BAB I PENDAHULUAN. bagian dari lingkungan pembelajaran telah meningkat secara drastis. Salah

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. bagian dari lingkungan pembelajaran telah meningkat secara drastis. Salah"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam satu dekade terakhir, penggunaan internet di dalam kelas sebagai bagian dari lingkungan pembelajaran telah meningkat secara drastis. Salah satunya disebabkan oleh nilai pembelajaran secara online telah diakui dan diterima secara luas oleh seluruh civitas akademika (Saade dan Bahli, 2005). Pengaruh penggunaan internet atau web dalam dunia pendidikan telah mengubah kegiatan belajar mengajar, sehingga dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam dunia pendidikan, maka diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pengajar dan pelajar (mahasiswa) dalam melakukan proses transfer knowledge, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi informasi khususnya internet yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara langsung dapat mempengaruhi pola pengajaran dalam lingkungan pendidikan termasuk pengajaran akuntansi (Suwardjono, 1992). Suwardjono menyatakan bahwa komputer merupakan fenomena dan wujud teknologi yang tidak dapat dipisahkan lagi dengan akuntansi. Ditinjau dari sudut proses pengolahan data akuntansi, sifat pengolahan data akuntansi adalah sistematis, logis dan aritmetis (Suwardjono, 1992). Sifat semacam ini merupakan makanan empuk bagi komputer atau teknologi informasi dan dalam hal inilah akuntansi mengalami perubahan yang luar biasa. Oleh karena itu, pemahaman dan 1

2 pengembangan akuntansi tidak dapat mengabaikan perkembangan teknologi informasi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hampir semua perusahaan mengembangkan teknologi informasi untuk membantu kelancaran operasinya termasuk untuk akuntansinya. Sehingga di masa mendatang mungkin tidak akan lagi dijumpai sistem akuntansi manual untuk perusahaan menengah ke atas (Suwardjono, 1992). Hal tersebut tentu saja harus ada pendekatan baru dalam pengajaran akuntansi agar mereka yang belajar akuntansi tidak tergelincir untuk menguasai hal yang teknis sementara kita ketahui hal yang teknis tersebut dalam praktiknya akan diganti fungsinya oleh komputer atau teknologi informasi. Perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi menuntut perubahan dalam sikap dan wawasan para pengajar serta perubahan pola pengajaran akuntansi khususnya yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi internet (Suwardjono, 1992). Sebagai salah satu agen yang bertanggung jawab terhadap pengembangan ilmu termasuk ilmu akuntansi, perguruan tinggi yang ada di Indonesia seharusnya telah mengembangkan web site untuk menunjang proses pembelajaran maupun proses pengelolaan pendidikan. Sehingga mahasiswa dan dosen menjadi lebih terbiasa dalam menggunakan teknologi informasi. Integrasi sistem pembelajaran dengan sistem teknologi informasi mendorong para pelajar, pengajar, dan pengelola lembaga pendidikan untuk memahami dan memanfaatkan internet secara maksimal. Ketika dahulu proses pembelajaran khususnya pembelajaran akuntansi banyak dilakukan secara manual, saat ini peneliti melihat telah terjadi kecenderungan perubahan pengajaran yang lebih 2

3 menekankan pada pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat bantu. Sebagai contoh, mahasiswa mengerjakan tugas-tugas akuntansi (misal pembuatan laporan keuangan) dengan pengerjaannya menggunakan Microsoft Excel atau mengerjakan tugas siklus akuntansi dengan menggunakan software-software akuntansi seperti MYOB, Accurate atau Dac Easy Accounting. Selain itu, untuk memperoleh materi kuliah, mahasiswa dapat melakukan download materi pada basis data perguruan tinggi atau mahasiswa dapat juga mengumpulkan tugas melalui alamat dosen tanpa harus bertemu dengan dosennya. Penerapan proses pembelajaran dengan teknologi internet atau yang biasa disebut e-learning, umumnya telah terjadi interaksi antara individu sebagai pengguna dengan teknologi informasi yang digunakan (komputer, internet atau web). Dalam berinteraksi dengan e-learning, para pengguna akan memiliki reaksi psikologi yang berbeda-beda antar individu terhadap kepercayaan-kepercayaan dan keberterimaan penggunaan e-learning. Oleh sebab itu, interaksi dengan e- learning mengakibatkan setiap individu, mau tidak mau, harus memahami dan mengerti mengenai penggunaan e-learning, sehingga dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Menurut Hartono (2008b, hal 397), keberterimaan teknologi oleh pemakai individual tidak terlepas dari kepercayaan-kepercayaan (beliefs) pemakai terhadap teknologinya. Kepercayaan-kepercayaan mewakili struktur-struktur kognitif yang dikembangkan oleh individual setelah mengumpulkan, memproses dan mensintesis informasi tentang teknologi informasi, dan memasukkan penilaianpenilaian individual dari bermacam-macam hasil yang berkaitan dengan 3

4 penggunaan teknologinya. Kepercayaan-kepercayaan telah menunjukkan mempunyai dampak yang mendalam terhadap perilaku-perilaku individual. Selanjutnya, proses pembentukan kepercayaan-kepercayaan merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti lebih lanjut (Agarwal, 2000, dalam Lewis dkk., 2003). Penelitian-penelitian sebelumnya yang melakukan pengujian terhadap kepercayaan-kepercayaan dalam menggunakan teknologi informasi tidak dapat dilepaskan dari model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model (Davis, 1989)). Technology Acceptance Model atau TAM merupakan salah satu teori tentang penggunaan sistem teknologi yang dianggap mampu untuk menjelaskan penerimaan individual terhadap penggunaan sistem teknologi informasi. Dalam model TAM, variabel-variabel yang termasuk sebagai kepercayaan-kepercayaan individu dalam penggunaan teknologi infromasi adalah kegunaan persepsian (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of use). Sedangkan variabel yang mempengaruhi kepercayaan-kepercayaan dalam menggunakan teknologi informasi disebut sebagai variabel-variabel eksternal. Menurut Hartono (2008b, hal.124), variabelvariabel eksternal yang digunakan dapat dikategorikan misalnya, sebagai variabelvariabel individual, organisasi, budaya dan karakteristik-karakteristik tugas. Meskipun penelitian sebelumnya telah melacak faktor-faktor yang mendorong terjadinya kepercayaan-kepercayaan akan tetapi sebagian besar dari penelitian-penelitian tersebut hanya fokus pada suatu anteseden-anteseden yang spesifik dan terbatas saja (Agarwal dan Prasad, 1999; Venkatesh, 2000; Venkatesh dan Davis, 2000; dan Lewis dkk., 2003). Sedangkan Agarwal dan 4

5 Karahanna (2000) menyatakan bahwa penelitian sebelumnya mengenai faktorfaktor yang mendorong kepercayaan-kepercayaan tersebut hanya memfokuskan perhatiaannya pada centrality of beliefs dalam hasil-hasil penting, seperti sikapsikap dan penggunaan, serta masih sedikit yang menitikberatkan pada bagaimana kepercayaan-kepercayaan tersebut dibentuk. Dengan melakukan pengembangan terhadap model TAM, Agarwal dan Karahanna (2000) menambahkan konstruk penyerapan kognitif atau cognitive absorption (CA) yang merupakan keadaan individu tentang keterlibatan secara mendalam dengan software atau keadaan dari pengalaman menyeluruh (holistic experience) individual terhadap teknologi informasi. Tiga aspek dari cognitive absorption yang digunakan dalam penelitian Agarwal dan Karahanna (2000) adalah trait dimension called absorption (Tellegen, 1982; Tellegen dan Atkinson, 1974), the state of flow (Csikszentrnihalyi, 1990), dan the notion of cognitive engagement (Webster dan Ho, 1997). Mereka menyatakan bahwa cognitive absorption adalah penting untuk penelitian terhadap perilaku penggunaan teknologi karena cognitive absorption merupakan anteseden penting bagi kepercayaan-kepercayaan utama terhadap teknologi informasi, yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Sebagai salah satu anteseden dari kepercayaan-kepercayaan individual tentang penggunaan teknologi informasi, konstruk cognitive absorption mulai diperkenalkan pada penelitian yang dilakukan oleh Agarwal dkk. (1997). Mereka menyatakan bahwa cognitive absorption membentuk kepercayaan-kepercayaan individual mengenai alat bantu dan kegunaan dari teknologi dalam memenuhi 5

6 tugas-tugas yang dihubungkan dengan pekerjaan. Pada tahun 2000, Agarwal dan Karahanna melakukan revisi terhadap model penelitian yang telah dilakukan oleh Agarwal dkk. (1997) dan menguji pengaruh cognitive absorption terhadap kepercayaan-kepercayaan individual, yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa cognitive absorption secara signifikan adalah penentu bagi kepercayaan-kepercayaan individu terhadap penggunaan teknologi infromasi. Dengan menggunakan Social Cognitive Theory (SCT) atau teori kognitif sosial (Bandura, 1986), Agarwal dan Karahanna (2000) menyajikan penjelasan yang sangat baik terhadap konsep cognitive absorption termasuk penggunaan 5 subkontruk. Walaupun teori kognitif sosial (Bandura, 1986) menjelaskan hubungan timbal balik antara lingkungan, kognitif dan perilaku, Agarwal dan Karahanna (2000) hanya mengidentifikasi anteseden dari cognitive absorption berdasarkan faktor individual saja, yaitu computer playfulness dan individual innovativeness (Zhang dkk, 2006; Chandra dkk., 2009; dan Chandra dkk, 2012). Penggunaan anteseden tersebut disebabkan karena mereka melakukan penelitian mengenai cognitive absorption dalam konteks perilaku individual terhadap penggunaan internet secara umum. Dengan tetap menggunakan teori kognitif sosial (Bandura, 1986) dalam menjelaskan fenomena yang terjadi dalam interaksi antara individu dengan teknologi internet, penelitian ini berusaha untuk mengembangkan model penelitian cognitive absorption yang dilakukan oleh Agarwal dan Karahanna (2000). Pengembangan model penelitian tersebut dilakukan dengan menambahkan 6

7 faktor-faktor yang berasal dari luar individu seperti pengaruh lingkungan sosial. Selain mengembangkan model cognitive absorption, penelitian ini dapat juga dikatakan merupakan pengembangan model penelitian yang dilakukan oleh Lewis dkk., (2003) mengenai beliefs model. Dalam penelitiannya, Lewis dkk., (2003) menggunakan pengaruh faktor individual, faktor sosial dan faktor institusional sebagai anteseden yang dapat mempengaruhi kepercayaan-kepercayaan individu dalam menggunakan internet. Hasil penelitian Lewis dkk., (2003) menunjukkan faktor sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kedua faktor kepercayaan yaitu kegunaan persepsian dan kemudahan penggunaan persepsian. Dengan menggunakan kedua model penelitian tersebut, penelitian ini setidaknya telah mengembangkan usulan penelitian yang dilakukan oleh Agarwal dan Karahanna (2000) mengenai penambahan variabel anteseden yang mempengaruhi cognitive absorption. Hal tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan Chandra dkk. (2012) yang menyatakan bahwa masih belum banyak penelitian sebelumnya yang menguji faktor lingkungan sosial dan faktor individu sebagai anteseden bagi cognitive absorption dalam penelitian empiris tunggal. Selain menggunakan usulan dari kedua penelitian tersebut, alasan lain yang digunakan peneliti dalam menggabungkan kedua model penelitian tersebut adalah variabel independen yang digunakan dalam penelitian Lewis dkk., (2003) dipandang tepat untuk diuji kembali sebagai anteseden cognitive absorption khususnya pada penelitian penggunaan e-learning dengan sampel dosen. Dengan demikian dibandingkan penelitian yang dilakukan Agarwal dan Karahanna (2000) dan Lewis dkk., (2003) yang menggunakan konteks perilaku 7

8 penggunaan internet, penelitian ini lebih spesifik mengukur faktor individual, faktor sosial dan faktor institusional sebagai anteseden cognitive absorption dalam kepercayaan-kepercayaan pengguna pada pemanfaatan e-learning. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengisi kesenjangan yang terdapat dalam penelitian-penelitian sebelumnya khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi cognitive absorption Perumusan Masalah Berdasarkan isu yang telah dijelaskan di atas, maka pertanyaan yang diajukan pada penelitian ini adalah Apakah komitmen manajemen puncak, faktor sosial dan faktor individu berpengaruh terhadap cognitive absorption dalam lingkup kepercayaan-kepercayaan individual terhadap pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar dengan sistem e- learning? 1.3. Batasan Masalah Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian ini, penulis membatasi permasalahan berdasarkan pada teori dan literatur yang digunakan dalam mengembangkan model penelitian, yaitu: a. E-learning umumnya mengacu pada bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Beberapa istilah telah digunakan untuk mendeskripsikan metode pengajaran dan pembelajaran seperti yang 8

9 dimaksudkan di atas, yaitu online-learning, virtual learning, distributed learning, network, long distance learning dan web-based learnimg (Wentling, 2000, dalam Monalisa, 2009). Dalam penelitian ini, e-learning didefinisikan sebagai proses pembelajaran dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi berupa internet dalam mendukung proses belajar mengajar yang terjadi di dalam kelas (bukan pembelajaran jarak jauh), seperti dosen menginstruksikan pengumpulan tugas melalui alamat dosen, dosen menyediakan waktu konsultasi secara online, dan dosen memberikan materi kuliah yang dapat diunduh melalui database perguruan tinggi. Berdasarkan batasan definisi tersebut, media yang digunakan akan berpusat pada sistem teknologi informasi yang dikembangkan oleh situs web perguruan tinggi. b. Chandra dkk (2012) menyatakan bahwa penelitian cognitive absorption masih belum banyak yang menguji faktor individu dan faktor sosial sebagai anteseden yang berpengaruh terhadap cognitive absorption dalam penelitian empiris tunggal. Menurut teori kognitif sosial (Bandura, 1986) bahwa perilaku, kognitif dan lingkungan merupakan tiga faktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya (terdapat hubungan timbal balik). Oleh sebab itu, untuk mengisi kesenjangan (gap) yang ada dalam penelitian sistem teknologi informasi, maka penelitian ini menggunakan karakteristik individu dan lingkungan sebagai anteseden yang mempengaruhi secara langsung cognitive absorption. Selain itu, penelitian ini menambahkan faktor komitmen manajemen puncak yang berpengaruh secara langsung terhadap cognitive absorption. Penulis beranggapan bahwa kemampuan kognitif dosen (sampel 9

10 yang digunakan) dalam menggunakan teknologi e-learning selain dipengaruhi oleh kemampuan individu, juga akan dipengaruhi oleh hubungan antara dosen satu dengan dosen lainnya serta dipengaruhi juga oleh komitmen dan dukungan manajemen puncak dalam menyediakan fasilitas pendukung. c. Seperti telah dijelaskan oleh Davis (1989) bahwa TAM terdiri dari lima konstruk utama, yaitu kegunaan persepsian, kemudahan penggunaan persepsian, sikap terhadap perilaku menggunakan teknologi, niat perilaku menggunakan teknologi dan penggunaan teknologi sesungguhnya. Variabelvariabel yang mempengaruhi kepercayaan-kepercayaan (kegunaan persepsian dan kemudahan penggunaan persepsian) merupakan variabel-variabel eksternal dan biasa digunakan para peneliti untuk mengembangkan model TAM tersebut. Berdasarkan model TAM, maka penelitian ini hanya menggunakan konstruk kegunaan persepsian dan kemudahan penggunaan persepsian sebagai variabel dependen untuk menguji kepercayaankepercayaan penggunaan teknologi informasi dalam konteks e-learning dan variabel yang digunakan sebagai anteseden bagi kepercayaan-kepercayaan (beliefs) dalam penelitian ini adalah hanya satu variabel yang langsung berhubungan dengan kepercayaan tersebut, yaitu cognitive absorption. Selain itu penelitian ini juga meneliti pengaruh faktor komitmen manajemen puncak, faktor lingkungan sosial dan faktor individu terhadap cognitive absorption dalam penggunaan e-learning. 10

11 1.4. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk menguji secara empiris faktor-faktor, terutama pengaruh komitmen manajemen puncak, faktor sosial dan faktor individual (personal innovativeness dan playfulness), yang mempengaruhi cognitive absorption dalam pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan dalam proses pembelajaran e-learning. 2. Untuk memberikan bukti empiris faktor-faktor, terutama pengaruh komitmen manajemen puncak, faktor sosial dan faktor individual (personal innovativeness dan playfulness), yang mempengaruhi cognitive absorption. 3. Untuk menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh cognitive absorption terhadap faktor kepercayaan-kepercayaan (perceived ease of use dan perceived usefulness) dalam menggunakan e-learning Kontribusi Penelitian Kontribusi yang ingin diberikan dalam penelitian ini adalah kontribusi teoretis dan kontribusi praktis. Dari sisi teoritis, kontribusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor pengaruh komitmen manajemen puncak, faktor lingkungan sosial dan faktor individu sebagai anteseden yang berpengaruh terhadap cognitive absorption. Dengan menambahkan faktor lingkungan dan pengaruh komitmen manajemen puncak, maka penelitian ini dapat mengembangkan usulan dari penelitian Agarwal dan Karahanna (2000) yang menyebutkan bahwa masih perlu diteliti variabel-variabel yang mempengaruhi 11

12 cognitive absorption. Kontribusi teoritis lainnya yang diberikan pada penelitian ini adalah dengan menambahkan konstruk cognitive absorption sebagai anteseden yang berpengaruh terhadap kepercayaan-kepercayaan dalam menggunakan teknologi informasi, maka penelitian ini dapat mengembangkan model penelitian TAM (Davis, 1989) dan beliefs model (Lewis dkk., 2003). Kontribusi praktis yang ingin diberikan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, penelitian ini dapat digunakan sebagai petunjuk bagi para pengambil keputusan di masing-masing perguruan tinggi yang menjadi sampel penelitian untuk menerapkan pengembangan sistem teknologi dalam tujuan proses belajar-mengajar dengan sistem e-learning. Kedua, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki praktek e-learning yang telah berjalan di masing-masing perguruan tinggi yang menjadi tempat penelitian ini. Ketiga, penelitian ini dapat juga dijadikan informasi masukan dalam menentukan kebijakan yang dilakukan perguruan tinggi, khususnya manajemen puncak perlu memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kognitif masing-masing individu (dosen) untuk mendukung kesuksesan penggunaan e-learning Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan Menjelaskan tentang latar belakang penelitian, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, batasan masalah, kontribusi penelitian dan sistematika pembahasan. 12

13 BAB II : Kajian Literatur dan Pengembangan Hipotesis Bab ini menjelaskan tentang konsep dan teori yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukan serta temuan-temuan empiris dari penelitian-penelitian sebelumnya. Bab ini juga akan menguraikan model penelitian yang digunakan serta pengembangan hipotesis yang diuji dalam penelitian. BAB III : Metoda Penelitian Menguraikan mengenai jenis penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengambilan sampel, metoda pengumpulan data, pilot study, defenisi operasional dan pengukuran variabel, serta berbagai prosedur analisis data yang dilakukan. BAB IV : Analisis Data dan Hasil Penelitian Bab ini berisikan hasil pengujian model, hasil analisis data, serta pengujian hipotesis dan temuan-temuan dalam penelitian. BAB V : Penutup Bab ini berisi simpulan hasil penelitian, keterbatasan penelitian, implikasi manajerial, dan arahan untuk penelitian selanjutnya. 13

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah penggunaan internet. Dalam setiap hal pasti memiliki kemanfaatan

BAB I PENDAHULUAN. satunya adalah penggunaan internet. Dalam setiap hal pasti memiliki kemanfaatan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini melaju dengan sangat pesat. Salah satunya adalah penggunaan internet. Dalam setiap hal pasti memiliki kemanfaatan dan kerugian,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. akurat, dan secepat mungkin. Meningkatnya kebutuhan ini seiring dengan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan akan informasi selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, di mana setiap orang berusaha untuk mendapatkan informasi dengan tepat, akurat, dan secepat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manual (kertas). Pengumpulan data secara manual dapat mengurangi

BAB I PENDAHULUAN. manual (kertas). Pengumpulan data secara manual dapat mengurangi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyusunan dokumen evaluasi perguruan tinggi menjadi masalah tersendiri ketika informasi dan data yang dibutuhkan masih dalam bentuk manual (kertas). Pengumpulan data

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong

BAB I PENDAHULUAN. memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang sangat cepat saat ini telah banyak memberikan manfaat pada bidang ekonomi. Teknologi juga telah mendorong manusia untuk dengan mudah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terakhir menciptakan sebuah paradigma baru e-commerce yang disebut social

BAB I PENDAHULUAN. terakhir menciptakan sebuah paradigma baru e-commerce yang disebut social BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Popularitas situs jejaring sosial yang semakin meningkat pada beberapa tahun terakhir menciptakan sebuah paradigma baru e-commerce yang disebut social commerce.

Lebih terperinci

Akademi Akuntansi YKPN. Abstrak

Akademi Akuntansi YKPN. Abstrak ANALISIS KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN INDIVIDU DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI INDIVIDUAL BELIEFS ANALYSIS IN THE USE OF INFORMATION TECHNOLOGY

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang berkualitas merupakan informasi yang strategis untuk

BAB I PENDAHULUAN. Informasi yang berkualitas merupakan informasi yang strategis untuk BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Seiring perkembangan zaman, semua kegiatan masyarakat semakin akrab bahkan sangat akrab dengan teknologi informasi, termasuk menjalankan sebuah tugas. Salah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. (Handayani, 2010 dalam Ratnaningsih, 2014). Teknologi informasi merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. (Handayani, 2010 dalam Ratnaningsih, 2014). Teknologi informasi merupakan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini teknologi informasi menjadi salah satu faktor pendukung perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Teknologi merupakan alat yang berguna untuk membantu individu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dalam setahun terakhir tercatat lebih dari 73 coffee shop tumbuh berkembang

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dalam setahun terakhir tercatat lebih dari 73 coffee shop tumbuh berkembang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya perkembangan dunia bisnis terlihat dengan semakin banyak pelaku usaha membuka dan mengembangkan bisnis mereka. Salah satu bidang bisnis di Kabupaten

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberi pengaruh pada perkembangan dibidang pendidikan. Teknologi informasi telah menawarkan paradigma baru di Perguruan Tinggi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang pesat menjadi bagian dari sarana pendukung berbagai aktivitas, baik aktivitas para pebisnis, akademisi, birokrat, maupun profesional.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Visi Misi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Visi Misi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Menurut UU Perpustakaan pada Bab I pasal 1 menyatakan Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya

Lebih terperinci

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang Sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan (McLeod, 2004). Jerry Fith gerald dalam Jogiyanto (2006) juga

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1.E-learning E-Learning didefinisikan sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. individu dikarenakan faktor-faktor, seperti sikap individu, norma-norma

BAB I PENDAHULUAN. individu dikarenakan faktor-faktor, seperti sikap individu, norma-norma BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi sistem informasi berperan besar pada perubahan perilaku organisasi yang berdampak pada perubahan perilaku individu. Perubahan perilaku individu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era persaingan global saat ini, dunia bisnis berkembang dengan pesat, baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor pendidikan.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Proses-proses akuntansi suatu entitas dituntut harus bisa dilakukan melalui

I. PENDAHULUAN. Proses-proses akuntansi suatu entitas dituntut harus bisa dilakukan melalui I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses-proses akuntansi suatu entitas dituntut harus bisa dilakukan melalui proses berbasis komputer dan teknologi informasi (TI). Selain proses-proses transaksi offline,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era globalisasi, para pelaku bisnis di dunia dihadapkan pada perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi membutuhkan teknologi informasi agar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terutama internet dan mobile technology sudah sangat pesat pada saat ini. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kapan dan ke mana manusia abad 21 akan bekerja. Pergeseran paradigma ini juga

BAB I PENDAHULUAN. kapan dan ke mana manusia abad 21 akan bekerja. Pergeseran paradigma ini juga BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan abad 21 telah membawa aspek pengetahuan teknologi ke seluruh aspek kehidupan masyarakat. Pergeseran signifikan telah terjadi, dan membahas tentang bagaimana,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan teknologi informasi tidak bisa dipungkiri selalu mengalami kemajuan

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan teknologi informasi tidak bisa dipungkiri selalu mengalami kemajuan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Peningkatan teknologi informasi tidak bisa dipungkiri selalu mengalami kemajuan dari tiap tahun, baik dalam segi hardware maupun software. Hal ini sangat

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pekerjaan individual pemakai (Jogiyanto, 2007:18). Dalam memprediksi

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pekerjaan individual pemakai (Jogiyanto, 2007:18). Dalam memprediksi BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1. Tinjauan Teoretis 2.1.1.Teori Model Penerimaan Teknologi (Technology Accpetance Model atau TAM) Teori ini pada mulanya dikembangkan oleh Davis et al.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk membiayai berbagai keperluan pemerintah dan pembangunan, antara

BAB I PENDAHULUAN. untuk membiayai berbagai keperluan pemerintah dan pembangunan, antara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Republik Indonesia adalah suatu negara yang berkembang saat ini, dimana negara Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang

BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem informasi akuntansi belakangan ini banyak menyinggung tentang e-commerce dengan berorientasi pada Business-to-Customer (B2C). Saat ini banyak orang yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat dipungkiri merupakan suatu kebutuhan yang penting dan tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. dapat dipungkiri merupakan suatu kebutuhan yang penting dan tidak dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Keberadaan teknologi informasi di era globalisasi ini tidak dapat dipungkiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Information and Communication Technology ( ICT ) yang. keuntungan yang masuk, baik secara finansial maupun jaringan.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan Information and Communication Technology ( ICT ) yang. keuntungan yang masuk, baik secara finansial maupun jaringan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Globalisasi yang sudah berlangsung merupakan kenyataan terhadap kemajuan jaman yang memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal ini terjadi berkat dari perkembangan dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bagian ini akan diuraikan beberapa teori mengenai mengenai The Unified Theory of Acceptance and Use Of Technology (UTAUT), perumusan hipotesis penelitian, dan model penelitian.

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 11 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Theory of Reasoned Action (Teori Tindakan Beralasan). Theory of Reasoned Action (TRA) pertama kali diperkenalkan oleh Martin Fishbein dan Ajzen dalam Jogiyanto (2007). Teori

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan teknologi yang terus berevolusi, aktivitas transaksi melalui media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan sudah banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keindahan di dalamnya sangat terkenal sebagai tempat tujuan pariwisata oleh

BAB I PENDAHULUAN. keindahan di dalamnya sangat terkenal sebagai tempat tujuan pariwisata oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bali yang dikenal sebagai pulau Dewata dan pulau dengan sejuta keindahan di dalamnya sangat terkenal sebagai tempat tujuan pariwisata oleh masyarakat baik lokal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat untuk mendirikan sekolah. Pola otonomi pendidikan yang. hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat untuk mendirikan sekolah. Pola otonomi pendidikan yang. hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke depan akan terus berkembang seiring dengan program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendirikan sekolah.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hlm Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi, Tahun 2009, hlm 111.

BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hlm Jogiyanto, Sistem Informasi Keperilakuan Edisi Revisi. Yogyakarta: Penerbit Andi, Tahun 2009, hlm 111. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu hal yang memegang peranan penting dalam keberhasilan penerapan teknologi informasi salah satunya adalah pengguna atau pemakai. Pengguna merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan wajib memberikan informasi keuangan pada setiap periodenya ke pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan perusahaan, seperti investor maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah

BAB I PENDAHULUAN. (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejarah sistem teknologi informasi (STI) dimulai sejak tahun 1950 (Jogiyanto, 2005 : 1). Sampai saat ini teknologi informasi (TI) telah berkembang dan banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Kab. Sleman yang mengalami juga perkembangan pesat adalah distro. Berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Kab. Sleman yang mengalami juga perkembangan pesat adalah distro. Berdasarkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis yang semakin cepat telah menjadikan informasi menjadi sumber daya organisasi yang paling dibutuhkan saat ini. Hal ini mendorong perusahaan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis et al. (1989) menyebutkan bahwa TAM BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) merupakan model yang diperkenalkan oleh Fred D. Davis. Davis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (hardware) dan perangkat lunak (software) memberikan kekuatan untuk mengelola

BAB I PENDAHULUAN. (hardware) dan perangkat lunak (software) memberikan kekuatan untuk mengelola 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi komputer yang pesat baik dalam perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) memberikan kekuatan untuk mengelola informasi dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan mempunyai kewajiban terhadap pasien untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dengan menggunakan fasilitas yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. politik, dan sosial budaya, hingga hal-hal yang lebih spesifik

BAB I PENDAHULUAN. politik, dan sosial budaya, hingga hal-hal yang lebih spesifik 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan internet dewasa ini melaju demikian cepat. Berbagai dimensi telah dilalui oleh internet. Internet telah membentuk peradaban baru dunia modern.

Lebih terperinci

PENGUJIAN COGNITIVE ABSORPTION TERHADAP KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN PENGGUNA UNTUK BERBAGI INFORMASI DI LINGKUNGAN VIRTUAL WORLDS

PENGUJIAN COGNITIVE ABSORPTION TERHADAP KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN PENGGUNA UNTUK BERBAGI INFORMASI DI LINGKUNGAN VIRTUAL WORLDS Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan ISSN : 2338-1500 PENGUJIAN COGNITIVE ABSORPTION TERHADAP KEPERCAYAAN-KEPERCAYAAN PENGGUNA UNTUK BERBAGI INFORMASI DI LINGKUNGAN VIRTUAL WORLDS Supardi maspard28@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjabarkan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah,

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini menjabarkan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjabarkan mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang Salah satu bentuk modernisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Teknologi informasi telah berkembang dengan cepat dan mempengaruhi berbagai aspek dalam organisasi baik pemerintah maupun lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM)

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM) BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Landasan Teori 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM) Technology Acceptance Model (TAM) diadopsi dari model Theory of Reasoned Action (TRA) yang diperkenalkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Pemanfaatan teknologi informasi sudah menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi

BAB 1 PENDAHULUAN. Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penggunaan sistem teknologi informasi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi setiap perusahaan. Pengembangan teknologi informasi (TI) telah memimpin dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk pengembangan sistem informasi (Venkatest et al, 2003).

BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk pengembangan sistem informasi (Venkatest et al, 2003). BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penggunaan sistem informasi dalam suatu organisasi telah meningkat secara signifikan. Sejak tahun 1980-an, sekitar 50 persen modal baru digunakan untuk pengembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone

BAB I PENDAHULUAN. fungsi standar menjadi hadirnya sebuah telepon seluler pintar atau smartphone BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri telekomunikasi nasional saat ini ditandai dengan tiga tren utama (APJII, 2013). Pertama, tergesernya fitur telepon genggam atau ponsel dengan fungsi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam waktu yang relatif singkat (Simamarta, 2006:5 dalam Sarasmitha

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam waktu yang relatif singkat (Simamarta, 2006:5 dalam Sarasmitha BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di zaman modern seperti saat ini, penemuan berbagai macam teknologi telah mendorong perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Dimana setiap informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi dan aktivitas orang yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi dan aktivitas orang yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Teknologi informasi adalah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi saat ini menciptakan berbagai perubahan dan perkembangan, salah satu perkembangan yang paling signifikan adalah perkembangan di bidang Teknologi Informasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah membawa perubahan pada masyarakat Indonesia.Perubahan tersebut yaitu dengan adanya internet.hal ini memungkinkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Internet sebagai sebuah media informasi telah berkembang dengan sangat pesat. Dahulu internet hanya bisa digunakan untuk mencari informasi, sekarang internet

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi berbasis teknologi terjadi begitu pesat di era globalisasi ini. Dengan adanya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang mendukung dari penelitian ini: 2.1.1 Taufik Saleh, Darwanis, Usman Bakar (2012) Penelitian dengan topik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha Kecil dan Menengah yang biasa disebut dengan UKM, merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi. Brata (2003) menyatakan bahwa UKM merupakan salah satu bagian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penilitian terdahulu mengenai technology acceptance model dan situs jejaring

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penilitian terdahulu mengenai technology acceptance model dan situs jejaring BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Dalam penelitian ini, peneliti menyertakan beberapa uraian singkat penilitian terdahulu mengenai technology acceptance model dan situs jejaring sosial.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pajak merupakan sumber penerimaan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Penerimaan Perpajakan 2012-2013 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, realisasi sementara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini menjadikan internet sebagai bagian penting

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini menjadikan internet sebagai bagian penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi saat ini menjadikan internet sebagai bagian penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Dampak pertumbuhan internet mendorong setiap orang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULAN 1.1. Latar belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULAN 1.1. Latar belakang Masalah BAB 1 PENDAHULAN 1.1. Latar belakang Masalah Pajak merupakan sumber keuangan Negara dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan. Pajak juga merupakan andalan pemerintah untuk memenuhi keuangan pemerintah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. saling terintegrasi guna mendukung tercapainya suatu strategi bisnis, yakni

BAB I PENDAHULUAN. saling terintegrasi guna mendukung tercapainya suatu strategi bisnis, yakni BAB I A. Latar Belakang PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang mendukung sistem informasi dan komunikasi memberikan pengaruh besar terhadap dinamika organisasi saat ini. Salah satu bentuk peranan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai salah satu sarana produksi, komputer dewasa ini sangat dibutuhkan oleh banyak organisasi. Pekerja di kantor menggunakan komputer untuk berbagai keperluan,

Lebih terperinci

Judul : Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 untuk Menjelaskan Minat dan Penggunaan Mobile Banking

Judul : Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 untuk Menjelaskan Minat dan Penggunaan Mobile Banking Judul : Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 untuk Menjelaskan Minat dan Penggunaan Mobile Banking di Kota Denpasar Nama : Ni Wayan Dewi Mas Yogi Pertiwi NIM : 1306305008

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin kuatnya kedudukan dan fungsi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebagai lembaga tinggi negara diikuti dengan semakin meningkatnya tuntutan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. keunggulan bersaing. Salah satu industri yang sangat berkembang dewasa ini adalah aplikasi

BAB V PENUTUP. keunggulan bersaing. Salah satu industri yang sangat berkembang dewasa ini adalah aplikasi BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Persaingan bisnis dewasa ini menuntut perusahaan untuk mengadopsi perkembangan teknologi dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat ketat. Perusahaan yang mempu memanfaatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan internet telah mengubah cara pandang, cara kerja dan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan internet telah mengubah cara pandang, cara kerja dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan internet telah mengubah cara pandang, cara kerja dan implementasi dalam kegiatan perdagangan jual beli produk melalui jaringan internet (Serfiani

Lebih terperinci

II. TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Sejak tahun 1980an, penelitian-penelitian sistem informasi telah mencoba

II. TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. Sejak tahun 1980an, penelitian-penelitian sistem informasi telah mencoba II. TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Sejak tahun 1980an, penelitian-penelitian sistem informasi telah mencoba mempelajari perilaku bagaimana dan mengapa individual menggunakan sistem informasi (Hartono,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pajak merupakan salah satu komponen penting dan sumber utama pada penerimaan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pajak merupakan salah satu komponen penting dan sumber utama pada penerimaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pajak merupakan salah satu komponen penting dan sumber utama pada penerimaan negara. Pajak sendiri didefinisikan sebagai iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI PENGARUH FAKTOR INDIVIDU TERHADAP KEYAKINAN MANFAAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI Agung Utama, Arif Wibowo, & Nurhadi Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia agungutama@uny.ac.id Abstract: Pengaruh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. telah membawa dunia ke era baru yang belum pernah terbayangkan

BAB 1 PENDAHULUAN. telah membawa dunia ke era baru yang belum pernah terbayangkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, keberadaan informasi sangatlah penting bagi setiap orang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang sangat pesat telah membawa dunia ke

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi informasi (TI) pada zaman sekarang merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi informasi (TI) pada zaman sekarang merupakan salah satu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Teknologi informasi (TI) pada zaman sekarang merupakan salah satu kebutuhan yang tidak terpisahkan dari kehidupan suatu komunitas. Begitu pula dengan sebuah universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bisnis.

BAB I PENDAHULUAN. salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bisnis. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem informasi dan teknologi informasi merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki untuk membantu kegiatan operasional suatu organisasi atau perusahaan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan dunia teknologi berkembang dengan cepat dari tahun ke tahun sampai saat ini, terutama dalam perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi memberikan pengaruh yang sangat besar pada kehidupan manusia hampir disetiap bidang kehidupan. Contohnya adalah pada bidang pendidikan, yang dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Penggunaan

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, maka semakin besar pula kebutuhan akan informasi. Penggunaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan organisasi akan informasi akan meningkat sejalan dengan perkembangan organisasi. Semakin besar dan kompleks suatu organisasi, maka semakin besar pula

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan menggunakan salah satu perdiktor dari TAM yaitu perceived ease of. use(persepsi kemudahan dalam menggunakan teknologi).

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan menggunakan salah satu perdiktor dari TAM yaitu perceived ease of. use(persepsi kemudahan dalam menggunakan teknologi). BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teori Technology Acceptance Model(TAM) telah digunakan oleh banyak peneliti untuk mengeksplorasi sikap pengguna terhadap teknologi dan perilaku pengguna untuk menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Prestridge (2012) menyatakan bahwa dengan pengembangan Teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Prestridge (2012) menyatakan bahwa dengan pengembangan Teknologi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prestridge (2012) menyatakan bahwa dengan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan, merupakan suatu bentuk kepercayaan guru tentang

Lebih terperinci

keputusan. Oleh karena itu perusahaan perlu memikirkan bagaimana caranya mencapai kesuksesan. Kemampuan pengelolaan informasi secara efektif di

keputusan. Oleh karena itu perusahaan perlu memikirkan bagaimana caranya mencapai kesuksesan. Kemampuan pengelolaan informasi secara efektif di BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peran strategi sistem informasi adalah membantu pihak manajemen dalam menyediakan informasi yang dapat mendukung dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien sehingga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komputer (hardware, software) dengan teknologi komunikasi (data, image,

BAB I PENDAHULUAN. komputer (hardware, software) dengan teknologi komunikasi (data, image, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi komputer yang begitu pesat dan terus berlangsung telah membawa pengaruh yang luas terhadap sistem informasi akuntansi. Adanya kecenderungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi terus berkembang dan memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. Internet sudah menjadi alat komunikasi online yang sangat penting bagi banyak orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi saat ini berdampak ke segala aspek

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi saat ini berdampak ke segala aspek BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi saat ini berdampak ke segala aspek kehidupan. Pemanfaatan teknologi dalam bisnis, dewasa ini semakin sering digunakan di dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin pesat. Salah satu teknologi yang berkembang dengan pesat

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin pesat. Salah satu teknologi yang berkembang dengan pesat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di masa sekarang ini mengalami pertumbuhan yang semakin pesat. Salah satu teknologi yang berkembang dengan pesat adalah Teknologi Informasi dan

Lebih terperinci

PENGARUH INNOVATION DAN KNOWLEDGE BASED TRUST TERHADAP SIKAP SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION DALAM MENGGUNAKAN LAYANAN MOBILE BANKING

PENGARUH INNOVATION DAN KNOWLEDGE BASED TRUST TERHADAP SIKAP SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION DALAM MENGGUNAKAN LAYANAN MOBILE BANKING PENGARUH INNOVATION DAN KNOWLEDGE BASED TRUST TERHADAP SIKAP SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION DALAM MENGGUNAKAN LAYANAN MOBILE BANKING Oleh: Adinda Permatasari 201011015 PROPOSAL PENELITIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan yang sangat pesat pada bidang teknologi informasi saat ini mendorong masyarakat dunia memasuki era teknologi yang serba cepat sekaligus menjadikan informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan ini meliputi beberapa sub bab yaitu 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Bab pendahuluan ini meliputi beberapa sub bab yaitu 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini meliputi beberapa sub bab yaitu 1.1 Latar Belakang Masalah, 1.2 Rumusan Masalah, 1.3 Tujuan Penelitian, dan 1.4 Manfaat Penelitian. 1.1 Latar Belakang Perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Logika dan Desain Pemrograman adalah salah satu mata kuliah yang ada di Stikom Surabaya. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 Sistem

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menggunakan perangkat mobile serta jaringan nirkabel (Ayo et al., 2007). Jonker

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menggunakan perangkat mobile serta jaringan nirkabel (Ayo et al., 2007). Jonker BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Mobile commerce Mobile commerce adalah kegiatan transaksi yang bersifat komersial dengan menggunakan perangkat mobile serta jaringan

Lebih terperinci

(Survey di Universitas Muhammadiyah Surakarta)

(Survey di Universitas Muhammadiyah Surakarta) PERSEPSI DOSEN AKUNTANSI DAN MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP TEKNOLOGI INFORMASI YANG HARUS DIKUASAI OLEH AKUNTAN PUBLIK (Survey di Universitas Muhammadiyah Surakarta) SKRIPSI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

Skripsi ini Disusun untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Novita Panca Dewi J

Skripsi ini Disusun untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Novita Panca Dewi J PENGARUH KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN KEGUNAAN TERHADAP PENERIMAAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI TERINTEGRASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN TAHUN 2010 Skripsi ini Disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dan teknologi di Indonesia pada saat sekarang ini sangat berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting,

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI. library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM

BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI. library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM 5.1. Simpulan BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN IMPLIKASI Penelitian ini bertujuan untuk menguji model niat perilaku penggunaan M- library menggunakan faktor-faktor dalam Technology Acceptance Model 2 (TAM

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu entity yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sistem dilihat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Customer memiliki peran yang sangat penting untuk membuat suatu perusahaan menjadi lebih berkembang, karena mereka merupakan pembeli (individual) yang akan menggunakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Peneliti menyertakan beberapa uraian singkat hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penerapan TAM pada berbagai bidang, terutama perpustakaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan globalisasi di dunia dalam bidang ekonomi, bisnis dan perdagangan telah memberikan pengaruh pada perkembangan model transaksi bisnis yang menggunakan teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan sistem teknologi informasi berkembang dengan pesat. Dimulai dari era akuntansi pada tahun 1950, sampai ke era jejaring global di mulai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penggunanya pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi tidak

BAB I PENDAHULUAN. Penggunanya pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi tidak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dimasa serba teknologi baru, Internet sudah bukan barang asing lagi. Penggunanya pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi tidak semua dari kita tahu sejarah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini menjelaskan tahap yang dilakukan mulai dari proses awal penelitian hingga proses akhir penelitian. Tahapan dari penelitian dapat dilihat dari Gambar 3.1 dibawah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan zaman yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi saat ini menyebabkan kebutuhan manusia terhadap informasi semakin kompleks, sehingga menuntut dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan proses

BAB I PENDAHULUAN. Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan proses BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan proses untuk mengoptimalisasi kekayaan intelektual yang dapat dilihat dari kinerja karyawan di suatu

Lebih terperinci