAHULUAN B. PENYAJIAN DATA. Diagram garis

STATISTIKA MAT 2 NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA NILAI MATEMATIKA A. PENDAHULUAN B. PENYAJIAN DATA. Diagram garis materio.r A. PENDAHULUAN Statistika adalah ilmu yag mempelajari pegambila, peyajia, pegolaha, da peafsira data. Data terdiri dari dua jeis, yaitu data kualitatif (sifat) da data kuatitatif (agka). B. PENYAJIAN

Lebih terperinci

STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA

STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA Matematika Kelas IX Semester BAB Statistika STATISTIKA DAN PELUANG BAB III STATISTIKA A. Statistika Pegertia Statistika Statistika adalah ilmu yag mempelajari cara pegumpula, peyusua, pegolaha, da aalisis

Lebih terperinci

PERSIAPAN UTS MATH 11 IPS BHS. = 92 ü

PERSIAPAN UTS MATH 11 IPS BHS. = 92 ü PRSIAPAN UTS MATH IPS BHS. Jagkaua dari 4, 42, 2, 0, 4, 62, 8,, 60, 2, 4, 48,, 44,, 7 adalah.... J = 62 2 = 7 ü 2. Jika rataa 4, 0, 22, m, 6 adalah 8 maka a =... 4 + 0 + 22 + m + 6 8 = 0 = m + 62 m = 28

Lebih terperinci

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL)

BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) BAB V UKURAN GEJALA PUSAT (TENDENSI CENTRAL) Setiap peelitia selalu berkeaa dega sekelompok data. Yag dimaksud kelompok disii adalah: Satu orag mempuyai sekelompok data, atau sekelompok orag mempuyai satu

Lebih terperinci

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus

Ukuran Pemusatan. Pertemuan 3. Median. Quartil. 17-Mar-17. Modus -Mar- Ukura Pemusata Pertemua STATISTIKA DESKRIPTIF Statistik deskripti adalah pegolaha data utuk tujua medeskripsika atau memberika gambara terhadap obyek yag diteliti dega megguaka sampel atau populasi.

Lebih terperinci

Kompetisi Statistika Tingkat SMA

Kompetisi Statistika Tingkat SMA . Arya da Bombom melakuka tos koikoi yag seimbag yag mempuyai sisi, agka da gambar Arya melakuka tos terhadap 6 koi, sedagka Bombom melakuka tos terhadap koi, maka peluag Arya medapatka hasil tos muka

Lebih terperinci

UKURAN PEMUSATAN DATA

UKURAN PEMUSATAN DATA Malim Muhammad, M.Sc. UKURAN PEMUSATAN DATA J U R U S A N A G R O T E K N O L O G I F A K U L T A S P E R T A N I A N U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H P U R W O K E R T O DEFINISI UKURAN PEMUSATAN

Lebih terperinci

Statistika Deskriptif Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran

Statistika Deskriptif Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran Statistika Deskriptif Ukura Pemusata da Ukura Peyebara Ukura Pemusata Data Rata-rata Hitug Rata-rata hitug data tuggal: = x 1 + x 2 + x 3 + + x atau =. (1 : rata-rata hitug data tuggal (baca x-bar : bayakya

Lebih terperinci

Statistik (statistics)

Statistik (statistics) Matematika-Fisika-Kimia Jadi Mudah & Meyeagka R Statistik (statistics) Modul Pelatiha Guru soal-soal yag dijelaska. Rataa ilai ulaga dari 4 orag murid sama dega 6. Jika ilai dari dua orag murid tidak disertaka

Lebih terperinci

Range atau jangkauan suatu kelompok data didefinisikan sebagai selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil, yaitu

Range atau jangkauan suatu kelompok data didefinisikan sebagai selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil, yaitu BAB 4 UKURAN PENYEBARAN DATA Pada Bab sebelumya kita telah mempelajari beberapa ukura pemusata data, yaitu ukura yag memberika iformasi tetag bagaimaa data-data ii megumpul atau memusat Pada bagia Bab

Lebih terperinci

UKURAN TENDENSI SENTRAL

UKURAN TENDENSI SENTRAL BAB 3 UKURAN TENDENSI SENTRAL Kompetesi Mampu mejelaska da megaalisis kosep dasar ukura tedesi setral. Idikator 1. Mejelaska da megaalisis mea.. Mejelaska da megaalisis media. 3. Mejelaska da megaalisis

Lebih terperinci

b. Penyajian data kelompok Contoh: Berat badan 30 orang siswa tercatat sebagai berikut:

b. Penyajian data kelompok Contoh: Berat badan 30 orang siswa tercatat sebagai berikut: Statistik da Peluag A. Statistik Statistik adalah metode ilmiah yag mempelajari cara pegumpula, peyusua, pegolaha, da aalisis data, serta cara pegambila kesimpula berdasarka data-data tersebut. Data ialah

Lebih terperinci

A. PENGERTIAN DISPERSI

A. PENGERTIAN DISPERSI UKURAN DISPERSI A. PENGERTIAN DISPERSI Ukura diperi atau ukura variai atau ukura peyimpaga adalah ukura yag meyataka eberapa jauh peyimpaga ilai-ilai data dari ilaiilai puatya atau ukura yag meyataka eberapa

Lebih terperinci

RESPONSI 2 STK 511 (ANALISIS STATISTIKA) JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015

RESPONSI 2 STK 511 (ANALISIS STATISTIKA) JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 RESPONSI STK 511 (ANALISIS STATISTIKA) JUMAT, 11 SEPTEMBER 015 A. PENYAJIAN DAN PERINGKASAN DATA 1. PENYAJIAN DATA a. Sebutka tekik peyajia data utuk data kualitatif! Diagram kueh, diagram batag, distribusi

Lebih terperinci

BAB 5 UKURAN DISPERSI

BAB 5 UKURAN DISPERSI BAB 5 UKURAN DISPERSI A. Ukura Dispersi Meurut Hasa (011 : 101) ukura dispersi atau ukura variasi atau ukura peyimpaga adalah ukura yag meyataka seberapa jauh peyimpaga ilai-ilai data dari ilai-ilai pusatya

Lebih terperinci

Telp. / Fax (0362) PO.BOX : 236

Telp. / Fax (0362) PO.BOX : 236 Judul Modul : Statistika Bidag Studi Keahlia : Sei Kerajia da Pariwisata Kelas / Semester : XII / Gajil Tahu Pelajara : 017 / 01 Sekolah Meegah Kejurua Negeri 1 Sukasada ( SMK Negeri 1 Sukasada ) Alamat

Lebih terperinci

PERTEMUAN 3 CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PEMUSATAN DATA

PERTEMUAN 3 CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PEMUSATAN DATA PERTEMUAN 3 CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI UKURAN PEMUSATAN DATA Cara Peyajia Data dega Tabel Distribusi Frekuesi Distribusi Frekuesi adalah data yag disusu dalam betuk kelompok baris berdasarka

Lebih terperinci

Kuliah 3.Ukuran Pemusatan Data

Kuliah 3.Ukuran Pemusatan Data Kuliah 3.Ukura Pemusata Data Mata Kuliah Statistika Dr. Ir. Rita Rostika MP. Prodi Perikaa Fakultas Perikaa da Ilmu Kelauta Uiversitas Padjadjara Cotet (1) modus Media Rata-rata Telada peerapa Cotet (2)

Lebih terperinci

SOAL-JAWAB MATEMATIKA PEMINATAN STATISTIKA. 6 cm, 7 cm, 6 cm, 4 cm, 6 cm, 3 cm, 7 cm, 6 cm, 5 cm, 8 cm.

SOAL-JAWAB MATEMATIKA PEMINATAN STATISTIKA. 6 cm, 7 cm, 6 cm, 4 cm, 6 cm, 3 cm, 7 cm, 6 cm, 5 cm, 8 cm. SOAL-JAWAB MATEMATIKA PEMINATAN STATISTIKA Soal Diberika data egukura sebagai berikut: 6 cm, 7 cm, 6 cm, 4 cm, 6 cm, 3 cm, 7 cm, 6 cm, 5 cm, 8 cm. Tetukalah: a) Modus b) Media c) Kuartil bawah Urutka data

Lebih terperinci

TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Fitri Yulianti, SP. Msi.

TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Fitri Yulianti, SP. Msi. TATAP MUKA III UKURAN PEMUSATAN DATA (MEAN, MEDIAN DAN MODUS) Ftr Yulat, SP. Ms. UKURAN DATA Ukura data Ukura Pemusata data Ukura letak data Ukura peyebara data Mea Meda Jagkaua Meda Kuartl Jagkaua atar

Lebih terperinci

UKURAN PEMUSATAN DATA

UKURAN PEMUSATAN DATA BAB 3 UKURAN PEMUSATAN DATA Misalka kita mempuyai data metah dalam betuk array X 1, X 2,, X. Pada Bab ii kita aka mempelajari beberapa ukura yag dapat memberika iformasi tetag bagaimaa data-data ii megumpul

Lebih terperinci

SOAL STATISTIKA KELAS XI Oleh: Erni Kundiarsih

SOAL STATISTIKA KELAS XI Oleh: Erni Kundiarsih SOAL STATISTIKA KELAS XI Oleh: Erni Kundiarsih MATEMATIKANET.COM Data berikut untuk soal nomor 1 4 Nilai ulangan harian matematika dari 14 orang siswa yang diambil secara acak adalah 7, 5, 8, 6, 7, 8,

Lebih terperinci

An = an. An 1 = An. h + an 1 An 2 = An 1. h + an 2... A2 = A3. h + a2 A1 = A2. h + a1 A0 = A1. h + a0. x + a 0. x = h a n. f(x) = 4x 3 + 2x 2 + x - 3

An = an. An 1 = An. h + an 1 An 2 = An 1. h + an 2... A2 = A3. h + a2 A1 = A2. h + a1 A0 = A1. h + a0. x + a 0. x = h a n. f(x) = 4x 3 + 2x 2 + x - 3 SUKU BANYAK A Pegertia: f(x) x + a 1 x 1 + a 2 x 2 + + a 2 +a 1 adalah suku bayak (poliom) dega : - a, a 1, a 2,.,a 2, a 1, a 0 adalah koefisiekoefisie suku bayak yag merupaka kostata real dega a 0 - a

Lebih terperinci

- Yadi Nurhayadi - M O D U L S T A T I S T I K A BAB 2 DISTRIBUSI FREKUENSI

- Yadi Nurhayadi - M O D U L S T A T I S T I K A BAB 2 DISTRIBUSI FREKUENSI - Yadi Nurhayadi - M O D U L S T A T I S T I K A BAB DISTRIBUSI FREKUENSI A. Review Pelajara SMA A. Pegumpula Data. Peelitia lapaga (Pegamata Lagsug). Wawacara (Iterview). Agket (Kuisioer) 4. Berdasarka

Lebih terperinci

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH 89 BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH Dalam upaya mearik kesimpula da megambil keputusa, diperluka asumsi-asumsi da perkiraa-perkiraa. Secara umum hipotesis statistik merupaka peryataa megeai distribusi probabilitas

Lebih terperinci

UKURAN LOKASI DAN DISPERSI

UKURAN LOKASI DAN DISPERSI Uiversitas Gadjah Mada Fakultas Tekik Departeme Tekik Sipil da Ligkuga UKURAN LOKASI DAN DISPERSI Statistika da Probabilitas Statistical Measures Commo statistical measures Measure of cetral tedecy Mea

Lebih terperinci

An = an. An 1 = An. h + an 1 An 2 = An 1. h + an 2... A2 = A3. h + a2 A1 = A2. h + a1 A0 = A1. h + a0. x + a 0. x = h a n. f(x) = 4x 3 + 2x 2 + x - 3

An = an. An 1 = An. h + an 1 An 2 = An 1. h + an 2... A2 = A3. h + a2 A1 = A2. h + a1 A0 = A1. h + a0. x + a 0. x = h a n. f(x) = 4x 3 + 2x 2 + x - 3 BAB XII. SUKU BANYAK A = a Pegertia: f(x) = a x + a x + a x + + a x +a adalah suku bayak (poliom) dega : - a, a, a,.,a, a, a 0 adalah koefisiekoefisie suku bayak yag merupaka kostata real dega a 0 - a

Lebih terperinci

i adalah indeks penjumlahan, 1 adalah batas bawah, dan n adalah batas atas.

i adalah indeks penjumlahan, 1 adalah batas bawah, dan n adalah batas atas. 4 D E R E T Kosep deret merupaka kosep matematika yag cukup populer da aplikatif khusuya dalam kasus-kasus yag meyagkut perkembaga da pertumbuha suatu gejala tertetu. Apabila perkembaga atau pertumbuha

Lebih terperinci

A. Pengertian Hipotesis

A. Pengertian Hipotesis PENGUJIAN HIPOTESIS A. Pegertia Hipotesis Hipotesis statistik adalah suatu peryataa atau dugaa megeai satu atau lebih populasi Ada macam hipotesis:. Hipotesis ol (H 0 ), adalah suatu hipotesis dega harapa

Lebih terperinci

MODUL IRISAN KERUCUT

MODUL IRISAN KERUCUT MATERI MODUL 1 : IRISAN KERUCUT Stadar Kompetesi : Meerapka Kosep Irisa Kerucut dalam memecaha masalah Kompetesi Dasar : 1. Meyelesaika model matematika dari masalah yag berkaita dega ligkara. Meyelesaika

Lebih terperinci

BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN

BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN BAB 7 MOMEN, KEMIRINGAN DAN KERUNCINGAN A. Mome Misalka diberika variable x dega harga- harga : x, x,., x. Jika A = sebuah bilaga tetap da r =,,, maka mome ke-r sekitar A, disigkat m r, didefiisika oleh

Lebih terperinci

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X

Pendugaan Selang: Metode Pivotal Langkah-langkahnya 1. Andaikan X1, X Pedugaa Selag: Metode Pivotal Lagkah-lagkahya 1. Adaika X1, X,..., X adalah cotoh acak dari populasi dega fugsi kepekata f( x; ), da parameter yag tidak diketahui ilaiya. Adaika T adalah peduga titik bagi..

Lebih terperinci

SOAL-SOAL. 1. UN A Jumlah n suku pertama deret aritmetika dinyatakan dengan S n n

SOAL-SOAL. 1. UN A Jumlah n suku pertama deret aritmetika dinyatakan dengan S n n Husei Tampomas, Barisa da Deret, 06 SOAL-SOAL. UN A 0 Jumlah suku pertama deret aritmetika diyataka dega S. Suku ke-0 A. B. C. 0 D. 8 E. 6. UN A, D7, da E8 0 Sebuah pabrik memproduksi barag jeis A pada

Lebih terperinci

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd

Pertemuan Ke-11. Teknik Analisis Komparasi (t-test)_m. Jainuri, M.Pd Pertemua Ke- Komparasi berasal dari kata compariso (Eg) yag mempuyai arti perbadiga atau pembadiga. Tekik aalisis komparasi yaitu salah satu tekik aalisis kuatitatif yag diguaka utuk meguji hipotesis tetag

Lebih terperinci

Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Unand

Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusan Matematika FMIPA Unand TEKIK SAMPLIG PCA SEDERHAA Hazmira Yozza Izzati Rahmi HG Jurusa Matematika FMIPA Uad Defiisi : Jika suatu cotoh berukura diambil dari suatu populasi berukura sedemikia rupa sehigga setiap kemugkia cotoh

Lebih terperinci

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai

Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai PENGUJIAN HIPOTESIS Pedahulua Hipotesis: asumsi atau dugaa semetara megeai sesuatu hal. Ditutut utuk dilakuka pegeceka kebearaya. Jika asumsi atau dugaa dikhususka megeai ilai-ilai parameter populasi,

Lebih terperinci

DISTRIBUSI SAMPLING. Oleh : Dewi Rachmatin

DISTRIBUSI SAMPLING. Oleh : Dewi Rachmatin DISTRIBUSI SAMPLING Oleh : Dewi Rachmati Distribusi Rata-rata Misalka sebuah populasi berukura higga N dega parameter rata-rata µ da simpaga baku. Dari populasi ii diambil sampel acak berukura, jika tapa

Lebih terperinci

ANALISIS STATISTIK. tentang PENGERTIAN STATISTIK, PENGERTIAN STATISTIKA, MACAM-MACAM DATA, DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA,

ANALISIS STATISTIK. tentang PENGERTIAN STATISTIK, PENGERTIAN STATISTIKA, MACAM-MACAM DATA, DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA, ANALISIS STATISTIK tetag PENGERTIAN STATISTIK, PENGERTIAN STATISTIKA, MACAM-MACAM DATA, DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA, UKURAN PEMUSATAN, UKURAN PENYEBARAN (FRAKTIL) DAN UKURAN DISPERSI DISUSUN OLEH

Lebih terperinci

Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015

Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter. Dr. Kusman Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 2015 Statistika Iferesia: Pedugaa Parameter Dr. Kusma Sadik, M.Si Dept. Statistika IPB, 05 Populasi : Parameter Sampel : Statistik Statistik merupaka PENDUGA bagi parameter populasi Pegetahua megeai distribusi

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 1 Natar Lampung Selatan. 9 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi Da Sampel Peelitia ii dilaksaaka di MTs Muhammadiyah Natar Lampug Selata. Populasiya adalah seluruh siswa kelas VIII semester geap MTs Muhammadiyah Natar Tahu Pelajara

Lebih terperinci

REGRESI LINIER GANDA

REGRESI LINIER GANDA REGRESI LINIER GANDA Secara umum, data hasil pegamata Y bisa terjadi karea akibat variabelvariabel bebas,,, k. Aka ditetuka hubuga atara Y da,,, k sehigga didapat regresi Y atas,,, k amu masih meujukka

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto. Statistika Wed 6/0/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato tatistika Deskriptif Iferesi Estimasi Uji Hipotesis Titik Retag Estimasi da Uji Hipotesis Dilakuka setelah peelitia dalam tahap pegambila suatu

Lebih terperinci

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi.

Masih ingat beda antara Statistik Sampel Vs Parameter Populasi? Perhatikan tabel berikut: Ukuran/Ciri Statistik Sampel Parameter Populasi. Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel). Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

x = 16 Jadi, banyak pekerja yang harus ditambahkan = = 4 orang.

x = 16 Jadi, banyak pekerja yang harus ditambahkan = = 4 orang. SOAL N MATEMATIKA SMK KELOMPOK PARIWISATA, SENI DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADMINISTRASI PERKANTORAN PAKET KC-F TAHN PELAJARAN /. Ekstrakurikuler pramuka suatu SMK aka

Lebih terperinci

Soal-soal Latihan: jika Misalkan n adalah bilangan genap. Buktikan bahwa

Soal-soal Latihan: jika Misalkan n adalah bilangan genap. Buktikan bahwa Soal-soal Latiha:. Misalka kita aka meyusu kata-kata yag dibetuk dari huru-huru dalam kata SIMALAKAMA, jika a. huru S mucul setelah huru K (misalya, ALAMAKSIM). b. huru A mucul berdekata. c. tidak memuat

Lebih terperinci

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan

REGRESI LINIER DAN KORELASI. Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yang mudah didapat atau tersedia. Dapat dinyatakan REGRESI LINIER DAN KORELASI Variabel dibedaka dalam dua jeis dalam aalisis regresi: Variabel bebas atau variabel prediktor -> variabel yag mudah didapat atau tersedia. Dapat diyataka dega X 1, X,, X k

Lebih terperinci

Distribusi Sampling merupakan distribusi teoritis (distribusi kemungkinan) dari semua hasil sampel yang mungkin, dengan ukuran sampel yang tetap N,

Distribusi Sampling merupakan distribusi teoritis (distribusi kemungkinan) dari semua hasil sampel yang mungkin, dengan ukuran sampel yang tetap N, DISTRIBUSI SAMLING opulasi da Sampel opulasi : totalitas dari semua objek/ idividu yg memiliki karakteristik tertetu, jelas da legkap yag aka diteliti Sampel : bagia dari populasi yag diambil melalui cara-cara

Lebih terperinci

Barisan Dan Deret Arimatika

Barisan Dan Deret Arimatika Barisa Da Deret Arimatika A. Barisa Aritmatika Niko etera memiliki sebuah peggaris ukura 0 cm. Ia megamati bilaga-bilaga pada peggarisya ii. Bilaga-bilaga tersebut beruruta 0, 1,, 3,, 0. etiap bilaga beruruta

Lebih terperinci

MATEMATIKA EKONOMI (Deret)

MATEMATIKA EKONOMI (Deret) LOGO MATEMATIKA EKONOMI (Deret) DOSEN FEBRIYANTO, SE., MM. www.febriyato79.wordpress.com MATEMATIKA EKONOMI Matematika Ekoomi memberika pemahama ilmu megeai kosep matematika dalam bidag bisis da ekoomi.

Lebih terperinci

1 n MODUL 5. Peubah Acak Diskret Khusus

1 n MODUL 5. Peubah Acak Diskret Khusus ODUL 5 Peubah Acak Diskret Khusus Terdapat beberapa peubah acak diskret khusus yag serig mucul dalam aplikasi. Peubah Acak Seragam ( Uiform) Bila X suatu peubah acak diskret dimaa setiap eleme dari X mempuyai

Lebih terperinci

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran

STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN. Tujuan Pembelajaran Kurkulum 013/006 matematka K e l a s XI STATISTIKA: UKURAN PEMUSATAN Tujua Pembelajara Setelah mempelajar mater, kamu dharapka memlk kemampua berkut. 1. Dapat meetuka rata-rata data tuggal da data berkelompok..

Lebih terperinci

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO

PETA KONSEP RETURN dan RISIKO PORTOFOLIO PETA KONSEP RETURN da RISIKO PORTOFOLIO RETURN PORTOFOLIO RISIKO PORTOFOLIO RISIKO TOTAL DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO DENGAN DUA AKTIVA PORTOFOLIO DENGAN BANYAK AKTIVA DEVERSIFIKASI DENGAN BANYAK AKTIVA DEVERSIFIKASI

Lebih terperinci

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel)

Distribusi Sampling (Distribusi Penarikan Sampel) Distribusi Samplig (Distribusi Pearika Sampel) 1. Pedahulua Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto

ESTIMASI. (PENDUGAAN STATISTIK) Ir. Tito Adi Dewanto Tue 0/04/3 ETIMAI (PENDUGAAN TATITIK) Ir. Tito Adi Dewato Estimasi : salah satu cara megemukaka peryataa iduktif (meyataka karakteristik populasi dega meggu aka karakteristik yag didapat dari cuplika).

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilakukan pada bulan November - Desember 2013 di

III. MATERI DAN METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilakukan pada bulan November - Desember 2013 di III. MATERI DAN METODE PENELITIAN 3.. Waktu da Tempat Peelitia telah dilakuka pada bula November - Desember 203 di peteraka Kambig yag ada di Kota Pekabaru Provisi Riau. 3.2. Alat da Baha Materi yag diguaka

Lebih terperinci

E-learning matematika, GRATIS

E-learning matematika, GRATIS Peyusu Editor : Dra. Yuli Wiarsih ; Ismudari Puspitasari, S.Pd. : Drs. Keto Susato, M.Si. M.T. ; Istijab, S.H. M.Hum. Imam Idra Guawa, S.Si. STATISTIK DAN STATISTIKA Bayak persoala diyataka da diatat dalam

Lebih terperinci

BARISAN DAN DERET. Bentuk deret Aritmatika: a, ( a + b ), ( a + 2b ) ( a + ( n 1 ) b a = suku pertama b = beda n = banyaknya suku.

BARISAN DAN DERET. Bentuk deret Aritmatika: a, ( a + b ), ( a + 2b ) ( a + ( n 1 ) b a = suku pertama b = beda n = banyaknya suku. BARISAN DAN DERET Bab 9 Deret Aritmatika (Deret Hitug) o o o Betuk deret Aritmatika: a, ( a + b ), ( a + b ) +...+ ( a + ( ) b a = suku pertama b = beda = bayakya suku Suku ke- : U = a + (-)b Jumlah suku

Lebih terperinci

Ukuran tendensi sentral merupakan setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai

Ukuran tendensi sentral merupakan setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai yang mewakili nilai pusat atau nilai Ukura tedesi setral merupaka setiap pegukura aritmatika yag ditujuka utuk meggambarka suatu ilai yag mewakili ilai pusat atau ilai setral dari suatu gugus data (himpua pegamata). UKURAN DATA 2 Macam-Macam

Lebih terperinci

Prestasi itu diraih bukan didapat!!! SOLUSI SOAL

Prestasi itu diraih bukan didapat!!! SOLUSI SOAL SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT KABUPATEN/KOTA 010 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 0 Prestasi itu diraih buka didapat!!! SOLUSI SOAL Bidag Matematika Disusu oleh : Eddy Hermato, ST Olimpiade Matematika Tk

Lebih terperinci

MODUL MATEMATIKA SMA IPA Kelas 11

MODUL MATEMATIKA SMA IPA Kelas 11 SMA IPA Kelas BARISAN DAN DERET ARITMATIKA. Betuk umum: a, ( a b), ( a b) ( a b). Rumus suku ke- ( ) a ( ) b a : suku pertama b : beda. Jumlah suku pertama (S ) S ( a ) atau S (a ( ) b) Dega S dapat juga

Lebih terperinci

Barisan Aritmetika dan deret aritmetika

Barisan Aritmetika dan deret aritmetika BARISAN DAN DERET BILANGAN Peyusu: Atmii Dhoruri, MS Kode: Jejag: SMP T/P: / A. Kompetesi yag diharapka. Meetuka suku ke- barisa aritmatika da barisa geometri. Meetuka jumlah suku pertama deret aritmatika

Lebih terperinci

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : STATISTIKA

MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : STATISTIKA MODUL PENDALAMAN MATERI ESENSIAL DAN SULIT MATA PELAJARAN : MATEMATIKA ASPEK : STATISTIKA STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Memahami kosep dalam statistika, serta meerapkaya dalam pemecaha masalah. INDIKATOR

Lebih terperinci

SOAL DAN PEMBAHASAN TRY OUT MATEMATIKA SMP/MTS KABUPATEN LEMBATA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SOAL DAN PEMBAHASAN TRY OUT MATEMATIKA SMP/MTS KABUPATEN LEMBATA TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SOAL DAN PEMBAHASAN TRY OUT MATEMATIKA SMP/MTS KABUPATEN LEMBATA TAHUN PELAJARAN 4/5 3. Hasil dari 3 : adalah... 4 4 A. B. C. 7 D. 5 3 3 3 5 3 : = : 4 4 4 4 3 4 5 = 4 3 5 = 6 55 = 8 = 5 = 3. Dalam try

Lebih terperinci

III BAB BARISAN DAN DERET. Tujuan Pembelajaran. Pengantar

III BAB BARISAN DAN DERET. Tujuan Pembelajaran. Pengantar BAB III BARISAN DAN DERET Tujua Pembelajara Setelah mempelajari materi bab ii, Ada diharapka dapat:. meetuka suku ke- barisa da jumlah suku deret aritmetika da geometri,. meracag model matematika dari

Lebih terperinci

STATISTIKA EKONOMI 1. Makalah. Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Statistik 1

STATISTIKA EKONOMI 1. Makalah. Untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah Statistik 1 STATISTIKA EKONOMI 1 Makalah Utuk Memeuhi Nilai Mata Kuliah Statistik 1 Disusu oleh : Tria Nigrum Rohmawati PRODI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PAMULANG Jala Surya Kecaa Nomor 1, Pamulag 1 KATA

Lebih terperinci

SOAL-SOAL LATIHAN BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DAN GEOMETRI UJIAN NASIONAL

SOAL-SOAL LATIHAN BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DAN GEOMETRI UJIAN NASIONAL SOAL-SOAL LATIHAN BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DAN GEOMETRI UJIAN NASIONAL Peserta didik memiliki kemampua memahami kosep pada topik barisa da deret aritmetika da geometri. Peserta didik memilki kemampua

Lebih terperinci

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua

BAB IV. METODE PENELITlAN. Rancangan atau desain dalam penelitian ini adalah analisis komparasi, dua BAB IV METODE PENELITlAN 4.1 Racaga Peelitia Racaga atau desai dalam peelitia ii adalah aalisis komparasi, dua mea depede (paired sample) yaitu utuk meguji perbedaa mea atara 2 kelompok data. 4.2 Populasi

Lebih terperinci

JENIS PENDUGAAN STATISTIK

JENIS PENDUGAAN STATISTIK ENDUGAAN STATISTIK ENDAHULUAN Kosep pedugaa statistik diperluka utuk membuat dugaa dari gambara populasi. ada pedugaa statistik dibutuhka pegambila sampel utuk diaalisis (statistik sampel) yag ati diguaka

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa

METODE PENELITIAN. dalam tujuh kelas dimana tingkat kemampuan belajar matematika siswa 19 III. METODE PENELITIAN A. Populasi da Sampel Populasi dalam peelitia ii adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Badar Lampug tahu pelajara 2009/2010 sebayak 279 orag yag terdistribusi dalam tujuh

Lebih terperinci

Projek. Contoh Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. Barisan Geometri. Perhatikan barisan bilangan 2, 4, 8, 16,

Projek. Contoh Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. Barisan Geometri. Perhatikan barisan bilangan 2, 4, 8, 16, Projek Himpulah miimal tiga masalah peerapa barisa da deret aritmatika dalam bidag fisika, tekologi iformasi, da masalah yata di sekitarmu. Ujilah berbagai kosep da atura barisa da deret aritmatika di

Lebih terperinci

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel)

DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Penarikan Sampel) DISTRIBUSI SAMPLING (Distribusi Pearika Sampel) I. PENDAHULUAN Bidag Iferesia Statistik membahas geeralisasi/pearika kesimpula da prediksi/ peramala. Geeralisasi da prediksi tersebut melibatka sampel/cotoh,

Lebih terperinci

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan

BAB III 1 METODE PENELITAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Batudaa Kab. Gorontalo dengan BAB III METODE PENELITAN. Tempat Da Waktu Peelitia Peelitia dilakuka di SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo dega subject Peelitia adalah siswa kelas VIII. Pemiliha SMP Negeri Batudaa Kab. Gorotalo. Adapu

Lebih terperinci

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI

BAB 1 STATISTIKA RINGKASAN MATERI BAB STATISTIKA A RINGKASAN MATERI. Pegerta Data adalah kumpula keteraga-keteraga atau catata-catata megea suatu kejada, dapat berupa blaga, smbol, sat atau kategor. Masg-masg keteraga dar data dsebut datum.

Lebih terperinci

Ilustrasi. Statistik dan Statistika. Data nilai ujian Statistik Dasar dari 15 mahasiswa Program Studi tertentu semester ganjil tahun 2008:

Ilustrasi. Statistik dan Statistika. Data nilai ujian Statistik Dasar dari 15 mahasiswa Program Studi tertentu semester ganjil tahun 2008: Ilustrasi Data ilai ujia Statistik Dasar dari 5 mahasiswa Program Studi tertetu semester gajil tahu 008: 87 37 59 49 69 95 83 87 39 95 83 76 83 6 46 Statdas, Februari 009. Populasi da Sampel. Statistik

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Statistika penyajian DATA untuk memperoleh INFORMASI penafsiran DATA. Data (bentuk tunggal : Datum ) : ukuran suatu nilai

PENDAHULUAN. Statistika penyajian DATA untuk memperoleh INFORMASI penafsiran DATA. Data (bentuk tunggal : Datum ) : ukuran suatu nilai 1. Pegertia Statistika PENDAHULUAN Statistika berhubuga dega peyajia da peafsira kejadia yag bersifat peluag dalam suatu peyelidika terecaa atau peelitia ilmiah. Statistika peyajia DATA utuk memperoleh

Lebih terperinci

Modul Kuliah statistika

Modul Kuliah statistika Modul Kuliah statistika Dose: Abdul Jamil, S.Kom., MM SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER MUHAMMADIYAH JAKARTA Bab 2 Populasi da Sampel 2.1 Populasi Populasi merupaka keseluruha pegamata

Lebih terperinci

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4

Mata Kuliah : Matematika Diskrit Program Studi : Teknik Informatika Minggu ke : 4 Program Studi : Tekik Iformatika Miggu ke : 4 INDUKSI MATEMATIKA Hampir semua rumus da hukum yag berlaku tidak tercipta dega begitu saja sehigga diraguka kebearaya. Biasaya, rumus-rumus dapat dibuktika

Lebih terperinci

MATEMATIKA EKONOMI 1 Deret. DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi.

MATEMATIKA EKONOMI 1 Deret. DOSEN Fitri Yulianti, SP, MSi. MATEMATIKA EKONOMI 1 Deret DOSEN Fitri Yuliati, SP, MSi. Deret Deret ialah ragkaia bilaga yag tersusu secara teratur da memeuhi kaidah-kaidah tertetu. Bilaga-bilaga yag merupaka usur da pembetuk sebuah

Lebih terperinci

LOGO MATEMATIKA BISNIS (Deret)

LOGO MATEMATIKA BISNIS (Deret) LOGO MATEMATIKA BISNIS (Deret) DOSEN FEBRIYANTO, SE., MM. www.febriyato79.wordpress.com 1 MATEMATIKA BISNIS Matematika Bisis memberika pemahama ilmu megeai kosep matematika dalam bidag bisis. Sehigga suatu

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS 4.1. Pembahasa Atropometri merupaka salah satu metode yag dapat diguaka utuk meetuka ukura dimesi tubuh pada setiap mausia. Data atropometri yag didapat aka diguaka utuk

Lebih terperinci

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak: PENGUJIAN HIPOTESIS A. Lagkah-lagkah pegujia hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaa megeai sesuatu. Jika hipotesis tersebut tetag ilai-ilai parameter maka hipotesis itu disebut hipotesis statistik.

Lebih terperinci

REGRESI DAN KORELASI

REGRESI DAN KORELASI REGRESI DAN KORELASI Pedahulua Dalam kehidupa sehari-hari serig ditemuka masalah/kejadia yagg salig berkaita satu sama lai. Kita memerluka aalisis hubuga atara kejadia tersebut Dalam bab ii kita aka membahas

Lebih terperinci

--Fisheries Data Analysis-- Perbandingan ragam. By. Ledhyane Ika Harlyan. Faculty of Fisheries and Marine Science Brawijaya University

--Fisheries Data Analysis-- Perbandingan ragam. By. Ledhyane Ika Harlyan. Faculty of Fisheries and Marine Science Brawijaya University --Fisheries Data Aalysis-- Perbadiga ragam By. Ledhyae Ika Harlya Faculty of Fisheries ad Marie Sciece Brawijaya Uiversity Tujua Istruksioal Khusus Mahasiswa dapat megguaka aalisis statistika sederhaa

Lebih terperinci

SMA NEGERI 5 BEKASI UJIAN SEKOLAH

SMA NEGERI 5 BEKASI UJIAN SEKOLAH PEMERINTAH KOTA BEKASI DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI BEKASI Jl. Gamprit Jatiwarigi Asri Podok Gede -88 UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN / L E M B A R S O A L Mata Pelajara : Matematika Kelas/Program : IPA Hari/Taggal

Lebih terperinci

BARISAN DAN DERET. Materi ke 1

BARISAN DAN DERET. Materi ke 1 BARISAN DAN DERET Materi ke 1 Pola Bilaga adalah? Susua bilaga yag disusu meurut atura tertetu. Cotoh : 1. Pola Bilaga Gajil 1, 3, 5,... 2. Pola Bilaga Geap 2, 4, 6,... PERHATIKAN SSNAN BILANGAN DI BAWAH

Lebih terperinci

terurut dari bilangan bulat, misalnya (7,2) (notasi lain 2

terurut dari bilangan bulat, misalnya (7,2) (notasi lain 2 Bab Bilaga kompleks BAB BILANGAN KOMPLEKS Defiisi Bilaga Kompleks Sebelum medefiisika bilaga kompleks, pembaca diigatka kembali pada permasalah dalam sistem bilaga yag telah dikeal sebelumya Yag pertama

Lebih terperinci

I. DERET TAKHINGGA, DERET PANGKAT

I. DERET TAKHINGGA, DERET PANGKAT I. DERET TAKHINGGA, DERET PANGKAT. Pedahulua Pembahasa tetag deret takhigga sebagai betuk pejumlaha suku-suku takhigga memegag peraa petig dalam fisika. Pada bab ii aka dibahas megeai pegertia deret da

Lebih terperinci

PEMBAHASAN SALAH SATU PAKET SOAL UN MATEMATIKA SMA PROGRAM IPS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PEMBAHASAN SALAH SATU PAKET SOAL UN MATEMATIKA SMA PROGRAM IPS TAHUN PELAJARAN 2012/2013 http://asyikyabelajar.wordpress.com PEMBAHAAN ALAH ATU PAKET OAL UN MATEMATIKA MA PROGRAM IP TAHUN PELAJARAN 0/0. Igkara dari peryataa emua makhluk hidup memerluka air da oksige adalah... A. emua makhluk

Lebih terperinci

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi

STATISTIKA A. Definisi Umum B. Tabel Distribusi Frekuensi STATISTIKA A. Des Umum. Pegerta statstk Statstk adalah kumpula akta yag berbetuk agka da dsusu dalam datar atau tabel yag meggambarka suatu persoala. Cotoh: statstk kurs dolar Amerka, statstk pertumbuha

Lebih terperinci

LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA

LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA Nama Siswa Kelas : : LEMBAR AKTIVITAS SISWA STATISTIKA 2 B. PENYAJIAN DATA Beberapa bentuk penyajian data, sebagai berikut: Kompetensi Dasar (KURIKULUM 2013): 3.15 Memahami dan menggunakan berbagai ukuran

Lebih terperinci

Kuliah : Rekayasa Hidrologi II TA : Genap 2015/2016 Dosen : 1. Novrianti.,MT. Novrianti.,MT_Rekayasa Hidrologi II 1

Kuliah : Rekayasa Hidrologi II TA : Genap 2015/2016 Dosen : 1. Novrianti.,MT. Novrianti.,MT_Rekayasa Hidrologi II 1 Kuliah : Rekayasa Hidrologi II TA : Geap 2015/2016 Dose : 1. Novriati.,MT 1 Materi : 1.Limpasa: Limpasa Metoda Rasioal 2. Uit Hidrograf & Hidrograf Satua Metoda SCS Statistik Hidrologi Metode Gumbel Metode

Lebih terperinci

BAB III MATERI DAN METODE. Ettawa Berdasarkan Bobot Lahir dan Bobot Sapih Cempe di Satuan Kerja

BAB III MATERI DAN METODE. Ettawa Berdasarkan Bobot Lahir dan Bobot Sapih Cempe di Satuan Kerja 8 BAB III MATERI DAN METODE Peelitia tetag Pedugaa Keuggula Pejata Kambig Peraaka Ettawa Berdasarka Bobot Lahir da Bobot Sapih Cempe di Satua Kerja Sumberejo Kedal dilakuka di Satua Kerja Sumberejo Kedal.

Lebih terperinci

DERET TAK HINGGA (INFITITE SERIES)

DERET TAK HINGGA (INFITITE SERIES) MATEMATIKA II DERET TAK HINGGA (INFITITE SERIES) sugegpb.lecture.ub.ac.id aada.lecture.ub.ac.id BARISAN Barisa merupaka kumpula suatu bilaga (atau betuk aljabar) yag disusu sehigga membetuk suku-suku yag

Lebih terperinci

1 4 A. 1 D. 4 B. 2 E. -5 C. 3 A.

1 4 A. 1 D. 4 B. 2 E. -5 C. 3 A. . Seorag pedagag membeli barag utuk dijual seharga Rp. 0.000,00. Bila pedagag tersebut meghedaki utug 0 %, maka barag tersebut harus dijual dega harga A. Rp. 00.000,00 D. Rp. 600.000,00 B. Rp. 00.000,00

Lebih terperinci

p q r sesuai sifat operasi hitung bentuk pangkat

p q r sesuai sifat operasi hitung bentuk pangkat Adi Nuhidayat, S.Pd PEMBAHASAN SALAH SATU PAKET SOAL UN MATEMATIKA SMK KELOMPOK PARIWISATA, SENI DAN KERAJINAN, TEKNOLOGI KERUMAHTANGGAAN, PEKERJAAN SOSIAL, DAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci