Analisis Kepuasan Pelanggan pada Produk Tepung Ketan Merk Rose Brand PT Sungai Budi Jakarta

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Analisis Kepuasan Pelanggan pada Produk Tepung Ketan Merk Rose Brand PT Sungai Budi Jakarta"

Transkripsi

1 Analisis Kepuasan Pelanggan pada Produk Tepung Ketan Merk Rose Brand PT Sungai Budi Jakarta Hernama Johan Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya o. 00 Depok Fakultas Ekonomi, Universitas Bunda Mulia Jakarta Abstrak Persaingan bisnis dewasa ini menuntut para pelaku bisnis untuk dapat memuaskan konsumen mereka. Untuk dapat memuaskan konsumen perusahaan perlu menganalisis indikator kepuasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, indikator kepuasan yang perlu diperhatikan oleh manajemen PT Sungai Budi Jakarta adalah indikator wangi/harum, lebih kering, dan dapat digunakan untuk berbagai macam kue. Pada ke tiga indikator ini konsumen merasa bahwa produk tepung ketan Rose Brand kurang memuaskan, sehingga perlu adanya perubahan agar konsumen puas, sedangkan pada indikator hiegenis dan kualitas pada produk sama, pihak manajemen perlu mempertahankannya dan bila perlu terus ditingkatkan. Kata Kunci : kepuasan, kualiitas produk, persepsi, harapan PEDAHULUA Dewasa ini persaingan bisnis semakin ketat. Untuk dapat bertahan perusahaan perlu merencanakan strategi pemasarannya. Hal yang mendasar strategi pemasaran adalah pemahaman tentang konsep pemasaran, dimana kepuasan konsumen adalah titik sentralnya. Kepuasan terkait dengan kualitas produk atau jasa. Jadi untuk dapat bertahan dan mencapai tujuan perusahaan yang bersifat umum yaitu laba maka perusahaan perlu memperhatikan kualitas produk atau jasanya agar konsumen merasa puas, jadi disini nilai kualitas dipandang dari sisi puas atau tidaknya konsumen. Memuaskan konsumen tidaklah mudah, karena bersifat relatif, untuk itu maka perlulah manajemen memahami konsumennya. Dalam literatur pemasaran agar dapat memahami konsumen biasanya manajemen perlu membuat suatu apa yang disebut dengan pemasaran sasaran. Pada penelitian ini pembahasan hanya dibatasi pada kepuasan konsumen saja. Kepuasan bersifat relatif karena itu maka tolak ukur kualitas menurut konsumen pun bisa berbeda-beda, tetapi disisi lain manajemen perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang terkandung produk yang dapat memuaskan konsumen, agar konsumen tetap setia membeli produk yang dihasilkan perusahaan. Berdasarkan hal tersebut di atas maka pokok masalah penelitian ini adalah:. Apakah konsumen puas dengan produk tepung ketan yang dihasilkan oleh PT. Sungai Budi Jakarta?. Faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi kepuasan konsumen?. Bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi kepuasan konsumen? KERAGKA TEORI Kepuasan Pelanggan Pelanggan yang puas adalah pelanggan yang merasa mendapatkan nilai dari seorang pemasok, produsen atau penyedia jasa. ilai bagi pelanggan adalah produk berkualitas, maka kepuasan terjadi saat pelanggan mendapatkan produk yang berkualitas (Irawan, 006,). Kepuasan pelanggan juga sangat bergantung pada harapan pelanggan, oleh karena itu pengetahuan HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 79

2 tentang kepuasan pelanggan harus disertai oleh pengetahuan akan harapan pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh persepsi pelanggan tentang jasa atau produk yang memenuhi kebutuhan mereka. Ada lima faktor yang mendorong kepuasan pelanggan, yaitu kualitas produk, harga, pelayanan, emosional, dan kemudahan. Pelanggan akan merasakan kepuasan apabila produk yang dibeli dan digunakan memiliki kualitas yang baik. Dalam hal kualitas, produk memiliki 6 elemen global yang sering digunakan yaitu kinerja, reliabilitas, fitur, daya tahan, conformance, dan desain. Bagi konsumen yang sensitif terhadap harga, harga yang murah memberikan kontribusi yang besar, karena mendapatkan nilai dari harga. Tapi bagi konsumen yang tidak sensitif terhadap harga, harga murah tidak begitu berpengaruh, sehingga elemen ini cenderung stabil pandangan konsumen. Elemen kualitas pelayanan tergantung pada tiga hal, yaitu sistem, teknologi, dan manusia. Faktor manusia memegang peranan yang sangat besar. Kualitas pelayanan biasanya sulit sekali ditiru oleh perusahaan lain karena membutuhkan proses pembentukan yang lama mulai dari sikap dan perilaku yang seiring dengan perusahaan yang melakukannya. Elemen emosional berhubungan dengan kesan merek. Kepuasan pelanggan berkaitan dengan kesan merek, dimana produk yang memiliki kesan merek yang baik membuat pelanggan cenderung puas, demikian juga sebaliknya. Elemen kemudahan berhubungan dengan kemudahaan mendapatkan barang tersebut. Konsumen merasa sangat puas apabila barang atau jasa yang dicari mudah didapatkan, nyaman, efisien mendapatkannya Dimensi Kualitas Produk Dimensi kualitas produk yang sering digunakan ada 6, yaitu kinerja, reliabilitas, fitur, daya tahan, conformance, dan desain. Kinerja merupakan dimensi yang paling mendasar dan berhubungan dengan fungsi utama dari suatu produk. Konsumen akan sangat kecewa apabila harapan mereka terhadap dimensi ini tidak terpenuhi. Kinerja setiap produk bisa berlainan, tergantung dari nilai fungsional yang dijanjikan oleh perusahaan. Dimensi kinerja dan reliabilitas sepintas terlihat mirip, tetapi mempunyai perbedaan yang jelas. Produk dikatakan mempunyai kinerja yang baik apabila produk tersebut mampu bekerja sesuai yang diinginkan. Produk tersebut dikatakan sebagai produk yang mempunyai reliabilitas yang baik apabila mempunyai kegunaan selama pemakaian. Fitur dapat dikatakan sebagai aspek sekunder. Fitur adalah varian produk. Perkembangan fitur hampir tidak ada batasnya sejalan dengan perkembangan teknologi, maka fitur menjadi target produsen untuk berinovasi upaya memuaskan pelanggan. Daya tahan lama menunjukkan suatu pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu. Produk disebut mempunyai daya tahan lama kalau sudah banyak digunakan atau sudah lama sekali digunakan. Daya tahan produk dilihat dari daya tahan secara teknis dan daya tahan secara waktu dengan memperhatikan aspek kesehatan. Dimensi conformance menunjukkan seberapa jauh produk dapat menyamai standar atau spesifikasi tertentu. Produk yang mempunyai conformance yang tinggi, berarti produknya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Salah satu aspek conformance adalah konsistensi. Dimensi desain adalah dimensi yang unik. Dimensi ini banyak menawarkan aspek emosional memengaruhi kepuasan pelanggan. Irawan (00, 00), cenderung memasukkan dimensi desain sebagai penggerak kepuasan pelanggan yang lain, yaitu faktor emosional. Model kualitas produk dapat dilihat pada Gambar, sedangkan model kepuasan konsumen dapat dilihat pada Gambar. 80 JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

3 Komunikasi dari mulut ke mulut Kebutuhan Pribadi Pengalaman Masa lalu Produk yang Diharapkan Kesenjangan Konsumen Produk yang Dialami Pemasar Kesenjangan Penyampaian produk Kesenjangan Komunikasi Eksternal ke Pelanggan Kesenjangan Penerjemahan Menjadi Spesifikasi Kualitas Produk Kesenjangan Manajemen tentang Konsumen Gambar. Kualitas produk Sumber : Irawan (00) Faktor emosional kualitas harga Kepuasaan pelanggan harga kemudahan Gambar. Kepuasaan konsumen Sumber : Irawan (00) METODOLOGI PEELITIA Data dan Variabel Data yang digunakan adalah data primer dengan variabel tingkat kepuasan. Tingkat kepuasan diukur menggunakan skala Likert, dengan lima () kategori, seperti yang ditunjukkan Tabel (Supranto, 997). Skala Likert diperlakukan sebagai suatu skala ordinal (Cooper dan Emory, 996). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Tabel. Kategori skala Likert Tingkat Kepuasan. Sangat Puas/Penting/. Puas/Penting/. etral. Tidak Puas/Penting/. Puas/ Penting/ ilai HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 8

4 Metode sampling yang digunakan adalah pemilihan sampel secara acak. Untuk menentukan besarnya sampel maka digunakan tabel Krejcie dengan kesalahan % (Sugiyono, 00). Menggunakan tabel Krejcie, sample minimum yang harus digunakan adalah 97 responden bila jumlah populasi sebesar 0 orang. Jadi, untuk memudahkan perhitungan sampel yang digunakan penelitian ini berjumlah 00 responden. Metode Analisis Analisis data dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama adalah analisis tingkat kepentingan-kinerja. Tahap ana-lisis data berikutnya adalah pengujian hipotesis. Analisis Kinerja-Tingkat Kepentingan Analisis tingkat kepentingan dan kinerja ialah suatu analisis yang bisa menun-jukkan atribut yang dianggap penting oleh pelanggan akan tetapi kurang mendapatkan perhatian dari pimpinan, kinerja menjadi kurang baik sehingga pelanggan menjadi tidak puas (Supranto, 00). Prosedur penentuannya adalah dengan mencari skor ratarata tingkat pelaksanaan dan tingkat kepentingan setiap dimensi faktor yang memengaruhi kepuasan. Hasil perhitungan nilai rata tingkat pelaksanaan X, atau tingkat kepuasan pelanggan terhadap setiap dimensi faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan, dikatakan baik bila rata jawaban yang diperoleh berkisar antara,, dan dikatakan tidak baik bila nilai ratarata yang diperoleh antara,6, (Supranto, 00). Diagram kartesius dapat digunakan untuk menunjukkan atribut yang dianggap penting oleh pelanggan, akan tetapi kurang mendapat perhatian dari pimpinan/manajemen. Diagram ini terdiri dari suatu bangun yang dibagi atas bagian yang dibatasi oleh dua garis yang memotong tegak lurus pada titik skor rata seluruh faktor dan skor rata dari seluruh faktor kepentingan pelanggan. Tabel. Pengukuran Dimensi Produk Variabel Dimensi Indikator-Indikator Kinerja - Gurih Produk (Fungsi utama) Reabilitas (Keandalan) - Wangi - Lebih kering - Lebih putih - Dapat digunakan untuk berbagai macam kue. Fitur (Banyaknya macam tepung) Daya tahan lama - Tidak cepat basi Conformance (Standar) Desain (Pembungkus) - Kemasan sesuai dengan kebutuhan konsumen - Tanpa bahan pengawet - Kualitas pada setiap produk sama - Pembungkus menarik Pengujian Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah : Ho: Pelanggan tidak merasa puas terhadap produk tepung ketan Rose Brand Ha: Pelanggan merasa puas terhadap produk tepung ketan Rose Brand Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini menggunakan metode Khi Kuadrat. Tujuan menggunakan metode Khi Kuadrat adalah untuk melihat hubungan antar variabel. 8 JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

5 Koefisien Kontingensi Koefisiensi kontingensi digunakan untuk menghitung hubungan antar variabel. Teknik ini mempunyai kaitan erat dengan khi kuadrat. Oleh karena itu rumus yang digunakan mengandung nilai khi kuadrat (Sugiyono, 00). PEMBAHASA Data Karakteristik Responden Karakteristik responden dilihat dari umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tujuan pemeblian produk. Responden terbanyak memiliki umur -0 tahun, wanita sebanyak 80%, tingkat pendidikan tertinggi SMU (%), pekerjaan ibu rumah tangga, dan tujuan pembelian produk untuk usaha. Umur Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Tujuan Pembelian Produk -0 tahun -0 tahun -0 tahun -0 tahun -6 tahun Pria Wanita Tabel. Karakteristik responden SD SMP SMU/SMK Akademi/Diploma Sarjana (S/S/S) Pegawai egeri Pegawai Swasta Pengusaha Pelajar/Mahasiswa Ibu Rumah Tangga Untuk rumah tangga Untuk usaha Total Total Total Total Total 00 Frekuensi Jumlah Persentase 0 0,0,0,0 7 7,0,0 0,0 80,0,0,0 7,0 0,0 7,0 0,0 8,0 6,0 8,0 8,0 0,0 90,0 Analisis Kesenjangan terhadap Kualitas Produk dan Tingkat Konsumen ilai kesenjangan diperoleh dengan cara mengurangkan nilai ratarata kualitas produk dengan nilai harapan konsumen. ilai rata bobot diperoleh dari bobot dibagi dengan jumlah responden. Selisih nilai yang rendah menunjukkan tingkat kepuasan konsumen yang tinggi, sedangkan selisih nilai yang tinggi menunjukkan tingkat kepuasan konsumen yang rendah. Tabel menunjukkan selisih nilai terendah ada pada indikator (gurih) dengan nilai 0,0. Angka ini menunjukkan bahwa rasa gurih sesuai dengan harapan setiap konsumen yang menggunakan tepung ketan Rose Brand. Sedangkan selisih nilai tertinggi ada pada indikator (wangi/harum) dengan nilai 0,. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa tidak puas dengan wangi/harum produk, dengan demikian perlu ditingkatkan lagi. HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 8

6 Tabel. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi kinerja Indikator Kualitas Produk TS STS Total SP P Konsumen TP STP Total Ratarata Ratarata GAP , ,6 0, ,78 6, 0, Hasil perhitungan persepsi dan harapan reliabilitas ditunjukkan oleh Tabel. Selisih nilai terendah untuk dimensi reliabilitas ada pada indikator (warna putih tepung) dengan nilai 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah merasa puas dengan warna putih tepung. Sedangkan selisih nilai tertinggi ada pada indikator (kegunaan) dengan nilai 0,8. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen mempersepsikan tepung ketan Rose Brand tidak dapat digunakan untuk berbagai macam kue. Tabel. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi reliabilitas Indikator Kualitas Produk TS STS Total Rata SP P Konsumen TP STP Tota l Rata GAP ,6 7 0,0-0, , ,76-0, ,87 0, -0,8 Tabel menunjukkan perhitungan selisih nilai persepsi dengan harapan konsumen akan fitur produk. Hasil menunjukkan bahwa indikator 6 (kemasan) memiliki selisih nilai 0,0. Hal ini berarti bahwa kemasan pada tepung ketan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Tabel. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi fitur Indikator Kualitas Produk TS STS Total Rata SP P Konsumen TP STP Tota l Rata GAP , ,66-0,0 Tabel 6 menunjukkan perhitungan selisih nilai untuk dimensi daya tahan. Selisih nilai persepsi dengan harapan konsumen untuk dimensi ini sebesar 0,. Hal ini berarti bahwa kue yang menggunakan tepung ketan Rose Brand tidak cepat rusak atau lebih tahan lama. 8 JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

7 Tabel 6. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi daya tahan lama. Indikator Kualitas Produk TS STS Total Rata SP P Konsumen TP STP Tota l Rata GAP , ,6-0, Tabel 7 menunjukkan selisih nilai terendah ada pada indikator 8 dengan nilai 0,09. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen merasa puas dengan kualitas tepung ketan Rose Brand yang tidak menggunakan bahan pengawet. Sedangkan selisih nilai tertinggi ada pada indikator 9 dengan nilai 0,9 yaitu kualitas pada produk sama. Hal ini terjadi karena uang yang digunakan untuk membeli produk dipersepsikan tidak sebanding dengan kualitas kue yang dibuat. Tabel 7. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi conformance Indikator Kualitas Produk TS STS Total SP P Konsumen TP STP Total Ratarata Ratarata GAP 8 7 0, ,0-0, ,9 7, -0,9 Tabel 8 menunjukkan bahwa indikator 0 memiliki selisih nilai 0,. Hal ini berarti bahwa pembungkus tepung ketan Rose Brand sudah cukup menarik dan konsumen puas akan hal itu. Tabel 8. Pelaksanaan dan harapan konsumen pada dimensi desain Indikator Kualitas Produk TS STS Total Rata SP P Konsumen TP STP Tota l Rata GAP , , Pemetaan Kinerja - Tingkat Kepentingan Menggunakan Diagram Kartesius Analisis Fungsi Utama (Kinerja) Konsumen akan sangat kecewa apabila harapan mereka terhadap dimensi rasa gurih tidak terpenuhi. Rasa gurih merupakan salah satu indikator utama tepung ketan. Konsumen akan mempunyai persepsi bahwa produk tepung ketan yang baik mempunyai wangi yang baik juga pada kue. Dimensi keandalan diukur menggunakan indikator tingkat kekeringan tepung, warna, kegunaan (variasi kue yang dapat dibuat menggunakan tepung yang sama). Konsumen menyukai tepung yang kering. Tabel menunjuk- HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 8

8 kan penilaian konsumen akan tingkat kekeringan tepung. Konsumen mempersepsikan bahwa produk tepung ketan Rose Brand yang lebih putih adalah produk yang tidak menggunakan bahan pengawet atau lebih alami kualitasnya. Penilaian konsumen (persepsi dan harapan) akan warna tepung ditunjukkan Tabel. Dilihat dari kegunaannya, konsumen mempersepsikan bahwa tepung hanya dapat digunakan untuk membuat kue yang tidak banyak variasinya. Jawaban yang etral Tidak Tabel 9. Penilaian responden terhadap rasa Jumlah Jawaban yang etral Tidak Tabel 0. Tingkat penilaian responden terhadap wangi/harum Jumlah Tabel. Tingkat penilaian responden terhadap tingkat kekeringan tepung. Jawaban yang etral 0 60 Tidak Jumlah JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

9 Jawaban yang etral Tidak Tabel. Tingkat penilaian responden terhadap warna Jumlah Tabel. Tingkat Penilaian Responden akan variasi Kue yang dapat dibuat Jawaban yang etral 8 Tidak Jumlah Analisis Fitur Indikator yang digunakan fitur tepung adalah kemasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kemasan sudah cukup sesuai dengan kebutuhan konsumen hal ini dikarenakan dengan adanya kemasan yang ada di pasaran telah memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengukur jumlah pemakaian tepung ketan rose brand. Tabel. Tingkat Penilaian Responden terhadap Kemasan Jawaban yang etral 7 Tidak Jumlah Analisis Daya Tahan Indikator yang digunakan mengukur daya tahan produk adalah tidak cepat basi. Konsumen mempersepsikan bahwa makanan yang menggunakan tepung ketan Rose Brand lebih tahan lama dan tidak mudah basi. HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 87

10 Tabel. Tingkat Penilaian Responden terhadap daya tahan produk Jawaban yang etral 7 0 Tidak Jumlah Analisis Conformance Dimensi conformance diukur menggunakan indikator penggunaan bahan pengawet dan homogenitas kualitas. Konsumen mempersepsikan bahwa tepung ketan Rose Brand tidak menggunakan bahan pengawet terbukti dan layak untuk dikonsumsi. Tabel 6. Tingkat Penilaian Responden terhadap conformance produk Jawaban yang etral 66 6 Tidak Jumlah Indikator homogenitas kualitas maksudnya bahwa produk olahan tepung mempunyai kualitas yang sama. Pengukuran persepsi konsumen akan homogenitas kualitas produk ditunjukkan Tabel 7. Tabel 7. Tingkat Penilaian Responden terhadap homogenitas Kualitas Jawaban yang etral 6 Tidak Jumlah Analisis Desain Dimensi desain diukur menggunakan indikator daya tarik kemasan. Penilaian konsumen akan daya tarik kemasan produk dapat dilihat pada Tabel JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

11 Tabel 8. Tingkat Penilaian Responden terhadap kemasan Jawaban yang etral 6 Tidak Jumlah Tabel 9. Perhitungan Rata Dimensi dan ilai Pelaksanaan dan Pelanggan Dimensi o. Pernyataan (X) (Y) Kualitas ( X ) ( Y ) Performance Gurih Wangi/harum Reliability Lebih kering Lebih putih Dapat digunakan untuk berbagai macam kue Feature 6 Kemasan sesuai dengan kebutuhan pasar Durability 7 Tidak cepat basi Conformance 8 Hiegenis Kualitas pada 9.9. Produk sama Desain 0 Pembungkus menarik Total Rata (X dan Y).7.9 Sumber : Data Kuesioner Analisis Diagram Kartesius Berdasarkan Tabel 9 diatas dapat dilakukan pemetaan kepentinganpelaksanaan seperti yang terlihat di Gambar. Kuadran A memuat indikator yang dianggap penting oleh konsumen, tetapi kurang mendapat perhatian dari pihak manajemen perusahaan, sehingga konsumen kurang puas. Pihak manajemen harus berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas produk pada indikator ini. Indikator yang termasuk di Kuadran A wangi/harum, tingkat kekeringan, dan variasi produk yang dapat dibuat menggunakan tepung Rose Brand. HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 89

12 ( X ) = A 0 9 B 8 ( X ) = C D PRODUK Gambar. Diagram Kartesius Kuadran B menunjukkan elemen produk yang dianggap oleh konsumen telah dilaksanakan pihak perusahaan dengan baik, konsumen sudah puas. Tugas manajemen perusahaan di masa mendatang adalah untuk tetap mempertahankan kinerja yang sudah bagus ini. Indikator yang termasuk di kuadran B adalah hiegenis, homogenitas kualitas pada produk olahan. Kuadran C menunjukkan indikator yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan biasa-biasa saja. Indikator yang termasuk di kuadran C adalah rasa gurih, warna yang lebih putih, kemasan sesuai dengan kebutuhan konsumen, produk yang tidak cepat basi, dan kemasan yang menarik. Kuadran D menunjukkan indikator yang dianggap kurang penting oleh konsumen akan tetapi dilaksanakan oleh pihak manajemen perusahaan dengan baik. Tidak ada indikator di Kuadran D ini. Analisis Kuadrat Chi Ho : Pelanggan tidak merasa puas terhadap produk tepung ketan Rose Brand di PT. Sungai Budi Ho : Pelanggan merasa puas terhadap produk tepung ketan Rose Brand di PT. Sungai Budi Dasar pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai Khi Kuadrat hitung (χ hitung) dengan nilai Khi Kuadrat tabel (χ tabel). Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai Khi Kuadrat hitung (χ hitung) sebesar 6.7. Dibandingkan dengan nilai Khi kuadrat tabel sebesar.06, maka hipotesis awal (H 0 ) ditolak. Kesimpulan yang bisa ditarik dengan demikian 90 JURAL EKOOMI & BISIS O., JILID, TAHU 006

13 adalah pelanggan merasa puas terhadap produk tepung ketan Rose Brand di PT. Sungai Budi. KESIMPULA DA SARA Pada umumnya konsumen merasa puas terhadap kualitas produk tepung ketan yang diproduksi PT Sungai Budi, namun ada beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian pihak manajemen, yaitu wangi/harum, lebih kering, dan dapat digunakan untuk berbagai macam kue. Pada ke tiga indikator ini konsumen merasa bahwa produk tepung ketan Rose Brand kurang memuaskan. Manajemen perusaha-an perlu mempertahankan dan meningkatkan indikator hiegenis dan kualitas. DAFTAR PUSTAKA Cooper, R. Donald dan Emory, William. (996), Metode Penelitian Bisnis, Erlangga, Jakarta. Indriantoro, ur. Dan Supomo, Bambang. (00), Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta. Irawan, Handi.(00), 0 Prinsip Kepuasan Pelanggan, Gramedia,Jakarta. Irawan, Handi. (00), Indonesian Customer Satisfaction, PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Kotler, Philip. (00), Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium, Prenhallindo, Jakarta. Lupiyoadi, Rambat. (00), Manajemen Pemasaran Jasa : Teori dan Praktik, Salemba Empat, Jakarta. Sugiyono (00), Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Keenam, Alfabeta, Bandung. Sugiyono (00), Statistika untuk penelitian, Cetakan Ketujuh, Alfabeta,Bandung. Supranto, J. (990), Statistik : Teori dan Aplikasi, Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta. Supranto, J. (00), Metode Riset, Edisi Ketujuh, Rineka Cipta, Jakarta. Supranto, J. (006), Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar, Rineka Cipta, Jakarta. HERAMA DA JOHA, AALISIS KEPUASA... 9

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Industri jasa pada saat ini merupakan sektor ekonomi yang sangat besar dan tumbuh sangat pesat. Pertumbuhan tersebut selain diakibatkan oleh pertumbuhan jenis

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Mulyana (2001:167), persepsi adalah proses internal yang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Mulyana (2001:167), persepsi adalah proses internal yang BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persepsi Menurut Mulyana (2001:167), persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memiih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK FRUTANG TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT TANG MAS TBK. Indra Jaya Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan

PENGARUH KUALITAS PRODUK FRUTANG TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT TANG MAS TBK. Indra Jaya Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan PENGARUH KUALITAS PRODUK FRUTANG TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT TANG MAS TBK Indra Jaya Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Dudin Saepudin Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk menciptakan suatu produk dengan keunggulan berbeda-beda. Situasi ini

BAB I PENDAHULUAN. untuk menciptakan suatu produk dengan keunggulan berbeda-beda. Situasi ini 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan akan mendorong perusahaan untuk menciptakan suatu produk dengan keunggulan berbeda-beda. Situasi ini menuntut adanya persaingan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. dengan harapan penumpang. Kepuasan merupakan respon dari penumpang

BAB III LANDASAN TEORI. dengan harapan penumpang. Kepuasan merupakan respon dari penumpang BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Konsep Kepuasan Penumpang Dalam Skripsi ini yang dibahas adalah tentang kepuasan penumpang terhadap pelayanan jasa angkutan umum antar kota dalam provinsi. Kepuasan adalah tingkat

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Persaingan yang semakin ketat, membuat setiap perusahaan harus memiliki suatu keunggulan bersaing agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di bidang jasa boga, maka setiap perusahaan perlu menciptakan konsep

BAB I PENDAHULUAN. di bidang jasa boga, maka setiap perusahaan perlu menciptakan konsep 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat dewasa ini dan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan pesaing yang bermunculan khususnya di bidang jasa boga, maka

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2004, p3-4) metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan dan

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN WARNET ADEN NET. Bambang Prasetyo EA02

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN WARNET ADEN NET. Bambang Prasetyo EA02 ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN WARNET ADEN NET Bambang Prasetyo 11208524 4EA02 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap pengusaha dalam menjalankan usahanya mempunyai tujuan yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan oleh penulis pada bulan April sampai dengan september 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan oleh penulis pada bulan April sampai dengan september 2015. BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan oleh penulis pada bulan April 2015 sampai dengan september 2015. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Umumnya dalam memilih alat transportasi harian sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan kendaraan pribadi roda dua ataupun roda empat. Salah satu perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bisnis harus dilakukan secara profesional. (Kotler, 1994:2). Untuk itu, kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. bisnis harus dilakukan secara profesional. (Kotler, 1994:2). Untuk itu, kegiatan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Menghadapi persaingan global yang semakin kuat, pengelolaan kegiatan bisnis harus dilakukan secara profesional. (Kotler, 1994:2). Untuk itu, kegiatan bisnis

Lebih terperinci

Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data

Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data 47 Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data Bab ini berisi pengumpulan data dan hasil pengolahan data yang dilakukan berdasarkan metodologi yang telah disusun pada Bab 3. 4.1. Data Umum Perusahaan Data yang

Lebih terperinci

Bab 3 METODE PENELITIAN

Bab 3 METODE PENELITIAN 27 Bab 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis studi kasus. Menurut Sugiyono (2004, p11), Penelitian deskriptif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE ANALISIS

BAB III METODE ANALISIS 42 BAB III METODE ANALISIS 3.1. Kerangka pikir Dalam persaingan yang semakin tajam diantara bengkel otomotif saat ini, maka kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama dimana tingkat kepentingan dan harapan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 26 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif yakni suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang digunakan untuk mengetahui nilai variabel X yakni keunggulan asosiasi merek,

Lebih terperinci

* Agus Mansur, ** Intan Wahyu WD Jurusan Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta * **

* Agus Mansur, ** Intan Wahyu WD Jurusan Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta * ** B-1-1 ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL SEBAGAI DASAR PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus di P.T. Sumber Bahtera Motor, Yogyakarta) * Agus Mansur, ** Intan Wahyu WD

Lebih terperinci

PERANAN KUALITAS PRODUK DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE SAMSUNG ANDROID (Studi Kasus Pada Mahasiswa STIE Nasional Banjarmasin Angkatan 2014)

PERANAN KUALITAS PRODUK DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE SAMSUNG ANDROID (Studi Kasus Pada Mahasiswa STIE Nasional Banjarmasin Angkatan 2014) PERANAN KUALITAS PRODUK DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE SAMSUNG ANDROID (Studi Kasus Pada Mahasiswa STIE Nasional Banjarmasin Angkatan 2014) Rizki Amalia Afriana Saidah Afriana82@gmail.com STIE NASIONAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Pada era globalisasi, produk atau jasa yang bersaing dalam satu pasar semakin banyak dan beragam akibat keterbukaan pasar. Sehingga terjadilah persaingan

Lebih terperinci

BAB III. Metode Penelitian

BAB III. Metode Penelitian BAB III Metode Penelitian 3.1 Desain Penelitian Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Untuk mengetahui keinginan konsumen akan minuman kesehatan, kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Perusahaan melakukan aktivitas karena adanya kebutuhan dan keinginan konsumen. Pada masa sekarang terjadi persaingan yang sangat ketat pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 16 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perkreditan motor PT. Summit Oto Finance Cabang Bogor harus bersaing dengan perusahaan perkreditan

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN YANG MENGUNJUNGI SOLO GRAND MALL SURAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN YANG MENGUNJUNGI SOLO GRAND MALL SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN YANG MENGUNJUNGI SOLO GRAND MALL SURAKARTA Oleh : DIAN ASRI SHOFIYATUN B 100 070 057 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan era globalisasi, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan era globalisasi, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan era globalisasi, dunia ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang semakin pesat. Globalisasi mempunyai dampak yang luas tidak hanya pada sektor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Pada era globalisasi saat ini perkembangan ilmu dan teknologi yang terjadi di Indonesia sudah semakin pesat, hal ini mengakibatkan semua bidang usaha

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL KEMASAN (Studi Kasus Desa Tohudan, Colomadu Karanganyar)

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL KEMASAN (Studi Kasus Desa Tohudan, Colomadu Karanganyar) ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINERAL KEMASAN (Studi Kasus Desa Tohudan, Colomadu Karanganyar) Novemy Triyandari Nugroho STMIK Duta Bangsa Surakarta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Merek Didalam suatu produk yang dijual ke pasar oleh produsen terdapat nilai yang terkandung didalam produk tersebut. Salah satu nilai yang

Lebih terperinci

Jl. Sumatra Jember

Jl. Sumatra Jember 59 ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, KUALITAS PELAYANAN, DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Home Industri Kaca Grafir di Desa Grujugan Kidul Kecamatan Grujugan Bondowoso) 1 Damanhuri,

Lebih terperinci

ANALISIS INDEKS KEPUASAN PESERTA BPJS TERHADAP PELAYANAN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

ANALISIS INDEKS KEPUASAN PESERTA BPJS TERHADAP PELAYANAN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG ANALISIS INDEKS KEPUASAN PESERTA BPJS TERHADAP PELAYANAN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Salman Al Fajri 1, Lindawati 1, Zeshasina Rosha 1 1 Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta E-mail

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. usaha baru baik usaha besar, menengah maupun kecil sehingga cenderung

BAB I PENDAHULUAN. usaha baru baik usaha besar, menengah maupun kecil sehingga cenderung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan perekonomian menyebabkan semakin banyak bermunculan bentukbentuk usaha baru baik usaha besar, menengah maupun kecil sehingga cenderung mengarah kepada

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA MELAKUKAN PEMBELIAN PADA ONLINE SHOP

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA MELAKUKAN PEMBELIAN PADA ONLINE SHOP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA MELAKUKAN PEMBELIAN PADA ONLINE SHOP Nama : Amalia Lucia Komar Npm : 10212683 Jurusan : S1 / Manajemen Pembimbing: Dr. Teddy Oswari FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini bisnis makanan berkembang dengan semakin banyaknya. dalam industri ini demi mencapai tujuan.

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini bisnis makanan berkembang dengan semakin banyaknya. dalam industri ini demi mencapai tujuan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini bisnis makanan berkembang dengan semakin banyaknya tempat-tempat makan dengan berbagai macam konsep. Sejalan dengan perkembangan ini, para pelaku

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Jenis Penelitian Unit Analisis Time Horizon T-1 Deskriptif - Kualitatif Individu Pelanggan Bengkel T-2 Deskriptif

Lebih terperinci

KESENJANGAN (GAP) PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN Studi Kasus Minimarket X di Jakarta Timur

KESENJANGAN (GAP) PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN Studi Kasus Minimarket X di Jakarta Timur Jurnal Liquidity Vol. 2, No. 2, Juli-Desember 2013, hlm. 127-136 KESENJANGAN (GAP) PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN Studi Kasus Minimarket X di Jakarta Timur Irma Sari Permata Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memposisikan produknya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. variabel yang mempengaruhi kepercayaan terhadap produk.

BAB I PENDAHULUAN. memposisikan produknya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. variabel yang mempengaruhi kepercayaan terhadap produk. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsumen merupakan sasaran utama yang perlu diperhatikan oleh produsen atau perusahaan karena setiap konsumen mempunyai persepsi dan sikap yang berbeda-beda atas suatu

Lebih terperinci

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus Pengguna Jasa Bengkel Honda Bintang Motor Cibinong)

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus Pengguna Jasa Bengkel Honda Bintang Motor Cibinong) HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN (Studi Kasus Pengguna Jasa Bengkel Honda Bintang Motor Cibinong) Ahmad Indra Gunawan 021113241 (Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENILAI TINGKAT KEPUASAN NASABAH PT. BANK RAKYAT INDONESIA UNIT GENTENG BANYUWANGI. Rinawati Anwar Rudi Kusubagio

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENILAI TINGKAT KEPUASAN NASABAH PT. BANK RAKYAT INDONESIA UNIT GENTENG BANYUWANGI. Rinawati Anwar Rudi Kusubagio ANALISIS KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENILAI TINGKAT KEPUASAN NASABAH PT. BANK RAKYAT INDONESIA UNIT GENTENG BANYUWANGI Rinawati Anwar Rudi Kusubagio ABSTRACT The purpose of this study is to seek service

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pelayanan yang terdiri dari bukti fisik (tangibles), empati (empathy),

BAB III METODE PENELITIAN. pelayanan yang terdiri dari bukti fisik (tangibles), empati (empathy), BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mendalami tentang pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik (tangibles), empati (empathy), keandalan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 33 III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan atau siapa yang menjadi objek penelitian. Juga dimana dan kapan penelitian dilakukan, biasa juga ditambahkan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. membuat prediksi atau pun mencari implikasi.

III. METODE PENELITIAN. membuat prediksi atau pun mencari implikasi. III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Azwar (2008 : 7) penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang bertujuan

Lebih terperinci

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PSMA ON-LINE PADA UNIVERSITAS GUNADARMA

ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PSMA ON-LINE PADA UNIVERSITAS GUNADARMA ANALISIS KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN PSMA ON-LINE PADA UNIVERSITAS GUNADARMA Roland Tanggu 1 Hotniar Siringoringo 2 1 Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Teknik Industri 2 Dosen Jurusan Teknik Industri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi di negara ini, banyak muncul industri-industri serta perusahaan-perusahaan baru, salah satunya bidang teknologi

Lebih terperinci

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data

III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data III. METODE KAJIAN A. Pengumpulan Data Pengumpulan data populasi responden dilakukan pada bulan Desember 2008 Mei 2009. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara, (1) Penyusunan kuesioner (2) Uji validasi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 79 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Disain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan desain penelitian deskriptif, di mana tujuan penelitian adalah untuk menguraikan sifat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan pesat, khususnya di bidang industri. Hal ini terbukti dengan semakin

BAB I PENDAHULUAN. dengan pesat, khususnya di bidang industri. Hal ini terbukti dengan semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perekonomian di Indonesia akhir-akhir ini telah berkembang dengan pesat, khususnya di bidang industri. Hal ini terbukti dengan semakin banyak berdirinya perusahaan

Lebih terperinci

Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo ABSTRAK

Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo ABSTRAK Volume 8, Nomor 1, Pebruari 010 Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo Ibnu Sholichin Staff Pengajar Jurusan Teknik Sipil FTSP UPN Veteran Jatim

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERNYATAAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut Sugiyono

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut Sugiyono BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menurut Sugiyono (008:14) Pendekatan kuantitatif adalah: Sebuah pendekatan berdasarkan

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI PONG-PONG CAFE LAMONGAN

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI PONG-PONG CAFE LAMONGAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI PONG-PONG CAFE LAMONGAN Ratna Handayati Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Penelitian Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pendukung dan acuan penelitian. Teori-teori ini menjadi bahan rujukan

BAB II LANDASAN TEORI. pendukung dan acuan penelitian. Teori-teori ini menjadi bahan rujukan BAB II LANDASAN TEORI Bab ini memuat teori-teori yang mendasari penelitian dan dijadikan pendukung dan acuan penelitian. Teori-teori ini menjadi bahan rujukan berkaitan dengan kepuasan dan ketidakpuasan

Lebih terperinci

Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket di Depok

Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket di Depok Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket di Depok Raudhah Maria Ulfah Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami perkembangan

Lebih terperinci

VI. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN SARI BUAH MINUTE MAID PULPY ORANGE DI KOTA BOGOR

VI. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN SARI BUAH MINUTE MAID PULPY ORANGE DI KOTA BOGOR VI. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK MINUMAN SARI BUAH MINUTE MAID PULPY ORANGE DI KOTA BOGOR 6.1. Karakteristik Konsumen Minute Maid Pulpy Orange Karakteristik konsumen pada penelitian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penyuluhan Pertanian bertujuan untuk mengembangkan kemampuan petani dan kelompok tani, mengubah perilakunya dalam usaha taninya sehingga mampu menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam melaksanakan suatu penelitian, penulis harus membuat suatu rancangan atau desain penelitian. Rancangan atau desain penelitian dimaksudkan agar penelitian dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. T-2 Survey & Analisis Deskriptif Individu -> konsumen Cross-sectional

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. T-2 Survey & Analisis Deskriptif Individu -> konsumen Cross-sectional BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Jenis dan Metode Analisis Unit Analisis Time Horizon T-1 Survey & Importance Performance Analysis serta Analisis Deskriptif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Alur Penelitian Mulai Studi Pustaka Idenifikasi Masalah Pengumpulan Data Data Primer (Data Kuesioner) Data Responden Persepsi Pelanggan Harapan Pelanggan Data Skunder:

Lebih terperinci

fundamental management journal eissn: (online) Volume:1(S) No.1 Part 2 (E-MKT 2016) Special Issues of Marketing Management

fundamental management journal eissn: (online) Volume:1(S) No.1 Part 2 (E-MKT 2016) Special Issues of Marketing Management fundamental management journal eissn: 2540-9220 (online) ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN ATAS PELAYANAN HOTEL MEKARSARI INDAH CILEUNGSI Julesron Siagian siagianjulesron@yahoo.co.id Robert P Panjaitan robertrpanjaitan@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu: pendekatan kualitatif yang berupa eksploratif dan pendekatan kuantitatifyang berupa deskriptif.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Kepuasan Pelanggan Perasaan puas pelanggan timbul ketika konsumen membandingkan persepsi mereka mengenai kinerja produk atau jasa dengan harapan mereka. Sementara itu kepuasan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Toko Sepatu Bata di Mall Lippo Karawaci Tangerang.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Toko Sepatu Bata di Mall Lippo Karawaci Tangerang. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengambil lokasi penelitian pada Toko Sepatu Bata di Mall Lippo Karawaci Tangerang. 3.2 Sejarah Singkat Perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Martadinata No. 81, Malang. Adapun dasar dari pemilihan Bank Rakyat Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. Martadinata No. 81, Malang. Adapun dasar dari pemilihan Bank Rakyat Indonesia BAB III METODE PENELITIAN 1.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Jl. Laks. Martadinata No. 81, Malang. Adapun dasar dari pemilihan Bank Rakyat Indonesia Cabang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. barang dan jasa yang diproduksi dapat sampai ditangan konsumen. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. barang dan jasa yang diproduksi dapat sampai ditangan konsumen. Dalam 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan agar barang dan jasa yang diproduksi dapat sampai ditangan konsumen. Dalam keadaan seperti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Pikir Kepuasan pengguna yang menjadi tujuan dari perusahaan dituangkan dalam strategi dan rencana kerja yang diimplementasikan dalam kegiatan pemasaran dan pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kegiatan pemasaran perusahaan bersaing semakin ketat terutama memasuki abad 21 ini, menuntut setiap perusahaan untuk selalu inovatif dalam mengembangkan usahanya.

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN *** TERIMA KASIH ***

PETUNJUK PENGISIAN *** TERIMA KASIH *** DAFTAR PUSTAKA Boedijoewono, Noegroho. 1999. Pengantar Statistik : Ekonomi dan Perusahaan. Edisi ketiga. UPP AMP YKPN : Yogyakarta Hair, dkk. 2006. Multivariate Data Analysis. Sixth Edition. Pearson Education,

Lebih terperinci

ANALISIS KARAKTERISTIK PRIBADI DAN EVALUASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK HANDPHONE MEREK BLACKBERRY

ANALISIS KARAKTERISTIK PRIBADI DAN EVALUASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK HANDPHONE MEREK BLACKBERRY ANALISIS KARAKTERISTIK PRIBADI DAN EVALUASI KONSUMEN TERHADAP PRODUK HANDPHONE MEREK BLACKBERRY (Studi Kasus Pada Mahasiswa Kampus Sarolangun Universitas Jambi) DAHMIRI Staf Pengajar Jurusan Manajemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kompetisi pada era globalisasi telah merambah disegala bidang, termasuk

BAB I PENDAHULUAN. Kompetisi pada era globalisasi telah merambah disegala bidang, termasuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kompetisi pada era globalisasi telah merambah disegala bidang, termasuk bidang industri barang dan jasa. Munculnya produk-produk baru yang membanjiri pasar-pasar

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. pembuatan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung.

III. METODE PENELITIAN. pembuatan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung. III. METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan pembuatan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung. Sesuai dengan tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan jasa pada pasar yang telah ada, juga harus mampu merebut daerah

BAB I PENDAHULUAN. dan jasa pada pasar yang telah ada, juga harus mampu merebut daerah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini semakin diyakini bahwa setiap kemajuan usaha selalu membawa masalah-masalah dan kesempatan bagi perusahaan. Dengan semakin besarnya perusahaan maka semakin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini tentunya

BAB I PENDAHULUAN. Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini tentunya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini tentunya merupakan suatu kondisi yang menguntungkan bagi dunia bisnis di Indonesia. Indikator membaiknya kondisi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 12 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Faktor paling penting dalam pelayanan kesehatan di RS adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien terpenuhi jika harapan-harapan pasien akan pelayanan

Lebih terperinci

Analisis Pengembangan Produk Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Pupuk ABSTRAK

Analisis Pengembangan Produk Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Pupuk ABSTRAK Analisis Pengembangan Produk Untuk Meningkatkan Volume Penjualan Pupuk Oleh : Mohammad Ato Illah E-mail : atok_wiga@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengembangan produk

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian ini membahas tentang kepuasan konsumen terhadap atribut jasa outbound pada PT Mandiri Kreasi Bersaudara (UPGRADE.inc). Jasa outbound belakangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam menjawab pertanyaan penelitian pertama ini difokuskan pada bagaimana kualitas pelayanan dilihat dari persepsi manajemen. Metode penelitian yang

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan yang valid, dengan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan yang valid, dengan BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan yang valid, dengan tujuan dapat ditentukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan tertentu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. produk barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan

BAB I PENDAHULUAN. produk barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha semakin ketat, terlebih dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini menyebabkan semua perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA GIANT SUPERMARKET CABANG CIMANGGIS DEPOK. Disusun Oleh : Heru Purnomo, SE, MM.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA GIANT SUPERMARKET CABANG CIMANGGIS DEPOK. Disusun Oleh : Heru Purnomo, SE, MM. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA GIANT SUPERMARKET CABANG CIMANGGIS DEPOK Disusun Oleh : Heru Purnomo, SE, MM. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma heru_p@staff.gunadarma.ac.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis asuransi di beberapa negara-negara berkembang sekarang ini mengalami perkembangan yang cukup baik walaupun pertumbuhan ekonomi dunia mulai melemah.

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 5, September 2016 PERSEPSI MENGENAI KUALITAS PRODUK, HARGA AKI GS ASTRA, DAN PELAYANAN PADA PT BINTANG PUTRA AUTOPARTS DI PONTIANAK

Bisma, Vol 1, No. 5, September 2016 PERSEPSI MENGENAI KUALITAS PRODUK, HARGA AKI GS ASTRA, DAN PELAYANAN PADA PT BINTANG PUTRA AUTOPARTS DI PONTIANAK PERSEPSI MENGENAI KUALITAS PRODUK, HARGA AKI GS ASTRA, DAN PELAYANAN PADA PT BINTANG PUTRA AUTOPARTS DI PONTIANAK Jupentia email: chocolate_jupentia@yahoo.com Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Canggihnya teknologi saat ini banyak menyuguhkan beberapa saranasarana

BAB I PENDAHULUAN. Canggihnya teknologi saat ini banyak menyuguhkan beberapa saranasarana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Canggihnya teknologi saat ini banyak menyuguhkan beberapa saranasarana dan fitur-fitur yang selalu berubah setiap waktunya. Ini disebabkan karena manusia tidak pernah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang terjadi akhir-akhir ini ditandai dengan semakin

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang terjadi akhir-akhir ini ditandai dengan semakin 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan teknologi yang terjadi akhir-akhir ini ditandai dengan semakin banyaknya industri yang menghasilkan produk baik berupa barang atau jasa yang berkualitas.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran KOGUPE SMAN 46 Jakarta merupakan koperasi konsumen di kawasan Jakarta Selatan yang bergerak di bidang usaha pertokoan dan simpan pinjam. Dalam upaya memenuhi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya

BAB 3 METODE PENELITIAN. sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya 23 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian Kausal, yaitu hubungan sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha tempat perbelanjaan (supermarket) pada saat ini sangat

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha tempat perbelanjaan (supermarket) pada saat ini sangat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan usaha tempat perbelanjaan (supermarket) pada saat ini sangat pesat, sehingga persaingan tempat perbelanjaan sangat kompetitif dengan menawarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Salah satu unsur penunjang penyelenggaraan kegiatan pendidikan di perguruan tinggi adalah perpustakaan, sebagaimana disebutkan dalam buku pedoman perpustakaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan di dunia bisnis yang semakin pesat saat ini membuat suatu perusahaan terus berlomba-lomba di dalam menciptakan produk yang berkualitas ditengah perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Pada masa sekarang ini, kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh suatu produk merupakan hal yang sangat dicari dan dibutuhkan oleh setiap pelanggan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksplanatori (eksplanatory

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksplanatori (eksplanatory 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksplanatori (eksplanatory research). Penelitian eksplanatory bermaksud menjelaskan hubungan kausal antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 Ý = + XY BAB III bx + e METODE PENELITIAN 1. Tempat dan Waktu Penelitian 1.1. Tempat Penelitian Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah di PT. Sinar Galesong Pratama Cabang Gorontalo yang beralamatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia usaha sekarang ini banyak yang secara sadar berorientasi pada konsumen. Hal yang harus dipahami oleh perusahaan selaku produsen,

Lebih terperinci

Analisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada PT. Rosalia Express. Oleh : Niken Pusporini NIM F BAB I PENDAHULUAN

Analisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada PT. Rosalia Express. Oleh : Niken Pusporini NIM F BAB I PENDAHULUAN Analisis kepuasan konsumen terhadap pelayanan pada PT. Rosalia Express Oleh : Niken Pusporini NIM F3206133 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini sektor jasa telah mengalami peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terus terpuruk dalam kekalahan dan kemunduran bisnisnya. Keberhasilan perusahaan dalam pemasaran ditentukan oleh

BAB I PENDAHULUAN. terus terpuruk dalam kekalahan dan kemunduran bisnisnya. Keberhasilan perusahaan dalam pemasaran ditentukan oleh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki abad ke-21 ini, dapat dirasakan dengan jelas bahwa persaingan bisnis kian kompetitif dan berdampak pada seluruh pelaku bisnis yang ada. Pelaku bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi komunikasi saat ini sangat pesat, hal ini

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia teknologi komunikasi saat ini sangat pesat, hal ini BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia teknologi komunikasi saat ini sangat pesat, hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang teknologi komunikasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Brand image Konsumen merupakan pusat perhatian dalam dunia pemasaran. Maka dari itu perlu dipelajari apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen pada saat ini. Dalam bukunya

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif. Menurut Sugiyono

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif. Menurut Sugiyono III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Objek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif. Menurut Sugiyono (2012:147) statistik deskriptif adalah: Statistik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Laju perkembangan dunia dewasa ini sangat pesat di segala bidang, terutama

BAB I PENDAHULUAN. Laju perkembangan dunia dewasa ini sangat pesat di segala bidang, terutama BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laju perkembangan dunia dewasa ini sangat pesat di segala bidang, terutama meningkatnya perkembangan teknologi dalam dunia industri. Dengan adanya laju perkembangan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LADASA TEORI 3.1 Umum Hal utama yang menjadi pokok pembahasan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah kepuasan penumpang angkutan umum perkotaan. Tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan angkutan

Lebih terperinci