BAB III ANALISA PERANCANGAN SISTEM

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III ANALISA PERANCANGAN SISTEM"

Transkripsi

1 BAB III ANALISA PERANCANGAN SISTEM 3.1 PROFIL PERUSAHAAN PT Bank Central Asia (BCA) Tbk adalah bank swasta terbesar di Indonesia. Bank ini didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah merupakan bagian penting dari Salim Group. BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada tahun Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini memengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA pada tahun Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada tahun Kemudian pada tahun 2001, setelah dilakukan pertimbangan dari berbagai aspek dan pertemuan pada jajaran direksi. Akhirnya pada tahun 2001, terbentuklah Unit Bisnis Kredit Konsumer yang orientasi bisnisnya dikhususkan untuk Bisnis KPR dan berlangsung hingga saat ini. 36

2 Visi dan Misi Perusahaan Visi dan misi bagi sebuah perusahaan bisa dikatakan sebagai pedoman dan tujuan. Visi adalah gambaran masa depan atau merupakan sebuah impian yang akan dicapai, di masa yang akan datang. Sedangkan misi adalah action dari visi. Misi adalah langkah-langkah apa yang akan dilakukan demi mencapai visi. Visi Bank Central Asia Tbk (BCA) Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Misi Bank Central Asia Tbk (BCA) 1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. 2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate Governance (GCG) yang sangat baik. 3. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak yang berkepentingan (stakeholders) Struktur Organisasi Pengikatan UBKK (Unit Bisnis Kredit Konsumer) Struktur organisasi adalah model atau format dalam bentuk rancangan singkat yang menggambarkan level unit kerja, fungsi, garis, tanggung jawab, dan wewenang organisasi. Manfaat struktur organisasi adalah mempermudah proses pencapaian tujuan dari suatu lembaga, dalam hal ini ialah PT. Bank Central Asia (Persero), Tbk dalam Unit Bisnis Kredit Konsumer (pengikatan) pada khususnya. Dengan adanya struktur organisasi ini dapat diketahui asal kesalahan atau penyimpangan di dalam suatu proses kegiatan.

3 38 Dalam hal ini PT. Bank Central Asia (Persero), Tbk dalam Unit Bisnis Kredit Konsumer (pengikatan) mempunyai struktur organisasi sebagai berikut : Kepala Biro KPR Kepala Urusan Kepala Urusan Pengikatan Staff Staff Aspek Layanan Aspek Layanan Nasabah Nasabah Staff Addendum Staff Operasi Kredit Nasabah PIC Aspek Layanan Nasabah PIC Addendum PIC Operasi Kredit Nasabah Gambar 3.1 Struktur Organisasi Unit Bisnis Kredit Konsumer Tanggung Jawab Utama Struktur organisasi Unit Bisnis Kredit Konsumer di Wisma BCA Pondok Indah beserta tugas dan wewenangnya adalah sebagai berikut : 1 Kepala Biro KPR : Tugas dan wewenang Kepala Biro KPR adalah sebagai berikut : a. Melakukan pengawasan, pengontrolan, dan pengembangan operasional guna untuk mendukung bisnis KPR pada PT. Bank Central Asia.

4 39 b. Bertanggung jawab terhadap kelancaran operasional dan rencana kerja anggaran serta meningkatkan kualitas aktiva produktif. c. Mewakili direksi dalam hal melakukan perbuatan hukum dan lainlain sesuai dengan batas kewenangan. 2. Kepala Urusan Tugas dan wewenang Kepala Urusan adalah sebagai berikut: a. Mengembangkan kegiatan bisnis KPR guna memperoleh keuntungan atau penghasilan yang optimal dan resiko yang dapat di terima. b. Menerima laporan pengajuan KPR yang telah direalisasikan, batal, ataupun tertunda dari Staff c. Memberikan laporan proses bisnis kepada Kepala Biro KPR guna untuk membantu dalam pengambilan keputusan 3. Staff Aspek Layanan Nasabah Tujuan dan wewenang Staff Aspek Layanan Nasabah adalah sebagai berikut: a. Melakukan pengawasan terhadap proses pengajuan KPR yang dikerjakan oleh PIC Aspek Layanan Nasabah b. Memberikan informasi ke PIC Aspek Layanan Nasabah dari Kepala Urusan bilamana ada informasi terbaru menyangkut kewenangan dalam realisasi pengajuan KPR c. Memberikan laporan ke Kepala Urusan mengenai proses realisasi KPR yang sudah terealisasi, batal ataupun tertunda untuk prosesnya. 4. Staff Addendum Tujuan dan wewenang Staff Aspek Layanan Nasabah adalah sebagai

5 40 berikut: a. Melakukan pengawasan terhadap proses pengajuan KPR yang dikerjakan oleh PIC Addendum b. Memberikan informasi ke PIC Addendum dari Kepala Urusan bilamana ada informasi terbaru menyangkut kewenangan dalam realisasi pengajuan KPR c. Memberikan laporan ke Kepala Urusan mengenai proses realisasi KPR yang sudah terealisasi, batal ataupun tertunda untuk prosesnya. 5. Staff Operasi Kredit Nasabah Tujuan dan wewenang Staff Operasi Kredit Nasabah adalah sebagai berikut: a. Melakukan pengawasan terhadap proses pengajuan KPR yang dikerjakan oleh PIC Operasi Kredit Nasabah b. Memberikan informasi ke PIC Operasi Kredit Nasabah dari Kepala Urusan bilamana ada informasi terbaru menyangkut kewenangan dalam realisasi pengajuan KPR c. Memberikan laporan ke Kepala Urusan mengenai proses realisasi KPR yang sudah terealisasi, batal ataupun tertunda untuk prosesnya. 6. PIC Aspek Layanan Nasabah Tujuan dan wewenang PIC Aspek Layanan Nasabah adalah sebagai berikut: a. Memproses pengajuan addendum dari debitur eksisting untuk diajukan ke Staff dan Kepala Urusan untuk mendapat persetujuan atau tidak terhadap pengajuan addendum debitur

6 41 b. Memberikan memo persetujuan untuk dikerjakan oleh PIC Addendum c. Memberikan laporan pengajuan debitur addendum ke Staff Aspek Layanan Nasabah. 7. PIC Addendum Tujuan dan wewenang PIC Addendum adalah sebagai berikut: a. Memproses memo persetujuan dari PIC Aspek Layanan Nasabah menjadi surat persetujuan untuk debitur b. Menghubungi debitur, serta melakukan penjadwalan penandatanganan kembali antara debitur eksisting dengan BCA dan rekanan bca c. Memberikan laporan pengajuan debitur addendum ke Staff Addendum. 8. PIC Operasi Kredit Nasabah Tujuan dan wewenang PIC Operasi Kredit Nasabah adalah sebagai berikut: a. Memproses hasil akad dari PIC Addendum b. Memberikan memo persetujuan untuk dikerjakan oleh PIC Addendum c. Memberikan laporan pengajuan debitur addendum ke Staff Aspek Layanan Nasabah.

7 ANALISA SISTEM BERJALAN Sistem pengelolaan memo persetujuan hingga menjadi SPPK untuk proses pengajuan addendum migrasi suku bunga ataupun ganti jaminan dari debitur setelah dari aspek layanan nasabah yang telah di setujui oleh pemutus ke pengikatan masih menggunakan system manual, dimana pembuatan SPPK addendum untuk perubahan suku bunga atau ganti jaminan masih di ketik menggunakan word, dan juga untuk perhitungan biaya migrasi masih menggunakan bantuan kalkulator dalam perhitungannya. Selain itu, untuk daftar nomor telpon notaris khusus menangani addendum belum terorganisir dengan baik dikarenakan masih tergabung dengan notaris untuk pengajuan KPR baru. Kemudian untuk pembuatan laporan terkait untuk addendum suku bunga ataupun ganti jaminan masih belum terlaporkan dengan baik, dikarenakan pencatatan tanggal akad dan followup masih belum dilakukan secara berkala, melainkan jika memang PIC addendum memliki waktu untuk membuat daftar followup ataupun akad untuk diinput ke excel maka untuk setiap proses addendum suku bunga ataupun ganti jaminan akan diinput, namun jika pengajuan addendum sedang banyak, terkadang PIC tidak melakukan proses penginputan dengan baik untuk laporan follow up ataupun akad yang telah dilakukan.

8 Use Case Sistem Berjalan membuat perubahan suku bunga Aspek layanan nasabah membuat memo perubahan membuat perubahan jaminan Debitur membuat persetujuan perubahan Pemutus menjadwalkan akad kredit perubahan Pengikatan Gambar 3.2 Use Case Sistem Berjalan Tabel 3.1 Keterangan Use Case Membuat perubahan suku bunga Nama Use case Membuat Perubahan suku bunga

9 44 Aktor Debitur Dan Aspek Layanan Nasabah Deskripsi Debitur yang ingin melakukan perubahan suku bunga harus mengisi formulir yang telah disediakan oleh aspek layanan nasabah disertai dengan memberikan foto copi ktp kepada aspek layanan nasabah Tabel 3.2 Keterangan Use Case Membuat perubahan jaminan Nama Use case Membuat perubahan jaminan Aktor Debitur Dan Aspek Layanan Nasabah Deskripsi Debitur yang ingin melakukan perubahan jaminan harus mengisi formulir yang telah disediakan oleh aspek layanan nasabah disertai dengan memberikan foto copi ktp kepada aspek layanan nasabah Tabel 3.3 Keterangan Use Case Membuat memo perubahan Nama Use case Membuat memo perubahan Aktor Aspek Layanan Nasabah dan Pemutus Deskripsi Formulir perubahan data diterima oleh aspek layanan nasabah, setelah itu aspek layanan nasabah membuatkan memo perubahan yang akan di serahkan kebagian

10 45 pemutus Tabel 3.4 Keterangan Use Case Membuat persetujuan perubahan Nama Use case Membuat persetujuan perubahan Aktor Aspek Layanan Nasabah, Pemutus dan Pengikat Deskripsi Memo perubahan yang diberikan oleh aspek layanan nasabah diperiksa oleh pemutus. Pemutus akan memutuskan apakah perubahan tersebut dapat dilaksanakan. Jika memenuhi syarat maka pemutus akan membuatkan persetujuan perubahan. Tabel 3.5 Keterangan Use Case Menjadwalkan akad kredit Nama Use case Menjadwalkan akad kredit perubahan Aktor Pengikatan Deskripsi Setelah persetujuan perubahan di berikan oleh pemutus kepada aspek layanan nasabah dan pengikat. Pengikat

11 46 melakukan follow up menelepon debitur untuk melakukan penjadwalan untuk akad kredit Activity Diagram sistem berjalan 1. Activity Digram sistem berjalan

12 48 act Use Case Model debitur aspek layanan nasabah pemutus pengikat start mengisi formulir perubahan suku bunga / jaminan dan memberikan foto copy ktp menerima formulir dan foto copy membuatkan memo perubahan menerima memo perubahan membuatkan surat perubahan suku bunga / jaminan [Ya] setuju? [tidak] menerima surat perubahan data dan memfolow up ke debitur [Tidak] fork follow up memfollow up ke debitur [Ya] membuatkan jadwal akad end

13 49 Gambar 3.3 Activity Digram perubahan sistem berjalan 3.3 Analisa sistem usulan Usulan ini bersifat mengembangkan sistem yang sudah ada dan disesuaikan dengan kebutuhan. Penjelasan detail perancangan usulan aplikasi ini dapat dilihat sebagai berikut: 1. Use Case sistem usulan

14 50 Input data debitur Admin input data suku bunga <<include>> input data follow up <<include >> <<include>> input data notaris <<include >> Pengikatan Login <<include >> input data adendum jaminan <<include >> Aspek layanan nasabah input data adendum suku bunga <<include >> input data akad notaris <<include>> Pemutus membuat laporan <<include>>

15 51 Gambar 3.4 Use Case Sistem Usulan Tabel Keterangan 3.5 Use Case Login Nama Use case Login Aktor Admin, pengikatan, aspek layanan nasabah, pemutus Deskripsi Seluruh aktor melakukan login terlebih dahulu untuk menjalankan aplikasi adendum Tabel Keterangan 3.6 Use Case Tambah, edit, dan hapus data debitur Nama Use case Tambah, edit, dan hapus data debitur Aktor Admin Deskripsi Data pengajuan debitur diinput oleh admin Tabel Keterangan 3.7 Use Case Tambah, edit, dan hapus data suku bunga Nama Use case Tambah, edit, dan hapus data suku bunga Aktor Admin Deskripsi Data suku bunga migrasi terbaru diinput oleh admin Tabel Keterangan 3.8 Use Case Tambah, edit, dan hapus data notaris Nama Use case Tambah, edit, dan hapus data notaris

16 52 Aktor Admin Deskripsi Data alamat atau nomor telpon kantor terbaru diinput oleh admin Tabel Keterangan 3.9 Use Case Tambah, edit, dan hapus data Follow Up Nama Use case Tambah, edit, dan hapus data Follow Up Aktor Admin, Pengikatan Deskripsi Data follow up debitur dapat diinput oleh admin, namun dapat juga diberikan akses ke pengikatan untuk menambahkan data follow up debitur Tabel Keterangan 3.10 Use Case adendum jaminan Nama Use case Use Case adendum jaminan Aktor Admin, aspek layanan nasabah, pemutus Deskripsi Admin dapat menambahakan data addendum jaminan, kemudian memberikan akses ke aspek layanan nasabah untuk membuat data tersebut, kemudian disetujui atau ditolak pengajuannya tersebut oleh pemutus.

17 53 Tabel Keterangan 3.11 Use Case addendum suku bunga Nama Use case Use Case adendum suku bunga Aktor Admin, aspek layanan nasabah, pemutus Deskripsi Admin dapat menambahakan data addendum suku bunga, kemudian memberikan akses ke aspek layanan nasabah untuk membuat data tersebut, kemudian disetujui atau ditolak pengajuannya tersebut oleh pemutus. Tabel Keterangan 3.12 Use Case akad notaris Nama Use case Use Case akad notaries Aktor Admin, pengikatan Deskripsi Admin dapat menambahakan data akad notaris, kemudian memberikan akses ke pengikatan untuk membuat data tersebut.

18 54 2. Activity Diagram sistem usulan a. Activity Diagram Sistem Usulan Debitur

19 55 Gambar 3.5 Activity Diagram Sistem Usulan Debitur

20 56 b. Activity Diagram Sistem Usulan Suku Bunga

21 57 Gambar 3.6 Activity Diagram Sistem Usulan Suku Bunga c. Activity Digram Sistem Usulan

22 58

23 59 Gambar 3.7 Activity Diagram Sistem Usulan d. Activity Diagram Sistem Usulan User

24 60 Gambar 3.8 Activity Diagram Sistem Usulan User 3. Sequence Diagram login sd Use Case Model Tampilan menu login form login login menu utama admin masuk masukkan username dan password validasi cek Login Gagal login berhasil Gambar 3.9 Sequence Diagram login 4. Sequence Diagram Suku Bunga

25 61 sd Use Case Model menu suku bunga data suku bunga form suku bunga suku bunga admin pilih suku bunga Lihat buka input bulan dan suku bunga simpan validasi display() Gambar 3.10 Sequence Diagram suku bunga 5. Class Diagram sistem usulan

26 62

27 63 Gambar 3.11 Class Diagram Sistem Usulan 3.4 PERANCANGAN DATABASE Struktur Tabel Perancangan struktur data pada aplikasi yang menggunakan database sangat penting karena struktur data merupakan tahap perancangan dari tabel-tabel yang ada pada database. Tabel-tabel yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah sebagai berikut: Nama Tabel : user Field Kunci : Username Tabel 3.1 Tabel User No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Username * Varchar 11 Username 2 nama_user Varchar 7 Nama user 3 password Text 50 Password 4 level Varchar 11 Level Nama Tabel : adendum_suku_bunga Field Kunci : kd_adendum Tabel 3.2 Tabel Adendum Suku Bunga No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_adendum * Varchar 11 Kode adendum 2 Kd_suku_bunga ** Varchar 11 Kode Suku bunga 3 No_pk ** Text 3 No perjanjian kredit awal 4 Biaya_migrasi Decimal 11,2 Biaya Migrasi 5 Biaya_pinalti Decimal 11,2 Biaya Pinalis 6 Angsuran_lama Decimal 11,2 Angsuran Lama 7 Angsuran_baru Decimal 11,2 Angsuran Baru

28 64 8 Status Text 50 Status 9 Tgl_buat Date Tgl surat dibuat 10 Tgl_berlaku Date Tgl berlaku perubahan 11 Disetujui_oleh Varchar 50 Disetujui Nama Tabel : adendum_jaminan Field Kunci : kd_adendum Tabel 3.3 Tabel Adendum Jaminan No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_adendum_jam * Varchar 25 Kode Adendum 2 No_pk ** Varchar 2 No PK 3 Jaminan_lama Decimal 11,2 Jaminan Lama 4 Jaminan_baru Decimal 11,2 Jaminan Baru 5 Status Text 50 Status 6 Tgl_berlaku Date Tgl berlaku perubahan 7 Biaya_migrasi Decimal 11,2 Biaya migrasi 8 Biaya_pinalti Decimal 11,2 Biaya pinalti 9 Disetujui_oleh Varchar 20 Disetujui_oleh 10 Tgl_buat Date Tanggal Buat Nama Tabel : debitur Field Kunci : no_pk Tabel 3.4 Tabel Debitur No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 No_pk * Varchar 7 Nomor Perjanjian Kontrak 2 No_rek Varchar 12 Nomor Rekening 3 Nama_debitur Varchar 100 Nama Debitur 4 Jenis_kredit Varchar 50 Jenis kredit

29 65 5 Jangka_waktu Varchar 2 Jangka waktu peminjaman 6 Jaminan Text Jaminan debitur 7 Outstanding Decimal 11,2 Nilai Outstanding Jaminan 8 Angsuran Decimal 11,2 Nilai angsuran debitur Nama Tabel : notaris Field Kunci : kd_notaris Tabel 3.5 Tabel No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_notaris * Int 4 Kode notaris 2 Nama_notaris Varchar 100 Nama 3 Alamat Text Alamat 4 No_telp Varchar 15 Nomor Telepon Nama Tabel : suku_bunga Field Kunci : kd_suku_bunga Tabel 3.6 Tabel Suku Bunga No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_suku_bunga * Varchar 4 Kode Suku Bunga 2 Bulan Varchar 10 Bulan 3 Nilai Decimal 5,2 Nilai Suku bunga 4 Jenis Kredit Varchar 20 Jenis Kredit Nama Tabel : syarat Tabel 3.7 Tabel Syarat

30 66 Field Kunci : kd_syarat No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_syarat * Int 4 Kode Syarat 2 Syarat Text Syarat 3 Kd_adendum ** Varchar 50 Kode adendum 3 Kd_adendum_jam ** Varchar 50 Kode addendum jaminan Nama Tabel : follow_up Field Kunci : kd_follow Tabel 3.8 Tabel Follow Up No Nama Tipe Data Panjang Keterangan 1 Kd_follow * Int 4 Kode follow up 2 tanggal date Tanggal follow up 3 Jam Time Jam follow up 4 Keterangan Text Keterangan follow up 5 Kd_adendum ** Varchar 50 Kode addendum 6 Kd_adendum_jam** Kode addendum jaminan 7 Username ** Varchar 20 username Struktur Tampilan Layar 1. Tampilan Layar Admin

31 67 Admin Master Transaksi Laporan Debitur Request Adendum Suku Bunga Adendum Suku Bunga Suku Bunga Request Adendum Jaminan Adendum Jaminan Akad User Follow Up Follow Up Gambar 3.12 Tampilan Layar Admin Rancangan Layar Sistem 1. Rancangan layar Halaman Login Gambar Sign In Username : Password : Sign In Gambar 3.13 Tampilan Layar Halaman Login

32 68 2. Rancangan layar debitur LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Debitur Nama Debitur Jangka Waktu Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete LAPORAN Gambar 3.14 Tampilan Layar Debitur 3. Rancangan layar Suku bunga LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Debitur Nama Debitur Jangka Waktu Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete LAPORAN

33 69 4. Rancangan layar Gambar 3.15 Tampilan Layar Suku Bunga LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Nama Nomor Telpon Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Gambar 3.16 Tampilan Layar 5. Rancangan layar User LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah User Username Nama User Level Aksi Xxxxxx xxxxxxxxxx xxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan

34 70 Gambar 3.17 Tampilan Layar User 6. Rancangan layar Adendum Suku Bunga LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Kode Addendum Nama Debitur Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Gambar 3.18 Tampilan Layar Adendum Suku Bunga 7. Rancangan layar Adendum Jaminan LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Kode Addendum Nama Debitur Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan

35 71 Gambar 3.19 Tampilan Layar Adendum Jaminan 8. Rancang layar Akad LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Nama Nomor Telpon Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Gambar 3.20 Tampilan Layar Akad 9. Rancang layar Follow Up LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Nama Menu Tambah Followup Kode Addendum Nama Debitur Aksi xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx Edit Delete Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN

36 Rancang layar semua laporan Gambar 3.21 Tampilan Layar Followup LOGO xxxxxxxx Logout MASTER Nama Menu Debitur Suku Bunga User TRANSAKSI Tanggal awal xxxxxxxxx Tanggal Selesai xxxx Adendum Suku Bunga Cetak Adendum Jaminan Follow Up LAPORAN Adendum Suku Bunga Adendum Jaminan Gambar 3.22 Tampilan layar semua laporan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisa Sistem Hasil penentuan jarak terdekat akan menjadi sebuah pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan jalur yang akan ditempuh. Perangkat

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam Sistem Informasi Lokasi Yang Terkena Dampak Bencana Gunung Sinabung

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Stasiun Kereta Api Pondok Ranji adalah stasiun kereta api yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun ini juga merupakan stasiun paling

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi Organisasi merupakan wadah serta proses kerjasama sejumlah manusia yang terikat hubungan formal dalam rangkaian hirearki untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam Sistem Informasi Tentang Pakaian Adat Dalam Pernikahan. Adapun

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi Perusahaan besar biasanya memiliki suatu bidang atau divisi yang menangani banyak hal yang berkaitan dengan personil perusahaan, maka pada

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Dalam analisa sistem yang sedang berjalan merupakan pengkajian dan penentuan dari sistem yang sedang berjalan atau sistem yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkembangan dunia bisnis yang ada pada saat ini terutama nasabah perkreditan, dimana tiap-tiap nasabah selalu memiliki system masing-masing dalam

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SYSTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SYSTEM 24 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SYSTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Braling Indo sebagai adalah perusahaan jasa outsourcing dan Badan Usaha Penyaluran Jasa merupakan mitra perusahaan yang memberikan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 31 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi Dalam analisa dan perancangan sistem, tinjauan organisasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejarah perusahaan dari mulai berdirinya suatu

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan PT. Data Citra Mandiri merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Erajaya Group Of Companies Tbk yang bergerak dibidang retail penjualan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN. sistem yang akan dirancang, evaluasi pada masalah yang ada adalah : informasi lokasi SMU dan SMK di kota medan.

BAB III ANALISA DAN DESAIN. sistem yang akan dirancang, evaluasi pada masalah yang ada adalah : informasi lokasi SMU dan SMK di kota medan. BAB III ANALISA DAN DESAIN III.1. Analisis Masalah Pada tahap analisis ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai masalah yang ada guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan pada sistem yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN UJI COBA BAB III ANALISIS DAN UJI COBA III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi sistem informasi geografis lokasi toko pancing di kota Medan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Saat ini pengolahan dana kas kecil pada Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Medan tidak dilakukan dengan baik, sehingga menyebabkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.2 SEJARAH RUMAH HIJAU PT. PRIMA ANDRIYANI LESTARI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.2 SEJARAH RUMAH HIJAU PT. PRIMA ANDRIYANI LESTARI 39 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 TINJAUAN ORGANISASI Organisasi adalah suatu sistem yang paling berpengaruh, mempengaruhi diantara orang dalam kelompok berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Adanya kegiatan perkreditan pada merupakan salah satu keuntungan bagi pihak penyedia kredit juga pada nasabah. Dalam perkreditan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 46 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Perusahaan Batalion Barbershop adalah salah satu usaha jasa perawatan rambut yang berada di Jakarta Selatan. Batalion Barbershop merupakan usaha yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 29 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Kasus Pada usaha yang bergerak di bidang jasa khususnya jasa laundry dan dry cleaning, masih banyak yang melakukan aktifitas atau transaksi penerimaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah yang dihadapi saat ini yaitu dalam hal pencatatan Laporan Pinjaman KUR masih dilakukan secara semi komputerisasi. Sehingga pengolahan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi Dalam hal ini tinjauan organisasi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui tentang sejarah organisasi sejak dari awal pendiriannya hingga sekarang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Obejek Penelitian 3.1.1 Sejarah Agen Agen AHS Sabna merupakan tempat untuk melakukan isi ulang air mineral resmi dari brand aqua, selain galon AHS Sabna juga

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Organisasi 3.1.1 Bimbingan Belajar Mangoes Bimbel Mangoes merupakan sebuah tempat bimbingan belajar untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan matematika.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 30 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem ng Sedang Berjalan Adapun analisa sistem yang sedang berjalan saat ini meliputi analisa input, analisa proses dan analisa output yang akan dijelaskan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran umum Pemesanan tiket bus adalah tempat untuk membantu masyarakat yang ingin melakukan pemesanan tiket yang efektif, yang di dalamnya terdapat banyak

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Sebuah sistem informasi dapat efektif jika sistem tersebut dapat memberikan gambaran secara detail dari karakteristik informasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Gambaran Umum Tujuan dari Membuat aplikasi Sistem Informasi Monitoring SP2d dan SPM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Gambaran Umum Tujuan dari Membuat aplikasi Sistem Informasi Monitoring SP2d dan SPM 30 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Gambaran Umum Tujuan dari Membuat aplikasi Sistem Informasi Monitoring SP2d dan SPM berbasis Web dilingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 40 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem ng Sedang Berjalan III.1.1 Formulir Input Bentuk yang digunakan PT. PS Maju Bersama, sebagai dasar Sistem Informasi Stok Barang yaitu berupa Daftar

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 38 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem yang sedang berjalan PT. Infomedia Nusantara merupakan sebuah perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan diri di bidang media penerbitan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Gambaran Umum Organisasi adalah tempat dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama, secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 34 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah singkat Kantor Pelayanan Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Pademangan sebelumnya bernama kantor Pelayanan Pajak Jakarta Pademangan. Perubahan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perkreditan adalah penyedia uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4.1: Use Case Diagram Plafon Mingguan. Tabel 4.1: Deskripsi Use Case Diagram Plafon Mingguan

BAB IV PERANCANGAN. Gambar 4.1: Use Case Diagram Plafon Mingguan. Tabel 4.1: Deskripsi Use Case Diagram Plafon Mingguan 42 BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Sistem Usulan Berdasarkan analisa permasalahan yang terjadi di PT PLN (Persero) Distribusi Banten, penulis mengusulkan perancangan sistem untuk menangani masalah terebut.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliranaliran

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 KPPU dan Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) adalah Lembaga Independent yang dibentuk

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Sistem informasi pengolahan petty cash yang berjalan saat ini di PT. Langkat Nusantara Kepong dapat memberikan hasil yang cukup akurat, namun dari

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Analisa sistem sangat berguna untuk mengetahui gambaran umum mengenai Sistem Informasi Geografis letak SD Negeri di kecamatan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Analisa sistem sangat berguna untuk mengetahui gambaran umum mengenai sistem informasi geografis lokasi supermarket Irian di

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan dan untuk mempelajari sistem yang ada, diperlukan suatu penggambaran aliran-aliran informasi dari

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam knowledge management system tentang jasa export dan import yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Pada Saat Ini Pada bab ini akan dibahas mengenai Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Alokasi Dana Bos Pada SD Negeri 060944 Medan yang meliputi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Hal ini tentu menjadi masalah bagi bagian inventory dalam pengolahan persediaan akhir stok ATK, diantaranya sulit memasukan data pembelian dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Pembuatan Sistem Informasi Akuntansi Terkomputerisasi Pada Perusahaan Jasa yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem yang sedang berjalan Dalam pembahasan analisa sistem yang berjalan diperusahaan CV. Bina Sarana Mandiri sudah terkomputerisasi tetapi belum maksimal

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam sistem informasi akuntansi pengaruh biaya pengolahan limbah industri

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan tahapan awal dalam membuat aplikasi web.

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem merupakan tahapan awal dalam membuat aplikasi web. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan tahapan awal dalam membuat aplikasi web. Pada tahapan ini yaitu membuat analisis aplikasi yang dibutuhkan oleh Sistem

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah-masalah yang sering dihadapi oleh Kantor SAR Banda Aceh adalah kesulitan dalam mengolah dan mencatat penerimaan dan pengeluaran kas yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem informasi akuntansi gaji karyawan harian lepas pada PT. Daeng Mas Inti Perkasa yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Proses persediaan pompa yang sedang berjalan masih bersifat manual, banyaknya kendala yang terdapat pada penginformasian melalui daftar

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Adapun analisa masalah sebelum dirancang pada sistem informasi akuntansi pendapatan dan biaya jasa penyimpanan barang Coldstorage pada PT. Expravet

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 38 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Seperti langkah-langkah yang dilakukan pada salah satu model proses rekayasa perangkat lunak yaitu model waterfall, maka pada bab ini akan dibahas tentang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 TINJAUAN ORGANISASI 3.1.1 PT. BENGKEL YAMAHA SURYA BUANA Bengkel Yamaha Surya Buana merupakan sebuah tempat untuk Dealer serta bengkel Resmi dari Yamaha, Surya Buana

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Analisa masalah yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi Sistem Informasi Geografis Lokasi Support Center Resmi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Report Passanger dilakukan guna mengetahui masalah-masalah yang terkait didalam knowledge management system tentang layanan Report Passanger yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem yang Berjalan Proses perhitungan laba yang sedang berjalan masih bersifat manual, banyaknya kendala yang terdapat pada penginformasian transaksi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisis Masalah Tahap analisis masalah ini bertujuan untuk mencari informasi mengenai sistem yang lama guna mendapatkan bahan evaluasi untuk pengembangan pada

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Sistem yang saat ini sedang berjalan di PT. Sriwidjaja dalam hal pengolahan penjualan pupuk masih dilakukan dengan menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Untuk memudahkan pembuatan aplikasi sistem pakar berbasis website, maka akan dibuat model menggunakan UML (Unified Modeling Language). Perlu diketahui metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 26 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Profil Perusahaan PT. J.CO Donuts and Coffee didirikan oleh Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon yang sukses. Tidak kurang dari

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Berjalan Didalam sistem yang sedang berjalan saat ini informasi masih sangat sederhana berikut analisa yang penulis temukan III.1.1. Analisa Input

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Pada bagian administrasi, pengolahan data tersebut diawali dari data order kertas ke bagian administrasi dengan mencatat data order

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DISAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DISAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DISAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem yang Sedang Berjalan Berdasarkan hasil dari pengamatan-pengamatan terhadap data di kantor dan secara langsung di lapangan yang dilakukan oleh penulis,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan PT.KENCANA CEMERLANG SUKSES ABADI ini adalah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak dibidang penjualan sepeda

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Pada bagian ini, penulis memaparkan tentang analisa sistem berjalan pada perusahaan mulai dari analisa dokumen yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Tinjauan Organisasi 3.1.1 Sejarah Yayasan Pijar Indah Yayasan Pijar Indah adalah sebuah yayasan yang bergerak dibidang penyaluran pekerja rumah tangga, sejak

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisa Sistem Aplikasi ini dibuat berbasis web untuk mendukung aplikasi pencari jasa laundry, dimana aplikasi ini digunakan oleh user admin dan user laundry.

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Adapun analisa sistem yang sedang berjalan dalam saat ini adalah sebagai berikut : III.1.1. Input Adapun yang menjadi inputan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 41 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bagian ini, penulis memaparkan tentang analisis sistem yang berjalan pada sekolah valentine mulai dari analisa dokumen,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Sistem yang berjalan pada CV. Baritama Guna Sejahtera saat ini masih menggunakan sistem manual, semua kegiatan yang berhubungan

Lebih terperinci

BAB IV RANCANGAN SISTEM

BAB IV RANCANGAN SISTEM : BAB IV RANCANGAN SISTEM 4.1. Use Case Diagram 4.1.1. Use Case Master Gambar 4.1. Use Case Diagram Master 4.1.2. Use Case Transaksi Gambar 4.2. Use Case Transaksi : 4.1.3. Use Case Laporan Use Case Laporan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM 23 BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Adapun analisa sistem yang sedang berjalan dalam penyusutan inventaris kantor pada Kantor Distrik Navigasi Kelas 1 Belawan

Lebih terperinci

Analisis Sistem Pengendalian Intern atas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah. (Studi Kasus pada PT. Bank Central Asia, Tbk Cabang Tulungagung) Oleh:

Analisis Sistem Pengendalian Intern atas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah. (Studi Kasus pada PT. Bank Central Asia, Tbk Cabang Tulungagung) Oleh: Analisis Sistem Pengendalian Intern atas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah (Studi Kasus pada PT. Bank Central Asia, Tbk Cabang Tulungagung) Oleh: Rizka Maulidhia Enanto (0610233175) Dosen Pembimbing: Lutfi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah PT. BPR Mitra Dana Madani Medan didirikan untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang. Pendapatan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem yang Berjalan Proses yang sedang berjalan dalam penginformasian data akuntansi masih bersifat manual, banyaknya kendala yang terdapat pada penginformasian

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Sistem Yang Sedang Digunakan Sistem yang digunakan saat ini pada PT. Media Medan Pers adalah sistem yang dapat dikatakan masih manual, yang saat ini bergerak

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Objek Penelitian 3.1.1 Sejarah Singkat Perumahan Base Camp Perumahan Base Camp merupakan salah satu perumahan yang berada di wilayah kelurahan Jurumudi Baru,

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM ` BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada fase pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kelebihan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Tinjauan Organisasi Organisasi adalah suatu sistem yang paling berpengaruh, mempengaruhi diantara orang dalam kelompok berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada ng berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa kanker

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Sejarah perusahaan dan struktur organisasi 3.1.1 Sejarah Bank Sampah Mandiri 11 Bank sampah mandiri 11 adalah sebuah organisasi di bidang pengelolaan sampah

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 25 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisa Sistem Berjalan Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, untuk merancang suatu aplikasi yang baik diperlukan beberapa persiapan seperti

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bonus Berdasarkan Penilaian Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom, Tbk Medan Dengan Metode

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 1.1. Identifikasi Masalah Dari hasil wawancara dengan Tim Aset dan Tim Pengadaan Divisi TI Bank Indonesia, penulis mendapatkan beberapa masalah pada tata cara pencatatan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sistem tersebut, maka perlu diketahui bagaimana sistem yang sedang berjalan pada perusahaan.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Sejarah Umum PT. Topo Isano Motor Pada hari selasa tanggal 9 Mei 2000 berdiri lah suatu perseroan terbatas yaitu PT Topo Isano Motor yang bertempat di Tangerang

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 40 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Letak Universitas Di Kota Medan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisis Sistem yang Berjalan Sistem yang sedang berjalan belum tersedia sistem informasi yang berbasis komputer atau dengan kata lain masih dengan cara manual.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Pengolahan Aktiva Tetap Pada CV. Jaya Agung yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Masalah Bab ini di jelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang di usulkan dari sistem yang ada pada Apotek Kimia Farma. Analisis yang penulis lakukan

Lebih terperinci