BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK"

Transkripsi

1 PEMERINTAH BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Tabel 6.1 Capaian Stratejik AIR LIMBAH Tujuan : Tersedianya infrastruktur pengelolaan air limbah domestik yang memenuhi standar teknis dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Menurunnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai jamban dari 30% menjadi 0% di tahun 2018 Menurunnya prosentase kejadian BABS dari 25% menjadi 0% pada tahun 2019 Menurunnya Prosentase tanki septik yang tidak memenuhi standar teknis dari 56 % menjadi 45 % pada tahun 2018 Menurunnya jumlah rumah tangga yang tidak mempunyai tanki septik dari 44 % menjadi 0% pada tahun 2018 Tersedia sarana pengelola grey water di beberapa kawasan permukiman Pembangunan infrastruktur air limbah domestik telah mengikuti pedoman teknis dan rencana induk sistem air limbah kabupaten mulai tahun Stimulan Jamban Keluarga Untuk MBR 2. Pembangunan MCK++ Rp. 448 Jt Rp. 450 Jt Menurunnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai jamban Pembangunan MCK ++ dan Ipal Rp. 2,491 Milyar Pembangunan Infrastruktur Air Limbah Setempat/Pembangunan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 117

2 PEMERINTAH 3. Pembangunan Tanki Septik Komunal 4. Pembangunan MCK Umum Rp. 0 Jt Rp. 60 Jt Pembangunan MCK Umum Desa patua II Kec. Tomia Rp. 168 Juta SLBM (DAK) Pembangunan MCK Umum Desa patua II Kec. Tomia Tujuan : 1) Tersedianya peraturan daerah yang mengatur sistem pengelolaan air limbah domestic 2) Tersedianya sumber daya manusia pada skpd terkait yang mempunyai kapasitas dalam sistem pengelolaan air limbah domestic Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana air limbah pada tahun 2018 Sosialisasi peraturan daerah tentang pengelolaan air limbah Rp. 50 Juta Pengetahuan Masyarakat tentang Perca Air Limbah PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 118

3 PEMERINTAH Tujuan : 1. Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur pengelolaan air limbah domestic 2. Meningkatnya peran serta dunia usaha dan masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestic Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Meningkatnya jumlah infrastruktur air limbah domestik yang dibangun oleh dunia usaha dan masyarakat yang mencapai 5% pada tahun Sosialisasi dan Kampanye pengelolaan air limbah domestik 2. Rehabilitasi sarana dan prasarana air limbah komunal 3. Pembangunan sarana dan prasarana air limbah komunal Rp. 50 Juta Rp. 0 Rp. 450 Juta Penambahan Akses Air Limbah Domestik 1. Pembinaan dan Penilaian Desa PHBS 2. Penyuluhan dan Penyebarluasa n Informasi Kesehatan Penyuluhan dan Penyebarluasa n Informasi Kesehatan 3. Peningkatan Pelayanan dan Penanggulanga n Masalah Kesehatan 4. Peningkatan Rp. 260 Juta Penambahan Akses Air Limbah Domestik PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 119

4 PEMERINTAH Penyadaran Perilaku Hidup Sehat PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 120

5 PEMERINTAH PERSAMPAHAN Tujuan : 1) Tersedianya sarana dan prasarana persampahan yang memenuhi standar teknis dengan cakupan layanan yang memadai Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Meningkatnya sarana dan prasarana yang mengurangi timbulan sampah kelaut Menurunnya jumlah masyarakat yang membuang sampah sembarangan Meningkatnya cakupan layanan angkutan persampahan dari 29% menjadi 50% pada tahun Pembangunan TPS 2. Pengadaan truk sampah 3. sosialisasi penanganan sampah 4. program best praktis forum kompos 5. pengadaan motor sampah 6. pemgadaan gerobak sampah Rp. 75 Juta Rp. 450 Juta Rp. 100 Jt Rp. 50 Jt Rp. 120 Jt Meningkatnya cakupan layanan angkutan persampahan 1. Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaaan 2. Penguatan Kelembagaan Forum Kompos 3. Pembangunan Rumah Kompos 4 lokasi dan Penguatan Kelembagaan Rumah Kompos 4. Pengadaan Motor Roda Tiga Pengangkut Rp. 500 Jt Rp. 147 Jt Rp. 44 Jt Rp. 190 Jt Peningkatan Layanan Persampahan Perubahan Perilaku Masyarakat PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 121

6 PEMERINTAH 5. Pengadaan Motor Kaisar Rp. 152 Jt PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 122

7 PEMERINTAH Tujuan : Meningkatkan pengelolaan TPA Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Meningkatnya cakupan layanan angkutan persampahan dari 29% menjadi 50% pada tahun Peningkatan pengelolaan TPA 2. Peningkatan SDM 3. Buffer zone 4. Amdal TPA Belanja Modal Pengadaan Tanah Sarana Umum Tempat Pembuangan Akhir Sampah 2. Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan Rp. 398 Jt Rp. 77 Jt Peningkatan Pengelolaan TPA PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 123

8 PEMERINTAH Tujuan : Meningkatkan peran serta dunia usaha dan masyarakat dalam pembangunan serta pemeliharaan sarana dan prasarana persampahan Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Pembangunan sarana dan prasarana persampahan telah mengikuti pedoman teknis dan rencana induk 1. Penyusunan Masterplan Persampahan Skala Kabupaten 2. Studi kualitas dan kuantitas sampah kabupaten 3. Studi manajemen pengelolaan persampahan 4. Perda pengelolaan sampah Rp. 150 Jt Rp. 200 Jt Rp. 100 Jt Pembangunan sarana dan prasarana persampahan mengikuti pedoman teknis dan rencana induk 1. Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan Rp. 53 Jt Peningkatan SDM Yang berkompeten di Bidang Pengelolaan Persampahan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 124

9 PEMERINTAH Tujuan : Meningkatkan peran serta masyarakat dalam praktik 3R Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Berkurangnya jumlah timbulan sampah yang masuk ke TPA 1. Pelatihan 3R bagi aparat pengelola persampahan 2. Pelatihan pengolahan sampah 3R bagi kader desa dan RT/RW 3. Pengadaan tempat sampah terpilah untuk rumah tangga 4. Pengadaaan keranjang sampah komposter Rp. 50 Jt Rp. 50 Jt Rp. 125 Jt Peningkatan SDM Yang berkompeten di Bidang Pengelolaan Persampahan 1. Pelatihan dan Kampaye Pengelolaan sampah Berwawasan Lingkungan Berbasis Rumah Tangga 3. Pembentukan Tim Pengelolaan Sampah Rp. 40 Jt Rp. 45 Jt Peningkatan SDM Yang berkompeten di Bidang Pengelolaan Persampahan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 125

10 PEMERINTAH DRAINASE Tujuan : Tersusunnya Kebijakan/perda tentang pembangunan dan pemeliharaan drainase Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Kebijakan/perda tentang pembangunan dan pemeliharaan drainase 1. Penyusunan Kebijakan/perda tentang pembangunan dan pemeliharaan drainase 2. Sosialisasi peraturan daerah tentang pembangunan drainase 3. Standar Operasional Prosedur (SOP) Rp. 100Jt Rp. 50 Jt Kebijakan/perda tentang pembangunan pemeliharaan drainase dan Tujuan : Terbangunnya sarana dan prasarana drainase yang memenuhi standar teknis Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Berkurannya daerah rawan genangan di Kabupaten Wakatobi tahun Perencanaan pembangunan Drainase Sekunder 2. Pembangunan saluran drainase Primer Rp. 45 Juta Rp. 450 Jt Berkurannya daerah rawan genangan 1. Pembangunan Drainase Pemukiman Rp. 309 Jt Berkurannya daerah rawan genangan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 126

11 PEMERINTAH 3. Pembangunan saluran drainase Sekunder 4. Pembangunan saluran drainase Tersier 5. Supervisi Pembangunan Saluran Drainase Primer 6. Supervisi Pembangunan Saluran Sekunder 7. Supervisi Pembangunan Saluran Drainase Lingkungan Rp. 900 Jt Rp. 380 Jt Rp. 32 Jt Rp. 36 Jt Rp. 26 Jt Tersebar 2. Pembangunan Drainase Kec. Kaledupa Selatan 3. Pembangunan Drainase Pemukiman Pasar Pagi 4. Pembangunan Drainase Pookambua 5. Pembangunan Drainase dan Gorong- Gorong 6. Pembangunan Drainase Desa Balasuna Rp. 153 Jt Rp. 53 Jt Rp. 90 Jt Rp. 119 Jt Rp. 116 Jt PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 127

12 PEMERINTAH Tujuan : Optimalisasi sarana dan prasarana jaringan drainase yang telah terbangun Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome meningkatnya fungsi seluruh jaringan drainase yang telah terbangun 1. pemeliharaan saluran drainase 2. peningkatan fungsi saluran drainase 3. Monitoring dan evaluasi jaringan drainase 4. Pengadaan saranan pemeliharaan saluran drainase Rp. 450 Jt Rp. 45 Jt meningkatnya fungsi seluruh jaringan drainase PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 128

13 PEMERINTAH Tujuan : Meningkatnya peran stakeholder dalam pembangunan dan penanganan drainase Rencana Realisasi Output Belanja Outcome Output Belanja Outcome Dunia usaha dan masyarakat telah berperan aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana saluran drainase 1. Penyusunan Perda Sanitasi ( Sektor Drainase) 2. Sosialisasi perda/reguasi tentang pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana saluran drainase 3. Penegakan perda/regulasi tentang pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana saluran drainase 4. Sosialisasi Rencana Pembangunan Saluran Drainase Rp. 100 Jt Rp. 50 Jt Rp. 30 Jt Dunia usaha dan masyarakat telah berperan aktif dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana saluran drainase PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 129

14 PEMERINTAH Tabel6.2:Capaian Kegiatan AIR LIMBAH Rencana Kegiatan Realisasi Kegiatan Realisasi Output Belanja Outcome Program Penyusunan Kebijakan Air 1. Penyusunan Rencana 1 Dokumen Rp. 104 Jt 1 Dokumen limbah Skala Kota Teknis (Rentek) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Areal Beresiko Infrastruktur Air Limbah Sistem 1. Stimulan Jamban Rp. 30 Jt Stimulan Setempat-Jamban Keluarga Keluarga Stimulan Jamban Jamban Infrastruktur Air Limbah Sistem 1. Pembangunan MCK 1 Unit MCK Rp. 168 Jta 1 Unit MCK Setempat-Mck Umum Umum Desa patua II Kec. Tomia 1 Unint MCK 1 Unint MCK 2. Pengadaan MCK Portable Rp. 170 Jt (Recycling Water) Infrastruktur Air Limbah Sistem Komunal 1. Perencanaan Teknis Infrasrtuktur Air Limbah Kominal Pemukiman Suku Bajo Kab. Wakatobi 2. Pendampingan Pembangunan Infrastruktur Air limbah Dokumen Perencanaan Pendampingan Rp. 50 Jt Rp. 58 Jt Dokumen Perencanaan Pendampingan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 130

15 PEMERINTAH 3. Pembangunan Infrastruktur Air Limbah Setempat/Pembangunan SLBM (DAK) 4. Pembangunan SLBM/Sanimasi/MCK (DAU) 5. Pembangunan SLBM/Sanimasi/MCK (DAK) 6. Pembangunan SLBM/Sanimasi/MCK 7. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Mola Bahari (DAK) 8. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan (IPAL) Komunal Kawasan Kapota (DAK) 9. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Waha (DAK) 10. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Pembangunan MCK ++ Pembangunan Ipal Rp Jta Rp. 206 Jta Rp Jta Rp. 130 & 983 Jta Rp. 381 Jt Rp. 352 Jt Rp. 308 Jt Rp. 235 Jt Pembangunan MCK ++ Pembangunan Ipal PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 131

16 PEMERINTAH Infrastruktur Air Limbah Sistem Setempat Dan Sistem Komunal IPLT Desa Tanomeha Kec. Kaledupa Selatan (DAK) 11. Pembangunan Infrastruktur Air Limbah Pembangunan Infrastruktur Air Limbah Togo Binongko (DAK) 12. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Desa Mola Nelayan Bakti (DAK Tambahan) 13. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Desa Bahari (DAK Tambahan) 14. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Waha Kec. Tomia 15. Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Kawasan Desa Tindoi Dusun Rp. 368 Jt Rp. 340 Jt Rp. 330 Jt Rp. 380 Jt Rp. 321 Jt - Rp. 0 Jt PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 132

17 PEMERINTAH Peningkatan Septik Tank Warga 1. Pembangunan Sarana Prasarana Utulitas Perumahan dan Pemukiman - Rp. 556 Jt - PERSAMPAHAN Rencana Kegiatan Realisasi Kegiatan Realisasi Output Belanja Outcome Pengembangan Kebijakan dan 1. Sosialisasi Kebijakan Rp. 53 Jt Kinerja Pengelolaan Persampahan Pengelolaan Persampahan Sosialisasi dan Penerapan manajemen pengelolaan persampahan Peningkatan Kapasitas SDM dalam Pengelolaan Persampahan 1. Pembentukan Tim Pengelolaan Sampah 2. Lomba Kebersihan Kecamatan, Kelurahan/Desa dan Rumah Tangga 1. Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam pengelolaan persampahan 2. Pelatihan dan Kampaye Pengelolaan sampah Berwawasan Lingkungan Berbasis Rumah Tangga 3. Peningkatan peran serta Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan Tim Sampah Peningkatan Kapasitas masyarakat Pengelolaan Persampahan Pengelolaan dalam Rp. 45 Jt Rp. 60 Jt Rp. 34 Jt Rp. 40 Jt Rp. 203 Jt Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan Tim Pengelolaan Sampah Peningkatan Kapasitas masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 133

18 PEMERINTAH Program Pengelolaan Sampah dari Sumbernya Penyediaan prasarana dan Sarana Pengelolaan Persampahan masyarakat dalam pengelolaan persampahan (Best Practice Pendampingan Mitra Pengelolaan Sampah ) 4. Pelatihan Pembuatan Kompos 1. Penguatan Kelembagaan Forum Kompos 2. Pengadaan Bahan Baku Pembuatan Biogas 1. Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaaan (kebersihan) 2. Penyediaan Prasarana dan Sarana Pengelolaaan Persampahan (BLH) 3. Pengadaan Motor Roda Tiga Pengangkut 4. Pengadaan Motor Kaisar 5. Pembangunan Rumah Kompos 4 lokasi dan Penguatan Kelembagaan Rumah Kompos 6. Peralatan Kebersihan Dan Bahan Pembersih Legalitas Kompos Forum Sarana dan prasarana persampahan Rp. 135 Jt Rp. 187 Jt Rp. 60 Jt Rp. 716 Jt Rp. 188 Jt Rp. 190 Jt Rp. 152 Jt Rp. 44 Jt Rp. 287 Jt Legalitas Kompos Forum Sarana dan prasarana persampahan pengelolaan sampah dari stasiun antara sampai TPA PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 134

19 PEMERINTAH Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan Pembangunan dan Pengelolaan TPA Kabupaten Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan 1. Pengadaan Tanah Sarana Umum Tempat Pembuangan Akhir Sampah 2. Pembebasan Lahan Untuk Instalasi Biogas Rp. 160 Jt Rp.398 Jt Rp. 100 Jt PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 135

20 PEMERINTAH Drainase Rencana Kegiatan Realisasi Kegiatan Realisasi Output Belanja Outcome Penyusunan Masterplan Pengembangan Kelembagaan Dan Peraturan Pengembangan Sdm Pengelola Drainase Pembangunan, Rehabilitasi Dan Pemeliharaan Drainase Primer Pembangunan, Rehabilitasi Dan Pemeliharaan Drainase Sekunder Pembangunan Drainase Rp. 65 Jt Pembangunan, Rehabilitasi Dan Pemeliharaan Drainase Tersier 1. Pembangunan Bak Kontrol Off Take Drainase (Sedimen Trap) Kota Wangi-Wangi 2. Pembangunan Drainase dan Gorong-Gorong 1. Pembangunan Drainase Pemukiman Tersebar 2. Pembangunan Drainase Pemukiman Desa Sandi 3. Pembangunan Drainase/Saluran Air Desa 4. Pembangunan Drainase Kec. Kaledupa Selatan 5. Pembangunan Drainase Pemukiman Pasar Pagi 6. Pembangunan Drainase Pembangunan Drainase Rp. 119 Jt Rp. 54 Jt Rp. 54 Jt Rp. 200 Jt Rp. 153 Jt Rp. 52 Jt Rp. 89 Jt Pembangunan Drainase Pembangunan Drainase PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 136

21 PEMERINTAH Pelaksanaan Pengendalian, Pengawasan Dan Pengurangan Banjir Dan Sumber Genangan Pookambua 7. Pembangunan Drainase Desa Rp. 115 Jt Balasuna PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 137

22 PEMERINTAH Tabel6.3 : Evaluasi Sasaran Rencana Realisasi Deviasi Penyebab Rekomendasi Menurunnya jumlah KK yang tidak mempunyai jamban 1. Stimulan Jamban Keluarga Untuk MBR / Miskin Menurunnya prosentase kejadian BABS 2. Pembangunan MCK++ 3. Pembangunan Tanki Septik Komunal 2 Kegiatan (Rp. 986 Jt) 3 Kegiatan (Rp jt) Meningkatnya prosentase Rumah Tangga yang melakukan penyedotan tinja 4. Pembangunan IPLT dan sarana 1 pendukungnya Kegiatan/Amdal (450 Jt) Tersedianya masterplan sistem pengelolaan air limbah skala kabupaten 5. Penyusunan Masterplan Air Limbah Skala Kabupaten 1 Kegiatan (Rp. 300 Jt) Tersedianya peraturan daerah yang mengatur sistem pengelolaan air limbah domestik 6. Penyusunan Peraturan Daerah tentang sistem pengelolaan air limbah 7. Sosialisasi peraturan daerah tentang pengelolaan air limbah 1 Kegiatan (100 jt) 1 Kegiatan (Rp. 30 Jt) 5 Kegiatan (Rp Jt) Terpenuhinya SDM yang mendukung operasional dan pemeliharaan fasilitas pengelolaan air limbah komunal 8. Sosialisasi dan kampanye pengelolaan air limbah domestic 3 Kegiatan (80 jt) (956 jt) Keterbatasan Anggaran PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 138 Dilakukan tahun Dilakukan tahun Keterbatasan Anggaran - - Keterbatasan Anggaran - Dilakukan tahun Dilakukan tahun 2017

23 PEMERINTAH 9. Bimbingan teknis pengelolaan air limbah domestik Sasaran Rencana Realisasi Deviasi Penyebab Rekomendasi Menurunnya jumlah masyarakat yang membuang sampah sembarangan 1. Pembangunan TPS 2. sosialisasi penanganan sampah 3. program best praktis forum kompos Masyarakat telah mendapatkan layanan angkutan persampahan 4. Pengadaan truk sampah 5. pengadaan motor sampah 6. pemgadaan gerobak sampah 3 Kegiatan (270 jt) 3 Kegiatan (1.160 Jt) 2 Kegiatan (191 jt) 2 Kegiatan (342) 1 Kegiatan (79 jt) 1 Kegiatan (818) Keterbatasan Anggaran Keterbatasan Anggaran Dilakukan tahun 2017 Dilakukan tahun TPA telah menggunakan sistem Sanitary Landfill pada tahun Peningkatan pengelolaan TPA Dilaksanakan tahun Pembangunan sarana dan prasarana persampahan telah mengikuti pedoman teknis dan rencana induk mulai tahun Penyusunan Masterplan Persampahan Skala Kabupaten 9. Studi kualitas dan kuantitas sampah kabupaten 10. Studi manajemen pengelolaan 3 Kegiatan (450 jt) Dilaksanakan Tahun PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 139

24 PEMERINTAH Sasaran Rencana Realisasi Deviasi Penyebab Rekomendasi Pembangunan infrastruktur sistem drainase Kabupaten lebih terarah dan terintegrasi tahun Penyusunan Masterplan drainase Kabupaten Wakatobi 2. Penyusunan database dan Sistem Informasi Jaringan Drainase Kabupaten Wakatobi 2 Kegiatan (650 jt) Kebijakan/perda tentang pembangunan dan pemeliharaan drainase 3. Penyusunan Kebijakan/perda tentang pembangunan dan pemeliharaan drainase 4. Sosialisasi peraturan daerah tentang pembangunan drainase 2 Kegiatan (150 jt) Berkurannya daerah rawan genangan di Kabupaten Wakatobi tahun Perencanaan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong 6. Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong 7. Pembangunan Sumur Resapan 8. Supervisi pelaksanaan pembangunan drainase 9. Monitoring dan evaluasi pembangunan jaringan drainase 5 Kegiatan (4.098 jt) meningkatnya fungsi seluruh jaringan drainase yang telah terbangun 10. pemeliharaan saluran 3 Kegiatan drainase (495 jt) 11. peningkatan fungsi saluran - - Keterbatasan Anggaran - - Keterbatasan Anggaran 3 Kegiatan (837 jt) 2 Kegiatan (3.261) Keterbatasan Anggaran PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 140 Dilaksanakan tahun Dilaksanakan tahun Dilaksanakan tahun

25 PEMERINTAH drainase 12. Monitoring dan evaluasi jaringan drainase 13. Pengadaan saranan pemeliharaan saluran drainase Tabel 6.4 :Pelaporan Monev Implementasi SSK Obyek Pemantauan Penanggung Jawab Waktu Penanggung Pengumpul Data Pengolahan Pelaksanaan Jawab Utama dan Data/Pemantau Dokumentasi Tabel Capaian Strategis Tabel Capaian Kegiatan Bappeda Bappeda BLH Kab. Wakatobi BLH Kab. Wakatobi Tabel Evaluasi Bappeda BLH Kab. Wakatobi Dinas PU, TR, Tamben Kab. Wakatobi Dinas PU, TR, Tamben Kab. Wakatobi Dinas PU, TR, Tamben Kab. Wakatobi Okt Des tahun berjalan Okt Des tahun berjalan Okt Des tahun berjalan Pelaporan Penerima Laporan Bupati dan Kepala SKPD Bupati dan Kepala SKPD Bupati dan Kepala SKPD PEMUTAKHIRAN SSK BAB VI 141

ISSU STRATEGIS TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN. Jumlah KK yang tidak mempunyai jamban dari 30% menjadi 0% di tahun 2018

ISSU STRATEGIS TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN. Jumlah KK yang tidak mempunyai jamban dari 30% menjadi 0% di tahun 2018 KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) AIR LIMBAH PERMASALAHAN MENDESAK ISSU STRATEGIS TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN PROGRAM KEGIATAN PERNYATAAN SASARAN INDIKATOR SASARAN 30% penduduk Wakatobi tidak memiliki jamban

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMERINTAH KABUPATEN WAKATOBI KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN WAKATOBI

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMERINTAH KABUPATEN WAKATOBI KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN WAKATOBI RINGKASAN EKSEKUTIF Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (Program PPSP) merupakan program yang dimaksudkan untuk mengarusutamakan pembangunan sanitasi dalam pembangunan, sehingga sanitasi

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK 1. Capaian Stratejik Tabel 6.1 : Capaian Stratejik Air Limbah Domestik Tujuan: 1. Mewujudkan sistem pengelolaan air limbah yang berkelann Sasaran : 1. Meningkatkan

Lebih terperinci

Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah

Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Lampiran A. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan 1. Meningkatnya pembangunan Tersedianya Tersedianya Penyusunan Masterplan Penyusunan Masterplan

Lebih terperinci

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017 Sub Sektor Air Limbah Domestik A. Teknis a. User Interface Review Air Limbah Buang Air Besar Sembarangan (BABS), pencemaran septic tank septic tank tidak memenuhi syarat, Acuan utama Air Limbah untuk semua

Lebih terperinci

BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Untuk menjamin penyelenggaraan pemerintah yang demokratis, transparan, akutabel, efesien dan efektif dalam perencanaan pembangunan di bidang diperlukan tahapan,

Lebih terperinci

L-3. Kerangka Kerja Logis TABEL KKL. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L3-1

L-3. Kerangka Kerja Logis TABEL KKL. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L3-1 L-3 Kerangka Kerja Logis TABEL KKL Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L3-1 TABEL KKL SUBSEKTOR KEGIATAN AIR LIMBAH IPLT masih dalam proses optimalisasi BABs masih 34,36% Cakupan layanan sarana prasarana

Lebih terperinci

Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT

Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT Lampiran 2. Hasil Analisis SWOT A. Sub Sektor Air Limbah Domestik Tabel Kerangka Kerja Logis (KKL) Sektor Air Limbah Domestik Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi (SWOT) Indikasi Program Indikasi

Lebih terperinci

PENYUSUNAN KEBIJAKAN STRATEGI SANITASI KOTA TANGERANG 1

PENYUSUNAN KEBIJAKAN STRATEGI SANITASI KOTA TANGERANG 1 PENYUSUNAN KEBIJAKAN STRATEGI SANITASI KOTA TANGERANG 1 Bab 5 Strategi Monitoring dan Evaluasi 1.1 Kerangka Monitoring dan Evaluasi Implementasi SSK Monitoring dapat diartikan sebagai proses rutin pengumpulan

Lebih terperinci

B A B V PROGRAM DAN KEGIATAN

B A B V PROGRAM DAN KEGIATAN B A B V PROGRAM DAN KEGIATAN Bagian ini memuat daftar program dan kegiatan yang menjadi prioritas sanitasi Tahun 0 06 ini disusun sesuai dengan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran dari masing-masing

Lebih terperinci

2. Program Peningkatan Infrastruktur Air Limbah Domestik Sistem Setempat dan Sistem Komunal

2. Program Peningkatan Infrastruktur Air Limbah Domestik Sistem Setempat dan Sistem Komunal Lampiran 5 Diskripsi Program Utama A. Komponen Air Limbah Domestik 1. Program Penyusunan Outline Plan Air Limbah Kota sabang belum memiliki Qanun atau Peraturan Walikota; mengenai pengelolaan air limbah,

Lebih terperinci

BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI

BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI STRATEGI SANITASI KABUPATEN 2013-2017 BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI Monitoring evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang akan dicapai. Monitoring

Lebih terperinci

Target. Real isasi. Real isasi 0% 10% 0%

Target. Real isasi. Real isasi 0% 10% 0% Strategi Sanitasi Kota Kota Subulussalam BAB V STRATEGI MONEV Tabel 5.1: Matriks Kerangka Logis Tujuan: Tersedianya layn IPLT Data Dasar Sasaran Indikator Sumber Nilai & Tahun Adanya Masyarakat 0% EHRA

Lebih terperinci

KERANGKA KERJA LOGIS (KKL)

KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) Tabel 1. Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan mendesak Tingginya Praktek BABS hingga saat ini sebesar 33,20% (13.230 KK) Isu-isu Strategis Rumusan Tujuan Rumusan Sasaran

Lebih terperinci

Bab 4 Strategi Pengembangan Sanitasi

Bab 4 Strategi Pengembangan Sanitasi Bab 4 Strategi Pengembangan Sanitasi 4.. Air limbah domestik Perencanaan pembangunan air limbah domestik di Kabupaten Pati didasarkan kepada permasalahan permasalahan mendesak dan posisi pengelolaan sanitasi

Lebih terperinci

BAB STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI

BAB STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI 5 BAB STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI 5. Strategi Monitoring dan Evaluasi Didalam Pelaksanaan Perencanaan Strategi Sanitasi kabupaten Pokja AMPL menetapkan kegiatan monitoring dan evaluasi sebagai salah

Lebih terperinci

Bab 3 : Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi

Bab 3 : Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi Bab 3 : Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi 3.1 Tujuan, Sasaran dan Strategi Pengembangan Air Limbah Tujuan pengembangan air limbah : Tercapainya peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana

Lebih terperinci

BAB 5 STRATEGI MONEV

BAB 5 STRATEGI MONEV BAB 5 STRATEGI MONEV Monitoring dan Evaluasi yang akan dilakukan repetitive triwulan (tiga bulanan), semester (enam bulanan) dan tahunan. Kesepakatan MonEv ini akan ditinjau secara rutin pada Dokumen MPSS

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Berdasarkan hasil penetapan wilayah penanganan prioritas disusun rencana pengembangan sanitasi untuk tiga sektor yaitu air limbah, persampahan dan drainase. Program

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Monitoring dan evaluasi merupakan pengendalian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang akan dicapai. Monitoring atau pemantauan dapat mempermudah

Lebih terperinci

Program penyusunan Masterplan. Tersedianya Master Plan sistem pengelolaan air limbah domestik tahun Penyusunan Master Plan skala kabupaten

Program penyusunan Masterplan. Tersedianya Master Plan sistem pengelolaan air limbah domestik tahun Penyusunan Master Plan skala kabupaten Tabel 2.20 Kerangka Kerja Logis Air Limbah 1. Belum adanya Master Plan air limbah domestic Program penyusunan Masterplan 2. Belum ada regulasi yang mengatur limbah domestic 3. Belum adanya sarana dan Prasarana

Lebih terperinci

Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu

Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu Subsektor Permasalahan Mendesak Rumusan Tujuan Rumusan Sasaran dan Air Limbah Domestik 1 Pencemaran air tanah dan sungai Meningkatkan kinerja SKPD terkait memiliki

Lebih terperinci

5.1 Gambaran Umum Monitoring dan Evaluasi

5.1 Gambaran Umum Monitoring dan Evaluasi 5.1 Gambaran Umum Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan SSK perlu dilakukan secara rutin oleh Pokja kabupaten, hal ini dilakukan sebagai umpan balik bagi pengambil keputusan

Lebih terperinci

BAB 5 STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI KABUPATEN POHUWATO

BAB 5 STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI KABUPATEN POHUWATO BAB 5 STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI KABUPATEN POHUWATO Paparan bab ini memuat tentang strategi untuk melakukan monitoring dan evaluasi dengan fokus kepada monitoring dan evaluasi Strategi Sanitasi

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI BAB VI MONITORING DAN EVALUASI 6.1. Strategi Monitoring dan Evaluasi Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten Manggarai Barat perlu melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Strategi Sanitasi Kota

Lebih terperinci

Memorandum Program Percepatan Pembangunan Sanitasi BAB 1 PENDAHULUAN

Memorandum Program Percepatan Pembangunan Sanitasi BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN Program dan dalam dokumen ini merupakan hasil konsolidasi dan integrasi dari berbagai dokumen perencanaan terkait pengembangan sektor sanitasi dari berbagai kelembagaan terkait, baik

Lebih terperinci

BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK POKJA AMPL KABUPATEN ENREKANG STRATEGI SANITASI KABUPATEN_2016 BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Strategi monitoring dan evaluasi merupakan salah satu strategi pendukung yang akan turut menentukan

Lebih terperinci

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI 4.1 Visi dan Misi AMPL Kabupaten Klaten A. VISI Visi Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Klaten : Terpenuhinya air minum dan sanitasi

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SANITASI BAB III STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SANITASI 3.1 Tujuan, dan Pengembangan Air Limbah Domestik Tujuan : Meningkatkan lingkungan yang sehat dan bersih di Kabupaten Wajo melalui pengelolaan air limbah

Lebih terperinci

Kerangka Kerja Logis Pembangunan Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu

Kerangka Kerja Logis Pembangunan Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Kerangka Kerja Logis Pembangunan Sanitasi u Permasalahan Mendesak Isu-Isu Strategis Tujuan Sasaran Indikator Strategi Program Kegiatan Air Limbah Domestik 1. Pemerintah 1. Pemerintah Berkurangnya praktek

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI 6.1 Gambaran Umum Struktur Monev Sanitasi Monitoring dan evaluasi pelaksanaan SSK adalah usaha peningkatan kinerja dan akuntabilitas institusi dalam pencapaian visi

Lebih terperinci

IVI- IV TUJUAN, SASARAN & TAHAPAN PENCAPAIAN

IVI- IV TUJUAN, SASARAN & TAHAPAN PENCAPAIAN STRATEGI UNTUK KEBERLANJUTAN LAYANAN SANITASI KOTA STRATEGII SANIITASII KOTA PROBOLIINGGO 4.1. TUJUAN, SASARAN & TAHAPAN PENCAPAIAN 4.1.1. Sub Sektor Air Limbah Mewujudkan pelaksanaan pembangunan dan prasarana

Lebih terperinci

3.1 TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK TABEL 3.1 TUJUAN, SASARAN DAN TAHAPAN PENCAPAIAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK

3.1 TUJUAN, SASARAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK TABEL 3.1 TUJUAN, SASARAN DAN TAHAPAN PENCAPAIAN PENGEMBANGAN AIR LIMBAH DOMESTIK Bab ini merupakan strategi sanitasi kota tahun 2013 2017 yang akan memaparkan tentang tujuan, sasaran/target serta strategi sub sektor persampahan, drainase, air limbah serta aspek PHBS. Penjelasan masingmasing

Lebih terperinci

KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) KABUPATEN ACEH TENGGARA

KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) KABUPATEN ACEH TENGGARA KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) KABUPATEN ACEH TENGGARA Permasalahan Mendesak Isu-Isu Strategis Tujuan Sasaran Indikator Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan SISTEM PENGELOLAAN AIR A. Sistem/Teknis a.

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK 6.1 Strategi Monitoring dan Evaluasi Kabupaten Banyumas Pada Bab sebelumnya yakni Bab Strategi dan Rencana Program

Lebih terperinci

Tersusunnya dokumen perencanaan air limbah domestik. skala Kabupaten pada akhir tahun 2016

Tersusunnya dokumen perencanaan air limbah domestik. skala Kabupaten pada akhir tahun 2016 Lampiran-5 DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN SEKTOR AIR LIMBAH Indikator Capaian Pengembangan kinerja pengelolaan air limbah/penyusunan Master plan Dokumen masterplan merupakan suatu tahap awal dari perencanaan.

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN. Review Penyusunan Masterplan Air Limbah. Menyediakan dokumen perencanaan air limbah domestik skala Kabupaten

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN. Review Penyusunan Masterplan Air Limbah. Menyediakan dokumen perencanaan air limbah domestik skala Kabupaten Lampiran-5 Sektor Air Limbah Program/Kegiatan DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN Review Penyusunan Masterplan Air Limbah Review dokumen masterplan merupakan suatu tahap awal perbaikan dari perencanaan air limbah.

Lebih terperinci

Bab III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

Bab III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI Bab III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Salah satu sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah praktek BABS dari 30,5 % menjadi

Lebih terperinci

Mendapatkan gambaran tentang kondisi dan rencana penanganan air limbah domestik di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2017

Mendapatkan gambaran tentang kondisi dan rencana penanganan air limbah domestik di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2017 L ampiran - 1 A. Kerangka Kerja Logis (KKL) A.1 Kerangka Kerja Logis Air Limbah Permasalahan Isu Strategis Tujuan Belum adanya Master Plan dan peta Pengelolaan air limbah domestik Penaganan air limbah

Lebih terperinci

Hasil Analisa SWOT Kabupaten Grobogan tahun 2016

Hasil Analisa SWOT Kabupaten Grobogan tahun 2016 Lampiran- Hasil Analisa SWOT Kabupaten Grobogan tahun 06 I. Air Limbah a. Identifikasi isu isu strategis NO ELEMEN INTERNAL FACTOR ANALYSIS SUMMARY (IFAS) KEKUATAN (STRENGTH) Sudah ada dinas yang menangani

Lebih terperinci

3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik layanan sanitasi pada dasarnya adalah untuk mewujudkan dan pembangunan sanitasi yang bermuara pada pencapaian Visi dan Misi Sanitasi kota. Kabupaten Pesisir Barat merumuskan strategi layanan sanitas didasarkan

Lebih terperinci

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SAAT INI 4.1 Visi dan Misi AMPL Kabupaten Klaten A. VISI Visi Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Klaten : Terpenuhinya air minum dan sanitasi

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Bab IV ini merupakan inti dari Strategi Pengambangan Sanitasi Kota Tebing Tinggi tahun 2016-2020 yang akan memaparkan antara lain tujuan, sasaran, tahapan pencapaian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 5Deskripsi Program dan Kegiatan

LAMPIRAN 5Deskripsi Program dan Kegiatan PEMERINTAH LAMPIRAN 5 Program dan Kegiatan A. DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN Penyusunan Masterplan Air Limbah Memberi pedoman bagi pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun rencana induk Sarana dan Prasarana

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik III-1 BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Pada bab strategi percepatan pembangunan sanitasi akan dijelaskan lebih detail mengenai tujuan sasaran dan tahapan pencapaian yang ingin dicapai dalam

Lebih terperinci

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah 3.1.1 Sarana dan Prasarana (Fisik) Air Limbah Rencana kegiatan terkait pengelolaan Air Limbah di kota metro dalam lima tahun

Lebih terperinci

STRATEGI MONEV SETRATEGI SANITASI KOTA KABUPATEN PELALAWAN

STRATEGI MONEV SETRATEGI SANITASI KOTA KABUPATEN PELALAWAN STRATEGI MONEV Monitoring dan evaluasi pelaksanaan SSK perlu dilakukan secara rutin oleh pokja kabupaten. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik bagi pengambil keputusan berkaitan capaian sasaran pembangunan

Lebih terperinci

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Kabupaten Aceh Singkil memiliki sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah praktek BABS

Lebih terperinci

Program dan Kegiatan Percepatan Pembangunan

Program dan Kegiatan Percepatan Pembangunan Bab 4: Sanitasi Program dan Kegiatan Percepatan Pembangunan 4. Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi Program dan kegiatan sanitasi yang menjadi prioritas Pembangunan Sanitasi Kabupaten Takalar tahun

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT ANALISIS SWOT Air Limbah Domestik A. Analisa SWOT O lingkungan mendukung agresif stabil w lemah selektif berputar Besar-besaran kuat s * (-39 : -24) ceruk terpusat lingkungan

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Secara umum, Monitoring (Pemantauan) adalah kegiatan mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan, mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan

Lebih terperinci

Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan. Perencanaan menyeluruh pengelolaan sistem air limbah skala Kota.

Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan. Perencanaan menyeluruh pengelolaan sistem air limbah skala Kota. A. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) A.1. KERANGKA KERJA LOGIS AIR LIMBAH Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan Belum adanya Master Plan dan peta Pengelolaan air limbah domestik Mendapatkan

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB IV STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI 4.1 Air Limbah Domestik Penetapan tujuan, sasaran dan strategi pengembangan air limbah domestik dilakukan berdasarkan misi pengembangan sanitasi yang diturunkan

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Berdasarkan hasil penetapan wilayah penanganan prioritas disusun rencana pengembangan sanitasi untuk tiga sektor yaitu air limbah, persampahan dan drainase. Program

Lebih terperinci

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Percepatan Pembangunan Sanitasi 18 BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Bab ini merupakan inti dari penyusunan Sanitasi Kabupaten Pinrang yang memaparkan mengenai tujuan, sasaran dan strategi

Lebih terperinci

BAB V. STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI

BAB V. STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI BAB V. STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI Strategi monitoring dan evaluasi merupakan rencana pemantauan dan evaluasi pembangunan sanitasi di Kabupaten Musi Banyuasin. yang dipantau merupakan yang direncanakan

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB 6 MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Untuk menjamin penyelenggaraan pemerintah yang demokratis, transparan, akutabel, efesien dan efektif dalam perencanaan pembangunan di bidang sanitasi diperlukan

Lebih terperinci

Penyepakatan VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI SANITASI KOTA TASIKMALAYA SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA

Penyepakatan VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI SANITASI KOTA TASIKMALAYA SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA Penyepakatan VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI SANITASI KOTA TASIKMALAYA SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA TAHUN LOGO2013 VISI Terciptanya Kondisi Lingkungan Masyarakat yang Sehat dan

Lebih terperinci

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi 45 Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Sukabumi Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Peningkatan akses layanan air limbah rumah tangga menjadi 85 90 % pada akhir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kondisi eksisting sanitasi di perkotaan masih sangat memprihatinkan karena secara pembangunan sanitasi tak mampu mengejar pertambahan jumlah penduduk yang semakin

Lebih terperinci

KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2

KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2 PENYUSUNAN KEBIJAKAN STRATEGI SANITASI KOTA TANGERANG 1 Bab 4 Program dan Kegiatan Percepatan Pembangunan Sanitasi 1.1 Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi Program

Lebih terperinci

PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK) KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016

PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK) KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016 PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN (SSK) TAHUN 2016 Visi Kabupaten : Menjadi Kabupaten Maritim Yang Sejahtera dan Berdaya Saing PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI PERMUKIMAN (PPSP) OLEH POKJA AMPL PROVINSI

Lebih terperinci

Pemantauan atau juga dikenal sebagai monitoring bertujuan untuk:

Pemantauan atau juga dikenal sebagai monitoring bertujuan untuk: Pada bab ini berisi strategi untuk melakukan monitoring dan evaluasi dengan fokus kepada monitoring dan evaluasi Strategi Kota (SSK) yang telah ditetapkan dalam bab-bab sebelumnya. Tujuan pembangunan sanitasi

Lebih terperinci

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB 3 RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3. RENCANA KEGIATAN AIR LIMBAH Salah satu tujuan utama pembangunan air limbah domestik Kabupaten Bombana yaitu Meningkatkan akses Layanan Air limbah Domestik

Lebih terperinci

KERANGKA KERJA LOGIS KABUPATEN TANAH DATAR 2015

KERANGKA KERJA LOGIS KABUPATEN TANAH DATAR 2015 KERANGKA KERJA LOGIS KABUPATEN TANAH DATAR 2015 No PERMASALAHAN MENDESAK ISU-ISU STRATEGIS TUJUAN SASARAN INDIKATOR STRATEGI INDIKASI PROGRAM INDIKASI KEGIATAN A SEKTOR AIR LIMBAH A TEKNIS/AKSES 1 Belum

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran RINGKASAN EKSEKUTIF Strategi Sanitasi Kabupaten Wonogiri adalah suatu dokumen perencanaan yang berisi kebijakan dan strategi pembangunan sanitasi secara komprehensif pada tingkat kabupaten yang dimaksudkan

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB 3 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 3 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai kerangka pengembangan sanitasi yang mencakup tiga sub sector yaitu air limbah, sampah dan drainase. Dalam pembahasan bab ini mencakup

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM UTAMA

DESKRIPSI PROGRAM UTAMA DESKRIPSI PROGRAM UTAMA PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI PERMUKIMAN LATAR BELAKANG Sanitasi sebagai salah satu aspek pembangunan memiliki fungsi penting dalam menunjang tingkat kesejahteraan masyarakat,

Lebih terperinci

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi 2.1. Visi Misi Sanitasi Visi Kabupaten Pohuwato Tabel 2.1: Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten/Kota Misi Kabupaten Pohuwato Visi Sanitasi Kabupaten Pohuwato Misi Sanitasi

Lebih terperinci

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Rencana pengembangan pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah menjadi sasaran utama. Mengingat perilaku BABS masih

Lebih terperinci

Sia Tofu (Bersama dan Bersatu) dan Visi Pembangunan Kabupaten Pulau Taliabu Tahun

Sia Tofu (Bersama dan Bersatu) dan Visi Pembangunan Kabupaten Pulau Taliabu Tahun .1 Visi dan Misi Sanitasi Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional menjelaskan bahwa visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode

Lebih terperinci

Bab 4 Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi

Bab 4 Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi Bab 4 Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi 4.1 Air Limbah Domestik Penetapan tujuan, sasaran dan strategi pengembangan air limbah domestik dilakukan berdasarkan misi pengembangan sanitasi yang diturunkan

Lebih terperinci

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1. Rencana Kegiatan Air Limbah Sasaran dan strategi untuk mencapai visi sanitasi dan melaksanakan misi sanitasi, dirumuskan berdasarkan kondisi terkini dari

Lebih terperinci

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN Program/Kegiatan : Penyusunan Masterplan Sistem Air Limbah : DPU dan ESDM Mengingat makin banyaknya pemukiman pada wilayah-wilayah perkotaan seperti Muntilan, Mertoyudan, Secang,

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya. Visi Sanitasi Kabupaten

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya. Visi Sanitasi Kabupaten BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 2.1 Visi Misi Sanitasi Tabel 2.1 : Visi Misi Sanitasi Kabupaten Aceh Jaya Visi Kabupaten Misi Kabupaten Visi Sanitasi Kabupaten Misi Sanitasi Kabupaten Kabupaten Aceh

Lebih terperinci

Tabel Deskripsi Program / Kegiatan Sektor Air Limbah

Tabel Deskripsi Program / Kegiatan Sektor Air Limbah Lampiran E-1 Memorandum Program Sektor Sanitasi ( MPSS) Kabupaten Kotawaringin Barat Tabel Program / Kegiatan Sektor Air Limbah Penyusunan Masterplan Sistem Air Limbah Skala Kabupaten Menyusun dokumen

Lebih terperinci

Monitoring dan Evaluasi Capaian SSK

Monitoring dan Evaluasi Capaian SSK BAB VI Dalam rangka mencapai sasaran Program PPSP 2016-2020 di Kabupaten Kupang yang selaras dengan kebijakan perencanaan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kupang tahun 2015-2019 maka perlu adanya

Lebih terperinci

Deskripsi Program / Kegiatan

Deskripsi Program / Kegiatan Deskripsi Program / Kegiatan Penyusunan Masterplan/ Outplan Sistem Air Limbah Skala Kota dan Penyusunan DED IPLT Belum adanya masterplan air limbah Kabupaten Pohuwato berwawasan lingkungan. Tersedianya

Lebih terperinci

VI.1. Gambaran Umum Pemantauan Dan Evaluasi Sanitasi

VI.1. Gambaran Umum Pemantauan Dan Evaluasi Sanitasi BAB VI MONITORING DAN EVALUASI Dalam bab ini akan dijelaskan strategi untuk melakukan pemantauan/ monitoring dan evaluasi dengan fokus kepada pemantauan dan evaluasi Strategi Kabupaten Berskala Kota ()

Lebih terperinci

LAMPIRAN II HASIL ANALISA SWOT

LAMPIRAN II HASIL ANALISA SWOT LAMPIRAN II HASIL ANALISA SWOT Lampiran II. ANALISA SWOT Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities),

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI 2015-2019 Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP KONDISI SANITASI SAAT INI SUB SEKTOR 2010 2011 2012 2013 Air Limbah 55,53% 55,60% 57,82%

Lebih terperinci

Monitoring dan evaluasi capaian ssk

Monitoring dan evaluasi capaian ssk Bab 6 Monitoring dan evaluasi capaian ssk Monitoring dan evaluasi pelaksanaan strategi sanitasi Kabupaten Pidie dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja dan akuntabilitas institusi dalam

Lebih terperinci

Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi

Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi Bab 3: Strategi Percepatan Pembangunan Sanitasi Bab ini merupakan inti dari Strategi Sanitasi Kota Salatiga tahun 2013-2017 yang akan memaparkan antara lain tujuan, sasaran, tahapan pencapaian serta strategi

Lebih terperinci

BAB 04 STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI

BAB 04 STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI BAB 04 STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI Pada bab ini akan dibahas mengenai strategi pengembangan sanitasi di Kota Bandung, didasarkan pada analisis Strength Weakness Opportunity Threat (SWOT) yang telah dilakukan.

Lebih terperinci

1. Sub Sektor Air Limbah

1. Sub Sektor Air Limbah 1. Sub Sektor Air Limbah Permasalahan mendesak Tujuan Sasaran Strategi Indikasi Program Indikasi Kegiatan Praktek BABS saat ini 23% 1.Menyusun perda/perbup mengenai Penyusunan Perda/Perbup Konstruksi,

Lebih terperinci

1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016

1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016 1. KERANGKA KERJA LOGIS (KKL) SEKTOR AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2016 1. Jumlah masyarakat yang BABS di Barat adalah 28.257 KK atau 15.58%. 2. Jumlah masyarakat yang menggunakan cubluk/tangki

Lebih terperinci

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi 3.1 Rencana Kegiatan Air Limbah Salah satu sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada akhir perencanaan ini adalah praktek Buang Air Besar Sembarangan

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Proses monitoring dan evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Monitoring atau pemantauan

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB 4 STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Bab ini menjelaskan mengenai strategi sanitasi yang mencakup tidak hanya aspek teknis saja tetapi juga aspek non teknis (kelembagaan, pendanaan, komunikasi, partisipasi

Lebih terperinci

Lampiran 5 Deskripsi Program Kegiatan

Lampiran 5 Deskripsi Program Kegiatan Lampiran 5 Deskripsi Program Kegiatan Lampiran 5 berikut ini lebih ditujukan untuk memberikan informasi kepada instansi / pihak terkait tentang segala sesuatu tentang informasi umum untuk program-program

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI Sanitasi merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan kemiskinan dan kekumuhan suatu Kota/Kabupaten. Kondisi sanitasi yang tidak

Lebih terperinci

B A B I I I ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA

B A B I I I ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA B A B I I I ISU STRATEGIS DAN TANTANGAN LAYANAN SANITASI KOTA 3.1 ENABLING AND SUSTAINABILITY ASPECT Aspek-aspek non teknis yang menunjang keberlanjutan program dimaksudkan dalam bagian ini adalah isu-isu

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI Program prioritas sanitasi disusun berdasarkan kesesuaian prioritas penanganan sanitasi sebagaimana terdapat pada dokumen perencanaan daerah di bidang infrastruktur

Lebih terperinci

L-5. Deskripsi Program Kegiatan DESKRIPSI PROGRAM KEGIATAN. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L5-1

L-5. Deskripsi Program Kegiatan DESKRIPSI PROGRAM KEGIATAN. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L5-1 L5 Deskripsi Program Kegiatan DESKRIPSI PROGRAM KEGIATAN Pemutakhiran SSK L51 DESKRIPSI PROGRAM AIR LIMBAH Program/Kegiatan PROGRAM PENGEMBANGAN AIR LIMBAH Latar Belakang BABs masih tinggi, minimmnya sarana

Lebih terperinci

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2014 KABUPATEN KEPULAUAN ARU PROPINSI MALUKU

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) 2014 KABUPATEN KEPULAUAN ARU PROPINSI MALUKU BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI 3.1,, dan Pengembangan Air Limbah Domestik Kabupaten Kepulauan Aru Berdasarkan hasil analisis SWOT untuk menentukan tujuan, sasaran dan strategi pengembangan

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI Pada strategi percepatan pembangunan sanitasi ini akan menjelaskan pernyataan tujuan, sasaran, dan strategi yang ingin dicapai dalam pengembangan sanitasi

Lebih terperinci

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI 4.1 Ringkasan Program dan Kegiatan Sanitasi Indikasi program dan kegiatan percepatan pembangunan sanitasi merupakan bagian dari strategi yang

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Kabupaten Balangan. 2.1 Visi Misi Sanitasi

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Kabupaten Balangan. 2.1 Visi Misi Sanitasi II-1 BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI 2.1 Visi Misi Sanitasi Visi Pembangunan Tahun 2011-2015 adalah Melanjutkan Pembangunan Menuju Balangan yang Mandiri dan Sejahtera. Mandiri bermakna harus mampu

Lebih terperinci

1.2 Telah Terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten Lombok Barat Adanya KSM sebagai pengelola IPAL Komunal yang ada di 6 lokasi

1.2 Telah Terbentuknya Pokja AMPL Kabupaten Lombok Barat Adanya KSM sebagai pengelola IPAL Komunal yang ada di 6 lokasi Lampiran 2: Hasil analisis SWOT Tabel Skor untuk menentukan isu strategis dari isu-isu yang diidentifikasi (teknis dan non-teknis) untuk sektor Air Limbah di Kabupaten Lombok Barat sebagai berikut : a.

Lebih terperinci

BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI BAB 2 KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI Pada bab ini akan dijelaskan secara singkat tentang gambaran umum situasi sanitasi Kabupaten Pesawaran saat ini, Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten yang akan memberikan

Lebih terperinci